P. 1
FILSAFAT AKSIOLOGI

FILSAFAT AKSIOLOGI

1.0

|Views: 1,362|Likes:
Published by Zein Muttaqin

More info:

Published by: Zein Muttaqin on Jul 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

FILSAFAT AKSIOLOGI BAB PENDAHULUAN I

Filsafat Pendidikan Islam Filsafat pendidikan menurut Al-Syaibani adalah ³Pelaksanaan pandangan falsafah dan kaidah falsafah dalam bidang pendidikan. Filsafat itu mencerminkan satu segi pelaksanaan falsafah umum dan menitik beratkan kepada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaankepercayaan yang menjadi dasar dari falsafah umum dalam menyelesaikan masalah -masalah pendidikan secara praktis´. Selanjutnya ia berpandangan bahwa filsafat pendidikan seperti halnya filsafat umum, berusaha mencari yang hak dan hakikat serta masalah yang berkaitan dengan proses pendidikan.(1) Prof. Mohammad Athiyah abrosyi dalam kajiannya tentang pendidikan Islam telah menyimpulkan 5 tujuan yang asasi bagi pendidikan Islam yang diuraikan dalam ³ At Tarbiyah Al Islamiyah Wa Falsafatuha ³ yaitu (2) : 1. Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia. Islam menetapkan bahwa pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam. 2. Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pendidikan Islam tidak hanya menaruh perhatian pada segi keagamaan saja dan tidak hanya dari segi keduniaan saja, tetapi dia menaruh perhatian kepada keduanya sekaligus. 3. Menumbuhkan ruh ilmiah pada pelajaran dan memuaskan untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu bukan sekedar sebagai ilmu. Dan juga agar menumbuhkan minat pada sains, sastra, kesenian, dalam berbagai jenisnya. 4. Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis, dan perusahaan supaya ia dapat mengusai profesi tertentu, teknis tertentu dan perusahaan tertentu, supaya dapat ia mencari rezeki dalam hidup dengan mulia di samping memelihara dari segi kerohanian dan keagamaan. 5. Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. Pendidikan Islam tidaklah semuanya bersifat agama atau akhlak, atau sprituil semata-mata, tetapi menaruh perhatian pada segi-segi kemanfaatan pada tujuan-tujuan, kurikulum, dan aktivitasnya. Tidak lah tercapai kesempurnaan manusia tanpa memadukan antara agama dan ilmu pengetahuan. Lapangan Filsafat Pendidikan Islam Al-Syaibany mengemukakan bahwa terdapat beberapa tugas yang diharapkan dari seorang filsuf pendidikan, diantaranya : (pada point ke 5) yaitu mendidik akhlak, perasaan seni dan keindahan pada masyarakat dan menumbuhkan pada diri mereka sikap menghormati kebenaran dan cara-cara mencapai kebenaran tersebut (sesuai dengan Islam).(3) Lapangan filsafat sendiri ada tiga yaitu Metefisik, Epitimologis dan Aksiologi. Mengenai akhlak, perasaan seni dan keindahan dalam filsafat pendidikan Islam selanjutnya akan dibahas dalam makalah ini yang khusus menyajikan mengenai Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam (Etika dan Estetika Pendidikan dalam Filsafat Pendidikan Islam). BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Aksiologi Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Menurut

Aksiologi mencoba merumuskan suatu teori yang konsisten untuk perilaku etis. istilah aksiologi berasal dari Bahasa Yunani Kuno. tanpa mempertimbangkan apakah ini bersifat psikis atau fisik. istilah yang lebih umum dipakai adalah etika (ethics) atau moral (morals). Demikianlah aksiologi terdiri dari analisis tentang kepercayaan. benar dan salah (right and wrong). etika bersangkutan dengan masalah kebaikan. Sistem mempunyai rancangan bagaimana tatanan. keputusan. rancangan dan aturan sebagai satu bentuk pengendalian terhadap satu institusi dapat terwujud. apabila nilai yang berlaku sekarang sudah berlaku sejak masa lampau dan akan berlaku serta abash sepanjang masa. Tetapi dewasa ini. Jadi. yakni memakai kata-kata atau konsep-konsep semacam ³seharusnya´ atau ³sepatutnya´ (ought / should). Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad). dan estetika bersangkutan dengan masalah keindahan. Epistimologi bersangkutan dengan masalah kebenaran. Karakteristik dan Tingkatan Nilai Ada beberapa karakteristik nilai yang berkaitan dengan teroi nilai. dan validitasnya tergantung pada reaksi subjek yang melakukan penilaian. sebaliknya nilai itu subjektif jika eksistensinya. Jadi aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempelajari nilai.(7) Secara etimologis. dan konsep-konsep moral dalam rangka menciptakan atau menemukan suatu teori nilai. maka memungkinkan seseorang untuk berbicara tentang moralitas. Nilai absolute atau berubah Suatu nilai dikatakan absolute atau abadi. atau yang menyummbangkan pada pemuasan yang demikian. dimana nilai spiritual lebih tinggi daripada nilai non spiritual (niai material).(8) B. yaitu : 1. terdiri dari kata ³aksios´ yang berarti nilai dan kata ³logos´ yang berarti teori. 2. maknanya. Tatkala yang baik teridentifikasi. Dipihak lain ada yang beranggapan bahwa semua nilai relative sesuai dengan keinginan atau harapan manusia. Di Dunia ini terdapat banyak cabang pengetahuan yang bersangkutan dengan masalah-masalah nilai yang khusus seperti epistimologis.John Sinclair. serta tentang cara dan tujuan (means and ends).(6) Secara historis.(5) Aksiologi ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat nilai. Ia bertanya seperti apa itu baik (what is good?). aksiologi bisa disebut sebagai the theory of value atau teori nilai. Kaum Idealis Mereka berpandangan secara pasti terhadap tingkatan nilai.(9) Terdapat beberapa pandangan yang berkaitan dengan tingkatan/hierarki nilai : 1. etika dan estetika. . istilah axios (nilai) dan logos (teori) lebih akrab dipakai dalam dialog filosofis.(4) Menurut Richard Bender : Suatu nilai adalah sebuah pengalaman yang memberikan suatu pemuasan kebutuhan yang diakui bertalian dengan pemuasan kebutuhan yang diakui bertalian. pada umumnya ditinjau dari sudut pandangan kefilsafatan. social dan agama. Nilai objektif atau subjektif Nilai itu objektif jika ia tidak bergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai. serta akan berlaku bagi siapapun tanpa memperhatikan ras. Dengan demikian kehidupan yang bermanfaat ialah pencapaian dan sejumlah pengalaman nilai yang senantiasa bertambah. maupun kelas social. dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik.

(13) b. dan memiliki nilai instrumental. guru. bentuk dsb. yakni dengan menggunakan pendekatan etik-moral. Terwujudnya kondisi mental-moral dan spritual religius menjadi target arah pengembangan sistem pendidikan Islam. dimana setiap persoalan pendidikan Islam coba dilihat dari perspektif yang mengikut sertakan kepentingan masing-masing pihak. etika merupakan cabang filsafat yang membicarakan perbutan manusia.(11) Jadi. Tidak hanya pada siswa melainkan pada seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Masalah moral tidak bisa dilepaskan dengan tekad manusia untuk menemukan kebenaran. Ini berarti pendidikan Islam diorientasikan pada upaya menciptakan suatu kepribadian yang mantap dan dinamis. Hasil-hasil ciptaan seni didasarkan atas prinsip-prinsip yang dapat dikelompokkan sebagai rekayasa. para ahli yang bergerak dalam bidang etika menyubutkan dengan moral.(10) C. mandiri dan kreatif. hokum-hukum alam dan aturan berfikir logis. Sedangkan moral pelaksanaannya dalam kehidupan. baik itu siswa. berasal dari bahasa Yunani. Untuk itulah kemudian ada rumusan pendekatan konseptual yang dapat dipergunakan sebagai jalan pemecahannya. Etika merupakan teori tentang nilai. ilmu kesusilaan yang meuat dasar untuk berbuat susila. pembahasan secara teoritis tentang nilai. diperlukan keberanian moral. 3. Etika dan Pendidikan Etika Istilah etika berasal dari kata ³ethos´ (Yunani) yang berarti adat kebiasaan.(12) Sangat sulit membayangkan perkembangan iptek tanpa adanya kendali dari nilai-nilai etika agama. Estetika dan Pendidikan Estetika Estetika merupakan nilai-nilai yang berkaitan dengan kreasi seni dengan pengalamanpengalaman kita yang berhubungan dengan seni. Jenis Nilai Aksiologi sebagai cabang filsafat dapat kita bedakan menjadi 2 yaitu : a. suatu aktifitas dikatakan baik seperti yang lainnya. dengan tetap memperhatikan dan memperlakukan peserta didik sesuai dengan potensi dasar yang dimiliki serta latar belakang sosio budaya masing-masing. Oleh sebab itu -berdasarkan pada pendekatan etik moralpendidikan Islam harus berbentuk proses pengarahan perkembangan kehidupan dan keberagamaan pada peserta didik ke arah idealitas kehidupan Islami. Cara memandangnya dari sudut baik dan tidak baik. juga berarti kebiasaan. pola. sebab membantu manusia menemukan realitas objektif. Mereka sangat sensitive terhadap nilai-nilai yang meghargai masyarakat. Kaum Pragmatis Menurut mereka. Filsafat Pendidikan Islam dan Etika Pendidikan Antara ilmu (pendidikan) dan etika memiliki hubungan erat. apabila memuaskan kebutuhan yang penting.2. . sebab untuk menemukan kebenaran dan terlebih untuk mempertahankan kebenaran. Dalam istilah lain. pendidik serta masyarakat luas. Kaum Realis Mereka menempatkan niai rasional dan empiris pada tingkatan atas. etika merupakan filsafat tentang perilaku manusia. pemerintah.

Uyoh Sadulloh. selain pengalaman. Paradigma Intelektual Muslim : Pengantar Filsafat Pendidikan Islam & Dakwah (Yogyakarta : SIPress. Pengantar Filsafat Pendidikan. FOOT NOTE 1. Uyoh Sadulloh. dimana setiap persoalan pendidikan Islam coba dilihat dari perspektif yang mengikut sertakan kepentingan masing-masing pihak. Pengantar Filsafat. 72. 10. Yogyakarta. 2. 40. 7. Uyoh Sadulloh. Penerbit Alfabeta CV. 39-40. 14.Drs. 13.Dikutip dari http://dedihendriana.Drs. 12. hlm. 42. berseni (sesuai dengan Islam). 1994). Munir Mulkhan.Drs. M. Jakarta.Ibid. op cit. Filsafat Umum Suatu Pengantar. 3. 1998. 33. Hal. 4. pemerintah. .op cit. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Seni sebagai penembusan terhadap realitas. Pustakan Sinar Harapan. pendidik serta masyarakat luas.com Dari A.Jujun S.Ibid. Kattsoff. guru. M. Hal. Pd.wordpress. BAB III PENUTUP Filsafat pendidikan menurut Al-Syaibani adalah ³Pelaksanaan pandangan falsafah dan kaidah falsafah dalam bidang pendidikan. 9. berusaha mencari yang hak dan hakikat serta masalah yang berkaitan dengan proses pendidikan.com/2008/05/19/aksiologi-ilmu 5.Drs. 327.http://elmuttaqie. Hal. Namun. op cit. 38-39. Hal. Untuk Kalangan Sendiri. Suriasumantri.Ibid. Uyoh Sadulloh. Dalam dunia pendidikan sebagaimana diungkapkan oleh Randall dan Buchler mengemukakan ada tiga interpretasi tentang hakikat seni (14) : 1. 71-72. Seni sebagai ekspresi yang sebenarnya tentang pengalaman. M.Drs. (Etika dan Estetika Pendidikan dalam Filsafat Pendidikan Islam). Hal. maka dalam dunia pendidikan hendaklah nilai estetika menjadi patokan penting dalam proses pengembagan pendidikan yakni dengan menggunakan pendekatan estetis-moral. Hal. 256. Pd. Pd. Penerbit Tiara Wacana. Hal.wordpress. Bandung. 2007.Filsafat Pendidikan Islam dan Estetika Pendidikan Adapun yang mendasari hubungan antara filsafat pendidikan Islam dan estetika pendidikan adalah lebih menitik beratkan kepada ³predikat´ keindahan yang diberikan pada hasil seni. Ini berarti pendidikan Islam diorientasikan pada upaya menciptakan suatu kepribadian yang kreatif. Hal. lebih jauh dari itu.Dikutip dari http://adikke3ku. 11.com/2007/12/30/10 3. Alih Bahasa Soejono Soemargono. Selanjutnya ia berpandangan bahwa filsafat pendidikan seperti halnya filsafat umum.Louis O.wordpress. Filsafat itu mencerminkan satu segi pelaksanaan falsafah umum dan menitik beratkan kepada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaankepercayaan yang menjadi dasar dari falsafah umum dalam menyelesaikan masalah -masalah pendidikan secara praktis´. M. 36.com/2007/07/20/filsafat-pendidikan 8. Seni sebagai alat kesenangan. 235. MA (Sewaktu Menjadi Dosen Fak Syari¶ah IAIN SUSQA). Lapangan filsafat sendiri ada tiga yaitu Metefisik.http://udhiexz. 2. Hal. Epitimologis dan Aksiologi. 1996. 6. Ali Abri. Hal.wordpress. Pd. baik itu siswa.

Pengantar Filsafat Pendidikan. Suriasumantri. Uyoh Sadulloh. Jakarta.com/2008/05/19/aksiologi-ilmu http://dedihendriana. M. Paradigma Intelektual Muslim : Pengantar Filsafat Pendidikan Islam & Dakwah (Yogyakarta : SIPress. Yogyakarta. 2007. Alih Bahasa Soejono Soemargono. Pd. MA (Sewaktu Menjadi Dosen Fak Syari¶ah IAIN SUSQA). Ali Abri.com/2007/07/20/filsafat-pendidikan http://elmuttaqie. 1998. Untuk Kalangan Sendiri Drs.com Dari A. Penerbit Alfabeta CV Jujun S. Pustakan Sinar Harapan Louis O.DAFTAR PUSTAKA http://adikke3ku. Filsafat Umum Suatu Pengantar. 1996. 1994) http://udhiexz. Munir Mulkhan. Penerbit Tiara Wacana . Bandung. Kattsoff.wordpress. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Pengantar Filsafat.com/2007/12/30/10 Drs.wordpress.wordpress.wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->