P. 1
34880611200811043

34880611200811043

|Views: 235|Likes:
Published by Amel Nasir

More info:

Published by: Amel Nasir on Jul 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2015

pdf

text

original

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMK N 6 Surakarta.

Alasan penulis memilih SMK N 6 Surakarta sebagai tempat penelitian adalah: 1. SMK N 6 Surakarta merupakan salah satu SMK yang berstatus negeri berarti dalam hal kualitas tentu juga sudah memenuhi syarat minimal untuk SMK yang sesuai dengan standar nasional. 2. Data yang diperlukan penulis tersedia. 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian ini meliputi kegiatan persiapan sampai selesainya penyusunan laporan, adapun kegiatan sebagai berikut: Tabel I Jadwal kegiatan penelitian Jenis kegiatan a.persiapan Jan penelitian 1. pengajuan judul 2.penyusunan proposal 3. izin penelitian 4.penyusunan angket b.pelaksanaan penelitian 1. pengumpulan data 2. analisis data 3. penarikan hasil 4.penyusunan laporan penelitian Feb Mar Apr 2006/2007 Mei Jun Jul Ags Sep

B.Metode Penelitian Menurut Slamet Widodo (2004: 51) “Metode ialah suatu prosedur atau

34

35 cara untuk mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah sistematis”. menurut Husaini Usman dan R. Purnomo Setiady Akbar (2004: 42), “Metode penelitian adalah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan yang terdapat dalam penelitian”. Bersumber dari pengertian-pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa metode penelitian ialah suatu kegiatan yang sistematis, terencana dan teratur dalam rangka menemukan dan menguji kebenaran dari suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Menurut Hadari Nawawi (1995: 62) metode penelitian ada empat, yaitu: 1. Metode filosofi Adalah prosedur pemecahan masalah melalui pemikiran yang terarah, mendalam dan mendasar dengan menggunakan pola berfikir aliran filosofi tertentu. 2. Metode deskriptif Adalah prosedur pemecahan masalah yang disediakan dengan menggambarkan keadaan pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak. 3. Metode historis Adalah prosedur pemecahan masalah dengan menggunakan data masa lalu. 4. Metode eksperimen Adalah prosedur penelitian yang dilakukan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih, dengan mengendalikan pengaruh variabel lainnya melalui percobaan. Berdasarkan sifat masalahnya rancangan penelitian menurut Cholid Narbuko dan Abu Ahmadi, (1999: 41-42) dapat dibedakan menjadi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Penelitian historis Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasi Penelitian kasus komparatif Penelitin eksperimen sungguhan Penelitian eksperimen semu Penelitian tindakan

Berdasarkan uraian di atas sesuai dengan sifat dan tujuan penelitian, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian korelasi. Artinya dalam penelitian ini terpusat pada pemecahan masalah sekarang berdasarkan data-data yang ada untuk mengetahui

36 hubungan yang ada antara dua variabel atau lebih. C.Populasi Dan Sampel 1. Populasi Hadari Nawawi (1995: 141) mengemukakan bahwa “Populasi adalah sekelompok subyek baik manusia, gejala, nilai, test dan benda-benda ataupun peristiwa”. Pendapat lainnya adalah menurut Suharsimi Arikunto (2002: 108) “Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian”. Menurut Husaini Usman (2004: 43) berpendapat bahwa “Populasi ialah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran baik kuantitatif maupun kualitatif dari pada karakteristik tertentu mengenai sekelompok obyek yang lengkap dan jelas”. Bersumber dari beberapa data di atas maka penulis dapat menyimpulkan mengenai populasi adalah suatu kelompok individu atau unsur-unsur yang memiliki kesamaan ciri-ciri yang merupakan sumber data yang diteliti dan hasilnya dianalisis. Berdasarkan rumusan di atas penulis menetapkan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X program keahlian akuntansi SMK N 6 Surakarta tahun diklat 2006/2007 yang berjumlah 80 siswa. 2. Sampel Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 109) “Sampel adalah bagian atau wakil populasi yang diteliti”. Menurut Hadari Nawawi (1995: 144) “Sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi”. Menurut Slamet Widodo (2004: 53) “Sampel ialah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling”. Bersumber dari ketiga pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi obyek sesungguhnya dari suatu penelitian. Pengambilan sampel dalam penelitian ini didasarkan pada pembatasan menurut Winarno Surakhmad (1998: 100) “Untuk pedoman umum saja dapat dikatakan bila populasi cukup homogen terhadap populasi di bawah 100 dapat dipergunakan sampel sebanyak 50% dan di atas seribu sebesar 15%. Untuk penyelidikan

37 deskriptif seperti survey, sampel manusia hendaknya di atas 30 unit besarnya”. Penentuan sampel dalam penelitian dapat ditentukan dengan berbagai teknik. Menurut Susanto (2006: 117), “Berbagai teknik penentuan sampel dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu probability sampling dan non probability sampling”. Menurut Susanto (2006: 117), “probability sampling meliputi: simple random sampling, systematic random sampling, stratified random sampling dan cluster random sampling. Sedang non probability sampling meliputi: accidental sampling, quota sampling, purposive sampling dan snowball sampling”. Berdasarkan teori di atas maka penelitian ini mengambil sampel sebanyak 50% dari jumlah populasi dengan teknik simple random sampling karena cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata atau kelompok yang ada dalam anggota populasi tersebut. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 siswa, sehingga jumlah sampel yang akan diambil adalah 50% X 80 siswa yaitu sebesar 40 siswa. D.Teknik Pengumpulan Data Usaha dalam memperoleh data sebagaimana yang diharapkan maka dibutuhkan kejelian dalam memilih metode pengumpulan data yang digunakan namun masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang biasa digunakan dalam penelitian ilmiah. Salah satunya adalah menurut Suharsimi Arikunto (2002: 198-206) yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Metode tes Metode angket atau kuesioner Metode interview Metode observasi Metode dokumentasi

Sesuai dengan pokok persoalan dalam penelitian mengenai hubungan antara motivasi berprestasi dan intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa maka metode pengumpulan data yang dianggap tepat adalah metode angket dan metode dokumentasi. 1. Metode angket atau kuesioner a. Pengertian angket

38 Menurut Slamet Widodo (2004: 69) “Angket ialah daftar pernyataan atau pertanyaan yang dikirimkan kepada responden baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui pos atau perantara)”. Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 128) “Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, ataupun hal-hal yang ia ketahui”. Menurut Cholid Narbuko dan Abu Ahmadi (1999: 76) “Kuesioner adalah daftar pertanyaan mengenai suatu masalah atau bidang yang akan diteliti”. Bersumber dari beberapa pernyataan tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa angket merupakan sejumlah pernyataan atau pertanyaan tertulis, dilakukan dengan jalan mengedarkan pernyataan atau pertanyaan tersebut kepada responden untuk memperoleh informasi dari responden, dalam arti laporan peribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Berdasarkan uraian di atas dalam metode angket ini digunakan untuk memperoleh data tentang variabel (X) yaitu motivasi berprestasi dan intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah. Data tentang motivasi berprestasi dan intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah diperoleh dari hasil pengisian angket yang diisi oleh responden. Adapun pertimbangan-pertimbangan peneliti menggunakan angket dalam penelitian ini adalah: 1. Data yang akan diungkap sangat berkaitan dengan masalah pribadi siswa yaitu motivasi berprestasi dan intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah sehingga sulit penulis amati secara langsung. 2. Siswa atau responden mempunyai kebebasan dalam menjawab semua pertanyaan-pertanyaan sehingga data yang terkumpul lebih obyektif. 3. Adanya keterbatasan waktu dan tenaga, maka dengan melalui metode angket dapat diperoleh jawaban pertanyaan dari responden secara serentak dengan jumlah sesuai dengan yang diharapkan.

39

b. Jenis- jenis angket Angket atau kuesioner dapat dibedakan menjadi beberapa golongan. Menurut pendapat Suharsimi Arikunto (2002: 128-129) macam-macam angket diantaranya adalah: 1. Dipandang dari cara menjawab maka ada: a. Kuesioner terbuka, kuesioner yang memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri. b. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang sudah disediakan jawaban sehingga responden tinggal memilih. 2. Dipandang dari jawaban yang diberikan maka ada: a. Kuesioner langsung, responden menjawab tentang dirinya. b. Kuesioner tidak langsung, jika responden menjawab tentang orang lain 3. Dipandang dari bentuknya maka: a. Kuesioner pilihan ganda, adalah sama dengan kuesioner tertutup. b. Kuesioner isian, adalalah sama dengan kuesioner terbuka c. Check list, sebuah daftar dimana responden tingal membubuhkan tanda check (v) pada kolom yang sesuai. d. Rating scale (skala bertingkat), yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkat, misalnya mulai setuju sampai dengan sangat tidak setuju Berdasarkan pengertian di atas, penelitian ini menggunakan angket langsung. Angket atau kuesioner langsung dimaksudkan angket yang langsung diberikan kepada responden dan responden hanya mengisi jawaban yang sesuai dengan pendapat atau kegiatannya. Alasan peneliti menggunakan angket langsung tertutup dalam bentuk jawaban langsung adalah: 1. Memberikan kemudahan kepada siswa dalam memberikan tanggapan, yaitu siswa hanya diminta memilih salah satu dari beberapa kemungkinan jawaban. 2. Data dapat terkumpul sesuai dengan yang dinginkan. c. Langkah–langkah penyusunan angket

40 1. Menetapkan tujuan Angket dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang motivasi berprestasi dan intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah siswa kelas X program keahlian akuntansi SMK N 6 Surakarta tahun diklat 2006/2007. 2. Menyusun kisi-kisi angket Kisi-kisi angket digunakan untuk memperjelas permasalahan yang akan dituangkan dalam angket serta untuk mempermudah menjawab butir-butir pertanyaan dalam angket. 3. Menyusun angket Angket yang akan dibagikan kepada responden dapat disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Surat pengantar Surat pengantar ini berfungsi menghantarkan angket sehingga responden dapat menerima dengan jelas. b. Membuat pedoman pengisian angket. c. Membuat butir pertanyaan yang diberikan dan sekaligus disertai alternatif jawaban. d. Membuat skoring atau penilaian angket. Teknik angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang motivasi berprestasi dan intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah dengan cara memberikan daftar pertanyaan yang diberikan kepada subyek penelitian atau responden secara individu guna memperoleh informasi yang dibutuhkan peneliti, kemudian menyebarkan angket dan mengumpulkan kembali setelah diisi oleh responden. Daftar pertanyaan dalam angket ini dimaksudkan untuk merekam atau menggali informasi ataupun keterangan sesuai dengan kenyataan dari diri responden. Pertanyaan angket merupakan kalimat pernyataan yang diiringi dengan sejumlah alternatif jawaban yang dapat dipilih oleh responden yang mencerminkan keadaan diri responden. Skala pengukuran angket dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala interval dengan skala Likert sebagai alat pengukur. Menurut

41 Manase Malo yang dikutip oleh Susanto (2006: 90) “Maksud dari skala Likert adalah mengeluarkan pertanyaan dari suatu variabel yang tidak kompak dengan pertanyaan-pertanyaan di dalam mengukur konsep atau variabel”. Dalam skala Likert kemungkinan jawaban dibuat dengan lebih banyak alternatif jawaban, untuk pernyataan yang bersifat positif , jawaban yang mendukung pernyataan tersebut diberi skor yang tinggi. Sebaliknya untuk pernyataan yang bersifat negatif, jawaban yang paling tidak mendukung pernyataan tersebut diberi skor tertinggi. Alternatif jawaban disusun dengan menggunakan skala likert yang terdiri dari lima macam alternatif jawaban, setiap jawaban dari responden mendapatkan skor dalam interval 1-5, dengan perincian sebagai berikut: Berikut ini adalah pemberian bobot nilai untuk pernyataan positif adalah dengan perincian sebagai berikut: Tabel. 2 Bobot Pernyataan Positif Aternatif Jawaban Sangat setuju Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat tidak setuju Bobot penilaian 5 4 3 2 1

Berikut ini adalah pemberian bobot nilai untuk pernyataan negatif adalah dengan perincian sebagai berikut: Tabel 3. Bobot Penyataan Negatif Aternatif Jawaban Sangat setuju Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat tidak setuju Bobot penilaian 1 2 3 4 5

d. Mengadakan uji coba Angket setelah disusun maka angket tersebut perlu untuk diuji coba

42 terlebih dahulu. Uji coba merupakan suatu langkah untuk mengetahui dan menguji bobot kejituan dan keajegan item yang akan digunakan sebagai alat pengukur dalam penelitian. Tujuan uji coba angket adalah untuk mengetahui apabila ada kelemahan pada angket dan hal-hal lain yang menyulitkan responden serta untuk mengetahui seberapa jauh alat pengukur yang telah disusun memiliki validitas dan reliabilitas.Untuk itu angket yang digunakan dalam penelitian harus valid dan reliabel. Ujicoba angket yang telah dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh alat pengukur yang telah disusun memiliki validitas dan reliabilitas , sebab alat pengukur yang baik harus memiliki validitas dan reliabilitas. a. Uji validitas angket Validitas menunjukan sejauh mana alat pengukuran itu mengukur apa yang dimaksud untuk diukur. Menurut pendapat Suharsimi Arikunto (2002 : 146) untuk mengetahui validitas angket penulis menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson yakni sebagai berikut: {N ∑ X 2 − (∑ X) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y) 2 } N ∑ XY − (∑ X)(∑ Y)

rxy=

Keterangan : rxy = Koefisien korelasi variabel x dan y Σ X = jumah skor-skor X Σ Y = jumlah skor-skor Y Σ XY = jumlah skor-skor X dan Y yang dipasangkan N = jumlah penelitian b. Uji reliabilitas Reliabilitas pengukuran suatu angket menunjukkan keajegan hasil pengukuran sekiranya alat pengukuran yang sama itu digunakan oleh orang yang berlainan dalam waktu yang sama atau dalam waktu yang berbeda. Menurut pendapat dari Suharsimi Arikunto (2002: 171) reliabilitas angket dalam penelitian ini dicari dengan menggunakan rumus alpha, dengan

43 rumus sebagai berikut: Σδ k }{1 − 2b } δt r11 = k − 1 { keterangan : r11 = Reliabilitas Instrumen k = banyaknya soal Σδ 2 = jumlah varian butir b δ 2 = varian total t 2. Metode dokumentasi Metode dokumentasi atau teknik dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk mengumpulkan data yang ditunjukkan untuk memperoleh penjelasan melalui sumber-sumber dokumen. Menurut Suharsimi Arikunto (2002:206) “Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, parasit, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya”. Data dokumentasi yang penulis kumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang prestasi belajar mata diklat akuntansi siswa kelas X program keahlian akuntansi SMK N 6 Surakarta tahun diklat 2006/2007. E.Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan teknik analisis korelasi dan regresi linier ganda. Menurut Sutrisno Hadi (2001: 2) tugas pokok dari analisis regresi ganda adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Mencari korelasi anatara kriterium dan prediktor. Menguji apakah korelasi itu signifikan atau tidak. Mencari persamaan garis regresi. Mencari sumbangan relatif antara sesama prediktor, jika prediktor lebih dari satu.
2

Sebelum data penelitian itu dianalisis, maka terlebih dahulu harus

44 dilakukan pengujian prasarat analisis. Analisis yang dilakukan adalah meliputi uji normalitas, uji linieritas dan uji independensi. 1. Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak, dengan kata lain uji normalitas digunakan untuk menguji apakah residu yang diperoleh terdistribusi normal atau tidak. Rumus yang digunakan menurut Sutrisno Hadi (2002: 278) adalah Chi Kuadrat, yaitu : ( fo − fh) 2 ∑ fh X2 = Keterangan : X2 = Chi Kuadrat fo = Frekuensi yang diperoleh dari sampel fh = Frekuensi yang diharapkan Setelah diperoleh nilai X2 kemudian dikonsultasikan dengan tabel Chi Kuadrat dengan taraf signifikasi 5%. b. Uji Linieritas Menurut pendapat Sudjana (2001: 19) untuk mengujji linieritas digunakan rumus sebagai berikut : RJK (TC ) FTC = F = RJK (G ) Keterangan : FTC RJK (G) = F = Harga linieritas

RJK (TC) = Rata-rata jumlah kuadrat tuna cocok = Rata-rata jumlah kuadrat kekeliruan Setelah diperoleh harga Fhitung kemudian dikonsultasikan dengan Ftabel.

45 c. Uji Independensi Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan analisis regresi ganda adalah ketiadaan hubungan antara variabel bebas yaitu antara X1 dan X2. menurut pendapat Sudjana (2001: 19) uji statistik yang digunakan adalah rumus product moment: {N ∑ X1 − (∑ X1 ) 2 }{N ∑ X 2 − (∑ X 2 ) 2 }
2 2

N ∑ X1X 2 − (∑ X1 )(∑ X 2 )

rx1x2 = rx1x2
X N

Keterangan : = Koefisian korelasi antara dua predikator = jumlah skor predikator = Jumlah responden Setelah harga rhitung diketahui kemudian dikonsultasikan dengan rtabel. Kedua variabel dikatakan independen jika rtabel > rhitung. 2. Pengujian Hipotesis a. Menurut pendapat dari Suharsimi Arikunto (2002: 146) untuk menguji hipotesis pertama dan kedua menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson yakni sebagai berikut : {N ∑ X 2 − (∑ X) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y) 2 } N ∑ XY − (∑ X)(∑ Y)

rxy = rxy

Keterangan : = Koefisien korelasi antara X dan Y

∑XY = Jumlah perkalian X dan Y ∑X = Jumlah variabel bebas ∑Y = Jumlah variabel terikat N = Banyaknya responden

46

b. Untuk menguji hipotesis ketiga menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Menurut pendapat dari Sudjana (2002: 387) untuk menentukan persamaan garis regresi menggunakan rumus: Y = ao + a1x1 + a2 x2 2) Menurut pendapat dari Sutrisno Hadi (2001: 250) untuk mencari koefisien korelasi ganda menggunakan rumus : a 1 ∑ x1 y + a 2 ∑ x 2 y Ry(1,2) = Keterangan : Ry (1,2) = koefisien korelasi antara Y dengan X1 dan X2 a1 a2 ∑x1y ∑x2y = Koefisien predikator X1 = Koefisien predikator X2 = Jumlah produk antara X1 dengan Y = Jumlah produk antara X2 dengan Y 3) Menurut pendapat dari Sudjana (2002: menguji R2 / k 2 F = (1 − R ) /(n − k − 1) Keterangan : F n = Koefisien korelasi ganda = Banyaknya sampel keberartian koefisien digunakan rumus uji F : 387) untuk ganda

∑y

2

korelasi

47 k = Banyaknya prediktor

R2 = Koefisien korelasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->