Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.

Kata "morfin" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
Morfina adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan padaopium. Morfina bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit. Efek samping morfina antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfina juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfina menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien ketergantungan morfina juga dilaporkan menderita insomnia danmimpi buruk. Kata "morfina" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani. Morfina adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfina bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit. Efek samping morfina antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfina juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfina menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien ketergantungan morfina juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk. Kata "morfina" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani. Morfin (INN) (diucapkan / n mɔrfi ː / ) ( MS T'rusk , MSIR , Avinza , Kadian , Oramorph , Roxanol , Kapanol ) adalah potensial candu analgesik obat dan dianggap sebagai prototipikal opioid . Hal ini ditemukan pada 1804 oleh Friedrich Sertürner , pertama didistribusikan oleh Friedrich Sertürner pada tahun 1817, dan komersial pertama dijual oleh Merck pada tahun 1827, yang pada waktu itu sebuah toko kimia kecil. Itu lebih banyak digunakan setelah penemuan jarum suntik pada tahun 1857. Ini mengambil nama dari Tuhan Yunani mimpi Morpheus ( Yunani : Μορφέας ). Morfin adalah yang paling banyak alkaloid yang ditemukan di opium , kering getah (lateks) yang berasal dari dangkal mengiris KANTONG BIJI mentah dari opium, atau umum atau dimakan, poppy, Papaver somniferum . Morfin adalah yang pertama prinsip aktif dimurnikan dari sumber tanaman dan merupakan salah satu dari sedikitnya 50 alkaloid dari beberapa jenis hadir dalam opium, Poppy Straw Konsentrat , dan turunan opium lainnya. Morfin umumnya 8 sampai 17 persen dari berat kering dari opium,

artinya morfin dapat mengubah reaksi yang timbul di korteks serebri pada waktu persepsi nyeri diterima oleh korteks serebri dari thalamus . yaitu rasa raba. Floriberta Yoaquin Intan (068114033) 2. Efek analgesik morfin timbul berdasarkan 3 mekanisme . toleransi dan psikologis ketergantungan berkembang dengan cepat. di bawah 1 persen. morfin dianggap sebagai standar emas. dan dalam beberapa kasus jumlah diabaikan hidromorfon . atau lainnya narkotika fenantrena tipe. misalnya oksikodon (OxyContin. tetapi secara komersial lebih mudah dan menguntungkan. Terjadinya morfin di lain papaverales dan Papaveraceae . Tapi morfin belum digunakan hingga dikembangkan hypodermic needle (1853). mungkin turun menjadi 0. bahakan persepsi nyeripun tidak selalu hilang setelah pemberian morfin dosis terapi. serta pada beberapa jenis hop dan murbei pohon belum dikonfirmasi. dan diacetylmorphine ( heroin ). alkaloid. Morfin memiliki potensi tinggi untuk kecanduan . rasa getar (vibrasi). Melewati titik optimum untuk ekstraksi. tebain . Efek kerja dari morfin (dan juga opioid pada umumnya) relatife selektif. Sarjono dkk. dengan efek yang sama. yang digunakan dalam pembuatan-sintetik dan semi sintetik opioid seperti oxycodone dan etorphine dan beberapa jenis obat. atau patokan. Percodan). dari analgesik digunakan untuk meringankan penderitaan berat atau sakit dan penderitaan . 2001. 1995). dihydromorphine . Morfin diproduksi paling dominan di awal siklus hidup tanaman. digunakan untuk menghasilkan dua alkaloid lain. yang neuropeptida . Meskipun morfin dapat dibuat secara sintetik. bertindak morfin langsung pada sistem saraf pusat (SSP) untuk meringankan rasa sakit . Seperti opioid lain. Tubuh manusia memproduksi endorphines . Dalam pengobatan klinis. Palladone). (1) morfin meninggikan ambang rangsang nyeri . bracteatum ) tidak mengandung morfin atau kodein. Morfin paling mudah larut dalam air dibandingkan golongan opioid lain dan kerja analgesinya cukup panjang (long acting). dihydrocodeine . Varietas yang terakhir. (3) morfin memudahkan tidur dan pada waktu tidur ambang rangsang nyeri meningkat. Spesies ini lebih merupakan sumber tebain .(Latief dkk. Heny Sulistyaningsih (068114034) Periode : Maret 2009 Morfin pertama kali diisolasi pada 1804 oleh ahli farmasi Jerman Friedrich Wilhelm Adam Sertürner.walaupun khusus-dibesarkan kultivar mencapai 26 persen atau menghasilkan morfin sedikit sekali. penglihatan dan pendengaran . yang dibuat dari bahan getah papaver somniferum. hidromorfon (Dilaudid. (2) morfin dapat mempengaharui emosi. dan xanax (senyawa ini agak disintesis dari tebain dan oripavine). termasuk 'Przemko' dan Norman 'kultivar' dari opium poppy. SERBA-SERBI TENTANG MORFIN Disusun Oleh : 1. tebain dan oripavine . ( P. Percocet.04 persen. yakni tidak begitu mempengaruhi unsur sensoris lain. . tetrahydrothebaine. meskipun Fisiologis ketergantungan mungkin membutuhkan beberapa bulan untuk berkembang. Morfin digunakan untuk mengurangi nyeri dan sebagai cara penyembuhan dari ketagihan alkohol dan opium. berbagai proses di pabrik memproduksi kodein .

hipoventilasi alveolar. 1995. mengantuk. Untuk nyeri hebat pada dewasa 1-2 mg intravena dan dapat diulang sesuai yamg diperlukan. (5) Perikarditis akut. Indikasi Morfin dan opioid lain terutama diidentifikasikan untuk meredakan atau menghilangkan nyeri hebat yang tidak dapat diobati dengan analgesik non-opioid. (2) Neoplasma . daya konsentrasinya menurun.1-0. (3) Kolik renal atau kolik empedu . santai. tetapi efek analgesik setelah pemberian oral jauh lebih rendah daripada efek analgesik yang timbul setelah pemberian parenteral dengan dosis yang sama. Oleh sebab itu morfin tidak pernah tersedia dalam bentuk obat minum. Morfin sering diperlukan untuk nyeri yang menyertai . 2. tetapi dapat menembus kulit yang luka. Dosis dan sediaan Morfin tersedia dalam tablet. Farmakokinetik Morfin tidak dapat menembus kulit utuh. Morfin diabsorbsi dengan baik setelah pemberian subkutan (dibawah kulit) atau intra muskuler. Dibuat dalam bentuk tablet kecil putih. merokok atau mencampur dalam minuman. Aktivasi reseptor ini terkait dengan analgesia. (6) Nyeri akibat trauma misalnya luka bakar. Pengguna morfin umumnya terlihat apatis.. Morfin juga bertindak sebagai agonis reseptor κ-opioid yang terkait dengan analgesia spinal dan miosis Gambar morfin(serbuk) Gambar struktur morfin Farmakodinamik Efek morfin terjadi pada susunan syaraf pusat dan organ yang mengandung otot polos. perubahan emosi. Efek morfin pada system syaraf pusat mempunyai dua sifat yaitu depresi dan stimulasi. adakalanya ditaburkan begitu saja pada luka-luka bekas disilet sendiri oleh para korban. 1997). 1995. Morfin dapat melewati sawar uri dan mempengaruhi janin. Dibuat dalam bentuk balok-balok kecil dengan ukuran dan warna yang berbedabeda Tablet. Morfin diperdagangkan secara bebas dalam bentuk : 1. tetapi tidak diabsorbsi dengan baik di saluran pencernaan. dan kadang diakhiri dengan mimpi yang menyenangkan. dengan efek utama mengikat dan mengaktivasi reseptor µopioid pada sistem saraf pusat. pulmonal atau koroner . mual muntah. Cairan Berwarna putih disimpan dalam ampul atau botol. 3. . euforia. Digolongkan depresi yaitu analgesia. Sarjono dkk. Morfin dapat diabsorsi usus. Morfin juga dapat menembus mukosa. konvulsi dan sekresi hormon anti diuretika (ADH). (4) Oklusi akut pembuluh darah perifer. Omorgui. Balokan. fraktur dan nyeri pasca bedah. Dapat disalahgunakan dengan jalan menyuntikkan. pleuritis dan pneumotorak spontan . Dosis anjuran untuk menghilangkan atau mengurangi nyeri sedang adalah 0. physical dependence dan respiratory depression. sedasi. Lebih hebat nyerinya makin besar dosis yang diperlukan. miosis. pemakaiannya hanya dilakukan dengan jalan menyuntik. 2001. Stimulasi termasuk stimulasi parasimpatis. sedasi. (1) Infark miokard .2 mg/ kg BB. Ekskresi morfin terutama melalui ginjal. Morfin oral dalam bentuk larutan diberikan teratur dalam tiap 4 jam. dan pikirannya sering terganggu pada saat tidak menggunakan morfin.(Latief dkk. supositoria. Efek subyektif yang dialami oleh individu pengguna morfin antara lain merasa gembira. injeksi.Morfin merupakan agonis reseptor opioid. Efek tersebut yang selanjutnya menyebabkan penggunanya . Bubuk atau serbuk. 4. Sebagian kecil morfin bebas ditemukan dalam tinja dan keringat. Wibowo S dan Gopur A. Berwarna putih dan mudah larut dalam air. hiperaktif reflek spinal.

cold turkey. yang sering fatal dan menyebabkan kematian. gelisah dan cemas. dilatasi pupil. kadang-kadang psikosis toksik. yaitu oedema paru akut (Banks dan Waller). seringkali dijumpai komplikasi medis. rinorea.otot orang ynag menggunakannya. Sedangkan efek merangsang sering dipakai untuk melancarkan pergaulan. diberikan simptomatik. Pengobatan sindroma putus opioid harus diikuti dengan program terapi detoksifikasi dan terapi rumatan. yang terjadi karena morfin mampu meningkatkan tonus otot saluran pencernaan dan menurunkan motilitas usus. Tujuan penyalahgunaan pada umumnya adalah untuk mendapatkan perubahan mental sesaat yang menyenangkan. tremor. demam. misalnya kelainan pada organ paru-paru dan lever. sindroma putus zat. dan tingkah laku serta pergerakan otot. Pada penyalahgunaan narkotika jenis opiat. dan insomnia. karena morfin juga menyebabakan terjadinya penyempitan saluran pernafasan. untuk menghilangkan muntah diberi antiemetik. Opioida termasuk salah satu yang sering disalahgunakan manusia.gangguan persepsi. Bila pemakaian sangat banyak (dosis sangat tinggi) dapat terjadi konvulsi(kejang) dan koma. menguap/sneezing. berbagai gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat dikelompokkan dalam berbagai keadaan klinis. Penyalahgunaan narkotika merupakan suatu pola penggunaan zat yang bersifat patologik paling sedikit satu bulan lamanya. perasaan. Gejala kelebihan dosis : Pupil mata sangat kecil (pinpoint). Gejala objektif sindroma putus opioid. Menurut ICD 10 (International Classification Diseases). Efek pada sistema saluran pencernaan umumnya berupa konstipasi. berkeringat banyak. dan kepribadian sipemakai serta harapannya. Efek ini timbul karena morfin mampu menurunkan persepsi terhadap rangsang kencing serta menyebabkan kontraksi ureter dan otot. Penyalahgunaan obat. yaitu mual/muntah. dan pembunuhan. antara lain efek terhadap sistema pernafasan. pernafasan satu. tekanan darah meninggi. Pada sistema urinarius.dorongan yang terlalu berlebihan oleh orang yang lemah mentalnya atau belum matang kepribadiannya. Efek pada sistema pernafasan berupa depresi pernafasan. dan gangguan mental serta perilaku lainnya. kecemasan. Bila sangat hebat. Sindroma putus obat adalah sekumpulan gejala klinis yang terjadi sebagai akibat menghentikan zat atau mengurangi dosis obat yang persisten digunakan sebelumnya. dapat terjadi dilatasi (pelebaran pupil). Di kalangan remaja disebut “sakau” dan untuk mengatasinya pecandu berusaha mendapatkan heroin walaupun dengan cara merugikan orang lain seperti melakukan tindakan kriminal. sindroma ketergantungan. dorongan. Kadang-kadang timbul edema paru (paru-paru basah). pupil dilatasi.obatan sangat beragam. tetapi yang paling banyak digunakan adalah obat yang memiliki tempat aksi utama di susunan saraf pusat dan dapat menimbulkan gangguan. dan sistema urinarius. insomnia. Disamping memberi manfaat klinis. untuk mengurangi rasa sakit dapat diberi analgetik. bunuh diri. Diagnosis Ketergantungan Narkotika Diagnosis ketergantungan penderita opiat ditegakkan dengan pemeriksaan klinis (medik psikiatrik) dan ditunjang dengan pemeriksaan urine. Kematian akibat overdosis disebabkan komplikasi medis berupa gangguan pernapasan.satu dan coma (tiga gejala klasik). keluar air dari hidung(rhinorhea). morfin dapat menyebabkan kesulitan kencing.merasa ketagihan. Gejala–gejala lepas obat : Agitasi. hiperpirexia (suhu tubuh sangat meninggi).tanda pemakaian obat bervariasi menurut jenis obat. Efek ini umumnya terjadi beberapa saat setelah pemberian intravenosa atau sekitar satu jam setelah disuntikkan intramuskuler. nyeri otot dan tulang. nadi bertambah cepat. saluran pencernaan. diare. dan sebagainya. kekecewaan.otot kandung kencing. Tanda. jumlah yang dipakai. Efek menenangkan sering dipergunakan untuk mengatasi kegelisahan. keluar airmata (lakrimasi). Keadaan putus heroin tidak begitu membahayakan. nyeri kepala. Untuk mengatasinya. nyeri otot lakrimasi. Efek ini meningkat pada penderita asma. Mc Donald (1984) dalam penelitiannya menyatakan bahwa penyalahgunaan narkotika mempunyai kaitan erat dengan kematian dan disabilitas yang diakibatkan oleh kecelakaan. Misalnya. . morfin dapat memberikan resiko efek samping yang cukup beragam. pikiran. seperti intoksikasi akut. Sering disertai juga nausea (mual). Sementara.

R. 1995. Penyalahgunaan obat dapat diketahui dari hal-hal sebagai berikut : 1. Samekto wibowo dan Abdul gopur. s. S. http://medlinux. Jakarta. http://www. Santoso dan Hadi rosmiati D.Morfin (Generik) . diakses 10 Maret 2009 Anonim.atau untuk suatu tugas. 77-83. 2008. bagian farmakologi FK-UI.8 Didehydro-4-5-epoxy-17-methylmorphinan-3. hal . dsb) DAFTAR PUSTAKA Andra.Nama & Struktur Kimia . Juni.Sifat Fisikokimia . A. Sardjono. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-UI. 1997. Jakarta. tanda. Edisi II. Buku Saku Obat-obatan Anastesi. 189-206. 1995 .75 mg/ml dlm alkohol pada 25°C : - Golongan/Kelas Terapi Analgesik Narkotik Nama Dagang . 4. Morfin Deskripsi . penerbit salemba medika. Edisi II.majalah-farmacia. diakses tanggal 10 Maret 2009 Omorgui.html.com/2007/11/pemeriksaan-barang-bukti-hidup-pada.MST Continus . 3.Keterangan : Morfin. Analgesik untuk Nyeri Kanker.6 diol : Kristal halus atau serbuk kristal warna putih. 5. Suryadi K. 2001. 161. 2. hal .com/rubrik/one_news. Farmakoterapi dalam Neuorologi. hal : 138-143. hal . 203-207. A. 2006. Farmakologi dan Terapi.asp. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Pemeriksaan Barang Bukti pada Kasus Pemakaian Narkoba.kelarutan kira-kira 62.blogspot. 7. EGC. legal. dan Dachlan M.5 mg/ml dlm air dan 1. Latief. Jakarta. menambah gairah sex.tanda pemakai obat keadaan lepas obat kelebihan dosis akut komplikasi medik ( penyulit kedoktearn ) komplikasi lainnya ( sosial. meningkatkan daya tahan jasmani.

respon dan toleransi pasien. terlindung cahaya. terlindung cahaya.1 mg/kg disuntikkan perlahan Farmakologi Metabolisme terutama dalam hati. Oral : Tablet/larutan 10–30 mg setiap 4 jam. Anak-anak IV : 0.5–15 mg dilarutkan dlm 4-5 mL air steril. kejang Pencernaan : mual. depresi pernapasan yg parah. Anak-anak : SK/IM 0. Kira-kira 7-10% melalui feses. gangguan penglihatan. konstipasi Kardiovaskular : aritmia. Dewasa : Dosis lazim SK/IM 10 mg setiap 4 jam jika perlu. perdarahan diatesis yg tidak terkontrol. pasien sangat muda atau sangat tua. disforia. hipotensi postural . ketegangan.05-0. Intratekal : Kira-kira 1/10 dosis epidural. gangguan ginjal. Efek Samping Depresi pernapasan Sistem saraf : sakit kepala. disuntik perlahan selama 4-5 menit. penggunaan antikoagulan atau penggunaan kortikosteroid injeksi dalam 2 minggu. koma. vertigo. Dosis harus diturunkan pada pasien beresiko. tidak boleh dibekukan. jika perlu. depresi. Epidural : Dosis awal 5 mg berselang. Sediaan oral simpan dalam wadah tertutup. 15-30°C. seperti infeksi pada tempat penyuntikan. Pada pasien dengan nyeri yang parah & kronis. jika perlu. Dewasa IV 2. dosis harus disesuaikan dengan tingkat keparahan nyeri. rasa mengantuk. Rektal : 10-20 mg setiap 4 jam.1-0. jangan dibekukan Kontraindikasi Oral jangan diberikan pasien dengan paralytic ileus. muntah. sebagai suplemen anestesi sebelum operasi.Indikasi Nyeri akut yg berat. lemah. Pada kerusakan ginjal terjadi akumulasi morfin-6-glukoronid yg dpt memperpanjang aktivitas opioid. pasien yang menggunakan antidepresan saraf. gangguan hati. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Morfin harus diberikan dalam dosis efektif terkecil dan frekuensi minimal untuk mengurangi timbulnya toleran dan ketergantungan fisik. Pasien dengan hipersensitivitas. sebagai obat pilihan untuk nyeri pada infark miokard. nyeri kronis sedang sampai berat.2 mg/kg setiap 4 jam jika perlu (dosis tunggal maksimum 15 mg). Ekskresi melalui urin sebagai metabolit tidak aktif dan obat utuh 2-12%. agitasi. (5–20 mg setiap 4 jam jika perlu tergantung kebutuhan & respon pasien). Injeksi intratekal & epidural tidak boleh digunakan pada kasus pemberian yg kontraindikasi dengan rute ini. Stabilitas Penyimpanan Sediaan injeksi simpan pada 15-30°C. eforia. untuk menghilangkan ansietas pada pasien dgn dispnea karena acute pulmonary edema & acute left ventricula Dosis.

depresi Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Hindari pemakaian alkohol.Terhadap Ibu Menyusui : Hati-hati pemakaiannya pada ibu menyusui . pasien usia lanjut.Reproduksi. Rektal (5. 34 th edition . halusinasi Lain-lain : Berkeringat.20. trankuilizer. anoksia. mulut kering. Diuretik : Opioid menurunkan efek diuretic pada pasien dengan kongestif jantung. urtikaria. tekanan darah Bentuk Sediaan Oral : tablet (10. ekskresi & endokrin : retensi urin. oliguria Efek kolinergik : bradikardia. hipnotik : Potensiasi efek depresi sistem saraf pusat. alergi thd sulfit. pruritus. infark miokard. Injeksi : ampul 10 mg/ml. mempengaruhi persepsi dan respon thd nyeri Monitoring Penggunaan Obat Status sistem pernapasan & status mental. Relaksan otot : Opioid dpt meningkatkan kerja penghambatan neuromuscular. ruam kulit Interaksi . gangguan koordinasi.Terhadap Kehamilan : Kategori C : Dapat digunakan jika potensi manfaat lebih besar daripada resiko thd janin .15. Kumarin antikoagulan : Potensiasi aktivitas antikoagulan. hati-hati pada psikosis toksik. pada penggunaan jangka panjang menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologi Mekanisme Aksi Berikatan dengan reseptor di sistem saraf pusat. muka merah. sedative. depresi sistem saraf pusat yg parah. tekanan darah Daftar Pustaka AHFS Drug Information 2005 Martindale. delirium atau disorientasi.Dengan Obat Lain : Antidepresan (MAOi & trisklik) : Potensiasi efek antidepresan.Dengan Makanan : Pengaruh . palpitasi.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Status sistem pernapasan & status mental.10. hiperkapnia. pergerakan yang tidak terkoordinasi.Terhadap Anak-anak : Keamanan & efikasi pada anak-anak belum diketahui . Menyebabkan ngantuk (hati-hati mengendarai mobil atau menjalankan mesin). tremor otot. takikardia. Amfetamin : Dekstroamfetamin dapat meningkatkan efek analgetik agonis opioid . Agonis opiod lainnya.30.30 mg) Peringatan Hati-hati pada pasien dengan disfungsi hati & ginjal krn akan memperlama lama kerja & efek kumulasi opiod. anestetik umum.100 mg).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful