1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor dan industri berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Ketiga jenis bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik, tumbuhan dan hewan yang mati. Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu menjadi minyak dan gas. Selain bahan bakar, minyak dan gas bumi merupakan bahan industri yang penting. Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini disebut petrokimia. Dewasa ini puluhan ribu jenis bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, dan berbagai jenis obat. 1.2 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah:

Dapat mengetahui serta mendalami pengetahuan penulis terkait minyak bumi. Dapat mengetahui manfaat serta kegunaan minyak bumi bagi kehidupan manusia.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Eksplorasi Energi Eksplorasi energi adalah suatu kegiatan untuk mencari,mengidentifikasi dan mendeskripsikan keberadaan sumber daya energi (Syaroni, 2009). Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Perlu diketahui bahwa minyak di dalam bumi bukan berupa wadah yang menyerupai danau, namum berada di dalam pori-pori batuan bercampur bersama air. Dalam eksplorasi minyak bumi terdapat kajian geologi dan kajian geofisika. Secara ilmu geologi, untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon. Kondisi itu adalah:

Batuan Sumber (Source Rock)

Yaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon. biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih. batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang didapat dari cangkang cangkangfosil yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon.

Tekanan dan Temperatur

Untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai hidrokarbon.

Migrasi

Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi

dan batuan perangkap atau hanya batuan yang tidak penting dalam artian hidrokarbon. maka tahap selanjutnya adalah tahapan kajian geofisika. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat. dan hasilnya mengindikasikan potensi hidrokarbon. .sifat sebagai batuan sumber. Ini penting sekali untuk mengetahui apakan batuan tersebut memiliki sifat . Setelah kajian secara regional dengan menggunakan metoda geologi dilakukan. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali. Data-data yang dihasilkan dari pengukuran pengukuran merupakan cerminan kondisi dan sifat-sifat batuan di dalam bumi.3 karena hidrokarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir.  Reservoar Adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Kajian geologi merupakan kajian regional. Maka penelitian dilanjutkan pada langkah berikutnya. tujuannya agar hidrokarbon yang ada di reservoar itu terakumulasi di tempat itu saja. Jika semua kriteria di atas terpenuhi maka daerah tersebut kemungkinan mempunyai potensi minyak bumi atau pun gas bumi.  Perangkap (Trap) Sangat penting suatu reservoar di lindungi oleh batuan perangkap. Perangkap dalam hidrokarbon terbagi 2 yaitu perangkap struktur dan perangkap stratigrafi. karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Pada tahapan ini metoda khusus digunakan untuk mendapatkan data yang lebih akurat guna memastikan keberadaan hidrokarbon dan kemungkinannya untuk dapat di ekploitasi. reservoar. Sedangkan untuk menentukan ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian yang lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik batuan. jika secara regional tidak memungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada gunanya untuk diteruskan.

Fluida air memiliki nilai resistan yang rendah dibandingkan dengan minyak. Dapat kita bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan berisi hidrokarbon akan mempunyai berat jenis yang berbeda (Anonim. 2009) 2. Fluida ini bisa berupa air. 2. sebagai dasar analisa fluida perlu kita ambil sampel fluida didalam batuan daerah tersebut sebagai acuan kita dalam interpretasi jenis fluida dari data resistiviti yang kita miliki.2 Senyawa Penyusun Minyak Bumi Penyusun minyak bumi menurut Purba (2004) dikelompokkan ke dalam empat kelompok. Ini adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. yaitu: Hidrokarbon Jenuh (alkana) • Dikenal dengan alkana atau parafin . Metoda tersebut adalah: 1. Pantulan dari sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Prinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori akan di isi oleh fluida. demikian pula nilai resistan minyak lebih rendah dari pada gas. dari data log kita hanya bisa membedakan resistan rendah dan resistan tinggi.4 Metoda-metoda ini menggunakan prinsip-prinsip fisika yang digunakan sebagai aplikasi engineering. Data resistiviti. Eksplorasi seismik. minyak atau gas. dari hasil kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan didalam bumi. 3. Data porositas Data berat jenis Data ini diambil dengan menggunakan alat logging dengan bantuan bahan radioaktif yang memancarkan sinar gamma. Membedakan kandungan fluida didalam batuan salah satunya dengan menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida. bukan jenis fluida karena nilai resitan fluida berbeda beda dari tiap daerah. kajiannya meliputi daerah yang luas. 4.

CH2 CH CH3 3. CH2 CH CH2 CH3 Hidrokarbon Jenuh berantai siklik (sikloalkana) • • • Dikenal dengan sikloalkana atau naftena Keberadaannya lebih sedikit dibanding alkana Senyawa penyusunnya : 3. butana CH3 (CH2)2 CH3 5. etana CH3 CH3 3. Butena. propana CH3 CH2 CH3 4. Siklopheksana Hidrokarbon aromatik • Dikenal sebagai seri aromatik . sedangkan rantai bercabang lebih sedikit Senyawa penyusun diantaranya: • 1. Siklopropana 2. CH2 CH2 2. Siklopentana 1. Siklobutana 4. Etena. iso oktana CH3 – C(CH3)2 CH2 CH (CH3)2 Hidrokarbon Tak Jenuh (alkena) • • • Dikenal dengan alkena Keberadaannya hanya sedikit Senyawa penyusunnya: 1. Propena. Metana CH4 2.5 • Keberadaan rantai lurus sebagai komponen utama (terbanyak). n-heptana CH3 (CH2)5 CH3 6.

kosmetik dan (Gasoline) Nafta C6 – C20 . Naftalena 2. Fraksi-Fraksi Minyak Bumi Fraksi Gas Bensin Jumlah atom C C1 – C4 C5 – C12 Titik Didih/ ᵒC < 20 40 . nitrogen.180 Kegunaan Sebagai bahan baku LPG dan sintesis senyawa organik Bahan bakar kendaraan bermotor Sintesis senyawa organik.6 • • Keberadaannya sebagai komponen yang kecil/sedikit Senyawa penyusunannya: 3. adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut (Wiseman. Antrasena 4. 2004) Senyawa Lain menurut Sari (2006): • Keberadaannya sangat sedikit sekali • Senyawa yang mungkin ada dalam minyak bumi adalah belerang. Toluena (Purba.3 Fraksi Minyak Bumi Proses pertama dalam pemrosesan minyak bumi adalah fraksionasi dari minyak mentah dengan menggunakan proses destilasi bertingkat. 1983): Tabel 1. Benzena 1. seperti cat.180 70 . lilin. oksigen dan organo logam (kecil sekali) 2. obat.

dimana didalamnya terjadi proses perubahan struktur kimia minyak bumi tersebut (Nawawi. sedangkan Proses Sekunder adalah proses kimia. seperti perengkahan atau pemecahan maupun konversi. Hal itu bisa dimengerti karena pada proses primer biasanya komponen atau fraksi minyak bumi dipisahkan berdasarkan salah satu sifat fisikanya. yaitu Proses Primer dan Proses Sekunder.300 300 . . Sebagian orang mendefinisikan Proses Primer sebagai proses fisika.4. Pengolahan Minyak Bumi Proses pengolahan minyak bumi sendiri terdiri dari dua jenis proses utama. Sementara pemisahan dengan cara Proses Sekunder bekerja berdasarkan sifat kimia kimia. yaitu titik didih. 1955).350 Sangat rendah lain-lain Sebagai bahan bakar pesawat udara dan kompor parafin Digunakan sebagai bahan bakar diesel Digunakan sebagai minyak pelumas Sebagai bahan baku pembuatan lilin 2.250 250 .7 Kerosin Minyak solar Minyak Pelumas Parafin C11 – C14 C15 – C17 C16 ke atas C20 ke atas 180 .

Minyak bumi biasanya ditemukan di bawah permukaan yang berbentuk kubah. CaCO3 + Alkali → CaC2 + HO → HC = CH → Minyak bumi 2. Eksplorasi Minyak Bumi Langkah-langkah menemukan lokasi minyak bumi dapat dilakukan sebagai berikut (Nawawi. Teori Anorganik Teori Anorganik dikemukakan oleh Berthelok (1866) yang menyatakan bahwa minyak bumi berasal dan reaksi kalsium karbida. 3. • Kedua. CaC2 (dan reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali) dan air menghasilkan asetilen yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan tekanan tinggi. Proses Pembentukan Minyak Bumi Proses terbentuknya minyak bumi dijelaskan berdasarkan dua teori. Lokasinya bisa di darat (yang dulunya lautan) atau di lepas pantai. melakukan survei seismik untuk menentukan struktur batuan di bawah permukaan tersebut. 2. yaitu (Mc Murry. 1992): 1. 1955): • Pertama.8 BAB III PEMBAHASAN 3. Teori Organik Teori Organik dikemukakan oleh Engker (1911) yang menyatakan bahwa minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan dan penguraian secara anaerob jasad renik (mikroorganisme) dari tumbuhan laut dalam batuan berpori. melihat petunjuk di permukaan bumi. . 1.

melakukan pengeboran kecil untuk menentukan ada tidaknya minyak. Wonokromo. Pengolahan Minyak Bumi Minyak mentah (Crude oil) yang peroleh dari pengeboran berupa cairan hitam kental yang pemanfaatannya harus diolah terlebih dahulu. • Membuat anjungan di mana minyak bumi (dan gas alam) selanjutnya dibawa oleh kapal tanker menuju daratan.3. Gambar 1. Di darat. Pengeboran minyak bumi di Indonesia. yaitu (Nawawi. terdapat di pantai utara Jawa (Cepu. 3. minyak bumi (dan gas alam) dibawa ke kilang minyak (refinery) untuk diolah. . 1955) : • Menanam jalur pipa di dasar laut dan memompa minyak (dan gas alam) ke daratan. Alat berat untuk pengeboran minyak bumi Pengeboran untuk mengambil minyak bumi (dan gas alam) di lepas pantai dapat dilakukan dengan dua cara. maka dilakukan beberapa pengeboran untuk memperkirakan apakah jumlah minyak bumi tersebut ekonomis untuk diambil atau tidak. Jika ada. Cara ini digunakan apabila jarak ladang minyak cukup dekat ke daratan.9 • Ketiga.

1. Hal ini dikarenakan jenis komponen hidrokarbon begitu banyak dan isomer-isomer hidrokarbon mempunyai titik didih yang berdekatan. 955): . Riau). Pada tahapan ini merupakan proses lanjutan hasil penyulingan bertingkat dengan proses sebagai berikut (Nawawi. Sedangkan fraksi senyawa-senyawa dengan titik didih rendah akan terkondensasi di bagian atas menara. Sebagian fraksi dari menara distilasi selanjutnya dialirkan ke bagian kilang minyak lainnya untuk proses konversi. • Dalam pergerakannya. melainkan ke dalam fraksi-fraksi. yakni kelompokkelompok yang mempunyai kisaran titik didih tertentu. minyak mentah tidak dipisahkan menjadi komponen-komponen murni.10 Cirebon). 3. • Fraksi yang mengandung senyawa-senyawa dengan titik didih tinggi akan terkondensasi di bagian bawah menara distilasi. 3. Pengolahan pertama. Pengolahan kedua. Setiap pelat memiliki banyak lubang yang dilengkapi dengan tutup gelembung (bubble cap) yang memungkinkan uap lewat. 2. uap minyak mentah akan menjadi dingin. • Dalam menara distilasi. diantaranya (Nawawi. Dalam proses distilasi bertingkat. Sebagian uap akan mencapai ketinggian di mana uap tersebut akan terkondensasi membentuk zat cair. Zat cair yang diperoleh dalam suatu kisaran suhu tertentu ini disebut fraksi. Uap minyak mentah yang dihasilkan kemudian dialirkan ke bagian bawah menara/tanur distilasi. Sumatra (Aceh. uap minyak mentah bergerak ke atas melewati pelat-pelat (tray). 3. Kalimantan (Tarakan. Pengolahan minyak bumi melalui dua tahapan. Proses distilasi bertingkat ini dapat dijelaskan sebagai berikut (Nawawi. Balikpapan) dan Irian (Papua). 955) : • Minyak mentah dipanaskan dalam boiler menggunakan uap air bertekanan tinggi sampai suhu ~600 oC. 955): 3.

Penurunan titik didih rata-rata . biasanya selain menghasilkan bensin (gasoline) juga mengandung molekul-molekul yang lebih kecil (gas) dan molekul-molekul yang lebih besar (memiliki titik didih yang lebih tinggi dari bensin).11 1. Perengkahan (cracking) Cracking atau pyirolisis merupakan proses pemecahan molekul-molekul hidrokarbon besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dengan adanya pemanasan atau katalis. * Proses cracking thermis dengan katalisator . Semua reaksi cracking adalah endotermik dan melibatkan energi yang tinggi. yaitu: . Maka pada cracking bensin berat akan diperoleh suatu perbaikan dalam kualitas bahan pembakarnya yang disebabkan oleh 2 hal. C7H15C15H30C7H15 → C7H16 + C6H12CH2 + C14H28CH2 minyak gas berat gasolin gasalin (anti knock) recycle stock dengan adanya pemanasan yang cukup dan katalis maka hidrokarbon paraffin akan pecah menjadi dua atau lebih fragmen dan salah satunya berupa olefin.Terbentuknya alken Oleh karena itu bilangan oktan dapat meningkat dengan sangat tinggi. Pada pelaksanaannya tidak mungkin mengatur produk yang dihasilkan pada suatu proses crackingi. Proses cracking meliputi: * Proses cracking thermis murni Proses ini merupakan proses pemecahan molekul-molekul besar dari zat hidrokarbon yang dilakukan pada suhu tinggi yang bekerja pada bahan awal selama waktu tertentu. Proses cracking dilakukan untuk menghasilkan fraksi-fraksi bensin yang berat yaitu yang mempunyai bilangan oktan yang buruk karena umunya bilangan oktan itu meningkat jika titik didihnya turun. misalnya dari 45-50 hingga 75-80.

Lilin yang tidak diinginkan dipindahkan dan menjadi lilin mikrokristalin yang diperdagangkan. . Kristalisasi Sebelum di filtrasi lilin harus dikristalisasi untuk menyesuaikan ukuran kristal dengan cooling dan stirring. hal ini mungkin disebabkan kerena sebagian besar alkena bercabang. Anehnya pada proses ini bensin yang dihasilkan tidak mengandung alkena-alkena tetapi masih memiliki bilangan oktan yang lumayan. .Bensin yang dihasilkan menunjukkan angka oktan yang lebih baik. dimana alkenaalkena dengan rantai luru dirubah menjadi hidrokarbon bercabang. banyak sekali gas asam garam maka harus memakai alat-alat yang tahan korosi. Bahan yang tidak mengandung aromatik (misalnya parafin murni) dengan 2 atau 5% AlCl 3 dapat merubah sebagian besar (90%) dari bahan itu menjadi bensin. Ekstrasi Pengerjaan ini didasarkan pada pembagian dari suatu bahan tertentu dalam dua bagian yang mempunyai sifat dapat larut yang berbeda. Dengan adanya katalisator dapat terjadi proses isomerisasi.Pada saat reaksi berlangsung. 3. Kerugian dari proses ini adalah : . selanjtnya terjadi aromatik-aromatik dalam fraksi bensin yang lebih tinggi yang juga dapat mempengaruhi bilangan oktan.12 Dengan adanya katalisator maka reaksi cracking dapat terjadi pada suhu yang lebih rendah.Perbandingan antara bensin terhadap gas adalah sangat baik karena disebabkan oleh pendeknya waktu cracking pada suhu yang lebih rendah. . Keuntungan dari proses thermis-katalisator adalah: .Bahan-bahan yang dapat dikerjakan terbatas.Mahal karena AlCl3 yang dipakai akan menyublim dan mengurai. bagian lain akan ditingga/ sebagai arang dalam ketel. 2. . * Proses cracking dengan chlorida-aluminium (AlCl3) yang bebas air Bila minyak dengan kadar aromatik rendah dipanaskan dengan AlCl3 bebas air pada suhu 180-200 oC maka akan terbentuk bensin dalam keadaan dan waktu tertentu.

tetapi gas alam mempunyai keburukan yaitu sifatnya yang tidak berbaun (bila dibandingkan dengan gas dari batubara) sehingga sering terjadi kecelakaan karena bocor. Gas alam dapat dipergunakan sebagai (Nawawi. etana.Penerangan pantai. . Butana dipakai dalam rumah tangga sebagai : . Propana yang merupakan salah satu fraksi gas pada perusahaan biasanya digunakan sebagai : . 3. .Pemanas ruangan.13 4. . Di bawah ini akan dibahas secara rinci mengenai sifat dari setiap fraksi. butana dan iso-butana. . 1.Memotong besi dengan gas karbit.Pemakaian di dapur. 1955): 1.Menyolder dan mengelas solder. propana. Gas alam sebagian besar terdiri dari alkana berantai karbon rendah yaitu antara lain metana. Bahan bakar rumah tangga atau pabrik Gas alam merupakan bahan bakar yang paling bersih dan praktis. alumunium dan magnesium. . Fraksi Gas Gas alam dapat diperoleh secara terpisah maupun bersama-sama dengan minyak bumi.Menyemprot Jogam. Fraksi-Fraksi Minyak Bumi Hasil pengolahan minyak bumi menjadi fraksi-fraksi yang mempunyai sifat masing-masing.Penerangan. 4. Butana mempunyai batas meledak yang lebih kecil bila dibandingkan dengan propana. . . .4. Pembersihan dari kontaminasi 3. Oleh karena itu kadang-kadang gas ini diberi "bau" yaitu sedikit zat yang berbau sekali.Mengelas besi tuang.Mengelas paduan-paduan tembaga.

Pembuatan zat cair dari metana. 3. 2. 2. Karbon hitam dibuat dengan membawa nyala gas bumi ke sebuah bidang datar yang didinginkan.Bahan dalam pembuatan cat.14 2. . Tujuan-tujuan Sintesis Hasil sintesis dibuat dengan oksidasi zat-zat hidrokarbon dari gas alam. Sintesis dari zat-zat berkarbon rendah. antara lain yaitu (Nawawi. . Bahan bakar motor . arang yang terbentuk kemudian dipisahkan dari bidang ini dan dibagi berdasarkan kehalusannya. Proses pembuatan lainnya. Karbon hitam (Carbon Black) Karbon hitam (Carbon black) adalah arang harus yang dibuat oleh pembakaran yang tidak sempurna. Bensin biasanya digunakan sebagai : 1. 1955) .5% zat penghitam dan sisanya hilang sebagai asap. misalnya dari minyak gas dan residu. dimana kualitasnya tergantung pada susunan kimia dari bahan-bahan dasar. Metana yang mengandung 75% karbon akan menghasilkan 4 atau 4. Merengkah (retor ming) bensin berat dari kualitas yang kurang baik. yaitu : . 4. Merengkah (cracking) dari hasil-hasil minyak bumi berat. Bensin Bensin dapat dibuat dengan beberapa cara.Pembuatan bensin-bensin untuk kapal terbang yang bernilai tinggi dengan cara menggandeng (alkylering) iso-butana dengan butena-butena.Zat pengisi pada karet terutama dalam pembuatan ban-ban mobil dan sepeda. Pegunaannya antara lain sebagai (Nawawi. tinta cetak dan tinta Gina. 1. zat asam arang dan sebagainya. 1955) : . 3. Bila mengandung banyak aromatik-aromatik dan napthen-naphten akan menghasilkan bensin yang tidak mengetok (anti knocking). Penyulingan langsung dari minyak bumi (bensin straight run). 4. 3.

semakin tinggi rasio penekanan (compression) maka diperlukan bilangan oktan yang tinggi pula. misalnya 2. reaksinya : Pb + 4Na + 4C2H5CI → Pb (C2H5 )4 + 4 NaCI TEL * Keadaan "damar" dan stabilitas penyimpanan .Timbulnya kebisingan knock . Gelembung-gelembung gas yang terdapat dalam keadaan tertentu dapat menutup lubang-lubang perecik yang sempit dan pengisian bensin akan terhenti. sehingga : . Hal ini terutama disebabkan oleh terlalu banyaknya propana dan butana yang berasal dari bensin.4 -trimetil pentane (iso-oktan) adalah anti knock fuels. Bilangan oktan dapat dinaikkan dengan menambahkan beberapa substansi.Menyebabkan kerusakan mesin Hidrokarbon rantai bercabang dan aromatik sangat mengurangi kecendrungan dari bahan bakar yang menyebabkan knocking. * Keadaan terbang (titik embun) Gangguan yang disebabkan oleh adanya gelembung-gelembung gas didalam karburator dari sebuah motor yang disebabkan oleh adanya kadar yang terlalu tinggi dari fraksi-fraksi yang sangat ringan dalam bensin. Mesin automibil modern memerlukan bahan bakar dengan bilangan oktan antara 90 dan 100.15 Sebagai bahan bakar motor ada beberapa sifat yang diperhatikan untuk menentukan baik atau tidaknya bensin tersebut. antara lain tetraetyl lead (TEL) dan tetrametyl lead (l-MI) yang ditambahkan dalam bensin dengan kuantitas yang kecil karena dikuatirkan apabila ditambahkan terlalu banyak efek timah bagi lingkungan. pembakaran bisa menyebabkan peletusan (peledakan) didalam sijinder. Harga yang tinggi dari bilangan oktan mengakibatkan makin baik melawan knocking. * Kecendrungan mengetok (knocking) Ketika rasio tekanan dari motor relatif tinggi.Kekuatan berkurang . TEL (Pb(C2Hs)4) dibuat dari campuran timah hitam dengan natrium dan etilklorida.2.

seperti peroksiden.lubang penyemprotan dalam karburator. . Pembentukan damar ini dipercepat oleh adanya zat asam di udara.Mencelupkan kanvas pada pembuatan ban.Mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap bilangan oktan. * Titik beku Jika dalam bensin terdapat prosentasi yang tinggi dari aromatik-aromatik tertentu maka pada waktu pendinginan. seperti rusaknya silindersilinder yang disebabkan oleh asam yang mengembun pada didnding silinder.16 Damar dapat terbentuk karena adanya alkena-alkena yang mempunyai satu ikatan ganda sehingga berpotensi untuk berpolirherisasi membentuk molekulmolekul yang lebih besar.Bahan ini dapat menempel pada beberapa tempat dalam motor.Mengakibatkan korosi dari bagian-bagian logam. adalah : . . Bahan Ekstraksi. antara lain saluran-saluran gas dan pada kutub yang dapat mengakibatkan kerusakan pada motor.Memberikan bau yang tidak enak dari gas-gas yang dihasilkan. minyak kelapa dan bahan-bahan alam lain. Larutan karet ini biasanya digunakan untuk : . 2. Sebagai bahan pelarut bagi karet digunakan fraksi dengan titik didih antara 80 -130°C dan 100 -130°C. . . Bensin biasanya digunakan untuk mengekstraksi berbagai bahan.Melekatkan karet. minyak kacang tanah. Pelarut dan Pembersih Sebelum digunakan sebaagi pengekstraksi bensin di fraksinasi dengan destilasi bertingkat menjadi fraksi yang lebih kecil. seperti hidroquinon dan p-aminophen. . Titik beku ini terutama dipengaruhi oleh benzen (titik beku benzen murni ± 5ºC). . Kerugian yang disebabkan oleh pembentukan damar ini antara lain.Menurunkan bilangan oktan karena hilangnya alkena-alkena dari bensin. aromatik itu akan mengkristal dari mengakibatkan tertutupnya lubang. Pembentukan damar dapat dicegah dengan penambahan senyawa-senyawa dari tipe poliphenol dan aminophenol. * Kadar belerang Kerugian yang disebabkan bila kadar belerang terlalu tinggi. seperti minyak kedelai.

Prime spirit . 4. . sifat-sifat yang harus diperhatikan bila kerasin digunakan sebagai minyak lampu adalah : * Warna Kerosin dibagai dalam berbagai kelas warna: .Tidak mudah terbakar di ruang terbuka. Bensin juga dapat digunakan sebagai bahan pembersih yaitu membersihkan secara kimia dengan cara diuapkan. pemakai di pedalaman tidak mau membeli kerosin putih karena mengira ini adalah air dan mengira hanya yang berwarna kuning atau sawo matang saja yang dapat membakar dengan baik.Water spirit (tidak berwarna) . 3. . Kerosin Pemakaian kerasin sebagai penerangan di negara-negara maju semakin berkurang. Bahan bakar penerangan dan pemanasan Bensin digunakan pada lampu-lampu tambang dimana tidak terdapat tenaga listrik. Pemakaian terpenting dari kerasin antara lain(Nawawi. sekarang kerasin digunakan untuk pemenasan.Bensin memiliki titik didih rendah sehingga barang-barang yang dicuci lekas menjadi kering dan baunya cepat hilang. 3. 3. .Kualitas dari bahan wol tahan terhadap ini.Standar spirit Di India. Minyak Lampu Kerosin sebagai minyak lampu dihasilkan dengan jalan penyulingan langsung.17 .Perekat-perekat untuk industri sepatu. * Sifat bakar Nyala kerasin tergantung pada susunan kimia dari minyak tanah : . 1955) : 1.Larutan untuk pasta-pasta karet untuk memadatkan dan melaburkan tenunan. Keuntungan menggunakan bensin sebagai bahan pembersih adalah: .

Bahan bakar motor Motor-motor yang menggunakan kerosin sebagai bahan bakar adalah : .Alat pembakar dengan sumbu gepeng: baunya tidak enak.Pesawat penerangan listrik kecil.Alat pembakar dengan pengabutan tekan: merek dagang primus 3.Sifat bakar napthen terletak antara aromatik dan alkana. . Bahan pelarut untuk insektisida . . Motor ini selain memiliki sebuah karburator juga mempunyai alat penguap untuk kerosin.Jika mengandung banyak aromatik maka apinya tidak dapat dibesarkan karena apinya mulai berarang.Alkana-alkana memiliki nyala api yang paling baik.18 .Alat pembakar dengan sumbu bulat: mempunyai pengisian hawa yang dipusatkan. . * Kadar belerang Sama seperti kadar belerang pada bensin. Motor ini jalannya dimulai dengan bensin dan dilanjutkan dengan kerosin kalau alat penguap sudah cukup panas. Bahan pelart untuk bitumen Kerosin jenis white spirit sering digunakan sebagai pelarut untuk bitumen aspal. Bahan bakar untuk pemanasan untuk memasak Macam-macam alat pembakar kerosin: . Aliran kerosin tergantung pada viskositas yaitu jika minyak cair kental dan lampu mempunyai tinggi-naik yang besar maka api akan tetap rendah dan sumbu menjadi arang (hangus) karena kekurangan minyak. 4. Motor ini akan berjalan dengan baik bila kadar aromatik didalam bensin tinggi. 2. * Viskositas Minyak dalam lampu kerasin mengalir ke sumbu karena adanya gaya kapiler dalam saluran-saluran sempit antara serat-serat sumbu. .Kapal perikanan. 5. . .Alat-alat pertanian (traktor).

sebagai bahan pelarut digunakan kerosin. misalnya amilnitrit dan etilnitrit.5% untuk menaikkan 10 atau 15 titik bilangan oktan. 4. 5. 1955) : .Persenyawaan yang penggunaannya lebih sedikit peroksida (peroxyden) dan berbagai persenyawaan organik.Pesawat-pesawat pemanasan pusat otomatis dengan nama minyak bakar untuk keperluan rumah tangga. 4.Minyak yang dinyalakan dengan pembakar dalam tungku masak yang digunakan untuk : . . Minyak gas juga digunakan sebagai (Nawawi.Motor diesel tipe besar. Untuk memperoleh hasil yang nyata maka persentasenya harus besar yaitu kira-kira 5% sehingga pemakaian senyawa ini menjadi mahal. 3. .19 Bubuk serangga dibuat dari bunga Chrysant (Pyerlhrum cinerarieotollum) yang telah dikeringkan dan dihaluskan. biasanya adalah minyak gas tanpa bagian-bagian residual. 1955) : . Seperti pada bensin untuk menaikkan bilangan oktan pada minyak gas maka perlu ditambahkan : .Persenyawaan yang mengandung banyak sekali zat asam. dipakai 0. Bahan bakar residua! biasanya diperoleh dengan cara mengentalkan minyak bumi atau merengkah minyak gas dan residu minyak tanah. . 3. Untuk keperluan ini kerasin harus mempunyai bau yang enak atau biasanya obat semprot itu mengandung bahan pengharum. 4.Bahan bakar untuk motor diesel. Minyak Bakar Walaupun setiap minyak yang dibakar dapat dinamakan minyak bakar tetapi nama ini biasanya hanya digunakan untuk bahan bakar residual dan untuk bahan bakar sulingan. Minyak Gas Minyak gas pada awalnya banyak digunakan sebagai penerangan dalam gerbong kereta api. Bahan bakar digunakan sebagai (Nawawi. tetapi sekarang sebagian telah diganti oleh listrik karena lebih mudah dipakai dan sedikit bahaya kebakaran jika ada kecelakaan kereta api.

Mempunyai titik beku maksimal tertentu. * Titik beku . * Kadar belerang Lebih penting pada minyak diesel daripada minyak bakar karena pada minyak disesi belerang dapat menyebabkan kerusakan silinder dan kerosi dari sistem buang.550 cal/g. Bahan-bahan atau produk yang terbuat dari bahan dasarnya minyak dan gas bumi disebut petrokimia. Kegunaan Minyak Bumi 3. * Banyaknya panas yang diberikan Kalor pembakaran minyak bakar batasnya kira-kira 10.Biasanya titik beku tergantung pada perlakuan terlebih dahulu yang dikerjakan terhadap bahan. dan sebagainya. 1. Sifat-sifat yang harus ada pada minyak bakar adalah : * Memiliki batas viskositas tertentu Viskositas minyak bakar terletak antara viskositas minyak gas yaitu kira-kira 4 cs = 1.Memproduksi uap . emaile. 5.Pengerjaan panas dari logam .Membakar batu. .Mencairkan hasil perindustrian . Petrokimia Minyak bumi selain sebagai bahan bakar juga sebagai bahan industri kimia yang penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.30E pada 50°C dan kira-kira 550/650 cs = 75/850E pada 50°C. tetapi sesudah dibiarkan untuk waktu yang lama titik beku menjadi 150 oC.000 dan 10. Bahan-bahan petrokimia dapat digolongkan: plastik. . misalnya untuk alat pemanasan sentral otomatis dalam rumah. serat sintetik. Minyak bakar yang lebih encer diperlukan untuk pesawat bakar yang lebih kecil. Misalnya minyak bakar sebagian terdiri dari residu cracking yang sesudah dipanaskan hingga 100 oC memiliki titik didih –21 oC.5. 3.20 .

totuena (C6H5CH3) dan xilena (C6H4 (CH3)2 . CH2 = CH2 CH2 = CH – CH3 Etilena Butilena propilena butadiena CH3 – CH = CH – CH3 CH2 = CH – CH = CH2 2. dan 3. Mengubah bahan dasar petrokimia menjadi produk antara. yaitu: 1. berbagai jenis obat dan vitamin (Fieser. pestisida. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia 2. Gambar 1. Hampir semua produk petrokimia berasal dari tiga jenis bahan dasar yaitu: 1. detergen. pupuk. Proses Petrokimia Proses petrokimia umumnya melalui tiga tahapan. 1950).21 karet sintetik. propena (propilena). butena (butilena) dan butadiena. Mengubah produk antara menjadi produk akhir yang dapat dimanfaatkan. Aromatika (benzena dan turunannya) Aromatika yang terpenting adalah benzena (C6H6). pelarut. Olefin (alkena-alkena) Olefin yang terpenting adalah etena (etilina).

5. Etilen glikol atau Glikol Glikol digunakan sebagai bahan anti beku dalam radiator mobil di daerah beriklim dingin. 1. Reaksi stean reforming : CH4(g) + H2O → CO(g) + 3H2(g) Reaksi oksidasi parsial : 2CH4(g) + O2 → 2CO(g) + 4H2(g) 3. 3. . Syn-gas dibuat dari reaksi gas bumi atau LPG melalui proses yang disebut stean reforming atau oksidasi parsial. Berikut ini beberapa petrokimia dari olefin dengan bahan dasar propilena. Polietilena Polietilena adalah plastik yang paling banyak diproduksi yang digunakan sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus/sampah. Etanol Etanol adalah bahan yang sehari-hari kita kenal sebagai alkohol yang digunakan untuk bahan bakar atau bahan antar produk lain. Gas Sintesis Gas sintetis disebut juga syn-gas yang merupakan campuran karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2). 2. Petrokimia dari Olefin Berikut ini beberapa petrokimia dari olefin dengan bahan dasar etilena: 1. Alkohol dibuat dari etilena: CH2 = CH2 + H2O → CH3 – CH2OH 4.22 3. PVC PVC adalah polivinilkiorida yang merupakan plastik untuk pembuat pipa (pralon). 1.

6. industri makanan dan bahan untuk membuat bahan peledak (nitrogliserin) 7. Jenis plastik polipropilena sering digunakan untuk karung plastik dan tali plastik. . Stirena digunakan untuk membuat karet sinetik 2. misalnya untuk melarutkan kutek) Petrokimia yang pembuatannya menggunakan bahan dasar butadiene adalah karet sintetik seperti SBR (styrene-butadilena-rubber) dan nylon -6. toluena. kumena dan sikloheksana 1. 5. Sikloheksana digunakan terutama untuk membuat nylon 4. 2. Benzena digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat detergen. Petrokimia dari Aromatik Bahan dasar aromatik yang terpenting adalah benzena. selanjutnya fenol untuk membuat perekat 3. Kumena digunakan untuk membuat fenol. asam tereftalat (bahan pembuat serat). Isopropil alkohol Zat ini digunakan sebagai bahan utama untuk produk petrokimia lainnya seperti aseton (bahan pelarut. Gliserol Zat ini digunakan sebagai bahan kosmetik (pelembab). Polipropilena Plastik polipropilena lebih kuat dibanding polietilena. Bahan dasar benzena umumnya diubah menjadi stirena. Bahan dasar untuk toluena dan xilena untuk membuat bahan peledak (TNT). dan xilena (BTX).23 5. 6. 1. sedangkan yang menggunakan bahan dasar isobutilena adalah MTBE (metil tertiary butyl eter) 3.

Beberapa contoh petrokimia dari syn-gas sebagai berikut: 1. Sandang Dari bahan hidrokarbon yang bisa dimanfaatkan untuk sandang adalah PTA (purified terephthalic acid) yang dibuat dari para-xylene dimana bahan dasarnya adalah kerosin (minyak tanah). 3. 5. Petrokimia dan gas-sinetik Gas sinetik merupakan campuran dari karbon monoksida dan hidrogen. Bentuknya senyawa benzen (C6H6). [(NH4)2SO4]. 2. PTA yang berbentuk seperti tepung detergen ini . 1. Dari Kerosin ini semua bahannya dibentuk menjadi senyawa aromat.24 3. Metanol (CH3OH) CO(g) + 2H3(g) → CH3OH(g) Sebagian besar metanol diubah menjadi formal-dehida dan sebagian digunakan untuk membuat serat dan campuran bahan bakar. pupuk ZA dan (NH4NO3). Amonia digunakan untuk membuat pupuk [CO(NH2)2] urea. 5. 3. Urea [CO(NH2)2] CO2(g) + 2NH3(g) → NH2COH4(S) NH2CONH4(S) → CO(NH2)2(S) + H2O(g) 3. tetapi ada dua gugus metil pada atom C1 dan C3 dari molekul benzen tersebut (Sari. 2. Formal dehida (HCHO) CH3OH(g) → HCHO(g) + H2(g) Formal dehida dalam air dikenal dengan formalin yang digunakan mengawetkan preparat biologi. 2006). yaitu para-xylene. 4. Amonia (NH3) N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g) Gas nitrogen dari udara dan gas hidrogennya dari syn-gas. amonium nitrat. Para-xylene ini kemudian dioksidasi menggunakan udara menjadi PTA (lihat peta proses petrokimia diatas).

Hampir semua pakaian seragam yang adik-adik pakai mungkin terbuat dari poliester. peranan utama hidrokarbon ada pada tinta /cat minyak dan pelarutnya. 5. sikloparafin. Sementara untuk urusan seni patung banyak patung yang berbahan dasar dari plastik atau piala. yaitu senyawa olefin / alkena dari rantai karbon C3. dan hidrokarbon aromatic (Nawawi. 3. piring. dan lain-lain (Sari. Mungkin adik-adik mengenal thinner yang biasa digunakan untuk mengencerkan cat. peralatan interior rumah. Bahan dasar plastik hampir sama dengan LPG. 5. 4. Papan Bahan bangunan yang berasal dari hidrokarbon pada umumnya berupa plastik. 3. Serat poli ester inilah yang menjadi benang sintetis yang bentuknya seperti benang. 1985). Dari bahan plastik inilah kemudian jadi bermacam-macam produk mulai dari atap rumah (genteng plastik).25 kemudian direaksikan dengan metanol menjadi serat poliester. bemper mobil. kursi. terutama seni lukis. 2006). Untuk memudahkan pengenalannya bisa dilihat dari harganya. Harga pakaian yang terbuat dari benang sintetis poliester biasanya relatif lebih murah dibandingkan pakaian yang terbuat dari bahan dasar katun. dan lain-lain (Sari. sutra atau serat alam lainnya. Kehalusan bahan yang terbuat dari serat poliester dipengaruhi oleh zat penambah (aditif) dalam proses pembuatan benang (saat mereaksikan PTA dengan metanol) (Austin. Hidrokarbon yang digunakan untuk pelarut cat terbuat dari Low Aromatic White Spirit atau LAWS merupakan pelarut yang dihasilkan dari Kilang PERTAMINA di Plaju dengan rentang titik didih antara 145oC – 195oC. 2006). 1995). meja. . 3. Seni Untuk urusan seni. Senyawa hidrokarbonyang membentuk pelarut LAWS merupakan campuran dari parafin. furniture. yaitu polimer dari propilena.

26 .

dan pembersihan dari kontaminan. kristalisasi. .2 Pengolahan minyak bumi dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap pertama distilasi dan tahap kedua meliputi cracking. dan untuk kesenian.1 Kesimpulan 3.1.1 Eksplorasi minyak bumi dapat dilakukan dengan cara pengeboran dengan terlebih dahulu dilakukan tinjauan secara geologis. sandang. 3. ekstraksi.1.3 Kegunaan minyak bumi diantaranya sebagai bahan petrokimia. 3. papan.1.27 BAB III PENUTUP 3.

D. Organic Chemistry. 2009. 1950.its. Mc Graw Hill Book Company Fieser.id .org diakses pada 14 November 2010 . 1992. diakses pada 14 November 2010 Wiseman. Jhon. 2004. An Introduction to Industrial Organic Chemistry.Pd. Seismik Eksplorasi. CV Media Karya Putra Syaroni.28 DAFTAR PUSTAKA Austin. Eksplorasi Minyak Bumi. 2009. Pengerjaan dan Pemakaiannya.C. http://geodesy. Shreves Chemical Process Industries. Second Edition. T.wikipedia. Harun. Heatch and Company: Boston Mc Murry. Ika Ratna S. Metode Belajar Efektif Kimia : Jawa Tengah. PT Erlangga Sari. Ahmad Imam.ac. 2006. 1985. Peter. Applied Science Publisher: London Anonim. Penerbit Buku Teknik: Jakarta Purba Michael. Brooks Publishing Company: California Nawawi. Louis F and Mary Fieser. 1955. Third Edition. Penggalian. Organic Chemistry. Second Edition. 1983. http://id. George. Kimia Untuk SMA : Jakarta. Minyak Bumi dan Hasil Minyak Bumi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful