P. 1
(Sistem Informasi Management) SIM

(Sistem Informasi Management) SIM

|Views: 156|Likes:
Published by Luthweedblow
Ini hanya segelintir pandangan dari pengenalan terhadap sistem informasi manajemen
Ini hanya segelintir pandangan dari pengenalan terhadap sistem informasi manajemen

More info:

Published by: Luthweedblow on Jul 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

BEBERAPA PENGERTIAN DAN PERANAN DARI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Disusun Oleh

JURUSAN ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG

I. PENDAHULUAN Peranan informasi telah banyak bergeser sejak dari awalnya. Masa kini di dunia bisnis informasi merupakan kebutuhan vital serta memegang peranan penting. Bagi dunia usaha. Untuk memperoleh informasi yang akurat diperlukan data dan sistem yang baik, keberhasilan informasi sangat didukung oleh sarana dan prasaranya. Kemajuan informasi tidak terlepas dari kemajuan teknologi yang berkembang pesat. Mulai dari peranannya untuk efisiensi, yaitu menggantikan manusia dengan teknologi informasi yang lebih efisien sampai ke peranannya untuk efektifitas yaitu menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen yang efektif. Sekarang, peranan sistem teknologi informasi tidak hanya untuk efesiensi dan efektifitas, tetapi sudah untuk kompetisi. Sistem teknologi informasi sekarang digunakan sebagai senjata kompetisi (competitive weapon) yang ampuh untuk memenangkan persaingan. Sistem informasi untuk keunggulan kompetisi (competitive advantage) seperti ini disebut dengan sistem informasi stratejik. Kebutuhan informasi yang sangat penting bagi kinerja perusahaan supaya lebih meningkatkan pengelolaan sistem informasi khususya teknologi informasi yang melibatkan sumber daya manusia yang profesional serta struktur organisasi yang baik. Sehingga diperlukan penataan kembali sistem informasi yang harus dikelola secara profesional. Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi. Sebagai suatu sistem, untuk dapat memahami sistem informasi, akan lebih baik jika konsep dari sistem itu dipahami terlebih dahulu. Demikian juga sebagai sistem penghasil informasi. Maka konsep informasi perlu dipahami terlebih dahulu. Masyarakat modern mempunyai kemampuan mengelola dan mengolah informasi mejnadi vital. Semua manusia di dunia ini ingin bertahan, akan berusaha menambah kemampuannya dalam mengelola dan mengolah informasi untuk memenuhi permintaan informasi yang semakin besar. Agar didapatkan informasi yang tepat dan sesuai dengan sasaran yang dituju maka haruslah menggunakan sistem yang tepat. Manajemen sebagai sebagai suatu sistem kekuasaan dalam suatu organisasi agar orang-orang menjalankan pekerjaannya sesuai dengan target yang harus dicapai sangatlah berguna. Oleh karena itu Sistem Informasi Manajemen sangatlah diperlukan untuk menjalankan struktur yang berada di setiap perusahaan.

I.1. KONSEP DASAR MENGENAI SIM. Istilah Sistem Informasi Manajemen /SIM telah banyak didefinisikan oleh para ahli manajemen dan komputer dengan cara pandang yang berbeda-beda. Istilah tersebut telah dikenal sejak tahun 1960-an. Konsep Sistem Informasi Manajemen saat itu berkembang seiring perkembangan fokus penggunaan teknologi komputer. Perkembangan teknologi komputer saat itu telah memberikan kesadaran baru bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen. Dalam hal ini, pemahaman tentang istilah Sistem Informasi Manajemen akan diperoleh dengan cukup baik apabila seseorang mampu memahami tentang sistem, informasi, dan manajemen. Sebagaimana istilah Sistem Informasi manajemen/SIM, sistem juga telah didefinisikan oleh para ahli dalam berbagai cara yang berbeda. Perbedaan tersebut terjadi karena perbedaan cara pandang dan lingkup sistem yang ditinjau. Secara umum, sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hal atau kegiatan atau elemen atau subsistem yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Mempunyai komponen (components) Komponen sistem adalah segala sesuatu yang menjadi bagian penyusun sistem. Komponen sistem dapat berupa benda nyata ataupun abstrak. 2. Mempunyai batas (boundary) Batas sistem diperlukan untuk membedakan satu sistem dengan sistem yang lain. Tanpa adanya batas sistem, maka sangat sulit untuk menjelaskan suatu sistem. 3. Mempunyai lingkungan (environments) Lingkungan sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem. Lingkungan sistem dapat menguntungkan ataupun merugikan. 4. Mempunyai penghubung/antar muka (interface) antar komponen Penghubung/antar muka merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang bertugas menjebatani hubungan antara komponen dalam sistem. Penghubung merupakan sarana yang memungkinkan setiap komponen saling

beriteraksi dan berkomunikasi dalam rangka menjalankan fungsi masingmasing komponen. 5. Mempunyai masukan (input) Masukan merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang perlu dimasukan ke dalam sistem sebagai bahan yang akan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan keluaran yang berguna. Dalam Sistem Informasi Manajemen, masukan disebut sebagai data. 6. Mempunyai pengolahan (processing) Pengolahan merupakan komponen sistem yang mempunyai peran utama mengolah masukan agar menghasilkan keluaran yang berguna bagi para pemakainya. Dalam Sistem Informasi Manajemen, pengolahan adalah berupa program aplikasi komputer yang dikembangkan untuk keperluan khusus. 7. Mempunyai keluaran (output) Keluaran merupakan komponen sistem yang berupa berbagai macam bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan. Dalam Sistem Informasi Manajemen, keluaran adalah informasi yang dihasilkan oleh program aplikasi yang akan digunakan oleh para pemakai sebagai bahan pengambil keputusan. 8. Mempunyai sasaran (objectives) dan tujuan (goal) Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama dengan harapan agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem. 9. Mempunyai kendali (control) Setiap komponen dalam sistem perlu selalu dijaga agar tetap bekerja sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Hal ini bisa dilakukan jika ada bagian yang berperan menjaganya, yaitu bagian kendali. Bagian kendali mempunyai peran utama menjaga agar proses dalam sistem dapat berlangsung secara normal sesuai batasan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam Sistem Informasi Manajemen, kendali dapat berupa validasi masukan, validasi proses, maupun validasi keluaran yang dapat dirancang dan dikembangkan secara terprogram. 10. Mempunyai umpan balik (feed back) Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control) sistem untuk mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke dalam kondisi normal.

Model umum suatu sistem adalah terdiri atas masukan (input), pengolah (process), dan keluaran (output), sebagaimana ditunjukan di bawah ini. Input Process Output

Model umum sistem dapat digolongkan dalam empat jenis, yaitu: 1. Model Fisik, merupakan penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi. Model fisik membantu suatu tujuan yang tidak dapat dipenuhi oleh benda nyata. Model fisik mempunyai nilai paling kecil bagi para manajer bisnis, karena umumnya mereka tidak perlu melihat bentuk tiga dimensi dari permasalahan yang akan dipecahkan. 2. Model naratif, menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan. Model ini paling banyak digunakan dan paling populer, namun jarang disadari para pemakainya. 3. Model grafis, menggambarkan entitas dengan sejumlah garis, simbol, atau bentuk. Model ini banyak digunakan untuk komunikasi bisnis, karena sifatnya yang ringkas dan jelas. 4. Model matematis, merupakan segala bentuk formula atau persamaan yang banyak digunakan dalam pembuatan model bisnis (business modeling). Model fisik, naratif, dan grafis berguna dalam hal : • • Mempermudah pengertian / pemahaman . Mempermudah komunikasi.

Sedangkan model matematis memberikan tambahan untuk memprediksi masa depan/ perencanaan. I.2. KONSEP INFORMASI. Data dapat didefinisikan sebagai bahan keterangan tentang kejadian-kejadian nyata atau fakta-fakta yang dirumuskan dalam sekelompok lambang tertentu yang tidak acak yang menunjukan jumlah, tindakan, atau hal. Data dapat berupa catatancatatan dalam kertas, buku, atau tersimpan sebagai file dalam basis data. Oleh karenanya, suatu data belum dapat berbicara banyak sebelum diolah lebih lanjut.

Informasi merupakan hasil pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu jugaatau secara tidak langsung pada saat mendatang. Untuk memperoleh informasi, diperlukan adanya data yang akan diolah dan unit pengolahan. Transformasi data menjadi informasi dapat digambarkan seperti di bawah ini: Input Unit Pengolah Output

Unit Penyimpan

Faktor –faktor yang berpengaruh terhadap suatu informasi adalah meliputi fungsi, biaya, nilai, dan mutu informasi. Fungsi Informasi. Suatu Informasi dapat mempunyai beberapa fungsi, antara lain: 1. Menambah Pengetahuan. 2. Mengurangi ketidakpastian. 3. Mengurangi rasiko kegagalan. 4. Mengurangi keanekaragaman/variasi yang tidak diperlukan. 5. Memberi standar, aturan-aturan, ukuran-ukuran, dan keputusan-keputusan yang menentukan pencapaian sasaran dan tujuan. Biaya Informasi. Biaya informasi adalah meliputi komponen-komponen biaya yang harus dikeluarkan yang dapat berupa: 1. Biaya perangkat keras 2. Biaya analisis, perancangan dan pelaksanaan sistem. 3. Biaya tempat dan lingkungan. 4. Biaya perubahan. 5. Biaya operasi.

Nilai Informasi. Menurut Gordon B.Davis nilai informasi dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal tanpa informasi yang sempurna dan kebijakan optimal mengunakan informasi yang sempurna dapat dinyatakan dengan jelas. Berdasarkan informasi-informasi itu, maka seseorang manajer/pimpinan dapat mengambil keputusan secara lebih baik. Nilai suatu informasi dapat ditentukan berdasarkan sifatnya. Tentang 10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut: 1. Kemudahan dalam memperoleh. 2. Sifat luas dan kelengkapannya. 3. Ketelitian (accuracy). 4. Kecocokan dengan pengguna (relevance). 5. Ketepatan waktu. 6. Kejelasan (clarity) 7. Fleksibilitas/keluwesannya. 8. Dapat dibuktikan. 9. Tidak ada prasangka. 10. Dapat diukur. Mutu informasi Perbedaan mutu informasi disebabkan oleh penyimpangan atau kesalahan. Pada umumnya kesalahan informasi merupakan masalah yang lebih sulit diatasi karena tidak mudah menyesuaikannya dibandingkan jika hanya terjadi penyimpangan informasi. Menurut Gordon B, Davis, kesalahan informasi antara lain disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: 1. Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat. 2. Tidak dapat mengikuti prosedur pengolahan yang benar. 3. Hilang / tidak terolahnya sebagian data. 4. Pemeriksaan / pencatatan data yang salah. 5. Dokumen induk yang salah. 6. Kesalahan dalam prosedur pengolahan (misal: kesalahan program aplikasi komputer yang digunakan). 7. Kesalahan yang dilakukan secara sengaja.

Penyebab kesalahan tersebut dapat diatasi dengan cara-cara sebagai berikut: 1. Kontrol sistem untuk menemukan kesalahan. 2. Pemeriksaan internal dan eksternal. 3. Penambahan batas ketelitian data. 4. Instruksi dari pemakai yang terprogram secara baik dan dapat menilai adanya kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. I.3. KONSEP SIM. Istilah Sistem Informasi Manajemen sebenarnya terdiri atas tiga kata kunci, yaitu sistem, informasi, dan manajemen. Sebagaimana telah disinggung di atas, cara yang lebih baik untuk memberikan definisi Sistem Informasi Manajemen adalah dimulai dengan memahami istilah sistem, informasi, dan manajemen. Selanjutnya, berdasarkan pemahaman yang diperoleh dapat digunakan untuk memberikan definisi tentang Sistem Informasi Manajemen, yaitu menggabungkan ketiga kata kunci tersebut. Sistem Informasi Manajemen dapat didefinisikan sebagai sekumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan berkerjasama antara bagian satu dengan bagian yang lainnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada saat itu juga maupun di masa mendatang, mendukung kegiatan operasional, manajerial, dan strategis organisasi, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai tujuan.

II. PERANAN SIM DALAM PERUSAHAAN. Permasalahan yang dihadapi pada pengembangan suatu sistem informasi pada dasarnya adalah bagaimana agar sistem informasi yang dirancang tersebut dapat mendukung secara optimal pada setiap unit fungsional dan sekaligus pada semua tingkat kegiatan manajemen. Suatu basis data (data base) yang lengkap dan suatu kemampuan menampilkan kembali dengan cepat dan mudah terhadap data-data yang tersimpan pada basis data merupakan hal terpenting yang perlu diperhatikan pada perancangan suatu sistem informasi. Secara khusus cukup banyak jika harus menjabarkan tujuan setiap sistem informasi spesifik yang dikembangkan pada setiap perusahaan. Namun secara umum tujuan SIM adalah: 1. Agar perusahaan dapat beroperasi secara efisien. 2. Agar perusahaan dapat beroperasi secara efektif. 3. Agar perusahaan dapat memberikan pelayanan/serviceyang lebih baik. 4. Agar perusahaan dapat meningkatkan kreasi/improvisasi terhadap produk yang dihasilkan. 5. Agar organisasi dapat meningkatkan usahanya. Selain tujuan-tujuan tersebut di atas masih dimungkinkan adanya tujuan-tujuan umum lain yang dapat diidentifikasikan dari penerapan suatu sistem informasi manajemen. Dengan demikian bagian ini tidak mungkin dibatasi secara mutlak. II.1.PERANAN SIM PADA PROSES MANAJEMEN. Suatu rencana merupakan suatu arah tidakan yang telah ditetapkan lebih dahulu. Rencana adalah menggabungkan antara tujuan yang hendak dicapai dan kegiatankegiatan yang perlu dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut. Dlam suatu organisasi setiap tingkatan manajemen mempunyai kebutuhankebutuhan rencana sendiri yang berbeda. Sistem Informasi Manajemen yang dikembangkan harus mampu mendukung setiap kebutuhan tersebut. Perkembangan teknologi informasi dan komputer yang pesat saat ini, telah memberikan dukungan yang besar pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan informasi bagi para pengambil keputusan dan pemakai lainnya. Dalam tingkat perancangan dan pengendalian operasional, komputer mampu melaksanakan hampir semua kegiatan yang ada.

Hal ini dikarenakan sebagaian kegiatan dapat distrukturkan dengan jelas dan rinci. Sistem pengolahan data transaksi (Transaction Processing System/TPS) merupakan contoh aplikasi yang banyak dijumpai hampir pada setiap organisasi. SIM yang baik akan mampu menyediakan data dan kemampuan analisis perhitungan data-data. Data-data disajikan untuk pengembangan model-model dan sebagai masukannya. Sebagai contoh, data historis penjualan dapat dianalisis untuk pengembangan model yang menunjukan pola musiman dalam model. Pola tersebut juga dapat digunakan untuk peramalan penjualan untuk memperkirakan jumlah penjualan masa mendatang. Beberapa teknik analisis data historis yang dapat digunakan untuk proses perencanaan antara lain: • • • • • • Teknik kecenderungan waktu atau tingkat pertumbuhan. Teknik penghalusan data. Analisis musiman. Analisis korelasi. Analisis korelasi secara otomatis (auto correlation analysis). Deskripsi data dan analisa penyebaran.

II.2.PERANAN SIM PADA PROSES PENGENDALIAN Pengendalian terdiri atas kegiatan yang memungkinkan kegiatan-kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Masing-masing fungsi organisatoris memerlukan pengendalian untuk menilai prestasi yang dihasilkan. Untuk pengendalian diperlukan suatu ukuran prestasi yang didasarkan pada pengalaman manusia. Prestasi dinyatakan menurut ukuran sebagai berikut: 1. Unit masukan. 2. Kegiatan. 3. Keluaran yang dihasilkan. Dukungan SIM pada proses pengendalian adalah dimulai dengan model perencanaan. Model yang sama biasanya bisa dipakai untuk menentukan standar prestasi yang memperhitungkan tingkat kegiatan yang telah dirubah. Standar yang direvisi diperlukan untuk proses pengendalian. Dukungan yang diberikan adalah mencakup hal-hal sebagai berikut:

1. Analisis perbedaan operasi dengan standar prestasi. 2. Analisis lain yang membantu dalam pemahaman perbedaan. 3. Arah tindakan yang akan memperbaiki prestasi pada masa mendatang. Dukungan lain dari SIM dalam proses pengendalian adalah monitor yang terusmenerus dari prestasi, bukan hanya pelaporan periodik saja. Monitor dapat dilakukan berdasarkan model perencanaan ditambah konsep batas pengendalian. Apabila suatu kegiatan berada di luar batas pengendalian, maka suatu berita segera disampaikan pada unit pengendalian yang tepat. II.3.PERANAN SIM PADA PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Dukungan SIM pada proses pengambilan keputusan meliputi tiga tahapan, yaitu : 1. Penelusuran untuk pemahaman masalah, terdiri atas: • • • • • • Usaha-usaha penyelidikan lingkungan yang memancing keputusan. Pengakuan adanya masalah. Penemuan alternatif-alternatif pemecahan masalah. Pengembangan alternatif-alternatif pemecahan masalah. Analisis arah tindakan yang mungkin. Melibatkan seleksi arah tindakan dan pelaksanaannya.

2. Desain untuk penciptaan pemecahan masalah, meliputi usaha-usaha:

3. Pemilihan untuk pengujian kelayakan pemecahan masalah:

Penelusuran

Desain

Pemilihan

Gambaran Dukungan SIM pada proses pengambilan keputusan

III.IMPLEMENTASI. PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan setelah merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA. Dengan bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA. Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. PT PERTAMINA (PERSERO) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 "TENTANG PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA (PERTAMINA) MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)" Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut. Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk: 1. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara efektif dan efisien. 2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: 1. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya. 2. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan. 3. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG. 4. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1, 2, dan 3.

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru, Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industri MIGAS dimana kegiatan usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme pasar. Tata Nilai Pertamina: • Clean (Bersih) Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik. Competitive (Kompetitif) Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja Confident (Percaya Diri) Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa Customer Focused (Fokus Pada Pelanggan) Beorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Commercial (Komersial) Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat. Capable (Berkemampuan) Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan. Agenda Transformasi Pertamina: • Perubahan Paradigma Manajemen dan Sumberdaya Manusia. • • • Transformasi Kegiatan Usaha di Sektor Hulu sebagai Penghasil Pendapatan Utama Perusahaan. Transformasi Kegiatan Usaha di Sektor Hilir sebagai Ujung Tombak Perusahaan dalam Interaksi dengan Konsumen. Transformasi Restrukturisasi Korporat: Keuangan, SDM, Hukum, IT, dan Administrasi Umum, termasuk Penanganan Asset..

Hasil yang diinginkan dari Transformasi Pertamina adalah: Pertamina ke depan sebagai perusahaan panutan (role model) di Indonesia Hasil - hasil yang dicapai, perbaikan berkesinambungan yang dilakukan sejak Juli - 31 Desember 2006 diantaranya: Gelombang pertama dari 27 Breakthrough Projects (proyek-proyek terobosan) dalam 100 hari menghasilkan pendapatan tambahan kurang lebih USD 15 juta Identifikasi potensi penurunan biaya sebesar Rp 2 trilyun dalam supply chain melalui peningkatan efisiensi distribusi BBM 5 SPBU telah mencapai standard “Pertamina Way”, sesuai dengan sertifikasi BVI (Biro Veritas Indonesia), dengan target dapat mengimplementasikan “Pertamina Way” di 100 SPBU di DKI dan sekitarnya pada bulan Maret 2007 Roll out jaminan kualitas dan kuantitas di SPBU. Program tersebut telah diimplementasikan di 5 SPBU percontohan dan nilai yang dihasilkan jika program tersebut selesai akan mencapai Rp. 800 milyar Kerjasama dengan berbagai perusahaan minyak dan gas dunia; diantaranya telah membawa berbagai hasil, misalnya pembangunan lube oil plant di Dumai dengan SK Corp, joint-bidding di sektor hulu dengan Statoil, kerjasama di bidang aviasi dengan Shell. Hasil dari Breakthrough Projects (Proyek-proyek terobosan) gelombang pertama yang sukses hingga saat ini antara lain: 1. Perolehan US$ 11 s/d. 11.5 juta dari Pengembangan pondok tengah: First oil production dapat dilakukan 2 bulan lebih awal dari rencana awal berdasarkan POD yang telah disetujui oleh BP Migas. Produksi rata-rata 1.500 BOPD sejak tanggal 9 Agustus 2006 dan 3.000 BOPD sejak 24 Oktober 2006. 2. Mengurangi depot kritis. 3. Perolehan US$ 2.5 s/d. 2.8 juta dari pengolahan LSWR ke RCC/FC: Pengiriman dan pengolahan LSWR selama bulan Agustus sampai dengan Oktober 2006 rata-rata mencapai 209 MB per bulan (lebih dari target 200 MB perbulan). 4. Perolehan Rp. 3 s/d. 3.5 Milyar penghematan dari transportation loss control: Target penurunan transportation loss dari 0.15 % menjadi 0.1% (20 kapal) Sumber Daya Manusia Pengembangan SDM difokuskan kepada penciptaan pekerja yang profisien, profesional, berkomitmen, berdedikasi dan berorientasi bisnis. Untuk mencapai hal tersebut di atas, Perusahaan telah menetapkan strategi korporat berikut untuk pengembangan SDM:

Mengimplementasikan pengembangan pekerja yang terorganisasi dan konsisten sehingga para pekerja memiliki kompetensi, ketrampilan, dedikasi, kinerja dan produktivitas yang tinggi. Memberikan penghargaan dalam bentuk kesejahteraan dan remunerasi yang kompetitif serta memberikan perlindungan kepada pekerja sesuai dengan standar perusahaan migas di Indonesia dan peraturan yang berlaku. Menciptakan dan mengembangkan hubungan industri yang aman untuk menciptakan suasana yang harmonis dan nyaman guna mendukung produktivitas yang tinggi

Strategi korporat ini menjadi dasar untuk pengimplementasian program pengembangan SDM. Perusahaan memiliki keyakinan bahwa pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang sehingga Perusahaan memiliki komitmen terhadap program pengembangan yang sistematik dan berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan bisnis. Perusahaan telah mengimplementasikan proses rekruitmen dan seleksi pekerja yang transparan guna memperoleh ahli dan lulusan Sarjana baru untuk regenerasi. Proses rekruitmen dan seleksi awal dilaksanakan melalui pihak ketiga yang independent seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran. Melanjutkan kebijakan tahun 2001, Perusahaan telah mengembangkan sistem dan program manajemen karir berdasarkan kemampuan dan kinerja (merit system). Program dan sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan transparansi dalam pengembangan karir pekerja Pertamina di masa mendatang. Untuk menciptakan budaya perusahaan yang mendukung proses transformasi, Perusahaan telah melakukan program sosialisasi untuk Nilai-nilai unggulan yang dikenal dengan FIVE-M (Focus, Integrity, Visionary, Excellence and Mutual Respect). Untuk pengukuran kinerja, Perusahaan menggunakan Ukuran Kerja Terpilih dan Indeks Produktivitas. Pengukuran ini meningkatkan pengembangan yang berkelanjutan untuk mempercepat pencapaian status sebagai perusahaan bertaraf internasional.

IV.KESIMPULAN. Dengan adanya pembelajaran mengenai SIM (Sistem Informasi Manajemen), maka prinsip-prinsip yang ada pada manajemen informasi dapat diperoleh sebagai dasar untuk menjalankan sistem-sistem yang ada.. Pada pengaplikasikannya akan terpakai pada perusahaan, organisasi, lembaga sebagai tolak ukur untuk mengoperasikan sistem yang ada. Perusahaan-perusahan di jaman sekarang ini sangat membutuhkan pengolahan informasi yang tepat, yang dimana membutuhkan sumber daya manusia yang dapat mengolah informasi dan mengaplikasinya dengan tepat. Di jaman informasi yang pesat saat ini pengolahan SIM yang baik akan berguna sebagai komponen yang penting untuk memeperoleh hasil maksimal pada kegiatan manajerialnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->