PROYEK AKHIR

RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL START / STOP MOTOR AC MENGGUNAKAN PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)

Auriza Saputra NRP. 7203 030 055 Dosen Pembimbing: I Gede Puja Astawa, ST.MT NIP. 132 102 837

JURUSAN TEKNOLOGI TELEKOMUNIKASI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA SURABAYA 2006

RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL START / STOP MOTOR AC MENGGUNAKAN PLC ( PROGRAMABBLE LOGIC CONTROL) Oleh : AURIZA SAPUTRA 7203.030.055 Proyek Akhir ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya ( A.Md ) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Disetujui oleh : Tim penguji proyek akhir: Dosen Pembimbing:

1.

Ir. Nur Adi Siswandari, MT NIP : 132 093 220

1. I Gede Puja Astawa, ST, MT NIP : 132 102 837

2.

Ir. Sulistyo MB NIP : 131 651 429

3.

Ir. Anang Budikarso, MT NIP : 131 793 744 Mengetahui Ketua Jurusan Telekomunikasi

Drs. Miftahul Huda,MT

NIP. 132 055 257

ABSTRAK
Penggunaan motor induksi 3phasa banyak terdapat dalam dunia industri, dikarenakan bentuknya yang sederhana, harganya yang murah dibanding jenis motor yang lain, mudah perawatannya dan sangat cocok dipergunakan untuk proses di industri. Tetapi ada satu permasalahan yang terjadi saat motor start. Karena saat start awal motor induksi 3 phasa tersebut akan mengalami overshoot yang tinggi. Hal ini menyebabkan arus yang diserap saat itu sangatlah besar yang tentu saja memerlukan pemakaian daya / energi yang besar, sehingga kurang efektif dan disamping itu apabila proses produksi di industri tersebut memerlukan kondisi yang stabil dari awal sampai akhir produksi. Maka hal tersebut sangat tidak menguntungkan. Oleh karena itu dibuat sistem kontrol yang bisa membuat start pada motor tidak mengalami overshoot yang tinggi dengan cara memberi hubungan star-delta pada sistem motor tersebut. Pembuatan sistem star-delta ini dilakukan dengan menggunakan dua sistem yaitu secara manual dan otomatis. Dimana pembuatan secara manual menggunakan kontaktor magnetik dan timer yang digunakan untuk mengontrol starting pada motor, dan yang otomatis menggunakan PLC (Programabble Logic Control).

At that time causes stream are absorted very biggest.ABSTRACT Using motor induction three phases many in the worlds of industry because of many the forms of simple. Manufacture system star delta do it with use two system are by manual and by automatic use PLC. There isn’t over shoot which is high with the give conduction star delta in that motor induction. So isn’t effective and beside that when process of production in the industry. And need use the big power and energy. Easy to keep and very suitable to used for process of industry. It means kind of need condition in the first until the last of production so is that bad very unlucky. So is make the system of control that can make starting to motor induction. But there is one problem when using start motor induction there process will be high overshoot. it is prices cheap the comperation other motor induction. .

Surabaya.Md. banyak hambatan-hambatan yang ditemui oleh penulis. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. hidayah dan inayah-Nya Penulis dapat menyelesaikan proyek akhir ini dengan judul : “Rancang Bangun Sistem Kontrol Start / Stop Motor Menggunakan PLC (Programabble Logic Control) ” Pembuatan tugas akhir ini dan penulisan buku ini digunakan sebagai salah satu syarat akademis untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A. Selama penyusunan buku proyek akhir ini. 24 Juli 2006 Penyusun .dengan rahmat Allah YME dan bimbingan dari dosen pembimbing serta kemauan yang keras sehingga semua hambatan dan permasalahan dapat teratasi dengan baik. Dan semoga buku ini dapat memberikan manfaaat bagi para mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada umumnya dan dapat memberikan nilai lebih untuk para pembaca pada khususnya. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam perancangan dan pembuatan buku proyek akhir ini. Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Syukur Alhamdulillah Penulis panjatkan kepada Allah SWT karena hanya dengan rahmat.) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Oleh karena itu besar harapan Penulis terhadap saran dan kritik dari para pembaca.

Buat semua-muanya Makasih juga buat CPUku. motivasi. Yang tiap hari mau diajak bergadang buat nyelesein buku ini. . 13. Dan tanpa menghilangkan rasa hormat. Seluruh Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. mbak Yun and mas Oyek. Tak doain cicilane biar cepet lunas” Keluarga besar yang ada dirumah kranggan. 14. Bapak Agus Lab. Titon. ST selaku dosen pembimbing. pokoknya dah banyak banget bantuan kamu . Tikus (rahma ma ali) Untuk sahabat-sahabatku khususnya buat kamu hadi “thanks yaa buat semua bantuan kamu. 9. Semua teman-teman kelas 3 telkom.Dalam pelaksanaan dan pembuatan proyek akhir ini penulis banyak menerima dan bantuan dari berbagai pihak. 4. “kapan-kapan camping lagi yuk” “chayoo HIMA TB” Rekan-rekan penghuni lab. rizki dan kasih sayang yang telah diberikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proyek akhir ini dengan baik.S. Terima kasih telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran dan atas semua semangat yang bapak berikan. . khususnya 3 telkom B. Penulis bersyukur sebesar– besarnya kepada Allah SWT atas semua karunia. 6.. Buat seseorang yang ada di “Prigen”. penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak–pihak yang telah membantu antara lain: 1. bapak Is. kasih sayang dan segala-galanya yang tidak akan bisa penyusun berikan. adekku Chepy “thank’s yaa selalu memberikan semangat buat aku” 12. dah minjemin aku buku. selaku Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Telkom yang telah memberikan semangat baru kepada penulis. 8.Eng. 11. Bapak Hariono selaku asisten laboratorium T. 2. M. Seluruh Asisten Dosen dan teknisi PENS–ITS. minjemin alat. Bapak Dr.T Seluruh keluarga besar PENS-ITS. yang telah memberikan dukungan doa. Makasih yaa bu Rom. dana. Buat sahabatku. dah ngasih ide-ide baru. 10. Bapak I Gede Puja Astawa. Ibu dan Ayah tercinta. Bapak Drs. 15. Miftahul Huda. 7. MT selaku Kepala Jurusan Telekomunikasi Politeknik Elektronika Surabaya. 5. 3. Ir.

sengaja maupun tidak disengaja. Dan itu penulis jadikan sebagai tampungan dan bahan untuk introspeksi diri kembali. Mungkin aku telah banyak membuat kesalahan baik besar maupun kecil. terima kasih atas semuanya. 17. Maaf yang sebesar–besarnya. Kepada semua teman–teman yang telah membantu dan memberi saran ke penulis. Sekali lagi penulis mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga Semoga Allah SWT membalas atas semua kebaikan dan bantuan dari kalian semua dengan sesuatu yang lebih baik. Dan pihak – pihak lain yang banyak membantu penulis dalam menyelesaikan Proyek Akhir yang tidak mungkin disebutkan semuanya disini.16. . Semua yang membaca buku ini semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semua dan ilmu pengetahuan.

…………………………….... 2.........2 Starting Motor Induksi ………………………….. 2....2 Rotor Tipe Would (Belitan) ……………….......4........7 Keuntungan PLC ...... 1...5.. 1.....1 Konstruksi Motor Induksi ………………… 2..............2 Tujuan ……………………………………………........5....6 Hal Penting Dalam Menggunakan PLC ... 1... 2...........8 Pemrograman ........ 2..........2............ Daftar Isi ……………………………………………………….... 1.. 2..... i ii iii iv v vi viii xi xii 1 1 1 1 2 2 2 2 5 5 5 6 6 7 10 10 12 13 14 15 15 17 17 18 19 19 ....1 PLC (Programmable Logic Control ) ……… 2.....1....DAFTAR ISI Lembar Judul ………………………………………………….........................1 Ladder Diagram dan Mnemonic Code .....................4 Batasan Masalah ….....5..3 Kontaktor Magnetis ……………………………… 2. 2.......3 Permasalahan ………..2 CPU (Central Prosesing Unit) ..1 Tujuan Umum ……………………………… 1...........8............................4 Pengenalan PLC ………………………………….........1..... 2...1 Motor Induksi ..1 Latar Belakang …………………………………… 1......... Kata Pengantar ………………………………………………… Ucapan Terima Kasih …………………………………………........ Daftar Gambar ………………………………………………… Daftar Tabel …………………………………………………… BAB 1 PENDAHULUAN ……………………………………...........1..2 Tujuan Khusus …………………………….2 Perbedaan PLC dengan Komputer .....2.....4. 1... 2..…………………………..... 2.................5 Bagian – bagian PLC ..5 Sistematika Pembahasan ………………………… BAB 2 TEORI PENUNJANG ………………………………… 2................1 Unit Input / Output ........... 2.....3 Rotor tipe Squirrel Cage (Sangkar Bajing)…....3 Unit Programing Device .......... Lembar Pengesahan …………………………………………… Abstrak ………………………………………………………… Abstract ………………………………………………………....................... 2........ 2... 2..

.........8. 4.... 3.......7 And Load dan Or Load ……………… 2..........2 Saran ……………………………………………… DAFTAR PUSTAKA …………………………………………...............3 Or dan Or Not .....1 Pendahuluan ………………………………………... 2.....2 And dan And Not .....2 Diagram Blok Sistem ……………………….4 Pengujian Rangkaian Sekuensial dan Program Mnemonic Code pada PLC ..........8.3 Pengujian Rangkaian Daya ………………………........ 2..8.8... 2....3.. 4.. 2..3 Rangkaian Kontrol ………………………….......................3...........5 Rangkaian Sekuensial ……………………….......3............................ 2.........8...........2 NO (Normally Open) dan NC (Normally Close) ……………………………………….3....... 4...8..3 Instruksi Umum . 4..................4 Kombinasi AND dan OR Instruksi ....1 Umum ……………………………………….......6 Instruksi End ...4 Rangkaian daya ……………………………… 3..........3...... 3.....7 Rangkaian Pembalik Putaran ....3. 2..2......5 Perbandingan antara arus hubungan bintang dengan arus pada hubungan segitiga . 3...8..........8 Timer ………………………………… 2...........8........8......... 5....6 Pengujian Terhadap rangkaian Pembalik Putaran ............5 Out dan Out Not ...6 Mnemonic Code . 3. 2... 2...................................3.......…… 4................. 3...........1 Load dan Load Not ........... 20 20 20 21 22 22 23 24 25 26 28 31 31 32 35 36 36 38 40 41 43 43 43 44 46 50 52 53 53 54 55 ....7 Hasil Rancangan dan Pembuatan Hardware BAB 4 PENGUKURAN DAN ANALISA ……………….1 Kesimpulan ………………………………………......2 Pengujian Rangkaian Kontrol ……………………… 4.....3.....9 Counter ……………………………… BAB 3 PERENCANAAN DANPEMBUATAN ALAT ...8.. 3...... 3....8.........3.... BAB 5 PENUTUP 5...

.................................. Praktikum Kontrol Otomatis Start / Stop Motor AC Dengan Hubungan Star – Delta .. Praktikum Kontrol Otomatis Start / Stop 2 Motor AC Secara Bergantian Dengan Hubungan Star – Delta . I.............................................................. Praktikum Kontrol Otomatis Start / Stop Menggunakan 2 Motor AC Secara Bergantian Dengan Hubungan Star – Delta IV...................................... III............................ II...... DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................Praktikum Kontrol Otomatis Start / Stop Motor AC Dengan Hubungan Star – Delta Dengan Menggunakan PLC (Programabble Logic Control) .......................LAMPIRAN ………………………………………….... 57 57 60 63 66 71 ..

..........3 Gambar 3..........................4 Gambar 2........... Magnetic kontaktor ...... Kondisi NO dan NC …………………………… Ladder Diagram Instruksi LD dan LD Not ........................ Ladder Diagram Instruksi END ..... Timing – Relay ...............2 Gambar 2.........................17 Gambar 2..12 Gambar 2........... Ladder Diagram Instruksi OUT dan OUT Not .............. Rangkaian Sekuensial ......4 Gambar 3.........6 Gambar 2...................1 Gambar 2................10 Gambar 2................. Ladder Diagram Instruksi AND LOAD ............ Rangkaian daya ........... Simbol Counter ………………………………............. Bagian-bagian PLC …………………………….......................8 Gambar 2...2 Hubungan Bintang .... Ladder Diagram Instruksi Kombinasi AND dan OR .......... Ladder Diagram Timer .................................................... Diagram fasor 3fase hubungan bintang .............................................. Ladder Diagram Instruksi OR dan OR Not ……......................7 Gambar 3...1 Gambar 4...... 7 7 8 10 14 20 20 21 22 23 23 24 25 26 27 28 28 29 32 33 33 34 35 35 36 37 40 41 42 51 51 ............... Motor 3phasa ......................6 Gambar 3....11 Gambar 4.9 Gambar 3.......... Rangkaian Pembalik Putaran ..1 Gambar 3........ Diagram Fasor 3fase Hubungan Delta ...................9 Gambar 2..................................14 Gambar 2...................16 Gambar 2......................... PLC yang telah di pasang inputan ..13 Gambar 2..................................... Simbol Timer …………………………………............8 Gambar 3............... Hubungan Bintang ...... PLC .................... Timing Diagram Rangkaian Timer …………... Hubungan Segitiga ...........11 Gambar 2............................... Ladder Diagram Rangkaian Counter …………...........................3 Gambar 2..5 Gambar 3.........................................................7 Gambar 2..15 Gambar 2..........2 Gambar 3.. Hubungan Segitiga .......10 Gambar 3.5 Gambar 2.....DAFTAR GAMBAR Gambar 2....... Sistem Blok Diagram .......................... Ladder Diagram Instruksi AND dan AND Not ......... Tampilan Box Panel .................... Rangkaian Kontrol ...18 Gambar 3.

1 Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan teknologi di era globalisasi dewasa ini yang semakin canggih. harganya yang murah dibanding jenis motor yang lain. Namun yang terjadi kendala / persoalan disini adalah saat start awal motor induksi 3 phasa itu sendiri. mudah perawatannya dan sangat cocok dipergunakan untuk proses di industri. pemerintah mencanangkan pembangunan dibidang industri dan teknologi sehingga kita dituntut untuk menyumbangkan kreatifitas dan daya pikir serta memberikan sesuatu yang berguna untuk memajukan dunia perindustrian. Dikarenakan bentuknya yang sederhana.2 Tujuan Tujuan dari proyek akhir ini dibagi menjadi beberapa macam diantaranya sebagai berikut : 1.2. Pada aplikasi suatu industri tidak akan lepas dari peranan motor (dalam hal ini motor induksi 3 phasa / motor AC 3 phasa). karena saat start awal motor induksi 3 phasa tersebut akan mengalami overshoot yang tinggi. . Maka hal tersebut sangat tidak menguntungkan. Oleh karena itu dibuat sistem kontrol yang bisa membuat start pada motor tidak mengalami overshoot yang tinggi dengan cara memberi hubungan stardelta pada sistem motor tersebut. Hal ini menyebabkan arus yang diserap saat itu sangatlah besar yang tentu saja memerlukan pemakaian daya / energi yang besar. sehingga kurang efektif dan disamping itu apabila proses produksi di industri tersebut memerlukan kondisi yang stabil dari awal sampai akhir produksi.BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Tujuan Umum • Untuk melengkapi persyaratan akademis pada jurusan teknik telekomunikasi di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – ITS guna gelar Ahli Madya Politeknik. 1.

tujuan yang ingin dicapai. maka secara otomatis motor 2 akan menyala. BAB I : PENDAHULUAN. Sistem yang kedua yaitu menyalakan motor secara otomatis dengan menggunakan PLC (Programmable Logic Control). Disini menggunakan dua motor. kami lebih menfokuskan pada sistem kontrolnya saja. Dan Proyek Akhir ini dirancang dalam dua sistem. batasan permasalahan pada proyek akhir. • Memperhalus start awal pada motor induksi dengan hubungan Bintang ( Y ) Segitiga ( ∆ ). Selain itu motor diatur untuk berputar pada satu arah saja. .2 Tujuan Khusus • Pembuatan sistem start stop motor AC 3phasa dengan menggunakan PLC.3 Permasalahan Permasalahan pada proyek akhir ini menitikberatkan pada sistem kontrol dimana sistem kontrol tersebut digunakan untuk menjalankan motor AC 3 phasa dengan hubungan star-delta. serta sistematika pembahasan.5 Sistematika Pembahasan Proyek Akhir yang kami susun mempunyai sistematika pembahasan sebagai berikut : 1. 1. Pada bab ini berisi uraian singkat mengenai pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang pembuatan alat. dimana jika 1 motor mati.2. permasalahan pada proyek akhir. 1. maka ada beberapa perbedaan antara sistem kontrol yang menggunakan PLC dengan sistem kontrol yang manual. • Pembuatan Modul Praktikum Kontrol Otomatis.4 Batasan Masalah Batasan masalah dari proyek akhir ini. PLC akan menyala jika posisi saklar putar di posisi otomatis dan untuk mengoperasikan motor dengan menggunakan PLC harus menonaktifkan timer pada box panel. Sistem yang pertama yaitu menyalakan motor secara manual dengan menggunakan tombol ON / OFF pada box panel. Dan untuk mengganti sistem dari manual ke otomatis menggunakan saklar putar. Karena outputan dari PLC hanya ada 8 output. dan jika motor 1 mati motor 2 tidak langsung berputar. 1. tetapi mempunyai delay 5 detik.1.

Pada bab ini berisi tentang hasil dari pengujian dan analisa terhadap alat yang telah dibuat. 5. BAB II : TEORI PENUNJANG. BAB V : PENUTUP. BAB IV : PENGUJIAN DAN ANALISA.2. BAB III : PERENCANAAN DAN PEMBUATAN HARDWARE Pada bab ini berisi tentang perencanaan serta realisasi rangkaian yang mencakup blok diagram rangkaian. teori dasar serta referensi yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan pembuatan proyek akhir. . menguraikan tentang pembuatan hardware / program pada PLC. 3. 4. Pada bab ini berisi ulasan literatur literatur. Pada bab ini berisi kesimpulan dari data yang telah ada dan juga tentang saran.

Sistem beliau dipatenkan pada tahun 1888. Hal ini sesuai dengan hukum faraday. Oleh karena itu di dalam motor induksi terdapat kelebihan–kelebihan dibandingkan dengan motor yang lainnya. Motor induksi juga disebut juga sebagai motor tidak sinkron karena rotor berputar tidak serempak dengan putaran Magnetic Flux. transisi dan penggunaan sistem tenaga listrik AC. Aplikasi terbesar pertama dari sistem AC 3phasa Tesla adalah Niagara Falls Hydroplant. jumlah pada motor induksi tidak terdapat komutator. maka motor listrik ini dinamakan motor induksi. Hal ini terjadi pada saat motor berbeban. Motor induksi merupakan salah satu jenis yang paling banyak digunakan dalam industri. Fakta yang membuktikan bahwa arus rotor timbul dari induksi.1 . maka tegangan dikalkulasikan kepada rotor tersebut. apabila terjadi penurunan kecepatan hanya berkisar beberapa persen saja.BAB II DASAR TEORI Motor Induksi Penemuan motor induksi pada tahun 1880 melengkapi produksi. Saat ini hampir setiap motor yang digunakan di industri adalah motor induksi 3phasa. termasuk motor induksi merupakan pengembangan dari seorang insinyur Yugoslavia bernama Nikola Tesla. Kecepatan motor induksi hampir dapat dikatakan konstan.1 Konstruksi Motor Induksi Konstruksi motor ini seperti halnya motor lisrik yang sering kita jumpai. Tipe Would (belitan) 2. Tipe Square cage (sangkar bajing) 2.1. Kontruksinya lebih sederhana. Rotor motor induksi terdiri dari dua tipe yaitu : 1. 2. Motor induksi tidak membutuhkan hubungan elektrik (berupa konduktor) terhadap kumparan rotor yang terhubung singkat (short circuit) Magnetic Flux berputar melintasi celah udara menghubungkan rangkaian tertutup rotor. Semua konsep sistem AC 3phasa. Pada saat rotor berputar tidak serempak dengan Magnetic Flux. Motor induksi mempunyai kelebihan diantaranya harganya murah dan pemeliharaannya mudah. dimana pada saat itu terjadi kompetisi antara sistem DC dan AC untuk penggunaan umum.

Agar diperoleh kurva kopel putaran yang sesuai dengan beban. Konstruksi rotor motor induksi rotor sangkar terdiri dari sejumlah batangan–batangan tembaga yang diletakkan dalam alur–alur rotor dengan ujung–ujungnya dihubungkan singkat dengan menggunakan cincin.2. kopel maksimum motor dapat dicapai dengan besarnya tahanan luar yang dipasang ke rotor. tahanan luar diperlukan untuk membatasi arus mula yang besar pada saat start.2 Rotor Tipe Would (Belitan) Motor induksi tipe rotor would mempunyai rotor dengan belitan kumparan 3phasa sama dengan kumparan stator. Cara menambah besarnya tahanan seri luar tersebut melalui cincin. Pada umumnya untuk mendapatkan kopel mula yang besar dari motor induksi rotor tipe wound adalah dengan memperbesar tahanan rotor. Karakteristik kopel putaran dari motor induksi sangat dipengaruhi oleh besar / kecilnya tahanan rangkaian sekunder (R 2 ). Selain untuk menghasilkan kopel mula yang besar.3 Rotor Tipe Squirrel Cage (Sangkar Bajing) Motor induksi rotor sangkar adalah jenis motor induksi yang paling sederhana dan paling umum digunakan daripada motor listrik jenis lainnya. Dari rotor juga mempunyai kutub yang sama. Sehingga dengan kata lain.1. Disamping itu. maka akan didapatkan kopel maksimum yang berbeda pula. Hal ini akan berpengaruh pada putaran. .1. 2. Sehingga dengan demikian motor induksi rotor sangkar tidak dapat dihubungkan dengan tahanan seri pada rotornya. kopel maksimum dan kopel start. Biasanya hal ini dilakukan dengan membuat bentuk dari alur tempat batangan tembaga sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu rotor yang mempunyai tahanan sesuai dengan desain. maka kecepatan motor dapat diatur pula. Karakteristik motor induksi ini adalah sebagai berikut : Jika didalam rangkaian rotor dipasangkan tahanan luar yang besarnya berbeda-beda. karena rotor selalu terhubung singkat. maka hal ini sapat dicapai disaat pembuatannya. maka kopel putarannya realtif sesuai dengan besar tahanan sekunder. Oleh karena itu rangkaian rotor motor induksi ini terhubung singkat. Penambahan tahanan luar sampai dengan harga tertentu dapat membuat kopel mula mencapai harga maksimumnya. dengan mengubah besarnya tahanan luar.

1 Hub Bintang Gambar 2. biasanya dengan jalan mengurangi tegangan. tegangan yang digunakan pada terminal motor dikurangi juga dengan supply pada motor melalui transformator 3 phasa atau dengan menggunakan hubungan bintang dari belitan untuk starting dan merubah menjadi hubungan delta setelah rotor mempunyai percepatan.2 Hub Segitiga . untuk lebih berhati-hati yaitu dengan mengurangi arus start. Secara umum. 2. untuk mesin-mesin besar.Starting Motor Induksi Pada motor induksi dapat secara langsung dihubungkan dengan tahanan pada kumparan rotor. Kebanyakan pada motor dapat distart secara langsung.2 Gambar 2.

I L ) dan fase ( V p . yakni pada hubungan bintang arus jala-jala sama dengan arus fase. Jelas I L = I P . Diagram fasor (gambar 2. Dari geometri gambar.VP ). Ketika motor telah berjalan kurang lebih 80% dari normal maka spesial kontaktor akan menghubungkan kembali belitan-belitan tersebut menjadi hubungan delta untuk operasi normal. Dengan demikian salah satu fasor tegangan fase dibalik agar menghasilkan minus ( VP yakni . Untuk jelasnya notasi pada jala-jala ( VL . Hubungan ini harus dibawa keluar dengan cepat dan selanjutnya untuk menghilangkan arus start yang tinggi.3 Diagram fasor 3fase hubungan bintang . motor–motor besar menggunakan autotransformer untuk mengurangi arus start.3) berfungsi sebagai pembantu untuk menentukan hubungan antara jala-jala dan tegangan fase. Tegangan antara dua jala-jala adalah beda fasor dari dua tegangan.Hubungan bintang akan mengurangi arus line dan torsi starting sekitar 3 kali dibandingkan dengan hubungan delta. Hubungan bintang kadang-kadang dikenal sebagai sistem hubungan Ỳ. Gambar 2. Hubungan star-delta tidak digunakan bila tegangan supply melampaui 3 kv.1. Cara penyambungan yang mengaliri suatu beban setimbang resistif diberikan pada gambar 2. I p ) hanya diperlihatkan untuk satu fase.

yakni untuk hubungan delta tegangan. yang ditandai hanya satu pasang nilai fase dan jala-jala. Skema umum dapat dilihat pada gambar 2. Seperti sebelumnya rumus umum untuk daya 3 fase menjadi : P= 3 V I cos ф. Disini VL = VP . jadi maka 1 IL 2 = cos 30º IP 1 1 IL = IP x 3 2 2 IL = 3 IP Arus jala-jala adalah 3 kali arus fase. . dimana V dan I adalah nilai jala-jala.4). dimana nilai V dan I adalah nilai jala-jala.1 VL 2 = cos 30º VP 1 1 VL = VP x 3 2 2 VL = 3 V P Tegangan jala-jala adalah 3 kali tegangan fase ( 3 = 1. Hubungan delta juga disebut hubungan mesh. juga untuk penyederhanaan. jaringan sama dengan tegangan fase.73) Pada sebuah beban setimbang. rumus umum untuk daya tiga fase menjadi : P= 3 V I cos ф.2. Dari diagram fasor (gambar 2. arus jala-jala sama dengan selisih faktor dari dua arus fase.

Beban-beban tesebut meliputi lampu. Pulsa. Tidak seperti relay kontaktor dirancang untuk menyambung dan membuka rangkaian daya listrik tanpa merusak. 2. transformator. Adanya panel kontrol ini yang mengilhami terciptanya Programmable Logic Control (PLC). manusia telah mengenal berbagai macam sistem kontrol. tapi masih konvensional. dll. Seiring itu juga dikembangkan relay yang dapat beroperasi pada kecepatan yang tinggi yang disebut relay transistor. kapasitor dan motor listrik. PWM. Keduanya mempunyai keistimewaan penting yang umum yaitu kontaktor bekerja apabila kumparan diberi energi. seperti relay yang sudah berintegrasi menjadi sebuah panel.3 Kontaktor Magnetis Kontaktor magnetis sama dalam operasinya dengan relay elektromekanis (EMR). pemanas.4 Pengenalan PLC Pada saat PLC belum ditemukan. Dari beberap kontrol tersebut. artinya sistem yang dikenal tersebut masih berdiri sendiri-sendiri. .Gambar 2. The National Electrical Manufacture Assosiation (NEMA) mendefinisikan kontaktor magnetis sebagai alat yang digerakkan secara magnetis untuk menyambung atau membuka berulang-ulang rangkaian daya listrik. karena itu PLC memiliki Output Relay Elektromagnetic dan Output Relay Transistor dimana relay transistor berfungsi untuk kontrol kecepatan tinggi seperti High Speed Counter.4 Diagram Fasor 3fase Hubungan Delta 2. seperti relay elektromagnetik. karena pada prinsipnya PLC terdiri dari himpunan beberapa model kontrol yang bergabung dalam suatu alat.

counter (up/down). Tabel 2. visualisasi. operasi aritmatik. General Elektric. penanganan informasi. Selanjutnya pada dekade 60-an atau tepatnya pada tahun 1969. yang kemudian didesain kembali secara lengkap. pemrosesan data dan sistem monitor terpusat. Saat ini telah banyak industri yang melakukan pengambilan keputusan logic. GEC. yaitu madicon (sekarang sebagian dari Gold Electronics) mulai memperkenalkan PLC melalui salah satu divisi perusahaan tersebut (Generals Motors Hydramatic Division) khususnya untuk pengembangan motor hidrolik. timing. Berikut adalah perbedaan sistem kontrol konvensional dengan sistem kontrol PLC. besar Cepat Mudah Sangat tinggi .Sistem kontrol PLC akan sangat berguna bila dipergunakan pada operasi yang berulang-ulang dalam proses industri secara sequensial. laporan pengembangan. Sistem kontrol logika konvensional tidak dapat melakukan hal – hal tersebut dan PLC diperlukan untuk itu. Sekarang sistem kontrol sudah meluas sampai ke seluruh pabrik dan sistem kontrol total dikombinasikan dengan kontrol feedback. dan Westinghouse yang memproduksinya dengan harga standart dan dengan kemampuan tinggi. Omron.1 : Perbedaan Wired Logic dan PLC Keterangan Peralatan kontrol (hardware) Perubahan/penambahan Pada operasi khusus Skala kontrol Periode pelayanan Pemeliharaan (oleh pemakai dan pembuat) Tingkat keandalan Wired Logic Tujuan khusus Sulit Kecil. Toshiba. Kemudian beberapa perusahaan seperti : Allen Bradly. dan throubleshooting. Siemens. sebuah perusahaan perangkat elektronik. rekaman proses sekuensial. debugging. sedang Beberapa hari Sulit Tergantung desain PLC Tujuan umum Mudah Sedang. Sistem sequensial akan sangat sulit diprogam kembali untuk proses produksi yang berubah dan sering dibongkar. Pemasaran PLC dengan harga rendah didominasi oleh perusahaan-perusahaan dari jepang seperti : Mitshubishi.

Output bit akan on untuk mengirimkan sebuah sinyal ke peralatan output melalui output point. Sinyal input masuk ke Programmable Logic Control (PLC) disebut input point. kontroller serta output device.2 Tabel 2. sekuensial. output serta controller dari PLC Input Device Circuit breaker Level switch Limit switch Motor starter Proximiti switch Photoelectric switch Push button Relay contacs Selector switch Controllers Counter Logic unit Relays Timer Output Device Alarm Control relay Fans Horn Light Motor starter Selenoids Valves . Demikian juga dengan output bit dalam memori dimana output poin pada unit ditempatkan.1 Programmable Logic Control (PLC) Programmable Logic Control (PLC) adalah suatu peralatan elektronika digital yang dapat memprogram memori untuk menyimpan instruksi–instruksi dan melaksanakan fungsi khusus seperti logika. CPU dalam suatu siklus prosees yang normal memantau keadaan dari input point dan menjalankan on dan off sesuai dengan input bitnya. Sebuah sensor yang mengirim informasi adalah input device yang merupakan bagian dari sistem kontrol. mengirimkan sinyal output ke output device. controller dan output dapat dilihat pada tabel 2.4. Tabel dari peralatan input (sensor).2. Input point ini ditempatkan dalam lokasi memori sesuai dengan statusnya on dan off. Sistem kontrol adalah Programmable Logic Control (PLC) dan seluruh peralatan I/O device yang digunakan untuk mengontrol sistem eksternal. Lokasi memori ini disebut lokasi bit. CPU secara periodik menjalankan output point on atau off sesuai dengan status dari output bit. Peralatan yang dihubungkan pada PLC yang berfungsi mengirim sebuah sinyal ke PLC disebut Input device. timer. Programmable Logic Control (PLC) adalah tipe sistem kontrol yang memiliki input device yang disebut sensor.2 : Peralatan input. counter dan aritmatika untuk kontrol mesin dan proses.

Air Conditioning yang biasanya . Pengganti Pengontrol Card ( PCB ). Antar muka dengan komputer ( RS-232C/RS-442). Kontrol Canggih Operasi Aritmatik. Monitor dan diagnose kesalahan. Pewaktu / pencacah. Kontrol Pengawasan Proses monitor dan alarm. Antar muka dengan printer /ASCII Jaringan kerja otomatisasi pabrik. dan lain – lain ). perbedaaan dalam hal pemrograman serta kemudahan dalam menyelesaikan masalah dan pemeliharaannya. Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan oleh PLC. tingkat kebisingan yang tinggi. 2. Programmable Logic Control (PLC) dapat melakukan tiga macam tipe kontrol yaitu : 1. fluktuasi temperatur yang besar (0° .2 Perbedaan PLC dengan Komputer Perbedaan utama antara Programmable Logic Control (PLC) dengan komputer adalah kemampuan Programmable Logic Control (PLC) beroperasi dalam lingkungan yang keras (hard environment). Kontrol Analog ( suhu.60°) dan kelembaban relatif antara 0% . Local Area Network. tekanan. 3. Wide Area Network. Penanganan Informasi. Kontrol Sekuensial Pengganti relay kontrol logic konvensional. Fuzzy Logic. Kontrol motor servo.4.95%. Programmable Logic Control (PLC) dirancang untuk dapat beroperasi dalam lingkungan industri yang kotor (berdebu). Mesin kontrol Auto / Semi – Auto / Manual dari berbagai proses di industri 2.Selintas Selintas PLC hanya berfungsi sebagai kontrol ON dan OFF saja ( komentar banyak orang yang belum mengetahui fungsi PLC lebih dalam ). PID ( Propotional Integrator Differensiator ).

Programmable Logic Control (PLC) memiliki program diagnose yang dapat digunakan oleh seorang teknisi untuk mengetahui lokasi dari modul yang rusak.5. Pemeliharaan Programmable Logic Control (PLC) dapat dilakukan oleh seorang teknisi dengan minimal training. perawatannya mambutuhkan seorang ahli elektronika untuk pemeliharaannya. optional remote interconnection.diperlukan untuk komputer. input / output. timer. CPU bekerja berdasarkan mikroprosesor yang bekerja menggantikan fungsi relay. Gambar 2. dan sequences. Sebagian besar pemeliharaannya dilakukan dengan memindahkan modul-modulnya. Karenanya programmer bisa membuat rangkaian yang menggunakan fungsi – fungsi relay diatas. 2. dan optional remote master computer. Sedangkan komponen lainnya adalah seperti : power supply. sedang untuk sebuah komputer. Perbedaan yang lain antara keduanya yaitu dalam hal penyelesaian masalah dan pemeliharaannya.5 Bagian-bagian PLC Ada tiga komponen utama yang menyusun PLC yaitu : Central Processing Unit (CPU). Ladder diagram ini kemudian diubah menjadi kode mnemonic code yang dapat langsung dimasukkan ke programming console. Pada Programmable Logic Control (PLC).5: Bagian-bagian PLC . Seperti digambarkan pada blok diagram 2. dan programming device. recorder player / tape atau disk. counter. untuk pemrograman ladder diagram dengan standart simbol relay yang telah digunakan sebelumnya dalam kontrol sekuensial. dalam pemakaian Programmable Logic Control (PLC) tidak diperlukan.

Selain itu CPU juga menerima data yang berupa digit biner. Pengubahan data dilakukan hanya jika membaca isi word input. dan (1 s/d 5) V.1 Unit Input / Output Berfungsi untuk mendeteksi kondisi on-off sinyal yang diterima dari peralatan luar yang dihubungkan ke bagian input/output. maka pada PLC tipe CQM1 ini dapat ditambahkan/diekspand inputnya dengan cara menyeri panel input yang telah disediakan. Pengubahan data ditempatkan pada word input yang dialokasikan ke unit input analog. juga menyesuaikan sinyal tegangan kedalam arus level / tingkat konstan serta menghilangkan sinyal yang tidak terpakai.5. Unit display digunakan untuk input program atau untuk memeriksa apa yang terdapat didalam memori. Unit input analog diakui sebagai nilai ratarata fungsi pemrosesan sehingga output stabil dalam mengkonversikan data. Jika hardware yang dikontrol PLC memerlukan input external yang lebih dari 16 jalur. aritmatik. dan operasi logika yang datanya disesuaikan dengan instruksi yang disimpan dalam memori. Terdapat modul input analog pada beberapa PLC. Beberapa dari batasan tersebut dapat dikombinasikan secara bebas dengan CQM-AD041 yang mempunyai batasan arus sinyal input dari 4 sampai 20 mA. Sehingga memudahkan untuk mengetahui benar atau salah program ladder atau kode mnemonik yang kita masukkan. (0 s/d 10) V. CPU dari sebuah PLC dibangun dari . 2. Dari unit ini dapat diketahui bentuk kode mnemoniknya atau ladder diagram yang telah kita masukkan.2. menterjemahkan. Unit ini juga diakui mendeteksi kabel yang putus. dan mengeksekusi program yang tersimpan dalam memori yang berasal dari unit input. seperti CQM1-AD041 dari sebuahSYSMAC CQM1 yang mengubah sinyalsinyal analog menjadi sinyal digital. Hal ini memungkinkan untuk mengurangi nomor-nomor dari word input yang input unit analognya tergantung oleh pembatasan angka dari point input dari unit-unit input analog ke maksimum 2 unit input analog. mendeteksi tidak terhubungnya beberapa kawat input yang sebelumnya telah terhubung ke unit input analog yang memberikan batasan input dari (4 s/d 20) mA atau (1 s/d 5) V.5. kemudian diimplementasikan ke peralatan yang akan dikontrol. serta keadaannya saat dilakukan running program.2 Control Prosessing Unit (CPU) Unit ini berfungsi untuk memanggil. Unit input analog memiliki batasan tegangan sinyal input dari (-10 s/d +10) V.

Register yang menyimpan beberapa bit flag disebut Flag Register.sebuah mikroprosessor sebagai rangkaian pemroses sata yang bentuknya kecil dan terdapat dalam sebuah chip silicon tunggal. CPU terdiri dari beberapa hal. Register Register digunakan dalam kebanyakan Central Processing Unit. Auxilary relay dapat juga disebut holding relay yang dapat digunakan untuk menyimpan data saat catu daya mati. Oleh itu register tersebut dinamakan shift register dan digunakan untuk aplikasi kontrol sekuensial. berupa data 8 bit. 2. Register tersebut terdapat dalam mikroprocessor. dan beberapa tipe data yang lain. Interface dari sebuah I/O pada CPU digunakan untuk membaca data dari memori dan menulis data ke memori lewat jalur bus. Disebut auxilary karena dapat dimanipulasi sebagai internal relay bayangan. Shift Register Beberapa bit yang tersusun didalam register dipindahkan dalam satu posisi yaitu ke kiri atau ke dengan aplikasi pada shift command atau pulsa. counter. Untuk register 8 bit tersimpan dalam sebuah byte. 4. timer. dapat kanan sebab dapat 3. Sedangkan data register berada dalam RAM yang digunakan untuk menyimpan flag. empat bit register dalam sebuah nible. berupa data 4 bit. Setiap lokasi dari bit dapat menyimpan biner 1 atau 0. menyimpan dalam bentuk register dan mengontrol elemen yang disebut arithmatik dan logic unit (ALU). antara lain: 1. dimana elemen memori digunakan untuk menyimpan sejumlah bit untuk sementar waktu. Sedangkan untuk register 16 bit tersimpan daslam sebuah word. Flag register Keadaan sebuah bit (logika 1 atau 0) digunakan untuk menunjukkan beberapa kondisi kejadian/peristiwa yang disebut flag. Struktur internal dari sebuah PLC membandingkan hubungan iput dengan output. berupa data 16 bit. . Auxilary Relay Auxilary relay adalah elemen memori bit tunggal yang berlokasi di RAM yang bisa dimanipulasi oleh programmer.

dalam hal ini ladder diagram. 7. CPU menggunakan sinyal clock untuk menghasilkan delay time.5. RAM ( Random Access Memory ). 2. Binery Counter Fungsi dari binary counter untuk menambah (ditambah satu) atau mengurangi satu data biner yang tersimpan didalam register dan membandingkannya dengan dua register yang berbeda. ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. counter digunakan untuk mencacah. Data memori mudah terhapus ketika terjadi keadaan mati oleh catu daya. Memungkinkan penyimpanan yang permanen sekaligus dapat diubah dengan mudah. 2. Output biasanya dihasilkan setelah pulsa input dihitung / dicacah. Type Input. misalnya untuk menghasilkan pulsa digital dari peralatan switching yang dihubungkan ke input port.5. b. Timer CPU dibangun dari clock isolator yang mengontrol kecepatan operasinya. Tipe umum memory meliputi semikonduktor memory dan magnetik disk. Komputer AT. 6. ke dalam EPROM PLC.3 Unit Programming Device Berfungsi untuk memasukkan bahasa pemrograman. EPROM ( Electrical Erasable Programmable Read Memory). Memory Karakteristik memory ini mudah dihapus. Type Output. Output : a. Jumlah Output. . Delay time digunakan untuk menjaga output relay agar periodenya tetap. begitu pula sebaliknya.6 Hal Penting Dalam Menggunakan PLC Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam memilih Programmable Logic Controller ( PLC ) adalah sebagai berikut : Input : a. Jumlah Input b. Harga pengitungan yang dikehendaki disimpan dalam data register. Memory : a. dsb. antara lain melalui Console Device. b.

yang bukan merupakan model output-output saja. pengalihan produk dan lain–lain. PLC adalah komponen solid-state yang didesain untuk keperluan menggantikan fungsi-fungsi relay konvensional dan memiliki prinsip mikrokontroller sehingga bisa diisi program.7 Keuntungan PLC PLC merupakan sistem kontrol yang kompatibel dengan desain sistem kontrol yang banyak di industri-industri dewasa ini. Flexibel Kontrol panel konvensional menggunakan relay–relay dan timer– timer tambahan atau pengubahan sistem hubungan untuk menanggapi dan memodifikasi atau spesifikasi tambahan. Indikator input dan output dengan cepat dan mudah diketahui pada sebuah sistem. b. PLC digunakan untuk kontrol dan operasi dari mesin-mesin pada proses manufaktur. Kemudahan peralatan PLC menyediakan fungsi yang dapat memeriksa keadaan fasilitas dan program. d. sehingga apabila ada masalah atau kesalahan memungkinkan untuk melakukan perbaikan dengan cepat dibandingkan dengan unit kontrol lain. Handheld Programming Console. Konfigurasi output yang menggunakan tipe relay plug – in. b. Penggunaan PLC memiliki beberapa keuntungan antara lain : a. pengubahan jalur. Oleh sebab itu dimungkinkan untuk membuat panel kontrol yang ringkas. c. Peralatan dengan standart yang tinggi Kontrol panel konvensional telah diproduksi dengan cara bahwa setiap unit mempunyai spesifikasi tersendiri. SYSMAC Support Software : 2. SS – Ladder Support Software / SS – PROM Writer. akan tetapi dapat mengakomodir sistem kontrol yang lebih komplek. sehingga mempunyai desipasi daya yang relatif rendah. Tapi dengan menggunakan PLC standarisasi panel kotrol dapat diperoleh. Hal ini memerlukan waktu pembuatan yang lama dan kesulitan dalam pemeliharaan.Peripherial : a. Sedangkan pada PLC hanya menggunakan pengubahan program yang telah ditulis pada memori. . Rendahnya disipasi daya dan ringkas Sebagian besar komponen mengandung IC yang memiliki kemampuan tinggi dalam bentuk yang ringan dan ringkas.

Sedangkan informasi number atau code dipresentasikan sebagai grup dari bit yang disimpan dalam byte atau word location. fluktuasi tegangan dan noise yang berat. juga terdapat beberapa keuntungan lain dari PLC yang dapat diuraikan sebagai berikut : Waktu implementasi proyek yang singkat. yaitu : Status data dan number atau codes. 2. User Program adalah dimana program logic ladder dimasukkan dan disimpan yang berupa instruksi – instruksi dalam format logic ladder. Status adalah informasi ON / OFF yang dipresentasikan sebagai “I” dan “O”. Sepanjang garis instruksi ditempatkan kondisi–kondisi yang memimpin instruksi lain pada sisi kanan berikutnya. 2. humidity. Aplikasi kontrol yang luas. Biaya proyek dapat dikalkulasi dengan akurat.Selain dari keuntungan diatas. Ladder diagram dari suatu program dibuat terlebih dahulu untuk memudahkan dalam penyusunan mnemonic code. Sedangkan cabang–cabangnya disebut dengan garis instruksi. . Dapat menerima kondisi lingkungan industri yang berat. Modifikasi lebih mudah tanpa biaya tambahan. Data table dibagi menjadi tiga seksi. yang space–nya terdiri dari kategori User Program dan Data table. Ilustrasi dari organisasi memori adalah sebagai peta memori ( memori map ). Kombinasi logic dari kondisi–kondisi ini menentukan kapan dan bagaimana instruksi pada sisi kanan dijalankan. Garis memanjang ke bawah di sisi kiri disebut dengan busbar. Setiap instruksi memerlukan satu word di dalam memori.8 Pemrograman Untuk memprogram sebuah PLC terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang organisasi dari memorinya.1 Ladder Diagram dan Mnemonic Code Untuk memudahkan dalam menulis dan memasukkan program pada PLC maka di butuhkan beberapa tahap dasar. Data table dibagi menjadi dua kategori.8. Beroperasi secara normal dalam kondisi temperatur. Kontrol hardwarenya standard. Training penguasaan teknik lebih cepat. Ladder diagram terdiri dari suatu garis memanjang ke bawah dari sisi kiri dengan cabang–cabangnya menuju ke arah kanan. Program bentuk mnemonic code dapat langsung dimasukkan ke CPU melalui program console. Berbagai macam jenis kontrol dapat diterapkan.

Gambar 2. Jika operand bit OFF maka operasi tersebut berhenti.8.3. dan instruksi 2 akan berjalan jika IR 00001 OFF. OR yaitu LD NOT.6 Kondisi NO dan NC 2. bergantung pada operand bit yang telah ditentukan.Dua garis ke coil vertical pada garis instruksi menunjukkan kondisi invers dari LD.8.2 Normally Open ( NO ) dan Normally Close ( NC ) Masing–masing kondisi dalam ladder diagram adalah ON/OFF. Gambar 2.8.3 Instruksi Umum Instruksi umum adalah instruksi dasar dan sering digunakan dalam mengontrol peralatan dengan PLC 2. Gambar 2. Normally Close adalah kondisi dimana suatu operasi akan berjalan jika operasi bit OFF.7 Ladder Diagram Instruksi LD dan LD Not . jika operand bit ON maka akan berhenti. AND NOT atau OR NOT 2. AND.6 menunjukan instruksi 1 akan berjalan jika IR 00000 ON.1 Load dan Load Not Kondisi awal dari suatu ladder diagram selalu berhubungan dengan instruksi LD dan LD NOT. Normally Open adalah kondisi dimana suatu operasi akan berjalan jika operand bit ON.7. ditunjukkan oleh gambar 2.

IR 00000 ON. IR 00001 OFF dan IR 00002 ON. Tabel 2.8 Ladder Diagram Instruksi AND dan AND Not Table 2.8.4 merupakan mnemonic code dari ladder diagram pada gambar 2. Instruksi jika seluruh kontak berada pada kondisi ON.3 merupakan mnemonic code dari ladder diagram pada gambar 2. maka instruksi pada kontak pertama adalah LD atau LD NOT dan kontak berikutnya adalah AND atau AND NOT. dimana pada instruksi LD. yaitu ketika IR 00000 ON.8. kondisi eksekusi ON jika IR 0000 ON. Table 2.3. Pada instruksi LD Not Kondisi eksekusi ON jika IR 00001 OFF. Gambar 2.Tabel 2.5.2 AND dan AND Not Jika ada dua atau lebih kontak yang tersusun seri pada suatu garis instruksi.4 Mnemonic Code Instruksi AND dan AND Not Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi LD AND Not AND Instruksi Operand 00000 00001 00002 .3 Mnemonic Code Instruksi LD dan LD Not Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi LD Instruksi LD Not Instruksi Operand 00000 00001 2.

8.3.9.3 OR dan OR Not Jika ada dua atau lebih kontak yang tersusun secara pararel pada suatu garis instruksi. 2.2.10 maka . yaitu ketika IR 00000 OFF atau IR00001 OFF atau IR 00002 ON. instruksi akan ON jika salah satu dari ketiga operand dalam kondisi ON.9 Ladder Diagram Instruksi OR dan OR Not Tabel 2.5 Mnemonic Code Instruksi OR dan OR NOT Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi LD OR Not OR Instruksi Operand 00000 00001 00002 Pada tabel diatas instruksi ON akan terus jika kontak 00001 tetap dipertahankan dalam kondisi OFF dan instruksi akan biasa di-ON dan di-OFF kan dengan salah satu dari kedua operand (00000 dan 00001).8.3. maka instruksi pada kontak pertama adalah LD atau LD NOT dan pada kontak berikutnya adalah OR atau OR NOT.4 Kombinasi AND dan OR instruksi Ketika instruksi AND dan OR digunakan pada suatu ladder diagram yang lengkap seperti yang terlihat pada gambar 2. dengan syarat kondisi dari kontak 00001 harus ON yaitu ketika IR 00000 atau IR 00002 bekerja.5 adalah mnemonic code dari ladder diagram pada gambar 2. Table 2. Gambar 2.

6 dibawah ini.8. Gambar 2. operand bit akan ON selama kondisi eksekusi ON dan OFF selama kondisi eksekusi OFF.Mnemonic code instruks-instruksi tersebut adalah seperti table 2.6 Mnemonic Code Instruksi Kombinasi AND dan OR Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD AND OR AND Not Instruksi Operand 00000 00001 10000 00002 10000 2.11 Ladder Diagram Instruksi OUT dan OUT Not .3.5 OUT dan OUT Not Hasil output dapat dikombinasi sacera langsung dengan kondisi yang dieksekusi sebelumnya dengan instruksi OUT dan OUT NOT. operand bit akan ON selama kondisi eksekusi OFF dan OFF selama kondisi eksekusi ON. Pada OUT NOT instruksi. Gambar 2. Dengan OUT instruksi.10 Ladder Diagram Instruksi Kombinasi AND dan OR Table 2.

11 . Ketika CPU melakukan proses scan suatu program. Output IR 10001 akan ON selama kondisi dari IR 00002 OFF.6 Instruksi END Instruksi terakhir yang dibutuhkan untuk menyempurnakan suatu program adalah instruksi END. Tabel 2.7 menunjukkan mnemonic code dari ladder diagram pada gambar 2.8.8.7 Mnemonic Code Instruksi OUT dan OUT Not Alamat 00000 00001 00002 Alamat 00003 00004 00005 Instruksi LD OR AND Instruksi OUT LD OUT Not Operand 00000 10000 00001 Operand 10000 00002 10001 2.12 Ladder Diagram Instruksi END .12 dibawah ini Gambar 2. instruksi END tidak membutuhkan operand maupun kondisi yang ditempatkan pada garis instruksi seperti terlihat pada gambar 2.3. CPU menjalankan seluruh program hingga instruksi END pertama sebelum kembali ke awal program untuk memulai eksekusi lagi.Tabel 2. IR 10000 akan ON selama IR 00000 ON dan IR 00001 ON. Instruksi END dapat ditempatkan pada beberapa point di dalam program Instruksi yang menunjukan instruksi END dalam Mnemonic code yang fungsi code (01) yang ditunjukan oleh table 2. dan sebaliknya akan OFF jika IR 00002 ON.

Blok logika adalah suatu group instruksi yang mempunyai hubungan secara logika dalam suatu ladder diagram dan membutuhkan blok logika instruksi berhubungan dengan instruksi atau blok logika yang lain.Tabel 2.9 menunjukan mnemonic code dari ladder diagram.8 Mnemonic Code Instruksi END Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 Instruksi LD OR AND OUT LD OUT Not END (01) Operand 00000 10000 00001 10000 00002 10001 2.13 dimana logic bloc a dan blok b dihubungkan dengan instruksi AND LOAD.8.7 AND LOAD dan OR LOAD Jika ada dua atau lebih logic blok yang terhubung seri atau pararel maka blok logika tersebut dapat dihubungkan dengan AND LOAD untuk hubungan seri dan OR LOAD untuk hunungan pararel.13 Ladder Diagram Instruksi AND LOAD Table 2. gambar 2.3. . Gambar 2.

. # (data BCD).3. bawah ini gambar yang menunjukan pengesetan timer. LR.9 Mnemonic Code AND LOAD Alamat 00000 00001 00002 Alamat 00003 00004 00005 Instruksi LD OR LD Instruksi OR NOT AND NOT Instruksi Operand 00000 00001 00002 Operand 00003 2. HR (holding relay). SR (Spesial Relay).8 Timer Instruksi TIM (timer) dapat digunakan sebagai pewaktu delay ON juga sebagai rangkaian relay. AR.9 detik. AR (Auxilary Relay).8.14 diberikan contoh dalam penggunaan timer untuk delay ON. Sebenarnya instruksi TIM adalah instruksi pengurangan dari pewaktu yang membutuhkan nomor dari timer mulai nol hingga nomor terakhir ditentukan sesuai dengan tipe PLC dan nilai set (SV) yang berkisar dari 0000 sampai 9999 atau jika dikonversikan ke dalam detik dibagi 10 sehingga dapat membentuk timer 0 sampai dengan 999. HR. Pada gambar 2. SR.Tabel 2. DM. Gambar 2.14 Simbol Timer N : nomor timer # 000 hingga 127 SV : Set Value (word atau BCD #0 s/d 9999) IR. DM (data memory). LR (1 relay). # SV dapat diletakkan di IR (Internal Relay).

16. Setelah 10 detik output dari timer akan ON sampai penekanan tombol input 00000 dilepas atau input 00001 ditekan ( input 00001 adalah Normally Close sehingga saat ditekan hubungan ke timer OFF) yang berakibat output timer OFF.15 diatas. Kode mnemonik dan timing diagram ditunjukkan pada tabel 2. apabila input 0000 ditekan maka relay akan mulai mengurangi dari SV yang diberikan (dalam hal ini #0100 artinya 10 detik).Gambar 2. Tabel 2.15 Ladder Diagram Timer Dari gambar 2.10 Mnemonic Code Pemakaian Timer Alamat 00000 00001 0002 00003 00004 00005 00006 Instruksi LD AND NOT TIM LD OUT LD NOT OUT Operand 00000 00001 000 #0100 TIM 000 01000 TIM 000 01001 .10 dan gambar 2.

dan nilai set (SV).3. DM.Gambar 2.16 Timing Diagram Rangkaian Timer 2.16 contoh dari rangkaian counter dan tabel 2.8.18 . AR.11 merupakan mnemonic dari ladder gambar 2. Gambar 2. Input reset (R). Counter harus diprogram dengan input hitung (CP). HR. Nilai set ini dapat berkisar dari 0000 sampai 9999.9 Counter Simbol dari counter adalah pada gambar 2. CNT (Counter adalah sebuah penurunan yang diset awal. LR. Penurunan satu hitungan setiap kali saat sebuah sinyal input berubah dari OFF ke ON.17 Simbol Counter N : nomor counter # 0 – 127 SV : Set Value (word BCD) IR. angka counter (N). yang perlu jadi perhatian adalah untuk angka counter tidak boleh sama dengan angka timer karena keduanya terbagi dalam memory PLC. #.17 dibawah ini. SR. Gambar 2.

18 Ladder Diagram Rangkaian Counter Tabel 2.Gambar 2.11 Mnemonic Code Rangkaian Counter Alamat 00000 00001 0002 00003 00004 00005 Instruksi LD LD CNT LD OUT END (01) Operand 00000 00002 001 #0010 CNT 001 01002 .

Pembuatan perangkat keras diawali dari pembuatan box panel. perancangan program pada PLC. dipelajari dan dimengerti betul urutan kerja (sequence) sistem tersebut.1 Umum Pada bab ini akan dibahas tentang perencanaan sistem yang terdiri dari sistem blok diagram. Pada perancangan software.BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN HARDWARE 3. berikutnya melakukan perancangan pada perangkat lunak (software). dan disesuaikan dengan I/O yang telah dibuat. Setelah itu dibuat rangkaian kontrol. Setelah semua peralatan dirakit. Push button. dan lain-lain. dan perencanaan pembuatan hardware. Dimana pada box panel terdapat kontaktor magnetik. dibuat daftar semua input dan output terhadap I/O point dari PLC. MCB. setelah sudah benar barulah melakukan testing program lagi. . selanjutnya merakit semua peralatan yang tersedia ke dalam box panel. Dari hasil perencanaan dan perancangan dilakukan realisasi/pembuatan perangkat keras. apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan. Pada perancangan sistem ini PLC dihubungkan dengan rangkaian utama yang berada pada box panel. dan di coba bagian per bagian dan diyakini tidak ada kesalahan barulah menggabungkan antara PLC dengan I/O dari peralatan. lampu indikator. diagram ladder. dan memeriksa program jika ada kesalahan. timer. setelah dibuat. Jika program sudah benar lalu disimulasikan. Kemudian membuat mnemonic code. Jika simulasi sudah benar barulah semua peralatan I/O dihubungkan ke terminal PLC. Setelah perancangan sistem selesai. Kemudian memeriksa kembali hubungan kabel dari peralatan I/O ke PLC.

3.2 Diagram Blok Sistem

Gambar 3.1 Sistem Blok Diagram Keterangan : 1. Sumber AC 3phasa sumber listrik dari PLN 380V yang digunakan untuk mensupply motor induksi 3phasa. 2. Kontaktor. Kontaktor berfungsi sebagai kontrol on/off. Kontaktor akan bekerja bila mendapat supply tegangan yang dihubungkan dengan kontak-kontak output dari PLC. Kontaktor yang digunakan adalah Fuji ElectrikMagnetic Contactor. Dengan Type : SC – 1H (26) AC = 1 Th = 50A 200-240 380-440 500-560 600-660 V JEM LR BV AC 3-1-0-0 5.5 11 11 - kW NK : 84T421 AC 4 4.5 7.5 7.5 - kW I EC VDE AC 3 7.5 15 15 11 kW BS 27 30 24 13 A

Gambar 3.2 Magnetic kontaktor 3. Motor. Motor yang digunakan 3phase dengan type MEA ASMOT No 4504707 0.7 Kw / 1.0 HP Ỳ / ∆ 380 / 220 V ISOL. F COS ф 0.79 IEC 4-1 000000 x O 321836046 – 96 / 03 pada tugas akhir ini adalah motor 3 4A P80-4 IP 54B3 SI 50 Hz 1380 / min 2.0 / 3.45 A

Gambar 3.3 konstruksi Motor

4.

Timer Disini timer yang digunakan adalah Timing – Relay. Dimana fungsi dari timer pada tugas akhir ini adalah sebagai penunda waktu pada putaran star ke putaran delta, dan penunda waktu dari motor 1 ke motor 2 atau sebaliknya.

Gambar 3.4 Timing – Relay 5. Programabble Logic Control ( PLC ) PLC yang digunakan adalah PLC Mitsubishi Model F2 – 20 MR SER. No D4 30 84 AC 100V / 110V - 200V / 220V 50 / 60 Hz 20 VA 1H DC 24V, 7 mA OUT DC 30V / AC 250V 2A max (cos ф = 1) Pada PLC ini mempunyai 10 input dan 8 output. a. Input Peralatan input meliputi input dari luar PLC yang pada umumnya dialamatkan pada alamat X 400 sampai X 410. Tapi pada tugas akhir ini inputan yang digunakan hanya 10 inputan saja. Input 1 – 10 digunakan sebagai saklar saja. b. Output Peralatan output meliputi hasil output dialamatkan pada M 100 – M 107. semua output digunakan sebagai kontrol on/off pada motor. Sesuai dengan program yang dibuat maka fungsi dari output akan menggerakkan peralatan sebagai berikut : Output 1 untuk mengontrol kontaktor 1 dan timer 2.. Output 2 untuk mengontrol kontaktor 2

untuk mengontrol kontaktor 5 dan timer 4.Output 3 Output 4 Output 5 Output 6 Output 7 Output 8 untuk mengontrol kontaktor 3. untuk mengontrol kontaktor 6. untuk mengontrol kontaktor 8 dan timer 3. Rangkaian ini digunakan untuk merakit atau melakukan instalasi pada box panel yang disediakan. Gambar 3.3 Rangkaian Kontrol Pertama kali yang harus dilakukan adalah mendesain rangkaian kontrol. Gambar 3. untuk mengontrol kontaktor 4 dan timer 1.5 PLC 3.6 Rangkaian Kontrol . untuk mengontrol kontaktor 7.

3. Dimana rangkaian daya ini digunakan untuk menentukan hubungan bintang atau hubungan segitiga. Setelah digambar dan diperiksa kebenarannya maka dapat langsung dirakit pada box panel. . selanjutnya kita mendesain untuk rangkaian daya. Gambar 3.7 Rangkaian Daya 3.5 Rangkaian Sekuensial.4 Rangkaian Daya Setelah melakukan proses instalasi rangkaian kontrol pada box panel. Rangkaian sekuensial atau biasa di sebut diagram ladder digunakan untuk memudahkan dalam menulis dan memasukkan program pada PLC. Ladder diagram terdiri dari suatu garis memanjang ke bawah dari kiri dengan cabang-cabangnya menuju arah kanan.

8 Rangkaian Sekuensial .Gambar 3.

Mnemonic code pada tugas akhir ini dapat dilihat pada tabel 3.1 Tabel 3.6 Mnemonic Code Setelah membuat rangkaian sekuensial atau diagram ladder dari suatu program selanjutnya yaitu menyusun mnemonic code.1 Program Kode Mnemonik RUN 1 STEP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 INSTRUCTION LD OR OR ANI ANI ANI OUT OUT OUT K LD ANI ANI OUT OUT LDI AND OUT OUT LD OR ANI ANI OUT K OUT OUT OPERAND X400 M100 T52 X401 M103 M104 M100 Y430 T51 5 M100 M102 T51 M101 Y431 M101 T51 M102 Y432 X402 M103 X403 M104 T50 5 M103 Y433 2 3 4 .3. Mnemonic code adalah program yang dapat dibaca oleh PLC.

RUN 5 STEP 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 INSTRUCTION LD OR OR ANI ANI ANI OUT OUT OUT OUT LD ANI ANI OUT OUT LDI AND OUT OUT LD OR ANI ANI OUT K OUT OUT OPERAND X404 T50 M104 X405 M107 M100 M104 Y434 T53 K5 M104 M106 T53 M105 Y435 M105 T53 M106 Y436 X406 M107 X407 M100 T52 5 M107 Y437 6 7 8 .

Pada rangkaian ini digunakan untuk membalik putaran motor.2 Program Kode Mnemonik RUN 1 STEP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 INSTRUCTION LD OR ANI ANI OUT LD OR ANI OUT OPERAND X400 M100 X401 M101 M100 X402 M101 X403 M101 2. Berikut adalah gambar rangkaian kontrol untuk membalik putaran. .9 rangkaian kontrol pembalik motor Tabel 3. Untuk membalik putaran motor kita hanya membalik polaritasnya saja.3.7 Rangkaian Pembalik Putaran. Dalam hal ini untuk membalik putaran motor kita membuat simulasinya dengan menggunakan motor DC. Gambar 3.

8 Hasil Rancangan dan Pembuatan Hardware Gambar 3.RUN STEP 10 11 12 13 14 15 16 17 INSTRUCTION OUT K LD OUT OUT LD OUT OUT OPERAND T50 3 M100 Y430 Y431 T50 Y432 Y433 3 4. 3.10 Tampilan Box Panel .

11 PLC yang telah di pasang inputan .Gambar 3.

2 Pengujian Rangkaian Kontrol Pada pengujian terhadap rangkaian kontrol peralatan-peralatan antara lain : 1. Hal ini berguna untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi dan dari langkah ini dapat diketahui kondisi peralatan yang direncanakan sudah dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang dikehendaki atau tidak.5. 4. 3. Lampu indikator sebanyak 3 buah. Pengujian rangkaian sekuensial dan Pengujian Program pada mnemonic code. diperlukan Persiapan dan Pengujian : 1. Kabel NYM 1. Siapkan semua peralatan yang diperlukan. 2. Pengujian rangkaian kontrol. Perbandingan antara arus start hubungan bintang dengan arus start hubungan segitiga. Kita dapat melakukan pengujian dengan menekan tombol push button atau switch 1 . 3. 4. 4. .BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM 4. 5. Setelah dirangkai dan di yakini kebenarannya barulah kita melakukan pengujian terhadap rangkaian kontrol. 3.1. Timer sebanyak 4 buah. 5. 4. Pengujian rangkaian pembalik putaran. 2. Pengujian rangkaian daya. 2.switch 8 .5mm sepanjang 30m. Pengujian yang dilakukan pada bab ini antara lain : 1. Pendahuluan Setelah melakukan perencanaan dan perancangan peralatan selanjutnya perlu dilakukan pengujian dan pengukuran terhadap peralatan yang direncanakan. Kontaktor magnetik sebanyak 8 buah. Push Button sebanyak 8 buah. Buatlah Instalasi rangkaian kontrol seperti gambar 3.

4. kontaktor 6 dan timer 4 (pada timer 4 diset 5 detik) bekerja. Lampu indikator 2 menyala. yang bekerja kontaktor 1. yang bekerja kontaktor 1. (pada timer 1 diset 5 detik) • Setelah interval 5 detik maka kontaktor 5. kontaktor 3 dan timer 2 yang bekerja maka secara otomatis semua kontaktor yang semula bekerja akan mati. Lampu indikator 3 menyala. kontaktor 3 dan timer 2 yang awalnya bekerja menjadi mati. • Setelah interval 5 detik secara otomatis kontaktor 2 akan mati. Setelah dilakukan pengujian terhadap rangkaian kontrol. • Jika switch 7 ditekan pada saat kontaktor 5 dan kontaktor 6 bekerja maka semua kontaktor yang bekerja akan mati dan timer 3 akan bekerja (timer 3 diset 5 detik). • Setelah interval 8 detik kontaktor 6 akan mati dan kontaktor yang menyala kontaktor 5 dan kontaktor 6. untuk mematikan tekan switch 2. kontaktor 2 dan timer 2 bekerja (Pada timer 2 diset 5 detik). Untuk mematikan tekan switch 6. • Setelah interval 8 detik kontaktor 6 akan mati dan yang menyala kontaktor 5 dan 7. sekarang kita akan melakukan pengujian terhadap rangkaian daya. kontaktor 3 dan timer 2. .3 Pengujian Rangkaian Daya. • Jika switch 3 ditekan pada saat kontaktor 1.Dari langkah – langkah persiapan dan pengujian diatas dapat dilihat hasil dari instalasi rangkaian kontrol sudah sesuai dengan yang diinginkan yaitu : • Jika switch 1 ditekan maka kontaktor 1. • Setelah interval 5 detik secara otomatis kontaktor 2 akan mati. • Jika swich 5 ditekan kontaktor 5. Lampu Indikator 1 juga menyala. • Jika switch 6 ditekan maka semua kontaktor yang semula bekerja menjadi mati. dan timer 1 bekerja. Lampu indikator 1 juga menyala. kontaktor 6 dan timer 4 akan bekerja. • Setelah interval 5 detik maka kontaktor 1. kontaktor 3 dan timer 2. kontaktor 2 dan timer 2 akan bekerja. • Jika switch 2 ditekan maka kontaktor 1.

Dari langkah – langkah persiapan dan pengujian diatas dapat dilihat hasil dari instalasi rangkaian daya yaitu : • Apabila kontaktor 1 aktif motor 1 akan menyala. Buatlah instalasi pada rangkaian daya seperti pada gambar 3. 3. Karena yang digunakan hanya salah satu motor saja dan satunya sebagai cadangan apabila motor satunya mengalami gangguan. itu menunjukan hubungan segitiga atau delta. Motor 1 akan menyala dan berputar dalam hubungan bintang. itu menunjukan hubungan segitiga atau delta. itu menunjukan hubungan bintang atau star.Peralatan yang dibutuhkan antara lain : 1. Motor induksi 3phasa sebanyak 2 buah. Siapkan semua peralatan yang diperlukan. Pengujian dilakukan dengan cara menjalankan motornya. • Apabila kontaktor 4 aktif motor 2 akan menyala. Kontaktor magnetik sebanyak 6 buah 2. Kabel 3 warna sebanyak 15 meter. • Apabila kontaktor 1 dan kontaktor 3 aktif. • Apabila kontaktor 4 dan kontaktor 6 aktif. 2. • Motor 1 dan motor 2 tidak bisa berputar pada saat yang bersamaan. 4. • Untuk menjalankan dari motor 1 ke motor 2 harus mempunyai delay waktu sekitar 5 detik.6. • Apabila kontakor 1 dan kontaktor 2 aktif. . Motor 1 akan menyala dan berputar dalam hubungan segitiga. itu menunjukan hubungan bintang atau star. 3. Persiapan dan pengujian : 1. Motor 2 akan menyala dan berputar dalam hubungan bintang. • Apabila kontakor 4 dan kontaktor 5 aktif. Setelah dirangkai dan di yakini kebenarannya barulah dilakukan pengujian. Motor 2 akan menyala dan berputar dalam hubungan segitiga.

Buat atau gambarlah terlebih dahulu rangkaian sekuensial 2. Alamat LD X 400 berfungsi untuk menyalakan motor 1.4 Pengujian Rangkaian Sekuensial dan Program Mnemonic Code pada PLC Rangkaian sekuensial digunakan untuk menentukan dalam pembuatan program-program dari PLC. Peralatan yang digunakan antara lain : 1. 2. Persiapan dan pengujian : 1. Saklar tekan sebanyak 8 buah. Setelah gambar dibuat diperiksa dan diyakini kebenarannya buat kode mnemonicnya. Buatlah program mnemonic code dari tabel 3.4. • Alamat ANI M 103 adalah keterangan dari normally close kontaktor 4.7. Alamat OR M 100 digunakan sebagai pengunci pada kontaktor 1 • Alamat OR T 52 adalah keterangan dari normally open Timer 3. 3. 3.1 4. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 3. • Alamat OR M 100 adalah keterangan dari normally open kontaktor 1. Saklar geser sebanyak 1 buah. prinsip kerja dari rangkaian sekuensial ini hampir sama seperti rangkaian kontrol. Buatlah inputan dari PLC dengan menggunakan saklar tekan. Alamat OR T 52 digunakan sebagai pengunci pada kontaktor 1. • Alamat ANI X 401 adalah keterangan dari switch 2 yang menunjukkan normally close. Alamat ANI X 402 berfungsi untuk mematikan motor 1. PLC 1 buah. alamat ANI M 103 berfungsi untuk mematikan kontaktor 1 apabila kontaktor 4 aktif. Setelah peralatan disiapkan kemudian di dilakukan pengujian terhadap rangkaian sekuensial dan program mnemonic code hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut : 1. Untuk Program Mnemonicnya : • Alamat LD X 400 adalah keterangan dari switch 1 yang menunjukkan normally open. .

Alamat K 05 adalah delay dari timer 2. Alamat AND T 51 berfungsi untuk mengaktifkan kontaktor 3 jika delay dari timer 2 telah aktif. Alamat LD X 402 adalah keterangan dari normally open kontaktor 3.• • • • • • • • • • • • • • • Alamat ANI M 104 adalah keterangan dari normally close kontaktor 4. kontaktor 1 akan aktif jika coil dari kontaktor 1 diberi tegangan. Alamat OUT T 51 adalah keterangan dari coil timer 2. Alamat OUT Y 431 adalah outputan dari PLC yang terhubung dengan kontaktor 2. Alamat LD X 402 . alamat LD M 100 berfungsi untuk mengaktifkan kontaktor 2 dan timer 2. Alamat OUT Y 430 adalah outputan dari PLC yang terhubung dengan kontaktor 1. alamat ANI M 104 berfungsi untuk mematikan kontaktor 1 apabila kontaktor 5 aktif. timer 2 akan aktif jika diberi tegangan. Alamat OUT Y 432 adalah outputan dari PLC yang terhubung dengan kontaktor 3. Alamat OUT M 101 adalah keterangan dari coil kontaktor 2. Alamat ANI M 102 adalah keterangan dari normally close kontaktor 3. Alamat ANI T 51 berfungsi untuk mematikan kontaktor 3 jika delay timer 2 telah aktif. Alamat OUT M 102 adalah keterangan dari coil kontaktor 3. Alamat LDI M 101 adalah keterangan dari normally close kontaktor 2. Alamat LD M 100 adalah keterangan dari normally open kontaktor 1. Alamat ANI T 51 adalah keterangan dari normally close timer 2. Alamat AND T 51 adalah keterangan dari normally open timer 2. Alamat ANI M 102 berfungsi untuk mematikan kontaktor 2 jika kontaktor 3 aktif. Alamat LDI M 101 berfungsi untuk mematikan kontaktor 3 jika kontaktor 2 aktif. Alamat OUT M 100 adalah keterangan dari coil kontaktor 1. kontaktor 3 akan aktif jika coil dari kontaktor 3 diberi tegangan. kontaktor 2 akan aktif jika coil dari kontaktor 2 diberi tegangan.

• • • • • • • • • • • • • • Alamat LD X 402 adalah keterangan dari switch 3 yang menunjukkan normally open. kontaktor 5 akan aktif jika coil dari kontaktor 5 diberi tegangan. Alamat ANI X 403 berfungsi untuk mematikan motor 2. Alamat OR M 104 digunakan sebagai pengunci pada kontaktor 5. Alamat ANI X 405 berfungsi untuk mematikan motor 2. alamat ANI M 100 berfungsi untuk mematikan kontaktor 5 apabila kontaktor 1 aktif. Alamat OR M 103 adalah keterangan dari normally open kontaktor 4. Alamat ANI M 104 berfungsi untuk mematikan kontaktor 4 jika kontaktor 5 bekerja. . alamat ANI M 107 berfungsi untuk mematikan kontaktor 5 apabila kontaktor 8 aktif. Alamat ANI M 107 adalah keterangan dari normally close kontaktor 8. Alamat OR M 104 adalah keterangan dari normally open kontaktor 5. Alamat OR T 50 digunakan sebagai pengunci pada kontaktor 5. Alamat LD X 402 berfungsi untuk mengaktifkan kontaktor 3 dan timer 1. Alamat OUT Y 434 adalah outputan dari PLC yang terhubung dengan kontaktor 4. Alamat ANI X 405 adalah keterangan dari switch 6 yang menunjukkan normally close. Alamat OUT M 104 adalah keterangan dari coil kontaktor 5. Alamat LD X 404 adalah keterangan dari switch 5 yang menunjukkan normally open. timer 1 akan aktif jika diberi tegangan. Alamat OR M 103 digunakan sebagai pengunci pada kontaktor 4. Alamat LD X 405 berfungsi untuk menyalakan motor 2. Alamat ANI X 403 adalah keterangan dari switch 2 yang menunjukkan normally close. Alamat OUT T 50 adalah keterangan dari coil timer 1. Alamat OR T 50 adalah keterangan dari normally open Timer 1. Alamat ANI M 100 adalah keterangan dari normally close kontaktor 1. Alamat ANI M 104 adalah keterangan dari normally close kontaktor 5. Alamat K 5 adalah delay dari timer 1.

Alamat LD M 104 adalah keterangan dari normally open kontaktor 5. Alamat K 05 adalah delay dari timer 4. Alamat OR M 107 digunakan sebagai pengunci pada kontaktor 8. Alamat OUT Y 435 adalah outputan dari PLC yang terhubung dengan kontaktor 5. Alamat LD X 406 berfungsi untuk mengaktifkan kontaktor 8 dan timer 1. Alamat OUT Y 437 adalah outputan dari PLC yang terhubung dengan kontaktor 7. Alamat LDI M 105 berfungsi untuk mematikan kontaktor 7 jika kontaktor 6 aktif. timer 4 akan aktif jika diberi tegangan. Alamat ANI T 53 adalah keterangan dari normally close timer 4. Alamat AND T 53 adalah keterangan dari normally open timer 4. alamat LD M 104 berfungsi untuk mengaktifkan kontaktor 6. Alamat ANI X 407 berfungsi untuk mematikan kontaktor 8 dan timer 3. Alamat OUT Y 436 adalah outputan dari PLC yang terhubung dengan kontaktor 6. Alamat OUT M 105 adalah keterangan dari coil kontaktor 6. Alamat ANI M 106 adalah keterangan dari normally close kontaktor 7. Alamat OR M 107 adalah keterangan dari normally open kontaktor 8. Alamat ANI M 106 berfungsi untuk mematikan kontaktor 6 jika kontaktor 7 aktif. kontaktor 6 akan aktif jika coil dari kontaktor 6 diberi tegangan.• • • • • • • • • • • • • • • Alamat OUT T 53 adalah keterangan dari coil timer 4. Alamat ANI T 53 berfungsi untuk mematikan kontaktor 6 jika delay timer 4 telah aktif. Alamat OUT M 106 adalah keterangan dari coil kontaktor 7. Alamat ANI X 407 adalah keterangan dari switch 8 yang menunjukkan normally close. . Alamat AND T 53 berfungsi untuk mengaktifkan kontaktor 7 jika delay dari timer 4 telah aktif. Alamat LD X 406 adalah keterangan dari switch 7 yang menunjukkan normally open. Alamat LDI M 105 adalah keterangan dari normally close kontaktor 6. kontaktor 7 akan aktif jika coil dari kontaktor 7 diberi tegangan.

• Lihatlah arus start pada saat itu • Jangan terlalu lama menyalakan motor. • Beri tegangan pada motor. 4. • Beri tegangan pada motor. • Alamat OUT T 52 adalah keterangan dari coil timer 3. Untuk membuktikan dengan teori bahwa arus start pada saat hubungan segitiga lebih besar daripada pada saat hubungan bintang dapat dilakukan langkah langkah seperti berikut : Peralatan yang dibutuhkan untuk membandingkan arus start dari hubungan bintang dengan hubungan segitiga antara lain : • Motor AC 3phasa 1 buah • Induksi voltage regulator 1 buah • Volt meter 1 buah • Ampere meter 1buah • Kabel secukupnya Persiapan dan pengujian : • Gambarlah rangkaian hubungan bintang dan hubungan segitiga. . • Matikan motor. kontaktor 8 akan aktif jika coil pada kontaktor 8 diberi tegangan. • Alamat K 5 adalah delay dari timer 3. • Pasang volt dan ampere meter. • Setelah itu buatlah rangkaian hubungan bintang pada motor. timer 3 akan aktif jika diberi tegangan. • Matikan motor. • Buatlah rangkaian hubungan segitiga pada motor. • Alamat OUT M 107 adalah keterangan dari coil kontaktor 8.• Alamat ANI M 100 adalah keterangan dari normally close kontaktor 1. Alamat ANI M 100 berfungsi untuk mematikan kontaktor 8 jika kontaktor 1 bekerja.5 Perbandingan antara arus hubungan bintang dengan arus pada hubungan segitiga. • Lihatlah arus start pada saat itu • Jangan terlalu lama menyalakan motor. • Pasang volt dan ampere meter.

1 Hubungan Segitiga Gambar 4.2 Hubungan Bintang Setelah semua persiapan dan pengujian terhadap hubungan bintang dan hubungan segitiga dapat dibuktikan bahwa hubungan Star – Delta dapat mengurangi arus start yang tinggi.5 Ampere . Perbedaannya dapat dilihat pada diagram berikut : Tabel 4.5 Ampere 1.1 perbandingan arus start bintang – segitiga Hubungan Segitiga Bintang I start 6.Gambar 4.

• Jika X402 ditekan maka M101 akan aktif. 4. Pada saat ini motor berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Pada saat ini motor berputar searah jarum jam.4. Dengan aktifnya M101 maka kontak NC dari M101 akan menjadi kontak NO dan M100 akan mati. Pengujian dilakukan dengan cara menjalankan motornya Hasil dari pengujian tersebut antara lain : • Pada saat X400 diaktifkan maka M100 akan aktif. PLC 1 buah. Power Supply Persiapan dan pengujian : 1. 2. Buatlah instalasi pada rangkaian kontrol seperti pada gambar 3. .9 3. Siapkan semua peralatan yang diperlukan. Dengan aktifnya M100 kontak NO M100 akan menjadi kontak NC dan output pada alamat Y430 dan Y431 akan aktif. Setelah interval 3 detik kontak NO dari T50 akan menjadi NC dan output pada alamat Y432 dan Y433 akan aktif. Motor DC 1buah 3. Selain itu T50 akan di charge selama 3 detik. • Untuk mematikan motor yang berputar searah jarum jam yaitu dengan menekan X401 • Untuk mematikan motor yang berputar berlawanan jarum jam yaitu dengan menekan X403. Setelah dirangkai dan di yakini kebenarannya barulah dilakukan pengujian. 2.6 Pengujian terhadap rangkaian pembalik putaran Setelah dirancang dan dirangkai rangkaian kontrol dari rangkaian pembalik putaran dapat diamati sebagai berikut : Peralatan yang digunakan antara lain : 1.

1. . kami dapat memberikan beberapa catatan. Pada proyek akhir ini. untuk itu demi kesempurnaan tugas akhir ini. yaitu 1. pengujian dan analisa yang telah dilakukan pada makalah ini dapat disimpulkan bahwa : 1.BAB 5 PENUTUP 5. karena masih banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna. dibuat modul kontrol otomatis antara lain . Diharapkan Proyek Akhir ini disempurnakan lagi.1 KESIMPULAN Berdasarkan hasil percobaan.5A pada hubungan segitiga.5A pada hubungan bintang dan 6. baik pada sistem dan peralatan yang kami buat. Untuk perancangan sistem kontrol yang lebih maksimal harus memperhatikan input dan output dari PLC. .Praktikum kontrol otomatis start / stop motor AC dengan hubungan Star Delta secara manual.2 Dalam perjalanan pengerjaan proyek akhir ini tentunya tidak lepas dari berbagai macam kekurangan dan kelemahan. Setelah dilakukan pengujian dan pengukuran pada hubungan bintang – segitiga dapat diketahui bahwa arus start dari hubungan bintang lebih rendah daripada hubungan segitiga. Diutamakan mempunyai input dan output yang banyak.Praktikum kontrol otomatis start / stop motor AC dengan hubungan Star Delta menggunakan PLC.Praktikum kontrol otomatis start / stop 2 motor AC secara bergantian dengan hubungan Star Delta secara manual. 5. . 2. .Praktikum kontrol otomatis start / stop motor AC secara bergantian dengan hubungan Star Delta menggunakan PLC SARAN 2.

“Electrical Power System”PENS-ITS.MT. ”Mesin Listrik II”PENS-ITS. Era Purwanto. Sutedjo. Joke Prastilastiarso.. 2005 [2] [3] [4] [5] [6] . ST.”UNESA Surabaya. MT. Puput Wanarti Rusimamto. 1988 Ir. Son Kuswandi. Bambang Suprianto. “Teknologi Instalasi Listrik” Drs. “Pelatihan PLC bagi kelompok anak medoan ayu Surabaya (KAMUS).DAFTAR PUSTAKA [1] Hisashi Shibata. Sulistyo Buwano “Automatic Control” PENS-ITS Michael Neidle. “Instalasi Listrik Industri” Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yoshiaki maeda.

PRAKTIKUM KONTROL OTOMATIS START / STOP MOTOR AC DENGAN HUBUNGAN STAR – DELTA SECARA MANUAL I. II. tegangan yang digunakan pada terminal motor dikurangi juga dengan supply pada motor melalui transformator 3 phasa atau dengan menggunakan hubungan bintang dari belitan untuk starting dan merubah menjadi hubungan delta setelah rotor mempunyai percepatan.1 Hub Bintang dan Hub Segitiga . Gambar 1. Teori Pada motor induksi dapat secara langsung dihubungkan dengan tahanan pada kumparan rotor. Mengoperasikan rangkaian starting motor star – delta secara otomatis. Kebanyakan pada motor dapat distart secara langsung. untuk lebih berhati-hati yaitu dengan mengurangi arus start. biasanya dengan jalan mengurangi tegangan. Secara umum. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa harus dapat : Menggambar rangkaian kontrol dan rangkaian daya starting hubungan star-delta. untuk mesin-mesin besar. mahasiswa harus dapat : Merangkai / membuat rangkaian motor dengan hubungan Star – Delta secara otomatis. Tujuan Instruksional Umum : Setelah praktikum selesai.LAMPIRAN 1.

Lengkapilah gambar rangkaian kontrol 1.III. Rangkaialah sesuai dengan gambar rangkaian Periksalah / laporkan pada dosen pembimbing Cobalah dengan memberi sumber tegangan.2 dan gambar rangkaian daya 1. Langkah Percobaan Periksa dan catat spesifikasi dari motor induksi 3phase yang digunakan.3 Pasang komponen – komponen pada panel. Amati hasilnya dan buatlah analisa. Pahami prinsip kerja dari saklar magnetik dan timer. Peralatan dan Bahan Kontaktor Timer Lampu indikator Tombol tekan Kabel 4 warna Motor 3phasa 3 buah 1 buah 3 buah 2 buah secukupnya 1 buah IV. Gambarlah rangkaian kontrol Gambar 1.2 Rangkaian Kontrol .

3 Gambar Rangkaian Daya .Gambarlah rangkaian daya Gambar 1.

CPU bekerja berdasarkan mikroprosesor yang bekerja menggantikan fungsi relay. timer. recorder player / tape atau disk. Gambar 2. Mengoperasikan rangkaian starting motor Star – Delta secara otomatis dengan menggunakan PLC. optional remote interconnection. input / output. Tujuan Instruksional Umum : Setelah praktikum selesai. dan sequences. timer. Sedangkan komponen lainnya adalah seperti : power supply. counter dan aritmatika untuk kontrol mesin dan proses.2. PRAKTIKUM KONTROL OTOMATIS START / STOP MOTOR AC DENGAN HUBUNGAN STAR – DELTA DENGAN MENGGUNAKAN PLC (PROGRAMABBLE LOGIC CONTROL) I. mahasiswa harus dapat : Merangkai / membuat rangkaian motor Star – Delta secara otomatis dengan menggunakan PLC. Seperti digambarkan pada blok diagram 2. dan programming device. Membuat Mnemonic Code dari diagram ladder. dan optional remote master computer. Teori Programmable Logic Control (PLC) adalah suatu peralatan elektronika digital yang dapat memprogram memori untuk menyimpan instruksi–instruksi dan melaksanakan fungsi khusus seperti logika.1 Bagian Dari PLC . sekuensial. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa harus dapat : Membuat diagram ladder dari rangkaian Star –Delta.1. II. counter. Ada tiga komponen utama yang menyusun PLC yaitu : Central Processing Unit (CPU). Karenanya programmer bisa membuat rangkaian yang menggunakan fungsi – fungsi relay diatas.

untuk lebih berhati-hati yaitu dengan mengurangi arus start.2 Hub Bintang dan Hub Segitiga II. Peralatan dan Bahan PLC Kontaktor Lampu indikator Kabel 4 warna Motor 3phasa 1 buah 3 buah 3 buah secukupnya 1 buah III. Secara umum.Pada motor induksi dapat secara langsung dihubungkan dengan tahanan pada kumparan rotor. Masukkan output dari PLC ke coil kontaktor Periksa kembali semua rangkaian. Buatlah diagram ladder dari rangkaian kontrol motor star – delta. Masukkan kode mnemonic ke dalam PLC Buatlah rangkaian dayanya ke dalam box panel. biasanya dengan jalan mengurangi tegangan. Buatlah mnemonic code dari diagram ladder tersebut. Kebanyakan pada motor dapat distart secara langsung. Amati hasilnya dan buat analisa. Jalankan motor dengan menekan inputan pada PLC. Gambar 2. untuk mesin-mesin besar. Cobalah dengan memberi tegangan dengan didampingi asistem dosen. . Langkah Percobaan Periksa dan catat spesifikasi dari PLC dan motor. tegangan yang digunakan pada terminal motor dikurangi juga dengan supply pada motor melalui transformator 3 phasa atau dengan menggunakan hubungan bintang dari belitan untuk starting dan merubah menjadi hubungan delta setelah rotor mempunyai percepatan.

4 Gambar Blok Diagram .Gambarlah rangkaian daya Gambar 2. Gambar Rangkaian Daya Gambar Blok diagram Gambar 2.3.

Star – Delta secara otomatis. mahasiswa harus dapat : Merangkai / membuat rangkaian 2 motor yang bergantian dengan menggunakan Hub.3. tegangan yang digunakan pada terminal motor dikurangi juga dengan supply pada motor melalui transformator 3 phasa atau dengan menggunakan hubungan bintang dari belitan untuk starting dan merubah menjadi hubungan delta setelah rotor mempunyai percepatan. Teori Pada motor induksi dapat secara langsung dihubungkan dengan tahanan pada kumparan rotor. Tujuan Instruksional Umum : Setelah praktikum selesai. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa harus dapat : Menggambar rangkaian kontrol dan rangkaian daya 2 motor yang bergantian dengan hubungan star-delta secara otomatis.1 Hub Bintang dan Hub Segitiga . Secara umum. untuk mesin-mesin besar. untuk lebih berhati-hati yaitu dengan mengurangi arus start. PRAKTIKUM KONTROL OTOMATIS START / STOP 2 MOTOR AC SECARA BERGANTIAN DENGAN HUBUNGAN STAR – DELTA SECARA MANUAL I. Gambar 3. Kebanyakan pada motor dapat distart secara langsung. biasanya dengan jalan mengurangi tegangan. II. Mengoperasikan rangkaian dari 2 motor yang bergantian secara otomatis.

Pahami prinsip kerja dari saklar magnetik dan timer.3 Pasang komponen – komponen pada panel.2 Gambar Rangkaian Kontrol . Rangkaialah sesuai dengan gambar rangkaian Periksalah / laporkan pada dosen pembimbing Cobalah dengan memberi sumber tegangan. Peralatan dan Bahan Kontaktor Timer Lampu indikator Tombol tekan Kabel 4 warna Motor 3phasa 8 buah 4 buah 3 buah 8 buah secukupnya 2 buah IV. Lengkapilah gambar rangkaian kontrol 3.III.2 dan gambar rangkaian daya 3. Langkah Percobaan Periksa dan catat spesifikasi dari motor induksi 3phase yang digunakan. Gambarlah rangkaian kontrol Gambar 3. Amati hasilnya dan buatlah analisa.

Gambarlah rangkaian daya Gambar 3.3 Gambar rangkaian daya .

input / output. timer. recorder player / tape atau disk. optional remote interconnection. sekuensial. . Membuat Mnemonic Code dari diagram ladder. Ada tiga komponen utama yang menyusun PLC yaitu : Central Processing Unit (CPU). dan optional remote master computer. PRAKTIKUM KONTROL OTOMATIS START / STOP 2 MOTOR AC SECARA BERGANTIAN DENGAN HUBUNGAN STAR – DELTA MENGGUNAKAN PLC (PROGRAMABBLE LOGIC CONTROL) I.1. Star – Delta secara otomatis menggunakan PLC (Programabble Logic Control) Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa harus dapat : Membuat diagram ladder dari rangkaian. mahasiswa harus dapat : Merangkai / membuat rangkaian 2 motor yang bergantian dengan Hub. dan programming device. counter. Karenanya programmer bisa membuat rangkaian yang menggunakan fungsi – fungsi relay diatas.4. CPU bekerja berdasarkan mikroprosesor yang bekerja menggantikan fungsi relay. Mengoperasikan rangkaian starting 2 motor yang bergantian dengan Hub. Tujuan Instruksional Umum : Setelah praktikum selesai. Teori Programmable Logic Control (PLC) adalah suatu peralatan elektronika digital yang dapat memprogram memori untuk menyimpan instruksi–instruksi dan melaksanakan fungsi khusus seperti logika. timer. Sedangkan komponen lainnya adalah seperti : power supply. dan sequences. Star – Delta secara otomatis menggunakan PLC II. counter dan aritmatika untuk kontrol mesin dan proses. Seperti digambarkan pada blok diagram 4.

biasanya dengan jalan mengurangi tegangan. untuk mesin-mesin besar.1 Bagian Dari PLC Pada motor induksi dapat secara langsung dihubungkan dengan tahanan pada kumparan rotor.Gambar 4. Kebanyakan pada motor dapat distart secara langsung. Secara umum. Gambar 4. Peralatan dan Bahan PLC Kontaktor Lampu indikator Kabel 4 warna Motor 3phasa 1 buah 3 buah 3 buah secukupnya 1 buah .2 Hub Bintang dan Hub Segitiga II. untuk lebih berhati-hati yaitu dengan mengurangi arus start. tegangan yang digunakan pada terminal motor dikurangi juga dengan supply pada motor melalui transformator 3 phasa atau dengan menggunakan hubungan bintang dari belitan untuk starting dan merubah menjadi hubungan delta setelah rotor mempunyai percepatan.

Cobalah dengan memberi tegangan dengan didampingi asistem dosen.III. Masukkan output dari PLC ke coil kontaktor Periksa kembali semua rangkaian. Langkah Percobaan Periksa dan catat spesifikasi dari PLC dan motor. Amati hasilnya dan buat analisa. Gambarlah rangkaian daya Gambar 4. Masukkan kode mnemonic ke dalam PLC Buatlah rangkaian dayanya ke dalam box panel. Jalankan motor dengan menekan inputan pada PLC. Buatlah diagram ladder dari rangkaian kontrol motor star – delta.3 Gambar Rangkaian Daya . Buatlah mnemonic code dari diagram ladder tersebut.

Gambar Blok diagram Gambar 4.4 Gambar Blok diagram .

pada tanggal 23 Februari 1985.Jurusan Tekinik Telekomunikasi. . Wisma Tengger XXI / 38 Surabaya. SLTP Negeri 26 Surabaya lulus tahun 2000. SMK Negeri 7 Surabaya lulus tahun 2003.Md. Pada tanggal 1 Agustus 2006 mengikuti Seminar Proyek Akhir sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar Ahli Madya (A.RIWAYAT HIDUP Penyusun lahir di Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Sebagai anak Pertama dari 2 bersaudara. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Ayah bernama Muchiyi dan seorang Ibu bernama Chamalah. Riwayat pendidikan formal yang pernah ditempuh: SDN Kandangan III Surabaya lulus tahun 1997.) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Saat ini Penulis bertempat tinggal di Jl. Polteknik Elektronika Negeri Surabaya .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful