PANDUAN SINGKAT BAGI JURNALIS

Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu
Anastasia S. Wibawa Elections Program Manager
The National Democratic Institute for International Affairs J1. Teuku Cik Ditiro 37A Pav Menteng Jakarta 10310 Indonesia

NDI adalah organisasi nirlaba yang berupaya untuk memperkuat dan menyebarluaskan demokrasi di seluruh dunia. Dengan mengandalkan jaringan global relawan yang ahli di bidangnya. NDI memberikan bantuan yang bersifat praktis kepada para pemimpin masyarakat sipil dan politik untuk memajukan nilai, praktek, dan lembaga demokrasi. NDI bekerja bersama para demokrat di setiap belahan dunia untuk membangun organisasi politik dan masyarakat sipil. Memantau pemilu, dan meningkatkan partisipasi masyarakat, keterbukaan, dan akuntabilitas dalam pemerintahan. NDI telah bekerja di Indonesia sejak tahun 1996, saat mendukung upaya-upaya domestik untuk memantau pemilu legislatif pada bulan Mei 1997. NDI juga melibatkan berbagai partai politik dan organisasi pemantau pemilu domestik dalam persiapan pemilu tahun 1999 dan 2004. Sejak saat itu, NDI telah melakukan berbagai program yang melibatkan partai politik, pejabat terpilih, dan organisasi masyarakat sipil untuk membantu konsolidasi demokrasi di Indonesia. Saat ini, NDI memiliki program dengan partai politik, anggota parlemen, dan kelompok masyarakat sipil untuk mendukung terciptanya proses politik dan pemilihan umum yang transparan, akuntabel, dan inklusif di Indonesia. Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Anastasia S. Wibawa di Asoeryadinata@ndi.org Publikasi ini dimungkinkan dengan adanya dukungan yang diberikan oleh rakyat Amerika melalui the U.S. Agency for International Development (USAID). Pendapat yang dinyatakan dalam karya mi merupakan pendapat penulis dan tidak mencerminkan pandangan U.S. Agency for International Developinent/USAID atau Pemerintah Amerika Serikat maupun NDI.

Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.S. Wibawa/NDI ] - 1

DAFTAR ISI
Bab 1 Memahami Berbagai Jenis Survei Pemilu Bab 2 Quick Count dan Exit Poll Bab 3 Peraturan terkait Survei Pemilu & Quick Count Serta Peliputannya Bab 4 Kritis Meliput Hasil Survei Pemilu & Quick Count Bab 5 Teknik Menulis Hasil Survei Pemilu & Quick Count Bab 6 Berbagai Isu Lainnya

Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.S. Wibawa/NDI ] - 2

BAB I Memahami Berbagai Jenis Survei Pemilu
SURVEI PEMILU
Polling atau survei atau jajak pendapat adalah salah satu cara bagi warga negara untuk menyampaikan pendapatnya. Survei pemilu bisa jadi merupakan survei yang paling menarik dibandingkan survei opini publik lainnya. Hal ini dikarenakan intensitas survei yang cukup sering dalam waktu yang relatif singkat, dan juga tingkat perhatian publik terhadap hasil survei mi. Sebuah survei pemilu akan dapat melihat sejauh mana dukungan terhadap sebuah partai politik maupun kandidat, namun sekaligus merupakan alat untuk memahami demografi dan perilaku dan pemilih. Survei pemilu juga dapat memberikan gambaran terkait dengan pandangan pemilih isu-isu tertentu ketika masa kampanye. Pada masa pemilu, jurnalis akan dihadapkan pada berbagai survei yang menunjukkan siapa partai politik maupun kandidat yang paling diminati pemilih. Tidak jarang berbagai survei ini memiliki hasil yang berbeda-beda. Membuat sebuah survei bukanlah hal yang mudah. Untungnya, kebanyakan dari jurnalis tidak perlu untuk melakukan survei. Namun jurnalis perlu untuk mengetahui apakah survei yang Anda liput telah dilakukan dengan benar. Sampling Adalah sesuatu yang tidak mungkin dan mubazir untuk mewawancara 170 juta pemilih di Indonesia tentang bagaimana mereka akan memilih dalampemilu mendatang. Hanya dengan memperkirakan secara akurat pendapat dari pemilih secara nasional. Sampling merupakan dasar utama dan sebuah penelitian kuantitatif dan menggunakan teknik statistik. Munculnya berbagai teknologi juga memberikan alternatif bagi penyelenggara survei untuk mengumpulkan datanya. Beberapa alternatif penarikan sample dalam sebuah survei pemilu, antara lain: a. Acak menggunakan Telepon (Random Digit Dialing/ RDD) Tahap pertamanya adalah membagi secara proporsional menurut geografi sample yang dibutuhkan. Lalu kemudian memilih secara acak nomor telepon yang akan dihubungi. Jika terdapat lebih dari satu orang yang berhak untuk menjadi responden, dilakukan pemilihan secara acak lagi. Jurnalis harus menanyakan bagaimana kemudian responden terpilih karena hanya mewawancara orang yang menerima panggilan telepon tentunya tidak akan menghasilkan sample yang representatif. Keuntungan dari menggunakan RDD adalah jangkauan populasi samplenya dimana semua orang yang memiliki telepon. Kelemahannya adalah waktu yang terbuang cukup banyak karena banyaknya angka yang tidak berfungsi. b. Acak melalui Daftar Pemilih (Registration Based Sampling/ RBS) Memilih responden berdasarkan daftar pemilih. Keuntungan dari metode ini adalah karena target responden yang lebih jelas. Kerugian dari teknik ini adalah seringkali responden yang terpilih sulit untuk dihubungi telah pindah.

Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.S. Wibawa/NDI ] - 3

c. Responden Memilih Dirinya Sendiri (Self-selected Sample/ SSS) Responden memilih dirinya sendiri untuk menjadi berpartisipasi dalam survei, sehingga jawabannya tidak merepresentasikan populasi yang lebih besar. Karakterisitik orang yang mau terlibat dalam survei ini bisa jadi berbeda dengan orang yang tidak tertarik untuk ikut terlibat, sehingga akan menimbulkan bias. Meskipun terkadang ada hasil dan survei seperti ini yang akurat, namun sangat sulit untuk mengevaluasi apakah survei ini akurat karena faktor keberuntungan ataupun keberhasilan mendapat informasi yang merepresentasikan populasi mereka. Salah satu vanasi dad kategoni ii adalah orang yang berpartisipasi dalam survei internet. Terdapat empat model pengumpulan data dalam survei pemilu: 1. Wawancara tatap muka. Metode ini yang paling banyak yang digunakan oleh penyelenggara survey di Indonesia. Dalam metode ini, pewawancara menanyakan beberapa pertanyaan dan menuliskan jawabannya dalam sebuah kuesioner. Keuntungan dari cara ini adalah pertanyaan ditanyakan sama kepada semua responden dan pewawancara dapat mengklarifikasi pertanyaan dari responden. Kelemahan dari model ini adalah biaya yang mahal. 2. Telepon/ Percakapan Interaktif. Reponden dihubungi melalui telepon dan ditanyakan serangkaian pertanyaan yang dijawab melalui suara ataupun dengan memencet nomor yang ada di gagang telepon. Keuntungan utama dari model ini adalah biaya yang relative murah. Namun kelemahannya adalah bisa jadi teknik pemilihan respondennya tidak secara acak. 3. Internet survei. Survei model ini diisi sendiri oleh responden melalui kuesioner yang dikirim melalui internet. Biasanya peserta dan survei ini memilih dirinya sendiri untuk berpartisipasi dalam survei. Namun bisa juga awalnya semuanya dipilih secara acak, namun kemudian tergantung responden siapa yang kemudian merespon. Kelebihan dari model ini biaya yang relaatif murah. Kelemahannya adalah tidak merepresentasikan keseluruhan populasi 4. Survei melalui pos/ surat. Karena daftar pemilih biasanya mencantumkan alamat pemilih, beberapa penyelenggara survei mengirimkan kuesioner ke alamat respondennya. Dengan biaya yang relatif lebih murah daripada melalui telepon, namun responnya cenderung lebih lambat. Siapa yang hendaknya menjadi target responden? Yang seringkali kemudian menjadi tantangan dalam pemilihan responden dalam survei pra pemilu adalah bagaimana mengidentifikasi responden yang benar-benar akan memilih dalam pemilu nanti. Orang yang benar-benar menggunakan hak pilihnya (tingkat partisipasi) baru akan diketahui setelah pemilu, dan angka ini biasanya lebih rendah daripada tingkat partisipasi dalam survei.

Partisipasi Pemilih pada Pilkada di Indonesia

Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.S. Wibawa/NDI ] - 4

ras. jika misalnya diketahui bahwa ketertarikan pada pemilu lebih tinggi pada tahun 2008. baik karena respon yang ada maupun alasan ketidakterlibatan lainnya (non respon terjadi ketika orang menolak untuk ikut dalam survei atau sulit dibuat komunikasi ketika periode pengumpulan data.S. Pembobotan dapat dilakukan untuk memastikan bahwa sample yang dipilih merepresentasikan populasinya. Misalnya dengan melihat sejarah tingkat partisipasi dalam pemilu sebelumnya. maupun populasi dan beberapa daerah. Kebanyakan ada yang mencoba rnelalui pertanyaan terkait dengan intensi untuk memilih termasuk mengukur keterlibatan mereka (apakah Anda mengikuti berita-berita pemilu) maupun perilaku mereka (apakah mereka memilih pada pemilu sebelumnya).Bagaimana kemudian mengidentifikasi likely voters ini? Tidak ada satu pertanyaan yang secara tepat dapat mengindentifikasikan 100% akurasi.5 . jenis kelamin. Tapi dengan rnenggunakan data BPS. Wibawa/NDI ] . kita dapat mengetahui dengan pasti misalnya berapa komposisi berdasarkan usia. Sementara alasan lainnya misalnya orang tidak dimungkinkan untuk dilibatkan dalam survei — sebuah internet survei misalnya akan rnengesampingkan rumah tangga yang tidak memiliki komputer). Survei yang terbaik sekalipun biasanya tidak dapat mewawancarai sampel yang sempurna. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Isu kedua yang dapat mengidentifikasikan likely voters adalah dengan memperkirakan tingkat tersebut. Pembobotan Pembobotan adalah kegiatan hal penting dan seringkali dilakukan dalam penelitian survei.

meski tidak semuanya.S.6 . jenis kelamin. Kita tidak dapat rnengetahui berapa banyak suku tertentu. Sehingga pembobotan berdasarkan partai politik. Komposisi yang berbeda tentunya akan menghasilkan perkiraan persaingan antar partai. tapi angka ini tidak dapat diketahui dengan pasti hingga Hari Pemilu. Biasanya lebih dikenal juga dengan kampanye negatif. Push polling ini rnenggunakan sistem telemarketing yang mengandalkan propaganda dan penyebaran rumor. Pemilih di California Selatan dilaporkan ditanva.Cain. sebuah push polling akan menanyakan responden untuk mengurutkan kandidat atau partai politik atas dukungannya terhadap aborsi agar membuat pemilih memilikirkan isu tersebut. Berbagai bentuk push polling Bentuk yang paling sederhana dari push polling adalah polling yang digunakan untuk mengingatkan pemilih pada isu-isu tertentu. Hal ini dikarenakan pilihan terhadap partai bukanlah sebuah atribut yang melekat selamanya pada responden. Saat itu George W. Namun sebagian besar pollster. pekerjaan. jenis kelarnin. hanya terdiri dari beberapa pertanyaan. Bush dituduh berkampanye dengan menggunakan push polling untuk mengguncang kampanye Senator John Mc. yang tidak mengandalkan data/ bukti. Banyak push polling merupakan serangan negatif terhadap kandidat lainnya. Masukin contoh soal tingkat partisipasi dibandingkan antara prediksi dengan kenyataannya. seperti layaknya upaya pemasaran. sejumlah besar responden dihubungi. Tapi tidak ada yang dapat mengetahui dengan pasti. Dalam sebuah push polling. Misalnya. sehingga dapat mendapatkan responden sebanyak mungkin. PUSH POLLING Sebuah push polling adalah sebuah teknik kampanye dimana seorang individu maupun organisasi berusaha untuk mempengaruhi pandangan respondennya dengan mengatasnamakan melakukan sebuab polling. maupun umur. tidak seperti etnis. berpendapat bahwa tidak perlu membobot berdasarkan partainya. pendidikan ataupun golongan lainnya akan pergi ke TPS dan menggunakan suaranya. siapa yang akan muncul dalam hari Pernilu. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Ada yang kemudian berpendapat bahwa push polling bahkan tidak dapat dikategorikan sebagai polling. Wibawa/NDI ] . lebih kuat jika dibandingkan dengan latar belakang pendidikan. kita dapat rnengetahui karakteristik dan penduduk. sehingga jawaban responden atas hasil ini pun terus berubah seiring perubahan waktu. Polling yang sebenarnya akan menggunakan sample yang sedikit namun representatif. Salah satu contoh political push poil dalam pemilu AS tahun 2000. Sehingga dilema yang dihadapi oleh penyelenggara pemilu adalah seberapa besar angka yang harus dibobot? Apakah hasil survei harus dibobot agar merefleksikan komposisi perolehan partai politik? Para ahli mengatakan bahwa afiliasi responden dengan partai politik merupakan indicator penting untuk memprediksi suara. namun hanya sedikit dan sangat minimum upaya dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisa respon yang diterima. sementara push poling biasanya sangat besar. Yang membedakan antara push polling sebagai taktik dan polling yang menggunakan informasi adalah sampel size.Bagaimana membobot likely voter? Dengan menggunakan data sensus. justru dapat jadi membahayakan karena mengambil asumsi atas sesuatu yang belum pasti. Selain itu push polling biasanya sangat singkat. dan lain sebagainya.

Keuntungan utama dan menggunakan push polling adalah dia merupakan cara yang efektif untuk memojokkan lawan namun dapat menghindari tanggung jawab langsunng atas informasi salah yang diberikan. namun didengar oleh ribuan pemilih. dia banyak menggalang dana dan bepergian menggunakan jet khusus yang didanai oleh perusahaan yang memiliki kepentingan dengan Komisinya. tapi sebagai ketua Senat dari komite Perdagangan. Namun dia sekaligus berisiko jika ada bukti yang kuat bahwa polling yang ada itu dipesan oleh kandidat. survei seperti ini BUKAN merupakan push polling. Banyak keluhan terkait dengan kejujuran dan netralitas dari polling ini. sehingga pertanyaannya pula banyak termasuk pertanyaan demografik.“Apakah Anda mungkin atau tidak mungkin untuk memilih John McCain sebagai presiden jika Anda mengetahui bahwa ia menjadi ayah dan anak kulit hitam?” Tuduhan yang diberikan pada pertanyaan itu sangat tidak mendasar. biasanya antara 400 hingga 1500 responden. yang merupakan survei yang sah-sah saja dilakukan oleh konsultan politik1.org/aaporsratemeiitonpushpoll Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. seberapa besar kemungkinan 1 http://www. Sebagai contoh adalah kampanye George Bush di California Selatan.wapor. dan jumlah responden yang digunakan akan masuk dalam range survei pada umumnya.S. Tim kampanye seringkali membuat sebuah survei yang mengandung informasi negatif terkait dengan lawannya.7 . WAPOR memberikan panduan untuk membedakan antara push polling dan polling intuk menguji pesan. polling digunakan untuk menggali informasi yang dalam terkait dengan pemilih. Oleh tim kampanye. Namun tidak semua survei yang menganut pertanyaan negatif merupakan push polling. Pengujian pesan berusaha untuk menilai efektivitas dan berbagai pesan kampanye atau isi iklan kampanye yang bisa saja memuat pesan negatif terkait dengan pihak lawan. Wibawa/NDI ] . polling digunakan untuk memotivasi pemilih. memiliki pertanyaan sebagai berikut: John McCain mengatakan bahwa system keuangan karnpanye banyak yang korupsi. Pengujian pesan mi biasanya menggunakan responden secara acak. Dalam survei pre-election. karena digunakan dengan alasan yang sama seperti tips marketing. Mempertimbangkan hal ini. Namun.

Anda akan memilihnya. dan sekitar 300 responden berpartisipasi dalam survei ini. Memang besaran samplenya cukup rendah jika dibandingkan dengan polling biasanya. sangat tidak mungkin? Pertanyaan sebagaimana disebut di atas merupakan bagian dan kuesioner sepanjang 20 menit.S. sangat mungkin. tidak mungkin. namun cukup menjadi standar dalam kampanye. Yang biasa dipertanyakan terkait dengan survei jenis ini adalah apakah etis sebuah partai/ kandidat melakukan ini? Apakah ‘fakta’ yang mereka ajukan benar adanya? Apakah responden diarahkan dengan tidak benar? Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Pertanyaan tersebut ada di tengah kuesioner. ragu-ragu. mungkin. Wibawa/NDI ] .8 .

Tentunya mewawancara orang yang baru saja menggunakan hak pilihnya lebih baik dibandingkan mewawancara melalui telepon. mengapa orang memilih kandidat tersebut — berdasarkan kelompok demographic dan alasan memilihnya. Exit poll juga memberikan informasi yang tidak dapat didapat dalam survei-survei pra-pemilu yaitu menangkap pilihan dad pemilih-pemilih yang baru saja memberikan putusannya. Wibawa/NDI ] . biasanya exit poll dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden dan meminta responden untuk mengisi kuesioner tersebut sendiri. sebuah sampel terhadap TPS diambil dan seorang pewawancara diturunkan untuk setiap TPS. Kecenderungan orang untuk absentee voting. Di Amerika.9 . atau memilih via post atau memilih lebih dahulu. Hasil exit poll memberikan menjelasan pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah pemilu. exit poll biasanya dilakukan dengan melakukan wawancara langsung dengan responden. misalnya. berbagai perilaku responden. Sebuah kuesioner exit poll biasanya memiliki tiga jenis data: pilihan responden. Untuk rnemperkirakan hasil sebuah pemilu dalam sebuah konstituensi. Responden dipilih dengan cara sistematik dari setiap orang yang telah menggunakan hak pilihnya. Hal ini kemudian menempatkan Demokrat sedikit di atas dibanding Republik. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Panjang kuesioner biasanya tidak terlalu panjang (kurang lebih 25 pertanyaan) dan membutuhkan waktu kurang dari 5 menit untuk menyelesaikannya. • Perubahan dalam cara orang memilih.BAB 2 Quick Count dan Exit Poll Exit Poll Exit poll dalam konteks pemilu adalah sebuah survei yang melakukan wawancara dengan responden seketika mereka keluar dan TPS. Di Amerika. Informasi terkait dengan perilaku responden dan demographic inilah yang kemudian digunakan untuk menjelaskan mengapa mereka membuat pilihan tersebut dan jenis kategoria seperti apa yang memilih masing-masing kandidat. dan demographic. pendukung Republik memiliki kecenderungan untuk menolak exit poll dibandingkan Demokrat. Banyak model dikembangkan terkait dengan exit poll ini termasuk didalamnya menggunakan sejarah pemilu seperti tingkat partisipasi dan pilihan partai politik di TPS yang dimaksud. Di Amerika. Mungkin beberapa pendukung partai memiliki kecenderungan untuk menolak ikut berpartisipasi dalam exit poll. Berbeda dengan di Indonesia.S. Menjelang TPS ditutup. sehinga pewawancara tidak mengentahui pilihan responden. Para pelaku exit poll juga mengalami beberapa tantangan antara lain: • Sample exit poll tidak merepresentasikan keseluruhan electorate sampai kemudian survei selesai dilakukan sampai pada akhir hari. Katakanlah setiap orang keempat atau kesepuluh yang telah menggunakan suaranya. Hasil dari kuesioner tersebut kemudian langsung dimasukkan dalam sebuah kotak. • Penolakan dan pemilih. hasil exit poll ini kemudian dibobot untuk kemudian merefleksikan hasil nasional. Metode ini juga bisa dilakukan untuk keperluan lainnya misalnya melakukan survei terhadap pengunjung perpustakaan atau museum. proyeksi terhadap basil pemilu sangat mengandalkan exit poll. Setiap waktu memiliki turnout yang berbeda-beda.

karena itu ia tidak sama dengan bukan opini yang diungkapkan jajak pendapat terhdap pemilih yang baru maupun ditanyakan. Apa kegunaan dari Quick Count? Penghitungan suara cepat dapat digunakan untuk: 1) Mencegah terjadinya kecurangan. QUICK COUNT Quick Count atau Penghitungan suara cepat atau juga dikenal sebagai tabulasi suara paralel (Parallel Vote Tabulation) merupakan salah satu metode yang berguna untuk memantau hari pemungutan suara. dan (2) analisis sistematis dari aspek kualitatif proses pemilu. Penghitungan suara cepat Quick count adalah prediksi hasil Pemilu tidak menanyakan pada pemilih siapa berdasarkan fakta bukan berdasarkan dan bagaimana mereka memilih. terutama jika hasil akhir memakan waktu lama dan dapat berpotensi pada iklim politik yang tidak menentu dan memicu instabilitas 4) Meningkatkan kepercayaan terhadap proses pemilu dan basil akhir Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Umum/ KPU). pada formulir khusus dan melaporkan temuannya tersebut kepada pusat pengumpulan data. waktu pemungutan. tapi data diambil saa mencoblos atau yang biasa disebut exit langsung dari TPS sehingga datanya poll. programmer. dsb.10 . untuk itu dibutuhkan publikasi yang luas dan organisasi yang kredibel & transparan 2) Meingidentifikasi terjadinya kecurangan dengan mencatat inkorisistensi antara hasil yang didapat dengan hasil akhir yang resmi 3) Memprediksi hasil penghitungan suara. Cara yang terakhir membutuhkan relawan yang relatif lebih sedikit. Pemantau mencatat informasi. kemungkinan adanya ancaman. opini. Beberapa aspek kualitatif yang diteliti antara lain: waktu pembukaan TPS. ketidakwajaran yang terjadi ketika proses pemungutan.• Biaya operasional yang tinggi. termasuk hasil penghitungan suara yang ada. keakuratan dad penghitungan akhir di TPS. Penghitungan suara cepat tidaklah sama dengan penelitian opini publik maupun exit polling. ketersediaan bahan-bahan. Wibawa/NDI ] . representasi partai politik. Penghitungan suara cepat merupakan sebuah proses pengumpulan informasi oleh ratusan bahkan ribuan relawan melalui pemantauan langsung saat pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah ditentukan.S. Melakukan pelatihan dan mengawasi ratusan pewawancara. komprehensif (data dari semua TPS) ataupun hanya di beberapa TPS yang dipilih melalui perhitungan statistik secara acak. dan dukungan lainnya dibutuhkan untuk dapat mewawancarai ratusan TPS. pun lebih dapat diptanggungjawabkan. Kebanyakan penghitungan suara cepat memiliki dua komponen: (1) pengecekan independen atas penghitungan yang dilakukan institusi resmi pemerintah (Komisi Pemilihan. Berbagai data yang diperoleh dari Penghitungan suara cepat dapat digunakan untuk landasan analisa terhadap kualitas proses pemilu secara keseluruhan dan mengidentifikasi penyimpangan yang dapat mempengaruhi hasil pemilu. Ada dua alternatif pengumpulan data.

S. untuk itu organisasi pemantau haruslah memperhitungkan margin eror yang mungkin timbul. juga perlu diperoleh untuk membantu mengevaluasi hari pemungutan suara. NAMFREL berhasil melakukan Penghitungan suara cepat secara menyeluruh di 90. penyelenggara pemilu. Untuk masing-masing laporan. pemantau biasanya menggunakan dua formulir standar dalam pemantauan. Wibawa/NDI ] . Penghitungan suara cepat berdasarkan pada pemantauan langsung di setiap TPS yang telah dipilih sebelumnya sebagai sampel secara acak. Dimana saja Quick Count telah dilakukan? Untuk pertama kalinya. NDI saat itu berkesempatan untuk Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. khususnya terhadap sistem komunikasi pemantau. namun ha-ha1 yang mungkin mempengaruhi perolehan suara. Hal ini diperlukan untuk mencegah upaya-upaya untuk mengganggu aktivitas pemantauan.000 TPS. koordinator daerah. terutama dengan melibatkan ratusan hingga ribuan relawan 7) Memperluas dan membangun kapasitas organisasi pemantau 8) Dasar bagi aktivitas ke depan. partai politik. dan masyarakat umum. Pada hari pemungutan suara. penghitungan suara cepat dilakukan pada tahun 1986 oleh National Citizens Movement for Free Election (NAMFREL). yang tidak terkait langsung dengan pemilu Bagaimana Quick Count dilaksanakan? Yang perlu dilakukan bagi organisasi atau kelompok yang hendak menyelenggarakan penghitungan suara cepat adalah membentuk tim yang kuat dan kredibel termasuk di dalamnya ribuan relawan dan ahli statistik. organisasi haruslah dipandang netral. pemantau haruslah mengirimkan hasilnya pada tiga lokasi (pusat pengumpulan data. Selain itu. secara nasional. seperti konflik akibat ketidakpastian politik. mengolah. sehingga penarikan sampel tidak dapat dimulai hingga sebuah daftar TPS yang akurat dan komprehensif tersedia. Namun unsur yang dipantau bukanlah yang berwarna anekdotal maupun impresi. Yang pertama mengandung informasi apakah prosedur telah dijalankan dengan semestinya.11 . mereka juga membutuhkan dukungan dari banyak pihak mulai dari media. menyampaikan. sebuah jaringan pemantau pemilu internasional yang bermarkas di Filipina. Biasanya penghitungan suara cepat menggunakan probabilitas sampel untuk memperoleh hasil yang dapat merepresentasikan distribusi pemilih baik secara geografis maupun keragaman pemilih. dan kedua memberikan data tentang proses penghitungan suara dan penutupan TPS. dan juga antisipasi terhadap masalah yang mungkin timbul.5) Melaporkan kualitas proses pemilu. untuk keberhasilan penghitungan suara cepat. dan jaringan cadangan di ibu kota). sebelum selama dan setelah pemilu. Aspek kualitatif dari pemilihan. dan menganalisa sejumlah besar informasi dalam waktu yang cepat dan terpercaya. Tantangan terbesar dan penghitungan suara cepat adalah mencari. Namun perlu disadari hampir mustahil untuk mendapatkan data sampel hingga 100%. Arus informasi penghitungan suara cepat tergambar dalam diagram berikut: Tahap akhir dari penghitungan suara cepat adalah pengumuman hasil penghitungan suara cepat. Untuk itu sejumlah pernyataan dan konferensi pers harus dilaksanakan. melalui data kualitatif yang diperoleh 6) Mendorong partisipasi masyarakat. Untuk itu. Unit analisis dalam penghitungan suara cepat adalah TPS.

Namun meskipun demikian. dan dapat dipercaya. Di satu sisi menggunakan kelurahan sebagai unit sampel lebih pasti karena datanya dapat diperoleh jauh-jauh hari di Badan Pusat Statistik (BPS) dan lebih jelas lokasinya. Malawi. Montenegro.12 . Committee for Free Elections (CEL) dengan bantuan NDI menyelenggarakan penghitungan suara cepat yang berhasil meramalkan kekalahan Pinochet sehingga menghindari terjadinya kecurangan oleh rezim tersebut. akurat. Kroasia (GONG). praktis. Termasuk cli dalamnya Albania. penghitungan suara cepat dengan perhitungan statistik adalah yang paling cepat. banyak yang memprediksikan bahwa Pasukan Gabungan Oposisi (LJDF) akan memperoleh kemenangan atas Partai Sosialis. Peru. Belarusia. Georgia. namun sayangnya lokasi dan jumlah keseluruhan TPS baru dapat diketahui men jelang pemilu. baik TPS maupun kelurahan dapat dijadikan alternatif pilihan. Bulgaria. unit sampel TPS lebih langsung. Pada pemilu pasca pemerintahan komunis di Bulgaria pada tahun 1990. kemudian timbullah ketegangan politik. Apakah penghitungan dengan sampel acak dapat dipercaya? Ya. misalnya. dan 25 diantaranya melaksanakan program penghitungan suara cepat. meskipun tingkat kepercayaan staristik tidak dapat mencapai 100%. Republik Federasi Yugoslavia. Meksiko. Giyana. Republik Dominika. dan Ukraina. Panama. Nikaragua. Romania. Kenya. Keberhasilan penghitungan suara cepat lainnya juga terlihat ketika pada tahun 1988 di Cile. Slovakia. Kamboja. karena sampel merupakan pokok kumpulan khusus dan populasi yang dapat mengungkapkan karakteristik populasi. Estimasi yang akurat dalam penghitungan suara cepat dimungkinkan karena mengacu pada hukum bilangan besar dan teorema batas tengah (informasi lebih lanjut dapat dibaca di buku panduan penghitungan suara cepat).berpartisipasi aktif pada program tersebut yang telah berhasil menguak kecurangan yang direncanakan oleh rezim Ferdinand Marcos. Bangladesh. membuat sampel berarti membuat pilihan. Namun ternyata sebaliknya.S. Kosovo. yang masing-masing berdampak terhadap akurasi data dan jenis analisa data yang ada. Yang perlu diperhatikan dalam menarik sampel adalah faktorfaktor yang berdampak pada distribusi suara dalam populasi suara. Wibawa/NDI ] . Dalam menentukan unit sampel. Kekuatan penghitungan suara cepat juga tergantung pada bagaimana sampel dibangun. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. relatif lebih murah. Paraguay. NDI telah bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan maupun koalisi di lebih dari 65 negara untuk melakukan pemantauan pemilu. Namun di sisi lain. Sampel penghitungan suara cepat memberikan landasan untuk mengestimasi secara akurat keseluruhan populasi. hingga Bulgarian Association for Fair Elections and Civil Rights yang menyelenggarakan penghitungan suara cepat mengeluarkan hasil yang relatif sama dengan perhitungan resmi. namun dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan kompleksitas Indonesia.

The Freedom to Publish Opinion Poll Results: Report on a Worldwide Update. Dari 66 negara yang rnereka teliti.S. relative berimbang antara yang melarang dan membolehkan adanya publikasi survei menjelang pemilihan. Di Indonesia sendiri.BAB 3 Peraturan terkait Survei dan Quick Count dan Peliputannya Undang-undang Pemilu No 10 tahun 2008 mengatur publikasi hasil survei dan Quick Count dalam pemilu. Asosiasi penyelenggara seperti AAPOR (American Association for Publik Opinion Research) sebagai organisasi profesi yang akan menindaklanjuti pelanggaran/ kesalahan. Kekhawatiran bahwa survei dapat mempengaruhi pilihan dinilai juga tidak beralasan. ESOMAR dan WAPOR 2 Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Perdebatan tentang perlu tidaknya pengaturan publikasi survei ini juga banyak terjadi di berbagai Negara. Pendapat pertama mengatakan bahwa tidak perlu dibuat pengaturan tentang publikasi hasil survei karena survei merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan metodologi dan telah menganut kode etik. Frits Spangenberg. Pandangan kedua didasarkan pada kekhawatiran bahwa penyelenggaraan survei dapat menggiring pemilih pada partai atau kandidat tertentu. saat ini terdapat dua asosiasi profesi yaitu: Asosiasi Riset Opini Publik (AROPI) yang diketuai oleb Denny JA dan PERSEPI (Perhimpunan Survei Opini Publik) yang diketuai oleh Andrianof Chaniago. ESOMAR (Europan Society for Opinion and Marketing Research) bekerja sama dengan WAPOR (World Association for Publik Opinion Research) pernah membuat penelitian dan berusaha memetakan regulasi terkait dengan publikasi hasil pemilui2. Wibawa/NDI ] . Penyelenggara pemilu atau Negara tidak berhak mengatur penyelenggaraan survei. Quick Count juga dikenaldi Negara lain? REGULASI SURVEI DAN QUICK COUNT DI NEGARA LAIN Terdapat dua pandangan yang berbeda tentang perlu atau tidaknya pengaturan mengenai survei menjelang pemilu.13 . Bagaimana pengaturan publikasi hasil survei pemilu di Negaranegara lain? Apakah pengaturan terkait dengan. karena bagaimanapun pemilih memiliki hak dalam menentukan kandidat/ partai yang akan dipilihnya.

dan Spanyol juga memiliki peraturan yang melarang publikasi hasil survei sebelum pemilu.S. Negara yang cukup demokratis seperti Kanada. Sebaliknya Negara seperti Pakistan. Bangladesh. ternyata larangan ini bukan monopoli Negara berkembang atau Negara yang memiliki system otoriter. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. tidak ada satupun yang melarang publikasi hasil exit poll.14 . Waktu embargo juga berbeda-beda. tidak ada pengaturan Quick Count. Perancis. Yang menarik. Di Negara lain.Ada berbagai alasan yang diajukan dalam pembatasan hasil survei ini. Dari hasil pengamatan ESOMAR dan WAPOR. tetapi exit poll. dan Malaysia tidak mengenal regulasi ini. ESOMAR dan WAPOR mernbuat pengamatan di 59 negara di dunia mengenai pengaturan riset pasca pemungutan suara. Wibawa/NDI ] . Objek pengamatannya memang bukan Quick Count.

aturan ini dimuat dalam Keputusan KPU Nomor 48 Tahun 2004: Pasal 20 ayat 3: Media elektronik dan setiap pihak yang menggunakan media elektronik untuk melaksanakan rubrik jajak pendapat umum mengemi pasangan calon wajib menyebutkan: (a) nama sponsor atau pihak yang membiayai kegiatan tersebut. tidak ada larangan spesifik yang mengatur mengenai larangan publikasi hasil survei. (d) besarnya sample.PENGATURAN PUBLIKASI HASIL SURVEI DAN QUICK COUNT DI INDONESIA Survei pemilu di Indonesia mulai marak dilakukan setelah pemilu yang demokratis pada tahun 1999. Perkembangan baru terjadi pada Pemilu 2004. (e) kapan jajak pendapat dilaksanakan.15 . (c) teknik mendapatkan data/informasi. Pada Pemilu Presiden Putaran II. seperti polling dan survei. kemudian mendorong KPU untuk membuat pengaturan terkait dalam SK KPU Nomor 701 Tahun 2003 pasal 14 ayat 1 yaitu: Penyelenggaraan dan penyampaian hasil/jajak pendapat umum. karakteristik yang menjadi responden dan cara memilih responden. Namun keberadaan UU ini pun tidak diketahui secara luas dan memang tidak ada sanksi yang kemudian mengikat lembaga penyelenggara survey. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Maraknya penyelenggaraan hasil survei. (b) rumusan pertanyaan yang diajukan.S. oleh dan/atau melalui media massa pada masa kampanye dapat dilakukan sepanjang disertai penjelasan kelebihan dan kekurangan metodologi yang digunakan. Pada pelaksanaan Pemilu 1999. dan (7) ambang kesalahan. Memang ada UU Nomor 19 tahun 1997 tentang statistic yang mengatur bahwa sinopsi kegiaran survey haruslah memberitahukan kepada Badan Penyelenggara Statistik (BPS). Wibawa/NDI ] .

pengumuman hasil survei atau jajak pendapat tidak dilakukan pada masa tenang. Namun secara lebih jauh. survei atau jejak pendapat tentang Pemilu. Mengembalikan formulir pendaftaran dengan disertai: a. mengganggu proses pemilu. f. Pada dasarnya partisipasi dalam bentuk sosialisasi pemilu. alamat dan pekerjaan penanggung jawab lembaga survei atau jajak g. Nama dan Jumlah anggota survei atau ajak pendapat. DPD. Adapun proses registrasi ini harus rnelalui melalui prosedur: 1. pendapat yang dilampiri 2 (dua) buah pas photo diri terbaru 4x6 berwarna. dan selalu mendorong suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan pemilu.S. tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu. h. Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir pendaftaran 2. b. Panitia Kerja (Panja) RUU Pemilu berpendapat bahwa publikasi hasil survei menjelang pemilu dikhawatirkan menjadi ‘ajang kampanye’ dimana publikasi tidak semata dimaksudkan untuk menyebarkan temuan-temuan riset.16 . c. bertujuan meningkatkan partisipasi. iii. Nama. e. pendidikan politik bagi pemilih. Surat pernyataan bermaterai cukup ditandatangani penanggungjawab lembaga survei atau jajak pendapat yang memuat pernyataan bahwa: i. Belum lagi ditambah dengan adanya survei ‘pesanan’ yang dimaksudkan untuk mendokrak suara kandidat. Profil organisasi/lembaga. Wibawa/NDI ] . Rencana dan jadwal kegiatan survei atau jajak pendapat serta daerah yang akan disurvei. Survei Pemilu hanya dapat dilakukan oleh lembaga yang telah mendapatkan nomor registrasi sebagai lembaga survei dan KPU/ KPU Provinsi/ KPU Kabupaten/ Kota. Pengaturan Survei Pemilu Pada saat pembahasan RUU Pemilu. iii. dalam pengumuman hasil survei/jajak pendapat akan menyertakan metodologi yang digunakan dan sumber dana yang membiayai. dan DPRD. ii. dan penghitungan cepat hasil pemilu dapat dilakukan asalkan tidak melakukan keberpihakan. Partisipasi masyarakat dalam pemilu pada Pemilu 2009 nanti pun telah diatur dalam UU Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR. menjalankan survei dengan metode yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. d. Proposal/dokumen yang memuat dan menjelaskan metodologi survei atau jajak pendapat yang akan digunakan. ii.Pasal 26: Media elektronik dan cetak atau pihak lain yang melaksanakan jajak pendapat sebagaimana dimaksud dalam pasal 20 dan 21 dilarang memberitahukan atau menyiarkan hasil jajak pendapat dalam bentuk apapun pada masa tenang dan sampai pukul 13:00 waktu setempat pada hari dan tanggal pemungutan suara. pasal 10 dalam Peraturan KPU Nomor 40 tahun 2008 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu mengatur hal ini. Alokasi anggota survei atau jajak pendapat yang akan ke daerah. tetapi juga mengajak atau membujuk pemilih agar memilih calon tertentu. h. Panja mengidentifikasi banyaknya lembaga survei yang tidak professional. Untuk itu kemudian UU Pemilu pasal 245 ayat 2 mengatur bahwa pengumuman hasil survei tidak boleh dilakukan pada masa tenang.

d. dalam pengumuman hasil penghitungan cepat disertai metodologi yang digunakan dan sumber dana yang membiayai.000.(dua belas Juta rupiah) — Pasal 282 • Pengumuman hasil penghitungan cepat pada hari/ tanggal pemungutan suara. 3. Nama. b. alamat dan pekerjaan penanggung jawab lembaga penghitungan cepat yang dilampiri 2 (dua) buah pas photo diri terbaru 4x6 berwarna. 12. e. Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir pendaftaran 3. iii.Pengaturan Hasil Perhitungan Cepat Panja mengajukan sejumlah argumentasi mengapa hasil penghitungan cepat ini perlu menunggu pengumuman resmi KPU. Alokasi anggota yang akan melakukan kegiatan penghitungan cepat di daerah.. Profil organisasi/lembaga yang melakukan penghitungan cepat. Sehingga kemudian muncul pasal 245 ayat 3 yang mengatakan bahwa pengumuman hasil perbitungan cepat hanya boleh dilakukan paling cepat pada hari berikutnya dari hari/ tanggal pemungutan suara. Kedua.000. Pertama. Mengembalikan formulir pendaftaran dengan disertai: a. f. pengumuman hasil penghitung cepat pemilu diumuinkan dengan memberitahukan bahwa hasil penghitungan cepat yang dilakukan bukan hasil resmi penyelenggara Pemilu. Ketentuan Pidana Adapun pelanggaran terhadap ketentuan mi merupakan tindak pidana pemilu dengan sanksi sebagai berikut: • Pengumuman hasil survei pada masa tenang. Selain itu. ii. g.S. ii. Rencana dan jadwal kegiatan penghitungan cepat dan daerah yang akan dijadikan sampel/dihitung. Pembatasan publikasi hasil penghitungan cepat dinilai bertentangan dengan Pasal 24E UUD 1945 tentang Kebebasan Informasi. Pasal 14-18 dalam Peraturan KPU Nomor 40 tahun 2008 mengatur antara lain: 1. pengumuman hasil Penghitungan cepat hasil Pemilu tidak dilakukan pada hari pemungutan suara (paling cepat pada hari berikutnya dan hari/tanggal pemungutan suara).000. Surat pernyataan bermaterai cukup ditandatangani penanggungjawab lembaga Penghitungan cepat basil Pemilu yang memuat pemyataan bahwa: i.000. Nama dan Jumlah anggota yang melaksanakan penghitungan cepat. (tiga juga rupiah dan paling banyak Rp. Adapun sekelompok organisasi juga mengajukan gugatan uji materiil atau judicial review kepada Mahkamah Konstitusi (MK) atas pengaturan ini. dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 18 Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.17 . dipidana degan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan dan denda paling sedikit Rp. kemungkinan adanya perhitungan cepat yang dilakukan oleh lembaga yang tidak kredibel dan professional. Penghitungan cepat hasil pemilu juga hanya dapat dilakukan oleh lembaga yang telah terdaftar sebagai lembaga penghitungan cepat dan mendapatkan nomor registrasi 2. Wibawa/NDI ] . (pasal 245 ayat 3). Proposal/dokumen yang memuat dan menjelaskan metodologi penghitungan cepat hasil pemilu yang digunakan. pelaksana kegiatan penghitungan cepat wajib memberitahukan metodologi yang digunakan dan hasil penghitungan cepat yang dilakukannya bukan merupakan hasil resmi penyelenggaraan pemilu. c. adanya zona perbedaan waktu di Indonesia.

.000..000. 6.000.(enam juta rupiah) dan paling banyak Rp. Wibawa/NDI ] .18 . 18.000.(delapan belas juta rupiah) — Pasal 307 Jika hasil penghitungan cepat tidak diberitahukan bukan merupakan hasil resmi pemilu..• (delapan belas) bulan dan denda paling sedikit Rp. 18.000.S. 6.000.000..000.(enam juta rupiah) dan paling banyak Rp. dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 18 (delapan belas) bulan dan denda paling sedikit Rp.(delapan belas juta rupiah) — Pasal 308 Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.

Apakah survei ini dilakukan oleh sebuah organanisasi yang memiliki reputasi dan pengalaman? Jka Anda tidak rnengetahui siapa yang melakukan survei tersebut. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Ada juga organisasi-organisasi yang membayar orang untuk melakukan survei namun melakukan analisa sendiri. Di banyak kasus. Contohnya misalnya pusat kajian universitas maupun media. akan sulit untuk mendapatkan dan mempercayai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. kelompok ini akan melakukan survei yang tidak bias. netral. Survei yang tidak ilmiah banyak ditemui di lapangan. Namun bukan berarti Anda menerima begitu saja apa yang mereka katakan. kelompok kepentingan tertentu. Kadang pihak pendana melakukan segala sesuatunya.BAB 4 Kritis Meliput Hasil Survei dan Quick Count Sebuah survei opini publik yang dilakukan dengan baik dapat memberikan pengetahuan terkait dengan isu-isu pemilu maupun kampanye. namun bisa jadi tidak tepat untuk memberikan gambaran yang objektif atas sebuah isu. Beberapa pertanyaan di bawah ini akan membantu Anda untuk memutuskan apakah sebuah survei adalah survei yang scientific dan penting untuk diliput atau sebaliknya. Tanyakan mengapa mereka melakukan survei tersebut. media: Biasanya mereka pasti akan mengatakan secara eksplisit posisi mereka yang netral dan tidak bias. Apakah survei ini dilakukan oleh: • Institusi akademis. • LSM/ yayasan. pemeritah daerah/ nasional/ KPU. kecuali pengumpulan data di lapangan. posisi sebuah lembaga atas isu-isu tertentu akan membawa bias. tapi informasi yang mereka berikan tidak cukup berharga. ataupun bisnis: Anda perlu berhati-hati dalam menilai motivasi mereka. Siapa yang melakukan survei tersebut? Ini adalah pertanyaan yang harus Anda ketahui pertama kali. dan seringkali data yang mereka hasilkan lebih menarik atau lebih sexy. analisa kuesioner dan hasil mereka untuk memutuskan apakah hasil mereka dapat dipercaya atau tidak. a) Pelaksana Survei 1. Bisa jadi Anda melihat pertanyaan yang mereka ajukan ataupun bagaimana mereka melakukan survei adalah alat yang efekif untuk sebuah kampanye.19 . dan kredibel meskipun mereka memiliki kepentingan. Pihak pendana dapat terlibat dalam design dan analisa dengan tingkatan yang berbedabeda. • Tim kampanye maupun konsultan politik: Mereka pasti mengambil sebuah sisi. Jangan lupa untuk menanyakan pengalaman mereka dalam melakukan survei. survei tersebut tidak memiliki nilai yang berarti.S. atau kadang perusahaan/ lembaga melakukan semuanya sendiri. Namun pada beberapa kasus lainnya. Anda perlu terus pada pertanyaan-pertanyaan lainnya untuk memastikan Anda tahu sepenuhnya tentang bagaimana mereka melakukan survei ini. PERTANYAAN YANG HARUS DITANYAKAN JURNALIST TERKAIT DENGAN HASIL SURVEI Satu-satunya survei yang bernilai untuk diliput adalah survey yang menggunakan metodologi yang ilmiah/ scientific. Wibawa/NDI ] . Tidak ada perbedaan significan dalam mengajikan pertanyaan ini baik dalam survei maupun Quick Count.

Bagaimana teknik pemilihan respondennya? Salah satu kunci mengapa beberapa survei dapat benar-benar merefleksikan pendapat publik secara akurat sementara survei lainnya lebih seperti sampah adalah bagaimana orang dipilih untuk diwawancarai. 3. Dalam survei yang ilmiah. Dalam sebuah survei yang ilmiah. Namun bukan berarti semakin banyak otomatis adalah semakin baik. Agar dapat lebih ekonomis dan mudah dlilaksanakan. 2000 responden tidak tersebar di semua desa. Inilah yang dinamakan sampel acak atau probability sample.S. Wibawa/NDI ] . orang memilih dirinya sendiri untuk berpartisipasi. Apakah responden adalah semua orang yang berhak untuk memilih dalam pemilu mendatang ataupun hanya sekelompok orang di wilayah tertentu. 2. karena memang ditujukan untuk kampanye. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.Jika orang yang mengumumkan hasil survei ternyata menutupi siapa yang melaksanakan survei ini. Atau juga organisasi yang ingin membuktikan beberapa asumsinya. Kampanye yang dimaksud di sini bisa jadi untuk menguji sebuah slogan/ pesan. maka jawaban yang dihasilkan sebuah survei adalah jawaban rata-rata. Siapakah yang diwawancara? Sangatlah penting untuk mengetahui dan kelompok mana responden berasal. Dalam survei yang asal-asalan. Anda perlu berhati-hati terhadap survei yang digunakan untuk kepentingan kampanye karena biasanya hasilnya tidak layak untuk dipublikasikan. Berapa banyak orang yang diwawancarai? Karena survei tidak mewawancarai keseluruhan populasi. Hanya nomor telepon yang diketahui berada dalam kawasan perumahan misalnya yang dipilih. maka besar kemungkinan survei tersebut akan merefleksikan populasi keseluruhan. Survei jenis ini biasanya bertujuan untuk membantu partai politik/ kandidat untuk menang. Prinsip matematik yang digunakan cukup mudah: jika semua orang dalam populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk terpilih. survei ini sebaiknya tidak diliput karena Anda tidak dapat mengecek validitasnya. karena ada factor-faktor lain yang akan mempengaruhi kualitas dan sebuah survei. apakah motivasi mereka dalam mendanai survei ini akan menimbulkan keraguan atas validitas hasil survei mereka. Tidak ada yang salah dan alasan-alasan tersebut. Mlsalnya dalam memilih responden yang akan diwawancara melalui telepon. Anda perlu mengetahui ini agar dapat menilai dengan kritis. Contoh lainnya ketika memilih responden dalam survei nasional. Ini dapat menghindari panggilan yang tidak berguna. 2.20 . Siapa yang mendanai mereka? Dan mengapa mereka mau mendanai kegiatan ini? Survei yang ilmiah tidaklah murah dan kegatan ini tidak dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum. Atau partai politik/ kandidat yang ingin terpilih kembali. namun hanya desa yang telah terpilih. maka pewawancara tidaklah hanya memencet secara acak angka telepon. b) Teknik Pemilihan Repondennya 1. semakin banyak responden yang berhasil diwawancarai maka akan semakin kecil pula kesalahan yang disebabkan oleh besaran sample. Pertanyaan yang mereka ajukan seringkali bias dan menggunakan metodologi yang tidak sewajarnya. Penyelenggara survei yang dapat dipercaya akan memberikan inforrnasi yang memadai bagi Anda sebagai wartawan untuk dapat mengevaluasi survei mereka. seringkali ada teknik tertentu yang digunakan. pihak penyelenggara menggunakan metode statistik yang khusus. namun masihlah dipilih secara acak. Apa kepentingan mereka? Bisa jadi organisasi media yang ingin membuat berita.

79%. populasi orang yang memiliki telepon hampir serupa dengan populasi nasional. namun tentunya tidak tepat menggambarkan pendapat orang-orang yang tidak tinggal di perumahan/ tidak memiliki rumah/ tidak memiliki akses telepon. Kebanyakan hasil survei menggunakan tingkat kepercayaan 95%. belum lagi ditambah dengan kemungkinan tingkat respon yang rendah. mulai dari menolak untuk diwawancarai. Bagaimana teknik pengambilan datanya? Ada empat macam metode pengambilan data di lapangan yaitu wawancara langsung. Ada banyak factor yang menyebabkan hal ini. Di beberapa kasus. sebuab survei pra-pemilu dapat saja merefleksikan pendapat orang yang berhak untuk memilih — namun bukan pemilih perempuan. online atau melalui surat. c) Metodologi 1. namun membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengumpulkan kembali kuesionernya. Setiap metode memiliki kelemahan dan keunggulannya rnasing-masing.8%. tidak berada di tempat. mereka hanya merepresentasikan orang/ rumah tangga yang memiliki jaringan telepon. Anda sebaiknya mengeksplorasi lebih dalam langkah-langkah apa yang dilakukan penyelenggara untuk meminimalisir responden yang tidak berhasil ditemui. sampel sebesar 3000 responden dapat memberikan ambang kesalahan ± l. Anda harus menanyakan berapa banyak target responden dan berapa actual respon yang digunakan. Yang dimaksudkan dengan tingkat kepercayaan ini adalah seberapa yakin dari sekian banyak orang yang diwawancarai akan mengatakan hasil yang sama seperti sample yang ditarik. Tidak semua orang yang terpiih sebagai responden misalnya akan datang dan menggunakan hak suaranya di TPS. Wibawa/NDI ] . melalui telepon. Keyakinan terhadap hasil sebuah survei disebut sebagai tingkat kepercayaan. orang yang dipilih sebagai responden menjadi penting.21 . Hanya jika responden yang dipilih merupakan pemilih wanita maka survei tersebut dapat menggambarkan pendapat dan pemilih perempuan. dan seberapa jauh implikasinya terhadap design survei itu sendiri. dan lain sebagainya. 4.Sebagai contohnya. Survei yang menggunakan surat misalnya dapat mengumpulkan informasi yang sangat banyak. Namun mengapa survei lain pada waktu yang relatif sama dan besaran sample sama akan tetapi memperoleh hasil yang berbeda? Perbedaan ini dinamakan kesalahan yang disebabkan oleh sampling. 3. menolak untuk menjawab sebuah pertanyaan. Interpretasi atas hasil sebuah survei tentunya sangat tergantung dan harus dikaitkan dengan konteks kapan survei itu dilaksanakan. 4. Sejauh mana jangkauan surveinya? 2. Sehingga yang paling menjadi tantangan adalah bagaimana mengidentifikasi siapa orang yang nantinya akan benar-benar memilih. Dalam survei sebelum pemilu misalnya.250 responden telah dapat menggambarkan pendapat dan 170 juta pemilih di Indonesia dengan ambang kesalahan ± 2. Dalam kasus survei melaiui telepon. Berapa besar ambang kesalahan (margin of error)? Sebuah survei nasional dengan 1. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. kendala bahasa. sering dikenal dengan istilah ambang kesalahan. Kapan survei ini dilaksanakan? Sebuah kejadian dapat dengan mempengaruhi hasil sebuah survei. Siapa saja yang tidak berhasil ditemui/ diwawancara? Apakah ini akan mempengaruhi hasil? Tidak ada satupun survei yang berhasil mewawancarai l00% target respondennya.S.

Jadi ada baiknya. Pelaporan pendapat salah saru partai yang dianggap semua sample merupakan kesalahan fatal yang bisa saja terjadi. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Anda meminta kuesioner seutuhan karena dengan melihat kuesioner tersebut. ada baiknya pernyataan lengkap dituliskan dalam laporan liputan. hal sebaliknya akan terjadi. 2. maka nilai popularitas presiden mungkin akan lebih rendah dibandingkan jika susunan pertanyaannya dibalik. seringkali terdapat perbedaan mendasar antara pendapat kelompok salah satu partai dengan partai lainnya.22 . Wibawa/NDI ] . maka Anda dapat dengan leluasa menganalisa dampak dan urutan pertanyaan. kadang tidak disengaja.S. sebelum ditanya pendapatnya tentang pilihan presiden. Apakah pertanyaan yang digunakan? Anda harus mengetahui bagaimanakah sebuah pertanyaan ditanyakan dalam sebuah survei. Dalam kondisi perekonomian yang bermasalah misalnya. Yang paling baik untuk mengetest hal ini adalah reaksi Anda terhadap pertanyaan itu.d) Pertanyaan & Hasil Survei 1. Apakab hasil sebuah pertanyaan didasarkan pada jawaban dan semua responden? Salah satu kesalahan yang sering ditemui dalam menginterpretasikan sebuah hasil polling adalah pelaporan hasil subkelompok. ketika orang ditanya apa pendapatnya tentang perekonomian. Dalam kondisi perekonomian yang baik. Yang penting untuk dicermati di sini adalah apakah pertanyaan yang diajukan dapat mempengaruhi pertanyaan selanjutnya. Apakah pertanyaannya terlihat ada dan tidak bias? Apakah pilihan jawaban yang ada memberikan serangkaian pilihan yang seimbang? Apakah sebagian besar orang akan dapat menjawab pertanyaan tersebut? Untuk pertanyaan yang sensitive. Misalnya. 3. Karena setiap kata yang digunakan dapat membawa perbedaan. Kadang dampaknya memang disengaja. Bagaimana susunan kuesionernya? Terkadang susunan pertanyaan dalam memberi pengaruh pada hasil.

Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. ‘Partai A memimpin dengan 4% suara lebih tinggi dan pada Partai B. Namun yang seringkali kurang dipahami adalah ambang kesalahan bukan merujuk pada perbedaan diantara dua kandiat. bagaimana tentang persaingan antar kandidat/ partai. Mungkin kita familiar dengan terminology ‘ambang kesalahan’ dalam survei opini publik. Memahami ambang kesalahan dan efeknya terhadap perolehan sebuah partai/ kandidat Kita sering mendengar kalimat atau pernyataan seperti. Melaporkan angka yang menunjukkan persaingan antar kandidat/ partai sedikit berisiko jika Anda tidak memberi perhatian lebih pada bagian metodologi. Wibawa/NDI ] . Survei prapemilu memberikan sebuah estimasi tentang preferensi kandidat. Ambang kesalahan dan survei mi adalah ± 3%”.23 . Memahami bahwa sample yang berbeda terhadap sebuah populasi akan merepresentasikan estimasi yang sedikit berbeda pula dikarenakan variasi. Sekarang yang perlu Anda lakukan adalah menginterpretasikan angka yang ada dan membuat tulisan maupun script tentang hasil survei tersebut untuk pembaca/ pemirsa Anda. yang kemudian merefer ambang kesalahan dan biasanya ditunjukan dengan plus atau minus sejumlah angka. dengan 50% dibanding 46%. Pada bagian ini. bagaimana menginterpretasikan perubahan kecenderungan pilihan. MENGINTERPRETASIKAN HASIL SURVEI Siapa yang menang? Menentukan kandidat mana yang lebih banyak pendukungnya merupakan elemen yang paling sering dilihat dan sekaligus paling berbahaya untuk dilaporkan dalam survei pemilu. Jika dipakai secara salah untuk menginterpretasikan perbedaan 4% tersebut. tetapi terkait dengan prosentasi estimasi itu sendiri. ambang kesalahan 3% seolah-olah Partai A lebih besar hingga 7 persen (4 + 3 atau sekecil-kecilnya 1 persen (4 . dan apa yang harus dilakukan jika hasil survei bertentangan. Namun interpretasi yang benar adalah ketika dukungan terhadap Partai A dapat berkisar antara 47 hingga 53% (50 ± 3) dari dukungan terhadap Partai B dapat berkisar antara 43 dan 49%. kita akan mendiskusikan bagaimana menulis tentang siapa yang menang dalam survei. bagaimana mendeskripsikan opini dari sub-kelompok.S.BAB 5 Teknik Menulis Hasil Survei dan Quick Count Ketika Anda sebagai jurnalis telah melakukan pekerjaan rumah Anda dan menanyakan berbagai pertanyaan yang perlu ditanyakan ketika press conference dan Anda telah yakin bahwa survei yang akan Anda liput adalah survei yang dapat diandalkan dan mienggunakan metodologi survei yang memenuhi standar.1) dari partai B.

Wibawa/NDI ] .Tingkat kepercayaan yang digunakan atas ambang kesalahan terhadap survei pemilu biasanya 95%. Artinya jika kita mengambil sample 1000 responden secara acak. maka survei tersebut menunjukkan bahwa persaingannya ketat. biasanya angka orang yang belum memutuskan biasanya turun. akan lebih akurat untuk menulis “Partai A dan Partai B Memperoleh Dukungan yang Hampir Sama”. Namun jika Partat A mendapatkan 50% dan Partai B mendapatkan 46%. maka dapat dikatakan bahwa partai A rupanya memimpin atau sedikit lebih memimpin. termasuk mereka yang tidak mau memberitahui pilihannya. perolehan kedua kandidat hampir sama. Kalimat apa yang lebih tepat digunakan untuk inenulis persaingan yang ketat antarpartai/ kandidat? Apa yang harus saya tulis jika Partai A mendapatkan dukungan 50% sementara Partai B mendapatkan dukungan 46% dalam sebuah survei dengan ambang kesalahan 3%? Buku Association Press memberikan petunjuk praktik untuk menulis sebuah persaingan ketat antar kandidat/ partai: • • Jika perbedaan antarkandidat lebih besar dua kali lipat dari nilai ambang kesalahan. sebanyak 20% pemilih masih belum memutuskan pilihannya.24 .3% dan keseluruhan populasi. tepat jika mengatakan. Semakin dekat pemilu. Kalimat pertanyaan — Hati-hatilah ketika meliput terkait dengan kemungkinan dukungan (electrability) dibandingkan dengan preferensi pemilih. Pertanyaan terkait dengan Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Jika survei menunjukkan bahwa persaingan antar kandidat ketat. rnaka survei tersebut menunjukkan bahwa sebuah partai/ seorang kandidat memimpin. maka 19 dari 20 (atau 95%) akan mendapatkan hasil dalam kisaran +/. katakan sebagaimana adanya. “Partai A sedikit lebih mendahului Partai B”.S. Penggunaan istilah seri/ tidak dapat dibedakan secara statistik” sebaiknya dihindari karena kurang akurat mengingat tetap ada perbedaan antar kandidat. Jika perbedaan antar partai sama dengan ambang kesalalian namun tidak lebih dari dua kali lipatnya. Jika perbedaannya lebih kecil dari nilai ambang kesalahan. • Jadi kembali ke persaingan 50-46 dengan sebuah ambang kesalahan ±3 persen. Hal apa lagi yang perlu dicermati dalam meliput angka perolehan ini? Undecided atau orang yang belum memutuskan — Selain melaporkan angka dukungan terhadap masing-masing kandidat. wartawan juga harus melaporkan prosentasi pemilih yang belum memutuskan pilihannya. Dalam hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada bulan January 2009.

Jurnalis perlu menghindari meliput kelompok kecil ini.S. kecuali ada tekanan ataupun sesuatu yang tidak dapat dihindari. yang satu mengukur mana yang didukung oleh memilih dan satunya mengukur siapa yang menurut responden akan memenangi pemilu ini. Wibawa/NDI ] . Besaran sample yang lebih kecil dan 100 akan merniliki ambang kesalahan yang besar — plus minus 10% untuk besaran sample 100. ataupun sudah berkonsultasi dengan ahlinya. Namun survei pemilu terbatas dalam menguak intensi pemilih ataupun pendapat dan kelompok kecil ini karena besaran sample yang kecil. menurut B/I/S siapakah yang kemungkinan besar akan memenangkan pemilihan pendahuluan? Sementara yang merupakan preferensi misalnya: Para pemilihan pendahuluan mendatang. termasuk dalamnya untuk kelompok yang lebih besar misalnya pendukung partai maupun geografls. Besaran Sample Sangat Penting Agama. Masukkan table jumlah responden dalam beberapa sub-kelompok dalam survei nasional dalam kompetisi pemilu Negara bagian di Midwest Amerika.25 . Etnisitas — kita mengetahui bahwa banyak peneliti/ penyelenggara survei sering mengelompokan pemilih dalam beberapa kategori untuk menargetkan pesannya. Jurnalis perlu mengidentifikasi berapa jumlah responden dalam sub-kelompok tersebut. Jurnalis perlu mempertimbangkan ketika hasil sub-kelompok ini dikeluarkan. Semakin besar sample size. kandidat Partai Demokrat mana yang akan Anda pilih? Kedua pertanyaan ini tentunya tidak mengukur hal yang sama dan memiliki perbedaan yang sangat berarti. maka kecenderungannya ambang kesalahannya juga akan menurun. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. NU/ Muhammadiyah. maka ambang kesalahan dari angka ini pastinya lebih besar dari ambang kesalahan sample secara keseluruhan.electability misalnya: Dari semua kandidat Partai Demokrat yang akan maju sebagai calon presiden.

Dengan ambang. Wibawa/NDI ] . waktu. pertimbangan terhadap ambang kesalahan juga perlu dilakukan dalam membandingkan dua atau tiga hasil survei yang berbeda.Kecenderungan trend pilihan Kapankah naik turun pilihan benar merupakan sebuah pilihan? Apakah perubahan 1-2 point lebih lebih tinggi dan sebuah partai/ kandidat merupakan sebuah perubahan yang berarti dibandingkan dengan hasil yang ditunjukkan sebelumnya? Sama seperti menentukan kandidat mana yang lebih maju. Diagram berikut ini menunjukkan tren perolehan partai dalam serangkaian Survei nasional sejak bulan Agustus 2004 hingga Desember 2009.2 persen. kesalahan ± 2.26 .S. Apakah yang dapat disimpulkan dari perubahan 2% dari bulan Oktober ke November? Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.

Bagaimana mungkin beberapa survey memiliki hasil yang berbeda-beda? Survei pra pemilu akan semakin banyak ditemui ketika Pemilu semakin dekat. Jika membandingkan perubahan dari bulan Desember 2008 dengan April 2008.Dikarenakan dukungan terhadap Partai Demokrat berkisar antara 17. Kerangka waktu yang berbeda mungkin menunjukkan hasil yang berbeda pula dikarenakan perbedaan pemilih. Beberapa survei menarik samplenya dan daftar pemilih. Pertanyaan dan susunan pertanyaan. 4. Ada beberapa survei yang memilih respondennya secara acak di rumah tangga. Pemilihan sample acak vs pemilih terdaftar. Ada beberapa alasan mengapa sebuah survei pemilu tidak memiliki basil yang sama: 1.2). Yang kemudian membuat jurnalist menjadi lebih rumit adalah ketika survei-survei ini tidak menunjukkan hasil yang sama tentang siapa yang lebih atas/ memimpin. teknik pembobotan. ada juga yang memilih siapapun yang menjawab panggilan telepon mereka. Hal sama. Banyak survei yang kemudian memasukkan pertanyaan terkait siapa yang mereka pilih pada awal wawancara.2 dan 21. 3. Terkadang. 2. Perbedaan dalam bagaimana sebuah pertanyaan terkait dengan pilihan partai ditanyakan juga dapat memberikan respon yang berbeda pula. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Responden yang dipilih secara acak melalui random walk. Pemilihan responden. penulis dapat mengkategorikan terdapat perubahan yang siginifikan terhadap dukungan terhadap Partai Demokrat.27 . jurnalis juga perlu memverifikasi criteria yang digunakan untuk menentukan responden. dan lain sebagainya. Hal yang cukup sering ditemui ketika beberapa minggu sebelum pemilu. tidak sepenuhnya akurat jika kemudian dikatakan bahwa PD telah meningkat dibandingkan partai lainnya sejak bulan Oktober 2008. pembahasaan pertanyaan.S.2 (19 +/. namun juga ada yang menaruh itu di belakang setelah beberapa masalah ditanyakan. Untuk dapat menulis tentang survei yang berbeda ini. Waktu dan tanggal pelaksanaan. pertama-tama seorang jurnalis haruslah mengeksplorasi apa yang menyebabkan perbedaan tersebut. Perbedaan angka respon juga menyebabkan hasil survei yang berbeda-beda. dengan 19% responden memilih partai tersebut pada bulan November 2008 dibandingkan dengan 17% pada bulan Oktober 2008 dan 12% pada bulan September 2008. yang kemudian berdampak kepada ambang kesalahan yang lebih besar. Survei merupakan gambaran (snapshots) pada waktu survei itu diadanya. tidak selalu terdaftar karena mereka bisa jadi merasa dirinya telah terdaftar namun ternyata belum terdaftar. jurnalis perlu mengidentifikasi besaran sample dan ambang kesalahan untuk masingmasing survei. yang lainnya memilih responden secara acak dari rumah ke rumah lalu memilih responden yang telah terdaftar. ada juga yang mengambil responden dari yang membuka pintu ketika ditemui.2.8 dan 19. penyelenggara pemilu memiliki hasil yang sedikit ataupun berbeda sama sekali. Cara yang lebih tepat untuk menunjukkan perubahan terhadap dukungannya adalah “Dukungan terhadap PD tetap konsisten dibandingkan partai lainnya. Wibawa/NDI ] . survei awal-awal masih menggunakan besaran sample yang lebih kecil. Hal lain yang juga perlu diperhatikan ketika melihat perolehan trend pilihan politik seperti ini. ketika saat itu dukungan terhadap PD adalah antara 14. ketika membandingkan survei.

Variasi acak merupakan alasan yang sering ditemui mengapa kemudian dua survei meski pada saat bersamaan mungkm memiliki hasil yang berbeda pula. Ambang kesalahan. Apa yang harus ditulis ketika hal ini terjadi? Anda tentunya harus menulis tentang hasil yang berbeda dalam liputan Anda. 7. bahkan mengukur bagaimana pemikiran sekelompok orang tertentu pada topik-topik tertentu. 8.28 . Identifikasi Pemilih. Nilai. Survei pemilu ini memberikan gambaran penting tentang pemilih dan membantu untuk meningkatkan bahkan memperluas pemahaman berbagai factor yang mempengaruhi pemilu ini dan hasilnya. Survei pra-pemilu yang jumlahnya akan semakin meningkat pada periode kampanye. atau bahkan Anda dapat tidak meliputnya sama sekali. Pembobotan menurut partai. Jika perbedaan tersebut masih berada dalam jarak yang sama. Perilaku. Banyak survei yang sebenarnya dapat memberikan informasi lebih dan sekedar siapa partai/ kandidat yang menang. Jika Anda mendapatkan sebuah survei yang berbeda sama sekali dibanding yang lainnya. Wibawa/NDI ] . media seringkali dikritis karena terlalu memfokuskan diri pada pertanyaan siapa yang memimpin dan siapa yang tertinggal. Ada beberapa organisasi yang mungkin melakukan pembobotan atau menyesuaikan identifikasi partainya. namun ada berbagai prosedur yang berbeda untuk mengidentifikasikan siapa yang kemungkinan besar akan memilih ini. peran internasional. Anda dapat berbicara dengan ahli yang mungkin dapat menunjukkan perbedaan yang penting. Hasil survei ini dapat memberikan informasi terakhir bagi media. Survei pemilu juga akan berguna untuk mengukur apa yang menjadi pikiran pemilih pada hari ini. Perbedaan teknik pengumpulan data misalnya melalui telepon maupun online akan membawa hasil yang berbeda pula. peranan agama dalam pemerintahan. Keyakinan yang Mungkin Mempengaruhi Pilihan Responden • • Dimanakah pendapat responden terkait isu-isu social maupun budaya yang sedang banyak diperdebatkan. 6. mengukur perubahan pikiran pemilih seiring waktu. Ada yang kemudian tidak melakukan pembobotan. Anda dapat menulis hasil pemantauan Anda mengapa anomaly atau survei ini memiliki hasil yang berbeda. Beyond the Horserace Dalam setiap siklus pemilu. pasti memiliki pertanyaan seputar pilihan partai/ kandidat.5. namun juga dapat membangun persepsi bahwa liputan media kemudian hanya terfokus pada persaingan itu sendiri. Beberapa pertanyaan berikut dapat meningkatkan kualitas liputan pemilu yang dapat dijawab oleh survey . termasuk pornografi. Jika ternyata tidak jelas mengapa terdapat perbedaan seperti itu. Kebanyakan survei pra-pemilu berusaha memilih responden yang kemungkinan besar akan memilih. sementara berbagai survei lain menunjukkan persamaan. tulis bahwa pada dasarnya mereka sama. dan lain sebagaimana? Bagainiana pendapat responden terkait dengan keterlibatan pemerintah dalam memecahkan masalah-masalah nasional? Apakah mereka lebih mengurangi intervensi ataupun memperluas program-program pemerintah? Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.S. Administrasi Survei yang Berbeda.

Yang kemudian menjadi tantangan adalah bagaimana memberikan laporan hasil pada pembaca/ pemirsa yang memiliki pemahaman atau bahkan tidak sama sekali tentang statistik. Wibawa/NDI ] . Baik membuat artikel/ script yang khusus tentang hasil survei maupun sebagai data pelengkap. namun tetap membuat hasil survei itu mudah dipaharni namun tetap berbobot. sebuah analisa yang menyeluruh dan beberapa informasi perlu diungkapkan. apa yang membedakan mereka? Bagaimana dengan kelompok yang belum memutuskan ataupun yang tidak memilih? Apakah mereka memiliki pandangan yang lebih condong sama dengan Partai A ataupun Partai B? Apakah pendukung perempuan Partai A memiliki pandangan yang hampir sama dengan pendukung laki-laki Partai A? Bagaimana dengan Partai B? Bagaimana pandangan pendukung berdasarkan agama? Keadaan Negara • • • Apakah pemilih puas atau tidak puas terhadap kondisi Negara saat mi? Apakah responden merasa perekonomian mereka lebih baik atau tidak baik? Bagaimana pandangan responden terhadap kandidat yang terpilih? Isu yang paling penting bagi responden • • Apakah isu yang paling penting yang mempengaruhi pilihan mereka? Apakah isu yang paling mengkhawatirkan responden? Apakah isu yang menurut responden paling penting untuk segera ditangani oleh partai yang terpilih nanti? Kecenderungan pilihan • • Seberapa jauh faktor agama mempengaruhi pilihan responden dibandingkan pemilu sebelumnya? Apakah responden lebih optimis atupun pesimis terhadap partai terpilih nanti? MEMBUAT ARTIKEL / SCRIPT Sama dengan membuat liputan berita. Beberapa tahapan yang dapat membantu Anda untuk menyiapkan dan menulis sebuah cerita yang akurat dan bertanggng jawab. 1.• Bagaimana posisi responden atas kebijakan yang penting menurut mereka? Apakah piihan isu ini konsisten dengan pilihan mereka terhadap kandidat/ partai? Pandangan sub-kelompok • • • • Apakah pendukung partai A dan partai B memiliki kepedulian atas isu yang sama atau berbeda? Jika berbeda. membuat liputan survei haruslah tepat dan tidak bias.29 .S. Informasi terkait dengan metodologi & teknis Beberapa dasar yang harus dimasukkan ketika meliput sebuah survei: • Siapa yang melakukan survei Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.

Pertanyaan Survei. Jangan lupa untuk melihat sub-kelompok dan pertanyaan-pertanyaan lanjutan. d. dan 38 persen lainnya yang tidak memilih keduanya. Meskipun Anda tidak harus menggunakan secara langsung pertanyaan tersebut. ambang kesalahan bagi kelompok kecil ini akan lebih besar. Namun bagaimana pendapat publik ini juga seringkali dipengaruhi dengan informasi yang mereka dapat dan media. atau Anda akan mengesampingkan sisi lain dan liputan ini. jurnalis dapat menggabungkan prosentasi yang sangat puas dan puas dalam kategori puas. Beberapa tips yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam meliput hasil polling a. Misalnya. maka Anda hendaknya berkonsultasi dengan ahli survei tentang bagaimana membuat cerita Anda. 6. Maka jurnalis haruslah melaporkan prosentasi yang belum memutuskan ini. Jawablah pertanyaan “mengapa”. adalah penting untuk memastikan bahwa penulisan liputan Anda tidak bertentangan dengan hasil yang ada. 4. Menggali pertanyaan — Telaah kelompok dan pertanyaan lebih lanjut Seringkali sebuah cerita dapat dibangun dengan melihat lebih dalam terhadap hasil survei. Kombinasikan beberapa kategori serupa. cukup puas. 5. Misalnya. 3. “Secara umum. demikian juga dengan kategori jawaban yang dipilih oleh responden. c. Melaporkan angka dengan akurat dan tanpa bias merupakan factor penting dalam teknik jurnalisme.30 . Ketika menulis hasil sebuah survei. Tulislah tentang “Tidak tahu/ Tidak menjawab”. menggunakan angka decimal menunjukkan sebuah presisi yang tidak ada.S. Menuliskan Angka dengan Akurat dan Komprehensif Survei berupaya untuk menilai bagaimana pendapat publik. dan berilaku. publik dapat secara tidak langsung dipengaruhi oleh pendapat mayoritas. Seringkali pollster mengukur pendapat responden dengan menggunakan pertanyaan yang menggunakan skala persetujuan atapun dukungan. dan radio. atau tidak puas sama sekali dengan kinerja Kandidat A selama menjadi Gubernur?”. apakah laki-laki merniliki kecenderungan yang berbeda terkait dengan sebuah isu? Namun ingat. penyelenggara dapat bertanya. Ingatah bahwa hasil survei merupakan estimasi.• • • • • • Siapa yang mendanai survei Siapa yang menjadi responden Besaran sample Ambang kesalahan Tanggal pelaksanaan survei Bagaimana teknik pengumpulan data 2. namun berhati-hatilah Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Jangan menggunakan angka desimal. internet. Susunan pertanyaan juga dapat mempengaruhi bagaimana responden menjawab pertanyaan. memilih. Jangan mengkombinasikan kategori yang berbeda. kurang puas. sangat penting untuk berhati-hati dalam menulis bagaimana sebuah pertanyaan diajukan. yang kemudian mempengaruhi bagaimana mereka berpikir. b. media cetak. Karena survei banyak diliput oleh TV. Jika 30 persen dari responden mengatakan bahwa mereka akan memilih Partai A dan 32 persen mengatakan bahwa mereka akan memilih Partai B. Wibawa/NDI ] . Jika Anda berpikir bahwa urutan pertanyaan akan mempengaruhi bagaiinana pertanyaan selanjutnya dijawab. Untuk menyederhanakan jawaban. apakah B/I/S sangat puas.

Tapi berhati-hatilah. Apakah ada kegiatan/ momentum yang dapat mempengaruhi pemahaman dan pandangan responden? Jika iya. Bagaimana suasana ketika survei tersebut dilakukan? b. Seringkali sumber-sumber ini akan mengkritisi survei dengan tidak seimbang atau mencoba untuk membalikkan informasi yang ada. meskipun mereka bukan penu1is secara langsung.31 . Wibawa/NDI ] . Grafik dapat digunakan jika banyak angka yang hendak dituangkan. Jurnalis biasanya terlibat secara langsung dalam membuat grafik-grafik.akan Anda tulis. untuk menulis laporan hasil survei sesuai dengan suasana maupun konteks yang ada. Look at What Other Polls Are Saying Adalah hal yang sangat penting untuk mengecek informasi yang diberikan dari survei ini dengan survei-survei lainnya. dan waktu pelaksanaan jelas perlu Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Namun jangan memberikan nara sumber itu tumpangan gratis dengan memasukkan pernyataan yang menyalahkan sample yang buruk atau metodologi yang buruk. tuliskan momentum tersebut dalam tulisan Anda. Ketika tidak ada salah untuk mencoba memberikan analisa terhadap mengapa pemilih berpikir lain dan lainnya. Sumber. Hal semacam ini seringkali muncul pada masa kampanye. Identifikasi perbedaan. Adalah penting kemudian. Jangan lupa juga untuk mengecek kecenderungan/ rekam jejak dan survei yang serupa terhadap subjek yang sama sehingga Anda dapat memberikan konteks atas isu tersebut seiring waktu dan apakah terdapat perubahan dari pendapat publik. Jangan mengorbankan akurasi demi pelaporan yang seimbang. Gunakan Grafik Sebuah grafik yang menunjukkan data dan sebuah survei dapat menjadi sebuah visualisasi yang sangat penting. adalah lebih baik untuk mengecek sumber-sumber independen lain dan meliput mereka. Adalah sebuah hal sering dilakukan misalnya. seperti Anda juga menggunakannya di liputan lain. sehingga membutuhkan penjelasan seperti: survei ini dilakukan sebelum partai A mendapat dukungan dari dua media besar. maka laporkanlah. 8. Bias dan pendapat personal akan dapat membuat jurnalis keluar dan data yang ada. terutama jika secara langsung mempengaruhi hasil survei. persamaan.S. ketika narasumber tersebut tidak memiliki pengetabuan yang memadai terkait dengan metodologi polling. dan kemudian berikan konteks atas survei yang . dan informasi yang lain untuk dapat memberikan cerita yang akurat. besaran sample. Namun sangat penting bahwa display dalam bentuk grafik itu membuat informasi yang akurat dan juga lelas bagi pembaca. 9.Terdapat sebuah perdebatan dalam komunitas polling apakah peran seorang jurnalis adalah semata untuk melaporkan angka atau jurnalis juga perlu untuk memberikan penjelasan atas angka yang ada. 7. Beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan dalam menuliskan sebuah hasil survei: a. wilayah. Berikan konteks terhadap data Semua survei opini publik memberikan sedikit gambaran atas apa yang kemudian dipikirkan oleh populasi secara umum pada waktu tertentu. sehingga reporter akan dapat lebih memfokuskan diri untuk memberikan analisa dan konteks. dalam melaporkan hasil polling untuk mengetahui reaksi dan kandidat ataupun tim kampanye. Cara yang berbeda dalam menanyakan sebuah pertanyaan sedikti banyak mempengaruhi hasil survei dan dapat memberikan perspektif yang menarik untuk tulisan Anda. Jika memang kritik itu valid.

Mewawancarai orang seperti ini akan dapat membuat tulisan/ liputan survei ini lebih humanis untuk menunjukkan kecenderungan yang ada menggunakan orang yang sesungguhnya. Wibawa/NDI ] .dicantumkan. Pertanyaan dan kategori jawabannya harus menunjukkan apa yang ditanyakan dalam survei tersebut. apakah ada responden yang mungkin untuk diwawancarai.32 .S. Namun tetap perlu diingat. 10. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. jurnalis masih dapat mewawancarai ahli atau individu yang dapat menggambarkan opini publik yang mewakili data yang ada. Gunakan Pendapat/ Suara dalam Cerita Survei Anda Beberapa survei juga memuat pertanyaan apakah responden keberatan jika diajukan pertanyaan lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan dan seorang reporter. Jurnalis perlu menanyakan pada penyelenggara. Namun jika responden sebenamya tidak tersedia. dan menjaga kerahasiaan responden. Anda tetap harus memverifikasi informasi yang diberikan responden tersebut.

Ini merupakan dasar dan metode probabilitas. sehingga perlu definisi yang jelas. jika Anda telah mengacaukan sampel sup yang Anda cicipi. yang pada dasarnya adalah harga yang dibayar untuk tidak mewawancara setiap anggota dalam populasi. Pemahaman terhadap konsep-konsep ini penting dalam membantu Anda membedakan berbagai survei atau Quick Count yang ada. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.S. Namun definisi populasi dapat bermacam-macam. Misalnya populasi yang sesuai dengan kepentingan kita adalah perempuan atau pemuda yang berusia 18-24 tahun.BAB 6 Berbagai Terminologi Penting Bagian ini akan membahas secara lebih dalam berbagai terminology penting dalam sebuah survei maupun Quick Count. pollster perlu memastikan bahwa semua orang dewasa dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sample. Kunci penting dan sample yang menggunakan probabilitas adalah kita dapat menghitung seberapa jauh temuan dan sample secara akurat merepresentasikan populasi secara keseluruhan. atau guru. Biasanya Anda cukup mengambil satu senduk untuk dapat menyicipi sup tersebut. atau kelompok-kelompok lainnya. pandangan yang direpresentasikan adalah semua warga Negara dewasa di Negara bersangkutan. Apakah Anda menanyakan bagaimana caranya sebuah organisasi dapat mengatakan bahwa survei yang hanya mewawancara sebanyak 1000 orang dapat secara akurat merepresentasikan pandangan dan pendapat dari 170 pemilih di Indonesia? Apa yang dimaksud dengan populasi? Apa yang dimaksud dengun sample? Dalan sebuah polling. Wibawa/NDI ] . tanpa mengaduk isi dan sup tersebut. Ketika memilih sebuah sample. Anda dapat saja menghidangkan sup yang dingin maupun sangat panas terhadap tamu Anda. atau pengusaha kecil. Dalam konteks pemilu. Anda dapat saja salah menilai soal temperature dari sup tersebut. Dan sample itulah — satu sendok yang Anda coba — Anda dapat menentukan apakah keseluruhan panci itu cukup panas untuk dihidangkan. Jika Anda hanya mengambil sup dan bagian atas saja atau bagian bawah saja. Memilih sample secara tepat tentunya lebih sulit dan membutuhkan langkah-langkah yang lebih dalam dibanding sekedar mendefinisikan apa yang dimaksud populasi. Anda harus memutuskan apakah sup ini sudah cukup hangat untuk dihidangkan pada tamu Anda. adalah pemilih terdaftar. Inilah yang kemudian disebut ambang kesalahan.33 . SAMPLE YANG BAIK VS SAMPLE YANG BURUK Apakah sup mi sudah cukup panas? Bayangkanlah Anda sedang memasak sepanci sup untuk sebuah pesta makan malam. Penyelenggara pemilu haruslah mewakili kerangka sample yang ilmiah dan memastikan bahwa design sample yang ditulis konsisten. Apakah Anda akan menghabiskan seluruh panci untuk dapat menentukan apakah sup itu telah hangat? Tidak perlu. Namun apa yang penting untuk diketahui terkait dengan satu sendok yang Anda coba tadi? Anda tentunya harus memastikan bahwa Anda telah mengaduk dengan baik sup yang berada dalam panci tersebut.

Tidak ada satu carapun untuk mengetahui sejauh mana sample yang ada merepresentasikan pandangan dari populasi secara keseluruhan. Sample seperti ini tidak dapat melakukan estimasi terhadap hasil pemilu. terutama yang memiliki nomor telepon. Jika Anda bermaksud untuk membuat perbandingan antardua kelompok. berdasarkan proporsi dengan populasi masyarakat dewasa. Namun jika yang hendak dilihat adalah perbedaan etnisitas dalam perilaku pemilu atau preferensi terhadap sebuah partai. tidak ada daftar seperti itu — seperti halnya di Amerika. sebuah direktori telepon bukanlah sebuah kerangka sample yang baik untuk digunakan. Daftar pemilih merupakan kerangka sample yang baik untuk survei pra-pemilu. Sample diambil dari sebuah kerangka sample. maka ini berarti mengambil oversample kelompok hitam dan mengecilkan kelompok kulit putih. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Salah satu model design sample lainnya adalah menggunakan stratifikasi. Dalam kasus sample nasional di Amerika. dan bahwa memuat lebih dan satu nomor untuk seseorang/ sebuah keluarga. Bentuk lain dan kerangka sample adalah menggunakan keranga sample menggunakan daftar keanggota. masalah yang dihadapi dengan memilih secara acak nomor telepon. Ini dapat berupa daftar pemilih tetap (yang terdapat semua orang). maka sample yang ada dapat plus distratitikasi berdasarkan etnis untuk menghasilkan jumlah wawancara yang sama antara kelompok hitam dan putih.Ketika sebuah sample diambil tanpa menjelaskan secara rinci target populasinya dan tanpa mengetahui probabilitas dan pemilihan responden. Namun untuk kebanyakam populasi. tidak selalu daftar ini merupakan daftar yang memuat semua pemilih secara nasional. akan sangat jarang dilakukan karena semua sample akan memiliki jumlah perempuan dan laki-laki yang hampir sama. Yang perlu dipahami adalah sejauh mana sample yang ditarik merepresentasikan keseluruhan populasi. Satu bentuk kerangka sample yang digunakan dalam survei pra-pemilu adalah daftar pemilih. Wibawa/NDI ] .S. Sebuah buku telepon juga tidak up-to-date dalam memberikan informasi terkait orang yang telah pindah alamat. dan tidak terdapat duplikasi (orang yang terdaftar lebih dan dua kali). akan lebih tepat jika kedua sample memiliki besaran yang hampir sama. terkadang memiliki angka yang tidak diperlukan (misalnya businessman yang juga terdaftar di halaman iklan). Untuk mengoreksi masalah yang ada. nomor juga diberikan pada probability yang sama untuk menghasilkan simple random sampling. sering disebut non-probability sample. Dengan menggunakan teori probabilitas. Contoh sample yang baik Hampir semua survei menarik sejumlah orang sebagai. Dengan menggunakan kategori ini. tidak memiliki elemen yang berlebihan (yang tidak sesuai dengan criteria populasi). yaitu daftar dan semua anggota dari populasi. karena tidak memiliki daftar dan semua pemilih yang ada. Untuk menangani masalah mi. kecuali jika data yang ada dibobot sehingga menunjukkan proporsi yang benar. sample dari populasi yang terkait. Daftar ini biasanya dimiliki bahkan dijual oleh petugas pemilu. misalnya. sample ini akan merepresentasikan populasi yang ada. Stratitikasi berdasarkan jenis kelamin.34 .

dapat digunakan untuk keseluruhan survei. Beberapa kandidat yang muncul antara lain Julia Roberts. namun tidaklah berhasil untuk mendapatkan sample yang merepresentasikan kelompok. Banyak yang kemudian ikut memilih Hank. Kelompok orang yang mau ikut terlibat dalam survei bisa jadi memiliki pendapat yang sama sekali berbeda dengan mereka yang tidak bersedia untuk ikut. si Pemarah dan Pemabuk. bagaimanapun besaran sample yang digunakan. Namun banyak survei yang kemudian mengesampingkan kualitas samplenya.Contoh sample yang buruk Dalam sebuah survei yang baik pastilah terdapat sample yang dipilih secara acak dan merepresentasikan keseluruhan populasi.S. dan beberapa artis lain. cukup jail untuk meminta pendengarnya memilih Hank si Pemarah dan Pemabuk. ambang kesalahan sampling ini adalah harga yang harus ‘dibayar’ karena tidak mewawancarai semua orang dalam populasi. yang kemudian berhasil menempatkan Hank dalam urutan teratas dengan 230. APA YANG DIMAKSUD AMBANG KESALAHAN? Sebuah survei yang menggunakan teori probabilita pastilah memiliki sebuah ambang kesalahan (margin of sampling Ambang kesalahan error). Salah satu contoh kasus yang menarik tentang online survei ini adalah cerita tentang Hank. Kesalahan yang seringkali terjadi. atau menjadi harga yang “±2%” yang seringkali berada di kalimat terakhir pada dibayar karena tidak penjelasan metodologi. Pada dasarnya. Ambang kesalahan tidak dapat dihitung dalam survei seperti ini. scorang announcer radio. Selain pandangan responden terpilih bisa jadi tidak merepresentasikan target populasi. bisa jadi karena sulit dan relative mahal untuk menarik sample acak yang representative. Bentuk ambang kesalahan ini biasanya “± 3%”. Leonardo DiCarpio. Majalah People pernah membuat survei online yang meminta orang untuk memilih “The Most Beautiful People of the Year”. berhasil mewawancarai orang berpikir bahwa ambang kesalahan ini hanya satu dan semua orang. Sehingga untuk mempermudah pelaksanaan survei. Saat itu Howard Stern. Responden juga diberikan kesempatan untuk memberikan alternative pilihan. Madonna.35 . Suatu bentuk sample yang convenient ini adalah survei yang sampelnya tidak dipilih secara acak. Wibawa/NDI ] . perlu untuk selalu diingat bahwa ada kelompok populasi yang tidak memiliki akses terhadap internet/ komputer. Salah satu bentuk klasik dan survei jenis ini adalah survei yang dilakukan di pusat berbelanjaan dimana pewawancara berdiri dan meminta responden berpartisipasi dalam survei. sample dipilih dengan mencari yang lebih mudah untuk dilakukan.169 suara atau sekitar 16 kali lipat lebih banyak dari orang yang memilih DiCaprio. Hasil dan survei yang menggunakan sample seperti ini tentu saja akan memberikan pemahaman yang berbeda (misleading). akan tetapi responden sendiri yang memutuskan apakah dia akan terlibat atau tidak dalam survei. Namun sebenarnya ambang kesalahan ini bisa jadi berbeda antara satu pertanyaan dengan pertanyaan lainnya. yang telah meninggal dunia pada tahun 1991. Survei yang dilakukan melalui internet juga seringkali menghadapi kendala yang sama. Cara ini mungkin efektif dalam mencari responden baru. Pada tahun 1998. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.

500 responden yang dipilih secara acak di tingkat nasional. Tiga hal penting yang perlu dipahami dari diagram diatas: 1. kita tidak banyak melihat perubahan dalam ambang kesalahan. Apa istimewanya 1.S. tidak hanya mengambil sample.36 . ambang kesalahan hanya berkurang 1%.Ambang kesalahan menunjukkan range perkiraan bahwa jawaban yang sama akan didapatkan jika kita berbicara dengan semua orang dalam populasi. dalam sebuah survei yang melakukan wawancara terhadap 1. Misalnya. perbedaan ambang kesalahan yang ada hanyalah 1%. Anda bertanya-tanya mengapa sebagian besar survei mewawancara 1500 responden? Lihatlah diagram dibawah ini. bukan besaran populasi. kita mengetahui bahwa nilai sebenarnya berkisar antara 55 persen dan 61 persen jika kita berbicara dengan keseluruhan populasi. Semakin besar sample. dan sebaliknya. Jadi jika sebuah survei menunjukkan bahwa 58% responden mendukung program yang dilakukan pemerintah. Dan kisaran 1000 hingga 2500 responden yang diwawancara.000 responden? Ambang kesalahan sampling sangat ditentukan oleh besarnya sample. maka survei akan memiliki ambang kesalahan berkisar antara plus minus 3 persen dan jawaban jika kita bertanya terhadap 210 juta orang dewasa. Jadi hampir tidak ada gunanya Anda menggunakan sample yang terlalu besar. semakin kecil sample maka semakin besar ambang kesalahan. Angka ambang kesalahan memiliki perbedaan yang sangat drastic antara ukuran sampel yang kecil (100) dibandingkan dengan ukuran sample besar (dimulai dan 1000). Wibawa/NDI ] . maka semakin kecil ambang kesalahan. Ambang kesalahan tidak akan berubah apakah kita merepresentasikan pandangan dari Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Dari 2500 hingga 5000 wawancara. Ambang kesalahan sangat dipengaruhi oleh besaran sample. Namun setelah kita rnencapai angka 1000 dan seterusnya.

Wibawa/NDI ] . maka ambang kesalahan yang digunakan haruslah hanya berdasarkan pada 500 orang perempuan tersebut. Salah satu prinsip penting dalam sample probabilita adalah setiap responden memiliki kemungkinan yang sama untuk terpilih. 2. karena ambang kesalahan dan survei tersebut adalah ±3%. PEMBOBOTAN Pembobotan terhadap data survei biasanya dilakukan sebagai upaya untuk memastikan bahwa sample yang digunakan dapat merefleksikan karakteristik dan populasi. bukan sample secara keseluruhan. Jika sebuah hasil survei didasarkan pada sebagian dan sample keseluruhan. Tabel berikut menggambarkan bahaimana pembobotan dapat mempengaruhi data. Pembobotan dilakukan untuk menyesuaikan kontribusi responden.S. Pembobotan dapat dilakukan untuk: • Menyesuaikan probabilitas pemilihan seorang responden dalam sebuah survei. namun tidak merubah jawaban sebenarnya dari responden terhadap sebuah pertanyaan. Diagram ini tidak akan berubah. sebuah bagan hanya membahas pendapat perempuan. maka kemungkinan jawaban sebenarnya akan berkisar antara 47% hingga 53%. Dalam sebuah survei pemilu pada Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A.37 . Dan jika seandainya 50% resporden dan sebuah survei yang mewawancarai 1000 orang responden mengatakan bahwa mereka mendukung Partai A. Misalnya jika 1000 responden. Ambang kesalahan yang tinggi akan diperoleh jika besaran samplenya kecil (100 responden). maka ambang kesalahan haruslah dihitung berdasarkan sub-sample tersebut. Jika 50% dan 100 orang dewasa ini mengatakan bahwa mereka mendukung Partai A. 3.semua orang dewasa di Indonesia maupun pandangan orang dewasa di Jawa Timur. Sebuah sample yang besar akan memberikan Anda gambaran yang lebih jelas atas dukungan terhadap partai tertentu. makan jawaban yang sebenarnya akan berkisar antara 40% hingga 60% (dengan ambang kesalahan ± 10%). Sehingga Anda perlu mengetahui berapa besaran sample dan setiap sub-kelompok tersebut.

Hal ini diambil untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap bagaimana kelompok mi berperilaku. Dalam teknik sampel tertentu yang dikenal dengan stratified random sampling. Hal ini sering disebut dengan istilah oversample. Misalnya.38 . Jika kemudian survei dilakukan dengan menggunakan telepon. Wibawa/NDI ] . Misalnya. dalam survei pemilu. Penyesuaian seperti ini terkadang perlu dilakukan karena sekelompok demografik tertentu bisa jadi terlalu banyak terepresentasikan atau malah kurang terepresentasikan dalam sample. dari hasil sensus misalnya. sekelompok responden dengan karakteristik tertentu dapat dipilih secara khusus dan ditingkatkan jumlah respondennya. wilayah. maka dukungan terhadap masing-masing kandidat tidaklah merefleksikan dukungan yang sesungguhnya. Table berikut menunjukkan perbedaan data demografi yang menjadi alasan sebuah pembobotan perlu dilakukan. jenis kelamin. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. sample etnis Cina ditambah untuk melihat karakteristik istimewa mereka dalam pilihan partai politiknya. Membuat penyesuaian setelah data dikumpulkan untuk menghasilkan angka yang selaras dengan karakteris dari populasi. Data ini kemudian dapat digunakan secara langsung untuk membandingkan pilihan politik etnis Cina dengan Jawa misalnya.S. Ketika mengambil langkah ini. maka perlu dilakukan pembobotan untuk dapat penyesuaikan probabilitas pemilihan responden ini. dan latar belakang pendidikan. Namun jika Anda berusaha untuk melihat bagaimana dukungan masyarakat secara umum terhadap suatu partai maka sebuah pembobotan harus dilakukan untuk ‘mengurangi’ kontribusi yang diberikan oleh etnis Aceh ini dan ‘menambah’ kontribusi dari etnis Jawa. Sebuah institusi terkadang membuat beberapa penyesuaian kecil untuk membuat sample sesuai dengan karakteristik populasi seperti umur. pemuda relative lebih sulit untuk ditemui sebagai responden dibandingkan dengan ibu rumah tangga. biasanya dihitung frekuensi dan beberapa informasi demografik untuk kemudian dibandingkan dengan karakterisrik yang diketahui terkait populasi dan sumber ketiga. Setelah semua data dikumpulkan. maka kemungkinan memilih responden yang keturunan Cina menjadi lebih besar dibandingkan etnis lainnya.• • umumnya sample didesign untuk merepresentasikan orang dewasa yang telah berumur 17 tahun atau lebih. Jika hal ini tidak dilakukan. Menyesuaikan gambaran terhadap design sample.

lalu diselingi dengan pernyataan yang menggarisbawahi beberapa posisi Jaksa tersebut pada berbagai isu. Pada beberapa survei. Pabrik ini melawan Jaksa Agung Morales di Texas dan mengajukan tuntutan. maka besar kemungknan responden akan menjawab isu ekonomi sebagai isu yang paling penting untuk segera ditindaklanjuti. Susunan pertanyaan. Betapa besar pengaruh pertanyaan yang diajukan sebelumnya dapat dilihat pada hasil sebuah survei strategi yang dilaksanakan oleh perusahaan rokok. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Pertanyaan yang diajukan awalnya sifatnya umum terkait dengan kemungkinan pemilihan kembali Jaksa tersebut pada periode mendatang. Terkadang hasil dapat dimanipulasi melalui susunan pertanyaan.39 . baru kemudian mereka menanyakan pertanyaan terkait dengan pemilihan ulang. Ada tiga cara dimana pertanyaan dapat memberikan hasil yang bias: 1. Konteks terhadap jawaban mereka telah dibentuk sedemikian rumah melalui urutan pertanyaan. Wibawa/NDI ] . jika Anda menanyakan pertanyaan-pcrtanyaan terkait dengan isu tertentu. Misalnya. sebelum Anda menanyakan apa yang menjadi masalah paling penting untuk segera diselesaikan. seperti ekonomi. susunan pertanyaan dapat mengarahkan responden pada suatu kesimpulan tertentu yang dapat ditebak.PERTANYAAN SURVEI Hasil survei adalah sebuah refleksi sebaik mana pertanyaan-pertanyaan diajukan.S.

Jaksa Agung Morales telah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Jaksa Agung dan layak untuk dipilih kembali pada periode selanjutnya? Atau Anda berpendapat sudah saatnya memberikan kesempatan pada orang lain yang dapat bekerja lebih baik? Hasil: Layak dipilih kembali = 42% Orang baru = 27% Tidak tahu = 31% Lalu diselingi dengan beberapa pertanyaan yang menilai pandangan responden terhadap beberapa isu antara lain: dukungannya terhadap affirmative action. Bagaimana bahasa/ kalimat pertanyaan. Ada berbagai cara yang mempengaruhi bagaimana jawaban yang diberikan oleh responden. Contohnya dalam mengajukan pertanyaan terkait dengan masalah yang paling penting. sementara pertanyaan tertutup dimana responden memilih jawaban dan beberapa alternative jawaban yang telah tersedia. pertanyaan yang double negative. Ketika responden menjawab ‘setuju’. Kedua. namun terkadang sulit dalam melakukan pengkodean dalam kerangka waktu yang terbatas. Misalnya: Terkadang.S. dukungannya terhadap penguasaan senjata.40 .P1: Apakah menurut B/I/S. Pertama. namun memberikan keterbatasan pilihan jawaban bagi responden. terutama jika mereka diharapkan hanya menjawab ‘setuju’ atau ‘tidak setuju’. “Manakah dari masalah inii yang paling penting dihadapi Negara?”. dan pernyataan Morales terkait dengan penanganan anggota gank yang tidak perlu dipenjara namun diberikan fasilitas rekreasi dan konseling. apakah menurut Anda Morales telah menjalankan tugasnya sebagai Jaksa Agung dengan baik sehingga layak untuk dipilih kembali atau Anda berpendapat sudah saatnya untuk memberikan kesempatan kepada orang baru untuk dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dari Morales? Hasil: Layak dipilih kembali dari 42% menjadi 21% Orang baru = dari 27% menjadi 58% Tidak tahu = dari 31% menjadi 21% 2. sehingga pertanyaan terbuka ini lebih sulit untuk diolah. Pertanyaan terbuka dapat menggali apa yang ada dalam pikiran responden. saya tidak dapat mengekspresikan betapa tertariknya saya dalam politik. prioritasnya yang lebih menekankan pada isu konsumen dibanding pemberantasan tindak criminal. Namun organisasi survei lain akan menanyakan dengan sedikit berbeda. P6: Setelah Anda mendapatkan kesempatan untuk mengetahui lebih dalam terkait dengan Dan Morales. Setiap survei menggunakan sebuah kuesioner yang terdiri dan serangkaian pertanyaan yang ditanyakan kepada setiap responden dengan cara dan bahasa yang sama oleh pewawancara. seperti “Apa yang menjadi masalah paling penting dihadapi Negara saat ini?”. Pertanyaan tertutup lebih mudah untuk diolah dan dianalisa. Gallup misalnya lebih sering menggunakan pertanyaan terbuka. apakah artinya dia tidak tertarik dalam politik? Atau dia tertarik Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Pertanyaan terbuka memungkinkan pemilih untuk menjawab dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Penggunan pertanyaan yang mengandung makna ganda yang negative dapat membingungkan responden. juga sulit mengambil kesimpulan jika jawabannya sangat bervariasi. pertanyaan terbuka vs pertanyaan tertutup. Wibawa/NDI ] .

S. dua pertanyaan yang dijadikan satu. namun jawaban responden sangat terbatas. Sebuah pertanyaan yang seimbang akan merepresentasikan dua sisi yang berbeda atas sebuah isu atau akan memberikan serangkaian alternativejawaban bagi responden. Beberapa pertanyaan sering menggunakan bahasa yang rumit atau terminologi yang tidak selalu dipahami oleh semua responden. Wibawa/NDI ] . atau hanya pada tahun 2004 dan tidak di tahun 2006.41 . Misalnya: Apakah Anda memilih pada Pernilu 2004 dan 2006 lalu? Ketika responden menjawab “Ya”.namun tidak dapat mengekspresikan dirinya sendiri? Akan lebih tepat jika kalimat ini ditanyakan: Saya biasanya tertarik dalam politik. Pertanyaan “Apakah Anda mendukung tindakan militer melawan Irak?” adalah pertanyaan yang tidak seimbang. Ketiga. Sehingga tidak jelas apakah jawaban responden tersebut itu mengacu pada pertanyaan yang pertama atau kedua. Pertanyaan yang mengarahkan seperti ini dapat membawa bias. Misalnya: Apakah Anda mendukung keputusan Presiden Bush untuk mengirimkan tentara lebih banyak ke Irak? Pertanyaan yang lebih tepat mungkin: Apakah Anda mendukung atau menolak pengiriman tentara yang lebih banyak ke Irak? Terkadang juga pertanyaan yang mengarahkan ini tidak memberikan alternative jawaban sama sekali bagi responden. Misalnya: Apakah Anda mendukung affirmative action bagi caleg perempuan? 3. atau hanya di tahun 2006 tapi tidak di tahun 2004. Bagian awal dari pertanyaan mengarahkan jawaban responden dengan memberikan posisi penguasa yang menyulitkan responden untuk tidak sepakat atau bertentangan dengan kebijakan itu. apakah artinya dia memilih pada tahun 2004 dan 2006 ataukah menjawab pada salah satu. Pilihan jawaban (response categories). penggunaan bahasa yang rumit. atau tidak memilih pada keduanya? Keempat. mengarahkan. Memahami dan Menginterpretasikan Berbagai Survei Pemilu [ A. Kelima. yang mendorong responden untuk memilih mendukung dibandingkan sebaliknya. Ada dua pertanyaan yang diajukan sekaligus. misalnya hanya “Ya” atau “tidak”. ataupun jika mernang hendak ditanyakan dalam satu kalimat hendaknya diberikan jawaban yang lebih jelas misalnya: Apakah Anda memilih pada tahun 2004 dan 2006. atau dua-duanya. Pertanyaan seperti ini hendaknya ditanyakan dalam pertanyaan yang terpisah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful