Budidaya Pertanian

( Manihot utilissima Pohl )

1.

SEJARAH SINGKAT Ketela pohon merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu, singkong atau kasape. Ketela pohon berasal dari benua Amerika, tepatnya dari negara Brazil. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, antara lain: Afrika, Madagaskar, India, Tiongkok. Ketela pohon berkembang di negara-negara yang terkenal wilayah pertaniannya dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852.

2.

JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman ketela pohon adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji Sub divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup Kelas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua Ordo : Euphorbiales Famili : Euphorbiaceae Genus : Manihot Spesies : Manihot utilissima Pohl.; Manihot esculenta Crantz sin. Varietas-varietas ketela pohon unggul yang biasa ditanam, antara lain: Valenca, Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4

3.

MANFAAT TANAMAN Di Indonesia, ketela pohon menjadi makanan bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Manfaat daun ketela pohon sebagai bahan sayuran memiliki protein cukup tinggi, atau untuk keperluan yang lain seperti bahan obat-obatan. Kayunya bisa digunakan sebagai pagar kebun atau di desa-desa sering digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak. Dengan perkembangan teknologi, ketela pohon dijadikan bahan dasar pada industri makanan dan bahan baku industri pakan. Selain itu digunakan pula pada industri obat-obatan.

4.

SENTRA PENANAMAN Di dunia ketela pohon merupakan komoditi perdagangan yang potensial. Negaranegara sentra ketela pohon adalah Thailand dan Suriname. Sedangkan sentra utama ketela pohon di Indonesia di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

5.

SYARAT PETUMBUHAN 5.1 Iklim . a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman ketela pohon antara 1.500-2.500 mm/tahun. b) Suhu udara minimal bagi tumbuhnya ketela kohon sekitar 10 derajat C. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. c) Kelembaban udara optimal untuk tanaman ketela pohon antara 60-65%. d) Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ketela pohon sekitar 10 jam/hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya. 5.2 Media Tanam . a) Tanah yang paling sesuai untuk ketela pohon adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik, unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Untuk pertumbuhan tanaman ketela pohon yang lebih baik, tanah harus subur dan kaya bahan organik baik unsur makro maupun mikronya. b) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon adalah jenis aluvial latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol.

SEKALIGUS MENGINTIP PELUANG PENGEMBANGAN BAHAN BAKU BIOFUEL A. Berdasarkan Program Menteri Pertanian dengan keputusan Menteri Pertanian Nomor : 867/kpts/TP. Untuk mewujudkan harapan dan tujuan tersebut.PROYEK PENGEMBANGAN BUDI DAYA SINGKONG VARIETAS DARUL HIDAYAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN TARAP KEHIDUPAN EKONOMI PETANI. kami BIGCASSAVA.Wb. dimana sebagian besar penduduknya bertempat tinggal dipedesaan. dengan mencoba mengembangkan budi daya singkong Darul Hidayah ( Singkong Raksasa ). yang merupakan bibit unggul dari singkong – singkong yang ada saat ini.COM atau SINGKONGRAKSASA. yaitu harga jual yang selalu rendah pada saat terjadi panen.PENDAHULUAN Bismillahirrahmanirrahim.240/11/98 tertanggal 4 Nopember 1998 di Jakarta perihal PELEPASAN UBI KAYU LOKAL DARUL HIDAYAH SEBAGAI VARIETAS UNGGUL DENGAN NAMA DARUL HIDAYAH Hanya saja berbagai upaya yang telah dilakukan baik itu oleh pemerintah maupun berbagai kelompok lain dalam memberdayakan sektor Pertanian selalu terbentur pada persoalan pokok. . dan kemakmuran daerah yang bersangkutan. produktifitas satuan lahan yang kecil. dimana untuk jenis singkong konvensional biasanyan hanya dihasilkan sebesar 40 – 50 ton/ha lahan tanaman bahkan terkadang hanya mencapai 20 – 25 ton /ha lahan tanam. berdasarkan sendi – sendi keadilan dan pemerataaan. Assalamu’alaikum Wr. dengan hidup mengandalkan dari sector pertanian. memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki dan mengoptimalkan hasil – hasil dari prakarsa dan pemanfaatan tersebut. dan persoalan pemasaran.COM telah memulai rintisan sejak lima tahun yang lalu. Bahkan sejak bulan April 2006 sampai dengan September tidak turun hujan ( kemarau ) singkong Darul Hidayah tetap berkembang panjang umbinya mencapai satu meter per batang ubi kayu . Sedangkan singkong Darul Hidayah setelah melalui uji tanam atau Pilot Project I diketahui dapat menghasilkan singkong sebagai hasil tanaman sebesar 100 – 150 ton/ha lahan tanam. Bahkan tidak sedikit jenis singkong Konvensional yang mati daun dan batang sehingga gagal panen. sehingga berbagai upaya dimaksud harus berujung dan bertumpu kepada kesejahteraan rakyat. Pengembangan singkong Darul Hidayah adalah merupakan jawaban dari persoalan dan rendahnya produktivitas persatuan lahan. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengembangan sector AGROBISNIS. Pengembangan prakarsa kemandirian harus didorong dengan cara mengembangkan berbagai potensi masyarakat. dan telah terbiasa dibudidayakan oleh petani secara konvensional. yang memang sudah merupakan ciri utama dan mayoritas kehidupan masyarakat di negara kita.

Potensi Singkong UNIDO (UN Industrial Development Organization) atau Badan PBB di bidang Pembangunan Industri sudah sejak awal tahun 1980-an menerbitkan beberapa laporan tentang potensi singkong atau ubi kayu atau sampeu atau manioc. Amerika Serikat. Jerman. tepung gaplek. Korea. dan bahan baku industri pakan ternak. industri textile. Industri BIOFUEL. Sirup). Pellet. seperti industri makanan. Meningkatkan IPM daerah Kabupaten Sukabumi Kegiatan pengembangan Budi daya Singkong dengan cara optimalisasi lahan – lahan yang belum dan dalam rangka membangun agro bisnis dan agro industri yang terintegrasi. juga untuk kebutuhan import. sangat sejalan dengan PERDA Propinsi Jawa Barat No. Kebutuhan bahan baku singkong tersebut bukan hanya untuk konsumsi dalam negeri. PELUANG PASAR. B. Dapat mencegah urbanisasi ke kota – kota besar 2. Terbukanya lapangan kerja baru 3. Chips. industri bahan bangunan ( Gips & Keramik ). akan diperoleh beberapa keuntungan yaitu : 1. tidak heran kalau dari singkong dapat dihasilkan 14 macam produk turunan. Termanfaatkannya lahan – lahan yang belum optimal produksi 4.Selain itu BIGCASSAVA. KESEMPATAN KERJA & LUAS AREAL TANAMAN SINGKONG Sebagaimana diuaraikan di atas peluang pengembangan usaha budi daya singkong sangat terbuka. industri pakan ternak. bahan baku industri lem.COM memilih komoditas singkong sebagai garapan utamanya didasarkan pada hasil survey dan analisa market. Jepang. dengan pangsa pasar untuk dalam negeri seperti industri makanan & minuman ( kerupuk. sedagkan untuk pangsa pasar luar negeri dengan tujuan eksport adalah Negara Masyarakat Ekonomi Eropa. industri kertas. terutama di negara berkembang seperti di Indonesia yang memiliki lahan luas dan memungkinkan. tepung. dan ironisnya kebutuhan kebutuhan industri dalam negeri masih mengimport bahan baku industrinya. Meningktanya kesejahteraan masayarkat petani 5. bahan baku industri kertas. dengan pemanfaatan untuk bahan baku farmasi. karena permintaan pasar produk singkong tersebut dalam bentuk gaplek. hal ini tidak lain karena kebutuhan produk dan beragamnya produk olahan dari bahan dasar singkong seperti Gaplek. industri kimia. dimana didalamnya memuat aspek pemanfaatan lahan tidur secara optimal guna meningkatkan prouktivitas pertanian. Akibatnya beragamnya jenis industri yang memanfaatkan singkong sebagai bahan baku utamanya. bahwa kebutuhan berbagai jenis industri yang memanfaatkan singkong sebagai singkong sebagai bahan bakunya sangat besar. dan terutama tepung tapioka. industri bahan bangungan. China. Industri kertas. padahal bahan tersebut berasal dari bahan dasar singkong Hal lain yang sangat penting dari budi daya singkong ini cenderung dapat ditanam pada jenis tanah apapun di satu sisi sedangkan pada sisi lain dapat mengoptimalkan lahan – lahan yang belum maksimal produksi. 1 tahun 2001 Tentang rencana Strategi Propinsi Jawa barat tahun 2001 – 2005. industri farmasi. sehingga apabila kegiatan – kegiatan tersebut tumbuh kembangkan oleh pemerintah daerah dan masyarakatnya. sangat tinggi. .

bahkan di atas ambang batas. Tetapi. Memang budidaya singkong. ataupun makanan lainnya. terutama di Masyarakat Eropa (ME) sehingga harganya mampu bersaing dengan produk sejenis dari beberapa negara di Afrika.4 ton. sekitar 150-200 ppm (part per . apakah itu organofosfor ataupun lainnya. terutama dalam bentuk lahan di dataran rendah serta lahan di dataran tinggi berdekatan dengan kawasan hutan.134. dari selokan yang keluar dari kotakan sawah. Brasil (10. sejak mencuci ubi sebelum dihancurkan (diparut). Jadi kalau dihitung secara teoretis (on paper) penggunaan pestisida. India (6. rebus singkong. dan sebagainya. umumnya berada di lingkungan kawasan pertanian padi. goreng singkong. ataupun hanya merupakan kebun sambilan. bahwa pada umumnya pabrik tapioka. serta disusul oleh negaranegara seperti Nigeria (11. yang semula Indonesia dikenal sebagai penghasil tepung tapioka terbaik kualitasnya. Pada umumnya. Indonesia masih rendah. Sedang dari ubinya. serta untuk keperluan pabrik. opak.23 ton). Thailand (13. bahkan mendekati kualitas pharmaceutical grade atau produk bahan baku untuk keperluan farmasi. maka sisa yang terdapat di dalam air sawah. pada umumnya di Indonesia.000 ton). baik dalam bentuk keripik. Masalahnya adalah. dan apalagi dari negara-negara di Afrika. seperti gaplek Indonesia yang sangat terkenal di mancanegara. tidak menggunakan pestisida. Tetapi.000 ton per tahun. karena umumnya masih merupakan kebun sela atau tumpang sari setelah penanaman padi huma. Kadang-kadang dapat pula ditingkatkan menjadi makanan yang lebih "bergengsi" kalau menjadi "misro" (atau amis di jero/di dalam) atau "comro" (oncom di jero).500. mohon untuk diketahui. merasa sudah cukup hanya menjadi makanan panganan. kalah oleh produk sejenis dari negara-negara Afrika.000 ton) setelah Brasil (24. menghasilkan "larutan" tapioka dari parutan sampai ke pengendapan dan memisahkan larutan menjadi "bubur" tapioka. Walau dari hasil kebun per hektar (ha). Akan tetapi.000 ton). yaitu 9.Dari data UNIDO sejak tahun 1982. apalagi dari India dan Thailand. berbeda dengan produk tapioka. yang lebih banyak ditujukan untuk panenan daun/pucuknya yang dapat dijual untuk lalap. kemudian Thailand (13. urab singkong. kemudian meningkat sampai 130 dollar AS/ ton. rata-rata dua kilogram (kg) per ha sawah.000 ton). hanya mencapai 60 dollar AS/ ton dan tidak lebih dari 80 dollar AS/ton. Thailand. Indonesia tercatat sebagai negara penghasil manioc terbesar ke-3 (13. urab.06 ton). juga dari India dan Thailand. di Indonesia masih jarang budidaya singkong berbentuk perkebunan dengan luas di atas lima hektar. Angola (14.95 ton). ataupun tepung tapioka cukup meyakinkan dan dapat bersaing. dan sebagainya. dari total produk dunia sebesar 122. kebun hortikultura. lahan yang tersedia untuk budidaya singkong cukup luas.57 ton).30 ton). padahal produk yang sama dari India. Cina (13.500. yaitu pengolah ubi kayu menjadi tepung. yaitu rata-rata dengan harga 65-75 dollar AS/ton. tepung gaplek.554. bahwa di dalam tepung tapioka hasil Indonesia terdapat residu (sisa) pestisida yang membahayakan.000 ton). Ekspor singkong Indonesia dalam bentuk gaplek (keratan ubi singkong yang dikeringkan).300. kalau dibandingkan dengan India (17. terutama insektisida (pembasmi hama).000. ketimus. tetapi tiba-tiba pada tahun 1980-an jatuh menjadi kualitas terendah. sampai ke bubuy singkong.

hasil jerih payah mereka banyak membantu pendapatan. Dengan catatan konversi (perubahan) dari ubi singkong segar menjadi gaplek sekitar 30 persen saja. terutama dalam bentuk gaplek dan tepung tapioka. antara lain. Ciamis. tidak heran kalau ekspor juga ikut anjlok. misalnya dari 17. padahal. yaitu kandungan senyawa cyanida lebih tinggi dan terasa pahit. dan tidak . sehingga sisa singkong yang akan digaplekkan hanya sekitar tiga juta ton saja. dan para pengumpul menerima sekitar Rp 75-Rp 100/kg segar. Dulu ketika di hampir tiap daerah/desa banyak bermunculan pabrik pengolah singkong menjadi tapioka.Rp 50/kg segar. Tahun 1980-an. yang menyatakan bahwa eksportir Indonesia yang mau mengekspor ke luar ME akan dapat rangsangan 1:2. karena di negara tersebut tapioka kita yang sudah tercemar residu pestisida akan "dicuci" terlebih dahulu hingga memenuhi syarat. Mereka menanam singkong bukan sekadar sambilan. yaitu dari sekitar 790. serta faktor lainnya lagi. Tasik. Karena itu. sedangkan persyaratan WHO harus kurang dari 0. maka kalau mau dijadikan komoditas ekspor. Lahan untuk tanaman singkong tidak harus khusus. berbatasan dengan lahan Kehutanan/Perhutani.3 juta ton tahun 1990. Ini disebabkan pula karena konsumsi di dalam negeri untuk banyak kegunaan dalam bentuk singkong mencapai 12. Dengan begitu.1 juta ton tahun 1989. kelakar banyak pakar pertanian. dengan luas antara 1-4 ha. umumnya ke negara-negara ME. Juga singkong untuk bahan baku tapioka berbeda dengan singkong konsumsi. sampai sukabumi dan Cianjur. Bahwa bertani singkong menguntungkan.845 ton (tahun 1989-1990). di Singapura tersebut jangankan ada kebun singkong. Sumedang.65 juta ton. banyak dialami petani di beberapa daerah di Jawa Barat. umumnya terletak di lereng pegunungan. banyak pabrik tapioka daerah yang kemudian gulung tikar. Makin menurunnya jumlah ekspor gaplek.05 ppm. Saat produk tapioka Indonesia jatuh dan terpuruk. misalnya perubahan warna menjadi kehitam-hitaman ataupun membusuk. Garut.000 ton ke ME dan 657. Ternyata penurunan tersebut terkait dengan banyak petani singkong yang sudah tidak mau lagi menanam singkong. tetapi sudah dikhususkan pada lahan yang sudah ada. karena penurunan produk singkong Indonesia. tetapi juga karena pemasaran yang bertahap. kemudian baru diekspor ke beberapa negara di Eropa dengan nama "Made in Singapore". wajar saja kalau sisa/residu tersebut akan terdapat antara 20-35 ppm pada tepung tapioka. mencari untuk obat saja sudah susah. misalnya pupuk organik dalam bentuk pupuk hijau (tanaman polong-polongan). Sedangkan yang membutuhkan produk singkong Indonesia. Akibatnya keluar semacam SK Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri tahun 1990. harus dijual dulu melalui Singapura. Petani. khususnya ke Eropa.million atau 1 mg per liter). yaitu dalam bentuk mereka akan dapat jatah ekspor ke ME sebesar dua kali jumlah ekspornya ke non-ME. sehingga dari petani bernilai antara Rp 36 . menjadi 16. Subang. bukan saja disebabkan karena keterbatasan lahan untuk budidaya singkong yang menyebabkan mereka tidak tertarik. dan baru ada di Malaysia. ekspor produk singkong Indonesia. mulai dari Kabupaten Purwakarta. disebabkan antara lain karena "tanah bekas" singkong menjadi lebih kurus karena selama penanaman tidak pernah dilakukan pemberian pupuk.104 ke luar ME hanya menjadi 122. banyak negara di luar ME. sehingga produk para petani kemudian banyak yang rusak.

Gatra No:13 Beredar senin. yang hanya memberikan hasil ubi sekitar 4-8 ton/ha. Sulawesi Selatan. MENANAM BENSIN DIKEBUN SINGKONG [ ilmu & Teknologi.000. misal sayuran. juga bibit singkong umumnya merupakan bibit unggul seperti Manggi (berasal dari Brasil) dengan hasil rata-rata 16 ton/ha. di samping lahan yang digunakan dapat lebih dari 500 ha/kebun. dengan produksi antara 45-59 ton/ha atau rata-rata 37 ton. sekarang ada pula jenis unggul dan genjah (cepat dipanen). seperti yang dilakukan oleh para pengusaha singkong di daerah Lampung. yaitu dari hasil penjualan umbinya (4-6 ton) serta pucuk daunnya. Basiorao (berasal dari Brasil) dengan hasil rata-rata 30 ton/ ha. ITB C. Ia akan menjajaki penggunaan “ Bensin Singkong “ itu untuk taksi di Jakarta. Sulawesi. Bogor (asal dari Bogor) dengan hasil ratarata 40 ton/ha. dengan produksi rata-rata antara 34 . terutama di Sumatera. Namun sebelum beranjak ke Istana rupanya gayung sudah bersambut oleh Gubernur Sutiyoso. serta daerah lainnya. H. bahkan ada yang mencapai ribuan ha. Sekarang. Bioteknologi dan Agroindustri. hasilnya akan dapat lebih baik lagi. Tentu saja kalau hal ini dilakukan. terutama dalam bentuk gaplek. Tak lama Kusmayanto jadi supir kamis terakhir dibulan Januari itu hanya memamerkan kinerja mobil berbahan bakar Singkong Tapi demo Kusmayanto belum berakhir”Saya akan Promosikan ke Istana Negara. Juga selama penanaman. Valenca (berasal dari Brasil) dengan hasil rata-rata 20 ton/ha. bahwa selama budidaya tidak banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Di dunia dikenal dengan sebutan gasohol atau gasoline-alkohol.500.memerlukan penggarapan seperti halnya untuk tanaman hortikultura lainnya. tidak perlu pemupukan dan pemberantasan hama atau penyakit. Bensin Singkong? Tepatnya bensin dioplos alcohol yang dibuat dari ubi kayu. Padahal bibit singkong yang mereka tanam masih jenis tradisi. Thamrin menuju Monumen Nasional. tepung gaplek dan tepung tapioka. dan Kalimantan. Yang perlu diketahui. Muara (berasal dari Bogor) dengan hasil rata-rata 30 ton/ ha. juga dari Thailand dan India. lalu kejalan Jenderal Sudirman dan Memutar lagi di Jembatan semanggi balik lagi ke BPPT. Penelitian gasohol giat dilakukan untuk . H UNUS SURIAWIRIA. Mobil kelas atas ini meluncur dari Gedung BPPT di jalan M. Malang-2. Ternyata hasil tiap panen (antara 5-6 bulan setelah penanaman) dari luas 1 ha akan dapat diraih keuntungan sekitar Rp 2.”katanya . 7 Februari 2006] MENTERI Riset Dan Teknologi Kusmayanto Kadiman ternyata bisa juga jadi supir. terutama dalam bentuk gaplek dan tepung gaplek. Mantan Rektor Institut Teknologi Bandung itu tanpa canggung duduk dibelakang setir Land Rover Discovery. karena permintaan produk. Penumpangnya Direktur Jenderal Industri Kimia dan Direktur Jenderal Migas. misal menyiangi gulma (hama).35 ton/ha. dapat bersaing dengan produk sejenis dari negara-negara di Afrika. terus meningkat dengan tajam. Bahkan. Serta produk olahan singkong Indonesia. Semakin banyak petani berdasi yang saat ini mulai melirik budidaya singkong dengan luas tanam di atas 50 ha. seperti Malang-1.

seperti zat aditif ( methyl tertiary buthyl ether – MTBE) dan tetra ethyl lead (TEL) yang umum dipakai berbeda dengan TEL. Kepala Balai Besar Teknologi Pati. bisa juga tebu. Mereka terus mengembangkan teknologi itu dengan tekad mengubah sumber pati tak berharga itu – di lampung.tapi Agus yakin bahan bakar Bakar alternative dari singkongnya mampu bersaing di pasar. Dihasilkan dari 6. Setiap liter alcohol. Dengan menanam singkong Varietas unggul dapat mengefisiensi : 1. Di Indonesia sendiri gasohol bukan barang baru. Teknologi kami makin efisien. artinya porsi Bioetanol 10 % dan Bensin 90 %. Etanol mengandung 35 % oksigen. Menurut Agus. Apabila menggunakan singkong Varietas unggul Darul Hidayah hanya memerlukan lahan seluas 13.COM hanya mengambil 30 % dari kebutuhan yang ada atau sekitar 100 ton singkong . biaya angkut 8. “ katanya untuk skala kecil. Produksi etanol dunia untuk bahan bakar diduga bakal meningkat dari 19 Milyar liter ( 2001) menjadi 31 Milyar liter ( estimasi 2006). Uni Eropa dan Australia sudah menggunakan campuran 63% etanol dan 37% bensin. Hasil panen lebih optimal dalam waktu yang lebih singkat sebesar 100 sampai 150 ton dalam jangka waktu 1 tahun. lebih rendah dibandingkan dengan bensin yang berkisar Rp.150 ton dalam jangka waktu 4 tahun Sedangkan untuk kebutuhan tersebut utnuk memenuhi pasokan kebutuhan lokal saja BIGCASSAVA. konsumsi bensin 15 Juta Kilo liter. Bibit 3. sehingga meningkatkan efisiensi pembakaran. di Lampung. biaya garapan( olah lahan ) 5. Salah satunya alternatifnya mencampurkan etanol kedalam bensin. 2. Tak mengherankan pemakain Etanol di dunia makin dan makin Besar. Di Amerika yang banyak dipakai sebagai sumber pati adalah jagung. gasohol ubi kayu kami termurah didunia. 2. Gasohol juga bisa mensejahterakan Petani. tiap kilogramnya. gasohol sudah bertahun – tahun mengisi tangki mobil dan motor para pegawai Bali Besar.000 hektare. Amerika Serikat. Etanol bisa terurai sehingga mengurangi emisi gas buang berbahaya. Dengan porsi 10 % kerja mesinnya bisa optimal. Sedangkan yang mengisi tangki Land Rover Pak Menteri itu adalah gasohol Be-10. Beberapa Negara di Brasil. “kata Agus Eko Tjahyono. Kanada. Pupuk 4. “kata Agus Eko Tjahyono. Juga menaikkan Oktan. Ongkos Produksi lebih murah dari minyak tanpa subsidi.gandum. kapasitas 60. Jika 20 %nya diganti gasohol BE-10.mengurangi ketergantungan pada bensin yang diyakini bakal habis ditambang.JICA. Tapi tak pernah dilirik pejabat Jakarta. berarti menghemat 3 juta kiloliter bensin. Teknologi ini mulai diteliti Balai Besar sejak 1983 dengan bantuan teknis dari lembaga penelitian Jepang.5 Kilogram Singkong artinya butuh 2 juta ton singkong dari lahan 100.sagu. Hasilnya ?”sekarang. biaya panen 7. dari pada singkong konvensional panen dengan hasil 100 . penyiangan rumput 6.jagung. Sumber Bioetanol memang tak Cuma singkong. Lampung.600. Contoh tahun 2004. harganya tak lebih dari harga sepotong ubi goreng di Jakarta – menjadi bahan bakar bernilai tinggi.500 Ha. Lahan 2.000 liter per hari biaya produksinya Rp.400.bahkan limbah pertanian seperti jerami.

Eksportir Gaplek Tepung untuk MEE & Asia khususnya China 3.segar/hari. Dimana berdasarkan hasil survey dan pertemuan dengan beberapa instansi terdapat ribuan Ha lahan yang menganggur tidak dimanfaatkan secara optimal.00 pagi s/d 13.000/orang/hari. yang sangat tinggi akan menambah produksi susu. Gaplek. Petani. berdasarkan pengalamn Pilot Project I per orang setiap harinya mampu menghasilkan Chip singkong segar sebanyak 300 Kg. 18.COM telah bekerjasama dengan Koperasi Susu Perah Gunung Gede Sukabumi& Peternak Ayam potong di Warung Kiara Kabupaten Sukabumi Pemasaran singkong (segar. Untuk pupuk kandang BIGCASSAVA. Dengan demikian seorang tenaga kerja chips yang bekerja dari jam 07. tepung ) diperuntukan : 1. Apabila target 100 ton singkong segar / hari diolah dalam bentuk chips singkong sebagai bahan ½ jadi. maka diperlukan suatu upaya yang terintegrasi dan Sinergis antara Kopersai. 2. agar dapat tujuan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat petani dapat tercapai. Salah satu upaya yang harus dilaksanakan adalah dengan cara memanfaatkan lahan – lahan tidur baik yang dikuasai Pemda maupun dinas Perkebunan juga Dinas Kehutanan.000/100. artinya apabila setiap harinya dilakukan produksi chip sebesar 50 Ton atau 50. dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi maupun Pemerintah Pusat.Pakan Ternak Sapi Perah . dengan upah chips sebesar Rp. 6. Pabrik Etanol karbohidrat yang dapat membantu . Untuk mendukung Program pengembangan budi daya tanaman singkong Darul Hidayah di Kabupaten Subang sehingga dapat terlaksana sebagaimana yang direncanakan.000 kg berarti menyerap tenaga kerja sebanyak 167 orang pekerja/hari. Pabrik Tapioka 4.00 siang akan memperoleh pendapatan sebesar Rp. maka bila 50% dari 100 ton diolah dengan cara padat karya.

76 7. 4 dan 6 bulan masing-masing 2 liter) • Rata-rata umbi yang dihasilkan 15kg per pohon. No.LIPI.29 34. ( Awal tanam 2 liter kemudian pada umur 2.09(2000) SNI 01-2891-1992 Luff Schoorl AOAC 962.Budidaya Singkong Mekarmanik (varietas lokal manglayang) secara intensif. telp.33 6. email : teguh_r@smsagrobost.com Segera hadir! Bibit Mekarmanik 2 Ethanol Sebagai Bahan Bakar Kendaraan Written by Arsjid Mulia . umur 3 bulan .03 3. Sistem pemupukan (per Hektar) Pupuk kandang 5 ton Pupuk Kimia (N : P : K) terdiri dari Urea 100kg. 2/3 : 0 : 2/3) • Pupuk hayati Golden Harvest 8 liter.66 2. • • Data lab.17 Keterangan SNI 01-2891-1992 SNI 01-2891-1992 Luff Schoorl AOAC 962.09(2000) Pemesanan bibit : Teguh Rahayu. Ubikayu Mekarmanik (varietas lokal manglayang) Pusat Penelitian Kimia . TSP 60 kg dan KCL 100 kg ( Awal tanam 1/3 : 1 : 1/3. 08122040286.61 83. 310/ULJAK/XII/2007 No Jenis/Kode Contoh Parameter 1 2 3 4 5 6 7 Singkong Kering Singkong Basah Air Pati Gula Total Serat Kasar Pati Gula Total Serat Kasar Satuan % Berat %Berat % Berat % Berat % Berat % Berat % Berat Kadar 60.

3. Teknologi Revolusioner. Ethanol sebagai bahan bakar kendaraan bermotor sudah dipakai sejak per-mulaan abad ke 20 di Brazil. 3. dan ditemukannya mesin uap yang mengalirkan ‘revolusi industri’. Semua kendaraan bermotor di Brazil. India. Dengan dipakainya 2/3 lebih dari produksi dunia untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Selama ribuan tahun.A.S. Sumber Daya Hijau bersama PDBI dan rekan-rekan. Pertengahan 1980. BUTIR-BUTIR ALASAN PENTING MENGAPA ‘ETHANOL’. U.2). Di U.1.S. III. Terobosan Bio –Teknologi.2 % dari pasaran BBM. BBM dari petroleum yang harganya lebih murah telah menjadi dominan. PT. Teknologi yang kini sudah maju.I. lihat halaman . bukan saja mengkonversi hasil pangan menjadi ethanol tapi mengkonversi bagian lain dari tanaman atau limbah pertanian menjadi ethanol dan produk-produk lain yang dibuat dari ethanol. barley jadi bir dan beras jadi sake. maka . manusia membuat ethanol (alkohol) dari tanaman pangan yang diberi ragi.S. lebih dari 90 % dari mobil baru. dsb. Henry Ford melihat ‘Ethanol’ sebagai bahan bakar untuk kehidupan hari de-pan namun dalam pengembangan lebih lanjut.6 juta ton dimana nilai untuk non-minuman bernilai US$ 10 miliar (harga sekarang). ETHANOL SEBAGAI BAHAN BAKAR KENDARAAN. merupakan suatu revolusi iptek seperti ditemukannya ‘transistor’ yang merupakan pondasi dari industri microchip saat ini. dirancang untuk memakai ethanol murni. seperti buah anggur menjadi arak. Tahun 1999. hingga kini. Swedia.A. lebih dari 1 trilyun mil telah ditempuh oleh kendaraan bermotor yang menggunakan BBM dengan kandungan ethanol sebesar 10 % dan ken-daraan FFV (Flexible Fuel Vehicle) yang menggunakan BBM dengan kand-ungan 85 % ethanol (E85. Perancis. berusaha memanfaatkan terobosan-terobosan teknologi ini dalam industri bahan bakar kendaraan bermotor yang memakai Biomas. ethanol merupakan pangsa pasar sebesar 1. Kini Ethanol dipakai secara luas di Brazil dan U. saat ini menggunakan bahan bakar yang mengandung paling sedikit kadar ethanol sebesar 20 %. Ethanol untuk konsumsi dunia besarnya 25.A . II. Penggunaan limbah pertanian sebagai bahan baku ethanol membuat harga ethanol lebih rendah lagi. limbah pertanian yang ramah lingkungan sebagai bahan baku. TEROBOSAN TEKNOLOGI. tergantung dari adat istiadat setempat. ditemukannya ‘petroleum cracking’ yang mengembangkan industri BBM dan ‘petrokimia’. Jerman.2.

maka pasaran ethanol yang cukup murah (ex. Alkimia Baru. jerami).3 Bahan bakar dari minyak bumi adalah sumber utama polusi. 4.A adalah 570 juta ton atau 100 kali dari jumlah produksi saat kini se-cara global. Pilot Project dirancang untuk mampu mengolah multi-crops (sebagai bahan baku ethanol: singkong.4.A.000 juta ton (sama dengan 80 kali produksi dunia sekarang).4. 4. Ini mencakup 41 % dari pasaran bensin di Brazil dan 1. Mengembangkan budi-daya singkong sedemikian rupa sehingga pro-duktivitas singkong menjadi tinggi dan harga singkong menjadi lebih murah. bagasse. Merencanakan dan membangun (under license) pilot project untuk menunjukan ke-ekonomian dan kelancaran operasi proses dengan teknologi yang dipilih pada butir (4.S.1. jagung. 4. limbah pertanian) diperkirakan mencapai 2. (lih.S. sedangkan ethanol dari pertanian (bioethanol) adalah bahan terbaharui (renewable). Potensi ethanol di pasaran bahan bakar kendaraan bermotor di U. 4. 3.ethanol adalah bahan bakar non petroleum yang terbesar didunia. Proses bio dari limbah tanaman adalah permulaan dari perkembangan lebih lanjut pembuatan produkproduk seperti lactic-acid dan lain-lain bahan kimia yang bernilai tinggi. Mempelajari teknologi-teknologi pembuatan ethanol yang siap pakai / proven.2. karena 60 % harga ethanol ditentukan oleh harga bahan baku. STRATEGY.2 % dari pasaran bensin di U. ramah lingkungan. mengurangi import BBM dan khususnya buat Indonesia mengalirkan subsidi BBM kepada para petani yang miskin (sektor yang te-pat menerimanya) melalui penciptaan lapangan kerja yang luas dan sustain-able di perkebunan tanaman energi.1). 3. .lampiran I) IV.3.

Eksperimen 2003 membuka jalan Ethanol yang murah Mengingat harga Ethanol terutama ditentukan (60%) oleh harga singkong sebagai bahan baku. 70 / Kg. Pasaran lactic acid dunia bernilai US$ 80 juta. MENGEMBANGKAN PRODUKTIVITAS SINGKONG (Bahan Baku Utama) JANGKA PENDEK 200 Ha. CONTOH PROSES BIOMASS MULTI CROPS. namun pendapatan petani tetap lebih baik dari yang kini ada. seperti polyacrylate. Ini adalah bahan penting untuk membuat polymer berupa bahan plastik. Di Thailand sedang dikembangkan pesat ‘Thermophilic Bacilli’yang mem-produksi lactate. (lih. walau harga singkong dapat ditekan menuju ke tingkat harga Rp. Jika harga lactic acid dapat ditekan melalui proses biomas ethanol maka industri bio-degradable plastic akan cepat berkembang luas.V.contoh Golf Tee dari Jagung). I. polyactide. . maka usaha difokuskan kepada peninggian produktivi-tas per Ha.

dan 21 % untuk usia panen 5 bulan. Produk-tivitas ini setara dengan 120 Ton / Ha. dimana hasil terbesar per pohon asalah 27 Kg umbi. Harefah. Hasil dari pilot proyek semacam ini akan sangat penting artinya. 12. Usia panen adalah 12 bulan dan jumlah po-hon yang ditanam adalah 277 batang.600 / liter. Harga singkong yang didapat diproyeksikan berada sekitar Rp. oleh karena itu memerlukan konfirmasi lebih lanjut untuk penanaman le-bih lanjut pada lahan yang lebih luas.5m x 1. Ir. 2003. karena akan membuka jalan menuju pelaksanaan program Penciptaan Lapangan Kerja se-cara nasional. Yordan Bangsaratoe. namun semuanya tetap layak usaha . Untuk memperluas lapangan kerja yang berkesinambungan diselu-ruh Nusantara maka didalam: Jangka Panjang .7 juta. II.7 Kg. siklus proyek = 3. merah kuning) dan klimat tipe– C. maka pendapatannya = Rp.4 ton per Ha. Pilot proyek ini sedang dalam persiapan. Kondisi tanah adalah marginal (Podzolik. 7 juta / tahun. 7. dan ROA = 85% Pendapatan petani diproyeksikan = Rp. khususnya menjawab pertanyaan ‘berapa biaya yang bisa dilak-sanakan untuk menerapkannya di seluruh Provinsi Lampung’ ?. Dengan demikian pendapatan Petani diharapkan juga meningkat dan Industri Tapioka memperoleh bahan bakunya lebih cukup. yang kemudian akan menjadi model untuk seluruh Indonesia. 11. per pohon. IRR = 68% . (lihat foto terlampir).) Hasil dari eksperimen 2003 diatas cukup memberi harapan. oktan 88) Padahal ethanol murni mempunyai angka oktan 115. and Tukul Sufianto (Anton) menanda tangani Perjanjian Kerja Sama untuk menanam Singkong dengan menggunakan pertanian intensif agar produktivitas tanaman singkong per Ha di Lampung meningkat. Ir. Ethanol bisa dibuat dengan harga dibawah Rp. Berarti sudah lebih murah dari harga bensin yang di subsidi yang kini dijual dengan harga SPBU Pertamina Rp. (tidak memiliki lahan) Jika petani memiliki lahan 1 ha. 1.Dalam th. Arsjid Mulia. Perlu Pilot Proyek yang lebih luas (200 Ha. 70/Kg dengan pendapatan rata-rata petani = Rp. Lampung rata-rata saat ini = 12.9 juta. Drs. Melalui kerja sama dengan partner strategik.6 tahun ( 3 x panen). dengan jarak tanam 1. menurut Olderman Kadar pati yang diuji: 29 % untuk usia panen 12 bulan. (Lampung rata-rata Petani penghasilannya dibawah Rp.0m. yang mencakup budi daya singkong dan permodalan. Menurut para ahli hasil tanam pada lahan yang lebih luas biasanya akan turun karena kemampuan mengontrol pada mutu pelaksanaan budaya tanam singkong secara intensif menurun (mutu dan disiplin kerja petani). 7 juta) III.800 /liter (Pre-mium.5 juta /tahun. ROI = 35%.1. Terobosan dalam pertanian ini harus menjadi terobosan bagi BPPT Sulusuban untuk men-jadi ujung tumbak dalam memproduksi bahan bakar kendaraan Ethanol Singkong dan akhirnya menjadi terobosan bangkitnya sektor riel seluruh Indone-sia. = Rp. Ke-Ekonomian Dari eksperimen ini didapat perhitungan indikator keekonomian yang sangat menarik ( dari catatan biaya yang dikeluarkan dan hasil penjualan ke pabrik tapioca) Hasilnya sebagai berikut : Investasi per Ha. 200 Ha. Hasil panen 5 Januari 2004 dari cultivar ‘Aldira Plus’ menghasilkan produktivitas rata-rata sebesar 20.

on Thursday... putra gunawan ( p_gun87@yahoo. on Monday. 05 June 2008 at 5:38 minta info tentang cara pembuatan bioethanol skala kecil. on Thursday. Pak Arsyid Mulia adalah angkatan 1962 Teknik Fisika ITB. on Wednesday.. tolong beri saya desain peralatan untuk membuat ethanol skala 100 Ltr/hari..semoga dapat membantu orang yang memerlukannya. 28 April 2008 at 12:55 setiap sesuatu berlaku hukum sebab akibat.Rencana Pembangunan 380 Kilang Ethanol @ 15. Beliau juga menjadi PresDir PDBI (Pusat Data Bisnis Indonesia). lingkungan dan biota sungai? bagaimana solusi untuk menghilangkan bau yg sangat mengganggu tsb? atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima kasih Posted by Pu3. Last Updated ( Monday.terima kasih Posted by Khairul Bahri.000 KL tersebar di seluruh Indonesia. Sekilas tentang Arsyid Mulia: Beliau saat ini adalah direktur PT Sumber Daya Hijau yang mengkampanyaken penggunaan ethanol sebagai energi alternatif. Lapangan Kerja buat: 380. 12 April 2004 ) Comments pak. jika kita mempropagandakan pemakaian bio-energi..com ) Posted by putra gunawan.mengapa sampai sekarang belum dijalankan proyek ini??? Posted by arief.000 petani/KK dan 2. 13 June 2008 at 12:15 tolong minta cara pembuatan bioetanol singkong dan berapa harga mesinya untuk skala industri kecil dan jualnya kemana terimakasih Posted by erik.280 sarjana..didaerah saya banyak petani singkong. 11 June 2008 at 10:20 saya tertarik dengan usaha bio-ethanol. saya mau bertanya: bagaimana proses cara pembuatan bio-ethanol dan berapa harga mesin pembuatan bio-ethanol dari skala rumah tangga sampai skala industri besar? dan satu pertanyaan lagi: dimana?Ditoko apa? dan bagaimana saya dapat membeli mesin pembuatan bioethanol? terima kasih. on Friday. yang nota . 22 May 2008 at 12:31 mohon informasinya detail mengenai bau menyengat yang diakibatkan pembangunan industri etanol? apa dampak kesehatan bagi manusia.

dan biologi tanah. kimia. organisme ini dapat mempertahankan struktur tanah. jk lahan dan hasilnya berlomba lomba di peruntukkan untuk bio-energi sedangkan manusia jg butuh jg untuk lahan-pertanian yg dipakai untuk konsumsi otomtis bahan2 konsumsi harganya melambung yang disebabkan penggunaan lahan dan hasilnya untuk bioenergi. Posted by Riduwan. Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam sebuah seminar yang diselenggarakan BPPT di Jakarta pada Desember 2006 yang lalu. Hasil penelitian Nijholt (1933) juga menunjukkan bahwa produksi singkong mencapai 52 . maka unsur hara yang hilang sebenarnya jauh lebih kecil daripada tanaman seperti padi dan jagung. trus bagaimn nasib manusia/negara miskin??? harga kebutuhan pokok melambung?? manusia tahan menghadapi panas tapi tak kan mampu menghadapi lapar dan kelaparan?? untuk apa berbuat sesuatu yang mungkin dari satu sudut pandang menyelamatkan dunia tapi satu sisi yg lain malah mengorbankan orang2 kecil/kemanusiannya dengan kelaparan. 23 April 2008 at 8:13 Produksi Singkong Meningkat dengan Pupuk Organik Ani Purwati 14 January 2007 Produksi singkong di Indonesia dapat meningkat dengan menambahkan bahan organik ke dalam tanah. Ir. pada umumnya di kalangan petani berkembang pendapat bahwa singkong merupakan tanaman yang boros mengambil unsur hara. Sehingga jika bagian tanaman lainnya selain umbi dikembalikan lagi ke tanah. on Wednesday. Organisme tanah..hiduplah dengan keadilan bukan keserakahan. Lalu Howler (1981). kt semua bakal mati apa yang akan kt bawa saat ajal menjemput selain amal kebajiakan tiap2 amal perbuatan kt akan dimintai pertanggung jawaban sekecil apapun. Sehingga sering menyurutkan niat investor untuk berkecimpung di bidang tanaman ini. Demikian disampaikan DR. Akan tetapi menurutnya. dengan bahan organik yang cukup tinggi. maka unsur hara yang hilang akibat proses produksi singkong ini sangat kecil. Informasi itu menunjukkan bahwa jumlah unsur hara yang terangkut. menurut Basuki. kita diutus sbg kholifah untuk seluruh alam. Apabila ampas dari proses pembuatan tepung juga dikembalikan. sehingga sifat fisik tanah seperti infiltrasi dan drainase baik untuk pertumbuhan tanaman. ternyata tanaman singkong dapat berproduksi dengan tinggi... Pnelitian ini menunjukkan bahwa unsur hara yang keluar dari siklusnya di tanah sebagai akibat dari proses pemanenan pada tanaman singkong. Bahan organik (kompos) yang ditambahkan ke dalam tanah berfungsi sebagai sumber unsur hara dan memperbaiki sifat fisik. mengumpulkan informasi tentang kandungan unsur hara yang diangkut per ton singkong yang dihasilkan. Mengingat total unsur hara yang terangkut saat pemanenan sangat tergantung pada kesuburan tanah dan jumlah singkong yang diproduksi. asam humik juga memegang peranan penting dalam menonaktifkan senyawa racun seperti aluminium. karet. Sehingga walaupun tanah berjenis masam (seperti di Bogor). data penelitian tersebut sangat sulit diambil sebagai kesimpulan. erat hubungannya dengan produktivitas. jadilah pengembil keputusan dan kebijakan yang slalu membawa keuntungan dan kemakmuran bagi seluruh mahluk bukan segelintir. memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Departemen Ilmu Tanah. Basuki Sumawinata dari Fakultas Pertanian.64. Pendapat tersebut sejalan dengan hasil penelitian Kanapathy (1974). lebih tinggi dibandingkan tanaman lahan kering lainnya seperti kelapa sawit. Selain itu.. Lalu. atau jagung. melalui asam humiknya. Masih menurut Basuki.6 ton .bene barasal dari pertanian dan perkebunan.

Singkong juga jauh lebih toleran terhadap kemasaman tanah dan keracunan aluminium daripada tanaman lahan kering lainnya seperti jagung dan kedelai. Satu-satunya kemungkinan yang dapat menjadi dasar perbedaan produktivitas singkong yang sangat nyata di Bogor menurut Bauski adalah penurunan kandungan bahan organik. Walaupun singkong merupakan tanaman yang relatif dapat tumbuh dan berproduksi pada lahan-lahan yang marginal dan telah dikenal luas di Indonesia. rendemen zat tepung pada singkong berkisar 16 persen – 17 persen. Sebagai salah satu tanaman penghasil zat tepung utama selain beras.3 ton per hektar pada 2005. Sedangkan kebutuhan curah hujan minimum harus di atas 1000 mm. Di Indonesia. Di mana pengusaha tepung singkong di Khorat dan daerah lainnya mengkombinasikan usaha tepung singkong dengan usaha biogas dan pengembalian bahan organik hasil dekomposisi dari sistem biogas. Jumlah ini sangat berbeda dengan produksi singkong di sekitar Bogor saat ini yang hanya berkisar 15-20 ton/hektar. para peneliti yakin dengan suhu tanah rata-rata di atas 18 derajat Celcius. Sumber: http://beritabumi. Umumnya. Padahal varietas singkong yang ditanam umumnya sama yaitu Kasesat 4 dan UJ 4 dan 5. Akan tetapi beberapa data menunjukkan bahwa tanaman singkong masih dapat berkembang baik pada tanah dengan kandungan liat yang tinggi. Hasil ini menjadi lebih nyata bila dibandingkan dengan data rendemen zat tepung terhadap singkong. Pemenuhan zat tepung untuk konsumsi masih kekurangan. Meski demikian ada juga yang berpendapat bahwa singkong dapat tumbuh dengan baik pada lahan bercurah hujan lebih rendah dari 1000 mm asalkan dua bulan pertama dari penanaman tidak mengalami kekurangan air.id/berita3. Strategis hasilkan zat tepung Peningkatan produksi singkong merupakan tindakan yang sangat strategis. TSP/SP 36. Tapi.php?idberita=642 . Sementara itu kebutuhan zat tepung sebagai bahan baku untuk biofuel juga sangat besar. Sedangkan di Thailand dapat mencapai rata-rata 19 persen. akar tanaman menjadi kurang berkembang. singkong merupakan tanaman yang sangat besar menghasilkan tepung per tahun. namun data produksi singkong di Indonesia lebih rendah daripada Thailand.umbi. Sebagai akibatnya. Hal ini juga memastikan peranan pemberian bahan organik ke dalam lahan budidaya singkong sangat nyata meningkatkan produktivitas. dan kadang-kadang KCL. Terlebih lagi pupuk kimia menjadi sangat beracun dan menurunkan produktivitas. produktivitas lahan rata-rata di Thailand meningkat 15 ton per hektar pada 1995 menjadi 20. kondisi yang paling optimum adalah bila singkong berkembang pada tanah ber-pH 6 .or. Mengingat usaha budidaya singkong selalu menambahkan pupuk buatan dalam bentuk urea. singkong membutuhkan drainase tanah yang baik seperti tanah bertekstur lempung berpasir sampai lempung berliat. Sementara itu dijelaskannya lagi. kekurangan fosfor dan kalsium. dan tidak dikembalikannya sisa-sisa tanaman juga menyebabkan menurunnya aktivitas organisme tanah dan menurunkan kemantapan struktur tanah sehingga tanah menjadi padat. maka tentunya penurunan unsur hara tanah tidak terlalu nyata. umumnya singkong mengalami hambatan pertumbuhan. Selain itu dapat tumbuh di lahan yang kurang subur. Kurangnya pemberian bahan organik. Iklim dan tanah bervariasi Singkong dapat tumbuh pada berbagai kondisi iklim dan tanah yang cukup bervariasi. Sebagai tanaman umbi-umbian. Itu disebabkan keracunan aluminium atau mangan. Hasil penelitian CIAT pada 1976 menunjukkan bahwa pada tanah masam. Diedit oleh: Ardi Bramantyo .7.

JICA. waduk yang besar-besar. lebih baik daripada harga pasar singkong sekarang yang hanya Rp300 per kg. Sebagai sumber biofuel. "Lokasi membuat etanol dengan prinsip fermentasi ini ada di Desa Selusuban. hanya saja belum dieksploitasi karena kualitas kalori batu bara yang rendah. Lampung sudah siap menggantikan dengan kapasitas 400 MW. harga singkong Rp500 per kg merupakan nilai ekonomis yang bisa dijadikan sebagai basis harga pasar.DPD: Jadikan penggunaan energi alternatif gerakan nasional 30 Nov 2005 09:25:51 Panitia Ad Hoc II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan mendesak pemerintah menjadikan penggunaan energi alternatif sebagai gerakan nasional. kata Kasmir. patut menjadi perhatian. Menurut Ikhwan Mansyur Situmeang. kunjungan kerja Tim Kerja PAH II DPD ke Lampung antara lain melihat pabrik pengolahan briket batu bara dan bioethanol. Budi Santoso dalam tanggapannya. bekerja sama dengan lembaga penelitian Jepang. "Kualitas batu bara seperti ini justru cocok untuk briket. butuh subsidi cukup besar dengan catatan setiap keluarga mendapat 2 unit tungku. Bandar Jaya. Menurut Kasmir. Kalau ingin dimasukkan dalam jalur kelistrikan Jawa-Bali. "Jika proyek PLPB Bedugul di Bali dibatalkan. Lampung Tengah. yang belum dikembangkan pemanfaatannya. Rapat PAH II berlangsung di Ruang Rapat PAH II Gedung DPD. Menurut Kasmir. Senin (28/11) Dalam laporannya." tulis Situmeang dalam rilisnya. banyak potensi yang bisa dikembangkan. Rapat mengagendakan Laporan Tim Kerja PAH II DPD yang mengadakan kunjungan kerja ke NTT dan Lampung." Tungku briket batu bara yang paling layak dikembangkan terbuat dari tanah liat seharga Rp40 ribu per unit. Bensin campur bioetanol yang dinamakan Gashol BE-10 itu menghasilkan emisi karbon monoksida dari total hisrogen yang lebih rendah daripada yang dihasilkan besnin premium dan petramax. Keadaan ini. sekaligus kita mengembangkan batu bara. Balai Besar Teknologi Pati (B2TP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Lampung berhasil membuat bioetanol dari bahan baku singkong atau ketela pohon sejak 1983. Kalau bisa dikembangkan. . Ia mengatakan. mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut mengemuka dalam sesi rapat PAH II DPD. Kasmir juga menjelaskan potensi biothermal di Lampung yang mencapai 20 titik tetapi belum dilirik menjadi sumber daya energi alternatif yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Kasmir Tri Putra (Lampung) dan M Lalu Yusuf (NTT) menyatakan. Senayan." Potensi yang juga belum dipahami dengan baik sebagai sumber daya energi alternatif. menyinggung pemakaian briket batu bara yang bisa menimbulkan kanker paru-paru seperti di RRC. pengembangan energi alternatif yang sudah berjalan di daerah tersebut adalah minyak jarak dan briket batu bara. Jika dikampanyekan penggunaan energi alternatif ini. "Mengapa di tengah kita mencari energi alternatif tetapi yang disubsidi justru BBM yang mau digantikan?. tinggal lempar kabel saja ke Suralaya. Bioetanol jika dicampur dengan bensin premium (komposisi 10:90) memiliki kinerja lebih baik ketimbang bensin premium maupun Petramax." Kasmir juga melaporkan potensi butu bara di Lampung yang masih sangat besar. kata dia. air di bendungan dan waduk. Staf DPD. Anggota DPD dari Jawa Tengah. Jika ingin pengembangan tungku briket 1 juta.

Sekalipun bukan dalam kapasitas sebagai ahli kesehatan." Sarwono Kusumaatmadja. tidak ada yang perlu dikhawatirkan. daripada ikut membahas isu lain yang hanya menjadi tong sampah DPR. Ia setuju akan menjadikan energi alternatif sebagai isu utama DPD. Kalau melihat hasil tungku.Kasmir mengaku juga mempertanyakan masalah tersebut kepada kepala pabrik briket di Lampung. kampanye energi alternatif di masyarakat sudah menggaung. karena alasan pengembangan energi alternatif ini berbasis masyarakat dan desentralisasi sumber daya energi. anggota DPD dari DKI Jakarta menyatakan. sehingga sangat layak menjadi isu utama DPD ke depan. kata dia. . hasil panas briket diyakini tak membahayakan. "Saya cenderung ingin menjadikan ini sebagai isu utama terutama ketika DPD bertemu eksekutif. bahan kunjungan kerja ini akan menjadi Terms of Reference (ToR) dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kasmir menegaskan.

TUGAS MAKALAH MATA KULIAH MASALAH KHUSUS AGRONOMI PNA 620 PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SINGKONG DENGAN TEKNOLOGI MUKIBAT SEBAGAI SUMBER BAHAN BAKU BIOETHANOL Oleh : Purwanto 07/260162/PPN/3219 PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGJAKARTA 2007 .

Selain itu. Besarnya ketergantungan pada bahan bakar import semakin memberatkan Pemerintah.000 2. manusia tidak pernah lepas dari ketergantungan dengan energi.600 Elaeis guineensis (kelapa sawit) Jatropha curcas (jarak pagar) Aleurites fordii (biji kemiri) Saccharum officinarum (tebu) Ricinus communis (jarak kepyar) Manihot esculenta (ubi kayu) Bahan bakar nabati yang dapat dikembangkan adalah biodiesel dan bioethanol. Saat ini teknologi yang berpeluang dikembangkan untuk pengadaan energi biofuel adalah produksi ethanol. tingkat rekayasa energi semakin besar.700 19.000 1. 2007). Bahan baku hayati biofuel dapat berasal dari produk-produk dan limbah pertanian yang sangat berlimpah di Indonesia.800-26. Konsumsi energi dalam jumlah besar merupakan ciri dari peradaban modern. . Jenis Tumbuhan Penghasil Energi Jenis Tumbuhan Produksi Minyak (Liter per Ha) 3. Ethanol memiliki kandungan oksigen lebih tinggi sehingga terbakar lebih sempurna. bernilai oktan lebih tinggi. Tabel 1.600-4.020 Ekivalen Energi(kWh per Ha) 33. kebijakan tersebut juga menetapkan sumber daya yang dapat diperbaharui seperti bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak.800 1.100-2.000-25. Sejak ditemukannya api manusia melai merekayasa energi.900-37. Sejak beberapa tahun terakhir ini Indonesia mengalami penurunan produksi minyak nasional yang disebabkan secara alamiah cadangan minyak pada sumur-sumur yang berproduksi. Dilain pihak pertambahan penduduk telah mengakibatkan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi dan aktivitas industri yang berimbas pada peningkatan kebutuhan dan konsumsi bahan bakar sehingga untuk memenuhinya Indonesia harus import. 1 tahun 2006 tanggal 25 Juni 206 tentang penyediaan bahan bakar nabati (Biofuel) sebagai sumber bahan bakar (Martono dan Sasongko.000 11.800-2. Melihat kodisi ini. Hal ini tak pelak menuntut pengeksploitasian sumber-sumber energi yang semakin besar dan gencar.A. ramah lingkungan karena mengandung emisi gas karbon monoksida lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar minyak (Anonim.450 1.500 16. 2007). Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 5 tahun 2006 tentang kebijakan Energi Nasional untuk mengembangkan sumber-sumber energi alternatif sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak.700 2.900 6. gas alam dan Batubara) (Anonim.400 17. Seiring dengan kebutuhan. pemerintah serius untuk mengembangkan bahan bakar nabati dengan menerbitkan INPRES No. Pendahuluan Dalam sejarah. Walaupun kebijakan ini menekankan penggunaan batubara dan gas sebagai pengganti bahan bakar minyak.200-2. 2007). Ketika harga minyak dunia terus meningkat seperti pada saat ini mencapai 90 $ US mengakibatkan semaikin berat beban subsidi yang harus ditanggung Pemerintah sehingga harus dikurangi dan ini berakibat naiknya harga bahan bakar minyak.300-18. Namun hal ini masih terbatas pada sumber-sumber energi tak terbarukan (minyak bumi.

500. India (6.134. Dalam upaya penyediaan bahan baku yang besar dan kontinu untuk bioethanol. Potensi Pengembangan ubi kayu di Indonesia masih sangat luas mengingat lahan yang tersedia untuk budidaya ubi kayu cukup luas terutama dalam bentuk lahan di dataran rendah serta lahan-lahan di dataran tinggi dekat kawasan hutan. Sulawesi Tenggara.321 ton (Martono dan Sasongko. 2007) dibandingkan dengan India (17.06 ton/ha) (bigcasssava. Thailand (13. dan tebu. Jawa Tengah.300.000 Tetes 1. kelapa. Sumatera Selatan. jarak pagar. pengusahaan ubi kayu perlu dilakukan dalam bentuk perkebunan dengan luas areal diatas lima hektar mengingat selama ini belum diusahakan dan masih merupakan kebun sela atau tumpangsari ataupun hanya merupakan kebun sambilan. B. Potensi Produksi Singkong Sebagai Penyedia Bahan Baku Bioethanol Berdasarkan kontribusi terhadap produksi nasional terdapat sepuluh propinsi utama penghasil singkong yaitu Jawa Timur.000 ton). Bahan baku biofuel yang potensial untuk diukembangkan di Indonesia terutama adalah Ubi kayu. Thailand (13.000 ton)dari total produksi dunia sebesar 122.47 % dari produksi Nasional sedangkan produksi propinsi lainnya sekitar 11-12 % (Agrica. Angola (14.554. produktivitas ubi kayu di Indonesia masih sangat berfluktuatif.000 Ubi jalar 1. singkong ubi serta sagu yang bisa dijadikan bioethanol untuk dijadikan bahan bakar alternatif pengganti premium.000 Jagung 1.500.com.000 Kandungan gula (Kg) Jumlah hasil bioethanol (Liter) 250-300 166. Di Daerah Istimewa Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunung Kidul dari tahun 1998 sampai dengan 2005 mengalami fluktuasi produktivitas anatar 127 kw/ha samapi 174 kw/ha dan produksi tertinggi sebesar 812.000. Disamping itu.000 Sagu 1.000 ton). Permasalahan utama dalam produksi ubi kayu adalah produktivitas yang masih rendah yaitu 12. 2 Konvensi biomasa menjadi bioethanol Biomasa (kg) Ubi kayu 1. Sumatera Selatan dan Yogyakarta yang menyumbang sebesar 89. kapuk yang bisa dijadikan biodiesel untuk bahan bakar alternatif pengganti solar.5 : 1 8:1 2.000 ton) serta disusul negara-negara seperti Nigeria (11.Tabel. Maluku.30 ton/ha) dan China (13. Lampung. 2007) Grafik 1.000 ton) setelah Brazil (25.2 ton/ha (Agrica.23 ton/ha).6 150-200 125 600-700 400 120-160 90 500 250 Biomasa :Bioethanol 6.57 ton). jagung. 2007). Indonesia termasuk sebagai negara penghasil ubi kayu terbesar ketiga (13.000 ton per tahun (Bigcassava.com. 2007). Trend Luas Panen Ubi Kayu (Hektar) di Kabupaten se Daerah Istimewa Yogyakarta .5 : 1 12 : 1 4:1 Menurut Martono dan Sasongko (2007) Indonesia memiliki 60 jenis tanaman yang berpotensi menjadi bahan bakar alternatif diantaranya kelapa sawit. 2007).

Oleh karena itu dalam pengusahaannya perlu dilakukan secara perkebunan dengan bibit yang memiliki kapasitas sink dan source yang kuat. Peningkatan Produktivitas Ubi Kayu Melalui Teknologi Singkong Mukibat Peningkatan produksi tanaman ubi kayu dapat dilakukan dengan pengusahaan secara perkebunan atau pengusahaan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku untuk bioethanol dengan arah pengembangan di lahan-lahan marjinal. sehingga tanaman mempunyai luas daun lebih luas dan laju fotosintesis lebih besar. Karakteristik daun ubi karet dengan daun besar dan hijau diharapkan dapat memanfaatlkan radiasi sinar matahari secara efisien. Dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman ini perlu masukan teknologi yang dapat meningkatkan hasil per tanaman ubi kayu. Laju pertumbuhan yang meningkat akan meningkatkan hasil umbi sampai dua kali lipat peningkatan laju pertumbuhan tanaman dan juga akan meningkatkan LAI optimum. cabang pertama harus terbentuk enem bulan pertama setelah penanaman. Penggunaan ubi karet sebagai batang atas dengan morfologi daun yang lebih luas dan hijau berarti mempunyai kemampuan untuk mempertahankan fotosintesisnya sampai laju maksimum untuk jangka waktu yang panjang. salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi mukibat. Cock (1992) menyatakan bahwa beberapa sifat tipe tanaman yang akan memberikan hasil lebih tinggi yaitu luas daun terbesar harus tidak kurang dari 500 cm2. Teknologi yang memungkinkan untuk di introduksi dalam rangka meningkatkan hasil adalah dengan menggunakan klon-klon ubi kayu yang mempunyai kapasitas sumber yang besar atau dengan kombinasi antara klon yang mempunyai sumber besar dan lubuk yang besar pula sehingga produktivitas tanaman meningkat. sehingga tanaman akan memberikan keseimbangan optimum antara luas daun (source) dan pertumbuhan akar (sink). . daun besar. Permasalahan utama dalam produksi ubi kayu adalah produktivitas tanaman yang masih rendah. C. Rekayasa meningkatkan keseimbagan antara sumber dan lubuk dengan menggunakan teknik mukibat diharapkan dapat meningkatkan hasil tanaman. Trend ProduksiUbi Kayu (Hektar) Kabupaten Gunung Kidul Tahun 1998 s/d 2005 Dalam upaya penyediaan bahan baku bioethanol. bukan pada saat laju fotosintesisnya menurun karena umur tanaman. dan umur daun individual harus lebih dari seratus hari. Rendahnnya produktivitas disebabkan oleh pengunaan varietas lama dan produksinya masih sampingan. usaha yang perlu diperhatikan terutama adalah peningkatan produksi dan produktivitas ubi kayu dengan masukan teknologi budidaya yang tepat. yang berakibat pemanfaatan radiasi matahari yang efisien. Pada tanaman ubi kayu penyimpanan dalam akar terjadi apabila daun secara fotosintesis aktif. Menurut Glodsworthy dan Fisher (1992) ubi kayu secara bersama-sama mengembangkan luas daun dan akar yang secara ekonomi berguna sehingga persediaan fotosintat/asimilat yang ada dibagi antara pertumbuhan daun dan akar.. Menurut Gardner et al. Ubi kayu mukibat merupakan tanaman hasil sambung atau grafting antara ubi karet sebagai batang atas dan ubi biasa sebagai batang bawah. Pemilihan ubi karet sebagai batang atas dengan dasar bahwa ubi karet kapasitas sumber besar. Menurut Alves (2002) pada tanaman singkong terdapat korelasi yang positif antara luas daun atau lamanya luas daun terhadap hasil umbi. Dengan demikian untuk meningkatkan hasil tanaman dilakukan dengan meningkatkan laju pertumbuhan tanaman per satuan luas daun. Hal ini berarti ada indek luas daun optimum untuk pertumbuhan akar. dan warna hijau tua. 1991) spesies tanaman budidaya yang efisien cenderung menginvestasikan sebagian besar awal pertumbuhan dalam bentuk penambahan luas daun.Grafik 3. hal ini mengindikasikan bahwa luas daun merupakan hal penting yang menentukan laju pertumbuhan tanaman dan laju akumulasi fotosintat pada bagian penyimpanan pada tanaman singkong.

Goldsworthy.C.bppt. F.H. Gadjah Mada University Press. 1992.R. Jakarta.M.diy. http://www.Hasil penelitian Ahit et al. Lembaga Pers Mahasiswa AGRICA Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto. Sekaligus Mengintip Peluang Pengembangan Bahan Baku Biofuel. and Bambang Guritno. Pearce dan R. R.P. Yogyakarta. Growth and development of Cassava Under The Traditional and The Mukibat System of Planting. dan N. 2007. Edisi XIX/Tahun XXI September 2007 Ahit. Bensin Singkong. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. 2002. Prospek Pengembangan Ubi Kayu Sebagai Bahan Baku Bioethanol. Fisher. Cassava Botany and Physiology.com Cock. P.P. A. Fisiologi Tanaman Budidaya.H.id . 1992.A. Annal of Tropical Research 3(3): 187198.. 2007. CAB International. 2007. Alves. Saatnya Eksplorasi Bahan Bakar Hayati.M. J. Penerbit Universitas Indonesia. G. Ubi Kayu. Penggunaan teknologi mukibat dapat meningkatkan produksi singkong antara 30 % sampai dengan 100 %. Wageningen Agriculture University. dan N. 2007. Departemen of Tropical Crop Science. in Goldsworthy. Proyek Pengembangan Budi Daya Singkong Varietas Darul Hidayah Sebagai Upaya Meningkatkan Tarap Kehidupan Ekonomi Petani. diameter akar yang lebat dengan bobot yang lebih tinggi serta LAI yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman ubi kayu biasa. http://www.. Gadjah Mada University Press. Farmer Experimentation With Cassava Planting in Indonesia. Netherlands Gardner. 1992.. Mitchell. Bioethanol berbahan baku singkong cukup potensial untuk dikembangkan mengingat masih tersedianya lahan untuk budidayanya dengan didukung teknologi budidaya. De Bruijn dan Guritno (1990) menyatakan bahwa peningkatan produksi ubi kayu sistem mukibat maningkat 30% dan bahkan dapat mencapai lebih dari 100 % tergantung pada kondisi wilayah penanaman.bigcassava. Fisher.B.com. B.E. dan Sasongko. O. 1991.go.go. Anonim. 1990. Posas.id Bigcassava.B. Yogyakarta De Bruijn. D.L. (1981) menunjukan bahwa penggunaan teknologi mukibat dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil yang lebih tinggi yaitu tanaman memiliki stuktur tanaman lebih tinggi. Abit and M. P. http://www. S.R. DAFTAR PUSTAKA Agrica. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Martono. Penutup Penurunan produksi minyak bumi nasional dan kenaikan harga minyak dunia yang semakin tinggi perlu disikapi dengan mencari sumber energi alternatif bersumber pada bahan terbaharui atau bahan bakar nabati. Teknologi singkong mukibat dapat dikembangkan untuk peningkatan produksi singkong untuk bioethanol.

Jadi. jelas Budiyasa. ”Kerja sama awal akan berlangsung selama tiga tahun. budi daya singkong ini cukup bagus dan menghasilkan. 18 Januari 2007 06:20:17 Klik: 139 Saat ini. Staf ahli utama bidang ekonomi. Damiri. Pembangunan pabrik didasarkan atas tercukupinya bahan baku. memberikan analisis usaha tani budidaya ketela pohon atau singkong. Tahun kedua China akan ke Wonogiri untuk menanamkan investasi dengan membangun pabrik. Hal. sehingga petani akan untung Rp 6.2 juta.000 ha per tahun. ”Bioethanol nanti menjadi sumber energi alternatif dan saat ini sepertiga kebutuhan dicukupi oleh negara Vietnam. Suyono. Untuk bibit singkong ICSME yang menyediakan dan petani bisa membeli di BUMD. Saat ini. pembangunan dan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri. Menurut Budiyasa. kebutuhan itu akan bisa tercukupi di tiga daerah segitiga selatan tersebut. Luas areal ketela pohon di Wonogiri mencapai 73. ”Kami sudah ke Gunungkidul dan diperoleh informasi produksi singkong di Gunungkidul mencapai 800.China Akan Garap Produk SINGKONG WonogiriOleh admin Kamis.” Asisten Bidang Pemerintahan dan Pembangunan. Pendapatan per hektare dengan produksi 20 ton mencapai Rp 12 juta. mengatakan produksi singkong di Wonogiri saat ini mencapai 1 juta ton per tahun. ”Ketela pohon merupakan komoditi pertanian yang cukup penting di Wonogiri. 18 Januari 2007 .tus SOLOPOS Edisi : Kamis. Kekurangan itu bisa ditutup di dua daerah Wonogiri dan Pacitan. China kekurangan bahan baku bioethanol sebanyak 3. pakan ternak dan bahan pangan. singkong dimanfaatkan untuk bahan baku industri tapioka.000 ton/tahun. Suprapto.VI . Dia mengatakan untuk setiap hektare lahan membutuhkan biaya produksi senilai Rp 5.” .” Lebih lanjut Budiyasa menjelaskan sistem yang dibangun adalah pola kerja sama antara BUMD dengan UKM di China.5 juta ton/tahun.” Konsultan Pertanian dan Pemerhati Biofuel. menyatakan Pemkab menyambut positif investor negara asing.8 juta/ha.