P. 1
Proposal Skripsi

Proposal Skripsi

|Views: 1,454|Likes:
Published by Nurviyanti Cholid

More info:

Published by: Nurviyanti Cholid on Jul 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Membina Perilaku Siswa SMA Negeri 4 Pangkalpinang.

A. Penegasan Istilah Agar tidak terjadinya kesalahan persepsi pemahaman mengenai judul dan sekaligus untuk mempermudah memahami istilah-istilah yang terdapat di dalamnya, maka penulis terlebih dahulu menguraikan penegasan istilah yaitu sebagai berikut: 1. Peran adalah 2. Pelayanan adalah 3. Bimbingan adalah 4. Konseling 5. Membina 6. Perilaku

Jadi, dari penegasan diatas, maka dapat disimpulkan peran pelayanan bimbingan dan konseling yaitu B. Alasan Pemilihan Judul 1. Penulis termotivasi untuk mengamati perilaku siswa dan permasalahan yang dihadapi siswa selama di sekolah, serta penulis termotivasi dalam memahami keilmuan bimbingan konseling yang selama ini dipelajari. 2. Penulis merasa mempunyai

lembaga pendidikan tidak dapat melepaskan diri dari situasi kehidupan seperti yang dikemukakan diatas. kesempatan memperoleh pendidikan. lapangan pekerjaan.C. pengangguran dan lain sebagainya. hubungan sosial antara individu . juga berpengaruh dalam dunia pendidikan . Disisi lain perkembangan IPTEK akan membawa dampak pada timbulnya masalah hubungan sosial. Dalam kondisi seperti itu. dan memiliki tanggung jawab untuk membantu para siswa baik sebagai pribadi maupun sebagai calon anggota masyarakat. masalah hubungan sosial. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang demikian cepat menimbulkan perubahan-perubahan dalam berbagai sendi kehidupan seperti sosial.keluarga. Individu dihadapkan pada situasi yang penuh dengan perubahan-perubahan yang begitu cepat dan kompleks. Kondisi-kondisi seperti diatas berdampak pula pada kehidupan individu baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Di satu sisi perkembangan IPTEK juga berdampak pada berkembangnya sejumlah karier atau jenis lapangan pekerjaan tertentu. kesempatan memperoleh pekerjaan. lajunya pertumbuhan penduduk juga semakin menambah kompleksnya masalah. dan lain sebagainya. Oleh karena itu. ekonomi dan industri. Tidak semua individu mampu mampu mengatasi masalahnya sendiri. budaya. masalahmasalah pribadi dan lain sebagainya. tenaga ahli. individu dituntut untuk mampu menghadapi berbagai masalah seperti kemampuan menyesuaikan diri . Berbagai persoalan yang dihadapi individu seiring dengan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan itu antara lain : jenis dan pola kehidupan. khususnya dalam lingkup sekolah. Berbagai problem yang amat kompleks sebagai akibat dari perkembangan IPTEK . Latar Belakang Masalah. Seiring dengan hal tersebut . politik. . persaingan antara individu. perencanaan.

Terdapat perbedaan individual antara siswa yang satu dengan yang lainnya . bimbingan dan konseling merupakan bantuan . senantiasa terjadi perubahan perilaku sebagai akibat proses belajar yang telah dilakukan oleh siswa . Sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan . Disinilah dirasakan perlunya pelayanan Bimbingan dan Konseling disamping kegiatan pengajaran. Masalah-masalah psikologis yang timbul pada siswa menuntut adanya upaya pemecahan melalui pendekatan psikologis antara lain melalui Bimbingan dan konseling. selain itu siswa sebagai pelajar . Dalam tugas pelayanan yang luas. Misi sekolah adalah menyediakan pelayanan yang luas untuk secara efektif membantu siswa mencapai tujuan-tujuan perkembangannya dan mengatasi permasalahannya. siswa merupakan pribadi pribadi yang unik dengan segala karakteristiknya.Permasalahan yang dialami para siswa disekolah sering kali tidak dapat dihindari . siswa memiliki kebutuhan dan dinamika dalam interkasi dengan lingkungannya. Bimbingan dan Konseling disekolah adalah pelayanan untuk semua murid yang mengacu pada keseluruhan perkembangan mereka. Hal ini terlebih lagi disebabkan karena sumber-sumber permasalah siswa banyak yang terletak diluar sekolah. agar tercapai perkembangan yang optimal memerlukan asuhan yang terarah . Peserta didik hendaknya dibantu agar apa yang mereka dapat menjadi bekal guna menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan mampu menghadapi masalah-masalah yang dihadapainya. Siswa yang sedang dibimbing merupakan individu yang sedang berada dalam proses perkembangan menuju kedewasaan . meski dengan pengajaran baik sekalipun. permasalahan siswa tidak boleh dibiarkan begitu saja. bebarapa aspek psikologis dalam pendidikan yang bersumber dari siswa dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis pula. Dalam proses pendidikan disekolah. Dalam kaitan itu .

dan lambat dalam belajar. terutama yang menyangkut metode. artinya dalam rangka memenuhi kebutuhan . Tingkah laku individu berkaitan dengan upaya pemenuhan kebutuhannya . Dalam konsepsi tentang tugas-tugas perkembangan dijelaskan bahwa setiap periode tertentu perkembangan siswa terdapat sejumlah tugas perkembangan yang harus diselesaikan . Kenyataan ini akan membawa konsekuensi dalam pelayanan pendidikan kepada para siswa . akan muncul perilaku tertentu dari individu . apabila individu mampu memenuhi kebutuhannya ia akan merasa puas . Disekolah. media. masalah perbedaan siswa tampak dengan jelas seperti adanya siswa yang cerdas . Individu yang satu berbeda dengan individu yang lainnya. Melalui layanan bimbingan dan konseling . kreatif dan lain sebagainya. cepat. berhasil tidaknya individu menyelesaikan tugas-tugas tersebut akan berpengaruh bagi perkembangan berikutnya.individu dalam memperoleh penyesuaian diri dengan tingkat perkembangannya. siswa disekolah juga berbeda dalam kebutuhannya. dan lain sebagainya. siswa dibantu agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya dengan baik. berbakat. hal tersebut menuntut peran serta guru bimbingan konseling dalam menangani dan sekaligus membina siswa siswa yang bersangkutan agar dapat melewati permasalahan yang dihadapai dalam melewati masa perkembangannya yang rawan dengan . Selain berbeda dalam hal perkembangannya . Tidak ada dua orang individu yang sama dalam aspek-aspek pribadinya. sebaliknya apabila ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya akan menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Setelah pemaparan sederhana tentang problematika siswa di sekolah diatas. evaluasi. Masalah perbedaan individu juga bisa jadi permasalahan bagi siswa maupun lingkungannya.

Seperti apa peran guru bimbingan dan konseling dalam Membina Perilaku Siswa SMA Negeri 4 PangkalPinang F. E. maka permasalahan dapat penulis batasi tentang bagaimana peran guru bimbingan dan koseling dalam membina perilaku peserta didik SMA Negeri 4 Pangkalpinang.goncangan . Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang dapat diambil dalam penelitian ini yaitu : 1. masa remaja adalah masa mencari jati diri. D. Batasan Masalah Dari permasalahan yang telah diuraikan diatas. Bagaimana konsep Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 4 Pangkalpinang 2. . masa labil dan butuh bimbingan. karena sebagaimana kita tahu. Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah : 1. Untuk itu penulis tertarik meneliti masalah ini yang banyak mengupas tentang ke efektifan bimbingan konseling yang ada di SMA Negeri 4 dan psikologi remaja. Untuk mengetahui bagaimana konsep-konsep pelayanan bimbingan dan konseling dalam membina perilaku siswa di SMA Negeri 4 Pangkalpinang 2. Untuk mengetahui bagaimana peran pelayanan bimbingan dan konseling dalam membina perilaku siswa di SMA Negeri 4 Pangkalpinang.

Secara teoritis penelitian ini berguna untuk Ilmu Pengetahuan khususnya di bidang bimbingan dan konseling dalam pembinaan perilaku siswa. Tela`ah Pustaka Sebelumnya telah ada penelitian yang mempunyai permasalahan hampir sama. Secara praktis penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi yang positif bagi kalangan keilmuan yang membutuhkan dan bisa juga sebagai referensi bagi penelitian yang berikutnya H.G. dari yang tidak baik menjadi baik. Kegunaan Penelitian 1. Populasi dan Sampel . 2. Landasan Teoritis J. Dan menjadi tambahan informasi tentang pelayanan konseling bagi guru bimbingan dan konseling yang menanganinya. 2. Metodologi Penelitian 1. Metode Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survei ( Survey Research ) yaitu penelitian yang mengambil sampel dari populasi dan kuesioner ( angket ) sebagai pengumpul data yang pokok. yang terdapat dalam skripsi I.

Metode Dokumentasi. Populasi penelitian ini meliputi siswa/siswi Sekolah Menengah Atas kelas III ( tiga ) yang menurut data sementara berjumlah delapan kelas yang terdiri dari dua jurusan dengan jumlah 446 orang . maka penulis akan mengadakan penarikan sampel dengan cara stratified sampel. metode ini akan penulis gunakan untuk meneliti secara langsung pelaksanaan Bimbingan dan Konseling oleh gurunya serta mendapatkan gambaran dari guru bimbingan dan konseling c.3. jumlah pegawai administrasi serta sarana dan fasilitas yang ada. jumlah guru. 5. metode ini akan penulis gunakan untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan bimbingan dan konseling oleh gurunya serta mendapatkan gambaran dari guru bimbingan dan konseling. metode ini akan penulis gunakan u ntuk mendapatkan data dan informasi mengenai jumlah siswa/i Sekolah Menengah Atas kelas III ( tiga) . yaitu berjumlah 100 orang. mengingat jumlah siswa ini telah mencapai 300 orang. Populasi dan sampel Penelitian ini akan dilaksanakan pada Sekolah Menengah Atas Negeri 4 yang berlokasi di Selindung Baru Kecamatan PangkalBalam. Metode Observasi. b. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data 4. Metode Pengumpulan Data a. . Metode Interviu.

sarana dan prasarana. serta konstribusi guru bimbingan dan konseling. kerangka teori. menguraikan tentang pertama : pengertian konseling. . pendekatan penelitian. alasan memilih judul. batasan dan rumusan masalah. latar belakang masalah. merupakan bab akhir dari seluruh rangkaian pembahasan laporan hasil penelitian. telaah pustaka. menguraikan tentang penegasan istilah. pilar-pilar konseling. sumber data. metodelogi penelitian yang mencakup jenis penelitian. Bab kedua : Guru bimbingan konseling dan perilaku remaja. metode analisis data serta sistematika pembahasan. Bab keempat : Kondisi objektif SMA Negeri 4 Pangkalpinang. tujuan dan kegunaan penelitian. K. metode ini akan penulis gunakan untuk memperoleh bukti yang jelas tentang tanggapan siswa/i terhadap bimbingan dan konseling. berisi tentang lokasi dan sejarah berdiri SMA Negeri 4 Pangkalpinang.d. Bab kelima : kesimpulan dan saran . keadaan pendidik dan siswa. Sistematika Pembahasan Untuk mempermudah dalam menguraikan dan membahas isi dari skripsi ini. Metode angket/quessener. disusun berdasarkan sistematika pembahasan sebagai berikut : Bab pertama : Pendahuluan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->