KAJIAN PUSTAKA 1.

RINGKASAN MENGENAI TEKNOLOGI EKSPLORASI BATUBARA SURVEI GEOLOGI PERMUKAAN,1995 Umum pada tahap survei awal, pertama dilakukan survei formasi cool-bearing yang terbuka secara alami dan beberapa pengeboran untuk mengetahui kedalaman dari lapisan batubara kearah kemiringan dengan maksud memastikan deposit batubara yang potensial. Kemudian akan berlanjut kepada teknik eksplorasi yang lebih tinggi menggunakan mesin dan peralatan yang spesifik. Dalam bab ini akan dijelaskan secar ringkas mengenao survei geologi permukaan yang merupakan dasar dari semua survei geologi. Item utama yang diobservasikan dari outcrops batubara adalah: * Lapisan batubara yang bagaimana ? - jumlah ketebalan dan kualitas batubara (apakah akan dijual ?) * Bagaimana kondisinya ? - kemiringan danjarak antar lapisan batubara, serta hubungan dengan patahan dan daerah larangan penambangan (apakah dapat ditambang ?) * Berapa kuantitasnya ? - kuantitas batubara dan klasifikasi cadangannya, seperti terduga (Inferred), terindikasi (Indicated), terukur (Measured) atau dapat ditambang (Mineable) dan dapat dijual (Saleable) (apakah jumlah cadangan batubaranya cukup mendukung umur tambang ?) namun, lingkup penyelidikan perlu dikembangkan, tidak hanya pada batubara itu sendiri, tetapi juga kepada penelitian lain seperti penelitian sedimentologi batubara dan lingkungannya, penelitian palaentologi fosil mikro dan mega, penelitian geokimia, penelitian struktur terhadap fracture dan lain-lain. Pada akhirnya, hasil aktural yang diperoleh dari survei umum dan rinci adalah : Survei Umum • • • • • • • Peta geologi Peta penampang geologi Peta penampang stratigrafi Peta korelasi penampang stratigrafi / lapisan batubara Peta penampang columnar batubara Peta kontur lapisan batubara Peta isopach lapisan batubara 1:50.000-10.000 1:50.000-10.000 1:500-1.000 1:500-1.000 1:20 –1.000 1:25.000-10.000 1:10.000 Survei Rinci 1:1.000-3.000 1:1.000-3.000 1:200-500

1:200-500 1:1.000-5.000 1:1.000-5.000

Peta distribusi kualitas batubara (ash, sulfur, pospor, dll) 1:10.000 • Peta kalkuasai cadangan batubara 1:10.000 • Tabel kalkualsi cadangan batu bara

1:1.000-5.000 1:1.000-5.000

Prosedur Kerja A. Persiapan Pertama dilakukan peta topografi dengan skala yang sesuai untuk membuat program survei lapangan dan menempatkan titik observasi yang diperioleh selama survei. Sebaliknya, sebelum survei dilakukan, dipelajari dulu geologi regional dan struktur geologinya dari laporan atau papee, atau foto udara dan data penginderaan jauh. Peralatan dan perkakas utama yang diperlukan untuk survei adalah : a. Peralatan • Clinometer • Range finder (10-500 m) • Meteran gulung (10-100 m) • Mistar cembungkaca pembesar (2-5 m) • Kamera(x10-) b. Perkakas • Rock hammer (800 g-) • Dip board (dari bahan aluminium) • Pahat (titik dan lebar) • Skop kecil • Papan kecil • Catatan lapangan • Peta topografi • Protractor • Mistar segitiga • Pensil • Spidol • Kantong sampel • Penghapus

B.

Idenfikasi, Pembacaan, Sketsa, Orientasi Outcrops

Yang paling penting adalah mengidenfikasi outcrops, adalah in-situ atau creep. Kemudian membaca arti secara geologi dan stratigrafi. Observasi harus dilakukan baik terhadap bagian fresh maupun permukan yang telah dipengaruhi cuaca (weathered facies), dan sampel diambil dari bagian fresh in-situ. Kemudian

gambarkan posisi outcrops dengan tepat diatas peta topografi, dan cantumkan juga rute jalan telah dilalui. Pada saat sama, dilakukan sketsa outcrop secara geologi dan stratigrafi dengan penjelasan seperlunya. Item yang diobservasi dan diukur adalah : o Deskripsi permukaan batuan (rock facies) karakteristiknya : Ukiran butir, bentuk butir, kepadatan, warna, bahan tambang pembentuk, stratifikasi, kesamaan (sorting) struktur sedimentasi, keberadaan fosil, dll. o Deskripsi lapisan batubara : Warna, kilatan, kekerasan, stratifikasi, belahan(parting), retakan, hubungan antara batuan langit-langit dan lantai, dll o Perubahan stratifikasi dan struktur : Kesesuaian (conformity), ketidaksesuaian (unconformity), erosi dalam lapisan, perubahan bertahap (gradual), patahan, perubahan lateral dari permukaan batuan (litho-facies), dll o Arah, kemiringan dan ketebalan setiap lapisan/lapisan batubara C. Stripping dan Trenching Outcrop bisasanya tersebar di samping aliran di dalam lembah. Apabila outcrop tidak kontinu dan tanah diatasnya tipis, maka dilakukan penggalian (stripping) untuk membuat outcrop kontinu. Walaupun lapisan tanahnya tebal, apabila diduga terdapat gejala geologi yang penting seperti lapisan batubara atau pathan, maka sebaiknya dilakukan pencekan dengan menggali parit (trench) dengan lebar 1m dan kedalaman 3m sampai 5m. Pekerjaan utama yang dikaukan didalam parit sebagai berikut : o Pengukuran : mengukur arah orintasi dan kemiringan lapisan tanah dan lapisan batubara o Observasi : mengukur dan mencantumkan penampang columnar berurutan dari outcrop, tertua lapisan batubara o Sampling : sampling batubara lapis per lapis atau secra kunulatif dan belahan (parting), langit-langit dan lantai dilakukan sampling masing-masing. o Survai : melaksanakan survai dengan menghubungkan seluruh titik observasi Di tempat yang hutannya lebat dan tidak terdapat lapisa batubara terbuka (outcrop), survai dengan pit kadangkala efektif terutama pada musim hujan, deskripsi dan pengukuran hjarus dilakukan segera karena kan dihanyutkan oleh air sehingga sulit pemulihannya. D. Lambang Geologi

Untuk mengungkapkan sifat dan bukti geologi seperti batuan, bahan tambang, warna, bentuk, ukuran burir dan lain-lain, yang diperoleh dari survai geologi, mak pendefenisian lambang dan singkatan geologi akan bermanfaat untuk menyedrhanakan seluruh ekspresi.

Di daerah stabil jarak tersebut adalah 500-700 m. 1976) Jarak antar lubang bor berbeda menurut kondisi geologi. Penjelasan terinci dari well logging akan diberikan pada bab berikut. seperti metode sirkulasi balik (reverse circulation) atau dengan rotary rig. Mesin yang umum digunakan adalah longyear LY-39 atau LY-44 untuk pengeboran dengan kedalaman sedang. Misalnya. kandungan authogenic carbonate didalam shale dan lain-lain. jarak tersebut mungkin mengecil. Sebagian contoh tersebut ditunjukan pada Appendix. Pada eksplorasi tahap II. kandungan klor didalm batubara. Metode pengeboran banyak menggunakn pengeboran wireline dengan lebih NQ (diameter lubang 75. melaksanakan berbagai jenis logging. atau kadang kala 1km. memperoleh sampel lapisan batubara termasuk batuan langit-langit dan lantainya d. dan 250 m grid untuk daerah labil atau daerah sasaran metallurgical coal. dilakukan logging geofisik untuk memperoleh informasi geologi dan kualitas batubara yang rinci. dan core di tarik keluar oleh wire melalui tangan batang (rod). Dan. serta kedalaman eksak dari lapisan sasaran. dan lain-lain pada eksplorasi tahap I. Tugas pokok dari pengeboran adalah untuk : a. pengeboran sering dilakukan dengan coring penuh dalam jarak yang lebar (jauh) dan dilakukan bersama logging geofisik. Dalam kusus demikian. Diameter lubang dan diameter core diperlihatkan pada tabel 6-1. sedangkan untuk daerah labil adalah 300-500m.Selain itu masih ada beberapa penelitian unsur khusus di antaranya ada yang dapat menjadi indikator lingkungan sedimentasi dan proses diagenesis selamjutnya. (dari Field Geologist’s Manual : DA Berkman. pekerjaan pengeboran pada eksplorasi batubara menggunakan berbagai tipe mesin bor dan perkakas tergantung dari tujuan dan tahapan eksplorasi batubara.7 mm) untuk mempurmudah well logging. SURVEI PENGEBORAN Biasanya. kandung sulfur ( termasuk isotopnya di dalam batu bara) dan karbon didalam shale. seperti daerah stabil dan labil secara struktur. Pada tambang terbuka (open pit) beberapa pengeboaran lubang dilakukan dengan metide non-core. Mesin ini dirancang untuk melakukan pengeboran kontinu tanpa harys menarik keluar batang bor pada setiap perpanjangan batang. yakni 300-400 m grid untuk daerah stabil. penelitian sedimentasi dengan log curve juga dijelaskan dalam Appendix. memastikan letak dan kedalaman lapisan batubara sasaran b. . mengetahui sequence stratigrafi dan geologi untuk maksud perbandingan c.

seperti hilang sirkulasi air. tetapi untuk memperoleh berbagai data lain. oleh karena itu lebih baik melakukan kombinasi logging untuk analisa menyeluruh. Respon berbagai logging terhadap berbagai lapisan diperlihatkan pada gambar 9-1.Pada eksplorasi tahap III dilaksanakan pengeboran diameter besar (biasanya 150200 mm). Setiap logging mempunyai keistimewaannya masing-masinng. Logging geofisik untuk eksplorasi batubara dirancang tidak hanya untuk mendapatkan informasi geologi. Rangkuman berbagai loggiong diberikan pada gambar 9-2. kecepatan gelombang elastis dan radiaktif. terutama lapisan batubara atau sequence rinci dari lapisan batubara termasuk parting dan lain lain. logging densitas adalah yang paling efektif dan kombinasi logging densitas dan sinar gama adalah yang direkomendasi untuk menentukan sifat geologi sekitar lapisan batubara. sedangkan yang dari lapisan batubara lebih rendah pada sandstone. Sebagai contoh. tabel perhitungan untuk menentukan elevasi (ketinggian) dan koordinat titik yang disebut diatas ditunjukan pada tabel 6-2 (dari Field Geologist’s Manual : DA Berkman. seperti kedalaman. 1976) LOGGING GEOFISIK (GEOPHYSICAL WELL LOGGING) Logging geofisik berkembang dalam ekplorasi minyak bumi untuk analisa kondisi geologi dan reservior minyak. coring batubara yang lunak. Untuk eksplorasi batubara. Log sinar gama dikombinasikan dengan log utama. kehilangan sifat air lumpur (drilling mud) karena emisi gas dalam jumlah besar dari lapisan batubara. dan sifat geomekanik batuan yang menyrtai penambahan batubara. untuk penelitian hidrologi dan mendapatkan sampel curahan untuk uji parameter preparasi batubara. dan lain-lain. Posisi (terhadap kedalaman penggalian dan sumbu lambung) dasar lubang bor dan batas (top&bottom) dari lapisan utama seperti batubaru sasaran adalah item yang paling pnting dalam pengeboran. netron dan . A. Terutama yang dari mudstone laut menunjukan nilai yang ekstra tinggi. Dan juga mengkompensasi berbagai maslah yang tidak terhindar apabila hanya dilakukan pengeboran. Jenis dan Prinsip Logging Geofisik Dari sekian banyak prinsip logging yang ada. ketebalan dan kualitas lapisn batubara. pembekakan (swelling) diding lubang karena adanya bahan tambang tanah liat khusus yang mudah mengembang seperti montmorillonite. Problem yang timbul dalam pengeboran macam-macam. yaitu pengecekan kedalaman sesungguhnya dari lapisan penting. Log Sinar Gama Kekuatan radiasi sinar gama adalah kuat dari mudstone dan lemah dari sandstone. yang paling sering digunakan adalah resistansi listrik. seperti log densitas.

Karena batubara mempunyai densitas yang sangat rendah dibanding dengan batuan lain. Log Netron Pada waktui netro berkecepatan tinggi menyebar kedalam lapisan tanah. maka distribusi netron termal yang diukur berbanding terbalik dengan distribusi porositas lapisan tanah. Sehingga.gelombang bunyi. Log Densitas Sinar gama dari sumber radioaktif dipancar oleh tumbukan dengan elektron di dalam lapisan tanah dan energi sinar gama akan hilanng kepada elektron untuk setiap tumbukan (efek compton). pengurangan kecepatan netron ditentukan oleh kerapatan inti atom hidrogen di dalam lapisan tanah. . Secara umum. Berdasarkan prinsip ini. kadang kala sulit untuk mengenal batas yang jelas apabila penting atau langit-langit/lantai terdiri dari batuan yang banyak mengandung karbon seperti coaly shale. C. dan angka ini sebanding dengan densitas tampak dari lapisan tanah) Untuk memperoleh densitas curahan lapisan tanah dari count rate sinar gama. Dengan kata lain. Apabila diasumsikan. maka hal itu dilakukan dengan memggunakan kurva koreksi yang diperoleh dari diameter lubang dan lumpur pengeboran. (kemungkinan terjadinya pemancaran compton. Densitas elektron di dalam material sebanding dengan densitas curahan atau masa (bulk or mass density) material. bahwa porositas pada batuan diisi oleh air. Tetapi. kerapatan inti atom hidrogen pada batuan sebanding dengan jumlah kandungan cairan (air) di dalam material. Kehilangan energi terbesar terjadi pada waktu tumbukan dengan inti atom unsur Hidrogen yang massanya sama dengan netron. Kualitas batubara juga dapat diperkirakan dengan memanfaatkan hubungan timbal balik yang erat antara densitasnya dan kandungan abu. oleh perangkat detektor yang berjarak tertentu dari sumber sinar CS137 (Cesium 137). B. porositas tampak kecil intuk sandstone dan besar untuk mudstone. digunakan untuk memastikan batas antara lapisan penting. densitas tampak (apparent density) dari lapisan tanah dicari dari pengukuran kontinu sinar gama yang berasal dari pemencaran compton. Seperti ditunjukan dalam gambar 9-4. biasanya besar untuk sandstone dan kecil untuk mudstone. adalah hal yang mudah untuk membedakan lapisan batubara diatas log. maka kerapatan inti atom hidrogen sebanding dengan porositas batuan. terjadi tumbukan berulang-ulang dengan inti atom material pembentuk lapisan tanah yang mengakibatkan hilangnya energi dan menjadi netron termal berkecepatan rendah. sebanding dengan densitas elektron lapisan tanah. seperti antara lapisan batubara dengan langit-langit atau lantai. Karena kerpatan inti atom hidrogen pada batubara tinggi. Angka pengukuran tersebut. maka pada log netron menunjukan nilai yang kecil dan mudah membedakan denngan batuan lain.

Interpretasi Lapisan Batubara perusahaan logging mengembangkan peralatan orisinil (khas masing-masing) untuk memperoleh resolusi logging batubara yang lebih baik. sort spaced density log mempunyai resolusi vertikal yang tinggi.(tabel 9-1) Long spaced density log digunakan untuk evaluasi lapisan batubaru karena menunjukan densitas yang mendekati sebenarnya berkat pengaruh yang kecil dari dinding lubang.(gambar 9-8 dan 9-9) kalau datanya banyak. selama arus listrik konstan dialirkan ke dalam lapisan tanah melalui elektroda A dan potensial tersebut dokonversi kepada resistensi tampak berdasarkan hukum Ohm dan konfigurasi pnempatan elektroda (gambar9-6). maka cocok untuk pengukuran ketebalan lapisan batubara. sonde. dan lain-lain. Metoda ini dapat mengurangi efek pemalsuan (spurious) pada perubahan ukuran lubang dan juga mengkonpensasi kesalahan karena kemiringan sonde. diameter lubang bor adalah NQ (75. Kombinasi probe long dan short spaced density bersama sinar gama dan caliper dapat . winch. Biasanya. biasanya dipasang pada mobil observasi dan hasil yang diperoleh dari pengukuran direkam dalam chart dan data digital dalam satu waktu untuk analisa lebih lanjut. Log Gelombang Bunyi (Sonic Log) Sonic log yang digukan dewasa ini kebanyakan tipe BHC (bore hole compensated). Peralatan Logging peralatan logging terdiri dari peralatan rekam. Metoda pengukuran ini disebut juga sebagai laterolog yang diperlihatkan pada gambar 9-7.D. telescope boom. Diagram blok dari logging diperlihatkan pada gambar 9-12 dan berbagai jenis probe dan sonde ditunjukan pada gambar 9-13. sehingga dilakukan proses statistik dengan komputer. Log Resistansi] Log resistansi normal dirancang untuk mengukur suatu potensial listrik pada elektroda pengukur. dan interval waktu perambatan gelombang yang diterima kedua set receiver dirata-ratakan. probe. noise juga banyak. E.0 mm). Karena BHC menggunakan satu transmitter diatas dan satu transmitter di bawah dua pasang penerima (receiver). M. Sedangkan.7 mm) atau HQ (96. Dengan demikian akan menaiokan akurasi resistensi dan kemapuan pengukuran di lapisan tipis. Guard electroda logging dirancang untuk mengukur resistansi lapisan tanah setelah memusatkan distribusi arus listrik kedalam bagian tertentu dari lapisan tanah dengan menggunakan elektroda tambahan.

Nilai dnsitas rata untuk batubara dan batuan pada suatu kontak dihitung dan diplot pada log. Akurasi metoda ini untuk tempat yang baik kondisi geologinya.memberikan data densitas lapisan yang sebenarnya secr langsung melalui koreksi oleh data caliper. antara batuan dan nilai densitas yang mewakili densitas. Sinar Gama Asumsi dasarnya adalah tingkat radiasi langit-langit dan lantai lapisan batubara yang terdiri dari mudstone atau silstone yang tipikal. Metoda Sinar Gama Kekuatan sinar gama batu bara lebih rendah dibanding batuan. B. tetapi nilai densitas rata-rata diperoleh dari nilai densitas yang dikonversi dari chart kalibrasi yang dibuat dengan memplot count rate sinar gama terhadap nilai pengukuran densitas. maka titik tersebut akan terletak ditengah sepanjang defleksi. yang mengapit batas. (gambar 9-14) b. a. Metoda Densitas Rata-rata Metoda ini mirip dengan metoda diatas. jika skalanya logaritma. A. kandungan ash yang lain akan . Sehingga. Ash 0% diasumsikan sebagai level yang ekivalen 10%. diatas suatu kurva transisional seperti gambar 9-16. Metoda Rasio Densitas Prinsipmetoda ini adalah membagi dua dengan perbandingan tertentu. titik akan cenderung mendekat ke salah satu log. BPB Company menetapkan titik batas antara lapisan batubara dengan batuan pada 1/3 menuju batuan. Kedalaman titik ini digunakan sebagai kedalaman kontak. Perbandingan pembagiannya kadang kala direkomendasi 2/3 atau 4/5 jartak menuju batubara. Dalam hal ini. (gambar 9-15) c. mewakili lapian dengan kandungan ash 0% diasumsikan sebagai level yang ekivalen dngan nilai 100%. sensor sinar gama harus dipisahkan sekitar 2 m dari sumber log densitas agar dapat menghindari terhadap sensor. Perbedaan kedalaman antara batas langit-langit dan lantai ditetapkan sebagai ketebalan lapisan batu bara. Umumnya dikatakan mempunyai akurasi kurang lebih 10 cm. di atas kyrva densitas dan mentapkan kedalaman titik tersebut sebagai kedalaman batas. Nilai densitas yang sesuai. Jika skal ini linier. Akurasi metoda ini bervariasi dan untuk menentukan perbandingan dengan pasti diperlukan tes empirik. Analisa Ketebalan Lapisan Batubara a. kurang lebih 2 cm. Dan. Penentuan Kandungan Ash Kandungan ash batubara dapat diperkirakan dengan menggunkan sinar gama atau log densitas.

serta informasi bahan tambang yang terdapat di dalam lapisan tanah. log dibagi menjadi tiga seksi utama. ash dan air. Log analisa komputer tersebut memungkinkan korelasi lubang bor dengan lubang bor di dalam daerah sasaran. dibawah kondisi terkendali. data logging derekam dalam pita magnetik. dan hasilnya diaplikasikan kepada dat logging yang disajikan secara grafis dalam bentuk log komputer dab atu sebagi daftar numerik dari printer. Pengukuran LSD dan HRD dapat digunakn kedunya. Seperti dalam gambar 9-18. Antara kandungan ash dan densitas batubara terdapat hubungan yang baik. Bahan tambang yang terdapat di dalam lapisan tanah ditentukan dengan plot silang (cross-plot) dua buah log dengan berulangulang sambil mengganti log.1 g/cc. Indeks kekuatan disajikan di tengah gambar 9-18 menjadi dasar dalam membandingkan kekuatan setiap lapisan. Yang pertama memberikan informasi laterl yang baik dan yang kedua memberikan informasi vertikal yang baik. Program komputer menentukan litologi dari dat log dan juga secara otomatis menganalisa lapisan batubara. walaupun terdapat variasi yang tergantung kepada jenis batubara. dua log reading per kaki (foot) digunakan untuk perhitungan tersebut. Log Densitas Metoda ini didapat memperoleh akurasi dengan orde kurang lebih 0. Litologi dihitung dari set persamaan simultan yang mencakup bacaan(reading) gelombang bunyi. Akurasi penentuan kandungan ash terhadap lapisan batubara yang tidak diketahui adalahkurang lebioh 5% untuk kandungan ash sekitar 20 % dan kurang lebih 2 % untuk kandunan ash sekitar 5%. Indeks kekuatan menjadi sarana diagnosa untuk memperkirakan kekuatan batuan langit-langit dan lantai. Apabila dapat melaksnakan pengeboran yang terkendali baik. Biasanya. yaitu litologi. termasuk untuk daerah densitas rendah. interprestasi lithofacies dilakukan dengan analisa komputer. maka dimugkinkan untik membuat chart universal (gambar9-17). b.mengikuti hubungan linier antara titik-titik tersebut. densitas dan netron. Nilai yang dihitung dandisajikan dari kualitas batubara adalah persentase berat karbon. Jadi hubungan antara kandungan ash dan counter rate sinar gama juga menjadi hubungan linier. Interprestasi Permukaan Batuan (Lithofacies) Dewasa ini. Ep yang dihitung dari log gelombang bunyi dan densitas dengan rumus sebagai berikut : . Analisa core secara mineralogi juga efektif digunakan untuk mengecek hasil plot silang log. dengan berat lumpur (mud) yang diketahui dan dimeter lubang bor yang dapat diandalkan. Untuk keperluan input ke komputer. Chart ini mengkoreksi variabel-variabel tersebut dan mengkonversi count yang dibaca dari log menjadi satuan densitas dan mencari kandungan ash. Ia didefenisikan sebagai modulus elastisitas dinamik dari deformasi. indeks kekuatan dan analisa batubara.

ED =______ x 3.36 x 10 Indeks kekuatan yang diperoleh dari analisa komputer ini harus dipertimbangkan sebagai indikasi batas atas kekuatan lapisan tanah. .

Dalam bidang non teknis biasanya disebabkan oleh belum sempurnanya organisasi pemerintahan dibidang pengelolaan sumberdaya mineral. Dalam bidang teknis hal ini antara lain disebabkan oleh belum lengkapnya data dasar geologi batubara regional dan kepakaran dibidang komoditi batubara seperti. Dalam hal ini Australia yang termasuk penghasil batubara yang relatif baru memanfaatkan sistem yang ada terutama dari Amerika Serikat yang kemudian dikembangkan dan di sesuaikan dengan kondisi sumberdaya batubara dan kepentingan ekonominya. Kondisi ekonomi akan selalu berubah bersama waktu. Memperhitungkan sumberdaya dan cadangan batubara secara nasional tidak akan sempurna bila ditangani oleh satu disiplin kebumian tertentu. 11. hal ini tidak mencerminkari arti ekonomi pada usaha pengembangan dan pengelolaan sumberdaya batubara. perkemhangan industri itu sendiri. transportasi. perundang undangan. ekonomi. Hal ini disebabkan ahli ilmu kebumian (misalnya disiplin geologi yang mencoba mengklasifikasikan sumberdaya dan cadangan batubara pada umumnya kurang memahami ilmu ekonomi tambang. demikian juga disiplin tambang kiranya juga kurang mendalami kondisi geologi dan lingkungan pengendapan batubara termasuk stratigrafi sebagai titik awal untuk menilai sebaran dan ciri pengendapan serta sebaran batubara di bawah tanah. Di Indonesia tidak pernah ada pendidikan formal geologi batubara (coal geology). dan lain-lain. benefisiasi.1991. dan sebagainya.faktor geologi. pertambangan.SUMBERDAYA BATUBARA DAN GAMBUT DI INDONESIA Hardjono dan Syarifuddin Direktorat Sumberdaya Mineral. Pengelolaan sumberdaya batubara sebenarnya tidak hanya sampai pada pengetahuan kuantitas atau tonasenya semata-mata tetapi faktor . Dengan . Pada bagian hilir akhirnya perubahan hukum dan perundangundangan dapat mempengaruhi bidang transportasi pemasaran. pertambangan. benefisiasi. Departemen Pertambangan Dan Energi. sedimentasi. Bila disajikan angka besarnya sumberdaya atau cadangan batubara saja tanpa kriteria dan limitasi maka angka itu barangkali lebih berkonotasi kualitatif seperti halnya untuk membedakan sumberdaya berpotensi besar dan kecil. benefisiasi.geologi batubara. pengangkutan dan sebagainya merupakan bagian integral dari kegiatan tersebut. dan sebagainya yang tidak terdapat di negara penghasil batubara lainnya.PEDOMAN BATUBARA PENGELOLAAN SUMBERDAYA Negara-negara penghasil di batubara yang belum banyak berpengalaman umumnya belum mempunyai satu sistem sendiri untuk mengelola sumberdaya batubaranya. pemrosesan dan pemasaran. Direktorat Jenderal Geologi Dan Sumberdaya Mineral . Di Australia masih terdapat pendidikan dasar geologi batubara termasuk petrografi.

Bureau of Mines and the US. (1976) sumberdaya (resources) dan cadangan (reserves) itu didifinisikan dan dibedakan sebagai berikut: Sumberdaya adalah jumlah kuantitas bahan mentah (raw material) tak terbarukan (non renewable) dan terdapat dalam kerak bumi yang mungkin dapat diekstraksikan dengan keberhasilan yang dapat dipertimbangkan selama jangkauan pandang masa depan (jorseeable future). yaitu perkiraan besarnya potensi sumberdaya batubara yang secara teknis menunjukkan harapan untuk dapat dikembangkan setelah dilakukan penelitian dan eksplorasi. Cadangan dapat ditambang adalah bagian dari cadangan di tempat (in place reserves) yang dapat ditambang sesuai dengan batasan kondisi ekonomi dan teknik tersebut. Geological Survey dan diterbitkan sebagai USGS Bulletin 1450-B dengan judul Coal Resource Classification System of the U.S. istilah sumberdaya diartikan sebagai kualitatif. pada tahun 1972 McKelvey mengusulkan satu sistem untuk mengklasifkasikan dan melaporkan potensi sumberdaya mineral. Dengan demikian tidak seperti dalam pengertian umum istilah cadangan dalam lingkungan komoditas mineral hanya dapat dipakai terbatas pada endapan batubara yang telah dieksplorasi menurut prosedur dan teknik yang telah dibakukan. Dalam penggunaan umum.demikian status sumberdaya dan cadangan batubara akan ikut berubah sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan perundang-undangan. Tetapi istilah sumberdaya dalam bidang teknis kebumian dapat berkonotasi kuantitatif. seperti halnya sumberdaya alam. Bureau of Mines dan U. Dalam diagram tersebut terlihat hubungan antara berbagai faktor yang terkait. Geological Survey berikut gambar diagram. Konsepsinya diterbitkan dalam majalah American Scientist dengan judul Mineral resource estimate and public policy. misalnya sumberdaya batubara regional diartikan untuk seluruh potensi batubara yang dimiliki oleh suatu kawasan atau negara. sebaliknya. Sistem ini menggunakan konsep dimana lapisan batubara (coal bed) itu di klasifikasikan sesuai dengan tingkat pengamatan geologi dan keadaan ekonomi serta perolehan hasil tambang (recovery) berdasarkan kelaikan teknologi. sumberdaya manusia.S. Sebagai penyegar ingatan berikut ini akan dibahas terlebih dahulu tentang terminologi dan definisi yang lazim diterapkan dalam praktek oleh suatu organisasi pengelolaan sumberdaya batubara.S. Konsepsi McKelvey tersebut pada tahun 1976 telah diadopsikan untuk komoditas batubara dalam bentuk publikasi gabungan U. Menurut World Energy Conference. Ketelitian dalam perkiraan besarnya sumberdaya atau cadangan sebenarnya tergantung dari tersedianya data dan tingkat kompetensi atau kepakaran pembuatnya. berlandaskan pada latar belakang geologi ekonomi. cadangan batubara dalam hubungan ini adalah bagian dari sumberdaya yang telah diteliti dan dikaji dengan seksama sebagai akan dapat ditambang berdasarkan kondisi ekonomi satu kawasan atau negara dengan tersedianya teknologi pada saat itu. Mengingat semakin pentingnya komoditas mineral dalam percaturan ekonomi. dan sebagainya. Sumberdaya batubara . Mungkin publikasi inilah yang mempopulerkan terminologi dan kriteria baru dalam pengklasifikasian sumberdaya mineral yang sekarang dianut oleh hampir setiap negara yang melaksanakan program pengelolaan sumberdaya mineral dengan pembatasan dan kriterianya masing-masing. (Gambar 1).

2. Dalam bidang eksplorasi telah dimengerti dan disepakati bahwa berdasarkan kerapatan jarak pengukuran (misalnya interval pemboran) maka cadangan batubara diklasifikasikan (dari yang paling teliti atau paling rapat jaraknya sampai yang kurang teliti sebagai terukur (measured). (Dari USBM-USGS. (lihat Gambar 2). makin kekiri makin tinggi keyakinan geologinya. biasanya cadangan diklasifikasikan berdasarkan pada jarak pengamatan atau pengukuran terhadap geometri endapan batubara. dan dalam skala tegak dimana makin keatas makin tinggi nilai ekonomi dan perolehannya. dan 3. Perkiraan berbagai kelas dari cadangan dan sumberdaya batubara didasarkan pada tiga kriteria utama. Sesuai dengan tingkat dan ketelitian eksplorasi. Pengamatan dapat dilakukan pada singkapan (out crop). tertunjuk (indicated) dan tereka (inferred). pemboran. dan sebagainya yang dinyatakan secara kuantitatif. Proksimitas pengamatan data yang mendasari perhitungan sumberdaya/cadangan. 1976). Diagram klasifikasi sumberdaya batubara. . Kedalaman lapisan batubara.diletakkan dalam skala mendatar dimana. Ketebalan lapisan. tingkat (rank) dan kualitas batubara. Gambar I. penggalian atau penambangan. yaitu: 1. Untuk keperluan tertentu cadangan terukur dan tertunjuk digabungkan menjadi} cadangan terunjuk (demonstrated reserves).

abu dan belerang. Tentunya tidak semua lapisan batubara dapat ditambang dengan menguntungkan. . Gambar 2. Demikian juga. Misalnya batubara dengan kandungan belerang atau abu tinggi juga tidak menguntungkan untuk di tambang. seperti ketebalan minimum.. (Dari Englund. Di samping itu faktor struktur geologi biasanya juga mempengaruhi kelayakan penambagan . Endapan batubara terukur atau tonase batubara terukur tercakup dalam radius 250 m dari pusat pengukuran (pemboran misalnya). kedalaman maksimum lapisan batubara di dalam tanah serta kandungan air (moisture content).Garis singkapan yang tebal dalam Gambar 2 dimisalkan sebagai lapisan batubara yang telah dipetakan dengan keyakinan bersinambungan (tanpa terputus oleh struktur dan sebagainya). menentukan nilai ekonomi endapan batubara juga dipengaruhi juga oleh jenis dan kualitas batubara. Kategori sumberdaya batubara berdasarkan pada proksimitas data. Jalur daerah selebar 250 m sejajar dan sepanjang singkapan juga termasuk dalam kategori terukur.1976). Lapisan batubara tipis yang terletak sangat dalam di bawah tanah tentunya tidak baik ditambang dalam kemampuan teknologi sekarang atau yang dapat diperkirakan untuk masa depan. Menentukan nilai ekonomi suatu endapan batubara melalui eksplorasi biasanya didasarkan pada beberapa faktor.

Dengan demikian pada waktu itu diperkirakan bahwa penambangan batubara dimasa mendatang akan dapat mencapai kedalaman 2000 m. (Leo Misaqi. Measured Resevers Ft M Indicated Reserves Ft M Type of Deposit Horizontal or Gently sloping . penyesaran. kedalaman 2000 M dangan demikian diperkirakan akan merupakan batas kedalaman dimana endapan batubara akan dapat ditambang dengan teknologi modern. Leo Misaqi. (198~) sebagai pembatasan dalam memperkirakan besarnya sumberdaya batubara dunia. untuk endapan batubara yang mudah ditambang ditetapkan sampai kedalaman 1000 m. pertama. oleh karena itu ketebalan 3 meter dianggap sebagai ketebalan minimum untuk memperkirakan besarnya sumberdaya batubara bertingkat tinggi. ketebalan minimum lapisan batubara yang ditambang di Amerika pada waktu itu adalah sekitar 3. (1973) mengusulkan penentuan interval garis lintang dari jarak pengamatan seperti terlihat dalam Tabe12. pada permulaan abad ke 20 penambangan batubara terdalam di dunia (di Belgia) mencapai kedalaman sekitar 1200 m.1973). Misalnya. tertunjuk dan tereka. Menentukan kerapatan jarak pengamatan menurut keyakinan geologi (geological assurance) biasanya didasarkan pada kondisi struktur geologi suatu endapan. masing-masing untuk cadangan terukur. minimum 60 cm dan untuk lignit. Pada awalnya penentuan batasan ketebalan minimum dan kedalaman maksimum ini didasarkan pada praktek pertambangan yang sedang bajalan tanpa mempersoalkan kelayakan ekonomi maupun teknologinya. Pada waktu yang sama juga timbul usulan persyaratan tambahan untuk membedakan ketebalan bagi berbagai jenis batubara. batasan untuk ketebalan minimum dan kedalaman maksimum lapisan batubara dalam pengelolaan sumberdaya batubara. Demikian juga. dan kedua. minimum 75 cm. Dalam I'abel 1 dapat dipelajari kriteria ketebalan dan kedalaman (masing-masing untuk black coal dan brown coal) yang diadopsi oleh World Energy Conference. Selanjutnya untuk dapat memenuhi berbagai persyaratan maka diusulkan dua batasan. Table 2.Di beberapa negara penghasil batubara. Sehubungan dengan kompleksnya struktur geologi. Misalnya daerah yang strukturnya kompleks (seperti terkena pengaruh intrusi.75 m. pelipatan dan sebagainya) memerlukan pengamatan dengan jarak yang lebih rapat. misalnya untuk bituminus. Telah banyak publikasi yang memberikan angka kisaran (range) jarak pengamatan sebagai pegangan awal. Jarak pengamatan data untuk eksplorasi batubara. masing-masing untuk black coal dan brown coal telah ditetapkan seperti terlihat dalam Tabel 1 di halaman 8.

Dalam hal ini digunakan istilah cadangan dapat ditambang (recoverable reserves) yang menunjukkan jumlah batubara yang diharapkan akan dapat ditambang dengan menggunakan teknologi pada saat penghitungan. Istilah cadangan yang telah dibahas dimuka dimaksudkan sebagai cadangan di tempat (in place atau geological reserves atau reserve base). Inconsistent beds Deposits with complex t f lti A Uniform beds B. Uniform beds B. Cadangan dapat ditambang dalam lingkungan . Fairly consistent beds C. 2. maka eksplorasi dengan pemboran dilakukan menurut garis lintang yang tegak lurus memotong jurus lapisan batubara. endapan terbagi-bagi dalam blok oleh sistem patahan (block faulting) dimana jurus dan kemiringan berubah cepat. distant between exploratory profiles for folded and complex deposits. tetapi jarak antara dua garis lintang dan jarak pemboran yang mengikuti garis lintang perlu lebih dirapatkan. berkesinambungan atau terputus-putus (lenticular) dan tidak terlipatkan. Endapan dengan struktur sederhana dan pelipatan tingkat pertama. Fairly consistent beds C. maka teknik eksplorasi dilakukan dengan sistem grid bujur sangkar. Telah dibahas dimuka bahwa tidak seluruh cadangan di tempat dalam suatu daerah secara teknis dapat ditambang berdasarkan teknologi yang tersedia. Endapan dengan struktur kompleks. tambang buka (opencut mining) pada . Cadangan di tempat diartikan sebagai jumlah batubara yang sebenarnya terdapat di bawah tanah yang telah dihitung memenuhi persyaratan ekonomi pertambangan dalam kondisi tertentu. maka eksplorasi dilakukan seperti pada endapan tipe 2. 3. Berdasarkan struktur geologi. sedikit terpatahkan. Dalam proyek pertambangan komersial cadangan ditempat selanjutnya di evaluasi untuk memperhitungkan berapa sebenarnya jumlah batubara yang akan dapat dimanfaatkan melalui operasi penambangan. Misaqi (1973) mengklasifikasikan endapan dan cadangan batubara serta pendekatan eksplorasinya sebagai berikut: 1. jurus dari kemiringan jelas. Inconsistent beds Deposits with simpk frrst order folding A. jurus dan kemiringan tidak jelas.A Uniform beds B. Rirly consistent beds - 1000 750 500 I000 1500 750 folding and 750 400 300 230 150 100 450 230 230 120 I 200 1500 1000 6000 3000 1500 1500 750 600 450 300 2000 1000 450 450 230 C. Inconsistent beds ') Grid dimension for horizontal deposits. Endapan horizontal atau landai.

000 Hilang Geologi 10% Penambangan 15% Persiapan 20% Jumlah 38. Faktor ini sebagian ditentukan oleh kualitas batubara itu sendiri dan sebagian oleh spesifikasi batubara yang akan dijual sesuai dengan permintaan pembeli.000 900. Tetapi bila hasil tambang tersebut terlalu kotor dan perlu di benifisiasi untuk memenuhi permintaan pasar.000 612.umumnya di perhitungkan lebih dari 90% dari cadangan ditempat. Bilamana data pencucian dan spesifikasi sudah dapat ditentukan maka akan dapat diperkirakan besarnya cadangan dapat dijual (saleable reserves). dan sebagainya maka seluruh perolehan tambang tersebut seluruhnya akan dapat dijual. yang menyatakan nilai ekonomis sebenarnya dari endapan itu. pemilahan. Angka persentasi tersebut diperoleh dari pengalaman operasi tambang dan hanya berlaku untuk tambang bersangkutan./ metoda penambangan juga memegang peranan dalam menentukan faktor pembatas bagi endapan batubara yang mempunyai arti ekonomi.2% .8% Perolehan 90% 85% 80% 61.000 765.000. tetapi dalam lingkungan tambang dalam (underground mining) terutama yang cukup dalam pada umumnya dipakai faktor perolehan kurang dari 60%. maka jumlah batubara yang akan dapat dijual dikurangi oleh faktor benefisiasi. Kondisi struktur endapan. Di bawah ini diberikan contoh Ditempat Dapat ditambang Dihasilkan Dapat dijual Ton 1. Bila batubara dari hasil tambang akan dijual tanpa benefisiasi seperti pencucian.

Konsep pengklasifikasian sumberdaya batubara yang melibatkan kriteria ekonomi pertambangan tersebut dapat di visualisasikan dalam Gambar 3. persyaratan dari pemakai akan menentukan batas kandungan abu. maka batas maksimum kandungan abu dalam batubara yang ekonomis untuk ditambang adalah sekitar 33%. Setiap blot kategori dapat berubah statusnya sesuai dengan perubahan harga pasar. Dalam blok cadangan ini terdapat 6 blok sesuai dengan kategorinya. Daerah di luar blok cadangan terbagi menjadi daerah sumberdaya sub-ekonomis dan tidak ekonomis. tetapi hal itu tergantung dari untuk keperluan apa batubara itu ditambang. Dari parameter kualitas juga perlu dipertimbangkan batas maksimum kandungan abu di dalam batubara untuk dapat ditambang sebesar 30%. Dalam blok sumberdaya itu terdapat bagian cadangan dimana telah dilakukan eksplorasi yang membuktikan bahwa endapan batubara dalam bagian (daerah) itu akan menguntungkan bila ditambang. . Gambar 3. Seluruh blok dalam gambar itu dimisalkan sebagai besarnya sumberdaya batubara national atau besarnya sumberdaya dalam satu mandala geologi (geological province) atau besarnya sumberdaya satu endapan. 1984). (Dari Ward. Faktor variabel dalam pengelolaan sumberdaya batubara. Dewasa ini di Amerika Serikat dengan teknik benefisiasi sudah lebih maju. biaya penambangan. atau bilamana ada penambahan data eksplorasi.

dan sebagainya sangat perlu untuk dibakukan. Geological Survey dengan lebih merinci dengan definisi dan kriteria yang lebih terarah dengan format klasifikasi untuk pelaporan seperti terlihat dalam gambar 4.S. tetapi kemungkinan akan dapat ditambang dimasa depan bila teknologi dan perkembangan ekonomi memungkinkannya. 1976). Demikian juga tentang metoda dan ketelitian analisa kualitas.Kriteria untuk memperhitungkan besarnya sumberdaya dan cadangan batubara diberlakukan untuk masing-masing tingkat perhitungan. Terminologi dasarnya juga mengalami perubahan yang bagi negara penghasil batubara baru nampak sangat berlebihan untuk diikuti. Pencontohan yang dibakukan akan menghasilkan angka cadangan yang seragam pula. baik untuk sumberdaya yang diketahui (identified resources) maupun yang masih belum ditemukan (undiscovered resources) seperti dapat dipelajari dari tabel 3. Jadi istilah cadangan yang akan dapat ditambang (extractable atau recoverable reserves) menjadi berlebihan (redundant) atau istilah cadangan ekonomis tidak perlu dipakai karena cadangan itu sudah mengandung arti mempunyai nilai ekonomi. Misalnya sisipan (parting) batuan dengan ketebalan kurang dari 10 cm didalam lapisan batubara tidak perlu dipisahkan dari pencontohan (sampling). Istilah reserves base sebenarnya dimaksudkan sebagai cadangan ditempat (in situ reserves) sebagaimana diusulkan oleh McKelvey. Ada juga endapan batubara yang kemudian diketahui sebagai tidak mempunyai nilai ekonomi. penyiapan contoh (sample preparation). Pada prakteknya kandungan abu dan belerang sebagian dipengaruhi oleh metoda pencontohan (sampling practice) batubara. (sumberdaya nonekonomis). Misalnya cadangan itu sekarang di definisikan hanya untuk banyaknya (tonase) batubara yang akan dapat ditambang. karena dalam praktek sisipan batuan setipis itu tidak terpisahkan dalam proses penambangan. dan status endapan batubara semacam ini perlu di-klasifikasikan secara terpisah. misalnya terbukti terlalu tipis atau bermutu terlalu buruk atau mengandung elemen pengotor berlebihan sehingga teknologi apapun tidak akan dapat membantu meningkatkan nilai ekonominya. analisa petrografi. (Swanson and Huffman Jr. Dalam pengelolaan sumberdaya batubara nasional juga diperlukan pedoman untuk pencontohan batubara. kecuali cadangan tersebut saat ini sedang ditambang.. Dalam pembahasan dimuka kiranya dapat difahami bahwa kelas cadangan bagi suatu endapan batubara mengandung pengertian mempunyai kualitas dan kedudukan atau posisi dapat diusahakan secara ekonomis berdasarkan penilaian tingkat teknologi dan keadaan pasaran pada saat perhitungan sampai jangkauan pandang masa depan. . misalnya kedalam kelas sumberdayanya hanya kecil saja. Dalam banyak hal terdapat sejumlah endapan batubara yang pada saat ini tidak menguntungkan untuk diusahakan . Sistem McKelvey tersebut pada tahun 1983 telah dikembangkan lebih lanjut oleh U. tetapi cadangan ditempat yang ditingkatkan menjadi cadangan harus diperhitungkan sebagai tidak termasuk batubara yang terlalu tipis atau terletak terlalu dalam sebagaimana di tetapkan dalam Tabel 2. (1976).

marginal reserves.35-0.G. Kriteria dalam tabel tersebut hanya berlaku bagi endapan batubara yang akan dapat ditambang secara ekonomis. Anthracite and bituminous coal <1. and inferred reserves: (Criteria same as reserve base and inferred reserve base but with factors based on engineering and economic analysis applied) Subeconomic resources: Anthracite and bituminous coal Subbituminous coal Lignite < 300 < 500 >0.70 >1.S.70 0-75-1. (Wood. Pelaporan akhirnya diringkaskan sesuai dengan format gambar. Gambar 4 seperti diberikan di halaman 14.800 >0.75 .800 D-150 0. Dengan demikian jelas bahwa baik perhitungan sumberdaya ataupun cadangan batubara itu tidak lain adalah persoalan ekonomi yang berkaitan langsung dengan teknologi pertambangan. Tabe1 3 adalah pedoman untuk pengklasifikasian sumberdaya batubara berdasarkan pada ketebalan dan kedalaman 1apisan batubara yang dipakai dalam lingkungan US Department of Interior. Demikian juga batubara yang mengandung abu lebih dari 33% tidak dimasukkan dalam perhitungan.75 Reserve base and infenrd nsrrvr bate Anthracite and bituminous coal Subbitumiuous coal and lignite Reserves.Setelah berpengalaman puluhan tahun dan sempurnanya pemetaan geologi bersistem dapatlah disusun satu pedoman umum bagi menentukan proximitas untuk kerapatan data bagi masimg-masing kategori sumberdaya dan cadangan. baik untuk klas cadangan maupun untuk sumberdaya.50 0-300 0-1.1983) Depth Thicknesss (m) (m) Identified and undiscovered resources. et a1. Kriteria untuk klasifikasi sumberdaya batubara yang dianut oleh U.800 m tidak di ikutkan dalam sistem ini. Tabe1 3.000 100-1.35 Subbituminous coal and lignite <1.800 >0. Sebagai contoh lapisan batubara (antrasit dan bituminus) yang berketebalan kurang dari 35 cm dan batubara sub bituminus dan lignit yang berketebalan kurang dari 75 cm dan semua batubara yang terpendam lebih dari 1.50 >0.75 >0.S.

III. Hal ini antara lain disebabkan belum meratanya pemetaan geologi sistem terhadap formasi pengandung batubara dan belum adanya badan atau organisasi yang ditugasi bertanggung jawab pada pengelolaan sumberdaya. setelah dibukanya Kontrak Karya di Kalimantan Timur telah banyak ditulis. Soehandojo. (1989) dan Sutisnawinata. khususnya batubara. antara lain oleh A. mineral. tetapi masukan datanya yang dihimpun sejak dari . kiranya cukup alasan untuk menyebutkan sangat berpotensinya sumberdaya batubara Indonesia terutama di kawasan Indonesia bagian barat. SUMBERDAYA BATUBARA INDONESIA 111. (1986). Tulisan dan publikasi yang menyangkut cadangan batubara Indonesia .1 LATAR BELAKANG DAN KRITERIA YANG DITERAPKAN Dari pengetahuan geologi batubara yang setapak lebih maju serta bila diperhatikan luasnya sebaran formasi pengandung batubara. Ketiga penulis ini juga menerapkan konsep McKelvey. Namun demikian kenyataannya masih cukup sulit memperhitungkan berapa besar sebenarnya jumlah seluruhnya sumberdaya batubara nasional dengan keyakinan yang memadai. (1990). Prijono.

tetapi dalam jumlah yang dewasa ini diketahui sangat sedikit. Akibatnya timbul penjumlahan yang berlebihan. Sumatra Tengah dan daerah Pegunungan Tigapuluh (di daerah Jambi). seperti Muaratiga. Seperti telah disinggung di muka. Pada tahun 1978 Shell melaporkan jumlah sumberdaya batubara di cekungan Sumatra Selatan sebanyak 5 milyard m3 yang dihitung sampai pada kedalaman 50 m di bawah permukaan tanah. 1989) ditambahkan tanpa meninjau kembali angka hipotetis dari Shell tahun 1978. kelayakan ekonomi. sedangkan data eksplorasi baru dengan tingkat kelas cadangan lebih tinggi. Bangko. Angka 15 milyard ton tersebut oleh para penulis terdahulu masih dicantumkan dalam publikasinya. Sebagai akibatnya timbul angka yang berbeda untuk satu endapan yang sama. Semua perhitungan sumberdaya dan cadangan batubara dewasa ini nampaknya mengadopsi konsep McKelvey tanpa memperhatikan persyaratan-persyaratan yang perlu diikuti termasuk tidak jelasnya kriteria dasar yang dipakai. Demikianlah yang selama ini dikompilasikan oleh para penulis terdahulu. seperti endapan batubara Kalimantan Timur. Suban Jeriji. Bila diteliti lebih lanjut maka jumlah sumberdaya tersebut sebetulnya sudah termasuk sumberdaya/cadangan tereka sampai terukur dari beberapa endapan lignit. seperti ketelitian data eksplorasi.eksplorasi oleh Shell Mijnbouw di Sumatra Selatan sampai dengan data eksplorasi terinci dari para kontraktor asing di Kalimantan Timur tampak tidak konsisten kriterianya. Dua per tiga dari jumlah tersebut diperkirakan mengandung air (moisture) antara 50-60%. (± 40 juta tahun) diendapkan dalam periode regresi laut dalam cekungan busur belakang yang stabil. bituminus dan kokas. (lihat Tabel 7). Kelompok endapan batubara yang relatif lebih muda berumur Miosen Tengah Akhir. Hardjono.1978). Kelompok yang lebih tua berumur Eosen ( ±50 juta tahun) yang diendapkan dalam periode transgresi laut. Dari sinilah dirasakan perlunya penyeragaman menyeluruh dalam usaha pengelolaan sumberdaya batubara secara nasional. pada garis besarnya batubara Indonesia terdiri dari 2 jenis. Tenggara. yaitu jenis lignit atau brown coal dan jenis sub bituminus. Bila angka sumberdaya ini diperhitungkan sampai pada kedalaman 100 m di bawah tanah dan dikalikan dengan berat jenis batubara (perkalian berat jenis ini tidak pernah ditulis oleh Shell) maka akan didapatkan jumlah sumberdaya sekitar 15 milyard ton. Sumatra Selatan dan Meulaboh (Sumatra Utara). Arahan. Tanpa kriteria yang dibakukan kiranya tidak mungkin untuk mengklasifikasikan sumberdaya batubara. Dari bidang geologi pengelompokkan tersebut sebenarnya didasarkan (secara kebetulan) pada gabungan umur dan kualitasnya. Kelompok muda ini umumnya berjenis lignit (brown coal). Tengah dan Kalimantan Barat. keyakinan geologi dan sebagainya. Terdapat pula batubara jenis antrasit. Kalimantan Selatan. Musirawas dan sebagainya. Hal ini cukup mengganggu pengkompilasian besarnya angka sumberdaya dalam suatu mandala apalagi bila sampai pada perhitungan sumberdaya tingkat nasional. Di kubah Airlaya (Bukit Asam) dan sekitarnya jenis batubara ini meningkat kualitasnya menjadi sub bituminus sampai antrasit akibat dari pengaruh terobosan (intrusi) batuan beku andesit. Batubara Eosen ini umumnya berjenis sub bituminus sampai bituminus. Jenis batubara ini sangat melimpah seperti di Kalimantan Timur. (Shell Mijnbouw. Faktor kualitas dan jenis batubaranya juga tidak dipertimbangkan. 1986. . (Kin Hill-Otto Gold.

Pertamina beroperasi di daerah Klamono (sebelah timur Salawati) untuk menambang minyak dalam Formasi Klamogun yang terletak dibawah Formasi Klasaman: Dari sejarah perkembangan perbatubaraan. Dari bahasan singkat diatas kiranya dapat dimengerti bahwa mencari endapan batubara sesuai dengan yang diinginkan itu tidak terlalu sukar karena prinsip jalur-jalur sebarannya sudah diketahui. Untuk itu pengelolaan sumberdaya batubara jenis ini beserta penguasaan teknologi pemanfaatannya perlu lebih mendapatkan perhatian.5835 kcal/kg. Dalam Peta sebaran batubara dan gambut yang melengkapi publikasi ini dapat dipelajari bahwa formasi batubara Paleogen (berwarna coklat) tersebar dalam zona tektonik yang relatif lebih intensif sehingga pada umumnya endapan batubara kelompok ini banyak terlipat dan terpatahkan yang disatu sisi dapat meningkatkan mutunya (rank) tetapi dilain sisi sebaliknya secara ekonomis mehgurangi jumlah cadangan yang dapat ditambang termasuk bertambahnya faktor kesulitan penambangannya. Di daerah Salawati ditemukan salah satu lapisan batubara berketebalan 1.Dewasa ini diketahui tidak terdapat lagi batubara berkualitas cukup tinggi semacam itu di Sumatra yang dapat dikembangkan secara besar-besaran seperti di Airlaya. Di Sulaswei sumberdaya subekonomis mungkin masih dapat diharapkan terdapat di daerah Todongkurah yang -berumur Eosen.n batubara Salawati sangat dekat dengan taut. Perkiraan sementara jumlah sumberdaya batubara disini lebih dari 70 juta ton dengan kadar air total antara 30 sampai 40 %.90 m dengan kemiringan sekitar 10° atau kurang. tetapi mutu dan ketebalannya cepat berubah dalam jarak yang relatif dekat. kadar abu antara 1-8% clan nilai kalori antara 5000 -. Kabupaten Sorong (daerah Kepala Burung) dalam Formasi Klasaman yang berumur Pliosen (Neogen Muda). Di Irian Jaya endapan batubara lignit berumur Miosen yang cukup berpotensi ditemukan di Kecamatan Sorong/Salawati. Saat ini telah terkumpul banyak data. kecuali sebagian endapan batubara di daerah Kalimantan Timur yang meskipun umurnya relatif lebih muda tetapi mempunyai tingkat (rank) yang lebih baik karena pengaruh gradien geotermal disana yang relatif lebih rapat. (Selat Sele). Lokasi endapa. Pengusahannya mungkin masih dapat dilakukan dengan cara penambangan dalam (underground mining). Mencari potensi batubara yang cukup berarti di Indonesia bagian timur khususnya di Sulawesi dan Maluku kiranya hampir tidak mungkin karena disamping faktor tektonis sejarah geologi di kawasan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh siklus pengendapan taut (marine) yang tidak memungkinkan terjadinya pengendapan batubara sebagaimana telah terjadi di Indonesia bagian barat. tetapi harapan besar masih terdapat di Kalimantan Timur/Tenggara diluar daerah-daerah Kontrak Karya. Batubara disini bekualitas baik kecuali kadar belerang yang terlihat agak tinggi karena ditingkatkan mutunya oleh intrusi batuan beku sienit. kiranya kita masih muda pengalaman di bidang pengelolaan sumberdaya batubara nasional. laporan dan keahlian/pengalaman yang tersebar terutama dalam:organisasi . Dalam jangka panjang dimasa-masa mendatang tumpuhan energi listrik Indonesia tentu akan terletak pada batubara jenis lignit. memperhitungkan potensi sumberdaya sehubungan dengan nilai ekonominya memerlukan usaha dan kepakaran tersendiri. Sejak berpaling kembali ke komoditas batubara pada permulaan tahun tujuh puluhan kita telah mengalami perkembangan produksi batubara yang cukup pesat.

Organisasi profesional seperti IAGI dan IMA dapat berperan dalam merintis usaha ini. sedangkan antara lignit dan gambut pada kandungan air 70%. Para penulis tersebut mencoba mengadopsikan konsep pengelolaan sumberdaya batubara (coal resource assesment) tetapi belum mendalami atau tidak mengikuti batasan yang ditentukan dalam konsep yang diikutinya. nilai panas (calorific value). seperti kandungan air (moisture). (1976) karena tidak ingin memakai konsep lama (Proven. Pada umumnya batas antara batubara bituminus dan sub bituminus terletak pada kandungan air (moisture) sekitar 10% (adb) dan reflektan vitrinit 0. Dengan menyimak kriteria yang telah dibakukan oleh negara-negara penghasil batubara yang telah maju. tetapi bila sampai pada memperkirakan besarnya potensi sumberdaya batubara nasional terlihat belum terkuasainya berbagai masalah teknis pokok perbatubaraan yang diperlukan untuk melandasi pokok permasalahan dalam kebijakan pengembangan sumberdaya batubara. cukup teliti maka angka perkiraan besarnya sumberdaya yang termasuk dalam kategori hipotetis kiranya masih terlalu lemah. kriteria. Pada umumnya para penulis menerapkan konsep yang diusulkan McKelvey.6%. dan nilai reflektan dari maseral vitrinit dalam batubara. publikasi ini mencoba merintis dengan menyajikan perkiraan besarnya sumberdaya dan cadangan batubara nasional berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh World Energy Conference dengan contoh penerapan evaluasi geostatistik dari data ekpslorasi endapan batubara di daerah Musirawas. misalnya endapan batubara di Bengkulu. Angka sumberdaya yang paling representatif tidak akan dapat ditemui sebelum ada kriteria yang dapat disepakati untuk membatasi berbagai argumentasi dan pendapat. Sudah banyak perorangan atau mereka yang terkait dengan jabatannya mencoba merintis dan membahas masaiah pengembangan batubara. Bila hendak memperhitungkan jumlah sumberdaya atau cadangan untuk satu mandala ataupun pada tingkat nasional.pemerintahan dan Perguruan Tinggi dan di beberapa perusahaan swasta. tidak saja dalam jumlahnya. Setiap pemerkira besarnya sumberdaya batubara akan memberikan angka yang berbeda-beda sesuai dengan argumentasinya masing-masing. sebagaimana banyak dilakukan oleh pengusaha swasta nasional. maka cadangan semacam ini dikategorikan sebagai cadangan sub ekonomis. Possible reserves) yang secara ekslusif dahulu hanya diterapkan untuk cadangan (bukan . pembakuan istilah dan sebagainya maka sekian banyak tulisan tentang sumberdaya dan cadangan batubara Indonesia timbul perbedaan yang mendasar. sedangkan endapan batubara dengan jumlah cadangan sangat sedikit tetapi kenyataannya pada saat ini sedang ditambang. Masih banyaknya daerah endapan batubara dan formasi pengandung batubara yang belum dipetakan dengan. Bila semuanya itu dapat dihimpun tentulah akan menjadi aset pertama dalam usaha pengelolaan sumberdaya nasional. Di samping perlu dibakukannya kriteria kuantitatif yang didasarkan pada tingkatan penyelidikan/ eksplorasi seperti dibahas dalam Bab II. melainkan juga cara mengklasifikasikannya. Probable. Sumatra Selatan. Dalam memperkirakan besarnya endapan batubara kiranya perlu dipertimbangkan pula kriteria kualitas. Berhubung belum ada kesepakatan dalam pemakaian parameter. seyogyanya kedua jenis batubara utama tersebut perlu dimasukkan sebagai unsur dalam klasifikasi sumberdaya atau cadangannya.

Hal ini antara lain disebabkan oleh masukan data cadangan/sumberdaya dari lapordn-laporan eksplorasi yang tidak lengkap atau tidak jelas kriterianya ataupun mungkin keliru mengklasifikasikannya. pengangkutan. Faktor lain yang perlu di pertimbangkan adalah bahwa pada kenyataannya. karena hanya satu disiplin kebumian tertentu dan berlatar belakang penerapan geologi regional yang sanggup membuat rekaan dan prediksi sesuai dengan yang dikehendaki oleh konsep McKelvey. teknologi. industri pemakai batubara. pengusaha pertambangan. Konsep-konsep yang diusulkan dari pelbagai negara penghasil batubara yang sudah berpengalaman tentunya juga tidak universal sifatnya dan secara ekslusif hanya berlaku di negara masing-masing karena perbedaan kondisi ekonomi. India. Bagian inilah yang rawan dalam masalah pengelolaan sumberdaya batubara. banyak tambang batubara yang sanggup beroperasi dalam kondisi yang menurut parameter teknologi yang sedang berlaku. ekonomi. hukum dan teknologi. dan sebagainya.sumberdaya) dalam lingkungan tambang. Memperhitungkan potensi sumberdaya batubara nasional yang dicerminkan oleh besarnya angka sumberdaya yang digunakan sebagai dasar pengembangarinya sebaiknya dilakukan oleh satu team yang mewakili pelbagai disiplin keilmuan seperti pertambangan. dan sebagainya. Perkiraan besarnya sumberdaya dan cadangan batubara untuk bahan masukan pemanfaatannya dalam kaitannya dengan kebijaksanaan energi yang cukup handal sebenarnya kurang sempurna bila hanya dilakukan oleh seorang yang mewakili satu disiplin keilmuan. Oleh karena itu angka sumberdaya atau cadangan yang diperhitungkan seseorang baik untuk satu daerah atau mandala geologi maupun yang mencakup seluruh negara dapat berbeda berlipat kali dari perkiraan orang lain. . Untuk itu diperlukan pemrakarsa dan koordinasi dari instansi-instansi pemerintahan yang mempunyai tugas dan fungsi pengelolaan sumberdaya batubara. Berhubung belum seragam tingkat pemetaan khususnya untuk formasi pengandung batubara maka usaha untuk memperkirakan besarnya sumberdaya batubara yang belum diketahui sebaran geologinya (undiscovered resources) termasuk batasan untuk sumberdaya hipotetis masih belum dapat sempurna. dan sebagainya). Ini adalah salah satu kelemahan dalam kompilasi sumberdaya dalam publikasi ini sebagaimana dibahas di awal Bab II ini. Selanjutnya diusahakan kesepakatan dari semua pihak yang berkepentingan termasuk pemerintah. Tetapi batasan-batasan dari kriteria dan parameternya perlu dipelajari dan bilamana perlu dapat diadopsi dan atau disesuaikan (sebagaimana ditempuh oleh negara penghasil batubara baru seperti Australia. geologi batubara. kualitas dan ekonominya dapat dikatakan sebagai tidak/kurang menguntungkan (sumberdaya sub ekonomis) dalam kurun waktu yang dapat diterima oleh perhitungan ekonomi pertambangan.

koreksi terhadap perkiraan kategori dan klasifikasi sumberdaya sangat diharapkan. Sayangnya sistem ini tidak membedakan jenis batubara. Nomor yang tertulis dalam kolom 1.Gambar 5. Bila angka angka cadangan dan sumberdaya tersebut di masukkan dalam diagram McKelvey maka hasilnva dapat di lihat dalam Gambar 5. 11.000.2. Dengan tersusunnya kembali tabel sumberdaya batubara Indonesia ini tentunya akan timbul permasalahan dan pendapat lain. melainkan mencoba menyusun kembali berdasarkan kriteria dan batasan yang dibahas dalam Bab II dengan menerapkan perkiraan klasifikasinya dan membedakan cadangan untuk batubara sub bituminus dan lignit berdasarkan kandungan air yang sudah diterima di kalangan perbatubaraan internasional. 11.2 Geostatistik untuk status cadangan batubara Memperhitungkan sumberdaya atau cadangan batubara itu sangat sederhana dibandingkan dengan mineral lain. disesuaikan dengan nomor lokasi dalam Peta Lampiran Sebaran Sumberdaya Batubara dan Gambut di Indonesia (skala 1:5.1. demi keberhasilan usaha pengelolaan sumberdaya batubara Indonesia. Hal ini pada dasarnya disebabkan oleh . Dalam kompilasi ini penulis mengharap tidak dipersoalkan benar atau tidaknya angka-angka penggabungan kelas cadangan/sumberdaya.000). Klasifikasi sumberdaya batubara Indonesia menurut sistem McKelvey. Penulis tidak menganggap hasil kompilasinya ini sebagai teliti dan benar karena sumber data yang dihimpun sangat tidak seragam dalam pengklasifikasiannya seperti yang disyaratkan oleh sistem McKelvey. Kompilasi Sumberdaya Batubara Indonesia Tabel 7 (4 halaman) adalah ringkasan dari kompilasi yang dihimpun dari berbagai ragam sumber dan laporan.

Dalam geostatistik linier. 9 maka ketebalan lapisan batubara dalam blok ABCD adalah dimana ai = bobot untuk titik ke i.berikut: Misalkan ingin diketahui ketebalan lapisan batubara dalam Blok ABCD yang akan diestimasi didasarkan pada 9 data yang terdapat dalam blok itu sendiri dan juga yang terdapat dalam blok sekitarnya. 8. 7. 3. penampangan melintang dan sebagainya. isopah. Salah satu penilaian terhadap berapa besarnya kesalahan perhitungan cadangan adalah penerapan metoda geostatistik linier. estimasi untuk satu blok (poligon) cadangan ditentukan sebagai. 4. Penilaian suatu cadangan batubara yang dilaporkan oleh penulisnya dapat dilakukan dengan beberapa metoda sesuai dengan tingkat eksplorasinya. Tetapi evaluasi sumberdaya batubara dalam lingkup pengelolaan sumberdaya (resource management) memerlukan tindak tambahan sehubungan dengan ketelitian pelaporan eksplorasi. Itesalahan perhitungan yang terlalu besar tanpa penilaian lebih lanjut dapat menyebabkan kekeliruan dalam penentuan langkah pengembangan selanjutnya. seperti metoda poligon. . Karena kesederhanaan geometri lapisan atau endapan batubara dan pertimbangan harga batubara biasanya metoda konvensional ini cukup dapat diterima.kesederhanaan geometri endapan batubara terutama yang telah di deliniasi oleh kegiatan eksnlorasi. Dengan metoda poligon atau metoda konvensional lainnya dianggap bahwa ketebalan lapisan batubara dalam satu blok atau poligon biasanya cukup diwakili oleh satu data ketebalan lapisan batubara seperti dari hasil pemboran atau pengukuran singkapan. Dianggap bahwa ketebalan lapisan batubara ke segala arah adalah isotrop (yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan variogram). Jika: al = bobot untuk titik 1 a2 = bobot untuk titik 2. 5 a3 = bobot untuk titik 6. Tetapi untuk lapisan batubara yang tidak merata ketebalanannya (inconsistent bed) keterbatasan data ketebalan ini akan menghasilkan kesalahan cukup besar yang seimbang dengan besarnya eksagerasi yang dibuat oleh tenaga eksplorasi.

ketebalan lapisan batubara dalam setiap blok (poligon) dianggap sama dengan ketebalan lapisan batubara yang ditembus oleh satu pemboran dalam blok tersebut. . Suatu metoda estimasi yang baik jika memenuhi kriteria: Estimasi tak bias = E (Z-Z*) = 0 Varians estimasi = E (Z-Z*)2 harus minimal dimana: Z* = nilai estimasi Z = nilai sebenarnya yang tidak diketahui pada saat dilakukan estimasi. 1989). Endapan batubara Sungaimalam termasuk dalam cekungan Sumatra Selatan yang berumur Miosen Akhir.000. Seam ini telah diuji oleh lebih dari 12 pemboran inti dan dipetakan dengan skala 1:10.zi = nilai ketebalan lapisan batubara pada titik ke i. terdiri dari beberapa lapisan (multi seam) dan berkualitas lignit. Berikut ini akan dikaji endapan batubara di daerah Musirawas. (Hardjono dan S. Sumatra Selatan. Dalam penghitungan cadangan batubara dengan metoda konvensional. (lihat Gambar 6). Cadangan dari seam ini saja dilaporkan oleh penulisnya adalah sekitar 291 juta ton (lihat Tabel 7) dan diklasifikasikan sebagai terukur berdasarkan keyakinan pada konsistensi lapisan. sisipan dan kualitasnya. Singkapan seam ini membentang dengan arah utaraselatan sepanjang 6 km dengan kemiringan sekitar 10° ke arah barat. Salah satu lapisannya dinamakan Seam Malam atau Seam IV mempunyai ketebalan rata-rata 28 meter. Untuk lapisan batubara yang bervariasi (inconsistent bed) tentunya anggapan ini tidak tepat. Gambar 6. Peta perhitungan cadangan batubara Seam IV Musirawas.Ilyas.

1. h = vektor antara (x) dan (x+h).. untuk 2D) Dari persamaan (3) akan terjadi persamaan matrik berikut: Dari persamaan (4) tampak bahwa nilai bobot untuk tiap titik data ditentukan oleh . Perhitungan cadangan batubara Sungalmalam dengan metoda Krigging Ketebalan batubara dalam setiap blok (poligon) dihitung dengan menggunakan rumus (1). terlebih dahulu harus ditentukan variogram ketebalan batubara dengan rumus: z(x) = rilai variabel ketebalan lapisan batubara pada koordinat (x). N(h) = jumlah pasangan yang mungkin pada jarak h. apakah ada gejala isotropi atau anisotropi. 2.i [Giv] = matriks variogram dari tiap data ke blok estimasi V (ABCD. Dengan rumus ini penentuan nilai ai dilakukan dengan persamaan krigging sebagai berikut: dimana: [Gij] = matriks variogram antar titik data pengamatan (misalnya pemboran) [ai] = bobot untuk data pengamatan ke . Perbandingan hasii perhitungan . koefisien Lagrange (u) 3. luas blok yang diestimasi (V). Dalam metoda geostatistik untuk menguji cadangan batubara. variabilitas antara data dengan blok yang diestimasi (GiV). Gejala ini sebenarnya adalah suatu nilai kuantitatif dari genesa pengendapan batubara di daerah yang dianalisis.variabilitas antar data (Gij). Variogram ketebalan lapisan batubara Variogram adalah satu metoda pengukuran dengan cara kuantitatif dari suatu variabel regional yang dianalisis. Dengan variogram dapat ditentukan bagaimana variabilitas dari ketebalan lapisan batubara ke segala arah.

Blok-blok (poligon) yang diestimasi dan titik bor yang mempengaruhinya terlihat pada Gambar 6.632.103.755 X1v 767.37 13.32 4.37 11. Tetapi untuk jarak h < 500 m.917 1. mulai jarak h = 500 m.618 7.500 432.808 1. maka variabilitas ketebalan lapisan batubara pada jarak dekat sulit ditentukan.611.390.645 1.95 16.E = Error of estimate (kesalahan estimasi) dari tonase atau volume batubara dengan metoda geostatistik .077.481.37 4.58 2.973 1.T.500 306.S.02 27.052.477 452.35 9.28 3.934 13.505 Jumlah 8.074.19 19.56 26.559 1.91 3.739.821 1. yang jumlah pasangan titik-titik pemboran lebih banyak dibandingkan dengan arah B .384 30.415.259.650 328.731 1.685 XV 202. 10.275 25.33 34.99 23.007.991.32 9.373 S.67 25.G Berat (t) 1.262.982 1.32 34.32 17.02 3.047 1. 3.91 3. akan tampak bahwa kontinuitas ketebalan lapisan batubara cukup baik.675 10.016.851 1.797.050 1.79 26.176.29 3.409.164 1.22 27.537 218.34 21.675 Tabel Volume(m 3 ) (m) 20.57 3.55 24.128.32 7.313.253. Tabe14.873 27. Tetapi berdasarkan pengamatan di lapangan.46 3.965 X111 637.837.192 1.31 17.52 26.28 3.38 .009.33 33.900 469.400.70 7.509 291. variogram ketebalan lapisan batubara pada arah U .22 •-• 3.437 273.263.164.186 EE % *) 7.733 -1.939.823 29.06 3.500 268.616.90 28.220 7.540.86 23.051 ') E.32 30. Perhitungan cadangan batubara Seam IV Sungaimalam-dengan metoda geostatistik (krigging) No Blok 1 11 111 N V VI VII Vlil (X X XI Lws (m 2 ) 764. Dari hasil perhitungan.128. dengan pemboran yang dilakukan.000 1.974 8. kontinuitas lapisan batubara pada jarak dekat cukup baik.039.855.520 348.022.536. sehingga dianggap bahwa variabilitas ketebalan lapisan batubara pada jarak dekat tanpa adanya lapisan batubara dengan ketebalan luar biasa atau dalam istilah geostatistik disebut nugget.85 28.518 27.36 .36 5.828 9.778 13.859.330 X1I 896.32 25.88 25.166 1.520 26.

09 25.934 17.7 20.839.395.3 26:273.95 18. Hasil Metoda Krigging Blok Tabel Volumee I II III IV IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII Ton Tbl ' 17 93 27.623. Kesalahan ini akan lebih besar. Kiranya dengan contoh sederhana ini konsep McKelvey dapat lebih di fahami dan diterapkan dalam sistem pengelolaan sumberdaya nasional.939.485 8.73 28. Kesalahan estimasi dari perhitungan geostatistik yang mungkin terjadi untuk setiap blok masih memenuhi syarat untuk tingkat kesalahan perhitungan sebagaimana ditentukan oleh sistem McKelvey dimana kesalahan perhitungan untuk kelas cadangan terunjuk (demonstrated reserves) tidak boleh melebihi 20 %. apakah harus menunggu sampai seluruh cadangan tersebut ditambang.52 9.415.84 28. Selain itu dengan metoda konvensional tidak dapat secara langsung ditentukan secara kuantitatif tingkat kesalahan perhitungan yang diperoleh.897 Ton 18.37 Metoda Konvensional Krigging Volume Vol 13.2 9P. 5 100.151.4 101. 1 14.616.906.720 28.8 92.536.55 27.043.707.9 99.16 17.818 11.668 13.333 .73 28.58 7.368.0 105.702 ' %vo l 116.8 94.220 3 28.991.259.5 100.070 37.8 98.300 12.446.19 3 7 33.3 98.947.97 1 2702 7.307.7 101.8 f98.294 12.739. 25.164.97 25.778 8.832. 92.851 24.844.541 26.70 28.002 25.83 27.778 9.719 ~ 31.00 27.007.039.148 8.983.82 1 19.80 8 25.919 446 10.4 101.373 i 98.64 5 28.518 34.090.46 .9 99.384 33.854.128.160.25~3.409.721 11.282.125 17.030 112197.Dari geostatistik linier diketahui bahwa perhitungan cadangan dengan cara konvensional dapat mengandung kesalahan matematis.747. apabila variabilitas dari variabel regional tidak isotrop.077.1 101.82 25.699.13 24.904.875 9. dengan tingkat kesalahan yang tentunya tergantung dari kerapatan jarak pengukuran dan struk tur endapan.405 10.828 4 13.86 10. Konsep McKelvey tidak jelas menyebutkan bagaimana toleransi 20 % tersebut harus di perhitungkan. 101.074.520 14. Perhitungan cadangan dengan metoda konvensional memang mengandung kesalahan yang disebabkan oleh ketelitian pengukuran termasuk faktor keyakinan geologi dari pembuatnya.974 10. Hasil perhitungan dengan metoda geostatistik ini telah menguatkan secara kuantitatif pendapat penulis yang telah mengklasifikasikan Seam Malam sebagai terukur.38 28.400.88 25.50 25. 7 101.659.0 105.759.965 8.053.178.04 30.034 34. 7 /Kon vvvv % Ton 118.018.79 26.566.470 7.574 13.55 28.484.90 13.7 101.373 34.22 8.55 7.461.050 27.82 25. 2 99.275 21.811. Bila status cadangan tersebut diuji dengan rumus geostatistik maka akan menghasilkan angka cadangan seperti terlihat pada Tabel 4 dan perbandingan perhitungan cadangan antara metode konvensional dan metoda krigging seperti terlihat pada Tabel 5.128.724 9.16 23.855 18.21 19.85 13.797.837. 8 94.

01 0...140.30 5.6 8. 2....02 0.. 5.58 0. 13 .. 4.7 XV 27.067 I 97. 15 .08 0...01 0..7 9i. Kalimantan. Sejak sepuluh tahun terakhir ini timbul gagasan baru untuk mengembangkan gambut sebagai bahan energi terutama untuk daerah terpencil..824 99.725 219..12 0. dan Irian Jaya... 7.73 23... 11 .313. 3...y 25.452.. 10 ....590..873 30.7 Tabe16. Bobot untuk setiap data pada Blok I..99 23..01 0. Bobot 0........05 0...166 ...495 31. 6.33 291..02 0...537 Jumlah 218.......XIV 29. (1984) yang antara lain menyatakan bahwa dalam jangka . 9.818.19 7..955..390.540. 0 291. 14 ..242. 12 . Hal ini diperkuat oleh laporan Euroconsult..03 0.960 .397 106..... tetapi sampai saat ini perkiraan cadangannya masih terlalu kasar...01 0.01 BAB IV SUMBERDAYA GAMBUT DI INDONESIA Endapan gambut dataran rendah (low land peat)di indonesia telah dikenal sangat luas sebarannya sesuai dengan bentangan dataran rendah pantai.02 0......01 MH=12 RH-02 RH-09 RH-10 RH-14 RH-16 RH-11 RH-13 RH-15 RH-17 RH-18 RH-19 RH-22 RH-21 RH-20 0.89 5. Shell (1983) memperkirakan bahwa endapan gambut yang berketebalan lebih dari 1 meter yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan energi mencakup dataran rendah lebih dari 17 juta hektar tersebar di Sumatra...Titik Bor 1...052. 7 97.022....920.02 0. 8.8 105. No...509 j 30.

P. kandungan kayu dan lainlain. . sehingga kadar abunya dipengaruhi oleh elemen yang terbawa oleh air permukaan tersebut. nitrogen (N) dan oksigen (O) selain unsur utama terdapat juga unsur lain Al. IV 2 KEGUNAAN GAMBUT Gambut dapat digunakan sebagai bahan bakar dan bahan industri setelah melalui beberapa proses mulai dari yang sederhana sampai pada pemanfaatan teknologi canggih. Daerah gambut topogenus lebih bermanfaat untuk lahan pertanian dibanding dengan daerah ombrogenus kareria gambut topogenus mengandung relatiflebih banyak nutrisi.panjang dan tersedianya konsumen. bulk density. Jenis gambut ini diendapkan dari sisa tumbuhan yang semasa hidupnya tumbuh dari pengaruh air permukaan tanah. sedangkan pada gambut yang telah mengalami pelapukan yang lebih tinggi (H9-H10) mencapai 50-60%. serat. Selain zat organik yang membentuk gambut terdapat jaga zat inorganik dalam jumlah yang kecil. Si. Gambut topogenus yang kandungan airnya berasal dari air permukaan. abu. Tingkat pembusukan pada gambut akan menaikkan kadar karbon (C) dan menurunkan oksigen (O). Zat organik tersebut terdiri dari cellulosa. Komposisi gambut menentukan mutu dan kegunaannya yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kandungan zat organik. humus dan lain-lain. sehingga kadar abunya adalah asli (inherent) dari tumbuhan itu sendiri. cation exchange capacity. lignin. bitumin (wax dan resin). Berdasarkan lingkungan tumbuh dan pengendapannya gambut di Indonesia dapat dibagi menjadi dua jenis: Gambut ombrogenus yang kandungan airnya hanya berasal dari air hujan. nutrisi. hidrogen (H). Sebaliknya humus dari cellulosa pada tingkat pembusukan dini terdapat 0-15%. abu. misalnya cellulosa pada tingkat pembusukan dini (Hl-H2) sebanyak 15-20% tetapi pada tingkat pembusukan lanjut (H9-H10) hampir tidak ditemukan. Na. Ca dan lain-lain dalam bentuk terikat. Zat organik pembentuk gambut sama dengan tumbuhan dalam perbandingan yang berlainan sesuai dengan tingkat pembusukannya. industri pertambangan gambut sebagai bahan pembangkit listrik untuk daerah terpencil di Indonesia akan dapat berkompetisi dengan pembangkit listrik BBM. keasaman. IV 1 KOMPOSISI GAMBUT Gambut adalah sisa timbunan tumbuhan yang telah mati dan kemudian diuraikan oleh bakteri anaerobik clan aerobik menjadi komponen yang lebih stabil. Kedua jenis gambut tersebut pada hakekatnya secara megaskopis agak sukar didefinisikan secara pasti karena kompleksnva tahapan proses pembusukan. Gambut jenis ini dibentuk dalam lingkungan pengendapan dimana tumbuhan pembentuknya yang semasa hidupnya hanya tumbuh dari air hujan. Komposisi zat organik ini tidak stabil tergantung pada proses pembusukan. S. Unsur-unsur pembentuk gambut sebagian besar terdiri dari karbon (C). Di lingkungan pengendapannya gambut ini selalu dalam keadaan jenuh air (lebih dari 90%).

penggunaannya untuk bahan campuran lumpur pemboran (drilling mud) dan dalam industri semen. pertama. 2 Gambut sebagai bahan industri Sebagai pelarut plastik Alkohol dan protein tertentu hasil hidrolisa dari cellulosa dan hemicellulosa yang ada dalam gambut dapat di pergunakan untuk pelarut plastik. Bentuk bahan bakar gamtrut dapat digolongkan dalam dua kategori.40% kokas. Peat Derived Fuel (PDF). Asam humus Asam humus dapat dilarutkan dalam asam alkali kemudian dipisahkan lagi. Gas Macam-macam gas dapat dihasilkan dari gambut a. gas methan. Briquette berbentuk bata dapat. Gambut basah dipanaskan pada suhu 150°=550°C dalam tekanan kuat selama ± ljam. Proses karbonisasi basah yang kemudian dilanjutkan dengan pengering buatan. Sod peat dalam tekanan tinggi dipanaskan 800°-900°C kemudian gambut berurai menjadi 30. Pengolahan gambut sebagai bahan bakar melalui proses yang lebih lanjut yaitu: Briquetting atau Felliting Pemampatan milled peat yang menurunkan kadar air dari 50% menjadi 10%. pengeringan dengan saluran (drainage). Kedua bahan bakar ini dibuat dengan cara pengeringan gambutyang dilakukan dalam dua tingkat. semen. Bahan bakar yang diolah melalui proses yang sederhana dapat berbentuk bongkah yang disebut sod peat dan yang berhentuk serbuk disebut milled peat.l. dan nilaikalori sekitar 31 MJ/kg. 5-8% ter.IV 2.1 Gambut sebagai bahan bakar Bahan bakar gambut dapat digunakan dalam beberapa industri seperti pembangkit tenaga listrik. pertama yang diolah melalui proses sederhana. dan kedua pengeringan-oleh sinar matahari setelah dibentuk atau dikupas. Selama proses ini kadar karbon meningkat dari SS% sampai 90% dalam berat. Karbonisasi basah. IV 2.l5-20% air. Kokas ini digunakan dalam metalurgi sebagai bahan penyerap dan karbon aktip. . dan 20-30% gas. Lilin Gambut mengandung lilin kira-kira 7-16% yang dapat dikeluarkan dengan larutan organik. Hasil proses ini ialah briquette atau pellet dengan kadar air 10% atau kurang dengan nilai kalori 20-24 MJ. gelas dan keperluan rumah tangga (masak dan pemanas). pabrik keramik. Pengkokasan (Coking). digunakan untuk keperluan industri dan rumah tangga. dan kedua melalui proses teknologi. Proses ini menghilangkan pemecahan oksigen dan menaikan nilai kalorinya termasuk mengeringkan gambut sampai kandungan air sekitar 50%.

di beberapa daerah telah dilakukan penyelidikan lebih lanjut ~ eksplorasi terinci. Negeri Belanda. Oleh karena belum terdapatnya pembakuan dalam berbagai bidang pengelolaan sumberdaya maka jumlah sumberdaya secara keseluruhan yang dipercontohkan disini tidak berpretensi sebagai jumlah sumberdaya batubara Indonesia pada saat ini karena . sulfat. Publikasi ini mencoba menyajikan satu metoda untuk melaporkan dan mengkompilasi sumberdaya batubara berdasarkan batasan-batasan yang lazim diterapkan oleh negara-negara penghasil batubara yang telah berpengalaman. protein. dan timbal. Kegiatan eksplorasi batubara yang dimulai kembali sejak tahun kedua PELITA II yang diawali oleh program eksplorasi besar-besaran oleh Shell Minjbouw di Sumatra Selatan sampai dengan pembukaan wilayah Kontak Karya di Kalimantan Timur dan Selatan telah banyak menghasilkan data baru. cadnium. IV 3 ENDAPAN GAMBUT DI INDONESIA Tingkat penyelidikan pada umumnya masih awal (penyelidikan pendahuluan).Bahan penyerap Porositas yang tinggi pada gambut mempunyai daya serap yang tinggi untuk air. Sifat kesarangan gambut memudahkan akar mengambil nutrisi. Ringkasan hasil penyelidikan tercantum dalam label 8. Board Bahan serat yang sukar dibusukan (lapuk) dan berongga dapat digunakan untuk bahan board. V KESIMPULAN Sudah lebih dari 15 tahun kita kembali memanfaatkan sumberdaya batubara terutama sebagai bahan energi pengganti minyak bumi untuk pembangkit tenaga listrik. Bantuan teknis telah diterima dari pemerintah Amerika sejak tahun 1986 sampai tahun 1989 dan kerjasama riset telah dijalin dengan Research Institute for Nature Management (RIN). Data tersebut perlu dihimpun dan diolah untuk dijadikan sumber dan landasan dalam merumuskan kebijaksanaan energi nasional. sumberdaya batubara nasional. Mengingat peranan gambut sebagai bahan industri yang dapat diandalkan di kemudian hari Direktorat Sumberdaya Mineral sejak tahun 1983 telah melak_ sanakan penelitian dan eksplorasi endapan gambut di Kalimantan dan Sumatra. Media tanaman Dengan menambah beberapa unsur tertentu gambut dapat dipakai sebagai media tanaman baik untuk pot atau berbentuk kantong/karung yang siap ditanami (bunga atau sayuran). Tabel 8 adalah ringkasan dari hasil penyelidikan gambut yang telah dilaporkan oleh Direktorat Sumberdaya Mineral sampai dengan akhir tahun 1990. zat pewarna dan bila dicampur dengan sodium sulfat dapat menyerap metal berat seperti air raksa. Namun demikian belum banyak hasil yang dapat mendukung program inventarisasi secara sistematis.

Dalam melaporkan besarnya sumberdaya batubara atau dalam pengelolaan sumberdaya batubara nasional. kondisi ekonomi. Penggabungan angka sumberdaya atau cadangan batubara yang berbeda kelasnya dan berbeda jenis dan tingkat (rank) nya tidak banyak membantu dalam bidang pengelolaan sumberdaya yang perlu dikuasai oleh para pengambil keputusan. maka bagi para.dalam menyusun publikasi ini penulis tidak meneliti laporan eksplorasi terutama yang disajikan oleh para kontraktor bagi hasil. teknologi pertam• bangan. faktor ketebalan. dan kualitas tersebut perlu ditetapkan dan dianjurkan bagi mereka yang melakukan inventarisasi dan eksplorasi batubara. Oleh karena perhitungan sumbee• daya pada satu periode adalah sumber informasi untuk perbaikan perhitungan untuk periode berikutnya. dan sebagainya. kedalaman. Dari konsep pengklasifikasian sumberdaya dan cadangan batubara kiranya. dapat difahami bahwa berdasarkan pengalaman maka setiap negara m e m a n d a n g perlu untuk membakukan klasifikasi sumberdaya batubaranya:Perhitungan dan evaluasi sumberdaya dan cadangan batubara suatu negara atau mandala itu adalah bagian penting dari tugas pokok pemerintahan seperti Departemen Pertambangan dan Energi. dan pengembangan sumberdaya regional dan sebagainya di lingkungan pemerintahan kiranya perlu mendapatkan perhatian. penulis yang membahas masalah sumberdaya batubara diharapkan untuk lebih kritis dalam menerima ses u a t u angka cadangan yang dilaporkan oleh penulis terdahulu. Tetapi angka sumberdaya dan cadangan untuk masing-masing lokasi dengan nomor lokasi yang tercantum dalam peta lampiran sebagian besar dapat dianggap benar. Kelas sumberdaya hipotetis disini adalah rekaan penulis. Meskipun sumberdaya batubara Indonesia diketahui cukup melimpah. tetapi sebagian besar adalah batubara jenis lignit atau brown coal. tetapi hanya batubara kualitas baik saja (sub bituminus) yang dihasilkan (diperdagangkan) sedangkan batubara jenis lignit dengan sumberdaya yang jauh lebih besar belum dimanfaatkan. yaitu selalu berubah sesuai dengan kemajuan pengetahuan geologi batubara regional. Angka besarnya sumberdaya itu encer sifatnya. dan perkiraan jumlah panas yang dihasilkan lebih besar dari jumlah panas yang dihasilkan oleh minyak dan gas bumi. khususnya yang menyangkut pengembangan batubara perlu dilatar belakangi oleh variasi kualitas dan sebaran regional endapan batubara. Ini adalah satu babak awal pengembangan yang kurang menguntungkan. Belum tersedianya beberapa kepakaran paripurna yang menguasai berbagai aspek sumberdaya batubara dalam lingkup ekonomi. Jumlah produksi batubara nasional pada saat ini adalah sekitar 10 juta ton. Angka-angka sumberdaya/cadangan yang terhimpun dalam Tabel 7 diakui oleh penulis sebagai tidak sepenuhnya teliti karena data yang dikutip beserta laporannya tidak dievaluasi lebih lanjut. Kebijaksanaan energi. pertambangan. koreksi untuk kelas sumberdaya hipotetis di cekungan Sumatra Selatan oleh Shell . Hal ini tidak lain adalah tuntutan e k o n o m i y a n g menghendaki agar pemanfaatan dan perdagangan sumberdaya:alam strategis dan tak terbarukan itu tidak mengarah kepada sesuatu yang tak terkendalikan di samping sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan potensi pengembangan suatu daerah yang mengandung endapan batubara.

Publikasi ini lebih menekankan pada pengenalan konsep pengelolaan sumberdaya batubara termasuk tatacara penerapannya.Mijnbouw (1978) sebagaimana dengan kurang teliti direka kembali oleh para penulis terdahulu telah dikoreksi. Bahan gambut di Indonesia akan dapat menunjang program diversifikasi bahan energi terutama untuk pembangkit listrik lokal didaerah yang sangat terpencil disamping pemanfaatannya sebagai penunjang sektor pertanian yang sekarang sudah banyak dilaksanakan di Sumatra. Konsep McKelvey diterapkan di beberapa negara penghasil batubara karena memang cukup sederhana. bukannya angka-angka sumberdaya yang dipersoalkan melainkan proses evaluasi setelah angka tersebut berumur hampir 12 tahun diperhitungkan dengan hasil-hasil ekplorasi terinci yang lebih muda. tetapi bagi pakar kebumian di Indonesia konsep ini kiranya belum sepenuhnya di fahami. . Evaluasi geostatistik (kriging) dapat diterapkan untuk mengevaluasi laporan eksplorasi dengan data yang dipandang belum memenuhi persyaratan menurut sistem yang dianut atau bila diketahui bahwa endapan batubara yang dilaporkan menunjukkan struktur yang kompleks. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor bahasa dan belum timbul usaha untuk membakukan dan menerapkan sehubungan dengan usaha pengelolaan sumberdaya batubara sebagai salah satu landasan penting dalam kebijaksanaan pemanfaatan energi.

jika lubang dibor pada suatu grid reguler. poligon dengan bentuk geometris seperti ini selalu mempunyai sisi yang bertemu pada sudut umum. yang digambar tegaklurus pada titik tengah masing-masing lubang ( contoh seperti Gambar III-1). Area/daerah yang terukur. Walaupun kelihatannya sederhana. dan kalkulator mekanis. poligon yang terkait tentu saja. Poligon disekitar lubang bor dipusat digambarkan oleh lubang yang terjauh. . Suatu pola tidak beraturan akan menghasilkan poligon tidak beraturan seperti ditunjukkan di (dalam) Gambar III-2A. Jika pinggiran lubang yang paling jauh di dalam atau di luar batas dari endapan. Kebanyakan teknik konvensional yang klasik dikembangkan untuk mengurangi perhitungan yang diperlukan sebanyak mungkin. Teknik berpoligon paling umum digunakan untuk endapan yang tersusun dalam tabel yang telah dibor oleh satu rangkaian lubang vertikal. dan nilai yang dirata-ratakan dihitung menggunakan pensil kertas. Teknik ini. " yang terdekat" pendekatan untuk memberikan nilai kepada blok kecil yang individu suatu model blok suatu deposit/endapan . mencakup semua variasi yang berbeda dan rumus-rumus yang digunakan. atau dengan menggambarkan garis yang menghubungkan titik tengah ini ( contoh b). atau. 1556). Hasil dari perkiraan ini pada umumnya tidak lebih buruk dan di dalamnya banyak kejadian yang lebih baik daripada beberapa perkiraan terbaru yang dibuat menggunakan geostatistics tanpa kontrol yang berhubungan dengan geologi yang memadai. Poligon/poligon juga terbatas oleh hak milik batasan-batasan. Yang paling sederhana menjadi yang berpoligon dan teknik panampang-melintang. Agricola. adalah segiempat panjang reguler.TEKNIK PERHITUNGAN KONVENSIONAL Tambang dievaluasi dan cadangannya diperkirakan sebelumnya dengan menggunakan komputer dan pendekatan geostatistical (misalnya. pertanyaan atau membatasi poligon yang sebelah luar sungguh-sungguh dapat diperdebatkan. jarak kebalikan menjadi popular/banyak digunakan sekali ketika komputer bisa digunakan untuk perhitungan tersebut. dan perkiraan bisa dilakukan secara relatif dengan cepat dengan melibatkan perhitungan minimum. dibahas secara detil oleh Popoff ( 1966). tetapi biar bagaimanapun juga. Mereka biasanya berlaku untuk endapan yang dibor dengan lubang yang membentuk sudut. Permasalahan yang menghambat poligon sebelah luar secara khusus ( tetapi tidak (ada) perlu dipecahkan dengan data dalam pinggiran lubang yang paling jauh dapat diproyeksikan untuk jarak yang sama di luar lubang di bagian dalam. batas sesar. volume dan perhitungan tonasi. atau batas geologi yang lain. Teknik perhitungan poligon Prosedur berdasar pada poligon digambar di sekitar data poin individu yang telah digunakan dalam industri tambang selama bertahun-tahun. matematika yang diperlukan dapat dengan mudah dipahami. Hal-hal yang paling mendasar adalah lubang bor. mistar/pengaris. Prosedur tersebut relatif sederhana. ketika diterapkan sewajarnya mereka biasanya menghasilkan hasil yang adalah samaseperti prosedur yang lebih terperinci.

tetapi jika poligon untuk dimodifikasi atas dasar geologi. ABCD dan EFGH. ketebalan yang horisontal [itu]. karena poligon pada masing-masing bagian adalah nampaknya akan berbeda dan mungkin sulit untuk dilakukan dengan komputer. dan TT. hak milik batasan-batasan . hasil kalkulasi cadangan adalah nampaknya akan sangat berbeda mereka adalah dalam contoh pada atas Gambar III-2. Poligon untuk memasukkan urat mungkin dibuat dalam wahana urat pada proyeksi membujur atau vertikal menyangkut lubang interupsi. Trigonometri sederhana akan menunjukkan keduanya area. panjangnya vertikal dari poligon dan HT. . seperti ditunjukkan di (dalam) Gambar III-2B. cadangan suatu porphyry endapan yang dibor oleh lubang yang membentuk sudut diperkirakan menggunakan poligon dibangun di sekitar menembus poin-poin dari tiap lubang pada bagian paralel. Usaha. Dalam suatu kejadian. dan area merupakan produk EG MISALNYA. EFGH menjadi proyeksi dari urat ke suatu wahana vertikal. lebar horisontal dari urat harus digunakan untuk mengkalkulasi volume dari poligon melingkupi latihan melubangi. Beberapa program komputer dapat digunakan untuk membuat/membangun poligon yang dimodifikasi dalam batasan geologi yang sesuai yang masuk ke database . Hubungan ini menjadi kompleks ketika unit yang yang dilibatkan telah dilipat. poligon membujur untuk terus suatu proyeksi vertikal. Sekalipun digambar dengan tangan. Volume untuk masing-masing poligon dihitung menggunakan poligon area dan jarak yang tegaklurus antar bagian yang bersebelahan. tingginya dari poligon menjadi ketebalan menyangkut urat tersebut. dan volume menjadi produk dari dua orang.poligon/poligon rencana geologi dimodifikasi untuk menggambarkan batasan-batasan geologi. Jika poligon diseret masuk wahana dari urat. mungkin saja diperlukan untuk menentukan kedua sikap dari unit dan orientasi dari lubang(holes) dalam menghitung volume yang benar. Dalam kejadian ini. [ data dari suatu lubang pada satu sisi ( atau batas geologi yang lain) tidak mungkin untuk mempunyai berhubungan dengan kondisi-kondisi di sebelah lain. penggunaan poligon dimodifikasi untuk mencerminkan geologi memerlukan lebih banyak waktu dan lebih banyak usaha dan waktu bagi penghitung. yang pada umumnya digambar dengan tangan. Dalam deposit/endapan tertentu ini. ada nilai kasar berubah pada l batasanbatasan kesalahan. untuk menghindari kesalahan umum pelaporan tonase bijih yang disusun dari endapan aluvial yang meliputi hanging wall. Berbagai program komputer yang tersedia akan dengan cepat membentuk poligon dan menentukan area tersebut. Gambar III-3 menunjukkan hubungan melibatkan: Area ABCD menjadi produk AC panjangnya dari poligon adalah kemiringan/dip urat . bagaimanapun. secara sederhana digitizing sudut menghasilkan figur. Volume dan kalkulasi nilaiadalah luruh terhadap area dari tiap poligon total nilaibijih yang diinterupsi dalam melubangi atau beberapa porsi menginterupsi seperti tingginya. Nilai menugaskan kepada poligon volume sederhananya rata-rata nilaidari menginterupsi. sama. Jika. area tetap dihitung dengan komputer . dan penggunaan suatu teknik berpoligon mengijinkan perbedaan ini untuk diperhitungkan sepanjang penilaian tersebut. ketebalan sebenarnya. Hal tersebut adalah layak sepanjang poligon yang sedang digunakan geometris.

4b yang yang digambar menggunakan lubang yang sama mempola dan menyusun/menilai seperti di contoh yang sebelumnya . tetapi dengan suatu pola reguler. Sebagai contoh. Jika distribusi nilai di dalam deposit/endapan sangat tak menentu. Walaupun rata-rata nilai adalah sama dalam kejadian ini. kedua nilai dan tonase menugaskan kepada area yang dipertukarkan dari sekitar 10 persen. Pilihan yang mungkin segi tiga dapat didasarkan baik di segi tiga sama sisi atau pada dasar yang mengenai lapisan tanah. segi tiga mungkin sama seperti metoda lain. area figur poligon mudah dihitung.Teknik Penilaian segi tiga Poligon dapat juga dibangun dengan melubangi di sudut dari poligon. Ini bukanlah dapat katakan bahwa dengan kondisi-kondisi tidak ada apapun . nampaknya akan lebih baik.. tetapi ketebalan dan nilaidihitung dengan rata-rata interupsi di dala data dimana lubang akan nampak dalam nilai rata-rata yang ditugaskan ke tiap-tiap figur di mana lubang bertindak sebagai puncak kulminasi. bentuk padat menggambarkan segi tiga dengan suatu lubang pada masing-masing puncak kulminasi. tonase dan berisi unit . keseluruhan blok pada Gambar III-4 akan ditambang bahkan porsi palung mungkin di bawah nilaipenggalan. luas tersebut menunjukkan . prosedur yang sama bisa digunakan untuk membuat empat persegi panjang. itu seperti dapat dilihat dari kalkulasi yang bersebelahan pada masing-masing segi tiga. walaupun masukan batasanbatasan seperti itu mungkin sulit jika figur akan tinggal segi tiga. atau di mana pekerjaan tambang metoda diusulkan tidak selektip. kesalahan dalam penilaian blok individu akan sungguh-sungguh menyeimbangkan ke luar. Di atas area yang mengandung bahan tambang secara keseluruhan. atau jika pekerjaan tambang metoda yang diusulkan penilaian pekerjaan tambang blok individu tidak selektip. Hal tersebut mungkin meliputi batasan-batasan dalam figur. dan nilai tentang segala parameter diberi dalam figur diasumsikan untuk rata-rata beberapa pengukuran yang terdekat. Pada contoh di atas. atau suatu figur yang luas yang berisi lubang internal. perkiraan berdasar pada kedua segi tiga tersebut akan serupa. sudut enam. dan unit yang dimasukkan dengan kira-kira 20 persen. Mungkin saja mengandung pelajaran untuk menaksir beberapa pekerjaan tambang blok menggunakan bentuk wujud lubang yang berbeda dalam rangka mendapatkan suatu rasa untuk yang mungkin penting/besar kesalahan untuk diharapkan di (dalam) perkiraan individu. Sama dengan dulu. . Walaupun secara rinci rancangan untuk menangani distribusi yang tak tentu ditemui dalam placer deposit/endapan emas. teknik adalah dapat menyesuaikan diri bagi deposit/endapan manapun di mana nilai-nilai adalah yang sangat tak tentu di atas jarak yang pendek. hanyalah pemaksaan suatu nilai dapat mengakibatkan suatu pertentangan antara keduanya. seperti ditunjukkan di (dalam) Gambar III-4A dan . Poligon seperti (itu) secara normal terdiri dari segi tiga. rata-rata data ke seberang kontak mengenai lapisan tanah nampaknya akan menyulitkan.

lebih dari itu. jika nilai-nilai contoh yang terkait. dan endapan bentuk lain. penggunaan dari teknik penaksiran poligon sederhana akan cenderung menekankan kedua tonase dan nilai untuk nilai yang tinggi. Penilaian poligon pada umumnya lebih cepat dari teknik yang manapun . dengan sedikit/kecil atau tidak (ada) hubungan mengenai ruang antar nilai dalam lubang. Karena pertimbangan ini. dan karenanya berat/beban lebih besar. dan dapat menyediakan suatu bermanfaat dengan metoda yang lebih terperinci. konstruksi satu rangkaian poligon sulit jika deposit/endapan yang dimasalahkan telah (menjadi) sampel dengan sistem yang acak satuan pada sudut lubang bor. suatu perkiraan poligon boleh juga adalah boleh dikatakan menyediakan suatu perkiraan menyangkut nilai-nilai pekerjaan tambang kecil yang menghalangi beberapa jarak dari manapun titik sederhana. Dalam proses penilaian poligon menjadi asumsi pekerjaan tambang kepandaian memilih pada pesanan yang sama sebagai contoh (atau gabungan) yang digunakan untuk menggambarkan poligon . Hasil jika sering satu rangkaian [yang] terisolasi pada daerah/blok yang berdekatan. dengan pasti mempunyai penggunaan dalam perkiraan karena kesederhanaan dalam kalkulasi/perhitungan. TEKNIK PENAMPANG Walaupun diperkirakan dilaksanakan pada poligon keduanya layak. ini tidak ada suatu masalah. terutama sekali dalam deposit/endapan di mana nilai atau beberapa nilai-nilai lain secara acak dibagi-bagikan. geostatistical metoda untuk mendiskusikan nanti dalam bab pada umumnya . Sebagai tambahan.Poligon. banyak sumber daya dan/atau perkiraan cadangan dilaksanakan pada satu rangkaian paralel yang dibangun tegaklurus kepada kecenderungan struktural utama dari mineralisasi. bagaimanapun menggambarnya. Bagaimanapun. dan di mana sangat utama semua contoh adalah di atas nilai. Dalam beberapa keadaan. nilai menjadi sangat besar untuk semua poligon dari nilai bijih. Masalah dibuat lebih sulit lagi jika poligon individu telah dibagi lagi. adalah sering bertukar dengan hasil suatu perkiraan terperinci. dan menekankan menyusun dan mengecilkan tonase pada nilai yang lebih rendah. baik oleh tipe endapan bijih atau tingkatan. Bagaimanapun saat bijih dicampur dan barang . Bahwa dengan suatu pola yang tidak beraturan melubangi konstruksi poligon akan secara otomatis menugaskan area pengaruh yang lebih besar. Keseluruhan hasil. Penampang yang melintang diperkirakan tidak melibatkan nilai yang . Jika nilai cukup rendah. dan jika pekerjaan tamban. dan dapat dilaksanakan tanpa syarat dengan menggunakan perangkat lunak komputer canggih. Ini adalah benar untuk program explorasi rancangan untk pengujian . mungkin saja sukar untuk menggunakan data dari suatu perkiraan poligon untuk menentukan keseluruhan bentuk dari bijih yang berhubungan dengan zone beda nilai di dalam endapan . Terkadang teknik yang digunakan untuk menaksir nilai (atau beberapa parameter lain) untuk suatu kelompok individu dengan perwujudan nilai yangdimodifikasi oleh sampling pengembangan pekerjaan tambang . dan di mana pekerjaan tambang metoda tidak selektip cukup untuk membedakan antar contoh (atau gabungan) volume sized. ke individu melubangi dalam porsi yang didril/dibor suatu deposit/endapan.

Data dari interval berurutan yang menurun vertikal bersebelahan dilubangi pada salah satu panampang-lintang pada Rosario ditunjukkan pada Tabel III-A. tetapi kedua-duanya meskipun begitu wajar umum di dalam dunia nyata itu.menjadi tidak menerus. Prosedur diterangkan oleh Popoff (1966). ketika dapat makin baik nilai supergene . teknik mempunyai kelemahan nya. bagaimanapun. dan kreasi dari nilai kontur yang rendah pada sekitarnya mengasingkan nilainilai tinggi boleh menyarankan lebih jauh tonase dari bijih bernilai lebih rendah sebenarnya ada. keduanya menyusun/menilai zone harus diperkirakan secara terpisah. urat yang bermutu tinggi dapat dengan jelas dikenali. tetapi lagi. Mungkin saja bermanfaat untuk menggambarkan kecenderungan nilai atau parameter lain di dalam bagian geologi. area individu di/terukur. unit keduanya zone yang terkumpulkan merata-ratakan secara terpisah tidak boleh sama nyata total dari keseluruhan zone mineralized mengambil secara keseluruhan lihat Latihan 1 pada bagian akhir bab ini. dalam situasi itu di mana suatu area yang besar dari bijih secara relatif bermutu tinggi dikepung oleh suatu lingkaran cahaya yang sempit banyak material bernilai lebih rendah. Sebab bagian geologi yang sama mungkin adalah sampel oleh beberapa lubang pada atas bagian ditentukan. dan secara matematis prosedur yang sama berlaku bagi keduanya. Adalah praktek umum untuk membagi lagi masing-masing area spesifik atas dasar grade-the teknik dikenal sebagai grade-contouring. Bukan permasalahan ini biasanya dicakup/tutup dalam literatur penilaian cadangan. tingkatan dirataratakan. dan parameter lain yang dipertimbangkan untuk mempunyai arti atau nilai ekonomi. sesungguhnya. dan hasil telah dikumpulkan. tetapi juga oleh jenis batuan. jenis bijih. sebagai alternatif. Penilaian pada atas panampang-lintang yang biasanya menghasilkan hasil yang sangat memuaskan. sesudah itu membuktikan untuk.. Area terpisah mungkin digambarkan tidak hanya oleh nilai yang sama dalam lubang bersebelahan. Area yang digambarkan pada bagian yang terukur. dapat menghasilkan hasil ganjil. Grade-Contouring. pendekatan ini cenderung untuk membagi lagi bagian geologi ke dalam blok nilai lebih kecil. tetapi seperti semua orang yang lain.. dan nilai atau parameter sedang diperkirakan rata-rata modal tersebut. blok struktural. sesungguhnya. walaupun teknologi komputer dapat menyederhanakan pengukuran dari area yang digambarkan dan kalkulasinya. Area ini kemudian diperkirakan secara terpisah dan hubungan mereka ke zone lain yang ditunjukkan. Paling utama dari ini bahwa perlu memaksa insinyur atau geolog untuk memperhatikan keduanya mengenai geologi dan batasan rancang-bangun yang membatasi perkiraan [itu].berharga antar titik-titik data yang dikenal. dua area bagian bersebelahan tersebut yang sesuai dengan unit geologi yang sama dirata-ratakan. dan volume dihitung menggunakan jarak antara kedua bagian. Penilaian pada panampang-lintang mempunyai beberapa keuntungan. Perkiraan yang secara khusus melibatkan dengan waktu dan pekerjaan dibanding suatu pendekatan poligon secara langsung. diperlakukan sebagai suatu jenis penilaian poligon. Ada suatu kecenderungan alami untuk insinyur atau geolog untuk menghubungkan zone dari nilaiserupa yang boleh. Volume paling umum dihitung penggunaan separuh jarak bagi masing-masing dimana keduanya merupakan bagian yang bersebelahan.

Setelah grade dan tonase untuk masing-masing blok individu diperkirakan. Adalah mungkin menggunakan rata-rata poligon ( segi tiga. suatu geostatistical masalah tambahan muncul bangun dalam kaitan dengan perubahan di dalam dukungan ketika suatu blok cadangan lebih besar dibagi lagi ke dalam banyak bagian kecil " pekerjaan tambang selektip yang unit blocks untuk pekerjaan tambang .) atau pendekatan berputar untuk mempertimbangkan dengan seksama nilai-nilai di semua lubang melingkupi blok untuk diperkirakan. zone mineralogic. Ini biasanya dilaksanakan keseluruhan deposit/endapan ke dalam satu rangkaian blok seperti garis lurus. Penggambaran ini dapat berarti jika separasi bijih dan sisa di dalam masing-masing blok yang benar-benar dapat dicapai selama pekerjaan tambang. bagaimanapun. segiempat.. Hampir bisa dipastikan jauh lebih kecil dibanding pengaturan jarak explorasi atau lubang-bor. nilai-nilai contoh pada beberapa jarak dari blok ditentukan dikombinasikan dari seperti rata-rata tertimbang modal. dan meliputi volume yang besar menyangkut sisa batuan disekitar deposit/endapan yang nyata . dan memperkirakan pada unit yang terpisah. dll. menggunakan faktor menimbang yang adalah suatu fungsi . Grade kurva Tonase yang dikembangkan penggunaan akumulasi ini terutama dapat tidak akurat jika perkiraan cadangan meliputi suatu penilaian dari proporsi bijih dan barang sisa di dalam masingmasing blok. Ketika akan jadi mendiskusikan nanti dalam bab lain. dll. Sekalipun nilai yang diperkirakan dan tonase menyangkut blok individu dengan sepenuhnya akurat. suatu perkiraan yang akurat menyangkut cadangan dari deposit/endapan ini memerlukan masing-masing ke tiga jenis bijih yang dikenali. menggambarkan. harus ditugaskan untuk masing-masing blok sebagai tambahan terhadap nilai-nilai diperkirakan seperti bobot jenis atau nilai. blok struktural. model blok meliputi keseluruhan area yang terbuka . Separasi ini tidaklah penting hanya untuk penilaian memproses dirinya sendiri. Di kebanyakan kejadian. hasil dari perhitungan yang sederhana seperti itu dapat menyesatkan kecuali jika deposit/endapan benar-benar ditambang sepanjang batasan-batasan blok. Pada kebanyakan kejadian.mineralisasi dalam footwalls urat ini. mungkin menjadi diperlukan untuk memeecahkan mineral ke dalam blok individu atau panel yang akan menyediakan basis untuk produksi tambang. tetapi adalah juga diperlukan dalam rangka menentukan jumlah bijih dengan characteristics yang berhubungan dengan metalurgi yang berbeda dalam kejadian ini INTERPOLASI DATA PADA NILAI YANG DIKETAHUI Sebagai suatu program explorasi bergerak ke arah pengembangan tambang dan suatu studi kelayakan formal. Parameter geologi penting seperti jenis batuan. Sebagai hasilnya mungkin kemudian lebih baik untuk menggunakan tambahan metoda yang lebih rumit dibandingkan dengan yang paling dekat atau teknik rata-rata poligon untuk pemroyeksian data ke dalam daerah yang yang tak dikenal melingkupi poin-poin contoh. Sejak masing-masing zone ini menghadirkan suatu populasi yang berbeda. kedua bijih kasar dan produk dapat ditentukan oleh perhitungan data dari blok itu di atas penggalan tertentu dinilai pada [atas] suatu hal yang spesifik.

Berbagai prosedur adalah semua didasarkan pada dua asumsi pokok: 1) Ada suatu hubungan mengenai ruang antara contoh yang berharga ? dua contoh diambil pada tempat yang sama akan yang lebih serupa ke satu sama lain dibanding contoh mengambil pada penempatan yang dipisahkan. tetapi hanya dengan kesukaran ( Gudang. menghasilkan suatu perkiraan yang dapat dipercaya menyusun/menilai di (dalam) deposit/endapan di mana jika tidak ada kecenderungan directional/arah di dalam nilai-nilai ke seberang deposit/endapan. dua asumsi ini . . Bagaimanapun juga. mengambil bersama-sama. faktor ini bervariasi sampai perkiraan mulai saling berhubungan nomor. Di (dalam kejadian belakangan ini. Dalam banyak porphyry tembaga deposit/endapan. tetapi banyak lagi yang lain contoh diperlukan jika distribusi berharga di (dalam) deposit/endapan adalah tidak beraturan.Batasan mengenai lapisan tanah normal ( mencakup orelwaste kontak) harus dijaga. Faktor penting yang perlu untuk dipertimbangkan di (dalam) kalkulasi adalah: 1) total jumlah contoh untuk dimasukkan dan 2) jarak yang maksimum yang diijinkan antar titik untuk diperkirakan dan penempatan contoh. Banyaknya contoh yang harus digunakan dalam penilaian tergantung atas variabilitas dari nilai-nilai di dalam deposit/endapan . yanga sama atau alasan ilmiah untuk menjelaskan distribusi nilai pengamatan ini bukanlah analocyous kepada hukum gaya berat.jumlah yang riil yang ditentukan oleh produksi nyata. Ya atau tidaknya nilai ini diperkiran dapat diperoleh dalam suatu pekerjaan tambang tergantung pada atas kepandaian memilih metoda dalam menambang dari orebody. dan permasalahan menentukan suatu radius pencarian cukup dan suatu jumlah sesuai contoh dapat ditujukan melalui/sampai aplikasi dari berbagai geostatistical memeriksa prosedur untuk. Teknik dengan demikian " yang terbukti" dalam persediaan penilaian. Sepertiga faktor penting yang perlu untuk dipertimbangkan adalah sebagai anisotropy? fakta bahwa variasi menurut golongan akan diri mereka bertukar di (dalam) arah berbeda di (dalam) deposit/endapan [itu]. Di dalam operasi kekayaan.menyangkut jarak antar pusat dari menghalangi dan contoh individu ( atau gabungan). kemungkinan nilai yang diramalkan bagi siapapun juga . Takisotropan. tetapi hubungan ini tidak perlu meluas ke seberang kontak mengenai lapisan tanah. dan 2) Perbedaan antara nilai-nilai dua contoh individu sebagian besar ditentukan oleh penempatan mengenai ruang yang relatif contoh itu semua . Teknik tersebut mampu menangani permasalahan takisotropan. Suatu perkiraan yang layak menyangkut di tempat asal sumber daya dapat diperoleh dari beberapa contoh dalam suatu deposit/endapan seragam wajar. tidak (ada) rancang-bangun bunyi.menjadi pertimbangan di (dalam) suatu bagian berikut dari bab ini. dan di mana pokok pengambil-alihan hubungan mengenai ruang dianggap sah/benar. Dua poin di dalam orebody bisa saja terkait. Bagaimanapun. jarak kebalikan menimbang . Jika . dan akan ditujukan dalam bab berikut. 1980). sesungguhnya. yang baik hasil dicapai ketika faktor tersebut digunakan di dalam penilaian jarak kebalikan squared. menyediakan basis untuk kedua-duanya menimbang jarak kebalikan dan geostatistical penilaian metoda yang yang dikenal sebagai kriging.

Hazen ( 1967). teknik telah dikembangkan yang (mana) dapat menyediakan beberapa ukuran menyangkut ketelitian dari ramalan ini. kebutuhan dari volume contoh tetap akan nampak dalam) penggunaan akumulasi nilai Nilai tersebut . fakta bahwa sanak keluarga ketelitian dari ramalan statistik dapat terukur barangkali alasan praktis yang terbaik untuk . yang di/tersebar untuk individu menilai di sekitar ini berarti. atau nilai yang pusat yang menyangkut populasi. STATISTIK Walaupun ini bukanlah suatu acuan]di (dalam) statistik dasar. 1971) dan di (dalam) banyak penerbitan seperti Gudang ( 1980). Karena sejak perbedaan suatu populasi yang besar akan jadi lebih rendah dari perbedaan suatu populasi dari contoh lebih kecil mengambil dari deposit/endapan yang sama. dan Rendu dan Mathieson ( 1990). dan untuk menggunakan karakteristik ini untuk meramalkan hasil dari sampling tambahan ( atau menambang dalam hal ini). yang menggunakan statistik dan geostatistical dalam bijih . menyediakan sebagian besar basis yang bersejarah untuk penggunaan statistik dalam persediaan penilaian. Penggunaan statistik dasar dalam semua aspek geologi secara detil di (dalam) keduanya teks oleh Koch dan Mata rantai ( 1970. Distribusi nilai-nilai contoh dapat dengan mudah yang diuji dengan nyata menggunakan histogram dan diagram frekwensi kumulatif yang (mana) menunjukkan angka-angka nilai-nilai individu yang tergolong cakupan nilai digambarkan. suatu pemahaman dasar pokok materi adalah diperlukan untuk hadapi cukup dengan data klasifikasi yang digunakan dalam persediaan menaksir. Isaaks dan Srivastava ( 1989). masing-masing nilai di (dalam) populasi yang sedang digambarkan oleh pengukuran [yang] statistik ini menghadirkan volume material yang sama panjangnya inti sama dari lubang latihan dari garis tengah sama konsep dari nilai tetap mendukung di dalam geostatistics. Dalam banyak kejadian. Dari ungkapan dasar untuk rata-rata tertimbang modal tersebut di atas. statistik dasar usaha untuk menguraikan karakteristik suatu populasi berharga mathematis. dan situasi menjadi perhitungan matematis yang kompleks ( suatu permukaan kecenderungan bisa dicoba kepada data dan suatu menimbang jarak kebalikan berlaku untuk yang bersifat sisa. latihan menjadi tidak berarti melubangi dan contoh curah dikombinasikan di dalam perawatan statistik data.kecenderungan terbatas di (dalam) nilai-nilai ke seberang deposit/endapan ada. itu telah jelas bahwa nilai yang diperkirakan harus terletak diantara nilai paling rendah dan paling tinggi dari contoh digunakan dalam kalkulasi [itu]. jarak kebalikan sederhana adalah tidak bisa diterapkan lagi. Ukuran statistik yang utma digunakan untuk menguraikan karakteristik suatu populasi berharga menjadi rata-rata atau cara menyangkut nilai-nilai yang dimasalahkan. Dalam suatu tagihan . atau nilai yang paling umum. Bagaimanapun. teori statistik basis dasar berbeda dengan geostatistics dalam arti bahwa penempatan mengenai ruang dari contoh individu tidaklah diambil ke dalam perhitungan dan contoh dianggap tidak terikat pada yang lain. Sebagai tambahan. dan gaya. David ( 1977). angka median. ketika diberi oleh simpangan baku atau perbedaan. nilai yang benar menyangkut parameter pada suatu titik hanya di luar area sample itu baik di atas maupun di bawah nilai tentang segala titik di dalam area itu . jika suatu kecenderungan ada. Rendu ( 1981).

normal, data dengan kasar simetris tentang kebanyakan migras quent nilai, dan rata-rata, angka median, dan gaya adalah semua sama. Suatu alur cerita menyangkut data akan memperlihatkan bel yang umum dikenal. shaped kurva, dan pada suatu kemungkinan merencanakan frekwensi yang kumulatif akan merupakan suatu Perhitungan rata-rata atau cara secara normal distributed data akan merupakan suatu perkiraan yang layak menyangkut rata-rata dari keseluruhan populasi, dan berbagai standard mathematical teknik dapat digunakan untuk menguraikan dasar populasi. Contoh dua ini jenis alur cerita untuk data yang sama ditunjukkan dalam Figur III-5A dan III-5B. Salah satu kontribusi statistik paling bermanfaat ketika diberlakukan bagi penilaian cadangan bijih menjadi fakta bahwa karakteristik dari jumlah populasi dapat digunakan untuk menempatkan batas perkiraan dari nilai-nilai yang tak dikenal. Kesalahan kecil di (dalam) perkiraan nilai deposit/endapan tidaklah mungkin mempengaruhi hasil yang keuangan dan tidak mungkin banyak di atas nilai penggalan mungkin dapat mengakibatkan bencana. Ira bahwa keberangkatan dari nilai yang diperkirakan secara normal dibagi-bagikan, dengan kasar 68 persen dari nilai-nilai benar akan jadi di dalam simpangan baku menyangkut nilai yang diperkirakan, dan 95 persen nilai-nilai benar akan dalam dua simpangan baku. Jika, sebagai contoh, yang diperkirakan suatu blok landasan adalah 1.3% Cu, dan simpangan baku dari kesalahan penilaian adalah 0.5%, ada suatu 68 kemungkinan persen menyangkut blok akan jatuh antara 0.8% dan 1.8% Cu, dan 95% kemungkinan benar antara 0.3% dan 2.3% Cu. Jika penggalan yang ekonomi adalah 1.0%, ada dengan jelas suatu yang baik kesempatan blok akan di bawah bijih menyusun/menilai. Jika kesempatan nilai yang benar menyangkut blok akan jadi di bawah penggalan sampling tak dapat diterima. kepercayaan Batas adalah teragantung pada simpangan baku dan banyaknya contoh, dan dihitung menggunakan kesalahan standard dan ' t' nilai mengambil dari Siswa ' t' tabel yang ditemukan dalam tiap-tiap teks statistik. standard Kesalahan berkurang dengan suatu penurunan simpangan baku atau dengan suatu peningkatan dalam jumlah ukuran contoh. Jika contoh sungguh-sungguh mandiri, . tidak ada korelasi mengenai batas kepercayaan ini dapat digunakan untuk menentukan banyaknya contoh yang diperlukan untuk menyediakan suatu perkiraan yang dapat dipercaya menyangkut nilai yang tersimpan. Tujuan program sampling tidaklah hanya untuk menyediakan data klasifikasi untuk perkiraan cadangan, tetapi juga untuk menyediakan suatu biaya yang layak. Perawatan statistik hasil yang peroleh sepanjang program dapat membantu menentukan titik di mana cukup contoh telah dikumpulkan . Masing-masing jenis bijih dari lapisan tanah harus diperlakukan secara terpisah, dan jika ; nilai-nilai tersebut dengan leluasa dihubungkan, dengan metoda geostatistical untuk mengambil fakta ini dalam pertimbangan yang lebih sesuai. nilaiDistribusi di (dalam) banyak orebodies adalah tidak normal, tetapi dengan hasil yang suatu porsi [yang] penting yang terdapat dalam orebody mungkin (adalah) diwakili oleh minoritas distribusi/pembagian tersebut. Nikel menyusun/menilai dari suatu pola teladan

test melubangi pada Cerro Matoso menunjukkan distribusi [yang] skewed ditunjukkan di (dalam) histogram di (dalam) Gambar III-6A. Bagaimanapun, dari dengan menggunakan logaritma dari nilai-nilai, data dapat Ubah ke dalam agihan normal [itu] ( log-normal distribusi) yang ditunjukkan oleh garis lurus pada [atas] suatu frekwensi kumulatif yang direncanakan pada batang kayu yang ditutupi kertas ( Gambar III-6B). Dalam deposit/endapan emas pada umumny tidaklah biasa sebanyak 50 persen, 90 persen dari total emas terdapat di deposit/endapan untuk diwakili oleh lebih sedikit dibanding 20 persen ( atau bahkan waktu sedikit [seperti/ketika] 5 persen) tentang contoh nilaiyang paling tinggi. Suatu perhitungan rata-rata nilai-nilai ini akan, tentu saja, jadilah terpengaruh oleh minoritas nilai yang sangat tinggi menghasilkan. " potongsn" pengujian kadar logam bermutu tinggi dikembangkan dalam percobaan untuk menghilangkan resiko penyimpangan diperkenalkan oleh masalah ini. Sebagai " peraturan yang keras", jika lebih dari I0X ke 20X persen dari total nilai suatu deposit/endapan diwakili oleh X persen jumlah populasi contoh, penggunaan nilai-nilai ini untuk penilaian harus didekati dengan perhatian ekstrim ( I.. Parrish, 1993, komunikasi pribadi). Sebagai contoh, jika lebih dari, 20%- 40% total nilai diwakili oleh lebih sedikit dibanding 2% tentang populasi contoh, penempatan, keandalan analitis, pengaturan mengenai lapisan tanah, recoverabilas dan distribusi statistik dari contoh individu [yang] berisikan ini 2% harus diuji, dan laporan yang akhir perlu dengan jelas menyatakan bagaimana contoh ini telah ditangani di (dalam) prosedur penilaian. Dalam permukaan lubang/galian menghasilkan asuatu ukuran yang bermutu tinggi Porgera yang tersimpan di Papua Guinea Baru menyediakan suatu contoh efek/pengaruh beberapa contoh bermutu tinggi dapat mempunyai keseluruhan rata-rata. Dalam area yang bermutu tinggi, 3051 2?meter dari 46 lubang latihan permukaan mempunyai individu menilai berkisar antara 0. 1 G/T Au bag 3500 glt. Sekitar 50 persen contoh mempunyai nilailebih sedikit 0.7 glt, tetapi 5 contoh nilaipaling tinggi mempunyai suatu rata-rata nilai2157 glt, ( Chainpigny dan Amstrong, 199 1). lle perhitungan rata-rata dari semua 3051 contoh adalah 9.7 g/t Au, tetapi hanya 6.4 g/t jika lima nilai-nilai paling tinggi dihapuskan. lle lima contoh menghadirkan kurang dari 0.2 persen [menyangkut] populasi contoh. tetapi akan menyebabkan suatu peningkatan di atas 50 persen di (dalam) rata-rata nilaijika tercakup di kalkulasi itu. Data dari suatu epithermal emas deposit/endapan yang bermutu tinggi serupa ditunjukkan oleh histogram dan diagram frekwensi kumulatif di (dalam) Figur III-7A dan III-7B. Di (dalam) kejadian ini, data yang nyata ditunjukkan pada [atas] diagram frekwensi yang kumulatif ketika lingkaran terbuka. Mereka tidak jatuh pada suatu garis lurus dan adalah, oleh karena itu, tidak membukukan secara normal membagi-bagikan. hasil ini Kaleng, bagaimanapun, diubah lebih lanjut ke dalam tiga satuan parameter lognormal distribusi oleh penambahan suatu tetap bagi semua sekolah dasar. Pada [ Gambar III-7B, suatu garis lurus telah dikembangkan oleh penambahan suatu tetap untuk 0.20 g/t Au, sepert ditandai oleh titik yang padat [itu]. Adalah penting, tentu saja, untuk meyampaikan salam ke mengurangi nilai ini lagi di penyelesaian dari kalkulasi.

Penggunaan . seperti (itu) perubahan bentuk dari pengujian kadar logam data mentah adalah ingenious, tetapi tidak dengan seketika memecahkan permasalahan dalam menentukan rata-rata pengujian kadar logam menghasilkan itu adalah batang kayu [yang] secara normal membagi-bagikan. Rata-Rata suatu populasi yang dibagikan dapat diperkirakan menggunakan ' t' estimator ( Sichel, 1952; lihat juga Hazen, 1967, dan Hubungkan, et al., 197 1). Perkiraan seperti itu adalah lebih sedikit dipengaruhi oleh beberapa nilai-nilai sangat tinggi dibanding akan benar untuk suatu perhitungan lurus/langsung rata-rata menyangkut data yang sama [itu]. Rata-Rata nilaidiperkirakan dengan perkalian cara geometris menyangkut distribusi oleh suatu faktor mengambil dari tabel yang dikembangkan oleh Sichel (1966) yang didasarkan pada batang kayu perbedaan dan banyaknya contoh. Sebagian dari tabel ini dapat juga ditemukan di (dalam) Rendu ( 1981). Jika populasi yang dimasalahkan tidaklah sungguh-sungguh log-normal, Sichel estimator sering menaksir terlalu tinggi dari harga rata-rata yang benar, terutama sekali jika populasi dipotong pada bagian ujungnya . Sichel juga telah menyajikan satu set analisator tabel kepada Siswa ' t' tabel untuk menentukan kepercayaan membatasi pada perkiraan log?normally distributed data. Sebagai tambahan terhadap dengan keras mathematical pendekatan, beberapa " memotong" prosedur biasanya digunakan di (dalam) penilaian deposit/endapan emas untuk mengurangi penyimpangan disebabkan oleh beberapa pengujian kadar logam nilainilai [yang] tinggi. Pada pokoknya, pengujian kadar logam menilai di atas ambang pintu ditentukan dikurangi menjadi beberapa nilai yang lebih rendah. biasanya Digunakan " ambang pintu" adalah ( Burung, 1991): a) Semua pengujian kadar logam menilai lebih besar dibanding 1 ozlton arbitrarily dikurangi menjadi 1 oz/ton. b) Semua nilai-nilai di atas 95% menunjuk pada [atas] suatu cumula tive frekwensi alur cerita dikurangi menjadi nilai ini. c) Semua nilai-nilai yang lebih besar dibanding dua kali lebih simpangan baku yang lebih rata-rata nilai dikurangi menjadi nilai ini. d) Semua nilai-nilai yang lebih besar dibanding empat atau 5 kali rata-rata nilai dikurangi menjadi nilai ini. e) Semua nilai-nilai yang lebih besar dibanding nilai di mana suatu ekor [tergoda/ kasar] mulai mengerjakan gradelfrequency histogram dikurangi menjadi nilai ini. Histogram dan diagram frekwensi kumulatif adalah juga bermanfaat di (dalam) menentukan apakah lebih dari satu populasi berharga terjadi di dalam orebody [adalah] suatu faktor penting sekali dalam persediaan penilaian. Diagram bukanlah, bagaimanapun, [yang] sangat bermanfaat ketika mereka sederhananya didasarkan pada semua pengujian kadar logam menilai dari tertentu pengeboran program., Dua populasi dapat ditemukan dalam hampir tiap nilai yang sesuai dengan orebody, dan latar belakang menilai di luar batas dari mineralisasi. Walaupun genggaman perusahaan seperti itu menyangkut yang jelas nyata barangkali memuaskan dari suatu sudut pandang statistik, kesimpulan ini dengan susah arti praktis.

permukaan kesalahan dan semacamnya. Ketika dibahas oleh Ristorcelli dan Prenn. Mereka meliputi lithologic dan batasan-batasan formasi. populasi mengenai lapisan tanah berbeda. Keseluruhan volume dari suatu orebody digambarkan oleh batas yang sebelah luar dari mineralisasi ekonom kontak antar[a] bijih dan barang sisa.Data dari keseluruhan zone upah dalam San Juan placer deposit/endapan ditunjukkan pada atas histogram dan diagram frekwensi kumulatif dalam Figur III-8A dan III-8B. Di (dalam) Gambar 111-9 data telah dibagi lagi ke dalam zone nilaitinggi dan rendah atas dasar suatu kontak mengenai lapisan tanah yang ditandai oleh suatu perubahan kasar menurut golongan. Nilai rendah Interval terjadi dalam dan akan ditambang . dan kemungkinan meramalkan dan alam[i] dari tiap boleh bertukar-tukar dengan sangat. Kontak Mineralogic Suatu kontak mineralogic. Di (dalam) Tabel II-B di (dalam) bab yang sebelumnya. yang secara normal mengacu pada batas dari kejadian dari konsentrasi penting [menyangkut] mineral(s) atau metal(s) tentang minat. Hal Ini sesungguhnya. dan boleh atau tidak boleh mengendalikan atau membatasi mineralisasi [bunga/minat]. kontak antara kedua zone terjadi dekat 219 kaki di (dalam) latihan melubangi 120 dan dekat 420 kaki di (dalam) lubang 124. menggambarkan batas suatu jenis mineral atau suatu daerah mineral terdiri dari populasi tunggal. dibanding/bukannya perihal suatu cadangan ekonomi. tetapi kesalahan gross dalam persediaan kaleng penilaian sering dikalkir untuk suatu pandangan yang salah [menyangkut ukuran membentuk dari penyimpanan yang dimasalahkan. dan dalam konteks sumber daya. mineralogic. kumpulan beberapa karakteristik mineral ( yaitu. Kedua histogram . Bab IV Ilmu ukur ( Volume) Walaupun mungkin nampak seperti memukul dengan keras yang jelas nyata. dan menjadi kontak yang secara normal digambarka pada bagian atas peta mengenai lapisan tanah. dan interval bermutu tinggi sekalikali terjadi di (dalam) zone/wilayah tersebut. menunjukkan bahwa cakupan di (dalam) kedua populasi . Kehadiran dua populasi dengan jelas ditandai oleh keduanya memisahkan keserongan [menyangkut] alur cerita frekwensi yang kumulatif. . Kontak lapisan tanah (geologi) Kontak ini ( batas Vallde yang utama. dan ekonomi. ada sangat utama tiga jenis kontak dilibatkan di (dalam) sumber daya estimasi geologic. ke tiga jenis boleh atau tidak boleh bersamaan waktu. suatu jenis bijih). Langkah ini adalah diri jelas. Secara umum. ( 1994). dan tidaklah digambarkan dengan hanya suatu pengujian kadar logam penggalan. dan oleh bahu pada histogram tersebut. manapun perkiraan cadangan mulai dengan suatu penilaian [menyangkut ukuran dan bentuk dari orebody. kontak mineralogic menggambarkan batas dari sumber daya mengenai lapisan tanah. 1992) menggambarkan batu karang jenis. semua dari yang harus dipertimbangkan di (dalam) evaluasi tentang segala deposil Gantung pada deposit/endapan yang spesifik.

tidak akan hanya dengan ramai. Kontak Ekonomi Suatu penggalan ekonomi menghadirkan batas material secara ekonomis menguntungkan. harus diperkirakan secara terpisah. Jenis penafsiran ditandai di (dalam) Gambar IV-2. beradaptasi dari Ristorcelli dan Prenn ( 1994) menggambarkan hubungan dari tiga jenis kontak di dalam deposit/endapan tunggal. Ddalam banyak deposit/endapan. Sunggung sungguh-sungguh. masing-masing [di/yang mana] mempunyai karakteristik beda dan. . kontak yang ekonomi boleh meliputi lebih dari satu jenis bijih mineralogic. dan boleh atau tidak boleh bersamaan dengan suatu penggalan ekonomi. suatu corak di (dalam) perkiraan cadangan adalah suatu penilaian yang berkesinambungan menyangkut kontak itu antara poin-poin data yang dikenal.dan karenanya suatu pandangan yang salah mengira menyangkut ilmu ukur . mungkin tidak sesuai dengan baik aeolooic maupun kontak mineralogic di dalam area deposit/endapan. dan sunggung sering meliputi hanya sebagian dari volume material yang digambarkan oleh kontak yang mineralogic [itu]. dan banyak dari kesalahan dalam penilaian melalui asumsi salah mengira mengenai kesinambungan mineralisasi. mengambil dari Nobel ( 1992b) adala didasarkan pada kehidupan nyata contoh ( e. Ristorcelli dan Prenn. deposit/endapan yang ditafsirkan akan tersedi pada suatu lubang (galian) kecil operasi terbuka deposit/endapan yang nyata tidak sampai secara ekonomis sama sekali. seperti sebelumnya dibahas. projectabilas dari tiap bidang-kontak antar manapun dua poin-poin dikenal ( dan karenanya definisi dari volume terlampir yang terus meningkat seperti berasal dari lapisan tanah ke mineralogic . dan akan berbeda menurut waktu. tetapi akan juga mendorong kearah suatu tambahan yang tidak sesuai dengan rencana. 1994). posisi dari suatu kontak ekonomi di setiap sekejap/saat tertentu tergantung pada kedua-duanya biaya usaha dan harga komoditas. Suatu perkiraan cadangan berdasar pada geologi dari ditafsirkan. Dalam banyak kejadian. Dengan yang manapun ke tiga jenis kontak. 1992).Suatu kontak mineralogic boleh atau tidak boleh bersamaan dengan suatu batas mengenai lapisan tanah. Gambar IV-1. Sedemikian.g. dan membuat batas sebelah luar dari orebody sensu stricto ( pengujian kadar logam dinding atau batas Vallde sekunder.

Metode ini dibagi : .metode perubahan berangsur . rumus kerucut – jika blok meruncing pada kerucut V = A/3 x L 4. rumus frustum V = L/3 x (A1 + A2 + √A1A2) Rumus ini tidak akurat untuk endapan yang mambaji rumus prismoidal V = (A1+4Am + A2) L/6 c. rumus membaji – jika blok meruncing pada satu garis V = A/2 x L 3. tujuan perhitungan 4. Metode penampang Tubuh endapan dibagi sesuai dengan bagian geologinya pada sepanjang garis pemboran. 1984 Pemilihan metode endapan tergantung pada : 1. Metode kontur . b.metode perubahan bertahap Perhitungan volume menggunakan rumus: 1. Metode rata-rata / blok geologi • • • Pada perhitungan ini ketebalan tidak begitu penting Metode ini akurat untuk semua endapan dengan perbedaan ketebalan yang kecil. Tingkat ketelitian Metode-metode perhitungan sumber daya adalah a. geologi dari endapan 2.Menurut Carras. rumus end area V = A1 + A2 x L 2 Untuk beberapa bagian V = (A1 + 2A2 + 2A3 + ………An) L/2 2. kepadatan data 3.

• Data digunakan untuk membuat kontur dengan interpolasi titik-titik yang telah diketahui nilainya. Rumus frustum A1 = area M1 = metal = grade x area A2 = area M2 = metal = grade x area . d.An) Dimana : g0 adalah tingkatan terendah endapan g adalah tingkatan interval konstan antar kontur A0 adalah daerah dari endapan dengan tingkatan g0 dan yang tertinggi A1 adalah daerah dari endapan dengan tingkatan g0 +g dan yang tertinggi A2 adalah daerah dari endapan dengan tingkatan g0 +2g & yang tertinggi Data yang dibutuhkan adalah : • • • data yang cukup adanya data densitas adanya pembagian data Ketika data tidak terbagi dengan rata maka dapat menimbulkan masalah. • Rata-rata tingkatan bisa dihitung dengan penggambaran peta kontur dan dengan bobot masing-masing daerah dengan tingkatan kontur. Metode kontur hanya digunakan hanya jika pada endapan terdapat perubahan ketebalan dan tingkatan serta rumit dengan endapan yang tidak menerus. Metode poligon • • Pada metode ini semua faktor menentukan titik pasti dari perluasan separuh endapan mineral dengan penambahan dan bentuk titik sekitar daerah pengaruh. Penyelesaiannya : g = g0A0 + g/2 (A0 +2A1+ 2A2+….. Peta produksi menunjukan daerah yang kaya dan sedikit endapan. Volume dihitung dengan mengukur tiap-tiap daerah dengan interval kontur dan menggunakan perhitungan volume yang telah ada.

V = L/3 x (A1 + A2 + √A1A2) The metal M = 1/3 ((M1 + M2 + √M1M2) G = m/v Untuk metode prismoidal V = L/6 x (A1 + 4A2 + A3) M = 1/6 x (M1 + 4M2 + M3) G = m/v Catatan : rumus ini hanya mendekati e. Umumnya metode jarak ditekankan pada : 1. Penyelesaiannya dengan menggunakan metode yang berdasarkan jarak dari blok sampel. Inverse distance squared 3. Metode ID (inverse distance) : ID. Inverse distance cubes Rumus umumnya adalah Inverse distance G = (1/d1)g1 + (1/d2)g2 +………(1/dn)gn (1/d1) + (1/d2) +……………(1/dn) Inverse distance squared G = (1/d12)g1 + (1/d22)g2 +………(1/dn2)gn (1/d12) + (1/d22) +……………(1/dn2) Inverse distance cubes G = (1/d13)g1 + (1/d23)g2 +………(1/dn3)gn (1/d13) + (1/d23) +……………(1/dn3) . Inverse distance 2.IDS.IDC • • Melihat masalah dari perkiraan tingkatan blok dari data sekitar.

Orang yang melakukan perhitungan cadangan suatu endapan pada exploitasi melayani untuk analisa tentang pengurangan atau peningkatan dari cadangan dan untuk kendali penambangan d. Metode poligon d. Setelah akhir dari explorasi. Metode-metode perhitungan cadangan adalah a. pengukuran area dari blok dan koreksi penyimpangan. Metode blok eksploitasi c. dan biaya-biaya dilibatkan. c. Hasil perhitungan cadangan sebelum akhir exploitasi melengkapi pertimbangan untuk menghentikan operasi tambang dan memberi suatu gambaran dari cadangan yang tersisa. apakah explorasi lebih lanjut akan bersifat bermanfaat. Metode blok geologi b.Kuzvart dan Bohmer (1986). e. Metode statistik • - Metode Blok Geologi metode ini digunakan berdasarkan penentuan blok dan pada endapan yang homogen - prosedur kerjanya adalah menentukan batasan endapan yang dipilih : penentuan batas dari blok geologi. Perhitungan cadangan pada suatu explorasi terperinci menghadirkan basis suatu keputusan apakah untuk menetapkan usaha penambangan dan untuk menaksir perlunya penanaman modal. dalam bukunya Prospecting and Exploration of Mineral Deposit. b. Perhitungan cadangan endapan melayani untuk kebutuhan dari perencanaan jangka panjang exploitasi. cadangan yang dihitung merupakan basis utama untuk suatu penilaian potensi dari endapan. Metode segitiga e. . menyebutkan bahwa : Tujuan dari perhitungan sumber daya sendiri adalah : a. Metode isoline g. Metode penampang f.

Metode ini sering digunakan dalam perhitungan cadangan. • Metode statistik metode ini berdasarkan pada penentuan kuantitas cadangan perunit area metode ini dapat diterapkan pada endapan tidak beraturan. . Nining S.perhitungan nilai rata-rata dari parameter. menyebutkan bahwa : Pada Cekungan Kalimantan Timur lingkungan pengendapan batubara dikaitkan dengan dataran banjir pada lingkungan delta yang berangsur selama waktu Miosen. Pada Cekungan Kutai lapisan batubara terbentuk pada lingkungan delta dari Formasi Balikpapan dan Pulau Balang pada Miosen. kecilnya kesinambungan lapisan. (2000) dalam Tectono-Stratigraphic Framework of Tertiary Coal Deposits of Indonesia. Lapisan batubara tebal. perhitungan cadangan endapan dan komponen yang berguna untuk masing-masing blok metode blok geologi sangat direkomendasikan karena universal. pada Miosen akhir pada Formasi Balikpapan 19 lapisan batubara teridentifikasi dengan susunan interval ketebalan 500 m (Leeuwen. maka dapat diterapkan pada berbagai jenis endapan dan pada sistem eksplorasi yang berbeda. 1988). perhitungan kubus.11 juta ton tertambang.C.484.Kandungan moisture yang tinggi dengan tak terpisahkan dibanding batubara Paleogene. Bukin D. (2000). kandungan sulfur rendah tetapi ada yang sampai 1 % .N dan A. Cook.). menyebutkan bahwa : Dalam tabel karakteristik cekungan batubara di Indonesia Cekungan Kutai Kalimantan Timur berumur Miosen dengan tipe cekungan Continental Margin dengan Formasi pembawa batubara adalah Formasi Pulau Balang dan Balikpapan dengan lingkungan pengendapan Fluvial Deltaic dan jumlah sumber daya 8. dalam Coalification of Indonesian Coal. Koesoemadinata. dan daya kalori rendah (> 6000 cal/gr.

endapan batubara yang terdapat di dalam Formasi Balikpapan menyebar dari selatan-utara dengan kemiringan barat-barat daya (berkisar 21°-25°). pola sebarannya umumnya sepanjang channel atau jurus pengendapan. yaitu Formasi pulau Balang da Balikpapan yang diendapkan pada periode Miosen Tengah sampai dengan Miosen atas.Fatah Y. lapisan batubara terbentuk sebagai tubuh-tubuh pod-shaped pada bagian bawah dari dataran limpah banjir yang berbatasan dengan channel sungai . 4) Lingkungan upper delta plain – fluvial : lapisan batubaranya tebal. Horne. maka dapat dibagi atas : 1) Lingkungan back barrier : lapisan batubaranya tipis. bentuk lapisan melembar karena dipengaruhi tidal channel setelah pengendapan atau bersamaan dengan proses pengendapan. Muta’alim. tetapi kemenerusan secara lateral sering terpotong channel bentuk lapisan batubara 3) Lingkungan transitional lower delta plain : lapisan batubaranya tebal . Splitting juga berkembang akibat channel kontemporer dan washout oleh aktivitas channel subsekuen. menyebutkan bahwa : Berdasarkan karakteristik lingkungan pengendapan batubara. Struktur geologi yang dijumpai adalah perlipatan dan sesar naik. (1978). (1995). dalam buku Teknologi Pertambangan Di Indonesia. 2) Lingkungan lower delta plain : lapisan batubaranya tipis. Lapisan batubara tersebar meluas dengan kecenderungan agak memanjang sejajar dengan jurus pengendapan. (1996) pada buku Model Pengendapan Batubara Untuk Menunjang Eksplorasi dan Perencanaan Penambangan. menyebutkan bahwa : Pada wilayah BBE terdapat dua formasi pembawa batubara. A. tersebar meluas cenderung memanjang jurus pengendapan . Ditandai oleh perkembangan rawa yang ekstensif. pola sebarannya memanjang sejajar sistem penghalang atau sejajar jurus perlapisan. bentuk lapisan ditandai oleh hadirnya splitting oleh endapan creavase splay.Supriatna S. dalam kutipan Kuncoro.

dan faktor ekonomi. dalam pemilihan metode tergantung pada kondisi geologi endapan mineral.perencanaan pengembangan atau perluasan eksplorasi. . Sebaliknya pada lingkungan transitional lower delta plain dan upper delta plain-fluvial. dipercaya. dan mudah dilakukan cek ulang. menentukan: . metode perhitungan cadangan harus dapat menghitung dengan cepat. tanpa adanya perhitungan cadangan yang akurat. kuantitas. Tahap eksplorasi. kadar. dan kemampuan menghasilkan endapan mineral yang mempunyai nilai ekonomis.bermeander. . Adalah tidak mungkin melaksanakan usaha penambangan (seperti efisiensi pada pengolahan dari produktivitas kerja penambangan). cadangan perlu diketahui secara baik dan benar karena hasilnya untuk tujuan pada: 1. hasil perhitungan. kedalaman. nilai ekonomi. maka lingkungan back barrier dan lower delta plain cenderung tipis batubaranya. tetapi kemenerusan secara lateral sering terpotong channel atau sedikit yang menerus. . Sebarannya meluas cenderung memanjang sejajar kemiringan pengendapan. Menurut Kuncoro (1996) Perbedaan pada berbagai metoda perhitungan cadangan dan kalaupun ada perbedaan hanya berupa sedikit modifikasi dari sesuatu yang sangat urnum.evaluasi pada akhir setiap tahap eksplorasi. Perbedaan dari berbagai metoda perhitungan cadangan biasanya dibedakan menurut penentuan perhitungannya yang dipisahkan menjadi bagian-bagian atau blok. Berdasarkan kendali lingkungan pengendapannya.sebaran kualitas dan sekaligus kuantitas. dan lapisan penutup. . MAKNA PERHITUNGAN CADANGAN Usaha untuk menentukan kualitas.. Hal ini didasarkan oleh faktor struktur geologi. ketebalan.keputusan mendirikan usaha pertambangan. Pada prinsipnya. penambangan. bentuk batubara ditandai hadirnya splitting akibat channel kontemporer dan washout oleh channel subsekuen. Oleh karena itu.lapisan batubaranya relatif tebal. sistem eksplorasi. Oleh karena itu.perencanaan eksploitasi .

-analisa penyusutan atau pertambahan cadangan dan kendali penambangan (mining control). tergantung dari sistem dan metode eksplorasi. menentukan: . dan lintasan cross section. 3. 4.produksi dan umur tambang. . .metode pengolahan dan perancangan pabrik. kemenerusan. atau kualitas 2. dan kadar . sebaran. -pemasaran. Kriteria pemilihan metode perhitungan cadangan Pada prinsipnya kriteria pernilihan metode perhitungan cadangan tergantung kepada 1.2.perhitungan pajak. grid. serta kemampuan personil. . pemanfaatan maksimal semua data faktual hasil eksplorasi adalah sangat penting. Kondisi geologi endapan mineral Pemahaman pengetahuan geologi suatu endapan mineral adalah pen ting untuk ukuran. -peralatan tambang . Apabila perencanaan eksplorasi tidak baik dan eksplorasi dilaksanakan secara berlebihan.alasan operasi penambangan dihentikan dan memberikan gambaran cadangan yang tertinggal. M. antara lain secara acak. -Jumlah dan spesifikasi tenaga kerja -kendali kualitas. Tujuan dan tahapan kegiatan . Oleh karena itu. Kelengkapan dan tingkat kepercayaan data Kelengkapan dan kepercayaan data eksplorasi.kebutuhan permodalan (investasi). Tahap eksploitasi. maka akan berakibat pada kelebihan data yang tidak diperlukan.etode eksplorasi Ada beberapa pilihan metode eksplorasi yang biasa dilakukan. bentuk.

Semua ini di sebabkan karena hipotesa yang diyakini mengenai: -kejadian dari endapan mineral. -anggapan atau interpretasi perubahan yang seragam dari unsur-unsur dasar. KESALAHAN DALAM PERHITUNGAN CADANGAN Kesalahan dalam perhitungancadangan dapatdibagi ke dalam tiga kelompok. 5. rnaka metode sederhana dapat dipergunakan karena tidak memerlukan peta-peta khusus. macam pola sebaran. bentuk geometri tubuh endapan mineral. Tingkat ketelitian Tingkat ketelitian adalah derajat kebenaran yang dikehendaki dan tergantung kepada sistem eksplorasi. Kesalahan harus dikoreksi untuk menghindari kenaikan atau pernurunan nilai. maka diperlukan perhitungan yang lebih lengkap dengan memperhatikan sistem penairibangan yang akan digunakan. 2.Jika perhitungan cadangan hasilnya dipelukan segera dan masih bersifat awal untuk perkiraan secara umum. -Penentuan ketepatan data dari sudut pandang geologi. Kesalahan teknis Biasanya terjadi karena kurang sempurnanya alat dan teknik yang digunakan untuk menentukan semua variabel. -kemenerusan tubuh endapan mineral sepanjang jurus dan kedalamannya. yaitu: -Jenis dan kerapatan pengambilan contoh. karena kesalahan . dan kategori cadangan. yaitu: 1. faktor-faktor kesalahan. Apabila perhitungan cadangan untuk tujuan perancangan tambang. Kesalahan interpretasi Kesalahan Interpretasi sering disebut dengan kesalahan analogi dan kesalahan ini sangat tergantung pada pengalaman ahli geologi eksplorasi. -anggapan adanya kesamaan kondisi geologi terhadap endapan yang lain.

Oleh karena itu. 2. perhitungan skala pada peta. floor. Kepadatan data dapat dipercaya sebagai data dasar. sehingga berakibat pada kesalahan perhitungan cadangan. Untuk batubara periu memperhatikan roof. PARAMETER PERHITUNGANCADANGAN Parameter perhitungan cadangan suatu endapan mineral meliputi: 1.2% dari rata~ . cara mengukur tebal. ketebalan diukur langsung dari tempat endapan mineral tersebut diternukan.variabel akan mempengaruhi perhitungan batas suatu tubuh endapan mineral dan berakibat pada kesalahan ukuran dan nilai cadangan endapan mineral. Kesalahan analitis Kesalahan analitis terjadi akibat kesalahan pembagian blok yang tidak seimbang sesuai hukum rata-rata. cadangan yang dapat dipercaya bergantung kepada: 1. Sesuai dengan metode matematik yang digunakan.Langsung. 4. Dapat sebagai asurnsi untuk mempelajari variabel dalam melakukan interpretasi. 3. Pada kegiatan penambangan. a) Planimeter Minimal dilakukan 2 kali dengan arah yang berlawanan dan hasil pembacaan yang dapat diterima bila variasi pembacaan di bawah. penampang. Kebenaran dan kelengkapan pengetahuart dari geologist dalam mempelajari endapan mineral. yaitu. Luas Meliputi luas vertikal maupun horisontal dan pengukuran luas dapat dilakukan secara langsung maupun tak langsung: . atau logging. pengukuran langsung. parting. Tebal Ketebalan dapat diukur antara lain dari data pemboran. 3. 2.

Metode aritmatik sederhana atau rata-rata perhitungan. bujur sangkar. korelasi adalah proses yang sangat penting dalam penentuan luas sebaran batubara. dan trapesium.Tidak langsung Dihitung dari data survai.yaitu dengan anggapan seluruh blok mempunyai faktor luas. b)Template • po!a bujursangkar. ketebalan dan SG (specific gravity) yang sama. Kadar . . misal dengan metoda koordinat. setiap bujursangkar mempunyai nilai satuan luas tertentu. Di dalam perhitungan cadangan dipergunakan perhitungan kadar rata-rata dari endapan mineral dan hasil perhitungan rata-rata yang diperoleh dibandingkan dengan cut offgrade yang berlaku. Penentuan kadar suatu endapan mineral merupakan kegiatan yang kritis dan penting. • pola garis sejajar. c) Perhitungan geometri Bentuk-bentuk tidak beraturan dibagi menjadi beberapa bentuk geometri sederhana. yaitu dengan anggapan seluruh . persegi empat. . Pada batubara. Untuk menghitung kadar rata-rata endapan mineral. nnemerlukan beberapa pertimbangan pembobotan. setiap titik merupakan pusat dari suatu luasan tertentu yang sama Jaraknya. sehingga memerlukan banyak pertimbangan karena kandungan kadar suatu endapan mineral tidak selalu sama. • pola titik. . misal segitiga.antara lain: . 3.Pembobotan tebal (rata-rata ketebalan). merupakan ukuran luas yang sama dari garisgaris sejajar yang dibandingkan dengan skala.rata.

Oleh karena itu.Pembobotan volume (rata-rata volume). Hal ini didasarkan oleh faktor struktur geologi. perhitungan volume dan perubahan dari volume ke tonase dengan memperhatikan SG-nya perlu mendapat perhatian. . nilai ekonomi. yaitu dengan anggapan seluruh blok mempunyai faktor ketebalan dan SG yang tetap tetapi faktor luas yang berbeda. blok mempunyai faktor luas dan SG yang sama. Pada prinsipnya. Oleh karena itu. yaitu dengan anggapan bahwa kadar dan SG pada suatu blok berbeda. dan mudah dilakukan cek ulang Perbedaan dari berbagai metoda perhitungan cadangan biasanya dibedakan menurut penentuan perhitungannya yang dipisahkan menjadi bagian-bagian atau blok. 4. . kedalaman. sistem eksplorasi. kadar. metode perhitungan cadangan harus dapat menghitung dengan cepat.. ME TODA PERHITUNGAN CADANGAN Telah banyak dikernukakan mengenai berbagai metoda perhitungan cadangan dan kalaupun ada perbedaan hanya berupa sedikit modifikasi dari sesuatu yang sangat urnum.Pembobotan tonase (rata-rata berat). . Perhitungan faktor-faktor berat tersebut diatas dapat ditentukan dari hasil analisa di laboratorium atau dari penambangan percobaan. ketebalan. dalam pemilihan metode tergantung pada kondisi geologi endapan mineral.Pembobotan luas (rata-rata luas). Berat Berat dalam setiap satuan volume suatu endapan mineral banyak digunakan dalam perhitungan cadangan. dan lapisan penutup. Batas blok geologi terutama berdasarkan pada prinsip-prinsip geologi yaitu: . dimana blok geologi digambarkan pada sebuah peta dari hasil interpretesi data eksplorasi. dan faktor ekonomi.. dipercaya. Metode Geological Blocks Metoda ini telah lama dikembangkan oleh para ahli. yaitu dengan anggapan seluruh blok mempunyai faktor SG yang sama. penambangan.

. . yaitu: . Metode cross section atau geological section Metode ini membagi tubuh endapan ke dalam blok-blok dengan konstruksi penampang geologi pada interval-interval sepanjang garis melintang atau paaa level yang berbeda sesuai kerja eksplorasi .membagi ke dalam blok-blok geologi. kedalaman. .dengan memperhatikan faktor SG. dan kerapatan data. kemudian tentukan volumenya. metoda penambangan yang akan ditetapkan. Interval penampang dapat sama atau bervariasi sesuai dengan keadaan geologi dari persyaratan penambangan.batas sebaran alamiah seperti sesar dan singkapan endapan mineral di permukaan. pelapukan atau oksidasi. Prosedur metode ini relatif sederhana. Meskipun ketepatan perhitungan cadangan tergantung pada jenis endapan mineral.variasi ketebalan atau kadar.embatasi sebaran endapan mineral. . Metode blok geologi banyak dipakai karena dapat diterapkan pada berbagai jenis endapan mineral dan pada bermacam sistem eksplorasi yang sedang dilaksanakan. . jumlah blok. . maka dapat ditentukan beratnya.m. Gabungan metode ini dengan metode cross section sering digunakan untuk perhitungan cadangan. dan batas konsesi administratif.diukur luas area setiap blok dan dikoreksi faktor kesalahan pengukuran.dihitung nilai rata-rata ketebalan. ..dapat pula ditambahkan pertimbangan faktor morfologi. tetapi faktor subyektif geologist (personal interpretation) lebih berperan dibandingkan dengan pengamatan obyektif kondisi geologi maupun hasil pengambilan contoh. kemungkinan pemanfaatan.

tidak sejajar.Berdasarkan pada cara konstruksi blok. Setiap blok bagian dalam dibatasi oleh dua penampang dan batas samping yang tidak beraturan. masih memerlukan suatu perencanaan yang tepat serta penampang memanjang karena belum memberikan gambaran bentuk tubuh endapan mineral serta perubahan variabel pada masing-masing blok. caranya: . Metode ini merupakan pilihan yang tepat untuk endapan mineral ysng seragam. Penampang dapat sejajar. prosedurnya cepat. tetapi menuntut analisa bentuk dan ukuran penampang guna menentukan rumus yang tepat. Keuntungan metode cross section dapat menggambarkan keadaan geologi endapan mineral. Metode standard (a gradual change method) Berdasarkan pada kaidah perubahan berangsur. perbedaannya dengan metode blok geologi adalah jika faktor geometrik blok tidak diperhitungkan Metode ini lebih didasarkan pada anggapan teoritis daripada pertimbangan geologi maupun penambangannya. panjang yang sama dengan jarak setengah dengan bagian yang berdampingan.horisontal atau miring. Metode ini cocok untuk perhitungan cadangan pada endapan placer. 2. Setiap blok dibatasi oleh satu penampang dan mempunyai. Pada bagian tepi blok terdiri dari satu penampang dengan Batas samping yang tidak rata. . Oleh karena itu. dan sederhana. Metode linier (a step change) Berdasarkan kaidah titik-titik terdekat.Batas perluasan tiap lubang bor adalah setengah jaraknya diantara garis vang menghubungkan dua lubang bor terdekat. Metode ini disebut juga metode area of influence. maka ada 2 modifikasi metode cross section. yaitu 1. . vertikal. sering pula pada endapan yang berbentuk perlapisan atau endapan placer. Metode polygon Metode ini menggunakan bentuk prisma poligon .

dan berat dipertimbangkan secara konstan pada tiap-tiap blok dengan sistem eksplorasi pola grid. fosfat.Selanjutnya masing-masing cadangan dalam poligon dapat ditentukan . metode geostatistik. Dalam penerapannya faktor-faktor kadar. Oleh karena itu. tebal. dalam dunia pertambangari yang di tambang biasanya adalah cadangan yang berkadar tinggi dengan luas poligon yang tertentu (dibatasi). metode . Keuntungannya: . endapan placer. dan sectional). Kelemahannya . Kesalahan akan menjadi sangat besar bila metode ini diterapkan secara tidak hati-hati. mangan. vein yang tebal.mudah diterapkan dan mudah dikomunikasikan serta dipahami. .ini sering menghasilkan kesalahan perkiraan. .penafsiran geologi. . dan metode pembobotan jarak (distance weighting methods). . dan stock. EVALUASI METODE PERHITUNGAN CADANGAN KLASIK Secara garis besar metode perhitungan cadangan dapat dibagi menjadi metode klasik (metode geometris. Penerapan terbaik metode poligon apabila digunakan untuk perhitungan cadangan endapan mineral yang tabular.tonasenya.penetapan daerah pengaruh dari suatu contoh.pembobotan assay berdasarkan luas atau volume.dapat disesuaikan dengan mudah. misal batubara.penambangan cadangan dengan kadar tinggi. .Masing-masing luas poligon ditentukan oleh kadar dan tebal dari lubang bor disamping-sampingnya dalam satu poligon.Bila diinginkan kadar yang tinggi pada volume yang besar. Perhitungan. . . poligon. Pembahasan di atas termasuk ke dalam kategori perhitungan cadangan klasik yang merupakan metode tertua dan umum digunakan di dalam industri pertambangan yang melibatkan faktor: . lensa berukuran besar.mudah diterapkan pada semua jenis endapan mineral.

hasil optimal perhitungan matematis bisa didapat. tetapi kandungan bijih tidak berubah .Konsep pemulusan dapat salah. 11. sehingga pembuatan model berdasarkan data ini masih menjadi persoalan bagi ahli geologi eksplorasi dan ahli pertambangan. Perhitungannya jauh lebih rumit dibanding metode klasik.pembuatan variogram.Metode geostatistik tidak menentukan adanya logam. .2Metodegeostatistik Merupakan suatu metode pemulusan yang melibatkan langkah-langkah sebagai berikut. Kontak geologi memainkan peranan penting. data yang tersedia untuk membuat variogram terbatas dan hampir tidak mungkin untuk dibuatkan variogram yang baik Dalam semua kasus hanya pure nugget effect yang dihasilkan (karena kurangnya data dari pemboran). .6. . Untuk jenis endapan tertentu seperti tembaga porfir yang terpencar-pencar.penggunaan variogram untuk menentukan search area penentuan kadar Keuntungan: Secara teontis. ..diasumsikan bahwa kandungan dalam suatu poligon adalah konstan. Untuk endapan mineral seperti ini ada area yang kadarnya tinggi dan rendah. pemilihan model untuk variogram tersebut. . sebab ada beberapa endapan mineral yang pemulusannya dapat merugikan. maka asunisi ini tidak benar dan bukan merupakan bentuk penaksiran lokal terbaik. . . karena itu perlu ditangani secara khusus.Pada tahap studi kelayakan. tetapi hanya mengalokasikan kembali endapan bijih dengan memperkecil batas kadar yang layak untuk ditambang. Kelemahan: ..Penentuan bobot (weighting) berdasarkan luas areal atau volume tidak eksak dan secara matematis tidak optimal.

(d) tebal.Ketebalan lapisan batubara : (a) sangat tipis. (b) tipis. (c) lapisan miring. kemiringannya berkisar 25º – 45º. 3. 2. bila kemiringannya < 25º. (e) sangat tebal.Pola kedudukan lapisan batubara atau sebarannya : (a) teratur (b) tidak teratur 4.Metode pembobotan jarak Keuntungan: Cepet dan mudah diterapkan dengan menggunakan komputer Parameter geometri lapisan batubara Menurut Jeremic (1985). 0.5 m. parameter geometri lapisan batubara berdasarkan hubungan dengan dapatnya suatu lapisan batubara ditambang dan kestabilan lapisannya meliputi : 1.5 m. (c) sedang.5 m. (e) vertikal 3. 1.5-1.5-3. >25 m. kemiringannya berkisar 45º – 75º .5-25 m. (d) lapisan miring curam. apabila tebalnya < 0.Kemenerusan lapisan batubara : (a) ratusan meter (b) ribuan meter 5-10 km dan (c) menerus sampai lebih dari 200 km .Kemiringan lapisan batubara : (a) lapisan horizontal (b) lapisan landai.

57 dan 1. bagaimanapun. Sesuai dengan harga untuk yang tambang emas adalah 1. Literatur ini berisi banyak sekali studi yang membandingkan endapan sebelum pengembangan dengan produksi nyata ( e.88 kali yang mula-mula memperkirakan unit metal sehubungan dengan sebelum produksi cadangan.Blackwell dan Johnson. Di dalam mempelajari ini.9. Manns dan Ellingam.373) di utara Bukit Generator menyimpan emas di Jerritt jurang yang curam Daerah Nevada. Bryan. staff tambang merasa bangga akan fakta bahwa ketika operasi diproduksi lebih banyak logam dibandingkan dengan peramalan.75 kali tonase yang diperkirakan dan 1. bahwa pada setiap kejadian ini.g. bukannya kepada teknik komputerisasi yang dipekerjakan di dalam proses penilaian cadangan. melainkan.1986. model blok poligon nampak meremehkan tonase ditambang oleh 14. Birak. 1986.SPECIAL Vol. yang spesifik dilaporkan oleh Birak (1992. dan diskusi ttg pokok ini lebih lanjut adalah di luar lingkup dari teks ini. dan 11 dan 8 untuk yang sukses. yang dalam kebanyakan kejadian hasil yang ada nyata di bawah harapan asli. p. Bagian B. Dalam Kejadian ini. 1992. tetapi adalah. dan bahwa fakta ini biasanya berkaitan dengan suatu kegagalan untuk mengantisipasi kompleksitas pada tubuh endapan.08 untuk semakin sedikit yang sukses. walaupun cadangan yang dimasalahkan dengan jelas tidak ekonomis suatu situasi yang nampak terutama lazim dengan kejadian emas kecil. Suatu contoh terakhir. Jika tambang yang diproduksi.. Tujuan dari bab ini bukanlah untuk menyajikan suatu daftar terperinci cerita kengerian. kita sudah menekankan fakta bahwa sangat sedikit tambang yang beroperasi persis seperti peramalan. Suatu studi oleh Grenier (1964) yang disimpulkan bahwa logam yang bernilai tambang yang rendah ditinjau diproduksi 3. dan 2) Kemajuan di dalam teknologi dan kemampuan komputer Hal itu telah menyampaikan kepada kita bahwa pada suatu kesempatan. harga menunjukkan bahwa produksi dari unit metal tambahan yang diperlukan pekerjaan tambang suatu tonase yang tidak sebanding. 1991. dan untuk menaksirkan terlalu tinggi nilai / kelas dengan 9.BAB X TEORI vs KENYATAAN Sepanjang yang sudah ada. et al. (termasuk pemahaman dasar geologi dari endapan). Ada suatu istilah hukum untuk tindakan semacam ini (penipuan). suatu hak milik dibawa ke dalam produksi yang sederhana sebab perusahaan yang dilibatkan tertarik untuk menjadi suatu produsen aktif. Clow. 1 .4 persen.9 persen. 198. untuk meringkas beberapa pengamatan umum yang dapat digambarkan dari literatur itu. 1992). Catatan. CIM. Mason (1993) telah mengusulkan bahwa ada dua pertimbangan utama yang menyebabkan kesalahan perkiraan cadangan yaitu: 1) Suatu ketiadaan geologi tambang yang terperinci.

penempatan dan bentuk tubuh endapan itu. tahun operasi tambahan pada umumnya tidak mengganti kerugian untuk semua musim gugur yang singkat menurut golongan sepanjang awal tahun. atau mungkin berkaitan dengan kesalahan geologi dasar yang diuraikan oleh Nobel ( 1992b-figure IV-1). karakteristik yang berhubungan dengan metalurgi. pendapat kami. cadangan sebagian besar dihabiskan karena tiga peraturan yang dibahas. seperti tambang yang diuraikan oleh Manns dan Ellingham (1992). Walaupun kejadian dari analisa statistik geologi bukan berarti yang mendorong ke arah perkiraan cadangan tidak berarti terjadi. dua permasalahan ini dapat mendorong kearah jumlah yang pasti dari penggantian pengurangan dan bersesuaian di dalam nilai / kelas material yang benar-benar ditambang. Pada saat itu masalah dikenali dan peralatan tambahan yang perlu dipasang. cadangannya cukup besar untuk membenarkan konversi. Dalam kaitan dengan faktor nilai yang hadir. atau ukuran. lalu tidak menguntungkan seperti yang diharapkan. di dalam kejadian ini. tetapi perlindungan suatu area permukaan jauh lebih besar dibanding yang 2 . Kejadian yang tidak menguntungkan ketika. kesalahan kecil di dalam tujuan. dan King ( 1986-Figure X-1). 110 persen yang diramalkan dari 150 persen tonase yang diramalkan. walaupun secara ekonomis serius. Perwujudan bahwa karakteristik berhubungan dengan metalurgi Dari Groveland orebody dengan mantap berbeda dibanding mereka yang dari endapan yang diuji di dalam pabrik-panduan memerlukan modifikasi utama di dalam sirkit penggilingan yang diinstall. Bersama . Sebagai tambahan.katakan. ini berarti endapan lebih rendah tingkatannya dari yang diharapkan dan tidak adanya faktor operasional lain. cadangan terlalu kecil untuk mengatasi efek pemasangan dari suatu penanganan endapan yang tidak sesuai atau suatu metoda tambang tidak sesuai. di dalam banyak kejadian. Masalahnya mungkin sesederhana ketidak-mampuan untuk mengenali selama penambangan (dan mungkin tak menentu) menghubungkan antar endapan dan barang sisa.Sama. ketika kita dapat mengindikasikan pada diskusi ini. dibandingkan dari manapun kegagalan dalam perhitungan pada proses penilaian. Masalah geologi ini diperburuk oleh ketidak-mampuan dari operasi penambangan yang tepat mengikuti kontak yang benar antara endapan dan barang sisa. King (1986) mendiskusikan suatu situasi serupa pada Woodlawn. tidak mungkin sama karena malapetaka seperti kesalahan pada densitas. Yang kebetulan. hampir bertentangan dengan dunia antara perkiraan dan nilai-nilai yang pertama pada ketidak-mampuan ketelitian geologi menggambarkan kontak antara daerah mineral yang berbeda di dalam endapan (terutama kontak antara endapan dan barang sisa). tetapi proyeksi keuangan yang asli sungguhsungguh tidak dapat disadari. di mana kontak antara barang sisa dan endapan tidak hanya tak menentu.

Seperti ditunjukkan lebih awal. kebanyakan tambang yang mengecewakan atau sudah gagal oleh karena permasalahan cadangan sudah melewati tahap masuk pengembangan mereka". beberapa pencampuran barang sisa dan endapan hampir tak bisa diacuhkan ketika penambang pada kontak. pengamatannya menyangkut isu sampai sekarang bahwa kita mengingat pentingnya penilaian cadangan endapan. penarikan contoh dan pengeboran dangkal sangat dibutuhkan / harus ada. dan untuk kalkulasi variograms dapat digunakan untuk proyeksi data yang dipercaya selain dari arah lubang yang dibawah. mereka meringkaskan dibawah dengan ijinnya.pemboran dan atau sampel.. 1992). Tanpa data seperti itu. "Walaupun sekali-kali ada. Hahn sebagai bagian dari kursus singkat yang disampaikan di Denver pada April.contoh yang klasik dari analisa matematik yang klasik yang melebihi mutu dari database utama (Tompson. menyajikan operator Cactus Gold Mine. Dan sebaliknya.diharapkan. dengan jarak lubang tidak lebih besar dari ½ lubang peledakan yang diusulkan atau jarak produksi sampel akan memecahkan banyak ketidak tentuan geologi yang sebelumnya dibahas. mineral dan / atau kontak ekonomi. dan jumlah sisa endapan ( kedua-duanya penggantian dan retakan) akan jadi seimbang pada permukaan kontak itu. dan dengan itu Hecla Mining Co. Dengan kondisi menyesal. Komunikasi Pribadi). penambangan yang paling berhasil terbukti oleh akumulasi yang diwakili jenis . 1993. jawaban nampak jelas .cakupan data dikerjakan pada tingkat pengeboran lubang jarak dekat atau dari contoh lubang yang terbesar atau pekerjaan bawah tanah. Sayangnya. kedua-duanya untuk pembuktian bahwa deposit yang dimasalahkan adalah sama seperti diasumsikan. pemilihan pengeboran yang terpola pada daerah yang kecil. seperti di tambang orostar (Manns dan Ellingham. kesalahan di dalam penjelasan atau pada kontak endapan/sisa tidak bisa diperdaya oleh perhitungan yang baik atau teknik statistik yang berlaku untuk ruang contoh yang luas.Ca Mines antara 1986-91 diperkenalkan oleh A. 1992). dan didalam pendapat kami" keberuntungan" perkecualian. Kecuali jika kontak ditandai oleh suatu batas struktural atau parting. Cadangan Winkler pada Cactus adalah satu dari beberapa sekumpulan gunung perak dan emas yang tersimpan di dalam pertengahan Area selatan 3 . syarat studi simulasi akan menerangkan permasalahan yang dapat muncul dengan pendalaman keduanya dan penggantian jelas tidak mungkin Kita tentu saja sadar akan batasan anggaran dan waktu yang dikenakan oleh manajemen senior pada kebanyakan merancang pengembangan. Suatu tonggak rekonsiliasi pertambangan yang sempurna menyangkut situasi di Cactus Gold Mine yang dioperasikan oleh Co. Seperti ditunjukkan oleh Parker ( 1994. Sebagai tambahan terhadap data pada kesinambungan geologi.

2) Pengurangan datang terutama dari lempung-pengayaan zona alterasi melingkupi tingkatan tertinggi mineralisasi. memproses biaya-biaya meningkat dengan $ 650. dan biaya modal meningkat dengan $ 750. Sumber daya Winkler mula-mula diperkirakan berisi 100.000 ton mineralisasi yang menilai 0. 100.000 ons) dan total tonase yang bergerak ( 1. 2) Dalam kaitan dengan perubahan operasional. bagaimanapun.000 ons emas. Pada awal diskusi ini. Sebagai hasilnya. Sungguh sial. untuk memperluas. hasil ekonomi jatuh pendek / singkat merosot tajam.400.California. tidak ada usaha pada pemilihan penambangan. sukar untuk mencapai suatu laba dengan perlakukan material dengan nilai nol. Walaupun total produksi ( 34. dan memproses bijih dengan cara meluluhkan tumpukan untuk menghasilkan 34. menginstal peralatan. biayabiaya Administratif Dan umum meningkat dengan $ 1. ditemukan bahwa suatu model blok menyangkut deposit yang menggunakan suatu penggalan 0. Sebagai hasilnya. Sebagai tambahan terhadap efek yang jelas nyata pada nilai / kelas.375.4 oz/t emas. mengharuskan pemasangan dalam mengelompokkan peralatan dan perihal -mengidentifikasi tonase. kemampuan tambang geologi dari cadangan tidaklah cukup ditinjau. Material ini sangat mempengaruhi permeabilitas air atau gas yang menumpuk.000.300. Di dalam contoh ini. pertentangan sebelum pajak pada figur laba terutama semata dalam kaitan dengan: 1) Penambahan 9 bulan operasi diperlukan untuk memperoleh surat ijin yang diperlukan. suatu studi kelayakan menunjukkan bahwa cadangan yang bermutu tinggi ini akan menyediakan suatu imbalan keuangan memuaskan. melepaskan bantalan yang terlalu kecil dan harus diperbesar dan yang diijinkan. meluluhkan kolam solusi dan bantalan. kita menekankan fakta bahwa tujuan latihan pekerjaan tambang manapun akan mencari uang.000.000.000 Bila melihat peristiwa lalu. Seperti di dalam Tabel X-A. dan suatu rencana tambang dikembangkan dengan besar yang diharapkan itu menambang pada bagian terbesar 20 foot.02 oz/ton dan 20' x 20' x 20' unit sel utama akan dibuat dengan teliti untuk meramalkan tonase dan nilai 4 .000 ton bijih dan 1.000 ton) sama dengan figur peramalan. pelemahan yang ditambahkan mempunyai dua efek penting pada operasi fisik: 1) Selama diperlukan untuk memberlakukan tonase 2x dari mula-mula.000 ton barang sisa dengan metoda membuka lubang kecil dengan sembilan bulan periode. dan pajak kekayaan lokal meningkat dengan $ 150. pengelompokan yang perlu dan sebelum proces bijih [yang] pada awalnya menambang. terjadi didalam suatu badan garis tajam yang ditunjukkan pada Gambar X-2A. Rencana beroperasi yang diimpikan meliputi pekerjaan tambang 100.000 ton barang sisa dengan pentingnya nilai nol diambil bersama-sama dengan endapan ( Tabel X-A).

Di dalam ringkasan suatu studi dari North American Gold kegagalan penambangan (digambarkan sebagai proyek [yang] mau tidak mau berpendapat memulihkan modal yang aslinya dari harga sekarang). dengan hasil bahwa pekerjaan tambang yang selektif diperlukan untuk mencapai kualitas yang diharapkan oleh geolog tidak sesuai dengan perencanaan operasi. pekerjaan test yang berhubungan dengan metalurgi yang di atasnya disain yang asli didasarkan sunggung sungguh-sungguh melalaikan untuk mempertimbangkan dampak yang mungkin tentang pelemahan ini yang karakteristik fisik menyangkut material yang akan benar-benar diperlakukan. situasi ini adalah suatu konsekwensi menyangkut fakta bahwa tonase yang kecil dari tingkatan tinggi endapan di dalam blok ditentukan dapat mendukung jumlah sebesar nol . Di dalam kejadian ini. Kingston) 3) Ketiadaan pengetahuan pekerjaan tambang Tidak memahami kelemahan yang ada dalam pekerjaan tambang. Skukum. Los Lilenas) 5 . dan penambangan oleh karena itu sangat penting mengikuti garis besar dari yang menghalangi dalam perkiraan. terutama membatasi urat dan endapan placer (misal: Kettle River. Johnny Mountain. Premier. ada suatu kegagalan komunikasi antara perencana yang utama dan geologis yang bertanggung jawab untuk perkiraan cadangan. ukuran blok dari model cadangan adalah serupa ukuran dari lubang peledakan yang menghalangi itu digunakan sebagai kendali tambang. Ketza River. Sebagai tambahan. Mt. Tartan Lake. Pada bagian.nilai material sebelum rata-rata jatuh hingga terpotong. McCabe. Bagaimanapun. Sebagai tambahan.dari material yang benar-benar ditambang (menggambarkan X-2B). Tartan Lake. operasi dengan jelas [yang] lebih terkait dengan 100 persen yang menyangkut endapan dibanding dengan efek pelemahan penggantian atau overbreak. Harquail (1991) menujukan mayoritas yang luas (70 persen) tentang kegagalan penilaian cadangan endapan sendiri bisa dihubungkan dengan tiga faktor berikut: 1) Kesalahan Dasar Menggunakan berat jenis yang salah (Ketza Mine-Canamax Source) Menggunakan batasan-batasan yang salah (Yuba American Gold) 2) Sampling tidak pantas atau tidak cukup Jarak pengeboran yang lebar mendorong ke arah penafsiran suatu endapan yang kenyataannya adalah tidak menerus (Cullaton LakeCampbell Resources) Pengeboran yang terkontaminasi menghasilkan sirkulasi kebalikan mengebor di bawah permukaan air di bawah tanah (Cove Mine-Echo Bay) Tidak memenuhi syarat saluran atau serbuk sampling batubara (Magnacon Mine-Flanagan McAdam) Pemotongan salah satu factor yang salah untuk perlakukan cadangan dengan suatu bongkah emas yang berefek kuat (misal: Mascot. Puffy Lake.

( 1982. hampir pasti untuk melewatkan corak yang sesudah itu menjadi kritis kepada evaluasi itu. 281): "pekerjaan geologi yang sesuai memerlukan suatu kesadaran yang tajam dan kemampuan untuk mengantisipasi kebutuhan ahli geoteknik . meskipun begitu dapat digunakan untuk hampir semua proyek juga: Temukan beberapa endapan (Sedikitnya sebanyak tiga proyek gagal sebab tumpukan dibangun dengan material yang bukanlah endapan walau pada proyek dengan biaya produksi) Evaluasi Geologi yang berhubungan dengan metalurgi Melaksanakan Test Laboratorium Melaksanakan suatu Bidang Test Menyediakan uang dan waktu cukup untuk produksi Seperti Ketika diringkas oleh Ranta ( 1992. orang lain yang telah tersebut di dalam diskusi ini." 6 . Suatu studi agak serupa sekitar 22 tumpukan melepaskan operasi (Kapp. membisikkan usul berikut. ahli pertambangan." Statemen yang sama menerap didalam kebalikan adalah sangat mendesak bahwa bagian yang lain dilibatkan di (dalam) evaluasi komunikasi perhatian mereka kepada staff yang berhubungan geologi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan merekam data dasar [itu].13): "itu menjadi faktor geologi yang telah mengesankan dirinya sendiri pada kita bahwa semakin banyak sebagai hal yang kekurangan kunci di mana kelemahan serius dalam penilaian cadangan bijih sudah nampak. Sangat sedikit geologis. Terlalu banyak explorasi geologi yang hanya mempunyai sedikit atau tidak mempunyai pengalaman operasi.Meremehkan biaya-biaya pekerjaan tambang dan karenanya menggunakan terlalu rendah suatu penggalan untuk endapan ( misal: Colamac. yang walaupun mengarah secara rinci pada tumpukan yang melepaskan proyek. Contoh yang diberikan diambil secara langsung dari Harquail studi. Montana Tunnels) Catatan pada item kedua bagaimanapun juga berhubungan dengan teknik perhitungan yang digunakan di dalam memproses penilaian cadangan.1979). ahli logam dan spesialis lain. dan kecuali jika dibuat sadar akan perhatian operasional. Kita menutup lagi dengan tanda kutip dari King et al. dan yakin banyak orang lain yang ada bersedia untuk pemasukan pada daftar. p. ahli logam atau insinyur adalah peramal. p. hidrologi.

Rancangan SNI : Klasifikasi Sumber Daya dan Cadangan Batubara-BSN 1997 Latar Belakang Batu bara merupakan bahan galian yang strategis dan salah satu bahan baku energi nasional yang mempunyai nilai ekonomi yang penting. terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami kompaksi.1 Endapan batu bara (Coal deposit) adalah batuan yang dapat terbakar. 4. Dengan demikian.2 Sumber daya batu bara (Coal resources) adalah endapan batu bara yang diharapkan dapat dimanfaatkan. Cara penggolongan sumber daya dan cadangan batu bara di Indonesia masih beragam sehingga dirasakan perlu untuk membuat suatu standar yang dapat digunakan sebagai pedoman di dalam pengklasifikasian sumber daya dan cadangan batu bara Indonesia. Informasi mengenai sumber daya dan cadangan batu bara menjadi hal yang mendasar di dalam merencanakan strategi kebijaksanaan energi nasional.1 Umum 4. seperti pada sektor industri dan pembangkit tenaga listrik.1. kandungan bahan organiknya lebih dari 50% atau volume bahan organik tersebut termasuk kandungan lengas bawaan (inherent moisture) lebih dari 70%. 3 Definisi Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara adalah upaya pengelompokan sumber daya dan cadangan Batu bara berdasarkan keyakinan geologi dan kelayakan ekonomi. Sumber daya batu bara ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila memenuhi kriteria layak ekonomi. . Dewasa ini pemerintah tengah meningkatkan pemanfaatan batu bara baik sebagai energi alternatif untuk keperluan domestik. 4 Istilah dan Pengertian 4. Sejalan dengan itu. yang berat. ubahan kimia dan proses metamorfosis oleh panas dan tekanan selama waktu geologi. standar ini diharapkan dapat menghindari kerancuan dalam menafsirkan berbagai istilah dan pengertian yang berkenaan dengan sumber daya dan cadangan batu bara Indonesia. maupun untuk ekspor. pemerintah telah melibatkan pihak swasta dalam pengusahaan pengembangan batu bara.1.

1. . relatif tahan terhadap kerusakan fisik pada saat penanganan (coal handling).6 Ketebalan lapisan Batu bara (Seam thickness) adalah jarak terpendek antara atap dan lantai lapisan batu bara yang diukur pada singkapan batu bara (surface outcrop). korelasi lapisan batu bara. umumnya struktur kayu tidak tampak lagi.4. Informasi pada kajian ini meliputi angka cadangan yang didasarkan.7 Batu bara cokelat (Brown coal) adalah jenis batu bara yang paling rendah peringkatnya. Nilai kalorinya < 5700 kalori/gram (dry mineral matter free). tidak mudah diremas. terdiri atas sub lapisan yang mempunyai karakteristik masing-masing dan kadang-kadang dipisahkan oleh lapisan pengotor (rock/dirt partings) dengan ketebalan yang bervariasi. Nilai kalorinya > 5700 kalori/gram (dry mineral matter free). 4. struktur. lubang bor (borehole) dan pengamatan pada tambang dalam aktif (working underground mining). bersifat lunak. penambangan. mengandung kadar air yang tinggi (1070%). kebijakan pemerintah. meskipun tidak selalu.1.3 Cadangan Batu bara (Coal reserves) adalah bagian dari sumber daya batu bara yang telah diketahui dimensi. uji model teknologi. 4. dan kualitasnya. pemasaran. mudah diremas. sebaran. lingkungan dan sosial.1. Anggaran biaya harus akurat dan berdasar serta tidak diperlukan lagi penyelidikan lanjutan untuk membuat keputusan investasi. peraturan/perundanganundangan. Lapisan batu bara seringkali.4 Keyakinan geologi (Geological assurance) adalah tingkat kepercayaan tentang keberadaan batu bara yang ditentukan oleh tingkat kerapatan titik informasi geologi yang meliputi : ketebalan. bentuk. mengandung kadar air yang relatif rendah. dan perhitungan biaya operasionil. pada hasil eksplorasi pendahuluan dan rinci. kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan tingkat penyelidikan. kompak.1. terdiri atas batu bara cokelat lunak (soft brown coal) dan Batu bara lignitik atau batu bara cokelat keras (lignitic atau hard brown coal) yang memperlihatkan struktur kayu.1. sebaran kuantitas.8 Batu bara keras (Hard coal) adalah semua jenis batu bara yang peringkatnya lebih tinggi dari brown coal. ketebalan tanah penutup. 4.5 Kajian kelayakan (Feasibility study) adalah kajian rinci yang bersifat teknis dan ekonomis dari suatu rencana proyek penambangan yang hasil kajian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan keputusan investasi dan sebagai dokumen yang mempunyai nilai komersial (bankable document) untuk pendanaan proyek. yang pada saat kajian kelayakan dinyatakan ekonomis untuk ditambang. 4. pengolahan. Kajian ini meliputi seluruh faktor ekonomi.1. bersifat lebih keras. kemiringan lapisan. 4.

Pengkajian awal geoteknik dan geohidrologi mulai dapat dilakukan. Kegiatan yang dilakukan antara lain. pengukuran penampang stratigrafi. dan pencontohan yang andal. pemetaan geologi dengan skala minimal 1:10. pemetaan topografi. pemetaan geologi dengan skala minimal 1:50. pembuatan sumuran/paritan uji. seperti penyelidikan geofisika. survei tinjau. kuantitas. bentuk.000. prospeksi. pemboran. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini. serta kualitas suatu endapan batu bara sebagai dasar analisis/kajian kemungkinan dilakukannya investasi. pemboran dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya. pembuatan sumuran.2 Tahap Eksplorasi Eksplorasi batu bara umumnya dilaksanakan melalui empat tahap. sebaran.2.4.2. 4. 4. studi geologi regional. eksplorasi pendahuluan dan eksplorasi rinci.000.000.1 Survei Tinjau (Reconnaissance) Survei tinjau merupakan tahap eksplorasi Batu bara yang paling awal dengan tujuan mengidentifikasi daerah-daerah yang secara geologis mengandung endapan batubara yang berpotensi untuk diselidiki lebih 1anjut serta mengumpulkan informasi tentang kondisi geografi. Kegiatan yang harus dilakukan adalah pemetaan geologi dan topografi dengan skala minimal 1:2. ukuran. Tahap penyelidikan tersebut menentukan tingkat keyakinan geologi dan kelas sumber daya batubara yang dihasilkan. Metode tidak langsung. pemboran uji (scout drilling). penafsiran penginderaan jauh.2. dapat dilaksanakan apabila dianggap perlu. tata guna lahan. pencontohan dan analisis. Kegiatannya. metode tidak langsung lainnya. pembuatan paritan. serta inspeksi lapangan pendahuluan yang menggunakan peta dasar dengan skala sekurang-kurang nya 1:100. antara lain. dan kesampaian daerah. dan . penarnpangan (logging) geofisika. 4.4 Eksplorasi Rinci (Detailed Exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas clan kualitas serta bentuk tiga-dimensi endapan batu bara.000.2 Prospeksi (Prospecting) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk membatasi daerah sebaran endapan yang akan menjadi sasaran eksplorasi selanjutnya.3 Eksplorasi Pendahuluan (Preliminary Exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas serta gambaran awal bentuk tiga-dimensi endapan batu bara.2. keberadaan. 4. di antaranya. Tujuan penyelidikan geologi ini adalah untuk mengidentifikasi keterdapatan.

sedangkan ringkasannya diperlihatkan pada tabel 1. 4. Kelompok ini dicirikan pula oleh kemiringan lapisan dan variasi ketebalan lateral yang sedang serta berkembangnya percabangan lapisan batu bara. Contoh jenis kelompok ini. Kalimantan Timur dan Bengkulu.3. antara lain.3. Pada heberapa tempat intrusi batuan beku mempengaruhi struktur lapisan dan kualitas batubaranya. Ketebalan lapisan.1 Tipe Endapan Batu bara Secara umum endapan batu bara utama di Indonesia terdapat dalam tipe endapan batu bara Ombilin. Sesar dan lipatan tidak banyak. di lapangan Bangko Selatan dan Muara Tiga Besar (Sumatera Selatan). namun sebarannya masih dapat diikuti sampai ratusan meter. Sumatera Selatan. 4. karakteristik geologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama : Kelompok geologi sederhana. penampangan (logging) geofisika. Tipe endapan batu bara tersebut masing-masing memiliki karakteristik tersendiri sebagai cerminan dari sejarah tektonik dan/atau proses sedimentasinya. Uraian tentang batasan umum untuk masingmasing kelompok tersebut beserta tipe lokalitasnya adalah sebagai berikut.1 Kelompok geologi sederhana Endapan batu bara dalam kelompok ini umumnya tidak dipengaruhi ofeh aktivitas tektonik.2 Kelompok Geologi Moderat Keadaan geologi endapan batu bara dalam kelompok ini sampai tingkat tertentu telah mengalami pengaruh deformasi tektonik. Endapan batu bara kelompok ini terdapat antara lain di daerah . Senakin Barat (Kalimantan Selatan). menerus secara lateral sampai ribuan meter.2 Kondisi Geologi Berdasarkan tingkat pengaruh tektonik dan proses sedimentasinya. dan kelompok geologi kornpleks. lipatan. Pada tahap ini perlu dilakukan pencontohan batuan. hampir tidak mempunyai percabangan. batu bara secara lateral dan kualitasnya tidak memperlihatkan variasi yang berarti. dan Cerenti (Riau). pengkajian geohidrologi. dan geoteknik.2. 4.pencontohan yang dilakukan dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya. Lapisan batu bara pada umumnya landai. dan intrusi. batubara dan lainnya yang dipandang perlu sebagai bahan pengkajian lingkungan yang berkaitan denqan rencana kegiatan penambangan 4.3. kelompok geologi moderat.3 Tipe Endapan Batubara dan Kondisi Geologi 4.2.3. beg:tu pula pergeseran dan perlipatan yang diakibatkannya relatif sedang. seperti sesar.

4 Kelas Sumberdaya dan Cadangan 4.4. Pergeseran dan perlipatan yang ditimbulkan oleh aktivitas tektonik menjadikan lapisan batubara sukar dikorelasikan.6 Cadangan Batu bara terbukti (Proved coal reserve).1 Sumber daya Batu bara hipotetik (Hypothetical coal resource) adalah jumlah Batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.Senakin. serta daerah batubara yang mengalami ubahan intrusi batuan beku di Bunian Utara (Sumsel). Suban dan Air Laya (Sumsel). yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap survei tinjau. Belahing dan Upau (Kalimantan Selatan). Petanggis (Kaltim).3 Kelompok Geologi Kompleks 'Keadaan geologi endapan batu bara pada kelompok ini umumnya telah mengalami deformasi tektonik yang intensif. Formasi Warukin. 4. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci.4 Sumber daya Batu bara terukur (Measured coal resource) adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. Perlipatan yang kuat juga mengakibatkan kemiringan lapisan yang terjal. 4.5 Cadangan Batu bara terkira (Probable coal reserve) adalah sumber daya Batu bara tertunjuk dan sebagian sumberdaya batubara terukur. antara lain.4. Endapan batubara dari kelompok ini. 4. Sebaran lapisan batu bara secara lateral terbatas dan hanya dapat diikuti sampai puluhan meter. diketemukan di Ambakiang.4.3 Sumber daya Batu bara tertunjuk (Indicated coal resource) adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksploitasi pendahuluan. Bojongmanik (Jabar). 4. Sawahluhung (Sumatera Barat). Loa Janan-Loa Kulu.3. tetapi berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak. daerah Air Kotok (Bengkulu).2 Sumber daya Batu bara tereka (Inferred coal resource). 4. adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.2.4. 4. . Ninian.4.4. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap prospeksi. adalah sumberdaya batubara terukur yang berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak. Sesar maupun pembalikan (overturned) umum dijumpai dan sifatnya rapat. serta Gunung Batu Besar (Kalsel). 4. Formasi Tanjung (Kalsel).

1 Aspek Geologi Berdasarkan tingkat keyakinan geologi. 5. 6 Persvaratan .2 Aspek Ekonomi Ketebalan minimal lapisan batu bara yang dapat ditambang dan ketebalan maksimal "dirt parting" atau lapisan pengotor yang tidak dapat dipisahkan pada saat ditambang yang menyebabkan kualitas batu baranya menurun karena kandungan abunya meningkat. Tingkat keyakinan geologi tersebut secara kuantitatif dicerminkan oleh jarak titik informasi (singkapan. sumber daya terukur harus mempunyai tingkat keyakinan yang lebih besar dibandingkan dengan sumber daya tertunjuk.Dasar Klasifikasi Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara didasarkan pada tingkat keyakinan geologi dan kajian kelayakan. 5. merupakan beberapa unsur yang terkait dengan aspek ekonomi dan perlu diperhatikan dalam menggolongkan sumber daya batu bara.5. begitu pula sumber daya tertunjuk harus mempunyai tingkat keyakinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber daya tereka. Pengelompokan tersebut mengandung dua aspek yaitu aspek geologi dan aspek ekonomi. sumber daya terukur dan tertunjuk dapat ditingkatkan menjadi cadangan terkira dan terbukti apabila telah memenuhi kriteria layak (tabel 2). lubang bor) dan toleransi kesalahan.

30 7 Pelaporan Supaya data sumber daya dan cadangan dapat dimengerti dengan baik dan mudah oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan ini menggambarkan status terakhir mengenai sumberdaya dan cadangan batu bara secara rinci dan akurat dan disarikan seperti pada tabel 5.40 .6.2 Persyaratan yang Berhubungan dengan Aspek Ekonomi Batu bara jenis Batu bara cokelat (brown coal) menunjukkan kandungan panas yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan batubara jenis batubara keras (hard coal).1 Persyaratan yang Berhubungan dengan Aspek Geologi Persyaratan jarak titik informasi untuk setiap kondisi geologi dan kelas sumber dayanya diperlihatkan pada tabel 3. • Lapisan pengotor (m) < 0. 6.00 Batu Bara Keras (Hard Coal) > 0. karena pada hakikatnya kandungan panas merupakan parameter utama kualitas batubara. perlu adanya sistem pelaporan yang baku. Persyaratan tersebut diperlihatkan pada tabel 4.30 < 0. . persyaratan batas minimal ketebalan batu bara yang dapat ditambang dan batas maksimal lapisan pengotor yang tidak dapat dipisahkan pada saat ditambang untuk batubara jenis batubara cokelat (brown coal) dan batubara jenis batubara keras (hard) akan menunjukan angka yang berbeda. Tabel 4 PERSYARATAN KUANTITAF KETEBALAN BATUBARA DAN LAPISAN PENGOTOR LAPISAN PERINGKAT BATU BARA K E T E B A L A N (m) Batu Bara Cokelat (Brown CoaL) • Lapisan batu bara minimal (m) > 1.

Pengujian kelas sumberdaya dan cadanyan batubara dilakukan terhadap terpenuhinya persyaratan yang telah ditentukan b. Anggota Panitia/lembaga yang ditunjuk terdiri atas para ahli yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.Laporan hasil kegiatan penyelidikan sumber daya dan cadangan batu bara ini disimpan di instansi/lembaga yang ditunjuk 8 Pengujian a. Panitia/lembaga penguji merupakan tim yang dibentuk oleh instansi yang berwenang untuk tujuan itu. .

menjadi pertunjukan berlanjut Zone pengenceran atau berkurang mutu.1. it is important to remember that they can also decrease. . adalah penting untuk ingat bahwa mereka dapat juga ber/kurang.4. DENGAN AREA Table 1 shows estimates of coal resources by island over time. [itu] pengeboran tambahan menunjukkan klem pelipit itu yang sebelumnya dipikirkan untuk. it additional drilling shows that seams that were previously thought to be continuous Shows zones of thinning or of decreased quality.1.4. It can be seen that perceived resources have generally been increasing due to increased exploration. [Itu] dapat dilihat sumber daya [yang] dirasa itu sudah biasanya meningkat(kan) dalam kaitan dengan explorasi ditingkatkan. Tabel 1 perkiraan pertunjukan sumber daya batubara [oleh/dengan] pulau dari waktu ke waktu. Although resource figures can increase due to exploration. BY AREA 9.9.4. COAL RESOURCES 9. BATUBARA SUMBER DAYA 9. Walaupun sumber daya figur dapat meningkat/kan dalam kaitan dengan explorasi.4.

) ( 25 ribu juta) ton [di/yang mana] kurang dari 3 milyar (Am. Sumber daya di (dalam) Sumatera total sekitar 15 milyar (Am. It follows that most of the resources in Sumatera are in the Probable and Possible categories and. Tabel 2 data cadangan pertunjukan dibagi menjadi provinsi dan oleh tingkat kepercayaan di (dalam) keberadaan' sumber daya [itu]. these are dominantly in South and Central Sumatera. The majority of the Sumateran coal resources are in South Sumatera with less than one billion tonnes of resources in Central Sumatera proved tip to a high level of confidence. [Itu] mengikuti bahwa kebanyakan dari sumber daya di . Sumber daya di sebelah kiri' [tabel. again.) ton dibuktikan sampai kepada suatu langkah Tuhan pantas [adalah] penetapan suatu tambang/ranjau/aku.Table 2 shows reserves data divided into provinces and by level of confidence in the existence of' the resources. Bengkulu Province contains a number of important but small mines but does not have a large resource base.) ton sumber daya di (dalam) Sumatera Pusat membuktikan ujung/persenan sangat tingkat kepercayaan. Mayoritas Dari Sumateran batubara sumber daya adalah di (dalam) Selatan Sumatera dengan kurang dari satu milyar (Am. Resources to the left of' the table have a higher confidence associated with their existence than those categories to the right. Resources in Sumatera total about 15 billion (25 thousand million) tonnes of which less than 3 billion tonnes are proved up to a stage suitable lor the establishment of a mine.meja] mempunyai suatu yang lebih tinggi kepercayaan dihubungkan dengan keberadaan mereka dibanding kategori itu di sebelah kanan.

the main areas in terms of' coal resources are in South Kalimantan and East Kalimantan. Dalam kaitan dengan pengeboran luas di (dalam) dan Selatan Timur Kalimantan. Di dalam Kalimantan.ttg] deposito dikenal tetapi tidak boleh secara penuh mencerminkan potensi untuk penemuan [dari. Bengkulu Provinsi berisi sejumlah penting tetapi tambang/ranjau/aku kecil tetapi tidak mempunyai suatu sumber daya dasar besar. Di (dalam) Timur .ttg] deposito baru. Ini mencerminkan explorasi [dari. In East Kalimantan.(dalam) Sumatera adalah di (dalam) kategori [yang] Mungkin dan Yang mungkin dan. sumber daya yang yang didaftarkan jadilah lebih dengan berat dibiaskan kepada potensi Kategori dibanding perihal Sumatera dengan banyak tonase mendaftar untuk kategori [yang] yang lain yang sedang hanya sekitar dua [bagi/kepada] tiga kali mereka yang potensi Kategori. lagi. ini secara dominan di (dalam) Selatan dan Sumatera Pusat. area yang utama dalam kaitan dengan' sumber daya batubara adalah di (dalam) Selatan Kalimantan dan Timur Kalimantan. resources listed are more heavily biased to the Potential category than those of Sumatera with much tonnages listed for the other categories being only about two to three times those in the Potential category. This reflects exploration of known deposits but may not fully reflect the potential for discovery of new deposits. Within Kalimantan.5 billion tonnes. Potential resources are listed as less than I billion tonnes but probable resources exceed 2. Due to extensive drilling in South and East Kalimantan.

Beberapa batubara adalah kehadiran Yang pusat dan Timur Kalimantan tetapi belum secara ekstensif menyelidiki walaupun SDM dan suatu perusahaan pribadi dipahami untuk telah perbuat beberapa explorasi dekat Silantek di (dalam) Barat Kalimantan.) ton. However. Sulawesi has larger resources but exploration there has not been systematic to the same extent as has occurred in Sumatera and Kalimantan. potensi Sumber daya didaftarkan dari [ketika. Jawa has some small coalfields but the total resources are small and coal production from Jawa is never likely to provide more than a small proportion of the demand from that island.seperti] kurang dari aku milyar (Am. it is unlikely that the Irian coalfields will ever rival those of Sumatera or Kalimantan in terms of overall importance. Interest in coals from Irian Jaya has so far been small but there may be potential for larger discoveries. Jawa mempunyai beberapa kecil coalfields tetapi total sumber daya adalah kecil dan produksi batubara dari Jawa tidak pernah mungkin untuk menyediakan lebih dari suatu proporsi [yang] kecil [menyangkut] permintaan dari pulau itu. Sulawesi mempunyai sumber daya lebih besar tetapi explorasi [di/ke] sana belum sistematis kepada luas yang .) ton tetapi sumber daya mungkin melebihi 2.Kalimantan.5 milyar (Am. Some coal is present in Central and East Kalimantan but has not been extensively explored although SDM and a private company are understood to have done some exploration near Silantek in West Kalimantan.

Bagaimanapun. Some data on ash analyses are included in Table 4. BY QUALITY 9.4.2.5% of the estimated resources relatively evenly divided between South and East Kalimantan. in terms of total resources.5% tentang sumber daya yang diperkirakan [yang] secara relatif datar membagi antar[a] dan Selatan Timur Kalimantan.2. Kalimantan menjadi area paling utama yang kedua dengan 27. Tarik akan batubara dari Jaya Irian telah sejauh ini kecil tetapi mungkin ada [yang] potensial untuk penemuan lebih besar.sama [sebagai/ketika] telah terjadi di (dalam) Sumatera dan Kalimantan. Selatan Sumatera menjadi area yang dominan dengan sekitar 72% tentang total sumber daya diperkirakan untuk Indonesia. Kalimantan is the second most important area with 27.4. . dalam kaitan dengan total sumber daya. 9. [itu] tidak mungkin [bahwa/yang] Irian coalfields akan pernah menyaingi perihal Sumatera atau Kalimantan dalam kaitan dengan keseluruhan arti penting. DENGAN MUTU Typical analyses for some of the major coalfields are given in Table 3. South Sumatera is the dominant area with about 72% of the total estimated resources for Indonesia.

Ini boleh memerlukan suatu tinjauan ulang . Banyak dari batubara cenderung akan pembakaran secara spontan dan peningkatan ini [adalah] berbagai kesulitan dihubungkan dengan pengangkutan interlokal atau [gudang/penyimpanan] [yang] jangka panjang [menyangkut] batubara [itu]. It is possible that away from the zone of influence from the intrusions. Terlepas dari dekat penggangguan pada Bukit Asam. Many of the coals are prone to spontaneous combustion and this increases the difficulties associated with long distance transport or long term storage of the coals. Adalah mungkin yang [men]jauh dari zone pengaruh dari penggangguan. sumber daya yang paling besar adalah di (dalam) Selatan Sumatera. Pohon dengan kayu keras menghasilkan dari Selatan [itu] Sumatera batubara adalah moderat ke rendah.Analisa khas untuk sebagian dari yang utama coalfields disampaikan dalam Tabel 3. ranking yang regional boleh membuktikan untuk. most of the coals are low in rank (Figure 15). Ash yields from the South Sumatera coals are moderate to low. As noted above. the largest resources are in South Sumatera. Seperti dicatat di atas. This may require a long term review of the ways in which the South Sumatera coals are used. kebanyakan dari batubara adalah rendah di (dalam) ranking ( Gambar 15).menjadi dengan mantap lebih rendah dari area [yang] sekarang ini pokok pekerjaan tambang besar-besaran. the regional rank may prove to be significantly lower than the areas currently the subject of large scale mining. Apart from near the intrusions at Bukit Asam. Beberapa data pada [atas] pohon dengan kayu keras analisa adalah tercakup di Tabel 4.

An indication of the quality differences close to the intrusions is given by the data in Table 5. Suban mine is close to an intrusion. It is commonly assumed that Airlaya mine is free from the effects of the intrusion but Figure 15 shows that there may still be some effects from intrusions even in this area. . the other samples are taken from areas further away from of the metamorphic halo. Sulphur contents are uniformly low in the South Sumatera coals. Suban tambang/ranjau/aku adalah dekat dengan suatu penggangguan. They appear to have been deposited well away from marine influence. Mereka nampak untuk telah menyimpan baik [men]jauh dari angkatan laut pengaruh. belerang [Muatan/Indeks] yang berpakaian seragam rendah di (dalam) Selatan [itu] Sumatera batubara.[yang] jangka panjang [menyangkut] tatacara di mana Selatan [itu] Sumatera batubara digunakan. contoh yang lain diambil dari area lebih lanjut [men]jauh dari [menyangkut] lingkaran cahaya yang metamorphic. Suatu indikasi [menyangkut] perbedaan mutu dekat dengan penggangguan diberi oleh data di (dalam) Tabel 5. [Itu] biasanya mengira bahwa Airlaya tambang/ranjau/aku bebas dari efek dari penggangguan tetapi Gambar 15 pertunjukan yang [di/ke] sana boleh tetap beberapa efek dari penggangguan bahkan di area ini.

Ombilin batubara adalah di antara batubara ranking yang paling tinggi ditambang di (dalam) jumlah besar di (dalam) Indonesia tetapi masih jatuh masuk ke kategori dalam noncoking. The mineral matter typically occurs as thin dirt bands and as finer disseminations within the coals.The Ombilin coals are amongst the highest rank coals mined in large quantities in Indonesia but still fall into the category of noncoking. [itu] nampak [bahwa/yang] ranking adalah suatu hasil [dari.ttg] coalification regional. Ash yields are typically low although some of the seams contain a number of dirt bands and washing of the coal is desirable to optimise coal quality. it appears that the rank is a result of regional coalification. Sulphur contents are low. Although minor amounts of heat altered coals have been found at Ombilin. batubara bituminus mudah menguap tinggi. Walaupun sejumlah panas [yang] kecil mengubah batubara telah ditemukan pada Ombilin. Washing of some of the Eocene coals is desirable but washability characteristics tend to be moderate. . high volatile bituminous coals. The Eocene coals from Kalimantan have much higher ash yields than most of the Miocene coals although many of them are still moderate to low by World standards. belerang [Muatan/Indeks] rendah. pohon dengan kayu keras Hasil [yang] rendah walaupun beberapa [menyangkut] klem pelipit berisi sejumlah rombongan kotoran dan cucian [menyangkut] batubara adalah diinginkan ke mutu batubara pengoptimalan.

Most of the coals are low in sulphur but some seams contain one or more plies that have moderate to high sulphur contents.E tidak biasa tinggi. Some of these sulphur rich plies are relatively widespread. nilai-nilai. values. Kebanyakan [menyangkut] batubara adalah rendah di (dalam) belerang tetapi beberapa klem pelipit berisi satu atau lebih lapisan yang mempunyai moderat ke [muatan/indeks] belerang tinggi. Ini nampak seperti dalam kaitan dengan suatu angkatan laut incursion sepanjang . yang pemecatan dari batubara. Cucian sebagian dari Eocene batubara adalah diinginkan tetapi washabilas karakteristik [tuju/ cenderung] untuk. Some of the Eocene coals are high in resinite and this results in unusually high S. Sebagian dari Eocene batubara adalah tinggi di (dalam) resinit dan ini mengakibatkan S. mineral Perihal [yang] secara khas terjadi sama rombongan kotoran tipis/encer dan seperti penghamburan pendenda di dalam batubara [itu]. .E.Eocene batubara dari Kalimantan mempunyai pohon dengan kayu keras jauh lebih tinggi menghasilkan dibanding kebanyakan dari Miocene batubara walaupun banyak di antara mereka masih melembutkan ke rendah oleh dunia Standard. This appears to be due to a marine incursion during the the deposition of the coal.menjadi melembutkan. Sebagian dari belerang ini lapisan kaya secara relatif tersebar luas.

Most of the Miocene coals. The Miocene coals typically contain sections with low to very low ash yields. Dari [sebagai/ketika/sebab] batubara ini juga menunjukkan suatu isi belerang [yang] rendah [itu] telah dijual “ Envirocoal".65% menandakan suatu ranking [dari. Adaro in the region of the Upper Barito River consistently shows ash Yields less than 1%.T. Adaro di [dalam] daerah Barito Bagian atas Sungai [yang] secara konsisten menunjukkan pohon dengan kayu keras Hasilkan kurang dari 1%. It Is common for the Miocene coals to be sold unwashed and where washing is undertaken.55% to 0. Miocene batubara [yang] secara khas berisi bagian dengan rendah ke pohon dengan kayu keras sangat rendah menghasilkan. most of the material removed represents roof or floor rocks admixed with the coal as a result of mining. . but lower and higher values occur.The rank of the Eocene coals is uniformly higher than most Indonesian coals with vitrinite reflectances typically in the range 0. As this coal also shows an exceptionally low sulphur content it has been marketed “Envirocoal".55% [bagi/kepada] 0.ttg] batubara bituminus mudah menguap tinggi. that mined by P.65% indicating a rank of high volatile bituminous coal. A problem with washing is the higher moisture levels that result. Satu scam. Ranking Dari Eocene batubara yang lebih tinggi yang berpakaian seragam dibanding paling batubara Indonesia dengan vitrinite faktor refleksi [yang] secara khas di (dalam) cakupan 0. contain ash yields in the range from 2 S%. One scam. however.T. yang [itu] yang ditambang oleh P.

Karena hampir semua batubara menambang. These have produced chars rather than the antracitic coals found in some of the other coalfields. Many of the coals show the effects of igneous intrusions. Adalah Umum untuk Miocene batubara untuk menjual tidak dicuci dan [di mana/jika] cucian dikerjakan. berisi pohon dengan kayu keras menghasilkan di (dalam) cakupan dari 2 S%. The coals from Jawa are moderate to low rank and show a moderate to high ash yield. tetapi yang lebih rendah dan yang lebih tinggi nilai-nilai terjadi. Suatu masalah dengan cucian menjadi yang lebih tinggi embun mengukur hasil itu. kepedulian harus diambil untuk menghindari pembakaran secara spontan [yang] menjadi suatu masalah utama. pembakaran secara spontan Permasalahan terbentang dari rendah untuk melembutkan untuk Miocene batubara frorn Kalimantan.Kebanyakan [menyangkut] Miocene batubara. A small number of the coals are rich in resinte and show anomalously high Specific Energy values. Spontaneous combustion problems range from low to moderate for the Miocene coals frorn Kalimantan. care has to be taken to avoid spontaneous combustion becoming a major problem. For virtually all of the coals mined. . Sejumlah kecil batubara adalah kaya akan resinte dan pertunjukan secara ganjil energi Spesifik tinggi Nilai-Nilai. kebanyakan dari material yang dipindahkan menghadirkan atap atau lantai mengayun-ayun admixed dengan batubara sebagai hasil pekerjaan tambang. bagaimanapun.

Batubara dari Jawa adalah moderat ke ranking rendah dan pertunjukan suatu moderat ke pohon dengan kayu keras tinggi menghasilkan. The regional rank for both the Paleogene and the Neogene coals appears to be bright brown coal or hard lignitic rank. It has been noted in studies of coal type from Sulawesi that these coals to show a much greater range of type compared with coals from Sumatera and Kalimantan. Batubara dari Sulawesi bertukar-tukar dengan jelas/dengan nyata a di (dalam) kekayaan mereka [yang] kebanyakan sebagai hasil kontak di (dalam) trusion. batubara dengan gaya . [Itu] telah dicatat di (dalam) studi batubara mengetik dari Sulawesi yang para batubara ini untuk menunjukkan suatu cakupan jenis [yang] jauh lebih besar bandingkan dengan batubara dari Sumatera dan Kalimantan. Ini sudah memproduksi terbakar/membuat arang dibanding/bukannya batubara yang antracitic menemukan dalam beberapa [menyangkut] yang lain coalfields. coals with sapropelic affinities being more abundant in the suites from Sulawesi. ranking Yang regional untuk kedua-duanya Paleogene dan Neogene batubara nampak seperti batubara cokelat terang/cerdas atau ranking lignitic [sulit/keras]. Penggangguan menaikkan tingkatan ranking [yang] dengan berbagai cara ke ranking anthracitic dan seperti aspal.ttg] penggangguan berapi-api. Intrusions raise the rank levels variously to bituminous and anthracitic rank. Banyak dari batubara menunjukkan efek [dari. The coals from Sulawesi vary markedly in their properties mostly as a result of contact in trusion.

gabung/hubungan dekat sapropelic menjadi [yang] lebih berlimpah-limpah di (dalam) deretan dari Sulawesi.

Breakage behaviour is important especially for coals that are to be used in pulverised fuel combustion, Some of the Indonesian coals show very low Hardgrove Grindability indices. This seems to be due to a combination of a rank level close to the minimum for Hardgrove Grindability and toughness imparted, in part, by mineral matter and, in part by the presence of liptinite. Many of the coals show intense shearing of tectonic origin and in most seams, one of the cleats is very strongly developed, Presumably, if this were not the case, the coals would show even lower grindability and be difficult to mine. Low grindability can affect the marketability of coals, However, the Indonesian coals should be assessed on the rate of burnout during combustion rather than the ease of grinding. The lack of inertinite in all Indonesian coals, combined with the presence of liptinite will give rise to an abundance of thin walled cenospheres during combustion in PF furnace. For this reason, the burnout rates of larger particles of Indonesian coals are likely to be greater than that for similar sized grains of coals from most other potential suppliers. kerusakan Perilaku adalah penting terutama untuk batubara yang (diharapkan) untuk digunakan di (dalam) bahan bakar pembakaran pulverised, Sebagian dari batubara Indonesia menunjukkan sangat rendah Hardgrove grindabilas indeks (jamak). Ini sepertinya dalam kaitan dengan suatu kombinasi suatu ranking mengukur dekat dengan yang minimum untuk Hardgrove grindabilas dan ketabahan memberikan/menyampaikan,

pada sebagian, dengan mineral berarti dan, pada sebagian oleh kehadiran liptinite. Banyak dari batubara menunjukkan pencukuran [yang] keras [dari;ttg] asal tektonis dan di (dalam) kebanyakan klem pelipit, salah satu [dari] paku sepatu anti licin adalah sangat betul-betul mengembang;kan, Kiranya, jika ini bukanlah kasus, batubara akan menunjukkan genap grindabilas yang lebih rendah dan sukar untuk tambang/ranjau/aku. Grindabilas rendah dapat mempengaruhi kelaikan pasar batubara, Bagaimanapun, batubara Indonesia harus ditaksir pada [atas] tingkat burnout selama pembakaran dibanding/bukannya kesenangan penggerindaan. Ketiadaan inertinite dalam semua batubara Indonesia, mengkombinasikan dengan kehadiran liptinite akan memberi kenaikan [bagi/kepada] suatu kelimpahan [dari;ttg] walled tipis/encer cenospheres selama pembakaran di (dalam) PF tungku perapian. Karena alasan ini, burnout tingkat partikel nsur/butir [yang] lebih besar [dari;ttg] batubara Indonesia adalah nampaknya akan lebih besar dibanding itu untuk butir batubara [yang] sized serupa dari hampir semua para penyalur potensi.

9.4.3. BY DISTANCE FROM USE/SHIPMENT POINT 9.4.3. DENGAN JARAK DARI USE/SHIPMENT NUNJUK

Indonesian coal deposits range markedly in their distance from the sea and in the ease of transport to the sea. Deposits such as Sangatta in East Kalimantan are within 30 kms of the sea although construction of a coalloader on gently shelving coastlines presents some

engineering difficulties. Some of the other coal deposits in East Kalimantan are close to the Mahakam River and transport by barge is normal. Coal is then loaded onto other ships off the mouth of the river, or in some cases, the barge transports coal direct to other islands in Indonesia. The P.T. Adaro mine ships coal down the Barito River some hundreds of kilometres to the coast and then East along the coast to a coal loader. batubara Indonesia Deposito mencakup dengan jelas/dengan nyata a di (dalam) jarak

mereka dari lautan dan di (dalam) kesenangan pengangkutan kepada lautan. Menyimpan[lah seperti Sangatta di (dalam) Timur Kalimantan adalah di dalam 30 km [menyangkut] lautan walaupun konstruksi suatu coalloader pada [atas] dengan lemahlembut menangguhkan coastlines menghadiahi beberapa berbagai kesulitan rancangbangun. Sebagian dari batubara yang lain menyimpan di (dalam) Timur Kalimantan adalah dekat dengan Mahakam Sungai dan pengangkutan dan [oleh/dengan] tongkang normal. Batubara kemudian adalah memuat ke kapal lain batal/mulai mulut dari sungai, atau dalam beberapa hal, tongkang mengangkut batubara mengarahkan ke pulau lain di (dalam) Indonesia. P.T [Itu]. Adaro menambang batubara kapal sepanjang Barito Sungai beberapa beratus-ratus kilometres kepada pantai dan kemudian Timur sepanjang pantai [bagi/kepada] suatu pemuat batubara.

Coal from Senakin and Satul mines in South Kalimantan is taken to a coal loader near Pulau Laut, mostly for export.

Adalah mungkin [bahwa/yang] penggunaan yang utama untuk batubara ini akan [jadi] pada pembangkit listrik mulut tambang/ranjau/aku. batubara ranking Yang yang lebih rendah dari Kalimantan adalah lebih sedikit [yang] pantas untuk pengangkutan dalam kaitan dengan isi embun yang tinggi dan kecenderungan tinggi ke pembakaran secara spontan. The lower rank coals from Kalimantan are less suitable for transport due to the high moisture content and high tendency to spontaneous combustion. Bagaimanapun. It is probable that the main use for these coals will be at mine mouth power stations. the coals would always have high transport costs per unit of energy due to their low Specific Energy and the amount of water that has to be transported. [yang] kebanyakan untuk ekspor.Batubara dari Senakin Dan Satul menambang di (dalam) Selatan Kalimantan diambil untuk suatu pemuat batubara dekat Pulau Laut. Spontaneous combustion could be inhibited by inert gas blanketing and suitable compaction techniques. The coal from Bukit Asam that is not used near the mines is taken by rail over 200 kms to the loader at Tarahan on the Sunda Strait. However. From there most of the coal is taken to Suralaya power . batubara akan selalu mempunyai biaya-biaya pengangkutan tinggi saban satuan tenaga dalam kaitan dengan Energi [yang] Spesifik rendah mereka dan jumlah air yang harus diangkut. The Sumatera Mines suffer some disadvantages in relation to transport. Pembakaran secara spontan bisa dilarang oleh gas mulia [yang] selimut dan compaction teknik pantas.

Batubara dari Bukit Asam (yang) tidak digunakan dekat tambang/ranjau/aku diambil melalui kereta api (di) atas 200 km kepada pemuat pada Tarahan pada [atas] Selat Sunda [itu]. the terrain is much more difficult to traverse. Dari sana kebanyakan dari batubara diambil ke Suralaya pembangkit listrik di (dalam) Barat Jawa. The Ombilin mines also suffer disadvantages relative to some mines in Kalimantan in that the coal has to be transported over the Barisan Range and then down to the loader near Padang.station in West Jawa. Although the straight line distance is much smaller than that for the Bukit Asam coal. The small mines near Bengkulu are close to the port and have a comparative advantage for transport. Walaupun garis lurus jarak adalah jauh lebih kecil dibanding itu untuk Bukit Asam batubara. tambang/ranjau/aku Yang kecil dekat Bengkulu adalah dekat dengan pelabuhan dan mempunyai suatu komparatip keuntungan untuk pengangkutan. Sumatera Tambang/Ranjau/Aku menderita beberapa kerugian dalam hubungan dengan pengangkutan. . Ombilin tambang/ranjau/aku juga menderita kerugian sehubungan dengan beberapa tambang/ranjau/aku di (dalam) Kalimantan dalam arti bahwa batubara harus diangkut (di) atas Barisan Cakup dan kemudian menuju ke pemuat dekat Padang. tanah lapang jauh lebih [bagi/kepada] garis lintang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful