KAJIAN PUSTAKA 1.

RINGKASAN MENGENAI TEKNOLOGI EKSPLORASI BATUBARA SURVEI GEOLOGI PERMUKAAN,1995 Umum pada tahap survei awal, pertama dilakukan survei formasi cool-bearing yang terbuka secara alami dan beberapa pengeboran untuk mengetahui kedalaman dari lapisan batubara kearah kemiringan dengan maksud memastikan deposit batubara yang potensial. Kemudian akan berlanjut kepada teknik eksplorasi yang lebih tinggi menggunakan mesin dan peralatan yang spesifik. Dalam bab ini akan dijelaskan secar ringkas mengenao survei geologi permukaan yang merupakan dasar dari semua survei geologi. Item utama yang diobservasikan dari outcrops batubara adalah: * Lapisan batubara yang bagaimana ? - jumlah ketebalan dan kualitas batubara (apakah akan dijual ?) * Bagaimana kondisinya ? - kemiringan danjarak antar lapisan batubara, serta hubungan dengan patahan dan daerah larangan penambangan (apakah dapat ditambang ?) * Berapa kuantitasnya ? - kuantitas batubara dan klasifikasi cadangannya, seperti terduga (Inferred), terindikasi (Indicated), terukur (Measured) atau dapat ditambang (Mineable) dan dapat dijual (Saleable) (apakah jumlah cadangan batubaranya cukup mendukung umur tambang ?) namun, lingkup penyelidikan perlu dikembangkan, tidak hanya pada batubara itu sendiri, tetapi juga kepada penelitian lain seperti penelitian sedimentologi batubara dan lingkungannya, penelitian palaentologi fosil mikro dan mega, penelitian geokimia, penelitian struktur terhadap fracture dan lain-lain. Pada akhirnya, hasil aktural yang diperoleh dari survei umum dan rinci adalah : Survei Umum • • • • • • • Peta geologi Peta penampang geologi Peta penampang stratigrafi Peta korelasi penampang stratigrafi / lapisan batubara Peta penampang columnar batubara Peta kontur lapisan batubara Peta isopach lapisan batubara 1:50.000-10.000 1:50.000-10.000 1:500-1.000 1:500-1.000 1:20 –1.000 1:25.000-10.000 1:10.000 Survei Rinci 1:1.000-3.000 1:1.000-3.000 1:200-500

1:200-500 1:1.000-5.000 1:1.000-5.000

Peta distribusi kualitas batubara (ash, sulfur, pospor, dll) 1:10.000 • Peta kalkuasai cadangan batubara 1:10.000 • Tabel kalkualsi cadangan batu bara

1:1.000-5.000 1:1.000-5.000

Prosedur Kerja A. Persiapan Pertama dilakukan peta topografi dengan skala yang sesuai untuk membuat program survei lapangan dan menempatkan titik observasi yang diperioleh selama survei. Sebaliknya, sebelum survei dilakukan, dipelajari dulu geologi regional dan struktur geologinya dari laporan atau papee, atau foto udara dan data penginderaan jauh. Peralatan dan perkakas utama yang diperlukan untuk survei adalah : a. Peralatan • Clinometer • Range finder (10-500 m) • Meteran gulung (10-100 m) • Mistar cembungkaca pembesar (2-5 m) • Kamera(x10-) b. Perkakas • Rock hammer (800 g-) • Dip board (dari bahan aluminium) • Pahat (titik dan lebar) • Skop kecil • Papan kecil • Catatan lapangan • Peta topografi • Protractor • Mistar segitiga • Pensil • Spidol • Kantong sampel • Penghapus

B.

Idenfikasi, Pembacaan, Sketsa, Orientasi Outcrops

Yang paling penting adalah mengidenfikasi outcrops, adalah in-situ atau creep. Kemudian membaca arti secara geologi dan stratigrafi. Observasi harus dilakukan baik terhadap bagian fresh maupun permukan yang telah dipengaruhi cuaca (weathered facies), dan sampel diambil dari bagian fresh in-situ. Kemudian

gambarkan posisi outcrops dengan tepat diatas peta topografi, dan cantumkan juga rute jalan telah dilalui. Pada saat sama, dilakukan sketsa outcrop secara geologi dan stratigrafi dengan penjelasan seperlunya. Item yang diobservasi dan diukur adalah : o Deskripsi permukaan batuan (rock facies) karakteristiknya : Ukiran butir, bentuk butir, kepadatan, warna, bahan tambang pembentuk, stratifikasi, kesamaan (sorting) struktur sedimentasi, keberadaan fosil, dll. o Deskripsi lapisan batubara : Warna, kilatan, kekerasan, stratifikasi, belahan(parting), retakan, hubungan antara batuan langit-langit dan lantai, dll o Perubahan stratifikasi dan struktur : Kesesuaian (conformity), ketidaksesuaian (unconformity), erosi dalam lapisan, perubahan bertahap (gradual), patahan, perubahan lateral dari permukaan batuan (litho-facies), dll o Arah, kemiringan dan ketebalan setiap lapisan/lapisan batubara C. Stripping dan Trenching Outcrop bisasanya tersebar di samping aliran di dalam lembah. Apabila outcrop tidak kontinu dan tanah diatasnya tipis, maka dilakukan penggalian (stripping) untuk membuat outcrop kontinu. Walaupun lapisan tanahnya tebal, apabila diduga terdapat gejala geologi yang penting seperti lapisan batubara atau pathan, maka sebaiknya dilakukan pencekan dengan menggali parit (trench) dengan lebar 1m dan kedalaman 3m sampai 5m. Pekerjaan utama yang dikaukan didalam parit sebagai berikut : o Pengukuran : mengukur arah orintasi dan kemiringan lapisan tanah dan lapisan batubara o Observasi : mengukur dan mencantumkan penampang columnar berurutan dari outcrop, tertua lapisan batubara o Sampling : sampling batubara lapis per lapis atau secra kunulatif dan belahan (parting), langit-langit dan lantai dilakukan sampling masing-masing. o Survai : melaksanakan survai dengan menghubungkan seluruh titik observasi Di tempat yang hutannya lebat dan tidak terdapat lapisa batubara terbuka (outcrop), survai dengan pit kadangkala efektif terutama pada musim hujan, deskripsi dan pengukuran hjarus dilakukan segera karena kan dihanyutkan oleh air sehingga sulit pemulihannya. D. Lambang Geologi

Untuk mengungkapkan sifat dan bukti geologi seperti batuan, bahan tambang, warna, bentuk, ukuran burir dan lain-lain, yang diperoleh dari survai geologi, mak pendefenisian lambang dan singkatan geologi akan bermanfaat untuk menyedrhanakan seluruh ekspresi.

melaksanakan berbagai jenis logging. sedangkan untuk daerah labil adalah 300-500m. seperti daerah stabil dan labil secara struktur. dan core di tarik keluar oleh wire melalui tangan batang (rod). memperoleh sampel lapisan batubara termasuk batuan langit-langit dan lantainya d. Mesin ini dirancang untuk melakukan pengeboran kontinu tanpa harys menarik keluar batang bor pada setiap perpanjangan batang. (dari Field Geologist’s Manual : DA Berkman. atau kadang kala 1km.7 mm) untuk mempurmudah well logging. Misalnya. Tugas pokok dari pengeboran adalah untuk : a. dan 250 m grid untuk daerah labil atau daerah sasaran metallurgical coal. Metode pengeboran banyak menggunakn pengeboran wireline dengan lebih NQ (diameter lubang 75. mengetahui sequence stratigrafi dan geologi untuk maksud perbandingan c. Penjelasan terinci dari well logging akan diberikan pada bab berikut. yakni 300-400 m grid untuk daerah stabil. Pada tambang terbuka (open pit) beberapa pengeboaran lubang dilakukan dengan metide non-core. pekerjaan pengeboran pada eksplorasi batubara menggunakan berbagai tipe mesin bor dan perkakas tergantung dari tujuan dan tahapan eksplorasi batubara. kandungan authogenic carbonate didalam shale dan lain-lain. Mesin yang umum digunakan adalah longyear LY-39 atau LY-44 untuk pengeboran dengan kedalaman sedang. Sebagian contoh tersebut ditunjukan pada Appendix. seperti metode sirkulasi balik (reverse circulation) atau dengan rotary rig. dilakukan logging geofisik untuk memperoleh informasi geologi dan kualitas batubara yang rinci. SURVEI PENGEBORAN Biasanya. Dan. serta kedalaman eksak dari lapisan sasaran. Di daerah stabil jarak tersebut adalah 500-700 m. kandung sulfur ( termasuk isotopnya di dalam batu bara) dan karbon didalam shale. dan lain-lain pada eksplorasi tahap I. Dalam kusus demikian. pengeboran sering dilakukan dengan coring penuh dalam jarak yang lebar (jauh) dan dilakukan bersama logging geofisik. Pada eksplorasi tahap II. 1976) Jarak antar lubang bor berbeda menurut kondisi geologi. . penelitian sedimentasi dengan log curve juga dijelaskan dalam Appendix.Selain itu masih ada beberapa penelitian unsur khusus di antaranya ada yang dapat menjadi indikator lingkungan sedimentasi dan proses diagenesis selamjutnya. jarak tersebut mungkin mengecil. Diameter lubang dan diameter core diperlihatkan pada tabel 6-1. memastikan letak dan kedalaman lapisan batubara sasaran b. kandungan klor didalm batubara.

netron dan . Sebagai contoh. coring batubara yang lunak. pembekakan (swelling) diding lubang karena adanya bahan tambang tanah liat khusus yang mudah mengembang seperti montmorillonite. yang paling sering digunakan adalah resistansi listrik. oleh karena itu lebih baik melakukan kombinasi logging untuk analisa menyeluruh. seperti log densitas. tabel perhitungan untuk menentukan elevasi (ketinggian) dan koordinat titik yang disebut diatas ditunjukan pada tabel 6-2 (dari Field Geologist’s Manual : DA Berkman. Setiap logging mempunyai keistimewaannya masing-masinng. Log Sinar Gama Kekuatan radiasi sinar gama adalah kuat dari mudstone dan lemah dari sandstone. A. ketebalan dan kualitas lapisn batubara. seperti kedalaman. Posisi (terhadap kedalaman penggalian dan sumbu lambung) dasar lubang bor dan batas (top&bottom) dari lapisan utama seperti batubaru sasaran adalah item yang paling pnting dalam pengeboran. 1976) LOGGING GEOFISIK (GEOPHYSICAL WELL LOGGING) Logging geofisik berkembang dalam ekplorasi minyak bumi untuk analisa kondisi geologi dan reservior minyak. Respon berbagai logging terhadap berbagai lapisan diperlihatkan pada gambar 9-1. Problem yang timbul dalam pengeboran macam-macam. Dan juga mengkompensasi berbagai maslah yang tidak terhindar apabila hanya dilakukan pengeboran. Untuk eksplorasi batubara. seperti hilang sirkulasi air. Log sinar gama dikombinasikan dengan log utama. logging densitas adalah yang paling efektif dan kombinasi logging densitas dan sinar gama adalah yang direkomendasi untuk menentukan sifat geologi sekitar lapisan batubara. Jenis dan Prinsip Logging Geofisik Dari sekian banyak prinsip logging yang ada. dan lain-lain. dan sifat geomekanik batuan yang menyrtai penambahan batubara. Logging geofisik untuk eksplorasi batubara dirancang tidak hanya untuk mendapatkan informasi geologi.Pada eksplorasi tahap III dilaksanakan pengeboran diameter besar (biasanya 150200 mm). terutama lapisan batubara atau sequence rinci dari lapisan batubara termasuk parting dan lain lain. Rangkuman berbagai loggiong diberikan pada gambar 9-2. kecepatan gelombang elastis dan radiaktif. kehilangan sifat air lumpur (drilling mud) karena emisi gas dalam jumlah besar dari lapisan batubara. tetapi untuk memperoleh berbagai data lain. yaitu pengecekan kedalaman sesungguhnya dari lapisan penting. Terutama yang dari mudstone laut menunjukan nilai yang ekstra tinggi. sedangkan yang dari lapisan batubara lebih rendah pada sandstone. untuk penelitian hidrologi dan mendapatkan sampel curahan untuk uji parameter preparasi batubara.

Densitas elektron di dalam material sebanding dengan densitas curahan atau masa (bulk or mass density) material. maka kerapatan inti atom hidrogen sebanding dengan porositas batuan. dan angka ini sebanding dengan densitas tampak dari lapisan tanah) Untuk memperoleh densitas curahan lapisan tanah dari count rate sinar gama. Karena kerpatan inti atom hidrogen pada batubara tinggi. Log Densitas Sinar gama dari sumber radioaktif dipancar oleh tumbukan dengan elektron di dalam lapisan tanah dan energi sinar gama akan hilanng kepada elektron untuk setiap tumbukan (efek compton). pengurangan kecepatan netron ditentukan oleh kerapatan inti atom hidrogen di dalam lapisan tanah. porositas tampak kecil intuk sandstone dan besar untuk mudstone. kerapatan inti atom hidrogen pada batuan sebanding dengan jumlah kandungan cairan (air) di dalam material. adalah hal yang mudah untuk membedakan lapisan batubara diatas log. densitas tampak (apparent density) dari lapisan tanah dicari dari pengukuran kontinu sinar gama yang berasal dari pemencaran compton. sebanding dengan densitas elektron lapisan tanah. Dengan kata lain. oleh perangkat detektor yang berjarak tertentu dari sumber sinar CS137 (Cesium 137). terjadi tumbukan berulang-ulang dengan inti atom material pembentuk lapisan tanah yang mengakibatkan hilangnya energi dan menjadi netron termal berkecepatan rendah. maka distribusi netron termal yang diukur berbanding terbalik dengan distribusi porositas lapisan tanah. digunakan untuk memastikan batas antara lapisan penting. Tetapi. Kehilangan energi terbesar terjadi pada waktu tumbukan dengan inti atom unsur Hidrogen yang massanya sama dengan netron. (kemungkinan terjadinya pemancaran compton. B. Sehingga.gelombang bunyi. seperti antara lapisan batubara dengan langit-langit atau lantai. Angka pengukuran tersebut. Log Netron Pada waktui netro berkecepatan tinggi menyebar kedalam lapisan tanah. Kualitas batubara juga dapat diperkirakan dengan memanfaatkan hubungan timbal balik yang erat antara densitasnya dan kandungan abu. maka hal itu dilakukan dengan memggunakan kurva koreksi yang diperoleh dari diameter lubang dan lumpur pengeboran. C. Secara umum. Apabila diasumsikan. maka pada log netron menunjukan nilai yang kecil dan mudah membedakan denngan batuan lain. biasanya besar untuk sandstone dan kecil untuk mudstone. bahwa porositas pada batuan diisi oleh air. Berdasarkan prinsip ini. Seperti ditunjukan dalam gambar 9-4. Karena batubara mempunyai densitas yang sangat rendah dibanding dengan batuan lain. kadang kala sulit untuk mengenal batas yang jelas apabila penting atau langit-langit/lantai terdiri dari batuan yang banyak mengandung karbon seperti coaly shale. .

Biasanya. M. selama arus listrik konstan dialirkan ke dalam lapisan tanah melalui elektroda A dan potensial tersebut dokonversi kepada resistensi tampak berdasarkan hukum Ohm dan konfigurasi pnempatan elektroda (gambar9-6). Karena BHC menggunakan satu transmitter diatas dan satu transmitter di bawah dua pasang penerima (receiver). Kombinasi probe long dan short spaced density bersama sinar gama dan caliper dapat .(tabel 9-1) Long spaced density log digunakan untuk evaluasi lapisan batubaru karena menunjukan densitas yang mendekati sebenarnya berkat pengaruh yang kecil dari dinding lubang. Dengan demikian akan menaiokan akurasi resistensi dan kemapuan pengukuran di lapisan tipis. diameter lubang bor adalah NQ (75. dan lain-lain. Metoda pengukuran ini disebut juga sebagai laterolog yang diperlihatkan pada gambar 9-7.(gambar 9-8 dan 9-9) kalau datanya banyak. Guard electroda logging dirancang untuk mengukur resistansi lapisan tanah setelah memusatkan distribusi arus listrik kedalam bagian tertentu dari lapisan tanah dengan menggunakan elektroda tambahan. Interpretasi Lapisan Batubara perusahaan logging mengembangkan peralatan orisinil (khas masing-masing) untuk memperoleh resolusi logging batubara yang lebih baik. Log Resistansi] Log resistansi normal dirancang untuk mengukur suatu potensial listrik pada elektroda pengukur. maka cocok untuk pengukuran ketebalan lapisan batubara. Log Gelombang Bunyi (Sonic Log) Sonic log yang digukan dewasa ini kebanyakan tipe BHC (bore hole compensated). biasanya dipasang pada mobil observasi dan hasil yang diperoleh dari pengukuran direkam dalam chart dan data digital dalam satu waktu untuk analisa lebih lanjut. dan interval waktu perambatan gelombang yang diterima kedua set receiver dirata-ratakan. Sedangkan. Peralatan Logging peralatan logging terdiri dari peralatan rekam. noise juga banyak. Diagram blok dari logging diperlihatkan pada gambar 9-12 dan berbagai jenis probe dan sonde ditunjukan pada gambar 9-13. Metoda ini dapat mengurangi efek pemalsuan (spurious) pada perubahan ukuran lubang dan juga mengkonpensasi kesalahan karena kemiringan sonde. winch. telescope boom. E.7 mm) atau HQ (96. sort spaced density log mempunyai resolusi vertikal yang tinggi. sonde.0 mm). sehingga dilakukan proses statistik dengan komputer. probe.D.

diatas suatu kurva transisional seperti gambar 9-16. Dalam hal ini. Perbedaan kedalaman antara batas langit-langit dan lantai ditetapkan sebagai ketebalan lapisan batu bara. tetapi nilai densitas rata-rata diperoleh dari nilai densitas yang dikonversi dari chart kalibrasi yang dibuat dengan memplot count rate sinar gama terhadap nilai pengukuran densitas. Sehingga. Akurasi metoda ini untuk tempat yang baik kondisi geologinya. Penentuan Kandungan Ash Kandungan ash batubara dapat diperkirakan dengan menggunkan sinar gama atau log densitas. mewakili lapian dengan kandungan ash 0% diasumsikan sebagai level yang ekivalen dngan nilai 100%. Ash 0% diasumsikan sebagai level yang ekivalen 10%. Metoda Rasio Densitas Prinsipmetoda ini adalah membagi dua dengan perbandingan tertentu. Umumnya dikatakan mempunyai akurasi kurang lebih 10 cm. maka titik tersebut akan terletak ditengah sepanjang defleksi. a. BPB Company menetapkan titik batas antara lapisan batubara dengan batuan pada 1/3 menuju batuan. (gambar 9-15) c. Kedalaman titik ini digunakan sebagai kedalaman kontak. Analisa Ketebalan Lapisan Batubara a. Nilai dnsitas rata untuk batubara dan batuan pada suatu kontak dihitung dan diplot pada log. jika skalanya logaritma. Metoda Densitas Rata-rata Metoda ini mirip dengan metoda diatas. Dan. Sinar Gama Asumsi dasarnya adalah tingkat radiasi langit-langit dan lantai lapisan batubara yang terdiri dari mudstone atau silstone yang tipikal. antara batuan dan nilai densitas yang mewakili densitas. sensor sinar gama harus dipisahkan sekitar 2 m dari sumber log densitas agar dapat menghindari terhadap sensor. di atas kyrva densitas dan mentapkan kedalaman titik tersebut sebagai kedalaman batas. Nilai densitas yang sesuai. kurang lebih 2 cm. A. B. Perbandingan pembagiannya kadang kala direkomendasi 2/3 atau 4/5 jartak menuju batubara. titik akan cenderung mendekat ke salah satu log.memberikan data densitas lapisan yang sebenarnya secr langsung melalui koreksi oleh data caliper. Jika skal ini linier. (gambar 9-14) b. Akurasi metoda ini bervariasi dan untuk menentukan perbandingan dengan pasti diperlukan tes empirik. yang mengapit batas. kandungan ash yang lain akan . Metoda Sinar Gama Kekuatan sinar gama batu bara lebih rendah dibanding batuan.

yaitu litologi. Indeks kekuatan menjadi sarana diagnosa untuk memperkirakan kekuatan batuan langit-langit dan lantai. Untuk keperluan input ke komputer. Yang pertama memberikan informasi laterl yang baik dan yang kedua memberikan informasi vertikal yang baik. Chart ini mengkoreksi variabel-variabel tersebut dan mengkonversi count yang dibaca dari log menjadi satuan densitas dan mencari kandungan ash. Antara kandungan ash dan densitas batubara terdapat hubungan yang baik. Pengukuran LSD dan HRD dapat digunakn kedunya. log dibagi menjadi tiga seksi utama. ash dan air. Jadi hubungan antara kandungan ash dan counter rate sinar gama juga menjadi hubungan linier.1 g/cc. Biasanya. walaupun terdapat variasi yang tergantung kepada jenis batubara. Indeks kekuatan disajikan di tengah gambar 9-18 menjadi dasar dalam membandingkan kekuatan setiap lapisan. dua log reading per kaki (foot) digunakan untuk perhitungan tersebut. Seperti dalam gambar 9-18. Nilai yang dihitung dandisajikan dari kualitas batubara adalah persentase berat karbon. termasuk untuk daerah densitas rendah. indeks kekuatan dan analisa batubara. Log Densitas Metoda ini didapat memperoleh akurasi dengan orde kurang lebih 0. interprestasi lithofacies dilakukan dengan analisa komputer. b. dibawah kondisi terkendali. data logging derekam dalam pita magnetik. Interprestasi Permukaan Batuan (Lithofacies) Dewasa ini. Akurasi penentuan kandungan ash terhadap lapisan batubara yang tidak diketahui adalahkurang lebioh 5% untuk kandungan ash sekitar 20 % dan kurang lebih 2 % untuk kandunan ash sekitar 5%. Bahan tambang yang terdapat di dalam lapisan tanah ditentukan dengan plot silang (cross-plot) dua buah log dengan berulangulang sambil mengganti log. Log analisa komputer tersebut memungkinkan korelasi lubang bor dengan lubang bor di dalam daerah sasaran. Litologi dihitung dari set persamaan simultan yang mencakup bacaan(reading) gelombang bunyi. Apabila dapat melaksnakan pengeboran yang terkendali baik. dan hasilnya diaplikasikan kepada dat logging yang disajikan secara grafis dalam bentuk log komputer dab atu sebagi daftar numerik dari printer.mengikuti hubungan linier antara titik-titik tersebut. Analisa core secara mineralogi juga efektif digunakan untuk mengecek hasil plot silang log. densitas dan netron. maka dimugkinkan untik membuat chart universal (gambar9-17). serta informasi bahan tambang yang terdapat di dalam lapisan tanah. dengan berat lumpur (mud) yang diketahui dan dimeter lubang bor yang dapat diandalkan. Ep yang dihitung dari log gelombang bunyi dan densitas dengan rumus sebagai berikut : . Ia didefenisikan sebagai modulus elastisitas dinamik dari deformasi. Program komputer menentukan litologi dari dat log dan juga secara otomatis menganalisa lapisan batubara.

.ED =______ x 3.36 x 10 Indeks kekuatan yang diperoleh dari analisa komputer ini harus dipertimbangkan sebagai indikasi batas atas kekuatan lapisan tanah.

hal ini tidak mencerminkari arti ekonomi pada usaha pengembangan dan pengelolaan sumberdaya batubara. pertambangan. Dengan . Dalam bidang teknis hal ini antara lain disebabkan oleh belum lengkapnya data dasar geologi batubara regional dan kepakaran dibidang komoditi batubara seperti. dan sebagainya. Departemen Pertambangan Dan Energi. Dalam bidang non teknis biasanya disebabkan oleh belum sempurnanya organisasi pemerintahan dibidang pengelolaan sumberdaya mineral. benefisiasi. benefisiasi. Di Indonesia tidak pernah ada pendidikan formal geologi batubara (coal geology). dan lain-lain.PEDOMAN BATUBARA PENGELOLAAN SUMBERDAYA Negara-negara penghasil di batubara yang belum banyak berpengalaman umumnya belum mempunyai satu sistem sendiri untuk mengelola sumberdaya batubaranya. sedimentasi. 11. Kondisi ekonomi akan selalu berubah bersama waktu. perkemhangan industri itu sendiri. Memperhitungkan sumberdaya dan cadangan batubara secara nasional tidak akan sempurna bila ditangani oleh satu disiplin kebumian tertentu. Pengelolaan sumberdaya batubara sebenarnya tidak hanya sampai pada pengetahuan kuantitas atau tonasenya semata-mata tetapi faktor . ekonomi.1991. demikian juga disiplin tambang kiranya juga kurang mendalami kondisi geologi dan lingkungan pengendapan batubara termasuk stratigrafi sebagai titik awal untuk menilai sebaran dan ciri pengendapan serta sebaran batubara di bawah tanah. Di Australia masih terdapat pendidikan dasar geologi batubara termasuk petrografi. pertambangan. perundang undangan. Hal ini disebabkan ahli ilmu kebumian (misalnya disiplin geologi yang mencoba mengklasifikasikan sumberdaya dan cadangan batubara pada umumnya kurang memahami ilmu ekonomi tambang. transportasi.faktor geologi. Dalam hal ini Australia yang termasuk penghasil batubara yang relatif baru memanfaatkan sistem yang ada terutama dari Amerika Serikat yang kemudian dikembangkan dan di sesuaikan dengan kondisi sumberdaya batubara dan kepentingan ekonominya.geologi batubara. benefisiasi. Direktorat Jenderal Geologi Dan Sumberdaya Mineral . Pada bagian hilir akhirnya perubahan hukum dan perundangundangan dapat mempengaruhi bidang transportasi pemasaran. pengangkutan dan sebagainya merupakan bagian integral dari kegiatan tersebut. pemrosesan dan pemasaran. dan sebagainya yang tidak terdapat di negara penghasil batubara lainnya.SUMBERDAYA BATUBARA DAN GAMBUT DI INDONESIA Hardjono dan Syarifuddin Direktorat Sumberdaya Mineral. Bila disajikan angka besarnya sumberdaya atau cadangan batubara saja tanpa kriteria dan limitasi maka angka itu barangkali lebih berkonotasi kualitatif seperti halnya untuk membedakan sumberdaya berpotensi besar dan kecil.

Bureau of Mines and the US. misalnya sumberdaya batubara regional diartikan untuk seluruh potensi batubara yang dimiliki oleh suatu kawasan atau negara. sebaliknya. Sistem ini menggunakan konsep dimana lapisan batubara (coal bed) itu di klasifikasikan sesuai dengan tingkat pengamatan geologi dan keadaan ekonomi serta perolehan hasil tambang (recovery) berdasarkan kelaikan teknologi. dan sebagainya. Bureau of Mines dan U. Konsepsi McKelvey tersebut pada tahun 1976 telah diadopsikan untuk komoditas batubara dalam bentuk publikasi gabungan U.demikian status sumberdaya dan cadangan batubara akan ikut berubah sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan perundang-undangan. sumberdaya manusia. Sumberdaya batubara . Geological Survey dan diterbitkan sebagai USGS Bulletin 1450-B dengan judul Coal Resource Classification System of the U. istilah sumberdaya diartikan sebagai kualitatif. Tetapi istilah sumberdaya dalam bidang teknis kebumian dapat berkonotasi kuantitatif. berlandaskan pada latar belakang geologi ekonomi. cadangan batubara dalam hubungan ini adalah bagian dari sumberdaya yang telah diteliti dan dikaji dengan seksama sebagai akan dapat ditambang berdasarkan kondisi ekonomi satu kawasan atau negara dengan tersedianya teknologi pada saat itu. Dalam diagram tersebut terlihat hubungan antara berbagai faktor yang terkait. yaitu perkiraan besarnya potensi sumberdaya batubara yang secara teknis menunjukkan harapan untuk dapat dikembangkan setelah dilakukan penelitian dan eksplorasi. Geological Survey berikut gambar diagram.S. Konsepsinya diterbitkan dalam majalah American Scientist dengan judul Mineral resource estimate and public policy. (Gambar 1). Mungkin publikasi inilah yang mempopulerkan terminologi dan kriteria baru dalam pengklasifikasian sumberdaya mineral yang sekarang dianut oleh hampir setiap negara yang melaksanakan program pengelolaan sumberdaya mineral dengan pembatasan dan kriterianya masing-masing. Menurut World Energy Conference. (1976) sumberdaya (resources) dan cadangan (reserves) itu didifinisikan dan dibedakan sebagai berikut: Sumberdaya adalah jumlah kuantitas bahan mentah (raw material) tak terbarukan (non renewable) dan terdapat dalam kerak bumi yang mungkin dapat diekstraksikan dengan keberhasilan yang dapat dipertimbangkan selama jangkauan pandang masa depan (jorseeable future). Sebagai penyegar ingatan berikut ini akan dibahas terlebih dahulu tentang terminologi dan definisi yang lazim diterapkan dalam praktek oleh suatu organisasi pengelolaan sumberdaya batubara. Dengan demikian tidak seperti dalam pengertian umum istilah cadangan dalam lingkungan komoditas mineral hanya dapat dipakai terbatas pada endapan batubara yang telah dieksplorasi menurut prosedur dan teknik yang telah dibakukan. pada tahun 1972 McKelvey mengusulkan satu sistem untuk mengklasifkasikan dan melaporkan potensi sumberdaya mineral. Ketelitian dalam perkiraan besarnya sumberdaya atau cadangan sebenarnya tergantung dari tersedianya data dan tingkat kompetensi atau kepakaran pembuatnya. seperti halnya sumberdaya alam.S. Mengingat semakin pentingnya komoditas mineral dalam percaturan ekonomi. Cadangan dapat ditambang adalah bagian dari cadangan di tempat (in place reserves) yang dapat ditambang sesuai dengan batasan kondisi ekonomi dan teknik tersebut.S. Dalam penggunaan umum.

Gambar I. Untuk keperluan tertentu cadangan terukur dan tertunjuk digabungkan menjadi} cadangan terunjuk (demonstrated reserves). makin kekiri makin tinggi keyakinan geologinya. Perkiraan berbagai kelas dari cadangan dan sumberdaya batubara didasarkan pada tiga kriteria utama. Kedalaman lapisan batubara. Dalam bidang eksplorasi telah dimengerti dan disepakati bahwa berdasarkan kerapatan jarak pengukuran (misalnya interval pemboran) maka cadangan batubara diklasifikasikan (dari yang paling teliti atau paling rapat jaraknya sampai yang kurang teliti sebagai terukur (measured). Pengamatan dapat dilakukan pada singkapan (out crop). 1976). Proksimitas pengamatan data yang mendasari perhitungan sumberdaya/cadangan. dan 3. . dan sebagainya yang dinyatakan secara kuantitatif. 2. pemboran.diletakkan dalam skala mendatar dimana. penggalian atau penambangan. yaitu: 1. (lihat Gambar 2). tingkat (rank) dan kualitas batubara. (Dari USBM-USGS. dan dalam skala tegak dimana makin keatas makin tinggi nilai ekonomi dan perolehannya. Diagram klasifikasi sumberdaya batubara. Sesuai dengan tingkat dan ketelitian eksplorasi. Ketebalan lapisan. tertunjuk (indicated) dan tereka (inferred). biasanya cadangan diklasifikasikan berdasarkan pada jarak pengamatan atau pengukuran terhadap geometri endapan batubara.

menentukan nilai ekonomi endapan batubara juga dipengaruhi juga oleh jenis dan kualitas batubara. Misalnya batubara dengan kandungan belerang atau abu tinggi juga tidak menguntungkan untuk di tambang. (Dari Englund.. .1976). Menentukan nilai ekonomi suatu endapan batubara melalui eksplorasi biasanya didasarkan pada beberapa faktor. kedalaman maksimum lapisan batubara di dalam tanah serta kandungan air (moisture content).Garis singkapan yang tebal dalam Gambar 2 dimisalkan sebagai lapisan batubara yang telah dipetakan dengan keyakinan bersinambungan (tanpa terputus oleh struktur dan sebagainya). Endapan batubara terukur atau tonase batubara terukur tercakup dalam radius 250 m dari pusat pengukuran (pemboran misalnya). Lapisan batubara tipis yang terletak sangat dalam di bawah tanah tentunya tidak baik ditambang dalam kemampuan teknologi sekarang atau yang dapat diperkirakan untuk masa depan. Demikian juga. Kategori sumberdaya batubara berdasarkan pada proksimitas data. Tentunya tidak semua lapisan batubara dapat ditambang dengan menguntungkan. seperti ketebalan minimum. Gambar 2. Jalur daerah selebar 250 m sejajar dan sepanjang singkapan juga termasuk dalam kategori terukur. Di samping itu faktor struktur geologi biasanya juga mempengaruhi kelayakan penambagan . abu dan belerang.

minimum 75 cm. Pada awalnya penentuan batasan ketebalan minimum dan kedalaman maksimum ini didasarkan pada praktek pertambangan yang sedang bajalan tanpa mempersoalkan kelayakan ekonomi maupun teknologinya.Di beberapa negara penghasil batubara. masing-masing untuk black coal dan brown coal telah ditetapkan seperti terlihat dalam Tabel 1 di halaman 8. Leo Misaqi. ketebalan minimum lapisan batubara yang ditambang di Amerika pada waktu itu adalah sekitar 3. Menentukan kerapatan jarak pengamatan menurut keyakinan geologi (geological assurance) biasanya didasarkan pada kondisi struktur geologi suatu endapan. Measured Resevers Ft M Indicated Reserves Ft M Type of Deposit Horizontal or Gently sloping . Misalnya. minimum 60 cm dan untuk lignit. masing-masing untuk cadangan terukur. Table 2. oleh karena itu ketebalan 3 meter dianggap sebagai ketebalan minimum untuk memperkirakan besarnya sumberdaya batubara bertingkat tinggi. misalnya untuk bituminus. Telah banyak publikasi yang memberikan angka kisaran (range) jarak pengamatan sebagai pegangan awal.1973). Jarak pengamatan data untuk eksplorasi batubara. pertama. Dengan demikian pada waktu itu diperkirakan bahwa penambangan batubara dimasa mendatang akan dapat mencapai kedalaman 2000 m. (Leo Misaqi. Dalam I'abel 1 dapat dipelajari kriteria ketebalan dan kedalaman (masing-masing untuk black coal dan brown coal) yang diadopsi oleh World Energy Conference. penyesaran. Sehubungan dengan kompleksnya struktur geologi. Pada waktu yang sama juga timbul usulan persyaratan tambahan untuk membedakan ketebalan bagi berbagai jenis batubara. batasan untuk ketebalan minimum dan kedalaman maksimum lapisan batubara dalam pengelolaan sumberdaya batubara. dan kedua. untuk endapan batubara yang mudah ditambang ditetapkan sampai kedalaman 1000 m. Selanjutnya untuk dapat memenuhi berbagai persyaratan maka diusulkan dua batasan.75 m. (1973) mengusulkan penentuan interval garis lintang dari jarak pengamatan seperti terlihat dalam Tabe12. Misalnya daerah yang strukturnya kompleks (seperti terkena pengaruh intrusi. pelipatan dan sebagainya) memerlukan pengamatan dengan jarak yang lebih rapat. tertunjuk dan tereka. pada permulaan abad ke 20 penambangan batubara terdalam di dunia (di Belgia) mencapai kedalaman sekitar 1200 m. (198~) sebagai pembatasan dalam memperkirakan besarnya sumberdaya batubara dunia. kedalaman 2000 M dangan demikian diperkirakan akan merupakan batas kedalaman dimana endapan batubara akan dapat ditambang dengan teknologi modern. Demikian juga.

maka teknik eksplorasi dilakukan dengan sistem grid bujur sangkar. Inconsistent beds Deposits with complex t f lti A Uniform beds B. Istilah cadangan yang telah dibahas dimuka dimaksudkan sebagai cadangan di tempat (in place atau geological reserves atau reserve base). distant between exploratory profiles for folded and complex deposits. 2. tetapi jarak antara dua garis lintang dan jarak pemboran yang mengikuti garis lintang perlu lebih dirapatkan. Berdasarkan struktur geologi. Rirly consistent beds - 1000 750 500 I000 1500 750 folding and 750 400 300 230 150 100 450 230 230 120 I 200 1500 1000 6000 3000 1500 1500 750 600 450 300 2000 1000 450 450 230 C. 3. Misaqi (1973) mengklasifikasikan endapan dan cadangan batubara serta pendekatan eksplorasinya sebagai berikut: 1. Dalam proyek pertambangan komersial cadangan ditempat selanjutnya di evaluasi untuk memperhitungkan berapa sebenarnya jumlah batubara yang akan dapat dimanfaatkan melalui operasi penambangan. Fairly consistent beds C. sedikit terpatahkan. Endapan horizontal atau landai. Uniform beds B. Cadangan di tempat diartikan sebagai jumlah batubara yang sebenarnya terdapat di bawah tanah yang telah dihitung memenuhi persyaratan ekonomi pertambangan dalam kondisi tertentu. Inconsistent beds ') Grid dimension for horizontal deposits. jurus dari kemiringan jelas. Telah dibahas dimuka bahwa tidak seluruh cadangan di tempat dalam suatu daerah secara teknis dapat ditambang berdasarkan teknologi yang tersedia. maka eksplorasi dengan pemboran dilakukan menurut garis lintang yang tegak lurus memotong jurus lapisan batubara. Inconsistent beds Deposits with simpk frrst order folding A. jurus dan kemiringan tidak jelas.A Uniform beds B. tambang buka (opencut mining) pada . Dalam hal ini digunakan istilah cadangan dapat ditambang (recoverable reserves) yang menunjukkan jumlah batubara yang diharapkan akan dapat ditambang dengan menggunakan teknologi pada saat penghitungan. berkesinambungan atau terputus-putus (lenticular) dan tidak terlipatkan. endapan terbagi-bagi dalam blok oleh sistem patahan (block faulting) dimana jurus dan kemiringan berubah cepat. Cadangan dapat ditambang dalam lingkungan . Fairly consistent beds C. maka eksplorasi dilakukan seperti pada endapan tipe 2. Endapan dengan struktur sederhana dan pelipatan tingkat pertama. Endapan dengan struktur kompleks.

pemilahan. dan sebagainya maka seluruh perolehan tambang tersebut seluruhnya akan dapat dijual. Bilamana data pencucian dan spesifikasi sudah dapat ditentukan maka akan dapat diperkirakan besarnya cadangan dapat dijual (saleable reserves).umumnya di perhitungkan lebih dari 90% dari cadangan ditempat. yang menyatakan nilai ekonomis sebenarnya dari endapan itu. Tetapi bila hasil tambang tersebut terlalu kotor dan perlu di benifisiasi untuk memenuhi permintaan pasar.000. maka jumlah batubara yang akan dapat dijual dikurangi oleh faktor benefisiasi.000 612.000 900. Di bawah ini diberikan contoh Ditempat Dapat ditambang Dihasilkan Dapat dijual Ton 1./ metoda penambangan juga memegang peranan dalam menentukan faktor pembatas bagi endapan batubara yang mempunyai arti ekonomi.000 Hilang Geologi 10% Penambangan 15% Persiapan 20% Jumlah 38. Faktor ini sebagian ditentukan oleh kualitas batubara itu sendiri dan sebagian oleh spesifikasi batubara yang akan dijual sesuai dengan permintaan pembeli.8% Perolehan 90% 85% 80% 61. tetapi dalam lingkungan tambang dalam (underground mining) terutama yang cukup dalam pada umumnya dipakai faktor perolehan kurang dari 60%. Angka persentasi tersebut diperoleh dari pengalaman operasi tambang dan hanya berlaku untuk tambang bersangkutan. Bila batubara dari hasil tambang akan dijual tanpa benefisiasi seperti pencucian.2% . Kondisi struktur endapan.000 765.

Dewasa ini di Amerika Serikat dengan teknik benefisiasi sudah lebih maju. Seluruh blok dalam gambar itu dimisalkan sebagai besarnya sumberdaya batubara national atau besarnya sumberdaya dalam satu mandala geologi (geological province) atau besarnya sumberdaya satu endapan. Dalam blok cadangan ini terdapat 6 blok sesuai dengan kategorinya.Konsep pengklasifikasian sumberdaya batubara yang melibatkan kriteria ekonomi pertambangan tersebut dapat di visualisasikan dalam Gambar 3. Dari parameter kualitas juga perlu dipertimbangkan batas maksimum kandungan abu di dalam batubara untuk dapat ditambang sebesar 30%. biaya penambangan. Faktor variabel dalam pengelolaan sumberdaya batubara. atau bilamana ada penambahan data eksplorasi. Setiap blot kategori dapat berubah statusnya sesuai dengan perubahan harga pasar. 1984). maka batas maksimum kandungan abu dalam batubara yang ekonomis untuk ditambang adalah sekitar 33%. Daerah di luar blok cadangan terbagi menjadi daerah sumberdaya sub-ekonomis dan tidak ekonomis. Dalam blok sumberdaya itu terdapat bagian cadangan dimana telah dilakukan eksplorasi yang membuktikan bahwa endapan batubara dalam bagian (daerah) itu akan menguntungkan bila ditambang. persyaratan dari pemakai akan menentukan batas kandungan abu. Gambar 3. . (Dari Ward. tetapi hal itu tergantung dari untuk keperluan apa batubara itu ditambang.

misalnya terbukti terlalu tipis atau bermutu terlalu buruk atau mengandung elemen pengotor berlebihan sehingga teknologi apapun tidak akan dapat membantu meningkatkan nilai ekonominya. dan status endapan batubara semacam ini perlu di-klasifikasikan secara terpisah. Dalam pembahasan dimuka kiranya dapat difahami bahwa kelas cadangan bagi suatu endapan batubara mengandung pengertian mempunyai kualitas dan kedudukan atau posisi dapat diusahakan secara ekonomis berdasarkan penilaian tingkat teknologi dan keadaan pasaran pada saat perhitungan sampai jangkauan pandang masa depan. dan sebagainya sangat perlu untuk dibakukan. Ada juga endapan batubara yang kemudian diketahui sebagai tidak mempunyai nilai ekonomi. (Swanson and Huffman Jr. kecuali cadangan tersebut saat ini sedang ditambang. baik untuk sumberdaya yang diketahui (identified resources) maupun yang masih belum ditemukan (undiscovered resources) seperti dapat dipelajari dari tabel 3. Misalnya sisipan (parting) batuan dengan ketebalan kurang dari 10 cm didalam lapisan batubara tidak perlu dipisahkan dari pencontohan (sampling).. (1976). analisa petrografi. Jadi istilah cadangan yang akan dapat ditambang (extractable atau recoverable reserves) menjadi berlebihan (redundant) atau istilah cadangan ekonomis tidak perlu dipakai karena cadangan itu sudah mengandung arti mempunyai nilai ekonomi. Sistem McKelvey tersebut pada tahun 1983 telah dikembangkan lebih lanjut oleh U. Terminologi dasarnya juga mengalami perubahan yang bagi negara penghasil batubara baru nampak sangat berlebihan untuk diikuti. Misalnya cadangan itu sekarang di definisikan hanya untuk banyaknya (tonase) batubara yang akan dapat ditambang. tetapi kemungkinan akan dapat ditambang dimasa depan bila teknologi dan perkembangan ekonomi memungkinkannya.Kriteria untuk memperhitungkan besarnya sumberdaya dan cadangan batubara diberlakukan untuk masing-masing tingkat perhitungan. 1976). Dalam banyak hal terdapat sejumlah endapan batubara yang pada saat ini tidak menguntungkan untuk diusahakan .S. . tetapi cadangan ditempat yang ditingkatkan menjadi cadangan harus diperhitungkan sebagai tidak termasuk batubara yang terlalu tipis atau terletak terlalu dalam sebagaimana di tetapkan dalam Tabel 2. Pencontohan yang dibakukan akan menghasilkan angka cadangan yang seragam pula. misalnya kedalam kelas sumberdayanya hanya kecil saja. karena dalam praktek sisipan batuan setipis itu tidak terpisahkan dalam proses penambangan. penyiapan contoh (sample preparation). (sumberdaya nonekonomis). Dalam pengelolaan sumberdaya batubara nasional juga diperlukan pedoman untuk pencontohan batubara. Pada prakteknya kandungan abu dan belerang sebagian dipengaruhi oleh metoda pencontohan (sampling practice) batubara. Istilah reserves base sebenarnya dimaksudkan sebagai cadangan ditempat (in situ reserves) sebagaimana diusulkan oleh McKelvey. Demikian juga tentang metoda dan ketelitian analisa kualitas. Geological Survey dengan lebih merinci dengan definisi dan kriteria yang lebih terarah dengan format klasifikasi untuk pelaporan seperti terlihat dalam gambar 4.

35-0. Tabe1 3.50 0-300 0-1.000 100-1. Gambar 4 seperti diberikan di halaman 14. Sebagai contoh lapisan batubara (antrasit dan bituminus) yang berketebalan kurang dari 35 cm dan batubara sub bituminus dan lignit yang berketebalan kurang dari 75 cm dan semua batubara yang terpendam lebih dari 1. Dengan demikian jelas bahwa baik perhitungan sumberdaya ataupun cadangan batubara itu tidak lain adalah persoalan ekonomi yang berkaitan langsung dengan teknologi pertambangan. Anthracite and bituminous coal <1.75 Reserve base and infenrd nsrrvr bate Anthracite and bituminous coal Subbitumiuous coal and lignite Reserves. Kriteria dalam tabel tersebut hanya berlaku bagi endapan batubara yang akan dapat ditambang secara ekonomis.800 >0. Demikian juga batubara yang mengandung abu lebih dari 33% tidak dimasukkan dalam perhitungan. baik untuk klas cadangan maupun untuk sumberdaya.S. et a1.G.1983) Depth Thicknesss (m) (m) Identified and undiscovered resources.75 .Setelah berpengalaman puluhan tahun dan sempurnanya pemetaan geologi bersistem dapatlah disusun satu pedoman umum bagi menentukan proximitas untuk kerapatan data bagi masimg-masing kategori sumberdaya dan cadangan. Tabe1 3 adalah pedoman untuk pengklasifikasian sumberdaya batubara berdasarkan pada ketebalan dan kedalaman 1apisan batubara yang dipakai dalam lingkungan US Department of Interior. marginal reserves.800 m tidak di ikutkan dalam sistem ini.S. (Wood.800 >0.75 >0.35 Subbituminous coal and lignite <1. Pelaporan akhirnya diringkaskan sesuai dengan format gambar.70 0-75-1.800 D-150 0.50 >0. and inferred reserves: (Criteria same as reserve base and inferred reserve base but with factors based on engineering and economic analysis applied) Subeconomic resources: Anthracite and bituminous coal Subbituminous coal Lignite < 300 < 500 >0.70 >1. Kriteria untuk klasifikasi sumberdaya batubara yang dianut oleh U.

mineral. (1990). antara lain oleh A. Soehandojo. tetapi masukan datanya yang dihimpun sejak dari . kiranya cukup alasan untuk menyebutkan sangat berpotensinya sumberdaya batubara Indonesia terutama di kawasan Indonesia bagian barat. (1989) dan Sutisnawinata. Hal ini antara lain disebabkan belum meratanya pemetaan geologi sistem terhadap formasi pengandung batubara dan belum adanya badan atau organisasi yang ditugasi bertanggung jawab pada pengelolaan sumberdaya. khususnya batubara.III. Prijono. Namun demikian kenyataannya masih cukup sulit memperhitungkan berapa besar sebenarnya jumlah seluruhnya sumberdaya batubara nasional dengan keyakinan yang memadai. (1986). Tulisan dan publikasi yang menyangkut cadangan batubara Indonesia . Ketiga penulis ini juga menerapkan konsep McKelvey. setelah dibukanya Kontrak Karya di Kalimantan Timur telah banyak ditulis.1 LATAR BELAKANG DAN KRITERIA YANG DITERAPKAN Dari pengetahuan geologi batubara yang setapak lebih maju serta bila diperhatikan luasnya sebaran formasi pengandung batubara. SUMBERDAYA BATUBARA INDONESIA 111.

Tengah dan Kalimantan Barat. Dari sinilah dirasakan perlunya penyeragaman menyeluruh dalam usaha pengelolaan sumberdaya batubara secara nasional. kelayakan ekonomi. seperti ketelitian data eksplorasi. (Kin Hill-Otto Gold. Batubara Eosen ini umumnya berjenis sub bituminus sampai bituminus. Di kubah Airlaya (Bukit Asam) dan sekitarnya jenis batubara ini meningkat kualitasnya menjadi sub bituminus sampai antrasit akibat dari pengaruh terobosan (intrusi) batuan beku andesit. Terdapat pula batubara jenis antrasit. (Shell Mijnbouw. Angka 15 milyard ton tersebut oleh para penulis terdahulu masih dicantumkan dalam publikasinya. (lihat Tabel 7).eksplorasi oleh Shell Mijnbouw di Sumatra Selatan sampai dengan data eksplorasi terinci dari para kontraktor asing di Kalimantan Timur tampak tidak konsisten kriterianya. Demikianlah yang selama ini dikompilasikan oleh para penulis terdahulu. .1978). Semua perhitungan sumberdaya dan cadangan batubara dewasa ini nampaknya mengadopsi konsep McKelvey tanpa memperhatikan persyaratan-persyaratan yang perlu diikuti termasuk tidak jelasnya kriteria dasar yang dipakai. Kelompok muda ini umumnya berjenis lignit (brown coal). Bila angka sumberdaya ini diperhitungkan sampai pada kedalaman 100 m di bawah tanah dan dikalikan dengan berat jenis batubara (perkalian berat jenis ini tidak pernah ditulis oleh Shell) maka akan didapatkan jumlah sumberdaya sekitar 15 milyard ton. Sumatra Tengah dan daerah Pegunungan Tigapuluh (di daerah Jambi). Dua per tiga dari jumlah tersebut diperkirakan mengandung air (moisture) antara 50-60%. Arahan. Hal ini cukup mengganggu pengkompilasian besarnya angka sumberdaya dalam suatu mandala apalagi bila sampai pada perhitungan sumberdaya tingkat nasional. Seperti telah disinggung di muka. (± 40 juta tahun) diendapkan dalam periode regresi laut dalam cekungan busur belakang yang stabil. Dari bidang geologi pengelompokkan tersebut sebenarnya didasarkan (secara kebetulan) pada gabungan umur dan kualitasnya. keyakinan geologi dan sebagainya. Hardjono. yaitu jenis lignit atau brown coal dan jenis sub bituminus. Bangko. Tenggara. Kelompok endapan batubara yang relatif lebih muda berumur Miosen Tengah Akhir. seperti endapan batubara Kalimantan Timur. tetapi dalam jumlah yang dewasa ini diketahui sangat sedikit. 1986. bituminus dan kokas. Musirawas dan sebagainya. Faktor kualitas dan jenis batubaranya juga tidak dipertimbangkan. Kalimantan Selatan. Jenis batubara ini sangat melimpah seperti di Kalimantan Timur. Suban Jeriji. Bila diteliti lebih lanjut maka jumlah sumberdaya tersebut sebetulnya sudah termasuk sumberdaya/cadangan tereka sampai terukur dari beberapa endapan lignit. Sebagai akibatnya timbul angka yang berbeda untuk satu endapan yang sama. Kelompok yang lebih tua berumur Eosen ( ±50 juta tahun) yang diendapkan dalam periode transgresi laut. 1989) ditambahkan tanpa meninjau kembali angka hipotetis dari Shell tahun 1978. Pada tahun 1978 Shell melaporkan jumlah sumberdaya batubara di cekungan Sumatra Selatan sebanyak 5 milyard m3 yang dihitung sampai pada kedalaman 50 m di bawah permukaan tanah. seperti Muaratiga. Tanpa kriteria yang dibakukan kiranya tidak mungkin untuk mengklasifikasikan sumberdaya batubara. Sumatra Selatan dan Meulaboh (Sumatra Utara). pada garis besarnya batubara Indonesia terdiri dari 2 jenis. sedangkan data eksplorasi baru dengan tingkat kelas cadangan lebih tinggi. Akibatnya timbul penjumlahan yang berlebihan.

Mencari potensi batubara yang cukup berarti di Indonesia bagian timur khususnya di Sulawesi dan Maluku kiranya hampir tidak mungkin karena disamping faktor tektonis sejarah geologi di kawasan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh siklus pengendapan taut (marine) yang tidak memungkinkan terjadinya pengendapan batubara sebagaimana telah terjadi di Indonesia bagian barat. kecuali sebagian endapan batubara di daerah Kalimantan Timur yang meskipun umurnya relatif lebih muda tetapi mempunyai tingkat (rank) yang lebih baik karena pengaruh gradien geotermal disana yang relatif lebih rapat.Dewasa ini diketahui tidak terdapat lagi batubara berkualitas cukup tinggi semacam itu di Sumatra yang dapat dikembangkan secara besar-besaran seperti di Airlaya. Batubara disini bekualitas baik kecuali kadar belerang yang terlihat agak tinggi karena ditingkatkan mutunya oleh intrusi batuan beku sienit. Saat ini telah terkumpul banyak data. Dalam Peta sebaran batubara dan gambut yang melengkapi publikasi ini dapat dipelajari bahwa formasi batubara Paleogen (berwarna coklat) tersebar dalam zona tektonik yang relatif lebih intensif sehingga pada umumnya endapan batubara kelompok ini banyak terlipat dan terpatahkan yang disatu sisi dapat meningkatkan mutunya (rank) tetapi dilain sisi sebaliknya secara ekonomis mehgurangi jumlah cadangan yang dapat ditambang termasuk bertambahnya faktor kesulitan penambangannya. Di daerah Salawati ditemukan salah satu lapisan batubara berketebalan 1. Dari bahasan singkat diatas kiranya dapat dimengerti bahwa mencari endapan batubara sesuai dengan yang diinginkan itu tidak terlalu sukar karena prinsip jalur-jalur sebarannya sudah diketahui. Kabupaten Sorong (daerah Kepala Burung) dalam Formasi Klasaman yang berumur Pliosen (Neogen Muda).90 m dengan kemiringan sekitar 10° atau kurang. tetapi harapan besar masih terdapat di Kalimantan Timur/Tenggara diluar daerah-daerah Kontrak Karya.n batubara Salawati sangat dekat dengan taut. Di Irian Jaya endapan batubara lignit berumur Miosen yang cukup berpotensi ditemukan di Kecamatan Sorong/Salawati. Perkiraan sementara jumlah sumberdaya batubara disini lebih dari 70 juta ton dengan kadar air total antara 30 sampai 40 %. Pertamina beroperasi di daerah Klamono (sebelah timur Salawati) untuk menambang minyak dalam Formasi Klamogun yang terletak dibawah Formasi Klasaman: Dari sejarah perkembangan perbatubaraan. Dalam jangka panjang dimasa-masa mendatang tumpuhan energi listrik Indonesia tentu akan terletak pada batubara jenis lignit. tetapi mutu dan ketebalannya cepat berubah dalam jarak yang relatif dekat. (Selat Sele). Di Sulaswei sumberdaya subekonomis mungkin masih dapat diharapkan terdapat di daerah Todongkurah yang -berumur Eosen. Sejak berpaling kembali ke komoditas batubara pada permulaan tahun tujuh puluhan kita telah mengalami perkembangan produksi batubara yang cukup pesat.5835 kcal/kg. kiranya kita masih muda pengalaman di bidang pengelolaan sumberdaya batubara nasional. Lokasi endapa. Untuk itu pengelolaan sumberdaya batubara jenis ini beserta penguasaan teknologi pemanfaatannya perlu lebih mendapatkan perhatian. Pengusahannya mungkin masih dapat dilakukan dengan cara penambangan dalam (underground mining). kadar abu antara 1-8% clan nilai kalori antara 5000 -. memperhitungkan potensi sumberdaya sehubungan dengan nilai ekonominya memerlukan usaha dan kepakaran tersendiri. laporan dan keahlian/pengalaman yang tersebar terutama dalam:organisasi .

Para penulis tersebut mencoba mengadopsikan konsep pengelolaan sumberdaya batubara (coal resource assesment) tetapi belum mendalami atau tidak mengikuti batasan yang ditentukan dalam konsep yang diikutinya. Pada umumnya para penulis menerapkan konsep yang diusulkan McKelvey. tidak saja dalam jumlahnya. maka cadangan semacam ini dikategorikan sebagai cadangan sub ekonomis. sebagaimana banyak dilakukan oleh pengusaha swasta nasional. seyogyanya kedua jenis batubara utama tersebut perlu dimasukkan sebagai unsur dalam klasifikasi sumberdaya atau cadangannya. Dengan menyimak kriteria yang telah dibakukan oleh negara-negara penghasil batubara yang telah maju. Masih banyaknya daerah endapan batubara dan formasi pengandung batubara yang belum dipetakan dengan. misalnya endapan batubara di Bengkulu. nilai panas (calorific value). dan nilai reflektan dari maseral vitrinit dalam batubara. Sumatra Selatan. Angka sumberdaya yang paling representatif tidak akan dapat ditemui sebelum ada kriteria yang dapat disepakati untuk membatasi berbagai argumentasi dan pendapat. (1976) karena tidak ingin memakai konsep lama (Proven. pembakuan istilah dan sebagainya maka sekian banyak tulisan tentang sumberdaya dan cadangan batubara Indonesia timbul perbedaan yang mendasar. Probable. cukup teliti maka angka perkiraan besarnya sumberdaya yang termasuk dalam kategori hipotetis kiranya masih terlalu lemah. melainkan juga cara mengklasifikasikannya. tetapi bila sampai pada memperkirakan besarnya potensi sumberdaya batubara nasional terlihat belum terkuasainya berbagai masalah teknis pokok perbatubaraan yang diperlukan untuk melandasi pokok permasalahan dalam kebijakan pengembangan sumberdaya batubara. sedangkan endapan batubara dengan jumlah cadangan sangat sedikit tetapi kenyataannya pada saat ini sedang ditambang. Pada umumnya batas antara batubara bituminus dan sub bituminus terletak pada kandungan air (moisture) sekitar 10% (adb) dan reflektan vitrinit 0. Possible reserves) yang secara ekslusif dahulu hanya diterapkan untuk cadangan (bukan . Organisasi profesional seperti IAGI dan IMA dapat berperan dalam merintis usaha ini. publikasi ini mencoba merintis dengan menyajikan perkiraan besarnya sumberdaya dan cadangan batubara nasional berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh World Energy Conference dengan contoh penerapan evaluasi geostatistik dari data ekpslorasi endapan batubara di daerah Musirawas. Berhubung belum ada kesepakatan dalam pemakaian parameter. sedangkan antara lignit dan gambut pada kandungan air 70%. Setiap pemerkira besarnya sumberdaya batubara akan memberikan angka yang berbeda-beda sesuai dengan argumentasinya masing-masing.pemerintahan dan Perguruan Tinggi dan di beberapa perusahaan swasta. Sudah banyak perorangan atau mereka yang terkait dengan jabatannya mencoba merintis dan membahas masaiah pengembangan batubara.6%. Dalam memperkirakan besarnya endapan batubara kiranya perlu dipertimbangkan pula kriteria kualitas. Bila hendak memperhitungkan jumlah sumberdaya atau cadangan untuk satu mandala ataupun pada tingkat nasional. Bila semuanya itu dapat dihimpun tentulah akan menjadi aset pertama dalam usaha pengelolaan sumberdaya nasional. Di samping perlu dibakukannya kriteria kuantitatif yang didasarkan pada tingkatan penyelidikan/ eksplorasi seperti dibahas dalam Bab II. kriteria. seperti kandungan air (moisture).

Hal ini antara lain disebabkan oleh masukan data cadangan/sumberdaya dari lapordn-laporan eksplorasi yang tidak lengkap atau tidak jelas kriterianya ataupun mungkin keliru mengklasifikasikannya. pengusaha pertambangan. Konsep-konsep yang diusulkan dari pelbagai negara penghasil batubara yang sudah berpengalaman tentunya juga tidak universal sifatnya dan secara ekslusif hanya berlaku di negara masing-masing karena perbedaan kondisi ekonomi. ekonomi. pengangkutan. Oleh karena itu angka sumberdaya atau cadangan yang diperhitungkan seseorang baik untuk satu daerah atau mandala geologi maupun yang mencakup seluruh negara dapat berbeda berlipat kali dari perkiraan orang lain. Ini adalah salah satu kelemahan dalam kompilasi sumberdaya dalam publikasi ini sebagaimana dibahas di awal Bab II ini. kualitas dan ekonominya dapat dikatakan sebagai tidak/kurang menguntungkan (sumberdaya sub ekonomis) dalam kurun waktu yang dapat diterima oleh perhitungan ekonomi pertambangan. India. karena hanya satu disiplin kebumian tertentu dan berlatar belakang penerapan geologi regional yang sanggup membuat rekaan dan prediksi sesuai dengan yang dikehendaki oleh konsep McKelvey. Perkiraan besarnya sumberdaya dan cadangan batubara untuk bahan masukan pemanfaatannya dalam kaitannya dengan kebijaksanaan energi yang cukup handal sebenarnya kurang sempurna bila hanya dilakukan oleh seorang yang mewakili satu disiplin keilmuan. hukum dan teknologi. . Tetapi batasan-batasan dari kriteria dan parameternya perlu dipelajari dan bilamana perlu dapat diadopsi dan atau disesuaikan (sebagaimana ditempuh oleh negara penghasil batubara baru seperti Australia. Berhubung belum seragam tingkat pemetaan khususnya untuk formasi pengandung batubara maka usaha untuk memperkirakan besarnya sumberdaya batubara yang belum diketahui sebaran geologinya (undiscovered resources) termasuk batasan untuk sumberdaya hipotetis masih belum dapat sempurna. teknologi. banyak tambang batubara yang sanggup beroperasi dalam kondisi yang menurut parameter teknologi yang sedang berlaku. geologi batubara. dan sebagainya. Selanjutnya diusahakan kesepakatan dari semua pihak yang berkepentingan termasuk pemerintah. Faktor lain yang perlu di pertimbangkan adalah bahwa pada kenyataannya. industri pemakai batubara. dan sebagainya. Bagian inilah yang rawan dalam masalah pengelolaan sumberdaya batubara.sumberdaya) dalam lingkungan tambang. Untuk itu diperlukan pemrakarsa dan koordinasi dari instansi-instansi pemerintahan yang mempunyai tugas dan fungsi pengelolaan sumberdaya batubara. dan sebagainya). Memperhitungkan potensi sumberdaya batubara nasional yang dicerminkan oleh besarnya angka sumberdaya yang digunakan sebagai dasar pengembangarinya sebaiknya dilakukan oleh satu team yang mewakili pelbagai disiplin keilmuan seperti pertambangan.

Dengan tersusunnya kembali tabel sumberdaya batubara Indonesia ini tentunya akan timbul permasalahan dan pendapat lain. Dalam kompilasi ini penulis mengharap tidak dipersoalkan benar atau tidaknya angka-angka penggabungan kelas cadangan/sumberdaya. koreksi terhadap perkiraan kategori dan klasifikasi sumberdaya sangat diharapkan. Penulis tidak menganggap hasil kompilasinya ini sebagai teliti dan benar karena sumber data yang dihimpun sangat tidak seragam dalam pengklasifikasiannya seperti yang disyaratkan oleh sistem McKelvey. 11. 11. Klasifikasi sumberdaya batubara Indonesia menurut sistem McKelvey. Nomor yang tertulis dalam kolom 1. melainkan mencoba menyusun kembali berdasarkan kriteria dan batasan yang dibahas dalam Bab II dengan menerapkan perkiraan klasifikasinya dan membedakan cadangan untuk batubara sub bituminus dan lignit berdasarkan kandungan air yang sudah diterima di kalangan perbatubaraan internasional.000.000).1. Bila angka angka cadangan dan sumberdaya tersebut di masukkan dalam diagram McKelvey maka hasilnva dapat di lihat dalam Gambar 5.Gambar 5. Sayangnya sistem ini tidak membedakan jenis batubara.2 Geostatistik untuk status cadangan batubara Memperhitungkan sumberdaya atau cadangan batubara itu sangat sederhana dibandingkan dengan mineral lain. Kompilasi Sumberdaya Batubara Indonesia Tabel 7 (4 halaman) adalah ringkasan dari kompilasi yang dihimpun dari berbagai ragam sumber dan laporan. Hal ini pada dasarnya disebabkan oleh .2. demi keberhasilan usaha pengelolaan sumberdaya batubara Indonesia. disesuaikan dengan nomor lokasi dalam Peta Lampiran Sebaran Sumberdaya Batubara dan Gambut di Indonesia (skala 1:5.

Penilaian suatu cadangan batubara yang dilaporkan oleh penulisnya dapat dilakukan dengan beberapa metoda sesuai dengan tingkat eksplorasinya. 3.kesederhanaan geometri endapan batubara terutama yang telah di deliniasi oleh kegiatan eksnlorasi. Itesalahan perhitungan yang terlalu besar tanpa penilaian lebih lanjut dapat menyebabkan kekeliruan dalam penentuan langkah pengembangan selanjutnya. Dengan metoda poligon atau metoda konvensional lainnya dianggap bahwa ketebalan lapisan batubara dalam satu blok atau poligon biasanya cukup diwakili oleh satu data ketebalan lapisan batubara seperti dari hasil pemboran atau pengukuran singkapan. Karena kesederhanaan geometri lapisan atau endapan batubara dan pertimbangan harga batubara biasanya metoda konvensional ini cukup dapat diterima. 4. Dianggap bahwa ketebalan lapisan batubara ke segala arah adalah isotrop (yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan variogram). Dalam geostatistik linier. Tetapi untuk lapisan batubara yang tidak merata ketebalanannya (inconsistent bed) keterbatasan data ketebalan ini akan menghasilkan kesalahan cukup besar yang seimbang dengan besarnya eksagerasi yang dibuat oleh tenaga eksplorasi. penampangan melintang dan sebagainya. 7. Salah satu penilaian terhadap berapa besarnya kesalahan perhitungan cadangan adalah penerapan metoda geostatistik linier. . Tetapi evaluasi sumberdaya batubara dalam lingkup pengelolaan sumberdaya (resource management) memerlukan tindak tambahan sehubungan dengan ketelitian pelaporan eksplorasi. 9 maka ketebalan lapisan batubara dalam blok ABCD adalah dimana ai = bobot untuk titik ke i. isopah. seperti metoda poligon. Jika: al = bobot untuk titik 1 a2 = bobot untuk titik 2.berikut: Misalkan ingin diketahui ketebalan lapisan batubara dalam Blok ABCD yang akan diestimasi didasarkan pada 9 data yang terdapat dalam blok itu sendiri dan juga yang terdapat dalam blok sekitarnya. 8. estimasi untuk satu blok (poligon) cadangan ditentukan sebagai. 5 a3 = bobot untuk titik 6.

Gambar 6. 1989). Berikut ini akan dikaji endapan batubara di daerah Musirawas. (Hardjono dan S. Peta perhitungan cadangan batubara Seam IV Musirawas. Endapan batubara Sungaimalam termasuk dalam cekungan Sumatra Selatan yang berumur Miosen Akhir.Ilyas. Cadangan dari seam ini saja dilaporkan oleh penulisnya adalah sekitar 291 juta ton (lihat Tabel 7) dan diklasifikasikan sebagai terukur berdasarkan keyakinan pada konsistensi lapisan. Untuk lapisan batubara yang bervariasi (inconsistent bed) tentunya anggapan ini tidak tepat. . Dalam penghitungan cadangan batubara dengan metoda konvensional. (lihat Gambar 6).000. terdiri dari beberapa lapisan (multi seam) dan berkualitas lignit. Suatu metoda estimasi yang baik jika memenuhi kriteria: Estimasi tak bias = E (Z-Z*) = 0 Varians estimasi = E (Z-Z*)2 harus minimal dimana: Z* = nilai estimasi Z = nilai sebenarnya yang tidak diketahui pada saat dilakukan estimasi. Singkapan seam ini membentang dengan arah utaraselatan sepanjang 6 km dengan kemiringan sekitar 10° ke arah barat. sisipan dan kualitasnya. ketebalan lapisan batubara dalam setiap blok (poligon) dianggap sama dengan ketebalan lapisan batubara yang ditembus oleh satu pemboran dalam blok tersebut. Sumatra Selatan. Seam ini telah diuji oleh lebih dari 12 pemboran inti dan dipetakan dengan skala 1:10.zi = nilai ketebalan lapisan batubara pada titik ke i. Salah satu lapisannya dinamakan Seam Malam atau Seam IV mempunyai ketebalan rata-rata 28 meter.

variabilitas antar data (Gij).i [Giv] = matriks variogram dari tiap data ke blok estimasi V (ABCD. Gejala ini sebenarnya adalah suatu nilai kuantitatif dari genesa pengendapan batubara di daerah yang dianalisis. Perhitungan cadangan batubara Sungalmalam dengan metoda Krigging Ketebalan batubara dalam setiap blok (poligon) dihitung dengan menggunakan rumus (1). Perbandingan hasii perhitungan . luas blok yang diestimasi (V). untuk 2D) Dari persamaan (3) akan terjadi persamaan matrik berikut: Dari persamaan (4) tampak bahwa nilai bobot untuk tiap titik data ditentukan oleh .. N(h) = jumlah pasangan yang mungkin pada jarak h. 2. Variogram ketebalan lapisan batubara Variogram adalah satu metoda pengukuran dengan cara kuantitatif dari suatu variabel regional yang dianalisis. h = vektor antara (x) dan (x+h). Dalam metoda geostatistik untuk menguji cadangan batubara.1. Dengan rumus ini penentuan nilai ai dilakukan dengan persamaan krigging sebagai berikut: dimana: [Gij] = matriks variogram antar titik data pengamatan (misalnya pemboran) [ai] = bobot untuk data pengamatan ke . koefisien Lagrange (u) 3. apakah ada gejala isotropi atau anisotropi. Dengan variogram dapat ditentukan bagaimana variabilitas dari ketebalan lapisan batubara ke segala arah. variabilitas antara data dengan blok yang diestimasi (GiV). terlebih dahulu harus ditentukan variogram ketebalan batubara dengan rumus: z(x) = rilai variabel ketebalan lapisan batubara pada koordinat (x).

55 24.823 29.384 30.837.95 16.128.37 13. Tetapi berdasarkan pengamatan di lapangan.973 1.509 291.537 218.164.733 -1.128.520 348.34 21.259.29 3. 10.051 ') E. Dari hasil perhitungan.G Berat (t) 1.618 7. Tabe14.991.28 3.313. mulai jarak h = 500 m.731 1.900 469. akan tampak bahwa kontinuitas ketebalan lapisan batubara cukup baik. kontinuitas lapisan batubara pada jarak dekat cukup baik.675 Tabel Volume(m 3 ) (m) 20.103.S.611.32 4.166 1.86 23.56 26.645 1.275 25.855.518 27.828 9.E = Error of estimate (kesalahan estimasi) dari tonase atau volume batubara dengan metoda geostatistik .262.32 25.32 9.481.31 17.632.000 1.220 7.70 7.500 306.675 10.050 1.32 30.939.79 26.37 4.253.559 1.33 33.540.520 26.965 X111 637.797.851 1.58 2.873 27.46 3.039.22 •-• 3.974 8.409.02 27.982 1.164 1.859. dengan pemboran yang dilakukan.505 Jumlah 8.009.022.28 3.007.186 EE % *) 7.616.32 7.390.06 3. yang jumlah pasangan titik-titik pemboran lebih banyak dibandingkan dengan arah B .739. Perhitungan cadangan batubara Seam IV Sungaimalam-dengan metoda geostatistik (krigging) No Blok 1 11 111 N V VI VII Vlil (X X XI Lws (m 2 ) 764.91 3.415.685 XV 202. maka variabilitas ketebalan lapisan batubara pada jarak dekat sulit ditentukan.016.32 34.917 1. Tetapi untuk jarak h < 500 m.400.Blok-blok (poligon) yang diestimasi dan titik bor yang mempengaruhinya terlihat pada Gambar 6.176.02 3.821 1.755 X1v 767.22 27.37 11.192 1.32 17.047 1.36 5.373 S.57 3.263.19 19.36 .67 25.077.934 13.99 23.778 13.88 25.330 X1I 896.35 9.33 34.808 1.477 452.38 . variogram ketebalan lapisan batubara pada arah U . 3.91 3.074.T.437 273. sehingga dianggap bahwa variabilitas ketebalan lapisan batubara pada jarak dekat tanpa adanya lapisan batubara dengan ketebalan luar biasa atau dalam istilah geostatistik disebut nugget.536.500 432.650 328.85 28.052.52 26.500 268.90 28.

dengan tingkat kesalahan yang tentunya tergantung dari kerapatan jarak pengukuran dan struk tur endapan.018.55 7.721 11.95 18. Hasil Metoda Krigging Blok Tabel Volumee I II III IV IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII Ton Tbl ' 17 93 27.415.164.70 28.2 9P.719 ~ 31. apakah harus menunggu sampai seluruh cadangan tersebut ditambang. apabila variabilitas dari variabel regional tidak isotrop.897 Ton 18.373 34.160.007.3 26:273.97 25.053.4 101. 92.04 30.7 101.934 17.128.50 25.13 24.470 7.778 9.84 28.282.275 21. 1 14.300 12.5 100.09 25.939.518 34.82 25.541 26.837.259.16 17.9 99.947.19 3 7 33.904.875 9. Kiranya dengan contoh sederhana ini konsep McKelvey dapat lebih di fahami dan diterapkan dalam sistem pengelolaan sumberdaya nasional.002 25.070 37.724 9.702 ' %vo l 116.043.405 10.919 446 10.050 27.844. 7 101.73 28.039.16 23. Selain itu dengan metoda konvensional tidak dapat secara langsung ditentukan secara kuantitatif tingkat kesalahan perhitungan yang diperoleh. 7 /Kon vvvv % Ton 118.125 17.55 28. Kesalahan estimasi dari perhitungan geostatistik yang mungkin terjadi untuk setiap blok masih memenuhi syarat untuk tingkat kesalahan perhitungan sebagaimana ditentukan oleh sistem McKelvey dimana kesalahan perhitungan untuk kelas cadangan terunjuk (demonstrated reserves) tidak boleh melebihi 20 %.699.090.8 f98.64 5 28.294 12.832.82 1 19. 8 94.3 98.52 9.151.21 19.030 112197.906.720 28. 5 100. 2 99.1 101.4 101. Bila status cadangan tersebut diuji dengan rumus geostatistik maka akan menghasilkan angka cadangan seperti terlihat pada Tabel 4 dan perbandingan perhitungan cadangan antara metode konvensional dan metoda krigging seperti terlihat pada Tabel 5.0 105.128.148 8.974 10.446.8 98.668 13.854.778 8.8 94. Kesalahan ini akan lebih besar.73 28.384 33.965 8.520 14.80 8 25.623. 101.368.82 25. Konsep McKelvey tidak jelas menyebutkan bagaimana toleransi 20 % tersebut harus di perhitungkan.811.739.395.851 24.409.307.797.485 8.077.86 10. Perhitungan cadangan dengan metoda konvensional memang mengandung kesalahan yang disebabkan oleh ketelitian pengukuran termasuk faktor keyakinan geologi dari pembuatnya.333 .85 13.484.074.400.574 13.46 .991.566.828 4 13.38 28.8 92.7 101.22 8.55 27.58 7.855 18.220 3 28.759.536.747.839.616. Hasil perhitungan dengan metoda geostatistik ini telah menguatkan secara kuantitatif pendapat penulis yang telah mengklasifikasikan Seam Malam sebagai terukur.90 13. 25.178.00 27.88 25.Dari geostatistik linier diketahui bahwa perhitungan cadangan dengan cara konvensional dapat mengandung kesalahan matematis.83 27.461.707.818 11.983.25~3.9 99.373 i 98.79 26.034 34.659.0 105.7 20.97 1 2702 7.37 Metoda Konvensional Krigging Volume Vol 13.

955.. 13 . tetapi sampai saat ini perkiraan cadangannya masih terlalu kasar.01 BAB IV SUMBERDAYA GAMBUT DI INDONESIA Endapan gambut dataran rendah (low land peat)di indonesia telah dikenal sangat luas sebarannya sesuai dengan bentangan dataran rendah pantai.. 4..02 0.99 23. 5. Hal ini diperkuat oleh laporan Euroconsult..242....89 5.02 0... 8. 9....... dan Irian Jaya. 12 ..7 XV 27..818.067 I 97.12 0...Titik Bor 1.390....166 ..33 291.... Shell (1983) memperkirakan bahwa endapan gambut yang berketebalan lebih dari 1 meter yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan energi mencakup dataran rendah lebih dari 17 juta hektar tersebar di Sumatra....6 8... 2.397 106.19 7.73 23.540.509 j 30. 14 ... Bobot 0. 6.30 5.7 9i...XIV 29.313.02 0. Kalimantan. 0 291..........08 0...920... 11 ..725 219.452..537 Jumlah 218..022.960 .873 30.7 Tabe16.58 0. 3.... Bobot untuk setiap data pada Blok I. Sejak sepuluh tahun terakhir ini timbul gagasan baru untuk mengembangkan gambut sebagai bahan energi terutama untuk daerah terpencil...02 0..590.01 MH=12 RH-02 RH-09 RH-10 RH-14 RH-16 RH-11 RH-13 RH-15 RH-17 RH-18 RH-19 RH-22 RH-21 RH-20 0.05 0. 10 ..03 0.495 31. (1984) yang antara lain menyatakan bahwa dalam jangka .01 0.824 99.y 25.140... No..01 0..01 0. 15 .8 105.01 0. 7 97.052...... 7...

industri pertambangan gambut sebagai bahan pembangkit listrik untuk daerah terpencil di Indonesia akan dapat berkompetisi dengan pembangkit listrik BBM.panjang dan tersedianya konsumen. Kedua jenis gambut tersebut pada hakekatnya secara megaskopis agak sukar didefinisikan secara pasti karena kompleksnva tahapan proses pembusukan. Komposisi zat organik ini tidak stabil tergantung pada proses pembusukan. Gambut topogenus yang kandungan airnya berasal dari air permukaan. abu. sehingga kadar abunya dipengaruhi oleh elemen yang terbawa oleh air permukaan tersebut. serat. abu. IV 1 KOMPOSISI GAMBUT Gambut adalah sisa timbunan tumbuhan yang telah mati dan kemudian diuraikan oleh bakteri anaerobik clan aerobik menjadi komponen yang lebih stabil. humus dan lain-lain. IV 2 KEGUNAAN GAMBUT Gambut dapat digunakan sebagai bahan bakar dan bahan industri setelah melalui beberapa proses mulai dari yang sederhana sampai pada pemanfaatan teknologi canggih. Tingkat pembusukan pada gambut akan menaikkan kadar karbon (C) dan menurunkan oksigen (O). . Sebaliknya humus dari cellulosa pada tingkat pembusukan dini terdapat 0-15%. Zat organik tersebut terdiri dari cellulosa. nitrogen (N) dan oksigen (O) selain unsur utama terdapat juga unsur lain Al. sehingga kadar abunya adalah asli (inherent) dari tumbuhan itu sendiri. bitumin (wax dan resin). Daerah gambut topogenus lebih bermanfaat untuk lahan pertanian dibanding dengan daerah ombrogenus kareria gambut topogenus mengandung relatiflebih banyak nutrisi. Di lingkungan pengendapannya gambut ini selalu dalam keadaan jenuh air (lebih dari 90%). P. S. sedangkan pada gambut yang telah mengalami pelapukan yang lebih tinggi (H9-H10) mencapai 50-60%. Selain zat organik yang membentuk gambut terdapat jaga zat inorganik dalam jumlah yang kecil. cation exchange capacity. Si. nutrisi. Unsur-unsur pembentuk gambut sebagian besar terdiri dari karbon (C). Berdasarkan lingkungan tumbuh dan pengendapannya gambut di Indonesia dapat dibagi menjadi dua jenis: Gambut ombrogenus yang kandungan airnya hanya berasal dari air hujan. lignin. keasaman. Zat organik pembentuk gambut sama dengan tumbuhan dalam perbandingan yang berlainan sesuai dengan tingkat pembusukannya. kandungan kayu dan lainlain. Gambut jenis ini dibentuk dalam lingkungan pengendapan dimana tumbuhan pembentuknya yang semasa hidupnya hanya tumbuh dari air hujan. hidrogen (H). bulk density. Ca dan lain-lain dalam bentuk terikat. Na. Jenis gambut ini diendapkan dari sisa tumbuhan yang semasa hidupnya tumbuh dari pengaruh air permukaan tanah. misalnya cellulosa pada tingkat pembusukan dini (Hl-H2) sebanyak 15-20% tetapi pada tingkat pembusukan lanjut (H9-H10) hampir tidak ditemukan. Komposisi gambut menentukan mutu dan kegunaannya yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kandungan zat organik.

Bahan bakar yang diolah melalui proses yang sederhana dapat berbentuk bongkah yang disebut sod peat dan yang berhentuk serbuk disebut milled peat. 2 Gambut sebagai bahan industri Sebagai pelarut plastik Alkohol dan protein tertentu hasil hidrolisa dari cellulosa dan hemicellulosa yang ada dalam gambut dapat di pergunakan untuk pelarut plastik. dan kedua melalui proses teknologi. Selama proses ini kadar karbon meningkat dari SS% sampai 90% dalam berat. IV 2. Kokas ini digunakan dalam metalurgi sebagai bahan penyerap dan karbon aktip. Peat Derived Fuel (PDF). 5-8% ter. Proses karbonisasi basah yang kemudian dilanjutkan dengan pengering buatan.1 Gambut sebagai bahan bakar Bahan bakar gambut dapat digunakan dalam beberapa industri seperti pembangkit tenaga listrik. Pengolahan gambut sebagai bahan bakar melalui proses yang lebih lanjut yaitu: Briquetting atau Felliting Pemampatan milled peat yang menurunkan kadar air dari 50% menjadi 10%. Karbonisasi basah. Briquette berbentuk bata dapat. Asam humus Asam humus dapat dilarutkan dalam asam alkali kemudian dipisahkan lagi. semen.IV 2. dan kedua pengeringan-oleh sinar matahari setelah dibentuk atau dikupas. Gas Macam-macam gas dapat dihasilkan dari gambut a. digunakan untuk keperluan industri dan rumah tangga. pertama yang diolah melalui proses sederhana. Hasil proses ini ialah briquette atau pellet dengan kadar air 10% atau kurang dengan nilai kalori 20-24 MJ. Pengkokasan (Coking).l5-20% air. pertama. pabrik keramik. dan 20-30% gas.l. Gambut basah dipanaskan pada suhu 150°=550°C dalam tekanan kuat selama ± ljam. penggunaannya untuk bahan campuran lumpur pemboran (drilling mud) dan dalam industri semen. gelas dan keperluan rumah tangga (masak dan pemanas). pengeringan dengan saluran (drainage). Kedua bahan bakar ini dibuat dengan cara pengeringan gambutyang dilakukan dalam dua tingkat.40% kokas. gas methan. Sod peat dalam tekanan tinggi dipanaskan 800°-900°C kemudian gambut berurai menjadi 30. dan nilaikalori sekitar 31 MJ/kg. Bentuk bahan bakar gamtrut dapat digolongkan dalam dua kategori. . Lilin Gambut mengandung lilin kira-kira 7-16% yang dapat dikeluarkan dengan larutan organik. Proses ini menghilangkan pemecahan oksigen dan menaikan nilai kalorinya termasuk mengeringkan gambut sampai kandungan air sekitar 50%.

di beberapa daerah telah dilakukan penyelidikan lebih lanjut ~ eksplorasi terinci. Sifat kesarangan gambut memudahkan akar mengambil nutrisi. Data tersebut perlu dihimpun dan diolah untuk dijadikan sumber dan landasan dalam merumuskan kebijaksanaan energi nasional. Negeri Belanda. Mengingat peranan gambut sebagai bahan industri yang dapat diandalkan di kemudian hari Direktorat Sumberdaya Mineral sejak tahun 1983 telah melak_ sanakan penelitian dan eksplorasi endapan gambut di Kalimantan dan Sumatra. sulfat. Ringkasan hasil penyelidikan tercantum dalam label 8. Namun demikian belum banyak hasil yang dapat mendukung program inventarisasi secara sistematis. Publikasi ini mencoba menyajikan satu metoda untuk melaporkan dan mengkompilasi sumberdaya batubara berdasarkan batasan-batasan yang lazim diterapkan oleh negara-negara penghasil batubara yang telah berpengalaman. protein. Board Bahan serat yang sukar dibusukan (lapuk) dan berongga dapat digunakan untuk bahan board. Kegiatan eksplorasi batubara yang dimulai kembali sejak tahun kedua PELITA II yang diawali oleh program eksplorasi besar-besaran oleh Shell Minjbouw di Sumatra Selatan sampai dengan pembukaan wilayah Kontak Karya di Kalimantan Timur dan Selatan telah banyak menghasilkan data baru. IV 3 ENDAPAN GAMBUT DI INDONESIA Tingkat penyelidikan pada umumnya masih awal (penyelidikan pendahuluan). cadnium. sumberdaya batubara nasional. Bantuan teknis telah diterima dari pemerintah Amerika sejak tahun 1986 sampai tahun 1989 dan kerjasama riset telah dijalin dengan Research Institute for Nature Management (RIN). zat pewarna dan bila dicampur dengan sodium sulfat dapat menyerap metal berat seperti air raksa. Media tanaman Dengan menambah beberapa unsur tertentu gambut dapat dipakai sebagai media tanaman baik untuk pot atau berbentuk kantong/karung yang siap ditanami (bunga atau sayuran). Tabel 8 adalah ringkasan dari hasil penyelidikan gambut yang telah dilaporkan oleh Direktorat Sumberdaya Mineral sampai dengan akhir tahun 1990. Oleh karena belum terdapatnya pembakuan dalam berbagai bidang pengelolaan sumberdaya maka jumlah sumberdaya secara keseluruhan yang dipercontohkan disini tidak berpretensi sebagai jumlah sumberdaya batubara Indonesia pada saat ini karena . V KESIMPULAN Sudah lebih dari 15 tahun kita kembali memanfaatkan sumberdaya batubara terutama sebagai bahan energi pengganti minyak bumi untuk pembangkit tenaga listrik. dan timbal.Bahan penyerap Porositas yang tinggi pada gambut mempunyai daya serap yang tinggi untuk air.

tetapi hanya batubara kualitas baik saja (sub bituminus) yang dihasilkan (diperdagangkan) sedangkan batubara jenis lignit dengan sumberdaya yang jauh lebih besar belum dimanfaatkan. Angka besarnya sumberdaya itu encer sifatnya. Oleh karena perhitungan sumbee• daya pada satu periode adalah sumber informasi untuk perbaikan perhitungan untuk periode berikutnya. Kelas sumberdaya hipotetis disini adalah rekaan penulis. yaitu selalu berubah sesuai dengan kemajuan pengetahuan geologi batubara regional. Angka-angka sumberdaya/cadangan yang terhimpun dalam Tabel 7 diakui oleh penulis sebagai tidak sepenuhnya teliti karena data yang dikutip beserta laporannya tidak dievaluasi lebih lanjut. faktor ketebalan. teknologi pertam• bangan. dan pengembangan sumberdaya regional dan sebagainya di lingkungan pemerintahan kiranya perlu mendapatkan perhatian.dalam menyusun publikasi ini penulis tidak meneliti laporan eksplorasi terutama yang disajikan oleh para kontraktor bagi hasil. Belum tersedianya beberapa kepakaran paripurna yang menguasai berbagai aspek sumberdaya batubara dalam lingkup ekonomi. Tetapi angka sumberdaya dan cadangan untuk masing-masing lokasi dengan nomor lokasi yang tercantum dalam peta lampiran sebagian besar dapat dianggap benar. koreksi untuk kelas sumberdaya hipotetis di cekungan Sumatra Selatan oleh Shell . kedalaman. kondisi ekonomi. Meskipun sumberdaya batubara Indonesia diketahui cukup melimpah. tetapi sebagian besar adalah batubara jenis lignit atau brown coal. pertambangan. Dari konsep pengklasifikasian sumberdaya dan cadangan batubara kiranya. khususnya yang menyangkut pengembangan batubara perlu dilatar belakangi oleh variasi kualitas dan sebaran regional endapan batubara. dan kualitas tersebut perlu ditetapkan dan dianjurkan bagi mereka yang melakukan inventarisasi dan eksplorasi batubara. Jumlah produksi batubara nasional pada saat ini adalah sekitar 10 juta ton. Dalam melaporkan besarnya sumberdaya batubara atau dalam pengelolaan sumberdaya batubara nasional. Hal ini tidak lain adalah tuntutan e k o n o m i y a n g menghendaki agar pemanfaatan dan perdagangan sumberdaya:alam strategis dan tak terbarukan itu tidak mengarah kepada sesuatu yang tak terkendalikan di samping sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan potensi pengembangan suatu daerah yang mengandung endapan batubara. dapat difahami bahwa berdasarkan pengalaman maka setiap negara m e m a n d a n g perlu untuk membakukan klasifikasi sumberdaya batubaranya:Perhitungan dan evaluasi sumberdaya dan cadangan batubara suatu negara atau mandala itu adalah bagian penting dari tugas pokok pemerintahan seperti Departemen Pertambangan dan Energi. Penggabungan angka sumberdaya atau cadangan batubara yang berbeda kelasnya dan berbeda jenis dan tingkat (rank) nya tidak banyak membantu dalam bidang pengelolaan sumberdaya yang perlu dikuasai oleh para pengambil keputusan. dan perkiraan jumlah panas yang dihasilkan lebih besar dari jumlah panas yang dihasilkan oleh minyak dan gas bumi. Ini adalah satu babak awal pengembangan yang kurang menguntungkan. penulis yang membahas masalah sumberdaya batubara diharapkan untuk lebih kritis dalam menerima ses u a t u angka cadangan yang dilaporkan oleh penulis terdahulu. maka bagi para. Kebijaksanaan energi. dan sebagainya.

Mijnbouw (1978) sebagaimana dengan kurang teliti direka kembali oleh para penulis terdahulu telah dikoreksi. Bahan gambut di Indonesia akan dapat menunjang program diversifikasi bahan energi terutama untuk pembangkit listrik lokal didaerah yang sangat terpencil disamping pemanfaatannya sebagai penunjang sektor pertanian yang sekarang sudah banyak dilaksanakan di Sumatra. Konsep McKelvey diterapkan di beberapa negara penghasil batubara karena memang cukup sederhana. Publikasi ini lebih menekankan pada pengenalan konsep pengelolaan sumberdaya batubara termasuk tatacara penerapannya. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor bahasa dan belum timbul usaha untuk membakukan dan menerapkan sehubungan dengan usaha pengelolaan sumberdaya batubara sebagai salah satu landasan penting dalam kebijaksanaan pemanfaatan energi. . bukannya angka-angka sumberdaya yang dipersoalkan melainkan proses evaluasi setelah angka tersebut berumur hampir 12 tahun diperhitungkan dengan hasil-hasil ekplorasi terinci yang lebih muda. Evaluasi geostatistik (kriging) dapat diterapkan untuk mengevaluasi laporan eksplorasi dengan data yang dipandang belum memenuhi persyaratan menurut sistem yang dianut atau bila diketahui bahwa endapan batubara yang dilaporkan menunjukkan struktur yang kompleks. tetapi bagi pakar kebumian di Indonesia konsep ini kiranya belum sepenuhnya di fahami.

batas sesar.TEKNIK PERHITUNGAN KONVENSIONAL Tambang dievaluasi dan cadangannya diperkirakan sebelumnya dengan menggunakan komputer dan pendekatan geostatistical (misalnya. tetapi biar bagaimanapun juga. Teknik ini. adalah segiempat panjang reguler. atau batas geologi yang lain. dan nilai yang dirata-ratakan dihitung menggunakan pensil kertas. atau. poligon yang terkait tentu saja. volume dan perhitungan tonasi. Mereka biasanya berlaku untuk endapan yang dibor dengan lubang yang membentuk sudut. Prosedur tersebut relatif sederhana. Teknik berpoligon paling umum digunakan untuk endapan yang tersusun dalam tabel yang telah dibor oleh satu rangkaian lubang vertikal. dan kalkulator mekanis. Poligon disekitar lubang bor dipusat digambarkan oleh lubang yang terjauh. Kebanyakan teknik konvensional yang klasik dikembangkan untuk mengurangi perhitungan yang diperlukan sebanyak mungkin. 1556). Permasalahan yang menghambat poligon sebelah luar secara khusus ( tetapi tidak (ada) perlu dipecahkan dengan data dalam pinggiran lubang yang paling jauh dapat diproyeksikan untuk jarak yang sama di luar lubang di bagian dalam. " yang terdekat" pendekatan untuk memberikan nilai kepada blok kecil yang individu suatu model blok suatu deposit/endapan . pertanyaan atau membatasi poligon yang sebelah luar sungguh-sungguh dapat diperdebatkan. . Poligon/poligon juga terbatas oleh hak milik batasan-batasan. poligon dengan bentuk geometris seperti ini selalu mempunyai sisi yang bertemu pada sudut umum. Hasil dari perkiraan ini pada umumnya tidak lebih buruk dan di dalamnya banyak kejadian yang lebih baik daripada beberapa perkiraan terbaru yang dibuat menggunakan geostatistics tanpa kontrol yang berhubungan dengan geologi yang memadai. matematika yang diperlukan dapat dengan mudah dipahami. Suatu pola tidak beraturan akan menghasilkan poligon tidak beraturan seperti ditunjukkan di (dalam) Gambar III-2A. atau dengan menggambarkan garis yang menghubungkan titik tengah ini ( contoh b). dan perkiraan bisa dilakukan secara relatif dengan cepat dengan melibatkan perhitungan minimum. ketika diterapkan sewajarnya mereka biasanya menghasilkan hasil yang adalah samaseperti prosedur yang lebih terperinci. Area/daerah yang terukur. mistar/pengaris. yang digambar tegaklurus pada titik tengah masing-masing lubang ( contoh seperti Gambar III-1). mencakup semua variasi yang berbeda dan rumus-rumus yang digunakan. Jika pinggiran lubang yang paling jauh di dalam atau di luar batas dari endapan. Yang paling sederhana menjadi yang berpoligon dan teknik panampang-melintang. dibahas secara detil oleh Popoff ( 1966). Walaupun kelihatannya sederhana. Hal-hal yang paling mendasar adalah lubang bor. jarak kebalikan menjadi popular/banyak digunakan sekali ketika komputer bisa digunakan untuk perhitungan tersebut. Teknik perhitungan poligon Prosedur berdasar pada poligon digambar di sekitar data poin individu yang telah digunakan dalam industri tambang selama bertahun-tahun. Agricola. jika lubang dibor pada suatu grid reguler.

dan volume menjadi produk dari dua orang. tetapi jika poligon untuk dimodifikasi atas dasar geologi. Trigonometri sederhana akan menunjukkan keduanya area. Gambar III-3 menunjukkan hubungan melibatkan: Area ABCD menjadi produk AC panjangnya dari poligon adalah kemiringan/dip urat . hasil kalkulasi cadangan adalah nampaknya akan sangat berbeda mereka adalah dalam contoh pada atas Gambar III-2. hak milik batasan-batasan . Beberapa program komputer dapat digunakan untuk membuat/membangun poligon yang dimodifikasi dalam batasan geologi yang sesuai yang masuk ke database . Hal tersebut adalah layak sepanjang poligon yang sedang digunakan geometris. Hubungan ini menjadi kompleks ketika unit yang yang dilibatkan telah dilipat. area tetap dihitung dengan komputer . lebar horisontal dari urat harus digunakan untuk mengkalkulasi volume dari poligon melingkupi latihan melubangi. poligon membujur untuk terus suatu proyeksi vertikal. seperti ditunjukkan di (dalam) Gambar III-2B. secara sederhana digitizing sudut menghasilkan figur. ada nilai kasar berubah pada l batasanbatasan kesalahan. karena poligon pada masing-masing bagian adalah nampaknya akan berbeda dan mungkin sulit untuk dilakukan dengan komputer. Nilai menugaskan kepada poligon volume sederhananya rata-rata nilaidari menginterupsi. Volume dan kalkulasi nilaiadalah luruh terhadap area dari tiap poligon total nilaibijih yang diinterupsi dalam melubangi atau beberapa porsi menginterupsi seperti tingginya. tingginya dari poligon menjadi ketebalan menyangkut urat tersebut. dan TT. Dalam kejadian ini. . Jika. Berbagai program komputer yang tersedia akan dengan cepat membentuk poligon dan menentukan area tersebut. panjangnya vertikal dari poligon dan HT. untuk menghindari kesalahan umum pelaporan tonase bijih yang disusun dari endapan aluvial yang meliputi hanging wall. EFGH menjadi proyeksi dari urat ke suatu wahana vertikal. sama. Usaha. ketebalan yang horisontal [itu]. Volume untuk masing-masing poligon dihitung menggunakan poligon area dan jarak yang tegaklurus antar bagian yang bersebelahan.poligon/poligon rencana geologi dimodifikasi untuk menggambarkan batasan-batasan geologi. yang pada umumnya digambar dengan tangan. dan area merupakan produk EG MISALNYA. Jika poligon diseret masuk wahana dari urat. [ data dari suatu lubang pada satu sisi ( atau batas geologi yang lain) tidak mungkin untuk mempunyai berhubungan dengan kondisi-kondisi di sebelah lain. penggunaan poligon dimodifikasi untuk mencerminkan geologi memerlukan lebih banyak waktu dan lebih banyak usaha dan waktu bagi penghitung. cadangan suatu porphyry endapan yang dibor oleh lubang yang membentuk sudut diperkirakan menggunakan poligon dibangun di sekitar menembus poin-poin dari tiap lubang pada bagian paralel. Sekalipun digambar dengan tangan. Poligon untuk memasukkan urat mungkin dibuat dalam wahana urat pada proyeksi membujur atau vertikal menyangkut lubang interupsi. Dalam deposit/endapan tertentu ini. ketebalan sebenarnya. dan penggunaan suatu teknik berpoligon mengijinkan perbedaan ini untuk diperhitungkan sepanjang penilaian tersebut. Dalam suatu kejadian. bagaimanapun. ABCD dan EFGH. mungkin saja diperlukan untuk menentukan kedua sikap dari unit dan orientasi dari lubang(holes) dalam menghitung volume yang benar.

prosedur yang sama bisa digunakan untuk membuat empat persegi panjang. walaupun masukan batasanbatasan seperti itu mungkin sulit jika figur akan tinggal segi tiga. Sebagai contoh. Sama dengan dulu. tetapi ketebalan dan nilaidihitung dengan rata-rata interupsi di dala data dimana lubang akan nampak dalam nilai rata-rata yang ditugaskan ke tiap-tiap figur di mana lubang bertindak sebagai puncak kulminasi. Hal tersebut mungkin meliputi batasan-batasan dalam figur.4b yang yang digambar menggunakan lubang yang sama mempola dan menyusun/menilai seperti di contoh yang sebelumnya . sudut enam. kedua nilai dan tonase menugaskan kepada area yang dipertukarkan dari sekitar 10 persen. Pilihan yang mungkin segi tiga dapat didasarkan baik di segi tiga sama sisi atau pada dasar yang mengenai lapisan tanah. keseluruhan blok pada Gambar III-4 akan ditambang bahkan porsi palung mungkin di bawah nilaipenggalan. dan unit yang dimasukkan dengan kira-kira 20 persen. tetapi dengan suatu pola reguler. itu seperti dapat dilihat dari kalkulasi yang bersebelahan pada masing-masing segi tiga. dan nilai tentang segala parameter diberi dalam figur diasumsikan untuk rata-rata beberapa pengukuran yang terdekat. . atau di mana pekerjaan tambang metoda diusulkan tidak selektip.. Di atas area yang mengandung bahan tambang secara keseluruhan.Teknik Penilaian segi tiga Poligon dapat juga dibangun dengan melubangi di sudut dari poligon. bentuk padat menggambarkan segi tiga dengan suatu lubang pada masing-masing puncak kulminasi. tonase dan berisi unit . nampaknya akan lebih baik. seperti ditunjukkan di (dalam) Gambar III-4A dan . segi tiga mungkin sama seperti metoda lain. atau jika pekerjaan tambang metoda yang diusulkan penilaian pekerjaan tambang blok individu tidak selektip. Walaupun rata-rata nilai adalah sama dalam kejadian ini. Walaupun secara rinci rancangan untuk menangani distribusi yang tak tentu ditemui dalam placer deposit/endapan emas. Pada contoh di atas. Mungkin saja mengandung pelajaran untuk menaksir beberapa pekerjaan tambang blok menggunakan bentuk wujud lubang yang berbeda dalam rangka mendapatkan suatu rasa untuk yang mungkin penting/besar kesalahan untuk diharapkan di (dalam) perkiraan individu. perkiraan berdasar pada kedua segi tiga tersebut akan serupa. kesalahan dalam penilaian blok individu akan sungguh-sungguh menyeimbangkan ke luar. rata-rata data ke seberang kontak mengenai lapisan tanah nampaknya akan menyulitkan. hanyalah pemaksaan suatu nilai dapat mengakibatkan suatu pertentangan antara keduanya. atau suatu figur yang luas yang berisi lubang internal. luas tersebut menunjukkan . area figur poligon mudah dihitung. teknik adalah dapat menyesuaikan diri bagi deposit/endapan manapun di mana nilai-nilai adalah yang sangat tak tentu di atas jarak yang pendek. Jika distribusi nilai di dalam deposit/endapan sangat tak menentu. Poligon seperti (itu) secara normal terdiri dari segi tiga. Ini bukanlah dapat katakan bahwa dengan kondisi-kondisi tidak ada apapun .

Bagaimanapun. nilai menjadi sangat besar untuk semua poligon dari nilai bijih. dan dapat menyediakan suatu bermanfaat dengan metoda yang lebih terperinci. Dalam proses penilaian poligon menjadi asumsi pekerjaan tambang kepandaian memilih pada pesanan yang sama sebagai contoh (atau gabungan) yang digunakan untuk menggambarkan poligon . bagaimanapun menggambarnya. Penampang yang melintang diperkirakan tidak melibatkan nilai yang . Penilaian poligon pada umumnya lebih cepat dari teknik yang manapun . Terkadang teknik yang digunakan untuk menaksir nilai (atau beberapa parameter lain) untuk suatu kelompok individu dengan perwujudan nilai yangdimodifikasi oleh sampling pengembangan pekerjaan tambang . Dalam beberapa keadaan. geostatistical metoda untuk mendiskusikan nanti dalam bab pada umumnya .Poligon. Keseluruhan hasil. dengan sedikit/kecil atau tidak (ada) hubungan mengenai ruang antar nilai dalam lubang. dan di mana pekerjaan tambang metoda tidak selektip cukup untuk membedakan antar contoh (atau gabungan) volume sized. dan karenanya berat/beban lebih besar. banyak sumber daya dan/atau perkiraan cadangan dilaksanakan pada satu rangkaian paralel yang dibangun tegaklurus kepada kecenderungan struktural utama dari mineralisasi. dan endapan bentuk lain. TEKNIK PENAMPANG Walaupun diperkirakan dilaksanakan pada poligon keduanya layak. penggunaan dari teknik penaksiran poligon sederhana akan cenderung menekankan kedua tonase dan nilai untuk nilai yang tinggi. dan dapat dilaksanakan tanpa syarat dengan menggunakan perangkat lunak komputer canggih. dan menekankan menyusun dan mengecilkan tonase pada nilai yang lebih rendah. Karena pertimbangan ini. dengan pasti mempunyai penggunaan dalam perkiraan karena kesederhanaan dalam kalkulasi/perhitungan. Masalah dibuat lebih sulit lagi jika poligon individu telah dibagi lagi. suatu perkiraan poligon boleh juga adalah boleh dikatakan menyediakan suatu perkiraan menyangkut nilai-nilai pekerjaan tambang kecil yang menghalangi beberapa jarak dari manapun titik sederhana. baik oleh tipe endapan bijih atau tingkatan. dan di mana sangat utama semua contoh adalah di atas nilai. Bahwa dengan suatu pola yang tidak beraturan melubangi konstruksi poligon akan secara otomatis menugaskan area pengaruh yang lebih besar. terutama sekali dalam deposit/endapan di mana nilai atau beberapa nilai-nilai lain secara acak dibagi-bagikan. ke individu melubangi dalam porsi yang didril/dibor suatu deposit/endapan. adalah sering bertukar dengan hasil suatu perkiraan terperinci. Ini adalah benar untuk program explorasi rancangan untk pengujian . mungkin saja sukar untuk menggunakan data dari suatu perkiraan poligon untuk menentukan keseluruhan bentuk dari bijih yang berhubungan dengan zone beda nilai di dalam endapan . dan jika pekerjaan tamban. Hasil jika sering satu rangkaian [yang] terisolasi pada daerah/blok yang berdekatan. Jika nilai cukup rendah. Bagaimanapun saat bijih dicampur dan barang . Sebagai tambahan. ini tidak ada suatu masalah. lebih dari itu. jika nilai-nilai contoh yang terkait. konstruksi satu rangkaian poligon sulit jika deposit/endapan yang dimasalahkan telah (menjadi) sampel dengan sistem yang acak satuan pada sudut lubang bor.

sesungguhnya. tingkatan dirataratakan. pendekatan ini cenderung untuk membagi lagi bagian geologi ke dalam blok nilai lebih kecil. sesungguhnya. ketika dapat makin baik nilai supergene . jenis bijih. diperlakukan sebagai suatu jenis penilaian poligon. Mungkin saja bermanfaat untuk menggambarkan kecenderungan nilai atau parameter lain di dalam bagian geologi. dan kreasi dari nilai kontur yang rendah pada sekitarnya mengasingkan nilainilai tinggi boleh menyarankan lebih jauh tonase dari bijih bernilai lebih rendah sebenarnya ada.. dapat menghasilkan hasil ganjil. dan hasil telah dikumpulkan. unit keduanya zone yang terkumpulkan merata-ratakan secara terpisah tidak boleh sama nyata total dari keseluruhan zone mineralized mengambil secara keseluruhan lihat Latihan 1 pada bagian akhir bab ini. urat yang bermutu tinggi dapat dengan jelas dikenali. dan volume dihitung menggunakan jarak antara kedua bagian. Bukan permasalahan ini biasanya dicakup/tutup dalam literatur penilaian cadangan. tetapi kedua-duanya meskipun begitu wajar umum di dalam dunia nyata itu. Prosedur diterangkan oleh Popoff (1966). area individu di/terukur. Data dari interval berurutan yang menurun vertikal bersebelahan dilubangi pada salah satu panampang-lintang pada Rosario ditunjukkan pada Tabel III-A. tetapi lagi. Penilaian pada atas panampang-lintang yang biasanya menghasilkan hasil yang sangat memuaskan. dan parameter lain yang dipertimbangkan untuk mempunyai arti atau nilai ekonomi. dalam situasi itu di mana suatu area yang besar dari bijih secara relatif bermutu tinggi dikepung oleh suatu lingkaran cahaya yang sempit banyak material bernilai lebih rendah. dan nilai atau parameter sedang diperkirakan rata-rata modal tersebut. keduanya menyusun/menilai zone harus diperkirakan secara terpisah. Perkiraan yang secara khusus melibatkan dengan waktu dan pekerjaan dibanding suatu pendekatan poligon secara langsung. Penilaian pada panampang-lintang mempunyai beberapa keuntungan. dua area bagian bersebelahan tersebut yang sesuai dengan unit geologi yang sama dirata-ratakan. tetapi seperti semua orang yang lain. Area ini kemudian diperkirakan secara terpisah dan hubungan mereka ke zone lain yang ditunjukkan. Grade-Contouring. Sebab bagian geologi yang sama mungkin adalah sampel oleh beberapa lubang pada atas bagian ditentukan. Volume paling umum dihitung penggunaan separuh jarak bagi masing-masing dimana keduanya merupakan bagian yang bersebelahan. sesudah itu membuktikan untuk. Ada suatu kecenderungan alami untuk insinyur atau geolog untuk menghubungkan zone dari nilaiserupa yang boleh.menjadi tidak menerus. bagaimanapun.. blok struktural. teknik mempunyai kelemahan nya. tetapi juga oleh jenis batuan. dan secara matematis prosedur yang sama berlaku bagi keduanya. Paling utama dari ini bahwa perlu memaksa insinyur atau geolog untuk memperhatikan keduanya mengenai geologi dan batasan rancang-bangun yang membatasi perkiraan [itu]. Adalah praktek umum untuk membagi lagi masing-masing area spesifik atas dasar grade-the teknik dikenal sebagai grade-contouring. Area yang digambarkan pada bagian yang terukur. sebagai alternatif.berharga antar titik-titik data yang dikenal. Area terpisah mungkin digambarkan tidak hanya oleh nilai yang sama dalam lubang bersebelahan. walaupun teknologi komputer dapat menyederhanakan pengukuran dari area yang digambarkan dan kalkulasinya.

Penggambaran ini dapat berarti jika separasi bijih dan sisa di dalam masing-masing blok yang benar-benar dapat dicapai selama pekerjaan tambang. Setelah grade dan tonase untuk masing-masing blok individu diperkirakan. menggambarkan. suatu geostatistical masalah tambahan muncul bangun dalam kaitan dengan perubahan di dalam dukungan ketika suatu blok cadangan lebih besar dibagi lagi ke dalam banyak bagian kecil " pekerjaan tambang selektip yang unit blocks untuk pekerjaan tambang . zone mineralogic. Sejak masing-masing zone ini menghadirkan suatu populasi yang berbeda. bagaimanapun. suatu perkiraan yang akurat menyangkut cadangan dari deposit/endapan ini memerlukan masing-masing ke tiga jenis bijih yang dikenali. model blok meliputi keseluruhan area yang terbuka . menggunakan faktor menimbang yang adalah suatu fungsi . blok struktural. hasil dari perhitungan yang sederhana seperti itu dapat menyesatkan kecuali jika deposit/endapan benar-benar ditambang sepanjang batasan-batasan blok.. Sekalipun nilai yang diperkirakan dan tonase menyangkut blok individu dengan sepenuhnya akurat. Parameter geologi penting seperti jenis batuan. Hampir bisa dipastikan jauh lebih kecil dibanding pengaturan jarak explorasi atau lubang-bor. kedua bijih kasar dan produk dapat ditentukan oleh perhitungan data dari blok itu di atas penggalan tertentu dinilai pada [atas] suatu hal yang spesifik. Grade kurva Tonase yang dikembangkan penggunaan akumulasi ini terutama dapat tidak akurat jika perkiraan cadangan meliputi suatu penilaian dari proporsi bijih dan barang sisa di dalam masingmasing blok. Sebagai hasilnya mungkin kemudian lebih baik untuk menggunakan tambahan metoda yang lebih rumit dibandingkan dengan yang paling dekat atau teknik rata-rata poligon untuk pemroyeksian data ke dalam daerah yang yang tak dikenal melingkupi poin-poin contoh. Adalah mungkin menggunakan rata-rata poligon ( segi tiga. segiempat. Pada kebanyakan kejadian. tetapi adalah juga diperlukan dalam rangka menentukan jumlah bijih dengan characteristics yang berhubungan dengan metalurgi yang berbeda dalam kejadian ini INTERPOLASI DATA PADA NILAI YANG DIKETAHUI Sebagai suatu program explorasi bergerak ke arah pengembangan tambang dan suatu studi kelayakan formal. Ini biasanya dilaksanakan keseluruhan deposit/endapan ke dalam satu rangkaian blok seperti garis lurus. dll. dan meliputi volume yang besar menyangkut sisa batuan disekitar deposit/endapan yang nyata .) atau pendekatan berputar untuk mempertimbangkan dengan seksama nilai-nilai di semua lubang melingkupi blok untuk diperkirakan. mungkin menjadi diperlukan untuk memeecahkan mineral ke dalam blok individu atau panel yang akan menyediakan basis untuk produksi tambang. harus ditugaskan untuk masing-masing blok sebagai tambahan terhadap nilai-nilai diperkirakan seperti bobot jenis atau nilai. Separasi ini tidaklah penting hanya untuk penilaian memproses dirinya sendiri. dan memperkirakan pada unit yang terpisah. Di kebanyakan kejadian. nilai-nilai contoh pada beberapa jarak dari blok ditentukan dikombinasikan dari seperti rata-rata tertimbang modal. dll.mineralisasi dalam footwalls urat ini. Ketika akan jadi mendiskusikan nanti dalam bab lain.

Sepertiga faktor penting yang perlu untuk dipertimbangkan adalah sebagai anisotropy? fakta bahwa variasi menurut golongan akan diri mereka bertukar di (dalam) arah berbeda di (dalam) deposit/endapan [itu].Batasan mengenai lapisan tanah normal ( mencakup orelwaste kontak) harus dijaga. Bagaimanapun juga. Takisotropan. tetapi hanya dengan kesukaran ( Gudang. yanga sama atau alasan ilmiah untuk menjelaskan distribusi nilai pengamatan ini bukanlah analocyous kepada hukum gaya berat. dan 2) Perbedaan antara nilai-nilai dua contoh individu sebagian besar ditentukan oleh penempatan mengenai ruang yang relatif contoh itu semua . Jika . Di dalam operasi kekayaan. Teknik dengan demikian " yang terbukti" dalam persediaan penilaian. dan di mana pokok pengambil-alihan hubungan mengenai ruang dianggap sah/benar. sesungguhnya. dan permasalahan menentukan suatu radius pencarian cukup dan suatu jumlah sesuai contoh dapat ditujukan melalui/sampai aplikasi dari berbagai geostatistical memeriksa prosedur untuk. Banyaknya contoh yang harus digunakan dalam penilaian tergantung atas variabilitas dari nilai-nilai di dalam deposit/endapan . faktor ini bervariasi sampai perkiraan mulai saling berhubungan nomor. Dua poin di dalam orebody bisa saja terkait. Faktor penting yang perlu untuk dipertimbangkan di (dalam) kalkulasi adalah: 1) total jumlah contoh untuk dimasukkan dan 2) jarak yang maksimum yang diijinkan antar titik untuk diperkirakan dan penempatan contoh. . mengambil bersama-sama. tetapi hubungan ini tidak perlu meluas ke seberang kontak mengenai lapisan tanah. menyediakan basis untuk kedua-duanya menimbang jarak kebalikan dan geostatistical penilaian metoda yang yang dikenal sebagai kriging. Teknik tersebut mampu menangani permasalahan takisotropan. kemungkinan nilai yang diramalkan bagi siapapun juga .menyangkut jarak antar pusat dari menghalangi dan contoh individu ( atau gabungan). tidak (ada) rancang-bangun bunyi. yang baik hasil dicapai ketika faktor tersebut digunakan di dalam penilaian jarak kebalikan squared. Dalam banyak porphyry tembaga deposit/endapan. dan akan ditujukan dalam bab berikut. Ya atau tidaknya nilai ini diperkiran dapat diperoleh dalam suatu pekerjaan tambang tergantung pada atas kepandaian memilih metoda dalam menambang dari orebody. Berbagai prosedur adalah semua didasarkan pada dua asumsi pokok: 1) Ada suatu hubungan mengenai ruang antara contoh yang berharga ? dua contoh diambil pada tempat yang sama akan yang lebih serupa ke satu sama lain dibanding contoh mengambil pada penempatan yang dipisahkan. jarak kebalikan menimbang . Suatu perkiraan yang layak menyangkut di tempat asal sumber daya dapat diperoleh dari beberapa contoh dalam suatu deposit/endapan seragam wajar. Bagaimanapun. tetapi banyak lagi yang lain contoh diperlukan jika distribusi berharga di (dalam) deposit/endapan adalah tidak beraturan. 1980).jumlah yang riil yang ditentukan oleh produksi nyata.menjadi pertimbangan di (dalam) suatu bagian berikut dari bab ini. Di (dalam kejadian belakangan ini. menghasilkan suatu perkiraan yang dapat dipercaya menyusun/menilai di (dalam) deposit/endapan di mana jika tidak ada kecenderungan directional/arah di dalam nilai-nilai ke seberang deposit/endapan. dua asumsi ini .

statistik dasar usaha untuk menguraikan karakteristik suatu populasi berharga mathematis. Ukuran statistik yang utma digunakan untuk menguraikan karakteristik suatu populasi berharga menjadi rata-rata atau cara menyangkut nilai-nilai yang dimasalahkan. jika suatu kecenderungan ada. Rendu ( 1981). teknik telah dikembangkan yang (mana) dapat menyediakan beberapa ukuran menyangkut ketelitian dari ramalan ini. itu telah jelas bahwa nilai yang diperkirakan harus terletak diantara nilai paling rendah dan paling tinggi dari contoh digunakan dalam kalkulasi [itu]. 1971) dan di (dalam) banyak penerbitan seperti Gudang ( 1980). menyediakan sebagian besar basis yang bersejarah untuk penggunaan statistik dalam persediaan penilaian. latihan menjadi tidak berarti melubangi dan contoh curah dikombinasikan di dalam perawatan statistik data. STATISTIK Walaupun ini bukanlah suatu acuan]di (dalam) statistik dasar. atau nilai yang pusat yang menyangkut populasi. kebutuhan dari volume contoh tetap akan nampak dalam) penggunaan akumulasi nilai Nilai tersebut . atau nilai yang paling umum. jarak kebalikan sederhana adalah tidak bisa diterapkan lagi. Hazen ( 1967). Dalam banyak kejadian. ketika diberi oleh simpangan baku atau perbedaan. suatu pemahaman dasar pokok materi adalah diperlukan untuk hadapi cukup dengan data klasifikasi yang digunakan dalam persediaan menaksir. dan untuk menggunakan karakteristik ini untuk meramalkan hasil dari sampling tambahan ( atau menambang dalam hal ini). dan gaya. Penggunaan statistik dasar dalam semua aspek geologi secara detil di (dalam) keduanya teks oleh Koch dan Mata rantai ( 1970. Sebagai tambahan. angka median. Dalam suatu tagihan . masing-masing nilai di (dalam) populasi yang sedang digambarkan oleh pengukuran [yang] statistik ini menghadirkan volume material yang sama panjangnya inti sama dari lubang latihan dari garis tengah sama konsep dari nilai tetap mendukung di dalam geostatistics. teori statistik basis dasar berbeda dengan geostatistics dalam arti bahwa penempatan mengenai ruang dari contoh individu tidaklah diambil ke dalam perhitungan dan contoh dianggap tidak terikat pada yang lain. nilai yang benar menyangkut parameter pada suatu titik hanya di luar area sample itu baik di atas maupun di bawah nilai tentang segala titik di dalam area itu . Dari ungkapan dasar untuk rata-rata tertimbang modal tersebut di atas. dan Rendu dan Mathieson ( 1990). David ( 1977).kecenderungan terbatas di (dalam) nilai-nilai ke seberang deposit/endapan ada. yang di/tersebar untuk individu menilai di sekitar ini berarti. Karena sejak perbedaan suatu populasi yang besar akan jadi lebih rendah dari perbedaan suatu populasi dari contoh lebih kecil mengambil dari deposit/endapan yang sama. yang menggunakan statistik dan geostatistical dalam bijih . fakta bahwa sanak keluarga ketelitian dari ramalan statistik dapat terukur barangkali alasan praktis yang terbaik untuk . Bagaimanapun. Distribusi nilai-nilai contoh dapat dengan mudah yang diuji dengan nyata menggunakan histogram dan diagram frekwensi kumulatif yang (mana) menunjukkan angka-angka nilai-nilai individu yang tergolong cakupan nilai digambarkan. Isaaks dan Srivastava ( 1989). dan situasi menjadi perhitungan matematis yang kompleks ( suatu permukaan kecenderungan bisa dicoba kepada data dan suatu menimbang jarak kebalikan berlaku untuk yang bersifat sisa.

normal, data dengan kasar simetris tentang kebanyakan migras quent nilai, dan rata-rata, angka median, dan gaya adalah semua sama. Suatu alur cerita menyangkut data akan memperlihatkan bel yang umum dikenal. shaped kurva, dan pada suatu kemungkinan merencanakan frekwensi yang kumulatif akan merupakan suatu Perhitungan rata-rata atau cara secara normal distributed data akan merupakan suatu perkiraan yang layak menyangkut rata-rata dari keseluruhan populasi, dan berbagai standard mathematical teknik dapat digunakan untuk menguraikan dasar populasi. Contoh dua ini jenis alur cerita untuk data yang sama ditunjukkan dalam Figur III-5A dan III-5B. Salah satu kontribusi statistik paling bermanfaat ketika diberlakukan bagi penilaian cadangan bijih menjadi fakta bahwa karakteristik dari jumlah populasi dapat digunakan untuk menempatkan batas perkiraan dari nilai-nilai yang tak dikenal. Kesalahan kecil di (dalam) perkiraan nilai deposit/endapan tidaklah mungkin mempengaruhi hasil yang keuangan dan tidak mungkin banyak di atas nilai penggalan mungkin dapat mengakibatkan bencana. Ira bahwa keberangkatan dari nilai yang diperkirakan secara normal dibagi-bagikan, dengan kasar 68 persen dari nilai-nilai benar akan jadi di dalam simpangan baku menyangkut nilai yang diperkirakan, dan 95 persen nilai-nilai benar akan dalam dua simpangan baku. Jika, sebagai contoh, yang diperkirakan suatu blok landasan adalah 1.3% Cu, dan simpangan baku dari kesalahan penilaian adalah 0.5%, ada suatu 68 kemungkinan persen menyangkut blok akan jatuh antara 0.8% dan 1.8% Cu, dan 95% kemungkinan benar antara 0.3% dan 2.3% Cu. Jika penggalan yang ekonomi adalah 1.0%, ada dengan jelas suatu yang baik kesempatan blok akan di bawah bijih menyusun/menilai. Jika kesempatan nilai yang benar menyangkut blok akan jadi di bawah penggalan sampling tak dapat diterima. kepercayaan Batas adalah teragantung pada simpangan baku dan banyaknya contoh, dan dihitung menggunakan kesalahan standard dan ' t' nilai mengambil dari Siswa ' t' tabel yang ditemukan dalam tiap-tiap teks statistik. standard Kesalahan berkurang dengan suatu penurunan simpangan baku atau dengan suatu peningkatan dalam jumlah ukuran contoh. Jika contoh sungguh-sungguh mandiri, . tidak ada korelasi mengenai batas kepercayaan ini dapat digunakan untuk menentukan banyaknya contoh yang diperlukan untuk menyediakan suatu perkiraan yang dapat dipercaya menyangkut nilai yang tersimpan. Tujuan program sampling tidaklah hanya untuk menyediakan data klasifikasi untuk perkiraan cadangan, tetapi juga untuk menyediakan suatu biaya yang layak. Perawatan statistik hasil yang peroleh sepanjang program dapat membantu menentukan titik di mana cukup contoh telah dikumpulkan . Masing-masing jenis bijih dari lapisan tanah harus diperlakukan secara terpisah, dan jika ; nilai-nilai tersebut dengan leluasa dihubungkan, dengan metoda geostatistical untuk mengambil fakta ini dalam pertimbangan yang lebih sesuai. nilaiDistribusi di (dalam) banyak orebodies adalah tidak normal, tetapi dengan hasil yang suatu porsi [yang] penting yang terdapat dalam orebody mungkin (adalah) diwakili oleh minoritas distribusi/pembagian tersebut. Nikel menyusun/menilai dari suatu pola teladan

test melubangi pada Cerro Matoso menunjukkan distribusi [yang] skewed ditunjukkan di (dalam) histogram di (dalam) Gambar III-6A. Bagaimanapun, dari dengan menggunakan logaritma dari nilai-nilai, data dapat Ubah ke dalam agihan normal [itu] ( log-normal distribusi) yang ditunjukkan oleh garis lurus pada [atas] suatu frekwensi kumulatif yang direncanakan pada batang kayu yang ditutupi kertas ( Gambar III-6B). Dalam deposit/endapan emas pada umumny tidaklah biasa sebanyak 50 persen, 90 persen dari total emas terdapat di deposit/endapan untuk diwakili oleh lebih sedikit dibanding 20 persen ( atau bahkan waktu sedikit [seperti/ketika] 5 persen) tentang contoh nilaiyang paling tinggi. Suatu perhitungan rata-rata nilai-nilai ini akan, tentu saja, jadilah terpengaruh oleh minoritas nilai yang sangat tinggi menghasilkan. " potongsn" pengujian kadar logam bermutu tinggi dikembangkan dalam percobaan untuk menghilangkan resiko penyimpangan diperkenalkan oleh masalah ini. Sebagai " peraturan yang keras", jika lebih dari I0X ke 20X persen dari total nilai suatu deposit/endapan diwakili oleh X persen jumlah populasi contoh, penggunaan nilai-nilai ini untuk penilaian harus didekati dengan perhatian ekstrim ( I.. Parrish, 1993, komunikasi pribadi). Sebagai contoh, jika lebih dari, 20%- 40% total nilai diwakili oleh lebih sedikit dibanding 2% tentang populasi contoh, penempatan, keandalan analitis, pengaturan mengenai lapisan tanah, recoverabilas dan distribusi statistik dari contoh individu [yang] berisikan ini 2% harus diuji, dan laporan yang akhir perlu dengan jelas menyatakan bagaimana contoh ini telah ditangani di (dalam) prosedur penilaian. Dalam permukaan lubang/galian menghasilkan asuatu ukuran yang bermutu tinggi Porgera yang tersimpan di Papua Guinea Baru menyediakan suatu contoh efek/pengaruh beberapa contoh bermutu tinggi dapat mempunyai keseluruhan rata-rata. Dalam area yang bermutu tinggi, 3051 2?meter dari 46 lubang latihan permukaan mempunyai individu menilai berkisar antara 0. 1 G/T Au bag 3500 glt. Sekitar 50 persen contoh mempunyai nilailebih sedikit 0.7 glt, tetapi 5 contoh nilaipaling tinggi mempunyai suatu rata-rata nilai2157 glt, ( Chainpigny dan Amstrong, 199 1). lle perhitungan rata-rata dari semua 3051 contoh adalah 9.7 g/t Au, tetapi hanya 6.4 g/t jika lima nilai-nilai paling tinggi dihapuskan. lle lima contoh menghadirkan kurang dari 0.2 persen [menyangkut] populasi contoh. tetapi akan menyebabkan suatu peningkatan di atas 50 persen di (dalam) rata-rata nilaijika tercakup di kalkulasi itu. Data dari suatu epithermal emas deposit/endapan yang bermutu tinggi serupa ditunjukkan oleh histogram dan diagram frekwensi kumulatif di (dalam) Figur III-7A dan III-7B. Di (dalam) kejadian ini, data yang nyata ditunjukkan pada [atas] diagram frekwensi yang kumulatif ketika lingkaran terbuka. Mereka tidak jatuh pada suatu garis lurus dan adalah, oleh karena itu, tidak membukukan secara normal membagi-bagikan. hasil ini Kaleng, bagaimanapun, diubah lebih lanjut ke dalam tiga satuan parameter lognormal distribusi oleh penambahan suatu tetap bagi semua sekolah dasar. Pada [ Gambar III-7B, suatu garis lurus telah dikembangkan oleh penambahan suatu tetap untuk 0.20 g/t Au, sepert ditandai oleh titik yang padat [itu]. Adalah penting, tentu saja, untuk meyampaikan salam ke mengurangi nilai ini lagi di penyelesaian dari kalkulasi.

Penggunaan . seperti (itu) perubahan bentuk dari pengujian kadar logam data mentah adalah ingenious, tetapi tidak dengan seketika memecahkan permasalahan dalam menentukan rata-rata pengujian kadar logam menghasilkan itu adalah batang kayu [yang] secara normal membagi-bagikan. Rata-Rata suatu populasi yang dibagikan dapat diperkirakan menggunakan ' t' estimator ( Sichel, 1952; lihat juga Hazen, 1967, dan Hubungkan, et al., 197 1). Perkiraan seperti itu adalah lebih sedikit dipengaruhi oleh beberapa nilai-nilai sangat tinggi dibanding akan benar untuk suatu perhitungan lurus/langsung rata-rata menyangkut data yang sama [itu]. Rata-Rata nilaidiperkirakan dengan perkalian cara geometris menyangkut distribusi oleh suatu faktor mengambil dari tabel yang dikembangkan oleh Sichel (1966) yang didasarkan pada batang kayu perbedaan dan banyaknya contoh. Sebagian dari tabel ini dapat juga ditemukan di (dalam) Rendu ( 1981). Jika populasi yang dimasalahkan tidaklah sungguh-sungguh log-normal, Sichel estimator sering menaksir terlalu tinggi dari harga rata-rata yang benar, terutama sekali jika populasi dipotong pada bagian ujungnya . Sichel juga telah menyajikan satu set analisator tabel kepada Siswa ' t' tabel untuk menentukan kepercayaan membatasi pada perkiraan log?normally distributed data. Sebagai tambahan terhadap dengan keras mathematical pendekatan, beberapa " memotong" prosedur biasanya digunakan di (dalam) penilaian deposit/endapan emas untuk mengurangi penyimpangan disebabkan oleh beberapa pengujian kadar logam nilainilai [yang] tinggi. Pada pokoknya, pengujian kadar logam menilai di atas ambang pintu ditentukan dikurangi menjadi beberapa nilai yang lebih rendah. biasanya Digunakan " ambang pintu" adalah ( Burung, 1991): a) Semua pengujian kadar logam menilai lebih besar dibanding 1 ozlton arbitrarily dikurangi menjadi 1 oz/ton. b) Semua nilai-nilai di atas 95% menunjuk pada [atas] suatu cumula tive frekwensi alur cerita dikurangi menjadi nilai ini. c) Semua nilai-nilai yang lebih besar dibanding dua kali lebih simpangan baku yang lebih rata-rata nilai dikurangi menjadi nilai ini. d) Semua nilai-nilai yang lebih besar dibanding empat atau 5 kali rata-rata nilai dikurangi menjadi nilai ini. e) Semua nilai-nilai yang lebih besar dibanding nilai di mana suatu ekor [tergoda/ kasar] mulai mengerjakan gradelfrequency histogram dikurangi menjadi nilai ini. Histogram dan diagram frekwensi kumulatif adalah juga bermanfaat di (dalam) menentukan apakah lebih dari satu populasi berharga terjadi di dalam orebody [adalah] suatu faktor penting sekali dalam persediaan penilaian. Diagram bukanlah, bagaimanapun, [yang] sangat bermanfaat ketika mereka sederhananya didasarkan pada semua pengujian kadar logam menilai dari tertentu pengeboran program., Dua populasi dapat ditemukan dalam hampir tiap nilai yang sesuai dengan orebody, dan latar belakang menilai di luar batas dari mineralisasi. Walaupun genggaman perusahaan seperti itu menyangkut yang jelas nyata barangkali memuaskan dari suatu sudut pandang statistik, kesimpulan ini dengan susah arti praktis.

menunjukkan bahwa cakupan di (dalam) kedua populasi . ( 1994). Kedua histogram . Keseluruhan volume dari suatu orebody digambarkan oleh batas yang sebelah luar dari mineralisasi ekonom kontak antar[a] bijih dan barang sisa. kontak antara kedua zone terjadi dekat 219 kaki di (dalam) latihan melubangi 120 dan dekat 420 kaki di (dalam) lubang 124. Di (dalam) Gambar 111-9 data telah dibagi lagi ke dalam zone nilaitinggi dan rendah atas dasar suatu kontak mengenai lapisan tanah yang ditandai oleh suatu perubahan kasar menurut golongan. dan tidaklah digambarkan dengan hanya suatu pengujian kadar logam penggalan. yang secara normal mengacu pada batas dari kejadian dari konsentrasi penting [menyangkut] mineral(s) atau metal(s) tentang minat. 1992) menggambarkan batu karang jenis. menggambarkan batas suatu jenis mineral atau suatu daerah mineral terdiri dari populasi tunggal. dan boleh atau tidak boleh mengendalikan atau membatasi mineralisasi [bunga/minat]. dan ekonomi. . Mereka meliputi lithologic dan batasan-batasan formasi. semua dari yang harus dipertimbangkan di (dalam) evaluasi tentang segala deposil Gantung pada deposit/endapan yang spesifik. tetapi kesalahan gross dalam persediaan kaleng penilaian sering dikalkir untuk suatu pandangan yang salah [menyangkut ukuran membentuk dari penyimpanan yang dimasalahkan. dan interval bermutu tinggi sekalikali terjadi di (dalam) zone/wilayah tersebut. manapun perkiraan cadangan mulai dengan suatu penilaian [menyangkut ukuran dan bentuk dari orebody. dan dalam konteks sumber daya. Kontak lapisan tanah (geologi) Kontak ini ( batas Vallde yang utama. Ketika dibahas oleh Ristorcelli dan Prenn. populasi mengenai lapisan tanah berbeda. Secara umum. Kontak Mineralogic Suatu kontak mineralogic. dan kemungkinan meramalkan dan alam[i] dari tiap boleh bertukar-tukar dengan sangat. Langkah ini adalah diri jelas. Di (dalam) Tabel II-B di (dalam) bab yang sebelumnya.Data dari keseluruhan zone upah dalam San Juan placer deposit/endapan ditunjukkan pada atas histogram dan diagram frekwensi kumulatif dalam Figur III-8A dan III-8B. permukaan kesalahan dan semacamnya. Bab IV Ilmu ukur ( Volume) Walaupun mungkin nampak seperti memukul dengan keras yang jelas nyata. ke tiga jenis boleh atau tidak boleh bersamaan waktu. dan menjadi kontak yang secara normal digambarka pada bagian atas peta mengenai lapisan tanah. dan oleh bahu pada histogram tersebut. mineralogic. Hal Ini sesungguhnya. suatu jenis bijih). dibanding/bukannya perihal suatu cadangan ekonomi. kontak mineralogic menggambarkan batas dari sumber daya mengenai lapisan tanah. Kehadiran dua populasi dengan jelas ditandai oleh keduanya memisahkan keserongan [menyangkut] alur cerita frekwensi yang kumulatif. Nilai rendah Interval terjadi dalam dan akan ditambang . ada sangat utama tiga jenis kontak dilibatkan di (dalam) sumber daya estimasi geologic. kumpulan beberapa karakteristik mineral ( yaitu.

dan akan berbeda menurut waktu. . Ddalam banyak deposit/endapan. tidak akan hanya dengan ramai. masing-masing [di/yang mana] mempunyai karakteristik beda dan.dan karenanya suatu pandangan yang salah mengira menyangkut ilmu ukur . dan membuat batas sebelah luar dari orebody sensu stricto ( pengujian kadar logam dinding atau batas Vallde sekunder. Jenis penafsiran ditandai di (dalam) Gambar IV-2. Dalam banyak kejadian. Sedemikian. Dengan yang manapun ke tiga jenis kontak. kontak yang ekonomi boleh meliputi lebih dari satu jenis bijih mineralogic. Kontak Ekonomi Suatu penggalan ekonomi menghadirkan batas material secara ekonomis menguntungkan. tetapi akan juga mendorong kearah suatu tambahan yang tidak sesuai dengan rencana. mengambil dari Nobel ( 1992b) adala didasarkan pada kehidupan nyata contoh ( e. beradaptasi dari Ristorcelli dan Prenn ( 1994) menggambarkan hubungan dari tiga jenis kontak di dalam deposit/endapan tunggal. dan boleh atau tidak boleh bersamaan dengan suatu penggalan ekonomi. 1992). Suatu perkiraan cadangan berdasar pada geologi dari ditafsirkan.Suatu kontak mineralogic boleh atau tidak boleh bersamaan dengan suatu batas mengenai lapisan tanah. suatu corak di (dalam) perkiraan cadangan adalah suatu penilaian yang berkesinambungan menyangkut kontak itu antara poin-poin data yang dikenal. mungkin tidak sesuai dengan baik aeolooic maupun kontak mineralogic di dalam area deposit/endapan. dan sunggung sering meliputi hanya sebagian dari volume material yang digambarkan oleh kontak yang mineralogic [itu]. posisi dari suatu kontak ekonomi di setiap sekejap/saat tertentu tergantung pada kedua-duanya biaya usaha dan harga komoditas. seperti sebelumnya dibahas. projectabilas dari tiap bidang-kontak antar manapun dua poin-poin dikenal ( dan karenanya definisi dari volume terlampir yang terus meningkat seperti berasal dari lapisan tanah ke mineralogic . harus diperkirakan secara terpisah. 1994). Sunggung sungguh-sungguh.g. Ristorcelli dan Prenn. dan banyak dari kesalahan dalam penilaian melalui asumsi salah mengira mengenai kesinambungan mineralisasi. deposit/endapan yang ditafsirkan akan tersedi pada suatu lubang (galian) kecil operasi terbuka deposit/endapan yang nyata tidak sampai secara ekonomis sama sekali. Gambar IV-1.

b. Metode rata-rata / blok geologi • • • Pada perhitungan ini ketebalan tidak begitu penting Metode ini akurat untuk semua endapan dengan perbedaan ketebalan yang kecil. geologi dari endapan 2. tujuan perhitungan 4. kepadatan data 3. Metode ini dibagi : . rumus frustum V = L/3 x (A1 + A2 + √A1A2) Rumus ini tidak akurat untuk endapan yang mambaji rumus prismoidal V = (A1+4Am + A2) L/6 c.metode perubahan bertahap Perhitungan volume menggunakan rumus: 1. Tingkat ketelitian Metode-metode perhitungan sumber daya adalah a. rumus end area V = A1 + A2 x L 2 Untuk beberapa bagian V = (A1 + 2A2 + 2A3 + ………An) L/2 2.Menurut Carras. Metode penampang Tubuh endapan dibagi sesuai dengan bagian geologinya pada sepanjang garis pemboran. Metode kontur . rumus membaji – jika blok meruncing pada satu garis V = A/2 x L 3. 1984 Pemilihan metode endapan tergantung pada : 1. rumus kerucut – jika blok meruncing pada kerucut V = A/3 x L 4.metode perubahan berangsur .

d.An) Dimana : g0 adalah tingkatan terendah endapan g adalah tingkatan interval konstan antar kontur A0 adalah daerah dari endapan dengan tingkatan g0 dan yang tertinggi A1 adalah daerah dari endapan dengan tingkatan g0 +g dan yang tertinggi A2 adalah daerah dari endapan dengan tingkatan g0 +2g & yang tertinggi Data yang dibutuhkan adalah : • • • data yang cukup adanya data densitas adanya pembagian data Ketika data tidak terbagi dengan rata maka dapat menimbulkan masalah. Penyelesaiannya : g = g0A0 + g/2 (A0 +2A1+ 2A2+…. Metode poligon • • Pada metode ini semua faktor menentukan titik pasti dari perluasan separuh endapan mineral dengan penambahan dan bentuk titik sekitar daerah pengaruh. • Rata-rata tingkatan bisa dihitung dengan penggambaran peta kontur dan dengan bobot masing-masing daerah dengan tingkatan kontur. Metode kontur hanya digunakan hanya jika pada endapan terdapat perubahan ketebalan dan tingkatan serta rumit dengan endapan yang tidak menerus.. Rumus frustum A1 = area M1 = metal = grade x area A2 = area M2 = metal = grade x area .• Data digunakan untuk membuat kontur dengan interpolasi titik-titik yang telah diketahui nilainya. Peta produksi menunjukan daerah yang kaya dan sedikit endapan. Volume dihitung dengan mengukur tiap-tiap daerah dengan interval kontur dan menggunakan perhitungan volume yang telah ada.

IDC • • Melihat masalah dari perkiraan tingkatan blok dari data sekitar. Umumnya metode jarak ditekankan pada : 1.IDS. Metode ID (inverse distance) : ID. Penyelesaiannya dengan menggunakan metode yang berdasarkan jarak dari blok sampel. Inverse distance squared 3.V = L/3 x (A1 + A2 + √A1A2) The metal M = 1/3 ((M1 + M2 + √M1M2) G = m/v Untuk metode prismoidal V = L/6 x (A1 + 4A2 + A3) M = 1/6 x (M1 + 4M2 + M3) G = m/v Catatan : rumus ini hanya mendekati e. Inverse distance 2. Inverse distance cubes Rumus umumnya adalah Inverse distance G = (1/d1)g1 + (1/d2)g2 +………(1/dn)gn (1/d1) + (1/d2) +……………(1/dn) Inverse distance squared G = (1/d12)g1 + (1/d22)g2 +………(1/dn2)gn (1/d12) + (1/d22) +……………(1/dn2) Inverse distance cubes G = (1/d13)g1 + (1/d23)g2 +………(1/dn3)gn (1/d13) + (1/d23) +……………(1/dn3) .

dalam bukunya Prospecting and Exploration of Mineral Deposit. Metode poligon d. Metode penampang f. Metode isoline g. apakah explorasi lebih lanjut akan bersifat bermanfaat. Perhitungan cadangan endapan melayani untuk kebutuhan dari perencanaan jangka panjang exploitasi. . Metode segitiga e.Kuzvart dan Bohmer (1986). Metode blok geologi b. cadangan yang dihitung merupakan basis utama untuk suatu penilaian potensi dari endapan. menyebutkan bahwa : Tujuan dari perhitungan sumber daya sendiri adalah : a. Metode blok eksploitasi c. dan biaya-biaya dilibatkan. b. Hasil perhitungan cadangan sebelum akhir exploitasi melengkapi pertimbangan untuk menghentikan operasi tambang dan memberi suatu gambaran dari cadangan yang tersisa. c. pengukuran area dari blok dan koreksi penyimpangan. Orang yang melakukan perhitungan cadangan suatu endapan pada exploitasi melayani untuk analisa tentang pengurangan atau peningkatan dari cadangan dan untuk kendali penambangan d. Perhitungan cadangan pada suatu explorasi terperinci menghadirkan basis suatu keputusan apakah untuk menetapkan usaha penambangan dan untuk menaksir perlunya penanaman modal. e. Setelah akhir dari explorasi. Metode-metode perhitungan cadangan adalah a. Metode statistik • - Metode Blok Geologi metode ini digunakan berdasarkan penentuan blok dan pada endapan yang homogen - prosedur kerjanya adalah menentukan batasan endapan yang dipilih : penentuan batas dari blok geologi.

menyebutkan bahwa : Dalam tabel karakteristik cekungan batubara di Indonesia Cekungan Kutai Kalimantan Timur berumur Miosen dengan tipe cekungan Continental Margin dengan Formasi pembawa batubara adalah Formasi Pulau Balang dan Balikpapan dengan lingkungan pengendapan Fluvial Deltaic dan jumlah sumber daya 8. • Metode statistik metode ini berdasarkan pada penentuan kuantitas cadangan perunit area metode ini dapat diterapkan pada endapan tidak beraturan. Pada Cekungan Kutai lapisan batubara terbentuk pada lingkungan delta dari Formasi Balikpapan dan Pulau Balang pada Miosen. kandungan sulfur rendah tetapi ada yang sampai 1 % . (2000). perhitungan cadangan endapan dan komponen yang berguna untuk masing-masing blok metode blok geologi sangat direkomendasikan karena universal. dalam Coalification of Indonesian Coal. Bukin D.N dan A. Nining S.perhitungan nilai rata-rata dari parameter. Koesoemadinata.484. perhitungan kubus. (2000) dalam Tectono-Stratigraphic Framework of Tertiary Coal Deposits of Indonesia. Lapisan batubara tebal. 1988). Cook.C. Metode ini sering digunakan dalam perhitungan cadangan.Kandungan moisture yang tinggi dengan tak terpisahkan dibanding batubara Paleogene. kecilnya kesinambungan lapisan. menyebutkan bahwa : Pada Cekungan Kalimantan Timur lingkungan pengendapan batubara dikaitkan dengan dataran banjir pada lingkungan delta yang berangsur selama waktu Miosen.11 juta ton tertambang. pada Miosen akhir pada Formasi Balikpapan 19 lapisan batubara teridentifikasi dengan susunan interval ketebalan 500 m (Leeuwen. dan daya kalori rendah (> 6000 cal/gr. maka dapat diterapkan pada berbagai jenis endapan dan pada sistem eksplorasi yang berbeda.). .

Struktur geologi yang dijumpai adalah perlipatan dan sesar naik. endapan batubara yang terdapat di dalam Formasi Balikpapan menyebar dari selatan-utara dengan kemiringan barat-barat daya (berkisar 21°-25°). dalam kutipan Kuncoro. A. Ditandai oleh perkembangan rawa yang ekstensif. tersebar meluas cenderung memanjang jurus pengendapan . 4) Lingkungan upper delta plain – fluvial : lapisan batubaranya tebal. menyebutkan bahwa : Pada wilayah BBE terdapat dua formasi pembawa batubara. tetapi kemenerusan secara lateral sering terpotong channel bentuk lapisan batubara 3) Lingkungan transitional lower delta plain : lapisan batubaranya tebal . (1996) pada buku Model Pengendapan Batubara Untuk Menunjang Eksplorasi dan Perencanaan Penambangan. Lapisan batubara tersebar meluas dengan kecenderungan agak memanjang sejajar dengan jurus pengendapan. bentuk lapisan ditandai oleh hadirnya splitting oleh endapan creavase splay. Splitting juga berkembang akibat channel kontemporer dan washout oleh aktivitas channel subsekuen.Supriatna S.Fatah Y. bentuk lapisan melembar karena dipengaruhi tidal channel setelah pengendapan atau bersamaan dengan proses pengendapan. 2) Lingkungan lower delta plain : lapisan batubaranya tipis. pola sebarannya memanjang sejajar sistem penghalang atau sejajar jurus perlapisan. maka dapat dibagi atas : 1) Lingkungan back barrier : lapisan batubaranya tipis. Muta’alim. (1995). (1978). lapisan batubara terbentuk sebagai tubuh-tubuh pod-shaped pada bagian bawah dari dataran limpah banjir yang berbatasan dengan channel sungai . pola sebarannya umumnya sepanjang channel atau jurus pengendapan. yaitu Formasi pulau Balang da Balikpapan yang diendapkan pada periode Miosen Tengah sampai dengan Miosen atas. Horne. menyebutkan bahwa : Berdasarkan karakteristik lingkungan pengendapan batubara. dalam buku Teknologi Pertambangan Di Indonesia.

Adalah tidak mungkin melaksanakan usaha penambangan (seperti efisiensi pada pengolahan dari produktivitas kerja penambangan).perencanaan eksploitasi . bentuk batubara ditandai hadirnya splitting akibat channel kontemporer dan washout oleh channel subsekuen. .lapisan batubaranya relatif tebal. dalam pemilihan metode tergantung pada kondisi geologi endapan mineral. kuantitas. dipercaya. . Oleh karena itu.. nilai ekonomi.sebaran kualitas dan sekaligus kuantitas. sistem eksplorasi. cadangan perlu diketahui secara baik dan benar karena hasilnya untuk tujuan pada: 1. ketebalan.perencanaan pengembangan atau perluasan eksplorasi.keputusan mendirikan usaha pertambangan.evaluasi pada akhir setiap tahap eksplorasi. kadar. maka lingkungan back barrier dan lower delta plain cenderung tipis batubaranya. Hal ini didasarkan oleh faktor struktur geologi. Tahap eksplorasi. . tetapi kemenerusan secara lateral sering terpotong channel atau sedikit yang menerus.bermeander. hasil perhitungan. penambangan. dan lapisan penutup. kedalaman. dan kemampuan menghasilkan endapan mineral yang mempunyai nilai ekonomis. Pada prinsipnya. Sebarannya meluas cenderung memanjang sejajar kemiringan pengendapan. Sebaliknya pada lingkungan transitional lower delta plain dan upper delta plain-fluvial. dan faktor ekonomi. Menurut Kuncoro (1996) Perbedaan pada berbagai metoda perhitungan cadangan dan kalaupun ada perbedaan hanya berupa sedikit modifikasi dari sesuatu yang sangat urnum. . tanpa adanya perhitungan cadangan yang akurat. menentukan: . Oleh karena itu. Perbedaan dari berbagai metoda perhitungan cadangan biasanya dibedakan menurut penentuan perhitungannya yang dipisahkan menjadi bagian-bagian atau blok. MAKNA PERHITUNGAN CADANGAN Usaha untuk menentukan kualitas. Berdasarkan kendali lingkungan pengendapannya. metode perhitungan cadangan harus dapat menghitung dengan cepat. dan mudah dilakukan cek ulang.

pemanfaatan maksimal semua data faktual hasil eksplorasi adalah sangat penting. -Jumlah dan spesifikasi tenaga kerja -kendali kualitas. sebaran. Kondisi geologi endapan mineral Pemahaman pengetahuan geologi suatu endapan mineral adalah pen ting untuk ukuran. 3.produksi dan umur tambang. kemenerusan. maka akan berakibat pada kelebihan data yang tidak diperlukan.perhitungan pajak. tergantung dari sistem dan metode eksplorasi. dan lintasan cross section.etode eksplorasi Ada beberapa pilihan metode eksplorasi yang biasa dilakukan. -peralatan tambang .kebutuhan permodalan (investasi).metode pengolahan dan perancangan pabrik. serta kemampuan personil. atau kualitas 2. bentuk. Oleh karena itu. . dan kadar . -analisa penyusutan atau pertambahan cadangan dan kendali penambangan (mining control). grid. Tahap eksploitasi. Tujuan dan tahapan kegiatan . antara lain secara acak. 4.2. . Kelengkapan dan tingkat kepercayaan data Kelengkapan dan kepercayaan data eksplorasi. M. -pemasaran.alasan operasi penambangan dihentikan dan memberikan gambaran cadangan yang tertinggal. . menentukan: . Kriteria pemilihan metode perhitungan cadangan Pada prinsipnya kriteria pernilihan metode perhitungan cadangan tergantung kepada 1. Apabila perencanaan eksplorasi tidak baik dan eksplorasi dilaksanakan secara berlebihan.

-anggapan adanya kesamaan kondisi geologi terhadap endapan yang lain. 5. Apabila perhitungan cadangan untuk tujuan perancangan tambang. rnaka metode sederhana dapat dipergunakan karena tidak memerlukan peta-peta khusus. dan kategori cadangan. maka diperlukan perhitungan yang lebih lengkap dengan memperhatikan sistem penairibangan yang akan digunakan. KESALAHAN DALAM PERHITUNGAN CADANGAN Kesalahan dalam perhitungancadangan dapatdibagi ke dalam tiga kelompok. Kesalahan interpretasi Kesalahan Interpretasi sering disebut dengan kesalahan analogi dan kesalahan ini sangat tergantung pada pengalaman ahli geologi eksplorasi. -Penentuan ketepatan data dari sudut pandang geologi. Tingkat ketelitian Tingkat ketelitian adalah derajat kebenaran yang dikehendaki dan tergantung kepada sistem eksplorasi. -kemenerusan tubuh endapan mineral sepanjang jurus dan kedalamannya. -anggapan atau interpretasi perubahan yang seragam dari unsur-unsur dasar. Semua ini di sebabkan karena hipotesa yang diyakini mengenai: -kejadian dari endapan mineral. 2. macam pola sebaran. karena kesalahan . yaitu: 1. yaitu: -Jenis dan kerapatan pengambilan contoh.Jika perhitungan cadangan hasilnya dipelukan segera dan masih bersifat awal untuk perkiraan secara umum. faktor-faktor kesalahan. Kesalahan teknis Biasanya terjadi karena kurang sempurnanya alat dan teknik yang digunakan untuk menentukan semua variabel. Kesalahan harus dikoreksi untuk menghindari kenaikan atau pernurunan nilai. bentuk geometri tubuh endapan mineral.

cara mengukur tebal. Pada kegiatan penambangan. a) Planimeter Minimal dilakukan 2 kali dengan arah yang berlawanan dan hasil pembacaan yang dapat diterima bila variasi pembacaan di bawah. Kepadatan data dapat dipercaya sebagai data dasar. floor. Dapat sebagai asurnsi untuk mempelajari variabel dalam melakukan interpretasi.variabel akan mempengaruhi perhitungan batas suatu tubuh endapan mineral dan berakibat pada kesalahan ukuran dan nilai cadangan endapan mineral. ketebalan diukur langsung dari tempat endapan mineral tersebut diternukan. Kebenaran dan kelengkapan pengetahuart dari geologist dalam mempelajari endapan mineral. 2. 3. perhitungan skala pada peta. yaitu. atau logging. Untuk batubara periu memperhatikan roof. Sesuai dengan metode matematik yang digunakan. Tebal Ketebalan dapat diukur antara lain dari data pemboran. sehingga berakibat pada kesalahan perhitungan cadangan. 4. 3. parting. penampang. pengukuran langsung.Langsung. Kesalahan analitis Kesalahan analitis terjadi akibat kesalahan pembagian blok yang tidak seimbang sesuai hukum rata-rata. Luas Meliputi luas vertikal maupun horisontal dan pengukuran luas dapat dilakukan secara langsung maupun tak langsung: .2% dari rata~ . 2. Oleh karena itu. cadangan yang dapat dipercaya bergantung kepada: 1. PARAMETER PERHITUNGANCADANGAN Parameter perhitungan cadangan suatu endapan mineral meliputi: 1.

Untuk menghitung kadar rata-rata endapan mineral. misal dengan metoda koordinat. dan trapesium. Penentuan kadar suatu endapan mineral merupakan kegiatan yang kritis dan penting. . sehingga memerlukan banyak pertimbangan karena kandungan kadar suatu endapan mineral tidak selalu sama. ketebalan dan SG (specific gravity) yang sama. Kadar . c) Perhitungan geometri Bentuk-bentuk tidak beraturan dibagi menjadi beberapa bentuk geometri sederhana. korelasi adalah proses yang sangat penting dalam penentuan luas sebaran batubara. nnemerlukan beberapa pertimbangan pembobotan.antara lain: . Di dalam perhitungan cadangan dipergunakan perhitungan kadar rata-rata dari endapan mineral dan hasil perhitungan rata-rata yang diperoleh dibandingkan dengan cut offgrade yang berlaku. . persegi empat.rata. misal segitiga. 3.Metode aritmatik sederhana atau rata-rata perhitungan. b)Template • po!a bujursangkar. • pola titik. yaitu dengan anggapan seluruh .Pembobotan tebal (rata-rata ketebalan).Tidak langsung Dihitung dari data survai. bujur sangkar. setiap bujursangkar mempunyai nilai satuan luas tertentu. merupakan ukuran luas yang sama dari garisgaris sejajar yang dibandingkan dengan skala. setiap titik merupakan pusat dari suatu luasan tertentu yang sama Jaraknya. Pada batubara.yaitu dengan anggapan seluruh blok mempunyai faktor luas. . • pola garis sejajar.

dalam pemilihan metode tergantung pada kondisi geologi endapan mineral. kedalaman. ME TODA PERHITUNGAN CADANGAN Telah banyak dikernukakan mengenai berbagai metoda perhitungan cadangan dan kalaupun ada perbedaan hanya berupa sedikit modifikasi dari sesuatu yang sangat urnum.. yaitu dengan anggapan seluruh blok mempunyai faktor SG yang sama. . dan faktor ekonomi. kadar. Metode Geological Blocks Metoda ini telah lama dikembangkan oleh para ahli. ketebalan. 4. dimana blok geologi digambarkan pada sebuah peta dari hasil interpretesi data eksplorasi. blok mempunyai faktor luas dan SG yang sama. . yaitu dengan anggapan seluruh blok mempunyai faktor ketebalan dan SG yang tetap tetapi faktor luas yang berbeda. Oleh karena itu. Perhitungan faktor-faktor berat tersebut diatas dapat ditentukan dari hasil analisa di laboratorium atau dari penambangan percobaan.Pembobotan volume (rata-rata volume). sistem eksplorasi. dan lapisan penutup. Oleh karena itu. dan mudah dilakukan cek ulang Perbedaan dari berbagai metoda perhitungan cadangan biasanya dibedakan menurut penentuan perhitungannya yang dipisahkan menjadi bagian-bagian atau blok. Hal ini didasarkan oleh faktor struktur geologi. dipercaya. Batas blok geologi terutama berdasarkan pada prinsip-prinsip geologi yaitu: . nilai ekonomi. Pada prinsipnya. metode perhitungan cadangan harus dapat menghitung dengan cepat. yaitu dengan anggapan bahwa kadar dan SG pada suatu blok berbeda. Berat Berat dalam setiap satuan volume suatu endapan mineral banyak digunakan dalam perhitungan cadangan.. perhitungan volume dan perubahan dari volume ke tonase dengan memperhatikan SG-nya perlu mendapat perhatian.Pembobotan luas (rata-rata luas).Pembobotan tonase (rata-rata berat). penambangan. .

kedalaman.dengan memperhatikan faktor SG. . .diukur luas area setiap blok dan dikoreksi faktor kesalahan pengukuran. pelapukan atau oksidasi.batas sebaran alamiah seperti sesar dan singkapan endapan mineral di permukaan.embatasi sebaran endapan mineral. metoda penambangan yang akan ditetapkan.dapat pula ditambahkan pertimbangan faktor morfologi. tetapi faktor subyektif geologist (personal interpretation) lebih berperan dibandingkan dengan pengamatan obyektif kondisi geologi maupun hasil pengambilan contoh. yaitu: . Meskipun ketepatan perhitungan cadangan tergantung pada jenis endapan mineral. . . kemudian tentukan volumenya. kemungkinan pemanfaatan.dihitung nilai rata-rata ketebalan. dan batas konsesi administratif. maka dapat ditentukan beratnya.. dan kerapatan data. Interval penampang dapat sama atau bervariasi sesuai dengan keadaan geologi dari persyaratan penambangan. Metode cross section atau geological section Metode ini membagi tubuh endapan ke dalam blok-blok dengan konstruksi penampang geologi pada interval-interval sepanjang garis melintang atau paaa level yang berbeda sesuai kerja eksplorasi .membagi ke dalam blok-blok geologi. .variasi ketebalan atau kadar. Gabungan metode ini dengan metode cross section sering digunakan untuk perhitungan cadangan. Prosedur metode ini relatif sederhana. Metode blok geologi banyak dipakai karena dapat diterapkan pada berbagai jenis endapan mineral dan pada bermacam sistem eksplorasi yang sedang dilaksanakan. jumlah blok.m. . .

Pada bagian tepi blok terdiri dari satu penampang dengan Batas samping yang tidak rata. Oleh karena itu. dan sederhana. . panjang yang sama dengan jarak setengah dengan bagian yang berdampingan. perbedaannya dengan metode blok geologi adalah jika faktor geometrik blok tidak diperhitungkan Metode ini lebih didasarkan pada anggapan teoritis daripada pertimbangan geologi maupun penambangannya. masih memerlukan suatu perencanaan yang tepat serta penampang memanjang karena belum memberikan gambaran bentuk tubuh endapan mineral serta perubahan variabel pada masing-masing blok. sering pula pada endapan yang berbentuk perlapisan atau endapan placer. prosedurnya cepat. . Keuntungan metode cross section dapat menggambarkan keadaan geologi endapan mineral. Metode linier (a step change) Berdasarkan kaidah titik-titik terdekat. Metode polygon Metode ini menggunakan bentuk prisma poligon . Setiap blok dibatasi oleh satu penampang dan mempunyai.Batas perluasan tiap lubang bor adalah setengah jaraknya diantara garis vang menghubungkan dua lubang bor terdekat. vertikal. Metode ini cocok untuk perhitungan cadangan pada endapan placer.horisontal atau miring. caranya: . Metode ini merupakan pilihan yang tepat untuk endapan mineral ysng seragam. Setiap blok bagian dalam dibatasi oleh dua penampang dan batas samping yang tidak beraturan. Metode ini disebut juga metode area of influence. tidak sejajar.Berdasarkan pada cara konstruksi blok. tetapi menuntut analisa bentuk dan ukuran penampang guna menentukan rumus yang tepat. Metode standard (a gradual change method) Berdasarkan pada kaidah perubahan berangsur. maka ada 2 modifikasi metode cross section. yaitu 1. Penampang dapat sejajar. 2.

penafsiran geologi. Dalam penerapannya faktor-faktor kadar. EVALUASI METODE PERHITUNGAN CADANGAN KLASIK Secara garis besar metode perhitungan cadangan dapat dibagi menjadi metode klasik (metode geometris. Penerapan terbaik metode poligon apabila digunakan untuk perhitungan cadangan endapan mineral yang tabular. . dan stock. .Masing-masing luas poligon ditentukan oleh kadar dan tebal dari lubang bor disamping-sampingnya dalam satu poligon.pembobotan assay berdasarkan luas atau volume. . tebal.Selanjutnya masing-masing cadangan dalam poligon dapat ditentukan .ini sering menghasilkan kesalahan perkiraan. .penambangan cadangan dengan kadar tinggi. Kesalahan akan menjadi sangat besar bila metode ini diterapkan secara tidak hati-hati.tonasenya. lensa berukuran besar.penetapan daerah pengaruh dari suatu contoh.dapat disesuaikan dengan mudah. Perhitungan. dan sectional). dan metode pembobotan jarak (distance weighting methods). endapan placer. misal batubara. Kelemahannya . dan berat dipertimbangkan secara konstan pada tiap-tiap blok dengan sistem eksplorasi pola grid. Oleh karena itu. dalam dunia pertambangari yang di tambang biasanya adalah cadangan yang berkadar tinggi dengan luas poligon yang tertentu (dibatasi). Keuntungannya: . mangan. .mudah diterapkan dan mudah dikomunikasikan serta dipahami. metode . Pembahasan di atas termasuk ke dalam kategori perhitungan cadangan klasik yang merupakan metode tertua dan umum digunakan di dalam industri pertambangan yang melibatkan faktor: .Bila diinginkan kadar yang tinggi pada volume yang besar. poligon. . .mudah diterapkan pada semua jenis endapan mineral. fosfat. vein yang tebal. metode geostatistik.

. . tetapi kandungan bijih tidak berubah . maka asunisi ini tidak benar dan bukan merupakan bentuk penaksiran lokal terbaik. Untuk jenis endapan tertentu seperti tembaga porfir yang terpencar-pencar. tetapi hanya mengalokasikan kembali endapan bijih dengan memperkecil batas kadar yang layak untuk ditambang. .diasumsikan bahwa kandungan dalam suatu poligon adalah konstan. .Metode geostatistik tidak menentukan adanya logam.pembuatan variogram. Perhitungannya jauh lebih rumit dibanding metode klasik. karena itu perlu ditangani secara khusus. data yang tersedia untuk membuat variogram terbatas dan hampir tidak mungkin untuk dibuatkan variogram yang baik Dalam semua kasus hanya pure nugget effect yang dihasilkan (karena kurangnya data dari pemboran). Kontak geologi memainkan peranan penting. Untuk endapan mineral seperti ini ada area yang kadarnya tinggi dan rendah.6.2Metodegeostatistik Merupakan suatu metode pemulusan yang melibatkan langkah-langkah sebagai berikut.Konsep pemulusan dapat salah. Kelemahan: . .. . 11. . pemilihan model untuk variogram tersebut. hasil optimal perhitungan matematis bisa didapat..penggunaan variogram untuk menentukan search area penentuan kadar Keuntungan: Secara teontis.Penentuan bobot (weighting) berdasarkan luas areal atau volume tidak eksak dan secara matematis tidak optimal. sebab ada beberapa endapan mineral yang pemulusannya dapat merugikan. sehingga pembuatan model berdasarkan data ini masih menjadi persoalan bagi ahli geologi eksplorasi dan ahli pertambangan.Pada tahap studi kelayakan.

(e) sangat tebal. bila kemiringannya < 25º.5 m. (e) vertikal 3. (d) lapisan miring curam.Kemiringan lapisan batubara : (a) lapisan horizontal (b) lapisan landai. 0. (d) tebal. kemiringannya berkisar 25º – 45º.5-25 m. apabila tebalnya < 0.Kemenerusan lapisan batubara : (a) ratusan meter (b) ribuan meter 5-10 km dan (c) menerus sampai lebih dari 200 km .5-1. 2. 3. parameter geometri lapisan batubara berdasarkan hubungan dengan dapatnya suatu lapisan batubara ditambang dan kestabilan lapisannya meliputi : 1.5-3.Metode pembobotan jarak Keuntungan: Cepet dan mudah diterapkan dengan menggunakan komputer Parameter geometri lapisan batubara Menurut Jeremic (1985). (c) sedang.5 m. kemiringannya berkisar 45º – 75º . (c) lapisan miring. 1.5 m.Ketebalan lapisan batubara : (a) sangat tipis. (b) tipis.Pola kedudukan lapisan batubara atau sebarannya : (a) teratur (b) tidak teratur 4. >25 m.

75 kali tonase yang diperkirakan dan 1. Bryan. 1992.BAB X TEORI vs KENYATAAN Sepanjang yang sudah ada. walaupun cadangan yang dimasalahkan dengan jelas tidak ekonomis suatu situasi yang nampak terutama lazim dengan kejadian emas kecil.. Mason (1993) telah mengusulkan bahwa ada dua pertimbangan utama yang menyebabkan kesalahan perkiraan cadangan yaitu: 1) Suatu ketiadaan geologi tambang yang terperinci. 1986.1986. model blok poligon nampak meremehkan tonase ditambang oleh 14. yang dalam kebanyakan kejadian hasil yang ada nyata di bawah harapan asli. 1991.g. harga menunjukkan bahwa produksi dari unit metal tambahan yang diperlukan pekerjaan tambang suatu tonase yang tidak sebanding. p. bahwa pada setiap kejadian ini. Suatu contoh terakhir. dan diskusi ttg pokok ini lebih lanjut adalah di luar lingkup dari teks ini. Manns dan Ellingam. dan bahwa fakta ini biasanya berkaitan dengan suatu kegagalan untuk mengantisipasi kompleksitas pada tubuh endapan. melainkan.4 persen.08 untuk semakin sedikit yang sukses. dan 2) Kemajuan di dalam teknologi dan kemampuan komputer Hal itu telah menyampaikan kepada kita bahwa pada suatu kesempatan. yang spesifik dilaporkan oleh Birak (1992. dan 11 dan 8 untuk yang sukses. Bagian B.SPECIAL Vol. (termasuk pemahaman dasar geologi dari endapan). untuk meringkas beberapa pengamatan umum yang dapat digambarkan dari literatur itu. tetapi adalah. Suatu studi oleh Grenier (1964) yang disimpulkan bahwa logam yang bernilai tambang yang rendah ditinjau diproduksi 3. staff tambang merasa bangga akan fakta bahwa ketika operasi diproduksi lebih banyak logam dibandingkan dengan peramalan. 1992). et al. Ada suatu istilah hukum untuk tindakan semacam ini (penipuan). kita sudah menekankan fakta bahwa sangat sedikit tambang yang beroperasi persis seperti peramalan. bukannya kepada teknik komputerisasi yang dipekerjakan di dalam proses penilaian cadangan. Sesuai dengan harga untuk yang tambang emas adalah 1.373) di utara Bukit Generator menyimpan emas di Jerritt jurang yang curam Daerah Nevada.88 kali yang mula-mula memperkirakan unit metal sehubungan dengan sebelum produksi cadangan.Blackwell dan Johnson. Jika tambang yang diproduksi. Catatan. dan untuk menaksirkan terlalu tinggi nilai / kelas dengan 9. suatu hak milik dibawa ke dalam produksi yang sederhana sebab perusahaan yang dilibatkan tertarik untuk menjadi suatu produsen aktif. CIM.9 persen. Literatur ini berisi banyak sekali studi yang membandingkan endapan sebelum pengembangan dengan produksi nyata ( e. Dalam Kejadian ini. Tujuan dari bab ini bukanlah untuk menyajikan suatu daftar terperinci cerita kengerian. Di dalam mempelajari ini. Birak.9. bagaimanapun. 198.57 dan 1. 1 . Clow.

di dalam banyak kejadian. Perwujudan bahwa karakteristik berhubungan dengan metalurgi Dari Groveland orebody dengan mantap berbeda dibanding mereka yang dari endapan yang diuji di dalam pabrik-panduan memerlukan modifikasi utama di dalam sirkit penggilingan yang diinstall. hampir bertentangan dengan dunia antara perkiraan dan nilai-nilai yang pertama pada ketidak-mampuan ketelitian geologi menggambarkan kontak antara daerah mineral yang berbeda di dalam endapan (terutama kontak antara endapan dan barang sisa). kesalahan kecil di dalam tujuan. walaupun secara ekonomis serius. Dalam kaitan dengan faktor nilai yang hadir. tetapi perlindungan suatu area permukaan jauh lebih besar dibanding yang 2 . Sebagai tambahan. seperti tambang yang diuraikan oleh Manns dan Ellingham (1992). Kejadian yang tidak menguntungkan ketika. tetapi proyeksi keuangan yang asli sungguhsungguh tidak dapat disadari. penempatan dan bentuk tubuh endapan itu. karakteristik yang berhubungan dengan metalurgi. lalu tidak menguntungkan seperti yang diharapkan. tidak mungkin sama karena malapetaka seperti kesalahan pada densitas. di mana kontak antara barang sisa dan endapan tidak hanya tak menentu. di dalam kejadian ini. cadangannya cukup besar untuk membenarkan konversi. Masalahnya mungkin sesederhana ketidak-mampuan untuk mengenali selama penambangan (dan mungkin tak menentu) menghubungkan antar endapan dan barang sisa. Pada saat itu masalah dikenali dan peralatan tambahan yang perlu dipasang. dan King ( 1986-Figure X-1). tahun operasi tambahan pada umumnya tidak mengganti kerugian untuk semua musim gugur yang singkat menurut golongan sepanjang awal tahun.katakan. King (1986) mendiskusikan suatu situasi serupa pada Woodlawn. pendapat kami. Masalah geologi ini diperburuk oleh ketidak-mampuan dari operasi penambangan yang tepat mengikuti kontak yang benar antara endapan dan barang sisa. cadangan sebagian besar dihabiskan karena tiga peraturan yang dibahas. ketika kita dapat mengindikasikan pada diskusi ini. 110 persen yang diramalkan dari 150 persen tonase yang diramalkan. atau mungkin berkaitan dengan kesalahan geologi dasar yang diuraikan oleh Nobel ( 1992b-figure IV-1). atau ukuran.Sama. dibandingkan dari manapun kegagalan dalam perhitungan pada proses penilaian. ini berarti endapan lebih rendah tingkatannya dari yang diharapkan dan tidak adanya faktor operasional lain. Yang kebetulan. cadangan terlalu kecil untuk mengatasi efek pemasangan dari suatu penanganan endapan yang tidak sesuai atau suatu metoda tambang tidak sesuai. Walaupun kejadian dari analisa statistik geologi bukan berarti yang mendorong ke arah perkiraan cadangan tidak berarti terjadi. Bersama . dua permasalahan ini dapat mendorong kearah jumlah yang pasti dari penggantian pengurangan dan bersesuaian di dalam nilai / kelas material yang benar-benar ditambang.

kesalahan di dalam penjelasan atau pada kontak endapan/sisa tidak bisa diperdaya oleh perhitungan yang baik atau teknik statistik yang berlaku untuk ruang contoh yang luas.cakupan data dikerjakan pada tingkat pengeboran lubang jarak dekat atau dari contoh lubang yang terbesar atau pekerjaan bawah tanah. Seperti ditunjukkan oleh Parker ( 1994. dan untuk kalkulasi variograms dapat digunakan untuk proyeksi data yang dipercaya selain dari arah lubang yang dibawah. pengamatannya menyangkut isu sampai sekarang bahwa kita mengingat pentingnya penilaian cadangan endapan. Sayangnya. Komunikasi Pribadi). Seperti ditunjukkan lebih awal. dengan jarak lubang tidak lebih besar dari ½ lubang peledakan yang diusulkan atau jarak produksi sampel akan memecahkan banyak ketidak tentuan geologi yang sebelumnya dibahas. Hahn sebagai bagian dari kursus singkat yang disampaikan di Denver pada April. Suatu tonggak rekonsiliasi pertambangan yang sempurna menyangkut situasi di Cactus Gold Mine yang dioperasikan oleh Co. penarikan contoh dan pengeboran dangkal sangat dibutuhkan / harus ada.pemboran dan atau sampel. "Walaupun sekali-kali ada.Ca Mines antara 1986-91 diperkenalkan oleh A. 1992).diharapkan. mineral dan / atau kontak ekonomi. dan didalam pendapat kami" keberuntungan" perkecualian. menyajikan operator Cactus Gold Mine. beberapa pencampuran barang sisa dan endapan hampir tak bisa diacuhkan ketika penambang pada kontak.. seperti di tambang orostar (Manns dan Ellingham. Sebagai tambahan terhadap data pada kesinambungan geologi. Tanpa data seperti itu. syarat studi simulasi akan menerangkan permasalahan yang dapat muncul dengan pendalaman keduanya dan penggantian jelas tidak mungkin Kita tentu saja sadar akan batasan anggaran dan waktu yang dikenakan oleh manajemen senior pada kebanyakan merancang pengembangan. penambangan yang paling berhasil terbukti oleh akumulasi yang diwakili jenis . 1993. kedua-duanya untuk pembuktian bahwa deposit yang dimasalahkan adalah sama seperti diasumsikan. mereka meringkaskan dibawah dengan ijinnya. Dan sebaliknya. jawaban nampak jelas . Dengan kondisi menyesal. dan dengan itu Hecla Mining Co. 1992). dan jumlah sisa endapan ( kedua-duanya penggantian dan retakan) akan jadi seimbang pada permukaan kontak itu. kebanyakan tambang yang mengecewakan atau sudah gagal oleh karena permasalahan cadangan sudah melewati tahap masuk pengembangan mereka".contoh yang klasik dari analisa matematik yang klasik yang melebihi mutu dari database utama (Tompson. pemilihan pengeboran yang terpola pada daerah yang kecil. Kecuali jika kontak ditandai oleh suatu batas struktural atau parting. Cadangan Winkler pada Cactus adalah satu dari beberapa sekumpulan gunung perak dan emas yang tersimpan di dalam pertengahan Area selatan 3 .

4 oz/t emas. dan pajak kekayaan lokal meningkat dengan $ 150. Pada awal diskusi ini. Walaupun total produksi ( 34.000 ons) dan total tonase yang bergerak ( 1. Rencana beroperasi yang diimpikan meliputi pekerjaan tambang 100. menginstal peralatan.000. bagaimanapun.000 ton bijih dan 1. Seperti di dalam Tabel X-A.400. tidak ada usaha pada pemilihan penambangan.300. Sumber daya Winkler mula-mula diperkirakan berisi 100. ditemukan bahwa suatu model blok menyangkut deposit yang menggunakan suatu penggalan 0. Sebagai hasilnya. untuk memperluas.000 ton mineralisasi yang menilai 0.000. kemampuan tambang geologi dari cadangan tidaklah cukup ditinjau.375.000 ton barang sisa dengan pentingnya nilai nol diambil bersama-sama dengan endapan ( Tabel X-A). Di dalam contoh ini. meluluhkan kolam solusi dan bantalan. 2) Dalam kaitan dengan perubahan operasional. dan suatu rencana tambang dikembangkan dengan besar yang diharapkan itu menambang pada bagian terbesar 20 foot. suatu studi kelayakan menunjukkan bahwa cadangan yang bermutu tinggi ini akan menyediakan suatu imbalan keuangan memuaskan. kita menekankan fakta bahwa tujuan latihan pekerjaan tambang manapun akan mencari uang. Sebagai hasilnya. hasil ekonomi jatuh pendek / singkat merosot tajam. Sungguh sial. Material ini sangat mempengaruhi permeabilitas air atau gas yang menumpuk. sukar untuk mencapai suatu laba dengan perlakukan material dengan nilai nol.000 ton barang sisa dengan metoda membuka lubang kecil dengan sembilan bulan periode. biayabiaya Administratif Dan umum meningkat dengan $ 1. pelemahan yang ditambahkan mempunyai dua efek penting pada operasi fisik: 1) Selama diperlukan untuk memberlakukan tonase 2x dari mula-mula. dan biaya modal meningkat dengan $ 750. pertentangan sebelum pajak pada figur laba terutama semata dalam kaitan dengan: 1) Penambahan 9 bulan operasi diperlukan untuk memperoleh surat ijin yang diperlukan. 100. Sebagai tambahan terhadap efek yang jelas nyata pada nilai / kelas. memproses biaya-biaya meningkat dengan $ 650. dan memproses bijih dengan cara meluluhkan tumpukan untuk menghasilkan 34.000 ons emas. pengelompokan yang perlu dan sebelum proces bijih [yang] pada awalnya menambang. melepaskan bantalan yang terlalu kecil dan harus diperbesar dan yang diijinkan.000 Bila melihat peristiwa lalu.000 ton) sama dengan figur peramalan.02 oz/ton dan 20' x 20' x 20' unit sel utama akan dibuat dengan teliti untuk meramalkan tonase dan nilai 4 . terjadi didalam suatu badan garis tajam yang ditunjukkan pada Gambar X-2A.California. mengharuskan pemasangan dalam mengelompokkan peralatan dan perihal -mengidentifikasi tonase.000. 2) Pengurangan datang terutama dari lempung-pengayaan zona alterasi melingkupi tingkatan tertinggi mineralisasi.

dan penambangan oleh karena itu sangat penting mengikuti garis besar dari yang menghalangi dalam perkiraan. Tartan Lake. McCabe. Johnny Mountain. Skukum. pekerjaan test yang berhubungan dengan metalurgi yang di atasnya disain yang asli didasarkan sunggung sungguh-sungguh melalaikan untuk mempertimbangkan dampak yang mungkin tentang pelemahan ini yang karakteristik fisik menyangkut material yang akan benar-benar diperlakukan. Ketza River. situasi ini adalah suatu konsekwensi menyangkut fakta bahwa tonase yang kecil dari tingkatan tinggi endapan di dalam blok ditentukan dapat mendukung jumlah sebesar nol . Di dalam ringkasan suatu studi dari North American Gold kegagalan penambangan (digambarkan sebagai proyek [yang] mau tidak mau berpendapat memulihkan modal yang aslinya dari harga sekarang).nilai material sebelum rata-rata jatuh hingga terpotong. Los Lilenas) 5 . Harquail (1991) menujukan mayoritas yang luas (70 persen) tentang kegagalan penilaian cadangan endapan sendiri bisa dihubungkan dengan tiga faktor berikut: 1) Kesalahan Dasar Menggunakan berat jenis yang salah (Ketza Mine-Canamax Source) Menggunakan batasan-batasan yang salah (Yuba American Gold) 2) Sampling tidak pantas atau tidak cukup Jarak pengeboran yang lebar mendorong ke arah penafsiran suatu endapan yang kenyataannya adalah tidak menerus (Cullaton LakeCampbell Resources) Pengeboran yang terkontaminasi menghasilkan sirkulasi kebalikan mengebor di bawah permukaan air di bawah tanah (Cove Mine-Echo Bay) Tidak memenuhi syarat saluran atau serbuk sampling batubara (Magnacon Mine-Flanagan McAdam) Pemotongan salah satu factor yang salah untuk perlakukan cadangan dengan suatu bongkah emas yang berefek kuat (misal: Mascot.dari material yang benar-benar ditambang (menggambarkan X-2B). Di dalam kejadian ini. Mt. ada suatu kegagalan komunikasi antara perencana yang utama dan geologis yang bertanggung jawab untuk perkiraan cadangan. Tartan Lake. operasi dengan jelas [yang] lebih terkait dengan 100 persen yang menyangkut endapan dibanding dengan efek pelemahan penggantian atau overbreak. Premier. Bagaimanapun. Pada bagian. terutama membatasi urat dan endapan placer (misal: Kettle River. Sebagai tambahan. Kingston) 3) Ketiadaan pengetahuan pekerjaan tambang Tidak memahami kelemahan yang ada dalam pekerjaan tambang. Puffy Lake. Sebagai tambahan. dengan hasil bahwa pekerjaan tambang yang selektif diperlukan untuk mencapai kualitas yang diharapkan oleh geolog tidak sesuai dengan perencanaan operasi. ukuran blok dari model cadangan adalah serupa ukuran dari lubang peledakan yang menghalangi itu digunakan sebagai kendali tambang.

p." Statemen yang sama menerap didalam kebalikan adalah sangat mendesak bahwa bagian yang lain dilibatkan di (dalam) evaluasi komunikasi perhatian mereka kepada staff yang berhubungan geologi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan merekam data dasar [itu]. hampir pasti untuk melewatkan corak yang sesudah itu menjadi kritis kepada evaluasi itu. ( 1982." 6 .1979).Meremehkan biaya-biaya pekerjaan tambang dan karenanya menggunakan terlalu rendah suatu penggalan untuk endapan ( misal: Colamac. hidrologi. Montana Tunnels) Catatan pada item kedua bagaimanapun juga berhubungan dengan teknik perhitungan yang digunakan di dalam memproses penilaian cadangan. ahli pertambangan. membisikkan usul berikut.13): "itu menjadi faktor geologi yang telah mengesankan dirinya sendiri pada kita bahwa semakin banyak sebagai hal yang kekurangan kunci di mana kelemahan serius dalam penilaian cadangan bijih sudah nampak. Kita menutup lagi dengan tanda kutip dari King et al. ahli logam atau insinyur adalah peramal. Sangat sedikit geologis. dan yakin banyak orang lain yang ada bersedia untuk pemasukan pada daftar. dan kecuali jika dibuat sadar akan perhatian operasional. ahli logam dan spesialis lain. p. Terlalu banyak explorasi geologi yang hanya mempunyai sedikit atau tidak mempunyai pengalaman operasi. Suatu studi agak serupa sekitar 22 tumpukan melepaskan operasi (Kapp. meskipun begitu dapat digunakan untuk hampir semua proyek juga: Temukan beberapa endapan (Sedikitnya sebanyak tiga proyek gagal sebab tumpukan dibangun dengan material yang bukanlah endapan walau pada proyek dengan biaya produksi) Evaluasi Geologi yang berhubungan dengan metalurgi Melaksanakan Test Laboratorium Melaksanakan suatu Bidang Test Menyediakan uang dan waktu cukup untuk produksi Seperti Ketika diringkas oleh Ranta ( 1992. Contoh yang diberikan diambil secara langsung dari Harquail studi. yang walaupun mengarah secara rinci pada tumpukan yang melepaskan proyek. orang lain yang telah tersebut di dalam diskusi ini. 281): "pekerjaan geologi yang sesuai memerlukan suatu kesadaran yang tajam dan kemampuan untuk mengantisipasi kebutuhan ahli geoteknik .

kandungan bahan organiknya lebih dari 50% atau volume bahan organik tersebut termasuk kandungan lengas bawaan (inherent moisture) lebih dari 70%. terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami kompaksi. Dewasa ini pemerintah tengah meningkatkan pemanfaatan batu bara baik sebagai energi alternatif untuk keperluan domestik.Rancangan SNI : Klasifikasi Sumber Daya dan Cadangan Batubara-BSN 1997 Latar Belakang Batu bara merupakan bahan galian yang strategis dan salah satu bahan baku energi nasional yang mempunyai nilai ekonomi yang penting. 4 Istilah dan Pengertian 4. Dengan demikian.1. 4.2 Sumber daya batu bara (Coal resources) adalah endapan batu bara yang diharapkan dapat dimanfaatkan. pemerintah telah melibatkan pihak swasta dalam pengusahaan pengembangan batu bara. 3 Definisi Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara adalah upaya pengelompokan sumber daya dan cadangan Batu bara berdasarkan keyakinan geologi dan kelayakan ekonomi. Cara penggolongan sumber daya dan cadangan batu bara di Indonesia masih beragam sehingga dirasakan perlu untuk membuat suatu standar yang dapat digunakan sebagai pedoman di dalam pengklasifikasian sumber daya dan cadangan batu bara Indonesia. standar ini diharapkan dapat menghindari kerancuan dalam menafsirkan berbagai istilah dan pengertian yang berkenaan dengan sumber daya dan cadangan batu bara Indonesia. maupun untuk ekspor. Sumber daya batu bara ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila memenuhi kriteria layak ekonomi.1. Sejalan dengan itu. seperti pada sektor industri dan pembangkit tenaga listrik. yang berat.1 Endapan batu bara (Coal deposit) adalah batuan yang dapat terbakar. . ubahan kimia dan proses metamorfosis oleh panas dan tekanan selama waktu geologi.1 Umum 4. Informasi mengenai sumber daya dan cadangan batu bara menjadi hal yang mendasar di dalam merencanakan strategi kebijaksanaan energi nasional.

4. Kajian ini meliputi seluruh faktor ekonomi. Lapisan batu bara seringkali. mengandung kadar air yang relatif rendah.4. kompak.3 Cadangan Batu bara (Coal reserves) adalah bagian dari sumber daya batu bara yang telah diketahui dimensi.7 Batu bara cokelat (Brown coal) adalah jenis batu bara yang paling rendah peringkatnya. relatif tahan terhadap kerusakan fisik pada saat penanganan (coal handling). 4. kemiringan lapisan. umumnya struktur kayu tidak tampak lagi.1. dan perhitungan biaya operasionil.4 Keyakinan geologi (Geological assurance) adalah tingkat kepercayaan tentang keberadaan batu bara yang ditentukan oleh tingkat kerapatan titik informasi geologi yang meliputi : ketebalan. ketebalan tanah penutup. Anggaran biaya harus akurat dan berdasar serta tidak diperlukan lagi penyelidikan lanjutan untuk membuat keputusan investasi.1. sebaran.8 Batu bara keras (Hard coal) adalah semua jenis batu bara yang peringkatnya lebih tinggi dari brown coal. Nilai kalorinya > 5700 kalori/gram (dry mineral matter free).1. Informasi pada kajian ini meliputi angka cadangan yang didasarkan. lubang bor (borehole) dan pengamatan pada tambang dalam aktif (working underground mining). Nilai kalorinya < 5700 kalori/gram (dry mineral matter free). penambangan. 4. 4. kebijakan pemerintah. mengandung kadar air yang tinggi (1070%). yang pada saat kajian kelayakan dinyatakan ekonomis untuk ditambang. pada hasil eksplorasi pendahuluan dan rinci.1. lingkungan dan sosial. korelasi lapisan batu bara.1. mudah diremas. kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan tingkat penyelidikan. 4.1. .5 Kajian kelayakan (Feasibility study) adalah kajian rinci yang bersifat teknis dan ekonomis dari suatu rencana proyek penambangan yang hasil kajian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan keputusan investasi dan sebagai dokumen yang mempunyai nilai komersial (bankable document) untuk pendanaan proyek. pemasaran. dan kualitasnya.6 Ketebalan lapisan Batu bara (Seam thickness) adalah jarak terpendek antara atap dan lantai lapisan batu bara yang diukur pada singkapan batu bara (surface outcrop). bersifat lunak. bersifat lebih keras. terdiri atas sub lapisan yang mempunyai karakteristik masing-masing dan kadang-kadang dipisahkan oleh lapisan pengotor (rock/dirt partings) dengan ketebalan yang bervariasi. struktur. pengolahan. terdiri atas batu bara cokelat lunak (soft brown coal) dan Batu bara lignitik atau batu bara cokelat keras (lignitic atau hard brown coal) yang memperlihatkan struktur kayu. peraturan/perundanganundangan. meskipun tidak selalu. uji model teknologi. sebaran kuantitas. bentuk. tidak mudah diremas.

pembuatan sumuran/paritan uji.2. pemetaan geologi dengan skala minimal 1:10. Tujuan penyelidikan geologi ini adalah untuk mengidentifikasi keterdapatan. Kegiatannya. pembuatan sumuran. pembuatan paritan. dapat dilaksanakan apabila dianggap perlu.000.3 Eksplorasi Pendahuluan (Preliminary Exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas serta gambaran awal bentuk tiga-dimensi endapan batu bara. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini. pemboran dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya. pemetaan topografi. sebaran. Tahap penyelidikan tersebut menentukan tingkat keyakinan geologi dan kelas sumber daya batubara yang dihasilkan.000. kuantitas. 4. survei tinjau. pemboran uji (scout drilling).2. metode tidak langsung lainnya.2. dan pencontohan yang andal. ukuran. 4. Kegiatan yang dilakukan antara lain. dan . prospeksi.2 Tahap Eksplorasi Eksplorasi batu bara umumnya dilaksanakan melalui empat tahap.000. Pengkajian awal geoteknik dan geohidrologi mulai dapat dilakukan. serta inspeksi lapangan pendahuluan yang menggunakan peta dasar dengan skala sekurang-kurang nya 1:100. penafsiran penginderaan jauh. serta kualitas suatu endapan batu bara sebagai dasar analisis/kajian kemungkinan dilakukannya investasi.2 Prospeksi (Prospecting) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk membatasi daerah sebaran endapan yang akan menjadi sasaran eksplorasi selanjutnya. antara lain. pemboran. 4.4. seperti penyelidikan geofisika. di antaranya. pengukuran penampang stratigrafi. tata guna lahan.000.2.4 Eksplorasi Rinci (Detailed Exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas clan kualitas serta bentuk tiga-dimensi endapan batu bara. eksplorasi pendahuluan dan eksplorasi rinci. studi geologi regional. 4. dan kesampaian daerah. pemetaan geologi dengan skala minimal 1:50. bentuk. Kegiatan yang harus dilakukan adalah pemetaan geologi dan topografi dengan skala minimal 1:2. pencontohan dan analisis. keberadaan.1 Survei Tinjau (Reconnaissance) Survei tinjau merupakan tahap eksplorasi Batu bara yang paling awal dengan tujuan mengidentifikasi daerah-daerah yang secara geologis mengandung endapan batubara yang berpotensi untuk diselidiki lebih 1anjut serta mengumpulkan informasi tentang kondisi geografi. penarnpangan (logging) geofisika. Metode tidak langsung.

Sumatera Selatan. Pada heberapa tempat intrusi batuan beku mempengaruhi struktur lapisan dan kualitas batubaranya. 4. dan kelompok geologi kornpleks. namun sebarannya masih dapat diikuti sampai ratusan meter. pengkajian geohidrologi. Senakin Barat (Kalimantan Selatan).2. Contoh jenis kelompok ini. Endapan batu bara kelompok ini terdapat antara lain di daerah .2 Kelompok Geologi Moderat Keadaan geologi endapan batu bara dalam kelompok ini sampai tingkat tertentu telah mengalami pengaruh deformasi tektonik. dan intrusi.1 Kelompok geologi sederhana Endapan batu bara dalam kelompok ini umumnya tidak dipengaruhi ofeh aktivitas tektonik. Kelompok ini dicirikan pula oleh kemiringan lapisan dan variasi ketebalan lateral yang sedang serta berkembangnya percabangan lapisan batu bara. antara lain. lipatan. hampir tidak mempunyai percabangan.3 Tipe Endapan Batubara dan Kondisi Geologi 4. batubara dan lainnya yang dipandang perlu sebagai bahan pengkajian lingkungan yang berkaitan denqan rencana kegiatan penambangan 4. Kalimantan Timur dan Bengkulu.2 Kondisi Geologi Berdasarkan tingkat pengaruh tektonik dan proses sedimentasinya. beg:tu pula pergeseran dan perlipatan yang diakibatkannya relatif sedang. dan Cerenti (Riau). 4.3.3. Uraian tentang batasan umum untuk masingmasing kelompok tersebut beserta tipe lokalitasnya adalah sebagai berikut. di lapangan Bangko Selatan dan Muara Tiga Besar (Sumatera Selatan).pencontohan yang dilakukan dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya. karakteristik geologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama : Kelompok geologi sederhana. Tipe endapan batu bara tersebut masing-masing memiliki karakteristik tersendiri sebagai cerminan dari sejarah tektonik dan/atau proses sedimentasinya.3. penampangan (logging) geofisika. kelompok geologi moderat.3. Pada tahap ini perlu dilakukan pencontohan batuan. 4.1 Tipe Endapan Batu bara Secara umum endapan batu bara utama di Indonesia terdapat dalam tipe endapan batu bara Ombilin. seperti sesar.2. sedangkan ringkasannya diperlihatkan pada tabel 1. menerus secara lateral sampai ribuan meter. batu bara secara lateral dan kualitasnya tidak memperlihatkan variasi yang berarti. Ketebalan lapisan. Lapisan batu bara pada umumnya landai. dan geoteknik. Sesar dan lipatan tidak banyak.

4. antara lain. Loa Janan-Loa Kulu. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap prospeksi. 4. Formasi Warukin. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap survei tinjau.4. Sawahluhung (Sumatera Barat). diketemukan di Ambakiang. adalah sumberdaya batubara terukur yang berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak. Sebaran lapisan batu bara secara lateral terbatas dan hanya dapat diikuti sampai puluhan meter. . Sesar maupun pembalikan (overturned) umum dijumpai dan sifatnya rapat. Formasi Tanjung (Kalsel). yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksploitasi pendahuluan. serta Gunung Batu Besar (Kalsel). Ninian.4 Sumber daya Batu bara terukur (Measured coal resource) adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. 4.4. daerah Air Kotok (Bengkulu).1 Sumber daya Batu bara hipotetik (Hypothetical coal resource) adalah jumlah Batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.2. adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.4.4.3 Kelompok Geologi Kompleks 'Keadaan geologi endapan batu bara pada kelompok ini umumnya telah mengalami deformasi tektonik yang intensif. 4. Endapan batubara dari kelompok ini. Suban dan Air Laya (Sumsel).Senakin.5 Cadangan Batu bara terkira (Probable coal reserve) adalah sumber daya Batu bara tertunjuk dan sebagian sumberdaya batubara terukur. tetapi berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak. Pergeseran dan perlipatan yang ditimbulkan oleh aktivitas tektonik menjadikan lapisan batubara sukar dikorelasikan. 4. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci. Perlipatan yang kuat juga mengakibatkan kemiringan lapisan yang terjal. 4.4 Kelas Sumberdaya dan Cadangan 4.3.2 Sumber daya Batu bara tereka (Inferred coal resource). Bojongmanik (Jabar). Belahing dan Upau (Kalimantan Selatan).4. serta daerah batubara yang mengalami ubahan intrusi batuan beku di Bunian Utara (Sumsel). 4.4.6 Cadangan Batu bara terbukti (Proved coal reserve). Petanggis (Kaltim).3 Sumber daya Batu bara tertunjuk (Indicated coal resource) adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.

5. sumber daya terukur harus mempunyai tingkat keyakinan yang lebih besar dibandingkan dengan sumber daya tertunjuk.Dasar Klasifikasi Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara didasarkan pada tingkat keyakinan geologi dan kajian kelayakan. lubang bor) dan toleransi kesalahan. merupakan beberapa unsur yang terkait dengan aspek ekonomi dan perlu diperhatikan dalam menggolongkan sumber daya batu bara. Tingkat keyakinan geologi tersebut secara kuantitatif dicerminkan oleh jarak titik informasi (singkapan. 5. Pengelompokan tersebut mengandung dua aspek yaitu aspek geologi dan aspek ekonomi. begitu pula sumber daya tertunjuk harus mempunyai tingkat keyakinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber daya tereka. 6 Persvaratan .2 Aspek Ekonomi Ketebalan minimal lapisan batu bara yang dapat ditambang dan ketebalan maksimal "dirt parting" atau lapisan pengotor yang tidak dapat dipisahkan pada saat ditambang yang menyebabkan kualitas batu baranya menurun karena kandungan abunya meningkat. sumber daya terukur dan tertunjuk dapat ditingkatkan menjadi cadangan terkira dan terbukti apabila telah memenuhi kriteria layak (tabel 2). 5.1 Aspek Geologi Berdasarkan tingkat keyakinan geologi.

• Lapisan pengotor (m) < 0. Laporan ini menggambarkan status terakhir mengenai sumberdaya dan cadangan batu bara secara rinci dan akurat dan disarikan seperti pada tabel 5. 6.30 7 Pelaporan Supaya data sumber daya dan cadangan dapat dimengerti dengan baik dan mudah oleh pihak-pihak yang berkepentingan. .6.1 Persyaratan yang Berhubungan dengan Aspek Geologi Persyaratan jarak titik informasi untuk setiap kondisi geologi dan kelas sumber dayanya diperlihatkan pada tabel 3.30 < 0. persyaratan batas minimal ketebalan batu bara yang dapat ditambang dan batas maksimal lapisan pengotor yang tidak dapat dipisahkan pada saat ditambang untuk batubara jenis batubara cokelat (brown coal) dan batubara jenis batubara keras (hard) akan menunjukan angka yang berbeda.00 Batu Bara Keras (Hard Coal) > 0. karena pada hakikatnya kandungan panas merupakan parameter utama kualitas batubara.40 . Persyaratan tersebut diperlihatkan pada tabel 4.2 Persyaratan yang Berhubungan dengan Aspek Ekonomi Batu bara jenis Batu bara cokelat (brown coal) menunjukkan kandungan panas yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan batubara jenis batubara keras (hard coal). Tabel 4 PERSYARATAN KUANTITAF KETEBALAN BATUBARA DAN LAPISAN PENGOTOR LAPISAN PERINGKAT BATU BARA K E T E B A L A N (m) Batu Bara Cokelat (Brown CoaL) • Lapisan batu bara minimal (m) > 1. perlu adanya sistem pelaporan yang baku.

Laporan hasil kegiatan penyelidikan sumber daya dan cadangan batu bara ini disimpan di instansi/lembaga yang ditunjuk 8 Pengujian a. Panitia/lembaga penguji merupakan tim yang dibentuk oleh instansi yang berwenang untuk tujuan itu. Anggota Panitia/lembaga yang ditunjuk terdiri atas para ahli yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya. Pengujian kelas sumberdaya dan cadanyan batubara dilakukan terhadap terpenuhinya persyaratan yang telah ditentukan b. .

It can be seen that perceived resources have generally been increasing due to increased exploration.menjadi pertunjukan berlanjut Zone pengenceran atau berkurang mutu.4. . it is important to remember that they can also decrease.1. DENGAN AREA Table 1 shows estimates of coal resources by island over time. Walaupun sumber daya figur dapat meningkat/kan dalam kaitan dengan explorasi. COAL RESOURCES 9. [Itu] dapat dilihat sumber daya [yang] dirasa itu sudah biasanya meningkat(kan) dalam kaitan dengan explorasi ditingkatkan.9. it additional drilling shows that seams that were previously thought to be continuous Shows zones of thinning or of decreased quality.1.4.4. BY AREA 9. BATUBARA SUMBER DAYA 9.4. adalah penting untuk ingat bahwa mereka dapat juga ber/kurang. Although resource figures can increase due to exploration. [itu] pengeboran tambahan menunjukkan klem pelipit itu yang sebelumnya dipikirkan untuk. Tabel 1 perkiraan pertunjukan sumber daya batubara [oleh/dengan] pulau dari waktu ke waktu.

) ton dibuktikan sampai kepada suatu langkah Tuhan pantas [adalah] penetapan suatu tambang/ranjau/aku.) ton sumber daya di (dalam) Sumatera Pusat membuktikan ujung/persenan sangat tingkat kepercayaan. Sumber daya di sebelah kiri' [tabel. Bengkulu Province contains a number of important but small mines but does not have a large resource base. Mayoritas Dari Sumateran batubara sumber daya adalah di (dalam) Selatan Sumatera dengan kurang dari satu milyar (Am.) ( 25 ribu juta) ton [di/yang mana] kurang dari 3 milyar (Am.meja] mempunyai suatu yang lebih tinggi kepercayaan dihubungkan dengan keberadaan mereka dibanding kategori itu di sebelah kanan. [Itu] mengikuti bahwa kebanyakan dari sumber daya di .Table 2 shows reserves data divided into provinces and by level of confidence in the existence of' the resources. Resources to the left of' the table have a higher confidence associated with their existence than those categories to the right. The majority of the Sumateran coal resources are in South Sumatera with less than one billion tonnes of resources in Central Sumatera proved tip to a high level of confidence. Sumber daya di (dalam) Sumatera total sekitar 15 milyar (Am. It follows that most of the resources in Sumatera are in the Probable and Possible categories and. Tabel 2 data cadangan pertunjukan dibagi menjadi provinsi dan oleh tingkat kepercayaan di (dalam) keberadaan' sumber daya [itu]. Resources in Sumatera total about 15 billion (25 thousand million) tonnes of which less than 3 billion tonnes are proved up to a stage suitable lor the establishment of a mine. again. these are dominantly in South and Central Sumatera.

ttg] deposito dikenal tetapi tidak boleh secara penuh mencerminkan potensi untuk penemuan [dari. the main areas in terms of' coal resources are in South Kalimantan and East Kalimantan. In East Kalimantan. Due to extensive drilling in South and East Kalimantan. Di (dalam) Timur .(dalam) Sumatera adalah di (dalam) kategori [yang] Mungkin dan Yang mungkin dan. Di dalam Kalimantan. ini secara dominan di (dalam) Selatan dan Sumatera Pusat.ttg] deposito baru. This reflects exploration of known deposits but may not fully reflect the potential for discovery of new deposits. Ini mencerminkan explorasi [dari. Dalam kaitan dengan pengeboran luas di (dalam) dan Selatan Timur Kalimantan. Potential resources are listed as less than I billion tonnes but probable resources exceed 2. sumber daya yang yang didaftarkan jadilah lebih dengan berat dibiaskan kepada potensi Kategori dibanding perihal Sumatera dengan banyak tonase mendaftar untuk kategori [yang] yang lain yang sedang hanya sekitar dua [bagi/kepada] tiga kali mereka yang potensi Kategori. area yang utama dalam kaitan dengan' sumber daya batubara adalah di (dalam) Selatan Kalimantan dan Timur Kalimantan.5 billion tonnes. resources listed are more heavily biased to the Potential category than those of Sumatera with much tonnages listed for the other categories being only about two to three times those in the Potential category. lagi. Bengkulu Provinsi berisi sejumlah penting tetapi tambang/ranjau/aku kecil tetapi tidak mempunyai suatu sumber daya dasar besar. Within Kalimantan.

Beberapa batubara adalah kehadiran Yang pusat dan Timur Kalimantan tetapi belum secara ekstensif menyelidiki walaupun SDM dan suatu perusahaan pribadi dipahami untuk telah perbuat beberapa explorasi dekat Silantek di (dalam) Barat Kalimantan.) ton tetapi sumber daya mungkin melebihi 2. However. Sulawesi has larger resources but exploration there has not been systematic to the same extent as has occurred in Sumatera and Kalimantan.Kalimantan.) ton.5 milyar (Am. Sulawesi mempunyai sumber daya lebih besar tetapi explorasi [di/ke] sana belum sistematis kepada luas yang . Interest in coals from Irian Jaya has so far been small but there may be potential for larger discoveries. it is unlikely that the Irian coalfields will ever rival those of Sumatera or Kalimantan in terms of overall importance. potensi Sumber daya didaftarkan dari [ketika. Some coal is present in Central and East Kalimantan but has not been extensively explored although SDM and a private company are understood to have done some exploration near Silantek in West Kalimantan. Jawa mempunyai beberapa kecil coalfields tetapi total sumber daya adalah kecil dan produksi batubara dari Jawa tidak pernah mungkin untuk menyediakan lebih dari suatu proporsi [yang] kecil [menyangkut] permintaan dari pulau itu. Jawa has some small coalfields but the total resources are small and coal production from Jawa is never likely to provide more than a small proportion of the demand from that island.seperti] kurang dari aku milyar (Am.

2. Tarik akan batubara dari Jaya Irian telah sejauh ini kecil tetapi mungkin ada [yang] potensial untuk penemuan lebih besar. Bagaimanapun. Kalimantan menjadi area paling utama yang kedua dengan 27.5% tentang sumber daya yang diperkirakan [yang] secara relatif datar membagi antar[a] dan Selatan Timur Kalimantan. [itu] tidak mungkin [bahwa/yang] Irian coalfields akan pernah menyaingi perihal Sumatera atau Kalimantan dalam kaitan dengan keseluruhan arti penting. DENGAN MUTU Typical analyses for some of the major coalfields are given in Table 3.4. 9. South Sumatera is the dominant area with about 72% of the total estimated resources for Indonesia. Selatan Sumatera menjadi area yang dominan dengan sekitar 72% tentang total sumber daya diperkirakan untuk Indonesia.2.4. .5% of the estimated resources relatively evenly divided between South and East Kalimantan.sama [sebagai/ketika] telah terjadi di (dalam) Sumatera dan Kalimantan. in terms of total resources. BY QUALITY 9. Kalimantan is the second most important area with 27. Some data on ash analyses are included in Table 4. dalam kaitan dengan total sumber daya.

Ini boleh memerlukan suatu tinjauan ulang . This may require a long term review of the ways in which the South Sumatera coals are used. kebanyakan dari batubara adalah rendah di (dalam) ranking ( Gambar 15). Terlepas dari dekat penggangguan pada Bukit Asam. the largest resources are in South Sumatera. Apart from near the intrusions at Bukit Asam. Pohon dengan kayu keras menghasilkan dari Selatan [itu] Sumatera batubara adalah moderat ke rendah. Banyak dari batubara cenderung akan pembakaran secara spontan dan peningkatan ini [adalah] berbagai kesulitan dihubungkan dengan pengangkutan interlokal atau [gudang/penyimpanan] [yang] jangka panjang [menyangkut] batubara [itu]. sumber daya yang paling besar adalah di (dalam) Selatan Sumatera. Ash yields from the South Sumatera coals are moderate to low. ranking yang regional boleh membuktikan untuk.Analisa khas untuk sebagian dari yang utama coalfields disampaikan dalam Tabel 3. most of the coals are low in rank (Figure 15). Many of the coals are prone to spontaneous combustion and this increases the difficulties associated with long distance transport or long term storage of the coals.menjadi dengan mantap lebih rendah dari area [yang] sekarang ini pokok pekerjaan tambang besar-besaran. Seperti dicatat di atas. As noted above. Adalah mungkin yang [men]jauh dari zone pengaruh dari penggangguan. the regional rank may prove to be significantly lower than the areas currently the subject of large scale mining. It is possible that away from the zone of influence from the intrusions. Beberapa data pada [atas] pohon dengan kayu keras analisa adalah tercakup di Tabel 4.

They appear to have been deposited well away from marine influence.[yang] jangka panjang [menyangkut] tatacara di mana Selatan [itu] Sumatera batubara digunakan. Sulphur contents are uniformly low in the South Sumatera coals. Mereka nampak untuk telah menyimpan baik [men]jauh dari angkatan laut pengaruh. Suban tambang/ranjau/aku adalah dekat dengan suatu penggangguan. Suatu indikasi [menyangkut] perbedaan mutu dekat dengan penggangguan diberi oleh data di (dalam) Tabel 5. the other samples are taken from areas further away from of the metamorphic halo. Suban mine is close to an intrusion. [Itu] biasanya mengira bahwa Airlaya tambang/ranjau/aku bebas dari efek dari penggangguan tetapi Gambar 15 pertunjukan yang [di/ke] sana boleh tetap beberapa efek dari penggangguan bahkan di area ini. belerang [Muatan/Indeks] yang berpakaian seragam rendah di (dalam) Selatan [itu] Sumatera batubara. It is commonly assumed that Airlaya mine is free from the effects of the intrusion but Figure 15 shows that there may still be some effects from intrusions even in this area. . contoh yang lain diambil dari area lebih lanjut [men]jauh dari [menyangkut] lingkaran cahaya yang metamorphic. An indication of the quality differences close to the intrusions is given by the data in Table 5.

Although minor amounts of heat altered coals have been found at Ombilin.ttg] coalification regional. Washing of some of the Eocene coals is desirable but washability characteristics tend to be moderate. it appears that the rank is a result of regional coalification. Walaupun sejumlah panas [yang] kecil mengubah batubara telah ditemukan pada Ombilin. Ombilin batubara adalah di antara batubara ranking yang paling tinggi ditambang di (dalam) jumlah besar di (dalam) Indonesia tetapi masih jatuh masuk ke kategori dalam noncoking. The mineral matter typically occurs as thin dirt bands and as finer disseminations within the coals. Sulphur contents are low. The Eocene coals from Kalimantan have much higher ash yields than most of the Miocene coals although many of them are still moderate to low by World standards. pohon dengan kayu keras Hasil [yang] rendah walaupun beberapa [menyangkut] klem pelipit berisi sejumlah rombongan kotoran dan cucian [menyangkut] batubara adalah diinginkan ke mutu batubara pengoptimalan. belerang [Muatan/Indeks] rendah. Ash yields are typically low although some of the seams contain a number of dirt bands and washing of the coal is desirable to optimise coal quality. [itu] nampak [bahwa/yang] ranking adalah suatu hasil [dari. .The Ombilin coals are amongst the highest rank coals mined in large quantities in Indonesia but still fall into the category of noncoking. high volatile bituminous coals. batubara bituminus mudah menguap tinggi.

Ini nampak seperti dalam kaitan dengan suatu angkatan laut incursion sepanjang . yang pemecatan dari batubara. This appears to be due to a marine incursion during the the deposition of the coal. Some of these sulphur rich plies are relatively widespread. Some of the Eocene coals are high in resinite and this results in unusually high S.E tidak biasa tinggi. . Cucian sebagian dari Eocene batubara adalah diinginkan tetapi washabilas karakteristik [tuju/ cenderung] untuk. Kebanyakan [menyangkut] batubara adalah rendah di (dalam) belerang tetapi beberapa klem pelipit berisi satu atau lebih lapisan yang mempunyai moderat ke [muatan/indeks] belerang tinggi. nilai-nilai. Sebagian dari belerang ini lapisan kaya secara relatif tersebar luas.menjadi melembutkan. Most of the coals are low in sulphur but some seams contain one or more plies that have moderate to high sulphur contents. values. mineral Perihal [yang] secara khas terjadi sama rombongan kotoran tipis/encer dan seperti penghamburan pendenda di dalam batubara [itu]. Sebagian dari Eocene batubara adalah tinggi di (dalam) resinit dan ini mengakibatkan S.Eocene batubara dari Kalimantan mempunyai pohon dengan kayu keras jauh lebih tinggi menghasilkan dibanding kebanyakan dari Miocene batubara walaupun banyak di antara mereka masih melembutkan ke rendah oleh dunia Standard.E.

Miocene batubara [yang] secara khas berisi bagian dengan rendah ke pohon dengan kayu keras sangat rendah menghasilkan. It Is common for the Miocene coals to be sold unwashed and where washing is undertaken.65% indicating a rank of high volatile bituminous coal.T. most of the material removed represents roof or floor rocks admixed with the coal as a result of mining. Most of the Miocene coals.55% to 0. yang [itu] yang ditambang oleh P. that mined by P.65% menandakan suatu ranking [dari. The Miocene coals typically contain sections with low to very low ash yields. Dari [sebagai/ketika/sebab] batubara ini juga menunjukkan suatu isi belerang [yang] rendah [itu] telah dijual “ Envirocoal". Adaro in the region of the Upper Barito River consistently shows ash Yields less than 1%.ttg] batubara bituminus mudah menguap tinggi. A problem with washing is the higher moisture levels that result. . Adaro di [dalam] daerah Barito Bagian atas Sungai [yang] secara konsisten menunjukkan pohon dengan kayu keras Hasilkan kurang dari 1%.The rank of the Eocene coals is uniformly higher than most Indonesian coals with vitrinite reflectances typically in the range 0. contain ash yields in the range from 2 S%. One scam. but lower and higher values occur.55% [bagi/kepada] 0. Ranking Dari Eocene batubara yang lebih tinggi yang berpakaian seragam dibanding paling batubara Indonesia dengan vitrinite faktor refleksi [yang] secara khas di (dalam) cakupan 0. As this coal also shows an exceptionally low sulphur content it has been marketed “Envirocoal". Satu scam.T. however.

care has to be taken to avoid spontaneous combustion becoming a major problem. Karena hampir semua batubara menambang. kebanyakan dari material yang dipindahkan menghadirkan atap atau lantai mengayun-ayun admixed dengan batubara sebagai hasil pekerjaan tambang. Many of the coals show the effects of igneous intrusions. For virtually all of the coals mined. Sejumlah kecil batubara adalah kaya akan resinte dan pertunjukan secara ganjil energi Spesifik tinggi Nilai-Nilai. Adalah Umum untuk Miocene batubara untuk menjual tidak dicuci dan [di mana/jika] cucian dikerjakan. berisi pohon dengan kayu keras menghasilkan di (dalam) cakupan dari 2 S%. Spontaneous combustion problems range from low to moderate for the Miocene coals frorn Kalimantan. The coals from Jawa are moderate to low rank and show a moderate to high ash yield. .Kebanyakan [menyangkut] Miocene batubara. tetapi yang lebih rendah dan yang lebih tinggi nilai-nilai terjadi. A small number of the coals are rich in resinte and show anomalously high Specific Energy values. pembakaran secara spontan Permasalahan terbentang dari rendah untuk melembutkan untuk Miocene batubara frorn Kalimantan. These have produced chars rather than the antracitic coals found in some of the other coalfields. bagaimanapun. Suatu masalah dengan cucian menjadi yang lebih tinggi embun mengukur hasil itu. kepedulian harus diambil untuk menghindari pembakaran secara spontan [yang] menjadi suatu masalah utama.

batubara dengan gaya . The regional rank for both the Paleogene and the Neogene coals appears to be bright brown coal or hard lignitic rank. It has been noted in studies of coal type from Sulawesi that these coals to show a much greater range of type compared with coals from Sumatera and Kalimantan. Intrusions raise the rank levels variously to bituminous and anthracitic rank. Banyak dari batubara menunjukkan efek [dari. ranking Yang regional untuk kedua-duanya Paleogene dan Neogene batubara nampak seperti batubara cokelat terang/cerdas atau ranking lignitic [sulit/keras]. coals with sapropelic affinities being more abundant in the suites from Sulawesi. [Itu] telah dicatat di (dalam) studi batubara mengetik dari Sulawesi yang para batubara ini untuk menunjukkan suatu cakupan jenis [yang] jauh lebih besar bandingkan dengan batubara dari Sumatera dan Kalimantan. The coals from Sulawesi vary markedly in their properties mostly as a result of contact in trusion.Batubara dari Jawa adalah moderat ke ranking rendah dan pertunjukan suatu moderat ke pohon dengan kayu keras tinggi menghasilkan. Penggangguan menaikkan tingkatan ranking [yang] dengan berbagai cara ke ranking anthracitic dan seperti aspal. Batubara dari Sulawesi bertukar-tukar dengan jelas/dengan nyata a di (dalam) kekayaan mereka [yang] kebanyakan sebagai hasil kontak di (dalam) trusion.ttg] penggangguan berapi-api. Ini sudah memproduksi terbakar/membuat arang dibanding/bukannya batubara yang antracitic menemukan dalam beberapa [menyangkut] yang lain coalfields.

gabung/hubungan dekat sapropelic menjadi [yang] lebih berlimpah-limpah di (dalam) deretan dari Sulawesi.

Breakage behaviour is important especially for coals that are to be used in pulverised fuel combustion, Some of the Indonesian coals show very low Hardgrove Grindability indices. This seems to be due to a combination of a rank level close to the minimum for Hardgrove Grindability and toughness imparted, in part, by mineral matter and, in part by the presence of liptinite. Many of the coals show intense shearing of tectonic origin and in most seams, one of the cleats is very strongly developed, Presumably, if this were not the case, the coals would show even lower grindability and be difficult to mine. Low grindability can affect the marketability of coals, However, the Indonesian coals should be assessed on the rate of burnout during combustion rather than the ease of grinding. The lack of inertinite in all Indonesian coals, combined with the presence of liptinite will give rise to an abundance of thin walled cenospheres during combustion in PF furnace. For this reason, the burnout rates of larger particles of Indonesian coals are likely to be greater than that for similar sized grains of coals from most other potential suppliers. kerusakan Perilaku adalah penting terutama untuk batubara yang (diharapkan) untuk digunakan di (dalam) bahan bakar pembakaran pulverised, Sebagian dari batubara Indonesia menunjukkan sangat rendah Hardgrove grindabilas indeks (jamak). Ini sepertinya dalam kaitan dengan suatu kombinasi suatu ranking mengukur dekat dengan yang minimum untuk Hardgrove grindabilas dan ketabahan memberikan/menyampaikan,

pada sebagian, dengan mineral berarti dan, pada sebagian oleh kehadiran liptinite. Banyak dari batubara menunjukkan pencukuran [yang] keras [dari;ttg] asal tektonis dan di (dalam) kebanyakan klem pelipit, salah satu [dari] paku sepatu anti licin adalah sangat betul-betul mengembang;kan, Kiranya, jika ini bukanlah kasus, batubara akan menunjukkan genap grindabilas yang lebih rendah dan sukar untuk tambang/ranjau/aku. Grindabilas rendah dapat mempengaruhi kelaikan pasar batubara, Bagaimanapun, batubara Indonesia harus ditaksir pada [atas] tingkat burnout selama pembakaran dibanding/bukannya kesenangan penggerindaan. Ketiadaan inertinite dalam semua batubara Indonesia, mengkombinasikan dengan kehadiran liptinite akan memberi kenaikan [bagi/kepada] suatu kelimpahan [dari;ttg] walled tipis/encer cenospheres selama pembakaran di (dalam) PF tungku perapian. Karena alasan ini, burnout tingkat partikel nsur/butir [yang] lebih besar [dari;ttg] batubara Indonesia adalah nampaknya akan lebih besar dibanding itu untuk butir batubara [yang] sized serupa dari hampir semua para penyalur potensi.

9.4.3. BY DISTANCE FROM USE/SHIPMENT POINT 9.4.3. DENGAN JARAK DARI USE/SHIPMENT NUNJUK

Indonesian coal deposits range markedly in their distance from the sea and in the ease of transport to the sea. Deposits such as Sangatta in East Kalimantan are within 30 kms of the sea although construction of a coalloader on gently shelving coastlines presents some

engineering difficulties. Some of the other coal deposits in East Kalimantan are close to the Mahakam River and transport by barge is normal. Coal is then loaded onto other ships off the mouth of the river, or in some cases, the barge transports coal direct to other islands in Indonesia. The P.T. Adaro mine ships coal down the Barito River some hundreds of kilometres to the coast and then East along the coast to a coal loader. batubara Indonesia Deposito mencakup dengan jelas/dengan nyata a di (dalam) jarak

mereka dari lautan dan di (dalam) kesenangan pengangkutan kepada lautan. Menyimpan[lah seperti Sangatta di (dalam) Timur Kalimantan adalah di dalam 30 km [menyangkut] lautan walaupun konstruksi suatu coalloader pada [atas] dengan lemahlembut menangguhkan coastlines menghadiahi beberapa berbagai kesulitan rancangbangun. Sebagian dari batubara yang lain menyimpan di (dalam) Timur Kalimantan adalah dekat dengan Mahakam Sungai dan pengangkutan dan [oleh/dengan] tongkang normal. Batubara kemudian adalah memuat ke kapal lain batal/mulai mulut dari sungai, atau dalam beberapa hal, tongkang mengangkut batubara mengarahkan ke pulau lain di (dalam) Indonesia. P.T [Itu]. Adaro menambang batubara kapal sepanjang Barito Sungai beberapa beratus-ratus kilometres kepada pantai dan kemudian Timur sepanjang pantai [bagi/kepada] suatu pemuat batubara.

Coal from Senakin and Satul mines in South Kalimantan is taken to a coal loader near Pulau Laut, mostly for export.

Batubara dari Senakin Dan Satul menambang di (dalam) Selatan Kalimantan diambil untuk suatu pemuat batubara dekat Pulau Laut. It is probable that the main use for these coals will be at mine mouth power stations. batubara akan selalu mempunyai biaya-biaya pengangkutan tinggi saban satuan tenaga dalam kaitan dengan Energi [yang] Spesifik rendah mereka dan jumlah air yang harus diangkut. Pembakaran secara spontan bisa dilarang oleh gas mulia [yang] selimut dan compaction teknik pantas. [yang] kebanyakan untuk ekspor. The Sumatera Mines suffer some disadvantages in relation to transport. The lower rank coals from Kalimantan are less suitable for transport due to the high moisture content and high tendency to spontaneous combustion. batubara ranking Yang yang lebih rendah dari Kalimantan adalah lebih sedikit [yang] pantas untuk pengangkutan dalam kaitan dengan isi embun yang tinggi dan kecenderungan tinggi ke pembakaran secara spontan. Adalah mungkin [bahwa/yang] penggunaan yang utama untuk batubara ini akan [jadi] pada pembangkit listrik mulut tambang/ranjau/aku. Spontaneous combustion could be inhibited by inert gas blanketing and suitable compaction techniques. From there most of the coal is taken to Suralaya power . Bagaimanapun. However. the coals would always have high transport costs per unit of energy due to their low Specific Energy and the amount of water that has to be transported. The coal from Bukit Asam that is not used near the mines is taken by rail over 200 kms to the loader at Tarahan on the Sunda Strait.

Batubara dari Bukit Asam (yang) tidak digunakan dekat tambang/ranjau/aku diambil melalui kereta api (di) atas 200 km kepada pemuat pada Tarahan pada [atas] Selat Sunda [itu]. The small mines near Bengkulu are close to the port and have a comparative advantage for transport. Walaupun garis lurus jarak adalah jauh lebih kecil dibanding itu untuk Bukit Asam batubara. the terrain is much more difficult to traverse.station in West Jawa. . tambang/ranjau/aku Yang kecil dekat Bengkulu adalah dekat dengan pelabuhan dan mempunyai suatu komparatip keuntungan untuk pengangkutan. tanah lapang jauh lebih [bagi/kepada] garis lintang. The Ombilin mines also suffer disadvantages relative to some mines in Kalimantan in that the coal has to be transported over the Barisan Range and then down to the loader near Padang. Dari sana kebanyakan dari batubara diambil ke Suralaya pembangkit listrik di (dalam) Barat Jawa. Ombilin tambang/ranjau/aku juga menderita kerugian sehubungan dengan beberapa tambang/ranjau/aku di (dalam) Kalimantan dalam arti bahwa batubara harus diangkut (di) atas Barisan Cakup dan kemudian menuju ke pemuat dekat Padang. Although the straight line distance is much smaller than that for the Bukit Asam coal. Sumatera Tambang/Ranjau/Aku menderita beberapa kerugian dalam hubungan dengan pengangkutan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful