P. 1
PENDEKATAN HUBUNGAN MANUSIA

PENDEKATAN HUBUNGAN MANUSIA

|Views: 836|Likes:
Published by arrahmananto

More info:

Published by: arrahmananto on Jul 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

PENDEKATAN HUBUNGAN MANUSIA Pendekatan sumber daya manusia menyatakan bahwa manusia pada dasarnya bersifat social dan

ingin mengaktualisasikan dirinya. Menurut pendekatan ini, ditempat kerja orang berusaha untuk memuaskan kebutuhan sosialnya, memberikan reaksi tekanan dari kelompok serta berusaha memenuhi kebutuhan pribadi. Pendekatan ini muncul untuk merevisi teori manajemen klasik yang ternyata tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para ahli selanjutnya melengkapi teori manajemen klasik dengan menerapkan sosiologi dan psikologi dalam manajemen. Hubungan manusiawi (human relations) pada umumnya mengacu pada suasana kerja yang berasal dari hubungan antara manajer dengan karyawan. Jika hubungan manusia pada suatu organisasi efektif, maka suasana kerja akan mendorong semangat kerja dan keharmonisan suasana kerja. Efektivitas kerja diharapkan akan terjadi dari suasana kerja atau hubungan manusia yang baik. a. Muntseberg Ia menyarankan bahwa teknik-teknik manajemen menggunakan hasil eksperimen psikologi. Sebagai contoh, berbagai metode psikologi dapat digunakan untuk memilih karakteristik tertentu yang cocok dengan kebutuhan suatu jabatan. Penelitian belajar dapat mengarahkan pengembangan metode pelatihan. Berdasarkan penelitian prilaku manusia dengan pengembangan metode psikologi dapat digunakan untuk membantu manusia dalam meningkatkan motivasi karyawan dan produktivitas kerja. Ia juga menyarankan agar faktor sosial dan budaya turut dipertimbagkan dalam suatu organisasi. Kontribusi utama Munsterberg untuk manajemen ialah aplikasi prikologi industri dalam manajemen. b. Elton Mayo Mayo dan asistennya Roethlisberger (1898-1974) membagi dua kelompok kerja yang masing terdiri atas enam orang pada dua ruang terpisah. Satu ruang dilakukan eksperimen berupa upah dinaikkan, hari kerja dan minggu kerja diperpendek, lama istirahat dan jam makan siang diubah-ubah, jam istirahat disuruh memilih sendiri, kesempatan untuk mengusulkan jam istirahat agar diubah sesuai saran. Sementara itu, kelompok di ruang yang lainnya dengan kondisi seperti biasa. Hasilnya menunjukkan ternyata kedua kelompok menunjukkan peningkatan produktivitas. Kesimpullannya, ternyata kelompok pekerja terpilih terjalin hubungan emosional (merasa senasib) yang dapat meningkatkan produktivitas kerja. Perhatian pengawas (peneliti) terhadap mereka memotivasinya untuk meningkatkan produktivitas kerja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->