MAKALAH KANKER SERVIKS

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang

Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35 -55 tahun. 90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim.
[4]

Karsinoma serviks biasanya timbul pada zona

transisional yang terletak antara epitel sel skuamosa dan epitel sel kolumnar. Hingga saat ini kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak akibat penyakit kanker di negara berkembang. Sesungguhnya penyakit ini dapat dicegah bila program skrining sitologi dan pelayanan kesehatan diperbaiki. Diperkirakan setiap tahun dijumpai sekitar 500.000 penderita baru di seluruh dunia dan umumnya terjadi di negara berkembang. Penyakit ini berawal dari infeksi virus yang mera ngsang perubahan perilaku sel epitel serviks. Pada saat ini sedang dilakukan penelitian vaksinasi sebagai upaya pencegahan dan terapi utama penyakit ini di masa mendatang. Risiko terinfeksi virus HPV dan beberapa kondisi lain seperti perilaku seksual, kontrasepsi, atau merokok akan mempromosi terjadinya kanker serviks. Mekanisme timbulnya kanker serviks ini merupakan suatu proses yang kompleks dan sangat variasi hingga sulit untuk dipahami. Insiden dan mortalitas kanker serviks di dunia menempati urutan ked ua setelah kanker payudara. sementara itu, di negara berkembang masih menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian akibat kanker pada usia reproduktif. Hampir 80% kasus berada di negara berkembang. Sebelum tahun 1930, kanker servik merupakan penyebab utama kematian wanita dan kasusnya turun secara drastik semenjak diperkenalkannya teknik skrining pap smear oleh Papanikolau. Namun, sayang hingga kini program skrining belum lagi memasyarakat di negara berkembang, hingga mudah dimengerti mengapa insiden kanker serviks masih tetap tinggi. Hal terpenting menghadapi penderita kanker serviks adalah menegakkan diagnosis sedini mungkin dan memberikan terapi yang efektif sekaligus prediksi
1

prognosisnya. Hingga saat ini pilihan terapi masih terbatas pada operasi, radiasi dan kemoterapi, atau kombinasi dari beberapa modalitas terapi ini. Namun, tentu saja terapi ini masih berupa ³simptomatis´ karena masih belum menyentuh dasar penyebab kanker yaitu adanya perubahan perilaku sel. Terapi yang lebih mendasar atau imunoterapi masih dalam tahap penelitian. Saat ini pilihan terapi sangat tergantung pada luasnya penyebaran penyakit secara anatomis dan senantiasa berubah seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran. Penentuan pilihan terapi dan prediksi prognosisnya atau untuk membandingkan tingkat keberhasilan terapi baru harus berdasarkan pada perluasan penyakit. Secara universal disetujui penentuan luasnya penyebaran penyakit melalui sistem stadium.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang sebelumnya, maka dapat diru muskan beberapa permasalahan seba gai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan kanker serviks uterus dan apa sajakah kalsifikasi dan gejala klinis dari kanker serviks ? 2. Apa yang menjadi faktor penyebab dan faktoe resiko dari kanker serviks ? 3. Bagaimanakah gambaran epidemiologi kanker serviks ? 4. Bagaimanakah patologi, penyebaran, dan diagnosis dari kanker serviks ? 5. Bagaimana cara pengobatan dan pencegahan kanker serviks ?

2

Kanker serviks yang sudah masuk ke stadium lanjut sering menyebabkan kematian dalam jangka waktu relatif cepat. Dimulai dari displasia ringan. displasia berat. Di Indonesia. Kanker serviks uterus adalah keganasan yang paling sering ditemukan dikalangan wanita. : Ca terbatas pada cerviks. Kanker ini 99. Tingkat displasia dan KIS dikenal juga sebagai tingkat pra-kanker. yang menyerang leher rahim. tetapi progresif. displasia sedang. 3 . kanker leher rahim bahkan menduduki peringkat pertama. dan akhirnya menjadi karsinoma in -situ (KIS).BAB II PEMBAHASAN A. Berawal terjadi pada leher rahim. kemudian berkembang lagi menjadi karsinoma invasif. B. Klasifikasi Kanker Serviks Ada beberapa klasifikasi tapi yang paling banyak penganutnya adalah yang dibuat oleh IFGO (International Federation of Ginekoloi and Obstetrics) yaitu sebagai berikut : Stage 0 Stage 1 : Casrsinoma insitu = Ca intraepithelial = Ca preinvasif . Dari displasia menjadi karsinoma in-situ diperlukan waktu 1-7 tahun.7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik. Proses terjadinya kanker ini dimulai dengan sel yang mengalami mutasi lalu berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia. Penyakit ini merupakan proses perubahan dari suatu epithelium yang normal sampai menjadi Ca invasive yang memberikan gejala dan merupakan proses yang perlahan-lahan dan mengambil waktu bertahun-tahun. Kanker serviks berkembang secara bertahap. Pengertian Kanker Serviks Kanker leher rahim (serviks) atau karsinoma serviks uterus merupakan kanker pembunuh wanita nomor dua di dunia setelah kanker payudara. sedangkan karsinoma in -situ menjadi karsinoma invasif berkisar 3-20 tahun. kanker ini bisa menyebar ke organ -organ lain di seluruh tubuh penderita. apabila telah memasuki tahap lanjut. Serviks atau leher rahim/mulut rahim merupakan bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke liang sanggama (vagina).

3. bisa juga timbul nyeri di tempat -tempat lainnya. fluor albus yang berbau dan rasa sakit yang sangat hebat. Stage 3 Stage 4 : Sudah sampai dinding panggung dan sepertiga bagian bawah vagina : Sudah mengenai organ-organ yang lain C. Pada stadium lanjut. Pada fase prakanker. : Semua kasus-kasus lainnya dari stage 1. 5. pendarahan pastkoital atau perdarahan pervagina yang disangka sebagai perpanjangan waktu haid. : Sudah menjalar keluar serviks tapi belum sampai ke panggul. kadang bisa ditemukan gejala -gejala sebagai berikut : 1. baik berupa perdara han yang hebat (terutama dalam bentuk eksofitik). Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah. 7. Timbulnya perdarahan setelah masa menopause. Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis. telah mengenai dinding vagina tapi tidak melebihi 2/3 bagian proximal. Getah yang keluar dari vagina ini makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan 2. 4. Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian ba wah bila ada radang panggul. Namun. sering tidak ada gejala atau tanda -tanda yang khas. Selain itu. Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning -kuningan. Sering hanya sebagai fluos dengan sedikit darah. kemungkinan terjadi hidronefrosis. edema kaki. timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah 4 . badan menjadi kurus kering karena kurang gizi. Perdarahan setelah sanggama (post coital bleeding) yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal. Gejala Klinis Kanker Serviks Tidak khas pada stadium dini. 6. Pada stadium lanjut baru terlihat tanda -tanda yang lebih khas.Stage 1 a Stage 1 b Stage 2 : Disertai invasi daro stoma (preclinical-Ca) yang hanya diketahui secara histology. berbau dan dapat bercampur dengan darah. Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina.

Jika anda tidak dapat melakukan ini. terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal.(rectum). Faktor Penyebab HPV (Human Papiloma Virus) merupakan penyebab terbanyak. b. D. yaitu kurang dari 20 tahun. Paritas Kanker serviks sering dijumpai pada wanita yan sering melahirkan. Faktor Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Serviks 1. pertimbangkan konsumsi multivitamin dengan antioksidan seperti vitamin E atau beta karoten setiap hari. Faktor Resiko a. (Schiffman. Pola hubungan seksual Studi epidemiologi mengungkapkan bahwa resiko terjangkit kanker serviks meningkat seiring meningkatnya jumlah pasangan. yeyapitidak pada kelompok usia lebih tua.juga dapat dijadkan sebagai faktr resko terjadinya kanke servks. Sebagai tambahan perokok sigaret telah ditemukan sebagai penyebab juga.Defisiensi beberapa nutrisional dapat juga menyebabkan servikal displasia. dan dapat memenuhi servik selama intercourse. Semakin sering melahirkan.maka semain besar resiko terjamgkit kanker serviks. atau timbul gejala-gejala akibat metastasis jauh . Hal ini diuga ada hubungannya dengan belum matannya derah transformas pada sia tesebut bila serin terekspos. 2.aktifitas seksual yang dimulai pada usia dini. Pemelitian di Amerika Latin menunjukkan hubungan antara resiko dengan multiparitas setelah dikontrol dengan infeksi HPV. Laki-laki perokok juga terdapat konsetrat bahan ini pada sekret genitalnya. Frekuensi hubungna seksual juga berpengaruh pada lebi tingginya resiko pada usia tersebut. Wanita perokok mengandung konsentrat nikotin dan kotinin did alam serviks mereka yang merusak sel.1996). 5 .National Cancer Institu te merekomendasikan bahwa wanita sebaiknya mengkonsumsi lima kali buah -buahan segar dan sayuran setiap hari.

1996) mendapatkan bahwa peningkatan insiden kanker serviks dipengaruhi oleh lama pemakaian kontrasepsi oral. WHO mereview berbagai peneltian yang menghubungkan penggunaan kontrasepsi oral dengan risko terjadinya kanker serviks. Merokok Beberapa peneitian menunukan hubungan yang kuat antara merokok dengan kanker serviks. Selain itu. Diperlukan kehati -hatian dalam menginterpretasikan asosiasi antara lama penggunaan kontrasepsi oral dengan resiko kanker serviks karena adanya bias dan faktor confounding. d. Penemuan lain mempekhatkan ditemkanna nikotin paa cairan serviks wanita perokok bahan ini bersifata sebaai kokassnoen dan bersama-sma dengan kasinoge yan elah ada selanjutnya mendoron pertumbuhan ke arah kanker. e. Namun 6 .c. Penelitian lain mendapatkan bahwa insiden kanker setelah 10 tahun pemakaian 4 kali lebih tinggi daripada bukan pengguna kontrasepsi oral. bahkan setelah dikontrol dengan variabel konfounding sepert pola hubungna seksual. Defisiensi gizi Beberapa penelitian menunjukkan bahwa defisiensi zat gizi tertentu seperti betakaroten dan vitamin A serta asam folat. Namun penelitian serupa yang dilakukan oleh peritz dkk menyimpulkan bahwa aktifitas seksual merupak an confounding yang erat kaitannya dengan hal tersebut.sehingga displasia dan karsinoma in situ nampak lebih frekuen pada kelompok tersebut. menyimpulkan bahwa sulit untuk menginterpretasikan hubungan tersebut mengingat bahwa lama penggunaan kontraseps oral berinteraksi dengan factor lain khususnya pola kebiasaan seksual dalam mempengaruhi resiko kanker serviks. adanya kemungkinan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral lain lebih sering melakukan pemeri ksaan smera serviks. berhubungna dengan peningkatan resiko terhadap displasia ringan dan sedang. Kontrasepsi oral Penelitian secara perspektif yang dilakukan oleh Vessey dkk tahun 1983 (Schiffman. Penelitian tersebut juga mendapatkan bahwa semua kejadian kanker serviks invasive terdapat pada pengguna kontrasepsi oral..

Klasifikasi terbaru menggunakan nama Neoplasma Intraepitel Serviks (NIS). Distribusi Menurut Umur Proses terjadinya kanker leher rahim dimulai dari sel yang mengalami mutasi lalu berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia. NIS 1 untuk displasia ringan.sampasaat ini tdak ada indikasi bahwa perbaikan defisensi gizi tersebut akan enurunkan resiko. NIS umumnya ditemukan pada usia muda setelah hubungan seks pertama terjadi. Menurut Snyder (1976). E. Rendahnya kebersihan genetalia yang dik aitkan dengan sirkumsisi juga menjadi pembahasan panjang terhadap kejadian kanker serviks.2 tahun. Epidemiologi Kanker Serviks 1. f. Hal ini juga di perkuat oleh penelitian yang menunjukkan bahwa infeksi HPV lebih prevalen pada wanita dengan tingkat pendidkan dan pendapatan rendah. Tingkat displasia dan karsinoma in -situ dikenal juga sebagai tingkatan pra-kanker. displasia berat dan akhirnya menjadi Karsinoma In -Situ (KIS). sedang. multilaritas dan kebersihan genitalia juga dduga berhubungan dengan masalah tersebut. Jumlah pasangan ganda selain istri juga merupakan factor resiko yang lain. NIS 2 untuk displasia sedang dan NIS 3 untuk displasia berat dan karsinoma in -situ. Faktor defisiensi nutrisi. Sosial ekonomi Studi secara deskrptif maupun analitik menunjukkan hubungan yang kuat antara kejadian kanker serviks dengan tingkat social ekonomi yang rendah. Penggunaan kondom yang frekuen ternyata memberi resiko yang rendah terhadap terjadinya kanker serviks. Untuk jarak hubungan seks pertama dengan NIS 1 selang waktu rata -rata adalah 12. NIS 1 dengan 7 . Pasangan seksual Peranan pasangan seksual dari penderita kanker serviks mulai menjadi bahan yang menarik untuk diteliti. g. kemudian berkembang menjadi karsinoma invasif. Dimulai dari displasia ringan. Selang waktu antara hubungan seks pertama dengan ditemukan NIS adalah 2 -33 tahun.

2 dan di Korea Selatan 13. Di Amerika Latin dan Afrika Selatan frekwensi kanker rahim juga merupakan penyakit keganasan terbanyak dari semua penyakit keganasan yang ada lainnya. Vietnam dan Filipina. India. sedangkan untuk stadium IB dan II sering ditemukan pada kelompok umur 40 -49 tahun. stadium III dan IV sering ditemukan pada kelompok umur 60 -69 tahun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di RSCM Jakarta tahun 1997 1998 ditmukan bahwa stadium IB-IIB sering terdapat pada kelompok umur 35 44 tahun. sedangkan stadium IIIB sering didapatkan pada kelompok umur 45 54 tahun. dkk dibeberapa Rumah Sakit di Ujung Pandang (1994 -1999) ditemukan bahwa penderita kanker rahim yang terbanyak berada pada kelompok umur 46 -50 tahun yaitu 17. Sedanhkan menurut Cuppleson LW dan Brown B (1975) menyebutkan bahwa NIS akan berkembang sesuai dengan pertambahan usia. Bangladesh. kelompok umur 30-39 tahun dan kelompok umur 60 -69 tahun terlihat sama banyaknya. Penelitian yang dilakukan oleh Litaay. Inseden kanker leher larim (Age Standarized Cancer Incidence Rate / ASR) penduduk Kota Semarang. sehingga NIS pada usia lebih dari 50 tahun sudah sedikit dan kanker infiltratif meningkat 2 kali.7 tahun 1982. stadium IA lebih sering ditemukan pada kelompok umur 30 -39 tahun. Dari laporan FIGO (Internasional Federation Of Gynecology and Obstetrics) tahun 1988. Afrika dan wanita India. Distribusi Menurut Tempat Frekwensi kanker rahim terbanyak dijumpai pada negara -negara berkembang seperti Indonesia. Thailand. tercatat pada tahun 1980 -1981 menunjukkan ASR 27. Hal ini berkaitan 8 . India menunjukkan angka lebih tinggi yaitu 41. seperti di Thailand (Chiang Mai) dilaporkan ASR tahun 1983-1987 adalah 33.4.4%. Penelitian yang dilakukan oleh American Cancer Society (2000) membuktikan bahwa kanker rahim lebih sering terjadi pada kelompok wanita minoritas seperti imigran Vietnam. Secara umum.9 tahun dan NIS 2 samppai NIS 3 rata -rata 11. Dibandingakan dengan berbagai daerah diluar negeri angka ini sedikit ber beda. 2.9 dan data tahun 1985 -1989 ASR 24.7 tahun.NIS 2 rata-rata13.2 tahun 1982 -1983.

seperti Surabaya ditemukan sebesar 24.9%. 2 Endofitik. sedangkan proporsi kanker leher rahim dari semua jenis kanker dibeberapa bagian patologi anatomi pada tahun 2000. Eksofitik. Yogyakarta 25. didalam kanalis serviks. Surakarta sebesar 28. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan tahun 1988 -1994 insidens kanker leher rahim mencapai 100/100. Dengan masuknya mutagen. Patologi Kanker Serviks Karsinoma serviks timbul dibatasi antara epitel yang melapisi ektoserviks (portio) dan endoserviks kanalis serviks yang disebut skuamo kolumnar junction (SCJ). Pada wanita muda SCJ terletak diluar OUE. Bandung sebesar 25.1%. Serviks normal secara alami mengalami metaplasi/erosi akibat saling desak kedua jenis epitel yang melapisinya. Ulseratif. portio yang erosif (metaplasia skuamos) yang semula faali berubah menjadi patologik (diplatik diskariotik) melalui tingkatan NIS -I. sedang pada wanita diatas 35 tahun.3%. Mulai dari SCJ kearah lumen vagina sebagai massa proliferatif yang mengalami infeksi sekunder dan nekrosis. Sekali menjadi mikroinvasive. proses keganasan akan berjalan terus. Mulai dari SCJ dan cenderung merusak struktur jaringan pelvis dengan melibatkan fornices vagina untuk menjadi u lkus yang luas. II.2% dan Medan sebesar 16. Tumor dapat tumbuh : 1. III dan KIS untuk akhirnya menjadi karsinoma invasive. 9 .7%. F. Mulai dari SCJ tumbuh kedalam stroma serviks dan cenderung infitratif membentuk ulkus 3.dengan anggapan mereka bahwa wanita yang tidak melakukan gonta -ganti pasangan (promikuitas) tidak perlu melakukan Pap smear.000 penduduk pertahun.

Lokasi Kanker Leher Rahim 10 .Gambar 1.

Gambar 2. Progresivitas Kanker Serviks Gambar 3. Perbandingan Gambaran Serviks yang Normal dan Abnormal 11 .

tulang dan otak. dan seterusnya secara teoritis dapat lanjut melalui trunkus limfatikus di kanan dan vena subklavia di kiri mencapai paru -paru. Karsinoma serviks umumnya terbatas pada daerah panggul saja. Sesudah tumor menjadi invasif. praaorta. maka prosesnya sudah invasif. yang pada tingkat akhir (terminal stage) dapat menimbulkan fistula rektum atau kandung kemih. rektum. Tumor yang demikian disebut sebagai ganas praklinik (tingkat IB-occult). korpus uterus. dan kandung kemih. Melalui pembuluh getah bening dalam parametrium kanan dan kiri sel tumor dapat menyebar ke kelenjar iliak luar dan kelenjar iliak dalam (hipogastrika). b) ke arah korpus uterus. obturator. atau <1mm tetapi sudah tampak dalam pembuluh limfa atau darah. dan c) ke arah parametrium dan dalam tingkatan yang lanjut menginfiltrasi septum rektovaginal dan kandung kemih. Tergantung dari kondisi immunologik tubuh penderita KIS akan berkembang menjadi mikro invasif dengan menembus membrana basalis dengan kedalaman invasi <1mm dan sel tumor masih belum terlihat dalam pembuluh limfa atau darah. 12 . hati . hipogastrika. penyebaran secara limfogen melalui kelenjar limfa regional dan secara perkontinuitatum (menjalar) menuju fornices vagina. Penyebaran melalui pe mbuluh darah (bloodborne metastasis) tidak lazim. Tumor mungkin sudah menginfiltrasi stroma serviks. prasakral. akan tetapi secara klinis belum tampak sebagai karsinoma.G. Jika sel tumor sudah terdapat >1mm dari membrana basalis. Penyebaran Kanker Serviks Pada umumnya secara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju 3 arah : a) ke arah fornices dan dinding vagina. Penyebaran limfogen ke parametrium akan menuju kelenjar limfa regional melalui ligamentum latum. ginjal. kelenjar -kelenjar iliak.

paraaorta.Biasanya penderita sudah meninggal lebih dahulu disebabkan karena perdarahan-perdarahan yang eksesif dan gagal ginjal menahun akibat uremia oleh karena obstruksi ureter di tempat ureter masuk ke dalam kandung kencing . Yang menjadi masalah adalah bagaimana melakukan skrining untuk mencegah kanker serviks. berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan. baru kemudian mengenai kelenjar para aortae terkena dan baru terjadi penyebaran hematogen (hepar. kelenjar iliaka. Kemampuan untuk mendeteksi dini kanker serviks disertai dengan kemampuan dalam penatalaksanaan yang tepat akan dapat menurunkan angka kematian akibat kanker serviks. dan pengamatan terhadap lesi prakanker serviks. Penyebaran secara limfogen terjadi terutama paraservikal dalam parametrium dan stasiun-stasiun kelenjar di pelvis minor. dilakukan dengan deteksi. 1. obturator. 13 . parametrium dan dalam tingkatan lebih lanjut menginfiltrasi septum rektovagina dan kandung kemih. Penyebaran limfogen ke parametrium akan menuju kelenjar kelenjar limfe regional melalui ligamentum latum. septum rektovaginal dan dasar kandung kemih. Keputihan. fornices dan dinding vagina 2. hati. Diagnosis Kanker Serviks Diagnosis kanker serviks tidaklah sulit apalagi tingkatannya sudah lanjut. Penyebaran karsinoma serviks terjadi melalui 3 jalan yaitu perkontinuitatum ke dalam vagina. parasakral. hipogastrika. tulang serta otak. korpus uteri 3. H. dan seterusnya ke trunkus limfatik di kanan dan vena subklvia di kiri mencapai paru. eradikasi. Keputihan merupakan gejala yang paling sering ditemukan. tulang). Secara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju 3 arah: 1. ginjal.

Tes Pap sangat bermanfaat untuk mendeteksi lesi secara dini. Perdarahan timbul akibat terbukanya pembuluh darah. yang makin lama makin serin g terjadi diluar senggama. terjadi akibat infiltrasi sel tumor ke serabut saraf. Sediaan sitologi harus mengandung komponen ektoserviks dan endoserviks. 3. Rasa nyeri. Bila dilakukan dengan baik ketelitian melebihi 90%. Pendarahan kontak merupakan 75 -80% gejala karsinoma serviks. Sitologi.2. 4. Tiga komponen utama yang saling mendukung dalam menegakkan diagnosa kanker serviks adalah: 1. 14 . Gejala lainnya adalah gejala -gejala yang timbul akibat metastase jauh.

Pemeriksaan Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Leher Rahim 15 .Gambar 4. Pemeriksaan Pap Smear Gambar 5.

Colposcopy Untuk Mengambil Jaringan yang Abnorma l 16 . Tujuan pemeriksaan kolposkopi bukan untuk membuat diagnosa histologik. Pemeriksaan kolposkopi tidak hanya terbatas pada serviks. merupakan pemeriksaan dengan pembesaran. Pemeriksaan dengan kolposkopi.2. Kolposkopi. tetapi pemeriksaan meliputi vulva dan vagina. tetapi untuk menentukan kapan dan dimana biopsi harus dilakukan. Pemeriksaan kolposkopi merupakan pemeriksaan standar bila ditemukan pap smear yang abnormal. Kolposkopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan kolposkop. pembuluh darah setelah pemberian asam asetat. Gambar 6. melihat kelainan epitel serviks. yaitu suatu alat seperti mikroskop bertenaga rendah dengan sumber cahaya di dalamnya.

dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang dan Pap smear setiap 3 bulan selama 1 tahun pertama dan selanjutnya setiap 6 bulan. stadium penyakit. keadaan umum penderita dan rencana penderita untuk hamil lagi. seluruh kanker seringkali dapat diangkat dengan bantuan pisau bedah ataupun melalui LEEP. sampel diambil secara konisasi. Gambar 7. Dengan pengobatan tersebut.3. 1. penderita masih bisa memiliki anak. Biopsi Kerucut pada Serviks (Leher Rahim) I. Biopsi Biopsi dilakukan di daerah abnormal di bagian yang telah dilakukan kolposkopi. Pembedahan Pada karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar). dilakukan histerektomi dan pengangkatan struktur di sekitarnya (prosedur ini 17 . dianjurkan untuk menjalani histerektomi. Jika kanalis servikalis sulit dinilai. Pada kanker invasif. usia. Jika penderita tidak memiliki rencana untuk hamil lagi. Karena kanker bisa kembali kambuh. Pengobatan untuk Kanker Serviks Pemilihan pengobatan untuk kanker serviks tergantung kepada lokasi dan ukuran tumor.

Pada radioterapi digunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel -sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Kemoterapi Jika kanker telah menyebar ke luar panggul. begitu seterusnya. Pengobatan ini bisa diulang beberapa kali selama 1 -2 minggu. Kemoterapi diberikan dalam suatu siklus.disebut histerektomi radikal) serta kelenjar getah bening. Pada wanita muda. Ada 2 macam radioterapi. kadang dianjurkan untuk menjalani kemoterapi. Terapi penyinaran Terapi penyinaran (radioterapi) efektif untuk mengobati kanker invasif yang masih terbatas pada daerah panggul. artinya suatu periode pengobatan diselingi dengan periode pemulihan. penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 hari/minggu selama 5-6 minggu. Efek samping dari terapi penyinaran adalah : y Iritasi rektum dan vagina y Kerusakan kandung kemih dan rektum y Ovarium berhenti berfungsi. Terapi biologis dilakukan pada 18 . ovarium (indung telur) yang normal dan masih berfungsi tidak diangkat. 3. diselingi denga pemulihan. lalu dilakukan pengobatan. 2. yaitu : y Radiasi eksternal : sinar berasar dari sebuah mesin besar Penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit. y Radiasi internal : zat radioaktif terdapat di dalam sebuah kapsul dimasukkan langsung ke dalam serviks. 4. Kapsul ini dibiarkan selama 1 -3 hari dan selama itu penderita dirawat di rumah sakit. Pada kemoterapi digunakan obat -obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat anti-kanker bisa diberikan melalui suntikan intravena atau melalui mulut. Terapi biologis Pada terapi biologis digunakan zat-zat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam mela wan penyakit.

pasangan seksual ganda dan lain -lain. Program skrining dengan pemeriksaan sitologi diken al dengan Pap mear test dan telah dilakukan di Negara-negara maju. yaitu pencegahan prmer.1986). karsinoma pra invasive mempunyai tingkat penyembuhan mendekati 100%. Pencegahan dan Penanganan Kanker Serviks Pengendalian kinder serviks dengan pencegahan dapat dibagi menjadi tiga bagian. Selain itu juga pencegahan primer dapat dilakukan dengan imuisasi HPV pada kelompok masyarakat 2. Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder kanker serviks dilakukan dengan deteksi dini dan skrining kanker serviks yang bertujuan untuk menemukan kasus -kasus kanker serviks secara dibni sehingga kemungkinan penyembuhan dapat ditingkatkan. yang bisa dikombinasikan dengan kemoterapi. pencegahan sek under. 1. Bila diobati dengan baik. Pencegahan dengan pap smear terbukimampu menurunkan tingkat kematian akibat kanker serviks 50 -60% dalamkurun waktu 20 tahun (WHO. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menekankan perilaku hdup sehat untuk mengurangi atau menghindari faktor resiko seperti kawin muda. Diagnosa kasus pada fase invasive hanya memiliki tingkat ketahanan sekitar 35%. Dari prainvasif ke invasive memerlukan waktu sekitar 10 tahun atau lebih. 19 . Yang paling sering digunakan adalah interferon.kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. J. Pemeriksaan sitologi merupakan metode sederhana dan sensitive untuk mwndeteksi karsinoa pra invasive. Pencegahan Primer Pencegahan primer merupakan kegiatan uang dapat dilakukan oleh setiap orang untuk menghindari diri dari fak tor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kanker serviks. Perkembangan kanker serviks memerlukan waktu yang lama. dan pencegahan tersier Strategi kesehatan masyarakat dalam mencegah kematian karena kanker serviks antara lain adalah dengan pencegahan primer dan pencegaan sekunder.

Pencegahan khusus. yang kaya dengan sayuran. Promosi Kesehatan Masyarakat misalnya : 1) Kampanye kesadaran masyarakat 2) Program pendidikan kesehatan masyarakat 3) Promosi kesehatan b. Diagnosis dini. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena. C. Pencegahan Tingkat Ketiga Rehabilitasi. misalnya : 1) Kemoterapi 2) Bedah 3. yaitu : 1. Miliki pola makan sehat. Pengobatan. misalnya : 1) Interfensi sumber keterpaparan 2) Kemopreventif 2. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. misalnya perawatan rumah sedangkan penanganan kanker umumnya ialah secara pendekatan multidiscipline. 20 . Pencegahan Tingkat Pertama a. namun kita semua bisa mencegahnya. vitamin A. dan E. misalnya screening b. meskipun sebenarnya sukar untuk dibandingkan karena umumnya yang dioperasi penderita yang masih muda dan umumnya baik. terdapat juga tiga tingkatan pencegahan dan penanganan kanker serviks. Hasil pengobatan radioterapi dan operasi radikal kurang lebih sama. Meski kanker serviks menakutkan. dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari -hari antara lain : 1. Pencegahan Tingkat Kedua a. buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh.Selain itu.

21 . Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Hindari merokok. 3. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV. Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Hindari berhubungan seks dengan banyak partner. 7. 9.2. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit. 6. Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun. Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks. 5. 4. 8. Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet.

Paritas. Ada beberapa klasifikasi tapi yang paling banyak penganutnya adalah yang dibuat oleh IFGO (International Federation of Ginekoloi and Obstetrics). Bangladesh. Karsinoma serviks timbul dibatasi antara epitel yang melapisi ektoserviks (portio) dan endoserviks kanalis serviks yang disebut skuamo kolumnar junction (SCJ). Penyakit ini merupakan proses perubahan dari suatu epithelium yang normal sampai menjadi Ca invasive yang memberikan gejala dan merupakan proses yang perlahan -lahan dan mengambil waktu bertahun tahun. 2. kelompok umur 30-39 tahun dan kelompok umur 60-69 tahun terlihat sama banyaknya. ditemukan sebagai Adapun faktor resikonya. 1. Penyebaran kanker serviks pada umumnya secara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju 3 22 . Frekwensi kanker rahim terbanyak dijumpai pada negara -negara berkembang seperti Indonesia. Vietnam dan Filipina. Thailand. 1 b. dan Pasangan seksual. di dalam kanalis serviks. Gejala klinis kanker serviks pada stadium lanjut baru terlihat tanda -tanda yang lebih khas. Kanker serviks uterus adalah keganasan yang paling sering ditemukan dikalangan wanita. baik berupa perdarahan yang hebat (terutama dalam bentuk eksofitik). fluor albus yang berbau dan rasa sakit yang sangat hebat. 3. Pada wanita muda SCJ terletak diluar OUE. 1 a . dan 4. HPV (Human Papiloma Virus) merupakan penyebab terbanyak kanker serviks. Di Amerika Latin dan Afrika Selatan frekwensi kanker rahim juga merupakan penyakit keganasan terbanyak dari semua penyakit keganasan yang ada lainnya. Secara umum. 4. Sosial ekonomi. Sebagai tambahan perokok sigaret telah penyebab juga. 3 . yaitu Stage 0. yaitu : Pola hubungan seksual .BAB III PENUTUP A. Defisiensi gizi. Dari laporan FIGO (Internasional Federation Of Gynecology and Obstetrics) tahun 1988. sedangkan untuk stadium IB dan II sering ditemukan pada kelompok umur 40 -49 tahun. Merokok. Kontrasepsi oral. Kesimpulan 1. India. 2. stadium IA lebih sering ditemukan pada kelompok umur 30-39 tahun. stadium III dan IV sering ditemukan pada kelompok umur 60-69 tahun. sedang pada wanita diatas 35 tahun.

dan sebagainya. tapi bukan berarti sulit untuk menjalaninya. dan Terapi biologis. Diagnosis kanker serviks tidaklah sulit apalagi tingkatannya sudah lanjut. yaitu : miliki pola makan sehat. dilakukan dengan deteksi.Ternyata tidak mudah menjadi seorang wanita. Kemoterapi. dan pengamatan terhadap lesi prakanker serviks. 5. secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. 23 . dan c) ke arah parametrium dan dalam tingkatan yang lanjut menginfiltrasi septum rektovaginal dan kandung kemih. Yang menjadi masalah adalah bagaimana melakukan skrining untuk mencegah kanker serviks. eradikasi. yiatu : Pembedahan. pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV. hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun. B.arah : a) ke arah fornices dan dinding vag ina. b) ke arah korpus uterus. Terapi penyinaran. Pengobatan kanker serviks yang dapat dilakukan. yang kaya dengan sayuran. melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. hindari merokok. Saran Berhati-hatilah dengan penyakit kanker serviks. lebih baik mencegah dari pada mengobati. Sedangkan beberapa cara praktis yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari -hari untuk mencegah kanker serviks. hindari berhubungan seks dengan banyak partner . Penyakit bisa kita hindari asal kita s elalu berusaha hidup sehat dan teratur.

com/2009/12/epidemiologi -kanker-serviks. Diakses Tanggal 5 Februari 2011.com/2010/01/10/kanker -leher-rahim-kanker-serviks/). Diakses Tanggal 5 Februari 2011. Epidemiologi Kanker Serviks. FKM Universitas Sumatera Utara Medan. Skripsi : Karakteristik Penderita Kanker leher Rahim Yang Dirawat Inap Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2003-2007. (http://ayuizza.net/publication/42356226_Karakteristik_Penderita_Ka nker_leher_Rahim_Yang_Dirawat_Inap_Di_Rumah_Sakit_Umum_Pusat_Haji_ Adam_Malik_Medan).researchgate. (http://kumpulan.wordpress. Kumpulan info sehat. Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks). 24 . Ayu Izza.DAFTAR PUSTAKA Alfian Elwin Zai. 2009. 2009.blogspot.html ).info/sehat/artikel -kesehatan/48-artikel-kesehatan/237-kankerserviks-leher-rahim-pembunuh-wanita. (http://drvegan. Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita. (http://www.html). 2010. 2009. Diakses Tanggal 5 Februari 2011. Satyadeng. Diakses Tanggal 5 Februari 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful