P. 1
sirkumsisi

sirkumsisi

|Views: 393|Likes:
Published by Paijo Paimin

More info:

Published by: Paijo Paimin on Jul 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2013

pdf

text

original

SIRKUMSISI Indikasi medis yang paling sering ditemui adalah kondisi phimosis.

Preputium sebenarnya terdiri dari dua lapis: bagian dalam dan bagian luar. Dengan dua lapis ini, maka preputium bisa ditarik ke depan dan belakang pada batang penis. Pada penis anak yang mengalami phimosis, preputium tidak bisa ditarik ke belakang untuk membuka seluruh bagian kepala penis. Lapis bagian dalam preputium melekat pada glans penis, sehingga ketika preputium ditarik, glans penis tidak bisa terbuka seluruhnya. Kadang perlekatan itu begitu lebar sehingga hanya bagian lubang kencing saja yang terbuka. Selama tidak terjadi hambatan berkemih atau tanda-tanda peradangan, masih bisa diobservasi. Harapannya, secara perlahan perlekatan akan menghilang sesuai usia. Phimosis bisa terjadi secara bawaan sejak lahir, bisa juga terjadi kemudian. Penyebab yang sering adalah infeksi pada daerah glans penis dan preputium (balanitis) yang meninggalkan jaringan parut. Selanjutnya preputium melekat ke glans penis pada jaringan parut tersebut. Kondisi yang berlawanan adalah paraphimosis. Pada kondisi ini, preputium dapat ditarik ke belakang, glans penis terbuka seluruhnya, tetapi justru preputium tidak bisa kembali ke depan dan menjepit penis. Kondisi ini berbahaya karena risiko pembendungan aliran darah dan menyebabkan edema penis. Jepitan ini sebaiknya segera dibebaskan agar tidak terjadi kerusakan yang bersifat permanen. Pada lapisan dalam preputium terdapat kelenjar sebacea yang memproduksi smegma. Cairan ini berguna untuk melumasi permukaan preputium. Letak kelenjar ini di dekat pertemuan preputium dan glans penis yang membentuk semacam lembah di bawah korona glans penis (bagian kepala penis yang berdiameter paling lebar). Ke dalam lembah ini terkumpul keringat, debris/kotoran, sel mati dan bakteri. Bila tidak terjadi phimosis, kotoran ini mudah dibersihkan. Pada kondisi phimosis, pembersihan tersebut sulit dilakukan karena preputium tidak bisa ditarik penuh ke belakang. Bila yang terjadi adalah perlekatan preputium dengan gland penis, debris dan sel mati terkumpul di lembah dan tidak bisa dibersihkan. Bisa juga terjadi lubang di ujung preputium sempit sehingga tidak bisa ditarik mundur dan glans penis sama sekali tidak bisa dilihat. Kadang hanya tersisa lubang kecil di ujung preputium. Pada kondisi ini, akan terjadi fenomena "balloning" yaitu preputium mengembang saat berkemih karena desakan pancaran urine tidak diimbangi besarnya lubang di ujung preputium. Kadang terjadi peradangan pada preputium sampai tidak bisa berkemih. Dokter bisa melakukan tindakan dilatasi (melebarkan lubang preputium) agar proses berkemih lancar. Setelah peradangan mereda, rasa nyeri berkemih membaik, lebih baik dilakukan sirkumsisi agar peradangan dan kesulitan berkemih tidak terulang lagi. Bila phimosis menghambat kelancaran berkemih - seperti pada balloning - maka sisasisa urin mudah terjebak pada bagian dalam preputium dan lembah tersebut. Kandungan glukosa pada urine menjadi ladang subur bagi pertumbuhan bakteri. Karena itu, komplikasi yang paling sering dialami akibat phimosis adalah infeksi saluran kemih (ISK). Berkaitan dengan pencegahan masa depan, ada beberapa penyakit yang diduga berkurang risikonya dengan menjalani sirkumsisi. Yang sering disebut adalah kanker penis, penyakit menular seksual dan kanker serviks (pada pasangan seksualnya). Apakah sirkumsisi mempengaruhi penurunan kejadian ISK? Tahun 1980-an dilaporkan bahwa anak yang tidak disirkumsisi memiliki risiko menderita ISK 10-20 kali lebih tinggi. Tahun 1993, ditulis dalam sebuah review bahwa risiko terjadi sebesar 12 kali lipat. Tahun 1999, dalam salah satu bagian dari pernyataan AAP

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani sirkumsisi? Sebelum menentukan tindakan operasi. Meski bersifat bedah minor. 2. bukan lagi merah. Pada beberapa komunitas. Karena bersifat minor. seperti membuang preputium. konsultasikan ke dokter. metode suntikan lebih efektif. Pertama dengan suntikan baik pada pangkal penis (DPNB) maupun preputium (ring-block). Bila terjadi pembengkakan berlebihan. namun secara alamiah ini akan diserap tubuh. pastikan ke dokter bahwa hanya proses alamiah dari pembekuan (pembentukan trombin-net) darah. tetapi dalam praktek tergantung pada teknik sirkumsisi yang dipakai dan keterampilan dokternya. Bahkan ada yang sampai memotong klitorisnya itu sendiri. selama tidak ada kendala. Karena klitoris merupakan "kembaran" penis. Bila anak mengeluh nyeri sangat yang tidak bisa diatasi dengan pemberian analgetik. dilakukan praktek sunat perempuan yang diserupakan dengan sirkumsisi pada laki-laki. Bila tanpa indikasi khusus. Kedua. Perdarahan seharusnya segera berhenti. disebutkan bahwa dari 1000 anak pada usia 1 tahun. Dalam literatur.tentang sirkumsisi. Padahal diperlukan kerjasama antara orang tua atau keluarga dengan dokter agar sirkumsisi berlangsung optimal. Mungkin terjadi masih ada pembuluh darah yang belum terligasi dengan sempurna. asal terjaga kebersihan dan gesekan dengan celana/kain popok (gunakan yang longgar). 3. tidak diperlukan antibiotika. konsultasikan ke dokter. dipastikan pula adakah kelainan anatomis penis. . Bisa terjadi. bagaimana kondisi preputium (adakah phimosis. Ada kalanya terpaksa dilakukan dengan anesthesi umum agar kerja dokter lebih optimal. sehingga terjadi perdarahan di dalam dan menimbulkan nyeri. Tetapi laporan Jurnal of Urology April 2005 melaporkan tidak ada perbedaan kepekaan neurologis antara penis yang disirkumsisi dan tanpa sirkumsisi. maka kulit di sekitar klitoris juga harus dibuang. apakah akan dihadapi penyulit. seberapa perlekatan preputium dengan glans penis. Dua laporan jurnal tahun 2001 dan 2005 mendukung bahwa sirkumsisi menurunkan risiko ISK. menggunakan anesthesia topikal. perlu pemeriksaan awal. dokter akan bisa membuat penilaian. Karena itu segera bersihkan dengan air hangat atau cairan antiseptik setiap kali selesai berkemih. Apakah sirkumsisi harus dengan general anesthesi (anesthesi umum)? Pada prinsipnya. Kadang terbentuk cairan jaringan di bekas luka. sirkumsisi adalah tindakan bedah minor dengan anesthesi lokal. Sunat pada perempuan Terdapat suatu kontroversi mengenai sunat pada perempuan. adakah peradangan). Beberapa hal yang diperhatikan paska sirkumsisi : 1. Luka lebih baik segera dibiarkan terbuka. Beberapa pihak mengatakan bahwa sirkumsisi menurunkan kepuasan seksual karena pada preputium yang dipotong tersebut terdapat syaraf-syaraf yang sangat peka. Bisa juga orang tua pasien yang merasa tidak tega. 7-14 anak yang tidak disirkumsisi menderita ISK sedang hanya 1-2 anak pada kelompok yang disirkumsisi. Di luar soal kesiapan secara fisik. Ada dua model anesthesi lokal yang sering digunakan. Ratarata waktu yang diperlukan hanya sekitar 10-15 menit. di lapangan sering ditemui kendala karena pasien tidak kooperatif. Bila perdarahan masih terus berlangsung. Rembesan urine yang biasanya menimbulkan nyeri dan risiko kontaminasi. hanya analgetik sesuai kebutuhan bila timbul nyeri saja. Bila terjadi bendungan cairan besar. Kadang keluar cairan tapi relatif bening. Pada tahap ini. terpaksa menggunakan anesthesi umum agar bisa optimal. bila penyulit cukup berat. dengan prosedur yang steril luka paska operasi biasanya sembuh dengan cepat dan baik. biasanya berupa spray.

Tindakan ini tidak dikenal sama sekali dalam dunia medis. padahal sama sekali bukan. Metode cauter menggunakan prinsip pembakaran jaringan untuk memotong kulit penis. seks multipartner dan seks tak aman tetap idak dianjurkan. Hal ini secara medis sangat berbahaya karena menyebabkan luka baker yang tidak akan bisa sembuh dengan sempurna. Tidak ada indikasi medis untuk mendasarinya. walaupun anda sudah atau akan disirkumsisi. Sedangkan sirkumsisi yang dilakukan dengan pisau bedah hanya menimbulkan luka primer yang dapat sembuh dengan sempurna. Saat sirkumsisi. mukosa sisa ini akan menebal dan bersifat menyerupai kulit biasa karena akan selalu terpapar dengan dunia luar. preputium dibuang. karena sirkumsisi hanya berperan mengurangi angka penularan sekitar 50%. Pemotongan atau pengirisan kulit sekitar klitoris apalagi klitorisnya sangat merugikan. Jadi. yang artinya sama dengan membuang kulit mukosa ujung penis dan menghilangkan rongga preputium-glans penis. bukan 100%. Umumnya sirkumsisi di lakukan pada usia 6 – 12 tahun. Metode ini sering disalah artikan sebagai metode laser. Walaupun dalam prakteknya tidak semua mukosa dibuang. Indikasi Sirkumsisi : • Agama • • Sosial Medis Untuk kebersihan Fimosis Parafimosis Kondiloma akuminata Tumor • • • • • Kontra Indikasi Sirkumsisi : Absolut : • • • • Hipospadia Epispadia Kelainan darah Hemofilia Relatif : • • Infeksi lokal Infeksi umum . Sirkumsisi adalah pengangkutan sebagian atau seluruh kulup (preputium) penis dengan tujuan tertentu. Ada kecenderungan saat ini banyak sirkumsisi menggunakan metode cauter.

Komplikasi Sirkumsisi : • • • Perdarahan Hematoma Infeksi : Cara .

ada beberapa langkah yang dilakukan ketika melakukan sunat: • mengiris kulit di bagian punggung penis (dorsumsisi). masih ada banyak cara untuk menyunat. dan sudah dipatenkan sejak tahun 2001. Di antaranya adalah: 2. Cara Kuno Dengan menggunakan sebilah bambu tajam. penis jadi terbuka. Namun cara ini mengandung risiko terjadinya perdarahan dan infeksi. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut. Dengan begitu. bila tidak dilakukan dengan steril. Sofin. Cara Klasik: di dalam dunia kedokteran. mengiris kulit kulup yang mengelilingi penis (sirkumsisi). menjahit luka irisan tersebut agar penyembuhannya berlangsung cepat dan tidak timbul komplikasi. lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. . Yogyakarta. 1. Ini dilakukan untuk mengeluarkan ujung bagian dalam penis. 4.MACAM-MACAM CARA SIRKUMSISI Sirkumsisi (circumcision) dapat dilakukan dengan cara tradisional dan medis. • • Selain cara klasik di atas. Metode Cincin Dicetuskan oleh dr.

4. dan dijepit dengan klem. ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Laser yang digunakan adalah laser CO2 Suretouch dari Sharplan. Berikut tahapan sunat dengan laser tersebut : setelah disuntik kebal (anaestesi lokal). preputium ditarik. Prosesnya cukup singkat sekitar 3-5 menit. Dalam 10-15 menit. 5. 6. kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik. lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. tidak dilakukan pemotongan kulup. Salah satunya. di Jakarta. Metode Lonceng Di sini. Setelah klem dilepas. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna. Biasanya. tanpa setetes darahpun keluar. Hanya saja metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama.Pada metode ini. ujung kulup dilebarkan. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa. Laser CO2 Fasilitas Laser CO2 sudah tersedia di Indonesia. Metode Mangkuk Metode ini lebih cocok dilakukan untuk balita atau anak yang memiliki pembuluh darah pada kulup lebih kecil dari ukuran normal. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih. Setelah itu. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng. jaringan akan mati dan terlepas dengan sendirinya dari jaringan sehat. sekitar dua minggu. dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device. Amerika. sunat selesai. .

Metode pemotongan elektrokauter ini pun mutlak membutuhkan energi listrik (PLN) sebagai sumber dayanya. tidak praktis karena mutlak membutuhkan jaringan listrik (PLN) jika ada kebocoran (kerusakan) alat.Cara sirkumsisi seperti ini cocok untuk anak pra-pubertal. karena disamping alat ini mahal dan berat dalam pengoperasiannya mutlak memerlukan jaringan listrik. 7. masyarakat awam menyebutnya khitan laser. . Metode Electrocautery Metode pemotongan dengan solder panas ini sempat booming beberapa tahun belakangan ini. Namun belakangan ini metode elektrokauter ini banyak mendapat sorotan karena: • • • dapat menimbulkan luka bakar yang cukup serius. namun kurang cocok untuk dibawa-bawa ke lapangan misalkan pada khitan masal. dapat terjadi sengatan listrik yang sangat berbahaya bagi pasien maupun operator.

com/web/index.annurhospital.blogspot.wartamedika.html http://medlinux.com/f/46800-sirkumsisi-sunat/ .indonesiaindonesia.php? option=com_content&view=article&id=78:sirkumsisi&catid=47:artikeldepan&Itemid=63 http://www.com/2007/04/sirkumsisi-mencegah-hiv.com http://www.DAFTAR PUSTAKA http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->