MODUL 4 ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERTUKARAN GAS A.

Definisi Kelebihan dan kekurangan oksigenasi dan/ atau eliminasi karbondioksida di membrane kapiler-alveolar.. B. Batasan Karakteristik 1. Subjektif  Dispnea.  Sakit kepala pada saat bangun.  Gangguan penglihatan. 2. Objektif  Gas darah arteri yang tidak normal.  pH arteri tidak normal.  Ketidaknormalan frekuensi, irama dan kedalaman pernapasan.  Warna kulit tidak normal (misalnya pucat atau kehitaman).  Konfusi.  Cianosis (hanya pada neonates).  Karbondioksida menurun.  Diaphoresis  Hiperkapnia.  Hiperkarbia.  Hipoksia.  Hipoksemia.  Iritabilitas.  Cuping hidung mengembang.  Gelisah,  Samnolen.  Takhikardia. C. Faktor yang berhubungan 1. Perubahan membrane kapiler-alveolar. 2. Ketidakseimbangan perfusi-ventilasi. D. Hasil yang Disarankan NOC 1. Status Pernapasan ; Pertukaran Gas. Yaitu pertukaran CO2 atau O2 di alveolar untuk mempertahankan konsentrasi gas darah arteri. 2. Status Pernapasan ; Ventilasi. Yaitu perpindahan udara masuk dan dan keluar dari paru-paru. E. Tujuan/ Kriteria Hasil Contoh Penggunaan Bahasa NOC :  Gangguan pertukaran gas akan dikurangi yang dibuktikan dengan status pernapasan: pertukaran gas dan status pernapasan; ventilasi tidak bermasalah.  Status Pernapasan : Pertukaran Gas tidak akan terganggu dibuktikan dengan indicator gangguan sebagai berikut (sebutkan nilainya 1-5 : Ekstrem, Berat, Sedang, Ringan, atau tidak ada) :

Pengkajian a. terutama membrane mukosa mulut. f. 2) Auskultasi bunyi napas. Pantau kadar elektrolit. 3) Pantau status pernapasan dan oksigenisasi. pH arteri. Intervensi Prioritas NIC 1. ~ Gelisah. ~ Dispnea pada saat istirahat dan aktivitas tidak ada. dan usaha. 2. d. Pantau saturasi O2 dengan oksimetri nadi. Pengelolaan Jalan Napas Yaitu mempasilitasi kepatenan jalan napas. Pantau hasil gas darah (misalnya PaO2 yang rendah. h. gelisah dan konfusi). Jelaskan kepada pasien dan keluarga alas an pemberian oksigen dan tindakan lainnya. ~ Tidak menggunakan pernapasan mulut. . Peningkatan frekuensi pemantauan pada saat pasien tampak samnolen. kedalaman. Aktivitas Keperawatan 1. dan saturasi O2 dalam batras normal. g. Ajarkan kepada pasien dan keluarga tentang perencanaan perawatan di rumah. Contoh Lain :  Pasien akan : ~ Mempunyai fungsi paru dalam batas normal. Pantau status mental (misalnya Tingkat kesadaran. sesuai dengan kebutuhan. ~ Menjelaskan rencana pulang perawatan di rumah. frekuensi napas. 2. Kaji bunyi paru. ~ End Tydal CO2 dalam rentang yang diharapkan.~ Status Neurologis dalam rentang yang diharapkan. aktivitas. dam produksi sputum sesuai dengan indicator dari penggunaan alat penunjang yang efektif. ~ PaO2. e. Pendidikan Untuk Pasien/ Keluarga a. F. PaCO2 yang meningkat. b. Observasi terhadap sianosis. d. misalnya pengobatan. kemunduran tingkat respirasi). c. spirometer. tandai area penurunan atau hilangnya ventilasi dan adanya bunyi tambahan. Ajarkan kepada pasien tehnik bernapas dan relaksasi. b. dan IPPB). dan mencegah G. e. Informasikan kepada pasien dan keluarga bahwa merokok itu dilarang. Pengelolaan Asam-Basa Yaitu meningkatkan keseimbangan asam-basa komplikasi akibat dari ketidakseimbangannya. ~ Tidak mengalami napas dangkal atau ortopnea. sianosis. dan keletihan tidak ada. PaCO2. alat-alat bantu. Pengelolaan Jalan Napas (NIC) : 1) Identifikasi kebutuhan pasien akan insersi jalan napas actual/ potensial. c. Jelaskan penggunaan alat bantu yang diperlukan (oksigen. penghisap.

Pengelolaan Jalan Napas (NIC) : 1) Berikan udara yang dilembabkan atau oksigen. d. 2) Atur posisi untuk mengurangi dispnea. untuk menurunkan ansietas dan meningkatkan rasa kendali.3. Konsultasikan dengan dokter tentang kebutuhan akan pemeriksaan gas darah arteri (GDA) dan penggunaan alat bantu yang dianjurkan sesuai dengan adanya perubahan kondisi pasien. 2) Berikan bronchodilator. Lakukan hygiene mulut secara teratur. 4. Berikan obat yang diresepkan (misalnya Natrium Bicarbonat) untuk mempertahankan keseimbangan asam-basa. e. 4) Berikan Nebulasi Ultrasonik. c. pola napas. bila perlu. 4) Memantau komplikasi (misalnya pneumothoraks. sesuai dengan keperluan. 4) Bersihkan secret dengan menganjurkan batuk atau dengan menggunakan penghisapan. 3) Masukan jalan napas melalui mulut atau nasofaring. f. Pengelolaan Jalan Napas (NIC) : 1) Ajarkan bagaimana batuk secara efektif. 5) Memastikan kepatenan penempatan slang ET. 5) Berikan udara yang dilembabkan atau oksigen. e. Aktivitas Kolaboratif a. sesuai dengan keperluan. Jelaskan kepada pasien sebelum memulai pelaksanaan prosedur. b. Siapkan pasien untuk ventilasi mekanis. dan hiperoksigenasikan sebelum melakukan penghisapan. mengurangi ansietas). sputum. 2) Meyakinkan keefektifan pola napas dengan mengkaji sinkronisasi dan kemungkinan kebutuhan sedasi. Buat rencana perawatan untuk pasien yang menggunakan ventilator yang meliputi : 1) Meyakinkan keadekuatan pemberian oksigen dengan melaporkan ketidaknormalan gas darah arteri. 3) Berikan Aerosol. d. tanda dan gejala yang perlu dilaporkan. Pengelolaan Jalan Napas NIC) : 1) Atur posisi untuk memaksimalkan potensial ventilasi. Berikan jaminan kepada pasien selama periode distress atau cemas. analisis gas darah arteri. Laporkan perubahan sehubungan dengan pengkajian data (misalnya sensorium pasien. menggunakan ambu bag yang dilekatkan pada sumber oksigen disisi tempat tidur. 3) Mempertahankan kepatenan jalan napas dengan melakukan penghisapan dan mempertahankan slang endotrakhea atau pindahkan pasien ke sisi tempat tidur. sesuai dengan keperluan. dan sumber-sumber di komunitas. . aerasi unilateral). f. c. Aktivitas Lain a. 2) Ajarkan kepada pasien bagaimana menggunakan inhaler yang dianjurkan. sesuai dengan keperluan. sesuai dengan kebutuhan. b. Lakukan tindakan untuk mengurangi konsumsi oksigen (misalnya pengendalian demam dan nyeri. bunyi napas. efek dari pengobatan). sesuai dengan kebutuhan.

sesuai dengan kebutuhan. berbalik.5) 6) 7) Dukung untuk bernapas pelan. Lakukan fisiotherafi dada. Bantu dengan spirometer insentif. dalam . sesuai dengan kebutuhan. . dan batuk.

hiperventilasi. tidak ada pursed lips)  Tanda tanda vital dalam rentang normal Airway Management  Buka jalan nafas. Batasan Karakteristik  Gangguan penglihatan  Penurunan CO2  Takikardi  Hiperkapnia  Keletihan  Somnolen  Iritabilitas  Hypoxia  Kebingungan  Dyspnoe  Nasal faring  AGD Normal  Sianosis  Warna kulit abnormal (pucat. seperti dengkur  Monitor pola nafas : bradipena. kussmaul. cheyne stokes. catat adanya suara tambahan  Lakukan suction pada mayo  Berika bronkodilator bial perlu  Barikan pelembab udara  Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan. guanakan teknik chin lift atau utter thrust bila perlu  Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi  Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan  Pasang mayo bila perlu  Lakukan fisioterapi pappa jika perlu  Keluarkan sekret dengan batuk atau suction  Auskultasi suara nafas. kehitaman  Hipoksemia  Hiperkarbia Tujuan dan Kriteria Hasil (Nursing Out Come) NOC Label:  Respiratory Status : Gas exchange  Respiratory Status : ventilation  Vital Sign Status Kriteria Hasil :  Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat  Memelihara kebersihan paru paru dan bebas dari tanda tanda distress pernafasan  Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih. takipenia. irama dan usaha respirasi  Catat pergerakan dada. kedalaman. biot  Catat lokasi trakea  Monitor kelelahan otot diagfragma (gerakan paradoksis)  Auskultasi suara nafas. penggunaan otot tambahan.RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (NURSING CARE PLANNING) Nama Pasien : ____________________________________________ Usia Pasien N o No. mampu bernafas dengan mudah. retraksi otot supraclavicular dan intercostal  Monitor suara nafas. Faktor yang berhubungan  ketidakseimbangan perfusi ventilasi  perubahan membran kapiler-alveolar C. Medrec Diagnosa Medis : ____________________________________________ : ___________________________________________ _ : ___________________________________________ _ Intervensi (Nursing Intervention Clacification) PERENCANAAN Diagnosa Keperawatan A.amati kesimetrisan. catat area penurunan / tidak adanya ventilasi dan suara tambahan  Tentukan kebutuhan suction dengan mengauskultasi crakles dan ronkhi pada jalan napas utama  auskultasi suara paru setelah tindakan untuk mengetahui hasilnya . tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum. Pengertian Gangguan Pertukaran Gas Kelebihan atau kekurangan dalam oksigenasi dan atau pengeluaran karbondioksida di dalam membran kapiler alveoli B.  Monitor respirasi dan position O2 Respiratory Monitoring  Monitor rata – rata.

 Sakit kepala ketika bangun  Frekuensi dan kedalaman nafas abnormal .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful