ACARA 1 PENETAPAN KADAR CoCl2 DENGAN MENGGUNAKAN ALAT SPEKTROFOTOMETRI ABSORBSI SINAR TAMPAK A.

PELAKSANAAN PRAKTIKUM Tujuan : - Mahasiswa terampil mengoperasikan alat spektrofotometer absorpsi dengan cara dan urutan langkah-langkah yang benar - Terampil menetukan tabung-tabung kuvet yang saling

berpadanan (matched) - Terampil membuat larutan dengan volume tertentu dan konsentrasi (ppm) tertentu dan konsentrasi untuk: a. Membuat spektrum absorpsi larutan CoCl2 b. Membuat kurva kalibrasi untuk CoCl2 c. Menetapkan konsentrasi larutan CoCl2 yang tidak diketahui Hari / tanggal Tempat : Rabu, 10 Nopember 2010 : Laboratorium Kimia Dasar lantai III Fakultas MIPA Universitas Mataram B. LANDASAN TEORI Spektrofotometri adalah sebuah metode analisis untuk mengukur konsentrasi suatu senyawa berdasarkan kemampuan senyawa tersebut mengabsorbsi berkas sinar atau cahaya. Spektrofotometri adalah alat yang terdiri dari spektrofotometer dan fotometer. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu, sementara fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorpsi (Riyadi, 2008). Cara kerja spektrofotometer dimulai dengan dihasilkannya cahaya monokromatik dari sumber sinar. Cahaya tersebut kemudian menuju ke kuvet (tempat sampel/sel). Banyaknya cahaya yang diteruskan maupun yang diserap oleh larutan akan dibaca oleh detektor yang kemudian menyampaikan ke layar pembaca (Khopkar, 2007).

C. Secara kualitatif. Alat . Terdapat dua cara standar adisi . diukur serapannya. panjang gelombang dimana energi dapat diserap akan menunjukkan jenis zatnya (Keenan. Secara kuantitatif. 2001). 2001). Monokromator radiasi UV.Pipet volum 5 ml . Larutan yang akan diamati melalui spektrofotometer harus memiliki warna tertentu. pada cara yang pertama dibuat dahulu sederetan larutan standar. Radiasi yang melewati sampel akan ditangkap oleh detektor yang berguna untuk mendeteksi cahaya yang melewati sampel tersebut.Bulb . Dengan menggunakan penentuan kadar konsentrasi.Labu ukur 10 ml 5 buah . ALAT DAN BAHAN a. besarnya energi yang diserap oleh zat akan identik dengan jumlah zat di dalam larutan tersebut. Cahaya yang melewati detektor diubah enjadi arus listrik yang dapat dibaca melalui recorder dalam bentuk transmitansi absorbansi atau konsentrasi (Hendayana. Cara yang kedua dilakukan dengan menambahkan sejumlah larutan contoh yang sama kedalam larutan standar (Hendayana. kemudian tentukan konsentrasinya dengan menggunakan cara kalibrasi. cermin dan perisai atau grating. Wadah sampel umumnya disebut sel/kuvet.Sumber radiasi untuk spektroskopi UV-Vis adalah lampu tungsten. Kuvet plastik dapat digunakan untuk spektroskopi sinar tampak. sinar tampak dan infra merah adalah serupa yaitu mempunyai celah (slit). Cahaya yang dipancarkan sumber radiasi adalah cahaya polikromatik. Kuvet yang terbuat dari kuarsa baik untuk spektrosokopi UV dan juga untuk spektroskopi sinar tampak. lensa.Pipet tetes . suatu senyawa dilakukan dengan membandingkan kekuatan serapan cahaya oleh larutan contoh terhadap terhadap larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya. Hal ini dilakukan supaya zat di dalam larutan lebih mudah menyerap energi cahaya yang diberikan. Cahaya polikromatik UV akan melewati monokromator yaitu suatu alat yang paling umum dipakai untuk menghasilkan berkas radiasi dengan satu panjang gelombang (monokromator).1992).

5 ml y Encerkan hingga 10 ml Hasil y Pilih salah satu konsentrasi larutan y Masukkan ke dalam kuvet Hasil. masukkan ke dalam uv y y y y Hasil b.Larutan CoCl2.1 M (dalam pelarut HCl 0.Aquades D. Menentukan panjang gelombang CoCl2.1 %) . kemudian atur nilai absorbans nol y Masukkan CoCl2 0..Kuvet b.1 %) y Pipet sebanyak 0. Bahan .6H2O 0.HCl 0.Larutan sampel . Memilih tabung-tabung kuvet yang saling berpadanan atau ³matched´ CoCl2.Alat spektrofotometer .1 M pada kuvet dan catat absorbansnya Pasang panjang gelombang 510 nm Buat nilai transmitan 90% Ukur nilai transmitan larutan Ulangi sebanyak 4 kali (konsenrasi yang sama) .5.2.1 M (dalam pelarut HCl 0.1 % .6H2O 0.1.6H2O Alat uv-vis y Atur panjang gelombang pada 450 nm y HCl 1 % (blanko) pada kuvet. SKEMA KERJA a.5.

Menentukan panjang gelombang CoCl2 . Membuat kurva kalibrasi CoCl2 Alat UV vis y Atur ke panjang gelombang maksmum y Masukkan HCl 1 % ke dalam kuvet.7 74. 1 .7 75.5 ml 2 3 4 %T 74.9 b. Menentukan konsentrasi larutan sampel Sampel y Masukkan ke dalam kuvet y Ukur nilai absorbannya y Tentukan konsentrasi dengan metode kurva kalibrasi Hasil E.5 .y Ulangi untuk panjang gelombang 450-495 nm dengan interval 5 mm y Gambarkan hasil yang diperoleh pada kertas grafik Hasil c.2 75.6H2O 2. 5 ml y Buat kurva kalibrasi Hasil d.6H2O 0. atur hingga absorbans nol y Ukur nilai absorbans dari larutan CoCl2. 2.5. HASIL PENGAMATAN a. Memilih tabung-tabung kuvet yang saling berpadanan atau matched larutan yang dipakai Pengukuran ke1 CoCl2.

Membuat kurva kalibrasi CoCl2 Volume larutan CoCl2 0.Panjang gelombang (nm) 450 450 455 460 465 470 475 480 485 490 495 Absorbans 0 0.036 0. Menentukan konsentrasi larutan sampel Panjang gelombang 450 nm Absorbans sampel 0. Menentukan absorbansi y Pengukuran Pertama Dikt : % T = 74.034 c.log T A = .069 0.060 0.013 -0.Log 0.003 -0.122 d.747 .7 % A = . ANALISIS DATA a.020 0.025 -0.115 0.098 0.5 ml 1 ml 5 ml 450 nm Panjang gelombang Absorbans 0.116 F.075 0.055 0.

Log 0.Log 0.752 A = 0.126 y Pengukuran Ketiga Dikt : % T = 75.759 A = 0.9 % A = .Log 0.A = 0.log T A = .123 y Pengukuran Keempat Dikt : % T = 75.119 .747 A = 0.log T A = .2 % A = .7 % A = .log T A = .126 y Pengukuran kedua Dikt : % T = 74.

M2 M2 =   M2 = 0.02 440 -0.1 0. M2 1 .5 . Menentukan panjang gelombang maksimum 0.04 0.06 Series1 450 460 470 480 490 500 c.5 .14 0.1 = 10 .06 0. 0.5 ml V1 .04 -0.12 0.1 = 10 .01 M .Konsentrasi CoCl2 1 ml V1 .5 ml V1 .02 0 -0. M1 = V2 .b. M2 0.Konsentrasi CoCl2 0.005 M . Membuat kurva kalibrasi CoCl2 . M2 2. M1 = V2 . M1 = V2 . M2 M2 =   M2 = 0. 0. 0.08 0. M2 .1 = 10 .Konsentrasi CoCl2 2.

05 Absorbansi 0.096x Series1 Linear (Series1) 0.069 0.119 0.08 0.122 Grafik konsentrasi vs absorbansi 0.02 0 0 0.12 0.1 = 10 .16 0.M2 =   M2 = 0.18 0.04 0.025 M .1 0.05 M Tabel analog Konsentrasi 0.14 0. M2 5 .01 0.Konsentrasi CoCl2 5 ml V1 .06 .060 0. 0.02 y = 3.04 0.06 0.025 0.005 0. M1 = V2 . M2 M2 =   M2 = 0.

.096x 0. 2.116 = 3. Kemudian sampel ini diukur % transmitannya dengan menggunakan kuvet yang berbeda ± beda. PEMBAHASAN Praktikum kali ini membahas tentang spektrofotometri UV-VIS. Sebelumnya ddilakukan pengenceran terhadap larutan CoCl2 0. Dari keempat larutan ini dipilih larutan dengan volume 2. Pecobaan pertama yaitu memilih tabung-tabung kuvet yang saling berpadanan atau ³matched´.096x x = x = 0. Sehingga kuvet 1 dan 2 serta kuvet 3 dan 4 ini dapat dikatakan matched satu sama lain Pengertian kuvet yang matched ialah kuvet tersebut harus memiliki sifat optis yang sama. seperti harus memiliki ketebalan dinding yang sama.d. 1ml . Konsentrasi larutan yang dianalisis sebanding dengan jumlah sinar yang diserap oleh zat yang terdapat dalam larutan tersebut.7 % dan kuvet 3 dan 4 memiliki pembacaan transmitan 75.0374 M G. terbuat dari bahan yang sama dan memiliki sifat pemantulan dan penerusan sinar yang sama (Hendayana. Alat ini digunakan guna mengukur serapan sinar ultra violet atau sinar tampak oleh suatu materi dalam bentuk larutan. 9%.1 M masing ± masing sebanyak 0. Sehingga digunakan pada percobaan berikutnya. Karena kuvet 3 dan 4 memilik % transmitan yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan kuvet 1 dan kuvet 2 memproleh pengukuran yang sama yaitu sebesar 74.1994). tujuannya adalah untuk mencari kuvet yang matched. Menentukan konsentrasi sampel Absorban sampel = 0.5ml . Spektrofotometer UV-VIS merupakan alat dengan teknik spektrofotometer pada daerah ultra-violet dan sinar tampak. maka dapat dikatakan kuvet-kuvet ini dapat meneruskan sinar dengan baik.2% dan 75.5 sebagai sampel untuk mengukur transmitannya.5 ml dan 5 ml yang dilarutkan dengan 10 ml aquades.116 Konsentrasi sampel : y = 3.

Percobaan selanjutnya adalah membuat kurva kalibrasi.1 M. tujuannya ialah untuk membuat absorbannya menjadi 0.0). Setelah itu dilakukan pengukuran absorban terhadap sampel COCl2 0. dan memiliki sifat optis yang sama yaitu memiliki sifat memantulkan dan meneruskan cahaya yang sama . yaitu dalam rentang 450-495 nm dengan interval 5 nm. dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. maka semakin besar pula nilai absorbansinya. diperoleh konsentrasi larutan sampel ialah sebesar 0.Konsentrasi suatu larutan berbanding lurus dengan nilai absorbansinya . pada panjang gelombang 450 nm memberikan pembacaan yang paling tinggi. Dengan mengetahui panjang gelombang maksimum. Berdasarkan hasil pengamatan tampak bahwa semakin besar konsentrasi.096x dimana y merupakan absorban dan x merupakan konsentrasi. Hal ini sesuai dengan hukum Lambert Beer. yang telah diukur besar absorbansinya. Berdasarkan hasil pengamatan. Mula ± mula dimasukkan larutan blanko yaitu HCl 1 % ke dalam spektrofotometer uv-vis. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh persamaan garis yaitu y = 3. Dari kurva kalibrasi absorbansi versus konsentrasi larutan ini kita dapat menentukan konsentrasi dari suatu sampel. yaitu sebesar 0. Setelah dimasukkan ke dalam persamaan y = 3. KESIMPULAN . . dimana konsentrasi berbanding lurus dengan besar absorbansi (Underwood. Untuk membuat kurva kalibrasi digunakan larutan COCl2 standar dengan konsentrasi yang berbeda-beda yang diperoleh melalui pengenceran.096x. 2002 ). Dengan kurva kalibrasi ini kita menentukan konsentrasi dari suatu sampel yang telah diukur absorbannya. maka dapat meminimalisir % error dalam pengukuran absorbansi dari sampel yang akan diukur selanjutnya. Blanko ini berguna untuk menstabilkan absorbsi akibat perubahan voltase atau intensitas cahaya awal dari sumber cahaya.0374 M. Tujuannya ialah untuk mencari pada daerah panjang gelombang mana yang dapat memberikan pengukuran absorban yang paling tinggi.116. dengan intersep yang melalui (0.Kuvet yang matched adalah kuvet yang terbuat dari bahan yang sama. H. sehingga panjang gelombang ini digunakan untuk mengukur sampel yang berikutnya.Percobaan berikutnya yaitu penentuan panjang gelombang maksimum.

. diperoleh konsentrasi larutan sampel sebesar 0.0374M .Panjang gelombang maksimum untuk COCl2 sesuai dengan hasil praktikum adalah 450nm .Berdasarkan kurva kalibrasi.

1992. 2008. Konsep Dasar kimia Analitik. 1994. Kimia Analitik Instrumen. 2002. Jakarta : UI Press Riyadi W.blogspot. Perbedaan Spektrometri dan Spektrofotometri. Khopkar S. Semarang: IKIP Semarang Press. Keenan R. Underwood A. Kimia untuk Universitas.html [16 November 2010]. Analisis Kimia Kuantitatif. . com/ 2008/ 10/ perbedaan spektrometri-dan. Jakarta : Erlangga.L.A.DAFTAR PUSTAKA Hendayana. Jakarta : Erlangga. dan Day R. Sumar. 2007. http://wahyuriyadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful