SENI RUPA MODERN INDONESIA

Seni rupa modern Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan pada kurun akhir 1930an hingga akhir 1950an. Perkembangan tersebut terjadi pada masa revolusi fisik dan ditengah kondisi sosial masyarakat yang masih berada dalam kemiskinan. Konteks sosiologi inilah yang akan menjelaskan latar sosial seni rupa modern Indonesia sekaligus mempengaruhi seluruh tema dan kecenderungan estetik para seniman. Berbeda dengan pandangan umum yang meletakkan posisi Affandi, Hendra Gunawan dan S. Sudjojono sebagai trio pelopor seni rupa modern Indonesia, sesungguhnya kepeloporan tersebut ditandai pula oleh sosok-sosok lain yang berperan besar bagi perkembangan estetik maupun wacana. Sosok-sosok itu adalah Trisno Sumardjo dan Ries Mulder. Trisno Sumardjo adalah kritikus yang berperan dalam penggalian latar sosiologis seni rupa modern Indonesia. Di lain pihak, Ries Mulder sangat berjasa dalam perbincangan seni lukis abstrak dan kubistik di Bandung. Melalui pengaruhnya, pada kurun 1950an, Bandung dikenal sebagai markas pelukis abstrak, dan dengan istilah lain: estetika yang dipengaruhi oleh Barat. Penelitian ini merupakan tinjauan terhadap perjalanan seni rupa modern Indonesia dengan cara menelaah arsip-arsip yang selama ini jarang ditempatkan sebagai bahan utama dalam perbincangan seni rupa modern di Indonesia. Dalam penelusurannya, penelitian ini menganalisa berbagai kekurangan dalam penulisan sejarah seni rupa modern melalui metode analisis wacana. Penelusuran tersebut ditujukan untuk mengidentifikasi beberapa permasalahan seni rupa modern Indonesia. Kata kunci: seni rupa modern Indonesia, S. Sudjojono, Trisno Sumardjo, revolusi kemerdekaan Seni Rupa adalah bagian dari aktivitas manusia yang turut menandakan kehadiran sebuah era kebudayaan. Dalam periodisasinya, kita mengenal istilah, tradisional dan modern. Kontemporer adalah bagian dari konsep seni rupa modern. Secara umum , fase2 yang anda tanyakan bisa disimpulkan seperti ini . > Seni Rupa tradisional . Konsep penciptaan seni ini selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas pada sebuah Budaya, itu bisa berupa aktivitas religius, aktivitas seremonial atau juga simbol2 yang menjadi bagian utuh dari kativitas tersebut . Contoh : Untuk Seni Rupa yang bisa kita cermati adalah : Wayang kulit, golek, wayang beber, Ornamen pada rumah2 tradisional di tiap daerah, Batik dan banyak lainnya . > Seni Rupa Modern Aktivitas Seni Rupa Modern terlepas dari pakem2 yang disebutkan diatas , sekalipun konsep penciptaan seorang seniman tetap berbasis pada sebuah filosofi, tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya sangat tidak terbatas. Dia bisa hadir dengan berbagai media dan juga terobosan terhadap pengkotak kotakan genre seni seperti yang banyak kita kenal sekarang . Contohnya : Untuk Lukisan : Simak karya pelopor seni rupa Indonesia mulai dari Raden Saleh dan Persagi . Seniman2 Muda Indonesia seperti, Tisna Sanjaya, Ivan Sagita, Dede Eri Supria, Thamrin Sinuraya, dan banyak lainnya . Untuk Seni Rupa kontemporer, Kontemporer adalah sebuah konsep seni rupa yang sesungguhnya adalah bagian dari konsep modernisme sebuah aktivitas seni rupa yang kita kenal sekarang. Seni Rupa kontemporer tidak lagi terikat pada pengertian cabang2 dalam seni rupa seperti, grafis, lukis, patung dsb.Tampilan mereka seringkali menggabungkan semua unsur Seni Rupa dalam sebuah Frame kesenian. Contoh : Karya2 Hapening Art, karya2 Christo dan berbagai karya enviromental Art .

alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana. "Saya mengoleksi lukisan karena mencintai karya seni. Seperti diungkapkan Humas Pasar Tari Kontemporer di Pusat Latihan Tari (PLT) Sanggar Laksamana Pekanbaru yang tidak hanya diminati para koreografer tari dalam negeri tetapi juga koreografer tari asing yang berasal dari luar negeri. staf pengajar FSRD ITB. Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah "kerakyatan". "Lukisan kontemporer semakin diminati seiring dengan merebaknya konsep perumahan minimalis terutama di kota-kota besar."[2] Hal yang senada diungkap oleh kolektor lukisan kontemporer. "Saya membeli karena saya suka.Perkembangan seni kontemporer Indonesia Dalam seni rupa Indonesia. Yoserizal Zen di Pekanbaru[1]. tidak masalah. Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa. Paling menyolok terlihat di bidang tari dan seni lukis. Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa. melihat bahwa seni rupa kontemporer di Indonesia tidak lepas dari pecahnya isu posmodernisme (akhir 1993 dan awal 1994). Kalaupun nilainya naik. Suwarno Wisetrotomo. kolektor lukisan sekaligus pemilik Nadi Gallery. Sebanyak 18 koreografer tari baik dari dalam maupun luar negeri menyatakan siap unjuk kebolehan dalam pasar tari kontemporer tersebut. Oei dan Biantoro tak pernah menjual koleksinya. yang menyulut perdebatan dan perbincangan luas baik di seminar-seminar maupun di media massa pada waktu itu. Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda. Karya-karya besar dari Affandi. sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. istilah kontemporer muncul awal 70-an. sehingga melahirkan abstraksi. sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama." kata Oei Hong Djien. Sudjojono. Oei memilih untuk memajang lebih dari 1. Selain itu. terutama di kota-kota besar. dan Widayat terpampang di sana bersama karya-karya pelukis muda. Basuki Abdullah. berpendapat bahwa seni rupa kontemporer pada konsep dasar adalah upaya pembebasan dari kontrakkontrak penilaian yang sudah baku atau mungkin dianggap usang. Sejarah seni lukis di Indonesia Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Begitu juga Biantoro Santoso. kolektor dan kurator lukisan ternama dari Magelang. Konsep modernisasi telah merambah semua bidang seni ke arah kontemporer ini. sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa. mereka menyatakan siap unjuk kebolehan dalam pasar tari itu. Lee Man Fong. itu bonus. seorang pengamat seni rupa. Seni tari tradisional mulai tersisih dari acara-acara televisi dan hanya ada di acara yang bersifat upacara atau seremonial saja." timpalnya. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini. Lukisan kontemporer semakin melejit seiring dengan meningkatnya konsep hunian minimalis. Akan sulit diterima bila kita memasang lukisan pemandangan. . "Para koreografer sudah tiba di Pekanbaru. misalnya sedangkan interior ruangannya berkonsep modern. Hendra Gunawan. Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda.000 bingkai lukisannya di museum pribadinya. Seperti diungkapkan oleh seniman lukis kontemporer Saptoadi Nugroho dari galeri Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta. Walaupun harganya tidak naik. Pendapat lain dari Yustiono." ujar Humas Pasar Tari Kontemporer. ketika Gregorius Sidharta menggunakan istilah kontemporer untuk menamai pameran seni patung pada waktu itu.

R. Nyoman Nuarta. yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Tutur. Emira Sunarsa (pelukis wanita pertama Indonesia) PERSAGI bertujuan agar para seniman Indonesia dapat menciptakan karya seni yang kreatif dan berkepribadan Indonesia 4. Katamsi. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri. Himpunan Budaya Surakarta (HBS) dll 6. Ada beberapa pelukis Indonesia yang mengikuti kaidah / teknik ini antara lain: Abdulah Sr. Zaini. Abdul Salam. Dede Eri Supria. sehingga era ekspresionisme dimulai. dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”. kemudian di Bandung berdiri Perguruan Tinggi Guru Gambar (sekarang menjadi Jurusan Seni Rupa ITB) yang dipelopori oleh Prof. Selanjutnya LPKJ (Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta) disusul dengan jurusan – jurusan di setiap IKIP Negeri bahkan sekarag pada tingat SLTA 7. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Otto Jaya. Basuki Abdullah. Priaka. Mansur 5. Wakidi dan Wahid Somantri 3. Pusat Tenaga Pelukis Indonesia (PTPI) Djajengasmoro. Perjalanan seni lukis Indonesia sejak perintisan R. Harsono. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. Sujiono. dll . seorang seniman Indonesia yang belajar kesenian di eropa dan sekembalinya di Indonesia ia menyebarkan hasil pendidikannya. Seniman Indonesia Muda (SIM) di Madiun. Masa Sesudah Kemerdekaan (1945 – 1950) Pada masa ini seniman banyak teroragisir dalam kelompok – kelompok diantaranya: Sanggar seni rupa masyarakat di Yogyakarta oleh Affandi. Masa Pendudukan Jepang (1942 – 1945) Pada jaman Jepang para seniman Indonesia disediakan wadah pada balai kebudayaan Keimin Bunka Shidoso. S. Masa Seni Rupa Baru Indonesia Pada tahun 1974 muncul para seniman Muda baik yang berpendidikan formal maupun otodidak. seangkan anggotanya Ramli. Pirngadi. Locatelli dan lain – lain. tetapi merupakan bisnis alternatif investasi. Hatta. Walter Spies.Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu. Kusnadi dll. Ki Hajar Dewantara dan KH. terasa masih terombang-ambing oleh berbagai benturan konsepsi. Seni Rupa Indonesia Modern Istilah “modern” dalam seni rupa Indonesia yaitu betuk dan perwujudan seni yang terjadi akibat dari pengaruh kaidah seni Barat / Eropa. oleh S. Arie Smite. dan “Performance Art”. Munni Ardhi. Masa Perintis Dimulai dari prestasi Raden Saleh Syarif Bustaman (1807 – 1880). yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat. Masa PERSAGI (1938 – 1942) PERSAGI (Peraturan Ahli Gambar Indonesia) didirikan tahun 1938 di Jakarta yang diketuai oleh Agus Jaya Suminta dan sekreTarisnya S. seperti Jim Supangkat. Sujoyono. Syafe Sumarja. Dalam perkembangannya sejalan dengan perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan 1. Kemudian Raden Saleh dikukuhkan sebagai bapak perintis seni lukisan modern 2. Kemudian pada tahun 1945 berdiri lembaga kesenian dibawah naungan POETRA (Pusat tenaga Rakyat) oleh empat sekawan: Soekarno. Masa Pendidikan Seni Rupa Melalui Pendidikan Formal Pada tahun 1950 di Yogyakarta berdiri ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) yang sekarang namanya menjadi STSRI (Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia) yang dipelopori oleh RJ. Otto Jaya S. Para seniman yang aktif ialah: Agus Jaya. Masa seni lukis Indonesia jelita / moek (1920 – 1938) Ditandai dengan hadirnya sekelompok pelukis barat yaitu Rudolf Bonnet. Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer. Saleh sampai awal abad XXI ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful