P. 1
Perubahan Anatomi Dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil i, II, III

Perubahan Anatomi Dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil i, II, III

|Views: 3,062|Likes:

More info:

Published by: Shelly Marselin Septiana on Jul 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGI PADA IBU HAMIL TRIMESTER I, II DAN III

A. Sistem Pencernaan Selama masa hamil, nafsu makan meningkat, sekresi usus berkurang, fungsi hati berubah dan absorbsi nutrien meningakat. Aktivitas peristaltik (motilitas) menurun, akibatnya bising usus menghilang dan konstipasi, mual, serta muntah umum terjadi. Aliran darah ke panggul dan tekanan vena meningkat, menyebabkan hemoroid terbentuk pada akhir kehamilan. a) Mulut
y

Gusi hiperemi, berongga, dan membengkak. Gusi cenderung mudah berdarah karena kadar esterogen yang meningkat menyebabkan peningkatan

vaskularitas selektif dan proliferasi jaringan ikat (gingivitis tidak spesifik). Kemudian ada juga yang mengalami epulis (gingival granuloma gravidarum) yaitu suatu nodul berwarna merah pada gusi yang berdarah.
y

Tidak ada peningaktan sekresi saliva, tapi ibu mengeluhkan ptialisme (kelebihan saliva) diduga karena ibu secara tidak sadar jarang menelan saat merasa mual.

b) Gigi
y

Kebutuhan Ca dan F lebih tinggi sekitar 0,4 gr daripada kebutuhan saat ibu tidak hamil. Defisiensi diet yang berat dapat mengurangi simpanan unsur2 di dlm tulang, tetapi tidak menarik kalsium dari gigi.

y y

Demineralisasi gigi tidak terjadi selama masa kehamilan Higiene gigi yang buruk sewaktu hamil atau pada setiap waktudan gingivitis dapat menimbulkan karies gigi yang dapat menyebabkan gigi hilang

c) Nafsu makan
y

Pada trimester I sering terjadi penurunan nafsu makan akibat nausea dan/atau vomitus yang merupakan akibat perubahan pada saluran cerna dan peningkatan kadar hCG dalam darah

y

Pada trimester I, nausea dan vomitus lebih jarang dan nafsu makan meningkat untuk memenuhi kebutuhan janin

d) Esofagus, Lambung, dan Usus halus

wanita yang gemuk. sehingga terjadi regurgitasi esofagus. seperti obstruksi usus atau proses peradangan B. Peningkatan waktu pengosongan dan pengentalan empedu biasa terjadi y Hiperkolesterolemia ringan terjadi akibat peningkatan kadar progesteron.y Herniasi bagian atas lambung (hiatus hernia) terjadi setelah bulan ke-7 atau ke-8 kehamilan akibat pergeseran lambung ke atas. serta kontraksi uterus y Walaupun kebanyakan rasa tidak nyaman di abdomen merupakan konsekuensi perubahan maternal yang normal. atau wanita yang lebih tua y Peningkatan produksi estrogen menyebabkan penurunan sekresi HCl. selain itu secara fisiologisproduksi insulin akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan janin. akibatnya ³wanita tidak mampu mencerna asam´ atau mengalami nyeri ulu hati (pirosis) e) Kandung Empedu dan Hati y Kandung empedu sering distensi akibat penurunan tonus otot selama masa hamil. demikian juga pada hati serta pembuluh darah akan disimpan dalam jaringan berupa lemak. laktasi dan pertumbuhan. Sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat atau bisa juga dikeluarkan kedalam urine. Kondisi ini sering terjadi pada wanita multipara. Metabolisme y Metabolisme Karbohidrat Pada keadaan normal. dan peristaltik balik. Bila reduksi urine pada ibu hamil positif dalam batas . peningkatan waktu pengosongan lambung. Pada saat hamil kadar steroid dan kortikoid meningkat sehingga menghambat keadaan diatas. distensi dan kram usus. flatulen (pembentukan gas berlebihan dalam lambung). karbohidrat yang berasal dari makanan yang masuk kedalam tubuh disimpan dalam otot berbentuk glikogen. tetapi juga harus diwaspadai adanya kemungkinan gangguan. ketegangan pada ligamentum teres uteri. dapat menyebabkan pembentukan batu empedu selama masa hamil f) Rasa Tidak Nyaman di Abdomen y Meliputi panggul berat atau tertekan. oleh karena itu pembentukan/perkembangan tukak peptik yang sudah ada tidak umum selama masa hamil y Peningkatan produksi progesteron menyebabkan tonus dan motilitas otot menurun.

Kebutuhan protein pada ibu hamil sekitar 12 gr/hari. plasenta dan amnion. y Metabolisme protein Secara fisiologis selama kehamilan HCG dan HPL akan menghambat pemecahan asam amino dalam ginjal tetapi dalam darah tetap karena akan digunakan sebagai simpanan janin dan ibu. the. Penyerapan zat besi sendiri meningkat jika terdapat cukup protein hewani dan vitamin C. Dalam tubuh ibu hamil metabolism kalsium memerlukan Vitamin D yang akan merangsang pembentukan protein yang akan mengikat kalsium. Endokrin . y Metabolisme Fe Ibu hamil akan membutuhkan Fe sekitar 1000 mg sehingga apabila makanan tidak mencukupi maka diperlukan suplemen zat besi sebanyak 30 mg/hari dimulai dari minggu ke-12 kehamilan sampai 3 bulan post partum. Untuk cadangan glikogen berkurang akibatnya metabolisme lemak pada ibu hamil meningkat untuk meningkatkan energy namun hal ini mempunyai efek samping yang menyebakan sisa metabolisme (ketosis) meningkat. namun akan terhambat oleh kopi. y Metabolisme Kalsium Kadar kalsium dalah pada kehamilan akan menurun samapi 5% sedangkan kalsium sendiri sangat penting perannya untuk pembentukan tulang. namun apabila berlebih dikatan diabetes Gestasional. C. Sangat dianjurkan sejak trisemester 2 pada wanita hamil asupan kalsiumnya sebesar 1200 mg/hari pada ibu hamil yang usianya kurang dari 25 tahun dan 800 mg/hari pada ibu hamil yang usianya diataa 25 tahun. kalsium. 30% digunakan untuk kebutuhan ibu seperti untuk menambah jaringan payudara dan rahim serta membuat sel darah sebagai cadangan pada saat melahirkan. 70 % digunakan untuk kebutuhan janin seperti untuk pertumbuhan bentuk tubuh.tertentu itu masih bisa dikatakan normal. magnesium dan fitat( serat yang didapat dari kacang polong). Albumin juga akan meningkat namun tidak seperti globulin. y Metabolisme Lemak Cadangan utama energy untuk masa kehamilan adalah lemak. Selain itu globulin meningkat sekali yang akan digunakan sebagai transport utama hormone dan Fe.

Level tiroksin (T4) meningkat.a) Kelenjar Tiroid y Pembesaran moderat kelenjar tiroid merupakan akibat hiperplasia jaringan glandular dan peningkatan vaskularitas. y Konsumsi O2 dan peningkatan BMR merupakan akibat aktivitas metabolik janin b) Kelenjar Paratiroid y Kehamilan menginduksi hiperparatiroidisme sekunder ringan. c) Pituitary Hormon y FSH dan LH tertekan karena peningkatan prolaktin. Akibatnya. estrogen. y Janin dalam pertumbuhannya di dalam rahim mempunyai pertumbuhan dan perkembangan. suatu refleksi peningkatan kebutuhan Ca dan vitamin D y y Paratiroid mengontrol metabolisme Ca dan Mg Saat kebutuhan rangka janin mencapai puncak (pertengahan kedua kehamilan). d) Pankreas y Janin butuh glukosa sebagai bahan bakar pertumbuhan. insulin ibu tidak dapat menembus plasenta untuk sampai ke janin. kadar parathormon plasma meningkat. sehingga tingkat glukosa darah ibu menurun pada awal kehamilan dan pankreas mneurunkan produksi insulin. Peningkatan produksi kortisol oleh kelenjar adrenal . TRH tidak meningkat. Laktasi belum dimulai sampai level prolaktin meningkat dan estrogen menurun. hPL. y Kadar glukosa ibu menurun. Tingkat parathormon dalam kehamilan meningkat dan mencapai puncaknya pada 15-35 minggu. TSH meningkat sedikit. dan progesteron). pada awal kehamilan pankreas meningkatkan produksi insulinnya y Seiring peningkatan usia kehamilan. ketika HCG berada dalam puncak TSH menurun yaitu pada trimester I. tidak hanya menghabiskan simpanan glukosa ibu tetapi juga menurunkan kemampuan ibu menyintesis glukosa dengan menyedot habis asam amino ibu. kadar pincak terjadi antara minggu ke15 dan ke-35 gestasi y Hiperplasia yang disebabkan oleh estrogen dan HPL. plasenta bertumbuh dan secara progresif memproduksi hormon dalam jumlah yang lebih besar (misalkan .

Dengan hormon relaksin mengendurkan jaringan ikat. e) Estrogen Progesteron a. Meningkatkan gastrik refluks karena relaksasi cardiac spincter sehingga timbul rasa panas dalam perut (heartburn) y Penurunan motilitas gasrointestinal sehingga konstipasi. Merelaksasikan otot-otot polos dan berakibat : y y Meningkatnya waktu pengosongan lambung dan peristaltik. Merelaksasi ligamentum pelvis sehingga sendi sakroiliaka relative lentur dan simfisis pubis menjadi elastic sehingga mempermudah jalannya janin 6. dan kortisol secara kolektif me kan kemampuan ibu untuk menggunakan insulin. progesteron. Menyebabkan penebalan endometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berimplantasi. Perubahan ini menyebabkan adanya tanda chadwick. Menyebabkan penebalan endometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berimplantasi 2. Pengaruh-Pengaruh Khusus Estrogen 1. kongesti dan oedem. tubuh bumil membutuhkan lebih banyak insulin. Pengaruh-Pengaruh Umum Menyebabkan pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah sel Peningkatan sekresi. Menyebabkan hipertropi dari dinding uterus dan peningkatan ukuran-ukuran pembuluh darah dan limpatik sehingga mengakibatkan peningkatan vaskularisasi. mengendurkan (relaksasi otot polos) b. y Akibatnya. . Sel2 beta normal pulau Langerhans di pankreas dapat memenuhi kebutuhan insulin yang secara kontiniu tetap meningkat sampai aterm.y Estrogen. contohnya mempengaruhi kecepatan reproduksi sel pada embrio awal c. otot dan ligamen sehingga dapat terjadi nyeri punggung 5. Pengaruh-Pengaruh Khusus Progestren 1. y Ini adalah mekanisme protektif yang menjamin suplai glukosa untuk mencukupi kebutuhan unit feto-plasenta. Hipertropi dan hiperplasia jaringan payudara 4. tanda goodell¶s dan tanda hegar 3. menyebabkan relaksasi 2. Mempengaruhi perkembangan janin selama kehamilan.

Sekresinya berbalikan dengan hCG. selanjutnya dihasilkan oleh plasenta. Sekresi HCG ini pertama kali dpt diukur dlm darah 89 hari setelah ovulasi. Aldosteron mempertahankan natrium g) Cortisol Sumber adrenal ibu pada awal kehamilan. efeknya dapat meningkatkan gula darah dan modifikasi aktifitas antibodi. menyebabkan retensi natrium dan air. Menjaga peningkatan suhu basal ibu 4. hPL terus meningkat. 3. Fungsinya adalah : y y memobilisasi asam lemak bebas dari tempat penyimpanan dalam tubuh ibu merangsang insulin tetapi menghambat efeknya pada tempat-tempat perifer serta membantu transfer asam amino ke janin. Merangsang perkembangan perkembangan sistem alveolar payudara f) Aldosteron Sumber adrenal ibu. berfungsi sebagai laktogenik dan antagonis insulin. Hormon ini menyebabkan korpus luteum mensekresi lebih banyak lagi Progesteron dan Estrogen Endometrium terus tumbuh dan menyimpan nutrien dalam jumlah besar serta korpus luteum tumbuh sekitar 2 kali ukuran awal menjelang 1 bulan atau lebih setelah kehamilan. segera setelah zigot berimplantasi dalam endometrium kemudian kecepatan sekresi HCG meningkat dengan cepat dan mencapai lkadar maksimum kira-kira 7-9 hari setelah ovulasi dan menurun sampai kadar relatif rendah menjelang 16-20 minggu setelah ovulasi. . ketika hCG menurun dari puncaknya.y Pembuluh arteri dan vena relaksasi dan dilatasi sehingga meningkatkan kapasitas vena dan venula. Estrogen & Progesteron yang disekresikan akan mempertahankan sifat desidua endometrium uterus yang diperlukan pada awal perkembangan plasenta dan jaringan janin yg lain. i) HPL (Human Plascenta Laktogen) atau Chorionicsomatotropin Human placental lactogen (hPL) berperan sebagai hormon pertumbuhan. h) HCG (Human Chorionic Gonadotropin) Human chorionic gonadotropin (hCG) menginduksi mual dan muntah pada beberapa wanita selama awal kehamilan. kadarnya sangat tinggi dalam kehamilan.Fungsi HCG adalah mencegah involusi normal korpus luteum pd akhir siklus seksual wanita. 25 mg diproduksi per hari. Mulai disekresikan pada minggu ke% kehamilan dan meningkat seiring dengan plasenta dalam kehamilan.

Estrogen juga menyebabkan retensi air pada kehamilan. Pada payudara. insulin. dan estron (E1). prolaktin serum mulai meningkat pada trimester I dan meningkat secara progresif sampai aterm y Secara umum diyakini bahwa walaupun semua unsur hormonal (estrogen. dan kortisol bebas) yang diperlukan untuk pertumbuhan payudara dan produksi susu terdapat dalam kadar yang meningkat selama kehamilan. kadar estrogen yang tinggi menghambat sekresi alveolar aktif dengan menghambat pengikatan prolaktin pada jaringan payudara. Dari ketiga esterogen klasik ±estriol (E3). estradiol (E2).plasenta lebih banyak menghailkan estriol dan memertahankannya secara selektif. y Sumber utama esterogen pada kehamilan adalah plasenta. sehingga menghambat efek prolaktin pada epitel target. Fungsinya adalah : y y y Menyebabkan relaksasi ligamentum-ligamentum dari simfisis pubis Perlunakan serviks ibu hamil pada saat persalinan Pengahambatan motilitas uterus k) Prolaktin Hipofisis y Pada kehamilan. esterogen meningkatkan ukuran dan mobilitas puting susu dan menyebabkan perkembangan duktus dan alveolus. Pada stadium awal.y mempunyai kerja yang lemah serupa dengan hormone pertumbuhan yang menyebabkan deposisi protein dengan cara yang sama dengan hormone pertumbuhan. sehingga perbandingannya E3:E2:E1 adalah 30:2:1. tiroid. kadar progesteron dalam plasma adalah 50 ng/ml tetapi . progesteron. Estrogen membantu pertumbuhan otot-otot uterus abik melalui kerja enzimatik terhadap serabut saraf maupun dengan meningkatkan aliran darah. Sistem Endokrin dan Nutrisi Ibu Progesteron mula-mula disekresi oleh korpus luteum sampai umur kehamilan ke 35 minggu. y y Berperan pada metabolism lemak pada ibu Menyebabkan penurunan sensitivitas insulin dan menurunkan pemakaian glukosa oleh ibu sehinga glukosa yang tersedia untuk janin semakin besar sehingga dapat digunakan oleh janin untuk menyediakan energi j) Relaxin Relaksin disekresikan oleh korpus luteum ditingkatkan oleh HCG.

Peningkatan hormone estrogen menyebabkan hyperplasia otot terutama pada rahim untuk menampung isi dari uterus. punggung. progesteron mengatur penyimpanan lemak dan mempunyai efek hipnotik pada sel otak. Kekebalan ini dapat melindugi bayi dari infeksi selanjutnya. Lemak berfungsi sebagai cadangan energi baik pada masa hamil maupun menyusui Beberapa hormon yang lain mempengaruhi nutrisi: Tiroksin mengatur metabolisme. D. . Imunoglobulin G atau IgG merupakan komponen utama dari imunoglobulin janin di dalam uterus dan neonatal dini dimulai sekitar usia 16 minggu usia kehamilan dan terus meningkat sampai 4 minggu terakhir kehamilan. Kekebalan Janin sebenarnya merupan benda asing bagi bu karena merupakan benda asing hasil pertemuan 2 ganet yang berlainan. Sistem imunitas seluler terhadap antigen plasma akan mulai terjadi pada trisemester II yang semakin lama semakin meningkat sesuai dengan usia kehamilan. relaksasi esofagus bawah. kadar immunoglobulin dalam kehamilan tidak berubah . IgG merupakan satu-satunya imunoglobulin yang dapat menembus plasenta sehingga immunitas pasif akan diperoleh oleh bayi. Pada ibu hamil akan muuncul ³Mekanisme Imun Depression³ yaitu suatu mekanisme tubuh yang menekan system imun sehingga menhaan respon yang telah bangkit seperti pada HCG yang dapat menekan proses transformasi sel limfosit T. Selain itu. Muskuloskeletal a) Perubahan pada otot Peningkatan hormone progeteron dan relaksin menyebabkan pengendoran terhadap jaringan ikat dan otot polos sehingga menyebabkan perubahan kapasitas panggul untuk untuk persiapan janin dan hilangnya tonus otot selama kehamilan trisemester III menyebabkan otot rectus abdominus menjadi terpisah sehingga isi abdomen menonjol pada garis tengahnya. usus dan ureter. otot-otot lambung. dan paha atas. umbilicus menjadi datar atau bahkan menonjol. namun ternyata janin dapat diterima oleh system imunitas tubuh ibu. Progesteron menyebabkan lemak disimpan dalam jaringan subkutan di abdomen. Progesteron menyebabkan relaksasi otot. Sistem pertahanan tubuh ibu selama kehamilan akan tetap utuh. E.nantinya meningkat hingga 150ng/ml pada saat genap bulan.

Respon alergi kulit meningkat. Akan terasa pula rasa tidak nyaman di daerah bawah punggung. peningkatan sirkulasi dan aktivitas vasomotor y Jaringan elastis kulit mudah pecah. menyebabkan stria gravidarum. cth pigmentasi pada wajah (kloasma) y Stria gravidarum atau tanda regangan terlihat di bawah abdomen disebabkan kerja adenokortikosteroid. mati rasa dan kelemahan ekstremitas atas. Hal ini normal pada ibu hamil tetapi dapat menyebabkan nyeri. . percepatan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea. Striae ini biasanya terdapat pada perut.Peningkatan distensi abdomen membuat panggul miring ke depan. Pada multipara. penurunan tonus otot perut. Integumen y Perubahan integumen selama hamil disebabkan oleh perubahan keseimbangan hormon dan peregangan mekanis y Perubahan yang umum timbul: peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdermal. peningkatan beban BB pada akhir kehamilan membutuhkan penyesuaian-ulang (realignment) kurvatura spinalis b) Perubahan pada sendi Simpisis pubis menjadi lunak dan sendi sacro iliakal menjadi kendur sehingga menyebabkan koksigis bergeser kearah belakang yang akan menyebabkan meningkatnya kapasitas rongga panggul yang sangat berfungsi selama kehamilan dan persalinan. Pigmentasi timbul akibat peningkatan hormon hipofisis anterior melanotropin selama masa hamil. pertumbuhan rambut dan kuku. paha dan sebagian pantat. atau tanda regangan. hiperpigmentasi. Pergerakan menjadi lebih sulit. Gaya berjalan bumil yang bergoyang. payudara. selain striae kemerahan akibat kehamilan saat ini. pinggang dan ini dapat mengakibatkan kesulitan berjalan terutama pada akhir kehamilan. c) Perubahan postur tubuh Dengan semakin membesarnya uterus yang menyebabkan perubahan terhadap titikpusat gravitasi bumi dan garis bentuk tubuh sehingga terjadi perubahan lengkung tulang belakang untuk keseimbangan tubuh sehingga menjadi lordosis. yang disebut ³langkah angkuh ibu hamil´ oleh Shakespeare yang sangat dikenal F.

umumnya terdapat garis keperakan mengkilap yang merupakan sikatrik (jaringan parut) striae sebelumnya. kecuali akan timbul garis baru yang terbentang di tengah-tengah atas pusat keatas yang disebut linea nigra. Biasanya terdapat pada leher. wajah dan lengan. Namun akan segera hilang setelah kelahiran bayi. Striae ini terjadi karena ada hormone yang berlebihan dan terjadinya peregangan pada jaringan yang menimbulkan perdarahan pada kapiler halus dibawah kulit. Biasanya terjadi pada multigravida.  Striae Albicans Peregangan kulit yang disebabkan oleh striae livide dapat sembuh dan menimbulkan jaringan parut yang warnanya putih. Berwarna kebiruan dan tidak hilang apabila ditekan. y Bercak berbatas tegas atau mottling difus yang berwarna keme rahan tampak pada permukaan telapak tangan 60% wanita hamil berkulit putih dan 35% wanita AfrikaAmerika. y Kulit berminyak dan acne vulgaris dapat timbul selama masa hamil. Kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 10 ± 12. Biasanya mulai jelas terlihat pada bulan kedua sampai kelima kehamilan pada 65% wanita kulit putih dan 10% wanita Afrika-Amerika. Indeks Massa Tubuh Setiap ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan secara bertahap selama kehamilannya sesuai dengan usia kehamilan. Pertumbuhan kuku mengalami percepatan selama masa hamil. G.3 Kg selama akhir kehamilan. berbentuk kecil seperti bintang atau cabang. y Angioma atau telangiektasis atau disebut juga vascular spider adalah ujung arteriola yang berdenyut dan sedikit menonjol. dada. biasanya terjadi pada primigravisa. dapat terjadi pula pertumbuhan rambut halus yang akan hilang setelah kehamilan berakhir. y Akan terbentuk linea alba yaitu garis hitam yang terbentang dari atas simfisis pubis sampai pusat. Warnanya lebih hitam. Berikut ini adalah kategori berat badan ibu hamil terhadap kenaikan berat badan total setiap minggunya selama masa kehamilan trisemester II dan III dalam Kg: . Perubahan pigmentasi dan eritema palmar ini terlihat juga pada beberapa wanita yang mngekonsumsi pil kontrasepsi hormone. Ada 2 macam striae gravidarum :\  Striae Livide Garis-garis yang warnanya biru pada kulit.

0 ± 29.8 ± 11.0) mengalami kenaikan berat badan 11.Ibu hamil dengan berat badan rendah (BMI <19.8 ± 26.5 ± 16 Kg (25 ± 35 Ib) Ibu hamil dengan berat badan tinggi (BMI26.5 ± 18 Kg (28 ± 40 Ib) Ibu hamil dengan berat badan normal (BMI19.8) mengalami kenaikan berat badan 12.5 Kg ( 15 ± 25 Ib) Ibu hamil dengan berta badan obesitas (BMI> 29)mengalami kenaikan berat badan 6.0) mengalami kenaikan berat badan 7 ± 11.3 Kg (15 Ib) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->