P. 1
Suprastruktur Dan Infrastruktur Sistem Politik Di Indonesia

Suprastruktur Dan Infrastruktur Sistem Politik Di Indonesia

|Views: 203|Likes:
Published by Muhammad Syaifullah

More info:

Published by: Muhammad Syaifullah on Jul 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2015

pdf

text

original

Kelompok 2

afdhalulhaq sholihul hadi moh. Syaifullah syaza adilah ravika huda zahara bunga hadi kusuma

Suprastruktur dan infrastruktur sistem politik di indonesia

Partai politik
‡ SEBUAH PARTAI POLITIK ADALAH ORGANISASI POLITIK YANG MENJALANI IDEOLOGI TERTENTU ATAU DIBENTUK DENGAN TUJUAN KHUSUS. DEFINISI LAINNYA ADALAH KELOMPOK YANG TERORGANISIR YANG ANGGOTA-ANGGOTANYA MEMPUNYAI ORIENTASI, NILAI-NILAI, DAN CITA-CITA YANG SAMA. TUJUAN KELOMPOK INI IALAH UNTUK MEMPEROLEH KEKUASAAN POLITIK DAN MEREBUT KEDUDUKAN POLITIK - (BIASANYA) DENGAN CARA KONSTITUSIONIL - UNTUK MELAKSANAKAN KEBIJAKAN-KEBIJAKAN MEREKA. ‡ PARTAI POLITIK ADALAH SARANA POLITIK YANG MENJEMBATANI ELIT-ELIT POLITIK DALAM UPAYA MENCAPAI KEKUASAAN POLITIK DALAM SUATU NEGARA YANG BERCIRIKAN MANDIRI DALAM HAL FINANSIAL, MEMILIKI PLATFORM ATAU HALUAN

Dalam rangka memahami Partai Politik sebagai salah satu komponen Infra Struktur Politik dalam negara, berikut beberapa pengertian mengenai Partai Politik, yakni : ‡ Carl J. Friedrich: Partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin Partainya, dan berdasarkan penguasan ini memberikan kepada anggota Partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil. ‡ R.H. Soltou: Partai Politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyaknya terorganisir, yang bertindak sebagai satukesatuan politik, yang dengan memanfaatkan kekuasan memilih, bertujuan menguasai pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka. ‡ Sigmund Neumann: Partai Politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham. ‡ Miriam Budiardjo: Partai Politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya), dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakankebijakan mereka.

1. Definisi Partai Politik
‡ Partai politik yaitu organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus. Definisi lainnya adalah kelompok yang terorganisir yang anggotaanggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.

‡ SOLTAU : PARTAI POLITIK SEBAGAI KELOMPOK WARGA NEGARA YANG SEDIKIT BANYAK TERORGANISASIKAN. DAN BERDASARKAN KEKUASAAN TERSEBUT AKAN MEMBERIKAN KEGUNAAN MATERIL DAN IDIL KEPADA PARA ANGGOTANYA.SEDANGKAN DEFINISI PARTAI POLITIK MENURUT ILMUWAN POLITIK YAITU: ‡ FRIEDRICH : PARTAI POLITIK SEBAGAI KELOMPOK MANUSIA YANG TERORGANISASIKAN SECARA STABIL DENGAN TUJUAN UNTUK MEREBUT DAN MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN DALAM PEMERINTAHAN BAGI PEMIMPIN PARTAINYA. BERTUJUAN UNTUK MENGUASAI . YANG BERTINDAK SEBAGAI SUATU KESATUAN POLITIK DAN DENGAN MEMANFAATKAN KEKUASAANNYA UNTUK MEMILIH.

‡ Tujuan dari pembentukan partai polik ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik ± (biasanya) dengan cara konstitusionil ± untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka .

program kerja partai. Agar anggota partai dapat mengetahui prinsip partai. Fungsi Partai Politik ‡ Partai politik menjalankan fungsi sebagai alat mengkomunikasikan pandangan dan prinsipprinsip partai. .2. program kerja partai atau pun gagasan partainya untuk menciptakan ikatan moral pada partainya. gagasan partai dan sebagainya. komunikasi politik seperti ini menggunakan media partai itu sendiri atau media massa yang mendukungnya.

Partai menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat.‡ Partai sebagai sarana komunikasi politik. . Partai melakukan penggabungan kepentingan masyarakat (interest aggregation) dan merumuskan kepentingan tersebut dalam bentuk yang teratur (interest articulation). Rumusan ini dibuat sebagai koreksi terhadap kebijakan penguasa atau usulan kebijakan yang disampaikan kepada penguasa untuk dijadikan kebijakan umum yang diterapkan pada masyarakat.

pandangan. partai politik berusaha menciptakan image (citra) bahwa ia memperjuangkan kepentingan umum. Partai memberikan sikap. pendapat. Sosialisi politik mencakup juga proses menyampaikan norma-norma dan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bahkan. peristiwa dan kebijakan) politik yang terjadi di tengah masyarakat.‡ Partai sebagai sarana sosialisasi politik. . dan orientasi terhadap fenomena (kejadian.

‡ Partai politik sebagai sarana rekrutmen politik. . Partai politik berfungsi mencari dan mengajak orang untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai. semestinya hal ini dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi atau partai itu sendiri melainkan untuk kepentingan umum. Di tengah masyarakat terjadi berbagai perbedaan pendapat. Namun. partai politik berupaya untuk mengatasinya. ‡ Partai politik sebagai sarana pengatur konflik.

yaitu ‡ mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945 ‡ menjaga dan memelihara keutuhan negara kesatuan republik Indonesia ‡ mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam negara kesatuan republik Indonesia ‡ mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. berbangsa.3. dan bernegara . berbangsa. Tujuan Pembentukan Partai Politik Tujuan dari pembentukan partai politik menurut Undang-undang no. dan bernegara ‡ membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat.2 tahun 2008 tentang partai politik. ‡ meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan ‡ memperjuangkan cita-cita partai politik dalam kehidupan bermasyarakat.

. buruh dan pengusaha. Partai politik yang didasarkan pada kelompok budaya tertentu.‡ ‡ ‡ ‡ Selain itu ada juga tujuan partai politik menurut basis sosial dibagi menjadi empat tipe yaitu : Partai politik berdasarkan lapisan masyarakat yaitu bawah. menengah dan lapisan atas. Partai politik yang didasarkan pemeluk agama tertentu. · Partai politik berdasarkan kepentingan tertentu yaitu petani.

Dalam hal ini partai politik berperan sebagai penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di lain pihak. Sejarah Terbentuknya Partai Politik . . Maka dalam perkembangannya kemudian partai politik dianggap sebagai menifestasi dari suatu sistem politik yang demokratis. yang mewakili aspirasi rakyat.4.Di Dunia ‡ Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat bersamaan dengan gagasan bahwa rakyat merupakan fakta yang menentukan dalam proses politik.

Dengan demikian terjadi pergeseran dari peranan yang bersifat elitis ke peranan yang meluas dan populis. yaitu di Asia dan Afrika. dalam arti terutama mempertahankan kepentingan golongan bangsawan terhadap tuntutan raja. Dan dalam perkembanganya akhir-akhir ini partai politik umumnya diterima sebagai suatu lembaga penting terutama di negara-negara yang berdasarkan demokrasi konstitusional. Partai politik di negara-negara jajahan sering berperan sebagai pemersatu aspirasi rakyat dan penggerak ke arah persatuan nasional yang bertujuan mencapai kemerdekaan.‡ Pada permulaannya peranan partai politik di negara-negara Barat bersifat elitis dan aristokratis. partai politik mempengaruhi dan berkembang di negara-negara baru. ‡ Perkembangan selanjutnya adalah dari Barat. Hal ini antara lain disebabkan oleh perlunya dukungan yang menyebar dan merata dari semua golongan masyarakat. namun dalam perkembangannya kemudian peranan tersebut meluas dan berkembang ke segenap lapisan masyarakat. . Hal ini terjadi di Indonesia (waktu itu masih Hindia Belanda) serta India. yaitu sebagai kelengkapan sistem demokrasi suatu negara.

dengan setiap kurun waktu mempunyai ciri dan tujuan masing-masing. yaitu : Masa penjajahan Belanda.. Masa pedudukan Jepang dan masa merdeka. .Di Indonesia ‡ Perkembangan partai politik di Indonesia dapat digolongkan dalam beberapa periode perkembangan.

gerakan ini oleh beberapa partai diteruskan di dalam badan ini. Setelah didirikan Dewan Rakyat . MIAI (Majelis Islami) yang merupakan gabungan partai-partai yang beraliran Islam yang terbentuk tahun 1937. ‡ Masa ini disebut sebagai periode pertama lahirnya partai politik di Indoneisa (waktu itu Hindia Belanda). . ‡ Di luar dewan rakyat ada usaha untuk mengadakan gabungan partai politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan rakyat. ikut memainkan peranan dalam pergerakan nasional untuk Indonesia merdeka.Masa penjajahan Belanda. yaitu Fraksi Nasional di bawah pimpinan M. dan MRI (Majelis Rakyat Indonesia) yang merupakan gabungan organisasi buruh. Pada tahun 1939 terdapat beberapa fraksi di dalam Dewan Rakat. PPBB (Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi Putera) di bawah pimpinan Prawoto dan Indonesische Nationale Groep di bawah pimpinan Muhammad Yamin. Pada masa itu semua organisasi baik yang bertujuan sosial seperti Budi Utomo dan Muhammadiyah. Husni Thamin. Pada tahun 1939 dibentuk KRI (Komite Rakyat Indoneisa) yang terdiri dari GAPI (Gabungan Politik Indonesia) yang merupakan gabungan dari partai-partai yang beraliran nasional. Lahirnya partai menandai adanya kesadaran nasional. PNI dan Partai Katolik. ‡ Kehadiran partai politik pada masa permulaan merupakan menifestasi kesadaran nasional untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. ataupun yang berazaskan politik agama dan sekuler seperti Serikat Islam.

Masa pendudukan Jepang ‡ Pada masa ini. semua kegiatan partai politik dilarang. hanya golongan Islam diberi kebebasan untuk membentuk partai Masyumi. . yang lebih banyak bergerak di bidang sosial.

Masa Merdeka (mulai 1945). terbuka kesempatan yang besar untuk mendirikan partai politik. Sebagai akibatnya pembangunan tidak dapat berjaan dengan baik pula. Masa tahun 1950 sampai 1959 ini sering disebut sebagai masa kejayaan partai politik. sehingga bermunculanlah parti-partai politik Indonesia. karena partai politik memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara melalui sistem parlementer. ‡ Beberapa bulan setelah proklamsi kemerdekaan. yaitu : Masyumi. Masa demokrasi parlementer diakhiri dengan Dekrit 5 Juli 1959. . Partai politik tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. PNI. yang mewakili masa masa demokrasi terpimpin. Sistem banyak partai ternyata tidak dapat berjalan baik. ‡ Pemilu 1955 memunculkan 4 partai politik besar. sehingga kabinet jatuh bangun dan tidak dapat melaksanakan program kerjanya. Dengan demikian kita kembali kepada pola sistem banyak partai. NU dan PKI.

terutama memalui G 30 S/PKI akhir September 1965).‡ Pada masa demokrasi terpimpin ini peranan partai politik mulai dikurangi. peranan presiden sangat kuat. Pada masa Demokrasi Terpimpin ini nampak sekali bahwa PKI memainkan peranan bertambah kuat. Parati Katolik. ‡ Pada tahun 1973 terjadi penyederhanaan partai melalui fusi partai politik. Pada pemilihan umum thun 1971. yaitu : NU. Partai Kristen Indonesia. Partai Sarikat Islam dan Perti bergabung menjadi Partai Persatu Pembangunan (PPP). Suatu catatan pada masa ini adalah munculnya organisasi kekuatan politik bar yaitu Golongan Karya (Golkar). PNI dan PKI. Agama dan Komunis) yang diwakili oleh NU. Setelah gelombang reformasi terjadi di Indonesia yang ditandai dengan tumbangnya rezim Suharto. maka pemilu dengan sistem multi partai terus berlanjut hingga pemilu 2004 nanti. Partai Murba dan Partai IPKI (ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) bergabung menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Golkar munculsebagai pemenang partai diikuti oleh 3 partai politik besar yaitu NU. Empat partai politik Islam. Partai politik pada saat ini dikenal dengan NASAKOM (Nasional. Parmusi (Persatuan Muslim Indonesia) serta PNI. ‡ Setelah itu Indonesia memasuki masa Orde Baru dan partai-partai dapat bergerak lebih leluasa dibanding dengan msa Demokrasi terpimpin. sedangkan di pihak lain. . Parmusi. Lima partai lain yaitu PNI. Maka pada tahun 1977 hanya terdapat 3 organisasi keuatan politik Indonesia dan terus berlangsung hinga pada pemilu 1997.

. Masyumi (20. dan PKI (15. Nahdlatul Ulama (18.Berikut ini adalah nama-nama partai politik yang mengikuti pemilu ‡ Pemilu 1955 Pemilu 1955 diikuti oleh 172 kontestan partai politik.4%). Empat partai terbesar diantaranya adalah: PNI (22.3 %).9%).4%).

‡ Pemilu 1971 Pemilu 1971 diikuti oleh 10 kontestan. yaitu: ‡ Partai Katolik ‡ Partai Syarikat Islam Indonesia ‡ Partai Nahdlatul Ulama ‡ Partai Muslimin Indonesa ‡ Golongan Karya ‡ Partai Kristen Indonesia ‡ Partai Musyawarah Rakyat Banyak ‡ Partai Nasional Indonesia ‡ Partai Islam PERTI ‡ Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia .

yaitu: ‡ Partai Persatuan Pembangunan ‡ Golongan Karya. 1987.‡ Pemilu 1977-1997 Pemilu 1977. dan 1997 diikuti oleh 3 kontestan yang sama. dan ‡ Partai Demokrasi Indonesia . 1992. 1982.

Partai Islam Demokrat 30. Partai Masyumi Baru 9. Partai Bulan Bintang 23. Partai Demokrasi Kasih Bangsa 15. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi 22. Partai Kristen Nasional Indonesia 3. Partai Nasional Indonesia Massa Marhaen .‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Pemilu 1999 Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. Partai Pilihan Rakyat 20. Partai Nasional Indonesia Front Marhaenis 27. Partai Rakyat Demokratik 17. Partai Kebangkitan Ummat 8. Partai Solidaritas Pekerja 24. Partai Ummat Islam 7. Partai Indonesia Baru 2. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia 28. Partai Nahdlatul Ummat 26. Partai Nasional Indonesia Supeni 4. Partai Republik 29. Partai Persatuan Pembangunan 10. Partai Amanat Nasional ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ 16. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 12. Partai Abul Yatama 13. Partai Katolik Demokrat 19. Partai Kebangkitan Muslim Indonesia 6. Partai Aliansi Demokrat Indonesia 5. Partai Syarikat Islam Indonesia 1905 18. Partai Syarikat Islam Indonesia 11. Partai Rakyat Indonesia 21. Partai Keadilan 25. Partai Kebangsaan Merdeka 14. yaitu: 1.

Partai Demokrasi Indonesia ‡ 33. Partai Ummat Muslimin Indonesia ‡ 48. Partai Nasional Demokrat ‡ 47. Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia ‡ 43. Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia ‡ 45. Partai Kebangkitan Bangsa ‡ 36. Partai Nasional Bangsa Indonesia ‡ 44. Partai Uni Demokrasi Indonesia ‡ 37. Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia ‡ 46. Partai Golongan Karya ‡ 34. Partai Persatuan ‡ 35. Partai Pekerja Indonesia . Partai Cinta Damai ‡ 41. Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong ‡ 39. Partai Buruh Nasional ‡ 38. Partai Musyawarah Rakyat Banyak ‡ 32. Partai Keadilan dan Persatuan ‡ 42. Partai Daulat Rakyat ‡ 40.‡ 31.

Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Didirikan: Jakarta. 17 Juli 1998 Asas: Islam Ketua Umum: Hamdan Zoelvan Keterangan: Electoral Threshold . 20 Mei 2002 Asas: Marhaenisme Ajaran Bung Karno Ketua Umum: DM Sukmawati Soekarnoputri Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 24 provinsi 2. 1 Mei 2001 Asas: Pancasila dan UUD 1945 Ketua Umum: Muchtar Pakpahan Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi 3. Partai Bulan Bintang Didirikan: Jakarta.‡ Pemilu 2004 1. Partai Buruh Sosial Demokrat Indonesia Didirikan: Jakarta.

4. dan Kemakmuran Ketua Umum: Sjahrir Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi . Partai Perhimpunan Indonesia Baru Didirikan: Jakarta. 23 September 2002 Asas: Keadilan. Partai Merdeka Didirikan: Jakarta. Partai Persatuan Pembangunan Didirikan: Jakarta. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan Didirikan: Jakarta. 23 Juli 2002 Asas: Pancasila Ketua Umum: M Ryaas Rasyid Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi 7. Demokrasi. 5 Januari 1973 Asas: Islam Ketua Umum: Hamzah Haz Keterangan: Electoral Threshold 6. 10 Oktober 2002 Asas: Pancasila Ketua Umum: Adi Sasono Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi 5.

27 Juli 2002 Asas: Marhaenisme Ajaran Bung Karno Ketua Umum: Eros Djarot Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi 9. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan Didirikan: Jakarta. Partai Penegak Demokrasi Indonesia Didirikan: Jakarta. Partai Demokrat Didirikan: Jakarta. 10 Januari 2003 Asas: Pancasila Ketua Umum: H Dimmy Haryanto Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi . Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Didirikan: Jakarta. 9 September 2002 Asas: Pancasila Ketua Umum: Jend TNI (Purn) Edi Sudrajat Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi 11.8. 9 September 2001 Asas: Pancasila Ketua Umum: S Budhisantoso Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 25 provinsi 10.

Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia Didirikan: Jakarta.12. Partai Amanat Nasional Didirikan: Jakarta. 23 Juli 1998 Asas: Pancasila Ketua Umum: Alwi Abdurrahman Shihab Keterangan: Electoral Threshold . 23 Agustus 1998 Asas: Pancasila Ketua Umum: Soetrisno Bachir Keterangan: Electoral Threshold 14. Partai Kebangkitan Bangsa Didirikan: Jakarta. Partai Karya Peduli Bangsa Didirikan: Jakarta. 5 Maret 2003 Asas: Islam Ketua Umum: KH Syukron Ma mun Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi 13. 9 September 2002 Asas: Pancasila Ketua Umum: Jend TNI (Purn) HR Hartono Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi 15.

Partai Damai Sejahtera Didirikan: Jakarta. 1 Oktober 2001 Asas: Pancasila Ketua Umum: Ruyandi Hutasoit Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi . 10 Januari 1973 Asas: Pancasila Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri Keterangan: Electoral Threshold 19. Partai Keadilan Sejahtera Didirikan: Jakarta.16. 20 April 2002 Asas: Islam Ketua Umum: Tifatul Sembiring Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi 17. 20 Januari 2002 Asas: Islam Ketua Umum: KH Zainuddin MZ Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 23 provinsi 18. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Didirikan: Jakarta. Partai Bintang Reformasi Didirikan: Jakarta.

18 November 2002 Asas: Pancasila Ketua Umum: Oesman Sapta Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi 24. Partai Sarikat Indonesia Didirikan: Surabaya. 17 Desember 2002 Asas: Pancasila Ketua Umum: H Rahardjo Tjakraningrat Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 22 provinsi 23. 1 Juni 2001 Asas: Pancasila Ketua Umum: KRMH Japto S Soerjosoemarno Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi 22. Partai Golongan Karya Didirikan: Jakarta. 29 November 2002 Asas: Pancasila Ketua Umum: Rachmawati Soekarnoputri Keterangan: Lolos verifikasi faktual di 21 provinsi .20. Partai Persatuan Daerah Didirikan: Jakarta. Partai Pelopor Didirikan: Jakarta. 20 Oktober 1964 Asas: Pancasila Ketua Umum: Jusuf Kalla Keterangan: Electoral Threshold 21. Partai Patriot Pancasila Didirikan: Jakarta.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)* ‡ 14. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme)* . Partai Amanat Nasional (PAN)* ‡ 10. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)* ‡ 3. yaitu: ‡ Partai politik nasional: ‡ 1.‡ Pemilu 2009 Pemilu 2009 diikuti oleh 38 partai politik nasional dan 6 partai politik lokal Aceh. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) ‡ 4. Partai Kedaulatan ‡ 12. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)* ‡ 8. Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) ‡ 11. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) ‡ 5. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ‡ 2. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)* ‡ 9. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ‡ 6. Partai Barisan Nasional (Barnas) ‡ 7. Partai Persatuan Daerah (PPD) ‡ 13. Partai Pemuda Indonesia (PPI) ‡ 15.

Partai Golongan Karya (Golkar)* ‡ 24. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)* ‡ 29. Partai Bulan Bintang (PBB)* ‡ 28. Partai Karya Perjuangan (PKP) ‡ 18. Partai Matahari Bangsa (PMB) ‡ 19.‡ 16. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) . Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia) ‡ 27. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)* ‡ 21. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)* ‡ 20. Partai Republika Nusantara (RepublikaN) ‡ 22. Partai Bintang Reformasi (PBR)* ‡ 30. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)* ‡ 26. Partai Demokrat* ‡ 32. Partai Patriot ‡ 31. Partai Indonesia Sejahtera (PIS) ‡ 34. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) ‡ 17. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI) ‡ 33. Partai Pelopor* ‡ 23.

Partai Bersatu Aceh (PBA) ‡ Catatan : Tanda * menandakan partai yang mendapat kursi di DPR pada Pemilu 2004 . Partai Daulat Aceh (PDA) ‡ 37. Partai Aceh (PA) ‡ 40. Partai Rakyat Aceh (PRA)[3] ‡ 39.‡ 41. Partai Merdeka ‡ 42. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) ‡ 43. Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) ‡ 38. Partai Buruh ‡ Partai Aceh: ‡ 35. Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS)[2] ‡ 36. Partai Sarikat Indonesia (PSI) ‡ 44.

Dari segi ini pun terkadang ada partai yang terlihat berusaha menggabungkan kedua unsur ini. partai ini seharusnya sudah bisa mengalihkan dukungan terhadap pemimpin menjadi dukungan terhadap identitas dan organisasi partai. misalnya. Bisa jadi karena identitas yang kurang kuat inilah. partai Indonesia secara umum masih mencari jati dirinya. Lemahnya ideologi bahkan bisa dilihat dalam partai-partai utama. Sangat sulit membedakan partai-partai Indonesia selain dengan mengelompokkan mereka dalam kelompok partai agamis dan sekuler. . seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Padahal. demi kelangsungan organisasinya.Potret Partai Politik Masa Kini ‡ Ideologi bagi partai adalah suatu idealisme yang menjadi garis besar bagi kegiatan dan organisasi partai. Partai besar. berusaha menggabungkan citra nasionalisnya dengan kedekatannya terhadap Muhammadiyah. pun masih amat bergantung pada karisma Mbak Mega (Megawati Soekarnoputri) untuk menarik pendukung. Partai Amanat Nasional.

partai-partai kita juga masih sangat lemah. hanya partai-partai besar yang mampu terus eksis di luar masa kampanye dan pemilu. Dengan kapasitas organisasi yang seperti ini. seperti PKS dan PAN. Sebagian besar partai juga masih mengontrak kantor cabangnya. Partai-partai seperti PDIP dan Golkar kurang mementingkan rekrutmen dan lebih menggantungkan diri pada popularitas partainya saat pemilu. PKS terlihat lebih mampu untuk konsisten menjalankan program rekrutmen. Hanya dengan komitmen para kadernya. Di tingkat masyarakat. kalau mereka sulit mendapat kontrakan. dan cabang-cabang mereka juga tutup. cabang PAN dapat tetap bertahan tetapi aktivitasnya sangat terbatas. sangat sulit bagi partai politik Indonesia membangun hubungan yang stabil dengan para pendukung dan anggotanya. cabang lokal juga sangat bergantung pada ketersediaan dana untuk tetap mengadakan aktivitas. partai-partai besar biasanya hanya mengandalkan pada suara yang didapat pada pemungutan suara sebelumnya.‡ ‡ Dilihat dari kacamata organisasi fisik. aktivitas juga terhenti dan partai menjadi vakum. Kebanyakan partai masih tidur kalau tidak ada pemilu. dan hanya partai Orde Baru yang punya kantor tetap. sedangkan PAN tertatih-tatih untuk mempertahankan eksistensinya di tingkat lokal. Walhasil. . Dari segi rekrutmen. memang memprioritaskan rekrutmen anggota baru. Kemampuan untuk tetap aktif sangat bergantung pada kapasitas cabang partai dan komitmen pemimpin di tingkat lokal. Lagi pula. tetapi kemampuan mereka untuk merekrut sangatlah berbeda. Adapun partai-partai muda.

yang diperlukan oleh partai politik bukan hanya dukungan. Tapi bisa juga ini karena kegagalan partai untuk berkembang pada masa lalu. Pemilihan Umum 2009 nanti adalah ujian penting bagi kematangan. bukan hanya bagi partai politik. tapi juga bagi pemilih dalam menentukan pilihannya. partai politik kita juga sedang belajar tentang organisasi dan manajemen. tidaklah mengherankan bahwa partai biasanya mengejar produk jadi dari selebritas sebagai calon anggota legislatif mereka. . Karena itulah partisipasi pemilih sangatlah penting untuk menyeleksi partai politik yang kurang efisien. Perjalanan partai politik Indonesia ke arah kemajuan masihlah panjang. Terutama bagi partai muda. dan pada masa reformasi ini pun mereka juga masih dalam tahap awal perkembangannya. Memang tren ini menandakan ketidakmampuan dan kemalasan partai untuk mendidik dan memupuk kadernya sendiri. Selagi kita belajar tentang demokrasi selama kuranglebih sepuluh tahun terakhir. tapi juga kesabaran pemilih untuk memberikan kesempatan kepada partai politik pilihan mereka. belum ada kader yang siap maju ‡ Jadi.Dengan manajemen anggota yang semacam ini. Godaan dan tantangan tentu saja banyak dan sangat mudah bagi partai politik untuk menjadi non-aktif dan kembali ke praktek politik uang.

PARTAI POLITIK DI INDONESIA ‡ Kata partai politik mungkin sudah sangat akrab di telinga kita mengingat sebagai konsekuensi dari sebuah Negara demokrasi maka menjadi keharusan bagi Negara Indonesia untuk memilki institusi-institusi / lembaga-lembaga politik yang secara prosedural menjadi syarat pemerintahan yang demokratis. Namun kali ini penulis akan menggunakan defenisi dari Giovanni Sartori. Dari sekian syarat itu yang selalu menjadi pembicaraan menarik adalah partai politik dan pemilu. Makax kemapanan demokrasi dalam sebuah Negara secara sederhana dapat kita nilai dari partai politik dalam Negara tersebut dalam kaian ilmu politik ada banyak ahli yang mendefenisikan partai politik. Dari defenisi yang telah dikemukakan sebelumnnya dapat kita ketahui bersama bahwa partai politik sebagai kelompok politik maka partai poltik akan menjalankan agenda-agenda politik dalam pemilihan umum dan bersaing dengan kelompok politik lainnya dalam pemilihan umum. Dalam defeisinya Satrori mengemukakan bahwa partai politik adalah kelompok politik yang di identifikasi dengan lambang yang di gunakan dalam pemilu dan mampu menempatkan kandidatnya dalam pemilihan umum untuk memperebutkan jabatan publik. . ‡ Sebagai salah satu institusi politik dalam sistem demokrasi banyak yang mengatakan bahwa partai poltik adalah tulang punggung dari demokrasi itu sendiri.

dan rekruitmen politik.‡ Namun sebagai sebuah kelompok politik partai politik memiliki fungsi-fungsi politik pula. pendidikan politik. menetapkan dan mengawasi sebuah kebijakan melalui wakil-wakil yang telah di pilih masyarakat melalui pemilihan umum. Karena melalui wakil-wakilnya tersebut memungkinkan partai politik mengambil aspirasi masyarakat untuk di rumuskan menjadi sebuah kebjakan dalam pemerintahan. Karena secara fundamental partai politik menjadi penghubung antara masyarakat dan Negara dalam proses mempengaruhi. sosialisasi politik. Dari beberapa fungsi yang telah disebutkan sebelumnnya dapat kita ketahui bersama bahwa partai politik menjadi sebuah intitusi yang penting dalam sistem politik yang demokratis. Dalam literatur politik ada beberapa fungsi partai politik diantaranya sebagai sarana komunikasi politik. .

. Sebagai sarana sosialisasi dan pendidikan politik partai politik justru tidak mendidik dan mencerdaskan masyarakat. Selanjutnya sebagai sarana rekruitmen politik masih banyak partai yang elitis dalam menyeleksi dan merekrut kader sehingga yang terjadi adalah stagnasi politik dan memperlambat regenerasi politik. platform serta agenda program partai semakin jauh. Tapi dapat di lihat dari praktek politik partai ternyata tidak banyak berubah. Sebagai sarana komunikasi politik partai politik cenderung mengabaikan aspirasi masyarakat dalam membuat sebuah kebijakan. Setidaknya telah dua kali bangsa ini melaksanakan pemilihan umum. Seperti kita ketahui bersama sejak nafas reformasi berhembus d Indonesia partai politik bermunculan di negeri ini. Partai politik tidak maksimal dalam menjalankan fungsinya bahkan bisa di katakan partai politk mengabaikan fungsi-fungsi tersebut.‡ Pertanyaan kemudian adalah bagaimana praktek partai politik yang ada di Indonesia. Ini dapat di lihat dari sosialisasi politik partai yang lebih cenderung menggunakan praktek lama dengan mengadakan pawai serta mobilisasi massa (show of power) dengan menggunakan artis dan pagelaran musik sebagai daya tarik sehingga kesan mendidik lewat visi misi. Hal tersebut membuat panggung politik bangsa di isi oleh wajah-wajah lama.

Infrastruktur Politik ‡ Kelompok masyarakat yang merupakan kekuatan sosial dan politik rill di dalam masyarakat. partai politik adalah sekelompok orang yang terorganisir yang berusaha untuk mengendalikan pemerintahan agar dapat melaksanakan program-programnya dan menempatkan angota-anggotanya dalam jabatan pemerintah. kelompok kepentingan.1. a. kelompok penekan. media komunikasi politik dan tokoh politik. disebut infrastruktur politik yang mencakup 5 komponen yaitu : partai politik. Partai Politik (political party) di Indonesia ‡ Menurut Husazar dan Stevenson. .

dan sosialisasi politik. yaitu dapat didekati dari sudut kekuasaan. ‡ Struktur politik di dalam suatu negara adalah pelembagaan hubungan organisasi antara komponen-komponen yang membentuk bangunan politik dan selalu berkenan dengan alokasi nilai-nilai yang bersifat otoritatif. permasalahan politik dapat dikaji melalui berbagai pendekatan. Tidak berjalannya aggregasi adan artikulasi politik menjadikan masyarakat apatis terhadapnya. yang dipengaruhi oleh distribusi serta penggunaan kekuasaan. Semoga dalam pemilihan umum tahun ini kita menemukan apa yang di harapkan sehingga pemilu tidak hanya menjadi pesta politik yang sia-sia. pemikiran. Menurut Alfian. pendidikan. konstitusi. struktur politik. Pragmatisme politik yang di terapkan oleh partai politik di Indonesia menyebabkan partai politik sering menjadi pemicu konflik di masyarakat sehingga menyebabkan partai politik kehilangan kepercayaan dari masyarakat. komunikasi politik. Padahal seperti harapan kita bersama kehadiran partai politik dapat memberikan pencerahan dalam hal pendewasaan politik masyarakat sehingga menempatkan masyakat sebagai subjek politik bukan sebagai objek. dan kebudayaan politik .‡ Dari hal yang telah di sebutkan di atas dapat di simpulkan partai politik masih jauh dari maksimal dalam menjalankan fungsi-fungsinya.

Masa Pra Kemerdekaan ‡ Partai-partai yang berkembang sebelum kemerdekaan dengan 3 aliran besar yaitu Islam(Sarekat Islam). dan Komunis(PKI).Sejarah Partai Politik . . PRI. PI). Nasionalis(PNI. serta Budi Utomo sebagai organisasi modern yang melakukan perlawanan tidak secara fisik terhadap Belanda. IP.

PWR). PIN. Hingga Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang melahirkan Demokrasi terpimpin. . IPKI). Partai Katolik).Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1965) ‡ Maklumat Pemerintah(3 Nov 45) yang memuat keinginan pemerintah akan kehadiran partai politik agar masyarakat dapat menyalurkan aspirasi secara teratur membuat tumbuh suburnya partai-partai politik pasca kemerdekaan. Partai Sosialis Indonesia. Akhirnya. Parkindo. Dan terjadi pengucilan kekuatan TNI oleh PKI dalam Peristiwa G30s/PKI dengan jatuhnya 7 perwira tinggi TNI AD. dasar Marxisme(PKI. NU. dan dasar Nasionalisme(PTDI. Dan terbagi 4 aliran yaitu : dasar Ketuhanan(Partai Masjumi.. Partai Murba. dasar Kebangsaan(PNI. PIR. Permai). INI. Pada masa Demokrasi Liberal berakibat mandeknya pembangunan ekonomi dan rawannya keamanan karena perhatian lebih ditujukan pada pembenahan bidang politik. PTI. Kehancuran Orde Lama ditandai dengan surutnya politisi sipil.

. .. Era Orde Baru mengalami antiklimaks kekuasaan hingga Indonesia mengalami krisi moneter dan berkembang menjadi krisis multidimensi.Masa Reforfmasi(1999-Sekarang) ‡ Pada masa ini merupakan arus angin perubahan menuju demokratisasi dan asas keadilan. Dan partai politik diberi kesempatan untuk hidup kembali dan mengikuti pemilu dengan multi partai.Masa Orde Baru (1966-1998) ‡ Pada era Orde Baru partai Golkar selalu mengalami kemenangan dan hanya mempergunakan asas Pancasila.

Kelompok anomik => Terbentuk diantara unsur masyarakat secara spontan . kelompok kepentingan diidentifikasi kedalam jenis-jenis kelompok.Kelompok non-asosiasional => Jarang terorganisir secara rapi dan kegiatannya bersifat kadang kala. yaitu : .Kelompok institusional => Bersifat formal dan memiliki fungsi politik disamping artikulasi kepentingan. .Kelompok asosiasional => kelompok khusus yang memakai tenaga professional yang bekerja penuh dan memiliki prosedur teratur untuk memutuskan kepentingan dan tuntutan. . Almond.b. dengan sasaran yang monolitis dan intensitas usaha yang tidak berlebihan serta mengeluarkan dana dan tenaga untuk melaksanakan tindakan politik di luar tugas partai politik. Menurut Gabriel A. . Kelompok Kepentingan (interest group) ‡ Aktivitasnya menyangkut tujuan yang lebih terbatas.

Organisasi-organisasi sosial keagamaan. . e.c. d. Organisasi Kepemudaan. c. Kelompok penekan dapat terhimpun dalam beberapa asosiasi yaitu : a. b. Organisasi Pembela Hukum dan HAM. serta f. Kelompok Penekan (pressure group) ‡ Salah satu institusi politik yang dapat dipergunakan oleh rakyat untuk menyalurkan aspirasi dan kebutuhannya dengan sasaran akhir adalah untuk mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijakan pemerintah. Lembaaga Swadaya Masyarakat (LSM). Yayasan atau Badan Hukum lainnya. Organisasi Lingkungan Hidup.

e. asosiasi.d. Tokoh Politik (political/figure) ‡ Pengangkatan tokoh politik merupakan proses transformasi seleksi terhadap anggota masyarakat dari berbagai subkultur dan kualifikasi tertentu yang kemudian memperkenalkan mereka pada peranan khusus dalam sistem politik. Media Komunikasi Politik(political communication media) ‡ Salah satu instrumen politik yang berfungsi menyampaikan informasi dan persuasi mengenai politik baik dari pemerintah kepada masyarakat maupun sebaliknya. . kelompok kepentingan serta derajat politisasi dan partisipasi masyarakat. organisasi. Pengangkatan tokoh politik akan berakibat terjadinya pergeseran sektor infrastruktur politik.

Seligman. b. yaitu : a. . dan d. serta kesamaan lainnya. c. Infra struktur politik sering disebut sebagai bangunan bawah. kesamaan tujuan. Representativitas elit politik. Legitimasi elit politik. proses pengangkatan tokoh politik akan berkaitan dengan beberapa aspek. atau mesin politik informal atau mesin politik masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok yang dibentuk atas dasar kesamaan social. Hubungan antara pengangkatan tokoh-tokoh politik dengan perubahan politik. ekonomi.Menurut Letser G. Masalah kekuasaan.

Dengan tujuan mendapatkan kekuasaan politik dengan cara konstitusi.Pengelompokan infra struktur yang paling nyata dalam kehidupan Negara. . Partai Politik Merupakan suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya memiliki nilai orientasi. melalui pemilihan umum ( PEMILU ) 2. Organisasi Kemasyarakaan ( ORMAS ) Dibentuk dengan tujuan-tujuan dalam bidang social dan budaya. dan cita-cita yang sama. Organisasi ini tidak melibatkan diri untuk ikut serta dalam dalam peserta untuk memperoleh kekuasaan dalam PEMILU. yakni : 1.

Mereka antara lain : industriawan dan asosiasi-asosiasi lainnya.3. kelompok ini tidak berusaha menguasai pengelolaan pemerintahan secara langsung. 4. Kelompok Penekan ( Persure Group ) Kelompok yang dapat mempegaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah melalui cara-cara persuasi. propaganda. Kelompok Kepentingan ( Interest Group ) Merupakan kelompok yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan public. . atau cara lain yang lebih efektif.

audio visual. tokoh adat. audio. menyelesaikan sengketa politik. tabloit. dan media elektronik. Kelompok infra struktur politik tersebut. Koran. terlibat dalam proses politik. yang terjadi diantara berbagai pihak baik di dalam maupun di luar.5. . menyeleksi kepemimpinan. Media Massa ( Pers ) Media massa dalam arti sempit. Serta mempunyai daya ikat baik secara ke dalam maupun keluar. dan budaya. memberikan pendidikan politik. secar nyata merekalah yang menggerakkan sistem. dan bulletin-buletin pada kantor. majalah. melekukan sosialisasi politik. 6. memberikan input. yang meliputi surat kabar. Tokoh Masyarakat ( Opinion Leaders ) Kelompok yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat baik dari tokoh agama. Maupun media massa dalam arti luas yang meliputi: media cetak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->