PROCEEDING

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

“ Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi “

Vol. 1

No. 01

2010

ISSN 2087-2917

0

KATA PENGANTAR Seminar Nasional dan Call for Paper ini diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kegiatan ini bertujuan strategis memberi kontribusi dalam pengembangan Administrasi Perkantoran, baik dari sisi keilmuan maupun praktis, yang didasarkan pada perkembangan terkini yang terjadi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk bertukar pikiran dalam mengembangkan Administrasi Perkantoran yang professional. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 200 orang yang berasal dari para akademisi dan praktisi di bidang Administrasi Perkantoran dari berbagai institusi seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Malang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Brawijaya dan Universitas Merdeka Malang, serta beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Propinsi Jawa Tengah yang memiliki program studi/ jurusan Administrasi Perkantoran. Beragam topik, baik hasil riset empiris, studi literatur atau konsep praktis, dirangkum dalam sebuah tema besar “Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi”. Kami berharap, bahwasanya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan dukungan bagi pengembangan program keahlian Administrasi Perkantoran, baik pada institusi bisnis, nirlaba maupun pendidikan. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor Univeristas Negeri Semarang dan seluruh jajarannya, pihak sponsor (Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BPD Jawa Tengah, Harian Suara Merdeka, CV. Hamparan Karya) serta seluruh peserta dan pemakalah yang mendukung kesuksesan kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia yang terlibat, juga tim Reviewer dan Editor, yang tanpanya, tujuan diadakannya kegiatan ini, tidak akan tercapai. Semarang, 16 Oktober 2010 Sri Wartini, S.E.,M.M. Ketua Panitia

1

PROCEEDINGS

Seminar Nasional dan Call for Paper “Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi”

Reviewer: Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. Dr. Kardoyo, M.Pd. Dra. Murwatiningsih, MM Drs. Martono, M.Si. Dra. Nanik Suryani, M.Pd. Editor Kepala: Arief Yulianto, SE,MM Editor Pembantu: Andhi Wijayanto, SE, MM Desti Ranihusna, SE, MM Moh. Khoiruddin, SE, MM Nury Ariani, SE, M.Sc. Vitradesie Noekent, SE, MM

2

DAFTAR ISI Kata Pengantar Dewan Redaksi Administrasi Perkantoran Dalam Perspektif Modern (Ade Rustiana) Pengarsipan Digital Pada Instansi Pemerintah :Sebuah Langkah Menuju Manajemen Perkantoran Modern (Vitradesie Noekent) Pengaturan Tata Ruang Kantor Pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus (Wiwin Anugrahati) Memodernisasi Sistem Perkantoran Melalui Peran Teknologi Informasi (Wahyono) Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII B SMPN 1 Tersono Kabupaten Batang (Yulia Ratnaningsih) Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Mengelola Kearsipan Pada Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Smk Taman Siswa Kudus (Nova Chotibul Umam) Model Manajemen Kearsipan Sebagai Upaya Unnes Meraih Sertifikat ISO 9001: 2008 (Agung Kuswantoro) Pengaruh Catatan Siswa Terhadap Ingatan Siswa dalam Mata Pelajaran Ekonomi, Kelas X, SMA Negeri 1 Boja Kendal (Fridolin Palupi Sri Kurniawati) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Teknologi Informasi Komunikasi pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran (Rizal Fadilla Septian) dan

Komparatif Pembelajaran Mengetik Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audio Visual Program Macromedia Flash pada Siswa Kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang (Sri Sukariyah) Komparasi Pembelajaran Stenografi Dasar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audiovisual „filmstrip‟ pada Siswa Kelas XI AP di SMK Widya Praja Ungaran (Wardah Rizqi Tourviana) Informatics-Based HR Quality Improvement in Dealing with Globalization and Industrial Era Challenges (Sri Wartini, SE, MM) Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran (Widya Latif Kartika) Pengaruh Strategi Guru Mengajar dan Strategi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Ips) Terpadu Kelas Vii di Smp Negeri 5 Ungaran (Winarti) Pengaruh Motivasi Belajar, Lingkungan Keluarga dan Strategi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan Siswa Kelas Xi Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Taman Siswa Kudus (Rita Trisna Deasyanti) Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang (Sischa Apriliyanti)

3

Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang (Sri Haryati) Manajemen Administrasi Informasi Pertanian Berbasis IT di Provinsi Jawa Tengah (Sucihatiningsih DWP dan Himawan Arif S) Kompetensi Profesional Guru dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang (Nur Aeni Yuniarsih) Perbandingan Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Visual Berbasis Macromedia Flash Mx dalam Pembelajaran Mata Diklat Kearsipan pada Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Smk N 1 Boyolali (Nurul Khaqim) Prosedur Administrasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor pada Up3ad Kabupaten Kendal (Khusnul Budi Ani) Peningkatan Motivasi Kerja Pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah (Heni Maulidah) Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas XI Smk N I Punggelan Banjarnegara (Ristian Cahyo Saputro) Pengaruh Keterlibatan Orang Tua dan Minat Siswa Memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap Prestasi Belajar Mata Diklat Produktif Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran Smk Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal (Silfia Rizqi Amalia) Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran Dan Fasilitas Belajar terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran XI SMK N 1 Kendal Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010 (Siti Susanti) 4 . Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi terhadap Prestasi Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010 (Erni Dwijayanti) Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran Smk Negeri 1 Boyolali (Laela Nur Farida) Upaya Pengembangan Kompetensi Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa. Politik. Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang (Indah Fitria Rahayuningrum) Prosedur Administrasi Peralatan Kantor pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah (Rodhiana Dewi Nugrah Apriliana) Desain Implementasi TIK dalam Administrasi Perkantoran (Arief Yulianto) Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII Smp Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes (Dede Atikah) Pengaruh Cara Belajar.Upaya Peningkatan Kualitas Sekretaris Dalam Manajemen Perkantoran Pada Badan Kesatuan Bangsa.

Manajemen memodifikasikan organisasi perkantoran agar dapat menetapkan dan memformalkan hubungan-hubungan yang diminta oleh teknologi informasi. kedua bahwa administrasi perkantoran adalah pelengkap dalam sistem administrasi perkantoran untuk pencapaian tujuan organisasi. dan Drukcker).yaitu pertama bahwa administrasi perkantoran adalah sistem pelayanan dalam sebuah organisasi perkantoran baik itu dalam organisasi yang berorientasi pada profit maupun pada organisasi nirlaba karena ini merupakan sistem dalam pelayanan tentu ada aspek-aspek administrasi perkantoran yang dapat disentuh oleh modernisasi tetapi ada hal lain yang harus dengan manual . dan merawat aktiva. Ada lima fakta yang jamak terdapat dan berlangsung dalam organisasi perkantoran yaitu: Setiap organisasi perkantoran pasti mencakup SDM baik disebabkan oleh struktur formal atau informal. (c) Walker. Hal ini disebabkan dua hal. 3) bersifat manajerial. menunjukan sinyalemennya bahwa perubahan organisasi garis kepada organisasi garis dan staf disebabkan oleh dampak teknologi. 2) bersifat fungsionalistik: administrasi perkantoran meliputi : menghimpun dan merekam data intern dan ekstern organisasi. perubahan. menaruh perhatian besar. Manajemen mempertahankan baik organisasi perkantoran yang ada maupun teknologi informasi yang tersedia namun pendekatan itu dibarengi oleh kegiatan untuk memperkenalkan mekanisme agar dapat mengurangi ketaksesuaian dan konflik diantara organisasi dan teknologi informasi tersebut. Jasinki mengemukakan bahwa “suatu perubahan dalam produksi atau teknologi mempengaruhi hubungan-hubungan organisatoris”. 5 . Brech. menganalisis data. 3) Bersifat Teknis. 4) Setiap orang dalam organisasi perkantoran memiliki tujuan individu. 4) bersifat sekunder sedangkan Paradigma baru administrasi perkantoran struktural yaitu : 1) bersifat Druckeristik. 5) pencapaian tujuan secara bersama. menyajikan informasi. Pandangan para ahli Manajemen terhadap pengaruh teknologi: Tidak banyak menaruh minat terhadap faktor teknologi (Fayol. i Frank J. dan perkembangan terus menerus”. Sehingga dari dua hal tersebut dapat dimaknai bahwa administrasi perkantoran ada yang dapat berkembang secara terus menerus tetapi ada pula yang harus mengikuti pola sebelumnya. 2) Interaksi baik berhubungan dengan arus pekerjaan maupun arus informasi. 3. hal itu seperti dikemukakan oleh Kuhn bahwa setiap disiplin ilmu mengalami “pasang surut. 4) bersifat Partisipatif. Alternatif pendekatan untuk menghadapi masalah konflik antara kebutuhan teknologi dan kebutuhan organisasi seperti: 1.Administrasi Perkantoran dalam perspektif modern Oleh: Ade Rustiana* Abstrak Perkembangan ilmu administrasi perkantoran tidak dapat dihindari dari tuntutan moderenisasi/ globalisasi . Urwick. 3) hubungan timbal balik baik dalam organisasi intern ataupun ekstern. Sebagai buktinya bahwa dalam ilmu administrasi perkantoran terjadi perubahan paradigma yaitu dari paradigma lama menjadi paradigma baru dengan tanpa meninggalkan esensi-esensi yang ada di paradigma sebelumnya (lama) yaitu paradigma administrasi perkantoran konvesional yaitu bahwa : 1) bersifat Tayloristik. Manajemen memodifikasikan teknologi informasi agar dapat menyesuaikan diri dengan organisasi perkantoran yang telah ada dan telah berjalan. (b) Dubin. mengatakan bahwa suatu pandangan organisasi sebagai system teknologi memberikan kepada organisasi itu dasar yang lebih baik untuk pemahaman dan perbandingan. 2. namun dalam parakteknya tuntutan tidak semua dapat dijalankan dalam semua aspek lebih-lebih dalam administrasi perkantoran. Pakar perilaku manusia menganggap penting arti teknologi seperti (a) Farrow. walaupun mungkin caranya berbeda-beda. 2) bersifat klerikalistik. pelengkap bukan berarti keberfungsiannya berkurang atau sewaktu-waktu dapat dihilangkan tetapi pelengkap yang dimaksud sebagai sistem yang tidak dapat dipisah satu dengan lainnya.

Berbicara Ilmu Administrasi Perkantoran tidak terlepas dari sistem yang ada pada sebuah organisasi lebih-lebih pada Dunia Pendidikan. Dalam perkembangan.Pendahuluan Peradaban kemajuan zaman tak terasa begitu cepat bagaikan kilat. yaitu organisasi bekerja berdasarkan perilaku manusia yang membentuk kerjasama yang memiliki wadah atau tempat dengan segala fasilitas yang harus dimilikinya dengan etika dan segala ketentuan yang pada akibatnya melahirkan struktur yang baku. Pertanyaan sederhana muncul mengapa? dan apa penyebabnya? Jawab sederhana hanya satu kata “Kemajuan”. dan perkembangan terus menerus”. Kuhn dengan judul the structure of scientific Revolution dalam Faried Ali berpendapat bahwa setiap disiplin ilmu mengalami “pasang surut. Dan kalau masa krisis berlanjut. Namun jika suatu ketika ilmu pengetahuan bersangkutan tidak lagi dapat memecahkan masalah yang dihadapkan padanya. akan mendobrak terjadinya revolusi berpikir yang dapat melahirkan Paradigma kedua atau berikutnya dan akan begitu seterusnya setiap ilmu pengetahuan seiring dengan pemikiran filsafat para pemikir. Pemikiran paradigmatik ini dapat di contohkan pada pemikiran filsafat tentang organisasi (dalam hal perkantoran). dengan aliran pemikiran kausalitas (atau yang disebut filsafat determinisme). Fokus bisa saja sama tetapi lokuslah yang membedakan satu disiplin dengan displin lainnya. memahami dan menganalisis hanya pada satu aspek saja lebih-lebih pada Dunia Pendidikan kita harus melihat sebagai sistem yang tak terpisahkan. dimana terjadi apa yang diistilahkan oleh Kuhn sebagai anomali. berlari tak ada ujung tujuan hingga semua orang hampir bahkan lupa dengan masa lalunya lebih-lebih pada masa sebelum hidupnya. akibat selanjutnya akan terjadi masa krisis. seperti persoalan otonom dalam kerangka organisasi negara sehingga seakan terjadi anomali sebagaimana dikemukakan oleh Amien dalam kemandirian Lokal Perspektif Sains Baru terhadap Organisasi. Era kemajuan identik dengan era Globalisasi yaitu bahwa semua orang memandang diera global sudah tidak trend lagi kalau berbicara ilmu pengetahuan modern masih membicarakan hal-hal yang tidak mengikuti perkembangan dan sangat ironis pada saat bicara global (kemajuan) di satu sisi masih ada yang berbicara tradisional (ilmu yang sudah jauh ketinggalan). semua persoalan dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan bersangkutan secara relevan. Pada paradigma yang berlaku dimana organisasi dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang normal dengan berbagai teori yang dikembagkannnya. Pasang surut itu digambarkan bahwa: Paradigma pertama mengembangkan sesuatu ilmu pengetahuan secara normal. perubahan. Kita menyadari perkembangan dan kemajuan zaman adalah tuntutan ilmu pengetahuan untuk dapat mengimbanginya namun perlu pula disadari bahwa dalam perkembangan administrasi diamati dari waktu ke waktu dalam paradigma ontologi administrasi melalui metodologi ilmu. Hal Inilah yang membuat penulis untuk mengungkapkan sepercik pemikiran lewat call paper ini. Pembangunan dan Pendidikan. khususnya dalam ilmu organisasi yang melahirkan teori struktur yang antisipatif untuk terjadi proses pencapaian tujuan. pengamatan yang berlainan tersebut melahirkan pendekatan paradigmatik dimana pendekatan yang melihat dan mengkaji fokus dan lokus dari hal yang akan dikaji. 6 . Teori organisasi ini secara normal dapat menjawab permasalahan yang timbul dalam kehidupan organisasi bagaimanapun bentuknya apalagi dalam organisasi negara. Perkembangan inilah pada semua aspek ilmu pengetahuan tak dapat dihalangi lagi termasuk pada aspek Administrasi Perkantoran. Kemajuan sering diartikan sebagai cikal bakal dari segala perubahan yang diakibatkan karena tuntutan perkembangan yang semakin meneuntut. Disinilah terjadi krisis yaang mendobrak terjadinya revolusi ilmu. persoalan yang muncul dalam sebuah organisasi tidak bisa kita melihat. Pemikiran paradigmatik ini melahirkan pertanyaan: Bagaimana ilmu administrasi Perkantoran dari pendekatan ini? Tentunya hal ini terkait dengan aspek ontologis sebagai sisi yang harus dipahami secara filsafat. teori ini ternyata tidak lagi dapat menjawab persoalan-persoalan yang timbul dalam keorganisasian. objek filsafat administrasi akan terlihat berlainan.

tetapi memikirkan. administrasi Perkantoran mempunyai yang sama dengan fungsi manajemen lainnya. Pemisahan ini didasarkan pada pertimbangan tuntutan keteraturan yang diharapkan dan dipengaruhi oleh aliran pemikiran yang berkembang pada saat itu.Paradigma Ontologi Administrasi Perkantoran Pada awalnya administrasi dilihat sebagai administraasi. Aliran inilah yang disebut aliran manajemen dalam administrasi. Pemikiran ini pula yang melahirkan pemikiran tentang fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan administrasi perkantoran seperti muncul fungsi perencanaan (Planning). pembagian kerja dan adanya sistem kerja. (b) menganalisis data agar menjadi informasi yang signifikan. pendekatan dan terminologi. yaitu aliran struktural formal. Sebagai sebuah komponen dalam suatu keseluruhan sistem administrasi perkantoran Ikut membentuk ”kemitraan yang sederajat” (partnership of equals) dan ikut serta bertanggung jawab dalam memasok masukan ketika proses pembuatan keputusan itu berlangsung. Pada saat itu administrasi dipandang tidak lain sebagai seni pengaturan. 2) Bersifat klerikalistik: manajemen perkantoran sebagai pekerjaan tatausaha (paper works). 4) Bersifat sekunder yaitu administrasi perkantoran merupakan fungsi sekunder terhadap tujuan pokok usaha. setelah muncul aliran pemikiran yang mengembangkan pemikiran prinsip-prinsip administrasi secara universal. 4) Bersifat Partisipatif. 2) Bersifat fungsionalistik: administrasi perkantoran meliputi : (a) menghimpun dan merekam data intern dan ekstern organisasi. baik keputusan teknis. seperti prinsip pembagian kegiatan. Hal ini berlangsung lama sejak seratus enam puluh lima tahun sebelum masehi yaitu yang ditandai dengan lahirnya teori Dichotomy yang dikenalkan dan dikembangkan oleh Woodrow Wilson yaitu bahwa apa yang menjadi keteraturan yang di aktualisasikan dalam kegiatan-kegiatan kerja sama yang disebut dengan administrasi (tatkala admiinistrasi telah memperoleh kedudukan sebagai ilmu). harus dipahami dalam perspektif: Politik sebagai etik. bukan sebagai ilmu. dan politik sebagai teknik. 3) Bersifat Teknis: manajemen Perkantoran hanya berhubungan dengan keputusan-keputusan operatif. Pertimbangan aliran pemikiran ini adalah membagi keteraturan dalam jenjang kekuasaan yang secara formal (bentuk) terpisah (keteraturan dalam bentuk kegiatan administrasi dan keteraturan dalam bentuk politik). Bagaimana Adminiastrasi Perkantoran dalam perspektif modern Untuk menjawab hal tersebut perlu kita kembali pada persoalan dasar bahwa program administrasi perkantoran adalah sebagai sistem lebih-lebih sebagai suatu organisasi yang terprogram 7 . (c) menyajikan informasi untuk pembuatan keputusan. manajemen produksi berfungsi sebelum administrasi perkantoran Itu berfungsi. administrasi perkantoran menyajikan informasi untuk proses pembuatan keputusan bagi semua hierarkii manajemen. Oleh karena itu dalam pemikiran dikotomi berkembanglah pemikiran pemisahan politik dan administrasi. dan memahami administrasi sebagai proses manajemen. Pengorganisasian (organizing). Manajemen disini tidak dimaksudkan bahwa administrasi lebih luas dari manajemen. secara ontologis melahirkan paradigma awal dari ilmu administrasi dengan melakukan pengaturan bahwa kegiatan-kegiatan harus dilihat sebagai kegiatan politik ( ini berarti berkaitan dengan kekuasaan-influencing) dimana secara dikotomi. politik dan administrasi. Perkembangan selanjutnya terjadi perubahan dalam paradigma yang secara ontologi ilmu administrasi perkantoran berkembang ke paradigma lanjut. Konsekuensi perkembangan tersebut administrasi perkantoran yang semula paradigma administrasi perkantoran konvesional yaitu bahwa : 1) Bersifat Tayloristik: manajemen perkantoran sebagai kajian mengenai organisasi tingkat bawah. dan (d) merawat aktiva. Dalam kerangka inilah administrasi Perkantoran dipahami sebagai politik sebagai etik yaitu suatu proses yang berkenaan denngan perumusan tujuan dan sebagai politik teknik yaitu suatu proses administrasi yang berkenaan dengan pelaksnanaan. Aliran struktural fungsional ini diadopsi dari teori-teori ilmu sosial. operatif. Perkembangan menuntut sebagai konsekuensi keterbukaan pengetahuan maka perubahan paradigma dalam perkantoran pun terjadi dimana administrasi perkantoran struktural yaitu : 1) bersifat Druckeristik: administrasi perkantoran sebagai kajian mengenai sistem informasi untuk pembuatan keputusan. eksekutif maupun manajerial. bukan juga sebagai suatu disiplin yang memiliki objek. 3) Bersifat manajerial. penggerakan (actuating) dan pengawasan (controling).

oleh karena itu dalam upaya pengembangan Program administrasi perkantoran sebagai wujud nyata mengikuti perkembangan teknologi disamping sebagai konsekuansi paradigma baru yang bersifat struktural setidak-tidaknya ada lima buah fakta yang jamak terdapat dan berlangsung dalam organisasi perkantoran yaitu 1) Setiap organisasi perkantoran pasti mencakup SDM yang terlibat dalam interaksi sosial. serta fasilitas lainnya dan (c) Sumber daya konseptual dari kelompok khusus yaitu para manajer. 2) Setelah organisasi kantor terwujud. organisasi perkantoran atau kelompok fungsi dalam organisasi perkantoran mesti dirumuskan dan dimengerti oleh setiap personalis. mengolah. namun individu-individulah yang menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. Kendatipun organisasi perkantoran itu merupakan sebuah system. baik berhubungan dengan arus pekerjaan maupun arus informasi. Neuner dan L. kepemimpinan dan pengawasan yang efektif mesti ditegakan sehingga tujuan organisasi perkantoran itu dapat 8 . 4) Prinsip kesederhanaan. walaupun mungkin berbeda namun berkaitan dengan tujuantujuan individu tesebut. 4) Setiap orang dalam organisasi perkantoran memiliki tujuan individu. 2) Interaksi dalam system sosial itu tersusun dalam sebuah struktur yang menjamin perintah dan laporan.yang akan memiliki output yang jelas yaitu menghasilkan tenaga ahli (profesional) dalam bidang administrasi perkantoran. maka Unsur kerja menentukan mutu interaksi. 1) Organisasi perkantoran adalah suatu rangka dasar yang menjadi tempat orang-orang melangsungkan kegiatannya untuk menerima. yaitu barang ekonomi. (b) Sumber daya nirinsani. agar tiap personalia mengetahui dengan jelas kepada siapa ia melapor. dan menyajikan informasi serta merawat aktiva. Untuk dapat mewujudkan itu semua organisasi perkantoran memiliki prinsip kerja yang harus dipatuhi sebagai kesatuan sistem dalam mencapai tujuan yaitu Prinsip Organisasi Perkantoran. Tujuan yang dimengerti akan berubah menjadi motivasi untuk mencapainya. mengatakan bahwa kondisi yang dibutuhkan organisasi adalah interaksi antara dua orang atau lebih yang merasa bahwa kebutuhankebutuhan individual mereka dapat lebih baik terpenuhi melalui perpaduan kemampuan atau sumber daya yang dimiliki secara pribadi. unsur inti mulai terpengaruh oleh unsur kerja. yaitu kemampuan para karyawan kantor dan pengaruh pribadi mereka. sedangkan unsur kerja membuatnya efektif atau inefektif. Kesederhanaan memudahkan para pelaksana untuk memahaminya. 3) Sebagai suatu system terbuka.J. 2) Prinsip kesatuan fungsi. Keeling menyatakan ada delapan prinsip organisasi perkantoran yang esensial meliputi: 1) Prinsip tujuan. 3) Organisasi perkantoran mencakup susunan staf dan alokasi tugas dan tanggung jawab dalam mengolah data. 3) Prinsip hubungan individual. menyimpan.. yaitu orang-orang tertentu yang komunikasi dan interaksinya membentuk organisasi perkantoran. Unsur kerja (Working elements) yang muncul dalam organisasi perkantoran meliputi: (a) Sumber daya insani. 7) Prinsip kepengawasan dan kepemimpinan. Baton Rauge dari Lousiana state university. memasok informasi untuk pembuatan keputusan dan merawat aktiva. maka tiap petugas dalm organisasi perkantoran tersebut harus menerima perintah dari dan bertanggung jawab hanya kepada satu orang atasan. baik disebabkan oleh struktur formal atau informal. Mengacu pada interaksi yang sering disebut sebagai komunikasi bagaimanapun yang terjadi akan di dapat dua jenis unsur yang umum terjadi dalam setiap organisasi perkantoran yaitu: 1) Unsur inti adalah manusia. organisasi perkantoran yang efektif bekerja berdasarkan atas kesederhanaan dan interelasi yang jelas. setiap orang dalam organisasi perkantoran mesti diberi wewenang yang sesuai dengan tugas tanggung jawabnya sehingga dapat bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya tersebut. mereka masing-masing mengharapkan organisasi dapat membantu mencapai tujuannya. seperti mesin-mesin.B.W. Berdasarkan ke lima fakta itu dapat dikemukakan bahwa: 1) Organisasi perkantoran adalah suatu proses yang menjadi tempat orang-orang berinteraksi untuk mencapai tujuan kantor. setiap organisasi perkantoran terdiri atas sejumlah fungsi yang mesti bekerja sama untuk mencapai tujuan utama organisasi perkantoran itu. setiap organisasi perkantoran mempunyai hubungan timbal balik baik dalam organisasi intern ataupun ekstern. sebagian daripadanya merupakan alasan tindakannya. 5) Interaksi sosial yang terjadi dalam menejemen perkantoran tersebut juga dapat membantu pencapaian tujuan bersama. sedangkan interelasi yang jelas mengurangi keraguan. sebagaimana di ungkapkan J. organisasi perkantoran yang efektif terbentuk oleh pribadi-pribadi yang mesti melaksanakan pekerjaan. 5) Prinsip wewenang sepadan dengan tanggung jawab. 6) Prinsip laporan kepada atasan tunggal. perlengkapan kantor dan komputer. Para anggota yang berinteraksi membentuk sebuah organisasi perkantoran. Organisasi perkantoran merupakan suatu system yang terdiri atas sejumlah fungsi yang saling berhubungan dengan saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan.

maupun pihak lain yang membutuhkan. Brech. Namun demikian berkat perkembangan teknologi khususnya komputer elektronika dan system mesin dengan pelaksanaan bawahan yang kurang lebih serupa melalui prosedur pengawasan rutin. Suatu proses manajemen kantor selalu melahirkan dokumen-dokumen yang merupakan bagian dari bentuk hasil dari pengolahan data menjadi sebuah informasi yang berguna bagi pimpinan maupun unit-unit organisasi. lima hingga enam orang bawahan pada tingkat tinggi. seringkali terlalu ditekankan pada pentingnya peningkatan produktivitas organisasi dan efesiensi biaya. Organisasi Perkantoran dan Perubahan Teknologi Pendiri mazhab klasik dan master ekonomi negara dari Inggris. Adam Smith. seperti komputer elektronik. Bagaimana Sikap para ahli Manajemen terhadap pengaruh teknologiI: 1) Tidak banyak menaruh minat terhadap faktor teknologi (Fayol. 2. hingga akhirnya mencapai titik nol (bahkan negatif atau kekecauan pengawasan). semakin jauh pengawasan manajer kantor semakin besar kemungkinan menurunnya pertambahan kemampuan pengawasan. Urwick. mengatakan bahwa suatu pandangan organisasi sebagai system teknologi memberikan kepada organisasi itu dasar yang lebih baik untuk pemahaman dan perbandingan. Manajemen memodifikasikan organisasi perkantoran agar dapat menetapkan dan memformalkan hubungan-hubungan yang diminta oleh teknologi informasi. sekalipun bukan segala-galanya. Sementara itu. Teknologi Perkantoran dalam Dimensi Metode dan Prosedur Kerja Teknologi dan menejemen kantor Suatu organisasi dalam aktifitasnya hampir dapat dipastikan tidak lepas dari aktifitas menejerial. menaruh perhatian besar. penggerakan dan pengawasan. Pada awalnya tambahan kemampuan pengawasan itu akan meningkat sampai mencapai titik optimum pengawasan. Pengawasan yang efektif akan mencegah perubahan arah dalam mencapai tujuan. 2) Pakar perilaku manusia menganggap penting arti teknologi seprti (a) Farrow. Setelah itu tambahan kemampuan pengawasan tersebut akan semakin berkurang. 9 . agar pengawasan dan kepemimpinan dalam organisasi perkantoran efektif. Kebanyakan ahli menejemen melihat dua belas hingga lima belas bawahan sebagai jangkauan maksimum pada tingkat organisasi rendahan. mungkin dapat dibenarkan pernyataan”. antara personalia dengan personalia lainya dalam manajemen perkantoran tersebut. Gejala ini melahirkan apa yang disebut hukum semakin berkurangnya tambahan kemampuan pengawasan. jangkauan pengawasan di bawah pengawasan langsung dari seorang manajer kantor atau seorang pengawas seyogyanya dibatasi. maka manajemen perkantoran akan mengalami kegagalan dalam memahami potensi penuh dari perubahan yang terjadi dalam teknologi. (c) Walker. Ada beberapa alternatif pendekatan untuk menghadapi masalah yang menimbulkan konflik antara kebutuhan teknologi dan kebutuhan organisasi seperti: 1. (b) Dubin. 3. Manusia dalam usaha mengatur dan mengorganisasikan dirinya banyak dipengaruhi oleh kondisi produksi dan perkembangan teknologi”. sejak dari perencanaan. dan Drukcker). Manajemen mempertahankan baik organisasi perkantoran yang ada maupun teknologi informasi yang tersedia namun pendekatan itu dibarengi oleh kegiatan untuk memperkenalkan mekanisme agar dapat mengurangi ketaksesuaian dan konflik diantara organisasi dan teknologi informasi tersebut. pengawasan yang efektif pun merupakan proses belajar bagi organisasi di waktu yang akan datang. Jasinki mengemukakan bahwa “suatu perubahan dalam produksi atau teknologi mempengaruhi hubungan-hubungan organisatoris”. jumlah bawahan yang dapat diawasi seorang atasan dapat bertambah. Manajemen memodifikasikan teknologi informasi agar dapat menyesuaikan diri dengan organisasi perkantoran yang telah ada dan telah berjalan. Memaslahatkan seperangkat teknologi baru. menyatakan bahwa “bentuk-bentuk organisasi usaha tumbuh dari kebutuhan manusia dan kondisi lingkungan.tercapai. Jika manajemen perkantoran mengabaikan perubahan hubungan sosial seperti itu (yang disebut sebagai perubahan unsur inti ). menunjukan sinyalemennya bahwa perubahan organisasi garis kepada organisasi garis dan staf disebabkan oleh dampak teknologi. Peringatan dari Frank J. pengorganisasian. 8) Prinsip jangkauan pengawasan. Teknologi dapat mendorong sentralisasi mamajemen. Perubahan-perubahan yang terjadi yang disebabkan oleh penerapan teknologi perkantoran akan mempengaruhi hubungan sosial diantara manajer dan bawahan.

akan semakin menuntut seperangkat hardware yang modern pula. 3. karena organisasi turut berkembang dan tuntutan masyarakat semakin pesat dan kompleks. 6. bahwa setiap pola sistem yang berlaku akan terdiri dari sejumlah prosedur. 4. Sedangkan dilihat dari prosedur kerja dapat mengakibatkan: a) Semakin mempermudah pelaksanaan kegiatan sehingga berjalan secara efisien dalam hal waktu dan tenaga. d)Semakin efisien kerja (cepat selesai). c) Semakin sederhana (singkat).sejak dari penerimaan atau pembuatan sampai pada tahap akhir penyimpanan adalah merupakan rangkaian kerja/mekanisme sistem yang terdiri dari prosedurprosedur kerja. 10 . dilakukan pemrosesan dan pengolahannya dengan pemanfaatan peralatan dan mesin-mesin kantor. Hasil pekerjaan akan lebih kuat. dengan lahirnya peralatan yang menggunakan mesin-mesin modern. b) Semakin lancarnya kegiatan kerja sehingga menghasilkan pekerjaan tang efektif. yang dalam perkembangannya merupakan teknologi yang sangat diperluka. 2. semakin memberikan keringanan dan kemudahan bagi manusia di dalam melaksanakan proses aktifitas kantor dalam manajemen kantor. demikian berulang-ulang pada setiap jenis kegiatan yang sama. Untuk mengurangi kelelahan pegawai sehingga tidak mengurangi semangat dan etos kerja. Untuk menghemat waktu. b) Membantu manajemen dalam menilai pekerjaan kantor dan subsistem-subsistem pekerjaan. dan mesin-mesin guna melaksanakan kegiatan-kegiatan kantor tersebut. Semakin modern suatu organisasi. bentuk serta kecanggihannya semakin bermunculan saat ini. alat inventaris. Seperangkat alat Bantu/hardware inilah yang disebut dengan teknologi perkantoran. informasi yang dihasilkan baik berupa dokumen-dokumen maupun bentuk informasi lain. d) Memeriksa pengeluaran yang sifatnya memboroskan penggunaan pegawai dan catatan-catatan yang tidak perlu. adalah rangkaian kegiatan dari komponen-kompenen sistem yang saling terintegrasi untuk suatu sistem mekanisme kerja yang baik. Pola sistem yang bekerja di dalam suatu manajemen kantor merupakan gambaran sempurna dari seluruh kantor untuk di ketahui. serta di sisi lain tuntutan kemajuan organisasi dan kebutuhan masyarakat sendiri akan informasi. Maka secara bertahap alat-alat konvensionalpun kemudian berkembang semakin pesat. Contoh sederhana adalah penanganan surat masuk atau keluar. Perkembangan kemajuan teknologi perkantoran semakin pesat. Metode dan prosedur kerja Proses manajemen di dalam manajemen kantor adalah suatu sistem rangkaian aktifitas manajemen kantor. Teknologi Perkantoran dalam Dimensi Seperangkat Alat Bantu/Hardware Organisasi kantor menggarap bidang penyediaan dan penggunaan seperangkat bahan. Prosedur merupakan urutan pekerjaan atau kegiatan yang terencana dengan tujuan untuk menangani aktifitas yang berulang.Dalam suatu manajemen kantor. karena pekerjaan dapat dikerjakan lebih cepat dan tepat. harus di tunjang dengan prosedur dan metode kerja yang baik pula. berbagai macam dana corak. mengorganisasi dan mengolah data secara lebih komprehensif dan terpadu. Untuk meniningkatkan ketelitian dan memperbaiki suatu pekerjaan. Menciptakan metode kerja yang mengarah pada pencapaian tujuan yang efektif dan efisien dapat menimbulkan: a Menambah efisiensi kerja kantor. perkakas. Untuk memperlancar efektifitas pengolahan data. sehingga perencanaan. c) Mengadakan penghematan waktu dan biaya. rapi dan tersistem. Semakin berkembangnya perangkat hardware yang mendukung bidang perkantoran ini. Teknologi perkantoran ditinjau dari metode dan prosedur kerja dalam suatu organisasi kantor adalah menyesuaikan teknologi dengan metode dan prosedur kerja yang ditetapkan serta di sesuaikan dengan karakteristik kantor tersebut. 5. terdiri dari kegiatan-kegiatan subsistem-subsistem yang saling berkaitan serta tidak dapat di pisahkan satu sama lain. maka teknologi (khususnya teknologi perkantoran) ikut berkembang seiring dengan meningkatnya kecerdasan manusia dalam menciptakan teknologi modern. Keuntungan dari penggunaan alat-alat teknologi kantoran antara lain: 1.perabot. Teknologi Perkantoran dalam dimensi Metode dan Prosedur Kerja Suatu aktifitas kantor yang merupakan suatu mekanisme sistem. Dapat menampung.

perhatian terhadap mekanisme kerja (system. copyng machine. Masing-masing perangkat ini pada dasarnya memiliki tugas yang sama yakni mengolah data sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat dan tersistem. efisien. Sesempurna apapun perangkat hardware kantor yang tersedia. Seluruh proses aktifitas kantor yang berjalan secara efektif. Untuk itu dianjurkan kepada pengguna teknologi hardware kantor: 1. pengetahuan dan profesionalisme. dapat diselesaikan dan dilakukan dengan waktu relatif singkat tetapi tetap akurat. oleh karena itu peran dari teknologi menjadi penting. khususnya komputer atau microprocessor senantiasa melakukan apa yang disebut “Rekayasa dan desain ulang atas dirinya sendiri” sehingga perangkat ini akan berkembang dan sempurna dari generasi ke generasi. Yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah unit record (Panch Card). maupun dalam bentuk electrical data processing system. Pekerjaan administrasi perkantoran tidak lepas dari pencatatan. menjadi “raja” dalam suatu organisasi kantor. akurat dalam kondisi kerja yang efektif dan efisien. dan komunikasi. terutama tentunya dalam menghasilkan informasi yang dibutuhkan di dalam pembuatan keputusan. Ikutilah system prosedur dan metode kerja yang ada. pelaporan. Machines activated by a language : adalah mesin-mesin yang berada di dalam suatu sistem tertentu dengan menggunakan bahasa mesin. dengan alat bantu komputer ini. pengambilan data kembali. maka dalam upaya pelayanan tersebut tidak bisa meninggalkan pada aspek-aspek yang mendasar seperti apa yang dijelaskan dalam paradigma administrasi perkantoran konvensional yang pada akhirnya berkembang ke dalam paradigma struktural. adding and calculating. baik dalam suatu integrated data processing system. telecommunication machines dan komputerisasi. pengklasifikasian. Setiap perngkat hardware kantor. Administrasi perkantoran memiliki prinsip keilmuan sebagai upaya efisiensi dan efektivitas pelayanan dalam proses pencapai tujuan organisasi. penyusunan. yang lainnya prosedur dan metode kerja. Kesimpulan Tuntutan perubahan tak dapat dihindarkan sebagai konsekuensi dari perkembangan dan kemajuan ilmu dan teknologi. sehingga memungkinkan kantor dapat melaksanakan aktifitasnya sesuai fungsinya. agar mampu memanfaatkan hardware kantor secara efektif dan efisien. serta mampu mengolah dan memproses data menjadi suatu informasi yang tepat. menjadi penentu efektif tidaknya proses aktifitas kantor dapat berjalan. Perkembangan perangkat hardware kantor ini lebih tampak terlihat sejak manusia (baca: organisasi) mulai meminimalkan peran tanaga ekstra manusia yang dikerahkan pada alat-alat manusia konvensional masih berjaya. Jika diperinci perangkat hardware kantor ini dapat diklasifikasikan antara lain: 1. ataupun yang di butuhkan pula oleh unit-unit organisasi dan pihak lain yang memerlukan informasi. accounting machines. Penyediaan dan pemanfaatan hardware kantor di dalam suatu organisasi kantor diarahkan sepenuhnya terhadap upaya pencapaian tujuan organisasi. Maka pekerjaan kantor yang begitu kompleks khususnya dan proses manajemen kantor secara lebih luas. 2.pengorganisasian. terarah dan terpadu. dan metode) serta memelihara dan perawatan hardware. Berikan perawatan kepada hardware kantor yang digunakan 3. namun disadari atau tidak bahwa setiap kemajuan bukan berarti semua harus diikutinya. perhitungan. hampir tidak lepas dari peranannya yang multiguna dan multifungsi. Teknologi perkantoran ditinjau dari keberadaan dan pemanfaatan seperangkat alat Bantu/hardware adalah rangkaian upaya penyediaan dan pemanfaatan perangkat hardware yang dibutuhkan dalam seluruh aktifitas kantor. pada saat kapanpun proses manajemen kantor berlangsung. Tingkatkan kemampuan.penyimpanan. di samping kemampuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang terjadi secara pesat dan semakin sempurna 11 . Komputer sebagai salah satu alat Bantu/hardware dalam bidang perkantoran. prosedur. 2. Perkembangan perangkat alat Bantu/hardware bidang perkantoran Hardware kantor adalah seluruh paket atau komponen peralatan yang membentuk suatu sistem. efisien dan tersistem. Machine activites by a person : yang termasuk di dalam klasifikasi ini antara lain type writer. pengolahan serta pengawasan kantor dapat berjalan lancer.

Manajemen Kantor (Teori dan Praktek). 1980 Wilson. MPA Kerangka Dasar Ilmu Administrasi. Pengertian. Administrasi Perkantoran Modern.. 12 .. Bandung 1985 Miftah Thoha. Jakata 2006. Balai Pembinaan Administrasi. Private Ltd. Sinar Baru. Sutarto. 1970 Komaruddin.Aspek-Aspek Pokok Ilmu Administrasi Ghalia Indonesia Jakarta Sondang P. M.Daftar bacaan Ali. dkk.B. & Perincian Ilmu Administrasi. Taraporevala Sons & Co. PT Raja Grafindo.. Modern Office Management. Badri Munir Sukoco.Woodrow.B. Ilmu Administrasi Publik. Te Study of Administration. Filsafat Administrasi. Rineka Cipta Jakarta The Liang Gie & Drs. Siagian. Neuner dan L. Bombay. Akademi Administrasi Negara Yogyakarta. Jakarta. Keeling. D. Liberty Yogyakarta. Super Sukses Yogyakarta The Liang Gie. Faried. Aneka Sari Ilmu Administrasi.J. Kedudukan.. 2006 J. reproduced in Peter Woll (ed) “Public Administration “ Harper and Rom. Rineka Cipta. 1992 Pariata Westra.W.. Erlangga Jakarta 2007 Inu Kencana Syafiie.. Manajemen Adminstrasi Perkantoran Modern.

PENDAHULUAN 1. kehandalan dan kemutakhiran komunikasi dan pengolahan data. setelah pemerintah menggulirkan reformasi birokrasi di beberapa departemen. mudah penyimpanan.Kendal Seluruh Indonesia Intansi Pemerintah KPU Perpusda Provinsi Kantor Kecamatan Samsat Kantor Pelayanan Pajak Penggunaan TIK Pemungutan Suara PILKADA Katalog KTP Pembayaran pajak kendaraan bermotor Pembuatan NPWP secara on line 13 ." seusai rapat kerja dengan Komisi II DPR di Gedung DPR. Perubahan besar telah terjadi dalam lingkungan perkantoran. berkompeten dan memiliki etos kerja yang tinggi seolah menjadi harga mati. UU tersebut direspon dengan sangat baik oleh beberapa instansi pemerintah. serta hemat biaya. Di sisi lain. telah secara nyata memberi berbagai keuntungan. secara bertahap akan ditentukan yang mana hardcopy dan yang mana bisa disimpan dalam bentuk softcopy.com). Berikut petikan pernyataan Menpan : "Ada konsep digitalisasi arsip. terutama di kota-kota kecil atau di daerah terpencil. arsip digital. Penggunan TIK pada Instansi Pemerintah Daerah Kab. Dalam kenyataannya. seperti keuntungan dalam hal kecepatan. Dan tanpa menunggu terlalu lama.detiknews. tidak rusak. Usulan pemerintah tersebut telah dituangkan dalam UU No. Untuk mencapai tujuan tersebut. mudah ditemukan kembali. dengan kata lain arsip yang dikemas dalam bentuk elektronik atau digital yang dapat diakses bagi yang berkepentingan dan mempunyai otoritas untuk mengakses arsip tersebut. Jateng Kab. Muara akhir dari tujuan tersebut adalah efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan roda kepemerintahan. Kata Kunci: arsip. Bali Prov.43 tahun 2009 tentang Kearsipan.1. manajemen informasi berbasis TIK. akan dituangkan dalam RUU Kearsipan. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengalami kemajuan yang sangat pesat. masih banyak kantor pemerintah yang belum menggunakan sistem pengolahan data dengan memanfaatkan TIK. kecermatan. Salah satu solusinya adalah memanfaatkan teknologi informasi berupa suatu aplikasi yang terkomputerisasi untuk menyimpan arsip. bagaimana cara menyimpan dan mengemas arsip agar tetap memiliki nilai. Latar Belakang Tuntutan masyarakat pada instansi pemerintah untuk dapat menerapkan good corporate governance semakin menjadi hal yang tak terhindarkan. Aparatur pemerintah yang professional. dibutuhkan kemampuan untuk menata pekerjaan organisasi yang beragam agar bersinergi ke arah tujuan yang ditetapkan. Perkembangan TIK bahkan telah mengharuskan instansi pemerintah untuk selalu siap menghadapi perubahan yang terjadi. Jakarta (www. antara lain: Tabel 1. Senayan.PENGARSIPAN DIGITAL PADA INSTANSI PEMERINTAH (Sebuah Langkah Menuju Manajemen Perkantoran Modern) Vitradesie Noekent Abstrak Kesadaran institusi pemerintah akan pentingnya arsip telah memicu pemikiran. Proses alih media arsip menjadi arsip digital dilakukan dengan proses scanning dan arsip disimpan dalam format PDF agar keabsahan dokumen atau arsip tetap terjamin. Jembrana.

Tabel 2. Untuk itulah dibutuhkan upaya pendokumentasian. dengan metode pengarsipan yang tepat. Memberikan gambaran alternatif pengelolaan arsip menggunakan TIK berupa digitalisasi pengarsipan pada instansi pemerintah. Proses pengambilan keputusan oleh seorang pimpinan amat dipengaruhi oleh seberapa akurat data yang dimilikinya. selain merestorasinya. Gambaran Masalah yang Dikaji Tidaklah berlebihan jika disebutkan bahwa pengarsipan sebagai pusat ingatan organisasi untuk merujuk pada fungsi arsip yang vital dalam organisasi. maka aparat pemerintah akan dapat menyediakan informasi yang tepat. diolah kembali (2010) 1. hilangnya arsip penting. Berikut ini. GAMBARAN MASALAH 2. sobek. akurat. Tujuan Berdasar latar belakang di atas. berjamur. dokumen semakin dimakan usia. Kumpulan data yang menggambarkan perjalanan sebuah organisasi inilah yang disebut sebagai arsip. Penggunaan Pengarsipan Konvensional pada Instansi Pemerintah Instansi Pemerintah Pengadilan Jenis Arsip Sifat Arsip Vital Berita Acara Penyidikan Berkas penuntutan dari JPU Berita Acara Persidangan Putusan pengadilan Alat Bukti Surat Rumah Sakit Catatan medik Arsip Nasional Kolonial Memorie van Overgare Staatsblad Regeering Almanak Besluit Kementerian Luar Negeri Dokumen Negara MOU antar Negara Sumber: berbagai terbitan Surat Kabar. Memberikan gambaran permasalahan yang akan dihadapi jika sebuah instansi pemerintah menerapkan digitalisasi pengarsipan. Resiko kecurian juga mungkin terjadi. Selain kepentingan tersebut.Polres SIM Sumber: berbagai terbitan Surat Kabar. Khusus untuk arsip yang bernilai sejarah. 2. relevan dan tepat waktu secara efektif dan efisien. Berdasar data. banjir arsip dan ruang kantor yang tersita untuk tempat penyimpanan arsip. beberapa instansi pemerintah yang masih menggunakan arsip secara fisik/ konvensional. Selain itu. lengkap.2.1. maka penulisan artikel ini bertujuan untuk: 1. tinta luntur dan sebagainya) dan resiko kebakaran atau bencana lain (kebakaran atau banjir). fisik arsip sangat rentan dengan resiko akibat kerusakan (aus. maka keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan karena memiliki landasan empiris. Beberapa gejala kurang efektifnya sistem kearsipan di sebuah instansi pemerintah dapat dilihat dari sulitnya mencari kembali arsip pada saat diperlukan. diolah kembali (2010) Vital Vital Vital 14 .

“Setelah hacker Indonesia melakukan penyerangan terhadap situs-situs milik pemerintahan Israel.com/2009/01/serangan-hacker-indonesia-semakin-membabibuta. Gangguan tersebut dibedakan menjadi dua.go. sedang sumber gangguan eksternal berasal dari para perentas (hacker/ cracker)1. yaitu yang berasal dari internal dan eksternal. atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer dan administrasi terutama keamanan 15 . kini mereka mengalihkan perhatiannya untuk melakukan pembobolan situs-situs yang ada di Indonesia. Para hacker ini sudah tidak pandang bulu tidak hanya situs besar namun situs-situs kecil pun menjadi incarannya ( http://www. bisa membuat. Gambar 1. memodifikasi.anri. Ancaman para perentas ini tidak dapat dipandang sebelah mata.html ). Tempat penyimpanan arsip konvensional Pada kantor modern.1. menganalisa.id). Pelaksana Kegiatan (Man) dan Biaya (Money) Pelaksana kegiatan digitalisasi pengarsipan harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten yang disebut Arsiparis. yaitu: Kegiatan : Kegiatan Aplikasi Komputerisasi Sistem Pengarsipan Dokumen Nama Instansi : Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bontang Nilai : Rp 304. terutama bagi keamanan arsip yang memiliki nilai sejarah tinggi mengingat beberapa naskah sejarah mulai rapuh termakan usia.500.teknologinet. Identifikasi Digitalisasi dokumen merupakan suatu proses alih media dari dokumen secara fisik menjadi bentuk dokumen secara digital yang tersimpan dalam bentuk soft copy.Selain kelemahan di atas. Secara nasional. Sumber gangguan internal antara lain kerusakan komponen atau kesalahan sub sistem yang mengganggu sistem secara keseluruhan. IDENTIFIKASI. Proses alih media harus didukung dengan hardware yang dapat melakukan digitalisasi dokumen menjadi format digital dengan kecepatan yang tinggi dan software yang mendukung proses digitalisasi. dan selanjutnya bila menginginkan. institusi pemerintah yang mengelola arsip adalah Arsip Nasional (www. Kutipan berikut ini bukti ancaman tersebut. Berikut kami identifikasi beberapa hal yang dibutuhkan untuk menerapkan digitalisasi pengarsipan pada instansi milik pemerintah menggunakan pendekatan 5 M. kekurangan terbesar arsip konvensional pada kebutuhan biaya yang relatif tinggi (untuk pengadaan filling cabinet dan ruang/ gudang penyimpanan). Kami mencontohkan sebuah institusi pemerintah yang sudah menerapkan pengarsipan digital.000 (termasuk pajak) Dibebankan kepada APBD Kota Bontang tahun 2010 1Hacker adalah orang yang mempelajari. sangat mungkin terjadinya gangguan terhadap sistem yang digunakan. ANALISIS DAN ALTERNATIF 3.

Jangka waktu : 3 (tiga) bulan 16 .

alur ini dapat diidentifikasi.Alat dan Bahan (Material) Bahan-bahan yang dimasukkan antara lain: sumber-sumber yang diperlukan untuk keperluan proses belajar dan penelitian. rekaman suara. gambar bergerak dan gambar statis. Mesin scanner untuk dokumen berukuran kecil dan besar Metode Pelaksanaan (Method) Salah satu resiko pengarsipan digital menyangkut keamanan data dan kehandalan system pengamannya (security layer). seperti. peta. gabungan dari bahan-bahan konvensional dan media baru. naskah. Secara garis besar. Security Layer System 17 . Gambar 2. sebagai berikut: Identifikasi User Otorisasi User Filterisasi Top Secret Secret Confiden tial Enkripsi Gambar 3.

dokumen maupun foto secara digital akan membuat kita lebih ramah lingkungan. antara lain: 1. etc) Gambar 4.2. 2. kita dapat menggunakan data bahkan diharapkan data beberapa tahun (sepuluh tahun) dapat kita lihat kembali. Hal ini sangat diperlukan mengingat banyak sekali berbagai data yang hilang. copy. Analisis Berdasar uraian yang telah disampaikan.Dokumen Aktif Arsip Kerja Buku Jilid Arsip Sejarah Arsip Legal Scannin g PDF/TIFF/J PG OCR/ICR (Optical/Intelligent Character Recognition) Imaging Untuk diproses lebih lanjut (edit. Search Word by word. Dalam pemeriksaan keuangan. Kebutuhan untuk mem-back up Penyimpanan secara digital akan membuat kita memiliki back up data. Hal ini berpengaruh langsung terhadap penggunaan kertas. Penyimpanan secara 18 . Status konservasi menjadi acuan untuk sedapat mungkin menyimpan berbagai data secara digital. Penyimpanan berbagai arsip. terdapat beberapa masalah yang perlu dipecahkan. Tuntutan less paper Saat ini banyak dicanangkan tentang pemeliharaan pohon. Metode Pengalihan Dokumen 3.

digital akan membuat kita lebih memiliki tempat serta tidak akan merusak dokumen tersebut. 3. SDM (Sumber Daya Manusia) Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam perkantoran modern. Adanya SDM akan membuat perkantoran modern lebih baik dalam penyimpanan dokumen. Penyimpanan dokumen secara digital akan membuat pengurangan pegawai. Hal inilah yang suatu saat harus dilihat oleh perkantoran tersebut. Pengertian pengarsipan digital adalah suatu sistem berbasis IT yang berfungsi membantu memenuhi kebutuhan untuk memelihara dan melindungi data. Digitalisasi pengarsipan bermanfaat, sebagai berikut: 1. Untuk memungkinkan sektor pendidikan pada semua level mempunyai akses yang baik, sehingga kebutuhan-kebutuhan pendidikan nasional terpenuhi; 2. Untuk menjamin bahwa institusi-institusi publik, pada level lokal (propinsi dan kabupaten/kota) dan nasional, menseleksi, melestarikan dan mengelola arsip dinamis dan arsip statis mereka dengan baik, sesuai dengan dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan, pedoman dan standar-standar profesional yang terkait; 3. Untuk mendorong organisasi-organisasi swasta dan perorangan untuk mengelola arsip-arsip mereka secara efektif, dan melestarikan arsip-arsip statis yang bernilai historis dan bila memungkinkan memberikan kemudahan akses publik terhadap arsiparsip tersebut; 4. Untuk memungkinkan sektor kearsipan siap terhadap pengolahan data elektronik yang jumlahnya semakin meningkat; 5. Untuk memaksimalkan nilai sumber informasi yang disimpan oleh sektor kearsipan. 3.3. Alternatif Pemecahan Masalah Dokumen-dokumen yang akan didigitalisasi dibedakan berdasarkan pemilihan tematema tertentu. Hal ini lebih efisien dibanding melakukan digitalisasi terhadap semua khasanah arsip yang ada. Tahapan tersebut dibagi dibagi menjadi: 1. Pembuatan standard and operating procedure (SOP) Kearsipan; 2. Perencanaan dan perancangan disain sistem berdasar SOP Kearsipan; 3. Pembuatan aplikasi dan pembangunan data base; 4. Instalasi aplikasi; 5. Elektronisasi data persuratan dan kearsipan/ entry data; 6. Pengujian aplikasi; 7. Implementasi aplikasi; 8. Sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Berdasar urutan pelaksanaan di atas, maka hasil yang diharapkan akan dapat dicapai oleh institusi pemerintah dalam lima tahun mendatang adalah: 1. Akses ke arsip-arsip statis atau warisan dokumenter lainnya yang telah didigitalisasi akan tersedia bagi siapapun yang menginginkannya; 2. Penyelenggara kearsipan statis akan memberikan layanan-layanan publik baik secara onsite maupun online, yang akan merespon sesuai dengan kebutuhankebutuhan pengguna; 3. Links antara arsip nasional dan universitas-universitas, sekolah-sekolah, dan sektor-sektor pendidikan lainnya akan semakin kuat dan akan memenuhi kebutuhan para pengguna di sektor tersebut; 4. Semua arsip statis dalam tempat-tempat penyimpanan milik pemerintah, maupun dalam pengelolaan non-pemerintah (swasta dan perorangan) akan dilestarikan

19

secara aman dan disediakan bagi masyarakat dalam suatu provisi jaringan yang komprehensif. Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan adanya perubahan-perubahan perilaku pada: 1. Tingkat individual pengelola arsip, untuk menjamin bahwa nilai informasi arsip ditentukan dan tetap terjaga saat arsip diciptakan, dipelihara dan digunakan, serta disusutkan sesuai dengan sistem pengelolaan arsip yang menjamin kelengkapan, reliabilitas dan autentisitasnya. 2. Tingkat lembaga, untuk menjamin pelaksanaan manajemen arsip yang efektif dan efisien dalam upaya pemberdayaan arsip bagi keperluan manajemen. 3. Tingkat nasional, untuk menjamin pengelolaan keseluruhan arsip kepemerintahan sebagai sebuah khasanah yang utuh dan menjamin penggunaan bersama informasinya oleh Lembaga-lembaga Negara, Badan-badan Pemerintahan, swasta dan perseorangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. 4. Tingkat pengguna, untuk memelihara kesadaran bahwa telah tersedia arsip kepemerintahan yang sarat dengan informasi dan kemudahan untuk memanfaatkannya.

PENUTUP 4.1. Kesimpulan Digitalisasi dokumen sudah menjadi kebutuhan utama. Sebaiknya proses tersebut dilakukan berdasarkan pemilahan tema tertentu karena efisiensi organisasi menjadi prioritas tertinggi. Walaupun perubahan berpotensi menimbulkan ketidakpastian, namun demikian sudah menjadi kebutuhan publik untuk mendapatkan kemudahan akses informasi. Dilihat dari tingkat pengguna, perlu dipelihara kesadaran bahwa sudah tersedia arsip kepemerintahan yang sarat dengan informasi dan kemudahan untuk memanfaatkannya, sehingga tercipta Indonesia yang baik sesuai cita-cita bersama-sama. 4.2. Saran 1. Perluasan dan peningkatan kualitas jaringan komunikasi dan informasi kearsipan ke seluruh wilayah negara. 2. Pembentukan portal-portal informasi dan layanan arsip yang dapat mengintegrasikan sistem manajemen dan proses kerja pengelolaan arsip di antara instansi pemerintah terkait; sasaran ini akan diperkuat dengan kebijakan tentang keawajiban instansi pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan informasi dan layanan arsip secara on-line. 3. Pembentukan jaringan organisasi pendukung yang menjembatani portal-portal informasi dan layanan arsip tersebut di atas dengan situs dan sistem pengolahan dan pengelolaan informasi yang terkait pada sistem manajemen dan proses kerja pengelolaan arsip di instansi yang berkepentingan. Sasaran ini mencakup pengembangan kebijakan pemanfaatan dan pertukaran informasi arsip antar instansi pemerintah pusat dan daerah. 4. Pembakuan sistem manajemen arsip elektronik untuk menjamin kelancaran dan keandalan transaksi informasi antar organisasi diatas. REFERENSI www.anri.go.id http://www.teknologinet.com/2009/01/serangan-hacker-indonesia-semakin-membabibuta.html

20

PENGATURAN TATA RUANG KANTOR PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUDUS Wiwin Anugrahati ABSTRAK Tata ruang perkantoran merupakan salah satu penunjang kelancaran dalam menyelesaikan tugas. Sistem tata ruang kantor ada 3 yaitu tata ruang terbuka, tata ruang tertutup dan campuran. Lingungan fisik kantor meliputi cahaya, warna, udara, suara. Permasalahan dalam tugas akhir ini adalah: (1). bagaimana sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? (2). Kendala-kendala apa saja yang timbul dalam pengelolaan tata ruang kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus, untuk mengetahui kendala-kendala yang timbul dalam pengelolaan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa tata ruang pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan sistem tata ruang terbuka dan sistem tata ruang tertutup. Lingkungan fisik :(1) Pencahayaan, pencahayaan utama yang sering digunakan adalah pencahayaan sinar matahari,(2) Warna, warna dominan yang digunakan pada Dinas adalah warna kuning kecoklatan,(3) Udara, pertukaran udara yang ada pada tiap ruangan menggunakan saluran udara yang ada pada setiap sisi atas ruangan dan di lengkapi dengan jendela kaca,(4) Suara, suara yang mengganggu berasal dari internal kantor sendiri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpukan bahwa(1)Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka dan tata ruang tertutup hal ini karena untuk membedakan antara bagian yang satu dengan yang lain,(2) kendala- kendala,(a) kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor,(b) kendala dalam penerapan lingkungan fisik. Kata kunci: pengaturan tata ruang, kantor 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan pesat dewasa ini, kantor mempunyai makna lebih dari hanya sebagai tempat, melainkan sebagai pusat kegiatan penyediaan informasi, guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan disegala bidang (Sedarmayanti,2001: 2). Dalam menunjang kelancaran kantor, salah satu faktor penting yang ikut menentukan adalah penyusunan tempat kerja dan alat perlengkapan kantor sebaik-baiknya. Penyusunan alat-alat kantor pada letak yang tepat serta pengaturan tempat kerja yang menimbulkan kepuasan bekerja bagi para pegawai disebut tata ruang kantor (The Liang Gie, 2000:186). Di Indonesia tata ruang masih kurang mendapat perhatian dalam instansi-instansi pemerintah dan perusahan-perusahan swasta. Misalnya banyak terlihat suatu instansi yang banyak melayani publik ditempatkan dibelakang sehingga orang-orang harus bertanya kesana kemari sebelum dapat menjumpainya. Hal ini menyita banyak waktu dan mengganggu pegawai lain yang setiap kalinya harus memberi petunjuk itu. Tidak banyak dijumpai pula perusahaan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, pegawai-pegaiwainya berjalan dari satu meja kemeja orang lain. Sehingga mengurangi keefektifan dalam suatu pekerjaan, ini terjadi

21

karena tata ruang yang buruk. (The Liang Gie, 2000 : 187). Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus merupakan kantor yang bergerak dalam bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi yang dalam tugasnya memberikan pelayanan publik yang memiliki 2 unit kantor yang berbeda tempatnya, dengan demikian penataan tata ruangnya harus sesuai dengan fungsi kantor itu sendiri agar tidak mengganggu aktifitas staf lainnya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan maupun tamu yang hendak berkunjung tidak akan kebingungan. Beberapa hal yang menurut penulis bahwa tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang kurang sesuai dengan teori yang ada yaitu belum maksimalnya bangunan kantor untuk mempermudah kegiatan kantor sedangkan pegawai yang ada banyak, ini terjadi pada kantor unit 1 yang luas gedung hanya 469 m2 tetapi di tempati pegawai sebanyak 28 orang di tambah dengan adanya perabotan kantor yang penempatannya tidak sesuai, ini kan menambah ruangan menjadi sempit. Demikian ini, pegawai yang berada dalam kantor akan merasa tidak nyaman, panas dan efektifitas kerjanya jadi tidak maksimal karena ruang geraknya yang sempit, ini ditambah dengan fasilitas kantor yang penggunaannya belum maksimal yaitu jendela yang merupakan ventilasi udara tidak dapat dibuka sehingga udara tidak bisa bebas keluar masuk sehingga suhu pada ruangan menjadi panas. Adapun penempatan peralatan dan perlengkapan kantor yang kurang tepat, antara lain: penyusunan meja saling berdekatan dengan jarak 50 cm dan letak lemari arsip yang tidak sesuai. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sistem tata ruang pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? 2. Kendala- kendala apa saja yang timbul dalam penataan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? 1.3. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Untuk mengetahui Kendala- kendala apa saja yang timbul dalam penataan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Hasil penelitian 2.1. Tata Ruang Kantor Pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Berdasarkan dari penelitian penulis di lapangan mengenai penerapan sistem tata ruang kantor yang diterapkan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah sebagai berikut: 2.2.1. Penerapan Sistem tata ruang kantor Penggunaan tata ruang kantor merupakan segi yang terpenting dalam suatu perencanaan manajemen perkantoran. Ruangan yang disusun secara tepat dan memperhatikan semua komponen fisik yang ada di dalamnya akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Sistem tata ruang yang diterapkan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi Kabupaten Kudus adalah sistem tata ruang terbuka dan sistem tata ruang tertutup. 1. Tata Ruang Terbuka Dalam penerapan sistem tata ruang terbuka tidak menggunakan dinding atau papan penyekat yang membatasi antara pegawai satu dengan yang lainnya. Pada penerapan sistem

22

Keuntungan Penerapan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial. sistem tata ruang kantor tertutup diterapkan pada ruangan Kepala Dinas. Fleksibilitas tata ruang yang lebih besar. 2. Biaya pengelolaan ruangan relatif besar. sistem tata ruang terbuka diterapkan pada ruang staf tiap bidang pada Dinas Sosial. 2. Tata Ruang Tertutup Dalam tata ruang tertutup susunan tata ruang untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa kamar atau sekat atau sengaja dibuat pemisahan buatan diantara pegawainya. 1. 2. Tata ruang untuk resepsionis dan ruang tamu berada di depan ruang kepala dinas sehingga dapat mengganggu konsentrasi kepala dinas dalam menyelesaikan pekerjaan yang disebabkan oleh tamu yang sedang bertanya dengan resepsionis ataupun tamu yang mengobrol saat menunggu. 2. b. Kepala Sub Bagian Perencanaan. Kerahasiaan kerjaan kurang terjamin. Kepala Bidang Pengawasan.1. 3. Pengawasan yang lebih baik terhadap para pegawai.tata ruang terbuka terdapat keuntungan. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Sekretaris. Evaluasi Dan Pelaporan. 3. Kepala Bidang Sosial. Keamanan dan kerahasiaan pekerjaan lebih terjamin. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Lingkungan Fisik Kantor 2. Namun yang lebih sering digunakan adalah penerangan cahaya sinar matahari yang 23 . 3. Ketenangan ruangan lebih baik sehingga mudah dalam konsentrasi 2. Dalam penerapan sistem tata ruang kantor tertutup terdapat keuntungan-keuntungan dan kerugian yang diperoleh Dinas Sosial. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah a.2. Hubungan antar satuan kurang lancar atau banyak mondar-mandir. 3. Pengawasan pegawai kurang efektif. 1. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2.keuntungan dan kerugian yang diperoleh Dinas Sosial.Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dan Transmigrasi. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Kerugian penerapan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial. sehingga dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan dan persatuan yang lebih erat antara pegawai. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 1. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Keuntungan penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. Kerugian penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan penerangan melalui penerangan cahaya sinar matahari dan penerangan lampu neon. Lalu lalang pegawai dan tamu dapat terhindari. 1. Berdasarkan penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. Sering terjadi pembicaraan dan mengobrol diantara pegawai. b. Berdasarkan rumusan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial. Kepala Sub Bagian Keuangan. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.2. Mudah terjadi penularan penyakit di antara pegawai seperti influenza. Penerangan Pada kantor Dinas Sosial. Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi . Hubungan komunikasi kerja antar pegawai lebih mudah. Kepala Seksi Perselisihan Ketenagakerjaaan. dan Kepala Seksi Informasi. a.

Sumber Data Teknik pengumpulan data sangat penting bagi penulis untuk memperoleh data yang diinginkan. yaitu : 1. 1997: 55).2. Dengan teknik wawancara. Data Primer Data yang diperoleh langsung dari sumbernya diambil dan dicatat pertama kalinya (Marzuki. Penggunaan warna pada Kantor Dinas Sosial. bangunan. 3. Tenaga Kerja dan Transmigrasi . Suara Pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Udara Udara yang berada pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi panas pada musim kemarau. METODOLOGI RISET 3. 2. Data Sekunder Data yang diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti (Marzuki. Sedangkan lampu neon dipergunakan apabila cuaca mendung atau gelap. Dokumentasi Teknik dokumentasi adalah suatu usaha yang dilakukan dalam penelitian untuk mengumpulkan dokumen yang tersedia sebagai sumber informasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. warna tersebut dipertimbangkan memberi kesan tenang dan ruangan terlihat lebih terang. Wawancara ( Interview) Adalah mengajukan pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Petunjuk wawancara hanya berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan isi wawancara untuk menjaga agar pokok-pokok yang direncanakan dapat tercukupi semua. Warna Warna merupakan faktor yanng sangat penting untuk memperlancar efektivitas kerja pegawai karena warna sangat mempengaruhi keadaan jiwa mereka. (Maman Rachman. 2. b. Pada Dinas Sosial. 2. dan struktur organisasi. Peniliti melakukan wawancara dengan pendekatan mengunakan petunjuk umum wawancara. Metode Pengumpulan Data a. 24 .2. Sedangkan pihak luar tidak begitu mengganggu karena tamu berada di depan bagian kantor.1. 1997: 56).2.masuk melalui jendela-jendela yanng berada samping kantor.2. Dalam hal ini dokumen yang digunakan berasal dari literatur dan dokumen instansi yang digunakan untuk mendukung metode wawancara. 3. peneliti berusaha mencari informasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tema Tugas Akhir.maka udara pada ruangan menjadi panas dan sumpek akibatnya pegawai tidak merasa nyaman dan efektivitas pekerjaan terganggu. 1999: 83).2.3. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. ini dikarenakan ventilasi seperti jendela tidak bisa bermanfaat sesuai fungsinya yang seharusnya dapat mengalirkan udara keluar masuk. Data yang ada adalah data mengenai gambaran umum Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang meliputi lokasi. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan warna kuning kecoklatan. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari pegawai Dinas Sosial.jendala tertutup rapat tidak dapat dibuka sehingga karbon dioksida ataupun oksigen tidak bisa keluar /masuk dengan lancar . sumber suara sering mengganggu aktiviats kantor dan pegawai adalah dari pihak kantor sendiri seperti percakapan antar pegawai yang satu dengan pegawai yang lain dan suara gaduh dari peralatan kantor seperti mesin ketik.4. Adapun jenis data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini. dengan membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang ditanyakan dalam proses wawancara.

1999: 77). Sumber suara yang mengganggu yaitu dari pihak dari kantor sendiri seperti mesin ketik manual yang tidak di beri peredam suara dan pembicaraan pegawai waktu jam kantor. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka. METODOLOGI PENELITIAN 4. Ruang gerak pegawai yang kecil dapat mengurangi efektivitas kerja pegawai. pegawai akan merasa nyaman.1. seksi pengawasan norma kerja. Dalam hal ini observasi dilakukan oleh peneliti guna mendapatkan kejelasan dari data yang sudah didapatkan dari dokumentasi dan wawancara.c. Pembahasan Lingkungan fisik kantor adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pekerjaan terselesaikan dengan baik. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Udara yang tidak dapat keluar masuk karena jendela yang tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi panas sehingga dalam mengganggu konsentrasi pegawai dalam bekerja. Sistem tata ruang kantor Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Dinas Sosial. Hal ini sudah menjadi bagian dari suatu perusahaan atau instansi maupun dalam melaksanakan kegiatan perkantoran. 4. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi di temukan kendala. sub bagian umum dan kepegawaian. Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara keseluruhan menggunakan tata ruang terpisah-pisah yaitu susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa satuan yang dibagi-bagi karena keadaan gedung yang terdiri atas kamar-kamar. Jenis tata ruang terbuka terdapat pada bagian staff sekretariat. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Dengan terdapatnya sistem tata ruang tertutup pada tiap bagian atau seksi maka kantor akan terlihat kecil sehingga antara meja yang satu dengan meja yang lain saling berdekatan dan ruang gerak pegawai menjadi kecil. tidak bosan. Tetapi pada setiap bagian ruangan pada Dinas Sosial. Analisis data biasanya mencakup pekerjaan meringkas dari beberapa data yang telah dikumpulkan oleh peneliti untuk selanjutnya dikelola.kendala yang meliputi sebagai berikut: a.2. yaitu mengenai tata ruang kantor Dinas Sosial. Tehnik Analisis Data Setelah data terkumpul perlu segera diolah oleh staf peneliti khususnya yang bertugas mengelola data (Suharsimi Arikunto. Tata ruang terbuka digunakan berdasarkan banyak pegawai serta untuk menunjang kelancaran pegawai dalam bekerja. (Maman Rachman. sering mengganggu pegawai lain yang sedang melaksanakan tugas sehingga konsentrasi menjadi berkurang. b. dan biaya.3. Tata ruang kantor yang baik sangat mampu memotivasi para pegawai untuk menjadi lebih efektif dalam bekerja . 4. dan merasa tenang dalam bekerja sehingga hasil yang dicapai akan maksimal. Dalam penelitian ini data-data dan informasi yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan menggambarkan keadaan atau fenomena. Dalam teknik analisis ini akan membandingkan antara teori dengan fakta yang terjadi. membuat ringkasan menerapkan suatu teknik. 2002: 240). Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. seksi pengawasan kesehatan 25 . Kendala – kendala dalam tata ruang kantor Dalam penerapan tata ruang kantor yang dimiliki oleh Dinas Sosial. bekerja tanpa pemborosan tenaga. waktu.1. 3. Observasi Adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematisk terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.4. 4.

Lingkungan fisik pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi berada di dekat jalan raya akan tetapi suara bising kendaraan hampir tidak terdengar karena bangunannya letaknya menjorok ke dalam. 4. dan pelaporan.2. Dari keseluruhan kantor Dinas Sosial.com/2010). Salah satu tujuan dari tata ruang kantor yang baik adalah penggunaan segenap ruang kantor secara efisien untuk keperluan pekerjaan (http://iyanarafah.Kendala Dalam Tata Ruang Kantor 26 . Udara Pertukaran udara pada Dinas Sosial. namun ada beberapa hal yang perlu diperhatian dalam beberapa ruangan seperti ruangan kepala dinas. Meskipun letak Dinas Sosial. ini disebabkan masih terdapat ruangan yag terlihat sempit serta mengurangi ruang gerak pegawai dan ditambah dengan banyaknya barang. kabid pengawasan . Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah instansi pemerintahan sehingga menggunakan warna yang umum digunakan oleh kantor-kantor instansi pemerintahan yang lainnya yaitu warna kuning kecoklatan. seksi perselisihan ketenagakerjaan.4. ruang kepala sekretariat. Sedangkan ruangan lain yang cukup besar tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. pencahayaan lampu listrik di gunakan pada saat cuaca mendung dan gelap. kasub Bag keuangan. lebih terang dan luas.barang yang diletakkan tidak sesuai dengan tempatnya. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus belum diterapkan dengan baik karena adanya ketidakseimbangan yang disebabkan pemanfaatan ruangan yang kurang efektif. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus meliputi: a. Suara Pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus di setiap ruangan menggunakan saluran udara yang ada disetiap sisi atas ruangan dan dilengkapi dengan jendela kaca namun saluran udara tersebut kurang berfungsi dengan baik karena tidak dapat dibuka.4.3. c. pada Dinas Sosial. Hal tersebut mengakibatkan kondisi udara menjadi panas walaupun telah dibantu dengan kipas angin. Warna ini memberikan kesan tenang. Pemanfaatan ruang efektif. hal ini dapat menunjang kelancaran aktivitas pekerjaan kantor pada Dinas Sosial. d. Kasub Bag perencanaan. Hal ini dikarenakan tidak adanya peraturan yang mengatur tentang tata ruang kantor. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan cahaya alam yaitu sinar matahari yang tembus dari jendela kaca pada setiap ruangan yang berada di sebelah kanan kiri gedung. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang memerlukan konsentrasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan kantor yang bersifas biasa maupun rahasia.blogspot. sehingga penataannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengakibatkan para pegawai kurang maksimal dalam melaksanakan pekerjaannya. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Lingkungan Fisik Kantor Pada Dinas Sosial. suara yang mengganggu dalam pekerja kantor dari internal kantor sendiri yaitu dari mesin ketik dan pegawai yang berbincang-bincang pada waktu jam kerja. Kendala. lingkungan fisik kantor belum sepenuhnya diperhatikan dengan baik.dan keselamatan kerja. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Warna Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan warna kuning kecoklatan. 4. evaluasi. kabid hubungan industrial dan perselisihan ketenagakerjaan menggunakan sistem tata ruang tertutup atau terpisah – pisah. seksi hubungan industrial. b. Cahaya Pencahayaan pada kantor Dinas Sosial.

apabila mereka bekerja di ruang kantor yang udaranya panas. sehingga para pegawai di ruang kerjanya tetap mendapat udara yang segar dan nyaman. pengap sehingga sulit bernafas. Ruangan yang kecil ini akan menimbulkan ketidaknyamanan para pegawai karena ruang geraknya terbatasi atau menjadi kecil sehingga dapat mengurangi efektif kerja pegawai. Udara di dalam ruang kantor Dinas Sosial. 5. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus terdapat kendala-kendala yang dapat menyebabkan pelaksanaan kerja menjadi kurang maksimal. (Sedarmayanti. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Pegawai akan sulit dapat bekerja dengan baik. ( The Liang Gie. Kendala. 2.ruang sekretaris. Dalam tata ruang Kantor Dinas Sosial. pegawai akan merasa kurang nyaman dan mengakibatkan pekerjaan menjadi kurang maksimal. senang dan efisien. Pada Dinas Sosial. ini disebabkan oleh pemanfaatan ventilasi kurang maksimal sehingga ruangan menjadi panas. Sistem tata ruang tertutup adalah susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa kesatuan. Pembagian itu dapat terjadi karena keadaan gedungnya yang terdiri atas kamar-kamar maupun karena memang sengaja di buat pemisah buatan misalnya dengan sketsel kayu atau dinding kaca. b. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada musim kemarau tiba bersuhu berkisar 30 derajat celsius. Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagian menggunakan sistem tata ruang tertutup sehingga gedung yang luas ruangannya sudah kecil ditambah dengan adanya sekat seperti dinding tembok maka akan menambah ruangan tersebut menjadi kecil. Oleh karena itu perlu diusahakan adanya ventilasi cukup. (Badri. 2007: 217). Jika demikian. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Dengan terdapatnya sistem tata ruang tertutup pada tiap bagian atau seksi maka kantor akan terlihat kecil sehingga antara meja yang satu dengan meja yang lain saling berdekatan 27 . KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat dimbil dalam penelitian ini adalah: 1. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka dan tata ruang tertutup hal ini karena untuk membedakan antara bagian yang satu dengan yang lain. Pada kantor Dinas Sosial. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus terdapat kendala-kendala yang ditemukan yaitu a. Sedangkan pekerjaan kantor dengan suhu udara yang dianggap baik berkisar 13-24 derajat celsius. Dengan ruangan yang panas. makan akan mempengaruhi produktivitas pegawai. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Tingkat kebisingan pada kantor merupakan faktor lingkungan fisik kantor yang harus dipertimbangkan untuk mengelola tingkat produktivitas pegawai yang diinginkan. ruang kepala sub bagian perencanaan.Dalam tata ruang kantor Dinas Sosial. evaluasi dan pelaporan. pada ruang kepala dinas. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Pada Dinas Sosial. Dinas Sosial.kendala yang ada meliputi: a. ruang kepala sub bagian keuangan dan ruang kepala bidang menggunakan tata ruang tertutup sedangkan bagian yang menggunakan tata ruang terbuka yaitu ruang staff pada Dinas Sosial.2000:193).kebisingan yang terjadi diakibatkan dari suara mesin ketik manual dan pegawai yang berbicara waktu jam kerja sehingga akan mengganggu pegawai yang lain dan akan mempengaruhi konsentrasi pegawai. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan sistem tata ruang terbuka dan tertutup.2001:133). yang dapat membantu penukaran udara dengan lancar.

html 10:37 Selasa. Sedarmayanti. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Udara yang tidak dapat keluar masuk karena jendela yang tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi panas sehingga dalam mengganggu konsentrasi pegawai dalam bekerja.2000. Metodologi Riset. 2001. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta 28 . Maman. 1999. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek.dan ruang gerak pegawai menjadi kecil.Bandung : Mandar Suharsimi Arikunto..Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Erlangga http://iyanarafah. Strategi dan Langkah-Langkah Penelitian. Sumber suara yang mengganggu yaitu dari pihak dari kantor sendiri seperti mesin ketik manual yang tidak di beri peredam suara dan pembicaraan pegawai waktu jam kantor.2001.blogspot. Administrasi Perkantoran Modern.Surabaya: PT.2002. DAFTAR PUSTAKA Badri Munir Sukoco. b. Manajemen Perkantoran. Semarang: IKIP Press.2008.15/06/2010 Marzuki. Yogyakarta: BPFE Rachman. sering mengganggu pegawai lain yang sedang melaksanakan tugas sehingga konsentrasi menjadi berkurang.Jakarta:Rinika Cipta The liang Gie.com/2010/02/tata-ruang-kantor. Ruang gerak pegawai yang kecil dapat mengurangi efektif kerja pegawai.

Di masa itulah teknologi informatika dikenal dengan sebutan teknologi komputer atau pengolahan data elektronik. Ives et al. Sebagai contoh. sumber yang potensil untuk mendapatkan keunggulan dalam bersaing (Raghunathan dan Raghunathan 1990. manajemen dan akademisi memandang peranan TI sebagai enabler bagi perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Dengan melihat kondisi tersebut SDM saat ini di tuntut terampil dalam penggunaan TI. satu dasawarsa berikutnya terjadi perkembangan yang cukup menakjubkan dimana teknologi 29 . Ini menunjukkan bahwa peranan TI menjadi semakin meningkat mengikuti perkembangan teknologi informasi. Sebenarnya istilah information technology (IT) yang di bahasa Indonesia-kan dengan teknologi informasi (TI) ini mulai populer di penghujung tahun 1970-an. turnaround. Bahkan untuk memperoleh informasi-informasi apa pun bukan lagi dalam hitungan bulan. Laudon dan Laudon 1991. yaitu strategic. Sistem informasi mampu mengubah bentuk organisasi. Drs. MM Di Era Globalisasi saat ini penggunaan TI terus melesat cepat. sekarang dilihat sebagai sumber daya stratejik. dengan berbagai dampak yang akan mengikuti si pengguna atau user. manajemen dan akademisi memandang peranan TI sebagai fungsi pendukung dalam operasi perusahaan. keterampilan dan pendidikan mental SDM sehingga menghasilkan SDM yang profesional dan beretika terhadap penggunaan TI.toko swalayan. Hal ini menunjukkan bahwa TI memainkan berbagai peran dalam organisasi. Dalam rerangka tersebut. Kemudian. Hal ini dapat dilihat dari perubahan yang ada di sekitar kita. Informasi. hal. Ein-Dor dan Segev (1978). 191-193). Secara tradisional.Memodernisasi sistem Perkantoran Melalui Peran Teknologi Informasi ABSTRAK Oleh: Wahyono. dan mampu mengubah cara perusahaan dalam bersaing (Alter 1996. teknologi informasi (TI) telah mengubah cara perusahaan melakukan bisnis yang mengakibatkan banyak hal-hal baru terjadi dalam suatu organisasi. Di era teknologi informasi telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. misalnya fasilitas ATM. Untuk itu adalah suatu kewajiban bagi pihak akademisi dalam hal ini dalah pendidikan sekaligus sebagai lembaga pemberi ilmu. melainkan cukup dalam hitungan detik. 72) atau sebagai senjata stratejik untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam iklim bisnis yang baru (Ives dan Learmonth 1984). hari atau pun jam. CD-ROM yang terdapat di perpustakaan. hal. sehingga untuk memperoleh informasi dari segala penjuru dunia bukanlah suatu hal yang sulit lagi. dan scanner yang terdapat di toko. mampu mengubah cara perusahaan dalam beroperasi. (1980) mendefinisikan SI sebagai fungsi pendukung dalam melaksanakan aktivitas dan fungsi manajemen. Saat ini. dan support. (1983) menggunakan strategic grid sebagai rerangka untuk menjelaskan peranan TI yang berbedabeda di dalam organisasi. PENDAHULUAN Pada masa sekarang. Pandangan mereka ini sesuai dengan definisi awal TI. McFarlan et al. factory. Begitu pula dalam Lingkup organisasi perkantoran baik negeri ataupun swasta penggunaan TI merupakan menjadi suatu kebutuhan penting terutama yang terkait dengan penyerapan informasi-informasi. mereka mengklasifikasikan organisasi ke dalam empat lingkungan TI.

informasi. dan dampak stratejik TI saat ini rendah berarti operasi perusahaan kurang bergantung pada fungsi TI. dll. LSM. bukan hanya bersifat verbal melainkan juga berupa visualisasi. Perencanaan TI dibagi dalam tiga karakteristik. modern dan berkembang cepat.TI. dan sumber-sumber perencanaan TI. yaitu integrasi bisnis . elektronik digital. dll). Dan. dan telah dimulai pada . Maka peranan TI didefinisikan dengan rerangka strategic grid yang terdiri dari dua dimensi yaitu dampak stratejik TI saat ini dan dampak stratejik SI masa yang akan datang. Karakteristik organisasional terdiri dari lima variabel. keterlibatan manajemen puncak. hardware. sama-sama kita ketahui bahwa sains dan teknologi telah semakin canggih. oleh karenanya harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). yaitu karakteristik perencanaan. dan support. keterlibatan pemakai. yang sangat urgen adalah dibidang teknologi informasi ini. manusia baik per-orangan maupun melalui organisasinya menggunakan teknologi informatika dalam wujud internet sebagai media memperoleh pengetahuan. Penerapan Sistem Informasi Berkaitan dengan empat lingkungan TI. struktur operasional dan manajemen dalam suatu organisasi (pemerintahan. urusan bisnis. Karakteristik perencanaan terdiri dari tiga variabel. kualitas mekanisme pendukung. yaitu strategic. Dewasa ini internet sudah digunakan baik di instansi pemerintahan maupun swasta sebagai media yang memudahkan dalam pelayanan publik. Teknologi Informatika dan Peranannya di Lingkungan organisasi bisnis dan Non Bisnis Dalam perkembangannya. dan mempunyai andil besar dalam mereform sistem informasi. Dengan adanya internet ini menjadikan manusia dapat secara mudah berkomunikasi antara satu dengan lainnyadiseluruh dunia. Internet ini adalah suatu kumpulan yang luas dari jaringan-jaringan komputer yang saling terkoneksi dengan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia. menyampaikan informasi. swasta. yaitu efektivitas perencanaan. yaitu kualitas proses perencanaan. Dampak stratejik TI masa yang akan datang tinggi berarti TI merupakan salah satu aktivitas yang penting yang harus dipertimbangkan dengan matang jika ingin survive dan flourish di masa yang akan datang. dan lembaga yang berbasiskan pelayanan publik. Perguruan Tinggi sebagai salah satu bagian dari sistem Pendidikan telah melakukan beberapa agenda reformasinya. turnaround.ingkungan organisasi bisnis atau non bisnis mau tidak mau wajib hukumnya menerapkan teknologi informasi 30 . factory. Dengan demikian internet merupakan salah satu teknologi informasi yang berperan sangat penting dalam segala kegiatan atau seluruh sektor kehidupan. karakteristik organisasional.informasi yang tadinya dikenal dengan teknologi komputer beserta perangkat elektronik lainnya (software. Dampak stratejik SI saat ini tinggi berarti operasi perusahaan sangat bergantung pada fungsi TI. rentang waktu perencanaan. dan dari sedemikan banyak agenda tersebut. dan kontribusi SI terhadap kinerja organisasional. kinerja fungsi TI. Dimana berperan membantu masyarakat umum agar mudah memperoleh informasi secara terbuka bahkan bagi internal perguruan tinggi sendiri dapat mempermudah untuk mengakses informasi-informasi yang up to date. dan dampak stratejik TI rendah berarti pengembangan TI bukan merupakan suatu aktivitas yang kritis yang harus dilakukan perusahaan walaupun bermanfaat. serta menerapkan manajemen dan administrasinya se-efektif dan se-efisien mungkin. dan sumbersumber TI. lembaga pendidikan. Melihat pentingnya penerapan teknologi informasi ini. Arti penting penggunaan teknologi adalah untuk mempermudah semua aktivitas dan kegiatan manusia agar tujuannya tercapai. karakteristik kinerja. karakteristik kinerja terdiri dari tiga variabel. dll) berpadu dengan teknologi komunikasi menghasilkan apa yang dikenal saat ini dengan “internet”. bahkan menjadikannya sebagai media berbagi informasi dan pengetahuan. Misalnya.

browser hijacker. mensosialisasi kebijakan penggunaan anggaran. Di bidang perpustakaan . tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Di bidang administrasi kepegawaian . lembaga pendidikan baik yang ada di dalam maupun luar negeri). dapat membantu prosedur penerbitan surat keputusan/ keputusan dari kenaikan pangkat sampai pemberitahuan promosi mutasi (sehingga tidak terjadi seperti saat ini dimana pengiriman via pos sangat memakan waktu dan tidak sedikit yang hilang/ tercecer atau terjadi kesalahan. 3. sarana praktek menggunakan teknologi multimedia secara virtual. tergantung orang yang menggunakannya. pemberian gaji langsung masuk ke rekening masingmasing (ini sudah berlangsung bagi pegawai di bank-bank). Oleh karena itu. adanya sharing resource antara lembaga peradilan dengan lembaga-lembaga lain (lembaga pemerintah. masing-masing lembaga organisasi perkantoran baik swasta atau negeri yang menggunakan teknologi informasi memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang memahami secara komprehensif dan mendalam. adanya perpustakaan online yang berisi buku-buku digital. dsb. Di bidang administrasi keuangan . 5. spayware. parasitware.tersebut. kumpulan tulisan-tulisan masyarakat umum (akademisi dan pemerhati masalah perkantoran) serta pustakawan handal di bidang teknologi informatika. bisa juga atasan yang tidak berada dikantor masih bisa memonitor bawahannya atau saling berinteraksi dalam pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu mendesak. 7 hari dalam seminggu. kegiatan-kegiatan diklat dilaksanakan dengan modus jarak jauh (distance learning) sehingga para pengajar (terutama para pejabat fungsional dan struktural yang berkompeten) sesibuk apapun dapat meluangkan waktunya serta menghemat biaya. adware. Untuk mengantisipasinya. diantaranya melalui: a. Peningkatan Pemahaman Pengetahuan/wawasan global 31 . seorang petugas dibidang teknologi informasi tersebut harus yang tahu betul akan seluk beluk teknologi informasi. aspek-aspek kemudahan melaksanakan pekerjaan yang saat ini belum terpikirkan. Mempersiapkan Kompetensi SDM Berbasis TI melalui Peran Institusi Pendidikan Untuk mempersiapkan kompetensi SDM perkantoran yang mumpuni terhadap TI. Bukan hal yang mustahil. keylogger. baik segi manfaat penggunaan maupun ancaman bahaya yang mungkin timbul. Ancaman dari luar ini seperti : virus. 4. Contoh-contoh diatas merupakan peranan teknologi informasi yang secara umum bersifat positif. lembaga non pemerintah. merusak serta merubah data yang ada. malware. Di bidang pelayanan publik dan kehumasan . dan untuk menduduki suatu jabatan maka pejabat atasan yang berwenang dapat mengetahui secara jelas komposisi pegawai yang up to date. hack. dll. memudahkan memberikan informasi atau konferansi pers melaui sistem otomasi dengan jaringan world wide web (internet) danpelayanan pun dapat disediakan selama 24 jam sehari. Di bidang pendidikan dan pelatihan . mempermudah dari penyusunan RKA-KL sampai dengan pelaksanaan dan pertanggung-jawaban anggaran. seperti dapat penulis contohkan sebagai berikut : 1. dari mengaplikasikan aneka produk teknologi dengan baik dan benar sampai maintenance serta memproteksi adanya ancaman luar yang menyusup. 2. sehingga kerusakan sistem yang mengakibatkan hilangnya data-data penting dapat dihindari. karena dimasa mendatang sektor ini termasuk yang paling dominan bahkan sangat pesat perkembangan dan inovasinya. kemudian dimasa mendatang akan terjadi. akan tetapi penggunaan teknologi informasi pun dapat pula disalah-gunakan atau berdampak negatif. maka salah satunya adalah institusi pendidikan mempunyai peranan dalam mewujudkan harapan tersebut. bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaan atau bisa juga untuk berbuat tidak baik. dialer.

Peningkatan Sikap atau perilaku Perilaku SDM juga turut menjadi sorotan dalam kehidupan sosial dan organisasi. dinamis &Flexible. untuk itu institusi berperan aktif untuk membangun perilaku SDM yang positif dan sehat secara utuh.Terkait dengan pemberian pengetahuan / wawasan. b. PENUTUP Upaya dalam memoderenisasi sistem perkantoran adalah memalui aplikasi Teknologi Informasi dalam sistem organisasi baik pemerintah mapun swasta di masa depan merupakan suatu yang tidak bisa terelakan lagi. semua informasi-informasi yang berkenaan dengan perkantoran di lingkungan organisasi pemerintah ataupun swasta dapat diintegrasikan. Sehingga mencerminkan SDM yang memiliki tingkat kedisiplinan. jangan sampai lembaga organisasi perkantoran baik negeri tertinggal jauh dengan instansi pemerintahan lainnya apalagi instansi swasta (terutama dalam hal SDM atau tenaga ahli dibidang teknologi informasi). selalu berpikir inovatif & Kreatif serta mempunyai jiwa Mandiri / “Survive. terutama dalam hal keterbatasan SDM dan dana untuk pengadaan perangkat teknologi informasi. hukum dan sosial masyarakat. 32 . agama. mempercepat dan mempernyaman suatu pekerjaan. Urgennya sarana dan prasarana teknologi informatika ini dikarenakan perkembangan teknologi yang begitu cepat juga membantu untuk pengembangan sistem tenologi infomasi di perkantoran di zaman yang serba efektif dan efisen. dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. pengembagangan Iptek dan informatika serta keterampilan khusus dalam peningkatan mutu profesionlitas yang mampu berkompeten c. penuh Inisiatif & Proaktif. Peningkatan keterampilan global Peningkatan keterampilan yang berbasis TI dapat juga terus ditingkat oleh peserta didik atau mahasiswa melalui penggunaan komunikasi multiguna. Arti penting kemajuan teknologi informasi tersebut adalah selain agar dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan kepada publik juga untuk lebih memperlancar. instutsi pendidikan mempunyai peranan penting tidak hanya dalam lingkup teori akan tetapi mulai di kembangkan dengan sesuai perubahan dan perkembangan pengetahuan yang berbasis teknologi informasi. meningkatkan daya kreativitas dan inovasi baik dari cara berpikir maupun bertindak serta tetap perpegang teguh pada pemahaman nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dalam unsur budaya. Dengan teknologi informasi ini pula. Meskipun dalam kenyataan saat ini masih terdapat beberapa kendala (teknis maupun non teknis). Bahkan teknologi ini bagian dari tuntutan era reformasi terhadap lembaga organisasi perkantoran di Indonesia. Hal ini sesuai dengan pendapat para ahli yaitu Miftah Thoha dibidang Administrasi Publik dari Universitas Gajah Mada menyatakan bahwa Manajemen PNS dimasa mendatang perlu dan mutlak melakukan perubahan dalam pengelolaan manajemen kepegawaian dari yang masih konvensional ke arah yang berbasis Informasi Teknologi (E-Government). cepat. sehingga mempermudah pencarian data-data oleh pengguna dari manapun. Adapun untuk menyiapkan SDM yang kompeten dapat melalui:1)peningkatan pemahaman/wawasan 2) peningkatan keterampilan dan perbaikan akan perilaku. dalam rangka mengantisipasi terhadap perubahan lingkungan eksternal yang menuntut pengelolaan manajemen PNS yang profesional.

allbusiness. Sony Teguh T. www.com 5.com 4.MH..wirausaha. Peran TI dalam Bisnis Global dan Sistem Perkantoran Moderen.REFERENSI 1.com 33 . Agus Budi Susilo.SH. www. 2010 3. www. “Peran Teknologi Informasi dalam memodernisasi sistem Peradilan di Indonesia” 2.binamanajemen.

Data yang ada menunjukkan siswa yang belum mencapai nilai KKM terdapat 35 siswa atau sekitar 39. map. namun untuk alat-alat penunjang proses pembelajaran mengelola kearsipan sudah cukup tersedia seperti filling kabinet. Sebagai guru. Peraturan dari SISDIKNAS mengatakan bahwa “setidaknya seorang guru mempunyai empat kompetensi utama yaitu kompetensi pedagogik. SMK Tamansiswa Kudus juga memiliki guru-guru yang berkompeten dan mempunyai keahlian sesuai bidangnya masingmasing. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran mengeloala kearsipan yaitu 72. Variabel dalam penelitian ini adalah dua variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar kemudian satu variabel terikat yaitu hasil belajar siswa Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. kemampuan mereka dalam kegiatan belajar mengajar sudah cukup bagus. kompetensi pribadi. penerangan yang cukup dengan 4 lampu untuk ruang laboratorium dan 2 lampu untuk ruang kelas. dari sarana umum sudah tersedianya ruang belajar/kelas yang cukup untuk menampung siswa hingga 46 orang. kompetensi sosial.746 X2. Kata Kunci : Hasil Belajar.25+ 0. dan kompetensi professional” Namun pemahaman dan penerapan tentang kompetensi tersebut masih belum maksimal terlebih lagi kompetensi pedagogik guru disini. setiap mengadakan praktek siswa SMK Tamansiswa menggunakan ruangan yang lain. kartu kendali dan kertas pinjam arsip. 34 .00. Selain memiliki fasilitas belajar yang cukup memadai. data tersebut diambil dari jumlah populasi dari dua kelas sebanyak 88 siswa. Berdasarkan informasi dari sebagian siswa seperti memanfaatkan teknologi komunikasi dalam pembelajaran dan lain-lain.77% yang terdiri dari siswa kelas administrasi perkantoran 1 terdapat 6 siswa yang belum tuntas dan kelas administrasi perkantoran 2 terdapat 29 siswa yang belum tuntas. kompetensi pedagogik guru. untuk laboratorium/ruang praktik kearsipan di SMK Tamansiswa belum tersedia karena keterbatasan tempat. stepler. teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini menggunakan populasi karena respondennya terdiri kurang dari 100 yaitu 88 siswa. guide. Menurut pengamatan dan data yang ada secara umum fasilitas belajar yang menunjang pembelajaran mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus sudah cukup memadai. para guru pada umumnya yang masih belum melaksanakan kompetensi tersebut secara utuh.PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA KEARSIPAN PADA SISWA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK TAMAN SISWA KUDUS. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan pada siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. fasilitas belajar I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hasil belajar siswa jurusan administrasi perkantoran kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan masih belum optimal. Hasil penelitian regresi linier berganda menunjukakan persamaan Y = -51. Oleh : Nova Chotibul Umam SARI Penelitian ini bertujuan untuk menganaliasis besarnya pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus secara parsial dan simultan.941 X1 + 0.

2. Brojonegoro. membimbing. 2010: 2 ). Pedagogik merupakan suatu teori dan kajian yang secara teliti. dan ketaqwaan.2 Konsep Dasar tentang Kompetensi Pedagogik Pedagogik merupakan suatu kajian tentang pendidikan anak. dan “agogos” artinya mengantar. kritis. artinya pendekatan ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat dan seberapa besar pengaruh tersebut. Menurut Ki Hajar Dewantara. semangat kecintaan. 1. Secara kiasan pedagogik adalah seorang ahli yang membimbing anak. Seberapa besar pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? 2. Seberapa besar pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? 3. selain itu penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif karena peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa fasilitas belajar adalah semua kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik dalam rangka untuk memudahkan. (Sadulloh. Menuurt S.Dari uraian tersebut peneliti tertarik untuk meneliti tentang kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar yang berada di SMK Tamansiswa dengan judul ”Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dan Fasilitas belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Mengelola Kearsipan Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Di SMK Tamansiswa Kudus”. sampai tercapainya kedewasaan dalam arti rohani dan jasmani.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. mendidik adalah membantu anak supaya anak itu kelak cakap menyelesaikan tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri. Seberapa besar pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? II. dan menunjang pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah. mendefinisikan sarana/fasilitas belajar adalah semua perangkat peralatan. Hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan merupakan hasil perubahan perilaku berupa pengetahuan yang siswa dapatkan setelah proses pembelajaran dan keterampilan mengelola kearsipan yang siswa peroleh. III.1 Konsep Dasar tentang Hasil Belajar “Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya” (Slameto. 35 .1 Konsep Dasar tentang Fasilitas Belajar Bafadal (2004: 2). bahan. Penelitian ini mengkaji fakta-fakta yang sudah ada dan tidak memanipulasinya atau mengubah data tersebut sehinggga penelitian ini termasuk penelitian non eksperimen. yang menjadi tujuan dari pembelajaran adalah pendiskripsian tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau gambaran produk yang menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut sudah terjadi. mendidik berarti memberi tuntutan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangan. yang berarti anak laki-laki. 2010: 2). dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses belajar di sekolah. mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota. dan obyektif mengembangkan konsep-konsepnya mengenal hakekat proses pendidikan. Menurut Hoogeveld. berasal dari bahasa yunani ”paedos”. mendidik anak kearah tujuan tertentu. Pendapat lain juga mengatakan hal yang sama bahwa pedagogik merupakan ilmu mendidik. 2. melancarkan. METODOLOOGI PENELITIAN 3. Defininisi tentang istilah padagogik diuraikan oleh beberapa ahli dalam Sadulloh (2010: 3). Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. LANDASAN TEORI 2. Darji Darmodihardjo menunjukkan suatu usaha yang lebih ditunjukkan kapada pengembangan budi pekerti. rasa kesusilaan.2 Rumusan Masalah Dari identifikaksi masalah di atas penelitian ini akan dibahas tentang beberapa masalah diantaranya: 1.

Uji Heteroskedastisitas 3. (8) menyelenggarakan penilaian evaluasi dan proses dan hasil belajar. leger.5 Teknik Analisis Data. Pertanyaan yang disediakan dalam angket merupakan jenis pertanyaan tertutup. (7) berkomunikasi secara efektif. yang didalamnya mencakup pengelolaan kelas. atau hal-hal yang diketahui” (Suharsimi. Analisis Deskriptif 2. Populasi Penelitian Obyek dalan penelitian ini adalah seruh siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa yang jumlahnya 88 siswa. Indikator kompetensi pedagogik meliputi : (1) menguasai karakteristik peserta didik. notulen. Indikator hasil belajar adalah nilai dari tes subsumatif atau nilai ulangan tengah semester. buku.2 3. Dokumentasi “Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa cacatan. transkip. (5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.3 3. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa daftar nilai ulangan tengah semester dari pihak guru mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus 3. Indikator fasilitas belajar adalah (1) sarana. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi ini karena ingin memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam proses penelitian. penulis menggunakan teknik sebagai berikut: Angket “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Bagaimana seorang guru dalam mendidik siswa.3. (3) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran. (4) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.4 1.Uji Normalitas b. (6) memfasilitasi pemngembangan potensi peserta didik. dimana responden telah diberikan pilihan jawaban. 2006: 151). Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. Variabel yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah: Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan seorang guru dalam mengelola kelas. majalah. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. dan fasilitas belajar. (2) prasarana.3. Variable Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. yaitu seperangkat perlengakapan dasar yang tidak secara langsung menunjang proses pembelajaran. surat kabar.3 3.3. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1. rapat. (9) memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi.2 3. yaitu segala peralatan yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran. Uji Multikolinieritas c. Fasilitas Belajar Fasilitas belajar yaitu segala sesuatu yang digunakan untuk memperlancar proses pembelajaran mata pelajaran mengelola kearsipan.3.1 3. berhubung jumlah obyek yang diteliti kurang dari 100 maka peneliti menggunakan penelitian jenis populasi. (10) melakukan tindakan reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden tentang kompetensi pedagogik guru. 2. 2006:158). Analisis Regresi Linier Berganda 36 . (2) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Uji Asumsi Klasik a. Hasil belajar Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. empatik dan santun.

22880 Tidak 4004 baik Kriteria Deskriptif Fasilitas Belajar N Interva Kriteria o. Interval Frekuen Kriteria Skor si 1. 4576 3 2464Kurang . 572060 Baik 7436 3. 40049 Kurang 5720 baik 4. 7436Sangat 19 9152 baik 2. 2464 baik Persentas e 22% 68% 10% 0% Frekuen si 6 42 33 7 Persenta se 7% 48% 38% 8% 37 . 4. l Skor 1 4576Sangat . Koefisien Determinasi Simultan dan Parsial HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria Deskriptif Kompetensi Pedagogik Guru No.IV. 5632 baik 2 3520Baik . 3520 baik 4 1408Tidak .

801 . adapun variabel yang dimaksud adalah proses pembelajaran.1 Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar mempengaruhi hasil belajar siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus dengan simpulan sebagai berikut: 38 .118 Standardized Coefficients Beta .941 . Variabel kompetensi pedagogik guru yang dibahas seharusnya kompetensi pedagogik guru secara keseluruhan.248 a. namun dalam penelitian ini hanya ditujukan kepada satu guru saja yaitu kompetensi pedagogik guru pada mata pelajaran mengelola kearsipan sesuai dengan instrumen yang diberikan kepada para siswa.02251 F Change 66.602 Std.118 Standardized Coefficients Beta .839 6. Dependent Variable: Hasil Belajar Hasil Koefisien Determinasi secara Parsial Unstandardized Coefficients B Std. akan tetapi harus melalui variabel intervening.746 .801 1.566 Collinearity Statistics Tolerance VIF .000 Correlatio ns Partial . Predictors: (Constant).744 df1 2 df2 85 Sig. .839 6.253 11.616 5.478 t -4.000 Correlatio ns Partial .323 Sig.Regresi linier berganda a Coefficients Model 1 (Constant) Kompetensi Pedagogik Guru Fasilitas Belajar Unstandardized Coefficients B Std.782a R Square .441 .000 .253 11. Dependent Variable: Hasil Belajar Hasil Koefisien Determinasi Secara Simultan b Model Summary Change Statistics Model 1 R .248 a. . Error -51.616 5. Adapun kelemahan penelitian adalah sebagai berikut: 1. Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar tidak dapat berpengaruh secara langsung terhadap hasil belajar. 2.323 Sig. Kompetensi Pedagogik Guru b. dikarenakannya kelemahan peneliti dalam menganalisis permasalahan yang di angakat.000 .000 .746 . Fasilitas Belajar. 3. Namun dalam penelitian ini variabel intervening tersebut tidak diteliti. PENUTUP 5.801 1.478 a Coefficients Model 1 (Constant) Kompetensi Pedagogik Guru Fasilitas Belajar t -4.566 Collinearity Statistics Tolerance VIF . sedangkan yang diteliti hanya pada satu guru mata pelajaran V.941 .161 .248 1.000 .000 a.535 .104 . Error of the Estimate 12. F Change .248 1. Dependent Variable: Hasil Belajar Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini penulis mendapati keterbatasan penelitian.535 .801 .611 Adjusted R Square .161 .441 . Angket yang dibagikan pada responden menayakan kemampuan kompetensi guru secara keseluruhan. Error -51.104 .

dkk. Prosedur Penelitian. Kompetensi pedagogik guru mempunyai pengaruh relatif kecil terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus 2. Bafadal. Imam. Cara Belajar Yang Efisien. Jakarta: Bumi Aksasa. 2003. Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar mempunyai pengaruh cukup besar terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus 5. Malaysia. agar nilai ketuntasan dapat dicapai oleh seluruh siswa 4. Gie. Bandung: Nuansa Aulia. Jogjakarta Kontin. Bandung: PT. Bagi siswa Disarankan bagi siswa kelas XI untuk lebih giat dalam belajar. Burhanuddin. Bagi sekolah . Ekonometrika. Jakarta: Rineka Cipta. Majid. 1984. 2009. 2006. Suharsimi. Majid. 2007. Teacher Educational Pogramadmission Criteria And What Beginning Teachers Need To Know To Be Successful Teachers. The Liang. Canadian Journal of education Administration and policy. Tri Anni. Psikologi Belajar.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh.ca/publications/cjeap/pdf_files/childs_casey. Fasilitas sarana yang dibutuhkan perindividu perlu ditambah disesuaikan dengan jumlah siswa mengingat banyaknya mata pelajaran yang praktek yang siswanya harus benar-benar faham. b. Salam. Manajemen Perlengkapan Sekolah dan Aplikasinya. 2002. 2009. Chtarina. Teacher Effectiveness. Moh. Jakarta: Rineka Cipta. Abdul. Himpunan Perundang-undangan Republik Indonesia.1. Universiti Putra Malaysia Press. 1998. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Perpustaan yang sudah disediakan dibenahi lagi dalam koleksi buku-buku literaturnya agar siswa mudah dalam memperoleh dan menambah pengetahuan mereka 3. Pengantar Pedagogik. Ghozali. Asmani.umanitoba. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 7 kompetensi guru. 2004. 2006. Jamal Ma’mur. Sedang Selangor. lebih memanfaatkan fasilitas yang telah di sediakan oleh sekolah. Ibrahim. Perencanaan Pembelajaran. a. Casey & Ruth. Remaja Rosdakarya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat lebih variatif 2. ( 15 Mei 2010). 39 . http://www.pdf. Power books Banguntapan. Semarang: UPT MKK UNNES. 2007. Fasilitas belajar mempunyai pengaruh relatif kecil terhadap hasil belajar siswa kelas XI mata pelajaran mengelola kearsipan jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus 3. Bagi guru Dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi lebih ditingkatkan. Sistem Pendidikan Nasional. maka saran yang dapat diberikan oleh peneliti antara lain: 1. Bagi peneliti lanjut Disarankan menambah variabel lain yang berpengaruh dengan hasil belajar.

Universitas Negeri Semarang.html#smkmenarik (3 April. Albuquer. 2007. Bahri Djamarah. Usulan Model Pembaharuan Untuk pengembangan sekolah. Invigorating pedagogic change. Bandung: Alfabeta. 2010) R. Pedagogik. Eko. Kenneth. Universitas Negeri Semarang.pendidikan . Mark. 2009.com/2009/11/15/ranah-penilaian-kognitif-afektif dan-psikomotorik/ (10 Juni 2010) Zakiyati. European journal Of Teacher Education. 2010. Schneider. 2003. 2007. 2006. Educational Facilities w ith in the Context of a Changing 21st Century America. Sardiman.Natioanal Clearinghouse For Educational Facilities. University of South Carolina Ruzana. Kreatif. Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Raja Grafindo Persada. 2006.edfacilities. Jakarta: Rineka Cipta. 2009. www. (12Mei 2010) Slameto. 2006. Jakarta: PT. Do school faciliti affect Academic Outcome. Stevenson. Implementasi Pembelajaran Aktif.central conneticut Satate University Zaifbio. 40 .net/jurnal1. Pengaruh Komunikasi Guru Dan Fasilitas Belajar Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran Mata Pelajaran Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan Di Smk SeKabupaten Purbalingga. Skripsi. Skripsi. 2010. New Maxico Republika 2007. Uyoh. Srihartanto. 2010. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Evaluasi Pendidikan http://zaifbio. http://jurnal. Jakarta: Rineka Cipta.Nevin. 202.com/journal/item/8 (23 Mei 2010) Syaiful. suggestion from findings of the development of secondary science techers practice and cognizance of the lerning proses. Strategi Belajar Mengajar.org. Sri. Pengaruh Kompetensi Professional Dan Kompetensi Pedagogik Guru Ekonomi Terhadap Akuntansi Terahadap Prestasi Belajar Di SMK Kabupaten Magelang. Developing pedagogical competence in online environments. Ann.wordpress.multiply. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Sadullah. http://unikharynizar. Arina.

maka permasalahan yang diteliti yaitu apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang? Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan diatas. sehingga hasil belajar ekonomi siswapun meningkat. Hal ini disebabkan karena siswa merasa takut untuk melontarkan pertanyaan atau bahkan siswa merasa malu untuk bertanya. Bahkan mereka kurang tertarik terhadap mata pelajaran ekonomi. antara lain disebabkan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Batang dari hasil penelitian yang diperoleh. Dalam proses belajar mengajar ekonomi. berpikir. Penilaian diambil dari nilai ulangan harian siswa sebelum diterapkannya metode pembelajaran kooperatif jigsaw II (sebagai data pembanding) yang dibandingkan dengan nilai postes dari siklus I dan siklus II. berdasarkan hasil pengamatan terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik di kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. Berlakunya kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi yang telah direvisi melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut adanya perubahan adanya pemahaman tentang pendidikan dan pembelajaran. Bahkan saat guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya tidak ada siswa yang bertanya. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat membantu siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Tersono untuk memahami materi ajar dan mampu melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu yaitu dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif jigsaw II dalam pembelajaran. perubahan kurikulum tersebut harus pula diikuti oleh guru yang bertanggung jawab atas terselenggaranya pembelajaran di sekolah. Siswa hanya mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Dalam hal ini. Dengan demikian suasana belajar mengajar menjadi tidak kondusif dan siswa cenderung pasif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. sehingga menimbulkan sikap negatif siswa terhadap mata pelajaran ekonomi yang akhirnya berpengaruh pula terhadap pencapaian hasil belajar mata pelajaran ekonomi Selain itu. Manfaat hasil penelitian bagi SMP N 1 Tersono Kab. guru tidak menggunakan alat dan praktek. siswa tidak dipahamkan tentang bagaimana cara belajar. penyampaian materi oleh guru masih dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas. guru ekonomi harus mampu memotivasi siswa serta melakukan usaha-usaha lain dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas agar siswa termotivasi dan berminat dalam pembelajaran ekonomi.IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS VIII B SMP N 1 TERSONO KABUPATEN BATANG Yulia Ratnaningsih NIM 3301403128 Abstrak: Makalah ini menjelaskan tentang metode pembelajaran kooperatif jigsaw II dan penerapannya yang dirancang dengan design penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang. Oleh karena itu. Berdasarkan latar belakang di atas. Adapun dalam pembelajaran tradisional tersebut. Oleh sebab itu. suasana kelas cenderung teachercentered. dan memotivasi diri sendiri. Kata Kunci: Implementasi. serta hanya menjelaskan konsep-konsep yang terdapat dalam buku ajar (Trianto 2007:1). Hasil Belajar PENDAHULUAN Rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono dalam mata pelajaran ekonomi. Oleh karena itu. diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran sebagai alternatif perbaikan dalam 41 . Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang yang berjumlah 30 siswa. Hal tersebut mengakibatkan siswa jenuh dalam menerima pelajaran. khususnya pada jenis dan jenjang pendidikan formal (sekolah). Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II.

dan penghargaan kooperatif. Dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif. situasi dan evaluasi. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya. tujuan. (4) model pembelajaran kooperatif jigsaw II. tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja yaitu faktor intern dan faktor ekstern. belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan. sikap kurang sopan menjadi sopan. Peneliti sebagai calon guru dapat menambah pengetahuan untuk meningkatkan kemampuannya dalam dunia pendidikan. minat dan motivasi. siswa. kesehatan. Agar tujuan itu tercapai.proses pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan. khususnya belajar IPS Ekonomi dan pendidikan pada umumnya. antara lain tujuan. afektif. belajar mengajar meliputi suatu komponen. Dalam pembelajaran kooperatif dicirikan oleh struktur tugas. Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibanding dengan sebelumnya. dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas tersebut. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran didorong dan atau dikehendaki untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. (3) faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar. guru. Oleh karena itu. Menurut Slameto dalam Djamarah (2002:13). dan psikomotor (Djamarah. Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa. dan saling membantu untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. masyarakat. semua komponen yang ada harus diorgnisasikan sehingga antar sesama komponen terjadi kerja sama. dan sebagainya. meliputi intelegensi dan bakat. siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks. Belajar mengajar selaku suatu sistem instruksional mengacu kepada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan (Djamarah 2002 : 10). meliputi keluarga. sekolah. metode mengajar. (2) Hasil belajar siswa. dan lingkungan sekitar. (5) hipotesis. landasan teori dalam penelitian ini meliputi: (1) pembelajaran sebagai suatu sistem. metode. bahan. LANDASAN TEORI Untuk memecahkan masalah yang telah dikemukakan diatas. Dengan demikian kerjasama dalam kelompok merupakan aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. 2002:13). Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. Sedangkan bagi guru diantaranya adalah dengan adanya penelitian ini diharapkan Guru memperoleh tambahan wawasan atau informasi mengenai penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Ekonomi dan memberikan pedoman bagi guru dalam memotivasi siswa untuk belajar sehingga menumbuhkan keinginan pada diri siswa untuk berprestasi lebih baik. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok yang tingkat kemampuannya berbeda. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Adapun tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk memberikan kesempatan pada semua siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dalam pembelajaran. selama bekerja dalam kelompok tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru. Dalam penerapan kooperatif dua atau lebih individu saling tergantung 42 . setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Selaku suatu sistem. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi (Trianto 2007 : 41). yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan.

Evaluasi proses kelompok Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Tiap anggota tim ditugaskan secara acak untuk menjadi “ahli” dalam aspek tertentu dari tugas membaca tersebut. biasanya bidang studi sosial. tetapi ada unsur-unsur dasar yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Menurut Roger dan David Johnson dalam bukunya Anita Lie (2004 : 31-35) mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap Cooperative Learning. dan juga akibatakibat positif lainnya yang dapat mengembangkan hubungan antar kelompok. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. memanfaatkan kelebihan. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan. d. Para siswa ditugaskan untuk membaca bab. para ahli dari tim berbeda bertemu untuk mendiskusikan topik yang sedang mereka bahas. dan mengisi kekurangan. b. Ada banyak alasan yang membuat pembelajaran kooperatif memasuki jalur utama praktik pendidikan. Untuk itu harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong yaitu: a. biografi. lalu mereka kembali kepada timnya untuk mengajarkan topik mereka itu kepada teman satu timnya. Setelah membaca materinya. dan meningkatkan rasa harga diri. e. menyelesaikan masalah. Namun proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa. 43 . buku kecil. dan mengintegrasikan serta mengaplikasikan kemampuan dan pengetahuan mereka. Metode pengajaran jigsaw dikembangkan oleh Elliot Aronson dan rekan-rekannya di Universitas Texas. setiap siswa akan merasa bertanggungjawab untuk melakukan yang terbaik. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu kepala saja. atau materi-materi yang bersifat penjelasan terperinci lainnya. penerimaan terhadap teman sekelas yang lemah dalam akademik. Tanggung jawab perseorangan Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif.satu sama lain untuk mencapai satu penghargaan bersama. c. Tatap muka Dalam pembelajaran kooperatif setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. atau materi lain. Saling ketergantungan positif Keberhasilan suatu karya sangat tergantung pada usaha setiap anggotanya. 2008:4-5) Menurut Anita Lie (2004:38) dalam bukunya Cooperative Learning bahwa model pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar kelompok. Dalam teknik ini siswa bekerja dalam anggota kelompok yang sama dengan latar belakang yang berbeda. pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat mencapai tujuan mereka. kemudian diadaptasi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkin. Salah satunya adalah untuk meningkatkan pencapaian prestasi siswa. Jigsaw II adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan kelompok-kelompok kecil yaitu 5-6 siswa. Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran koopertif membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan. karena keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. Bentuk adaptasi jigsaw yang lebih praktis dan mudah adalah Jigsaw II (Slavin 2008 : 237). Mereka akan berbagi penghargaan tersebut jika mereka berhasil sebagai kelompok. Alasan lain adalah tumbuhnya kesadaran bahwa para siswa perlu belajar untuk berpikir. Komunikasi antar anggota Unsur ini menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. dan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan sarana yang baik untuk mencapai hal-hal semacam itu (Slavin. Keterampilan berkomunikasi dalam berkelompok juga merupakan proses panjang. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif.

Gambar 2. Kelompok ini disebut kelompok asal. Ilustrasi Kelompok Jigsaw II Langkah-langkah dalam penerapan teknik Jigsaw II adalah sebagai berikut. siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama.Dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. maka dari 30 siswa dibagi menjadi 5 kelompok ahli yang beranggotakan 6 siswa dan 6 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dalam kelompok ahli. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli. Penghargaan tersebut dapat berupa sertivikat atau bentuk-bentuk rekognisi tim lainnya. Dalam tipe Jigsaw II ini. Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya. Misal suatu kelas dengan jumlah 30 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran. Kunci metode Jigsaw II ini adalah interdependensi: tiap siswa bergantung kepada teman satu timnya untuk dapat memberikan informasi yang diperlukan supaya dapat berkinerja baik pada saat penilaian. Tujuan dari pemberian penghargaan ini adalah untuk memotivasi siswa supaya para siswa termotivasi untuk mempelajari materi dengan baik dan untuk bekerja keras dalam kelompok ahli mereka supaya mereka dapat membantu timnya melakukan tugas dengan baik. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok. terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal adalah kelompok awal siswa yang terdiri dari beberapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan memperhatikan keragaman dan latar belakang siswa. serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. 44 . Contoh Pembentukan Kelompok Jigsaw II Guru memberikan kuis (yang mencakup seluruh topik) untuk siswa secara individual. Sedangkan kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut: Kelompok Asal Kelompok Ahli Gambar 1. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji).

digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.3%. Berdasarkan hasil penelitian. rerata (mean) = 84.2. Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. Validitas isi dilakukan dengan cara menelaah soal secara teoritis dengan seorang ahli / guru bidang studi IPS-Ekonomi. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 93. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis hasil belajar sebelum diterapkan metode pembelajaran kooperatif jigsaw II diketahui skor terendah = 40. dan siswa yang belum tuntas belajar = 11 siswa. Sekurang-kurangnya 75% dari keseluruhan siswa yang ada di kelas tersebut mencapai ketuntasan belajar afektif dan psikomotorik 75% (Mulyasa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. dengan rerata (mean) = 77. Indikator keberhasilan yang dijadikan tolok ukur dalam penelitian ini adalah: 1. Sedangkan keberhasilan kelas dilihat dari jumlah peserta didik yang mampu menyelesaikan atau mencapai minimal 65%. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 86. metode ini digunakan untuk mengumpulkan daftar nama dan jumlah siswa yang akan digunakan sebagai objek penelitian yaitu kelas VIII B. skor tertinggi = 95. dengan rerata (mean) = 63. 2008:13-14). maka hasil belajar siswa akan meningkat. dan siswa yang belum tuntas belajar = 4 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain: metode dokumentasi.7%.Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila tes tersebut mampu mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. skor tertinggi = 100. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Pada siklus II diketahui skor terendah = 60. tes. Nilai rata-rata kelas sebelum diterapkannya metode kooperatif jigsaw II adalah 63. serta untuk memperoleh daftar nilai siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono.2 dengan ketuntasan 45 . pengamatan. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan masing-masing kegiatan tatap muka adalah dua jam pelajaran dengan alokasi waktu satu jam pelajaran sama dengan 40 menit. Dalam penelitian ini tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan. Dengan demikian validitas isi tidak memerlukan uji coba dan analisa statistik atau dinyatakan dalam bentuk angka-angka (Nana Sudjana. Setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif jigsaw II pada siklus I diketahui skor terendah = 50. sekurang-kurangnya 85% dari jumlah peserta didik yang ada di kelas tersebut (Mulyasa. dan yang belum tuntas belajar = 2 siswa. Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw II untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Proses penelitiannya terdiri dari dua siklus. Seorang peserta didik dipandang tuntas belajar jika ia mampu menyelesaikan. siswa yang telah tuntas belajar = 28 siswa. dan refleksi (Suharsimi Arikunto 2007 : 16). 2007:254) 2. dan observasi. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi. Dalam validitas isi sampel untuk tes dapat dimintakan bantuan ahli bidang studi untuk menelaah apakah konsep materi yang diajukan telah memadai atau tidak sebagai sampel tes. SMP Negeri 1 Tersono beralamat di Jalan Raya Tersono. dimana dari 30 siswa yang telah tuntas belajar = 26 siswa. skor tertinggi = 85.3%. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 63. dimana dari 30 siswa yang telah tuntas belajar = 19 siswa. diperoleh adanya peningkatan terhadap hasil belajar siswa. pelaksanaan. 2007:256). Jawa Tengah. digunakan untuk mengambil data tentang hasil belajar IPS-Ekonomi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono Kabupaten Batang yang telah diajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. menguasai kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 65% dari seluruh tujuan pembelajaran.

2004. ______. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. E.3%. Bandung: Nusa Media. Hasil tes siklus I nilai rata-rata kelas mencapai 77 dengan ketuntasan belajar klasikal 86. 2007. Trianto.7 % dan pada siklus II nilai rata-rata kelas adalah 84. Bandung: Remaja Rosda Karya. Terjamahan Nurulita Yusron.0 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 93. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Prestasi Pustaka. Djamarah. 2007. Mulyasa.0 dengan ketuntasan belajar klasikal 93. maka hasil belajar siswa akan meningkat diterima (terbukti).3%. dan Supardi. Bumi Aksara. Suharsimi. Lie. Anita. 2007. Suharjono. 2008. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. 2007. Jakarta: Prestasi Pustaka. Jakarta: Grasindo. Slavin. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pembelajaran dengan metode kooperatif tipe jigsaw II dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran bagi guru dalam rangka menambah variasi model mengajar dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan metode kooperatif jigsaw II sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. PENUTUP Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pembelajaran IPS Ekonomi dengan metode Kooperatif Jigsaw II menggunakan desain penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang tahun pelajaran 2008/2009. 2002. Jakarta: PT. Bandung: Remaja Rosda Karya. Robert E.3 %. 2008. Cooperative Learning. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. 46 . Setelah diterapkannya metode kooperatif jigsaw II pada siklus I nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 77 dengan ketuntasan belajar sebesar 86. Jakarta: Rineka Cipta. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar ekonomi siswa serta tercapainya indikator keberhasilan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai tes dari masing-masing siklus yang mengalami peningkatan. Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Penelitian Tindakan Kelas. Nana.belajar klasikal 63. DAFTAR PUSTAKA Arikunto.7% sedangkan pada tes akhir siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 84. Cooperative Learning Mempraktikkan Kooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis yang menyatakan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono.

baik pada kantor-kantor Lembaga Negara. Sehingga arsip sebagai sumber informasi harus dikelola dengan baik. 7 Tahun 1971. penggolongan. Pengendalian arsip meliputi pencatatan. pendistribusian. perlu disadari bahwa mengurus arsip adalah bukan sesuatu hal yang mudah. maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelaksanaan kehidupan kebangsaan. Filling komputerisasi dan print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan (subjek). Unnes dalam peningkatan mutu. System kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. Selain itu kearsipan juga merupakan salah satu bahan untuk penelitian ilmiah. Dalam proses penyajian informasi agar pimpinan dapat membuat keputusan dan merencanakan kebijakan. pemeliharaan. Dalam kesibukan pembangunan seperti sekarang ini. lengkap dan akurat. bukan hanya soal menyimpan warkat-warkat yang pada saatnya nanti harus dibuang Sistem penyimpanan yang mana akan digunakan. yaitu baik sebagai alat untuk membantu daya ingatan manusia. perlu ditentukan. maka harus ada system dan prosedur kerja yang baik dibidang kearsipan.MODEL MANAJEMEN KEARSIPAN SEBAGAI UPAYA UNNES MERAIH SERTIFIKAT ISO 9001: 2008 (Kajian Konseptual) Agung Kuswantoro. Universitas Negeri Semarang sebagai kampus konservasi. Kata kunci : manajemen kearsipan dan ISO 9001: 2008 Pendahuluan Kearsipan mempunyai peranan sebagai pusat ingatan. Pada pasal 3 Undang-Undang No. penyimpanan. pengendalian. Swasta dan Perguruan Tinggi. sumber informasi serta alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka melaksanakan segala kegiatan-kegiatan. tetapi memerlukan penanganan yang serius. S. pada saat ini sedang mengajukan diri untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001 tahun 2008 untuk dapat menjamin 47 . perlu memberikan informasi yang lengkap pada pengguna (user). desentralisasi dan azas kombinasi yang paling tepat. di mana dalam klausul ISO tersebut Sistem Manajemen Mutu. UNNES saat ini. Dari pengertian tersebut tampak bahwa arti pentingnya kearsipan ternyata mempunyai jangkauan yang amat luas. salah satunya Unnes. salah satunya terdapat pengendalian kearsipan. pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemeritahan. dan pemusnahan. penyusutan. antara lain dirumuskan bahwa tujuan kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan. Mengurus arsip. azas efisiensi perlu dipertimbangkan dengan seksama. sehingga arsip akan mudah ditemukan.Pd Abstract Kearsipan mempunyai peranan sebagai pusat ingatan. Ini pun tidak asal saja ditentukan. Hal yang sangat tidak mungkin suatu kantor mampu memberikan data informasi yang baik. sumber informasi serta alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka melaksanakan segala kegiatan-kegiatan di Perguruan Tinggi. kemudian dikendalikan dengan system kartu kendali. Menggunakan azas sentralisasi. akan menerapkan system ISO 9001: 2008. Sarannya adalah perlu adanya pelatihan manajemen kearsipan bagi para pegawai pada tiap unit pengolah dalam pengelolaan arsip. jika kantor tersebut tidak memelihara kearsipan yang baik dan teratur sesuai dengan ketentuan-ketentuan kearsipan yang telah ditetapkan. pemindahan.

Universitas Negeri Semarang selalu melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap sistem yang telah dikembangkan. Tujuan dari penyusunan manual mutu adalah memberi arahan bagi manajemen maupun sivitas akademika Universitas Negeri Semarang dalam penerapan system yang efektif dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan memelihara kesesuaian penerapan system manajemen mutu sesuai persyaratan standat International ISO 9001: 2008. maka saya akan membahas tentang Model Kearsipan Berdasarkan Sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang. baik kantor pemerintah. pelaksanaan. Sedangkan arsip aktif adalah arsip yang secara langsung dan terus-menerus diperlukan dan digunakan dalam penyelenggaraan administrasi sehari-hari serta masih dikelola oleh unit pengolah (Barthos. 2003:2). LANDASAN TEORI Pengertian Arsip Arsip dinamis adalah arsip yang masih diperlukan secara langsung dalam perencanaan. 2003:4). Arsip dinamis aktif adalah semua arsip yang masih berada di kantor. Salah satu sistem manajemen mutu di antaranya adalah pengendalian arsip. swasta atau organisasi kemasyarakatan karena masih dipergunakan secara langsung dalam perencanaan. Manfaat secara teoritis dalam penelitian ini adalah (1) Sebagai bahan pemahaman teori yang diperoleh penulis yang diterapkan pada dunia kerja. Dari latar belakang tersebut. Arsip sebagai bukti penyelenggaraan proses akademik harus dikumpulkan. dengan tetap memperhatikan efektifitas penerapannya. (2) Bagi penulis untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman penulis terutama pada masalah yang berhubungan dengan pengelolaan arsip. (3) Untuk memberikan masukan sebagai bahan referensi dan pertimbangan bagi Universitas Negeri Semarang untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan dalam sistem pengelolaan arsip. disimpan dan dipelihara secara sistematis sehingga apabila dibutuhkan ddapat diperoleh dengan mudah. penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau arsip yang digunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administarsi negara. (2) Mengkaji atau mengkonfirmasi tentang sistem pengelolaan arsip dinamis aktif yang baik dan benar. tanpa mengabaikan pemenuhan terhadap persyaratan standar internasional ISO 9001: 2008 serta peraturan lainnya yang diamanatkan oleh Dirjen Dikti sebagai institusi yang bertanggung jawab melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap institusi-institusi perguruan tinggi yang ada. pelaksanaan dan kegiatan administrasi lainnya (Amsyah.mutu perguruan tinggi secara institusi atau kelembagaan dengan tujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas serta sebagai pemenuhan persyaratan pelanggan/ stake holder. Perumusan Masalah Dari latar belakang di atas maka rumusan permasalahannya yaitu bagaimana model kearsipan berdasarkan sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang? Kegunaan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan masalah di atas maka kegunaan penelitiannya untuk mengetahui model kearsipan berdasarkan sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang. 48 . Manfaat secara praktis dalam penelitian ini adalah (1) Bagi lembaga akademik diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan terutama ilmu manajemen dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.

Guna Arsip Menurut Agus Sugiarto dan Teguh Wahyono (2005:9-10) dalam Manajemen Kearsipan Modern. 2. Empat golongan arsip itu adalah seperti berikut ini. gambar atau rekaman yang memuat sesuatu hal atau peristiwa yang digunakan orang untuk sebagai pengingat (alat bantu ingatan). 3. karena setelah apa yang diinformasikan sudah selesai berarti sudah tidak ada nilai kegunaannya. Daya Guna Warkat Warkat adalah catatan tertulis. Puak arsip ini dapat diberi tanda (B). Data dan informasi tersebut dapat ditemukan dalam arsip yang disimpan dalam berbagai media baik media elektronik maupun non elektronik. guna informasi. Puak arsip ini dapat diberi tanda (T). Puak arsip ini akan disimpan paling lama dalam jangka waktu 1 tahun. Arsip sebagai rujukan historis Arsip merekam informasi masa lalu dan menyediakan informasi untuk masa yang akan datang. 1) Arsip tidak penting. yuridis atau guna yang lain. Puak arsip ini tidak perlu disimpan dalam jangka waktu lama. menyebutkan bahwa arsip mempunyai beberapa kegunaan yaitu : 1. 2. yaitu puak (kelompok) arsip yang nilai kegunaannya hanya sebatas sebagai informasi. Jadi. yaitu puak arsip yang mempunyai nilai guna saat ini dan masih diperlukan pada waktu yang akan datang dalam jangka waktu 1-5 tahun. Dengan demikian kita bisa mengingat atau menemukan kembali informasi-informasi yang terekam dalam arsip tersebut. Warkat otomatis menjadi arsip begitu diproses untuk penyelesaian suatu kegiatan organisasi. Arsip sebagai sumber ingatan atau memori Arsip yang disimpan merupakan bank data yang dapat dijadikan rujukan pencarian informasi apabila diperlukan. guna sejarah. suatu warkat dapat hanya mempunyai satu macam kegunaan dan dapat pula mempunyai lebih dari satu macam kegunaan. 2) Arsip biasa. Warkat sebagai bahan arsip mempunyai 4 kegunaan. Penggolongan Arsip Menurut Sularso Mulyono. 49 . Arsip sebagai bahan pengambil keputusan Pihak manajemen dalam kegiatannya tentunya memerlukan berbagai data atau informasi yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Suatu warkat mungkin mempunyai guna informasi saja atau dapat pula suatu warkat mempunyai guna informasi. yaitu: 1. Arsip sebagai bukti atau legalitas Arsip yang dimiliki organisasi memiliki fungsi sebagai pendukung legalitas atau buktibukti apabila diperlukan. 3. 4. 4. Hal ini untuk memudahkan pemilahan dalam penyimpanan maupunpenyingkaran bagi arsip yang sudah tidak memiliki nilai. guna yuridis. dkk dalam rangka menata arsip dengan baik. perlu dikelompokkan dalam empat golongan arsip. guna ilmu pengetahuan.

yaitu puak arsip nilai gunanya mempunyai hubungan dengan kegiatan masa lampau dan masa yang akan datang. daerah atau wilayah tertentu. Arsip yang disimpan pada bagian pengolah adalah arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya cukup tinggi. 4) Arsip sangat penting. 2. Puak arsip ini termasuk arsip vital sehingga harus disimpan terus dan dapat diberi tanda (V). berdasarkan golongan arsip perlu disimpan dalam jangka waktu tertentu. 7 tahun 1971). bulan dan tahun yang mana pada umumnya tanggal yang dijadikan pedoman termaksud diperhatikan dari datangnya surat (akan lebih baik bila berpedoman pada cap datangnya surat). yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan. yaitu arsip yang secara langsung masih digunakan dalam proses kegiatan kerja. Sistem Abjad ( Alphabetical Filing System ) Sistem abjad adalah salah satu sistem penyimpanan berkas yang umumnya dipergunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks. 4. Ada arsip yang perlu disimpan sementara (1 tahun). Jenis Arsip Arsip yang timbul karena kegiatan suatu organisasi. Arsip dinamis. Puak arsip ini akan disimpan dalam jangka waktu 5-10 tahun dan dapat diberi tanda (P). Arsip inakif (dinamis inaktif). yaitu arsip yang penggunaannya tidak langsung sebagai bahan informasi. 4. yaitu arsip yang dipergunakan secara langsung dalam perencanaan. sebagian lagi disimpan 1-5 tahun. Sistem Wilayah/Regional/Daerah ( Geographical Filing System ) Sistem wilayah adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan tempat (lokasi). 5. 3. Untuk arsip yang disimpan di unit kearsipan adalah arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya sangat rendah. Sistem Nomor ( Numerical Filing System ) Sistem nomor adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan kelompok permasalahan yang kemudian masing-masing atau setiap masalah diberi nomor tertentu. dan sebagian kecil dari jumlah arsip perlu disimpan secara abadi. Sistem Masalah/Perihal/Pokok Soal ( Subject Filing System ) Sistem masalah adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan kegiatankegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan sistem ini. penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya maupun untuk penyelenggaraan sehari-hari administrasi negara (pasal 2 ayat b UU No. dibedakan jenis arsip seperti berikut ini. Berdasarkan frekuensi penggunaan arsip sebagai bahan informasi. 50 . yang lain 5-10 tahun. 7 tahun 1971). Sistem Tanggal/Urutan Waktu ( Chronological Filing System ) Sistem tanggal adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan urutan tanggal. pelaksanaan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara (pasal 2 ayat a UU No. 2. Sistem Penyimpanan Arsip Sistem penyimpanan arsip menurut Sedarmayanti (2003:69-76) sebagai berikut : 1. Arsip statis.3) Arsip penting. 1. Arsip aktif (dinamis aktif). yaitu puak arsip yang dipakai sebagai pengingat dalam jangka waktu yang tidak terbatas (abadi). 3.

ketertiban. dimaksudkan bahwa petugas kearsipan harus harus memiliki tingkat kecermatan yang memadai sehingga dapat membedakan secara pasti kata yang sepintas sama tapi sebenarnya tidak sama.Seorang arsiparis perlu memiliki sifat kerapian. Arsiparis harus memiliki ketelitian untuk menentukan deretan angka yang disajikan. Untuk mencegah hilangnya arsip yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan karena dipinjam oleh unit lain maupun oleh organisasi lain. dan kerapian. 51 . Ukuran sekat lemari harus disesuaikan dengan ukuran map atau folder sebagai tempat penyimpanan arsip 3.Peminjaman Arsip Arsip yang disimpan baik berstatus arsip aktif maupun arsip inaktif dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam mengambil kebijakan baik untuk unit kerja bersangkutan atau pun unit kerja lain dalam satu lembaga. Dengan kecekatan yang dimiliki. Kerapian. Tidak tertutup kenungkinan terjadi peminjaman di unit penyimpanan arsip (peminjaman terhadap arsip dinamis inaktif). Kenyataan dilapangan masih ada penggunaan lemari bukan lemari khusus arsip dan belum menggunakan lemari sebagai tempat penyimpanan arsip. tertib. 3. Frekuensi peminjaman arsip terbesar di unit pengolah. berarti segala sesuatu disikapi dengan keteraturan. maka diatur pencatatan peminjaman dengan menggunakan kartu pinjam arsip (out slip). Dengan menggunakan kartu pinjam arsip pihak pengolah arsip mengetahui keberadaan arsip apabila suatu saat ingin menggunakan dan ternyata tidak ada. Apabila masih tetap menggunakan lemari (lemari kayu) sebagai tempat penyimpanan arsip karena tidak memiliki lemaci maka penggunaan lemari tersebut harus memperhatikan tiga hal: 1. Tempat Penyimpanan arsip Arsip disimpan di lemari atau di filing kabinet yang ditempatkan di suatu ruang atau gedung. 2. keterteban dan keapikan. diharapkan penyajian informasi dari sumber data (kumpulan arsip) tidak mengalami kesalahan. beres. diharapkan petugas dapat menyajikan data tepat waktu. tentu akan membantu kemudahan dan kecepatan dalam penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang diperlukan. penanganan arsip selalu diusahakan teratur. Konstruksi lemari harus memungkinkan adanya kemudahan dalam menyimpan. Kerapian dalam menempatkan arsip yang disimpan. seorang [petugas kearsipan harus terampil dalam memilah golongan arsip. merupakan persyaratan yang harus dimiliki oleh arsiparis (orang yang bertugas di bagian arsip). keberesan. 2. Dengan demikian. dan apik. Filing kabinet atau lemari arsip berlaci disingkat lemaci. Dengan ketelitian yang dimiliki arsiparis. map atau folder. Hal ini terbuka kemungkinan. Demikian pula. maka arsip. lembaga lain memanfaatkan informasi yang bersumber dari arsip yang tidak ada organisasinya. Keterampilan. ini dimaksudkan agar ia cekatan dalam menempatkan dan menemukan kembaki arsip. Persyaratan Petugas Kearsipan 1. maupun menemukan kembaki arsip yang disimpan. Oleh karena itu. menempatkan. dan apik dipandang. Lemari harus kuat (dari kayu jati atau kayu yang kualitasnya baik) supaya tidak cepat rusak karena dimakan rayap atau dimasuki hewan pengerat maupun rusak karena usia. penyimpanan arsip tidak mungkin dihindari. Ketelitian. guide (lembar petunjuk) maupun laci-laci penyimpanan akan ditata secara teratur. Implikasi kerapian seorang petugas. tertib. adalah suatu sikap pandang tentang keteraturan.

Nilai Arsip Pengelolaan kearsipan pada suatu periode perlu ditinjau. Pengertian ISO 9001 ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). secara makro dapat menimbulkan kegagalan suatu organisasi atau terhambatnya kemajuan suatu organisasi. memahami system manajemen mutu ISO 9001: 2008 dan persyaratan-persyaratannya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Cerdas berarti memiliki tingkat pemahaman yang memadai sesuai dengan porsi dan tugas pekerjaannya. Akibat kekurang efektifan dalam pengelolaan kearsipan. ATK AC x100% ADK Keterangan : AC = Angka Cermatan ATK = Arsip Tidak Ditemukan ADK = Arsip Ditemukan Angka cermatan ini digunakan untuk menentukan apakah system yang digunakan dalam penyimpanan arsip masih cukup absah (cermat) untuk mengelola arsip organisasi yang bersangkutan. selain aman dari kerusakan dan kehilangan. arsip harus aman dari bocornya informasi. Seorang yang cerdas dapat mengurusi masalah-masalah yang dihadapi secara tepat dan cepat. Yang dimaksud dengan keberhasilan system kearsipan. (Agus Syukur 2009). 7 tahun 1971 tentang ketentuan-ketentuan pokok kearsipan. Berdasarkan pasal 11 UU No. dinyatakan dalam persentase. Tujuan Pembuatan ISO 9001 adalah memahami pentingnya mutu. Jadi. Angka cermatan adalah angka perbandingan antara jumlah arsip yang tidak ditemukan pada waktu diperlukan dengan jumlah arsip yang ditemukan. SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan. keamanan arsip termasuk aman informasi yang terkandung dalam arsip. system penyimpanan dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan serta kecepatan dan ketepatan penyajian informasi terjamin. perlu adanya penilaian terhadap keberhasilan system kearsipan. yaitu prosedur penataan tidak mengalami hambatan. Kecerdasan. Artinya informasi yang seharusnya tidak boleh diketahui orang yang tidak berhak. tidak selalu identik dengan pendidikan tinggi. baik dari kerusakan maupun dari kehilangan. apakah prosedur penataan selama ini tidak mengalami hambatan sehingga menimbulkan kesalahan atau kegagalan baik secara mikro (prosedur penataan tidak terlaksana dengan baik) maupun secara makro (system penataan kearsipan kurang atau tidak mempunyai daya guna yang memadai). mengetahui Quality 52 . perlu diamankan. Angka cermatan itu dinyatakan dengan rumus berikut ini. Hal ini dapat terjadi disebabkan kurang tepatnya penyajian informasi dari sumber data (arsip) atau kurang cepatnya penyajian informasi sehingga keputusan yang diambil oleh organisasi kurang akurat.4. Angka Cermatan Tata-Arsip Penilaian pengelolaan arsip adalah suatu putusan apakah kearsipan dilaksanakan dengan baik dalam suatu periode (jangka waktu tertentu) sehingga dapat terus dipertahankan atau perlu diadakan pembenahan. Pengamanan Arsip Arsip yang disimpan harus dijamin aman.

53 .Objective and Target. dan memahami bahwa mutu merupakan tanggung jawab bersama. memahami cara pembuatan dan pengembangan semua dokumen system manajemen mutu seperti yang dipersyaratkan. memahami cara membuat cross reference proses yang telah diidentifikasi dengan standar ISO 9001: 2008.

Tempat penyimpanan dan Pemeliharaan arsip. Pemantauan dan pengukuran c. dibedakan jenis arsip seperti berikut ini. penyusunan satuan acara 54 . 2. Perencanaan realisasi produk b. Umum b. analisis dan mpeningkatan a. Pengendalian Arsip 1.DESAIN PEMIKIRAN Klausul ISO 9001 : 2008 1. 3. Umpan Balik PEMBAHASAN Berdasarkan frekuensi penggunaan arsip sebagai bahan informasi. Analisis data e. Lingkungan kerja Realissasi produk a. Improvement (Agus Syukur 2009). Pemindahan arsip 7. Pencatatan dan penggolongan arsip 2. Focus pada pelanggan c. Sistim Penyimpanan arsip. 6. Tinjauan manajemen Manajemen sumber daya a. Tanggung jawab. 2. surat-surat administrasi (registrasi mahasiswa. pembimbingan akademik. 5. Komitmen manajemen b. Ruang lingkup Referensi normative Istilah dan definisi System Manajemen Mutu a. Persyaratan Umum b. 1. registrasi mata kuliah. wewenang. Penyediaan sumber daya b. Memori Pengambil Keputusan Legalitas Historis Agus Sugiharto dan Teguh Wahyono 2005) 7. 3. Kegunaan Arsip 1. 3. merupakan arsip yang secara langsung masih digunakan dalam proses kegiatan kerja. Pemusnahan arsip 5. Penyediaan produk dan jasa f. Sumber daya manusia c. Arsip aktif (dinamis aktif). Perencanaan e. 8. Arsip yang termasuk di dalamnya adalah dukumen perkuliahan (kehadiran). 4. Pengendalian sarana pemantauan dan pengukuran Pengukuran. Pengendalian produk tidak sesuai d. Peminjaman 4. Penyusutan arsip 6. Desain dan development d. Pembelian e. 4. Kebijakan mutu d. Infrastruktur d. Proses terkait dengan pelanggan c. Persyaratan dokumen 1) Manual Mutu 2) Pengendalian dokumen 3) Pengendalian record/ catatan Tanggung jawab manajemen a. penyusunan silabi. dan komunikasi f.

pemeliharaan sistem informasi. Jadual kuliah e. maka dalam lembaga ini yang paling cocok adalah sistem pokok masalah. pengabdian. 2. dokumen lahirnya Fakultas Ekonomi UNNES. Ujian mid semester f. rencana fakultas. Pelaksanaan ujian skripsi j. ijin penelitian) q. Contoh arsip ini adalah arsip tentang berdirinya IKIP SEMARANG. Surat penelitian (ijin obeservasi. ijin tidak mengajar) 2. Surat pengabdian r.perkuliahan. Contoh arsip ini adalah IKIP SEMARANG. Surat pindah kuliah p. 1. jadual kuliah. satuan acara perkuliahan. yaitu arsip yang penggunaannya tidak langsung sebagai bahan informasi. dan lainnya. Penyusunan kurikulum 55 . Evaluasi perkuliahan n. surat edaran dan lainnya. Arsip tidak penting. Ujian semester g. dan Arsip sangat penting. surat pengumuman. cuti kuliah dan lainnya). 4. 5) Arsip dalam administrasi akademik mahasiswa a. Pendaftaran mahasiswa lama d. Contoh arsip dalam hal ini adalah sebagaimana arsip aktif 4. laporan data. undangan. Sistem Penyimpanan Arsip Penyimpanan arsip perlu ada lima. mutu mengajar. pernyataan. Arsip penting. Pendaftaran wisuda l. Daftar hadir perkuliahan m. renop. Arsip statis. ijin penelitian. Contohnya arsip ini adalah rencana jurusan. administrasi dosen (kehadiran dosen. Surat tugas penguji skripsi i. Seleksi penerimaan mahasiswa baru b. Empat golongan arsip itu adalah Arsip tidak penting. pelaksanaan ujian kuliah. dokumen bergantinya IKIP Semarang menjadi UNNES. Draf nilai ujian skripsi k. prosedur pemilihan pejabat. Arsip biasa. perhitungan beban mengajar. rumusan kompetensi lulusan. Dalam hal ini adalah uraian tugas dan wewenang. Penyusunan silabi s. dan lainnya. standar kompetensi dosen. Arsip dinamis. 3. dan lainnya. observasi. penyusunan silabi. Berdasarkan kelemahan dan kelebihaanya masingmasing. evaluasi kerja lembaga. dokumen bergantinya IKIP Semarang menjadi UNNES. dokumen lahirnya Fakultas Ekonomi UNNES dan lainnya. Cuti kuliah o. dan lainnya. Arsip biasa. Arsip inakif (dinamis inaktif). sasaran program studi. Contohnya dokumen penelitian. buku penetapan sumber belajar. pelakasanaan ujian skripsi. Surat tugas pembimbing h. penyusunan rentra. 3. rencana universitas. Arsip penting. Pendaftaran ulang mahasiswa baru c. surat pemberitahuan. Contoh arsip ini adalah surat undangan. Arsip sangat penting.

Penyusunan satuan acara perkuliahan u. Kartu pinjam (out slip) yang terdiri dari tiga lembar yaitu kertas yang berwarna putih. dan orange. Penyusunan akan kebutuhan dosen b. Di mana kertas putih yang akan ditinggal pada filling cabinet arsip tersebut ditempatkan. dan guide. Daftar hadir dosen c. hal surat. Suatu daftar yang memuat kebijaksanaan seberapa jauh sekelompok arsip dapat disimpan atau dimusnahkan. surat masuk/ keluar. Perhitungan beban mengajar d. petugas penyimpan. folder. Misal DP3 pegawai disimpan/berlaku hanya 4 tahun. Filing cabinet yang berukuran standart yang biasa untuk menyimpan arsip. dan nilai guna arsip. dan kertas warna orange untuk bagian arsiparis. dan tanda tangan penyimpan. Dengan demikian arsip yang keluar akan terkendali. Untuk mencagah kerusakan. folder Perhitungan Beban Mengajar. maka sangat kecil akan kehilangan arsip. kertas warna biru untuk bagian pengarah. Tempat Penyimpanan dan Pemeliharaan Arsip Tempat menyimpan arsip menggunakan filling cabinet atau lemari yang memang khusus untuk arsip. Surat ijin tidak mengajar e. dan kita akan menemukan arsip atas nama dosen A. cap tertinggal. terdiri empat laci. Ruang yang digunakan untuk menyimpan arsip harus memperhatikan beberapa ketentuan agar arsip yang disimpan terjamin aman. Daftar kenaikan pangkat g. dan jagalah agar arsip tidak melipat. tanggal penyimpanan. Filling computerisasi dan Print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan. Angka pakai yang digunakan adalah antara 15% .t. Studi lanjut dosen Sistem kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. biru. Penyusunan buku pegangan kuliah 6) Arsip dalam administrasi dosen a. Peminjaman Arsip Untuk mencegah hilangnya arsip yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan karena dipinjam oleh unit lain maupun oleh organisasi lain. tanggal surat. Contoh dalam system kearsipan dikenal dengan laci. Kalau tertutup harus sering dibuka agar tidak lembab. Dengan adanya system ini. 56 .20%. dan orange/untuk bagian arsiparis. nomor surat. Dalam penyimpanan arsip perlu adanya system kartu kendali. Pemeliharaan arsip yang harus dilakukan adalah pengaturan ruangan yang kering. Kartu kendali terdiri dari tiga lembar yaitu putih untuk bagian agendaris. rak terbuka. Dengan menggunakan kartu pinjam arsip pihak pengolah arsip mengetahui keberadaan arsip apabila suatu saat ingin menggunakan dan ternyata tidak ada. terang. Surat pergantian pengajar f. dan umur dari nilai guna arsip. maka diatur pencatatan peminjaman dengan menggunakan kartu pinjam arsip (out slip). Jika kita mencari arsip tentang beban mengajar dosen A maka kita akan mencari arsip tersebut pada laci Administrasi dosen. ventilasi yang cukup. jadual retensi. gunakan kapur barus kapur barus. biru untuk bagian pengarah. Dalam kartu kendali terdapat keterangan kode masalah subjek. Penyusutan Penyusutan arsip yang digunakan berdasarkan rambu-rambu penyusutan arsip yaitu angka pemakaian. Semua arsip yang keluar akan terkontrol oleh petugas arsip. Tujuan dari kartu kendali ini adalah mengendalikan arsip yang akan disimpan.

1990. Harus disaksikan oleh 2 (dua) orang pejabat yang berwenang. 2003. diunduh 1 Januari 2010. Pemusnahan Arsip Memusnahkan arsip berarti menghapus keberadaan arsip dari tempat penyimpanan.Pemindahan Arsip Pemindahan arsip ke pusat penyimpanan arsip. dijual/dikiloan untuk pembungkus. dengan maksud untuk lebih dapat diketahui informasi keberadaan arsip tersebut sehingga orang mudah mencarinya. Manajemen Kearsipan. Budiman. Salah satunya dengan jalan pelatihan pada pegawai tentang manajemen kearsipan. Sistem kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan : 1. Penghapusan dilakukan secara total sehingga identitas arsip hilang sama sekali. penyusutan. tali. Sedarmayanti. Jadi pemusnahan arsip adalah tindakan menghancurkan secara fisik arsip-arsip yang sudah berakhir fungsinya dan sudah tidak memiliki nilai kegunaan. Zulkifli. Penataan Berkas Dalam Manajemen Kearsipan. 2010. Manajemen Kearsipan. Tiap unit pengolah dalam pengelolaan arsip perlu mendapatkan pengetahuan manajemen kearsipan. tetapi dilakukan per berkas (bendel). 2003. Tidak dibenarkan bekas arsip dipakai untuk sampul.id/pengelolaanarsipelektronikformatdokumen. 2005. dan pemusnahan arsip. PT. kemudian dikendalikan dengan system kartu kendali. pemindahan. Perlengkapan yang dibutuhkan folder. Rosyid. Amsyah. Gava Media: Yogyakarta 57 . Gramedia Pustaka Utama: Jakarta Barthos. Martono. diberi bahan kimia dan dicacah dengan mesin pencacah kertas. PT. Perlu membuat daftar pertelaan arsip-arsip yang akan dimusnahkan. box. 3. Kearsipan. Mandar Maju: Bandung Sugiarto. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dalam makalah ini adalah perlu adanya pengendalian kearsipan yang baik mulai dari penggolongan. 1984. Tata Kearsipan Dengan Memanfaatkan Teknologi Modern. DAFTAR PUSTAKA Abubakar. Pola Kearsipan Modern Sistem Kartu Kendali. www. Yogyakarta : Liberty. Pemindahan arsip dilakukan dengan cara menyiangi arsip yang telah habis jangka waktu penyimpanannya dan tidak dipakai lagi. 2003. Namun dibenarkan jika berujud kawul yaitu dicacah dengan mesin penhancur kertas. Manajemen Kearsipan Modern. Hadi. Dalam melakukan pemusnahan arsip. sehingga arsip akan mudah ditemukan. 2. daftar pemindahan arsip dan berita acara. Harus dibuatkan berita acara.google. Sularso. Cahaya Aksara Agung: Jakarta. peminjaman. Basir. 1993. Dharma Karsa Utama: Jakarta Mulyono. Caranya dibakar. Filling computerisasi dan Print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan (subjek). dkk. Sedangkan arsip yang sifatnya abadi dapat dipindahkan ke ANRI. tempat penyimpanan dan pemeliharaan. system penyimpanan arsip. Agus dan Teguh Wahyono.co. PT. Budi. tidak dilakukan lembar demi lembar. Bumi Aksara: Jakarta Budiman. Pengelolaan Arsip elektronik Format Dokumen.

1970.co.id/manajementarsipdinamis. Organisasi dan Administrasi Kantor Modern. Agus. Ignasius. 5R. Drs. Utomo. ANRI: Jakarta ..Sukur. www. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta The Liang Gie. ISO 9001: 2008 Yogjakarta : Kata Buku Sutarto. Sekretaris dan Tata Warkat.google. 1981. 2009. Manajemen Arsip Dinamis. Penerbit Kanisius: Yogyakarta 58 . Penerbit Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjahmada Yogyakarta. Bambang. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. Kearsipan 1. 1991. diunduh tanggal 12 Januari 2010 Wursanto.

Namun ingatan manusia bukanlah sebuah mesin yang sempurna tanpa gangguan-gangguan. yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. pengontrolan catatan tersebut.28% siswa menyatakan sikap positif yaitu catatan mempengaruhi ingatan mata pelajaran ekonomi. karena kekuatan otak manusia lebih besar dari sekedar kekuatan intelegensi. Serta catatan menyumbangkan pengaruh terhadap terbentuknya ingatan siswa sebesar 35. serta semua yang terekam yang telah diterima. Catatan Siswa. Penelitian dilakukan mulai semester gasal 2009 hingga pertengahan semester genap 2010 dengan menggunakan angket serta pedoman observasi catatan siswa sebagai instrumen untuk memperoleh data.000. Proses pengarsipan terjadi dalam ingatan seseorang yaitu informasi yang diterima disimpan. sehingga proses mengingat dan belajar terganggu karena butuh beberapa waktu untuk menggali kembali informasi yang tersimpan. Kata Kunci. yaitu otak... lebih buruk lagi infomasi yang dibutuhkan tidak dapat diambil kembali dan hilang. diberikan kode-kode tertentu. Dengan bertumbuh menjadi makhluk yang utuh inilah manusia akan mampu untuk bertahan hidup dan memiliki suatu kekhasan. KELAS X. Kemampuan dasar otak sebagai sebuah modalitas saja belumlah cukup. dan kemudian diambil kembali saat diperlukan atau dibuang melalui proses lupa. ingatan berkedudukan sebagai hal utama. pengorganisasian. informasi. sel otak manusia adalah 1. Dalam mencatat seseorang melakukan semua fungsi manajeman mulai dari perencanaan.PENGARUH CATATAN SISWA TERHADAP INGATAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI. tes Intelegensi saja tidak cukup digunakan untuk menyatakan masa depan seseorang akan gagal atau berhasil. Jensen dan Karen (2003:21) menyatakan “ingatan yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan pertambahan informasi yang disimpan”. Pendahuluan Manusia sebetulnya memiliki sebuah modalitas belajar yang luar biasa. 2003:23)”. SMA NEGERI 1 BOJA KENDAL Abstraksi Fridolin Palupi Sri Kurniawati Mencatat merupakan pelaksanaan kegiatan manajemen kearsipan individul yang dilakukan oleh semua pelajar dan mahasiswa serta oleh sebagian besar orang. manusia masih membutuhkan sebuah proses belajar. yakni sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual ciptaan Tuhan (Harefa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarkan pengaruh keberadaan catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Ingatan Siswa. 2003:28)”. Oleh karena itu maka dibutuhkan alat bantu ingatan yaitu mnemonik.000 (Buzan. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa tiap manusia pada dasarnya telah memiliki modalitas belajar yang sangat luar biasa. Sifat dinamis dan terus berkembang ini seharusnya memungkinkan manusia untuk mampu mengingat semua peristiwa. seringkali manusia mengalami lupa.000. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa 87. Dalam belajar inilah.000. SMA Negeri 1 Boja Kendal.000 sedangkan jumlah manusia dimuka bumi ini adalah 6. Kegiatan mencatat atau membuat catatan ini telah ada dan diajarkan pada seseorang dalam pendidikan formal. namun tidak semua catatan yang dibuat oleh siswa memberikan kontribusi terhadap ingatan siswa dalam mengulang maupun proses belajar. Semua informasi yang diterima melalui indera diterima.Sel otak (hanya dalam satu kepala manusia) yang lebih besar 166 kali jumlah manusia dimuka bumi ini. dalam penelitian ini adalah catatan. Ingatan menurut Jansen dan Karen (2003:22) didefiniskan sebagai suatu proses psikologis Proses psikologis. Belajar memungkinkan manusia untuk “tumbuh menjadi yang terbaik dari diri sendiri. dan evaluasi terhadap catatan yang telah dibuat. kelas X. “. didalam otak inilah proses ingatan terbentuk dan diproses. diproses dalam ingatan.namun yang terjadi dalam belajar sering ditemui sebuah hambatan berupa kegagalan untuk memanggil ulang informasi yang telah tersimpan. Hal 59 .000. Pada dasarnya ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. 1.60%. Pada dasarnya setiap orang telah memiliki modalitas belajar bawaan yaitu otak serta indera.

memahami konsep-konsep utama. dan melihat kaitannya”. Hal ini nampak dalam persentase yang menurun dalam UTS dan UAS. Sedangkan pada UAS jumlah siswa tuntas turun menjadi hanya 30 siswa saja yang tuntas KKM atau 27. Alat bantu ingatan mekanis atau eksterior menurut Jensen dan Karen (2003:115) diantaranya berupa “Daftar. mesin penjawab dan pencatat pesan elektronik. kalender. menempelkan penanda didinding atau papan pesan. peta pikiran. Pada UTS yang dilangsungkan bulan Oktober 2009 dari 109 siswa terdapat 42 siswa yang tuntas KKM atau 38. Hal ini karena timbul sebuah kesalahan dalam pembuatan catatan. nota dan kerangka tulis. 2000:150)”. SMA Negeri 1 Boja Kendal. 67. Dimana dalam tes tengah semester maupun ujian akhir semester siswa tidak dapat menggunakan alat bantu apapun untuk dapat mengerjakan soal.3% atau 74 siswa memiliki catatan. kelas X.1. kebanyakan orang hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang baca atau dengar kemarin (DePorter dan Hernacki. dalam ujian tengah semester dan ujian akhir semester gasal 2009 masih sangat kurang. tidak ada yang terekam”. 67. Namun ternyata ingatan siswa yang diukur melalui tes dan diperolehlah hasil berupa nilai siswa.3 yang terdiri dari 110 siswa. jadwal. X. Namun hasil yang dicapai bukanlah semaksimal apa yang dibayangkan. Karena itulah dibutuhkan alat bantu ingatan ekstern untuk memperkecil jumlah informasi yang hilang atau gagal dipanggil kembali. sebagai objek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Boja. yang disebut mnemonik. Svantesson (2004:5) mengartikan catatan sebagai ”sebuah teknik baik biasa maupun peta pembelajaran yang dibuat dengan kalimat penuh atau frasa kalimat. Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Apakah terdapat pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. jam beker atau timer. agenda.53% siswa tuntas. Kemampuan mencatat ini telah diajarkan pada tiap orang dalam proses pendidikan formal disekolah. 60 . Svantesson (2004:6) “untuk mencerna apa yang mereka dengar dan mencatatnya dalam waktu yang bersamaan sangat tidak mungkin. Dari hasil tes tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak siswa yang tidak mampu memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). “Tanpa mencatat dan mengulangi.2 dan X. Dari 110 siswa tersebut 60 orang siswa mencatat pada buku tersendiri (tidak dicampur dengan mata pelajaran yang lain).ini yang sering disebut dengan lupa. Mencatat merupakan bagian dari belajar verbal. belajar verbal menurut Slameto (2003:8) adalah ”belajar mengenai materi verbal dengan melalui latihan dan ingatan. peta pikiran. “Disekolah setiap orang dulunya (dan hingga sekarang masih) dilatih untuk mencatat dalam kalimat-kalimat atau daftar-daftar berbentuk vertikal (Buzan. Segelintir orang menggunakan hanya kata kunci”. jadi murni menggunakan informasi yang telah terekam dalam ingatan siswa selama belajar hingga pertengahan mapun akhir semester berjalan. kelas X. Bukti Empiris Dalam penelitian ini.52% siswa tuntas.3% siswa memiliki catatan maka seharusnya ingatan yang dimiliki siswa akan sangat baik.” Namun alat bantu ingatan yang lebih tepat dalam belajar adalah catatan. Tahun ajaran 2009/2010? Seberapa besarkah pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Guna mengukur ingatan siswa selama setengah semester dan satu semester proses pembelajaran siswa diukur melalui tes UTS dan UAS. Penggunaan catatan ini tidak sepenuhnya membantu memaksimalkan daya ingat seseorang. jurnal atau buku harian. lupa merupakan sebuah gangguan. Kebanyakan orang cenderung berpikir bahwa cara memasukkan materi yang paling efektif adalah mencatat semuanya pada bersamaan dengan mereka mendengarkan materi tersebut. SMA Negeri 1 Boja Kendal. Tahun ajaran 2009/2010? 2. Dalam pembelajaran ekonomi dalam tiga rombongan belajar yaitu kelas X. 2004:102)”. Catatan yang baik dan efektif menurut DePorter dan Hernacki (2000:150) “mampu membantu anda untuk mengingat detaildetail tentang poin-poin kunci.

1. metode observasi/pengamatan. 2006:14) dengan keberadaan data yang diteliti sudah tersedia dalam objek penelitian (peneliti tidak dengan sengaja menimbulkan). b adalah penduga bagi koefisien regresi (β) (Somantri dan Sambas. Kerangka Analisis 3. 2006:243). Pengamatan dilakukan dengan mengumpulkan hasil catatan siswa selama kurun waktu satu setengah semester dan kemudian dianalisis. Hubungan tersebut kemudian dinyatakan dalam sebuah persamaan matematik yang ˆ ˆ menyatakan hubungan fungsional antar variabel y a b( x) . Uji Validitas dengan rumus koefisien korelasi product moment. Skala Pengukuran Likert Pilihan Skor item Skor item Option Jawaban positif negatif A Sangat setuju 5 1 B Setuju 4 2 C Ragu-ragu 3 3 D Tidak setuju 2 4 E Sangat tidak setuju 1 5 61 . X. Tabel 1. Terdapat tiga teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif.Dengan y adalah variabel tak bebas (nilai duga). Data yang digunakan adalah data primer yang diambil langsung dari objek penelitian. dan penentuan rumusan hipotesis Ho dan Ha. 2006: 35). Dalam jangka pendek selama satu bulan dilakukan observasi terhadap proses pembelajaran ekonomi pada tiga rombel objek penelitian untuk mengamati kebiasaan siswa dalam membuat catatan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Selama satu setengah semester dilakukan pengamatan terhadap catatan siswa dan ingatan yang terbentuk dalam jangka panjang.2. x adalah variabel bebas. Langkah awal dalam analisis data penelitian adalah menguji coba instrumen (angket) yang akan digunakan. dengan kriteria pengambilan keputusan bila nilai r hitung lebih besar dari r tabel maka instrumen dinyatakan reliabel. a adalah penduga bagi intersap (α). dengan kriteria pengambilan keputusan Korelasi haruslah memiliki nilai/arah positif yaitu setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan rtabel Product moment pada taraf α = 5 %. mulai awal semester gasal 2009 hingga pertengahan semester genap 2010.3.1 Alat Analisis Regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Penelitian dilakukan dalam kurun tahun ajaran 2009/2010. dan metode angket/kuisioner.3 yang berjumlah 110 siswa. dan X. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif (Arikunto. Analisis deskriptif menggunakan skala likert dengan skala lima untuk menentukan pengukuran untuk mengukur sikap dengan menempatkan kedudukan sikapnya pada kesatuan perasaan kontinum berkisar dari ”sangat positif” hingga ke ”sangat negatif” terhadap sesuatu (objek psikologis) (Somantri dan Sambas. Angket disebarkan pada seluruh rombel sebagai populasi.2 Pengumpulan Data dan Analisis Data Penelitian dilakukan pada Siswa kelas X SMA Negeri 1 Boja tahun ajaran 2009/2010 pada rombongan belajar (rombel) mata pelajaran ekonomi rombel X. dan peneliti membimbing. jika rxy > rtabel maka soal dikatakan valid dan sebaliknya. metode dokumentasi. Untuk mengetahui apakah instrumen tersebut baik untuk digunakan maka dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. melalui tiga metode pengumpulan data yaitu. 3. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus koefisien alfa (α) dari Cronbach. penyebaran angket dilakukan langsung oleh peneliti. analisis regresi linear sederhana. memberikan arahan dan memandu siswa untuk mengerjakan tiap pernyataan yang ada dalam angket.

kuartil 3). Hal ini ditunjukkan oleh skor total responden yang terletak antara skor 12. Hasil Empiris Berdasarkan analisis deskriptif sikap tiap responden diperoleh hasil.720 (median . Sebaliknya jika. berdasarkan penelitian ada pada sikap positif. yang merupakan batas skor pada kategori positif. Kemudian pengujian hipotesis dilakukan dengan ketentuan jika Ho:β1 = 0. yaitu tidak ada pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. yaitu ada pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. kelas X. Ho:β1 ≠ 0. SMA Negeri 1 Boja. Gambar 2. 38 76 114 152 190 Min kuartil 1 median kuartil 3 max Sangat negatif Negatif Positif Sangat positif Tabel 2.114 5 4.55% Sangat negatif 38 . sehingga masuk 62 .76 0 0% Dan secara keseluruhan sikap responden tentang pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Sikap positif ini disimpulkan dari 87.19% Positif 114 . kelas X.190 9 8. 4.28% responden atau dapat dikatakan mayotiras responden sepakat bahwa catatan memberikan pengaruh positif terhadap ingatan. Garis skala jawaban responden frekuensi sikap tiap responden. Garis skala jawaban responden frekuensi seluruh responden 14558 4180 Min kuartil 1 8360 12540 median 16720 kuartil 3 20900 max Sangat negatif Negatif Positif Sangat positif Tabel 3.28% Negatif 76 . Kelas X. Gambar 1. Distribusi Jawaban Responden Frekuensi Sikap Tiap Responden Kategori sikap Kategori skor frekuensi persent ase Sangat positif 152.540– 16.152 96 87. Tidak ada responden yang menyatakan sikap bahwa catatan sangat tidak berpengaruh terhadap ingatan dan keberadaan catatan tidak penting. SMA Negeri 1 Boja Kendal. SMA Negeri 1 Boja Kendal. SMA Negeri 1 Boja Kendal ada pada sikap positif. sikap tiap responden tentang pengaruh catatan terhadap ingatan dalam mata pelajaran ekonomi. kelas X. Distribusi Jawaban Responden Frekuensi Sikap Seluruh Responden Kategori sikap Kategori skor Berdasarkan perhitungan (terlampir) diperoleh skor total seluruh responden yaitu 14558. Artinya bahwa secara keseluruhan responden memandang bahwa catatan berpengaruh positif terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi.Teknik regresi linear sederhana yang dinyatakan dalam sebuah persamaan matematik ˆ y a b( x) .

180 – 8.360 Pengaru h catatan siswa terhadap ingatan siswa dapat dilihat pada analisis regresi.471 F 59. X b.40% ingatan dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Nilai F hitung diperoleh 59.900 12.720 8. Harga koefisien determinasi R square sebesar 0.356 .05). dan nilai sig 0. Error of the Estimate 1 .35 3 2858.356. Dependent Variable: Y 3.360 – 12. Uji F (Kelinieran) Untuk melihat kelinearan persamaan regresi ini dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel.000.14500 a.739 dan F tabel diperoleh dengan cara mencari pada tabel F dengan df1 = 1 dan df2 = 108. Koefisien slope catatan adalah 0. diperoleh F tabel 3.729 dan sig 0.540 – 16.657 dengan t hitung sebesar 4.540 Sangat negatif 4. dengan nilai F hitung lebih besar daripada F tabel dan nilai sig lebih kecil daripada alpha maka dapat ditarik kesimpulan bahwa menolak Ho dan menerima Ha yang berarti koefisien determinasi signifikan secara statistik atau persamaan regresi yang terbentuk linear.720 – 20. Tabel 5 Uji Linearitas ANOVAb Model 1 Regre ssion Resid ual Total Sum of Squares df 1 108 109 Mean Square 1581.468 dengan t hitung adalah 7. Dependent Variable: Y 2. Uji Parsial (Uji t) Hasil perhitungan koefisien regresi memperlihatkan nilai koefisien konstanta sebesar 23.Sangat positif Positif Negatif 16. 1. .21 8 a.86 5 4440. Tabel 4 Uji R2 Koefisien Determinasi Model Summaryb Mo del R R Square Adjusted R Square Std.000 a 1581.597a . Koefisien Determinasi (R2) Catatan siswa mempengaruhi terhadap ingatan secara signifikan. Nilai t tabel untuk uji 63 . sedangkan 64.350 5. X b.93.60%. dan membandingkan antara sig dengan nilai alpa (0. Predictors: (Constant).7 39 Sig. hal ini berarti catatan berpengaruh terhadap ingatan siswa sebesar 35.3 53 26.000. Predictors: (Constant).334.

458 .000 . Sedangkan untuk koefisien konstanta catatan terlihat bahwa t hitung lebih besar dari t tabel dan sig lebih kecil dari alpha makan dapat disimpulkan bahwa koefisien slope catatan adalah signifikan secara statistic. warna. Uji Normalitas Gambar 4.000 4. Gambar 10 diatas memperlihatkan bahwa titik-titik distribusi terletak digaris lurus.468 dapat dibaca setiap kenaikan 1 satuan X dapat menaikan Y sebanyak 0.657 dan variabel independen catatan (X) sebesar 0. Tahun ajaran 2009/2010. menghubungkan antar materi. kelas X.98 yang diperoleh dari alpha 5% dan df 109.10 diatas adalah grafik P-Plot. meliputi aspek penggunaan poin kunci.597 Standar dized Coefficients Beta t 4. Error 5.72 9 Sig. gambar. sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai ingatan sesuai dengan distribusi uji. Jika nilai t tabel dibandingkan dengan nilai t hitung koefisien konstanta. 64 . Tabel 6 Uji Parsial (Uji t) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Con stant) X B 23. Guna memperbesar pengaruh keberadaan catatan isi catatan harus juga diperhatikan selain memperhatikan tampilan.657 0. kelengkapan materi. kesimpulan yang bisa diambil adalah menolak Ho yang berarti koefisien konstanta adalah signifikan secara statistic.33 4 7. dibandingkan dengan distribusi frekuensi yang telah ditentukan. penggunaan penekanan.468X . simbol dan hal artistik. karena catatan merupakan alat bantu ingatan (mnemonik) utama yang hingga kini masih digunakan siswa dalam belajar dan memiliki kedudukan tersendiri dalam belajar. Dari persamaan regresi diatas. dengan konstanta 23. Gambar 3 Normalitas P-Plot Residual 5. Dengan kondisi demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa penyebaran nilai ingatan mengikuti distribusi normal.ini adalah 1.468 Std. SMA Negeri 1 Boja Kendal.657 . Grafik ini menggambarkan distibusi frekuensi dari nilai ingatan. . terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan sig lebih kecil dari alpha. Simpulan Terdapat pengaruh positif catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi.061 . Jika titik-titik distribusi frekuensi pengamatan sama dengan distribusi uji yang berarti data terdistribusi secara normal.468. ˆ Dari Tabel 6 koefisien diperoleh persamaan regresi Y 23.

Diunduh dari http://www. Yogyakarta: Penerbit Gradien. Buzan. waktu/tanggal. Henry Guntur. 2006/ Journal of Chiropractic Humanities 2006. 2004. Jane Marie. Bandung: Penerbit Angkasa. Menulis: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Seton Hall University/ Paper submitted April 24. 2009. Kibum and Team. 2008. Tarigan. Learning Maps and Memory Skills. 2006. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. kerapian. # Shttp://sringerlink. Mengasah paradigma pembelajar.com. Directory: School of Graduate Medical Education. 6. Memory Boosters: Penguat Ingatan. Jakarta: Pustaka Delapratasa.Anthony V. Andreas. Bandung: Mizan Media Utama. Jakarta: PT. Jo dan Huw Williams. Kim. kebersihan. Eric dan Keren Markowitz. Bobbi dan Mike Hernacki. visualisasi ide materi pelajaran misal penggunaan peta konsep. Svantesson. D’Antoni. Diunduh dari 2009. Jakarta : Rineka Cipta.journalchirohumanities. Otak Sejuta Gigabyte: Buku Pintar Membangun Ingatan Super. DePorter. Ating dan Sambas Ali Muhidin. Bandung: Pustaka Setia. Tony. Aplikasi Statistik Dalam Penelitian. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. 2006. Ingeman. Referensi Arikunto. Belajar Dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Tony. penambahan ide pribadi siswa dalam catatan. Pada 8 Juni 2009.identitas catatan meliputi judul. 2006. sub-judul. Applications of the Mind Map Learning Technique in Chiropractic Education: A Pilot Study and Literatur. Published online: 5 March pringer Science + Business Media. in revised form August 10. Jakarta : Rineka Cipta. Somantri. Surabaya: Ikon Teralitera. 2006. Bandung: Mizan Media Utama. 2004. Jensen. 1997. 2003. Requirements for electronic note taking systems: A field study of note taking in university classrooms. pukul 11. 2005. 2006. pukul 11:22 WIB. Mengoptimalkan Daya Pikir: Meningkatkan daya ingat dengan mengarahkan seluruh kemampuan otak. LLC 2009 Slameto. DC. MSa dan Genevieve Pinto Zipp. Buzan. Jakarta: Penerbit Erlangga. Stine.00. Buku Pintar Mind Map. 2003. 65 .com pada 23 Februari 2009. Suharsimi. 2004. Harefa. 1985. dan kejelasan tulisan.Gramedia Pustaka Utama. Use Both Sides Of Your Brain: Teknik Pemetaan Kecerdasan Dan Kreativitas Pikiran. Iddon.

Ternyata terbagi dalam 11 (sebelas) kelompok faktor. Tugas rumah. Motivasi. Lingkungan tetangga. memaparkan atau mempresentasikan serta mengetahui bagian-bagian dasar atau komponen mengenai perangkat komputer. sedangkan faktor ekstern meliputi keadaan keluarga. agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja kurikulum mata pelajaran Dasar Komputer harus disesuaikan dengan kurikulum saat ini. faktor VI diberi nama kesehatan. Alat pelajaran. Keadaan gedung. dan adanya perhatian. Metode mengajar. Latar belakang kebudayaan. Pengertian orang tua. Bakat. Waktu sekolah. “Faktor intern meliputi keadaan fisik. faktor II diberi nama Jasmaniah dan Pendukung belajar. Cacat tubuh. faktor VIII diberi nama Kebutuhan. Aktivitas dalam masyarakat. “Kesulitan belajar adalah keadaan dimana anak didik tidak dapat belajar sabagaimana mestinya”. faktor IV diberi nama Kemampuan dan Minat. Teman bergaul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran Kesulitan Belajar. Kesulitan ini tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi.2003 : 54-72). Faktor penyebab kesulitan belajar ada dua macam. Cara orang tua mendidik. keadaan emosi. Faktor IX diberi nama Intelegensi. faktor VII diberi nama Media pengajaran. Relasi guru dengan siswa. keadaan sekolah dan keadaan lingkungan masyarakat” (Slameto. yaitu faktor I yang diberi nama Keluarga.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 UNGARAN Abstrak Rizal Fadilla Septian Kesulitan belajar yang berasal dari faktor internal siswa antara lain kondisi kesehatan. dan faktor V diberi nama Pergaulan. Keadaan ekonomi keluarga. Kematangan. kondisi kesehatan siswa yang sering sakit-sakitan dapat mengganggu kerja otak yang mengakibatkan terganggunya kondisi dan konsentrasi belajar sehingga siswa akan tertinggal jauh dari pelajarannya. Suasana rumah. Faktor X diberi nama Gedung dan Peralatan Sekolah. Intelegensi. Mass media. Kurikulum. Minat. Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2003 : 77). bakat khusus. Pendahuluan Pada hakikatnya di dalam belajar senantiasa ada rintangan dan hambatan yang akan mempengaruhi hasil belajar siswa. dan faktor XI diberi nama Lingkungan Belajar. Kesiapan. Relasi siswa dengan siswa. intelegensi. gangguan psikis. Kesulitan belajar yang berasal dari faktor internal siswa antara lain kondisi kesehatan. Berdasarkan hasil analisis faktor menggunakan program bantu SPSS seperti yang telah di uraikan di atas. 66 . Mata pelajaran TIK merupakan mata pelajaran yang wajib bagi siswa SMP dan merupakan mata pelajaran adaptif yang setiap waktu mengalami perubahan. Perhatian. faktor III diberi nama Komunikasi dan Relasi. Mata pelajaran TIK memiliki tujuan agar siswa mampu menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk mencari informasi. yaitu faktor intern (faktor yang berasal dari diri siswa) dan faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar). menunjukkan bahwa dari 48 (empat puluh delapan) indikator yang diindikasikan dapat mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran yang terdiri dari faKtor Kesehatan. kondisi kesehatan siswa yang sering sakit-sakitan dapat mengganggu kerja otak yang mengakibatkan terganggunya kondisi dan konsentrasi belajar sehingga siswa akan tertinggal jauh dari pelajarannya. menyusun informasi. Hubungan antar anggota keluarga. dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran.

Berikut data dari$ hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas VIII SMP Negeri 1 Ungaran : Tabel Hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK Siswa Kelas VIII Kela s VIII A VIII B VIII C VIII D VIII E VIII F VIII G Nilai dibawah KKM (< 7. dengan ditandainya hambatan-hanbatan tetentu untuk mencapai hasil belajar. sehingga pihak sekolah harus mengadakan ujuan remidi. agar siswa tersebut memiliki nilai sesuai kriteria ketuntasan minamum (KKM) yang berlaku yaitu 7. maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran ? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran Kesulitan Belajar Kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses anak didik yang tidak dapat belajar dengan sebagaimana mestinya. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya.5) 20 siswa 18 siswa 12 siswa 18 siswa 23 siswa 17 siswa 17 siswa Jumlah siswa 24 siswa 24 siswa 23 siswa 24 siswa 23 siswa 24 siswa 24 siswa Sumber: Dokumen guru mata pelajaran TIK SMP Negeri 1 Ungaran Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang memiliki nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu sebesar 25 % dari 166 siswa.Dari hasil observasi awal di SMP N 1 Ungaran pada tanggal 10 Januari 2010. maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul tentang FAKTOR -FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 UNGARAN. S. penulis mendapat daftar nilai TIK siswa kelas VIII dari guru TIK yakni Bapak Yubaidi. Dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa ada 41 siswa dari 166 siswa yang memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) dalam ujian semester ganjil. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Faktor – faktor belajar adalah peristiwa belajar yang terjadi pada diri Faktor faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada pokoknya dapat digolongkan menjadi dua faktor (Slameto. Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk mencari faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa. 67 .Kom.5.5) 4 siswa 6 siswa 11 siswa 6 siswa 7 siswa 7 siswa Nilai diatas KKM (> 7. Berkaitan dengan latar belakang masalah tersebut diatas. 2003 : 54-72).

Faktor keluarga. pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. alat pelajaran. relasi antara anggota keluarga. kematangan dan kesiapan. meliputi : intelegensi. suasana rumah. Kesiapan b. Faktor Luar Siswa (Faktor Ekstern) Cara orang tua mendidik anaknya. Relasi siswa dengan siswa. c. Bakat. minat. Motivasi.81 68 . Faktor jasmaniyah. waktu sekolah. dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu : faktor keluarga. kegiatan sosial dan bentuk kehidupan masyarakat. Keadaan gedung. Faktor sekolah. b. Faktor psikologis. Faktor intern.1. Perhatian. teman bergaul.78 Orang tua mendampingi belajar Keharmonisan keluarga I Penghasilan orang tua Pemberian motivasi Durasi pelajaran TIK Pemahaman pelajaran TIK Kondisi jasmani I Minat TIK I Pemberian tugas oleh guru lingkungan tempat tinggal I Fisik yang kurang sempurna 8. Tugas rumah. meliputi : metode mengajar. Kurikulum . meliputi : kesehatan dan cacat tubuh. Perhatian orang tua.88 Jasmaniah dan Pendukung belajar Komunikasi dan 6. Keadaan ekonomi keluarga. faktor sekolah dan faktor masyarakat. kurikulum. a. Suasana rumah. Hubungan antar anggota keluarga. Alat pelajaran. keadaan gedung dan tugas rumah.meliputi : mass media. Kuesioner (angket) b. Mass media. Waktu sekolah. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran TIK. relasi guru dengan siswa. bakat. Kematangan. Teman bergaul. 2. penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : a. Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar. Metode mengajar. adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar yang meliputi : a. Lingkungan tetangga. relasi siswa dengan siswa. Minat. Aktivitas dalam masyarakat Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. motif. meliputi : cara orang tua mendidik. Faktor ekstern. meliputi : a. Faktor masyarakat. Intelegensi. Faktor lingkungan sekolah. keadaan ekonomi keluarga. Latar belakang kebudayaan. b. adalah faktor-faktor yang ada di luar individu. baik yang berasal dari dalam siswa (intern) maupun yang berasal dari luar diri siswa (eksternal). Cacat Tubuh. Faktor Diri Siswa (Intern) Kesehatan. Relasi guru dengan siswa. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Hasil Analisis Faktor N O INDIKATOR MUATA N FAKTOR PENAMAAN FAKTOR Keluarga 32. Dokumentasi c. perhatian.

faktor VIII diberi nama Kebutuhan. Faktor IX diberi nama Intelegensi. dan faktor V diberi nama Pergaulan. Motivasi. faktor II diberi nama Jasmaniah dan Pendukung belajar. faktor VI diberi nama kesehatan. Relasi siswa dengan siswa. Kurikulum.Komposisi pelajaran TIK Komunikasi guru pada siswa Hubungan siswa dengan siswa Kondisi ruangan Tidak Membolos saat pelajaran Tulisan rapi Aktif bertanya saat pelajaran I Tidak terlambat saat V pelajaran Metode mengajar guru Materi sesuai dengan waktunya Menyiapkan keperluan sekolah V Teman bergaul Guru memperhatikan siswanya Mengkonsumsi makanan V bergizi I Perhatian orang tua Bakat V Guru memberikan II kesempatan Media pengajaran V Kebutuhan belajar siswa III Peralatan praktek baik I Kemampuan intelegensi X Mengikuti kegiatan kursus Peralatan praktek lengkap X Gedung dalam kondisi baik X Suasana rumah I Minat siswa pada TIK Sumber : Data primer yang diolah II Relasi 6.22 Kesehatan 3. Cacat tubuh. Keadaan ekonomi keluarga.87 3. Waktu sekolah. Cara orang tua mendidik.82 Kebutuhan Intelegensi Gedung dan Peralatan Sekolah Lingkungan Belajar Berdasarkan hasil analisis faktor menggunakan program bantu SPSS seperti yang telah di uraikan di atas. Perhatian. Faktor X diberi nama Gedung dan Peralatan Sekolah. Kesiapan. Minat. dan faktor XI diberi nama Lingkungan Belajar. menunjukkan bahwa dari 48 (empat puluh delapan) indikator yang diindikasikan dapat mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran yang terdiri dari faKtor Kesehatan. Metode mengajar. faktor III diberi nama Komunikasi dan Relasi. Lingkungan tetangga.16 2.44 Kemampuan dan Minat 4. Aktivitas dalam masyarakat.79 Pergaulan 4. faktor VII diberi nama Media pengajaran. Hubungan antar anggota keluarga. Tugas rumah. 69 . Relasi guru dengan siswa. Alat pelajaran. Bakat. faktor IV diberi nama Kemampuan dan Minat. Ternyata terbagi dalam 11 (sebelas) kelompok faktor. Mass media. Keadaan gedung. Latar belakang kebudayaan.95 Media pengajaran 3. Teman bergaul. Suasana rumah.91 2. Intelegensi. yaitu faktor I yang diberi nama Keluarga. Pengertian orang tua. Kematangan.

81%).16 %). keharmonisan keluarga. Media pengajaran (3.Untuk mengetahui besarnya faktor kesulitan belajar siswa yang paling dominan dapat dilihat melalui analisis deskriptif menggunakan eigenvalue dari persentase varian yang tampak pada tabel 4.95 8 71.72 Pergaulan 4.44 5 59.66 Jasmaniah dan Pendukung belajar 8.91 0 1 80.95%).82%).78%). Pergaulan (4.87 9 74. Kemampuan dan minat (6.92 Kemampuan dan Minat 6.78 % yang terdiri dari orang tua mendampingi belajar.88%) .48 Komunikasi dan Relasi 6. Kesehatan (4. Intelegensi (3.78 Keluarga 32. 2. Jasmaniah dan Pendukung belajar (8.88 3 48.95 Kesehatan 4.5 Tabel Hasil faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa N Nama Faktor Persentase Persentas o dari Varian e Kumulatif 1 32. yaitu : Keluarga (32.79 6 63.16 1 77.86 Gedung dan Peralatan Sekolah 2.Komunikasi dan Relasi (6.68 Lingkungan Belajar 2.77 Kebutuhan 3.22%) . pemberian motivasi.87%).79%).22 7 67.81 4 54.44%). durasi pelajaran TIK 70 . Lingkungan Belajar (2. Dari hasil analisis faktor terdapat 11 (sebelas) faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Teknologi informasi dan komuni di SMP N 1 Ungaran.94 Intelegensi 3. Gedung dan Peralatan Sekolah (2. Kebutuhan (3. Hasil perhitungan analisis faktor menunjukkan bahwa dari faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi diperoleh faktor yang dominan yaitu Keluarga yakni dengan persentase sebesar 32.78 2 41. penghasilan orang tua.91%).90 Media pengajaran 3.82 1 Sumber : Data primer yang diolah Simpulan Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1.

Media Audio Visual Program Macromedia Flash. yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. Hal itu di dasarkan atas konsep bahwa pengajaran adalah bagian dari pendidikan. including audio and visual channels ( Paivio. resulting.73. termasuk saluran audio dan visual ( Paivio. The importance of multiple channels for delivery of educational content can be found in the theory of multi-channel communication which confirms that when information is presented by more than one channel. tes. 1969:2) as well as touch. Multimedia pada umumnya didefinisikan sebagai 71 . Ho ditolak ini berarti .05 dan sesudah menggunakan media meningkat menjadi 76. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. Daniels. peralatan. Kata Kunci : Pembelajaran. observasi. terdapat perbedaan nilai rata rata pre-test dan nilai rata-rata post-test. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Manusia menerima data melalui banyak saluran. sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. prosedur. yaitu media. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling sensus. there will be eddition reinforcement. Besarnya peningkatan persentasi dari pre-test ke post-test adalah sebesar 16. Walaupun perkembangan teknologi yang menunjang pendidikan begitu cepat. 1969:2). yaitu nilai t hitung = -23. and text.KOMPARATIF PEMBELAJARAN MENGETIK SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PROGRAM MACROMEDIA FLASH PADA SISWA KELAS X PEMASARAN DI SMK NEGERI 9 SEMARANG Abstrak Sri Sukariyah Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. Multimedia is most commonly defined as the use of at least two of these elements: sound ( audio). media. dan angket. dan saat menggunakan media menjadi 90%. 1994:2). and motion graphics ( visual) ( Tannenbaum. dan Mengetik. namun sebenarnya pengaruh terhadap hasil pembelajaran masih belum jelas. dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Teknologi pengajaran merupakan satu himpunan dari proses terintegrasi yang melibatkan manusia. Bagui. in greater retention and improved learning ( Ellis. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis. Teknologi pengajaran merupakan bagian dari teknologi pendidikan.16%. still graphics. persentase sebelum menggunakan media sebesar 70%. 1. 2004:2. Hasil belajar mengetik sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash rata-rata 66. berjumlah 80 siswa. dan organisasi serta pengolahan cara-cara pemecahan masalah-masalah pendidikan yang terdapat di dalam situasi-situasi belajar yang bertujuan dan disengaja. Sedang hasil analisis uji-t diperoleh hasil.32. i. Human receive data through multiple channels. teknologi dipercaya mampu memberikan mekanisme penyampaian paling baik untuk mencapai sasaran peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan. Pendahuluan Peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan merupakan masalah yang selalu menuntut perhatian. gagasan. Tannenbaum ( 1998:2) posits that multimedia must include an interactive component. This interactive component must allow the learner to interact with the material in such a way as to control the outcome of the presentation. juga sentuhan. Hasil penelitian analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru menggunakan media audio visual program macromedia flash. 1998:2). Dengan perkembangan zaman sekarang yang semakin canggih.e. Variabel bebasnya adalah pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Aktivitas siswa saat menggunakan media audio visual program macromedia flash. dan rasa. Persentase skor sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash adalah sebesar 72% dan saat menggunakan media sebesar 86%. thereby necessitating that it be under the control of a computer. 1998:2. taste. Respon siswa saat meggunakan media audio visual program macromedia sangat positif.

Menurut Tannenbaum ( 1998:2) mengusulkan bahwa multimedia harus melibatkan suatu komponen interaktif. grafis diam.50%). 1998:2). ada beberapa siswa yang nilainya masih di bawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 71. Pembelajaran tersebut belum dikatakan optimal karena pembelajaran yang masih berpusat pada guru. sedangkan pada ulangan II. Berdasarkan observasi awal dapat diketahui adanya kesenjangan kesenjangan antara teori dan kenyataan. Daniels. sehingga komponen ini perlu dikendalikan oleh komputer. tetapi guru tidak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk proses pembelajaran. 72 . 1994:2). dan grafis bergerak ( visual) ( Tannenbaum. Padahal menurut Sudjana ( 2009:2) “ media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya”.50 40 7 8 20% Pemasaran 1 % X 27. Pentingnya banyak saluran bagi penyampaian muatan pendidikan dapat ditemukan didalam teori komunikasi multi-saluran yang memberikan konfirmasi bahwa jika informasi disampaikan dengan lebih dari satu saluran. untuk pembelajaran mengetik dikatakan belum optimal. aktivitas siswa. 1 Rumusan Masalah Apakah ada perbedaan hasil belajar mengetik. Pengemasan materi pembelajaran dalam bentuk tayangan-tayangan audio visual mampu merebut 90% saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. Tabel 1. selama ini kurang memanfaatkan penggunaan media. Bagui. dan teks. 2005:2). kinerja guru.50 22. Komponen interaktif ini harus memungkinkan pelajar untuk berinteraksi dengan materi untuk itu siswa dapat mengendalikan hasil dari presentasi.50 40 11 9 Pemasaran2 % % 42. 1998:2. Walaupun sekolah tersebut sudah tersedia LCD ( Liquid Crystal Display) dan komputer. yaitu pada kegiatan belajar mengajar pelajaran mengetik kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. dan 65% setelah 3 hari kemudian ( Dudung/ upload. Media audio visual mampu membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka melihat dan mendengar walaupun hanya sekali ditayangkan. 17 siswa ( 42.1 menjelaskan hasil observasi data nilai siswa yang masih mendapatkan nilai dibawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) menunjukkan ulangan I. Berdasarkan observasi awal bahwa pemahaman konsep yang dicapai siswa di SMK Negeri 9 Semarang pada program keahlian pemasaran. yang mengakibatkan lebih lamanya informasi diingat dan perbaikan pembelajaran ( Ellis.penggunaan setidaknya dua dari elemen-elemen diatas: suara ( audio). akan terjadi penguatan tambahan. Multimedia dapat menyampaikan pesan dalam bentuk audio dan visual. Hal ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa baik dari ulangan pertama dan ulangan kedua. 2004:2. tanggapan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. 18 siswa ( 45%). dan guru menjelaskan hanya dengan metode konvensional dengan menggunakan buku teks wajib. Secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat dari suatu tayangan setelah 3 jam kemudian. 1. dari hasil data nilai diatas belum mendapatkan hasil yang memuaskan. 1 Data nilai ulangan I dan II siswa kelas X Pamasaran 2009 : Jumlah Jumlah siswa siswa Jumlah bernilai di Prosent bernilai di Prosent Kelas siswa bawah ase bawah ase KKM KKM (ulangan I) (ulangan II) XP X 17. Adapun tabel nilai siswa pada tahun 2009 pada ulangan pertama dan ulangan kedua seperti berikut : Tabel 1.50 Jumlah 80 18 45% 17 % Sumber: data nilai ulangan harian siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang yang sudah diolah.

tahap otonom terdapat peningkatan kecepatan melakukan keterampilan-keterampilan yang berdaya guna untuk memperbaiki kecermatan di mana tidak terjadi lagi kekeliruan. “ pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan.1. Pendapat Gagne ( dalam Sudjana. sehingga akan ada nuansa baru dalam pembelajaran. menarik dalam mengikuti pembelajaran mengetik. Kemahiran intelektual ( kognitif). e. 2007:138) : a. 2 Pengertian Pembelajaran Situasi belajar diperoleh dari proses pembelajaran. Tahap-tahap Belajar Keterampilan ( Hamalik. melibatkan koordinasi gerakan tangan dan mata. perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar” (Mudjiono. d. c. 4 Pengertian Media Pembelajaran “ Kata media berasal dari bahasa latin Medius yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. “ belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan. 2. Bagi peneliti dapat memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran menggunakan media audio visual program macromedia flash. sikap. 2. yakni menunjukkan rangkaian respons motorik. “ Keterampilan motorik adalah serangkaian gerakan otot untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil” ( Hamalik. dan sikap” ( Mudjiono. 2. 1 Pengertian Belajar Belajar bukan hanya mengingat. Pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat 73 . informasi verbal. khususnya pada aspek pembelajaran mengetik dengan menggunakan media audio visual program macromedia flash. 1. Manfaat Praktis Bagi siswa terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan. tahap kognitif. 2. dan dapat memberikan hasil belajar yang baik. 2 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mengetik. b. Bagi guru sebagai media pembelajaran baru untuk mempermudah guru dalam proses belajar mengajar. 2006:157). 2009:55) mengemukakan ada lima tipe hasil belajar yakni : a. 2007:138). aktivitas siswa. tanggapan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. mengatur kegiatan intelektual. 2006:295). pola-pola tingkah laku yang betul dilatih sampai tidak terjadi lagi kekeliruan. Bukti Empiris 2. Terdapat beberapa pendapat mengenai hasil belajar. 3 Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. 3 Pengertian Hasil Belajar Proses pembelajaran akan memberikan suatu perubahan pada siswa yang bisa dilihat dari hasil belajarnya. Keterampilan memiliki tiga karasteristik. keterampilan motorik. keterampilan. tahap fiksasi. siswa berusaha mengintelektualkan keterampilan yang akan dilakukan. c. b. dan mengorganisasi rangkaian respons menjadi pola-pola respons yang kompleks. 2006:5). “ Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar” ( Anni. kinerja guru.

Penyajian multimedia : 1) Slide plus suara ( tape). b. Realia : 1) Model. e. g. reel.grafis. papan-bulu. Cetak : 1) Buku teks. cartridge. 2) simulasi. berkala. photografis. 2) foto. maka media itu disebut media pembelajaran ( Arsyad. Pilihan Media Tradisional : a. media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Sedangkan manfaat media ( Arsyad. media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. b. 3) permainan papan. 2) modul. 2) pita kaset. Visual dinamis yang diproyeksikan : 1) Film. ruang. Pengelompokan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi menurut Seels dan Glasgow ( dalam Arsyad. interaksi yang langsung antara siswa dan lingkungannya. Audio : 1) Rekaman piringan. poster. 3) manipulatif ( peta. b. grafik. d. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. atau elektronis untuk menangkap kembali informasi visual atau verbal”. c. media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwaperistiwa dilingkungan mereka. f. antara lain : a. Visual diam yang diproyeksikan 1) Proyeksi opaque ( tak-tembus pandang). 3) workbook. 3) slides. dan waktu. h. Media berbasis mikroprosesor : 74 . 4) pameran. diagram. 2) proyeksi overhead. 4) majalah ilmiah. Media berbasis telekomunikasi : 1) Telekonferen. serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung. 2) specimen ( contoh). Pilihan Media Teknologi Mutakhir : a. teks terprogram. boneka). Visual yang tak diproyeksikan : 1) Gambar. Permainan : 1) Teka-teki. 2) multi-image. 2002:26-27). 3) video. 2) kuliah jarak jauh. 2) televisi. dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minatnya. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran. 2. 2002:33-34) dibagi ke dalam dua kategori luas yaitu : 1. 3) chart. 2002:3-4). c. 4) filmstrips. papan info. 5) lembaran lepas ( hand-out).

2 Metode Pengumpulan Data 1) Metode dokumentasi Metode ini dilakukan untuk memperoleh data nama peserta didik yang termasuk dalam populasi dan sampel penelitian. 3) Metode observasi Untuk mengamati seberapa besar kinerja guru dan aktivitas siswa. 2. hypermedia. 2006:2). baik sebelum maupun sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Cara mengetik sederhana yang banyak kita kenal adalah cara mengetik dengan menggunakan dua jari. serta untuk memperoleh data nilai mengetik tahun sebelumnya. yaitu dengan menggunakan kedua jari telunjuk. Hipotesis Hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. permainan komputer. 7 Pengertian Mengetik “ Mengetik adalah pekerjaan yang hampir terdapat pada semua bilang. 1984:1). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).1) 2) 3) 4) 5) 6) 2. 1 Variabel Penelitian Variabel bebas ( X) : Pembelajaran mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. 2) Metode tes Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar. Metedologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang yang berjumlah 80 siswa. sistem tutor intelijen. 4) Metode Angket atau Kuesioner (Questionnaires) Angket digunakan untuk memperoleh informasi dari penerapan media pembelajaran audio visual program macromedia flash dalam mengetik. 3. 3. Variabel terikat ( Y) : Hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. 5 Computer-assisted instruction. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik ( Djamarah. compact ( video) disc. 75 . baik itu organisasi pemerintah ataupun itu organisasi kepartaian maupun organisasi yang lain” ( Sularso. data yang terkait untuk mengajar mengetik ( silabus. saat proses belajar. Cara ini sebenarnya kurang baik dan tidak efisien jika dibandingkan dengan mengetik yang menggunakan sistem 10 ( sepuluh) jari buta. 6 Program Macromedia Flash “ Flash Professional 8 adalah program animasi berbasis vektor yang sangat populer dan paling banyak digunakan saat ini untuk membuat animasi dan aplikasi web profesional yang dinamis dan interaktif” ( Chandra. interaktif. Pengertian Media Audio Visual “ Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar”. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono ( 2008:85) teknik ini digunakan jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. 3. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling sensus. 2. 2006:124).

3. (2-tailed) N Soal2 Pearson Correlation Sig.05. 2008:58).859 dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 < 0. 3. s22 = Varians sampel 2. s2 = Simpangan baku sampel 2. Reliabilitas teknik yang digunakan dalam pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah tes ulang ( test-retest).000 N 40 **. Karena taraf signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu sebesar 0. s1 = Simpangan baku sampel 1.01 level (2-tailed). 3) Tahap observasi. s12 = Varians sampel 1.05 maka soal evaluasi tersebut reliabel.000 dan batas kesalahan sebesar 0. Correlations Soal1 Soal1 Pearson Correlation Sig. 4 Teknik Analisis Perangkat Tes Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi.000 40 1 40 .3.859 ** Soal2 1 . 5 Teknik Analisis Data 1. (2-tailed) 40 . Sedangkan rumus untuk menghitung t-test adalah : Keterangan : = Rata-rata nilai sampel 1. 2) Tahap tindakan. 2008:122). Analisis t-test Rumus untuk menghitung simpangan baku adalah : ( Sugiyono. Correlation is significant at the 0.859** . = Rata-rata nilai sampel 2. Hasil analisis reliabilitas menggunakan SPSS 16 for windows sebesar 0.\ 76 . yang mempunyai 2 siklus dengan tahapan-tahapan : 1) Tahap perencanaan. 3 Jenis dan Prosedur Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. 4) Tahap refleksi. r = Korelasi antara dua sampel ( Sugiyono.

Pai Siklus1 & Siklus2 80 . Paired Samples Statistics Mean Pai r1 Siklu s1 66. Analisis uji –t Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired. Analisis Deskriptif Prosentase Penelitian ini akan menggunanakan tabel statistik yang menunjukkan angka kisaran teoritis dan sesungguhnya. Tabel 4.05 00 N 80 Std.000 r1 Sumber: Data primer diolah.000. sedangkan rata-rata dari siklus II adalah 76. Ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang. 77 . Paired Samples Correlations N Correlation Sig.73 dengan deviasi 4. 2010. Tabel 4.73 80 4.39. 2009:59). 3 Paired Samples Test. Tabel 4.71465 Siklu 76. 2010. = Depkriptif Persentase. Dari rata-rata tersebut dapat dilihat ada peningkatan hasil belajar mengetik dari siklus I ke siklus II. hal ini berarti ada hubungan yang erat antar sampel atau korelasi signifikan secara statistik. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama yaitu siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang. 4. = Jumlah seluruh nilai.59428 . Tabel paired samples correlations di atas diperoleh hasil korelasi = 0.39204 Std.59. tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau dengan menggunakan alpha 5%.05 yaitu 0. = Nilai yang diperoleh. Hipotesis : Ho : 3 = 0 Tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang.769 dengan signifikansi kurang dari 0. Error Mean .51366 s2 75 Sumber: Data primer diolah. Kriteria pengambilan keputusan. Deviation 6.2. Ha : 3 0. Hasil tabel paired sample statistics di atas. rata-rata standart deviasi dengan rumus : DP = 100% Keterangan: DP n N x ( Ali dalam Lely. Hasil Empiris 1. dapat diketahui bahwa rata-rata dari siklus I adalah 66. 2 Paired Samples Correlations.769 .05 dengan deviasi standar 6. 1 Paired Sample Statistics.

com/manuscripts/09329pdf. Hasil thitung menghasilkan nilai sebesar -23.322 9 000 2 Sumber: Data primer diolah. 1 Siklus 1.Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper t S ig. Djamarah. Arsyad.2006. Hasil dari tabel paired samples test diperoleh siklus I dan siklus II adalah -1. 78 .09. Universitas Negeri Semarang. Gregory. Aktivitas siswa saat menggunakan media audio visual program macromedia flash. (2d taile f d) Mean Std Std. 2006. Baharuddin dan Wahyuni .32 dan signifikansi sebesar 0. Jakarta: Raja Grafindo Persada. terdapat peningkatan aktivitas siswa. 6. .aabri. 5. 2006.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII program keahlian akuntansi di SMK negeri 3 Jepara Tahun Ajaran 2008/2009. Jakarta: Rineka Cipta. James McKee. Jakarta: Rineka Cipta.0987 . (13 Maret 2010). Daftar Pustaka Anni. Arikunto. Deskrptif prosentase Hasil penelitian analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru menggunakan media audio visual program macromedia flash. Krippel. Tri. 7 Jam Belajar Interaktif Flash Profesional 8 Untuk Orang Awam. Suharsimi. www. 2006. 2008. Chandra . Error Deviation Mean P Sik air lus1 4. Dahlia. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. and Janette Moody. Teori Belajar dan Pembelajaran. dan saat menggunakan media menjadi 90%.45 7 . Psikologi Belajar. Persentase skor sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash adalah sebesar 72% dan saat menggunakan media sebesar 86%. Catharina. terdapat peningkatan kinerja guru. karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0. Media Pembelajaran. 2009. persentase sebelum menggunakan media sebesar 70%.06875E1 6 826 11.59963 9. Skripsi. Prosedur Penelitian.00. Respon siswa saat meggunakan media audio visual program macromedia sangat positif. Palembang: Maxikom.77537 23. sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Nilai rata–rata siklus II lebih tinggi dibanding nilai rata-rata siklus I. Multimedia use inhigher education: promises and pitfalls. Strategi Belajar Mengajar.. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. dengan deviasi standar 4. A. 2002. 2010. maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus I ke siklus II adalah 2. Lely. Azhar. Semarang : Unnes Press. tanggapan siswa yang positif.06. Kesimpulan Ada perbedaan hasil belajar mengetik.

Excel dan SPSS.2008.Yogyakarta: Liberty. Pustaka Setia. 2005 . Samsudin. Pengetahuan Mengetik SMK.html. Jakarta: Bumi Aksara.blogspot. Statistika Dalam Penelitian. E-learning Merupakan Inovasi Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran Fisika. Marimin. dan Muhsin. 1984. 2009. Sudjana. Budi Purbayu. A.com/2008/02/e-learning-merupakan-inovasi-pendidikan. Narbuko dan Achmadi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 79 . Jakarta: Rineka Cipta.Mudjiono dan Dimyati. Bandung: Armico. 1994. Sugiyono . Belajar dan Pembelajaran. Nana. Jakarta: Rineka Cipta. Evaluasi Pendidikan. Ating dan Muhidin Sambas Ali. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Santosa. Metodologi Penelitian. Setiawan. Bandung: Alfabeta. Jakarta: Bumi Aksara. Psikologi Belajar. Sularso. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sudjana. 2006. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. 2003. Mengetik Dengan Sistem 10 ( Sepuluh) Jari . Iwan. Nana dan Rivai. Analisis Statistik dengan Microsoft. dan Ashari. Somantri. 2007. Sukardi. Teknologi Pengajaran. ( 10 Mei 2010). http://pendidikansains. 2009. 2004. 2008. Syah. 2006. 2007. Slameto. Bandung: CV. Muhibbin. Yogyakarta: ANDI. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Berdasarkan observasi awal bahwa pemahaman konsep yang dicapai siswa di SMK Widya Praja Ungaran. Ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa banyak yang nilainya masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 7. dituntut untuk bisa lebih melatih keterampilan siswa.00. tachograph. yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. dan lain-lain dapat menggunakan alatalat seperti tape recorder. Kesimpulannya adalah bahwa terdapat perbedaan hasil belajar stenografi antara sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. tacothype dan sejenisnya. Bisa dilihat dari tabel nilai seperti berikut: 80 . Namun tulisan stenografi sekarang masih relevan. Dari analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru pada siklus II lebih baik dengan persentase 88% dibandingkan siklus I sebesar 78%. Pendahuluan Pendidikan yang semakin berkembang dengan adanya kemajuan teknologi dan era globalisasi sekarang ini. untuk mengetahui bagaimana kinerja guru dan aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. setiap kali manusia berinteraksi dengan lingkungan (stimulus). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan teknik pengambilan data adalah dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis. apabila tidak diimbangi dengan pendidikan yang memadai. Kata Kunci : Pembelajaran. dan manusia akan mereaksinya (memberi respon). pada kompetensi Mencatat Dikte Untuk Mempersiapkan Naskah (Stenografi) dikatakan belum optimal. dalam kegiatan belajar dibutuhkan waktu sampai mencapai hasil belajar. dan angket. Kinerja guru dan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih baik daripada ssebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Kemajuan teknologi saat ini. rapat-rapat penting. Stenografi merupakan kompetensi wajib bagi siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan AP (Administrasi Perkantoran). Dari angket. dan pada siklus II menjadi 86%. Hasilnya pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih baik daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Aktivitas belajar manusia akan berlangsung terus menerus sepanjang waktu. Penting bagi pengajar sebagai fasilitator untuk memilih dan menyajikan bahan-bahan dengan menggunakan stimulus yang dapat menarik minat belajar siswa. tes. Menurut Skinner dalam Catharina (2006:20-21) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku. Persaingan yang semakin ketat. karena persentase siklus I adalah sebesar 70%. Besarnya peningkatan persentase dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 23.Komparasi Pembelajaran Stenografi Dasar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audiovisual ‘Filmstrip’ Pada Siswa Kelas XI AP di SMK Widya Praja Ungaran Abstrak Wardah Rizqi Tourviana Makalah ini berisi tantang salah satu cara untuk meningkatkan perhatian belajar siswa adalah dengan pemberian stimulus dengan penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar. wacana atau reportase. Dictaphone. Aktivitas siswa pada siklus II juga lebih baik. Hasil penelitiannya adalah terdapat perbedaan nilai rata-rata dari siklus I dan nilai rata-rata siklus II. semua siswa memberikan tanggapan yang sangat positif. siswa dituntut untuk terampil menulis cepat secepat pembicaraan. maka akan membuat siswa kalah bersaing di dunia nyata.19%. Stimulus yang digunakan bisa berupa media pembelajaran. Sebagai suatu proses. Tanggapan siswa saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ adalah sangat positif. untuk penulisan suatu risalah atau pidato. dan Stenografi. dan untuk mengetahui tanggapan siswa saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. observasi. Apalagi bagi siswa SMK jurusan AP. Media Audiovisual „Filmstrip‟. dan hasil belajar itu berupa perilaku yang lebih sempurna dibandingkan dengan perilaku sebelum melakukan kegiatan belajar.

yang diolah) Media audiovisual yang digunakan adalah CD interaktif. terutama telinga dan mata. dilihat gerakannya (video atau animasi). Bagaimana kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 3. Pesan atau isi pelajaran disimpan dalam bentuk filmstrip untuk mengajar huruf-huruf dasar pada penulisan huruf stenografi dengan sistem karundeng disertai dengan gambar-gambar yang disesuaikan dengan abjad serta contoh penulisan gabungan dari beberapa huruf. digunakan untuk menyerap informasi itu 81 . 31. Untuk mengetahui aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. Bagaimana aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 4. 2006:9). Untuk mengetahui tanggapan siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran terhadap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar. Untuk mengetahui kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. Rumusan Masalah 1. 28. 4. 72 27 23 mlah 50% 94% (Sumber : Data nilai siswa kelas XI AP SMK Widya Praja 2009. dan dapat didengar suaranya. 34 14 12 AP 1 18% 29% XI 34. 35. dapat dilihat di layar monitor atau ketika diproyeksikan ke layar lebar melalui overhead projector. Media Audiovisual „Filmstrip‟ Informasi yang disajikan melalui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup. Landasan Teori Pembelajaran Pengertian pembelajaran menurut teori neobehavioristik yaitu upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan supaya terjadi hubungan lingkungan dengan tingkah laku pembelajar (Sugandi. 2. Apakah ada perbedaan hasil belajar Stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 2. Informasi akan mudah dimengerti karena sebanyak mungkin indera. Juga diiringi dengan iringan musik yang dapat memberi stimulus siswa. 38 13 11 AP 2 21% 95% Ju 37. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran.1 Data Nilai Siswa Ju Jumlah siswa di Jumlah siswa di Kel mlah bawah KKM (tugas % bawah KKM (ulangan % as siswa I) I) XI 41. Bagaimana tanggapan siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran terhadap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar? Tujuan 1. Dengan gambar-gambar tersebut siswa diharapkan dapat mengerti huruf-huruf stenografi.Tabel 1. 3.

Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan empat metode penelitian yaitu metode dokumentasi. jawaban B diberi skor 4. Dengan kata lain berarti menulis steno adalah menulis dengan huruf-huruf singkat (pendek) (Mulyono. Kerangka Berpikir Pembelajar an Sebelum Menggunakan Media Audiovisual Pembelajar ‘filmstrip’ an Sesudah Menggunakan Media Audiovisual ‘filmstrip’ Apakah hasil belajar siswa setelah menggunakan media Audiovisual ‘filmstrip’ lebih baik dibandingkan dengan Pembelajaran Sebelum Menggunakan Media Audiovisual ‘filmstrip’ Siswa Kelas XI AP 1 Hasil Belajar Dibandingka n Hasil Belajar Gambar Kerangka Berpikir Hipotesis Hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran. Penentuan skor dari jawaban responden adalah untuk jawaban A diberi skor 5. Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Jadi stenografi berarti menulis singkat (shorthand). Metode dokumentasi menggunakan data sekunder digunakan untuk mendapatkan data nama siswa dan data nilai Stenografi tahun 2009. 1993:1). observasi. dan angket. dan jawaban E diberi skor 1. observasi.(Arsyad. 82 . Untuk angket digunakan skala likert dengan modifikasi. apakah ada perbedaan hasil belajar stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama. 2009:170-172). Hasil Analisis t-test (uji-t) Analisis t-test ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah ditentukan. 2009:49). 2006:130). maka penelitian ini disebut penelitian populasi (Arikunto. Karena jumlah populasi kurang dari 100. jawaban C diberi skor 3. Stenografi Stenografi yang berasal dari bahasa yunani mempunyai arti : stenos berarti singkat dan graphein berarti menulis. Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup (Arsyad. dan angket digunakan sebagai data primer berdasarkanpenelitian yang dilakukan bulan Juli 2010. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ (konvesional) dan pembelajaran stenografi pada saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran yang berjumlah 70 siswa. tes. sedangkan hasil tes. jawaban D diberi skor 2.

64857E1 84 959 19. 2010) Tabel paired sample statistics di atas.76167 Std. Sedangkan tabel paired samples correlations di atas diperoleh nilai korelasi = 0.000.05 yaitu 0.92770 Siklus 87. Error Lowe Deviation Mean r Upper Mean t f 9 Sig.1143. dapat diketahui bahwa mean dari siklus I adalah 71. Std. Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau ( ) = 0. Ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media . Nilai rata –rata siklus 2 lebih tinggi dibanding nilai rata rata siklus 1.207 1.16113 7. Siklus I & 70 . Tabel Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Std.615 dengan signifikansi kurang dari 5% atau 0. Deviation 14. Ha : 3 0. Karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0.Tabel Paired Samples Statistics Mean Pair 1 I Siklus 3 71. hal ini berarti nilai siklus I siswa berhubungan positif dengan nilai siklus II siswa.000 Siklus II Sumber (Data primer diolah. Mean Error 1. d(2tailed) 6 0 .33 air 1 Siklus II 1.81330 12.6000. maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus adalah Deskriptif Persentase 83 .615 . sedangkan mean atau rata-rata dari siklus II adalah 87.307 Sumber (Data primer diolah. 2010) Tabel Paired Samples Correlations N Pair 1 on Correlati Sig.600 70 II 0 Sumber (Data primer diolah.69258 .00 P Siklus I – 11.114 N 70 Std. 2010) Hipotesis : Ho : 3 = 0 Tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran. Dari rata-rata tersebut dapat dilihat ada peningkatan hasil belajar stenografi dari siklus I ke siklus II.307.05 (batas kesalahan) dan signifikasi 0.15813 13.0001 dengan t hitung sebesar – 12.

persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 88% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Belum kompeten B.86% a. dapat dilihat bahwa ada peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi sebesar 16%.Analisis deskriptif persentase terhadap skor yang diperoleh digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar stenografi siswa. Kinerja Guru 78% . Pada pembelajaran Stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.14% berpredikat belum kompeten. dan angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran stenografi dengan menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ C. A combination of these modalities enables a media selection with less cognitive load. dikatakan bahwa media kombinasi visual dan pendengaran merupakan kombinasi pemilihan media yang dapat mengurangi beban kognitif. Kompeten 37. Berdasarkan uraian di atas. Penyampaian yang berlebihan dengan hanya menggunakan satu model bisa menyebabkan kelebihan dan dapat mengurangi perhatian. sebanyak 26 siswa atau 37. Keseimbangan antara informasi yang disampaikan dengan audiovisual akan mengurangi beban kognitif. Sebanyak 70 siswa atau 100% sudah memenuhi KKM atau berpredikat kompeten. Pada pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. kinerja guru.14% b. Hasilnya dapat dilihat dari tabel berikut : Aspek yang diteliti Skor dalam persen (%) A. persentase aktivitas siswa adalah sebesar 70% sehingga termasuk dalam kategori tinggi.Sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 62. Pada pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. A balance between visual and auditory information reduces the cognitive load. Yang berarti setelah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ kinerja guru menjadi meningkat dari sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. the voice can have a structuring effect and attract the user‟s attention to important elements in the picture. Belum kompeten . 7 In the combination voice and picture.Sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 86% .Sebelum Menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 88% . Overload on one sense modality causes tiredness and reduced attention. yang artinya masih di bawah KKM. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugandi (2006:30). persentase kinerja guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 78% sehingga termasuk dalam kategori baik. Hal ini berarti bahwa hasil belajar siswa sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟ lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟. 2009: 15) menyatakan bahwa pemakaian media 84 . Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hamalik (dalam Arsyad.” Mengutip dari jurnal Guttormsen (2000). Hal tersebut sesuai dengan jurnal Guttormsen (2000) “Visual versus auditory. Pada pembelajaran stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ Dari hasil sebelum menggunakan media. Aktivitas Siswa 70% . Kompeten 0% b. Sedangkan sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟ hasil belajar stenografi siswa meningkat. maka suara mampu menciptakan efek strukturisasi dan menarik perhatian pengguna terhadap elemen-elemen penting dalam gambar. persentase aktivitas siswa adalah sebesar 86% sehingga termasuk dalam kategori sangat tinggi. Karena media sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran berfungsi meningkatkan peranan strategi pembelajaran sebab media pembelajaran menjadi salah satu komponen pendukung strategi pembelajaran.Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 100% a. Hasil Belajar Stenografi . aktivitas siswa dalam pembelajaran stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟. Dalam perpaduan suara dan gambar.

dan Zain. Arsyad. Belajar dan pembelajaran. Suharsimi. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. 2000. Multimedia Use in Higher Education : Promises and Pitfalls. Sehingga dari pembelajaran yang lebih aktif dan bervariasi. Universitas Negeri Semarang. max. Terdapat peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Psikologi Belajar. Media Instruksional Edukatif. Tabel Distribusi Jawaban Frekuensi Sikap Tiap Responden Kategori sikap Kategori skor Frekuensi Persentase Sangat positif 40 – 50 70 100% Positif 30 – 40 0 0% Negatif 20 – 30 0 0% Sangat negatif 10 – 20 0 0% Sumber (Data primer diolah. 3. Arif. (2009: 2). 2009. Tanggapan siswa terhadap penggunaan media mendapat tanggapan yang sangat positif dari siswa. Arikunto. Sebanyak 70 siswa yang semuanya dijadikan sebagai responden. Mulyono. Semarang : FKIS IKIP Semarang. James McKee & Janette Moody. Krippel.M. Jakarta : PT. Persentase aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. (Accessed 9 January 2010). Catharina. 1993. karena guru lebih semangat dan lebih bias menarik perhatian siswa dengan bantuan media audiovisual „filmstrip‟. Jakarta : Rineka Cipta. 1. Kesimpulan Berdasarkan pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Terdapat Perbedaan hasil belajar stenografi antara sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.aabri. dkk. 2006. serta peningkatan hasil belajar stenografi dasar. yang artinya mereka menganggap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dapat meningkatkan hasil belajar stenografi siswa. karena merupakan sebuah media yang baru dalam pembelajaran stenografi sehingga siswa lebih tertarik belajar stenografi. Sadiman.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sardiman.Realibilitas dan Validitas. 2. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Gregory. karena sebelumnya belum diajarkan di kelas X. Lely. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. maka siswa memberikan sikap yang sangat positif dalam penggunaan media audiovisual „filmstrip‟. menganggap bahwa penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar dapat meningkatkan hasil belajar mereka.Saifuddin. 2009. 2009. 2007. Stenografi Sistem Karundeng. Azhar. Daftar Pustaka Anni. Tri. dapat dilihat bahwa 100% dari jumlah responden. Jakarta : RajaGrafindo Persada.2008. atau semua siswa bersikap sangat positif. Jakarta : Rineka cipta. 4. Azwar. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program Keahlian Akuntansi di SMK 3 Jepara Tahun Ajaran 2008/2009. Djamarah. Darsono. 1997. Semarang : IKIP Semarang Press. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sudjana dkk. Media Pembelajaran.pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Rineka Cipta. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Strategi Belajar Mengajar. 1995. Persentase kinerja guru sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Hand Out. Hal ini dikarenakan stenografi merupakan hal yang baru diterima siswa. Dahlia. 85 . Terdapat peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Pengembangan. Rata-rata hasil belajar siswa dalam pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ secara signifikan lebih baik dibandingkan rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Rohani. Sularso. dan Pemanfaatannya. Media Pendidikan Pengeertian. 2007. www. Ahmad. 2006. 2010) Dari distribusi jawaban di atas.com/manuscripts/09329pdf. Semarang : Unnes Press. Skripsi. A.

Yeti dan Ratu Evi Zulfikar. Bandung : Titian Ilmu. Asep dan Sumpena Nana. 2006.pdf_template=1&loginState=2&userData=Gadjah%2BMada%2BUniversity%253Ag adjah%2BMada%2Buniversity%253A124.pdf. 2006. Mencatat Dikte Untuk Mempersiapkan Naskah. 2004.195. Ating dan Ali Muhidin Sambas. Sumaryana. Stenografi. Sumaryati. Sissel Guttormsen & Helmut Krueger. Sugandi. Bandung : Armico. Sumantri. Teori Pembelajaran. 2000. (Accessed 10 January 2010). Bandung : Alfabeta. 2009. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. Sudjana.Schar. Statistika Untuk Penelitian. 2008. 86 . 2000. Sugiyono. A. Semarang : UPT Unnes Press.55. Nana dan Rivai Ahmad. Media Pengajaran. Using New Learning Technologies with Multimedia. Bandung : Pustaka Setia. Online at U3040. Bandung : Sinar Baru Algensindo.

ceramah. college as the center of education also plays its role in generating professional HR with reliable mastery of informatics technology. Untuk itu . kita akan menghadapi era perdagangan bebas di wilayah Asia Tenggara Asean Free Trade Area (AFTA) tahun 2003 dan wilayah Asia Fasific tahun 2020 sebagai hasil kesepakatan negara-negara anggota APEC (Asia Pasific Economic Cooperation).INFORMATICS-BASED HR QUALITY IMPROVEMENT IN DEALING WITH GLOBALIZATION AND INDUSTRIAL ERA CHALLENGES ABSTRACT By Sri Wartini. simposium dan artikel koran sampai saat ini yang tak henti-hentinya mengangkat topik tersebut baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri. mendukung adanya globalisasi. Keyword: Informatics technology. Thus. lokakarya. kemajuan. mengungkapkan bahwa tantangan dan peluang di Era Globalisasi serta antisipasi yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh merupakan tema yang sangat relevan dengan situasi saat ini karena berbagai alasan. informatics constitutes a relatively new discipline. This has made informatics (information processing with computer) to keep developing along with time. There have been numerous efforts performed by both colleges and companies to meet the demands. Perkembangan teknologi di bidang perangkat keras komputer mendukung perkembangan globalisasi informasi tersebut. and it develops with the progress of the said information industrial and globalization era. peradapan. i. sehingga yang namanya informasi menjadi barang yang paling berharga. improvement of formal education. the aspects of science and technology improvement and socialization. and work apprenticeship courses. Era informasi membawa angin yang baru : barang yang justru tidak terwujud. yang dapat 87 . effisien dalam proses dan cepat dalam penyerahan/pelayanan. dll) menjadi komputer yang semakin hari semakin kecil bahkan menjadi komputer pribadi. information is increasingly valuable and the use of computer to support other fields is growing. maka setiap negara di Asia Pasific. perlu operator. In this era. one of which can be conducted through the development of HR quality in addition to academic aspects. Informasi dengan cepat berkembang dan bermakna serta berharga disebarkan ke segala penjuru seolah "tanpa batas". Pengembangan kualitas SDM melalui pendidikan perlu dilaksanakan secara terpadu khususnya dalam rangka upaya meningkatkan kemampuan bangsa Indonesia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan bagi peningkatan kesejahteraan. Kemajuan di bidang informasi melaju. SE. termasuk Indonesia. biaya rendah. work training. In relation to the mastery of informatics in this globalization and industrial era. particularly in dealing with challenges and in accomplishing the opportunity in this global era. as well as the upgrading of organizational system. 1995 dalam isfenty). dalam ruang khusus. Tidak terhitung sudah berapa banyak seminar. Salah satu diantaranya adalah karena masalah sumber daya manusia dan globalisasi adalah dua dari sekian banyak topik yang paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini. Hal ini terjadi karena topik sumber daya manusia dan globalisasi memang menyangkut masalah dasar yang amat penting bagi kelangsungan hidup kita sebagai bangsa kini dan dimasa mendatang. serta ketangguhan daya saing bangsa Indonesia (Djojo-negoro. Human Resource quality PENDAHULUAN Dalam Artikelnya isfenty (2005). sulit dioperasikan. akan dituntut untuk mampu bersaing . Essensi dari kemampuan bersaing itu adalah bahwa setiap negara harus dapat menghasilkan produk (barang dan jasa) yang bermutu tinggi. Khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. Dari komputer yang tadinya merupakan komputer milik segelintir pemakai dengan kemesteriusannya (besar.e. Hal-hal yang dimaksud terakhir ini dapat disebut dengan kinerja organisasi (Organizational performance) dan menjadi tantangan bagi semua fihak yang terkait untuk mewujudkannya. MM The need of HR for mastering informatics has been increasing with the progress of information industrial and globalization era.

dsb. Informatika adalah salah satu bentuk IpTek. dan Wide Area Network atau WAN. RELEVANSI SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN INFORMATIKA Sumber Daya Manusia adalah aset yang paling penting dalam suatu perusahaan. dengan batasan yang relatif dapat diidentifikasi. Dikatakan demikian karena melalui organisasi orang-orang dapat mencapai tujuannya dengan lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan kalau orang-orang itu melakukan usaha pencapaian tujuannya secara sendiri-sendiri. mulai jaringan lokal yang sering disebut dengan local area network atau LAN. Batasan antara perangkat lunak dan perangkat keras menjadi semakin kabur. Akibatnya. pengguna perangkat lunak semkain banyak dan ukuran komplektisitas perangkat lunak juga bertambah. Oleh karenanya.diletakkan bersama barang lain dengan cara yang nyaman. bahkan untuk saling membagi pengalaman. langkah-langkah kearah penyesuaian diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan. Perkembangan teknologi perangkat lunak juga tidak kalah pesatnya. karenanya dituntut untuk secara terus menerus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan irama perubahan yang terjadi khususnya yang menyangkut dengan perubahan teknologi informasi yang semakin pesat . especially one that required education and trainning. Apa yang disebut dengan pembangunan SDM ? tidak lain adalah penguasaan IpTek itu sendiri. yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk tujuan bersama atau sekelompok tujuan". Karena alasan efisiensi. yang tidak mungkin berfungsi tanpa adanya perangkat lunak jaringan komputer. pengolah dan pemelihara informasi karena pengguna informatika yang semakin banyak. problem. Bahkan saat ini. harus mulai berpikir tentang pembangunan SDM Informatika yang professional . hampir semua tawaran lowongan pekerjaan di bidang apapun di beberapa tingkatan pekerjaan memasyarakatkan penguasaan akan komputer (computer literate). Misalnya jaringan komputer. 88 . dan bukannya manusia menguasai IpTek serta menggunakannya dengan sebaikbaiknya. Profession menurut kamus Oxford adalah : paid occuption. Hal ini mengakibatkan komputer semakin digunakan diberbagai bidang. bahkan bisa "berbicara" (mengeluarkan suara). dan kegembiraan. Untuk itu perkembangan dalam teknologi informatika di era globalisasi dan industri. perangkat lunak banyak yang diwujudkan menjadi komponen perangkat keras. maka manusia akan dikuasai oleh IpTek atau manusia lain. Tanpa SDM yang dibangun. Komputer yang tadinya "sendiri-sendiri" menjadi komputer yang dapat berkomunikasi dengan "teman-temannya" dalam suatu jaringan komputer. dibutuhkan penyedia jasa informatika sebagai pengelola. asalkan mau memulai membuka komunikasi akan mempunyai cakrawala yang luas untuk dapat berkomunikasi dengan siapa saja di segala penjuru dunia sesuai dengan topik yang diminati bersama. Menurut Robbins (1990) : "Organisasi adalah suatu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar. Internet makin mendukung perkembangan tersebut dan rasanya saat ini semua manusia. Perangkat lunak yang tadinya hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan fungsional. sebenarnya makin sulit dikembangkan. Pendidikan sebagai suatu upaya membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. yang menguasai IpTek. Berkembang menjadi perangkat lunak yang selain fungsional juga mudah dan nyaman dipakai (friendly). kepraktisan dan keamanan. Penggunaan sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kita memang berada pada era informasi dan sesuai dengan hukum "supply and demand". Organisasi adalah salah satu hasil peradapan manusia yang penting bagi kehidupan umat manusia modern. Pembangunan negara dan kemajuan IpTek tidak ada gunanya jika tanpa diikuti dengan pembangunan SDM. Salah satu aspek sistem pendidikan yang amat berperan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan mampu beradaptasi dengan teknologi informasi di era galbalisasi dan industri itu adalah organisasi atau lembaga pendidikan . Perangkat lunak yang semakin mudah untuk digunakan pemakai. Sedangkan professional : person qualified or employed in one of the profession. Perkembangan perangkat keras selanjutnya membentuk jaringan komputer berkat kemajuan teknologi komunikasi. Perangkat lunak yang besar dan kompleks harus dikembangkan oleh suatu tim dengan berbagai keahlian serta metodelogi tertentu. Indonesia saat ini sedang membangun dan kemajuan IpTek dari negara lain juga sedang mempengaruhi secara deras perkembangan IpTek di Indonesia. Perangkat lunak yang hanya dituntut berfungsi secara fungsional dalam skala kecil cukup dikembangkan oleh pemrogram sekaligus pemakainya.

Untuk tingkatan tertentu. dapat disimpulkan juga bahwa sudah saatnya dilakukan Sertifikasi Sumber daya Manusia dalam bidang Rekayasa perangkat Lunak . Sumber daya Manusia yang bekerja dalam dunia industri saat ini mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. b. yang produk utamanya bersifat "soft" dalam hal ini dibedakan menjadi industri jasa sebagai berikut : a. Belum ada pengelompokan untuk : ketrampilan. Hobby adalah sesuatu yang kita lakukan untuk mengisi waktu senggang.sesuai dengan standar Internasional yang berlaku. Untuk itu. Biasanya ini menyangkut perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak mulai dari scracth (sesuai pesanan) atau yang menyediakan jasa pengubahan perangkat lunak tertentu supaya dapat dipakai sesuai dengan kebutuhan (tailoring.Telkom yang produknya berupa jasa telekomunikasi berbantuan komputer (perangkat lunak menjadi bagian dari jasa tersebut). disusun suatu usulan tingkatan keahlian Sumber Daya Manusia Informatika di antaranya: 89 . Contoh nyata dari industri ini adalah produktor dan perakit komputer. Sehingga dapat di simpulkan bahwa pengguna komputer pada profesi yang "lain" seperti sekretaris. Industri pemroduksi "barang" yang dalam proses produksinya membutuhkan perangkat lunak. Berdasarkan hal-hal tersebut. 2. yang dapat dikelompokkan atas jenis sebagai berikut : 1. pegawai administrasi. Jenjang Pendidikan Sarjana ke bawah 3. dan tujuannya adalah untuk kesenangan.Inti. berikut pemantauan dan pemeliharaan proses produksi. Industri manufaktur. Industri ini harus didukung oleh SDM di bidang perangkat keras dan elektronika. Contohnya adalah PT. bahkan seorang insinyur sipil yang menggunakan program komputer tidak dapat disebut berprofesi di bidang Informatika. industri manufaktur yang produknya berupa peralatan telekomunikasi (mencakup perangkat keras dan perangkat lunak) b. Pihak industri yang menjadi bahasan adalah industri yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan Rekayasa Perangkat Lunak. Seseoang yang profesional di bidangnya akan melakukan pekerjaan itu sendiri dengan kepakarannya. Industri jasa. karena tingkatan user di Indonesia yang umumnya masih awam dengan proses Rekayasa Perangkat Lunak menyebabkan sulit diajak berkomunikasi tentang kebutuhan yang perlu didukung oleh komputer. antara lain: 1.Jadi. 4. dituntut untuk dapat mengetahui strategi bisnis. Industri ini membutuhkan SDM yang berlatar belakang informatika. maka diperoleh informasi tentang kebutuhan SDM oleh industri. yaitu yang lebih menyangkut "hardware" a. Contoh : industri manufaktur yang memakai robot atau perangkat lunak untuk optimasi penjadwalan produksi. menyediakan jasa berupa pengembangan perangkat lunak. customization). Latar belakang pendidikan non-Informatika/Komputer 2. Berdasarkan hasil pertemuan jurusan teknik informatika dengan pihak industri sebagai pemakai tenaga lulusan Informatika manapun. dalam rangka mendukung kebutuhan sertifikasi Sumber Daya Manusia di Indonesia. keahlian dan spesialisasi yang terdefinisi dengan jelas. Contoh lain adalah PT. SW developer. profesi adalah sesuatu yang kita lakukan berdasarkan keahlian dan dari situ kita hidup/mencari nafkah. agar inovatif dalam menciptakan produk-produk baru Sedangkan pihak Industri menghendaki agar Sumber Daya Manusia yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi tidak saja memiliki potensi akademik melainkan juga ketrampilan dalam penggunaan dan penguasaan informatika yang sangat baik. diperlukan suatu pengetahuan dan keahlian khsusus. dan 2. Perlu mengetahui Standar Proses Produksi. Industri jasa yang memanfaatkan perangkat lunak. Dalam menganalisis kebutuhan user (semua perangkat lunak dikembangkan berdasarkan kebutuhan user). serta hasil survey yang dilakukan oleh beberapa kelompok. Industri hardware yang memproduksi perangkat keras komputer dan periperalnya.

sumber daya manusia yang berkualitas yakni yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi akan memegang peranan yang sangat strategis dan mampu memacu pertumbuhan dan pengembangan disegala bidang kehidupan manusia. Sebagai konsekwensinya. sistem. 11. Organisasi. b. Perubahan-perubahan pada skala global itu selanjutnya memicu timbulnya transformasi struktural yang pada gilirannya dapat memberikan dampak pada proses pergeseran nilai. dengan tekhnologinya. 4. kelembagaan dan lain-lain. memperluas bidang lingkupnya dengan mengambil tindakan dan meningkatkan efisiensi ekonomi mereka.1. yakni adanya tuntutan untu melakukan pembenahan/pembangunan kelembagaan (institutional building) yang diarahkan pada pencapaian kinerja yang tinggi. komunikasi dan informasi yang menjadi ciri utama dari proses globalisasi itu menyebabkan terjadinya berbagai perubahan yang bersifat menyeluruh fundamental dan berdimensi banyak. Termasuk dalam 90 . Disamping teknologi. globalisasi itu pada dasarnya menitikberatkan dua hal sekaligus: tantangan dan peluang. 9. 8. dan modal dari sumber-sumber yang paling efektif di seluruh dunia. Dalam kaitan. dalam alam keterbukaan itu kuaiitas manusia menjadi kuncinya. tekhnologi baru di bidang infoimasi dan komunikasi memungkinkan organisasiorganisasi itu memasarkan produknya secara internasional. sikap. Kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi. maka pada gilirannya organisasi bisnis yang terlibat dalam persaingan itu akan menuntut kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan bersaing. Jadi. Untuk ini semua. Singkatnya. 12. 7. globalisasi yang pada intinya merupakan rekayasa ekonomi itu telah menjadikan kehidupan manusia menjadi begitu terbuka. lni semua merupakan fenomena yang tak terelakkan. Globalisasi : Tantangan Dan Peluang Globalisasi telah menjadi kata yang amat populer akhir-akhir ini karena banyak dibicarakan dan dibahas oleh berbagai kalangan. dan oleh karenanya peranan organisasi atau lembaga pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu menjadi semakin penting. yang merujuk Wichit Srisaan dari Suranaree University of Technology di Thailand. Fenomena globalisasi yang terjadi belakangan ini juga telah menarik perhatian sejumlah ahli manajemen internasional belum lama ini. Kitalah yang harus pandai-pandai memanfaatkannya. perilaku manusia. Secara spesifik. ekonomi telah menjadi kekuatan utama yang lain di dalam fenomena global itu. 5. menyatakan bahwa dampak dari globalisasi dan regionalisasi itu dapat dirasakan pada 4 (empat ) level yaitu : a. hal ini menyebabkan semakin tajamnya persaingan antar negara dan organisasi dalam merebut pasar serta usaha menghasilkan kinerja dan kualitas produk yang prima. Dengan demikian. cara hidup. menaikkan efisiensi ekonominya dengan belajar tentang dan mendapatkan masukan berupa bahan sumber daya manusia (SDM). yaitu dirasakannya tuntutan kebutuhan akan periunya peningkatan pemahaman bahasa asing (terutama bahasa lnggeris) dikalangan tenaga pengajar dan mahasiswa. 6. 2. Dalam konteks pendidikan. Perusahaan-perusahaan multinasional besar khususnya telah mampu. Reid (1997). Lebih jauh lagi. 3. Fenomena globalisasi (dan regionalisasi) juga membawa dampak terhadap masyarakat perguruan tinggi. Programmer Programmer Analyst Software Tester Data Base Engineer Data Communication Engineer Network Engineer Software Configuration Manager System Analyst Software Engineer System Engineer Software Project Manager Software Quality Assurance TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA GLOBALISASI DAN INDUSTRI SERTA ANTISIPASI SDM UNTUK MENGHADAPINYA 1. 10. lndividu .

yang menengah berkenaan dengan kualitas teknis operasional. ketrampilan dan motivasi kerja biasanya ditumbuhkan dilingkungan pendidikan 91 . Pernyataan Nasibitt diatas jelas menunjukkan betapa besar dan pentingnya peranan SDM pada masa kini dan akan datang. Peranan SDM Peranan SDM memang sangat peting. manusialah yang membuat barang-barang dan jasa yang bernilai bagi suatu bangsa. keadaan ini menyebabkan semakin tumbuhnya persaingan antar negara dan perusahaan dalam merebut pasar. nilai-nilai masyarakat yang menyangkut sikap mental. Bagimana Peningkatan Kualitas SDM Kualitas SDM pada dasarnya berkenaan dengan keahlian. Jalur Pendidikan Formal. kiranya tidak salah kalau perusahaan besar seperti Union Carbide menetapkan slogannya yang berbunyi . baik dalam politik. Sebagai konsekwensi logisnya. kreativitas. c. Untuk peningkatan kualitas SDM. bagi tenaga yang berada pada tingkat bawah/operasi menyangkut kualitas tehnis operasionalnya. moral dan dedikasi terhadap pelaksanaan tugas dapat dikembangkan meialui sistem latihan kerja. yaitu sebagai berikut : a. dan bagi tenaga kerja tingkat tinggi menyangkut kualitas managerial dan komunikasinya. Karena memang benar. lni semua dimungkinkan oleh semakin maju dan berkembangnya teknologi informasi. serta peningkatan mutu tenaga pengajar dan semacamnya. kemampuan dan ketrampilan kerja seseorang melakukan berbagai kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang ikut serta menentukan kualitas hidupnya. perlombaan untuk menghasilkan kinerja dan kualitas produk dan jasa yang prima menjadi keharusan. telah menjadi semakin sempit. baik ditingkat regional (seperti ASEAN dan Asia Pasific) maupun ditingkat yang lebih luas lagi. Intemasional. pengetahuan umum. kata sementara orang. "Assets make things possible. media komunikasi dan alat transportasi. much more important in their organization". maupun sosial dan budaya. peoples make things happen". perubahan dan penyesuaian kurikulum. Secara garis besar. fasilitas teknologi pengajaran. Dunia kita sekarang ini.. Mengutip kata John Naisbitt :"In an information society. serta pengembangan watak dan kepribadian. yang sering disebut dengan masyarakat informasi itu. d. Tegasnya. Merekalah yang menciptakan berbagai inovasi dan kemudian membuat banyak organisasi menjadi dikenal luas. Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden serta seperangkat Hukum lainnya. Lebih-lebih dalam era informasi dan globalisasi seperti sekarang. misainya meialui : Undang-undang. ekonomi. yaitu adanya tuntutan untuk melakukan kerjasama antar lembaga pendidikan tinggi. yaitu proses pengembangan keahlian dan ketrampilan kerja . human resource is at the cutting edge. yang pada gilirannya juga menurut kualitas SDM yang tinggi dan bersaing.pembangunan kelembagaan ini di antaranya adalah -. Jalur pendidikan formal bertujuan membekali seseorang dengan dasar-dasar pengetahuan. b. menurut Simanjuntak (1992). And it means that human resource professionals are becoming much. supervisor dan managerialnya. yaitu adanya tuntutan untuk melakukan perubahanperubahan pada sistem pendidikan tinggi sehingga mampu mengakomodasikan kebutuhan yang semakin meningkat. Dengan demikian. Khususnya bidang ekonomi dan bisnis. terdiri dari pendidikan umum dan kejuruan mulai dari tingkat sekolah dasar. Jalur Latihan Kerja. dan perguruan tinggi. dan terjadi diberbagai arena. Hai ini dapat dimaklumi karena manusia merupakan unsur utama dari setiap organisasi. Nilai-nilai pengembangan bakat. Nasional . sekolah menengah tingkat pertama dan atas. Jadi. sistem latihan kerja dapat dipandang sebagai kelengkapan atau suplemen sistem pendidikan formal. Pergaulan dan hubungan antar bangsa di dunia pun telah berlangsung demikian erat dan mudahnya. Tak ada keraguan akan hal ini. pada dasarnya dapat dilakukan melalui tiga jalur utama. 2. 3. inovasi. teori dan logika. Latihan kerja menekankan peningkatan kemampuan professional dan mengutamakan praktek daripada teori. kemampuan analisis. dan hasil-hasil yang bernilai inilah yang menentukan derajat kesejahteraan dan taraf hidup suatu masyarakat.

baik dibidang spesialisasi pekerjaan maupun dalam hal kemampuan bahasa lnggeris dan komputer. c. Perbaikan Organisasi Usaha-usaha ke arah peningkatan mutu SDM tidak bisa lepas dari usaha-usaha perbaikan organisasi dan kinerja organisasi pendidikan pada umumnya. Jadi. Pengembangan dan penyesuaian teknologi dan metode kerja yang dari waktu ke waktu terus berkembang dengan cepat. dan pada kesempatan lain komputer dan keahliannya itu dapat juga dipakai untuk membobol bank. pengembangan dan penerapan IPTEK haruslah didukung oleh SDM yang berkualitas metalui pendidikan dan petatihan. Peralatan ini bisa berupa perangkat lunak yang berbentuk metode dan teknik. Pengembangan SDM (pengajar dan staf penunjang) atau peningkatan mutu dan kualifikasi staf meialui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selanjutnya. dapat dipakai untuk kebaikan manusia atau sebaliknya. maka usaha-usaha membina dan mengembangkan keterkaitan (link) antara lembaga pendidikan dengan dunia keda dan industri harus menjadi priohtas. seperti : pengendalian mutu terpadu (TQM) dan reenginering. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa dalam rangka pengembangan IPTEK ini kita harus senantiasa berpedoman pada nilai agama. serta memperhatikan keterbatasan sumber daya dan kelestahan lingkungan hidup. Harus diakui bahwa selama ini kita sangat kekurangan dalam menangani masalah "link and match" ini. sistem pendidikan hendaknya senantiasa diarahkan pada penyediaan tenaga kerja yang cakap. Untuk menghasilkan manusia yang berkualitas seperti yang ditentukan oleh GBHN. Pengembangan IPTEK Upaya yang lain adalah menurut Suriasumantri (1991) menjelaskan bahwa'teknologi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah dalam bentuk peralatan yang membantu manusia memecahkan masalah-masalah yang bersifat praktis. juga dapat membawa dampak yang berakibat buruk". 92 . Peningkatan kerja sama dengan instansillembaga lain yang terkait. perhatian pada imbalan. seseorang bukan saja akan menjadi lebih mahir meiaksanakan tugasnya tetapi juga akan terbuka peluang baginya untuk menemukan cara-cara kerja yang lebih praktis. Berkaitan dengan peningkatan kinerja perguruan tinggi maka upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah : a. disamping juga dapat menumbuhkan kemampuan tenaga keoa itu sebagai kekuatan yang mendorong pembangunan nasional. Dalam kaitan ini. efisien dan lebih baik dalam melaksanakan pekerjaan yang dimaksud. seorang pemakai komputer yang ahli dapat menggunakan komputernya untuk menghitung dan menyelesaikan persoalan matematika dan statistika yang rumit dalam waktu amat cepat. termasuk organisasi perguruan tinggi. baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk menunjang kegiatan pendidikan dan riset. penerapan dan pengembangan yang memadai. Sehingga daiam hal ini program latihan dapat memberikan tambahan nilai bagi keluaran sistem pendidikan formal. Sebagai contoh. Perbaikan dan peningkatan sistem dan teknik manajemen di bidangbidang yang terkait. Dalam konteks ini. menirukan dan melakukan tugas-tugas pekerjaan yang ditekuninya. penataan sistem keiembagaan. d. teknologi bagaikan pisau bermata dua. Jalur Pengalaman Kerja. manfaat yang diberikan oleh suatu teknologi tidak lagi ditentukan oleh teknologi itu sendiri. nilai budaya bangsa. sehingga lembaga pendidikan kita selama ini lebih banyak sibuk menghasilkan lulusan yang sulit mendapatkan pekerjaan danlatau sulit bekerja. Dengan melakukan pekerjaan secara berulang-ulang. atau perangkat kera yang berbentuk peralatan fisik". Ha] ini penting. jaminan karier dan promosi.formal dan dikembangkan dalam proses latihan kerja. karena seperti kata Suriasumantri (1991) :"Sebagai alat.kondisi kerja. melainkan oleh manusia sebagai mahiuk yang mempergunakan teknologi tersebut. dana penefitian dan pengembangan yang mendorong orang untuk berprestasi optimal sangatiah diperlukan. Pada masa yang akan datang. serta penyediaan sarana dan prasarana penefitian. yaitu wahana meialui mana seseorang dapat meningkatkan pengetahuan teknis maupun ketrampilan kerjanya dengan mengamati orang lain. c. sepadan (match) dengan kebutuhan pembangunan. b. peranan pendidikan dan latihan menjadi sangat strategis.

maret 1997) 12. 1994. Peranan limu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Proses 7. Karenanya berbagai usaha dalam meningkatkan kualitas SDM harus terus menerus diupayakan. dan bukan sebaliknya. Dahlan Abdullah.e. maka kinerja organisasi penyelenggara pendidikan tinggi mempunyai peran yang penting. Megatrends Ltd. 5. 1990. Jakarta.002/Th. termasuk pendidikan program diploma.1996. Pembentukan dan pemantapan budaya dari ikiim akademik yang mendukung bagi tercapainya kinerja institusi yang tinggi. Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Sumatera Utara 11.1990. "Pengembangan Silabus Rekayasa Perangkat Lunak untuk Program Pasca Sarjana Teknik Informatika". nampaknya pendidikan professional. Paradigma Baru Pengelolaan Pendidikan Tinggi. 8. Batubara.l-. ada bebarapa pokok yang dapat di simpulkan antara lain: Teknologi informatika yang makin merambah berbagai bidang mendorong SDM untuk terus semakin meningkatkan kualitasnya dalam penguasaan Iptek. DiktiDepdikbud. Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Memacu Pertumbuhan Ekonomi Menjelang Era Persaingan Global.S. Tantangan dan Peluang Sumber Daya Manusia di Era Globalisasi. Cosmas. Depdikbud. Pramutadi. Makalah Simposium Nasional Cendikiawan Muslim.4-31. Inggriani Liem Farid Wazdi. Laporan Akhir dari Program Peningkatan Relevansi Pendidikan Teknik. 3. Maret 1997.ST. Makalah Rapat Kerja Nasional. 1992. Patrivia.(1993). Dengan melihat kecenderungan kebutuhan tenaga keda pada masamasa mendatang. Evaluasi dan pembaharuan kurikulum secara periodik sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tuntutan yang berubah secara cepat dari waktu ke waktu. Habibie. 10. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 14. Link and Match. 4. Monitoring dan evaluasi proses dan kinerja organisasi secara terus menerus untuk mendapatkan masukan bagi usaha-usaha perbaikan mutu berkelanjutan (continous improvement). No. Isfenti Sadalia. John & Aburden. 3: 3-12. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.J. Djojonegoro. Upaya yang lainnya untuk menghasilkan SDM yang berkualitas . 1990's Megatrends 2000. Karena SDM yang berkualitas merupakan kunci bagi keberhasilan kita menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas yang berintikan persaingan. Transformasi Masyarakat. 9. merupakan alternatif yang tepat bagi pengembangan kualitas SDM yang sesuai dengan tuntutan kerja di masa-masa yang akan datang. Ten New Directions For the 13. 1 1995. FTI-ITB. PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG INFORMATIKA DALAM ERA GLOBALISASI DAN INDUSTRI 6. 15. "Masalah Tenaga Kerja di Indonesia" Jurnal 2. PENUTUP Akhimya sebagai penutup dari paper ini. Seminar Komunikasi Hasi Penelitian ITB. Salah satu upaya Pengembangan SDM bagi Iptek adalah tidak terlepas landasan nilai agama dan budaya perlu sekaii untuk menjamin terkendalinya pemanfaatan IPTEK demi tujuan-tujuan yang meningkatkan kesejahteraan orang banyak. Sri Purwanti : "Paradigma Pemrograman di masa mendatang". DAFTAR PUSTAKA 1. Malang. Kajian. W. g. Informasi singkat tentang Jurusan Teknik Informatika (Program Studi Sarjana dan Megister). 93 . Ilmu-Ilmu Sosial. Naisbitt. B. f.

Hal ini berarti siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Group Investigation. dan hasil belajar PENDAHULUAN “Dunia pendidikan kita ditandai oleh disparitas antara pencapaian academic standard dan performance standard. Untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu. terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan. Kata Kunci: Cooperative learning. 3% dengan katagori sangat setuju dan setuju. 17. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Sehingga pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation lebih efektif daripada pembelajaran dengan metode konvensional dan siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Group Investigation. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas data hasil tes dari kedua kelompok. tes dan angket. maka dilakukan penelitian dengan metode kooperatif tipe Group Investigation. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cara cluster random sampling diambil sampel sebanyak 2 kelas yaitu siswa kelas VII-9 sebagai kelompok kontrol yang dikenai pembelajaran dengan metode konvensional dan siswa kelas VII-3 yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Pada akhir pembelajaran.6 % siswa kelas VII memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum. taraf kesukaran dan daya pembedanya. Jadi rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. diperoleh bahwa data kedua kelompok sampel normal dan homogen. 2009: VI-VIII). 102 dan = 1. 67. Disarankan guru dapat mengembangkan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan menerapkan pada pokok bahasan lain serta hendaknya guru menerapkan suatu model pembelajaran yang tepat sesuai dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) apakah ada perbedaan hasil belajar IPS Terpadu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII (2) apakah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation efektif untuk mengajarkan IPS Terpadu kelas VII (3) bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran IPS Terpadu pada kelas dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. artinya diterima. Kemudian tanggapan siswa terhadap pembelajaran Group Investigation sebesar 79. Hasil observasi awal di SMP 2 Negeri Ungaran diperoleh data bahwa pembelajaran IPS Terpadu di kelas VII memiliki indikasi hasil belajar yang rendah. > maka ditolak. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. 94 . Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol yaitu dengan rata-rata kelas kontrol mencapai 63. Hal ini berarti. kedua kelompok sampel diberi tes dengan menggunakan instrumen yang sama yang telah diuji validitas. reliabilitas. Perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebanyak 67. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran tahun pelajaran 2009/2010. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Dari hasil perhitungan dengan uji t diperoleh = 3. Group Investigation.EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 2 UNGARAN ABSTRAK Widya Latif Kartika Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Metode Pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi. Faktanya banyak peserta didik mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik… namun pada kenyataannya mereka tidak memahaminya”(Suprijono.38 dan rata-rata kelas eksperimen mencapai 71.

ekonomi. Hal tersebut terbukti banyak siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). (Para siswa menulis pernyataan dari persepsinya dan pengalaman mereka belajar dengan metode Investigasi Kelompok yang memberikan wawasan ke dalam sikap dan orientasi terhadap belajar sekolah. geografi. kebiasaan.1 LANDASAN TEORI Pengertian Belajar Menurut Gagne (Chatarina. The students‟ written statements of their perceptions and experience of learning with the Group Investigation method provided insights into their attitudes and orientations toward school learning. Dalam rangka memecahkan masalah tersebut para pakar pendidikan Indonesia mengenalkan apa yang disebut model pembelajaran. Gagne Terhadap masalah belajar. 2006: 2) “belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia. Untuk itu diperlukan cara atau prosedur bagaimana mengorganisir unsur-unsur tersebut agar menghasilkan hasil belajar yang lebih efektif. meliputi bahan kajian: sosiologi. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu. sementara kategori lain mencerminkan pendapat positif siswa tentang hubungan sosial mereka. Gagne (Anni. tetapi baru dalam bentuk sensori-motor coordination. Sugandi (2004: 84) ”menyimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan inti atau jantungnya strategi pembelajaran”. 2005: 1).Menurut Depdiknas. 2. dan tingkah laku . yaitu : 1) Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. Jadi untuk mewujudkan suatu proses pembelajaran menggunakan kemasan metode mengajar. learning skills and academic achievement interms of deeper understanding of the topics investigated. Sebanyak 68 % siswa kelas VII memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum. sejarah. strategi belajar-mengajar ataupun model pembelajaran yang tepat. Kriteria ketuntasan minimum di SMP Negeri 2 Ungaran untuk mata pelajaran IPS Terpadu adalah 68. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa cenderung pasif. 2002: 1). menyenangkan dan efektif. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar adalah pembelajaran kooperatif. Salah satu diantaranya mengindikasikan bahwa metode Grup Investigation sangat menarik. keterampilan . 2006: 71) memberikan dua definisi. sehingga pada saat mereka dihadapkan materi yang sangat banyak susah bagi para siswa untuk memahaminya dan tujuan pembelajaran tidak tercapai dan hasil belajar siswa rendah. Kesanggupan untuk menggunakan bahasa ini penting artinya untuk belajar. Four main categories of positive statements emerged. dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan”. One category indicated that the Group Investigation method was interesting. yang disebut The domains of learning yaitu : 1. 1999 (Chin Tan. tidak terjadinya komunikasi yang maksimal antara guru dan siswa. Munculnya empat kategori utama dari pernyataan positif. Kemudian ia mulai belajar berbicara dan menggunakan bahasa. yang berlangsung selama periode waktu tertentu. Sharan & Sharan. Teori Belajar Teori dari R. keterampilan dan sikapnya” (Arsyad. while the other categories reflected the students positive perception of their social relationships. keahlian pembelajaran dan pencapaian prestasi akademik dalam hal pemahaman yang mendalam mengenai topik yang diinvestigasi). Gagne mengatakan pula bahwa segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia dapat dibagi menjadi 5 kategori. Mulai masa bayi manusia mengadakan interaksi dengan lingkungan. Keterampilan Motorik (motor skill) 95 . IPS terpadu menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah yang dianggap membosankan karena terlalu banyak materi sehingga para siswa susah dan malas memahami semua materi pada IPS Terpadu. 2) Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi. 1992.fun and effective. siswa hanya mendengarkan ceramah guru. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan.

mensintesis anggota kelompok temuan dan membuat presentasi untuk seluruh kelas. merencanakan dan melaksanakan penyelidikan. Tahap 4: Menyiapkan Laporan Akhir e. c. maka ia akan mencapai tingkat hasil belajar yang seperti yang diharapkan atau dengan kata lain akan dirumuskan bahwa setiap siswa yang mempunyai kecakapan rata-rata atau normal. metode yang sering dan banyak dilakukan oleh guru adalah metode ceramah. Tahap 5: Mempresentasikan Laporan Akhir Pembelajaran Konvensional Menurut Budiarsih (2007: 55) “dalam proses belajar mengajar jenjang pendidikan dasar dan menengah. bahwa sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. a. Informasi verbal 3. Tahap 2: Merencanakan Tugas yang akan Dipelajari. Sikap Hasil Belajar Menurut Bennyamin Bloom dalam Suprijono (2009: 6-7) mengklasifikasikan hasil belajar yang secara garis besar di bagi menjadi tiga ranah sebagai berikut. Tahap 3: Melaksanakan Investigasi d. Slavin (2008: 218) mengemukakan tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI adalah sebagai berikut: a. Ranah psikomotoris Ketuntasan Ketuntasan Belajar Tujuan proses belajar mengajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh siswa. Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga mewakili populasinya. dan ia mempergunakan dengan sebaik-baiknya. Kemampuan Intelektual 4.2. Menurut Budiarsih (2007: 27) secara sederhana konsep belajar tuntas mengatakan bahwa bilamana siswa diberi kesempatan mempergunakan waktu yang dibutuhkannya untuk belajar. Setelah diketahui banyak sampel berdistribusi normal dan 96 . menyelesaikan suatu tugas. atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainnya”. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Ini disebut “mastery learning” atau belajar tuntas. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan” (Slavin.tugas secara tuntas sepanjang kondisi belajar yang tersedia cukup menguntungkan. mereka akan menyelesaikan tugas. Ranah kognitif b. 1995: 73). Menurut Budiarsih (2007: 32) pembelajaran kooperatif adalah “pembelajaran yang mendorong siswa bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah. “Selama kerja kelompok. jika diberi waktu yang cukup untuk belajar. 1999 dalam (Chin Tan. artinya penguasaan penuh ( Nasution. Ranah afektif c. kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Gulo (2002: 136) mengemukakan bahwa “ceramah merupakan satusatunya metode yang konvensional dan masih tetap digunakan dalam strategi belajar mengajar”. Strategi kognitif 5. namun kadang disertai pertanyaan”. 1992. 2005: 1) mengharuskan mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kepentingan kecil. Tahap 1 : Mengidentifikasikan Topik dan Mengatur Murid ke dalam b. Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Group Investigation menurut Sharan & Sharan. METODOLOGI PENELITIAN Populasi Dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 173 siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. 2003: 36).

Variabel terikat : hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. Daya Pembeda Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian tidak ada kelas yang unggulan. 1. metode konvensional 2. dan = 0. Dalam variabel ini penelitiannya adalah: 1. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal N Kriteria No. 24.862. diperoleh = 0. 18. metode kooperatif model Group Investigation b. yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Dengan sebesar 0. Taraf Kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. angket dan lembar observasi untuk siswa. 21. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain: siswa diampu oleh guru yang sama. Soal tes Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. 15 .413 dan n = 23 dan taraf nyata 5 %. 28 3 . 15.413.homogen. 23. 9. 27. 29 7 . 2 Sedang 2. 22. 12. Varibel bebas : a. Jumlah yang diperoleh kemudian n dikonsultasikan dengan dengan taraf signifikan 5 % dan n = 23. bila > maka instrumen ini sudah valid. 3. Sedangkan variabel bebas adalah variabel yang secara sengaja dipelajari pengaruhnya terhadap variabel terikat. 7. 16. maka sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. 3 Mudah 1. Berdasarkan hasil uji validitas terdapat 25 butir soal yang valid. Berdasarkan hasil uji coba soal dapat diperoleh hasil sebagai berikut : 97 . 13. Berdasarkan uji realibilitas. 14. Variabel Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel. 10. 5. mlah 1 Sukar 20. 6. Instrument Penelitian Instrumen penelitian dalam penelitian ini meliputi: soal tes. Variabel terikat merupakan suatu akibat yang keadaannya dipengaruhi oleh variabel bebas. 17.563 dan sebesar 0. Realibilitas Realibilitas adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subyek yang sama. 4. Bila ( > maka instrumen ini sudah realiabel. 30. 25. Kemudian satu kelas eksperimen untuk pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation yaitu kelas VII-3 sejumlah 29 siswa. Soal Ju o. Pada penelitian ini diambil satu kelas untuk kelas kontrol yang dikenai model pembelajaran konvensional yaitu kelas VII-9 sejumlah 29 siswa.

13. 3 . 17. 14. 2 . Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengamati kegiatan pembelajaran dikelas. Dengan taraf signifikan 5 % derajat kebebasan pembilang (dk) pembilang = dan derajat kebebasan (dk) penyebut = . Lembar Observasi 1. 7. Soal o. 4. 10. 22. Ju mlah 1 14 10 2. 15. Angket Angket digunakan untuk mengetahui bagaimana respon siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dilaksanakan. setelah itu baru dilakukan uji hipotesis. Lembar observasi aspek afektif 2. 98 . 1 . Analisis Tahap Akhir Sebelum dilakukan analisis data akhir terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Dapat pula ditentukan dengan = Dengan kriteria pengujian sebagai berikut : Tolak Ho jika > Uji Kesamaan Rata-rata Untuk mengetahui kesamaan rata-rata dua kelompok sebelum perlakuan maka perlu di uji menggunakan uji kesamaan dua rata-rata. 29. dan uji kesamaan rata-rata. 1. 20. 3. yaitu untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Teknik analisa data Analisis tahap awal Uji normalitas Sebelum sampel diberi perlakuan maka perlu dianalisis dahulu melalui uji normalitas. Hipotesis yang akan diuji sebagai berikut : Kriteria pengujian adalah Ho diterima jika <t< dengan peluang (1-α) dengan dk = dan Ho ditolak jika t mempunyai harga-harga lain. Lembar Observasi Tanggapan siswa HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ungaran. 21.12. 25. 5. 18. Hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut : = rata-rata hasil belajar pada kelas ekperimen = rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol Kriteria Ho diterima jika dengan taraf signifikansi 5% dan tolak Ho jika t mempunyai harga-harga lain. Lembar observasi aspek Psikomotorik 3. Cukup baik sekali Baik 16 2. 9. Uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui hasil akhir penelitian apakah Ho diterima atau ditolak. apakah mendapat respon positif atau negatif. 3. 6. 24. SMP Negeri 2 Ungaran merupakan salah satu sekolah menegah pertama yang berada di kecamatan Ungaran kabupaten Semarang. Adapun rumus yang digunakan adalah seperti pada analisis data awal.2 : Perhitungan Daya Beda Soal N Kriteria No. 23. uji homogenitas. 30. 27.Tabel 3.

Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Uji Normalitas nilai akhir pada kelompok eksperimen Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh = 7. Analisis data tahap akhir meliputi uji normalitas.17 dan = 73. diperoleh = 1. dan uji hipotesis. 862 Pada kelompok kontrol diketahui = 63.1 2 Setuju 3 33-35. Karena < artinya data yang diperoleh berdistribusi normal. 81. Uji Hipotesis .38 dan = 109.1 %). 566 Dengan uji t diperoleh = 3. . artinya rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih dari rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol.Penelitian ini dimulai pada bulan Mei 2010.1. artinya diterima. Karena < artinya data yang diperoleh berdistribusi normal. . Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 15: 105). Pada kelompok eksperimen diketahui = 71. uji kesamaan dua varians( homogenitas). 2.5 2 6. 88.5 16 55. sedangkan data afektif dan psikomotorik diambil saat pembelajaran berlangsung. Jadi nilai evaluasi pembelajaran pada kelompok eksperimen berdistribusi normal (lampiran 13: 103). Data kognitif diambil setelah melakukan kegiatan pembelajaran.2 %). 67 Karena > maka ditolak. artinya kedua kelompok sampel mempunyai varians sama.5-38 7 24. Uji normalitas nilai akhir pada kelompok kontrol Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh = 5.1 diatas diketahui bahwa tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 (24. artinya kedua kelompok sampel mempunyai varians tidak sama. 81.8 4 Tidak Setuju 1 28-30. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 14: 104).8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 (6. artinya rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sama dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol. 0192 dan = 7. sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 (55. afektif. Berdasarkan perhitungan uji homogenitas dengan taraf nyata 5 %. Tabel 4.5-33 4 13. 4781 dan = 1. Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 (13. Uji Kesamaan Dua Varian (Uji homogenitas) Uji homogenitas ini digunakan uuntuk mengetahui apakah nilai evaluasi sampel yang diambil mempunyai varian yang homogen.9 Berdasarkan tabel 4. 99 . Uji Normalitas 1. 102 dan = 1. dan psikomotorik. Tanggapan Siswa terhadap pembelajaran Group Investigation Hasil tanggapan siswa kelas eksperimen adalah untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran Group Investigation dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Hasil penelitian dan pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh data baik kognitif. Jadi nilai evaluasi pembelajaran pada kelompok kontrol berdistribusi normal (lampiran 12: 102). Hasil Tanggapan Siswa No Kriteria Sikap Skor Range Skor Frekuensi % 1 Sangat Setuju 4 35. 172 Dari kedua kelompok diperoleh = 9. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation. 6055 dan = 7.9 %).2 3 Kurang Setuju 2 30. Karena < maka diterima yang artinya kedua kelompok sampel mempunyai varian yang sama.

1 %).17 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata nilai sebesar 63. Hal tersebut menunjukan pengaruh positif tanggapan siswa kelas eksperimen atas pembelajaran Group Investigation. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation pada mata pelajaran IPS Terpadu. Siswa lebih dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. 17. Ini membuktikan bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode Group Investigation lebih efektif dari pada pembelajaran di kelas kontrol yang menggunakan metode cemarah. c. Selanjutnya kedua sampel tersebut diberi perlakuan yang berbeda.8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 siswa (6. yaitu = 0. Berdasarkan tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 (24. pada kelas kontrol rata-rata kelas sebesar 63. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 78: 97-98). sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 (55. b. supaya dalam proses belajar mengajar berlangsung optimal. Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 siswa (13.38. Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 (13. 67. Saran Saran yang dapat penyusun berikan sehubungan dengan hasil penelitian ini sebagai berikut: a. Berdasarkan hasil tabel tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 siswa (24. c. Adapun perbedaannya dapat dilihat nilai post tes antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 2. Hasil uji perbedaan rata-rata menggunakan uji t diperoleh = 3. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Perbedaan perolehan nilai aspek kognitif dapat dilihat pada perhitungan antara nilai rata-rata post test antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. b. Karena > maka ditolak. Ada perbedaan hasil belajar Mata Pelajaran IPS terpadu antara pembelajaran dengan metode Group Investigation dan pembelajaran dengan metode konvensional pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran.1 %). Bagi siswa 1. Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih efektif daripada kelompok kontrol pada mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran tahun pelajaran 2009/2010.Berdasarkan hasil análisis data awal dari ulangan tengah semester siswa kelas VII-3 dan VII-9 pada semester genap di SMP Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang tahun 2009/2010.9 %).8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 (6. sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 siswa (55. maka dapat disimpulkan : a. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan Group Investigation (kelas VII-3) sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional (kelas VII-9). 38 sedangkan kelas eksperimen rata-rata kelas sebesar 71. Bagi guru Guru dalam menerapkan metode pembelajaran perlu didukung lebih banyak lagi media pembelajaran sehingga penyampaian belajar mengajar berlangsung optimal. seperti menambah sarana prasarana pada laboratorium IPS.162 dan = 1. 67. Bagi sekolah Sebagai bahan pertimbangan di SMP Negeri 2 Ungaran perlu ditingkatkan sarana yang menunjang pembelajaran IPS Terpadu. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation.2 %). Siswa diharapkan lebih berani mengeluarkan pendapat dalam proses pembelajaran Group Investigation. supaya pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan. 100 .2 %).9 %). maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berangkat dari keadaan awal yang sama. Pada kelompok eksperimen memiliki rata-rata 71. artinya diterima. 102 dan = 1. diketahui bahwa data berdistribusi normal dan homogen serta dari uji kesamaan rata-rata menunjukan < < .

Singapore. 2002. Jakarta : Prestasi Pustaka. 2009. Riani. 2005. 14. Anita. Slavin. dan Christine Kim-Eng Lee. Yasa. 2007. Research and Practice. Robert E. Jakarta: Bumi Aksara. Ivy Geok. 2007. Arsyad. Pusat Bahasa dan Departemen Nasional. Jakarta : RajaGrafindo Persada. Surabaya: Unesa Press. 2005. 1995. Arikunto. 2009. Jakarta: PT Bumi Aksara. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Ibrahim. Dalam Tesis. Cooperative Learning Mempraktekkan di Ruang-Ruang Kelas. 2003. Grasindo. Azhar. Etin dan Raharjo. 2006. Chin Tan. 2007. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. International Research in Geographical and Environmental Education Vol. Ating dan Muhidin. 2008. Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI) 101 . Robert E. Syah. Budiarsih. 2003. Jakarta : Rineka Cipta. Cooperative Learning. 2006. Bandung: CV Pustaka Setia Sudjana. Jakarta: Balai Pustaka. Arikunto. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Metode Statistika. London: Allyn & Bacon Slavin. 2004. Semarang: UNNES. Semarang: UPT MKK UNNES. Suharsimi. 4. Jakarta : PT Raja Gravindo Persada.. M. No. Singapore: National Institute of Education.DAFTAR PUSTAKA Anni. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. 2006. London: Allyn & Bacon Solihatin. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstrutivistik. Psikologi Belajar. Catharina Tri. Somantri.dkk. Pembelajaran Kooperatif . Bandung: Tarsito. Students‟ Perceptions of Learning Geography through Group Investigation in Singapore. Muhibbin.Shlomo Sharan. Lie. Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Doantara. 2005. Psikologi Belajar. Keefektifan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan MOD (Math On Display) Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar materi geometri siswa kelas VII. Cooperative Learning : Theory. Sambas Ali. Trianto. Media Pembelajaran. 2005 261.

Hasil deskriptif presentase menunjukkan bahwa strategi guru mengajar termasuk dalam kategori baik 72.05 maka Ha3 diterima. Secara simultan strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y) sebesar 37.51%.05 karena signifikasi kurang dari 0. strategi belajar siswa termasuk kategori sedang sebesar 59.6%.118 X1 + 0.592 dengan nilai signifikasi 0.000 dan X2 sebesar 6.05 maka Ha1 dan Ha2 diterima. strategi mengajar guru.000< 0. Sedangkan secara parsial. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif presentase dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS For windows release 16. Hasil analisis regresi berganda diperoleh persamaan Ȳ = 4. Berdasarkan perhitungan uji simultan diperoleh Fhitung sebesar 36. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari strategi belajar siswa lebih besar pengaruhnya dibandingkan strategi guru mengajar terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Strategi mengajar merupakan salah satu usaha guru bagi anak didiknya agar bisa memahami dengan mudah konsep materi yang diajarkan.81% dan pengaruh strategi belajar siswa sebesar (X2) sebesar 26. pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran tersebut (Tu’u 2004:75).000 karena signifikasi kurang dari 0. Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami perkembangan dan peningkatan. Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.93% dan hasil belajar siswa masuk dalam kategori sedang sebesar 58. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran. Hasil belajar dapat dijadikan indikator keberhasilan seseorang dalam kegiatan belajar (Sardiman 2006:49). (Slameto 2003:1). Menurut Sahertian (2000:1) salah satu usaha yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran disekolah. kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok.63%. Hasil belajar dapat ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru sebagai hasil penguasaan.Pengaruh Strategi Guru Mengajar Dan Strategi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu Kelas VII Di SMP Negeri 5 Ungaran Abstrak Winarti Makalah ini berisi tentang bagaimana manfaat sebuah strategi dalam proses belajar mengajar. Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu.181+ 0. Hasil belajar yang baik merupakan hal yang paling didambakan oleh setiap siswa yang sedang belajar. Strategi mengajar bagi guru merupakan pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. pengaruh strategi guru mengajar (X 1) terhadap Y sebesar 17.093 dengan nilai signifikasi 0. strategi belajar siswa Pendahuluan Latar belakang masalah Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kata Kunci : Hasil belajar siswa.15%.199 X2. Pada pengujian secara parsial dengan uji t diperoleh Fhitung untuk X1 sebesar 5. Salah satu tujuan pendidikan itu sendiri untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. 102 .180 dengan signifikasi = 0. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa diperlukan strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa yang tepat.

OHP.”Setiap strategi mengajar yang dirancang guru bertujuan untuk mempermudah proses belajar siswa. diskusi.13 BC 8 26. SMP Negeri 5 Ungaran terletak di Jalan Nakula kelurahan kalongan.33% 20 66.16% 17 54. Adakah pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu Siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran? 2.33% 2 VII B 31 64. kecamatan Ungaran Timur merupakan salah satu lembaga pendidikan yang letaknya sangat mendukung untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu media yang digunakan dalam proses belajar mengajar meliputi penggunaan White Board. Suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari keramaian serta ketersediaan berbagai sarana belajar yang memadai sangat menunjang aktivitas belajar siswa.10% (Sumber: Daftar Nilai UAS IPS Terpadu Kelas VII SMP 5 Ungaran) Ket : Terlampaui ( TL) Tercapai ( TC) Belum Tercapai (BC) Berdasarkan tabel 1.86% 23 82.15 BC 8 27. Nilai rata-rata keseluruhan pada mata pelajaran IPS Terpadu dari keenam kelas yaitu 61.59% 21 72.1 hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu yang dicapai siswa pada semester dua kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran sebagian besar siswa belum memenuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 68. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. SMP Negeri 5 Ungaran yang berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN) dan memiliki tenaga pengajar yang profesional ditunjukkan dengan mayoritas guru sudah bergelar sarjana dan mengajar sesuai disiplin ilmu masing-masing.33% 20 66.83% 3 VII C 29 56. mengadakan tanya jawab dengan siswa. Rumusan Masalah 1.90% atau sekitar 55 anak. Adakah pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran? Tujuan penelitian Tujuan yang ingin dicapai dengan diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 5 Ungaran. Data nilai di SMP Negeri 5 Ungaran kelas VII sebagai berikut: Tabel 1. observasi.10% belum dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimun (KKM) yang ditetapkan disekolah.43 BC 10 33.41% 4 VII D 30 63.69 BC 55 30. agar dapat mencapai hasil yang maksimal” (Wena 2009:3).1 Nilai Rata-rata UAS IPS Terpadu Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010 No Kelas Jumla RataKriteria Jumlah siswa h rata Nilai Persen Nilai tdk Persen siswa Nilai Tuntas (%) Tuntas (%) UAS 1 VII A 30 60. 103 . pesentase ketuntasan siswa yang mampu memenuhi KKM hanya 30.90% 123 69.69 hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar hasil belajar siswa masih rendah dan jauh dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan dari pihak sekolah. Pada saat berlangsungnya proses pembelajaran siswa selalu aktif mengikuti pembelajaran dapat dilihat ketika guru memberikan pertanyaan semua siswa aktif berusaha menjawab pertanyaan tersebut.16% JUMLAH 178 61.67% 5 VII E 30 64. Selain itu aktivitas siswa didalam kelas sangat tertip akan tetapi hasil belajar siswa yang dihasilkan belum optimal. Alat Peraga dan LCD.30 BC 14 45.09 BC 10 33. Dari semua siswa kelas VII yang berjumlah 178.67% 22 73.6% 6 VII F 28 62. Sedangkan 123 siswa lainnya atau 69. Guru dalam mengajar sudah menggunakan model pembelajaran yang bervariasi seperti : dengan membentuk kelompok belajar dalam memecahkan tugas yang diberikan guru.04 BC 5 17. Adakah pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran? 3.

Menurut Roestiyah (2008: 1) yang mengatakan strategi belajar merupakan cara-cara belajar yang baik. teratur dan terarah serta terencana dengan mengatur waktu yang seefisien mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. Sedangkan menurut Djamarah (2008:13) hasil belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami aktivitas belajar yang menyangkut kognitif.2. Strategi Guru Mengajar (X1) Kemampuan guru dalam membuka pelajaran Kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran Kemampuan guru menyampaikan materi pelajaran Kemampuan guru menggunakan sumber belajar Kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran Kemampuan guru melakukan evaluasi pembelajaran Kemampuan guru menutup pelajaran (Wena 2009:18) STRATEGI BELAJAR SISWA (X2) Membuat jadwal dan pelakasanaanya Membaca dan membuat catatan Mengulangi bahan pelajaran Konsentrasi Mengerjakan tugas (Slameto 2003:82) Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu (Y) Ranah kognitif Ranah afektif Ranah psikomotorik (Anni 2004:6) 1. 3. Sedangkan menurut Brown (2007:119) menyatakan bahwa “strategies are defined as the specific methods of approaching a problem or task. 7. bahan. 3. Landasan Teori Pengertian hasil belajar Menurut Anni (2004:4) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. metode dan alat. Menurut Gulo (2002:2) mendefinisikan Strategi guru mengajar adalah suatu seni dan ilmu guru untuk membawakan pengajaran dikelas sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien.1 kerangaka berfikir 1. Dimana perubahan perilaku tersebut tergantung dengan apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. 4. 3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. Dari definisi diatas dapat disimpulkan strategi guru mengajar adalah cara-cara atau usaha guru yang berbeda dalam upaya membelajarkan siswa supaya siswa mudah memahami materi yang sedang dipelajari. 5. 2. 104 . serta evaluasi) agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. cara-cara operasi untuk mencapai tujuan khusus dan desain yang direncanakan untuk mengendalikan dan memanipulasi informasi tertentu). artinya usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel pengajaran (tujuan. 6. 5. the modes of operation for achieving a particular and the planed design for controlling and manipulating certain information”( Strategi didefinisikan sebagai metode spesifik menyelesaikan masalah atau tugas. Pengertian Strategi belajar Menurut Djamarah (2006:5) “Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan”. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. Kerangka Berfikir Gambar 1. 2. Pengertian strategi mengajar Menurut Sudjana (2009:149) Strategi mengajar adalah tindakan guru melaksanakan rencana mengajar. afektif dan psikomotorik . 4.

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) serta hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). 3. Menentukan angka persentase tertinggi = (4/4) x 100% = 100% 2. 81.2.26% <%Skor ≤100% Sangat Baik Sangat Baik 2.951. dokumentasi dan wawancara.444. perhitungan yang digunakan untuk mengetahui tingkat persentase skor jawaban dari masingmasing siswa yang diambil sebagai sampel ditulis dengan rumus sebagai berikut: % Dimana : n = Jumlah skor jawaban responden N = Jumlah skor jawaban ideal % = Tingkat persentase Cara menentukan tingkat kriteria adalah sebagai berikut : 1.75 % Dengan demikian tabel kategori untuk masing-masing variabel yaitu strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) adalah sebagai berikut : Tabel 1.76% <%Skor ≤62. Hasil Analisis Analisis Deskriptif Persentase Analisis Deskriptif Persentase adalah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan masingmasing variabel bebas yaitu strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa.50% Sedang Sedang 4.444. Interval kelas persentase = 75 % : 4 = 18. Ha3 : Ada pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa Metodologi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran yang berjumlah 178 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan angket.25 % = 75 % 4.26 % Baik Baik 3. Dalam analisis deskriptif ini. Hasil uji reabilitas angket menggunakan rumus Alpha diperoleh koofisien sebesar 0. 2. dapat dinyatakan bahwa angket tersebut realibel dan dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian. Karena koofisien tersebut lebih besar dari nilai rtabel.51% <%Skor ≤81. Berdasarkan hasil uji coba angket kepada 20 responden waktu penelitian diketahui dari 63 butir soal yang diujikan terdapat 12 soal yang tidak valid karena rxy < rtabel = 0. 62. Ha2 : Ada pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa.75% Tidak Baik Tidak Baik 105 . Menentukan angka persentase terendah = (1/4) x 100% = 25% 3. Kriteria strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa No Interval Kriteria Strategi guru Strategi belajar mengajar siswa 1.Hipotesis Berdasarkan permasalahan dan teori yang dikumpulkan. Pada taraf kesalahan 5% dengan n = 20 diperoleh rtabel 0. Ha1 : Ada pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa. Rentang persentase = 100 % . Dengan demikian 51 soal saja yang digunakan untuk pengambilan data penelitian. 25% ≤ % Skor ≤ 43. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif presentase dan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS for Windows release 16. maka hipotesis yang penulis ajukan sebagai dugaan sementara adalah sebagai berikut : 1. 43. sedangkan sampel yang digunakan adalah Propotional Random Sampling yang dihitung dengan rumus slovin dengan persen kelonggaran 5% yaitu sebanyak 123 siswa.

79 – 89 Baik 3. Hasil analisis regresi linier berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 nt) X1 (Consta B 4. 0 .181+ 0. Kriteria hasil belajar siswa No Interval Kriteria 1.4 di bawah ini : Tabel 1.029 . Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh hasil perhitungan seperti pada tabel 1.118 Std.029 .030 .093 Sig.000 a.093 Sig.476 6. Persamaan regresi tersebut mempunyai makna persamaan tersebut diperoleh koefisien positif artinya kenaikan variabel independen akan diikuti kenaikan dependen Pengujian Hipotesis secara Parsial (Uji t) Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji keberhatian pengaruh dari masing-masing variabel bebas.023 .476 6.023 . Dependent Variable: Hasil belajar Pengujian secara parsial ini digunakan uji t.041 .592 . Error 2.118 X1 + 0.000 X2 .368 Standardize d Coefficients Beta t 2.181 .4.000 X2 .4 di atas menunjukkan bahwa dari hasil analisis diperoleh persamaan regresi ganda Y= 4.181 .592 .061 5.000 a.3. Dependent Variable: Hasil belajar (Sumber : data penelitian.5. . Pengaruh strategi guru mengajar (X1) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu 106 .061 5. yang diolah) Tabel 1. yaitu strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y).199 .041 .Sedang tabel kategori nilai mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Ungaran sebagai berikut : Tabel 1.368 Standardize d Coefficients Beta t 2. dengan kaidah Ha diterima jika p value< 0. Tabel 1. Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 nt) X1 (Consta B 4. 68 -78 Cukup 4. 90 .05 atau jika menggunakan penentuan kritis thitung > ttabel a.199 X2.118 Std. Error 2. .030 .67 Belum Tuntas Analisis Regresi berganda Pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu dapat dilihat dari analisis regresi berganda yang meliputi uji parsial dan uji simultan.100 Sangat Baik 2.199 .

Karena taraf signifikasi yang diperoleh lebih kecil dari 0. 2. Besarnya kontribusi strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu adalah (0.023 .000.6.476 Standardi zed Coefficients S Beta t ig. .5 tersebut terlihat bahwa thitung untuk variabel strategi guru mengajar sebesar 5. Pengaruh strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa thitung untuk variabel strategi belajar siswa sebesar 6.180 .b.726 36.093 dengan taraf signifikasi 0.422)2 atau 17.51 6 . Tabel 1.368 .134 2 120 122 207.118 .029 .491 .516)2 atau 26.592 dengan taraf signifikasi 0. Berdasarkan tabel 1. Hasil analisis regresi secara simultan ANOVAb Sum of Mean Model Squares df Square F Sig.199 a. X1 107 .42 2 . 061 041 5.63% .000.05.05 dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima yang berarti ada pengaruh antara strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. . Error 2.36 7 .masing variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen secara parsial. 592 000 . Predictors: (Constant). Pengujian hipotesis secara simultan (uji F) Pengujian secara simultan ini mengggunakan uji F.480 a.47 5 Correlations Zeroorder Par tial Pa rt Total 1101.181 . Koefisien Determinasi Parsial (Uji r2) Uji r2 untuk mengetahui seberapa besar sumbangan yang diberikan masing. Dependent Variable:Hasil belajar Besarnya kontribusi masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat diketahui dari besarnya koofisien determinasi secara parsial (r2) dari masing-masing variabel tersebut. Pengujian dilakukan dengan SPSS for Windows release 16 sebagai berikut Tabel 1. Karena taraf signifikasi yang diperoleh lebih kecil dari 0.030 . 1 n Residual Regressio 414. X2.345 687.81% dan besarnya kontribusi strategi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu sebesar (0. Koefisien Determinasi Parsial (Uji r2) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 ant) X1 X2 (Const B 4.388 .173 5. dengan kaidah Ha diterima p value < 0.05 dapat disimpulkan bahwa Ha1 diterima yang berarti ada pengaruh antara strategi guru mengajar (X1) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y). 093 000 6. .000a Std.7.

Jadi hipotesis Ha3 yang menyatakan ada pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu diterima. Sedangkan besarnya kontribusi strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS secara simultan diketahui dari harga koofisien determinasi (R)2 yaitu sebesar 37.726 F 36. Error of the Estimate 1 . X1 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan analisis regresi ganda menggunakan SPSS 16 diperoleh Fhitung = 36. Gulo.613a . Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Ada pengaruh antara strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran 2. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan : 1. 2004. Jakarta: PT. Volume 12 No.Model 1 n Residual Regressio Sum of Squares 414. Sahaertian. Semarang: UPT UNNES Press Arif And Aysel. Kesimpulan penjelasan diatas. Dalam jurnal Novitas-ROYAL.6% dan sisanya 62.27. Dependent Variable: Hasil Belajar (Sumber: data penelitian 2010. Rineka Cipta. Sardiman.366 2. karena p value < 0. Jakarta: PT Rineka Cipta. Jakarta: PT.05 maka Ha3 diterima. Strategi Belajar Mengajar. Djamarah. . Belajar dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Dalam penelitian ini variabel strategi belajar siswa mempunyai pengaruh lebih besar daripada variabel strategi guru mengajar.180 dengan p value sebesar 0.134 df 2 120 Mean Square 207. 2002. bahwa strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar siswa mata pelajaran IPS sebesar 37.345 687. Hasil analisis hubungan antara strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu diperoleh data harga koofisien korelasi secara simultan sebesar 0. Daftar Pustaka Anni. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2006. 2000. ChatarinaTri. 2008.613. Hal 126175 Departement of ELT: Hacettepe University. Ada pengaruh antara strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran.000a Total 1101. ________. “ The effect of Relationship Between Learning and Teaching Strategies on Academic Achievement”.39293 a. Koefisien determinasi simultan ( Uji R2 ) Model Summary Mo del R R Square Adjusted R Square Std. 2003. 2002. Strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran. Strategi Belajar Mengajar. yang artinya ada pengaruh antara strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar siswa. 2006. Jakarta: PT.180 Sig.173 5. 2008. Rahasia Sukses Belajar. ________. Psikologi Belajar.6%. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan. Raja Grafindo Persada.4 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.000.480 122 b. X2. 2. Jakarta: PT Grasindo.376 . diolah) Tabel 4. 3. 108 . Predictors: (Constant). Psikologi Belajar. Slameto. Rineka Cipta.

Semarang: UNNES Pres Roestiyah. Sugandi. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Nana. Tu’u. 2009. Teori Pembelajaran. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara 109 . Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Made. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. 2004. Tulus. 2008. Jakarata: PT. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Rineka Cipta.Sudjana. Wena. 2009. 2004. Gramedia Widiasarana Indonesia.

3 Latar Belakang Hasil belajar siswa jurusan administrasi perkantoran kelas XI pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan masih belum optimal. Prestasi Belajar VI. lingkungan keluarga dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus secara parsial dan simultan. Berdasarkan Observasi yang peneliti lakukan di SMA Tamansiswa Kudus strategi belajar siswa diduga sudah baik. teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut dengan mengambil judul penelitian “Pengaruh Motivasi Belajar. motivasi belajar.816 X1 + 0. lingkungan keluarga dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Dari lingkungan keluarga sebagian besar siswa berasal dari kondisi keluarga menengah kebawah. Menurut pengamatan dan data yang ada diperoleh informasi bahwa siswa menyenangi mata pelajaran mengelola sistem kearsipan. Lingkungan Keluarga. Dalam penelitian ini menggunakan populasi karena respondennya terdiri kurang dari 100 yaitu 88 siswa. Abstrak Oleh : Rita Trisna Deasyanti Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pengaruh motivasi belajar. lingkungan keluarga dan strategi belajar kemudian satu variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. data tersebut diambil dari jumlah populasi dari dua kelas sebanyak 88 siswa. Kata Kunci : Motivasi Belajar. LINGKUNGAN KELUARGA DAN STRATEGI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA SISTEM KEARSIPAN SISWA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK TAMAN SISWA KUDUS. Lingkungan Keluarga. Melihat keadaan yang demikian. Data yang ada menunjukkan siswa yang belum mencapai nilai KKM terdiri dari siswa kelas administrasi perkantoran 1 terdapat 17 siswa yang belum tuntas dan kelas administrasi perkantoran 2 terdapat 27 siswa yang belum tuntas.00.077 + 0. tetapi prestasi siswa yang dihasilkan belum optimal.584 X2 + 0. terlihat dari aktivitas siswa didalam kelas baik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan dilihat situasi siswa yang tenang ketika pada saat guru memberikan meteri pelajaran. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan yaitu 72.725 X3. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari pengaruh motivasi belajar. Variabel dalam penelitian ini adalah tiga variabel bebas yaitu motivasi belajar. Dan Strategi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Tamansiswa Kudus” 1.4 Rumusan Masalah 110 . namun perhatian dan pengawasan orangtua terhadap anaknya mengenai pendidikan serta tersedianya dana yang cukup untuk biaya pendidikan dapat mendorong anak untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Strategi Belajar. PENDAHULUAN 1. Hasil penelitian regresi linier berganda menunjukkan persamaan Y = 12. Berdasarkan hal diatas. lingkungan keluarga dan strategi belajar siswa pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan siswa untuk mencapai prestasi belajar.PENGARUH MOTIVASI BELAJAR. sehingga pada saat pelajaran berlangsung siswa selalu memperhatikan penjelasan guru.

Dari identifikaksi masalah di atas penelitian ini akan dibahas tentang beberapa masalah diantaranya: 4. 2. 2. 111 . 2010: 2 ). artinya: mungkin strategi yang digunakan itu efektif untuk seseorang. VIII. Kebermaknaan strategi belajar yang efektif itu tergantung pada karakteristik individu dalam belajar.3 Konsep Dasar tentang Prestasi Belajar “Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya” (Slameto.6 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Adakah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan adminintrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? Adakah pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus 6. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak. lingkungan keluarga. dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? VII. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. mau dan mampu belajar. Penelitian ini mengkaji fakta-fakta yang sudah ada dan tidak memanipulasinya atau mengubah data tersebut sehinggga penelitian ini termasuk penelitian non eksperimen. Untuk mengoptimalkan kemampuaan dan kepribadian anak.5 Konsep Dasar tentang Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. tentu menggunakan strategi yang berbeda ketika seseorang belajar dengan fakta. motivasi berasal dari kata motif dapat dikatakan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. artinya pendekatan ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat dan seberapa besar pengaruh tersebut. 2. misalnya. Adakah pengaruh strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? 7. Adakah pengaruh motivasi belajar.6 Konsep Dasar tentang Strategi Belajar Strategi belajar dalam penerapannya pada siswa memiliki tujuan untuk membentuk siswa mandiri dan diharapkan siswa memiliki kesadaran yang timbul dari dalam. karena sebagian besar kehidupan anak berada ditengah-tengah keluarganya. selain itu penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif karena peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. LANDASAN TEORI 2. 2009:40).4 Konsep Dasar tentang Motivasi Belajar Menurut Sardiman (2007 :73). orangtua harus menumbuhkan suasan edukatif dilingkungan keluarganya sedini mungkin. Hasil belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan merupakan hasil perubahan perilaku berupa pengetahuan yang siswa dapatkan setelah proses pembelajaran dan keterampilan mengelola kearsipan yang siswa peroleh. atau motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Apabila yang dipelajari itu berupa konsep. namun tidak efektif bagi orang lain. yang menjadi tujuan dari pembelajaran adalah pendiskripsian tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau gambaran produk yang menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut sudah terjadi. Penentuan strategi belajar umumnya tidak seluruhnya efektif bagi setiap orang. 3. dan penggunaan strategi belajar dalam mempelajari sesuatu. METODOLOOGI PENELITIAN 3. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang telah dipelajari oleh pembelajar.7 Populasi Penelitian 5. Suasana edukatif yang dimaksud adalah orangtua yang mampu menciptakan pola hidup dan tata pergaulan dalam keluarga dengan baik sejak anak dalam kandungan (Suwarno.

Dengan indikator : (a) Tekun menghadapi tugas. 4. 7. Dengan indikator : (a) Cara orang tua mendidik. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi ini karena ingin memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam proses penelitian.3 3. (b) Membaca dan membuat catatan. 6. (b) Ulet menghadapi kesulitan. dimana responden telah diberikan pilihan jawaban. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. penulis menggunakan teknik sebagai berikut: Angket “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. atau hal-hal yang diketahui” (Suharsimi. Variabel yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah: Motivasi Belajar Menurut Mc Donald (Sardiman.8. notulen.2 3.(d) Suasana rumah. 2003:2). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Analisis Deskriptif Uji Asumsi Klasik d. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto. 112 . (d) Senang mencari dan memecahkan masalah. Strategi Belajar Belajar yang efisien dapat tercapai apabila dapat menggunakan strategi belajar yang tepat. berhubung jumlah obyek yang diteliti kurang dari 100 maka peneliti menggunakan penelitian jenis populasi. (d) Konsentrasi. Uji Heteroskedastisitas Analisis Regresi Linier Berganda 3. 2006: 151). (c) Keadaan ekonomi keluarga. Indikator hasil belajar adalah nilai dari tes subsumatif atau nilai ulangan tengah semester. (d) Mengerjakan tugas. lingkungan keluarga.8.Uji Multikolinieritas f. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak. karena sebagian besar kehidupan anak berada di tengah-tengah keluarganya.1 3. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Dokumentasi “Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa cacatan. 2006:158). transkip.8. Pertanyaan yang disediakan dalam angket merupakan jenis pertanyaan tertutup.2010:73) motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. (b) Relasi antar anggota keluarga.9 3.10 5. Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. dan strategi belajar.8 Obyek dalan penelitian ini adalah seruh siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa yang jumlahnya 88 siswa. Uji Normalitas e.3. Dengan indikator : (a)Membuat jadwal dan pelaksanaannya. majalah. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. surat kabar. Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. buku. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden tentang motivasi belajar.8. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa daftar nilai ulangan tengah semester dari pihak guru mata pelajaran mengelola sistem kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus Teknik Analisis Data. 3. Strategi belajar diperlukan untuk dapat mencapai hasil yang semaksimal mungkin. rapat. leger. (c) Berorientasi jauh kedepan. (c) Mengulangi bahan pelajaran.4 3.

si 1 81. 43. 100 tinggi 2 62. 25-43. 81.25 3.25 3 43. 8.5139 Tinggi . 43.75 0 Rendah Persentase 60% 35% 5% 0% Kriteria Deskriptif Lingkungan Belajar N Frekuen Rentang Kriteria o. 43.50 4. 81.26Sangat 37 . .IX. 62. Koefisien Determinasi Simultan dan Parsial HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria Deskriptif Motivasi Belajar No. 81.26Sangat 53 100 tinggi 2.26100 2 62. Frekuen Rentang Kriteria si 1.769 Sedang . 62.25 3 43.76.50 4 253 Rendah .764 Sedang 62. 62.51. 81.75 Kriteria Deskriptif Strategi Belajar N Rentang Kriteria 1 Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Persentas e 42% 44% 10% 3% o.5131 Tinggi 81.50 4 25.75 Frekuen si 38 45 4 1 Persentas e 43% 51% 5% 1% Regresi linier berganda 113 .

332 .0 09 .0 16 .816 .2 74 .0 77 .2 22 Correlations Zer o-order Pa rtial Pa rt 114 . 459 2. .238 .584 .84 4 . .272 .54 3 .292 Si Beta t 1.725 Std.1 27 .43 5 .0 11 . X3.725 Std.2 78 . 540 2. 615 2.0 16 .2 19 .584 .54 7 .55597 B 12. Predictors: (Constant).0 77 .641a . Error 7.273 .43 5 .273 .238 . Dependent Variable: Y Hasil Koefisien Determinasi Secara Simultan Model Summary Model R R Square Adjusted Std.1 27 .84 4 .2 19 .0 11 .224 .54 7 . 459 2.292 Si Beta t 1.2 06 .272 .2 78 . Dependent Variable: Y B 12.2 06 .54 3 .411 a.2 22 Correlations Zer o-order Pa rtial Pa rt 1 . 540 2.332 .2 59 . 655 g.0 09 . 615 2. X2. Error 7.816 .2 59 . 655 g.224 .Coefficientsa Stand ardized Unstandardize Coefficie d Coefficients nts Model 1 (Co nstant) X1 X2 X3 a. X1 Hasil Koefisien Determinasi secara Parsial Coefficientsa Stand ardized Unstandardize Coefficie d Coefficients nts Model 1 (Co nstant) X1 X2 X3 a. Error R Square of the Estimate .390 7.2 74 .

PENUTUP 10. Arikunto. lingkungan keluarga dan strategi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus memberikan pengaruh yang nyata terhadap perubahan prestasi belajar dengan kontribusi masing-masing 6. Semarang: UPT MKK UNNES. basir. Kurikulum dan Pembelajaran. 3. Jakarta: Bumi Aksara. 2006. cara orang tua dalam mendidik anaknya sudah tergolong tinggi. sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik lagi. karena membaca besar pengaruhnya terhadap belajar. Ada pengaruh yang positif lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Selcuk. maka dari itu siswa diharapkan lebih meningkatkan motivasinya baik intrinsik maupun ekstrinsik. 2.51%.71%. Ada pengaruh yang positif strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus.X. Motivasi belajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar mengelola sistem kearsipan. Penelitian Pendidikan Prosedur dan Teknologi. 2006. sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik lagi. Bandung: Angkasa. Dimyati dan Mudjiono. Jakarta : Rineka Cipta. 10. 2. suharsimi. Oemar. 115 . Belajar dan Pembelajaran. Fathoni. 511-512. 2000. Secara parsial dan simultan ada pengaruh yang positif motivasi belajar. Analisis Regresi. Baharuddin dan Esa. 2007. 2009. Serap Caliskan. 2006. Jakarta: Rineka Cipta. Mustafa Erol. Abdurrahmat. 2006. maka dari itu agar prestasi belajar siswa jauh lebih bagus diharapkan siswa lebih meningkatkan strategi/cara belajarnya lebih efektif seperti membaca. chatarina tri. dan 7. Teori Belajar dan Pembelajaran.73%. Hamalik. 3. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Manajemen Kearsipan. Gamze S. 4. Lingkungan keluarga siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus sudah tergolong baik. 1996. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi.pp. Ali. Strategi belajar sangat berpengaruh positif dengan prestasi belajar mengelola sistem kearsipan. Learning Strategies of Physics Teacher Candidates: Relationships with Physics Achievement and Class Level. bermotivasi secara intrinsik yaitu dengan lebih tekun dalam mengerjakan tugastugas belajarnya dan motivasi ekstrinsik yaitu dengan lebih sering untuk belajar kelompok dengan teman-teman. DAFTAR PUSTAKA Algifari. 7. 2010. Jakarta: Bumi Aksara.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Barthos. Psikologi Belajar. muhammad. 2005. Anni.2 Saran 1. Jogjakarta : Ar-ruzz media. Journal of Physics Education Department. Jakarta: Rineka Cipta. Yogyakarta: BPFE. maka dari itu orang tua dalam mendidik dan memperhatikan anaknya lebih diutamakan lagi seperti memperhatikan jadwal belajar anaknya selama sekolah. Sedangkan secara simultan memberikan kontribusi sebesar 39%. Ada pengaruh yang positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus.

Elida. Pengantar Pendidikan. Sudjana. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. 25/ 04. Casanova. Skripsi. Metoda statistika. Manuel J. And Student Characteristics On Academic Achievement. Suwarno. 2005. Bandung: Tarsito. 41-48. Pengaruh Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Bekerjasama Dengan Kolega Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran(X AP) SMK Antonius Semarang Tahun 2008-2009. Statistika Untuk Penelitian. Impact of preferences. 2010. Journal Of Education Economics. Slameto. 1994. Sardiman. 2007. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. The Effect Of Motivation. Prayitno. Family Environment. M. tulus. Curriculum. Sugiyono. Jakarta: Rajawali Pers. 2009. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. pp. M. Tu’u. Bandung: Alfabeta. 2009.umar. Cruz Garcia-Linares. 10/01. Semarang: FE UNNES. 2005. Niklas Karlsson. 33/02: 91-99 Manuchehr Irandoust. 423-435. de la Villa Carpio. Jakarta: Grasindo 116 . and Learning Strategies on Academic Success. Nopitahari. Jakarta: Rineka Cipta. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa. 2002. Jogjakarta: Ar-ruzz media. Jakarta: FKIP IKIP Padang. Tirtarahardja. de la Torre. Wiji. 2002. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Pedro F.Ibtesam Halawah. Motivasi Dalam Belajar. Influence of family and Socio-Demographic Variables on Students with Low Academic Achievement. pp. 2004. 2003. Journal Of Instructional Pshychology. Journal of Educational Psychology.

Mereka bersaing dalam meningkatkan kemampuan kerja. mengingat pentingnya surat bagi instansi pemerintahan. hal ini sangat mempengaruhi dalam perkembangan bisnis di sektor pemerintah maupun swasta. pencatatan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut suatu organisasi memerlukan suatu informasi serta kebenaran data sangat diperlukan. Lokasi penelitian ini dilakukan oleh penulis pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang yang beralamat di Jalan Pemuda no 07 Ungaran dengan objek pengelolaan surat masuk dan surat keluar. Kendala yang dihadapi yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau tujuannya tidak lengkap. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode interview atau wawancara. Permasalahan yang dibahas adalah mengenai bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang. Dalam pengelolaan surat diperlukan pegawai 117 . Salah satu sumber informasi itu yang otentik adalah surat. Kata kunci : Prosedur Pengelolaan surat masuk dan surat keluar PENDAHULUAN Perkembangan ilmu dan tehnologi sekarang ini sangat pesat. hal ini sangat mempengaruhi dalam perkembangan bisnis di sektor pemerintah maupun swasta.PROSEDUR PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR PADA DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SEMARANG Abstrak Sischa Apriliyanti Perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini sangat pesat. Pengelolaan surat masuk meliputi penerimaan. yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau alamat yang di tuju tidak lengkap. maka diharapkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang mengadakan pelatihan untuk pegawai untuk lebih mengenal atau menguasai tentang pengelolaan surat. dan cara mengatasi kendala yaitu surat masuk yang alamat pengirimnya atau tujuannya tidak lengkap untuk segera dikembalikan kepada pengirim agar dilengkapi alamat pengirim atau tujuannya. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat. persetujuan konsep surat. penyerahan dan penyimpanan. pengarahan surat serta penyimpanan. Oleh karena itu pengurusan dan penanganan surat masuk dan keluar harus dilaksanakan secara tepat agar sesuai dengan perkembangannya. tetapi masih ada kendala. yaitu terdapat surat masuk yang alamat pengirim atau pembuat surat tidak lengkap dan terdapat surat yang tidak menuliskan alamat ke bidang yang di tuju. Hasil penelitian yang diperoleh pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang sudah berjalan baik. Pengelolaan surat keluar meliputi pembuatan konsep surat. pengetikan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut suatu organisasi memerlukan suatu informasi serta kebenaran data sangat diperlukan. dan menggunakan sistem sentralisasi yaitu pengelolaannya melalui satu pintu. sehingga tidak ada surat masuk yang alamatnya tidak lengkap. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. penandatanganan. Oleh karena itu peneliti menyarankan Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang sebaiknya lebih teliti dalam mengecek surat masuk. Salah satu sumber informasi itu yang otentik adalah surat. Mereka bersaing dalam kemampuan kerja. Kesimpulan yang diperoleh dan pembahasan mengenai pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dilaksanakan dengan baik. Pengelolaan surat masuk dan surat keluar menggunakan sistem kartu kendali dan buku agenda. pencatatan. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dan bagaimana cara mengatasi kendala-kendala tersebut. dan metode dokumentasi. pemberian nomor dan pemberian cap dinas. kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang. pengendalian. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat.

Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang ? 2.yang memiliki ketrampilan. Bagian umum pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang adalah bagian yang mengurusi jalannya surat masuk dan surat keluar. merah muda. Bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang ? 2. Dari uraian di atas. yang dimaksud disini adalah nama instansi yang dituju kurang jelas atau terdapat kesalahan penulisan.Warna kuning disimpan di almari arsip. Dari kepala Dinas surat diserahkan kembali ke sub bagian umum dan kepegawaian. Warna putih disimpan sebagai arsip. Dalam pengelolaan suratnya sudah berjalan dengan baik. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat. Kemudian diagendakan pada buku kendali surat masuk dan dicatat pada kartu kendali surat masuk rangkap tiga warna putih. ketelitian dan pengetahuan tentang surat menyurat. sedangkan pada surat keluar terdapat sedikit kendala yaitu pada unit pengolah surat yang bertugas melakukan penggarapan isi surat terkadang lupa mencantumkan nomor surat keluar sehingga surat tersebut kembali. disini dalam penyimpanan surat masih belum menggunakan filing cabinet atau almari arsip yang digunakan untuk menyimpan arsip yang di dalamnya terdapat suatu susunan sekat dan folder sacara vertical dalam laci-lacinya.1982:139) Hasil Penelitian 2. dan kuning. masih ada beberapa kendala yaitu adanya surat masuk yang alamat tujuan surat tidak lengkap. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang ? BUKTI EMPIRIS DARI HASIL TEORI ` 2. Pengelolaan surat masuk pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang dimulai dari surat masuk diterima oleh unit kearsipan yang berada pada sub bagian umum dan kepegawaian. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang ? Tujuan Penelitian 1.2 Pembahasan Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang sosial. apabila pegawai atu petugas pengelolaan surat tersebut kurang menguasai dan memahami cara pengelolaan surat yang baik. Kemudian surat akan 118 . Surat masuk beserta lembar kendali warna merah muda dilanjutkan untuk diajukan ke sekretariat untuk ditentukan disposisi sesuai dengan pokok permasalahan.1 Pengertian Surat Surat adalah sehelai kertas yang ditulis (pada waktu sekarang umumnya diketik)atas nama pribadi penulis atau atas nama kedudukan dalam organisasi yang ditujukan kepada suatu alamat tertentu dan memuet suatu bahan komunikasi(Prajudi Atmosudirjo. maka pengelolaan surat akan terhambat. dan transmigrasi. namun belum sepenuhnya mengacu pada posedur pengelolaan surat yang ada. hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan pegawai atau petugas yang lalai dalam mengurusi pengelolaan surat tersebut. Kemudian surat tersebut akan diserahkan ke Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang untuk disahkan. tenaga kerja dan transmigrasi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan Daerah di bidang sosial tenaga kerja. maka penulis tertarik untuk menyusun tugas akhir ini dengan judul “Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang” Rumusan Masalah 1.

diserahkan ke bidang yang dituju dan disertakan pula lembar disposisi dan kartu kendali warna merah muda. Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah berjalan dengan cukup baik. Sedangkan prosedur pengelolaan surat keluar pada Dinsosnakertrans meliputi pembuatan konsep oleh pejabat yang ditunjuk oleh Kepala dinas tersebut. Bentuk surat yang digunakan dalam pembuatan konsep disesuaikan dengan petunjuk atau aturan yang berlaku yaitu bentuk official style. Setelah konsep surat jadi selanjutnya dimintakan persetujuan/pengesahan Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang. Setelah surat disetujui dan diketik selanjutnya diberi nomor surat. Selanjutnya adalah pengagendaan atau pengendalian surat yaitu berupa pengisian lembar kartu kendali surat keluar. Untuk kartu kendali yang berwarna putih disimpan oleh bagian arsip, warna merah diberikan kepada unit pengolah untuk disimpan, sedangkan warna kuning disimpan di bagian umum dan kepegawaian untuk arsip. Langkah selanjutnya pengiriman surat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dikirim secara langsung dan dikirim melalui sarana jasa. Pengiriman melalui sarana jasa bisa melalui pos atau fax. Dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans masih terdapat kendala-kendala, diantaranya : Adanya surat masuk yang alamat tujuan surat tidak lengkap, yang dimaksutd disini adalah nama instansi yang dituju kurang jelas atau terdapat kesalahan penulisan, sehingga dapat menghambat proses pengelolaannya, kurangnya ketelitian pegawai dalam pengelolaan surat, yaitu pegawai pengolah surat yang bertugas melakukan penggarapan surat lupa menulis nomor surat dan alamat surat yang akan dituju, sehingga surat tersebut kembali. METODE PENELITIAN 3.1 Sumber dan jenis data Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah : 1. Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkann langsung di lapangan oleh orang-orang yang melakukan penelitian. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku literature yang berkaitan dengan permasalahan. 3.2 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Metode wawancara Wawancara (interview) adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari nterwawancara (Suharsimi Arikunto 2006:155).Penulis melakukan metode wawancara dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang mengenai pengelolaan surat masuk dan surat keluar. 2. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, agenda atau sebagainya (Arikunto 2006 : 231) yang dilakukan penulis yaitu dengan mengumpulkan data dari buku-buku mengenai arsip maupun surat. 3.3 Metode Analisis Data Dalam hal ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif adalah metode penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan atau menggambarkan variable masa lalu dan sekarang (Suharsimi,2002:9) Penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dimaksudkan agar memperoleh gambaran dan tata secara sistematis tentang berbagai hal yang berkaitan

119

dengan pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar, sehingga penulis dapat menyusun dalam bentuk laporan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. PENUTUP Simpulan Dari penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dilaksanakan di Sub Bagian Umum dan Kepegawaian yang meliputi penerimaan surat, pencatatan surat, pengendalian surat, pengarahan surat dan penyimpanan. Pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang pada subbagian umum dan kepegawaian sudah berjalan cukup baik. Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang menggunakan sistem satu pintu, dan menggunakan sistem kartu kendali dan buku agenda, alasan menggunakan dua sistem ini yaitu jika terdapat kesalahan dalam penyimpanan kartu kendali dapat dibantu pencariannya dengan buku agenda. 2. Kendala-kendala yang dihadapi Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau alamat yang di tuju tidak lengkap, yaitu terdapat surat masuk yang alamat pengirim atau pembuat surat tidak lengkap dan terdapat surat yang tidak menuliskan alamat ke bidang yang di tuju, sehingga akan menghambat proses pengelolaannya, kurangnya ketelitian pegawai dalam pengelolaan surat, yaitu pegawai lupa menulis nomor surat dan alamat surat yang akan dituju, sehingga terkadang ada surat kembali DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Yogyakarta : Rineka Cipta Atmosudirjo, Prajudi. 1982. Kesekertarisan dan Administrasi Perkantoran. Jakarta : Ghalia Indonesia. Barthos, Basir. 2000. Manajemen Kearsipan. Jakarta : Bumi Aksara Moekijat. 1982. Tata Laksana Kantor. Bandung : Alumni Panji, Suhanda. 1981. Dasar-Dasar Korespondensi Niaga Bahasa Indonesia. Jakarta : Karya Utama Silmi, Sikka Mutiara. 2002. Panduan Menulis Surat Lengkap. Yogyakarta : Absolut Sutarto. 1981. Sekretaris Dan Tatawarkat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Widjaja, A W. 1990. Administrasi Kearsipan. Jakarta : CV Rajawali Wirladiharjo, H. Moeftie. 1991. Pedoman Administrasi Umum. Jakarta : Balai Pustaka Wursanto, Ig. 1991. Kearsipan I. Yogyakarta : Kanisius

120

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SEKRETARIS DALAM MANAJEMEN PERKANTORAN PADA BADAN KESATUAN BANGSA, POLITIK, DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG ABSTRAK INDAH FITRIA RAHAYUNINGRUM

Agar pelaksanan kegiatan kantor dapat berjalan dengan baik diperlukannya manajemen perkantoran untuk mengatasinya. Sekretaris dibutuhkan oleh setiap organisasi untuk membantu dalam bidang organisasi dan kedinasan, atau dengan kata lain, melaksanakan fungsi perkantoran pimpinan agar bisa berkonsentrasi dan melaksanakan tugas-tugas manajerialnya dengan baik. pengembangan diri sekretaris menjadi tuntutan dan kebutuhan yang terus menerus dan berkesinambungans sebagai upaya untuk meningkatkan kualitasnya dalam menghadapi tugasnya sehari-hari Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui peranan sekretaris organisasi dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. 2) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekretaris organisasi untuk meningkatkan kinerjanya pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. 3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi sekretaris organisasi dalam melaksanakan pekerjaannya di perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Kesimpulan, 1) Peranan sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 44 mengenai penjabaran tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang sekretaris melaksanakan peran ganda sebagai sekretaris pribadi yang bertugas membantu pimpinan. 2) Upaya peningkatan kualitas seketaris dalam manajemen perkantoran pada pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah pengembangan kepribadian yang dilakukan oleh diri sendiri dan pengembangan dari kantor. 3) Kendala-kendala yang Dihadapi Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah adanya keterlambatan pertanggung jawaban dari masing-masing bidang. Selain itu terjadinya tumpang tindih kegiatan sekretaris. Saran, 1) Karena ada indikasi peran sekretaris ganda, hendaknya ada kejelasan mengenai tugas sekretaris sebagai sekretaris organisasi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara tugasnya sebagai sekretaris organisasi dan sebagai sekretaris pribadi. 2) Apabila pekerjaan sekretaris organisasi sedang menumpuk, hendaknya sekretaris menunjuk bawahannya untuk menangani sebagian pekerjaannya yang sesuai dengan kompetensi bawahnnya tersebut. Kata kunci : Peningkatan Kualitas, Sekretaris, Manajemen Perkantoran, PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sesuai dengan fungsinya kantor mempunyai kegiatan perkantoran yang meliputi korespondensi, kearsipan, kepegawaian, dan sebagainya yang diatur dalam manajemen perkantoran. Agar manajemen perkantoran tersebut dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni. Untuk memperlancar pekerjaan pimpinan dibutuhkan sekretaris untuk membantu menyelesaikan tugas pimpinan supaya tujuan suatu organisasi dapat tercapai dengan baik. Tugas seorang sekretaris tentunya sesuai dengan fungsi jabatannya. Sekretaris organisasi yang mempunyai tugas lebih berat daripada sekretaris pribadi karena sekretaris organisasi mempunyai bawahan yang besar kecilnya ditentukan oleh besarnya organisasi tersebut. Seorang sekretaris organisasi, disamping bekerja atas instruksi, kadang-kadang juga bertugas dan mempunyai kedudukan sebagai pemimpin pelaksana yang memiliki wewenang ikut membuat keputusan, pengarahan,

121

melakukan koordinasi atas pelayanan administrasi, mengadakan pengawasan, serta melakukan penyempurnaan organisasi dan tata kerja. Untuk itu seorang sekretaris organisasi haruslah mempunyai kompetensi dan kepribadian yang sesuai dengan profesinya. Hal itu dilakukan dengan upaya pengembangan diri ataupun pengembangan dari instansi. Itu semua dilakukan agar dalam melaksanakan tugasnya dapat tepat sesuai dengan tujuan perusahaan serta mempunyai kualitas yang baik di mata atasan dan bawahannya. Dari hasil wawancara dengan Bapak Ari Djoko Santoso, SH, MM selaku sekretaris Badan terdapat satu sekretaris yang menjabat sebagai sekretaris organisasi. Sebagai sekretaris organisasi mempunyai wewenang mengatur manajemen perkantoran dan bertanggung jawab atas semua bidang yang ada di organisasi. Namun pada pelaksanaannya sekretaris juga melaksanakan tugas sesuai dengan perintah atasan untuk menyelesaikan tugas perkantoran seperti yang dilakukan sekretaris pribadi. Hal ini menyebabkan pekerjaan kantor sering tertunda sehingga produktivitas kantor menjadi menurun. Untuk itu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas sekretaris dalam menjalankan manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang agar pekerjaan kantor menjadi lancar. B. Tujuan Peneliitan 1. Untuk mengetahui peranan sekretaris 2. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekretaris untuk meningkatkan kualitasnya 3. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi sekretaris LANDASAN TEORI Kata sekretaris berasal dari Bahasa Latin yaitu secretum yang berarti rahasia. Kata ini juga dikenal dalam Bahasa Belanda secretaries, dalam bahasa Inggrisnya secretary. Dari pengertian ini seorang sekretaris dituntut untuk mampu menyimpan rahasia dalam melaksanakan pekerjaannya (Ernawati, 2004 :1). Menurut Rosidah dan Ambar Teguh Sulistiyani (2005 : 12), secara umum sekretaris berarti seseorang yang membantu pimpinan untuk melakukan pekerjaan kesekretariatan. Pekerjaan kesekretariatan meliputi korespondensi, kearsipan, analisa prosedur pekerjaan kantor, administrasi kepegawaian, dsb. Sedangkan sekretaris organisasi adalah seorang yang memimpin suatu sekretariat dari suatu perusahaan atau sekretariat dari suatu instansi pemerintah tertentu, dengan fungsi utama yaitu mengoordinasikan seluruh pelayanan administrasi yang menunjang operasional perusahaan (Yatimah, 2009 : 35). Menurut The Liang Gie dalam buku Durotul Yatimah (2009 : 20) manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan control) sampai menyelenggarakan secara tertib, sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya adalah office work (pekerjaan perkantoran). Menurut Hendarto dan Tulusharyono (2004 : 6) sekretaris memainkan peranan-peranan seperti : 1. Penjaga/beranda perusahaan Dalam menerima tamu, sekretaris menyeleksi siapa yang biasa dan tidak bisa bertemu dengan pimpinan, kapan waktunya supaya diatur jadwalnya dan tidak salaing bertabrakan. 2. Filter dan pengelola informasi Surat yang masuk dicatat, diatur, dan diolah terlebih dahulu. Sekretaris mencari, mengolah, menyimpan, mengatur, dan bila diperlukan mencari informasi-informasi yang diperlukan pimpinan. Boleh dikatakan bahwa sekretaris adalah orang yang paling tahu berbagai hal yang strategis sebuah perusahaan. 3. Asisten pribadi/tangan kanan pimpinan Sekretaris membantu pimpinan dalam tugas-tugas sehari-hari bahkan untuk banyak kesempatan mewakili pimpinan untuk keperluan perusahaan. 4. Screet keeper/pemegang rahasia Sekretaris yang baik menyadari bahwa ia memiliki informasi yang tidak boleh diteruskan kepada pihak lain yang tidak berhak. 5. Penasihat unutk dimintakan berbagai pendapat

122

Konflik merupakan perbedaan pada opini. kendala. Menurut ISI Jabar & sekretaris di PT Sanbe Farma sekretaris tak lepas dari konflik. Metode Wawancara Wawancara dilakukan sesuai dengan pedoman wawancara yang telah dibuat sebelumnya. Metode Pengumpulan Data 1. Upaya peningkatan kualitas sekretaris meliputi syarat-syarat untuk menjadi sekretaris. yang meliputi : a. Latihan pra jabatan. (Sedarmayanti. Pengembangan sekretaris dalam realisasinya dapat dilakukan baik oleh dirinya sendiri maupun atas prakarsa organisasi. 6. keinginan. Data Sekunder sumber data sekunder adalah dokumentasi dari sumber bacaan yang berkaitan dengan masalah yang terjadi untuk mendukung hasil wawancara. Semarang. 3. Pre Service Trainning Adalah latihan yang diberikan pada waktu sekarang belum menempati jabatan tertentu. fungsi. Pemuda No. Kendala-kendala yang dihadapi sekretaris meliputi kendala-kendala dan upaya-upaya dalam menangani manajemen perkantoran. Objek Penelitian Bidang Kesekretariatan Badan Kesatuan Bangsa. Objek Kajian 1. Konflik juga berarti perselisihan dan keberadaan konflik memang tidak terhindarkan. Politik. b. Jenis Data 1. 1990 : 143). mencakup : 1. SH. dan peranan sekretaris dalam manajemen perkantoran. C. 123 . MM selaku sekretaris Badan mengenai peran sekretaris. Data Primer wawancara langsung dengan Bapak Ari Djoko Santoso. 2. etika yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris.Penghuibung atau humas Sekretaris berdiri diantara pimpinan dan pihak lain.175. 7. Jl. Peranan yang berisi kedudukan. 2. kebiasaan. latihan jabatan ini dilaksanakan oleh organisasi/perusahaan. tempat sekretaris bekerja. sekretaris harus memperhatiakan keselamatan dan kesehatan pimpinan termasuk di dalamnya menciptakan suasana kerja yang menyenangkan sehingga pimpinan tidak cepat lelah. In Service Trainning Yaitu latihan yang dilakukan pada saat sekretaris sedang menduduki jabatannya. Pendidikan formal yang diselenggarakan pendidikan umum. D. Untuk itu sekretaris harus pandai menjabarkan kebijakan pimpinan ataupun menjadi penyampai informasi dari luar. B. serta upaya peningkatan kualitas sekretaris. Perawat/pelindung Walaupun bersifat priobadi. tugas. METODE PENELITIAN A. kebutuhan. dsb. Selain itu Tugas-tugas yang tidak terselesaikan secara tuntas akan mengakibatkan adanya rasa tidak puas yang pada akhirnya menimbulkan stress. 2. ide. Salah satu diantaranya yaitu dengan melalui pendidikan dan latihan. dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Semarang yang terletak di lantai 6 Gedung Pandanaran. dan usaha mengembangkan kepribadian sekretaris .

2. Dokumentasi mengumpulkan data seperti buku profil, Peraturan Walikota, struktur organisasi sebagai data untuk memperkuat pernyataan yang dikemukakan oleh narasumber dalam wawancara.

E. Metode Analisis Data
Menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisa dengan argumen-argumen dan tidak menggunakan angka-angka yang dihitung secara statistik. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Peranan Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran a. Kedudukan Sekretaris dalam Organisasi Kedudukan seorang sekretaris di Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Semarang termasuk Sekretaris Organisasi dan merupakan kepala bidang Sekretariat. Berada di bawah Pimpinan langsung maka bertanggung jawab langsung kepada pimpinan. serta mempunyai kewenangan di atas Kepala Bagian.

b.

Tugas Sekretaris Sesuai dengan dengan Peraturan Walikota tahun 2008 Nomor 44 Tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang, pasal 6 sekretariat mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan dan mensinkronisasian, membina, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan tugas Kesekretariatan, bidang Idiologi dan Kewaspadaan Nasional, bidang Ketahanan Bangsa, bidang Politik Dalam Negeri, serta bidang Perlindungan Masyarakat. Fungsi Sekretaris Fungsi sekretariat pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat tertuang pada pasal 7 Peraturan Walikota Nomor 44 tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang yang merupakan penjabaran dari tugas sekretaris yang terdapat pada pasal 6.

c.

Peran Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang 1. Pelindung organisasi 2. Sebagai pusat informasi 3. Wakil pimpinan 4. Pemegang rahasia 5. Humas 2. Upaya Peningkatan Kualitas Seketaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang a. Syarat-syarat menjadi seketaris Berdasar hasil wawancara dengan Bapak Ari Djoko Santoso, SH, MM selaku Seketaris Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang mengatakan bahwa tidak ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Karena Sekretaris diangkat oleh Walikota melalui promosi jabatan yang disarankan oleh kepala badan. b. Etika yang Harus dimiliki Sekretaris

d.

124

Sesuai dengan Undang-undang Pegawai Negeri Sipil, sama seperti Pegawai Negeri Sipil lainnya kode etik Sekretaris diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. c. Usaha Pengembangan Kepribadian Sekretaris 1) Pengembangan diri sendiri a) Banyak membaca buku tidak hanya buku mengenai sekretaris, namun buku-buku lain yang dapat menunjang kemampuan sekretaris sesuai dengan peranannnya. b) Memperbaharui berita dengan menyaksikan siaran berita, membaca koran, atau browsing di internet. c) Bersikap terbuka atas kritik baik dari atasan maupun dengan bawahan. d) Bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepadanya. e) Mendekatkan diri tidak hanya dengan atasan tapi dengan bawahan agar bisa terjalin komunikasi yang baik dengan bawahan. 2) Pengembangan dari instansi a) Mengikuti diklat Diklat yang pernah diikuri sekretaris antara lain diklat mengenai wawasan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengah, diklat mengenai manajemen kantor, diklat mengenai pelaksanan tata usaha, kepegawaian dan sarana prasarana rumah tangga kantor aparatur pemerintah. b) Mengikuti seminar Biasanya keikutsertaan sekretaris dalam seminar adalah atas undangan dari penyelenggara seminar. Dalam seminar ini sekretaris berlaku sebagai perwakilan Badan atau mewakili Kepala Badan jika berhalangan hadir. Seminar yang pernah diikuti sekretaris antara lain seminar Pelaksanaan Demokrasi warga Jawa Tengah yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah pada saat menjelang Pemilu Gubernur Jawa Tengah. Selain itu beliau juga pernah mengikuti Seminar tentang Birokrasi yang diadakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). c) Mengikuti Outbond Kegiatan outbond dilaksanakan tidak hanya sebagai media untuk refressing bagi pegawai, namun yang lebih penting adalah mengakrabkan seluruh pegawai yang bekerja di kantor. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menambah keakraban diantara semua pegawai sehingga kerjasama yang dilakukan saat bekerja bisa terjalin dengan baik. Outbond ini dilaksanakan setahun dengan menggunakan anggaran rumah tangga badan.

3. Kendala-kendala yang dihadapi Seketaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang 1) Pertanggung jawaban kegiatan kepada sekretaris sebagai kepala sekretariat, dari masingmasing bidang sering tidak tepat dalam pelaporannya, sehingga kegiatan lain dari bidang tersebut menjadi terhenti. Hal ini terjadi karena bidang-bidang biasanya untuk membuat laporan kurang adanya kontrol dari kepala bidang kepada staff untuk membuat pelaporan kegiatan yang telah dilaksanakan. Untuk mengatasi masalah ini, sekretaris melakukan rapat koordinasi dengan bidang-bidang yang menangani kegiatan tersebut kemudian dicari akar permasalahan yang menyebabkan masalah itu terjadi, untuk kemudian dicari jalan keluarnya. 2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang terjadi tumpang tindih antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. Hal itu terjadi karena antara kegiatan satu yang belum terselesaikan ada kegiatan yang lain yang harus dikerjakan baik yang berasal dari pimpinan atau bukan. Untuk mengatasi masalah tesebut beliau memilih pekerjaan mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu kemudian

125

menyelesaikan pekerjaan yang lain. Bahkan kadang-kadang pekerjaan tersebut bila tidak selesai dilanjutkan dirumah. B. PEMBAHASAN Peranan sekretaris organisasi tersebut cukup baik, karena sudah sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen. Namun sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang melakukan tugas ganda sebagai sekretaris pribadi, yaitu dengan melaksanakan tugas yang biasa dilakukan sekretaris pribadi seperti membuat perencanaan perjalanan dinas pimpinan, menemani pimpinan menghadiri suatu acara, serta menerima tamu yang datang untuk kepentingan pimpinan. Namun hal itu dilaksanakan dengan sadar dan sudah biasa dilakukannya setiap saat sebagai bentuk pengabdiannya kepada pimpinan. Padahal secara tidak langsung itu dapat menghambat pekerjaan sekretaris yang lainnya yang seperti diketahui tugas sebagai seorang sekretaris organisasi tidaklah sedikit, sehingga memungkinkan pekerjaan lain akan terbengkalai. Untuk itu sekretaris hendaklah mengatur jadwal kegiatannya dengan baik, agar semua kegiatan yang dilaksanakannya dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan fungsi dan peranannya. Dari usaha pengembangan diri sekretaris sudah melakukan pengembangan dengan baik karena disela-sela waktu sibuk melaksanakan tugas yang banyak, dia masih meluangkan waktu untuk menambah ilmu pengetahuannya dengan membaca buku atau memperbaharui berita. Selain itu sebagai orang yang disegani oleh bawahannya dia dapat bersikap terbuka atas kritik, serta bertanggung jawab atas tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Hal itu dilakukan agar dia bisa menjadi jembatan antara bawahan dengan atasan. Sedangkan dari Badan pengembangan kepribadian dari instansi sudah memfasilitasi pegawainya tidak hanya sekretaris organisasi saja untuk berkembang dan meningkatkan kompetensinya. Untuk itu sudah selayaknya sekretaris organisasi dapat memanfaatkannya sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuannya baik untuk diri sendiri atau untuk instansi untuk kemudian diterapkan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sekretaris organisasi dalam menjalankan manajemen kantor. Agar sekretaris menjadi sekretaris organisasi yang berkualitas di mata bawahan dan atasannya. Dalam melaksanakan peranannya dalam manajemen perkantoran kadang-kadang sekretaris menemui kendala yang terjadi namun dalam mengatasi kendala dalam hal pelaporan pertanggung jawaban kegiatan jika terlambat sebaiknya sekretaris tidak membiarkannya berlarut-larut dengan cara memberikan batas waktu kepada bidang tersebut. Karena jika keterlambatan semakin lama akar permasalahannya semakin sulit untuk dipecahkan dan menyita banyak waktu. Dan mengenai tugas yang tumpang tindih seharusnya sekretaris tidak melanjutkan pekerjaan yang belum selesai ke rumah jika hal itu diteruskan maka sekretaris tidak akan mempunyai waktu untuk istirahat di rumah maka yang terjadi dia akan merasa lelah atau mengantuk di kantor sehingga pekerjaan kantor menjadi terbengkalai.

PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis mengenai upaya peningkatan kualitas sekretaris dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang serta pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Peranan sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang sudah diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 44 mengenai penjabaran tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang sekretaris melaksanakan peran ganda sebagai sekretaris pribadi yang bertugas membantu pimpinan. 2. Upaya peningkatan kualitas seketaris dalam manajemen perkantoran pada pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah pengembangan kepribadian yang dilakukan oleh diri sendiri dan pengembangan dari kantor. 3. Kendala-kendala yang Dihadapi Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah adanya

126

keterlambatan pertanggung jawaban dari masing-masing bidang. Selain itu terjadinya tumpang tindih kegiatan sekretaris. B. Saran Kualitas sekretaris dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang sudah baik namun ada beberapa kekuarangan yang dapat mengurangi kelancaran pekerjaan kantor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis saran yang dapat disampaikan antara lain : 1. Karena ada indikasi peran sekretaris ganda, hendaknya ada kejelasan mengenai tugas sekretaris sebagai sekretaris organisasi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara tugasnya sebagai sekretaris organisasi dan sebagai sekretaris pribadi. 2. Apabila pekerjaan sekretaris organisasi sedang menumpuk, hendaknya sekretaris menunjuk bawahannya untuk menangani sebagian pekerjaannya yang sesuai dengan kompetensi bawahnnya tersebut.

127

juga harus memiliki sarana dan prasarana yang baik untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. pencatatan. maka diperlukan suatu tindakan penanganan dan pengelolaan terhadap peralatan tersebut secara baik. pengadaan. kursi. pengadaan. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif dengan jenis data primer dan sekunder. Permintaan barang tidak bisa dilakukan secara mendadak harus melalui perencanaan terlebih dahulu. akan menimbulkan hambatan-hambatan. penempatan. Metode pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Salah satu sarana dan prasarana yang mutlak diperlukan adalah peralatan kantor. penempatan. pemeliharaan dan penghapusan peralatan kantor. Suatu urutan kegiatan klerikal dimana terdapat ketergantungan sistem. terganggunya aktivitas perusahaan akan menimbulkan pengaruh buruk pada hasil/tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. pencatatan. misalnya: mesin. mesin pengganda. Pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah yang beralamatkan di Jalan Jenderal Gatot Subroto. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi”. pencatatan. tenaga dan waktu juga menjamin kecermatan dan ketelitian kerja pegawai. komputer. pengadaan. penempatan. Tarubudaya Ungaran. 3) pencatatan. jam. Peralatan kantor sangat penting bagi perusahaan. pengadaan. Dalam pengadaan peralatan kantor harus melalui prosedur antara lain: 1) penggolongan dan perencanaan. Apabila prosedur administrasi peralatan kantor tidak berjalan dengan baik. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi disebut Prosedur Administrasi Peralatan Kantor. Suatu urutan kegiatan klerikal dimana terdapat ketergantungan sistem. Key word : prosedur administrasi peralatan kantor I. Contoh kasus 128 . Prosedur administrasi peralatan kantor adalah ”suatu urutan kegiatan klerikal di mana terdapat ketergantungan sistem. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. 5) pemeliharaan dan 6) penghapusan peralatan kantor (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007: pasal 4 ayat 2). pencatatan. Tujuan dalam pelaksanaan penelitian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah adalah untuk mengetahui perencanaan. mesin hitung.PROSEDUR ADMINISTRASI PERALATAN KANTOR PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH Abstrak Rodhiana Dewi Nugrah Apriliana Peralatan kantor sangat penting bagi perusahaan. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. almari arsip. untuk mendapatkan peralatan kantor harus sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah. Peralatan kantor mempunyai berbagai macam kegunaan antara lain: dapat mempertinggi tingkat kemampuan kerja pegawai. dan lain-lain. maka diperlukan suatu tindakan penanganan dan pengelolaan terhadap peralatan tersebut secara baik. sehingga untuk memperoleh peralatan kantor harus melalui beberapa tahapan. Hambatan-hambatan tersebut misalnya apabila terjadi kerusakan total pada peralatan kantor akan mengganggu jalannya aktivitas perusahaan. penghematan biaya. meja. penempatan. 4) penempatan. 2) pengadaan. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi disebut Prosedur Administrasi Peralatan Kantor. PENDAHULUAN Perusahaan selain memiliki Sumber Daya Manusia yang terampil (Skill).

6. Dokumen penghapusan. 7. Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. 3. notulen rapat. Data sekunder diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian yang berupa informasi secara tertulis. 5. lengger. 2. 8. IV.pada Bagian Umum dan Kepegawaian ada komputer rusak sehingga menghambat pekerjaan. prasasti. 5. KESIMPULAN Prosedur administrasi peralatan kantor adalah ”suatu urutan kegiatan klerikal di mana terdapat ketergantungan sistem. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dalam pelaksanaan penelitian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah adalah: 1. Dokumen pengadaan Barang. II. METODE PENELITIAN A. 6. 2006:231). untuk melakukan service/pengadaan peralatan tersebut harus melalui prosedur yang ada. 9. Bagan Organisasi. 4. pencatatan. yang ada hubungannya dengan penyusunan karya ilmiah. Rencana biaya pemeliharaan Dinas. dan dicatat untuk pertama kalinya 2. Untuk mengetahui Perencanaan Peralatan Kantor. 2. C. Untuk mengetahui penghapusan Peralatan Kantor. buku. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). 2006:155). Untuk mengetahui Penempatan Peralatan Kantor. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. surat kabar. 2. Adapun data-data yang diperoleh dari metode dokumentasi adalah: 1. Prosedur administrasi peralatan kantor dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 129 . Untuk mengetahui Pencatatan Peralatan Kantor. diamati. Sumber Data Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan yang selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen B. 4. Metode pengumpulan data 1. Data sekunder ini dapat berupa dokumen-dokumen mengenai masalah tersebut baik dari brosur-brosur. 3. catatan-catatan tertulis. Untuk mengetahui pemeliharaan Peralatan Kantor. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. pengadaan. Pengeluaran dan Persediaan Barang. Jenis Data 1. Untuk mengetahui Pengadaan Peralatan Kantor. Rencana Operasional Kerja (ROK). agenda. transkrip. Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). dan sebagainya (Suharsimi. majalah. III. Form Kartu Inventaris Ruangan. Form Buku Penerimaan. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi”. buku-buku literatur. penempatan. Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewer) (Suharsimi.

dihapus.000.(lima puluh juta rupiah). Cara Swakelola 130 . Peralatan kantor tahan lama yaitu peralatan yang dipakai/ dimanfaatkan untuk memperlancar pekerjaan lebih satu tahun b.(lima puluh juta rupiah). 2.GAMBAR 1 PROSEDUR ADMINISTRASI PERALATAN KANTOR 1. Pengadaan peralatan Barang/Jasa yang dilakukan di Dinas menggunakan dua cara yaitu: a. Penetapan paket-paket pengadaan barang/jasa. Menyusun perencanaan pengadaan barang/jasa.. 50. 2.Bagian Program (direkap) Form RKA dijadikan Form DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) Monitoring dan Evaluasi (monev) Pelaksana an kegiatan (12bulan) Dokumen Rencana Operasional kegiatan ROK (belanja per kegiatan perbulan) DPA diserahkan oleh Gubernur kepada Kepala SKPD Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah B. a. 1. b. Pantia pengadaan barang/jasa dibentuk apabila pengadaan barang/jasa dengan nilai Pagu anggaran lebih dari Rp. dijual.000. 50. 3. Pertimbangan teknologi. atau sebab lain. Mengangkat Panitia/Pejabat pengadaan barang/jasa. Pejabat pengadaan barang/jasa dibentuk apabila pengadaan barang/jasa dengan nilai Pagu anggaran kurang dari Rp. Pengadaan Peralatan Kantor Pengadaan Peralatan Kantor di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah meliputi: 1.000. Adanya barang-barang rusak. menjaga tingkat persediaan barang agar efisien dan efektif. Penggolongan Perlatan Kantor yaitu: a.. Perencanaan Peralatan Kantor Dalam melakukan perencanaan kebutuhan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: untuk mengisi kebutuhan barang. Tahapan Penganggaran Peralatan Kantor pada Dinas dapat dilihat pada gambar berikut ini Gambar 1 Penganggaran Peralatan Kantor Perencanaan Penganggaran Usulan (RKA&RAB) Masuk ke Sub. PERENCANAAN Penggolongan Peralatan Penganggaran PENGADAAN PENCATATAN PENEMPATAN PEMELIHARAAN PENGHAPUSAN A.000. Peralatan Kantor tidak tahan lama atau habis pakai adalah peralatan yang biasanya hanya dipakai dalam waktu singkat 2.

Melaporkan pelaksanaan/penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada Pimpinan Instansinya. Barang dicatat pada buku penerimaan barang. Barang Habis Pakai (Alat Tulis Cetak = ATC) Tahapan pencatatan barang habis pakai pada Dinas adalah sebagai berikut: a. 100. 7. Pemeliharaan Peralatan Kantor Pemeliharaan peralatan kantor pada Dinas adalah sebagai berikut: 131 . Barang Tahan Lama Tahapan dalam pencatatan barang tahan lama adalah sebagai berikut: a. 12.mengacu pada Keppres 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang/jasa yang terdiri dari:  Penunjukan Langsung adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan dengan cara menunjuk langsung dari sekurang-kurangnya ada satu penyedia barang/jasa. Dicatat pada buku Penerimaan barang (pakai habis) . C. c. 50. 9.000. Pencatatan dalam kartu pemeliharaan/perawatan barang dilakukan oleh pengurus barang.000.4. Rp..s.d. Menggunakan Penyedia Barang/Jasa jika pengadaan barang dengan nilai di atas Rp.000. Menyiapkan dan melaksanakan perjanjian/Pagu anggaran dengan pihak penyedia barang/jasa. Dicatat pada buku pengadaan barang.000. Menetapkan besaran uang muka yang menjadi hak penyedia barang/jasa sesuai ketentuan yang berlaku. Asas mengenai penggunaan segenap ruangan. b. D. Asas mengenai jarak terpendek. Dicatat pada buku pengadaan barang.000. Dicatat pada buku barang inventaris 2. Asas mengenai rangkaian kerja. 11. d. Pencatatan pemeliharaan Barang a. Pencatatan Peralatan Kantor 1. Barang dicatat dalam kartu inventaris barang (KIB). Barang dicatat dalam kartu inventaris ruangan (KIR. 5. 50.000. b. 10. Pemilihan Langsung adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan cara pemilihan langsung dari sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) penyedia barang/jasa dengan nilai pagu anggaran di atas Rp. d. E. 5. Penandatanganan fakta Integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang/jasa sebelum dimulai. c. 2. Pengawasan pelaksanaan perjanjian/Pagu anggaran . e. Menetapkan dan mengesahkan hasil pengadaan panitia/pejabat pengadaan barang/jasa.Penetapan harga perkiraan sendiri (HPS) Penetapan Jadwal Pelaksanaan.000. Dengan nilai pagu anggaran sampai dengan Rp. Menyerahkan aset pengadaan barang/jasa dan aset lainnya kepada pimpinan dengan berita acara penyerahan. 3. Setiap jenis barang harus dibuat kartu pemeliharan/perawatan yang memuat: b. b. Kemudian peralatan di tulis pada bon permintaan/ pengeluaran. 3. 100. dengan nilai pagu anggaran lebih dari Rp.000.000.000. 8. 6.. Penempatan Peralatan Kantor Penempatan peralatan kantor yang dilakukan pada Dinas menggunakan asas-asas sebagai berikut: 1. Pelelangan adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan cara diumumkan secara terbuka melalui media cetak dan papan pengumuman. Dicatat pada buku pengeluaran barang (pakai habis).

Erlangga: Jakarta Nuraida. CV. Pengantar Bisnis. 2010. Mulyadi. Kemudian Dinas mengadakan lelang untuk barang tersebut. Liberty: Yogyakarta Supardiyo. Sabinus. 2009. 2004. Murti. 2006. Setelah persetujuan Dewan/Gubernur dijual secara umum. Manajemen administrasi Perkantoran. Badan Diklat Prajabatan Golongan III: Jakarta Tizna. Cv Armico: Yogyakarta Arikunto.1. Perbekalan / Perabotan / Alat – Alat Kantor. PT Penebar Swadaya: Jakarta Siagian. Barang tersebut diletakkan dalam gudang.com/ doc/5226194/BAb-7-penghapusan-perbekalan. Heri. Bumi Aksara: Jakarta Silalahi. barang atau peralatan didalam ruangannya dalam kondisi rusak 2. 1995. Remaja Rosdakarya. 2002. Akuntansi Bisnis untuk Perusahaan Jasa.com/2009/07/05/mengapa-manajemen-pemeliharaan/.php?view=article&catid=25%3 Aindustri&id= 457%3Amanajemenperawatan&option=com_content&Itemid=15. Suharsimi. Perencanaan tersebut dajukan ke kantor DPPAD 7. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 2008. (31 Maret 2010) Sutopo.ac. Administrasi Perkantoran. Metodologi Penelitian Kualitatif. 2009.ac. Diunduh dari http://www. 5. 2. Penghapusan Peralatan Kantor Penghapusan peralatan kantor pada Dinas dikarenakan: 1. 9. 2008.fkip. Pemeliharaan dilakukan oleh pihak kedua (rekanan/penyedia jasa) F. Yogyakarta Munir Sukoco. 2003. Badri. Atep. 1993. Bandung : PT. Selanjutnya uji fisik/keur dilakukan oleh kantor Komunikasi Informasi (KOMINFO) dan Dinas Perhubungan. Manajemen Perawatan. DAFTAR PUSATAKA Adya Barata. Rineka Cipta: Jakarta Gie. PT. Diunduh dari http://supardiyo. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.scribd. Petugas Penghapusan membuat rencana penghapusan barang. Petugas penghapusan mendata barang atau peralatan tersebut.id/library/index. Barang dicatat dalam buku inventaris dengan keterangan rusak. 2009. Sondang P. Belajar. dkk. Ulbert. (31 Maret 2010) 132 . 2008. Sinar Baru Algensindo: Bandung Sumarni.wordpress. Mandar Maju: Bandung Moleong. Sistem Akuntansi. Filsafat Administarsi. Penghapusan Perbekalan.uns. (31 Maret 2010) Mardiasmo. V. Politeknik Negeri Semarang: Semarang Sadar. John Soeprihanto. Lexy J. Visimedia: Jakarta Kurniawan. Semarang: Diperbanyak oleh Cv. Ida. 2008. DPPAD akan mengusulkan kepada DPRD 8. 2009. Kiat Memenangkan Tender Barang & Jasa. 1988. Hendi.id Blogs weblog. (19 Maret 2010) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketujuh Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dasar-dasar Akuntansi. Administrasi Manajemen dan Organisasi. 4. 2005. Diunduh dari Just another Student. Pemeliharaan setiap hari atau secara rutin oleh pegawai sendiri. 1998. Kanisius: Yogyakarta Olah. 2000. Administrasi Perkantoran Untuk Manajer dan Staf. Mengapa Manajemen Pemeliharaan. The Liang. ittelkom. Duta Nusindo Poniman. Andi: Yogyakarta Moekijat. 2009. Diunduh dari http://www. 10. 6. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Ilmu Administrasi. 2006. Dagang dan Industri. Liberty: Yogyakarta Haryadi. 3. Administrasi Perkantoran Modern. Akuntansi Sektor Publik.

Pemanfaatan dan penggunaan TIK akan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam semua aktivitas yang dilakukannya. Untuk mengatasinya seringkali proses administrasi dokumen disederhanakan 2 Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 3 Tatiek Maryati. Makin besar organisasi akan menyebabkan alur birokrasi yang makin panjang sehingga proses dokumen akan menjadi makin lama. pada sektor pelayanan publik. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat. Melihat permasalahan dalam aktivitas perkantoran yang dituntut efektif dan efisien dan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). baik sektor public maupun sector private. 21 – 23 Mei 2008 di Jakarta 4 Arief Yulianto. Model Kompetensi Guru RSBI.DESAIN IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN Arief Yuliato Email : ariefyoelianto@gmail. Pengukuran Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan TIK di Lingkungan Pegawai Pemerintahan. Makin besar organisasi akan menyebabkan alur birokrasi yang makin panjang sehingga proses dokumen akan menjadi makin lama. telah berpengaruh pada segala aspek kehidupan baik personal maupun komunal. masih terjadi kesenjangan penguasaan TIK (digital devides) antar staf sehingga menjadi salah satu penghambat pelaksanaan pelayanan publik. Pendahuluan Penetrasi pengguna komputer dan internet juga masih tertinggal jauh dari negara lain. processing serta keluaran yang akan berguna dalam pengambilan keputusan. Menurut International Telecommunication Union (ITU). 2009. masih terjadi kesenjangan penguasaan TIK (digital devides) antar staf sehingga menjadi salah satu penghambat pelaksanaan pelayanan publik3. Semarang : Penelitian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah 133 . baik sektor public maupun sector private. maka perlu dibangun suatu desain TIK terpadu dalam implementasi untuk mendukung aktivitas administrasi perkantoran.com Abstrak Kondisi rendahnya kepemilikan dan penggunaan TIK ini terjadi pada semua sektor di Indonesia. Untuk mengatasinya seringkali proses administrasi dokumen disederhanakan atau bahkan diabaikan. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat. Impelementasi TIK dalam administrasi perkantoran yang berfungsi sebagai komunikator dan pemberi informasi sangat tergantung pada sumber daya fisik yang berfungsi pemberi input. Hal ini menjadikan informasi sebagai komoditas penting dan strategis yang sekaligus menjadi kebutuhan masyarakat modern.47 komputer per 100 penduduk yang berada pada urutan ke-15 dari 18 negara di Asia Pasifik dan ke-7 dari 10 negara di ASEAN. 2008. Densitas Pengguna Internet juga masih rendah yaitu 7. masih terdapat lemahnya penguasaan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran oleh guru RSBI. telah berpengaruh pada segala aspek kehidupan baik personal maupun komunal. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. Pada sektor pendidikan. Makalah disampaikan dalam Konferensi dan Temu Nasional TIK untuk Indonesia. Pemanfaatan dan penggunaan TIK akan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam semua aktivitas yang dilakukannya. Kondisi rendahnya kepemilikan dan penggunaan TIK ini terjadi pada semua sektor di Indonesia. Alifia Yulfitri. pada sektor pelayanan publik. Komputer-Densitas di Indonesia yaitu 1. 2009. masih terdapat lemahnya penguasaan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran oleh guru RSBI4. Pada sektor pendidikan.18 per 100 penduduk2. Selain itu. Perubahan tersebut telah membawa dampak terhadap strategi bisnis serta realisasi rencana pengembangan ke depan yang meninggalkan cara-cara konvensional Administrasi yang merupakan salah satu fungsi dalam perkantoran tidak dapat terlepas dari perubahan paradigma pemanfaatan dan penggunaan TIK.

Menyediakan sistem administrasi terpadu sehingga memudahkan penelusuran surat (tracking). data) yang dibutuhkan oleh pihak yang membutuhkan. Pentingnya TIK dalam Administrasi Perkantoran Perubahan lingkungan eksternal yang cenderung uncontrollable dan lingkungan internal yang dinamis menuntur organisasi untuk melakukan penyesuain dalam kegiatan perkantoran. maka administrasi perkantoran dapat diuraikan fungsi pendukung dalam penyelengaraan aktivitas perkantoran yang meliputi pelayanan komunikasi dan catatan-catatan dari suatu organisasi. yaitu kelompok yang terdiri atas 2 orang atau lebih. Di lain pihak. dan sebagainya. misalnya: dalam pembiayaan. Secara terinci fungsi kantor itu adalah sebagai berikut5 : 1. Untuk menjamin aktiva. IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN Melihat permasalahan dalam aktivitas perkantoran yang dituntut efektif dan efisien dan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). dan sebagainya Administrasi sebagai kegiatan dari pada kelompok yang mengadakan kerja sama untuk menyelesaiakan tujuan bersama. antar personal dalam organisasi maupun antar organisasi itu sendiri. Memberikan fasilitas dalam pembuatan laporan administrasi dokumen pada setiap fungsi dan bagian organisasi. Memudahkan seluruh staf administrasi pada masing-masing fungsi dan bagian dalam organisasi sehingga menjamin tertib administrasi 2. pembukuan. dimana proses dan prosedural tersebut akan berdampak pada penghematan biaya. (e) Adanya tujuan yang telah ditetapkan6. Kegiatan perkantoran berfungsi untuk memberikan pelayanan komunikasi dan catatan-catatan (dokumen. perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat mulai diimplementasikannya teknologi digital menggantikan teknologi analog yang mulai menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya dalam administrasi perkantoran. pencarian data dan monitoring 4. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo 134 . Yogyakarta : Nurcahya Yogyakarta Irwan Yantu.atau bahkan diabaikan. Berdasarkan definisi konsep tersebut. waktu dan semakin cepatnya pengambilan keputusan yang dilakukan. dan sebagainya 5. Untuk menyusun keterangan. 1981. Menyediakan akses secepatnya dari mana saja bagi yang membutuhkan dalam mengirim ataupun merespon surat yang diterima. Untuk mencatat keterangan. Dwi Eko Waluyo 5 6 The Liang Gie. fungsi perkantoran memiliki fungsi utama sebagai mediator dan fasilitator antar fungsi dan bagian dalam organisasi. harga. Untuk memberikan keterangan. Untuk menerima keterangan misalnya : surat-surat. dan sebagainya 4. (c) Adanya kegiatan/proses/usaha. Saat ini administrasi perkantoran tidak dapat terlepas dari pemanfaatan dan penggunaan TIK atau sering disebut sebagai era otomatisasi perkantoran (Office Automation / OA). harga-harga. 3. taksiran-taksiran. (b) Adanya kerja sama dari kelompok tersebut. maka perlu dibangun suatu desain TIK terpadu dalam implementasi untuk mendukung aktivitas administrasi perkantoran. Administrasi Perkantoran Modern. Efisiensi dan efektivitas sebagai dasar aktivitas organisasi. sehingga : 1. Hal tersebut berdampak menimbulkan masalah dalam monitoring dan pencarian dokumen selain tentu saja mengurangi legalitas kegiatannya. dan sebagainya 2. Aktivitas administrasi akan berlangsung dengan lancar bila (a) Adanya kelompok manusia. misalnya: catatan –catatan tentang pegawai. Digitalisasi semua perangkat perkantoran yang kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer berdampak pada penggunaan alat-alat yang dapat menggantikan fungsi manusia dan penyederhaan prosedur dalam perkantoran yang akan berakibat pada semakin efisien dan efektif fungsi administrasi perkantoran. sehingga akan meminimalkan bahkan mengeliminasi proses dan prosedur yang dapat dihilangkan. (d) Adanya bimbingan. Dalam sebuah organisasi. kepemimpinan dan pengawasan. misalnya: daftar barang-barang dagangan. 2006 Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Perkantoran. 3. pengadaan persediaan. misalnya: pemeliharaan uang kontan.

menyiapkan menyimpan data.w3. mengolah data. proses maupun output. 2001 135 . Management Informastion System. Impelementasi TIK dalam administrasi perkantoran yang berfungsi sebagai komunikator dan pemberi informasi sangat tergantung pada sumber daya fisik yang berfungsi pemberi input.(2000)7 mengungkapkan bahwa OA mencakup semua sistem elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan.org/TR/REC-html40. DESAIN PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN BERBASIS BEST PRACTISES 7 Disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Alat dan Lab Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Semarang tanggal 25 Nopember 2000. mengolah data. Misalnya melakukan konsultasi atau diskusi dengan pengambil keputusan lain. Dalam yang sudah terproses menjadi banyak hal fungsi dari kedua jenis informasi dalam database juga aplikasi di atas adalah sama hanya didapatkan dari lingkungan sistem peralatannya saja yang berbeda perusahaan serta data-data hasil olahan dari para manager sebagai problem solver. Sistem-sistem OA informal ini diterapkan saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi keperluannya sendiri. Semua perusahaan menerapkan sistem formal untuk memenuhi kebutuhan organisasi. tanpa aplikasi TIK. database yang dimiliki kurang maksimal begitu pula jika aplikasi TIK tidak mampu menghasilkan data base akan berdampak pada aktivitas admistrasi perkantoran. Sistem Elektronik Informal berarti sistem perkantoran yang tidak direncanakan atau diuraikan secara tertulis. seperti pada gambar berikut : Tabel 1 : Implementasi TIK dalam Administrasi Perkantoran8 TIK Terdapat dua variabel utama dalam implementasi TIK yang harus tersedia yaitu database dan applikasi TIK (hardware. yang dapat didefinisikan sistem elektronik tersebut sebagai berikut : 1. diakses tanggal 2 Oktober 2010 8 Adopsi dari Raymond Mc Leod. baik sumber daya dan aplikasi perkantoran masukan. menyiapkan dokumen berdasarkan pemakai dokumen berdasarkan pemakai database dan dari sudut pandang database dan dari sudut pandang perancang database perancang database Dari tabel di atas diketahui bahwa aktivitas antara database dan aplikasi TIK adalah sama yaitu saling terkait. Sistem Elektronik Formal dimaksudkan sebagai kegiatan perkantoran yang didokumentasikan dengan suatu prosedur tertulis. Mendapatkan data. Data menggunakan komputer. 2. menyimpan data. a Study of Computer-Based Information System. 8th edition. Tabel 1 : Definisi dan Aktivitas tentang Database dan Aplikasi TIK dalam Perkantoran Keterangan Data base Aplikasi TIK Definisi Kumpulan data yang terintegrasi dari Aplikasi perkantoran menggunakan seluruh sumber daya dalam peralatan elektronik non komputer perusahaan. Aktivitas Mendapatkan data. software dan brainware) yang dapat diuraikan sebagai berikut. Misalnya untuk pengelolaan informasi yang didistribusikan ke manajer yang berupa laporan-laporan periodik amupun laporan khusus. processing serta keluaran yang akan berguna dalam pengambilan keputusan. Sumber : http://www. Prentice Hall.

infrastruktur perkantoran misalnya komputer. dengan harapan ketersediaan infrastruktur menjadi efisien dan optimal dalam pelayanan. Infrastruktur telekomunikasi antara lain terdiri dari jaringan telekomunikasi. infrastruktur penunjang kerja seperti alat monitoring spektrum frekuensi serta infrastruktur penunjang seperti kabel LAN atau Hub. Keberadaan infrastruktur yang ada perlu memiliki keseimbangan kesiapan SDM yang profesional sebagai pelaksana tugas terkait yang dapat mengimbangi dengan fasilitas infrastruktur yang ada. menara. Tatiek Maryati (2009)9 menjelaskan hasil penelitiannya yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK.Pemanfaatan TIK mengalami perkembangan pesat dalam pemanfaatan dan penggunaannya. Departemen Perhubungan adalah mampu implementasi TIK dalam aktivitas administrasi perkantoran adalah keterbatasan organisasi dalam beradaptasi terhadap perkembangan TIK adalah pada aspek ketersediaan SDM dan infrastruktur TIK sehingga mengakibatkan kesenjangan digital (digital devides). hal ini tentunya akan berdampak pada proses komunikasi dan penggunaan informasi dalam pengambilan keputusan. facsimile dan telepon. Dalam perkembangannya. Selain infrastruktur. Organisasi sebagai salah satu pengguna TIK dituntut untuk dapat beradaptasi terhadap perkembangan TIK tersebut. Sehingga desain implementasi TIK adalah sebagai berikut : 9 Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 Tatiek Maryati. Pemanfaatan TIK tidak hanya terbatas pada organisasi saja tapi juga meluas sampai ke pemanfaatan secara personal. printer. khususnya terkait dengan fasilitas infrastruktur yang tersedia. agar layanan bidang telekomunikasi dapat lebih baik lagi. di dalam mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi dibutuhkan SDM yang profesional di bidangnya yang dapat mendukung kelancaran tugas penyelenggaraan layanan infrastruktur telekomunikasi. 2009. 136 . Inti utama dalam desain ini adalah pemberdayaan SDM departemen sendiri tanpa melakukan outsourcing SDM profesional dari luar. Kendala yang dihadapi dalam memenuhi kualitas infrastruktur terkait keterbatasan anggaran organisasi menjadikan kualitas maupun kuantitas infrastruktur masih lemah. bahwa ada organisasi ada yang mampu menyesuaikan dan beradaptasi dengan perkembangan TIK namun ada pula yang tidak. Penggunaannya TIK ini hampir pada semua aktivitas kehidupan manusia atau dapat dikatakan bahwa saat ini tingkat ketergantungan manusia dalam kehidupannya sangat tinggi terhadap TIK. berlaku “seleksi alam”. Langkah pemberdayaan SDM juga sangat penting dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi.

org/rnd2008f/laporan%20penelitian.Gambar 2 : Desain Pemberdayaan SDM dalam Impelementasi TIK di UPT Departemen Perhubungan Kondisi saat ini Infrastruktur telekomunikasi dan SDM Telekomunikasi di Unit Pelaksana Teknis Depkominfo Perkembangan global infrastruktur telekomunikasi dan perkembangan ICT - Analisis dan Evaluasi: kondisi SDM pada UPT Pemberdayaan saat ini Kendala yang dihadapi =Peraturan Perundangan =Kebijakan Pembangunan TIK =Konvergensi teknologi =Digital divide Keberdayaan infrastruktur telekomunikasi dan kemampuan SDM dalam pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi Tingkat kebutuhan : -infrastruktur telekomuniks -pengembangan SDM – TIK -Manajemen Sistem untuk optimalisasi kinerja Profesionalisme SDM dan optimalisasi infrastruktur telekomunikasi Seamolec (2008)10 merancang mekanisme pembelajaran dengan nama JENI yaitu JENI Mobile Game Base Learning(jmGBL) menawarkan suatu model pembelajaran baru yang menarik dan menyenangkan karena dengan bermain game tanpa terasa meningkatkan pemahaman materi yang telah disampaikan di kelas.seamolec. Permainan Edukatif Berbasis Mobile Sebagai Media Pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. seperti pada gambar berikut : Gambar 3 : JENI Mobile Game Base Learning 10 Laporan Penelitian 2008.DOC. Sumber : http://www. Diakses tanggal 2 Oktober 2010 137 .

2009) Terkendala dengan anggaran dari pusat dalam peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur Sulitnya melakukan pemberdayaan SDM departemen sendiri Adanya pemisahan wewenang input dan penggunannya pada database yang berdasarkan pada UPT Seamolec (2008) Best Practises Ketersediaan Infrastruktur Infrastruktur yang besar dan kemampuan kabupaten/kota.Desain di UPT (Tatiek Mariyati. maka “best practises” desain implementasi TIK dalam administrasi perkantoran dapat dijelaskan pada gambar berikut : 138 . provinsi terbatas SDM guru dan murid terbatas dan membutuhkan sosialisasi yang lama sebelum diimplementasikan Infrastruktur dengan kondisi yang telah ada namun lebih pada peningkatan software SDM TIK SDM outsourcing atau dari luar organisasi Aksesbilitas Sentralisasi data sehingga dalam pencarian dokumen lebih mudah Desentralisasi pada masing-masing unit atau bagian dan sentralisasi secara proporsional Dari kedua desain yang telah diimplementasikan.

pengguna tidak terbebani dengan keharusan untuk memiliki. memasang. 2006. mempelajari. Authorized : Keamanan hak akses terhadap data yang vital dan non-publik. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. Pengelolaan Dokumen Perkantoran Berbasis TI (e-administration).Gambar 4 : Desain Implementasi TIK best practises11 Gambar tersebut menjelaskan tentang beberapa aspek dalam implementasi best practises penggunaan TIK dalam administrasi perkantoran adalah (a) pengadaan SDM sebagai konsultan dapat diperoleh dari luar organisasi. Centrelized : Penggunaan Database Terpusat menjamin agar setiap pengguna memperoleh informasi yang sama. 3. Sistem juga menerapkan prinsip client- 11 Albarda. akurat. 4. dan paling aktual sehingga akan mengurangi duplikasi data serta dapat langsung diproses lebih lanjut (waktu yang lebih singkat). 5. namun tetap memberikan kemudahan bagi pengguna yang punya kewenangan untuk mendapatkan atau mengolah data yang diperlukan. dan menggunakan berbagai software untuk berbagai aplikasi tetapi hanya cukup membutuhkan 1 (satu) program web browser yang amat mudah penggunaannya dan biasanya telah tersedia. Fleksibility : Berbagai jenis komputer pengguna dengan berbagai sistem operasi akan tetap dapat menggunakan sistem informasi tersebut. dimana organisasi hanya sebagai pengguna bukan sebagai pembuat (2) infrastruktur yang hanya meningkatkan kualitas software yang dapat diuraikan secara positif dalam implementasinya yaitu : 1. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung 139 . Web-Based : Setiap informasi dapat diakses dengan mudah baik melalui intranet untuk kalangan terbatas maupun internet untuk umum. Three-Tiered : Konsep arsitektur Three-Tiered memfasilitasi kemungkinan terjadinya perubahan aturan administrasi di organisasi tersebut. Dengan basis seperti ini. 2.

Administrasi Perkantoran Modern. Model Kompetensi Guru RSBI. 2009. 2001. Disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Alat dan Lab Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Semarang tanggal 25 Nopember 2000. Aspek teknologi terkait lainnya yang juga perlu dipertimbangkan adalah keamanan sistem informasi dan dokumen elektronik itu sendiri DAFTAR PUSTAKA Albarda. Pengelolaan Dokumen Perkantoran Berbasis TI (e-administration). Yogyakarta : Nurcahya Yogyakarta 140 . diakses tanggal 2 Oktober 2010 Irwan Yantu. Sumber : http://www. a Study of Computer-Based Information System. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Raymond Mc Leod.org/rnd2008f/laporan%20penelitian. Pengukuran Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan TIK di Lingkungan Pegawai Pemerintahan. 2008. 21 – 23 Mei 2008 di Jakarta Arief Yulianto.org/TR/REC-html40. 2009.server sehingga memungkinkan untuk perluasan sistem yang secara teoritis tidak terbatas.w3. Prentice Hall. 1981. Makalah disampaikan dalam Konferensi dan Temu Nasional TIK untuk Indonesia. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. Diakses tanggal 2 Oktober 2010 Tatiek Maryati. PENUTUP Sebagai institusi yang rentan terhadap perubahan berupa perkembangan dinamis organisasi dan TIK. Permainan Edukatif Berbasis Mobile Sebagai Media Pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. 2006 Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Perkantoran. Semarang : Penelitian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Dwi Eko Waluyo. baik dalam ruang lingkup maupun jumlah data yang diolah. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung Alifia Yulfitri. Management Informastion System. 8th edition Seamolec.DOC. Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 The Liang Gie. Laporan Penelitian 2008. 2006. maka organisasi perlu terus mengembangan diri beradaptasi dengan perubahan paradigma dalam administrasi perkantoran Pertimbangan aspek teknis dan non-teknis dalam hubungan antar organisasi harus menjadi kriteria yang menentukan. Sumber : http://www.seamolec.

PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DAN KEBIASAAN MEMBACA BUKU TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES Dede Atikah (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru dan kebiasaan membaca buku mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar. 2003: 4).600 dengan sig 0. Proses belajar dan hasil belajar para siswa tidak hanya ditentukan oleh sekolah.770 dengan sig 0. Guru mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam keseluruhan upaya pencapaian mutu pendidikan (Sholeh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan yang berjumlah 109 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner (Angket) dan dokumentasi.63% dengan kriteria belum tuntas.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes. Guru merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan (Bafadal. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Kebiasaan Membaca Buku.05 maka Ho ditolak sehingga H2 yang berbunyi kebiasaan membaca buku berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar diterima. Semua komponen dalam proses belajar mengajar seperti materi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan (Uji F) yang menunjukkan bahwa Fhitung = 36. media. akan tetapi sebagian besar ditentukan oleh kompetensi profesional guru yang mengajar dan membimbing mereka. Rendahnya mutu pendidikan telah memberikan akibat langsung pada rendahnya mutu sumber daya manusia bangsa kita. Dari hasil analisis deskriptif persentase diperoleh kompetensi profesional guru (X1)= 60. Pendahuluan Latar Belakang Mutu pendidikan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh mutu pendidik.000 < 0. Dan Hasil Belajar. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan 141 . ide. dan pendidikan tidak akan banyak memberikan dukungan yang maksimal atau tidak dapat dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran tanpa didukung oleh keberadaan guru yang secara continue berupaya mewujudkan gagasan. struktur. sedangkan hasil belajar (Y)=59. Karena proses untuk melahirkan sumber daya manusia yang bermutu hanya bisa melalui jalur pendidikan dan proses pembelajaran yang bermutu pula. serta variabel terikat yaitu Hasil belajar (Y).co. dan isi kurikulumnya. dan pemikiran dalam bentuk perilaku dan sikap yang terunggul dalam tugasnya sebagai pendidik. rendahnya mutu pendidikan bangsa ini tidak bisa lepas dari kondisi para guru sebagai salah satu unsur penyelenggara pendidikan. Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru.05.000 < 0. Demikian pula untuk variabel kebiasaan membaca buku (X2) didapat thitung = 2. 2006: 5). Email: hakitaeded@yahoo.29% dengan kriteria baik. Kebiasaan membaca buku (X2)= 52. sarana dan prasarana. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi linier berganda. Secara parsial menunjukkan bahwa variabel kompetensi profesional guru menunjukan bahwa thitung = 3.390 dengan tingkat sig 0.000 < 0. Jurusan manajemen.55% dengan kriteria sangat baik. maka Ho ditolak sehingga H1 yang berbunyi kompetensi profesional guru berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar diterima. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu Kompetensi Profesional Guru (X1) dan Kebiasaan Membaca Buku (X2). pola.05 sehingga H3 yang berbunyi ada pengaruh kompetensi professional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar diterima. Bila dilihat lebih jauh. 1.

sekitar 85% dari semua kegiatan belajar di sekolah terdiri atas membaca. Sebaiknya orang tua mengenalkan aktivitas membaca sedini mungkin. Berdasarkan hasil observasi pendahuluan di SMP Negeri 3 Ketanggungan pada kelas VIII yang terdiri dari 3 kelas. Setiap siswa yang telah mengalami proses belajar. dengan jumlah 109 siswa. apabila tidak dilakukan maka akan timbul perasaan kurang lengkap. Kebiasaan belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajar. kebiasaan. dan akan lebih mampu mengelola kelasnya. 2008: 46). Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang difikirkan dan dikerjakan. Keberadaan perpustakan membawa dampak positif untuk mendukung keberhasilan pelajaran ekonomi. dan bahkan persepsi manusia. 2008: 65). tujuan. Oleh karena itu kebiasaan membaca dapat diartikan kegiatan membaca yang biasa dilakukan. orang tua berperan besar untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak. 2008: 36). menyenangkan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kebiasaan diartikan sebagai sesuatu yang biasa dikerjakan. Pembelajaran pertama seorang anak diperoleh dari keluarga. Membaca merupakan kegiatan dan kemampuan khas manusia. Perpustakaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan sekolah dan dengan perpustakaan mempermudah siswa memperoleh buku bacaan tanpa harus membeli. keluarga merupakan salah satu potensi yang besar dan positif memberi pengaruh pada hasil belajar siswa. Kebiasaan membaca pada siswa di sekolah dapat dilihat kebiasaan membaca buku-buku terkait mata pelajaran ekonomi di perpustakaan. Kompetensi professional guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang apapun. Jadi. Walaupun demikian.belajar yang efektif. dapat diduga berpengaruh pada proses pengelolaan pendidikan sehingga mampu melahirkan keluaran pendidikan yang bermutu (Hamzah. Kebiasaan membaca tidak hanya dapat dilakukan di perpustakaan. Misalnya. Mereka dapat meminjam buku pelajaran atau mencari referensi untuk mengerjakan tugas. kebiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis dapat digambarkan dari perilaku membaca. mengenalkan buku pada anak sesuai usianya. 2002: 57)”. membaca kiranya merupakan sarana utama bagi siswa untuk mencapai keberhasilan belajar (The Liang Gie. yang harus dikuasai oleh guru (Harwanto. Sedangkan menurut pakar lain Kompetensi professional guru merupakan kemampuan penguasaan mata pelajaran secara luas dan mendalam. memberikan pengalaman yang menyenangkan dalam kegiatan membaca serta memberikan stimulasi berkaitan dengan membaca. Oleh karena itu. sehingga belajar para siswa berada pada tingkat optimal (Hamalik. Dengan kompetensi professional. keyakinan. Dalam proses belajar. Menurut Burghardt (1973) dalam Muhibbin Syah (1995: 118) ”kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respons dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang”. Keluarga adalah orang yang paling dekat dengan dirinya. oleh karena itu perpustakaan merupakan faktor pendukung proses belajar siswa. Perolehan hasil belajar siswa dapat dilihat sebagai berikut: 142 . kepribadian. sifatnya relatif menetap dan otomatis. Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis. ada sebagian siswa yang menggunakan perpustakaan hanya untuk meminjam buku saja. Membaca merupakan suatu kegiatan belajar siswa yang paling banyak memakan waktu dan memerlukan pemikiran sepenuhnya. kemampuan membaca tidak terjadi secara otomatis karena harus didahului oleh aktivitas dan kebiasaan membaca yang merupakan wujud dari adanya minat membaca. kebiasan-kebiasaannya akan tampak berubah. mereka memilih untuk mempelajarinya di rumah. Menurut pendapat William Baker. sikap. Belajar memegang peranan penting dalam perkembangan.

dan jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan. menjaga ketertiban kelas. menilai siswa secara obyektif. mampu menyediakan media pembelajaran. Tabel 2 Koleksi Buku Ekonomi Kelas VIII di Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 N Ju o Judul Buku Penerbit mlah 1 IPS Ekonomi Erlangga 125 2 IPS Ekonomi Yudhistira 135 Buku Kerja Ekonomi 3 2A Erlangga 150 Buku Kerja Ekonomi 4 2B Erlangga 150 Pusat Perbukuan 5 IPS Terpadu Depdiknas 135 Pusat Perbukuan 6 IPS Ekonomi Depdiknas 150 Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan 143 .0 < 7.Tabel 1 Nilai Ulangan Harian Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Nilai Ulangan Harian keNilai Ulangan Harian ke-2 1 Kelas ≥ 7. mampu memberikan bahan-bahan ajar dengan contoh-contoh yang benar. mengarahkan dan mendorong kegiatan belajar siswa. peminjaman buku.0 VIII 61 Siswa 48 Siswa 43 Siswa 66Siswa Sumber: Data sekolah 2010 Kompetensi profesional ini dapat dilihat dari guru mampu menguasai materi. memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi. mampu mengelola kelas. Padahal tidak sedikit koleksi buku-buku yang disediakan sekolah. sehingga mempengaruhi data peminjam buku dan jumlah siswa yang berkunjung di perpustakaan. dan dapat menjadi konselor bagi siswa terkait permasalahan mata pelajaran ekonomi. dapat mengaktifkan siswa. berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar. mempunyai keterampilan memilih bahan ajar. Di bawah ini adalah daftar koleksi buku. sebagai motivator belajar.0 < 7.0 ≥7.

siswa tidak hanya membaca buku pada saat di perpustakaan saja. tetapi meminjam untuk dibaca di rumah. Tabel 4 Data Kunjungan Siswa ke Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 Kelas Bulan VIII 07-2009 67 Siswa 08-2009 64 Siswa 09-2009 40 Siswa 10-2009 84 Siswa 11-2009 95 Siswa 12-2009 34 Siswa 01-2010 71 Siswa 02-2010 31 Siswa 03-2010 45 Siswa Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan 144 .Tabel 3 Data Peminjam Buku Ekonomi di Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 Jumlah Peminjam Bulan Kelas VIII 0743 Siswa 2009 0842 Siswa 2009 0924 Siswa 2009 1048 Siswa 2009 1147 Siswa 2009 1219 Siswa 2009 0146 Siswa 2010 0217 Siswa 2010 0328 Siswa 2010 Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Dapat dilihat dari tabel peminjaman buku di perpustakaan.

Adakah pengaruh kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 3. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 2. Oleh karena itu upaya peningkatan kebiasaan membaca sangat penting untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan belajar sebagian besar adalah aktifitas membaca. Seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 baik secara simultan maupun parsial? Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan di atas. 4. 2. Untuk mengetahui adakah pengaruh kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010.Hal ini dapat dilihat pada kondisi di mana ruang perpustakaan dipadati siswa membaca. Untuk mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010. Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ada kesenjangan yang terjadi di SMP Negeri 3 Ketanggungan yaitu mengenai kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku dengan hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 4. Berdasarkan uraian di atas. maka akan diadakan penelitian tentang “Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes Tahun Ajaran 2009/2010” Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. maka peneliti mengajukan permasalahan sebagai berikut: 1. Dengan kondisi buku yang rapi dan penataan yang tersistem. 3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 baik secara simultan maupun parsial. 145 . maka tujuan penelitian ini adalah: 1. membuat siswa menjadi berminat untuk membaca buku perpustakaan. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010. menandakan bahwa buku-buku tersebut dibaca dan jumlah kunjungan siswa yang banyak.

kebiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. 2008: 46). karena subyek yang berjumlah 109 siswa seluruhnya dijadikan subyek penelitian. yang harus dikuasai oleh guru. kelas VIII B dengan jumlah 35 siswa dan kelas VIII C dengan jumlah 37 siswa. Dari kelima jawaban tersebut 146 . Menurut Nurhadi (2005: 13). Sedangkan menurut Tarigan (1986: 7). 1995: 272). Setuju (S). Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS). Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan: Y = variabel terikat (hasil belajar) a = konstanta b1 = Nilai koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai koefisien variabel bebas X2 (Sugiono. Tidak Setuju (TS). Kurang Setuju (KS). Sangat Tidak Setuju (STS). Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah.2. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggunagan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 109 siswa terdiri dari tiga kelas yaitu kelas VIII A dengan jumlah 37 siswa. Kompetensi profesional. 3. merupakan kemampuan penguasaan mata pelajaran secara luas dan mendalam. Bukti Empiris Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009: 20) hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. 2007: 275). Artinya. Menurut The Liang Gie (1995: 194) kebiasaan adalah perilaku seseorang yang dilakukannya secara tetap atau sama dari waktu ke waktu tanpa pemakaian banyak pikiran. Menurut Burghardt (1973) dalam Muhibbin Syah (1995: 118) ”kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respon dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang”. tetapi juga kemampuan mengintegrasikan dan menghubungkan dengan materi-materi mata pelajaran lainnya. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Tri Anni. Tidak saja materi yang sesuai bidang tugasnya. Reading as Thinking dan Reading as Reasoning. Membaca adalah serangkaian kegiatan pikiran seseorang yang dilakukan secara penuh perhatian untuk memahami makna sesuatu keterangan yang disajikan kepada indera penglihatan dalam bentuk lambang huruf dan tanda lainnya (The Liang Gie. membaca pada hakikatnya adalah proses berfikir. 2006: 5). sehingga seorang guru mampu menyajikan materi secara utuh kepada anak muridnya (Harwanto. Ingat apa kata seorang ahli membaca yang bernama Edward L. seperti tampak pada tabel berikut ini: Tabel 5 Populasi penelitian N Kelas Jumlah o siswa 1 VIII A 37 Siswa 2 VIII B 35 Siswa 3 VIII C 37 Siswa Jumlah 109 Siswa Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Ketanggungan Penelitian ini merupakan penelitian populasi. muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis. Thorndike. bahwa proses membca itu sebenarnya tak ubahnya dengan proses ketika seseorang sedang berpikir dan bernalar. membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Dalam proses belajar.

Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.299 Correlations Partial .481 . 2009. Slameto.89%.770 Sig.600 2. Suharsimi.079 Model 1 (Constant) X1 X2 t 4. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Ghozali. Oemar. 2005. .533 3. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdikbud Dan Rineka Cipta. Sardiman. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Harwanto. 2004. Semaranng: IKIP Semarang Press. Asrorun. Darsono. Jakarta: Paramuda. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 6. Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar.60%. Nurhadi. 1987. Memilih Profesi Guru?.224 . Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 10. Psikologi Pendidikan. Ibrahim.masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian tersebut tinggi atau tidak. Pengaruh Minat.330 . Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Niam Sholeh. Cetakan Ke Dua Belas. 3. 147 .237 . Hamalik. Kebiasaan Membaca Buku Perpustakaan Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Di Smk Negeri 2 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009. Jakarta: Bumi Aksara. Banten: Cerad Insan Cendekia Mulyono. 2008. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Jakarta: Bumi aksara. Dasar-dasar Proses Belajar mengajar. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) b. Interaksi dan motivasi belajar mengajar.007 Zero-order . Semarang: UNDIP Press. 2008. Jakarta: Rineka Cipta.260 Collinearity Statistics Tolerance VIF .079 2. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 1994.76%. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara. Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) e. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) c.681 5. Max.000 . Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 39. Dimyati dan Mudjiono. Nana. Cara Belajar Sukses Di Perguruan Tinggi. Semarang. Hasil Empiris Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Std. 2008. Djaali.066 .269 . Ahmad. Bafadal. Noerhayati. 1994.338 .603 . Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Pengelolalaan Perpustakaan Jilid 1-2. 6. 2003.578 Part . Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4.000 . Error 23. Jakarta: Rineke Cipta.207 a.122 Standardized Coefficients Beta . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Sudjana. Daftar Pustaka Arikunto. Belajar dan Pembelajaran.481 2. Membangun Profesionalitas guru. Edisi Revisi V. Membaca Cepat dan Efektif. 2003. 2002. 2009. Salam. 2008. Burhanudin. Jakarta: Bumi Aksara. Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) d. UNNES. 2. 2000. Soedibyo. Skor tersebut terdiri dari: a. Bandung: Alumni. 2006. Dependent Variable: Y 5.388 .

1995. Psikologi Pendidikan. Cara Belajar Yang Efisien Jilid II. Profesi Kependidikan. 2007. Uno. Semarang : UPT UNNES Press. Alfabeta. Muhibbin. Bandung: Angkasa. Husein. Membaca Sebagai Ketrampilan Berbahasa. dkk. Jakarta: Bumi aksara. Bandung: PT Rosdakarya. Hamzah. 2004. 2008. Yogyakarta: PUBIB. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Syah. Tri Arni. 2001. 148 . 1995. The Liang Gie. Catharina. 1986. Bandung : Alfabeta.Sugiyono. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Umar. Kualitatif dan R&D. Henry Guntur. 2008. Tarigan. Riset Akuntansi. Bandung: CV. Statistik Untuk Penelitian. Psikologi Belajar.

009.563 X3 .873 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. Prestasi belajar yang diperoleh siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Prestasi Belajar. Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh model regresi Y = 47.018.183 X1 + 0. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh secara parsial cara belajar. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/2010 Erni Dwijayanti ABSTRAK Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang bersangkutan.183 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. baik oleh dunia pendidikan maupun masyarakat.981 + 0. 2. Kata Kunci : Cara Belajar. diantaranya adalah cara belajar.3 Sampel Penelitian Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan sifat populasi.3%). Sehingga setiap responden mempunyai kesempatan yang sama 149 . dan prestasi belajar dalam kriteria baik (58.012 dan signifikansi sebesar 0. penggunaan media pembelajaran dan motivasi. 1. pengaruh secara simultan cara belajar. Ada pengaruh yang signifikan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien regresi sebesar 0. Motivasi.2 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Banyak kita jumpai pendidik baik di sekolah-sekolah kejuruan.4%). (Suryana. 2003:3) 1. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. Ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0.PENGARUH CARA BELAJAR. maupun di pendidikan profesional yang masih kurang memperhatikan penumbuhan sikap dan perilaku kewirausahaan sasaran didik.873 X2 + 0.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai. Mengingat sifat populasi bersifat homogen pada siswa kelas X Program Keahlian Multimedia dan Tata Busana SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010.6%).046.657 dan signifikansi 0. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 137. Untuk mengetahui pengaruh cara belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh cara belajar. Ada pengaruh yang signifikan cara belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0. 1. maka teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling. motivasi dalam kriteria tinggi (56. Metode pengumpulan data yang digunakan angket dan dokumentasi.391 dan signifikansi sebesar 0. Berdasarkan analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa cara belajar dalam kriteria tinggi (57. pengaruh secara parsial cara belajar. Instrumen yang disusun kemudian diuji validitas menggunakan rumus product moment dan reliabilitas menggunakan rumus alpha. motivasi dan prestasi belajar kewirausahaan siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. penggunaan media pembelajaran. dan tersebar secara proporsional merata kesetiap kelas.6%). penggunaan media pembelajaran dalam kriteria tinggi (65. penggunaan media pembelajaran. motivasi dan prestasi belajar kewirausahaan siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. Penggunaan Media Pembelajaran.563 dan keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2.

Penyebaran sampel dari populasi secara lebih lengkap adalah sebagai berikut : N o 1 .sebagai sampel dalam penelitian. e derajat kesalahan dalam penelitian sebesar 5% dengan tingkat signifikan 95% (137) Berdasarkan perhitungan tersebut maka sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah berjumlah 137 orang siswa kelas X Program Keahlian Multimedia dan Tata Busana SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010.2006:78) yaitu : Keterangan : N : Ukuran populasi n : Ukuran Sampel e : Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditorerir atau diinginkan. Untuk mengetahui jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini peneliti menggunakan rumus Slovin (Husein Umar. 5 . 6 . 2 . 3 . 4 . Kelas X MM 1 X MM 2 X TB 1 X TB 2 X TB 3 Tabel 3.1 Sampel Penelitian Teknik Jumlah Pengambilan Populasi sampel 38 37 34 33 33 Jumlah Sampel 25 24 22 22 22 22 X TB 33 4 Jumlah 208 Populasi Keterangan : MM : Multimedia TB : Tata Busana (Sumber : Tata Usaha SMK N 1 Pringapus) Jumlah Sample 137 150 .

338 Valid 13 0. 1.660 0.453 0. nama siswa. yaitu angket yang memungkinkan responden hanya memilih alternatif jawaban yang disediakan. menghilangkan kata-kata yang sulit dipahami.668 0.338 Valid 15 0.338 Valid 7 0.2006:162) Dimana: = koefisien korelasi.338 Valid 2 0. Adapun uji coba instrumen menggunakan SPSS for windows 13 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.696 0.491 0. Data yang dapat diambil dengan metode dokumentasi tersebut adalah data tentang jumlah siswa.639 0. Tujuan dari uji coba instrumen adalah untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang kurang jelas maksudnya. Validitas Dalam penelitian ini pengukuran validitas diukur dengan menggunakan bentuk metode statistik.338 Valid 6 0.338 Valid 14 0. Soal Kriteria 1 0. 1.338 Valid Sumber : Data penelitian diolah. Uji Instrumen Uji coba instrumen penelitian dilakukan sebelum angket diberikan kepada responden. = skor item angket.4.2.1.338 Valid 9 0. = skor total angket.492 0.4 1.4.398 0. Metode Pengumpulan Data Metode Dokumentasi Dalam penelitian ini data diambil dari arsip yang dimiliki oleh guru mata pelajaran kewirausahaan kelas X SMK Negeri 1 Pringapus. Metode Angket (kuesioner) Adapun jenis kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup.338 Valid 12 0. mempertimbangkan penambahan atau mengurangi item.5.338 Valid 10 0.1. = jumlah responden.501 0. 1. dan data prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X pada mata pelajaran kewirausahaan yang diambil dari nilai ulangan pada semester II tahun ajaran 2009/2010.563 0.338 Valid 4 0.2. Data yang terkumpul diuji dengan teknik korelasi product moment dari Karl Pearson (Suharsimi.548 0.579 0.338 Valid 8 0.547 0.588 0. 2010 ) 151 .5.338 Valid 11 0.576 0.338 Valid 3 0.338 Valid 5 0.2 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Cara Belajar ( No.

Menentukan skor jawaban responden dengan ketentuan skor yang telah ditetapkan. 4.524 0.511 0. 2010 1.344 0.626 0.516 0.338 0. = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal. 2004:186) sebagai berikut: Persentase skor (%) = 100% Keterangan: 152 .627 0. = jumlah varians butir.266 0. Hasil pengolahan data ini digunakan untuk menjawab masalah yang telah dirumuskan.Tabel 3. 2010 Tabel 3.505 0.1 Metode Analisis Deskriptif Persentase Langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan teknik analisis ini adalah: 1. Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau keajegan suatu alat ukur dalam mengukur apa yang diukur. Memasukkan skor tersebut kedalam rumus (Ali.3 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Penggunaan Media Pembelajaran( No.338 Valid 21 0.439 0.338 Tidak Valid 24 0.316 0. Metode Analisis Data Analisis data adalah cara-cara mengolah data yang telah terkumpul kemudian dapat memberikan interpretasi.645 0.496 0. 2006:193) yaitu: = Dimana: = reliabilitas instrumen. Soal Kriteria 20 0. 3.6. Membuat tabel distribusi jawaban angket. = varians total. Sebelum menggunakan rumus Alpha terlebih dahulu harus dicari varian butirnya dengan rumus : ( X )2 ( X )2 2 N : Varian Tiap butir N X : Jumlah Skor butir N : Jumlah Responden 1.338 Valid 26 0.338 Valid Valid Valid Valid ) Sumber : Data penelitian diolah.338 Valid 23 0.338 Valid ) Sumber : Data penelitian diolah.338 0.4 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Motivasi ( No.7.338 Valid 27 0.338 Valid 25 0.378 0. Soal Kriteria 16 17 18 19 0.338 Valid 28 0. 2. Adapun rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus Alpha (Suharsimi.338 Tidak Valid 22 0. Menjumlahkan skor jawaban yang diperoleh dari tiap-tiap responden.7.338 0. 1.

51% 81.25% = 75% 4. Untuk menentukan kategori deskripsi persentase (DP) yang diperoleh.43.75% Maka tabel kriteria untuk variabel cara belajar ( ). dan motivasi ( ) serta prestasi belajar (Y) sebagai berikut : Tabel 3.00% . Analisis Regresi Ganda Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan persamaan sebagai berikut : Y = β0 + β1X1 + β2X2 β3X3 e Dimana : Y : Prestasi belajar X1 : Cara Belajar X2 : Penggunaan media pembelajaran X3 : Motivasi β0 : Konstanta β1 : Koefisien regresi e : Error Toleransi kesalahan yang ditetapkan sebesar 5 % dengan signifikansi sebesar 95 %. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai atau skor yang telah ditetapkan untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam angket. Penggunaan Media Pembelajaran.25% 43.75% Cara Belajar Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Motivasi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 3.76% .3. N = jumlah nilai ideal (jumlah responden x jumlah skor x skor tertinggi). maka dibuat tabel kategori yang disusun dengan perhitungan sebagai berikut: 1.2.62. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji F yaitu membandingkan dan yang terdapat pada tebel Analysis of Variance yang dihitung melalui SPSS For Windows 13. dan Motivasi Kriteria Penggunaan Media Pembelajaran Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Interval 81. 153 . 1.5 Kriteria Cara Belajar.6 Kriteria Prestasi Belajar Interval Kriteria 85 – 100 Sangat Baik 70 – 84 Baik 55 – 69 Cukup < 54 Kurang 1.7. Persentase minimal = (1/4) x 100% = 25% 3.n = jumlah nilai yang diperoleh. Dalam penyajiannya.00% 62. Interval kelas persentase = 75% / 4 = 18. penggunaan media pembelajaran ( ).7. 5.50% 25. hasil analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel. Hasil yang diperoleh dikonsultasikan dengan tabel. Uji F atau Simultan Pengujian simultan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat. Rentang persentase = 100% .26% 100. Persentase maksimal = (4/4) x 100% = 100% 2.

variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali. 154 . Untuk mengetahui nilai . karena itu letak berada dalam selang (interval) antara 0 dan 1.Untuk menentukan nilai . = 0. Sebaliknya. artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. Bila koefisien determinasi = 0. tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0. = . Pengujian ini dihitung melalui SPSS For Windows 13.7. berarti variabel bebas tidak mempunyai pengaruh sama sekali (=0%) terhadap variabel tidak bebas. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. Kriteria uji yang digunakan adalah: Jika ( ditolak Jika ( diterima Adapun uji hipotesisnya adalah: = . Kriteria uji yang digunakan adalah: Jika ( ditolak Jika ( diterima Adapun uji hipotesisnya adalah: = . . = 0. 1.05 = 5% dengan derajat kebebasan df = (N-k) dimana N adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel. = . Secara aljabar dinyatakan : 0 secara sederhana merupakan suatu ukuran kemajuan ditinjau dari sudut pengurangan kesalahan total (total error). artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. 2005:110).6 Uji Asumsi Klasik 1. ditentukan tingkat signifikansi 0. Uji t atau Parsial Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari variabel independennya. 1. Koefisien Determinasi ( ) Koefisien determinasi merupakan ukuran yang dapat dipergunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. bila koefisien determinasi =1. 1. menunjukkan pengurangan atas kesalahan total ketika diplot sebuah garis regresi. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. . berarti variabel tidak bebas 100% dipengaruhi oleh variabel bebas.5.4.7.05 = 5% dengan derajat kebebasan (degree of freedom) df = (N – k) dan (k – 1) dimana N adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel.7.

0 0.Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Prestasi Belajar 1.2 0.0 0. dan sumbu X adalah residual (Y-prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di-studentized. (Imam Ghozali.7 Uji Multikolinearitas 155 . Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi.4 0.2 3. Uji Multikolinearitas Tabel 3.8 1.2 0. 2005: 105) Scatterplot Dependent Variable: Prestasi Belajar 3 Regression Studentized Residual 2 1 0 -1 -2 -3 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value Gambar 3.6 0.0 Observed Cum Prob Gambar 3.4 0.8 Expected Cum Prob 0.1 Uji Asumsi Normalitas (Normal P-Plot) 2. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilihat dari grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID).6 0.0 0.

konsentrasi.521.603 dan VIF untuk variabel motivasi sebesar 3.603 3.8. Karakteristik individu yang mempunyai motivasi berprestasi tersebut adalah adanya minat untuk belajar. 1. konsentrasi dan mengerjakan tugas.6. 2004:75).382 a. Pengaruh Cara Belajar terhadap Prestasi Belajar Untuk menguasai materi kewirausahaan diperlukan adanya cara belajar yang mana siswa itu harus belajar dengan sungguh-sungguh seperti membaca dan mencatat. minat dan semangat untuk belajar.5. 1. VIF untuk variabel penggunaan media belajar sebesar 2. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:82) yang menyatakan bahwa kebiasaan yang mempengaruhi belajar yaitu pembuatan jadwal dan pelaksanaannya.8. membaca dan membuat catatan untuk mempermudah belajar. Hal ini sesuai pendapat (Sardiman. Hal ini berarti tidak terdapat asumsi multikolinearitas dalam model regresi pada penelitian ini.a Coefficients Model 1 Cara Belajar Penggunaan Media Pembelajaran Motivasi Collinearity Statistics Tolerance VIF .384 . Penggunaan Media Pembelajaran dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran kewirausahaan termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 65. Peranannya yang khas adalah dalam hal menumbuhkan gairah. Motivasi dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Motivasi dalam mata pelajaran kewirausahaan siswa SMK Negeri 1 Pringapus termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 56. Dalam pembelajaran kewirausahaan media hendaknya benar-benar diperhatikan karena selain berfungsi untuk mempermudah penjelasan materi di kelas media disini berfungsi juga sebagai alat atau bahan praktek pembelajaran di lapangan.8. konsentrasi dan senantiasa mengerjakan tugas. Karakteristik individu yang mempunyai cara belajar tersebut antara lain adalah dalam cara belajar siswa membuat jadwal dan melaksanakannya. 2005:75) yang menyatakan bahwa Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. mengulangi bahan pelajaran. Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. mengulangi bahan pelajaran.397 2. membaca dan membuat catatan.382. Cara belajar yang baik dapat membuat siswa lebih mudah mempelajari materi yang disampaikan dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tersebut.8.3.6% dari 137 siswa. Pembahasan 1. 1. Dependent Variable: Prestasi Belajar Dari tabel 3.8.1. 1. Cara Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Cara belajar siswa SMK Negeri 1 Pringapus dalam mata pelajaran kewirausahaan termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 57.8. 1.521 .2.3% dari 137 siswa yang berarti bahwa pada diri siswa sudah terdapat karakteristik individu yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi.8. akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. yang berarti bahwa dalam mata pelajaran kewirausahaan siswa telah menggunakan media pembelajaran dengan baik.7 di atas diperoleh angka VIF yaitu kurang dari 10 yaitu untuk variabel cara belajar sebesar 2. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru (Tu’u.296 2.6% dari 137 siswa yang berarti bahwa pada diri siswa sudah terdapat karakteristik individu yang mempunyai cara belajar yang tinggi. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar 156 . 1. dan mengerjakan tugas. Siswa yang memiliki motivasi kuat. bersikap aktif pada saat pelajaran dan memiliki hasrat untuk berprestasi. mengulang bahan pelajaran agar tidak lupa. berkonsentrasi pada saat pelajaran.4.

Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian serupa pada mata diklat lainnya. Di samping prestasi belajar kewirausahaan dipengaruhi oleh cara belajar. Dalam mengikuti mata pelajaran kewirausahaan hendaknya siswa meningkatkan konsentrasinya ketika guru sedang menyampaikan materi dengan cara tidak berbicara sendiri di dalam kelas. Mulyono.05. 1. Muhammad. berkonsentrasi. Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi terhadap Prestasi Belajar Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa secara simultan cara belajar. tidak mau menyerah. penggunaan media pembelajaran dan motivasi. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan.039 dengan probabilitas 0. 2.4%).3% dari 137 siswa.6%. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa sebesar 45.183 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. tampak aktif.6% dan motivasi dalam mata pelajaran kewirausahaan juga termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 56. Berdasarkan deskriptif cara belajar menunjukkan bahwa cara belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 57. dan motivasi termasuk dalam kriteria tinggi. maka saran yang dapat diajukan di dalam penelitian ini antara lain : 1. dari 137 siswa yang memiliki prestasi yang baik terdapat 80 siswa (58. Jakarta: PT. penggunaan media pembelajaran. Saran Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa cara belajar. konsentrasi tertuju pada pelajaran. hal ini dikarenakan media berfungsi sebagai fasilitator untuk membantu menyederhanakan materi yang rumit pada saat guru menjelaskan.012 dan signifikansi sebesar 0.6% dan diperoleh nilai = 39. juga dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 157 . Pengaruh Motivasi terhadap Prestasi Belajar Motivasi harus didasari dari adanya minat untuk belajar. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka simpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini antara lain : 1. 1. sehingga ditolak dan menerima yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar.8. 1.10. 1999.Penggunaan media sangat penting dalam proses pembelajaran terutama dalam penyampaian materi oleh guru pada siswanya.8.11. Bandung: Angkasa. Ali. 1993.8. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Berdasarkan analisis deskriptif bahwa prestasi belajar kewirausahaan dalan kriteria baik. giat membaca buku untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Daftar Pustaka Abdurrohman. Pengaruh Cara Belajar. 3.046. Tingkat penggunaan media pembelajaran termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 65. Dalam hal kelengkapan media hendaknya siswa memiliki lebih dari satu buku penunjang selain LKS dan buku paket untuk menambah wawasan kewirausahaan dan sekolah hendaknya menyediakan LCD sebagai media untuk menyampaikan materi kewirausahaan.7. bersikap aktif dan memiliki hasrat untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi. Ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0. 1. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapi tujuan sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesan. 1. Rineka Cipta. Prosedur dan Strategi Penelitian Kependidikan. 2.000 0.9.

Hal ini disebabkan karena pemakai tenaga kerja tidak percaya begitu saja kepada isi ijazah. Di mana-mana tampak anakanak muda mereka berebut untuk mendapatkan sekolah. Lulusan S1 misalnya. sehingga lulusannya dapat mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja. Hal ini sesuai dengan tujuan SMK yaitu meningkatkan kecerdasan. kegiatan belajar di industri. dan bakat khusus. banyak sekali yang belum bisa bekerja. keterampilan dan keahlian. sifat-sifat. Namun kenyataan menunjukkan tidak persis seperti itu. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Menurut Pidarta (2007:183) Sebagian masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan hidup dan kehidupan. akhlak mulia. mereka lebih percaya kepada kemampuan. yaitu belajar yang dapat bermanfaat. 3) Kurikulum yang meliputi kurikulum. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia yanng memiliki keahlian akademik dan profesionalisme untuk menghadapi kemajuan jaman.1 Latar Belakang Menurut Tirtarahardja dan La Sulo (2005:263) “Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang”. strategi mengajar. keterampilan.Mengapa masyarakat atau para remaja bersikap seperti itu. Kata kunci : Faktor-Faktor Kesiapan Kerja I. 2) On The Job Training meliputi dunia industri dan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 variabel mereduksi menjadi 11 variabel yang masing-masing mengelompok menjadi 3 faktor yaitu : 1) Pribadi Siswa dan Guru yang meliputi taraf inteligensi. dan tempat belajar. asumsi mereka adalah makin tinggi ijazah yang dapat diraih makin cepat dapat pekerjaan serta makin besar gaji yang diterima. baik yang 158 . Dan teknik analisa data menggunakan analisis faktor. Faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu faktor pribadi siswa dan guru. kepribadian. PENDAHULUAN 1. SMK Negeri 1 Boyolali merupakan salah jalur pendidikan formal yang tidak hanya memberikan teori pada siswanya tetapi juga dengan keterampilan berupa praktik. siswa mulai berorientasi ke masa depan untuk mencapai cita-cita dan pada saat yang sama mereka juga senang bermain di masa remajanya yang kadang mengesampingkan tugas pokoknya. dan kepribadian para pencari kerja. kelembagaan. pengetahuan. dan minat. kegiatan industri. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket/kuesioner. Dalam dunia pendidikan formal khususnya pada jenjang sekolah menengah atas. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 79 siswa.ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 BOYOLALI Oleh : Laela Nur Farida ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dialami siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali dan untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan. walaupun ada sejumlah kasus orang tua menolak menyekolahkan anak dengan dalih untuk membantu mencari nafkah. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Indonesia yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan.

Adakah faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010? 1. Chaplin dalam Kartono (2004:540) “kerja yaitu penyelesaian suatu tugas”. Namun. Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya. motif dan tujuan 3. Untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. Hal ini menunjukkan bahwa memang sebagian besar tujuan siswa masuk di SMK yaitu untuk mempersiapkan diri mereka untuk memasuki dunia kerja setelah lulus. Untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. b. Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk mencari faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa. Kesiapan diperlukan dalam menghadapi atau memecahkan suatu permasalahan saat menerima reaksi dari luar. Keterampilan.1 Kesiapan Kerja Menurut Slameto (2003:113) “kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi”. setidaknya mencakup 3 aspek : 1. Berdasarkan pengertian di atas. II. jalur latihan kerja dan jalur pemantapan dalam pengalaman lapangan kerja. Kebutuhan-kebutuhan. Proses penyiapan tenaga kerja pada dasarnya dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal. pengetahuan dan pengertian yang lain yang telah dipelajari.3 Tujuan penelitian a. Menurut Anoraga (2006:11) “Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia”. 62 siswa belum bekerja/tidak diketahui. 14 siswa melanjutkan studi. Kebutuhan itu bisa bermacam-macam. dari data penelusuran tamatan 3 tahun terakhir diketahui bahwa jumlah tamatan sebanyak 237 siswa. 159 . 1. kesiapan yaitu penyesuaian kondisi seseorang dalam menghadapi suatu hal yang menjadi tujuannya. 1996:121). Berdasarkan kondisi ini diketahui bahwa jumlah tamatan yang dapat tersalurkan dari tahun ke tahun mengalami penurunan dan masih ada sebagian siswa tamatan SMK Negeri 1 Boyolali yang belum memperoleh pekerjaan setelah lulus. Dari jumlah tersebut 139 siswa dinyatakan sudah bekerja. Seseorang dikatakan telah memiliki kesiapan ketika ia mampu menghadapi sesuatu hal dengan respon yang cepat dan tepat. bahkan seringkali tidak disadari oleh pelakunya. LANDASAN TEORI 2. Sedangkan menurut Chaplin dalam Kartono (2004:419) “Readiness (kesiapan) adalah tingkat perkembangan dari kematangan / kedewasaan yang menguntungkan ”. dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukannya akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sebelumnya.2 Perumusan Masalah a. diketahui bahwa mayoritas siswa memiliki latar belakang ekonomi keluarga menengah kebawah dan banyak lulusan yang bekerja dibandingkan melanjutkan studi. Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa.dilaksanakan di sekolah maupun di industri yang nantinya dapat membekali siswa sehingga mampu bersaing dalam menghadapi dunia kerja. Adakah faktor-faktor kesiapan kerja yang dialami siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010? b. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMK Negeri 1 Boyolali. Kondisi fisik. sehingga jelas terlihat bahwa perencanaan tenaga kerja merupakan bagian integral dari perencanaan pembangunan dan sekaligus mencakup perencanaan pendidikan (Simanjuntak dalam Wena. berkembang dan berubah. 22 siswa berwirausaha. mental dan emosional 2.

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan suatu lembaga pendidikan yang menerapkan konsep pendidikan sistem ganda.3 Variabel Penelitian Pada analisis faktor. 2. yaitu mampu dan atau siap bekerja sesuai dengan program keahliannya. Pada pendidikan kejuruan. baik di dalam industri atau lembaga pelatihan tertentu”. yang diambil dari teori-teori kesiapan yang dikemukakan oleh Winkel dan Sri Hastuti (2006:647) serta dikembangkan dengan teori Wena (1996:17) dalam konsep kesiapan kerja dalam penelitian ini.Pendidikan merupakan salah satu persiapan menuju suatu karier. Sejalan dengan itu Tilaar (1991:12) dalam Muhidin (2009) menegaskan bahwa: “pendidikan formal (sekolah kejuruan) seharusnya menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi siap latih yang kemudian diteruskan dengan program pelatihan. 2004:113). Sifat-Sifat (X5) 160 . teknik ini disebut dengan teknik interdependensi” (Supranto. variabel tidak dikelompokkan menjadi variabel bebas dan variabel terikat. sebaliknya sebagai penggantinya seluruh set hubungan interdependen antar variabel diteliti. Minat (X4) 5.2 Populasi Penelitian Populasi menurut Babbie dalam Sukardi (2008:53) adalah “elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoretis menjadi target hasil penelitian”. Oleh karena itu semua kegiatan pada pendidikan sistem ganda ini harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip pendidikan kejuruan. 3. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 79 siswa. Nilai-nilai Kehidupan (X1) 2. III. Terdapat banyak definisi yang diajukan oleh para ahli tentang pendidikan kejuruan dan definisi-definisi tersebut berkembang seirama dengan persepsi dan harapan masyarakat tentang peran yang harus dijalankannya. “Di dalam analisis faktor.2 Karakteristik Sekolah Menengah Kejuruan Menurut Muchlas Samani dalam Muhidin (2009) “secara sistemik. METODOLOGI PENELITIAN 3. 3. Variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Bakat Khusus (X3) 4. Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa dapat berasal dari dalam diri siswa (internal) dan dari luar diri siswa (eksternal). Perkembangan karier remaja menurut Ginzberg dalam Sunarto dan Hartono (2008:202) ada pada periode pilihan tentatif (11-17 tahun). Taraf Intelegensi (X2) 3. kegiatan belajar selain dilakukan di lingkungan sekolah juga dilakukan pada dunia kerja atau industri. Dalam Undang-Undang RI No 2 Tahun 1989 Pasal 11 tentang Jenis pendidikan menyebutkan bahwa : “Pendidikan Kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu”(Ihsan. Hal itu ditandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan apa yang akan dikerjakannya di masa mendatang. pendidikan kejuruan pada dasarnya merupakan subsistem dari sistem pendidikan”. Hal diatas menekankan bahwa lulusan pendidikan kejuruan diharapkan memiliki nilai tambah daripada sekolah menengah umum lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena memakai seluruh subyek penelitian yang kurang dari 100 siswa.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan “Metode Eksplanatif (explanative research) karena ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variabel” (Sukmadinata. dimana semua yang terlibat dalam kegiatan ini harus saling bekerjasama dan saling mendukung. Dalam hal ini menjelaskan hubungan antara tujuh belas (17) faktor kesiapan kerja siswa serta menganalisis relevansi antara beberapa indikator yang tercantum dalam faktor-faktor tersebut. 2005:128). 2008:20).

Teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mencari data jumlah siswa. notulen rapat. Pengetahuan (X6) 7. presensi kehadiran siswa. 161 . Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dari responden mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner skala Likert dimana setiap item soal disediakan lima jawaban dengan skor masing-masing sebagai berikut : 1) Jawaban SS (Sangat Setuju) = skor 5 2) Jawaban S (Setuju) = skor 4 3) Jawaban KS (Kurang Setuju) = skor 3 4) Jawaban TS (Tidak Setuju) = skor 2 5) Jawaban STS (Sangat Tidak Setuju) = skor 1 3. Kegiatan industri (X12) 13. transkip. sehingga akan menghasilkan pengelompokan atau tepatnya abstraction dari banyak variabel menjadi hanya beberapa variabel baru atau factor IV.5% variasi dan faktor 3 dapat menjelaskan 9.6. Kelembagaan (X8) 9. Faktor pertama dapat menjelaskan 38. nama siswa. penelusuran tamatan dan hal lain yang berkaitan dengan penelitian ini. 2006:158). Kurikulum (X9) 10.84% variasi. b. peraturan-peraturan. Faktor-faktor yang ada akan dilihat hubungannya (interdependen antar variabel). Persentase kumulatif dari eigenvalue menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa yaitu faktor pribadi siswa dan guru sebesar 69. Kegiatan Belajar di industri (X13) 14.5 Teknik Analisis Data Analisis faktor digunakan untuk mereduksi data atau meringkas dari variabel yang jumlahnya sedikit. dokumen. Kepentingan (X15) 16. Faktor kedua dapat menjelaskan 14. Dunia industri dan sekolah (X14) 15. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. Strategi mengajar (X11) 12. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis faktor dari tabel Total Variance Explained terbentuk 3 faktor. Tempat belajar (X17) 3. Pengajar (X16) 17. Keadaan Jasmani (X7) 8. yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih dan dijawab secara langsung oleh responden. Dalam penelitian ini analisis faktor digunakan untuk mengungkap faktorfaktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali Tahun Ajaran 2009/2010. Angket/Kuesioner Angket dalam penelitian ini adalah bersifat tertutup. nilai praktek industri. jumlah kelas.16% variasi. buku.4 Teknik Pengumpulan Data a. Dokumentasi “Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Materi Pembelajaran (X10) 11.87%.

262 Extraction Method: Principal Component Analysis.616 .337 .496 7.363 21.000 Extraction Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 4.496 Component 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Total 4.054 .082 9. Berdasarkan tabel output Rotated Component Matrix faktor 1) Pribadi Siswa dan Guru terdiri dari X2.160 38.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bagian sebelumnya.553 23. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.686 .775 .421 .291 .658 9.828 94.160 1. Hasil analisis faktor dari 17 indikator mereduksi menjadi 11 yang mengelompok menjadi 3 faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010.672 .803 62.111 75.248 .078 .399 .012 .198 1.734 .595 14.160 14.025 . PENUTUP 5. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.256 Component 2 .595 1.130 .213 23.096 .959 3.082 . X4. X3 dan 3) Kurikulum terdiri dari X9.838 62.287 -. Rotation converged in 6 iterations.496 Rotation Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 2.479 44.265 . X11.692 1.616 .792 . X13.812 .658 1.311 .160 38.374 90.498 52.027 .095 .787 2.873 6.Total Variance Explained Initial Eigenvalues % of Variance Cumulative % 38.585 4. X8.838 62.384 100.092 .498 52. V.469 . a Rotated Component Matrix X2 X5 X11 X4 X14 X13 X12 X3 X9 X8 X17 1 .071 . X5.198 38.287 3 -. X12.002 86.583 5.616 2.719 .599 81.958 17.828 . yaitu : 162 . a.723 .378 69.829 97.085 .750 .028 .679 . masing-masing pengaruh 11 indikator terhadap kesiapan kerja siswa.550 .213 2.670 Extraction Method: Principal Component Analysis. X17.984 5.481 . 2) On The Job Training terdiri dari X14.230 .

679 0. Faktor 2 mampu menjelaskan 14. bakat khusus).734 0. Faktor kesiapan kerja yang paling besar pengaruhnya berasal dari internal siswa. Sekolah bisa menjadi penghubung antara siswa dengan DU/DI baik ketika siswa masih dalam masa studi maupun setelah lulus dalam rangka penyaluran tenaga kerja. Indikator tersebut membentuk 3 faktor baru yaitu : 1) pribadi siswa dan guru (taraf inteligensi. Oleh karena itu hendaknya on the job training dapat dilaksanakan siswa dengan sungguh-sungguh. 2.N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 Indikator Taraf Inteligensi Sifat-sifat Strategi Mengajar Minat Dunia Industri dan Sekolah Kegiatan Belajar di Industri Kegiatan Industri Bakat Khusus Kurikulum Kelembagaan Muatan Faktor 0.750 0. 3. Skripsi ini dapat dijadikan referensi dan acuan bagi penelitian berikutnya. pengaruh 3 faktor terhadap kesiapan kerja siswa yaitu: Faktor 1 mampu menjelaskan 38.616 0. b. minat). b.686 0.670 Tempat Belajar Secara keseluruhan. b. Hal ini dapat menjadi waktu yang baik bagi siswa untuk melihat dan belajar pada dunia kerja yang sesungguhnya.828 0.775 0.5% variasi dan selebihnya sebesar 37.719 0. 163 .2 Saran Ada 11 indikator yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa.5%.87% 5. Bagi Sekolah a.792 0. Bagi Siswa a.16% variasi. Dari hasil penelitian ini. dan 3) kurikulum (kurikulum.84% atau ketiga faktor mampu menjelaskan 62. Penelitian berikutnya hendaknya dapat mengembangkan tulisan ini sehingga dapat membantu berbagai pihak yang terkait dalam pendidikan menengah kejuruan terutama dalam menangani masalah kesiapan kerja siswa. Oleh karena itu siswa hendaknya memotivasi dirinya serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki guna mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja. kegiatan industri. faktor 3 mampu menjelaskan 9. kegiatan belajar di industri. diberikan saran sebagai berikut: 1. tempat belajar). Bagi Peneliti Selanjutnya a. 2. Besarnya faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu faktor pribadi siswa dan guru dilihat dari nilai persentase kumulatif varian sebesar 69.5% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model. c. kelembagaan. Kegiatan belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilakukan di sekolah dan dunia industri. 2) on the job training (dunia industri dan sekolah.723 Variabel Pribadi Siswa dan Guru On The Job Training Kurikulum 0. Sekolah lebih meningkatkan kualitas pembelajaran serta memanfaatkan fasilitas belajar yang ada sehingga dapat membantu kegiatan belajar siswa. Pihak sekolah lebih meningkatkan kerjasama yang baik dengan Dunia Usaha/Industri (DU/DI) dalam kegiatan on the job training agar kegiatan siswa di tempat praktik bisa terkontrol dengan baik. strategi mengajar. sifat-sifat.

2004. Statistika Untuk Penelitian. Made. Soeparwoto. 2008. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. 2008. Jakarta : Grafindo Mudyahardjo. J. 164 . http://sambasalim. Arikunto. Nana. Suryabrata. Bumi Aksara. Psikologi Pendidikan. Bandung : Alfabeta. Jakarta : Rineka Cipta. Agung. 2006.DAFTAR PUSTAKA Anoraga. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Undang-Undang RI No. Jakarta : Rineka Cipta. Remaja Rosdakarya. Fuad. Ihsan. Umar dan La Sulo. Djaali. Konsep Pendidikan Kejuruan. 2005. _______ 2010. 2008. Rosdakarya Pidarta. Sugiyono. 2008. Perkembangan Peserta Didik.html. Wena.Raja Grafindo Persada. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta : PT. Pandji. Imam. Yogyakarta : Media Abadi. Jakarta : Rineka Cipta. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara Ghozali. 2008. 2006. Winkel S. 1996. Metode Penelitian Pendidikan. 2001. Pengantar Pendidikan. 2007. Sukardi. 2004. Sumadi. Analisis Multivariat Arti dan Interpretasi. Mulyasa. 2003. Ali. Syaodih. Sri Hastuti. Supranto. 2006. Redja. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rajawali. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.com/pendidikan/konsep-pendidikan-kejuruan. Tirtarahardja. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Psikologi Perkembangan. Bandung : Tarsito. Bandung : Alfabeta. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. 2006. Jakarta : Rineka Cipta. Sunarto dan Hartono. (27 Oktober 2009). Pendidikan Sistem Ganda. Suharsimi.UNDIP. Bandung : PT. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : CV. 2001. 2004. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Psikologi Kerja. Jakarta : Rinneka Cipta. Semarang : UNNES Press. Made. 2006. Sambas. Kartono. 2005. Kartini. Jakarta : PT. Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Slameto. Muhidin. Sukmadinata. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : Rineka Cipta. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Semarang : BP.J dan MM. 2009.

instansi atau departemen. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2001 pasal 3. dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan melalui pendidikan dan pelatihan (Hasibuan. konseptual. Peran pegawai merupakan salah satu faktor penting. instansi atau departemen. program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang telah ditetapkan ( Handoko. Ada dua tujuan utama program latihan dan pengembangan karyawan. Badan Kesatuan Bangsa. proses pendidikan dan pelatihan pada aBadan Kesatuan Bangsa. PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam menjalankan kegiatan operasional suatu instansi ada beberapa faktor yang mendukung untuk tercapainya kinerja yang baik. Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis. Untuk meningkatkan kinerja pegawai agar tujuan dari organisasi dapat terlaksana perlu dilakukannya upaya pengembangan pegawai. Karakteristik dasar kompetensi berarti kemampuan adalah suatu yang kronis dan dalam bagian dari kepribadian seseorang dan dapat diramalkan perilaku di dalam suatu tugas pekerjaan. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang merupakan salah satu instansi pemerintah yang mempunyai tugas memantau situasi daerah dan menerbitkan surat perijinan pelaksanaan kegiatan di Kota Semarang. 2008: 69). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. mengubah sikap dan perilaku melalui diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) belum cukup baik. 2009: 221) mengatakan kompetensi adalah suatu yang mendasari karakteristik dari suatu individu yang dihubungkan dengan hasil yang diperoleh dalam suatu pekerjaan.UPAYA PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI PADA BADAN KESATUAN BANGSA. sikap perilaku yang diperlukan dalam tugas dan jabatannya (Sutrisno. Pengembangan pegawai dapat diartikan sebagai upaya untuk mempersiapkan pegawai agar bergerak dan berperan dalam organisasi sesuai dengan pertumbuhan. Untuk melaksankan tugas dan fungsinya tersebut Badan Kesbangpol Dan Linmas perlu adanya pegawai yang berkompeten di bidangnya. dan perubahan suatu organisasi. Pengembangan pegawai dapat diartikan sebagai upaya unytuk mempersiapkan pegawai agar bergerak dan berperan dalam organisasi sesuai dengan pertumbuhan. karena tanpa pegawai yang berkualitas. teoritis. POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG Sri Haryati Abstrak Peran pegawai merupakan salah satu faktor penting. Kompetensi pegawai yang diharapkan adalah pegawai yang mempunyai pengetahuan dan tanggung jawab dalam 165 . perkembangan. segala aktifitas dalam suatu instansi tidak akan berjalan optimal. Oleh sebab itu kegiatan pengembangan pegawai dirancang untuk memperoleh pegawai-pegawai yang mampu berprestasi dan fleksibel untuk suatu organisasi atau instansi dalam geraknya kemasa depan (Notoadmojdo. perkembangan. 2009: 222). sikap dan perilaku. Pertama. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. menyebutkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil berupa : pengetahuan. Dari uraian diatas kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dan karakteristik yang merupakan bagian dari kepribadian seseorang serta perilaku yang diperlukan dalam menyelesaikan berbagai tugas pekerjaan. sebagai akibat kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan yang sejenis. Menurut Spencer and spencer (1993) dalam buku (Sutrisno. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui diklat sudah baik. Kedua. mengidentifikasi tahapan pengembangan kompetensi pegawai. segala aktifitas dalam suatu instansi tidak akan berjalan optimal. 1998: 97). 2001: 103). Dengan demikian upaya pengembang karyawan dirasa sangat penting manfaatnya karena tuntutan jabatan atau pekerjaan. dan perubahan suatu organisasi. karena tanpa pegawai yang berkualitas. latihan dan pengembangan dilakukan untuk menutup “gap” ntara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan.serta pemilihan metode pengembangan melalui off the job training.

sikap dan minat. ataupun perubahan sikap dan perilaku. Penyelenggaraan pengembangan kompetensi pegawai merupakan tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa. 1987: 287) yaitu pelatihan adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian-keahlian. Dengan adanya upaya pengembangan kompetensi pegawai diharapkan akan terwujud produktifitas yang tinggi. dapat dicapai. sikap perilaku yang diperlukan dalam tugas dan jabatannya (Sutrisno. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang ( Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang). Konsep tersebut memiliki kesamaan dengan teori (Sutrisno.menyelesaikan tugasnya secara efektif dan efisien. ISI 1. Hal ini terjadi dikarenakan anggaran dana yang terbatas. pengalaman.. kemampuan dalam bersikap. menyebutkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil berupa : pengetahuan. Diklat tersebut sudah mencakup pendidikan dan pelatihan bagi para pegawai. Namun masih ada kekurangnnya karena pelatihan ini dilakukan minimal 1 tahun sekali dan dilaksanakan dalam 1 hari. pemecahan masalah. kerja sama. 2009: 66) yaitu dalam konteks SDM pengembangan dipandang sebagai peningkatan kualitas SDM melalui program-program pelatihan. kemampuan. keterampilan dan sikap perilaku. pengetahuan. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan. a. Hal ini dapat dilihat dari adanya pelaksanakan diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) yang dilakukan untuk merubah sikap perilaku sehingga dapat meningkatkan mental spiritual aparatur pemerintah. Hendaknya benar-benar direncanakan dengan terpirinci anggaran dana yang ada agar pelaksanaan diklat tersebut tidak hanya satu hari saja. yaitu pengetahuan. Pengembangan Kompetensi Pegawai Pengembangan kompetensi pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa. pendidikan. Waktu penyelenggaraan diklat antara 4 hari. 2003: 178) yaitu 166 . dapat dilakukakan melalui tahap-tahap pendidikan dan pelatihan dibagi menjadi 4 tahap. 2009: 222). b. Sehingga manfaat yang diperoleh dapat lebih maksimal c. karena sesuai dengan teori Barnardin dan Russel dalam buku (Sulistyani. Akan tetapi waktu penyelenggaraan terlalu sempit dan singkat. Sehingga konsep kompetensi menurut Gordon (1988) dalam buku (Sutrisno. Tahap-tahap pengembangan kompetensi pegawai Pengembangan kompetensi pegawai pada badan kesbangpol dan linmas kota semarang. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2001 pasal 3. hal ini dikarenakan anggaran dana yang tersedia dan pelaksanannya hanya terbatas melalui diklat yang bekerja sama dengan badan diklat yang dimiliki oleh pemerintah. Akan lebih efektif bila pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai yang dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tidak hanya bekerja sama dengan badan-badan diklat pemerintah melainkan juga bekerjasama dengan badan diklat yang dikelola swasta dan dilaksanakan dengan jangka waktu lebih lama. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang cukup baik yaitu untuk meningkatkan pengetahuan. 2009: 223-224). Diklat yang dilaksanakan meliputi pendidikan dan pelatihan dalam jabatan serta pendidikan dan pelatihan teknis atau fungsional. Pengembangan kompetensi pegawai sikap dan perilaku Pengembangan kompetensi pegawai sikap dan perilaku pada badan kesatuan bangsa politik dan perlindungan masyarakat kota semarang cukup baik. yaitu : 1) Tahap idientifikasi 2) Tahap perencanaan 3) Penyelenggaraan 4) Evaluasi Tahap-tahap pendidikan dan pelatihan pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. pemahaman. Konsep tersebut sesuai degan pengertian pelatihan menurut ( (Simamora. Indikator tersebut menjadi faktor penghambat kelancaran proses pelatihan dan pengembangan yang diikuti peserta. dan lain-lain. Hal tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan pegawai yang mencakup beberapa aspek antara lain pengetahuan. peserta kurang antusias dalam mengikuti pelatihan dan kurang cakapnya instruktur pelatih. tetapi untuk pelatihan dan pengembangan itu sendiri belum dilaksanakan dengan maksimal. 1 minggu atau 1 bulan. Pengembangan kompetensi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Pada badan kesbangpol dan linmas kota semarang dari segi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sudah baik Hal ini dapat dilihat dari beberapa program-program diklat yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. nilai.

167 . Manfaat Pengembangan Kompetensi Pegawai Manfaat yang diperoleh dari program pengembangan yang diperoleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. Memenuhi persyaratan-persyaratan perencanaan sumber daya manusia. Tujuan pengembangan memiliki kesamaan dengan teori yang diungkapkan oleh Henry Simamora dalam buku (Sulistyani. memantapkan sikap pengabdian dalam melaksanakan tugas pemerintah. Kemampuan pegawai dalam memimpin karyawan lain maupun dalam maelaksanakan tugasnya dapat terlaksana secara efektif dan efisien. dimana hal tersebut dapat mengakibatkan kejenuhan dari para pegawai yang mengikuti program pengembangan kompetensi pegawai. materiil. Akan tetapi pada tahap-tahap yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang lebih terinci dan jelas dikarenakan tidak digabungkannya tahap perencanaan dan penyelenggaraan dalam satu tahap pengembangan program pelatihan yang dikemukakan oleh Barnardin dan Russel dalam buku (Sulistyani. Metode Pengembangan Kompetensi Pegawai Metode pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang untuk meningkatkan pengembangan kompetensi pegawai yang dimiliki menggunakan berbagai metode. kuliah dan role playing. Mengurangi waktu belajar yang diperlukan karyawan agar mencapai standar-standar kinerja yang dapat diterima. 2003: 178) d. Seharusnya metode pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui off the job trainning saja akan tetapi juga melalui metode on the job trainning.yaitu bagaimana seni memimpinnya. 2. 1987: 290). pengembangan program pelatihan. Dengan memperhatikan kurikulum yang dipakai diharapkan output yang diperoleh dari proses diklat akan lebih maksimal.dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi. 2001: 113-116).penilaian kebutuhan pelatihan. 2003:32) yaitu kurikulum itu merupakan faktor tersendiri yang sangat besar pengaruhnya terhadap proses pendidikan dan pelatihan. Hal ini dikarenakan kompetensi jabatan idientik dengan seorang pimpinan yang harus mampu mengatur bawahannya . Tenaga pengajar yaitu pengajar widyaiswara dari diklat yang sudah menjalani Trainning of trainer yang berasal dari depdagri disesuaikan dengan kebutuhan yang dibutukan. sikap moral serta menciptakan visi. ketrampilan. 3. dan methods) dimasukkan dalam input. karena sesuai dengan teori (Simamora. 2003: 176). Dengan tujuan pengembangan kompetensi pegawai yang ditik beratkan pada para pegawai diharapkan kompetensi jabatan dapat dicapai dengan demikian karier jabatanpun akan meningkat. sehingga hanya ada 3 unsur yakni. Di dalam manajemen sumber daya ( 4M yaitu man. dimana metodemetode yang digunakan sesuai dengan beberapa konsep (Handoko. mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru supaya menjadi kompeten dalam pegawai. evaluasi program pelatihan. Sedangkan pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semaranng tujuan pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai dititik beratkan kepada para pegawai dimana pengembangan yang dilakukan untuk menciptakan aparatur yang memiliki pengetahuan. dengan demikian program pengembangan akan lebih menarik karena lebih bervariasi. Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka. dan kerjasama yang lebih menguntungkan. input. Menciptakan sikap loyalitas. Tujuan Pengembangan Kompetensi Pegawai Tujuan pengembangan kompetensi pegawai yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. dimana manfaat pengembangan yang diperoleh Badan Kesbangpol dan linmas kota semarang antara lain Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas. Semua pembelajaran yang telah diperoleh dalam diklat akan dipraktekkan dan dibuat hasil laporan dalam bentuk makalah. Proses pendidikan dan pelatihan Proses pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sudah baik karena setiap diklat yang dilakukkan dalam pemberian kurikulum disesuikan dengan jabatan yang bersangkutan ditambah dengan kurikulum yang bersifat kepemimpinan. memutakhirkan keahlian karyawan sejalan dengan kemampuan teknologi. proses dan output . 4. Proses pendidikan dan pelatihan yang ada sudah sesuai dengan teori (Notoatmodjo. hasil kerja yang diberikan pada bawahan. dimana tujuan pengembangan pegawai difokuskan untuk memperbaiki kinerja pegawai. maney. Namun metode tersebut kurang bervariasi. Metode-metode pengembangan kompetensi pegawai yang dilaksanakan oleh badan kesbangpol dan linmas kota semarang sudah cukup baik. yaitu menggunakan metode off the job trainning meliputi : studi kasus.

maupun untuk memenuhi kompetensi teknis/ fungsional. yaitu diklat struktural dan diklat fungsional. Sehingga peserta mampu memahami dan mempraktekkan materi tersebut. 5. Diklat tersebut dilakukan setiap adanya pergantian jabatan. Upaya pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui diklat sudah baik. pelatih atau instruktur dan kebijakan pengembangan. yaitu kendala datang dari para peserta. Kendala-kendala yang dihadapi badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang yaitu aspek sumber daya manusia yaitu peserta dan pelatih/ widyaiswara. Kendala yang berasal dari peserta hendaknya pimpinan mampu menumbuhkan kesadaran diri pada para pegawai agar lebih memahami makana pentingnya program-program diklat yang diselenggarakan. Pelaksanaan pengembangan kompetensi untuk mengubah sikap dan perilaku melalui diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) belum cukup baik. Adapun pendidikan dan pelatihan yang dilakukan. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : a.Diharapkan dengan adanya program diklat dapat memperlancar tugas-tugas unit kerja dalam melaksanakan tugas pemeintah karena dengan profesionalisme yang dia peroleh selama pendidikan kilat. Hal ini dikarenakan program tersebut hanya dilaksanakan pada 1 hari saja dan tidak adanya monitoring setelahnya untuk mengetahui perkembangan pegawai setelah pelatihan. yang meliputi : studi kasus. Kendala Pengembangan Kompetensi Pegawai Kendala pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai yang dihadapi oleh badan kesbangpol dan linmas kota semarang sama dengan beberapa kendala yang diungkapkan dalam teori (Hasibuan. c. Metode yang digunakan dalam program pengembangan kompetensi pegawai melalui off the job trainning. kuliah dan role playing sudah cukup baik. sehingga pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai lebih efektif. oleh karena itu tiap-tiap instansi atau organisasi yang akan melaksanakan pengembangan kompetansi pegawai harus memperhatikan kendala yang dihadapi. 2008: 85-86). 168 . PENUTUP Berdasarkan uraian mengenai upaya pengembangan kompetensi pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. d. agar kelak kendala tersebut dapat dihilangkan atau paling tidak dikurangi. anggaran dan seleksi peserta diklat. Sedangkan kendala dari segi kebijakan pengembangan. hendaknya lebih memperhatikan waktu penyelenggaraan diklat. b. Diklat tersebut meliputi pelatihan dan pendidikan yang diberikan kepada pegawai untuk memenuhi kompetensi yang dibutuhkan. Kendala yang dari segi pelatih yang ada hendaknya benar-benar dilakukan seleksi agar pelatih tersebut mampu menyampaikan materi-materi diklat dengan baik. Pada pelaksanaan pengembangan kendala-kendala memang selalu terjadi yang mungkin akan menghambat jalannya pelaksanaan pengembangan. akan berpengaruh pada kemampuan personel dalam mengambil keputusan dan cara mengambil sikap dalam menghadapi permasalahan tugas. dalam jabatan.

169 . 2008. Ambar Teguh dan Rosidah. Sulistyani. Soekidjo. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2003. ManajemenSumber Daya Manusia.SP. Jakarta: Bumi Aksara. 2001. Malayu. Edy. Notoatmodjo. 1998. 1987. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Sutrisno. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rieneka Cipta. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rieneka Cipta. Simamora. Henry. Jakarta : Kencana. Yogyakarta: Amara Books. Manajemen Personalia dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN. Hasibuan. 2009.DAFTAR PUSTAKA Handoko. 2003. T.Hani. Soekidjo. Notoatmodjo. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia.

menciptakan mekanisme kerja penyuluhan yang efektif dan efisien. Untuk membangkitkan kembali penyuluhan pertanian. Qualitative descriptive analysis was used to analyze the data. menyelenggarakan dukungan biaya peyeleggaraan penyuluhan di daerah. kondisi penyuluhan pertanian terus mengalami keterpurukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan network tersebut adalah melalui strategi pendekatan kelembagaan. Seiring dengan rendahnya kapasitas pengetahuan petani dalam memuliakan pertaniannya (Mudjijo. penataan ketenagaan penyuluh. (2003) sektor pertanian sesungguhnya dapat menjadi salah satu strategi untuk recovery sekaligus memberikan landasaan bagi perkembangan sektor riil dari krisis ekonomi yang dialami Indonesia semenjak tahun 1997. yang selama ini tampaknya belum mendapat penanganan yang memadai. menyediakan tenaga penyuluh yang kompeten dan professional. Tujuan dari revitalisasi pertanian adalah menata kelembagaan di propinsi. penataan penyelenggaraan penyuluh.com STIE Bank BPD Jateng. Dari paparan Syahyuti di atas. dapat ditegaskan bahwa salah satu hal yang menghambat rendahnya produktivitas hasil pertanian dan kendala rendahnya pendapatan petani adalah lemahnya kelembagaan pertanian. Jl. yang dibuktikan dengan daya hidupnya yang tinggi. serta social network yang kurang mendukung. dan tidak mampunyai kelembagaan pendukung dalam memberi jalan keluar untuk mengatasi perihal hambatan dan kendala dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Era tahun 1980-an penyuluh dianggap berhasil menghantarkan bangsa Indonesia dari Negara pengimpor beras terbesar menjadi negara swasembada beras. Dalam rangka memberdayakan penyuluh pertanian. email: dianwisika@yahoo. banyak terjadi alih status penyuluh pertanian dari Jabatan fugsional ke 12 13 FE Unnes Semarang. 1999). The results showed that the management of IT-based agricultural information is very beneficial to farmers in order to increase welfare 1. ketika sektor-sektor lain ambruk. penataan kelembagaan penyuluhan.MANAJEMEN ADMINISTRASI INFORMASI PERTANIAN BERBASIS IT DI PROVINSI JAWA TENGAH Oleh Sucihatiningsih DWP12) Himawan Arif S.13) Abstract This research aims to design IT-based agricultural information management. There are 30 people key person who understands and relates to agriculture is taken as a sample with a multistage sampling.com 170 . menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi. Departemen Pertanian telah mencanangkan program Revitalisasi Penyuluhan pertanian tertanggal 3 Desember 2005 di Banyuasin Sumatera Selatan. Ciri khas usaha pada sektor pertanian adalah melibatkan begitu banyak orang dengan pemilikan sumber daya dan keterampilan yang rendah. kabupaten/ kota dan kecamatan. setiap era pemerintahan di Indonesia selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas kinerja penyuluh pertanian. Pendahuluan Menurut Syahyuti. 22 Tahun 1999 tentang otonomi Daerah. et al. diharapkan peran penyuluh pertanian mampu hadir untuk membangun sistem kelembagaan pertanian yang masih lemah itu. Permasalahan ketenagaan yang meliputi penyebaran tenaga penyuluh pertanian masih bias kepada sub sektor pangan. penataan sarana dan prasarana. Namun demikian sejak diberlakukannya UU No. This research conducted in Central Java provinceResearch data collection is done with in-depth interviews. khususnya untuk memasuki ekonomi modern saat ini. Email: himawanmiesp@gmail. terintegrasi dan sinergik antara pusat dan daerah. Pemuda 4A Semarang. dan penataan pembiayaan. literature studies and FGD (Focus Group Discussion). Fokus revitalisasi pertanian meliputi.

transportasi. Dengan adanya permasalahan tersebut. peningkatan kompetensi penyuluh pertanian sangat jarang dilakukan. dalam rangka revitalisasi penyuluh pertanian. Oleh karena itu diperlukan peningkatan peran kelembagaan pertanian. ketersediaan materi informasi terbatas. lembaga pemetaan wilayah. dan lain-lain. (2) hak kepemilikan (property right). teknologi pertanian. memfasilitasi pembentukan badan koordinasi penyuluhan pertanian. penurunan kapasitas dan kemampuan managerial dari penyuluh serta penyuluh pertanian kurang aktif untuk mengunjungi petani dan kelompoknya. kenaikan pangkat sering terhambat. usia penyuluh sebagian besar diatas 50 tahun. Kelembagaan ini memfasilitasi pembentukan badan pelaksanan penyuluhan pertanian. memfasilitasi pembetukan BPP di tingkat kecamatan. rekruitmen dan pembinaan karir penyuluh pertanian belum berpedoman pada SK Menkowasbangpan No. dan (3) aturan representasi (rule of represen-tation). memfasilitasi pembentukan organisasi profesi penyuluh pertanian.2006). Batas yurisdiksi berarti hak hukum atas (batas 171 . penyelenggaraan penyuluhan pertanian masih berorietasi proyek. kunjungan lebih banyak dikaitkan dengan proyek (Subedjo. dibeberapa daerah pengukuhan kembali penyuluh pertanian sebagai pejabatan fungsional belum dilakukan. Dalam tahun 2006 sampai dengan 2007. sudah saatnya dihadirkan (Alihamsyah et al. penyuluh pertanian lapangan dan beberapa lembaga yang kehadirannya fungsional dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Permasalahan penyelenggaraan meliputi penyusunan program penyuluhan pertanian belum sesuai dengan kebutuhan lapangan. kewenangan di bidang penyuluhan pertanian. 19/1999. kontribusi dana dari petani dan swasta relative masih kecil. perikanan dan kehutanan serta sekretariat bakor di tingkat propinsi. antara eksekutif dan legislatif terhadap arti penting dan peran penyuluhan pertanian. Penyelenggaraan penyuluhan pertanian belum dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip penyuluhan partisipatif. era pemerintahan SBY lebih memberdayakan penyuluh pertanian melalui program Revitalisasi Penyuluh Pertanian yang fokus pada permasalahan tersebut diatas. Namun sampai saat ini sebagian besar penelitian ahli kelembagaan pertanian menyimpulkan bahwa peranan lembaga pertanian nasional relatif masih lemah. Salah satunya dengan membangun system yang dapat memberikan informasi yang cepat dan tepat kepada petani sehingga diharapakan usahataninya dapat berkembang dengan baik. Sejalan dengan itu. agribisnis. Keterbatasan anggaran untuk penyuluhan pertanian dari pemerintah daerah. Kelembagaan yang konsen di bidang saprodi. Cirri-ciri tersebut yaitu: (1) batas yurisdiksi (yurisdiction of boundary). Kecenderungan umum menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah beberapa tahun terakhir kurang pro terhadap kegiatan terkait penyuluhan pertanian sehingga kinerja penyuluhan pertanian menurun. sesuai dengan otonomi daerah. Menurut Akhmadi (2004). irigasi. penempatan dan penugasan penyuluh pertanian tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya. lembaga studi pertanian. (2000). dan memfasilitasi pembetukan pos penyuluhan di tingkat desa Keberadaan ragam kelembagaan pertanian dalam memompa denyut nadi kebangkitan pertanian nasional. sejak tahun 2001 dilimpahkan kepada pemerintah daerah agar daerah mampu meningkatkan kinerja penyuluh pertanian. informasi dan komunikasi.(2000). Kegiatan penyuluhan pertanian masih bersifat parsial dan belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Kinerja dan aktivitas penyuluhan pertanian yang menurun antara lain disebabkan oleh perbedaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah.jabatan struktural. Pranaji et al. yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah sebagai berikut : Penataan kelembagaan penyuluhan. yang telah dilakukan adalah pembentukan kelembagaan penyuluhan pertanian di tingkat pusat. penyuluh pertanian swakarsa dan swasta belum berkembang dengan baik. pemasaran. Ananto et al (2000). 2. Permasalahan pembiayaan yang timbul adalah alokasi anggaran penyuluhan pertanian di daerah masih sangat terbatas. karena kurang berfungsinya sistem penilaian angka kredit. Materi dan Metode Pakpahan (1989) mengemukakan suatu kelembagaan dicirikan oleh 3 hal utama. tidak lepas dengan kehadiran ragam kelembagaan pertanian. otoritas penyuluhan pertanian juga telah didelegasikan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah tingkat kabupaten. permodalan.

Perhitungan siapa memperoleh apa dan berapa banyak ditentukan oleh batas yurisdiksi karena batas inilah yang menentukan apakah sesuatu itu internal atau eksternal bagi pihak-pihak yang bertransaksi. OIeh karena itu. 1990). mengubah. (4) bak-hak istimewa. Dalam pengertian ekonomi. Homogenitas. adat dan tradisi. Hak tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara seperti melalui pembelian apabila barang danjasa yang dimaksud boleh dijualbelikan. skala ekonomi menunjuk suatu situasi dimana ongkos per-satuan terus menurun apabila output ditingkatkan. (5) kewajiban. homogenitas preferensi dan kepekaan politik ekonomi terhadap perbedaan preferensi merupakan hal yang penting dalam menentukan batas yurisdiksi. Hak milik adalah hak individu untuk menggunakan sumberdaya (Eggertsson. Skala ekonomi. Skala ekonomi. Konsep batas yurisdiksi dapat berarti batas wilayah kekuasaan dan atau batas otoritas yang dimiliki oleh suatu kelembagaan. Hak milik dalam pengertian inilah yang oleh Adam Smith disinyalir “cenderung dipertukarkankan”. tidak seorangpun yang dapat menyatakan hak milik tanpa pengesahan dari masyarakat dimana dia berada. homogenitas. 1990:33). konsep skala ekonomi ini memegang peranan penting dalam . yaitu (1) hak untuk menggunakan. Hal ini erat kaitannya dengan konsep jarak sosial yang akan menentukan kadar komitmen yang dimiliki oleh suatu masyarakat terhadap suatu kebijakasanaan. Implikasi dari hal ini adalah: (a) hak seseorang adalah kewajiban orang lain. karena skala ekonomi merupakan sumber interdependensi. Hak kepemilikan juga merupakan sumber konsep. melalui pemberian hadiah dan melalui pengaturan administrasi seperti halnya pemerintah memberikan subsidi terhadap sekelompok masyarakat. Tidak seorangpun yang dapat menyatakan hak milik tanpa pengesahan dari masyarakat di mana dia berada. administrasi (regulasi) dan hibah.menelaah permasalahan batas yurisdiksi. Sumber daya fundamental yang dimiliki setiap orang adalah apa yang melekat pada dirinya. Homogenitas preferensi dan distribusi individu masyarakat yang memiliki preferensi yang berbeda akan mempengaruhi jawaban atas pertanyaan siapa yang memutuskan. Konsep ini muncul dari hak dan kewajiban yang didefinisikan atau diatur oleh hukum. dan tradisi. 1990).(2) ongkos atau biaya (3) informasi. (2) hak untuk memperoleh penghasilan dan suatu aset. (2) ekstemalitas. menentukan siapa yang termasuk kita dan siapa yang termasuk mereka. Dalam bentuk lainnya property rights merupakan produk dari tradisi atau adat kebiasaan dalam suatu masyarakat. Apabila barang dan jasa yang harus dikonsumsi secara kolektif. Dalam bentuk formal property rights merupakan produk dari sistem hukum formal. Konsep ini penting dalam menentukan batas yurisdiski untuk merefleksikan kebutuhan masyarakat. termasuk hak untuk memperoleh 172 . Batas yurisdiksi yang sesuai akan menghasilkan ongkos persatuan yang lebih. Dalam kaitannya dengan hal ini permasalahannya menjadi preferensi siapa yang memutuskan. dan lainnya. Perubahan batas yurisdiksi akan menghasilkan performance yang diinginkan. rendah dibanding dengan alternatif batas yurisdiksi yang lainnya. ditentukan oleh empat hal. mentransfomasi atau bahkan menghancurkan suatu aset. yaitu: perasaan sebagai satu masyarakat (sense of community). dipandang sebagai karakteristik inheren yang dimiliki oleh beberapa komoditas. Setiap transaksi selalu terjadi transfer sesuatu yang dapat berupa: (1) manfaat. Konsep property atau pemilikan sendiri muncul dari konsep hak (right) dan kewajiban (obligations) yang diatur oleh hukum. Eksternalitas. atau konsensus yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat dalam hal kepentingannya terhadap sumberdaya (Pakpahan. Perubahan batas yurisdiksi akan merubah struktur eksternalitas yang pada akhirnya merubah siapa yang menanggung apa. Penentuan siapa dan apa yang tercakup dalam suatu organisasi atau masyarakat ditentukan oleh batas yurisdiksi. (3) homogenitas. adat. atau konsesus yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat dalam hal kepentingannya terhadap sumberdaya. atau mengandung makna kedua-duanya. eksternalitas. Menurut Eggertsson (1990:34) ada tiga kategori hak milik. situasi atau kondisi. Perasaan sebagai satu masyarakat. yang di dalam terminologi Karl Mark adalah “labour”. maka isu batas yurisdiksi menjadi penting dalam merefleksikan preferensi konsumer dalam aturan pengambilan keputusan. satuan analisis dalam mempelajari institusi adalah transaksi mencakup transaksi melalui mekanisme pasar. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi performa apabila terjadi perubahan batas yurisdiksi antara lain: (1) perasaan sebagai satu kelompok (masyarakat).wilayah kekuasaan) atau (batas otoritas) yang dimiliki oleh suatu lembaga. dan skala ekonomi (economic of scale). dan (b) hak seperti dicerminkan oleh kepemilikan adalah sumber kekuatan untuk akses dan kontrol terhadap hak miliknya. Batas yuridiksi menentukan siapa dan apa yang tercakup dalam kelembagaan masyarakat.dan (4) skala ekonomi (Pakpahan.

Setiap bentuk aturan representasi harus berhadapan dengan tiga jenis biaya. Hak milik bisa bersifat ekslusif bisa pula non eksklusif. 1992). Pembagunan akan berhasil atau tidak dapat ditentukan karena kedua aspek tadi. serta gotong royong yang dikaitkan dengan kepemilikan atas sumberdaya lahan tersebut. dukungan anggota pada pimpinan dan mengurangi tekanan internal serta biaya transaksi yang pada akhirnya akan meningkatkan performa organisasi. juga ada kewajiban-kewajiban berupa pembayaran pajak. maka dari itu perspektif sosial dan budaya dalam hal ini perlu menjadi fokus utama dalam penerapan suatu program dari lembaga. yaitu nonrivairy dan nonexciudable ( Mclean. motivasi.upah atas tenaga kerja yang diberikan individu dalam aktivitas ekonomi. Tubbs (1984) dan Hanel (1989) menyatakan bahwa pengambilan keputusan atas dasar group process akan meningkatkan loyalitas. ownership menunjuk pada sifat dan kwalitas penguasaan atas suatu property rights. Oleh karena itu. Analisis deskritif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. bisa pula melalui mekanisme transaksi kontra kekuatan untuk akses dan kontrol terhadap sumberdaya. 3. sehingga hak milik yan non eksklusif (nonexlusive property) dan barang publik (public goods) yang mempunyai dua ciri menonjol. Dalam hal itu. dan pemeliharaan sumberdaya lahan. Konteks tersebut yaitu berkaitan dengan kondisi sosial maupun budaya dari masyarakat setempat. termasuk lembaga penyuluh pertanian. penggunaan. Lembaga penyuluh pertanian perlu mengantisipasi program-program yang akan diterapkan kepada pihak petani dalam usahatani dengan lebih sensitif kepada aspek sosial budaya. 1990:33). Partisipasi dalam suatu organisasi ditentukan oleh keputusan politik organisasi. Ongkos transaksi yang tinggi dapat menyebabkan output tidak bernilai untuk diproduksi. studi literature dan FGD (Focus Group Discussion). Hak esklusif ini dapat dipertukarkan melalui mekanisme trasaksi otonom (pasar). Hak milik esklusif terwujud bila untuk menguasainya perlu menyingkirkan orang lain. kerja-sama. Biaya representasi yang tinggi baik dalam artian nilai uang atau bukan uang. Aturan representasi menentukan alokasi dan distribusi sumberdaya. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam. kondisi atau situasi dengan menggunakan transaksi sebagai aktivitas ekonomi. Dipandang dari segi ekonomi. Aturan representasi (rule of representation) mengatur permasalahan siapa yang berhak berpartisipasi terhadap apa dalam proses pengambilan keputusan. Jenis keputusan apa yang dihasilkan oleh masyarakat juga ditentukan oleh aturan representasi dari kepentingan rnasyarakat. Disamping itu masih ada biaya eksternal yang ditanggung oleh seseorang atau sebuah lembaga sebagai akibat keputusan orang lain atau lembaga lain. Dari laporan- 173 . Keputusan apa yang diambil dan apa akibatnya terhadap performa akan ditentukan oleh kaidah representasi yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. akan menentukan apakah keputusan akan dihasilkan efisien atau tidak. dan (3) hak untuk menjual aset. yaitu: (1) Biaya pengambilan keputusan (policing cost atau lobying cost atau (contract cost atau negoisasi) sebagai partisipasi. Sebanyak 30 penyuluh pertanian diambil sebagai sampel dengan multistage sampling. Disamping hak. (2) Biaya informasi (sosialisasi) dan (3) Biaya pengamanan atau monitoring. perlu dicari suatu mekanisme representasi yang efisien sehingga dapat menurunkan ongkos transaksi. Jiwa analisis institusi adalah interdependensi antar partisipan terhadap sesuatu. aturan representasi mempengaruhi ongkos membuat keputusan. Hak kepemilikan atas lahan (land right) pada kelembagaan adat setempat yang berkaitan dengan lahan dapat dilihat pada hak masyarakat baik secara kelompok (comunal) maupun secara individu (private) dalam pengaturan. Pembahasan Pembangunan sumber daya manusia melalui suatu kelembagaan perlu memahami konteks masyarakat yang akan dibangun. Bagaimana partisipasi terbentuk ditentukan oleh aturan representasi partisipan yang terlibat. Metode pemberian otoritas kepada individu tertentu untuk memilih cara menggunakan hak miliknya disebut sebagai sistem of property (Eggertsson. Mclean (1982) menyebut sebaai barang prifat (private goods). iuran untuk desa atau adat.

pihak yang terkait lainnya adalah pihak penyuluh pertanian atau dinas pertanian. kebanyakan petani sudah mencapai taraf pengetauan akan informasi melalui Handphone (HP). Selebihnya. ibu mempunyai peran sendiri dan anak-anak mempunyai peran sendiri. Petani dalam sistem IT yang diajukan ini didampingi oleh beberapa pihak seperti pedagang. melalui kelompok tani sebagai media penyampai pesan kepada pihak penyuluh pertanian akan dipertemukan dalam wadah yang akan mengatasi masalah mereka. rencana penerapan model IT ini jika dianalisis akan bisa berhasil karena melihat pada kondisi sosial budaya masyarakat petani (di Grobogan. karena hal ini dapat diantisipasi dari pihak keluarga sebagai keseluruhan sistem perekonomian. program ini sekiranya menjadi suatu kekhawatiran yang lebih.laporan mengenai proyek pembangunan suatu lembaga yang diterapkan kepada masyarakat seringkali mengalami kegagalan karena kurang melihat pada kondisi sosial ataupun budaya suatu masyarakat. perekonomian petani lebih bersifat sederhana dan terikat. penyuluh atau pihak pemerintah dan kelompok petani itu sendiri. Ayah memiliki peran sendiri. perekonomian pertanian adalah bentuk perekonomian keluarga. hal ini akan bisa diterima oleh masyarakat atau tidak melihat pada aspek budaya. bisa meminta arahan atau bantuan dari petani yang lain. Dari hasil penelitian di lapangan. permasalahan petani akan dibahas dan dicarikan solusinya. Seperti contoh. pegusaha. didapatkan bahwa. dan bagaimana bagi petani yang sudah tua. Seperti penerapan IT oleh kelembagaan dalam penguatan kapasitasnya. akan tetapi dalam kasus tertentu peran ini bisa diputar aruskan menjadi peran yang fleksibel. Melalui bantuan mereka para petani dapat mengakses masalah harga ataupun masalah lainnya. Petani sebagai sentral dari proses hubungannya dengan semua pihak yang terkait dalam usahatani memiliki peran penting dalam kegiatan penerapan IT yang diajukan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi petani. Dengan demikian. Perlu di pahami bahwa. Masih banyak lagi permasalahn pembangunan yang gagal karena kurang memperhatikan aspek social dan budaya masyarakat. ternyata kurang berhasil karena aspek budaya dalam hal ini belum mengena. Selain mengakses kepada para pedagang tadi. Melalui balai penelitian ini. Oleh karena itu. untuk lebih validnya. Jika tidak. Apakah pihak petani akan mampu menggunakan IT ini atau tidak. Yaitu dengan meminta bantuan dari anak-anaknya yang sudah paham akan teknologi. artinya pengelolaan ekonomi dilakukan secara bersama-sama antara angoota keluarga satu dengan yang lain. diharapkan petani mampu mengakses segala keperluannya dalam meningkatkan usahataninya. Fasilitas ini sangat penting bagi para petani dalam rangka spekulasi penjualan hasil panen yang terkadang “terperosok” oleh para tengkulak. Akan tetapi. Dalam hubungan melalui IT ini akan mempermudah juga bagi para penyuluh pertanian serta hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi para petani. Beberapa personal ini memiliki peran masing-masing dan masih berkaitan. Jika mereka tidak mampu mengoprasikannya. Seperti dalam hal akses para pedagang ataupun pengusaha (dalam ataupun luar kota) sebagai tempat penjualan hasil panen serta dapat mengakses pula perkembangan harga saat ini. Penjelasan mengenai model yang bisa diterapkan dalam kelembagaan penyuluh pertanian kepada petani dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: 174 . Dengan pihak-pihak yang terkait inilah diharapkan sistem IT bisa diterapkan dengan baik dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kinerja para petani. pihak penyuluh pertanian tentunya akan melakukan program pelatihan terlebih dahulu kepada petani agar mampu mengoprasikan teknologi IT ini. harus mampu berpegang pada model kelembagaan yang berperspektif sosial budaya. Dengan bantuan IT ini. Wadah itu adalah balai penelitian. Maka dari itu. pembangunan kakus oleh pemerintah kepada masyarakat di pinggiran sungai sebagai antisipasi pencemaran air. Klaten dan Magelang) yang sudah peka dengan teknologi. dari hasil penelitian di lapangan. pihak lembaga penyuluh pertanian harus lebih peka lagi dalam menerapkan program-programnya guna meningkatkan usahatani masyarakat. balai penelitian ini sangat penting karena akan dapat dijadikan pula oleh dinas pemerintah (dinas pertanian) sebagai acuan dalam pemberian kebijakan kepada para petani seperti kebijakan dalam hal fasilitas ataupun yang lainnya. Dengan bantuan teknologi informasi ini. Jika suatu kelembagaan pertanian menginginkan suatu model penguatan kapasitas agar dapat mencapai target pembangunan masyarakat petani secara optimal.

Info pasar Pet ani Ka ya Status Ekonomi ? kup Manfaat / Hasil Peternak Sapi Pupuk organik Orientasi kemungkinan / kehidupan Mi skin Cu Kebijakan Keterampilan Fasilitas o Benih o Pupuk o Pupuk o Alat Hubungan Komunikasi Input Informasi Hubungan Informasi 175 . Model Pengembangan Kapasitas Lembaga Perspektif Budaya Lahan kualitas tanam Diversifikasi Pengusah a Tahu Tempe Pedagang Lokal Luar kabupaten Produsen Pupuk Pupuk Distributo r Penyal ur Balai Penelitian Dinas Pertanian Penyulu h Bak ul Kel.Gambar 1. Kualitas. Tani Informasi Kontinu.

Dengan teknologi ini. Layanan ini sangat populer karena biayanya yang relatif lebih murah dibanding dengan biaya telepon. Beberapa alasan Pemilihan Media Kelembagaan Pertanian Lapangan a Website. Tidak tersedianya fasilitas internet di suatu daerah. Fungsi Modeling IT dari segi pemasaran 1. Teknologi informatika yang semakin berkembang saat ini. layanan WAP atau dan email dari website. merupakan hambatan bagi seseorang dalam mendapatkan informasi dari internet. berbagai macam informasi bisa didapat dengan mudah selama 24 jam tanpa harus beranjak dari depan komputer yang telah terkoneksi dengan internet. dewasa ini telah berkembang pesat hingga memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai hal hanya dengan menggunakan ponsel. Berbagai aplikasi dan layanan mobile. Pemangku kepentingan pertanian tidak perlu membayar mahal untuk melakukan sosialisasi kebijakan. SMS adalah layanan untuk mengirim dan menerima pesan singkat melalui ponsel. Pemangku kepentingan dapat memilih layanan informasi menurut media yang sesuai baik lewat ponsel maupun internet. Akses informasi dapat dilakukan kapan saja. Memperluas Ruang Promosi Sebagai Media Komunikasi dan Wadah Penyedia berbagai Informasi maka website dapat digunakan sebagai sarana pendukung promosi seperti suatu perusahaan. Short Message Service (SMS) dan Wireless Application Protocol (WAP) merupakan contoh aplikasi mobile yang mendukung proses pertukaran informasi. termasuk akses internet. ponsel bisa digunakan sebagai media untuk mendapatkan informasi dari internet. Memotong rantai birokrasi dan ekonomi. mudah dan up to date. Kemudahan dan penghematan dalam komunikasi adalah salah satu muara efisiensi. Para peminat atau calon pelanggan.Modeling IT melalui Web. Jangkauan pasar bertambah. WAP dan SMS Memperhatikan sejumlah permasalahan lapangan dalam pemberdayaan kelembagaan pertanian maka hal yang mendasar adalah masalah komunikasi. Dengan akses database yang tersedia. Internet dan telepon selular merupakan salah satu contoh sarana yang populer sebagai media komunikasi. Informasi mengenai produk baru dapat secara mudah dikirim kepada customer melalui SMS. Dengan semakin banyaknya pengguna internet saat ini maka jalur distribusi suatu barang dapat dilakukan melalui internet. maka data olahan bisa disajikan menurut kepentingan dan kedalaman data yang diperlukan. Layanan informasi melalui ponsel merupakan solusi bagi kendala di atas. b c d e 176 . informasi tehnologi. dimana saja. Mendayagunakan semua pemangku kepentingan pertanian menuju sumatu kemandirian dan profesionalitas institusi dan perorangan Informasi pasar pertanian yang up to date. Pengunjung dapat langsung membeli produk yang dijual melalui internet. Sementara WAP merupakan protocol yang menghubungkan internet dengan ponsel. oleh siapa saja. dapat melihat informasi dari website bilamana diperlukan. tetapi nasional bahkan ke pasar global Mensinergikan semua pemangku kepentingan pertanian dalam suatu wadah yang terkoordinasi. sehingga menjadikan data olahan siap saji dan terkini. Selain katalog. Kemudahan dalam komunikasi. Melalui internet. tentu menjadi faktor yang sangat mendukung dalam proses penyebaran informasi di segenap lapisan masyarakat. tidak hanya lokal. Melalui website pesan informasi bisnis dapat disampaikan lebih lengkap. dengan kemampuannya yang memungkinkan pengguna untuk menerima dan mengirimkan informasi dari jarak jauh. brosur maupun iklan di media cetak. Peluang mendapatkan customer juga menjadi lebih besar. Kedua layanan tersebut sangat membantu proses penyebaran informasi. dengan memiliki website di internet anda dapat memperluas jaringan promosi sebuah perusahaan. dsb. WAP dan SMS diajukan sebagai Penguatan Menghemat biaya dan waktu dalam advertising.

tetapi di website pengunjung website dapat mendapat detil spesifikasi dari produk tersebut. website mempunyai keuntungan sebagai berikut : Informasi lebih detail dan tuntas dari produk dan jasa. Mempermudah Komunikasi Agar dapat saling berkomunikasi dengan para klien atau customer. Komunikasi akan lebih mudah walaupun perbedaan lokasi sangat jauh dan sudah tentu lebih efisien dalam hal biaya dan waktu. Hal ini mengakibatkan diperlukannya sebuah sistem kebergantungan. Sebagai contoh pada sebuah brosur bisaanya penjelasan yang diterima hanya berupa pokok-pokok dari produk sebuah perusahaan. b Tampilan yang baik akan memberikan akan memberi image yang baik dan menarik bagi calon klien. bakorluh. Jadi fungsi website disini bukan hanya sebagai wadah penyedia informasi saja. forum diskusi. 3. maka sejumlah institusi terkait seperti beberapa institusi di bawah departemen pertanian. Para pengunjung website akan selalu menerima informasi yang up to date dari perusahaan. dinas pertanian kabupatan dan institusi lain seperti deperindag. upload/download file dan lain sebagainya. Tabel 1 Jalur input –proses dan inputnya N o 1 Jalur Input Proses Database Jalur Output Data primer & sekunder SMS/WAP/Web Data Publikasi/Analisis Data Info Data Pemangku kepentingan pemerintah 2 Data/info tehnologi 3 Institusi lain/akademisi 4 Permintaan data Database data Data proses Data proses 177 .Sebagai alat pendukung promosi. c Isi yang selalu up to date. a Diagram Konteks Karena pemangku kepentingan untuk urusan ketahanan pangan dan khususnya pertanian cakupannya luas. akademisi dilibatkan dan juga memiliki akses ke data base sehingga mampu menjadi administrator bisa memasukkan semua data yang berkaitan dengan kebutuhan petani dan perniagaan bahan pangan nasional dengan daerah tanggung jawab masing masing. Hal ini terlihat jika dibandingkan dengan iklan (yang mempunyai space terbatas). 2. Media Interaksi Website dapat dijadikan ajang interaksi dengan para pengunjung website antara lain dapat dijadikan ajang jual-beli. SMS dan WAP serta web merupakan contoh aplikasi yang bisa dijadikan layanan informasi untuk kepentingan ini . Dari data base tersebut selanjutnya melalui desain teknologi dapat disajikan sebagai bentuk informasi yang bisa diakses oleh Pemangku dan publik pertanian Salah satu kemudahan dalam mengakses informasi adalah jika informasi bisa diakses secara online. pola hubungan dan pemberdayaan sebagai wadah untuk mengelola berbagai data informasi sebagai data base pertanian & komoditas. tidak terbatas oleh waktu dan tempat. perusahaan dapat menjalin komunikasi melalui email ataupun informasi kontak yang berada dalam website. Adapun jalur input –proses dan inputnya adalah sebagai berikut.

mengkaji penerapan teknologi yang dapat digunakan dalam usaha bidang pertanian termasuk personil kunci yang bertanggungjawab untuk topik tertentu dan bisa dimintai informasi publik. 3. 4. 5. Pihak yang terlibat dalam sistem IT yang diajukan Departement Pertanian berikut strukturalnya sebagai departemen teknis yang menangani pertanian dan ketahanan pangan Penyuluh/Bakorluh sebagai penyedia dan pengguna informasi pertanian. perdagangan dan pemasaran/distribusi bahan pangan nasional Dinas pertanian daerah sebagai pembina. LSM. 7. pemerhati dan pengawas pertanian termasuk kebijakan.Gambar 2. pengawas dan pembuatan kebijakan pertanian lokal. 6. 8. tata niaga maupun operasional lapangan. 2. menganalisa data untuk menyuluh dan menjawab pertanyaan teknis yang muncul di lapangan Petani sebagai pelaku pertanian di lapangan Pedagang/Pengusaha sebagai penampung hasil produksi pertanian dan pendistribusi ke pasar Akademisi sebagai peneliti. Diagram konteks sistem Informasi pertanian 1. termasuk membuat analisis dan pengamatan tertentu. wartawan dsb yang dapat berinteraksi dengan pertanian. Deperindag sebagai departemen tehnis yang menawasi industri. mahasiswa. pelajar. sebagai pengamat. publik Institusi lain seperti lembaga swasta. 9. pengkaji dan pengembang teknologi baru bidang pertanian dengan spesifikasi dan ketertarikan tertentu Balai litbang pertanian sebagai institusi yang menggeluti dan mengembangankan bidang tertentu spesifik. 178 .

yakni layanan informasi pertanian dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini. Diagram Institusi Pemangku kepentingan untuk database Pertanian & komoditas Untuk mengkomunikasikan database menjadi informasi tehnis dan aplikatif di lapangan maka data base dapat disajikan dalam berbagai kemasan informasi menurut kepentingan dan tujuan tertentu dengan melakukan akses ke data base.Gambar 3. Gambar 4. Jenis layanan Informasi Pertanian & komoditas Database Pertanian & Komoditas Web data internet WAP SMS User 179 .

petani dan kelembagaan pertanian. bibit unggul. Bagan komponen database . Selain itu juga petani dapat dengan mudah mengetahui informasi lainya seperti kondisi cuaca. Kesimpulan Pemberian informasi yang cepat dan tepat pada petani dapat meningkatkan kesejahteran petani karena dengan adanya informasi harga jual komoditas produk pertanian petani dapat memilih dimana yang memberikan keuntungan lebih besar. Cakupan layanan menurut ukuran informasi 4. Gambar 5. penyuluh serta masyarakat pertanian lainnya. pasca panen komoditas pertanian dan informasi lainnya yang mendukung pengembangan pertanian.Adapun isi database yang diperlukan adalah data primer dan data terolah dari beberapa informasi yang lazim diperlukan oleh petani.6. Gambar 5. 180 . pemerintah daerah. Salah satu pemberian informasi pertanian yang terintregasi ini adalah dengan membangun system manajemen informasi pertanian melalu Information Teknologi (IT) yang dapat menghubungan antara pemerintah pusat.

Desember 2004..id/newslet/2004/ed12/2004/200412spotlight.. Muslim (200) Perekayasaan Sosiobudaya dalam percepatan Transformasi Masyarakat Pedesaan.Alihamsyah. Survei Evaluasi Intensifikasi Padi dan Palawija Tahun1971-1978. Pranaji. aporan Bidang Penelitian Penyuluhan Pertanian. 13. E. Situmorang. _____1995. Ketut. SMERU Newsletter..E. Desember 2002. Suastika.G. Bogor. Pembentukan Struktur Agraria pada Masyarakat Pinggiran Hutan. Institut Pertanian Bogor. Thráinn (1990). Wahyuni. K.M Subiksa. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 pada tanggal 14 Nopember 2007 telah ditetapkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 58 Tahun 2007 tentang Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. I. Kerangka Analitik untuk Penelitian Rekayasa Sosial: Perspektif Ekonomi Institusi. H. Ismail dan DE.Pakpahan. Tahap kedua : Pendekatan Kelembagaan. Yogyakarta. Vol. Supriadi. (2000) Laporan Utama : Pengembangan Sistem Usaha Pertanian Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan. Jurnal Agro Ekonomi Vol. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. ______2003. Prosiding Patanas: Evolusi Kelembagaan Pedesaan di Tengah Perkembangan Teknologi Pertanan. Alihamsyah. Proyek Penelitian Pengembangan Pertanian Rawa Terpadu – ISDP. Mengubah Pertanian Tradisional Dalam Pembangunan Jangka Panjang. 1989. Hermanto. Setyo dan C.” European Economic Review 34(2-4): 450-457. S. Pembangunan pertanian indonesia dalam pengaruh kapitalisme dunia: analisis ekonomi politik perberasan. Makalah. Pendekatan Kelompok dalam Pelaksanaan Program/Proyek Pembangunan Pertanian. I. Bogor. 2002. Bogor. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UGM.smeru. J. 2000. Pusat penelitian dan pembangunan sosial ekonomi pertanian. Syahyuti. Tesis pada Jurusan Sosiologi Pedesaan. Dwi Windu Penelitian Lahan Rawa : Mendukung Pertanian Masa Depan. Badan Litbang Pertanian. Pusat Penelitain Agro Ekonomi. Eggertsson. Badan Litbang Pertanian. No.(www. Nuning. Ananto. Pakpahan. “The Role of Transaction Costs and Property Rights in Institutional Analysis. I. dan T. T.html).or. Subejo. E. 1989. Sianturi. T. Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh). IPB. 2002. 9 No 2. Ananto. Soentoro. Majalah Forum Agro Ekonomi. 181 ..Mudjijo.. Penyuluhan Pertanian Indonesia : Isu Privatisasi dan Implikasinya. E. 2004. EL. P2SLPS2. A.Referensi Akhmadi. 2 Desember 1995. Hastuti. Pelaksanaan Otonomi Daerah.W. 1999. G. Agus. Bogor.

126 dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran di SMK negeri 1 Pemalang baik secara parsial ataupun simultan.880 + 0. dan fasilitas belajar (X2). bahwa fasilitas belajar mengajar mengetik di SMK Negeri 1 Pemalang cukup memadai. jumlah mesin ketik manual yang sesuai dengan jumlah siswa kelas X yaitu 40 unit mesin ketik dan kertas untuk mengetik yang tersedia bagi siswa. Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru.119 dengan nilai signifikansi antara 0. Mengetik 1 Mesin ketik manual 2 Buku paket: Mengetik SMK jilid 1 Mengetik SMK jilid 2 Mengetik SMK jilid 3 3 Lampu penerangan Jumlah 40 40 40 40 9 182 . Berikut daftar inventaris laboratorium mengetik manual: Tabel 1. 1.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X1 terhadap Y.KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN FASILITAS BELAJAR PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN MENGETIK SISTEM 10 JARI BUTA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK NEGERI 1 PEMALANG. penelitian ini disebut penelitian populasi. hal ini terlihat dari adanya laboratorium mengetik manual yang luas dengan penerangan yang cukup dan kondisi laboratorium yang bersih.037 < 0.168X2.05 yang berarti secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X2 terhadap Y. tes dan dokumentasi. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu kompetensi profesional guru (X 1).037 < 0. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket).494 dengan nilai signifikansi = 0. Jurusan Manajemen. Uji keberartian persamaan regresi dengan uji F diperoleh F hitung = 19. Email: yuniarsihnuraeni@yahoo. thitung = 2. dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. serta buku pegangan dimana setiap siswa mendapat satu buku latihan mengetik. Fakultas Ekonomi. Fasilitas Belajar. serta variabel terikat yaitu kemampuan mengetik sistem 10 jari buta (Y). Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 12 diperoleh persamaan regresi berganda Y = 39.1 Daftar Inventaris Laboratorium Mengetik Manual No Inventaris lab. Hasil uji parsial diperoleh t hitung = 2. Pendahuluan Latar belakang masalah Berdasarkan observasi pendahuluan di SMK Negeri 1 Pemalang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi persentase dan regresi linier berganda. Universitas Negeri Semarang. Dan Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran dengan jumlah 80 siswa. Nur Aeni Yuniarsih (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi.140X1 + 0.

terlihat dari waktu yang dibutuhkan siswa untuk mengetik sebuah surat lebih dari 20 menit. Akan tetapi jika dilihat melalui hasil praktek mengetik siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang bahwa pencapaian hasil belajar mengetik manual sebagian siswa masih belum optimal. Saat praktek berlangsung dari cara kerja siswa masih terlihat belum mampu menghentakan jarinya sesuai tugas entakan jari dan masih melihat papan tuts.4 Meja mengetik siswa 5 Kursi mengetik siswa 6 Meja guru 7 Kursi guru 8 Whiteboard 9 Rak buku Sumber: Data SMK N 1 Pemalang. Retno Ari Budi selaku guru mata diklat mengetik manual). akan tetapi apabila dilihat dari tabel prestasi mengetik siswa di atas terlihat bahwa sebagian besar siswa masih belum kompeten dalam hal mengetik sistem 10 jari buta. dan rapi. Berikut tabel hasil praktek mengetik: Tabel 1. belum ada yang mencapai target indikator keberhasilan kecepatan mengetik sebuah surat dalam berbagai bentuk selama 20 menit dengan cepat. dan membimbing siswa agar dalam mengetik siswa selalu menggunakan 10 jarinya. serta setiap kali praktek mengetik siswa selalu didampingi oleh dua guru sekaligus sebagai pengajar.2 Prestasi Mengetik Siswa Hasil praktek kemampuan mengetik sistem 10 jari buta No Kelas Belum kompeten Kompeten 1 X AP 1 29 11 2 X AP 2 27 13 Sumber: guru. hal ini dapat diketahui dari latar belakang pendidikan guru dan pengalaman mengajarnya. Hal ini dapat diketahui dari kemampuan kecepatan mengetik sistem 10 jari buta siswa masih bervariasi hasil pengetikannya. Disamping itu berdasarkan pengamatan langsung penulis dan wawancara dengan beberapa murid. Jumlah murid 40 40 Berdasarkan pengamatan di SMK Negeri 1 Pemalang. telah sertivikasi dan memiliki pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun (wawancara dengan Ibu Dra. diolah. belum ada yang mencapai target indikator keberhasilan kecepatan mengetik sampai 200 epm. Sebagian siswa juga belum bisa menyelesaikan pekerjaan mengetik sebuah surat dalam berbagai bentuk dengan maksimal. rata-rata kecepatan berkisar kurang dari 150 epm. bahwa dalam kegiatan belajar mengajar guru telah menguasai materi. mampu menyampaikan materi dengan baik kepada siswa. yakni guru yang mengampu mata diklat mengetik manual adalah guru yang berasal dari lulusan program studi pendidikan administrasi perkantoran. mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa. diolah. Hal ini mendorong penulis untuk mengungkapkan lebih jauh tentang pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. Berdasarkan urian tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Kompetensi Profesional Guru dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 (sepuluh) Jari Buta Siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang”. Kompetensi guru terutama dalam proses belajar mengajar mengetik dapat dikatakan baik. diketahui bahwa fasilitas belajar mengetik dan kompetensi profesional guru baik. Untuk mengatasi hal tersebut guru selalu mengadakan program remidial sampai siswa mampu mengetik dengan hasil yang maksimal berdasarkan standar yang ditetapkan. tepat. 40 40 1 2 1 1 Latar belakang pendidikan dan pengalamam mengajar adalah dua aspek yang mempengaruhi kompetensi seorang guru di bidang pendidikan dan pengajaran (Djamarah 1994:127). sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 183 .

Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut ; 1. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang. 2. Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang. 3. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 2. Mengetahui adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 3. Mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sisitem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 2. Bukti Empiris Kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, dan kekuatan (Poerwadarminto, 2000:628). Menurut Spencer and Spencer dalam Uno (2008:62), mendefinisikan kemampuan sebagai karakteristik yang menonjol dari seorang individu yang berhubungan dengan kinerja efektif dan atau superior dalam suatu pekerjaan atau situasi. Menurut Suwandi (2007:10), mengetik sepuluh jari yaitu teknik mengetik dengan memanfaatkan semua jari tangan. Setiap jari mempunyai tugas sendiri yang harus dilatih satu demi satu dan berkelanjutan, sehingga jari tersebut secara maksimal dan optimal dapat bekerja dengan baik. Kemampuan mengetik sistem 10 jari buta yaitu kesanggupan, kecakapan, dan kekuatan yang dimiliki oleh individu dalam kegiatan mengetik dengan melakukan entakan jari sesuai dengan tugas entakan jari secara tepat tanpa melihat naskah. Kompetensi profesional merupakan kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam, yang harus dikuasai oleh seorang guru, tidak saja materi yang sesuai dengan bidang tugasnya, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan dan menghubungkan materi-materi pelajaran lainnya, sehingga seorang guru mampu menyajikan materi pelajaran secara utuh kepada muridnya (Harwanto, 2008:46). Fasilitas adalah sarana dan prasarana. Menurut Bafadal (2003: 2) Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. 3. Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Hal ini dikarenakan jumlah subyek penelitian kurang dari 100 siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program studi Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Pemalang Tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 80 siswa. Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Keterangan: Y = variabel terikat (kemampuan mengetik sistem 10 jari buta) a = konstanta

184

b1 = Nilai Koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai Koefisien variabel bebas X2 (Sugiyono, 2007: 275) Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Dari kelima jawaban tersebut masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian terebut tinggi atau tidak. Skor tersebut terdiri dari: 1. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 2. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 3. Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) 4. Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) 5. Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4. Hasil empiris
a Coefficients

Model 1

(Constant) Kompetensi Profesional Guru Fasilitas Belajar

Unstandardized Coefficients B Std. Error 39.880 4.429 .140 .168 .066 .079

Standardized Coefficients Beta .309 .308

t 9.004 2.126 2.119

Sig. .000 .037 .037

Correlations Partial .235 .235

Collinearity Statistics Tolerance VIF .409 .409 2.447 2.447

a. Dependent Variable: Kemampuan mengetik 10 jari buta

5. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan, antara lain: 1. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 2. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 3. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 6. Daftar pustaka Ali, Muhammad. 1984. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung: Angkasa. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. . 1988. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan Diektorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Asman, Jamal Mamur. 2009. 7 Kompetensi Guru Menyenangkan dan profesional. Jogjakarta: Power Book Banguntapan. Bafadal, Ibrahim. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori Dan Aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Silabus Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Depdiknas. Dimyati, dkk. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

185

Dr. (Mrs.) Ihuoma P. Asiabaka. “The Need for Effective Facility Management in Schools in Nigeria”. New York Science Journal. Department of Education Foundations and Administration, Faculty of Education, Imo State University, Owerri, Nigeria. Feryal Cubukcu.” student teachers’ perceptions of teacher competence and their attributions for success and failure in learning”. Faculty of Education, Dokuz eylul University. Ghozali, Ahmad. 2007. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Sinar Baru Algesindo. Hamalik, Oemar. 2008. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara. . 2008. Perencanaa Pengajaran Berdasarkan pendekatan Sistem. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Harwanto. 2008. Memilih Profesi Guru?. Banten: Cerad Insan Cendekia. Mendiknas. 2008. Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejurun (SMK/MAK). Jakarta: Citra Utama Media. Mustaqim. 2008. Psikologi Pendidikan. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Naree Aware Achwarin. “The study of teacher competence of teachers at schools in the three southern provinces of thailand”. Graduate School of Education, Assumption University of Thailand. Poerwadarminta, WJS. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Rianggoro, Krisna. 2001. Marilah Belajar Mengetik. Semarang: Aneka ilmu. Sardiman. 1994. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Setiawan, Iwan dkk. 1994. Pengetahuan Mengetik SMK. Bandung: Armico. Sudarmin, Djanewar. 1999. Mengetik SMK jilid 1 Kelompok Bisnis dan manajemen. Bandung: Armico. Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Sudjana, Nana. 2008. Dasar-dasar Proses Belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Sugiyono. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung :Alfabeta Sularso, dkk. 1984. Mengetik dengan sistem 10 jari. Yogyakarta: Liberty. Suwandi. 2007. Makalah Peranan Mesin Ketik Manual dan Keterampilan Mengetik 10 Jari di Era Komputerisasi. Probolinggo. Uno, Hamzah. 2008. Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi aksara.

186

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL BERBASIS MACROMEDIA FLASH MX DALAM PEMBELAJARAN MATA DIKLAT KEARSIPAN PADA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK N 1 BOYOLALI Nurul Khaqim S. Pd., (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Email : Hakim.ragil31@gmail.com Abstrak Makalah ini berisi tantang salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan pemberiaan stimulus dengan penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa, kinerja guru, aktivitas siswa sebelum menggunakan media pembelajaran dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan. Data yang digunakan adalah data primer, berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan teknik pengambilan data adalah dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. Hasil penelitiannya adalah terdapat perbedaan nilai rata-rata dari siklus I dan nilai rata-rata siklus II. Besarnya peningkatan persentase hasil belajar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 18,06%. Dari analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru meningkat sebesar 8%, dan persentase aktivitas siswa meningkat sebesar 22%. Dari hasil pengisian angket, semua siswa memberikan tanggapan yang sangat positif. Kesimpulannya adalah bahwa terdapat perbedaan hasil belajar mata diklat kearsipan antara sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Hasilnya pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Kinerja guru dan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Tanggapan siswa saat menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx adalah sangat positif. Kata Kunci : Hasil Belajar, Media Visual Berbasis Macromedia Flash MX. 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru administrasi perkantoran di SMK N 1 Boyolali adalah model pembelajaran ekspositori. Sedangkan salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai pada mata diklat kearsipan jurusan administrasi perkantoran adalah mengimplementasikan sistem kearsipan. Pada tahun ajaran sebelumnya, yaitu tahun ajaran 2008/2009. Berdasarkan rincian nilai mata diklat kearsipan pada model pembelajaran ekspositori, terlihat jelas meski nilai siswa sudah mencapai KKM yang ditetapkan, namun sebagian besar hanya mencapai batas minimumnya saja yaitu 70. Dari kenyataan tersebut, perlu adanya suatu inovasi baru pada pembelajaran ekspositori agar nilai siswa dapat meningkat, tidak sebatas mencapai nilai yang ditetapkan pada KKM atau nilai minimumnya saja. Guru dapat membuat siswa merasa tertarik dan termotivasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat. 1.2. Rumusan Masalah 1. Adakah perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali? 2. Bagaimanakah kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali?

187

Belajar Slameto (2003: 2) mendefinisikan belajar sebagai usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.3. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memuat animasi logo. Perbedaan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media pembelajaran dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2. Kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. 2. Model Pembelajaran Ekspositori Model pembelajaran ekspositori atau langsung menurut Nur dalam Widdiharto (2004: 33) menyatakan bahwa model ini dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural (pengetahuan mengenai bagaimana orang melakukan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu) yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx? 1.3. Media Pembelajaran Menurut Sugandi (2006: 30) media pembelajaran adalah alat atau wahana yang digunakan pengajar dalam proses pembelajaran untuk membantu penyampaian pesan pembelajar. pembuatan 188 . 4. 2. Tujuan 1. Pengenalan Cara Pembuatan Media Visual berbasis Macromedia Flash MX Macromedia Flash MX merupakan sebuah program aplikasi standar authoring tool profesional yang dikeluarkan oleh perusahaan internasional Macromedia yang digunakan untuk membuat animasi vektor dan bitmap yang sangat menakjubkan untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. 3. Aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Landasan Teori 2. dkk (2006: 5).5. 2006: 9). 2. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar.3. 2. Media Visual berbasis Macromedia Flash MX Media visual berbasis macromedia flash mx adalah gabungan dari media visual dengan program macromedia flash mx yang mengandalkan indera penglihatan dengan menampilkan animasi gambar atau gambar bergerak. Anni. Pembelajaran Pengertian pembelajaran menurut teori neobehavioristik yaitu upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan supaya terjadi hubungan lingkungan dengan tingkah laku pembelajar (Sugandi.7.2. 2. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.4. 2. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada yang dipelajari oleh pembelajar. Bagaimanakah aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali? 4. maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan konsep. 2.1. game.6. Jika pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep. movie.

2003: 3). 4. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx (ekspositori) dan pembelajaran mata diklat kearsipan pada saat menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. e-card.81724 . banner. 2006: 130). tombol animasi.99942 Std. dan angket. metode tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa baik pembelajaran sebelum maupun sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx pada mata diklat kearsipan standar kompetensi mengimplementasikan sistem kearsipan kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran. screen server. Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired. observasi. Deskripsi Data Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan empat metode penelitian yaitu metode dokumentasi. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama.navigasi pada situs web. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AP 1 yang berjumlah 40 siswa. Tabel Paired Samples Statistics Mean Pair 1 Siklus II Sumber: Data Diolah.16869 4. apakah ada perbedaan hasil belajar mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.075 0 N 40 40 Std. 3. tes. 2. maka penelitian ini disebut penelitian populasi (Arikunto.79048 Tabel Paired Samples Correlations 189 .8. huruf ataupun kombinasi huruf dan nomor sebagai identitas arsip yang terkait. 2010 Siklus I 75. Materi Mengimplementasikan Sistem Kearsipan Sistem Kearsipan Sistem kearsipan adalah cara pengaturan atau penyimpanan arsip secara logis dan sistematis dengan memakai abjad. Metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data nama siswa dan data nilai mata diklat kearsipan tahun sebelumnya. numerik / nomor. dan pembuatan situs web atau pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya (Suciadi. Angket ini digunakan untuk memperoleh informasi data tentang penerapan media pembelajaran visual berbasis macromedia flash mx pada mata diklat kearsipan standar kompetensi mengimplementasikan sistem kearsipan kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Deviation 5. Karena jumlah populasi kurang dari 100.1. 3. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.1.450 0 89. interaktif form isian. Hasil 4. Error Mean . menu interaktif. Analisis t-test (uji-t) Analisis t-test ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah ditentukan.

2. 4.36250E1 8099 15.98673 16.001 Sumber: Data Diolah. 2010 Dari tabel korelasi diperoleh nilai korelasi = 0. Deskriptif Persentase Analisis deskriptif persentase terhadap skor yang diperoleh digunakan untuk mendeskripsikan kinerja guru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.2632 Sikl 254 11.822.N Pair 1 Siklus I & Siklus II 40 Correlati on .12 3 .822 9 00 4 7 us II Sumber: Data Diolah.0 -1. dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. td.05 (batas kesalahan) dan signifikasi 0. persentase kinerja guru dalam 190 . Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. (2D tailed f ) Mean Pair 1 t Sikl . 2010 Hipotesis : Ho : 3 = 0. Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau ( ) = 0. Tabel Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval S of the Difference Std. . Deviatio Error Low n Mean er Upper Si g. Observasi kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.493 dan signifikan pada 5% hal ini berarti rata-rata nilai hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx berhubungan positif dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media . Karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0. Ha : 3 0. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx kurang baik atau sama dibandingkan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.493 Sig. Nilai rata-rata siklus 2 lebih tinggi dibanding nilai rata rata siklus 1. us I – 5.0001 dengan t hitung sebesar -16. maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus adalah .

Selain itu juga karena media visual berbasis macromedia flash mx adalah media baru sehingga siswa lebih tertarik dan menjadi lebih aktif. Dari data tersebut terlihat bahwa siswa memberikan tanggapan sangat positif yang bererti bahwa siswa tertarik dan lebih semangat dalam pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx sehingga nilai hasil belajar siswa dapat meningkat. 30% dalam kategori sangat baik. maka siswa memberikan sikap yang sangat positif dalam penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx. persentase aktivitas siswa termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan data hasil penelitian menggunakan skala likert seperti dalam tabel 4. 5. sehingga guru menjadi lebih semangat dan lebih bervariasi dalam menyajikan materi yang sedang dipelajari. Hasil dari penelitian aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx mempunyai pengaruh positif terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Hal tersebut sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 17) bahwa media pembelajaran adalah media yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan antara guru dan siswa agar tujuan pengajaran tercapai. Terlihat bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx meningkat sebesar 22%. antara lain: 5. Karena penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx merupakan inovasi baru. Jika kinerja guru baik maka tujuan dari pembelajaran akan tercapai dan hasil belajar siswa akan baik. menyatakan bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan.mengelola pembelajaran diklat kearsipan adalah termasuk dalam kategori baik. yaitu hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan 191 . Terdapat Perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Berdasarkan uraian di atas. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hamalik dalam Arsyad (2009: 15). menyatakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mata diklat kearsipan adalah termasuk dalam kategori sangat baik. dapat dilihat bahwa ada peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebesar 22%. serta peningkatan hasil belajar mata diklat kearsipan.7 terlihat bahwa tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali memberikan tanggapan yang sangat positif. Sehingga dari pembelajaran yang lebih aktif dan bervariasi. Dari 40 siswa yang mengisi angket. persentase aktivitas siswa adalah dalam kategori cukup baik. Jika kinerja guru baik maka tujuan dari pembelajaran akan tercapai dan hasil belajar siswa akan baik pula. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sudjana dkk (2009: 2). dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Hal ini dikarenakan mata diklat kearsipan yang diajarkan sebelumnya hanya disampaikan dengan pembelajaran ekspositori. Berdasarkan uraian tersebut dapat dilihat bahwa ada peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebesar 8%. Terlihat bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam kategori baik.

2009.sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx secara signifikan lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Sudjana. Teori Pembelajaran. 2002. Sugandi. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2004. A. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Jakarta: Rineka Cipta. Daftar Pustaka Anni. Media Pembelajaran. karena media tersebut merupakan sebuah media yang baru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sehingga siswa lebih tertarik dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mata diklat kearsipan. 7. 2006. Semarang : UPT Unnes Press. Artinya mereka menganggap penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Widdiharto. Daniel Purnomo. Chatarina Tri . 2003. Media Pengajaran. Semarang: UPT MKK UNNES. Terdapat peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Arsyad. Achmad Rifa’i. 10 – 23 Oktober 2004. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Suharsimi. Pusat Bahasa Depdiknas. Azhar. Andreas. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. 192 . Suciadi. Makalah disajikan dalam Diklat Instruktur / Pengembang Matematika SMP Jenjang Dasar. 8. Rachmadi. Jakarta: Balai Pustaka. Persentase aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Eddy Purwanto. Nana dan Rivai Ahmad. Psikologi Belajar. Persentase kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2006. Menguasai Pembuatan Animasi dengan Macromedia Flash MX. 6. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. karena guru lebih semangat dan lebih dapat menarik perhatian siswa dengan bantuan media visual berbasis macromedia flash mx. Angket tanggapan siswa terhadap penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan mendapat tanggapan yang sangat positif dari siswa. Terdapat peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2006. Model – Model Pembelajaran Matematika SMP. Slameto. Arikunto. PT Elex Media Komputindo : Jakarta. 2009.

Untuk menyelenggarakan kegiatan pembayaran pajak yang baik dan berjalan dengan lancar diperlukan suatu sistem administrasi yang baik juga. Hasil penelitian diketahui bahwa bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. mendahulukan wajib pajak pada pelayanan SPPKB. 3) Untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi permasalahan tersebut. 3) Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengefektifkan lagi sosialisasi di kecamatan di Kendal secara menyeluruh. Administrasi. PENDAHULUAN A. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis diskriptif kualitatif yaitu data tersebut diperoleh. registrasi otorisasi data statis kendaraan. menertibkan wajib pajak dengan memberikan nomer antrean pada oket SPPKB.angka yang dihitung secara statistik sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa 1) prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. Prosedur biasa diterjemahkan sebagai tata cara yang berlaku dalam organisasi. Kedudukannya sangatlah penting sebab sah atau tidaknya perbuatan orang dalam organisasi 193 . Hendaknya UP3AD agar lebih menyederhanakan prosedur yang ada. Validitas STNK dan TNKB dan yang terakhir penyerahan STNK. pelayanan korektor. (2). 2) Permasalahan yang dialami dari dalam yaitu kurang efektifnya sosialisasi dan staf lain yang membayar pajak pada saat jam kerja. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembayaran pajak diperlukan prosedur untuk memaksimalisasi hasil usaha yang sedang dijalankan. penetapan PKB dan SKPD. dianalisa dengan argumen. Pajak Kendaraan Bermotor. Karena sebagian besar pendapatan daerah berasal dari sektor pajak maka kelancaran penyelenggaraan pembangunan pemerintahan daerah dipengaruhi oleh keberhasilan dari hasil penerimaan pajak daerah. hal tersebut untuk membantu kelancaran pembayaran pajak juga sebagai pertimbangan suatu organisasi dalam mengambil keputusan-keputusan penting. Prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kabupaten Kendal dimulai dari pengambilan formulir SPPKB. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD. agar masyarakat mengetahui tentang prosedur adminastrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor Kata kunci : Prosedur.PROSEDUR ADMINISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UP3AD KABUPATEN KENDAL Khusnul Budi Ani Abstrak Pajak daerah yang biasanya dipungut selama ini merupakan sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan disuatu daerah. selain itu juga harus di dukung dengan sistem informasi yang lengkap pula. Pajak daerah yang biasanya dipungut selama ini merupakan sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan disuatu daerah.argumen dan tidak menggunakan angka. 2) Untuk mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi. Latar Belakang. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan : (1). pembayaran PKB. sedangkan permasalahan dari luar adalah kurang tertibnya wajib pajak dan masalah calo. serta untuk calo harus mengikuti prosedur sebagaimana mestinya. wawancara dan dokumentasi. Sebaiknya UP3AD mengefektifkan lagi sosialisasi di kecamatan-kecamatan di daerah kendal secara menyeluruh.

194 . memperhitungkan. 2000:187) Prosedur digunakan perusahaan atau organisasi untuk membantu pelaksanaan kegiatan operasional. Pembayaran membutuhkan waktu kurang dari satu jam. Bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut? LANDASAN TEORI A. Dengan adanya suatu prosedur maka kegiatan yang akan dicapai dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang di inginkan (Moenir. sehingga pelaksanaan sistem administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan lebih tertib. Kaitanya dengan pembayaran pajak adalah prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor diperlukan untuk membantu organisasi dan wajib pajak dalam pelaksanaan pembayaran pajak agar berjalan dengan baik dan lancar. ada juga yang beranggapan bahwa proses pembayaran pajak kendaraan bermotor rumit. PERUMUSAN MASALAH Atas dasar uraian latar belakang di atas maka perumusan masalahnya adalah : 1. 2005:5) Administrasi dalam arti sempit merupakan pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta memudahkan keterangan untuk memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain.sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat wajib pajak. Bagaimana Prosedur administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor pada UP3AD Kabupaten Kendal? 2. Kegiatan administrasi dalam arti sempit sering disebut juga sebagai tata usaha. Karena setiap anggota masyarakat diberi kepercayaan pajak untuk dapat melaksanakan keikutsertaan nasional melalui sistem menghitung. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengambil judul “PROSEDUR ADMININISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UP3AD KABUPATEN KENDAL” B. Pengertian Prosedur Prosedur adalah suatu rangkaian metode yang telah menjadi pola tetap dalam melakukan suatu pekerjaan yang merupakan suatu kebulatan. dan memakan waktu lama sehingga kebanyakan masyarakat menyerahkan pembayarannya kepada makelar pajak atau calo. Kurangnya komunikasi dan sosialisasi mengenai informasi prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor menyebabkan kurangnya minat para wajib pajak untuk membayarkan pajak terutangnya. Informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pengertian Administrasi Menurut (Silalahi. Dari jumlah tersebut 7% orang kebanyakan belum paham mengenai prosedurnya. 2006:105). membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. karena perbedaan latar belakang pendidikan sehingga penyampaian informasi terkadang kurang bisa diterima. B. Dari pengamatan langsung di kantor UP3AD Kabupaten Kendal dan dari daftar pembayar pajak kendaraan bermotor di UP3AD jumlah pembayar atau wajib pajak rata-rata berjumlah 200 orang setiap harinya. Pembayaran pajak merupakan wujud pengabdian dan peran serta masyarakat dalam membantu kelancaran pemerintahan daerah.ditentukan oleh tingkah lakunya berdasarkan prosedur itu. padahal sebenarnya pembayaran akan lebih ekonomis dan efisien apabila masyarakat mau membayarkan pajak terutangnya sendiri serta tidak menyita waktu. Permasalahan apa saja yang dialami dalam proses kegiatan pembayaran pajak kendaraan bermotor? 3. (Gie. terkendali.

195 . Data merupakan sumber tertulis yang sangat penting dalam penyusunan Tugas Akhir. D. Anggota masyarakat Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk dapat melaksanakan kegotongroyongan nasional melalui sistem menghitung. B. memperhitungkan. sederhana dan mudah untuk dipahami oleh anggota masyarakat Wajib Pajak. Bahwa pemungutan pajak merupakan perwujudan dari pengabdian dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan yang diperlukan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. 16 tahun 2000 tentang tata cara perpajakan di Indonesia a. sehingga membantu kita untuk menarik satu kesimpulan dari objek atau fenomena yang diteliti. Objek kajian dalam penelitian ini adalah mengenai prosedur administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor pada UP3AD Kabupaten Kendal. dalam hal ini aparat perpajakan. Sedangkan menurut UU No 18 tahun 1997 Pajak Kendaraan Bermotor adalah pajak atas kepemilikan dan atau penguasaan kendaraan bermotor. permasalahan apa saja yang di hadapi dan cara mengatasi permasalahan tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi. Pajak Kendaraan Bermotor Pajak Kendaraan Bermotor atau disebut (PKB) merupakan pajak yang dipungut atas kepemilikan dan atau penguasaan terhadap kendaraan bermotor (Tarmudji dan Suryarini. Dan Peraturan Pelaksanaannya berdasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor : 75 Tahun 2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor dan pada Peraturan Daerah Povinsi Jawa Tengah No. Dokumentasi dan Wawancara. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dipungut berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan satu tahapan dalam proses penelitian dan sifatnya mutlak untuk dilakukan karena data merupakan fenomena yang diteliti.C. yang menjadi objek penelitian penulis adalah di kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pembardayaan Aset Daerah (UP3AD) di jalan Soekarno Hatta No 101 Kendal. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang (self assessment). tidak termasuk alat-alat besar. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini. Kendaraan bermotor adalah semua kendaraan beroda dua atau lebih beserta gandengannya yang digunakan di jalan umum. Tanggung jawab atas kewajiban pelaksanaan pemungutan pajak sebagai pencerminan kewajiban di bidang perpajakan berada pada anggota masyarakat Wajib Pajak sendiri. 2002:96). C. c. Sumber dan Jenis Data Definisi sumber data menurut (Arikunto.3 tahun 2002 tentang Pajak Kendaraan Bermotor UU No. dan pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan berdasarkan ketentuan yang digariskan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. b. sehingga melalui sistem ini administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan dengan rapi. terkendali. Pemerintah. Objek Kajian Objek kajian adalah objek penelitian yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. 2002:107) adalah subjek darimana data diperoleh. 2009:26). sesuai dengan fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan. METODE PENELITIAN A. dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu kendaraan bermotor yang bersangkutan. Data yang diperoleh dari penelitian dapat memperkuat hasil penelitian dan memudahkan penyusunan Tugas Akhir. pelayanan.

Pelayanan Korektor 1. TNKB : Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. 5. Hasil Penelitian 1. 2002:213). Berikut ini merupakan gambar alur pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kendal : Alur Rangkaian Pembayaran PKB Mulai Formulir SPPKB Penelitiankelengkap an. SKPD : Surat Ketetapan Pajak Daerah. 196 . 3. penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. 4. Metode Analisis Data Dalam penulisan Tugas Akhir ini. tetapi hanya menguraikan dan menggambarkan suatu keadaan berdasarkan data pada waktu tertentu (Arikunto. Metode deskriptif kualitatif adalah suatu metode analisis dimana data itu tidak dianalisis secara sistematis.E. Registrasi Otorisasi Data Statis Kendaraan Order TNBK/STNK Cek fisik Pembayaran PKB Penetapan PKB dan SKPD Keterangan : PKB : Pajak Kendaraan Bermotor SPPKB : Surat Pendaftaran Pembayaran Kendaraan Bermotor. STNK :Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. Tanda tangan Validitas STNK dan TNKB Penyerahan STNK 1. 2. TandaTerima.

b. Kurang efektifnya sosialisasi mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor. 2. validitas STNK/TNKB dan terahir adalah penyerahan STNK. kemudian menuju ke registrasi otorisasi data statis kendaraan dimana tempat untuk order STNK / TNBK dan cek fisik. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. terkendali. Kurang tertibnya wajib pajak pada saat pengambilan formulir SPPKB. c. d. pada saat jatuh tempo masa pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagaimana tertera dalam Notice Pajak/STNK.Berikut merupakan alurnya dimulai dari pengajuan persyaratan untuk memperoleh formulir SPPKB. B. pelayanan korektor. Cara untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kabupaten Kendal : a. Mengefektifkan lagi sosialisasi ke kecamatan. Lebih menertibkan wajib pajak dengan cara memberikan nomer antrean juga pada loket pelayanan SPPKB. pengesahan STNK dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam sejak saat pendaftaran /penyerahan berkas permohonan. memperhitungkan. Berikut merupakan permasalahan yang timbul dari luar adalah : a. uji validitas dan penyerahan STNK. Dan proses kegiatanya dimulai dari penghimpunan data dan kelengkapanya. 197 . lalu menuju ke Penetapan PKB dan SKPD. Permasalahan yang timbul dalam proses kegiatan administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD dan cara mengatasi permasalahan tersebut. koreksi. pembayaran PKB lewat kasir. Pembayaran PKB. sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat wajib pajak. penetapan. Berikut permasalahan dari dalam yang dialami dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu : 1. Staf pelayanan SPPKB sudah seharusnya mendahulukan wajib pajak terlebih dahulu daripada orang dalam karena untuk memaksimalisasi kerja agar berjalan lebih efektif dan efisien. Banyak calo atau makelar yang terkadang sedikit mengganggu kerja para staf pada saat pengambilan formulir SPPKB karena tidak mengantri dahulu. Penentuan besarnya pajak yang terutang sesuai dengan jenis kendaraan dan besarnya SKPD. Sesuai dengan UU No 16 tahun 2000 Karena setiap anggota masyarakat diberi kepercayaan pajak untuk dapat melaksanakan keikutsertaan nasional melalui sistem menghitung. b. 2. Dimana secara umum dapat kami sampaikan bahwa prosedur standar yang dilakukan oleh wajib pajak adalah. Staf lain yang kadang membuat tidak efisienya kerja staf pelayanan SPPKB karena membayar pajak pada saat kerja. sehingga pelaksanaan sistem administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan lebih tertib. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah.kecamatan di daerah Kendal. Tetap mendahulukan wajib pajak dan untuk calo atau makelar pajak seharusnya mengikuti prosedur pembayaran seperti wajib pajak yang semestinya. maka wajib pajak diminta untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor.

Kesimpulan 1.saran sebagai berikut : 1. Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengefektifkan kembali sosialisasi ke kecamatan. kurang tertibnya wajib pajak. Staf lain terkadang membuat tidak efisienya kerja para staf pelayanan SPPKB. agar masyarakat mengetahui tentang prosedur adminastrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Sebaiknya UP3AD untuk lebih mengefektifkan sosialisasi di kecamatan. Saran Dari pembahasan di atas penulis dapat saran. 198 . Permasalahan dari luar banyak calo atau makelar yang terkadang sedikit mengganggu kerja para staf karena tidak mengantri dahulu. 3. Hendaknya UP3AD agar lebih menyederhanakan prosedur yang ada untuk mempemudah dan memperlancar kegiatan administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor.kecamatan di daerah Kendal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah.kecamatan di daerah kendal secara menyeluruh. Lebih menertibkan wajib pajak dengan pemberian nomer antrean pada loket pelayanan SPPKB.SIMPULAN DAN SARAN A. Untuk calo atau makelar pajak seharusnya mengikuti prosedur pembayaran seperti wajib pajak yang semestinya. 2. Staf pelayanan SPPKB sudah seharusnya mendahulukan wajib pajak terlebih dahulu daripada orang dalam karena untuk memaksimalisasi kerja agar berjalan lebih efektif dan efisien. 2. Permasalahan dari dalam yang dihadapi dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu kurang efektifnya sosialisasi mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor sehingga membuat wajib pajak kurang memahami tentang prosedurnya. B.

pada dasanya motivasi dapat memacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka. Dengan adanya pemberian motivasi dari pimpinan diharapkan pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan akan lebih giat dan bersemangat dalam bekerja. karena latar belakang pegawai di Biro SDM dn Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan yang berbeda-bada. Saran yang dapat peneliti sampaikan berdasarkan hasil penelitian adalah diharapkan pimpinan memberikan pelatihan terhadap pegawai. Hal ini akan meningkatkan produktivitas kerja sehingga berpengaruh pada pencapaian tujuan perusahaan. (2) Kendala apa saja yang dihadapi dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ?. Untuk menyediakan fasilitas pimpinan diharapkan aktif untuk mengajukan pengadaan fasilitas yang dianggap penting untuk menunjang suatu pekerjaan. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. upaya yang dilakukan pimpinan dalam memotivasi kerja pegawai yaitu dengan mengadakan rapat pembinaan.PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BIRO SDM DAN UMUM SEKSI PENGELOLAAN ASET PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH Heni Maulidah ABSTRAK Motivasi merupakan serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Motivasi 199 . observasi dan dokumentasi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana upaya yang dilakukan dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ?. sehingga karyawan lain tidak terbebani dengan pekerjaan yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Hal ini tidak terlepas dari peran pimpinan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan sudah cukup baik. Dan sebaiknya perusahaan segera menambahkan karyawan untuk menggantikan posisi pegawai yang dipindah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu analisis dengan memaparkan faktafakta yang diamati dengan diikuti teori-teori yang mendukung. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui upayaupaya yang dilakukan dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Kata Kunci : Peningkatan. sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. pemberian promosi dan pemberian bonus bagi pegawai yang berprestasi.

Organisasi dikelola oleh sumber daya manusia didalamnya. Oleh karena itu.PENDAHULUAN Pada saat ini telah memasuki era global. Karena dengan adanya motivasi maka pegawai akan terdorong untuk melaksanakan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh serta dengan penuh rasa tanggung jawab. Meningkatkan motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam upaya pengembangan pegawai. dimana perusahaan-perusahaan baik yang berorientasi pada keuntungan maupun organisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan bersaing untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. perusahaan harus menjaga hubungan kerja yang baik dengan pegawainya. Salah satu hal yang perlu ditingkatkan perusahaan adalah mengenai motivasi pegawai. Tujuan perusahaan dapat tercapai jika manajemen mampu mengelola dan menggerakan sumber daya manusia secara efektif dan efisien. 200 . dan setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan tugas masingmasing. sehingga pekerjaan yang diberikan akan cepat selesai serta pegawai akan lebih terampil dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dalam suatu perusahaan potensi tenaga kerja merupakan modal yang sangat penting bagi pencapaian keberhasilan serta tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu pegawai juga akan tergerak untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan kualitas kerjanya guna mencapai prestasi yang diharapkan.

2001 : 6). yang dapat mempengaruhi hasil kinerjanya secara positif atau secara negatif. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dimana data dapat diperoleh (Arikunto. 2002: 107) . Motivasi merupakan subyek yang membingungkan. hal ini tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan (Winardi. atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar imbalan moneter. Motivasi ini merupakan subyek yang penting bagi manajer. Jenis Data a. Motivasi bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan produktivitas pegawai. karena motivasi tidak dapat diamati atau diukur secara langsung. Manajer perlu memahami orang-orang berperilaku tertentu agar dapat mempengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan organisasi. Dalam hal ini peneliti (penulis) secara langsung observasi ke obyek penelitian yaitu pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah melalui wawancara. tetapi harus disimpulkan dari perilaku yang tampak ( Handoko. Seseorang yang termotivasi maka seseorang tersebut akan melaksanakan tugasnya sebagai pegawai dimana ia bekerja dengan penuh rasa ta nggu ngjawa b. b.1. Karyawan membutuhkan semangat yang tinggi untuk meningkatkan hasil yang diharapkan. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk menyusun Tugas Akhir ini dengan judul : “PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BIRO SDM DAN UMUM SEKSI PENGELOLAAN ASET PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH” METODE PENELITIAN Sumber dan Jenis Data 1. dan memelihara perilaku manusia. dan imbalan nonmoneter. Dalam melakukan suatu pekerjaan tidak jarang pegawai menemukan kesulitan yang mampu menghambat pencapaian hasil kerja yang maksimal. Pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah untuk menjalankan misi perusahaan maka pegawai harus diberi motivasi kerja yang tinggi agar dapat bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan. Untuk meningkatkan produktifitas yang tinggi perlu adanya motivasi kerja dari para karyawan. Produktivitas pegawai menjadi pusat perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas kerja yang mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi. karena banyak kendalakendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi kerja pegawai. Motivasi juga merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung efektifitas kerja. 1.2. karena manajer harus bekerja dengan dan melalui orang lain. Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan. Tujuan pimpinan adalah memberikan dorongan kepada pegawainya agar bisa bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh organisasi. Sumber data dari penelitian ini adalah dari pimpinan dan pegawai Bagian SDM dan Umum Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Dalam proses pemberian motivasi kerja tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. Data Primer Yaitu data yang diambil langsung dari sumbernya. karena motivasi adalah suatu kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia.2003 : 251). yang dapat dikembangkannya sendiri.Dengan adanya motivasi diharapkan setiap pegawai mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Dan merupakan data yang sudah baku serta dipublikasikan dari data sekunder ini akan diperoleh data penelitian kepustakaan yaitu 201 . Hubungan karyawan yang tertata baik sangat bermanfaat bagi organisasi. Data Sekunder Yaitu data yang diperoleh penulis dari buku-buku literatur yang terkait dengan penulisan Tugas Akhir ini sebagai penunjang dalam penelitian. menyalurkan.

3. Arikunto. Observasi Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara mengadakan observasi ke Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. kebijakan administrasi perusahaan dan hubungan antar pribadi. 2. Suharsimi (2002:236) Metode Analisis Data Untuk mencapai tujuan penelitian sesuai dengan yang diharapkan dalam penyusunan Tugas Akhir ini dan untuk diperoleh suatu kesimpulan maka data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan mengamati mengenai diperlukannya sesuai kriteria halhal yang diperlukan dalam suatu penyajian. Yaitu dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan. sehingga diharapkan tujuan perusahaan dan individu dapat tercapai. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Pemberian motivasi kepada pegawai sangat berpengeruh terhadap produktivitas kerja yang tinggi. kondisi kerja yang nyaman. surat kabar. Diberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi yang dapat melaksanakan penjualan melebihi target yang telah ditetapkan. Sedangkan faktor yang berasal dari dalam diri pegawai yaitu prestasi kerja. b. Latar belakang pegawai yang berbeda-beda sehingga para pegawai memiliki karakter dan 202 . pekerjaan itu sendiri. Pemberian promosi bagi pegawai yang berprestasi. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Data yang sudah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. 2. Kebutuhan dan keinginan tersebut biasanya dipengeruhi oleh beberapa faktor. Untuk meningkatkan motivasi kerja pimpinan harus mengetahui apa yang diinginkan pegawai agar pegawai dapattermotivasi untuk bekerja lebih giat dan mencapai prestasi kerja yang tinggi.metode pengumpulan data dengan cara membaca serta mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan tema penulisan Tugas Akhir ini. 1. karena motivasi merupakan suatu keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melaksanakan aktivitas yang sejalan dengan tujuan. Faktor motivasi yang berasal dari luar yaitu gaji. buku-buku. pengekuan dan taggung jawab terhadap pekerjaan. c. Dokumentasi Adalah data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan data -data yang disediakan oleh instansi. majalah dan sebagainya. adalah pembandingan antara teori dengan hasil penelitian tentang motivasi kerja pegawai pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Kendala-kendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi kerja kepada pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan: a. Wawancara Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pimpinan atau staf kantor pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Diadakannya rapat pembinaan yang dihadiri oleh semua pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan dan biasanya dilakukan 1 minggu sekali oleh pimpinan. Metode pengumpulan data Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan beberapa cara sebagai berikut : 1. Dengan adanya promosi ini pegawai diharapkan dapat bersemangat dan bergairah untuk mencapai prestasi yang diharapkan.

Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. b. Agus. Pegawai memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. 2002. 1991. T dan rosidah. Handoko. 2003. Abdurrahmat. Manajemen Edisi Kedua. Yogyakarta : Graha Ilmu Umar. Organisasi dan Motivasi. Widiatmono. Dharma. . Hani.kemampuan yang berbeda sesuai dengan bidang masing-masing. 1996. Jakarta : PT. Kemampuan perusahaan terbatas dalam menyediakan fasilitas dan insentif untuk memenuhi kebutuhan pegawai. Robins. P. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Sondang. Yogyakarta : BPFE. Daft. Sadili. 2005. Pegawai memiliki semangat kerja yang tinggi dan loyalitas yang tinggi pula terhadap perusahaan. 2006. 2003. Jakarta : PT Raya Grafindo Persada. Jakarta : Ghalia Indah. Manullang. Perilaku Organisasi. Sulistyani. Mangkunegara. Pegawai memiliki kesadaran diri untuk meningkatkan prestasi kerja. Richard L. Hasibua. 2005. Siagian. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. A. A. 1994. 2001. veithzal. Riasto. Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia. . Bumi Aksara. Management. Stephen P. Manajemen Sumber Daya Manusia. 2002. Manajemen Prestasi Kerja. 2003. c. A. Manajeme Sumber Daya Perusahaan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Rajawali Press. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. b. Manfaat motivasi kerja antara lain sebagai berikut : a. Fathoni. Prenhallindo. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Fun gsi-fungsi Manajerial. Anwar Prabu. Yogyakarta : BPFE. Manajemen Personalia. Samsudin. tanpa harus selalu diawasi oleh pimpinan. Jakarta : PT. Jakarta : Salemba Empat. suharsimi. Jakarta : Bumi Aksara. 2004. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung : Pustaka Setia. 203 . 2001. Yogyakarta : BPFE Winardi. Prosedur Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara. 2006. 2001. Rivai. . 1993. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. H. Bandung : Remaja Rosdakarya. Rineka Cipta. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : PT. 3. 1996. Jakarta : Murai Kencana. T. Husein. Melayu. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. 2006.

dan pada kelas XII siswa-siswi tersebut diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat.0. yang nantinya akan terjun langsung di lapangan dengan kemampuan yang telah dibekali dari sekolah sesuai dengan jurusan yang mereka ambil. kiat. sedangkan pada kelas XI materi yang diajarkan merupakan isi dari ilmu kewirausahaan tersebut. Pengambilan data menggunakan teknik observasi. minat. dokumentasi. bakat dan motivasi. Permasalahan yang dikaji adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan seberapa besar faktor tersebut mempengaruhi.FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMK N I PUNGGELAN BANJARNEGARA Ristian Cahyo Saputro Abstrak Prestasi belajar merupakan salah satu ukuran keberhasilan dalam belajar mengajar. Seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi prestasi belajar pada siswa kelas XI di SMK N I Punggelan. Banjarnegara? b. Kata kunci : Faktor internal. yang diajarkan dari kelas X sampai kelas XII. Tinggi rendahnya nilai yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. kuesioner. Banjarnegara? 204 . Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi Ŷ = 43. Bentuk keberhasilan pembelajaran di sekolah dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. menurut Suryana (2006:2). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara Tahun ajaran 2009/2010. dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.1 Latar Belakan Masalah SMK Negeri I Punggelan merupakan salah satu dari sekian banyak SMK Negeri di Kabupaten Banjarnegara yang berusaha mencetak lulusan yang siap kerja dan siap bersaing dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi prestasi belajar. lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.461 + 0. 1. Kewirausahaan merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di SMK N I Punggelan. Materi yang disampaikan pada kelas X merupakan dasar-dasar dari ilmu kewirausahaan. Sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku untuk mengukur keberhasilan pembelajaran yaitu dengan ditetapkannya batas minimum ketuntasan belajar untuk mata pelajaran kewirausahaan yaitu 6. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 113 dengan menggunakan sampel sebanyak 57 siswa. PENDAHULUAN 1.faktor eksternal dan prestasi belajar 1. Sedangkan faktor ekstern adalah lingkungan sekolah. Faktor intern yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu intelegensi. mengetahui seberapa besar faktor intern dan ekstern berpengaruh baik secara parsial maupun secara simultan. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar.2 Rumusan Masalah a. Dengan demikian menunjukan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar siswa dan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa sebesar. karena prestasi belajar menunjukan hasil usaha yang dicapai siswa selama mereka melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah yang pada umumnya ditunjukan dalam bentuk nilai.182 + 0.193 . Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi berganda. Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar Kewirausahaan pada siswa kelas XI di SMK N I Punggelan. Atas dasar ketentuan ini diharapkan siswa dapat mencapai hasil yang optimal.

XI Teknik Mekanik Otomotif (TMO)1. dan XI Teknik Mekanik Otomotif (TMO)2. maka semakin besar kesalahan generalisasi (Sugiyono. 2006:13) kewirausahaan merupakan proses penerapan kreatifitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang dihadapi setiap orang dalam setiap hari. aplikasi. Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. Banjarnegara? 2. Dalam pengambilan sampel untuk penelitian ini diasumsikan 205 . Prestasi belajar siswa dibuktikan dengan ditunjukan melalui nilai atau angka nilai dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap tugas siswa dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya (Tu’u. b. Semakin besar jumlah sampel mendekati populasi. analisis. 2009:49). sintesa dan evaluasi. Sedangkan menurut Suharsimi (2006:134) menyatakan: sampel apabila subyeknya kurang dari 100. METODOLOGI PENELITIAN 3. 2004:75). lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. demikian pula aspek-aspek kejiwaan seperti intelegensi. LANDASAN TEORI Belajar adalah suatu usaha.1. Berdasarkan hal itu. 1991:160). Berdasarkan uraian di atas maka sampel dalam penelitian ini diambil 50% dari tiap kelas. 2005:62). baik fisik. mendayagunakan semua potensi yang dimiliki. Dalam penelitian ini digunakan teknik Simple Random Sampling. 2006: 130). Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan. 3. prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut: a. otak dan anggota tubuh lainnya. mental serta panca indera. jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. minat. motivasi. Perbuatan yang dilakukan secara sungguh-sungguh.1 Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi. dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah. pemahaman. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan. c.2 Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010 yang terbagi dalam tiga kelas dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 113 siswa. Banjarnegara? b Untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N I Punggelan.2005 :57). Prestasi belajar merupakan suatu bukti keberhasilan usaha yang dicapai oleh seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu (Winkel. Zimmerer (1996:51) (dalam Suryana. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupan penelitian populasi. bakat.3 Tujuan a Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N I Punggelan. Kewirausahaan menurut Thomas W. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. Banjarnegara tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 113 orang siswa yang tersebar dalam 3 kelas dari kelas XI Teknik Bodi Otomotif (TBO). dan sebagainya (Dalyono. 3. dengan sistematis.

Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel bebas atau variabel independen: 1.4.2006:225). 3. Bakat d. Intelegensi b.1 Metode Analisis Deskriptif Persentase Metode analisis deskriptif persentase digunakan untuk mengkaji variabel faktor intern. 3. Lingkungan keluarga b.3 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati (Sugiyono. surat kabar. legger. agenda. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: 1) Daftar jumlah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara 2) Nilai rapor mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara 3) Data profil sekolah SMK N I Punggelan banjarnegara.2 Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai berbagai variabel berupa catatan. Minat c.4 Teknik Pengumpulan Data 3.bahwa kemampuan belajar antara siswa laki-laki dan perempuan adalah sama.5. Lingkungan masyarakat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar 3.4. dan sebagainya (Suharsimi. Motivasi 2. 3. Jadi sampel yang diambil tidak membedakan jenis kelamin siswa. buku. Variabel tersebut terdiri dari beberapa indikator yang sangat mendukung dan kemudian indikator tersebut dikembangkan menjadi instrumen (angket). Berikut adalah tabel pengambilan sampel penelitian.1 Metode Kuesioner/angket Metode kuesioner/angket adalah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi. 2005:2). Faktor Ekstern : a. prasasti. Jadi kuesioner adalah pengumpulan informasi dengan cara mengedarkan daftar tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Faktor Intern : a. Lingkungan sekolah c. sehingga responden (siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara) tinggal memilih alternatif jawaban yang sesuai keadaan sebenarnya. 2006:231). transkrip. Sedangkan angket data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup dimana jawabannya sudah tersedia. 206 .5 Metode Analilsis Data 3. notulen rapat. faktor ekstern serta prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan.

459 3. F Change . sebaiknya pihak sekolah diharapkan untuk menambah jumlah buku paket dan buku literature yang ada di sekolah agar siswa mempunyai sumber belajar yang lengkap sehingga dapat memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan oleh guru.609 Sig. Faktor Intern b. saran yang diajukan : 1. lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Faktor Ekstern.2 Saran Ada beberapa saran yang diajukan sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan.000 a. Mengenai guru yang dalam mengajar masih banyak menggunakan metode konvensional.102 1. Secara parsial besarnya pengaruh faktor internal terhadap prestasi belajar siswa adalah 26. minat. PENUTUP 5.000 .193 . bakat. 5. dan lain sebagainya yang membuat siswa lebih aktif dalam dalam proses pembelajaran mengingat materi kewirausahaan yang padat.053 Standardized Coefficients Beta .908 . 207 .825 .9 % dan faktor eksternal yaitu 19.041 . Secara simultan besarnya pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa adalah 46. Predictors: (Constant). sebaiknya guru pada waktu mengajar untuk lebih kreatif dalam menggunakan metode mengajar seperti metode jigsaw. Dependent Variable: Hasil Belajar b Model Summary Change Statistics Model 1 R .682a R Square .5%. Error of the Estimate 2.461 3. maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut : 1.377 t 11. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N 1 Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010 yaitu faktor internal yang terdiri atas intelegensi. Dependent Variable: Hasil Belajar 5. .6%. Mengenai alat/media pembelajaran yang terbatas.908 VIF 1. mind mapin.182 .466 .000 . Besarnya pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N 1 Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010. 2.466 Adjusted R Square . B Error 43.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya.519 .39770 F Change 23.001 Correlations Partial . group investigation.517 df1 2 df2 54 Sig.446 Std.102 a.4. 2. motivasi dan faktor eksternal yang terdiri atas lingkungan keluarga.362 4.441 Collinearity Statistics Tolerance . HASIL PENELITIAN a Coefficients Model 1 (Constant) Faktor Intern Faktor Ekstern Unstandardized Coefficients Std.

2004. Psikologi Pendidikan dan Evaluai Belajar. Jakarta: PT raja Grafindo Persada. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. UPT Unnes Press. 2003.Selain itu juga diharapkan guru untuk memanfaat media yang ada dalam setiap pertemuan dengan optimal guna mendukung kelancaran proses pembelajaran. 2007. Proses Belajar Mengajar. Psikologi Pendidikan. 2005. DAFTAR PUSTAKA Anni. Thursan.Catarina Tri. 2005. Psikologi Belajar. Bandung: Alfabeta. Ahmadi.M. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran dan Fasilitas Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Kendal Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Pedoman Penulisan Skripsi. Kewirausahaan. 2006. Slameto. W. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.S. 2008. _________________ 2006. Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda. 2005. Jakarta: PT Grasindo. Jakarta: Salemba Empat Susanti. Suryana. Winkel. Psikologi Belajar: Jakarta: PT Rineka Cipta. Jakarta: Rineka Cipta. Syaiful Bahri. 2006. Jakarta: Puspa Suara. M. Jakarta: Rineka Cipta. A. Tu’u. Sosiologi Pemdidikan. Belajar Secara Efektif. Sugiyono. 2009. 2007.Suharsimi. 2009. 2010. Tulus. Hamalik. 2003. 208 . Semarang : UPT MKK UNNES Press Ghozali.dkk. Psikologi Belajar. Semarang: UPT Unnes Press. Hakim. Fakultas Ekonomi. Jakarta: Rineka Cipta. Aplikasi Analisis Multi Variat dengan Program SPSS. Statistika Untuk Penelitian. Djamarah. Skripsi. Semarang. Semarang: Universitas Diponegoro. Jakarta: Rineka Cipta. Dalyono. Universitas Negeri Semarang. Oemar. Sardiman. Jakarta: Bumi Aksara. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Abu. 2004. Arikunto. Jakarta: Gramedia. Siti. Imam.

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. 2009:42). KeahlianAdministrasi 1. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa secara parsial thitung variabel keterlibatan orang tua sebesar 3. Minat Siswa Memilih Program Perkantoran.com Abstrak Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu. Karena populasi lebih dari 100 orang maka menggunakan teknik proportional random sampling. Apabila anak telah masuk sekolah.69% dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran sebesar 21. orang tua sebagai anggota tim kerjasama guru-orang tua. orang tua sebagai relawan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan analisis regresi berganda. Email: sleepy_freaky@ymail. Kata Kunci : Keterlibatan Orang Tua. bagaimana pengaruh keterlibatan orang tua dan pengaruh minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Pendahuluan Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dan berasal dari luar diri siswa (ekstern) salah satunya adalah keterlibatan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi-siswi kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 120 siswi.987.572 dimana ttabel 1. Ada tiga hal yang penting apabila orang tua dan pihak sekolah dapat menjalin kerja sama. orang tua adalah mitra kerja yaitu: orang tua sebagai pelajar. koesioner dan dokumentasi. Jurusan Manajemen. variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN MINAT SISWA MEMILIH PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT PRODUKTIF SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL Silfia Rizqi Amalia (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi.448 minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran sebesar 3. orang tua pembuat keputusan. yaitu: konsep diri orang tua dan anak akan 209 .62%. “Seringkali orang tua berpandangan bahwa sekolah adalah satu-satunya lembaga yang mampu mencetak manusia-manusia berkualitas dan berprestasi” (Rushdie dan Nurlaela Isnawati. Sumbangan efektif yang diberikan untuk keterlibatan orang tua sebesar 11. Dengan demikian variabel minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran adalah varibel yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi Belajar. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa thitung > ttabel ini berarti secara parsial variabel keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. dan dari variabel keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara parsial keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi.

perhatian dan akan menumbuhkan sikap positif terhadap mata diklatproduktif administrasi perkantoran. Anak didik yang berminat terhadap sesuatu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati itu dan sama sekali tak menghiraukan sesuatu yang lain. penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: “PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN MINAT SISWA MEMILIH PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLATPRODUKTIF SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL”. Adakah pengaruh keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 210 . Adakah pengaruh minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 3. Sedangkan minat siswa untuk memilih program keahlian administrasi perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal boleh dikatakan tinggi. Adakah pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 2.5% 40 2 XI AP 2 28 70% 12 30% 40 3 XI AP 3 22 55% 18 45% 40 Sumber : Data SMK N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Siswa yang memiliki minat yang tinggi terhadap program keahlian administrasi perkantoran cenderung akan merasa senang.5% siswa belum memenuhi kriteria tuntas. Keadaan yang demikian terjadi juga di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. motivasi belajar anak meningkat.meningkat. Permasalahan Berdasarkan latar belakang tersebut di atas.Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 62. Pemasaran. Dengan adanya minat yang tinggi siswa dapat mencapai prestasi yang lebih baik akan tetapi pada kenyataanya masih ada nilai siswa dibawah standar kelulusan yakni dibawah nilai 70. tetapi juga diimplempentasikan melalui partisipasi aktif dalam suatu kegiatan. Minat merupakan hal yang sangat penting dan sebaiknya jurusan yang dipilih benar-benar sesuai dengan minat siswa. Dari data tersebut diperoleh gambaran mengenai prestasi belajar mata diklat produktif Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi kabupaten Tegal. sebagai berikut: Tabel 1. Adapun hasil prestasi belajar siswa mata diklat produktif.1 Prestasi belajar siswa No Kelas Tuntas % Belum % Jumlah Tuntas 1 XI AP 1 25 62.5% siswa memenuhi kriteria tuntas dan sebanyak 37. karena diharapkan hasil belajar yang dicapai akan lebih baik. dan Administrasi Perkantoran. dan prestasi yang dicapai akan meningkat pula (Soemiarti Padmonodewo. dapat dilihat dari banyaknya jumlah calon siswa yang mendaftar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. minat tidak hanya diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa anak didik lebih menyukai sesuatu dari pada yang lainnya. Sekolah tersebut memiliki tiga Program Keahlian yaitu Akuntansi. 2003:123-124). Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan informasi dari guru mata diklat dan guru BK sendiri untuk keterlibatan orang tua dalam urusan pendidikan anaknya cukup tinggi dan orang tua selalu peduli dan tidak sepenuhnya beranggapan bahwa sekolah adalah satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab memberikan yang terbaik untuk anaknya . Sedangkan salah satu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (intern) adalah minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Atas dasar pemikiran di atas. diolah.5% 15 37. maka dapat dirumuskan permasalahan antara lain sebagai berikut : 1.

Menurut Morrison dalam Soemiarti (2003:124-125) keterlibatan orang tua yaitu :suatu proses di mana orang tua menggunakan segala kemampuan mereka. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang di capai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas serta kegiatan pembelajaran di sekolah. membantu mengumpulkan dana. karena sekolah sering kali menganggap bahwa umumnya orang tua tidak memiliki ketrampilan untuk melaksanakannya. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. yang berkaitan sebagai staf pengajar. yaitu keterlibatan dalam membantu program sekolah. 3. 2. 3) Orientasi pada perkembangan Orientasi ini membantu para orang tua untuk mengembangkan ketrampilan yang berguna bagi mereka sendiri. maka penelitian memiliki tujuan sebagai berikut : 1. seleksi guru dan membantu menentukkan standar tingkah laku yang diharapkan. guna keuntungan mereka sendiri. yaitu : 1) Orientasi pada tugas Orientasi ini paling sering dilakukan oleh pihak sekolah. melakukan monitoring. dan program yang dijalankan anak itu sendiri. sebagai tutor. membantu mengawasi anak apabila anak-anak melakukan kunjungan luar. sekolah. keluarga. sedangkan pendidik anak harus bekerja sama dengan orang tua apabila ingin berhasil. Orientasi proses ini jarang dilaksanakan. memilih buku yang diperlukan untuk sekolah. Bentuk partisipasi para orang tua yang tersebut adalah yang biasanya diharapkan para guru. 2. orang tua membantu anak dalam tugastugas sekolah. anakanaknya. Menurut Morrison dalam Soemiarti (2003:125) tiga kemungkinan keterlibatan orang tua. 2) Orientasi pada proses Partisipasi orang tua didorong untuk mau berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan proses pendidikan. Metodologi 211 . antara lain perencanaan kurikulum. Orang tua. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Bentuk partisipasi lain yang masih termasuk orientasi pada tugas adalah. Bukti Empiris Prestasi belajar menurut Tulus Tu’u (2004:75) adalah : hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Semakin kuat dan dekat hubungan tersebut. semakin besar minat”. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. anak dan program sekolah semuanya merupakan bagian dari suatu proses. guru. tanpa menyuruh. Namun. fokus pada interaksi orang tua/anak/keluarga adalah orang tua. anak-anaknya.Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah. 3. staf administrasi. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Siswa menunjukkan bukti-bukti keberhasilan usaha yang dicapai siswa selama mereka belajar dan biasanya diwujudkan dalam bentuk atau simbol lain yang merupakan pencerminan kemampuan siswa dalam mempelajari suatu pelajaran. Minat menurut Slameto (2003:180) adalah “suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. dan pada waktu bersamaan meningkatkan keterlibat orang tua.

260 3. 3. Jika minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran tinggi maka prestasi belajar siswa akan meningkat. Sangat Tidak Setuju (STS). 2. Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan: Y = variabel terikat (prestasi belajar siswa) a = konstanta b1 = Nilai Koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai Koefisien Variabel bebas X2 (Sugiyono.173 Collinearity Statistics Tolerance VIF 5. Dari kelima jawaban tersebut masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian terebut tinggi atau tidak.032 .000 . Jika keterlibatan orang tua baik dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran tinggi maka prestasi belajar siswa akan meningkat. Error . 2008: 275) Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS).339 Coefficients Beta t 10. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 7. Setuju (S). Kurang Setuju (KS). Jika keterlibatan orang tua baik maka prestasi belajar siswa akan meningkat. 212 . Sedangkan penelitian ini menggunaka teknik sampling yang digunakan yaitu proportional random sampling. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 8.387 .852 1. .009 . Dependent Variable: Y B 4. Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4.001 . Ada pengaruh keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.033 Std.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahun ajaran 2009/2010. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang ada di bab IV maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Tidak Setuju (TS). Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) 10.173 1.327 .009 . Hasil Empiris Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 a. Ada pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.428 . Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) 9.001 . Skor tersebut terdiri dari: 6. Ada pengaruh minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.852 .572 Sig.448 3.

2004. Minat Memilih Program Studi dengan Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Pilihan. Pendidikan Anak Prasekolah. 2009. Gie. Kiat Belajar di Perguruan Tinggi. Rachman. Tu’u.6. Imam. Asdi Mahasatya. Muhammad. Strategi Penelitian. Skripsi. Psikologi Pendidikan. Ghozali. 2003. number 8. Olatoye. Sugiyono. Jakarta: BP. 2003. 2008. Jakarta: PT. Tulus. Volume 4. Cipta. 2003. Journal of education research. Chatharina Tri. Bandung: Alfabeta. Nigeria “. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Grasindo. Yahaya azizi. 2003. 1993. 2008. Jakarta: Rineka Cipta. Nigeria: Olab isi Onabanjo University. Ginting. Rineka Cipta. 2 Agustus 2003 halaman 106-111. Yogyakarta: Tiara Wacana. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Sappe. Djaali. Jogjakarta:Garailmu. Psikologi Pendidikan.” Parental involvement. 2006. 213 . Cipta Jaya. Semarang: Unnes. University Technology Malaysia. motivation. Jurnal Edukasi Volume 4 No. 2009. Psikologi Belajar. 2006. Djamarah. 2007. Dalam journal college teaching methods & styles journal. The Liang. Yogyakarta: Liberty. 1995. Slameto. Relationship between self concepts. Daftar Pustaka Abror. Soemiarti. interest in schooling and science achievement of junior secondary school student in ogun state. Anni. 2009. Jakarta: Grasindo. Nordin Kamaliah. Abd. Kualitatif dan R&D. Semarang: Unnes. and parenting styles effected student achievement. Nurlaela Isnawati. Ali. 2005. Syaiful Bahri. Cara Belajar Yang Efisien. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Psikologi Belajar. Arikunto. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Suharsimi. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Patmonodewo. Jakarta: Bumi Aksara. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Membuat Anak Anda Jadi Murid Berprestasi. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Kelas III SMA N I Wonogiri dalam Memilih Perguruan Tinggi. 2008. 2008. R. Witami. 2006. Aziz. Depdikbud. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.A. Rushdie. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT.

002 < 0. 22. Wiraswasta 8. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket) dan dokumentasi. mata pelajaran produktif diberikan untuk menambah keterampilan siswa dan ditunjang fasilitas belajar untuk memperlancar dalam kegiatan belajar. Fakultas Ekonomi.701X2 + 0.000 < 0.034 < 0.Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda. Diperoleh persamaan regresi linier berganda Y= 1.05 yang berarti secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda.207 + 0.Pd. didapat sebanyak 50% bekerja.448 dengan nilai signifikansi antara 0.05 hal ini berari ada pengaruh secara signifikan antara X3 terhadap Y.1 Latar Belakang Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada hakekatnya adalah mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga kerja tingkat menengah.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X1 terhadap Y. Hasil uji parsial diperoleh t hitung = 3. thitung = 4. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran dengan jumlah siswa 41 orang. Dilihat dari pola hubungan antara organisasi bisnis dan lembaga pendidikan. lembaga pendidikan merupakan pihak yang bertanggung jawab menciptakan dan menyuplai tenaga kerja bagi industri. S. Dari data penelusuran kelulusan tahun 2008/2009 ada keterkaitan dengan kesiapan kerja mengenai seberapa banyak lulusan dari SMK yang diserap di dunia usaha/dunia industri. thitung = 2. 2008: 20). Fasilitas dan Kesiapan Kerja.4% masih dalam menunggu. Kata Kunci: Pendidikan Sistem Ganda. penelitian ini disebut penelitian populasi.105X 1 + 0.2% melanjutkan ke perguruan tinggi. Email : susan_chement@yahoo.305 dengan nilai signifikansi 0. Pendahuluan 1. Universitas Negeri Semarang. Belajar 1. Dari data penelusuran kelulusan tersebut memberikan gambaran bagaimana tingkat kesiapan kerja siswa pada tahun sebelumnya.877 dengan nilai signifikansi = 0. Fasilitas Belajar (X3) serta variabel terikat yaitu Kesiapan Kerja (Y). Uji keberartian persamaan regresi dengan uji F diperoleh F hitung = 15. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja. Untuk mencapai tujuan tersebut SMK N 1 Kendal bekerjasama dengan institusi pasangan mengadakan program pendidikan sistem ganda. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pendidikan sistem ganda (X1). Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran dan Fasilitas Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010 Oleh : Siti Susanti. karena itu lembaga pendidikan dituntut memberikan sumber daya manusia yang sesuai permintaan dan kebutuhan industri (Rimsky.201 dengan nilai signifikansi antara 0.4% dan 19.093X3. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi persentase dan regresi linier berganda. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran (X2). Jurusan Manajemen. Berdasarkan penulusuran lulusan SMK N 1 Kendal belum seluruhnya memasuki dunia kerja terlihat dari data yang diperoleh kelulusan SMK N 1 Kendal prodi administrasi perkantoran tahun 2008/2009. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010 baik secara parsial maupun simultan.com.000 < 0. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara pendidikan sistem ganda. Sarjana Pendidikan.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X2 terhadap Y. Dapat diketahui belum semua lulusan SMK N 1 Kendal setelah lulus mempunyai 214 .

Ingin mengetahui pengaruh pendidikan sistem ganda.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. terarah untuk mencapai penguasaan kemampuan keahlian tertentu. c. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 2. 1996: 16) mengulas pengertian pendidikan sistem ganda. keterampilan. Adakah pengaruh pendidikan sistem ganda. d. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan professional. Menurut Soewani dan Sulaiman (dalam wena. Ingin mengetahui pengaruh pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 2. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan. Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siwa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N I Kendal Kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 7. Ingin mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 4. b.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah.1 Pendidikan Sistem Ganda Menurut pakpahan (dalam wena.kesiapan kerja yang sama untuk memasuki dunia kerja. Perbedaan kesiapan siswa itu berasal dari berbagai faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja. 1. Memperoleh link and mach antara sekolah dengan dunia kerja. 1996: 76) tujuan penyelenggaraan pendidikan sistem ganda adalah: a. meskipun dalam satu program studi dan memperoleh perlakuan yang sama di sekolah tersebut. Ingin mengetahui pengaruh penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 3. maka penelitian memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Landasan Teori 2. Adakah pengaruh penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 6. sebagai berikut: Sistem ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan kejuruan yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung pada bidang pekerjaan yang relevan. Adakah pengaruh pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 5. 215 . dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N I Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 1. maka dapat dirumuskan permasalahan antara lain sebagai berikut : 4.

Mengelola sistem kearsipan l. Mengelola peralatan kantor g. berarti bekerja. Mengoperasikan aplikasi perangkat lunak f. Jadi. ruang penunjang. Menurut Kurikulum SMK. Membuat dokumen i. Melakukan prosedur administrasi h.3 Fasilitas Belajar Fasilitas adalah sarana dan prasarana. Mengelola pertemuan rapat m. dapat disimpulkan bahwa fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memperlancar kegiatan. Mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi c. Menerapkan keselamatan. Kematangan jasmani dan rohani adalah perlu untuk memperoleh manfaat dari pengalaman. Memberikan pelayanan kepada pelanggan j.4 Kesiapan Kerja Kesiapan adalah seluruh kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi (Slameto. dan ruang pembelajaran khusus. 2. Surat menyurat bahasa inggris. Menurut Djaali (2009: 113) bekerja mengandung arti melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya. Menerapkan prinsip-prinsip kerjasama dengan kolega dan pelanggan d. Mengaplikasikan administrasi perkantoran di tempat kerja p.2. Menurut Slameto (2003: 115) prinsip-prinsip kesiapan adalah: 1. 2. 2.2 Penguasaan Mata Pelajaran produktif Administrasi perkantoran Menurut Wena (1996: 31) Komponen produktif yaitu bekal kemampuan keahlian tertentu untuk bekal bekerja. Menurut May Smith dalam Panji (2006:12) tujuan dari kerja adalah untuk hidup. 3. Memahami prinsip–prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran b. Pengalamanpengalaman mempunyai pengaruh yang positif terhadap kesiapan. Menangani surat/dokumen surat k. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesiapan kerja berarti seluruh kondisi seseorang yang siap memberikan respon terhadap tugas yang dikerjakan untuk menghasilkan buah karya. Untuk Sekolah menengah Kejuruan fasilitas belajar yang sesuai dengan standar Mendiknas mengenai standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan sekurang-kurangnya memiliki prasarana yang dikelompokkan dalam ruang pembelajaran umum. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Ruang lingkup mata pelajaran produktif administrasi perkantoran kelas X sampai kelas XI meliputi: a. 2003: 113). Program produktif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membekali peseta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI). Menurut Bafadal (2003: 2) Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan. kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH) e. 216 . dengan demikian mereka yang menukarkan kegiatan fisik atau kegiatan otak dengan sarana kebutuhan untuk hidup. Mengelola data/informasi di tempat kerja o. Mengelola dana kas kecil n. Semua aspek perkembangan berinteraksi (saling pengaruh mempengaruhi).

Setuju (S) skor 4. 217 . karena adanya variabel bebas. Kurang Setuju (KS) skor 3. 3. indikatornya: a. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif (X2) dan Fasilitas Belajar (X3) terhadap Kesiapan Kerja Siswa (Y) Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Keterangan: Y = Variabel terikat (kesiapan kerja siswa) a = Konstanta b1 = Nilai koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai koefisien variabel bebas X2 b3 = Nilai koefisien variabel bebas X3 (Sugiyono. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran (X2). pengetahuan. 2007: 275). 2008: 39). 3. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono. indikatornya: a. Metodologi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian populasi secara keseluruhan berjumlah 41 orang Siswa Kelas XI prodi administrasi perkantoran. Pengumpulan data yang digunakan menggunakan data primer yaitu menggunakan metode dekomentasi dan metode angket yang diberikan langsung kepada siswa sebagai responden. Kebutuhan-kebutuhan. dan pengertian yang lain yang telah dipelajari. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: 1. Kondisi fisik. Fasilitas belajar (X3). Prasarana Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. Kecermatan siswa dalam menguasai suatu keterampilan b. Sangat Tidak Setuju (STS) skor 1. Keterampilan. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari empat variabel yaitu tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Indikatornya meliputi : b. motif dan tujuan d. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kesiapan kerja siswa yaitu kesiapan untuk menghadapi dunia kerja. mental dan emosional c. menggunakan skala likert dengan 5 alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS) skor 5.4. Kuantitas dan kualitas hasil kerja siswa d. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Tidak Setuju (TS) skor 2. Sarana b. Pendidikan sistem ganda (X1). Kesiapan dasar untuk kegiatan tertentu terbentuk dalam peride tertentu selama masa pembentukan dalam masa perkembangan. Tingkat alih belajar e. Personalia g. Kecepatan unjuk kerja siswa dalam mengerjakan suatu tugas c. indikatornya: Nilai ulangan semester rata-rata mata pelajaran produktif administrasi perkantoran program keahlian administrasi perkantoran kelas XI dari semester 1 sampai 3. Sumber belajar yang dipakai 2. yaitu Pendidikan Sistem ganda (X1). Waktu f.

607 .102 3.477 . 2.002 .207 + 0. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja.920 . Hasil dan Pembahasan a Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 X3 Unstandardized Coefficients B Std.023 1. Pihak sekolahpun hendaknya dalam menggunakan sumber belajar yang dipakai harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu 218 .977 .105X1 + 0. Sehingga ketidaksesuaianpun tidak terjadi lagi.105 . Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja. Pada saat pelaksanaan pendidikan sistem ganda sebagian kecil siswa mengeluhkan bahwa apa yang mereka kerjakan belum sesuai dengan keterampilannya. 3. untuk itu diharapkan sebelum pelaksanaan praktek dilaksanakan dari pihak DU/DI ada keterbukaan tentang tugas apa yang akan dilaksanakan selama siswa praktik. 4. . 5. Penutup 5.935 .070 1. Dari hasil penelitian dapat diketahui masih terdapat kekurangan fasilitas belajar berupa ruang pembelajaran khusus. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja.207 = Konstanta X1 = Pendidikan Sistem Ganda X2 = Penguasaan Mata Pelajaran Produktif AP X3 = Fasilitas Belajar 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja.879 .093 . Dependent Variable: Y Berdasarkan perhitungan analisis regresi linier yang dilakukan melalui analisis statistik dengan menggunakan program SPSS versi 12 maka diperoleh persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 1.483 . 2.305 4.500 . Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda.158 .042 Standardized Coefficients Beta . antara lain: 1.239 Collinearity Statistics Tolerance VIF .590 .948 1.2 Saran Ada beberapa saran yang diajukan sehubungan dengan pengaruh pendidikan sistem ganda.454 . oleh karena itu sekolah diharapkan dapat menyediakan ruang pembelajaran khusus yang sesuai dengan standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan sehingga siswa sudah terbiasa untuk mengoperasikan peralatan-peralatan kantor yang telah terstandar. Error 1.201 Sig.340 Part .207 11.359 .000 .701X2 + 0.4.701 .448 2.032 .246 t .385 Correlations Partial .363 .054 a. saran yang dapat diajukan 1.034 Zero-order .093X3 Keterangan: Y = Kesiapan Kerja 1.

Jakarta: Rineka Cipta. Ibrahim. Meda. Psikologi pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Bandung: Tarsito. Kendal: SMK press. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Kurikulum SMK N 1 Kendal. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Rimsky K. 2006. Slameto. Judisseno. Pandji. 2008. 2009. Arikunto. Suharsimi. DAFTAR PUSTAKA Anoraga. 2009. Ihsan. Imam.pengetahuan misalnya menggunakan buku-buku terbitan baru dan penggunaan akses internet yang ada di sekolah lebih dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. 2007. 2006. Kualitatif dan R&D. Mendiknas. Wena. Bafadal. 2004. Jakarta: Bumi Aksara. Psikologi Kerja. Jakarta: Bumi Aksara. Sugiyono. 219 . Jadilah Pribadi Yang Kompeten di Tempat Kerja. . Metodologi Penelitian Kuantitatif. 2003. 2008. 2009. Semarang: Badan penerbit Universitas Diponegoro. Bandung: Alfabeta. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Rineka Cipta. Fuad. Depdiknas. Pendidikan Sistem Ganda. Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejurun (SMK/MAK). Jakarta: Citra Utama Media. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori Dan Aplikasinya. 2008. Ghozali. 1997. Bandung: Alfabeta. Djaali. Dasar-Dasar Kependidikan. Statistika untuk Penelitian. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1996.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful