PROCEEDING

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

“ Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi “

Vol. 1

No. 01

2010

ISSN 2087-2917

0

KATA PENGANTAR Seminar Nasional dan Call for Paper ini diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kegiatan ini bertujuan strategis memberi kontribusi dalam pengembangan Administrasi Perkantoran, baik dari sisi keilmuan maupun praktis, yang didasarkan pada perkembangan terkini yang terjadi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk bertukar pikiran dalam mengembangkan Administrasi Perkantoran yang professional. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 200 orang yang berasal dari para akademisi dan praktisi di bidang Administrasi Perkantoran dari berbagai institusi seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Malang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Brawijaya dan Universitas Merdeka Malang, serta beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Propinsi Jawa Tengah yang memiliki program studi/ jurusan Administrasi Perkantoran. Beragam topik, baik hasil riset empiris, studi literatur atau konsep praktis, dirangkum dalam sebuah tema besar “Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi”. Kami berharap, bahwasanya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan dukungan bagi pengembangan program keahlian Administrasi Perkantoran, baik pada institusi bisnis, nirlaba maupun pendidikan. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor Univeristas Negeri Semarang dan seluruh jajarannya, pihak sponsor (Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BPD Jawa Tengah, Harian Suara Merdeka, CV. Hamparan Karya) serta seluruh peserta dan pemakalah yang mendukung kesuksesan kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia yang terlibat, juga tim Reviewer dan Editor, yang tanpanya, tujuan diadakannya kegiatan ini, tidak akan tercapai. Semarang, 16 Oktober 2010 Sri Wartini, S.E.,M.M. Ketua Panitia

1

PROCEEDINGS

Seminar Nasional dan Call for Paper “Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi”

Reviewer: Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. Dr. Kardoyo, M.Pd. Dra. Murwatiningsih, MM Drs. Martono, M.Si. Dra. Nanik Suryani, M.Pd. Editor Kepala: Arief Yulianto, SE,MM Editor Pembantu: Andhi Wijayanto, SE, MM Desti Ranihusna, SE, MM Moh. Khoiruddin, SE, MM Nury Ariani, SE, M.Sc. Vitradesie Noekent, SE, MM

2

DAFTAR ISI Kata Pengantar Dewan Redaksi Administrasi Perkantoran Dalam Perspektif Modern (Ade Rustiana) Pengarsipan Digital Pada Instansi Pemerintah :Sebuah Langkah Menuju Manajemen Perkantoran Modern (Vitradesie Noekent) Pengaturan Tata Ruang Kantor Pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus (Wiwin Anugrahati) Memodernisasi Sistem Perkantoran Melalui Peran Teknologi Informasi (Wahyono) Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII B SMPN 1 Tersono Kabupaten Batang (Yulia Ratnaningsih) Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Mengelola Kearsipan Pada Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Smk Taman Siswa Kudus (Nova Chotibul Umam) Model Manajemen Kearsipan Sebagai Upaya Unnes Meraih Sertifikat ISO 9001: 2008 (Agung Kuswantoro) Pengaruh Catatan Siswa Terhadap Ingatan Siswa dalam Mata Pelajaran Ekonomi, Kelas X, SMA Negeri 1 Boja Kendal (Fridolin Palupi Sri Kurniawati) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Teknologi Informasi Komunikasi pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran (Rizal Fadilla Septian) dan

Komparatif Pembelajaran Mengetik Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audio Visual Program Macromedia Flash pada Siswa Kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang (Sri Sukariyah) Komparasi Pembelajaran Stenografi Dasar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audiovisual „filmstrip‟ pada Siswa Kelas XI AP di SMK Widya Praja Ungaran (Wardah Rizqi Tourviana) Informatics-Based HR Quality Improvement in Dealing with Globalization and Industrial Era Challenges (Sri Wartini, SE, MM) Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran (Widya Latif Kartika) Pengaruh Strategi Guru Mengajar dan Strategi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Ips) Terpadu Kelas Vii di Smp Negeri 5 Ungaran (Winarti) Pengaruh Motivasi Belajar, Lingkungan Keluarga dan Strategi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan Siswa Kelas Xi Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Taman Siswa Kudus (Rita Trisna Deasyanti) Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang (Sischa Apriliyanti)

3

Upaya Peningkatan Kualitas Sekretaris Dalam Manajemen Perkantoran Pada Badan Kesatuan Bangsa. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang (Sri Haryati) Manajemen Administrasi Informasi Pertanian Berbasis IT di Provinsi Jawa Tengah (Sucihatiningsih DWP dan Himawan Arif S) Kompetensi Profesional Guru dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang (Nur Aeni Yuniarsih) Perbandingan Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Visual Berbasis Macromedia Flash Mx dalam Pembelajaran Mata Diklat Kearsipan pada Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Smk N 1 Boyolali (Nurul Khaqim) Prosedur Administrasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor pada Up3ad Kabupaten Kendal (Khusnul Budi Ani) Peningkatan Motivasi Kerja Pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah (Heni Maulidah) Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas XI Smk N I Punggelan Banjarnegara (Ristian Cahyo Saputro) Pengaruh Keterlibatan Orang Tua dan Minat Siswa Memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap Prestasi Belajar Mata Diklat Produktif Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran Smk Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal (Silfia Rizqi Amalia) Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda. Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang (Indah Fitria Rahayuningrum) Prosedur Administrasi Peralatan Kantor pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah (Rodhiana Dewi Nugrah Apriliana) Desain Implementasi TIK dalam Administrasi Perkantoran (Arief Yulianto) Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII Smp Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes (Dede Atikah) Pengaruh Cara Belajar. Politik. Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi terhadap Prestasi Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010 (Erni Dwijayanti) Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran Smk Negeri 1 Boyolali (Laela Nur Farida) Upaya Pengembangan Kompetensi Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran Dan Fasilitas Belajar terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran XI SMK N 1 Kendal Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010 (Siti Susanti) 4 .

Administrasi Perkantoran dalam perspektif modern Oleh: Ade Rustiana* Abstrak Perkembangan ilmu administrasi perkantoran tidak dapat dihindari dari tuntutan moderenisasi/ globalisasi . 2) Interaksi baik berhubungan dengan arus pekerjaan maupun arus informasi. 2) bersifat fungsionalistik: administrasi perkantoran meliputi : menghimpun dan merekam data intern dan ekstern organisasi. Urwick. menaruh perhatian besar. 3) Bersifat Teknis. Jasinki mengemukakan bahwa “suatu perubahan dalam produksi atau teknologi mempengaruhi hubungan-hubungan organisatoris”. 4) bersifat Partisipatif. Sebagai buktinya bahwa dalam ilmu administrasi perkantoran terjadi perubahan paradigma yaitu dari paradigma lama menjadi paradigma baru dengan tanpa meninggalkan esensi-esensi yang ada di paradigma sebelumnya (lama) yaitu paradigma administrasi perkantoran konvesional yaitu bahwa : 1) bersifat Tayloristik. i Frank J. namun dalam parakteknya tuntutan tidak semua dapat dijalankan dalam semua aspek lebih-lebih dalam administrasi perkantoran. Pakar perilaku manusia menganggap penting arti teknologi seperti (a) Farrow. (c) Walker. menunjukan sinyalemennya bahwa perubahan organisasi garis kepada organisasi garis dan staf disebabkan oleh dampak teknologi. 5 . perubahan. walaupun mungkin caranya berbeda-beda. Manajemen memodifikasikan organisasi perkantoran agar dapat menetapkan dan memformalkan hubungan-hubungan yang diminta oleh teknologi informasi. Pandangan para ahli Manajemen terhadap pengaruh teknologi: Tidak banyak menaruh minat terhadap faktor teknologi (Fayol. 4) Setiap orang dalam organisasi perkantoran memiliki tujuan individu. hal itu seperti dikemukakan oleh Kuhn bahwa setiap disiplin ilmu mengalami “pasang surut. menganalisis data. menyajikan informasi. Manajemen mempertahankan baik organisasi perkantoran yang ada maupun teknologi informasi yang tersedia namun pendekatan itu dibarengi oleh kegiatan untuk memperkenalkan mekanisme agar dapat mengurangi ketaksesuaian dan konflik diantara organisasi dan teknologi informasi tersebut. (b) Dubin. Manajemen memodifikasikan teknologi informasi agar dapat menyesuaikan diri dengan organisasi perkantoran yang telah ada dan telah berjalan. 2. 4) bersifat sekunder sedangkan Paradigma baru administrasi perkantoran struktural yaitu : 1) bersifat Druckeristik. Brech. Ada lima fakta yang jamak terdapat dan berlangsung dalam organisasi perkantoran yaitu: Setiap organisasi perkantoran pasti mencakup SDM baik disebabkan oleh struktur formal atau informal. 2) bersifat klerikalistik. 3. pelengkap bukan berarti keberfungsiannya berkurang atau sewaktu-waktu dapat dihilangkan tetapi pelengkap yang dimaksud sebagai sistem yang tidak dapat dipisah satu dengan lainnya. 5) pencapaian tujuan secara bersama. 3) hubungan timbal balik baik dalam organisasi intern ataupun ekstern. 3) bersifat manajerial. kedua bahwa administrasi perkantoran adalah pelengkap dalam sistem administrasi perkantoran untuk pencapaian tujuan organisasi. Alternatif pendekatan untuk menghadapi masalah konflik antara kebutuhan teknologi dan kebutuhan organisasi seperti: 1. mengatakan bahwa suatu pandangan organisasi sebagai system teknologi memberikan kepada organisasi itu dasar yang lebih baik untuk pemahaman dan perbandingan. Hal ini disebabkan dua hal. dan perkembangan terus menerus”. Sehingga dari dua hal tersebut dapat dimaknai bahwa administrasi perkantoran ada yang dapat berkembang secara terus menerus tetapi ada pula yang harus mengikuti pola sebelumnya. dan merawat aktiva. dan Drukcker).yaitu pertama bahwa administrasi perkantoran adalah sistem pelayanan dalam sebuah organisasi perkantoran baik itu dalam organisasi yang berorientasi pada profit maupun pada organisasi nirlaba karena ini merupakan sistem dalam pelayanan tentu ada aspek-aspek administrasi perkantoran yang dapat disentuh oleh modernisasi tetapi ada hal lain yang harus dengan manual .

Kemajuan sering diartikan sebagai cikal bakal dari segala perubahan yang diakibatkan karena tuntutan perkembangan yang semakin meneuntut. perubahan. khususnya dalam ilmu organisasi yang melahirkan teori struktur yang antisipatif untuk terjadi proses pencapaian tujuan. Pada paradigma yang berlaku dimana organisasi dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang normal dengan berbagai teori yang dikembagkannnya. semua persoalan dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan bersangkutan secara relevan. Pembangunan dan Pendidikan. Kita menyadari perkembangan dan kemajuan zaman adalah tuntutan ilmu pengetahuan untuk dapat mengimbanginya namun perlu pula disadari bahwa dalam perkembangan administrasi diamati dari waktu ke waktu dalam paradigma ontologi administrasi melalui metodologi ilmu. Dalam perkembangan. dan perkembangan terus menerus”. Kuhn dengan judul the structure of scientific Revolution dalam Faried Ali berpendapat bahwa setiap disiplin ilmu mengalami “pasang surut. Era kemajuan identik dengan era Globalisasi yaitu bahwa semua orang memandang diera global sudah tidak trend lagi kalau berbicara ilmu pengetahuan modern masih membicarakan hal-hal yang tidak mengikuti perkembangan dan sangat ironis pada saat bicara global (kemajuan) di satu sisi masih ada yang berbicara tradisional (ilmu yang sudah jauh ketinggalan). Namun jika suatu ketika ilmu pengetahuan bersangkutan tidak lagi dapat memecahkan masalah yang dihadapkan padanya. dengan aliran pemikiran kausalitas (atau yang disebut filsafat determinisme). berlari tak ada ujung tujuan hingga semua orang hampir bahkan lupa dengan masa lalunya lebih-lebih pada masa sebelum hidupnya. Dan kalau masa krisis berlanjut. persoalan yang muncul dalam sebuah organisasi tidak bisa kita melihat. pengamatan yang berlainan tersebut melahirkan pendekatan paradigmatik dimana pendekatan yang melihat dan mengkaji fokus dan lokus dari hal yang akan dikaji.Pendahuluan Peradaban kemajuan zaman tak terasa begitu cepat bagaikan kilat. Pertanyaan sederhana muncul mengapa? dan apa penyebabnya? Jawab sederhana hanya satu kata “Kemajuan”. dimana terjadi apa yang diistilahkan oleh Kuhn sebagai anomali. Pemikiran paradigmatik ini melahirkan pertanyaan: Bagaimana ilmu administrasi Perkantoran dari pendekatan ini? Tentunya hal ini terkait dengan aspek ontologis sebagai sisi yang harus dipahami secara filsafat. Disinilah terjadi krisis yaang mendobrak terjadinya revolusi ilmu. 6 . teori ini ternyata tidak lagi dapat menjawab persoalan-persoalan yang timbul dalam keorganisasian. Perkembangan inilah pada semua aspek ilmu pengetahuan tak dapat dihalangi lagi termasuk pada aspek Administrasi Perkantoran. Pasang surut itu digambarkan bahwa: Paradigma pertama mengembangkan sesuatu ilmu pengetahuan secara normal. Berbicara Ilmu Administrasi Perkantoran tidak terlepas dari sistem yang ada pada sebuah organisasi lebih-lebih pada Dunia Pendidikan. akibat selanjutnya akan terjadi masa krisis. Teori organisasi ini secara normal dapat menjawab permasalahan yang timbul dalam kehidupan organisasi bagaimanapun bentuknya apalagi dalam organisasi negara. seperti persoalan otonom dalam kerangka organisasi negara sehingga seakan terjadi anomali sebagaimana dikemukakan oleh Amien dalam kemandirian Lokal Perspektif Sains Baru terhadap Organisasi. Fokus bisa saja sama tetapi lokuslah yang membedakan satu disiplin dengan displin lainnya. objek filsafat administrasi akan terlihat berlainan. memahami dan menganalisis hanya pada satu aspek saja lebih-lebih pada Dunia Pendidikan kita harus melihat sebagai sistem yang tak terpisahkan. akan mendobrak terjadinya revolusi berpikir yang dapat melahirkan Paradigma kedua atau berikutnya dan akan begitu seterusnya setiap ilmu pengetahuan seiring dengan pemikiran filsafat para pemikir. yaitu organisasi bekerja berdasarkan perilaku manusia yang membentuk kerjasama yang memiliki wadah atau tempat dengan segala fasilitas yang harus dimilikinya dengan etika dan segala ketentuan yang pada akibatnya melahirkan struktur yang baku. Hal Inilah yang membuat penulis untuk mengungkapkan sepercik pemikiran lewat call paper ini. Pemikiran paradigmatik ini dapat di contohkan pada pemikiran filsafat tentang organisasi (dalam hal perkantoran).

3) Bersifat Teknis: manajemen Perkantoran hanya berhubungan dengan keputusan-keputusan operatif. setelah muncul aliran pemikiran yang mengembangkan pemikiran prinsip-prinsip administrasi secara universal. Perkembangan menuntut sebagai konsekuensi keterbukaan pengetahuan maka perubahan paradigma dalam perkantoran pun terjadi dimana administrasi perkantoran struktural yaitu : 1) bersifat Druckeristik: administrasi perkantoran sebagai kajian mengenai sistem informasi untuk pembuatan keputusan. Perkembangan selanjutnya terjadi perubahan dalam paradigma yang secara ontologi ilmu administrasi perkantoran berkembang ke paradigma lanjut. 4) Bersifat Partisipatif. administrasi perkantoran menyajikan informasi untuk proses pembuatan keputusan bagi semua hierarkii manajemen. Konsekuensi perkembangan tersebut administrasi perkantoran yang semula paradigma administrasi perkantoran konvesional yaitu bahwa : 1) Bersifat Tayloristik: manajemen perkantoran sebagai kajian mengenai organisasi tingkat bawah. eksekutif maupun manajerial. harus dipahami dalam perspektif: Politik sebagai etik. pembagian kerja dan adanya sistem kerja. Dalam kerangka inilah administrasi Perkantoran dipahami sebagai politik sebagai etik yaitu suatu proses yang berkenaan denngan perumusan tujuan dan sebagai politik teknik yaitu suatu proses administrasi yang berkenaan dengan pelaksnanaan. Pengorganisasian (organizing). seperti prinsip pembagian kegiatan. Hal ini berlangsung lama sejak seratus enam puluh lima tahun sebelum masehi yaitu yang ditandai dengan lahirnya teori Dichotomy yang dikenalkan dan dikembangkan oleh Woodrow Wilson yaitu bahwa apa yang menjadi keteraturan yang di aktualisasikan dalam kegiatan-kegiatan kerja sama yang disebut dengan administrasi (tatkala admiinistrasi telah memperoleh kedudukan sebagai ilmu). administrasi Perkantoran mempunyai yang sama dengan fungsi manajemen lainnya. dan (d) merawat aktiva. Aliran struktural fungsional ini diadopsi dari teori-teori ilmu sosial. (b) menganalisis data agar menjadi informasi yang signifikan. bukan juga sebagai suatu disiplin yang memiliki objek. Pemikiran ini pula yang melahirkan pemikiran tentang fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan administrasi perkantoran seperti muncul fungsi perencanaan (Planning). bukan sebagai ilmu. dan politik sebagai teknik. 4) Bersifat sekunder yaitu administrasi perkantoran merupakan fungsi sekunder terhadap tujuan pokok usaha. secara ontologis melahirkan paradigma awal dari ilmu administrasi dengan melakukan pengaturan bahwa kegiatan-kegiatan harus dilihat sebagai kegiatan politik ( ini berarti berkaitan dengan kekuasaan-influencing) dimana secara dikotomi. 2) Bersifat fungsionalistik: administrasi perkantoran meliputi : (a) menghimpun dan merekam data intern dan ekstern organisasi. Bagaimana Adminiastrasi Perkantoran dalam perspektif modern Untuk menjawab hal tersebut perlu kita kembali pada persoalan dasar bahwa program administrasi perkantoran adalah sebagai sistem lebih-lebih sebagai suatu organisasi yang terprogram 7 . operatif. Oleh karena itu dalam pemikiran dikotomi berkembanglah pemikiran pemisahan politik dan administrasi. Aliran inilah yang disebut aliran manajemen dalam administrasi. manajemen produksi berfungsi sebelum administrasi perkantoran Itu berfungsi. Manajemen disini tidak dimaksudkan bahwa administrasi lebih luas dari manajemen. baik keputusan teknis.Paradigma Ontologi Administrasi Perkantoran Pada awalnya administrasi dilihat sebagai administraasi. politik dan administrasi. Pemisahan ini didasarkan pada pertimbangan tuntutan keteraturan yang diharapkan dan dipengaruhi oleh aliran pemikiran yang berkembang pada saat itu. Sebagai sebuah komponen dalam suatu keseluruhan sistem administrasi perkantoran Ikut membentuk ”kemitraan yang sederajat” (partnership of equals) dan ikut serta bertanggung jawab dalam memasok masukan ketika proses pembuatan keputusan itu berlangsung. yaitu aliran struktural formal. pendekatan dan terminologi. (c) menyajikan informasi untuk pembuatan keputusan. dan memahami administrasi sebagai proses manajemen. 2) Bersifat klerikalistik: manajemen perkantoran sebagai pekerjaan tatausaha (paper works). penggerakan (actuating) dan pengawasan (controling). 3) Bersifat manajerial. tetapi memikirkan. Pada saat itu administrasi dipandang tidak lain sebagai seni pengaturan. Pertimbangan aliran pemikiran ini adalah membagi keteraturan dalam jenjang kekuasaan yang secara formal (bentuk) terpisah (keteraturan dalam bentuk kegiatan administrasi dan keteraturan dalam bentuk politik).

oleh karena itu dalam upaya pengembangan Program administrasi perkantoran sebagai wujud nyata mengikuti perkembangan teknologi disamping sebagai konsekuansi paradigma baru yang bersifat struktural setidak-tidaknya ada lima buah fakta yang jamak terdapat dan berlangsung dalam organisasi perkantoran yaitu 1) Setiap organisasi perkantoran pasti mencakup SDM yang terlibat dalam interaksi sosial. Baton Rauge dari Lousiana state university. Neuner dan L. walaupun mungkin berbeda namun berkaitan dengan tujuantujuan individu tesebut. yaitu orang-orang tertentu yang komunikasi dan interaksinya membentuk organisasi perkantoran. maka tiap petugas dalm organisasi perkantoran tersebut harus menerima perintah dari dan bertanggung jawab hanya kepada satu orang atasan. Mengacu pada interaksi yang sering disebut sebagai komunikasi bagaimanapun yang terjadi akan di dapat dua jenis unsur yang umum terjadi dalam setiap organisasi perkantoran yaitu: 1) Unsur inti adalah manusia. 4) Setiap orang dalam organisasi perkantoran memiliki tujuan individu. mengolah. unsur inti mulai terpengaruh oleh unsur kerja. Unsur kerja (Working elements) yang muncul dalam organisasi perkantoran meliputi: (a) Sumber daya insani. Organisasi perkantoran merupakan suatu system yang terdiri atas sejumlah fungsi yang saling berhubungan dengan saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan. 5) Prinsip wewenang sepadan dengan tanggung jawab. baik berhubungan dengan arus pekerjaan maupun arus informasi. kepemimpinan dan pengawasan yang efektif mesti ditegakan sehingga tujuan organisasi perkantoran itu dapat 8 . 2) Interaksi dalam system sosial itu tersusun dalam sebuah struktur yang menjamin perintah dan laporan. yaitu kemampuan para karyawan kantor dan pengaruh pribadi mereka. maka Unsur kerja menentukan mutu interaksi. Keeling menyatakan ada delapan prinsip organisasi perkantoran yang esensial meliputi: 1) Prinsip tujuan. sebagian daripadanya merupakan alasan tindakannya. baik disebabkan oleh struktur formal atau informal. namun individu-individulah yang menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. sedangkan unsur kerja membuatnya efektif atau inefektif. perlengkapan kantor dan komputer. 6) Prinsip laporan kepada atasan tunggal. Tujuan yang dimengerti akan berubah menjadi motivasi untuk mencapainya. organisasi perkantoran yang efektif bekerja berdasarkan atas kesederhanaan dan interelasi yang jelas.W. Para anggota yang berinteraksi membentuk sebuah organisasi perkantoran. serta fasilitas lainnya dan (c) Sumber daya konseptual dari kelompok khusus yaitu para manajer. setiap orang dalam organisasi perkantoran mesti diberi wewenang yang sesuai dengan tugas tanggung jawabnya sehingga dapat bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya tersebut.. menyimpan.B. mereka masing-masing mengharapkan organisasi dapat membantu mencapai tujuannya. dan menyajikan informasi serta merawat aktiva. setiap organisasi perkantoran terdiri atas sejumlah fungsi yang mesti bekerja sama untuk mencapai tujuan utama organisasi perkantoran itu. memasok informasi untuk pembuatan keputusan dan merawat aktiva. seperti mesin-mesin. 4) Prinsip kesederhanaan. 3) Organisasi perkantoran mencakup susunan staf dan alokasi tugas dan tanggung jawab dalam mengolah data. Berdasarkan ke lima fakta itu dapat dikemukakan bahwa: 1) Organisasi perkantoran adalah suatu proses yang menjadi tempat orang-orang berinteraksi untuk mencapai tujuan kantor. setiap organisasi perkantoran mempunyai hubungan timbal balik baik dalam organisasi intern ataupun ekstern. agar tiap personalia mengetahui dengan jelas kepada siapa ia melapor. (b) Sumber daya nirinsani. 3) Prinsip hubungan individual. yaitu barang ekonomi. 7) Prinsip kepengawasan dan kepemimpinan. 5) Interaksi sosial yang terjadi dalam menejemen perkantoran tersebut juga dapat membantu pencapaian tujuan bersama. mengatakan bahwa kondisi yang dibutuhkan organisasi adalah interaksi antara dua orang atau lebih yang merasa bahwa kebutuhankebutuhan individual mereka dapat lebih baik terpenuhi melalui perpaduan kemampuan atau sumber daya yang dimiliki secara pribadi. Kesederhanaan memudahkan para pelaksana untuk memahaminya. 3) Sebagai suatu system terbuka. 1) Organisasi perkantoran adalah suatu rangka dasar yang menjadi tempat orang-orang melangsungkan kegiatannya untuk menerima. 2) Prinsip kesatuan fungsi. Untuk dapat mewujudkan itu semua organisasi perkantoran memiliki prinsip kerja yang harus dipatuhi sebagai kesatuan sistem dalam mencapai tujuan yaitu Prinsip Organisasi Perkantoran. organisasi perkantoran atau kelompok fungsi dalam organisasi perkantoran mesti dirumuskan dan dimengerti oleh setiap personalis. Kendatipun organisasi perkantoran itu merupakan sebuah system.yang akan memiliki output yang jelas yaitu menghasilkan tenaga ahli (profesional) dalam bidang administrasi perkantoran. 2) Setelah organisasi kantor terwujud. sebagaimana di ungkapkan J. sedangkan interelasi yang jelas mengurangi keraguan.J. organisasi perkantoran yang efektif terbentuk oleh pribadi-pribadi yang mesti melaksanakan pekerjaan.

2) Pakar perilaku manusia menganggap penting arti teknologi seprti (a) Farrow. pengorganisasian. Gejala ini melahirkan apa yang disebut hukum semakin berkurangnya tambahan kemampuan pengawasan. Perubahan-perubahan yang terjadi yang disebabkan oleh penerapan teknologi perkantoran akan mempengaruhi hubungan sosial diantara manajer dan bawahan. maupun pihak lain yang membutuhkan. (c) Walker. Teknologi Perkantoran dalam Dimensi Metode dan Prosedur Kerja Teknologi dan menejemen kantor Suatu organisasi dalam aktifitasnya hampir dapat dipastikan tidak lepas dari aktifitas menejerial.tercapai. agar pengawasan dan kepemimpinan dalam organisasi perkantoran efektif. Urwick. Kebanyakan ahli menejemen melihat dua belas hingga lima belas bawahan sebagai jangkauan maksimum pada tingkat organisasi rendahan. lima hingga enam orang bawahan pada tingkat tinggi. jumlah bawahan yang dapat diawasi seorang atasan dapat bertambah. dan Drukcker). seringkali terlalu ditekankan pada pentingnya peningkatan produktivitas organisasi dan efesiensi biaya. Namun demikian berkat perkembangan teknologi khususnya komputer elektronika dan system mesin dengan pelaksanaan bawahan yang kurang lebih serupa melalui prosedur pengawasan rutin. penggerakan dan pengawasan. Ada beberapa alternatif pendekatan untuk menghadapi masalah yang menimbulkan konflik antara kebutuhan teknologi dan kebutuhan organisasi seperti: 1. Manajemen mempertahankan baik organisasi perkantoran yang ada maupun teknologi informasi yang tersedia namun pendekatan itu dibarengi oleh kegiatan untuk memperkenalkan mekanisme agar dapat mengurangi ketaksesuaian dan konflik diantara organisasi dan teknologi informasi tersebut. Jasinki mengemukakan bahwa “suatu perubahan dalam produksi atau teknologi mempengaruhi hubungan-hubungan organisatoris”. pengawasan yang efektif pun merupakan proses belajar bagi organisasi di waktu yang akan datang. menaruh perhatian besar. 2. seperti komputer elektronik. Sementara itu. Manajemen memodifikasikan teknologi informasi agar dapat menyesuaikan diri dengan organisasi perkantoran yang telah ada dan telah berjalan. jangkauan pengawasan di bawah pengawasan langsung dari seorang manajer kantor atau seorang pengawas seyogyanya dibatasi. Pengawasan yang efektif akan mencegah perubahan arah dalam mencapai tujuan. menyatakan bahwa “bentuk-bentuk organisasi usaha tumbuh dari kebutuhan manusia dan kondisi lingkungan. Suatu proses manajemen kantor selalu melahirkan dokumen-dokumen yang merupakan bagian dari bentuk hasil dari pengolahan data menjadi sebuah informasi yang berguna bagi pimpinan maupun unit-unit organisasi. 8) Prinsip jangkauan pengawasan. Peringatan dari Frank J. Pada awalnya tambahan kemampuan pengawasan itu akan meningkat sampai mencapai titik optimum pengawasan. antara personalia dengan personalia lainya dalam manajemen perkantoran tersebut. mungkin dapat dibenarkan pernyataan”. (b) Dubin. maka manajemen perkantoran akan mengalami kegagalan dalam memahami potensi penuh dari perubahan yang terjadi dalam teknologi. Brech. Memaslahatkan seperangkat teknologi baru. mengatakan bahwa suatu pandangan organisasi sebagai system teknologi memberikan kepada organisasi itu dasar yang lebih baik untuk pemahaman dan perbandingan. semakin jauh pengawasan manajer kantor semakin besar kemungkinan menurunnya pertambahan kemampuan pengawasan. hingga akhirnya mencapai titik nol (bahkan negatif atau kekecauan pengawasan). 3. sekalipun bukan segala-galanya. menunjukan sinyalemennya bahwa perubahan organisasi garis kepada organisasi garis dan staf disebabkan oleh dampak teknologi. Jika manajemen perkantoran mengabaikan perubahan hubungan sosial seperti itu (yang disebut sebagai perubahan unsur inti ). Manusia dalam usaha mengatur dan mengorganisasikan dirinya banyak dipengaruhi oleh kondisi produksi dan perkembangan teknologi”. sejak dari perencanaan. Bagaimana Sikap para ahli Manajemen terhadap pengaruh teknologiI: 1) Tidak banyak menaruh minat terhadap faktor teknologi (Fayol. Adam Smith. Teknologi dapat mendorong sentralisasi mamajemen. Setelah itu tambahan kemampuan pengawasan tersebut akan semakin berkurang. 9 . Organisasi Perkantoran dan Perubahan Teknologi Pendiri mazhab klasik dan master ekonomi negara dari Inggris. Manajemen memodifikasikan organisasi perkantoran agar dapat menetapkan dan memformalkan hubungan-hubungan yang diminta oleh teknologi informasi.

Sedangkan dilihat dari prosedur kerja dapat mengakibatkan: a) Semakin mempermudah pelaksanaan kegiatan sehingga berjalan secara efisien dalam hal waktu dan tenaga. berbagai macam dana corak. Pola sistem yang bekerja di dalam suatu manajemen kantor merupakan gambaran sempurna dari seluruh kantor untuk di ketahui. alat inventaris. Contoh sederhana adalah penanganan surat masuk atau keluar. semakin memberikan keringanan dan kemudahan bagi manusia di dalam melaksanakan proses aktifitas kantor dalam manajemen kantor. Maka secara bertahap alat-alat konvensionalpun kemudian berkembang semakin pesat. mengorganisasi dan mengolah data secara lebih komprehensif dan terpadu. Untuk memperlancar efektifitas pengolahan data. Teknologi Perkantoran dalam dimensi Metode dan Prosedur Kerja Suatu aktifitas kantor yang merupakan suatu mekanisme sistem. Metode dan prosedur kerja Proses manajemen di dalam manajemen kantor adalah suatu sistem rangkaian aktifitas manajemen kantor. serta di sisi lain tuntutan kemajuan organisasi dan kebutuhan masyarakat sendiri akan informasi. sehingga perencanaan. 4. terdiri dari kegiatan-kegiatan subsistem-subsistem yang saling berkaitan serta tidak dapat di pisahkan satu sama lain. dilakukan pemrosesan dan pengolahannya dengan pemanfaatan peralatan dan mesin-mesin kantor. Keuntungan dari penggunaan alat-alat teknologi kantoran antara lain: 1. dan mesin-mesin guna melaksanakan kegiatan-kegiatan kantor tersebut. rapi dan tersistem. Untuk mengurangi kelelahan pegawai sehingga tidak mengurangi semangat dan etos kerja.Dalam suatu manajemen kantor. perkakas. Teknologi perkantoran ditinjau dari metode dan prosedur kerja dalam suatu organisasi kantor adalah menyesuaikan teknologi dengan metode dan prosedur kerja yang ditetapkan serta di sesuaikan dengan karakteristik kantor tersebut. Untuk meniningkatkan ketelitian dan memperbaiki suatu pekerjaan. 10 . Untuk menghemat waktu. Menciptakan metode kerja yang mengarah pada pencapaian tujuan yang efektif dan efisien dapat menimbulkan: a Menambah efisiensi kerja kantor.sejak dari penerimaan atau pembuatan sampai pada tahap akhir penyimpanan adalah merupakan rangkaian kerja/mekanisme sistem yang terdiri dari prosedurprosedur kerja. d) Memeriksa pengeluaran yang sifatnya memboroskan penggunaan pegawai dan catatan-catatan yang tidak perlu. bentuk serta kecanggihannya semakin bermunculan saat ini. d)Semakin efisien kerja (cepat selesai). b) Membantu manajemen dalam menilai pekerjaan kantor dan subsistem-subsistem pekerjaan. bahwa setiap pola sistem yang berlaku akan terdiri dari sejumlah prosedur. Teknologi Perkantoran dalam Dimensi Seperangkat Alat Bantu/Hardware Organisasi kantor menggarap bidang penyediaan dan penggunaan seperangkat bahan. Semakin modern suatu organisasi. maka teknologi (khususnya teknologi perkantoran) ikut berkembang seiring dengan meningkatnya kecerdasan manusia dalam menciptakan teknologi modern. Semakin berkembangnya perangkat hardware yang mendukung bidang perkantoran ini. 5. yang dalam perkembangannya merupakan teknologi yang sangat diperluka. 6. 2. Dapat menampung. Hasil pekerjaan akan lebih kuat. demikian berulang-ulang pada setiap jenis kegiatan yang sama. c) Semakin sederhana (singkat). c) Mengadakan penghematan waktu dan biaya. akan semakin menuntut seperangkat hardware yang modern pula. dengan lahirnya peralatan yang menggunakan mesin-mesin modern. informasi yang dihasilkan baik berupa dokumen-dokumen maupun bentuk informasi lain. 3.perabot. b) Semakin lancarnya kegiatan kerja sehingga menghasilkan pekerjaan tang efektif. Prosedur merupakan urutan pekerjaan atau kegiatan yang terencana dengan tujuan untuk menangani aktifitas yang berulang. Perkembangan kemajuan teknologi perkantoran semakin pesat. karena organisasi turut berkembang dan tuntutan masyarakat semakin pesat dan kompleks. adalah rangkaian kegiatan dari komponen-kompenen sistem yang saling terintegrasi untuk suatu sistem mekanisme kerja yang baik. Seperangkat alat Bantu/hardware inilah yang disebut dengan teknologi perkantoran. harus di tunjang dengan prosedur dan metode kerja yang baik pula. karena pekerjaan dapat dikerjakan lebih cepat dan tepat.

2. efisien. terutama tentunya dalam menghasilkan informasi yang dibutuhkan di dalam pembuatan keputusan. maka dalam upaya pelayanan tersebut tidak bisa meninggalkan pada aspek-aspek yang mendasar seperti apa yang dijelaskan dalam paradigma administrasi perkantoran konvensional yang pada akhirnya berkembang ke dalam paradigma struktural. Masing-masing perangkat ini pada dasarnya memiliki tugas yang sama yakni mengolah data sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat dan tersistem. pelaporan. Tingkatkan kemampuan. menjadi penentu efektif tidaknya proses aktifitas kantor dapat berjalan. Administrasi perkantoran memiliki prinsip keilmuan sebagai upaya efisiensi dan efektivitas pelayanan dalam proses pencapai tujuan organisasi. dengan alat bantu komputer ini. pengambilan data kembali. Pekerjaan administrasi perkantoran tidak lepas dari pencatatan. Machines activated by a language : adalah mesin-mesin yang berada di dalam suatu sistem tertentu dengan menggunakan bahasa mesin. pengetahuan dan profesionalisme. terarah dan terpadu. Ikutilah system prosedur dan metode kerja yang ada. Jika diperinci perangkat hardware kantor ini dapat diklasifikasikan antara lain: 1. pengklasifikasian. di samping kemampuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang terjadi secara pesat dan semakin sempurna 11 . Untuk itu dianjurkan kepada pengguna teknologi hardware kantor: 1. Sesempurna apapun perangkat hardware kantor yang tersedia.pengorganisasian. sehingga memungkinkan kantor dapat melaksanakan aktifitasnya sesuai fungsinya. efisien dan tersistem. perhatian terhadap mekanisme kerja (system. Machine activites by a person : yang termasuk di dalam klasifikasi ini antara lain type writer. maupun dalam bentuk electrical data processing system. oleh karena itu peran dari teknologi menjadi penting. Maka pekerjaan kantor yang begitu kompleks khususnya dan proses manajemen kantor secara lebih luas. baik dalam suatu integrated data processing system. serta mampu mengolah dan memproses data menjadi suatu informasi yang tepat. khususnya komputer atau microprocessor senantiasa melakukan apa yang disebut “Rekayasa dan desain ulang atas dirinya sendiri” sehingga perangkat ini akan berkembang dan sempurna dari generasi ke generasi. agar mampu memanfaatkan hardware kantor secara efektif dan efisien. namun disadari atau tidak bahwa setiap kemajuan bukan berarti semua harus diikutinya. menjadi “raja” dalam suatu organisasi kantor. telecommunication machines dan komputerisasi. hampir tidak lepas dari peranannya yang multiguna dan multifungsi. copyng machine. Perkembangan perangkat alat Bantu/hardware bidang perkantoran Hardware kantor adalah seluruh paket atau komponen peralatan yang membentuk suatu sistem. perhitungan.penyimpanan. yang lainnya prosedur dan metode kerja. accounting machines. Komputer sebagai salah satu alat Bantu/hardware dalam bidang perkantoran. Berikan perawatan kepada hardware kantor yang digunakan 3. Perkembangan perangkat hardware kantor ini lebih tampak terlihat sejak manusia (baca: organisasi) mulai meminimalkan peran tanaga ekstra manusia yang dikerahkan pada alat-alat manusia konvensional masih berjaya. Kesimpulan Tuntutan perubahan tak dapat dihindarkan sebagai konsekuensi dari perkembangan dan kemajuan ilmu dan teknologi. dan komunikasi. Yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah unit record (Panch Card). Seluruh proses aktifitas kantor yang berjalan secara efektif. Setiap perngkat hardware kantor. pada saat kapanpun proses manajemen kantor berlangsung. ataupun yang di butuhkan pula oleh unit-unit organisasi dan pihak lain yang memerlukan informasi. akurat dalam kondisi kerja yang efektif dan efisien. penyusunan. Penyediaan dan pemanfaatan hardware kantor di dalam suatu organisasi kantor diarahkan sepenuhnya terhadap upaya pencapaian tujuan organisasi. dan metode) serta memelihara dan perawatan hardware. adding and calculating. 2. prosedur. Teknologi perkantoran ditinjau dari keberadaan dan pemanfaatan seperangkat alat Bantu/hardware adalah rangkaian upaya penyediaan dan pemanfaatan perangkat hardware yang dibutuhkan dalam seluruh aktifitas kantor. pengolahan serta pengawasan kantor dapat berjalan lancer. dapat diselesaikan dan dilakukan dengan waktu relatif singkat tetapi tetap akurat.

reproduced in Peter Woll (ed) “Public Administration “ Harper and Rom. & Perincian Ilmu Administrasi. Ilmu Administrasi Publik.. Faried.J. M. MPA Kerangka Dasar Ilmu Administrasi.W. 1992 Pariata Westra. Pengertian. Manajemen Adminstrasi Perkantoran Modern. Rineka Cipta Jakarta The Liang Gie & Drs. 12 .B.. Administrasi Perkantoran Modern.. Liberty Yogyakarta. Balai Pembinaan Administrasi. Erlangga Jakarta 2007 Inu Kencana Syafiie. Kedudukan. Filsafat Administrasi. 1980 Wilson. Super Sukses Yogyakarta The Liang Gie... dkk. Bandung 1985 Miftah Thoha. Taraporevala Sons & Co. Badri Munir Sukoco. Sinar Baru. Bombay. Jakata 2006. Private Ltd.Daftar bacaan Ali.B. Aneka Sari Ilmu Administrasi. D. Te Study of Administration. Akademi Administrasi Negara Yogyakarta. Manajemen Kantor (Teori dan Praktek).Woodrow. PT Raja Grafindo. Neuner dan L. Rineka Cipta. Jakarta.Aspek-Aspek Pokok Ilmu Administrasi Ghalia Indonesia Jakarta Sondang P. 1970 Komaruddin. Keeling.. Sutarto. Modern Office Management. Siagian. 2006 J.

Di sisi lain. setelah pemerintah menggulirkan reformasi birokrasi di beberapa departemen. Perkembangan TIK bahkan telah mengharuskan instansi pemerintah untuk selalu siap menghadapi perubahan yang terjadi. tidak rusak.1. Berikut petikan pernyataan Menpan : "Ada konsep digitalisasi arsip. masih banyak kantor pemerintah yang belum menggunakan sistem pengolahan data dengan memanfaatkan TIK. Proses alih media arsip menjadi arsip digital dilakukan dengan proses scanning dan arsip disimpan dalam format PDF agar keabsahan dokumen atau arsip tetap terjamin. manajemen informasi berbasis TIK. arsip digital. Aparatur pemerintah yang professional. dibutuhkan kemampuan untuk menata pekerjaan organisasi yang beragam agar bersinergi ke arah tujuan yang ditetapkan. bagaimana cara menyimpan dan mengemas arsip agar tetap memiliki nilai. Latar Belakang Tuntutan masyarakat pada instansi pemerintah untuk dapat menerapkan good corporate governance semakin menjadi hal yang tak terhindarkan.PENGARSIPAN DIGITAL PADA INSTANSI PEMERINTAH (Sebuah Langkah Menuju Manajemen Perkantoran Modern) Vitradesie Noekent Abstrak Kesadaran institusi pemerintah akan pentingnya arsip telah memicu pemikiran. terutama di kota-kota kecil atau di daerah terpencil. dengan kata lain arsip yang dikemas dalam bentuk elektronik atau digital yang dapat diakses bagi yang berkepentingan dan mempunyai otoritas untuk mengakses arsip tersebut.Kendal Seluruh Indonesia Intansi Pemerintah KPU Perpusda Provinsi Kantor Kecamatan Samsat Kantor Pelayanan Pajak Penggunaan TIK Pemungutan Suara PILKADA Katalog KTP Pembayaran pajak kendaraan bermotor Pembuatan NPWP secara on line 13 . seperti keuntungan dalam hal kecepatan.com). Untuk mencapai tujuan tersebut. secara bertahap akan ditentukan yang mana hardcopy dan yang mana bisa disimpan dalam bentuk softcopy. Salah satu solusinya adalah memanfaatkan teknologi informasi berupa suatu aplikasi yang terkomputerisasi untuk menyimpan arsip. Penggunan TIK pada Instansi Pemerintah Daerah Kab." seusai rapat kerja dengan Komisi II DPR di Gedung DPR. Dalam kenyataannya. akan dituangkan dalam RUU Kearsipan. Bali Prov. Jakarta (www. PENDAHULUAN 1. Muara akhir dari tujuan tersebut adalah efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan roda kepemerintahan. Jateng Kab. UU tersebut direspon dengan sangat baik oleh beberapa instansi pemerintah. kecermatan. Senayan. Jembrana. serta hemat biaya. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dan tanpa menunggu terlalu lama. Perubahan besar telah terjadi dalam lingkungan perkantoran.detiknews. berkompeten dan memiliki etos kerja yang tinggi seolah menjadi harga mati.43 tahun 2009 tentang Kearsipan. Usulan pemerintah tersebut telah dituangkan dalam UU No. telah secara nyata memberi berbagai keuntungan. mudah ditemukan kembali. kehandalan dan kemutakhiran komunikasi dan pengolahan data. mudah penyimpanan. antara lain: Tabel 1. Kata Kunci: arsip.

fisik arsip sangat rentan dengan resiko akibat kerusakan (aus.1. 2. tinta luntur dan sebagainya) dan resiko kebakaran atau bencana lain (kebakaran atau banjir). Resiko kecurian juga mungkin terjadi. maka keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan karena memiliki landasan empiris. Tabel 2. Proses pengambilan keputusan oleh seorang pimpinan amat dipengaruhi oleh seberapa akurat data yang dimilikinya. Selain itu. diolah kembali (2010) 1. Memberikan gambaran alternatif pengelolaan arsip menggunakan TIK berupa digitalisasi pengarsipan pada instansi pemerintah.Polres SIM Sumber: berbagai terbitan Surat Kabar. Berdasar data. Khusus untuk arsip yang bernilai sejarah. relevan dan tepat waktu secara efektif dan efisien.2. maka aparat pemerintah akan dapat menyediakan informasi yang tepat. Penggunaan Pengarsipan Konvensional pada Instansi Pemerintah Instansi Pemerintah Pengadilan Jenis Arsip Sifat Arsip Vital Berita Acara Penyidikan Berkas penuntutan dari JPU Berita Acara Persidangan Putusan pengadilan Alat Bukti Surat Rumah Sakit Catatan medik Arsip Nasional Kolonial Memorie van Overgare Staatsblad Regeering Almanak Besluit Kementerian Luar Negeri Dokumen Negara MOU antar Negara Sumber: berbagai terbitan Surat Kabar. Kumpulan data yang menggambarkan perjalanan sebuah organisasi inilah yang disebut sebagai arsip. sobek. hilangnya arsip penting. selain merestorasinya. Berikut ini. Gambaran Masalah yang Dikaji Tidaklah berlebihan jika disebutkan bahwa pengarsipan sebagai pusat ingatan organisasi untuk merujuk pada fungsi arsip yang vital dalam organisasi. lengkap. akurat. dokumen semakin dimakan usia. GAMBARAN MASALAH 2. Untuk itulah dibutuhkan upaya pendokumentasian. Selain kepentingan tersebut. Memberikan gambaran permasalahan yang akan dihadapi jika sebuah instansi pemerintah menerapkan digitalisasi pengarsipan. Tujuan Berdasar latar belakang di atas. dengan metode pengarsipan yang tepat. Beberapa gejala kurang efektifnya sistem kearsipan di sebuah instansi pemerintah dapat dilihat dari sulitnya mencari kembali arsip pada saat diperlukan. banjir arsip dan ruang kantor yang tersita untuk tempat penyimpanan arsip. diolah kembali (2010) Vital Vital Vital 14 . berjamur. maka penulisan artikel ini bertujuan untuk: 1. beberapa instansi pemerintah yang masih menggunakan arsip secara fisik/ konvensional.

“Setelah hacker Indonesia melakukan penyerangan terhadap situs-situs milik pemerintahan Israel. bisa membuat. Secara nasional. sangat mungkin terjadinya gangguan terhadap sistem yang digunakan. Berikut kami identifikasi beberapa hal yang dibutuhkan untuk menerapkan digitalisasi pengarsipan pada instansi milik pemerintah menggunakan pendekatan 5 M.com/2009/01/serangan-hacker-indonesia-semakin-membabibuta. Kutipan berikut ini bukti ancaman tersebut. IDENTIFIKASI. atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer dan administrasi terutama keamanan 15 .1. Gambar 1. Proses alih media harus didukung dengan hardware yang dapat melakukan digitalisasi dokumen menjadi format digital dengan kecepatan yang tinggi dan software yang mendukung proses digitalisasi.id). yaitu yang berasal dari internal dan eksternal.html ).teknologinet. dan selanjutnya bila menginginkan. yaitu: Kegiatan : Kegiatan Aplikasi Komputerisasi Sistem Pengarsipan Dokumen Nama Instansi : Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bontang Nilai : Rp 304. kini mereka mengalihkan perhatiannya untuk melakukan pembobolan situs-situs yang ada di Indonesia. terutama bagi keamanan arsip yang memiliki nilai sejarah tinggi mengingat beberapa naskah sejarah mulai rapuh termakan usia.500. sedang sumber gangguan eksternal berasal dari para perentas (hacker/ cracker)1. Gangguan tersebut dibedakan menjadi dua.Selain kelemahan di atas. Identifikasi Digitalisasi dokumen merupakan suatu proses alih media dari dokumen secara fisik menjadi bentuk dokumen secara digital yang tersimpan dalam bentuk soft copy. Sumber gangguan internal antara lain kerusakan komponen atau kesalahan sub sistem yang mengganggu sistem secara keseluruhan.go. Ancaman para perentas ini tidak dapat dipandang sebelah mata. menganalisa.anri. Tempat penyimpanan arsip konvensional Pada kantor modern. memodifikasi. Kami mencontohkan sebuah institusi pemerintah yang sudah menerapkan pengarsipan digital. kekurangan terbesar arsip konvensional pada kebutuhan biaya yang relatif tinggi (untuk pengadaan filling cabinet dan ruang/ gudang penyimpanan). Pelaksana Kegiatan (Man) dan Biaya (Money) Pelaksana kegiatan digitalisasi pengarsipan harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten yang disebut Arsiparis.000 (termasuk pajak) Dibebankan kepada APBD Kota Bontang tahun 2010 1Hacker adalah orang yang mempelajari. ANALISIS DAN ALTERNATIF 3. Para hacker ini sudah tidak pandang bulu tidak hanya situs besar namun situs-situs kecil pun menjadi incarannya ( http://www. institusi pemerintah yang mengelola arsip adalah Arsip Nasional (www.

Jangka waktu : 3 (tiga) bulan 16 .

Gambar 2. naskah. peta. alur ini dapat diidentifikasi. sebagai berikut: Identifikasi User Otorisasi User Filterisasi Top Secret Secret Confiden tial Enkripsi Gambar 3. Security Layer System 17 . Secara garis besar. Mesin scanner untuk dokumen berukuran kecil dan besar Metode Pelaksanaan (Method) Salah satu resiko pengarsipan digital menyangkut keamanan data dan kehandalan system pengamannya (security layer).Alat dan Bahan (Material) Bahan-bahan yang dimasukkan antara lain: sumber-sumber yang diperlukan untuk keperluan proses belajar dan penelitian. gabungan dari bahan-bahan konvensional dan media baru. rekaman suara. seperti. gambar bergerak dan gambar statis.

Penyimpanan secara 18 . antara lain: 1. Kebutuhan untuk mem-back up Penyimpanan secara digital akan membuat kita memiliki back up data. Hal ini berpengaruh langsung terhadap penggunaan kertas. dokumen maupun foto secara digital akan membuat kita lebih ramah lingkungan. Status konservasi menjadi acuan untuk sedapat mungkin menyimpan berbagai data secara digital. kita dapat menggunakan data bahkan diharapkan data beberapa tahun (sepuluh tahun) dapat kita lihat kembali. Dalam pemeriksaan keuangan. copy. etc) Gambar 4. Tuntutan less paper Saat ini banyak dicanangkan tentang pemeliharaan pohon. Hal ini sangat diperlukan mengingat banyak sekali berbagai data yang hilang. terdapat beberapa masalah yang perlu dipecahkan. Metode Pengalihan Dokumen 3.2. 2. Analisis Berdasar uraian yang telah disampaikan.Dokumen Aktif Arsip Kerja Buku Jilid Arsip Sejarah Arsip Legal Scannin g PDF/TIFF/J PG OCR/ICR (Optical/Intelligent Character Recognition) Imaging Untuk diproses lebih lanjut (edit. Search Word by word. Penyimpanan berbagai arsip.

digital akan membuat kita lebih memiliki tempat serta tidak akan merusak dokumen tersebut. 3. SDM (Sumber Daya Manusia) Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam perkantoran modern. Adanya SDM akan membuat perkantoran modern lebih baik dalam penyimpanan dokumen. Penyimpanan dokumen secara digital akan membuat pengurangan pegawai. Hal inilah yang suatu saat harus dilihat oleh perkantoran tersebut. Pengertian pengarsipan digital adalah suatu sistem berbasis IT yang berfungsi membantu memenuhi kebutuhan untuk memelihara dan melindungi data. Digitalisasi pengarsipan bermanfaat, sebagai berikut: 1. Untuk memungkinkan sektor pendidikan pada semua level mempunyai akses yang baik, sehingga kebutuhan-kebutuhan pendidikan nasional terpenuhi; 2. Untuk menjamin bahwa institusi-institusi publik, pada level lokal (propinsi dan kabupaten/kota) dan nasional, menseleksi, melestarikan dan mengelola arsip dinamis dan arsip statis mereka dengan baik, sesuai dengan dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan, pedoman dan standar-standar profesional yang terkait; 3. Untuk mendorong organisasi-organisasi swasta dan perorangan untuk mengelola arsip-arsip mereka secara efektif, dan melestarikan arsip-arsip statis yang bernilai historis dan bila memungkinkan memberikan kemudahan akses publik terhadap arsiparsip tersebut; 4. Untuk memungkinkan sektor kearsipan siap terhadap pengolahan data elektronik yang jumlahnya semakin meningkat; 5. Untuk memaksimalkan nilai sumber informasi yang disimpan oleh sektor kearsipan. 3.3. Alternatif Pemecahan Masalah Dokumen-dokumen yang akan didigitalisasi dibedakan berdasarkan pemilihan tematema tertentu. Hal ini lebih efisien dibanding melakukan digitalisasi terhadap semua khasanah arsip yang ada. Tahapan tersebut dibagi dibagi menjadi: 1. Pembuatan standard and operating procedure (SOP) Kearsipan; 2. Perencanaan dan perancangan disain sistem berdasar SOP Kearsipan; 3. Pembuatan aplikasi dan pembangunan data base; 4. Instalasi aplikasi; 5. Elektronisasi data persuratan dan kearsipan/ entry data; 6. Pengujian aplikasi; 7. Implementasi aplikasi; 8. Sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Berdasar urutan pelaksanaan di atas, maka hasil yang diharapkan akan dapat dicapai oleh institusi pemerintah dalam lima tahun mendatang adalah: 1. Akses ke arsip-arsip statis atau warisan dokumenter lainnya yang telah didigitalisasi akan tersedia bagi siapapun yang menginginkannya; 2. Penyelenggara kearsipan statis akan memberikan layanan-layanan publik baik secara onsite maupun online, yang akan merespon sesuai dengan kebutuhankebutuhan pengguna; 3. Links antara arsip nasional dan universitas-universitas, sekolah-sekolah, dan sektor-sektor pendidikan lainnya akan semakin kuat dan akan memenuhi kebutuhan para pengguna di sektor tersebut; 4. Semua arsip statis dalam tempat-tempat penyimpanan milik pemerintah, maupun dalam pengelolaan non-pemerintah (swasta dan perorangan) akan dilestarikan

19

secara aman dan disediakan bagi masyarakat dalam suatu provisi jaringan yang komprehensif. Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan adanya perubahan-perubahan perilaku pada: 1. Tingkat individual pengelola arsip, untuk menjamin bahwa nilai informasi arsip ditentukan dan tetap terjaga saat arsip diciptakan, dipelihara dan digunakan, serta disusutkan sesuai dengan sistem pengelolaan arsip yang menjamin kelengkapan, reliabilitas dan autentisitasnya. 2. Tingkat lembaga, untuk menjamin pelaksanaan manajemen arsip yang efektif dan efisien dalam upaya pemberdayaan arsip bagi keperluan manajemen. 3. Tingkat nasional, untuk menjamin pengelolaan keseluruhan arsip kepemerintahan sebagai sebuah khasanah yang utuh dan menjamin penggunaan bersama informasinya oleh Lembaga-lembaga Negara, Badan-badan Pemerintahan, swasta dan perseorangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. 4. Tingkat pengguna, untuk memelihara kesadaran bahwa telah tersedia arsip kepemerintahan yang sarat dengan informasi dan kemudahan untuk memanfaatkannya.

PENUTUP 4.1. Kesimpulan Digitalisasi dokumen sudah menjadi kebutuhan utama. Sebaiknya proses tersebut dilakukan berdasarkan pemilahan tema tertentu karena efisiensi organisasi menjadi prioritas tertinggi. Walaupun perubahan berpotensi menimbulkan ketidakpastian, namun demikian sudah menjadi kebutuhan publik untuk mendapatkan kemudahan akses informasi. Dilihat dari tingkat pengguna, perlu dipelihara kesadaran bahwa sudah tersedia arsip kepemerintahan yang sarat dengan informasi dan kemudahan untuk memanfaatkannya, sehingga tercipta Indonesia yang baik sesuai cita-cita bersama-sama. 4.2. Saran 1. Perluasan dan peningkatan kualitas jaringan komunikasi dan informasi kearsipan ke seluruh wilayah negara. 2. Pembentukan portal-portal informasi dan layanan arsip yang dapat mengintegrasikan sistem manajemen dan proses kerja pengelolaan arsip di antara instansi pemerintah terkait; sasaran ini akan diperkuat dengan kebijakan tentang keawajiban instansi pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan informasi dan layanan arsip secara on-line. 3. Pembentukan jaringan organisasi pendukung yang menjembatani portal-portal informasi dan layanan arsip tersebut di atas dengan situs dan sistem pengolahan dan pengelolaan informasi yang terkait pada sistem manajemen dan proses kerja pengelolaan arsip di instansi yang berkepentingan. Sasaran ini mencakup pengembangan kebijakan pemanfaatan dan pertukaran informasi arsip antar instansi pemerintah pusat dan daerah. 4. Pembakuan sistem manajemen arsip elektronik untuk menjamin kelancaran dan keandalan transaksi informasi antar organisasi diatas. REFERENSI www.anri.go.id http://www.teknologinet.com/2009/01/serangan-hacker-indonesia-semakin-membabibuta.html

20

PENGATURAN TATA RUANG KANTOR PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUDUS Wiwin Anugrahati ABSTRAK Tata ruang perkantoran merupakan salah satu penunjang kelancaran dalam menyelesaikan tugas. Sistem tata ruang kantor ada 3 yaitu tata ruang terbuka, tata ruang tertutup dan campuran. Lingungan fisik kantor meliputi cahaya, warna, udara, suara. Permasalahan dalam tugas akhir ini adalah: (1). bagaimana sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? (2). Kendala-kendala apa saja yang timbul dalam pengelolaan tata ruang kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus, untuk mengetahui kendala-kendala yang timbul dalam pengelolaan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa tata ruang pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan sistem tata ruang terbuka dan sistem tata ruang tertutup. Lingkungan fisik :(1) Pencahayaan, pencahayaan utama yang sering digunakan adalah pencahayaan sinar matahari,(2) Warna, warna dominan yang digunakan pada Dinas adalah warna kuning kecoklatan,(3) Udara, pertukaran udara yang ada pada tiap ruangan menggunakan saluran udara yang ada pada setiap sisi atas ruangan dan di lengkapi dengan jendela kaca,(4) Suara, suara yang mengganggu berasal dari internal kantor sendiri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpukan bahwa(1)Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka dan tata ruang tertutup hal ini karena untuk membedakan antara bagian yang satu dengan yang lain,(2) kendala- kendala,(a) kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor,(b) kendala dalam penerapan lingkungan fisik. Kata kunci: pengaturan tata ruang, kantor 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan pesat dewasa ini, kantor mempunyai makna lebih dari hanya sebagai tempat, melainkan sebagai pusat kegiatan penyediaan informasi, guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan disegala bidang (Sedarmayanti,2001: 2). Dalam menunjang kelancaran kantor, salah satu faktor penting yang ikut menentukan adalah penyusunan tempat kerja dan alat perlengkapan kantor sebaik-baiknya. Penyusunan alat-alat kantor pada letak yang tepat serta pengaturan tempat kerja yang menimbulkan kepuasan bekerja bagi para pegawai disebut tata ruang kantor (The Liang Gie, 2000:186). Di Indonesia tata ruang masih kurang mendapat perhatian dalam instansi-instansi pemerintah dan perusahan-perusahan swasta. Misalnya banyak terlihat suatu instansi yang banyak melayani publik ditempatkan dibelakang sehingga orang-orang harus bertanya kesana kemari sebelum dapat menjumpainya. Hal ini menyita banyak waktu dan mengganggu pegawai lain yang setiap kalinya harus memberi petunjuk itu. Tidak banyak dijumpai pula perusahaan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, pegawai-pegaiwainya berjalan dari satu meja kemeja orang lain. Sehingga mengurangi keefektifan dalam suatu pekerjaan, ini terjadi

21

karena tata ruang yang buruk. (The Liang Gie, 2000 : 187). Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus merupakan kantor yang bergerak dalam bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi yang dalam tugasnya memberikan pelayanan publik yang memiliki 2 unit kantor yang berbeda tempatnya, dengan demikian penataan tata ruangnya harus sesuai dengan fungsi kantor itu sendiri agar tidak mengganggu aktifitas staf lainnya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan maupun tamu yang hendak berkunjung tidak akan kebingungan. Beberapa hal yang menurut penulis bahwa tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang kurang sesuai dengan teori yang ada yaitu belum maksimalnya bangunan kantor untuk mempermudah kegiatan kantor sedangkan pegawai yang ada banyak, ini terjadi pada kantor unit 1 yang luas gedung hanya 469 m2 tetapi di tempati pegawai sebanyak 28 orang di tambah dengan adanya perabotan kantor yang penempatannya tidak sesuai, ini kan menambah ruangan menjadi sempit. Demikian ini, pegawai yang berada dalam kantor akan merasa tidak nyaman, panas dan efektifitas kerjanya jadi tidak maksimal karena ruang geraknya yang sempit, ini ditambah dengan fasilitas kantor yang penggunaannya belum maksimal yaitu jendela yang merupakan ventilasi udara tidak dapat dibuka sehingga udara tidak bisa bebas keluar masuk sehingga suhu pada ruangan menjadi panas. Adapun penempatan peralatan dan perlengkapan kantor yang kurang tepat, antara lain: penyusunan meja saling berdekatan dengan jarak 50 cm dan letak lemari arsip yang tidak sesuai. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sistem tata ruang pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? 2. Kendala- kendala apa saja yang timbul dalam penataan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? 1.3. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Untuk mengetahui Kendala- kendala apa saja yang timbul dalam penataan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Hasil penelitian 2.1. Tata Ruang Kantor Pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Berdasarkan dari penelitian penulis di lapangan mengenai penerapan sistem tata ruang kantor yang diterapkan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah sebagai berikut: 2.2.1. Penerapan Sistem tata ruang kantor Penggunaan tata ruang kantor merupakan segi yang terpenting dalam suatu perencanaan manajemen perkantoran. Ruangan yang disusun secara tepat dan memperhatikan semua komponen fisik yang ada di dalamnya akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Sistem tata ruang yang diterapkan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi Kabupaten Kudus adalah sistem tata ruang terbuka dan sistem tata ruang tertutup. 1. Tata Ruang Terbuka Dalam penerapan sistem tata ruang terbuka tidak menggunakan dinding atau papan penyekat yang membatasi antara pegawai satu dengan yang lainnya. Pada penerapan sistem

22

Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Penerangan Pada kantor Dinas Sosial. Keuntungan Penerapan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial. Kepala Bidang Pengawasan. Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi . Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 1. Ketenangan ruangan lebih baik sehingga mudah dalam konsentrasi 2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 1. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dan Transmigrasi. Keamanan dan kerahasiaan pekerjaan lebih terjamin. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah a. Kerugian penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. Dalam penerapan sistem tata ruang kantor tertutup terdapat keuntungan-keuntungan dan kerugian yang diperoleh Dinas Sosial. Kepala Bidang Sosial. 1.2. Hubungan antar satuan kurang lancar atau banyak mondar-mandir. 2. Hubungan komunikasi kerja antar pegawai lebih mudah. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Fleksibilitas tata ruang yang lebih besar. Namun yang lebih sering digunakan adalah penerangan cahaya sinar matahari yang 23 . Sering terjadi pembicaraan dan mengobrol diantara pegawai. Keuntungan penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. 2. Biaya pengelolaan ruangan relatif besar. Kepala Sub Bagian Perencanaan. a. sehingga dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan dan persatuan yang lebih erat antara pegawai. Tata Ruang Tertutup Dalam tata ruang tertutup susunan tata ruang untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa kamar atau sekat atau sengaja dibuat pemisahan buatan diantara pegawainya. sistem tata ruang terbuka diterapkan pada ruang staf tiap bidang pada Dinas Sosial. Evaluasi Dan Pelaporan. Pengawasan pegawai kurang efektif. 3. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan penerangan melalui penerangan cahaya sinar matahari dan penerangan lampu neon. dan Kepala Seksi Informasi. sistem tata ruang kantor tertutup diterapkan pada ruangan Kepala Dinas. Berdasarkan penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Sekretaris. Tata ruang untuk resepsionis dan ruang tamu berada di depan ruang kepala dinas sehingga dapat mengganggu konsentrasi kepala dinas dalam menyelesaikan pekerjaan yang disebabkan oleh tamu yang sedang bertanya dengan resepsionis ataupun tamu yang mengobrol saat menunggu. 1.1. 3.Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan. Kerugian penerapan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial. Pengawasan yang lebih baik terhadap para pegawai.tata ruang terbuka terdapat keuntungan. Kerahasiaan kerjaan kurang terjamin. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Kepala Seksi Perselisihan Ketenagakerjaaan. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Lingkungan Fisik Kantor 2. Lalu lalang pegawai dan tamu dapat terhindari. b. 2.2. Berdasarkan rumusan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial. 2. 3. Mudah terjadi penularan penyakit di antara pegawai seperti influenza. Kepala Sub Bagian Keuangan. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 3. b.keuntungan dan kerugian yang diperoleh Dinas Sosial.

Data Primer Data yang diperoleh langsung dari sumbernya diambil dan dicatat pertama kalinya (Marzuki. Sedangkan lampu neon dipergunakan apabila cuaca mendung atau gelap. Penggunaan warna pada Kantor Dinas Sosial.2.2. 1997: 56). Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.3. b. (Maman Rachman. bangunan. peneliti berusaha mencari informasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tema Tugas Akhir. dengan membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang ditanyakan dalam proses wawancara. Adapun jenis data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini. Pada Dinas Sosial. 3.1. Sumber Data Teknik pengumpulan data sangat penting bagi penulis untuk memperoleh data yang diinginkan.2. 1997: 55). 2.jendala tertutup rapat tidak dapat dibuka sehingga karbon dioksida ataupun oksigen tidak bisa keluar /masuk dengan lancar . Dalam hal ini dokumen yang digunakan berasal dari literatur dan dokumen instansi yang digunakan untuk mendukung metode wawancara. Petunjuk wawancara hanya berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan isi wawancara untuk menjaga agar pokok-pokok yang direncanakan dapat tercukupi semua.4. 1999: 83). ini dikarenakan ventilasi seperti jendela tidak bisa bermanfaat sesuai fungsinya yang seharusnya dapat mengalirkan udara keluar masuk. Dokumentasi Teknik dokumentasi adalah suatu usaha yang dilakukan dalam penelitian untuk mengumpulkan dokumen yang tersedia sebagai sumber informasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Wawancara ( Interview) Adalah mengajukan pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.2. Data yang ada adalah data mengenai gambaran umum Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang meliputi lokasi.2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan warna kuning kecoklatan. 2. warna tersebut dipertimbangkan memberi kesan tenang dan ruangan terlihat lebih terang. Warna Warna merupakan faktor yanng sangat penting untuk memperlancar efektivitas kerja pegawai karena warna sangat mempengaruhi keadaan jiwa mereka. 24 .masuk melalui jendela-jendela yanng berada samping kantor. sumber suara sering mengganggu aktiviats kantor dan pegawai adalah dari pihak kantor sendiri seperti percakapan antar pegawai yang satu dengan pegawai yang lain dan suara gaduh dari peralatan kantor seperti mesin ketik. Dengan teknik wawancara. 3. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari pegawai Dinas Sosial. Suara Pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. yaitu : 1. Metode Pengumpulan Data a. dan struktur organisasi. METODOLOGI RISET 3. Sedangkan pihak luar tidak begitu mengganggu karena tamu berada di depan bagian kantor. Peniliti melakukan wawancara dengan pendekatan mengunakan petunjuk umum wawancara.maka udara pada ruangan menjadi panas dan sumpek akibatnya pegawai tidak merasa nyaman dan efektivitas pekerjaan terganggu. Tenaga Kerja dan Transmigrasi . 2. 2. Udara Udara yang berada pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi panas pada musim kemarau. Data Sekunder Data yang diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti (Marzuki.

Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara keseluruhan menggunakan tata ruang terpisah-pisah yaitu susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa satuan yang dibagi-bagi karena keadaan gedung yang terdiri atas kamar-kamar. yaitu mengenai tata ruang kantor Dinas Sosial. Ruang gerak pegawai yang kecil dapat mengurangi efektivitas kerja pegawai. membuat ringkasan menerapkan suatu teknik.c. Kendala – kendala dalam tata ruang kantor Dalam penerapan tata ruang kantor yang dimiliki oleh Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.kendala yang meliputi sebagai berikut: a. 1999: 77).2. sering mengganggu pegawai lain yang sedang melaksanakan tugas sehingga konsentrasi menjadi berkurang.4. sub bagian umum dan kepegawaian. 2002: 240). 4. 4. 3. seksi pengawasan kesehatan 25 .1. Dalam teknik analisis ini akan membandingkan antara teori dengan fakta yang terjadi. METODOLOGI PENELITIAN 4. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi di temukan kendala. Analisis data biasanya mencakup pekerjaan meringkas dari beberapa data yang telah dikumpulkan oleh peneliti untuk selanjutnya dikelola. Jenis tata ruang terbuka terdapat pada bagian staff sekretariat. seksi pengawasan norma kerja. waktu. 4. (Maman Rachman. Tata ruang terbuka digunakan berdasarkan banyak pegawai serta untuk menunjang kelancaran pegawai dalam bekerja. Tata ruang kantor yang baik sangat mampu memotivasi para pegawai untuk menjadi lebih efektif dalam bekerja .1. dan merasa tenang dalam bekerja sehingga hasil yang dicapai akan maksimal. bekerja tanpa pemborosan tenaga. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka. Pembahasan Lingkungan fisik kantor adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pekerjaan terselesaikan dengan baik. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Dengan terdapatnya sistem tata ruang tertutup pada tiap bagian atau seksi maka kantor akan terlihat kecil sehingga antara meja yang satu dengan meja yang lain saling berdekatan dan ruang gerak pegawai menjadi kecil. dan biaya.3. Tetapi pada setiap bagian ruangan pada Dinas Sosial. Sistem tata ruang kantor Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Dinas Sosial. Tehnik Analisis Data Setelah data terkumpul perlu segera diolah oleh staf peneliti khususnya yang bertugas mengelola data (Suharsimi Arikunto. Sumber suara yang mengganggu yaitu dari pihak dari kantor sendiri seperti mesin ketik manual yang tidak di beri peredam suara dan pembicaraan pegawai waktu jam kantor. Dalam hal ini observasi dilakukan oleh peneliti guna mendapatkan kejelasan dari data yang sudah didapatkan dari dokumentasi dan wawancara. b. Hal ini sudah menjadi bagian dari suatu perusahaan atau instansi maupun dalam melaksanakan kegiatan perkantoran. Observasi Adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematisk terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Dalam penelitian ini data-data dan informasi yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan menggambarkan keadaan atau fenomena. pegawai akan merasa nyaman. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Udara yang tidak dapat keluar masuk karena jendela yang tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi panas sehingga dalam mengganggu konsentrasi pegawai dalam bekerja. tidak bosan.

Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah instansi pemerintahan sehingga menggunakan warna yang umum digunakan oleh kantor-kantor instansi pemerintahan yang lainnya yaitu warna kuning kecoklatan. Dari keseluruhan kantor Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Warna ini memberikan kesan tenang.dan keselamatan kerja. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan warna kuning kecoklatan. lingkungan fisik kantor belum sepenuhnya diperhatikan dengan baik. 4. pada Dinas Sosial.4. b. Kendala. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus di setiap ruangan menggunakan saluran udara yang ada disetiap sisi atas ruangan dan dilengkapi dengan jendela kaca namun saluran udara tersebut kurang berfungsi dengan baik karena tidak dapat dibuka. seksi perselisihan ketenagakerjaan. 4. Tenaga Kerja dan Transmigrasi berada di dekat jalan raya akan tetapi suara bising kendaraan hampir tidak terdengar karena bangunannya letaknya menjorok ke dalam. Suara Pada Dinas Sosial. Hal ini dikarenakan tidak adanya peraturan yang mengatur tentang tata ruang kantor. Meskipun letak Dinas Sosial. namun ada beberapa hal yang perlu diperhatian dalam beberapa ruangan seperti ruangan kepala dinas. suara yang mengganggu dalam pekerja kantor dari internal kantor sendiri yaitu dari mesin ketik dan pegawai yang berbincang-bincang pada waktu jam kerja. d. hal ini dapat menunjang kelancaran aktivitas pekerjaan kantor pada Dinas Sosial. pencahayaan lampu listrik di gunakan pada saat cuaca mendung dan gelap. kabid pengawasan .3. kabid hubungan industrial dan perselisihan ketenagakerjaan menggunakan sistem tata ruang tertutup atau terpisah – pisah. Warna Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus meliputi: a. sehingga penataannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengakibatkan para pegawai kurang maksimal dalam melaksanakan pekerjaannya. seksi hubungan industrial. Salah satu tujuan dari tata ruang kantor yang baik adalah penggunaan segenap ruang kantor secara efisien untuk keperluan pekerjaan (http://iyanarafah. Udara Pertukaran udara pada Dinas Sosial. Cahaya Pencahayaan pada kantor Dinas Sosial. dan pelaporan. evaluasi.com/2010). Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang memerlukan konsentrasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan kantor yang bersifas biasa maupun rahasia. ruang kepala sekretariat.blogspot. Lingkungan Fisik Kantor Pada Dinas Sosial.Kendala Dalam Tata Ruang Kantor 26 . ini disebabkan masih terdapat ruangan yag terlihat sempit serta mengurangi ruang gerak pegawai dan ditambah dengan banyaknya barang.barang yang diletakkan tidak sesuai dengan tempatnya.4. Pemanfaatan ruang efektif.2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan cahaya alam yaitu sinar matahari yang tembus dari jendela kaca pada setiap ruangan yang berada di sebelah kanan kiri gedung. lebih terang dan luas. Sedangkan ruangan lain yang cukup besar tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. c. kasub Bag keuangan. Lingkungan fisik pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus belum diterapkan dengan baik karena adanya ketidakseimbangan yang disebabkan pemanfaatan ruangan yang kurang efektif. Kasub Bag perencanaan. Hal tersebut mengakibatkan kondisi udara menjadi panas walaupun telah dibantu dengan kipas angin.

Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka dan tata ruang tertutup hal ini karena untuk membedakan antara bagian yang satu dengan yang lain.kebisingan yang terjadi diakibatkan dari suara mesin ketik manual dan pegawai yang berbicara waktu jam kerja sehingga akan mengganggu pegawai yang lain dan akan mempengaruhi konsentrasi pegawai. Ruangan yang kecil ini akan menimbulkan ketidaknyamanan para pegawai karena ruang geraknya terbatasi atau menjadi kecil sehingga dapat mengurangi efektif kerja pegawai. Jika demikian. (Sedarmayanti. Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada musim kemarau tiba bersuhu berkisar 30 derajat celsius. Sedangkan pekerjaan kantor dengan suhu udara yang dianggap baik berkisar 13-24 derajat celsius. sehingga para pegawai di ruang kerjanya tetap mendapat udara yang segar dan nyaman. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Pegawai akan sulit dapat bekerja dengan baik. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Dengan terdapatnya sistem tata ruang tertutup pada tiap bagian atau seksi maka kantor akan terlihat kecil sehingga antara meja yang satu dengan meja yang lain saling berdekatan 27 .2000:193). Kendala. senang dan efisien. evaluasi dan pelaporan. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Pada Dinas Sosial. pada ruang kepala dinas. ini disebabkan oleh pemanfaatan ventilasi kurang maksimal sehingga ruangan menjadi panas. Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagian menggunakan sistem tata ruang tertutup sehingga gedung yang luas ruangannya sudah kecil ditambah dengan adanya sekat seperti dinding tembok maka akan menambah ruangan tersebut menjadi kecil. 5. Pada Dinas Sosial. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat dimbil dalam penelitian ini adalah: 1. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus terdapat kendala-kendala yang ditemukan yaitu a. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus terdapat kendala-kendala yang dapat menyebabkan pelaksanaan kerja menjadi kurang maksimal. Tingkat kebisingan pada kantor merupakan faktor lingkungan fisik kantor yang harus dipertimbangkan untuk mengelola tingkat produktivitas pegawai yang diinginkan. apabila mereka bekerja di ruang kantor yang udaranya panas. (Badri.kendala yang ada meliputi: a. Pada kantor Dinas Sosial. 2. Dengan ruangan yang panas. b. Sistem tata ruang tertutup adalah susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa kesatuan. pegawai akan merasa kurang nyaman dan mengakibatkan pekerjaan menjadi kurang maksimal. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan sistem tata ruang terbuka dan tertutup. Udara di dalam ruang kantor Dinas Sosial. ( The Liang Gie.Dalam tata ruang kantor Dinas Sosial. ruang kepala sub bagian keuangan dan ruang kepala bidang menggunakan tata ruang tertutup sedangkan bagian yang menggunakan tata ruang terbuka yaitu ruang staff pada Dinas Sosial.ruang sekretaris. Oleh karena itu perlu diusahakan adanya ventilasi cukup. 2007: 217). Pembagian itu dapat terjadi karena keadaan gedungnya yang terdiri atas kamar-kamar maupun karena memang sengaja di buat pemisah buatan misalnya dengan sketsel kayu atau dinding kaca.2001:133). yang dapat membantu penukaran udara dengan lancar. pengap sehingga sulit bernafas. ruang kepala sub bagian perencanaan. Dalam tata ruang Kantor Dinas Sosial. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Dinas Sosial. makan akan mempengaruhi produktivitas pegawai. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.

Yogyakarta: Liberty Yogyakarta 28 .. Erlangga http://iyanarafah.2000.Bandung : Mandar Suharsimi Arikunto. 1999.Jakarta:Rinika Cipta The liang Gie.2001. Semarang: IKIP Press.Surabaya: PT. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Udara yang tidak dapat keluar masuk karena jendela yang tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi panas sehingga dalam mengganggu konsentrasi pegawai dalam bekerja.com/2010/02/tata-ruang-kantor. Administrasi Perkantoran Modern. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: BPFE Rachman. Manajemen Perkantoran.2008. 2001. Maman. sering mengganggu pegawai lain yang sedang melaksanakan tugas sehingga konsentrasi menjadi berkurang. DAFTAR PUSTAKA Badri Munir Sukoco.15/06/2010 Marzuki.html 10:37 Selasa.blogspot. Sedarmayanti.dan ruang gerak pegawai menjadi kecil. Metodologi Riset. Ruang gerak pegawai yang kecil dapat mengurangi efektif kerja pegawai. Sumber suara yang mengganggu yaitu dari pihak dari kantor sendiri seperti mesin ketik manual yang tidak di beri peredam suara dan pembicaraan pegawai waktu jam kantor.Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Strategi dan Langkah-Langkah Penelitian. b.2002.

yaitu strategic. sekarang dilihat sebagai sumber daya stratejik. satu dasawarsa berikutnya terjadi perkembangan yang cukup menakjubkan dimana teknologi 29 . turnaround. mampu mengubah cara perusahaan dalam beroperasi. 191-193). factory. Untuk itu adalah suatu kewajiban bagi pihak akademisi dalam hal ini dalah pendidikan sekaligus sebagai lembaga pemberi ilmu. Pandangan mereka ini sesuai dengan definisi awal TI. Ini menunjukkan bahwa peranan TI menjadi semakin meningkat mengikuti perkembangan teknologi informasi. Sistem informasi mampu mengubah bentuk organisasi. Begitu pula dalam Lingkup organisasi perkantoran baik negeri ataupun swasta penggunaan TI merupakan menjadi suatu kebutuhan penting terutama yang terkait dengan penyerapan informasi-informasi. mereka mengklasifikasikan organisasi ke dalam empat lingkungan TI. (1983) menggunakan strategic grid sebagai rerangka untuk menjelaskan peranan TI yang berbedabeda di dalam organisasi. Informasi. Di era teknologi informasi telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. manajemen dan akademisi memandang peranan TI sebagai enabler bagi perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Sebagai contoh. dan scanner yang terdapat di toko. hal. sumber yang potensil untuk mendapatkan keunggulan dalam bersaing (Raghunathan dan Raghunathan 1990. hari atau pun jam.Memodernisasi sistem Perkantoran Melalui Peran Teknologi Informasi ABSTRAK Oleh: Wahyono. PENDAHULUAN Pada masa sekarang. teknologi informasi (TI) telah mengubah cara perusahaan melakukan bisnis yang mengakibatkan banyak hal-hal baru terjadi dalam suatu organisasi. Dengan melihat kondisi tersebut SDM saat ini di tuntut terampil dalam penggunaan TI. dan support. Drs. Saat ini. Hal ini dapat dilihat dari perubahan yang ada di sekitar kita. Di masa itulah teknologi informatika dikenal dengan sebutan teknologi komputer atau pengolahan data elektronik. melainkan cukup dalam hitungan detik. sehingga untuk memperoleh informasi dari segala penjuru dunia bukanlah suatu hal yang sulit lagi. Ives et al. Bahkan untuk memperoleh informasi-informasi apa pun bukan lagi dalam hitungan bulan. dengan berbagai dampak yang akan mengikuti si pengguna atau user.toko swalayan. Kemudian. 72) atau sebagai senjata stratejik untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam iklim bisnis yang baru (Ives dan Learmonth 1984). hal. Sebenarnya istilah information technology (IT) yang di bahasa Indonesia-kan dengan teknologi informasi (TI) ini mulai populer di penghujung tahun 1970-an. dan mampu mengubah cara perusahaan dalam bersaing (Alter 1996. Laudon dan Laudon 1991. McFarlan et al. (1980) mendefinisikan SI sebagai fungsi pendukung dalam melaksanakan aktivitas dan fungsi manajemen. MM Di Era Globalisasi saat ini penggunaan TI terus melesat cepat. Dalam rerangka tersebut. Ein-Dor dan Segev (1978). Hal ini menunjukkan bahwa TI memainkan berbagai peran dalam organisasi. keterampilan dan pendidikan mental SDM sehingga menghasilkan SDM yang profesional dan beretika terhadap penggunaan TI. manajemen dan akademisi memandang peranan TI sebagai fungsi pendukung dalam operasi perusahaan. Secara tradisional. misalnya fasilitas ATM. CD-ROM yang terdapat di perpustakaan.

yaitu karakteristik perencanaan. Dimana berperan membantu masyarakat umum agar mudah memperoleh informasi secara terbuka bahkan bagi internal perguruan tinggi sendiri dapat mempermudah untuk mengakses informasi-informasi yang up to date. modern dan berkembang cepat. Arti penting penggunaan teknologi adalah untuk mempermudah semua aktivitas dan kegiatan manusia agar tujuannya tercapai. dan telah dimulai pada . sama-sama kita ketahui bahwa sains dan teknologi telah semakin canggih. Karakteristik organisasional terdiri dari lima variabel. yaitu kualitas proses perencanaan. Internet ini adalah suatu kumpulan yang luas dari jaringan-jaringan komputer yang saling terkoneksi dengan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia. bukan hanya bersifat verbal melainkan juga berupa visualisasi.informasi yang tadinya dikenal dengan teknologi komputer beserta perangkat elektronik lainnya (software. hardware. dan dampak stratejik TI saat ini rendah berarti operasi perusahaan kurang bergantung pada fungsi TI. Dampak stratejik SI saat ini tinggi berarti operasi perusahaan sangat bergantung pada fungsi TI. karakteristik kinerja. lembaga pendidikan. manusia baik per-orangan maupun melalui organisasinya menggunakan teknologi informatika dalam wujud internet sebagai media memperoleh pengetahuan. dan sumbersumber TI. menyampaikan informasi. dan dampak stratejik TI rendah berarti pengembangan TI bukan merupakan suatu aktivitas yang kritis yang harus dilakukan perusahaan walaupun bermanfaat. Dengan adanya internet ini menjadikan manusia dapat secara mudah berkomunikasi antara satu dengan lainnyadiseluruh dunia. dll) berpadu dengan teknologi komunikasi menghasilkan apa yang dikenal saat ini dengan “internet”. karakteristik organisasional. swasta. turnaround. Perencanaan TI dibagi dalam tiga karakteristik. elektronik digital. dll). Misalnya. oleh karenanya harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). kualitas mekanisme pendukung. dan sumber-sumber perencanaan TI. kinerja fungsi TI. dan lembaga yang berbasiskan pelayanan publik. urusan bisnis. karakteristik kinerja terdiri dari tiga variabel. yaitu integrasi bisnis . Dampak stratejik TI masa yang akan datang tinggi berarti TI merupakan salah satu aktivitas yang penting yang harus dipertimbangkan dengan matang jika ingin survive dan flourish di masa yang akan datang. yang sangat urgen adalah dibidang teknologi informasi ini. serta menerapkan manajemen dan administrasinya se-efektif dan se-efisien mungkin. LSM. struktur operasional dan manajemen dalam suatu organisasi (pemerintahan. Dan. dan kontribusi SI terhadap kinerja organisasional. yaitu efektivitas perencanaan. Karakteristik perencanaan terdiri dari tiga variabel. Maka peranan TI didefinisikan dengan rerangka strategic grid yang terdiri dari dua dimensi yaitu dampak stratejik TI saat ini dan dampak stratejik SI masa yang akan datang. Penerapan Sistem Informasi Berkaitan dengan empat lingkungan TI. Teknologi Informatika dan Peranannya di Lingkungan organisasi bisnis dan Non Bisnis Dalam perkembangannya. Dengan demikian internet merupakan salah satu teknologi informasi yang berperan sangat penting dalam segala kegiatan atau seluruh sektor kehidupan. informasi. bahkan menjadikannya sebagai media berbagi informasi dan pengetahuan. yaitu strategic. Perguruan Tinggi sebagai salah satu bagian dari sistem Pendidikan telah melakukan beberapa agenda reformasinya. dan mempunyai andil besar dalam mereform sistem informasi. dll. factory. dan support.ingkungan organisasi bisnis atau non bisnis mau tidak mau wajib hukumnya menerapkan teknologi informasi 30 .TI. dan dari sedemikan banyak agenda tersebut. Dewasa ini internet sudah digunakan baik di instansi pemerintahan maupun swasta sebagai media yang memudahkan dalam pelayanan publik. rentang waktu perencanaan. keterlibatan pemakai. Melihat pentingnya penerapan teknologi informasi ini. keterlibatan manajemen puncak.

maka salah satunya adalah institusi pendidikan mempunyai peranan dalam mewujudkan harapan tersebut. lembaga non pemerintah. mensosialisasi kebijakan penggunaan anggaran. bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaan atau bisa juga untuk berbuat tidak baik. lembaga pendidikan baik yang ada di dalam maupun luar negeri). seorang petugas dibidang teknologi informasi tersebut harus yang tahu betul akan seluk beluk teknologi informasi.tersebut. parasitware. malware. mempermudah dari penyusunan RKA-KL sampai dengan pelaksanaan dan pertanggung-jawaban anggaran. baik segi manfaat penggunaan maupun ancaman bahaya yang mungkin timbul. 2. 4. Oleh karena itu. keylogger. adanya sharing resource antara lembaga peradilan dengan lembaga-lembaga lain (lembaga pemerintah. kemudian dimasa mendatang akan terjadi. Di bidang pelayanan publik dan kehumasan . masing-masing lembaga organisasi perkantoran baik swasta atau negeri yang menggunakan teknologi informasi memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang memahami secara komprehensif dan mendalam. sehingga kerusakan sistem yang mengakibatkan hilangnya data-data penting dapat dihindari. diantaranya melalui: a. aspek-aspek kemudahan melaksanakan pekerjaan yang saat ini belum terpikirkan. adware. 7 hari dalam seminggu. memudahkan memberikan informasi atau konferansi pers melaui sistem otomasi dengan jaringan world wide web (internet) danpelayanan pun dapat disediakan selama 24 jam sehari. 5. Contoh-contoh diatas merupakan peranan teknologi informasi yang secara umum bersifat positif. Mempersiapkan Kompetensi SDM Berbasis TI melalui Peran Institusi Pendidikan Untuk mempersiapkan kompetensi SDM perkantoran yang mumpuni terhadap TI. dapat membantu prosedur penerbitan surat keputusan/ keputusan dari kenaikan pangkat sampai pemberitahuan promosi mutasi (sehingga tidak terjadi seperti saat ini dimana pengiriman via pos sangat memakan waktu dan tidak sedikit yang hilang/ tercecer atau terjadi kesalahan. hack. tergantung orang yang menggunakannya. Bukan hal yang mustahil. kumpulan tulisan-tulisan masyarakat umum (akademisi dan pemerhati masalah perkantoran) serta pustakawan handal di bidang teknologi informatika. adanya perpustakaan online yang berisi buku-buku digital. spayware. kegiatan-kegiatan diklat dilaksanakan dengan modus jarak jauh (distance learning) sehingga para pengajar (terutama para pejabat fungsional dan struktural yang berkompeten) sesibuk apapun dapat meluangkan waktunya serta menghemat biaya. dll. tanpa harus menunggu dibukanya kantor. dialer. dsb. pemberian gaji langsung masuk ke rekening masingmasing (ini sudah berlangsung bagi pegawai di bank-bank). Ancaman dari luar ini seperti : virus. Di bidang administrasi keuangan . dan untuk menduduki suatu jabatan maka pejabat atasan yang berwenang dapat mengetahui secara jelas komposisi pegawai yang up to date. Di bidang pendidikan dan pelatihan . Di bidang perpustakaan . Untuk mengantisipasinya. sarana praktek menggunakan teknologi multimedia secara virtual. seperti dapat penulis contohkan sebagai berikut : 1. dari mengaplikasikan aneka produk teknologi dengan baik dan benar sampai maintenance serta memproteksi adanya ancaman luar yang menyusup. Di bidang administrasi kepegawaian . browser hijacker. karena dimasa mendatang sektor ini termasuk yang paling dominan bahkan sangat pesat perkembangan dan inovasinya. merusak serta merubah data yang ada. 3. Peningkatan Pemahaman Pengetahuan/wawasan global 31 . bisa juga atasan yang tidak berada dikantor masih bisa memonitor bawahannya atau saling berinteraksi dalam pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu mendesak. akan tetapi penggunaan teknologi informasi pun dapat pula disalah-gunakan atau berdampak negatif.

b. PENUTUP Upaya dalam memoderenisasi sistem perkantoran adalah memalui aplikasi Teknologi Informasi dalam sistem organisasi baik pemerintah mapun swasta di masa depan merupakan suatu yang tidak bisa terelakan lagi.Terkait dengan pemberian pengetahuan / wawasan. dalam rangka mengantisipasi terhadap perubahan lingkungan eksternal yang menuntut pengelolaan manajemen PNS yang profesional. Sehingga mencerminkan SDM yang memiliki tingkat kedisiplinan. Bahkan teknologi ini bagian dari tuntutan era reformasi terhadap lembaga organisasi perkantoran di Indonesia. Adapun untuk menyiapkan SDM yang kompeten dapat melalui:1)peningkatan pemahaman/wawasan 2) peningkatan keterampilan dan perbaikan akan perilaku. untuk itu institusi berperan aktif untuk membangun perilaku SDM yang positif dan sehat secara utuh. hukum dan sosial masyarakat. dinamis &Flexible. terutama dalam hal keterbatasan SDM dan dana untuk pengadaan perangkat teknologi informasi. penuh Inisiatif & Proaktif. Meskipun dalam kenyataan saat ini masih terdapat beberapa kendala (teknis maupun non teknis). Hal ini sesuai dengan pendapat para ahli yaitu Miftah Thoha dibidang Administrasi Publik dari Universitas Gajah Mada menyatakan bahwa Manajemen PNS dimasa mendatang perlu dan mutlak melakukan perubahan dalam pengelolaan manajemen kepegawaian dari yang masih konvensional ke arah yang berbasis Informasi Teknologi (E-Government). dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Arti penting kemajuan teknologi informasi tersebut adalah selain agar dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan kepada publik juga untuk lebih memperlancar. instutsi pendidikan mempunyai peranan penting tidak hanya dalam lingkup teori akan tetapi mulai di kembangkan dengan sesuai perubahan dan perkembangan pengetahuan yang berbasis teknologi informasi. mempercepat dan mempernyaman suatu pekerjaan. Dengan teknologi informasi ini pula. jangan sampai lembaga organisasi perkantoran baik negeri tertinggal jauh dengan instansi pemerintahan lainnya apalagi instansi swasta (terutama dalam hal SDM atau tenaga ahli dibidang teknologi informasi). meningkatkan daya kreativitas dan inovasi baik dari cara berpikir maupun bertindak serta tetap perpegang teguh pada pemahaman nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dalam unsur budaya. Urgennya sarana dan prasarana teknologi informatika ini dikarenakan perkembangan teknologi yang begitu cepat juga membantu untuk pengembangan sistem tenologi infomasi di perkantoran di zaman yang serba efektif dan efisen. Peningkatan keterampilan global Peningkatan keterampilan yang berbasis TI dapat juga terus ditingkat oleh peserta didik atau mahasiswa melalui penggunaan komunikasi multiguna. 32 . agama. Peningkatan Sikap atau perilaku Perilaku SDM juga turut menjadi sorotan dalam kehidupan sosial dan organisasi. semua informasi-informasi yang berkenaan dengan perkantoran di lingkungan organisasi pemerintah ataupun swasta dapat diintegrasikan. cepat. selalu berpikir inovatif & Kreatif serta mempunyai jiwa Mandiri / “Survive. sehingga mempermudah pencarian data-data oleh pengguna dari manapun. pengembagangan Iptek dan informatika serta keterampilan khusus dalam peningkatan mutu profesionlitas yang mampu berkompeten c.

MH.binamanajemen. “Peran Teknologi Informasi dalam memodernisasi sistem Peradilan di Indonesia” 2.wirausaha.REFERENSI 1.com 5.SH.com 4. www.allbusiness. www. Sony Teguh T. 2010 3.com 33 .. Agus Budi Susilo. Peran TI dalam Bisnis Global dan Sistem Perkantoran Moderen. www.

guide.PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA KEARSIPAN PADA SISWA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK TAMAN SISWA KUDUS. Oleh : Nova Chotibul Umam SARI Penelitian ini bertujuan untuk menganaliasis besarnya pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus secara parsial dan simultan. SMK Tamansiswa Kudus juga memiliki guru-guru yang berkompeten dan mempunyai keahlian sesuai bidangnya masingmasing. 34 . untuk laboratorium/ruang praktik kearsipan di SMK Tamansiswa belum tersedia karena keterbatasan tempat. data tersebut diambil dari jumlah populasi dari dua kelas sebanyak 88 siswa. dari sarana umum sudah tersedianya ruang belajar/kelas yang cukup untuk menampung siswa hingga 46 orang. Berdasarkan informasi dari sebagian siswa seperti memanfaatkan teknologi komunikasi dalam pembelajaran dan lain-lain.746 X2. kompetensi pribadi. Peraturan dari SISDIKNAS mengatakan bahwa “setidaknya seorang guru mempunyai empat kompetensi utama yaitu kompetensi pedagogik. PENDAHULUAN 1.00. Sebagai guru. kartu kendali dan kertas pinjam arsip.1 Latar Belakang Hasil belajar siswa jurusan administrasi perkantoran kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan masih belum optimal. Menurut pengamatan dan data yang ada secara umum fasilitas belajar yang menunjang pembelajaran mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus sudah cukup memadai. penerangan yang cukup dengan 4 lampu untuk ruang laboratorium dan 2 lampu untuk ruang kelas. dan kompetensi professional” Namun pemahaman dan penerapan tentang kompetensi tersebut masih belum maksimal terlebih lagi kompetensi pedagogik guru disini. Data yang ada menunjukkan siswa yang belum mencapai nilai KKM terdapat 35 siswa atau sekitar 39. Kata Kunci : Hasil Belajar. kompetensi pedagogik guru. map.25+ 0.77% yang terdiri dari siswa kelas administrasi perkantoran 1 terdapat 6 siswa yang belum tuntas dan kelas administrasi perkantoran 2 terdapat 29 siswa yang belum tuntas.941 X1 + 0. para guru pada umumnya yang masih belum melaksanakan kompetensi tersebut secara utuh. Selain memiliki fasilitas belajar yang cukup memadai. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan pada siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Variabel dalam penelitian ini adalah dua variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar kemudian satu variabel terikat yaitu hasil belajar siswa Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran mengeloala kearsipan yaitu 72. kemampuan mereka dalam kegiatan belajar mengajar sudah cukup bagus. kompetensi sosial. namun untuk alat-alat penunjang proses pembelajaran mengelola kearsipan sudah cukup tersedia seperti filling kabinet. stepler. Hasil penelitian regresi linier berganda menunjukakan persamaan Y = -51. setiap mengadakan praktek siswa SMK Tamansiswa menggunakan ruangan yang lain. Dalam penelitian ini menggunakan populasi karena respondennya terdiri kurang dari 100 yaitu 88 siswa. teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. fasilitas belajar I.

2. dan ketaqwaan. mendidik berarti memberi tuntutan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangan. Seberapa besar pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? 2. 2010: 2). LANDASAN TEORI 2. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. mendidik adalah membantu anak supaya anak itu kelak cakap menyelesaikan tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri. dan menunjang pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah. Seberapa besar pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? 3. METODOLOOGI PENELITIAN 3. yang berarti anak laki-laki. Secara kiasan pedagogik adalah seorang ahli yang membimbing anak. Seberapa besar pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? II. semangat kecintaan.Dari uraian tersebut peneliti tertarik untuk meneliti tentang kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar yang berada di SMK Tamansiswa dengan judul ”Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dan Fasilitas belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Mengelola Kearsipan Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Di SMK Tamansiswa Kudus”. selain itu penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif karena peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. mendefinisikan sarana/fasilitas belajar adalah semua perangkat peralatan. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang telah dipelajari oleh pembelajar.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses belajar di sekolah. Brojonegoro.1 Konsep Dasar tentang Hasil Belajar “Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya” (Slameto. 2. Penelitian ini mengkaji fakta-fakta yang sudah ada dan tidak memanipulasinya atau mengubah data tersebut sehinggga penelitian ini termasuk penelitian non eksperimen. Pedagogik merupakan suatu teori dan kajian yang secara teliti. 1. Darji Darmodihardjo menunjukkan suatu usaha yang lebih ditunjukkan kapada pengembangan budi pekerti. (Sadulloh. berasal dari bahasa yunani ”paedos”. III. rasa kesusilaan. Menurut Ki Hajar Dewantara. sampai tercapainya kedewasaan dalam arti rohani dan jasmani. artinya pendekatan ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat dan seberapa besar pengaruh tersebut. Menurut Hoogeveld. bahan. kritis.1 Konsep Dasar tentang Fasilitas Belajar Bafadal (2004: 2). membimbing. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa fasilitas belajar adalah semua kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik dalam rangka untuk memudahkan. Menuurt S. mendidik anak kearah tujuan tertentu. dan “agogos” artinya mengantar. 2010: 2 ).2 Konsep Dasar tentang Kompetensi Pedagogik Pedagogik merupakan suatu kajian tentang pendidikan anak. 35 . yang menjadi tujuan dari pembelajaran adalah pendiskripsian tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau gambaran produk yang menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut sudah terjadi. Hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan merupakan hasil perubahan perilaku berupa pengetahuan yang siswa dapatkan setelah proses pembelajaran dan keterampilan mengelola kearsipan yang siswa peroleh. mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota.2 Rumusan Masalah Dari identifikaksi masalah di atas penelitian ini akan dibahas tentang beberapa masalah diantaranya: 1. melancarkan. dan obyektif mengembangkan konsep-konsepnya mengenal hakekat proses pendidikan. Pendapat lain juga mengatakan hal yang sama bahwa pedagogik merupakan ilmu mendidik. Defininisi tentang istilah padagogik diuraikan oleh beberapa ahli dalam Sadulloh (2010: 3).

3.3. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1. (4) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.3. Variable Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. (9) memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi.3 3. (8) menyelenggarakan penilaian evaluasi dan proses dan hasil belajar. leger. yaitu seperangkat perlengakapan dasar yang tidak secara langsung menunjang proses pembelajaran. (3) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran. (10) melakukan tindakan reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.1 3. (5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dokumentasi “Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa cacatan. 2006: 151). dimana responden telah diberikan pilihan jawaban. Uji Asumsi Klasik a. (6) memfasilitasi pemngembangan potensi peserta didik. Hasil belajar Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. 2006:158). atau hal-hal yang diketahui” (Suharsimi. Fasilitas Belajar Fasilitas belajar yaitu segala sesuatu yang digunakan untuk memperlancar proses pembelajaran mata pelajaran mengelola kearsipan. notulen. (2) prasarana. 2. Populasi Penelitian Obyek dalan penelitian ini adalah seruh siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa yang jumlahnya 88 siswa.3. Bagaimana seorang guru dalam mendidik siswa. (7) berkomunikasi secara efektif. yang didalamnya mencakup pengelolaan kelas. berhubung jumlah obyek yang diteliti kurang dari 100 maka peneliti menggunakan penelitian jenis populasi. Pertanyaan yang disediakan dalam angket merupakan jenis pertanyaan tertutup.Uji Normalitas b. Variabel yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah: Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan seorang guru dalam mengelola kelas. rapat. (2) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. Uji Multikolinieritas c.5 Teknik Analisis Data. Indikator hasil belajar adalah nilai dari tes subsumatif atau nilai ulangan tengah semester. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa daftar nilai ulangan tengah semester dari pihak guru mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus 3. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi ini karena ingin memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam proses penelitian. empatik dan santun. dan fasilitas belajar. buku.2 3.4 1. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden tentang kompetensi pedagogik guru. Analisis Regresi Linier Berganda 36 . penulis menggunakan teknik sebagai berikut: Angket “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Indikator kompetensi pedagogik meliputi : (1) menguasai karakteristik peserta didik. majalah. surat kabar.3 3.2 3. yaitu segala peralatan yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran. Indikator fasilitas belajar adalah (1) sarana. Analisis Deskriptif 2. transkip.Uji Heteroskedastisitas 3. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini.

4. 5632 baik 2 3520Baik . Koefisien Determinasi Simultan dan Parsial HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria Deskriptif Kompetensi Pedagogik Guru No. Interval Frekuen Kriteria Skor si 1. 3520 baik 4 1408Tidak . l Skor 1 4576Sangat . 4576 3 2464Kurang . 7436Sangat 19 9152 baik 2.IV. 22880 Tidak 4004 baik Kriteria Deskriptif Fasilitas Belajar N Interva Kriteria o. 572060 Baik 7436 3. 40049 Kurang 5720 baik 4. 2464 baik Persentas e 22% 68% 10% 0% Frekuen si 6 42 33 7 Persenta se 7% 48% 38% 8% 37 .

801 . PENUTUP 5.118 Standardized Coefficients Beta . Adapun kelemahan penelitian adalah sebagai berikut: 1.602 Std.000 Correlatio ns Partial . Angket yang dibagikan pada responden menayakan kemampuan kompetensi guru secara keseluruhan.941 .616 5.104 . Dependent Variable: Hasil Belajar Hasil Koefisien Determinasi Secara Simultan b Model Summary Change Statistics Model 1 R .801 .744 df1 2 df2 85 Sig. Predictors: (Constant). Error -51.566 Collinearity Statistics Tolerance VIF . Dependent Variable: Hasil Belajar Hasil Koefisien Determinasi secara Parsial Unstandardized Coefficients B Std.566 Collinearity Statistics Tolerance VIF .000 .248 a. Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar tidak dapat berpengaruh secara langsung terhadap hasil belajar.000 . Error of the Estimate 12.746 . adapun variabel yang dimaksud adalah proses pembelajaran. akan tetapi harus melalui variabel intervening.616 5.323 Sig.161 .535 . .782a R Square .248 1.248 1.478 a Coefficients Model 1 (Constant) Kompetensi Pedagogik Guru Fasilitas Belajar t -4.801 1. . 3.000 . Error -51.478 t -4.535 .323 Sig. 2.000 a.441 . Dependent Variable: Hasil Belajar Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini penulis mendapati keterbatasan penelitian.801 1.839 6.611 Adjusted R Square . Kompetensi Pedagogik Guru b.253 11. sedangkan yang diteliti hanya pada satu guru mata pelajaran V. Fasilitas Belajar.746 .941 .02251 F Change 66.000 . namun dalam penelitian ini hanya ditujukan kepada satu guru saja yaitu kompetensi pedagogik guru pada mata pelajaran mengelola kearsipan sesuai dengan instrumen yang diberikan kepada para siswa.000 Correlatio ns Partial .839 6.1 Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar mempengaruhi hasil belajar siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus dengan simpulan sebagai berikut: 38 .253 11. Variabel kompetensi pedagogik guru yang dibahas seharusnya kompetensi pedagogik guru secara keseluruhan.161 .Regresi linier berganda a Coefficients Model 1 (Constant) Kompetensi Pedagogik Guru Fasilitas Belajar Unstandardized Coefficients B Std. Namun dalam penelitian ini variabel intervening tersebut tidak diteliti.441 . dikarenakannya kelemahan peneliti dalam menganalisis permasalahan yang di angakat. F Change .104 .118 Standardized Coefficients Beta .248 a.

Canadian Journal of education Administration and policy. Burhanuddin. Sedang Selangor. Suharsimi. 1984. Jakarta: Rineka Cipta. agar nilai ketuntasan dapat dicapai oleh seluruh siswa 4. Abdul. Chtarina. Ghozali. Gie. Bafadal. 2007. 2003. Psikologi Belajar. Remaja Rosdakarya. Bagi sekolah . 2004. Jakarta: Rineka Cipta. Tri Anni. Pengantar Pedagogik. Sistem Pendidikan Nasional. Perpustaan yang sudah disediakan dibenahi lagi dalam koleksi buku-buku literaturnya agar siswa mudah dalam memperoleh dan menambah pengetahuan mereka 3. 7 kompetensi guru. Bagi guru Dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi lebih ditingkatkan. Jogjakarta Kontin. maka saran yang dapat diberikan oleh peneliti antara lain: 1. Kompetensi pedagogik guru mempunyai pengaruh relatif kecil terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus 2. 2002. 2006. 39 . dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat lebih variatif 2. http://www. ( 15 Mei 2010). Bagi siswa Disarankan bagi siswa kelas XI untuk lebih giat dalam belajar. The Liang. Casey & Ruth. Moh. Himpunan Perundang-undangan Republik Indonesia. Perencanaan Pembelajaran. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.1. Ekonometrika. Jamal Ma’mur.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh. 1998. Teacher Effectiveness. Ibrahim. Prosedur Penelitian.pdf. Asmani. 2007. Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar mempunyai pengaruh cukup besar terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus 5. Bagi peneliti lanjut Disarankan menambah variabel lain yang berpengaruh dengan hasil belajar. Majid. Manajemen Perlengkapan Sekolah dan Aplikasinya. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Bandung: PT. Fasilitas sarana yang dibutuhkan perindividu perlu ditambah disesuaikan dengan jumlah siswa mengingat banyaknya mata pelajaran yang praktek yang siswanya harus benar-benar faham. Majid. dkk. b. Jakarta: Bumi Aksasa. Cara Belajar Yang Efisien. Teacher Educational Pogramadmission Criteria And What Beginning Teachers Need To Know To Be Successful Teachers. Semarang: UPT MKK UNNES. Malaysia. a. Universiti Putra Malaysia Press.ca/publications/cjeap/pdf_files/childs_casey. 2006. 2009. Bandung: Nuansa Aulia. Imam. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Power books Banguntapan. 2009. lebih memanfaatkan fasilitas yang telah di sediakan oleh sekolah.umanitoba. Salam. Fasilitas belajar mempunyai pengaruh relatif kecil terhadap hasil belajar siswa kelas XI mata pelajaran mengelola kearsipan jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus 3.

2009. Uyoh. Pengaruh Komunikasi Guru Dan Fasilitas Belajar Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran Mata Pelajaran Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan Di Smk SeKabupaten Purbalingga.Natioanal Clearinghouse For Educational Facilities. Sri. Evaluasi Pendidikan http://zaifbio. Raja Grafindo Persada. www. Skripsi. Usulan Model Pembaharuan Untuk pengembangan sekolah. Educational Facilities w ith in the Context of a Changing 21st Century America.central conneticut Satate University Zaifbio. Bahri Djamarah. Sardiman. 2010.html#smkmenarik (3 April. New Maxico Republika 2007. Skripsi. 2007. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. 2007. Kreatif. Developing pedagogical competence in online environments. Invigorating pedagogic change.edfacilities. Eko. Jakarta: Rineka Cipta. Pengaruh Kompetensi Professional Dan Kompetensi Pedagogik Guru Ekonomi Terhadap Akuntansi Terahadap Prestasi Belajar Di SMK Kabupaten Magelang.com/journal/item/8 (23 Mei 2010) Syaiful. 2003. Universitas Negeri Semarang. 2006.org. suggestion from findings of the development of secondary science techers practice and cognizance of the lerning proses. 2010.wordpress.com/2009/11/15/ranah-penilaian-kognitif-afektif dan-psikomotorik/ (10 Juni 2010) Zakiyati. Mark. Albuquer. Jakarta: Rineka Cipta. Arina. Sadullah. Universitas Negeri Semarang. Srihartanto. 40 . 2006. Jakarta: PT. http://jurnal. 2006. 2010. University of South Carolina Ruzana. European journal Of Teacher Education. (12Mei 2010) Slameto.multiply. Ann. Schneider. Pedagogik. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 2010) R. http://unikharynizar.pendidikan . Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Bandung: Alfabeta. 202. Stevenson.Nevin.net/jurnal1. Do school faciliti affect Academic Outcome. Strategi Belajar Mengajar. Kenneth. 2009. Implementasi Pembelajaran Aktif.

Hasil Belajar PENDAHULUAN Rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono dalam mata pelajaran ekonomi. Adapun dalam pembelajaran tradisional tersebut. serta hanya menjelaskan konsep-konsep yang terdapat dalam buku ajar (Trianto 2007:1). Bahkan saat guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya tidak ada siswa yang bertanya. Batang dari hasil penelitian yang diperoleh. Berdasarkan latar belakang di atas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. penyampaian materi oleh guru masih dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran sebagai alternatif perbaikan dalam 41 . guru ekonomi harus mampu memotivasi siswa serta melakukan usaha-usaha lain dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas agar siswa termotivasi dan berminat dalam pembelajaran ekonomi. khususnya pada jenis dan jenjang pendidikan formal (sekolah). Oleh karena itu.IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS VIII B SMP N 1 TERSONO KABUPATEN BATANG Yulia Ratnaningsih NIM 3301403128 Abstrak: Makalah ini menjelaskan tentang metode pembelajaran kooperatif jigsaw II dan penerapannya yang dirancang dengan design penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Penilaian diambil dari nilai ulangan harian siswa sebelum diterapkannya metode pembelajaran kooperatif jigsaw II (sebagai data pembanding) yang dibandingkan dengan nilai postes dari siklus I dan siklus II. Berlakunya kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi yang telah direvisi melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut adanya perubahan adanya pemahaman tentang pendidikan dan pembelajaran. sehingga hasil belajar ekonomi siswapun meningkat. Bahkan mereka kurang tertarik terhadap mata pelajaran ekonomi. Kata Kunci: Implementasi. guru tidak menggunakan alat dan praktek. berdasarkan hasil pengamatan terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik di kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. Dengan demikian suasana belajar mengajar menjadi tidak kondusif dan siswa cenderung pasif. perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat membantu siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Tersono untuk memahami materi ajar dan mampu melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat. maka permasalahan yang diteliti yaitu apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang? Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan diatas. dan memotivasi diri sendiri. siswa tidak dipahamkan tentang bagaimana cara belajar. sehingga menimbulkan sikap negatif siswa terhadap mata pelajaran ekonomi yang akhirnya berpengaruh pula terhadap pencapaian hasil belajar mata pelajaran ekonomi Selain itu. Dalam proses belajar mengajar ekonomi. suasana kelas cenderung teachercentered. Hal ini disebabkan karena siswa merasa takut untuk melontarkan pertanyaan atau bahkan siswa merasa malu untuk bertanya. antara lain disebabkan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. perubahan kurikulum tersebut harus pula diikuti oleh guru yang bertanggung jawab atas terselenggaranya pembelajaran di sekolah. Manfaat hasil penelitian bagi SMP N 1 Tersono Kab. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu yaitu dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif jigsaw II dalam pembelajaran. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang yang berjumlah 30 siswa. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang. berpikir. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II. Hal tersebut mengakibatkan siswa jenuh dalam menerima pelajaran. Siswa hanya mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Oleh karena itu. Dalam hal ini. Oleh sebab itu.

belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. metode. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. Menurut Slameto dalam Djamarah (2002:13). dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas tersebut. belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan. (4) model pembelajaran kooperatif jigsaw II. (5) hipotesis. Adapun tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk memberikan kesempatan pada semua siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja yaitu faktor intern dan faktor ekstern. LANDASAN TEORI Untuk memecahkan masalah yang telah dikemukakan diatas. Dengan demikian kerjasama dalam kelompok merupakan aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. Oleh karena itu. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibanding dengan sebelumnya. siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks. sikap kurang sopan menjadi sopan. bahan. dan sebagainya. minat dan motivasi. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok yang tingkat kemampuannya berbeda. Agar tujuan itu tercapai. (3) faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar. yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. situasi dan evaluasi. Peneliti sebagai calon guru dapat menambah pengetahuan untuk meningkatkan kemampuannya dalam dunia pendidikan. kesehatan. 2002:13). tujuan. antara lain tujuan. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran didorong dan atau dikehendaki untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama. Sedangkan bagi guru diantaranya adalah dengan adanya penelitian ini diharapkan Guru memperoleh tambahan wawasan atau informasi mengenai penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Ekonomi dan memberikan pedoman bagi guru dalam memotivasi siswa untuk belajar sehingga menumbuhkan keinginan pada diri siswa untuk berprestasi lebih baik. Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. dan saling membantu untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. siswa. Selaku suatu sistem. Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa. selama bekerja dalam kelompok tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru. guru. Dalam penerapan kooperatif dua atau lebih individu saling tergantung 42 . sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya. metode mengajar. dan penghargaan kooperatif. Belajar mengajar selaku suatu sistem instruksional mengacu kepada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan (Djamarah 2002 : 10). dan psikomotor (Djamarah. afektif. (2) Hasil belajar siswa. dan lingkungan sekitar. belajar mengajar meliputi suatu komponen. sekolah. meliputi keluarga. meliputi intelegensi dan bakat. semua komponen yang ada harus diorgnisasikan sehingga antar sesama komponen terjadi kerja sama. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. Dalam pembelajaran. khususnya belajar IPS Ekonomi dan pendidikan pada umumnya. masyarakat. Dalam pembelajaran kooperatif dicirikan oleh struktur tugas. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu.proses pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan. landasan teori dalam penelitian ini meliputi: (1) pembelajaran sebagai suatu sistem. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi (Trianto 2007 : 41).

Tatap muka Dalam pembelajaran kooperatif setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat mencapai tujuan mereka. Para siswa ditugaskan untuk membaca bab. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif. c. Setelah membaca materinya. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu kepala saja. Salah satunya adalah untuk meningkatkan pencapaian prestasi siswa. menyelesaikan masalah. Untuk itu harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong yaitu: a. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan. Dalam teknik ini siswa bekerja dalam anggota kelompok yang sama dengan latar belakang yang berbeda. dan juga akibatakibat positif lainnya yang dapat mengembangkan hubungan antar kelompok. atau materi lain. b. Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran koopertif membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan. memanfaatkan kelebihan. Keterampilan berkomunikasi dalam berkelompok juga merupakan proses panjang. Tanggung jawab perseorangan Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif. dan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan sarana yang baik untuk mencapai hal-hal semacam itu (Slavin. Saling ketergantungan positif Keberhasilan suatu karya sangat tergantung pada usaha setiap anggotanya. kemudian diadaptasi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkin. Metode pengajaran jigsaw dikembangkan oleh Elliot Aronson dan rekan-rekannya di Universitas Texas. Komunikasi antar anggota Unsur ini menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. penerimaan terhadap teman sekelas yang lemah dalam akademik. Jigsaw II adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan kelompok-kelompok kecil yaitu 5-6 siswa. 2008:4-5) Menurut Anita Lie (2004:38) dalam bukunya Cooperative Learning bahwa model pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar kelompok. dan meningkatkan rasa harga diri. Alasan lain adalah tumbuhnya kesadaran bahwa para siswa perlu belajar untuk berpikir. biasanya bidang studi sosial. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. biografi. tetapi ada unsur-unsur dasar yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. karena keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. d. lalu mereka kembali kepada timnya untuk mengajarkan topik mereka itu kepada teman satu timnya. setiap siswa akan merasa bertanggungjawab untuk melakukan yang terbaik. Menurut Roger dan David Johnson dalam bukunya Anita Lie (2004 : 31-35) mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap Cooperative Learning. 43 . Namun proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa. buku kecil. para ahli dari tim berbeda bertemu untuk mendiskusikan topik yang sedang mereka bahas. e. Tiap anggota tim ditugaskan secara acak untuk menjadi “ahli” dalam aspek tertentu dari tugas membaca tersebut. dan mengintegrasikan serta mengaplikasikan kemampuan dan pengetahuan mereka.satu sama lain untuk mencapai satu penghargaan bersama. Mereka akan berbagi penghargaan tersebut jika mereka berhasil sebagai kelompok. dan mengisi kekurangan. Ada banyak alasan yang membuat pembelajaran kooperatif memasuki jalur utama praktik pendidikan. Bentuk adaptasi jigsaw yang lebih praktis dan mudah adalah Jigsaw II (Slavin 2008 : 237). atau materi-materi yang bersifat penjelasan terperinci lainnya. Evaluasi proses kelompok Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.

Penghargaan tersebut dapat berupa sertivikat atau bentuk-bentuk rekognisi tim lainnya. Tujuan dari pemberian penghargaan ini adalah untuk memotivasi siswa supaya para siswa termotivasi untuk mempelajari materi dengan baik dan untuk bekerja keras dalam kelompok ahli mereka supaya mereka dapat membantu timnya melakukan tugas dengan baik. dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Dalam kelompok ahli. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji). Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. Kunci metode Jigsaw II ini adalah interdependensi: tiap siswa bergantung kepada teman satu timnya untuk dapat memberikan informasi yang diperlukan supaya dapat berkinerja baik pada saat penilaian. Gambar 2. Sedangkan kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Kelompok ini disebut kelompok asal. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut: Kelompok Asal Kelompok Ahli Gambar 1. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. maka dari 30 siswa dibagi menjadi 5 kelompok ahli yang beranggotakan 6 siswa dan 6 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa.Dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama. Misal suatu kelas dengan jumlah 30 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli. serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Kelompok asal adalah kelompok awal siswa yang terdiri dari beberapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan memperhatikan keragaman dan latar belakang siswa. Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok. Contoh Pembentukan Kelompok Jigsaw II Guru memberikan kuis (yang mencakup seluruh topik) untuk siswa secara individual. 44 . Ilustrasi Kelompok Jigsaw II Langkah-langkah dalam penerapan teknik Jigsaw II adalah sebagai berikut. setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya. terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Dalam tipe Jigsaw II ini. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal.

Validitas isi dilakukan dengan cara menelaah soal secara teoritis dengan seorang ahli / guru bidang studi IPS-Ekonomi. 2008:13-14). Setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif jigsaw II pada siklus I diketahui skor terendah = 50. Jawa Tengah. digunakan untuk mengambil data tentang hasil belajar IPS-Ekonomi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono Kabupaten Batang yang telah diajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. maka hasil belajar siswa akan meningkat. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 86. dan yang belum tuntas belajar = 2 siswa. Sekurang-kurangnya 75% dari keseluruhan siswa yang ada di kelas tersebut mencapai ketuntasan belajar afektif dan psikomotorik 75% (Mulyasa. Indikator keberhasilan yang dijadikan tolok ukur dalam penelitian ini adalah: 1. tes. Hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. Dalam validitas isi sampel untuk tes dapat dimintakan bantuan ahli bidang studi untuk menelaah apakah konsep materi yang diajukan telah memadai atau tidak sebagai sampel tes. Dalam penelitian ini tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan. Seorang peserta didik dipandang tuntas belajar jika ia mampu menyelesaikan. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 93. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis hasil belajar sebelum diterapkan metode pembelajaran kooperatif jigsaw II diketahui skor terendah = 40. Dengan demikian validitas isi tidak memerlukan uji coba dan analisa statistik atau dinyatakan dalam bentuk angka-angka (Nana Sudjana. serta untuk memperoleh daftar nilai siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. pelaksanaan. rerata (mean) = 84. dimana dari 30 siswa yang telah tuntas belajar = 19 siswa. digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. dan refleksi (Suharsimi Arikunto 2007 : 16).7%. 2007:254) 2. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila tes tersebut mampu mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. Pada siklus II diketahui skor terendah = 60. diperoleh adanya peningkatan terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian.Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran. Nilai rata-rata kelas sebelum diterapkannya metode kooperatif jigsaw II adalah 63.3%. Sedangkan keberhasilan kelas dilihat dari jumlah peserta didik yang mampu menyelesaikan atau mencapai minimal 65%. dengan rerata (mean) = 77. Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw II untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. siswa yang telah tuntas belajar = 28 siswa. dimana dari 30 siswa yang telah tuntas belajar = 26 siswa. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan masing-masing kegiatan tatap muka adalah dua jam pelajaran dengan alokasi waktu satu jam pelajaran sama dengan 40 menit. skor tertinggi = 100. sekurang-kurangnya 85% dari jumlah peserta didik yang ada di kelas tersebut (Mulyasa. SMP Negeri 1 Tersono beralamat di Jalan Raya Tersono.3%. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain: metode dokumentasi. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi. skor tertinggi = 85. skor tertinggi = 95. Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 63. pengamatan. dengan rerata (mean) = 63. dan siswa yang belum tuntas belajar = 4 siswa. menguasai kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 65% dari seluruh tujuan pembelajaran. Proses penelitiannya terdiri dari dua siklus. dan observasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. dan siswa yang belum tuntas belajar = 11 siswa. 2007:256).2 dengan ketuntasan 45 . METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas.2. metode ini digunakan untuk mengumpulkan daftar nama dan jumlah siswa yang akan digunakan sebagai objek penelitian yaitu kelas VIII B.

Cooperative Learning.belajar klasikal 63. Robert E. Terjamahan Nurulita Yusron. Bandung: Remaja Rosda Karya. Lie. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2007. 2008. 2007. Jakarta: Rineka Cipta.3%. ______.7 % dan pada siklus II nilai rata-rata kelas adalah 84. Suharsimi. Trianto.7% sedangkan pada tes akhir siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 84.0 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 93. 2007.0 dengan ketuntasan belajar klasikal 93. Bandung: Remaja Rosda Karya. PENUTUP Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pembelajaran IPS Ekonomi dengan metode Kooperatif Jigsaw II menggunakan desain penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang tahun pelajaran 2008/2009. Mulyasa. dan Supardi. Cooperative Learning Mempraktikkan Kooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Suharjono. Jakarta: Prestasi Pustaka. Jakarta: Grasindo. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. 2008. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar ekonomi siswa serta tercapainya indikator keberhasilan. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Anita. E. Hasil tes siklus I nilai rata-rata kelas mencapai 77 dengan ketuntasan belajar klasikal 86. 46 . Bandung: Nusa Media. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis yang menyatakan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. Bumi Aksara. Slavin. Setelah diterapkannya metode kooperatif jigsaw II pada siklus I nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 77 dengan ketuntasan belajar sebesar 86. Strategi Belajar Mengajar.3%. Jakarta: PT. Jakarta: Prestasi Pustaka. maka hasil belajar siswa akan meningkat diterima (terbukti). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2007. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pembelajaran dengan metode kooperatif tipe jigsaw II dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran bagi guru dalam rangka menambah variasi model mengajar dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan metode kooperatif jigsaw II sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Djamarah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai tes dari masing-masing siklus yang mengalami peningkatan.3 %. 2004. 2002. Sudjana. Nana. Penelitian Tindakan Kelas.

baik pada kantor-kantor Lembaga Negara. perlu disadari bahwa mengurus arsip adalah bukan sesuatu hal yang mudah. Hal yang sangat tidak mungkin suatu kantor mampu memberikan data informasi yang baik. perlu ditentukan. dan pemusnahan. penyusutan. pemindahan. 7 Tahun 1971. Sehingga arsip sebagai sumber informasi harus dikelola dengan baik. salah satunya terdapat pengendalian kearsipan. pemeliharaan. penggolongan. Pengendalian arsip meliputi pencatatan. lengkap dan akurat.MODEL MANAJEMEN KEARSIPAN SEBAGAI UPAYA UNNES MERAIH SERTIFIKAT ISO 9001: 2008 (Kajian Konseptual) Agung Kuswantoro.Pd Abstract Kearsipan mempunyai peranan sebagai pusat ingatan. sumber informasi serta alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka melaksanakan segala kegiatan-kegiatan. Dalam kesibukan pembangunan seperti sekarang ini. Menggunakan azas sentralisasi. Ini pun tidak asal saja ditentukan. Dari pengertian tersebut tampak bahwa arti pentingnya kearsipan ternyata mempunyai jangkauan yang amat luas. System kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. UNNES saat ini. azas efisiensi perlu dipertimbangkan dengan seksama. maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelaksanaan kehidupan kebangsaan. perlu memberikan informasi yang lengkap pada pengguna (user). sehingga arsip akan mudah ditemukan. Kata kunci : manajemen kearsipan dan ISO 9001: 2008 Pendahuluan Kearsipan mempunyai peranan sebagai pusat ingatan. Selain itu kearsipan juga merupakan salah satu bahan untuk penelitian ilmiah. pada saat ini sedang mengajukan diri untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001 tahun 2008 untuk dapat menjamin 47 . Mengurus arsip. Universitas Negeri Semarang sebagai kampus konservasi. penyimpanan. Pada pasal 3 Undang-Undang No. sumber informasi serta alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka melaksanakan segala kegiatan-kegiatan di Perguruan Tinggi. yaitu baik sebagai alat untuk membantu daya ingatan manusia. salah satunya Unnes. akan menerapkan system ISO 9001: 2008. Unnes dalam peningkatan mutu. jika kantor tersebut tidak memelihara kearsipan yang baik dan teratur sesuai dengan ketentuan-ketentuan kearsipan yang telah ditetapkan. desentralisasi dan azas kombinasi yang paling tepat. antara lain dirumuskan bahwa tujuan kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan. tetapi memerlukan penanganan yang serius. Dalam proses penyajian informasi agar pimpinan dapat membuat keputusan dan merencanakan kebijakan. S. Sarannya adalah perlu adanya pelatihan manajemen kearsipan bagi para pegawai pada tiap unit pengolah dalam pengelolaan arsip. pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemeritahan. Filling komputerisasi dan print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan (subjek). Swasta dan Perguruan Tinggi. di mana dalam klausul ISO tersebut Sistem Manajemen Mutu. pengendalian. pendistribusian. maka harus ada system dan prosedur kerja yang baik dibidang kearsipan. bukan hanya soal menyimpan warkat-warkat yang pada saatnya nanti harus dibuang Sistem penyimpanan yang mana akan digunakan. kemudian dikendalikan dengan system kartu kendali.

Salah satu sistem manajemen mutu di antaranya adalah pengendalian arsip. Arsip dinamis aktif adalah semua arsip yang masih berada di kantor. pelaksanaan.mutu perguruan tinggi secara institusi atau kelembagaan dengan tujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas serta sebagai pemenuhan persyaratan pelanggan/ stake holder. (2) Bagi penulis untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman penulis terutama pada masalah yang berhubungan dengan pengelolaan arsip. 2003:4). pelaksanaan dan kegiatan administrasi lainnya (Amsyah. LANDASAN TEORI Pengertian Arsip Arsip dinamis adalah arsip yang masih diperlukan secara langsung dalam perencanaan. penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau arsip yang digunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administarsi negara. Arsip sebagai bukti penyelenggaraan proses akademik harus dikumpulkan. Manfaat secara praktis dalam penelitian ini adalah (1) Bagi lembaga akademik diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan terutama ilmu manajemen dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. (3) Untuk memberikan masukan sebagai bahan referensi dan pertimbangan bagi Universitas Negeri Semarang untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan dalam sistem pengelolaan arsip. Sedangkan arsip aktif adalah arsip yang secara langsung dan terus-menerus diperlukan dan digunakan dalam penyelenggaraan administrasi sehari-hari serta masih dikelola oleh unit pengolah (Barthos. Universitas Negeri Semarang selalu melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap sistem yang telah dikembangkan. tanpa mengabaikan pemenuhan terhadap persyaratan standar internasional ISO 9001: 2008 serta peraturan lainnya yang diamanatkan oleh Dirjen Dikti sebagai institusi yang bertanggung jawab melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap institusi-institusi perguruan tinggi yang ada. Tujuan dari penyusunan manual mutu adalah memberi arahan bagi manajemen maupun sivitas akademika Universitas Negeri Semarang dalam penerapan system yang efektif dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan memelihara kesesuaian penerapan system manajemen mutu sesuai persyaratan standat International ISO 9001: 2008. Dari latar belakang tersebut. swasta atau organisasi kemasyarakatan karena masih dipergunakan secara langsung dalam perencanaan. maka saya akan membahas tentang Model Kearsipan Berdasarkan Sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang. baik kantor pemerintah. disimpan dan dipelihara secara sistematis sehingga apabila dibutuhkan ddapat diperoleh dengan mudah. 48 . (2) Mengkaji atau mengkonfirmasi tentang sistem pengelolaan arsip dinamis aktif yang baik dan benar. Manfaat secara teoritis dalam penelitian ini adalah (1) Sebagai bahan pemahaman teori yang diperoleh penulis yang diterapkan pada dunia kerja. dengan tetap memperhatikan efektifitas penerapannya. Perumusan Masalah Dari latar belakang di atas maka rumusan permasalahannya yaitu bagaimana model kearsipan berdasarkan sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang? Kegunaan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan masalah di atas maka kegunaan penelitiannya untuk mengetahui model kearsipan berdasarkan sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang. 2003:2).

guna ilmu pengetahuan. Penggolongan Arsip Menurut Sularso Mulyono. 3. guna informasi. guna yuridis. Daya Guna Warkat Warkat adalah catatan tertulis. karena setelah apa yang diinformasikan sudah selesai berarti sudah tidak ada nilai kegunaannya. Puak arsip ini tidak perlu disimpan dalam jangka waktu lama. Warkat sebagai bahan arsip mempunyai 4 kegunaan. 4. Dengan demikian kita bisa mengingat atau menemukan kembali informasi-informasi yang terekam dalam arsip tersebut. Puak arsip ini dapat diberi tanda (B). gambar atau rekaman yang memuat sesuatu hal atau peristiwa yang digunakan orang untuk sebagai pengingat (alat bantu ingatan). Puak arsip ini dapat diberi tanda (T). Jadi. 4. 49 . Suatu warkat mungkin mempunyai guna informasi saja atau dapat pula suatu warkat mempunyai guna informasi. guna sejarah. perlu dikelompokkan dalam empat golongan arsip. yaitu: 1. yuridis atau guna yang lain. 1) Arsip tidak penting.Guna Arsip Menurut Agus Sugiarto dan Teguh Wahyono (2005:9-10) dalam Manajemen Kearsipan Modern. 3. dkk dalam rangka menata arsip dengan baik. suatu warkat dapat hanya mempunyai satu macam kegunaan dan dapat pula mempunyai lebih dari satu macam kegunaan. Arsip sebagai bahan pengambil keputusan Pihak manajemen dalam kegiatannya tentunya memerlukan berbagai data atau informasi yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. yaitu puak (kelompok) arsip yang nilai kegunaannya hanya sebatas sebagai informasi. Arsip sebagai rujukan historis Arsip merekam informasi masa lalu dan menyediakan informasi untuk masa yang akan datang. yaitu puak arsip yang mempunyai nilai guna saat ini dan masih diperlukan pada waktu yang akan datang dalam jangka waktu 1-5 tahun. Empat golongan arsip itu adalah seperti berikut ini. Hal ini untuk memudahkan pemilahan dalam penyimpanan maupunpenyingkaran bagi arsip yang sudah tidak memiliki nilai. Puak arsip ini akan disimpan paling lama dalam jangka waktu 1 tahun. Data dan informasi tersebut dapat ditemukan dalam arsip yang disimpan dalam berbagai media baik media elektronik maupun non elektronik. 2. 2) Arsip biasa. Arsip sebagai bukti atau legalitas Arsip yang dimiliki organisasi memiliki fungsi sebagai pendukung legalitas atau buktibukti apabila diperlukan. 2. Warkat otomatis menjadi arsip begitu diproses untuk penyelesaian suatu kegiatan organisasi. Arsip sebagai sumber ingatan atau memori Arsip yang disimpan merupakan bank data yang dapat dijadikan rujukan pencarian informasi apabila diperlukan. menyebutkan bahwa arsip mempunyai beberapa kegunaan yaitu : 1.

dan sebagian kecil dari jumlah arsip perlu disimpan secara abadi. Untuk arsip yang disimpan di unit kearsipan adalah arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya sangat rendah. penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya maupun untuk penyelenggaraan sehari-hari administrasi negara (pasal 2 ayat b UU No. Sistem Masalah/Perihal/Pokok Soal ( Subject Filing System ) Sistem masalah adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan kegiatankegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan sistem ini. Ada arsip yang perlu disimpan sementara (1 tahun). 4. bulan dan tahun yang mana pada umumnya tanggal yang dijadikan pedoman termaksud diperhatikan dari datangnya surat (akan lebih baik bila berpedoman pada cap datangnya surat). 3. 50 . 4) Arsip sangat penting. Sistem Nomor ( Numerical Filing System ) Sistem nomor adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan kelompok permasalahan yang kemudian masing-masing atau setiap masalah diberi nomor tertentu. berdasarkan golongan arsip perlu disimpan dalam jangka waktu tertentu. yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan. 7 tahun 1971). yaitu arsip yang secara langsung masih digunakan dalam proses kegiatan kerja. 2. 2. daerah atau wilayah tertentu. yaitu arsip yang dipergunakan secara langsung dalam perencanaan. Sistem Penyimpanan Arsip Sistem penyimpanan arsip menurut Sedarmayanti (2003:69-76) sebagai berikut : 1. Arsip aktif (dinamis aktif). Arsip yang disimpan pada bagian pengolah adalah arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya cukup tinggi. Sistem Abjad ( Alphabetical Filing System ) Sistem abjad adalah salah satu sistem penyimpanan berkas yang umumnya dipergunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks. 5. Arsip statis. yang lain 5-10 tahun. yaitu puak arsip yang dipakai sebagai pengingat dalam jangka waktu yang tidak terbatas (abadi). yaitu puak arsip nilai gunanya mempunyai hubungan dengan kegiatan masa lampau dan masa yang akan datang. sebagian lagi disimpan 1-5 tahun. Jenis Arsip Arsip yang timbul karena kegiatan suatu organisasi. pelaksanaan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara (pasal 2 ayat a UU No. Puak arsip ini akan disimpan dalam jangka waktu 5-10 tahun dan dapat diberi tanda (P). 1. Sistem Tanggal/Urutan Waktu ( Chronological Filing System ) Sistem tanggal adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan urutan tanggal. Sistem Wilayah/Regional/Daerah ( Geographical Filing System ) Sistem wilayah adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan tempat (lokasi). 4. Arsip dinamis.3) Arsip penting. 7 tahun 1971). yaitu arsip yang penggunaannya tidak langsung sebagai bahan informasi. Arsip inakif (dinamis inaktif). dibedakan jenis arsip seperti berikut ini. Puak arsip ini termasuk arsip vital sehingga harus disimpan terus dan dapat diberi tanda (V). Berdasarkan frekuensi penggunaan arsip sebagai bahan informasi. 3.

maupun menemukan kembaki arsip yang disimpan. Dengan kecekatan yang dimiliki. dan apik. Konstruksi lemari harus memungkinkan adanya kemudahan dalam menyimpan. tertib. 3. tertib. maka arsip. Ukuran sekat lemari harus disesuaikan dengan ukuran map atau folder sebagai tempat penyimpanan arsip 3. ini dimaksudkan agar ia cekatan dalam menempatkan dan menemukan kembaki arsip. Dengan ketelitian yang dimiliki arsiparis. Dengan demikian. Tidak tertutup kenungkinan terjadi peminjaman di unit penyimpanan arsip (peminjaman terhadap arsip dinamis inaktif). 51 . tentu akan membantu kemudahan dan kecepatan dalam penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang diperlukan. lembaga lain memanfaatkan informasi yang bersumber dari arsip yang tidak ada organisasinya. 2. guide (lembar petunjuk) maupun laci-laci penyimpanan akan ditata secara teratur. keberesan. Apabila masih tetap menggunakan lemari (lemari kayu) sebagai tempat penyimpanan arsip karena tidak memiliki lemaci maka penggunaan lemari tersebut harus memperhatikan tiga hal: 1. dimaksudkan bahwa petugas kearsipan harus harus memiliki tingkat kecermatan yang memadai sehingga dapat membedakan secara pasti kata yang sepintas sama tapi sebenarnya tidak sama. Dengan menggunakan kartu pinjam arsip pihak pengolah arsip mengetahui keberadaan arsip apabila suatu saat ingin menggunakan dan ternyata tidak ada. Demikian pula. dan kerapian. Arsiparis harus memiliki ketelitian untuk menentukan deretan angka yang disajikan. Frekuensi peminjaman arsip terbesar di unit pengolah. diharapkan petugas dapat menyajikan data tepat waktu. ketertiban. Kerapian dalam menempatkan arsip yang disimpan. adalah suatu sikap pandang tentang keteraturan. berarti segala sesuatu disikapi dengan keteraturan. Untuk mencegah hilangnya arsip yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan karena dipinjam oleh unit lain maupun oleh organisasi lain. map atau folder. Kerapian. Keterampilan. diharapkan penyajian informasi dari sumber data (kumpulan arsip) tidak mengalami kesalahan. 2. Ketelitian. Hal ini terbuka kemungkinan. Persyaratan Petugas Kearsipan 1. menempatkan. keterteban dan keapikan. penanganan arsip selalu diusahakan teratur. Kenyataan dilapangan masih ada penggunaan lemari bukan lemari khusus arsip dan belum menggunakan lemari sebagai tempat penyimpanan arsip. Filing kabinet atau lemari arsip berlaci disingkat lemaci. dan apik dipandang. maka diatur pencatatan peminjaman dengan menggunakan kartu pinjam arsip (out slip). beres. Oleh karena itu. Tempat Penyimpanan arsip Arsip disimpan di lemari atau di filing kabinet yang ditempatkan di suatu ruang atau gedung. Lemari harus kuat (dari kayu jati atau kayu yang kualitasnya baik) supaya tidak cepat rusak karena dimakan rayap atau dimasuki hewan pengerat maupun rusak karena usia. merupakan persyaratan yang harus dimiliki oleh arsiparis (orang yang bertugas di bagian arsip). penyimpanan arsip tidak mungkin dihindari. seorang [petugas kearsipan harus terampil dalam memilah golongan arsip.Seorang arsiparis perlu memiliki sifat kerapian. Implikasi kerapian seorang petugas.Peminjaman Arsip Arsip yang disimpan baik berstatus arsip aktif maupun arsip inaktif dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam mengambil kebijakan baik untuk unit kerja bersangkutan atau pun unit kerja lain dalam satu lembaga.

Nilai Arsip Pengelolaan kearsipan pada suatu periode perlu ditinjau. Kecerdasan. perlu diamankan. Hal ini dapat terjadi disebabkan kurang tepatnya penyajian informasi dari sumber data (arsip) atau kurang cepatnya penyajian informasi sehingga keputusan yang diambil oleh organisasi kurang akurat. perlu adanya penilaian terhadap keberhasilan system kearsipan. 7 tahun 1971 tentang ketentuan-ketentuan pokok kearsipan. memahami system manajemen mutu ISO 9001: 2008 dan persyaratan-persyaratannya. Pengertian ISO 9001 ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). tidak selalu identik dengan pendidikan tinggi. Jadi.4. ATK AC x100% ADK Keterangan : AC = Angka Cermatan ATK = Arsip Tidak Ditemukan ADK = Arsip Ditemukan Angka cermatan ini digunakan untuk menentukan apakah system yang digunakan dalam penyimpanan arsip masih cukup absah (cermat) untuk mengelola arsip organisasi yang bersangkutan. Berdasarkan pasal 11 UU No. Yang dimaksud dengan keberhasilan system kearsipan. secara makro dapat menimbulkan kegagalan suatu organisasi atau terhambatnya kemajuan suatu organisasi. Angka cermatan itu dinyatakan dengan rumus berikut ini. Pengamanan Arsip Arsip yang disimpan harus dijamin aman. keamanan arsip termasuk aman informasi yang terkandung dalam arsip. dinyatakan dalam persentase. Artinya informasi yang seharusnya tidak boleh diketahui orang yang tidak berhak. selain aman dari kerusakan dan kehilangan. (Agus Syukur 2009). mengetahui Quality 52 . yaitu prosedur penataan tidak mengalami hambatan. Akibat kekurang efektifan dalam pengelolaan kearsipan. Angka Cermatan Tata-Arsip Penilaian pengelolaan arsip adalah suatu putusan apakah kearsipan dilaksanakan dengan baik dalam suatu periode (jangka waktu tertentu) sehingga dapat terus dipertahankan atau perlu diadakan pembenahan. system penyimpanan dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan serta kecepatan dan ketepatan penyajian informasi terjamin. apakah prosedur penataan selama ini tidak mengalami hambatan sehingga menimbulkan kesalahan atau kegagalan baik secara mikro (prosedur penataan tidak terlaksana dengan baik) maupun secara makro (system penataan kearsipan kurang atau tidak mempunyai daya guna yang memadai). arsip harus aman dari bocornya informasi. baik dari kerusakan maupun dari kehilangan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tujuan Pembuatan ISO 9001 adalah memahami pentingnya mutu. Angka cermatan adalah angka perbandingan antara jumlah arsip yang tidak ditemukan pada waktu diperlukan dengan jumlah arsip yang ditemukan. Seorang yang cerdas dapat mengurusi masalah-masalah yang dihadapi secara tepat dan cepat. Cerdas berarti memiliki tingkat pemahaman yang memadai sesuai dengan porsi dan tugas pekerjaannya. SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan.

dan memahami bahwa mutu merupakan tanggung jawab bersama. 53 . memahami cara pembuatan dan pengembangan semua dokumen system manajemen mutu seperti yang dipersyaratkan. memahami cara membuat cross reference proses yang telah diidentifikasi dengan standar ISO 9001: 2008.Objective and Target.

Infrastruktur d. Improvement (Agus Syukur 2009).DESAIN PEMIKIRAN Klausul ISO 9001 : 2008 1. 3. Pengendalian produk tidak sesuai d. Memori Pengambil Keputusan Legalitas Historis Agus Sugiharto dan Teguh Wahyono 2005) 7. Analisis data e. 3. Pencatatan dan penggolongan arsip 2. Umum b. 8. 1. surat-surat administrasi (registrasi mahasiswa. Komitmen manajemen b. dan komunikasi f. 5. 2. Penyediaan sumber daya b. Sumber daya manusia c. 4. Sistim Penyimpanan arsip. Pembelian e. Pengendalian sarana pemantauan dan pengukuran Pengukuran. Umpan Balik PEMBAHASAN Berdasarkan frekuensi penggunaan arsip sebagai bahan informasi. Perencanaan realisasi produk b. Persyaratan Umum b. 2. dibedakan jenis arsip seperti berikut ini. Ruang lingkup Referensi normative Istilah dan definisi System Manajemen Mutu a. Pemantauan dan pengukuran c. Proses terkait dengan pelanggan c. Tanggung jawab. Penyusutan arsip 6. Focus pada pelanggan c. registrasi mata kuliah. Pemusnahan arsip 5. analisis dan mpeningkatan a. Desain dan development d. Pemindahan arsip 7. 6. 4. Kebijakan mutu d. Peminjaman 4. Kegunaan Arsip 1. Perencanaan e. merupakan arsip yang secara langsung masih digunakan dalam proses kegiatan kerja. Pengendalian Arsip 1. wewenang. pembimbingan akademik. Tinjauan manajemen Manajemen sumber daya a. penyusunan satuan acara 54 . Arsip aktif (dinamis aktif). Arsip yang termasuk di dalamnya adalah dukumen perkuliahan (kehadiran). Tempat penyimpanan dan Pemeliharaan arsip. 3. Penyediaan produk dan jasa f. penyusunan silabi. Persyaratan dokumen 1) Manual Mutu 2) Pengendalian dokumen 3) Pengendalian record/ catatan Tanggung jawab manajemen a. Lingkungan kerja Realissasi produk a.

Arsip penting. dan lainnya. Contoh arsip ini adalah surat undangan. Pendaftaran mahasiswa lama d. Surat pengabdian r. dokumen lahirnya Fakultas Ekonomi UNNES dan lainnya. penyusunan rentra. Surat tugas pembimbing h. Pendaftaran wisuda l. Surat penelitian (ijin obeservasi. 1. Contohnya arsip ini adalah rencana jurusan. 3. Surat pindah kuliah p. pelaksanaan ujian kuliah. Arsip biasa. administrasi dosen (kehadiran dosen. Dalam hal ini adalah uraian tugas dan wewenang. dan lainnya. satuan acara perkuliahan. Draf nilai ujian skripsi k. surat pemberitahuan. Cuti kuliah o. 2. cuti kuliah dan lainnya). standar kompetensi dosen. sasaran program studi. dokumen bergantinya IKIP Semarang menjadi UNNES. Arsip tidak penting. dokumen bergantinya IKIP Semarang menjadi UNNES. laporan data. Arsip statis. Contoh arsip ini adalah IKIP SEMARANG. Penyusunan silabi s. surat edaran dan lainnya. Ujian semester g. Surat tugas penguji skripsi i. ijin tidak mengajar) 2. ijin penelitian) q. penyusunan silabi. Contohnya dokumen penelitian. renop. perhitungan beban mengajar. 4.perkuliahan. Sistem Penyimpanan Arsip Penyimpanan arsip perlu ada lima. pelakasanaan ujian skripsi. Daftar hadir perkuliahan m. Penyusunan kurikulum 55 . yaitu arsip yang penggunaannya tidak langsung sebagai bahan informasi. Contoh arsip dalam hal ini adalah sebagaimana arsip aktif 4. pemeliharaan sistem informasi. prosedur pemilihan pejabat. Contoh arsip ini adalah arsip tentang berdirinya IKIP SEMARANG. evaluasi kerja lembaga. maka dalam lembaga ini yang paling cocok adalah sistem pokok masalah. Ujian mid semester f. Seleksi penerimaan mahasiswa baru b. dan lainnya. pengabdian. pernyataan. Arsip dinamis. Arsip sangat penting. Arsip penting. buku penetapan sumber belajar. Berdasarkan kelemahan dan kelebihaanya masingmasing. dan lainnya. dan Arsip sangat penting. 5) Arsip dalam administrasi akademik mahasiswa a. Arsip inakif (dinamis inaktif). rumusan kompetensi lulusan. rencana universitas. ijin penelitian. surat pengumuman. Evaluasi perkuliahan n. Arsip biasa. dokumen lahirnya Fakultas Ekonomi UNNES. Empat golongan arsip itu adalah Arsip tidak penting. Pelaksanaan ujian skripsi j. jadual kuliah. 3. mutu mengajar. Pendaftaran ulang mahasiswa baru c. undangan. rencana fakultas. observasi. Jadual kuliah e.

Angka pakai yang digunakan adalah antara 15% . dan kertas warna orange untuk bagian arsiparis. biru. Surat ijin tidak mengajar e. Studi lanjut dosen Sistem kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. Untuk mencagah kerusakan. gunakan kapur barus kapur barus. dan nilai guna arsip. Ruang yang digunakan untuk menyimpan arsip harus memperhatikan beberapa ketentuan agar arsip yang disimpan terjamin aman. Dengan menggunakan kartu pinjam arsip pihak pengolah arsip mengetahui keberadaan arsip apabila suatu saat ingin menggunakan dan ternyata tidak ada. surat masuk/ keluar. Jika kita mencari arsip tentang beban mengajar dosen A maka kita akan mencari arsip tersebut pada laci Administrasi dosen. Contoh dalam system kearsipan dikenal dengan laci. Dalam penyimpanan arsip perlu adanya system kartu kendali. folder Perhitungan Beban Mengajar. maka sangat kecil akan kehilangan arsip. Kartu pinjam (out slip) yang terdiri dari tiga lembar yaitu kertas yang berwarna putih. Dalam kartu kendali terdapat keterangan kode masalah subjek. dan orange. Peminjaman Arsip Untuk mencegah hilangnya arsip yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan karena dipinjam oleh unit lain maupun oleh organisasi lain. Tempat Penyimpanan dan Pemeliharaan Arsip Tempat menyimpan arsip menggunakan filling cabinet atau lemari yang memang khusus untuk arsip. nomor surat. dan tanda tangan penyimpan. Daftar kenaikan pangkat g.t. terdiri empat laci. Dengan demikian arsip yang keluar akan terkendali. Suatu daftar yang memuat kebijaksanaan seberapa jauh sekelompok arsip dapat disimpan atau dimusnahkan. Kartu kendali terdiri dari tiga lembar yaitu putih untuk bagian agendaris. kertas warna biru untuk bagian pengarah.20%. hal surat. Dengan adanya system ini. tanggal penyimpanan. Penyusunan buku pegangan kuliah 6) Arsip dalam administrasi dosen a. rak terbuka. cap tertinggal. dan jagalah agar arsip tidak melipat. Surat pergantian pengajar f. dan orange/untuk bagian arsiparis. Daftar hadir dosen c. biru untuk bagian pengarah. 56 . dan umur dari nilai guna arsip. ventilasi yang cukup. Filling computerisasi dan Print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan. Filing cabinet yang berukuran standart yang biasa untuk menyimpan arsip. dan guide. Penyusutan Penyusutan arsip yang digunakan berdasarkan rambu-rambu penyusutan arsip yaitu angka pemakaian. petugas penyimpan. maka diatur pencatatan peminjaman dengan menggunakan kartu pinjam arsip (out slip). terang. Perhitungan beban mengajar d. dan kita akan menemukan arsip atas nama dosen A. Misal DP3 pegawai disimpan/berlaku hanya 4 tahun. tanggal surat. Pemeliharaan arsip yang harus dilakukan adalah pengaturan ruangan yang kering. Semua arsip yang keluar akan terkontrol oleh petugas arsip. Kalau tertutup harus sering dibuka agar tidak lembab. jadual retensi. Penyusunan satuan acara perkuliahan u. Tujuan dari kartu kendali ini adalah mengendalikan arsip yang akan disimpan. Penyusunan akan kebutuhan dosen b. Di mana kertas putih yang akan ditinggal pada filling cabinet arsip tersebut ditempatkan. folder.

2003. kemudian dikendalikan dengan system kartu kendali. Tidak dibenarkan bekas arsip dipakai untuk sampul.Pemindahan Arsip Pemindahan arsip ke pusat penyimpanan arsip. Sedangkan arsip yang sifatnya abadi dapat dipindahkan ke ANRI. tali. Filling computerisasi dan Print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan (subjek). Pengelolaan Arsip elektronik Format Dokumen. Manajemen Kearsipan. Namun dibenarkan jika berujud kawul yaitu dicacah dengan mesin penhancur kertas. Dalam melakukan pemusnahan arsip. 3. sehingga arsip akan mudah ditemukan. Manajemen Kearsipan Modern. Sistem kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. Pemindahan arsip dilakukan dengan cara menyiangi arsip yang telah habis jangka waktu penyimpanannya dan tidak dipakai lagi. Perlengkapan yang dibutuhkan folder. Mandar Maju: Bandung Sugiarto. peminjaman. PT. Zulkifli. Budi. 2010. Jadi pemusnahan arsip adalah tindakan menghancurkan secara fisik arsip-arsip yang sudah berakhir fungsinya dan sudah tidak memiliki nilai kegunaan. PT. daftar pemindahan arsip dan berita acara. tetapi dilakukan per berkas (bendel). 1984. Salah satunya dengan jalan pelatihan pada pegawai tentang manajemen kearsipan. 2003. Agus dan Teguh Wahyono.co. Martono. diberi bahan kimia dan dicacah dengan mesin pencacah kertas. 2003. perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan : 1. tempat penyimpanan dan pemeliharaan. Tata Kearsipan Dengan Memanfaatkan Teknologi Modern. Penataan Berkas Dalam Manajemen Kearsipan. Harus disaksikan oleh 2 (dua) orang pejabat yang berwenang. 2. Pola Kearsipan Modern Sistem Kartu Kendali. 1990. Penghapusan dilakukan secara total sehingga identitas arsip hilang sama sekali. Amsyah. Perlu membuat daftar pertelaan arsip-arsip yang akan dimusnahkan. Sularso. Pemusnahan Arsip Memusnahkan arsip berarti menghapus keberadaan arsip dari tempat penyimpanan. Caranya dibakar. dkk. Gava Media: Yogyakarta 57 . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dalam makalah ini adalah perlu adanya pengendalian kearsipan yang baik mulai dari penggolongan. Kearsipan. Cahaya Aksara Agung: Jakarta. dengan maksud untuk lebih dapat diketahui informasi keberadaan arsip tersebut sehingga orang mudah mencarinya. diunduh 1 Januari 2010. DAFTAR PUSTAKA Abubakar. Budiman. pemindahan. system penyimpanan arsip.id/pengelolaanarsipelektronikformatdokumen. Bumi Aksara: Jakarta Budiman. dijual/dikiloan untuk pembungkus. Sedarmayanti. 2005. Basir. PT. Hadi. www. Rosyid. tidak dilakukan lembar demi lembar. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta Barthos. dan pemusnahan arsip. penyusutan. Harus dibuatkan berita acara. 1993. Yogyakarta : Liberty. Tiap unit pengolah dalam pengelolaan arsip perlu mendapatkan pengetahuan manajemen kearsipan. box. Dharma Karsa Utama: Jakarta Mulyono.google. Manajemen Kearsipan.

1970.Sukur. Ignasius. Bambang.. Kearsipan 1. Utomo. Penerbit Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjahmada Yogyakarta. Organisasi dan Administrasi Kantor Modern. Penerbit Kanisius: Yogyakarta 58 . 1981. Sekretaris dan Tata Warkat. ANRI: Jakarta . Manajemen Arsip Dinamis. Drs. 2009.id/manajementarsipdinamis. ISO 9001: 2008 Yogjakarta : Kata Buku Sutarto. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. www.google. 1991. diunduh tanggal 12 Januari 2010 Wursanto. Agus. 5R.co. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta The Liang Gie.

Semua informasi yang diterima melalui indera diterima. serta semua yang terekam yang telah diterima. seringkali manusia mengalami lupa. Jensen dan Karen (2003:21) menyatakan “ingatan yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan pertambahan informasi yang disimpan”. dan evaluasi terhadap catatan yang telah dibuat.28% siswa menyatakan sikap positif yaitu catatan mempengaruhi ingatan mata pelajaran ekonomi. Catatan Siswa.000. Proses pengarsipan terjadi dalam ingatan seseorang yaitu informasi yang diterima disimpan. Dalam belajar inilah. diberikan kode-kode tertentu. Penelitian dilakukan mulai semester gasal 2009 hingga pertengahan semester genap 2010 dengan menggunakan angket serta pedoman observasi catatan siswa sebagai instrumen untuk memperoleh data. Pendahuluan Manusia sebetulnya memiliki sebuah modalitas belajar yang luar biasa. namun tidak semua catatan yang dibuat oleh siswa memberikan kontribusi terhadap ingatan siswa dalam mengulang maupun proses belajar. Oleh karena itu maka dibutuhkan alat bantu ingatan yaitu mnemonik. pengontrolan catatan tersebut. Hal 59 . Pada dasarnya setiap orang telah memiliki modalitas belajar bawaan yaitu otak serta indera. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa tiap manusia pada dasarnya telah memiliki modalitas belajar yang sangat luar biasa. Ingatan menurut Jansen dan Karen (2003:22) didefiniskan sebagai suatu proses psikologis Proses psikologis. pengorganisasian. yaitu otak. Kata Kunci. Dalam mencatat seseorang melakukan semua fungsi manajeman mulai dari perencanaan.000. karena kekuatan otak manusia lebih besar dari sekedar kekuatan intelegensi.000 (Buzan. SMA Negeri 1 Boja Kendal. Sifat dinamis dan terus berkembang ini seharusnya memungkinkan manusia untuk mampu mengingat semua peristiwa. sehingga proses mengingat dan belajar terganggu karena butuh beberapa waktu untuk menggali kembali informasi yang tersimpan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa 87. didalam otak inilah proses ingatan terbentuk dan diproses.60%. Kemampuan dasar otak sebagai sebuah modalitas saja belumlah cukup. yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali.namun yang terjadi dalam belajar sering ditemui sebuah hambatan berupa kegagalan untuk memanggil ulang informasi yang telah tersimpan. Ingatan Siswa. Pada dasarnya ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. lebih buruk lagi infomasi yang dibutuhkan tidak dapat diambil kembali dan hilang. “. Kegiatan mencatat atau membuat catatan ini telah ada dan diajarkan pada seseorang dalam pendidikan formal.000. diproses dalam ingatan. dan kemudian diambil kembali saat diperlukan atau dibuang melalui proses lupa. 2003:28)”. tes Intelegensi saja tidak cukup digunakan untuk menyatakan masa depan seseorang akan gagal atau berhasil. 1. Serta catatan menyumbangkan pengaruh terhadap terbentuknya ingatan siswa sebesar 35. sel otak manusia adalah 1. kelas X.000 sedangkan jumlah manusia dimuka bumi ini adalah 6. Namun ingatan manusia bukanlah sebuah mesin yang sempurna tanpa gangguan-gangguan. 2003:23)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarkan pengaruh keberadaan catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi..PENGARUH CATATAN SISWA TERHADAP INGATAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI. informasi. Belajar memungkinkan manusia untuk “tumbuh menjadi yang terbaik dari diri sendiri. manusia masih membutuhkan sebuah proses belajar. ingatan berkedudukan sebagai hal utama. Dengan bertumbuh menjadi makhluk yang utuh inilah manusia akan mampu untuk bertahan hidup dan memiliki suatu kekhasan. dalam penelitian ini adalah catatan. yakni sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual ciptaan Tuhan (Harefa.Sel otak (hanya dalam satu kepala manusia) yang lebih besar 166 kali jumlah manusia dimuka bumi ini. KELAS X. SMA NEGERI 1 BOJA KENDAL Abstraksi Fridolin Palupi Sri Kurniawati Mencatat merupakan pelaksanaan kegiatan manajemen kearsipan individul yang dilakukan oleh semua pelajar dan mahasiswa serta oleh sebagian besar orang.000..

Pada UTS yang dilangsungkan bulan Oktober 2009 dari 109 siswa terdapat 42 siswa yang tuntas KKM atau 38. Hal ini nampak dalam persentase yang menurun dalam UTS dan UAS. 60 . Dalam pembelajaran ekonomi dalam tiga rombongan belajar yaitu kelas X. Svantesson (2004:5) mengartikan catatan sebagai ”sebuah teknik baik biasa maupun peta pembelajaran yang dibuat dengan kalimat penuh atau frasa kalimat. peta pikiran. belajar verbal menurut Slameto (2003:8) adalah ”belajar mengenai materi verbal dengan melalui latihan dan ingatan. Segelintir orang menggunakan hanya kata kunci”. Dari 110 siswa tersebut 60 orang siswa mencatat pada buku tersendiri (tidak dicampur dengan mata pelajaran yang lain). nota dan kerangka tulis.” Namun alat bantu ingatan yang lebih tepat dalam belajar adalah catatan. Svantesson (2004:6) “untuk mencerna apa yang mereka dengar dan mencatatnya dalam waktu yang bersamaan sangat tidak mungkin. menempelkan penanda didinding atau papan pesan. jadwal.53% siswa tuntas. yang disebut mnemonik.2 dan X. kelas X. Dimana dalam tes tengah semester maupun ujian akhir semester siswa tidak dapat menggunakan alat bantu apapun untuk dapat mengerjakan soal. Kebanyakan orang cenderung berpikir bahwa cara memasukkan materi yang paling efektif adalah mencatat semuanya pada bersamaan dengan mereka mendengarkan materi tersebut. Karena itulah dibutuhkan alat bantu ingatan ekstern untuk memperkecil jumlah informasi yang hilang atau gagal dipanggil kembali. Tahun ajaran 2009/2010? 2. Hal ini karena timbul sebuah kesalahan dalam pembuatan catatan. X. peta pikiran. Alat bantu ingatan mekanis atau eksterior menurut Jensen dan Karen (2003:115) diantaranya berupa “Daftar.3% atau 74 siswa memiliki catatan. lupa merupakan sebuah gangguan. agenda.ini yang sering disebut dengan lupa. SMA Negeri 1 Boja Kendal. “Disekolah setiap orang dulunya (dan hingga sekarang masih) dilatih untuk mencatat dalam kalimat-kalimat atau daftar-daftar berbentuk vertikal (Buzan. Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Apakah terdapat pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. kebanyakan orang hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang baca atau dengar kemarin (DePorter dan Hernacki. kalender. jadi murni menggunakan informasi yang telah terekam dalam ingatan siswa selama belajar hingga pertengahan mapun akhir semester berjalan. jurnal atau buku harian.1. Bukti Empiris Dalam penelitian ini. Kemampuan mencatat ini telah diajarkan pada tiap orang dalam proses pendidikan formal disekolah. 67. mesin penjawab dan pencatat pesan elektronik. Catatan yang baik dan efektif menurut DePorter dan Hernacki (2000:150) “mampu membantu anda untuk mengingat detaildetail tentang poin-poin kunci.3% siswa memiliki catatan maka seharusnya ingatan yang dimiliki siswa akan sangat baik. Namun hasil yang dicapai bukanlah semaksimal apa yang dibayangkan. tidak ada yang terekam”. Namun ternyata ingatan siswa yang diukur melalui tes dan diperolehlah hasil berupa nilai siswa. Sedangkan pada UAS jumlah siswa tuntas turun menjadi hanya 30 siswa saja yang tuntas KKM atau 27. Guna mengukur ingatan siswa selama setengah semester dan satu semester proses pembelajaran siswa diukur melalui tes UTS dan UAS. Dari hasil tes tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak siswa yang tidak mampu memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). memahami konsep-konsep utama.3 yang terdiri dari 110 siswa. Tahun ajaran 2009/2010? Seberapa besarkah pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. SMA Negeri 1 Boja Kendal. dan melihat kaitannya”. Penggunaan catatan ini tidak sepenuhnya membantu memaksimalkan daya ingat seseorang. “Tanpa mencatat dan mengulangi. dalam ujian tengah semester dan ujian akhir semester gasal 2009 masih sangat kurang. 2000:150)”. 67. 2004:102)”. sebagai objek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Boja. jam beker atau timer. Mencatat merupakan bagian dari belajar verbal.52% siswa tuntas. kelas X.

dan X. 2006:14) dengan keberadaan data yang diteliti sudah tersedia dalam objek penelitian (peneliti tidak dengan sengaja menimbulkan). dan penentuan rumusan hipotesis Ho dan Ha. dan metode angket/kuisioner. Kerangka Analisis 3. X. Analisis deskriptif menggunakan skala likert dengan skala lima untuk menentukan pengukuran untuk mengukur sikap dengan menempatkan kedudukan sikapnya pada kesatuan perasaan kontinum berkisar dari ”sangat positif” hingga ke ”sangat negatif” terhadap sesuatu (objek psikologis) (Somantri dan Sambas. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus koefisien alfa (α) dari Cronbach. jika rxy > rtabel maka soal dikatakan valid dan sebaliknya. dengan kriteria pengambilan keputusan Korelasi haruslah memiliki nilai/arah positif yaitu setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan rtabel Product moment pada taraf α = 5 %. Pengamatan dilakukan dengan mengumpulkan hasil catatan siswa selama kurun waktu satu setengah semester dan kemudian dianalisis. Penelitian dilakukan dalam kurun tahun ajaran 2009/2010. metode observasi/pengamatan. Langkah awal dalam analisis data penelitian adalah menguji coba instrumen (angket) yang akan digunakan. 3. mulai awal semester gasal 2009 hingga pertengahan semester genap 2010.Dengan y adalah variabel tak bebas (nilai duga).1 Alat Analisis Regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. penyebaran angket dilakukan langsung oleh peneliti. melalui tiga metode pengumpulan data yaitu. Uji Validitas dengan rumus koefisien korelasi product moment. b adalah penduga bagi koefisien regresi (β) (Somantri dan Sambas. metode dokumentasi.3 yang berjumlah 110 siswa. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil langsung dari objek penelitian. Hubungan tersebut kemudian dinyatakan dalam sebuah persamaan matematik yang ˆ ˆ menyatakan hubungan fungsional antar variabel y a b( x) .2 Pengumpulan Data dan Analisis Data Penelitian dilakukan pada Siswa kelas X SMA Negeri 1 Boja tahun ajaran 2009/2010 pada rombongan belajar (rombel) mata pelajaran ekonomi rombel X. Tabel 1. a adalah penduga bagi intersap (α). x adalah variabel bebas. memberikan arahan dan memandu siswa untuk mengerjakan tiap pernyataan yang ada dalam angket.3. Dalam jangka pendek selama satu bulan dilakukan observasi terhadap proses pembelajaran ekonomi pada tiga rombel objek penelitian untuk mengamati kebiasaan siswa dalam membuat catatan pada saat proses pembelajaran berlangsung.1. Terdapat tiga teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. dengan kriteria pengambilan keputusan bila nilai r hitung lebih besar dari r tabel maka instrumen dinyatakan reliabel. Angket disebarkan pada seluruh rombel sebagai populasi.2. Skala Pengukuran Likert Pilihan Skor item Skor item Option Jawaban positif negatif A Sangat setuju 5 1 B Setuju 4 2 C Ragu-ragu 3 3 D Tidak setuju 2 4 E Sangat tidak setuju 1 5 61 . Selama satu setengah semester dilakukan pengamatan terhadap catatan siswa dan ingatan yang terbentuk dalam jangka panjang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif (Arikunto. dan peneliti membimbing. 2006:243). Untuk mengetahui apakah instrumen tersebut baik untuk digunakan maka dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. 2006: 35). analisis regresi linear sederhana.

190 9 8. SMA Negeri 1 Boja Kendal.Teknik regresi linear sederhana yang dinyatakan dalam sebuah persamaan matematik ˆ y a b( x) . Kelas X. Sikap positif ini disimpulkan dari 87.28% responden atau dapat dikatakan mayotiras responden sepakat bahwa catatan memberikan pengaruh positif terhadap ingatan. Tidak ada responden yang menyatakan sikap bahwa catatan sangat tidak berpengaruh terhadap ingatan dan keberadaan catatan tidak penting. sehingga masuk 62 . kelas X. Kemudian pengujian hipotesis dilakukan dengan ketentuan jika Ho:β1 = 0.19% Positif 114 .kuartil 3). SMA Negeri 1 Boja Kendal ada pada sikap positif. Distribusi Jawaban Responden Frekuensi Sikap Tiap Responden Kategori sikap Kategori skor frekuensi persent ase Sangat positif 152. Hal ini ditunjukkan oleh skor total responden yang terletak antara skor 12. yaitu ada pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. yang merupakan batas skor pada kategori positif. Distribusi Jawaban Responden Frekuensi Sikap Seluruh Responden Kategori sikap Kategori skor Berdasarkan perhitungan (terlampir) diperoleh skor total seluruh responden yaitu 14558. Artinya bahwa secara keseluruhan responden memandang bahwa catatan berpengaruh positif terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi.720 (median . sikap tiap responden tentang pengaruh catatan terhadap ingatan dalam mata pelajaran ekonomi. Hasil Empiris Berdasarkan analisis deskriptif sikap tiap responden diperoleh hasil. SMA Negeri 1 Boja.55% Sangat negatif 38 .152 96 87. yaitu tidak ada pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. berdasarkan penelitian ada pada sikap positif.114 5 4. Ho:β1 ≠ 0. Gambar 2.76 0 0% Dan secara keseluruhan sikap responden tentang pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Garis skala jawaban responden frekuensi sikap tiap responden. 4. 38 76 114 152 190 Min kuartil 1 median kuartil 3 max Sangat negatif Negatif Positif Sangat positif Tabel 2. Sebaliknya jika.540– 16. kelas X. Gambar 1. kelas X.28% Negatif 76 . Garis skala jawaban responden frekuensi seluruh responden 14558 4180 Min kuartil 1 8360 12540 median 16720 kuartil 3 20900 max Sangat negatif Negatif Positif Sangat positif Tabel 3. SMA Negeri 1 Boja Kendal.

Error of the Estimate 1 .86 5 4440.540 Sangat negatif 4.471 F 59. Predictors: (Constant). Koefisien slope catatan adalah 0. Tabel 4 Uji R2 Koefisien Determinasi Model Summaryb Mo del R R Square Adjusted R Square Std. sedangkan 64.35 3 2858.21 8 a.657 dengan t hitung sebesar 4. X b. dan nilai sig 0.540 – 16.000.93.000.334.597a . Predictors: (Constant).729 dan sig 0.720 8. Nilai F hitung diperoleh 59.360 Pengaru h catatan siswa terhadap ingatan siswa dapat dilihat pada analisis regresi.350 5. hal ini berarti catatan berpengaruh terhadap ingatan siswa sebesar 35. dengan nilai F hitung lebih besar daripada F tabel dan nilai sig lebih kecil daripada alpha maka dapat ditarik kesimpulan bahwa menolak Ho dan menerima Ha yang berarti koefisien determinasi signifikan secara statistik atau persamaan regresi yang terbentuk linear.739 dan F tabel diperoleh dengan cara mencari pada tabel F dengan df1 = 1 dan df2 = 108.356. Koefisien Determinasi (R2) Catatan siswa mempengaruhi terhadap ingatan secara signifikan.40% ingatan dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Tabel 5 Uji Linearitas ANOVAb Model 1 Regre ssion Resid ual Total Sum of Squares df 1 108 109 Mean Square 1581.360 – 12. . dan membandingkan antara sig dengan nilai alpa (0. Uji F (Kelinieran) Untuk melihat kelinearan persamaan regresi ini dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel.468 dengan t hitung adalah 7.60%.Sangat positif Positif Negatif 16.05).900 12. Uji Parsial (Uji t) Hasil perhitungan koefisien regresi memperlihatkan nilai koefisien konstanta sebesar 23.7 39 Sig.14500 a.180 – 8. diperoleh F tabel 3.720 – 20. 1. Dependent Variable: Y 2.000 a 1581. Dependent Variable: Y 3. X b. Nilai t tabel untuk uji 63 .3 53 26.356 . Harga koefisien determinasi R square sebesar 0.

terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan sig lebih kecil dari alpha. menghubungkan antar materi. Dari persamaan regresi diatas. gambar.000 . dibandingkan dengan distribusi frekuensi yang telah ditentukan. Uji Normalitas Gambar 4.468 Std.000 4. Tabel 6 Uji Parsial (Uji t) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Con stant) X B 23.98 yang diperoleh dari alpha 5% dan df 109.468 dapat dibaca setiap kenaikan 1 satuan X dapat menaikan Y sebanyak 0. karena catatan merupakan alat bantu ingatan (mnemonik) utama yang hingga kini masih digunakan siswa dalam belajar dan memiliki kedudukan tersendiri dalam belajar.597 Standar dized Coefficients Beta t 4.657 dan variabel independen catatan (X) sebesar 0. . warna. penggunaan penekanan.468X . kelengkapan materi.33 4 7. sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai ingatan sesuai dengan distribusi uji. Jika titik-titik distribusi frekuensi pengamatan sama dengan distribusi uji yang berarti data terdistribusi secara normal. Grafik ini menggambarkan distibusi frekuensi dari nilai ingatan. meliputi aspek penggunaan poin kunci. Jika nilai t tabel dibandingkan dengan nilai t hitung koefisien konstanta.458 .657 0.468. kelas X. Gambar 3 Normalitas P-Plot Residual 5. Guna memperbesar pengaruh keberadaan catatan isi catatan harus juga diperhatikan selain memperhatikan tampilan. SMA Negeri 1 Boja Kendal.72 9 Sig.657 . Tahun ajaran 2009/2010. dengan konstanta 23.10 diatas adalah grafik P-Plot.ini adalah 1. 64 . simbol dan hal artistik. kesimpulan yang bisa diambil adalah menolak Ho yang berarti koefisien konstanta adalah signifikan secara statistic.061 . Error 5. ˆ Dari Tabel 6 koefisien diperoleh persamaan regresi Y 23. Dengan kondisi demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa penyebaran nilai ingatan mengikuti distribusi normal. Simpulan Terdapat pengaruh positif catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Sedangkan untuk koefisien konstanta catatan terlihat bahwa t hitung lebih besar dari t tabel dan sig lebih kecil dari alpha makan dapat disimpulkan bahwa koefisien slope catatan adalah signifikan secara statistic. Gambar 10 diatas memperlihatkan bahwa titik-titik distribusi terletak digaris lurus.

Ating dan Sambas Ali Muhidin. pukul 11. Somantri. 2004. 1997. Jakarta: Penerbit Erlangga. 1985. dan kejelasan tulisan.com pada 23 Februari 2009. Directory: School of Graduate Medical Education. Jakarta: PT. Kibum and Team. 2004. LLC 2009 Slameto. Seton Hall University/ Paper submitted April 24.com. DC. Buzan. Use Both Sides Of Your Brain: Teknik Pemetaan Kecerdasan Dan Kreativitas Pikiran. 65 . Tony. Henry Guntur. kerapian. 2004. Jakarta : Rineka Cipta. 2005. 2009. D’Antoni. # Shttp://sringerlink. 6. Belajar Dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Pustaka Delapratasa. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jane Marie. Jo dan Huw Williams. Memory Boosters: Penguat Ingatan. Jakarta : Rineka Cipta.Gramedia Pustaka Utama. Pada 8 Juni 2009. 2003. Bandung: Penerbit Angkasa. Svantesson. Otak Sejuta Gigabyte: Buku Pintar Membangun Ingatan Super. Requirements for electronic note taking systems: A field study of note taking in university classrooms.identitas catatan meliputi judul. DePorter. Suharsimi. 2006/ Journal of Chiropractic Humanities 2006. Mengoptimalkan Daya Pikir: Meningkatkan daya ingat dengan mengarahkan seluruh kemampuan otak. Tarigan. penambahan ide pribadi siswa dalam catatan. visualisasi ide materi pelajaran misal penggunaan peta konsep. Eric dan Keren Markowitz. Yogyakarta: Penerbit Gradien. in revised form August 10. Learning Maps and Memory Skills. 2006.journalchirohumanities. 2008. Applications of the Mind Map Learning Technique in Chiropractic Education: A Pilot Study and Literatur. Kim. Menulis: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Mizan Media Utama. Bandung: Mizan Media Utama.00. Harefa. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. 2003. Published online: 5 March pringer Science + Business Media. Jensen. Surabaya: Ikon Teralitera. Stine. waktu/tanggal. Iddon. kebersihan. Buku Pintar Mind Map. pukul 11:22 WIB. Diunduh dari http://www. MSa dan Genevieve Pinto Zipp. 2006. Bandung: Pustaka Setia.Anthony V. Referensi Arikunto. Mengasah paradigma pembelajar. Diunduh dari 2009. Buzan. Bobbi dan Mike Hernacki. sub-judul. Tony. 2006. Andreas. Ingeman. 2006. 2006. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Aplikasi Statistik Dalam Penelitian.

Keadaan gedung. Faktor IX diberi nama Intelegensi. Kematangan. yaitu faktor intern (faktor yang berasal dari diri siswa) dan faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar). Metode mengajar. Kesulitan belajar yang berasal dari faktor internal siswa antara lain kondisi kesehatan. Latar belakang kebudayaan. Waktu sekolah. Aktivitas dalam masyarakat. Bakat. kondisi kesehatan siswa yang sering sakit-sakitan dapat mengganggu kerja otak yang mengakibatkan terganggunya kondisi dan konsentrasi belajar sehingga siswa akan tertinggal jauh dari pelajarannya. faktor IV diberi nama Kemampuan dan Minat. Cacat tubuh. yaitu faktor I yang diberi nama Keluarga. Kurikulum. dan faktor XI diberi nama Lingkungan Belajar. faktor II diberi nama Jasmaniah dan Pendukung belajar.2003 : 54-72). “Faktor intern meliputi keadaan fisik. Relasi guru dengan siswa. faktor VII diberi nama Media pengajaran. dan faktor V diberi nama Pergaulan. Intelegensi. faktor VI diberi nama kesehatan. agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja kurikulum mata pelajaran Dasar Komputer harus disesuaikan dengan kurikulum saat ini. Kesiapan.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 UNGARAN Abstrak Rizal Fadilla Septian Kesulitan belajar yang berasal dari faktor internal siswa antara lain kondisi kesehatan. memaparkan atau mempresentasikan serta mengetahui bagian-bagian dasar atau komponen mengenai perangkat komputer. Teman bergaul. menyusun informasi. Motivasi. Perhatian. Alat pelajaran. kondisi kesehatan siswa yang sering sakit-sakitan dapat mengganggu kerja otak yang mengakibatkan terganggunya kondisi dan konsentrasi belajar sehingga siswa akan tertinggal jauh dari pelajarannya. Hubungan antar anggota keluarga. Minat. Suasana rumah. “Kesulitan belajar adalah keadaan dimana anak didik tidak dapat belajar sabagaimana mestinya”. Lingkungan tetangga. Mata pelajaran TIK merupakan mata pelajaran yang wajib bagi siswa SMP dan merupakan mata pelajaran adaptif yang setiap waktu mengalami perubahan. keadaan sekolah dan keadaan lingkungan masyarakat” (Slameto. faktor III diberi nama Komunikasi dan Relasi. bakat khusus. Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2003 : 77). Faktor penyebab kesulitan belajar ada dua macam. gangguan psikis. Kesulitan ini tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi. Mata pelajaran TIK memiliki tujuan agar siswa mampu menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk mencari informasi. dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran. sedangkan faktor ekstern meliputi keadaan keluarga. Ternyata terbagi dalam 11 (sebelas) kelompok faktor. intelegensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran Kesulitan Belajar. Cara orang tua mendidik. Berdasarkan hasil analisis faktor menggunakan program bantu SPSS seperti yang telah di uraikan di atas. faktor VIII diberi nama Kebutuhan. dan adanya perhatian. Keadaan ekonomi keluarga. 66 . Tugas rumah. Pengertian orang tua. Pendahuluan Pada hakikatnya di dalam belajar senantiasa ada rintangan dan hambatan yang akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Relasi siswa dengan siswa. Faktor X diberi nama Gedung dan Peralatan Sekolah. Mass media. keadaan emosi. menunjukkan bahwa dari 48 (empat puluh delapan) indikator yang diindikasikan dapat mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran yang terdiri dari faKtor Kesehatan.

agar siswa tersebut memiliki nilai sesuai kriteria ketuntasan minamum (KKM) yang berlaku yaitu 7. penulis mendapat daftar nilai TIK siswa kelas VIII dari guru TIK yakni Bapak Yubaidi. maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran ? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran Kesulitan Belajar Kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses anak didik yang tidak dapat belajar dengan sebagaimana mestinya.5. 67 . Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya. Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk mencari faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa. Berikut data dari$ hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas VIII SMP Negeri 1 Ungaran : Tabel Hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK Siswa Kelas VIII Kela s VIII A VIII B VIII C VIII D VIII E VIII F VIII G Nilai dibawah KKM (< 7. S.Dari hasil observasi awal di SMP N 1 Ungaran pada tanggal 10 Januari 2010.5) 4 siswa 6 siswa 11 siswa 6 siswa 7 siswa 7 siswa Nilai diatas KKM (> 7. Berkaitan dengan latar belakang masalah tersebut diatas.5) 20 siswa 18 siswa 12 siswa 18 siswa 23 siswa 17 siswa 17 siswa Jumlah siswa 24 siswa 24 siswa 23 siswa 24 siswa 23 siswa 24 siswa 24 siswa Sumber: Dokumen guru mata pelajaran TIK SMP Negeri 1 Ungaran Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang memiliki nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu sebesar 25 % dari 166 siswa. sehingga pihak sekolah harus mengadakan ujuan remidi. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Faktor – faktor belajar adalah peristiwa belajar yang terjadi pada diri Faktor faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada pokoknya dapat digolongkan menjadi dua faktor (Slameto. dengan ditandainya hambatan-hanbatan tetentu untuk mencapai hasil belajar. Dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa ada 41 siswa dari 166 siswa yang memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) dalam ujian semester ganjil. 2003 : 54-72). maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul tentang FAKTOR -FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 UNGARAN.Kom.

Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Hasil Analisis Faktor N O INDIKATOR MUATA N FAKTOR PENAMAAN FAKTOR Keluarga 32. perhatian. minat. Minat. c. Kuesioner (angket) b. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran TIK. Faktor psikologis. Waktu sekolah. Faktor ekstern.78 Orang tua mendampingi belajar Keharmonisan keluarga I Penghasilan orang tua Pemberian motivasi Durasi pelajaran TIK Pemahaman pelajaran TIK Kondisi jasmani I Minat TIK I Pemberian tugas oleh guru lingkungan tempat tinggal I Fisik yang kurang sempurna 8. Perhatian. meliputi : a. Motivasi. Aktivitas dalam masyarakat Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. Faktor Diri Siswa (Intern) Kesehatan.81 68 . kematangan dan kesiapan. pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. keadaan ekonomi keluarga. Dokumentasi c. b. Teman bergaul. teman bergaul. baik yang berasal dari dalam siswa (intern) maupun yang berasal dari luar diri siswa (eksternal). Intelegensi. adalah faktor-faktor yang ada di luar individu. Relasi guru dengan siswa. kurikulum. Metode mengajar. Cacat Tubuh. Kesiapan b. bakat. Faktor masyarakat. relasi siswa dengan siswa. motif. Keadaan gedung. Faktor keluarga. Kurikulum . Kematangan. Faktor sekolah.88 Jasmaniah dan Pendukung belajar Komunikasi dan 6.1. meliputi : kesehatan dan cacat tubuh. Mass media. keadaan gedung dan tugas rumah. alat pelajaran. Faktor jasmaniyah. Alat pelajaran. Suasana rumah. Faktor intern. kegiatan sosial dan bentuk kehidupan masyarakat. Tugas rumah. meliputi : intelegensi. waktu sekolah. Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar. suasana rumah. dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu : faktor keluarga. 2. Faktor lingkungan sekolah. adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar yang meliputi : a. Bakat. Hubungan antar anggota keluarga. penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : a. b. Faktor Luar Siswa (Faktor Ekstern) Cara orang tua mendidik anaknya. Relasi siswa dengan siswa. Lingkungan tetangga. relasi antara anggota keluarga. relasi guru dengan siswa. a. Latar belakang kebudayaan.meliputi : mass media. Keadaan ekonomi keluarga. Perhatian orang tua. meliputi : cara orang tua mendidik. faktor sekolah dan faktor masyarakat. meliputi : metode mengajar.

Faktor X diberi nama Gedung dan Peralatan Sekolah. Keadaan ekonomi keluarga. Mass media.Komposisi pelajaran TIK Komunikasi guru pada siswa Hubungan siswa dengan siswa Kondisi ruangan Tidak Membolos saat pelajaran Tulisan rapi Aktif bertanya saat pelajaran I Tidak terlambat saat V pelajaran Metode mengajar guru Materi sesuai dengan waktunya Menyiapkan keperluan sekolah V Teman bergaul Guru memperhatikan siswanya Mengkonsumsi makanan V bergizi I Perhatian orang tua Bakat V Guru memberikan II kesempatan Media pengajaran V Kebutuhan belajar siswa III Peralatan praktek baik I Kemampuan intelegensi X Mengikuti kegiatan kursus Peralatan praktek lengkap X Gedung dalam kondisi baik X Suasana rumah I Minat siswa pada TIK Sumber : Data primer yang diolah II Relasi 6. dan faktor XI diberi nama Lingkungan Belajar. Kurikulum.79 Pergaulan 4. Suasana rumah. Teman bergaul. Relasi guru dengan siswa. Relasi siswa dengan siswa. Cara orang tua mendidik.22 Kesehatan 3. Intelegensi.16 2. Tugas rumah. menunjukkan bahwa dari 48 (empat puluh delapan) indikator yang diindikasikan dapat mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran yang terdiri dari faKtor Kesehatan.44 Kemampuan dan Minat 4. Metode mengajar. Perhatian. faktor VII diberi nama Media pengajaran. Motivasi. Keadaan gedung.87 3. Latar belakang kebudayaan. Waktu sekolah. Kematangan. Hubungan antar anggota keluarga.82 Kebutuhan Intelegensi Gedung dan Peralatan Sekolah Lingkungan Belajar Berdasarkan hasil analisis faktor menggunakan program bantu SPSS seperti yang telah di uraikan di atas.91 2. faktor VIII diberi nama Kebutuhan. Alat pelajaran. faktor IV diberi nama Kemampuan dan Minat.95 Media pengajaran 3. dan faktor V diberi nama Pergaulan. faktor III diberi nama Komunikasi dan Relasi. faktor II diberi nama Jasmaniah dan Pendukung belajar. Minat. faktor VI diberi nama kesehatan. Ternyata terbagi dalam 11 (sebelas) kelompok faktor. 69 . Cacat tubuh. Lingkungan tetangga. Kesiapan. Pengertian orang tua. Aktivitas dalam masyarakat. yaitu faktor I yang diberi nama Keluarga. Faktor IX diberi nama Intelegensi. Bakat.

Lingkungan Belajar (2.86 Gedung dan Peralatan Sekolah 2. pemberian motivasi.44%).92 Kemampuan dan Minat 6.95 Kesehatan 4.16 1 77. keharmonisan keluarga.5 Tabel Hasil faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa N Nama Faktor Persentase Persentas o dari Varian e Kumulatif 1 32. Pergaulan (4. penghasilan orang tua.72 Pergaulan 4.78 Keluarga 32.82%). Dari hasil analisis faktor terdapat 11 (sebelas) faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Teknologi informasi dan komuni di SMP N 1 Ungaran.81 4 54.95%). Kemampuan dan minat (6.77 Kebutuhan 3.Untuk mengetahui besarnya faktor kesulitan belajar siswa yang paling dominan dapat dilihat melalui analisis deskriptif menggunakan eigenvalue dari persentase varian yang tampak pada tabel 4. Jasmaniah dan Pendukung belajar (8. Media pengajaran (3. yaitu : Keluarga (32.66 Jasmaniah dan Pendukung belajar 8.94 Intelegensi 3.78 2 41.88 3 48.87 9 74.81%).44 5 59.68 Lingkungan Belajar 2.88%) . Intelegensi (3.78 % yang terdiri dari orang tua mendampingi belajar.79 6 63.48 Komunikasi dan Relasi 6.16 %).Komunikasi dan Relasi (6.78%).91%).22 7 67. Gedung dan Peralatan Sekolah (2. Kebutuhan (3. Kesehatan (4.90 Media pengajaran 3. durasi pelajaran TIK 70 . Hasil perhitungan analisis faktor menunjukkan bahwa dari faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi diperoleh faktor yang dominan yaitu Keluarga yakni dengan persentase sebesar 32.87%).82 1 Sumber : Data primer yang diolah Simpulan Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. 2.91 0 1 80.79%).22%) .95 8 71.

there will be eddition reinforcement.05 dan sesudah menggunakan media meningkat menjadi 76. Teknologi pengajaran merupakan bagian dari teknologi pendidikan. Bagui. observasi. taste. yaitu nilai t hitung = -23. peralatan. still graphics. termasuk saluran audio dan visual ( Paivio. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling sensus. Multimedia pada umumnya didefinisikan sebagai 71 . dan saat menggunakan media menjadi 90%. persentase sebelum menggunakan media sebesar 70%. Teknologi pengajaran merupakan satu himpunan dari proses terintegrasi yang melibatkan manusia. tes.16%.KOMPARATIF PEMBELAJARAN MENGETIK SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PROGRAM MACROMEDIA FLASH PADA SISWA KELAS X PEMASARAN DI SMK NEGERI 9 SEMARANG Abstrak Sri Sukariyah Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. in greater retention and improved learning ( Ellis. dan Mengetik. 1998:2). Ho ditolak ini berarti . and motion graphics ( visual) ( Tannenbaum. The importance of multiple channels for delivery of educational content can be found in the theory of multi-channel communication which confirms that when information is presented by more than one channel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil belajar mengetik sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash rata-rata 66. terdapat perbedaan nilai rata rata pre-test dan nilai rata-rata post-test. gagasan. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis. sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Persentase skor sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash adalah sebesar 72% dan saat menggunakan media sebesar 86%. 1. dan organisasi serta pengolahan cara-cara pemecahan masalah-masalah pendidikan yang terdapat di dalam situasi-situasi belajar yang bertujuan dan disengaja. including audio and visual channels ( Paivio. yaitu media. namun sebenarnya pengaruh terhadap hasil pembelajaran masih belum jelas. Human receive data through multiple channels. yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. Manusia menerima data melalui banyak saluran. Sedang hasil analisis uji-t diperoleh hasil. dan angket. Hal itu di dasarkan atas konsep bahwa pengajaran adalah bagian dari pendidikan. Respon siswa saat meggunakan media audio visual program macromedia sangat positif. Kata Kunci : Pembelajaran. 1998:2. berjumlah 80 siswa. Media Audio Visual Program Macromedia Flash. Daniels. 1969:2) as well as touch. and text. Aktivitas siswa saat menggunakan media audio visual program macromedia flash. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. dan rasa. thereby necessitating that it be under the control of a computer.73. i. Pendahuluan Peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan merupakan masalah yang selalu menuntut perhatian. prosedur. 2004:2. 1994:2). media. 1969:2). resulting. Hasil penelitian analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru menggunakan media audio visual program macromedia flash. Multimedia is most commonly defined as the use of at least two of these elements: sound ( audio). Variabel bebasnya adalah pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Besarnya peningkatan persentasi dari pre-test ke post-test adalah sebesar 16.32. dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Walaupun perkembangan teknologi yang menunjang pendidikan begitu cepat.e. juga sentuhan. teknologi dipercaya mampu memberikan mekanisme penyampaian paling baik untuk mencapai sasaran peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan. Tannenbaum ( 1998:2) posits that multimedia must include an interactive component. Dengan perkembangan zaman sekarang yang semakin canggih. This interactive component must allow the learner to interact with the material in such a way as to control the outcome of the presentation.

Berdasarkan observasi awal dapat diketahui adanya kesenjangan kesenjangan antara teori dan kenyataan. 1998:2). 1. Berdasarkan observasi awal bahwa pemahaman konsep yang dicapai siswa di SMK Negeri 9 Semarang pada program keahlian pemasaran. dari hasil data nilai diatas belum mendapatkan hasil yang memuaskan. selama ini kurang memanfaatkan penggunaan media. Media audio visual mampu membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka melihat dan mendengar walaupun hanya sekali ditayangkan. 1998:2. dan teks. Adapun tabel nilai siswa pada tahun 2009 pada ulangan pertama dan ulangan kedua seperti berikut : Tabel 1. dan grafis bergerak ( visual) ( Tannenbaum. 72 . Bagui. Walaupun sekolah tersebut sudah tersedia LCD ( Liquid Crystal Display) dan komputer.50 40 11 9 Pemasaran2 % % 42. ada beberapa siswa yang nilainya masih di bawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 71. 1 Rumusan Masalah Apakah ada perbedaan hasil belajar mengetik. grafis diam. 18 siswa ( 45%). dan guru menjelaskan hanya dengan metode konvensional dengan menggunakan buku teks wajib. tanggapan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. tetapi guru tidak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk proses pembelajaran. 2004:2. yaitu pada kegiatan belajar mengajar pelajaran mengetik kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. Padahal menurut Sudjana ( 2009:2) “ media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya”. untuk pembelajaran mengetik dikatakan belum optimal. dan 65% setelah 3 hari kemudian ( Dudung/ upload. Pembelajaran tersebut belum dikatakan optimal karena pembelajaran yang masih berpusat pada guru.50 22. 1994:2).50 40 7 8 20% Pemasaran 1 % X 27. Pentingnya banyak saluran bagi penyampaian muatan pendidikan dapat ditemukan didalam teori komunikasi multi-saluran yang memberikan konfirmasi bahwa jika informasi disampaikan dengan lebih dari satu saluran. sehingga komponen ini perlu dikendalikan oleh komputer. kinerja guru. sedangkan pada ulangan II.penggunaan setidaknya dua dari elemen-elemen diatas: suara ( audio).50%). aktivitas siswa. 2005:2). Multimedia dapat menyampaikan pesan dalam bentuk audio dan visual. Tabel 1. Daniels.1 menjelaskan hasil observasi data nilai siswa yang masih mendapatkan nilai dibawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) menunjukkan ulangan I. Menurut Tannenbaum ( 1998:2) mengusulkan bahwa multimedia harus melibatkan suatu komponen interaktif. 1 Data nilai ulangan I dan II siswa kelas X Pamasaran 2009 : Jumlah Jumlah siswa siswa Jumlah bernilai di Prosent bernilai di Prosent Kelas siswa bawah ase bawah ase KKM KKM (ulangan I) (ulangan II) XP X 17. 17 siswa ( 42.50 Jumlah 80 18 45% 17 % Sumber: data nilai ulangan harian siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang yang sudah diolah. yang mengakibatkan lebih lamanya informasi diingat dan perbaikan pembelajaran ( Ellis. Secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat dari suatu tayangan setelah 3 jam kemudian. Hal ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa baik dari ulangan pertama dan ulangan kedua. Komponen interaktif ini harus memungkinkan pelajar untuk berinteraksi dengan materi untuk itu siswa dapat mengendalikan hasil dari presentasi. Pengemasan materi pembelajaran dalam bentuk tayangan-tayangan audio visual mampu merebut 90% saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. akan terjadi penguatan tambahan.

Bagi guru sebagai media pembelajaran baru untuk mempermudah guru dalam proses belajar mengajar. b. 3 Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. 2007:138) : a. dan dapat memberikan hasil belajar yang baik. 4 Pengertian Media Pembelajaran “ Kata media berasal dari bahasa latin Medius yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. sikap. b. 3 Pengertian Hasil Belajar Proses pembelajaran akan memberikan suatu perubahan pada siswa yang bisa dilihat dari hasil belajarnya. 1 Pengertian Belajar Belajar bukan hanya mengingat. “ Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar” ( Anni. 2. e. melibatkan koordinasi gerakan tangan dan mata. tahap kognitif. aktivitas siswa. 2. 2006:295).1. 2006:5). “ belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan. Bukti Empiris 2. menarik dalam mengikuti pembelajaran mengetik. dan sikap” ( Mudjiono. pola-pola tingkah laku yang betul dilatih sampai tidak terjadi lagi kekeliruan. 2. keterampilan motorik. Tahap-tahap Belajar Keterampilan ( Hamalik. 2 Pengertian Pembelajaran Situasi belajar diperoleh dari proses pembelajaran. Kemahiran intelektual ( kognitif). c. 2006:157). c. yakni menunjukkan rangkaian respons motorik. 1. Manfaat Praktis Bagi siswa terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan. tanggapan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. d. 2007:138). Pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat 73 . Pendapat Gagne ( dalam Sudjana. informasi verbal. 2009:55) mengemukakan ada lima tipe hasil belajar yakni : a. sehingga akan ada nuansa baru dalam pembelajaran. tahap fiksasi. “ pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan. Keterampilan memiliki tiga karasteristik. “ Keterampilan motorik adalah serangkaian gerakan otot untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil” ( Hamalik. kinerja guru. 2. dan mengorganisasi rangkaian respons menjadi pola-pola respons yang kompleks. siswa berusaha mengintelektualkan keterampilan yang akan dilakukan. tahap otonom terdapat peningkatan kecepatan melakukan keterampilan-keterampilan yang berdaya guna untuk memperbaiki kecermatan di mana tidak terjadi lagi kekeliruan. 2 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mengetik. perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar” (Mudjiono. mengatur kegiatan intelektual. Terdapat beberapa pendapat mengenai hasil belajar. Bagi peneliti dapat memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran menggunakan media audio visual program macromedia flash. keterampilan. khususnya pada aspek pembelajaran mengetik dengan menggunakan media audio visual program macromedia flash.

4) filmstrips. 3) permainan papan. Media berbasis mikroprosesor : 74 . Penyajian multimedia : 1) Slide plus suara ( tape). media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. Sedangkan manfaat media ( Arsyad. b. h. 2) foto. berkala. grafik. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran. Media berbasis telekomunikasi : 1) Telekonferen. b. 5) lembaran lepas ( hand-out). 2) modul. c. 2002:26-27). 2) kuliah jarak jauh. reel. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. b. 2002:33-34) dibagi ke dalam dua kategori luas yaitu : 1. Realia : 1) Model. poster. 3) chart. c. Permainan : 1) Teka-teki. serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung. f. maka media itu disebut media pembelajaran ( Arsyad. Audio : 1) Rekaman piringan. antara lain : a. Visual diam yang diproyeksikan 1) Proyeksi opaque ( tak-tembus pandang). d. dan waktu. teks terprogram. Cetak : 1) Buku teks. boneka). 2) multi-image. 2) pita kaset.grafis. 3) slides. Pengelompokan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi menurut Seels dan Glasgow ( dalam Arsyad. e. g. 2. diagram. interaksi yang langsung antara siswa dan lingkungannya. 2002:3-4). media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. papan-bulu. 4) majalah ilmiah. 2) specimen ( contoh). dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minatnya. 3) video. photografis. 3) workbook. media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwaperistiwa dilingkungan mereka. atau elektronis untuk menangkap kembali informasi visual atau verbal”. Visual yang tak diproyeksikan : 1) Gambar. 4) pameran. 2) proyeksi overhead. Pilihan Media Tradisional : a. papan info. ruang. Pilihan Media Teknologi Mutakhir : a. 3) manipulatif ( peta. 2) televisi. cartridge. Visual dinamis yang diproyeksikan : 1) Film. 2) simulasi.

2 Metode Pengumpulan Data 1) Metode dokumentasi Metode ini dilakukan untuk memperoleh data nama peserta didik yang termasuk dalam populasi dan sampel penelitian. 3. Hipotesis Hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. 2006:2). Pengertian Media Audio Visual “ Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar”. 5 Computer-assisted instruction. data yang terkait untuk mengajar mengetik ( silabus. sistem tutor intelijen. 6 Program Macromedia Flash “ Flash Professional 8 adalah program animasi berbasis vektor yang sangat populer dan paling banyak digunakan saat ini untuk membuat animasi dan aplikasi web profesional yang dinamis dan interaktif” ( Chandra. Cara ini sebenarnya kurang baik dan tidak efisien jika dibandingkan dengan mengetik yang menggunakan sistem 10 ( sepuluh) jari buta. 2. yaitu dengan menggunakan kedua jari telunjuk. Variabel terikat ( Y) : Hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Metedologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang yang berjumlah 80 siswa. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik ( Djamarah. interaktif. 2.1) 2) 3) 4) 5) 6) 2. Cara mengetik sederhana yang banyak kita kenal adalah cara mengetik dengan menggunakan dua jari. permainan komputer. 3. 3. 75 . 3) Metode observasi Untuk mengamati seberapa besar kinerja guru dan aktivitas siswa. 2006:124). compact ( video) disc. 1984:1). saat proses belajar. 1 Variabel Penelitian Variabel bebas ( X) : Pembelajaran mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono ( 2008:85) teknik ini digunakan jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. serta untuk memperoleh data nilai mengetik tahun sebelumnya. 2) Metode tes Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar. baik itu organisasi pemerintah ataupun itu organisasi kepartaian maupun organisasi yang lain” ( Sularso. 4) Metode Angket atau Kuesioner (Questionnaires) Angket digunakan untuk memperoleh informasi dari penerapan media pembelajaran audio visual program macromedia flash dalam mengetik. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling sensus. 7 Pengertian Mengetik “ Mengetik adalah pekerjaan yang hampir terdapat pada semua bilang. hypermedia. baik sebelum maupun sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash.

Hasil analisis reliabilitas menggunakan SPSS 16 for windows sebesar 0. Karena taraf signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu sebesar 0. (2-tailed) 40 . 3 Jenis dan Prosedur Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.000 N 40 **. yang mempunyai 2 siklus dengan tahapan-tahapan : 1) Tahap perencanaan. s12 = Varians sampel 1. 4) Tahap refleksi.01 level (2-tailed). Sedangkan rumus untuk menghitung t-test adalah : Keterangan : = Rata-rata nilai sampel 1.05.859 ** Soal2 1 . r = Korelasi antara dua sampel ( Sugiyono. Reliabilitas teknik yang digunakan dalam pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah tes ulang ( test-retest). 3. s1 = Simpangan baku sampel 1.000 40 1 40 . 5 Teknik Analisis Data 1.859** . 4 Teknik Analisis Perangkat Tes Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. = Rata-rata nilai sampel 2.000 < 0.05 maka soal evaluasi tersebut reliabel. Correlation is significant at the 0. 3.000 dan batas kesalahan sebesar 0. (2-tailed) N Soal2 Pearson Correlation Sig. Correlations Soal1 Soal1 Pearson Correlation Sig. 2) Tahap tindakan. 3) Tahap observasi. s2 = Simpangan baku sampel 2. s22 = Varians sampel 2. Analisis t-test Rumus untuk menghitung simpangan baku adalah : ( Sugiyono.3.859 dengan taraf signifikansi sebesar 0.\ 76 . 2008:122). 2008:58).

73 80 4. Paired Samples Statistics Mean Pai r1 Siklu s1 66.769 dengan signifikansi kurang dari 0.05 dengan deviasi standar 6. 2009:59). tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau dengan menggunakan alpha 5%. Pai Siklus1 & Siklus2 80 .71465 Siklu 76. 2 Paired Samples Correlations.769 . Dari rata-rata tersebut dapat dilihat ada peningkatan hasil belajar mengetik dari siklus I ke siklus II.39. hal ini berarti ada hubungan yang erat antar sampel atau korelasi signifikan secara statistik. Hasil tabel paired sample statistics di atas. Ha : 3 0. Error Mean . Hasil Empiris 1. 3 Paired Samples Test. Hipotesis : Ho : 3 = 0 Tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang. Ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang.39204 Std. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama yaitu siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang. Tabel 4. Analisis Deskriptif Prosentase Penelitian ini akan menggunanakan tabel statistik yang menunjukkan angka kisaran teoritis dan sesungguhnya. 77 . = Jumlah seluruh nilai. dapat diketahui bahwa rata-rata dari siklus I adalah 66. sedangkan rata-rata dari siklus II adalah 76. 4. 2010.05 00 N 80 Std.59428 .2.000 r1 Sumber: Data primer diolah.59.000. Tabel 4. Tabel paired samples correlations di atas diperoleh hasil korelasi = 0.51366 s2 75 Sumber: Data primer diolah.05 yaitu 0. = Nilai yang diperoleh. rata-rata standart deviasi dengan rumus : DP = 100% Keterangan: DP n N x ( Ali dalam Lely. Tabel 4. Kriteria pengambilan keputusan. Paired Samples Correlations N Correlation Sig. 2010. = Depkriptif Persentase. 1 Paired Sample Statistics.73 dengan deviasi 4. Deviation 6. Analisis uji –t Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired.

Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. persentase sebelum menggunakan media sebesar 70%. Jakarta: Rineka Cipta. Azhar. dan saat menggunakan media menjadi 90%. Psikologi Belajar. Prosedur Penelitian. . Daftar Pustaka Anni. Skripsi.06. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Teori Belajar dan Pembelajaran. Suharsimi.59963 9.aabri. Nilai rata–rata siklus II lebih tinggi dibanding nilai rata-rata siklus I. dengan deviasi standar 4. Deskrptif prosentase Hasil penelitian analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru menggunakan media audio visual program macromedia flash.77537 23. Baharuddin dan Wahyuni . Hasil thitung menghasilkan nilai sebesar -23. Catharina. Arikunto. and Janette Moody. Aktivitas siswa saat menggunakan media audio visual program macromedia flash.00. tanggapan siswa yang positif. 2010.45 7 . Lely.09. 5.. James McKee. karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0.32 dan signifikansi sebesar 0. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII program keahlian akuntansi di SMK negeri 3 Jepara Tahun Ajaran 2008/2009. 2002. A. sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash.0987 .000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media. terdapat peningkatan aktivitas siswa. Error Deviation Mean P Sik air lus1 4. 2009. terdapat peningkatan kinerja guru. www.Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper t S ig.2006. 2006. Semarang : Unnes Press. Chandra . 2006. Media Pembelajaran. Palembang: Maxikom. Dahlia. Jakarta: Rineka Cipta. Kesimpulan Ada perbedaan hasil belajar mengetik.322 9 000 2 Sumber: Data primer diolah. Multimedia use inhigher education: promises and pitfalls. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 1 Siklus 1. Arsyad. 6. Strategi Belajar Mengajar.06875E1 6 826 11. Universitas Negeri Semarang. Krippel. 2008. Gregory. 2006. Persentase skor sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash adalah sebesar 72% dan saat menggunakan media sebesar 86%. (13 Maret 2010). Djamarah. (2d taile f d) Mean Std Std. 7 Jam Belajar Interaktif Flash Profesional 8 Untuk Orang Awam. Tri. Respon siswa saat meggunakan media audio visual program macromedia sangat positif.com/manuscripts/09329pdf. Hasil dari tabel paired samples test diperoleh siklus I dan siklus II adalah -1. 78 . maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus I ke siklus II adalah 2.

Teknologi Pengajaran.Yogyakarta: Liberty. Slameto. 2007. 1994. ( 10 Mei 2010). Somantri. 2006. Nana dan Rivai. E-learning Merupakan Inovasi Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran Fisika.blogspot. Syah. 2003. Bandung: CV. Narbuko dan Achmadi. Bandung: Alfabeta. Santosa. Evaluasi Pendidikan. Sukardi. Samsudin. 2004. Sularso.html. Sudjana. Jakarta: Rineka Cipta. 2009. dan Ashari. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Nana. Iwan. Analisis Statistik dengan Microsoft. Marimin. Psikologi Belajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. A. Setiawan. Sugiyono . 2009. dan Muhsin. 2008. Budi Purbayu. Pengetahuan Mengetik SMK. Bandung: Armico. Ating dan Muhidin Sambas Ali. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Bumi Aksara. 79 . 2007. Statistika Untuk Penelitian. http://pendidikansains. 2006. Yogyakarta: ANDI.com/2008/02/e-learning-merupakan-inovasi-pendidikan. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2005 .Mudjiono dan Dimyati. 1984. Metodologi Penelitian. Pustaka Setia. Muhibbin. Jakarta: Rineka Cipta. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sudjana. Belajar dan Pembelajaran. Statistika Dalam Penelitian.2008. Excel dan SPSS. Mengetik Dengan Sistem 10 ( Sepuluh) Jari .

Media Audiovisual „Filmstrip‟. siswa dituntut untuk terampil menulis cepat secepat pembicaraan. Ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa banyak yang nilainya masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 7. Namun tulisan stenografi sekarang masih relevan. dan Stenografi. Sebagai suatu proses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. apabila tidak diimbangi dengan pendidikan yang memadai. Persaingan yang semakin ketat. Kata Kunci : Pembelajaran. Kinerja guru dan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih baik daripada ssebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Besarnya peningkatan persentase dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 23. Hasilnya pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih baik daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. untuk mengetahui bagaimana kinerja guru dan aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Bisa dilihat dari tabel nilai seperti berikut: 80 . Penting bagi pengajar sebagai fasilitator untuk memilih dan menyajikan bahan-bahan dengan menggunakan stimulus yang dapat menarik minat belajar siswa. Stenografi merupakan kompetensi wajib bagi siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan AP (Administrasi Perkantoran). Stimulus yang digunakan bisa berupa media pembelajaran.00. Aktivitas siswa pada siklus II juga lebih baik. dan untuk mengetahui tanggapan siswa saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Dari analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru pada siklus II lebih baik dengan persentase 88% dibandingkan siklus I sebesar 78%. tes. pada kompetensi Mencatat Dikte Untuk Mempersiapkan Naskah (Stenografi) dikatakan belum optimal. tacothype dan sejenisnya. Hasil penelitiannya adalah terdapat perbedaan nilai rata-rata dari siklus I dan nilai rata-rata siklus II. tachograph. Kemajuan teknologi saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis. observasi. dan hasil belajar itu berupa perilaku yang lebih sempurna dibandingkan dengan perilaku sebelum melakukan kegiatan belajar. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan teknik pengambilan data adalah dokumentasi. Apalagi bagi siswa SMK jurusan AP. Menurut Skinner dalam Catharina (2006:20-21) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku.Komparasi Pembelajaran Stenografi Dasar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audiovisual ‘Filmstrip’ Pada Siswa Kelas XI AP di SMK Widya Praja Ungaran Abstrak Wardah Rizqi Tourviana Makalah ini berisi tantang salah satu cara untuk meningkatkan perhatian belajar siswa adalah dengan pemberian stimulus dengan penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar. Tanggapan siswa saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ adalah sangat positif.19%. untuk penulisan suatu risalah atau pidato. dituntut untuk bisa lebih melatih keterampilan siswa. dan manusia akan mereaksinya (memberi respon). dan lain-lain dapat menggunakan alatalat seperti tape recorder. maka akan membuat siswa kalah bersaing di dunia nyata. setiap kali manusia berinteraksi dengan lingkungan (stimulus). Dictaphone. semua siswa memberikan tanggapan yang sangat positif. Kesimpulannya adalah bahwa terdapat perbedaan hasil belajar stenografi antara sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. karena persentase siklus I adalah sebesar 70%. dan angket. Berdasarkan observasi awal bahwa pemahaman konsep yang dicapai siswa di SMK Widya Praja Ungaran. rapat-rapat penting. yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. Pendahuluan Pendidikan yang semakin berkembang dengan adanya kemajuan teknologi dan era globalisasi sekarang ini. dalam kegiatan belajar dibutuhkan waktu sampai mencapai hasil belajar. dan pada siklus II menjadi 86%. Aktivitas belajar manusia akan berlangsung terus menerus sepanjang waktu. wacana atau reportase. Dari angket.

dapat dilihat di layar monitor atau ketika diproyeksikan ke layar lebar melalui overhead projector. dan dapat didengar suaranya. Pesan atau isi pelajaran disimpan dalam bentuk filmstrip untuk mengajar huruf-huruf dasar pada penulisan huruf stenografi dengan sistem karundeng disertai dengan gambar-gambar yang disesuaikan dengan abjad serta contoh penulisan gabungan dari beberapa huruf. Untuk mengetahui tanggapan siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran terhadap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar. 3. Apakah ada perbedaan hasil belajar Stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 2. Untuk mengetahui aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. Juga diiringi dengan iringan musik yang dapat memberi stimulus siswa. Rumusan Masalah 1. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. 2. 35. Bagaimana kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 3. 4. Landasan Teori Pembelajaran Pengertian pembelajaran menurut teori neobehavioristik yaitu upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan supaya terjadi hubungan lingkungan dengan tingkah laku pembelajar (Sugandi. 31. Informasi akan mudah dimengerti karena sebanyak mungkin indera. Dengan gambar-gambar tersebut siswa diharapkan dapat mengerti huruf-huruf stenografi. 72 27 23 mlah 50% 94% (Sumber : Data nilai siswa kelas XI AP SMK Widya Praja 2009. 34 14 12 AP 1 18% 29% XI 34. yang diolah) Media audiovisual yang digunakan adalah CD interaktif. terutama telinga dan mata.Tabel 1. Bagaimana tanggapan siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran terhadap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar? Tujuan 1. dilihat gerakannya (video atau animasi). Untuk mengetahui kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. 2006:9). 38 13 11 AP 2 21% 95% Ju 37. Media Audiovisual „Filmstrip‟ Informasi yang disajikan melalui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup. 28.1 Data Nilai Siswa Ju Jumlah siswa di Jumlah siswa di Kel mlah bawah KKM (tugas % bawah KKM (ulangan % as siswa I) I) XI 41. Bagaimana aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 4. digunakan untuk menyerap informasi itu 81 .

Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan empat metode penelitian yaitu metode dokumentasi. 2009:49). observasi. Stenografi Stenografi yang berasal dari bahasa yunani mempunyai arti : stenos berarti singkat dan graphein berarti menulis. 1993:1).(Arsyad. Penentuan skor dari jawaban responden adalah untuk jawaban A diberi skor 5. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran yang berjumlah 70 siswa. tes. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ (konvesional) dan pembelajaran stenografi pada saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Dengan kata lain berarti menulis steno adalah menulis dengan huruf-huruf singkat (pendek) (Mulyono. jawaban D diberi skor 2. Jadi stenografi berarti menulis singkat (shorthand). jawaban B diberi skor 4. 2006:130). maka penelitian ini disebut penelitian populasi (Arikunto. Karena jumlah populasi kurang dari 100. Untuk angket digunakan skala likert dengan modifikasi. observasi. dan angket. 2009:170-172). dan jawaban E diberi skor 1. Metode dokumentasi menggunakan data sekunder digunakan untuk mendapatkan data nama siswa dan data nilai Stenografi tahun 2009. Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup (Arsyad. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama. 82 . jawaban C diberi skor 3. sedangkan hasil tes. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Kerangka Berpikir Pembelajar an Sebelum Menggunakan Media Audiovisual Pembelajar ‘filmstrip’ an Sesudah Menggunakan Media Audiovisual ‘filmstrip’ Apakah hasil belajar siswa setelah menggunakan media Audiovisual ‘filmstrip’ lebih baik dibandingkan dengan Pembelajaran Sebelum Menggunakan Media Audiovisual ‘filmstrip’ Siswa Kelas XI AP 1 Hasil Belajar Dibandingka n Hasil Belajar Gambar Kerangka Berpikir Hipotesis Hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran. apakah ada perbedaan hasil belajar stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. dan angket digunakan sebagai data primer berdasarkanpenelitian yang dilakukan bulan Juli 2010. Hasil Analisis t-test (uji-t) Analisis t-test ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah ditentukan. Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired.

16113 7. 2010) Hipotesis : Ho : 3 = 0 Tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran.114 N 70 Std. sedangkan mean atau rata-rata dari siklus II adalah 87.92770 Siklus 87.05 (batas kesalahan) dan signifikasi 0.615 dengan signifikansi kurang dari 5% atau 0. Sedangkan tabel paired samples correlations di atas diperoleh nilai korelasi = 0.6000. Std.0001 dengan t hitung sebesar – 12.615 . dapat diketahui bahwa mean dari siklus I adalah 71. Karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media .307 Sumber (Data primer diolah. Nilai rata –rata siklus 2 lebih tinggi dibanding nilai rata rata siklus 1.76167 Std.Tabel Paired Samples Statistics Mean Pair 1 I Siklus 3 71. d(2tailed) 6 0 .207 1.600 70 II 0 Sumber (Data primer diolah. Ha : 3 0.33 air 1 Siklus II 1.15813 13.69258 . Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau ( ) = 0. Ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran.05 yaitu 0. Mean Error 1.000. Deviation 14. hal ini berarti nilai siklus I siswa berhubungan positif dengan nilai siklus II siswa.000 Siklus II Sumber (Data primer diolah. Error Lowe Deviation Mean r Upper Mean t f 9 Sig. Siklus I & 70 . Dari rata-rata tersebut dapat dilihat ada peningkatan hasil belajar stenografi dari siklus I ke siklus II. 2010) Tabel paired sample statistics di atas. Tabel Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Std.00 P Siklus I – 11.81330 12. 2010) Tabel Paired Samples Correlations N Pair 1 on Correlati Sig.64857E1 84 959 19.1143.307. maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus adalah Deskriptif Persentase 83 .

Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ C. Pada pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugandi (2006:30). 2009: 15) menyatakan bahwa pemakaian media 84 . Karena media sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran berfungsi meningkatkan peranan strategi pembelajaran sebab media pembelajaran menjadi salah satu komponen pendukung strategi pembelajaran. yang artinya masih di bawah KKM.14% berpredikat belum kompeten.Sebelum Menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 88% .Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 100% a. Pada pembelajaran Stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Belum kompeten B. Penyampaian yang berlebihan dengan hanya menggunakan satu model bisa menyebabkan kelebihan dan dapat mengurangi perhatian. Overload on one sense modality causes tiredness and reduced attention. 7 In the combination voice and picture. Hal ini berarti bahwa hasil belajar siswa sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟ lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟. dan angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran stenografi dengan menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Sebanyak 70 siswa atau 100% sudah memenuhi KKM atau berpredikat kompeten. Aktivitas Siswa 70% . Kinerja Guru 78% . Yang berarti setelah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ kinerja guru menjadi meningkat dari sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ Dari hasil sebelum menggunakan media.86% a.14% b. sebanyak 26 siswa atau 37. Keseimbangan antara informasi yang disampaikan dengan audiovisual akan mengurangi beban kognitif. Hasilnya dapat dilihat dari tabel berikut : Aspek yang diteliti Skor dalam persen (%) A.Analisis deskriptif persentase terhadap skor yang diperoleh digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar stenografi siswa. A balance between visual and auditory information reduces the cognitive load. Kompeten 0% b. Dalam perpaduan suara dan gambar.Sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 86% . persentase aktivitas siswa adalah sebesar 86% sehingga termasuk dalam kategori sangat tinggi. dapat dilihat bahwa ada peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi sebesar 16%. maka suara mampu menciptakan efek strukturisasi dan menarik perhatian pengguna terhadap elemen-elemen penting dalam gambar. persentase aktivitas siswa adalah sebesar 70% sehingga termasuk dalam kategori tinggi. Pada pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Pada pembelajaran stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Sedangkan sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟ hasil belajar stenografi siswa meningkat. A combination of these modalities enables a media selection with less cognitive load. aktivitas siswa dalam pembelajaran stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟. Belum kompeten .Sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 62. the voice can have a structuring effect and attract the user‟s attention to important elements in the picture. Hasil Belajar Stenografi . dikatakan bahwa media kombinasi visual dan pendengaran merupakan kombinasi pemilihan media yang dapat mengurangi beban kognitif. persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 88% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hamalik (dalam Arsyad. Hal tersebut sesuai dengan jurnal Guttormsen (2000) “Visual versus auditory. Kompeten 37. Berdasarkan uraian di atas. persentase kinerja guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 78% sehingga termasuk dalam kategori baik. kinerja guru.” Mengutip dari jurnal Guttormsen (2000).

Tri. dapat dilihat bahwa 100% dari jumlah responden. Universitas Negeri Semarang. Semarang : Unnes Press. Catharina. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Pengembangan. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.2008. Arikunto. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. atau semua siswa bersikap sangat positif. 4. dan Pemanfaatannya. Krippel. Darsono. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program Keahlian Akuntansi di SMK 3 Jepara Tahun Ajaran 2008/2009. Dahlia. 2006. Hal ini dikarenakan stenografi merupakan hal yang baru diterima siswa. 1993.aabri. 2009. Jakarta : Rineka Cipta. 85 . karena guru lebih semangat dan lebih bias menarik perhatian siswa dengan bantuan media audiovisual „filmstrip‟. max. 2. Tabel Distribusi Jawaban Frekuensi Sikap Tiap Responden Kategori sikap Kategori skor Frekuensi Persentase Sangat positif 40 – 50 70 100% Positif 30 – 40 0 0% Negatif 20 – 30 0 0% Sangat negatif 10 – 20 0 0% Sumber (Data primer diolah. James McKee & Janette Moody. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sudjana dkk.com/manuscripts/09329pdf. Strategi Belajar Mengajar. 2009. (2009: 2). Azwar. yang artinya mereka menganggap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dapat meningkatkan hasil belajar stenografi siswa. Persentase aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Sularso.Realibilitas dan Validitas. Semarang : IKIP Semarang Press. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Media Instruksional Edukatif. 2000. Rata-rata hasil belajar siswa dalam pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ secara signifikan lebih baik dibandingkan rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Gregory. 1. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Terdapat peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Sebanyak 70 siswa yang semuanya dijadikan sebagai responden.pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Arsyad. Media Pembelajaran. Multimedia Use in Higher Education : Promises and Pitfalls. Semarang : FKIS IKIP Semarang. karena sebelumnya belum diajarkan di kelas X. Mulyono. Jakarta : RajaGrafindo Persada. 1997. maka siswa memberikan sikap yang sangat positif dalam penggunaan media audiovisual „filmstrip‟. Suharsimi.Saifuddin. Azhar. dan Zain. (Accessed 9 January 2010). Sehingga dari pembelajaran yang lebih aktif dan bervariasi. Djamarah. 3. Lely. 2006. Jakarta : PT. www. Daftar Pustaka Anni. Psikologi Belajar. dkk. 2007. Stenografi Sistem Karundeng.M. Kesimpulan Berdasarkan pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Terdapat Perbedaan hasil belajar stenografi antara sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Tanggapan siswa terhadap penggunaan media mendapat tanggapan yang sangat positif dari siswa. Terdapat peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Rineka Cipta.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. serta peningkatan hasil belajar stenografi dasar. 1995. 2007. karena merupakan sebuah media yang baru dalam pembelajaran stenografi sehingga siswa lebih tertarik belajar stenografi. Arif. Hand Out. Rohani. Skripsi. Sardiman. Ahmad. 2009. Persentase kinerja guru sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Sadiman. Belajar dan pembelajaran. A. menganggap bahwa penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Jakarta : Rineka cipta. Media Pendidikan Pengeertian. 2010) Dari distribusi jawaban di atas.

Ating dan Ali Muhidin Sambas. Bandung : Armico. 2009. Sissel Guttormsen & Helmut Krueger. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian.pdf_template=1&loginState=2&userData=Gadjah%2BMada%2BUniversity%253Ag adjah%2BMada%2Buniversity%253A124. 2008. 2006.55. Sumantri. Sudjana.195. Online at U3040. Statistika Untuk Penelitian. A. Bandung : Titian Ilmu. 2000.pdf. Sumaryana. Teori Pembelajaran. Stenografi. Sugandi. (Accessed 10 January 2010). Sugiyono. Bandung : Alfabeta. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Semarang : UPT Unnes Press. Media Pengajaran. 2004. Sumaryati. Yeti dan Ratu Evi Zulfikar. Bandung : Pustaka Setia. Mencatat Dikte Untuk Mempersiapkan Naskah. Asep dan Sumpena Nana. 86 . 2000. Nana dan Rivai Ahmad. Using New Learning Technologies with Multimedia.Schar. 2006.

mendukung adanya globalisasi. Keyword: Informatics technology. mengungkapkan bahwa tantangan dan peluang di Era Globalisasi serta antisipasi yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh merupakan tema yang sangat relevan dengan situasi saat ini karena berbagai alasan. as well as the upgrading of organizational system. ceramah. Human Resource quality PENDAHULUAN Dalam Artikelnya isfenty (2005). Pengembangan kualitas SDM melalui pendidikan perlu dilaksanakan secara terpadu khususnya dalam rangka upaya meningkatkan kemampuan bangsa Indonesia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan bagi peningkatan kesejahteraan. kita akan menghadapi era perdagangan bebas di wilayah Asia Tenggara Asean Free Trade Area (AFTA) tahun 2003 dan wilayah Asia Fasific tahun 2020 sebagai hasil kesepakatan negara-negara anggota APEC (Asia Pasific Economic Cooperation). Perkembangan teknologi di bidang perangkat keras komputer mendukung perkembangan globalisasi informasi tersebut. dll) menjadi komputer yang semakin hari semakin kecil bahkan menjadi komputer pribadi. Khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. In this era. peradapan. Thus. yang dapat 87 . Essensi dari kemampuan bersaing itu adalah bahwa setiap negara harus dapat menghasilkan produk (barang dan jasa) yang bermutu tinggi. Informasi dengan cepat berkembang dan bermakna serta berharga disebarkan ke segala penjuru seolah "tanpa batas". simposium dan artikel koran sampai saat ini yang tak henti-hentinya mengangkat topik tersebut baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri. Era informasi membawa angin yang baru : barang yang justru tidak terwujud. effisien dalam proses dan cepat dalam penyerahan/pelayanan. improvement of formal education. sulit dioperasikan. 1995 dalam isfenty). termasuk Indonesia. This has made informatics (information processing with computer) to keep developing along with time. work training. Kemajuan di bidang informasi melaju. Salah satu diantaranya adalah karena masalah sumber daya manusia dan globalisasi adalah dua dari sekian banyak topik yang paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini. informatics constitutes a relatively new discipline. serta ketangguhan daya saing bangsa Indonesia (Djojo-negoro.e. and it develops with the progress of the said information industrial and globalization era. perlu operator. kemajuan. i. Tidak terhitung sudah berapa banyak seminar. maka setiap negara di Asia Pasific. Dari komputer yang tadinya merupakan komputer milik segelintir pemakai dengan kemesteriusannya (besar. and work apprenticeship courses. college as the center of education also plays its role in generating professional HR with reliable mastery of informatics technology. In relation to the mastery of informatics in this globalization and industrial era. information is increasingly valuable and the use of computer to support other fields is growing. MM The need of HR for mastering informatics has been increasing with the progress of information industrial and globalization era. There have been numerous efforts performed by both colleges and companies to meet the demands. biaya rendah. akan dituntut untuk mampu bersaing . one of which can be conducted through the development of HR quality in addition to academic aspects. Hal ini terjadi karena topik sumber daya manusia dan globalisasi memang menyangkut masalah dasar yang amat penting bagi kelangsungan hidup kita sebagai bangsa kini dan dimasa mendatang.INFORMATICS-BASED HR QUALITY IMPROVEMENT IN DEALING WITH GLOBALIZATION AND INDUSTRIAL ERA CHALLENGES ABSTRACT By Sri Wartini. particularly in dealing with challenges and in accomplishing the opportunity in this global era. Untuk itu . sehingga yang namanya informasi menjadi barang yang paling berharga. Hal-hal yang dimaksud terakhir ini dapat disebut dengan kinerja organisasi (Organizational performance) dan menjadi tantangan bagi semua fihak yang terkait untuk mewujudkannya. dalam ruang khusus. SE. the aspects of science and technology improvement and socialization. lokakarya.

dan bukannya manusia menguasai IpTek serta menggunakannya dengan sebaikbaiknya. yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk tujuan bersama atau sekelompok tujuan". Komputer yang tadinya "sendiri-sendiri" menjadi komputer yang dapat berkomunikasi dengan "teman-temannya" dalam suatu jaringan komputer. Misalnya jaringan komputer. dsb. Perkembangan perangkat keras selanjutnya membentuk jaringan komputer berkat kemajuan teknologi komunikasi. Internet makin mendukung perkembangan tersebut dan rasanya saat ini semua manusia. dan kegembiraan. Perangkat lunak yang semakin mudah untuk digunakan pemakai. yang menguasai IpTek. Informatika adalah salah satu bentuk IpTek. pengguna perangkat lunak semkain banyak dan ukuran komplektisitas perangkat lunak juga bertambah. especially one that required education and trainning. Karena alasan efisiensi. Oleh karenanya. Menurut Robbins (1990) : "Organisasi adalah suatu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar. RELEVANSI SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN INFORMATIKA Sumber Daya Manusia adalah aset yang paling penting dalam suatu perusahaan. Tanpa SDM yang dibangun. Perangkat lunak yang besar dan kompleks harus dikembangkan oleh suatu tim dengan berbagai keahlian serta metodelogi tertentu. karenanya dituntut untuk secara terus menerus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan irama perubahan yang terjadi khususnya yang menyangkut dengan perubahan teknologi informasi yang semakin pesat . Profession menurut kamus Oxford adalah : paid occuption. Berkembang menjadi perangkat lunak yang selain fungsional juga mudah dan nyaman dipakai (friendly). bahkan untuk saling membagi pengalaman. Apa yang disebut dengan pembangunan SDM ? tidak lain adalah penguasaan IpTek itu sendiri. Pembangunan negara dan kemajuan IpTek tidak ada gunanya jika tanpa diikuti dengan pembangunan SDM. Perangkat lunak yang tadinya hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan fungsional. sebenarnya makin sulit dikembangkan. yang tidak mungkin berfungsi tanpa adanya perangkat lunak jaringan komputer. asalkan mau memulai membuka komunikasi akan mempunyai cakrawala yang luas untuk dapat berkomunikasi dengan siapa saja di segala penjuru dunia sesuai dengan topik yang diminati bersama. dan Wide Area Network atau WAN. langkah-langkah kearah penyesuaian diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan. harus mulai berpikir tentang pembangunan SDM Informatika yang professional . Bahkan saat ini. maka manusia akan dikuasai oleh IpTek atau manusia lain. kepraktisan dan keamanan. Untuk itu perkembangan dalam teknologi informatika di era globalisasi dan industri. Akibatnya. perangkat lunak banyak yang diwujudkan menjadi komponen perangkat keras. Organisasi adalah salah satu hasil peradapan manusia yang penting bagi kehidupan umat manusia modern. bahkan bisa "berbicara" (mengeluarkan suara). dibutuhkan penyedia jasa informatika sebagai pengelola. Salah satu aspek sistem pendidikan yang amat berperan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan mampu beradaptasi dengan teknologi informasi di era galbalisasi dan industri itu adalah organisasi atau lembaga pendidikan . Indonesia saat ini sedang membangun dan kemajuan IpTek dari negara lain juga sedang mempengaruhi secara deras perkembangan IpTek di Indonesia. pengolah dan pemelihara informasi karena pengguna informatika yang semakin banyak. mulai jaringan lokal yang sering disebut dengan local area network atau LAN. Pendidikan sebagai suatu upaya membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.diletakkan bersama barang lain dengan cara yang nyaman. 88 . Perkembangan teknologi perangkat lunak juga tidak kalah pesatnya. hampir semua tawaran lowongan pekerjaan di bidang apapun di beberapa tingkatan pekerjaan memasyarakatkan penguasaan akan komputer (computer literate). Sedangkan professional : person qualified or employed in one of the profession. Batasan antara perangkat lunak dan perangkat keras menjadi semakin kabur. Penggunaan sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kita memang berada pada era informasi dan sesuai dengan hukum "supply and demand". Hal ini mengakibatkan komputer semakin digunakan diberbagai bidang. dengan batasan yang relatif dapat diidentifikasi. Perangkat lunak yang hanya dituntut berfungsi secara fungsional dalam skala kecil cukup dikembangkan oleh pemrogram sekaligus pemakainya. Dikatakan demikian karena melalui organisasi orang-orang dapat mencapai tujuannya dengan lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan kalau orang-orang itu melakukan usaha pencapaian tujuannya secara sendiri-sendiri. problem.

bahkan seorang insinyur sipil yang menggunakan program komputer tidak dapat disebut berprofesi di bidang Informatika. Contohnya adalah PT. berikut pemantauan dan pemeliharaan proses produksi. Berdasarkan hal-hal tersebut.Inti. dalam rangka mendukung kebutuhan sertifikasi Sumber Daya Manusia di Indonesia. karena tingkatan user di Indonesia yang umumnya masih awam dengan proses Rekayasa Perangkat Lunak menyebabkan sulit diajak berkomunikasi tentang kebutuhan yang perlu didukung oleh komputer. Belum ada pengelompokan untuk : ketrampilan. industri manufaktur yang produknya berupa peralatan telekomunikasi (mencakup perangkat keras dan perangkat lunak) b. Perlu mengetahui Standar Proses Produksi. yang dapat dikelompokkan atas jenis sebagai berikut : 1. dapat disimpulkan juga bahwa sudah saatnya dilakukan Sertifikasi Sumber daya Manusia dalam bidang Rekayasa perangkat Lunak . Industri ini membutuhkan SDM yang berlatar belakang informatika. SW developer.sesuai dengan standar Internasional yang berlaku. dituntut untuk dapat mengetahui strategi bisnis. dan 2. Sehingga dapat di simpulkan bahwa pengguna komputer pada profesi yang "lain" seperti sekretaris. menyediakan jasa berupa pengembangan perangkat lunak. Jenjang Pendidikan Sarjana ke bawah 3. customization). Biasanya ini menyangkut perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak mulai dari scracth (sesuai pesanan) atau yang menyediakan jasa pengubahan perangkat lunak tertentu supaya dapat dipakai sesuai dengan kebutuhan (tailoring. Contoh : industri manufaktur yang memakai robot atau perangkat lunak untuk optimasi penjadwalan produksi. 4. maka diperoleh informasi tentang kebutuhan SDM oleh industri. Industri jasa. serta hasil survey yang dilakukan oleh beberapa kelompok. Contoh nyata dari industri ini adalah produktor dan perakit komputer. keahlian dan spesialisasi yang terdefinisi dengan jelas. b. Industri hardware yang memproduksi perangkat keras komputer dan periperalnya. Contoh lain adalah PT. Industri pemroduksi "barang" yang dalam proses produksinya membutuhkan perangkat lunak. Untuk itu. profesi adalah sesuatu yang kita lakukan berdasarkan keahlian dan dari situ kita hidup/mencari nafkah. pegawai administrasi. Industri ini harus didukung oleh SDM di bidang perangkat keras dan elektronika. yang produk utamanya bersifat "soft" dalam hal ini dibedakan menjadi industri jasa sebagai berikut : a. Dalam menganalisis kebutuhan user (semua perangkat lunak dikembangkan berdasarkan kebutuhan user). Latar belakang pendidikan non-Informatika/Komputer 2.Telkom yang produknya berupa jasa telekomunikasi berbantuan komputer (perangkat lunak menjadi bagian dari jasa tersebut). 2. disusun suatu usulan tingkatan keahlian Sumber Daya Manusia Informatika di antaranya: 89 .Jadi. Industri manufaktur. Seseoang yang profesional di bidangnya akan melakukan pekerjaan itu sendiri dengan kepakarannya. yaitu yang lebih menyangkut "hardware" a. dan tujuannya adalah untuk kesenangan. Berdasarkan hasil pertemuan jurusan teknik informatika dengan pihak industri sebagai pemakai tenaga lulusan Informatika manapun. diperlukan suatu pengetahuan dan keahlian khsusus. agar inovatif dalam menciptakan produk-produk baru Sedangkan pihak Industri menghendaki agar Sumber Daya Manusia yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi tidak saja memiliki potensi akademik melainkan juga ketrampilan dalam penggunaan dan penguasaan informatika yang sangat baik. antara lain: 1. Industri jasa yang memanfaatkan perangkat lunak. Hobby adalah sesuatu yang kita lakukan untuk mengisi waktu senggang. Untuk tingkatan tertentu. Sumber daya Manusia yang bekerja dalam dunia industri saat ini mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Pihak industri yang menjadi bahasan adalah industri yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan Rekayasa Perangkat Lunak.

1. sumber daya manusia yang berkualitas yakni yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi akan memegang peranan yang sangat strategis dan mampu memacu pertumbuhan dan pengembangan disegala bidang kehidupan manusia. kelembagaan dan lain-lain. yaitu dirasakannya tuntutan kebutuhan akan periunya peningkatan pemahaman bahasa asing (terutama bahasa lnggeris) dikalangan tenaga pengajar dan mahasiswa. Programmer Programmer Analyst Software Tester Data Base Engineer Data Communication Engineer Network Engineer Software Configuration Manager System Analyst Software Engineer System Engineer Software Project Manager Software Quality Assurance TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA GLOBALISASI DAN INDUSTRI SERTA ANTISIPASI SDM UNTUK MENGHADAPINYA 1. Perubahan-perubahan pada skala global itu selanjutnya memicu timbulnya transformasi struktural yang pada gilirannya dapat memberikan dampak pada proses pergeseran nilai. 7. globalisasi yang pada intinya merupakan rekayasa ekonomi itu telah menjadikan kehidupan manusia menjadi begitu terbuka. hal ini menyebabkan semakin tajamnya persaingan antar negara dan organisasi dalam merebut pasar serta usaha menghasilkan kinerja dan kualitas produk yang prima. b. cara hidup. Dalam konteks pendidikan. sistem. dan oleh karenanya peranan organisasi atau lembaga pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu menjadi semakin penting. 12. dalam alam keterbukaan itu kuaiitas manusia menjadi kuncinya. ekonomi telah menjadi kekuatan utama yang lain di dalam fenomena global itu. lni semua merupakan fenomena yang tak terelakkan. Untuk ini semua. lndividu . Secara spesifik. 2. Reid (1997). menyatakan bahwa dampak dari globalisasi dan regionalisasi itu dapat dirasakan pada 4 (empat ) level yaitu : a. Kitalah yang harus pandai-pandai memanfaatkannya. sikap. Perusahaan-perusahaan multinasional besar khususnya telah mampu. 4. komunikasi dan informasi yang menjadi ciri utama dari proses globalisasi itu menyebabkan terjadinya berbagai perubahan yang bersifat menyeluruh fundamental dan berdimensi banyak. yang merujuk Wichit Srisaan dari Suranaree University of Technology di Thailand. Dengan demikian. globalisasi itu pada dasarnya menitikberatkan dua hal sekaligus: tantangan dan peluang. Organisasi. yakni adanya tuntutan untu melakukan pembenahan/pembangunan kelembagaan (institutional building) yang diarahkan pada pencapaian kinerja yang tinggi. tekhnologi baru di bidang infoimasi dan komunikasi memungkinkan organisasiorganisasi itu memasarkan produknya secara internasional. Fenomena globalisasi yang terjadi belakangan ini juga telah menarik perhatian sejumlah ahli manajemen internasional belum lama ini. Jadi. Fenomena globalisasi (dan regionalisasi) juga membawa dampak terhadap masyarakat perguruan tinggi. Sebagai konsekwensinya. dan modal dari sumber-sumber yang paling efektif di seluruh dunia. Globalisasi : Tantangan Dan Peluang Globalisasi telah menjadi kata yang amat populer akhir-akhir ini karena banyak dibicarakan dan dibahas oleh berbagai kalangan. 8. dengan tekhnologinya. perilaku manusia. Termasuk dalam 90 . 6. 11. menaikkan efisiensi ekonominya dengan belajar tentang dan mendapatkan masukan berupa bahan sumber daya manusia (SDM). 9. Lebih jauh lagi. Disamping teknologi. 3. 5. memperluas bidang lingkupnya dengan mengambil tindakan dan meningkatkan efisiensi ekonomi mereka. Singkatnya. 10. maka pada gilirannya organisasi bisnis yang terlibat dalam persaingan itu akan menuntut kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan bersaing. Dalam kaitan. Kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi.

inovasi. Dunia kita sekarang ini. serta pengembangan watak dan kepribadian. yaitu adanya tuntutan untuk melakukan kerjasama antar lembaga pendidikan tinggi. Pergaulan dan hubungan antar bangsa di dunia pun telah berlangsung demikian erat dan mudahnya. Sebagai konsekwensi logisnya. Tak ada keraguan akan hal ini. kemampuan dan ketrampilan kerja seseorang melakukan berbagai kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang ikut serta menentukan kualitas hidupnya. dan bagi tenaga kerja tingkat tinggi menyangkut kualitas managerial dan komunikasinya. yang menengah berkenaan dengan kualitas teknis operasional. maupun sosial dan budaya. Jalur Pendidikan Formal. Pernyataan Nasibitt diatas jelas menunjukkan betapa besar dan pentingnya peranan SDM pada masa kini dan akan datang. 3. yaitu proses pengembangan keahlian dan ketrampilan kerja . dan perguruan tinggi. ketrampilan dan motivasi kerja biasanya ditumbuhkan dilingkungan pendidikan 91 . Latihan kerja menekankan peningkatan kemampuan professional dan mengutamakan praktek daripada teori. sekolah menengah tingkat pertama dan atas. pada dasarnya dapat dilakukan melalui tiga jalur utama. lni semua dimungkinkan oleh semakin maju dan berkembangnya teknologi informasi. bagi tenaga yang berada pada tingkat bawah/operasi menyangkut kualitas tehnis operasionalnya. media komunikasi dan alat transportasi.pembangunan kelembagaan ini di antaranya adalah -. kata sementara orang. Lebih-lebih dalam era informasi dan globalisasi seperti sekarang. Bagimana Peningkatan Kualitas SDM Kualitas SDM pada dasarnya berkenaan dengan keahlian. fasilitas teknologi pengajaran. supervisor dan managerialnya. Khususnya bidang ekonomi dan bisnis. much more important in their organization". d. Jalur pendidikan formal bertujuan membekali seseorang dengan dasar-dasar pengetahuan. Hai ini dapat dimaklumi karena manusia merupakan unsur utama dari setiap organisasi. human resource is at the cutting edge. Untuk peningkatan kualitas SDM. Karena memang benar.. keadaan ini menyebabkan semakin tumbuhnya persaingan antar negara dan perusahaan dalam merebut pasar. Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden serta seperangkat Hukum lainnya. Jalur Latihan Kerja. Intemasional. c. telah menjadi semakin sempit. Dengan demikian. kreativitas. yaitu adanya tuntutan untuk melakukan perubahanperubahan pada sistem pendidikan tinggi sehingga mampu mengakomodasikan kebutuhan yang semakin meningkat. perubahan dan penyesuaian kurikulum. 2. terdiri dari pendidikan umum dan kejuruan mulai dari tingkat sekolah dasar. Tegasnya. nilai-nilai masyarakat yang menyangkut sikap mental. And it means that human resource professionals are becoming much. baik dalam politik. sistem latihan kerja dapat dipandang sebagai kelengkapan atau suplemen sistem pendidikan formal. Merekalah yang menciptakan berbagai inovasi dan kemudian membuat banyak organisasi menjadi dikenal luas. perlombaan untuk menghasilkan kinerja dan kualitas produk dan jasa yang prima menjadi keharusan. kemampuan analisis. "Assets make things possible. dan hasil-hasil yang bernilai inilah yang menentukan derajat kesejahteraan dan taraf hidup suatu masyarakat. Peranan SDM Peranan SDM memang sangat peting. Secara garis besar. serta peningkatan mutu tenaga pengajar dan semacamnya. manusialah yang membuat barang-barang dan jasa yang bernilai bagi suatu bangsa. menurut Simanjuntak (1992). b. teori dan logika. peoples make things happen". baik ditingkat regional (seperti ASEAN dan Asia Pasific) maupun ditingkat yang lebih luas lagi. Mengutip kata John Naisbitt :"In an information society. ekonomi. Jadi. kiranya tidak salah kalau perusahaan besar seperti Union Carbide menetapkan slogannya yang berbunyi . yang sering disebut dengan masyarakat informasi itu. yang pada gilirannya juga menurut kualitas SDM yang tinggi dan bersaing. misainya meialui : Undang-undang. pengetahuan umum. yaitu sebagai berikut : a. dan terjadi diberbagai arena. Nilai-nilai pengembangan bakat. Nasional . moral dan dedikasi terhadap pelaksanaan tugas dapat dikembangkan meialui sistem latihan kerja.

juga dapat membawa dampak yang berakibat buruk". nilai budaya bangsa. Sebagai contoh. Pengembangan SDM (pengajar dan staf penunjang) atau peningkatan mutu dan kualifikasi staf meialui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Pada masa yang akan datang. c. Peningkatan kerja sama dengan instansillembaga lain yang terkait. disamping juga dapat menumbuhkan kemampuan tenaga keoa itu sebagai kekuatan yang mendorong pembangunan nasional. pengembangan dan penerapan IPTEK haruslah didukung oleh SDM yang berkualitas metalui pendidikan dan petatihan. Dengan melakukan pekerjaan secara berulang-ulang. karena seperti kata Suriasumantri (1991) :"Sebagai alat. Peralatan ini bisa berupa perangkat lunak yang berbentuk metode dan teknik. baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk menunjang kegiatan pendidikan dan riset. serta penyediaan sarana dan prasarana penefitian. Perbaikan dan peningkatan sistem dan teknik manajemen di bidangbidang yang terkait. Harus diakui bahwa selama ini kita sangat kekurangan dalam menangani masalah "link and match" ini. efisien dan lebih baik dalam melaksanakan pekerjaan yang dimaksud. Pengembangan dan penyesuaian teknologi dan metode kerja yang dari waktu ke waktu terus berkembang dengan cepat. Perbaikan Organisasi Usaha-usaha ke arah peningkatan mutu SDM tidak bisa lepas dari usaha-usaha perbaikan organisasi dan kinerja organisasi pendidikan pada umumnya. sistem pendidikan hendaknya senantiasa diarahkan pada penyediaan tenaga kerja yang cakap. c. manfaat yang diberikan oleh suatu teknologi tidak lagi ditentukan oleh teknologi itu sendiri. Berkaitan dengan peningkatan kinerja perguruan tinggi maka upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah : a. jaminan karier dan promosi. Selanjutnya. seperti : pengendalian mutu terpadu (TQM) dan reenginering. dapat dipakai untuk kebaikan manusia atau sebaliknya. Jadi. seseorang bukan saja akan menjadi lebih mahir meiaksanakan tugasnya tetapi juga akan terbuka peluang baginya untuk menemukan cara-cara kerja yang lebih praktis.kondisi kerja. Ha] ini penting. sehingga lembaga pendidikan kita selama ini lebih banyak sibuk menghasilkan lulusan yang sulit mendapatkan pekerjaan danlatau sulit bekerja. d. yaitu wahana meialui mana seseorang dapat meningkatkan pengetahuan teknis maupun ketrampilan kerjanya dengan mengamati orang lain. b. teknologi bagaikan pisau bermata dua. Sehingga daiam hal ini program latihan dapat memberikan tambahan nilai bagi keluaran sistem pendidikan formal. baik dibidang spesialisasi pekerjaan maupun dalam hal kemampuan bahasa lnggeris dan komputer. Untuk menghasilkan manusia yang berkualitas seperti yang ditentukan oleh GBHN. maka usaha-usaha membina dan mengembangkan keterkaitan (link) antara lembaga pendidikan dengan dunia keda dan industri harus menjadi priohtas. perhatian pada imbalan. sepadan (match) dengan kebutuhan pembangunan. Jalur Pengalaman Kerja. dana penefitian dan pengembangan yang mendorong orang untuk berprestasi optimal sangatiah diperlukan. seorang pemakai komputer yang ahli dapat menggunakan komputernya untuk menghitung dan menyelesaikan persoalan matematika dan statistika yang rumit dalam waktu amat cepat. penerapan dan pengembangan yang memadai. melainkan oleh manusia sebagai mahiuk yang mempergunakan teknologi tersebut. dan pada kesempatan lain komputer dan keahliannya itu dapat juga dipakai untuk membobol bank. Dalam konteks ini. Pengembangan IPTEK Upaya yang lain adalah menurut Suriasumantri (1991) menjelaskan bahwa'teknologi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah dalam bentuk peralatan yang membantu manusia memecahkan masalah-masalah yang bersifat praktis. menirukan dan melakukan tugas-tugas pekerjaan yang ditekuninya. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa dalam rangka pengembangan IPTEK ini kita harus senantiasa berpedoman pada nilai agama. penataan sistem keiembagaan.formal dan dikembangkan dalam proses latihan kerja. serta memperhatikan keterbatasan sumber daya dan kelestahan lingkungan hidup. Dalam kaitan ini. termasuk organisasi perguruan tinggi. 92 . atau perangkat kera yang berbentuk peralatan fisik". peranan pendidikan dan latihan menjadi sangat strategis.

Megatrends Ltd. Monitoring dan evaluasi proses dan kinerja organisasi secara terus menerus untuk mendapatkan masukan bagi usaha-usaha perbaikan mutu berkelanjutan (continous improvement). 3: 3-12. Transformasi Masyarakat.J. 9. Makalah Rapat Kerja Nasional.ST. DAFTAR PUSTAKA 1. 1990's Megatrends 2000. g. Ilmu-Ilmu Sosial.S. dan bukan sebaliknya.l-. 10. Tantangan dan Peluang Sumber Daya Manusia di Era Globalisasi. Isfenti Sadalia. FTI-ITB. 1992.1990. Peranan limu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Proses 7. Naisbitt. 1994. Malang. 93 . 5. 14. Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Memacu Pertumbuhan Ekonomi Menjelang Era Persaingan Global. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Sumatera Utara 11. Ten New Directions For the 13. Karenanya berbagai usaha dalam meningkatkan kualitas SDM harus terus menerus diupayakan. 3. Evaluasi dan pembaharuan kurikulum secara periodik sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tuntutan yang berubah secara cepat dari waktu ke waktu. Paradigma Baru Pengelolaan Pendidikan Tinggi. No.002/Th. ada bebarapa pokok yang dapat di simpulkan antara lain: Teknologi informatika yang makin merambah berbagai bidang mendorong SDM untuk terus semakin meningkatkan kualitasnya dalam penguasaan Iptek. 8. Kajian. John & Aburden. Pembentukan dan pemantapan budaya dari ikiim akademik yang mendukung bagi tercapainya kinerja institusi yang tinggi. Habibie. Djojonegoro. Salah satu upaya Pengembangan SDM bagi Iptek adalah tidak terlepas landasan nilai agama dan budaya perlu sekaii untuk menjamin terkendalinya pemanfaatan IPTEK demi tujuan-tujuan yang meningkatkan kesejahteraan orang banyak. Karena SDM yang berkualitas merupakan kunci bagi keberhasilan kita menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas yang berintikan persaingan. Upaya yang lainnya untuk menghasilkan SDM yang berkualitas . Link and Match. 4. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Seminar Komunikasi Hasi Penelitian ITB.(1993).4-31. maka kinerja organisasi penyelenggara pendidikan tinggi mempunyai peran yang penting. DiktiDepdikbud. Makalah Simposium Nasional Cendikiawan Muslim. Sri Purwanti : "Paradigma Pemrograman di masa mendatang". B. Inggriani Liem Farid Wazdi. PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG INFORMATIKA DALAM ERA GLOBALISASI DAN INDUSTRI 6. 15. PENUTUP Akhimya sebagai penutup dari paper ini. maret 1997) 12. Jakarta. 1990. W. Maret 1997. Batubara. "Masalah Tenaga Kerja di Indonesia" Jurnal 2. "Pengembangan Silabus Rekayasa Perangkat Lunak untuk Program Pasca Sarjana Teknik Informatika". termasuk pendidikan program diploma.1996. nampaknya pendidikan professional. Dengan melihat kecenderungan kebutuhan tenaga keda pada masamasa mendatang.e. Laporan Akhir dari Program Peningkatan Relevansi Pendidikan Teknik. f. Depdikbud. Patrivia. merupakan alternatif yang tepat bagi pengembangan kualitas SDM yang sesuai dengan tuntutan kerja di masa-masa yang akan datang. Dahlan Abdullah. Cosmas. 1 1995. Informasi singkat tentang Jurusan Teknik Informatika (Program Studi Sarjana dan Megister). Pramutadi.

Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran tahun pelajaran 2009/2010. artinya diterima. Sehingga pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation lebih efektif daripada pembelajaran dengan metode konvensional dan siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Group Investigation. terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan. reliabilitas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) apakah ada perbedaan hasil belajar IPS Terpadu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII (2) apakah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation efektif untuk mengajarkan IPS Terpadu kelas VII (3) bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran IPS Terpadu pada kelas dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Hal ini berarti. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebanyak 67. maka dilakukan penelitian dengan metode kooperatif tipe Group Investigation. Hal ini berarti siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Group Investigation. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. kedua kelompok sampel diberi tes dengan menggunakan instrumen yang sama yang telah diuji validitas. Jadi rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cara cluster random sampling diambil sampel sebanyak 2 kelas yaitu siswa kelas VII-9 sebagai kelompok kontrol yang dikenai pembelajaran dengan metode konvensional dan siswa kelas VII-3 yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation.EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 2 UNGARAN ABSTRAK Widya Latif Kartika Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 3% dengan katagori sangat setuju dan setuju. 17. Pada akhir pembelajaran. Disarankan guru dapat mengembangkan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan menerapkan pada pokok bahasan lain serta hendaknya guru menerapkan suatu model pembelajaran yang tepat sesuai dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. > maka ditolak. dan hasil belajar PENDAHULUAN “Dunia pendidikan kita ditandai oleh disparitas antara pencapaian academic standard dan performance standard. Dari hasil perhitungan dengan uji t diperoleh = 3. Kata Kunci: Cooperative learning.38 dan rata-rata kelas eksperimen mencapai 71. diperoleh bahwa data kedua kelompok sampel normal dan homogen. 67. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas data hasil tes dari kedua kelompok. Hasil observasi awal di SMP 2 Negeri Ungaran diperoleh data bahwa pembelajaran IPS Terpadu di kelas VII memiliki indikasi hasil belajar yang rendah. Metode Pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi. taraf kesukaran dan daya pembedanya. 102 dan = 1. Faktanya banyak peserta didik mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik… namun pada kenyataannya mereka tidak memahaminya”(Suprijono. Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol yaitu dengan rata-rata kelas kontrol mencapai 63. 2009: VI-VIII). Group Investigation. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi.6 % siswa kelas VII memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum. 94 . tes dan angket. Kemudian tanggapan siswa terhadap pembelajaran Group Investigation sebesar 79. Untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu.

One category indicated that the Group Investigation method was interesting. kebiasaan. keterampilan . Untuk itu diperlukan cara atau prosedur bagaimana mengorganisir unsur-unsur tersebut agar menghasilkan hasil belajar yang lebih efektif. IPS terpadu menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah yang dianggap membosankan karena terlalu banyak materi sehingga para siswa susah dan malas memahami semua materi pada IPS Terpadu. tetapi baru dalam bentuk sensori-motor coordination. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar adalah pembelajaran kooperatif. sehingga pada saat mereka dihadapkan materi yang sangat banyak susah bagi para siswa untuk memahaminya dan tujuan pembelajaran tidak tercapai dan hasil belajar siswa rendah.fun and effective. Sugandi (2004: 84) ”menyimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan inti atau jantungnya strategi pembelajaran”. 2002: 1). yang berlangsung selama periode waktu tertentu. Gagne Terhadap masalah belajar. Gagne mengatakan pula bahwa segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia dapat dibagi menjadi 5 kategori. geografi. strategi belajar-mengajar ataupun model pembelajaran yang tepat. sementara kategori lain mencerminkan pendapat positif siswa tentang hubungan sosial mereka. Four main categories of positive statements emerged.Menurut Depdiknas. sejarah. Munculnya empat kategori utama dari pernyataan positif. dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan”. yang disebut The domains of learning yaitu : 1. Kesanggupan untuk menggunakan bahasa ini penting artinya untuk belajar. Sebanyak 68 % siswa kelas VII memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum. keterampilan dan sikapnya” (Arsyad. 2) Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi. (Para siswa menulis pernyataan dari persepsinya dan pengalaman mereka belajar dengan metode Investigasi Kelompok yang memberikan wawasan ke dalam sikap dan orientasi terhadap belajar sekolah. The students‟ written statements of their perceptions and experience of learning with the Group Investigation method provided insights into their attitudes and orientations toward school learning. while the other categories reflected the students positive perception of their social relationships. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sharan & Sharan. 2006: 2) “belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia. ekonomi. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa cenderung pasif. Mulai masa bayi manusia mengadakan interaksi dengan lingkungan. Jadi untuk mewujudkan suatu proses pembelajaran menggunakan kemasan metode mengajar. 2006: 71) memberikan dua definisi. Teori Belajar Teori dari R. 2005: 1). keahlian pembelajaran dan pencapaian prestasi akademik dalam hal pemahaman yang mendalam mengenai topik yang diinvestigasi). learning skills and academic achievement interms of deeper understanding of the topics investigated. dan tingkah laku . Gagne (Anni. 1992. menyenangkan dan efektif. Kriteria ketuntasan minimum di SMP Negeri 2 Ungaran untuk mata pelajaran IPS Terpadu adalah 68. “Belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan. tidak terjadinya komunikasi yang maksimal antara guru dan siswa. Salah satu diantaranya mengindikasikan bahwa metode Grup Investigation sangat menarik. 1999 (Chin Tan. yaitu : 1) Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. Hal tersebut terbukti banyak siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). siswa hanya mendengarkan ceramah guru. Kemudian ia mulai belajar berbicara dan menggunakan bahasa.1 LANDASAN TEORI Pengertian Belajar Menurut Gagne (Chatarina. Keterampilan Motorik (motor skill) 95 . Dalam rangka memecahkan masalah tersebut para pakar pendidikan Indonesia mengenalkan apa yang disebut model pembelajaran. 2. meliputi bahan kajian: sosiologi.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. “Selama kerja kelompok. dan ia mempergunakan dengan sebaik-baiknya. c. 1992. Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga mewakili populasinya.2. Ranah psikomotoris Ketuntasan Ketuntasan Belajar Tujuan proses belajar mengajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh siswa. Slavin (2008: 218) mengemukakan tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI adalah sebagai berikut: a. Tahap 4: Menyiapkan Laporan Akhir e. Tahap 3: Melaksanakan Investigasi d. 1999 dalam (Chin Tan. kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Kemampuan Intelektual 4. Tahap 2: Merencanakan Tugas yang akan Dipelajari. Setelah diketahui banyak sampel berdistribusi normal dan 96 . Menurut Budiarsih (2007: 32) pembelajaran kooperatif adalah “pembelajaran yang mendorong siswa bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah. menyelesaikan suatu tugas. mensintesis anggota kelompok temuan dan membuat presentasi untuk seluruh kelas. maka ia akan mencapai tingkat hasil belajar yang seperti yang diharapkan atau dengan kata lain akan dirumuskan bahwa setiap siswa yang mempunyai kecakapan rata-rata atau normal. 2005: 1) mengharuskan mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kepentingan kecil. jika diberi waktu yang cukup untuk belajar. namun kadang disertai pertanyaan”. metode yang sering dan banyak dilakukan oleh guru adalah metode ceramah. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan” (Slavin. mereka akan menyelesaikan tugas. atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainnya”. Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Group Investigation menurut Sharan & Sharan. Gulo (2002: 136) mengemukakan bahwa “ceramah merupakan satusatunya metode yang konvensional dan masih tetap digunakan dalam strategi belajar mengajar”. a. Informasi verbal 3. Strategi kognitif 5. artinya penguasaan penuh ( Nasution.tugas secara tuntas sepanjang kondisi belajar yang tersedia cukup menguntungkan. Ranah afektif c. Sikap Hasil Belajar Menurut Bennyamin Bloom dalam Suprijono (2009: 6-7) mengklasifikasikan hasil belajar yang secara garis besar di bagi menjadi tiga ranah sebagai berikut. METODOLOGI PENELITIAN Populasi Dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 173 siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. Tahap 1 : Mengidentifikasikan Topik dan Mengatur Murid ke dalam b. merencanakan dan melaksanakan penyelidikan. Menurut Budiarsih (2007: 27) secara sederhana konsep belajar tuntas mengatakan bahwa bilamana siswa diberi kesempatan mempergunakan waktu yang dibutuhkannya untuk belajar. Ini disebut “mastery learning” atau belajar tuntas. Tahap 5: Mempresentasikan Laporan Akhir Pembelajaran Konvensional Menurut Budiarsih (2007: 55) “dalam proses belajar mengajar jenjang pendidikan dasar dan menengah. 1995: 73). bahwa sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. 2003: 36). Ranah kognitif b.

Variabel terikat : hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. dan = 0. Jumlah yang diperoleh kemudian n dikonsultasikan dengan dengan taraf signifikan 5 % dan n = 23. mlah 1 Sukar 20. 5. Berdasarkan hasil uji validitas terdapat 25 butir soal yang valid. 6. 4. 18. Sedangkan variabel bebas adalah variabel yang secara sengaja dipelajari pengaruhnya terhadap variabel terikat. 14. 15. Varibel bebas : a. angket dan lembar observasi untuk siswa.862. 2 Sedang 2. 22. 24. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain: siswa diampu oleh guru yang sama. Variabel terikat merupakan suatu akibat yang keadaannya dipengaruhi oleh variabel bebas. Taraf Kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. 7. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian tidak ada kelas yang unggulan. Dalam variabel ini penelitiannya adalah: 1. 3. 3 Mudah 1. 23.413. Soal tes Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. 1. 21. Berdasarkan uji realibilitas. diperoleh = 0. maka sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. 28 3 . Realibilitas Realibilitas adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subyek yang sama.413 dan n = 23 dan taraf nyata 5 %. yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Pada penelitian ini diambil satu kelas untuk kelas kontrol yang dikenai model pembelajaran konvensional yaitu kelas VII-9 sejumlah 29 siswa.563 dan sebesar 0. 27. 16. bila > maka instrumen ini sudah valid. Berdasarkan hasil uji coba soal dapat diperoleh hasil sebagai berikut : 97 . 15 . Dengan sebesar 0.homogen. 13. Kemudian satu kelas eksperimen untuk pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation yaitu kelas VII-3 sejumlah 29 siswa. 17. metode kooperatif model Group Investigation b. Variabel Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel. 9. Soal Ju o. 10. Bila ( > maka instrumen ini sudah realiabel. 25. Instrument Penelitian Instrumen penelitian dalam penelitian ini meliputi: soal tes. 12. 30. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal N Kriteria No. metode konvensional 2. 29 7 . Daya Pembeda Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh.

Hipotesis yang akan diuji sebagai berikut : Kriteria pengujian adalah Ho diterima jika <t< dengan peluang (1-α) dengan dk = dan Ho ditolak jika t mempunyai harga-harga lain. Uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui hasil akhir penelitian apakah Ho diterima atau ditolak. 7. Angket Angket digunakan untuk mengetahui bagaimana respon siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dilaksanakan. Adapun rumus yang digunakan adalah seperti pada analisis data awal. 29. 98 . apakah mendapat respon positif atau negatif. Dapat pula ditentukan dengan = Dengan kriteria pengujian sebagai berikut : Tolak Ho jika > Uji Kesamaan Rata-rata Untuk mengetahui kesamaan rata-rata dua kelompok sebelum perlakuan maka perlu di uji menggunakan uji kesamaan dua rata-rata. Soal o. Teknik analisa data Analisis tahap awal Uji normalitas Sebelum sampel diberi perlakuan maka perlu dianalisis dahulu melalui uji normalitas. Hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut : = rata-rata hasil belajar pada kelas ekperimen = rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol Kriteria Ho diterima jika dengan taraf signifikansi 5% dan tolak Ho jika t mempunyai harga-harga lain. 21. dan uji kesamaan rata-rata. Lembar Observasi Tanggapan siswa HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ungaran. 3 . 23. 5. 13. Cukup baik sekali Baik 16 2. 9.12. 20. 14. setelah itu baru dilakukan uji hipotesis. SMP Negeri 2 Ungaran merupakan salah satu sekolah menegah pertama yang berada di kecamatan Ungaran kabupaten Semarang. 17. 25. 4. 30. 3. 2 . 15. 22. 3.2 : Perhitungan Daya Beda Soal N Kriteria No. yaitu untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran. 6. uji homogenitas. 10. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengamati kegiatan pembelajaran dikelas. Analisis Tahap Akhir Sebelum dilakukan analisis data akhir terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. 18. Ju mlah 1 14 10 2. Lembar observasi aspek Psikomotorik 3.Tabel 3. 24. Lembar observasi aspek afektif 2. Lembar Observasi 1. Dengan taraf signifikan 5 % derajat kebebasan pembilang (dk) pembilang = dan derajat kebebasan (dk) penyebut = . 27. 1. 1 .

. dan uji hipotesis. Jadi nilai evaluasi pembelajaran pada kelompok eksperimen berdistribusi normal (lampiran 13: 103). Data kognitif diambil setelah melakukan kegiatan pembelajaran. artinya rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sama dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol.1 %).9 %).5-38 7 24. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 15: 105). Analisis data tahap akhir meliputi uji normalitas. artinya kedua kelompok sampel mempunyai varians tidak sama.5 2 6. 81. 102 dan = 1.2 %). uji kesamaan dua varians( homogenitas).8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 (6. 88. Karena < artinya data yang diperoleh berdistribusi normal. Jadi nilai evaluasi pembelajaran pada kelompok kontrol berdistribusi normal (lampiran 12: 102). sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 (55. Uji Hipotesis . Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 (13. Hasil Tanggapan Siswa No Kriteria Sikap Skor Range Skor Frekuensi % 1 Sangat Setuju 4 35.Penelitian ini dimulai pada bulan Mei 2010.2 3 Kurang Setuju 2 30.8 4 Tidak Setuju 1 28-30. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 14: 104). 67 Karena > maka ditolak. Berdasarkan perhitungan uji homogenitas dengan taraf nyata 5 %. sedangkan data afektif dan psikomotorik diambil saat pembelajaran berlangsung.1 diatas diketahui bahwa tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 (24. 862 Pada kelompok kontrol diketahui = 63. artinya kedua kelompok sampel mempunyai varians sama.1.1 2 Setuju 3 33-35. artinya rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih dari rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol. afektif. Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol.17 dan = 73. Tabel 4. 566 Dengan uji t diperoleh = 3. diperoleh = 1. Uji Normalitas 1. 99 . Uji Normalitas nilai akhir pada kelompok eksperimen Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh = 7. 2.5 16 55.9 Berdasarkan tabel 4. 81.5-33 4 13. Uji normalitas nilai akhir pada kelompok kontrol Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh = 5. Uji Kesamaan Dua Varian (Uji homogenitas) Uji homogenitas ini digunakan uuntuk mengetahui apakah nilai evaluasi sampel yang diambil mempunyai varian yang homogen. Hasil penelitian dan pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh data baik kognitif. dan psikomotorik. Karena < artinya data yang diperoleh berdistribusi normal. Pada kelompok eksperimen diketahui = 71. Tanggapan Siswa terhadap pembelajaran Group Investigation Hasil tanggapan siswa kelas eksperimen adalah untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran Group Investigation dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation. 6055 dan = 7. . artinya diterima.38 dan = 109. Karena < maka diterima yang artinya kedua kelompok sampel mempunyai varian yang sama. 4781 dan = 1. 0192 dan = 7. 172 Dari kedua kelompok diperoleh = 9.

Bagi siswa 1. Siswa diharapkan lebih berani mengeluarkan pendapat dalam proses pembelajaran Group Investigation. maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berangkat dari keadaan awal yang sama. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan Group Investigation (kelas VII-3) sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional (kelas VII-9). supaya dalam proses belajar mengajar berlangsung optimal.38.8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 siswa (6. Karena > maka ditolak. 38 sedangkan kelas eksperimen rata-rata kelas sebesar 71. b. 67. Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 (13. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Selanjutnya kedua sampel tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Ini membuktikan bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode Group Investigation lebih efektif dari pada pembelajaran di kelas kontrol yang menggunakan metode cemarah. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 78: 97-98). Bagi sekolah Sebagai bahan pertimbangan di SMP Negeri 2 Ungaran perlu ditingkatkan sarana yang menunjang pembelajaran IPS Terpadu. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation pada mata pelajaran IPS Terpadu. 17. 67. 2. sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 siswa (55. yaitu = 0.2 %). seperti menambah sarana prasarana pada laboratorium IPS. Ada perbedaan hasil belajar Mata Pelajaran IPS terpadu antara pembelajaran dengan metode Group Investigation dan pembelajaran dengan metode konvensional pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. Hal tersebut menunjukan pengaruh positif tanggapan siswa kelas eksperimen atas pembelajaran Group Investigation. 102 dan = 1. Perbedaan perolehan nilai aspek kognitif dapat dilihat pada perhitungan antara nilai rata-rata post test antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 (55.Berdasarkan hasil análisis data awal dari ulangan tengah semester siswa kelas VII-3 dan VII-9 pada semester genap di SMP Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang tahun 2009/2010. artinya diterima. b. pada kelas kontrol rata-rata kelas sebesar 63. Pada kelompok eksperimen memiliki rata-rata 71. Saran Saran yang dapat penyusun berikan sehubungan dengan hasil penelitian ini sebagai berikut: a.1 %). Hasil uji perbedaan rata-rata menggunakan uji t diperoleh = 3. Berdasarkan tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 (24.1 %).162 dan = 1. supaya pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan.8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 (6.17 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata nilai sebesar 63. Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih efektif daripada kelompok kontrol pada mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran tahun pelajaran 2009/2010. Berdasarkan hasil tabel tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 siswa (24. maka dapat disimpulkan : a. Bagi guru Guru dalam menerapkan metode pembelajaran perlu didukung lebih banyak lagi media pembelajaran sehingga penyampaian belajar mengajar berlangsung optimal. diketahui bahwa data berdistribusi normal dan homogen serta dari uji kesamaan rata-rata menunjukan < < . Adapun perbedaannya dapat dilihat nilai post tes antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.2 %). Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 siswa (13. c. 100 .9 %).9 %). Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation. Siswa lebih dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. c.

Semarang: UNNES. Arikunto. 2005. 2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Shlomo Sharan.. Anita. Cooperative Learning Mempraktekkan di Ruang-Ruang Kelas. M. Arikunto. dan Christine Kim-Eng Lee. Somantri. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta. Psikologi Belajar. 2005. Singapore. 2007. 2009. Trianto. Robert E. Pusat Bahasa dan Departemen Nasional. Keefektifan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan MOD (Math On Display) Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar materi geometri siswa kelas VII. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstrutivistik. 2004. Jakarta: Bumi Aksara. Catharina Tri. 2008. Suharsimi. 4. Grasindo. Dalam Tesis. Sambas Ali. Syah. 2007. Lie. 2007. 14. Ating dan Muhidin.dkk. Bandung: Tarsito. Jakarta: Balai Pustaka. 2006. Metode Statistika. Cooperative Learning : Theory. Jakarta : RajaGrafindo Persada. Singapore: National Institute of Education. Students‟ Perceptions of Learning Geography through Group Investigation in Singapore. Riani. Bandung: CV Pustaka Setia Sudjana. Surabaya: Unesa Press. 2006. Slavin. Chin Tan. Jakarta : PT. International Research in Geographical and Environmental Education Vol. 2009. 2002. Robert E. Cooperative Learning. 2005 261. London: Allyn & Bacon Slavin. No. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Bumi Aksara. Jakarta : Prestasi Pustaka. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. 2003. Ibrahim. Budiarsih. 2003. Muhibbin. 2005. Etin dan Raharjo. Media Pembelajaran. Yasa. Research and Practice. London: Allyn & Bacon Solihatin. Semarang: UPT MKK UNNES.DAFTAR PUSTAKA Anni. Suharsimi. Arsyad. Ivy Geok. Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI) 101 . 1995. Azhar. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Gravindo Persada. Doantara. Pembelajaran Kooperatif .

181+ 0. Menurut Sahertian (2000:1) salah satu usaha yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran disekolah. Secara simultan strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y) sebesar 37.180 dengan signifikasi = 0.199 X2. Hasil analisis regresi berganda diperoleh persamaan Ȳ = 4. Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami perkembangan dan peningkatan. pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran tersebut (Tu’u 2004:75). Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.000 dan X2 sebesar 6. Salah satu tujuan pendidikan itu sendiri untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. strategi belajar siswa termasuk kategori sedang sebesar 59. strategi belajar siswa Pendahuluan Latar belakang masalah Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.05 maka Ha3 diterima. pengaruh strategi guru mengajar (X 1) terhadap Y sebesar 17.05 maka Ha1 dan Ha2 diterima.05 karena signifikasi kurang dari 0. 102 . Hasil belajar yang baik merupakan hal yang paling didambakan oleh setiap siswa yang sedang belajar.093 dengan nilai signifikasi 0. kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. strategi mengajar guru. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah.51%. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif presentase dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS For windows release 16. Strategi mengajar bagi guru merupakan pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. (Slameto 2003:1). Sedangkan secara parsial. Hasil belajar dapat dijadikan indikator keberhasilan seseorang dalam kegiatan belajar (Sardiman 2006:49).63%.118 X1 + 0. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari strategi belajar siswa lebih besar pengaruhnya dibandingkan strategi guru mengajar terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa diperlukan strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa yang tepat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran.6%. Pada pengujian secara parsial dengan uji t diperoleh Fhitung untuk X1 sebesar 5.Pengaruh Strategi Guru Mengajar Dan Strategi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu Kelas VII Di SMP Negeri 5 Ungaran Abstrak Winarti Makalah ini berisi tentang bagaimana manfaat sebuah strategi dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan perhitungan uji simultan diperoleh Fhitung sebesar 36.592 dengan nilai signifikasi 0.81% dan pengaruh strategi belajar siswa sebesar (X2) sebesar 26.93% dan hasil belajar siswa masuk dalam kategori sedang sebesar 58. Strategi mengajar merupakan salah satu usaha guru bagi anak didiknya agar bisa memahami dengan mudah konsep materi yang diajarkan. Kata Kunci : Hasil belajar siswa.000< 0. Hasil belajar dapat ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru sebagai hasil penguasaan.000 karena signifikasi kurang dari 0. Hasil deskriptif presentase menunjukkan bahwa strategi guru mengajar termasuk dalam kategori baik 72.15%.

Data nilai di SMP Negeri 5 Ungaran kelas VII sebagai berikut: Tabel 1.59% 21 72. SMP Negeri 5 Ungaran terletak di Jalan Nakula kelurahan kalongan.15 BC 8 27.10% (Sumber: Daftar Nilai UAS IPS Terpadu Kelas VII SMP 5 Ungaran) Ket : Terlampaui ( TL) Tercapai ( TC) Belum Tercapai (BC) Berdasarkan tabel 1. agar dapat mencapai hasil yang maksimal” (Wena 2009:3). Pada saat berlangsungnya proses pembelajaran siswa selalu aktif mengikuti pembelajaran dapat dilihat ketika guru memberikan pertanyaan semua siswa aktif berusaha menjawab pertanyaan tersebut.33% 20 66.83% 3 VII C 29 56.04 BC 5 17. Selain itu aktivitas siswa didalam kelas sangat tertip akan tetapi hasil belajar siswa yang dihasilkan belum optimal.16% JUMLAH 178 61. observasi.67% 5 VII E 30 64.6% 6 VII F 28 62. Adakah pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu Siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran? 2.41% 4 VII D 30 63. Nilai rata-rata keseluruhan pada mata pelajaran IPS Terpadu dari keenam kelas yaitu 61. kecamatan Ungaran Timur merupakan salah satu lembaga pendidikan yang letaknya sangat mendukung untuk kegiatan belajar mengajar.90% atau sekitar 55 anak. OHP. diskusi.33% 2 VII B 31 64. 103 . Adakah pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran? 3. Adakah pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran? Tujuan penelitian Tujuan yang ingin dicapai dengan diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Selain itu media yang digunakan dalam proses belajar mengajar meliputi penggunaan White Board.1 Nilai Rata-rata UAS IPS Terpadu Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010 No Kelas Jumla RataKriteria Jumlah siswa h rata Nilai Persen Nilai tdk Persen siswa Nilai Tuntas (%) Tuntas (%) UAS 1 VII A 30 60. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. Dari semua siswa kelas VII yang berjumlah 178. Guru dalam mengajar sudah menggunakan model pembelajaran yang bervariasi seperti : dengan membentuk kelompok belajar dalam memecahkan tugas yang diberikan guru.69 hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar hasil belajar siswa masih rendah dan jauh dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan dari pihak sekolah. Suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari keramaian serta ketersediaan berbagai sarana belajar yang memadai sangat menunjang aktivitas belajar siswa.13 BC 8 26. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 5 Ungaran.1 hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu yang dicapai siswa pada semester dua kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran sebagian besar siswa belum memenuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 68. pesentase ketuntasan siswa yang mampu memenuhi KKM hanya 30.67% 22 73. Sedangkan 123 siswa lainnya atau 69.30 BC 14 45. SMP Negeri 5 Ungaran yang berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN) dan memiliki tenaga pengajar yang profesional ditunjukkan dengan mayoritas guru sudah bergelar sarjana dan mengajar sesuai disiplin ilmu masing-masing. Alat Peraga dan LCD.”Setiap strategi mengajar yang dirancang guru bertujuan untuk mempermudah proses belajar siswa.10% belum dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimun (KKM) yang ditetapkan disekolah.43 BC 10 33.86% 23 82.90% 123 69. Rumusan Masalah 1.69 BC 55 30. mengadakan tanya jawab dengan siswa.33% 20 66.09 BC 10 33.16% 17 54.

Menurut Gulo (2002:2) mendefinisikan Strategi guru mengajar adalah suatu seni dan ilmu guru untuk membawakan pengajaran dikelas sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien.2. 4. artinya usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel pengajaran (tujuan. 3. 3. 7. Menurut Roestiyah (2008: 1) yang mengatakan strategi belajar merupakan cara-cara belajar yang baik. Pengertian Strategi belajar Menurut Djamarah (2006:5) “Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan”. the modes of operation for achieving a particular and the planed design for controlling and manipulating certain information”( Strategi didefinisikan sebagai metode spesifik menyelesaikan masalah atau tugas. Landasan Teori Pengertian hasil belajar Menurut Anni (2004:4) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. teratur dan terarah serta terencana dengan mengatur waktu yang seefisien mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. Sedangkan menurut Brown (2007:119) menyatakan bahwa “strategies are defined as the specific methods of approaching a problem or task. 2. 104 . Sedangkan menurut Djamarah (2008:13) hasil belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami aktivitas belajar yang menyangkut kognitif. 5. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. 3. cara-cara operasi untuk mencapai tujuan khusus dan desain yang direncanakan untuk mengendalikan dan memanipulasi informasi tertentu). 5. 2. 4. Dimana perubahan perilaku tersebut tergantung dengan apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. serta evaluasi) agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi Guru Mengajar (X1) Kemampuan guru dalam membuka pelajaran Kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran Kemampuan guru menyampaikan materi pelajaran Kemampuan guru menggunakan sumber belajar Kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran Kemampuan guru melakukan evaluasi pembelajaran Kemampuan guru menutup pelajaran (Wena 2009:18) STRATEGI BELAJAR SISWA (X2) Membuat jadwal dan pelakasanaanya Membaca dan membuat catatan Mengulangi bahan pelajaran Konsentrasi Mengerjakan tugas (Slameto 2003:82) Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu (Y) Ranah kognitif Ranah afektif Ranah psikomotorik (Anni 2004:6) 1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. afektif dan psikomotorik . Pengertian strategi mengajar Menurut Sudjana (2009:149) Strategi mengajar adalah tindakan guru melaksanakan rencana mengajar. Dari definisi diatas dapat disimpulkan strategi guru mengajar adalah cara-cara atau usaha guru yang berbeda dalam upaya membelajarkan siswa supaya siswa mudah memahami materi yang sedang dipelajari. bahan.1 kerangaka berfikir 1. 6. metode dan alat. Kerangka Berfikir Gambar 1.

444.26 % Baik Baik 3.444. maka hipotesis yang penulis ajukan sebagai dugaan sementara adalah sebagai berikut : 1.51% <%Skor ≤81.25 % = 75 % 4. dokumentasi dan wawancara. 3.75 % Dengan demikian tabel kategori untuk masing-masing variabel yaitu strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) adalah sebagai berikut : Tabel 1. Interval kelas persentase = 75 % : 4 = 18. Karena koofisien tersebut lebih besar dari nilai rtabel. 81. 62. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) serta hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (Y).50% Sedang Sedang 4. Ha2 : Ada pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Kriteria strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa No Interval Kriteria Strategi guru Strategi belajar mengajar siswa 1.75% Tidak Baik Tidak Baik 105 . Rentang persentase = 100 % . Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif presentase dan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS for Windows release 16. 25% ≤ % Skor ≤ 43. Ha1 : Ada pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa. perhitungan yang digunakan untuk mengetahui tingkat persentase skor jawaban dari masingmasing siswa yang diambil sebagai sampel ditulis dengan rumus sebagai berikut: % Dimana : n = Jumlah skor jawaban responden N = Jumlah skor jawaban ideal % = Tingkat persentase Cara menentukan tingkat kriteria adalah sebagai berikut : 1. 2. Menentukan angka persentase terendah = (1/4) x 100% = 25% 3. Dengan demikian 51 soal saja yang digunakan untuk pengambilan data penelitian.951. Dalam analisis deskriptif ini.2. sedangkan sampel yang digunakan adalah Propotional Random Sampling yang dihitung dengan rumus slovin dengan persen kelonggaran 5% yaitu sebanyak 123 siswa. dapat dinyatakan bahwa angket tersebut realibel dan dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian. Hasil Analisis Analisis Deskriptif Persentase Analisis Deskriptif Persentase adalah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan masingmasing variabel bebas yaitu strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa.76% <%Skor ≤62. Pada taraf kesalahan 5% dengan n = 20 diperoleh rtabel 0. Hasil uji reabilitas angket menggunakan rumus Alpha diperoleh koofisien sebesar 0. Berdasarkan hasil uji coba angket kepada 20 responden waktu penelitian diketahui dari 63 butir soal yang diujikan terdapat 12 soal yang tidak valid karena rxy < rtabel = 0.Hipotesis Berdasarkan permasalahan dan teori yang dikumpulkan.26% <%Skor ≤100% Sangat Baik Sangat Baik 2. Menentukan angka persentase tertinggi = (4/4) x 100% = 100% 2. 43. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan angket. Ha3 : Ada pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa Metodologi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran yang berjumlah 178 siswa.

118 X1 + 0. Dependent Variable: Hasil belajar Pengujian secara parsial ini digunakan uji t. Tabel 1. Hasil analisis regresi linier berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 nt) X1 (Consta B 4.030 .000 a. Kriteria hasil belajar siswa No Interval Kriteria 1. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh hasil perhitungan seperti pada tabel 1.476 6. Persamaan regresi tersebut mempunyai makna persamaan tersebut diperoleh koefisien positif artinya kenaikan variabel independen akan diikuti kenaikan dependen Pengujian Hipotesis secara Parsial (Uji t) Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji keberhatian pengaruh dari masing-masing variabel bebas.368 Standardize d Coefficients Beta t 2.000 X2 .Sedang tabel kategori nilai mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Ungaran sebagai berikut : Tabel 1.041 .061 5. Error 2.000 a. Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 nt) X1 (Consta B 4. dengan kaidah Ha diterima jika p value< 0.000 X2 .093 Sig.592 .181 .476 6.199 . . .4 di atas menunjukkan bahwa dari hasil analisis diperoleh persamaan regresi ganda Y= 4. 68 -78 Cukup 4. 0 .199 .5.181+ 0.061 5.4 di bawah ini : Tabel 1.05 atau jika menggunakan penentuan kritis thitung > ttabel a. 79 – 89 Baik 3.3.041 .093 Sig.368 Standardize d Coefficients Beta t 2.181 . yaitu strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y).118 Std.100 Sangat Baik 2.199 X2. 90 .118 Std.67 Belum Tuntas Analisis Regresi berganda Pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu dapat dilihat dari analisis regresi berganda yang meliputi uji parsial dan uji simultan.023 .029 .4.030 . yang diolah) Tabel 1.023 . Error 2. Dependent Variable: Hasil belajar (Sumber : data penelitian.592 .029 . Pengaruh strategi guru mengajar (X1) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu 106 .

388 . Pengaruh strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa thitung untuk variabel strategi belajar siswa sebesar 6. Hasil analisis regresi secara simultan ANOVAb Sum of Mean Model Squares df Square F Sig. 592 000 .42 2 . .516)2 atau 26.05 dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima yang berarti ada pengaruh antara strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. 2.726 36. Tabel 1.180 .05.5 tersebut terlihat bahwa thitung untuk variabel strategi guru mengajar sebesar 5.masing variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen secara parsial. Berdasarkan tabel 1.47 5 Correlations Zeroorder Par tial Pa rt Total 1101.181 .6. Pengujian dilakukan dengan SPSS for Windows release 16 sebagai berikut Tabel 1.199 a.173 5. .000.029 .b. . 093 000 6.05 dapat disimpulkan bahwa Ha1 diterima yang berarti ada pengaruh antara strategi guru mengajar (X1) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y).000a Std. 061 041 5.36 7 .7.030 .093 dengan taraf signifikasi 0. dengan kaidah Ha diterima p value < 0. Karena taraf signifikasi yang diperoleh lebih kecil dari 0.81% dan besarnya kontribusi strategi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu sebesar (0.000.345 687.63% . Besarnya kontribusi strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu adalah (0. 1 n Residual Regressio 414.422)2 atau 17. Koefisien Determinasi Parsial (Uji r2) Uji r2 untuk mengetahui seberapa besar sumbangan yang diberikan masing.491 .480 a. Predictors: (Constant). X2. Error 2.134 2 120 122 207.368 . Dependent Variable:Hasil belajar Besarnya kontribusi masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat diketahui dari besarnya koofisien determinasi secara parsial (r2) dari masing-masing variabel tersebut.023 . Karena taraf signifikasi yang diperoleh lebih kecil dari 0.592 dengan taraf signifikasi 0. X1 107 .51 6 .476 Standardi zed Coefficients S Beta t ig.118 . Koefisien Determinasi Parsial (Uji r2) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 ant) X1 X2 (Const B 4. Pengujian hipotesis secara simultan (uji F) Pengujian secara simultan ini mengggunakan uji F.

2002. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan. yang artinya ada pengaruh antara strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar siswa. Raja Grafindo Persada. Predictors: (Constant). Dalam jurnal Novitas-ROYAL. Jakarta: PT. Rineka Cipta.39293 a. Jakarta: PT Grasindo. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Strategi Belajar Mengajar. Sedangkan besarnya kontribusi strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS secara simultan diketahui dari harga koofisien determinasi (R)2 yaitu sebesar 37.Model 1 n Residual Regressio Sum of Squares 414. Hasil analisis hubungan antara strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu diperoleh data harga koofisien korelasi secara simultan sebesar 0.726 F 36.480 122 b. Ada pengaruh antara strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran 2. ________. Volume 12 No. Rineka Cipta. “ The effect of Relationship Between Learning and Teaching Strategies on Academic Achievement”. Strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran. Psikologi Belajar.6% dan sisanya 62. X1 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan analisis regresi ganda menggunakan SPSS 16 diperoleh Fhitung = 36. Psikologi Belajar. X2.134 df 2 120 Mean Square 207. ChatarinaTri. Sahaertian.173 5.05 maka Ha3 diterima. karena p value < 0. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan : 1. Semarang: UPT UNNES Press Arif And Aysel.000a Total 1101. Strategi Belajar Mengajar. 2008. Kesimpulan penjelasan diatas. Error of the Estimate 1 . 2004. 108 .180 dengan p value sebesar 0. diolah) Tabel 4. 2002. bahwa strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar siswa mata pelajaran IPS sebesar 37. 3. Koefisien determinasi simultan ( Uji R2 ) Model Summary Mo del R R Square Adjusted R Square Std. 2006. Gulo. Jakarta: PT Rineka Cipta.6%.613a . Jadi hipotesis Ha3 yang menyatakan ada pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu diterima. 2008.345 687. Jakarta: PT. ________. Djamarah. 2003. Dependent Variable: Hasil Belajar (Sumber: data penelitian 2010.27. .376 . Jakarta: PT Rineka Cipta. Ada pengaruh antara strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran. Jakarta: PT.000. Rahasia Sukses Belajar. 2.366 2. Belajar dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya. Daftar Pustaka Anni. Sardiman. Dalam penelitian ini variabel strategi belajar siswa mempunyai pengaruh lebih besar daripada variabel strategi guru mengajar.4 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. 2006. 2000. Slameto.180 Sig.613. Hal 126175 Departement of ELT: Hacettepe University. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Strategi Belajar Mengajar. 2009. 2008. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2004. Gramedia Widiasarana Indonesia. 2009. Made. Tu’u. Teori Pembelajaran. Sugandi. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. 2004. Jakarata: PT. Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara 109 . Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: PT. Tulus.Sudjana. Semarang: UNNES Pres Roestiyah. Nana. Wena.

Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari pengaruh motivasi belajar. Variabel dalam penelitian ini adalah tiga variabel bebas yaitu motivasi belajar. lingkungan keluarga dan strategi belajar kemudian satu variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. tetapi prestasi siswa yang dihasilkan belum optimal.584 X2 + 0. Menurut pengamatan dan data yang ada diperoleh informasi bahwa siswa menyenangi mata pelajaran mengelola sistem kearsipan. Dan Strategi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Tamansiswa Kudus” 1. lingkungan keluarga dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Abstrak Oleh : Rita Trisna Deasyanti Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pengaruh motivasi belajar. Melihat keadaan yang demikian.PENGARUH MOTIVASI BELAJAR. teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hal diatas.00. motivasi belajar. lingkungan keluarga dan strategi belajar siswa pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan siswa untuk mencapai prestasi belajar. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan yaitu 72. sehingga pada saat pelajaran berlangsung siswa selalu memperhatikan penjelasan guru. data tersebut diambil dari jumlah populasi dari dua kelas sebanyak 88 siswa. Strategi Belajar. Berdasarkan Observasi yang peneliti lakukan di SMA Tamansiswa Kudus strategi belajar siswa diduga sudah baik.816 X1 + 0.077 + 0. Dari lingkungan keluarga sebagian besar siswa berasal dari kondisi keluarga menengah kebawah. peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut dengan mengambil judul penelitian “Pengaruh Motivasi Belajar. Prestasi Belajar VI. lingkungan keluarga dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus secara parsial dan simultan. Lingkungan Keluarga. LINGKUNGAN KELUARGA DAN STRATEGI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA SISTEM KEARSIPAN SISWA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK TAMAN SISWA KUDUS. Lingkungan Keluarga. Kata Kunci : Motivasi Belajar.4 Rumusan Masalah 110 . PENDAHULUAN 1. namun perhatian dan pengawasan orangtua terhadap anaknya mengenai pendidikan serta tersedianya dana yang cukup untuk biaya pendidikan dapat mendorong anak untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal.3 Latar Belakang Hasil belajar siswa jurusan administrasi perkantoran kelas XI pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan masih belum optimal. Data yang ada menunjukkan siswa yang belum mencapai nilai KKM terdiri dari siswa kelas administrasi perkantoran 1 terdapat 17 siswa yang belum tuntas dan kelas administrasi perkantoran 2 terdapat 27 siswa yang belum tuntas. Dalam penelitian ini menggunakan populasi karena respondennya terdiri kurang dari 100 yaitu 88 siswa. Hasil penelitian regresi linier berganda menunjukkan persamaan Y = 12. terlihat dari aktivitas siswa didalam kelas baik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan dilihat situasi siswa yang tenang ketika pada saat guru memberikan meteri pelajaran.725 X3.

tentu menggunakan strategi yang berbeda ketika seseorang belajar dengan fakta.6 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. 2. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. selain itu penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif karena peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. yang menjadi tujuan dari pembelajaran adalah pendiskripsian tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau gambaran produk yang menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut sudah terjadi. artinya: mungkin strategi yang digunakan itu efektif untuk seseorang. Penelitian ini mengkaji fakta-fakta yang sudah ada dan tidak memanipulasinya atau mengubah data tersebut sehinggga penelitian ini termasuk penelitian non eksperimen.7 Populasi Penelitian 5. karena sebagian besar kehidupan anak berada ditengah-tengah keluarganya. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. Hasil belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan merupakan hasil perubahan perilaku berupa pengetahuan yang siswa dapatkan setelah proses pembelajaran dan keterampilan mengelola kearsipan yang siswa peroleh.5 Konsep Dasar tentang Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. 2009:40).3 Konsep Dasar tentang Prestasi Belajar “Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya” (Slameto. lingkungan keluarga. Apabila yang dipelajari itu berupa konsep. Adakah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan adminintrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? Adakah pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus 6. Adakah pengaruh motivasi belajar. Penentuan strategi belajar umumnya tidak seluruhnya efektif bagi setiap orang. namun tidak efektif bagi orang lain.Dari identifikaksi masalah di atas penelitian ini akan dibahas tentang beberapa masalah diantaranya: 4. Untuk mengoptimalkan kemampuaan dan kepribadian anak. METODOLOOGI PENELITIAN 3. VIII. mau dan mampu belajar. 2. Suasana edukatif yang dimaksud adalah orangtua yang mampu menciptakan pola hidup dan tata pergaulan dalam keluarga dengan baik sejak anak dalam kandungan (Suwarno. 2.6 Konsep Dasar tentang Strategi Belajar Strategi belajar dalam penerapannya pada siswa memiliki tujuan untuk membentuk siswa mandiri dan diharapkan siswa memiliki kesadaran yang timbul dari dalam. Adakah pengaruh strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? 7. 2010: 2 ). motivasi berasal dari kata motif dapat dikatakan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. dan penggunaan strategi belajar dalam mempelajari sesuatu. misalnya. 111 .4 Konsep Dasar tentang Motivasi Belajar Menurut Sardiman (2007 :73). atau motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. 3. Kebermaknaan strategi belajar yang efektif itu tergantung pada karakteristik individu dalam belajar. orangtua harus menumbuhkan suasan edukatif dilingkungan keluarganya sedini mungkin. dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? VII. LANDASAN TEORI 2. artinya pendekatan ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat dan seberapa besar pengaruh tersebut.

Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Uji Normalitas e.2 3. (d) Senang mencari dan memecahkan masalah. (c) Mengulangi bahan pelajaran. Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. (c) Berorientasi jauh kedepan. dimana responden telah diberikan pilihan jawaban. dan strategi belajar. Strategi Belajar Belajar yang efisien dapat tercapai apabila dapat menggunakan strategi belajar yang tepat. (c) Keadaan ekonomi keluarga. Uji Heteroskedastisitas Analisis Regresi Linier Berganda 3.(d) Suasana rumah. berhubung jumlah obyek yang diteliti kurang dari 100 maka peneliti menggunakan penelitian jenis populasi. majalah.4 3. Variabel yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah: Motivasi Belajar Menurut Mc Donald (Sardiman. Indikator hasil belajar adalah nilai dari tes subsumatif atau nilai ulangan tengah semester.1 3.2010:73) motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. 2006: 151).8 Obyek dalan penelitian ini adalah seruh siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa yang jumlahnya 88 siswa. (b) Relasi antar anggota keluarga. (b) Membaca dan membuat catatan. Strategi belajar diperlukan untuk dapat mencapai hasil yang semaksimal mungkin.3 3. lingkungan keluarga. (d) Mengerjakan tugas. 4. leger. 112 . 3. Dokumentasi “Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa cacatan. transkip. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Dengan indikator : (a) Cara orang tua mendidik. Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Dengan indikator : (a)Membuat jadwal dan pelaksanaannya. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden tentang motivasi belajar. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto. 2006:158). Teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa daftar nilai ulangan tengah semester dari pihak guru mata pelajaran mengelola sistem kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus Teknik Analisis Data.10 5.3. (b) Ulet menghadapi kesulitan. 7. rapat. 2003:2). surat kabar. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. buku.8. atau hal-hal yang diketahui” (Suharsimi. karena sebagian besar kehidupan anak berada di tengah-tengah keluarganya.9 3. (d) Konsentrasi.Uji Multikolinieritas f. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Analisis Deskriptif Uji Asumsi Klasik d.8. notulen. penulis menggunakan teknik sebagai berikut: Angket “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya.8. Dengan indikator : (a) Tekun menghadapi tugas. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi ini karena ingin memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam proses penelitian. Pertanyaan yang disediakan dalam angket merupakan jenis pertanyaan tertutup. 6.8.

62.50 4. 62.25 3 43. 43.5131 Tinggi 81.75 Kriteria Deskriptif Strategi Belajar N Rentang Kriteria 1 Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Persentas e 42% 44% 10% 3% o. 81.75 0 Rendah Persentase 60% 35% 5% 0% Kriteria Deskriptif Lingkungan Belajar N Frekuen Rentang Kriteria o.50 4 25.26100 2 62. 8.50 4 253 Rendah .25 3. Frekuen Rentang Kriteria si 1. 25-43. Koefisien Determinasi Simultan dan Parsial HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria Deskriptif Motivasi Belajar No.51. 81. 43.76.IX.26Sangat 53 100 tinggi 2. 62. si 1 81. 100 tinggi 2 62. .769 Sedang .25 3 43.764 Sedang 62. 81. 43.75 Frekuen si 38 45 4 1 Persentas e 43% 51% 5% 1% Regresi linier berganda 113 .5139 Tinggi .26Sangat 37 . 81.

Error R Square of the Estimate . 459 2.43 5 .641a .0 11 .0 16 .332 .55597 B 12.84 4 . 540 2.273 . 615 2. Dependent Variable: Y B 12.0 09 .725 Std.43 5 .390 7.2 74 .292 Si Beta t 1.1 27 .54 7 .2 06 .238 .2 19 . 655 g.0 16 .84 4 . Dependent Variable: Y Hasil Koefisien Determinasi Secara Simultan Model Summary Model R R Square Adjusted Std.2 19 . X2.224 .411 a. Predictors: (Constant). 615 2.272 .2 22 Correlations Zer o-order Pa rtial Pa rt 114 .584 . .584 .0 77 .292 Si Beta t 1.0 77 . X1 Hasil Koefisien Determinasi secara Parsial Coefficientsa Stand ardized Unstandardize Coefficie d Coefficients nts Model 1 (Co nstant) X1 X2 X3 a.238 .725 Std.2 06 . 459 2.273 .Coefficientsa Stand ardized Unstandardize Coefficie d Coefficients nts Model 1 (Co nstant) X1 X2 X3 a.0 09 .224 .2 78 . 655 g.816 .2 74 .272 . Error 7.2 22 Correlations Zer o-order Pa rtial Pa rt 1 .0 11 .816 .2 78 .54 3 .54 7 .54 3 . Error 7.2 59 .1 27 .332 . 540 2. . X3.2 59 .

2000. sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik lagi. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. PENUTUP 10. 3. 2009. 7. Teori Belajar dan Pembelajaran. Ada pengaruh yang positif lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Jogjakarta : Ar-ruzz media. dan 7. suharsimi.73%. Jakarta: Rineka Cipta. Manajemen Kearsipan. 4. Psikologi Belajar. 2010. Jakarta : Rineka Cipta. Dimyati dan Mudjiono. Baharuddin dan Esa. Secara parsial dan simultan ada pengaruh yang positif motivasi belajar. 2007. Ali. bermotivasi secara intrinsik yaitu dengan lebih tekun dalam mengerjakan tugastugas belajarnya dan motivasi ekstrinsik yaitu dengan lebih sering untuk belajar kelompok dengan teman-teman. Lingkungan keluarga siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus sudah tergolong baik. Serap Caliskan. chatarina tri. Motivasi belajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar mengelola sistem kearsipan. Journal of Physics Education Department. Gamze S.71%. Penelitian Pendidikan Prosedur dan Teknologi. 10. 2006. Oemar. 2. 511-512. Abdurrahmat. cara orang tua dalam mendidik anaknya sudah tergolong tinggi. Learning Strategies of Physics Teacher Candidates: Relationships with Physics Achievement and Class Level. Jakarta: Bumi Aksara. 2006. 3. Jakarta: Rineka Cipta. 2. 2005. maka dari itu orang tua dalam mendidik dan memperhatikan anaknya lebih diutamakan lagi seperti memperhatikan jadwal belajar anaknya selama sekolah. Strategi belajar sangat berpengaruh positif dengan prestasi belajar mengelola sistem kearsipan. Ada pengaruh yang positif strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Bandung: Angkasa. sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik lagi.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Belajar dan Pembelajaran. Anni. Jakarta: Bumi Aksara. Fathoni. Sedangkan secara simultan memberikan kontribusi sebesar 39%. basir. 1996. Yogyakarta: BPFE. Barthos. Analisis Regresi.2 Saran 1. Mustafa Erol.51%. 115 . Semarang: UPT MKK UNNES.X. Arikunto. karena membaca besar pengaruhnya terhadap belajar. maka dari itu agar prestasi belajar siswa jauh lebih bagus diharapkan siswa lebih meningkatkan strategi/cara belajarnya lebih efektif seperti membaca. DAFTAR PUSTAKA Algifari.pp. 2006. muhammad. maka dari itu siswa diharapkan lebih meningkatkan motivasinya baik intrinsik maupun ekstrinsik. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Selcuk. Kurikulum dan Pembelajaran. Ada pengaruh yang positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. lingkungan keluarga dan strategi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus memberikan pengaruh yang nyata terhadap perubahan prestasi belajar dengan kontribusi masing-masing 6. 2006. Hamalik.

Sudjana. de la Villa Carpio. 1994. and Learning Strategies on Academic Success. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa. Tu’u. Jakarta: Grasindo 116 . Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. 41-48. 2005. Casanova. Journal Of Education Economics. Jakarta: FKIP IKIP Padang. Cruz Garcia-Linares. M. M. Jogjakarta: Ar-ruzz media. 2004. pp. Pengantar Pendidikan.Ibtesam Halawah. Bandung: Alfabeta. Journal Of Instructional Pshychology. Influence of family and Socio-Demographic Variables on Students with Low Academic Achievement. 2009. Elida. Jakarta: Rineka Cipta. Tirtarahardja. de la Torre. And Student Characteristics On Academic Achievement. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Pedro F. Pengaruh Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Bekerjasama Dengan Kolega Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran(X AP) SMK Antonius Semarang Tahun 2008-2009. 2002. 423-435. Journal of Educational Psychology. Bandung: Tarsito. Impact of preferences. 2007. 2002. Slameto. Niklas Karlsson. Suwarno. Family Environment. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: Rajawali Pers. Nopitahari. Wiji. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. tulus. 33/02: 91-99 Manuchehr Irandoust. 10/01. The Effect Of Motivation. Statistika Untuk Penelitian. 25/ 04. 2010. Curriculum.umar. pp. 2003. Semarang: FE UNNES. Prayitno. Sugiyono. Metoda statistika. Sardiman. 2009. Manuel J. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Skripsi. 2005.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut suatu organisasi memerlukan suatu informasi serta kebenaran data sangat diperlukan. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dan bagaimana cara mengatasi kendala-kendala tersebut. Mereka bersaing dalam meningkatkan kemampuan kerja. penandatanganan. hal ini sangat mempengaruhi dalam perkembangan bisnis di sektor pemerintah maupun swasta. Oleh karena itu pengurusan dan penanganan surat masuk dan keluar harus dilaksanakan secara tepat agar sesuai dengan perkembangannya. hal ini sangat mempengaruhi dalam perkembangan bisnis di sektor pemerintah maupun swasta. Salah satu sumber informasi itu yang otentik adalah surat. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat. tetapi masih ada kendala. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. dan cara mengatasi kendala yaitu surat masuk yang alamat pengirimnya atau tujuannya tidak lengkap untuk segera dikembalikan kepada pengirim agar dilengkapi alamat pengirim atau tujuannya. yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau alamat yang di tuju tidak lengkap. pemberian nomor dan pemberian cap dinas. mengingat pentingnya surat bagi instansi pemerintahan. Kendala yang dihadapi yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau tujuannya tidak lengkap. Pengelolaan surat masuk dan surat keluar menggunakan sistem kartu kendali dan buku agenda. kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang. dan metode dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang sudah berjalan baik. Salah satu sumber informasi itu yang otentik adalah surat.PROSEDUR PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR PADA DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SEMARANG Abstrak Sischa Apriliyanti Perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini sangat pesat. Lokasi penelitian ini dilakukan oleh penulis pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang yang beralamat di Jalan Pemuda no 07 Ungaran dengan objek pengelolaan surat masuk dan surat keluar. sehingga tidak ada surat masuk yang alamatnya tidak lengkap. penyerahan dan penyimpanan. pengarahan surat serta penyimpanan. Pengelolaan surat keluar meliputi pembuatan konsep surat. Dalam pengelolaan surat diperlukan pegawai 117 . persetujuan konsep surat. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode interview atau wawancara. yaitu terdapat surat masuk yang alamat pengirim atau pembuat surat tidak lengkap dan terdapat surat yang tidak menuliskan alamat ke bidang yang di tuju. Kesimpulan yang diperoleh dan pembahasan mengenai pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dilaksanakan dengan baik. dan menggunakan sistem sentralisasi yaitu pengelolaannya melalui satu pintu. pengetikan. pencatatan. Oleh karena itu peneliti menyarankan Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang sebaiknya lebih teliti dalam mengecek surat masuk. Mereka bersaing dalam kemampuan kerja. Permasalahan yang dibahas adalah mengenai bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang. maka diharapkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang mengadakan pelatihan untuk pegawai untuk lebih mengenal atau menguasai tentang pengelolaan surat. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut suatu organisasi memerlukan suatu informasi serta kebenaran data sangat diperlukan. Pengelolaan surat masuk meliputi penerimaan. pencatatan. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat. Kata kunci : Prosedur Pengelolaan surat masuk dan surat keluar PENDAHULUAN Perkembangan ilmu dan tehnologi sekarang ini sangat pesat. pengendalian.

Bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang ? 2. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang ? BUKTI EMPIRIS DARI HASIL TEORI ` 2.yang memiliki ketrampilan. Kemudian surat tersebut akan diserahkan ke Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang untuk disahkan. Pengelolaan surat masuk pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang dimulai dari surat masuk diterima oleh unit kearsipan yang berada pada sub bagian umum dan kepegawaian. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang ? Tujuan Penelitian 1. dan transmigrasi. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat.2 Pembahasan Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang sosial. ketelitian dan pengetahuan tentang surat menyurat. hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan pegawai atau petugas yang lalai dalam mengurusi pengelolaan surat tersebut. yang dimaksud disini adalah nama instansi yang dituju kurang jelas atau terdapat kesalahan penulisan. Kemudian diagendakan pada buku kendali surat masuk dan dicatat pada kartu kendali surat masuk rangkap tiga warna putih. Dalam pengelolaan suratnya sudah berjalan dengan baik. maka pengelolaan surat akan terhambat.1982:139) Hasil Penelitian 2. dan kuning. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang ? 2. masih ada beberapa kendala yaitu adanya surat masuk yang alamat tujuan surat tidak lengkap. Bagian umum pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang adalah bagian yang mengurusi jalannya surat masuk dan surat keluar. apabila pegawai atu petugas pengelolaan surat tersebut kurang menguasai dan memahami cara pengelolaan surat yang baik. disini dalam penyimpanan surat masih belum menggunakan filing cabinet atau almari arsip yang digunakan untuk menyimpan arsip yang di dalamnya terdapat suatu susunan sekat dan folder sacara vertical dalam laci-lacinya. Surat masuk beserta lembar kendali warna merah muda dilanjutkan untuk diajukan ke sekretariat untuk ditentukan disposisi sesuai dengan pokok permasalahan. Dari kepala Dinas surat diserahkan kembali ke sub bagian umum dan kepegawaian. Warna putih disimpan sebagai arsip. Kemudian surat akan 118 .Warna kuning disimpan di almari arsip.1 Pengertian Surat Surat adalah sehelai kertas yang ditulis (pada waktu sekarang umumnya diketik)atas nama pribadi penulis atau atas nama kedudukan dalam organisasi yang ditujukan kepada suatu alamat tertentu dan memuet suatu bahan komunikasi(Prajudi Atmosudirjo. merah muda. sedangkan pada surat keluar terdapat sedikit kendala yaitu pada unit pengolah surat yang bertugas melakukan penggarapan isi surat terkadang lupa mencantumkan nomor surat keluar sehingga surat tersebut kembali. namun belum sepenuhnya mengacu pada posedur pengelolaan surat yang ada. tenaga kerja dan transmigrasi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan Daerah di bidang sosial tenaga kerja. Dari uraian di atas. maka penulis tertarik untuk menyusun tugas akhir ini dengan judul “Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang” Rumusan Masalah 1.

diserahkan ke bidang yang dituju dan disertakan pula lembar disposisi dan kartu kendali warna merah muda. Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah berjalan dengan cukup baik. Sedangkan prosedur pengelolaan surat keluar pada Dinsosnakertrans meliputi pembuatan konsep oleh pejabat yang ditunjuk oleh Kepala dinas tersebut. Bentuk surat yang digunakan dalam pembuatan konsep disesuaikan dengan petunjuk atau aturan yang berlaku yaitu bentuk official style. Setelah konsep surat jadi selanjutnya dimintakan persetujuan/pengesahan Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang. Setelah surat disetujui dan diketik selanjutnya diberi nomor surat. Selanjutnya adalah pengagendaan atau pengendalian surat yaitu berupa pengisian lembar kartu kendali surat keluar. Untuk kartu kendali yang berwarna putih disimpan oleh bagian arsip, warna merah diberikan kepada unit pengolah untuk disimpan, sedangkan warna kuning disimpan di bagian umum dan kepegawaian untuk arsip. Langkah selanjutnya pengiriman surat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dikirim secara langsung dan dikirim melalui sarana jasa. Pengiriman melalui sarana jasa bisa melalui pos atau fax. Dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans masih terdapat kendala-kendala, diantaranya : Adanya surat masuk yang alamat tujuan surat tidak lengkap, yang dimaksutd disini adalah nama instansi yang dituju kurang jelas atau terdapat kesalahan penulisan, sehingga dapat menghambat proses pengelolaannya, kurangnya ketelitian pegawai dalam pengelolaan surat, yaitu pegawai pengolah surat yang bertugas melakukan penggarapan surat lupa menulis nomor surat dan alamat surat yang akan dituju, sehingga surat tersebut kembali. METODE PENELITIAN 3.1 Sumber dan jenis data Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah : 1. Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkann langsung di lapangan oleh orang-orang yang melakukan penelitian. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku literature yang berkaitan dengan permasalahan. 3.2 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Metode wawancara Wawancara (interview) adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari nterwawancara (Suharsimi Arikunto 2006:155).Penulis melakukan metode wawancara dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang mengenai pengelolaan surat masuk dan surat keluar. 2. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, agenda atau sebagainya (Arikunto 2006 : 231) yang dilakukan penulis yaitu dengan mengumpulkan data dari buku-buku mengenai arsip maupun surat. 3.3 Metode Analisis Data Dalam hal ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif adalah metode penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan atau menggambarkan variable masa lalu dan sekarang (Suharsimi,2002:9) Penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dimaksudkan agar memperoleh gambaran dan tata secara sistematis tentang berbagai hal yang berkaitan

119

dengan pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar, sehingga penulis dapat menyusun dalam bentuk laporan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. PENUTUP Simpulan Dari penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dilaksanakan di Sub Bagian Umum dan Kepegawaian yang meliputi penerimaan surat, pencatatan surat, pengendalian surat, pengarahan surat dan penyimpanan. Pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang pada subbagian umum dan kepegawaian sudah berjalan cukup baik. Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang menggunakan sistem satu pintu, dan menggunakan sistem kartu kendali dan buku agenda, alasan menggunakan dua sistem ini yaitu jika terdapat kesalahan dalam penyimpanan kartu kendali dapat dibantu pencariannya dengan buku agenda. 2. Kendala-kendala yang dihadapi Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau alamat yang di tuju tidak lengkap, yaitu terdapat surat masuk yang alamat pengirim atau pembuat surat tidak lengkap dan terdapat surat yang tidak menuliskan alamat ke bidang yang di tuju, sehingga akan menghambat proses pengelolaannya, kurangnya ketelitian pegawai dalam pengelolaan surat, yaitu pegawai lupa menulis nomor surat dan alamat surat yang akan dituju, sehingga terkadang ada surat kembali DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Yogyakarta : Rineka Cipta Atmosudirjo, Prajudi. 1982. Kesekertarisan dan Administrasi Perkantoran. Jakarta : Ghalia Indonesia. Barthos, Basir. 2000. Manajemen Kearsipan. Jakarta : Bumi Aksara Moekijat. 1982. Tata Laksana Kantor. Bandung : Alumni Panji, Suhanda. 1981. Dasar-Dasar Korespondensi Niaga Bahasa Indonesia. Jakarta : Karya Utama Silmi, Sikka Mutiara. 2002. Panduan Menulis Surat Lengkap. Yogyakarta : Absolut Sutarto. 1981. Sekretaris Dan Tatawarkat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Widjaja, A W. 1990. Administrasi Kearsipan. Jakarta : CV Rajawali Wirladiharjo, H. Moeftie. 1991. Pedoman Administrasi Umum. Jakarta : Balai Pustaka Wursanto, Ig. 1991. Kearsipan I. Yogyakarta : Kanisius

120

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SEKRETARIS DALAM MANAJEMEN PERKANTORAN PADA BADAN KESATUAN BANGSA, POLITIK, DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG ABSTRAK INDAH FITRIA RAHAYUNINGRUM

Agar pelaksanan kegiatan kantor dapat berjalan dengan baik diperlukannya manajemen perkantoran untuk mengatasinya. Sekretaris dibutuhkan oleh setiap organisasi untuk membantu dalam bidang organisasi dan kedinasan, atau dengan kata lain, melaksanakan fungsi perkantoran pimpinan agar bisa berkonsentrasi dan melaksanakan tugas-tugas manajerialnya dengan baik. pengembangan diri sekretaris menjadi tuntutan dan kebutuhan yang terus menerus dan berkesinambungans sebagai upaya untuk meningkatkan kualitasnya dalam menghadapi tugasnya sehari-hari Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui peranan sekretaris organisasi dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. 2) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekretaris organisasi untuk meningkatkan kinerjanya pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. 3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi sekretaris organisasi dalam melaksanakan pekerjaannya di perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Kesimpulan, 1) Peranan sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 44 mengenai penjabaran tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang sekretaris melaksanakan peran ganda sebagai sekretaris pribadi yang bertugas membantu pimpinan. 2) Upaya peningkatan kualitas seketaris dalam manajemen perkantoran pada pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah pengembangan kepribadian yang dilakukan oleh diri sendiri dan pengembangan dari kantor. 3) Kendala-kendala yang Dihadapi Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah adanya keterlambatan pertanggung jawaban dari masing-masing bidang. Selain itu terjadinya tumpang tindih kegiatan sekretaris. Saran, 1) Karena ada indikasi peran sekretaris ganda, hendaknya ada kejelasan mengenai tugas sekretaris sebagai sekretaris organisasi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara tugasnya sebagai sekretaris organisasi dan sebagai sekretaris pribadi. 2) Apabila pekerjaan sekretaris organisasi sedang menumpuk, hendaknya sekretaris menunjuk bawahannya untuk menangani sebagian pekerjaannya yang sesuai dengan kompetensi bawahnnya tersebut. Kata kunci : Peningkatan Kualitas, Sekretaris, Manajemen Perkantoran, PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sesuai dengan fungsinya kantor mempunyai kegiatan perkantoran yang meliputi korespondensi, kearsipan, kepegawaian, dan sebagainya yang diatur dalam manajemen perkantoran. Agar manajemen perkantoran tersebut dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni. Untuk memperlancar pekerjaan pimpinan dibutuhkan sekretaris untuk membantu menyelesaikan tugas pimpinan supaya tujuan suatu organisasi dapat tercapai dengan baik. Tugas seorang sekretaris tentunya sesuai dengan fungsi jabatannya. Sekretaris organisasi yang mempunyai tugas lebih berat daripada sekretaris pribadi karena sekretaris organisasi mempunyai bawahan yang besar kecilnya ditentukan oleh besarnya organisasi tersebut. Seorang sekretaris organisasi, disamping bekerja atas instruksi, kadang-kadang juga bertugas dan mempunyai kedudukan sebagai pemimpin pelaksana yang memiliki wewenang ikut membuat keputusan, pengarahan,

121

melakukan koordinasi atas pelayanan administrasi, mengadakan pengawasan, serta melakukan penyempurnaan organisasi dan tata kerja. Untuk itu seorang sekretaris organisasi haruslah mempunyai kompetensi dan kepribadian yang sesuai dengan profesinya. Hal itu dilakukan dengan upaya pengembangan diri ataupun pengembangan dari instansi. Itu semua dilakukan agar dalam melaksanakan tugasnya dapat tepat sesuai dengan tujuan perusahaan serta mempunyai kualitas yang baik di mata atasan dan bawahannya. Dari hasil wawancara dengan Bapak Ari Djoko Santoso, SH, MM selaku sekretaris Badan terdapat satu sekretaris yang menjabat sebagai sekretaris organisasi. Sebagai sekretaris organisasi mempunyai wewenang mengatur manajemen perkantoran dan bertanggung jawab atas semua bidang yang ada di organisasi. Namun pada pelaksanaannya sekretaris juga melaksanakan tugas sesuai dengan perintah atasan untuk menyelesaikan tugas perkantoran seperti yang dilakukan sekretaris pribadi. Hal ini menyebabkan pekerjaan kantor sering tertunda sehingga produktivitas kantor menjadi menurun. Untuk itu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas sekretaris dalam menjalankan manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang agar pekerjaan kantor menjadi lancar. B. Tujuan Peneliitan 1. Untuk mengetahui peranan sekretaris 2. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekretaris untuk meningkatkan kualitasnya 3. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi sekretaris LANDASAN TEORI Kata sekretaris berasal dari Bahasa Latin yaitu secretum yang berarti rahasia. Kata ini juga dikenal dalam Bahasa Belanda secretaries, dalam bahasa Inggrisnya secretary. Dari pengertian ini seorang sekretaris dituntut untuk mampu menyimpan rahasia dalam melaksanakan pekerjaannya (Ernawati, 2004 :1). Menurut Rosidah dan Ambar Teguh Sulistiyani (2005 : 12), secara umum sekretaris berarti seseorang yang membantu pimpinan untuk melakukan pekerjaan kesekretariatan. Pekerjaan kesekretariatan meliputi korespondensi, kearsipan, analisa prosedur pekerjaan kantor, administrasi kepegawaian, dsb. Sedangkan sekretaris organisasi adalah seorang yang memimpin suatu sekretariat dari suatu perusahaan atau sekretariat dari suatu instansi pemerintah tertentu, dengan fungsi utama yaitu mengoordinasikan seluruh pelayanan administrasi yang menunjang operasional perusahaan (Yatimah, 2009 : 35). Menurut The Liang Gie dalam buku Durotul Yatimah (2009 : 20) manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan control) sampai menyelenggarakan secara tertib, sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya adalah office work (pekerjaan perkantoran). Menurut Hendarto dan Tulusharyono (2004 : 6) sekretaris memainkan peranan-peranan seperti : 1. Penjaga/beranda perusahaan Dalam menerima tamu, sekretaris menyeleksi siapa yang biasa dan tidak bisa bertemu dengan pimpinan, kapan waktunya supaya diatur jadwalnya dan tidak salaing bertabrakan. 2. Filter dan pengelola informasi Surat yang masuk dicatat, diatur, dan diolah terlebih dahulu. Sekretaris mencari, mengolah, menyimpan, mengatur, dan bila diperlukan mencari informasi-informasi yang diperlukan pimpinan. Boleh dikatakan bahwa sekretaris adalah orang yang paling tahu berbagai hal yang strategis sebuah perusahaan. 3. Asisten pribadi/tangan kanan pimpinan Sekretaris membantu pimpinan dalam tugas-tugas sehari-hari bahkan untuk banyak kesempatan mewakili pimpinan untuk keperluan perusahaan. 4. Screet keeper/pemegang rahasia Sekretaris yang baik menyadari bahwa ia memiliki informasi yang tidak boleh diteruskan kepada pihak lain yang tidak berhak. 5. Penasihat unutk dimintakan berbagai pendapat

122

Selain itu Tugas-tugas yang tidak terselesaikan secara tuntas akan mengakibatkan adanya rasa tidak puas yang pada akhirnya menimbulkan stress. Pendidikan formal yang diselenggarakan pendidikan umum. Perawat/pelindung Walaupun bersifat priobadi. tugas. 1990 : 143). D. Latihan pra jabatan. Menurut ISI Jabar & sekretaris di PT Sanbe Farma sekretaris tak lepas dari konflik. Metode Wawancara Wawancara dilakukan sesuai dengan pedoman wawancara yang telah dibuat sebelumnya. 6. Kendala-kendala yang dihadapi sekretaris meliputi kendala-kendala dan upaya-upaya dalam menangani manajemen perkantoran. 2. 2.175. ide. C. Pemuda No. MM selaku sekretaris Badan mengenai peran sekretaris. Semarang. dan usaha mengembangkan kepribadian sekretaris . Politik. serta upaya peningkatan kualitas sekretaris. Jl. Peranan yang berisi kedudukan. In Service Trainning Yaitu latihan yang dilakukan pada saat sekretaris sedang menduduki jabatannya.Penghuibung atau humas Sekretaris berdiri diantara pimpinan dan pihak lain. Objek Kajian 1. METODE PENELITIAN A. Data Sekunder sumber data sekunder adalah dokumentasi dari sumber bacaan yang berkaitan dengan masalah yang terjadi untuk mendukung hasil wawancara. Data Primer wawancara langsung dengan Bapak Ari Djoko Santoso. latihan jabatan ini dilaksanakan oleh organisasi/perusahaan. dsb. dan peranan sekretaris dalam manajemen perkantoran. sekretaris harus memperhatiakan keselamatan dan kesehatan pimpinan termasuk di dalamnya menciptakan suasana kerja yang menyenangkan sehingga pimpinan tidak cepat lelah. 7. etika yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris. 123 . Jenis Data 1. kebutuhan. Konflik juga berarti perselisihan dan keberadaan konflik memang tidak terhindarkan. mencakup : 1. 3. kendala. Untuk itu sekretaris harus pandai menjabarkan kebijakan pimpinan ataupun menjadi penyampai informasi dari luar. B. 2. dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Semarang yang terletak di lantai 6 Gedung Pandanaran. Pengembangan sekretaris dalam realisasinya dapat dilakukan baik oleh dirinya sendiri maupun atas prakarsa organisasi. Metode Pengumpulan Data 1. fungsi. Pre Service Trainning Adalah latihan yang diberikan pada waktu sekarang belum menempati jabatan tertentu. b. SH. kebiasaan. (Sedarmayanti. Konflik merupakan perbedaan pada opini. Objek Penelitian Bidang Kesekretariatan Badan Kesatuan Bangsa. Salah satu diantaranya yaitu dengan melalui pendidikan dan latihan. tempat sekretaris bekerja. Upaya peningkatan kualitas sekretaris meliputi syarat-syarat untuk menjadi sekretaris. yang meliputi : a. keinginan.

2. Dokumentasi mengumpulkan data seperti buku profil, Peraturan Walikota, struktur organisasi sebagai data untuk memperkuat pernyataan yang dikemukakan oleh narasumber dalam wawancara.

E. Metode Analisis Data
Menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisa dengan argumen-argumen dan tidak menggunakan angka-angka yang dihitung secara statistik. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Peranan Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran a. Kedudukan Sekretaris dalam Organisasi Kedudukan seorang sekretaris di Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Semarang termasuk Sekretaris Organisasi dan merupakan kepala bidang Sekretariat. Berada di bawah Pimpinan langsung maka bertanggung jawab langsung kepada pimpinan. serta mempunyai kewenangan di atas Kepala Bagian.

b.

Tugas Sekretaris Sesuai dengan dengan Peraturan Walikota tahun 2008 Nomor 44 Tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang, pasal 6 sekretariat mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan dan mensinkronisasian, membina, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan tugas Kesekretariatan, bidang Idiologi dan Kewaspadaan Nasional, bidang Ketahanan Bangsa, bidang Politik Dalam Negeri, serta bidang Perlindungan Masyarakat. Fungsi Sekretaris Fungsi sekretariat pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat tertuang pada pasal 7 Peraturan Walikota Nomor 44 tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang yang merupakan penjabaran dari tugas sekretaris yang terdapat pada pasal 6.

c.

Peran Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang 1. Pelindung organisasi 2. Sebagai pusat informasi 3. Wakil pimpinan 4. Pemegang rahasia 5. Humas 2. Upaya Peningkatan Kualitas Seketaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang a. Syarat-syarat menjadi seketaris Berdasar hasil wawancara dengan Bapak Ari Djoko Santoso, SH, MM selaku Seketaris Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang mengatakan bahwa tidak ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Karena Sekretaris diangkat oleh Walikota melalui promosi jabatan yang disarankan oleh kepala badan. b. Etika yang Harus dimiliki Sekretaris

d.

124

Sesuai dengan Undang-undang Pegawai Negeri Sipil, sama seperti Pegawai Negeri Sipil lainnya kode etik Sekretaris diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. c. Usaha Pengembangan Kepribadian Sekretaris 1) Pengembangan diri sendiri a) Banyak membaca buku tidak hanya buku mengenai sekretaris, namun buku-buku lain yang dapat menunjang kemampuan sekretaris sesuai dengan peranannnya. b) Memperbaharui berita dengan menyaksikan siaran berita, membaca koran, atau browsing di internet. c) Bersikap terbuka atas kritik baik dari atasan maupun dengan bawahan. d) Bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepadanya. e) Mendekatkan diri tidak hanya dengan atasan tapi dengan bawahan agar bisa terjalin komunikasi yang baik dengan bawahan. 2) Pengembangan dari instansi a) Mengikuti diklat Diklat yang pernah diikuri sekretaris antara lain diklat mengenai wawasan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengah, diklat mengenai manajemen kantor, diklat mengenai pelaksanan tata usaha, kepegawaian dan sarana prasarana rumah tangga kantor aparatur pemerintah. b) Mengikuti seminar Biasanya keikutsertaan sekretaris dalam seminar adalah atas undangan dari penyelenggara seminar. Dalam seminar ini sekretaris berlaku sebagai perwakilan Badan atau mewakili Kepala Badan jika berhalangan hadir. Seminar yang pernah diikuti sekretaris antara lain seminar Pelaksanaan Demokrasi warga Jawa Tengah yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah pada saat menjelang Pemilu Gubernur Jawa Tengah. Selain itu beliau juga pernah mengikuti Seminar tentang Birokrasi yang diadakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). c) Mengikuti Outbond Kegiatan outbond dilaksanakan tidak hanya sebagai media untuk refressing bagi pegawai, namun yang lebih penting adalah mengakrabkan seluruh pegawai yang bekerja di kantor. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menambah keakraban diantara semua pegawai sehingga kerjasama yang dilakukan saat bekerja bisa terjalin dengan baik. Outbond ini dilaksanakan setahun dengan menggunakan anggaran rumah tangga badan.

3. Kendala-kendala yang dihadapi Seketaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang 1) Pertanggung jawaban kegiatan kepada sekretaris sebagai kepala sekretariat, dari masingmasing bidang sering tidak tepat dalam pelaporannya, sehingga kegiatan lain dari bidang tersebut menjadi terhenti. Hal ini terjadi karena bidang-bidang biasanya untuk membuat laporan kurang adanya kontrol dari kepala bidang kepada staff untuk membuat pelaporan kegiatan yang telah dilaksanakan. Untuk mengatasi masalah ini, sekretaris melakukan rapat koordinasi dengan bidang-bidang yang menangani kegiatan tersebut kemudian dicari akar permasalahan yang menyebabkan masalah itu terjadi, untuk kemudian dicari jalan keluarnya. 2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang terjadi tumpang tindih antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. Hal itu terjadi karena antara kegiatan satu yang belum terselesaikan ada kegiatan yang lain yang harus dikerjakan baik yang berasal dari pimpinan atau bukan. Untuk mengatasi masalah tesebut beliau memilih pekerjaan mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu kemudian

125

menyelesaikan pekerjaan yang lain. Bahkan kadang-kadang pekerjaan tersebut bila tidak selesai dilanjutkan dirumah. B. PEMBAHASAN Peranan sekretaris organisasi tersebut cukup baik, karena sudah sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen. Namun sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang melakukan tugas ganda sebagai sekretaris pribadi, yaitu dengan melaksanakan tugas yang biasa dilakukan sekretaris pribadi seperti membuat perencanaan perjalanan dinas pimpinan, menemani pimpinan menghadiri suatu acara, serta menerima tamu yang datang untuk kepentingan pimpinan. Namun hal itu dilaksanakan dengan sadar dan sudah biasa dilakukannya setiap saat sebagai bentuk pengabdiannya kepada pimpinan. Padahal secara tidak langsung itu dapat menghambat pekerjaan sekretaris yang lainnya yang seperti diketahui tugas sebagai seorang sekretaris organisasi tidaklah sedikit, sehingga memungkinkan pekerjaan lain akan terbengkalai. Untuk itu sekretaris hendaklah mengatur jadwal kegiatannya dengan baik, agar semua kegiatan yang dilaksanakannya dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan fungsi dan peranannya. Dari usaha pengembangan diri sekretaris sudah melakukan pengembangan dengan baik karena disela-sela waktu sibuk melaksanakan tugas yang banyak, dia masih meluangkan waktu untuk menambah ilmu pengetahuannya dengan membaca buku atau memperbaharui berita. Selain itu sebagai orang yang disegani oleh bawahannya dia dapat bersikap terbuka atas kritik, serta bertanggung jawab atas tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Hal itu dilakukan agar dia bisa menjadi jembatan antara bawahan dengan atasan. Sedangkan dari Badan pengembangan kepribadian dari instansi sudah memfasilitasi pegawainya tidak hanya sekretaris organisasi saja untuk berkembang dan meningkatkan kompetensinya. Untuk itu sudah selayaknya sekretaris organisasi dapat memanfaatkannya sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuannya baik untuk diri sendiri atau untuk instansi untuk kemudian diterapkan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sekretaris organisasi dalam menjalankan manajemen kantor. Agar sekretaris menjadi sekretaris organisasi yang berkualitas di mata bawahan dan atasannya. Dalam melaksanakan peranannya dalam manajemen perkantoran kadang-kadang sekretaris menemui kendala yang terjadi namun dalam mengatasi kendala dalam hal pelaporan pertanggung jawaban kegiatan jika terlambat sebaiknya sekretaris tidak membiarkannya berlarut-larut dengan cara memberikan batas waktu kepada bidang tersebut. Karena jika keterlambatan semakin lama akar permasalahannya semakin sulit untuk dipecahkan dan menyita banyak waktu. Dan mengenai tugas yang tumpang tindih seharusnya sekretaris tidak melanjutkan pekerjaan yang belum selesai ke rumah jika hal itu diteruskan maka sekretaris tidak akan mempunyai waktu untuk istirahat di rumah maka yang terjadi dia akan merasa lelah atau mengantuk di kantor sehingga pekerjaan kantor menjadi terbengkalai.

PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis mengenai upaya peningkatan kualitas sekretaris dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang serta pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Peranan sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang sudah diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 44 mengenai penjabaran tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang sekretaris melaksanakan peran ganda sebagai sekretaris pribadi yang bertugas membantu pimpinan. 2. Upaya peningkatan kualitas seketaris dalam manajemen perkantoran pada pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah pengembangan kepribadian yang dilakukan oleh diri sendiri dan pengembangan dari kantor. 3. Kendala-kendala yang Dihadapi Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah adanya

126

keterlambatan pertanggung jawaban dari masing-masing bidang. Selain itu terjadinya tumpang tindih kegiatan sekretaris. B. Saran Kualitas sekretaris dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang sudah baik namun ada beberapa kekuarangan yang dapat mengurangi kelancaran pekerjaan kantor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis saran yang dapat disampaikan antara lain : 1. Karena ada indikasi peran sekretaris ganda, hendaknya ada kejelasan mengenai tugas sekretaris sebagai sekretaris organisasi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara tugasnya sebagai sekretaris organisasi dan sebagai sekretaris pribadi. 2. Apabila pekerjaan sekretaris organisasi sedang menumpuk, hendaknya sekretaris menunjuk bawahannya untuk menangani sebagian pekerjaannya yang sesuai dengan kompetensi bawahnnya tersebut.

127

Permintaan barang tidak bisa dilakukan secara mendadak harus melalui perencanaan terlebih dahulu. misalnya: mesin. 4) penempatan. Tarubudaya Ungaran. Peralatan kantor mempunyai berbagai macam kegunaan antara lain: dapat mempertinggi tingkat kemampuan kerja pegawai. almari arsip. Peralatan kantor sangat penting bagi perusahaan. meja. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi”. Dalam pengadaan peralatan kantor harus melalui prosedur antara lain: 1) penggolongan dan perencanaan. kursi. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif dengan jenis data primer dan sekunder. terganggunya aktivitas perusahaan akan menimbulkan pengaruh buruk pada hasil/tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. mesin pengganda. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi disebut Prosedur Administrasi Peralatan Kantor. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi disebut Prosedur Administrasi Peralatan Kantor. pengadaan. penempatan. mesin hitung. Suatu urutan kegiatan klerikal dimana terdapat ketergantungan sistem. maka diperlukan suatu tindakan penanganan dan pengelolaan terhadap peralatan tersebut secara baik. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. penempatan. Suatu urutan kegiatan klerikal dimana terdapat ketergantungan sistem. Prosedur administrasi peralatan kantor adalah ”suatu urutan kegiatan klerikal di mana terdapat ketergantungan sistem. Contoh kasus 128 . pengadaan. penghematan biaya. Key word : prosedur administrasi peralatan kantor I. pemeliharaan dan penghapusan peralatan kantor. dan lain-lain. 3) pencatatan. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. pencatatan. penempatan. Metode pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. PENDAHULUAN Perusahaan selain memiliki Sumber Daya Manusia yang terampil (Skill). orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan.PROSEDUR ADMINISTRASI PERALATAN KANTOR PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH Abstrak Rodhiana Dewi Nugrah Apriliana Peralatan kantor sangat penting bagi perusahaan. Salah satu sarana dan prasarana yang mutlak diperlukan adalah peralatan kantor. Pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah yang beralamatkan di Jalan Jenderal Gatot Subroto. Hambatan-hambatan tersebut misalnya apabila terjadi kerusakan total pada peralatan kantor akan mengganggu jalannya aktivitas perusahaan. komputer. pengadaan. pengadaan. pencatatan. sehingga untuk memperoleh peralatan kantor harus melalui beberapa tahapan. juga harus memiliki sarana dan prasarana yang baik untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. 2) pengadaan. untuk mendapatkan peralatan kantor harus sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah. 5) pemeliharaan dan 6) penghapusan peralatan kantor (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007: pasal 4 ayat 2). penempatan. Tujuan dalam pelaksanaan penelitian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah adalah untuk mengetahui perencanaan. jam. pencatatan. pencatatan. maka diperlukan suatu tindakan penanganan dan pengelolaan terhadap peralatan tersebut secara baik. akan menimbulkan hambatan-hambatan. Apabila prosedur administrasi peralatan kantor tidak berjalan dengan baik. tenaga dan waktu juga menjamin kecermatan dan ketelitian kerja pegawai.

Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewer) (Suharsimi. 2. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Rencana biaya pemeliharaan Dinas. 3. KESIMPULAN Prosedur administrasi peralatan kantor adalah ”suatu urutan kegiatan klerikal di mana terdapat ketergantungan sistem. Dokumen penghapusan. Jenis Data 1. Untuk mengetahui Penempatan Peralatan Kantor. Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Untuk mengetahui Pencatatan Peralatan Kantor. Bagan Organisasi. Untuk mengetahui Pengadaan Peralatan Kantor. buku. IV. dan dicatat untuk pertama kalinya 2. Data sekunder ini dapat berupa dokumen-dokumen mengenai masalah tersebut baik dari brosur-brosur. prasasti. 3. METODE PENELITIAN A. Dokumen pengadaan Barang. Adapun data-data yang diperoleh dari metode dokumentasi adalah: 1. 6. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. pengadaan. yang ada hubungannya dengan penyusunan karya ilmiah. 6. 9. 2006:231). majalah. untuk melakukan service/pengadaan peralatan tersebut harus melalui prosedur yang ada. 7. Rencana Operasional Kerja (ROK). lengger. penempatan. notulen rapat. II. diamati. C. transkrip. 2. 2006:155). Prosedur administrasi peralatan kantor dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 129 . pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi”. buku-buku literatur. Form Buku Penerimaan. pencatatan. agenda. Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. III. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Data sekunder diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian yang berupa informasi secara tertulis. Pengeluaran dan Persediaan Barang. Untuk mengetahui penghapusan Peralatan Kantor. 4. Untuk mengetahui pemeliharaan Peralatan Kantor. 2. 8. Untuk mengetahui Perencanaan Peralatan Kantor. Sumber Data Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan yang selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen B. 5. Form Kartu Inventaris Ruangan.pada Bagian Umum dan Kepegawaian ada komputer rusak sehingga menghambat pekerjaan. dan sebagainya (Suharsimi. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dalam pelaksanaan penelitian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah adalah: 1. surat kabar. 5. 4. catatan-catatan tertulis. Metode pengumpulan data 1.

(lima puluh juta rupiah). Pertimbangan teknologi. Peralatan kantor tahan lama yaitu peralatan yang dipakai/ dimanfaatkan untuk memperlancar pekerjaan lebih satu tahun b. dijual.Bagian Program (direkap) Form RKA dijadikan Form DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) Monitoring dan Evaluasi (monev) Pelaksana an kegiatan (12bulan) Dokumen Rencana Operasional kegiatan ROK (belanja per kegiatan perbulan) DPA diserahkan oleh Gubernur kepada Kepala SKPD Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah B.GAMBAR 1 PROSEDUR ADMINISTRASI PERALATAN KANTOR 1. 50. 1.000. PERENCANAAN Penggolongan Peralatan Penganggaran PENGADAAN PENCATATAN PENEMPATAN PEMELIHARAAN PENGHAPUSAN A. Penetapan paket-paket pengadaan barang/jasa..000. b. Perencanaan Peralatan Kantor Dalam melakukan perencanaan kebutuhan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: untuk mengisi kebutuhan barang. Tahapan Penganggaran Peralatan Kantor pada Dinas dapat dilihat pada gambar berikut ini Gambar 1 Penganggaran Peralatan Kantor Perencanaan Penganggaran Usulan (RKA&RAB) Masuk ke Sub.000. dihapus. 2. Pengadaan peralatan Barang/Jasa yang dilakukan di Dinas menggunakan dua cara yaitu: a.000.(lima puluh juta rupiah).. a. Peralatan Kantor tidak tahan lama atau habis pakai adalah peralatan yang biasanya hanya dipakai dalam waktu singkat 2. Penggolongan Perlatan Kantor yaitu: a. Pengadaan Peralatan Kantor Pengadaan Peralatan Kantor di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah meliputi: 1. Pejabat pengadaan barang/jasa dibentuk apabila pengadaan barang/jasa dengan nilai Pagu anggaran kurang dari Rp. menjaga tingkat persediaan barang agar efisien dan efektif. Pantia pengadaan barang/jasa dibentuk apabila pengadaan barang/jasa dengan nilai Pagu anggaran lebih dari Rp. Cara Swakelola 130 . Mengangkat Panitia/Pejabat pengadaan barang/jasa. Menyusun perencanaan pengadaan barang/jasa. 50. atau sebab lain. Adanya barang-barang rusak. 3. 2.

Asas mengenai rangkaian kerja. Pencatatan Peralatan Kantor 1. Barang Tahan Lama Tahapan dalam pencatatan barang tahan lama adalah sebagai berikut: a. Barang dicatat dalam kartu inventaris barang (KIB).4. Setiap jenis barang harus dibuat kartu pemeliharan/perawatan yang memuat: b.000. Dicatat pada buku pengeluaran barang (pakai habis). dengan nilai pagu anggaran lebih dari Rp. Menyerahkan aset pengadaan barang/jasa dan aset lainnya kepada pimpinan dengan berita acara penyerahan. b. 12. Dicatat pada buku pengadaan barang. 3. b. 50.Penetapan harga perkiraan sendiri (HPS) Penetapan Jadwal Pelaksanaan. 5.000. Rp. 7. 6. e. 11. Kemudian peralatan di tulis pada bon permintaan/ pengeluaran.000. Pemeliharaan Peralatan Kantor Pemeliharaan peralatan kantor pada Dinas adalah sebagai berikut: 131 . Pengawasan pelaksanaan perjanjian/Pagu anggaran . c. Pencatatan pemeliharaan Barang a. 100. Pencatatan dalam kartu pemeliharaan/perawatan barang dilakukan oleh pengurus barang. Dicatat pada buku Penerimaan barang (pakai habis) .000. Barang dicatat dalam kartu inventaris ruangan (KIR. 8. Dengan nilai pagu anggaran sampai dengan Rp. Pelelangan adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan cara diumumkan secara terbuka melalui media cetak dan papan pengumuman. Barang dicatat pada buku penerimaan barang.000. 9.d. 5. 10. 2. Penandatanganan fakta Integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang/jasa sebelum dimulai. C. 3. Menetapkan besaran uang muka yang menjadi hak penyedia barang/jasa sesuai ketentuan yang berlaku. Asas mengenai jarak terpendek.s.mengacu pada Keppres 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang/jasa yang terdiri dari:  Penunjukan Langsung adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan dengan cara menunjuk langsung dari sekurang-kurangnya ada satu penyedia barang/jasa.. 50. Asas mengenai penggunaan segenap ruangan. c. D. Dicatat pada buku pengadaan barang. d.000.000.. Melaporkan pelaksanaan/penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada Pimpinan Instansinya. 100. Dicatat pada buku barang inventaris 2.000. Penempatan Peralatan Kantor Penempatan peralatan kantor yang dilakukan pada Dinas menggunakan asas-asas sebagai berikut: 1. d. E. b.000. Menetapkan dan mengesahkan hasil pengadaan panitia/pejabat pengadaan barang/jasa. Menyiapkan dan melaksanakan perjanjian/Pagu anggaran dengan pihak penyedia barang/jasa. Menggunakan Penyedia Barang/Jasa jika pengadaan barang dengan nilai di atas Rp.000. Barang Habis Pakai (Alat Tulis Cetak = ATC) Tahapan pencatatan barang habis pakai pada Dinas adalah sebagai berikut: a. Pemilihan Langsung adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan cara pemilihan langsung dari sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) penyedia barang/jasa dengan nilai pagu anggaran di atas Rp.

Liberty: Yogyakarta Haryadi. DAFTAR PUSATAKA Adya Barata. Sinar Baru Algensindo: Bandung Sumarni.id Blogs weblog. 9. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sondang P. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Dagang dan Industri.1.id/library/index. barang atau peralatan didalam ruangannya dalam kondisi rusak 2. Badri. 2010.scribd. 2008. Hendi. (31 Maret 2010) 132 . V. Pemeliharaan dilakukan oleh pihak kedua (rekanan/penyedia jasa) F. Lexy J. 4. Murti. Ilmu Administrasi. Kanisius: Yogyakarta Olah. 2003.uns. PT. Suharsimi. 5. Andi: Yogyakarta Moekijat. DPPAD akan mengusulkan kepada DPRD 8. Setelah persetujuan Dewan/Gubernur dijual secara umum. Diunduh dari http://www. Semarang: Diperbanyak oleh Cv. 2. (31 Maret 2010) Sutopo. Mulyadi. (31 Maret 2010) Mardiasmo. Selanjutnya uji fisik/keur dilakukan oleh kantor Komunikasi Informasi (KOMINFO) dan Dinas Perhubungan.ac. Atep. 2009. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Belajar. Administrasi Perkantoran Modern. Perencanaan tersebut dajukan ke kantor DPPAD 7. 2009. Rineka Cipta: Jakarta Gie. 2000. Administrasi Manajemen dan Organisasi. Sistem Akuntansi. Petugas Penghapusan membuat rencana penghapusan barang. Visimedia: Jakarta Kurniawan. Dasar-dasar Akuntansi. 2008. Akuntansi Sektor Publik. 2008. 1995.wordpress. Barang tersebut diletakkan dalam gudang. Bandung : PT. Administrasi Perkantoran Untuk Manajer dan Staf. 10.com/ doc/5226194/BAb-7-penghapusan-perbekalan. 2004. Pemeliharaan setiap hari atau secara rutin oleh pegawai sendiri. Manajemen administrasi Perkantoran. 2009. Remaja Rosdakarya. Filsafat Administarsi. Heri. 2006. John Soeprihanto. ittelkom. Yogyakarta Munir Sukoco. PT Penebar Swadaya: Jakarta Siagian. The Liang. Liberty: Yogyakarta Supardiyo. Barang dicatat dalam buku inventaris dengan keterangan rusak. 1998. Bumi Aksara: Jakarta Silalahi. dkk.fkip. Diunduh dari http://supardiyo. Administrasi Perkantoran. 2006. Manajemen Perawatan. 1988. Kemudian Dinas mengadakan lelang untuk barang tersebut. Erlangga: Jakarta Nuraida. Ulbert. (19 Maret 2010) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketujuh Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.ac. Sabinus. 2009. Mandar Maju: Bandung Moleong. Cv Armico: Yogyakarta Arikunto. 2002. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Petugas penghapusan mendata barang atau peralatan tersebut. Badan Diklat Prajabatan Golongan III: Jakarta Tizna. 1993. Perbekalan / Perabotan / Alat – Alat Kantor. Kiat Memenangkan Tender Barang & Jasa. Penghapusan Perbekalan. Ida. Pengantar Bisnis. Diunduh dari http://www. 6. Duta Nusindo Poniman. 3. Akuntansi Bisnis untuk Perusahaan Jasa.php?view=article&catid=25%3 Aindustri&id= 457%3Amanajemenperawatan&option=com_content&Itemid=15. 2005. Diunduh dari Just another Student. Mengapa Manajemen Pemeliharaan. 2008. Penghapusan Peralatan Kantor Penghapusan peralatan kantor pada Dinas dikarenakan: 1. Politeknik Negeri Semarang: Semarang Sadar. 2009.com/2009/07/05/mengapa-manajemen-pemeliharaan/. CV.

Selain itu. Alifia Yulfitri. pada sektor pelayanan publik. Pendahuluan Penetrasi pengguna komputer dan internet juga masih tertinggal jauh dari negara lain. Untuk mengatasinya seringkali proses administrasi dokumen disederhanakan atau bahkan diabaikan. Hal ini menjadikan informasi sebagai komoditas penting dan strategis yang sekaligus menjadi kebutuhan masyarakat modern. Kondisi rendahnya kepemilikan dan penggunaan TIK ini terjadi pada semua sektor di Indonesia.18 per 100 penduduk2. maka perlu dibangun suatu desain TIK terpadu dalam implementasi untuk mendukung aktivitas administrasi perkantoran. pada sektor pelayanan publik. Melihat permasalahan dalam aktivitas perkantoran yang dituntut efektif dan efisien dan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Perubahan tersebut telah membawa dampak terhadap strategi bisnis serta realisasi rencana pengembangan ke depan yang meninggalkan cara-cara konvensional Administrasi yang merupakan salah satu fungsi dalam perkantoran tidak dapat terlepas dari perubahan paradigma pemanfaatan dan penggunaan TIK. masih terjadi kesenjangan penguasaan TIK (digital devides) antar staf sehingga menjadi salah satu penghambat pelaksanaan pelayanan publik. Pada sektor pendidikan. 2008. Model Kompetensi Guru RSBI. masih terdapat lemahnya penguasaan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran oleh guru RSBI. Makin besar organisasi akan menyebabkan alur birokrasi yang makin panjang sehingga proses dokumen akan menjadi makin lama. Pengukuran Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan TIK di Lingkungan Pegawai Pemerintahan. telah berpengaruh pada segala aspek kehidupan baik personal maupun komunal. processing serta keluaran yang akan berguna dalam pengambilan keputusan. Menurut International Telecommunication Union (ITU). Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat.DESAIN IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN Arief Yuliato Email : ariefyoelianto@gmail. masih terjadi kesenjangan penguasaan TIK (digital devides) antar staf sehingga menjadi salah satu penghambat pelaksanaan pelayanan publik3. Pada sektor pendidikan. baik sektor public maupun sector private. Pemanfaatan dan penggunaan TIK akan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam semua aktivitas yang dilakukannya.47 komputer per 100 penduduk yang berada pada urutan ke-15 dari 18 negara di Asia Pasifik dan ke-7 dari 10 negara di ASEAN. 2009.com Abstrak Kondisi rendahnya kepemilikan dan penggunaan TIK ini terjadi pada semua sektor di Indonesia. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. Pemanfaatan dan penggunaan TIK akan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam semua aktivitas yang dilakukannya. Komputer-Densitas di Indonesia yaitu 1. baik sektor public maupun sector private. 2009. masih terdapat lemahnya penguasaan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran oleh guru RSBI4. Makin besar organisasi akan menyebabkan alur birokrasi yang makin panjang sehingga proses dokumen akan menjadi makin lama. Untuk mengatasinya seringkali proses administrasi dokumen disederhanakan 2 Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 3 Tatiek Maryati. telah berpengaruh pada segala aspek kehidupan baik personal maupun komunal. Impelementasi TIK dalam administrasi perkantoran yang berfungsi sebagai komunikator dan pemberi informasi sangat tergantung pada sumber daya fisik yang berfungsi pemberi input. Semarang : Penelitian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah 133 . Densitas Pengguna Internet juga masih rendah yaitu 7. 21 – 23 Mei 2008 di Jakarta 4 Arief Yulianto. Makalah disampaikan dalam Konferensi dan Temu Nasional TIK untuk Indonesia. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat.

2006 Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Perkantoran. dan sebagainya 2. dan sebagainya. misalnya: pemeliharaan uang kontan. taksiran-taksiran. perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat mulai diimplementasikannya teknologi digital menggantikan teknologi analog yang mulai menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya dalam administrasi perkantoran. dan sebagainya 4. Menyediakan sistem administrasi terpadu sehingga memudahkan penelusuran surat (tracking). dan sebagainya Administrasi sebagai kegiatan dari pada kelompok yang mengadakan kerja sama untuk menyelesaiakan tujuan bersama. kepemimpinan dan pengawasan. fungsi perkantoran memiliki fungsi utama sebagai mediator dan fasilitator antar fungsi dan bagian dalam organisasi. misalnya: daftar barang-barang dagangan. pencarian data dan monitoring 4. 3. Untuk menyusun keterangan. (e) Adanya tujuan yang telah ditetapkan6. pengadaan persediaan. Memberikan fasilitas dalam pembuatan laporan administrasi dokumen pada setiap fungsi dan bagian organisasi. (c) Adanya kegiatan/proses/usaha. 3. waktu dan semakin cepatnya pengambilan keputusan yang dilakukan. pembukuan. harga. Hal tersebut berdampak menimbulkan masalah dalam monitoring dan pencarian dokumen selain tentu saja mengurangi legalitas kegiatannya. maka perlu dibangun suatu desain TIK terpadu dalam implementasi untuk mendukung aktivitas administrasi perkantoran. yaitu kelompok yang terdiri atas 2 orang atau lebih. Digitalisasi semua perangkat perkantoran yang kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer berdampak pada penggunaan alat-alat yang dapat menggantikan fungsi manusia dan penyederhaan prosedur dalam perkantoran yang akan berakibat pada semakin efisien dan efektif fungsi administrasi perkantoran. harga-harga. Berdasarkan definisi konsep tersebut. Dalam sebuah organisasi. Di lain pihak. Pentingnya TIK dalam Administrasi Perkantoran Perubahan lingkungan eksternal yang cenderung uncontrollable dan lingkungan internal yang dinamis menuntur organisasi untuk melakukan penyesuain dalam kegiatan perkantoran. Secara terinci fungsi kantor itu adalah sebagai berikut5 : 1. misalnya: catatan –catatan tentang pegawai. (b) Adanya kerja sama dari kelompok tersebut. Kegiatan perkantoran berfungsi untuk memberikan pelayanan komunikasi dan catatan-catatan (dokumen. antar personal dalam organisasi maupun antar organisasi itu sendiri. data) yang dibutuhkan oleh pihak yang membutuhkan. Administrasi Perkantoran Modern. misalnya: dalam pembiayaan. Yogyakarta : Nurcahya Yogyakarta Irwan Yantu. Menyediakan akses secepatnya dari mana saja bagi yang membutuhkan dalam mengirim ataupun merespon surat yang diterima. Untuk menjamin aktiva. IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN Melihat permasalahan dalam aktivitas perkantoran yang dituntut efektif dan efisien dan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). sehingga : 1. Untuk memberikan keterangan. sehingga akan meminimalkan bahkan mengeliminasi proses dan prosedur yang dapat dihilangkan. 1981. Saat ini administrasi perkantoran tidak dapat terlepas dari pemanfaatan dan penggunaan TIK atau sering disebut sebagai era otomatisasi perkantoran (Office Automation / OA). dan sebagainya 5. (d) Adanya bimbingan. dimana proses dan prosedural tersebut akan berdampak pada penghematan biaya. Untuk menerima keterangan misalnya : surat-surat. Efisiensi dan efektivitas sebagai dasar aktivitas organisasi. Memudahkan seluruh staf administrasi pada masing-masing fungsi dan bagian dalam organisasi sehingga menjamin tertib administrasi 2. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo 134 . Untuk mencatat keterangan. Dwi Eko Waluyo 5 6 The Liang Gie. Aktivitas administrasi akan berlangsung dengan lancar bila (a) Adanya kelompok manusia. maka administrasi perkantoran dapat diuraikan fungsi pendukung dalam penyelengaraan aktivitas perkantoran yang meliputi pelayanan komunikasi dan catatan-catatan dari suatu organisasi.atau bahkan diabaikan.

Impelementasi TIK dalam administrasi perkantoran yang berfungsi sebagai komunikator dan pemberi informasi sangat tergantung pada sumber daya fisik yang berfungsi pemberi input. processing serta keluaran yang akan berguna dalam pengambilan keputusan. seperti pada gambar berikut : Tabel 1 : Implementasi TIK dalam Administrasi Perkantoran8 TIK Terdapat dua variabel utama dalam implementasi TIK yang harus tersedia yaitu database dan applikasi TIK (hardware. Sistem Elektronik Formal dimaksudkan sebagai kegiatan perkantoran yang didokumentasikan dengan suatu prosedur tertulis. software dan brainware) yang dapat diuraikan sebagai berikut. Misalnya untuk pengelolaan informasi yang didistribusikan ke manajer yang berupa laporan-laporan periodik amupun laporan khusus. yang dapat didefinisikan sistem elektronik tersebut sebagai berikut : 1. Mendapatkan data. Misalnya melakukan konsultasi atau diskusi dengan pengambil keputusan lain. menyimpan data. proses maupun output. menyiapkan dokumen berdasarkan pemakai dokumen berdasarkan pemakai database dan dari sudut pandang database dan dari sudut pandang perancang database perancang database Dari tabel di atas diketahui bahwa aktivitas antara database dan aplikasi TIK adalah sama yaitu saling terkait.org/TR/REC-html40.w3. Management Informastion System. 2001 135 . tanpa aplikasi TIK. baik sumber daya dan aplikasi perkantoran masukan. a Study of Computer-Based Information System. Data menggunakan komputer. Sistem Elektronik Informal berarti sistem perkantoran yang tidak direncanakan atau diuraikan secara tertulis. mengolah data. Sistem-sistem OA informal ini diterapkan saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi keperluannya sendiri. Dalam yang sudah terproses menjadi banyak hal fungsi dari kedua jenis informasi dalam database juga aplikasi di atas adalah sama hanya didapatkan dari lingkungan sistem peralatannya saja yang berbeda perusahaan serta data-data hasil olahan dari para manager sebagai problem solver. 2. Prentice Hall.(2000)7 mengungkapkan bahwa OA mencakup semua sistem elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan. Tabel 1 : Definisi dan Aktivitas tentang Database dan Aplikasi TIK dalam Perkantoran Keterangan Data base Aplikasi TIK Definisi Kumpulan data yang terintegrasi dari Aplikasi perkantoran menggunakan seluruh sumber daya dalam peralatan elektronik non komputer perusahaan. 8th edition. Aktivitas Mendapatkan data. mengolah data. database yang dimiliki kurang maksimal begitu pula jika aplikasi TIK tidak mampu menghasilkan data base akan berdampak pada aktivitas admistrasi perkantoran. Semua perusahaan menerapkan sistem formal untuk memenuhi kebutuhan organisasi. DESAIN PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN BERBASIS BEST PRACTISES 7 Disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Alat dan Lab Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Semarang tanggal 25 Nopember 2000. diakses tanggal 2 Oktober 2010 8 Adopsi dari Raymond Mc Leod. Sumber : http://www. menyiapkan menyimpan data.

bahwa ada organisasi ada yang mampu menyesuaikan dan beradaptasi dengan perkembangan TIK namun ada pula yang tidak. agar layanan bidang telekomunikasi dapat lebih baik lagi. Organisasi sebagai salah satu pengguna TIK dituntut untuk dapat beradaptasi terhadap perkembangan TIK tersebut. infrastruktur perkantoran misalnya komputer. Departemen Perhubungan adalah mampu implementasi TIK dalam aktivitas administrasi perkantoran adalah keterbatasan organisasi dalam beradaptasi terhadap perkembangan TIK adalah pada aspek ketersediaan SDM dan infrastruktur TIK sehingga mengakibatkan kesenjangan digital (digital devides). Kendala yang dihadapi dalam memenuhi kualitas infrastruktur terkait keterbatasan anggaran organisasi menjadikan kualitas maupun kuantitas infrastruktur masih lemah. Dalam perkembangannya. facsimile dan telepon. hal ini tentunya akan berdampak pada proses komunikasi dan penggunaan informasi dalam pengambilan keputusan. Selain infrastruktur. Inti utama dalam desain ini adalah pemberdayaan SDM departemen sendiri tanpa melakukan outsourcing SDM profesional dari luar. dengan harapan ketersediaan infrastruktur menjadi efisien dan optimal dalam pelayanan. infrastruktur penunjang kerja seperti alat monitoring spektrum frekuensi serta infrastruktur penunjang seperti kabel LAN atau Hub. Tatiek Maryati (2009)9 menjelaskan hasil penelitiannya yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis. printer. Sehingga desain implementasi TIK adalah sebagai berikut : 9 Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 Tatiek Maryati. Langkah pemberdayaan SDM juga sangat penting dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi. Keberadaan infrastruktur yang ada perlu memiliki keseimbangan kesiapan SDM yang profesional sebagai pelaksana tugas terkait yang dapat mengimbangi dengan fasilitas infrastruktur yang ada. Infrastruktur telekomunikasi antara lain terdiri dari jaringan telekomunikasi. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. Penggunaannya TIK ini hampir pada semua aktivitas kehidupan manusia atau dapat dikatakan bahwa saat ini tingkat ketergantungan manusia dalam kehidupannya sangat tinggi terhadap TIK. khususnya terkait dengan fasilitas infrastruktur yang tersedia. Pemanfaatan TIK tidak hanya terbatas pada organisasi saja tapi juga meluas sampai ke pemanfaatan secara personal. berlaku “seleksi alam”. 2009. 136 . di dalam mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi dibutuhkan SDM yang profesional di bidangnya yang dapat mendukung kelancaran tugas penyelenggaraan layanan infrastruktur telekomunikasi.Pemanfaatan TIK mengalami perkembangan pesat dalam pemanfaatan dan penggunaannya. menara.

seperti pada gambar berikut : Gambar 3 : JENI Mobile Game Base Learning 10 Laporan Penelitian 2008. Diakses tanggal 2 Oktober 2010 137 . Sumber : http://www.org/rnd2008f/laporan%20penelitian.Gambar 2 : Desain Pemberdayaan SDM dalam Impelementasi TIK di UPT Departemen Perhubungan Kondisi saat ini Infrastruktur telekomunikasi dan SDM Telekomunikasi di Unit Pelaksana Teknis Depkominfo Perkembangan global infrastruktur telekomunikasi dan perkembangan ICT - Analisis dan Evaluasi: kondisi SDM pada UPT Pemberdayaan saat ini Kendala yang dihadapi =Peraturan Perundangan =Kebijakan Pembangunan TIK =Konvergensi teknologi =Digital divide Keberdayaan infrastruktur telekomunikasi dan kemampuan SDM dalam pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi Tingkat kebutuhan : -infrastruktur telekomuniks -pengembangan SDM – TIK -Manajemen Sistem untuk optimalisasi kinerja Profesionalisme SDM dan optimalisasi infrastruktur telekomunikasi Seamolec (2008)10 merancang mekanisme pembelajaran dengan nama JENI yaitu JENI Mobile Game Base Learning(jmGBL) menawarkan suatu model pembelajaran baru yang menarik dan menyenangkan karena dengan bermain game tanpa terasa meningkatkan pemahaman materi yang telah disampaikan di kelas. Permainan Edukatif Berbasis Mobile Sebagai Media Pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.DOC.seamolec.

maka “best practises” desain implementasi TIK dalam administrasi perkantoran dapat dijelaskan pada gambar berikut : 138 . provinsi terbatas SDM guru dan murid terbatas dan membutuhkan sosialisasi yang lama sebelum diimplementasikan Infrastruktur dengan kondisi yang telah ada namun lebih pada peningkatan software SDM TIK SDM outsourcing atau dari luar organisasi Aksesbilitas Sentralisasi data sehingga dalam pencarian dokumen lebih mudah Desentralisasi pada masing-masing unit atau bagian dan sentralisasi secara proporsional Dari kedua desain yang telah diimplementasikan.Desain di UPT (Tatiek Mariyati. 2009) Terkendala dengan anggaran dari pusat dalam peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur Sulitnya melakukan pemberdayaan SDM departemen sendiri Adanya pemisahan wewenang input dan penggunannya pada database yang berdasarkan pada UPT Seamolec (2008) Best Practises Ketersediaan Infrastruktur Infrastruktur yang besar dan kemampuan kabupaten/kota.

Pengelolaan Dokumen Perkantoran Berbasis TI (e-administration).Gambar 4 : Desain Implementasi TIK best practises11 Gambar tersebut menjelaskan tentang beberapa aspek dalam implementasi best practises penggunaan TIK dalam administrasi perkantoran adalah (a) pengadaan SDM sebagai konsultan dapat diperoleh dari luar organisasi. akurat. mempelajari. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. memasang. Dengan basis seperti ini. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung 139 . pengguna tidak terbebani dengan keharusan untuk memiliki. 5. dimana organisasi hanya sebagai pengguna bukan sebagai pembuat (2) infrastruktur yang hanya meningkatkan kualitas software yang dapat diuraikan secara positif dalam implementasinya yaitu : 1. Authorized : Keamanan hak akses terhadap data yang vital dan non-publik. 2. Sistem juga menerapkan prinsip client- 11 Albarda. 4. 2006. Web-Based : Setiap informasi dapat diakses dengan mudah baik melalui intranet untuk kalangan terbatas maupun internet untuk umum. Three-Tiered : Konsep arsitektur Three-Tiered memfasilitasi kemungkinan terjadinya perubahan aturan administrasi di organisasi tersebut. Fleksibility : Berbagai jenis komputer pengguna dengan berbagai sistem operasi akan tetap dapat menggunakan sistem informasi tersebut. dan paling aktual sehingga akan mengurangi duplikasi data serta dapat langsung diproses lebih lanjut (waktu yang lebih singkat). 3. dan menggunakan berbagai software untuk berbagai aplikasi tetapi hanya cukup membutuhkan 1 (satu) program web browser yang amat mudah penggunaannya dan biasanya telah tersedia. namun tetap memberikan kemudahan bagi pengguna yang punya kewenangan untuk mendapatkan atau mengolah data yang diperlukan. Centrelized : Penggunaan Database Terpusat menjamin agar setiap pengguna memperoleh informasi yang sama.

Prentice Hall. 1981.w3. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung Alifia Yulfitri. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. Pengelolaan Dokumen Perkantoran Berbasis TI (e-administration).org/rnd2008f/laporan%20penelitian. a Study of Computer-Based Information System. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. 21 – 23 Mei 2008 di Jakarta Arief Yulianto. 2006. Sumber : http://www. Sumber : http://www. PENUTUP Sebagai institusi yang rentan terhadap perubahan berupa perkembangan dinamis organisasi dan TIK. Diakses tanggal 2 Oktober 2010 Tatiek Maryati. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Raymond Mc Leod. Pengukuran Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan TIK di Lingkungan Pegawai Pemerintahan. 2001. diakses tanggal 2 Oktober 2010 Irwan Yantu. Management Informastion System. Aspek teknologi terkait lainnya yang juga perlu dipertimbangkan adalah keamanan sistem informasi dan dokumen elektronik itu sendiri DAFTAR PUSTAKA Albarda. Makalah disampaikan dalam Konferensi dan Temu Nasional TIK untuk Indonesia. Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 The Liang Gie.seamolec. Yogyakarta : Nurcahya Yogyakarta 140 .server sehingga memungkinkan untuk perluasan sistem yang secara teoritis tidak terbatas.DOC. 2006 Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Perkantoran. maka organisasi perlu terus mengembangan diri beradaptasi dengan perubahan paradigma dalam administrasi perkantoran Pertimbangan aspek teknis dan non-teknis dalam hubungan antar organisasi harus menjadi kriteria yang menentukan. Semarang : Penelitian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Dwi Eko Waluyo. Model Kompetensi Guru RSBI. 2009. Disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Alat dan Lab Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Semarang tanggal 25 Nopember 2000.org/TR/REC-html40. Administrasi Perkantoran Modern. Permainan Edukatif Berbasis Mobile Sebagai Media Pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. 2008. 8th edition Seamolec. baik dalam ruang lingkup maupun jumlah data yang diolah. 2009. Laporan Penelitian 2008.

000 < 0. Dari hasil analisis deskriptif persentase diperoleh kompetensi profesional guru (X1)= 60.05. Demikian pula untuk variabel kebiasaan membaca buku (X2) didapat thitung = 2.600 dengan sig 0. Bila dilihat lebih jauh. media. Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru. Kebiasaan membaca buku (X2)= 52. Semua komponen dalam proses belajar mengajar seperti materi. sedangkan hasil belajar (Y)=59. ide. akan tetapi sebagian besar ditentukan oleh kompetensi profesional guru yang mengajar dan membimbing mereka. Karena proses untuk melahirkan sumber daya manusia yang bermutu hanya bisa melalui jalur pendidikan dan proses pembelajaran yang bermutu pula. rendahnya mutu pendidikan bangsa ini tidak bisa lepas dari kondisi para guru sebagai salah satu unsur penyelenggara pendidikan. serta variabel terikat yaitu Hasil belajar (Y). Secara parsial menunjukkan bahwa variabel kompetensi profesional guru menunjukan bahwa thitung = 3. Kebiasaan Membaca Buku.390 dengan tingkat sig 0. dan isi kurikulumnya. 2006: 5). Rendahnya mutu pendidikan telah memberikan akibat langsung pada rendahnya mutu sumber daya manusia bangsa kita. sarana dan prasarana. Proses belajar dan hasil belajar para siswa tidak hanya ditentukan oleh sekolah.29% dengan kriteria baik. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.770 dengan sig 0. maka Ho ditolak sehingga H1 yang berbunyi kompetensi profesional guru berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar diterima.55% dengan kriteria sangat baik. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan 141 .05 sehingga H3 yang berbunyi ada pengaruh kompetensi professional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar diterima.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes.05 maka Ho ditolak sehingga H2 yang berbunyi kebiasaan membaca buku berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar diterima. 2003: 4). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan yang berjumlah 109 siswa. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan (Uji F) yang menunjukkan bahwa Fhitung = 36.000 < 0.63% dengan kriteria belum tuntas. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner (Angket) dan dokumentasi.co. Pendahuluan Latar Belakang Mutu pendidikan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh mutu pendidik. dan pendidikan tidak akan banyak memberikan dukungan yang maksimal atau tidak dapat dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran tanpa didukung oleh keberadaan guru yang secara continue berupaya mewujudkan gagasan.000 < 0. Guru merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan (Bafadal. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi linier berganda. Dan Hasil Belajar. Email: hakitaeded@yahoo. struktur. Jurusan manajemen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu Kompetensi Profesional Guru (X1) dan Kebiasaan Membaca Buku (X2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru dan kebiasaan membaca buku mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar. pola. Guru mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam keseluruhan upaya pencapaian mutu pendidikan (Sholeh.PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DAN KEBIASAAN MEMBACA BUKU TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES Dede Atikah (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi. dan pemikiran dalam bentuk perilaku dan sikap yang terunggul dalam tugasnya sebagai pendidik. 1.

Misalnya. dan akan lebih mampu mengelola kelasnya. Berdasarkan hasil observasi pendahuluan di SMP Negeri 3 Ketanggungan pada kelas VIII yang terdiri dari 3 kelas. Perpustakaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan sekolah dan dengan perpustakaan mempermudah siswa memperoleh buku bacaan tanpa harus membeli. dan bahkan persepsi manusia. Jadi. Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis. orang tua berperan besar untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak. kebiasan-kebiasaannya akan tampak berubah. mengenalkan buku pada anak sesuai usianya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kebiasaan diartikan sebagai sesuatu yang biasa dikerjakan. Sedangkan menurut pakar lain Kompetensi professional guru merupakan kemampuan penguasaan mata pelajaran secara luas dan mendalam. Kebiasaan belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajar. Kebiasaan membaca tidak hanya dapat dilakukan di perpustakaan. Pembelajaran pertama seorang anak diperoleh dari keluarga. Menurut Burghardt (1973) dalam Muhibbin Syah (1995: 118) ”kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respons dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang”. Belajar memegang peranan penting dalam perkembangan. sifatnya relatif menetap dan otomatis. Keluarga adalah orang yang paling dekat dengan dirinya. Walaupun demikian. Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang difikirkan dan dikerjakan. dapat diduga berpengaruh pada proses pengelolaan pendidikan sehingga mampu melahirkan keluaran pendidikan yang bermutu (Hamzah. Kompetensi professional guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang apapun. mereka memilih untuk mempelajarinya di rumah. Keberadaan perpustakan membawa dampak positif untuk mendukung keberhasilan pelajaran ekonomi. kebiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. ada sebagian siswa yang menggunakan perpustakaan hanya untuk meminjam buku saja. kepribadian.belajar yang efektif. membaca kiranya merupakan sarana utama bagi siswa untuk mencapai keberhasilan belajar (The Liang Gie. dengan jumlah 109 siswa. oleh karena itu perpustakaan merupakan faktor pendukung proses belajar siswa. 2008: 65). Menurut pendapat William Baker. Dalam proses belajar. Membaca merupakan suatu kegiatan belajar siswa yang paling banyak memakan waktu dan memerlukan pemikiran sepenuhnya. Sebaiknya orang tua mengenalkan aktivitas membaca sedini mungkin. Membaca merupakan kegiatan dan kemampuan khas manusia. menyenangkan. apabila tidak dilakukan maka akan timbul perasaan kurang lengkap. Suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis dapat digambarkan dari perilaku membaca. Oleh karena itu kebiasaan membaca dapat diartikan kegiatan membaca yang biasa dilakukan. sekitar 85% dari semua kegiatan belajar di sekolah terdiri atas membaca. Setiap siswa yang telah mengalami proses belajar. keyakinan. 2008: 36). Mereka dapat meminjam buku pelajaran atau mencari referensi untuk mengerjakan tugas. kebiasaan. Dengan kompetensi professional. 2008: 46). tujuan. memberikan pengalaman yang menyenangkan dalam kegiatan membaca serta memberikan stimulasi berkaitan dengan membaca. Perolehan hasil belajar siswa dapat dilihat sebagai berikut: 142 . sikap. Oleh karena itu. kemampuan membaca tidak terjadi secara otomatis karena harus didahului oleh aktivitas dan kebiasaan membaca yang merupakan wujud dari adanya minat membaca. 2002: 57)”. Kebiasaan membaca pada siswa di sekolah dapat dilihat kebiasaan membaca buku-buku terkait mata pelajaran ekonomi di perpustakaan. sehingga belajar para siswa berada pada tingkat optimal (Hamalik. yang harus dikuasai oleh guru (Harwanto. keluarga merupakan salah satu potensi yang besar dan positif memberi pengaruh pada hasil belajar siswa.

Padahal tidak sedikit koleksi buku-buku yang disediakan sekolah. peminjaman buku. menilai siswa secara obyektif. Tabel 2 Koleksi Buku Ekonomi Kelas VIII di Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 N Ju o Judul Buku Penerbit mlah 1 IPS Ekonomi Erlangga 125 2 IPS Ekonomi Yudhistira 135 Buku Kerja Ekonomi 3 2A Erlangga 150 Buku Kerja Ekonomi 4 2B Erlangga 150 Pusat Perbukuan 5 IPS Terpadu Depdiknas 135 Pusat Perbukuan 6 IPS Ekonomi Depdiknas 150 Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan 143 .0 ≥7. dapat mengaktifkan siswa.0 < 7.0 VIII 61 Siswa 48 Siswa 43 Siswa 66Siswa Sumber: Data sekolah 2010 Kompetensi profesional ini dapat dilihat dari guru mampu menguasai materi. menjaga ketertiban kelas. mengarahkan dan mendorong kegiatan belajar siswa. sehingga mempengaruhi data peminjam buku dan jumlah siswa yang berkunjung di perpustakaan. berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.0 < 7. mempunyai keterampilan memilih bahan ajar. mampu mengelola kelas. dan dapat menjadi konselor bagi siswa terkait permasalahan mata pelajaran ekonomi.Tabel 1 Nilai Ulangan Harian Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Nilai Ulangan Harian keNilai Ulangan Harian ke-2 1 Kelas ≥ 7. mampu memberikan bahan-bahan ajar dengan contoh-contoh yang benar. Di bawah ini adalah daftar koleksi buku. sebagai motivator belajar. memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi. mampu menyediakan media pembelajaran. dan jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan.

Tabel 3 Data Peminjam Buku Ekonomi di Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 Jumlah Peminjam Bulan Kelas VIII 0743 Siswa 2009 0842 Siswa 2009 0924 Siswa 2009 1048 Siswa 2009 1147 Siswa 2009 1219 Siswa 2009 0146 Siswa 2010 0217 Siswa 2010 0328 Siswa 2010 Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Dapat dilihat dari tabel peminjaman buku di perpustakaan. tetapi meminjam untuk dibaca di rumah. siswa tidak hanya membaca buku pada saat di perpustakaan saja. Tabel 4 Data Kunjungan Siswa ke Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 Kelas Bulan VIII 07-2009 67 Siswa 08-2009 64 Siswa 09-2009 40 Siswa 10-2009 84 Siswa 11-2009 95 Siswa 12-2009 34 Siswa 01-2010 71 Siswa 02-2010 31 Siswa 03-2010 45 Siswa Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan 144 .

4. Berdasarkan uraian di atas. 2. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 2. 145 . Untuk mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010. Oleh karena itu upaya peningkatan kebiasaan membaca sangat penting untuk pencapaian tujuan pembelajaran. membuat siswa menjadi berminat untuk membaca buku perpustakaan. menandakan bahwa buku-buku tersebut dibaca dan jumlah kunjungan siswa yang banyak. Dengan kondisi buku yang rapi dan penataan yang tersistem. maka akan diadakan penelitian tentang “Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes Tahun Ajaran 2009/2010” Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 baik secara simultan maupun parsial. Adakah pengaruh kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 3. Seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 baik secara simultan maupun parsial? Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan di atas. 3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010.Hal ini dapat dilihat pada kondisi di mana ruang perpustakaan dipadati siswa membaca. Dalam kegiatan belajar sebagian besar adalah aktifitas membaca. Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ada kesenjangan yang terjadi di SMP Negeri 3 Ketanggungan yaitu mengenai kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku dengan hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi. Untuk mengetahui adakah pengaruh kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 4. maka peneliti mengajukan permasalahan sebagai berikut: 1.

Reading as Thinking dan Reading as Reasoning. Kompetensi profesional. Sedangkan menurut Tarigan (1986: 7). Artinya. Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan: Y = variabel terikat (hasil belajar) a = konstanta b1 = Nilai koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai koefisien variabel bebas X2 (Sugiono. Kurang Setuju (KS). bahwa proses membca itu sebenarnya tak ubahnya dengan proses ketika seseorang sedang berpikir dan bernalar. Tidak Setuju (TS). Dalam proses belajar. Tidak saja materi yang sesuai bidang tugasnya. Setuju (S). membaca pada hakikatnya adalah proses berfikir. yang harus dikuasai oleh guru. kebiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah. 3. Membaca adalah serangkaian kegiatan pikiran seseorang yang dilakukan secara penuh perhatian untuk memahami makna sesuatu keterangan yang disajikan kepada indera penglihatan dalam bentuk lambang huruf dan tanda lainnya (The Liang Gie. kelas VIII B dengan jumlah 35 siswa dan kelas VIII C dengan jumlah 37 siswa. Bukti Empiris Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009: 20) hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. Sangat Tidak Setuju (STS). Menurut The Liang Gie (1995: 194) kebiasaan adalah perilaku seseorang yang dilakukannya secara tetap atau sama dari waktu ke waktu tanpa pemakaian banyak pikiran. 2008: 46). sehingga seorang guru mampu menyajikan materi secara utuh kepada anak muridnya (Harwanto. Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS). 2006: 5).2. Menurut Burghardt (1973) dalam Muhibbin Syah (1995: 118) ”kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respon dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang”. Menurut Nurhadi (2005: 13). karena subyek yang berjumlah 109 siswa seluruhnya dijadikan subyek penelitian. seperti tampak pada tabel berikut ini: Tabel 5 Populasi penelitian N Kelas Jumlah o siswa 1 VIII A 37 Siswa 2 VIII B 35 Siswa 3 VIII C 37 Siswa Jumlah 109 Siswa Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Ketanggungan Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggunagan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 109 siswa terdiri dari tiga kelas yaitu kelas VIII A dengan jumlah 37 siswa. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Tri Anni. Thorndike. Dari kelima jawaban tersebut 146 . membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. merupakan kemampuan penguasaan mata pelajaran secara luas dan mendalam. Ingat apa kata seorang ahli membaca yang bernama Edward L. muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis. 1995: 272). tetapi juga kemampuan mengintegrasikan dan menghubungkan dengan materi-materi mata pelajaran lainnya. 2007: 275).

2009.269 . Ghozali. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 39. Jakarta: Bumi aksara.122 Standardized Coefficients Beta .079 2. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 6. Kebiasaan Membaca Buku Perpustakaan Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Di Smk Negeri 2 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009. Djaali. . 2003.603 . Harwanto. Belajar dan Pembelajaran.224 . Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.066 .260 Collinearity Statistics Tolerance VIF . Max. Sudjana.481 2.600 2.533 3. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Memilih Profesi Guru?. Jakarta: Paramuda.578 Part .338 . Nana. 1987. Edisi Revisi V.388 . Ibrahim. 2009. Semarang: UNDIP Press.079 Model 1 (Constant) X1 X2 t 4. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jakarta: Rineka Cipta. 1994. Dimyati dan Mudjiono. Sardiman. 2006. Bandung: Sinar Baru Algesindo.60%.masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian tersebut tinggi atau tidak. Soedibyo. Membangun Profesionalitas guru. Bafadal. Interaksi dan motivasi belajar mengajar.76%. 1994. UNNES. Dependent Variable: Y 5. Pengelolalaan Perpustakaan Jilid 1-2. Bandung: Alumni. Niam Sholeh.299 Correlations Partial . Suharsimi. Semaranng: IKIP Semarang Press. 2008.207 a. Oemar. Jakarta: Rineka Cipta. Nurhadi. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bumi Aksara. 2005. 2008. Daftar Pustaka Arikunto. Jakarta: Bumi Aksara. Cetakan Ke Dua Belas. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 10. Noerhayati. 2004. Burhanudin. 2. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) c. Error 23. 2000.681 5. Pengaruh Minat. Slameto. Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) e.000 . 3.481 . Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) d. Hamalik.330 . 2008. Banten: Cerad Insan Cendekia Mulyono. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) b. Psikologi Pendidikan.007 Zero-order .89%. 2009. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Salam.000 . Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. 2003. Asrorun. Belajar dan Pembelajaran. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Membaca Cepat dan Efektif. Darsono. Semarang. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Depdikbud Dan Rineka Cipta. Jakarta: Rineke Cipta. Dasar-dasar Proses Belajar mengajar. Cara Belajar Sukses Di Perguruan Tinggi. 2008. 6.770 Sig. Skor tersebut terdiri dari: a.237 . Hasil Empiris Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Std. 2002. Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4. Ahmad. 147 .

Bandung : Alfabeta. Tarigan. Cara Belajar Yang Efisien Jilid II. Alfabeta. Bandung: CV. 1995. Statistik Untuk Penelitian.Sugiyono. Catharina. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. dkk. Yogyakarta: PUBIB. Psikologi Belajar. Membaca Sebagai Ketrampilan Berbahasa. 2001. Psikologi Pendidikan. The Liang Gie. Kualitatif dan R&D. 2008. Bandung: PT Rosdakarya. Uno. Syah. Henry Guntur. 1995. 1986. 148 . 2007. Muhibbin. Hamzah. 2004. Jakarta: Bumi aksara. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Umar. Tri Arni. Profesi Kependidikan. Bandung: Angkasa. 2008. Semarang : UPT UNNES Press. Riset Akuntansi. Husein.

pengaruh secara parsial cara belajar.391 dan signifikansi sebesar 0. 1. penggunaan media pembelajaran. diantaranya adalah cara belajar. penggunaan media pembelajaran dan motivasi.009. Ada pengaruh yang signifikan cara belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0. Prestasi Belajar.183 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2.3%). (Suryana.873 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. motivasi dan prestasi belajar kewirausahaan siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010.563 dan keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2.012 dan signifikansi sebesar 0.2 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 137.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai. Mengingat sifat populasi bersifat homogen pada siswa kelas X Program Keahlian Multimedia dan Tata Busana SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010. 2.183 X1 + 0. Instrumen yang disusun kemudian diuji validitas menggunakan rumus product moment dan reliabilitas menggunakan rumus alpha.PENGARUH CARA BELAJAR. 1. Untuk mengetahui pengaruh cara belajar. Motivasi. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh secara parsial cara belajar. Banyak kita jumpai pendidik baik di sekolah-sekolah kejuruan. motivasi dan prestasi belajar kewirausahaan siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh cara belajar. Metode pengumpulan data yang digunakan angket dan dokumentasi. Ada pengaruh yang signifikan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien regresi sebesar 0. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010.6%). Penggunaan Media Pembelajaran. pengaruh secara simultan cara belajar. penggunaan media pembelajaran dalam kriteria tinggi (65. Sehingga setiap responden mempunyai kesempatan yang sama 149 . maupun di pendidikan profesional yang masih kurang memperhatikan penumbuhan sikap dan perilaku kewirausahaan sasaran didik.981 + 0.657 dan signifikansi 0. penggunaan media pembelajaran.018. Kata Kunci : Cara Belajar. Berdasarkan analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa cara belajar dalam kriteria tinggi (57. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. maka teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling. Prestasi belajar yang diperoleh siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor. baik oleh dunia pendidikan maupun masyarakat. dan prestasi belajar dalam kriteria baik (58. PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/2010 Erni Dwijayanti ABSTRAK Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang bersangkutan. dan tersebar secara proporsional merata kesetiap kelas.3 Sampel Penelitian Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan sifat populasi.6%). 2003:3) 1. Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh model regresi Y = 47. motivasi dalam kriteria tinggi (56.4%).873 X2 + 0. Ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0.046.563 X3 .

1 Sampel Penelitian Teknik Jumlah Pengambilan Populasi sampel 38 37 34 33 33 Jumlah Sampel 25 24 22 22 22 22 X TB 33 4 Jumlah 208 Populasi Keterangan : MM : Multimedia TB : Tata Busana (Sumber : Tata Usaha SMK N 1 Pringapus) Jumlah Sample 137 150 . Untuk mengetahui jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini peneliti menggunakan rumus Slovin (Husein Umar. 3 .sebagai sampel dalam penelitian.2006:78) yaitu : Keterangan : N : Ukuran populasi n : Ukuran Sampel e : Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditorerir atau diinginkan. Kelas X MM 1 X MM 2 X TB 1 X TB 2 X TB 3 Tabel 3. 4 . 6 . Penyebaran sampel dari populasi secara lebih lengkap adalah sebagai berikut : N o 1 . 5 . e derajat kesalahan dalam penelitian sebesar 5% dengan tingkat signifikan 95% (137) Berdasarkan perhitungan tersebut maka sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah berjumlah 137 orang siswa kelas X Program Keahlian Multimedia dan Tata Busana SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010. 2 .

Validitas Dalam penelitian ini pengukuran validitas diukur dengan menggunakan bentuk metode statistik. 1.4.4 1. Metode Pengumpulan Data Metode Dokumentasi Dalam penelitian ini data diambil dari arsip yang dimiliki oleh guru mata pelajaran kewirausahaan kelas X SMK Negeri 1 Pringapus. 1.1.338 Valid 11 0. 1.338 Valid Sumber : Data penelitian diolah.338 Valid 5 0.639 0. Metode Angket (kuesioner) Adapun jenis kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. dan data prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X pada mata pelajaran kewirausahaan yang diambil dari nilai ulangan pada semester II tahun ajaran 2009/2010.492 0.453 0. = skor total angket.338 Valid 6 0.563 0. yaitu angket yang memungkinkan responden hanya memilih alternatif jawaban yang disediakan.5. = skor item angket.338 Valid 9 0.660 0.338 Valid 14 0. = jumlah responden.338 Valid 13 0.338 Valid 8 0.338 Valid 15 0.338 Valid 12 0. Adapun uji coba instrumen menggunakan SPSS for windows 13 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.338 Valid 4 0.548 0.576 0.547 0. Tujuan dari uji coba instrumen adalah untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang kurang jelas maksudnya. mempertimbangkan penambahan atau mengurangi item. Data yang terkumpul diuji dengan teknik korelasi product moment dari Karl Pearson (Suharsimi. nama siswa.2.668 0.579 0.2 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Cara Belajar ( No.588 0. Data yang dapat diambil dengan metode dokumentasi tersebut adalah data tentang jumlah siswa. menghilangkan kata-kata yang sulit dipahami.338 Valid 2 0.2. 2010 ) 151 .338 Valid 7 0.4.398 0.338 Valid 3 0.696 0.1.501 0.338 Valid 10 0.2006:162) Dimana: = koefisien korelasi.491 0. Soal Kriteria 1 0.5. Uji Instrumen Uji coba instrumen penelitian dilakukan sebelum angket diberikan kepada responden.

338 Valid 23 0.338 0.338 Valid 21 0.338 Tidak Valid 22 0. 2006:193) yaitu: = Dimana: = reliabilitas instrumen. 1.338 Valid 25 0. Soal Kriteria 16 17 18 19 0.338 Valid ) Sumber : Data penelitian diolah.439 0. = varians total.6.516 0.505 0.344 0.Tabel 3. Adapun rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus Alpha (Suharsimi.3 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Penggunaan Media Pembelajaran( No. 2010 Tabel 3. Soal Kriteria 20 0.266 0. Membuat tabel distribusi jawaban angket.524 0. = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.338 0. Menjumlahkan skor jawaban yang diperoleh dari tiap-tiap responden. Hasil pengolahan data ini digunakan untuk menjawab masalah yang telah dirumuskan.316 0.496 0.626 0. 2004:186) sebagai berikut: Persentase skor (%) = 100% Keterangan: 152 .338 Valid Valid Valid Valid ) Sumber : Data penelitian diolah. 2010 1.4 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Motivasi ( No.338 Valid 26 0. Menentukan skor jawaban responden dengan ketentuan skor yang telah ditetapkan.627 0.1 Metode Analisis Deskriptif Persentase Langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan teknik analisis ini adalah: 1.7. 4. = jumlah varians butir. 2.511 0.7.645 0. Sebelum menggunakan rumus Alpha terlebih dahulu harus dicari varian butirnya dengan rumus : ( X )2 ( X )2 2 N : Varian Tiap butir N X : Jumlah Skor butir N : Jumlah Responden 1. Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau keajegan suatu alat ukur dalam mengukur apa yang diukur. 3.378 0. Memasukkan skor tersebut kedalam rumus (Ali.338 0.338 Valid 28 0.338 Valid 27 0. Metode Analisis Data Analisis data adalah cara-cara mengolah data yang telah terkumpul kemudian dapat memberikan interpretasi.338 Tidak Valid 24 0.

Untuk menentukan kategori deskripsi persentase (DP) yang diperoleh.43.50% 25.n = jumlah nilai yang diperoleh. 5.3. 153 .51% 81. Hasil yang diperoleh dikonsultasikan dengan tabel. Uji F atau Simultan Pengujian simultan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji F yaitu membandingkan dan yang terdapat pada tebel Analysis of Variance yang dihitung melalui SPSS For Windows 13.5 Kriteria Cara Belajar. Penggunaan Media Pembelajaran.00% 62.62. dan motivasi ( ) serta prestasi belajar (Y) sebagai berikut : Tabel 3. dan Motivasi Kriteria Penggunaan Media Pembelajaran Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Interval 81. Rentang persentase = 100% .25% 43. Persentase minimal = (1/4) x 100% = 25% 3. penggunaan media pembelajaran ( ). Interval kelas persentase = 75% / 4 = 18.00% . maka dibuat tabel kategori yang disusun dengan perhitungan sebagai berikut: 1.26% 100.76% .7.75% Cara Belajar Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Motivasi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 3. N = jumlah nilai ideal (jumlah responden x jumlah skor x skor tertinggi). Analisis Regresi Ganda Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan persamaan sebagai berikut : Y = β0 + β1X1 + β2X2 β3X3 e Dimana : Y : Prestasi belajar X1 : Cara Belajar X2 : Penggunaan media pembelajaran X3 : Motivasi β0 : Konstanta β1 : Koefisien regresi e : Error Toleransi kesalahan yang ditetapkan sebesar 5 % dengan signifikansi sebesar 95 %.25% = 75% 4. Persentase maksimal = (4/4) x 100% = 100% 2.2.6 Kriteria Prestasi Belajar Interval Kriteria 85 – 100 Sangat Baik 70 – 84 Baik 55 – 69 Cukup < 54 Kurang 1. 1. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai atau skor yang telah ditetapkan untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam angket.7. hasil analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel.75% Maka tabel kriteria untuk variabel cara belajar ( ). Dalam penyajiannya.

6 Uji Asumsi Klasik 1. artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. 1. . karena itu letak berada dalam selang (interval) antara 0 dan 1.05 = 5% dengan derajat kebebasan df = (N-k) dimana N adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel. artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. . ditentukan tingkat signifikansi 0. Kriteria uji yang digunakan adalah: Jika ( ditolak Jika ( diterima Adapun uji hipotesisnya adalah: = .Untuk menentukan nilai . = 0. Koefisien Determinasi ( ) Koefisien determinasi merupakan ukuran yang dapat dipergunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas.7. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Secara aljabar dinyatakan : 0 secara sederhana merupakan suatu ukuran kemajuan ditinjau dari sudut pengurangan kesalahan total (total error). artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. berarti variabel bebas tidak mempunyai pengaruh sama sekali (=0%) terhadap variabel tidak bebas. bila koefisien determinasi =1. = 0. Kriteria uji yang digunakan adalah: Jika ( ditolak Jika ( diterima Adapun uji hipotesisnya adalah: = . variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. 154 . Bila koefisien determinasi = 0. Sebaliknya. = . Pengujian ini dihitung melalui SPSS For Windows 13.7. Uji t atau Parsial Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari variabel independennya. = . berarti variabel tidak bebas 100% dipengaruhi oleh variabel bebas. Untuk mengetahui nilai .5. 1. menunjukkan pengurangan atas kesalahan total ketika diplot sebuah garis regresi.05 = 5% dengan derajat kebebasan (degree of freedom) df = (N – k) dan (k – 1) dimana N adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel. artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0.4. 2005:110).7. 1.

0 0. 2005: 105) Scatterplot Dependent Variable: Prestasi Belajar 3 Regression Studentized Residual 2 1 0 -1 -2 -3 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value Gambar 3.8 Expected Cum Prob 0.0 Observed Cum Prob Gambar 3.2 0. (Imam Ghozali.0 0.7 Uji Multikolinearitas 155 .Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Prestasi Belajar 1. Uji Multikolinearitas Tabel 3.2 3.6 0.8 1.0 0.4 0. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilihat dari grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). dan sumbu X adalah residual (Y-prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di-studentized.6 0.2 0.1 Uji Asumsi Normalitas (Normal P-Plot) 2.4 0.

Pengaruh Cara Belajar terhadap Prestasi Belajar Untuk menguasai materi kewirausahaan diperlukan adanya cara belajar yang mana siswa itu harus belajar dengan sungguh-sungguh seperti membaca dan mencatat.3. konsentrasi dan mengerjakan tugas. 1.603 dan VIF untuk variabel motivasi sebesar 3. 2004:75). 1. konsentrasi. konsentrasi dan senantiasa mengerjakan tugas.8. minat dan semangat untuk belajar.8.4. 1.6% dari 137 siswa yang berarti bahwa pada diri siswa sudah terdapat karakteristik individu yang mempunyai cara belajar yang tinggi. Hal ini berarti tidak terdapat asumsi multikolinearitas dalam model regresi pada penelitian ini. 1. Cara Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Cara belajar siswa SMK Negeri 1 Pringapus dalam mata pelajaran kewirausahaan termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 57. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar 156 . Peranannya yang khas adalah dalam hal menumbuhkan gairah.6. membaca dan membuat catatan.384 .296 2. Dalam pembelajaran kewirausahaan media hendaknya benar-benar diperhatikan karena selain berfungsi untuk mempermudah penjelasan materi di kelas media disini berfungsi juga sebagai alat atau bahan praktek pembelajaran di lapangan. mengulangi bahan pelajaran. berkonsentrasi pada saat pelajaran. Karakteristik individu yang mempunyai cara belajar tersebut antara lain adalah dalam cara belajar siswa membuat jadwal dan melaksanakannya. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru (Tu’u.397 2.521. Motivasi dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Motivasi dalam mata pelajaran kewirausahaan siswa SMK Negeri 1 Pringapus termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 56.1. Cara belajar yang baik dapat membuat siswa lebih mudah mempelajari materi yang disampaikan dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tersebut. 1. 2005:75) yang menyatakan bahwa Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual.8. Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran.382 a. Penggunaan Media Pembelajaran dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran kewirausahaan termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 65. mengulang bahan pelajaran agar tidak lupa.6% dari 137 siswa.8. membaca dan membuat catatan untuk mempermudah belajar.8. Siswa yang memiliki motivasi kuat.3% dari 137 siswa yang berarti bahwa pada diri siswa sudah terdapat karakteristik individu yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi. dan mengerjakan tugas.8.5.a Coefficients Model 1 Cara Belajar Penggunaan Media Pembelajaran Motivasi Collinearity Statistics Tolerance VIF .8. Pembahasan 1.7 di atas diperoleh angka VIF yaitu kurang dari 10 yaitu untuk variabel cara belajar sebesar 2.382.2. mengulangi bahan pelajaran. akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Karakteristik individu yang mempunyai motivasi berprestasi tersebut adalah adanya minat untuk belajar. VIF untuk variabel penggunaan media belajar sebesar 2. Hal ini sesuai pendapat (Sardiman. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:82) yang menyatakan bahwa kebiasaan yang mempengaruhi belajar yaitu pembuatan jadwal dan pelaksanaannya. yang berarti bahwa dalam mata pelajaran kewirausahaan siswa telah menggunakan media pembelajaran dengan baik.603 3. 1. Dependent Variable: Prestasi Belajar Dari tabel 3.521 . bersikap aktif pada saat pelajaran dan memiliki hasrat untuk berprestasi.

penggunaan media pembelajaran. hal ini dikarenakan media berfungsi sebagai fasilitator untuk membantu menyederhanakan materi yang rumit pada saat guru menjelaskan.11.3% dari 137 siswa.8. Bandung: Angkasa. penggunaan media pembelajaran dan motivasi. 1. giat membaca buku untuk meningkatkan prestasi belajarnya. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa sebesar 45.6% dan diperoleh nilai = 39. Saran Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa cara belajar. dari 137 siswa yang memiliki prestasi yang baik terdapat 80 siswa (58. dan motivasi termasuk dalam kriteria tinggi. 1.046.05. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian serupa pada mata diklat lainnya. tampak aktif. sehingga ditolak dan menerima yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar. Berdasarkan deskriptif cara belajar menunjukkan bahwa cara belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 57.039 dengan probabilitas 0. 2.7. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan. 1993. Pengaruh Motivasi terhadap Prestasi Belajar Motivasi harus didasari dari adanya minat untuk belajar. 2. Daftar Pustaka Abdurrohman. Dalam mengikuti mata pelajaran kewirausahaan hendaknya siswa meningkatkan konsentrasinya ketika guru sedang menyampaikan materi dengan cara tidak berbicara sendiri di dalam kelas. maka saran yang dapat diajukan di dalam penelitian ini antara lain : 1. 3.8. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka simpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini antara lain : 1. Tingkat penggunaan media pembelajaran termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 65.000 0. 1. Berdasarkan analisis deskriptif bahwa prestasi belajar kewirausahaan dalan kriteria baik.8.10. Prosedur dan Strategi Penelitian Kependidikan. Mulyono.6% dan motivasi dalam mata pelajaran kewirausahaan juga termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 56. tidak mau menyerah.183 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2.6%. Rineka Cipta. berkonsentrasi.4%). Ali. 157 . 1. Ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0. Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi terhadap Prestasi Belajar Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa secara simultan cara belajar. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapi tujuan sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesan. bersikap aktif dan memiliki hasrat untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi. Pengaruh Cara Belajar.012 dan signifikansi sebesar 0.9.Penggunaan media sangat penting dalam proses pembelajaran terutama dalam penyampaian materi oleh guru pada siswanya. Dalam hal kelengkapan media hendaknya siswa memiliki lebih dari satu buku penunjang selain LKS dan buku paket untuk menambah wawasan kewirausahaan dan sekolah hendaknya menyediakan LCD sebagai media untuk menyampaikan materi kewirausahaan. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Muhammad. 1. juga dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Di samping prestasi belajar kewirausahaan dipengaruhi oleh cara belajar. konsentrasi tertuju pada pelajaran. 1999. Jakarta: PT.

keterampilan dan keahlian. sehingga lulusannya dapat mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja. dan minat. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 79 siswa. walaupun ada sejumlah kasus orang tua menolak menyekolahkan anak dengan dalih untuk membantu mencari nafkah. mereka lebih percaya kepada kemampuan.ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 BOYOLALI Oleh : Laela Nur Farida ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dialami siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali dan untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan. kepribadian. akhlak mulia. Hal ini disebabkan karena pemakai tenaga kerja tidak percaya begitu saja kepada isi ijazah. Namun kenyataan menunjukkan tidak persis seperti itu. dan tempat belajar.1 Latar Belakang Menurut Tirtarahardja dan La Sulo (2005:263) “Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang”. Faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu faktor pribadi siswa dan guru. banyak sekali yang belum bisa bekerja. Lulusan S1 misalnya. pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 variabel mereduksi menjadi 11 variabel yang masing-masing mengelompok menjadi 3 faktor yaitu : 1) Pribadi Siswa dan Guru yang meliputi taraf inteligensi. kegiatan belajar di industri. Menurut Pidarta (2007:183) Sebagian masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan hidup dan kehidupan. 2) On The Job Training meliputi dunia industri dan sekolah. yaitu belajar yang dapat bermanfaat. asumsi mereka adalah makin tinggi ijazah yang dapat diraih makin cepat dapat pekerjaan serta makin besar gaji yang diterima. 3) Kurikulum yang meliputi kurikulum. kegiatan industri. Di mana-mana tampak anakanak muda mereka berebut untuk mendapatkan sekolah. dan bakat khusus.Mengapa masyarakat atau para remaja bersikap seperti itu. keterampilan. siswa mulai berorientasi ke masa depan untuk mencapai cita-cita dan pada saat yang sama mereka juga senang bermain di masa remajanya yang kadang mengesampingkan tugas pokoknya. kelembagaan. baik yang 158 . dan kepribadian para pencari kerja. strategi mengajar. Kata kunci : Faktor-Faktor Kesiapan Kerja I. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia yanng memiliki keahlian akademik dan profesionalisme untuk menghadapi kemajuan jaman. SMK Negeri 1 Boyolali merupakan salah jalur pendidikan formal yang tidak hanya memberikan teori pada siswanya tetapi juga dengan keterampilan berupa praktik. Dalam dunia pendidikan formal khususnya pada jenjang sekolah menengah atas. PENDAHULUAN 1. Dan teknik analisa data menggunakan analisis faktor. Hal ini sesuai dengan tujuan SMK yaitu meningkatkan kecerdasan. sifat-sifat. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket/kuesioner. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Indonesia yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan.

Proses penyiapan tenaga kerja pada dasarnya dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal. pengetahuan dan pengertian yang lain yang telah dipelajari. 1996:121). 159 . LANDASAN TEORI 2. Seseorang dikatakan telah memiliki kesiapan ketika ia mampu menghadapi sesuatu hal dengan respon yang cepat dan tepat. Adakah faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010? 1. diketahui bahwa mayoritas siswa memiliki latar belakang ekonomi keluarga menengah kebawah dan banyak lulusan yang bekerja dibandingkan melanjutkan studi. Hal ini menunjukkan bahwa memang sebagian besar tujuan siswa masuk di SMK yaitu untuk mempersiapkan diri mereka untuk memasuki dunia kerja setelah lulus. 14 siswa melanjutkan studi. Untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. Chaplin dalam Kartono (2004:540) “kerja yaitu penyelesaian suatu tugas”. setidaknya mencakup 3 aspek : 1. Kesiapan diperlukan dalam menghadapi atau memecahkan suatu permasalahan saat menerima reaksi dari luar. Dari jumlah tersebut 139 siswa dinyatakan sudah bekerja. Adakah faktor-faktor kesiapan kerja yang dialami siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010? b. b. Kebutuhan-kebutuhan. kesiapan yaitu penyesuaian kondisi seseorang dalam menghadapi suatu hal yang menjadi tujuannya.2 Perumusan Masalah a. motif dan tujuan 3. 62 siswa belum bekerja/tidak diketahui. dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukannya akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sebelumnya. Berdasarkan pengertian di atas. mental dan emosional 2. Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk mencari faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa. dari data penelusuran tamatan 3 tahun terakhir diketahui bahwa jumlah tamatan sebanyak 237 siswa. 1.3 Tujuan penelitian a.1 Kesiapan Kerja Menurut Slameto (2003:113) “kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi”. Kondisi fisik. sehingga jelas terlihat bahwa perencanaan tenaga kerja merupakan bagian integral dari perencanaan pembangunan dan sekaligus mencakup perencanaan pendidikan (Simanjuntak dalam Wena. berkembang dan berubah. Namun. Berdasarkan kondisi ini diketahui bahwa jumlah tamatan yang dapat tersalurkan dari tahun ke tahun mengalami penurunan dan masih ada sebagian siswa tamatan SMK Negeri 1 Boyolali yang belum memperoleh pekerjaan setelah lulus.dilaksanakan di sekolah maupun di industri yang nantinya dapat membekali siswa sehingga mampu bersaing dalam menghadapi dunia kerja. II. Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa. Menurut Anoraga (2006:11) “Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia”. bahkan seringkali tidak disadari oleh pelakunya. Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya. Sedangkan menurut Chaplin dalam Kartono (2004:419) “Readiness (kesiapan) adalah tingkat perkembangan dari kematangan / kedewasaan yang menguntungkan ”. Keterampilan. Untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMK Negeri 1 Boyolali. jalur latihan kerja dan jalur pemantapan dalam pengalaman lapangan kerja. Kebutuhan itu bisa bermacam-macam. 22 siswa berwirausaha.

2 Karakteristik Sekolah Menengah Kejuruan Menurut Muchlas Samani dalam Muhidin (2009) “secara sistemik. 3. 3. Bakat Khusus (X3) 4. kegiatan belajar selain dilakukan di lingkungan sekolah juga dilakukan pada dunia kerja atau industri. 2005:128). Sekolah Menengah Kejuruan merupakan suatu lembaga pendidikan yang menerapkan konsep pendidikan sistem ganda. Dalam hal ini menjelaskan hubungan antara tujuh belas (17) faktor kesiapan kerja siswa serta menganalisis relevansi antara beberapa indikator yang tercantum dalam faktor-faktor tersebut. III. “Di dalam analisis faktor. yang diambil dari teori-teori kesiapan yang dikemukakan oleh Winkel dan Sri Hastuti (2006:647) serta dikembangkan dengan teori Wena (1996:17) dalam konsep kesiapan kerja dalam penelitian ini. sebaliknya sebagai penggantinya seluruh set hubungan interdependen antar variabel diteliti.3 Variabel Penelitian Pada analisis faktor. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena memakai seluruh subyek penelitian yang kurang dari 100 siswa. Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa dapat berasal dari dalam diri siswa (internal) dan dari luar diri siswa (eksternal). 2004:113). dimana semua yang terlibat dalam kegiatan ini harus saling bekerjasama dan saling mendukung. Perkembangan karier remaja menurut Ginzberg dalam Sunarto dan Hartono (2008:202) ada pada periode pilihan tentatif (11-17 tahun). Oleh karena itu semua kegiatan pada pendidikan sistem ganda ini harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip pendidikan kejuruan. Variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. pendidikan kejuruan pada dasarnya merupakan subsistem dari sistem pendidikan”. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 79 siswa. Hal itu ditandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan apa yang akan dikerjakannya di masa mendatang. variabel tidak dikelompokkan menjadi variabel bebas dan variabel terikat. Terdapat banyak definisi yang diajukan oleh para ahli tentang pendidikan kejuruan dan definisi-definisi tersebut berkembang seirama dengan persepsi dan harapan masyarakat tentang peran yang harus dijalankannya. Taraf Intelegensi (X2) 3. METODOLOGI PENELITIAN 3. teknik ini disebut dengan teknik interdependensi” (Supranto. Sifat-Sifat (X5) 160 . Nilai-nilai Kehidupan (X1) 2. Hal diatas menekankan bahwa lulusan pendidikan kejuruan diharapkan memiliki nilai tambah daripada sekolah menengah umum lainnya. Minat (X4) 5.Pendidikan merupakan salah satu persiapan menuju suatu karier. yaitu mampu dan atau siap bekerja sesuai dengan program keahliannya.2 Populasi Penelitian Populasi menurut Babbie dalam Sukardi (2008:53) adalah “elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoretis menjadi target hasil penelitian”. Pada pendidikan kejuruan. baik di dalam industri atau lembaga pelatihan tertentu”. Sejalan dengan itu Tilaar (1991:12) dalam Muhidin (2009) menegaskan bahwa: “pendidikan formal (sekolah kejuruan) seharusnya menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi siap latih yang kemudian diteruskan dengan program pelatihan. 2008:20). 2. Dalam Undang-Undang RI No 2 Tahun 1989 Pasal 11 tentang Jenis pendidikan menyebutkan bahwa : “Pendidikan Kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu”(Ihsan.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan “Metode Eksplanatif (explanative research) karena ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variabel” (Sukmadinata.

Kegiatan Belajar di industri (X13) 14. Faktor kedua dapat menjelaskan 14. nama siswa.16% variasi. buku. jumlah kelas. Teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mencari data jumlah siswa. Faktor-faktor yang ada akan dilihat hubungannya (interdependen antar variabel).4 Teknik Pengumpulan Data a. Pengetahuan (X6) 7. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis faktor dari tabel Total Variance Explained terbentuk 3 faktor. dokumen. Persentase kumulatif dari eigenvalue menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa yaitu faktor pribadi siswa dan guru sebesar 69. Materi Pembelajaran (X10) 11. transkip. notulen rapat. Keadaan Jasmani (X7) 8. Dokumentasi “Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan.5% variasi dan faktor 3 dapat menjelaskan 9. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dari responden mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. Strategi mengajar (X11) 12. 2006:158). b. Dunia industri dan sekolah (X14) 15. Angket/Kuesioner Angket dalam penelitian ini adalah bersifat tertutup. Faktor pertama dapat menjelaskan 38. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. Kegiatan industri (X12) 13. Kelembagaan (X8) 9. Kepentingan (X15) 16. nilai praktek industri. 161 . Pengajar (X16) 17. yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih dan dijawab secara langsung oleh responden.6.5 Teknik Analisis Data Analisis faktor digunakan untuk mereduksi data atau meringkas dari variabel yang jumlahnya sedikit. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner skala Likert dimana setiap item soal disediakan lima jawaban dengan skor masing-masing sebagai berikut : 1) Jawaban SS (Sangat Setuju) = skor 5 2) Jawaban S (Setuju) = skor 4 3) Jawaban KS (Kurang Setuju) = skor 3 4) Jawaban TS (Tidak Setuju) = skor 2 5) Jawaban STS (Sangat Tidak Setuju) = skor 1 3. Tempat belajar (X17) 3. sehingga akan menghasilkan pengelompokan atau tepatnya abstraction dari banyak variabel menjadi hanya beberapa variabel baru atau factor IV. Dalam penelitian ini analisis faktor digunakan untuk mengungkap faktorfaktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali Tahun Ajaran 2009/2010. presensi kehadiran siswa. peraturan-peraturan.84% variasi. penelusuran tamatan dan hal lain yang berkaitan dengan penelitian ini.87%. Kurikulum (X9) 10.

054 .958 17. Hasil analisis faktor dari 17 indikator mereduksi menjadi 11 yang mengelompok menjadi 3 faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. Berdasarkan tabel output Rotated Component Matrix faktor 1) Pribadi Siswa dan Guru terdiri dari X2. X3 dan 3) Kurikulum terdiri dari X9.198 1.838 62.337 . X11.838 62.421 .616 .374 90.672 .585 4.160 14.287 3 -.479 44. a.095 .679 .498 52.787 2.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bagian sebelumnya.670 Extraction Method: Principal Component Analysis.873 6.028 .829 97.828 94.311 .734 . X5.723 .265 .363 21.248 .595 14.496 Rotation Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 2.071 . a Rotated Component Matrix X2 X5 X11 X4 X14 X13 X12 X3 X9 X8 X17 1 .230 .469 .198 38.096 .616 .599 81.595 1.399 .130 .692 1.658 1. X12.750 . X8.082 .481 .498 52.496 Component 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Total 4.583 5.378 69.256 Component 2 .213 23.287 -.092 . X4.686 . X13.012 .078 .082 9.160 38.812 . X17.027 .496 7.000 Extraction Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 4.828 . PENUTUP 5.291 . masing-masing pengaruh 11 indikator terhadap kesiapan kerja siswa. Rotation converged in 6 iterations.384 100.160 1.775 .553 23.025 .213 2. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.160 38.085 .959 3.002 86.111 75. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.792 .616 2.262 Extraction Method: Principal Component Analysis. yaitu : 162 .658 9. V.719 .984 5. 2) On The Job Training terdiri dari X14.550 .803 62.Total Variance Explained Initial Eigenvalues % of Variance Cumulative % 38.

2. c. Oleh karena itu hendaknya on the job training dapat dilaksanakan siswa dengan sungguh-sungguh. kegiatan industri.686 0. Kegiatan belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilakukan di sekolah dan dunia industri. b. pengaruh 3 faktor terhadap kesiapan kerja siswa yaitu: Faktor 1 mampu menjelaskan 38.616 0. kegiatan belajar di industri. bakat khusus).87% 5. 163 . Hal ini dapat menjadi waktu yang baik bagi siswa untuk melihat dan belajar pada dunia kerja yang sesungguhnya. b.2 Saran Ada 11 indikator yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa.792 0. b. diberikan saran sebagai berikut: 1. Penelitian berikutnya hendaknya dapat mengembangkan tulisan ini sehingga dapat membantu berbagai pihak yang terkait dalam pendidikan menengah kejuruan terutama dalam menangani masalah kesiapan kerja siswa. minat).734 0. Sekolah bisa menjadi penghubung antara siswa dengan DU/DI baik ketika siswa masih dalam masa studi maupun setelah lulus dalam rangka penyaluran tenaga kerja. strategi mengajar.16% variasi.5%. Oleh karena itu siswa hendaknya memotivasi dirinya serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki guna mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja. kelembagaan.775 0. faktor 3 mampu menjelaskan 9. Indikator tersebut membentuk 3 faktor baru yaitu : 1) pribadi siswa dan guru (taraf inteligensi.679 0. Faktor 2 mampu menjelaskan 14.750 0. Skripsi ini dapat dijadikan referensi dan acuan bagi penelitian berikutnya. dan 3) kurikulum (kurikulum. Bagi Sekolah a. sifat-sifat. 2) on the job training (dunia industri dan sekolah.5% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model.84% atau ketiga faktor mampu menjelaskan 62. Faktor kesiapan kerja yang paling besar pengaruhnya berasal dari internal siswa. tempat belajar). Besarnya faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu faktor pribadi siswa dan guru dilihat dari nilai persentase kumulatif varian sebesar 69.670 Tempat Belajar Secara keseluruhan. Pihak sekolah lebih meningkatkan kerjasama yang baik dengan Dunia Usaha/Industri (DU/DI) dalam kegiatan on the job training agar kegiatan siswa di tempat praktik bisa terkontrol dengan baik.719 0. Dari hasil penelitian ini.828 0. Bagi Peneliti Selanjutnya a.5% variasi dan selebihnya sebesar 37.723 Variabel Pribadi Siswa dan Guru On The Job Training Kurikulum 0. 2.N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 Indikator Taraf Inteligensi Sifat-sifat Strategi Mengajar Minat Dunia Industri dan Sekolah Kegiatan Belajar di Industri Kegiatan Industri Bakat Khusus Kurikulum Kelembagaan Muatan Faktor 0. 3. Bagi Siswa a. Sekolah lebih meningkatkan kualitas pembelajaran serta memanfaatkan fasilitas belajar yang ada sehingga dapat membantu kegiatan belajar siswa.

Jakarta : Rineka Cipta. Bandung : Alfabeta. Redja. 2008. Rajawali.DAFTAR PUSTAKA Anoraga. Remaja Rosdakarya. Psikologi Kerja. Semarang : UNNES Press. Jakarta : CV. Sumadi. Kartono. Sugiyono. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Rineka Cipta. Kartini. Dasar-Dasar Kependidikan. 2004. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. http://sambasalim.com/pendidikan/konsep-pendidikan-kejuruan. Jakarta : Rineka Cipta. Pengantar Pendidikan. 2003. 2007. 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Suharsimi. Agung. Winkel S. Jakarta : PT. Metodologi Penelitian Pendidikan. Metode Penelitian Pendidikan. Syaodih. 2004. Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto. Psikologi Pendidikan. Umar dan La Sulo. 2001. Bandung : Alfabeta. Sambas. Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta. Muhidin. Made. Jakarta : Rinneka Cipta. Jakarta : Grafindo Mudyahardjo. 2008. (27 Oktober 2009). Rosdakarya Pidarta. Konsep Pendidikan Kejuruan. 2005. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Psikologi Perkembangan. Kamus Lengkap Psikologi. 2006.UNDIP.Raja Grafindo Persada. Bandung : PT. Mulyasa. Sukmadinata. Sri Hastuti. 2006. 2001. Jakarta : Rineka Cipta. J. Suryabrata. Semarang : BP. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Slameto. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. 2004. Djaali. Ihsan. Nana. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Yogyakarta : Media Abadi. Bandung : PT. _______ 2010. Psikologi Pendidikan. Analisis Multivariat Arti dan Interpretasi. Ali.J dan MM. Jakarta : Rineka Cipta. 1996. Sukardi. 2008. Supranto. Pandji. 2008. 2006. Perkembangan Peserta Didik. Made. Bumi Aksara. Tirtarahardja. Jakarta : Bumi Aksara Ghozali.html. Fuad. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta : PT. Pendidikan Sistem Ganda. 2005. 2006. Bandung : Tarsito. 2008. Soeparwoto. Wena. Imam. 164 . Sunarto dan Hartono. Undang-Undang RI No.

Untuk melaksankan tugas dan fungsinya tersebut Badan Kesbangpol Dan Linmas perlu adanya pegawai yang berkompeten di bidangnya. 2009: 221) mengatakan kompetensi adalah suatu yang mendasari karakteristik dari suatu individu yang dihubungkan dengan hasil yang diperoleh dalam suatu pekerjaan. 2001: 103). Karakteristik dasar kompetensi berarti kemampuan adalah suatu yang kronis dan dalam bagian dari kepribadian seseorang dan dapat diramalkan perilaku di dalam suatu tugas pekerjaan. 2009: 222).UPAYA PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI PADA BADAN KESATUAN BANGSA. Pengembangan pegawai dapat diartikan sebagai upaya unytuk mempersiapkan pegawai agar bergerak dan berperan dalam organisasi sesuai dengan pertumbuhan. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang merupakan salah satu instansi pemerintah yang mempunyai tugas memantau situasi daerah dan menerbitkan surat perijinan pelaksanaan kegiatan di Kota Semarang. PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam menjalankan kegiatan operasional suatu instansi ada beberapa faktor yang mendukung untuk tercapainya kinerja yang baik. Kedua. karena tanpa pegawai yang berkualitas. Untuk meningkatkan kinerja pegawai agar tujuan dari organisasi dapat terlaksana perlu dilakukannya upaya pengembangan pegawai. Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. perkembangan. dan perubahan suatu organisasi. karena tanpa pegawai yang berkualitas. latihan dan pengembangan dilakukan untuk menutup “gap” ntara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan. teoritis. Pengembangan pegawai dapat diartikan sebagai upaya untuk mempersiapkan pegawai agar bergerak dan berperan dalam organisasi sesuai dengan pertumbuhan. Peran pegawai merupakan salah satu faktor penting. segala aktifitas dalam suatu instansi tidak akan berjalan optimal. menyebutkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil berupa : pengetahuan.serta pemilihan metode pengembangan melalui off the job training. instansi atau departemen. Ada dua tujuan utama program latihan dan pengembangan karyawan. sikap dan perilaku. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui diklat sudah baik. Pertama. Dari uraian diatas kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dan karakteristik yang merupakan bagian dari kepribadian seseorang serta perilaku yang diperlukan dalam menyelesaikan berbagai tugas pekerjaan. dan perubahan suatu organisasi. 2008: 69). sebagai akibat kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan yang sejenis. konseptual. POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG Sri Haryati Abstrak Peran pegawai merupakan salah satu faktor penting. Kompetensi pegawai yang diharapkan adalah pegawai yang mempunyai pengetahuan dan tanggung jawab dalam 165 . Badan Kesatuan Bangsa. dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan melalui pendidikan dan pelatihan (Hasibuan. 1998: 97). perkembangan. proses pendidikan dan pelatihan pada aBadan Kesatuan Bangsa. program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang telah ditetapkan ( Handoko. segala aktifitas dalam suatu instansi tidak akan berjalan optimal. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2001 pasal 3. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. mengidentifikasi tahapan pengembangan kompetensi pegawai. instansi atau departemen. sikap perilaku yang diperlukan dalam tugas dan jabatannya (Sutrisno. Oleh sebab itu kegiatan pengembangan pegawai dirancang untuk memperoleh pegawai-pegawai yang mampu berprestasi dan fleksibel untuk suatu organisasi atau instansi dalam geraknya kemasa depan (Notoadmojdo. Dengan demikian upaya pengembang karyawan dirasa sangat penting manfaatnya karena tuntutan jabatan atau pekerjaan. mengubah sikap dan perilaku melalui diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) belum cukup baik. Menurut Spencer and spencer (1993) dalam buku (Sutrisno.

Hendaknya benar-benar direncanakan dengan terpirinci anggaran dana yang ada agar pelaksanaan diklat tersebut tidak hanya satu hari saja. Konsep tersebut memiliki kesamaan dengan teori (Sutrisno. Sehingga manfaat yang diperoleh dapat lebih maksimal c. pendidikan. keterampilan dan sikap perilaku. Pengembangan kompetensi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Pada badan kesbangpol dan linmas kota semarang dari segi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sudah baik Hal ini dapat dilihat dari beberapa program-program diklat yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. dan lain-lain. ISI 1. Dengan adanya upaya pengembangan kompetensi pegawai diharapkan akan terwujud produktifitas yang tinggi. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2001 pasal 3. pemahaman. Pengembangan Kompetensi Pegawai Pengembangan kompetensi pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa. Indikator tersebut menjadi faktor penghambat kelancaran proses pelatihan dan pengembangan yang diikuti peserta. Namun masih ada kekurangnnya karena pelatihan ini dilakukan minimal 1 tahun sekali dan dilaksanakan dalam 1 hari. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang cukup baik yaitu untuk meningkatkan pengetahuan. b. menyebutkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil berupa : pengetahuan. 2009: 222). yaitu : 1) Tahap idientifikasi 2) Tahap perencanaan 3) Penyelenggaraan 4) Evaluasi Tahap-tahap pendidikan dan pelatihan pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. Akan lebih efektif bila pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai yang dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tidak hanya bekerja sama dengan badan-badan diklat pemerintah melainkan juga bekerjasama dengan badan diklat yang dikelola swasta dan dilaksanakan dengan jangka waktu lebih lama. Hal tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan pegawai yang mencakup beberapa aspek antara lain pengetahuan. nilai. Penyelenggaraan pengembangan kompetensi pegawai merupakan tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa.. karena sesuai dengan teori Barnardin dan Russel dalam buku (Sulistyani. ataupun perubahan sikap dan perilaku. pemecahan masalah. Tahap-tahap pengembangan kompetensi pegawai Pengembangan kompetensi pegawai pada badan kesbangpol dan linmas kota semarang. 2009: 223-224). 2003: 178) yaitu 166 . dapat dicapai. dapat dilakukakan melalui tahap-tahap pendidikan dan pelatihan dibagi menjadi 4 tahap. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang ( Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang). yaitu pengetahuan. tetapi untuk pelatihan dan pengembangan itu sendiri belum dilaksanakan dengan maksimal. kemampuan dalam bersikap. Akan tetapi waktu penyelenggaraan terlalu sempit dan singkat. kerja sama. kemampuan. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan. Diklat yang dilaksanakan meliputi pendidikan dan pelatihan dalam jabatan serta pendidikan dan pelatihan teknis atau fungsional. a. pengalaman. sikap dan minat. 2009: 66) yaitu dalam konteks SDM pengembangan dipandang sebagai peningkatan kualitas SDM melalui program-program pelatihan. Sehingga konsep kompetensi menurut Gordon (1988) dalam buku (Sutrisno. Waktu penyelenggaraan diklat antara 4 hari. hal ini dikarenakan anggaran dana yang tersedia dan pelaksanannya hanya terbatas melalui diklat yang bekerja sama dengan badan diklat yang dimiliki oleh pemerintah. Diklat tersebut sudah mencakup pendidikan dan pelatihan bagi para pegawai. Konsep tersebut sesuai degan pengertian pelatihan menurut ( (Simamora. peserta kurang antusias dalam mengikuti pelatihan dan kurang cakapnya instruktur pelatih. 1 minggu atau 1 bulan. sikap perilaku yang diperlukan dalam tugas dan jabatannya (Sutrisno. Hal ini terjadi dikarenakan anggaran dana yang terbatas. Hal ini dapat dilihat dari adanya pelaksanakan diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) yang dilakukan untuk merubah sikap perilaku sehingga dapat meningkatkan mental spiritual aparatur pemerintah. 1987: 287) yaitu pelatihan adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian-keahlian.menyelesaikan tugasnya secara efektif dan efisien. Pengembangan kompetensi pegawai sikap dan perilaku Pengembangan kompetensi pegawai sikap dan perilaku pada badan kesatuan bangsa politik dan perlindungan masyarakat kota semarang cukup baik. pengetahuan.

Di dalam manajemen sumber daya ( 4M yaitu man. mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru supaya menjadi kompeten dalam pegawai. dan methods) dimasukkan dalam input. Mengurangi waktu belajar yang diperlukan karyawan agar mencapai standar-standar kinerja yang dapat diterima. Proses pendidikan dan pelatihan yang ada sudah sesuai dengan teori (Notoatmodjo. Tujuan Pengembangan Kompetensi Pegawai Tujuan pengembangan kompetensi pegawai yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. kuliah dan role playing. 1987: 290). 2. memutakhirkan keahlian karyawan sejalan dengan kemampuan teknologi. Seharusnya metode pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui off the job trainning saja akan tetapi juga melalui metode on the job trainning. dimana manfaat pengembangan yang diperoleh Badan Kesbangpol dan linmas kota semarang antara lain Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas. maney. 2001: 113-116).yaitu bagaimana seni memimpinnya. Menciptakan sikap loyalitas. 167 . Memenuhi persyaratan-persyaratan perencanaan sumber daya manusia. input. ketrampilan. Dengan tujuan pengembangan kompetensi pegawai yang ditik beratkan pada para pegawai diharapkan kompetensi jabatan dapat dicapai dengan demikian karier jabatanpun akan meningkat. 2003: 178) d. proses dan output . Semua pembelajaran yang telah diperoleh dalam diklat akan dipraktekkan dan dibuat hasil laporan dalam bentuk makalah. Namun metode tersebut kurang bervariasi. Tujuan pengembangan memiliki kesamaan dengan teori yang diungkapkan oleh Henry Simamora dalam buku (Sulistyani. Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka. Tenaga pengajar yaitu pengajar widyaiswara dari diklat yang sudah menjalani Trainning of trainer yang berasal dari depdagri disesuaikan dengan kebutuhan yang dibutukan. evaluasi program pelatihan.penilaian kebutuhan pelatihan. 4. materiil. yaitu menggunakan metode off the job trainning meliputi : studi kasus. 2003:32) yaitu kurikulum itu merupakan faktor tersendiri yang sangat besar pengaruhnya terhadap proses pendidikan dan pelatihan. pengembangan program pelatihan. Manfaat Pengembangan Kompetensi Pegawai Manfaat yang diperoleh dari program pengembangan yang diperoleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. Sedangkan pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semaranng tujuan pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai dititik beratkan kepada para pegawai dimana pengembangan yang dilakukan untuk menciptakan aparatur yang memiliki pengetahuan. Akan tetapi pada tahap-tahap yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang lebih terinci dan jelas dikarenakan tidak digabungkannya tahap perencanaan dan penyelenggaraan dalam satu tahap pengembangan program pelatihan yang dikemukakan oleh Barnardin dan Russel dalam buku (Sulistyani. Kemampuan pegawai dalam memimpin karyawan lain maupun dalam maelaksanakan tugasnya dapat terlaksana secara efektif dan efisien. hasil kerja yang diberikan pada bawahan. dimana hal tersebut dapat mengakibatkan kejenuhan dari para pegawai yang mengikuti program pengembangan kompetensi pegawai. Metode-metode pengembangan kompetensi pegawai yang dilaksanakan oleh badan kesbangpol dan linmas kota semarang sudah cukup baik. Proses pendidikan dan pelatihan Proses pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sudah baik karena setiap diklat yang dilakukkan dalam pemberian kurikulum disesuikan dengan jabatan yang bersangkutan ditambah dengan kurikulum yang bersifat kepemimpinan. Hal ini dikarenakan kompetensi jabatan idientik dengan seorang pimpinan yang harus mampu mengatur bawahannya . 3.dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi. dimana metodemetode yang digunakan sesuai dengan beberapa konsep (Handoko. Metode Pengembangan Kompetensi Pegawai Metode pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang untuk meningkatkan pengembangan kompetensi pegawai yang dimiliki menggunakan berbagai metode. sehingga hanya ada 3 unsur yakni. karena sesuai dengan teori (Simamora. dan kerjasama yang lebih menguntungkan. memantapkan sikap pengabdian dalam melaksanakan tugas pemerintah. dengan demikian program pengembangan akan lebih menarik karena lebih bervariasi. sikap moral serta menciptakan visi. Dengan memperhatikan kurikulum yang dipakai diharapkan output yang diperoleh dari proses diklat akan lebih maksimal. dimana tujuan pengembangan pegawai difokuskan untuk memperbaiki kinerja pegawai. 2003: 176).

hendaknya lebih memperhatikan waktu penyelenggaraan diklat. PENUTUP Berdasarkan uraian mengenai upaya pengembangan kompetensi pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sehingga peserta mampu memahami dan mempraktekkan materi tersebut. Pelaksanaan pengembangan kompetensi untuk mengubah sikap dan perilaku melalui diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) belum cukup baik. Kendala Pengembangan Kompetensi Pegawai Kendala pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai yang dihadapi oleh badan kesbangpol dan linmas kota semarang sama dengan beberapa kendala yang diungkapkan dalam teori (Hasibuan. 2008: 85-86). sehingga pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai lebih efektif.Diharapkan dengan adanya program diklat dapat memperlancar tugas-tugas unit kerja dalam melaksanakan tugas pemeintah karena dengan profesionalisme yang dia peroleh selama pendidikan kilat. Diklat tersebut dilakukan setiap adanya pergantian jabatan. akan berpengaruh pada kemampuan personel dalam mengambil keputusan dan cara mengambil sikap dalam menghadapi permasalahan tugas. Diklat tersebut meliputi pelatihan dan pendidikan yang diberikan kepada pegawai untuk memenuhi kompetensi yang dibutuhkan. Pada pelaksanaan pengembangan kendala-kendala memang selalu terjadi yang mungkin akan menghambat jalannya pelaksanaan pengembangan. kuliah dan role playing sudah cukup baik. 168 . yang meliputi : studi kasus. d. c. pelatih atau instruktur dan kebijakan pengembangan. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : a. Adapun pendidikan dan pelatihan yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam program pengembangan kompetensi pegawai melalui off the job trainning. b. 5. yaitu kendala datang dari para peserta. Hal ini dikarenakan program tersebut hanya dilaksanakan pada 1 hari saja dan tidak adanya monitoring setelahnya untuk mengetahui perkembangan pegawai setelah pelatihan. Sedangkan kendala dari segi kebijakan pengembangan. Kendala-kendala yang dihadapi badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang yaitu aspek sumber daya manusia yaitu peserta dan pelatih/ widyaiswara. anggaran dan seleksi peserta diklat. dalam jabatan. maupun untuk memenuhi kompetensi teknis/ fungsional. oleh karena itu tiap-tiap instansi atau organisasi yang akan melaksanakan pengembangan kompetansi pegawai harus memperhatikan kendala yang dihadapi. yaitu diklat struktural dan diklat fungsional. agar kelak kendala tersebut dapat dihilangkan atau paling tidak dikurangi. Kendala yang dari segi pelatih yang ada hendaknya benar-benar dilakukan seleksi agar pelatih tersebut mampu menyampaikan materi-materi diklat dengan baik. Kendala yang berasal dari peserta hendaknya pimpinan mampu menumbuhkan kesadaran diri pada para pegawai agar lebih memahami makana pentingnya program-program diklat yang diselenggarakan. Upaya pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui diklat sudah baik.

2009. Hasibuan. 2003. Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Soekidjo. Jakarta: Bumi Aksara. Notoatmodjo. Pengembangan Sumber Daya Manusia. 169 . Soekidjo.Hani. Edy.DAFTAR PUSTAKA Handoko. Jakarta: Rieneka Cipta. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Ambar Teguh dan Rosidah. Simamora. Sulistyani. Sutrisno. Yogyakarta : Graha Ilmu. 1998. Yogyakarta: Amara Books. Manajemen Sumber Daya Manusia. Malayu. Henry. Jakarta : Kencana. Manajemen Sumber Daya Manusia.SP. ManajemenSumber Daya Manusia. 1987. T. Jakarta: Rieneka Cipta. Manajemen Personalia dan Manajemen Sumber Daya Manusia. 2008. 2001. Notoatmodjo.

com 170 . yang dibuktikan dengan daya hidupnya yang tinggi. Seiring dengan rendahnya kapasitas pengetahuan petani dalam memuliakan pertaniannya (Mudjijo. Dalam rangka memberdayakan penyuluh pertanian. Dari paparan Syahyuti di atas. penataan sarana dan prasarana.com STIE Bank BPD Jateng. penataan penyelenggaraan penyuluh. Qualitative descriptive analysis was used to analyze the data. kabupaten/ kota dan kecamatan. Permasalahan ketenagaan yang meliputi penyebaran tenaga penyuluh pertanian masih bias kepada sub sektor pangan. dan tidak mampunyai kelembagaan pendukung dalam memberi jalan keluar untuk mengatasi perihal hambatan dan kendala dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. setiap era pemerintahan di Indonesia selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas kinerja penyuluh pertanian. 22 Tahun 1999 tentang otonomi Daerah. Untuk membangkitkan kembali penyuluhan pertanian. et al. 1999). khususnya untuk memasuki ekonomi modern saat ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan network tersebut adalah melalui strategi pendekatan kelembagaan. yang selama ini tampaknya belum mendapat penanganan yang memadai. dapat ditegaskan bahwa salah satu hal yang menghambat rendahnya produktivitas hasil pertanian dan kendala rendahnya pendapatan petani adalah lemahnya kelembagaan pertanian. Departemen Pertanian telah mencanangkan program Revitalisasi Penyuluhan pertanian tertanggal 3 Desember 2005 di Banyuasin Sumatera Selatan. Era tahun 1980-an penyuluh dianggap berhasil menghantarkan bangsa Indonesia dari Negara pengimpor beras terbesar menjadi negara swasembada beras. menyelenggarakan dukungan biaya peyeleggaraan penyuluhan di daerah. penataan ketenagaan penyuluh. terintegrasi dan sinergik antara pusat dan daerah.MANAJEMEN ADMINISTRASI INFORMASI PERTANIAN BERBASIS IT DI PROVINSI JAWA TENGAH Oleh Sucihatiningsih DWP12) Himawan Arif S. Email: himawanmiesp@gmail. There are 30 people key person who understands and relates to agriculture is taken as a sample with a multistage sampling. menyediakan tenaga penyuluh yang kompeten dan professional. Namun demikian sejak diberlakukannya UU No. penataan kelembagaan penyuluhan. serta social network yang kurang mendukung. Pemuda 4A Semarang. menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi. The results showed that the management of IT-based agricultural information is very beneficial to farmers in order to increase welfare 1. Fokus revitalisasi pertanian meliputi. Ciri khas usaha pada sektor pertanian adalah melibatkan begitu banyak orang dengan pemilikan sumber daya dan keterampilan yang rendah. This research conducted in Central Java provinceResearch data collection is done with in-depth interviews. email: dianwisika@yahoo. Pendahuluan Menurut Syahyuti. Tujuan dari revitalisasi pertanian adalah menata kelembagaan di propinsi. (2003) sektor pertanian sesungguhnya dapat menjadi salah satu strategi untuk recovery sekaligus memberikan landasaan bagi perkembangan sektor riil dari krisis ekonomi yang dialami Indonesia semenjak tahun 1997. literature studies and FGD (Focus Group Discussion). kondisi penyuluhan pertanian terus mengalami keterpurukan. menciptakan mekanisme kerja penyuluhan yang efektif dan efisien. ketika sektor-sektor lain ambruk.13) Abstract This research aims to design IT-based agricultural information management. dan penataan pembiayaan. Jl. diharapkan peran penyuluh pertanian mampu hadir untuk membangun sistem kelembagaan pertanian yang masih lemah itu. banyak terjadi alih status penyuluh pertanian dari Jabatan fugsional ke 12 13 FE Unnes Semarang.

kontribusi dana dari petani dan swasta relative masih kecil. karena kurang berfungsinya sistem penilaian angka kredit. Pranaji et al. Sejalan dengan itu. peningkatan kompetensi penyuluh pertanian sangat jarang dilakukan. Namun sampai saat ini sebagian besar penelitian ahli kelembagaan pertanian menyimpulkan bahwa peranan lembaga pertanian nasional relatif masih lemah. penempatan dan penugasan penyuluh pertanian tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya. rekruitmen dan pembinaan karir penyuluh pertanian belum berpedoman pada SK Menkowasbangpan No. kenaikan pangkat sering terhambat. Salah satunya dengan membangun system yang dapat memberikan informasi yang cepat dan tepat kepada petani sehingga diharapakan usahataninya dapat berkembang dengan baik. Kecenderungan umum menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah beberapa tahun terakhir kurang pro terhadap kegiatan terkait penyuluhan pertanian sehingga kinerja penyuluhan pertanian menurun. Kelembagaan ini memfasilitasi pembentukan badan pelaksanan penyuluhan pertanian. tidak lepas dengan kehadiran ragam kelembagaan pertanian.jabatan struktural. teknologi pertanian. Oleh karena itu diperlukan peningkatan peran kelembagaan pertanian. memfasilitasi pembentukan organisasi profesi penyuluh pertanian.2006). agribisnis. Permasalahan penyelenggaraan meliputi penyusunan program penyuluhan pertanian belum sesuai dengan kebutuhan lapangan. sesuai dengan otonomi daerah. Dalam tahun 2006 sampai dengan 2007. Kelembagaan yang konsen di bidang saprodi. yang telah dilakukan adalah pembentukan kelembagaan penyuluhan pertanian di tingkat pusat. dan lain-lain. Kinerja dan aktivitas penyuluhan pertanian yang menurun antara lain disebabkan oleh perbedaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah. (2) hak kepemilikan (property right). penyuluh pertanian swakarsa dan swasta belum berkembang dengan baik.(2000). Cirri-ciri tersebut yaitu: (1) batas yurisdiksi (yurisdiction of boundary). penyuluh pertanian lapangan dan beberapa lembaga yang kehadirannya fungsional dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. sudah saatnya dihadirkan (Alihamsyah et al. Materi dan Metode Pakpahan (1989) mengemukakan suatu kelembagaan dicirikan oleh 3 hal utama. penurunan kapasitas dan kemampuan managerial dari penyuluh serta penyuluh pertanian kurang aktif untuk mengunjungi petani dan kelompoknya. irigasi. Penyelenggaraan penyuluhan pertanian belum dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip penyuluhan partisipatif. Permasalahan pembiayaan yang timbul adalah alokasi anggaran penyuluhan pertanian di daerah masih sangat terbatas. perikanan dan kehutanan serta sekretariat bakor di tingkat propinsi. sejak tahun 2001 dilimpahkan kepada pemerintah daerah agar daerah mampu meningkatkan kinerja penyuluh pertanian. era pemerintahan SBY lebih memberdayakan penyuluh pertanian melalui program Revitalisasi Penyuluh Pertanian yang fokus pada permasalahan tersebut diatas. (2000). dalam rangka revitalisasi penyuluh pertanian. Batas yurisdiksi berarti hak hukum atas (batas 171 . 2. transportasi. dan memfasilitasi pembetukan pos penyuluhan di tingkat desa Keberadaan ragam kelembagaan pertanian dalam memompa denyut nadi kebangkitan pertanian nasional. usia penyuluh sebagian besar diatas 50 tahun. antara eksekutif dan legislatif terhadap arti penting dan peran penyuluhan pertanian. penyelenggaraan penyuluhan pertanian masih berorietasi proyek. Dengan adanya permasalahan tersebut. Kegiatan penyuluhan pertanian masih bersifat parsial dan belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. memfasilitasi pembentukan badan koordinasi penyuluhan pertanian. dibeberapa daerah pengukuhan kembali penyuluh pertanian sebagai pejabatan fungsional belum dilakukan. informasi dan komunikasi. pemasaran. lembaga pemetaan wilayah. ketersediaan materi informasi terbatas. yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah sebagai berikut : Penataan kelembagaan penyuluhan. Menurut Akhmadi (2004). otoritas penyuluhan pertanian juga telah didelegasikan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah tingkat kabupaten. 19/1999. memfasilitasi pembetukan BPP di tingkat kecamatan. dan (3) aturan representasi (rule of represen-tation). Keterbatasan anggaran untuk penyuluhan pertanian dari pemerintah daerah. lembaga studi pertanian. kunjungan lebih banyak dikaitkan dengan proyek (Subedjo. kewenangan di bidang penyuluhan pertanian. permodalan. Ananto et al (2000).

tidak seorangpun yang dapat menyatakan hak milik tanpa pengesahan dari masyarakat dimana dia berada. Skala ekonomi. Hak kepemilikan juga merupakan sumber konsep. situasi atau kondisi. Apabila barang dan jasa yang harus dikonsumsi secara kolektif. menentukan siapa yang termasuk kita dan siapa yang termasuk mereka. Dalam bentuk lainnya property rights merupakan produk dari tradisi atau adat kebiasaan dalam suatu masyarakat. termasuk hak untuk memperoleh 172 . adat dan tradisi. atau konsesus yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat dalam hal kepentingannya terhadap sumberdaya. eksternalitas. 1990). Dalam kaitannya dengan hal ini permasalahannya menjadi preferensi siapa yang memutuskan. mentransfomasi atau bahkan menghancurkan suatu aset. yaitu: perasaan sebagai satu masyarakat (sense of community). ditentukan oleh empat hal. Homogenitas. Konsep ini muncul dari hak dan kewajiban yang didefinisikan atau diatur oleh hukum. Perasaan sebagai satu masyarakat. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi performa apabila terjadi perubahan batas yurisdiksi antara lain: (1) perasaan sebagai satu kelompok (masyarakat).menelaah permasalahan batas yurisdiksi. Batas yuridiksi menentukan siapa dan apa yang tercakup dalam kelembagaan masyarakat. (2) ekstemalitas. 1990). Perhitungan siapa memperoleh apa dan berapa banyak ditentukan oleh batas yurisdiksi karena batas inilah yang menentukan apakah sesuatu itu internal atau eksternal bagi pihak-pihak yang bertransaksi. rendah dibanding dengan alternatif batas yurisdiksi yang lainnya. melalui pemberian hadiah dan melalui pengaturan administrasi seperti halnya pemerintah memberikan subsidi terhadap sekelompok masyarakat. Hak milik dalam pengertian inilah yang oleh Adam Smith disinyalir “cenderung dipertukarkankan”. dan tradisi. 1990:33). (5) kewajiban. Tidak seorangpun yang dapat menyatakan hak milik tanpa pengesahan dari masyarakat di mana dia berada. atau konsensus yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat dalam hal kepentingannya terhadap sumberdaya (Pakpahan. Batas yurisdiksi yang sesuai akan menghasilkan ongkos persatuan yang lebih. Penentuan siapa dan apa yang tercakup dalam suatu organisasi atau masyarakat ditentukan oleh batas yurisdiksi. Setiap transaksi selalu terjadi transfer sesuatu yang dapat berupa: (1) manfaat. yang di dalam terminologi Karl Mark adalah “labour”. Hak milik adalah hak individu untuk menggunakan sumberdaya (Eggertsson. konsep skala ekonomi ini memegang peranan penting dalam . mengubah. dan lainnya.dan (4) skala ekonomi (Pakpahan. dan (b) hak seperti dicerminkan oleh kepemilikan adalah sumber kekuatan untuk akses dan kontrol terhadap hak miliknya. Dalam pengertian ekonomi. administrasi (regulasi) dan hibah. yaitu (1) hak untuk menggunakan. (2) hak untuk memperoleh penghasilan dan suatu aset. Implikasi dari hal ini adalah: (a) hak seseorang adalah kewajiban orang lain. skala ekonomi menunjuk suatu situasi dimana ongkos per-satuan terus menurun apabila output ditingkatkan. Dalam bentuk formal property rights merupakan produk dari sistem hukum formal. homogenitas preferensi dan kepekaan politik ekonomi terhadap perbedaan preferensi merupakan hal yang penting dalam menentukan batas yurisdiksi. Eksternalitas. Homogenitas preferensi dan distribusi individu masyarakat yang memiliki preferensi yang berbeda akan mempengaruhi jawaban atas pertanyaan siapa yang memutuskan. satuan analisis dalam mempelajari institusi adalah transaksi mencakup transaksi melalui mekanisme pasar. karena skala ekonomi merupakan sumber interdependensi. Menurut Eggertsson (1990:34) ada tiga kategori hak milik. Hak tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara seperti melalui pembelian apabila barang danjasa yang dimaksud boleh dijualbelikan. Perubahan batas yurisdiksi akan menghasilkan performance yang diinginkan. Perubahan batas yurisdiksi akan merubah struktur eksternalitas yang pada akhirnya merubah siapa yang menanggung apa. maka isu batas yurisdiksi menjadi penting dalam merefleksikan preferensi konsumer dalam aturan pengambilan keputusan. Sumber daya fundamental yang dimiliki setiap orang adalah apa yang melekat pada dirinya. (3) homogenitas. Hal ini erat kaitannya dengan konsep jarak sosial yang akan menentukan kadar komitmen yang dimiliki oleh suatu masyarakat terhadap suatu kebijakasanaan.(2) ongkos atau biaya (3) informasi. Konsep ini penting dalam menentukan batas yurisdiski untuk merefleksikan kebutuhan masyarakat. (4) bak-hak istimewa. adat. Konsep property atau pemilikan sendiri muncul dari konsep hak (right) dan kewajiban (obligations) yang diatur oleh hukum. dan skala ekonomi (economic of scale). Skala ekonomi. atau mengandung makna kedua-duanya. Konsep batas yurisdiksi dapat berarti batas wilayah kekuasaan dan atau batas otoritas yang dimiliki oleh suatu kelembagaan. OIeh karena itu. dipandang sebagai karakteristik inheren yang dimiliki oleh beberapa komoditas.wilayah kekuasaan) atau (batas otoritas) yang dimiliki oleh suatu lembaga. homogenitas.

Hak milik bisa bersifat ekslusif bisa pula non eksklusif. iuran untuk desa atau adat. dukungan anggota pada pimpinan dan mengurangi tekanan internal serta biaya transaksi yang pada akhirnya akan meningkatkan performa organisasi. Keputusan apa yang diambil dan apa akibatnya terhadap performa akan ditentukan oleh kaidah representasi yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. penggunaan. Hak kepemilikan atas lahan (land right) pada kelembagaan adat setempat yang berkaitan dengan lahan dapat dilihat pada hak masyarakat baik secara kelompok (comunal) maupun secara individu (private) dalam pengaturan. Partisipasi dalam suatu organisasi ditentukan oleh keputusan politik organisasi. Metode pemberian otoritas kepada individu tertentu untuk memilih cara menggunakan hak miliknya disebut sebagai sistem of property (Eggertsson. 1992). Disamping hak. kondisi atau situasi dengan menggunakan transaksi sebagai aktivitas ekonomi. Jenis keputusan apa yang dihasilkan oleh masyarakat juga ditentukan oleh aturan representasi dari kepentingan rnasyarakat. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam. studi literature dan FGD (Focus Group Discussion). Pembagunan akan berhasil atau tidak dapat ditentukan karena kedua aspek tadi. 1990:33). dan (3) hak untuk menjual aset. Pembahasan Pembangunan sumber daya manusia melalui suatu kelembagaan perlu memahami konteks masyarakat yang akan dibangun. ownership menunjuk pada sifat dan kwalitas penguasaan atas suatu property rights. serta gotong royong yang dikaitkan dengan kepemilikan atas sumberdaya lahan tersebut. Lembaga penyuluh pertanian perlu mengantisipasi program-program yang akan diterapkan kepada pihak petani dalam usahatani dengan lebih sensitif kepada aspek sosial budaya. Hak milik esklusif terwujud bila untuk menguasainya perlu menyingkirkan orang lain. Jiwa analisis institusi adalah interdependensi antar partisipan terhadap sesuatu. Mclean (1982) menyebut sebaai barang prifat (private goods). termasuk lembaga penyuluh pertanian. Dalam hal itu. Aturan representasi (rule of representation) mengatur permasalahan siapa yang berhak berpartisipasi terhadap apa dalam proses pengambilan keputusan. motivasi. Sebanyak 30 penyuluh pertanian diambil sebagai sampel dengan multistage sampling. yaitu nonrivairy dan nonexciudable ( Mclean. juga ada kewajiban-kewajiban berupa pembayaran pajak. Bagaimana partisipasi terbentuk ditentukan oleh aturan representasi partisipan yang terlibat. dan pemeliharaan sumberdaya lahan. perlu dicari suatu mekanisme representasi yang efisien sehingga dapat menurunkan ongkos transaksi. (2) Biaya informasi (sosialisasi) dan (3) Biaya pengamanan atau monitoring. 3. Aturan representasi menentukan alokasi dan distribusi sumberdaya. kerja-sama. sehingga hak milik yan non eksklusif (nonexlusive property) dan barang publik (public goods) yang mempunyai dua ciri menonjol. Ongkos transaksi yang tinggi dapat menyebabkan output tidak bernilai untuk diproduksi. maka dari itu perspektif sosial dan budaya dalam hal ini perlu menjadi fokus utama dalam penerapan suatu program dari lembaga. akan menentukan apakah keputusan akan dihasilkan efisien atau tidak. Dipandang dari segi ekonomi. Konteks tersebut yaitu berkaitan dengan kondisi sosial maupun budaya dari masyarakat setempat. Tubbs (1984) dan Hanel (1989) menyatakan bahwa pengambilan keputusan atas dasar group process akan meningkatkan loyalitas. Oleh karena itu.upah atas tenaga kerja yang diberikan individu dalam aktivitas ekonomi. bisa pula melalui mekanisme transaksi kontra kekuatan untuk akses dan kontrol terhadap sumberdaya. aturan representasi mempengaruhi ongkos membuat keputusan. yaitu: (1) Biaya pengambilan keputusan (policing cost atau lobying cost atau (contract cost atau negoisasi) sebagai partisipasi. Biaya representasi yang tinggi baik dalam artian nilai uang atau bukan uang. Analisis deskritif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Disamping itu masih ada biaya eksternal yang ditanggung oleh seseorang atau sebuah lembaga sebagai akibat keputusan orang lain atau lembaga lain. Setiap bentuk aturan representasi harus berhadapan dengan tiga jenis biaya. Dari laporan- 173 . Hak esklusif ini dapat dipertukarkan melalui mekanisme trasaksi otonom (pasar).

hal ini akan bisa diterima oleh masyarakat atau tidak melihat pada aspek budaya. Petani dalam sistem IT yang diajukan ini didampingi oleh beberapa pihak seperti pedagang. Dengan bantuan IT ini. Wadah itu adalah balai penelitian. Fasilitas ini sangat penting bagi para petani dalam rangka spekulasi penjualan hasil panen yang terkadang “terperosok” oleh para tengkulak. Klaten dan Magelang) yang sudah peka dengan teknologi. balai penelitian ini sangat penting karena akan dapat dijadikan pula oleh dinas pemerintah (dinas pertanian) sebagai acuan dalam pemberian kebijakan kepada para petani seperti kebijakan dalam hal fasilitas ataupun yang lainnya. bisa meminta arahan atau bantuan dari petani yang lain. perekonomian pertanian adalah bentuk perekonomian keluarga. Jika suatu kelembagaan pertanian menginginkan suatu model penguatan kapasitas agar dapat mencapai target pembangunan masyarakat petani secara optimal. perekonomian petani lebih bersifat sederhana dan terikat. harus mampu berpegang pada model kelembagaan yang berperspektif sosial budaya. Oleh karena itu. Dengan pihak-pihak yang terkait inilah diharapkan sistem IT bisa diterapkan dengan baik dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kinerja para petani. Seperti contoh. Selain mengakses kepada para pedagang tadi. Perlu di pahami bahwa. Dengan demikian. ibu mempunyai peran sendiri dan anak-anak mempunyai peran sendiri. pihak yang terkait lainnya adalah pihak penyuluh pertanian atau dinas pertanian. pihak penyuluh pertanian tentunya akan melakukan program pelatihan terlebih dahulu kepada petani agar mampu mengoprasikan teknologi IT ini. pembangunan kakus oleh pemerintah kepada masyarakat di pinggiran sungai sebagai antisipasi pencemaran air. Akan tetapi. karena hal ini dapat diantisipasi dari pihak keluarga sebagai keseluruhan sistem perekonomian. Melalui balai penelitian ini. ternyata kurang berhasil karena aspek budaya dalam hal ini belum mengena. Beberapa personal ini memiliki peran masing-masing dan masih berkaitan. rencana penerapan model IT ini jika dianalisis akan bisa berhasil karena melihat pada kondisi sosial budaya masyarakat petani (di Grobogan. Masih banyak lagi permasalahn pembangunan yang gagal karena kurang memperhatikan aspek social dan budaya masyarakat. Ayah memiliki peran sendiri. kebanyakan petani sudah mencapai taraf pengetauan akan informasi melalui Handphone (HP). penyuluh atau pihak pemerintah dan kelompok petani itu sendiri. Dari hasil penelitian di lapangan. Jika mereka tidak mampu mengoprasikannya. Jika tidak. Selebihnya. untuk lebih validnya. pegusaha.laporan mengenai proyek pembangunan suatu lembaga yang diterapkan kepada masyarakat seringkali mengalami kegagalan karena kurang melihat pada kondisi sosial ataupun budaya suatu masyarakat. Petani sebagai sentral dari proses hubungannya dengan semua pihak yang terkait dalam usahatani memiliki peran penting dalam kegiatan penerapan IT yang diajukan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi petani. Apakah pihak petani akan mampu menggunakan IT ini atau tidak. program ini sekiranya menjadi suatu kekhawatiran yang lebih. Dalam hubungan melalui IT ini akan mempermudah juga bagi para penyuluh pertanian serta hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi para petani. Maka dari itu. dari hasil penelitian di lapangan. Seperti penerapan IT oleh kelembagaan dalam penguatan kapasitasnya. permasalahan petani akan dibahas dan dicarikan solusinya. pihak lembaga penyuluh pertanian harus lebih peka lagi dalam menerapkan program-programnya guna meningkatkan usahatani masyarakat. Dengan bantuan teknologi informasi ini. artinya pengelolaan ekonomi dilakukan secara bersama-sama antara angoota keluarga satu dengan yang lain. Yaitu dengan meminta bantuan dari anak-anaknya yang sudah paham akan teknologi. didapatkan bahwa. akan tetapi dalam kasus tertentu peran ini bisa diputar aruskan menjadi peran yang fleksibel. diharapkan petani mampu mengakses segala keperluannya dalam meningkatkan usahataninya. dan bagaimana bagi petani yang sudah tua. Penjelasan mengenai model yang bisa diterapkan dalam kelembagaan penyuluh pertanian kepada petani dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: 174 . Melalui bantuan mereka para petani dapat mengakses masalah harga ataupun masalah lainnya. melalui kelompok tani sebagai media penyampai pesan kepada pihak penyuluh pertanian akan dipertemukan dalam wadah yang akan mengatasi masalah mereka. Seperti dalam hal akses para pedagang ataupun pengusaha (dalam ataupun luar kota) sebagai tempat penjualan hasil panen serta dapat mengakses pula perkembangan harga saat ini.

Kualitas.Gambar 1. Info pasar Pet ani Ka ya Status Ekonomi ? kup Manfaat / Hasil Peternak Sapi Pupuk organik Orientasi kemungkinan / kehidupan Mi skin Cu Kebijakan Keterampilan Fasilitas o Benih o Pupuk o Pupuk o Alat Hubungan Komunikasi Input Informasi Hubungan Informasi 175 . Model Pengembangan Kapasitas Lembaga Perspektif Budaya Lahan kualitas tanam Diversifikasi Pengusah a Tahu Tempe Pedagang Lokal Luar kabupaten Produsen Pupuk Pupuk Distributo r Penyal ur Balai Penelitian Dinas Pertanian Penyulu h Bak ul Kel. Tani Informasi Kontinu.

Mendayagunakan semua pemangku kepentingan pertanian menuju sumatu kemandirian dan profesionalitas institusi dan perorangan Informasi pasar pertanian yang up to date. tentu menjadi faktor yang sangat mendukung dalam proses penyebaran informasi di segenap lapisan masyarakat. Berbagai aplikasi dan layanan mobile. dengan memiliki website di internet anda dapat memperluas jaringan promosi sebuah perusahaan. Beberapa alasan Pemilihan Media Kelembagaan Pertanian Lapangan a Website. Pemangku kepentingan dapat memilih layanan informasi menurut media yang sesuai baik lewat ponsel maupun internet.Modeling IT melalui Web. Para peminat atau calon pelanggan. maka data olahan bisa disajikan menurut kepentingan dan kedalaman data yang diperlukan. Pemangku kepentingan pertanian tidak perlu membayar mahal untuk melakukan sosialisasi kebijakan. Kemudahan dalam komunikasi. dsb. merupakan hambatan bagi seseorang dalam mendapatkan informasi dari internet. Dengan teknologi ini. Memperluas Ruang Promosi Sebagai Media Komunikasi dan Wadah Penyedia berbagai Informasi maka website dapat digunakan sebagai sarana pendukung promosi seperti suatu perusahaan. Kemudahan dan penghematan dalam komunikasi adalah salah satu muara efisiensi. Short Message Service (SMS) dan Wireless Application Protocol (WAP) merupakan contoh aplikasi mobile yang mendukung proses pertukaran informasi. layanan WAP atau dan email dari website. b c d e 176 . Memotong rantai birokrasi dan ekonomi. Teknologi informatika yang semakin berkembang saat ini. termasuk akses internet. Layanan ini sangat populer karena biayanya yang relatif lebih murah dibanding dengan biaya telepon. Jangkauan pasar bertambah. dimana saja. tetapi nasional bahkan ke pasar global Mensinergikan semua pemangku kepentingan pertanian dalam suatu wadah yang terkoordinasi. mudah dan up to date. Layanan informasi melalui ponsel merupakan solusi bagi kendala di atas. berbagai macam informasi bisa didapat dengan mudah selama 24 jam tanpa harus beranjak dari depan komputer yang telah terkoneksi dengan internet. Kedua layanan tersebut sangat membantu proses penyebaran informasi. informasi tehnologi. Peluang mendapatkan customer juga menjadi lebih besar. Internet dan telepon selular merupakan salah satu contoh sarana yang populer sebagai media komunikasi. Sementara WAP merupakan protocol yang menghubungkan internet dengan ponsel. dapat melihat informasi dari website bilamana diperlukan. Pengunjung dapat langsung membeli produk yang dijual melalui internet. Akses informasi dapat dilakukan kapan saja. Informasi mengenai produk baru dapat secara mudah dikirim kepada customer melalui SMS. Fungsi Modeling IT dari segi pemasaran 1. dewasa ini telah berkembang pesat hingga memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai hal hanya dengan menggunakan ponsel. tidak hanya lokal. oleh siapa saja. brosur maupun iklan di media cetak. ponsel bisa digunakan sebagai media untuk mendapatkan informasi dari internet. Selain katalog. WAP dan SMS Memperhatikan sejumlah permasalahan lapangan dalam pemberdayaan kelembagaan pertanian maka hal yang mendasar adalah masalah komunikasi. SMS adalah layanan untuk mengirim dan menerima pesan singkat melalui ponsel. WAP dan SMS diajukan sebagai Penguatan Menghemat biaya dan waktu dalam advertising. Dengan akses database yang tersedia. Tidak tersedianya fasilitas internet di suatu daerah. dengan kemampuannya yang memungkinkan pengguna untuk menerima dan mengirimkan informasi dari jarak jauh. Dengan semakin banyaknya pengguna internet saat ini maka jalur distribusi suatu barang dapat dilakukan melalui internet. sehingga menjadikan data olahan siap saji dan terkini. Melalui website pesan informasi bisnis dapat disampaikan lebih lengkap. Melalui internet.

forum diskusi. tidak terbatas oleh waktu dan tempat.Sebagai alat pendukung promosi. akademisi dilibatkan dan juga memiliki akses ke data base sehingga mampu menjadi administrator bisa memasukkan semua data yang berkaitan dengan kebutuhan petani dan perniagaan bahan pangan nasional dengan daerah tanggung jawab masing masing. Media Interaksi Website dapat dijadikan ajang interaksi dengan para pengunjung website antara lain dapat dijadikan ajang jual-beli. website mempunyai keuntungan sebagai berikut : Informasi lebih detail dan tuntas dari produk dan jasa. c Isi yang selalu up to date. maka sejumlah institusi terkait seperti beberapa institusi di bawah departemen pertanian. Dari data base tersebut selanjutnya melalui desain teknologi dapat disajikan sebagai bentuk informasi yang bisa diakses oleh Pemangku dan publik pertanian Salah satu kemudahan dalam mengakses informasi adalah jika informasi bisa diakses secara online. a Diagram Konteks Karena pemangku kepentingan untuk urusan ketahanan pangan dan khususnya pertanian cakupannya luas. tetapi di website pengunjung website dapat mendapat detil spesifikasi dari produk tersebut. Adapun jalur input –proses dan inputnya adalah sebagai berikut. Para pengunjung website akan selalu menerima informasi yang up to date dari perusahaan. b Tampilan yang baik akan memberikan akan memberi image yang baik dan menarik bagi calon klien. Tabel 1 Jalur input –proses dan inputnya N o 1 Jalur Input Proses Database Jalur Output Data primer & sekunder SMS/WAP/Web Data Publikasi/Analisis Data Info Data Pemangku kepentingan pemerintah 2 Data/info tehnologi 3 Institusi lain/akademisi 4 Permintaan data Database data Data proses Data proses 177 . bakorluh. Komunikasi akan lebih mudah walaupun perbedaan lokasi sangat jauh dan sudah tentu lebih efisien dalam hal biaya dan waktu. Mempermudah Komunikasi Agar dapat saling berkomunikasi dengan para klien atau customer. Hal ini terlihat jika dibandingkan dengan iklan (yang mempunyai space terbatas). 3. perusahaan dapat menjalin komunikasi melalui email ataupun informasi kontak yang berada dalam website. 2. Sebagai contoh pada sebuah brosur bisaanya penjelasan yang diterima hanya berupa pokok-pokok dari produk sebuah perusahaan. Hal ini mengakibatkan diperlukannya sebuah sistem kebergantungan. SMS dan WAP serta web merupakan contoh aplikasi yang bisa dijadikan layanan informasi untuk kepentingan ini . Jadi fungsi website disini bukan hanya sebagai wadah penyedia informasi saja. dinas pertanian kabupatan dan institusi lain seperti deperindag. upload/download file dan lain sebagainya. pola hubungan dan pemberdayaan sebagai wadah untuk mengelola berbagai data informasi sebagai data base pertanian & komoditas.

9. pelajar. 178 . Pihak yang terlibat dalam sistem IT yang diajukan Departement Pertanian berikut strukturalnya sebagai departemen teknis yang menangani pertanian dan ketahanan pangan Penyuluh/Bakorluh sebagai penyedia dan pengguna informasi pertanian. 4. termasuk membuat analisis dan pengamatan tertentu. wartawan dsb yang dapat berinteraksi dengan pertanian. tata niaga maupun operasional lapangan. 2. LSM. 7. 3. Diagram konteks sistem Informasi pertanian 1. publik Institusi lain seperti lembaga swasta. sebagai pengamat. 8. 5.Gambar 2. menganalisa data untuk menyuluh dan menjawab pertanyaan teknis yang muncul di lapangan Petani sebagai pelaku pertanian di lapangan Pedagang/Pengusaha sebagai penampung hasil produksi pertanian dan pendistribusi ke pasar Akademisi sebagai peneliti. perdagangan dan pemasaran/distribusi bahan pangan nasional Dinas pertanian daerah sebagai pembina. pengawas dan pembuatan kebijakan pertanian lokal. 6. pengkaji dan pengembang teknologi baru bidang pertanian dengan spesifikasi dan ketertarikan tertentu Balai litbang pertanian sebagai institusi yang menggeluti dan mengembangankan bidang tertentu spesifik. Deperindag sebagai departemen tehnis yang menawasi industri. pemerhati dan pengawas pertanian termasuk kebijakan. mengkaji penerapan teknologi yang dapat digunakan dalam usaha bidang pertanian termasuk personil kunci yang bertanggungjawab untuk topik tertentu dan bisa dimintai informasi publik. mahasiswa.

Gambar 3. yakni layanan informasi pertanian dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini. Gambar 4. Jenis layanan Informasi Pertanian & komoditas Database Pertanian & Komoditas Web data internet WAP SMS User 179 . Diagram Institusi Pemangku kepentingan untuk database Pertanian & komoditas Untuk mengkomunikasikan database menjadi informasi tehnis dan aplikatif di lapangan maka data base dapat disajikan dalam berbagai kemasan informasi menurut kepentingan dan tujuan tertentu dengan melakukan akses ke data base.

Salah satu pemberian informasi pertanian yang terintregasi ini adalah dengan membangun system manajemen informasi pertanian melalu Information Teknologi (IT) yang dapat menghubungan antara pemerintah pusat.6. Gambar 5. Gambar 5. pemerintah daerah.Adapun isi database yang diperlukan adalah data primer dan data terolah dari beberapa informasi yang lazim diperlukan oleh petani. Kesimpulan Pemberian informasi yang cepat dan tepat pada petani dapat meningkatkan kesejahteran petani karena dengan adanya informasi harga jual komoditas produk pertanian petani dapat memilih dimana yang memberikan keuntungan lebih besar. Bagan komponen database . penyuluh serta masyarakat pertanian lainnya. 180 . bibit unggul. Selain itu juga petani dapat dengan mudah mengetahui informasi lainya seperti kondisi cuaca. pasca panen komoditas pertanian dan informasi lainnya yang mendukung pengembangan pertanian. petani dan kelembagaan pertanian. Cakupan layanan menurut ukuran informasi 4.

or. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 pada tanggal 14 Nopember 2007 telah ditetapkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 58 Tahun 2007 tentang Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. Makalah. Desember 2002. 1989. EL. Badan Litbang Pertanian. Agus.Pakpahan. H. Pusat Penelitain Agro Ekonomi. Pranaji. Mengubah Pertanian Tradisional Dalam Pembangunan Jangka Panjang. Pusat penelitian dan pembangunan sosial ekonomi pertanian. S. Pelaksanaan Otonomi Daerah. E. Penyuluhan Pertanian Indonesia : Isu Privatisasi dan Implikasinya. Supriadi. dan T. Eggertsson. Tesis pada Jurusan Sosiologi Pedesaan. Pendekatan Kelompok dalam Pelaksanaan Program/Proyek Pembangunan Pertanian. Subejo. Hastuti.E. _____1995. Bogor.Alihamsyah. ______2003. 2002. Badan Litbang Pertanian. 1989. Situmorang. Tahap kedua : Pendekatan Kelembagaan. 181 . 2000.. Suastika.” European Economic Review 34(2-4): 450-457.. J. T.smeru. (2000) Laporan Utama : Pengembangan Sistem Usaha Pertanian Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan. A. G. Dwi Windu Penelitian Lahan Rawa : Mendukung Pertanian Masa Depan. “The Role of Transaction Costs and Property Rights in Institutional Analysis. Thráinn (1990). Soentoro. Setyo dan C.M Subiksa.id/newslet/2004/ed12/2004/200412spotlight. K. SMERU Newsletter. I. IPB. Wahyuni. 13. Bogor. Ismail dan DE. P2SLPS2. Kerangka Analitik untuk Penelitian Rekayasa Sosial: Perspektif Ekonomi Institusi. Syahyuti. Prosiding Patanas: Evolusi Kelembagaan Pedesaan di Tengah Perkembangan Teknologi Pertanan. 9 No 2.(www. Jurnal Agro Ekonomi Vol. Survei Evaluasi Intensifikasi Padi dan Palawija Tahun1971-1978. Pembangunan pertanian indonesia dalam pengaruh kapitalisme dunia: analisis ekonomi politik perberasan. Nuning.. Muslim (200) Perekayasaan Sosiobudaya dalam percepatan Transformasi Masyarakat Pedesaan. Hermanto.Mudjijo. 2002. 2004.G. I. Majalah Forum Agro Ekonomi. No. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.Referensi Akhmadi. E. T. Alihamsyah. Yogyakarta. Institut Pertanian Bogor. Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh). 2 Desember 1995. Ananto. Vol.. 1999. E. Pembentukan Struktur Agraria pada Masyarakat Pinggiran Hutan. aporan Bidang Penelitian Penyuluhan Pertanian. Ketut. Sianturi. Bogor.html).. Proyek Penelitian Pengembangan Pertanian Rawa Terpadu – ISDP. I. Ananto. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UGM. Desember 2004.W. Pakpahan.

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi persentase dan regresi linier berganda. dan fasilitas belajar (X2). tes dan dokumentasi. dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. bahwa fasilitas belajar mengajar mengetik di SMK Negeri 1 Pemalang cukup memadai. Email: yuniarsihnuraeni@yahoo. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 12 diperoleh persamaan regresi berganda Y = 39.119 dengan nilai signifikansi antara 0. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran dengan jumlah 80 siswa. Fakultas Ekonomi.05 yang berarti secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru. hal ini terlihat dari adanya laboratorium mengetik manual yang luas dengan penerangan yang cukup dan kondisi laboratorium yang bersih.KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN FASILITAS BELAJAR PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN MENGETIK SISTEM 10 JARI BUTA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK NEGERI 1 PEMALANG.126 dengan nilai signifikansi 0.140X1 + 0. 1. Dan Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X1 terhadap Y. Jurusan Manajemen. Fasilitas Belajar.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X2 terhadap Y. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu kompetensi profesional guru (X 1). Nur Aeni Yuniarsih (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi. Universitas Negeri Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket).1 Daftar Inventaris Laboratorium Mengetik Manual No Inventaris lab. serta buku pegangan dimana setiap siswa mendapat satu buku latihan mengetik. Uji keberartian persamaan regresi dengan uji F diperoleh F hitung = 19.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran di SMK negeri 1 Pemalang baik secara parsial ataupun simultan.880 + 0. Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru.037 < 0. thitung = 2. Berikut daftar inventaris laboratorium mengetik manual: Tabel 1.494 dengan nilai signifikansi = 0.037 < 0.000 < 0. Hasil uji parsial diperoleh t hitung = 2. Pendahuluan Latar belakang masalah Berdasarkan observasi pendahuluan di SMK Negeri 1 Pemalang. serta variabel terikat yaitu kemampuan mengetik sistem 10 jari buta (Y). penelitian ini disebut penelitian populasi.168X2. jumlah mesin ketik manual yang sesuai dengan jumlah siswa kelas X yaitu 40 unit mesin ketik dan kertas untuk mengetik yang tersedia bagi siswa. Mengetik 1 Mesin ketik manual 2 Buku paket: Mengetik SMK jilid 1 Mengetik SMK jilid 2 Mengetik SMK jilid 3 3 Lampu penerangan Jumlah 40 40 40 40 9 182 .

mampu menyampaikan materi dengan baik kepada siswa. Berdasarkan urian tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Kompetensi Profesional Guru dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 (sepuluh) Jari Buta Siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang”. terlihat dari waktu yang dibutuhkan siswa untuk mengetik sebuah surat lebih dari 20 menit. Kompetensi guru terutama dalam proses belajar mengajar mengetik dapat dikatakan baik. akan tetapi apabila dilihat dari tabel prestasi mengetik siswa di atas terlihat bahwa sebagian besar siswa masih belum kompeten dalam hal mengetik sistem 10 jari buta. hal ini dapat diketahui dari latar belakang pendidikan guru dan pengalaman mengajarnya. yakni guru yang mengampu mata diklat mengetik manual adalah guru yang berasal dari lulusan program studi pendidikan administrasi perkantoran. Sebagian siswa juga belum bisa menyelesaikan pekerjaan mengetik sebuah surat dalam berbagai bentuk dengan maksimal. dan rapi. belum ada yang mencapai target indikator keberhasilan kecepatan mengetik sampai 200 epm. rata-rata kecepatan berkisar kurang dari 150 epm. diolah. 183 . belum ada yang mencapai target indikator keberhasilan kecepatan mengetik sebuah surat dalam berbagai bentuk selama 20 menit dengan cepat. Untuk mengatasi hal tersebut guru selalu mengadakan program remidial sampai siswa mampu mengetik dengan hasil yang maksimal berdasarkan standar yang ditetapkan. dan membimbing siswa agar dalam mengetik siswa selalu menggunakan 10 jarinya. sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. serta setiap kali praktek mengetik siswa selalu didampingi oleh dua guru sekaligus sebagai pengajar. Disamping itu berdasarkan pengamatan langsung penulis dan wawancara dengan beberapa murid. Hal ini mendorong penulis untuk mengungkapkan lebih jauh tentang pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. Jumlah murid 40 40 Berdasarkan pengamatan di SMK Negeri 1 Pemalang. Akan tetapi jika dilihat melalui hasil praktek mengetik siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang bahwa pencapaian hasil belajar mengetik manual sebagian siswa masih belum optimal. Hal ini dapat diketahui dari kemampuan kecepatan mengetik sistem 10 jari buta siswa masih bervariasi hasil pengetikannya. Berikut tabel hasil praktek mengetik: Tabel 1. telah sertivikasi dan memiliki pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun (wawancara dengan Ibu Dra. Retno Ari Budi selaku guru mata diklat mengetik manual). diketahui bahwa fasilitas belajar mengetik dan kompetensi profesional guru baik. 40 40 1 2 1 1 Latar belakang pendidikan dan pengalamam mengajar adalah dua aspek yang mempengaruhi kompetensi seorang guru di bidang pendidikan dan pengajaran (Djamarah 1994:127). Saat praktek berlangsung dari cara kerja siswa masih terlihat belum mampu menghentakan jarinya sesuai tugas entakan jari dan masih melihat papan tuts. bahwa dalam kegiatan belajar mengajar guru telah menguasai materi. mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa.4 Meja mengetik siswa 5 Kursi mengetik siswa 6 Meja guru 7 Kursi guru 8 Whiteboard 9 Rak buku Sumber: Data SMK N 1 Pemalang.2 Prestasi Mengetik Siswa Hasil praktek kemampuan mengetik sistem 10 jari buta No Kelas Belum kompeten Kompeten 1 X AP 1 29 11 2 X AP 2 27 13 Sumber: guru. diolah. tepat.

Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut ; 1. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang. 2. Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang. 3. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 2. Mengetahui adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 3. Mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sisitem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 2. Bukti Empiris Kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, dan kekuatan (Poerwadarminto, 2000:628). Menurut Spencer and Spencer dalam Uno (2008:62), mendefinisikan kemampuan sebagai karakteristik yang menonjol dari seorang individu yang berhubungan dengan kinerja efektif dan atau superior dalam suatu pekerjaan atau situasi. Menurut Suwandi (2007:10), mengetik sepuluh jari yaitu teknik mengetik dengan memanfaatkan semua jari tangan. Setiap jari mempunyai tugas sendiri yang harus dilatih satu demi satu dan berkelanjutan, sehingga jari tersebut secara maksimal dan optimal dapat bekerja dengan baik. Kemampuan mengetik sistem 10 jari buta yaitu kesanggupan, kecakapan, dan kekuatan yang dimiliki oleh individu dalam kegiatan mengetik dengan melakukan entakan jari sesuai dengan tugas entakan jari secara tepat tanpa melihat naskah. Kompetensi profesional merupakan kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam, yang harus dikuasai oleh seorang guru, tidak saja materi yang sesuai dengan bidang tugasnya, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan dan menghubungkan materi-materi pelajaran lainnya, sehingga seorang guru mampu menyajikan materi pelajaran secara utuh kepada muridnya (Harwanto, 2008:46). Fasilitas adalah sarana dan prasarana. Menurut Bafadal (2003: 2) Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. 3. Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Hal ini dikarenakan jumlah subyek penelitian kurang dari 100 siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program studi Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Pemalang Tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 80 siswa. Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Keterangan: Y = variabel terikat (kemampuan mengetik sistem 10 jari buta) a = konstanta

184

b1 = Nilai Koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai Koefisien variabel bebas X2 (Sugiyono, 2007: 275) Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Dari kelima jawaban tersebut masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian terebut tinggi atau tidak. Skor tersebut terdiri dari: 1. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 2. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 3. Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) 4. Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) 5. Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4. Hasil empiris
a Coefficients

Model 1

(Constant) Kompetensi Profesional Guru Fasilitas Belajar

Unstandardized Coefficients B Std. Error 39.880 4.429 .140 .168 .066 .079

Standardized Coefficients Beta .309 .308

t 9.004 2.126 2.119

Sig. .000 .037 .037

Correlations Partial .235 .235

Collinearity Statistics Tolerance VIF .409 .409 2.447 2.447

a. Dependent Variable: Kemampuan mengetik 10 jari buta

5. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan, antara lain: 1. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 2. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 3. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 6. Daftar pustaka Ali, Muhammad. 1984. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung: Angkasa. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. . 1988. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan Diektorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Asman, Jamal Mamur. 2009. 7 Kompetensi Guru Menyenangkan dan profesional. Jogjakarta: Power Book Banguntapan. Bafadal, Ibrahim. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori Dan Aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Silabus Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Depdiknas. Dimyati, dkk. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

185

Dr. (Mrs.) Ihuoma P. Asiabaka. “The Need for Effective Facility Management in Schools in Nigeria”. New York Science Journal. Department of Education Foundations and Administration, Faculty of Education, Imo State University, Owerri, Nigeria. Feryal Cubukcu.” student teachers’ perceptions of teacher competence and their attributions for success and failure in learning”. Faculty of Education, Dokuz eylul University. Ghozali, Ahmad. 2007. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Sinar Baru Algesindo. Hamalik, Oemar. 2008. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara. . 2008. Perencanaa Pengajaran Berdasarkan pendekatan Sistem. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Harwanto. 2008. Memilih Profesi Guru?. Banten: Cerad Insan Cendekia. Mendiknas. 2008. Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejurun (SMK/MAK). Jakarta: Citra Utama Media. Mustaqim. 2008. Psikologi Pendidikan. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Naree Aware Achwarin. “The study of teacher competence of teachers at schools in the three southern provinces of thailand”. Graduate School of Education, Assumption University of Thailand. Poerwadarminta, WJS. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Rianggoro, Krisna. 2001. Marilah Belajar Mengetik. Semarang: Aneka ilmu. Sardiman. 1994. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Setiawan, Iwan dkk. 1994. Pengetahuan Mengetik SMK. Bandung: Armico. Sudarmin, Djanewar. 1999. Mengetik SMK jilid 1 Kelompok Bisnis dan manajemen. Bandung: Armico. Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Sudjana, Nana. 2008. Dasar-dasar Proses Belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Sugiyono. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung :Alfabeta Sularso, dkk. 1984. Mengetik dengan sistem 10 jari. Yogyakarta: Liberty. Suwandi. 2007. Makalah Peranan Mesin Ketik Manual dan Keterampilan Mengetik 10 Jari di Era Komputerisasi. Probolinggo. Uno, Hamzah. 2008. Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi aksara.

186

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL BERBASIS MACROMEDIA FLASH MX DALAM PEMBELAJARAN MATA DIKLAT KEARSIPAN PADA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK N 1 BOYOLALI Nurul Khaqim S. Pd., (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Email : Hakim.ragil31@gmail.com Abstrak Makalah ini berisi tantang salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan pemberiaan stimulus dengan penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa, kinerja guru, aktivitas siswa sebelum menggunakan media pembelajaran dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan. Data yang digunakan adalah data primer, berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan teknik pengambilan data adalah dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. Hasil penelitiannya adalah terdapat perbedaan nilai rata-rata dari siklus I dan nilai rata-rata siklus II. Besarnya peningkatan persentase hasil belajar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 18,06%. Dari analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru meningkat sebesar 8%, dan persentase aktivitas siswa meningkat sebesar 22%. Dari hasil pengisian angket, semua siswa memberikan tanggapan yang sangat positif. Kesimpulannya adalah bahwa terdapat perbedaan hasil belajar mata diklat kearsipan antara sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Hasilnya pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Kinerja guru dan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Tanggapan siswa saat menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx adalah sangat positif. Kata Kunci : Hasil Belajar, Media Visual Berbasis Macromedia Flash MX. 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru administrasi perkantoran di SMK N 1 Boyolali adalah model pembelajaran ekspositori. Sedangkan salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai pada mata diklat kearsipan jurusan administrasi perkantoran adalah mengimplementasikan sistem kearsipan. Pada tahun ajaran sebelumnya, yaitu tahun ajaran 2008/2009. Berdasarkan rincian nilai mata diklat kearsipan pada model pembelajaran ekspositori, terlihat jelas meski nilai siswa sudah mencapai KKM yang ditetapkan, namun sebagian besar hanya mencapai batas minimumnya saja yaitu 70. Dari kenyataan tersebut, perlu adanya suatu inovasi baru pada pembelajaran ekspositori agar nilai siswa dapat meningkat, tidak sebatas mencapai nilai yang ditetapkan pada KKM atau nilai minimumnya saja. Guru dapat membuat siswa merasa tertarik dan termotivasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat. 1.2. Rumusan Masalah 1. Adakah perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali? 2. Bagaimanakah kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali?

187

Belajar Slameto (2003: 2) mendefinisikan belajar sebagai usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.6. Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx? 1. game.1. 2. 2. 2006: 9). maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan konsep. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali.4.7.3. Bagaimanakah aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali? 4. movie.5. pembuatan 188 . Jika pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep. Media Visual berbasis Macromedia Flash MX Media visual berbasis macromedia flash mx adalah gabungan dari media visual dengan program macromedia flash mx yang mengandalkan indera penglihatan dengan menampilkan animasi gambar atau gambar bergerak. Perbedaan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media pembelajaran dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Tujuan 1. Landasan Teori 2. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada yang dipelajari oleh pembelajar. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.2. 2. 2.3. 2.3. 2. Media Pembelajaran Menurut Sugandi (2006: 30) media pembelajaran adalah alat atau wahana yang digunakan pengajar dalam proses pembelajaran untuk membantu penyampaian pesan pembelajar. Anni. Kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Pengenalan Cara Pembuatan Media Visual berbasis Macromedia Flash MX Macromedia Flash MX merupakan sebuah program aplikasi standar authoring tool profesional yang dikeluarkan oleh perusahaan internasional Macromedia yang digunakan untuk membuat animasi vektor dan bitmap yang sangat menakjubkan untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. 2. 2. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Model Pembelajaran Ekspositori Model pembelajaran ekspositori atau langsung menurut Nur dalam Widdiharto (2004: 33) menyatakan bahwa model ini dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural (pengetahuan mengenai bagaimana orang melakukan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu) yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. 3. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memuat animasi logo. dkk (2006: 5). 4. Pembelajaran Pengertian pembelajaran menurut teori neobehavioristik yaitu upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan supaya terjadi hubungan lingkungan dengan tingkah laku pembelajar (Sugandi.

dan pembuatan situs web atau pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya (Suciadi. dan angket. maka penelitian ini disebut penelitian populasi (Arikunto. screen server. Analisis t-test (uji-t) Analisis t-test ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah ditentukan. interaktif form isian. Karena jumlah populasi kurang dari 100. Hasil 4. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama. 3. Angket ini digunakan untuk memperoleh informasi data tentang penerapan media pembelajaran visual berbasis macromedia flash mx pada mata diklat kearsipan standar kompetensi mengimplementasikan sistem kearsipan kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. observasi.1. numerik / nomor. 4. 2010 Siklus I 75. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. huruf ataupun kombinasi huruf dan nomor sebagai identitas arsip yang terkait.450 0 89. Deskripsi Data Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan empat metode penelitian yaitu metode dokumentasi.1. 3.8. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AP 1 yang berjumlah 40 siswa. Tabel Paired Samples Statistics Mean Pair 1 Siklus II Sumber: Data Diolah. banner. 2003: 3). Deviation 5.79048 Tabel Paired Samples Correlations 189 . tombol animasi. apakah ada perbedaan hasil belajar mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data nama siswa dan data nilai mata diklat kearsipan tahun sebelumnya. metode tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa baik pembelajaran sebelum maupun sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx pada mata diklat kearsipan standar kompetensi mengimplementasikan sistem kearsipan kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran. tes.navigasi pada situs web.99942 Std.16869 4. 2006: 130). menu interaktif. Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired. Materi Mengimplementasikan Sistem Kearsipan Sistem Kearsipan Sistem kearsipan adalah cara pengaturan atau penyimpanan arsip secara logis dan sistematis dengan memakai abjad.075 0 N 40 40 Std.81724 . e-card. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx (ekspositori) dan pembelajaran mata diklat kearsipan pada saat menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2. Error Mean .

Deviatio Error Low n Mean er Upper Si g. maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus adalah .0001 dengan t hitung sebesar -16.N Pair 1 Siklus I & Siklus II 40 Correlati on .98673 16. dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2010 Dari tabel korelasi diperoleh nilai korelasi = 0.001 Sumber: Data Diolah. aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0. 2010 Hipotesis : Ho : 3 = 0.822 9 00 4 7 us II Sumber: Data Diolah.2632 Sikl 254 11. Ha : 3 0.493 Sig. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Deskriptif Persentase Analisis deskriptif persentase terhadap skor yang diperoleh digunakan untuk mendeskripsikan kinerja guru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.05 (batas kesalahan) dan signifikasi 0. 4.36250E1 8099 15.12 3 . Nilai rata-rata siklus 2 lebih tinggi dibanding nilai rata rata siklus 1.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media . persentase kinerja guru dalam 190 . Observasi kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. td. (2D tailed f ) Mean Pair 1 t Sikl . . Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau ( ) = 0. Tabel Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval S of the Difference Std.0 -1.493 dan signifikan pada 5% hal ini berarti rata-rata nilai hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx berhubungan positif dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. us I – 5.822.2. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx kurang baik atau sama dibandingkan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.

persentase aktivitas siswa termasuk dalam kategori sangat baik. 30% dalam kategori sangat baik. dapat dilihat bahwa ada peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebesar 22%. Dari data tersebut terlihat bahwa siswa memberikan tanggapan sangat positif yang bererti bahwa siswa tertarik dan lebih semangat dalam pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx sehingga nilai hasil belajar siswa dapat meningkat. Sehingga dari pembelajaran yang lebih aktif dan bervariasi. Karena penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx merupakan inovasi baru. Terlihat bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam kategori baik. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hamalik dalam Arsyad (2009: 15). Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sudjana dkk (2009: 2). Hal tersebut sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 17) bahwa media pembelajaran adalah media yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan antara guru dan siswa agar tujuan pengajaran tercapai. 5. Jika kinerja guru baik maka tujuan dari pembelajaran akan tercapai dan hasil belajar siswa akan baik pula. Berdasarkan uraian di atas. Berdasarkan data hasil penelitian menggunakan skala likert seperti dalam tabel 4. Dari 40 siswa yang mengisi angket. Terlihat bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx meningkat sebesar 22%. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mata diklat kearsipan adalah termasuk dalam kategori sangat baik.mengelola pembelajaran diklat kearsipan adalah termasuk dalam kategori baik. serta peningkatan hasil belajar mata diklat kearsipan. yaitu hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan 191 . sehingga guru menjadi lebih semangat dan lebih bervariasi dalam menyajikan materi yang sedang dipelajari. menyatakan bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.7 terlihat bahwa tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali memberikan tanggapan yang sangat positif. persentase aktivitas siswa adalah dalam kategori cukup baik. Jika kinerja guru baik maka tujuan dari pembelajaran akan tercapai dan hasil belajar siswa akan baik. Hal ini dikarenakan mata diklat kearsipan yang diajarkan sebelumnya hanya disampaikan dengan pembelajaran ekspositori. Terdapat Perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Berdasarkan uraian tersebut dapat dilihat bahwa ada peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebesar 8%. antara lain: 5. Hasil dari penelitian aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx mempunyai pengaruh positif terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan. maka siswa memberikan sikap yang sangat positif dalam penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx. menyatakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Selain itu juga karena media visual berbasis macromedia flash mx adalah media baru sehingga siswa lebih tertarik dan menjadi lebih aktif.

Persentase kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi. Daftar Pustaka Anni. 2003. Angket tanggapan siswa terhadap penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan mendapat tanggapan yang sangat positif dari siswa. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 7. Arsyad. Bandung : Sinar Baru Algensindo. A. Semarang : UPT Unnes Press. Terdapat peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Arikunto. Semarang: UPT MKK UNNES. Persentase aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. 2006. 2004. Artinya mereka menganggap penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Psikologi Belajar. Sudjana. karena guru lebih semangat dan lebih dapat menarik perhatian siswa dengan bantuan media visual berbasis macromedia flash mx. Media Pembelajaran. Pusat Bahasa Depdiknas. PT Elex Media Komputindo : Jakarta. Andreas. Jakarta : Rineka Cipta. Slameto. 10 – 23 Oktober 2004. Jakarta: Balai Pustaka. 8. Makalah disajikan dalam Diklat Instruktur / Pengembang Matematika SMP Jenjang Dasar. Media Pengajaran. Terdapat peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Widdiharto. Daniel Purnomo. 2002. 2003. Suciadi. Model – Model Pembelajaran Matematika SMP. Rachmadi. 192 . 2006. Eddy Purwanto. Azhar. Sugandi. Teori Pembelajaran. 2009. 2006. Chatarina Tri . karena media tersebut merupakan sebuah media yang baru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sehingga siswa lebih tertarik dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mata diklat kearsipan. Nana dan Rivai Ahmad. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Menguasai Pembuatan Animasi dengan Macromedia Flash MX. Achmad Rifa’i. 6.sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx secara signifikan lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2009.

penetapan PKB dan SKPD.angka yang dihitung secara statistik sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan : (1). 2) Untuk mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi. Hendaknya UP3AD agar lebih menyederhanakan prosedur yang ada. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembayaran pajak yang baik dan berjalan dengan lancar diperlukan suatu sistem administrasi yang baik juga. Latar Belakang. Prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kabupaten Kendal dimulai dari pengambilan formulir SPPKB. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa 1) prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah.argumen dan tidak menggunakan angka. PENDAHULUAN A. mendahulukan wajib pajak pada pelayanan SPPKB. Hasil penelitian diketahui bahwa bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. pembayaran PKB. (2). Untuk menyelenggarakan kegiatan pembayaran pajak diperlukan prosedur untuk memaksimalisasi hasil usaha yang sedang dijalankan. hal tersebut untuk membantu kelancaran pembayaran pajak juga sebagai pertimbangan suatu organisasi dalam mengambil keputusan-keputusan penting. Kedudukannya sangatlah penting sebab sah atau tidaknya perbuatan orang dalam organisasi 193 . sedangkan permasalahan dari luar adalah kurang tertibnya wajib pajak dan masalah calo. Administrasi. Karena sebagian besar pendapatan daerah berasal dari sektor pajak maka kelancaran penyelenggaraan pembangunan pemerintahan daerah dipengaruhi oleh keberhasilan dari hasil penerimaan pajak daerah. Pajak daerah yang biasanya dipungut selama ini merupakan sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan disuatu daerah. Prosedur biasa diterjemahkan sebagai tata cara yang berlaku dalam organisasi.PROSEDUR ADMINISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UP3AD KABUPATEN KENDAL Khusnul Budi Ani Abstrak Pajak daerah yang biasanya dipungut selama ini merupakan sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan disuatu daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis diskriptif kualitatif yaitu data tersebut diperoleh. registrasi otorisasi data statis kendaraan. Pajak Kendaraan Bermotor. selain itu juga harus di dukung dengan sistem informasi yang lengkap pula. serta untuk calo harus mengikuti prosedur sebagaimana mestinya. wawancara dan dokumentasi. 2) Permasalahan yang dialami dari dalam yaitu kurang efektifnya sosialisasi dan staf lain yang membayar pajak pada saat jam kerja. 3) Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengefektifkan lagi sosialisasi di kecamatan di Kendal secara menyeluruh. Validitas STNK dan TNKB dan yang terakhir penyerahan STNK. menertibkan wajib pajak dengan memberikan nomer antrean pada oket SPPKB. Sebaiknya UP3AD mengefektifkan lagi sosialisasi di kecamatan-kecamatan di daerah kendal secara menyeluruh. pelayanan korektor. dianalisa dengan argumen. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD. 3) Untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi permasalahan tersebut. agar masyarakat mengetahui tentang prosedur adminastrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor Kata kunci : Prosedur.

terkendali.sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat wajib pajak. Dari jumlah tersebut 7% orang kebanyakan belum paham mengenai prosedurnya. Dari pengamatan langsung di kantor UP3AD Kabupaten Kendal dan dari daftar pembayar pajak kendaraan bermotor di UP3AD jumlah pembayar atau wajib pajak rata-rata berjumlah 200 orang setiap harinya. 2006:105). Pembayaran pajak merupakan wujud pengabdian dan peran serta masyarakat dalam membantu kelancaran pemerintahan daerah. Kaitanya dengan pembayaran pajak adalah prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor diperlukan untuk membantu organisasi dan wajib pajak dalam pelaksanaan pembayaran pajak agar berjalan dengan baik dan lancar. Karena setiap anggota masyarakat diberi kepercayaan pajak untuk dapat melaksanakan keikutsertaan nasional melalui sistem menghitung.ditentukan oleh tingkah lakunya berdasarkan prosedur itu. karena perbedaan latar belakang pendidikan sehingga penyampaian informasi terkadang kurang bisa diterima. Informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat. 2005:5) Administrasi dalam arti sempit merupakan pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta memudahkan keterangan untuk memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain. Pengertian Administrasi Menurut (Silalahi. Kurangnya komunikasi dan sosialisasi mengenai informasi prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor menyebabkan kurangnya minat para wajib pajak untuk membayarkan pajak terutangnya. B. Kegiatan administrasi dalam arti sempit sering disebut juga sebagai tata usaha. Bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut? LANDASAN TEORI A. memperhitungkan. Pengertian Prosedur Prosedur adalah suatu rangkaian metode yang telah menjadi pola tetap dalam melakukan suatu pekerjaan yang merupakan suatu kebulatan. 194 . Dengan adanya suatu prosedur maka kegiatan yang akan dicapai dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang di inginkan (Moenir. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengambil judul “PROSEDUR ADMININISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UP3AD KABUPATEN KENDAL” B. PERUMUSAN MASALAH Atas dasar uraian latar belakang di atas maka perumusan masalahnya adalah : 1. Pembayaran membutuhkan waktu kurang dari satu jam. 2000:187) Prosedur digunakan perusahaan atau organisasi untuk membantu pelaksanaan kegiatan operasional. sehingga pelaksanaan sistem administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan lebih tertib. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. Permasalahan apa saja yang dialami dalam proses kegiatan pembayaran pajak kendaraan bermotor? 3. ada juga yang beranggapan bahwa proses pembayaran pajak kendaraan bermotor rumit. (Gie. Bagaimana Prosedur administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor pada UP3AD Kabupaten Kendal? 2. padahal sebenarnya pembayaran akan lebih ekonomis dan efisien apabila masyarakat mau membayarkan pajak terutangnya sendiri serta tidak menyita waktu. dan memakan waktu lama sehingga kebanyakan masyarakat menyerahkan pembayarannya kepada makelar pajak atau calo.

Tanggung jawab atas kewajiban pelaksanaan pemungutan pajak sebagai pencerminan kewajiban di bidang perpajakan berada pada anggota masyarakat Wajib Pajak sendiri. Sumber dan Jenis Data Definisi sumber data menurut (Arikunto. tidak termasuk alat-alat besar. Data merupakan sumber tertulis yang sangat penting dalam penyusunan Tugas Akhir. Dokumentasi dan Wawancara. C. 2009:26).3 tahun 2002 tentang Pajak Kendaraan Bermotor UU No. sehingga membantu kita untuk menarik satu kesimpulan dari objek atau fenomena yang diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi. Data yang diperoleh dari penelitian dapat memperkuat hasil penelitian dan memudahkan penyusunan Tugas Akhir. Objek kajian dalam penelitian ini adalah mengenai prosedur administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor pada UP3AD Kabupaten Kendal. dan pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan berdasarkan ketentuan yang digariskan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. permasalahan apa saja yang di hadapi dan cara mengatasi permasalahan tersebut. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan satu tahapan dalam proses penelitian dan sifatnya mutlak untuk dilakukan karena data merupakan fenomena yang diteliti. 2002:96). dalam hal ini aparat perpajakan. sesuai dengan fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan. 2002:107) adalah subjek darimana data diperoleh. Sedangkan menurut UU No 18 tahun 1997 Pajak Kendaraan Bermotor adalah pajak atas kepemilikan dan atau penguasaan kendaraan bermotor. D. c. Objek Kajian Objek kajian adalah objek penelitian yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. sehingga melalui sistem ini administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan dengan rapi. METODE PENELITIAN A. Kendaraan bermotor adalah semua kendaraan beroda dua atau lebih beserta gandengannya yang digunakan di jalan umum. Pajak Kendaraan Bermotor Pajak Kendaraan Bermotor atau disebut (PKB) merupakan pajak yang dipungut atas kepemilikan dan atau penguasaan terhadap kendaraan bermotor (Tarmudji dan Suryarini. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang (self assessment). Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini. Bahwa pemungutan pajak merupakan perwujudan dari pengabdian dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan yang diperlukan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. sederhana dan mudah untuk dipahami oleh anggota masyarakat Wajib Pajak. terkendali. 16 tahun 2000 tentang tata cara perpajakan di Indonesia a. Pemerintah. Dan Peraturan Pelaksanaannya berdasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor : 75 Tahun 2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor dan pada Peraturan Daerah Povinsi Jawa Tengah No. memperhitungkan. B. dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu kendaraan bermotor yang bersangkutan. b. yang menjadi objek penelitian penulis adalah di kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pembardayaan Aset Daerah (UP3AD) di jalan Soekarno Hatta No 101 Kendal. pelayanan.C. Anggota masyarakat Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk dapat melaksanakan kegotongroyongan nasional melalui sistem menghitung. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dipungut berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor. 195 .

196 . 2. penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Registrasi Otorisasi Data Statis Kendaraan Order TNBK/STNK Cek fisik Pembayaran PKB Penetapan PKB dan SKPD Keterangan : PKB : Pajak Kendaraan Bermotor SPPKB : Surat Pendaftaran Pembayaran Kendaraan Bermotor.E. Metode Analisis Data Dalam penulisan Tugas Akhir ini. TNKB : Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. STNK :Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. TandaTerima. Pelayanan Korektor 1. 3. SKPD : Surat Ketetapan Pajak Daerah. tetapi hanya menguraikan dan menggambarkan suatu keadaan berdasarkan data pada waktu tertentu (Arikunto. 4. 5. Hasil Penelitian 1. 2002:213). Berikut ini merupakan gambar alur pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kendal : Alur Rangkaian Pembayaran PKB Mulai Formulir SPPKB Penelitiankelengkap an. Metode deskriptif kualitatif adalah suatu metode analisis dimana data itu tidak dianalisis secara sistematis. Tanda tangan Validitas STNK dan TNKB Penyerahan STNK 1.

Penentuan besarnya pajak yang terutang sesuai dengan jenis kendaraan dan besarnya SKPD. d. pada saat jatuh tempo masa pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagaimana tertera dalam Notice Pajak/STNK. uji validitas dan penyerahan STNK. Cara untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kabupaten Kendal : a. Permasalahan yang timbul dalam proses kegiatan administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD dan cara mengatasi permasalahan tersebut. sehingga pelaksanaan sistem administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan lebih tertib.Berikut merupakan alurnya dimulai dari pengajuan persyaratan untuk memperoleh formulir SPPKB. koreksi. Staf lain yang kadang membuat tidak efisienya kerja staf pelayanan SPPKB karena membayar pajak pada saat kerja. penetapan. 197 . Mengefektifkan lagi sosialisasi ke kecamatan. maka wajib pajak diminta untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor. Berikut permasalahan dari dalam yang dialami dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu : 1. B. b. Staf pelayanan SPPKB sudah seharusnya mendahulukan wajib pajak terlebih dahulu daripada orang dalam karena untuk memaksimalisasi kerja agar berjalan lebih efektif dan efisien. pengesahan STNK dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam sejak saat pendaftaran /penyerahan berkas permohonan. pelayanan korektor. Sesuai dengan UU No 16 tahun 2000 Karena setiap anggota masyarakat diberi kepercayaan pajak untuk dapat melaksanakan keikutsertaan nasional melalui sistem menghitung.kecamatan di daerah Kendal. Dimana secara umum dapat kami sampaikan bahwa prosedur standar yang dilakukan oleh wajib pajak adalah. Kurang tertibnya wajib pajak pada saat pengambilan formulir SPPKB. Pembayaran PKB. Banyak calo atau makelar yang terkadang sedikit mengganggu kerja para staf pada saat pengambilan formulir SPPKB karena tidak mengantri dahulu. Kurang efektifnya sosialisasi mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor. Lebih menertibkan wajib pajak dengan cara memberikan nomer antrean juga pada loket pelayanan SPPKB. Dan proses kegiatanya dimulai dari penghimpunan data dan kelengkapanya. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat wajib pajak. terkendali. c. Berikut merupakan permasalahan yang timbul dari luar adalah : a. Tetap mendahulukan wajib pajak dan untuk calo atau makelar pajak seharusnya mengikuti prosedur pembayaran seperti wajib pajak yang semestinya. 2. validitas STNK/TNKB dan terahir adalah penyerahan STNK. pembayaran PKB lewat kasir. 2. memperhitungkan. lalu menuju ke Penetapan PKB dan SKPD. kemudian menuju ke registrasi otorisasi data statis kendaraan dimana tempat untuk order STNK / TNBK dan cek fisik. b.

Staf lain terkadang membuat tidak efisienya kerja para staf pelayanan SPPKB.saran sebagai berikut : 1. Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengefektifkan kembali sosialisasi ke kecamatan. Permasalahan dari luar banyak calo atau makelar yang terkadang sedikit mengganggu kerja para staf karena tidak mengantri dahulu. agar masyarakat mengetahui tentang prosedur adminastrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. 198 . 3. Kesimpulan 1. 2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah.kecamatan di daerah Kendal. Saran Dari pembahasan di atas penulis dapat saran. Untuk calo atau makelar pajak seharusnya mengikuti prosedur pembayaran seperti wajib pajak yang semestinya. Staf pelayanan SPPKB sudah seharusnya mendahulukan wajib pajak terlebih dahulu daripada orang dalam karena untuk memaksimalisasi kerja agar berjalan lebih efektif dan efisien. Sebaiknya UP3AD untuk lebih mengefektifkan sosialisasi di kecamatan. Lebih menertibkan wajib pajak dengan pemberian nomer antrean pada loket pelayanan SPPKB.kecamatan di daerah kendal secara menyeluruh. Permasalahan dari dalam yang dihadapi dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu kurang efektifnya sosialisasi mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor sehingga membuat wajib pajak kurang memahami tentang prosedurnya.SIMPULAN DAN SARAN A. Hendaknya UP3AD agar lebih menyederhanakan prosedur yang ada untuk mempemudah dan memperlancar kegiatan administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. kurang tertibnya wajib pajak. 2. B.

pada dasanya motivasi dapat memacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui upayaupaya yang dilakukan dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Saran yang dapat peneliti sampaikan berdasarkan hasil penelitian adalah diharapkan pimpinan memberikan pelatihan terhadap pegawai. Dengan adanya pemberian motivasi dari pimpinan diharapkan pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan akan lebih giat dan bersemangat dalam bekerja. sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. pemberian promosi dan pemberian bonus bagi pegawai yang berprestasi. Untuk menyediakan fasilitas pimpinan diharapkan aktif untuk mengajukan pengadaan fasilitas yang dianggap penting untuk menunjang suatu pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan sudah cukup baik. Hal ini akan meningkatkan produktivitas kerja sehingga berpengaruh pada pencapaian tujuan perusahaan. Hal ini tidak terlepas dari peran pimpinan. upaya yang dilakukan pimpinan dalam memotivasi kerja pegawai yaitu dengan mengadakan rapat pembinaan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana upaya yang dilakukan dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ?. Dan sebaiknya perusahaan segera menambahkan karyawan untuk menggantikan posisi pegawai yang dipindah. observasi dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu analisis dengan memaparkan faktafakta yang diamati dengan diikuti teori-teori yang mendukung. Kata Kunci : Peningkatan. karena latar belakang pegawai di Biro SDM dn Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan yang berbeda-bada. Motivasi 199 . sehingga karyawan lain tidak terbebani dengan pekerjaan yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. (2) Kendala apa saja yang dihadapi dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ?.PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BIRO SDM DAN UMUM SEKSI PENGELOLAAN ASET PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH Heni Maulidah ABSTRAK Motivasi merupakan serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu.

Organisasi dikelola oleh sumber daya manusia didalamnya. Dalam suatu perusahaan potensi tenaga kerja merupakan modal yang sangat penting bagi pencapaian keberhasilan serta tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan perusahaan dapat tercapai jika manajemen mampu mengelola dan menggerakan sumber daya manusia secara efektif dan efisien. Selain itu pegawai juga akan tergerak untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan kualitas kerjanya guna mencapai prestasi yang diharapkan. Meningkatkan motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam upaya pengembangan pegawai.PENDAHULUAN Pada saat ini telah memasuki era global. perusahaan harus menjaga hubungan kerja yang baik dengan pegawainya. 200 . Oleh karena itu. sehingga pekerjaan yang diberikan akan cepat selesai serta pegawai akan lebih terampil dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Karena dengan adanya motivasi maka pegawai akan terdorong untuk melaksanakan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh serta dengan penuh rasa tanggung jawab. dan setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan tugas masingmasing. Salah satu hal yang perlu ditingkatkan perusahaan adalah mengenai motivasi pegawai. dimana perusahaan-perusahaan baik yang berorientasi pada keuntungan maupun organisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan bersaing untuk mencapai tujuan-tujuan mereka.

Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan. hal ini tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan (Winardi. Tujuan pimpinan adalah memberikan dorongan kepada pegawainya agar bisa bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh organisasi. Dalam melakukan suatu pekerjaan tidak jarang pegawai menemukan kesulitan yang mampu menghambat pencapaian hasil kerja yang maksimal. 2001 : 6). Untuk meningkatkan produktifitas yang tinggi perlu adanya motivasi kerja dari para karyawan. Karyawan membutuhkan semangat yang tinggi untuk meningkatkan hasil yang diharapkan. tetapi harus disimpulkan dari perilaku yang tampak ( Handoko. dan imbalan nonmoneter. Dalam hal ini peneliti (penulis) secara langsung observasi ke obyek penelitian yaitu pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah melalui wawancara. Manajer perlu memahami orang-orang berperilaku tertentu agar dapat mempengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan organisasi. yang dapat mempengaruhi hasil kinerjanya secara positif atau secara negatif. karena motivasi adalah suatu kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia. atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar imbalan moneter.Dengan adanya motivasi diharapkan setiap pegawai mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Motivasi ini merupakan subyek yang penting bagi manajer. Jenis Data a. Seseorang yang termotivasi maka seseorang tersebut akan melaksanakan tugasnya sebagai pegawai dimana ia bekerja dengan penuh rasa ta nggu ngjawa b. Sumber data dari penelitian ini adalah dari pimpinan dan pegawai Bagian SDM dan Umum Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dimana data dapat diperoleh (Arikunto. 1. karena motivasi tidak dapat diamati atau diukur secara langsung. dan memelihara perilaku manusia. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk menyusun Tugas Akhir ini dengan judul : “PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BIRO SDM DAN UMUM SEKSI PENGELOLAAN ASET PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH” METODE PENELITIAN Sumber dan Jenis Data 1. Pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah untuk menjalankan misi perusahaan maka pegawai harus diberi motivasi kerja yang tinggi agar dapat bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan. Data Sekunder Yaitu data yang diperoleh penulis dari buku-buku literatur yang terkait dengan penulisan Tugas Akhir ini sebagai penunjang dalam penelitian. Motivasi juga merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung efektifitas kerja. 2002: 107) . Data Primer Yaitu data yang diambil langsung dari sumbernya. Motivasi merupakan subyek yang membingungkan. yang dapat dikembangkannya sendiri.2. Motivasi bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan produktivitas pegawai. Dan merupakan data yang sudah baku serta dipublikasikan dari data sekunder ini akan diperoleh data penelitian kepustakaan yaitu 201 . Produktivitas pegawai menjadi pusat perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas kerja yang mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi.2003 : 251). Hubungan karyawan yang tertata baik sangat bermanfaat bagi organisasi. b. karena banyak kendalakendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi kerja pegawai. menyalurkan. Dalam proses pemberian motivasi kerja tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. karena manajer harus bekerja dengan dan melalui orang lain.1.

3. Data yang sudah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. Faktor motivasi yang berasal dari luar yaitu gaji. Untuk meningkatkan motivasi kerja pimpinan harus mengetahui apa yang diinginkan pegawai agar pegawai dapattermotivasi untuk bekerja lebih giat dan mencapai prestasi kerja yang tinggi. Diberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi yang dapat melaksanakan penjualan melebihi target yang telah ditetapkan. buku-buku. c. Kebutuhan dan keinginan tersebut biasanya dipengeruhi oleh beberapa faktor. Diadakannya rapat pembinaan yang dihadiri oleh semua pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan dan biasanya dilakukan 1 minggu sekali oleh pimpinan. Dengan adanya promosi ini pegawai diharapkan dapat bersemangat dan bergairah untuk mencapai prestasi yang diharapkan. Latar belakang pegawai yang berbeda-beda sehingga para pegawai memiliki karakter dan 202 . kondisi kerja yang nyaman. Wawancara Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pimpinan atau staf kantor pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. sehingga diharapkan tujuan perusahaan dan individu dapat tercapai. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah meliputi hal-hal sebagai berikut : a. 2. adalah pembandingan antara teori dengan hasil penelitian tentang motivasi kerja pegawai pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. surat kabar. pengekuan dan taggung jawab terhadap pekerjaan. Dokumentasi Adalah data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan data -data yang disediakan oleh instansi. pekerjaan itu sendiri. Pemberian promosi bagi pegawai yang berprestasi. 2. Suharsimi (2002:236) Metode Analisis Data Untuk mencapai tujuan penelitian sesuai dengan yang diharapkan dalam penyusunan Tugas Akhir ini dan untuk diperoleh suatu kesimpulan maka data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan mengamati mengenai diperlukannya sesuai kriteria halhal yang diperlukan dalam suatu penyajian. Metode pengumpulan data Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan beberapa cara sebagai berikut : 1. Observasi Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara mengadakan observasi ke Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. kebijakan administrasi perusahaan dan hubungan antar pribadi. Kendala-kendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi kerja kepada pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan: a. majalah dan sebagainya. b. Arikunto. karena motivasi merupakan suatu keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melaksanakan aktivitas yang sejalan dengan tujuan.metode pengumpulan data dengan cara membaca serta mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan tema penulisan Tugas Akhir ini. Sedangkan faktor yang berasal dari dalam diri pegawai yaitu prestasi kerja. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Pemberian motivasi kepada pegawai sangat berpengeruh terhadap produktivitas kerja yang tinggi. 1. Yaitu dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan.

kemampuan yang berbeda sesuai dengan bidang masing-masing. Mangkunegara. Pegawai memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. b. Anwar Prabu. 2005. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Dharma. H. 1994. Rivai. Riasto. Richard L. . 2004. Jakarta : Salemba Empat. Jakarta : Bumi Aksara. Manajemen Sumber Daya Manusia. Sulistyani. Manajemen Personalia. Perilaku Organisasi. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Sondang. Manajemen Sumber Daya Manusia. Management. Manajeme Sumber Daya Perusahaan. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. . Yogyakarta : BPFE. 2005. Bumi Aksara. Fathoni. Abdurrahmat. 2006. Melayu. Bandung : Pustaka Setia. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Agus. tanpa harus selalu diawasi oleh pimpinan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Rineka Cipta. Husein. 2001. Manullang. Hasibua. Manajemen Prestasi Kerja. 3. 2006. 1996. Stephen P. Pegawai memiliki kesadaran diri untuk meningkatkan prestasi kerja. Sadili. 203 . Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Samsudin. T. Jakarta : Murai Kencana. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. 2003. Widiatmono. Jakarta : PT. Fun gsi-fungsi Manajerial. Jakarta : PT. Jakarta : Bumi Aksara. 2003. Siagian. T dan rosidah. c. suharsimi. 2001. Jakarta : Ghalia Indah. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. 1993. Manajemen Edisi Kedua. 2003. b. A. Yogyakarta : BPFE Winardi. Jakarta : PT. Teori Motivasi dan Aplikasinya. P. 2002. veithzal. A. 2001. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. 2006. Yogyakarta : BPFE. Organisasi dan Motivasi. Yogyakarta : Graha Ilmu Umar. Pegawai memiliki semangat kerja yang tinggi dan loyalitas yang tinggi pula terhadap perusahaan. 1996. Jakarta : Rineka Cipta. A. Hani. Manfaat motivasi kerja antara lain sebagai berikut : a. Daft. Robins. Jakarta : PT Raya Grafindo Persada. Jakarta : Rajawali Press. Kemampuan perusahaan terbatas dalam menyediakan fasilitas dan insentif untuk memenuhi kebutuhan pegawai. Prosedur Penelitian. Prenhallindo. 1991. . Bandung : Remaja Rosdakarya. Handoko. Rineka Cipta.

1 Latar Belakan Masalah SMK Negeri I Punggelan merupakan salah satu dari sekian banyak SMK Negeri di Kabupaten Banjarnegara yang berusaha mencetak lulusan yang siap kerja dan siap bersaing dalam dunia kerja.461 + 0. sedangkan pada kelas XI materi yang diajarkan merupakan isi dari ilmu kewirausahaan tersebut. Atas dasar ketentuan ini diharapkan siswa dapat mencapai hasil yang optimal. menurut Suryana (2006:2). Pengambilan data menggunakan teknik observasi. Sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku untuk mengukur keberhasilan pembelajaran yaitu dengan ditetapkannya batas minimum ketuntasan belajar untuk mata pelajaran kewirausahaan yaitu 6. kuesioner. Tinggi rendahnya nilai yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar Kewirausahaan pada siswa kelas XI di SMK N I Punggelan. Banjarnegara? 204 . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 113 dengan menggunakan sampel sebanyak 57 siswa. Kata kunci : Faktor internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi prestasi belajar. dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Bentuk keberhasilan pembelajaran di sekolah dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. Seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi prestasi belajar pada siswa kelas XI di SMK N I Punggelan.193 . yang diajarkan dari kelas X sampai kelas XII. lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Banjarnegara? b. Kewirausahaan merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di SMK N I Punggelan. mengetahui seberapa besar faktor intern dan ekstern berpengaruh baik secara parsial maupun secara simultan. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi berganda. kiat. PENDAHULUAN 1. bakat dan motivasi.2 Rumusan Masalah a. Permasalahan yang dikaji adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan seberapa besar faktor tersebut mempengaruhi.FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMK N I PUNGGELAN BANJARNEGARA Ristian Cahyo Saputro Abstrak Prestasi belajar merupakan salah satu ukuran keberhasilan dalam belajar mengajar. karena prestasi belajar menunjukan hasil usaha yang dicapai siswa selama mereka melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah yang pada umumnya ditunjukan dalam bentuk nilai. 1. dokumentasi. dan pada kelas XII siswa-siswi tersebut diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. minat.0. Sedangkan faktor ekstern adalah lingkungan sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara Tahun ajaran 2009/2010. Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi Ŷ = 43. yang nantinya akan terjun langsung di lapangan dengan kemampuan yang telah dibekali dari sekolah sesuai dengan jurusan yang mereka ambil.182 + 0. Faktor intern yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu intelegensi. Dengan demikian menunjukan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar siswa dan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa sebesar.faktor eksternal dan prestasi belajar 1. Materi yang disampaikan pada kelas X merupakan dasar-dasar dari ilmu kewirausahaan.

Kewirausahaan menurut Thomas W. 2009:49). Banjarnegara? 2. otak dan anggota tubuh lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan. pemahaman. analisis. sintesa dan evaluasi. mendayagunakan semua potensi yang dimiliki. Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. METODOLOGI PENELITIAN 3.3 Tujuan a Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N I Punggelan. dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono. Banjarnegara tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 113 orang siswa yang tersebar dalam 3 kelas dari kelas XI Teknik Bodi Otomotif (TBO). baik fisik. maka semakin besar kesalahan generalisasi (Sugiyono. Dalam pengambilan sampel untuk penelitian ini diasumsikan 205 . LANDASAN TEORI Belajar adalah suatu usaha. 2004:75).2005 :57). Banjarnegara? b Untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N I Punggelan.1 Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi. dengan sistematis. dan XI Teknik Mekanik Otomotif (TMO)2. motivasi. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan. 2005:62).1. bakat. 3. mental serta panca indera. dan sebagainya (Dalyono. prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut: a. XI Teknik Mekanik Otomotif (TMO)1. Zimmerer (1996:51) (dalam Suryana. Prestasi belajar siswa dibuktikan dengan ditunjukan melalui nilai atau angka nilai dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap tugas siswa dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya (Tu’u. demikian pula aspek-aspek kejiwaan seperti intelegensi. Berdasarkan uraian di atas maka sampel dalam penelitian ini diambil 50% dari tiap kelas.2 Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010 yang terbagi dalam tiga kelas dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 113 siswa. Perbuatan yang dilakukan secara sungguh-sungguh. Sedangkan menurut Suharsimi (2006:134) menyatakan: sampel apabila subyeknya kurang dari 100. aplikasi. c. Prestasi belajar merupakan suatu bukti keberhasilan usaha yang dicapai oleh seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu (Winkel. Berdasarkan hal itu. 2006: 130). minat. b. lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Dalam penelitian ini digunakan teknik Simple Random Sampling. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah. Semakin besar jumlah sampel mendekati populasi. 1991:160). 2006:13) kewirausahaan merupakan proses penerapan kreatifitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang dihadapi setiap orang dalam setiap hari. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupan penelitian populasi. 3.

Berikut adalah tabel pengambilan sampel penelitian. Faktor Ekstern : a. Motivasi 2. agenda.2 Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai berbagai variabel berupa catatan. Intelegensi b. buku. 2005:2). 3. Jadi sampel yang diambil tidak membedakan jenis kelamin siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel bebas atau variabel independen: 1. Lingkungan masyarakat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar 3. Lingkungan keluarga b. 3. 206 .bahwa kemampuan belajar antara siswa laki-laki dan perempuan adalah sama. Bakat d. notulen rapat. Variabel tersebut terdiri dari beberapa indikator yang sangat mendukung dan kemudian indikator tersebut dikembangkan menjadi instrumen (angket). Jadi kuesioner adalah pengumpulan informasi dengan cara mengedarkan daftar tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. prasasti. legger. sehingga responden (siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara) tinggal memilih alternatif jawaban yang sesuai keadaan sebenarnya.4 Teknik Pengumpulan Data 3.2006:225). 2006:231). faktor ekstern serta prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan. Faktor Intern : a.1 Metode Analisis Deskriptif Persentase Metode analisis deskriptif persentase digunakan untuk mengkaji variabel faktor intern. dan sebagainya (Suharsimi. 3. Lingkungan sekolah c.4. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: 1) Daftar jumlah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara 2) Nilai rapor mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara 3) Data profil sekolah SMK N I Punggelan banjarnegara.5 Metode Analilsis Data 3. transkrip.3 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati (Sugiyono.4. surat kabar. Sedangkan angket data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup dimana jawabannya sudah tersedia. Minat c.1 Metode Kuesioner/angket Metode kuesioner/angket adalah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi.5.

lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.193 .609 Sig. .459 3. Mengenai guru yang dalam mengajar masih banyak menggunakan metode konvensional.446 Std. 5. HASIL PENELITIAN a Coefficients Model 1 (Constant) Faktor Intern Faktor Ekstern Unstandardized Coefficients Std.908 . F Change .5%.362 4.441 Collinearity Statistics Tolerance .182 .102 a.519 . maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut : 1. Error of the Estimate 2. Besarnya pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N 1 Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010.39770 F Change 23. 2. B Error 43. PENUTUP 5. dan lain sebagainya yang membuat siswa lebih aktif dalam dalam proses pembelajaran mengingat materi kewirausahaan yang padat. Predictors: (Constant). 2.041 .466 Adjusted R Square .682a R Square .102 1.9 % dan faktor eksternal yaitu 19. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N 1 Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010 yaitu faktor internal yang terdiri atas intelegensi.000 a.001 Correlations Partial . bakat. Faktor Ekstern.000 .000 . Faktor Intern b. motivasi dan faktor eksternal yang terdiri atas lingkungan keluarga. Dependent Variable: Hasil Belajar 5.517 df1 2 df2 54 Sig.825 .1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya.466 . sebaiknya pihak sekolah diharapkan untuk menambah jumlah buku paket dan buku literature yang ada di sekolah agar siswa mempunyai sumber belajar yang lengkap sehingga dapat memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan oleh guru.4.377 t 11. minat. group investigation. sebaiknya guru pada waktu mengajar untuk lebih kreatif dalam menggunakan metode mengajar seperti metode jigsaw. Secara simultan besarnya pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa adalah 46.908 VIF 1.2 Saran Ada beberapa saran yang diajukan sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan. Secara parsial besarnya pengaruh faktor internal terhadap prestasi belajar siswa adalah 26.053 Standardized Coefficients Beta .6%. saran yang diajukan : 1. Mengenai alat/media pembelajaran yang terbatas. 207 . Dependent Variable: Hasil Belajar b Model Summary Change Statistics Model 1 R .461 3. mind mapin.

Jakarta: PT raja Grafindo Persada. Slameto. Jakarta: Rineka Cipta. Psikologi Belajar: Jakarta: PT Rineka Cipta. M. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. 2005. Semarang. Psikologi Pendidikan. Arikunto. 2004. Semarang : UPT MKK UNNES Press Ghozali. 208 . Statistika Untuk Penelitian. Hamalik.Selain itu juga diharapkan guru untuk memanfaat media yang ada dalam setiap pertemuan dengan optimal guna mendukung kelancaran proses pembelajaran. 2010. Pedoman Penulisan Skripsi. Abu. 2004. Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda. 2008. Winkel. Thursan. Jakarta: Rineka Cipta. Psikologi Pendidikan dan Evaluai Belajar. 2006. Psikologi Belajar. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Tulus. Kewirausahaan.S. UPT Unnes Press. Bandung: Alfabeta.Suharsimi. 2005. Jakarta: Bumi Aksara. _________________ 2006. Universitas Negeri Semarang. Sugiyono. 2009. Jakarta: Rineka Cipta. Fakultas Ekonomi. DAFTAR PUSTAKA Anni.M. Jakarta: PT Grasindo. Imam. Djamarah. Syaiful Bahri. Jakarta: Gramedia. Skripsi. Sardiman. 2007. Semarang: UPT Unnes Press. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Sosiologi Pemdidikan. Ahmadi. Psikologi Belajar. Jakarta: Salemba Empat Susanti. A. Tu’u. Siti. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran dan Fasilitas Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Kendal Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010. 2003. Jakarta: Puspa Suara. Semarang: Universitas Diponegoro. Proses Belajar Mengajar. 2009. 2003. 2005. 2006. Oemar. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Belajar Secara Efektif. Dalyono. Hakim. 2007. Aplikasi Analisis Multi Variat dengan Program SPSS.dkk. 2009. Suryana.Catarina Tri. W.

yaitu: konsep diri orang tua dan anak akan 209 . Dengan demikian variabel minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran adalah varibel yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Apabila anak telah masuk sekolah. orang tua sebagai relawan.PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN MINAT SISWA MEMILIH PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT PRODUKTIF SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL Silfia Rizqi Amalia (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi.com Abstrak Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu. orang tua sebagai anggota tim kerjasama guru-orang tua. “Seringkali orang tua berpandangan bahwa sekolah adalah satu-satunya lembaga yang mampu mencetak manusia-manusia berkualitas dan berprestasi” (Rushdie dan Nurlaela Isnawati. Prestasi Belajar. KeahlianAdministrasi 1. dan dari variabel keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan analisis regresi berganda. Karena populasi lebih dari 100 orang maka menggunakan teknik proportional random sampling.62%. koesioner dan dokumentasi. Pendahuluan Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dan berasal dari luar diri siswa (ekstern) salah satunya adalah keterlibatan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya. Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. orang tua pembuat keputusan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa secara parsial thitung variabel keterlibatan orang tua sebesar 3. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara parsial keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. bagaimana pengaruh keterlibatan orang tua dan pengaruh minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran.987. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi-siswi kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 120 siswi. 2009:42). Ada tiga hal yang penting apabila orang tua dan pihak sekolah dapat menjalin kerja sama.572 dimana ttabel 1. Email: sleepy_freaky@ymail. variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.448 minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran sebesar 3. Minat Siswa Memilih Program Perkantoran. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa thitung > ttabel ini berarti secara parsial variabel keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Jurusan Manajemen. Kata Kunci : Keterlibatan Orang Tua. orang tua adalah mitra kerja yaitu: orang tua sebagai pelajar.69% dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran sebesar 21.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Sumbangan efektif yang diberikan untuk keterlibatan orang tua sebesar 11.

dan prestasi yang dicapai akan meningkat pula (Soemiarti Padmonodewo. diolah. Atas dasar pemikiran di atas.meningkat. motivasi belajar anak meningkat. Sedangkan minat siswa untuk memilih program keahlian administrasi perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal boleh dikatakan tinggi.Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 62.5% 40 2 XI AP 2 28 70% 12 30% 40 3 XI AP 3 22 55% 18 45% 40 Sumber : Data SMK N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.5% siswa belum memenuhi kriteria tuntas. Permasalahan Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. Adakah pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 2. tetapi juga diimplempentasikan melalui partisipasi aktif dalam suatu kegiatan. Anak didik yang berminat terhadap sesuatu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati itu dan sama sekali tak menghiraukan sesuatu yang lain. Pemasaran. Adapun hasil prestasi belajar siswa mata diklat produktif. Keadaan yang demikian terjadi juga di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: “PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN MINAT SISWA MEMILIH PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLATPRODUKTIF SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL”. Dengan adanya minat yang tinggi siswa dapat mencapai prestasi yang lebih baik akan tetapi pada kenyataanya masih ada nilai siswa dibawah standar kelulusan yakni dibawah nilai 70. Dari data tersebut diperoleh gambaran mengenai prestasi belajar mata diklat produktif Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi kabupaten Tegal.5% siswa memenuhi kriteria tuntas dan sebanyak 37. 2003:123-124). Sekolah tersebut memiliki tiga Program Keahlian yaitu Akuntansi. Adakah pengaruh keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 210 . Sedangkan salah satu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (intern) adalah minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Siswa yang memiliki minat yang tinggi terhadap program keahlian administrasi perkantoran cenderung akan merasa senang. maka dapat dirumuskan permasalahan antara lain sebagai berikut : 1.1 Prestasi belajar siswa No Kelas Tuntas % Belum % Jumlah Tuntas 1 XI AP 1 25 62. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan informasi dari guru mata diklat dan guru BK sendiri untuk keterlibatan orang tua dalam urusan pendidikan anaknya cukup tinggi dan orang tua selalu peduli dan tidak sepenuhnya beranggapan bahwa sekolah adalah satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab memberikan yang terbaik untuk anaknya . minat tidak hanya diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa anak didik lebih menyukai sesuatu dari pada yang lainnya. dan Administrasi Perkantoran. Minat merupakan hal yang sangat penting dan sebaiknya jurusan yang dipilih benar-benar sesuai dengan minat siswa. perhatian dan akan menumbuhkan sikap positif terhadap mata diklatproduktif administrasi perkantoran.5% 15 37. dapat dilihat dari banyaknya jumlah calon siswa yang mendaftar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Adakah pengaruh minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 3. sebagai berikut: Tabel 1. karena diharapkan hasil belajar yang dicapai akan lebih baik.

Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. keluarga. sebagai tutor. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. karena sekolah sering kali menganggap bahwa umumnya orang tua tidak memiliki ketrampilan untuk melaksanakannya. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang di capai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas serta kegiatan pembelajaran di sekolah. Minat menurut Slameto (2003:180) adalah “suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. 2. melakukan monitoring. dan pada waktu bersamaan meningkatkan keterlibat orang tua. Namun. Metodologi 211 . guna keuntungan mereka sendiri. 2. Menurut Morrison dalam Soemiarti (2003:125) tiga kemungkinan keterlibatan orang tua. Semakin kuat dan dekat hubungan tersebut. 3. anak dan program sekolah semuanya merupakan bagian dari suatu proses. Bukti Empiris Prestasi belajar menurut Tulus Tu’u (2004:75) adalah : hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. staf administrasi. sekolah. Bentuk partisipasi para orang tua yang tersebut adalah yang biasanya diharapkan para guru. guru. antara lain perencanaan kurikulum. memilih buku yang diperlukan untuk sekolah. Orang tua. Orientasi proses ini jarang dilaksanakan. tanpa menyuruh. orang tua membantu anak dalam tugastugas sekolah. 2) Orientasi pada proses Partisipasi orang tua didorong untuk mau berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan proses pendidikan. maka penelitian memiliki tujuan sebagai berikut : 1. yaitu : 1) Orientasi pada tugas Orientasi ini paling sering dilakukan oleh pihak sekolah. membantu mengawasi anak apabila anak-anak melakukan kunjungan luar. sedangkan pendidik anak harus bekerja sama dengan orang tua apabila ingin berhasil. seleksi guru dan membantu menentukkan standar tingkah laku yang diharapkan. yang berkaitan sebagai staf pengajar. dan program yang dijalankan anak itu sendiri. membantu mengumpulkan dana. fokus pada interaksi orang tua/anak/keluarga adalah orang tua. semakin besar minat”. anak-anaknya. yaitu keterlibatan dalam membantu program sekolah. Menurut Morrison dalam Soemiarti (2003:124-125) keterlibatan orang tua yaitu :suatu proses di mana orang tua menggunakan segala kemampuan mereka. 3) Orientasi pada perkembangan Orientasi ini membantu para orang tua untuk mengembangkan ketrampilan yang berguna bagi mereka sendiri. Bentuk partisipasi lain yang masih termasuk orientasi pada tugas adalah.Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah. 3. anakanaknya. Siswa menunjukkan bukti-bukti keberhasilan usaha yang dicapai siswa selama mereka belajar dan biasanya diwujudkan dalam bentuk atau simbol lain yang merupakan pencerminan kemampuan siswa dalam mempelajari suatu pelajaran.

Skor tersebut terdiri dari: 6. Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) 10.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahun ajaran 2009/2010. Jika keterlibatan orang tua baik maka prestasi belajar siswa akan meningkat. Jika minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran tinggi maka prestasi belajar siswa akan meningkat.000 . Setuju (S). Sedangkan penelitian ini menggunaka teknik sampling yang digunakan yaitu proportional random sampling. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang ada di bab IV maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.001 .033 Std.339 Coefficients Beta t 10. Error . Hasil Empiris Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 a.852 1. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 7. Kurang Setuju (KS). Jika keterlibatan orang tua baik dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran tinggi maka prestasi belajar siswa akan meningkat.001 .387 .173 Collinearity Statistics Tolerance VIF 5.448 3. . Dependent Variable: Y B 4. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 8.009 . Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan: Y = variabel terikat (prestasi belajar siswa) a = konstanta b1 = Nilai Koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai Koefisien Variabel bebas X2 (Sugiyono.009 . Dari kelima jawaban tersebut masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian terebut tinggi atau tidak. Ada pengaruh keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.032 .428 .173 1. Ada pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.260 3. Ada pengaruh minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. 3. 2008: 275) Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS). 2.572 Sig.327 . Tidak Setuju (TS). Sangat Tidak Setuju (STS).852 . Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) 9. 212 . Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4.

Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Asdi Mahasatya. Skripsi. 2007.” Parental involvement. 2008. Nigeria “. 1993. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. interest in schooling and science achievement of junior secondary school student in ogun state. Jakarta: Grasindo. Minat Memilih Program Studi dengan Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Pilihan. Relationship between self concepts. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yahaya azizi. Jakarta: Rineka Cipta. Syaiful Bahri. Cipta Jaya. Muhammad. Ginting. Jakarta: Bumi Aksara. Ghozali. 1995. Jakarta: Grasindo. 2008. 2009. Yogyakarta: Liberty. Bandung: Alfabeta. Kualitatif dan R&D. Slameto. Djaali. 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.6. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Kelas III SMA N I Wonogiri dalam Memilih Perguruan Tinggi. 2009. motivation. Jakarta: PT. 2003. Sappe. 2006. Ali. Soemiarti. 2003. Cara Belajar Yang Efisien. and parenting styles effected student achievement. Nurlaela Isnawati. Cipta. Jakarta: BP. R. Jakarta: Rineka Cipta. 2003.A. Djamarah. Tu’u. Rachman. Abd. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Pendidikan Anak Prasekolah. Semarang: Unnes. Journal of education research. Psikologi Pendidikan. Chatharina Tri. Strategi Penelitian. Psikologi Pendidikan. Patmonodewo. 2 Agustus 2003 halaman 106-111. 2005. 2008. Rushdie. Rineka Cipta. number 8. Membuat Anak Anda Jadi Murid Berprestasi. Tulus. Imam. Arikunto. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Tiara Wacana. Semarang: Unnes. Witami. Nigeria: Olab isi Onabanjo University. Nordin Kamaliah. Olatoye. 2006. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Dalam journal college teaching methods & styles journal. Anni. Aziz. Depdikbud. 2006. Kiat Belajar di Perguruan Tinggi. 2008. The Liang. University Technology Malaysia. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Jogjakarta:Garailmu. Gie. 2004. Volume 4. Jurnal Edukasi Volume 4 No. Suharsimi. Jakarta: PT. Daftar Pustaka Abror. 213 . Sugiyono. Psikologi Belajar. 2003.

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pendidikan sistem ganda (X1).05 yang berarti secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda. Uji keberartian persamaan regresi dengan uji F diperoleh F hitung = 15.05 hal ini berari ada pengaruh secara signifikan antara X3 terhadap Y. Fakultas Ekonomi. thitung = 2. karena itu lembaga pendidikan dituntut memberikan sumber daya manusia yang sesuai permintaan dan kebutuhan industri (Rimsky. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010 baik secara parsial maupun simultan.105X 1 + 0. Wiraswasta 8. Diperoleh persamaan regresi linier berganda Y= 1. mata pelajaran produktif diberikan untuk menambah keterampilan siswa dan ditunjang fasilitas belajar untuk memperlancar dalam kegiatan belajar. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi persentase dan regresi linier berganda.2% melanjutkan ke perguruan tinggi. Sarjana Pendidikan. thitung = 4. Berdasarkan penulusuran lulusan SMK N 1 Kendal belum seluruhnya memasuki dunia kerja terlihat dari data yang diperoleh kelulusan SMK N 1 Kendal prodi administrasi perkantoran tahun 2008/2009. Hasil uji parsial diperoleh t hitung = 3. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja.201 dengan nilai signifikansi antara 0. Dilihat dari pola hubungan antara organisasi bisnis dan lembaga pendidikan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket) dan dokumentasi. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran dan Fasilitas Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010 Oleh : Siti Susanti. Untuk mencapai tujuan tersebut SMK N 1 Kendal bekerjasama dengan institusi pasangan mengadakan program pendidikan sistem ganda.701X2 + 0. Fasilitas Belajar (X3) serta variabel terikat yaitu Kesiapan Kerja (Y). Penguasaan Mata Pelajaran Produktif.Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda.877 dengan nilai signifikansi = 0.093X3. Jurusan Manajemen.Pd.207 + 0. Dari data penelusuran kelulusan tersebut memberikan gambaran bagaimana tingkat kesiapan kerja siswa pada tahun sebelumnya.448 dengan nilai signifikansi antara 0. Kata Kunci: Pendidikan Sistem Ganda. 22.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X1 terhadap Y. Email : susan_chement@yahoo. penelitian ini disebut penelitian populasi. Dapat diketahui belum semua lulusan SMK N 1 Kendal setelah lulus mempunyai 214 . Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara pendidikan sistem ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran dengan jumlah siswa 41 orang. S.002 < 0.4% dan 19.000 < 0. Universitas Negeri Semarang.1 Latar Belakang Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada hakekatnya adalah mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga kerja tingkat menengah.305 dengan nilai signifikansi 0.com.034 < 0. Pendahuluan 1. 2008: 20).000 < 0.4% masih dalam menunggu. Fasilitas dan Kesiapan Kerja. Belajar 1. lembaga pendidikan merupakan pihak yang bertanggung jawab menciptakan dan menyuplai tenaga kerja bagi industri. Dari data penelusuran kelulusan tahun 2008/2009 ada keterkaitan dengan kesiapan kerja mengenai seberapa banyak lulusan dari SMK yang diserap di dunia usaha/dunia industri. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran (X2).05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X2 terhadap Y. didapat sebanyak 50% bekerja.

d. Menurut Soewani dan Sulaiman (dalam wena. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N I Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 1. Ingin mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 4. Adakah pengaruh pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 5.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah. Perbedaan kesiapan siswa itu berasal dari berbagai faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja. 1996: 76) tujuan penyelenggaraan pendidikan sistem ganda adalah: a. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 2. Adakah pengaruh pendidikan sistem ganda. Ingin mengetahui pengaruh penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 3. meskipun dalam satu program studi dan memperoleh perlakuan yang sama di sekolah tersebut. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan. Landasan Teori 2.1 Pendidikan Sistem Ganda Menurut pakpahan (dalam wena. Ingin mengetahui pengaruh pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 2. terarah untuk mencapai penguasaan kemampuan keahlian tertentu. c.kesiapan kerja yang sama untuk memasuki dunia kerja. 1996: 16) mengulas pengertian pendidikan sistem ganda. maka penelitian memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Ingin mengetahui pengaruh pendidikan sistem ganda. b. dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan professional. maka dapat dirumuskan permasalahan antara lain sebagai berikut : 4. keterampilan. 1. sebagai berikut: Sistem ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan kejuruan yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung pada bidang pekerjaan yang relevan. Memperoleh link and mach antara sekolah dengan dunia kerja. Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siwa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N I Kendal Kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 7. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan. Adakah pengaruh penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 6. 215 .2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas.

Untuk Sekolah menengah Kejuruan fasilitas belajar yang sesuai dengan standar Mendiknas mengenai standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan sekurang-kurangnya memiliki prasarana yang dikelompokkan dalam ruang pembelajaran umum. Kematangan jasmani dan rohani adalah perlu untuk memperoleh manfaat dari pengalaman. Mengoperasikan aplikasi perangkat lunak f. ruang penunjang. Surat menyurat bahasa inggris. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesiapan kerja berarti seluruh kondisi seseorang yang siap memberikan respon terhadap tugas yang dikerjakan untuk menghasilkan buah karya. Jadi. Menurut Djaali (2009: 113) bekerja mengandung arti melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya. Mengelola data/informasi di tempat kerja o. berarti bekerja. Mengelola peralatan kantor g. kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH) e. 2. 3. Melakukan prosedur administrasi h. Mengelola dana kas kecil n. 2003: 113). Mengelola sistem kearsipan l. Menurut May Smith dalam Panji (2006:12) tujuan dari kerja adalah untuk hidup. Memberikan pelayanan kepada pelanggan j. Mengelola pertemuan rapat m. Menurut Slameto (2003: 115) prinsip-prinsip kesiapan adalah: 1. Program produktif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membekali peseta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI). dengan demikian mereka yang menukarkan kegiatan fisik atau kegiatan otak dengan sarana kebutuhan untuk hidup. Mengaplikasikan administrasi perkantoran di tempat kerja p. Semua aspek perkembangan berinteraksi (saling pengaruh mempengaruhi). 216 . Menangani surat/dokumen surat k. dapat disimpulkan bahwa fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memperlancar kegiatan.3 Fasilitas Belajar Fasilitas adalah sarana dan prasarana. 2. Membuat dokumen i.2. 2.4 Kesiapan Kerja Kesiapan adalah seluruh kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi (Slameto. Menerapkan prinsip-prinsip kerjasama dengan kolega dan pelanggan d. Menurut Bafadal (2003: 2) Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Pengalamanpengalaman mempunyai pengaruh yang positif terhadap kesiapan.2 Penguasaan Mata Pelajaran produktif Administrasi perkantoran Menurut Wena (1996: 31) Komponen produktif yaitu bekal kemampuan keahlian tertentu untuk bekal bekerja. dan ruang pembelajaran khusus. Ruang lingkup mata pelajaran produktif administrasi perkantoran kelas X sampai kelas XI meliputi: a. Mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi c. Menerapkan keselamatan. Memahami prinsip–prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran b. bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Menurut Kurikulum SMK.

Personalia g. Waktu f. menggunakan skala likert dengan 5 alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS) skor 5. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kesiapan kerja siswa yaitu kesiapan untuk menghadapi dunia kerja. Kecepatan unjuk kerja siswa dalam mengerjakan suatu tugas c. dan pengertian yang lain yang telah dipelajari. yaitu Pendidikan Sistem ganda (X1). indikatornya: a. Pengumpulan data yang digunakan menggunakan data primer yaitu menggunakan metode dekomentasi dan metode angket yang diberikan langsung kepada siswa sebagai responden. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. 3. Setuju (S) skor 4. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari empat variabel yaitu tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Sumber belajar yang dipakai 2. Kebutuhan-kebutuhan. Kurang Setuju (KS) skor 3. Kecermatan siswa dalam menguasai suatu keterampilan b. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif (X2) dan Fasilitas Belajar (X3) terhadap Kesiapan Kerja Siswa (Y) Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Keterangan: Y = Variabel terikat (kesiapan kerja siswa) a = Konstanta b1 = Nilai koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai koefisien variabel bebas X2 b3 = Nilai koefisien variabel bebas X3 (Sugiyono. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran (X2). Kuantitas dan kualitas hasil kerja siswa d. Pendidikan sistem ganda (X1).4. 3. Fasilitas belajar (X3). mental dan emosional c. Indikatornya meliputi : b. 2007: 275). karena adanya variabel bebas. Kondisi fisik. indikatornya: Nilai ulangan semester rata-rata mata pelajaran produktif administrasi perkantoran program keahlian administrasi perkantoran kelas XI dari semester 1 sampai 3. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: 1. 2008: 39). Keterampilan. Tingkat alih belajar e. Sarana b. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono. pengetahuan. Tidak Setuju (TS) skor 2. Sangat Tidak Setuju (STS) skor 1. Prasarana Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. Kesiapan dasar untuk kegiatan tertentu terbentuk dalam peride tertentu selama masa pembentukan dalam masa perkembangan. motif dan tujuan d. Metodologi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian populasi secara keseluruhan berjumlah 41 orang Siswa Kelas XI prodi administrasi perkantoran. indikatornya: a. 217 .

Error 1.207 = Konstanta X1 = Pendidikan Sistem Ganda X2 = Penguasaan Mata Pelajaran Produktif AP X3 = Fasilitas Belajar 5. Pihak sekolahpun hendaknya dalam menggunakan sumber belajar yang dipakai harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu 218 .2 Saran Ada beberapa saran yang diajukan sehubungan dengan pengaruh pendidikan sistem ganda.105 . 2. antara lain: 1. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja.070 1. 2.305 4.023 1. oleh karena itu sekolah diharapkan dapat menyediakan ruang pembelajaran khusus yang sesuai dengan standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan sehingga siswa sudah terbiasa untuk mengoperasikan peralatan-peralatan kantor yang telah terstandar.935 . Pada saat pelaksanaan pendidikan sistem ganda sebagian kecil siswa mengeluhkan bahwa apa yang mereka kerjakan belum sesuai dengan keterampilannya.002 .042 Standardized Coefficients Beta . penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja.207 11.607 .034 Zero-order . Dependent Variable: Y Berdasarkan perhitungan analisis regresi linier yang dilakukan melalui analisis statistik dengan menggunakan program SPSS versi 12 maka diperoleh persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 1. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda.385 Correlations Partial .359 . penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja. Hasil dan Pembahasan a Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 X3 Unstandardized Coefficients B Std.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja. Penutup 5. 5.246 t . Dari hasil penelitian dapat diketahui masih terdapat kekurangan fasilitas belajar berupa ruang pembelajaran khusus.701 .483 .4.920 .093 .977 .201 Sig.102 3.093X3 Keterangan: Y = Kesiapan Kerja 1.032 .879 .000 .158 . saran yang dapat diajukan 1.948 1.207 + 0.590 . . 3.448 2.454 .701X2 + 0.239 Collinearity Statistics Tolerance VIF .105X1 + 0. 4.340 Part . Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja.477 .054 a.500 .363 . Sehingga ketidaksesuaianpun tidak terjadi lagi. untuk itu diharapkan sebelum pelaksanaan praktek dilaksanakan dari pihak DU/DI ada keterbukaan tentang tugas apa yang akan dilaksanakan selama siswa praktik.

Slameto. Imam. Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta. Bandung: Alfabeta. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Suharsimi. 1997. 2008. 2006. Mendiknas. Jakarta: Bumi Aksara. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Semarang: Badan penerbit Universitas Diponegoro. Bandung: Alfabeta. Kendal: SMK press. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Depdiknas. 219 . Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2009. Statistika untuk Penelitian. Ibrahim. Djaali. Rimsky K. Wena. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sugiyono. 2004. Jakarta: Bumi Aksara. Judisseno.pengetahuan misalnya menggunakan buku-buku terbitan baru dan penggunaan akses internet yang ada di sekolah lebih dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Bandung: Tarsito. . Bafadal. Fuad. Jakarta: Rineka Cipta. Psikologi Kerja. Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejurun (SMK/MAK). Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. 2009. 2008. Pandji. 1996. Ghozali. Ihsan. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori Dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta. 2008. Kurikulum SMK N 1 Kendal. Meda. DAFTAR PUSTAKA Anoraga. 2007. Psikologi pendidikan. 2003. Jadilah Pribadi Yang Kompeten di Tempat Kerja. Kualitatif dan R&D. 2006. Pendidikan Sistem Ganda. Jakarta: Citra Utama Media. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful