PROCEEDING

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

“ Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi “

Vol. 1

No. 01

2010

ISSN 2087-2917

0

KATA PENGANTAR Seminar Nasional dan Call for Paper ini diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kegiatan ini bertujuan strategis memberi kontribusi dalam pengembangan Administrasi Perkantoran, baik dari sisi keilmuan maupun praktis, yang didasarkan pada perkembangan terkini yang terjadi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk bertukar pikiran dalam mengembangkan Administrasi Perkantoran yang professional. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 200 orang yang berasal dari para akademisi dan praktisi di bidang Administrasi Perkantoran dari berbagai institusi seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Malang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Brawijaya dan Universitas Merdeka Malang, serta beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Propinsi Jawa Tengah yang memiliki program studi/ jurusan Administrasi Perkantoran. Beragam topik, baik hasil riset empiris, studi literatur atau konsep praktis, dirangkum dalam sebuah tema besar “Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi”. Kami berharap, bahwasanya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan dukungan bagi pengembangan program keahlian Administrasi Perkantoran, baik pada institusi bisnis, nirlaba maupun pendidikan. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor Univeristas Negeri Semarang dan seluruh jajarannya, pihak sponsor (Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BPD Jawa Tengah, Harian Suara Merdeka, CV. Hamparan Karya) serta seluruh peserta dan pemakalah yang mendukung kesuksesan kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia yang terlibat, juga tim Reviewer dan Editor, yang tanpanya, tujuan diadakannya kegiatan ini, tidak akan tercapai. Semarang, 16 Oktober 2010 Sri Wartini, S.E.,M.M. Ketua Panitia

1

PROCEEDINGS

Seminar Nasional dan Call for Paper “Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi”

Reviewer: Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. Dr. Kardoyo, M.Pd. Dra. Murwatiningsih, MM Drs. Martono, M.Si. Dra. Nanik Suryani, M.Pd. Editor Kepala: Arief Yulianto, SE,MM Editor Pembantu: Andhi Wijayanto, SE, MM Desti Ranihusna, SE, MM Moh. Khoiruddin, SE, MM Nury Ariani, SE, M.Sc. Vitradesie Noekent, SE, MM

2

DAFTAR ISI Kata Pengantar Dewan Redaksi Administrasi Perkantoran Dalam Perspektif Modern (Ade Rustiana) Pengarsipan Digital Pada Instansi Pemerintah :Sebuah Langkah Menuju Manajemen Perkantoran Modern (Vitradesie Noekent) Pengaturan Tata Ruang Kantor Pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus (Wiwin Anugrahati) Memodernisasi Sistem Perkantoran Melalui Peran Teknologi Informasi (Wahyono) Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII B SMPN 1 Tersono Kabupaten Batang (Yulia Ratnaningsih) Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Mengelola Kearsipan Pada Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Smk Taman Siswa Kudus (Nova Chotibul Umam) Model Manajemen Kearsipan Sebagai Upaya Unnes Meraih Sertifikat ISO 9001: 2008 (Agung Kuswantoro) Pengaruh Catatan Siswa Terhadap Ingatan Siswa dalam Mata Pelajaran Ekonomi, Kelas X, SMA Negeri 1 Boja Kendal (Fridolin Palupi Sri Kurniawati) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Teknologi Informasi Komunikasi pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran (Rizal Fadilla Septian) dan

Komparatif Pembelajaran Mengetik Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audio Visual Program Macromedia Flash pada Siswa Kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang (Sri Sukariyah) Komparasi Pembelajaran Stenografi Dasar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audiovisual „filmstrip‟ pada Siswa Kelas XI AP di SMK Widya Praja Ungaran (Wardah Rizqi Tourviana) Informatics-Based HR Quality Improvement in Dealing with Globalization and Industrial Era Challenges (Sri Wartini, SE, MM) Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran (Widya Latif Kartika) Pengaruh Strategi Guru Mengajar dan Strategi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Ips) Terpadu Kelas Vii di Smp Negeri 5 Ungaran (Winarti) Pengaruh Motivasi Belajar, Lingkungan Keluarga dan Strategi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan Siswa Kelas Xi Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Taman Siswa Kudus (Rita Trisna Deasyanti) Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang (Sischa Apriliyanti)

3

Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang (Indah Fitria Rahayuningrum) Prosedur Administrasi Peralatan Kantor pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah (Rodhiana Dewi Nugrah Apriliana) Desain Implementasi TIK dalam Administrasi Perkantoran (Arief Yulianto) Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII Smp Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes (Dede Atikah) Pengaruh Cara Belajar. Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi terhadap Prestasi Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010 (Erni Dwijayanti) Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran Smk Negeri 1 Boyolali (Laela Nur Farida) Upaya Pengembangan Kompetensi Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang (Sri Haryati) Manajemen Administrasi Informasi Pertanian Berbasis IT di Provinsi Jawa Tengah (Sucihatiningsih DWP dan Himawan Arif S) Kompetensi Profesional Guru dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang (Nur Aeni Yuniarsih) Perbandingan Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Visual Berbasis Macromedia Flash Mx dalam Pembelajaran Mata Diklat Kearsipan pada Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Smk N 1 Boyolali (Nurul Khaqim) Prosedur Administrasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor pada Up3ad Kabupaten Kendal (Khusnul Budi Ani) Peningkatan Motivasi Kerja Pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah (Heni Maulidah) Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas XI Smk N I Punggelan Banjarnegara (Ristian Cahyo Saputro) Pengaruh Keterlibatan Orang Tua dan Minat Siswa Memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap Prestasi Belajar Mata Diklat Produktif Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran Smk Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal (Silfia Rizqi Amalia) Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda.Upaya Peningkatan Kualitas Sekretaris Dalam Manajemen Perkantoran Pada Badan Kesatuan Bangsa. Politik. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran Dan Fasilitas Belajar terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran XI SMK N 1 Kendal Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010 (Siti Susanti) 4 .

Jasinki mengemukakan bahwa “suatu perubahan dalam produksi atau teknologi mempengaruhi hubungan-hubungan organisatoris”. namun dalam parakteknya tuntutan tidak semua dapat dijalankan dalam semua aspek lebih-lebih dalam administrasi perkantoran.yaitu pertama bahwa administrasi perkantoran adalah sistem pelayanan dalam sebuah organisasi perkantoran baik itu dalam organisasi yang berorientasi pada profit maupun pada organisasi nirlaba karena ini merupakan sistem dalam pelayanan tentu ada aspek-aspek administrasi perkantoran yang dapat disentuh oleh modernisasi tetapi ada hal lain yang harus dengan manual . Manajemen memodifikasikan teknologi informasi agar dapat menyesuaikan diri dengan organisasi perkantoran yang telah ada dan telah berjalan. 3) Bersifat Teknis. 3) hubungan timbal balik baik dalam organisasi intern ataupun ekstern. (c) Walker. i Frank J. Urwick. dan perkembangan terus menerus”. 2. Alternatif pendekatan untuk menghadapi masalah konflik antara kebutuhan teknologi dan kebutuhan organisasi seperti: 1. dan Drukcker). 4) bersifat sekunder sedangkan Paradigma baru administrasi perkantoran struktural yaitu : 1) bersifat Druckeristik. 3) bersifat manajerial. Pandangan para ahli Manajemen terhadap pengaruh teknologi: Tidak banyak menaruh minat terhadap faktor teknologi (Fayol. (b) Dubin. menaruh perhatian besar. Pakar perilaku manusia menganggap penting arti teknologi seperti (a) Farrow. dan merawat aktiva. pelengkap bukan berarti keberfungsiannya berkurang atau sewaktu-waktu dapat dihilangkan tetapi pelengkap yang dimaksud sebagai sistem yang tidak dapat dipisah satu dengan lainnya. 2) bersifat fungsionalistik: administrasi perkantoran meliputi : menghimpun dan merekam data intern dan ekstern organisasi. 5 . hal itu seperti dikemukakan oleh Kuhn bahwa setiap disiplin ilmu mengalami “pasang surut.Administrasi Perkantoran dalam perspektif modern Oleh: Ade Rustiana* Abstrak Perkembangan ilmu administrasi perkantoran tidak dapat dihindari dari tuntutan moderenisasi/ globalisasi . menganalisis data. kedua bahwa administrasi perkantoran adalah pelengkap dalam sistem administrasi perkantoran untuk pencapaian tujuan organisasi. menunjukan sinyalemennya bahwa perubahan organisasi garis kepada organisasi garis dan staf disebabkan oleh dampak teknologi. Sebagai buktinya bahwa dalam ilmu administrasi perkantoran terjadi perubahan paradigma yaitu dari paradigma lama menjadi paradigma baru dengan tanpa meninggalkan esensi-esensi yang ada di paradigma sebelumnya (lama) yaitu paradigma administrasi perkantoran konvesional yaitu bahwa : 1) bersifat Tayloristik. 3. perubahan. 2) Interaksi baik berhubungan dengan arus pekerjaan maupun arus informasi. menyajikan informasi. Ada lima fakta yang jamak terdapat dan berlangsung dalam organisasi perkantoran yaitu: Setiap organisasi perkantoran pasti mencakup SDM baik disebabkan oleh struktur formal atau informal. Sehingga dari dua hal tersebut dapat dimaknai bahwa administrasi perkantoran ada yang dapat berkembang secara terus menerus tetapi ada pula yang harus mengikuti pola sebelumnya. mengatakan bahwa suatu pandangan organisasi sebagai system teknologi memberikan kepada organisasi itu dasar yang lebih baik untuk pemahaman dan perbandingan. 4) Setiap orang dalam organisasi perkantoran memiliki tujuan individu. 2) bersifat klerikalistik. Manajemen memodifikasikan organisasi perkantoran agar dapat menetapkan dan memformalkan hubungan-hubungan yang diminta oleh teknologi informasi. Brech. Hal ini disebabkan dua hal. Manajemen mempertahankan baik organisasi perkantoran yang ada maupun teknologi informasi yang tersedia namun pendekatan itu dibarengi oleh kegiatan untuk memperkenalkan mekanisme agar dapat mengurangi ketaksesuaian dan konflik diantara organisasi dan teknologi informasi tersebut. walaupun mungkin caranya berbeda-beda. 4) bersifat Partisipatif. 5) pencapaian tujuan secara bersama.

berlari tak ada ujung tujuan hingga semua orang hampir bahkan lupa dengan masa lalunya lebih-lebih pada masa sebelum hidupnya.Pendahuluan Peradaban kemajuan zaman tak terasa begitu cepat bagaikan kilat. Pasang surut itu digambarkan bahwa: Paradigma pertama mengembangkan sesuatu ilmu pengetahuan secara normal. Disinilah terjadi krisis yaang mendobrak terjadinya revolusi ilmu. khususnya dalam ilmu organisasi yang melahirkan teori struktur yang antisipatif untuk terjadi proses pencapaian tujuan. Pemikiran paradigmatik ini dapat di contohkan pada pemikiran filsafat tentang organisasi (dalam hal perkantoran). Pada paradigma yang berlaku dimana organisasi dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang normal dengan berbagai teori yang dikembagkannnya. Namun jika suatu ketika ilmu pengetahuan bersangkutan tidak lagi dapat memecahkan masalah yang dihadapkan padanya. objek filsafat administrasi akan terlihat berlainan. dimana terjadi apa yang diistilahkan oleh Kuhn sebagai anomali. semua persoalan dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan bersangkutan secara relevan. Fokus bisa saja sama tetapi lokuslah yang membedakan satu disiplin dengan displin lainnya. Era kemajuan identik dengan era Globalisasi yaitu bahwa semua orang memandang diera global sudah tidak trend lagi kalau berbicara ilmu pengetahuan modern masih membicarakan hal-hal yang tidak mengikuti perkembangan dan sangat ironis pada saat bicara global (kemajuan) di satu sisi masih ada yang berbicara tradisional (ilmu yang sudah jauh ketinggalan). yaitu organisasi bekerja berdasarkan perilaku manusia yang membentuk kerjasama yang memiliki wadah atau tempat dengan segala fasilitas yang harus dimilikinya dengan etika dan segala ketentuan yang pada akibatnya melahirkan struktur yang baku. Dan kalau masa krisis berlanjut. Kita menyadari perkembangan dan kemajuan zaman adalah tuntutan ilmu pengetahuan untuk dapat mengimbanginya namun perlu pula disadari bahwa dalam perkembangan administrasi diamati dari waktu ke waktu dalam paradigma ontologi administrasi melalui metodologi ilmu. Kemajuan sering diartikan sebagai cikal bakal dari segala perubahan yang diakibatkan karena tuntutan perkembangan yang semakin meneuntut. Kuhn dengan judul the structure of scientific Revolution dalam Faried Ali berpendapat bahwa setiap disiplin ilmu mengalami “pasang surut. Hal Inilah yang membuat penulis untuk mengungkapkan sepercik pemikiran lewat call paper ini. Perkembangan inilah pada semua aspek ilmu pengetahuan tak dapat dihalangi lagi termasuk pada aspek Administrasi Perkantoran. Dalam perkembangan. memahami dan menganalisis hanya pada satu aspek saja lebih-lebih pada Dunia Pendidikan kita harus melihat sebagai sistem yang tak terpisahkan. Berbicara Ilmu Administrasi Perkantoran tidak terlepas dari sistem yang ada pada sebuah organisasi lebih-lebih pada Dunia Pendidikan. persoalan yang muncul dalam sebuah organisasi tidak bisa kita melihat. pengamatan yang berlainan tersebut melahirkan pendekatan paradigmatik dimana pendekatan yang melihat dan mengkaji fokus dan lokus dari hal yang akan dikaji. 6 . dengan aliran pemikiran kausalitas (atau yang disebut filsafat determinisme). Pembangunan dan Pendidikan. seperti persoalan otonom dalam kerangka organisasi negara sehingga seakan terjadi anomali sebagaimana dikemukakan oleh Amien dalam kemandirian Lokal Perspektif Sains Baru terhadap Organisasi. Teori organisasi ini secara normal dapat menjawab permasalahan yang timbul dalam kehidupan organisasi bagaimanapun bentuknya apalagi dalam organisasi negara. akibat selanjutnya akan terjadi masa krisis. akan mendobrak terjadinya revolusi berpikir yang dapat melahirkan Paradigma kedua atau berikutnya dan akan begitu seterusnya setiap ilmu pengetahuan seiring dengan pemikiran filsafat para pemikir. Pemikiran paradigmatik ini melahirkan pertanyaan: Bagaimana ilmu administrasi Perkantoran dari pendekatan ini? Tentunya hal ini terkait dengan aspek ontologis sebagai sisi yang harus dipahami secara filsafat. perubahan. dan perkembangan terus menerus”. teori ini ternyata tidak lagi dapat menjawab persoalan-persoalan yang timbul dalam keorganisasian. Pertanyaan sederhana muncul mengapa? dan apa penyebabnya? Jawab sederhana hanya satu kata “Kemajuan”.

Pada saat itu administrasi dipandang tidak lain sebagai seni pengaturan. penggerakan (actuating) dan pengawasan (controling). bukan sebagai ilmu. Bagaimana Adminiastrasi Perkantoran dalam perspektif modern Untuk menjawab hal tersebut perlu kita kembali pada persoalan dasar bahwa program administrasi perkantoran adalah sebagai sistem lebih-lebih sebagai suatu organisasi yang terprogram 7 . yaitu aliran struktural formal. Pemikiran ini pula yang melahirkan pemikiran tentang fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan administrasi perkantoran seperti muncul fungsi perencanaan (Planning). Manajemen disini tidak dimaksudkan bahwa administrasi lebih luas dari manajemen. Sebagai sebuah komponen dalam suatu keseluruhan sistem administrasi perkantoran Ikut membentuk ”kemitraan yang sederajat” (partnership of equals) dan ikut serta bertanggung jawab dalam memasok masukan ketika proses pembuatan keputusan itu berlangsung. Dalam kerangka inilah administrasi Perkantoran dipahami sebagai politik sebagai etik yaitu suatu proses yang berkenaan denngan perumusan tujuan dan sebagai politik teknik yaitu suatu proses administrasi yang berkenaan dengan pelaksnanaan. Pertimbangan aliran pemikiran ini adalah membagi keteraturan dalam jenjang kekuasaan yang secara formal (bentuk) terpisah (keteraturan dalam bentuk kegiatan administrasi dan keteraturan dalam bentuk politik). Aliran inilah yang disebut aliran manajemen dalam administrasi. seperti prinsip pembagian kegiatan. dan politik sebagai teknik. 3) Bersifat manajerial. administrasi perkantoran menyajikan informasi untuk proses pembuatan keputusan bagi semua hierarkii manajemen. setelah muncul aliran pemikiran yang mengembangkan pemikiran prinsip-prinsip administrasi secara universal. politik dan administrasi. dan memahami administrasi sebagai proses manajemen. 3) Bersifat Teknis: manajemen Perkantoran hanya berhubungan dengan keputusan-keputusan operatif. Pengorganisasian (organizing). (b) menganalisis data agar menjadi informasi yang signifikan. 2) Bersifat fungsionalistik: administrasi perkantoran meliputi : (a) menghimpun dan merekam data intern dan ekstern organisasi. Hal ini berlangsung lama sejak seratus enam puluh lima tahun sebelum masehi yaitu yang ditandai dengan lahirnya teori Dichotomy yang dikenalkan dan dikembangkan oleh Woodrow Wilson yaitu bahwa apa yang menjadi keteraturan yang di aktualisasikan dalam kegiatan-kegiatan kerja sama yang disebut dengan administrasi (tatkala admiinistrasi telah memperoleh kedudukan sebagai ilmu). manajemen produksi berfungsi sebelum administrasi perkantoran Itu berfungsi. secara ontologis melahirkan paradigma awal dari ilmu administrasi dengan melakukan pengaturan bahwa kegiatan-kegiatan harus dilihat sebagai kegiatan politik ( ini berarti berkaitan dengan kekuasaan-influencing) dimana secara dikotomi.Paradigma Ontologi Administrasi Perkantoran Pada awalnya administrasi dilihat sebagai administraasi. harus dipahami dalam perspektif: Politik sebagai etik. administrasi Perkantoran mempunyai yang sama dengan fungsi manajemen lainnya. 4) Bersifat sekunder yaitu administrasi perkantoran merupakan fungsi sekunder terhadap tujuan pokok usaha. Pemisahan ini didasarkan pada pertimbangan tuntutan keteraturan yang diharapkan dan dipengaruhi oleh aliran pemikiran yang berkembang pada saat itu. baik keputusan teknis. Oleh karena itu dalam pemikiran dikotomi berkembanglah pemikiran pemisahan politik dan administrasi. Aliran struktural fungsional ini diadopsi dari teori-teori ilmu sosial. pendekatan dan terminologi. (c) menyajikan informasi untuk pembuatan keputusan. eksekutif maupun manajerial. 4) Bersifat Partisipatif. operatif. 2) Bersifat klerikalistik: manajemen perkantoran sebagai pekerjaan tatausaha (paper works). Perkembangan menuntut sebagai konsekuensi keterbukaan pengetahuan maka perubahan paradigma dalam perkantoran pun terjadi dimana administrasi perkantoran struktural yaitu : 1) bersifat Druckeristik: administrasi perkantoran sebagai kajian mengenai sistem informasi untuk pembuatan keputusan. Perkembangan selanjutnya terjadi perubahan dalam paradigma yang secara ontologi ilmu administrasi perkantoran berkembang ke paradigma lanjut. dan (d) merawat aktiva. pembagian kerja dan adanya sistem kerja. tetapi memikirkan. Konsekuensi perkembangan tersebut administrasi perkantoran yang semula paradigma administrasi perkantoran konvesional yaitu bahwa : 1) Bersifat Tayloristik: manajemen perkantoran sebagai kajian mengenai organisasi tingkat bawah. bukan juga sebagai suatu disiplin yang memiliki objek.

setiap organisasi perkantoran mempunyai hubungan timbal balik baik dalam organisasi intern ataupun ekstern. Berdasarkan ke lima fakta itu dapat dikemukakan bahwa: 1) Organisasi perkantoran adalah suatu proses yang menjadi tempat orang-orang berinteraksi untuk mencapai tujuan kantor. Keeling menyatakan ada delapan prinsip organisasi perkantoran yang esensial meliputi: 1) Prinsip tujuan. mengolah.yang akan memiliki output yang jelas yaitu menghasilkan tenaga ahli (profesional) dalam bidang administrasi perkantoran. unsur inti mulai terpengaruh oleh unsur kerja. menyimpan. 2) Interaksi dalam system sosial itu tersusun dalam sebuah struktur yang menjamin perintah dan laporan. sedangkan unsur kerja membuatnya efektif atau inefektif. maka Unsur kerja menentukan mutu interaksi. organisasi perkantoran yang efektif terbentuk oleh pribadi-pribadi yang mesti melaksanakan pekerjaan. sebagaimana di ungkapkan J. baik disebabkan oleh struktur formal atau informal. 6) Prinsip laporan kepada atasan tunggal. 3) Sebagai suatu system terbuka. oleh karena itu dalam upaya pengembangan Program administrasi perkantoran sebagai wujud nyata mengikuti perkembangan teknologi disamping sebagai konsekuansi paradigma baru yang bersifat struktural setidak-tidaknya ada lima buah fakta yang jamak terdapat dan berlangsung dalam organisasi perkantoran yaitu 1) Setiap organisasi perkantoran pasti mencakup SDM yang terlibat dalam interaksi sosial. setiap orang dalam organisasi perkantoran mesti diberi wewenang yang sesuai dengan tugas tanggung jawabnya sehingga dapat bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya tersebut. yaitu orang-orang tertentu yang komunikasi dan interaksinya membentuk organisasi perkantoran. Organisasi perkantoran merupakan suatu system yang terdiri atas sejumlah fungsi yang saling berhubungan dengan saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan. 2) Setelah organisasi kantor terwujud. mengatakan bahwa kondisi yang dibutuhkan organisasi adalah interaksi antara dua orang atau lebih yang merasa bahwa kebutuhankebutuhan individual mereka dapat lebih baik terpenuhi melalui perpaduan kemampuan atau sumber daya yang dimiliki secara pribadi. 5) Prinsip wewenang sepadan dengan tanggung jawab.B.W. 2) Prinsip kesatuan fungsi. 5) Interaksi sosial yang terjadi dalam menejemen perkantoran tersebut juga dapat membantu pencapaian tujuan bersama. serta fasilitas lainnya dan (c) Sumber daya konseptual dari kelompok khusus yaitu para manajer. yaitu kemampuan para karyawan kantor dan pengaruh pribadi mereka. sebagian daripadanya merupakan alasan tindakannya. Para anggota yang berinteraksi membentuk sebuah organisasi perkantoran. 4) Prinsip kesederhanaan. Tujuan yang dimengerti akan berubah menjadi motivasi untuk mencapainya. agar tiap personalia mengetahui dengan jelas kepada siapa ia melapor. maka tiap petugas dalm organisasi perkantoran tersebut harus menerima perintah dari dan bertanggung jawab hanya kepada satu orang atasan. setiap organisasi perkantoran terdiri atas sejumlah fungsi yang mesti bekerja sama untuk mencapai tujuan utama organisasi perkantoran itu. yaitu barang ekonomi. walaupun mungkin berbeda namun berkaitan dengan tujuantujuan individu tesebut. dan menyajikan informasi serta merawat aktiva. kepemimpinan dan pengawasan yang efektif mesti ditegakan sehingga tujuan organisasi perkantoran itu dapat 8 . 4) Setiap orang dalam organisasi perkantoran memiliki tujuan individu. perlengkapan kantor dan komputer. organisasi perkantoran yang efektif bekerja berdasarkan atas kesederhanaan dan interelasi yang jelas. Untuk dapat mewujudkan itu semua organisasi perkantoran memiliki prinsip kerja yang harus dipatuhi sebagai kesatuan sistem dalam mencapai tujuan yaitu Prinsip Organisasi Perkantoran. Kesederhanaan memudahkan para pelaksana untuk memahaminya. (b) Sumber daya nirinsani. namun individu-individulah yang menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. seperti mesin-mesin. organisasi perkantoran atau kelompok fungsi dalam organisasi perkantoran mesti dirumuskan dan dimengerti oleh setiap personalis. 3) Organisasi perkantoran mencakup susunan staf dan alokasi tugas dan tanggung jawab dalam mengolah data. Unsur kerja (Working elements) yang muncul dalam organisasi perkantoran meliputi: (a) Sumber daya insani. sedangkan interelasi yang jelas mengurangi keraguan. Kendatipun organisasi perkantoran itu merupakan sebuah system. 3) Prinsip hubungan individual. mereka masing-masing mengharapkan organisasi dapat membantu mencapai tujuannya.J. baik berhubungan dengan arus pekerjaan maupun arus informasi. Baton Rauge dari Lousiana state university. memasok informasi untuk pembuatan keputusan dan merawat aktiva. Neuner dan L. Mengacu pada interaksi yang sering disebut sebagai komunikasi bagaimanapun yang terjadi akan di dapat dua jenis unsur yang umum terjadi dalam setiap organisasi perkantoran yaitu: 1) Unsur inti adalah manusia. 7) Prinsip kepengawasan dan kepemimpinan. 1) Organisasi perkantoran adalah suatu rangka dasar yang menjadi tempat orang-orang melangsungkan kegiatannya untuk menerima..

3. dan Drukcker). 9 . pengorganisasian. Pada awalnya tambahan kemampuan pengawasan itu akan meningkat sampai mencapai titik optimum pengawasan. Manajemen memodifikasikan organisasi perkantoran agar dapat menetapkan dan memformalkan hubungan-hubungan yang diminta oleh teknologi informasi. maka manajemen perkantoran akan mengalami kegagalan dalam memahami potensi penuh dari perubahan yang terjadi dalam teknologi. Jika manajemen perkantoran mengabaikan perubahan hubungan sosial seperti itu (yang disebut sebagai perubahan unsur inti ). Teknologi Perkantoran dalam Dimensi Metode dan Prosedur Kerja Teknologi dan menejemen kantor Suatu organisasi dalam aktifitasnya hampir dapat dipastikan tidak lepas dari aktifitas menejerial. jangkauan pengawasan di bawah pengawasan langsung dari seorang manajer kantor atau seorang pengawas seyogyanya dibatasi. Brech. 2. Jasinki mengemukakan bahwa “suatu perubahan dalam produksi atau teknologi mempengaruhi hubungan-hubungan organisatoris”. Sementara itu. mengatakan bahwa suatu pandangan organisasi sebagai system teknologi memberikan kepada organisasi itu dasar yang lebih baik untuk pemahaman dan perbandingan. jumlah bawahan yang dapat diawasi seorang atasan dapat bertambah. (c) Walker. sekalipun bukan segala-galanya. Peringatan dari Frank J. Adam Smith. Manajemen memodifikasikan teknologi informasi agar dapat menyesuaikan diri dengan organisasi perkantoran yang telah ada dan telah berjalan. Bagaimana Sikap para ahli Manajemen terhadap pengaruh teknologiI: 1) Tidak banyak menaruh minat terhadap faktor teknologi (Fayol. mungkin dapat dibenarkan pernyataan”. Namun demikian berkat perkembangan teknologi khususnya komputer elektronika dan system mesin dengan pelaksanaan bawahan yang kurang lebih serupa melalui prosedur pengawasan rutin. maupun pihak lain yang membutuhkan. 2) Pakar perilaku manusia menganggap penting arti teknologi seprti (a) Farrow. penggerakan dan pengawasan. Manusia dalam usaha mengatur dan mengorganisasikan dirinya banyak dipengaruhi oleh kondisi produksi dan perkembangan teknologi”. Gejala ini melahirkan apa yang disebut hukum semakin berkurangnya tambahan kemampuan pengawasan. Ada beberapa alternatif pendekatan untuk menghadapi masalah yang menimbulkan konflik antara kebutuhan teknologi dan kebutuhan organisasi seperti: 1.tercapai. seperti komputer elektronik. semakin jauh pengawasan manajer kantor semakin besar kemungkinan menurunnya pertambahan kemampuan pengawasan. Setelah itu tambahan kemampuan pengawasan tersebut akan semakin berkurang. menunjukan sinyalemennya bahwa perubahan organisasi garis kepada organisasi garis dan staf disebabkan oleh dampak teknologi. (b) Dubin. Perubahan-perubahan yang terjadi yang disebabkan oleh penerapan teknologi perkantoran akan mempengaruhi hubungan sosial diantara manajer dan bawahan. menaruh perhatian besar. Manajemen mempertahankan baik organisasi perkantoran yang ada maupun teknologi informasi yang tersedia namun pendekatan itu dibarengi oleh kegiatan untuk memperkenalkan mekanisme agar dapat mengurangi ketaksesuaian dan konflik diantara organisasi dan teknologi informasi tersebut. antara personalia dengan personalia lainya dalam manajemen perkantoran tersebut. lima hingga enam orang bawahan pada tingkat tinggi. Kebanyakan ahli menejemen melihat dua belas hingga lima belas bawahan sebagai jangkauan maksimum pada tingkat organisasi rendahan. sejak dari perencanaan. Suatu proses manajemen kantor selalu melahirkan dokumen-dokumen yang merupakan bagian dari bentuk hasil dari pengolahan data menjadi sebuah informasi yang berguna bagi pimpinan maupun unit-unit organisasi. hingga akhirnya mencapai titik nol (bahkan negatif atau kekecauan pengawasan). Memaslahatkan seperangkat teknologi baru. Urwick. seringkali terlalu ditekankan pada pentingnya peningkatan produktivitas organisasi dan efesiensi biaya. Organisasi Perkantoran dan Perubahan Teknologi Pendiri mazhab klasik dan master ekonomi negara dari Inggris. menyatakan bahwa “bentuk-bentuk organisasi usaha tumbuh dari kebutuhan manusia dan kondisi lingkungan. 8) Prinsip jangkauan pengawasan. agar pengawasan dan kepemimpinan dalam organisasi perkantoran efektif. pengawasan yang efektif pun merupakan proses belajar bagi organisasi di waktu yang akan datang. Pengawasan yang efektif akan mencegah perubahan arah dalam mencapai tujuan. Teknologi dapat mendorong sentralisasi mamajemen.

alat inventaris.perabot. Untuk meniningkatkan ketelitian dan memperbaiki suatu pekerjaan. 4. Menciptakan metode kerja yang mengarah pada pencapaian tujuan yang efektif dan efisien dapat menimbulkan: a Menambah efisiensi kerja kantor. Contoh sederhana adalah penanganan surat masuk atau keluar. 6. akan semakin menuntut seperangkat hardware yang modern pula. terdiri dari kegiatan-kegiatan subsistem-subsistem yang saling berkaitan serta tidak dapat di pisahkan satu sama lain. sehingga perencanaan. mengorganisasi dan mengolah data secara lebih komprehensif dan terpadu. b) Membantu manajemen dalam menilai pekerjaan kantor dan subsistem-subsistem pekerjaan.sejak dari penerimaan atau pembuatan sampai pada tahap akhir penyimpanan adalah merupakan rangkaian kerja/mekanisme sistem yang terdiri dari prosedurprosedur kerja. dilakukan pemrosesan dan pengolahannya dengan pemanfaatan peralatan dan mesin-mesin kantor. bentuk serta kecanggihannya semakin bermunculan saat ini. Keuntungan dari penggunaan alat-alat teknologi kantoran antara lain: 1. perkakas. Semakin berkembangnya perangkat hardware yang mendukung bidang perkantoran ini.Dalam suatu manajemen kantor. Teknologi perkantoran ditinjau dari metode dan prosedur kerja dalam suatu organisasi kantor adalah menyesuaikan teknologi dengan metode dan prosedur kerja yang ditetapkan serta di sesuaikan dengan karakteristik kantor tersebut. maka teknologi (khususnya teknologi perkantoran) ikut berkembang seiring dengan meningkatnya kecerdasan manusia dalam menciptakan teknologi modern. adalah rangkaian kegiatan dari komponen-kompenen sistem yang saling terintegrasi untuk suatu sistem mekanisme kerja yang baik. demikian berulang-ulang pada setiap jenis kegiatan yang sama. Untuk mengurangi kelelahan pegawai sehingga tidak mengurangi semangat dan etos kerja. dan mesin-mesin guna melaksanakan kegiatan-kegiatan kantor tersebut. karena organisasi turut berkembang dan tuntutan masyarakat semakin pesat dan kompleks. Teknologi Perkantoran dalam dimensi Metode dan Prosedur Kerja Suatu aktifitas kantor yang merupakan suatu mekanisme sistem. bahwa setiap pola sistem yang berlaku akan terdiri dari sejumlah prosedur. b) Semakin lancarnya kegiatan kerja sehingga menghasilkan pekerjaan tang efektif. Dapat menampung. semakin memberikan keringanan dan kemudahan bagi manusia di dalam melaksanakan proses aktifitas kantor dalam manajemen kantor. 5. 2. d) Memeriksa pengeluaran yang sifatnya memboroskan penggunaan pegawai dan catatan-catatan yang tidak perlu. 10 . harus di tunjang dengan prosedur dan metode kerja yang baik pula. Sedangkan dilihat dari prosedur kerja dapat mengakibatkan: a) Semakin mempermudah pelaksanaan kegiatan sehingga berjalan secara efisien dalam hal waktu dan tenaga. Pola sistem yang bekerja di dalam suatu manajemen kantor merupakan gambaran sempurna dari seluruh kantor untuk di ketahui. yang dalam perkembangannya merupakan teknologi yang sangat diperluka. informasi yang dihasilkan baik berupa dokumen-dokumen maupun bentuk informasi lain. berbagai macam dana corak. d)Semakin efisien kerja (cepat selesai). Hasil pekerjaan akan lebih kuat. Metode dan prosedur kerja Proses manajemen di dalam manajemen kantor adalah suatu sistem rangkaian aktifitas manajemen kantor. 3. Semakin modern suatu organisasi. Perkembangan kemajuan teknologi perkantoran semakin pesat. Untuk menghemat waktu. Untuk memperlancar efektifitas pengolahan data. Prosedur merupakan urutan pekerjaan atau kegiatan yang terencana dengan tujuan untuk menangani aktifitas yang berulang. c) Semakin sederhana (singkat). c) Mengadakan penghematan waktu dan biaya. karena pekerjaan dapat dikerjakan lebih cepat dan tepat. serta di sisi lain tuntutan kemajuan organisasi dan kebutuhan masyarakat sendiri akan informasi. Teknologi Perkantoran dalam Dimensi Seperangkat Alat Bantu/Hardware Organisasi kantor menggarap bidang penyediaan dan penggunaan seperangkat bahan. dengan lahirnya peralatan yang menggunakan mesin-mesin modern. Seperangkat alat Bantu/hardware inilah yang disebut dengan teknologi perkantoran. Maka secara bertahap alat-alat konvensionalpun kemudian berkembang semakin pesat. rapi dan tersistem.

Machines activated by a language : adalah mesin-mesin yang berada di dalam suatu sistem tertentu dengan menggunakan bahasa mesin. Penyediaan dan pemanfaatan hardware kantor di dalam suatu organisasi kantor diarahkan sepenuhnya terhadap upaya pencapaian tujuan organisasi. ataupun yang di butuhkan pula oleh unit-unit organisasi dan pihak lain yang memerlukan informasi. dengan alat bantu komputer ini. pelaporan. Untuk itu dianjurkan kepada pengguna teknologi hardware kantor: 1. namun disadari atau tidak bahwa setiap kemajuan bukan berarti semua harus diikutinya. Pekerjaan administrasi perkantoran tidak lepas dari pencatatan. telecommunication machines dan komputerisasi. akurat dalam kondisi kerja yang efektif dan efisien. Administrasi perkantoran memiliki prinsip keilmuan sebagai upaya efisiensi dan efektivitas pelayanan dalam proses pencapai tujuan organisasi. penyusunan. pengklasifikasian. 2. terarah dan terpadu. pada saat kapanpun proses manajemen kantor berlangsung. menjadi penentu efektif tidaknya proses aktifitas kantor dapat berjalan. Perkembangan perangkat alat Bantu/hardware bidang perkantoran Hardware kantor adalah seluruh paket atau komponen peralatan yang membentuk suatu sistem. pengolahan serta pengawasan kantor dapat berjalan lancer. adding and calculating. terutama tentunya dalam menghasilkan informasi yang dibutuhkan di dalam pembuatan keputusan. Tingkatkan kemampuan. Kesimpulan Tuntutan perubahan tak dapat dihindarkan sebagai konsekuensi dari perkembangan dan kemajuan ilmu dan teknologi.pengorganisasian. maka dalam upaya pelayanan tersebut tidak bisa meninggalkan pada aspek-aspek yang mendasar seperti apa yang dijelaskan dalam paradigma administrasi perkantoran konvensional yang pada akhirnya berkembang ke dalam paradigma struktural. accounting machines. Setiap perngkat hardware kantor. Yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah unit record (Panch Card). yang lainnya prosedur dan metode kerja. menjadi “raja” dalam suatu organisasi kantor. oleh karena itu peran dari teknologi menjadi penting. pengetahuan dan profesionalisme. agar mampu memanfaatkan hardware kantor secara efektif dan efisien. Teknologi perkantoran ditinjau dari keberadaan dan pemanfaatan seperangkat alat Bantu/hardware adalah rangkaian upaya penyediaan dan pemanfaatan perangkat hardware yang dibutuhkan dalam seluruh aktifitas kantor. pengambilan data kembali. Komputer sebagai salah satu alat Bantu/hardware dalam bidang perkantoran. Berikan perawatan kepada hardware kantor yang digunakan 3. efisien. khususnya komputer atau microprocessor senantiasa melakukan apa yang disebut “Rekayasa dan desain ulang atas dirinya sendiri” sehingga perangkat ini akan berkembang dan sempurna dari generasi ke generasi. maupun dalam bentuk electrical data processing system. Machine activites by a person : yang termasuk di dalam klasifikasi ini antara lain type writer. perhitungan. Masing-masing perangkat ini pada dasarnya memiliki tugas yang sama yakni mengolah data sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat dan tersistem. Sesempurna apapun perangkat hardware kantor yang tersedia. hampir tidak lepas dari peranannya yang multiguna dan multifungsi. baik dalam suatu integrated data processing system. di samping kemampuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang terjadi secara pesat dan semakin sempurna 11 . 2. Perkembangan perangkat hardware kantor ini lebih tampak terlihat sejak manusia (baca: organisasi) mulai meminimalkan peran tanaga ekstra manusia yang dikerahkan pada alat-alat manusia konvensional masih berjaya.penyimpanan. dan metode) serta memelihara dan perawatan hardware. prosedur. sehingga memungkinkan kantor dapat melaksanakan aktifitasnya sesuai fungsinya. Ikutilah system prosedur dan metode kerja yang ada. perhatian terhadap mekanisme kerja (system. copyng machine. dan komunikasi. serta mampu mengolah dan memproses data menjadi suatu informasi yang tepat. Maka pekerjaan kantor yang begitu kompleks khususnya dan proses manajemen kantor secara lebih luas. Jika diperinci perangkat hardware kantor ini dapat diklasifikasikan antara lain: 1. efisien dan tersistem. Seluruh proses aktifitas kantor yang berjalan secara efektif. dapat diselesaikan dan dilakukan dengan waktu relatif singkat tetapi tetap akurat.

. Neuner dan L. Jakata 2006. Super Sukses Yogyakarta The Liang Gie.Aspek-Aspek Pokok Ilmu Administrasi Ghalia Indonesia Jakarta Sondang P. dkk.B. M. PT Raja Grafindo. Sinar Baru. Rineka Cipta Jakarta The Liang Gie & Drs. Bombay. 12 . Ilmu Administrasi Publik. Kedudukan.. Administrasi Perkantoran Modern. MPA Kerangka Dasar Ilmu Administrasi. Manajemen Adminstrasi Perkantoran Modern. Jakarta. Pengertian. Siagian.. Badri Munir Sukoco. D. 1980 Wilson.. Bandung 1985 Miftah Thoha.W. Balai Pembinaan Administrasi.Daftar bacaan Ali. Sutarto. Erlangga Jakarta 2007 Inu Kencana Syafiie. Faried. Rineka Cipta. Filsafat Administrasi. Modern Office Management.B. Liberty Yogyakarta. Akademi Administrasi Negara Yogyakarta. Private Ltd.. Aneka Sari Ilmu Administrasi.Woodrow.. Keeling. Te Study of Administration. Taraporevala Sons & Co. Manajemen Kantor (Teori dan Praktek). 1992 Pariata Westra. & Perincian Ilmu Administrasi. 1970 Komaruddin. 2006 J. reproduced in Peter Woll (ed) “Public Administration “ Harper and Rom.J.

Berikut petikan pernyataan Menpan : "Ada konsep digitalisasi arsip. dengan kata lain arsip yang dikemas dalam bentuk elektronik atau digital yang dapat diakses bagi yang berkepentingan dan mempunyai otoritas untuk mengakses arsip tersebut. Di sisi lain.com).PENGARSIPAN DIGITAL PADA INSTANSI PEMERINTAH (Sebuah Langkah Menuju Manajemen Perkantoran Modern) Vitradesie Noekent Abstrak Kesadaran institusi pemerintah akan pentingnya arsip telah memicu pemikiran. Bali Prov. kehandalan dan kemutakhiran komunikasi dan pengolahan data. masih banyak kantor pemerintah yang belum menggunakan sistem pengolahan data dengan memanfaatkan TIK. Untuk mencapai tujuan tersebut. telah secara nyata memberi berbagai keuntungan. akan dituangkan dalam RUU Kearsipan.Kendal Seluruh Indonesia Intansi Pemerintah KPU Perpusda Provinsi Kantor Kecamatan Samsat Kantor Pelayanan Pajak Penggunaan TIK Pemungutan Suara PILKADA Katalog KTP Pembayaran pajak kendaraan bermotor Pembuatan NPWP secara on line 13 . dibutuhkan kemampuan untuk menata pekerjaan organisasi yang beragam agar bersinergi ke arah tujuan yang ditetapkan.1. antara lain: Tabel 1. kecermatan. Aparatur pemerintah yang professional.43 tahun 2009 tentang Kearsipan. Penggunan TIK pada Instansi Pemerintah Daerah Kab. Dan tanpa menunggu terlalu lama. bagaimana cara menyimpan dan mengemas arsip agar tetap memiliki nilai. tidak rusak. Perkembangan TIK bahkan telah mengharuskan instansi pemerintah untuk selalu siap menghadapi perubahan yang terjadi. Usulan pemerintah tersebut telah dituangkan dalam UU No. manajemen informasi berbasis TIK. UU tersebut direspon dengan sangat baik oleh beberapa instansi pemerintah. terutama di kota-kota kecil atau di daerah terpencil. Kata Kunci: arsip. berkompeten dan memiliki etos kerja yang tinggi seolah menjadi harga mati." seusai rapat kerja dengan Komisi II DPR di Gedung DPR. setelah pemerintah menggulirkan reformasi birokrasi di beberapa departemen. secara bertahap akan ditentukan yang mana hardcopy dan yang mana bisa disimpan dalam bentuk softcopy. Dalam kenyataannya. mudah penyimpanan. Salah satu solusinya adalah memanfaatkan teknologi informasi berupa suatu aplikasi yang terkomputerisasi untuk menyimpan arsip. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perubahan besar telah terjadi dalam lingkungan perkantoran. Muara akhir dari tujuan tersebut adalah efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan roda kepemerintahan.detiknews. Jembrana. Proses alih media arsip menjadi arsip digital dilakukan dengan proses scanning dan arsip disimpan dalam format PDF agar keabsahan dokumen atau arsip tetap terjamin. arsip digital. Latar Belakang Tuntutan masyarakat pada instansi pemerintah untuk dapat menerapkan good corporate governance semakin menjadi hal yang tak terhindarkan. mudah ditemukan kembali. PENDAHULUAN 1. Jateng Kab. seperti keuntungan dalam hal kecepatan. Jakarta (www. Senayan. serta hemat biaya.

berjamur. relevan dan tepat waktu secara efektif dan efisien. Tujuan Berdasar latar belakang di atas. hilangnya arsip penting. dokumen semakin dimakan usia. Tabel 2. diolah kembali (2010) Vital Vital Vital 14 . Berikut ini. beberapa instansi pemerintah yang masih menggunakan arsip secara fisik/ konvensional. Selain itu. 2. Memberikan gambaran alternatif pengelolaan arsip menggunakan TIK berupa digitalisasi pengarsipan pada instansi pemerintah. sobek. maka penulisan artikel ini bertujuan untuk: 1. Memberikan gambaran permasalahan yang akan dihadapi jika sebuah instansi pemerintah menerapkan digitalisasi pengarsipan. lengkap. GAMBARAN MASALAH 2. Untuk itulah dibutuhkan upaya pendokumentasian. Proses pengambilan keputusan oleh seorang pimpinan amat dipengaruhi oleh seberapa akurat data yang dimilikinya. diolah kembali (2010) 1. fisik arsip sangat rentan dengan resiko akibat kerusakan (aus. Beberapa gejala kurang efektifnya sistem kearsipan di sebuah instansi pemerintah dapat dilihat dari sulitnya mencari kembali arsip pada saat diperlukan. tinta luntur dan sebagainya) dan resiko kebakaran atau bencana lain (kebakaran atau banjir).2. Khusus untuk arsip yang bernilai sejarah. maka aparat pemerintah akan dapat menyediakan informasi yang tepat. selain merestorasinya. Kumpulan data yang menggambarkan perjalanan sebuah organisasi inilah yang disebut sebagai arsip. Penggunaan Pengarsipan Konvensional pada Instansi Pemerintah Instansi Pemerintah Pengadilan Jenis Arsip Sifat Arsip Vital Berita Acara Penyidikan Berkas penuntutan dari JPU Berita Acara Persidangan Putusan pengadilan Alat Bukti Surat Rumah Sakit Catatan medik Arsip Nasional Kolonial Memorie van Overgare Staatsblad Regeering Almanak Besluit Kementerian Luar Negeri Dokumen Negara MOU antar Negara Sumber: berbagai terbitan Surat Kabar. Selain kepentingan tersebut. Resiko kecurian juga mungkin terjadi. Berdasar data.1.Polres SIM Sumber: berbagai terbitan Surat Kabar. banjir arsip dan ruang kantor yang tersita untuk tempat penyimpanan arsip. maka keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan karena memiliki landasan empiris. dengan metode pengarsipan yang tepat. Gambaran Masalah yang Dikaji Tidaklah berlebihan jika disebutkan bahwa pengarsipan sebagai pusat ingatan organisasi untuk merujuk pada fungsi arsip yang vital dalam organisasi. akurat.

1.teknologinet. yaitu: Kegiatan : Kegiatan Aplikasi Komputerisasi Sistem Pengarsipan Dokumen Nama Instansi : Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bontang Nilai : Rp 304. Proses alih media harus didukung dengan hardware yang dapat melakukan digitalisasi dokumen menjadi format digital dengan kecepatan yang tinggi dan software yang mendukung proses digitalisasi.Selain kelemahan di atas. Tempat penyimpanan arsip konvensional Pada kantor modern. Kami mencontohkan sebuah institusi pemerintah yang sudah menerapkan pengarsipan digital. yaitu yang berasal dari internal dan eksternal. kekurangan terbesar arsip konvensional pada kebutuhan biaya yang relatif tinggi (untuk pengadaan filling cabinet dan ruang/ gudang penyimpanan). dan selanjutnya bila menginginkan. Gangguan tersebut dibedakan menjadi dua. atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer dan administrasi terutama keamanan 15 .html ). kini mereka mengalihkan perhatiannya untuk melakukan pembobolan situs-situs yang ada di Indonesia. sangat mungkin terjadinya gangguan terhadap sistem yang digunakan.com/2009/01/serangan-hacker-indonesia-semakin-membabibuta. Identifikasi Digitalisasi dokumen merupakan suatu proses alih media dari dokumen secara fisik menjadi bentuk dokumen secara digital yang tersimpan dalam bentuk soft copy. Berikut kami identifikasi beberapa hal yang dibutuhkan untuk menerapkan digitalisasi pengarsipan pada instansi milik pemerintah menggunakan pendekatan 5 M. Para hacker ini sudah tidak pandang bulu tidak hanya situs besar namun situs-situs kecil pun menjadi incarannya ( http://www. bisa membuat. Kutipan berikut ini bukti ancaman tersebut. memodifikasi. “Setelah hacker Indonesia melakukan penyerangan terhadap situs-situs milik pemerintahan Israel. Secara nasional. Gambar 1. Sumber gangguan internal antara lain kerusakan komponen atau kesalahan sub sistem yang mengganggu sistem secara keseluruhan. ANALISIS DAN ALTERNATIF 3.go. Ancaman para perentas ini tidak dapat dipandang sebelah mata. IDENTIFIKASI.anri. sedang sumber gangguan eksternal berasal dari para perentas (hacker/ cracker)1. institusi pemerintah yang mengelola arsip adalah Arsip Nasional (www.id). terutama bagi keamanan arsip yang memiliki nilai sejarah tinggi mengingat beberapa naskah sejarah mulai rapuh termakan usia.500. menganalisa. Pelaksana Kegiatan (Man) dan Biaya (Money) Pelaksana kegiatan digitalisasi pengarsipan harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten yang disebut Arsiparis.000 (termasuk pajak) Dibebankan kepada APBD Kota Bontang tahun 2010 1Hacker adalah orang yang mempelajari.

Jangka waktu : 3 (tiga) bulan 16 .

Alat dan Bahan (Material) Bahan-bahan yang dimasukkan antara lain: sumber-sumber yang diperlukan untuk keperluan proses belajar dan penelitian. gambar bergerak dan gambar statis. sebagai berikut: Identifikasi User Otorisasi User Filterisasi Top Secret Secret Confiden tial Enkripsi Gambar 3. gabungan dari bahan-bahan konvensional dan media baru. Gambar 2. Mesin scanner untuk dokumen berukuran kecil dan besar Metode Pelaksanaan (Method) Salah satu resiko pengarsipan digital menyangkut keamanan data dan kehandalan system pengamannya (security layer). rekaman suara. Secara garis besar. Security Layer System 17 . peta. alur ini dapat diidentifikasi. seperti. naskah.

Hal ini berpengaruh langsung terhadap penggunaan kertas. kita dapat menggunakan data bahkan diharapkan data beberapa tahun (sepuluh tahun) dapat kita lihat kembali. Analisis Berdasar uraian yang telah disampaikan.Dokumen Aktif Arsip Kerja Buku Jilid Arsip Sejarah Arsip Legal Scannin g PDF/TIFF/J PG OCR/ICR (Optical/Intelligent Character Recognition) Imaging Untuk diproses lebih lanjut (edit. Tuntutan less paper Saat ini banyak dicanangkan tentang pemeliharaan pohon. dokumen maupun foto secara digital akan membuat kita lebih ramah lingkungan. Penyimpanan secara 18 . antara lain: 1. copy.2. 2. Dalam pemeriksaan keuangan. Hal ini sangat diperlukan mengingat banyak sekali berbagai data yang hilang. terdapat beberapa masalah yang perlu dipecahkan. Penyimpanan berbagai arsip. Status konservasi menjadi acuan untuk sedapat mungkin menyimpan berbagai data secara digital. etc) Gambar 4. Search Word by word. Metode Pengalihan Dokumen 3. Kebutuhan untuk mem-back up Penyimpanan secara digital akan membuat kita memiliki back up data.

digital akan membuat kita lebih memiliki tempat serta tidak akan merusak dokumen tersebut. 3. SDM (Sumber Daya Manusia) Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam perkantoran modern. Adanya SDM akan membuat perkantoran modern lebih baik dalam penyimpanan dokumen. Penyimpanan dokumen secara digital akan membuat pengurangan pegawai. Hal inilah yang suatu saat harus dilihat oleh perkantoran tersebut. Pengertian pengarsipan digital adalah suatu sistem berbasis IT yang berfungsi membantu memenuhi kebutuhan untuk memelihara dan melindungi data. Digitalisasi pengarsipan bermanfaat, sebagai berikut: 1. Untuk memungkinkan sektor pendidikan pada semua level mempunyai akses yang baik, sehingga kebutuhan-kebutuhan pendidikan nasional terpenuhi; 2. Untuk menjamin bahwa institusi-institusi publik, pada level lokal (propinsi dan kabupaten/kota) dan nasional, menseleksi, melestarikan dan mengelola arsip dinamis dan arsip statis mereka dengan baik, sesuai dengan dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan, pedoman dan standar-standar profesional yang terkait; 3. Untuk mendorong organisasi-organisasi swasta dan perorangan untuk mengelola arsip-arsip mereka secara efektif, dan melestarikan arsip-arsip statis yang bernilai historis dan bila memungkinkan memberikan kemudahan akses publik terhadap arsiparsip tersebut; 4. Untuk memungkinkan sektor kearsipan siap terhadap pengolahan data elektronik yang jumlahnya semakin meningkat; 5. Untuk memaksimalkan nilai sumber informasi yang disimpan oleh sektor kearsipan. 3.3. Alternatif Pemecahan Masalah Dokumen-dokumen yang akan didigitalisasi dibedakan berdasarkan pemilihan tematema tertentu. Hal ini lebih efisien dibanding melakukan digitalisasi terhadap semua khasanah arsip yang ada. Tahapan tersebut dibagi dibagi menjadi: 1. Pembuatan standard and operating procedure (SOP) Kearsipan; 2. Perencanaan dan perancangan disain sistem berdasar SOP Kearsipan; 3. Pembuatan aplikasi dan pembangunan data base; 4. Instalasi aplikasi; 5. Elektronisasi data persuratan dan kearsipan/ entry data; 6. Pengujian aplikasi; 7. Implementasi aplikasi; 8. Sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Berdasar urutan pelaksanaan di atas, maka hasil yang diharapkan akan dapat dicapai oleh institusi pemerintah dalam lima tahun mendatang adalah: 1. Akses ke arsip-arsip statis atau warisan dokumenter lainnya yang telah didigitalisasi akan tersedia bagi siapapun yang menginginkannya; 2. Penyelenggara kearsipan statis akan memberikan layanan-layanan publik baik secara onsite maupun online, yang akan merespon sesuai dengan kebutuhankebutuhan pengguna; 3. Links antara arsip nasional dan universitas-universitas, sekolah-sekolah, dan sektor-sektor pendidikan lainnya akan semakin kuat dan akan memenuhi kebutuhan para pengguna di sektor tersebut; 4. Semua arsip statis dalam tempat-tempat penyimpanan milik pemerintah, maupun dalam pengelolaan non-pemerintah (swasta dan perorangan) akan dilestarikan

19

secara aman dan disediakan bagi masyarakat dalam suatu provisi jaringan yang komprehensif. Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan adanya perubahan-perubahan perilaku pada: 1. Tingkat individual pengelola arsip, untuk menjamin bahwa nilai informasi arsip ditentukan dan tetap terjaga saat arsip diciptakan, dipelihara dan digunakan, serta disusutkan sesuai dengan sistem pengelolaan arsip yang menjamin kelengkapan, reliabilitas dan autentisitasnya. 2. Tingkat lembaga, untuk menjamin pelaksanaan manajemen arsip yang efektif dan efisien dalam upaya pemberdayaan arsip bagi keperluan manajemen. 3. Tingkat nasional, untuk menjamin pengelolaan keseluruhan arsip kepemerintahan sebagai sebuah khasanah yang utuh dan menjamin penggunaan bersama informasinya oleh Lembaga-lembaga Negara, Badan-badan Pemerintahan, swasta dan perseorangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. 4. Tingkat pengguna, untuk memelihara kesadaran bahwa telah tersedia arsip kepemerintahan yang sarat dengan informasi dan kemudahan untuk memanfaatkannya.

PENUTUP 4.1. Kesimpulan Digitalisasi dokumen sudah menjadi kebutuhan utama. Sebaiknya proses tersebut dilakukan berdasarkan pemilahan tema tertentu karena efisiensi organisasi menjadi prioritas tertinggi. Walaupun perubahan berpotensi menimbulkan ketidakpastian, namun demikian sudah menjadi kebutuhan publik untuk mendapatkan kemudahan akses informasi. Dilihat dari tingkat pengguna, perlu dipelihara kesadaran bahwa sudah tersedia arsip kepemerintahan yang sarat dengan informasi dan kemudahan untuk memanfaatkannya, sehingga tercipta Indonesia yang baik sesuai cita-cita bersama-sama. 4.2. Saran 1. Perluasan dan peningkatan kualitas jaringan komunikasi dan informasi kearsipan ke seluruh wilayah negara. 2. Pembentukan portal-portal informasi dan layanan arsip yang dapat mengintegrasikan sistem manajemen dan proses kerja pengelolaan arsip di antara instansi pemerintah terkait; sasaran ini akan diperkuat dengan kebijakan tentang keawajiban instansi pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan informasi dan layanan arsip secara on-line. 3. Pembentukan jaringan organisasi pendukung yang menjembatani portal-portal informasi dan layanan arsip tersebut di atas dengan situs dan sistem pengolahan dan pengelolaan informasi yang terkait pada sistem manajemen dan proses kerja pengelolaan arsip di instansi yang berkepentingan. Sasaran ini mencakup pengembangan kebijakan pemanfaatan dan pertukaran informasi arsip antar instansi pemerintah pusat dan daerah. 4. Pembakuan sistem manajemen arsip elektronik untuk menjamin kelancaran dan keandalan transaksi informasi antar organisasi diatas. REFERENSI www.anri.go.id http://www.teknologinet.com/2009/01/serangan-hacker-indonesia-semakin-membabibuta.html

20

PENGATURAN TATA RUANG KANTOR PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUDUS Wiwin Anugrahati ABSTRAK Tata ruang perkantoran merupakan salah satu penunjang kelancaran dalam menyelesaikan tugas. Sistem tata ruang kantor ada 3 yaitu tata ruang terbuka, tata ruang tertutup dan campuran. Lingungan fisik kantor meliputi cahaya, warna, udara, suara. Permasalahan dalam tugas akhir ini adalah: (1). bagaimana sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? (2). Kendala-kendala apa saja yang timbul dalam pengelolaan tata ruang kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus, untuk mengetahui kendala-kendala yang timbul dalam pengelolaan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa tata ruang pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan sistem tata ruang terbuka dan sistem tata ruang tertutup. Lingkungan fisik :(1) Pencahayaan, pencahayaan utama yang sering digunakan adalah pencahayaan sinar matahari,(2) Warna, warna dominan yang digunakan pada Dinas adalah warna kuning kecoklatan,(3) Udara, pertukaran udara yang ada pada tiap ruangan menggunakan saluran udara yang ada pada setiap sisi atas ruangan dan di lengkapi dengan jendela kaca,(4) Suara, suara yang mengganggu berasal dari internal kantor sendiri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpukan bahwa(1)Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka dan tata ruang tertutup hal ini karena untuk membedakan antara bagian yang satu dengan yang lain,(2) kendala- kendala,(a) kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor,(b) kendala dalam penerapan lingkungan fisik. Kata kunci: pengaturan tata ruang, kantor 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan pesat dewasa ini, kantor mempunyai makna lebih dari hanya sebagai tempat, melainkan sebagai pusat kegiatan penyediaan informasi, guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan disegala bidang (Sedarmayanti,2001: 2). Dalam menunjang kelancaran kantor, salah satu faktor penting yang ikut menentukan adalah penyusunan tempat kerja dan alat perlengkapan kantor sebaik-baiknya. Penyusunan alat-alat kantor pada letak yang tepat serta pengaturan tempat kerja yang menimbulkan kepuasan bekerja bagi para pegawai disebut tata ruang kantor (The Liang Gie, 2000:186). Di Indonesia tata ruang masih kurang mendapat perhatian dalam instansi-instansi pemerintah dan perusahan-perusahan swasta. Misalnya banyak terlihat suatu instansi yang banyak melayani publik ditempatkan dibelakang sehingga orang-orang harus bertanya kesana kemari sebelum dapat menjumpainya. Hal ini menyita banyak waktu dan mengganggu pegawai lain yang setiap kalinya harus memberi petunjuk itu. Tidak banyak dijumpai pula perusahaan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, pegawai-pegaiwainya berjalan dari satu meja kemeja orang lain. Sehingga mengurangi keefektifan dalam suatu pekerjaan, ini terjadi

21

karena tata ruang yang buruk. (The Liang Gie, 2000 : 187). Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus merupakan kantor yang bergerak dalam bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi yang dalam tugasnya memberikan pelayanan publik yang memiliki 2 unit kantor yang berbeda tempatnya, dengan demikian penataan tata ruangnya harus sesuai dengan fungsi kantor itu sendiri agar tidak mengganggu aktifitas staf lainnya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan maupun tamu yang hendak berkunjung tidak akan kebingungan. Beberapa hal yang menurut penulis bahwa tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang kurang sesuai dengan teori yang ada yaitu belum maksimalnya bangunan kantor untuk mempermudah kegiatan kantor sedangkan pegawai yang ada banyak, ini terjadi pada kantor unit 1 yang luas gedung hanya 469 m2 tetapi di tempati pegawai sebanyak 28 orang di tambah dengan adanya perabotan kantor yang penempatannya tidak sesuai, ini kan menambah ruangan menjadi sempit. Demikian ini, pegawai yang berada dalam kantor akan merasa tidak nyaman, panas dan efektifitas kerjanya jadi tidak maksimal karena ruang geraknya yang sempit, ini ditambah dengan fasilitas kantor yang penggunaannya belum maksimal yaitu jendela yang merupakan ventilasi udara tidak dapat dibuka sehingga udara tidak bisa bebas keluar masuk sehingga suhu pada ruangan menjadi panas. Adapun penempatan peralatan dan perlengkapan kantor yang kurang tepat, antara lain: penyusunan meja saling berdekatan dengan jarak 50 cm dan letak lemari arsip yang tidak sesuai. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sistem tata ruang pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? 2. Kendala- kendala apa saja yang timbul dalam penataan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? 1.3. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Untuk mengetahui Kendala- kendala apa saja yang timbul dalam penataan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Hasil penelitian 2.1. Tata Ruang Kantor Pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Berdasarkan dari penelitian penulis di lapangan mengenai penerapan sistem tata ruang kantor yang diterapkan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah sebagai berikut: 2.2.1. Penerapan Sistem tata ruang kantor Penggunaan tata ruang kantor merupakan segi yang terpenting dalam suatu perencanaan manajemen perkantoran. Ruangan yang disusun secara tepat dan memperhatikan semua komponen fisik yang ada di dalamnya akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Sistem tata ruang yang diterapkan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi Kabupaten Kudus adalah sistem tata ruang terbuka dan sistem tata ruang tertutup. 1. Tata Ruang Terbuka Dalam penerapan sistem tata ruang terbuka tidak menggunakan dinding atau papan penyekat yang membatasi antara pegawai satu dengan yang lainnya. Pada penerapan sistem

22

Keuntungan Penerapan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial.2. sistem tata ruang kantor tertutup diterapkan pada ruangan Kepala Dinas. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah a.tata ruang terbuka terdapat keuntungan. 3. Evaluasi Dan Pelaporan. b. Tata ruang untuk resepsionis dan ruang tamu berada di depan ruang kepala dinas sehingga dapat mengganggu konsentrasi kepala dinas dalam menyelesaikan pekerjaan yang disebabkan oleh tamu yang sedang bertanya dengan resepsionis ataupun tamu yang mengobrol saat menunggu. Kerugian penerapan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial. Penerangan Pada kantor Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Kerugian penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. Keuntungan penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi . Pengawasan yang lebih baik terhadap para pegawai. Hubungan komunikasi kerja antar pegawai lebih mudah. a. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 1. 3. Biaya pengelolaan ruangan relatif besar. 2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Lalu lalang pegawai dan tamu dapat terhindari.1. Kepala Bidang Pengawasan. sistem tata ruang terbuka diterapkan pada ruang staf tiap bidang pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 1. Sering terjadi pembicaraan dan mengobrol diantara pegawai. Kepala Sub Bagian Perencanaan. Tata Ruang Tertutup Dalam tata ruang tertutup susunan tata ruang untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa kamar atau sekat atau sengaja dibuat pemisahan buatan diantara pegawainya. 3.2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Kepala Sub Bagian Keuangan. dan Kepala Seksi Informasi. Berdasarkan penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. sehingga dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan dan persatuan yang lebih erat antara pegawai. Sekretaris. Fleksibilitas tata ruang yang lebih besar. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Hubungan antar satuan kurang lancar atau banyak mondar-mandir. Berdasarkan rumusan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial. Lingkungan Fisik Kantor 2. b. 1. Namun yang lebih sering digunakan adalah penerangan cahaya sinar matahari yang 23 . Kepala Bidang Sosial. Keamanan dan kerahasiaan pekerjaan lebih terjamin. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 1.Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan. Ketenangan ruangan lebih baik sehingga mudah dalam konsentrasi 2. 2.keuntungan dan kerugian yang diperoleh Dinas Sosial. Pengawasan pegawai kurang efektif. Kerahasiaan kerjaan kurang terjamin. 3. Kepala Seksi Perselisihan Ketenagakerjaaan. Dalam penerapan sistem tata ruang kantor tertutup terdapat keuntungan-keuntungan dan kerugian yang diperoleh Dinas Sosial. Mudah terjadi penularan penyakit di antara pegawai seperti influenza. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dan Transmigrasi. 2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan penerangan melalui penerangan cahaya sinar matahari dan penerangan lampu neon. 2.

Dokumentasi Teknik dokumentasi adalah suatu usaha yang dilakukan dalam penelitian untuk mengumpulkan dokumen yang tersedia sebagai sumber informasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Sedangkan lampu neon dipergunakan apabila cuaca mendung atau gelap. Peniliti melakukan wawancara dengan pendekatan mengunakan petunjuk umum wawancara.2.3. peneliti berusaha mencari informasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tema Tugas Akhir. dan struktur organisasi. 2. 2.2. 24 . Dalam hal ini dokumen yang digunakan berasal dari literatur dan dokumen instansi yang digunakan untuk mendukung metode wawancara. Sumber Data Teknik pengumpulan data sangat penting bagi penulis untuk memperoleh data yang diinginkan. 3.masuk melalui jendela-jendela yanng berada samping kantor. Sedangkan pihak luar tidak begitu mengganggu karena tamu berada di depan bagian kantor. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan warna kuning kecoklatan. Suara Pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Dengan teknik wawancara. Wawancara ( Interview) Adalah mengajukan pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. 1999: 83). bangunan. Data yang ada adalah data mengenai gambaran umum Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang meliputi lokasi. dengan membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang ditanyakan dalam proses wawancara. Penggunaan warna pada Kantor Dinas Sosial. Adapun jenis data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini.1. Warna Warna merupakan faktor yanng sangat penting untuk memperlancar efektivitas kerja pegawai karena warna sangat mempengaruhi keadaan jiwa mereka. Pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Data Sekunder Data yang diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti (Marzuki. b. yaitu : 1. Tenaga Kerja dan Transmigrasi .2.jendala tertutup rapat tidak dapat dibuka sehingga karbon dioksida ataupun oksigen tidak bisa keluar /masuk dengan lancar . sumber suara sering mengganggu aktiviats kantor dan pegawai adalah dari pihak kantor sendiri seperti percakapan antar pegawai yang satu dengan pegawai yang lain dan suara gaduh dari peralatan kantor seperti mesin ketik.2. 2. 2.2. Data Primer Data yang diperoleh langsung dari sumbernya diambil dan dicatat pertama kalinya (Marzuki. 1997: 56). Udara Udara yang berada pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi panas pada musim kemarau. 1997: 55).4. METODOLOGI RISET 3.maka udara pada ruangan menjadi panas dan sumpek akibatnya pegawai tidak merasa nyaman dan efektivitas pekerjaan terganggu. 3. (Maman Rachman. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari pegawai Dinas Sosial. warna tersebut dipertimbangkan memberi kesan tenang dan ruangan terlihat lebih terang. Metode Pengumpulan Data a. Petunjuk wawancara hanya berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan isi wawancara untuk menjaga agar pokok-pokok yang direncanakan dapat tercukupi semua. ini dikarenakan ventilasi seperti jendela tidak bisa bermanfaat sesuai fungsinya yang seharusnya dapat mengalirkan udara keluar masuk.

Tenaga Kerja Dan Transmigrasi di temukan kendala. Dalam penelitian ini data-data dan informasi yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan menggambarkan keadaan atau fenomena. (Maman Rachman. Tata ruang terbuka digunakan berdasarkan banyak pegawai serta untuk menunjang kelancaran pegawai dalam bekerja. Hal ini sudah menjadi bagian dari suatu perusahaan atau instansi maupun dalam melaksanakan kegiatan perkantoran. Ruang gerak pegawai yang kecil dapat mengurangi efektivitas kerja pegawai. METODOLOGI PENELITIAN 4.kendala yang meliputi sebagai berikut: a.2. seksi pengawasan norma kerja. Kendala – kendala dalam tata ruang kantor Dalam penerapan tata ruang kantor yang dimiliki oleh Dinas Sosial. Dalam hal ini observasi dilakukan oleh peneliti guna mendapatkan kejelasan dari data yang sudah didapatkan dari dokumentasi dan wawancara. 3. 4. Observasi Adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematisk terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.c. Tata ruang kantor yang baik sangat mampu memotivasi para pegawai untuk menjadi lebih efektif dalam bekerja . Pembahasan Lingkungan fisik kantor adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pekerjaan terselesaikan dengan baik. dan merasa tenang dalam bekerja sehingga hasil yang dicapai akan maksimal.1. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Dengan terdapatnya sistem tata ruang tertutup pada tiap bagian atau seksi maka kantor akan terlihat kecil sehingga antara meja yang satu dengan meja yang lain saling berdekatan dan ruang gerak pegawai menjadi kecil. Tetapi pada setiap bagian ruangan pada Dinas Sosial. sering mengganggu pegawai lain yang sedang melaksanakan tugas sehingga konsentrasi menjadi berkurang. waktu. membuat ringkasan menerapkan suatu teknik. Sumber suara yang mengganggu yaitu dari pihak dari kantor sendiri seperti mesin ketik manual yang tidak di beri peredam suara dan pembicaraan pegawai waktu jam kantor. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka. bekerja tanpa pemborosan tenaga. sub bagian umum dan kepegawaian. yaitu mengenai tata ruang kantor Dinas Sosial. b. pegawai akan merasa nyaman. 2002: 240).1.3. Sistem tata ruang kantor Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Dinas Sosial. 1999: 77). 4. Dalam teknik analisis ini akan membandingkan antara teori dengan fakta yang terjadi. 4. Analisis data biasanya mencakup pekerjaan meringkas dari beberapa data yang telah dikumpulkan oleh peneliti untuk selanjutnya dikelola. seksi pengawasan kesehatan 25 .4. Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara keseluruhan menggunakan tata ruang terpisah-pisah yaitu susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa satuan yang dibagi-bagi karena keadaan gedung yang terdiri atas kamar-kamar. Jenis tata ruang terbuka terdapat pada bagian staff sekretariat. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. dan biaya. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Udara yang tidak dapat keluar masuk karena jendela yang tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi panas sehingga dalam mengganggu konsentrasi pegawai dalam bekerja. Tehnik Analisis Data Setelah data terkumpul perlu segera diolah oleh staf peneliti khususnya yang bertugas mengelola data (Suharsimi Arikunto. tidak bosan.

sehingga penataannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengakibatkan para pegawai kurang maksimal dalam melaksanakan pekerjaannya. Dari keseluruhan kantor Dinas Sosial. kasub Bag keuangan.blogspot. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan warna kuning kecoklatan. b.dan keselamatan kerja. ruang kepala sekretariat. d. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus di setiap ruangan menggunakan saluran udara yang ada disetiap sisi atas ruangan dan dilengkapi dengan jendela kaca namun saluran udara tersebut kurang berfungsi dengan baik karena tidak dapat dibuka. Suara Pada Dinas Sosial. ini disebabkan masih terdapat ruangan yag terlihat sempit serta mengurangi ruang gerak pegawai dan ditambah dengan banyaknya barang. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah instansi pemerintahan sehingga menggunakan warna yang umum digunakan oleh kantor-kantor instansi pemerintahan yang lainnya yaitu warna kuning kecoklatan. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. evaluasi. Lingkungan Fisik Kantor Pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus meliputi: a. hal ini dapat menunjang kelancaran aktivitas pekerjaan kantor pada Dinas Sosial.4.4. Salah satu tujuan dari tata ruang kantor yang baik adalah penggunaan segenap ruang kantor secara efisien untuk keperluan pekerjaan (http://iyanarafah. Kendala. 4. Udara Pertukaran udara pada Dinas Sosial. Pemanfaatan ruang efektif. Sedangkan ruangan lain yang cukup besar tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. kabid pengawasan . dan pelaporan. Cahaya Pencahayaan pada kantor Dinas Sosial. Hal tersebut mengakibatkan kondisi udara menjadi panas walaupun telah dibantu dengan kipas angin. lingkungan fisik kantor belum sepenuhnya diperhatikan dengan baik. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Meskipun letak Dinas Sosial. Hal ini dikarenakan tidak adanya peraturan yang mengatur tentang tata ruang kantor. Warna Dinas Sosial.3. lebih terang dan luas. seksi perselisihan ketenagakerjaan. pencahayaan lampu listrik di gunakan pada saat cuaca mendung dan gelap. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang memerlukan konsentrasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan kantor yang bersifas biasa maupun rahasia. pada Dinas Sosial. kabid hubungan industrial dan perselisihan ketenagakerjaan menggunakan sistem tata ruang tertutup atau terpisah – pisah. Kasub Bag perencanaan. 4. Warna ini memberikan kesan tenang.Kendala Dalam Tata Ruang Kantor 26 . c. suara yang mengganggu dalam pekerja kantor dari internal kantor sendiri yaitu dari mesin ketik dan pegawai yang berbincang-bincang pada waktu jam kerja. Lingkungan fisik pada Dinas Sosial.com/2010). Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus belum diterapkan dengan baik karena adanya ketidakseimbangan yang disebabkan pemanfaatan ruangan yang kurang efektif.2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan cahaya alam yaitu sinar matahari yang tembus dari jendela kaca pada setiap ruangan yang berada di sebelah kanan kiri gedung.barang yang diletakkan tidak sesuai dengan tempatnya. seksi hubungan industrial. namun ada beberapa hal yang perlu diperhatian dalam beberapa ruangan seperti ruangan kepala dinas. Tenaga Kerja dan Transmigrasi berada di dekat jalan raya akan tetapi suara bising kendaraan hampir tidak terdengar karena bangunannya letaknya menjorok ke dalam.

kebisingan yang terjadi diakibatkan dari suara mesin ketik manual dan pegawai yang berbicara waktu jam kerja sehingga akan mengganggu pegawai yang lain dan akan mempengaruhi konsentrasi pegawai. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat dimbil dalam penelitian ini adalah: 1. Sedangkan pekerjaan kantor dengan suhu udara yang dianggap baik berkisar 13-24 derajat celsius. Sistem tata ruang tertutup adalah susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa kesatuan. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Pada Dinas Sosial.2000:193). Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. yang dapat membantu penukaran udara dengan lancar. Tingkat kebisingan pada kantor merupakan faktor lingkungan fisik kantor yang harus dipertimbangkan untuk mengelola tingkat produktivitas pegawai yang diinginkan. Oleh karena itu perlu diusahakan adanya ventilasi cukup. pegawai akan merasa kurang nyaman dan mengakibatkan pekerjaan menjadi kurang maksimal.kendala yang ada meliputi: a. Jika demikian. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus terdapat kendala-kendala yang dapat menyebabkan pelaksanaan kerja menjadi kurang maksimal. pengap sehingga sulit bernafas. 5. Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagian menggunakan sistem tata ruang tertutup sehingga gedung yang luas ruangannya sudah kecil ditambah dengan adanya sekat seperti dinding tembok maka akan menambah ruangan tersebut menjadi kecil. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan sistem tata ruang terbuka dan tertutup. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka dan tata ruang tertutup hal ini karena untuk membedakan antara bagian yang satu dengan yang lain. Udara di dalam ruang kantor Dinas Sosial. (Sedarmayanti. Pada Dinas Sosial. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Pegawai akan sulit dapat bekerja dengan baik. 2. makan akan mempengaruhi produktivitas pegawai. Dalam tata ruang Kantor Dinas Sosial. Dengan ruangan yang panas.ruang sekretaris. Pembagian itu dapat terjadi karena keadaan gedungnya yang terdiri atas kamar-kamar maupun karena memang sengaja di buat pemisah buatan misalnya dengan sketsel kayu atau dinding kaca. 2007: 217). ruang kepala sub bagian perencanaan.2001:133). Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada musim kemarau tiba bersuhu berkisar 30 derajat celsius. ( The Liang Gie. Pada kantor Dinas Sosial. (Badri. ruang kepala sub bagian keuangan dan ruang kepala bidang menggunakan tata ruang tertutup sedangkan bagian yang menggunakan tata ruang terbuka yaitu ruang staff pada Dinas Sosial.Dalam tata ruang kantor Dinas Sosial. senang dan efisien. Kendala. apabila mereka bekerja di ruang kantor yang udaranya panas. evaluasi dan pelaporan. b. Ruangan yang kecil ini akan menimbulkan ketidaknyamanan para pegawai karena ruang geraknya terbatasi atau menjadi kecil sehingga dapat mengurangi efektif kerja pegawai. pada ruang kepala dinas. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus terdapat kendala-kendala yang ditemukan yaitu a. ini disebabkan oleh pemanfaatan ventilasi kurang maksimal sehingga ruangan menjadi panas. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Dengan terdapatnya sistem tata ruang tertutup pada tiap bagian atau seksi maka kantor akan terlihat kecil sehingga antara meja yang satu dengan meja yang lain saling berdekatan 27 . sehingga para pegawai di ruang kerjanya tetap mendapat udara yang segar dan nyaman. Dinas Sosial.

Sumber suara yang mengganggu yaitu dari pihak dari kantor sendiri seperti mesin ketik manual yang tidak di beri peredam suara dan pembicaraan pegawai waktu jam kantor.15/06/2010 Marzuki. Ruang gerak pegawai yang kecil dapat mengurangi efektif kerja pegawai. Sedarmayanti. Manajemen Perkantoran. b.dan ruang gerak pegawai menjadi kecil. Administrasi Perkantoran Modern.blogspot. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta 28 . sering mengganggu pegawai lain yang sedang melaksanakan tugas sehingga konsentrasi menjadi berkurang. Erlangga http://iyanarafah. 2001. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek.Jakarta:Rinika Cipta The liang Gie. Strategi dan Langkah-Langkah Penelitian. Semarang: IKIP Press.2000.Surabaya: PT.html 10:37 Selasa. DAFTAR PUSTAKA Badri Munir Sukoco. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Udara yang tidak dapat keluar masuk karena jendela yang tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi panas sehingga dalam mengganggu konsentrasi pegawai dalam bekerja. 1999. Metodologi Riset.Manajemen Administrasi Perkantoran Modern.Bandung : Mandar Suharsimi Arikunto. Maman..2001.com/2010/02/tata-ruang-kantor. Yogyakarta: BPFE Rachman.2008.2002.

Sistem informasi mampu mengubah bentuk organisasi. mereka mengklasifikasikan organisasi ke dalam empat lingkungan TI. keterampilan dan pendidikan mental SDM sehingga menghasilkan SDM yang profesional dan beretika terhadap penggunaan TI. Hal ini dapat dilihat dari perubahan yang ada di sekitar kita. dan support. mampu mengubah cara perusahaan dalam beroperasi. Di masa itulah teknologi informatika dikenal dengan sebutan teknologi komputer atau pengolahan data elektronik. Di era teknologi informasi telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Dengan melihat kondisi tersebut SDM saat ini di tuntut terampil dalam penggunaan TI. CD-ROM yang terdapat di perpustakaan. yaitu strategic. sehingga untuk memperoleh informasi dari segala penjuru dunia bukanlah suatu hal yang sulit lagi. McFarlan et al. (1983) menggunakan strategic grid sebagai rerangka untuk menjelaskan peranan TI yang berbedabeda di dalam organisasi. Sebenarnya istilah information technology (IT) yang di bahasa Indonesia-kan dengan teknologi informasi (TI) ini mulai populer di penghujung tahun 1970-an. 191-193). turnaround. Ein-Dor dan Segev (1978). factory. hal. Ives et al. dengan berbagai dampak yang akan mengikuti si pengguna atau user. teknologi informasi (TI) telah mengubah cara perusahaan melakukan bisnis yang mengakibatkan banyak hal-hal baru terjadi dalam suatu organisasi. Untuk itu adalah suatu kewajiban bagi pihak akademisi dalam hal ini dalah pendidikan sekaligus sebagai lembaga pemberi ilmu. hari atau pun jam. Informasi. Begitu pula dalam Lingkup organisasi perkantoran baik negeri ataupun swasta penggunaan TI merupakan menjadi suatu kebutuhan penting terutama yang terkait dengan penyerapan informasi-informasi. Pandangan mereka ini sesuai dengan definisi awal TI. Kemudian. Sebagai contoh. sumber yang potensil untuk mendapatkan keunggulan dalam bersaing (Raghunathan dan Raghunathan 1990. Bahkan untuk memperoleh informasi-informasi apa pun bukan lagi dalam hitungan bulan. Laudon dan Laudon 1991. Secara tradisional. (1980) mendefinisikan SI sebagai fungsi pendukung dalam melaksanakan aktivitas dan fungsi manajemen. Dalam rerangka tersebut. satu dasawarsa berikutnya terjadi perkembangan yang cukup menakjubkan dimana teknologi 29 . Saat ini. MM Di Era Globalisasi saat ini penggunaan TI terus melesat cepat.Memodernisasi sistem Perkantoran Melalui Peran Teknologi Informasi ABSTRAK Oleh: Wahyono. manajemen dan akademisi memandang peranan TI sebagai enabler bagi perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif. hal. dan scanner yang terdapat di toko. sekarang dilihat sebagai sumber daya stratejik. melainkan cukup dalam hitungan detik. Drs. manajemen dan akademisi memandang peranan TI sebagai fungsi pendukung dalam operasi perusahaan. Ini menunjukkan bahwa peranan TI menjadi semakin meningkat mengikuti perkembangan teknologi informasi. 72) atau sebagai senjata stratejik untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam iklim bisnis yang baru (Ives dan Learmonth 1984). dan mampu mengubah cara perusahaan dalam bersaing (Alter 1996. Hal ini menunjukkan bahwa TI memainkan berbagai peran dalam organisasi. PENDAHULUAN Pada masa sekarang. misalnya fasilitas ATM.toko swalayan.

kualitas mekanisme pendukung. dan dari sedemikan banyak agenda tersebut. dan support. sama-sama kita ketahui bahwa sains dan teknologi telah semakin canggih. swasta. karakteristik kinerja terdiri dari tiga variabel.TI. struktur operasional dan manajemen dalam suatu organisasi (pemerintahan. menyampaikan informasi. Karakteristik perencanaan terdiri dari tiga variabel. Dimana berperan membantu masyarakat umum agar mudah memperoleh informasi secara terbuka bahkan bagi internal perguruan tinggi sendiri dapat mempermudah untuk mengakses informasi-informasi yang up to date. dan telah dimulai pada . Dengan demikian internet merupakan salah satu teknologi informasi yang berperan sangat penting dalam segala kegiatan atau seluruh sektor kehidupan. Dewasa ini internet sudah digunakan baik di instansi pemerintahan maupun swasta sebagai media yang memudahkan dalam pelayanan publik. Dan. manusia baik per-orangan maupun melalui organisasinya menggunakan teknologi informatika dalam wujud internet sebagai media memperoleh pengetahuan. turnaround. hardware. serta menerapkan manajemen dan administrasinya se-efektif dan se-efisien mungkin. yaitu karakteristik perencanaan. Misalnya. Perencanaan TI dibagi dalam tiga karakteristik. yaitu strategic.ingkungan organisasi bisnis atau non bisnis mau tidak mau wajib hukumnya menerapkan teknologi informasi 30 . rentang waktu perencanaan. elektronik digital. dan sumber-sumber perencanaan TI. yaitu kualitas proses perencanaan. Perguruan Tinggi sebagai salah satu bagian dari sistem Pendidikan telah melakukan beberapa agenda reformasinya. kinerja fungsi TI. yang sangat urgen adalah dibidang teknologi informasi ini. yaitu integrasi bisnis . Teknologi Informatika dan Peranannya di Lingkungan organisasi bisnis dan Non Bisnis Dalam perkembangannya. dll). dll. yaitu efektivitas perencanaan. informasi. Internet ini adalah suatu kumpulan yang luas dari jaringan-jaringan komputer yang saling terkoneksi dengan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia. keterlibatan pemakai.informasi yang tadinya dikenal dengan teknologi komputer beserta perangkat elektronik lainnya (software. Dengan adanya internet ini menjadikan manusia dapat secara mudah berkomunikasi antara satu dengan lainnyadiseluruh dunia. dan sumbersumber TI. dan dampak stratejik TI rendah berarti pengembangan TI bukan merupakan suatu aktivitas yang kritis yang harus dilakukan perusahaan walaupun bermanfaat. lembaga pendidikan. Dampak stratejik SI saat ini tinggi berarti operasi perusahaan sangat bergantung pada fungsi TI. factory. Melihat pentingnya penerapan teknologi informasi ini. bukan hanya bersifat verbal melainkan juga berupa visualisasi. Maka peranan TI didefinisikan dengan rerangka strategic grid yang terdiri dari dua dimensi yaitu dampak stratejik TI saat ini dan dampak stratejik SI masa yang akan datang. dan kontribusi SI terhadap kinerja organisasional. dan lembaga yang berbasiskan pelayanan publik. oleh karenanya harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). urusan bisnis. Penerapan Sistem Informasi Berkaitan dengan empat lingkungan TI. Dampak stratejik TI masa yang akan datang tinggi berarti TI merupakan salah satu aktivitas yang penting yang harus dipertimbangkan dengan matang jika ingin survive dan flourish di masa yang akan datang. bahkan menjadikannya sebagai media berbagi informasi dan pengetahuan. keterlibatan manajemen puncak. Arti penting penggunaan teknologi adalah untuk mempermudah semua aktivitas dan kegiatan manusia agar tujuannya tercapai. dll) berpadu dengan teknologi komunikasi menghasilkan apa yang dikenal saat ini dengan “internet”. karakteristik kinerja. LSM. modern dan berkembang cepat. dan mempunyai andil besar dalam mereform sistem informasi. Karakteristik organisasional terdiri dari lima variabel. dan dampak stratejik TI saat ini rendah berarti operasi perusahaan kurang bergantung pada fungsi TI. karakteristik organisasional.

Di bidang perpustakaan . Oleh karena itu. Ancaman dari luar ini seperti : virus. malware. adanya perpustakaan online yang berisi buku-buku digital. sarana praktek menggunakan teknologi multimedia secara virtual. merusak serta merubah data yang ada. Bukan hal yang mustahil. akan tetapi penggunaan teknologi informasi pun dapat pula disalah-gunakan atau berdampak negatif. Di bidang pendidikan dan pelatihan . bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaan atau bisa juga untuk berbuat tidak baik. 3. dll. dari mengaplikasikan aneka produk teknologi dengan baik dan benar sampai maintenance serta memproteksi adanya ancaman luar yang menyusup. maka salah satunya adalah institusi pendidikan mempunyai peranan dalam mewujudkan harapan tersebut. Di bidang administrasi keuangan . kumpulan tulisan-tulisan masyarakat umum (akademisi dan pemerhati masalah perkantoran) serta pustakawan handal di bidang teknologi informatika. dapat membantu prosedur penerbitan surat keputusan/ keputusan dari kenaikan pangkat sampai pemberitahuan promosi mutasi (sehingga tidak terjadi seperti saat ini dimana pengiriman via pos sangat memakan waktu dan tidak sedikit yang hilang/ tercecer atau terjadi kesalahan. aspek-aspek kemudahan melaksanakan pekerjaan yang saat ini belum terpikirkan. 4. adanya sharing resource antara lembaga peradilan dengan lembaga-lembaga lain (lembaga pemerintah. Peningkatan Pemahaman Pengetahuan/wawasan global 31 . memudahkan memberikan informasi atau konferansi pers melaui sistem otomasi dengan jaringan world wide web (internet) danpelayanan pun dapat disediakan selama 24 jam sehari. Mempersiapkan Kompetensi SDM Berbasis TI melalui Peran Institusi Pendidikan Untuk mempersiapkan kompetensi SDM perkantoran yang mumpuni terhadap TI. dsb. Contoh-contoh diatas merupakan peranan teknologi informasi yang secara umum bersifat positif. spayware. mempermudah dari penyusunan RKA-KL sampai dengan pelaksanaan dan pertanggung-jawaban anggaran. Di bidang administrasi kepegawaian . lembaga pendidikan baik yang ada di dalam maupun luar negeri). mensosialisasi kebijakan penggunaan anggaran. baik segi manfaat penggunaan maupun ancaman bahaya yang mungkin timbul. lembaga non pemerintah. hack. keylogger. pemberian gaji langsung masuk ke rekening masingmasing (ini sudah berlangsung bagi pegawai di bank-bank).tersebut. Untuk mengantisipasinya. seorang petugas dibidang teknologi informasi tersebut harus yang tahu betul akan seluk beluk teknologi informasi. dialer. bisa juga atasan yang tidak berada dikantor masih bisa memonitor bawahannya atau saling berinteraksi dalam pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu mendesak. tergantung orang yang menggunakannya. 2. adware. 5. Di bidang pelayanan publik dan kehumasan . sehingga kerusakan sistem yang mengakibatkan hilangnya data-data penting dapat dihindari. browser hijacker. kemudian dimasa mendatang akan terjadi. karena dimasa mendatang sektor ini termasuk yang paling dominan bahkan sangat pesat perkembangan dan inovasinya. diantaranya melalui: a. tanpa harus menunggu dibukanya kantor. dan untuk menduduki suatu jabatan maka pejabat atasan yang berwenang dapat mengetahui secara jelas komposisi pegawai yang up to date. masing-masing lembaga organisasi perkantoran baik swasta atau negeri yang menggunakan teknologi informasi memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang memahami secara komprehensif dan mendalam. kegiatan-kegiatan diklat dilaksanakan dengan modus jarak jauh (distance learning) sehingga para pengajar (terutama para pejabat fungsional dan struktural yang berkompeten) sesibuk apapun dapat meluangkan waktunya serta menghemat biaya. 7 hari dalam seminggu. parasitware. seperti dapat penulis contohkan sebagai berikut : 1.

Terkait dengan pemberian pengetahuan / wawasan. penuh Inisiatif & Proaktif. b. untuk itu institusi berperan aktif untuk membangun perilaku SDM yang positif dan sehat secara utuh. Adapun untuk menyiapkan SDM yang kompeten dapat melalui:1)peningkatan pemahaman/wawasan 2) peningkatan keterampilan dan perbaikan akan perilaku. dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. semua informasi-informasi yang berkenaan dengan perkantoran di lingkungan organisasi pemerintah ataupun swasta dapat diintegrasikan. jangan sampai lembaga organisasi perkantoran baik negeri tertinggal jauh dengan instansi pemerintahan lainnya apalagi instansi swasta (terutama dalam hal SDM atau tenaga ahli dibidang teknologi informasi). Peningkatan keterampilan global Peningkatan keterampilan yang berbasis TI dapat juga terus ditingkat oleh peserta didik atau mahasiswa melalui penggunaan komunikasi multiguna. selalu berpikir inovatif & Kreatif serta mempunyai jiwa Mandiri / “Survive. Arti penting kemajuan teknologi informasi tersebut adalah selain agar dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan kepada publik juga untuk lebih memperlancar. dalam rangka mengantisipasi terhadap perubahan lingkungan eksternal yang menuntut pengelolaan manajemen PNS yang profesional. Bahkan teknologi ini bagian dari tuntutan era reformasi terhadap lembaga organisasi perkantoran di Indonesia. terutama dalam hal keterbatasan SDM dan dana untuk pengadaan perangkat teknologi informasi. pengembagangan Iptek dan informatika serta keterampilan khusus dalam peningkatan mutu profesionlitas yang mampu berkompeten c. 32 . cepat. mempercepat dan mempernyaman suatu pekerjaan. instutsi pendidikan mempunyai peranan penting tidak hanya dalam lingkup teori akan tetapi mulai di kembangkan dengan sesuai perubahan dan perkembangan pengetahuan yang berbasis teknologi informasi. Hal ini sesuai dengan pendapat para ahli yaitu Miftah Thoha dibidang Administrasi Publik dari Universitas Gajah Mada menyatakan bahwa Manajemen PNS dimasa mendatang perlu dan mutlak melakukan perubahan dalam pengelolaan manajemen kepegawaian dari yang masih konvensional ke arah yang berbasis Informasi Teknologi (E-Government). sehingga mempermudah pencarian data-data oleh pengguna dari manapun. dinamis &Flexible. Urgennya sarana dan prasarana teknologi informatika ini dikarenakan perkembangan teknologi yang begitu cepat juga membantu untuk pengembangan sistem tenologi infomasi di perkantoran di zaman yang serba efektif dan efisen. PENUTUP Upaya dalam memoderenisasi sistem perkantoran adalah memalui aplikasi Teknologi Informasi dalam sistem organisasi baik pemerintah mapun swasta di masa depan merupakan suatu yang tidak bisa terelakan lagi. Dengan teknologi informasi ini pula. Peningkatan Sikap atau perilaku Perilaku SDM juga turut menjadi sorotan dalam kehidupan sosial dan organisasi. Meskipun dalam kenyataan saat ini masih terdapat beberapa kendala (teknis maupun non teknis). meningkatkan daya kreativitas dan inovasi baik dari cara berpikir maupun bertindak serta tetap perpegang teguh pada pemahaman nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dalam unsur budaya. hukum dan sosial masyarakat. Sehingga mencerminkan SDM yang memiliki tingkat kedisiplinan. agama.

MH.binamanajemen.SH.com 33 ..com 4.allbusiness. Peran TI dalam Bisnis Global dan Sistem Perkantoran Moderen.REFERENSI 1. Sony Teguh T. Agus Budi Susilo. www. www. 2010 3. www.com 5. “Peran Teknologi Informasi dalam memodernisasi sistem Peradilan di Indonesia” 2.wirausaha.

penerangan yang cukup dengan 4 lampu untuk ruang laboratorium dan 2 lampu untuk ruang kelas.PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA KEARSIPAN PADA SISWA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK TAMAN SISWA KUDUS. map. data tersebut diambil dari jumlah populasi dari dua kelas sebanyak 88 siswa. teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. guide. kompetensi sosial.00. Berdasarkan informasi dari sebagian siswa seperti memanfaatkan teknologi komunikasi dalam pembelajaran dan lain-lain.941 X1 + 0. dari sarana umum sudah tersedianya ruang belajar/kelas yang cukup untuk menampung siswa hingga 46 orang. Selain memiliki fasilitas belajar yang cukup memadai. Variabel dalam penelitian ini adalah dua variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar kemudian satu variabel terikat yaitu hasil belajar siswa Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi.746 X2. Peraturan dari SISDIKNAS mengatakan bahwa “setidaknya seorang guru mempunyai empat kompetensi utama yaitu kompetensi pedagogik. Oleh : Nova Chotibul Umam SARI Penelitian ini bertujuan untuk menganaliasis besarnya pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus secara parsial dan simultan. Kata Kunci : Hasil Belajar. fasilitas belajar I.25+ 0. setiap mengadakan praktek siswa SMK Tamansiswa menggunakan ruangan yang lain. kemampuan mereka dalam kegiatan belajar mengajar sudah cukup bagus. Dalam penelitian ini menggunakan populasi karena respondennya terdiri kurang dari 100 yaitu 88 siswa. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan pada siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. kartu kendali dan kertas pinjam arsip. 34 . Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran mengeloala kearsipan yaitu 72. kompetensi pribadi. SMK Tamansiswa Kudus juga memiliki guru-guru yang berkompeten dan mempunyai keahlian sesuai bidangnya masingmasing. kompetensi pedagogik guru. Sebagai guru. para guru pada umumnya yang masih belum melaksanakan kompetensi tersebut secara utuh. PENDAHULUAN 1. dan kompetensi professional” Namun pemahaman dan penerapan tentang kompetensi tersebut masih belum maksimal terlebih lagi kompetensi pedagogik guru disini. Data yang ada menunjukkan siswa yang belum mencapai nilai KKM terdapat 35 siswa atau sekitar 39. stepler. namun untuk alat-alat penunjang proses pembelajaran mengelola kearsipan sudah cukup tersedia seperti filling kabinet.1 Latar Belakang Hasil belajar siswa jurusan administrasi perkantoran kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan masih belum optimal.77% yang terdiri dari siswa kelas administrasi perkantoran 1 terdapat 6 siswa yang belum tuntas dan kelas administrasi perkantoran 2 terdapat 29 siswa yang belum tuntas. Menurut pengamatan dan data yang ada secara umum fasilitas belajar yang menunjang pembelajaran mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus sudah cukup memadai. Hasil penelitian regresi linier berganda menunjukakan persamaan Y = -51. untuk laboratorium/ruang praktik kearsipan di SMK Tamansiswa belum tersedia karena keterbatasan tempat.

2010: 2 ). yang menjadi tujuan dari pembelajaran adalah pendiskripsian tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau gambaran produk yang menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut sudah terjadi. Seberapa besar pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? 2. 2010: 2). 35 . melancarkan. Darji Darmodihardjo menunjukkan suatu usaha yang lebih ditunjukkan kapada pengembangan budi pekerti. Secara kiasan pedagogik adalah seorang ahli yang membimbing anak. selain itu penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif karena peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan.1 Konsep Dasar tentang Hasil Belajar “Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya” (Slameto. dan menunjang pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah. bahan. membimbing. kritis. rasa kesusilaan. artinya pendekatan ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat dan seberapa besar pengaruh tersebut. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa fasilitas belajar adalah semua kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik dalam rangka untuk memudahkan. dan obyektif mengembangkan konsep-konsepnya mengenal hakekat proses pendidikan. 1. yang berarti anak laki-laki.2 Konsep Dasar tentang Kompetensi Pedagogik Pedagogik merupakan suatu kajian tentang pendidikan anak. Seberapa besar pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? 3. Menurut Ki Hajar Dewantara. (Sadulloh. dan ketaqwaan. III. Menuurt S. dan “agogos” artinya mengantar. dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses belajar di sekolah.Dari uraian tersebut peneliti tertarik untuk meneliti tentang kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar yang berada di SMK Tamansiswa dengan judul ”Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dan Fasilitas belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Mengelola Kearsipan Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Di SMK Tamansiswa Kudus”. Defininisi tentang istilah padagogik diuraikan oleh beberapa ahli dalam Sadulloh (2010: 3). Menurut Hoogeveld. mendidik adalah membantu anak supaya anak itu kelak cakap menyelesaikan tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. semangat kecintaan. sampai tercapainya kedewasaan dalam arti rohani dan jasmani. 2. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. Brojonegoro. berasal dari bahasa yunani ”paedos”. Pedagogik merupakan suatu teori dan kajian yang secara teliti. 2. mendefinisikan sarana/fasilitas belajar adalah semua perangkat peralatan.2 Rumusan Masalah Dari identifikaksi masalah di atas penelitian ini akan dibahas tentang beberapa masalah diantaranya: 1. LANDASAN TEORI 2. mendidik anak kearah tujuan tertentu. METODOLOOGI PENELITIAN 3. Pendapat lain juga mengatakan hal yang sama bahwa pedagogik merupakan ilmu mendidik. Penelitian ini mengkaji fakta-fakta yang sudah ada dan tidak memanipulasinya atau mengubah data tersebut sehinggga penelitian ini termasuk penelitian non eksperimen. mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota. Seberapa besar pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? II. Hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan merupakan hasil perubahan perilaku berupa pengetahuan yang siswa dapatkan setelah proses pembelajaran dan keterampilan mengelola kearsipan yang siswa peroleh. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. mendidik berarti memberi tuntutan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangan.1 Konsep Dasar tentang Fasilitas Belajar Bafadal (2004: 2).

yang didalamnya mencakup pengelolaan kelas. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1. 2. surat kabar. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. majalah. Variable Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. (10) melakukan tindakan reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Indikator hasil belajar adalah nilai dari tes subsumatif atau nilai ulangan tengah semester. transkip. notulen. Analisis Deskriptif 2. rapat.3. 2006: 151). atau hal-hal yang diketahui” (Suharsimi. 2006:158).Uji Heteroskedastisitas 3. (2) prasarana. Uji Asumsi Klasik a. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa daftar nilai ulangan tengah semester dari pihak guru mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus 3. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden tentang kompetensi pedagogik guru. Indikator fasilitas belajar adalah (1) sarana. Indikator kompetensi pedagogik meliputi : (1) menguasai karakteristik peserta didik. Analisis Regresi Linier Berganda 36 . leger. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi ini karena ingin memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam proses penelitian. empatik dan santun. Populasi Penelitian Obyek dalan penelitian ini adalah seruh siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa yang jumlahnya 88 siswa. Pertanyaan yang disediakan dalam angket merupakan jenis pertanyaan tertutup. Variabel yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah: Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan seorang guru dalam mengelola kelas. dimana responden telah diberikan pilihan jawaban. Hasil belajar Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. buku. yaitu segala peralatan yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran. (8) menyelenggarakan penilaian evaluasi dan proses dan hasil belajar. Uji Multikolinieritas c. (9) memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi.2 3. (5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.3 3.4 1.5 Teknik Analisis Data. yaitu seperangkat perlengakapan dasar yang tidak secara langsung menunjang proses pembelajaran.3.3.2 3. (6) memfasilitasi pemngembangan potensi peserta didik.Uji Normalitas b. Fasilitas Belajar Fasilitas belajar yaitu segala sesuatu yang digunakan untuk memperlancar proses pembelajaran mata pelajaran mengelola kearsipan. (3) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran.3 3. berhubung jumlah obyek yang diteliti kurang dari 100 maka peneliti menggunakan penelitian jenis populasi. (7) berkomunikasi secara efektif. Dokumentasi “Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa cacatan. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. dan fasilitas belajar. Bagaimana seorang guru dalam mendidik siswa. (2) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.3. penulis menggunakan teknik sebagai berikut: Angket “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. (4) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.1 3.

22880 Tidak 4004 baik Kriteria Deskriptif Fasilitas Belajar N Interva Kriteria o. 5632 baik 2 3520Baik . 4576 3 2464Kurang . l Skor 1 4576Sangat . Koefisien Determinasi Simultan dan Parsial HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria Deskriptif Kompetensi Pedagogik Guru No. Interval Frekuen Kriteria Skor si 1. 40049 Kurang 5720 baik 4. 7436Sangat 19 9152 baik 2. 3520 baik 4 1408Tidak . 572060 Baik 7436 3.IV. 2464 baik Persentas e 22% 68% 10% 0% Frekuen si 6 42 33 7 Persenta se 7% 48% 38% 8% 37 . 4.

Namun dalam penelitian ini variabel intervening tersebut tidak diteliti.746 . Variabel kompetensi pedagogik guru yang dibahas seharusnya kompetensi pedagogik guru secara keseluruhan.248 a.478 a Coefficients Model 1 (Constant) Kompetensi Pedagogik Guru Fasilitas Belajar t -4.118 Standardized Coefficients Beta . Kompetensi Pedagogik Guru b.839 6.941 .616 5. Angket yang dibagikan pada responden menayakan kemampuan kompetensi guru secara keseluruhan. Predictors: (Constant).535 . namun dalam penelitian ini hanya ditujukan kepada satu guru saja yaitu kompetensi pedagogik guru pada mata pelajaran mengelola kearsipan sesuai dengan instrumen yang diberikan kepada para siswa.441 .801 .248 1.566 Collinearity Statistics Tolerance VIF .000 .118 Standardized Coefficients Beta .161 . Error -51.104 .161 .323 Sig. Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar tidak dapat berpengaruh secara langsung terhadap hasil belajar. Fasilitas Belajar.02251 F Change 66.248 a.941 . Adapun kelemahan penelitian adalah sebagai berikut: 1. F Change . .000 a. akan tetapi harus melalui variabel intervening. 3.000 .535 .441 .801 1.801 .253 11. dikarenakannya kelemahan peneliti dalam menganalisis permasalahan yang di angakat. Dependent Variable: Hasil Belajar Hasil Koefisien Determinasi secara Parsial Unstandardized Coefficients B Std.478 t -4. .801 1. Dependent Variable: Hasil Belajar Hasil Koefisien Determinasi Secara Simultan b Model Summary Change Statistics Model 1 R . adapun variabel yang dimaksud adalah proses pembelajaran.000 Correlatio ns Partial . 2.000 .Regresi linier berganda a Coefficients Model 1 (Constant) Kompetensi Pedagogik Guru Fasilitas Belajar Unstandardized Coefficients B Std. sedangkan yang diteliti hanya pada satu guru mata pelajaran V.602 Std. PENUTUP 5. Dependent Variable: Hasil Belajar Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini penulis mendapati keterbatasan penelitian.616 5.566 Collinearity Statistics Tolerance VIF .000 Correlatio ns Partial .248 1.839 6.323 Sig.611 Adjusted R Square . Error of the Estimate 12.000 .1 Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar mempengaruhi hasil belajar siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus dengan simpulan sebagai berikut: 38 .744 df1 2 df2 85 Sig. Error -51.253 11.746 .104 .782a R Square .

Semarang: UPT MKK UNNES. 2007. Majid. 2002. Jakarta: Rineka Cipta. Salam. dkk. Cara Belajar Yang Efisien. The Liang. Sistem Pendidikan Nasional. Imam. Perencanaan Pembelajaran. Chtarina. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.1. Himpunan Perundang-undangan Republik Indonesia.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh. Ekonometrika. ( 15 Mei 2010). Jogjakarta Kontin. 2003.umanitoba. Jakarta: Rineka Cipta. a. Bafadal. Burhanuddin. Kompetensi pedagogik guru mempunyai pengaruh relatif kecil terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus 2. 2006.ca/publications/cjeap/pdf_files/childs_casey. Power books Banguntapan. Sedang Selangor. b. Ghozali. Malaysia. 2009. 2007. Abdul. Jakarta: Bumi Aksasa. 1998. Teacher Effectiveness. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Remaja Rosdakarya. 2009. Suharsimi. 39 . Casey & Ruth. Prosedur Penelitian. Jamal Ma’mur. Gie. agar nilai ketuntasan dapat dicapai oleh seluruh siswa 4. http://www. Fasilitas belajar mempunyai pengaruh relatif kecil terhadap hasil belajar siswa kelas XI mata pelajaran mengelola kearsipan jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus 3. Canadian Journal of education Administration and policy. Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar mempunyai pengaruh cukup besar terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus 5. 7 kompetensi guru. Bagi sekolah . Bandung: Nuansa Aulia. Ibrahim. Bagi siswa Disarankan bagi siswa kelas XI untuk lebih giat dalam belajar. Majid. Bandung: PT. Pengantar Pedagogik. Tri Anni. Bagi guru Dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi lebih ditingkatkan. Moh. dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat lebih variatif 2. Bagi peneliti lanjut Disarankan menambah variabel lain yang berpengaruh dengan hasil belajar. maka saran yang dapat diberikan oleh peneliti antara lain: 1. Teacher Educational Pogramadmission Criteria And What Beginning Teachers Need To Know To Be Successful Teachers. Perpustaan yang sudah disediakan dibenahi lagi dalam koleksi buku-buku literaturnya agar siswa mudah dalam memperoleh dan menambah pengetahuan mereka 3. Asmani. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2006. Universiti Putra Malaysia Press. lebih memanfaatkan fasilitas yang telah di sediakan oleh sekolah. Psikologi Belajar. 1984. Manajemen Perlengkapan Sekolah dan Aplikasinya. 2004. Fasilitas sarana yang dibutuhkan perindividu perlu ditambah disesuaikan dengan jumlah siswa mengingat banyaknya mata pelajaran yang praktek yang siswanya harus benar-benar faham.pdf.

European journal Of Teacher Education. Raja Grafindo Persada.central conneticut Satate University Zaifbio. Uyoh. Universitas Negeri Semarang. 2010. Evaluasi Pendidikan http://zaifbio. 2007. Pengaruh Komunikasi Guru Dan Fasilitas Belajar Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran Mata Pelajaran Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan Di Smk SeKabupaten Purbalingga. Strategi Belajar Mengajar. University of South Carolina Ruzana. Educational Facilities w ith in the Context of a Changing 21st Century America. Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Ann. 2006. Jakarta: Rineka Cipta. 2010. 2006. Schneider.org. Universitas Negeri Semarang. Sardiman. (12Mei 2010) Slameto. Sadullah. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Invigorating pedagogic change. 2009. 2010. Do school faciliti affect Academic Outcome. Kreatif. Arina. 40 . Eko. www. New Maxico Republika 2007. 2003. Sri. Jakarta: PT. Mark.Natioanal Clearinghouse For Educational Facilities. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Bandung: Alfabeta.html#smkmenarik (3 April. Usulan Model Pembaharuan Untuk pengembangan sekolah.wordpress. 2007. 2010) R. suggestion from findings of the development of secondary science techers practice and cognizance of the lerning proses. Jakarta: Rineka Cipta. 2009.edfacilities. Bahri Djamarah. 202. Skripsi. http://jurnal.com/journal/item/8 (23 Mei 2010) Syaiful. Stevenson. Pedagogik. http://unikharynizar.Nevin.net/jurnal1.com/2009/11/15/ranah-penilaian-kognitif-afektif dan-psikomotorik/ (10 Juni 2010) Zakiyati. Developing pedagogical competence in online environments. 2006. Albuquer. Srihartanto. Pengaruh Kompetensi Professional Dan Kompetensi Pedagogik Guru Ekonomi Terhadap Akuntansi Terahadap Prestasi Belajar Di SMK Kabupaten Magelang. Kenneth.pendidikan . Skripsi.multiply. Implementasi Pembelajaran Aktif.

tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang. Berdasarkan latar belakang di atas. Dalam proses belajar mengajar ekonomi. berpikir. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang yang berjumlah 30 siswa. Oleh sebab itu. siswa tidak dipahamkan tentang bagaimana cara belajar. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II. Oleh karena itu. dan memotivasi diri sendiri. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Berlakunya kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi yang telah direvisi melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut adanya perubahan adanya pemahaman tentang pendidikan dan pembelajaran. guru ekonomi harus mampu memotivasi siswa serta melakukan usaha-usaha lain dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas agar siswa termotivasi dan berminat dalam pembelajaran ekonomi. antara lain disebabkan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Siswa hanya mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. penyampaian materi oleh guru masih dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas. Batang dari hasil penelitian yang diperoleh. Adapun dalam pembelajaran tradisional tersebut. Hasil Belajar PENDAHULUAN Rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono dalam mata pelajaran ekonomi. guru tidak menggunakan alat dan praktek. Penilaian diambil dari nilai ulangan harian siswa sebelum diterapkannya metode pembelajaran kooperatif jigsaw II (sebagai data pembanding) yang dibandingkan dengan nilai postes dari siklus I dan siklus II. berdasarkan hasil pengamatan terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik di kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. perubahan kurikulum tersebut harus pula diikuti oleh guru yang bertanggung jawab atas terselenggaranya pembelajaran di sekolah. Bahkan saat guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya tidak ada siswa yang bertanya. Hal tersebut mengakibatkan siswa jenuh dalam menerima pelajaran. Kata Kunci: Implementasi.IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS VIII B SMP N 1 TERSONO KABUPATEN BATANG Yulia Ratnaningsih NIM 3301403128 Abstrak: Makalah ini menjelaskan tentang metode pembelajaran kooperatif jigsaw II dan penerapannya yang dirancang dengan design penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu yaitu dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif jigsaw II dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. khususnya pada jenis dan jenjang pendidikan formal (sekolah). Oleh karena itu. Hal ini disebabkan karena siswa merasa takut untuk melontarkan pertanyaan atau bahkan siswa merasa malu untuk bertanya. Manfaat hasil penelitian bagi SMP N 1 Tersono Kab. maka permasalahan yang diteliti yaitu apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang? Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan diatas. suasana kelas cenderung teachercentered. perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat membantu siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Tersono untuk memahami materi ajar dan mampu melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat. Dalam hal ini. diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran sebagai alternatif perbaikan dalam 41 . sehingga hasil belajar ekonomi siswapun meningkat. Dengan demikian suasana belajar mengajar menjadi tidak kondusif dan siswa cenderung pasif. sehingga menimbulkan sikap negatif siswa terhadap mata pelajaran ekonomi yang akhirnya berpengaruh pula terhadap pencapaian hasil belajar mata pelajaran ekonomi Selain itu. serta hanya menjelaskan konsep-konsep yang terdapat dalam buku ajar (Trianto 2007:1). Bahkan mereka kurang tertarik terhadap mata pelajaran ekonomi.

belajar mengajar meliputi suatu komponen. dan saling membantu untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. dan sebagainya. Agar tujuan itu tercapai. masyarakat. guru. Adapun tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk memberikan kesempatan pada semua siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dalam pembelajaran. minat dan motivasi. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok yang tingkat kemampuannya berbeda. Selaku suatu sistem. metode. sekolah. Sedangkan bagi guru diantaranya adalah dengan adanya penelitian ini diharapkan Guru memperoleh tambahan wawasan atau informasi mengenai penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Ekonomi dan memberikan pedoman bagi guru dalam memotivasi siswa untuk belajar sehingga menumbuhkan keinginan pada diri siswa untuk berprestasi lebih baik. (4) model pembelajaran kooperatif jigsaw II. (5) hipotesis. Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. dan lingkungan sekitar. meliputi keluarga. Dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif. yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. Menurut Slameto dalam Djamarah (2002:13). selama bekerja dalam kelompok tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru. dan psikomotor (Djamarah. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. kesehatan.proses pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu. khususnya belajar IPS Ekonomi dan pendidikan pada umumnya. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. tujuan. dan penghargaan kooperatif. afektif. belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. situasi dan evaluasi. (2) Hasil belajar siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya. Dalam pembelajaran kooperatif dicirikan oleh struktur tugas. landasan teori dalam penelitian ini meliputi: (1) pembelajaran sebagai suatu sistem. tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja yaitu faktor intern dan faktor ekstern. (3) faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar. Dengan demikian kerjasama dalam kelompok merupakan aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. sikap kurang sopan menjadi sopan. metode mengajar. siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks. semua komponen yang ada harus diorgnisasikan sehingga antar sesama komponen terjadi kerja sama. Belajar mengajar selaku suatu sistem instruksional mengacu kepada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan (Djamarah 2002 : 10). meliputi intelegensi dan bakat. belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan. Peneliti sebagai calon guru dapat menambah pengetahuan untuk meningkatkan kemampuannya dalam dunia pendidikan. bahan. Dalam penerapan kooperatif dua atau lebih individu saling tergantung 42 . Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. antara lain tujuan. LANDASAN TEORI Untuk memecahkan masalah yang telah dikemukakan diatas. siswa. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran didorong dan atau dikehendaki untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibanding dengan sebelumnya. setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi (Trianto 2007 : 41). dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas tersebut. 2002:13).

memanfaatkan kelebihan. Namun proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu kepala saja. Tiap anggota tim ditugaskan secara acak untuk menjadi “ahli” dalam aspek tertentu dari tugas membaca tersebut. penerimaan terhadap teman sekelas yang lemah dalam akademik. Metode pengajaran jigsaw dikembangkan oleh Elliot Aronson dan rekan-rekannya di Universitas Texas. d. atau materi lain. buku kecil. para ahli dari tim berbeda bertemu untuk mendiskusikan topik yang sedang mereka bahas. Untuk itu harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong yaitu: a. Tanggung jawab perseorangan Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif. c. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan. setiap siswa akan merasa bertanggungjawab untuk melakukan yang terbaik. Menurut Roger dan David Johnson dalam bukunya Anita Lie (2004 : 31-35) mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap Cooperative Learning. 2008:4-5) Menurut Anita Lie (2004:38) dalam bukunya Cooperative Learning bahwa model pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar kelompok. karena keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. Keterampilan berkomunikasi dalam berkelompok juga merupakan proses panjang. Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran koopertif membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan.satu sama lain untuk mencapai satu penghargaan bersama. tetapi ada unsur-unsur dasar yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. kemudian diadaptasi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkin. Jigsaw II adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan kelompok-kelompok kecil yaitu 5-6 siswa. Evaluasi proses kelompok Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. dan meningkatkan rasa harga diri. dan mengintegrasikan serta mengaplikasikan kemampuan dan pengetahuan mereka. Setelah membaca materinya. biografi. Alasan lain adalah tumbuhnya kesadaran bahwa para siswa perlu belajar untuk berpikir. biasanya bidang studi sosial. Para siswa ditugaskan untuk membaca bab. dan juga akibatakibat positif lainnya yang dapat mengembangkan hubungan antar kelompok. Ada banyak alasan yang membuat pembelajaran kooperatif memasuki jalur utama praktik pendidikan. Saling ketergantungan positif Keberhasilan suatu karya sangat tergantung pada usaha setiap anggotanya. 43 . Mereka akan berbagi penghargaan tersebut jika mereka berhasil sebagai kelompok. dan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan sarana yang baik untuk mencapai hal-hal semacam itu (Slavin. dan mengisi kekurangan. menyelesaikan masalah. Dalam teknik ini siswa bekerja dalam anggota kelompok yang sama dengan latar belakang yang berbeda. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif. atau materi-materi yang bersifat penjelasan terperinci lainnya. Tatap muka Dalam pembelajaran kooperatif setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Bentuk adaptasi jigsaw yang lebih praktis dan mudah adalah Jigsaw II (Slavin 2008 : 237). Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat mencapai tujuan mereka. b. e. Salah satunya adalah untuk meningkatkan pencapaian prestasi siswa. lalu mereka kembali kepada timnya untuk mengajarkan topik mereka itu kepada teman satu timnya. Komunikasi antar anggota Unsur ini menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi.

maka dari 30 siswa dibagi menjadi 5 kelompok ahli yang beranggotakan 6 siswa dan 6 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. Kelompok asal adalah kelompok awal siswa yang terdiri dari beberapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan memperhatikan keragaman dan latar belakang siswa. Ilustrasi Kelompok Jigsaw II Langkah-langkah dalam penerapan teknik Jigsaw II adalah sebagai berikut. Dalam kelompok ahli. Penghargaan tersebut dapat berupa sertivikat atau bentuk-bentuk rekognisi tim lainnya. Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok. Sedangkan kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji).Dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Kelompok ini disebut kelompok asal. dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Dalam tipe Jigsaw II ini. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut: Kelompok Asal Kelompok Ahli Gambar 1. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama. serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Kunci metode Jigsaw II ini adalah interdependensi: tiap siswa bergantung kepada teman satu timnya untuk dapat memberikan informasi yang diperlukan supaya dapat berkinerja baik pada saat penilaian. terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Tujuan dari pemberian penghargaan ini adalah untuk memotivasi siswa supaya para siswa termotivasi untuk mempelajari materi dengan baik dan untuk bekerja keras dalam kelompok ahli mereka supaya mereka dapat membantu timnya melakukan tugas dengan baik. setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. 44 . Gambar 2. Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. Contoh Pembentukan Kelompok Jigsaw II Guru memberikan kuis (yang mencakup seluruh topik) untuk siswa secara individual. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal. Misal suatu kelas dengan jumlah 30 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran.

dengan rerata (mean) = 63. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 86. dan yang belum tuntas belajar = 2 siswa.3%. dan observasi. diperoleh adanya peningkatan terhadap hasil belajar siswa. metode ini digunakan untuk mengumpulkan daftar nama dan jumlah siswa yang akan digunakan sebagai objek penelitian yaitu kelas VIII B.2. Sedangkan keberhasilan kelas dilihat dari jumlah peserta didik yang mampu menyelesaikan atau mencapai minimal 65%. dan refleksi (Suharsimi Arikunto 2007 : 16). SMP Negeri 1 Tersono beralamat di Jalan Raya Tersono.2 dengan ketuntasan 45 . dimana dari 30 siswa yang telah tuntas belajar = 19 siswa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. skor tertinggi = 100. rerata (mean) = 84. Dalam penelitian ini tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan.Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila tes tersebut mampu mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. Indikator keberhasilan yang dijadikan tolok ukur dalam penelitian ini adalah: 1.3%. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Sekurang-kurangnya 75% dari keseluruhan siswa yang ada di kelas tersebut mencapai ketuntasan belajar afektif dan psikomotorik 75% (Mulyasa. dimana dari 30 siswa yang telah tuntas belajar = 26 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain: metode dokumentasi. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 63. skor tertinggi = 95. Dengan demikian validitas isi tidak memerlukan uji coba dan analisa statistik atau dinyatakan dalam bentuk angka-angka (Nana Sudjana. Dalam validitas isi sampel untuk tes dapat dimintakan bantuan ahli bidang studi untuk menelaah apakah konsep materi yang diajukan telah memadai atau tidak sebagai sampel tes. maka hasil belajar siswa akan meningkat. Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. 2008:13-14). 2007:254) 2. skor tertinggi = 85. tes. menguasai kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 65% dari seluruh tujuan pembelajaran. Proses penelitiannya terdiri dari dua siklus. dengan rerata (mean) = 77. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis hasil belajar sebelum diterapkan metode pembelajaran kooperatif jigsaw II diketahui skor terendah = 40. pengamatan.7%. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi. Pada siklus II diketahui skor terendah = 60. serta untuk memperoleh daftar nilai siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. dan siswa yang belum tuntas belajar = 11 siswa. Validitas isi dilakukan dengan cara menelaah soal secara teoritis dengan seorang ahli / guru bidang studi IPS-Ekonomi. 2007:256). Jawa Tengah. sekurang-kurangnya 85% dari jumlah peserta didik yang ada di kelas tersebut (Mulyasa. siswa yang telah tuntas belajar = 28 siswa. Setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif jigsaw II pada siklus I diketahui skor terendah = 50. Seorang peserta didik dipandang tuntas belajar jika ia mampu menyelesaikan. digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 93. dan siswa yang belum tuntas belajar = 4 siswa. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan masing-masing kegiatan tatap muka adalah dua jam pelajaran dengan alokasi waktu satu jam pelajaran sama dengan 40 menit. Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw II untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Berdasarkan hasil penelitian. digunakan untuk mengambil data tentang hasil belajar IPS-Ekonomi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono Kabupaten Batang yang telah diajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Nilai rata-rata kelas sebelum diterapkannya metode kooperatif jigsaw II adalah 63. pelaksanaan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono.

Setelah diterapkannya metode kooperatif jigsaw II pada siklus I nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 77 dengan ketuntasan belajar sebesar 86. 46 . E. Slavin.7% sedangkan pada tes akhir siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 84. Cooperative Learning.3 %. Jakarta: PT. dan Supardi. ______. Jakarta: Prestasi Pustaka. Bandung: Remaja Rosda Karya. Jakarta: Grasindo. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2008. Robert E. maka hasil belajar siswa akan meningkat diterima (terbukti). 2002.0 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 93. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Djamarah. Cooperative Learning Mempraktikkan Kooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. 2008. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi. Lie. 2007.0 dengan ketuntasan belajar klasikal 93. Anita. Bandung: Nusa Media. Sudjana. Mulyasa. PENUTUP Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pembelajaran IPS Ekonomi dengan metode Kooperatif Jigsaw II menggunakan desain penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang tahun pelajaran 2008/2009. Suharjono.3%. Trianto. Nana.3%. 2007. Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis yang menyatakan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek.7 % dan pada siklus II nilai rata-rata kelas adalah 84. Jakarta: Prestasi Pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pembelajaran dengan metode kooperatif tipe jigsaw II dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran bagi guru dalam rangka menambah variasi model mengajar dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan metode kooperatif jigsaw II sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 2004. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai tes dari masing-masing siklus yang mengalami peningkatan. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2007. Hasil tes siklus I nilai rata-rata kelas mencapai 77 dengan ketuntasan belajar klasikal 86. Terjamahan Nurulita Yusron. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosda Karya. Strategi Belajar Mengajar. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Bumi Aksara. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar ekonomi siswa serta tercapainya indikator keberhasilan.belajar klasikal 63.

perlu ditentukan. lengkap dan akurat. sehingga arsip akan mudah ditemukan. Mengurus arsip. Sehingga arsip sebagai sumber informasi harus dikelola dengan baik. dan pemusnahan. yaitu baik sebagai alat untuk membantu daya ingatan manusia. perlu disadari bahwa mengurus arsip adalah bukan sesuatu hal yang mudah. perlu memberikan informasi yang lengkap pada pengguna (user). Hal yang sangat tidak mungkin suatu kantor mampu memberikan data informasi yang baik. maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelaksanaan kehidupan kebangsaan. Dari pengertian tersebut tampak bahwa arti pentingnya kearsipan ternyata mempunyai jangkauan yang amat luas. penyusutan. 7 Tahun 1971. Unnes dalam peningkatan mutu. salah satunya terdapat pengendalian kearsipan. UNNES saat ini. sumber informasi serta alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka melaksanakan segala kegiatan-kegiatan. pendistribusian. pengendalian. Pada pasal 3 Undang-Undang No.Pd Abstract Kearsipan mempunyai peranan sebagai pusat ingatan. akan menerapkan system ISO 9001: 2008. Kata kunci : manajemen kearsipan dan ISO 9001: 2008 Pendahuluan Kearsipan mempunyai peranan sebagai pusat ingatan. salah satunya Unnes. tetapi memerlukan penanganan yang serius. pemeliharaan. Ini pun tidak asal saja ditentukan. Pengendalian arsip meliputi pencatatan. antara lain dirumuskan bahwa tujuan kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan. Swasta dan Perguruan Tinggi. pemindahan. baik pada kantor-kantor Lembaga Negara. azas efisiensi perlu dipertimbangkan dengan seksama. Selain itu kearsipan juga merupakan salah satu bahan untuk penelitian ilmiah.MODEL MANAJEMEN KEARSIPAN SEBAGAI UPAYA UNNES MERAIH SERTIFIKAT ISO 9001: 2008 (Kajian Konseptual) Agung Kuswantoro. maka harus ada system dan prosedur kerja yang baik dibidang kearsipan. Universitas Negeri Semarang sebagai kampus konservasi. S. Menggunakan azas sentralisasi. pada saat ini sedang mengajukan diri untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001 tahun 2008 untuk dapat menjamin 47 . Dalam kesibukan pembangunan seperti sekarang ini. System kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. bukan hanya soal menyimpan warkat-warkat yang pada saatnya nanti harus dibuang Sistem penyimpanan yang mana akan digunakan. jika kantor tersebut tidak memelihara kearsipan yang baik dan teratur sesuai dengan ketentuan-ketentuan kearsipan yang telah ditetapkan. penyimpanan. pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemeritahan. Filling komputerisasi dan print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan (subjek). penggolongan. sumber informasi serta alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka melaksanakan segala kegiatan-kegiatan di Perguruan Tinggi. desentralisasi dan azas kombinasi yang paling tepat. kemudian dikendalikan dengan system kartu kendali. Dalam proses penyajian informasi agar pimpinan dapat membuat keputusan dan merencanakan kebijakan. di mana dalam klausul ISO tersebut Sistem Manajemen Mutu. Sarannya adalah perlu adanya pelatihan manajemen kearsipan bagi para pegawai pada tiap unit pengolah dalam pengelolaan arsip.

Tujuan dari penyusunan manual mutu adalah memberi arahan bagi manajemen maupun sivitas akademika Universitas Negeri Semarang dalam penerapan system yang efektif dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan memelihara kesesuaian penerapan system manajemen mutu sesuai persyaratan standat International ISO 9001: 2008. 2003:2). Arsip sebagai bukti penyelenggaraan proses akademik harus dikumpulkan. 48 . (2) Bagi penulis untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman penulis terutama pada masalah yang berhubungan dengan pengelolaan arsip. pelaksanaan. Salah satu sistem manajemen mutu di antaranya adalah pengendalian arsip. Manfaat secara praktis dalam penelitian ini adalah (1) Bagi lembaga akademik diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan terutama ilmu manajemen dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. pelaksanaan dan kegiatan administrasi lainnya (Amsyah. Perumusan Masalah Dari latar belakang di atas maka rumusan permasalahannya yaitu bagaimana model kearsipan berdasarkan sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang? Kegunaan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan masalah di atas maka kegunaan penelitiannya untuk mengetahui model kearsipan berdasarkan sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang. maka saya akan membahas tentang Model Kearsipan Berdasarkan Sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang. Manfaat secara teoritis dalam penelitian ini adalah (1) Sebagai bahan pemahaman teori yang diperoleh penulis yang diterapkan pada dunia kerja. Dari latar belakang tersebut. swasta atau organisasi kemasyarakatan karena masih dipergunakan secara langsung dalam perencanaan. dengan tetap memperhatikan efektifitas penerapannya. (2) Mengkaji atau mengkonfirmasi tentang sistem pengelolaan arsip dinamis aktif yang baik dan benar. (3) Untuk memberikan masukan sebagai bahan referensi dan pertimbangan bagi Universitas Negeri Semarang untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan dalam sistem pengelolaan arsip.mutu perguruan tinggi secara institusi atau kelembagaan dengan tujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas serta sebagai pemenuhan persyaratan pelanggan/ stake holder. Universitas Negeri Semarang selalu melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap sistem yang telah dikembangkan. baik kantor pemerintah. penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau arsip yang digunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administarsi negara. 2003:4). Sedangkan arsip aktif adalah arsip yang secara langsung dan terus-menerus diperlukan dan digunakan dalam penyelenggaraan administrasi sehari-hari serta masih dikelola oleh unit pengolah (Barthos. Arsip dinamis aktif adalah semua arsip yang masih berada di kantor. LANDASAN TEORI Pengertian Arsip Arsip dinamis adalah arsip yang masih diperlukan secara langsung dalam perencanaan. disimpan dan dipelihara secara sistematis sehingga apabila dibutuhkan ddapat diperoleh dengan mudah. tanpa mengabaikan pemenuhan terhadap persyaratan standar internasional ISO 9001: 2008 serta peraturan lainnya yang diamanatkan oleh Dirjen Dikti sebagai institusi yang bertanggung jawab melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap institusi-institusi perguruan tinggi yang ada.

guna ilmu pengetahuan. Penggolongan Arsip Menurut Sularso Mulyono. guna informasi. 4.Guna Arsip Menurut Agus Sugiarto dan Teguh Wahyono (2005:9-10) dalam Manajemen Kearsipan Modern. 2) Arsip biasa. Warkat sebagai bahan arsip mempunyai 4 kegunaan. perlu dikelompokkan dalam empat golongan arsip. dkk dalam rangka menata arsip dengan baik. guna yuridis. yaitu: 1. karena setelah apa yang diinformasikan sudah selesai berarti sudah tidak ada nilai kegunaannya. 3. Daya Guna Warkat Warkat adalah catatan tertulis. menyebutkan bahwa arsip mempunyai beberapa kegunaan yaitu : 1. Warkat otomatis menjadi arsip begitu diproses untuk penyelesaian suatu kegiatan organisasi. 4. Empat golongan arsip itu adalah seperti berikut ini. 49 . Puak arsip ini akan disimpan paling lama dalam jangka waktu 1 tahun. Suatu warkat mungkin mempunyai guna informasi saja atau dapat pula suatu warkat mempunyai guna informasi. Puak arsip ini tidak perlu disimpan dalam jangka waktu lama. gambar atau rekaman yang memuat sesuatu hal atau peristiwa yang digunakan orang untuk sebagai pengingat (alat bantu ingatan). guna sejarah. Arsip sebagai sumber ingatan atau memori Arsip yang disimpan merupakan bank data yang dapat dijadikan rujukan pencarian informasi apabila diperlukan. 2. Data dan informasi tersebut dapat ditemukan dalam arsip yang disimpan dalam berbagai media baik media elektronik maupun non elektronik. Puak arsip ini dapat diberi tanda (T). Arsip sebagai rujukan historis Arsip merekam informasi masa lalu dan menyediakan informasi untuk masa yang akan datang. yaitu puak arsip yang mempunyai nilai guna saat ini dan masih diperlukan pada waktu yang akan datang dalam jangka waktu 1-5 tahun. Arsip sebagai bahan pengambil keputusan Pihak manajemen dalam kegiatannya tentunya memerlukan berbagai data atau informasi yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Hal ini untuk memudahkan pemilahan dalam penyimpanan maupunpenyingkaran bagi arsip yang sudah tidak memiliki nilai. Arsip sebagai bukti atau legalitas Arsip yang dimiliki organisasi memiliki fungsi sebagai pendukung legalitas atau buktibukti apabila diperlukan. 2. yaitu puak (kelompok) arsip yang nilai kegunaannya hanya sebatas sebagai informasi. Dengan demikian kita bisa mengingat atau menemukan kembali informasi-informasi yang terekam dalam arsip tersebut. suatu warkat dapat hanya mempunyai satu macam kegunaan dan dapat pula mempunyai lebih dari satu macam kegunaan. Puak arsip ini dapat diberi tanda (B). 1) Arsip tidak penting. 3. yuridis atau guna yang lain. Jadi.

Sistem Masalah/Perihal/Pokok Soal ( Subject Filing System ) Sistem masalah adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan kegiatankegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan sistem ini. Sistem Nomor ( Numerical Filing System ) Sistem nomor adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan kelompok permasalahan yang kemudian masing-masing atau setiap masalah diberi nomor tertentu. yang lain 5-10 tahun. 3. yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan. Sistem Wilayah/Regional/Daerah ( Geographical Filing System ) Sistem wilayah adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan tempat (lokasi). 3. 4. pelaksanaan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara (pasal 2 ayat a UU No. Arsip dinamis. yaitu puak arsip nilai gunanya mempunyai hubungan dengan kegiatan masa lampau dan masa yang akan datang. dan sebagian kecil dari jumlah arsip perlu disimpan secara abadi. 4. yaitu arsip yang dipergunakan secara langsung dalam perencanaan. yaitu puak arsip yang dipakai sebagai pengingat dalam jangka waktu yang tidak terbatas (abadi). daerah atau wilayah tertentu. bulan dan tahun yang mana pada umumnya tanggal yang dijadikan pedoman termaksud diperhatikan dari datangnya surat (akan lebih baik bila berpedoman pada cap datangnya surat). dibedakan jenis arsip seperti berikut ini. 7 tahun 1971). Arsip statis. penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya maupun untuk penyelenggaraan sehari-hari administrasi negara (pasal 2 ayat b UU No. 50 . 4) Arsip sangat penting. 1. Jenis Arsip Arsip yang timbul karena kegiatan suatu organisasi. Arsip aktif (dinamis aktif).3) Arsip penting. 5. Ada arsip yang perlu disimpan sementara (1 tahun). yaitu arsip yang penggunaannya tidak langsung sebagai bahan informasi. 7 tahun 1971). berdasarkan golongan arsip perlu disimpan dalam jangka waktu tertentu. Arsip inakif (dinamis inaktif). Untuk arsip yang disimpan di unit kearsipan adalah arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya sangat rendah. Berdasarkan frekuensi penggunaan arsip sebagai bahan informasi. Sistem Tanggal/Urutan Waktu ( Chronological Filing System ) Sistem tanggal adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan urutan tanggal. Arsip yang disimpan pada bagian pengolah adalah arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya cukup tinggi. Sistem Abjad ( Alphabetical Filing System ) Sistem abjad adalah salah satu sistem penyimpanan berkas yang umumnya dipergunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks. yaitu arsip yang secara langsung masih digunakan dalam proses kegiatan kerja. 2. Sistem Penyimpanan Arsip Sistem penyimpanan arsip menurut Sedarmayanti (2003:69-76) sebagai berikut : 1. 2. Puak arsip ini akan disimpan dalam jangka waktu 5-10 tahun dan dapat diberi tanda (P). Puak arsip ini termasuk arsip vital sehingga harus disimpan terus dan dapat diberi tanda (V). sebagian lagi disimpan 1-5 tahun.

penanganan arsip selalu diusahakan teratur. dan apik dipandang. Demikian pula. Ukuran sekat lemari harus disesuaikan dengan ukuran map atau folder sebagai tempat penyimpanan arsip 3. Konstruksi lemari harus memungkinkan adanya kemudahan dalam menyimpan. keberesan. 3. 51 . maka diatur pencatatan peminjaman dengan menggunakan kartu pinjam arsip (out slip). tertib. beres. Dengan kecekatan yang dimiliki.Peminjaman Arsip Arsip yang disimpan baik berstatus arsip aktif maupun arsip inaktif dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam mengambil kebijakan baik untuk unit kerja bersangkutan atau pun unit kerja lain dalam satu lembaga. keterteban dan keapikan. Apabila masih tetap menggunakan lemari (lemari kayu) sebagai tempat penyimpanan arsip karena tidak memiliki lemaci maka penggunaan lemari tersebut harus memperhatikan tiga hal: 1. map atau folder. Tidak tertutup kenungkinan terjadi peminjaman di unit penyimpanan arsip (peminjaman terhadap arsip dinamis inaktif). diharapkan petugas dapat menyajikan data tepat waktu. dan kerapian. Oleh karena itu. 2. Hal ini terbuka kemungkinan. ketertiban. Kenyataan dilapangan masih ada penggunaan lemari bukan lemari khusus arsip dan belum menggunakan lemari sebagai tempat penyimpanan arsip. tertib. dimaksudkan bahwa petugas kearsipan harus harus memiliki tingkat kecermatan yang memadai sehingga dapat membedakan secara pasti kata yang sepintas sama tapi sebenarnya tidak sama. adalah suatu sikap pandang tentang keteraturan. menempatkan. seorang [petugas kearsipan harus terampil dalam memilah golongan arsip. Dengan menggunakan kartu pinjam arsip pihak pengolah arsip mengetahui keberadaan arsip apabila suatu saat ingin menggunakan dan ternyata tidak ada. guide (lembar petunjuk) maupun laci-laci penyimpanan akan ditata secara teratur. Filing kabinet atau lemari arsip berlaci disingkat lemaci. penyimpanan arsip tidak mungkin dihindari.Seorang arsiparis perlu memiliki sifat kerapian. Tempat Penyimpanan arsip Arsip disimpan di lemari atau di filing kabinet yang ditempatkan di suatu ruang atau gedung. Lemari harus kuat (dari kayu jati atau kayu yang kualitasnya baik) supaya tidak cepat rusak karena dimakan rayap atau dimasuki hewan pengerat maupun rusak karena usia. Kerapian. Kerapian dalam menempatkan arsip yang disimpan. ini dimaksudkan agar ia cekatan dalam menempatkan dan menemukan kembaki arsip. merupakan persyaratan yang harus dimiliki oleh arsiparis (orang yang bertugas di bagian arsip). berarti segala sesuatu disikapi dengan keteraturan. dan apik. Untuk mencegah hilangnya arsip yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan karena dipinjam oleh unit lain maupun oleh organisasi lain. Implikasi kerapian seorang petugas. Frekuensi peminjaman arsip terbesar di unit pengolah. Dengan ketelitian yang dimiliki arsiparis. tentu akan membantu kemudahan dan kecepatan dalam penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang diperlukan. Ketelitian. maupun menemukan kembaki arsip yang disimpan. lembaga lain memanfaatkan informasi yang bersumber dari arsip yang tidak ada organisasinya. Persyaratan Petugas Kearsipan 1. maka arsip. Dengan demikian. 2. Arsiparis harus memiliki ketelitian untuk menentukan deretan angka yang disajikan. Keterampilan. diharapkan penyajian informasi dari sumber data (kumpulan arsip) tidak mengalami kesalahan.

Kecerdasan. yaitu prosedur penataan tidak mengalami hambatan. perlu adanya penilaian terhadap keberhasilan system kearsipan. Akibat kekurang efektifan dalam pengelolaan kearsipan. system penyimpanan dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan serta kecepatan dan ketepatan penyajian informasi terjamin. Angka cermatan itu dinyatakan dengan rumus berikut ini. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan. arsip harus aman dari bocornya informasi. Tujuan Pembuatan ISO 9001 adalah memahami pentingnya mutu. Berdasarkan pasal 11 UU No. Yang dimaksud dengan keberhasilan system kearsipan. keamanan arsip termasuk aman informasi yang terkandung dalam arsip. Artinya informasi yang seharusnya tidak boleh diketahui orang yang tidak berhak. Cerdas berarti memiliki tingkat pemahaman yang memadai sesuai dengan porsi dan tugas pekerjaannya. secara makro dapat menimbulkan kegagalan suatu organisasi atau terhambatnya kemajuan suatu organisasi. Seorang yang cerdas dapat mengurusi masalah-masalah yang dihadapi secara tepat dan cepat. apakah prosedur penataan selama ini tidak mengalami hambatan sehingga menimbulkan kesalahan atau kegagalan baik secara mikro (prosedur penataan tidak terlaksana dengan baik) maupun secara makro (system penataan kearsipan kurang atau tidak mempunyai daya guna yang memadai). mengetahui Quality 52 . 7 tahun 1971 tentang ketentuan-ketentuan pokok kearsipan. Hal ini dapat terjadi disebabkan kurang tepatnya penyajian informasi dari sumber data (arsip) atau kurang cepatnya penyajian informasi sehingga keputusan yang diambil oleh organisasi kurang akurat. Nilai Arsip Pengelolaan kearsipan pada suatu periode perlu ditinjau. Angka Cermatan Tata-Arsip Penilaian pengelolaan arsip adalah suatu putusan apakah kearsipan dilaksanakan dengan baik dalam suatu periode (jangka waktu tertentu) sehingga dapat terus dipertahankan atau perlu diadakan pembenahan. ATK AC x100% ADK Keterangan : AC = Angka Cermatan ATK = Arsip Tidak Ditemukan ADK = Arsip Ditemukan Angka cermatan ini digunakan untuk menentukan apakah system yang digunakan dalam penyimpanan arsip masih cukup absah (cermat) untuk mengelola arsip organisasi yang bersangkutan. Jadi. memahami system manajemen mutu ISO 9001: 2008 dan persyaratan-persyaratannya. Pengertian ISO 9001 ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM).4. tidak selalu identik dengan pendidikan tinggi. Angka cermatan adalah angka perbandingan antara jumlah arsip yang tidak ditemukan pada waktu diperlukan dengan jumlah arsip yang ditemukan. baik dari kerusakan maupun dari kehilangan. Pengamanan Arsip Arsip yang disimpan harus dijamin aman. perlu diamankan. dinyatakan dalam persentase. selain aman dari kerusakan dan kehilangan. (Agus Syukur 2009).

Objective and Target. memahami cara pembuatan dan pengembangan semua dokumen system manajemen mutu seperti yang dipersyaratkan. 53 . dan memahami bahwa mutu merupakan tanggung jawab bersama. memahami cara membuat cross reference proses yang telah diidentifikasi dengan standar ISO 9001: 2008.

pembimbingan akademik. Kebijakan mutu d. Penyediaan produk dan jasa f. Pemindahan arsip 7. 6. 3. Memori Pengambil Keputusan Legalitas Historis Agus Sugiharto dan Teguh Wahyono 2005) 7. Desain dan development d. 3. Pengendalian sarana pemantauan dan pengukuran Pengukuran. Pemusnahan arsip 5. Perencanaan e. Analisis data e. Ruang lingkup Referensi normative Istilah dan definisi System Manajemen Mutu a. Infrastruktur d. Komitmen manajemen b. Improvement (Agus Syukur 2009). penyusunan satuan acara 54 . Proses terkait dengan pelanggan c. Pemantauan dan pengukuran c. dan komunikasi f. Penyediaan sumber daya b. Perencanaan realisasi produk b. dibedakan jenis arsip seperti berikut ini. Pengendalian produk tidak sesuai d. Umum b. Peminjaman 4. 3. Persyaratan Umum b. 4. 2. 4. Tinjauan manajemen Manajemen sumber daya a. registrasi mata kuliah. penyusunan silabi. Arsip yang termasuk di dalamnya adalah dukumen perkuliahan (kehadiran). Tanggung jawab. Tempat penyimpanan dan Pemeliharaan arsip. Sistim Penyimpanan arsip. Focus pada pelanggan c. analisis dan mpeningkatan a. Pencatatan dan penggolongan arsip 2. surat-surat administrasi (registrasi mahasiswa. Lingkungan kerja Realissasi produk a. 1. 2. Persyaratan dokumen 1) Manual Mutu 2) Pengendalian dokumen 3) Pengendalian record/ catatan Tanggung jawab manajemen a. Pengendalian Arsip 1.DESAIN PEMIKIRAN Klausul ISO 9001 : 2008 1. Arsip aktif (dinamis aktif). Penyusutan arsip 6. merupakan arsip yang secara langsung masih digunakan dalam proses kegiatan kerja. Kegunaan Arsip 1. 8. Umpan Balik PEMBAHASAN Berdasarkan frekuensi penggunaan arsip sebagai bahan informasi. 5. Sumber daya manusia c. wewenang. Pembelian e.

Arsip inakif (dinamis inaktif). dan lainnya. Pendaftaran mahasiswa lama d. Arsip dinamis. Daftar hadir perkuliahan m. Contoh arsip ini adalah IKIP SEMARANG. 2. Ujian mid semester f. Evaluasi perkuliahan n. standar kompetensi dosen. Surat tugas pembimbing h. Dalam hal ini adalah uraian tugas dan wewenang. dokumen lahirnya Fakultas Ekonomi UNNES dan lainnya. Seleksi penerimaan mahasiswa baru b. 3. rencana universitas. Contohnya dokumen penelitian. undangan. Arsip statis. Arsip tidak penting. pengabdian. Pelaksanaan ujian skripsi j. Berdasarkan kelemahan dan kelebihaanya masingmasing. Penyusunan kurikulum 55 . Arsip sangat penting. mutu mengajar. Contoh arsip dalam hal ini adalah sebagaimana arsip aktif 4. Arsip penting. Sistem Penyimpanan Arsip Penyimpanan arsip perlu ada lima. administrasi dosen (kehadiran dosen. dan Arsip sangat penting. laporan data. evaluasi kerja lembaga. 1. jadual kuliah. ijin tidak mengajar) 2. dokumen bergantinya IKIP Semarang menjadi UNNES.perkuliahan. pemeliharaan sistem informasi. Surat penelitian (ijin obeservasi. Cuti kuliah o. 5) Arsip dalam administrasi akademik mahasiswa a. perhitungan beban mengajar. maka dalam lembaga ini yang paling cocok adalah sistem pokok masalah. Arsip biasa. prosedur pemilihan pejabat. Contohnya arsip ini adalah rencana jurusan. observasi. pelakasanaan ujian skripsi. yaitu arsip yang penggunaannya tidak langsung sebagai bahan informasi. satuan acara perkuliahan. Pendaftaran wisuda l. surat pemberitahuan. cuti kuliah dan lainnya). Contoh arsip ini adalah arsip tentang berdirinya IKIP SEMARANG. 4. penyusunan silabi. Ujian semester g. ijin penelitian) q. surat edaran dan lainnya. pelaksanaan ujian kuliah. Surat pindah kuliah p. dan lainnya. Surat pengabdian r. dokumen lahirnya Fakultas Ekonomi UNNES. Draf nilai ujian skripsi k. penyusunan rentra. 3. dokumen bergantinya IKIP Semarang menjadi UNNES. Pendaftaran ulang mahasiswa baru c. pernyataan. Penyusunan silabi s. Surat tugas penguji skripsi i. surat pengumuman. dan lainnya. Jadual kuliah e. Arsip biasa. dan lainnya. Empat golongan arsip itu adalah Arsip tidak penting. rumusan kompetensi lulusan. Contoh arsip ini adalah surat undangan. renop. rencana fakultas. sasaran program studi. buku penetapan sumber belajar. ijin penelitian. Arsip penting.

Dalam penyimpanan arsip perlu adanya system kartu kendali. biru. Untuk mencagah kerusakan. Daftar kenaikan pangkat g. dan kertas warna orange untuk bagian arsiparis. Tempat Penyimpanan dan Pemeliharaan Arsip Tempat menyimpan arsip menggunakan filling cabinet atau lemari yang memang khusus untuk arsip.t. Misal DP3 pegawai disimpan/berlaku hanya 4 tahun. terang. Filing cabinet yang berukuran standart yang biasa untuk menyimpan arsip. nomor surat. ventilasi yang cukup. dan guide. dan tanda tangan penyimpan. dan jagalah agar arsip tidak melipat.20%. dan kita akan menemukan arsip atas nama dosen A. dan umur dari nilai guna arsip. Kartu pinjam (out slip) yang terdiri dari tiga lembar yaitu kertas yang berwarna putih. Ruang yang digunakan untuk menyimpan arsip harus memperhatikan beberapa ketentuan agar arsip yang disimpan terjamin aman. Di mana kertas putih yang akan ditinggal pada filling cabinet arsip tersebut ditempatkan. Dengan menggunakan kartu pinjam arsip pihak pengolah arsip mengetahui keberadaan arsip apabila suatu saat ingin menggunakan dan ternyata tidak ada. rak terbuka. Penyusunan satuan acara perkuliahan u. folder Perhitungan Beban Mengajar. Penyusunan akan kebutuhan dosen b. terdiri empat laci. Tujuan dari kartu kendali ini adalah mengendalikan arsip yang akan disimpan. Angka pakai yang digunakan adalah antara 15% . kertas warna biru untuk bagian pengarah. dan nilai guna arsip. Kartu kendali terdiri dari tiga lembar yaitu putih untuk bagian agendaris. jadual retensi. Dalam kartu kendali terdapat keterangan kode masalah subjek. Studi lanjut dosen Sistem kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. Dengan adanya system ini. Dengan demikian arsip yang keluar akan terkendali. dan orange/untuk bagian arsiparis. Pemeliharaan arsip yang harus dilakukan adalah pengaturan ruangan yang kering. Jika kita mencari arsip tentang beban mengajar dosen A maka kita akan mencari arsip tersebut pada laci Administrasi dosen. cap tertinggal. biru untuk bagian pengarah. Penyusunan buku pegangan kuliah 6) Arsip dalam administrasi dosen a. Perhitungan beban mengajar d. Kalau tertutup harus sering dibuka agar tidak lembab. hal surat. Peminjaman Arsip Untuk mencegah hilangnya arsip yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan karena dipinjam oleh unit lain maupun oleh organisasi lain. Filling computerisasi dan Print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan. dan orange. gunakan kapur barus kapur barus. Suatu daftar yang memuat kebijaksanaan seberapa jauh sekelompok arsip dapat disimpan atau dimusnahkan. surat masuk/ keluar. tanggal surat. maka diatur pencatatan peminjaman dengan menggunakan kartu pinjam arsip (out slip). Surat pergantian pengajar f. Surat ijin tidak mengajar e. petugas penyimpan. 56 . Contoh dalam system kearsipan dikenal dengan laci. Daftar hadir dosen c. Penyusutan Penyusutan arsip yang digunakan berdasarkan rambu-rambu penyusutan arsip yaitu angka pemakaian. Semua arsip yang keluar akan terkontrol oleh petugas arsip. folder. tanggal penyimpanan. maka sangat kecil akan kehilangan arsip.

Dharma Karsa Utama: Jakarta Mulyono. Sistem kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. Pengelolaan Arsip elektronik Format Dokumen. 2. Hadi. perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan : 1. 1984. tali. Amsyah. Pemusnahan Arsip Memusnahkan arsip berarti menghapus keberadaan arsip dari tempat penyimpanan. Jadi pemusnahan arsip adalah tindakan menghancurkan secara fisik arsip-arsip yang sudah berakhir fungsinya dan sudah tidak memiliki nilai kegunaan. 2005. dengan maksud untuk lebih dapat diketahui informasi keberadaan arsip tersebut sehingga orang mudah mencarinya. Sularso. Budiman. Sedangkan arsip yang sifatnya abadi dapat dipindahkan ke ANRI. dan pemusnahan arsip. Manajemen Kearsipan Modern. Gava Media: Yogyakarta 57 . www. Sedarmayanti. diunduh 1 Januari 2010. Penataan Berkas Dalam Manajemen Kearsipan. Pemindahan arsip dilakukan dengan cara menyiangi arsip yang telah habis jangka waktu penyimpanannya dan tidak dipakai lagi. Cahaya Aksara Agung: Jakarta. Budi. tetapi dilakukan per berkas (bendel). Rosyid. PT. 2003. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta Barthos. DAFTAR PUSTAKA Abubakar. daftar pemindahan arsip dan berita acara. Salah satunya dengan jalan pelatihan pada pegawai tentang manajemen kearsipan. Namun dibenarkan jika berujud kawul yaitu dicacah dengan mesin penhancur kertas. dijual/dikiloan untuk pembungkus. Tata Kearsipan Dengan Memanfaatkan Teknologi Modern. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dalam makalah ini adalah perlu adanya pengendalian kearsipan yang baik mulai dari penggolongan. Harus disaksikan oleh 2 (dua) orang pejabat yang berwenang. Martono. Zulkifli. Dalam melakukan pemusnahan arsip. peminjaman. Caranya dibakar. 2003. Kearsipan. tidak dilakukan lembar demi lembar. system penyimpanan arsip. Filling computerisasi dan Print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan (subjek). Pola Kearsipan Modern Sistem Kartu Kendali. 2010. kemudian dikendalikan dengan system kartu kendali. Basir. sehingga arsip akan mudah ditemukan. PT. 1993. pemindahan. Agus dan Teguh Wahyono. 3.Pemindahan Arsip Pemindahan arsip ke pusat penyimpanan arsip.google. Penghapusan dilakukan secara total sehingga identitas arsip hilang sama sekali. Harus dibuatkan berita acara.co. Manajemen Kearsipan. PT. Perlengkapan yang dibutuhkan folder. penyusutan.id/pengelolaanarsipelektronikformatdokumen. 1990. Tiap unit pengolah dalam pengelolaan arsip perlu mendapatkan pengetahuan manajemen kearsipan. 2003. Perlu membuat daftar pertelaan arsip-arsip yang akan dimusnahkan. diberi bahan kimia dan dicacah dengan mesin pencacah kertas. Yogyakarta : Liberty. box. dkk. Bumi Aksara: Jakarta Budiman. Tidak dibenarkan bekas arsip dipakai untuk sampul. Manajemen Kearsipan. tempat penyimpanan dan pemeliharaan. Mandar Maju: Bandung Sugiarto.

diunduh tanggal 12 Januari 2010 Wursanto. 1981. Utomo. Kearsipan 1. Sekretaris dan Tata Warkat.google. Organisasi dan Administrasi Kantor Modern. Manajemen Arsip Dinamis. 2009.. Agus.id/manajementarsipdinamis. Drs. ANRI: Jakarta . ISO 9001: 2008 Yogjakarta : Kata Buku Sutarto. 5R.co. www. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan.Sukur. Penerbit Kanisius: Yogyakarta 58 . Penerbit Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjahmada Yogyakarta. Ignasius. 1970. 1991. Bambang. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta The Liang Gie.

000 sedangkan jumlah manusia dimuka bumi ini adalah 6. Semua informasi yang diterima melalui indera diterima. diberikan kode-kode tertentu.000. Kata Kunci. Pada dasarnya ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. manusia masih membutuhkan sebuah proses belajar. Kemampuan dasar otak sebagai sebuah modalitas saja belumlah cukup. tes Intelegensi saja tidak cukup digunakan untuk menyatakan masa depan seseorang akan gagal atau berhasil. Ingatan menurut Jansen dan Karen (2003:22) didefiniskan sebagai suatu proses psikologis Proses psikologis. Oleh karena itu maka dibutuhkan alat bantu ingatan yaitu mnemonik.. Hal 59 . Ingatan Siswa. Sifat dinamis dan terus berkembang ini seharusnya memungkinkan manusia untuk mampu mengingat semua peristiwa. yaitu otak. Dengan bertumbuh menjadi makhluk yang utuh inilah manusia akan mampu untuk bertahan hidup dan memiliki suatu kekhasan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa 87.60%. 1. dan kemudian diambil kembali saat diperlukan atau dibuang melalui proses lupa.000. Dalam mencatat seseorang melakukan semua fungsi manajeman mulai dari perencanaan.namun yang terjadi dalam belajar sering ditemui sebuah hambatan berupa kegagalan untuk memanggil ulang informasi yang telah tersimpan.PENGARUH CATATAN SISWA TERHADAP INGATAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI. namun tidak semua catatan yang dibuat oleh siswa memberikan kontribusi terhadap ingatan siswa dalam mengulang maupun proses belajar. yakni sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual ciptaan Tuhan (Harefa. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa tiap manusia pada dasarnya telah memiliki modalitas belajar yang sangat luar biasa. ingatan berkedudukan sebagai hal utama.000. diproses dalam ingatan. Belajar memungkinkan manusia untuk “tumbuh menjadi yang terbaik dari diri sendiri. karena kekuatan otak manusia lebih besar dari sekedar kekuatan intelegensi. Pendahuluan Manusia sebetulnya memiliki sebuah modalitas belajar yang luar biasa.Sel otak (hanya dalam satu kepala manusia) yang lebih besar 166 kali jumlah manusia dimuka bumi ini. lebih buruk lagi infomasi yang dibutuhkan tidak dapat diambil kembali dan hilang. Serta catatan menyumbangkan pengaruh terhadap terbentuknya ingatan siswa sebesar 35. 2003:23)”. yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. serta semua yang terekam yang telah diterima. Pada dasarnya setiap orang telah memiliki modalitas belajar bawaan yaitu otak serta indera. didalam otak inilah proses ingatan terbentuk dan diproses. informasi. sehingga proses mengingat dan belajar terganggu karena butuh beberapa waktu untuk menggali kembali informasi yang tersimpan. dalam penelitian ini adalah catatan. KELAS X. “. Dalam belajar inilah. sel otak manusia adalah 1. Jensen dan Karen (2003:21) menyatakan “ingatan yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan pertambahan informasi yang disimpan”. Catatan Siswa. Kegiatan mencatat atau membuat catatan ini telah ada dan diajarkan pada seseorang dalam pendidikan formal. kelas X. dan evaluasi terhadap catatan yang telah dibuat. SMA Negeri 1 Boja Kendal. SMA NEGERI 1 BOJA KENDAL Abstraksi Fridolin Palupi Sri Kurniawati Mencatat merupakan pelaksanaan kegiatan manajemen kearsipan individul yang dilakukan oleh semua pelajar dan mahasiswa serta oleh sebagian besar orang. seringkali manusia mengalami lupa. 2003:28)”. Proses pengarsipan terjadi dalam ingatan seseorang yaitu informasi yang diterima disimpan. pengontrolan catatan tersebut.000. pengorganisasian.28% siswa menyatakan sikap positif yaitu catatan mempengaruhi ingatan mata pelajaran ekonomi. Penelitian dilakukan mulai semester gasal 2009 hingga pertengahan semester genap 2010 dengan menggunakan angket serta pedoman observasi catatan siswa sebagai instrumen untuk memperoleh data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarkan pengaruh keberadaan catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi.. Namun ingatan manusia bukanlah sebuah mesin yang sempurna tanpa gangguan-gangguan.000 (Buzan.

2000:150)”. 60 . Alat bantu ingatan mekanis atau eksterior menurut Jensen dan Karen (2003:115) diantaranya berupa “Daftar. Dalam pembelajaran ekonomi dalam tiga rombongan belajar yaitu kelas X. “Tanpa mencatat dan mengulangi. Penggunaan catatan ini tidak sepenuhnya membantu memaksimalkan daya ingat seseorang. Dari hasil tes tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak siswa yang tidak mampu memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). kalender. dan melihat kaitannya”. “Disekolah setiap orang dulunya (dan hingga sekarang masih) dilatih untuk mencatat dalam kalimat-kalimat atau daftar-daftar berbentuk vertikal (Buzan.3% siswa memiliki catatan maka seharusnya ingatan yang dimiliki siswa akan sangat baik. yang disebut mnemonik. SMA Negeri 1 Boja Kendal. 67. dalam ujian tengah semester dan ujian akhir semester gasal 2009 masih sangat kurang. Namun hasil yang dicapai bukanlah semaksimal apa yang dibayangkan.1. Dimana dalam tes tengah semester maupun ujian akhir semester siswa tidak dapat menggunakan alat bantu apapun untuk dapat mengerjakan soal. kebanyakan orang hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang baca atau dengar kemarin (DePorter dan Hernacki.2 dan X. mesin penjawab dan pencatat pesan elektronik. 2004:102)”. kelas X. peta pikiran. sebagai objek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Boja. jam beker atau timer. Catatan yang baik dan efektif menurut DePorter dan Hernacki (2000:150) “mampu membantu anda untuk mengingat detaildetail tentang poin-poin kunci. tidak ada yang terekam”. Tahun ajaran 2009/2010? 2. Bukti Empiris Dalam penelitian ini. Kebanyakan orang cenderung berpikir bahwa cara memasukkan materi yang paling efektif adalah mencatat semuanya pada bersamaan dengan mereka mendengarkan materi tersebut.ini yang sering disebut dengan lupa. Svantesson (2004:5) mengartikan catatan sebagai ”sebuah teknik baik biasa maupun peta pembelajaran yang dibuat dengan kalimat penuh atau frasa kalimat. Hal ini karena timbul sebuah kesalahan dalam pembuatan catatan.52% siswa tuntas. jurnal atau buku harian. jadwal. menempelkan penanda didinding atau papan pesan. Segelintir orang menggunakan hanya kata kunci”. Guna mengukur ingatan siswa selama setengah semester dan satu semester proses pembelajaran siswa diukur melalui tes UTS dan UAS. Hal ini nampak dalam persentase yang menurun dalam UTS dan UAS. Dari 110 siswa tersebut 60 orang siswa mencatat pada buku tersendiri (tidak dicampur dengan mata pelajaran yang lain). Namun ternyata ingatan siswa yang diukur melalui tes dan diperolehlah hasil berupa nilai siswa. Sedangkan pada UAS jumlah siswa tuntas turun menjadi hanya 30 siswa saja yang tuntas KKM atau 27. nota dan kerangka tulis. Mencatat merupakan bagian dari belajar verbal. kelas X. memahami konsep-konsep utama. Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Apakah terdapat pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. belajar verbal menurut Slameto (2003:8) adalah ”belajar mengenai materi verbal dengan melalui latihan dan ingatan. X. peta pikiran. Karena itulah dibutuhkan alat bantu ingatan ekstern untuk memperkecil jumlah informasi yang hilang atau gagal dipanggil kembali.3% atau 74 siswa memiliki catatan.3 yang terdiri dari 110 siswa. Svantesson (2004:6) “untuk mencerna apa yang mereka dengar dan mencatatnya dalam waktu yang bersamaan sangat tidak mungkin. Tahun ajaran 2009/2010? Seberapa besarkah pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Kemampuan mencatat ini telah diajarkan pada tiap orang dalam proses pendidikan formal disekolah.” Namun alat bantu ingatan yang lebih tepat dalam belajar adalah catatan. agenda. SMA Negeri 1 Boja Kendal. lupa merupakan sebuah gangguan. Pada UTS yang dilangsungkan bulan Oktober 2009 dari 109 siswa terdapat 42 siswa yang tuntas KKM atau 38. jadi murni menggunakan informasi yang telah terekam dalam ingatan siswa selama belajar hingga pertengahan mapun akhir semester berjalan.53% siswa tuntas. 67.

b adalah penduga bagi koefisien regresi (β) (Somantri dan Sambas. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif (Arikunto. penyebaran angket dilakukan langsung oleh peneliti.1 Alat Analisis Regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. 3. mulai awal semester gasal 2009 hingga pertengahan semester genap 2010. Angket disebarkan pada seluruh rombel sebagai populasi. 2006:243). dan penentuan rumusan hipotesis Ho dan Ha.2. Hubungan tersebut kemudian dinyatakan dalam sebuah persamaan matematik yang ˆ ˆ menyatakan hubungan fungsional antar variabel y a b( x) . a adalah penduga bagi intersap (α). dan metode angket/kuisioner. 2006: 35). Skala Pengukuran Likert Pilihan Skor item Skor item Option Jawaban positif negatif A Sangat setuju 5 1 B Setuju 4 2 C Ragu-ragu 3 3 D Tidak setuju 2 4 E Sangat tidak setuju 1 5 61 . Selama satu setengah semester dilakukan pengamatan terhadap catatan siswa dan ingatan yang terbentuk dalam jangka panjang. Tabel 1. x adalah variabel bebas. Langkah awal dalam analisis data penelitian adalah menguji coba instrumen (angket) yang akan digunakan. X. dengan kriteria pengambilan keputusan bila nilai r hitung lebih besar dari r tabel maka instrumen dinyatakan reliabel. melalui tiga metode pengumpulan data yaitu.2 Pengumpulan Data dan Analisis Data Penelitian dilakukan pada Siswa kelas X SMA Negeri 1 Boja tahun ajaran 2009/2010 pada rombongan belajar (rombel) mata pelajaran ekonomi rombel X.3 yang berjumlah 110 siswa. metode observasi/pengamatan. memberikan arahan dan memandu siswa untuk mengerjakan tiap pernyataan yang ada dalam angket. analisis regresi linear sederhana. Analisis deskriptif menggunakan skala likert dengan skala lima untuk menentukan pengukuran untuk mengukur sikap dengan menempatkan kedudukan sikapnya pada kesatuan perasaan kontinum berkisar dari ”sangat positif” hingga ke ”sangat negatif” terhadap sesuatu (objek psikologis) (Somantri dan Sambas. Untuk mengetahui apakah instrumen tersebut baik untuk digunakan maka dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Dalam jangka pendek selama satu bulan dilakukan observasi terhadap proses pembelajaran ekonomi pada tiga rombel objek penelitian untuk mengamati kebiasaan siswa dalam membuat catatan pada saat proses pembelajaran berlangsung. jika rxy > rtabel maka soal dikatakan valid dan sebaliknya.Dengan y adalah variabel tak bebas (nilai duga). metode dokumentasi. Pengamatan dilakukan dengan mengumpulkan hasil catatan siswa selama kurun waktu satu setengah semester dan kemudian dianalisis. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus koefisien alfa (α) dari Cronbach. Penelitian dilakukan dalam kurun tahun ajaran 2009/2010. dan X. Terdapat tiga teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. 2006:14) dengan keberadaan data yang diteliti sudah tersedia dalam objek penelitian (peneliti tidak dengan sengaja menimbulkan). dengan kriteria pengambilan keputusan Korelasi haruslah memiliki nilai/arah positif yaitu setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan rtabel Product moment pada taraf α = 5 %. dan peneliti membimbing.1. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil langsung dari objek penelitian. Uji Validitas dengan rumus koefisien korelasi product moment.3. Kerangka Analisis 3.

yaitu ada pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi.Teknik regresi linear sederhana yang dinyatakan dalam sebuah persamaan matematik ˆ y a b( x) .55% Sangat negatif 38 . Ho:β1 ≠ 0. Distribusi Jawaban Responden Frekuensi Sikap Seluruh Responden Kategori sikap Kategori skor Berdasarkan perhitungan (terlampir) diperoleh skor total seluruh responden yaitu 14558. Sikap positif ini disimpulkan dari 87.152 96 87.28% Negatif 76 . Tidak ada responden yang menyatakan sikap bahwa catatan sangat tidak berpengaruh terhadap ingatan dan keberadaan catatan tidak penting. SMA Negeri 1 Boja Kendal ada pada sikap positif. 38 76 114 152 190 Min kuartil 1 median kuartil 3 max Sangat negatif Negatif Positif Sangat positif Tabel 2.kuartil 3).19% Positif 114 . Kelas X. SMA Negeri 1 Boja Kendal. kelas X. Garis skala jawaban responden frekuensi sikap tiap responden. Distribusi Jawaban Responden Frekuensi Sikap Tiap Responden Kategori sikap Kategori skor frekuensi persent ase Sangat positif 152. Artinya bahwa secara keseluruhan responden memandang bahwa catatan berpengaruh positif terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. 4.540– 16. kelas X. yang merupakan batas skor pada kategori positif. Hal ini ditunjukkan oleh skor total responden yang terletak antara skor 12. Kemudian pengujian hipotesis dilakukan dengan ketentuan jika Ho:β1 = 0. berdasarkan penelitian ada pada sikap positif. yaitu tidak ada pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi.720 (median . sehingga masuk 62 . Gambar 1. kelas X. Sebaliknya jika. SMA Negeri 1 Boja Kendal. SMA Negeri 1 Boja. sikap tiap responden tentang pengaruh catatan terhadap ingatan dalam mata pelajaran ekonomi.114 5 4. Gambar 2. Garis skala jawaban responden frekuensi seluruh responden 14558 4180 Min kuartil 1 8360 12540 median 16720 kuartil 3 20900 max Sangat negatif Negatif Positif Sangat positif Tabel 3.28% responden atau dapat dikatakan mayotiras responden sepakat bahwa catatan memberikan pengaruh positif terhadap ingatan.190 9 8. Hasil Empiris Berdasarkan analisis deskriptif sikap tiap responden diperoleh hasil.76 0 0% Dan secara keseluruhan sikap responden tentang pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi.

729 dan sig 0.360 – 12.35 3 2858.000.360 Pengaru h catatan siswa terhadap ingatan siswa dapat dilihat pada analisis regresi.334. Tabel 5 Uji Linearitas ANOVAb Model 1 Regre ssion Resid ual Total Sum of Squares df 1 108 109 Mean Square 1581. Predictors: (Constant).86 5 4440.000.468 dengan t hitung adalah 7. Uji Parsial (Uji t) Hasil perhitungan koefisien regresi memperlihatkan nilai koefisien konstanta sebesar 23.540 – 16.356 . dan nilai sig 0. 1. Predictors: (Constant). X b. hal ini berarti catatan berpengaruh terhadap ingatan siswa sebesar 35.93. sedangkan 64.900 12. Koefisien Determinasi (R2) Catatan siswa mempengaruhi terhadap ingatan secara signifikan.180 – 8.739 dan F tabel diperoleh dengan cara mencari pada tabel F dengan df1 = 1 dan df2 = 108. Koefisien slope catatan adalah 0.540 Sangat negatif 4.000 a 1581. dengan nilai F hitung lebih besar daripada F tabel dan nilai sig lebih kecil daripada alpha maka dapat ditarik kesimpulan bahwa menolak Ho dan menerima Ha yang berarti koefisien determinasi signifikan secara statistik atau persamaan regresi yang terbentuk linear. Error of the Estimate 1 .3 53 26.Sangat positif Positif Negatif 16. diperoleh F tabel 3.14500 a. Nilai t tabel untuk uji 63 . Uji F (Kelinieran) Untuk melihat kelinearan persamaan regresi ini dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel. Tabel 4 Uji R2 Koefisien Determinasi Model Summaryb Mo del R R Square Adjusted R Square Std.471 F 59. Dependent Variable: Y 2. dan membandingkan antara sig dengan nilai alpa (0.356. .7 39 Sig.597a . X b. Nilai F hitung diperoleh 59.40% ingatan dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.720 – 20.657 dengan t hitung sebesar 4.21 8 a. Dependent Variable: Y 3.720 8.05).350 5. Harga koefisien determinasi R square sebesar 0.60%.

657 0. gambar. warna. Dari persamaan regresi diatas. kelas X. meliputi aspek penggunaan poin kunci. ˆ Dari Tabel 6 koefisien diperoleh persamaan regresi Y 23.597 Standar dized Coefficients Beta t 4. Tabel 6 Uji Parsial (Uji t) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Con stant) X B 23. penggunaan penekanan.468. Jika nilai t tabel dibandingkan dengan nilai t hitung koefisien konstanta.000 . SMA Negeri 1 Boja Kendal. kesimpulan yang bisa diambil adalah menolak Ho yang berarti koefisien konstanta adalah signifikan secara statistic.72 9 Sig. Simpulan Terdapat pengaruh positif catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Guna memperbesar pengaruh keberadaan catatan isi catatan harus juga diperhatikan selain memperhatikan tampilan. Dengan kondisi demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa penyebaran nilai ingatan mengikuti distribusi normal.657 .468 dapat dibaca setiap kenaikan 1 satuan X dapat menaikan Y sebanyak 0. Jika titik-titik distribusi frekuensi pengamatan sama dengan distribusi uji yang berarti data terdistribusi secara normal. karena catatan merupakan alat bantu ingatan (mnemonik) utama yang hingga kini masih digunakan siswa dalam belajar dan memiliki kedudukan tersendiri dalam belajar. dengan konstanta 23. dibandingkan dengan distribusi frekuensi yang telah ditentukan. kelengkapan materi. menghubungkan antar materi. Grafik ini menggambarkan distibusi frekuensi dari nilai ingatan.ini adalah 1.458 .657 dan variabel independen catatan (X) sebesar 0. Sedangkan untuk koefisien konstanta catatan terlihat bahwa t hitung lebih besar dari t tabel dan sig lebih kecil dari alpha makan dapat disimpulkan bahwa koefisien slope catatan adalah signifikan secara statistic. simbol dan hal artistik.33 4 7.061 . Error 5. 64 .468 Std. Tahun ajaran 2009/2010. sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai ingatan sesuai dengan distribusi uji. Uji Normalitas Gambar 4.10 diatas adalah grafik P-Plot.98 yang diperoleh dari alpha 5% dan df 109. Gambar 10 diatas memperlihatkan bahwa titik-titik distribusi terletak digaris lurus. terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan sig lebih kecil dari alpha. Gambar 3 Normalitas P-Plot Residual 5.000 4. .468X .

Henry Guntur. 2004. Harefa. Yogyakarta: Penerbit Gradien. 2005. Referensi Arikunto.00. Jakarta: Penerbit Erlangga. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. 1997. sub-judul. pukul 11.identitas catatan meliputi judul. 6. 2006/ Journal of Chiropractic Humanities 2006. 2003. 2006. D’Antoni. 2006.com. 1985. in revised form August 10. 2004. Otak Sejuta Gigabyte: Buku Pintar Membangun Ingatan Super. Suharsimi. Applications of the Mind Map Learning Technique in Chiropractic Education: A Pilot Study and Literatur. Diunduh dari http://www. 2008. Buku Pintar Mind Map. 2006. pukul 11:22 WIB. Somantri. Jakarta: PT. Pada 8 Juni 2009.com pada 23 Februari 2009. MSa dan Genevieve Pinto Zipp. Bandung: Mizan Media Utama. Iddon. Stine. Svantesson. kebersihan. Jane Marie. 2003. DePorter. 2006. Bandung: Pustaka Setia. Jensen. Requirements for electronic note taking systems: A field study of note taking in university classrooms. Tony.Gramedia Pustaka Utama. Ingeman. Jakarta : Rineka Cipta. Use Both Sides Of Your Brain: Teknik Pemetaan Kecerdasan Dan Kreativitas Pikiran. Learning Maps and Memory Skills. Bandung: Penerbit Angkasa. Mengoptimalkan Daya Pikir: Meningkatkan daya ingat dengan mengarahkan seluruh kemampuan otak. Kim. Jo dan Huw Williams. Published online: 5 March pringer Science + Business Media.Anthony V. Bandung: Mizan Media Utama. Directory: School of Graduate Medical Education.journalchirohumanities. penambahan ide pribadi siswa dalam catatan. kerapian. Andreas. # Shttp://sringerlink. Tony. 2004. visualisasi ide materi pelajaran misal penggunaan peta konsep. Seton Hall University/ Paper submitted April 24. Jakarta: Pustaka Delapratasa. Ating dan Sambas Ali Muhidin. Menulis: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bobbi dan Mike Hernacki. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. DC. Mengasah paradigma pembelajar. 2009. Surabaya: Ikon Teralitera. 2006. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Aplikasi Statistik Dalam Penelitian. Memory Boosters: Penguat Ingatan. Buzan. Jakarta : Rineka Cipta. waktu/tanggal. Tarigan. Belajar Dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. dan kejelasan tulisan. Eric dan Keren Markowitz. Diunduh dari 2009. LLC 2009 Slameto. Kibum and Team. 65 . Buzan.

bakat khusus. intelegensi.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 UNGARAN Abstrak Rizal Fadilla Septian Kesulitan belajar yang berasal dari faktor internal siswa antara lain kondisi kesehatan. Keadaan ekonomi keluarga. Berdasarkan hasil analisis faktor menggunakan program bantu SPSS seperti yang telah di uraikan di atas. Lingkungan tetangga. yaitu faktor I yang diberi nama Keluarga. keadaan emosi. yaitu faktor intern (faktor yang berasal dari diri siswa) dan faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar). Alat pelajaran. Cacat tubuh. Teman bergaul. Bakat. Aktivitas dalam masyarakat. Motivasi. Kesulitan belajar yang berasal dari faktor internal siswa antara lain kondisi kesehatan. Mata pelajaran TIK memiliki tujuan agar siswa mampu menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk mencari informasi. Kematangan. faktor VIII diberi nama Kebutuhan. faktor VII diberi nama Media pengajaran. Relasi guru dengan siswa. “Faktor intern meliputi keadaan fisik. faktor IV diberi nama Kemampuan dan Minat. Kesiapan. memaparkan atau mempresentasikan serta mengetahui bagian-bagian dasar atau komponen mengenai perangkat komputer. Minat. menyusun informasi. dan faktor XI diberi nama Lingkungan Belajar. kondisi kesehatan siswa yang sering sakit-sakitan dapat mengganggu kerja otak yang mengakibatkan terganggunya kondisi dan konsentrasi belajar sehingga siswa akan tertinggal jauh dari pelajarannya. Latar belakang kebudayaan. Perhatian. gangguan psikis. menunjukkan bahwa dari 48 (empat puluh delapan) indikator yang diindikasikan dapat mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran yang terdiri dari faKtor Kesehatan. Intelegensi. Faktor X diberi nama Gedung dan Peralatan Sekolah. Metode mengajar. Waktu sekolah. dan faktor V diberi nama Pergaulan. dan adanya perhatian. keadaan sekolah dan keadaan lingkungan masyarakat” (Slameto. faktor III diberi nama Komunikasi dan Relasi. Faktor penyebab kesulitan belajar ada dua macam. “Kesulitan belajar adalah keadaan dimana anak didik tidak dapat belajar sabagaimana mestinya”. Mata pelajaran TIK merupakan mata pelajaran yang wajib bagi siswa SMP dan merupakan mata pelajaran adaptif yang setiap waktu mengalami perubahan. Mass media. Kesulitan ini tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi. Ternyata terbagi dalam 11 (sebelas) kelompok faktor. dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran Kesulitan Belajar. Cara orang tua mendidik. Pendahuluan Pada hakikatnya di dalam belajar senantiasa ada rintangan dan hambatan yang akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Pengertian orang tua. agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja kurikulum mata pelajaran Dasar Komputer harus disesuaikan dengan kurikulum saat ini. Tugas rumah. Faktor IX diberi nama Intelegensi. faktor VI diberi nama kesehatan. kondisi kesehatan siswa yang sering sakit-sakitan dapat mengganggu kerja otak yang mengakibatkan terganggunya kondisi dan konsentrasi belajar sehingga siswa akan tertinggal jauh dari pelajarannya. faktor II diberi nama Jasmaniah dan Pendukung belajar. Suasana rumah. Kurikulum. sedangkan faktor ekstern meliputi keadaan keluarga.2003 : 54-72). Hubungan antar anggota keluarga. Relasi siswa dengan siswa. Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2003 : 77). 66 . Keadaan gedung.

sehingga pihak sekolah harus mengadakan ujuan remidi. maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran ? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran Kesulitan Belajar Kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses anak didik yang tidak dapat belajar dengan sebagaimana mestinya. agar siswa tersebut memiliki nilai sesuai kriteria ketuntasan minamum (KKM) yang berlaku yaitu 7. penulis mendapat daftar nilai TIK siswa kelas VIII dari guru TIK yakni Bapak Yubaidi.Kom.5) 4 siswa 6 siswa 11 siswa 6 siswa 7 siswa 7 siswa Nilai diatas KKM (> 7. 2003 : 54-72). Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk mencari faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa. dengan ditandainya hambatan-hanbatan tetentu untuk mencapai hasil belajar.5. maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul tentang FAKTOR -FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 UNGARAN. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Faktor – faktor belajar adalah peristiwa belajar yang terjadi pada diri Faktor faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada pokoknya dapat digolongkan menjadi dua faktor (Slameto.5) 20 siswa 18 siswa 12 siswa 18 siswa 23 siswa 17 siswa 17 siswa Jumlah siswa 24 siswa 24 siswa 23 siswa 24 siswa 23 siswa 24 siswa 24 siswa Sumber: Dokumen guru mata pelajaran TIK SMP Negeri 1 Ungaran Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang memiliki nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu sebesar 25 % dari 166 siswa. Dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa ada 41 siswa dari 166 siswa yang memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) dalam ujian semester ganjil.Dari hasil observasi awal di SMP N 1 Ungaran pada tanggal 10 Januari 2010. S. 67 . Berkaitan dengan latar belakang masalah tersebut diatas. Berikut data dari$ hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas VIII SMP Negeri 1 Ungaran : Tabel Hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK Siswa Kelas VIII Kela s VIII A VIII B VIII C VIII D VIII E VIII F VIII G Nilai dibawah KKM (< 7.

Perhatian. teman bergaul. Faktor psikologis.meliputi : mass media. baik yang berasal dari dalam siswa (intern) maupun yang berasal dari luar diri siswa (eksternal). Metode mengajar. kurikulum. Faktor ekstern. Relasi siswa dengan siswa. Keadaan gedung. meliputi : metode mengajar. Faktor keluarga. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran TIK. kematangan dan kesiapan. Cacat Tubuh. Dokumentasi c. Suasana rumah. penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : a. Kurikulum . alat pelajaran. Faktor Diri Siswa (Intern) Kesehatan. Waktu sekolah. adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar yang meliputi : a.1. Lingkungan tetangga. Alat pelajaran. Keadaan ekonomi keluarga. Faktor Luar Siswa (Faktor Ekstern) Cara orang tua mendidik anaknya. relasi siswa dengan siswa. Faktor jasmaniyah.78 Orang tua mendampingi belajar Keharmonisan keluarga I Penghasilan orang tua Pemberian motivasi Durasi pelajaran TIK Pemahaman pelajaran TIK Kondisi jasmani I Minat TIK I Pemberian tugas oleh guru lingkungan tempat tinggal I Fisik yang kurang sempurna 8. Faktor masyarakat. relasi antara anggota keluarga. a. bakat. Relasi guru dengan siswa. Minat. faktor sekolah dan faktor masyarakat. kegiatan sosial dan bentuk kehidupan masyarakat. Kematangan. meliputi : cara orang tua mendidik. Motivasi. motif. Latar belakang kebudayaan.81 68 . 2. b. dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu : faktor keluarga. keadaan gedung dan tugas rumah. Mass media. perhatian. Intelegensi. suasana rumah. Hubungan antar anggota keluarga. minat. Kesiapan b. Bakat. meliputi : intelegensi. b. Faktor sekolah. relasi guru dengan siswa. Tugas rumah. adalah faktor-faktor yang ada di luar individu. Kuesioner (angket) b. meliputi : kesehatan dan cacat tubuh. c. pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. keadaan ekonomi keluarga.88 Jasmaniah dan Pendukung belajar Komunikasi dan 6. Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar. Faktor intern. Faktor lingkungan sekolah. meliputi : a. Teman bergaul. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Hasil Analisis Faktor N O INDIKATOR MUATA N FAKTOR PENAMAAN FAKTOR Keluarga 32. waktu sekolah. Aktivitas dalam masyarakat Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. Perhatian orang tua.

menunjukkan bahwa dari 48 (empat puluh delapan) indikator yang diindikasikan dapat mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran yang terdiri dari faKtor Kesehatan.79 Pergaulan 4.44 Kemampuan dan Minat 4. Kesiapan. Alat pelajaran. Motivasi. 69 . Hubungan antar anggota keluarga. Keadaan ekonomi keluarga. Faktor IX diberi nama Intelegensi.95 Media pengajaran 3.22 Kesehatan 3. faktor IV diberi nama Kemampuan dan Minat. Metode mengajar.82 Kebutuhan Intelegensi Gedung dan Peralatan Sekolah Lingkungan Belajar Berdasarkan hasil analisis faktor menggunakan program bantu SPSS seperti yang telah di uraikan di atas. Keadaan gedung.87 3. faktor VI diberi nama kesehatan. Relasi siswa dengan siswa. Suasana rumah. faktor VII diberi nama Media pengajaran. Relasi guru dengan siswa.91 2. Intelegensi. Teman bergaul. dan faktor XI diberi nama Lingkungan Belajar. Latar belakang kebudayaan. Cara orang tua mendidik. faktor VIII diberi nama Kebutuhan. faktor II diberi nama Jasmaniah dan Pendukung belajar. Aktivitas dalam masyarakat. Cacat tubuh.16 2. Pengertian orang tua. yaitu faktor I yang diberi nama Keluarga. faktor III diberi nama Komunikasi dan Relasi. Ternyata terbagi dalam 11 (sebelas) kelompok faktor. Mass media. Perhatian. Kematangan. Lingkungan tetangga. Waktu sekolah.Komposisi pelajaran TIK Komunikasi guru pada siswa Hubungan siswa dengan siswa Kondisi ruangan Tidak Membolos saat pelajaran Tulisan rapi Aktif bertanya saat pelajaran I Tidak terlambat saat V pelajaran Metode mengajar guru Materi sesuai dengan waktunya Menyiapkan keperluan sekolah V Teman bergaul Guru memperhatikan siswanya Mengkonsumsi makanan V bergizi I Perhatian orang tua Bakat V Guru memberikan II kesempatan Media pengajaran V Kebutuhan belajar siswa III Peralatan praktek baik I Kemampuan intelegensi X Mengikuti kegiatan kursus Peralatan praktek lengkap X Gedung dalam kondisi baik X Suasana rumah I Minat siswa pada TIK Sumber : Data primer yang diolah II Relasi 6. dan faktor V diberi nama Pergaulan. Minat. Kurikulum. Tugas rumah. Bakat. Faktor X diberi nama Gedung dan Peralatan Sekolah.

86 Gedung dan Peralatan Sekolah 2. Kebutuhan (3.81%). Dari hasil analisis faktor terdapat 11 (sebelas) faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Teknologi informasi dan komuni di SMP N 1 Ungaran.92 Kemampuan dan Minat 6.78 % yang terdiri dari orang tua mendampingi belajar.48 Komunikasi dan Relasi 6. durasi pelajaran TIK 70 .88 3 48. Kesehatan (4.82%). Gedung dan Peralatan Sekolah (2. Kemampuan dan minat (6.79 6 63.66 Jasmaniah dan Pendukung belajar 8.79%).16 1 77.91%). keharmonisan keluarga.87 9 74.88%) .5 Tabel Hasil faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa N Nama Faktor Persentase Persentas o dari Varian e Kumulatif 1 32.87%).95 8 71. yaitu : Keluarga (32.81 4 54. Hasil perhitungan analisis faktor menunjukkan bahwa dari faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi diperoleh faktor yang dominan yaitu Keluarga yakni dengan persentase sebesar 32.91 0 1 80. Media pengajaran (3. penghasilan orang tua. 2.78%).90 Media pengajaran 3.44%).Untuk mengetahui besarnya faktor kesulitan belajar siswa yang paling dominan dapat dilihat melalui analisis deskriptif menggunakan eigenvalue dari persentase varian yang tampak pada tabel 4.82 1 Sumber : Data primer yang diolah Simpulan Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1.44 5 59.22 7 67.68 Lingkungan Belajar 2. Lingkungan Belajar (2. Jasmaniah dan Pendukung belajar (8.22%) . Pergaulan (4.77 Kebutuhan 3.78 Keluarga 32.Komunikasi dan Relasi (6.95 Kesehatan 4.94 Intelegensi 3. pemberian motivasi. Intelegensi (3.78 2 41.16 %).72 Pergaulan 4.95%).

The importance of multiple channels for delivery of educational content can be found in the theory of multi-channel communication which confirms that when information is presented by more than one channel. persentase sebelum menggunakan media sebesar 70%.32. yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. yaitu nilai t hitung = -23. Hal itu di dasarkan atas konsep bahwa pengajaran adalah bagian dari pendidikan. termasuk saluran audio dan visual ( Paivio.KOMPARATIF PEMBELAJARAN MENGETIK SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PROGRAM MACROMEDIA FLASH PADA SISWA KELAS X PEMASARAN DI SMK NEGERI 9 SEMARANG Abstrak Sri Sukariyah Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. Human receive data through multiple channels. sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. 1969:2). there will be eddition reinforcement. thereby necessitating that it be under the control of a computer. Dengan perkembangan zaman sekarang yang semakin canggih. peralatan. Multimedia is most commonly defined as the use of at least two of these elements: sound ( audio). resulting. Aktivitas siswa saat menggunakan media audio visual program macromedia flash. Manusia menerima data melalui banyak saluran. Hasil penelitian analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru menggunakan media audio visual program macromedia flash. dan Mengetik. media. terdapat perbedaan nilai rata rata pre-test dan nilai rata-rata post-test.e. gagasan. dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. 1994:2). dan organisasi serta pengolahan cara-cara pemecahan masalah-masalah pendidikan yang terdapat di dalam situasi-situasi belajar yang bertujuan dan disengaja. Teknologi pengajaran merupakan bagian dari teknologi pendidikan. taste. Pendahuluan Peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan merupakan masalah yang selalu menuntut perhatian. Respon siswa saat meggunakan media audio visual program macromedia sangat positif. Teknologi pengajaran merupakan satu himpunan dari proses terintegrasi yang melibatkan manusia. in greater retention and improved learning ( Ellis. i. and text. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil belajar mengetik sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash rata-rata 66. Kata Kunci : Pembelajaran. Variabel bebasnya adalah pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. 1969:2) as well as touch. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling sensus. 2004:2. Bagui. 1998:2). juga sentuhan. 1. dan angket. This interactive component must allow the learner to interact with the material in such a way as to control the outcome of the presentation.16%. Sedang hasil analisis uji-t diperoleh hasil. prosedur.73. and motion graphics ( visual) ( Tannenbaum. including audio and visual channels ( Paivio. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis.05 dan sesudah menggunakan media meningkat menjadi 76. berjumlah 80 siswa. dan saat menggunakan media menjadi 90%. Media Audio Visual Program Macromedia Flash. tes. observasi. 1998:2. Besarnya peningkatan persentasi dari pre-test ke post-test adalah sebesar 16. still graphics. Multimedia pada umumnya didefinisikan sebagai 71 . dan rasa. Walaupun perkembangan teknologi yang menunjang pendidikan begitu cepat. yaitu media. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. teknologi dipercaya mampu memberikan mekanisme penyampaian paling baik untuk mencapai sasaran peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan. Ho ditolak ini berarti . Tannenbaum ( 1998:2) posits that multimedia must include an interactive component. Persentase skor sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash adalah sebesar 72% dan saat menggunakan media sebesar 86%. namun sebenarnya pengaruh terhadap hasil pembelajaran masih belum jelas. Daniels.

Berdasarkan observasi awal bahwa pemahaman konsep yang dicapai siswa di SMK Negeri 9 Semarang pada program keahlian pemasaran. dan 65% setelah 3 hari kemudian ( Dudung/ upload. Secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat dari suatu tayangan setelah 3 jam kemudian. Tabel 1. 18 siswa ( 45%). dan teks. Padahal menurut Sudjana ( 2009:2) “ media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya”. Hal ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa baik dari ulangan pertama dan ulangan kedua. Pentingnya banyak saluran bagi penyampaian muatan pendidikan dapat ditemukan didalam teori komunikasi multi-saluran yang memberikan konfirmasi bahwa jika informasi disampaikan dengan lebih dari satu saluran. 1.1 menjelaskan hasil observasi data nilai siswa yang masih mendapatkan nilai dibawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) menunjukkan ulangan I. 17 siswa ( 42. 2004:2. akan terjadi penguatan tambahan. Media audio visual mampu membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka melihat dan mendengar walaupun hanya sekali ditayangkan.50 40 11 9 Pemasaran2 % % 42.50 40 7 8 20% Pemasaran 1 % X 27. Walaupun sekolah tersebut sudah tersedia LCD ( Liquid Crystal Display) dan komputer. Adapun tabel nilai siswa pada tahun 2009 pada ulangan pertama dan ulangan kedua seperti berikut : Tabel 1. Pembelajaran tersebut belum dikatakan optimal karena pembelajaran yang masih berpusat pada guru.50%). 1 Data nilai ulangan I dan II siswa kelas X Pamasaran 2009 : Jumlah Jumlah siswa siswa Jumlah bernilai di Prosent bernilai di Prosent Kelas siswa bawah ase bawah ase KKM KKM (ulangan I) (ulangan II) XP X 17. dari hasil data nilai diatas belum mendapatkan hasil yang memuaskan. untuk pembelajaran mengetik dikatakan belum optimal. Daniels. Pengemasan materi pembelajaran dalam bentuk tayangan-tayangan audio visual mampu merebut 90% saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. Multimedia dapat menyampaikan pesan dalam bentuk audio dan visual. dan grafis bergerak ( visual) ( Tannenbaum. dan guru menjelaskan hanya dengan metode konvensional dengan menggunakan buku teks wajib. sehingga komponen ini perlu dikendalikan oleh komputer. yaitu pada kegiatan belajar mengajar pelajaran mengetik kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. 1998:2. sedangkan pada ulangan II. Komponen interaktif ini harus memungkinkan pelajar untuk berinteraksi dengan materi untuk itu siswa dapat mengendalikan hasil dari presentasi. 1998:2). Menurut Tannenbaum ( 1998:2) mengusulkan bahwa multimedia harus melibatkan suatu komponen interaktif.50 Jumlah 80 18 45% 17 % Sumber: data nilai ulangan harian siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang yang sudah diolah. tetapi guru tidak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk proses pembelajaran. 1 Rumusan Masalah Apakah ada perbedaan hasil belajar mengetik. Berdasarkan observasi awal dapat diketahui adanya kesenjangan kesenjangan antara teori dan kenyataan. yang mengakibatkan lebih lamanya informasi diingat dan perbaikan pembelajaran ( Ellis. selama ini kurang memanfaatkan penggunaan media. Bagui. 72 . ada beberapa siswa yang nilainya masih di bawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 71.penggunaan setidaknya dua dari elemen-elemen diatas: suara ( audio). aktivitas siswa. kinerja guru.50 22. tanggapan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. 2005:2). grafis diam. 1994:2).

tahap fiksasi. Kemahiran intelektual ( kognitif). aktivitas siswa. Bagi guru sebagai media pembelajaran baru untuk mempermudah guru dalam proses belajar mengajar. khususnya pada aspek pembelajaran mengetik dengan menggunakan media audio visual program macromedia flash. Pendapat Gagne ( dalam Sudjana. dan mengorganisasi rangkaian respons menjadi pola-pola respons yang kompleks. 2. 2007:138) : a. c. 2. 3 Pengertian Hasil Belajar Proses pembelajaran akan memberikan suatu perubahan pada siswa yang bisa dilihat dari hasil belajarnya. menarik dalam mengikuti pembelajaran mengetik. “ belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan. 2006:157). Bagi peneliti dapat memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran menggunakan media audio visual program macromedia flash. 2007:138). keterampilan. sikap. Tahap-tahap Belajar Keterampilan ( Hamalik.1. informasi verbal. tanggapan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. “ Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar” ( Anni. Pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat 73 . yakni menunjukkan rangkaian respons motorik. dan sikap” ( Mudjiono. Terdapat beberapa pendapat mengenai hasil belajar. 2. perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar” (Mudjiono. 3 Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. 1 Pengertian Belajar Belajar bukan hanya mengingat. b. 2006:5). kinerja guru. Manfaat Praktis Bagi siswa terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan. 2. dan dapat memberikan hasil belajar yang baik. mengatur kegiatan intelektual. e. keterampilan motorik. d. b. tahap otonom terdapat peningkatan kecepatan melakukan keterampilan-keterampilan yang berdaya guna untuk memperbaiki kecermatan di mana tidak terjadi lagi kekeliruan. c. 2 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mengetik. 4 Pengertian Media Pembelajaran “ Kata media berasal dari bahasa latin Medius yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. 2006:295). 1. 2 Pengertian Pembelajaran Situasi belajar diperoleh dari proses pembelajaran. pola-pola tingkah laku yang betul dilatih sampai tidak terjadi lagi kekeliruan. sehingga akan ada nuansa baru dalam pembelajaran. 2009:55) mengemukakan ada lima tipe hasil belajar yakni : a. siswa berusaha mengintelektualkan keterampilan yang akan dilakukan. “ Keterampilan motorik adalah serangkaian gerakan otot untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil” ( Hamalik. “ pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan. Bukti Empiris 2. Keterampilan memiliki tiga karasteristik. tahap kognitif. melibatkan koordinasi gerakan tangan dan mata.

boneka). Permainan : 1) Teka-teki. b. 2) pita kaset. 2) multi-image. d. media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwaperistiwa dilingkungan mereka. Media berbasis telekomunikasi : 1) Telekonferen. poster. interaksi yang langsung antara siswa dan lingkungannya. cartridge. 5) lembaran lepas ( hand-out). Pilihan Media Teknologi Mutakhir : a. 3) permainan papan. 2) simulasi. photografis. media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. grafik. c. diagram. 2) foto. 2) kuliah jarak jauh. Sedangkan manfaat media ( Arsyad. serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung. dan waktu. 2) specimen ( contoh). reel. papan info. 2) televisi. Visual dinamis yang diproyeksikan : 1) Film. berkala. Cetak : 1) Buku teks. 2) modul. 3) workbook. Visual diam yang diproyeksikan 1) Proyeksi opaque ( tak-tembus pandang). b. g. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. 4) pameran. 4) filmstrips. 3) video. 3) chart. Realia : 1) Model. 2. maka media itu disebut media pembelajaran ( Arsyad. Pilihan Media Tradisional : a.grafis. 2002:33-34) dibagi ke dalam dua kategori luas yaitu : 1. 2002:3-4). Visual yang tak diproyeksikan : 1) Gambar. teks terprogram. antara lain : a. papan-bulu. 2) proyeksi overhead. atau elektronis untuk menangkap kembali informasi visual atau verbal”. e. Pengelompokan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi menurut Seels dan Glasgow ( dalam Arsyad. Media berbasis mikroprosesor : 74 . f. Audio : 1) Rekaman piringan. b. c. 3) slides. ruang. media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. Penyajian multimedia : 1) Slide plus suara ( tape). dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minatnya. 4) majalah ilmiah. 3) manipulatif ( peta. h. 2002:26-27). Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran.

Cara ini sebenarnya kurang baik dan tidak efisien jika dibandingkan dengan mengetik yang menggunakan sistem 10 ( sepuluh) jari buta. 3. 2006:2). 2006:124). saat proses belajar. 2) Metode tes Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono ( 2008:85) teknik ini digunakan jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. 7 Pengertian Mengetik “ Mengetik adalah pekerjaan yang hampir terdapat pada semua bilang. serta untuk memperoleh data nilai mengetik tahun sebelumnya. 75 . permainan komputer. 4) Metode Angket atau Kuesioner (Questionnaires) Angket digunakan untuk memperoleh informasi dari penerapan media pembelajaran audio visual program macromedia flash dalam mengetik. sistem tutor intelijen. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik ( Djamarah. 5 Computer-assisted instruction. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Cara mengetik sederhana yang banyak kita kenal adalah cara mengetik dengan menggunakan dua jari. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling sensus. interaktif. 1 Variabel Penelitian Variabel bebas ( X) : Pembelajaran mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Metedologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang yang berjumlah 80 siswa. 3. 1984:1). 2. 2 Metode Pengumpulan Data 1) Metode dokumentasi Metode ini dilakukan untuk memperoleh data nama peserta didik yang termasuk dalam populasi dan sampel penelitian. 3) Metode observasi Untuk mengamati seberapa besar kinerja guru dan aktivitas siswa. Variabel terikat ( Y) : Hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Pengertian Media Audio Visual “ Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar”. 3. baik sebelum maupun sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. baik itu organisasi pemerintah ataupun itu organisasi kepartaian maupun organisasi yang lain” ( Sularso. compact ( video) disc. 2. data yang terkait untuk mengajar mengetik ( silabus.1) 2) 3) 4) 5) 6) 2. Hipotesis Hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. 6 Program Macromedia Flash “ Flash Professional 8 adalah program animasi berbasis vektor yang sangat populer dan paling banyak digunakan saat ini untuk membuat animasi dan aplikasi web profesional yang dinamis dan interaktif” ( Chandra. yaitu dengan menggunakan kedua jari telunjuk. hypermedia.

000 40 1 40 . yang mempunyai 2 siklus dengan tahapan-tahapan : 1) Tahap perencanaan. (2-tailed) 40 .000 < 0.859 dengan taraf signifikansi sebesar 0. 2) Tahap tindakan.000 N 40 **. 4) Tahap refleksi.859** .01 level (2-tailed). 2008:122). s12 = Varians sampel 1. Sedangkan rumus untuk menghitung t-test adalah : Keterangan : = Rata-rata nilai sampel 1. s2 = Simpangan baku sampel 2. (2-tailed) N Soal2 Pearson Correlation Sig. 3) Tahap observasi.000 dan batas kesalahan sebesar 0.859 ** Soal2 1 .\ 76 . Correlations Soal1 Soal1 Pearson Correlation Sig. Karena taraf signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu sebesar 0. s1 = Simpangan baku sampel 1. 4 Teknik Analisis Perangkat Tes Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. 3.3.05 maka soal evaluasi tersebut reliabel. Analisis t-test Rumus untuk menghitung simpangan baku adalah : ( Sugiyono. r = Korelasi antara dua sampel ( Sugiyono. 5 Teknik Analisis Data 1. 3 Jenis dan Prosedur Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Correlation is significant at the 0.05. Reliabilitas teknik yang digunakan dalam pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah tes ulang ( test-retest). 2008:58). 3. Hasil analisis reliabilitas menggunakan SPSS 16 for windows sebesar 0. = Rata-rata nilai sampel 2. s22 = Varians sampel 2.

sedangkan rata-rata dari siklus II adalah 76.769 . 2010.05 00 N 80 Std.2.39204 Std.39. hal ini berarti ada hubungan yang erat antar sampel atau korelasi signifikan secara statistik. Analisis Deskriptif Prosentase Penelitian ini akan menggunanakan tabel statistik yang menunjukkan angka kisaran teoritis dan sesungguhnya. tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau dengan menggunakan alpha 5%. = Jumlah seluruh nilai. 4. 2 Paired Samples Correlations. Dari rata-rata tersebut dapat dilihat ada peningkatan hasil belajar mengetik dari siklus I ke siklus II. Paired Samples Statistics Mean Pai r1 Siklu s1 66. Hipotesis : Ho : 3 = 0 Tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang. Analisis uji –t Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired. dapat diketahui bahwa rata-rata dari siklus I adalah 66. Tabel 4. 2009:59).59428 .05 yaitu 0. Ha : 3 0. Tabel paired samples correlations di atas diperoleh hasil korelasi = 0. rata-rata standart deviasi dengan rumus : DP = 100% Keterangan: DP n N x ( Ali dalam Lely. 77 . 2010. Paired Samples Correlations N Correlation Sig.000 r1 Sumber: Data primer diolah. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama yaitu siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang.05 dengan deviasi standar 6. = Depkriptif Persentase. Deviation 6.769 dengan signifikansi kurang dari 0. Hasil tabel paired sample statistics di atas.73 80 4. Error Mean .000. 1 Paired Sample Statistics. Hasil Empiris 1. Tabel 4.51366 s2 75 Sumber: Data primer diolah. Tabel 4. Ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang.73 dengan deviasi 4. = Nilai yang diperoleh. 3 Paired Samples Test.71465 Siklu 76. Pai Siklus1 & Siklus2 80 .59. Kriteria pengambilan keputusan.

2006. karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0. terdapat peningkatan aktivitas siswa. Chandra . dan saat menggunakan media menjadi 90%. Skripsi. Kesimpulan Ada perbedaan hasil belajar mengetik. 2002. 2010. Djamarah. Respon siswa saat meggunakan media audio visual program macromedia sangat positif. 2008.com/manuscripts/09329pdf.45 7 .09. (2d taile f d) Mean Std Std. Daftar Pustaka Anni. 6. 2009. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. Hasil dari tabel paired samples test diperoleh siklus I dan siklus II adalah -1. terdapat peningkatan kinerja guru. Hasil thitung menghasilkan nilai sebesar -23. Dahlia. Arsyad. tanggapan siswa yang positif. . Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Azhar. Universitas Negeri Semarang. Prosedur Penelitian. Persentase skor sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash adalah sebesar 72% dan saat menggunakan media sebesar 86%.59963 9. Nilai rata–rata siklus II lebih tinggi dibanding nilai rata-rata siklus I. Suharsimi. 78 . 2006.06.Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper t S ig. Tri. www.00. Semarang : Unnes Press. Teori Belajar dan Pembelajaran. sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media. 5. 2006.32 dan signifikansi sebesar 0. Deskrptif prosentase Hasil penelitian analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru menggunakan media audio visual program macromedia flash.. and Janette Moody. Gregory.06875E1 6 826 11. (13 Maret 2010). dengan deviasi standar 4. maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus I ke siklus II adalah 2. Error Deviation Mean P Sik air lus1 4. A.322 9 000 2 Sumber: Data primer diolah. Catharina. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII program keahlian akuntansi di SMK negeri 3 Jepara Tahun Ajaran 2008/2009. Jakarta: Rineka Cipta.aabri.77537 23. Lely. Baharuddin dan Wahyuni . Palembang: Maxikom. Krippel. persentase sebelum menggunakan media sebesar 70%. Psikologi Belajar. Strategi Belajar Mengajar. Multimedia use inhigher education: promises and pitfalls. Aktivitas siswa saat menggunakan media audio visual program macromedia flash. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.0987 . 1 Siklus 1. James McKee. 7 Jam Belajar Interaktif Flash Profesional 8 Untuk Orang Awam.

Syah. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Rineka Cipta. Statistika Untuk Penelitian. Sularso. Bandung: Alfabeta. 1984. Sukardi. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 1994. Bandung: Armico. 2004. 79 .Yogyakarta: Liberty. 2006. Teknologi Pengajaran. Santosa. Bandung: Sinar Baru Algensindo. A. Marimin. Yogyakarta: ANDI. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Budi Purbayu. 2005 . Setiawan. Excel dan SPSS. 2007. Sudjana. http://pendidikansains. ( 10 Mei 2010). Sugiyono . Samsudin. 2006. 2009. Sudjana.html.2008. Nana. Narbuko dan Achmadi. Jakarta: Rineka Cipta. E-learning Merupakan Inovasi Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran Fisika. dan Ashari. Pustaka Setia. Mengetik Dengan Sistem 10 ( Sepuluh) Jari . Nana dan Rivai. Ating dan Muhidin Sambas Ali. Slameto. 2007. Psikologi Belajar. Iwan. dan Muhsin. Somantri. Metodologi Penelitian. Evaluasi Pendidikan. 2003.blogspot.com/2008/02/e-learning-merupakan-inovasi-pendidikan. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: CV. 2009.Mudjiono dan Dimyati. Muhibbin. 2008. Statistika Dalam Penelitian. Analisis Statistik dengan Microsoft. Pengetahuan Mengetik SMK.

yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. tes. Kinerja guru dan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih baik daripada ssebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Bisa dilihat dari tabel nilai seperti berikut: 80 . dan Stenografi. Aktivitas siswa pada siklus II juga lebih baik. Persaingan yang semakin ketat.Komparasi Pembelajaran Stenografi Dasar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audiovisual ‘Filmstrip’ Pada Siswa Kelas XI AP di SMK Widya Praja Ungaran Abstrak Wardah Rizqi Tourviana Makalah ini berisi tantang salah satu cara untuk meningkatkan perhatian belajar siswa adalah dengan pemberian stimulus dengan penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar. Tanggapan siswa saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ adalah sangat positif. Kata Kunci : Pembelajaran. Media Audiovisual „Filmstrip‟. Aktivitas belajar manusia akan berlangsung terus menerus sepanjang waktu. Apalagi bagi siswa SMK jurusan AP. Namun tulisan stenografi sekarang masih relevan. siswa dituntut untuk terampil menulis cepat secepat pembicaraan. dan manusia akan mereaksinya (memberi respon). Dari angket. Berdasarkan observasi awal bahwa pemahaman konsep yang dicapai siswa di SMK Widya Praja Ungaran. Hasilnya pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih baik daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. dan pada siklus II menjadi 86%. Stimulus yang digunakan bisa berupa media pembelajaran. Penting bagi pengajar sebagai fasilitator untuk memilih dan menyajikan bahan-bahan dengan menggunakan stimulus yang dapat menarik minat belajar siswa. semua siswa memberikan tanggapan yang sangat positif. tacothype dan sejenisnya. dituntut untuk bisa lebih melatih keterampilan siswa. dan angket. Pendahuluan Pendidikan yang semakin berkembang dengan adanya kemajuan teknologi dan era globalisasi sekarang ini. Dictaphone. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan teknik pengambilan data adalah dokumentasi. Menurut Skinner dalam Catharina (2006:20-21) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku. Besarnya peningkatan persentase dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 23. untuk mengetahui bagaimana kinerja guru dan aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. dan hasil belajar itu berupa perilaku yang lebih sempurna dibandingkan dengan perilaku sebelum melakukan kegiatan belajar. wacana atau reportase. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis. karena persentase siklus I adalah sebesar 70%. Kemajuan teknologi saat ini. Stenografi merupakan kompetensi wajib bagi siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan AP (Administrasi Perkantoran). tachograph. rapat-rapat penting. Hasil penelitiannya adalah terdapat perbedaan nilai rata-rata dari siklus I dan nilai rata-rata siklus II. dan lain-lain dapat menggunakan alatalat seperti tape recorder. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. dalam kegiatan belajar dibutuhkan waktu sampai mencapai hasil belajar. Kesimpulannya adalah bahwa terdapat perbedaan hasil belajar stenografi antara sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. observasi.00. dan untuk mengetahui tanggapan siswa saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Sebagai suatu proses. maka akan membuat siswa kalah bersaing di dunia nyata.19%. untuk penulisan suatu risalah atau pidato. pada kompetensi Mencatat Dikte Untuk Mempersiapkan Naskah (Stenografi) dikatakan belum optimal. apabila tidak diimbangi dengan pendidikan yang memadai. Dari analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru pada siklus II lebih baik dengan persentase 88% dibandingkan siklus I sebesar 78%. Ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa banyak yang nilainya masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 7. setiap kali manusia berinteraksi dengan lingkungan (stimulus).

dapat dilihat di layar monitor atau ketika diproyeksikan ke layar lebar melalui overhead projector. Bagaimana tanggapan siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran terhadap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar? Tujuan 1. digunakan untuk menyerap informasi itu 81 . Apakah ada perbedaan hasil belajar Stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 2. Dengan gambar-gambar tersebut siswa diharapkan dapat mengerti huruf-huruf stenografi. Informasi akan mudah dimengerti karena sebanyak mungkin indera. Rumusan Masalah 1. 2. Untuk mengetahui aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. 4. Pesan atau isi pelajaran disimpan dalam bentuk filmstrip untuk mengajar huruf-huruf dasar pada penulisan huruf stenografi dengan sistem karundeng disertai dengan gambar-gambar yang disesuaikan dengan abjad serta contoh penulisan gabungan dari beberapa huruf. Untuk mengetahui tanggapan siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran terhadap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar.Tabel 1. Landasan Teori Pembelajaran Pengertian pembelajaran menurut teori neobehavioristik yaitu upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan supaya terjadi hubungan lingkungan dengan tingkah laku pembelajar (Sugandi. terutama telinga dan mata. Juga diiringi dengan iringan musik yang dapat memberi stimulus siswa. yang diolah) Media audiovisual yang digunakan adalah CD interaktif. 31. 34 14 12 AP 1 18% 29% XI 34. dan dapat didengar suaranya. 2006:9). Bagaimana kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 3. dilihat gerakannya (video atau animasi). 35. Untuk mengetahui kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. 38 13 11 AP 2 21% 95% Ju 37. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. 72 27 23 mlah 50% 94% (Sumber : Data nilai siswa kelas XI AP SMK Widya Praja 2009.1 Data Nilai Siswa Ju Jumlah siswa di Jumlah siswa di Kel mlah bawah KKM (tugas % bawah KKM (ulangan % as siswa I) I) XI 41. 28. 3. Bagaimana aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 4. Media Audiovisual „Filmstrip‟ Informasi yang disajikan melalui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ (konvesional) dan pembelajaran stenografi pada saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. observasi. 2006:130). 1993:1). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan empat metode penelitian yaitu metode dokumentasi. Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup (Arsyad. Karena jumlah populasi kurang dari 100. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran yang berjumlah 70 siswa. 2009:49). tes. Penentuan skor dari jawaban responden adalah untuk jawaban A diberi skor 5. maka penelitian ini disebut penelitian populasi (Arikunto. Jadi stenografi berarti menulis singkat (shorthand). sedangkan hasil tes. Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired.(Arsyad. jawaban C diberi skor 3. Untuk angket digunakan skala likert dengan modifikasi. 2009:170-172). observasi. dan jawaban E diberi skor 1. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. jawaban B diberi skor 4. apakah ada perbedaan hasil belajar stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. dan angket digunakan sebagai data primer berdasarkanpenelitian yang dilakukan bulan Juli 2010. 82 . Hasil Analisis t-test (uji-t) Analisis t-test ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah ditentukan. dan angket. Metode dokumentasi menggunakan data sekunder digunakan untuk mendapatkan data nama siswa dan data nilai Stenografi tahun 2009. Stenografi Stenografi yang berasal dari bahasa yunani mempunyai arti : stenos berarti singkat dan graphein berarti menulis. Kerangka Berpikir Pembelajar an Sebelum Menggunakan Media Audiovisual Pembelajar ‘filmstrip’ an Sesudah Menggunakan Media Audiovisual ‘filmstrip’ Apakah hasil belajar siswa setelah menggunakan media Audiovisual ‘filmstrip’ lebih baik dibandingkan dengan Pembelajaran Sebelum Menggunakan Media Audiovisual ‘filmstrip’ Siswa Kelas XI AP 1 Hasil Belajar Dibandingka n Hasil Belajar Gambar Kerangka Berpikir Hipotesis Hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama. jawaban D diberi skor 2. Dengan kata lain berarti menulis steno adalah menulis dengan huruf-huruf singkat (pendek) (Mulyono.

Dari rata-rata tersebut dapat dilihat ada peningkatan hasil belajar stenografi dari siklus I ke siklus II.05 yaitu 0. Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau ( ) = 0. dapat diketahui bahwa mean dari siklus I adalah 71. maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus adalah Deskriptif Persentase 83 .Tabel Paired Samples Statistics Mean Pair 1 I Siklus 3 71. sedangkan mean atau rata-rata dari siklus II adalah 87. Error Lowe Deviation Mean r Upper Mean t f 9 Sig. 2010) Tabel Paired Samples Correlations N Pair 1 on Correlati Sig. 2010) Hipotesis : Ho : 3 = 0 Tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran.15813 13. Ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran.114 N 70 Std.0001 dengan t hitung sebesar – 12.307 Sumber (Data primer diolah.000.000 Siklus II Sumber (Data primer diolah. Tabel Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Std.00 P Siklus I – 11. Std. hal ini berarti nilai siklus I siswa berhubungan positif dengan nilai siklus II siswa.16113 7.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media . Sedangkan tabel paired samples correlations di atas diperoleh nilai korelasi = 0.207 1.92770 Siklus 87. Siklus I & 70 . Ha : 3 0.615 dengan signifikansi kurang dari 5% atau 0. Mean Error 1.69258 . Karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0.81330 12.600 70 II 0 Sumber (Data primer diolah. d(2tailed) 6 0 .615 . Deviation 14.6000.05 (batas kesalahan) dan signifikasi 0.1143. Nilai rata –rata siklus 2 lebih tinggi dibanding nilai rata rata siklus 1.76167 Std.33 air 1 Siklus II 1.64857E1 84 959 19.307. 2010) Tabel paired sample statistics di atas.

Hasil Belajar Stenografi . persentase aktivitas siswa adalah sebesar 70% sehingga termasuk dalam kategori tinggi. Overload on one sense modality causes tiredness and reduced attention. A balance between visual and auditory information reduces the cognitive load. persentase kinerja guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 78% sehingga termasuk dalam kategori baik. Hasilnya dapat dilihat dari tabel berikut : Aspek yang diteliti Skor dalam persen (%) A. dikatakan bahwa media kombinasi visual dan pendengaran merupakan kombinasi pemilihan media yang dapat mengurangi beban kognitif. kinerja guru. Pada pembelajaran Stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Kompeten 0% b. Kompeten 37. Sedangkan sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟ hasil belajar stenografi siswa meningkat. Berdasarkan uraian di atas.14% b. dapat dilihat bahwa ada peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi sebesar 16%. Aktivitas Siswa 70% . Dalam perpaduan suara dan gambar. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hamalik (dalam Arsyad. 7 In the combination voice and picture. Kinerja Guru 78% . the voice can have a structuring effect and attract the user‟s attention to important elements in the picture.Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ C. Karena media sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran berfungsi meningkatkan peranan strategi pembelajaran sebab media pembelajaran menjadi salah satu komponen pendukung strategi pembelajaran. sebanyak 26 siswa atau 37. Keseimbangan antara informasi yang disampaikan dengan audiovisual akan mengurangi beban kognitif.Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 100% a. Hal tersebut sesuai dengan jurnal Guttormsen (2000) “Visual versus auditory. Pada pembelajaran stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.86% a. persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 88% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. persentase aktivitas siswa adalah sebesar 86% sehingga termasuk dalam kategori sangat tinggi. A combination of these modalities enables a media selection with less cognitive load. dan angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran stenografi dengan menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Penyampaian yang berlebihan dengan hanya menggunakan satu model bisa menyebabkan kelebihan dan dapat mengurangi perhatian. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugandi (2006:30).Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ Dari hasil sebelum menggunakan media.Sebelum Menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 88% . yang artinya masih di bawah KKM. Sebanyak 70 siswa atau 100% sudah memenuhi KKM atau berpredikat kompeten. Pada pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.Sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 86% .Sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 62. Pada pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. aktivitas siswa dalam pembelajaran stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟. Yang berarti setelah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ kinerja guru menjadi meningkat dari sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Hal ini berarti bahwa hasil belajar siswa sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟ lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟. Belum kompeten . Belum kompeten B.14% berpredikat belum kompeten. 2009: 15) menyatakan bahwa pemakaian media 84 .” Mengutip dari jurnal Guttormsen (2000).Analisis deskriptif persentase terhadap skor yang diperoleh digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar stenografi siswa. maka suara mampu menciptakan efek strukturisasi dan menarik perhatian pengguna terhadap elemen-elemen penting dalam gambar.

dan Pemanfaatannya. A. Persentase aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. 2006. serta peningkatan hasil belajar stenografi dasar. 2007. 2009.pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Krippel. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sudjana dkk.com/manuscripts/09329pdf. Terdapat peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. 2007. (2009: 2). Stenografi Sistem Karundeng. Skripsi. Sehingga dari pembelajaran yang lebih aktif dan bervariasi. Arsyad. Ahmad. Azwar. Tanggapan siswa terhadap penggunaan media mendapat tanggapan yang sangat positif dari siswa. Mulyono. Media Pendidikan Pengeertian.Realibilitas dan Validitas. 1. Sadiman. 2. 1997. Rohani. Terdapat peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Jakarta : RajaGrafindo Persada. Sardiman. dapat dilihat bahwa 100% dari jumlah responden. Lely. Catharina. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Semarang : Unnes Press. atau semua siswa bersikap sangat positif. karena merupakan sebuah media yang baru dalam pembelajaran stenografi sehingga siswa lebih tertarik belajar stenografi. Hal ini dikarenakan stenografi merupakan hal yang baru diterima siswa. Jakarta : Rineka cipta. 85 . 2009. karena sebelumnya belum diajarkan di kelas X. James McKee & Janette Moody. Multimedia Use in Higher Education : Promises and Pitfalls. Suharsimi. Sebanyak 70 siswa yang semuanya dijadikan sebagai responden. 2006. maka siswa memberikan sikap yang sangat positif dalam penggunaan media audiovisual „filmstrip‟. (Accessed 9 January 2010). Semarang : FKIS IKIP Semarang. Sularso. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Psikologi Belajar. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program Keahlian Akuntansi di SMK 3 Jepara Tahun Ajaran 2008/2009. max. www.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dahlia. Rineka Cipta. 1995. Gregory. dan Zain. Media Pembelajaran. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.Saifuddin. 2009. Belajar dan pembelajaran. karena guru lebih semangat dan lebih bias menarik perhatian siswa dengan bantuan media audiovisual „filmstrip‟. Arikunto. Daftar Pustaka Anni. Darsono.M. dkk. 4. Tri. 3. Djamarah. Kesimpulan Berdasarkan pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Terdapat Perbedaan hasil belajar stenografi antara sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. menganggap bahwa penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Azhar. 1993. Hand Out. Media Instruksional Edukatif. Semarang : IKIP Semarang Press. Tabel Distribusi Jawaban Frekuensi Sikap Tiap Responden Kategori sikap Kategori skor Frekuensi Persentase Sangat positif 40 – 50 70 100% Positif 30 – 40 0 0% Negatif 20 – 30 0 0% Sangat negatif 10 – 20 0 0% Sumber (Data primer diolah. 2000. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. 2010) Dari distribusi jawaban di atas. Rata-rata hasil belajar siswa dalam pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ secara signifikan lebih baik dibandingkan rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Strategi Belajar Mengajar.2008. Universitas Negeri Semarang. Pengembangan. Arif. Jakarta : Rineka Cipta. yang artinya mereka menganggap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dapat meningkatkan hasil belajar stenografi siswa. Persentase kinerja guru sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.aabri.

Nana dan Rivai Ahmad. Sudjana. 2000. Statistika Untuk Penelitian. Sugiyono. A. Bandung : Titian Ilmu. Bandung : Alfabeta. Ating dan Ali Muhidin Sambas. Media Pengajaran. Semarang : UPT Unnes Press. 2006. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian.195.pdf_template=1&loginState=2&userData=Gadjah%2BMada%2BUniversity%253Ag adjah%2BMada%2Buniversity%253A124. Sumantri. Bandung : Armico. Sumaryana. 2006. Sumaryati. Bandung : Pustaka Setia. Mencatat Dikte Untuk Mempersiapkan Naskah.55. Teori Pembelajaran. Asep dan Sumpena Nana. Yeti dan Ratu Evi Zulfikar. Sugandi. Using New Learning Technologies with Multimedia. (Accessed 10 January 2010). Sissel Guttormsen & Helmut Krueger.Schar.pdf. Bandung : Sinar Baru Algensindo. 2000. 86 . Stenografi. 2009. 2008. Online at U3040. 2004.

dalam ruang khusus. Pengembangan kualitas SDM melalui pendidikan perlu dilaksanakan secara terpadu khususnya dalam rangka upaya meningkatkan kemampuan bangsa Indonesia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan bagi peningkatan kesejahteraan. maka setiap negara di Asia Pasific. kita akan menghadapi era perdagangan bebas di wilayah Asia Tenggara Asean Free Trade Area (AFTA) tahun 2003 dan wilayah Asia Fasific tahun 2020 sebagai hasil kesepakatan negara-negara anggota APEC (Asia Pasific Economic Cooperation). Hal ini terjadi karena topik sumber daya manusia dan globalisasi memang menyangkut masalah dasar yang amat penting bagi kelangsungan hidup kita sebagai bangsa kini dan dimasa mendatang. ceramah. sehingga yang namanya informasi menjadi barang yang paling berharga. mengungkapkan bahwa tantangan dan peluang di Era Globalisasi serta antisipasi yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh merupakan tema yang sangat relevan dengan situasi saat ini karena berbagai alasan. serta ketangguhan daya saing bangsa Indonesia (Djojo-negoro. MM The need of HR for mastering informatics has been increasing with the progress of information industrial and globalization era. mendukung adanya globalisasi. kemajuan. yang dapat 87 . termasuk Indonesia. particularly in dealing with challenges and in accomplishing the opportunity in this global era.INFORMATICS-BASED HR QUALITY IMPROVEMENT IN DEALING WITH GLOBALIZATION AND INDUSTRIAL ERA CHALLENGES ABSTRACT By Sri Wartini. Untuk itu . the aspects of science and technology improvement and socialization. Essensi dari kemampuan bersaing itu adalah bahwa setiap negara harus dapat menghasilkan produk (barang dan jasa) yang bermutu tinggi. Thus.e. biaya rendah. as well as the upgrading of organizational system. Human Resource quality PENDAHULUAN Dalam Artikelnya isfenty (2005). peradapan. Salah satu diantaranya adalah karena masalah sumber daya manusia dan globalisasi adalah dua dari sekian banyak topik yang paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini. SE. perlu operator. There have been numerous efforts performed by both colleges and companies to meet the demands. Keyword: Informatics technology. Era informasi membawa angin yang baru : barang yang justru tidak terwujud. dll) menjadi komputer yang semakin hari semakin kecil bahkan menjadi komputer pribadi. akan dituntut untuk mampu bersaing . Informasi dengan cepat berkembang dan bermakna serta berharga disebarkan ke segala penjuru seolah "tanpa batas". i. work training. and it develops with the progress of the said information industrial and globalization era. This has made informatics (information processing with computer) to keep developing along with time. college as the center of education also plays its role in generating professional HR with reliable mastery of informatics technology. information is increasingly valuable and the use of computer to support other fields is growing. simposium dan artikel koran sampai saat ini yang tak henti-hentinya mengangkat topik tersebut baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri. Dari komputer yang tadinya merupakan komputer milik segelintir pemakai dengan kemesteriusannya (besar. lokakarya. In this era. effisien dalam proses dan cepat dalam penyerahan/pelayanan. Khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. informatics constitutes a relatively new discipline. Kemajuan di bidang informasi melaju. In relation to the mastery of informatics in this globalization and industrial era. and work apprenticeship courses. Hal-hal yang dimaksud terakhir ini dapat disebut dengan kinerja organisasi (Organizational performance) dan menjadi tantangan bagi semua fihak yang terkait untuk mewujudkannya. sulit dioperasikan. improvement of formal education. 1995 dalam isfenty). Perkembangan teknologi di bidang perangkat keras komputer mendukung perkembangan globalisasi informasi tersebut. Tidak terhitung sudah berapa banyak seminar. one of which can be conducted through the development of HR quality in addition to academic aspects.

dengan batasan yang relatif dapat diidentifikasi. 88 . pengguna perangkat lunak semkain banyak dan ukuran komplektisitas perangkat lunak juga bertambah. problem. yang tidak mungkin berfungsi tanpa adanya perangkat lunak jaringan komputer. perangkat lunak banyak yang diwujudkan menjadi komponen perangkat keras. RELEVANSI SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN INFORMATIKA Sumber Daya Manusia adalah aset yang paling penting dalam suatu perusahaan. Perangkat lunak yang semakin mudah untuk digunakan pemakai. Penggunaan sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kita memang berada pada era informasi dan sesuai dengan hukum "supply and demand". Perkembangan teknologi perangkat lunak juga tidak kalah pesatnya. karenanya dituntut untuk secara terus menerus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan irama perubahan yang terjadi khususnya yang menyangkut dengan perubahan teknologi informasi yang semakin pesat . sebenarnya makin sulit dikembangkan. Organisasi adalah salah satu hasil peradapan manusia yang penting bagi kehidupan umat manusia modern. Hal ini mengakibatkan komputer semakin digunakan diberbagai bidang. Profession menurut kamus Oxford adalah : paid occuption. Pembangunan negara dan kemajuan IpTek tidak ada gunanya jika tanpa diikuti dengan pembangunan SDM. pengolah dan pemelihara informasi karena pengguna informatika yang semakin banyak. Tanpa SDM yang dibangun. Perangkat lunak yang hanya dituntut berfungsi secara fungsional dalam skala kecil cukup dikembangkan oleh pemrogram sekaligus pemakainya. Indonesia saat ini sedang membangun dan kemajuan IpTek dari negara lain juga sedang mempengaruhi secara deras perkembangan IpTek di Indonesia. dibutuhkan penyedia jasa informatika sebagai pengelola. maka manusia akan dikuasai oleh IpTek atau manusia lain. hampir semua tawaran lowongan pekerjaan di bidang apapun di beberapa tingkatan pekerjaan memasyarakatkan penguasaan akan komputer (computer literate). dan Wide Area Network atau WAN. langkah-langkah kearah penyesuaian diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan. Karena alasan efisiensi. bahkan untuk saling membagi pengalaman. Berkembang menjadi perangkat lunak yang selain fungsional juga mudah dan nyaman dipakai (friendly). dsb. dan kegembiraan. Informatika adalah salah satu bentuk IpTek. Akibatnya. kepraktisan dan keamanan.diletakkan bersama barang lain dengan cara yang nyaman. Misalnya jaringan komputer. Salah satu aspek sistem pendidikan yang amat berperan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan mampu beradaptasi dengan teknologi informasi di era galbalisasi dan industri itu adalah organisasi atau lembaga pendidikan . Oleh karenanya. bahkan bisa "berbicara" (mengeluarkan suara). Pendidikan sebagai suatu upaya membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. asalkan mau memulai membuka komunikasi akan mempunyai cakrawala yang luas untuk dapat berkomunikasi dengan siapa saja di segala penjuru dunia sesuai dengan topik yang diminati bersama. dan bukannya manusia menguasai IpTek serta menggunakannya dengan sebaikbaiknya. Untuk itu perkembangan dalam teknologi informatika di era globalisasi dan industri. yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk tujuan bersama atau sekelompok tujuan". Apa yang disebut dengan pembangunan SDM ? tidak lain adalah penguasaan IpTek itu sendiri. Bahkan saat ini. mulai jaringan lokal yang sering disebut dengan local area network atau LAN. yang menguasai IpTek. Dikatakan demikian karena melalui organisasi orang-orang dapat mencapai tujuannya dengan lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan kalau orang-orang itu melakukan usaha pencapaian tujuannya secara sendiri-sendiri. Perangkat lunak yang besar dan kompleks harus dikembangkan oleh suatu tim dengan berbagai keahlian serta metodelogi tertentu. Komputer yang tadinya "sendiri-sendiri" menjadi komputer yang dapat berkomunikasi dengan "teman-temannya" dalam suatu jaringan komputer. Perkembangan perangkat keras selanjutnya membentuk jaringan komputer berkat kemajuan teknologi komunikasi. Menurut Robbins (1990) : "Organisasi adalah suatu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar. Sedangkan professional : person qualified or employed in one of the profession. Internet makin mendukung perkembangan tersebut dan rasanya saat ini semua manusia. Perangkat lunak yang tadinya hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan fungsional. especially one that required education and trainning. Batasan antara perangkat lunak dan perangkat keras menjadi semakin kabur. harus mulai berpikir tentang pembangunan SDM Informatika yang professional .

Contoh nyata dari industri ini adalah produktor dan perakit komputer. Perlu mengetahui Standar Proses Produksi. profesi adalah sesuatu yang kita lakukan berdasarkan keahlian dan dari situ kita hidup/mencari nafkah. berikut pemantauan dan pemeliharaan proses produksi. Dalam menganalisis kebutuhan user (semua perangkat lunak dikembangkan berdasarkan kebutuhan user). Berdasarkan hal-hal tersebut. Jenjang Pendidikan Sarjana ke bawah 3. Biasanya ini menyangkut perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak mulai dari scracth (sesuai pesanan) atau yang menyediakan jasa pengubahan perangkat lunak tertentu supaya dapat dipakai sesuai dengan kebutuhan (tailoring. Industri ini harus didukung oleh SDM di bidang perangkat keras dan elektronika. Pihak industri yang menjadi bahasan adalah industri yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan Rekayasa Perangkat Lunak. Industri pemroduksi "barang" yang dalam proses produksinya membutuhkan perangkat lunak. Untuk itu. Belum ada pengelompokan untuk : ketrampilan. yaitu yang lebih menyangkut "hardware" a. dan 2. yang produk utamanya bersifat "soft" dalam hal ini dibedakan menjadi industri jasa sebagai berikut : a. 4. antara lain: 1. diperlukan suatu pengetahuan dan keahlian khsusus. Industri hardware yang memproduksi perangkat keras komputer dan periperalnya.Inti. Sumber daya Manusia yang bekerja dalam dunia industri saat ini mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. bahkan seorang insinyur sipil yang menggunakan program komputer tidak dapat disebut berprofesi di bidang Informatika. disusun suatu usulan tingkatan keahlian Sumber Daya Manusia Informatika di antaranya: 89 . b. 2. dan tujuannya adalah untuk kesenangan.sesuai dengan standar Internasional yang berlaku. Industri manufaktur. SW developer. Contoh : industri manufaktur yang memakai robot atau perangkat lunak untuk optimasi penjadwalan produksi. pegawai administrasi. Contoh lain adalah PT. Industri jasa yang memanfaatkan perangkat lunak. Sehingga dapat di simpulkan bahwa pengguna komputer pada profesi yang "lain" seperti sekretaris. Berdasarkan hasil pertemuan jurusan teknik informatika dengan pihak industri sebagai pemakai tenaga lulusan Informatika manapun. maka diperoleh informasi tentang kebutuhan SDM oleh industri. customization). Seseoang yang profesional di bidangnya akan melakukan pekerjaan itu sendiri dengan kepakarannya. Untuk tingkatan tertentu.Telkom yang produknya berupa jasa telekomunikasi berbantuan komputer (perangkat lunak menjadi bagian dari jasa tersebut). dapat disimpulkan juga bahwa sudah saatnya dilakukan Sertifikasi Sumber daya Manusia dalam bidang Rekayasa perangkat Lunak . menyediakan jasa berupa pengembangan perangkat lunak. serta hasil survey yang dilakukan oleh beberapa kelompok. dalam rangka mendukung kebutuhan sertifikasi Sumber Daya Manusia di Indonesia. industri manufaktur yang produknya berupa peralatan telekomunikasi (mencakup perangkat keras dan perangkat lunak) b. karena tingkatan user di Indonesia yang umumnya masih awam dengan proses Rekayasa Perangkat Lunak menyebabkan sulit diajak berkomunikasi tentang kebutuhan yang perlu didukung oleh komputer. yang dapat dikelompokkan atas jenis sebagai berikut : 1. dituntut untuk dapat mengetahui strategi bisnis. Latar belakang pendidikan non-Informatika/Komputer 2. Industri ini membutuhkan SDM yang berlatar belakang informatika. Industri jasa. agar inovatif dalam menciptakan produk-produk baru Sedangkan pihak Industri menghendaki agar Sumber Daya Manusia yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi tidak saja memiliki potensi akademik melainkan juga ketrampilan dalam penggunaan dan penguasaan informatika yang sangat baik. Contohnya adalah PT. keahlian dan spesialisasi yang terdefinisi dengan jelas.Jadi. Hobby adalah sesuatu yang kita lakukan untuk mengisi waktu senggang.

Untuk ini semua. globalisasi itu pada dasarnya menitikberatkan dua hal sekaligus: tantangan dan peluang. 8. Secara spesifik. dan oleh karenanya peranan organisasi atau lembaga pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu menjadi semakin penting. Singkatnya. komunikasi dan informasi yang menjadi ciri utama dari proses globalisasi itu menyebabkan terjadinya berbagai perubahan yang bersifat menyeluruh fundamental dan berdimensi banyak. 11. 9. 3. perilaku manusia. Termasuk dalam 90 . Disamping teknologi. tekhnologi baru di bidang infoimasi dan komunikasi memungkinkan organisasiorganisasi itu memasarkan produknya secara internasional. Kitalah yang harus pandai-pandai memanfaatkannya. yakni adanya tuntutan untu melakukan pembenahan/pembangunan kelembagaan (institutional building) yang diarahkan pada pencapaian kinerja yang tinggi. Lebih jauh lagi. Dalam kaitan. Programmer Programmer Analyst Software Tester Data Base Engineer Data Communication Engineer Network Engineer Software Configuration Manager System Analyst Software Engineer System Engineer Software Project Manager Software Quality Assurance TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA GLOBALISASI DAN INDUSTRI SERTA ANTISIPASI SDM UNTUK MENGHADAPINYA 1. Jadi. yaitu dirasakannya tuntutan kebutuhan akan periunya peningkatan pemahaman bahasa asing (terutama bahasa lnggeris) dikalangan tenaga pengajar dan mahasiswa. 7. maka pada gilirannya organisasi bisnis yang terlibat dalam persaingan itu akan menuntut kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan bersaing. globalisasi yang pada intinya merupakan rekayasa ekonomi itu telah menjadikan kehidupan manusia menjadi begitu terbuka. dalam alam keterbukaan itu kuaiitas manusia menjadi kuncinya. Dalam konteks pendidikan. yang merujuk Wichit Srisaan dari Suranaree University of Technology di Thailand. cara hidup. Fenomena globalisasi yang terjadi belakangan ini juga telah menarik perhatian sejumlah ahli manajemen internasional belum lama ini. lndividu . Organisasi. menyatakan bahwa dampak dari globalisasi dan regionalisasi itu dapat dirasakan pada 4 (empat ) level yaitu : a. Perubahan-perubahan pada skala global itu selanjutnya memicu timbulnya transformasi struktural yang pada gilirannya dapat memberikan dampak pada proses pergeseran nilai. 6. 5. 2. kelembagaan dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan multinasional besar khususnya telah mampu. lni semua merupakan fenomena yang tak terelakkan. Sebagai konsekwensinya. dengan tekhnologinya. 4. Kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi. sikap. memperluas bidang lingkupnya dengan mengambil tindakan dan meningkatkan efisiensi ekonomi mereka. sumber daya manusia yang berkualitas yakni yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi akan memegang peranan yang sangat strategis dan mampu memacu pertumbuhan dan pengembangan disegala bidang kehidupan manusia. Reid (1997). Fenomena globalisasi (dan regionalisasi) juga membawa dampak terhadap masyarakat perguruan tinggi. sistem.1. 12. ekonomi telah menjadi kekuatan utama yang lain di dalam fenomena global itu. b. 10. hal ini menyebabkan semakin tajamnya persaingan antar negara dan organisasi dalam merebut pasar serta usaha menghasilkan kinerja dan kualitas produk yang prima. dan modal dari sumber-sumber yang paling efektif di seluruh dunia. menaikkan efisiensi ekonominya dengan belajar tentang dan mendapatkan masukan berupa bahan sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian. Globalisasi : Tantangan Dan Peluang Globalisasi telah menjadi kata yang amat populer akhir-akhir ini karena banyak dibicarakan dan dibahas oleh berbagai kalangan.

Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden serta seperangkat Hukum lainnya. keadaan ini menyebabkan semakin tumbuhnya persaingan antar negara dan perusahaan dalam merebut pasar. dan terjadi diberbagai arena. kemampuan analisis. Karena memang benar. baik ditingkat regional (seperti ASEAN dan Asia Pasific) maupun ditingkat yang lebih luas lagi. nilai-nilai masyarakat yang menyangkut sikap mental. ketrampilan dan motivasi kerja biasanya ditumbuhkan dilingkungan pendidikan 91 . Jadi. maupun sosial dan budaya. manusialah yang membuat barang-barang dan jasa yang bernilai bagi suatu bangsa. pengetahuan umum. yang sering disebut dengan masyarakat informasi itu. kreativitas. bagi tenaga yang berada pada tingkat bawah/operasi menyangkut kualitas tehnis operasionalnya. ekonomi. Lebih-lebih dalam era informasi dan globalisasi seperti sekarang. terdiri dari pendidikan umum dan kejuruan mulai dari tingkat sekolah dasar. "Assets make things possible. supervisor dan managerialnya. menurut Simanjuntak (1992). b. misainya meialui : Undang-undang. Bagimana Peningkatan Kualitas SDM Kualitas SDM pada dasarnya berkenaan dengan keahlian. 2. teori dan logika. peoples make things happen". Latihan kerja menekankan peningkatan kemampuan professional dan mengutamakan praktek daripada teori. kata sementara orang. moral dan dedikasi terhadap pelaksanaan tugas dapat dikembangkan meialui sistem latihan kerja. pada dasarnya dapat dilakukan melalui tiga jalur utama. telah menjadi semakin sempit. sekolah menengah tingkat pertama dan atas. dan bagi tenaga kerja tingkat tinggi menyangkut kualitas managerial dan komunikasinya. serta pengembangan watak dan kepribadian. yang pada gilirannya juga menurut kualitas SDM yang tinggi dan bersaing. Pergaulan dan hubungan antar bangsa di dunia pun telah berlangsung demikian erat dan mudahnya. perlombaan untuk menghasilkan kinerja dan kualitas produk dan jasa yang prima menjadi keharusan. Jalur pendidikan formal bertujuan membekali seseorang dengan dasar-dasar pengetahuan. yang menengah berkenaan dengan kualitas teknis operasional. human resource is at the cutting edge. Intemasional. yaitu adanya tuntutan untuk melakukan kerjasama antar lembaga pendidikan tinggi. Jalur Latihan Kerja. Pernyataan Nasibitt diatas jelas menunjukkan betapa besar dan pentingnya peranan SDM pada masa kini dan akan datang. dan perguruan tinggi. Dunia kita sekarang ini. Peranan SDM Peranan SDM memang sangat peting. Tak ada keraguan akan hal ini. yaitu proses pengembangan keahlian dan ketrampilan kerja . perubahan dan penyesuaian kurikulum. Nasional . d. baik dalam politik. lni semua dimungkinkan oleh semakin maju dan berkembangnya teknologi informasi. Mengutip kata John Naisbitt :"In an information society. kiranya tidak salah kalau perusahaan besar seperti Union Carbide menetapkan slogannya yang berbunyi . Khususnya bidang ekonomi dan bisnis. sistem latihan kerja dapat dipandang sebagai kelengkapan atau suplemen sistem pendidikan formal. Nilai-nilai pengembangan bakat. fasilitas teknologi pengajaran. And it means that human resource professionals are becoming much.pembangunan kelembagaan ini di antaranya adalah -. serta peningkatan mutu tenaga pengajar dan semacamnya. dan hasil-hasil yang bernilai inilah yang menentukan derajat kesejahteraan dan taraf hidup suatu masyarakat. Untuk peningkatan kualitas SDM. Tegasnya. c. much more important in their organization". Hai ini dapat dimaklumi karena manusia merupakan unsur utama dari setiap organisasi. Sebagai konsekwensi logisnya. kemampuan dan ketrampilan kerja seseorang melakukan berbagai kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang ikut serta menentukan kualitas hidupnya. yaitu sebagai berikut : a. yaitu adanya tuntutan untuk melakukan perubahanperubahan pada sistem pendidikan tinggi sehingga mampu mengakomodasikan kebutuhan yang semakin meningkat. Dengan demikian. Secara garis besar. inovasi. 3. media komunikasi dan alat transportasi. Jalur Pendidikan Formal. Merekalah yang menciptakan berbagai inovasi dan kemudian membuat banyak organisasi menjadi dikenal luas..

atau perangkat kera yang berbentuk peralatan fisik". jaminan karier dan promosi. baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk menunjang kegiatan pendidikan dan riset. Berkaitan dengan peningkatan kinerja perguruan tinggi maka upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah : a. manfaat yang diberikan oleh suatu teknologi tidak lagi ditentukan oleh teknologi itu sendiri. maka usaha-usaha membina dan mengembangkan keterkaitan (link) antara lembaga pendidikan dengan dunia keda dan industri harus menjadi priohtas. melainkan oleh manusia sebagai mahiuk yang mempergunakan teknologi tersebut. seseorang bukan saja akan menjadi lebih mahir meiaksanakan tugasnya tetapi juga akan terbuka peluang baginya untuk menemukan cara-cara kerja yang lebih praktis. Pengembangan SDM (pengajar dan staf penunjang) atau peningkatan mutu dan kualifikasi staf meialui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Peningkatan kerja sama dengan instansillembaga lain yang terkait. teknologi bagaikan pisau bermata dua. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa dalam rangka pengembangan IPTEK ini kita harus senantiasa berpedoman pada nilai agama. c. Sebagai contoh. Perbaikan dan peningkatan sistem dan teknik manajemen di bidangbidang yang terkait. dan pada kesempatan lain komputer dan keahliannya itu dapat juga dipakai untuk membobol bank. Jadi. Pengembangan IPTEK Upaya yang lain adalah menurut Suriasumantri (1991) menjelaskan bahwa'teknologi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah dalam bentuk peralatan yang membantu manusia memecahkan masalah-masalah yang bersifat praktis. dana penefitian dan pengembangan yang mendorong orang untuk berprestasi optimal sangatiah diperlukan.kondisi kerja. Pengembangan dan penyesuaian teknologi dan metode kerja yang dari waktu ke waktu terus berkembang dengan cepat. Perbaikan Organisasi Usaha-usaha ke arah peningkatan mutu SDM tidak bisa lepas dari usaha-usaha perbaikan organisasi dan kinerja organisasi pendidikan pada umumnya. seorang pemakai komputer yang ahli dapat menggunakan komputernya untuk menghitung dan menyelesaikan persoalan matematika dan statistika yang rumit dalam waktu amat cepat. Peralatan ini bisa berupa perangkat lunak yang berbentuk metode dan teknik. perhatian pada imbalan. Harus diakui bahwa selama ini kita sangat kekurangan dalam menangani masalah "link and match" ini. yaitu wahana meialui mana seseorang dapat meningkatkan pengetahuan teknis maupun ketrampilan kerjanya dengan mengamati orang lain. b. seperti : pengendalian mutu terpadu (TQM) dan reenginering. dapat dipakai untuk kebaikan manusia atau sebaliknya. Dalam kaitan ini. sistem pendidikan hendaknya senantiasa diarahkan pada penyediaan tenaga kerja yang cakap. nilai budaya bangsa. serta memperhatikan keterbatasan sumber daya dan kelestahan lingkungan hidup. juga dapat membawa dampak yang berakibat buruk". penataan sistem keiembagaan. sepadan (match) dengan kebutuhan pembangunan. termasuk organisasi perguruan tinggi. Untuk menghasilkan manusia yang berkualitas seperti yang ditentukan oleh GBHN. Selanjutnya.formal dan dikembangkan dalam proses latihan kerja. disamping juga dapat menumbuhkan kemampuan tenaga keoa itu sebagai kekuatan yang mendorong pembangunan nasional. penerapan dan pengembangan yang memadai. c. peranan pendidikan dan latihan menjadi sangat strategis. Jalur Pengalaman Kerja. sehingga lembaga pendidikan kita selama ini lebih banyak sibuk menghasilkan lulusan yang sulit mendapatkan pekerjaan danlatau sulit bekerja. pengembangan dan penerapan IPTEK haruslah didukung oleh SDM yang berkualitas metalui pendidikan dan petatihan. serta penyediaan sarana dan prasarana penefitian. efisien dan lebih baik dalam melaksanakan pekerjaan yang dimaksud. Dalam konteks ini. karena seperti kata Suriasumantri (1991) :"Sebagai alat. Pada masa yang akan datang. Sehingga daiam hal ini program latihan dapat memberikan tambahan nilai bagi keluaran sistem pendidikan formal. 92 . d. Ha] ini penting. baik dibidang spesialisasi pekerjaan maupun dalam hal kemampuan bahasa lnggeris dan komputer. Dengan melakukan pekerjaan secara berulang-ulang. menirukan dan melakukan tugas-tugas pekerjaan yang ditekuninya.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.e. Salah satu upaya Pengembangan SDM bagi Iptek adalah tidak terlepas landasan nilai agama dan budaya perlu sekaii untuk menjamin terkendalinya pemanfaatan IPTEK demi tujuan-tujuan yang meningkatkan kesejahteraan orang banyak. 1990. Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Memacu Pertumbuhan Ekonomi Menjelang Era Persaingan Global. Kajian. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pramutadi. g. dan bukan sebaliknya. Depdikbud. Link and Match. "Masalah Tenaga Kerja di Indonesia" Jurnal 2. FTI-ITB. 14. Seminar Komunikasi Hasi Penelitian ITB. "Pengembangan Silabus Rekayasa Perangkat Lunak untuk Program Pasca Sarjana Teknik Informatika". Monitoring dan evaluasi proses dan kinerja organisasi secara terus menerus untuk mendapatkan masukan bagi usaha-usaha perbaikan mutu berkelanjutan (continous improvement). 4. 1990's Megatrends 2000. 3. Transformasi Masyarakat. Evaluasi dan pembaharuan kurikulum secara periodik sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tuntutan yang berubah secara cepat dari waktu ke waktu.1990. Isfenti Sadalia. 15. 10. merupakan alternatif yang tepat bagi pengembangan kualitas SDM yang sesuai dengan tuntutan kerja di masa-masa yang akan datang. Paradigma Baru Pengelolaan Pendidikan Tinggi. PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG INFORMATIKA DALAM ERA GLOBALISASI DAN INDUSTRI 6. Ilmu-Ilmu Sosial. Sri Purwanti : "Paradigma Pemrograman di masa mendatang".ST. termasuk pendidikan program diploma. Patrivia. Tantangan dan Peluang Sumber Daya Manusia di Era Globalisasi. Peranan limu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Proses 7. Makalah Simposium Nasional Cendikiawan Muslim. DAFTAR PUSTAKA 1. Pembentukan dan pemantapan budaya dari ikiim akademik yang mendukung bagi tercapainya kinerja institusi yang tinggi. Makalah Rapat Kerja Nasional. Ten New Directions For the 13. Karena SDM yang berkualitas merupakan kunci bagi keberhasilan kita menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas yang berintikan persaingan. 8. Dengan melihat kecenderungan kebutuhan tenaga keda pada masamasa mendatang.l-.J. No. Batubara.1996. f. Upaya yang lainnya untuk menghasilkan SDM yang berkualitas . Karenanya berbagai usaha dalam meningkatkan kualitas SDM harus terus menerus diupayakan. B. 5. 3: 3-12.002/Th. Malang. Naisbitt. 1994. maka kinerja organisasi penyelenggara pendidikan tinggi mempunyai peran yang penting. Megatrends Ltd. nampaknya pendidikan professional. Djojonegoro. Maret 1997. W. Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Sumatera Utara 11. Informasi singkat tentang Jurusan Teknik Informatika (Program Studi Sarjana dan Megister). DiktiDepdikbud. 1 1995. Dahlan Abdullah. maret 1997) 12. 1992. Habibie. Jakarta. 9. Laporan Akhir dari Program Peningkatan Relevansi Pendidikan Teknik. 93 .4-31.S. John & Aburden.(1993). PENUTUP Akhimya sebagai penutup dari paper ini. Inggriani Liem Farid Wazdi. Cosmas. ada bebarapa pokok yang dapat di simpulkan antara lain: Teknologi informatika yang makin merambah berbagai bidang mendorong SDM untuk terus semakin meningkatkan kualitasnya dalam penguasaan Iptek.

102 dan = 1. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas data hasil tes dari kedua kelompok. Untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cara cluster random sampling diambil sampel sebanyak 2 kelas yaitu siswa kelas VII-9 sebagai kelompok kontrol yang dikenai pembelajaran dengan metode konvensional dan siswa kelas VII-3 yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Disarankan guru dapat mengembangkan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan menerapkan pada pokok bahasan lain serta hendaknya guru menerapkan suatu model pembelajaran yang tepat sesuai dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. Perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebanyak 67. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Jadi rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. > maka ditolak.38 dan rata-rata kelas eksperimen mencapai 71. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. Hal ini berarti siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Group Investigation. reliabilitas. 94 . Group Investigation. Hasil observasi awal di SMP 2 Negeri Ungaran diperoleh data bahwa pembelajaran IPS Terpadu di kelas VII memiliki indikasi hasil belajar yang rendah. taraf kesukaran dan daya pembedanya. Kata Kunci: Cooperative learning. kedua kelompok sampel diberi tes dengan menggunakan instrumen yang sama yang telah diuji validitas. Hal ini berarti. Pada akhir pembelajaran. maka dilakukan penelitian dengan metode kooperatif tipe Group Investigation.EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 2 UNGARAN ABSTRAK Widya Latif Kartika Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol yaitu dengan rata-rata kelas kontrol mencapai 63. tes dan angket. terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan. 3% dengan katagori sangat setuju dan setuju. Metode Pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi. 67. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Dari hasil perhitungan dengan uji t diperoleh = 3. Sehingga pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation lebih efektif daripada pembelajaran dengan metode konvensional dan siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Group Investigation. Kemudian tanggapan siswa terhadap pembelajaran Group Investigation sebesar 79. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) apakah ada perbedaan hasil belajar IPS Terpadu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII (2) apakah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation efektif untuk mengajarkan IPS Terpadu kelas VII (3) bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran IPS Terpadu pada kelas dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. 2009: VI-VIII). artinya diterima. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran tahun pelajaran 2009/2010. Faktanya banyak peserta didik mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik… namun pada kenyataannya mereka tidak memahaminya”(Suprijono. diperoleh bahwa data kedua kelompok sampel normal dan homogen. 17.6 % siswa kelas VII memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum. dan hasil belajar PENDAHULUAN “Dunia pendidikan kita ditandai oleh disparitas antara pencapaian academic standard dan performance standard.

1992. meliputi bahan kajian: sosiologi. Sharan & Sharan. Mulai masa bayi manusia mengadakan interaksi dengan lingkungan. Hal tersebut terbukti banyak siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Keterampilan Motorik (motor skill) 95 . Kemudian ia mulai belajar berbicara dan menggunakan bahasa. menyenangkan dan efektif. keterampilan dan sikapnya” (Arsyad. Gagne Terhadap masalah belajar. Kesanggupan untuk menggunakan bahasa ini penting artinya untuk belajar. “Belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan. strategi belajar-mengajar ataupun model pembelajaran yang tepat. yaitu : 1) Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. 2002: 1). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). 2.Menurut Depdiknas. Kriteria ketuntasan minimum di SMP Negeri 2 Ungaran untuk mata pelajaran IPS Terpadu adalah 68. Jadi untuk mewujudkan suatu proses pembelajaran menggunakan kemasan metode mengajar. siswa hanya mendengarkan ceramah guru. One category indicated that the Group Investigation method was interesting. 2006: 2) “belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia. tidak terjadinya komunikasi yang maksimal antara guru dan siswa. Sebanyak 68 % siswa kelas VII memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum. kebiasaan.1 LANDASAN TEORI Pengertian Belajar Menurut Gagne (Chatarina. Dalam rangka memecahkan masalah tersebut para pakar pendidikan Indonesia mengenalkan apa yang disebut model pembelajaran. 2006: 71) memberikan dua definisi. sehingga pada saat mereka dihadapkan materi yang sangat banyak susah bagi para siswa untuk memahaminya dan tujuan pembelajaran tidak tercapai dan hasil belajar siswa rendah. IPS terpadu menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah yang dianggap membosankan karena terlalu banyak materi sehingga para siswa susah dan malas memahami semua materi pada IPS Terpadu. keterampilan . keahlian pembelajaran dan pencapaian prestasi akademik dalam hal pemahaman yang mendalam mengenai topik yang diinvestigasi). dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan”. 2) Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi.fun and effective. learning skills and academic achievement interms of deeper understanding of the topics investigated. geografi. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar adalah pembelajaran kooperatif. Four main categories of positive statements emerged. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa cenderung pasif. tetapi baru dalam bentuk sensori-motor coordination. The students‟ written statements of their perceptions and experience of learning with the Group Investigation method provided insights into their attitudes and orientations toward school learning. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu. Gagne (Anni. sementara kategori lain mencerminkan pendapat positif siswa tentang hubungan sosial mereka. Salah satu diantaranya mengindikasikan bahwa metode Grup Investigation sangat menarik. ekonomi. dan tingkah laku . sejarah. while the other categories reflected the students positive perception of their social relationships. 1999 (Chin Tan. 2005: 1). Gagne mengatakan pula bahwa segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia dapat dibagi menjadi 5 kategori. Sugandi (2004: 84) ”menyimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan inti atau jantungnya strategi pembelajaran”. Untuk itu diperlukan cara atau prosedur bagaimana mengorganisir unsur-unsur tersebut agar menghasilkan hasil belajar yang lebih efektif. Teori Belajar Teori dari R. yang disebut The domains of learning yaitu : 1. yang berlangsung selama periode waktu tertentu. Munculnya empat kategori utama dari pernyataan positif. (Para siswa menulis pernyataan dari persepsinya dan pengalaman mereka belajar dengan metode Investigasi Kelompok yang memberikan wawasan ke dalam sikap dan orientasi terhadap belajar sekolah.

tugas secara tuntas sepanjang kondisi belajar yang tersedia cukup menguntungkan. Tahap 5: Mempresentasikan Laporan Akhir Pembelajaran Konvensional Menurut Budiarsih (2007: 55) “dalam proses belajar mengajar jenjang pendidikan dasar dan menengah. 1995: 73). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. metode yang sering dan banyak dilakukan oleh guru adalah metode ceramah. c. Informasi verbal 3. artinya penguasaan penuh ( Nasution. Sikap Hasil Belajar Menurut Bennyamin Bloom dalam Suprijono (2009: 6-7) mengklasifikasikan hasil belajar yang secara garis besar di bagi menjadi tiga ranah sebagai berikut. dan ia mempergunakan dengan sebaik-baiknya. 2003: 36). 1992. “Selama kerja kelompok. menyelesaikan suatu tugas. Kemampuan Intelektual 4. METODOLOGI PENELITIAN Populasi Dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 173 siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. 1999 dalam (Chin Tan. atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainnya”. Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga mewakili populasinya. Gulo (2002: 136) mengemukakan bahwa “ceramah merupakan satusatunya metode yang konvensional dan masih tetap digunakan dalam strategi belajar mengajar”. Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Group Investigation menurut Sharan & Sharan. Tahap 3: Melaksanakan Investigasi d. Menurut Budiarsih (2007: 32) pembelajaran kooperatif adalah “pembelajaran yang mendorong siswa bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah. Tahap 4: Menyiapkan Laporan Akhir e. Ini disebut “mastery learning” atau belajar tuntas. Tahap 1 : Mengidentifikasikan Topik dan Mengatur Murid ke dalam b. mensintesis anggota kelompok temuan dan membuat presentasi untuk seluruh kelas. Slavin (2008: 218) mengemukakan tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI adalah sebagai berikut: a.2. bahwa sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. Ranah psikomotoris Ketuntasan Ketuntasan Belajar Tujuan proses belajar mengajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh siswa. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan” (Slavin. Ranah afektif c. Ranah kognitif b. Menurut Budiarsih (2007: 27) secara sederhana konsep belajar tuntas mengatakan bahwa bilamana siswa diberi kesempatan mempergunakan waktu yang dibutuhkannya untuk belajar. kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. maka ia akan mencapai tingkat hasil belajar yang seperti yang diharapkan atau dengan kata lain akan dirumuskan bahwa setiap siswa yang mempunyai kecakapan rata-rata atau normal. merencanakan dan melaksanakan penyelidikan. Tahap 2: Merencanakan Tugas yang akan Dipelajari. a. Strategi kognitif 5. Setelah diketahui banyak sampel berdistribusi normal dan 96 . namun kadang disertai pertanyaan”. mereka akan menyelesaikan tugas. 2005: 1) mengharuskan mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kepentingan kecil. jika diberi waktu yang cukup untuk belajar.

3 Mudah 1. 12. Sedangkan variabel bebas adalah variabel yang secara sengaja dipelajari pengaruhnya terhadap variabel terikat. 16. angket dan lembar observasi untuk siswa. Soal tes Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument.homogen. 9. Soal Ju o. bila > maka instrumen ini sudah valid. 1. 28 3 . Instrument Penelitian Instrumen penelitian dalam penelitian ini meliputi: soal tes.862. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian tidak ada kelas yang unggulan. metode konvensional 2. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal N Kriteria No. mlah 1 Sukar 20. 17. yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Jumlah yang diperoleh kemudian n dikonsultasikan dengan dengan taraf signifikan 5 % dan n = 23. Berdasarkan hasil uji coba soal dapat diperoleh hasil sebagai berikut : 97 . Dengan sebesar 0. maka sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik Cluster Random Sampling.563 dan sebesar 0. 15. Bila ( > maka instrumen ini sudah realiabel. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain: siswa diampu oleh guru yang sama. 5. diperoleh = 0. 4. 23. dan = 0. 3. 7. Dalam variabel ini penelitiannya adalah: 1. 2 Sedang 2. 13. Berdasarkan uji realibilitas. 30. 29 7 . metode kooperatif model Group Investigation b. 27. 15 . Variabel terikat : hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. Daya Pembeda Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh. 14. Berdasarkan hasil uji validitas terdapat 25 butir soal yang valid. Kemudian satu kelas eksperimen untuk pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation yaitu kelas VII-3 sejumlah 29 siswa. 21. Varibel bebas : a. 10.413 dan n = 23 dan taraf nyata 5 %. 24. Realibilitas Realibilitas adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subyek yang sama. Taraf Kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. 22. 18. Variabel terikat merupakan suatu akibat yang keadaannya dipengaruhi oleh variabel bebas. 6.413. Variabel Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel. Pada penelitian ini diambil satu kelas untuk kelas kontrol yang dikenai model pembelajaran konvensional yaitu kelas VII-9 sejumlah 29 siswa. 25.

3. Angket Angket digunakan untuk mengetahui bagaimana respon siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dilaksanakan. dan uji kesamaan rata-rata. 13. 24.12. 20. 1. 9. 3. 29. Hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut : = rata-rata hasil belajar pada kelas ekperimen = rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol Kriteria Ho diterima jika dengan taraf signifikansi 5% dan tolak Ho jika t mempunyai harga-harga lain. setelah itu baru dilakukan uji hipotesis. 25. Analisis Tahap Akhir Sebelum dilakukan analisis data akhir terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. 7. Lembar Observasi 1. Teknik analisa data Analisis tahap awal Uji normalitas Sebelum sampel diberi perlakuan maka perlu dianalisis dahulu melalui uji normalitas. 2 . Ju mlah 1 14 10 2. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengamati kegiatan pembelajaran dikelas. SMP Negeri 2 Ungaran merupakan salah satu sekolah menegah pertama yang berada di kecamatan Ungaran kabupaten Semarang. Lembar observasi aspek afektif 2. 14. 30. 98 . Hipotesis yang akan diuji sebagai berikut : Kriteria pengujian adalah Ho diterima jika <t< dengan peluang (1-α) dengan dk = dan Ho ditolak jika t mempunyai harga-harga lain. uji homogenitas. 17. 10. apakah mendapat respon positif atau negatif. Soal o. 3 . 18. 27. Cukup baik sekali Baik 16 2.Tabel 3. 6. Dengan taraf signifikan 5 % derajat kebebasan pembilang (dk) pembilang = dan derajat kebebasan (dk) penyebut = . 15. 1 . 5. Dapat pula ditentukan dengan = Dengan kriteria pengujian sebagai berikut : Tolak Ho jika > Uji Kesamaan Rata-rata Untuk mengetahui kesamaan rata-rata dua kelompok sebelum perlakuan maka perlu di uji menggunakan uji kesamaan dua rata-rata. Lembar observasi aspek Psikomotorik 3. Adapun rumus yang digunakan adalah seperti pada analisis data awal.2 : Perhitungan Daya Beda Soal N Kriteria No. 21. 4. yaitu untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui hasil akhir penelitian apakah Ho diterima atau ditolak. 22. 23. Lembar Observasi Tanggapan siswa HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ungaran.

Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. sedangkan data afektif dan psikomotorik diambil saat pembelajaran berlangsung. 172 Dari kedua kelompok diperoleh = 9.1 diatas diketahui bahwa tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 (24. Berdasarkan perhitungan uji homogenitas dengan taraf nyata 5 %. Tabel 4. 0192 dan = 7.8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 (6. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 14: 104). uji kesamaan dua varians( homogenitas). sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 (55. 4781 dan = 1. 81. Jadi nilai evaluasi pembelajaran pada kelompok eksperimen berdistribusi normal (lampiran 13: 103).5 16 55. Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 (13.1 2 Setuju 3 33-35. Uji normalitas nilai akhir pada kelompok kontrol Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh = 5. 81. diperoleh = 1.9 Berdasarkan tabel 4. dan uji hipotesis. Hasil penelitian dan pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh data baik kognitif. 862 Pada kelompok kontrol diketahui = 63. Pada kelompok eksperimen diketahui = 71. Uji Normalitas nilai akhir pada kelompok eksperimen Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh = 7. Karena < artinya data yang diperoleh berdistribusi normal.5-38 7 24. Data kognitif diambil setelah melakukan kegiatan pembelajaran. 6055 dan = 7.5 2 6.2 %).9 %). Uji Hipotesis .5-33 4 13.8 4 Tidak Setuju 1 28-30.Penelitian ini dimulai pada bulan Mei 2010. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 15: 105).38 dan = 109. Analisis data tahap akhir meliputi uji normalitas. Jadi nilai evaluasi pembelajaran pada kelompok kontrol berdistribusi normal (lampiran 12: 102). Uji Normalitas 1. artinya diterima. Uji Kesamaan Dua Varian (Uji homogenitas) Uji homogenitas ini digunakan uuntuk mengetahui apakah nilai evaluasi sampel yang diambil mempunyai varian yang homogen.1 %). dan psikomotorik. 102 dan = 1. artinya kedua kelompok sampel mempunyai varians tidak sama. Karena < artinya data yang diperoleh berdistribusi normal. artinya rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sama dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol. artinya rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih dari rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hasil Tanggapan Siswa No Kriteria Sikap Skor Range Skor Frekuensi % 1 Sangat Setuju 4 35. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation.1. Tanggapan Siswa terhadap pembelajaran Group Investigation Hasil tanggapan siswa kelas eksperimen adalah untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran Group Investigation dapat dilihat pada tabel 1 berikut.17 dan = 73. 88. 99 . 566 Dengan uji t diperoleh = 3. 2. afektif. . 67 Karena > maka ditolak. artinya kedua kelompok sampel mempunyai varians sama.2 3 Kurang Setuju 2 30. Karena < maka diterima yang artinya kedua kelompok sampel mempunyai varian yang sama. .

Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 (13. Berdasarkan tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 (24. Hal tersebut menunjukan pengaruh positif tanggapan siswa kelas eksperimen atas pembelajaran Group Investigation. c. supaya dalam proses belajar mengajar berlangsung optimal. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. 102 dan = 1. Siswa lebih dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar.Berdasarkan hasil análisis data awal dari ulangan tengah semester siswa kelas VII-3 dan VII-9 pada semester genap di SMP Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang tahun 2009/2010. Selanjutnya kedua sampel tersebut diberi perlakuan yang berbeda. 67. diketahui bahwa data berdistribusi normal dan homogen serta dari uji kesamaan rata-rata menunjukan < < . maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berangkat dari keadaan awal yang sama. b. Pada kelompok eksperimen memiliki rata-rata 71. Perbedaan perolehan nilai aspek kognitif dapat dilihat pada perhitungan antara nilai rata-rata post test antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. 17. sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 (55. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation pada mata pelajaran IPS Terpadu.17 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata nilai sebesar 63.2 %).162 dan = 1. 100 . 67. Saran Saran yang dapat penyusun berikan sehubungan dengan hasil penelitian ini sebagai berikut: a. Bagi siswa 1. Adapun perbedaannya dapat dilihat nilai post tes antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Karena > maka ditolak.38. Berdasarkan hasil tabel tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 siswa (24. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 78: 97-98). b.8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 (6. supaya pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan. seperti menambah sarana prasarana pada laboratorium IPS. Hasil uji perbedaan rata-rata menggunakan uji t diperoleh = 3. Bagi guru Guru dalam menerapkan metode pembelajaran perlu didukung lebih banyak lagi media pembelajaran sehingga penyampaian belajar mengajar berlangsung optimal.1 %). pada kelas kontrol rata-rata kelas sebesar 63. Ada perbedaan hasil belajar Mata Pelajaran IPS terpadu antara pembelajaran dengan metode Group Investigation dan pembelajaran dengan metode konvensional pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan Group Investigation (kelas VII-3) sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional (kelas VII-9).1 %). artinya diterima. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation.9 %). 2. Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih efektif daripada kelompok kontrol pada mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran tahun pelajaran 2009/2010. Bagi sekolah Sebagai bahan pertimbangan di SMP Negeri 2 Ungaran perlu ditingkatkan sarana yang menunjang pembelajaran IPS Terpadu.9 %).8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 siswa (6. c. sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 siswa (55. Siswa diharapkan lebih berani mengeluarkan pendapat dalam proses pembelajaran Group Investigation. 38 sedangkan kelas eksperimen rata-rata kelas sebesar 71.2 %). Ini membuktikan bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode Group Investigation lebih efektif dari pada pembelajaran di kelas kontrol yang menggunakan metode cemarah. Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 siswa (13. maka dapat disimpulkan : a. yaitu = 0.

Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstrutivistik. Suharsimi. Arikunto. Pembelajaran Kooperatif . Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. 1995.Shlomo Sharan. 2008. 2005. Ivy Geok. Singapore: National Institute of Education. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. Jakarta : PT Raja Gravindo Persada. Semarang: UNNES. Robert E. Chin Tan. Media Pembelajaran.. Cooperative Learning. London: Allyn & Bacon Solihatin. Jakarta: PT Bumi Aksara. Arsyad. Catharina Tri. 2003. dan Christine Kim-Eng Lee. 2009. M. 2004. Jakarta: Bumi Aksara. Surabaya: Unesa Press. Budiarsih. London: Allyn & Bacon Slavin. Anita. Doantara. Psikologi Belajar. Bandung: CV Pustaka Setia Sudjana. 2009. 2005. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta: Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cooperative Learning Mempraktekkan di Ruang-Ruang Kelas. 2005 261. Jakarta : PT. Semarang: UPT MKK UNNES. Dalam Tesis. Bandung: Tarsito. 4. Keefektifan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan MOD (Math On Display) Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar materi geometri siswa kelas VII. Yasa. Slavin. Metode Statistika. Robert E. Syah. 2003.DAFTAR PUSTAKA Anni. Cooperative Learning : Theory. Arikunto. 2007. Pusat Bahasa dan Departemen Nasional. 2002. Singapore. Ating dan Muhidin. 2007. 14. Ibrahim.dkk. Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI) 101 . Suharsimi. Etin dan Raharjo. No. Psikologi Belajar. Jakarta : Prestasi Pustaka. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Azhar. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Riani. 2005. Trianto. Muhibbin. 2006. Sambas Ali. Research and Practice. Grasindo. 2006. Jakarta : RajaGrafindo Persada. International Research in Geographical and Environmental Education Vol. Lie. 2007. 2006. Students‟ Perceptions of Learning Geography through Group Investigation in Singapore. Somantri.

Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami perkembangan dan peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran. Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.181+ 0.000 karena signifikasi kurang dari 0. Pada pengujian secara parsial dengan uji t diperoleh Fhitung untuk X1 sebesar 5. kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok.81% dan pengaruh strategi belajar siswa sebesar (X2) sebesar 26. Sedangkan secara parsial. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa diperlukan strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa yang tepat.000 dan X2 sebesar 6.51%. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif presentase dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS For windows release 16. strategi belajar siswa termasuk kategori sedang sebesar 59.6%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari strategi belajar siswa lebih besar pengaruhnya dibandingkan strategi guru mengajar terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu.000< 0. strategi belajar siswa Pendahuluan Latar belakang masalah Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 102 .15%. Kata Kunci : Hasil belajar siswa.05 maka Ha3 diterima. pengaruh strategi guru mengajar (X 1) terhadap Y sebesar 17. Hasil belajar dapat dijadikan indikator keberhasilan seseorang dalam kegiatan belajar (Sardiman 2006:49).592 dengan nilai signifikasi 0. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah.093 dengan nilai signifikasi 0.93% dan hasil belajar siswa masuk dalam kategori sedang sebesar 58.118 X1 + 0. Menurut Sahertian (2000:1) salah satu usaha yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran disekolah. Hasil analisis regresi berganda diperoleh persamaan Ȳ = 4. Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. (Slameto 2003:1). Berdasarkan perhitungan uji simultan diperoleh Fhitung sebesar 36.05 maka Ha1 dan Ha2 diterima. Strategi mengajar merupakan salah satu usaha guru bagi anak didiknya agar bisa memahami dengan mudah konsep materi yang diajarkan.199 X2. pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran tersebut (Tu’u 2004:75). Salah satu tujuan pendidikan itu sendiri untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Hasil deskriptif presentase menunjukkan bahwa strategi guru mengajar termasuk dalam kategori baik 72.Pengaruh Strategi Guru Mengajar Dan Strategi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu Kelas VII Di SMP Negeri 5 Ungaran Abstrak Winarti Makalah ini berisi tentang bagaimana manfaat sebuah strategi dalam proses belajar mengajar. Strategi mengajar bagi guru merupakan pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah.180 dengan signifikasi = 0. Secara simultan strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y) sebesar 37. Hasil belajar yang baik merupakan hal yang paling didambakan oleh setiap siswa yang sedang belajar. strategi mengajar guru.05 karena signifikasi kurang dari 0.63%. Hasil belajar dapat ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru sebagai hasil penguasaan.

SMP Negeri 5 Ungaran yang berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN) dan memiliki tenaga pengajar yang profesional ditunjukkan dengan mayoritas guru sudah bergelar sarjana dan mengajar sesuai disiplin ilmu masing-masing.1 Nilai Rata-rata UAS IPS Terpadu Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010 No Kelas Jumla RataKriteria Jumlah siswa h rata Nilai Persen Nilai tdk Persen siswa Nilai Tuntas (%) Tuntas (%) UAS 1 VII A 30 60. Adakah pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran? 3. Adakah pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu Siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran? 2. diskusi. Selain itu aktivitas siswa didalam kelas sangat tertip akan tetapi hasil belajar siswa yang dihasilkan belum optimal. Alat Peraga dan LCD. kecamatan Ungaran Timur merupakan salah satu lembaga pendidikan yang letaknya sangat mendukung untuk kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 5 Ungaran.”Setiap strategi mengajar yang dirancang guru bertujuan untuk mempermudah proses belajar siswa. OHP.86% 23 82. SMP Negeri 5 Ungaran terletak di Jalan Nakula kelurahan kalongan.10% belum dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimun (KKM) yang ditetapkan disekolah. mengadakan tanya jawab dengan siswa. Data nilai di SMP Negeri 5 Ungaran kelas VII sebagai berikut: Tabel 1.6% 6 VII F 28 62.15 BC 8 27.16% JUMLAH 178 61. agar dapat mencapai hasil yang maksimal” (Wena 2009:3).67% 5 VII E 30 64.90% 123 69.33% 2 VII B 31 64.13 BC 8 26.69 BC 55 30. observasi. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran.33% 20 66. Selain itu media yang digunakan dalam proses belajar mengajar meliputi penggunaan White Board.67% 22 73.04 BC 5 17. Sedangkan 123 siswa lainnya atau 69. Adakah pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran? Tujuan penelitian Tujuan yang ingin dicapai dengan diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.41% 4 VII D 30 63.83% 3 VII C 29 56. pesentase ketuntasan siswa yang mampu memenuhi KKM hanya 30.30 BC 14 45. Rumusan Masalah 1. 103 .90% atau sekitar 55 anak. Nilai rata-rata keseluruhan pada mata pelajaran IPS Terpadu dari keenam kelas yaitu 61.59% 21 72.33% 20 66. Pada saat berlangsungnya proses pembelajaran siswa selalu aktif mengikuti pembelajaran dapat dilihat ketika guru memberikan pertanyaan semua siswa aktif berusaha menjawab pertanyaan tersebut.69 hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar hasil belajar siswa masih rendah dan jauh dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan dari pihak sekolah.09 BC 10 33. Suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari keramaian serta ketersediaan berbagai sarana belajar yang memadai sangat menunjang aktivitas belajar siswa.43 BC 10 33.1 hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu yang dicapai siswa pada semester dua kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran sebagian besar siswa belum memenuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 68.16% 17 54. Dari semua siswa kelas VII yang berjumlah 178.10% (Sumber: Daftar Nilai UAS IPS Terpadu Kelas VII SMP 5 Ungaran) Ket : Terlampaui ( TL) Tercapai ( TC) Belum Tercapai (BC) Berdasarkan tabel 1. Guru dalam mengajar sudah menggunakan model pembelajaran yang bervariasi seperti : dengan membentuk kelompok belajar dalam memecahkan tugas yang diberikan guru.

3. 7. 5. 4. 4. metode dan alat. Menurut Roestiyah (2008: 1) yang mengatakan strategi belajar merupakan cara-cara belajar yang baik. the modes of operation for achieving a particular and the planed design for controlling and manipulating certain information”( Strategi didefinisikan sebagai metode spesifik menyelesaikan masalah atau tugas. Dari definisi diatas dapat disimpulkan strategi guru mengajar adalah cara-cara atau usaha guru yang berbeda dalam upaya membelajarkan siswa supaya siswa mudah memahami materi yang sedang dipelajari.1 kerangaka berfikir 1. serta evaluasi) agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi Guru Mengajar (X1) Kemampuan guru dalam membuka pelajaran Kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran Kemampuan guru menyampaikan materi pelajaran Kemampuan guru menggunakan sumber belajar Kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran Kemampuan guru melakukan evaluasi pembelajaran Kemampuan guru menutup pelajaran (Wena 2009:18) STRATEGI BELAJAR SISWA (X2) Membuat jadwal dan pelakasanaanya Membaca dan membuat catatan Mengulangi bahan pelajaran Konsentrasi Mengerjakan tugas (Slameto 2003:82) Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu (Y) Ranah kognitif Ranah afektif Ranah psikomotorik (Anni 2004:6) 1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. Kerangka Berfikir Gambar 1.2. Pengertian strategi mengajar Menurut Sudjana (2009:149) Strategi mengajar adalah tindakan guru melaksanakan rencana mengajar. afektif dan psikomotorik . 3. teratur dan terarah serta terencana dengan mengatur waktu yang seefisien mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. 2. Menurut Gulo (2002:2) mendefinisikan Strategi guru mengajar adalah suatu seni dan ilmu guru untuk membawakan pengajaran dikelas sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien. cara-cara operasi untuk mencapai tujuan khusus dan desain yang direncanakan untuk mengendalikan dan memanipulasi informasi tertentu). Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. Sedangkan menurut Djamarah (2008:13) hasil belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami aktivitas belajar yang menyangkut kognitif. 104 . Landasan Teori Pengertian hasil belajar Menurut Anni (2004:4) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. 3. Pengertian Strategi belajar Menurut Djamarah (2006:5) “Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan”. Sedangkan menurut Brown (2007:119) menyatakan bahwa “strategies are defined as the specific methods of approaching a problem or task. Dimana perubahan perilaku tersebut tergantung dengan apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. 2. 6. bahan. 5. artinya usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel pengajaran (tujuan.

51% <%Skor ≤81.444. 62. Berdasarkan hasil uji coba angket kepada 20 responden waktu penelitian diketahui dari 63 butir soal yang diujikan terdapat 12 soal yang tidak valid karena rxy < rtabel = 0. Menentukan angka persentase tertinggi = (4/4) x 100% = 100% 2. 2. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) serta hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (Y).2. 81. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif presentase dan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS for Windows release 16. perhitungan yang digunakan untuk mengetahui tingkat persentase skor jawaban dari masingmasing siswa yang diambil sebagai sampel ditulis dengan rumus sebagai berikut: % Dimana : n = Jumlah skor jawaban responden N = Jumlah skor jawaban ideal % = Tingkat persentase Cara menentukan tingkat kriteria adalah sebagai berikut : 1.75 % Dengan demikian tabel kategori untuk masing-masing variabel yaitu strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) adalah sebagai berikut : Tabel 1. Ha2 : Ada pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa.50% Sedang Sedang 4. 3. sedangkan sampel yang digunakan adalah Propotional Random Sampling yang dihitung dengan rumus slovin dengan persen kelonggaran 5% yaitu sebanyak 123 siswa. Dengan demikian 51 soal saja yang digunakan untuk pengambilan data penelitian.76% <%Skor ≤62. Dalam analisis deskriptif ini.25 % = 75 % 4. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan angket. Karena koofisien tersebut lebih besar dari nilai rtabel. Rentang persentase = 100 % . Interval kelas persentase = 75 % : 4 = 18. 25% ≤ % Skor ≤ 43. Ha1 : Ada pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa. Kriteria strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa No Interval Kriteria Strategi guru Strategi belajar mengajar siswa 1. Ha3 : Ada pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa Metodologi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran yang berjumlah 178 siswa.444.75% Tidak Baik Tidak Baik 105 .Hipotesis Berdasarkan permasalahan dan teori yang dikumpulkan. dokumentasi dan wawancara. 43.26% <%Skor ≤100% Sangat Baik Sangat Baik 2.951. dapat dinyatakan bahwa angket tersebut realibel dan dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian. Menentukan angka persentase terendah = (1/4) x 100% = 25% 3. Hasil Analisis Analisis Deskriptif Persentase Analisis Deskriptif Persentase adalah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan masingmasing variabel bebas yaitu strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa. maka hipotesis yang penulis ajukan sebagai dugaan sementara adalah sebagai berikut : 1. Pada taraf kesalahan 5% dengan n = 20 diperoleh rtabel 0. Hasil uji reabilitas angket menggunakan rumus Alpha diperoleh koofisien sebesar 0.26 % Baik Baik 3.

181 .093 Sig. yaitu strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y). Dependent Variable: Hasil belajar Pengujian secara parsial ini digunakan uji t. dengan kaidah Ha diterima jika p value< 0.118 Std.093 Sig. Dependent Variable: Hasil belajar (Sumber : data penelitian.199 . Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 nt) X1 (Consta B 4.029 .592 .118 Std. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh hasil perhitungan seperti pada tabel 1. Error 2. Persamaan regresi tersebut mempunyai makna persamaan tersebut diperoleh koefisien positif artinya kenaikan variabel independen akan diikuti kenaikan dependen Pengujian Hipotesis secara Parsial (Uji t) Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji keberhatian pengaruh dari masing-masing variabel bebas.000 X2 . yang diolah) Tabel 1.061 5.4 di bawah ini : Tabel 1.029 .030 .476 6. Error 2.5.199 .000 a. 0 .181+ 0. 79 – 89 Baik 3.4 di atas menunjukkan bahwa dari hasil analisis diperoleh persamaan regresi ganda Y= 4.061 5.4. Kriteria hasil belajar siswa No Interval Kriteria 1.041 .041 .023 .67 Belum Tuntas Analisis Regresi berganda Pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu dapat dilihat dari analisis regresi berganda yang meliputi uji parsial dan uji simultan.000 a.181 . 68 -78 Cukup 4.368 Standardize d Coefficients Beta t 2.030 .100 Sangat Baik 2. 90 . .3.476 6. Tabel 1.023 . .368 Standardize d Coefficients Beta t 2.000 X2 . Hasil analisis regresi linier berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 nt) X1 (Consta B 4.592 .05 atau jika menggunakan penentuan kritis thitung > ttabel a.118 X1 + 0. Pengaruh strategi guru mengajar (X1) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu 106 .199 X2.Sedang tabel kategori nilai mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Ungaran sebagai berikut : Tabel 1.

47 5 Correlations Zeroorder Par tial Pa rt Total 1101. Predictors: (Constant). 1 n Residual Regressio 414.368 .000.199 a. Dependent Variable:Hasil belajar Besarnya kontribusi masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat diketahui dari besarnya koofisien determinasi secara parsial (r2) dari masing-masing variabel tersebut. 061 041 5. Karena taraf signifikasi yang diperoleh lebih kecil dari 0.05 dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima yang berarti ada pengaruh antara strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Karena taraf signifikasi yang diperoleh lebih kecil dari 0.480 a.029 .030 . Koefisien Determinasi Parsial (Uji r2) Uji r2 untuk mengetahui seberapa besar sumbangan yang diberikan masing.05.81% dan besarnya kontribusi strategi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu sebesar (0. dengan kaidah Ha diterima p value < 0.7.422)2 atau 17. 2. . .5 tersebut terlihat bahwa thitung untuk variabel strategi guru mengajar sebesar 5. Pengujian hipotesis secara simultan (uji F) Pengujian secara simultan ini mengggunakan uji F.masing variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen secara parsial. Koefisien Determinasi Parsial (Uji r2) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 ant) X1 X2 (Const B 4.000.592 dengan taraf signifikasi 0.180 .000a Std.118 . Hasil analisis regresi secara simultan ANOVAb Sum of Mean Model Squares df Square F Sig. Pengujian dilakukan dengan SPSS for Windows release 16 sebagai berikut Tabel 1.726 36. 592 000 .36 7 . Pengaruh strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa thitung untuk variabel strategi belajar siswa sebesar 6.181 . X1 107 .173 5.516)2 atau 26. Besarnya kontribusi strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu adalah (0. Error 2.491 .42 2 . Tabel 1.345 687. Berdasarkan tabel 1.023 .b.6.388 . X2.05 dapat disimpulkan bahwa Ha1 diterima yang berarti ada pengaruh antara strategi guru mengajar (X1) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y).476 Standardi zed Coefficients S Beta t ig.093 dengan taraf signifikasi 0.134 2 120 122 207. .51 6 .63% . 093 000 6.

Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 3. 2003. Ada pengaruh antara strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran. Volume 12 No.173 5. Dependent Variable: Hasil Belajar (Sumber: data penelitian 2010.613.6% dan sisanya 62.180 dengan p value sebesar 0. Ada pengaruh antara strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran 2. Slameto. 2006. diolah) Tabel 4.366 2.376 . Jakarta: PT Rineka Cipta. Jakarta: PT Rineka Cipta.613a . Strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran. Kesimpulan penjelasan diatas. Jakarta: PT. 108 .05 maka Ha3 diterima.726 F 36. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2000.39293 a.4 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. ________. Jakarta: PT. Strategi Belajar Mengajar. Dalam jurnal Novitas-ROYAL. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan : 1. 2004. Predictors: (Constant).27.6%. Jakarta: PT Grasindo. ChatarinaTri. X1 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan analisis regresi ganda menggunakan SPSS 16 diperoleh Fhitung = 36.345 687. Hasil analisis hubungan antara strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu diperoleh data harga koofisien korelasi secara simultan sebesar 0. “ The effect of Relationship Between Learning and Teaching Strategies on Academic Achievement”. Jakarta: PT. Daftar Pustaka Anni.480 122 b. bahwa strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar siswa mata pelajaran IPS sebesar 37. 2002.000. 2008.000a Total 1101.Model 1 n Residual Regressio Sum of Squares 414. 2. Rineka Cipta. Koefisien determinasi simultan ( Uji R2 ) Model Summary Mo del R R Square Adjusted R Square Std. Belajar dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya. 2008. 2002. Psikologi Belajar. Sedangkan besarnya kontribusi strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS secara simultan diketahui dari harga koofisien determinasi (R)2 yaitu sebesar 37. 2006. Rahasia Sukses Belajar. Semarang: UPT UNNES Press Arif And Aysel. Psikologi Belajar. Hal 126175 Departement of ELT: Hacettepe University. Dalam penelitian ini variabel strategi belajar siswa mempunyai pengaruh lebih besar daripada variabel strategi guru mengajar. Error of the Estimate 1 . Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan. X2. Sardiman. Sahaertian. Strategi Belajar Mengajar. Djamarah. Jadi hipotesis Ha3 yang menyatakan ada pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu diterima. ________. karena p value < 0.180 Sig. . Raja Grafindo Persada. Rineka Cipta. Gulo. yang artinya ada pengaruh antara strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar siswa.134 df 2 120 Mean Square 207.

Made. 2004. Jakarata: PT. Jakarta: PT. Wena. Teori Pembelajaran. Rineka Cipta. Nana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Semarang: UNNES Pres Roestiyah. 2004. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara 109 . Tulus. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2009. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa.Sudjana. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Sugandi. Strategi Belajar Mengajar. Tu’u. 2009. 2008.

Variabel dalam penelitian ini adalah tiga variabel bebas yaitu motivasi belajar. Dan Strategi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Tamansiswa Kudus” 1. LINGKUNGAN KELUARGA DAN STRATEGI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA SISTEM KEARSIPAN SISWA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK TAMAN SISWA KUDUS. namun perhatian dan pengawasan orangtua terhadap anaknya mengenai pendidikan serta tersedianya dana yang cukup untuk biaya pendidikan dapat mendorong anak untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Dalam penelitian ini menggunakan populasi karena respondennya terdiri kurang dari 100 yaitu 88 siswa.584 X2 + 0. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari pengaruh motivasi belajar. Prestasi Belajar VI. Lingkungan Keluarga. teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda.PENGARUH MOTIVASI BELAJAR. motivasi belajar. Berdasarkan Observasi yang peneliti lakukan di SMA Tamansiswa Kudus strategi belajar siswa diduga sudah baik. lingkungan keluarga dan strategi belajar siswa pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan siswa untuk mencapai prestasi belajar.00. Data yang ada menunjukkan siswa yang belum mencapai nilai KKM terdiri dari siswa kelas administrasi perkantoran 1 terdapat 17 siswa yang belum tuntas dan kelas administrasi perkantoran 2 terdapat 27 siswa yang belum tuntas. peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut dengan mengambil judul penelitian “Pengaruh Motivasi Belajar. data tersebut diambil dari jumlah populasi dari dua kelas sebanyak 88 siswa.725 X3. Kata Kunci : Motivasi Belajar. Menurut pengamatan dan data yang ada diperoleh informasi bahwa siswa menyenangi mata pelajaran mengelola sistem kearsipan. lingkungan keluarga dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. terlihat dari aktivitas siswa didalam kelas baik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan dilihat situasi siswa yang tenang ketika pada saat guru memberikan meteri pelajaran. Hasil penelitian regresi linier berganda menunjukkan persamaan Y = 12.3 Latar Belakang Hasil belajar siswa jurusan administrasi perkantoran kelas XI pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan masih belum optimal.077 + 0. tetapi prestasi siswa yang dihasilkan belum optimal. Berdasarkan hal diatas. PENDAHULUAN 1.4 Rumusan Masalah 110 . Strategi Belajar. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan yaitu 72. lingkungan keluarga dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus secara parsial dan simultan. Abstrak Oleh : Rita Trisna Deasyanti Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pengaruh motivasi belajar. Melihat keadaan yang demikian. Lingkungan Keluarga. lingkungan keluarga dan strategi belajar kemudian satu variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Dari lingkungan keluarga sebagian besar siswa berasal dari kondisi keluarga menengah kebawah. sehingga pada saat pelajaran berlangsung siswa selalu memperhatikan penjelasan guru.816 X1 + 0.

artinya pendekatan ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat dan seberapa besar pengaruh tersebut. 2009:40). dan penggunaan strategi belajar dalam mempelajari sesuatu. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. 2010: 2 ). LANDASAN TEORI 2. misalnya. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. 2. 111 . Apabila yang dipelajari itu berupa konsep. METODOLOOGI PENELITIAN 3. Untuk mengoptimalkan kemampuaan dan kepribadian anak. Adakah pengaruh strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? 7.5 Konsep Dasar tentang Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama.4 Konsep Dasar tentang Motivasi Belajar Menurut Sardiman (2007 :73). Kebermaknaan strategi belajar yang efektif itu tergantung pada karakteristik individu dalam belajar. 2. orangtua harus menumbuhkan suasan edukatif dilingkungan keluarganya sedini mungkin. Adakah pengaruh motivasi belajar. 2. mau dan mampu belajar. yang menjadi tujuan dari pembelajaran adalah pendiskripsian tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau gambaran produk yang menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut sudah terjadi. Hasil belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan merupakan hasil perubahan perilaku berupa pengetahuan yang siswa dapatkan setelah proses pembelajaran dan keterampilan mengelola kearsipan yang siswa peroleh. Suasana edukatif yang dimaksud adalah orangtua yang mampu menciptakan pola hidup dan tata pergaulan dalam keluarga dengan baik sejak anak dalam kandungan (Suwarno. selain itu penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif karena peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Penelitian ini mengkaji fakta-fakta yang sudah ada dan tidak memanipulasinya atau mengubah data tersebut sehinggga penelitian ini termasuk penelitian non eksperimen. karena sebagian besar kehidupan anak berada ditengah-tengah keluarganya. artinya: mungkin strategi yang digunakan itu efektif untuk seseorang.Dari identifikaksi masalah di atas penelitian ini akan dibahas tentang beberapa masalah diantaranya: 4. namun tidak efektif bagi orang lain. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak.6 Konsep Dasar tentang Strategi Belajar Strategi belajar dalam penerapannya pada siswa memiliki tujuan untuk membentuk siswa mandiri dan diharapkan siswa memiliki kesadaran yang timbul dari dalam. lingkungan keluarga. Adakah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan adminintrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? Adakah pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus 6. tentu menggunakan strategi yang berbeda ketika seseorang belajar dengan fakta. motivasi berasal dari kata motif dapat dikatakan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? VII.6 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penentuan strategi belajar umumnya tidak seluruhnya efektif bagi setiap orang. VIII. atau motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.7 Populasi Penelitian 5.3 Konsep Dasar tentang Prestasi Belajar “Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya” (Slameto. 3.

Peneliti menggunakan teknik dokumentasi ini karena ingin memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam proses penelitian.1 3. Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. 2006:158). 112 . leger. Variabel yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah: Motivasi Belajar Menurut Mc Donald (Sardiman. Dokumentasi “Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa cacatan.Uji Multikolinieritas f. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa daftar nilai ulangan tengah semester dari pihak guru mata pelajaran mengelola sistem kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus Teknik Analisis Data. agenda dan sebagainya” (Suharsimi.3. (b) Relasi antar anggota keluarga. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden tentang motivasi belajar. buku. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Analisis Deskriptif Uji Asumsi Klasik d. (b) Ulet menghadapi kesulitan. Pertanyaan yang disediakan dalam angket merupakan jenis pertanyaan tertutup. 6. Dengan indikator : (a) Tekun menghadapi tugas. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. 4. (d) Konsentrasi. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.8. (d) Mengerjakan tugas. Dengan indikator : (a) Cara orang tua mendidik. Dengan indikator : (a)Membuat jadwal dan pelaksanaannya. Strategi Belajar Belajar yang efisien dapat tercapai apabila dapat menggunakan strategi belajar yang tepat.8. dimana responden telah diberikan pilihan jawaban. penulis menggunakan teknik sebagai berikut: Angket “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. (d) Senang mencari dan memecahkan masalah. (c) Mengulangi bahan pelajaran.9 3. atau hal-hal yang diketahui” (Suharsimi. 3. (b) Membaca dan membuat catatan.3 3.(d) Suasana rumah.8 Obyek dalan penelitian ini adalah seruh siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa yang jumlahnya 88 siswa. dan strategi belajar.2 3. majalah. rapat. 2003:2). Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto. berhubung jumlah obyek yang diteliti kurang dari 100 maka peneliti menggunakan penelitian jenis populasi. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. lingkungan keluarga. (c) Berorientasi jauh kedepan. 7.8. Strategi belajar diperlukan untuk dapat mencapai hasil yang semaksimal mungkin.4 3.2010:73) motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. karena sebagian besar kehidupan anak berada di tengah-tengah keluarganya. (c) Keadaan ekonomi keluarga. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak. Indikator hasil belajar adalah nilai dari tes subsumatif atau nilai ulangan tengah semester. Uji Heteroskedastisitas Analisis Regresi Linier Berganda 3.10 5. transkip. surat kabar. Uji Normalitas e. 2006: 151).8. notulen.

25 3 43.5131 Tinggi 81.26Sangat 37 . 81.75 Frekuen si 38 45 4 1 Persentas e 43% 51% 5% 1% Regresi linier berganda 113 . 81. 25-43. 62. 43. 81.75 Kriteria Deskriptif Strategi Belajar N Rentang Kriteria 1 Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Persentas e 42% 44% 10% 3% o.769 Sedang .5139 Tinggi .50 4 25. 81.25 3. 62. . si 1 81.76.75 0 Rendah Persentase 60% 35% 5% 0% Kriteria Deskriptif Lingkungan Belajar N Frekuen Rentang Kriteria o. 43. 43. Frekuen Rentang Kriteria si 1.51.IX.50 4 253 Rendah .26Sangat 53 100 tinggi 2.26100 2 62.764 Sedang 62. 100 tinggi 2 62.25 3 43. 62.50 4. Koefisien Determinasi Simultan dan Parsial HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria Deskriptif Motivasi Belajar No. 8.

332 .224 . 655 g.2 19 .54 7 .2 19 .54 7 .0 11 . X1 Hasil Koefisien Determinasi secara Parsial Coefficientsa Stand ardized Unstandardize Coefficie d Coefficients nts Model 1 (Co nstant) X1 X2 X3 a. 459 2. 540 2.2 22 Correlations Zer o-order Pa rtial Pa rt 114 . Predictors: (Constant).272 .0 77 . X2. Error 7. .2 78 .816 .584 .725 Std.273 .272 . 459 2. Error R Square of the Estimate . 540 2.2 22 Correlations Zer o-order Pa rtial Pa rt 1 .0 16 . X3.584 .1 27 .292 Si Beta t 1.0 09 .54 3 .84 4 .43 5 .2 78 .0 11 .43 5 . .2 59 .238 .2 06 . Dependent Variable: Y B 12.0 09 .411 a.273 .1 27 . 655 g. 615 2. Dependent Variable: Y Hasil Koefisien Determinasi Secara Simultan Model Summary Model R R Square Adjusted Std.Coefficientsa Stand ardized Unstandardize Coefficie d Coefficients nts Model 1 (Co nstant) X1 X2 X3 a.2 06 .84 4 .390 7.2 74 .332 .641a .54 3 . Error 7.0 77 .292 Si Beta t 1.0 16 .2 74 .816 .725 Std. 615 2.224 .2 59 .238 .55597 B 12.

2006.pp. PENUTUP 10. 1996. Ada pengaruh yang positif lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Hamalik. 2010. Psikologi Belajar. 7. lingkungan keluarga dan strategi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus memberikan pengaruh yang nyata terhadap perubahan prestasi belajar dengan kontribusi masing-masing 6. Journal of Physics Education Department. Learning Strategies of Physics Teacher Candidates: Relationships with Physics Achievement and Class Level. 2006. maka dari itu siswa diharapkan lebih meningkatkan motivasinya baik intrinsik maupun ekstrinsik. bermotivasi secara intrinsik yaitu dengan lebih tekun dalam mengerjakan tugastugas belajarnya dan motivasi ekstrinsik yaitu dengan lebih sering untuk belajar kelompok dengan teman-teman. 3. Ali. Baharuddin dan Esa. 115 . sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik lagi. Jakarta: Rineka Cipta. Jogjakarta : Ar-ruzz media. Secara parsial dan simultan ada pengaruh yang positif motivasi belajar. Selcuk. Mustafa Erol. Penelitian Pendidikan Prosedur dan Teknologi. 3. 2007. Oemar. Ada pengaruh yang positif strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Teori Belajar dan Pembelajaran. 2006. Jakarta: Bumi Aksara. 2006. basir. Ada pengaruh yang positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Gamze S. karena membaca besar pengaruhnya terhadap belajar. suharsimi.2 Saran 1. Barthos. 2005.71%. dan 7. Lingkungan keluarga siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus sudah tergolong baik.X. Serap Caliskan. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. 2000. sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik lagi. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. 4. Sedangkan secara simultan memberikan kontribusi sebesar 39%. Jakarta: Bumi Aksara. Manajemen Kearsipan. Motivasi belajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar mengelola sistem kearsipan. cara orang tua dalam mendidik anaknya sudah tergolong tinggi. Dimyati dan Mudjiono. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta : Rineka Cipta. maka dari itu orang tua dalam mendidik dan memperhatikan anaknya lebih diutamakan lagi seperti memperhatikan jadwal belajar anaknya selama sekolah. Kurikulum dan Pembelajaran.73%. Semarang: UPT MKK UNNES. 2009.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. muhammad. 10. Analisis Regresi. Fathoni. 2. Yogyakarta: BPFE. 511-512. Strategi belajar sangat berpengaruh positif dengan prestasi belajar mengelola sistem kearsipan. maka dari itu agar prestasi belajar siswa jauh lebih bagus diharapkan siswa lebih meningkatkan strategi/cara belajarnya lebih efektif seperti membaca. DAFTAR PUSTAKA Algifari. Abdurrahmat. Bandung: Angkasa. 2.51%. Anni. chatarina tri. Belajar dan Pembelajaran.

Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. 25/ 04. Journal of Educational Psychology. 1994. Pedro F. Jakarta: Grasindo 116 . The Effect Of Motivation. Sardiman. Motivasi Dalam Belajar. de la Villa Carpio. Cruz Garcia-Linares. 33/02: 91-99 Manuchehr Irandoust. Niklas Karlsson. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jogjakarta: Ar-ruzz media. Elida. pp. Pengantar Pendidikan. Sugiyono. 2002. Semarang: FE UNNES. Manuel J. 2005. Curriculum. Family Environment. Suwarno. 2004. Sudjana. Casanova. Statistika Untuk Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Nopitahari.umar. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Tu’u. Pengaruh Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Bekerjasama Dengan Kolega Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran(X AP) SMK Antonius Semarang Tahun 2008-2009. 10/01. 2007. tulus. Skripsi. Influence of family and Socio-Demographic Variables on Students with Low Academic Achievement. Jakarta: FKIP IKIP Padang. Tirtarahardja. pp. 2003. 2009. 41-48. Wiji. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Bandung: Alfabeta. Journal Of Education Economics. Slameto. de la Torre. Prayitno. 2010. 2009. M. Journal Of Instructional Pshychology. and Learning Strategies on Academic Success.Ibtesam Halawah. 2005. 2002. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa. And Student Characteristics On Academic Achievement. 423-435. M. Impact of preferences. Metoda statistika. Bandung: Tarsito. Jakarta: Rajawali Pers.

Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode interview atau wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang sudah berjalan baik. dan metode dokumentasi. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut suatu organisasi memerlukan suatu informasi serta kebenaran data sangat diperlukan. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dan bagaimana cara mengatasi kendala-kendala tersebut. pencatatan. pengarahan surat serta penyimpanan. Mereka bersaing dalam meningkatkan kemampuan kerja. Salah satu sumber informasi itu yang otentik adalah surat. hal ini sangat mempengaruhi dalam perkembangan bisnis di sektor pemerintah maupun swasta. yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau alamat yang di tuju tidak lengkap. persetujuan konsep surat. maka diharapkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang mengadakan pelatihan untuk pegawai untuk lebih mengenal atau menguasai tentang pengelolaan surat. pemberian nomor dan pemberian cap dinas. kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang. Mereka bersaing dalam kemampuan kerja. dan menggunakan sistem sentralisasi yaitu pengelolaannya melalui satu pintu. Pengelolaan surat masuk dan surat keluar menggunakan sistem kartu kendali dan buku agenda. penyerahan dan penyimpanan. pengendalian. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat. Lokasi penelitian ini dilakukan oleh penulis pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang yang beralamat di Jalan Pemuda no 07 Ungaran dengan objek pengelolaan surat masuk dan surat keluar. Kata kunci : Prosedur Pengelolaan surat masuk dan surat keluar PENDAHULUAN Perkembangan ilmu dan tehnologi sekarang ini sangat pesat. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut suatu organisasi memerlukan suatu informasi serta kebenaran data sangat diperlukan. Kesimpulan yang diperoleh dan pembahasan mengenai pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dilaksanakan dengan baik. pengetikan. penandatanganan. hal ini sangat mempengaruhi dalam perkembangan bisnis di sektor pemerintah maupun swasta. yaitu terdapat surat masuk yang alamat pengirim atau pembuat surat tidak lengkap dan terdapat surat yang tidak menuliskan alamat ke bidang yang di tuju. Oleh karena itu peneliti menyarankan Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang sebaiknya lebih teliti dalam mengecek surat masuk. Pengelolaan surat masuk meliputi penerimaan. Oleh karena itu pengurusan dan penanganan surat masuk dan keluar harus dilaksanakan secara tepat agar sesuai dengan perkembangannya. Salah satu sumber informasi itu yang otentik adalah surat. Permasalahan yang dibahas adalah mengenai bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang. mengingat pentingnya surat bagi instansi pemerintahan. pencatatan. tetapi masih ada kendala. sehingga tidak ada surat masuk yang alamatnya tidak lengkap. Kendala yang dihadapi yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau tujuannya tidak lengkap. Pengelolaan surat keluar meliputi pembuatan konsep surat. Dalam pengelolaan surat diperlukan pegawai 117 . Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. dan cara mengatasi kendala yaitu surat masuk yang alamat pengirimnya atau tujuannya tidak lengkap untuk segera dikembalikan kepada pengirim agar dilengkapi alamat pengirim atau tujuannya.PROSEDUR PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR PADA DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SEMARANG Abstrak Sischa Apriliyanti Perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini sangat pesat. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat.

Warna kuning disimpan di almari arsip.2 Pembahasan Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang sosial. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang ? BUKTI EMPIRIS DARI HASIL TEORI ` 2. masih ada beberapa kendala yaitu adanya surat masuk yang alamat tujuan surat tidak lengkap. Dari uraian di atas. maka penulis tertarik untuk menyusun tugas akhir ini dengan judul “Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang” Rumusan Masalah 1. dan kuning. Pengelolaan surat masuk pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang dimulai dari surat masuk diterima oleh unit kearsipan yang berada pada sub bagian umum dan kepegawaian. Kemudian diagendakan pada buku kendali surat masuk dan dicatat pada kartu kendali surat masuk rangkap tiga warna putih. hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan pegawai atau petugas yang lalai dalam mengurusi pengelolaan surat tersebut. apabila pegawai atu petugas pengelolaan surat tersebut kurang menguasai dan memahami cara pengelolaan surat yang baik. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang ? 2. dan transmigrasi. disini dalam penyimpanan surat masih belum menggunakan filing cabinet atau almari arsip yang digunakan untuk menyimpan arsip yang di dalamnya terdapat suatu susunan sekat dan folder sacara vertical dalam laci-lacinya. Warna putih disimpan sebagai arsip. Bagian umum pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang adalah bagian yang mengurusi jalannya surat masuk dan surat keluar.yang memiliki ketrampilan. tenaga kerja dan transmigrasi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan Daerah di bidang sosial tenaga kerja. Dalam pengelolaan suratnya sudah berjalan dengan baik. Kemudian surat tersebut akan diserahkan ke Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang untuk disahkan. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang ? Tujuan Penelitian 1. sedangkan pada surat keluar terdapat sedikit kendala yaitu pada unit pengolah surat yang bertugas melakukan penggarapan isi surat terkadang lupa mencantumkan nomor surat keluar sehingga surat tersebut kembali. Kemudian surat akan 118 . ketelitian dan pengetahuan tentang surat menyurat. Dari kepala Dinas surat diserahkan kembali ke sub bagian umum dan kepegawaian. Surat masuk beserta lembar kendali warna merah muda dilanjutkan untuk diajukan ke sekretariat untuk ditentukan disposisi sesuai dengan pokok permasalahan. merah muda. maka pengelolaan surat akan terhambat. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat.1 Pengertian Surat Surat adalah sehelai kertas yang ditulis (pada waktu sekarang umumnya diketik)atas nama pribadi penulis atau atas nama kedudukan dalam organisasi yang ditujukan kepada suatu alamat tertentu dan memuet suatu bahan komunikasi(Prajudi Atmosudirjo. yang dimaksud disini adalah nama instansi yang dituju kurang jelas atau terdapat kesalahan penulisan. namun belum sepenuhnya mengacu pada posedur pengelolaan surat yang ada. Bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang ? 2.1982:139) Hasil Penelitian 2.

diserahkan ke bidang yang dituju dan disertakan pula lembar disposisi dan kartu kendali warna merah muda. Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah berjalan dengan cukup baik. Sedangkan prosedur pengelolaan surat keluar pada Dinsosnakertrans meliputi pembuatan konsep oleh pejabat yang ditunjuk oleh Kepala dinas tersebut. Bentuk surat yang digunakan dalam pembuatan konsep disesuaikan dengan petunjuk atau aturan yang berlaku yaitu bentuk official style. Setelah konsep surat jadi selanjutnya dimintakan persetujuan/pengesahan Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang. Setelah surat disetujui dan diketik selanjutnya diberi nomor surat. Selanjutnya adalah pengagendaan atau pengendalian surat yaitu berupa pengisian lembar kartu kendali surat keluar. Untuk kartu kendali yang berwarna putih disimpan oleh bagian arsip, warna merah diberikan kepada unit pengolah untuk disimpan, sedangkan warna kuning disimpan di bagian umum dan kepegawaian untuk arsip. Langkah selanjutnya pengiriman surat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dikirim secara langsung dan dikirim melalui sarana jasa. Pengiriman melalui sarana jasa bisa melalui pos atau fax. Dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans masih terdapat kendala-kendala, diantaranya : Adanya surat masuk yang alamat tujuan surat tidak lengkap, yang dimaksutd disini adalah nama instansi yang dituju kurang jelas atau terdapat kesalahan penulisan, sehingga dapat menghambat proses pengelolaannya, kurangnya ketelitian pegawai dalam pengelolaan surat, yaitu pegawai pengolah surat yang bertugas melakukan penggarapan surat lupa menulis nomor surat dan alamat surat yang akan dituju, sehingga surat tersebut kembali. METODE PENELITIAN 3.1 Sumber dan jenis data Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah : 1. Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkann langsung di lapangan oleh orang-orang yang melakukan penelitian. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku literature yang berkaitan dengan permasalahan. 3.2 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Metode wawancara Wawancara (interview) adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari nterwawancara (Suharsimi Arikunto 2006:155).Penulis melakukan metode wawancara dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang mengenai pengelolaan surat masuk dan surat keluar. 2. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, agenda atau sebagainya (Arikunto 2006 : 231) yang dilakukan penulis yaitu dengan mengumpulkan data dari buku-buku mengenai arsip maupun surat. 3.3 Metode Analisis Data Dalam hal ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif adalah metode penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan atau menggambarkan variable masa lalu dan sekarang (Suharsimi,2002:9) Penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dimaksudkan agar memperoleh gambaran dan tata secara sistematis tentang berbagai hal yang berkaitan

119

dengan pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar, sehingga penulis dapat menyusun dalam bentuk laporan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. PENUTUP Simpulan Dari penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dilaksanakan di Sub Bagian Umum dan Kepegawaian yang meliputi penerimaan surat, pencatatan surat, pengendalian surat, pengarahan surat dan penyimpanan. Pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang pada subbagian umum dan kepegawaian sudah berjalan cukup baik. Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang menggunakan sistem satu pintu, dan menggunakan sistem kartu kendali dan buku agenda, alasan menggunakan dua sistem ini yaitu jika terdapat kesalahan dalam penyimpanan kartu kendali dapat dibantu pencariannya dengan buku agenda. 2. Kendala-kendala yang dihadapi Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau alamat yang di tuju tidak lengkap, yaitu terdapat surat masuk yang alamat pengirim atau pembuat surat tidak lengkap dan terdapat surat yang tidak menuliskan alamat ke bidang yang di tuju, sehingga akan menghambat proses pengelolaannya, kurangnya ketelitian pegawai dalam pengelolaan surat, yaitu pegawai lupa menulis nomor surat dan alamat surat yang akan dituju, sehingga terkadang ada surat kembali DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Yogyakarta : Rineka Cipta Atmosudirjo, Prajudi. 1982. Kesekertarisan dan Administrasi Perkantoran. Jakarta : Ghalia Indonesia. Barthos, Basir. 2000. Manajemen Kearsipan. Jakarta : Bumi Aksara Moekijat. 1982. Tata Laksana Kantor. Bandung : Alumni Panji, Suhanda. 1981. Dasar-Dasar Korespondensi Niaga Bahasa Indonesia. Jakarta : Karya Utama Silmi, Sikka Mutiara. 2002. Panduan Menulis Surat Lengkap. Yogyakarta : Absolut Sutarto. 1981. Sekretaris Dan Tatawarkat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Widjaja, A W. 1990. Administrasi Kearsipan. Jakarta : CV Rajawali Wirladiharjo, H. Moeftie. 1991. Pedoman Administrasi Umum. Jakarta : Balai Pustaka Wursanto, Ig. 1991. Kearsipan I. Yogyakarta : Kanisius

120

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SEKRETARIS DALAM MANAJEMEN PERKANTORAN PADA BADAN KESATUAN BANGSA, POLITIK, DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG ABSTRAK INDAH FITRIA RAHAYUNINGRUM

Agar pelaksanan kegiatan kantor dapat berjalan dengan baik diperlukannya manajemen perkantoran untuk mengatasinya. Sekretaris dibutuhkan oleh setiap organisasi untuk membantu dalam bidang organisasi dan kedinasan, atau dengan kata lain, melaksanakan fungsi perkantoran pimpinan agar bisa berkonsentrasi dan melaksanakan tugas-tugas manajerialnya dengan baik. pengembangan diri sekretaris menjadi tuntutan dan kebutuhan yang terus menerus dan berkesinambungans sebagai upaya untuk meningkatkan kualitasnya dalam menghadapi tugasnya sehari-hari Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui peranan sekretaris organisasi dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. 2) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekretaris organisasi untuk meningkatkan kinerjanya pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. 3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi sekretaris organisasi dalam melaksanakan pekerjaannya di perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Kesimpulan, 1) Peranan sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 44 mengenai penjabaran tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang sekretaris melaksanakan peran ganda sebagai sekretaris pribadi yang bertugas membantu pimpinan. 2) Upaya peningkatan kualitas seketaris dalam manajemen perkantoran pada pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah pengembangan kepribadian yang dilakukan oleh diri sendiri dan pengembangan dari kantor. 3) Kendala-kendala yang Dihadapi Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah adanya keterlambatan pertanggung jawaban dari masing-masing bidang. Selain itu terjadinya tumpang tindih kegiatan sekretaris. Saran, 1) Karena ada indikasi peran sekretaris ganda, hendaknya ada kejelasan mengenai tugas sekretaris sebagai sekretaris organisasi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara tugasnya sebagai sekretaris organisasi dan sebagai sekretaris pribadi. 2) Apabila pekerjaan sekretaris organisasi sedang menumpuk, hendaknya sekretaris menunjuk bawahannya untuk menangani sebagian pekerjaannya yang sesuai dengan kompetensi bawahnnya tersebut. Kata kunci : Peningkatan Kualitas, Sekretaris, Manajemen Perkantoran, PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sesuai dengan fungsinya kantor mempunyai kegiatan perkantoran yang meliputi korespondensi, kearsipan, kepegawaian, dan sebagainya yang diatur dalam manajemen perkantoran. Agar manajemen perkantoran tersebut dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni. Untuk memperlancar pekerjaan pimpinan dibutuhkan sekretaris untuk membantu menyelesaikan tugas pimpinan supaya tujuan suatu organisasi dapat tercapai dengan baik. Tugas seorang sekretaris tentunya sesuai dengan fungsi jabatannya. Sekretaris organisasi yang mempunyai tugas lebih berat daripada sekretaris pribadi karena sekretaris organisasi mempunyai bawahan yang besar kecilnya ditentukan oleh besarnya organisasi tersebut. Seorang sekretaris organisasi, disamping bekerja atas instruksi, kadang-kadang juga bertugas dan mempunyai kedudukan sebagai pemimpin pelaksana yang memiliki wewenang ikut membuat keputusan, pengarahan,

121

melakukan koordinasi atas pelayanan administrasi, mengadakan pengawasan, serta melakukan penyempurnaan organisasi dan tata kerja. Untuk itu seorang sekretaris organisasi haruslah mempunyai kompetensi dan kepribadian yang sesuai dengan profesinya. Hal itu dilakukan dengan upaya pengembangan diri ataupun pengembangan dari instansi. Itu semua dilakukan agar dalam melaksanakan tugasnya dapat tepat sesuai dengan tujuan perusahaan serta mempunyai kualitas yang baik di mata atasan dan bawahannya. Dari hasil wawancara dengan Bapak Ari Djoko Santoso, SH, MM selaku sekretaris Badan terdapat satu sekretaris yang menjabat sebagai sekretaris organisasi. Sebagai sekretaris organisasi mempunyai wewenang mengatur manajemen perkantoran dan bertanggung jawab atas semua bidang yang ada di organisasi. Namun pada pelaksanaannya sekretaris juga melaksanakan tugas sesuai dengan perintah atasan untuk menyelesaikan tugas perkantoran seperti yang dilakukan sekretaris pribadi. Hal ini menyebabkan pekerjaan kantor sering tertunda sehingga produktivitas kantor menjadi menurun. Untuk itu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas sekretaris dalam menjalankan manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang agar pekerjaan kantor menjadi lancar. B. Tujuan Peneliitan 1. Untuk mengetahui peranan sekretaris 2. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekretaris untuk meningkatkan kualitasnya 3. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi sekretaris LANDASAN TEORI Kata sekretaris berasal dari Bahasa Latin yaitu secretum yang berarti rahasia. Kata ini juga dikenal dalam Bahasa Belanda secretaries, dalam bahasa Inggrisnya secretary. Dari pengertian ini seorang sekretaris dituntut untuk mampu menyimpan rahasia dalam melaksanakan pekerjaannya (Ernawati, 2004 :1). Menurut Rosidah dan Ambar Teguh Sulistiyani (2005 : 12), secara umum sekretaris berarti seseorang yang membantu pimpinan untuk melakukan pekerjaan kesekretariatan. Pekerjaan kesekretariatan meliputi korespondensi, kearsipan, analisa prosedur pekerjaan kantor, administrasi kepegawaian, dsb. Sedangkan sekretaris organisasi adalah seorang yang memimpin suatu sekretariat dari suatu perusahaan atau sekretariat dari suatu instansi pemerintah tertentu, dengan fungsi utama yaitu mengoordinasikan seluruh pelayanan administrasi yang menunjang operasional perusahaan (Yatimah, 2009 : 35). Menurut The Liang Gie dalam buku Durotul Yatimah (2009 : 20) manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan control) sampai menyelenggarakan secara tertib, sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya adalah office work (pekerjaan perkantoran). Menurut Hendarto dan Tulusharyono (2004 : 6) sekretaris memainkan peranan-peranan seperti : 1. Penjaga/beranda perusahaan Dalam menerima tamu, sekretaris menyeleksi siapa yang biasa dan tidak bisa bertemu dengan pimpinan, kapan waktunya supaya diatur jadwalnya dan tidak salaing bertabrakan. 2. Filter dan pengelola informasi Surat yang masuk dicatat, diatur, dan diolah terlebih dahulu. Sekretaris mencari, mengolah, menyimpan, mengatur, dan bila diperlukan mencari informasi-informasi yang diperlukan pimpinan. Boleh dikatakan bahwa sekretaris adalah orang yang paling tahu berbagai hal yang strategis sebuah perusahaan. 3. Asisten pribadi/tangan kanan pimpinan Sekretaris membantu pimpinan dalam tugas-tugas sehari-hari bahkan untuk banyak kesempatan mewakili pimpinan untuk keperluan perusahaan. 4. Screet keeper/pemegang rahasia Sekretaris yang baik menyadari bahwa ia memiliki informasi yang tidak boleh diteruskan kepada pihak lain yang tidak berhak. 5. Penasihat unutk dimintakan berbagai pendapat

122

Pre Service Trainning Adalah latihan yang diberikan pada waktu sekarang belum menempati jabatan tertentu. ide. (Sedarmayanti. Objek Penelitian Bidang Kesekretariatan Badan Kesatuan Bangsa. b. SH. Peranan yang berisi kedudukan. Pengembangan sekretaris dalam realisasinya dapat dilakukan baik oleh dirinya sendiri maupun atas prakarsa organisasi. 6. Metode Pengumpulan Data 1. Semarang. 2. latihan jabatan ini dilaksanakan oleh organisasi/perusahaan. Selain itu Tugas-tugas yang tidak terselesaikan secara tuntas akan mengakibatkan adanya rasa tidak puas yang pada akhirnya menimbulkan stress. 2. Jl. kendala. Jenis Data 1. dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Semarang yang terletak di lantai 6 Gedung Pandanaran. dsb. Perawat/pelindung Walaupun bersifat priobadi. yang meliputi : a. C. Konflik merupakan perbedaan pada opini. kebutuhan.Penghuibung atau humas Sekretaris berdiri diantara pimpinan dan pihak lain. serta upaya peningkatan kualitas sekretaris. dan usaha mengembangkan kepribadian sekretaris . Konflik juga berarti perselisihan dan keberadaan konflik memang tidak terhindarkan. B. MM selaku sekretaris Badan mengenai peran sekretaris. Pendidikan formal yang diselenggarakan pendidikan umum.175. tempat sekretaris bekerja. METODE PENELITIAN A. tugas. fungsi. In Service Trainning Yaitu latihan yang dilakukan pada saat sekretaris sedang menduduki jabatannya. 3. 7. Salah satu diantaranya yaitu dengan melalui pendidikan dan latihan. Kendala-kendala yang dihadapi sekretaris meliputi kendala-kendala dan upaya-upaya dalam menangani manajemen perkantoran. Untuk itu sekretaris harus pandai menjabarkan kebijakan pimpinan ataupun menjadi penyampai informasi dari luar. mencakup : 1. Upaya peningkatan kualitas sekretaris meliputi syarat-syarat untuk menjadi sekretaris. Menurut ISI Jabar & sekretaris di PT Sanbe Farma sekretaris tak lepas dari konflik. 123 . 2. 1990 : 143). keinginan. Pemuda No. dan peranan sekretaris dalam manajemen perkantoran. Objek Kajian 1. D. Politik. Latihan pra jabatan. kebiasaan. Data Primer wawancara langsung dengan Bapak Ari Djoko Santoso. Metode Wawancara Wawancara dilakukan sesuai dengan pedoman wawancara yang telah dibuat sebelumnya. etika yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris. sekretaris harus memperhatiakan keselamatan dan kesehatan pimpinan termasuk di dalamnya menciptakan suasana kerja yang menyenangkan sehingga pimpinan tidak cepat lelah. Data Sekunder sumber data sekunder adalah dokumentasi dari sumber bacaan yang berkaitan dengan masalah yang terjadi untuk mendukung hasil wawancara.

2. Dokumentasi mengumpulkan data seperti buku profil, Peraturan Walikota, struktur organisasi sebagai data untuk memperkuat pernyataan yang dikemukakan oleh narasumber dalam wawancara.

E. Metode Analisis Data
Menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisa dengan argumen-argumen dan tidak menggunakan angka-angka yang dihitung secara statistik. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Peranan Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran a. Kedudukan Sekretaris dalam Organisasi Kedudukan seorang sekretaris di Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Semarang termasuk Sekretaris Organisasi dan merupakan kepala bidang Sekretariat. Berada di bawah Pimpinan langsung maka bertanggung jawab langsung kepada pimpinan. serta mempunyai kewenangan di atas Kepala Bagian.

b.

Tugas Sekretaris Sesuai dengan dengan Peraturan Walikota tahun 2008 Nomor 44 Tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang, pasal 6 sekretariat mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan dan mensinkronisasian, membina, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan tugas Kesekretariatan, bidang Idiologi dan Kewaspadaan Nasional, bidang Ketahanan Bangsa, bidang Politik Dalam Negeri, serta bidang Perlindungan Masyarakat. Fungsi Sekretaris Fungsi sekretariat pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat tertuang pada pasal 7 Peraturan Walikota Nomor 44 tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang yang merupakan penjabaran dari tugas sekretaris yang terdapat pada pasal 6.

c.

Peran Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang 1. Pelindung organisasi 2. Sebagai pusat informasi 3. Wakil pimpinan 4. Pemegang rahasia 5. Humas 2. Upaya Peningkatan Kualitas Seketaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang a. Syarat-syarat menjadi seketaris Berdasar hasil wawancara dengan Bapak Ari Djoko Santoso, SH, MM selaku Seketaris Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang mengatakan bahwa tidak ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Karena Sekretaris diangkat oleh Walikota melalui promosi jabatan yang disarankan oleh kepala badan. b. Etika yang Harus dimiliki Sekretaris

d.

124

Sesuai dengan Undang-undang Pegawai Negeri Sipil, sama seperti Pegawai Negeri Sipil lainnya kode etik Sekretaris diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. c. Usaha Pengembangan Kepribadian Sekretaris 1) Pengembangan diri sendiri a) Banyak membaca buku tidak hanya buku mengenai sekretaris, namun buku-buku lain yang dapat menunjang kemampuan sekretaris sesuai dengan peranannnya. b) Memperbaharui berita dengan menyaksikan siaran berita, membaca koran, atau browsing di internet. c) Bersikap terbuka atas kritik baik dari atasan maupun dengan bawahan. d) Bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepadanya. e) Mendekatkan diri tidak hanya dengan atasan tapi dengan bawahan agar bisa terjalin komunikasi yang baik dengan bawahan. 2) Pengembangan dari instansi a) Mengikuti diklat Diklat yang pernah diikuri sekretaris antara lain diklat mengenai wawasan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengah, diklat mengenai manajemen kantor, diklat mengenai pelaksanan tata usaha, kepegawaian dan sarana prasarana rumah tangga kantor aparatur pemerintah. b) Mengikuti seminar Biasanya keikutsertaan sekretaris dalam seminar adalah atas undangan dari penyelenggara seminar. Dalam seminar ini sekretaris berlaku sebagai perwakilan Badan atau mewakili Kepala Badan jika berhalangan hadir. Seminar yang pernah diikuti sekretaris antara lain seminar Pelaksanaan Demokrasi warga Jawa Tengah yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah pada saat menjelang Pemilu Gubernur Jawa Tengah. Selain itu beliau juga pernah mengikuti Seminar tentang Birokrasi yang diadakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). c) Mengikuti Outbond Kegiatan outbond dilaksanakan tidak hanya sebagai media untuk refressing bagi pegawai, namun yang lebih penting adalah mengakrabkan seluruh pegawai yang bekerja di kantor. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menambah keakraban diantara semua pegawai sehingga kerjasama yang dilakukan saat bekerja bisa terjalin dengan baik. Outbond ini dilaksanakan setahun dengan menggunakan anggaran rumah tangga badan.

3. Kendala-kendala yang dihadapi Seketaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang 1) Pertanggung jawaban kegiatan kepada sekretaris sebagai kepala sekretariat, dari masingmasing bidang sering tidak tepat dalam pelaporannya, sehingga kegiatan lain dari bidang tersebut menjadi terhenti. Hal ini terjadi karena bidang-bidang biasanya untuk membuat laporan kurang adanya kontrol dari kepala bidang kepada staff untuk membuat pelaporan kegiatan yang telah dilaksanakan. Untuk mengatasi masalah ini, sekretaris melakukan rapat koordinasi dengan bidang-bidang yang menangani kegiatan tersebut kemudian dicari akar permasalahan yang menyebabkan masalah itu terjadi, untuk kemudian dicari jalan keluarnya. 2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang terjadi tumpang tindih antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. Hal itu terjadi karena antara kegiatan satu yang belum terselesaikan ada kegiatan yang lain yang harus dikerjakan baik yang berasal dari pimpinan atau bukan. Untuk mengatasi masalah tesebut beliau memilih pekerjaan mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu kemudian

125

menyelesaikan pekerjaan yang lain. Bahkan kadang-kadang pekerjaan tersebut bila tidak selesai dilanjutkan dirumah. B. PEMBAHASAN Peranan sekretaris organisasi tersebut cukup baik, karena sudah sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen. Namun sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang melakukan tugas ganda sebagai sekretaris pribadi, yaitu dengan melaksanakan tugas yang biasa dilakukan sekretaris pribadi seperti membuat perencanaan perjalanan dinas pimpinan, menemani pimpinan menghadiri suatu acara, serta menerima tamu yang datang untuk kepentingan pimpinan. Namun hal itu dilaksanakan dengan sadar dan sudah biasa dilakukannya setiap saat sebagai bentuk pengabdiannya kepada pimpinan. Padahal secara tidak langsung itu dapat menghambat pekerjaan sekretaris yang lainnya yang seperti diketahui tugas sebagai seorang sekretaris organisasi tidaklah sedikit, sehingga memungkinkan pekerjaan lain akan terbengkalai. Untuk itu sekretaris hendaklah mengatur jadwal kegiatannya dengan baik, agar semua kegiatan yang dilaksanakannya dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan fungsi dan peranannya. Dari usaha pengembangan diri sekretaris sudah melakukan pengembangan dengan baik karena disela-sela waktu sibuk melaksanakan tugas yang banyak, dia masih meluangkan waktu untuk menambah ilmu pengetahuannya dengan membaca buku atau memperbaharui berita. Selain itu sebagai orang yang disegani oleh bawahannya dia dapat bersikap terbuka atas kritik, serta bertanggung jawab atas tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Hal itu dilakukan agar dia bisa menjadi jembatan antara bawahan dengan atasan. Sedangkan dari Badan pengembangan kepribadian dari instansi sudah memfasilitasi pegawainya tidak hanya sekretaris organisasi saja untuk berkembang dan meningkatkan kompetensinya. Untuk itu sudah selayaknya sekretaris organisasi dapat memanfaatkannya sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuannya baik untuk diri sendiri atau untuk instansi untuk kemudian diterapkan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sekretaris organisasi dalam menjalankan manajemen kantor. Agar sekretaris menjadi sekretaris organisasi yang berkualitas di mata bawahan dan atasannya. Dalam melaksanakan peranannya dalam manajemen perkantoran kadang-kadang sekretaris menemui kendala yang terjadi namun dalam mengatasi kendala dalam hal pelaporan pertanggung jawaban kegiatan jika terlambat sebaiknya sekretaris tidak membiarkannya berlarut-larut dengan cara memberikan batas waktu kepada bidang tersebut. Karena jika keterlambatan semakin lama akar permasalahannya semakin sulit untuk dipecahkan dan menyita banyak waktu. Dan mengenai tugas yang tumpang tindih seharusnya sekretaris tidak melanjutkan pekerjaan yang belum selesai ke rumah jika hal itu diteruskan maka sekretaris tidak akan mempunyai waktu untuk istirahat di rumah maka yang terjadi dia akan merasa lelah atau mengantuk di kantor sehingga pekerjaan kantor menjadi terbengkalai.

PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis mengenai upaya peningkatan kualitas sekretaris dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang serta pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Peranan sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang sudah diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 44 mengenai penjabaran tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang sekretaris melaksanakan peran ganda sebagai sekretaris pribadi yang bertugas membantu pimpinan. 2. Upaya peningkatan kualitas seketaris dalam manajemen perkantoran pada pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah pengembangan kepribadian yang dilakukan oleh diri sendiri dan pengembangan dari kantor. 3. Kendala-kendala yang Dihadapi Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah adanya

126

keterlambatan pertanggung jawaban dari masing-masing bidang. Selain itu terjadinya tumpang tindih kegiatan sekretaris. B. Saran Kualitas sekretaris dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang sudah baik namun ada beberapa kekuarangan yang dapat mengurangi kelancaran pekerjaan kantor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis saran yang dapat disampaikan antara lain : 1. Karena ada indikasi peran sekretaris ganda, hendaknya ada kejelasan mengenai tugas sekretaris sebagai sekretaris organisasi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara tugasnya sebagai sekretaris organisasi dan sebagai sekretaris pribadi. 2. Apabila pekerjaan sekretaris organisasi sedang menumpuk, hendaknya sekretaris menunjuk bawahannya untuk menangani sebagian pekerjaannya yang sesuai dengan kompetensi bawahnnya tersebut.

127

pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi”. Suatu urutan kegiatan klerikal dimana terdapat ketergantungan sistem. Tujuan dalam pelaksanaan penelitian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah adalah untuk mengetahui perencanaan.PROSEDUR ADMINISTRASI PERALATAN KANTOR PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH Abstrak Rodhiana Dewi Nugrah Apriliana Peralatan kantor sangat penting bagi perusahaan. Pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah yang beralamatkan di Jalan Jenderal Gatot Subroto. Tarubudaya Ungaran. meja. Peralatan kantor sangat penting bagi perusahaan. pemeliharaan dan penghapusan peralatan kantor. Peralatan kantor mempunyai berbagai macam kegunaan antara lain: dapat mempertinggi tingkat kemampuan kerja pegawai. penempatan. Metode pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. penempatan. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi disebut Prosedur Administrasi Peralatan Kantor. Apabila prosedur administrasi peralatan kantor tidak berjalan dengan baik. penghematan biaya. Key word : prosedur administrasi peralatan kantor I. pengadaan. almari arsip. komputer. penempatan. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. terganggunya aktivitas perusahaan akan menimbulkan pengaruh buruk pada hasil/tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. dan lain-lain. 2) pengadaan. Hambatan-hambatan tersebut misalnya apabila terjadi kerusakan total pada peralatan kantor akan mengganggu jalannya aktivitas perusahaan. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. Suatu urutan kegiatan klerikal dimana terdapat ketergantungan sistem. kursi. maka diperlukan suatu tindakan penanganan dan pengelolaan terhadap peralatan tersebut secara baik. pencatatan. Salah satu sarana dan prasarana yang mutlak diperlukan adalah peralatan kantor. Contoh kasus 128 . Prosedur administrasi peralatan kantor adalah ”suatu urutan kegiatan klerikal di mana terdapat ketergantungan sistem. maka diperlukan suatu tindakan penanganan dan pengelolaan terhadap peralatan tersebut secara baik. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. pencatatan. pengadaan. mesin pengganda. pencatatan. sehingga untuk memperoleh peralatan kantor harus melalui beberapa tahapan. 5) pemeliharaan dan 6) penghapusan peralatan kantor (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007: pasal 4 ayat 2). misalnya: mesin. penempatan. Permintaan barang tidak bisa dilakukan secara mendadak harus melalui perencanaan terlebih dahulu. akan menimbulkan hambatan-hambatan. untuk mendapatkan peralatan kantor harus sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah. tenaga dan waktu juga menjamin kecermatan dan ketelitian kerja pegawai. PENDAHULUAN Perusahaan selain memiliki Sumber Daya Manusia yang terampil (Skill). Sumber data utama dalam penelitian kualitatif dengan jenis data primer dan sekunder. 4) penempatan. juga harus memiliki sarana dan prasarana yang baik untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. pengadaan. jam. pengadaan. pencatatan. Dalam pengadaan peralatan kantor harus melalui prosedur antara lain: 1) penggolongan dan perencanaan. 3) pencatatan. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi disebut Prosedur Administrasi Peralatan Kantor. mesin hitung.

Untuk mengetahui Pencatatan Peralatan Kantor. 5. Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. buku-buku literatur. 3. Bagan Organisasi. penempatan. pencatatan. 2. agenda. dan dicatat untuk pertama kalinya 2. Pengeluaran dan Persediaan Barang. Metode pengumpulan data 1. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dalam pelaksanaan penelitian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah adalah: 1. 5. KESIMPULAN Prosedur administrasi peralatan kantor adalah ”suatu urutan kegiatan klerikal di mana terdapat ketergantungan sistem. Untuk mengetahui pemeliharaan Peralatan Kantor. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. III. Rencana Operasional Kerja (ROK). IV. C. Form Buku Penerimaan. notulen rapat. 6. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Jenis Data 1. 2. Untuk mengetahui Perencanaan Peralatan Kantor. 4. Adapun data-data yang diperoleh dari metode dokumentasi adalah: 1. Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Untuk mengetahui penghapusan Peralatan Kantor. pengadaan. 3. yang ada hubungannya dengan penyusunan karya ilmiah. Untuk mengetahui Penempatan Peralatan Kantor. II. Rencana biaya pemeliharaan Dinas. 8. Sumber Data Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan yang selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen B. Data sekunder ini dapat berupa dokumen-dokumen mengenai masalah tersebut baik dari brosur-brosur. buku. untuk melakukan service/pengadaan peralatan tersebut harus melalui prosedur yang ada. 2006:231). transkrip. Data sekunder diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian yang berupa informasi secara tertulis. 9. surat kabar. Dokumen penghapusan. 2.pada Bagian Umum dan Kepegawaian ada komputer rusak sehingga menghambat pekerjaan. 4. 2006:155). diamati. 7. dan sebagainya (Suharsimi. METODE PENELITIAN A. prasasti. 6. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi”. lengger. Prosedur administrasi peralatan kantor dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 129 . Dokumen pengadaan Barang. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewer) (Suharsimi. Untuk mengetahui Pengadaan Peralatan Kantor. majalah. catatan-catatan tertulis. Form Kartu Inventaris Ruangan.

2. b. a. PERENCANAAN Penggolongan Peralatan Penganggaran PENGADAAN PENCATATAN PENEMPATAN PEMELIHARAAN PENGHAPUSAN A.Bagian Program (direkap) Form RKA dijadikan Form DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) Monitoring dan Evaluasi (monev) Pelaksana an kegiatan (12bulan) Dokumen Rencana Operasional kegiatan ROK (belanja per kegiatan perbulan) DPA diserahkan oleh Gubernur kepada Kepala SKPD Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah B. Pertimbangan teknologi. Pengadaan Peralatan Kantor Pengadaan Peralatan Kantor di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah meliputi: 1. Tahapan Penganggaran Peralatan Kantor pada Dinas dapat dilihat pada gambar berikut ini Gambar 1 Penganggaran Peralatan Kantor Perencanaan Penganggaran Usulan (RKA&RAB) Masuk ke Sub. Cara Swakelola 130 . 50. Peralatan Kantor tidak tahan lama atau habis pakai adalah peralatan yang biasanya hanya dipakai dalam waktu singkat 2. 2. 50. Peralatan kantor tahan lama yaitu peralatan yang dipakai/ dimanfaatkan untuk memperlancar pekerjaan lebih satu tahun b..(lima puluh juta rupiah). Adanya barang-barang rusak.000.. Mengangkat Panitia/Pejabat pengadaan barang/jasa. Pengadaan peralatan Barang/Jasa yang dilakukan di Dinas menggunakan dua cara yaitu: a. Penggolongan Perlatan Kantor yaitu: a. 1.000. Penetapan paket-paket pengadaan barang/jasa.GAMBAR 1 PROSEDUR ADMINISTRASI PERALATAN KANTOR 1. Pantia pengadaan barang/jasa dibentuk apabila pengadaan barang/jasa dengan nilai Pagu anggaran lebih dari Rp.000. atau sebab lain. Perencanaan Peralatan Kantor Dalam melakukan perencanaan kebutuhan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: untuk mengisi kebutuhan barang. Menyusun perencanaan pengadaan barang/jasa.000. dijual. menjaga tingkat persediaan barang agar efisien dan efektif. Pejabat pengadaan barang/jasa dibentuk apabila pengadaan barang/jasa dengan nilai Pagu anggaran kurang dari Rp. dihapus.(lima puluh juta rupiah). 3.

 Pelelangan adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan cara diumumkan secara terbuka melalui media cetak dan papan pengumuman. Menyiapkan dan melaksanakan perjanjian/Pagu anggaran dengan pihak penyedia barang/jasa.000. Dicatat pada buku pengeluaran barang (pakai habis). 3. c. Melaporkan pelaksanaan/penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada Pimpinan Instansinya.4. 50. 5.s. Menggunakan Penyedia Barang/Jasa jika pengadaan barang dengan nilai di atas Rp.000. Pencatatan dalam kartu pemeliharaan/perawatan barang dilakukan oleh pengurus barang.000. Dicatat pada buku pengadaan barang. Barang dicatat dalam kartu inventaris barang (KIB). d.. Pencatatan Peralatan Kantor 1.000. D. Kemudian peralatan di tulis pada bon permintaan/ pengeluaran. Dicatat pada buku Penerimaan barang (pakai habis) . Menyerahkan aset pengadaan barang/jasa dan aset lainnya kepada pimpinan dengan berita acara penyerahan. b.000. Penempatan Peralatan Kantor Penempatan peralatan kantor yang dilakukan pada Dinas menggunakan asas-asas sebagai berikut: 1. Asas mengenai jarak terpendek. Rp. 7. Setiap jenis barang harus dibuat kartu pemeliharan/perawatan yang memuat: b.000. Pemilihan Langsung adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan cara pemilihan langsung dari sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) penyedia barang/jasa dengan nilai pagu anggaran di atas Rp.mengacu pada Keppres 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang/jasa yang terdiri dari:  Penunjukan Langsung adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan dengan cara menunjuk langsung dari sekurang-kurangnya ada satu penyedia barang/jasa. b. 3. 9. 5. Barang dicatat pada buku penerimaan barang. Dicatat pada buku barang inventaris 2.000. Barang Tahan Lama Tahapan dalam pencatatan barang tahan lama adalah sebagai berikut: a. C. Barang dicatat dalam kartu inventaris ruangan (KIR. dengan nilai pagu anggaran lebih dari Rp. Pemeliharaan Peralatan Kantor Pemeliharaan peralatan kantor pada Dinas adalah sebagai berikut: 131 . 100. b. Pencatatan pemeliharaan Barang a. Asas mengenai penggunaan segenap ruangan. Penandatanganan fakta Integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang/jasa sebelum dimulai. 11. Dengan nilai pagu anggaran sampai dengan Rp. Dicatat pada buku pengadaan barang. E. 10. Pengawasan pelaksanaan perjanjian/Pagu anggaran .Penetapan harga perkiraan sendiri (HPS) Penetapan Jadwal Pelaksanaan. Asas mengenai rangkaian kerja.000. 8. c. 50. Menetapkan dan mengesahkan hasil pengadaan panitia/pejabat pengadaan barang/jasa. 2.d. d.. 12. e.000. Barang Habis Pakai (Alat Tulis Cetak = ATC) Tahapan pencatatan barang habis pakai pada Dinas adalah sebagai berikut: a. 100. Menetapkan besaran uang muka yang menjadi hak penyedia barang/jasa sesuai ketentuan yang berlaku. 6.000.

PT Penebar Swadaya: Jakarta Siagian. Penghapusan Perbekalan. Murti. Filsafat Administarsi. Administrasi Perkantoran Untuk Manajer dan Staf. Lexy J. Semarang: Diperbanyak oleh Cv. (31 Maret 2010) Mardiasmo. 2003. 2002.ac.php?view=article&catid=25%3 Aindustri&id= 457%3Amanajemenperawatan&option=com_content&Itemid=15. Andi: Yogyakarta Moekijat. Penghapusan Peralatan Kantor Penghapusan peralatan kantor pada Dinas dikarenakan: 1. Erlangga: Jakarta Nuraida. Pemeliharaan dilakukan oleh pihak kedua (rekanan/penyedia jasa) F. Barang tersebut diletakkan dalam gudang. Sistem Akuntansi. Bandung : PT. Kanisius: Yogyakarta Olah.fkip. John Soeprihanto. Petugas Penghapusan membuat rencana penghapusan barang. PT. 2009. 1998. Cv Armico: Yogyakarta Arikunto. Administrasi Perkantoran Modern.wordpress. DPPAD akan mengusulkan kepada DPRD 8.scribd. 5. barang atau peralatan didalam ruangannya dalam kondisi rusak 2. 2009. Petugas penghapusan mendata barang atau peralatan tersebut. Pengantar Bisnis. Mandar Maju: Bandung Moleong.1. Politeknik Negeri Semarang: Semarang Sadar. Kiat Memenangkan Tender Barang & Jasa. 1988. 2006. Suharsimi. 2005. Manajemen administrasi Perkantoran.com/ doc/5226194/BAb-7-penghapusan-perbekalan. Selanjutnya uji fisik/keur dilakukan oleh kantor Komunikasi Informasi (KOMINFO) dan Dinas Perhubungan. The Liang. Mulyadi. Remaja Rosdakarya. Badri.id/library/index. DAFTAR PUSATAKA Adya Barata. Ida. Pemeliharaan setiap hari atau secara rutin oleh pegawai sendiri. Ilmu Administrasi. CV. Setelah persetujuan Dewan/Gubernur dijual secara umum. V. 2. 1993. Barang dicatat dalam buku inventaris dengan keterangan rusak. Heri. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Manajemen Perawatan. dkk. Visimedia: Jakarta Kurniawan. 2008. 10. Diunduh dari Just another Student. Liberty: Yogyakarta Haryadi. Perbekalan / Perabotan / Alat – Alat Kantor. Sabinus. 2008. Sinar Baru Algensindo: Bandung Sumarni.ac. Administrasi Perkantoran. Belajar. Ulbert. 3. 2010. Hendi. Rineka Cipta: Jakarta Gie.uns. Diunduh dari http://www. Akuntansi Sektor Publik. 2008. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif.com/2009/07/05/mengapa-manajemen-pemeliharaan/. Liberty: Yogyakarta Supardiyo. 2004. Akuntansi Bisnis untuk Perusahaan Jasa. Diunduh dari http://www. Duta Nusindo Poniman. Atep. 2006. (31 Maret 2010) 132 .id Blogs weblog. Bumi Aksara: Jakarta Silalahi. 2009. Mengapa Manajemen Pemeliharaan. (19 Maret 2010) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketujuh Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Kemudian Dinas mengadakan lelang untuk barang tersebut. (31 Maret 2010) Sutopo. Dasar-dasar Akuntansi. 2009. Badan Diklat Prajabatan Golongan III: Jakarta Tizna. 4. 9. 2000. Dagang dan Industri. 2009. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. 6. ittelkom. 1995. Perencanaan tersebut dajukan ke kantor DPPAD 7. Sondang P. Yogyakarta Munir Sukoco. Administrasi Manajemen dan Organisasi. Diunduh dari http://supardiyo.

Semarang : Penelitian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah 133 . processing serta keluaran yang akan berguna dalam pengambilan keputusan.47 komputer per 100 penduduk yang berada pada urutan ke-15 dari 18 negara di Asia Pasifik dan ke-7 dari 10 negara di ASEAN. Kondisi rendahnya kepemilikan dan penggunaan TIK ini terjadi pada semua sektor di Indonesia. Selain itu. 2008. telah berpengaruh pada segala aspek kehidupan baik personal maupun komunal. 2009. masih terjadi kesenjangan penguasaan TIK (digital devides) antar staf sehingga menjadi salah satu penghambat pelaksanaan pelayanan publik. Impelementasi TIK dalam administrasi perkantoran yang berfungsi sebagai komunikator dan pemberi informasi sangat tergantung pada sumber daya fisik yang berfungsi pemberi input. Pada sektor pendidikan. telah berpengaruh pada segala aspek kehidupan baik personal maupun komunal. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat. pada sektor pelayanan publik. Makin besar organisasi akan menyebabkan alur birokrasi yang makin panjang sehingga proses dokumen akan menjadi makin lama. Densitas Pengguna Internet juga masih rendah yaitu 7. Model Kompetensi Guru RSBI. 21 – 23 Mei 2008 di Jakarta 4 Arief Yulianto. Untuk mengatasinya seringkali proses administrasi dokumen disederhanakan atau bahkan diabaikan.DESAIN IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN Arief Yuliato Email : ariefyoelianto@gmail. masih terdapat lemahnya penguasaan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran oleh guru RSBI4. Pemanfaatan dan penggunaan TIK akan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam semua aktivitas yang dilakukannya.18 per 100 penduduk2. Pemanfaatan dan penggunaan TIK akan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam semua aktivitas yang dilakukannya. Pendahuluan Penetrasi pengguna komputer dan internet juga masih tertinggal jauh dari negara lain. masih terdapat lemahnya penguasaan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran oleh guru RSBI. Menurut International Telecommunication Union (ITU). Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. Alifia Yulfitri. Pada sektor pendidikan. Hal ini menjadikan informasi sebagai komoditas penting dan strategis yang sekaligus menjadi kebutuhan masyarakat modern. 2009. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat. Untuk mengatasinya seringkali proses administrasi dokumen disederhanakan 2 Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 3 Tatiek Maryati.com Abstrak Kondisi rendahnya kepemilikan dan penggunaan TIK ini terjadi pada semua sektor di Indonesia. Melihat permasalahan dalam aktivitas perkantoran yang dituntut efektif dan efisien dan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Komputer-Densitas di Indonesia yaitu 1. Pengukuran Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan TIK di Lingkungan Pegawai Pemerintahan. baik sektor public maupun sector private. Makin besar organisasi akan menyebabkan alur birokrasi yang makin panjang sehingga proses dokumen akan menjadi makin lama. baik sektor public maupun sector private. pada sektor pelayanan publik. maka perlu dibangun suatu desain TIK terpadu dalam implementasi untuk mendukung aktivitas administrasi perkantoran. Makalah disampaikan dalam Konferensi dan Temu Nasional TIK untuk Indonesia. Perubahan tersebut telah membawa dampak terhadap strategi bisnis serta realisasi rencana pengembangan ke depan yang meninggalkan cara-cara konvensional Administrasi yang merupakan salah satu fungsi dalam perkantoran tidak dapat terlepas dari perubahan paradigma pemanfaatan dan penggunaan TIK. masih terjadi kesenjangan penguasaan TIK (digital devides) antar staf sehingga menjadi salah satu penghambat pelaksanaan pelayanan publik3.

yaitu kelompok yang terdiri atas 2 orang atau lebih. misalnya: pemeliharaan uang kontan. antar personal dalam organisasi maupun antar organisasi itu sendiri. dan sebagainya 5. Administrasi Perkantoran Modern. Efisiensi dan efektivitas sebagai dasar aktivitas organisasi. harga-harga. sehingga : 1. waktu dan semakin cepatnya pengambilan keputusan yang dilakukan. Dwi Eko Waluyo 5 6 The Liang Gie. Pentingnya TIK dalam Administrasi Perkantoran Perubahan lingkungan eksternal yang cenderung uncontrollable dan lingkungan internal yang dinamis menuntur organisasi untuk melakukan penyesuain dalam kegiatan perkantoran. (c) Adanya kegiatan/proses/usaha. IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN Melihat permasalahan dalam aktivitas perkantoran yang dituntut efektif dan efisien dan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kegiatan perkantoran berfungsi untuk memberikan pelayanan komunikasi dan catatan-catatan (dokumen. Yogyakarta : Nurcahya Yogyakarta Irwan Yantu. sehingga akan meminimalkan bahkan mengeliminasi proses dan prosedur yang dapat dihilangkan. Untuk memberikan keterangan. Menyediakan sistem administrasi terpadu sehingga memudahkan penelusuran surat (tracking). Untuk menyusun keterangan. Untuk menjamin aktiva. pengadaan persediaan. kepemimpinan dan pengawasan. (e) Adanya tujuan yang telah ditetapkan6. 2006 Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Perkantoran. maka perlu dibangun suatu desain TIK terpadu dalam implementasi untuk mendukung aktivitas administrasi perkantoran. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo 134 . pencarian data dan monitoring 4. dan sebagainya 4. dan sebagainya. 1981. perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat mulai diimplementasikannya teknologi digital menggantikan teknologi analog yang mulai menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya dalam administrasi perkantoran. Digitalisasi semua perangkat perkantoran yang kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer berdampak pada penggunaan alat-alat yang dapat menggantikan fungsi manusia dan penyederhaan prosedur dalam perkantoran yang akan berakibat pada semakin efisien dan efektif fungsi administrasi perkantoran. dan sebagainya Administrasi sebagai kegiatan dari pada kelompok yang mengadakan kerja sama untuk menyelesaiakan tujuan bersama. Menyediakan akses secepatnya dari mana saja bagi yang membutuhkan dalam mengirim ataupun merespon surat yang diterima. Saat ini administrasi perkantoran tidak dapat terlepas dari pemanfaatan dan penggunaan TIK atau sering disebut sebagai era otomatisasi perkantoran (Office Automation / OA). dan sebagainya 2. data) yang dibutuhkan oleh pihak yang membutuhkan. Memberikan fasilitas dalam pembuatan laporan administrasi dokumen pada setiap fungsi dan bagian organisasi. Aktivitas administrasi akan berlangsung dengan lancar bila (a) Adanya kelompok manusia. Berdasarkan definisi konsep tersebut. Dalam sebuah organisasi. Hal tersebut berdampak menimbulkan masalah dalam monitoring dan pencarian dokumen selain tentu saja mengurangi legalitas kegiatannya. misalnya: catatan –catatan tentang pegawai. Secara terinci fungsi kantor itu adalah sebagai berikut5 : 1. fungsi perkantoran memiliki fungsi utama sebagai mediator dan fasilitator antar fungsi dan bagian dalam organisasi. misalnya: daftar barang-barang dagangan. Untuk mencatat keterangan. 3. Memudahkan seluruh staf administrasi pada masing-masing fungsi dan bagian dalam organisasi sehingga menjamin tertib administrasi 2. maka administrasi perkantoran dapat diuraikan fungsi pendukung dalam penyelengaraan aktivitas perkantoran yang meliputi pelayanan komunikasi dan catatan-catatan dari suatu organisasi. taksiran-taksiran. (b) Adanya kerja sama dari kelompok tersebut. misalnya: dalam pembiayaan. Di lain pihak. dimana proses dan prosedural tersebut akan berdampak pada penghematan biaya. 3. Untuk menerima keterangan misalnya : surat-surat. (d) Adanya bimbingan. pembukuan.atau bahkan diabaikan. harga.

Sistem Elektronik Informal berarti sistem perkantoran yang tidak direncanakan atau diuraikan secara tertulis. mengolah data. proses maupun output.org/TR/REC-html40. Data menggunakan komputer. 2001 135 . Mendapatkan data. Prentice Hall. Management Informastion System.w3. mengolah data. software dan brainware) yang dapat diuraikan sebagai berikut. menyiapkan menyimpan data. tanpa aplikasi TIK. Sistem-sistem OA informal ini diterapkan saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi keperluannya sendiri. Tabel 1 : Definisi dan Aktivitas tentang Database dan Aplikasi TIK dalam Perkantoran Keterangan Data base Aplikasi TIK Definisi Kumpulan data yang terintegrasi dari Aplikasi perkantoran menggunakan seluruh sumber daya dalam peralatan elektronik non komputer perusahaan. Aktivitas Mendapatkan data. DESAIN PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN BERBASIS BEST PRACTISES 7 Disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Alat dan Lab Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Semarang tanggal 25 Nopember 2000. 2. Semua perusahaan menerapkan sistem formal untuk memenuhi kebutuhan organisasi. menyimpan data. Sumber : http://www. Sistem Elektronik Formal dimaksudkan sebagai kegiatan perkantoran yang didokumentasikan dengan suatu prosedur tertulis. menyiapkan dokumen berdasarkan pemakai dokumen berdasarkan pemakai database dan dari sudut pandang database dan dari sudut pandang perancang database perancang database Dari tabel di atas diketahui bahwa aktivitas antara database dan aplikasi TIK adalah sama yaitu saling terkait. database yang dimiliki kurang maksimal begitu pula jika aplikasi TIK tidak mampu menghasilkan data base akan berdampak pada aktivitas admistrasi perkantoran. Misalnya untuk pengelolaan informasi yang didistribusikan ke manajer yang berupa laporan-laporan periodik amupun laporan khusus. baik sumber daya dan aplikasi perkantoran masukan. seperti pada gambar berikut : Tabel 1 : Implementasi TIK dalam Administrasi Perkantoran8 TIK Terdapat dua variabel utama dalam implementasi TIK yang harus tersedia yaitu database dan applikasi TIK (hardware. yang dapat didefinisikan sistem elektronik tersebut sebagai berikut : 1. Misalnya melakukan konsultasi atau diskusi dengan pengambil keputusan lain. processing serta keluaran yang akan berguna dalam pengambilan keputusan. a Study of Computer-Based Information System. Dalam yang sudah terproses menjadi banyak hal fungsi dari kedua jenis informasi dalam database juga aplikasi di atas adalah sama hanya didapatkan dari lingkungan sistem peralatannya saja yang berbeda perusahaan serta data-data hasil olahan dari para manager sebagai problem solver. 8th edition. diakses tanggal 2 Oktober 2010 8 Adopsi dari Raymond Mc Leod. Impelementasi TIK dalam administrasi perkantoran yang berfungsi sebagai komunikator dan pemberi informasi sangat tergantung pada sumber daya fisik yang berfungsi pemberi input.(2000)7 mengungkapkan bahwa OA mencakup semua sistem elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan.

hal ini tentunya akan berdampak pada proses komunikasi dan penggunaan informasi dalam pengambilan keputusan. Tatiek Maryati (2009)9 menjelaskan hasil penelitiannya yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis. Kendala yang dihadapi dalam memenuhi kualitas infrastruktur terkait keterbatasan anggaran organisasi menjadikan kualitas maupun kuantitas infrastruktur masih lemah. bahwa ada organisasi ada yang mampu menyesuaikan dan beradaptasi dengan perkembangan TIK namun ada pula yang tidak. di dalam mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi dibutuhkan SDM yang profesional di bidangnya yang dapat mendukung kelancaran tugas penyelenggaraan layanan infrastruktur telekomunikasi. berlaku “seleksi alam”. printer. Penggunaannya TIK ini hampir pada semua aktivitas kehidupan manusia atau dapat dikatakan bahwa saat ini tingkat ketergantungan manusia dalam kehidupannya sangat tinggi terhadap TIK. Keberadaan infrastruktur yang ada perlu memiliki keseimbangan kesiapan SDM yang profesional sebagai pelaksana tugas terkait yang dapat mengimbangi dengan fasilitas infrastruktur yang ada. infrastruktur perkantoran misalnya komputer. 2009. Inti utama dalam desain ini adalah pemberdayaan SDM departemen sendiri tanpa melakukan outsourcing SDM profesional dari luar. Organisasi sebagai salah satu pengguna TIK dituntut untuk dapat beradaptasi terhadap perkembangan TIK tersebut. khususnya terkait dengan fasilitas infrastruktur yang tersedia. dengan harapan ketersediaan infrastruktur menjadi efisien dan optimal dalam pelayanan. 136 . Sehingga desain implementasi TIK adalah sebagai berikut : 9 Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 Tatiek Maryati. Pemanfaatan TIK tidak hanya terbatas pada organisasi saja tapi juga meluas sampai ke pemanfaatan secara personal. infrastruktur penunjang kerja seperti alat monitoring spektrum frekuensi serta infrastruktur penunjang seperti kabel LAN atau Hub.Pemanfaatan TIK mengalami perkembangan pesat dalam pemanfaatan dan penggunaannya. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. Langkah pemberdayaan SDM juga sangat penting dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi. Selain infrastruktur. Dalam perkembangannya. Departemen Perhubungan adalah mampu implementasi TIK dalam aktivitas administrasi perkantoran adalah keterbatasan organisasi dalam beradaptasi terhadap perkembangan TIK adalah pada aspek ketersediaan SDM dan infrastruktur TIK sehingga mengakibatkan kesenjangan digital (digital devides). menara. agar layanan bidang telekomunikasi dapat lebih baik lagi. facsimile dan telepon. Infrastruktur telekomunikasi antara lain terdiri dari jaringan telekomunikasi.

Diakses tanggal 2 Oktober 2010 137 .DOC. Permainan Edukatif Berbasis Mobile Sebagai Media Pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.org/rnd2008f/laporan%20penelitian. seperti pada gambar berikut : Gambar 3 : JENI Mobile Game Base Learning 10 Laporan Penelitian 2008. Sumber : http://www.seamolec.Gambar 2 : Desain Pemberdayaan SDM dalam Impelementasi TIK di UPT Departemen Perhubungan Kondisi saat ini Infrastruktur telekomunikasi dan SDM Telekomunikasi di Unit Pelaksana Teknis Depkominfo Perkembangan global infrastruktur telekomunikasi dan perkembangan ICT - Analisis dan Evaluasi: kondisi SDM pada UPT Pemberdayaan saat ini Kendala yang dihadapi =Peraturan Perundangan =Kebijakan Pembangunan TIK =Konvergensi teknologi =Digital divide Keberdayaan infrastruktur telekomunikasi dan kemampuan SDM dalam pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi Tingkat kebutuhan : -infrastruktur telekomuniks -pengembangan SDM – TIK -Manajemen Sistem untuk optimalisasi kinerja Profesionalisme SDM dan optimalisasi infrastruktur telekomunikasi Seamolec (2008)10 merancang mekanisme pembelajaran dengan nama JENI yaitu JENI Mobile Game Base Learning(jmGBL) menawarkan suatu model pembelajaran baru yang menarik dan menyenangkan karena dengan bermain game tanpa terasa meningkatkan pemahaman materi yang telah disampaikan di kelas.

provinsi terbatas SDM guru dan murid terbatas dan membutuhkan sosialisasi yang lama sebelum diimplementasikan Infrastruktur dengan kondisi yang telah ada namun lebih pada peningkatan software SDM TIK SDM outsourcing atau dari luar organisasi Aksesbilitas Sentralisasi data sehingga dalam pencarian dokumen lebih mudah Desentralisasi pada masing-masing unit atau bagian dan sentralisasi secara proporsional Dari kedua desain yang telah diimplementasikan. 2009) Terkendala dengan anggaran dari pusat dalam peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur Sulitnya melakukan pemberdayaan SDM departemen sendiri Adanya pemisahan wewenang input dan penggunannya pada database yang berdasarkan pada UPT Seamolec (2008) Best Practises Ketersediaan Infrastruktur Infrastruktur yang besar dan kemampuan kabupaten/kota. maka “best practises” desain implementasi TIK dalam administrasi perkantoran dapat dijelaskan pada gambar berikut : 138 .Desain di UPT (Tatiek Mariyati.

Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. dan menggunakan berbagai software untuk berbagai aplikasi tetapi hanya cukup membutuhkan 1 (satu) program web browser yang amat mudah penggunaannya dan biasanya telah tersedia. Fleksibility : Berbagai jenis komputer pengguna dengan berbagai sistem operasi akan tetap dapat menggunakan sistem informasi tersebut. 4. mempelajari. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung 139 . Pengelolaan Dokumen Perkantoran Berbasis TI (e-administration). pengguna tidak terbebani dengan keharusan untuk memiliki. memasang. namun tetap memberikan kemudahan bagi pengguna yang punya kewenangan untuk mendapatkan atau mengolah data yang diperlukan. Sistem juga menerapkan prinsip client- 11 Albarda. dan paling aktual sehingga akan mengurangi duplikasi data serta dapat langsung diproses lebih lanjut (waktu yang lebih singkat). Centrelized : Penggunaan Database Terpusat menjamin agar setiap pengguna memperoleh informasi yang sama. akurat. 5. dimana organisasi hanya sebagai pengguna bukan sebagai pembuat (2) infrastruktur yang hanya meningkatkan kualitas software yang dapat diuraikan secara positif dalam implementasinya yaitu : 1. Three-Tiered : Konsep arsitektur Three-Tiered memfasilitasi kemungkinan terjadinya perubahan aturan administrasi di organisasi tersebut. Web-Based : Setiap informasi dapat diakses dengan mudah baik melalui intranet untuk kalangan terbatas maupun internet untuk umum. 2006. 2. Authorized : Keamanan hak akses terhadap data yang vital dan non-publik.Gambar 4 : Desain Implementasi TIK best practises11 Gambar tersebut menjelaskan tentang beberapa aspek dalam implementasi best practises penggunaan TIK dalam administrasi perkantoran adalah (a) pengadaan SDM sebagai konsultan dapat diperoleh dari luar organisasi. 3. Dengan basis seperti ini.

Semarang : Penelitian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Dwi Eko Waluyo. Pengelolaan Dokumen Perkantoran Berbasis TI (e-administration). Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 The Liang Gie. Management Informastion System.w3.DOC.seamolec. Disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Alat dan Lab Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Semarang tanggal 25 Nopember 2000. baik dalam ruang lingkup maupun jumlah data yang diolah. 2009. 2006. Makalah disampaikan dalam Konferensi dan Temu Nasional TIK untuk Indonesia. 2006 Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Perkantoran. Permainan Edukatif Berbasis Mobile Sebagai Media Pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. PENUTUP Sebagai institusi yang rentan terhadap perubahan berupa perkembangan dinamis organisasi dan TIK. Administrasi Perkantoran Modern. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung Alifia Yulfitri. 21 – 23 Mei 2008 di Jakarta Arief Yulianto. maka organisasi perlu terus mengembangan diri beradaptasi dengan perubahan paradigma dalam administrasi perkantoran Pertimbangan aspek teknis dan non-teknis dalam hubungan antar organisasi harus menjadi kriteria yang menentukan.org/rnd2008f/laporan%20penelitian. Laporan Penelitian 2008. 8th edition Seamolec. 2008. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Raymond Mc Leod.server sehingga memungkinkan untuk perluasan sistem yang secara teoritis tidak terbatas.org/TR/REC-html40. 1981. Model Kompetensi Guru RSBI. Sumber : http://www. 2009. Diakses tanggal 2 Oktober 2010 Tatiek Maryati. diakses tanggal 2 Oktober 2010 Irwan Yantu. Prentice Hall. Pengukuran Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan TIK di Lingkungan Pegawai Pemerintahan. Aspek teknologi terkait lainnya yang juga perlu dipertimbangkan adalah keamanan sistem informasi dan dokumen elektronik itu sendiri DAFTAR PUSTAKA Albarda. Sumber : http://www. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. a Study of Computer-Based Information System. Yogyakarta : Nurcahya Yogyakarta 140 . 2001.

2006: 5).05 sehingga H3 yang berbunyi ada pengaruh kompetensi professional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar diterima. Dan Hasil Belajar. Email: hakitaeded@yahoo.55% dengan kriteria sangat baik.co. dan pemikiran dalam bentuk perilaku dan sikap yang terunggul dalam tugasnya sebagai pendidik. Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru. 1. Rendahnya mutu pendidikan telah memberikan akibat langsung pada rendahnya mutu sumber daya manusia bangsa kita.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes. maka Ho ditolak sehingga H1 yang berbunyi kompetensi profesional guru berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar diterima.PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DAN KEBIASAAN MEMBACA BUKU TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES Dede Atikah (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi.000 < 0. media.000 < 0. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan (Uji F) yang menunjukkan bahwa Fhitung = 36. Semua komponen dalam proses belajar mengajar seperti materi. serta variabel terikat yaitu Hasil belajar (Y). rendahnya mutu pendidikan bangsa ini tidak bisa lepas dari kondisi para guru sebagai salah satu unsur penyelenggara pendidikan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Demikian pula untuk variabel kebiasaan membaca buku (X2) didapat thitung = 2.390 dengan tingkat sig 0. dan isi kurikulumnya. Guru mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam keseluruhan upaya pencapaian mutu pendidikan (Sholeh.000 < 0.05. ide. Proses belajar dan hasil belajar para siswa tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Bila dilihat lebih jauh. sarana dan prasarana. Pendahuluan Latar Belakang Mutu pendidikan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh mutu pendidik. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu Kompetensi Profesional Guru (X1) dan Kebiasaan Membaca Buku (X2).29% dengan kriteria baik. 2003: 4). akan tetapi sebagian besar ditentukan oleh kompetensi profesional guru yang mengajar dan membimbing mereka.770 dengan sig 0.05 maka Ho ditolak sehingga H2 yang berbunyi kebiasaan membaca buku berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar diterima. Secara parsial menunjukkan bahwa variabel kompetensi profesional guru menunjukan bahwa thitung = 3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan yang berjumlah 109 siswa.600 dengan sig 0. Dari hasil analisis deskriptif persentase diperoleh kompetensi profesional guru (X1)= 60. Kebiasaan membaca buku (X2)= 52. sedangkan hasil belajar (Y)=59. Karena proses untuk melahirkan sumber daya manusia yang bermutu hanya bisa melalui jalur pendidikan dan proses pembelajaran yang bermutu pula. Kebiasaan Membaca Buku. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner (Angket) dan dokumentasi. pola. struktur. Jurusan manajemen. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi linier berganda. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan 141 .63% dengan kriteria belum tuntas. Guru merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan (Bafadal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru dan kebiasaan membaca buku mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar. dan pendidikan tidak akan banyak memberikan dukungan yang maksimal atau tidak dapat dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran tanpa didukung oleh keberadaan guru yang secara continue berupaya mewujudkan gagasan.

apabila tidak dilakukan maka akan timbul perasaan kurang lengkap. Menurut Burghardt (1973) dalam Muhibbin Syah (1995: 118) ”kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respons dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang”. mengenalkan buku pada anak sesuai usianya. Kompetensi professional guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang apapun. keyakinan. Keberadaan perpustakan membawa dampak positif untuk mendukung keberhasilan pelajaran ekonomi. Jadi. ada sebagian siswa yang menggunakan perpustakaan hanya untuk meminjam buku saja. membaca kiranya merupakan sarana utama bagi siswa untuk mencapai keberhasilan belajar (The Liang Gie. Membaca merupakan suatu kegiatan belajar siswa yang paling banyak memakan waktu dan memerlukan pemikiran sepenuhnya. Membaca merupakan kegiatan dan kemampuan khas manusia.belajar yang efektif. 2008: 46). dengan jumlah 109 siswa. Kebiasaan belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajar. kepribadian. Mereka dapat meminjam buku pelajaran atau mencari referensi untuk mengerjakan tugas. orang tua berperan besar untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak. Sebaiknya orang tua mengenalkan aktivitas membaca sedini mungkin. oleh karena itu perpustakaan merupakan faktor pendukung proses belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi pendahuluan di SMP Negeri 3 Ketanggungan pada kelas VIII yang terdiri dari 3 kelas. Perolehan hasil belajar siswa dapat dilihat sebagai berikut: 142 . Suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis dapat digambarkan dari perilaku membaca. Sedangkan menurut pakar lain Kompetensi professional guru merupakan kemampuan penguasaan mata pelajaran secara luas dan mendalam. Perpustakaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan sekolah dan dengan perpustakaan mempermudah siswa memperoleh buku bacaan tanpa harus membeli. Setiap siswa yang telah mengalami proses belajar. mereka memilih untuk mempelajarinya di rumah. Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang difikirkan dan dikerjakan. menyenangkan. Belajar memegang peranan penting dalam perkembangan. Walaupun demikian. dapat diduga berpengaruh pada proses pengelolaan pendidikan sehingga mampu melahirkan keluaran pendidikan yang bermutu (Hamzah. tujuan. kebiasan-kebiasaannya akan tampak berubah. dan bahkan persepsi manusia. 2008: 36). Oleh karena itu. Misalnya. kebiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. sifatnya relatif menetap dan otomatis. Pembelajaran pertama seorang anak diperoleh dari keluarga. kebiasaan. Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis. Dengan kompetensi professional. 2002: 57)”. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kebiasaan diartikan sebagai sesuatu yang biasa dikerjakan. Menurut pendapat William Baker. keluarga merupakan salah satu potensi yang besar dan positif memberi pengaruh pada hasil belajar siswa. yang harus dikuasai oleh guru (Harwanto. Oleh karena itu kebiasaan membaca dapat diartikan kegiatan membaca yang biasa dilakukan. sehingga belajar para siswa berada pada tingkat optimal (Hamalik. sikap. Kebiasaan membaca tidak hanya dapat dilakukan di perpustakaan. Kebiasaan membaca pada siswa di sekolah dapat dilihat kebiasaan membaca buku-buku terkait mata pelajaran ekonomi di perpustakaan. kemampuan membaca tidak terjadi secara otomatis karena harus didahului oleh aktivitas dan kebiasaan membaca yang merupakan wujud dari adanya minat membaca. Dalam proses belajar. dan akan lebih mampu mengelola kelasnya. sekitar 85% dari semua kegiatan belajar di sekolah terdiri atas membaca. Keluarga adalah orang yang paling dekat dengan dirinya. memberikan pengalaman yang menyenangkan dalam kegiatan membaca serta memberikan stimulasi berkaitan dengan membaca. 2008: 65).

peminjaman buku. sebagai motivator belajar. dan jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan. mampu mengelola kelas. dan dapat menjadi konselor bagi siswa terkait permasalahan mata pelajaran ekonomi.Tabel 1 Nilai Ulangan Harian Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Nilai Ulangan Harian keNilai Ulangan Harian ke-2 1 Kelas ≥ 7. sehingga mempengaruhi data peminjam buku dan jumlah siswa yang berkunjung di perpustakaan.0 < 7.0 ≥7. berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.0 VIII 61 Siswa 48 Siswa 43 Siswa 66Siswa Sumber: Data sekolah 2010 Kompetensi profesional ini dapat dilihat dari guru mampu menguasai materi. mampu memberikan bahan-bahan ajar dengan contoh-contoh yang benar. menjaga ketertiban kelas. Tabel 2 Koleksi Buku Ekonomi Kelas VIII di Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 N Ju o Judul Buku Penerbit mlah 1 IPS Ekonomi Erlangga 125 2 IPS Ekonomi Yudhistira 135 Buku Kerja Ekonomi 3 2A Erlangga 150 Buku Kerja Ekonomi 4 2B Erlangga 150 Pusat Perbukuan 5 IPS Terpadu Depdiknas 135 Pusat Perbukuan 6 IPS Ekonomi Depdiknas 150 Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan 143 . Di bawah ini adalah daftar koleksi buku. mampu menyediakan media pembelajaran. dapat mengaktifkan siswa. memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi. mengarahkan dan mendorong kegiatan belajar siswa. Padahal tidak sedikit koleksi buku-buku yang disediakan sekolah. mempunyai keterampilan memilih bahan ajar. menilai siswa secara obyektif.0 < 7.

Tabel 4 Data Kunjungan Siswa ke Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 Kelas Bulan VIII 07-2009 67 Siswa 08-2009 64 Siswa 09-2009 40 Siswa 10-2009 84 Siswa 11-2009 95 Siswa 12-2009 34 Siswa 01-2010 71 Siswa 02-2010 31 Siswa 03-2010 45 Siswa Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan 144 .Tabel 3 Data Peminjam Buku Ekonomi di Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 Jumlah Peminjam Bulan Kelas VIII 0743 Siswa 2009 0842 Siswa 2009 0924 Siswa 2009 1048 Siswa 2009 1147 Siswa 2009 1219 Siswa 2009 0146 Siswa 2010 0217 Siswa 2010 0328 Siswa 2010 Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Dapat dilihat dari tabel peminjaman buku di perpustakaan. tetapi meminjam untuk dibaca di rumah. siswa tidak hanya membaca buku pada saat di perpustakaan saja.

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 baik secara simultan maupun parsial. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010. Seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 baik secara simultan maupun parsial? Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan di atas. Adakah pengaruh kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 3. 2. Dengan kondisi buku yang rapi dan penataan yang tersistem. Untuk mengetahui adakah pengaruh kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010. maka akan diadakan penelitian tentang “Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes Tahun Ajaran 2009/2010” Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. 145 . Oleh karena itu upaya peningkatan kebiasaan membaca sangat penting untuk pencapaian tujuan pembelajaran. maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Dalam kegiatan belajar sebagian besar adalah aktifitas membaca. maka peneliti mengajukan permasalahan sebagai berikut: 1. Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ada kesenjangan yang terjadi di SMP Negeri 3 Ketanggungan yaitu mengenai kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku dengan hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi. menandakan bahwa buku-buku tersebut dibaca dan jumlah kunjungan siswa yang banyak. 3. Berdasarkan uraian di atas. 4.Hal ini dapat dilihat pada kondisi di mana ruang perpustakaan dipadati siswa membaca. membuat siswa menjadi berminat untuk membaca buku perpustakaan. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 2. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 4. Untuk mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010.

Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan: Y = variabel terikat (hasil belajar) a = konstanta b1 = Nilai koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai koefisien variabel bebas X2 (Sugiono. Artinya. Tidak saja materi yang sesuai bidang tugasnya. Tidak Setuju (TS). muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis. merupakan kemampuan penguasaan mata pelajaran secara luas dan mendalam. karena subyek yang berjumlah 109 siswa seluruhnya dijadikan subyek penelitian. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggunagan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 109 siswa terdiri dari tiga kelas yaitu kelas VIII A dengan jumlah 37 siswa. seperti tampak pada tabel berikut ini: Tabel 5 Populasi penelitian N Kelas Jumlah o siswa 1 VIII A 37 Siswa 2 VIII B 35 Siswa 3 VIII C 37 Siswa Jumlah 109 Siswa Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Ketanggungan Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Bukti Empiris Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009: 20) hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. 3. Kompetensi profesional.2. Thorndike. membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Membaca adalah serangkaian kegiatan pikiran seseorang yang dilakukan secara penuh perhatian untuk memahami makna sesuatu keterangan yang disajikan kepada indera penglihatan dalam bentuk lambang huruf dan tanda lainnya (The Liang Gie. yang harus dikuasai oleh guru. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Tri Anni. Dalam proses belajar. membaca pada hakikatnya adalah proses berfikir. Menurut Nurhadi (2005: 13). kebiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Reading as Thinking dan Reading as Reasoning. sehingga seorang guru mampu menyajikan materi secara utuh kepada anak muridnya (Harwanto. Sangat Tidak Setuju (STS). Ingat apa kata seorang ahli membaca yang bernama Edward L. 2007: 275). Menurut Burghardt (1973) dalam Muhibbin Syah (1995: 118) ”kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respon dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang”. 1995: 272). Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah. 2006: 5). 2008: 46). kelas VIII B dengan jumlah 35 siswa dan kelas VIII C dengan jumlah 37 siswa. bahwa proses membca itu sebenarnya tak ubahnya dengan proses ketika seseorang sedang berpikir dan bernalar. Sedangkan menurut Tarigan (1986: 7). Menurut The Liang Gie (1995: 194) kebiasaan adalah perilaku seseorang yang dilakukannya secara tetap atau sama dari waktu ke waktu tanpa pemakaian banyak pikiran. tetapi juga kemampuan mengintegrasikan dan menghubungkan dengan materi-materi mata pelajaran lainnya. Dari kelima jawaban tersebut 146 . Kurang Setuju (KS). Setuju (S). Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS).

2008. 2. Djaali. Edisi Revisi V.89%. Jakarta: Rineka Cipta. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) b. Max. Nurhadi.224 . 2002. Cara Belajar Sukses Di Perguruan Tinggi.079 2. Kebiasaan Membaca Buku Perpustakaan Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Di Smk Negeri 2 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009. 6.260 Collinearity Statistics Tolerance VIF . Suharsimi. 3. Dimyati dan Mudjiono. Jakarta: Paramuda. Salam. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. 2009. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Psikologi Pendidikan. Oemar.007 Zero-order . Jakarta: Bumi Aksara. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) c. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. 1987.533 3.122 Standardized Coefficients Beta . Pengelolalaan Perpustakaan Jilid 1-2. 1994. Membaca Cepat dan Efektif. UNNES. Bandung: Sinar Baru Algesindo.237 .066 . Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2009. Darsono. Pengaruh Minat. Membangun Profesionalitas guru. Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) e.76%. Harwanto. Semarang. 2003. Nana. Semarang: UNDIP Press. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Dasar-dasar Proses Belajar mengajar. Ghozali.338 .269 . Soedibyo. Burhanudin. Skor tersebut terdiri dari: a.681 5. Error 23. 1994.481 . Interaksi dan motivasi belajar mengajar.079 Model 1 (Constant) X1 X2 t 4.600 2.207 a. Belajar dan Pembelajaran. 147 . Jakarta: Depdikbud Dan Rineka Cipta. Semaranng: IKIP Semarang Press. Cetakan Ke Dua Belas. 2005. 2006.299 Correlations Partial . 2008. Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4. Sardiman.000 .603 .000 . Hasil Empiris Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Std. Jakarta: Bumi aksara. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 39. Memilih Profesi Guru?. Belajar dan Pembelajaran. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 6. Bafadal. Hamalik. 2008. Niam Sholeh. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. . Ibrahim.masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian tersebut tinggi atau tidak. Bandung: Alumni. Asrorun. Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. 2008.60%. Sudjana. Noerhayati. Daftar Pustaka Arikunto. 2009.388 . Jakarta: Rineke Cipta.770 Sig.330 . 2004. Ahmad. Jakarta: Bumi Aksara. Banten: Cerad Insan Cendekia Mulyono.481 2. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 10. Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) d.578 Part . 2003. Jakarta: Bumi Aksara. Dependent Variable: Y 5. 2000. Slameto.

Yogyakarta: PUBIB. Bandung: PT Rosdakarya. Tarigan. Alfabeta. Psikologi Pendidikan. Cara Belajar Yang Efisien Jilid II. Profesi Kependidikan. Kualitatif dan R&D. Tri Arni. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Psikologi Belajar. Syah. Catharina. 2008. dkk. Bandung : Alfabeta. Umar. 2007. 1995. 1995. 2001. 2008. Riset Akuntansi. 148 . Muhibbin.Sugiyono. Uno. Statistik Untuk Penelitian. 2004. 1986. Bandung: Angkasa. Husein. Hamzah. Membaca Sebagai Ketrampilan Berbahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Bumi aksara. Henry Guntur. Bandung: CV. Semarang : UPT UNNES Press. The Liang Gie.

6%). Instrumen yang disusun kemudian diuji validitas menggunakan rumus product moment dan reliabilitas menggunakan rumus alpha. Motivasi.873 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. penggunaan media pembelajaran dalam kriteria tinggi (65. maupun di pendidikan profesional yang masih kurang memperhatikan penumbuhan sikap dan perilaku kewirausahaan sasaran didik.3%). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh secara parsial cara belajar.012 dan signifikansi sebesar 0. diantaranya adalah cara belajar. Prestasi Belajar.183 X1 + 0.2 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai. Sehingga setiap responden mempunyai kesempatan yang sama 149 .563 X3 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh cara belajar.563 dan keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. motivasi dan prestasi belajar kewirausahaan siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. Banyak kita jumpai pendidik baik di sekolah-sekolah kejuruan. Ada pengaruh yang signifikan cara belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0. pengaruh secara parsial cara belajar. 1. (Suryana.183 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010.PENGARUH CARA BELAJAR. Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh model regresi Y = 47. penggunaan media pembelajaran. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 137.018. Kata Kunci : Cara Belajar. motivasi dalam kriteria tinggi (56. dan tersebar secara proporsional merata kesetiap kelas. Mengingat sifat populasi bersifat homogen pada siswa kelas X Program Keahlian Multimedia dan Tata Busana SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010.3 Sampel Penelitian Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan sifat populasi. penggunaan media pembelajaran dan motivasi. PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/2010 Erni Dwijayanti ABSTRAK Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang bersangkutan. Berdasarkan analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa cara belajar dalam kriteria tinggi (57. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. maka teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling. Prestasi belajar yang diperoleh siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. Metode pengumpulan data yang digunakan angket dan dokumentasi. Penggunaan Media Pembelajaran. penggunaan media pembelajaran. Ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0.046.657 dan signifikansi 0.391 dan signifikansi sebesar 0. 2003:3) 1.981 + 0.4%). 1. Untuk mengetahui pengaruh cara belajar. Ada pengaruh yang signifikan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien regresi sebesar 0.873 X2 + 0. pengaruh secara simultan cara belajar. motivasi dan prestasi belajar kewirausahaan siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. dan prestasi belajar dalam kriteria baik (58.6%).009. 2. baik oleh dunia pendidikan maupun masyarakat.

sebagai sampel dalam penelitian. Penyebaran sampel dari populasi secara lebih lengkap adalah sebagai berikut : N o 1 . Untuk mengetahui jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini peneliti menggunakan rumus Slovin (Husein Umar. 2 .1 Sampel Penelitian Teknik Jumlah Pengambilan Populasi sampel 38 37 34 33 33 Jumlah Sampel 25 24 22 22 22 22 X TB 33 4 Jumlah 208 Populasi Keterangan : MM : Multimedia TB : Tata Busana (Sumber : Tata Usaha SMK N 1 Pringapus) Jumlah Sample 137 150 . 4 . 3 . Kelas X MM 1 X MM 2 X TB 1 X TB 2 X TB 3 Tabel 3. 5 .2006:78) yaitu : Keterangan : N : Ukuran populasi n : Ukuran Sampel e : Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditorerir atau diinginkan. e derajat kesalahan dalam penelitian sebesar 5% dengan tingkat signifikan 95% (137) Berdasarkan perhitungan tersebut maka sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah berjumlah 137 orang siswa kelas X Program Keahlian Multimedia dan Tata Busana SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010. 6 .

588 0.338 Valid 11 0.668 0.1.338 Valid 7 0. menghilangkan kata-kata yang sulit dipahami.338 Valid 5 0. Data yang terkumpul diuji dengan teknik korelasi product moment dari Karl Pearson (Suharsimi. 2010 ) 151 .501 0. 1.563 0.338 Valid 14 0.453 0.492 0. nama siswa.338 Valid 3 0. Metode Angket (kuesioner) Adapun jenis kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. = skor total angket. yaitu angket yang memungkinkan responden hanya memilih alternatif jawaban yang disediakan.576 0.338 Valid 2 0.579 0.4 1.660 0.4.338 Valid 12 0.398 0.2006:162) Dimana: = koefisien korelasi.338 Valid 10 0. Uji Instrumen Uji coba instrumen penelitian dilakukan sebelum angket diberikan kepada responden. = jumlah responden.2.338 Valid 15 0.639 0. 1.5.338 Valid 4 0. Data yang dapat diambil dengan metode dokumentasi tersebut adalah data tentang jumlah siswa. 1. Adapun uji coba instrumen menggunakan SPSS for windows 13 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.338 Valid 13 0. Validitas Dalam penelitian ini pengukuran validitas diukur dengan menggunakan bentuk metode statistik. mempertimbangkan penambahan atau mengurangi item.491 0. Soal Kriteria 1 0. Metode Pengumpulan Data Metode Dokumentasi Dalam penelitian ini data diambil dari arsip yang dimiliki oleh guru mata pelajaran kewirausahaan kelas X SMK Negeri 1 Pringapus.5.1.548 0.338 Valid 6 0.338 Valid 9 0.338 Valid 8 0.2 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Cara Belajar ( No. dan data prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X pada mata pelajaran kewirausahaan yang diambil dari nilai ulangan pada semester II tahun ajaran 2009/2010. Tujuan dari uji coba instrumen adalah untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang kurang jelas maksudnya. = skor item angket.547 0.338 Valid Sumber : Data penelitian diolah.696 0.4.2.

338 Tidak Valid 22 0.338 Tidak Valid 24 0. Adapun rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus Alpha (Suharsimi.338 Valid Valid Valid Valid ) Sumber : Data penelitian diolah.344 0. 1. Menentukan skor jawaban responden dengan ketentuan skor yang telah ditetapkan.338 Valid 21 0.439 0. = jumlah varians butir. Hasil pengolahan data ini digunakan untuk menjawab masalah yang telah dirumuskan.338 0. 2004:186) sebagai berikut: Persentase skor (%) = 100% Keterangan: 152 .3 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Penggunaan Media Pembelajaran( No. Soal Kriteria 20 0.7. = varians total.496 0.645 0.626 0.338 Valid 26 0. Memasukkan skor tersebut kedalam rumus (Ali.511 0. Sebelum menggunakan rumus Alpha terlebih dahulu harus dicari varian butirnya dengan rumus : ( X )2 ( X )2 2 N : Varian Tiap butir N X : Jumlah Skor butir N : Jumlah Responden 1.516 0. Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau keajegan suatu alat ukur dalam mengukur apa yang diukur.4 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Motivasi ( No.6. 2. = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.338 Valid 27 0.338 Valid ) Sumber : Data penelitian diolah. 3.1 Metode Analisis Deskriptif Persentase Langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan teknik analisis ini adalah: 1. 2010 Tabel 3. 2010 1.316 0.338 Valid 23 0.505 0. Menjumlahkan skor jawaban yang diperoleh dari tiap-tiap responden.627 0.338 Valid 25 0.378 0.266 0.338 0.338 Valid 28 0. Soal Kriteria 16 17 18 19 0.338 0. Membuat tabel distribusi jawaban angket. 2006:193) yaitu: = Dimana: = reliabilitas instrumen.524 0. Metode Analisis Data Analisis data adalah cara-cara mengolah data yang telah terkumpul kemudian dapat memberikan interpretasi.Tabel 3. 4.7.

maka dibuat tabel kategori yang disusun dengan perhitungan sebagai berikut: 1.n = jumlah nilai yang diperoleh.43.2.7. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji F yaitu membandingkan dan yang terdapat pada tebel Analysis of Variance yang dihitung melalui SPSS For Windows 13.00% 62. 5. Dalam penyajiannya. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai atau skor yang telah ditetapkan untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam angket.7.5 Kriteria Cara Belajar. Persentase maksimal = (4/4) x 100% = 100% 2.6 Kriteria Prestasi Belajar Interval Kriteria 85 – 100 Sangat Baik 70 – 84 Baik 55 – 69 Cukup < 54 Kurang 1.26% 100. Uji F atau Simultan Pengujian simultan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat.75% Cara Belajar Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Motivasi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 3. dan Motivasi Kriteria Penggunaan Media Pembelajaran Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Interval 81. dan motivasi ( ) serta prestasi belajar (Y) sebagai berikut : Tabel 3.25% = 75% 4. Untuk menentukan kategori deskripsi persentase (DP) yang diperoleh. Interval kelas persentase = 75% / 4 = 18. hasil analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel.76% .51% 81. Penggunaan Media Pembelajaran. Persentase minimal = (1/4) x 100% = 25% 3.00% . Hasil yang diperoleh dikonsultasikan dengan tabel.50% 25.75% Maka tabel kriteria untuk variabel cara belajar ( ). Rentang persentase = 100% .62. 1. 153 . N = jumlah nilai ideal (jumlah responden x jumlah skor x skor tertinggi). penggunaan media pembelajaran ( ).25% 43. Analisis Regresi Ganda Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan persamaan sebagai berikut : Y = β0 + β1X1 + β2X2 β3X3 e Dimana : Y : Prestasi belajar X1 : Cara Belajar X2 : Penggunaan media pembelajaran X3 : Motivasi β0 : Konstanta β1 : Koefisien regresi e : Error Toleransi kesalahan yang ditetapkan sebesar 5 % dengan signifikansi sebesar 95 %.3.

= . = . = 0. Uji t atau Parsial Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari variabel independennya. artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen.6 Uji Asumsi Klasik 1. Untuk mengetahui nilai . variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali. artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. 154 . karena itu letak berada dalam selang (interval) antara 0 dan 1. Secara aljabar dinyatakan : 0 secara sederhana merupakan suatu ukuran kemajuan ditinjau dari sudut pengurangan kesalahan total (total error). Sebaliknya. artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. bila koefisien determinasi =1. .05 = 5% dengan derajat kebebasan df = (N-k) dimana N adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. berarti variabel bebas tidak mempunyai pengaruh sama sekali (=0%) terhadap variabel tidak bebas.05 = 5% dengan derajat kebebasan (degree of freedom) df = (N – k) dan (k – 1) dimana N adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel.7.7.4. 1. berarti variabel tidak bebas 100% dipengaruhi oleh variabel bebas. Kriteria uji yang digunakan adalah: Jika ( ditolak Jika ( diterima Adapun uji hipotesisnya adalah: = . artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. menunjukkan pengurangan atas kesalahan total ketika diplot sebuah garis regresi. Pengujian ini dihitung melalui SPSS For Windows 13. = 0.5. Kriteria uji yang digunakan adalah: Jika ( ditolak Jika ( diterima Adapun uji hipotesisnya adalah: = . 2005:110).Untuk menentukan nilai . . Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Koefisien Determinasi ( ) Koefisien determinasi merupakan ukuran yang dapat dipergunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas.7. Bila koefisien determinasi = 0. 1. tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0. 1. ditentukan tingkat signifikansi 0.

4 0.4 0. 2005: 105) Scatterplot Dependent Variable: Prestasi Belajar 3 Regression Studentized Residual 2 1 0 -1 -2 -3 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value Gambar 3.6 0.0 0.2 3.6 0.0 Observed Cum Prob Gambar 3.2 0.0 0. Uji Multikolinearitas Tabel 3. (Imam Ghozali.0 0. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi.7 Uji Multikolinearitas 155 .2 0. dan sumbu X adalah residual (Y-prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di-studentized.1 Uji Asumsi Normalitas (Normal P-Plot) 2.Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Prestasi Belajar 1.8 1. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilihat dari grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID).8 Expected Cum Prob 0.

Peranannya yang khas adalah dalam hal menumbuhkan gairah.382 a.2.8.5.296 2.6% dari 137 siswa.8.603 3. Cara belajar yang baik dapat membuat siswa lebih mudah mempelajari materi yang disampaikan dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tersebut. konsentrasi. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar 156 . Motivasi dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Motivasi dalam mata pelajaran kewirausahaan siswa SMK Negeri 1 Pringapus termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 56.1.8. mengulangi bahan pelajaran. VIF untuk variabel penggunaan media belajar sebesar 2.3. Hal ini berarti tidak terdapat asumsi multikolinearitas dalam model regresi pada penelitian ini. berkonsentrasi pada saat pelajaran.3% dari 137 siswa yang berarti bahwa pada diri siswa sudah terdapat karakteristik individu yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi. 1.521. membaca dan membuat catatan. Pengaruh Cara Belajar terhadap Prestasi Belajar Untuk menguasai materi kewirausahaan diperlukan adanya cara belajar yang mana siswa itu harus belajar dengan sungguh-sungguh seperti membaca dan mencatat.7 di atas diperoleh angka VIF yaitu kurang dari 10 yaitu untuk variabel cara belajar sebesar 2.6% dari 137 siswa yang berarti bahwa pada diri siswa sudah terdapat karakteristik individu yang mempunyai cara belajar yang tinggi. 1.382. Karakteristik individu yang mempunyai motivasi berprestasi tersebut adalah adanya minat untuk belajar. 1. mengulangi bahan pelajaran.8. Siswa yang memiliki motivasi kuat. 2004:75). lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru (Tu’u.521 . Dalam pembelajaran kewirausahaan media hendaknya benar-benar diperhatikan karena selain berfungsi untuk mempermudah penjelasan materi di kelas media disini berfungsi juga sebagai alat atau bahan praktek pembelajaran di lapangan. Penggunaan Media Pembelajaran dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran kewirausahaan termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 65. konsentrasi dan mengerjakan tugas. Pembahasan 1.384 . 1. 1. yang berarti bahwa dalam mata pelajaran kewirausahaan siswa telah menggunakan media pembelajaran dengan baik.8. minat dan semangat untuk belajar. bersikap aktif pada saat pelajaran dan memiliki hasrat untuk berprestasi.4. Cara Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Cara belajar siswa SMK Negeri 1 Pringapus dalam mata pelajaran kewirausahaan termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 57. Hal ini sesuai pendapat (Sardiman. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:82) yang menyatakan bahwa kebiasaan yang mempengaruhi belajar yaitu pembuatan jadwal dan pelaksanaannya. mengulang bahan pelajaran agar tidak lupa. Dependent Variable: Prestasi Belajar Dari tabel 3.6. akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. 2005:75) yang menyatakan bahwa Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Karakteristik individu yang mempunyai cara belajar tersebut antara lain adalah dalam cara belajar siswa membuat jadwal dan melaksanakannya.603 dan VIF untuk variabel motivasi sebesar 3.8. membaca dan membuat catatan untuk mempermudah belajar.8. konsentrasi dan senantiasa mengerjakan tugas.a Coefficients Model 1 Cara Belajar Penggunaan Media Pembelajaran Motivasi Collinearity Statistics Tolerance VIF . Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran.397 2. dan mengerjakan tugas. 1.

7. Dalam mengikuti mata pelajaran kewirausahaan hendaknya siswa meningkatkan konsentrasinya ketika guru sedang menyampaikan materi dengan cara tidak berbicara sendiri di dalam kelas. Pengaruh Motivasi terhadap Prestasi Belajar Motivasi harus didasari dari adanya minat untuk belajar. berkonsentrasi. 1.8. 1. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa sebesar 45. Daftar Pustaka Abdurrohman. Berdasarkan deskriptif cara belajar menunjukkan bahwa cara belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 57.012 dan signifikansi sebesar 0. Muhammad. Dalam hal kelengkapan media hendaknya siswa memiliki lebih dari satu buku penunjang selain LKS dan buku paket untuk menambah wawasan kewirausahaan dan sekolah hendaknya menyediakan LCD sebagai media untuk menyampaikan materi kewirausahaan.4%).9.Penggunaan media sangat penting dalam proses pembelajaran terutama dalam penyampaian materi oleh guru pada siswanya. giat membaca buku untuk meningkatkan prestasi belajarnya. 3. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. penggunaan media pembelajaran. 1999. Berdasarkan analisis deskriptif bahwa prestasi belajar kewirausahaan dalan kriteria baik. Mulyono. 1. juga dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.10. Ali. konsentrasi tertuju pada pelajaran.05.039 dengan probabilitas 0. 2. 2.6% dan diperoleh nilai = 39.183 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. 1. 1993. penggunaan media pembelajaran dan motivasi. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian serupa pada mata diklat lainnya. Rineka Cipta. dari 137 siswa yang memiliki prestasi yang baik terdapat 80 siswa (58. Di samping prestasi belajar kewirausahaan dipengaruhi oleh cara belajar. tampak aktif. sehingga ditolak dan menerima yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar. Pengaruh Cara Belajar.3% dari 137 siswa. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapi tujuan sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesan.8.6% dan motivasi dalam mata pelajaran kewirausahaan juga termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 56.11. dan motivasi termasuk dalam kriteria tinggi. Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi terhadap Prestasi Belajar Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa secara simultan cara belajar. Saran Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa cara belajar. Ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0. Bandung: Angkasa. Tingkat penggunaan media pembelajaran termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 65.000 0.046. 1. tidak mau menyerah. Jakarta: PT. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan. maka saran yang dapat diajukan di dalam penelitian ini antara lain : 1. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka simpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini antara lain : 1. hal ini dikarenakan media berfungsi sebagai fasilitator untuk membantu menyederhanakan materi yang rumit pada saat guru menjelaskan.6%.8. bersikap aktif dan memiliki hasrat untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi. 157 . Prosedur dan Strategi Penelitian Kependidikan.

Hal ini sesuai dengan tujuan SMK yaitu meningkatkan kecerdasan. baik yang 158 . 3) Kurikulum yang meliputi kurikulum. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia yanng memiliki keahlian akademik dan profesionalisme untuk menghadapi kemajuan jaman. dan kepribadian para pencari kerja. Lulusan S1 misalnya. kegiatan belajar di industri. kepribadian. asumsi mereka adalah makin tinggi ijazah yang dapat diraih makin cepat dapat pekerjaan serta makin besar gaji yang diterima. kegiatan industri. Dan teknik analisa data menggunakan analisis faktor. akhlak mulia. 2) On The Job Training meliputi dunia industri dan sekolah. walaupun ada sejumlah kasus orang tua menolak menyekolahkan anak dengan dalih untuk membantu mencari nafkah. dan bakat khusus. siswa mulai berorientasi ke masa depan untuk mencapai cita-cita dan pada saat yang sama mereka juga senang bermain di masa remajanya yang kadang mengesampingkan tugas pokoknya. dan minat. Kata kunci : Faktor-Faktor Kesiapan Kerja I. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. kelembagaan. Hal ini disebabkan karena pemakai tenaga kerja tidak percaya begitu saja kepada isi ijazah. Namun kenyataan menunjukkan tidak persis seperti itu. Dalam dunia pendidikan formal khususnya pada jenjang sekolah menengah atas. yaitu belajar yang dapat bermanfaat. dan tempat belajar. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Indonesia yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan. mereka lebih percaya kepada kemampuan.1 Latar Belakang Menurut Tirtarahardja dan La Sulo (2005:263) “Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang”. pengetahuan. keterampilan dan keahlian.ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 BOYOLALI Oleh : Laela Nur Farida ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dialami siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali dan untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan. sifat-sifat. Menurut Pidarta (2007:183) Sebagian masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan hidup dan kehidupan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket/kuesioner. strategi mengajar. sehingga lulusannya dapat mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 79 siswa. Di mana-mana tampak anakanak muda mereka berebut untuk mendapatkan sekolah. Faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu faktor pribadi siswa dan guru.Mengapa masyarakat atau para remaja bersikap seperti itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 variabel mereduksi menjadi 11 variabel yang masing-masing mengelompok menjadi 3 faktor yaitu : 1) Pribadi Siswa dan Guru yang meliputi taraf inteligensi. PENDAHULUAN 1. keterampilan. banyak sekali yang belum bisa bekerja. SMK Negeri 1 Boyolali merupakan salah jalur pendidikan formal yang tidak hanya memberikan teori pada siswanya tetapi juga dengan keterampilan berupa praktik.

1 Kesiapan Kerja Menurut Slameto (2003:113) “kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi”. jalur latihan kerja dan jalur pemantapan dalam pengalaman lapangan kerja. dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukannya akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sebelumnya. Sedangkan menurut Chaplin dalam Kartono (2004:419) “Readiness (kesiapan) adalah tingkat perkembangan dari kematangan / kedewasaan yang menguntungkan ”. 22 siswa berwirausaha. Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk mencari faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa. Proses penyiapan tenaga kerja pada dasarnya dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal. 62 siswa belum bekerja/tidak diketahui. Hal ini menunjukkan bahwa memang sebagian besar tujuan siswa masuk di SMK yaitu untuk mempersiapkan diri mereka untuk memasuki dunia kerja setelah lulus. Kebutuhan itu bisa bermacam-macam. 1996:121). dari data penelusuran tamatan 3 tahun terakhir diketahui bahwa jumlah tamatan sebanyak 237 siswa. 159 . Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa. berkembang dan berubah. Kondisi fisik. Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya. Dari jumlah tersebut 139 siswa dinyatakan sudah bekerja. kesiapan yaitu penyesuaian kondisi seseorang dalam menghadapi suatu hal yang menjadi tujuannya. Kesiapan diperlukan dalam menghadapi atau memecahkan suatu permasalahan saat menerima reaksi dari luar. diketahui bahwa mayoritas siswa memiliki latar belakang ekonomi keluarga menengah kebawah dan banyak lulusan yang bekerja dibandingkan melanjutkan studi. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMK Negeri 1 Boyolali. Berdasarkan pengertian di atas. Adakah faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010? 1. LANDASAN TEORI 2. Adakah faktor-faktor kesiapan kerja yang dialami siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010? b. b.dilaksanakan di sekolah maupun di industri yang nantinya dapat membekali siswa sehingga mampu bersaing dalam menghadapi dunia kerja. Chaplin dalam Kartono (2004:540) “kerja yaitu penyelesaian suatu tugas”. setidaknya mencakup 3 aspek : 1. 1. pengetahuan dan pengertian yang lain yang telah dipelajari. 14 siswa melanjutkan studi. Berdasarkan kondisi ini diketahui bahwa jumlah tamatan yang dapat tersalurkan dari tahun ke tahun mengalami penurunan dan masih ada sebagian siswa tamatan SMK Negeri 1 Boyolali yang belum memperoleh pekerjaan setelah lulus. Namun. Menurut Anoraga (2006:11) “Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia”. mental dan emosional 2. Kebutuhan-kebutuhan. Untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010.3 Tujuan penelitian a. Keterampilan. II. Seseorang dikatakan telah memiliki kesiapan ketika ia mampu menghadapi sesuatu hal dengan respon yang cepat dan tepat.2 Perumusan Masalah a. bahkan seringkali tidak disadari oleh pelakunya. motif dan tujuan 3. sehingga jelas terlihat bahwa perencanaan tenaga kerja merupakan bagian integral dari perencanaan pembangunan dan sekaligus mencakup perencanaan pendidikan (Simanjuntak dalam Wena. Untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010.

Minat (X4) 5. III. Dalam hal ini menjelaskan hubungan antara tujuh belas (17) faktor kesiapan kerja siswa serta menganalisis relevansi antara beberapa indikator yang tercantum dalam faktor-faktor tersebut. 3. Terdapat banyak definisi yang diajukan oleh para ahli tentang pendidikan kejuruan dan definisi-definisi tersebut berkembang seirama dengan persepsi dan harapan masyarakat tentang peran yang harus dijalankannya. Sifat-Sifat (X5) 160 . 2008:20). Hal itu ditandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan apa yang akan dikerjakannya di masa mendatang. METODOLOGI PENELITIAN 3. Nilai-nilai Kehidupan (X1) 2. variabel tidak dikelompokkan menjadi variabel bebas dan variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 79 siswa. sebaliknya sebagai penggantinya seluruh set hubungan interdependen antar variabel diteliti.3 Variabel Penelitian Pada analisis faktor. yang diambil dari teori-teori kesiapan yang dikemukakan oleh Winkel dan Sri Hastuti (2006:647) serta dikembangkan dengan teori Wena (1996:17) dalam konsep kesiapan kerja dalam penelitian ini. Sejalan dengan itu Tilaar (1991:12) dalam Muhidin (2009) menegaskan bahwa: “pendidikan formal (sekolah kejuruan) seharusnya menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi siap latih yang kemudian diteruskan dengan program pelatihan. Bakat Khusus (X3) 4. teknik ini disebut dengan teknik interdependensi” (Supranto.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan “Metode Eksplanatif (explanative research) karena ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variabel” (Sukmadinata. baik di dalam industri atau lembaga pelatihan tertentu”. “Di dalam analisis faktor. yaitu mampu dan atau siap bekerja sesuai dengan program keahliannya. Oleh karena itu semua kegiatan pada pendidikan sistem ganda ini harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip pendidikan kejuruan.2 Karakteristik Sekolah Menengah Kejuruan Menurut Muchlas Samani dalam Muhidin (2009) “secara sistemik. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan suatu lembaga pendidikan yang menerapkan konsep pendidikan sistem ganda. Variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut : 1.2 Populasi Penelitian Populasi menurut Babbie dalam Sukardi (2008:53) adalah “elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoretis menjadi target hasil penelitian”. Hal diatas menekankan bahwa lulusan pendidikan kejuruan diharapkan memiliki nilai tambah daripada sekolah menengah umum lainnya. 3.Pendidikan merupakan salah satu persiapan menuju suatu karier. 2005:128). Dalam Undang-Undang RI No 2 Tahun 1989 Pasal 11 tentang Jenis pendidikan menyebutkan bahwa : “Pendidikan Kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu”(Ihsan. Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa dapat berasal dari dalam diri siswa (internal) dan dari luar diri siswa (eksternal). Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena memakai seluruh subyek penelitian yang kurang dari 100 siswa. dimana semua yang terlibat dalam kegiatan ini harus saling bekerjasama dan saling mendukung. pendidikan kejuruan pada dasarnya merupakan subsistem dari sistem pendidikan”. 2004:113). kegiatan belajar selain dilakukan di lingkungan sekolah juga dilakukan pada dunia kerja atau industri. Pada pendidikan kejuruan. 2. Perkembangan karier remaja menurut Ginzberg dalam Sunarto dan Hartono (2008:202) ada pada periode pilihan tentatif (11-17 tahun). Taraf Intelegensi (X2) 3.

Faktor kedua dapat menjelaskan 14.16% variasi. yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih dan dijawab secara langsung oleh responden. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner skala Likert dimana setiap item soal disediakan lima jawaban dengan skor masing-masing sebagai berikut : 1) Jawaban SS (Sangat Setuju) = skor 5 2) Jawaban S (Setuju) = skor 4 3) Jawaban KS (Kurang Setuju) = skor 3 4) Jawaban TS (Tidak Setuju) = skor 2 5) Jawaban STS (Sangat Tidak Setuju) = skor 1 3. Dunia industri dan sekolah (X14) 15. peraturan-peraturan. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dari responden mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. notulen rapat.84% variasi. Angket/Kuesioner Angket dalam penelitian ini adalah bersifat tertutup. Kepentingan (X15) 16. Materi Pembelajaran (X10) 11. Dokumentasi “Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan.87%. Persentase kumulatif dari eigenvalue menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa yaitu faktor pribadi siswa dan guru sebesar 69. sehingga akan menghasilkan pengelompokan atau tepatnya abstraction dari banyak variabel menjadi hanya beberapa variabel baru atau factor IV. Faktor-faktor yang ada akan dilihat hubungannya (interdependen antar variabel). b. nilai praktek industri. Dalam penelitian ini analisis faktor digunakan untuk mengungkap faktorfaktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali Tahun Ajaran 2009/2010. Kurikulum (X9) 10. Faktor pertama dapat menjelaskan 38. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis faktor dari tabel Total Variance Explained terbentuk 3 faktor. transkip. Strategi mengajar (X11) 12.5% variasi dan faktor 3 dapat menjelaskan 9. penelusuran tamatan dan hal lain yang berkaitan dengan penelitian ini. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. nama siswa.6. 161 . Kegiatan industri (X12) 13.5 Teknik Analisis Data Analisis faktor digunakan untuk mereduksi data atau meringkas dari variabel yang jumlahnya sedikit. 2006:158). Kelembagaan (X8) 9. Tempat belajar (X17) 3. buku. Teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mencari data jumlah siswa. Kegiatan Belajar di industri (X13) 14. Keadaan Jasmani (X7) 8. Pengetahuan (X6) 7. presensi kehadiran siswa. dokumen. jumlah kelas. Pengajar (X16) 17.4 Teknik Pengumpulan Data a.

585 4.071 . X17.085 .096 .498 52.230 .256 Component 2 .829 97.958 17.262 Extraction Method: Principal Component Analysis. masing-masing pengaruh 11 indikator terhadap kesiapan kerja siswa. X4. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.583 5.337 .599 81. X5.078 .616 2. X11.553 23.469 .792 .672 .658 1.198 38.160 1.873 6.595 1.838 62.287 -.082 .027 .378 69.670 Extraction Method: Principal Component Analysis.812 . V.012 .363 21.828 . a Rotated Component Matrix X2 X5 X11 X4 X14 X13 X12 X3 X9 X8 X17 1 .496 7.248 . PENUTUP 5.213 23.421 . X3 dan 3) Kurikulum terdiri dari X9.028 .399 .616 .679 .803 62.496 Component 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Total 4.498 52.734 .025 .092 .002 86.198 1.723 .213 2.658 9.311 .054 .384 100. Rotation converged in 6 iterations.692 1. yaitu : 162 . X12.984 5. Berdasarkan tabel output Rotated Component Matrix faktor 1) Pribadi Siswa dan Guru terdiri dari X2. 2) On The Job Training terdiri dari X14. Hasil analisis faktor dari 17 indikator mereduksi menjadi 11 yang mengelompok menjadi 3 faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010.000 Extraction Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 4.775 .Total Variance Explained Initial Eigenvalues % of Variance Cumulative % 38.750 .828 94.595 14.287 3 -.686 . a.838 62.374 90.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bagian sebelumnya.130 .496 Rotation Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 2.160 14.265 . X8.160 38.959 3.616 .095 .787 2.479 44.111 75.160 38.550 .291 . X13. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.719 .481 .082 9.

792 0. diberikan saran sebagai berikut: 1.5% variasi dan selebihnya sebesar 37. Sekolah bisa menjadi penghubung antara siswa dengan DU/DI baik ketika siswa masih dalam masa studi maupun setelah lulus dalam rangka penyaluran tenaga kerja. c.N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 Indikator Taraf Inteligensi Sifat-sifat Strategi Mengajar Minat Dunia Industri dan Sekolah Kegiatan Belajar di Industri Kegiatan Industri Bakat Khusus Kurikulum Kelembagaan Muatan Faktor 0. Penelitian berikutnya hendaknya dapat mengembangkan tulisan ini sehingga dapat membantu berbagai pihak yang terkait dalam pendidikan menengah kejuruan terutama dalam menangani masalah kesiapan kerja siswa.616 0. Bagi Peneliti Selanjutnya a.750 0. Dari hasil penelitian ini. Bagi Sekolah a. Pihak sekolah lebih meningkatkan kerjasama yang baik dengan Dunia Usaha/Industri (DU/DI) dalam kegiatan on the job training agar kegiatan siswa di tempat praktik bisa terkontrol dengan baik. bakat khusus). Faktor 2 mampu menjelaskan 14. b. Skripsi ini dapat dijadikan referensi dan acuan bagi penelitian berikutnya. sifat-sifat. Sekolah lebih meningkatkan kualitas pembelajaran serta memanfaatkan fasilitas belajar yang ada sehingga dapat membantu kegiatan belajar siswa. 2) on the job training (dunia industri dan sekolah.719 0. dan 3) kurikulum (kurikulum. tempat belajar). b.723 Variabel Pribadi Siswa dan Guru On The Job Training Kurikulum 0. Bagi Siswa a. pengaruh 3 faktor terhadap kesiapan kerja siswa yaitu: Faktor 1 mampu menjelaskan 38. Besarnya faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu faktor pribadi siswa dan guru dilihat dari nilai persentase kumulatif varian sebesar 69. Oleh karena itu siswa hendaknya memotivasi dirinya serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki guna mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja. kegiatan belajar di industri. kelembagaan.679 0.84% atau ketiga faktor mampu menjelaskan 62. Hal ini dapat menjadi waktu yang baik bagi siswa untuk melihat dan belajar pada dunia kerja yang sesungguhnya.775 0. 3. strategi mengajar. 163 .5% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model. faktor 3 mampu menjelaskan 9. 2. 2.686 0.2 Saran Ada 11 indikator yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa. Indikator tersebut membentuk 3 faktor baru yaitu : 1) pribadi siswa dan guru (taraf inteligensi.5%.87% 5.16% variasi. b. Oleh karena itu hendaknya on the job training dapat dilaksanakan siswa dengan sungguh-sungguh.734 0.670 Tempat Belajar Secara keseluruhan. Faktor kesiapan kerja yang paling besar pengaruhnya berasal dari internal siswa. kegiatan industri.828 0. minat). Kegiatan belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilakukan di sekolah dan dunia industri.

2008. 2006. Dasar-Dasar Kependidikan.DAFTAR PUSTAKA Anoraga. 1996. Umar dan La Sulo. Perkembangan Peserta Didik. Metodologi Penelitian Pendidikan. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Made. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. 2008. 2003. Jakarta : CV. Tirtarahardja. Analisis Multivariat Arti dan Interpretasi. Sumadi. Metode Penelitian Pendidikan. 2008. Soeparwoto. Ali. 2004. Jakarta : Rineka Cipta. Ihsan. Jakarta : Rineka Cipta. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara Ghozali. Djaali. Imam. Mulyasa. Bandung : PT. Rajawali. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta. Konsep Pendidikan Kejuruan. 2008.UNDIP. 2006. Jakarta : Rineka Cipta. Sambas. J. Kartini. Psikologi Kerja. 2005. Semarang : UNNES Press. Kamus Lengkap Psikologi. Slameto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Bandung : Alfabeta. Suryabrata. Jakarta : PT. 2004. Sri Hastuti. 2001. Bandung : Tarsito. Sunarto dan Hartono. Muhidin. _______ 2010. 2005. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : PT. Jakarta : Rineka Cipta.com/pendidikan/konsep-pendidikan-kejuruan. 2007. Nana. Redja. 2006. Wena. Jakarta : Rineka Cipta.html. Bandung : PT. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Made. 2001. 164 . Winkel S. Kartono. Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Pendidikan Sistem Ganda. http://sambasalim. Remaja Rosdakarya. Jakarta : Grafindo Mudyahardjo. Pengantar Pendidikan. Suharsimi. Supranto. Sugiyono. 2009. Sukmadinata. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.J dan MM. Bandung : Alfabeta. Fuad. 2008. Syaodih. Semarang : BP. Pandji. Arikunto. (27 Oktober 2009).Raja Grafindo Persada. Statistika Untuk Penelitian. 2006. Jakarta : Rinneka Cipta. 2006. Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : Media Abadi. Agung. Rosdakarya Pidarta. Psikologi Perkembangan. Sukardi. Bumi Aksara. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.

sikap dan perilaku. Untuk meningkatkan kinerja pegawai agar tujuan dari organisasi dapat terlaksana perlu dilakukannya upaya pengembangan pegawai. menyebutkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil berupa : pengetahuan. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui diklat sudah baik. Dengan demikian upaya pengembang karyawan dirasa sangat penting manfaatnya karena tuntutan jabatan atau pekerjaan. sikap perilaku yang diperlukan dalam tugas dan jabatannya (Sutrisno. Oleh sebab itu kegiatan pengembangan pegawai dirancang untuk memperoleh pegawai-pegawai yang mampu berprestasi dan fleksibel untuk suatu organisasi atau instansi dalam geraknya kemasa depan (Notoadmojdo. 2001: 103). Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis.serta pemilihan metode pengembangan melalui off the job training. mengidentifikasi tahapan pengembangan kompetensi pegawai. Menurut Spencer and spencer (1993) dalam buku (Sutrisno. Untuk melaksankan tugas dan fungsinya tersebut Badan Kesbangpol Dan Linmas perlu adanya pegawai yang berkompeten di bidangnya. 2008: 69). Karakteristik dasar kompetensi berarti kemampuan adalah suatu yang kronis dan dalam bagian dari kepribadian seseorang dan dapat diramalkan perilaku di dalam suatu tugas pekerjaan. instansi atau departemen. dan perubahan suatu organisasi. Pengembangan pegawai dapat diartikan sebagai upaya unytuk mempersiapkan pegawai agar bergerak dan berperan dalam organisasi sesuai dengan pertumbuhan. segala aktifitas dalam suatu instansi tidak akan berjalan optimal.UPAYA PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI PADA BADAN KESATUAN BANGSA. dan perubahan suatu organisasi. Badan Kesatuan Bangsa. perkembangan. instansi atau departemen. latihan dan pengembangan dilakukan untuk menutup “gap” ntara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan. 1998: 97). PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam menjalankan kegiatan operasional suatu instansi ada beberapa faktor yang mendukung untuk tercapainya kinerja yang baik. perkembangan. karena tanpa pegawai yang berkualitas. 2009: 222). segala aktifitas dalam suatu instansi tidak akan berjalan optimal. konseptual. 2009: 221) mengatakan kompetensi adalah suatu yang mendasari karakteristik dari suatu individu yang dihubungkan dengan hasil yang diperoleh dalam suatu pekerjaan. POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG Sri Haryati Abstrak Peran pegawai merupakan salah satu faktor penting. Peran pegawai merupakan salah satu faktor penting. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Ada dua tujuan utama program latihan dan pengembangan karyawan. Pertama. proses pendidikan dan pelatihan pada aBadan Kesatuan Bangsa. karena tanpa pegawai yang berkualitas. teoritis. sebagai akibat kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan yang sejenis. dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan melalui pendidikan dan pelatihan (Hasibuan. Kompetensi pegawai yang diharapkan adalah pegawai yang mempunyai pengetahuan dan tanggung jawab dalam 165 . Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2001 pasal 3. mengubah sikap dan perilaku melalui diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) belum cukup baik. Pengembangan pegawai dapat diartikan sebagai upaya untuk mempersiapkan pegawai agar bergerak dan berperan dalam organisasi sesuai dengan pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang telah ditetapkan ( Handoko. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang merupakan salah satu instansi pemerintah yang mempunyai tugas memantau situasi daerah dan menerbitkan surat perijinan pelaksanaan kegiatan di Kota Semarang. Kedua. Dari uraian diatas kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dan karakteristik yang merupakan bagian dari kepribadian seseorang serta perilaku yang diperlukan dalam menyelesaikan berbagai tugas pekerjaan.

kemampuan dalam bersikap. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang cukup baik yaitu untuk meningkatkan pengetahuan. 1 minggu atau 1 bulan. Sehingga konsep kompetensi menurut Gordon (1988) dalam buku (Sutrisno. yaitu : 1) Tahap idientifikasi 2) Tahap perencanaan 3) Penyelenggaraan 4) Evaluasi Tahap-tahap pendidikan dan pelatihan pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. ataupun perubahan sikap dan perilaku. Hal ini dapat dilihat dari adanya pelaksanakan diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) yang dilakukan untuk merubah sikap perilaku sehingga dapat meningkatkan mental spiritual aparatur pemerintah. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan. Penyelenggaraan pengembangan kompetensi pegawai merupakan tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa. dapat dilakukakan melalui tahap-tahap pendidikan dan pelatihan dibagi menjadi 4 tahap. Waktu penyelenggaraan diklat antara 4 hari. ISI 1.. Namun masih ada kekurangnnya karena pelatihan ini dilakukan minimal 1 tahun sekali dan dilaksanakan dalam 1 hari. Konsep tersebut sesuai degan pengertian pelatihan menurut ( (Simamora. 2009: 66) yaitu dalam konteks SDM pengembangan dipandang sebagai peningkatan kualitas SDM melalui program-program pelatihan. Hal tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan pegawai yang mencakup beberapa aspek antara lain pengetahuan. Hendaknya benar-benar direncanakan dengan terpirinci anggaran dana yang ada agar pelaksanaan diklat tersebut tidak hanya satu hari saja. Diklat tersebut sudah mencakup pendidikan dan pelatihan bagi para pegawai. Diklat yang dilaksanakan meliputi pendidikan dan pelatihan dalam jabatan serta pendidikan dan pelatihan teknis atau fungsional. dan lain-lain. pemecahan masalah. pemahaman. yaitu pengetahuan. kerja sama. Pengembangan kompetensi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Pada badan kesbangpol dan linmas kota semarang dari segi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sudah baik Hal ini dapat dilihat dari beberapa program-program diklat yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. peserta kurang antusias dalam mengikuti pelatihan dan kurang cakapnya instruktur pelatih. hal ini dikarenakan anggaran dana yang tersedia dan pelaksanannya hanya terbatas melalui diklat yang bekerja sama dengan badan diklat yang dimiliki oleh pemerintah. Tahap-tahap pengembangan kompetensi pegawai Pengembangan kompetensi pegawai pada badan kesbangpol dan linmas kota semarang. kemampuan. 2009: 222). Sehingga manfaat yang diperoleh dapat lebih maksimal c. Akan tetapi waktu penyelenggaraan terlalu sempit dan singkat. nilai. keterampilan dan sikap perilaku. Pengembangan kompetensi pegawai sikap dan perilaku Pengembangan kompetensi pegawai sikap dan perilaku pada badan kesatuan bangsa politik dan perlindungan masyarakat kota semarang cukup baik. Pengembangan Kompetensi Pegawai Pengembangan kompetensi pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa. karena sesuai dengan teori Barnardin dan Russel dalam buku (Sulistyani. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2001 pasal 3. 1987: 287) yaitu pelatihan adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian-keahlian. Akan lebih efektif bila pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai yang dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tidak hanya bekerja sama dengan badan-badan diklat pemerintah melainkan juga bekerjasama dengan badan diklat yang dikelola swasta dan dilaksanakan dengan jangka waktu lebih lama. 2009: 223-224). sikap dan minat. pengalaman. Konsep tersebut memiliki kesamaan dengan teori (Sutrisno. pengetahuan. 2003: 178) yaitu 166 . b. tetapi untuk pelatihan dan pengembangan itu sendiri belum dilaksanakan dengan maksimal. a. sikap perilaku yang diperlukan dalam tugas dan jabatannya (Sutrisno. menyebutkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil berupa : pengetahuan.menyelesaikan tugasnya secara efektif dan efisien. dapat dicapai. pendidikan. Dengan adanya upaya pengembangan kompetensi pegawai diharapkan akan terwujud produktifitas yang tinggi. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang ( Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang). Hal ini terjadi dikarenakan anggaran dana yang terbatas. Indikator tersebut menjadi faktor penghambat kelancaran proses pelatihan dan pengembangan yang diikuti peserta.

mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru supaya menjadi kompeten dalam pegawai. Menciptakan sikap loyalitas. Manfaat Pengembangan Kompetensi Pegawai Manfaat yang diperoleh dari program pengembangan yang diperoleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. dimana manfaat pengembangan yang diperoleh Badan Kesbangpol dan linmas kota semarang antara lain Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas. Tenaga pengajar yaitu pengajar widyaiswara dari diklat yang sudah menjalani Trainning of trainer yang berasal dari depdagri disesuaikan dengan kebutuhan yang dibutukan.yaitu bagaimana seni memimpinnya. yaitu menggunakan metode off the job trainning meliputi : studi kasus. Seharusnya metode pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui off the job trainning saja akan tetapi juga melalui metode on the job trainning. kuliah dan role playing. 2003: 176). input. dan kerjasama yang lebih menguntungkan. Proses pendidikan dan pelatihan Proses pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sudah baik karena setiap diklat yang dilakukkan dalam pemberian kurikulum disesuikan dengan jabatan yang bersangkutan ditambah dengan kurikulum yang bersifat kepemimpinan. Semua pembelajaran yang telah diperoleh dalam diklat akan dipraktekkan dan dibuat hasil laporan dalam bentuk makalah. 2003:32) yaitu kurikulum itu merupakan faktor tersendiri yang sangat besar pengaruhnya terhadap proses pendidikan dan pelatihan. Metode-metode pengembangan kompetensi pegawai yang dilaksanakan oleh badan kesbangpol dan linmas kota semarang sudah cukup baik. sehingga hanya ada 3 unsur yakni. 1987: 290). dan methods) dimasukkan dalam input. Proses pendidikan dan pelatihan yang ada sudah sesuai dengan teori (Notoatmodjo. Dengan memperhatikan kurikulum yang dipakai diharapkan output yang diperoleh dari proses diklat akan lebih maksimal. memutakhirkan keahlian karyawan sejalan dengan kemampuan teknologi. Sedangkan pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semaranng tujuan pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai dititik beratkan kepada para pegawai dimana pengembangan yang dilakukan untuk menciptakan aparatur yang memiliki pengetahuan. Metode Pengembangan Kompetensi Pegawai Metode pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang untuk meningkatkan pengembangan kompetensi pegawai yang dimiliki menggunakan berbagai metode. evaluasi program pelatihan. dimana metodemetode yang digunakan sesuai dengan beberapa konsep (Handoko. Dengan tujuan pengembangan kompetensi pegawai yang ditik beratkan pada para pegawai diharapkan kompetensi jabatan dapat dicapai dengan demikian karier jabatanpun akan meningkat. dengan demikian program pengembangan akan lebih menarik karena lebih bervariasi. Hal ini dikarenakan kompetensi jabatan idientik dengan seorang pimpinan yang harus mampu mengatur bawahannya . Memenuhi persyaratan-persyaratan perencanaan sumber daya manusia. Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka. Kemampuan pegawai dalam memimpin karyawan lain maupun dalam maelaksanakan tugasnya dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Namun metode tersebut kurang bervariasi. pengembangan program pelatihan. hasil kerja yang diberikan pada bawahan. memantapkan sikap pengabdian dalam melaksanakan tugas pemerintah. Tujuan pengembangan memiliki kesamaan dengan teori yang diungkapkan oleh Henry Simamora dalam buku (Sulistyani.penilaian kebutuhan pelatihan. maney. karena sesuai dengan teori (Simamora. dimana hal tersebut dapat mengakibatkan kejenuhan dari para pegawai yang mengikuti program pengembangan kompetensi pegawai. 2003: 178) d. Akan tetapi pada tahap-tahap yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang lebih terinci dan jelas dikarenakan tidak digabungkannya tahap perencanaan dan penyelenggaraan dalam satu tahap pengembangan program pelatihan yang dikemukakan oleh Barnardin dan Russel dalam buku (Sulistyani. 2001: 113-116). proses dan output . Mengurangi waktu belajar yang diperlukan karyawan agar mencapai standar-standar kinerja yang dapat diterima. 3. sikap moral serta menciptakan visi. 2. 167 .dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi. ketrampilan. 4. Di dalam manajemen sumber daya ( 4M yaitu man. Tujuan Pengembangan Kompetensi Pegawai Tujuan pengembangan kompetensi pegawai yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. materiil. dimana tujuan pengembangan pegawai difokuskan untuk memperbaiki kinerja pegawai.

sehingga pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai lebih efektif. anggaran dan seleksi peserta diklat. c. maupun untuk memenuhi kompetensi teknis/ fungsional. 2008: 85-86). PENUTUP Berdasarkan uraian mengenai upaya pengembangan kompetensi pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Kendala yang dari segi pelatih yang ada hendaknya benar-benar dilakukan seleksi agar pelatih tersebut mampu menyampaikan materi-materi diklat dengan baik. 5. Upaya pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui diklat sudah baik. Kendala yang berasal dari peserta hendaknya pimpinan mampu menumbuhkan kesadaran diri pada para pegawai agar lebih memahami makana pentingnya program-program diklat yang diselenggarakan. Metode yang digunakan dalam program pengembangan kompetensi pegawai melalui off the job trainning. Hal ini dikarenakan program tersebut hanya dilaksanakan pada 1 hari saja dan tidak adanya monitoring setelahnya untuk mengetahui perkembangan pegawai setelah pelatihan. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : a. agar kelak kendala tersebut dapat dihilangkan atau paling tidak dikurangi. d. dalam jabatan.Diharapkan dengan adanya program diklat dapat memperlancar tugas-tugas unit kerja dalam melaksanakan tugas pemeintah karena dengan profesionalisme yang dia peroleh selama pendidikan kilat. yang meliputi : studi kasus. Pelaksanaan pengembangan kompetensi untuk mengubah sikap dan perilaku melalui diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) belum cukup baik. Kendala-kendala yang dihadapi badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang yaitu aspek sumber daya manusia yaitu peserta dan pelatih/ widyaiswara. Diklat tersebut dilakukan setiap adanya pergantian jabatan. yaitu diklat struktural dan diklat fungsional. Pada pelaksanaan pengembangan kendala-kendala memang selalu terjadi yang mungkin akan menghambat jalannya pelaksanaan pengembangan. Sedangkan kendala dari segi kebijakan pengembangan. 168 . oleh karena itu tiap-tiap instansi atau organisasi yang akan melaksanakan pengembangan kompetansi pegawai harus memperhatikan kendala yang dihadapi. Kendala Pengembangan Kompetensi Pegawai Kendala pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai yang dihadapi oleh badan kesbangpol dan linmas kota semarang sama dengan beberapa kendala yang diungkapkan dalam teori (Hasibuan. b. kuliah dan role playing sudah cukup baik. Adapun pendidikan dan pelatihan yang dilakukan. Diklat tersebut meliputi pelatihan dan pendidikan yang diberikan kepada pegawai untuk memenuhi kompetensi yang dibutuhkan. yaitu kendala datang dari para peserta. Sehingga peserta mampu memahami dan mempraktekkan materi tersebut. akan berpengaruh pada kemampuan personel dalam mengambil keputusan dan cara mengambil sikap dalam menghadapi permasalahan tugas. pelatih atau instruktur dan kebijakan pengembangan. hendaknya lebih memperhatikan waktu penyelenggaraan diklat.

1998. Jakarta: Bumi Aksara. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Soekidjo. 2001. Pengembangan Sumber Daya Manusia. 2003. Notoatmodjo. Manajemen Personalia dan Manajemen Sumber Daya Manusia.DAFTAR PUSTAKA Handoko. Jakarta : Kencana. Manajemen Sumber Daya Manusia. Notoatmodjo. Malayu. Jakarta: Rieneka Cipta.SP.Hani. Sulistyani. Jakarta: Rieneka Cipta. Simamora. 2003. Edy. 2008. Soekidjo. Sutrisno. T. Ambar Teguh dan Rosidah. 169 . Yogyakarta : Graha Ilmu. Yogyakarta: Amara Books. Henry. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN. 1987. 2009. Pengembangan Sumber Daya Manusia. ManajemenSumber Daya Manusia.

com 170 . menciptakan mekanisme kerja penyuluhan yang efektif dan efisien. penataan sarana dan prasarana. This research conducted in Central Java provinceResearch data collection is done with in-depth interviews. Jl. dan tidak mampunyai kelembagaan pendukung dalam memberi jalan keluar untuk mengatasi perihal hambatan dan kendala dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. diharapkan peran penyuluh pertanian mampu hadir untuk membangun sistem kelembagaan pertanian yang masih lemah itu. Qualitative descriptive analysis was used to analyze the data. Namun demikian sejak diberlakukannya UU No. Untuk membangkitkan kembali penyuluhan pertanian. 1999). serta social network yang kurang mendukung. Departemen Pertanian telah mencanangkan program Revitalisasi Penyuluhan pertanian tertanggal 3 Desember 2005 di Banyuasin Sumatera Selatan. (2003) sektor pertanian sesungguhnya dapat menjadi salah satu strategi untuk recovery sekaligus memberikan landasaan bagi perkembangan sektor riil dari krisis ekonomi yang dialami Indonesia semenjak tahun 1997. Ciri khas usaha pada sektor pertanian adalah melibatkan begitu banyak orang dengan pemilikan sumber daya dan keterampilan yang rendah. Dari paparan Syahyuti di atas. Email: himawanmiesp@gmail. literature studies and FGD (Focus Group Discussion). dan penataan pembiayaan. ketika sektor-sektor lain ambruk. setiap era pemerintahan di Indonesia selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas kinerja penyuluh pertanian. penataan kelembagaan penyuluhan. banyak terjadi alih status penyuluh pertanian dari Jabatan fugsional ke 12 13 FE Unnes Semarang. Pemuda 4A Semarang. penataan ketenagaan penyuluh. menyelenggarakan dukungan biaya peyeleggaraan penyuluhan di daerah. There are 30 people key person who understands and relates to agriculture is taken as a sample with a multistage sampling.MANAJEMEN ADMINISTRASI INFORMASI PERTANIAN BERBASIS IT DI PROVINSI JAWA TENGAH Oleh Sucihatiningsih DWP12) Himawan Arif S.com STIE Bank BPD Jateng. Era tahun 1980-an penyuluh dianggap berhasil menghantarkan bangsa Indonesia dari Negara pengimpor beras terbesar menjadi negara swasembada beras. Permasalahan ketenagaan yang meliputi penyebaran tenaga penyuluh pertanian masih bias kepada sub sektor pangan. 22 Tahun 1999 tentang otonomi Daerah. menyediakan tenaga penyuluh yang kompeten dan professional. Tujuan dari revitalisasi pertanian adalah menata kelembagaan di propinsi. menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi. terintegrasi dan sinergik antara pusat dan daerah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan network tersebut adalah melalui strategi pendekatan kelembagaan. email: dianwisika@yahoo. yang selama ini tampaknya belum mendapat penanganan yang memadai. Pendahuluan Menurut Syahyuti. The results showed that the management of IT-based agricultural information is very beneficial to farmers in order to increase welfare 1. kondisi penyuluhan pertanian terus mengalami keterpurukan. et al. penataan penyelenggaraan penyuluh. Dalam rangka memberdayakan penyuluh pertanian. kabupaten/ kota dan kecamatan. yang dibuktikan dengan daya hidupnya yang tinggi. Fokus revitalisasi pertanian meliputi.13) Abstract This research aims to design IT-based agricultural information management. dapat ditegaskan bahwa salah satu hal yang menghambat rendahnya produktivitas hasil pertanian dan kendala rendahnya pendapatan petani adalah lemahnya kelembagaan pertanian. khususnya untuk memasuki ekonomi modern saat ini. Seiring dengan rendahnya kapasitas pengetahuan petani dalam memuliakan pertaniannya (Mudjijo.

dalam rangka revitalisasi penyuluh pertanian. sesuai dengan otonomi daerah. Ananto et al (2000). sejak tahun 2001 dilimpahkan kepada pemerintah daerah agar daerah mampu meningkatkan kinerja penyuluh pertanian. kontribusi dana dari petani dan swasta relative masih kecil. Permasalahan penyelenggaraan meliputi penyusunan program penyuluhan pertanian belum sesuai dengan kebutuhan lapangan. 2. Kinerja dan aktivitas penyuluhan pertanian yang menurun antara lain disebabkan oleh perbedaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah. yang telah dilakukan adalah pembentukan kelembagaan penyuluhan pertanian di tingkat pusat. permodalan.jabatan struktural. Namun sampai saat ini sebagian besar penelitian ahli kelembagaan pertanian menyimpulkan bahwa peranan lembaga pertanian nasional relatif masih lemah. dibeberapa daerah pengukuhan kembali penyuluh pertanian sebagai pejabatan fungsional belum dilakukan. kenaikan pangkat sering terhambat. penyuluh pertanian lapangan dan beberapa lembaga yang kehadirannya fungsional dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Penyelenggaraan penyuluhan pertanian belum dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip penyuluhan partisipatif. Salah satunya dengan membangun system yang dapat memberikan informasi yang cepat dan tepat kepada petani sehingga diharapakan usahataninya dapat berkembang dengan baik. Dalam tahun 2006 sampai dengan 2007. antara eksekutif dan legislatif terhadap arti penting dan peran penyuluhan pertanian. lembaga pemetaan wilayah. Pranaji et al. peningkatan kompetensi penyuluh pertanian sangat jarang dilakukan. dan lain-lain. informasi dan komunikasi. pemasaran. 19/1999. dan memfasilitasi pembetukan pos penyuluhan di tingkat desa Keberadaan ragam kelembagaan pertanian dalam memompa denyut nadi kebangkitan pertanian nasional. irigasi. memfasilitasi pembentukan organisasi profesi penyuluh pertanian. usia penyuluh sebagian besar diatas 50 tahun. penurunan kapasitas dan kemampuan managerial dari penyuluh serta penyuluh pertanian kurang aktif untuk mengunjungi petani dan kelompoknya. lembaga studi pertanian.(2000). Kelembagaan yang konsen di bidang saprodi. transportasi. penempatan dan penugasan penyuluh pertanian tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya. memfasilitasi pembetukan BPP di tingkat kecamatan. (2000). kunjungan lebih banyak dikaitkan dengan proyek (Subedjo. ketersediaan materi informasi terbatas. kewenangan di bidang penyuluhan pertanian. Menurut Akhmadi (2004). Kelembagaan ini memfasilitasi pembentukan badan pelaksanan penyuluhan pertanian. perikanan dan kehutanan serta sekretariat bakor di tingkat propinsi.2006). Keterbatasan anggaran untuk penyuluhan pertanian dari pemerintah daerah. sudah saatnya dihadirkan (Alihamsyah et al. memfasilitasi pembentukan badan koordinasi penyuluhan pertanian. Permasalahan pembiayaan yang timbul adalah alokasi anggaran penyuluhan pertanian di daerah masih sangat terbatas. Oleh karena itu diperlukan peningkatan peran kelembagaan pertanian. penyelenggaraan penyuluhan pertanian masih berorietasi proyek. Sejalan dengan itu. era pemerintahan SBY lebih memberdayakan penyuluh pertanian melalui program Revitalisasi Penyuluh Pertanian yang fokus pada permasalahan tersebut diatas. otoritas penyuluhan pertanian juga telah didelegasikan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah tingkat kabupaten. rekruitmen dan pembinaan karir penyuluh pertanian belum berpedoman pada SK Menkowasbangpan No. Dengan adanya permasalahan tersebut. Cirri-ciri tersebut yaitu: (1) batas yurisdiksi (yurisdiction of boundary). (2) hak kepemilikan (property right). teknologi pertanian. Kecenderungan umum menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah beberapa tahun terakhir kurang pro terhadap kegiatan terkait penyuluhan pertanian sehingga kinerja penyuluhan pertanian menurun. tidak lepas dengan kehadiran ragam kelembagaan pertanian. Materi dan Metode Pakpahan (1989) mengemukakan suatu kelembagaan dicirikan oleh 3 hal utama. Batas yurisdiksi berarti hak hukum atas (batas 171 . Kegiatan penyuluhan pertanian masih bersifat parsial dan belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. dan (3) aturan representasi (rule of represen-tation). penyuluh pertanian swakarsa dan swasta belum berkembang dengan baik. yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah sebagai berikut : Penataan kelembagaan penyuluhan. karena kurang berfungsinya sistem penilaian angka kredit. agribisnis.

Konsep property atau pemilikan sendiri muncul dari konsep hak (right) dan kewajiban (obligations) yang diatur oleh hukum. (2) hak untuk memperoleh penghasilan dan suatu aset. Batas yuridiksi menentukan siapa dan apa yang tercakup dalam kelembagaan masyarakat. yaitu: perasaan sebagai satu masyarakat (sense of community). Perhitungan siapa memperoleh apa dan berapa banyak ditentukan oleh batas yurisdiksi karena batas inilah yang menentukan apakah sesuatu itu internal atau eksternal bagi pihak-pihak yang bertransaksi. Hak milik adalah hak individu untuk menggunakan sumberdaya (Eggertsson. adat dan tradisi. Tidak seorangpun yang dapat menyatakan hak milik tanpa pengesahan dari masyarakat di mana dia berada. Dalam pengertian ekonomi. adat. Menurut Eggertsson (1990:34) ada tiga kategori hak milik. dan lainnya. Hak kepemilikan juga merupakan sumber konsep. Dalam bentuk lainnya property rights merupakan produk dari tradisi atau adat kebiasaan dalam suatu masyarakat. eksternalitas. Apabila barang dan jasa yang harus dikonsumsi secara kolektif. homogenitas. menentukan siapa yang termasuk kita dan siapa yang termasuk mereka. Hal ini erat kaitannya dengan konsep jarak sosial yang akan menentukan kadar komitmen yang dimiliki oleh suatu masyarakat terhadap suatu kebijakasanaan. Konsep ini penting dalam menentukan batas yurisdiski untuk merefleksikan kebutuhan masyarakat. Homogenitas preferensi dan distribusi individu masyarakat yang memiliki preferensi yang berbeda akan mempengaruhi jawaban atas pertanyaan siapa yang memutuskan. Konsep batas yurisdiksi dapat berarti batas wilayah kekuasaan dan atau batas otoritas yang dimiliki oleh suatu kelembagaan. rendah dibanding dengan alternatif batas yurisdiksi yang lainnya. dan (b) hak seperti dicerminkan oleh kepemilikan adalah sumber kekuatan untuk akses dan kontrol terhadap hak miliknya. Penentuan siapa dan apa yang tercakup dalam suatu organisasi atau masyarakat ditentukan oleh batas yurisdiksi. 1990). maka isu batas yurisdiksi menjadi penting dalam merefleksikan preferensi konsumer dalam aturan pengambilan keputusan. tidak seorangpun yang dapat menyatakan hak milik tanpa pengesahan dari masyarakat dimana dia berada. mengubah. homogenitas preferensi dan kepekaan politik ekonomi terhadap perbedaan preferensi merupakan hal yang penting dalam menentukan batas yurisdiksi. yang di dalam terminologi Karl Mark adalah “labour”. yaitu (1) hak untuk menggunakan. situasi atau kondisi. Batas yurisdiksi yang sesuai akan menghasilkan ongkos persatuan yang lebih. dan tradisi. termasuk hak untuk memperoleh 172 . Skala ekonomi. Hak tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara seperti melalui pembelian apabila barang danjasa yang dimaksud boleh dijualbelikan. (3) homogenitas. ditentukan oleh empat hal.menelaah permasalahan batas yurisdiksi. dan skala ekonomi (economic of scale). (5) kewajiban.(2) ongkos atau biaya (3) informasi. atau mengandung makna kedua-duanya. administrasi (regulasi) dan hibah. melalui pemberian hadiah dan melalui pengaturan administrasi seperti halnya pemerintah memberikan subsidi terhadap sekelompok masyarakat. karena skala ekonomi merupakan sumber interdependensi. atau konsesus yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat dalam hal kepentingannya terhadap sumberdaya. konsep skala ekonomi ini memegang peranan penting dalam . Implikasi dari hal ini adalah: (a) hak seseorang adalah kewajiban orang lain. OIeh karena itu. skala ekonomi menunjuk suatu situasi dimana ongkos per-satuan terus menurun apabila output ditingkatkan. dipandang sebagai karakteristik inheren yang dimiliki oleh beberapa komoditas. atau konsensus yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat dalam hal kepentingannya terhadap sumberdaya (Pakpahan. Homogenitas. mentransfomasi atau bahkan menghancurkan suatu aset. 1990:33). Skala ekonomi. Eksternalitas. (2) ekstemalitas. Hak milik dalam pengertian inilah yang oleh Adam Smith disinyalir “cenderung dipertukarkankan”. Setiap transaksi selalu terjadi transfer sesuatu yang dapat berupa: (1) manfaat. Perubahan batas yurisdiksi akan menghasilkan performance yang diinginkan. Perasaan sebagai satu masyarakat. Perubahan batas yurisdiksi akan merubah struktur eksternalitas yang pada akhirnya merubah siapa yang menanggung apa. Dalam bentuk formal property rights merupakan produk dari sistem hukum formal. satuan analisis dalam mempelajari institusi adalah transaksi mencakup transaksi melalui mekanisme pasar.dan (4) skala ekonomi (Pakpahan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi performa apabila terjadi perubahan batas yurisdiksi antara lain: (1) perasaan sebagai satu kelompok (masyarakat). 1990). (4) bak-hak istimewa. Konsep ini muncul dari hak dan kewajiban yang didefinisikan atau diatur oleh hukum. Sumber daya fundamental yang dimiliki setiap orang adalah apa yang melekat pada dirinya. Dalam kaitannya dengan hal ini permasalahannya menjadi preferensi siapa yang memutuskan.wilayah kekuasaan) atau (batas otoritas) yang dimiliki oleh suatu lembaga.

studi literature dan FGD (Focus Group Discussion). kondisi atau situasi dengan menggunakan transaksi sebagai aktivitas ekonomi. akan menentukan apakah keputusan akan dihasilkan efisien atau tidak. Pembagunan akan berhasil atau tidak dapat ditentukan karena kedua aspek tadi. penggunaan. Dari laporan- 173 . Tubbs (1984) dan Hanel (1989) menyatakan bahwa pengambilan keputusan atas dasar group process akan meningkatkan loyalitas.upah atas tenaga kerja yang diberikan individu dalam aktivitas ekonomi. dan pemeliharaan sumberdaya lahan. dan (3) hak untuk menjual aset. Setiap bentuk aturan representasi harus berhadapan dengan tiga jenis biaya. juga ada kewajiban-kewajiban berupa pembayaran pajak. 1992). Hak milik esklusif terwujud bila untuk menguasainya perlu menyingkirkan orang lain. Aturan representasi (rule of representation) mengatur permasalahan siapa yang berhak berpartisipasi terhadap apa dalam proses pengambilan keputusan. kerja-sama. dukungan anggota pada pimpinan dan mengurangi tekanan internal serta biaya transaksi yang pada akhirnya akan meningkatkan performa organisasi. Disamping itu masih ada biaya eksternal yang ditanggung oleh seseorang atau sebuah lembaga sebagai akibat keputusan orang lain atau lembaga lain. Aturan representasi menentukan alokasi dan distribusi sumberdaya. yaitu: (1) Biaya pengambilan keputusan (policing cost atau lobying cost atau (contract cost atau negoisasi) sebagai partisipasi. Jiwa analisis institusi adalah interdependensi antar partisipan terhadap sesuatu. Hak milik bisa bersifat ekslusif bisa pula non eksklusif. Bagaimana partisipasi terbentuk ditentukan oleh aturan representasi partisipan yang terlibat. Mclean (1982) menyebut sebaai barang prifat (private goods). bisa pula melalui mekanisme transaksi kontra kekuatan untuk akses dan kontrol terhadap sumberdaya. aturan representasi mempengaruhi ongkos membuat keputusan. Partisipasi dalam suatu organisasi ditentukan oleh keputusan politik organisasi. motivasi. Dalam hal itu. Sebanyak 30 penyuluh pertanian diambil sebagai sampel dengan multistage sampling. Biaya representasi yang tinggi baik dalam artian nilai uang atau bukan uang. Ongkos transaksi yang tinggi dapat menyebabkan output tidak bernilai untuk diproduksi. termasuk lembaga penyuluh pertanian. Oleh karena itu. Dipandang dari segi ekonomi. Analisis deskritif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. 3. iuran untuk desa atau adat. Lembaga penyuluh pertanian perlu mengantisipasi program-program yang akan diterapkan kepada pihak petani dalam usahatani dengan lebih sensitif kepada aspek sosial budaya. (2) Biaya informasi (sosialisasi) dan (3) Biaya pengamanan atau monitoring. Metode pemberian otoritas kepada individu tertentu untuk memilih cara menggunakan hak miliknya disebut sebagai sistem of property (Eggertsson. Hak esklusif ini dapat dipertukarkan melalui mekanisme trasaksi otonom (pasar). Disamping hak. perlu dicari suatu mekanisme representasi yang efisien sehingga dapat menurunkan ongkos transaksi. Keputusan apa yang diambil dan apa akibatnya terhadap performa akan ditentukan oleh kaidah representasi yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Pembahasan Pembangunan sumber daya manusia melalui suatu kelembagaan perlu memahami konteks masyarakat yang akan dibangun. serta gotong royong yang dikaitkan dengan kepemilikan atas sumberdaya lahan tersebut. ownership menunjuk pada sifat dan kwalitas penguasaan atas suatu property rights. 1990:33). yaitu nonrivairy dan nonexciudable ( Mclean. Jenis keputusan apa yang dihasilkan oleh masyarakat juga ditentukan oleh aturan representasi dari kepentingan rnasyarakat. Konteks tersebut yaitu berkaitan dengan kondisi sosial maupun budaya dari masyarakat setempat. sehingga hak milik yan non eksklusif (nonexlusive property) dan barang publik (public goods) yang mempunyai dua ciri menonjol. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam. Hak kepemilikan atas lahan (land right) pada kelembagaan adat setempat yang berkaitan dengan lahan dapat dilihat pada hak masyarakat baik secara kelompok (comunal) maupun secara individu (private) dalam pengaturan. maka dari itu perspektif sosial dan budaya dalam hal ini perlu menjadi fokus utama dalam penerapan suatu program dari lembaga.

Petani sebagai sentral dari proses hubungannya dengan semua pihak yang terkait dalam usahatani memiliki peran penting dalam kegiatan penerapan IT yang diajukan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi petani. program ini sekiranya menjadi suatu kekhawatiran yang lebih. Akan tetapi. Jika tidak. rencana penerapan model IT ini jika dianalisis akan bisa berhasil karena melihat pada kondisi sosial budaya masyarakat petani (di Grobogan. perekonomian petani lebih bersifat sederhana dan terikat. Penjelasan mengenai model yang bisa diterapkan dalam kelembagaan penyuluh pertanian kepada petani dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: 174 . Apakah pihak petani akan mampu menggunakan IT ini atau tidak. Dalam hubungan melalui IT ini akan mempermudah juga bagi para penyuluh pertanian serta hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi para petani. ibu mempunyai peran sendiri dan anak-anak mempunyai peran sendiri. Ayah memiliki peran sendiri. Wadah itu adalah balai penelitian. karena hal ini dapat diantisipasi dari pihak keluarga sebagai keseluruhan sistem perekonomian. artinya pengelolaan ekonomi dilakukan secara bersama-sama antara angoota keluarga satu dengan yang lain. permasalahan petani akan dibahas dan dicarikan solusinya. ternyata kurang berhasil karena aspek budaya dalam hal ini belum mengena. balai penelitian ini sangat penting karena akan dapat dijadikan pula oleh dinas pemerintah (dinas pertanian) sebagai acuan dalam pemberian kebijakan kepada para petani seperti kebijakan dalam hal fasilitas ataupun yang lainnya. didapatkan bahwa. Seperti penerapan IT oleh kelembagaan dalam penguatan kapasitasnya. pihak yang terkait lainnya adalah pihak penyuluh pertanian atau dinas pertanian. hal ini akan bisa diterima oleh masyarakat atau tidak melihat pada aspek budaya. pegusaha. Seperti contoh. penyuluh atau pihak pemerintah dan kelompok petani itu sendiri. harus mampu berpegang pada model kelembagaan yang berperspektif sosial budaya. Perlu di pahami bahwa. Selebihnya. dan bagaimana bagi petani yang sudah tua. Klaten dan Magelang) yang sudah peka dengan teknologi. pihak lembaga penyuluh pertanian harus lebih peka lagi dalam menerapkan program-programnya guna meningkatkan usahatani masyarakat. kebanyakan petani sudah mencapai taraf pengetauan akan informasi melalui Handphone (HP). Petani dalam sistem IT yang diajukan ini didampingi oleh beberapa pihak seperti pedagang. Yaitu dengan meminta bantuan dari anak-anaknya yang sudah paham akan teknologi. Dari hasil penelitian di lapangan. Melalui bantuan mereka para petani dapat mengakses masalah harga ataupun masalah lainnya. Selain mengakses kepada para pedagang tadi. bisa meminta arahan atau bantuan dari petani yang lain. Dengan bantuan IT ini.laporan mengenai proyek pembangunan suatu lembaga yang diterapkan kepada masyarakat seringkali mengalami kegagalan karena kurang melihat pada kondisi sosial ataupun budaya suatu masyarakat. Dengan pihak-pihak yang terkait inilah diharapkan sistem IT bisa diterapkan dengan baik dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kinerja para petani. Dengan bantuan teknologi informasi ini. Seperti dalam hal akses para pedagang ataupun pengusaha (dalam ataupun luar kota) sebagai tempat penjualan hasil panen serta dapat mengakses pula perkembangan harga saat ini. Masih banyak lagi permasalahn pembangunan yang gagal karena kurang memperhatikan aspek social dan budaya masyarakat. Melalui balai penelitian ini. Fasilitas ini sangat penting bagi para petani dalam rangka spekulasi penjualan hasil panen yang terkadang “terperosok” oleh para tengkulak. Beberapa personal ini memiliki peran masing-masing dan masih berkaitan. pembangunan kakus oleh pemerintah kepada masyarakat di pinggiran sungai sebagai antisipasi pencemaran air. pihak penyuluh pertanian tentunya akan melakukan program pelatihan terlebih dahulu kepada petani agar mampu mengoprasikan teknologi IT ini. akan tetapi dalam kasus tertentu peran ini bisa diputar aruskan menjadi peran yang fleksibel. Oleh karena itu. dari hasil penelitian di lapangan. diharapkan petani mampu mengakses segala keperluannya dalam meningkatkan usahataninya. Maka dari itu. Jika suatu kelembagaan pertanian menginginkan suatu model penguatan kapasitas agar dapat mencapai target pembangunan masyarakat petani secara optimal. Dengan demikian. perekonomian pertanian adalah bentuk perekonomian keluarga. melalui kelompok tani sebagai media penyampai pesan kepada pihak penyuluh pertanian akan dipertemukan dalam wadah yang akan mengatasi masalah mereka. untuk lebih validnya. Jika mereka tidak mampu mengoprasikannya.

Tani Informasi Kontinu. Info pasar Pet ani Ka ya Status Ekonomi ? kup Manfaat / Hasil Peternak Sapi Pupuk organik Orientasi kemungkinan / kehidupan Mi skin Cu Kebijakan Keterampilan Fasilitas o Benih o Pupuk o Pupuk o Alat Hubungan Komunikasi Input Informasi Hubungan Informasi 175 . Model Pengembangan Kapasitas Lembaga Perspektif Budaya Lahan kualitas tanam Diversifikasi Pengusah a Tahu Tempe Pedagang Lokal Luar kabupaten Produsen Pupuk Pupuk Distributo r Penyal ur Balai Penelitian Dinas Pertanian Penyulu h Bak ul Kel. Kualitas.Gambar 1.

dengan kemampuannya yang memungkinkan pengguna untuk menerima dan mengirimkan informasi dari jarak jauh. Pemangku kepentingan pertanian tidak perlu membayar mahal untuk melakukan sosialisasi kebijakan. sehingga menjadikan data olahan siap saji dan terkini. Jangkauan pasar bertambah. dimana saja. tentu menjadi faktor yang sangat mendukung dalam proses penyebaran informasi di segenap lapisan masyarakat. Informasi mengenai produk baru dapat secara mudah dikirim kepada customer melalui SMS. Short Message Service (SMS) dan Wireless Application Protocol (WAP) merupakan contoh aplikasi mobile yang mendukung proses pertukaran informasi. tidak hanya lokal. Melalui internet. mudah dan up to date. Berbagai aplikasi dan layanan mobile. Teknologi informatika yang semakin berkembang saat ini. brosur maupun iklan di media cetak. tetapi nasional bahkan ke pasar global Mensinergikan semua pemangku kepentingan pertanian dalam suatu wadah yang terkoordinasi. merupakan hambatan bagi seseorang dalam mendapatkan informasi dari internet. dengan memiliki website di internet anda dapat memperluas jaringan promosi sebuah perusahaan. Peluang mendapatkan customer juga menjadi lebih besar. SMS adalah layanan untuk mengirim dan menerima pesan singkat melalui ponsel. maka data olahan bisa disajikan menurut kepentingan dan kedalaman data yang diperlukan.Modeling IT melalui Web. Sementara WAP merupakan protocol yang menghubungkan internet dengan ponsel. Kemudahan dalam komunikasi. Pemangku kepentingan dapat memilih layanan informasi menurut media yang sesuai baik lewat ponsel maupun internet. Fungsi Modeling IT dari segi pemasaran 1. Tidak tersedianya fasilitas internet di suatu daerah. b c d e 176 . Selain katalog. Dengan semakin banyaknya pengguna internet saat ini maka jalur distribusi suatu barang dapat dilakukan melalui internet. informasi tehnologi. berbagai macam informasi bisa didapat dengan mudah selama 24 jam tanpa harus beranjak dari depan komputer yang telah terkoneksi dengan internet. Internet dan telepon selular merupakan salah satu contoh sarana yang populer sebagai media komunikasi. Layanan informasi melalui ponsel merupakan solusi bagi kendala di atas. Pengunjung dapat langsung membeli produk yang dijual melalui internet. layanan WAP atau dan email dari website. termasuk akses internet. WAP dan SMS diajukan sebagai Penguatan Menghemat biaya dan waktu dalam advertising. dapat melihat informasi dari website bilamana diperlukan. dsb. Melalui website pesan informasi bisnis dapat disampaikan lebih lengkap. ponsel bisa digunakan sebagai media untuk mendapatkan informasi dari internet. Para peminat atau calon pelanggan. oleh siapa saja. Mendayagunakan semua pemangku kepentingan pertanian menuju sumatu kemandirian dan profesionalitas institusi dan perorangan Informasi pasar pertanian yang up to date. dewasa ini telah berkembang pesat hingga memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai hal hanya dengan menggunakan ponsel. Dengan akses database yang tersedia. Layanan ini sangat populer karena biayanya yang relatif lebih murah dibanding dengan biaya telepon. Memperluas Ruang Promosi Sebagai Media Komunikasi dan Wadah Penyedia berbagai Informasi maka website dapat digunakan sebagai sarana pendukung promosi seperti suatu perusahaan. Akses informasi dapat dilakukan kapan saja. Memotong rantai birokrasi dan ekonomi. Kemudahan dan penghematan dalam komunikasi adalah salah satu muara efisiensi. Beberapa alasan Pemilihan Media Kelembagaan Pertanian Lapangan a Website. Dengan teknologi ini. Kedua layanan tersebut sangat membantu proses penyebaran informasi. WAP dan SMS Memperhatikan sejumlah permasalahan lapangan dalam pemberdayaan kelembagaan pertanian maka hal yang mendasar adalah masalah komunikasi.

Mempermudah Komunikasi Agar dapat saling berkomunikasi dengan para klien atau customer. Dari data base tersebut selanjutnya melalui desain teknologi dapat disajikan sebagai bentuk informasi yang bisa diakses oleh Pemangku dan publik pertanian Salah satu kemudahan dalam mengakses informasi adalah jika informasi bisa diakses secara online. akademisi dilibatkan dan juga memiliki akses ke data base sehingga mampu menjadi administrator bisa memasukkan semua data yang berkaitan dengan kebutuhan petani dan perniagaan bahan pangan nasional dengan daerah tanggung jawab masing masing. website mempunyai keuntungan sebagai berikut : Informasi lebih detail dan tuntas dari produk dan jasa. bakorluh. Jadi fungsi website disini bukan hanya sebagai wadah penyedia informasi saja. 2. c Isi yang selalu up to date. upload/download file dan lain sebagainya. SMS dan WAP serta web merupakan contoh aplikasi yang bisa dijadikan layanan informasi untuk kepentingan ini . Media Interaksi Website dapat dijadikan ajang interaksi dengan para pengunjung website antara lain dapat dijadikan ajang jual-beli. Para pengunjung website akan selalu menerima informasi yang up to date dari perusahaan. Adapun jalur input –proses dan inputnya adalah sebagai berikut. forum diskusi. b Tampilan yang baik akan memberikan akan memberi image yang baik dan menarik bagi calon klien.Sebagai alat pendukung promosi. tidak terbatas oleh waktu dan tempat. Hal ini terlihat jika dibandingkan dengan iklan (yang mempunyai space terbatas). Tabel 1 Jalur input –proses dan inputnya N o 1 Jalur Input Proses Database Jalur Output Data primer & sekunder SMS/WAP/Web Data Publikasi/Analisis Data Info Data Pemangku kepentingan pemerintah 2 Data/info tehnologi 3 Institusi lain/akademisi 4 Permintaan data Database data Data proses Data proses 177 . a Diagram Konteks Karena pemangku kepentingan untuk urusan ketahanan pangan dan khususnya pertanian cakupannya luas. perusahaan dapat menjalin komunikasi melalui email ataupun informasi kontak yang berada dalam website. Sebagai contoh pada sebuah brosur bisaanya penjelasan yang diterima hanya berupa pokok-pokok dari produk sebuah perusahaan. dinas pertanian kabupatan dan institusi lain seperti deperindag. Komunikasi akan lebih mudah walaupun perbedaan lokasi sangat jauh dan sudah tentu lebih efisien dalam hal biaya dan waktu. tetapi di website pengunjung website dapat mendapat detil spesifikasi dari produk tersebut. maka sejumlah institusi terkait seperti beberapa institusi di bawah departemen pertanian. pola hubungan dan pemberdayaan sebagai wadah untuk mengelola berbagai data informasi sebagai data base pertanian & komoditas. Hal ini mengakibatkan diperlukannya sebuah sistem kebergantungan. 3.

2. mahasiswa. 7. 3. tata niaga maupun operasional lapangan. publik Institusi lain seperti lembaga swasta. 8. mengkaji penerapan teknologi yang dapat digunakan dalam usaha bidang pertanian termasuk personil kunci yang bertanggungjawab untuk topik tertentu dan bisa dimintai informasi publik. LSM. Pihak yang terlibat dalam sistem IT yang diajukan Departement Pertanian berikut strukturalnya sebagai departemen teknis yang menangani pertanian dan ketahanan pangan Penyuluh/Bakorluh sebagai penyedia dan pengguna informasi pertanian. sebagai pengamat. 9. wartawan dsb yang dapat berinteraksi dengan pertanian. 5. pemerhati dan pengawas pertanian termasuk kebijakan. pengkaji dan pengembang teknologi baru bidang pertanian dengan spesifikasi dan ketertarikan tertentu Balai litbang pertanian sebagai institusi yang menggeluti dan mengembangankan bidang tertentu spesifik. pengawas dan pembuatan kebijakan pertanian lokal.Gambar 2. 6. perdagangan dan pemasaran/distribusi bahan pangan nasional Dinas pertanian daerah sebagai pembina. Diagram konteks sistem Informasi pertanian 1. 4. 178 . menganalisa data untuk menyuluh dan menjawab pertanyaan teknis yang muncul di lapangan Petani sebagai pelaku pertanian di lapangan Pedagang/Pengusaha sebagai penampung hasil produksi pertanian dan pendistribusi ke pasar Akademisi sebagai peneliti. pelajar. Deperindag sebagai departemen tehnis yang menawasi industri. termasuk membuat analisis dan pengamatan tertentu.

Jenis layanan Informasi Pertanian & komoditas Database Pertanian & Komoditas Web data internet WAP SMS User 179 .Gambar 3. Diagram Institusi Pemangku kepentingan untuk database Pertanian & komoditas Untuk mengkomunikasikan database menjadi informasi tehnis dan aplikatif di lapangan maka data base dapat disajikan dalam berbagai kemasan informasi menurut kepentingan dan tujuan tertentu dengan melakukan akses ke data base. yakni layanan informasi pertanian dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini. Gambar 4.

Cakupan layanan menurut ukuran informasi 4. Bagan komponen database . Salah satu pemberian informasi pertanian yang terintregasi ini adalah dengan membangun system manajemen informasi pertanian melalu Information Teknologi (IT) yang dapat menghubungan antara pemerintah pusat.6. Gambar 5. 180 . bibit unggul. penyuluh serta masyarakat pertanian lainnya. Selain itu juga petani dapat dengan mudah mengetahui informasi lainya seperti kondisi cuaca. Gambar 5.Adapun isi database yang diperlukan adalah data primer dan data terolah dari beberapa informasi yang lazim diperlukan oleh petani. Kesimpulan Pemberian informasi yang cepat dan tepat pada petani dapat meningkatkan kesejahteran petani karena dengan adanya informasi harga jual komoditas produk pertanian petani dapat memilih dimana yang memberikan keuntungan lebih besar. petani dan kelembagaan pertanian. pasca panen komoditas pertanian dan informasi lainnya yang mendukung pengembangan pertanian. pemerintah daerah.

(www. Proyek Penelitian Pengembangan Pertanian Rawa Terpadu – ISDP. Ismail dan DE. Subejo.Mudjijo. _____1995. “The Role of Transaction Costs and Property Rights in Institutional Analysis. Pakpahan. 181 . Bogor.. I. Alihamsyah. Wahyuni. Tesis pada Jurusan Sosiologi Pedesaan. Ananto. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UGM. I. (2000) Laporan Utama : Pengembangan Sistem Usaha Pertanian Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan.E. Mengubah Pertanian Tradisional Dalam Pembangunan Jangka Panjang. 9 No 2. Ananto. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Hermanto.or. Badan Litbang Pertanian. Desember 2002. Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh).W. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 pada tanggal 14 Nopember 2007 telah ditetapkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 58 Tahun 2007 tentang Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. E. 2 Desember 1995. dan T. EL. 1989. Situmorang. S.html). Badan Litbang Pertanian. Institut Pertanian Bogor. 13.. 2004. K.. E. Desember 2004. T. No. 2002. Pelaksanaan Otonomi Daerah. 1989.M Subiksa. G. aporan Bidang Penelitian Penyuluhan Pertanian. Agus.Alihamsyah. Pembentukan Struktur Agraria pada Masyarakat Pinggiran Hutan. Pendekatan Kelompok dalam Pelaksanaan Program/Proyek Pembangunan Pertanian. T. Supriadi. A. Eggertsson.smeru. ______2003. Muslim (200) Perekayasaan Sosiobudaya dalam percepatan Transformasi Masyarakat Pedesaan. Suastika.. Pusat penelitian dan pembangunan sosial ekonomi pertanian.id/newslet/2004/ed12/2004/200412spotlight. Pranaji. Kerangka Analitik untuk Penelitian Rekayasa Sosial: Perspektif Ekonomi Institusi. Penyuluhan Pertanian Indonesia : Isu Privatisasi dan Implikasinya. Soentoro.” European Economic Review 34(2-4): 450-457. Setyo dan C.Pakpahan. 1999. Makalah. Bogor. Dwi Windu Penelitian Lahan Rawa : Mendukung Pertanian Masa Depan. 2002. Jurnal Agro Ekonomi Vol. Majalah Forum Agro Ekonomi. Bogor. E. J. SMERU Newsletter. Thráinn (1990). Bogor. Pusat Penelitain Agro Ekonomi. Hastuti.. 2000. I. Survei Evaluasi Intensifikasi Padi dan Palawija Tahun1971-1978. Syahyuti. P2SLPS2. Nuning.Referensi Akhmadi. Tahap kedua : Pendekatan Kelembagaan.G. H. Yogyakarta. Sianturi. IPB. Ketut. Vol. Pembangunan pertanian indonesia dalam pengaruh kapitalisme dunia: analisis ekonomi politik perberasan. Prosiding Patanas: Evolusi Kelembagaan Pedesaan di Tengah Perkembangan Teknologi Pertanan.

Hasil uji parsial diperoleh t hitung = 2. Fakultas Ekonomi.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran di SMK negeri 1 Pemalang baik secara parsial ataupun simultan. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 12 diperoleh persamaan regresi berganda Y = 39. Fasilitas Belajar. penelitian ini disebut penelitian populasi. tes dan dokumentasi. Universitas Negeri Semarang.037 < 0. Email: yuniarsihnuraeni@yahoo.037 < 0. Mengetik 1 Mesin ketik manual 2 Buku paket: Mengetik SMK jilid 1 Mengetik SMK jilid 2 Mengetik SMK jilid 3 3 Lampu penerangan Jumlah 40 40 40 40 9 182 . hal ini terlihat dari adanya laboratorium mengetik manual yang luas dengan penerangan yang cukup dan kondisi laboratorium yang bersih. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi persentase dan regresi linier berganda. dan fasilitas belajar (X2).05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X1 terhadap Y.140X1 + 0. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran dengan jumlah 80 siswa. Nur Aeni Yuniarsih (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi. bahwa fasilitas belajar mengajar mengetik di SMK Negeri 1 Pemalang cukup memadai.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X2 terhadap Y.494 dengan nilai signifikansi = 0. Jurusan Manajemen.05 yang berarti secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru. Pendahuluan Latar belakang masalah Berdasarkan observasi pendahuluan di SMK Negeri 1 Pemalang.1 Daftar Inventaris Laboratorium Mengetik Manual No Inventaris lab.KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN FASILITAS BELAJAR PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN MENGETIK SISTEM 10 JARI BUTA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK NEGERI 1 PEMALANG.000 < 0. Uji keberartian persamaan regresi dengan uji F diperoleh F hitung = 19. dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta.119 dengan nilai signifikansi antara 0. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket). jumlah mesin ketik manual yang sesuai dengan jumlah siswa kelas X yaitu 40 unit mesin ketik dan kertas untuk mengetik yang tersedia bagi siswa.168X2. serta variabel terikat yaitu kemampuan mengetik sistem 10 jari buta (Y). Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu kompetensi profesional guru (X 1). 1. serta buku pegangan dimana setiap siswa mendapat satu buku latihan mengetik.126 dengan nilai signifikansi 0. Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru. Dan Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta.880 + 0. Berikut daftar inventaris laboratorium mengetik manual: Tabel 1. thitung = 2.

Berdasarkan urian tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Kompetensi Profesional Guru dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 (sepuluh) Jari Buta Siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang”. yakni guru yang mengampu mata diklat mengetik manual adalah guru yang berasal dari lulusan program studi pendidikan administrasi perkantoran. Disamping itu berdasarkan pengamatan langsung penulis dan wawancara dengan beberapa murid. sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. bahwa dalam kegiatan belajar mengajar guru telah menguasai materi. terlihat dari waktu yang dibutuhkan siswa untuk mengetik sebuah surat lebih dari 20 menit. 40 40 1 2 1 1 Latar belakang pendidikan dan pengalamam mengajar adalah dua aspek yang mempengaruhi kompetensi seorang guru di bidang pendidikan dan pengajaran (Djamarah 1994:127). Kompetensi guru terutama dalam proses belajar mengajar mengetik dapat dikatakan baik. 183 . Sebagian siswa juga belum bisa menyelesaikan pekerjaan mengetik sebuah surat dalam berbagai bentuk dengan maksimal. belum ada yang mencapai target indikator keberhasilan kecepatan mengetik sampai 200 epm. diolah.2 Prestasi Mengetik Siswa Hasil praktek kemampuan mengetik sistem 10 jari buta No Kelas Belum kompeten Kompeten 1 X AP 1 29 11 2 X AP 2 27 13 Sumber: guru. Akan tetapi jika dilihat melalui hasil praktek mengetik siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang bahwa pencapaian hasil belajar mengetik manual sebagian siswa masih belum optimal. Retno Ari Budi selaku guru mata diklat mengetik manual). diketahui bahwa fasilitas belajar mengetik dan kompetensi profesional guru baik. akan tetapi apabila dilihat dari tabel prestasi mengetik siswa di atas terlihat bahwa sebagian besar siswa masih belum kompeten dalam hal mengetik sistem 10 jari buta. Hal ini mendorong penulis untuk mengungkapkan lebih jauh tentang pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. dan membimbing siswa agar dalam mengetik siswa selalu menggunakan 10 jarinya. mampu menyampaikan materi dengan baik kepada siswa. Berikut tabel hasil praktek mengetik: Tabel 1. dan rapi. Jumlah murid 40 40 Berdasarkan pengamatan di SMK Negeri 1 Pemalang. telah sertivikasi dan memiliki pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun (wawancara dengan Ibu Dra. serta setiap kali praktek mengetik siswa selalu didampingi oleh dua guru sekaligus sebagai pengajar. rata-rata kecepatan berkisar kurang dari 150 epm. belum ada yang mencapai target indikator keberhasilan kecepatan mengetik sebuah surat dalam berbagai bentuk selama 20 menit dengan cepat. Untuk mengatasi hal tersebut guru selalu mengadakan program remidial sampai siswa mampu mengetik dengan hasil yang maksimal berdasarkan standar yang ditetapkan. mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa. hal ini dapat diketahui dari latar belakang pendidikan guru dan pengalaman mengajarnya. tepat.4 Meja mengetik siswa 5 Kursi mengetik siswa 6 Meja guru 7 Kursi guru 8 Whiteboard 9 Rak buku Sumber: Data SMK N 1 Pemalang. Saat praktek berlangsung dari cara kerja siswa masih terlihat belum mampu menghentakan jarinya sesuai tugas entakan jari dan masih melihat papan tuts. Hal ini dapat diketahui dari kemampuan kecepatan mengetik sistem 10 jari buta siswa masih bervariasi hasil pengetikannya. diolah.

Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut ; 1. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang. 2. Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang. 3. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 2. Mengetahui adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 3. Mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sisitem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 2. Bukti Empiris Kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, dan kekuatan (Poerwadarminto, 2000:628). Menurut Spencer and Spencer dalam Uno (2008:62), mendefinisikan kemampuan sebagai karakteristik yang menonjol dari seorang individu yang berhubungan dengan kinerja efektif dan atau superior dalam suatu pekerjaan atau situasi. Menurut Suwandi (2007:10), mengetik sepuluh jari yaitu teknik mengetik dengan memanfaatkan semua jari tangan. Setiap jari mempunyai tugas sendiri yang harus dilatih satu demi satu dan berkelanjutan, sehingga jari tersebut secara maksimal dan optimal dapat bekerja dengan baik. Kemampuan mengetik sistem 10 jari buta yaitu kesanggupan, kecakapan, dan kekuatan yang dimiliki oleh individu dalam kegiatan mengetik dengan melakukan entakan jari sesuai dengan tugas entakan jari secara tepat tanpa melihat naskah. Kompetensi profesional merupakan kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam, yang harus dikuasai oleh seorang guru, tidak saja materi yang sesuai dengan bidang tugasnya, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan dan menghubungkan materi-materi pelajaran lainnya, sehingga seorang guru mampu menyajikan materi pelajaran secara utuh kepada muridnya (Harwanto, 2008:46). Fasilitas adalah sarana dan prasarana. Menurut Bafadal (2003: 2) Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. 3. Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Hal ini dikarenakan jumlah subyek penelitian kurang dari 100 siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program studi Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Pemalang Tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 80 siswa. Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Keterangan: Y = variabel terikat (kemampuan mengetik sistem 10 jari buta) a = konstanta

184

b1 = Nilai Koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai Koefisien variabel bebas X2 (Sugiyono, 2007: 275) Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Dari kelima jawaban tersebut masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian terebut tinggi atau tidak. Skor tersebut terdiri dari: 1. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 2. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 3. Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) 4. Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) 5. Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4. Hasil empiris
a Coefficients

Model 1

(Constant) Kompetensi Profesional Guru Fasilitas Belajar

Unstandardized Coefficients B Std. Error 39.880 4.429 .140 .168 .066 .079

Standardized Coefficients Beta .309 .308

t 9.004 2.126 2.119

Sig. .000 .037 .037

Correlations Partial .235 .235

Collinearity Statistics Tolerance VIF .409 .409 2.447 2.447

a. Dependent Variable: Kemampuan mengetik 10 jari buta

5. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan, antara lain: 1. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 2. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 3. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 6. Daftar pustaka Ali, Muhammad. 1984. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung: Angkasa. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. . 1988. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan Diektorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Asman, Jamal Mamur. 2009. 7 Kompetensi Guru Menyenangkan dan profesional. Jogjakarta: Power Book Banguntapan. Bafadal, Ibrahim. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori Dan Aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Silabus Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Depdiknas. Dimyati, dkk. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

185

Dr. (Mrs.) Ihuoma P. Asiabaka. “The Need for Effective Facility Management in Schools in Nigeria”. New York Science Journal. Department of Education Foundations and Administration, Faculty of Education, Imo State University, Owerri, Nigeria. Feryal Cubukcu.” student teachers’ perceptions of teacher competence and their attributions for success and failure in learning”. Faculty of Education, Dokuz eylul University. Ghozali, Ahmad. 2007. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Sinar Baru Algesindo. Hamalik, Oemar. 2008. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara. . 2008. Perencanaa Pengajaran Berdasarkan pendekatan Sistem. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Harwanto. 2008. Memilih Profesi Guru?. Banten: Cerad Insan Cendekia. Mendiknas. 2008. Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejurun (SMK/MAK). Jakarta: Citra Utama Media. Mustaqim. 2008. Psikologi Pendidikan. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Naree Aware Achwarin. “The study of teacher competence of teachers at schools in the three southern provinces of thailand”. Graduate School of Education, Assumption University of Thailand. Poerwadarminta, WJS. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Rianggoro, Krisna. 2001. Marilah Belajar Mengetik. Semarang: Aneka ilmu. Sardiman. 1994. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Setiawan, Iwan dkk. 1994. Pengetahuan Mengetik SMK. Bandung: Armico. Sudarmin, Djanewar. 1999. Mengetik SMK jilid 1 Kelompok Bisnis dan manajemen. Bandung: Armico. Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Sudjana, Nana. 2008. Dasar-dasar Proses Belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Sugiyono. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung :Alfabeta Sularso, dkk. 1984. Mengetik dengan sistem 10 jari. Yogyakarta: Liberty. Suwandi. 2007. Makalah Peranan Mesin Ketik Manual dan Keterampilan Mengetik 10 Jari di Era Komputerisasi. Probolinggo. Uno, Hamzah. 2008. Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi aksara.

186

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL BERBASIS MACROMEDIA FLASH MX DALAM PEMBELAJARAN MATA DIKLAT KEARSIPAN PADA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK N 1 BOYOLALI Nurul Khaqim S. Pd., (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Email : Hakim.ragil31@gmail.com Abstrak Makalah ini berisi tantang salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan pemberiaan stimulus dengan penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa, kinerja guru, aktivitas siswa sebelum menggunakan media pembelajaran dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan. Data yang digunakan adalah data primer, berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan teknik pengambilan data adalah dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. Hasil penelitiannya adalah terdapat perbedaan nilai rata-rata dari siklus I dan nilai rata-rata siklus II. Besarnya peningkatan persentase hasil belajar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 18,06%. Dari analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru meningkat sebesar 8%, dan persentase aktivitas siswa meningkat sebesar 22%. Dari hasil pengisian angket, semua siswa memberikan tanggapan yang sangat positif. Kesimpulannya adalah bahwa terdapat perbedaan hasil belajar mata diklat kearsipan antara sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Hasilnya pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Kinerja guru dan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Tanggapan siswa saat menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx adalah sangat positif. Kata Kunci : Hasil Belajar, Media Visual Berbasis Macromedia Flash MX. 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru administrasi perkantoran di SMK N 1 Boyolali adalah model pembelajaran ekspositori. Sedangkan salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai pada mata diklat kearsipan jurusan administrasi perkantoran adalah mengimplementasikan sistem kearsipan. Pada tahun ajaran sebelumnya, yaitu tahun ajaran 2008/2009. Berdasarkan rincian nilai mata diklat kearsipan pada model pembelajaran ekspositori, terlihat jelas meski nilai siswa sudah mencapai KKM yang ditetapkan, namun sebagian besar hanya mencapai batas minimumnya saja yaitu 70. Dari kenyataan tersebut, perlu adanya suatu inovasi baru pada pembelajaran ekspositori agar nilai siswa dapat meningkat, tidak sebatas mencapai nilai yang ditetapkan pada KKM atau nilai minimumnya saja. Guru dapat membuat siswa merasa tertarik dan termotivasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat. 1.2. Rumusan Masalah 1. Adakah perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali? 2. Bagaimanakah kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali?

187

Anni.7. 4. pembuatan 188 . Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memuat animasi logo. Pengenalan Cara Pembuatan Media Visual berbasis Macromedia Flash MX Macromedia Flash MX merupakan sebuah program aplikasi standar authoring tool profesional yang dikeluarkan oleh perusahaan internasional Macromedia yang digunakan untuk membuat animasi vektor dan bitmap yang sangat menakjubkan untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Bagaimanakah aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali? 4. Kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. movie. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. 2. Landasan Teori 2.1. Media Pembelajaran Menurut Sugandi (2006: 30) media pembelajaran adalah alat atau wahana yang digunakan pengajar dalam proses pembelajaran untuk membantu penyampaian pesan pembelajar.6.3. 2.2. game. Aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali.5.3. maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan konsep. Pembelajaran Pengertian pembelajaran menurut teori neobehavioristik yaitu upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan supaya terjadi hubungan lingkungan dengan tingkah laku pembelajar (Sugandi. Perbedaan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media pembelajaran dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. dkk (2006: 5). sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada yang dipelajari oleh pembelajar. Media Visual berbasis Macromedia Flash MX Media visual berbasis macromedia flash mx adalah gabungan dari media visual dengan program macromedia flash mx yang mengandalkan indera penglihatan dengan menampilkan animasi gambar atau gambar bergerak. Tujuan 1.4. 3. 2. 2. 2006: 9). Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx? 1. Belajar Slameto (2003: 2) mendefinisikan belajar sebagai usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.3. 2. 2. Model Pembelajaran Ekspositori Model pembelajaran ekspositori atau langsung menurut Nur dalam Widdiharto (2004: 33) menyatakan bahwa model ini dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural (pengetahuan mengenai bagaimana orang melakukan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu) yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. 2. 2. Jika pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep.

screen server. tes. e-card. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama. maka penelitian ini disebut penelitian populasi (Arikunto. Deskripsi Data Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan empat metode penelitian yaitu metode dokumentasi. 3. 2.450 0 89. 2006: 130). Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AP 1 yang berjumlah 40 siswa. Error Mean . Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired. tombol animasi. Karena jumlah populasi kurang dari 100.99942 Std. dan angket. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx (ekspositori) dan pembelajaran mata diklat kearsipan pada saat menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.16869 4. interaktif form isian. dan pembuatan situs web atau pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya (Suciadi. Angket ini digunakan untuk memperoleh informasi data tentang penerapan media pembelajaran visual berbasis macromedia flash mx pada mata diklat kearsipan standar kompetensi mengimplementasikan sistem kearsipan kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. observasi. Hasil 4. Metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data nama siswa dan data nilai mata diklat kearsipan tahun sebelumnya. banner. 3. huruf ataupun kombinasi huruf dan nomor sebagai identitas arsip yang terkait. Materi Mengimplementasikan Sistem Kearsipan Sistem Kearsipan Sistem kearsipan adalah cara pengaturan atau penyimpanan arsip secara logis dan sistematis dengan memakai abjad. menu interaktif.79048 Tabel Paired Samples Correlations 189 . Tabel Paired Samples Statistics Mean Pair 1 Siklus II Sumber: Data Diolah. Deviation 5. 4. Analisis t-test (uji-t) Analisis t-test ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah ditentukan.81724 .1.1. numerik / nomor. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. apakah ada perbedaan hasil belajar mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2003: 3).075 0 N 40 40 Std.navigasi pada situs web. 2010 Siklus I 75. metode tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa baik pembelajaran sebelum maupun sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx pada mata diklat kearsipan standar kompetensi mengimplementasikan sistem kearsipan kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran.8.

(2D tailed f ) Mean Pair 1 t Sikl . 4. . persentase kinerja guru dalam 190 .822 9 00 4 7 us II Sumber: Data Diolah. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx kurang baik atau sama dibandingkan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.2632 Sikl 254 11. 2010 Hipotesis : Ho : 3 = 0. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media .0001 dengan t hitung sebesar -16.05 (batas kesalahan) dan signifikasi 0.822.12 3 . maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus adalah . Karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0. Tabel Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval S of the Difference Std. aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Deskriptif Persentase Analisis deskriptif persentase terhadap skor yang diperoleh digunakan untuk mendeskripsikan kinerja guru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2010 Dari tabel korelasi diperoleh nilai korelasi = 0.001 Sumber: Data Diolah. Nilai rata-rata siklus 2 lebih tinggi dibanding nilai rata rata siklus 1.N Pair 1 Siklus I & Siklus II 40 Correlati on .98673 16.2. Ha : 3 0.36250E1 8099 15. Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau ( ) = 0. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. td.493 Sig.493 dan signifikan pada 5% hal ini berarti rata-rata nilai hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx berhubungan positif dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Observasi kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali.0 -1. us I – 5. Deviatio Error Low n Mean er Upper Si g.

maka siswa memberikan sikap yang sangat positif dalam penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx. Karena penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx merupakan inovasi baru. Hal ini dikarenakan mata diklat kearsipan yang diajarkan sebelumnya hanya disampaikan dengan pembelajaran ekspositori. sehingga guru menjadi lebih semangat dan lebih bervariasi dalam menyajikan materi yang sedang dipelajari.7 terlihat bahwa tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali memberikan tanggapan yang sangat positif. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mata diklat kearsipan adalah termasuk dalam kategori sangat baik. menyatakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. persentase aktivitas siswa adalah dalam kategori cukup baik. dapat dilihat bahwa ada peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebesar 22%. Jika kinerja guru baik maka tujuan dari pembelajaran akan tercapai dan hasil belajar siswa akan baik pula. Dari data tersebut terlihat bahwa siswa memberikan tanggapan sangat positif yang bererti bahwa siswa tertarik dan lebih semangat dalam pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx sehingga nilai hasil belajar siswa dapat meningkat. Hasil dari penelitian aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx mempunyai pengaruh positif terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Berdasarkan uraian di atas. antara lain: 5. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hamalik dalam Arsyad (2009: 15). Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sudjana dkk (2009: 2). Sehingga dari pembelajaran yang lebih aktif dan bervariasi. menyatakan bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. 5.mengelola pembelajaran diklat kearsipan adalah termasuk dalam kategori baik. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Terdapat Perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. serta peningkatan hasil belajar mata diklat kearsipan. Terlihat bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx meningkat sebesar 22%. Jika kinerja guru baik maka tujuan dari pembelajaran akan tercapai dan hasil belajar siswa akan baik. Hal tersebut sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 17) bahwa media pembelajaran adalah media yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan antara guru dan siswa agar tujuan pengajaran tercapai. persentase aktivitas siswa termasuk dalam kategori sangat baik. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Dari 40 siswa yang mengisi angket. Berdasarkan data hasil penelitian menggunakan skala likert seperti dalam tabel 4. Terlihat bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam kategori baik. 30% dalam kategori sangat baik. yaitu hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan 191 . Selain itu juga karena media visual berbasis macromedia flash mx adalah media baru sehingga siswa lebih tertarik dan menjadi lebih aktif. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan. Berdasarkan uraian tersebut dapat dilihat bahwa ada peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebesar 8%.

Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 192 . 2002. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Widdiharto. Eddy Purwanto. Slameto. 8. 2009. Bandung : Sinar Baru Algensindo. karena media tersebut merupakan sebuah media yang baru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sehingga siswa lebih tertarik dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mata diklat kearsipan. Azhar. 2009. Suciadi. Makalah disajikan dalam Diklat Instruktur / Pengembang Matematika SMP Jenjang Dasar. Terdapat peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. A. Arikunto. 2004. Sudjana. Arsyad. Pusat Bahasa Depdiknas. Nana dan Rivai Ahmad. Media Pengajaran. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Achmad Rifa’i. Daftar Pustaka Anni. Persentase aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2006. 2006. Menguasai Pembuatan Animasi dengan Macromedia Flash MX. 2003. Teori Pembelajaran. Terdapat peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Semarang: UPT MKK UNNES. 6. Andreas. Psikologi Belajar. Sugandi. 10 – 23 Oktober 2004. 7. Rachmadi. karena guru lebih semangat dan lebih dapat menarik perhatian siswa dengan bantuan media visual berbasis macromedia flash mx. Persentase kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Jakarta: Balai Pustaka. Chatarina Tri . 2006.sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx secara signifikan lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Jakarta : Rineka Cipta. Media Pembelajaran. 2003. Angket tanggapan siswa terhadap penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan mendapat tanggapan yang sangat positif dari siswa. Model – Model Pembelajaran Matematika SMP. PT Elex Media Komputindo : Jakarta. Daniel Purnomo. Semarang : UPT Unnes Press. Suharsimi. Artinya mereka menganggap penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Jakarta: Rineka Cipta.

Untuk menyelenggarakan kegiatan pembayaran pajak diperlukan prosedur untuk memaksimalisasi hasil usaha yang sedang dijalankan.angka yang dihitung secara statistik sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Prosedur biasa diterjemahkan sebagai tata cara yang berlaku dalam organisasi. Pajak daerah yang biasanya dipungut selama ini merupakan sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan disuatu daerah. Sebaiknya UP3AD mengefektifkan lagi sosialisasi di kecamatan-kecamatan di daerah kendal secara menyeluruh. serta untuk calo harus mengikuti prosedur sebagaimana mestinya. PENDAHULUAN A. 3) Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengefektifkan lagi sosialisasi di kecamatan di Kendal secara menyeluruh. Administrasi. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD. agar masyarakat mengetahui tentang prosedur adminastrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor Kata kunci : Prosedur. registrasi otorisasi data statis kendaraan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa 1) prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. penetapan PKB dan SKPD. hal tersebut untuk membantu kelancaran pembayaran pajak juga sebagai pertimbangan suatu organisasi dalam mengambil keputusan-keputusan penting.argumen dan tidak menggunakan angka.PROSEDUR ADMINISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UP3AD KABUPATEN KENDAL Khusnul Budi Ani Abstrak Pajak daerah yang biasanya dipungut selama ini merupakan sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan disuatu daerah. Hendaknya UP3AD agar lebih menyederhanakan prosedur yang ada. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembayaran pajak yang baik dan berjalan dengan lancar diperlukan suatu sistem administrasi yang baik juga. Pajak Kendaraan Bermotor. dianalisa dengan argumen. Kedudukannya sangatlah penting sebab sah atau tidaknya perbuatan orang dalam organisasi 193 . 2) Untuk mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi. 3) Untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi permasalahan tersebut. sedangkan permasalahan dari luar adalah kurang tertibnya wajib pajak dan masalah calo. mendahulukan wajib pajak pada pelayanan SPPKB. Hasil penelitian diketahui bahwa bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. Latar Belakang. menertibkan wajib pajak dengan memberikan nomer antrean pada oket SPPKB. wawancara dan dokumentasi. pembayaran PKB. Prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kabupaten Kendal dimulai dari pengambilan formulir SPPKB. pelayanan korektor. 2) Permasalahan yang dialami dari dalam yaitu kurang efektifnya sosialisasi dan staf lain yang membayar pajak pada saat jam kerja. Karena sebagian besar pendapatan daerah berasal dari sektor pajak maka kelancaran penyelenggaraan pembangunan pemerintahan daerah dipengaruhi oleh keberhasilan dari hasil penerimaan pajak daerah. selain itu juga harus di dukung dengan sistem informasi yang lengkap pula. Validitas STNK dan TNKB dan yang terakhir penyerahan STNK. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan : (1). Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis diskriptif kualitatif yaitu data tersebut diperoleh. (2).

ditentukan oleh tingkah lakunya berdasarkan prosedur itu. Permasalahan apa saja yang dialami dalam proses kegiatan pembayaran pajak kendaraan bermotor? 3. Kegiatan administrasi dalam arti sempit sering disebut juga sebagai tata usaha. Karena setiap anggota masyarakat diberi kepercayaan pajak untuk dapat melaksanakan keikutsertaan nasional melalui sistem menghitung. Dari jumlah tersebut 7% orang kebanyakan belum paham mengenai prosedurnya. Bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut? LANDASAN TEORI A. ada juga yang beranggapan bahwa proses pembayaran pajak kendaraan bermotor rumit. memperhitungkan. Kurangnya komunikasi dan sosialisasi mengenai informasi prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor menyebabkan kurangnya minat para wajib pajak untuk membayarkan pajak terutangnya. (Gie. Pembayaran pajak merupakan wujud pengabdian dan peran serta masyarakat dalam membantu kelancaran pemerintahan daerah. Bagaimana Prosedur administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor pada UP3AD Kabupaten Kendal? 2. 2000:187) Prosedur digunakan perusahaan atau organisasi untuk membantu pelaksanaan kegiatan operasional. PERUMUSAN MASALAH Atas dasar uraian latar belakang di atas maka perumusan masalahnya adalah : 1. Pembayaran membutuhkan waktu kurang dari satu jam. Dari pengamatan langsung di kantor UP3AD Kabupaten Kendal dan dari daftar pembayar pajak kendaraan bermotor di UP3AD jumlah pembayar atau wajib pajak rata-rata berjumlah 200 orang setiap harinya. Pengertian Administrasi Menurut (Silalahi. Informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat. 2005:5) Administrasi dalam arti sempit merupakan pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta memudahkan keterangan untuk memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain.sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat wajib pajak. Pengertian Prosedur Prosedur adalah suatu rangkaian metode yang telah menjadi pola tetap dalam melakukan suatu pekerjaan yang merupakan suatu kebulatan. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengambil judul “PROSEDUR ADMININISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UP3AD KABUPATEN KENDAL” B. karena perbedaan latar belakang pendidikan sehingga penyampaian informasi terkadang kurang bisa diterima. Kaitanya dengan pembayaran pajak adalah prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor diperlukan untuk membantu organisasi dan wajib pajak dalam pelaksanaan pembayaran pajak agar berjalan dengan baik dan lancar. terkendali. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. 194 . Dengan adanya suatu prosedur maka kegiatan yang akan dicapai dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang di inginkan (Moenir. sehingga pelaksanaan sistem administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan lebih tertib. B. dan memakan waktu lama sehingga kebanyakan masyarakat menyerahkan pembayarannya kepada makelar pajak atau calo. 2006:105). padahal sebenarnya pembayaran akan lebih ekonomis dan efisien apabila masyarakat mau membayarkan pajak terutangnya sendiri serta tidak menyita waktu.

membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang (self assessment). Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan satu tahapan dalam proses penelitian dan sifatnya mutlak untuk dilakukan karena data merupakan fenomena yang diteliti. dan pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan berdasarkan ketentuan yang digariskan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. sederhana dan mudah untuk dipahami oleh anggota masyarakat Wajib Pajak. Anggota masyarakat Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk dapat melaksanakan kegotongroyongan nasional melalui sistem menghitung. D. tidak termasuk alat-alat besar. dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu kendaraan bermotor yang bersangkutan. B.3 tahun 2002 tentang Pajak Kendaraan Bermotor UU No. b. 16 tahun 2000 tentang tata cara perpajakan di Indonesia a. C. Pemerintah. dalam hal ini aparat perpajakan. Data yang diperoleh dari penelitian dapat memperkuat hasil penelitian dan memudahkan penyusunan Tugas Akhir. 2009:26). sesuai dengan fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan. Dokumentasi dan Wawancara. permasalahan apa saja yang di hadapi dan cara mengatasi permasalahan tersebut. Kendaraan bermotor adalah semua kendaraan beroda dua atau lebih beserta gandengannya yang digunakan di jalan umum. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi. Pajak Kendaraan Bermotor Pajak Kendaraan Bermotor atau disebut (PKB) merupakan pajak yang dipungut atas kepemilikan dan atau penguasaan terhadap kendaraan bermotor (Tarmudji dan Suryarini. 2002:107) adalah subjek darimana data diperoleh. sehingga melalui sistem ini administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan dengan rapi. Tanggung jawab atas kewajiban pelaksanaan pemungutan pajak sebagai pencerminan kewajiban di bidang perpajakan berada pada anggota masyarakat Wajib Pajak sendiri. terkendali. Objek Kajian Objek kajian adalah objek penelitian yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. METODE PENELITIAN A. sehingga membantu kita untuk menarik satu kesimpulan dari objek atau fenomena yang diteliti. Data merupakan sumber tertulis yang sangat penting dalam penyusunan Tugas Akhir. pelayanan. Objek kajian dalam penelitian ini adalah mengenai prosedur administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor pada UP3AD Kabupaten Kendal. Bahwa pemungutan pajak merupakan perwujudan dari pengabdian dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan yang diperlukan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sedangkan menurut UU No 18 tahun 1997 Pajak Kendaraan Bermotor adalah pajak atas kepemilikan dan atau penguasaan kendaraan bermotor. Sumber dan Jenis Data Definisi sumber data menurut (Arikunto. 2002:96). memperhitungkan. Dan Peraturan Pelaksanaannya berdasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor : 75 Tahun 2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor dan pada Peraturan Daerah Povinsi Jawa Tengah No. c. yang menjadi objek penelitian penulis adalah di kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pembardayaan Aset Daerah (UP3AD) di jalan Soekarno Hatta No 101 Kendal. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dipungut berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor. 195 . Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini.C.

SKPD : Surat Ketetapan Pajak Daerah. tetapi hanya menguraikan dan menggambarkan suatu keadaan berdasarkan data pada waktu tertentu (Arikunto. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelayanan Korektor 1. 4. Hasil Penelitian 1. 196 . Tanda tangan Validitas STNK dan TNKB Penyerahan STNK 1. Berikut ini merupakan gambar alur pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kendal : Alur Rangkaian Pembayaran PKB Mulai Formulir SPPKB Penelitiankelengkap an. TandaTerima. 3. Registrasi Otorisasi Data Statis Kendaraan Order TNBK/STNK Cek fisik Pembayaran PKB Penetapan PKB dan SKPD Keterangan : PKB : Pajak Kendaraan Bermotor SPPKB : Surat Pendaftaran Pembayaran Kendaraan Bermotor. TNKB : Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Metode Analisis Data Dalam penulisan Tugas Akhir ini.E. STNK :Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. 5. Metode deskriptif kualitatif adalah suatu metode analisis dimana data itu tidak dianalisis secara sistematis. 2002:213). 2.

197 . maka wajib pajak diminta untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor. pembayaran PKB lewat kasir. d. Cara untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kabupaten Kendal : a. Staf pelayanan SPPKB sudah seharusnya mendahulukan wajib pajak terlebih dahulu daripada orang dalam karena untuk memaksimalisasi kerja agar berjalan lebih efektif dan efisien. sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat wajib pajak. Banyak calo atau makelar yang terkadang sedikit mengganggu kerja para staf pada saat pengambilan formulir SPPKB karena tidak mengantri dahulu. b. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. memperhitungkan. penetapan. 2.Berikut merupakan alurnya dimulai dari pengajuan persyaratan untuk memperoleh formulir SPPKB. B. validitas STNK/TNKB dan terahir adalah penyerahan STNK. koreksi. pelayanan korektor. Mengefektifkan lagi sosialisasi ke kecamatan. Sesuai dengan UU No 16 tahun 2000 Karena setiap anggota masyarakat diberi kepercayaan pajak untuk dapat melaksanakan keikutsertaan nasional melalui sistem menghitung. Kurang tertibnya wajib pajak pada saat pengambilan formulir SPPKB. Pembayaran PKB. uji validitas dan penyerahan STNK. Berikut merupakan permasalahan yang timbul dari luar adalah : a. Lebih menertibkan wajib pajak dengan cara memberikan nomer antrean juga pada loket pelayanan SPPKB. sehingga pelaksanaan sistem administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan lebih tertib. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. pada saat jatuh tempo masa pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagaimana tertera dalam Notice Pajak/STNK. b. Berikut permasalahan dari dalam yang dialami dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu : 1. terkendali. Kurang efektifnya sosialisasi mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor. 2. pengesahan STNK dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam sejak saat pendaftaran /penyerahan berkas permohonan.kecamatan di daerah Kendal. Staf lain yang kadang membuat tidak efisienya kerja staf pelayanan SPPKB karena membayar pajak pada saat kerja. Permasalahan yang timbul dalam proses kegiatan administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD dan cara mengatasi permasalahan tersebut. Dan proses kegiatanya dimulai dari penghimpunan data dan kelengkapanya. Dimana secara umum dapat kami sampaikan bahwa prosedur standar yang dilakukan oleh wajib pajak adalah. Penentuan besarnya pajak yang terutang sesuai dengan jenis kendaraan dan besarnya SKPD. lalu menuju ke Penetapan PKB dan SKPD. kemudian menuju ke registrasi otorisasi data statis kendaraan dimana tempat untuk order STNK / TNBK dan cek fisik. c. Tetap mendahulukan wajib pajak dan untuk calo atau makelar pajak seharusnya mengikuti prosedur pembayaran seperti wajib pajak yang semestinya.

Untuk calo atau makelar pajak seharusnya mengikuti prosedur pembayaran seperti wajib pajak yang semestinya. kurang tertibnya wajib pajak. Sebaiknya UP3AD untuk lebih mengefektifkan sosialisasi di kecamatan.saran sebagai berikut : 1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. Permasalahan dari dalam yang dihadapi dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu kurang efektifnya sosialisasi mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor sehingga membuat wajib pajak kurang memahami tentang prosedurnya. 3.SIMPULAN DAN SARAN A. Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengefektifkan kembali sosialisasi ke kecamatan.kecamatan di daerah Kendal. 2. Staf pelayanan SPPKB sudah seharusnya mendahulukan wajib pajak terlebih dahulu daripada orang dalam karena untuk memaksimalisasi kerja agar berjalan lebih efektif dan efisien. B. Saran Dari pembahasan di atas penulis dapat saran. agar masyarakat mengetahui tentang prosedur adminastrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Lebih menertibkan wajib pajak dengan pemberian nomer antrean pada loket pelayanan SPPKB. Permasalahan dari luar banyak calo atau makelar yang terkadang sedikit mengganggu kerja para staf karena tidak mengantri dahulu. Hendaknya UP3AD agar lebih menyederhanakan prosedur yang ada untuk mempemudah dan memperlancar kegiatan administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Staf lain terkadang membuat tidak efisienya kerja para staf pelayanan SPPKB. Kesimpulan 1.kecamatan di daerah kendal secara menyeluruh. 198 . 2.

Hal ini akan meningkatkan produktivitas kerja sehingga berpengaruh pada pencapaian tujuan perusahaan.PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BIRO SDM DAN UMUM SEKSI PENGELOLAAN ASET PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH Heni Maulidah ABSTRAK Motivasi merupakan serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Dan sebaiknya perusahaan segera menambahkan karyawan untuk menggantikan posisi pegawai yang dipindah. Kata Kunci : Peningkatan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana upaya yang dilakukan dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ?. Motivasi 199 . pemberian promosi dan pemberian bonus bagi pegawai yang berprestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui upayaupaya yang dilakukan dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. observasi dan dokumentasi. upaya yang dilakukan pimpinan dalam memotivasi kerja pegawai yaitu dengan mengadakan rapat pembinaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan sudah cukup baik. sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu analisis dengan memaparkan faktafakta yang diamati dengan diikuti teori-teori yang mendukung. Untuk menyediakan fasilitas pimpinan diharapkan aktif untuk mengajukan pengadaan fasilitas yang dianggap penting untuk menunjang suatu pekerjaan. Dengan adanya pemberian motivasi dari pimpinan diharapkan pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan akan lebih giat dan bersemangat dalam bekerja. sehingga karyawan lain tidak terbebani dengan pekerjaan yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. pada dasanya motivasi dapat memacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka. Saran yang dapat peneliti sampaikan berdasarkan hasil penelitian adalah diharapkan pimpinan memberikan pelatihan terhadap pegawai. Hal ini tidak terlepas dari peran pimpinan. (2) Kendala apa saja yang dihadapi dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ?. karena latar belakang pegawai di Biro SDM dn Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan yang berbeda-bada. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah.

Dalam suatu perusahaan potensi tenaga kerja merupakan modal yang sangat penting bagi pencapaian keberhasilan serta tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan perusahaan dapat tercapai jika manajemen mampu mengelola dan menggerakan sumber daya manusia secara efektif dan efisien. Organisasi dikelola oleh sumber daya manusia didalamnya. Oleh karena itu.PENDAHULUAN Pada saat ini telah memasuki era global. dan setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan tugas masingmasing. Meningkatkan motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam upaya pengembangan pegawai. 200 . dimana perusahaan-perusahaan baik yang berorientasi pada keuntungan maupun organisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan bersaing untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Salah satu hal yang perlu ditingkatkan perusahaan adalah mengenai motivasi pegawai. Selain itu pegawai juga akan tergerak untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan kualitas kerjanya guna mencapai prestasi yang diharapkan. sehingga pekerjaan yang diberikan akan cepat selesai serta pegawai akan lebih terampil dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. perusahaan harus menjaga hubungan kerja yang baik dengan pegawainya. Karena dengan adanya motivasi maka pegawai akan terdorong untuk melaksanakan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh serta dengan penuh rasa tanggung jawab.

Sumber data dari penelitian ini adalah dari pimpinan dan pegawai Bagian SDM dan Umum Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. yang dapat mempengaruhi hasil kinerjanya secara positif atau secara negatif. atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar imbalan moneter. tetapi harus disimpulkan dari perilaku yang tampak ( Handoko. hal ini tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan (Winardi.2. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dimana data dapat diperoleh (Arikunto. Dalam melakukan suatu pekerjaan tidak jarang pegawai menemukan kesulitan yang mampu menghambat pencapaian hasil kerja yang maksimal.2003 : 251). Seseorang yang termotivasi maka seseorang tersebut akan melaksanakan tugasnya sebagai pegawai dimana ia bekerja dengan penuh rasa ta nggu ngjawa b. karena motivasi adalah suatu kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia. Pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah untuk menjalankan misi perusahaan maka pegawai harus diberi motivasi kerja yang tinggi agar dapat bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan. Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan. Produktivitas pegawai menjadi pusat perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas kerja yang mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi. karena motivasi tidak dapat diamati atau diukur secara langsung. Dalam proses pemberian motivasi kerja tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. 2001 : 6). Dan merupakan data yang sudah baku serta dipublikasikan dari data sekunder ini akan diperoleh data penelitian kepustakaan yaitu 201 . Tujuan pimpinan adalah memberikan dorongan kepada pegawainya agar bisa bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh organisasi. Data Sekunder Yaitu data yang diperoleh penulis dari buku-buku literatur yang terkait dengan penulisan Tugas Akhir ini sebagai penunjang dalam penelitian.Dengan adanya motivasi diharapkan setiap pegawai mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Motivasi ini merupakan subyek yang penting bagi manajer. menyalurkan. yang dapat dikembangkannya sendiri. Motivasi juga merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung efektifitas kerja. dan memelihara perilaku manusia. karena banyak kendalakendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi kerja pegawai. Motivasi bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan produktivitas pegawai. 2002: 107) . Data Primer Yaitu data yang diambil langsung dari sumbernya. karena manajer harus bekerja dengan dan melalui orang lain. Motivasi merupakan subyek yang membingungkan. Karyawan membutuhkan semangat yang tinggi untuk meningkatkan hasil yang diharapkan. Manajer perlu memahami orang-orang berperilaku tertentu agar dapat mempengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan organisasi.1. b. Hubungan karyawan yang tertata baik sangat bermanfaat bagi organisasi. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk menyusun Tugas Akhir ini dengan judul : “PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BIRO SDM DAN UMUM SEKSI PENGELOLAAN ASET PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH” METODE PENELITIAN Sumber dan Jenis Data 1. Jenis Data a. dan imbalan nonmoneter. Untuk meningkatkan produktifitas yang tinggi perlu adanya motivasi kerja dari para karyawan. Dalam hal ini peneliti (penulis) secara langsung observasi ke obyek penelitian yaitu pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah melalui wawancara. 1.

Arikunto. Observasi Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara mengadakan observasi ke Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. c. Untuk meningkatkan motivasi kerja pimpinan harus mengetahui apa yang diinginkan pegawai agar pegawai dapattermotivasi untuk bekerja lebih giat dan mencapai prestasi kerja yang tinggi. Pemberian promosi bagi pegawai yang berprestasi. Latar belakang pegawai yang berbeda-beda sehingga para pegawai memiliki karakter dan 202 . 1. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Sedangkan faktor yang berasal dari dalam diri pegawai yaitu prestasi kerja. Kebutuhan dan keinginan tersebut biasanya dipengeruhi oleh beberapa faktor. Suharsimi (2002:236) Metode Analisis Data Untuk mencapai tujuan penelitian sesuai dengan yang diharapkan dalam penyusunan Tugas Akhir ini dan untuk diperoleh suatu kesimpulan maka data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan mengamati mengenai diperlukannya sesuai kriteria halhal yang diperlukan dalam suatu penyajian. adalah pembandingan antara teori dengan hasil penelitian tentang motivasi kerja pegawai pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Yaitu dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan. pekerjaan itu sendiri. Metode pengumpulan data Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan beberapa cara sebagai berikut : 1. pengekuan dan taggung jawab terhadap pekerjaan. 3. 2. Kendala-kendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi kerja kepada pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan: a. Dengan adanya promosi ini pegawai diharapkan dapat bersemangat dan bergairah untuk mencapai prestasi yang diharapkan. Wawancara Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pimpinan atau staf kantor pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. surat kabar. Diberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi yang dapat melaksanakan penjualan melebihi target yang telah ditetapkan.metode pengumpulan data dengan cara membaca serta mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan tema penulisan Tugas Akhir ini. karena motivasi merupakan suatu keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melaksanakan aktivitas yang sejalan dengan tujuan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Pemberian motivasi kepada pegawai sangat berpengeruh terhadap produktivitas kerja yang tinggi. buku-buku. sehingga diharapkan tujuan perusahaan dan individu dapat tercapai. kebijakan administrasi perusahaan dan hubungan antar pribadi. kondisi kerja yang nyaman. Diadakannya rapat pembinaan yang dihadiri oleh semua pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan dan biasanya dilakukan 1 minggu sekali oleh pimpinan. 2. Dokumentasi Adalah data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan data -data yang disediakan oleh instansi. Faktor motivasi yang berasal dari luar yaitu gaji. Data yang sudah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. b. majalah dan sebagainya.

A. 2003. veithzal. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. T. . 2006. P. Stephen P. tanpa harus selalu diawasi oleh pimpinan. Riasto. Samsudin. Manajemen Prestasi Kerja. Prenhallindo. 2006. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2001. Sadili. Perilaku Organisasi. Fun gsi-fungsi Manajerial. suharsimi. Yogyakarta : BPFE. 2003. Pegawai memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Jakarta : Ghalia Indah. Jakarta : Rajawali Press. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. 2006. . Bumi Aksara. 1991. Sondang. Daft. Manajemen Personalia. Siagian. 2003. Rineka Cipta. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Murai Kencana. Rivai. Melayu. Manfaat motivasi kerja antara lain sebagai berikut : a. b. Abdurrahmat. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE Winardi. 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia. Widiatmono. c. Hani. 2005. Fathoni. 2005. 1993. Manajeme Sumber Daya Perusahaan. Manajemen Sumber Daya Manusia. T dan rosidah. 203 . Jakarta : Bumi Aksara. . Robins. Handoko. Prosedur Penelitian. Yogyakarta : BPFE. 2002. A. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Pegawai memiliki kesadaran diri untuk meningkatkan prestasi kerja. Jakarta : PT. Yogyakarta : Graha Ilmu Umar. Hasibua. Management. Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. 2001. Organisasi dan Motivasi. Manullang. H. 1996.kemampuan yang berbeda sesuai dengan bidang masing-masing. 2002. 3. Husein. A. b. Anwar Prabu. Jakarta : PT Raya Grafindo Persada. Jakarta : PT. Agus. Kemampuan perusahaan terbatas dalam menyediakan fasilitas dan insentif untuk memenuhi kebutuhan pegawai. 2004. Dharma. 2001. Bandung : Pustaka Setia. Pegawai memiliki semangat kerja yang tinggi dan loyalitas yang tinggi pula terhadap perusahaan. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : PT. Sulistyani. Jakarta : Bumi Aksara. 1994. Jakarta : Salemba Empat. Manajemen Edisi Kedua. Mangkunegara. Jakarta : Rineka Cipta. Richard L.

faktor eksternal dan prestasi belajar 1. PENDAHULUAN 1. sedangkan pada kelas XI materi yang diajarkan merupakan isi dari ilmu kewirausahaan tersebut. dokumentasi.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi prestasi belajar. Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar Kewirausahaan pada siswa kelas XI di SMK N I Punggelan. Pengambilan data menggunakan teknik observasi. yang nantinya akan terjun langsung di lapangan dengan kemampuan yang telah dibekali dari sekolah sesuai dengan jurusan yang mereka ambil. Sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku untuk mengukur keberhasilan pembelajaran yaitu dengan ditetapkannya batas minimum ketuntasan belajar untuk mata pelajaran kewirausahaan yaitu 6. Banjarnegara? b. bakat dan motivasi. karena prestasi belajar menunjukan hasil usaha yang dicapai siswa selama mereka melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah yang pada umumnya ditunjukan dalam bentuk nilai. Sedangkan faktor ekstern adalah lingkungan sekolah. Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi Ŷ = 43. minat. dan pada kelas XII siswa-siswi tersebut diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat.1 Latar Belakan Masalah SMK Negeri I Punggelan merupakan salah satu dari sekian banyak SMK Negeri di Kabupaten Banjarnegara yang berusaha mencetak lulusan yang siap kerja dan siap bersaing dalam dunia kerja.461 + 0. 1. kiat. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi berganda. kuesioner. Bentuk keberhasilan pembelajaran di sekolah dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. menurut Suryana (2006:2).2 Rumusan Masalah a. dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar. Kata kunci : Faktor internal. lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMK N I PUNGGELAN BANJARNEGARA Ristian Cahyo Saputro Abstrak Prestasi belajar merupakan salah satu ukuran keberhasilan dalam belajar mengajar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara Tahun ajaran 2009/2010. Atas dasar ketentuan ini diharapkan siswa dapat mencapai hasil yang optimal. Dengan demikian menunjukan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar siswa dan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa sebesar. Faktor intern yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu intelegensi. Tinggi rendahnya nilai yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern.193 .182 + 0. Materi yang disampaikan pada kelas X merupakan dasar-dasar dari ilmu kewirausahaan. Banjarnegara? 204 . yang diajarkan dari kelas X sampai kelas XII. Seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi prestasi belajar pada siswa kelas XI di SMK N I Punggelan. Permasalahan yang dikaji adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan seberapa besar faktor tersebut mempengaruhi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 113 dengan menggunakan sampel sebanyak 57 siswa. mengetahui seberapa besar faktor intern dan ekstern berpengaruh baik secara parsial maupun secara simultan. Kewirausahaan merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di SMK N I Punggelan.

2006:13) kewirausahaan merupakan proses penerapan kreatifitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang dihadapi setiap orang dalam setiap hari. bakat. Semakin besar jumlah sampel mendekati populasi. 2004:75). Prestasi belajar siswa dibuktikan dengan ditunjukan melalui nilai atau angka nilai dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap tugas siswa dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya (Tu’u. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah. dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono. b.1. Dalam pengambilan sampel untuk penelitian ini diasumsikan 205 . Kewirausahaan menurut Thomas W. Banjarnegara? 2. pemahaman.2 Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010 yang terbagi dalam tiga kelas dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 113 siswa. XI Teknik Mekanik Otomotif (TMO)1. Zimmerer (1996:51) (dalam Suryana. dan XI Teknik Mekanik Otomotif (TMO)2. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. Banjarnegara? b Untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N I Punggelan. 3. Banjarnegara tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 113 orang siswa yang tersebar dalam 3 kelas dari kelas XI Teknik Bodi Otomotif (TBO). LANDASAN TEORI Belajar adalah suatu usaha. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan. Sedangkan menurut Suharsimi (2006:134) menyatakan: sampel apabila subyeknya kurang dari 100. Berdasarkan hal itu. Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. mendayagunakan semua potensi yang dimiliki. dengan sistematis.1 Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi. c. minat. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupan penelitian populasi. mental serta panca indera. maka semakin besar kesalahan generalisasi (Sugiyono. jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. Dalam penelitian ini digunakan teknik Simple Random Sampling. demikian pula aspek-aspek kejiwaan seperti intelegensi. otak dan anggota tubuh lainnya.3 Tujuan a Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N I Punggelan. aplikasi. Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan. 2005:62).2005 :57). baik fisik. METODOLOGI PENELITIAN 3. prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut: a. Perbuatan yang dilakukan secara sungguh-sungguh. analisis. Berdasarkan uraian di atas maka sampel dalam penelitian ini diambil 50% dari tiap kelas. 2006: 130). motivasi. sintesa dan evaluasi. 3. Prestasi belajar merupakan suatu bukti keberhasilan usaha yang dicapai oleh seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu (Winkel. dan sebagainya (Dalyono. lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. 1991:160). 2009:49).

4.4. transkrip. notulen rapat. 206 . 3. dan sebagainya (Suharsimi.4 Teknik Pengumpulan Data 3. Variabel tersebut terdiri dari beberapa indikator yang sangat mendukung dan kemudian indikator tersebut dikembangkan menjadi instrumen (angket). buku.2006:225). Lingkungan keluarga b.bahwa kemampuan belajar antara siswa laki-laki dan perempuan adalah sama. Motivasi 2. Sedangkan angket data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup dimana jawabannya sudah tersedia. Jadi sampel yang diambil tidak membedakan jenis kelamin siswa. Jadi kuesioner adalah pengumpulan informasi dengan cara mengedarkan daftar tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. 3. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel bebas atau variabel independen: 1. Lingkungan sekolah c. faktor ekstern serta prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan. agenda. Faktor Ekstern : a.1 Metode Analisis Deskriptif Persentase Metode analisis deskriptif persentase digunakan untuk mengkaji variabel faktor intern. legger. 2005:2). Minat c. Berikut adalah tabel pengambilan sampel penelitian. Intelegensi b. Bakat d. prasasti.1 Metode Kuesioner/angket Metode kuesioner/angket adalah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi.3 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati (Sugiyono.5 Metode Analilsis Data 3. Lingkungan masyarakat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar 3. sehingga responden (siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara) tinggal memilih alternatif jawaban yang sesuai keadaan sebenarnya. Faktor Intern : a.2 Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai berbagai variabel berupa catatan.5. surat kabar. 3. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: 1) Daftar jumlah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara 2) Nilai rapor mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara 3) Data profil sekolah SMK N I Punggelan banjarnegara. 2006:231).

lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.459 3.102 1. 2. Error of the Estimate 2.001 Correlations Partial .39770 F Change 23.377 t 11. 5. dan lain sebagainya yang membuat siswa lebih aktif dalam dalam proses pembelajaran mengingat materi kewirausahaan yang padat.362 4.908 VIF 1. sebaiknya guru pada waktu mengajar untuk lebih kreatif dalam menggunakan metode mengajar seperti metode jigsaw. PENUTUP 5. group investigation. saran yang diajukan : 1. Dependent Variable: Hasil Belajar b Model Summary Change Statistics Model 1 R . Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N 1 Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010 yaitu faktor internal yang terdiri atas intelegensi. bakat. Secara parsial besarnya pengaruh faktor internal terhadap prestasi belajar siswa adalah 26.517 df1 2 df2 54 Sig.9 % dan faktor eksternal yaitu 19.519 .041 .609 Sig. Mengenai alat/media pembelajaran yang terbatas. F Change . B Error 43. Faktor Ekstern. sebaiknya pihak sekolah diharapkan untuk menambah jumlah buku paket dan buku literature yang ada di sekolah agar siswa mempunyai sumber belajar yang lengkap sehingga dapat memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. 207 . .466 Adjusted R Square . motivasi dan faktor eksternal yang terdiri atas lingkungan keluarga.053 Standardized Coefficients Beta .193 .1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya.4.461 3. Predictors: (Constant). Secara simultan besarnya pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa adalah 46.000 .5%.182 .2 Saran Ada beberapa saran yang diajukan sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan. mind mapin.446 Std. minat.000 . maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut : 1.908 .682a R Square .102 a.6%.000 a.441 Collinearity Statistics Tolerance . HASIL PENELITIAN a Coefficients Model 1 (Constant) Faktor Intern Faktor Ekstern Unstandardized Coefficients Std. Faktor Intern b.825 . 2. Besarnya pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N 1 Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010.466 . Mengenai guru yang dalam mengajar masih banyak menggunakan metode konvensional. Dependent Variable: Hasil Belajar 5.

Winkel. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Sardiman. Semarang: Universitas Diponegoro. W. Semarang : UPT MKK UNNES Press Ghozali. Dalyono. Jakarta: Bumi Aksara. UPT Unnes Press. 2005. Bandung: Alfabeta. Pedoman Penulisan Skripsi. _________________ 2006. 2005. Ahmadi. Psikologi Belajar. Semarang: UPT Unnes Press. Jakarta: PT Grasindo. 2007. Slameto. Jakarta: Salemba Empat Susanti. Oemar. 2004. Belajar Secara Efektif.Selain itu juga diharapkan guru untuk memanfaat media yang ada dalam setiap pertemuan dengan optimal guna mendukung kelancaran proses pembelajaran. Suryana. Imam. Hakim. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran dan Fasilitas Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Kendal Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010. Hamalik. Psikologi Pendidikan. Sosiologi Pemdidikan. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda. Fakultas Ekonomi. 208 .dkk. Statistika Untuk Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Universitas Negeri Semarang.S. M. 2009. Skripsi. Djamarah. Arikunto. DAFTAR PUSTAKA Anni. 2008. 2005. 2006. Abu. Proses Belajar Mengajar. 2010. 2003. 2004. Kewirausahaan. Siti. 2006. Thursan. Semarang. Syaiful Bahri. 2009. Sugiyono. Tu’u. Psikologi Belajar: Jakarta: PT Rineka Cipta.Catarina Tri. Psikologi Pendidikan dan Evaluai Belajar. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Puspa Suara. Aplikasi Analisis Multi Variat dengan Program SPSS. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Gramedia.Suharsimi. 2009. Jakarta: PT raja Grafindo Persada. A. Jakarta: Rineka Cipta. 2003. Psikologi Belajar. Tulus. Jakarta: Rineka Cipta. 2007.M.

Prestasi Belajar. koesioner dan dokumentasi. orang tua sebagai anggota tim kerjasama guru-orang tua. orang tua sebagai relawan. Dengan demikian variabel minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran adalah varibel yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Minat Siswa Memilih Program Perkantoran. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa thitung > ttabel ini berarti secara parsial variabel keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa secara parsial thitung variabel keterlibatan orang tua sebesar 3. orang tua adalah mitra kerja yaitu: orang tua sebagai pelajar.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. orang tua pembuat keputusan. Karena populasi lebih dari 100 orang maka menggunakan teknik proportional random sampling.com Abstrak Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu. bagaimana pengaruh keterlibatan orang tua dan pengaruh minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Apabila anak telah masuk sekolah.PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN MINAT SISWA MEMILIH PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT PRODUKTIF SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL Silfia Rizqi Amalia (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi. 2009:42).69% dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran sebesar 21. “Seringkali orang tua berpandangan bahwa sekolah adalah satu-satunya lembaga yang mampu mencetak manusia-manusia berkualitas dan berprestasi” (Rushdie dan Nurlaela Isnawati. dan dari variabel keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara parsial keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Jurusan Manajemen.62%.448 minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran sebesar 3. Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi-siswi kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 120 siswi. Sumbangan efektif yang diberikan untuk keterlibatan orang tua sebesar 11. yaitu: konsep diri orang tua dan anak akan 209 . Email: sleepy_freaky@ymail.572 dimana ttabel 1.987. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci : Keterlibatan Orang Tua. variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Ada tiga hal yang penting apabila orang tua dan pihak sekolah dapat menjalin kerja sama. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan analisis regresi berganda. Pendahuluan Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dan berasal dari luar diri siswa (ekstern) salah satunya adalah keterlibatan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya. KeahlianAdministrasi 1.

maka dapat dirumuskan permasalahan antara lain sebagai berikut : 1.5% siswa belum memenuhi kriteria tuntas. sebagai berikut: Tabel 1. Permasalahan Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. Anak didik yang berminat terhadap sesuatu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati itu dan sama sekali tak menghiraukan sesuatu yang lain. dan Administrasi Perkantoran. Keadaan yang demikian terjadi juga di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.5% 40 2 XI AP 2 28 70% 12 30% 40 3 XI AP 3 22 55% 18 45% 40 Sumber : Data SMK N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.meningkat.5% 15 37. Sedangkan salah satu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (intern) adalah minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Atas dasar pemikiran di atas. diolah. Sedangkan minat siswa untuk memilih program keahlian administrasi perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal boleh dikatakan tinggi. Adapun hasil prestasi belajar siswa mata diklat produktif. penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: “PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN MINAT SISWA MEMILIH PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLATPRODUKTIF SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL”. karena diharapkan hasil belajar yang dicapai akan lebih baik. motivasi belajar anak meningkat. Adakah pengaruh minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 3. perhatian dan akan menumbuhkan sikap positif terhadap mata diklatproduktif administrasi perkantoran. Siswa yang memiliki minat yang tinggi terhadap program keahlian administrasi perkantoran cenderung akan merasa senang. Adakah pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 2. 2003:123-124). minat tidak hanya diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa anak didik lebih menyukai sesuatu dari pada yang lainnya.1 Prestasi belajar siswa No Kelas Tuntas % Belum % Jumlah Tuntas 1 XI AP 1 25 62. Pemasaran. dapat dilihat dari banyaknya jumlah calon siswa yang mendaftar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.5% siswa memenuhi kriteria tuntas dan sebanyak 37. Dari data tersebut diperoleh gambaran mengenai prestasi belajar mata diklat produktif Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi kabupaten Tegal. tetapi juga diimplempentasikan melalui partisipasi aktif dalam suatu kegiatan. Sekolah tersebut memiliki tiga Program Keahlian yaitu Akuntansi.Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 62. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan informasi dari guru mata diklat dan guru BK sendiri untuk keterlibatan orang tua dalam urusan pendidikan anaknya cukup tinggi dan orang tua selalu peduli dan tidak sepenuhnya beranggapan bahwa sekolah adalah satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab memberikan yang terbaik untuk anaknya . Dengan adanya minat yang tinggi siswa dapat mencapai prestasi yang lebih baik akan tetapi pada kenyataanya masih ada nilai siswa dibawah standar kelulusan yakni dibawah nilai 70. Adakah pengaruh keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 210 . dan prestasi yang dicapai akan meningkat pula (Soemiarti Padmonodewo. Minat merupakan hal yang sangat penting dan sebaiknya jurusan yang dipilih benar-benar sesuai dengan minat siswa.

anakanaknya. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang di capai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas serta kegiatan pembelajaran di sekolah. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. tanpa menyuruh. anak-anaknya. sedangkan pendidik anak harus bekerja sama dengan orang tua apabila ingin berhasil. membantu mengumpulkan dana. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Bentuk partisipasi lain yang masih termasuk orientasi pada tugas adalah. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Metodologi 211 . seleksi guru dan membantu menentukkan standar tingkah laku yang diharapkan. Semakin kuat dan dekat hubungan tersebut. staf administrasi. melakukan monitoring. keluarga. 3) Orientasi pada perkembangan Orientasi ini membantu para orang tua untuk mengembangkan ketrampilan yang berguna bagi mereka sendiri. guru. membantu mengawasi anak apabila anak-anak melakukan kunjungan luar. 3. Siswa menunjukkan bukti-bukti keberhasilan usaha yang dicapai siswa selama mereka belajar dan biasanya diwujudkan dalam bentuk atau simbol lain yang merupakan pencerminan kemampuan siswa dalam mempelajari suatu pelajaran. yaitu keterlibatan dalam membantu program sekolah. Minat menurut Slameto (2003:180) adalah “suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. sekolah. anak dan program sekolah semuanya merupakan bagian dari suatu proses. karena sekolah sering kali menganggap bahwa umumnya orang tua tidak memiliki ketrampilan untuk melaksanakannya. dan pada waktu bersamaan meningkatkan keterlibat orang tua. 2. 3. yang berkaitan sebagai staf pengajar. yaitu : 1) Orientasi pada tugas Orientasi ini paling sering dilakukan oleh pihak sekolah. guna keuntungan mereka sendiri. orang tua membantu anak dalam tugastugas sekolah. Namun.Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah. Menurut Morrison dalam Soemiarti (2003:125) tiga kemungkinan keterlibatan orang tua. 2) Orientasi pada proses Partisipasi orang tua didorong untuk mau berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan proses pendidikan. semakin besar minat”. dan program yang dijalankan anak itu sendiri. memilih buku yang diperlukan untuk sekolah. Bentuk partisipasi para orang tua yang tersebut adalah yang biasanya diharapkan para guru. fokus pada interaksi orang tua/anak/keluarga adalah orang tua. Orientasi proses ini jarang dilaksanakan. Orang tua. antara lain perencanaan kurikulum. 2. Bukti Empiris Prestasi belajar menurut Tulus Tu’u (2004:75) adalah : hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. maka penelitian memiliki tujuan sebagai berikut : 1. sebagai tutor. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Menurut Morrison dalam Soemiarti (2003:124-125) keterlibatan orang tua yaitu :suatu proses di mana orang tua menggunakan segala kemampuan mereka.

173 1.009 . Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) 10. Ada pengaruh keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) 9. Sedangkan penelitian ini menggunaka teknik sampling yang digunakan yaitu proportional random sampling.033 Std.001 . 2008: 275) Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS).327 .428 . Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 7. Ada pengaruh minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Sangat Tidak Setuju (STS).Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahun ajaran 2009/2010.260 3. Kurang Setuju (KS). 3. Hasil Empiris Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 a. Jika keterlibatan orang tua baik maka prestasi belajar siswa akan meningkat. Dependent Variable: Y B 4. Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4. Setuju (S). Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan: Y = variabel terikat (prestasi belajar siswa) a = konstanta b1 = Nilai Koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai Koefisien Variabel bebas X2 (Sugiyono. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang ada di bab IV maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.852 1.339 Coefficients Beta t 10.448 3. . Ada pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Jika minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran tinggi maka prestasi belajar siswa akan meningkat.852 . Error .009 .572 Sig.032 . Tidak Setuju (TS). Skor tersebut terdiri dari: 6. 2. Jika keterlibatan orang tua baik dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran tinggi maka prestasi belajar siswa akan meningkat. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 8.173 Collinearity Statistics Tolerance VIF 5.001 . 212 .000 .387 . Dari kelima jawaban tersebut masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian terebut tinggi atau tidak.

Muhammad. 2009. Suharsimi. Cipta. Yogyakarta: Tiara Wacana. Dalam journal college teaching methods & styles journal. Slameto. Depdikbud. Tulus. Membuat Anak Anda Jadi Murid Berprestasi. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Kelas III SMA N I Wonogiri dalam Memilih Perguruan Tinggi. Sugiyono. Aziz. number 8.” Parental involvement. 2008. 2009. 2006. University Technology Malaysia. Rachman.6. Jakarta: Grasindo. 2005. Kualitatif dan R&D. Abd. Anni. Jakarta: PT. 2004. Rineka Cipta. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Liberty. Jogjakarta:Garailmu. Daftar Pustaka Abror. Nigeria: Olab isi Onabanjo University. Jakarta: BP. 2003. Kiat Belajar di Perguruan Tinggi. 1995. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Ali. Arikunto. 2006. Tu’u. Cipta Jaya. Chatharina Tri. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Strategi Penelitian. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2008. 2009. Sappe. Asdi Mahasatya. Psikologi Pendidikan. Psikologi Belajar. Jakarta: Grasindo. 2008. Jurnal Edukasi Volume 4 No. Relationship between self concepts. interest in schooling and science achievement of junior secondary school student in ogun state. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. 213 . Djaali. 2003. Bandung: Alfabeta. Soemiarti. Olatoye. Yahaya azizi. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Nigeria “. motivation. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Ghozali. 2003. Minat Memilih Program Studi dengan Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Pilihan. Jakarta: Bumi Aksara. Journal of education research. The Liang. 2003. Witami. Imam. 2006. Cara Belajar Yang Efisien. Semarang: Unnes. Syaiful Bahri. 2 Agustus 2003 halaman 106-111. Volume 4. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Semarang: Unnes.A. 1993. R. Nurlaela Isnawati. 2008. Ginting. Nordin Kamaliah. and parenting styles effected student achievement. Jakarta: Rineka Cipta. Pendidikan Anak Prasekolah. Psikologi Pendidikan. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Gie. Jakarta: PT. Djamarah. Patmonodewo. 2007. Rushdie.

Dapat diketahui belum semua lulusan SMK N 1 Kendal setelah lulus mempunyai 214 . S. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran (X2). Wiraswasta 8.Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket) dan dokumentasi. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara pendidikan sistem ganda.207 + 0. Dilihat dari pola hubungan antara organisasi bisnis dan lembaga pendidikan. Diperoleh persamaan regresi linier berganda Y= 1.4% dan 19.105X 1 + 0. 22. Berdasarkan penulusuran lulusan SMK N 1 Kendal belum seluruhnya memasuki dunia kerja terlihat dari data yang diperoleh kelulusan SMK N 1 Kendal prodi administrasi perkantoran tahun 2008/2009. Fakultas Ekonomi.002 < 0. Pendahuluan 1. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010 baik secara parsial maupun simultan. lembaga pendidikan merupakan pihak yang bertanggung jawab menciptakan dan menyuplai tenaga kerja bagi industri.05 yang berarti secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda.1 Latar Belakang Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada hakekatnya adalah mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga kerja tingkat menengah.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X1 terhadap Y.093X3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran dengan jumlah siswa 41 orang. Dari data penelusuran kelulusan tahun 2008/2009 ada keterkaitan dengan kesiapan kerja mengenai seberapa banyak lulusan dari SMK yang diserap di dunia usaha/dunia industri.000 < 0.701X2 + 0. Belajar 1. karena itu lembaga pendidikan dituntut memberikan sumber daya manusia yang sesuai permintaan dan kebutuhan industri (Rimsky. Untuk mencapai tujuan tersebut SMK N 1 Kendal bekerjasama dengan institusi pasangan mengadakan program pendidikan sistem ganda. thitung = 2.4% masih dalam menunggu. Kata Kunci: Pendidikan Sistem Ganda. Email : susan_chement@yahoo.034 < 0. mata pelajaran produktif diberikan untuk menambah keterampilan siswa dan ditunjang fasilitas belajar untuk memperlancar dalam kegiatan belajar.05 hal ini berari ada pengaruh secara signifikan antara X3 terhadap Y.000 < 0. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran dan Fasilitas Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010 Oleh : Siti Susanti.877 dengan nilai signifikansi = 0. Fasilitas Belajar (X3) serta variabel terikat yaitu Kesiapan Kerja (Y). Penguasaan Mata Pelajaran Produktif. Universitas Negeri Semarang. penelitian ini disebut penelitian populasi. Hasil uji parsial diperoleh t hitung = 3. Dari data penelusuran kelulusan tersebut memberikan gambaran bagaimana tingkat kesiapan kerja siswa pada tahun sebelumnya. Fasilitas dan Kesiapan Kerja. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pendidikan sistem ganda (X1). penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja.com.Pd. Sarjana Pendidikan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi persentase dan regresi linier berganda.201 dengan nilai signifikansi antara 0.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X2 terhadap Y.448 dengan nilai signifikansi antara 0.305 dengan nilai signifikansi 0. didapat sebanyak 50% bekerja.2% melanjutkan ke perguruan tinggi. thitung = 4. 2008: 20). Uji keberartian persamaan regresi dengan uji F diperoleh F hitung = 15. Jurusan Manajemen.

Ingin mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 4. Perbedaan kesiapan siswa itu berasal dari berbagai faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja. b.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. Adakah pengaruh penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 6. Menurut Soewani dan Sulaiman (dalam wena. Memperoleh link and mach antara sekolah dengan dunia kerja. terarah untuk mencapai penguasaan kemampuan keahlian tertentu.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah. maka penelitian memiliki tujuan sebagai berikut : 1.1 Pendidikan Sistem Ganda Menurut pakpahan (dalam wena. c. Landasan Teori 2. sebagai berikut: Sistem ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan kejuruan yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung pada bidang pekerjaan yang relevan. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan. Ingin mengetahui pengaruh pendidikan sistem ganda. maka dapat dirumuskan permasalahan antara lain sebagai berikut : 4. Ingin mengetahui pengaruh penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 3. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 2. Ingin mengetahui pengaruh pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 2. Adakah pengaruh pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 5. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N I Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 1. Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siwa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N I Kendal Kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 7. 1996: 76) tujuan penyelenggaraan pendidikan sistem ganda adalah: a. 1. Adakah pengaruh pendidikan sistem ganda. dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. d. meskipun dalam satu program studi dan memperoleh perlakuan yang sama di sekolah tersebut. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan professional.kesiapan kerja yang sama untuk memasuki dunia kerja. 215 . keterampilan. 1996: 16) mengulas pengertian pendidikan sistem ganda.

Ruang lingkup mata pelajaran produktif administrasi perkantoran kelas X sampai kelas XI meliputi: a. dengan demikian mereka yang menukarkan kegiatan fisik atau kegiatan otak dengan sarana kebutuhan untuk hidup. Memberikan pelayanan kepada pelanggan j. 216 . Pengalamanpengalaman mempunyai pengaruh yang positif terhadap kesiapan. Memahami prinsip–prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran b. bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah.2 Penguasaan Mata Pelajaran produktif Administrasi perkantoran Menurut Wena (1996: 31) Komponen produktif yaitu bekal kemampuan keahlian tertentu untuk bekal bekerja. Surat menyurat bahasa inggris. Mengelola peralatan kantor g. Kematangan jasmani dan rohani adalah perlu untuk memperoleh manfaat dari pengalaman. Mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi c. berarti bekerja. Mengelola dana kas kecil n. kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH) e. Menurut Slameto (2003: 115) prinsip-prinsip kesiapan adalah: 1. dapat disimpulkan bahwa fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memperlancar kegiatan. 2. Mengoperasikan aplikasi perangkat lunak f. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Menurut Kurikulum SMK. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesiapan kerja berarti seluruh kondisi seseorang yang siap memberikan respon terhadap tugas yang dikerjakan untuk menghasilkan buah karya.3 Fasilitas Belajar Fasilitas adalah sarana dan prasarana. Menurut Djaali (2009: 113) bekerja mengandung arti melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya. Program produktif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membekali peseta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI). 3. dan ruang pembelajaran khusus. Semua aspek perkembangan berinteraksi (saling pengaruh mempengaruhi). Membuat dokumen i.2. ruang penunjang. Menurut May Smith dalam Panji (2006:12) tujuan dari kerja adalah untuk hidup. 2. Melakukan prosedur administrasi h. Untuk Sekolah menengah Kejuruan fasilitas belajar yang sesuai dengan standar Mendiknas mengenai standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan sekurang-kurangnya memiliki prasarana yang dikelompokkan dalam ruang pembelajaran umum. Mengelola data/informasi di tempat kerja o. Menangani surat/dokumen surat k. Mengaplikasikan administrasi perkantoran di tempat kerja p. 2. Mengelola pertemuan rapat m. Menurut Bafadal (2003: 2) Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan. Jadi. 2003: 113). Menerapkan keselamatan. Menerapkan prinsip-prinsip kerjasama dengan kolega dan pelanggan d. Mengelola sistem kearsipan l.4 Kesiapan Kerja Kesiapan adalah seluruh kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi (Slameto.

indikatornya: a. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif (X2) dan Fasilitas Belajar (X3) terhadap Kesiapan Kerja Siswa (Y) Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Keterangan: Y = Variabel terikat (kesiapan kerja siswa) a = Konstanta b1 = Nilai koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai koefisien variabel bebas X2 b3 = Nilai koefisien variabel bebas X3 (Sugiyono. motif dan tujuan d. menggunakan skala likert dengan 5 alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS) skor 5. Kecepatan unjuk kerja siswa dalam mengerjakan suatu tugas c. 217 . Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran (X2). Metodologi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian populasi secara keseluruhan berjumlah 41 orang Siswa Kelas XI prodi administrasi perkantoran. 3. Kurang Setuju (KS) skor 3. yaitu Pendidikan Sistem ganda (X1). Kecermatan siswa dalam menguasai suatu keterampilan b. Kuantitas dan kualitas hasil kerja siswa d. Pengumpulan data yang digunakan menggunakan data primer yaitu menggunakan metode dekomentasi dan metode angket yang diberikan langsung kepada siswa sebagai responden. Indikatornya meliputi : b. Sangat Tidak Setuju (STS) skor 1. Kondisi fisik. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. 3.4. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari empat variabel yaitu tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Sarana b. Fasilitas belajar (X3). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: 1. mental dan emosional c. pengetahuan. Prasarana Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. Tingkat alih belajar e. Tidak Setuju (TS) skor 2. indikatornya: a. dan pengertian yang lain yang telah dipelajari. Kebutuhan-kebutuhan. Pendidikan sistem ganda (X1). 2008: 39). Setuju (S) skor 4. Keterampilan. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono. Personalia g. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kesiapan kerja siswa yaitu kesiapan untuk menghadapi dunia kerja. Waktu f. 2007: 275). Sumber belajar yang dipakai 2. karena adanya variabel bebas. indikatornya: Nilai ulangan semester rata-rata mata pelajaran produktif administrasi perkantoran program keahlian administrasi perkantoran kelas XI dari semester 1 sampai 3. Kesiapan dasar untuk kegiatan tertentu terbentuk dalam peride tertentu selama masa pembentukan dalam masa perkembangan.

Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja. Pada saat pelaksanaan pendidikan sistem ganda sebagian kecil siswa mengeluhkan bahwa apa yang mereka kerjakan belum sesuai dengan keterampilannya.207 11.340 Part .385 Correlations Partial .2 Saran Ada beberapa saran yang diajukan sehubungan dengan pengaruh pendidikan sistem ganda. .4.607 .239 Collinearity Statistics Tolerance VIF .448 2.093X3 Keterangan: Y = Kesiapan Kerja 1. Penutup 5.000 .023 1. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda. Dependent Variable: Y Berdasarkan perhitungan analisis regresi linier yang dilakukan melalui analisis statistik dengan menggunakan program SPSS versi 12 maka diperoleh persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 1.105 .590 .477 .093 .070 1.207 + 0.158 . penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja.032 .359 . antara lain: 1.054 a. 2.935 . Hasil dan Pembahasan a Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 X3 Unstandardized Coefficients B Std.977 .034 Zero-order .879 .454 . penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja. 3.483 . Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja. Sehingga ketidaksesuaianpun tidak terjadi lagi.363 . saran yang dapat diajukan 1. oleh karena itu sekolah diharapkan dapat menyediakan ruang pembelajaran khusus yang sesuai dengan standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan sehingga siswa sudah terbiasa untuk mengoperasikan peralatan-peralatan kantor yang telah terstandar. Dari hasil penelitian dapat diketahui masih terdapat kekurangan fasilitas belajar berupa ruang pembelajaran khusus. 5.305 4. untuk itu diharapkan sebelum pelaksanaan praktek dilaksanakan dari pihak DU/DI ada keterbukaan tentang tugas apa yang akan dilaksanakan selama siswa praktik.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan.701X2 + 0.246 t . Pihak sekolahpun hendaknya dalam menggunakan sumber belajar yang dipakai harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu 218 . Error 1.920 . Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja. 4.042 Standardized Coefficients Beta .102 3.701 .207 = Konstanta X1 = Pendidikan Sistem Ganda X2 = Penguasaan Mata Pelajaran Produktif AP X3 = Fasilitas Belajar 5.002 .201 Sig.105X1 + 0.948 1.500 . 2.

Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. 2008. Kualitatif dan R&D. Imam. Bandung: Alfabeta. 2008. Meda. Jadilah Pribadi Yang Kompeten di Tempat Kerja. Suharsimi. Ihsan. 2008. Bandung: Alfabeta. 2006. Slameto. 1997. Pendidikan Sistem Ganda. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori Dan Aplikasinya. 2009. Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejurun (SMK/MAK). Dasar-Dasar Kependidikan. 219 . Statistika untuk Penelitian. Rimsky K. Jakarta: Rineka Cipta. Bafadal. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Citra Utama Media. Ibrahim. . DAFTAR PUSTAKA Anoraga. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Jakarta: Rineka Cipta. Fuad. 2006. Arikunto. Mendiknas. 2009. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. 2004. 2007. Psikologi pendidikan. Kurikulum SMK N 1 Kendal. Jakarta: Rineka Cipta.pengetahuan misalnya menggunakan buku-buku terbitan baru dan penggunaan akses internet yang ada di sekolah lebih dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Judisseno. Jakarta: Bumi Aksara. 2009. Kendal: SMK press. 2003. Bandung: Tarsito. Ghozali. Depdiknas. Sugiyono. Semarang: Badan penerbit Universitas Diponegoro. Pandji. Djaali. Jakarta: Rineka Cipta. 1996. Wena. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Bumi Aksara. Psikologi Kerja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful