P. 1
Call for Paper Semnas PAP

Call for Paper Semnas PAP

|Views: 1,066|Likes:
Published by Farih Mansur

More info:

Published by: Farih Mansur on Jul 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2013

pdf

text

original

PROCEEDING

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

“ Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi “

Vol. 1

No. 01

2010

ISSN 2087-2917

0

KATA PENGANTAR Seminar Nasional dan Call for Paper ini diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kegiatan ini bertujuan strategis memberi kontribusi dalam pengembangan Administrasi Perkantoran, baik dari sisi keilmuan maupun praktis, yang didasarkan pada perkembangan terkini yang terjadi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk bertukar pikiran dalam mengembangkan Administrasi Perkantoran yang professional. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 200 orang yang berasal dari para akademisi dan praktisi di bidang Administrasi Perkantoran dari berbagai institusi seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Malang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Brawijaya dan Universitas Merdeka Malang, serta beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Propinsi Jawa Tengah yang memiliki program studi/ jurusan Administrasi Perkantoran. Beragam topik, baik hasil riset empiris, studi literatur atau konsep praktis, dirangkum dalam sebuah tema besar “Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi”. Kami berharap, bahwasanya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan dukungan bagi pengembangan program keahlian Administrasi Perkantoran, baik pada institusi bisnis, nirlaba maupun pendidikan. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor Univeristas Negeri Semarang dan seluruh jajarannya, pihak sponsor (Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BPD Jawa Tengah, Harian Suara Merdeka, CV. Hamparan Karya) serta seluruh peserta dan pemakalah yang mendukung kesuksesan kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia yang terlibat, juga tim Reviewer dan Editor, yang tanpanya, tujuan diadakannya kegiatan ini, tidak akan tercapai. Semarang, 16 Oktober 2010 Sri Wartini, S.E.,M.M. Ketua Panitia

1

PROCEEDINGS

Seminar Nasional dan Call for Paper “Prospek dan Tantangan Pengembangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Modern Berbasis Teknologi Informasi”

Reviewer: Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. Dr. Kardoyo, M.Pd. Dra. Murwatiningsih, MM Drs. Martono, M.Si. Dra. Nanik Suryani, M.Pd. Editor Kepala: Arief Yulianto, SE,MM Editor Pembantu: Andhi Wijayanto, SE, MM Desti Ranihusna, SE, MM Moh. Khoiruddin, SE, MM Nury Ariani, SE, M.Sc. Vitradesie Noekent, SE, MM

2

DAFTAR ISI Kata Pengantar Dewan Redaksi Administrasi Perkantoran Dalam Perspektif Modern (Ade Rustiana) Pengarsipan Digital Pada Instansi Pemerintah :Sebuah Langkah Menuju Manajemen Perkantoran Modern (Vitradesie Noekent) Pengaturan Tata Ruang Kantor Pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus (Wiwin Anugrahati) Memodernisasi Sistem Perkantoran Melalui Peran Teknologi Informasi (Wahyono) Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII B SMPN 1 Tersono Kabupaten Batang (Yulia Ratnaningsih) Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Mengelola Kearsipan Pada Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Smk Taman Siswa Kudus (Nova Chotibul Umam) Model Manajemen Kearsipan Sebagai Upaya Unnes Meraih Sertifikat ISO 9001: 2008 (Agung Kuswantoro) Pengaruh Catatan Siswa Terhadap Ingatan Siswa dalam Mata Pelajaran Ekonomi, Kelas X, SMA Negeri 1 Boja Kendal (Fridolin Palupi Sri Kurniawati) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Teknologi Informasi Komunikasi pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran (Rizal Fadilla Septian) dan

Komparatif Pembelajaran Mengetik Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audio Visual Program Macromedia Flash pada Siswa Kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang (Sri Sukariyah) Komparasi Pembelajaran Stenografi Dasar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audiovisual „filmstrip‟ pada Siswa Kelas XI AP di SMK Widya Praja Ungaran (Wardah Rizqi Tourviana) Informatics-Based HR Quality Improvement in Dealing with Globalization and Industrial Era Challenges (Sri Wartini, SE, MM) Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran (Widya Latif Kartika) Pengaruh Strategi Guru Mengajar dan Strategi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Ips) Terpadu Kelas Vii di Smp Negeri 5 Ungaran (Winarti) Pengaruh Motivasi Belajar, Lingkungan Keluarga dan Strategi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan Siswa Kelas Xi Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Taman Siswa Kudus (Rita Trisna Deasyanti) Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang (Sischa Apriliyanti)

3

Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran Dan Fasilitas Belajar terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran XI SMK N 1 Kendal Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010 (Siti Susanti) 4 . Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi terhadap Prestasi Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010 (Erni Dwijayanti) Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran Smk Negeri 1 Boyolali (Laela Nur Farida) Upaya Pengembangan Kompetensi Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang (Sri Haryati) Manajemen Administrasi Informasi Pertanian Berbasis IT di Provinsi Jawa Tengah (Sucihatiningsih DWP dan Himawan Arif S) Kompetensi Profesional Guru dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang (Nur Aeni Yuniarsih) Perbandingan Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Visual Berbasis Macromedia Flash Mx dalam Pembelajaran Mata Diklat Kearsipan pada Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Smk N 1 Boyolali (Nurul Khaqim) Prosedur Administrasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor pada Up3ad Kabupaten Kendal (Khusnul Budi Ani) Peningkatan Motivasi Kerja Pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah (Heni Maulidah) Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas XI Smk N I Punggelan Banjarnegara (Ristian Cahyo Saputro) Pengaruh Keterlibatan Orang Tua dan Minat Siswa Memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap Prestasi Belajar Mata Diklat Produktif Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran Smk Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal (Silfia Rizqi Amalia) Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda.Upaya Peningkatan Kualitas Sekretaris Dalam Manajemen Perkantoran Pada Badan Kesatuan Bangsa. Politik. Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang (Indah Fitria Rahayuningrum) Prosedur Administrasi Peralatan Kantor pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah (Rodhiana Dewi Nugrah Apriliana) Desain Implementasi TIK dalam Administrasi Perkantoran (Arief Yulianto) Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII Smp Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes (Dede Atikah) Pengaruh Cara Belajar.

3) hubungan timbal balik baik dalam organisasi intern ataupun ekstern. Sehingga dari dua hal tersebut dapat dimaknai bahwa administrasi perkantoran ada yang dapat berkembang secara terus menerus tetapi ada pula yang harus mengikuti pola sebelumnya. menaruh perhatian besar. Sebagai buktinya bahwa dalam ilmu administrasi perkantoran terjadi perubahan paradigma yaitu dari paradigma lama menjadi paradigma baru dengan tanpa meninggalkan esensi-esensi yang ada di paradigma sebelumnya (lama) yaitu paradigma administrasi perkantoran konvesional yaitu bahwa : 1) bersifat Tayloristik. dan merawat aktiva. 2) Interaksi baik berhubungan dengan arus pekerjaan maupun arus informasi. Pakar perilaku manusia menganggap penting arti teknologi seperti (a) Farrow. menunjukan sinyalemennya bahwa perubahan organisasi garis kepada organisasi garis dan staf disebabkan oleh dampak teknologi. Manajemen memodifikasikan teknologi informasi agar dapat menyesuaikan diri dengan organisasi perkantoran yang telah ada dan telah berjalan. Jasinki mengemukakan bahwa “suatu perubahan dalam produksi atau teknologi mempengaruhi hubungan-hubungan organisatoris”. Alternatif pendekatan untuk menghadapi masalah konflik antara kebutuhan teknologi dan kebutuhan organisasi seperti: 1. i Frank J. 3) Bersifat Teknis. Ada lima fakta yang jamak terdapat dan berlangsung dalam organisasi perkantoran yaitu: Setiap organisasi perkantoran pasti mencakup SDM baik disebabkan oleh struktur formal atau informal. 4) bersifat Partisipatif. walaupun mungkin caranya berbeda-beda. namun dalam parakteknya tuntutan tidak semua dapat dijalankan dalam semua aspek lebih-lebih dalam administrasi perkantoran. perubahan. (c) Walker. Manajemen memodifikasikan organisasi perkantoran agar dapat menetapkan dan memformalkan hubungan-hubungan yang diminta oleh teknologi informasi. menyajikan informasi. 3. 3) bersifat manajerial. 2. hal itu seperti dikemukakan oleh Kuhn bahwa setiap disiplin ilmu mengalami “pasang surut. dan Drukcker). 5) pencapaian tujuan secara bersama. menganalisis data. 4) bersifat sekunder sedangkan Paradigma baru administrasi perkantoran struktural yaitu : 1) bersifat Druckeristik. Hal ini disebabkan dua hal. (b) Dubin.yaitu pertama bahwa administrasi perkantoran adalah sistem pelayanan dalam sebuah organisasi perkantoran baik itu dalam organisasi yang berorientasi pada profit maupun pada organisasi nirlaba karena ini merupakan sistem dalam pelayanan tentu ada aspek-aspek administrasi perkantoran yang dapat disentuh oleh modernisasi tetapi ada hal lain yang harus dengan manual . Pandangan para ahli Manajemen terhadap pengaruh teknologi: Tidak banyak menaruh minat terhadap faktor teknologi (Fayol. pelengkap bukan berarti keberfungsiannya berkurang atau sewaktu-waktu dapat dihilangkan tetapi pelengkap yang dimaksud sebagai sistem yang tidak dapat dipisah satu dengan lainnya. mengatakan bahwa suatu pandangan organisasi sebagai system teknologi memberikan kepada organisasi itu dasar yang lebih baik untuk pemahaman dan perbandingan. 4) Setiap orang dalam organisasi perkantoran memiliki tujuan individu. Brech. 2) bersifat klerikalistik. kedua bahwa administrasi perkantoran adalah pelengkap dalam sistem administrasi perkantoran untuk pencapaian tujuan organisasi. 2) bersifat fungsionalistik: administrasi perkantoran meliputi : menghimpun dan merekam data intern dan ekstern organisasi. 5 . Urwick. dan perkembangan terus menerus”.Administrasi Perkantoran dalam perspektif modern Oleh: Ade Rustiana* Abstrak Perkembangan ilmu administrasi perkantoran tidak dapat dihindari dari tuntutan moderenisasi/ globalisasi . Manajemen mempertahankan baik organisasi perkantoran yang ada maupun teknologi informasi yang tersedia namun pendekatan itu dibarengi oleh kegiatan untuk memperkenalkan mekanisme agar dapat mengurangi ketaksesuaian dan konflik diantara organisasi dan teknologi informasi tersebut.

Pasang surut itu digambarkan bahwa: Paradigma pertama mengembangkan sesuatu ilmu pengetahuan secara normal. Pemikiran paradigmatik ini melahirkan pertanyaan: Bagaimana ilmu administrasi Perkantoran dari pendekatan ini? Tentunya hal ini terkait dengan aspek ontologis sebagai sisi yang harus dipahami secara filsafat. khususnya dalam ilmu organisasi yang melahirkan teori struktur yang antisipatif untuk terjadi proses pencapaian tujuan. Pertanyaan sederhana muncul mengapa? dan apa penyebabnya? Jawab sederhana hanya satu kata “Kemajuan”. Dan kalau masa krisis berlanjut. dengan aliran pemikiran kausalitas (atau yang disebut filsafat determinisme). Kemajuan sering diartikan sebagai cikal bakal dari segala perubahan yang diakibatkan karena tuntutan perkembangan yang semakin meneuntut. akibat selanjutnya akan terjadi masa krisis. Teori organisasi ini secara normal dapat menjawab permasalahan yang timbul dalam kehidupan organisasi bagaimanapun bentuknya apalagi dalam organisasi negara. Perkembangan inilah pada semua aspek ilmu pengetahuan tak dapat dihalangi lagi termasuk pada aspek Administrasi Perkantoran. seperti persoalan otonom dalam kerangka organisasi negara sehingga seakan terjadi anomali sebagaimana dikemukakan oleh Amien dalam kemandirian Lokal Perspektif Sains Baru terhadap Organisasi. dimana terjadi apa yang diistilahkan oleh Kuhn sebagai anomali. Fokus bisa saja sama tetapi lokuslah yang membedakan satu disiplin dengan displin lainnya. Namun jika suatu ketika ilmu pengetahuan bersangkutan tidak lagi dapat memecahkan masalah yang dihadapkan padanya. dan perkembangan terus menerus”. Era kemajuan identik dengan era Globalisasi yaitu bahwa semua orang memandang diera global sudah tidak trend lagi kalau berbicara ilmu pengetahuan modern masih membicarakan hal-hal yang tidak mengikuti perkembangan dan sangat ironis pada saat bicara global (kemajuan) di satu sisi masih ada yang berbicara tradisional (ilmu yang sudah jauh ketinggalan). Pada paradigma yang berlaku dimana organisasi dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang normal dengan berbagai teori yang dikembagkannnya. semua persoalan dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan bersangkutan secara relevan. pengamatan yang berlainan tersebut melahirkan pendekatan paradigmatik dimana pendekatan yang melihat dan mengkaji fokus dan lokus dari hal yang akan dikaji.Pendahuluan Peradaban kemajuan zaman tak terasa begitu cepat bagaikan kilat. Hal Inilah yang membuat penulis untuk mengungkapkan sepercik pemikiran lewat call paper ini. objek filsafat administrasi akan terlihat berlainan. teori ini ternyata tidak lagi dapat menjawab persoalan-persoalan yang timbul dalam keorganisasian. yaitu organisasi bekerja berdasarkan perilaku manusia yang membentuk kerjasama yang memiliki wadah atau tempat dengan segala fasilitas yang harus dimilikinya dengan etika dan segala ketentuan yang pada akibatnya melahirkan struktur yang baku. berlari tak ada ujung tujuan hingga semua orang hampir bahkan lupa dengan masa lalunya lebih-lebih pada masa sebelum hidupnya. Kita menyadari perkembangan dan kemajuan zaman adalah tuntutan ilmu pengetahuan untuk dapat mengimbanginya namun perlu pula disadari bahwa dalam perkembangan administrasi diamati dari waktu ke waktu dalam paradigma ontologi administrasi melalui metodologi ilmu. Kuhn dengan judul the structure of scientific Revolution dalam Faried Ali berpendapat bahwa setiap disiplin ilmu mengalami “pasang surut. Berbicara Ilmu Administrasi Perkantoran tidak terlepas dari sistem yang ada pada sebuah organisasi lebih-lebih pada Dunia Pendidikan. memahami dan menganalisis hanya pada satu aspek saja lebih-lebih pada Dunia Pendidikan kita harus melihat sebagai sistem yang tak terpisahkan. Pembangunan dan Pendidikan. Disinilah terjadi krisis yaang mendobrak terjadinya revolusi ilmu. Dalam perkembangan. persoalan yang muncul dalam sebuah organisasi tidak bisa kita melihat. akan mendobrak terjadinya revolusi berpikir yang dapat melahirkan Paradigma kedua atau berikutnya dan akan begitu seterusnya setiap ilmu pengetahuan seiring dengan pemikiran filsafat para pemikir. perubahan. 6 . Pemikiran paradigmatik ini dapat di contohkan pada pemikiran filsafat tentang organisasi (dalam hal perkantoran).

penggerakan (actuating) dan pengawasan (controling). Pada saat itu administrasi dipandang tidak lain sebagai seni pengaturan. Pemikiran ini pula yang melahirkan pemikiran tentang fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan administrasi perkantoran seperti muncul fungsi perencanaan (Planning). baik keputusan teknis. politik dan administrasi. 3) Bersifat Teknis: manajemen Perkantoran hanya berhubungan dengan keputusan-keputusan operatif. seperti prinsip pembagian kegiatan. harus dipahami dalam perspektif: Politik sebagai etik. Konsekuensi perkembangan tersebut administrasi perkantoran yang semula paradigma administrasi perkantoran konvesional yaitu bahwa : 1) Bersifat Tayloristik: manajemen perkantoran sebagai kajian mengenai organisasi tingkat bawah. Bagaimana Adminiastrasi Perkantoran dalam perspektif modern Untuk menjawab hal tersebut perlu kita kembali pada persoalan dasar bahwa program administrasi perkantoran adalah sebagai sistem lebih-lebih sebagai suatu organisasi yang terprogram 7 . operatif. Aliran inilah yang disebut aliran manajemen dalam administrasi. administrasi Perkantoran mempunyai yang sama dengan fungsi manajemen lainnya. secara ontologis melahirkan paradigma awal dari ilmu administrasi dengan melakukan pengaturan bahwa kegiatan-kegiatan harus dilihat sebagai kegiatan politik ( ini berarti berkaitan dengan kekuasaan-influencing) dimana secara dikotomi. bukan sebagai ilmu. bukan juga sebagai suatu disiplin yang memiliki objek. eksekutif maupun manajerial. Perkembangan menuntut sebagai konsekuensi keterbukaan pengetahuan maka perubahan paradigma dalam perkantoran pun terjadi dimana administrasi perkantoran struktural yaitu : 1) bersifat Druckeristik: administrasi perkantoran sebagai kajian mengenai sistem informasi untuk pembuatan keputusan. 4) Bersifat sekunder yaitu administrasi perkantoran merupakan fungsi sekunder terhadap tujuan pokok usaha. dan memahami administrasi sebagai proses manajemen. Pengorganisasian (organizing). Dalam kerangka inilah administrasi Perkantoran dipahami sebagai politik sebagai etik yaitu suatu proses yang berkenaan denngan perumusan tujuan dan sebagai politik teknik yaitu suatu proses administrasi yang berkenaan dengan pelaksnanaan. Pemisahan ini didasarkan pada pertimbangan tuntutan keteraturan yang diharapkan dan dipengaruhi oleh aliran pemikiran yang berkembang pada saat itu. Oleh karena itu dalam pemikiran dikotomi berkembanglah pemikiran pemisahan politik dan administrasi. Manajemen disini tidak dimaksudkan bahwa administrasi lebih luas dari manajemen. pendekatan dan terminologi. Sebagai sebuah komponen dalam suatu keseluruhan sistem administrasi perkantoran Ikut membentuk ”kemitraan yang sederajat” (partnership of equals) dan ikut serta bertanggung jawab dalam memasok masukan ketika proses pembuatan keputusan itu berlangsung. dan (d) merawat aktiva. Hal ini berlangsung lama sejak seratus enam puluh lima tahun sebelum masehi yaitu yang ditandai dengan lahirnya teori Dichotomy yang dikenalkan dan dikembangkan oleh Woodrow Wilson yaitu bahwa apa yang menjadi keteraturan yang di aktualisasikan dalam kegiatan-kegiatan kerja sama yang disebut dengan administrasi (tatkala admiinistrasi telah memperoleh kedudukan sebagai ilmu). 4) Bersifat Partisipatif. tetapi memikirkan. 3) Bersifat manajerial. 2) Bersifat klerikalistik: manajemen perkantoran sebagai pekerjaan tatausaha (paper works). Aliran struktural fungsional ini diadopsi dari teori-teori ilmu sosial. Perkembangan selanjutnya terjadi perubahan dalam paradigma yang secara ontologi ilmu administrasi perkantoran berkembang ke paradigma lanjut.Paradigma Ontologi Administrasi Perkantoran Pada awalnya administrasi dilihat sebagai administraasi. manajemen produksi berfungsi sebelum administrasi perkantoran Itu berfungsi. yaitu aliran struktural formal. setelah muncul aliran pemikiran yang mengembangkan pemikiran prinsip-prinsip administrasi secara universal. (c) menyajikan informasi untuk pembuatan keputusan. 2) Bersifat fungsionalistik: administrasi perkantoran meliputi : (a) menghimpun dan merekam data intern dan ekstern organisasi. administrasi perkantoran menyajikan informasi untuk proses pembuatan keputusan bagi semua hierarkii manajemen. pembagian kerja dan adanya sistem kerja. Pertimbangan aliran pemikiran ini adalah membagi keteraturan dalam jenjang kekuasaan yang secara formal (bentuk) terpisah (keteraturan dalam bentuk kegiatan administrasi dan keteraturan dalam bentuk politik). dan politik sebagai teknik. (b) menganalisis data agar menjadi informasi yang signifikan.

baik disebabkan oleh struktur formal atau informal. Mengacu pada interaksi yang sering disebut sebagai komunikasi bagaimanapun yang terjadi akan di dapat dua jenis unsur yang umum terjadi dalam setiap organisasi perkantoran yaitu: 1) Unsur inti adalah manusia. seperti mesin-mesin. Untuk dapat mewujudkan itu semua organisasi perkantoran memiliki prinsip kerja yang harus dipatuhi sebagai kesatuan sistem dalam mencapai tujuan yaitu Prinsip Organisasi Perkantoran. Keeling menyatakan ada delapan prinsip organisasi perkantoran yang esensial meliputi: 1) Prinsip tujuan. yaitu kemampuan para karyawan kantor dan pengaruh pribadi mereka. 3) Organisasi perkantoran mencakup susunan staf dan alokasi tugas dan tanggung jawab dalam mengolah data. 2) Interaksi dalam system sosial itu tersusun dalam sebuah struktur yang menjamin perintah dan laporan.yang akan memiliki output yang jelas yaitu menghasilkan tenaga ahli (profesional) dalam bidang administrasi perkantoran. 4) Prinsip kesederhanaan. Baton Rauge dari Lousiana state university. setiap organisasi perkantoran terdiri atas sejumlah fungsi yang mesti bekerja sama untuk mencapai tujuan utama organisasi perkantoran itu. 4) Setiap orang dalam organisasi perkantoran memiliki tujuan individu. menyimpan. namun individu-individulah yang menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. unsur inti mulai terpengaruh oleh unsur kerja. perlengkapan kantor dan komputer. yaitu orang-orang tertentu yang komunikasi dan interaksinya membentuk organisasi perkantoran.B. mengolah. Tujuan yang dimengerti akan berubah menjadi motivasi untuk mencapainya. memasok informasi untuk pembuatan keputusan dan merawat aktiva. serta fasilitas lainnya dan (c) Sumber daya konseptual dari kelompok khusus yaitu para manajer. Organisasi perkantoran merupakan suatu system yang terdiri atas sejumlah fungsi yang saling berhubungan dengan saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan. setiap orang dalam organisasi perkantoran mesti diberi wewenang yang sesuai dengan tugas tanggung jawabnya sehingga dapat bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya tersebut. setiap organisasi perkantoran mempunyai hubungan timbal balik baik dalam organisasi intern ataupun ekstern. Unsur kerja (Working elements) yang muncul dalam organisasi perkantoran meliputi: (a) Sumber daya insani. 2) Setelah organisasi kantor terwujud. 5) Prinsip wewenang sepadan dengan tanggung jawab. yaitu barang ekonomi. kepemimpinan dan pengawasan yang efektif mesti ditegakan sehingga tujuan organisasi perkantoran itu dapat 8 . Para anggota yang berinteraksi membentuk sebuah organisasi perkantoran. mereka masing-masing mengharapkan organisasi dapat membantu mencapai tujuannya. dan menyajikan informasi serta merawat aktiva. maka tiap petugas dalm organisasi perkantoran tersebut harus menerima perintah dari dan bertanggung jawab hanya kepada satu orang atasan. 5) Interaksi sosial yang terjadi dalam menejemen perkantoran tersebut juga dapat membantu pencapaian tujuan bersama. mengatakan bahwa kondisi yang dibutuhkan organisasi adalah interaksi antara dua orang atau lebih yang merasa bahwa kebutuhankebutuhan individual mereka dapat lebih baik terpenuhi melalui perpaduan kemampuan atau sumber daya yang dimiliki secara pribadi. sedangkan interelasi yang jelas mengurangi keraguan. 1) Organisasi perkantoran adalah suatu rangka dasar yang menjadi tempat orang-orang melangsungkan kegiatannya untuk menerima. Neuner dan L. sebagian daripadanya merupakan alasan tindakannya. 3) Sebagai suatu system terbuka. 2) Prinsip kesatuan fungsi. oleh karena itu dalam upaya pengembangan Program administrasi perkantoran sebagai wujud nyata mengikuti perkembangan teknologi disamping sebagai konsekuansi paradigma baru yang bersifat struktural setidak-tidaknya ada lima buah fakta yang jamak terdapat dan berlangsung dalam organisasi perkantoran yaitu 1) Setiap organisasi perkantoran pasti mencakup SDM yang terlibat dalam interaksi sosial.J. Kendatipun organisasi perkantoran itu merupakan sebuah system. baik berhubungan dengan arus pekerjaan maupun arus informasi. 3) Prinsip hubungan individual. organisasi perkantoran atau kelompok fungsi dalam organisasi perkantoran mesti dirumuskan dan dimengerti oleh setiap personalis. organisasi perkantoran yang efektif bekerja berdasarkan atas kesederhanaan dan interelasi yang jelas. organisasi perkantoran yang efektif terbentuk oleh pribadi-pribadi yang mesti melaksanakan pekerjaan. 7) Prinsip kepengawasan dan kepemimpinan.. (b) Sumber daya nirinsani. 6) Prinsip laporan kepada atasan tunggal. sedangkan unsur kerja membuatnya efektif atau inefektif. walaupun mungkin berbeda namun berkaitan dengan tujuantujuan individu tesebut. sebagaimana di ungkapkan J. Berdasarkan ke lima fakta itu dapat dikemukakan bahwa: 1) Organisasi perkantoran adalah suatu proses yang menjadi tempat orang-orang berinteraksi untuk mencapai tujuan kantor. Kesederhanaan memudahkan para pelaksana untuk memahaminya.W. maka Unsur kerja menentukan mutu interaksi. agar tiap personalia mengetahui dengan jelas kepada siapa ia melapor.

2) Pakar perilaku manusia menganggap penting arti teknologi seprti (a) Farrow. semakin jauh pengawasan manajer kantor semakin besar kemungkinan menurunnya pertambahan kemampuan pengawasan. Bagaimana Sikap para ahli Manajemen terhadap pengaruh teknologiI: 1) Tidak banyak menaruh minat terhadap faktor teknologi (Fayol. mengatakan bahwa suatu pandangan organisasi sebagai system teknologi memberikan kepada organisasi itu dasar yang lebih baik untuk pemahaman dan perbandingan. Teknologi Perkantoran dalam Dimensi Metode dan Prosedur Kerja Teknologi dan menejemen kantor Suatu organisasi dalam aktifitasnya hampir dapat dipastikan tidak lepas dari aktifitas menejerial. seringkali terlalu ditekankan pada pentingnya peningkatan produktivitas organisasi dan efesiensi biaya. maupun pihak lain yang membutuhkan. Perubahan-perubahan yang terjadi yang disebabkan oleh penerapan teknologi perkantoran akan mempengaruhi hubungan sosial diantara manajer dan bawahan. (b) Dubin. (c) Walker. Urwick. penggerakan dan pengawasan. Memaslahatkan seperangkat teknologi baru. pengawasan yang efektif pun merupakan proses belajar bagi organisasi di waktu yang akan datang. Brech. jangkauan pengawasan di bawah pengawasan langsung dari seorang manajer kantor atau seorang pengawas seyogyanya dibatasi. Suatu proses manajemen kantor selalu melahirkan dokumen-dokumen yang merupakan bagian dari bentuk hasil dari pengolahan data menjadi sebuah informasi yang berguna bagi pimpinan maupun unit-unit organisasi. Teknologi dapat mendorong sentralisasi mamajemen. Adam Smith. menyatakan bahwa “bentuk-bentuk organisasi usaha tumbuh dari kebutuhan manusia dan kondisi lingkungan. Gejala ini melahirkan apa yang disebut hukum semakin berkurangnya tambahan kemampuan pengawasan. Manusia dalam usaha mengatur dan mengorganisasikan dirinya banyak dipengaruhi oleh kondisi produksi dan perkembangan teknologi”. Manajemen mempertahankan baik organisasi perkantoran yang ada maupun teknologi informasi yang tersedia namun pendekatan itu dibarengi oleh kegiatan untuk memperkenalkan mekanisme agar dapat mengurangi ketaksesuaian dan konflik diantara organisasi dan teknologi informasi tersebut. Pada awalnya tambahan kemampuan pengawasan itu akan meningkat sampai mencapai titik optimum pengawasan. Manajemen memodifikasikan organisasi perkantoran agar dapat menetapkan dan memformalkan hubungan-hubungan yang diminta oleh teknologi informasi. dan Drukcker). sekalipun bukan segala-galanya. maka manajemen perkantoran akan mengalami kegagalan dalam memahami potensi penuh dari perubahan yang terjadi dalam teknologi. Jika manajemen perkantoran mengabaikan perubahan hubungan sosial seperti itu (yang disebut sebagai perubahan unsur inti ).tercapai. Pengawasan yang efektif akan mencegah perubahan arah dalam mencapai tujuan. sejak dari perencanaan. jumlah bawahan yang dapat diawasi seorang atasan dapat bertambah. 9 . lima hingga enam orang bawahan pada tingkat tinggi. mungkin dapat dibenarkan pernyataan”. Sementara itu. Manajemen memodifikasikan teknologi informasi agar dapat menyesuaikan diri dengan organisasi perkantoran yang telah ada dan telah berjalan. Setelah itu tambahan kemampuan pengawasan tersebut akan semakin berkurang. menunjukan sinyalemennya bahwa perubahan organisasi garis kepada organisasi garis dan staf disebabkan oleh dampak teknologi. 8) Prinsip jangkauan pengawasan. antara personalia dengan personalia lainya dalam manajemen perkantoran tersebut. pengorganisasian. Peringatan dari Frank J. Jasinki mengemukakan bahwa “suatu perubahan dalam produksi atau teknologi mempengaruhi hubungan-hubungan organisatoris”. Namun demikian berkat perkembangan teknologi khususnya komputer elektronika dan system mesin dengan pelaksanaan bawahan yang kurang lebih serupa melalui prosedur pengawasan rutin. Kebanyakan ahli menejemen melihat dua belas hingga lima belas bawahan sebagai jangkauan maksimum pada tingkat organisasi rendahan. 3. Ada beberapa alternatif pendekatan untuk menghadapi masalah yang menimbulkan konflik antara kebutuhan teknologi dan kebutuhan organisasi seperti: 1. menaruh perhatian besar. Organisasi Perkantoran dan Perubahan Teknologi Pendiri mazhab klasik dan master ekonomi negara dari Inggris. 2. seperti komputer elektronik. agar pengawasan dan kepemimpinan dalam organisasi perkantoran efektif. hingga akhirnya mencapai titik nol (bahkan negatif atau kekecauan pengawasan).

alat inventaris. Seperangkat alat Bantu/hardware inilah yang disebut dengan teknologi perkantoran.perabot. b) Semakin lancarnya kegiatan kerja sehingga menghasilkan pekerjaan tang efektif. karena pekerjaan dapat dikerjakan lebih cepat dan tepat. dilakukan pemrosesan dan pengolahannya dengan pemanfaatan peralatan dan mesin-mesin kantor. harus di tunjang dengan prosedur dan metode kerja yang baik pula. bahwa setiap pola sistem yang berlaku akan terdiri dari sejumlah prosedur. Contoh sederhana adalah penanganan surat masuk atau keluar. Untuk memperlancar efektifitas pengolahan data. dan mesin-mesin guna melaksanakan kegiatan-kegiatan kantor tersebut. c) Semakin sederhana (singkat).sejak dari penerimaan atau pembuatan sampai pada tahap akhir penyimpanan adalah merupakan rangkaian kerja/mekanisme sistem yang terdiri dari prosedurprosedur kerja. Menciptakan metode kerja yang mengarah pada pencapaian tujuan yang efektif dan efisien dapat menimbulkan: a Menambah efisiensi kerja kantor. Dapat menampung. Maka secara bertahap alat-alat konvensionalpun kemudian berkembang semakin pesat. 4. 6. 3. informasi yang dihasilkan baik berupa dokumen-dokumen maupun bentuk informasi lain. Metode dan prosedur kerja Proses manajemen di dalam manajemen kantor adalah suatu sistem rangkaian aktifitas manajemen kantor. Hasil pekerjaan akan lebih kuat. Semakin modern suatu organisasi. maka teknologi (khususnya teknologi perkantoran) ikut berkembang seiring dengan meningkatnya kecerdasan manusia dalam menciptakan teknologi modern. Sedangkan dilihat dari prosedur kerja dapat mengakibatkan: a) Semakin mempermudah pelaksanaan kegiatan sehingga berjalan secara efisien dalam hal waktu dan tenaga. Untuk menghemat waktu. bentuk serta kecanggihannya semakin bermunculan saat ini. Keuntungan dari penggunaan alat-alat teknologi kantoran antara lain: 1. d) Memeriksa pengeluaran yang sifatnya memboroskan penggunaan pegawai dan catatan-catatan yang tidak perlu. akan semakin menuntut seperangkat hardware yang modern pula. c) Mengadakan penghematan waktu dan biaya. sehingga perencanaan. yang dalam perkembangannya merupakan teknologi yang sangat diperluka. demikian berulang-ulang pada setiap jenis kegiatan yang sama. Teknologi Perkantoran dalam dimensi Metode dan Prosedur Kerja Suatu aktifitas kantor yang merupakan suatu mekanisme sistem. rapi dan tersistem. 5. Untuk mengurangi kelelahan pegawai sehingga tidak mengurangi semangat dan etos kerja. Teknologi Perkantoran dalam Dimensi Seperangkat Alat Bantu/Hardware Organisasi kantor menggarap bidang penyediaan dan penggunaan seperangkat bahan. karena organisasi turut berkembang dan tuntutan masyarakat semakin pesat dan kompleks. Prosedur merupakan urutan pekerjaan atau kegiatan yang terencana dengan tujuan untuk menangani aktifitas yang berulang. dengan lahirnya peralatan yang menggunakan mesin-mesin modern. 10 . mengorganisasi dan mengolah data secara lebih komprehensif dan terpadu. Perkembangan kemajuan teknologi perkantoran semakin pesat. terdiri dari kegiatan-kegiatan subsistem-subsistem yang saling berkaitan serta tidak dapat di pisahkan satu sama lain. Teknologi perkantoran ditinjau dari metode dan prosedur kerja dalam suatu organisasi kantor adalah menyesuaikan teknologi dengan metode dan prosedur kerja yang ditetapkan serta di sesuaikan dengan karakteristik kantor tersebut. d)Semakin efisien kerja (cepat selesai). serta di sisi lain tuntutan kemajuan organisasi dan kebutuhan masyarakat sendiri akan informasi.Dalam suatu manajemen kantor. b) Membantu manajemen dalam menilai pekerjaan kantor dan subsistem-subsistem pekerjaan. perkakas. 2. berbagai macam dana corak. Untuk meniningkatkan ketelitian dan memperbaiki suatu pekerjaan. semakin memberikan keringanan dan kemudahan bagi manusia di dalam melaksanakan proses aktifitas kantor dalam manajemen kantor. Pola sistem yang bekerja di dalam suatu manajemen kantor merupakan gambaran sempurna dari seluruh kantor untuk di ketahui. Semakin berkembangnya perangkat hardware yang mendukung bidang perkantoran ini. adalah rangkaian kegiatan dari komponen-kompenen sistem yang saling terintegrasi untuk suatu sistem mekanisme kerja yang baik.

efisien. Seluruh proses aktifitas kantor yang berjalan secara efektif. di samping kemampuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang terjadi secara pesat dan semakin sempurna 11 . perhitungan. menjadi penentu efektif tidaknya proses aktifitas kantor dapat berjalan. Jika diperinci perangkat hardware kantor ini dapat diklasifikasikan antara lain: 1. Ikutilah system prosedur dan metode kerja yang ada. dan metode) serta memelihara dan perawatan hardware. dan komunikasi. Machines activated by a language : adalah mesin-mesin yang berada di dalam suatu sistem tertentu dengan menggunakan bahasa mesin. maupun dalam bentuk electrical data processing system. Untuk itu dianjurkan kepada pengguna teknologi hardware kantor: 1. terutama tentunya dalam menghasilkan informasi yang dibutuhkan di dalam pembuatan keputusan. akurat dalam kondisi kerja yang efektif dan efisien. Kesimpulan Tuntutan perubahan tak dapat dihindarkan sebagai konsekuensi dari perkembangan dan kemajuan ilmu dan teknologi. efisien dan tersistem. menjadi “raja” dalam suatu organisasi kantor. pengetahuan dan profesionalisme. hampir tidak lepas dari peranannya yang multiguna dan multifungsi. maka dalam upaya pelayanan tersebut tidak bisa meninggalkan pada aspek-aspek yang mendasar seperti apa yang dijelaskan dalam paradigma administrasi perkantoran konvensional yang pada akhirnya berkembang ke dalam paradigma struktural. Perkembangan perangkat alat Bantu/hardware bidang perkantoran Hardware kantor adalah seluruh paket atau komponen peralatan yang membentuk suatu sistem. Sesempurna apapun perangkat hardware kantor yang tersedia. pengolahan serta pengawasan kantor dapat berjalan lancer. oleh karena itu peran dari teknologi menjadi penting. Maka pekerjaan kantor yang begitu kompleks khususnya dan proses manajemen kantor secara lebih luas. Masing-masing perangkat ini pada dasarnya memiliki tugas yang sama yakni mengolah data sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat dan tersistem. Administrasi perkantoran memiliki prinsip keilmuan sebagai upaya efisiensi dan efektivitas pelayanan dalam proses pencapai tujuan organisasi. Pekerjaan administrasi perkantoran tidak lepas dari pencatatan. khususnya komputer atau microprocessor senantiasa melakukan apa yang disebut “Rekayasa dan desain ulang atas dirinya sendiri” sehingga perangkat ini akan berkembang dan sempurna dari generasi ke generasi.pengorganisasian. prosedur. dapat diselesaikan dan dilakukan dengan waktu relatif singkat tetapi tetap akurat. namun disadari atau tidak bahwa setiap kemajuan bukan berarti semua harus diikutinya. adding and calculating. pada saat kapanpun proses manajemen kantor berlangsung. yang lainnya prosedur dan metode kerja. pelaporan. Teknologi perkantoran ditinjau dari keberadaan dan pemanfaatan seperangkat alat Bantu/hardware adalah rangkaian upaya penyediaan dan pemanfaatan perangkat hardware yang dibutuhkan dalam seluruh aktifitas kantor. Penyediaan dan pemanfaatan hardware kantor di dalam suatu organisasi kantor diarahkan sepenuhnya terhadap upaya pencapaian tujuan organisasi. pengklasifikasian. accounting machines. Setiap perngkat hardware kantor. Tingkatkan kemampuan. pengambilan data kembali. sehingga memungkinkan kantor dapat melaksanakan aktifitasnya sesuai fungsinya. 2.penyimpanan. 2. ataupun yang di butuhkan pula oleh unit-unit organisasi dan pihak lain yang memerlukan informasi. agar mampu memanfaatkan hardware kantor secara efektif dan efisien. Yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah unit record (Panch Card). copyng machine. terarah dan terpadu. Machine activites by a person : yang termasuk di dalam klasifikasi ini antara lain type writer. baik dalam suatu integrated data processing system. serta mampu mengolah dan memproses data menjadi suatu informasi yang tepat. Komputer sebagai salah satu alat Bantu/hardware dalam bidang perkantoran. penyusunan. telecommunication machines dan komputerisasi. perhatian terhadap mekanisme kerja (system. Perkembangan perangkat hardware kantor ini lebih tampak terlihat sejak manusia (baca: organisasi) mulai meminimalkan peran tanaga ekstra manusia yang dikerahkan pada alat-alat manusia konvensional masih berjaya. dengan alat bantu komputer ini. Berikan perawatan kepada hardware kantor yang digunakan 3.

Bandung 1985 Miftah Thoha.B.Daftar bacaan Ali. Modern Office Management. Aneka Sari Ilmu Administrasi.J. Rineka Cipta. Pengertian. Private Ltd. Keeling.. Manajemen Adminstrasi Perkantoran Modern.. Rineka Cipta Jakarta The Liang Gie & Drs. Akademi Administrasi Negara Yogyakarta. M. Jakata 2006.. Filsafat Administrasi. 1992 Pariata Westra. Faried. Sutarto. Super Sukses Yogyakarta The Liang Gie. Te Study of Administration. Sinar Baru. MPA Kerangka Dasar Ilmu Administrasi. Ilmu Administrasi Publik.. 1970 Komaruddin. Kedudukan.. Erlangga Jakarta 2007 Inu Kencana Syafiie. 12 . PT Raja Grafindo. Manajemen Kantor (Teori dan Praktek).W. Liberty Yogyakarta. D. 2006 J. Taraporevala Sons & Co. Bombay. Badri Munir Sukoco. reproduced in Peter Woll (ed) “Public Administration “ Harper and Rom. Balai Pembinaan Administrasi.Woodrow. & Perincian Ilmu Administrasi.B.Aspek-Aspek Pokok Ilmu Administrasi Ghalia Indonesia Jakarta Sondang P. dkk.. Jakarta. Neuner dan L. 1980 Wilson. Administrasi Perkantoran Modern. Siagian.

Perubahan besar telah terjadi dalam lingkungan perkantoran. bagaimana cara menyimpan dan mengemas arsip agar tetap memiliki nilai. UU tersebut direspon dengan sangat baik oleh beberapa instansi pemerintah. Proses alih media arsip menjadi arsip digital dilakukan dengan proses scanning dan arsip disimpan dalam format PDF agar keabsahan dokumen atau arsip tetap terjamin. Perkembangan TIK bahkan telah mengharuskan instansi pemerintah untuk selalu siap menghadapi perubahan yang terjadi. arsip digital. tidak rusak.com). serta hemat biaya. dibutuhkan kemampuan untuk menata pekerjaan organisasi yang beragam agar bersinergi ke arah tujuan yang ditetapkan. Kata Kunci: arsip. Jakarta (www. masih banyak kantor pemerintah yang belum menggunakan sistem pengolahan data dengan memanfaatkan TIK. seperti keuntungan dalam hal kecepatan. berkompeten dan memiliki etos kerja yang tinggi seolah menjadi harga mati. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengalami kemajuan yang sangat pesat. Usulan pemerintah tersebut telah dituangkan dalam UU No.detiknews. Dan tanpa menunggu terlalu lama.PENGARSIPAN DIGITAL PADA INSTANSI PEMERINTAH (Sebuah Langkah Menuju Manajemen Perkantoran Modern) Vitradesie Noekent Abstrak Kesadaran institusi pemerintah akan pentingnya arsip telah memicu pemikiran. Muara akhir dari tujuan tersebut adalah efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan roda kepemerintahan. Untuk mencapai tujuan tersebut. telah secara nyata memberi berbagai keuntungan. dengan kata lain arsip yang dikemas dalam bentuk elektronik atau digital yang dapat diakses bagi yang berkepentingan dan mempunyai otoritas untuk mengakses arsip tersebut. Penggunan TIK pada Instansi Pemerintah Daerah Kab. manajemen informasi berbasis TIK. Aparatur pemerintah yang professional. terutama di kota-kota kecil atau di daerah terpencil." seusai rapat kerja dengan Komisi II DPR di Gedung DPR. Senayan. antara lain: Tabel 1. akan dituangkan dalam RUU Kearsipan.1. Salah satu solusinya adalah memanfaatkan teknologi informasi berupa suatu aplikasi yang terkomputerisasi untuk menyimpan arsip. Latar Belakang Tuntutan masyarakat pada instansi pemerintah untuk dapat menerapkan good corporate governance semakin menjadi hal yang tak terhindarkan. Di sisi lain. Jateng Kab. kehandalan dan kemutakhiran komunikasi dan pengolahan data. secara bertahap akan ditentukan yang mana hardcopy dan yang mana bisa disimpan dalam bentuk softcopy.Kendal Seluruh Indonesia Intansi Pemerintah KPU Perpusda Provinsi Kantor Kecamatan Samsat Kantor Pelayanan Pajak Penggunaan TIK Pemungutan Suara PILKADA Katalog KTP Pembayaran pajak kendaraan bermotor Pembuatan NPWP secara on line 13 . kecermatan. Dalam kenyataannya.43 tahun 2009 tentang Kearsipan. Berikut petikan pernyataan Menpan : "Ada konsep digitalisasi arsip. mudah penyimpanan. PENDAHULUAN 1. mudah ditemukan kembali. Bali Prov. setelah pemerintah menggulirkan reformasi birokrasi di beberapa departemen. Jembrana.

fisik arsip sangat rentan dengan resiko akibat kerusakan (aus. Kumpulan data yang menggambarkan perjalanan sebuah organisasi inilah yang disebut sebagai arsip. Tabel 2. Selain kepentingan tersebut. diolah kembali (2010) Vital Vital Vital 14 . Berikut ini. maka penulisan artikel ini bertujuan untuk: 1. sobek. Memberikan gambaran alternatif pengelolaan arsip menggunakan TIK berupa digitalisasi pengarsipan pada instansi pemerintah. banjir arsip dan ruang kantor yang tersita untuk tempat penyimpanan arsip. hilangnya arsip penting. diolah kembali (2010) 1. Proses pengambilan keputusan oleh seorang pimpinan amat dipengaruhi oleh seberapa akurat data yang dimilikinya. Khusus untuk arsip yang bernilai sejarah. selain merestorasinya. Selain itu. akurat. Gambaran Masalah yang Dikaji Tidaklah berlebihan jika disebutkan bahwa pengarsipan sebagai pusat ingatan organisasi untuk merujuk pada fungsi arsip yang vital dalam organisasi. Memberikan gambaran permasalahan yang akan dihadapi jika sebuah instansi pemerintah menerapkan digitalisasi pengarsipan. Beberapa gejala kurang efektifnya sistem kearsipan di sebuah instansi pemerintah dapat dilihat dari sulitnya mencari kembali arsip pada saat diperlukan. beberapa instansi pemerintah yang masih menggunakan arsip secara fisik/ konvensional. maka aparat pemerintah akan dapat menyediakan informasi yang tepat. Penggunaan Pengarsipan Konvensional pada Instansi Pemerintah Instansi Pemerintah Pengadilan Jenis Arsip Sifat Arsip Vital Berita Acara Penyidikan Berkas penuntutan dari JPU Berita Acara Persidangan Putusan pengadilan Alat Bukti Surat Rumah Sakit Catatan medik Arsip Nasional Kolonial Memorie van Overgare Staatsblad Regeering Almanak Besluit Kementerian Luar Negeri Dokumen Negara MOU antar Negara Sumber: berbagai terbitan Surat Kabar. dengan metode pengarsipan yang tepat.Polres SIM Sumber: berbagai terbitan Surat Kabar. lengkap. maka keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan karena memiliki landasan empiris.1. relevan dan tepat waktu secara efektif dan efisien. dokumen semakin dimakan usia. tinta luntur dan sebagainya) dan resiko kebakaran atau bencana lain (kebakaran atau banjir). Tujuan Berdasar latar belakang di atas. Resiko kecurian juga mungkin terjadi. Berdasar data. GAMBARAN MASALAH 2. Untuk itulah dibutuhkan upaya pendokumentasian. 2. berjamur.2.

atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer dan administrasi terutama keamanan 15 . IDENTIFIKASI.id).teknologinet. kini mereka mengalihkan perhatiannya untuk melakukan pembobolan situs-situs yang ada di Indonesia.html ). Kami mencontohkan sebuah institusi pemerintah yang sudah menerapkan pengarsipan digital.go.500. Gangguan tersebut dibedakan menjadi dua.Selain kelemahan di atas. dan selanjutnya bila menginginkan. sangat mungkin terjadinya gangguan terhadap sistem yang digunakan. Tempat penyimpanan arsip konvensional Pada kantor modern. kekurangan terbesar arsip konvensional pada kebutuhan biaya yang relatif tinggi (untuk pengadaan filling cabinet dan ruang/ gudang penyimpanan). Secara nasional.com/2009/01/serangan-hacker-indonesia-semakin-membabibuta. institusi pemerintah yang mengelola arsip adalah Arsip Nasional (www. yaitu yang berasal dari internal dan eksternal.000 (termasuk pajak) Dibebankan kepada APBD Kota Bontang tahun 2010 1Hacker adalah orang yang mempelajari. terutama bagi keamanan arsip yang memiliki nilai sejarah tinggi mengingat beberapa naskah sejarah mulai rapuh termakan usia. Berikut kami identifikasi beberapa hal yang dibutuhkan untuk menerapkan digitalisasi pengarsipan pada instansi milik pemerintah menggunakan pendekatan 5 M. ANALISIS DAN ALTERNATIF 3. yaitu: Kegiatan : Kegiatan Aplikasi Komputerisasi Sistem Pengarsipan Dokumen Nama Instansi : Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bontang Nilai : Rp 304. bisa membuat. menganalisa. Para hacker ini sudah tidak pandang bulu tidak hanya situs besar namun situs-situs kecil pun menjadi incarannya ( http://www.1. Kutipan berikut ini bukti ancaman tersebut. sedang sumber gangguan eksternal berasal dari para perentas (hacker/ cracker)1. Proses alih media harus didukung dengan hardware yang dapat melakukan digitalisasi dokumen menjadi format digital dengan kecepatan yang tinggi dan software yang mendukung proses digitalisasi. Pelaksana Kegiatan (Man) dan Biaya (Money) Pelaksana kegiatan digitalisasi pengarsipan harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten yang disebut Arsiparis. Identifikasi Digitalisasi dokumen merupakan suatu proses alih media dari dokumen secara fisik menjadi bentuk dokumen secara digital yang tersimpan dalam bentuk soft copy. Ancaman para perentas ini tidak dapat dipandang sebelah mata. memodifikasi. Gambar 1. Sumber gangguan internal antara lain kerusakan komponen atau kesalahan sub sistem yang mengganggu sistem secara keseluruhan.anri. “Setelah hacker Indonesia melakukan penyerangan terhadap situs-situs milik pemerintahan Israel.

Jangka waktu : 3 (tiga) bulan 16 .

Security Layer System 17 . Secara garis besar. seperti. alur ini dapat diidentifikasi. gambar bergerak dan gambar statis.Alat dan Bahan (Material) Bahan-bahan yang dimasukkan antara lain: sumber-sumber yang diperlukan untuk keperluan proses belajar dan penelitian. Gambar 2. Mesin scanner untuk dokumen berukuran kecil dan besar Metode Pelaksanaan (Method) Salah satu resiko pengarsipan digital menyangkut keamanan data dan kehandalan system pengamannya (security layer). gabungan dari bahan-bahan konvensional dan media baru. rekaman suara. naskah. sebagai berikut: Identifikasi User Otorisasi User Filterisasi Top Secret Secret Confiden tial Enkripsi Gambar 3. peta.

Dokumen Aktif Arsip Kerja Buku Jilid Arsip Sejarah Arsip Legal Scannin g PDF/TIFF/J PG OCR/ICR (Optical/Intelligent Character Recognition) Imaging Untuk diproses lebih lanjut (edit. Metode Pengalihan Dokumen 3. Dalam pemeriksaan keuangan. Kebutuhan untuk mem-back up Penyimpanan secara digital akan membuat kita memiliki back up data. Status konservasi menjadi acuan untuk sedapat mungkin menyimpan berbagai data secara digital. Search Word by word. dokumen maupun foto secara digital akan membuat kita lebih ramah lingkungan. Penyimpanan secara 18 . Tuntutan less paper Saat ini banyak dicanangkan tentang pemeliharaan pohon.2. copy. antara lain: 1. kita dapat menggunakan data bahkan diharapkan data beberapa tahun (sepuluh tahun) dapat kita lihat kembali. Penyimpanan berbagai arsip. etc) Gambar 4. Hal ini berpengaruh langsung terhadap penggunaan kertas. 2. Analisis Berdasar uraian yang telah disampaikan. terdapat beberapa masalah yang perlu dipecahkan. Hal ini sangat diperlukan mengingat banyak sekali berbagai data yang hilang.

digital akan membuat kita lebih memiliki tempat serta tidak akan merusak dokumen tersebut. 3. SDM (Sumber Daya Manusia) Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam perkantoran modern. Adanya SDM akan membuat perkantoran modern lebih baik dalam penyimpanan dokumen. Penyimpanan dokumen secara digital akan membuat pengurangan pegawai. Hal inilah yang suatu saat harus dilihat oleh perkantoran tersebut. Pengertian pengarsipan digital adalah suatu sistem berbasis IT yang berfungsi membantu memenuhi kebutuhan untuk memelihara dan melindungi data. Digitalisasi pengarsipan bermanfaat, sebagai berikut: 1. Untuk memungkinkan sektor pendidikan pada semua level mempunyai akses yang baik, sehingga kebutuhan-kebutuhan pendidikan nasional terpenuhi; 2. Untuk menjamin bahwa institusi-institusi publik, pada level lokal (propinsi dan kabupaten/kota) dan nasional, menseleksi, melestarikan dan mengelola arsip dinamis dan arsip statis mereka dengan baik, sesuai dengan dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan, pedoman dan standar-standar profesional yang terkait; 3. Untuk mendorong organisasi-organisasi swasta dan perorangan untuk mengelola arsip-arsip mereka secara efektif, dan melestarikan arsip-arsip statis yang bernilai historis dan bila memungkinkan memberikan kemudahan akses publik terhadap arsiparsip tersebut; 4. Untuk memungkinkan sektor kearsipan siap terhadap pengolahan data elektronik yang jumlahnya semakin meningkat; 5. Untuk memaksimalkan nilai sumber informasi yang disimpan oleh sektor kearsipan. 3.3. Alternatif Pemecahan Masalah Dokumen-dokumen yang akan didigitalisasi dibedakan berdasarkan pemilihan tematema tertentu. Hal ini lebih efisien dibanding melakukan digitalisasi terhadap semua khasanah arsip yang ada. Tahapan tersebut dibagi dibagi menjadi: 1. Pembuatan standard and operating procedure (SOP) Kearsipan; 2. Perencanaan dan perancangan disain sistem berdasar SOP Kearsipan; 3. Pembuatan aplikasi dan pembangunan data base; 4. Instalasi aplikasi; 5. Elektronisasi data persuratan dan kearsipan/ entry data; 6. Pengujian aplikasi; 7. Implementasi aplikasi; 8. Sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Berdasar urutan pelaksanaan di atas, maka hasil yang diharapkan akan dapat dicapai oleh institusi pemerintah dalam lima tahun mendatang adalah: 1. Akses ke arsip-arsip statis atau warisan dokumenter lainnya yang telah didigitalisasi akan tersedia bagi siapapun yang menginginkannya; 2. Penyelenggara kearsipan statis akan memberikan layanan-layanan publik baik secara onsite maupun online, yang akan merespon sesuai dengan kebutuhankebutuhan pengguna; 3. Links antara arsip nasional dan universitas-universitas, sekolah-sekolah, dan sektor-sektor pendidikan lainnya akan semakin kuat dan akan memenuhi kebutuhan para pengguna di sektor tersebut; 4. Semua arsip statis dalam tempat-tempat penyimpanan milik pemerintah, maupun dalam pengelolaan non-pemerintah (swasta dan perorangan) akan dilestarikan

19

secara aman dan disediakan bagi masyarakat dalam suatu provisi jaringan yang komprehensif. Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan adanya perubahan-perubahan perilaku pada: 1. Tingkat individual pengelola arsip, untuk menjamin bahwa nilai informasi arsip ditentukan dan tetap terjaga saat arsip diciptakan, dipelihara dan digunakan, serta disusutkan sesuai dengan sistem pengelolaan arsip yang menjamin kelengkapan, reliabilitas dan autentisitasnya. 2. Tingkat lembaga, untuk menjamin pelaksanaan manajemen arsip yang efektif dan efisien dalam upaya pemberdayaan arsip bagi keperluan manajemen. 3. Tingkat nasional, untuk menjamin pengelolaan keseluruhan arsip kepemerintahan sebagai sebuah khasanah yang utuh dan menjamin penggunaan bersama informasinya oleh Lembaga-lembaga Negara, Badan-badan Pemerintahan, swasta dan perseorangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. 4. Tingkat pengguna, untuk memelihara kesadaran bahwa telah tersedia arsip kepemerintahan yang sarat dengan informasi dan kemudahan untuk memanfaatkannya.

PENUTUP 4.1. Kesimpulan Digitalisasi dokumen sudah menjadi kebutuhan utama. Sebaiknya proses tersebut dilakukan berdasarkan pemilahan tema tertentu karena efisiensi organisasi menjadi prioritas tertinggi. Walaupun perubahan berpotensi menimbulkan ketidakpastian, namun demikian sudah menjadi kebutuhan publik untuk mendapatkan kemudahan akses informasi. Dilihat dari tingkat pengguna, perlu dipelihara kesadaran bahwa sudah tersedia arsip kepemerintahan yang sarat dengan informasi dan kemudahan untuk memanfaatkannya, sehingga tercipta Indonesia yang baik sesuai cita-cita bersama-sama. 4.2. Saran 1. Perluasan dan peningkatan kualitas jaringan komunikasi dan informasi kearsipan ke seluruh wilayah negara. 2. Pembentukan portal-portal informasi dan layanan arsip yang dapat mengintegrasikan sistem manajemen dan proses kerja pengelolaan arsip di antara instansi pemerintah terkait; sasaran ini akan diperkuat dengan kebijakan tentang keawajiban instansi pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan informasi dan layanan arsip secara on-line. 3. Pembentukan jaringan organisasi pendukung yang menjembatani portal-portal informasi dan layanan arsip tersebut di atas dengan situs dan sistem pengolahan dan pengelolaan informasi yang terkait pada sistem manajemen dan proses kerja pengelolaan arsip di instansi yang berkepentingan. Sasaran ini mencakup pengembangan kebijakan pemanfaatan dan pertukaran informasi arsip antar instansi pemerintah pusat dan daerah. 4. Pembakuan sistem manajemen arsip elektronik untuk menjamin kelancaran dan keandalan transaksi informasi antar organisasi diatas. REFERENSI www.anri.go.id http://www.teknologinet.com/2009/01/serangan-hacker-indonesia-semakin-membabibuta.html

20

PENGATURAN TATA RUANG KANTOR PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUDUS Wiwin Anugrahati ABSTRAK Tata ruang perkantoran merupakan salah satu penunjang kelancaran dalam menyelesaikan tugas. Sistem tata ruang kantor ada 3 yaitu tata ruang terbuka, tata ruang tertutup dan campuran. Lingungan fisik kantor meliputi cahaya, warna, udara, suara. Permasalahan dalam tugas akhir ini adalah: (1). bagaimana sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? (2). Kendala-kendala apa saja yang timbul dalam pengelolaan tata ruang kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus, untuk mengetahui kendala-kendala yang timbul dalam pengelolaan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa tata ruang pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan sistem tata ruang terbuka dan sistem tata ruang tertutup. Lingkungan fisik :(1) Pencahayaan, pencahayaan utama yang sering digunakan adalah pencahayaan sinar matahari,(2) Warna, warna dominan yang digunakan pada Dinas adalah warna kuning kecoklatan,(3) Udara, pertukaran udara yang ada pada tiap ruangan menggunakan saluran udara yang ada pada setiap sisi atas ruangan dan di lengkapi dengan jendela kaca,(4) Suara, suara yang mengganggu berasal dari internal kantor sendiri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpukan bahwa(1)Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka dan tata ruang tertutup hal ini karena untuk membedakan antara bagian yang satu dengan yang lain,(2) kendala- kendala,(a) kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor,(b) kendala dalam penerapan lingkungan fisik. Kata kunci: pengaturan tata ruang, kantor 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan pesat dewasa ini, kantor mempunyai makna lebih dari hanya sebagai tempat, melainkan sebagai pusat kegiatan penyediaan informasi, guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan disegala bidang (Sedarmayanti,2001: 2). Dalam menunjang kelancaran kantor, salah satu faktor penting yang ikut menentukan adalah penyusunan tempat kerja dan alat perlengkapan kantor sebaik-baiknya. Penyusunan alat-alat kantor pada letak yang tepat serta pengaturan tempat kerja yang menimbulkan kepuasan bekerja bagi para pegawai disebut tata ruang kantor (The Liang Gie, 2000:186). Di Indonesia tata ruang masih kurang mendapat perhatian dalam instansi-instansi pemerintah dan perusahan-perusahan swasta. Misalnya banyak terlihat suatu instansi yang banyak melayani publik ditempatkan dibelakang sehingga orang-orang harus bertanya kesana kemari sebelum dapat menjumpainya. Hal ini menyita banyak waktu dan mengganggu pegawai lain yang setiap kalinya harus memberi petunjuk itu. Tidak banyak dijumpai pula perusahaan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, pegawai-pegaiwainya berjalan dari satu meja kemeja orang lain. Sehingga mengurangi keefektifan dalam suatu pekerjaan, ini terjadi

21

karena tata ruang yang buruk. (The Liang Gie, 2000 : 187). Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus merupakan kantor yang bergerak dalam bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi yang dalam tugasnya memberikan pelayanan publik yang memiliki 2 unit kantor yang berbeda tempatnya, dengan demikian penataan tata ruangnya harus sesuai dengan fungsi kantor itu sendiri agar tidak mengganggu aktifitas staf lainnya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan maupun tamu yang hendak berkunjung tidak akan kebingungan. Beberapa hal yang menurut penulis bahwa tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang kurang sesuai dengan teori yang ada yaitu belum maksimalnya bangunan kantor untuk mempermudah kegiatan kantor sedangkan pegawai yang ada banyak, ini terjadi pada kantor unit 1 yang luas gedung hanya 469 m2 tetapi di tempati pegawai sebanyak 28 orang di tambah dengan adanya perabotan kantor yang penempatannya tidak sesuai, ini kan menambah ruangan menjadi sempit. Demikian ini, pegawai yang berada dalam kantor akan merasa tidak nyaman, panas dan efektifitas kerjanya jadi tidak maksimal karena ruang geraknya yang sempit, ini ditambah dengan fasilitas kantor yang penggunaannya belum maksimal yaitu jendela yang merupakan ventilasi udara tidak dapat dibuka sehingga udara tidak bisa bebas keluar masuk sehingga suhu pada ruangan menjadi panas. Adapun penempatan peralatan dan perlengkapan kantor yang kurang tepat, antara lain: penyusunan meja saling berdekatan dengan jarak 50 cm dan letak lemari arsip yang tidak sesuai. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sistem tata ruang pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? 2. Kendala- kendala apa saja yang timbul dalam penataan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus? 1.3. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui sistem tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Untuk mengetahui Kendala- kendala apa saja yang timbul dalam penataan tata ruang kantor pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2. Hasil penelitian 2.1. Tata Ruang Kantor Pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Berdasarkan dari penelitian penulis di lapangan mengenai penerapan sistem tata ruang kantor yang diterapkan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah sebagai berikut: 2.2.1. Penerapan Sistem tata ruang kantor Penggunaan tata ruang kantor merupakan segi yang terpenting dalam suatu perencanaan manajemen perkantoran. Ruangan yang disusun secara tepat dan memperhatikan semua komponen fisik yang ada di dalamnya akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Sistem tata ruang yang diterapkan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi Kabupaten Kudus adalah sistem tata ruang terbuka dan sistem tata ruang tertutup. 1. Tata Ruang Terbuka Dalam penerapan sistem tata ruang terbuka tidak menggunakan dinding atau papan penyekat yang membatasi antara pegawai satu dengan yang lainnya. Pada penerapan sistem

22

Lingkungan Fisik Kantor 2. a. 1. Kepala Bidang Sosial. Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi . Dalam penerapan sistem tata ruang kantor tertutup terdapat keuntungan-keuntungan dan kerugian yang diperoleh Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan penerangan melalui penerangan cahaya sinar matahari dan penerangan lampu neon. Pengawasan pegawai kurang efektif. 2. Kerahasiaan kerjaan kurang terjamin. Evaluasi Dan Pelaporan. Keamanan dan kerahasiaan pekerjaan lebih terjamin. 3. Ketenangan ruangan lebih baik sehingga mudah dalam konsentrasi 2. Mudah terjadi penularan penyakit di antara pegawai seperti influenza. Lalu lalang pegawai dan tamu dapat terhindari. 2. b. 1. Fleksibilitas tata ruang yang lebih besar. Namun yang lebih sering digunakan adalah penerangan cahaya sinar matahari yang 23 . Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. 2.1. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dan Transmigrasi. sistem tata ruang kantor tertutup diterapkan pada ruangan Kepala Dinas. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Hubungan antar satuan kurang lancar atau banyak mondar-mandir. 2. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah a. Tata Ruang Tertutup Dalam tata ruang tertutup susunan tata ruang untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa kamar atau sekat atau sengaja dibuat pemisahan buatan diantara pegawainya.2. Kepala Seksi Perselisihan Ketenagakerjaaan. 1. Tata ruang untuk resepsionis dan ruang tamu berada di depan ruang kepala dinas sehingga dapat mengganggu konsentrasi kepala dinas dalam menyelesaikan pekerjaan yang disebabkan oleh tamu yang sedang bertanya dengan resepsionis ataupun tamu yang mengobrol saat menunggu. dan Kepala Seksi Informasi. Keuntungan penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. 1. Kepala Sub Bagian Perencanaan. Pengawasan yang lebih baik terhadap para pegawai. sehingga dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan dan persatuan yang lebih erat antara pegawai. Hubungan komunikasi kerja antar pegawai lebih mudah. Biaya pengelolaan ruangan relatif besar. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Penerangan Pada kantor Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Kepala Sub Bagian Keuangan. Kepala Bidang Pengawasan. b. Kerugian penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. 3. Berdasarkan rumusan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial. Berdasarkan penerapan sistem tata ruang kantor tertutup pada Dinas Sosial. Keuntungan Penerapan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial.tata ruang terbuka terdapat keuntungan.keuntungan dan kerugian yang diperoleh Dinas Sosial. Sekretaris. 2. Sering terjadi pembicaraan dan mengobrol diantara pegawai. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan.2. 3. 3. sistem tata ruang terbuka diterapkan pada ruang staf tiap bidang pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Kerugian penerapan sistem tata ruang kantor terbuka pada Dinas Sosial.

Adapun jenis data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini. Warna Warna merupakan faktor yanng sangat penting untuk memperlancar efektivitas kerja pegawai karena warna sangat mempengaruhi keadaan jiwa mereka. 2. Sedangkan lampu neon dipergunakan apabila cuaca mendung atau gelap. peneliti berusaha mencari informasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tema Tugas Akhir. Sumber Data Teknik pengumpulan data sangat penting bagi penulis untuk memperoleh data yang diinginkan. 1999: 83). Dokumentasi Teknik dokumentasi adalah suatu usaha yang dilakukan dalam penelitian untuk mengumpulkan dokumen yang tersedia sebagai sumber informasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan warna kuning kecoklatan. dan struktur organisasi. Peniliti melakukan wawancara dengan pendekatan mengunakan petunjuk umum wawancara. 3. Tenaga Kerja dan Transmigrasi .2. Penggunaan warna pada Kantor Dinas Sosial.masuk melalui jendela-jendela yanng berada samping kantor.maka udara pada ruangan menjadi panas dan sumpek akibatnya pegawai tidak merasa nyaman dan efektivitas pekerjaan terganggu. 3. METODOLOGI RISET 3. Data Primer Data yang diperoleh langsung dari sumbernya diambil dan dicatat pertama kalinya (Marzuki. Suara Pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Udara Udara yang berada pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi panas pada musim kemarau. 1997: 55). Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.2.2. (Maman Rachman. Sedangkan pihak luar tidak begitu mengganggu karena tamu berada di depan bagian kantor. warna tersebut dipertimbangkan memberi kesan tenang dan ruangan terlihat lebih terang. Data yang ada adalah data mengenai gambaran umum Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang meliputi lokasi. Wawancara ( Interview) Adalah mengajukan pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. dengan membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang ditanyakan dalam proses wawancara. 1997: 56).1. bangunan. Petunjuk wawancara hanya berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan isi wawancara untuk menjaga agar pokok-pokok yang direncanakan dapat tercukupi semua. Dalam hal ini dokumen yang digunakan berasal dari literatur dan dokumen instansi yang digunakan untuk mendukung metode wawancara.2. Data Sekunder Data yang diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti (Marzuki.2.3. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari pegawai Dinas Sosial. 2. 2. b. sumber suara sering mengganggu aktiviats kantor dan pegawai adalah dari pihak kantor sendiri seperti percakapan antar pegawai yang satu dengan pegawai yang lain dan suara gaduh dari peralatan kantor seperti mesin ketik. Pada Dinas Sosial. Metode Pengumpulan Data a. ini dikarenakan ventilasi seperti jendela tidak bisa bermanfaat sesuai fungsinya yang seharusnya dapat mengalirkan udara keluar masuk.4.jendala tertutup rapat tidak dapat dibuka sehingga karbon dioksida ataupun oksigen tidak bisa keluar /masuk dengan lancar . 2. Dengan teknik wawancara. 24 . yaitu : 1.

seksi pengawasan kesehatan 25 .kendala yang meliputi sebagai berikut: a. seksi pengawasan norma kerja. Pembahasan Lingkungan fisik kantor adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pekerjaan terselesaikan dengan baik. Tata ruang kantor yang baik sangat mampu memotivasi para pegawai untuk menjadi lebih efektif dalam bekerja . Tetapi pada setiap bagian ruangan pada Dinas Sosial.4. Dalam teknik analisis ini akan membandingkan antara teori dengan fakta yang terjadi.1. Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara keseluruhan menggunakan tata ruang terpisah-pisah yaitu susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa satuan yang dibagi-bagi karena keadaan gedung yang terdiri atas kamar-kamar. Tata ruang terbuka digunakan berdasarkan banyak pegawai serta untuk menunjang kelancaran pegawai dalam bekerja. Kendala – kendala dalam tata ruang kantor Dalam penerapan tata ruang kantor yang dimiliki oleh Dinas Sosial. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Udara yang tidak dapat keluar masuk karena jendela yang tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi panas sehingga dalam mengganggu konsentrasi pegawai dalam bekerja. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Dengan terdapatnya sistem tata ruang tertutup pada tiap bagian atau seksi maka kantor akan terlihat kecil sehingga antara meja yang satu dengan meja yang lain saling berdekatan dan ruang gerak pegawai menjadi kecil. waktu.1. Analisis data biasanya mencakup pekerjaan meringkas dari beberapa data yang telah dikumpulkan oleh peneliti untuk selanjutnya dikelola. Dalam hal ini observasi dilakukan oleh peneliti guna mendapatkan kejelasan dari data yang sudah didapatkan dari dokumentasi dan wawancara.2. Ruang gerak pegawai yang kecil dapat mengurangi efektivitas kerja pegawai. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. b. Dalam penelitian ini data-data dan informasi yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan menggambarkan keadaan atau fenomena. yaitu mengenai tata ruang kantor Dinas Sosial. Observasi Adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematisk terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. tidak bosan.3. (Maman Rachman. sub bagian umum dan kepegawaian. membuat ringkasan menerapkan suatu teknik. dan biaya. 4. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi di temukan kendala. bekerja tanpa pemborosan tenaga. pegawai akan merasa nyaman.c. dan merasa tenang dalam bekerja sehingga hasil yang dicapai akan maksimal. Tehnik Analisis Data Setelah data terkumpul perlu segera diolah oleh staf peneliti khususnya yang bertugas mengelola data (Suharsimi Arikunto. Sistem tata ruang kantor Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Dinas Sosial. METODOLOGI PENELITIAN 4. sering mengganggu pegawai lain yang sedang melaksanakan tugas sehingga konsentrasi menjadi berkurang. Hal ini sudah menjadi bagian dari suatu perusahaan atau instansi maupun dalam melaksanakan kegiatan perkantoran. 4. Jenis tata ruang terbuka terdapat pada bagian staff sekretariat. 3. 1999: 77). Sumber suara yang mengganggu yaitu dari pihak dari kantor sendiri seperti mesin ketik manual yang tidak di beri peredam suara dan pembicaraan pegawai waktu jam kantor. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka. 2002: 240). 4.

pencahayaan lampu listrik di gunakan pada saat cuaca mendung dan gelap. c. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah instansi pemerintahan sehingga menggunakan warna yang umum digunakan oleh kantor-kantor instansi pemerintahan yang lainnya yaitu warna kuning kecoklatan. 4. 4. Pemanfaatan ruang efektif. Hal ini dikarenakan tidak adanya peraturan yang mengatur tentang tata ruang kantor. kasub Bag keuangan.dan keselamatan kerja. Udara Pertukaran udara pada Dinas Sosial.barang yang diletakkan tidak sesuai dengan tempatnya.2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan warna kuning kecoklatan. Kendala. ini disebabkan masih terdapat ruangan yag terlihat sempit serta mengurangi ruang gerak pegawai dan ditambah dengan banyaknya barang. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus belum diterapkan dengan baik karena adanya ketidakseimbangan yang disebabkan pemanfaatan ruangan yang kurang efektif. Warna ini memberikan kesan tenang. lebih terang dan luas. kabid pengawasan . Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus meliputi: a. evaluasi. d.4. Kasub Bag perencanaan. Salah satu tujuan dari tata ruang kantor yang baik adalah penggunaan segenap ruang kantor secara efisien untuk keperluan pekerjaan (http://iyanarafah. Meskipun letak Dinas Sosial. Sedangkan ruangan lain yang cukup besar tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. ruang kepala sekretariat. suara yang mengganggu dalam pekerja kantor dari internal kantor sendiri yaitu dari mesin ketik dan pegawai yang berbincang-bincang pada waktu jam kerja.com/2010).Kendala Dalam Tata Ruang Kantor 26 . dan pelaporan.4. Hal tersebut mengakibatkan kondisi udara menjadi panas walaupun telah dibantu dengan kipas angin. namun ada beberapa hal yang perlu diperhatian dalam beberapa ruangan seperti ruangan kepala dinas. kabid hubungan industrial dan perselisihan ketenagakerjaan menggunakan sistem tata ruang tertutup atau terpisah – pisah. Warna Dinas Sosial. sehingga penataannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengakibatkan para pegawai kurang maksimal dalam melaksanakan pekerjaannya. lingkungan fisik kantor belum sepenuhnya diperhatikan dengan baik. b. Lingkungan Fisik Kantor Pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan cahaya alam yaitu sinar matahari yang tembus dari jendela kaca pada setiap ruangan yang berada di sebelah kanan kiri gedung. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus di setiap ruangan menggunakan saluran udara yang ada disetiap sisi atas ruangan dan dilengkapi dengan jendela kaca namun saluran udara tersebut kurang berfungsi dengan baik karena tidak dapat dibuka. Tenaga Kerja dan Transmigrasi berada di dekat jalan raya akan tetapi suara bising kendaraan hampir tidak terdengar karena bangunannya letaknya menjorok ke dalam. Cahaya Pencahayaan pada kantor Dinas Sosial.blogspot. seksi hubungan industrial. Lingkungan fisik pada Dinas Sosial. hal ini dapat menunjang kelancaran aktivitas pekerjaan kantor pada Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang memerlukan konsentrasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan kantor yang bersifas biasa maupun rahasia. Suara Pada Dinas Sosial. pada Dinas Sosial.3. Dari keseluruhan kantor Dinas Sosial. seksi perselisihan ketenagakerjaan.

5. (Badri. 2007: 217). Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Sedangkan pekerjaan kantor dengan suhu udara yang dianggap baik berkisar 13-24 derajat celsius. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus terdapat kendala-kendala yang dapat menyebabkan pelaksanaan kerja menjadi kurang maksimal. Jika demikian. Pada Dinas Sosial. Pembagian itu dapat terjadi karena keadaan gedungnya yang terdiri atas kamar-kamar maupun karena memang sengaja di buat pemisah buatan misalnya dengan sketsel kayu atau dinding kaca. Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagian menggunakan sistem tata ruang tertutup sehingga gedung yang luas ruangannya sudah kecil ditambah dengan adanya sekat seperti dinding tembok maka akan menambah ruangan tersebut menjadi kecil. pegawai akan merasa kurang nyaman dan mengakibatkan pekerjaan menjadi kurang maksimal.kebisingan yang terjadi diakibatkan dari suara mesin ketik manual dan pegawai yang berbicara waktu jam kerja sehingga akan mengganggu pegawai yang lain dan akan mempengaruhi konsentrasi pegawai. Pada kantor Dinas Sosial. Dengan ruangan yang panas.ruang sekretaris. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus terdapat kendala-kendala yang ditemukan yaitu a. evaluasi dan pelaporan. Oleh karena itu perlu diusahakan adanya ventilasi cukup. sehingga para pegawai di ruang kerjanya tetap mendapat udara yang segar dan nyaman. ruang kepala sub bagian keuangan dan ruang kepala bidang menggunakan tata ruang tertutup sedangkan bagian yang menggunakan tata ruang terbuka yaitu ruang staff pada Dinas Sosial. Kendala. pengap sehingga sulit bernafas. 2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada musim kemarau tiba bersuhu berkisar 30 derajat celsius. Udara di dalam ruang kantor Dinas Sosial. Ruangan yang kecil ini akan menimbulkan ketidaknyamanan para pegawai karena ruang geraknya terbatasi atau menjadi kecil sehingga dapat mengurangi efektif kerja pegawai. ruang kepala sub bagian perencanaan. Dinas Sosial. pada ruang kepala dinas. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan sistem tata ruang terbuka dan tertutup. Tingkat kebisingan pada kantor merupakan faktor lingkungan fisik kantor yang harus dipertimbangkan untuk mengelola tingkat produktivitas pegawai yang diinginkan. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus menggunakan tata ruang terbuka dan tata ruang tertutup hal ini karena untuk membedakan antara bagian yang satu dengan yang lain.2000:193). (Sedarmayanti.Dalam tata ruang kantor Dinas Sosial. senang dan efisien.kendala yang ada meliputi: a. ini disebabkan oleh pemanfaatan ventilasi kurang maksimal sehingga ruangan menjadi panas. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Pada Dinas Sosial. apabila mereka bekerja di ruang kantor yang udaranya panas. Kendala dalam penerapan sistem tata ruang kantor Dengan terdapatnya sistem tata ruang tertutup pada tiap bagian atau seksi maka kantor akan terlihat kecil sehingga antara meja yang satu dengan meja yang lain saling berdekatan 27 . yang dapat membantu penukaran udara dengan lancar. b. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat dimbil dalam penelitian ini adalah: 1.2001:133). makan akan mempengaruhi produktivitas pegawai. Dalam tata ruang Kantor Dinas Sosial. Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Sistem tata ruang tertutup adalah susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa kesatuan. ( The Liang Gie. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Pegawai akan sulit dapat bekerja dengan baik.

2008.. Kendala dalam penerapan lingkungan fisik Udara yang tidak dapat keluar masuk karena jendela yang tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi panas sehingga dalam mengganggu konsentrasi pegawai dalam bekerja. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta 28 .Bandung : Mandar Suharsimi Arikunto.Surabaya: PT. Ruang gerak pegawai yang kecil dapat mengurangi efektif kerja pegawai. Sedarmayanti. Sumber suara yang mengganggu yaitu dari pihak dari kantor sendiri seperti mesin ketik manual yang tidak di beri peredam suara dan pembicaraan pegawai waktu jam kantor.dan ruang gerak pegawai menjadi kecil. Strategi dan Langkah-Langkah Penelitian. 2001. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek.Jakarta:Rinika Cipta The liang Gie. DAFTAR PUSTAKA Badri Munir Sukoco. 1999.2002. Semarang: IKIP Press. Yogyakarta: BPFE Rachman.html 10:37 Selasa.2001. b. Metodologi Riset. sering mengganggu pegawai lain yang sedang melaksanakan tugas sehingga konsentrasi menjadi berkurang. Erlangga http://iyanarafah.blogspot.2000. Maman.Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Manajemen Perkantoran.15/06/2010 Marzuki.com/2010/02/tata-ruang-kantor. Administrasi Perkantoran Modern.

Dengan melihat kondisi tersebut SDM saat ini di tuntut terampil dalam penggunaan TI.Memodernisasi sistem Perkantoran Melalui Peran Teknologi Informasi ABSTRAK Oleh: Wahyono. MM Di Era Globalisasi saat ini penggunaan TI terus melesat cepat. dan mampu mengubah cara perusahaan dalam bersaing (Alter 1996. Sebenarnya istilah information technology (IT) yang di bahasa Indonesia-kan dengan teknologi informasi (TI) ini mulai populer di penghujung tahun 1970-an.toko swalayan. turnaround. factory. manajemen dan akademisi memandang peranan TI sebagai fungsi pendukung dalam operasi perusahaan. 191-193). (1980) mendefinisikan SI sebagai fungsi pendukung dalam melaksanakan aktivitas dan fungsi manajemen. dengan berbagai dampak yang akan mengikuti si pengguna atau user. Kemudian. (1983) menggunakan strategic grid sebagai rerangka untuk menjelaskan peranan TI yang berbedabeda di dalam organisasi. teknologi informasi (TI) telah mengubah cara perusahaan melakukan bisnis yang mengakibatkan banyak hal-hal baru terjadi dalam suatu organisasi. Bahkan untuk memperoleh informasi-informasi apa pun bukan lagi dalam hitungan bulan. dan scanner yang terdapat di toko. Sistem informasi mampu mengubah bentuk organisasi. CD-ROM yang terdapat di perpustakaan. manajemen dan akademisi memandang peranan TI sebagai enabler bagi perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif. sekarang dilihat sebagai sumber daya stratejik. Dalam rerangka tersebut. Untuk itu adalah suatu kewajiban bagi pihak akademisi dalam hal ini dalah pendidikan sekaligus sebagai lembaga pemberi ilmu. dan support. Saat ini. Laudon dan Laudon 1991. hal. yaitu strategic. sehingga untuk memperoleh informasi dari segala penjuru dunia bukanlah suatu hal yang sulit lagi. Informasi. PENDAHULUAN Pada masa sekarang. melainkan cukup dalam hitungan detik. hal. Secara tradisional. misalnya fasilitas ATM. Drs. mereka mengklasifikasikan organisasi ke dalam empat lingkungan TI. Hal ini dapat dilihat dari perubahan yang ada di sekitar kita. McFarlan et al. mampu mengubah cara perusahaan dalam beroperasi. Di era teknologi informasi telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Ives et al. Pandangan mereka ini sesuai dengan definisi awal TI. 72) atau sebagai senjata stratejik untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam iklim bisnis yang baru (Ives dan Learmonth 1984). Begitu pula dalam Lingkup organisasi perkantoran baik negeri ataupun swasta penggunaan TI merupakan menjadi suatu kebutuhan penting terutama yang terkait dengan penyerapan informasi-informasi. satu dasawarsa berikutnya terjadi perkembangan yang cukup menakjubkan dimana teknologi 29 . Hal ini menunjukkan bahwa TI memainkan berbagai peran dalam organisasi. sumber yang potensil untuk mendapatkan keunggulan dalam bersaing (Raghunathan dan Raghunathan 1990. Sebagai contoh. keterampilan dan pendidikan mental SDM sehingga menghasilkan SDM yang profesional dan beretika terhadap penggunaan TI. Di masa itulah teknologi informatika dikenal dengan sebutan teknologi komputer atau pengolahan data elektronik. hari atau pun jam. Ini menunjukkan bahwa peranan TI menjadi semakin meningkat mengikuti perkembangan teknologi informasi. Ein-Dor dan Segev (1978).

sama-sama kita ketahui bahwa sains dan teknologi telah semakin canggih. dll) berpadu dengan teknologi komunikasi menghasilkan apa yang dikenal saat ini dengan “internet”. Perguruan Tinggi sebagai salah satu bagian dari sistem Pendidikan telah melakukan beberapa agenda reformasinya. informasi. dan dari sedemikan banyak agenda tersebut. keterlibatan pemakai. Teknologi Informatika dan Peranannya di Lingkungan organisasi bisnis dan Non Bisnis Dalam perkembangannya. yaitu integrasi bisnis . lembaga pendidikan. yaitu karakteristik perencanaan. Perencanaan TI dibagi dalam tiga karakteristik. Dengan adanya internet ini menjadikan manusia dapat secara mudah berkomunikasi antara satu dengan lainnyadiseluruh dunia. urusan bisnis. yaitu kualitas proses perencanaan. dan sumber-sumber perencanaan TI. turnaround. dan telah dimulai pada . Maka peranan TI didefinisikan dengan rerangka strategic grid yang terdiri dari dua dimensi yaitu dampak stratejik TI saat ini dan dampak stratejik SI masa yang akan datang. yaitu efektivitas perencanaan. yang sangat urgen adalah dibidang teknologi informasi ini. dll). hardware.TI. swasta. elektronik digital. karakteristik kinerja terdiri dari tiga variabel. Dan. kualitas mekanisme pendukung. Dengan demikian internet merupakan salah satu teknologi informasi yang berperan sangat penting dalam segala kegiatan atau seluruh sektor kehidupan. dan dampak stratejik TI rendah berarti pengembangan TI bukan merupakan suatu aktivitas yang kritis yang harus dilakukan perusahaan walaupun bermanfaat. dan sumbersumber TI. manusia baik per-orangan maupun melalui organisasinya menggunakan teknologi informatika dalam wujud internet sebagai media memperoleh pengetahuan.informasi yang tadinya dikenal dengan teknologi komputer beserta perangkat elektronik lainnya (software. dan kontribusi SI terhadap kinerja organisasional. Dampak stratejik TI masa yang akan datang tinggi berarti TI merupakan salah satu aktivitas yang penting yang harus dipertimbangkan dengan matang jika ingin survive dan flourish di masa yang akan datang.ingkungan organisasi bisnis atau non bisnis mau tidak mau wajib hukumnya menerapkan teknologi informasi 30 . Arti penting penggunaan teknologi adalah untuk mempermudah semua aktivitas dan kegiatan manusia agar tujuannya tercapai. dll. oleh karenanya harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). karakteristik organisasional. modern dan berkembang cepat. bahkan menjadikannya sebagai media berbagi informasi dan pengetahuan. struktur operasional dan manajemen dalam suatu organisasi (pemerintahan. Karakteristik perencanaan terdiri dari tiga variabel. dan lembaga yang berbasiskan pelayanan publik. dan support. Melihat pentingnya penerapan teknologi informasi ini. menyampaikan informasi. Misalnya. karakteristik kinerja. Dampak stratejik SI saat ini tinggi berarti operasi perusahaan sangat bergantung pada fungsi TI. yaitu strategic. kinerja fungsi TI. Penerapan Sistem Informasi Berkaitan dengan empat lingkungan TI. Dewasa ini internet sudah digunakan baik di instansi pemerintahan maupun swasta sebagai media yang memudahkan dalam pelayanan publik. LSM. factory. bukan hanya bersifat verbal melainkan juga berupa visualisasi. Karakteristik organisasional terdiri dari lima variabel. keterlibatan manajemen puncak. rentang waktu perencanaan. dan dampak stratejik TI saat ini rendah berarti operasi perusahaan kurang bergantung pada fungsi TI. dan mempunyai andil besar dalam mereform sistem informasi. serta menerapkan manajemen dan administrasinya se-efektif dan se-efisien mungkin. Internet ini adalah suatu kumpulan yang luas dari jaringan-jaringan komputer yang saling terkoneksi dengan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia. Dimana berperan membantu masyarakat umum agar mudah memperoleh informasi secara terbuka bahkan bagi internal perguruan tinggi sendiri dapat mempermudah untuk mengakses informasi-informasi yang up to date.

karena dimasa mendatang sektor ini termasuk yang paling dominan bahkan sangat pesat perkembangan dan inovasinya. merusak serta merubah data yang ada. Di bidang pelayanan publik dan kehumasan . parasitware. adware. Untuk mengantisipasinya. mensosialisasi kebijakan penggunaan anggaran. diantaranya melalui: a. Di bidang administrasi keuangan . sehingga kerusakan sistem yang mengakibatkan hilangnya data-data penting dapat dihindari. 3. dan untuk menduduki suatu jabatan maka pejabat atasan yang berwenang dapat mengetahui secara jelas komposisi pegawai yang up to date. aspek-aspek kemudahan melaksanakan pekerjaan yang saat ini belum terpikirkan. masing-masing lembaga organisasi perkantoran baik swasta atau negeri yang menggunakan teknologi informasi memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang memahami secara komprehensif dan mendalam. Contoh-contoh diatas merupakan peranan teknologi informasi yang secara umum bersifat positif. Ancaman dari luar ini seperti : virus. malware.tersebut. akan tetapi penggunaan teknologi informasi pun dapat pula disalah-gunakan atau berdampak negatif. Oleh karena itu. 5. spayware. baik segi manfaat penggunaan maupun ancaman bahaya yang mungkin timbul. seorang petugas dibidang teknologi informasi tersebut harus yang tahu betul akan seluk beluk teknologi informasi. Mempersiapkan Kompetensi SDM Berbasis TI melalui Peran Institusi Pendidikan Untuk mempersiapkan kompetensi SDM perkantoran yang mumpuni terhadap TI. keylogger. maka salah satunya adalah institusi pendidikan mempunyai peranan dalam mewujudkan harapan tersebut. 4. bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaan atau bisa juga untuk berbuat tidak baik. adanya sharing resource antara lembaga peradilan dengan lembaga-lembaga lain (lembaga pemerintah. tanpa harus menunggu dibukanya kantor. dialer. Bukan hal yang mustahil. browser hijacker. seperti dapat penulis contohkan sebagai berikut : 1. sarana praktek menggunakan teknologi multimedia secara virtual. hack. Di bidang perpustakaan . bisa juga atasan yang tidak berada dikantor masih bisa memonitor bawahannya atau saling berinteraksi dalam pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu mendesak. kemudian dimasa mendatang akan terjadi. mempermudah dari penyusunan RKA-KL sampai dengan pelaksanaan dan pertanggung-jawaban anggaran. Di bidang administrasi kepegawaian . dari mengaplikasikan aneka produk teknologi dengan baik dan benar sampai maintenance serta memproteksi adanya ancaman luar yang menyusup. Di bidang pendidikan dan pelatihan . dll. pemberian gaji langsung masuk ke rekening masingmasing (ini sudah berlangsung bagi pegawai di bank-bank). memudahkan memberikan informasi atau konferansi pers melaui sistem otomasi dengan jaringan world wide web (internet) danpelayanan pun dapat disediakan selama 24 jam sehari. lembaga pendidikan baik yang ada di dalam maupun luar negeri). kumpulan tulisan-tulisan masyarakat umum (akademisi dan pemerhati masalah perkantoran) serta pustakawan handal di bidang teknologi informatika. tergantung orang yang menggunakannya. kegiatan-kegiatan diklat dilaksanakan dengan modus jarak jauh (distance learning) sehingga para pengajar (terutama para pejabat fungsional dan struktural yang berkompeten) sesibuk apapun dapat meluangkan waktunya serta menghemat biaya. dsb. 2. dapat membantu prosedur penerbitan surat keputusan/ keputusan dari kenaikan pangkat sampai pemberitahuan promosi mutasi (sehingga tidak terjadi seperti saat ini dimana pengiriman via pos sangat memakan waktu dan tidak sedikit yang hilang/ tercecer atau terjadi kesalahan. Peningkatan Pemahaman Pengetahuan/wawasan global 31 . lembaga non pemerintah. 7 hari dalam seminggu. adanya perpustakaan online yang berisi buku-buku digital.

hukum dan sosial masyarakat. Hal ini sesuai dengan pendapat para ahli yaitu Miftah Thoha dibidang Administrasi Publik dari Universitas Gajah Mada menyatakan bahwa Manajemen PNS dimasa mendatang perlu dan mutlak melakukan perubahan dalam pengelolaan manajemen kepegawaian dari yang masih konvensional ke arah yang berbasis Informasi Teknologi (E-Government). instutsi pendidikan mempunyai peranan penting tidak hanya dalam lingkup teori akan tetapi mulai di kembangkan dengan sesuai perubahan dan perkembangan pengetahuan yang berbasis teknologi informasi. Peningkatan keterampilan global Peningkatan keterampilan yang berbasis TI dapat juga terus ditingkat oleh peserta didik atau mahasiswa melalui penggunaan komunikasi multiguna. penuh Inisiatif & Proaktif. Peningkatan Sikap atau perilaku Perilaku SDM juga turut menjadi sorotan dalam kehidupan sosial dan organisasi. Adapun untuk menyiapkan SDM yang kompeten dapat melalui:1)peningkatan pemahaman/wawasan 2) peningkatan keterampilan dan perbaikan akan perilaku. b. Arti penting kemajuan teknologi informasi tersebut adalah selain agar dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan kepada publik juga untuk lebih memperlancar. Urgennya sarana dan prasarana teknologi informatika ini dikarenakan perkembangan teknologi yang begitu cepat juga membantu untuk pengembangan sistem tenologi infomasi di perkantoran di zaman yang serba efektif dan efisen. jangan sampai lembaga organisasi perkantoran baik negeri tertinggal jauh dengan instansi pemerintahan lainnya apalagi instansi swasta (terutama dalam hal SDM atau tenaga ahli dibidang teknologi informasi). 32 . sehingga mempermudah pencarian data-data oleh pengguna dari manapun. Bahkan teknologi ini bagian dari tuntutan era reformasi terhadap lembaga organisasi perkantoran di Indonesia. dalam rangka mengantisipasi terhadap perubahan lingkungan eksternal yang menuntut pengelolaan manajemen PNS yang profesional. meningkatkan daya kreativitas dan inovasi baik dari cara berpikir maupun bertindak serta tetap perpegang teguh pada pemahaman nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dalam unsur budaya. semua informasi-informasi yang berkenaan dengan perkantoran di lingkungan organisasi pemerintah ataupun swasta dapat diintegrasikan. terutama dalam hal keterbatasan SDM dan dana untuk pengadaan perangkat teknologi informasi. Dengan teknologi informasi ini pula. selalu berpikir inovatif & Kreatif serta mempunyai jiwa Mandiri / “Survive. mempercepat dan mempernyaman suatu pekerjaan.Terkait dengan pemberian pengetahuan / wawasan. Sehingga mencerminkan SDM yang memiliki tingkat kedisiplinan. Meskipun dalam kenyataan saat ini masih terdapat beberapa kendala (teknis maupun non teknis). cepat. dinamis &Flexible. pengembagangan Iptek dan informatika serta keterampilan khusus dalam peningkatan mutu profesionlitas yang mampu berkompeten c. PENUTUP Upaya dalam memoderenisasi sistem perkantoran adalah memalui aplikasi Teknologi Informasi dalam sistem organisasi baik pemerintah mapun swasta di masa depan merupakan suatu yang tidak bisa terelakan lagi. dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. untuk itu institusi berperan aktif untuk membangun perilaku SDM yang positif dan sehat secara utuh. agama.

Sony Teguh T..REFERENSI 1.allbusiness.com 4.binamanajemen.wirausaha. “Peran Teknologi Informasi dalam memodernisasi sistem Peradilan di Indonesia” 2.com 5. 2010 3. Peran TI dalam Bisnis Global dan Sistem Perkantoran Moderen. www. Agus Budi Susilo.MH.com 33 . www. www.SH.

kompetensi pribadi. kompetensi sosial. penerangan yang cukup dengan 4 lampu untuk ruang laboratorium dan 2 lampu untuk ruang kelas. setiap mengadakan praktek siswa SMK Tamansiswa menggunakan ruangan yang lain. map. fasilitas belajar I.PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA KEARSIPAN PADA SISWA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK TAMAN SISWA KUDUS. kompetensi pedagogik guru. Dalam penelitian ini menggunakan populasi karena respondennya terdiri kurang dari 100 yaitu 88 siswa. data tersebut diambil dari jumlah populasi dari dua kelas sebanyak 88 siswa. teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. SMK Tamansiswa Kudus juga memiliki guru-guru yang berkompeten dan mempunyai keahlian sesuai bidangnya masingmasing.746 X2. Variabel dalam penelitian ini adalah dua variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar kemudian satu variabel terikat yaitu hasil belajar siswa Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran mengeloala kearsipan yaitu 72. Berdasarkan informasi dari sebagian siswa seperti memanfaatkan teknologi komunikasi dalam pembelajaran dan lain-lain. dan kompetensi professional” Namun pemahaman dan penerapan tentang kompetensi tersebut masih belum maksimal terlebih lagi kompetensi pedagogik guru disini. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hasil belajar siswa jurusan administrasi perkantoran kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan masih belum optimal. 34 .941 X1 + 0. Kata Kunci : Hasil Belajar. para guru pada umumnya yang masih belum melaksanakan kompetensi tersebut secara utuh. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan pada siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Oleh : Nova Chotibul Umam SARI Penelitian ini bertujuan untuk menganaliasis besarnya pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus secara parsial dan simultan.77% yang terdiri dari siswa kelas administrasi perkantoran 1 terdapat 6 siswa yang belum tuntas dan kelas administrasi perkantoran 2 terdapat 29 siswa yang belum tuntas.25+ 0. namun untuk alat-alat penunjang proses pembelajaran mengelola kearsipan sudah cukup tersedia seperti filling kabinet. Selain memiliki fasilitas belajar yang cukup memadai. stepler. kemampuan mereka dalam kegiatan belajar mengajar sudah cukup bagus. Peraturan dari SISDIKNAS mengatakan bahwa “setidaknya seorang guru mempunyai empat kompetensi utama yaitu kompetensi pedagogik. kartu kendali dan kertas pinjam arsip. untuk laboratorium/ruang praktik kearsipan di SMK Tamansiswa belum tersedia karena keterbatasan tempat. Sebagai guru. guide.00. Hasil penelitian regresi linier berganda menunjukakan persamaan Y = -51. Menurut pengamatan dan data yang ada secara umum fasilitas belajar yang menunjang pembelajaran mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus sudah cukup memadai. dari sarana umum sudah tersedianya ruang belajar/kelas yang cukup untuk menampung siswa hingga 46 orang. Data yang ada menunjukkan siswa yang belum mencapai nilai KKM terdapat 35 siswa atau sekitar 39.

dan menunjang pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah. (Sadulloh. dan ketaqwaan. kritis. LANDASAN TEORI 2. melancarkan. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. sampai tercapainya kedewasaan dalam arti rohani dan jasmani. METODOLOOGI PENELITIAN 3.2 Rumusan Masalah Dari identifikaksi masalah di atas penelitian ini akan dibahas tentang beberapa masalah diantaranya: 1.Dari uraian tersebut peneliti tertarik untuk meneliti tentang kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar yang berada di SMK Tamansiswa dengan judul ”Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dan Fasilitas belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Mengelola Kearsipan Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran Di SMK Tamansiswa Kudus”.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. yang menjadi tujuan dari pembelajaran adalah pendiskripsian tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau gambaran produk yang menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut sudah terjadi.1 Konsep Dasar tentang Fasilitas Belajar Bafadal (2004: 2). membimbing. Secara kiasan pedagogik adalah seorang ahli yang membimbing anak. Menurut Ki Hajar Dewantara. mendidik berarti memberi tuntutan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangan.2 Konsep Dasar tentang Kompetensi Pedagogik Pedagogik merupakan suatu kajian tentang pendidikan anak. 2010: 2). Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa fasilitas belajar adalah semua kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik dalam rangka untuk memudahkan. semangat kecintaan. Defininisi tentang istilah padagogik diuraikan oleh beberapa ahli dalam Sadulloh (2010: 3). Menuurt S. 2. III. Pendapat lain juga mengatakan hal yang sama bahwa pedagogik merupakan ilmu mendidik. Menurut Hoogeveld. mendidik adalah membantu anak supaya anak itu kelak cakap menyelesaikan tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri. berasal dari bahasa yunani ”paedos”. Penelitian ini mengkaji fakta-fakta yang sudah ada dan tidak memanipulasinya atau mengubah data tersebut sehinggga penelitian ini termasuk penelitian non eksperimen. bahan. dan obyektif mengembangkan konsep-konsepnya mengenal hakekat proses pendidikan. dan “agogos” artinya mengantar. selain itu penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif karena peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Brojonegoro. yang berarti anak laki-laki. mendefinisikan sarana/fasilitas belajar adalah semua perangkat peralatan. Pedagogik merupakan suatu teori dan kajian yang secara teliti. 2010: 2 ). Seberapa besar pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? II. artinya pendekatan ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat dan seberapa besar pengaruh tersebut. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. Seberapa besar pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? 3. 2. Seberapa besar pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus? 2. mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota. 1. dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses belajar di sekolah. Hasil belajar mata pelajaran mengelola kearsipan merupakan hasil perubahan perilaku berupa pengetahuan yang siswa dapatkan setelah proses pembelajaran dan keterampilan mengelola kearsipan yang siswa peroleh.1 Konsep Dasar tentang Hasil Belajar “Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya” (Slameto. mendidik anak kearah tujuan tertentu. 35 . rasa kesusilaan. Darji Darmodihardjo menunjukkan suatu usaha yang lebih ditunjukkan kapada pengembangan budi pekerti.

Uji Asumsi Klasik a. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. Analisis Regresi Linier Berganda 36 . (7) berkomunikasi secara efektif.3. Variabel yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah: Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan seorang guru dalam mengelola kelas. (10) melakukan tindakan reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dokumentasi “Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa cacatan. (3) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran. rapat. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. (2) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 2006:158).2 3. yaitu seperangkat perlengakapan dasar yang tidak secara langsung menunjang proses pembelajaran. buku. 2.1 3. (8) menyelenggarakan penilaian evaluasi dan proses dan hasil belajar. transkip.Uji Heteroskedastisitas 3.3. Fasilitas Belajar Fasilitas belajar yaitu segala sesuatu yang digunakan untuk memperlancar proses pembelajaran mata pelajaran mengelola kearsipan. (4) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. yaitu segala peralatan yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran. Analisis Deskriptif 2.3 3. majalah.3 3. Bagaimana seorang guru dalam mendidik siswa. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1. Indikator kompetensi pedagogik meliputi : (1) menguasai karakteristik peserta didik. dimana responden telah diberikan pilihan jawaban. Variable Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. yang didalamnya mencakup pengelolaan kelas. empatik dan santun. penulis menggunakan teknik sebagai berikut: Angket “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. (6) memfasilitasi pemngembangan potensi peserta didik.2 3.3. surat kabar. (9) memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi. atau hal-hal yang diketahui” (Suharsimi. Uji Multikolinieritas c. notulen. leger.3.Uji Normalitas b. 2006: 151). Indikator hasil belajar adalah nilai dari tes subsumatif atau nilai ulangan tengah semester. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi ini karena ingin memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam proses penelitian. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden tentang kompetensi pedagogik guru. Hasil belajar Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. (5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Indikator fasilitas belajar adalah (1) sarana. dan fasilitas belajar. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa daftar nilai ulangan tengah semester dari pihak guru mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus 3.4 1. Populasi Penelitian Obyek dalan penelitian ini adalah seruh siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa yang jumlahnya 88 siswa.5 Teknik Analisis Data. Pertanyaan yang disediakan dalam angket merupakan jenis pertanyaan tertutup. berhubung jumlah obyek yang diteliti kurang dari 100 maka peneliti menggunakan penelitian jenis populasi. (2) prasarana.

IV. 572060 Baik 7436 3. 22880 Tidak 4004 baik Kriteria Deskriptif Fasilitas Belajar N Interva Kriteria o. 2464 baik Persentas e 22% 68% 10% 0% Frekuen si 6 42 33 7 Persenta se 7% 48% 38% 8% 37 . 40049 Kurang 5720 baik 4. 4. Interval Frekuen Kriteria Skor si 1. 3520 baik 4 1408Tidak . Koefisien Determinasi Simultan dan Parsial HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria Deskriptif Kompetensi Pedagogik Guru No. 7436Sangat 19 9152 baik 2. 5632 baik 2 3520Baik . 4576 3 2464Kurang . l Skor 1 4576Sangat .

801 . dikarenakannya kelemahan peneliti dalam menganalisis permasalahan yang di angakat. adapun variabel yang dimaksud adalah proses pembelajaran.801 1.253 11. akan tetapi harus melalui variabel intervening.746 .839 6.801 .839 6.000 . Dependent Variable: Hasil Belajar Hasil Koefisien Determinasi secara Parsial Unstandardized Coefficients B Std.104 .248 a.441 . namun dalam penelitian ini hanya ditujukan kepada satu guru saja yaitu kompetensi pedagogik guru pada mata pelajaran mengelola kearsipan sesuai dengan instrumen yang diberikan kepada para siswa.118 Standardized Coefficients Beta .000 a.478 a Coefficients Model 1 (Constant) Kompetensi Pedagogik Guru Fasilitas Belajar t -4.1 Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar mempengaruhi hasil belajar siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus dengan simpulan sebagai berikut: 38 .000 . Variabel kompetensi pedagogik guru yang dibahas seharusnya kompetensi pedagogik guru secara keseluruhan. .02251 F Change 66.248 1.744 df1 2 df2 85 Sig. Fasilitas Belajar.000 Correlatio ns Partial .801 1. Kompetensi Pedagogik Guru b.248 1.535 .941 .941 . Adapun kelemahan penelitian adalah sebagai berikut: 1.323 Sig. Error -51.535 . 2.000 .611 Adjusted R Square .118 Standardized Coefficients Beta .746 . Predictors: (Constant).Regresi linier berganda a Coefficients Model 1 (Constant) Kompetensi Pedagogik Guru Fasilitas Belajar Unstandardized Coefficients B Std. Error of the Estimate 12.161 .161 . .104 .782a R Square .602 Std.566 Collinearity Statistics Tolerance VIF .616 5. PENUTUP 5. Dependent Variable: Hasil Belajar Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini penulis mendapati keterbatasan penelitian.253 11. Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar tidak dapat berpengaruh secara langsung terhadap hasil belajar.441 . 3.616 5. Error -51. Namun dalam penelitian ini variabel intervening tersebut tidak diteliti. Angket yang dibagikan pada responden menayakan kemampuan kompetensi guru secara keseluruhan. F Change . Dependent Variable: Hasil Belajar Hasil Koefisien Determinasi Secara Simultan b Model Summary Change Statistics Model 1 R .566 Collinearity Statistics Tolerance VIF .248 a.323 Sig.000 Correlatio ns Partial . sedangkan yang diteliti hanya pada satu guru mata pelajaran V.478 t -4.000 .

Manajemen Perlengkapan Sekolah dan Aplikasinya. Sistem Pendidikan Nasional.umanitoba. Bagi siswa Disarankan bagi siswa kelas XI untuk lebih giat dalam belajar. b. maka saran yang dapat diberikan oleh peneliti antara lain: 1. 7 kompetensi guru. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Bafadal. Casey & Ruth. Himpunan Perundang-undangan Republik Indonesia. Canadian Journal of education Administration and policy.pdf. Jakarta: Bumi Aksasa. Chtarina. Perencanaan Pembelajaran. Teacher Educational Pogramadmission Criteria And What Beginning Teachers Need To Know To Be Successful Teachers. Burhanuddin. 2007. 1984. Jogjakarta Kontin. 2009. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2009. 1998. Abdul. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Bandung: PT. 2006. Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar mempunyai pengaruh cukup besar terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus 5. Bagi sekolah . 2006. Jamal Ma’mur. Pengantar Pedagogik. Ibrahim. Semarang: UPT MKK UNNES. 2003. Majid. 39 . Sedang Selangor. Gie. Tri Anni. Prosedur Penelitian. a. The Liang. http://www.1. ( 15 Mei 2010). Jakarta: Rineka Cipta. Teacher Effectiveness. Fasilitas belajar mempunyai pengaruh relatif kecil terhadap hasil belajar siswa kelas XI mata pelajaran mengelola kearsipan jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus 3. Cara Belajar Yang Efisien. Asmani. Majid. Power books Banguntapan. Suharsimi. Imam. Jakarta: Rineka Cipta. Psikologi Belajar. 2002. 2004. Moh. Universiti Putra Malaysia Press. Fasilitas sarana yang dibutuhkan perindividu perlu ditambah disesuaikan dengan jumlah siswa mengingat banyaknya mata pelajaran yang praktek yang siswanya harus benar-benar faham. Perpustaan yang sudah disediakan dibenahi lagi dalam koleksi buku-buku literaturnya agar siswa mudah dalam memperoleh dan menambah pengetahuan mereka 3. Bagi guru Dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi lebih ditingkatkan. agar nilai ketuntasan dapat dicapai oleh seluruh siswa 4. Bagi peneliti lanjut Disarankan menambah variabel lain yang berpengaruh dengan hasil belajar. Malaysia. dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat lebih variatif 2. Salam. Bandung: Nuansa Aulia.ca/publications/cjeap/pdf_files/childs_casey. 2007. Ekonometrika. Remaja Rosdakarya. Ghozali.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh. lebih memanfaatkan fasilitas yang telah di sediakan oleh sekolah. Kompetensi pedagogik guru mempunyai pengaruh relatif kecil terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran mengelola kearsipan jurusan administrasi perkantoran di SMK Tamansiswa Kudus 2. dkk.

wordpress. http://unikharynizar. 2003. (12Mei 2010) Slameto. 40 . 2006. 2010. Evaluasi Pendidikan http://zaifbio. 2010) R. Sri. Skripsi.central conneticut Satate University Zaifbio. Schneider. Strategi Belajar Mengajar. suggestion from findings of the development of secondary science techers practice and cognizance of the lerning proses. 2007. Kreatif. Srihartanto. Kenneth. Stevenson.Nevin.multiply. Eko. Mark.html#smkmenarik (3 April.com/journal/item/8 (23 Mei 2010) Syaiful.com/2009/11/15/ranah-penilaian-kognitif-afektif dan-psikomotorik/ (10 Juni 2010) Zakiyati. Pengaruh Komunikasi Guru Dan Fasilitas Belajar Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran Mata Pelajaran Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan Di Smk SeKabupaten Purbalingga. www. Educational Facilities w ith in the Context of a Changing 21st Century America. Usulan Model Pembaharuan Untuk pengembangan sekolah. Sadullah. 2007.pendidikan . Pedagogik. Developing pedagogical competence in online environments. 2010. Invigorating pedagogic change. European journal Of Teacher Education. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: PT. Universitas Negeri Semarang. University of South Carolina Ruzana.edfacilities. Skripsi. http://jurnal. Raja Grafindo Persada. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. New Maxico Republika 2007. Ann. Bahri Djamarah. Efektif dan Menyenangkan (PAKEM).org. Do school faciliti affect Academic Outcome. 2009. Albuquer. Pengaruh Kompetensi Professional Dan Kompetensi Pedagogik Guru Ekonomi Terhadap Akuntansi Terahadap Prestasi Belajar Di SMK Kabupaten Magelang. Arina. Universitas Negeri Semarang. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi.net/jurnal1. 2009.Natioanal Clearinghouse For Educational Facilities. Implementasi Pembelajaran Aktif. Sardiman. 2010. 202. Uyoh. Bandung: Alfabeta. 2006.

sehingga hasil belajar ekonomi siswapun meningkat. Hal tersebut mengakibatkan siswa jenuh dalam menerima pelajaran. Oleh sebab itu. penyampaian materi oleh guru masih dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas. sehingga menimbulkan sikap negatif siswa terhadap mata pelajaran ekonomi yang akhirnya berpengaruh pula terhadap pencapaian hasil belajar mata pelajaran ekonomi Selain itu. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang yang berjumlah 30 siswa. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang. Berlakunya kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi yang telah direvisi melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut adanya perubahan adanya pemahaman tentang pendidikan dan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Siswa hanya mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. khususnya pada jenis dan jenjang pendidikan formal (sekolah). Batang dari hasil penelitian yang diperoleh. Oleh karena itu. Berdasarkan latar belakang di atas.IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS VIII B SMP N 1 TERSONO KABUPATEN BATANG Yulia Ratnaningsih NIM 3301403128 Abstrak: Makalah ini menjelaskan tentang metode pembelajaran kooperatif jigsaw II dan penerapannya yang dirancang dengan design penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. maka permasalahan yang diteliti yaitu apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang? Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan diatas. berdasarkan hasil pengamatan terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik di kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. Manfaat hasil penelitian bagi SMP N 1 Tersono Kab. Bahkan saat guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya tidak ada siswa yang bertanya. serta hanya menjelaskan konsep-konsep yang terdapat dalam buku ajar (Trianto 2007:1). dan memotivasi diri sendiri. Dalam hal ini. Dalam proses belajar mengajar ekonomi. Bahkan mereka kurang tertarik terhadap mata pelajaran ekonomi. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu yaitu dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif jigsaw II dalam pembelajaran. berpikir. Adapun dalam pembelajaran tradisional tersebut. Hasil Belajar PENDAHULUAN Rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII B SMP N 1 Tersono dalam mata pelajaran ekonomi. guru tidak menggunakan alat dan praktek. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II. Dengan demikian suasana belajar mengajar menjadi tidak kondusif dan siswa cenderung pasif. perubahan kurikulum tersebut harus pula diikuti oleh guru yang bertanggung jawab atas terselenggaranya pembelajaran di sekolah. diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran sebagai alternatif perbaikan dalam 41 . baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kata Kunci: Implementasi. siswa tidak dipahamkan tentang bagaimana cara belajar. Penilaian diambil dari nilai ulangan harian siswa sebelum diterapkannya metode pembelajaran kooperatif jigsaw II (sebagai data pembanding) yang dibandingkan dengan nilai postes dari siklus I dan siklus II. Oleh karena itu. antara lain disebabkan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. suasana kelas cenderung teachercentered. perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat membantu siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Tersono untuk memahami materi ajar dan mampu melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat. guru ekonomi harus mampu memotivasi siswa serta melakukan usaha-usaha lain dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas agar siswa termotivasi dan berminat dalam pembelajaran ekonomi. Hal ini disebabkan karena siswa merasa takut untuk melontarkan pertanyaan atau bahkan siswa merasa malu untuk bertanya.

sekolah. Menurut Slameto dalam Djamarah (2002:13). Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok yang tingkat kemampuannya berbeda. guru. (5) hipotesis. Dalam pembelajaran. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibanding dengan sebelumnya. (3) faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar. selama bekerja dalam kelompok tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi (Trianto 2007 : 41). khususnya belajar IPS Ekonomi dan pendidikan pada umumnya. dan saling membantu untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. LANDASAN TEORI Untuk memecahkan masalah yang telah dikemukakan diatas. (2) Hasil belajar siswa. siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks. meliputi intelegensi dan bakat. Peneliti sebagai calon guru dapat menambah pengetahuan untuk meningkatkan kemampuannya dalam dunia pendidikan. tujuan. dan psikomotor (Djamarah. (4) model pembelajaran kooperatif jigsaw II. belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan. Dalam penerapan kooperatif dua atau lebih individu saling tergantung 42 . metode. masyarakat. belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. Agar tujuan itu tercapai. dan sebagainya. Selaku suatu sistem. Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa. Sedangkan bagi guru diantaranya adalah dengan adanya penelitian ini diharapkan Guru memperoleh tambahan wawasan atau informasi mengenai penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Ekonomi dan memberikan pedoman bagi guru dalam memotivasi siswa untuk belajar sehingga menumbuhkan keinginan pada diri siswa untuk berprestasi lebih baik. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Dalam pembelajaran kooperatif dicirikan oleh struktur tugas. Oleh karena itu. setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. belajar mengajar meliputi suatu komponen. meliputi keluarga. afektif. bahan. kesehatan. sikap kurang sopan menjadi sopan. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran didorong dan atau dikehendaki untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama. situasi dan evaluasi. dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas tersebut. dan penghargaan kooperatif. antara lain tujuan. Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar.proses pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan. Belajar mengajar selaku suatu sistem instruksional mengacu kepada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan (Djamarah 2002 : 10). Dengan demikian kerjasama dalam kelompok merupakan aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. semua komponen yang ada harus diorgnisasikan sehingga antar sesama komponen terjadi kerja sama. siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya. tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja yaitu faktor intern dan faktor ekstern. metode mengajar. dan lingkungan sekitar. 2002:13). Dalam pembelajaran kooperatif. minat dan motivasi. Adapun tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk memberikan kesempatan pada semua siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dalam pembelajaran. landasan teori dalam penelitian ini meliputi: (1) pembelajaran sebagai suatu sistem.

atau materi-materi yang bersifat penjelasan terperinci lainnya. biografi. dan meningkatkan rasa harga diri. kemudian diadaptasi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkin. lalu mereka kembali kepada timnya untuk mengajarkan topik mereka itu kepada teman satu timnya. biasanya bidang studi sosial. memanfaatkan kelebihan. menyelesaikan masalah. e. Salah satunya adalah untuk meningkatkan pencapaian prestasi siswa. penerimaan terhadap teman sekelas yang lemah dalam akademik. c. Alasan lain adalah tumbuhnya kesadaran bahwa para siswa perlu belajar untuk berpikir.satu sama lain untuk mencapai satu penghargaan bersama. buku kecil. b. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. setiap siswa akan merasa bertanggungjawab untuk melakukan yang terbaik. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif. Para siswa ditugaskan untuk membaca bab. Namun proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa. dan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan sarana yang baik untuk mencapai hal-hal semacam itu (Slavin. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan. Menurut Roger dan David Johnson dalam bukunya Anita Lie (2004 : 31-35) mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap Cooperative Learning. Setelah membaca materinya. Tiap anggota tim ditugaskan secara acak untuk menjadi “ahli” dalam aspek tertentu dari tugas membaca tersebut. dan mengisi kekurangan. Tanggung jawab perseorangan Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif. Untuk itu harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong yaitu: a. para ahli dari tim berbeda bertemu untuk mendiskusikan topik yang sedang mereka bahas. Mereka akan berbagi penghargaan tersebut jika mereka berhasil sebagai kelompok. karena keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. Dalam teknik ini siswa bekerja dalam anggota kelompok yang sama dengan latar belakang yang berbeda. Tatap muka Dalam pembelajaran kooperatif setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Keterampilan berkomunikasi dalam berkelompok juga merupakan proses panjang. tetapi ada unsur-unsur dasar yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. dan mengintegrasikan serta mengaplikasikan kemampuan dan pengetahuan mereka. dan juga akibatakibat positif lainnya yang dapat mengembangkan hubungan antar kelompok. Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran koopertif membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan. d. Metode pengajaran jigsaw dikembangkan oleh Elliot Aronson dan rekan-rekannya di Universitas Texas. Bentuk adaptasi jigsaw yang lebih praktis dan mudah adalah Jigsaw II (Slavin 2008 : 237). Jigsaw II adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan kelompok-kelompok kecil yaitu 5-6 siswa. atau materi lain. Evaluasi proses kelompok Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Komunikasi antar anggota Unsur ini menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu kepala saja. Ada banyak alasan yang membuat pembelajaran kooperatif memasuki jalur utama praktik pendidikan. pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat mencapai tujuan mereka. Saling ketergantungan positif Keberhasilan suatu karya sangat tergantung pada usaha setiap anggotanya. 43 . 2008:4-5) Menurut Anita Lie (2004:38) dalam bukunya Cooperative Learning bahwa model pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar kelompok.

Contoh Pembentukan Kelompok Jigsaw II Guru memberikan kuis (yang mencakup seluruh topik) untuk siswa secara individual. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut: Kelompok Asal Kelompok Ahli Gambar 1. terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya. maka dari 30 siswa dibagi menjadi 5 kelompok ahli yang beranggotakan 6 siswa dan 6 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli. serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Ilustrasi Kelompok Jigsaw II Langkah-langkah dalam penerapan teknik Jigsaw II adalah sebagai berikut. Penghargaan tersebut dapat berupa sertivikat atau bentuk-bentuk rekognisi tim lainnya. setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Kelompok asal adalah kelompok awal siswa yang terdiri dari beberapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan memperhatikan keragaman dan latar belakang siswa. 44 . Misal suatu kelas dengan jumlah 30 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran. dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Sedangkan kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Tujuan dari pemberian penghargaan ini adalah untuk memotivasi siswa supaya para siswa termotivasi untuk mempelajari materi dengan baik dan untuk bekerja keras dalam kelompok ahli mereka supaya mereka dapat membantu timnya melakukan tugas dengan baik. Kelompok ini disebut kelompok asal. Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok. Dalam kelompok ahli. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji).Dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal. Kunci metode Jigsaw II ini adalah interdependensi: tiap siswa bergantung kepada teman satu timnya untuk dapat memberikan informasi yang diperlukan supaya dapat berkinerja baik pada saat penilaian. siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama. Gambar 2. Dalam tipe Jigsaw II ini.

2008:13-14). menguasai kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 65% dari seluruh tujuan pembelajaran. Dalam validitas isi sampel untuk tes dapat dimintakan bantuan ahli bidang studi untuk menelaah apakah konsep materi yang diajukan telah memadai atau tidak sebagai sampel tes.2. dimana dari 30 siswa yang telah tuntas belajar = 26 siswa. pelaksanaan. Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. 2007:256). siswa yang telah tuntas belajar = 28 siswa. Proses penelitiannya terdiri dari dua siklus. SMP Negeri 1 Tersono beralamat di Jalan Raya Tersono. dengan rerata (mean) = 63. tes. dan siswa yang belum tuntas belajar = 11 siswa. Dengan demikian validitas isi tidak memerlukan uji coba dan analisa statistik atau dinyatakan dalam bentuk angka-angka (Nana Sudjana. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis hasil belajar sebelum diterapkan metode pembelajaran kooperatif jigsaw II diketahui skor terendah = 40. Setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif jigsaw II pada siklus I diketahui skor terendah = 50. Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw II untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Seorang peserta didik dipandang tuntas belajar jika ia mampu menyelesaikan. dan siswa yang belum tuntas belajar = 4 siswa. dan refleksi (Suharsimi Arikunto 2007 : 16). Persentase ketuntasan belajar klasikal = 86. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi.3%. Indikator keberhasilan yang dijadikan tolok ukur dalam penelitian ini adalah: 1. dan yang belum tuntas belajar = 2 siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. skor tertinggi = 100. Pada siklus II diketahui skor terendah = 60.2 dengan ketuntasan 45 . diperoleh adanya peningkatan terhadap hasil belajar siswa. digunakan untuk mengambil data tentang hasil belajar IPS-Ekonomi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono Kabupaten Batang yang telah diajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian. Sekurang-kurangnya 75% dari keseluruhan siswa yang ada di kelas tersebut mencapai ketuntasan belajar afektif dan psikomotorik 75% (Mulyasa. sekurang-kurangnya 85% dari jumlah peserta didik yang ada di kelas tersebut (Mulyasa. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan masing-masing kegiatan tatap muka adalah dua jam pelajaran dengan alokasi waktu satu jam pelajaran sama dengan 40 menit.Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran. dimana dari 30 siswa yang telah tuntas belajar = 19 siswa. skor tertinggi = 95. digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain: metode dokumentasi. pengamatan. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 93. serta untuk memperoleh daftar nilai siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. skor tertinggi = 85. Validitas isi dilakukan dengan cara menelaah soal secara teoritis dengan seorang ahli / guru bidang studi IPS-Ekonomi.7%. 2007:254) 2. Jawa Tengah. maka hasil belajar siswa akan meningkat. Dalam penelitian ini tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan. Persentase ketuntasan belajar klasikal = 63. rerata (mean) = 84. Nilai rata-rata kelas sebelum diterapkannya metode kooperatif jigsaw II adalah 63.3%. Sedangkan keberhasilan kelas dilihat dari jumlah peserta didik yang mampu menyelesaikan atau mencapai minimal 65%. dengan rerata (mean) = 77. metode ini digunakan untuk mengumpulkan daftar nama dan jumlah siswa yang akan digunakan sebagai objek penelitian yaitu kelas VIII B. dan observasi. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila tes tersebut mampu mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur.

Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Robert E. Strategi Belajar Mengajar.0 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 93. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pembelajaran dengan metode kooperatif tipe jigsaw II dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran bagi guru dalam rangka menambah variasi model mengajar dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan metode kooperatif jigsaw II sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jakarta: Grasindo. 2007. Suharjono. Bandung: Nusa Media. Bumi Aksara.0 dengan ketuntasan belajar klasikal 93. Trianto. Jakarta: PT. Cooperative Learning. ______. PENUTUP Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pembelajaran IPS Ekonomi dengan metode Kooperatif Jigsaw II menggunakan desain penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP N 1 Tersono Kabupaten Batang tahun pelajaran 2008/2009. 46 . Bandung: Remaja Rosda Karya. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Setelah diterapkannya metode kooperatif jigsaw II pada siklus I nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 77 dengan ketuntasan belajar sebesar 86. Jakarta: Prestasi Pustaka. Jakarta: Rineka Cipta. 2007.3%. Cooperative Learning Mempraktikkan Kooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Prestasi Pustaka.7% sedangkan pada tes akhir siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 84. Suharsimi. Slavin.7 % dan pada siklus II nilai rata-rata kelas adalah 84. Hasil tes siklus I nilai rata-rata kelas mencapai 77 dengan ketuntasan belajar klasikal 86. 2008. Lie. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar ekonomi siswa serta tercapainya indikator keberhasilan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai tes dari masing-masing siklus yang mengalami peningkatan.3 %. Sudjana.belajar klasikal 63. Bandung: Remaja Rosda Karya. 2007.3%. Mulyasa. Anita. Terjamahan Nurulita Yusron. 2002. dan Supardi. Penelitian Tindakan Kelas. 2008. Djamarah. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Nana. 2007. 2004. maka hasil belajar siswa akan meningkat diterima (terbukti). Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis yang menyatakan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Tersono. E.

perlu ditentukan. S. desentralisasi dan azas kombinasi yang paling tepat. maka harus ada system dan prosedur kerja yang baik dibidang kearsipan. 7 Tahun 1971. Universitas Negeri Semarang sebagai kampus konservasi. penyimpanan. antara lain dirumuskan bahwa tujuan kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan. Sehingga arsip sebagai sumber informasi harus dikelola dengan baik. pendistribusian. jika kantor tersebut tidak memelihara kearsipan yang baik dan teratur sesuai dengan ketentuan-ketentuan kearsipan yang telah ditetapkan. pengendalian. perlu disadari bahwa mengurus arsip adalah bukan sesuatu hal yang mudah. pada saat ini sedang mengajukan diri untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001 tahun 2008 untuk dapat menjamin 47 . azas efisiensi perlu dipertimbangkan dengan seksama. perlu memberikan informasi yang lengkap pada pengguna (user). baik pada kantor-kantor Lembaga Negara. Kata kunci : manajemen kearsipan dan ISO 9001: 2008 Pendahuluan Kearsipan mempunyai peranan sebagai pusat ingatan. sumber informasi serta alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka melaksanakan segala kegiatan-kegiatan di Perguruan Tinggi. akan menerapkan system ISO 9001: 2008. Mengurus arsip. Swasta dan Perguruan Tinggi. sumber informasi serta alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka melaksanakan segala kegiatan-kegiatan. Selain itu kearsipan juga merupakan salah satu bahan untuk penelitian ilmiah. Dari pengertian tersebut tampak bahwa arti pentingnya kearsipan ternyata mempunyai jangkauan yang amat luas. penyusutan.Pd Abstract Kearsipan mempunyai peranan sebagai pusat ingatan. Sarannya adalah perlu adanya pelatihan manajemen kearsipan bagi para pegawai pada tiap unit pengolah dalam pengelolaan arsip. pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemeritahan. Dalam proses penyajian informasi agar pimpinan dapat membuat keputusan dan merencanakan kebijakan. lengkap dan akurat. Menggunakan azas sentralisasi. maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelaksanaan kehidupan kebangsaan.MODEL MANAJEMEN KEARSIPAN SEBAGAI UPAYA UNNES MERAIH SERTIFIKAT ISO 9001: 2008 (Kajian Konseptual) Agung Kuswantoro. bukan hanya soal menyimpan warkat-warkat yang pada saatnya nanti harus dibuang Sistem penyimpanan yang mana akan digunakan. Pada pasal 3 Undang-Undang No. Ini pun tidak asal saja ditentukan. Filling komputerisasi dan print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan (subjek). salah satunya terdapat pengendalian kearsipan. Hal yang sangat tidak mungkin suatu kantor mampu memberikan data informasi yang baik. di mana dalam klausul ISO tersebut Sistem Manajemen Mutu. Unnes dalam peningkatan mutu. tetapi memerlukan penanganan yang serius. Dalam kesibukan pembangunan seperti sekarang ini. System kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. yaitu baik sebagai alat untuk membantu daya ingatan manusia. dan pemusnahan. salah satunya Unnes. pemindahan. sehingga arsip akan mudah ditemukan. Pengendalian arsip meliputi pencatatan. UNNES saat ini. penggolongan. kemudian dikendalikan dengan system kartu kendali. pemeliharaan.

Perumusan Masalah Dari latar belakang di atas maka rumusan permasalahannya yaitu bagaimana model kearsipan berdasarkan sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang? Kegunaan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan masalah di atas maka kegunaan penelitiannya untuk mengetahui model kearsipan berdasarkan sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang. dengan tetap memperhatikan efektifitas penerapannya. (2) Mengkaji atau mengkonfirmasi tentang sistem pengelolaan arsip dinamis aktif yang baik dan benar. (3) Untuk memberikan masukan sebagai bahan referensi dan pertimbangan bagi Universitas Negeri Semarang untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan dalam sistem pengelolaan arsip. Tujuan dari penyusunan manual mutu adalah memberi arahan bagi manajemen maupun sivitas akademika Universitas Negeri Semarang dalam penerapan system yang efektif dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan memelihara kesesuaian penerapan system manajemen mutu sesuai persyaratan standat International ISO 9001: 2008. 48 . penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau arsip yang digunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administarsi negara. tanpa mengabaikan pemenuhan terhadap persyaratan standar internasional ISO 9001: 2008 serta peraturan lainnya yang diamanatkan oleh Dirjen Dikti sebagai institusi yang bertanggung jawab melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap institusi-institusi perguruan tinggi yang ada. disimpan dan dipelihara secara sistematis sehingga apabila dibutuhkan ddapat diperoleh dengan mudah. (2) Bagi penulis untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman penulis terutama pada masalah yang berhubungan dengan pengelolaan arsip. swasta atau organisasi kemasyarakatan karena masih dipergunakan secara langsung dalam perencanaan. LANDASAN TEORI Pengertian Arsip Arsip dinamis adalah arsip yang masih diperlukan secara langsung dalam perencanaan. maka saya akan membahas tentang Model Kearsipan Berdasarkan Sertifikat ISO 9001: 2008 di Universitas Negeri Semarang. pelaksanaan dan kegiatan administrasi lainnya (Amsyah. baik kantor pemerintah. 2003:4). pelaksanaan. Sedangkan arsip aktif adalah arsip yang secara langsung dan terus-menerus diperlukan dan digunakan dalam penyelenggaraan administrasi sehari-hari serta masih dikelola oleh unit pengolah (Barthos. Manfaat secara teoritis dalam penelitian ini adalah (1) Sebagai bahan pemahaman teori yang diperoleh penulis yang diterapkan pada dunia kerja. Salah satu sistem manajemen mutu di antaranya adalah pengendalian arsip. Arsip sebagai bukti penyelenggaraan proses akademik harus dikumpulkan. Dari latar belakang tersebut. Manfaat secara praktis dalam penelitian ini adalah (1) Bagi lembaga akademik diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan terutama ilmu manajemen dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. Universitas Negeri Semarang selalu melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap sistem yang telah dikembangkan. 2003:2). Arsip dinamis aktif adalah semua arsip yang masih berada di kantor.mutu perguruan tinggi secara institusi atau kelembagaan dengan tujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas serta sebagai pemenuhan persyaratan pelanggan/ stake holder.

3. yaitu puak (kelompok) arsip yang nilai kegunaannya hanya sebatas sebagai informasi. 3. 4. 49 . Arsip sebagai bahan pengambil keputusan Pihak manajemen dalam kegiatannya tentunya memerlukan berbagai data atau informasi yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. gambar atau rekaman yang memuat sesuatu hal atau peristiwa yang digunakan orang untuk sebagai pengingat (alat bantu ingatan). guna sejarah. yuridis atau guna yang lain. guna informasi. Warkat sebagai bahan arsip mempunyai 4 kegunaan. Data dan informasi tersebut dapat ditemukan dalam arsip yang disimpan dalam berbagai media baik media elektronik maupun non elektronik. 2) Arsip biasa. guna ilmu pengetahuan. dkk dalam rangka menata arsip dengan baik. yaitu: 1. 2. 4. Arsip sebagai rujukan historis Arsip merekam informasi masa lalu dan menyediakan informasi untuk masa yang akan datang. perlu dikelompokkan dalam empat golongan arsip.Guna Arsip Menurut Agus Sugiarto dan Teguh Wahyono (2005:9-10) dalam Manajemen Kearsipan Modern. Puak arsip ini akan disimpan paling lama dalam jangka waktu 1 tahun. yaitu puak arsip yang mempunyai nilai guna saat ini dan masih diperlukan pada waktu yang akan datang dalam jangka waktu 1-5 tahun. Arsip sebagai bukti atau legalitas Arsip yang dimiliki organisasi memiliki fungsi sebagai pendukung legalitas atau buktibukti apabila diperlukan. Puak arsip ini dapat diberi tanda (B). Penggolongan Arsip Menurut Sularso Mulyono. karena setelah apa yang diinformasikan sudah selesai berarti sudah tidak ada nilai kegunaannya. Puak arsip ini tidak perlu disimpan dalam jangka waktu lama. Daya Guna Warkat Warkat adalah catatan tertulis. 1) Arsip tidak penting. suatu warkat dapat hanya mempunyai satu macam kegunaan dan dapat pula mempunyai lebih dari satu macam kegunaan. Suatu warkat mungkin mempunyai guna informasi saja atau dapat pula suatu warkat mempunyai guna informasi. Warkat otomatis menjadi arsip begitu diproses untuk penyelesaian suatu kegiatan organisasi. menyebutkan bahwa arsip mempunyai beberapa kegunaan yaitu : 1. Arsip sebagai sumber ingatan atau memori Arsip yang disimpan merupakan bank data yang dapat dijadikan rujukan pencarian informasi apabila diperlukan. Empat golongan arsip itu adalah seperti berikut ini. Jadi. Dengan demikian kita bisa mengingat atau menemukan kembali informasi-informasi yang terekam dalam arsip tersebut. Hal ini untuk memudahkan pemilahan dalam penyimpanan maupunpenyingkaran bagi arsip yang sudah tidak memiliki nilai. Puak arsip ini dapat diberi tanda (T). guna yuridis. 2.

Puak arsip ini termasuk arsip vital sehingga harus disimpan terus dan dapat diberi tanda (V). yaitu puak arsip nilai gunanya mempunyai hubungan dengan kegiatan masa lampau dan masa yang akan datang. 4. 2. Jenis Arsip Arsip yang timbul karena kegiatan suatu organisasi. 7 tahun 1971). sebagian lagi disimpan 1-5 tahun. berdasarkan golongan arsip perlu disimpan dalam jangka waktu tertentu. Arsip inakif (dinamis inaktif). Arsip yang disimpan pada bagian pengolah adalah arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya cukup tinggi. dibedakan jenis arsip seperti berikut ini. 4. yaitu puak arsip yang dipakai sebagai pengingat dalam jangka waktu yang tidak terbatas (abadi). yang lain 5-10 tahun. 5. 4) Arsip sangat penting. yaitu arsip yang penggunaannya tidak langsung sebagai bahan informasi. Arsip dinamis. pelaksanaan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara (pasal 2 ayat a UU No. 2. Sistem Wilayah/Regional/Daerah ( Geographical Filing System ) Sistem wilayah adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan tempat (lokasi). Untuk arsip yang disimpan di unit kearsipan adalah arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya sangat rendah. 3. Sistem Nomor ( Numerical Filing System ) Sistem nomor adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan kelompok permasalahan yang kemudian masing-masing atau setiap masalah diberi nomor tertentu. Arsip statis. Arsip aktif (dinamis aktif). yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan. 50 . Sistem Abjad ( Alphabetical Filing System ) Sistem abjad adalah salah satu sistem penyimpanan berkas yang umumnya dipergunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks. daerah atau wilayah tertentu. Sistem Masalah/Perihal/Pokok Soal ( Subject Filing System ) Sistem masalah adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan kegiatankegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan yang menggunakan sistem ini. Ada arsip yang perlu disimpan sementara (1 tahun). Puak arsip ini akan disimpan dalam jangka waktu 5-10 tahun dan dapat diberi tanda (P). 1. yaitu arsip yang secara langsung masih digunakan dalam proses kegiatan kerja. Sistem Penyimpanan Arsip Sistem penyimpanan arsip menurut Sedarmayanti (2003:69-76) sebagai berikut : 1. 7 tahun 1971). dan sebagian kecil dari jumlah arsip perlu disimpan secara abadi. Sistem Tanggal/Urutan Waktu ( Chronological Filing System ) Sistem tanggal adalah salah satu sistem penyimpanan berkas berdasarkan urutan tanggal.3) Arsip penting. Berdasarkan frekuensi penggunaan arsip sebagai bahan informasi. bulan dan tahun yang mana pada umumnya tanggal yang dijadikan pedoman termaksud diperhatikan dari datangnya surat (akan lebih baik bila berpedoman pada cap datangnya surat). yaitu arsip yang dipergunakan secara langsung dalam perencanaan. penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya maupun untuk penyelenggaraan sehari-hari administrasi negara (pasal 2 ayat b UU No. 3.

menempatkan. Demikian pula. dan apik. adalah suatu sikap pandang tentang keteraturan. Untuk mencegah hilangnya arsip yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan karena dipinjam oleh unit lain maupun oleh organisasi lain. guide (lembar petunjuk) maupun laci-laci penyimpanan akan ditata secara teratur. berarti segala sesuatu disikapi dengan keteraturan. Keterampilan. Konstruksi lemari harus memungkinkan adanya kemudahan dalam menyimpan. Apabila masih tetap menggunakan lemari (lemari kayu) sebagai tempat penyimpanan arsip karena tidak memiliki lemaci maka penggunaan lemari tersebut harus memperhatikan tiga hal: 1. maka diatur pencatatan peminjaman dengan menggunakan kartu pinjam arsip (out slip). Lemari harus kuat (dari kayu jati atau kayu yang kualitasnya baik) supaya tidak cepat rusak karena dimakan rayap atau dimasuki hewan pengerat maupun rusak karena usia. Ketelitian. Tempat Penyimpanan arsip Arsip disimpan di lemari atau di filing kabinet yang ditempatkan di suatu ruang atau gedung. Dengan demikian. dan apik dipandang. Implikasi kerapian seorang petugas. merupakan persyaratan yang harus dimiliki oleh arsiparis (orang yang bertugas di bagian arsip). maka arsip. Hal ini terbuka kemungkinan. penyimpanan arsip tidak mungkin dihindari. 2. Kerapian dalam menempatkan arsip yang disimpan. tertib. tentu akan membantu kemudahan dan kecepatan dalam penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang diperlukan. maupun menemukan kembaki arsip yang disimpan. tertib. dimaksudkan bahwa petugas kearsipan harus harus memiliki tingkat kecermatan yang memadai sehingga dapat membedakan secara pasti kata yang sepintas sama tapi sebenarnya tidak sama. ini dimaksudkan agar ia cekatan dalam menempatkan dan menemukan kembaki arsip. Dengan ketelitian yang dimiliki arsiparis. Arsiparis harus memiliki ketelitian untuk menentukan deretan angka yang disajikan. keberesan. penanganan arsip selalu diusahakan teratur. 3. 51 . lembaga lain memanfaatkan informasi yang bersumber dari arsip yang tidak ada organisasinya. Persyaratan Petugas Kearsipan 1. Dengan menggunakan kartu pinjam arsip pihak pengolah arsip mengetahui keberadaan arsip apabila suatu saat ingin menggunakan dan ternyata tidak ada. diharapkan penyajian informasi dari sumber data (kumpulan arsip) tidak mengalami kesalahan. Frekuensi peminjaman arsip terbesar di unit pengolah. diharapkan petugas dapat menyajikan data tepat waktu. Filing kabinet atau lemari arsip berlaci disingkat lemaci. Kenyataan dilapangan masih ada penggunaan lemari bukan lemari khusus arsip dan belum menggunakan lemari sebagai tempat penyimpanan arsip. seorang [petugas kearsipan harus terampil dalam memilah golongan arsip. 2. Dengan kecekatan yang dimiliki. keterteban dan keapikan. Tidak tertutup kenungkinan terjadi peminjaman di unit penyimpanan arsip (peminjaman terhadap arsip dinamis inaktif). beres. ketertiban.Peminjaman Arsip Arsip yang disimpan baik berstatus arsip aktif maupun arsip inaktif dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam mengambil kebijakan baik untuk unit kerja bersangkutan atau pun unit kerja lain dalam satu lembaga. dan kerapian. map atau folder. Kerapian. Oleh karena itu.Seorang arsiparis perlu memiliki sifat kerapian. Ukuran sekat lemari harus disesuaikan dengan ukuran map atau folder sebagai tempat penyimpanan arsip 3.

baik dari kerusakan maupun dari kehilangan. keamanan arsip termasuk aman informasi yang terkandung dalam arsip. memahami system manajemen mutu ISO 9001: 2008 dan persyaratan-persyaratannya. Jadi. Pengertian ISO 9001 ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). mengetahui Quality 52 . Seorang yang cerdas dapat mengurusi masalah-masalah yang dihadapi secara tepat dan cepat. Cerdas berarti memiliki tingkat pemahaman yang memadai sesuai dengan porsi dan tugas pekerjaannya. apakah prosedur penataan selama ini tidak mengalami hambatan sehingga menimbulkan kesalahan atau kegagalan baik secara mikro (prosedur penataan tidak terlaksana dengan baik) maupun secara makro (system penataan kearsipan kurang atau tidak mempunyai daya guna yang memadai).4. Kecerdasan. Tujuan Pembuatan ISO 9001 adalah memahami pentingnya mutu. yaitu prosedur penataan tidak mengalami hambatan. perlu diamankan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. selain aman dari kerusakan dan kehilangan. Angka cermatan itu dinyatakan dengan rumus berikut ini. 7 tahun 1971 tentang ketentuan-ketentuan pokok kearsipan. Angka Cermatan Tata-Arsip Penilaian pengelolaan arsip adalah suatu putusan apakah kearsipan dilaksanakan dengan baik dalam suatu periode (jangka waktu tertentu) sehingga dapat terus dipertahankan atau perlu diadakan pembenahan. ATK AC x100% ADK Keterangan : AC = Angka Cermatan ATK = Arsip Tidak Ditemukan ADK = Arsip Ditemukan Angka cermatan ini digunakan untuk menentukan apakah system yang digunakan dalam penyimpanan arsip masih cukup absah (cermat) untuk mengelola arsip organisasi yang bersangkutan. Yang dimaksud dengan keberhasilan system kearsipan. Artinya informasi yang seharusnya tidak boleh diketahui orang yang tidak berhak. Akibat kekurang efektifan dalam pengelolaan kearsipan. Pengamanan Arsip Arsip yang disimpan harus dijamin aman. SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan. perlu adanya penilaian terhadap keberhasilan system kearsipan. system penyimpanan dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan serta kecepatan dan ketepatan penyajian informasi terjamin. secara makro dapat menimbulkan kegagalan suatu organisasi atau terhambatnya kemajuan suatu organisasi. arsip harus aman dari bocornya informasi. dinyatakan dalam persentase. Angka cermatan adalah angka perbandingan antara jumlah arsip yang tidak ditemukan pada waktu diperlukan dengan jumlah arsip yang ditemukan. tidak selalu identik dengan pendidikan tinggi. Hal ini dapat terjadi disebabkan kurang tepatnya penyajian informasi dari sumber data (arsip) atau kurang cepatnya penyajian informasi sehingga keputusan yang diambil oleh organisasi kurang akurat. (Agus Syukur 2009). Berdasarkan pasal 11 UU No. Nilai Arsip Pengelolaan kearsipan pada suatu periode perlu ditinjau.

Objective and Target. 53 . memahami cara membuat cross reference proses yang telah diidentifikasi dengan standar ISO 9001: 2008. memahami cara pembuatan dan pengembangan semua dokumen system manajemen mutu seperti yang dipersyaratkan. dan memahami bahwa mutu merupakan tanggung jawab bersama.

Memori Pengambil Keputusan Legalitas Historis Agus Sugiharto dan Teguh Wahyono 2005) 7. Penyusutan arsip 6. 1. Perencanaan e. Improvement (Agus Syukur 2009). Penyediaan produk dan jasa f. Tinjauan manajemen Manajemen sumber daya a. Tempat penyimpanan dan Pemeliharaan arsip. Desain dan development d. Infrastruktur d. Proses terkait dengan pelanggan c. Penyediaan sumber daya b. 2. Arsip aktif (dinamis aktif). 5. wewenang. analisis dan mpeningkatan a. Komitmen manajemen b. registrasi mata kuliah. dibedakan jenis arsip seperti berikut ini. Pengendalian produk tidak sesuai d. Arsip yang termasuk di dalamnya adalah dukumen perkuliahan (kehadiran). penyusunan silabi. Kebijakan mutu d. Sumber daya manusia c. pembimbingan akademik. Ruang lingkup Referensi normative Istilah dan definisi System Manajemen Mutu a. surat-surat administrasi (registrasi mahasiswa. dan komunikasi f. 4. 3. Pemantauan dan pengukuran c. 4. Sistim Penyimpanan arsip. penyusunan satuan acara 54 . 3. 3. Analisis data e. merupakan arsip yang secara langsung masih digunakan dalam proses kegiatan kerja. Kegunaan Arsip 1. Pengendalian sarana pemantauan dan pengukuran Pengukuran. Pembelian e. 6. Peminjaman 4. Lingkungan kerja Realissasi produk a. Umum b. Tanggung jawab. Umpan Balik PEMBAHASAN Berdasarkan frekuensi penggunaan arsip sebagai bahan informasi. Focus pada pelanggan c. Pemusnahan arsip 5. Pencatatan dan penggolongan arsip 2. Persyaratan dokumen 1) Manual Mutu 2) Pengendalian dokumen 3) Pengendalian record/ catatan Tanggung jawab manajemen a. 2.DESAIN PEMIKIRAN Klausul ISO 9001 : 2008 1. Pengendalian Arsip 1. Perencanaan realisasi produk b. Pemindahan arsip 7. Persyaratan Umum b. 8.

Contoh arsip ini adalah surat undangan. dan lainnya. surat pemberitahuan. dokumen bergantinya IKIP Semarang menjadi UNNES. dokumen bergantinya IKIP Semarang menjadi UNNES. Arsip inakif (dinamis inaktif). dokumen lahirnya Fakultas Ekonomi UNNES dan lainnya. satuan acara perkuliahan. Arsip dinamis. dokumen lahirnya Fakultas Ekonomi UNNES. Contohnya arsip ini adalah rencana jurusan. sasaran program studi. Contohnya dokumen penelitian. Penyusunan kurikulum 55 . Arsip penting. dan Arsip sangat penting. 1. Arsip sangat penting. Surat pindah kuliah p. Empat golongan arsip itu adalah Arsip tidak penting. Surat penelitian (ijin obeservasi. administrasi dosen (kehadiran dosen. pelakasanaan ujian skripsi. Contoh arsip ini adalah arsip tentang berdirinya IKIP SEMARANG. Pendaftaran mahasiswa lama d. Pelaksanaan ujian skripsi j. rencana universitas. Ujian mid semester f. renop. penyusunan rentra. evaluasi kerja lembaga. 5) Arsip dalam administrasi akademik mahasiswa a. rumusan kompetensi lulusan. Surat pengabdian r. Penyusunan silabi s. ijin penelitian) q. pemeliharaan sistem informasi. Pendaftaran wisuda l.perkuliahan. Draf nilai ujian skripsi k. Sistem Penyimpanan Arsip Penyimpanan arsip perlu ada lima. surat edaran dan lainnya. Pendaftaran ulang mahasiswa baru c. buku penetapan sumber belajar. surat pengumuman. dan lainnya. Arsip biasa. undangan. rencana fakultas. jadual kuliah. observasi. Seleksi penerimaan mahasiswa baru b. yaitu arsip yang penggunaannya tidak langsung sebagai bahan informasi. Daftar hadir perkuliahan m. Cuti kuliah o. perhitungan beban mengajar. mutu mengajar. prosedur pemilihan pejabat. 3. Surat tugas penguji skripsi i. standar kompetensi dosen. ijin penelitian. Surat tugas pembimbing h. penyusunan silabi. Dalam hal ini adalah uraian tugas dan wewenang. Arsip statis. Contoh arsip ini adalah IKIP SEMARANG. ijin tidak mengajar) 2. 4. Evaluasi perkuliahan n. 3. Berdasarkan kelemahan dan kelebihaanya masingmasing. dan lainnya. pernyataan. Contoh arsip dalam hal ini adalah sebagaimana arsip aktif 4. cuti kuliah dan lainnya). laporan data. 2. maka dalam lembaga ini yang paling cocok adalah sistem pokok masalah. Arsip biasa. Jadual kuliah e. pelaksanaan ujian kuliah. dan lainnya. Ujian semester g. Arsip tidak penting. Arsip penting. pengabdian.

Perhitungan beban mengajar d. Peminjaman Arsip Untuk mencegah hilangnya arsip yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan karena dipinjam oleh unit lain maupun oleh organisasi lain. ventilasi yang cukup. tanggal penyimpanan. gunakan kapur barus kapur barus. Tujuan dari kartu kendali ini adalah mengendalikan arsip yang akan disimpan. Dengan menggunakan kartu pinjam arsip pihak pengolah arsip mengetahui keberadaan arsip apabila suatu saat ingin menggunakan dan ternyata tidak ada. Semua arsip yang keluar akan terkontrol oleh petugas arsip. surat masuk/ keluar. Jika kita mencari arsip tentang beban mengajar dosen A maka kita akan mencari arsip tersebut pada laci Administrasi dosen. Surat ijin tidak mengajar e. Tempat Penyimpanan dan Pemeliharaan Arsip Tempat menyimpan arsip menggunakan filling cabinet atau lemari yang memang khusus untuk arsip. dan guide. Studi lanjut dosen Sistem kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. dan orange/untuk bagian arsiparis. folder Perhitungan Beban Mengajar. Pemeliharaan arsip yang harus dilakukan adalah pengaturan ruangan yang kering. Daftar hadir dosen c.t. dan nilai guna arsip. dan kita akan menemukan arsip atas nama dosen A. dan jagalah agar arsip tidak melipat. terdiri empat laci. Daftar kenaikan pangkat g. Kartu kendali terdiri dari tiga lembar yaitu putih untuk bagian agendaris. biru. rak terbuka. hal surat. Dengan demikian arsip yang keluar akan terkendali. Penyusunan akan kebutuhan dosen b. Kartu pinjam (out slip) yang terdiri dari tiga lembar yaitu kertas yang berwarna putih. dan tanda tangan penyimpan. Dalam kartu kendali terdapat keterangan kode masalah subjek. biru untuk bagian pengarah. Di mana kertas putih yang akan ditinggal pada filling cabinet arsip tersebut ditempatkan. Misal DP3 pegawai disimpan/berlaku hanya 4 tahun. folder. dan umur dari nilai guna arsip. maka sangat kecil akan kehilangan arsip. nomor surat. Angka pakai yang digunakan adalah antara 15% . dan kertas warna orange untuk bagian arsiparis. Untuk mencagah kerusakan.20%. Kalau tertutup harus sering dibuka agar tidak lembab. Suatu daftar yang memuat kebijaksanaan seberapa jauh sekelompok arsip dapat disimpan atau dimusnahkan. Filling computerisasi dan Print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan. Contoh dalam system kearsipan dikenal dengan laci. dan orange. 56 . cap tertinggal. Filing cabinet yang berukuran standart yang biasa untuk menyimpan arsip. kertas warna biru untuk bagian pengarah. terang. jadual retensi. Penyusunan satuan acara perkuliahan u. Surat pergantian pengajar f. Penyusunan buku pegangan kuliah 6) Arsip dalam administrasi dosen a. petugas penyimpan. Ruang yang digunakan untuk menyimpan arsip harus memperhatikan beberapa ketentuan agar arsip yang disimpan terjamin aman. tanggal surat. Dalam penyimpanan arsip perlu adanya system kartu kendali. Dengan adanya system ini. maka diatur pencatatan peminjaman dengan menggunakan kartu pinjam arsip (out slip). Penyusutan Penyusutan arsip yang digunakan berdasarkan rambu-rambu penyusutan arsip yaitu angka pemakaian.

tetapi dilakukan per berkas (bendel). daftar pemindahan arsip dan berita acara. Yogyakarta : Liberty. kemudian dikendalikan dengan system kartu kendali. 2.id/pengelolaanarsipelektronikformatdokumen. Bumi Aksara: Jakarta Budiman. Cahaya Aksara Agung: Jakarta. Filling computerisasi dan Print out tersebut disimpan berdasarkan pokok permasalahan (subjek). Caranya dibakar. tali. Manajemen Kearsipan. 2010. 1990. Pengelolaan Arsip elektronik Format Dokumen. Zulkifli. Salah satunya dengan jalan pelatihan pada pegawai tentang manajemen kearsipan. Rosyid. tidak dilakukan lembar demi lembar. 1984. Sistem kearsipan yang dibangun adalah manajemen filling dalam computerisasi dan dibuktikan dengan print out. box. Tiap unit pengolah dalam pengelolaan arsip perlu mendapatkan pengetahuan manajemen kearsipan.Pemindahan Arsip Pemindahan arsip ke pusat penyimpanan arsip. pemindahan. 1993. Sedangkan arsip yang sifatnya abadi dapat dipindahkan ke ANRI. Dalam melakukan pemusnahan arsip. Manajemen Kearsipan Modern. Perlu membuat daftar pertelaan arsip-arsip yang akan dimusnahkan. DAFTAR PUSTAKA Abubakar. Gava Media: Yogyakarta 57 . Namun dibenarkan jika berujud kawul yaitu dicacah dengan mesin penhancur kertas. Sedarmayanti. Amsyah. dengan maksud untuk lebih dapat diketahui informasi keberadaan arsip tersebut sehingga orang mudah mencarinya. Kearsipan. Perlengkapan yang dibutuhkan folder. PT. Pemusnahan Arsip Memusnahkan arsip berarti menghapus keberadaan arsip dari tempat penyimpanan. Tata Kearsipan Dengan Memanfaatkan Teknologi Modern. perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan : 1. Hadi. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dalam makalah ini adalah perlu adanya pengendalian kearsipan yang baik mulai dari penggolongan. tempat penyimpanan dan pemeliharaan. 3. Pola Kearsipan Modern Sistem Kartu Kendali. 2003. Basir. diberi bahan kimia dan dicacah dengan mesin pencacah kertas. Budi. dkk.google. Pemindahan arsip dilakukan dengan cara menyiangi arsip yang telah habis jangka waktu penyimpanannya dan tidak dipakai lagi. Budiman. Mandar Maju: Bandung Sugiarto. sehingga arsip akan mudah ditemukan. dijual/dikiloan untuk pembungkus. Sularso. Martono. Dharma Karsa Utama: Jakarta Mulyono. Penghapusan dilakukan secara total sehingga identitas arsip hilang sama sekali. peminjaman. Penataan Berkas Dalam Manajemen Kearsipan. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta Barthos. penyusutan. www. Harus dibuatkan berita acara. Agus dan Teguh Wahyono. Manajemen Kearsipan. 2005. 2003. system penyimpanan arsip. PT. Tidak dibenarkan bekas arsip dipakai untuk sampul. Harus disaksikan oleh 2 (dua) orang pejabat yang berwenang. Jadi pemusnahan arsip adalah tindakan menghancurkan secara fisik arsip-arsip yang sudah berakhir fungsinya dan sudah tidak memiliki nilai kegunaan.co. diunduh 1 Januari 2010. dan pemusnahan arsip. PT. 2003.

Bambang. Penerbit Kanisius: Yogyakarta 58 . Manajemen Arsip Dinamis. www. 1981. ISO 9001: 2008 Yogjakarta : Kata Buku Sutarto.id/manajementarsipdinamis.google. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta The Liang Gie. Sekretaris dan Tata Warkat. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. 2009. 1991. Ignasius. Organisasi dan Administrasi Kantor Modern. Utomo. Penerbit Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjahmada Yogyakarta.co. 1970. ANRI: Jakarta . Agus. Kearsipan 1. Drs..Sukur. 5R. diunduh tanggal 12 Januari 2010 Wursanto.

Hal 59 . Catatan Siswa.. manusia masih membutuhkan sebuah proses belajar. 2003:23)”. Pada dasarnya ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. diproses dalam ingatan. Dengan bertumbuh menjadi makhluk yang utuh inilah manusia akan mampu untuk bertahan hidup dan memiliki suatu kekhasan. dalam penelitian ini adalah catatan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa 87. Ingatan Siswa. yaitu otak. sel otak manusia adalah 1. Jensen dan Karen (2003:21) menyatakan “ingatan yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan pertambahan informasi yang disimpan”. namun tidak semua catatan yang dibuat oleh siswa memberikan kontribusi terhadap ingatan siswa dalam mengulang maupun proses belajar. Namun ingatan manusia bukanlah sebuah mesin yang sempurna tanpa gangguan-gangguan. Ingatan menurut Jansen dan Karen (2003:22) didefiniskan sebagai suatu proses psikologis Proses psikologis. lebih buruk lagi infomasi yang dibutuhkan tidak dapat diambil kembali dan hilang.000 sedangkan jumlah manusia dimuka bumi ini adalah 6. informasi. Semua informasi yang diterima melalui indera diterima. SMA NEGERI 1 BOJA KENDAL Abstraksi Fridolin Palupi Sri Kurniawati Mencatat merupakan pelaksanaan kegiatan manajemen kearsipan individul yang dilakukan oleh semua pelajar dan mahasiswa serta oleh sebagian besar orang. Penelitian dilakukan mulai semester gasal 2009 hingga pertengahan semester genap 2010 dengan menggunakan angket serta pedoman observasi catatan siswa sebagai instrumen untuk memperoleh data. yakni sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual ciptaan Tuhan (Harefa. Dalam belajar inilah. Oleh karena itu maka dibutuhkan alat bantu ingatan yaitu mnemonik.namun yang terjadi dalam belajar sering ditemui sebuah hambatan berupa kegagalan untuk memanggil ulang informasi yang telah tersimpan. dan kemudian diambil kembali saat diperlukan atau dibuang melalui proses lupa. yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. pengorganisasian. Proses pengarsipan terjadi dalam ingatan seseorang yaitu informasi yang diterima disimpan.Sel otak (hanya dalam satu kepala manusia) yang lebih besar 166 kali jumlah manusia dimuka bumi ini. dan evaluasi terhadap catatan yang telah dibuat.. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa tiap manusia pada dasarnya telah memiliki modalitas belajar yang sangat luar biasa. tes Intelegensi saja tidak cukup digunakan untuk menyatakan masa depan seseorang akan gagal atau berhasil. Serta catatan menyumbangkan pengaruh terhadap terbentuknya ingatan siswa sebesar 35. Pendahuluan Manusia sebetulnya memiliki sebuah modalitas belajar yang luar biasa. 2003:28)”.28% siswa menyatakan sikap positif yaitu catatan mempengaruhi ingatan mata pelajaran ekonomi. Belajar memungkinkan manusia untuk “tumbuh menjadi yang terbaik dari diri sendiri. diberikan kode-kode tertentu.60%.000. seringkali manusia mengalami lupa. Pada dasarnya setiap orang telah memiliki modalitas belajar bawaan yaitu otak serta indera. Sifat dinamis dan terus berkembang ini seharusnya memungkinkan manusia untuk mampu mengingat semua peristiwa.PENGARUH CATATAN SISWA TERHADAP INGATAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI. pengontrolan catatan tersebut.000.000 (Buzan. didalam otak inilah proses ingatan terbentuk dan diproses.000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarkan pengaruh keberadaan catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. SMA Negeri 1 Boja Kendal. kelas X. Kegiatan mencatat atau membuat catatan ini telah ada dan diajarkan pada seseorang dalam pendidikan formal. 1.000. Dalam mencatat seseorang melakukan semua fungsi manajeman mulai dari perencanaan. karena kekuatan otak manusia lebih besar dari sekedar kekuatan intelegensi. KELAS X. ingatan berkedudukan sebagai hal utama. Kata Kunci. serta semua yang terekam yang telah diterima. Kemampuan dasar otak sebagai sebuah modalitas saja belumlah cukup. “. sehingga proses mengingat dan belajar terganggu karena butuh beberapa waktu untuk menggali kembali informasi yang tersimpan.

Tahun ajaran 2009/2010? 2. “Tanpa mencatat dan mengulangi. jadi murni menggunakan informasi yang telah terekam dalam ingatan siswa selama belajar hingga pertengahan mapun akhir semester berjalan. kebanyakan orang hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang baca atau dengar kemarin (DePorter dan Hernacki. Penggunaan catatan ini tidak sepenuhnya membantu memaksimalkan daya ingat seseorang. peta pikiran. memahami konsep-konsep utama. Catatan yang baik dan efektif menurut DePorter dan Hernacki (2000:150) “mampu membantu anda untuk mengingat detaildetail tentang poin-poin kunci.52% siswa tuntas. Svantesson (2004:5) mengartikan catatan sebagai ”sebuah teknik baik biasa maupun peta pembelajaran yang dibuat dengan kalimat penuh atau frasa kalimat. menempelkan penanda didinding atau papan pesan. Namun hasil yang dicapai bukanlah semaksimal apa yang dibayangkan. Alat bantu ingatan mekanis atau eksterior menurut Jensen dan Karen (2003:115) diantaranya berupa “Daftar.1. dalam ujian tengah semester dan ujian akhir semester gasal 2009 masih sangat kurang. Dimana dalam tes tengah semester maupun ujian akhir semester siswa tidak dapat menggunakan alat bantu apapun untuk dapat mengerjakan soal. Mencatat merupakan bagian dari belajar verbal.3 yang terdiri dari 110 siswa. jurnal atau buku harian. 67. Sedangkan pada UAS jumlah siswa tuntas turun menjadi hanya 30 siswa saja yang tuntas KKM atau 27.” Namun alat bantu ingatan yang lebih tepat dalam belajar adalah catatan. mesin penjawab dan pencatat pesan elektronik. Segelintir orang menggunakan hanya kata kunci”. belajar verbal menurut Slameto (2003:8) adalah ”belajar mengenai materi verbal dengan melalui latihan dan ingatan. Karena itulah dibutuhkan alat bantu ingatan ekstern untuk memperkecil jumlah informasi yang hilang atau gagal dipanggil kembali. peta pikiran. SMA Negeri 1 Boja Kendal. Kemampuan mencatat ini telah diajarkan pada tiap orang dalam proses pendidikan formal disekolah. Dalam pembelajaran ekonomi dalam tiga rombongan belajar yaitu kelas X. kalender. dan melihat kaitannya”. sebagai objek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Boja. Guna mengukur ingatan siswa selama setengah semester dan satu semester proses pembelajaran siswa diukur melalui tes UTS dan UAS. Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Apakah terdapat pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. lupa merupakan sebuah gangguan. jadwal. kelas X. “Disekolah setiap orang dulunya (dan hingga sekarang masih) dilatih untuk mencatat dalam kalimat-kalimat atau daftar-daftar berbentuk vertikal (Buzan. X. nota dan kerangka tulis. Kebanyakan orang cenderung berpikir bahwa cara memasukkan materi yang paling efektif adalah mencatat semuanya pada bersamaan dengan mereka mendengarkan materi tersebut. Pada UTS yang dilangsungkan bulan Oktober 2009 dari 109 siswa terdapat 42 siswa yang tuntas KKM atau 38. Svantesson (2004:6) “untuk mencerna apa yang mereka dengar dan mencatatnya dalam waktu yang bersamaan sangat tidak mungkin. jam beker atau timer. 67. Namun ternyata ingatan siswa yang diukur melalui tes dan diperolehlah hasil berupa nilai siswa. 2004:102)”.3% siswa memiliki catatan maka seharusnya ingatan yang dimiliki siswa akan sangat baik. yang disebut mnemonik. agenda. Hal ini karena timbul sebuah kesalahan dalam pembuatan catatan.2 dan X.53% siswa tuntas. Dari hasil tes tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak siswa yang tidak mampu memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). kelas X.ini yang sering disebut dengan lupa. Tahun ajaran 2009/2010? Seberapa besarkah pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Dari 110 siswa tersebut 60 orang siswa mencatat pada buku tersendiri (tidak dicampur dengan mata pelajaran yang lain). tidak ada yang terekam”. Hal ini nampak dalam persentase yang menurun dalam UTS dan UAS. SMA Negeri 1 Boja Kendal. 2000:150)”. Bukti Empiris Dalam penelitian ini.3% atau 74 siswa memiliki catatan. 60 .

2 Pengumpulan Data dan Analisis Data Penelitian dilakukan pada Siswa kelas X SMA Negeri 1 Boja tahun ajaran 2009/2010 pada rombongan belajar (rombel) mata pelajaran ekonomi rombel X. Untuk mengetahui apakah instrumen tersebut baik untuk digunakan maka dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. dan peneliti membimbing.2. analisis regresi linear sederhana.Dengan y adalah variabel tak bebas (nilai duga). b adalah penduga bagi koefisien regresi (β) (Somantri dan Sambas. Uji Validitas dengan rumus koefisien korelasi product moment. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus koefisien alfa (α) dari Cronbach.1. X.3. penyebaran angket dilakukan langsung oleh peneliti. dan penentuan rumusan hipotesis Ho dan Ha. Pengamatan dilakukan dengan mengumpulkan hasil catatan siswa selama kurun waktu satu setengah semester dan kemudian dianalisis.1 Alat Analisis Regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. metode dokumentasi. Kerangka Analisis 3. dan metode angket/kuisioner. dengan kriteria pengambilan keputusan bila nilai r hitung lebih besar dari r tabel maka instrumen dinyatakan reliabel. Tabel 1. melalui tiga metode pengumpulan data yaitu. jika rxy > rtabel maka soal dikatakan valid dan sebaliknya.3 yang berjumlah 110 siswa. Hubungan tersebut kemudian dinyatakan dalam sebuah persamaan matematik yang ˆ ˆ menyatakan hubungan fungsional antar variabel y a b( x) . Data yang digunakan adalah data primer yang diambil langsung dari objek penelitian. 3. 2006:14) dengan keberadaan data yang diteliti sudah tersedia dalam objek penelitian (peneliti tidak dengan sengaja menimbulkan). metode observasi/pengamatan. mulai awal semester gasal 2009 hingga pertengahan semester genap 2010. 2006: 35). Penelitian dilakukan dalam kurun tahun ajaran 2009/2010. dengan kriteria pengambilan keputusan Korelasi haruslah memiliki nilai/arah positif yaitu setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan rtabel Product moment pada taraf α = 5 %. Skala Pengukuran Likert Pilihan Skor item Skor item Option Jawaban positif negatif A Sangat setuju 5 1 B Setuju 4 2 C Ragu-ragu 3 3 D Tidak setuju 2 4 E Sangat tidak setuju 1 5 61 . Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif (Arikunto. a adalah penduga bagi intersap (α). dan X. x adalah variabel bebas. Angket disebarkan pada seluruh rombel sebagai populasi. Analisis deskriptif menggunakan skala likert dengan skala lima untuk menentukan pengukuran untuk mengukur sikap dengan menempatkan kedudukan sikapnya pada kesatuan perasaan kontinum berkisar dari ”sangat positif” hingga ke ”sangat negatif” terhadap sesuatu (objek psikologis) (Somantri dan Sambas. Dalam jangka pendek selama satu bulan dilakukan observasi terhadap proses pembelajaran ekonomi pada tiga rombel objek penelitian untuk mengamati kebiasaan siswa dalam membuat catatan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Selama satu setengah semester dilakukan pengamatan terhadap catatan siswa dan ingatan yang terbentuk dalam jangka panjang. 2006:243). Terdapat tiga teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. memberikan arahan dan memandu siswa untuk mengerjakan tiap pernyataan yang ada dalam angket. Langkah awal dalam analisis data penelitian adalah menguji coba instrumen (angket) yang akan digunakan.

Gambar 2. kelas X. kelas X. 4. yang merupakan batas skor pada kategori positif.152 96 87. 38 76 114 152 190 Min kuartil 1 median kuartil 3 max Sangat negatif Negatif Positif Sangat positif Tabel 2. Sikap positif ini disimpulkan dari 87. kelas X. SMA Negeri 1 Boja. yaitu ada pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Distribusi Jawaban Responden Frekuensi Sikap Seluruh Responden Kategori sikap Kategori skor Berdasarkan perhitungan (terlampir) diperoleh skor total seluruh responden yaitu 14558. Tidak ada responden yang menyatakan sikap bahwa catatan sangat tidak berpengaruh terhadap ingatan dan keberadaan catatan tidak penting. Gambar 1. Garis skala jawaban responden frekuensi sikap tiap responden.28% Negatif 76 . SMA Negeri 1 Boja Kendal.kuartil 3). Kemudian pengujian hipotesis dilakukan dengan ketentuan jika Ho:β1 = 0. Hasil Empiris Berdasarkan analisis deskriptif sikap tiap responden diperoleh hasil. Artinya bahwa secara keseluruhan responden memandang bahwa catatan berpengaruh positif terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. SMA Negeri 1 Boja Kendal.76 0 0% Dan secara keseluruhan sikap responden tentang pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. SMA Negeri 1 Boja Kendal ada pada sikap positif.540– 16. Garis skala jawaban responden frekuensi seluruh responden 14558 4180 Min kuartil 1 8360 12540 median 16720 kuartil 3 20900 max Sangat negatif Negatif Positif Sangat positif Tabel 3. Hal ini ditunjukkan oleh skor total responden yang terletak antara skor 12.55% Sangat negatif 38 .720 (median . Sebaliknya jika.114 5 4. yaitu tidak ada pengaruh catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Distribusi Jawaban Responden Frekuensi Sikap Tiap Responden Kategori sikap Kategori skor frekuensi persent ase Sangat positif 152. Kelas X. berdasarkan penelitian ada pada sikap positif. Ho:β1 ≠ 0. sikap tiap responden tentang pengaruh catatan terhadap ingatan dalam mata pelajaran ekonomi.Teknik regresi linear sederhana yang dinyatakan dalam sebuah persamaan matematik ˆ y a b( x) .28% responden atau dapat dikatakan mayotiras responden sepakat bahwa catatan memberikan pengaruh positif terhadap ingatan.19% Positif 114 .190 9 8. sehingga masuk 62 .

180 – 8.14500 a. Nilai t tabel untuk uji 63 .540 Sangat negatif 4. 1. X b. Koefisien slope catatan adalah 0.60%.86 5 4440. hal ini berarti catatan berpengaruh terhadap ingatan siswa sebesar 35.720 – 20.729 dan sig 0. . Tabel 4 Uji R2 Koefisien Determinasi Model Summaryb Mo del R R Square Adjusted R Square Std.000.356.000.468 dengan t hitung adalah 7.93.40% ingatan dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.Sangat positif Positif Negatif 16. Harga koefisien determinasi R square sebesar 0.334.21 8 a. Dependent Variable: Y 2.720 8. Koefisien Determinasi (R2) Catatan siswa mempengaruhi terhadap ingatan secara signifikan.35 3 2858. Dependent Variable: Y 3.356 . Uji F (Kelinieran) Untuk melihat kelinearan persamaan regresi ini dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel.000 a 1581.360 – 12. Uji Parsial (Uji t) Hasil perhitungan koefisien regresi memperlihatkan nilai koefisien konstanta sebesar 23. dan membandingkan antara sig dengan nilai alpa (0. Tabel 5 Uji Linearitas ANOVAb Model 1 Regre ssion Resid ual Total Sum of Squares df 1 108 109 Mean Square 1581. dan nilai sig 0.540 – 16. sedangkan 64.05).350 5. dengan nilai F hitung lebih besar daripada F tabel dan nilai sig lebih kecil daripada alpha maka dapat ditarik kesimpulan bahwa menolak Ho dan menerima Ha yang berarti koefisien determinasi signifikan secara statistik atau persamaan regresi yang terbentuk linear.900 12. Nilai F hitung diperoleh 59.3 53 26. Predictors: (Constant).739 dan F tabel diperoleh dengan cara mencari pada tabel F dengan df1 = 1 dan df2 = 108. X b. diperoleh F tabel 3.657 dengan t hitung sebesar 4. Predictors: (Constant).471 F 59.597a . Error of the Estimate 1 .360 Pengaru h catatan siswa terhadap ingatan siswa dapat dilihat pada analisis regresi.7 39 Sig.

Gambar 3 Normalitas P-Plot Residual 5. menghubungkan antar materi. Uji Normalitas Gambar 4. warna. Jika titik-titik distribusi frekuensi pengamatan sama dengan distribusi uji yang berarti data terdistribusi secara normal.468 dapat dibaca setiap kenaikan 1 satuan X dapat menaikan Y sebanyak 0. Sedangkan untuk koefisien konstanta catatan terlihat bahwa t hitung lebih besar dari t tabel dan sig lebih kecil dari alpha makan dapat disimpulkan bahwa koefisien slope catatan adalah signifikan secara statistic. Error 5. meliputi aspek penggunaan poin kunci.657 dan variabel independen catatan (X) sebesar 0. Dari persamaan regresi diatas.458 . karena catatan merupakan alat bantu ingatan (mnemonik) utama yang hingga kini masih digunakan siswa dalam belajar dan memiliki kedudukan tersendiri dalam belajar.10 diatas adalah grafik P-Plot.000 4. dengan konstanta 23. ˆ Dari Tabel 6 koefisien diperoleh persamaan regresi Y 23. sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai ingatan sesuai dengan distribusi uji.468. Guna memperbesar pengaruh keberadaan catatan isi catatan harus juga diperhatikan selain memperhatikan tampilan. Tahun ajaran 2009/2010. dibandingkan dengan distribusi frekuensi yang telah ditentukan. gambar. kelengkapan materi.72 9 Sig. Jika nilai t tabel dibandingkan dengan nilai t hitung koefisien konstanta.657 0.98 yang diperoleh dari alpha 5% dan df 109. Gambar 10 diatas memperlihatkan bahwa titik-titik distribusi terletak digaris lurus. SMA Negeri 1 Boja Kendal. terlihat bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan sig lebih kecil dari alpha.468X . Grafik ini menggambarkan distibusi frekuensi dari nilai ingatan. Dengan kondisi demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa penyebaran nilai ingatan mengikuti distribusi normal. 64 .597 Standar dized Coefficients Beta t 4. .000 . penggunaan penekanan.657 . simbol dan hal artistik. kelas X. kesimpulan yang bisa diambil adalah menolak Ho yang berarti koefisien konstanta adalah signifikan secara statistic.33 4 7.ini adalah 1. Tabel 6 Uji Parsial (Uji t) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Con stant) X B 23.061 .468 Std. Simpulan Terdapat pengaruh positif catatan siswa terhadap ingatan siswa dalam mata pelajaran ekonomi.

kerapian. Requirements for electronic note taking systems: A field study of note taking in university classrooms. Otak Sejuta Gigabyte: Buku Pintar Membangun Ingatan Super. Ating dan Sambas Ali Muhidin. Kim. Jakarta: PT. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Svantesson. 2003. Stine. 2006. Diunduh dari http://www. Jakarta: Pustaka Delapratasa. Buzan. Henry Guntur. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Pada 8 Juni 2009. Applications of the Mind Map Learning Technique in Chiropractic Education: A Pilot Study and Literatur. pukul 11. Menulis: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. 2004. # Shttp://sringerlink. Diunduh dari 2009.identitas catatan meliputi judul. 2006. 2004. Bandung: Pustaka Setia. Belajar Dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Buzan.journalchirohumanities.Anthony V. Andreas. Iddon. 2009. Mengasah paradigma pembelajar. Referensi Arikunto. visualisasi ide materi pelajaran misal penggunaan peta konsep. Tony.com pada 23 Februari 2009. Use Both Sides Of Your Brain: Teknik Pemetaan Kecerdasan Dan Kreativitas Pikiran. Bandung: Mizan Media Utama. Published online: 5 March pringer Science + Business Media. D’Antoni. 65 . 1985. DC. 2005. Mengoptimalkan Daya Pikir: Meningkatkan daya ingat dengan mengarahkan seluruh kemampuan otak. Learning Maps and Memory Skills. Suharsimi. Jane Marie. DePorter. penambahan ide pribadi siswa dalam catatan.com. Bandung: Penerbit Angkasa. 6. Jo dan Huw Williams. Tony. 2006. Buku Pintar Mind Map. Yogyakarta: Penerbit Gradien. Tarigan. Harefa. kebersihan. 2006. 2008. 2006/ Journal of Chiropractic Humanities 2006. Jensen. 1997.00. Seton Hall University/ Paper submitted April 24. Kibum and Team. LLC 2009 Slameto. Memory Boosters: Penguat Ingatan. waktu/tanggal. Somantri. sub-judul. 2006. in revised form August 10. Aplikasi Statistik Dalam Penelitian. MSa dan Genevieve Pinto Zipp. 2003. Eric dan Keren Markowitz. Ingeman. Surabaya: Ikon Teralitera. Directory: School of Graduate Medical Education. dan kejelasan tulisan.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : Rineka Cipta. Bobbi dan Mike Hernacki. pukul 11:22 WIB. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung: Mizan Media Utama. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2004.

66 . faktor VII diberi nama Media pengajaran. Kesulitan ini tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi. Mass media.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 UNGARAN Abstrak Rizal Fadilla Septian Kesulitan belajar yang berasal dari faktor internal siswa antara lain kondisi kesehatan. Mata pelajaran TIK merupakan mata pelajaran yang wajib bagi siswa SMP dan merupakan mata pelajaran adaptif yang setiap waktu mengalami perubahan. Hubungan antar anggota keluarga. faktor IV diberi nama Kemampuan dan Minat. dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran. Faktor penyebab kesulitan belajar ada dua macam. keadaan sekolah dan keadaan lingkungan masyarakat” (Slameto. Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2003 : 77). Aktivitas dalam masyarakat. yaitu faktor I yang diberi nama Keluarga. memaparkan atau mempresentasikan serta mengetahui bagian-bagian dasar atau komponen mengenai perangkat komputer. faktor II diberi nama Jasmaniah dan Pendukung belajar. Mata pelajaran TIK memiliki tujuan agar siswa mampu menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk mencari informasi. Keadaan ekonomi keluarga. Relasi siswa dengan siswa. Kurikulum. Kematangan. Alat pelajaran. keadaan emosi. gangguan psikis. Cacat tubuh. Lingkungan tetangga. yaitu faktor intern (faktor yang berasal dari diri siswa) dan faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar). Intelegensi. faktor III diberi nama Komunikasi dan Relasi. dan faktor V diberi nama Pergaulan. kondisi kesehatan siswa yang sering sakit-sakitan dapat mengganggu kerja otak yang mengakibatkan terganggunya kondisi dan konsentrasi belajar sehingga siswa akan tertinggal jauh dari pelajarannya. Faktor IX diberi nama Intelegensi. Waktu sekolah. dan adanya perhatian. Ternyata terbagi dalam 11 (sebelas) kelompok faktor. Teman bergaul. Faktor X diberi nama Gedung dan Peralatan Sekolah. Relasi guru dengan siswa. “Faktor intern meliputi keadaan fisik. menyusun informasi. menunjukkan bahwa dari 48 (empat puluh delapan) indikator yang diindikasikan dapat mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran yang terdiri dari faKtor Kesehatan. Bakat. Tugas rumah. Berdasarkan hasil analisis faktor menggunakan program bantu SPSS seperti yang telah di uraikan di atas. kondisi kesehatan siswa yang sering sakit-sakitan dapat mengganggu kerja otak yang mengakibatkan terganggunya kondisi dan konsentrasi belajar sehingga siswa akan tertinggal jauh dari pelajarannya. faktor VI diberi nama kesehatan. intelegensi. Minat. “Kesulitan belajar adalah keadaan dimana anak didik tidak dapat belajar sabagaimana mestinya”. Latar belakang kebudayaan. Keadaan gedung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran Kesulitan Belajar. Suasana rumah. Kesiapan. faktor VIII diberi nama Kebutuhan. Motivasi. Metode mengajar. bakat khusus. Pengertian orang tua. sedangkan faktor ekstern meliputi keadaan keluarga. agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja kurikulum mata pelajaran Dasar Komputer harus disesuaikan dengan kurikulum saat ini. Perhatian.2003 : 54-72). Pendahuluan Pada hakikatnya di dalam belajar senantiasa ada rintangan dan hambatan yang akan mempengaruhi hasil belajar siswa. dan faktor XI diberi nama Lingkungan Belajar. Cara orang tua mendidik. Kesulitan belajar yang berasal dari faktor internal siswa antara lain kondisi kesehatan.

5) 20 siswa 18 siswa 12 siswa 18 siswa 23 siswa 17 siswa 17 siswa Jumlah siswa 24 siswa 24 siswa 23 siswa 24 siswa 23 siswa 24 siswa 24 siswa Sumber: Dokumen guru mata pelajaran TIK SMP Negeri 1 Ungaran Dari data tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang memiliki nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu sebesar 25 % dari 166 siswa. Berikut data dari$ hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas VIII SMP Negeri 1 Ungaran : Tabel Hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK Siswa Kelas VIII Kela s VIII A VIII B VIII C VIII D VIII E VIII F VIII G Nilai dibawah KKM (< 7. S. dengan ditandainya hambatan-hanbatan tetentu untuk mencapai hasil belajar. penulis mendapat daftar nilai TIK siswa kelas VIII dari guru TIK yakni Bapak Yubaidi. sehingga pihak sekolah harus mengadakan ujuan remidi. agar siswa tersebut memiliki nilai sesuai kriteria ketuntasan minamum (KKM) yang berlaku yaitu 7. Berkaitan dengan latar belakang masalah tersebut diatas. maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul tentang FAKTOR -FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 UNGARAN. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Faktor – faktor belajar adalah peristiwa belajar yang terjadi pada diri Faktor faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada pokoknya dapat digolongkan menjadi dua faktor (Slameto. Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk mencari faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa. maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran ? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran Kesulitan Belajar Kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses anak didik yang tidak dapat belajar dengan sebagaimana mestinya.5.5) 4 siswa 6 siswa 11 siswa 6 siswa 7 siswa 7 siswa Nilai diatas KKM (> 7.Kom. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya. 2003 : 54-72).Dari hasil observasi awal di SMP N 1 Ungaran pada tanggal 10 Januari 2010. Dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa ada 41 siswa dari 166 siswa yang memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) dalam ujian semester ganjil. 67 .

penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : a. keadaan gedung dan tugas rumah. Dokumentasi c. Bakat. Kematangan. Perhatian. 2. Alat pelajaran. a. Faktor ekstern. adalah faktor-faktor yang ada di luar individu. Minat. Faktor masyarakat. Tugas rumah. Teman bergaul. Kuesioner (angket) b. meliputi : cara orang tua mendidik. alat pelajaran. meliputi : metode mengajar. Perhatian orang tua. Faktor jasmaniyah. Kurikulum .88 Jasmaniah dan Pendukung belajar Komunikasi dan 6. b. faktor sekolah dan faktor masyarakat. kurikulum. teman bergaul. Suasana rumah. Keadaan gedung. Lingkungan tetangga. Faktor Diri Siswa (Intern) Kesehatan. Relasi guru dengan siswa. meliputi : intelegensi.78 Orang tua mendampingi belajar Keharmonisan keluarga I Penghasilan orang tua Pemberian motivasi Durasi pelajaran TIK Pemahaman pelajaran TIK Kondisi jasmani I Minat TIK I Pemberian tugas oleh guru lingkungan tempat tinggal I Fisik yang kurang sempurna 8. Cacat Tubuh. suasana rumah. perhatian. Aktivitas dalam masyarakat Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. waktu sekolah. baik yang berasal dari dalam siswa (intern) maupun yang berasal dari luar diri siswa (eksternal). pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. motif. Mass media. relasi guru dengan siswa. relasi antara anggota keluarga. Relasi siswa dengan siswa. relasi siswa dengan siswa. bakat.81 68 . Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar. minat. Keadaan ekonomi keluarga. b. kematangan dan kesiapan. kegiatan sosial dan bentuk kehidupan masyarakat. Motivasi. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran TIK. Faktor intern. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Hasil Analisis Faktor N O INDIKATOR MUATA N FAKTOR PENAMAAN FAKTOR Keluarga 32.1. meliputi : kesehatan dan cacat tubuh. Intelegensi. Faktor sekolah. adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar yang meliputi : a. Faktor keluarga.meliputi : mass media. Metode mengajar. Hubungan antar anggota keluarga. Kesiapan b. c. Faktor Luar Siswa (Faktor Ekstern) Cara orang tua mendidik anaknya. Faktor psikologis. meliputi : a. Faktor lingkungan sekolah. Waktu sekolah. dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu : faktor keluarga. keadaan ekonomi keluarga. Latar belakang kebudayaan.

79 Pergaulan 4. Waktu sekolah.16 2. faktor II diberi nama Jasmaniah dan Pendukung belajar. Relasi siswa dengan siswa. Keadaan gedung. Lingkungan tetangga. Pengertian orang tua.44 Kemampuan dan Minat 4. Cara orang tua mendidik. Hubungan antar anggota keluarga. Latar belakang kebudayaan. Tugas rumah. Faktor IX diberi nama Intelegensi. Minat. faktor III diberi nama Komunikasi dan Relasi.22 Kesehatan 3. yaitu faktor I yang diberi nama Keluarga. Bakat. Intelegensi. faktor VIII diberi nama Kebutuhan. Faktor X diberi nama Gedung dan Peralatan Sekolah. Motivasi. Ternyata terbagi dalam 11 (sebelas) kelompok faktor. Alat pelajaran.Komposisi pelajaran TIK Komunikasi guru pada siswa Hubungan siswa dengan siswa Kondisi ruangan Tidak Membolos saat pelajaran Tulisan rapi Aktif bertanya saat pelajaran I Tidak terlambat saat V pelajaran Metode mengajar guru Materi sesuai dengan waktunya Menyiapkan keperluan sekolah V Teman bergaul Guru memperhatikan siswanya Mengkonsumsi makanan V bergizi I Perhatian orang tua Bakat V Guru memberikan II kesempatan Media pengajaran V Kebutuhan belajar siswa III Peralatan praktek baik I Kemampuan intelegensi X Mengikuti kegiatan kursus Peralatan praktek lengkap X Gedung dalam kondisi baik X Suasana rumah I Minat siswa pada TIK Sumber : Data primer yang diolah II Relasi 6. dan faktor V diberi nama Pergaulan. dan faktor XI diberi nama Lingkungan Belajar.95 Media pengajaran 3. faktor VII diberi nama Media pengajaran. Suasana rumah. Perhatian.82 Kebutuhan Intelegensi Gedung dan Peralatan Sekolah Lingkungan Belajar Berdasarkan hasil analisis faktor menggunakan program bantu SPSS seperti yang telah di uraikan di atas. Cacat tubuh. Kurikulum. 69 . menunjukkan bahwa dari 48 (empat puluh delapan) indikator yang diindikasikan dapat mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ungaran yang terdiri dari faKtor Kesehatan. faktor IV diberi nama Kemampuan dan Minat. Relasi guru dengan siswa. Keadaan ekonomi keluarga. Teman bergaul. Kesiapan. Aktivitas dalam masyarakat. Metode mengajar.87 3. Mass media. faktor VI diberi nama kesehatan. Kematangan.91 2.

82%). Kesehatan (4.95 Kesehatan 4.79%).22%) .78 2 41. Gedung dan Peralatan Sekolah (2.90 Media pengajaran 3.87 9 74. Kemampuan dan minat (6. Kebutuhan (3.Komunikasi dan Relasi (6. pemberian motivasi.87%).68 Lingkungan Belajar 2. Media pengajaran (3. penghasilan orang tua. Intelegensi (3.81 4 54. Jasmaniah dan Pendukung belajar (8.86 Gedung dan Peralatan Sekolah 2. 2.44 5 59.44%). Pergaulan (4.95 8 71.5 Tabel Hasil faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa N Nama Faktor Persentase Persentas o dari Varian e Kumulatif 1 32.78 Keluarga 32.92 Kemampuan dan Minat 6. keharmonisan keluarga.77 Kebutuhan 3.16 %).72 Pergaulan 4.48 Komunikasi dan Relasi 6.78%).95%).66 Jasmaniah dan Pendukung belajar 8.81%).79 6 63.78 % yang terdiri dari orang tua mendampingi belajar.91 0 1 80. Dari hasil analisis faktor terdapat 11 (sebelas) faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Teknologi informasi dan komuni di SMP N 1 Ungaran.Untuk mengetahui besarnya faktor kesulitan belajar siswa yang paling dominan dapat dilihat melalui analisis deskriptif menggunakan eigenvalue dari persentase varian yang tampak pada tabel 4.94 Intelegensi 3.22 7 67. yaitu : Keluarga (32.16 1 77. durasi pelajaran TIK 70 . Hasil perhitungan analisis faktor menunjukkan bahwa dari faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi diperoleh faktor yang dominan yaitu Keluarga yakni dengan persentase sebesar 32.88%) .88 3 48. Lingkungan Belajar (2.82 1 Sumber : Data primer yang diolah Simpulan Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1.91%).

Respon siswa saat meggunakan media audio visual program macromedia sangat positif.73. prosedur. Bagui. Ho ditolak ini berarti . Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis. Hasil belajar mengetik sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash rata-rata 66. Dengan perkembangan zaman sekarang yang semakin canggih. yaitu media. in greater retention and improved learning ( Ellis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. teknologi dipercaya mampu memberikan mekanisme penyampaian paling baik untuk mencapai sasaran peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan. taste. Teknologi pengajaran merupakan bagian dari teknologi pendidikan. yaitu nilai t hitung = -23. Variabel bebasnya adalah pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. and text. thereby necessitating that it be under the control of a computer. resulting. Manusia menerima data melalui banyak saluran. 1998:2. yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. Persentase skor sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash adalah sebesar 72% dan saat menggunakan media sebesar 86%. juga sentuhan. berjumlah 80 siswa. persentase sebelum menggunakan media sebesar 70%.16%.32. including audio and visual channels ( Paivio. Sedang hasil analisis uji-t diperoleh hasil. dan angket. Human receive data through multiple channels. dan Mengetik. observasi. 1969:2) as well as touch. Hal itu di dasarkan atas konsep bahwa pengajaran adalah bagian dari pendidikan. Pendahuluan Peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan merupakan masalah yang selalu menuntut perhatian. 1. Aktivitas siswa saat menggunakan media audio visual program macromedia flash. namun sebenarnya pengaruh terhadap hasil pembelajaran masih belum jelas. and motion graphics ( visual) ( Tannenbaum. dan saat menggunakan media menjadi 90%. gagasan. tes. peralatan. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling sensus. dan organisasi serta pengolahan cara-cara pemecahan masalah-masalah pendidikan yang terdapat di dalam situasi-situasi belajar yang bertujuan dan disengaja. Multimedia is most commonly defined as the use of at least two of these elements: sound ( audio).05 dan sesudah menggunakan media meningkat menjadi 76. Besarnya peningkatan persentasi dari pre-test ke post-test adalah sebesar 16. Daniels. Teknologi pengajaran merupakan satu himpunan dari proses terintegrasi yang melibatkan manusia.KOMPARATIF PEMBELAJARAN MENGETIK SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PROGRAM MACROMEDIA FLASH PADA SISWA KELAS X PEMASARAN DI SMK NEGERI 9 SEMARANG Abstrak Sri Sukariyah Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. Media Audio Visual Program Macromedia Flash. Walaupun perkembangan teknologi yang menunjang pendidikan begitu cepat. Hasil penelitian analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru menggunakan media audio visual program macromedia flash. termasuk saluran audio dan visual ( Paivio. terdapat perbedaan nilai rata rata pre-test dan nilai rata-rata post-test. 2004:2. dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. i. Multimedia pada umumnya didefinisikan sebagai 71 . dan rasa. This interactive component must allow the learner to interact with the material in such a way as to control the outcome of the presentation. 1994:2). media. Tannenbaum ( 1998:2) posits that multimedia must include an interactive component. 1998:2). still graphics. there will be eddition reinforcement. 1969:2). Kata Kunci : Pembelajaran. The importance of multiple channels for delivery of educational content can be found in the theory of multi-channel communication which confirms that when information is presented by more than one channel.e.

50%). Pembelajaran tersebut belum dikatakan optimal karena pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Multimedia dapat menyampaikan pesan dalam bentuk audio dan visual. yang mengakibatkan lebih lamanya informasi diingat dan perbaikan pembelajaran ( Ellis. 17 siswa ( 42. tanggapan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. grafis diam. Secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat dari suatu tayangan setelah 3 jam kemudian. selama ini kurang memanfaatkan penggunaan media. yaitu pada kegiatan belajar mengajar pelajaran mengetik kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. Tabel 1. Padahal menurut Sudjana ( 2009:2) “ media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya”. Daniels. sedangkan pada ulangan II. Berdasarkan observasi awal bahwa pemahaman konsep yang dicapai siswa di SMK Negeri 9 Semarang pada program keahlian pemasaran.50 22. dan teks. dan guru menjelaskan hanya dengan metode konvensional dengan menggunakan buku teks wajib.50 Jumlah 80 18 45% 17 % Sumber: data nilai ulangan harian siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang yang sudah diolah. dan grafis bergerak ( visual) ( Tannenbaum.1 menjelaskan hasil observasi data nilai siswa yang masih mendapatkan nilai dibawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) menunjukkan ulangan I. Walaupun sekolah tersebut sudah tersedia LCD ( Liquid Crystal Display) dan komputer. kinerja guru. Adapun tabel nilai siswa pada tahun 2009 pada ulangan pertama dan ulangan kedua seperti berikut : Tabel 1. 1 Rumusan Masalah Apakah ada perbedaan hasil belajar mengetik. sehingga komponen ini perlu dikendalikan oleh komputer. 72 . 1. 1998:2. 2004:2. Media audio visual mampu membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka melihat dan mendengar walaupun hanya sekali ditayangkan.50 40 7 8 20% Pemasaran 1 % X 27. Komponen interaktif ini harus memungkinkan pelajar untuk berinteraksi dengan materi untuk itu siswa dapat mengendalikan hasil dari presentasi. Pentingnya banyak saluran bagi penyampaian muatan pendidikan dapat ditemukan didalam teori komunikasi multi-saluran yang memberikan konfirmasi bahwa jika informasi disampaikan dengan lebih dari satu saluran. Menurut Tannenbaum ( 1998:2) mengusulkan bahwa multimedia harus melibatkan suatu komponen interaktif. akan terjadi penguatan tambahan. 1998:2). 2005:2). 1994:2). 1 Data nilai ulangan I dan II siswa kelas X Pamasaran 2009 : Jumlah Jumlah siswa siswa Jumlah bernilai di Prosent bernilai di Prosent Kelas siswa bawah ase bawah ase KKM KKM (ulangan I) (ulangan II) XP X 17.50 40 11 9 Pemasaran2 % % 42. Bagui. dari hasil data nilai diatas belum mendapatkan hasil yang memuaskan. untuk pembelajaran mengetik dikatakan belum optimal. dan 65% setelah 3 hari kemudian ( Dudung/ upload. tetapi guru tidak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk proses pembelajaran. ada beberapa siswa yang nilainya masih di bawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 71. Berdasarkan observasi awal dapat diketahui adanya kesenjangan kesenjangan antara teori dan kenyataan.penggunaan setidaknya dua dari elemen-elemen diatas: suara ( audio). Pengemasan materi pembelajaran dalam bentuk tayangan-tayangan audio visual mampu merebut 90% saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. aktivitas siswa. 18 siswa ( 45%). Hal ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa baik dari ulangan pertama dan ulangan kedua.

“ pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan. Bagi peneliti dapat memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran menggunakan media audio visual program macromedia flash. khususnya pada aspek pembelajaran mengetik dengan menggunakan media audio visual program macromedia flash. “ Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar” ( Anni. 2. 2. aktivitas siswa. sikap. 1. c. mengatur kegiatan intelektual. tahap fiksasi. Tahap-tahap Belajar Keterampilan ( Hamalik. 2006:295). tahap otonom terdapat peningkatan kecepatan melakukan keterampilan-keterampilan yang berdaya guna untuk memperbaiki kecermatan di mana tidak terjadi lagi kekeliruan. dan sikap” ( Mudjiono. keterampilan motorik. pola-pola tingkah laku yang betul dilatih sampai tidak terjadi lagi kekeliruan. 3 Pengertian Hasil Belajar Proses pembelajaran akan memberikan suatu perubahan pada siswa yang bisa dilihat dari hasil belajarnya. yakni menunjukkan rangkaian respons motorik. kinerja guru. informasi verbal. dan mengorganisasi rangkaian respons menjadi pola-pola respons yang kompleks. 2009:55) mengemukakan ada lima tipe hasil belajar yakni : a. menarik dalam mengikuti pembelajaran mengetik. c. b. Keterampilan memiliki tiga karasteristik. melibatkan koordinasi gerakan tangan dan mata. d. Bagi guru sebagai media pembelajaran baru untuk mempermudah guru dalam proses belajar mengajar. 2 Pengertian Pembelajaran Situasi belajar diperoleh dari proses pembelajaran. dan dapat memberikan hasil belajar yang baik. 1 Pengertian Belajar Belajar bukan hanya mengingat. perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar” (Mudjiono. 2007:138) : a. keterampilan. 2006:5). sehingga akan ada nuansa baru dalam pembelajaran. tahap kognitif. 3 Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. 2006:157). “ Keterampilan motorik adalah serangkaian gerakan otot untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil” ( Hamalik. Pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat 73 . 4 Pengertian Media Pembelajaran “ Kata media berasal dari bahasa latin Medius yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. e. tanggapan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. b. Terdapat beberapa pendapat mengenai hasil belajar. Bukti Empiris 2. “ belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan. Kemahiran intelektual ( kognitif). 2007:138). 2. 2 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mengetik. siswa berusaha mengintelektualkan keterampilan yang akan dilakukan. 2.1. Pendapat Gagne ( dalam Sudjana. Manfaat Praktis Bagi siswa terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Visual diam yang diproyeksikan 1) Proyeksi opaque ( tak-tembus pandang). media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwaperistiwa dilingkungan mereka. 4) majalah ilmiah. berkala. Media berbasis mikroprosesor : 74 . f. teks terprogram. 2) multi-image. cartridge. papan-bulu. g. 2) televisi. diagram. Visual dinamis yang diproyeksikan : 1) Film. Permainan : 1) Teka-teki. 3) permainan papan. ruang. 4) pameran. Penyajian multimedia : 1) Slide plus suara ( tape). 2) kuliah jarak jauh. b. Realia : 1) Model. 3) video. Pilihan Media Tradisional : a. 3) workbook. 2) simulasi. boneka). Cetak : 1) Buku teks. atau elektronis untuk menangkap kembali informasi visual atau verbal”. 3) chart. Audio : 1) Rekaman piringan. 2) modul. 3) manipulatif ( peta. b. h. antara lain : a. 4) filmstrips. maka media itu disebut media pembelajaran ( Arsyad. 2) specimen ( contoh). 2) pita kaset. media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. e. interaksi yang langsung antara siswa dan lingkungannya. 2) foto. d. c. 2002:33-34) dibagi ke dalam dua kategori luas yaitu : 1. photografis. dan waktu. Pengelompokan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi menurut Seels dan Glasgow ( dalam Arsyad. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minatnya. c. 5) lembaran lepas ( hand-out). serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung. 2) proyeksi overhead. 2002:26-27). poster. 2. media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran. papan info. reel. grafik. Sedangkan manfaat media ( Arsyad. 2002:3-4). Visual yang tak diproyeksikan : 1) Gambar. b.grafis. Media berbasis telekomunikasi : 1) Telekonferen. 3) slides. Pilihan Media Teknologi Mutakhir : a.

2006:2). permainan komputer. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling sensus. Variabel terikat ( Y) : Hasil belajar mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. baik sebelum maupun sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash. 7 Pengertian Mengetik “ Mengetik adalah pekerjaan yang hampir terdapat pada semua bilang. interaktif. Metedologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang yang berjumlah 80 siswa. serta untuk memperoleh data nilai mengetik tahun sebelumnya. baik itu organisasi pemerintah ataupun itu organisasi kepartaian maupun organisasi yang lain” ( Sularso. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). 2006:124). compact ( video) disc. saat proses belajar. 2. 3. 2 Metode Pengumpulan Data 1) Metode dokumentasi Metode ini dilakukan untuk memperoleh data nama peserta didik yang termasuk dalam populasi dan sampel penelitian. hypermedia. 3. 3) Metode observasi Untuk mengamati seberapa besar kinerja guru dan aktivitas siswa.1) 2) 3) 4) 5) 6) 2. Cara mengetik sederhana yang banyak kita kenal adalah cara mengetik dengan menggunakan dua jari. 2. Cara ini sebenarnya kurang baik dan tidak efisien jika dibandingkan dengan mengetik yang menggunakan sistem 10 ( sepuluh) jari buta. 6 Program Macromedia Flash “ Flash Professional 8 adalah program animasi berbasis vektor yang sangat populer dan paling banyak digunakan saat ini untuk membuat animasi dan aplikasi web profesional yang dinamis dan interaktif” ( Chandra. 1984:1). sistem tutor intelijen. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik ( Djamarah. Hipotesis Hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 9 Semarang. data yang terkait untuk mengajar mengetik ( silabus. 3. 5 Computer-assisted instruction. Pengertian Media Audio Visual “ Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar”. 2) Metode tes Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar. 4) Metode Angket atau Kuesioner (Questionnaires) Angket digunakan untuk memperoleh informasi dari penerapan media pembelajaran audio visual program macromedia flash dalam mengetik. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono ( 2008:85) teknik ini digunakan jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. yaitu dengan menggunakan kedua jari telunjuk. 75 . 1 Variabel Penelitian Variabel bebas ( X) : Pembelajaran mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash.

000 40 1 40 . s22 = Varians sampel 2. s2 = Simpangan baku sampel 2. 2) Tahap tindakan. 2008:58).05. Sedangkan rumus untuk menghitung t-test adalah : Keterangan : = Rata-rata nilai sampel 1. 3. Correlations Soal1 Soal1 Pearson Correlation Sig. Hasil analisis reliabilitas menggunakan SPSS 16 for windows sebesar 0.01 level (2-tailed). r = Korelasi antara dua sampel ( Sugiyono.000 N 40 **.859** .000 dan batas kesalahan sebesar 0.\ 76 .000 < 0. 3 Jenis dan Prosedur Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Correlation is significant at the 0. 4 Teknik Analisis Perangkat Tes Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. (2-tailed) 40 . s1 = Simpangan baku sampel 1. Karena taraf signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu sebesar 0. Analisis t-test Rumus untuk menghitung simpangan baku adalah : ( Sugiyono. = Rata-rata nilai sampel 2. 3. 5 Teknik Analisis Data 1.3.05 maka soal evaluasi tersebut reliabel. yang mempunyai 2 siklus dengan tahapan-tahapan : 1) Tahap perencanaan. (2-tailed) N Soal2 Pearson Correlation Sig. s12 = Varians sampel 1. 3) Tahap observasi.859 dengan taraf signifikansi sebesar 0. 4) Tahap refleksi.859 ** Soal2 1 . Reliabilitas teknik yang digunakan dalam pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah tes ulang ( test-retest). 2008:122).

Ha : 3 0. 4. Hasil Empiris 1. Deviation 6. 77 . Tabel 4. Tabel 4. 3 Paired Samples Test. Error Mean . Pai Siklus1 & Siklus2 80 . 2009:59). = Depkriptif Persentase. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama yaitu siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang.000.000 r1 Sumber: Data primer diolah. Hipotesis : Ho : 3 = 0 Tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang. Tabel paired samples correlations di atas diperoleh hasil korelasi = 0. Hasil tabel paired sample statistics di atas.73 dengan deviasi 4. dapat diketahui bahwa rata-rata dari siklus I adalah 66. = Nilai yang diperoleh. rata-rata standart deviasi dengan rumus : DP = 100% Keterangan: DP n N x ( Ali dalam Lely. hal ini berarti ada hubungan yang erat antar sampel atau korelasi signifikan secara statistik.39.71465 Siklu 76.59. = Jumlah seluruh nilai. Analisis uji –t Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired.769 . Ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash dalam pembelajaran mengetik pada siswa kelas X Pemasaran SMK Negeri 9 Semarang.05 yaitu 0.51366 s2 75 Sumber: Data primer diolah. sedangkan rata-rata dari siklus II adalah 76.39204 Std. tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau dengan menggunakan alpha 5%.05 00 N 80 Std. 1 Paired Sample Statistics. Analisis Deskriptif Prosentase Penelitian ini akan menggunanakan tabel statistik yang menunjukkan angka kisaran teoritis dan sesungguhnya. 2010.05 dengan deviasi standar 6.73 80 4. 2 Paired Samples Correlations. 2010. Tabel 4.2. Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Kriteria pengambilan keputusan.59428 . Paired Samples Statistics Mean Pai r1 Siklu s1 66. Dari rata-rata tersebut dapat dilihat ada peningkatan hasil belajar mengetik dari siklus I ke siklus II.769 dengan signifikansi kurang dari 0.

5. 78 . Baharuddin dan Wahyuni . Suharsimi. Media Pembelajaran. persentase sebelum menggunakan media sebesar 70%.Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper t S ig. Catharina. Aktivitas siswa saat menggunakan media audio visual program macromedia flash. Psikologi Belajar. tanggapan siswa yang positif. dan saat menggunakan media menjadi 90%. Hasil thitung menghasilkan nilai sebesar -23. Persentase skor sebelum menggunakan media audio visual program macromedia flash adalah sebesar 72% dan saat menggunakan media sebesar 86%. Jakarta: Rineka Cipta. Skripsi. 2006.06875E1 6 826 11.09. 7 Jam Belajar Interaktif Flash Profesional 8 Untuk Orang Awam.00. Djamarah. 2009. 1 Siklus 1. maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus I ke siklus II adalah 2. terdapat peningkatan aktivitas siswa. Strategi Belajar Mengajar. A. www.06.322 9 000 2 Sumber: Data primer diolah. Lely. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Dahlia. Universitas Negeri Semarang. 2010. dengan deviasi standar 4. karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0. Arikunto. Palembang: Maxikom.2006. Respon siswa saat meggunakan media audio visual program macromedia sangat positif. 2002. Gregory. James McKee. (2d taile f d) Mean Std Std. Jakarta: Rineka Cipta.. Hasil dari tabel paired samples test diperoleh siklus I dan siklus II adalah -1. Prosedur Penelitian.59963 9. Krippel. . Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Daftar Pustaka Anni. Multimedia use inhigher education: promises and pitfalls. Teori Belajar dan Pembelajaran. Chandra . Arsyad.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai mengetik sebelum dan sesudah menggunakan media. Kesimpulan Ada perbedaan hasil belajar mengetik.aabri. (13 Maret 2010).45 7 . Tri. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2008.com/manuscripts/09329pdf. 2006.32 dan signifikansi sebesar 0. terdapat peningkatan kinerja guru. Azhar. sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual program macromedia flash.0987 .77537 23. Semarang : Unnes Press. 2006. Nilai rata–rata siklus II lebih tinggi dibanding nilai rata-rata siklus I. Deskrptif prosentase Hasil penelitian analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru menggunakan media audio visual program macromedia flash. and Janette Moody. 6. Error Deviation Mean P Sik air lus1 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII program keahlian akuntansi di SMK negeri 3 Jepara Tahun Ajaran 2008/2009.

Excel dan SPSS. Iwan. Jakarta: Rineka Cipta. Narbuko dan Achmadi.com/2008/02/e-learning-merupakan-inovasi-pendidikan.Mudjiono dan Dimyati. Marimin. 1984.html. Nana dan Rivai. 2006. Santosa. Mengetik Dengan Sistem 10 ( Sepuluh) Jari .blogspot. 2004. E-learning Merupakan Inovasi Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran Fisika. 2003. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Jakarta: Bumi Aksara. Statistika Dalam Penelitian. Muhibbin. 2007. Syah.2008. Teknologi Pengajaran. Somantri. 2006. 2009. 2009. Bandung: Alfabeta. Bandung: Armico. 2005 . 2007. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Samsudin. Ating dan Muhidin Sambas Ali. Pengetahuan Mengetik SMK. dan Ashari. Psikologi Belajar. ( 10 Mei 2010). Bandung: Sinar Baru Algensindo. Budi Purbayu. http://pendidikansains. Setiawan. Jakarta: Rineka Cipta. Slameto. Nana. Sugiyono . Evaluasi Pendidikan. Sukardi. Metodologi Penelitian. 79 .Yogyakarta: Liberty. Belajar dan Pembelajaran. A. Sudjana. dan Muhsin. 2008. Sularso. Pustaka Setia. Analisis Statistik dengan Microsoft. Bandung: CV. Yogyakarta: ANDI. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. 1994. Sudjana. Jakarta: Bumi Aksara. Statistika Untuk Penelitian.

rapat-rapat penting. dituntut untuk bisa lebih melatih keterampilan siswa. dan angket. wacana atau reportase. Hasil penelitiannya adalah terdapat perbedaan nilai rata-rata dari siklus I dan nilai rata-rata siklus II. Stenografi merupakan kompetensi wajib bagi siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan AP (Administrasi Perkantoran). dan untuk mengetahui tanggapan siswa saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. dan pada siklus II menjadi 86%. karena persentase siklus I adalah sebesar 70%. setiap kali manusia berinteraksi dengan lingkungan (stimulus). Kemajuan teknologi saat ini. Pendahuluan Pendidikan yang semakin berkembang dengan adanya kemajuan teknologi dan era globalisasi sekarang ini. semua siswa memberikan tanggapan yang sangat positif. maka akan membuat siswa kalah bersaing di dunia nyata. Persaingan yang semakin ketat. Penting bagi pengajar sebagai fasilitator untuk memilih dan menyajikan bahan-bahan dengan menggunakan stimulus yang dapat menarik minat belajar siswa. tes. Tanggapan siswa saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ adalah sangat positif. yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. dan manusia akan mereaksinya (memberi respon). Besarnya peningkatan persentase dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 23. Berdasarkan observasi awal bahwa pemahaman konsep yang dicapai siswa di SMK Widya Praja Ungaran. Media Audiovisual „Filmstrip‟. observasi. Kata Kunci : Pembelajaran. apabila tidak diimbangi dengan pendidikan yang memadai. Aktivitas belajar manusia akan berlangsung terus menerus sepanjang waktu. Menurut Skinner dalam Catharina (2006:20-21) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku. Sebagai suatu proses. Namun tulisan stenografi sekarang masih relevan. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis. Kinerja guru dan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih baik daripada ssebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Kesimpulannya adalah bahwa terdapat perbedaan hasil belajar stenografi antara sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.Komparasi Pembelajaran Stenografi Dasar Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Audiovisual ‘Filmstrip’ Pada Siswa Kelas XI AP di SMK Widya Praja Ungaran Abstrak Wardah Rizqi Tourviana Makalah ini berisi tantang salah satu cara untuk meningkatkan perhatian belajar siswa adalah dengan pemberian stimulus dengan penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar. tachograph. Apalagi bagi siswa SMK jurusan AP.19%. untuk penulisan suatu risalah atau pidato. dalam kegiatan belajar dibutuhkan waktu sampai mencapai hasil belajar.00. dan Stenografi. Aktivitas siswa pada siklus II juga lebih baik. Dari analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru pada siklus II lebih baik dengan persentase 88% dibandingkan siklus I sebesar 78%. dan hasil belajar itu berupa perilaku yang lebih sempurna dibandingkan dengan perilaku sebelum melakukan kegiatan belajar. Ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa banyak yang nilainya masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 7. Dari angket. siswa dituntut untuk terampil menulis cepat secepat pembicaraan. pada kompetensi Mencatat Dikte Untuk Mempersiapkan Naskah (Stenografi) dikatakan belum optimal. Hasilnya pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih baik daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Stimulus yang digunakan bisa berupa media pembelajaran. tacothype dan sejenisnya. Bisa dilihat dari tabel nilai seperti berikut: 80 . untuk mengetahui bagaimana kinerja guru dan aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Dictaphone. dan lain-lain dapat menggunakan alatalat seperti tape recorder. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan teknik pengambilan data adalah dokumentasi.

34 14 12 AP 1 18% 29% XI 34. Untuk mengetahui kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. yang diolah) Media audiovisual yang digunakan adalah CD interaktif. digunakan untuk menyerap informasi itu 81 . 2. 2006:9). Bagaimana aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 4. 38 13 11 AP 2 21% 95% Ju 37. dapat dilihat di layar monitor atau ketika diproyeksikan ke layar lebar melalui overhead projector. 4. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. Apakah ada perbedaan hasil belajar Stenografi dasar sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 2. 3. dan dapat didengar suaranya. Bagaimana kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran? 3. 35.1 Data Nilai Siswa Ju Jumlah siswa di Jumlah siswa di Kel mlah bawah KKM (tugas % bawah KKM (ulangan % as siswa I) I) XI 41. 28. dilihat gerakannya (video atau animasi). Pesan atau isi pelajaran disimpan dalam bentuk filmstrip untuk mengajar huruf-huruf dasar pada penulisan huruf stenografi dengan sistem karundeng disertai dengan gambar-gambar yang disesuaikan dengan abjad serta contoh penulisan gabungan dari beberapa huruf. Landasan Teori Pembelajaran Pengertian pembelajaran menurut teori neobehavioristik yaitu upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan supaya terjadi hubungan lingkungan dengan tingkah laku pembelajar (Sugandi. 31. Untuk mengetahui tanggapan siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran terhadap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar. Rumusan Masalah 1. Dengan gambar-gambar tersebut siswa diharapkan dapat mengerti huruf-huruf stenografi.Tabel 1. Informasi akan mudah dimengerti karena sebanyak mungkin indera. Untuk mengetahui aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran. Bagaimana tanggapan siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Widya Praja Ungaran terhadap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar? Tujuan 1. terutama telinga dan mata. Media Audiovisual „Filmstrip‟ Informasi yang disajikan melalui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup. Juga diiringi dengan iringan musik yang dapat memberi stimulus siswa. 72 27 23 mlah 50% 94% (Sumber : Data nilai siswa kelas XI AP SMK Widya Praja 2009.

dan angket. jawaban B diberi skor 4. jawaban C diberi skor 3. observasi. Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired. Untuk angket digunakan skala likert dengan modifikasi. maka penelitian ini disebut penelitian populasi (Arikunto. Metode dokumentasi menggunakan data sekunder digunakan untuk mendapatkan data nama siswa dan data nilai Stenografi tahun 2009. dan jawaban E diberi skor 1. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran yang berjumlah 70 siswa. Dengan kata lain berarti menulis steno adalah menulis dengan huruf-huruf singkat (pendek) (Mulyono. Penentuan skor dari jawaban responden adalah untuk jawaban A diberi skor 5. 2009:170-172). Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup (Arsyad.(Arsyad. dan angket digunakan sebagai data primer berdasarkanpenelitian yang dilakukan bulan Juli 2010. Hasil Analisis t-test (uji-t) Analisis t-test ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah ditentukan. jawaban D diberi skor 2. Stenografi Stenografi yang berasal dari bahasa yunani mempunyai arti : stenos berarti singkat dan graphein berarti menulis. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama. 2009:49). 2006:130). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ (konvesional) dan pembelajaran stenografi pada saat menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. 82 . apakah ada perbedaan hasil belajar stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Jadi stenografi berarti menulis singkat (shorthand). Kerangka Berpikir Pembelajar an Sebelum Menggunakan Media Audiovisual Pembelajar ‘filmstrip’ an Sesudah Menggunakan Media Audiovisual ‘filmstrip’ Apakah hasil belajar siswa setelah menggunakan media Audiovisual ‘filmstrip’ lebih baik dibandingkan dengan Pembelajaran Sebelum Menggunakan Media Audiovisual ‘filmstrip’ Siswa Kelas XI AP 1 Hasil Belajar Dibandingka n Hasil Belajar Gambar Kerangka Berpikir Hipotesis Hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran. 1993:1). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan empat metode penelitian yaitu metode dokumentasi. tes. sedangkan hasil tes. observasi. Karena jumlah populasi kurang dari 100.

33 air 1 Siklus II 1.92770 Siklus 87.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media .615 dengan signifikansi kurang dari 5% atau 0. dapat diketahui bahwa mean dari siklus I adalah 71. sedangkan mean atau rata-rata dari siklus II adalah 87.114 N 70 Std.000.307. Ha : 3 0. Nilai rata –rata siklus 2 lebih tinggi dibanding nilai rata rata siklus 1.615 . maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus adalah Deskriptif Persentase 83 .16113 7. Error Lowe Deviation Mean r Upper Mean t f 9 Sig.81330 12. d(2tailed) 6 0 . Karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0.0001 dengan t hitung sebesar – 12. Siklus I & 70 .307 Sumber (Data primer diolah.76167 Std.600 70 II 0 Sumber (Data primer diolah. Mean Error 1. Ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran.05 (batas kesalahan) dan signifikasi 0. Sedangkan tabel paired samples correlations di atas diperoleh nilai korelasi = 0.000 Siklus II Sumber (Data primer diolah.Tabel Paired Samples Statistics Mean Pair 1 I Siklus 3 71.69258 . 2010) Hipotesis : Ho : 3 = 0 Tidak ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran Stenografi dasar pada siswa kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja Ungaran. 2010) Tabel Paired Samples Correlations N Pair 1 on Correlati Sig.15813 13. hal ini berarti nilai siklus I siswa berhubungan positif dengan nilai siklus II siswa. Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau ( ) = 0. Std. 2010) Tabel paired sample statistics di atas.207 1. Tabel Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Std.05 yaitu 0. Deviation 14.6000.64857E1 84 959 19.1143. Dari rata-rata tersebut dapat dilihat ada peningkatan hasil belajar stenografi dari siklus I ke siklus II.00 P Siklus I – 11.

persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 88% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Overload on one sense modality causes tiredness and reduced attention.14% b. persentase aktivitas siswa adalah sebesar 86% sehingga termasuk dalam kategori sangat tinggi. Yang berarti setelah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ kinerja guru menjadi meningkat dari sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. dapat dilihat bahwa ada peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi sebesar 16%. dan angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran stenografi dengan menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. maka suara mampu menciptakan efek strukturisasi dan menarik perhatian pengguna terhadap elemen-elemen penting dalam gambar.14% berpredikat belum kompeten.Sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 62. A combination of these modalities enables a media selection with less cognitive load. Belum kompeten B. Aktivitas Siswa 70% . aktivitas siswa dalam pembelajaran stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟. Karena media sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran berfungsi meningkatkan peranan strategi pembelajaran sebab media pembelajaran menjadi salah satu komponen pendukung strategi pembelajaran.” Mengutip dari jurnal Guttormsen (2000). Pada pembelajaran stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. persentase kinerja guru dalam mengelola pembelajaran adalah sebesar 78% sehingga termasuk dalam kategori baik. dikatakan bahwa media kombinasi visual dan pendengaran merupakan kombinasi pemilihan media yang dapat mengurangi beban kognitif. Kompeten 37.Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ Dari hasil sebelum menggunakan media. Kinerja Guru 78% . Sebanyak 70 siswa atau 100% sudah memenuhi KKM atau berpredikat kompeten. the voice can have a structuring effect and attract the user‟s attention to important elements in the picture.Sebelum Menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 88% . yang artinya masih di bawah KKM. sebanyak 26 siswa atau 37. 2009: 15) menyatakan bahwa pemakaian media 84 . Dalam perpaduan suara dan gambar. Pada pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hamalik (dalam Arsyad. Pada pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ C. Hal tersebut sesuai dengan jurnal Guttormsen (2000) “Visual versus auditory. Hasilnya dapat dilihat dari tabel berikut : Aspek yang diteliti Skor dalam persen (%) A. Berdasarkan uraian di atas.Analisis deskriptif persentase terhadap skor yang diperoleh digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar stenografi siswa. Hasil Belajar Stenografi . Hal ini sesuai dengan pendapat Sugandi (2006:30). Keseimbangan antara informasi yang disampaikan dengan audiovisual akan mengurangi beban kognitif. Sedangkan sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟ hasil belajar stenografi siswa meningkat.Sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 86% . kinerja guru.Sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ 100% a. Hal ini berarti bahwa hasil belajar siswa sesudah menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟ lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audiovisual ‟filmstrip‟. A balance between visual and auditory information reduces the cognitive load.86% a. 7 In the combination voice and picture. Kompeten 0% b. persentase aktivitas siswa adalah sebesar 70% sehingga termasuk dalam kategori tinggi. Belum kompeten . Penyampaian yang berlebihan dengan hanya menggunakan satu model bisa menyebabkan kelebihan dan dapat mengurangi perhatian. Pada pembelajaran Stenografi sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟.

Media Instruksional Edukatif. Media Pembelajaran. atau semua siswa bersikap sangat positif. Hand Out. 1. Tanggapan siswa terhadap penggunaan media mendapat tanggapan yang sangat positif dari siswa.2008. 3.pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Gregory. Jakarta : Rineka Cipta.Realibilitas dan Validitas. Arif.Saifuddin. Belajar dan pembelajaran. dkk. A. Dahlia. Kesimpulan Berdasarkan pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Terdapat Perbedaan hasil belajar stenografi antara sebelum dan sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. 1995. dapat dilihat bahwa 100% dari jumlah responden.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Persentase aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. maka siswa memberikan sikap yang sangat positif dalam penggunaan media audiovisual „filmstrip‟. 1993. menganggap bahwa penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dalam pembelajaran stenografi dasar dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Stenografi Sistem Karundeng. Sardiman. Sebanyak 70 siswa yang semuanya dijadikan sebagai responden. 2009. Azwar. Jakarta : PT. 2010) Dari distribusi jawaban di atas. Terdapat peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Lely. 2009. (Accessed 9 January 2010). Sularso. James McKee & Janette Moody. Sadiman. Jakarta : Rineka cipta. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. 2. 2000. Universitas Negeri Semarang. Rineka Cipta. Persentase kinerja guru sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Catharina. Media Pendidikan Pengeertian. Multimedia Use in Higher Education : Promises and Pitfalls. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. (2009: 2). dan Zain. Tri. Semarang : Unnes Press. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. 1997. Ahmad. 2006. Suharsimi. 2006. Rata-rata hasil belajar siswa dalam pembelajaran stenografi sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟ secara signifikan lebih baik dibandingkan rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Arikunto. Jakarta : RajaGrafindo Persada. Krippel. Sehingga dari pembelajaran yang lebih aktif dan bervariasi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program Keahlian Akuntansi di SMK 3 Jepara Tahun Ajaran 2008/2009. 2007. 4. www.M. dan Pemanfaatannya. serta peningkatan hasil belajar stenografi dasar. karena merupakan sebuah media yang baru dalam pembelajaran stenografi sehingga siswa lebih tertarik belajar stenografi. max. Djamarah. Semarang : IKIP Semarang Press.aabri.com/manuscripts/09329pdf. karena sebelumnya belum diajarkan di kelas X. Mulyono. Arsyad. Psikologi Belajar. Tabel Distribusi Jawaban Frekuensi Sikap Tiap Responden Kategori sikap Kategori skor Frekuensi Persentase Sangat positif 40 – 50 70 100% Positif 30 – 40 0 0% Negatif 20 – 30 0 0% Sangat negatif 10 – 20 0 0% Sumber (Data primer diolah. 2007. Azhar. 85 . Strategi Belajar Mengajar. Darsono. Daftar Pustaka Anni. Rohani. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sudjana dkk. Pengembangan. karena guru lebih semangat dan lebih bias menarik perhatian siswa dengan bantuan media audiovisual „filmstrip‟. Skripsi. yang artinya mereka menganggap penggunaan media audiovisual „filmstrip‟ dapat meningkatkan hasil belajar stenografi siswa. 2009. Terdapat peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media audiovisual „filmstrip‟. Hal ini dikarenakan stenografi merupakan hal yang baru diterima siswa. Semarang : FKIS IKIP Semarang.

Stenografi.55. (Accessed 10 January 2010). 86 . Sumaryana. Semarang : UPT Unnes Press. Sissel Guttormsen & Helmut Krueger.pdf.195. Media Pengajaran. Sudjana. Using New Learning Technologies with Multimedia. 2006. Sumantri. Bandung : Sinar Baru Algensindo. 2006. Bandung : Titian Ilmu.pdf_template=1&loginState=2&userData=Gadjah%2BMada%2BUniversity%253Ag adjah%2BMada%2Buniversity%253A124.Schar. 2000. Bandung : Alfabeta. Bandung : Pustaka Setia. 2000. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. Online at U3040. Sumaryati. Sugandi. Bandung : Armico. Statistika Untuk Penelitian. Mencatat Dikte Untuk Mempersiapkan Naskah. Nana dan Rivai Ahmad. Asep dan Sumpena Nana. Sugiyono. Yeti dan Ratu Evi Zulfikar. 2009. 2004. Teori Pembelajaran. A. Ating dan Ali Muhidin Sambas. 2008.

Dari komputer yang tadinya merupakan komputer milik segelintir pemakai dengan kemesteriusannya (besar. 1995 dalam isfenty). yang dapat 87 . mendukung adanya globalisasi. In relation to the mastery of informatics in this globalization and industrial era. biaya rendah. MM The need of HR for mastering informatics has been increasing with the progress of information industrial and globalization era. Keyword: Informatics technology. the aspects of science and technology improvement and socialization. college as the center of education also plays its role in generating professional HR with reliable mastery of informatics technology. sulit dioperasikan. Hal-hal yang dimaksud terakhir ini dapat disebut dengan kinerja organisasi (Organizational performance) dan menjadi tantangan bagi semua fihak yang terkait untuk mewujudkannya. Era informasi membawa angin yang baru : barang yang justru tidak terwujud. kemajuan. Perkembangan teknologi di bidang perangkat keras komputer mendukung perkembangan globalisasi informasi tersebut. serta ketangguhan daya saing bangsa Indonesia (Djojo-negoro. particularly in dealing with challenges and in accomplishing the opportunity in this global era. This has made informatics (information processing with computer) to keep developing along with time. akan dituntut untuk mampu bersaing . Khususnya dibidang ekonomi dan bisnis.INFORMATICS-BASED HR QUALITY IMPROVEMENT IN DEALING WITH GLOBALIZATION AND INDUSTRIAL ERA CHALLENGES ABSTRACT By Sri Wartini. maka setiap negara di Asia Pasific. Pengembangan kualitas SDM melalui pendidikan perlu dilaksanakan secara terpadu khususnya dalam rangka upaya meningkatkan kemampuan bangsa Indonesia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan bagi peningkatan kesejahteraan. peradapan. dll) menjadi komputer yang semakin hari semakin kecil bahkan menjadi komputer pribadi. lokakarya. termasuk Indonesia. Hal ini terjadi karena topik sumber daya manusia dan globalisasi memang menyangkut masalah dasar yang amat penting bagi kelangsungan hidup kita sebagai bangsa kini dan dimasa mendatang. perlu operator. one of which can be conducted through the development of HR quality in addition to academic aspects. and it develops with the progress of the said information industrial and globalization era. SE. as well as the upgrading of organizational system. Thus. There have been numerous efforts performed by both colleges and companies to meet the demands. Human Resource quality PENDAHULUAN Dalam Artikelnya isfenty (2005).e. Kemajuan di bidang informasi melaju. Salah satu diantaranya adalah karena masalah sumber daya manusia dan globalisasi adalah dua dari sekian banyak topik yang paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini. Tidak terhitung sudah berapa banyak seminar. improvement of formal education. simposium dan artikel koran sampai saat ini yang tak henti-hentinya mengangkat topik tersebut baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri. and work apprenticeship courses. mengungkapkan bahwa tantangan dan peluang di Era Globalisasi serta antisipasi yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh merupakan tema yang sangat relevan dengan situasi saat ini karena berbagai alasan. informatics constitutes a relatively new discipline. work training. information is increasingly valuable and the use of computer to support other fields is growing. In this era. kita akan menghadapi era perdagangan bebas di wilayah Asia Tenggara Asean Free Trade Area (AFTA) tahun 2003 dan wilayah Asia Fasific tahun 2020 sebagai hasil kesepakatan negara-negara anggota APEC (Asia Pasific Economic Cooperation). effisien dalam proses dan cepat dalam penyerahan/pelayanan. i. dalam ruang khusus. ceramah. Informasi dengan cepat berkembang dan bermakna serta berharga disebarkan ke segala penjuru seolah "tanpa batas". Essensi dari kemampuan bersaing itu adalah bahwa setiap negara harus dapat menghasilkan produk (barang dan jasa) yang bermutu tinggi. Untuk itu . sehingga yang namanya informasi menjadi barang yang paling berharga.

hampir semua tawaran lowongan pekerjaan di bidang apapun di beberapa tingkatan pekerjaan memasyarakatkan penguasaan akan komputer (computer literate). Bahkan saat ini. especially one that required education and trainning. Perangkat lunak yang besar dan kompleks harus dikembangkan oleh suatu tim dengan berbagai keahlian serta metodelogi tertentu. dibutuhkan penyedia jasa informatika sebagai pengelola. Organisasi adalah salah satu hasil peradapan manusia yang penting bagi kehidupan umat manusia modern. dan kegembiraan. Karena alasan efisiensi. Salah satu aspek sistem pendidikan yang amat berperan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan mampu beradaptasi dengan teknologi informasi di era galbalisasi dan industri itu adalah organisasi atau lembaga pendidikan . Menurut Robbins (1990) : "Organisasi adalah suatu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar. asalkan mau memulai membuka komunikasi akan mempunyai cakrawala yang luas untuk dapat berkomunikasi dengan siapa saja di segala penjuru dunia sesuai dengan topik yang diminati bersama. Tanpa SDM yang dibangun. Batasan antara perangkat lunak dan perangkat keras menjadi semakin kabur. Hal ini mengakibatkan komputer semakin digunakan diberbagai bidang. Oleh karenanya. Pembangunan negara dan kemajuan IpTek tidak ada gunanya jika tanpa diikuti dengan pembangunan SDM. Berkembang menjadi perangkat lunak yang selain fungsional juga mudah dan nyaman dipakai (friendly). mulai jaringan lokal yang sering disebut dengan local area network atau LAN. karenanya dituntut untuk secara terus menerus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan irama perubahan yang terjadi khususnya yang menyangkut dengan perubahan teknologi informasi yang semakin pesat . langkah-langkah kearah penyesuaian diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan. yang menguasai IpTek. bahkan untuk saling membagi pengalaman. Informatika adalah salah satu bentuk IpTek. dengan batasan yang relatif dapat diidentifikasi. Perangkat lunak yang hanya dituntut berfungsi secara fungsional dalam skala kecil cukup dikembangkan oleh pemrogram sekaligus pemakainya. Perkembangan teknologi perangkat lunak juga tidak kalah pesatnya. dan Wide Area Network atau WAN. Sedangkan professional : person qualified or employed in one of the profession. Perkembangan perangkat keras selanjutnya membentuk jaringan komputer berkat kemajuan teknologi komunikasi. Penggunaan sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kita memang berada pada era informasi dan sesuai dengan hukum "supply and demand". Profession menurut kamus Oxford adalah : paid occuption. RELEVANSI SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN INFORMATIKA Sumber Daya Manusia adalah aset yang paling penting dalam suatu perusahaan. Perangkat lunak yang tadinya hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan fungsional. dsb. Indonesia saat ini sedang membangun dan kemajuan IpTek dari negara lain juga sedang mempengaruhi secara deras perkembangan IpTek di Indonesia. Dikatakan demikian karena melalui organisasi orang-orang dapat mencapai tujuannya dengan lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan kalau orang-orang itu melakukan usaha pencapaian tujuannya secara sendiri-sendiri.diletakkan bersama barang lain dengan cara yang nyaman. perangkat lunak banyak yang diwujudkan menjadi komponen perangkat keras. dan bukannya manusia menguasai IpTek serta menggunakannya dengan sebaikbaiknya. Misalnya jaringan komputer. yang tidak mungkin berfungsi tanpa adanya perangkat lunak jaringan komputer. Internet makin mendukung perkembangan tersebut dan rasanya saat ini semua manusia. 88 . Komputer yang tadinya "sendiri-sendiri" menjadi komputer yang dapat berkomunikasi dengan "teman-temannya" dalam suatu jaringan komputer. problem. Perangkat lunak yang semakin mudah untuk digunakan pemakai. Untuk itu perkembangan dalam teknologi informatika di era globalisasi dan industri. pengguna perangkat lunak semkain banyak dan ukuran komplektisitas perangkat lunak juga bertambah. kepraktisan dan keamanan. Apa yang disebut dengan pembangunan SDM ? tidak lain adalah penguasaan IpTek itu sendiri. Pendidikan sebagai suatu upaya membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. harus mulai berpikir tentang pembangunan SDM Informatika yang professional . Akibatnya. maka manusia akan dikuasai oleh IpTek atau manusia lain. bahkan bisa "berbicara" (mengeluarkan suara). pengolah dan pemelihara informasi karena pengguna informatika yang semakin banyak. sebenarnya makin sulit dikembangkan. yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk tujuan bersama atau sekelompok tujuan".

Untuk itu. Contoh lain adalah PT. Industri hardware yang memproduksi perangkat keras komputer dan periperalnya. yaitu yang lebih menyangkut "hardware" a. Pihak industri yang menjadi bahasan adalah industri yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan Rekayasa Perangkat Lunak. menyediakan jasa berupa pengembangan perangkat lunak. yang dapat dikelompokkan atas jenis sebagai berikut : 1.sesuai dengan standar Internasional yang berlaku. Industri manufaktur. yang produk utamanya bersifat "soft" dalam hal ini dibedakan menjadi industri jasa sebagai berikut : a. Untuk tingkatan tertentu. disusun suatu usulan tingkatan keahlian Sumber Daya Manusia Informatika di antaranya: 89 . maka diperoleh informasi tentang kebutuhan SDM oleh industri.Telkom yang produknya berupa jasa telekomunikasi berbantuan komputer (perangkat lunak menjadi bagian dari jasa tersebut). Belum ada pengelompokan untuk : ketrampilan.Jadi. dan tujuannya adalah untuk kesenangan. diperlukan suatu pengetahuan dan keahlian khsusus. Sehingga dapat di simpulkan bahwa pengguna komputer pada profesi yang "lain" seperti sekretaris. Berdasarkan hal-hal tersebut. b. karena tingkatan user di Indonesia yang umumnya masih awam dengan proses Rekayasa Perangkat Lunak menyebabkan sulit diajak berkomunikasi tentang kebutuhan yang perlu didukung oleh komputer. Industri jasa. Contohnya adalah PT. Latar belakang pendidikan non-Informatika/Komputer 2. Seseoang yang profesional di bidangnya akan melakukan pekerjaan itu sendiri dengan kepakarannya. keahlian dan spesialisasi yang terdefinisi dengan jelas. industri manufaktur yang produknya berupa peralatan telekomunikasi (mencakup perangkat keras dan perangkat lunak) b. Jenjang Pendidikan Sarjana ke bawah 3. Industri pemroduksi "barang" yang dalam proses produksinya membutuhkan perangkat lunak. profesi adalah sesuatu yang kita lakukan berdasarkan keahlian dan dari situ kita hidup/mencari nafkah. dapat disimpulkan juga bahwa sudah saatnya dilakukan Sertifikasi Sumber daya Manusia dalam bidang Rekayasa perangkat Lunak . customization). Hobby adalah sesuatu yang kita lakukan untuk mengisi waktu senggang. 4. Berdasarkan hasil pertemuan jurusan teknik informatika dengan pihak industri sebagai pemakai tenaga lulusan Informatika manapun. Industri ini membutuhkan SDM yang berlatar belakang informatika. Biasanya ini menyangkut perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak mulai dari scracth (sesuai pesanan) atau yang menyediakan jasa pengubahan perangkat lunak tertentu supaya dapat dipakai sesuai dengan kebutuhan (tailoring. Industri jasa yang memanfaatkan perangkat lunak. dituntut untuk dapat mengetahui strategi bisnis. berikut pemantauan dan pemeliharaan proses produksi. Contoh : industri manufaktur yang memakai robot atau perangkat lunak untuk optimasi penjadwalan produksi. Sumber daya Manusia yang bekerja dalam dunia industri saat ini mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Contoh nyata dari industri ini adalah produktor dan perakit komputer. bahkan seorang insinyur sipil yang menggunakan program komputer tidak dapat disebut berprofesi di bidang Informatika. dan 2. Perlu mengetahui Standar Proses Produksi. Industri ini harus didukung oleh SDM di bidang perangkat keras dan elektronika. serta hasil survey yang dilakukan oleh beberapa kelompok. antara lain: 1. SW developer. agar inovatif dalam menciptakan produk-produk baru Sedangkan pihak Industri menghendaki agar Sumber Daya Manusia yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi tidak saja memiliki potensi akademik melainkan juga ketrampilan dalam penggunaan dan penguasaan informatika yang sangat baik. pegawai administrasi.Inti. dalam rangka mendukung kebutuhan sertifikasi Sumber Daya Manusia di Indonesia. 2. Dalam menganalisis kebutuhan user (semua perangkat lunak dikembangkan berdasarkan kebutuhan user).

yakni adanya tuntutan untu melakukan pembenahan/pembangunan kelembagaan (institutional building) yang diarahkan pada pencapaian kinerja yang tinggi. 9. 4. hal ini menyebabkan semakin tajamnya persaingan antar negara dan organisasi dalam merebut pasar serta usaha menghasilkan kinerja dan kualitas produk yang prima. Organisasi. Fenomena globalisasi (dan regionalisasi) juga membawa dampak terhadap masyarakat perguruan tinggi. dan oleh karenanya peranan organisasi atau lembaga pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu menjadi semakin penting. kelembagaan dan lain-lain. Dalam kaitan. memperluas bidang lingkupnya dengan mengambil tindakan dan meningkatkan efisiensi ekonomi mereka. dalam alam keterbukaan itu kuaiitas manusia menjadi kuncinya. b. Sebagai konsekwensinya. 2. Kitalah yang harus pandai-pandai memanfaatkannya. dan modal dari sumber-sumber yang paling efektif di seluruh dunia. menyatakan bahwa dampak dari globalisasi dan regionalisasi itu dapat dirasakan pada 4 (empat ) level yaitu : a. yaitu dirasakannya tuntutan kebutuhan akan periunya peningkatan pemahaman bahasa asing (terutama bahasa lnggeris) dikalangan tenaga pengajar dan mahasiswa. Globalisasi : Tantangan Dan Peluang Globalisasi telah menjadi kata yang amat populer akhir-akhir ini karena banyak dibicarakan dan dibahas oleh berbagai kalangan. globalisasi itu pada dasarnya menitikberatkan dua hal sekaligus: tantangan dan peluang. 3. Lebih jauh lagi. 6. sikap. 8. maka pada gilirannya organisasi bisnis yang terlibat dalam persaingan itu akan menuntut kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan bersaing. Dalam konteks pendidikan. lni semua merupakan fenomena yang tak terelakkan. Reid (1997). Secara spesifik. sistem. Perubahan-perubahan pada skala global itu selanjutnya memicu timbulnya transformasi struktural yang pada gilirannya dapat memberikan dampak pada proses pergeseran nilai. Kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi. Disamping teknologi. perilaku manusia. Fenomena globalisasi yang terjadi belakangan ini juga telah menarik perhatian sejumlah ahli manajemen internasional belum lama ini. 7. Singkatnya. 12. sumber daya manusia yang berkualitas yakni yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi akan memegang peranan yang sangat strategis dan mampu memacu pertumbuhan dan pengembangan disegala bidang kehidupan manusia. komunikasi dan informasi yang menjadi ciri utama dari proses globalisasi itu menyebabkan terjadinya berbagai perubahan yang bersifat menyeluruh fundamental dan berdimensi banyak. globalisasi yang pada intinya merupakan rekayasa ekonomi itu telah menjadikan kehidupan manusia menjadi begitu terbuka. Perusahaan-perusahaan multinasional besar khususnya telah mampu. Jadi. ekonomi telah menjadi kekuatan utama yang lain di dalam fenomena global itu. 10. yang merujuk Wichit Srisaan dari Suranaree University of Technology di Thailand. cara hidup. lndividu . tekhnologi baru di bidang infoimasi dan komunikasi memungkinkan organisasiorganisasi itu memasarkan produknya secara internasional. Termasuk dalam 90 . dengan tekhnologinya. Untuk ini semua. Programmer Programmer Analyst Software Tester Data Base Engineer Data Communication Engineer Network Engineer Software Configuration Manager System Analyst Software Engineer System Engineer Software Project Manager Software Quality Assurance TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA GLOBALISASI DAN INDUSTRI SERTA ANTISIPASI SDM UNTUK MENGHADAPINYA 1. 11.1. menaikkan efisiensi ekonominya dengan belajar tentang dan mendapatkan masukan berupa bahan sumber daya manusia (SDM). 5. Dengan demikian.

kiranya tidak salah kalau perusahaan besar seperti Union Carbide menetapkan slogannya yang berbunyi . serta peningkatan mutu tenaga pengajar dan semacamnya. Dunia kita sekarang ini. Peranan SDM Peranan SDM memang sangat peting. terdiri dari pendidikan umum dan kejuruan mulai dari tingkat sekolah dasar. Bagimana Peningkatan Kualitas SDM Kualitas SDM pada dasarnya berkenaan dengan keahlian. yang sering disebut dengan masyarakat informasi itu. kemampuan dan ketrampilan kerja seseorang melakukan berbagai kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang ikut serta menentukan kualitas hidupnya. kemampuan analisis. fasilitas teknologi pengajaran. inovasi. serta pengembangan watak dan kepribadian. baik ditingkat regional (seperti ASEAN dan Asia Pasific) maupun ditingkat yang lebih luas lagi. perlombaan untuk menghasilkan kinerja dan kualitas produk dan jasa yang prima menjadi keharusan. Intemasional. sistem latihan kerja dapat dipandang sebagai kelengkapan atau suplemen sistem pendidikan formal. Jadi. Merekalah yang menciptakan berbagai inovasi dan kemudian membuat banyak organisasi menjadi dikenal luas. c. dan bagi tenaga kerja tingkat tinggi menyangkut kualitas managerial dan komunikasinya. Latihan kerja menekankan peningkatan kemampuan professional dan mengutamakan praktek daripada teori. ekonomi. Tak ada keraguan akan hal ini. nilai-nilai masyarakat yang menyangkut sikap mental. yang pada gilirannya juga menurut kualitas SDM yang tinggi dan bersaing. kata sementara orang. Jalur Pendidikan Formal. much more important in their organization". peoples make things happen".. Jalur Latihan Kerja. kreativitas. menurut Simanjuntak (1992). keadaan ini menyebabkan semakin tumbuhnya persaingan antar negara dan perusahaan dalam merebut pasar. Secara garis besar. moral dan dedikasi terhadap pelaksanaan tugas dapat dikembangkan meialui sistem latihan kerja. human resource is at the cutting edge. 3. Lebih-lebih dalam era informasi dan globalisasi seperti sekarang. Karena memang benar. dan terjadi diberbagai arena. Khususnya bidang ekonomi dan bisnis. baik dalam politik. Mengutip kata John Naisbitt :"In an information society. dan perguruan tinggi. Pergaulan dan hubungan antar bangsa di dunia pun telah berlangsung demikian erat dan mudahnya. misainya meialui : Undang-undang. lni semua dimungkinkan oleh semakin maju dan berkembangnya teknologi informasi. Hai ini dapat dimaklumi karena manusia merupakan unsur utama dari setiap organisasi. d. media komunikasi dan alat transportasi. yaitu sebagai berikut : a.pembangunan kelembagaan ini di antaranya adalah -. Untuk peningkatan kualitas SDM. b. bagi tenaga yang berada pada tingkat bawah/operasi menyangkut kualitas tehnis operasionalnya. telah menjadi semakin sempit. And it means that human resource professionals are becoming much. Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden serta seperangkat Hukum lainnya. maupun sosial dan budaya. supervisor dan managerialnya. sekolah menengah tingkat pertama dan atas. dan hasil-hasil yang bernilai inilah yang menentukan derajat kesejahteraan dan taraf hidup suatu masyarakat. Dengan demikian. pada dasarnya dapat dilakukan melalui tiga jalur utama. yaitu adanya tuntutan untuk melakukan kerjasama antar lembaga pendidikan tinggi. yang menengah berkenaan dengan kualitas teknis operasional. Jalur pendidikan formal bertujuan membekali seseorang dengan dasar-dasar pengetahuan. ketrampilan dan motivasi kerja biasanya ditumbuhkan dilingkungan pendidikan 91 . yaitu adanya tuntutan untuk melakukan perubahanperubahan pada sistem pendidikan tinggi sehingga mampu mengakomodasikan kebutuhan yang semakin meningkat. Pernyataan Nasibitt diatas jelas menunjukkan betapa besar dan pentingnya peranan SDM pada masa kini dan akan datang. perubahan dan penyesuaian kurikulum. pengetahuan umum. Nasional . Tegasnya. 2. Nilai-nilai pengembangan bakat. Sebagai konsekwensi logisnya. teori dan logika. yaitu proses pengembangan keahlian dan ketrampilan kerja . "Assets make things possible. manusialah yang membuat barang-barang dan jasa yang bernilai bagi suatu bangsa.

manfaat yang diberikan oleh suatu teknologi tidak lagi ditentukan oleh teknologi itu sendiri. seperti : pengendalian mutu terpadu (TQM) dan reenginering. Ha] ini penting. perhatian pada imbalan. penerapan dan pengembangan yang memadai. menirukan dan melakukan tugas-tugas pekerjaan yang ditekuninya. melainkan oleh manusia sebagai mahiuk yang mempergunakan teknologi tersebut. dan pada kesempatan lain komputer dan keahliannya itu dapat juga dipakai untuk membobol bank. Dalam kaitan ini. karena seperti kata Suriasumantri (1991) :"Sebagai alat. teknologi bagaikan pisau bermata dua. maka usaha-usaha membina dan mengembangkan keterkaitan (link) antara lembaga pendidikan dengan dunia keda dan industri harus menjadi priohtas. serta penyediaan sarana dan prasarana penefitian. sistem pendidikan hendaknya senantiasa diarahkan pada penyediaan tenaga kerja yang cakap.formal dan dikembangkan dalam proses latihan kerja. Jalur Pengalaman Kerja. Pengembangan SDM (pengajar dan staf penunjang) atau peningkatan mutu dan kualifikasi staf meialui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan organisasi. serta memperhatikan keterbatasan sumber daya dan kelestahan lingkungan hidup. d. sehingga lembaga pendidikan kita selama ini lebih banyak sibuk menghasilkan lulusan yang sulit mendapatkan pekerjaan danlatau sulit bekerja. Jadi. Selanjutnya. jaminan karier dan promosi.kondisi kerja. nilai budaya bangsa. Pengembangan dan penyesuaian teknologi dan metode kerja yang dari waktu ke waktu terus berkembang dengan cepat. Harus diakui bahwa selama ini kita sangat kekurangan dalam menangani masalah "link and match" ini. pengembangan dan penerapan IPTEK haruslah didukung oleh SDM yang berkualitas metalui pendidikan dan petatihan. c. 92 . seorang pemakai komputer yang ahli dapat menggunakan komputernya untuk menghitung dan menyelesaikan persoalan matematika dan statistika yang rumit dalam waktu amat cepat. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa dalam rangka pengembangan IPTEK ini kita harus senantiasa berpedoman pada nilai agama. Sehingga daiam hal ini program latihan dapat memberikan tambahan nilai bagi keluaran sistem pendidikan formal. baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk menunjang kegiatan pendidikan dan riset. efisien dan lebih baik dalam melaksanakan pekerjaan yang dimaksud. dana penefitian dan pengembangan yang mendorong orang untuk berprestasi optimal sangatiah diperlukan. Dalam konteks ini. Perbaikan Organisasi Usaha-usaha ke arah peningkatan mutu SDM tidak bisa lepas dari usaha-usaha perbaikan organisasi dan kinerja organisasi pendidikan pada umumnya. Dengan melakukan pekerjaan secara berulang-ulang. Peningkatan kerja sama dengan instansillembaga lain yang terkait. Sebagai contoh. Pada masa yang akan datang. Berkaitan dengan peningkatan kinerja perguruan tinggi maka upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah : a. sepadan (match) dengan kebutuhan pembangunan. Peralatan ini bisa berupa perangkat lunak yang berbentuk metode dan teknik. b. yaitu wahana meialui mana seseorang dapat meningkatkan pengetahuan teknis maupun ketrampilan kerjanya dengan mengamati orang lain. baik dibidang spesialisasi pekerjaan maupun dalam hal kemampuan bahasa lnggeris dan komputer. juga dapat membawa dampak yang berakibat buruk". peranan pendidikan dan latihan menjadi sangat strategis. Untuk menghasilkan manusia yang berkualitas seperti yang ditentukan oleh GBHN. c. Pengembangan IPTEK Upaya yang lain adalah menurut Suriasumantri (1991) menjelaskan bahwa'teknologi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah dalam bentuk peralatan yang membantu manusia memecahkan masalah-masalah yang bersifat praktis. termasuk organisasi perguruan tinggi. seseorang bukan saja akan menjadi lebih mahir meiaksanakan tugasnya tetapi juga akan terbuka peluang baginya untuk menemukan cara-cara kerja yang lebih praktis. penataan sistem keiembagaan. Perbaikan dan peningkatan sistem dan teknik manajemen di bidangbidang yang terkait. dapat dipakai untuk kebaikan manusia atau sebaliknya. atau perangkat kera yang berbentuk peralatan fisik". disamping juga dapat menumbuhkan kemampuan tenaga keoa itu sebagai kekuatan yang mendorong pembangunan nasional.

Makalah Rapat Kerja Nasional. Naisbitt. Monitoring dan evaluasi proses dan kinerja organisasi secara terus menerus untuk mendapatkan masukan bagi usaha-usaha perbaikan mutu berkelanjutan (continous improvement). 3: 3-12. No. Jakarta. 1994. Transformasi Masyarakat. Salah satu upaya Pengembangan SDM bagi Iptek adalah tidak terlepas landasan nilai agama dan budaya perlu sekaii untuk menjamin terkendalinya pemanfaatan IPTEK demi tujuan-tujuan yang meningkatkan kesejahteraan orang banyak. Seminar Komunikasi Hasi Penelitian ITB. merupakan alternatif yang tepat bagi pengembangan kualitas SDM yang sesuai dengan tuntutan kerja di masa-masa yang akan datang. 1990. 8. Link and Match. maka kinerja organisasi penyelenggara pendidikan tinggi mempunyai peran yang penting. Karena SDM yang berkualitas merupakan kunci bagi keberhasilan kita menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas yang berintikan persaingan. Paradigma Baru Pengelolaan Pendidikan Tinggi. Pembentukan dan pemantapan budaya dari ikiim akademik yang mendukung bagi tercapainya kinerja institusi yang tinggi. nampaknya pendidikan professional. Ilmu-Ilmu Sosial. Dengan melihat kecenderungan kebutuhan tenaga keda pada masamasa mendatang. ada bebarapa pokok yang dapat di simpulkan antara lain: Teknologi informatika yang makin merambah berbagai bidang mendorong SDM untuk terus semakin meningkatkan kualitasnya dalam penguasaan Iptek.002/Th. Megatrends Ltd. Peranan limu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Proses 7. Inggriani Liem Farid Wazdi. Evaluasi dan pembaharuan kurikulum secara periodik sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tuntutan yang berubah secara cepat dari waktu ke waktu. DAFTAR PUSTAKA 1. Depdikbud. Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Memacu Pertumbuhan Ekonomi Menjelang Era Persaingan Global. Karenanya berbagai usaha dalam meningkatkan kualitas SDM harus terus menerus diupayakan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sri Purwanti : "Paradigma Pemrograman di masa mendatang".1990. PENUTUP Akhimya sebagai penutup dari paper ini. Maret 1997. dan bukan sebaliknya. B. 5. f. Isfenti Sadalia.4-31. 15. Upaya yang lainnya untuk menghasilkan SDM yang berkualitas . Laporan Akhir dari Program Peningkatan Relevansi Pendidikan Teknik. Patrivia. Pramutadi. W. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. DiktiDepdikbud. Kajian. g. Makalah Simposium Nasional Cendikiawan Muslim.e. 1990's Megatrends 2000. Batubara. 93 . 3. FTI-ITB. Malang. "Masalah Tenaga Kerja di Indonesia" Jurnal 2. Cosmas.ST. 9.(1993). Habibie. Tantangan dan Peluang Sumber Daya Manusia di Era Globalisasi.J. PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG INFORMATIKA DALAM ERA GLOBALISASI DAN INDUSTRI 6.1996. 1992. Ten New Directions For the 13.l-. 1 1995. 10. Dahlan Abdullah. Djojonegoro. "Pengembangan Silabus Rekayasa Perangkat Lunak untuk Program Pasca Sarjana Teknik Informatika". 4. Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Sumatera Utara 11. 14. termasuk pendidikan program diploma. Informasi singkat tentang Jurusan Teknik Informatika (Program Studi Sarjana dan Megister). maret 1997) 12.S. John & Aburden.

38 dan rata-rata kelas eksperimen mencapai 71. Kata Kunci: Cooperative learning. Kemudian tanggapan siswa terhadap pembelajaran Group Investigation sebesar 79. 67. Faktanya banyak peserta didik mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik… namun pada kenyataannya mereka tidak memahaminya”(Suprijono. Disarankan guru dapat mengembangkan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan menerapkan pada pokok bahasan lain serta hendaknya guru menerapkan suatu model pembelajaran yang tepat sesuai dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas data hasil tes dari kedua kelompok. Sehingga pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation lebih efektif daripada pembelajaran dengan metode konvensional dan siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Group Investigation. maka dilakukan penelitian dengan metode kooperatif tipe Group Investigation. Hal ini berarti. diperoleh bahwa data kedua kelompok sampel normal dan homogen. Metode Pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi. Hal ini berarti siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Group Investigation. > maka ditolak. Perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebanyak 67. 17. 2009: VI-VIII). 3% dengan katagori sangat setuju dan setuju. dan hasil belajar PENDAHULUAN “Dunia pendidikan kita ditandai oleh disparitas antara pencapaian academic standard dan performance standard. Hasil observasi awal di SMP 2 Negeri Ungaran diperoleh data bahwa pembelajaran IPS Terpadu di kelas VII memiliki indikasi hasil belajar yang rendah.6 % siswa kelas VII memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum. 102 dan = 1. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cara cluster random sampling diambil sampel sebanyak 2 kelas yaitu siswa kelas VII-9 sebagai kelompok kontrol yang dikenai pembelajaran dengan metode konvensional dan siswa kelas VII-3 yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. reliabilitas. Dari hasil perhitungan dengan uji t diperoleh = 3. kedua kelompok sampel diberi tes dengan menggunakan instrumen yang sama yang telah diuji validitas. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran tahun pelajaran 2009/2010. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) apakah ada perbedaan hasil belajar IPS Terpadu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII (2) apakah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation efektif untuk mengajarkan IPS Terpadu kelas VII (3) bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran IPS Terpadu pada kelas dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. Untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu. Group Investigation. Jadi rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan. taraf kesukaran dan daya pembedanya. tes dan angket. Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol yaitu dengan rata-rata kelas kontrol mencapai 63. Pada akhir pembelajaran. artinya diterima.EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 2 UNGARAN ABSTRAK Widya Latif Kartika Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 94 .

Hal tersebut terbukti banyak siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). sementara kategori lain mencerminkan pendapat positif siswa tentang hubungan sosial mereka. (Para siswa menulis pernyataan dari persepsinya dan pengalaman mereka belajar dengan metode Investigasi Kelompok yang memberikan wawasan ke dalam sikap dan orientasi terhadap belajar sekolah. Munculnya empat kategori utama dari pernyataan positif. 2005: 1). Gagne (Anni. siswa hanya mendengarkan ceramah guru. Gagne Terhadap masalah belajar. sejarah.1 LANDASAN TEORI Pengertian Belajar Menurut Gagne (Chatarina. 2) Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi. keterampilan dan sikapnya” (Arsyad. IPS terpadu menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah yang dianggap membosankan karena terlalu banyak materi sehingga para siswa susah dan malas memahami semua materi pada IPS Terpadu. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu. dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan”. kebiasaan. Salah satu diantaranya mengindikasikan bahwa metode Grup Investigation sangat menarik. sehingga pada saat mereka dihadapkan materi yang sangat banyak susah bagi para siswa untuk memahaminya dan tujuan pembelajaran tidak tercapai dan hasil belajar siswa rendah. Mulai masa bayi manusia mengadakan interaksi dengan lingkungan. keterampilan . 2002: 1). 2006: 2) “belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia. Teori Belajar Teori dari R. 1992. dan tingkah laku . yang disebut The domains of learning yaitu : 1. 1999 (Chin Tan. yaitu : 1) Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. Sharan & Sharan. Sebanyak 68 % siswa kelas VII memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa cenderung pasif. learning skills and academic achievement interms of deeper understanding of the topics investigated. Kesanggupan untuk menggunakan bahasa ini penting artinya untuk belajar. strategi belajar-mengajar ataupun model pembelajaran yang tepat. Untuk itu diperlukan cara atau prosedur bagaimana mengorganisir unsur-unsur tersebut agar menghasilkan hasil belajar yang lebih efektif. ekonomi. Kriteria ketuntasan minimum di SMP Negeri 2 Ungaran untuk mata pelajaran IPS Terpadu adalah 68. Jadi untuk mewujudkan suatu proses pembelajaran menggunakan kemasan metode mengajar. 2. One category indicated that the Group Investigation method was interesting. Gagne mengatakan pula bahwa segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia dapat dibagi menjadi 5 kategori. Kemudian ia mulai belajar berbicara dan menggunakan bahasa. Four main categories of positive statements emerged.fun and effective. menyenangkan dan efektif. Dalam rangka memecahkan masalah tersebut para pakar pendidikan Indonesia mengenalkan apa yang disebut model pembelajaran. “Belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan. keahlian pembelajaran dan pencapaian prestasi akademik dalam hal pemahaman yang mendalam mengenai topik yang diinvestigasi). yang berlangsung selama periode waktu tertentu. 2006: 71) memberikan dua definisi. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar adalah pembelajaran kooperatif. tetapi baru dalam bentuk sensori-motor coordination. geografi. Sugandi (2004: 84) ”menyimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan inti atau jantungnya strategi pembelajaran”. while the other categories reflected the students positive perception of their social relationships. The students‟ written statements of their perceptions and experience of learning with the Group Investigation method provided insights into their attitudes and orientations toward school learning. meliputi bahan kajian: sosiologi.Menurut Depdiknas. Keterampilan Motorik (motor skill) 95 . tidak terjadinya komunikasi yang maksimal antara guru dan siswa.

mensintesis anggota kelompok temuan dan membuat presentasi untuk seluruh kelas. METODOLOGI PENELITIAN Populasi Dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 173 siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. bahwa sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. Ini disebut “mastery learning” atau belajar tuntas. Tahap 1 : Mengidentifikasikan Topik dan Mengatur Murid ke dalam b. Sikap Hasil Belajar Menurut Bennyamin Bloom dalam Suprijono (2009: 6-7) mengklasifikasikan hasil belajar yang secara garis besar di bagi menjadi tiga ranah sebagai berikut. Tahap 3: Melaksanakan Investigasi d. Tahap 4: Menyiapkan Laporan Akhir e. metode yang sering dan banyak dilakukan oleh guru adalah metode ceramah. Informasi verbal 3. Kemampuan Intelektual 4. 1999 dalam (Chin Tan. atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainnya”. 1995: 73). Menurut Budiarsih (2007: 27) secara sederhana konsep belajar tuntas mengatakan bahwa bilamana siswa diberi kesempatan mempergunakan waktu yang dibutuhkannya untuk belajar. namun kadang disertai pertanyaan”. Ranah afektif c. Gulo (2002: 136) mengemukakan bahwa “ceramah merupakan satusatunya metode yang konvensional dan masih tetap digunakan dalam strategi belajar mengajar”. kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Slavin (2008: 218) mengemukakan tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI adalah sebagai berikut: a. Menurut Budiarsih (2007: 32) pembelajaran kooperatif adalah “pembelajaran yang mendorong siswa bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah. Tahap 5: Mempresentasikan Laporan Akhir Pembelajaran Konvensional Menurut Budiarsih (2007: 55) “dalam proses belajar mengajar jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Tahap 2: Merencanakan Tugas yang akan Dipelajari. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan” (Slavin. artinya penguasaan penuh ( Nasution. 2005: 1) mengharuskan mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kepentingan kecil. 1992. Setelah diketahui banyak sampel berdistribusi normal dan 96 . Ranah psikomotoris Ketuntasan Ketuntasan Belajar Tujuan proses belajar mengajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh siswa. a. dan ia mempergunakan dengan sebaik-baiknya. menyelesaikan suatu tugas. “Selama kerja kelompok. Ranah kognitif b.tugas secara tuntas sepanjang kondisi belajar yang tersedia cukup menguntungkan. maka ia akan mencapai tingkat hasil belajar yang seperti yang diharapkan atau dengan kata lain akan dirumuskan bahwa setiap siswa yang mempunyai kecakapan rata-rata atau normal. Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga mewakili populasinya. Strategi kognitif 5. merencanakan dan melaksanakan penyelidikan.2. 2003: 36). c. mereka akan menyelesaikan tugas. jika diberi waktu yang cukup untuk belajar. Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Group Investigation menurut Sharan & Sharan.

Berdasarkan hasil uji validitas terdapat 25 butir soal yang valid. Variabel terikat merupakan suatu akibat yang keadaannya dipengaruhi oleh variabel bebas. Dengan sebesar 0. metode konvensional 2. 3 Mudah 1.563 dan sebesar 0. 15 . 21. 23. 27. Varibel bebas : a. Berdasarkan hasil uji coba soal dapat diperoleh hasil sebagai berikut : 97 . siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian tidak ada kelas yang unggulan. dan = 0. Soal tes Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. 25. yaitu variabel bebas dan variabel terikat.413. Bila ( > maka instrumen ini sudah realiabel. Soal Ju o. Realibilitas Realibilitas adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subyek yang sama. maka sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. 22. mlah 1 Sukar 20. 10. angket dan lembar observasi untuk siswa. 9. 29 7 . Pada penelitian ini diambil satu kelas untuk kelas kontrol yang dikenai model pembelajaran konvensional yaitu kelas VII-9 sejumlah 29 siswa.413 dan n = 23 dan taraf nyata 5 %. 1. Daya Pembeda Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh. 3. 12. 5. Instrument Penelitian Instrumen penelitian dalam penelitian ini meliputi: soal tes. Sedangkan variabel bebas adalah variabel yang secara sengaja dipelajari pengaruhnya terhadap variabel terikat. 30. Variabel terikat : hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. 17. 15. 14. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal N Kriteria No. bila > maka instrumen ini sudah valid.862. Taraf Kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. diperoleh = 0. 13. 16. 28 3 . 24. Kemudian satu kelas eksperimen untuk pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation yaitu kelas VII-3 sejumlah 29 siswa. 7. metode kooperatif model Group Investigation b. Berdasarkan uji realibilitas. Jumlah yang diperoleh kemudian n dikonsultasikan dengan dengan taraf signifikan 5 % dan n = 23. Variabel Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel. 4. Dalam variabel ini penelitiannya adalah: 1. 2 Sedang 2. 18.homogen. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain: siswa diampu oleh guru yang sama. 6.

6. Dapat pula ditentukan dengan = Dengan kriteria pengujian sebagai berikut : Tolak Ho jika > Uji Kesamaan Rata-rata Untuk mengetahui kesamaan rata-rata dua kelompok sebelum perlakuan maka perlu di uji menggunakan uji kesamaan dua rata-rata. Dengan taraf signifikan 5 % derajat kebebasan pembilang (dk) pembilang = dan derajat kebebasan (dk) penyebut = .2 : Perhitungan Daya Beda Soal N Kriteria No.Tabel 3.12. dan uji kesamaan rata-rata. 22. Uji hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui hasil akhir penelitian apakah Ho diterima atau ditolak. 27. 3 . 15. 29. Lembar Observasi 1. 30. yaitu untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran. 9. SMP Negeri 2 Ungaran merupakan salah satu sekolah menegah pertama yang berada di kecamatan Ungaran kabupaten Semarang. 20. 18. 4. Analisis Tahap Akhir Sebelum dilakukan analisis data akhir terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Ju mlah 1 14 10 2. 23. Hipotesis yang akan diuji sebagai berikut : Kriteria pengujian adalah Ho diterima jika <t< dengan peluang (1-α) dengan dk = dan Ho ditolak jika t mempunyai harga-harga lain. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengamati kegiatan pembelajaran dikelas. 2 . 5. Teknik analisa data Analisis tahap awal Uji normalitas Sebelum sampel diberi perlakuan maka perlu dianalisis dahulu melalui uji normalitas. Hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut : = rata-rata hasil belajar pada kelas ekperimen = rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol Kriteria Ho diterima jika dengan taraf signifikansi 5% dan tolak Ho jika t mempunyai harga-harga lain. 10. 17. Cukup baik sekali Baik 16 2. Lembar Observasi Tanggapan siswa HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ungaran. setelah itu baru dilakukan uji hipotesis. 1 . 7. 13. Lembar observasi aspek afektif 2. 24. apakah mendapat respon positif atau negatif. 21. 1. 3. 98 . Adapun rumus yang digunakan adalah seperti pada analisis data awal. 14. uji homogenitas. Angket Angket digunakan untuk mengetahui bagaimana respon siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dilaksanakan. 3. Soal o. 25. Lembar observasi aspek Psikomotorik 3.

5 16 55. 862 Pada kelompok kontrol diketahui = 63.8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 (6. 566 Dengan uji t diperoleh = 3. Jadi nilai evaluasi pembelajaran pada kelompok kontrol berdistribusi normal (lampiran 12: 102). diperoleh = 1. 2. 0192 dan = 7. sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 (55. 67 Karena > maka ditolak. Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 (13. . artinya diterima. Tanggapan Siswa terhadap pembelajaran Group Investigation Hasil tanggapan siswa kelas eksperimen adalah untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran Group Investigation dapat dilihat pada tabel 1 berikut.8 4 Tidak Setuju 1 28-30.1.5 2 6. dan psikomotorik. Uji Hipotesis . Hasil Tanggapan Siswa No Kriteria Sikap Skor Range Skor Frekuensi % 1 Sangat Setuju 4 35. 88. Karena < maka diterima yang artinya kedua kelompok sampel mempunyai varian yang sama. 102 dan = 1. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation.2 %). 4781 dan = 1. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 15: 105). 6055 dan = 7. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 14: 104). sedangkan data afektif dan psikomotorik diambil saat pembelajaran berlangsung. Pada kelompok eksperimen diketahui = 71. uji kesamaan dua varians( homogenitas). Karena < artinya data yang diperoleh berdistribusi normal.9 %). Analisis data tahap akhir meliputi uji normalitas. 81. Data kognitif diambil setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Uji Kesamaan Dua Varian (Uji homogenitas) Uji homogenitas ini digunakan uuntuk mengetahui apakah nilai evaluasi sampel yang diambil mempunyai varian yang homogen. artinya rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sama dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol.1 2 Setuju 3 33-35.2 3 Kurang Setuju 2 30. 81. dan uji hipotesis.1 diatas diketahui bahwa tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 (24. Uji Normalitas nilai akhir pada kelompok eksperimen Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh = 7. Jadi nilai evaluasi pembelajaran pada kelompok eksperimen berdistribusi normal (lampiran 13: 103).1 %). Uji normalitas nilai akhir pada kelompok kontrol Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh = 5.Penelitian ini dimulai pada bulan Mei 2010.5-33 4 13. afektif. 172 Dari kedua kelompok diperoleh = 9. 99 . artinya rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih dari rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol.17 dan = 73. Uji Normalitas 1. Hasil penelitian dan pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh data baik kognitif. Berdasarkan perhitungan uji homogenitas dengan taraf nyata 5 %. . artinya kedua kelompok sampel mempunyai varians tidak sama. artinya kedua kelompok sampel mempunyai varians sama.5-38 7 24. Tabel 4.9 Berdasarkan tabel 4. Karena < artinya data yang diperoleh berdistribusi normal.38 dan = 109. Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol.

Bagi sekolah Sebagai bahan pertimbangan di SMP Negeri 2 Ungaran perlu ditingkatkan sarana yang menunjang pembelajaran IPS Terpadu. diketahui bahwa data berdistribusi normal dan homogen serta dari uji kesamaan rata-rata menunjukan < < .1 %). maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berangkat dari keadaan awal yang sama. Berdasarkan tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 (24. 67. Hasil uji perbedaan rata-rata menggunakan uji t diperoleh = 3. Hal tersebut menunjukan pengaruh positif tanggapan siswa kelas eksperimen atas pembelajaran Group Investigation. 67. Bagi siswa 1. Selanjutnya kedua sampel tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Adapun perbedaannya dapat dilihat nilai post tes antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Berdasarkan hasil análisis data awal dari ulangan tengah semester siswa kelas VII-3 dan VII-9 pada semester genap di SMP Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang tahun 2009/2010.2 %). 102 dan = 1. sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 siswa (55. Bagi guru Guru dalam menerapkan metode pembelajaran perlu didukung lebih banyak lagi media pembelajaran sehingga penyampaian belajar mengajar berlangsung optimal. b. supaya dalam proses belajar mengajar berlangsung optimal. pada kelas kontrol rata-rata kelas sebesar 63.8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 siswa (6. Ini membuktikan bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode Group Investigation lebih efektif dari pada pembelajaran di kelas kontrol yang menggunakan metode cemarah. Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 (13. seperti menambah sarana prasarana pada laboratorium IPS. 2. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan Group Investigation (kelas VII-3) sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional (kelas VII-9).8 %) dan siswa yang tidak setuju sebanyak 2 (6. Pada kelompok eksperimen memiliki rata-rata 71. c. supaya pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Ada perbedaan hasil belajar Mata Pelajaran IPS terpadu antara pembelajaran dengan metode Group Investigation dan pembelajaran dengan metode konvensional pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. maka dapat disimpulkan : a.9 %). Jadi rata-rata nilai tes hasil evaluasi pembelajaran kelompok eksperimen lebih efektif daripada kelompok kontrol pada mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ungaran tahun pelajaran 2009/2010. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation. Berdasarkan hasil tabel tanggapan siswa kelas eksperimen prosentase kriteria sikap sangat setuju adalah 7 siswa (24.38. artinya diterima. c.2 %). Perbedaan perolehan nilai aspek kognitif dapat dilihat pada perhitungan antara nilai rata-rata post test antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Siswa lebih dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. 38 sedangkan kelas eksperimen rata-rata kelas sebesar 71. Saran Saran yang dapat penyusun berikan sehubungan dengan hasil penelitian ini sebagai berikut: a. Jadi prosentase terbesar siswa adalah setuju menggunakan pembelajaran Group Investigation pada mata pelajaran IPS Terpadu. sedangkan siswa yang setuju sebanyak 16 (55.9 %).162 dan = 1.17 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata nilai sebesar 63. yaitu = 0.1 %). b. Perhitungan selengkapnya terdapat pada (lampiran 78: 97-98). Siswa diharapkan lebih berani mengeluarkan pendapat dalam proses pembelajaran Group Investigation. 17. 100 . Siswa yang kurang setuju sebanyak 4 siswa (13. Karena > maka ditolak.

Shlomo Sharan. Surabaya: Unesa Press.dkk. Ating dan Muhidin. Cooperative Learning : Theory. Jakarta : PT. Jakarta : Rineka Cipta. Budiarsih. Azhar. 2006. Chin Tan. 2003. Grasindo. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstrutivistik. Jakarta : RajaGrafindo Persada. Somantri. Jakarta : PT Raja Gravindo Persada. 2008. Doantara. Research and Practice. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. 2007. Singapore: National Institute of Education. Anita. Psikologi Belajar. No. 2005. Keefektifan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan MOD (Math On Display) Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar materi geometri siswa kelas VII. 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. 2009. dan Christine Kim-Eng Lee. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Suharsimi. 2006. Pusat Bahasa dan Departemen Nasional. Yasa. 14. Media Pembelajaran.. Robert E. Metode Statistika. Arikunto. Catharina Tri. Psikologi Belajar. 4. 2006. Cooperative Learning Mempraktekkan di Ruang-Ruang Kelas. Arsyad. Sambas Ali. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Bandung: Tarsito. 1995. Semarang: UPT MKK UNNES. Pembelajaran Kooperatif . Jakarta : Prestasi Pustaka. Syah. Singapore. Jakarta: PT Bumi Aksara. Students‟ Perceptions of Learning Geography through Group Investigation in Singapore. Dalam Tesis. Bandung: CV Pustaka Setia Sudjana. 2007. 2005. 2002. M. Semarang: UNNES. 2003. Muhibbin. Ivy Geok. Slavin. 2004. Etin dan Raharjo. Robert E. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Arikunto. 2005 261. Cooperative Learning. Jakarta: Balai Pustaka.DAFTAR PUSTAKA Anni. Trianto. 2005. Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI) 101 . 2007. Riani. London: Allyn & Bacon Slavin. Jakarta: Bumi Aksara. Suharsimi. International Research in Geographical and Environmental Education Vol. Lie. London: Allyn & Bacon Solihatin. Ibrahim.

6%.51%.15%. Hasil belajar yang baik merupakan hal yang paling didambakan oleh setiap siswa yang sedang belajar. (Slameto 2003:1).093 dengan nilai signifikasi 0. Sedangkan secara parsial.Pengaruh Strategi Guru Mengajar Dan Strategi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu Kelas VII Di SMP Negeri 5 Ungaran Abstrak Winarti Makalah ini berisi tentang bagaimana manfaat sebuah strategi dalam proses belajar mengajar. pengaruh strategi guru mengajar (X 1) terhadap Y sebesar 17. Hasil deskriptif presentase menunjukkan bahwa strategi guru mengajar termasuk dalam kategori baik 72.63%.05 maka Ha1 dan Ha2 diterima. Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. strategi belajar siswa termasuk kategori sedang sebesar 59.180 dengan signifikasi = 0. Pada pengujian secara parsial dengan uji t diperoleh Fhitung untuk X1 sebesar 5. Strategi mengajar merupakan salah satu usaha guru bagi anak didiknya agar bisa memahami dengan mudah konsep materi yang diajarkan.199 X2. Strategi mengajar bagi guru merupakan pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. Hasil analisis regresi berganda diperoleh persamaan Ȳ = 4.181+ 0. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif presentase dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS For windows release 16. strategi mengajar guru. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa diperlukan strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa yang tepat. Hasil belajar dapat dijadikan indikator keberhasilan seseorang dalam kegiatan belajar (Sardiman 2006:49). Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami perkembangan dan peningkatan.592 dengan nilai signifikasi 0. strategi belajar siswa Pendahuluan Latar belakang masalah Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok.000 dan X2 sebesar 6. 102 . Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran tersebut (Tu’u 2004:75).118 X1 + 0.81% dan pengaruh strategi belajar siswa sebesar (X2) sebesar 26. Kata Kunci : Hasil belajar siswa.93% dan hasil belajar siswa masuk dalam kategori sedang sebesar 58.05 maka Ha3 diterima.000< 0.000 karena signifikasi kurang dari 0. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Berdasarkan perhitungan uji simultan diperoleh Fhitung sebesar 36. Salah satu tujuan pendidikan itu sendiri untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Secara simultan strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y) sebesar 37.05 karena signifikasi kurang dari 0. Hasil belajar dapat ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru sebagai hasil penguasaan. Menurut Sahertian (2000:1) salah satu usaha yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran disekolah. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari strategi belajar siswa lebih besar pengaruhnya dibandingkan strategi guru mengajar terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran.

13 BC 8 26. Nilai rata-rata keseluruhan pada mata pelajaran IPS Terpadu dari keenam kelas yaitu 61.09 BC 10 33. Adakah pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu Siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran? 2. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran.33% 20 66.16% JUMLAH 178 61.83% 3 VII C 29 56. Dari semua siswa kelas VII yang berjumlah 178. SMP Negeri 5 Ungaran terletak di Jalan Nakula kelurahan kalongan. 103 . Adakah pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran? Tujuan penelitian Tujuan yang ingin dicapai dengan diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. OHP.04 BC 5 17. Guru dalam mengajar sudah menggunakan model pembelajaran yang bervariasi seperti : dengan membentuk kelompok belajar dalam memecahkan tugas yang diberikan guru.10% belum dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimun (KKM) yang ditetapkan disekolah.69 hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar hasil belajar siswa masih rendah dan jauh dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan dari pihak sekolah. Selain itu media yang digunakan dalam proses belajar mengajar meliputi penggunaan White Board. kecamatan Ungaran Timur merupakan salah satu lembaga pendidikan yang letaknya sangat mendukung untuk kegiatan belajar mengajar. mengadakan tanya jawab dengan siswa. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 5 Ungaran. Adakah pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran? 3. Alat Peraga dan LCD.43 BC 10 33. Suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari keramaian serta ketersediaan berbagai sarana belajar yang memadai sangat menunjang aktivitas belajar siswa.67% 22 73.1 hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu yang dicapai siswa pada semester dua kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran sebagian besar siswa belum memenuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 68. diskusi. observasi.30 BC 14 45. Sedangkan 123 siswa lainnya atau 69.69 BC 55 30. Selain itu aktivitas siswa didalam kelas sangat tertip akan tetapi hasil belajar siswa yang dihasilkan belum optimal. pesentase ketuntasan siswa yang mampu memenuhi KKM hanya 30. Data nilai di SMP Negeri 5 Ungaran kelas VII sebagai berikut: Tabel 1. Pada saat berlangsungnya proses pembelajaran siswa selalu aktif mengikuti pembelajaran dapat dilihat ketika guru memberikan pertanyaan semua siswa aktif berusaha menjawab pertanyaan tersebut.33% 2 VII B 31 64.86% 23 82.10% (Sumber: Daftar Nilai UAS IPS Terpadu Kelas VII SMP 5 Ungaran) Ket : Terlampaui ( TL) Tercapai ( TC) Belum Tercapai (BC) Berdasarkan tabel 1.”Setiap strategi mengajar yang dirancang guru bertujuan untuk mempermudah proses belajar siswa.16% 17 54. agar dapat mencapai hasil yang maksimal” (Wena 2009:3).67% 5 VII E 30 64. Rumusan Masalah 1.41% 4 VII D 30 63.15 BC 8 27.33% 20 66.59% 21 72.1 Nilai Rata-rata UAS IPS Terpadu Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010 No Kelas Jumla RataKriteria Jumlah siswa h rata Nilai Persen Nilai tdk Persen siswa Nilai Tuntas (%) Tuntas (%) UAS 1 VII A 30 60.6% 6 VII F 28 62.90% atau sekitar 55 anak.90% 123 69. SMP Negeri 5 Ungaran yang berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN) dan memiliki tenaga pengajar yang profesional ditunjukkan dengan mayoritas guru sudah bergelar sarjana dan mengajar sesuai disiplin ilmu masing-masing.

bahan. cara-cara operasi untuk mencapai tujuan khusus dan desain yang direncanakan untuk mengendalikan dan memanipulasi informasi tertentu). Kerangka Berfikir Gambar 1. 2. artinya usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel pengajaran (tujuan. Dari definisi diatas dapat disimpulkan strategi guru mengajar adalah cara-cara atau usaha guru yang berbeda dalam upaya membelajarkan siswa supaya siswa mudah memahami materi yang sedang dipelajari. Menurut Roestiyah (2008: 1) yang mengatakan strategi belajar merupakan cara-cara belajar yang baik. 4. Menurut Gulo (2002:2) mendefinisikan Strategi guru mengajar adalah suatu seni dan ilmu guru untuk membawakan pengajaran dikelas sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien. 4. teratur dan terarah serta terencana dengan mengatur waktu yang seefisien mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. 2.2. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. Landasan Teori Pengertian hasil belajar Menurut Anni (2004:4) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. 3. Sedangkan menurut Brown (2007:119) menyatakan bahwa “strategies are defined as the specific methods of approaching a problem or task. 3. 3. the modes of operation for achieving a particular and the planed design for controlling and manipulating certain information”( Strategi didefinisikan sebagai metode spesifik menyelesaikan masalah atau tugas. 7.1 kerangaka berfikir 1. 5. Pengertian Strategi belajar Menurut Djamarah (2006:5) “Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan”. 6. serta evaluasi) agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dimana perubahan perilaku tersebut tergantung dengan apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. afektif dan psikomotorik . Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ungaran. Pengertian strategi mengajar Menurut Sudjana (2009:149) Strategi mengajar adalah tindakan guru melaksanakan rencana mengajar. 104 . metode dan alat. Sedangkan menurut Djamarah (2008:13) hasil belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami aktivitas belajar yang menyangkut kognitif. Strategi Guru Mengajar (X1) Kemampuan guru dalam membuka pelajaran Kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran Kemampuan guru menyampaikan materi pelajaran Kemampuan guru menggunakan sumber belajar Kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran Kemampuan guru melakukan evaluasi pembelajaran Kemampuan guru menutup pelajaran (Wena 2009:18) STRATEGI BELAJAR SISWA (X2) Membuat jadwal dan pelakasanaanya Membaca dan membuat catatan Mengulangi bahan pelajaran Konsentrasi Mengerjakan tugas (Slameto 2003:82) Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu (Y) Ranah kognitif Ranah afektif Ranah psikomotorik (Anni 2004:6) 1. 5.

Hasil uji reabilitas angket menggunakan rumus Alpha diperoleh koofisien sebesar 0. perhitungan yang digunakan untuk mengetahui tingkat persentase skor jawaban dari masingmasing siswa yang diambil sebagai sampel ditulis dengan rumus sebagai berikut: % Dimana : n = Jumlah skor jawaban responden N = Jumlah skor jawaban ideal % = Tingkat persentase Cara menentukan tingkat kriteria adalah sebagai berikut : 1. dapat dinyatakan bahwa angket tersebut realibel dan dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian. Interval kelas persentase = 75 % : 4 = 18.25 % = 75 % 4.2.444. Dengan demikian 51 soal saja yang digunakan untuk pengambilan data penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif presentase dan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS for Windows release 16. 62. Ha1 : Ada pengaruh strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa. 2.26 % Baik Baik 3.76% <%Skor ≤62. Ha2 : Ada pengaruh strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa.50% Sedang Sedang 4. sedangkan sampel yang digunakan adalah Propotional Random Sampling yang dihitung dengan rumus slovin dengan persen kelonggaran 5% yaitu sebanyak 123 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan angket. 81. Kriteria strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa No Interval Kriteria Strategi guru Strategi belajar mengajar siswa 1. Pada taraf kesalahan 5% dengan n = 20 diperoleh rtabel 0.951. Menentukan angka persentase terendah = (1/4) x 100% = 25% 3. Karena koofisien tersebut lebih besar dari nilai rtabel. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) serta hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). dokumentasi dan wawancara.26% <%Skor ≤100% Sangat Baik Sangat Baik 2. Ha3 : Ada pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa Metodologi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran yang berjumlah 178 siswa. 3.51% <%Skor ≤81.Hipotesis Berdasarkan permasalahan dan teori yang dikumpulkan. 43.75 % Dengan demikian tabel kategori untuk masing-masing variabel yaitu strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) adalah sebagai berikut : Tabel 1. Hasil Analisis Analisis Deskriptif Persentase Analisis Deskriptif Persentase adalah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan masingmasing variabel bebas yaitu strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa. Dalam analisis deskriptif ini. maka hipotesis yang penulis ajukan sebagai dugaan sementara adalah sebagai berikut : 1. Rentang persentase = 100 % .75% Tidak Baik Tidak Baik 105 .444. 25% ≤ % Skor ≤ 43. Berdasarkan hasil uji coba angket kepada 20 responden waktu penelitian diketahui dari 63 butir soal yang diujikan terdapat 12 soal yang tidak valid karena rxy < rtabel = 0. Menentukan angka persentase tertinggi = (4/4) x 100% = 100% 2.

Error 2.023 .4 di atas menunjukkan bahwa dari hasil analisis diperoleh persamaan regresi ganda Y= 4.030 .476 6.Sedang tabel kategori nilai mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Ungaran sebagai berikut : Tabel 1.118 X1 + 0. 79 – 89 Baik 3. Pengaruh strategi guru mengajar (X1) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu 106 . Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 nt) X1 (Consta B 4.029 .181 .199 .4.100 Sangat Baik 2.000 a.5.093 Sig. Persamaan regresi tersebut mempunyai makna persamaan tersebut diperoleh koefisien positif artinya kenaikan variabel independen akan diikuti kenaikan dependen Pengujian Hipotesis secara Parsial (Uji t) Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji keberhatian pengaruh dari masing-masing variabel bebas. yang diolah) Tabel 1.4 di bawah ini : Tabel 1. Tabel 1.05 atau jika menggunakan penentuan kritis thitung > ttabel a.199 .368 Standardize d Coefficients Beta t 2. Kriteria hasil belajar siswa No Interval Kriteria 1.118 Std.093 Sig.592 .061 5. . Hasil analisis regresi linier berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 nt) X1 (Consta B 4.592 . 68 -78 Cukup 4. 0 .029 .118 Std. 90 . Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh hasil perhitungan seperti pada tabel 1.368 Standardize d Coefficients Beta t 2.3.67 Belum Tuntas Analisis Regresi berganda Pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu dapat dilihat dari analisis regresi berganda yang meliputi uji parsial dan uji simultan.000 X2 .000 a.199 X2. Error 2.181+ 0. .041 . dengan kaidah Ha diterima jika p value< 0.061 5. Dependent Variable: Hasil belajar Pengujian secara parsial ini digunakan uji t. yaitu strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y).023 .476 6.000 X2 .041 . Dependent Variable: Hasil belajar (Sumber : data penelitian.181 .030 .

023 .63% . Karena taraf signifikasi yang diperoleh lebih kecil dari 0.476 Standardi zed Coefficients S Beta t ig. Pengujian dilakukan dengan SPSS for Windows release 16 sebagai berikut Tabel 1.36 7 . Predictors: (Constant).093 dengan taraf signifikasi 0.029 . Hasil analisis regresi secara simultan ANOVAb Sum of Mean Model Squares df Square F Sig.516)2 atau 26.42 2 .7.05 dapat disimpulkan bahwa Ha1 diterima yang berarti ada pengaruh antara strategi guru mengajar (X1) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu (Y).422)2 atau 17.592 dengan taraf signifikasi 0.199 a.000a Std. Error 2. X2. Koefisien Determinasi Parsial (Uji r2) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 ant) X1 X2 (Const B 4. Pengaruh strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa thitung untuk variabel strategi belajar siswa sebesar 6.81% dan besarnya kontribusi strategi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu sebesar (0. Koefisien Determinasi Parsial (Uji r2) Uji r2 untuk mengetahui seberapa besar sumbangan yang diberikan masing.345 687. .b.134 2 120 122 207. 592 000 .5 tersebut terlihat bahwa thitung untuk variabel strategi guru mengajar sebesar 5.000. dengan kaidah Ha diterima p value < 0. 093 000 6.173 5. .6. X1 107 .51 6 .47 5 Correlations Zeroorder Par tial Pa rt Total 1101.030 .480 a.368 .180 . Karena taraf signifikasi yang diperoleh lebih kecil dari 0.000. Pengujian hipotesis secara simultan (uji F) Pengujian secara simultan ini mengggunakan uji F. Tabel 1. 061 041 5. Berdasarkan tabel 1.388 .masing variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen secara parsial. Besarnya kontribusi strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu adalah (0.491 . . 1 n Residual Regressio 414.05 dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima yang berarti ada pengaruh antara strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu.05. 2.726 36.181 . Dependent Variable:Hasil belajar Besarnya kontribusi masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat diketahui dari besarnya koofisien determinasi secara parsial (r2) dari masing-masing variabel tersebut.118 .

X2.6% dan sisanya 62.180 dengan p value sebesar 0. Volume 12 No. Jakarta: PT. Belajar dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Gulo. Dalam penelitian ini variabel strategi belajar siswa mempunyai pengaruh lebih besar daripada variabel strategi guru mengajar. Ada pengaruh antara strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran.480 122 b.613. Kesimpulan penjelasan diatas. 2003.6%. Psikologi Belajar. Ada pengaruh antara strategi guru mengajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran 2. Rahasia Sukses Belajar. Sedangkan besarnya kontribusi strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS secara simultan diketahui dari harga koofisien determinasi (R)2 yaitu sebesar 37. ChatarinaTri.Model 1 n Residual Regressio Sum of Squares 414. . ________.173 5. diolah) Tabel 4. ________. X1 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan analisis regresi ganda menggunakan SPSS 16 diperoleh Fhitung = 36. Error of the Estimate 1 . Djamarah. 3. 2. Psikologi Belajar.05 maka Ha3 diterima. 2008. Rineka Cipta.000a Total 1101.345 687. Strategi Belajar Mengajar. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. yang artinya ada pengaruh antara strategi guru mengajar (X1) dan strategi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar siswa.39293 a. Jakarta: PT Grasindo. Rineka Cipta. Dependent Variable: Hasil Belajar (Sumber: data penelitian 2010. karena p value < 0. Hasil analisis hubungan antara strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu diperoleh data harga koofisien korelasi secara simultan sebesar 0. Hal 126175 Departement of ELT: Hacettepe University. Koefisien determinasi simultan ( Uji R2 ) Model Summary Mo del R R Square Adjusted R Square Std. 2002. Sahaertian. Jakarta: PT Rineka Cipta. Jadi hipotesis Ha3 yang menyatakan ada pengaruh strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu diterima.000. Sardiman. Jakarta: PT Rineka Cipta. bahwa strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar siswa mata pelajaran IPS sebesar 37.366 2. Daftar Pustaka Anni. 2000. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan : 1. Raja Grafindo Persada.27.726 F 36. 2002.4 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Strategi Belajar Mengajar. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan.613a .134 df 2 120 Mean Square 207.180 Sig. 2004. 2006. 2006. Strategi guru mengajar dan strategi belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu kelas VII di SMP Negeri 5 Ungaran. Jakarta: PT. Dalam jurnal Novitas-ROYAL. Predictors: (Constant). 2008. “ The effect of Relationship Between Learning and Teaching Strategies on Academic Achievement”. 108 .376 . Slameto. Semarang: UPT UNNES Press Arif And Aysel. Jakarta: PT.

Made. Sugandi. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Tulus. 2004. Teori Pembelajaran. Rineka Cipta. Wena. Nana. 2004. Jakarta: Bumi Aksara 109 . Gramedia Widiasarana Indonesia. Tu’u. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. 2009. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2009. Semarang: UNNES Pres Roestiyah. 2008. Jakarata: PT. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Strategi Belajar Mengajar.Sudjana. Jakarta: PT.

terlihat dari aktivitas siswa didalam kelas baik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan dilihat situasi siswa yang tenang ketika pada saat guru memberikan meteri pelajaran. Lingkungan Keluarga. Menurut pengamatan dan data yang ada diperoleh informasi bahwa siswa menyenangi mata pelajaran mengelola sistem kearsipan.584 X2 + 0. Data yang ada menunjukkan siswa yang belum mencapai nilai KKM terdiri dari siswa kelas administrasi perkantoran 1 terdapat 17 siswa yang belum tuntas dan kelas administrasi perkantoran 2 terdapat 27 siswa yang belum tuntas. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun parsial dari pengaruh motivasi belajar. Abstrak Oleh : Rita Trisna Deasyanti Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pengaruh motivasi belajar. Kata Kunci : Motivasi Belajar. lingkungan keluarga dan strategi belajar kemudian satu variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. LINGKUNGAN KELUARGA DAN STRATEGI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA SISTEM KEARSIPAN SISWA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK TAMAN SISWA KUDUS. namun perhatian dan pengawasan orangtua terhadap anaknya mengenai pendidikan serta tersedianya dana yang cukup untuk biaya pendidikan dapat mendorong anak untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Berdasarkan hal diatas.00.4 Rumusan Masalah 110 . data tersebut diambil dari jumlah populasi dari dua kelas sebanyak 88 siswa.816 X1 + 0. Hasil penelitian regresi linier berganda menunjukkan persamaan Y = 12. lingkungan keluarga dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan siswa kelas XI di SMK Tamansiswa Kudus secara parsial dan simultan.3 Latar Belakang Hasil belajar siswa jurusan administrasi perkantoran kelas XI pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan masih belum optimal. motivasi belajar. Dari lingkungan keluarga sebagian besar siswa berasal dari kondisi keluarga menengah kebawah. lingkungan keluarga dan strategi belajar siswa pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan siswa untuk mencapai prestasi belajar. Dan Strategi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Tamansiswa Kudus” 1. sehingga pada saat pelajaran berlangsung siswa selalu memperhatikan penjelasan guru.725 X3. PENDAHULUAN 1. lingkungan keluarga dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Lingkungan Keluarga. Strategi Belajar.077 + 0. Prestasi Belajar VI. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan yaitu 72. peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut dengan mengambil judul penelitian “Pengaruh Motivasi Belajar. Berdasarkan Observasi yang peneliti lakukan di SMA Tamansiswa Kudus strategi belajar siswa diduga sudah baik. Melihat keadaan yang demikian.PENGARUH MOTIVASI BELAJAR. tetapi prestasi siswa yang dihasilkan belum optimal. Variabel dalam penelitian ini adalah tiga variabel bebas yaitu motivasi belajar. Dalam penelitian ini menggunakan populasi karena respondennya terdiri kurang dari 100 yaitu 88 siswa. teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda.

3. mau dan mampu belajar. Penentuan strategi belajar umumnya tidak seluruhnya efektif bagi setiap orang. motivasi berasal dari kata motif dapat dikatakan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. 2. karena sebagian besar kehidupan anak berada ditengah-tengah keluarganya.7 Populasi Penelitian 5. METODOLOOGI PENELITIAN 3. dan strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? VII. lingkungan keluarga. 2009:40). atau motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.Dari identifikaksi masalah di atas penelitian ini akan dibahas tentang beberapa masalah diantaranya: 4. Adakah pengaruh motivasi belajar.3 Konsep Dasar tentang Prestasi Belajar “Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya” (Slameto. artinya: mungkin strategi yang digunakan itu efektif untuk seseorang. VIII. orangtua harus menumbuhkan suasan edukatif dilingkungan keluarganya sedini mungkin.6 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengkaji fakta-fakta yang sudah ada dan tidak memanipulasinya atau mengubah data tersebut sehinggga penelitian ini termasuk penelitian non eksperimen. namun tidak efektif bagi orang lain. yang menjadi tujuan dari pembelajaran adalah pendiskripsian tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau gambaran produk yang menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut sudah terjadi.5 Konsep Dasar tentang Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama.6 Konsep Dasar tentang Strategi Belajar Strategi belajar dalam penerapannya pada siswa memiliki tujuan untuk membentuk siswa mandiri dan diharapkan siswa memiliki kesadaran yang timbul dari dalam. 2010: 2 ). 2. dan penggunaan strategi belajar dalam mempelajari sesuatu. Hasil belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan merupakan hasil perubahan perilaku berupa pengetahuan yang siswa dapatkan setelah proses pembelajaran dan keterampilan mengelola kearsipan yang siswa peroleh. 2. Suasana edukatif yang dimaksud adalah orangtua yang mampu menciptakan pola hidup dan tata pergaulan dalam keluarga dengan baik sejak anak dalam kandungan (Suwarno.4 Konsep Dasar tentang Motivasi Belajar Menurut Sardiman (2007 :73). misalnya. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang telah dipelajari oleh pembelajar. artinya pendekatan ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat dan seberapa besar pengaruh tersebut. LANDASAN TEORI 2. selain itu penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif karena peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. 111 . Untuk mengoptimalkan kemampuaan dan kepribadian anak. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak. tentu menggunakan strategi yang berbeda ketika seseorang belajar dengan fakta. Adakah pengaruh strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? 7. Kebermaknaan strategi belajar yang efektif itu tergantung pada karakteristik individu dalam belajar. Adakah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan adminintrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus? Adakah pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus 6. Apabila yang dipelajari itu berupa konsep.

rapat. Pertanyaan yang disediakan dalam angket merupakan jenis pertanyaan tertutup. majalah. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Analisis Deskriptif Uji Asumsi Klasik d.3. (c) Keadaan ekonomi keluarga. atau hal-hal yang diketahui” (Suharsimi. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi ini karena ingin memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam proses penelitian. Variabel yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah: Motivasi Belajar Menurut Mc Donald (Sardiman. karena sebagian besar kehidupan anak berada di tengah-tengah keluarganya. 7. (c) Mengulangi bahan pelajaran. leger.8 Obyek dalan penelitian ini adalah seruh siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa yang jumlahnya 88 siswa.Uji Multikolinieritas f. (d) Konsentrasi. Lingkungan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama.(d) Suasana rumah. 112 .8. 2006:158).8. 2006: 151). Strategi Belajar Belajar yang efisien dapat tercapai apabila dapat menggunakan strategi belajar yang tepat. buku. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. 3.1 3. Dengan indikator : (a)Membuat jadwal dan pelaksanaannya. 6. dan strategi belajar. Dengan indikator : (a) Cara orang tua mendidik. (b) Membaca dan membuat catatan. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.4 3. Indikator hasil belajar adalah nilai dari tes subsumatif atau nilai ulangan tengah semester. Uji Heteroskedastisitas Analisis Regresi Linier Berganda 3. Uji Normalitas e. Strategi belajar diperlukan untuk dapat mencapai hasil yang semaksimal mungkin.9 3. Dengan indikator : (a) Tekun menghadapi tugas. notulen. (b) Ulet menghadapi kesulitan. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden tentang motivasi belajar. penulis menggunakan teknik sebagai berikut: Angket “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan perubahan perilaku manusia yang diperoleh setelah mengalami proses belajar. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak. (b) Relasi antar anggota keluarga. (c) Berorientasi jauh kedepan. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. berhubung jumlah obyek yang diteliti kurang dari 100 maka peneliti menggunakan penelitian jenis populasi.2 3.8.8.10 5. lingkungan keluarga. dimana responden telah diberikan pilihan jawaban. 4. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto. transkip.2010:73) motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. 2003:2). (d) Senang mencari dan memecahkan masalah. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa daftar nilai ulangan tengah semester dari pihak guru mata pelajaran mengelola sistem kearsipan di SMK Tamansiswa Kudus Teknik Analisis Data. Dokumentasi “Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa cacatan. (d) Mengerjakan tugas.3 3. surat kabar.

81.764 Sedang 62.50 4 25.50 4 253 Rendah .26Sangat 53 100 tinggi 2.IX.26Sangat 37 . 43.5139 Tinggi .50 4. 81. 43.25 3 43. 81.76. 81.75 Kriteria Deskriptif Strategi Belajar N Rentang Kriteria 1 Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Persentas e 42% 44% 10% 3% o. Koefisien Determinasi Simultan dan Parsial HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria Deskriptif Motivasi Belajar No. 100 tinggi 2 62.25 3.25 3 43. 25-43. 62. 62. 8. si 1 81.5131 Tinggi 81.75 Frekuen si 38 45 4 1 Persentas e 43% 51% 5% 1% Regresi linier berganda 113 .769 Sedang . 43.26100 2 62. 62.51. . Frekuen Rentang Kriteria si 1.75 0 Rendah Persentase 60% 35% 5% 0% Kriteria Deskriptif Lingkungan Belajar N Frekuen Rentang Kriteria o.

655 g.584 .0 11 .2 78 .2 06 . 540 2. Dependent Variable: Y B 12.411 a.332 .84 4 .2 22 Correlations Zer o-order Pa rtial Pa rt 114 .55597 B 12.390 7.272 .54 7 .816 .273 .224 .292 Si Beta t 1.238 .725 Std.0 16 .Coefficientsa Stand ardized Unstandardize Coefficie d Coefficients nts Model 1 (Co nstant) X1 X2 X3 a. .84 4 .43 5 .1 27 .2 59 .54 7 .2 59 .2 22 Correlations Zer o-order Pa rtial Pa rt 1 .0 77 . Error 7.238 .584 . Predictors: (Constant).2 19 .332 . 459 2. 615 2. X3. 540 2.224 .725 Std.2 78 .0 11 .0 09 .43 5 .2 74 .0 16 . 615 2.1 27 .292 Si Beta t 1.54 3 . .641a .2 19 .2 06 .54 3 . Error 7. Dependent Variable: Y Hasil Koefisien Determinasi Secara Simultan Model Summary Model R R Square Adjusted Std. Error R Square of the Estimate .273 .0 77 .816 . 459 2. X1 Hasil Koefisien Determinasi secara Parsial Coefficientsa Stand ardized Unstandardize Coefficie d Coefficients nts Model 1 (Co nstant) X1 X2 X3 a.2 74 .272 .0 09 . X2. 655 g.

Yogyakarta: BPFE. 2005. 2006. Manajemen Kearsipan. 511-512.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Psikologi Belajar. 2010. sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik lagi. Kurikulum dan Pembelajaran.51%. 1996. 3. maka dari itu orang tua dalam mendidik dan memperhatikan anaknya lebih diutamakan lagi seperti memperhatikan jadwal belajar anaknya selama sekolah. Baharuddin dan Esa. lingkungan keluarga dan strategi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus memberikan pengaruh yang nyata terhadap perubahan prestasi belajar dengan kontribusi masing-masing 6. Motivasi belajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar mengelola sistem kearsipan. 2006. Jakarta: Bumi Aksara. 2. Semarang: UPT MKK UNNES. 115 . Ada pengaruh yang positif lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus.73%. PENUTUP 10. Ada pengaruh yang positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. 2. Ali. Sedangkan secara simultan memberikan kontribusi sebesar 39%. Ada pengaruh yang positif strategi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran mengelola sistem kearsipan kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. basir. 2006. Jakarta: Bumi Aksara. maka dari itu siswa diharapkan lebih meningkatkan motivasinya baik intrinsik maupun ekstrinsik. Dimyati dan Mudjiono. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Journal of Physics Education Department. Fathoni. muhammad. maka dari itu agar prestasi belajar siswa jauh lebih bagus diharapkan siswa lebih meningkatkan strategi/cara belajarnya lebih efektif seperti membaca. DAFTAR PUSTAKA Algifari. Strategi belajar sangat berpengaruh positif dengan prestasi belajar mengelola sistem kearsipan. Secara parsial dan simultan ada pengaruh yang positif motivasi belajar. 2000. 7. Arikunto. Bandung: Angkasa. sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik lagi. Jogjakarta : Ar-ruzz media. Oemar. Selcuk.pp.71%. karena membaca besar pengaruhnya terhadap belajar. Mustafa Erol. 2006. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Learning Strategies of Physics Teacher Candidates: Relationships with Physics Achievement and Class Level. bermotivasi secara intrinsik yaitu dengan lebih tekun dalam mengerjakan tugastugas belajarnya dan motivasi ekstrinsik yaitu dengan lebih sering untuk belajar kelompok dengan teman-teman. Jakarta: Rineka Cipta. chatarina tri. 10. Hamalik. Belajar dan Pembelajaran. Analisis Regresi. Barthos. suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta. Abdurrahmat. Serap Caliskan. 2007. Anni. dan 7. Lingkungan keluarga siswa kelas XI jurusan administrasi perkantoran SMK Tamansiswa Kudus sudah tergolong baik. 3.X. 2009. 4. Penelitian Pendidikan Prosedur dan Teknologi. Gamze S.2 Saran 1. cara orang tua dalam mendidik anaknya sudah tergolong tinggi.

Ibtesam Halawah. 2005. Bandung: Alfabeta. Pengantar Pendidikan. 423-435. and Learning Strategies on Academic Success. Jakarta: Grasindo 116 . Journal of Educational Psychology. The Effect Of Motivation. Prayitno. 2002. Impact of preferences. 2002. 1994. pp. 2005. Journal Of Education Economics. Jakarta: FKIP IKIP Padang.umar. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Nopitahari. 2003. Journal Of Instructional Pshychology. Slameto. Suwarno. 10/01. Statistika Untuk Penelitian. Tu’u. Manuel J. 2004. Semarang: FE UNNES. Metoda statistika. Elida. 2010. 41-48. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Casanova. Wiji. de la Torre. Jakarta: Rajawali Pers. And Student Characteristics On Academic Achievement. Jakarta: Rineka Cipta. de la Villa Carpio. 33/02: 91-99 Manuchehr Irandoust. Skripsi. Pengaruh Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Bekerjasama Dengan Kolega Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran(X AP) SMK Antonius Semarang Tahun 2008-2009. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. 2009. Jogjakarta: Ar-ruzz media. Influence of family and Socio-Demographic Variables on Students with Low Academic Achievement. 25/ 04. Sudjana. Tirtarahardja. M. Motivasi Dalam Belajar. 2007. 2009. tulus. M. Niklas Karlsson. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Sardiman. Family Environment. Cruz Garcia-Linares. Curriculum. Sugiyono. pp. Pedro F. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa. Bandung: Tarsito.

Pengelolaan surat masuk meliputi penerimaan. yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau alamat yang di tuju tidak lengkap.PROSEDUR PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR PADA DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SEMARANG Abstrak Sischa Apriliyanti Perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini sangat pesat. Dalam pengelolaan surat diperlukan pegawai 117 . Hasil penelitian yang diperoleh pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang sudah berjalan baik. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dan bagaimana cara mengatasi kendala-kendala tersebut. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode interview atau wawancara. Mereka bersaing dalam kemampuan kerja. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat. dan menggunakan sistem sentralisasi yaitu pengelolaannya melalui satu pintu. pengendalian. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut suatu organisasi memerlukan suatu informasi serta kebenaran data sangat diperlukan. mengingat pentingnya surat bagi instansi pemerintahan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut suatu organisasi memerlukan suatu informasi serta kebenaran data sangat diperlukan. pencatatan. Mereka bersaing dalam meningkatkan kemampuan kerja. pemberian nomor dan pemberian cap dinas. Pengelolaan surat keluar meliputi pembuatan konsep surat. Salah satu sumber informasi itu yang otentik adalah surat. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat. pengetikan. yaitu terdapat surat masuk yang alamat pengirim atau pembuat surat tidak lengkap dan terdapat surat yang tidak menuliskan alamat ke bidang yang di tuju. Kata kunci : Prosedur Pengelolaan surat masuk dan surat keluar PENDAHULUAN Perkembangan ilmu dan tehnologi sekarang ini sangat pesat. pengarahan surat serta penyimpanan. hal ini sangat mempengaruhi dalam perkembangan bisnis di sektor pemerintah maupun swasta. Oleh karena itu peneliti menyarankan Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang sebaiknya lebih teliti dalam mengecek surat masuk. tetapi masih ada kendala. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. sehingga tidak ada surat masuk yang alamatnya tidak lengkap. penandatanganan. dan cara mengatasi kendala yaitu surat masuk yang alamat pengirimnya atau tujuannya tidak lengkap untuk segera dikembalikan kepada pengirim agar dilengkapi alamat pengirim atau tujuannya. hal ini sangat mempengaruhi dalam perkembangan bisnis di sektor pemerintah maupun swasta. Kesimpulan yang diperoleh dan pembahasan mengenai pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dilaksanakan dengan baik. kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang. Salah satu sumber informasi itu yang otentik adalah surat. persetujuan konsep surat. Permasalahan yang dibahas adalah mengenai bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang. dan metode dokumentasi. pencatatan. Pengelolaan surat masuk dan surat keluar menggunakan sistem kartu kendali dan buku agenda. maka diharapkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang mengadakan pelatihan untuk pegawai untuk lebih mengenal atau menguasai tentang pengelolaan surat. Lokasi penelitian ini dilakukan oleh penulis pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang yang beralamat di Jalan Pemuda no 07 Ungaran dengan objek pengelolaan surat masuk dan surat keluar. Kendala yang dihadapi yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau tujuannya tidak lengkap. Oleh karena itu pengurusan dan penanganan surat masuk dan keluar harus dilaksanakan secara tepat agar sesuai dengan perkembangannya. penyerahan dan penyimpanan.

2 Pembahasan Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang sosial. masih ada beberapa kendala yaitu adanya surat masuk yang alamat tujuan surat tidak lengkap. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang ? BUKTI EMPIRIS DARI HASIL TEORI ` 2. disini dalam penyimpanan surat masih belum menggunakan filing cabinet atau almari arsip yang digunakan untuk menyimpan arsip yang di dalamnya terdapat suatu susunan sekat dan folder sacara vertical dalam laci-lacinya.1982:139) Hasil Penelitian 2. Kemudian surat tersebut akan diserahkan ke Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang untuk disahkan. Bagian umum pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang adalah bagian yang mengurusi jalannya surat masuk dan surat keluar. Kemudian diagendakan pada buku kendali surat masuk dan dicatat pada kartu kendali surat masuk rangkap tiga warna putih. merah muda. dan transmigrasi. Bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang ? 2. yang dimaksud disini adalah nama instansi yang dituju kurang jelas atau terdapat kesalahan penulisan.1 Pengertian Surat Surat adalah sehelai kertas yang ditulis (pada waktu sekarang umumnya diketik)atas nama pribadi penulis atau atas nama kedudukan dalam organisasi yang ditujukan kepada suatu alamat tertentu dan memuet suatu bahan komunikasi(Prajudi Atmosudirjo. sedangkan pada surat keluar terdapat sedikit kendala yaitu pada unit pengolah surat yang bertugas melakukan penggarapan isi surat terkadang lupa mencantumkan nomor surat keluar sehingga surat tersebut kembali. maka penulis tertarik untuk menyusun tugas akhir ini dengan judul “Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang” Rumusan Masalah 1. namun belum sepenuhnya mengacu pada posedur pengelolaan surat yang ada. ketelitian dan pengetahuan tentang surat menyurat. Dalam pengelolaan suratnya sudah berjalan dengan baik. Dari kepala Dinas surat diserahkan kembali ke sub bagian umum dan kepegawaian. sehingga akan menghambat proses pengelolaan surat. hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan pegawai atau petugas yang lalai dalam mengurusi pengelolaan surat tersebut.Warna kuning disimpan di almari arsip. dan kuning. maka pengelolaan surat akan terhambat. Surat masuk beserta lembar kendali warna merah muda dilanjutkan untuk diajukan ke sekretariat untuk ditentukan disposisi sesuai dengan pokok permasalahan.yang memiliki ketrampilan. tenaga kerja dan transmigrasi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan Daerah di bidang sosial tenaga kerja. Pengelolaan surat masuk pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang dimulai dari surat masuk diterima oleh unit kearsipan yang berada pada sub bagian umum dan kepegawaian. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang ? 2. Warna putih disimpan sebagai arsip. Kemudian surat akan 118 . apabila pegawai atu petugas pengelolaan surat tersebut kurang menguasai dan memahami cara pengelolaan surat yang baik. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang ? Tujuan Penelitian 1. Dari uraian di atas.

diserahkan ke bidang yang dituju dan disertakan pula lembar disposisi dan kartu kendali warna merah muda. Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah berjalan dengan cukup baik. Sedangkan prosedur pengelolaan surat keluar pada Dinsosnakertrans meliputi pembuatan konsep oleh pejabat yang ditunjuk oleh Kepala dinas tersebut. Bentuk surat yang digunakan dalam pembuatan konsep disesuaikan dengan petunjuk atau aturan yang berlaku yaitu bentuk official style. Setelah konsep surat jadi selanjutnya dimintakan persetujuan/pengesahan Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang. Setelah surat disetujui dan diketik selanjutnya diberi nomor surat. Selanjutnya adalah pengagendaan atau pengendalian surat yaitu berupa pengisian lembar kartu kendali surat keluar. Untuk kartu kendali yang berwarna putih disimpan oleh bagian arsip, warna merah diberikan kepada unit pengolah untuk disimpan, sedangkan warna kuning disimpan di bagian umum dan kepegawaian untuk arsip. Langkah selanjutnya pengiriman surat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dikirim secara langsung dan dikirim melalui sarana jasa. Pengiriman melalui sarana jasa bisa melalui pos atau fax. Dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinsosnakertrans masih terdapat kendala-kendala, diantaranya : Adanya surat masuk yang alamat tujuan surat tidak lengkap, yang dimaksutd disini adalah nama instansi yang dituju kurang jelas atau terdapat kesalahan penulisan, sehingga dapat menghambat proses pengelolaannya, kurangnya ketelitian pegawai dalam pengelolaan surat, yaitu pegawai pengolah surat yang bertugas melakukan penggarapan surat lupa menulis nomor surat dan alamat surat yang akan dituju, sehingga surat tersebut kembali. METODE PENELITIAN 3.1 Sumber dan jenis data Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah : 1. Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkann langsung di lapangan oleh orang-orang yang melakukan penelitian. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku literature yang berkaitan dengan permasalahan. 3.2 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Metode wawancara Wawancara (interview) adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari nterwawancara (Suharsimi Arikunto 2006:155).Penulis melakukan metode wawancara dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang mengenai pengelolaan surat masuk dan surat keluar. 2. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, agenda atau sebagainya (Arikunto 2006 : 231) yang dilakukan penulis yaitu dengan mengumpulkan data dari buku-buku mengenai arsip maupun surat. 3.3 Metode Analisis Data Dalam hal ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif adalah metode penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan atau menggambarkan variable masa lalu dan sekarang (Suharsimi,2002:9) Penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dimaksudkan agar memperoleh gambaran dan tata secara sistematis tentang berbagai hal yang berkaitan

119

dengan pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar, sehingga penulis dapat menyusun dalam bentuk laporan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. PENUTUP Simpulan Dari penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. Pengelolaan surat masuk pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang dilaksanakan di Sub Bagian Umum dan Kepegawaian yang meliputi penerimaan surat, pencatatan surat, pengendalian surat, pengarahan surat dan penyimpanan. Pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang pada subbagian umum dan kepegawaian sudah berjalan cukup baik. Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang menggunakan sistem satu pintu, dan menggunakan sistem kartu kendali dan buku agenda, alasan menggunakan dua sistem ini yaitu jika terdapat kesalahan dalam penyimpanan kartu kendali dapat dibantu pencariannya dengan buku agenda. 2. Kendala-kendala yang dihadapi Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Semarang yaitu adanya surat masuk yang alamat pengirim atau alamat yang di tuju tidak lengkap, yaitu terdapat surat masuk yang alamat pengirim atau pembuat surat tidak lengkap dan terdapat surat yang tidak menuliskan alamat ke bidang yang di tuju, sehingga akan menghambat proses pengelolaannya, kurangnya ketelitian pegawai dalam pengelolaan surat, yaitu pegawai lupa menulis nomor surat dan alamat surat yang akan dituju, sehingga terkadang ada surat kembali DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Yogyakarta : Rineka Cipta Atmosudirjo, Prajudi. 1982. Kesekertarisan dan Administrasi Perkantoran. Jakarta : Ghalia Indonesia. Barthos, Basir. 2000. Manajemen Kearsipan. Jakarta : Bumi Aksara Moekijat. 1982. Tata Laksana Kantor. Bandung : Alumni Panji, Suhanda. 1981. Dasar-Dasar Korespondensi Niaga Bahasa Indonesia. Jakarta : Karya Utama Silmi, Sikka Mutiara. 2002. Panduan Menulis Surat Lengkap. Yogyakarta : Absolut Sutarto. 1981. Sekretaris Dan Tatawarkat. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Widjaja, A W. 1990. Administrasi Kearsipan. Jakarta : CV Rajawali Wirladiharjo, H. Moeftie. 1991. Pedoman Administrasi Umum. Jakarta : Balai Pustaka Wursanto, Ig. 1991. Kearsipan I. Yogyakarta : Kanisius

120

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SEKRETARIS DALAM MANAJEMEN PERKANTORAN PADA BADAN KESATUAN BANGSA, POLITIK, DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG ABSTRAK INDAH FITRIA RAHAYUNINGRUM

Agar pelaksanan kegiatan kantor dapat berjalan dengan baik diperlukannya manajemen perkantoran untuk mengatasinya. Sekretaris dibutuhkan oleh setiap organisasi untuk membantu dalam bidang organisasi dan kedinasan, atau dengan kata lain, melaksanakan fungsi perkantoran pimpinan agar bisa berkonsentrasi dan melaksanakan tugas-tugas manajerialnya dengan baik. pengembangan diri sekretaris menjadi tuntutan dan kebutuhan yang terus menerus dan berkesinambungans sebagai upaya untuk meningkatkan kualitasnya dalam menghadapi tugasnya sehari-hari Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui peranan sekretaris organisasi dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. 2) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekretaris organisasi untuk meningkatkan kinerjanya pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. 3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi sekretaris organisasi dalam melaksanakan pekerjaannya di perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Kesimpulan, 1) Peranan sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 44 mengenai penjabaran tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang sekretaris melaksanakan peran ganda sebagai sekretaris pribadi yang bertugas membantu pimpinan. 2) Upaya peningkatan kualitas seketaris dalam manajemen perkantoran pada pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah pengembangan kepribadian yang dilakukan oleh diri sendiri dan pengembangan dari kantor. 3) Kendala-kendala yang Dihadapi Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah adanya keterlambatan pertanggung jawaban dari masing-masing bidang. Selain itu terjadinya tumpang tindih kegiatan sekretaris. Saran, 1) Karena ada indikasi peran sekretaris ganda, hendaknya ada kejelasan mengenai tugas sekretaris sebagai sekretaris organisasi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara tugasnya sebagai sekretaris organisasi dan sebagai sekretaris pribadi. 2) Apabila pekerjaan sekretaris organisasi sedang menumpuk, hendaknya sekretaris menunjuk bawahannya untuk menangani sebagian pekerjaannya yang sesuai dengan kompetensi bawahnnya tersebut. Kata kunci : Peningkatan Kualitas, Sekretaris, Manajemen Perkantoran, PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sesuai dengan fungsinya kantor mempunyai kegiatan perkantoran yang meliputi korespondensi, kearsipan, kepegawaian, dan sebagainya yang diatur dalam manajemen perkantoran. Agar manajemen perkantoran tersebut dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni. Untuk memperlancar pekerjaan pimpinan dibutuhkan sekretaris untuk membantu menyelesaikan tugas pimpinan supaya tujuan suatu organisasi dapat tercapai dengan baik. Tugas seorang sekretaris tentunya sesuai dengan fungsi jabatannya. Sekretaris organisasi yang mempunyai tugas lebih berat daripada sekretaris pribadi karena sekretaris organisasi mempunyai bawahan yang besar kecilnya ditentukan oleh besarnya organisasi tersebut. Seorang sekretaris organisasi, disamping bekerja atas instruksi, kadang-kadang juga bertugas dan mempunyai kedudukan sebagai pemimpin pelaksana yang memiliki wewenang ikut membuat keputusan, pengarahan,

121

melakukan koordinasi atas pelayanan administrasi, mengadakan pengawasan, serta melakukan penyempurnaan organisasi dan tata kerja. Untuk itu seorang sekretaris organisasi haruslah mempunyai kompetensi dan kepribadian yang sesuai dengan profesinya. Hal itu dilakukan dengan upaya pengembangan diri ataupun pengembangan dari instansi. Itu semua dilakukan agar dalam melaksanakan tugasnya dapat tepat sesuai dengan tujuan perusahaan serta mempunyai kualitas yang baik di mata atasan dan bawahannya. Dari hasil wawancara dengan Bapak Ari Djoko Santoso, SH, MM selaku sekretaris Badan terdapat satu sekretaris yang menjabat sebagai sekretaris organisasi. Sebagai sekretaris organisasi mempunyai wewenang mengatur manajemen perkantoran dan bertanggung jawab atas semua bidang yang ada di organisasi. Namun pada pelaksanaannya sekretaris juga melaksanakan tugas sesuai dengan perintah atasan untuk menyelesaikan tugas perkantoran seperti yang dilakukan sekretaris pribadi. Hal ini menyebabkan pekerjaan kantor sering tertunda sehingga produktivitas kantor menjadi menurun. Untuk itu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas sekretaris dalam menjalankan manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang agar pekerjaan kantor menjadi lancar. B. Tujuan Peneliitan 1. Untuk mengetahui peranan sekretaris 2. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekretaris untuk meningkatkan kualitasnya 3. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi sekretaris LANDASAN TEORI Kata sekretaris berasal dari Bahasa Latin yaitu secretum yang berarti rahasia. Kata ini juga dikenal dalam Bahasa Belanda secretaries, dalam bahasa Inggrisnya secretary. Dari pengertian ini seorang sekretaris dituntut untuk mampu menyimpan rahasia dalam melaksanakan pekerjaannya (Ernawati, 2004 :1). Menurut Rosidah dan Ambar Teguh Sulistiyani (2005 : 12), secara umum sekretaris berarti seseorang yang membantu pimpinan untuk melakukan pekerjaan kesekretariatan. Pekerjaan kesekretariatan meliputi korespondensi, kearsipan, analisa prosedur pekerjaan kantor, administrasi kepegawaian, dsb. Sedangkan sekretaris organisasi adalah seorang yang memimpin suatu sekretariat dari suatu perusahaan atau sekretariat dari suatu instansi pemerintah tertentu, dengan fungsi utama yaitu mengoordinasikan seluruh pelayanan administrasi yang menunjang operasional perusahaan (Yatimah, 2009 : 35). Menurut The Liang Gie dalam buku Durotul Yatimah (2009 : 20) manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan control) sampai menyelenggarakan secara tertib, sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya adalah office work (pekerjaan perkantoran). Menurut Hendarto dan Tulusharyono (2004 : 6) sekretaris memainkan peranan-peranan seperti : 1. Penjaga/beranda perusahaan Dalam menerima tamu, sekretaris menyeleksi siapa yang biasa dan tidak bisa bertemu dengan pimpinan, kapan waktunya supaya diatur jadwalnya dan tidak salaing bertabrakan. 2. Filter dan pengelola informasi Surat yang masuk dicatat, diatur, dan diolah terlebih dahulu. Sekretaris mencari, mengolah, menyimpan, mengatur, dan bila diperlukan mencari informasi-informasi yang diperlukan pimpinan. Boleh dikatakan bahwa sekretaris adalah orang yang paling tahu berbagai hal yang strategis sebuah perusahaan. 3. Asisten pribadi/tangan kanan pimpinan Sekretaris membantu pimpinan dalam tugas-tugas sehari-hari bahkan untuk banyak kesempatan mewakili pimpinan untuk keperluan perusahaan. 4. Screet keeper/pemegang rahasia Sekretaris yang baik menyadari bahwa ia memiliki informasi yang tidak boleh diteruskan kepada pihak lain yang tidak berhak. 5. Penasihat unutk dimintakan berbagai pendapat

122

Konflik merupakan perbedaan pada opini. 123 . Jl. Menurut ISI Jabar & sekretaris di PT Sanbe Farma sekretaris tak lepas dari konflik. dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Semarang yang terletak di lantai 6 Gedung Pandanaran. Data Sekunder sumber data sekunder adalah dokumentasi dari sumber bacaan yang berkaitan dengan masalah yang terjadi untuk mendukung hasil wawancara. B. 6. Kendala-kendala yang dihadapi sekretaris meliputi kendala-kendala dan upaya-upaya dalam menangani manajemen perkantoran. dan usaha mengembangkan kepribadian sekretaris . latihan jabatan ini dilaksanakan oleh organisasi/perusahaan. Politik. Pengembangan sekretaris dalam realisasinya dapat dilakukan baik oleh dirinya sendiri maupun atas prakarsa organisasi. Semarang. Metode Pengumpulan Data 1. Selain itu Tugas-tugas yang tidak terselesaikan secara tuntas akan mengakibatkan adanya rasa tidak puas yang pada akhirnya menimbulkan stress. D. Pre Service Trainning Adalah latihan yang diberikan pada waktu sekarang belum menempati jabatan tertentu. SH. tempat sekretaris bekerja. C. Perawat/pelindung Walaupun bersifat priobadi. 3. Salah satu diantaranya yaitu dengan melalui pendidikan dan latihan. Metode Wawancara Wawancara dilakukan sesuai dengan pedoman wawancara yang telah dibuat sebelumnya. Peranan yang berisi kedudukan. fungsi. Jenis Data 1. tugas. kendala. b. keinginan. 2. yang meliputi : a. sekretaris harus memperhatiakan keselamatan dan kesehatan pimpinan termasuk di dalamnya menciptakan suasana kerja yang menyenangkan sehingga pimpinan tidak cepat lelah. dan peranan sekretaris dalam manajemen perkantoran. Pemuda No. mencakup : 1. Data Primer wawancara langsung dengan Bapak Ari Djoko Santoso.175. In Service Trainning Yaitu latihan yang dilakukan pada saat sekretaris sedang menduduki jabatannya. (Sedarmayanti. kebiasaan. 2. etika yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris. serta upaya peningkatan kualitas sekretaris. Untuk itu sekretaris harus pandai menjabarkan kebijakan pimpinan ataupun menjadi penyampai informasi dari luar. ide. Konflik juga berarti perselisihan dan keberadaan konflik memang tidak terhindarkan. MM selaku sekretaris Badan mengenai peran sekretaris. 7. Upaya peningkatan kualitas sekretaris meliputi syarat-syarat untuk menjadi sekretaris. Pendidikan formal yang diselenggarakan pendidikan umum. dsb. Objek Penelitian Bidang Kesekretariatan Badan Kesatuan Bangsa. 2.Penghuibung atau humas Sekretaris berdiri diantara pimpinan dan pihak lain. Latihan pra jabatan. 1990 : 143). Objek Kajian 1. kebutuhan. METODE PENELITIAN A.

2. Dokumentasi mengumpulkan data seperti buku profil, Peraturan Walikota, struktur organisasi sebagai data untuk memperkuat pernyataan yang dikemukakan oleh narasumber dalam wawancara.

E. Metode Analisis Data
Menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisa dengan argumen-argumen dan tidak menggunakan angka-angka yang dihitung secara statistik. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Peranan Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran a. Kedudukan Sekretaris dalam Organisasi Kedudukan seorang sekretaris di Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Semarang termasuk Sekretaris Organisasi dan merupakan kepala bidang Sekretariat. Berada di bawah Pimpinan langsung maka bertanggung jawab langsung kepada pimpinan. serta mempunyai kewenangan di atas Kepala Bagian.

b.

Tugas Sekretaris Sesuai dengan dengan Peraturan Walikota tahun 2008 Nomor 44 Tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang, pasal 6 sekretariat mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan dan mensinkronisasian, membina, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan tugas Kesekretariatan, bidang Idiologi dan Kewaspadaan Nasional, bidang Ketahanan Bangsa, bidang Politik Dalam Negeri, serta bidang Perlindungan Masyarakat. Fungsi Sekretaris Fungsi sekretariat pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat tertuang pada pasal 7 Peraturan Walikota Nomor 44 tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang yang merupakan penjabaran dari tugas sekretaris yang terdapat pada pasal 6.

c.

Peran Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang 1. Pelindung organisasi 2. Sebagai pusat informasi 3. Wakil pimpinan 4. Pemegang rahasia 5. Humas 2. Upaya Peningkatan Kualitas Seketaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang a. Syarat-syarat menjadi seketaris Berdasar hasil wawancara dengan Bapak Ari Djoko Santoso, SH, MM selaku Seketaris Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang mengatakan bahwa tidak ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Karena Sekretaris diangkat oleh Walikota melalui promosi jabatan yang disarankan oleh kepala badan. b. Etika yang Harus dimiliki Sekretaris

d.

124

Sesuai dengan Undang-undang Pegawai Negeri Sipil, sama seperti Pegawai Negeri Sipil lainnya kode etik Sekretaris diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. c. Usaha Pengembangan Kepribadian Sekretaris 1) Pengembangan diri sendiri a) Banyak membaca buku tidak hanya buku mengenai sekretaris, namun buku-buku lain yang dapat menunjang kemampuan sekretaris sesuai dengan peranannnya. b) Memperbaharui berita dengan menyaksikan siaran berita, membaca koran, atau browsing di internet. c) Bersikap terbuka atas kritik baik dari atasan maupun dengan bawahan. d) Bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepadanya. e) Mendekatkan diri tidak hanya dengan atasan tapi dengan bawahan agar bisa terjalin komunikasi yang baik dengan bawahan. 2) Pengembangan dari instansi a) Mengikuti diklat Diklat yang pernah diikuri sekretaris antara lain diklat mengenai wawasan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengah, diklat mengenai manajemen kantor, diklat mengenai pelaksanan tata usaha, kepegawaian dan sarana prasarana rumah tangga kantor aparatur pemerintah. b) Mengikuti seminar Biasanya keikutsertaan sekretaris dalam seminar adalah atas undangan dari penyelenggara seminar. Dalam seminar ini sekretaris berlaku sebagai perwakilan Badan atau mewakili Kepala Badan jika berhalangan hadir. Seminar yang pernah diikuti sekretaris antara lain seminar Pelaksanaan Demokrasi warga Jawa Tengah yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah pada saat menjelang Pemilu Gubernur Jawa Tengah. Selain itu beliau juga pernah mengikuti Seminar tentang Birokrasi yang diadakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). c) Mengikuti Outbond Kegiatan outbond dilaksanakan tidak hanya sebagai media untuk refressing bagi pegawai, namun yang lebih penting adalah mengakrabkan seluruh pegawai yang bekerja di kantor. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menambah keakraban diantara semua pegawai sehingga kerjasama yang dilakukan saat bekerja bisa terjalin dengan baik. Outbond ini dilaksanakan setahun dengan menggunakan anggaran rumah tangga badan.

3. Kendala-kendala yang dihadapi Seketaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang 1) Pertanggung jawaban kegiatan kepada sekretaris sebagai kepala sekretariat, dari masingmasing bidang sering tidak tepat dalam pelaporannya, sehingga kegiatan lain dari bidang tersebut menjadi terhenti. Hal ini terjadi karena bidang-bidang biasanya untuk membuat laporan kurang adanya kontrol dari kepala bidang kepada staff untuk membuat pelaporan kegiatan yang telah dilaksanakan. Untuk mengatasi masalah ini, sekretaris melakukan rapat koordinasi dengan bidang-bidang yang menangani kegiatan tersebut kemudian dicari akar permasalahan yang menyebabkan masalah itu terjadi, untuk kemudian dicari jalan keluarnya. 2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang terjadi tumpang tindih antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. Hal itu terjadi karena antara kegiatan satu yang belum terselesaikan ada kegiatan yang lain yang harus dikerjakan baik yang berasal dari pimpinan atau bukan. Untuk mengatasi masalah tesebut beliau memilih pekerjaan mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu kemudian

125

menyelesaikan pekerjaan yang lain. Bahkan kadang-kadang pekerjaan tersebut bila tidak selesai dilanjutkan dirumah. B. PEMBAHASAN Peranan sekretaris organisasi tersebut cukup baik, karena sudah sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen. Namun sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang melakukan tugas ganda sebagai sekretaris pribadi, yaitu dengan melaksanakan tugas yang biasa dilakukan sekretaris pribadi seperti membuat perencanaan perjalanan dinas pimpinan, menemani pimpinan menghadiri suatu acara, serta menerima tamu yang datang untuk kepentingan pimpinan. Namun hal itu dilaksanakan dengan sadar dan sudah biasa dilakukannya setiap saat sebagai bentuk pengabdiannya kepada pimpinan. Padahal secara tidak langsung itu dapat menghambat pekerjaan sekretaris yang lainnya yang seperti diketahui tugas sebagai seorang sekretaris organisasi tidaklah sedikit, sehingga memungkinkan pekerjaan lain akan terbengkalai. Untuk itu sekretaris hendaklah mengatur jadwal kegiatannya dengan baik, agar semua kegiatan yang dilaksanakannya dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan fungsi dan peranannya. Dari usaha pengembangan diri sekretaris sudah melakukan pengembangan dengan baik karena disela-sela waktu sibuk melaksanakan tugas yang banyak, dia masih meluangkan waktu untuk menambah ilmu pengetahuannya dengan membaca buku atau memperbaharui berita. Selain itu sebagai orang yang disegani oleh bawahannya dia dapat bersikap terbuka atas kritik, serta bertanggung jawab atas tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Hal itu dilakukan agar dia bisa menjadi jembatan antara bawahan dengan atasan. Sedangkan dari Badan pengembangan kepribadian dari instansi sudah memfasilitasi pegawainya tidak hanya sekretaris organisasi saja untuk berkembang dan meningkatkan kompetensinya. Untuk itu sudah selayaknya sekretaris organisasi dapat memanfaatkannya sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuannya baik untuk diri sendiri atau untuk instansi untuk kemudian diterapkan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sekretaris organisasi dalam menjalankan manajemen kantor. Agar sekretaris menjadi sekretaris organisasi yang berkualitas di mata bawahan dan atasannya. Dalam melaksanakan peranannya dalam manajemen perkantoran kadang-kadang sekretaris menemui kendala yang terjadi namun dalam mengatasi kendala dalam hal pelaporan pertanggung jawaban kegiatan jika terlambat sebaiknya sekretaris tidak membiarkannya berlarut-larut dengan cara memberikan batas waktu kepada bidang tersebut. Karena jika keterlambatan semakin lama akar permasalahannya semakin sulit untuk dipecahkan dan menyita banyak waktu. Dan mengenai tugas yang tumpang tindih seharusnya sekretaris tidak melanjutkan pekerjaan yang belum selesai ke rumah jika hal itu diteruskan maka sekretaris tidak akan mempunyai waktu untuk istirahat di rumah maka yang terjadi dia akan merasa lelah atau mengantuk di kantor sehingga pekerjaan kantor menjadi terbengkalai.

PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis mengenai upaya peningkatan kualitas sekretaris dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang serta pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Peranan sekretaris pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang sudah diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 44 mengenai penjabaran tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sebagai sekretaris organisasi kadang-kadang sekretaris melaksanakan peran ganda sebagai sekretaris pribadi yang bertugas membantu pimpinan. 2. Upaya peningkatan kualitas seketaris dalam manajemen perkantoran pada pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah pengembangan kepribadian yang dilakukan oleh diri sendiri dan pengembangan dari kantor. 3. Kendala-kendala yang Dihadapi Sekretaris dalam Manajemen Perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang adalah adanya

126

keterlambatan pertanggung jawaban dari masing-masing bidang. Selain itu terjadinya tumpang tindih kegiatan sekretaris. B. Saran Kualitas sekretaris dalam manajemen perkantoran pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang sudah baik namun ada beberapa kekuarangan yang dapat mengurangi kelancaran pekerjaan kantor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis saran yang dapat disampaikan antara lain : 1. Karena ada indikasi peran sekretaris ganda, hendaknya ada kejelasan mengenai tugas sekretaris sebagai sekretaris organisasi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara tugasnya sebagai sekretaris organisasi dan sebagai sekretaris pribadi. 2. Apabila pekerjaan sekretaris organisasi sedang menumpuk, hendaknya sekretaris menunjuk bawahannya untuk menangani sebagian pekerjaannya yang sesuai dengan kompetensi bawahnnya tersebut.

127

PENDAHULUAN Perusahaan selain memiliki Sumber Daya Manusia yang terampil (Skill). maka diperlukan suatu tindakan penanganan dan pengelolaan terhadap peralatan tersebut secara baik. Contoh kasus 128 . pengadaan. sehingga untuk memperoleh peralatan kantor harus melalui beberapa tahapan. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. misalnya: mesin. Suatu urutan kegiatan klerikal dimana terdapat ketergantungan sistem. Pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah yang beralamatkan di Jalan Jenderal Gatot Subroto. pencatatan. kursi. komputer. penempatan. almari arsip. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi”. 3) pencatatan. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. Apabila prosedur administrasi peralatan kantor tidak berjalan dengan baik. dan lain-lain. Permintaan barang tidak bisa dilakukan secara mendadak harus melalui perencanaan terlebih dahulu. pengadaan. penghematan biaya. Peralatan kantor mempunyai berbagai macam kegunaan antara lain: dapat mempertinggi tingkat kemampuan kerja pegawai. terganggunya aktivitas perusahaan akan menimbulkan pengaruh buruk pada hasil/tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan. 4) penempatan. mesin hitung. pengadaan. pemeliharaan dan penghapusan peralatan kantor. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi disebut Prosedur Administrasi Peralatan Kantor. 5) pemeliharaan dan 6) penghapusan peralatan kantor (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007: pasal 4 ayat 2). Tarubudaya Ungaran. pencatatan. maka diperlukan suatu tindakan penanganan dan pengelolaan terhadap peralatan tersebut secara baik. 2) pengadaan. Key word : prosedur administrasi peralatan kantor I. pencatatan. jam. Metode pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif dengan jenis data primer dan sekunder. akan menimbulkan hambatan-hambatan. Suatu urutan kegiatan klerikal dimana terdapat ketergantungan sistem. pencatatan.PROSEDUR ADMINISTRASI PERALATAN KANTOR PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH Abstrak Rodhiana Dewi Nugrah Apriliana Peralatan kantor sangat penting bagi perusahaan. Prosedur administrasi peralatan kantor adalah ”suatu urutan kegiatan klerikal di mana terdapat ketergantungan sistem. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. penempatan. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi disebut Prosedur Administrasi Peralatan Kantor. mesin pengganda. penempatan. Tujuan dalam pelaksanaan penelitian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah adalah untuk mengetahui perencanaan. penempatan. Hambatan-hambatan tersebut misalnya apabila terjadi kerusakan total pada peralatan kantor akan mengganggu jalannya aktivitas perusahaan. juga harus memiliki sarana dan prasarana yang baik untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. untuk mendapatkan peralatan kantor harus sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah. Dalam pengadaan peralatan kantor harus melalui prosedur antara lain: 1) penggolongan dan perencanaan. pengadaan. Peralatan kantor sangat penting bagi perusahaan. meja. tenaga dan waktu juga menjamin kecermatan dan ketelitian kerja pegawai. Salah satu sarana dan prasarana yang mutlak diperlukan adalah peralatan kantor.

Untuk mengetahui Perencanaan Peralatan Kantor. Prosedur administrasi peralatan kantor dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 129 . Bagan Organisasi. pemeliharaan dan penghapusan barang perbekalan kerja dalam pencapaian tujuan organisasi”. diamati. Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewer) (Suharsimi. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Untuk mengetahui Penempatan Peralatan Kantor. 2006:155). majalah. 2. lengger. Data sekunder ini dapat berupa dokumen-dokumen mengenai masalah tersebut baik dari brosur-brosur. 8. Dokumen penghapusan. 6. METODE PENELITIAN A. 7. 4. Untuk mengetahui Pengadaan Peralatan Kantor. Rencana biaya pemeliharaan Dinas. Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). catatan-catatan tertulis. Adapun data-data yang diperoleh dari metode dokumentasi adalah: 1. surat kabar. Dokumen pengadaan Barang. untuk melakukan service/pengadaan peralatan tersebut harus melalui prosedur yang ada. notulen rapat. Rencana Operasional Kerja (ROK). C. 2. KESIMPULAN Prosedur administrasi peralatan kantor adalah ”suatu urutan kegiatan klerikal di mana terdapat ketergantungan sistem. Untuk mengetahui penghapusan Peralatan Kantor. penempatan. pencatatan. Jenis Data 1. transkrip. 4. III. prasasti. IV. 6. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dalam pelaksanaan penelitian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah adalah: 1. 3. dan sebagainya (Suharsimi. 5. Metode pengumpulan data 1. yang ada hubungannya dengan penyusunan karya ilmiah. Sumber Data Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan yang selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen B. Untuk mengetahui pemeliharaan Peralatan Kantor. dan dicatat untuk pertama kalinya 2. 2006:231). 2. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Form Kartu Inventaris Ruangan. Untuk mengetahui Pencatatan Peralatan Kantor. II. Pengeluaran dan Persediaan Barang. pengadaan. buku. orang dan teknologi untuk menangani data dan informasi mulai dari perencanaan. 3. Data sekunder diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian yang berupa informasi secara tertulis. 9. 5. agenda. buku-buku literatur. Form Buku Penerimaan.pada Bagian Umum dan Kepegawaian ada komputer rusak sehingga menghambat pekerjaan.

2.. Penggolongan Perlatan Kantor yaitu: a. Mengangkat Panitia/Pejabat pengadaan barang/jasa. Pengadaan Peralatan Kantor Pengadaan Peralatan Kantor di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah meliputi: 1. Pejabat pengadaan barang/jasa dibentuk apabila pengadaan barang/jasa dengan nilai Pagu anggaran kurang dari Rp..Bagian Program (direkap) Form RKA dijadikan Form DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) Monitoring dan Evaluasi (monev) Pelaksana an kegiatan (12bulan) Dokumen Rencana Operasional kegiatan ROK (belanja per kegiatan perbulan) DPA diserahkan oleh Gubernur kepada Kepala SKPD Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah B.(lima puluh juta rupiah).000. PERENCANAAN Penggolongan Peralatan Penganggaran PENGADAAN PENCATATAN PENEMPATAN PEMELIHARAAN PENGHAPUSAN A.000.000. Cara Swakelola 130 . a.(lima puluh juta rupiah).000. Penetapan paket-paket pengadaan barang/jasa. dijual. dihapus. 2. 3. b. menjaga tingkat persediaan barang agar efisien dan efektif. Peralatan kantor tahan lama yaitu peralatan yang dipakai/ dimanfaatkan untuk memperlancar pekerjaan lebih satu tahun b. Perencanaan Peralatan Kantor Dalam melakukan perencanaan kebutuhan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: untuk mengisi kebutuhan barang. Pantia pengadaan barang/jasa dibentuk apabila pengadaan barang/jasa dengan nilai Pagu anggaran lebih dari Rp. 50. Peralatan Kantor tidak tahan lama atau habis pakai adalah peralatan yang biasanya hanya dipakai dalam waktu singkat 2. Adanya barang-barang rusak. Pengadaan peralatan Barang/Jasa yang dilakukan di Dinas menggunakan dua cara yaitu: a.GAMBAR 1 PROSEDUR ADMINISTRASI PERALATAN KANTOR 1. Pertimbangan teknologi. 1. Tahapan Penganggaran Peralatan Kantor pada Dinas dapat dilihat pada gambar berikut ini Gambar 1 Penganggaran Peralatan Kantor Perencanaan Penganggaran Usulan (RKA&RAB) Masuk ke Sub. atau sebab lain. 50. Menyusun perencanaan pengadaan barang/jasa.

Penetapan harga perkiraan sendiri (HPS) Penetapan Jadwal Pelaksanaan. d.000. Rp.000. Dicatat pada buku pengeluaran barang (pakai habis). Melaporkan pelaksanaan/penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada Pimpinan Instansinya. Menggunakan Penyedia Barang/Jasa jika pengadaan barang dengan nilai di atas Rp. E. Barang Habis Pakai (Alat Tulis Cetak = ATC) Tahapan pencatatan barang habis pakai pada Dinas adalah sebagai berikut: a. 9. Barang dicatat dalam kartu inventaris ruangan (KIR. b. Barang Tahan Lama Tahapan dalam pencatatan barang tahan lama adalah sebagai berikut: a. Menyerahkan aset pengadaan barang/jasa dan aset lainnya kepada pimpinan dengan berita acara penyerahan. Pencatatan dalam kartu pemeliharaan/perawatan barang dilakukan oleh pengurus barang. 11.4. 3. Penandatanganan fakta Integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang/jasa sebelum dimulai. Penempatan Peralatan Kantor Penempatan peralatan kantor yang dilakukan pada Dinas menggunakan asas-asas sebagai berikut: 1.000. 6. b. Dicatat pada buku pengadaan barang. Asas mengenai rangkaian kerja.. 50. Barang dicatat pada buku penerimaan barang.s. Pelelangan adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan cara diumumkan secara terbuka melalui media cetak dan papan pengumuman. Pencatatan Peralatan Kantor 1. Barang dicatat dalam kartu inventaris barang (KIB).000. d.000. b. Asas mengenai jarak terpendek. 5. D. Dicatat pada buku pengadaan barang. Menetapkan besaran uang muka yang menjadi hak penyedia barang/jasa sesuai ketentuan yang berlaku. 50. Pengawasan pelaksanaan perjanjian/Pagu anggaran . C.. c. 3. Pencatatan pemeliharaan Barang a. Dicatat pada buku barang inventaris 2.mengacu pada Keppres 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang/jasa yang terdiri dari:  Penunjukan Langsung adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan dengan cara menunjuk langsung dari sekurang-kurangnya ada satu penyedia barang/jasa. c. 7. Asas mengenai penggunaan segenap ruangan. dengan nilai pagu anggaran lebih dari Rp.000. Dicatat pada buku Penerimaan barang (pakai habis) . Menetapkan dan mengesahkan hasil pengadaan panitia/pejabat pengadaan barang/jasa.000. Pemeliharaan Peralatan Kantor Pemeliharaan peralatan kantor pada Dinas adalah sebagai berikut: 131 . 100.000. Setiap jenis barang harus dibuat kartu pemeliharan/perawatan yang memuat: b. 2. 12. 8. e. 100. Pemilihan Langsung adalah pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan cara pemilihan langsung dari sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) penyedia barang/jasa dengan nilai pagu anggaran di atas Rp. Dengan nilai pagu anggaran sampai dengan Rp.000.000. 10. Menyiapkan dan melaksanakan perjanjian/Pagu anggaran dengan pihak penyedia barang/jasa.d. 5. Kemudian peralatan di tulis pada bon permintaan/ pengeluaran.

(31 Maret 2010) Sutopo. The Liang. 9. Belajar. Pengantar Bisnis. Atep. 6. 10.wordpress. dkk. Perencanaan tersebut dajukan ke kantor DPPAD 7. Barang tersebut diletakkan dalam gudang. Badan Diklat Prajabatan Golongan III: Jakarta Tizna. Erlangga: Jakarta Nuraida. (31 Maret 2010) Mardiasmo.fkip. Pemeliharaan dilakukan oleh pihak kedua (rekanan/penyedia jasa) F. Kanisius: Yogyakarta Olah. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. 4. Suharsimi.com/ doc/5226194/BAb-7-penghapusan-perbekalan. Sinar Baru Algensindo: Bandung Sumarni. Lexy J. 3. CV. Yogyakarta Munir Sukoco. DPPAD akan mengusulkan kepada DPRD 8. Dasar-dasar Akuntansi. 2008. Penghapusan Peralatan Kantor Penghapusan peralatan kantor pada Dinas dikarenakan: 1. Cv Armico: Yogyakarta Arikunto. barang atau peralatan didalam ruangannya dalam kondisi rusak 2. Mandar Maju: Bandung Moleong. Akuntansi Sektor Publik.uns. Rineka Cipta: Jakarta Gie.1.ac. 2009. Dagang dan Industri.com/2009/07/05/mengapa-manajemen-pemeliharaan/. 2009. 2008. 2005.id/library/index. Setelah persetujuan Dewan/Gubernur dijual secara umum. DAFTAR PUSATAKA Adya Barata. 1988. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. ittelkom. Manajemen administrasi Perkantoran. Duta Nusindo Poniman. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Diunduh dari http://www. 2. Manajemen Perawatan. Sondang P. Diunduh dari http://www. PT. Sabinus. Murti. Bandung : PT.id Blogs weblog. Akuntansi Bisnis untuk Perusahaan Jasa. Metodologi Penelitian Kualitatif. Pemeliharaan setiap hari atau secara rutin oleh pegawai sendiri. 2006. Visimedia: Jakarta Kurniawan. Sistem Akuntansi. Hendi. Administrasi Perkantoran Modern. Petugas Penghapusan membuat rencana penghapusan barang. Ida. Liberty: Yogyakarta Haryadi. Remaja Rosdakarya. 2002. Heri. Mengapa Manajemen Pemeliharaan. 2004. (19 Maret 2010) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketujuh Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 2000. Administrasi Perkantoran. 2010. Perbekalan / Perabotan / Alat – Alat Kantor. Kemudian Dinas mengadakan lelang untuk barang tersebut. 2006. V. Penghapusan Perbekalan. Diunduh dari Just another Student. PT Penebar Swadaya: Jakarta Siagian. 5. Petugas penghapusan mendata barang atau peralatan tersebut. Selanjutnya uji fisik/keur dilakukan oleh kantor Komunikasi Informasi (KOMINFO) dan Dinas Perhubungan. Administrasi Manajemen dan Organisasi. 1993. 1995.ac. Andi: Yogyakarta Moekijat. Mulyadi. John Soeprihanto. 2009. Filsafat Administarsi. Ulbert.php?view=article&catid=25%3 Aindustri&id= 457%3Amanajemenperawatan&option=com_content&Itemid=15. Administrasi Perkantoran Untuk Manajer dan Staf. 1998. Liberty: Yogyakarta Supardiyo. (31 Maret 2010) 132 . 2009. 2008. Bumi Aksara: Jakarta Silalahi.scribd. Diunduh dari http://supardiyo. 2008. Ilmu Administrasi. Kiat Memenangkan Tender Barang & Jasa. Badri. Politeknik Negeri Semarang: Semarang Sadar. Barang dicatat dalam buku inventaris dengan keterangan rusak. Semarang: Diperbanyak oleh Cv. 2009. 2003.

Densitas Pengguna Internet juga masih rendah yaitu 7. Makalah disampaikan dalam Konferensi dan Temu Nasional TIK untuk Indonesia. telah berpengaruh pada segala aspek kehidupan baik personal maupun komunal. masih terjadi kesenjangan penguasaan TIK (digital devides) antar staf sehingga menjadi salah satu penghambat pelaksanaan pelayanan publik3. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. Alifia Yulfitri. baik sektor public maupun sector private. pada sektor pelayanan publik. Untuk mengatasinya seringkali proses administrasi dokumen disederhanakan 2 Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 3 Tatiek Maryati.47 komputer per 100 penduduk yang berada pada urutan ke-15 dari 18 negara di Asia Pasifik dan ke-7 dari 10 negara di ASEAN. Melihat permasalahan dalam aktivitas perkantoran yang dituntut efektif dan efisien dan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemanfaatan dan penggunaan TIK akan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam semua aktivitas yang dilakukannya. masih terdapat lemahnya penguasaan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran oleh guru RSBI4. Untuk mengatasinya seringkali proses administrasi dokumen disederhanakan atau bahkan diabaikan. maka perlu dibangun suatu desain TIK terpadu dalam implementasi untuk mendukung aktivitas administrasi perkantoran. Hal ini menjadikan informasi sebagai komoditas penting dan strategis yang sekaligus menjadi kebutuhan masyarakat modern.18 per 100 penduduk2. masih terdapat lemahnya penguasaan dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran oleh guru RSBI. Menurut International Telecommunication Union (ITU). masih terjadi kesenjangan penguasaan TIK (digital devides) antar staf sehingga menjadi salah satu penghambat pelaksanaan pelayanan publik. Pemanfaatan dan penggunaan TIK akan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam semua aktivitas yang dilakukannya. Komputer-Densitas di Indonesia yaitu 1. 2008. Kondisi rendahnya kepemilikan dan penggunaan TIK ini terjadi pada semua sektor di Indonesia. pada sektor pelayanan publik. Impelementasi TIK dalam administrasi perkantoran yang berfungsi sebagai komunikator dan pemberi informasi sangat tergantung pada sumber daya fisik yang berfungsi pemberi input. 21 – 23 Mei 2008 di Jakarta 4 Arief Yulianto. Makin besar organisasi akan menyebabkan alur birokrasi yang makin panjang sehingga proses dokumen akan menjadi makin lama. Semarang : Penelitian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah 133 .DESAIN IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN Arief Yuliato Email : ariefyoelianto@gmail. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang pesat. Perubahan tersebut telah membawa dampak terhadap strategi bisnis serta realisasi rencana pengembangan ke depan yang meninggalkan cara-cara konvensional Administrasi yang merupakan salah satu fungsi dalam perkantoran tidak dapat terlepas dari perubahan paradigma pemanfaatan dan penggunaan TIK. Pada sektor pendidikan. telah berpengaruh pada segala aspek kehidupan baik personal maupun komunal. 2009. Pendahuluan Penetrasi pengguna komputer dan internet juga masih tertinggal jauh dari negara lain. baik sektor public maupun sector private. 2009. Model Kompetensi Guru RSBI. processing serta keluaran yang akan berguna dalam pengambilan keputusan. Makin besar organisasi akan menyebabkan alur birokrasi yang makin panjang sehingga proses dokumen akan menjadi makin lama. Pengukuran Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan TIK di Lingkungan Pegawai Pemerintahan. Selain itu. Pada sektor pendidikan.com Abstrak Kondisi rendahnya kepemilikan dan penggunaan TIK ini terjadi pada semua sektor di Indonesia.

(c) Adanya kegiatan/proses/usaha. 2006 Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Perkantoran. Secara terinci fungsi kantor itu adalah sebagai berikut5 : 1. Untuk menjamin aktiva. Memberikan fasilitas dalam pembuatan laporan administrasi dokumen pada setiap fungsi dan bagian organisasi. (e) Adanya tujuan yang telah ditetapkan6. dan sebagainya 5. misalnya: pemeliharaan uang kontan. Pentingnya TIK dalam Administrasi Perkantoran Perubahan lingkungan eksternal yang cenderung uncontrollable dan lingkungan internal yang dinamis menuntur organisasi untuk melakukan penyesuain dalam kegiatan perkantoran. Digitalisasi semua perangkat perkantoran yang kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer berdampak pada penggunaan alat-alat yang dapat menggantikan fungsi manusia dan penyederhaan prosedur dalam perkantoran yang akan berakibat pada semakin efisien dan efektif fungsi administrasi perkantoran. Untuk menerima keterangan misalnya : surat-surat. Untuk mencatat keterangan. harga. dan sebagainya Administrasi sebagai kegiatan dari pada kelompok yang mengadakan kerja sama untuk menyelesaiakan tujuan bersama. Di lain pihak. kepemimpinan dan pengawasan. Memudahkan seluruh staf administrasi pada masing-masing fungsi dan bagian dalam organisasi sehingga menjamin tertib administrasi 2. pembukuan. Dalam sebuah organisasi. Kegiatan perkantoran berfungsi untuk memberikan pelayanan komunikasi dan catatan-catatan (dokumen. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo 134 . fungsi perkantoran memiliki fungsi utama sebagai mediator dan fasilitator antar fungsi dan bagian dalam organisasi. (d) Adanya bimbingan. maka perlu dibangun suatu desain TIK terpadu dalam implementasi untuk mendukung aktivitas administrasi perkantoran. Berdasarkan definisi konsep tersebut. perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat mulai diimplementasikannya teknologi digital menggantikan teknologi analog yang mulai menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya dalam administrasi perkantoran. Dwi Eko Waluyo 5 6 The Liang Gie. Menyediakan akses secepatnya dari mana saja bagi yang membutuhkan dalam mengirim ataupun merespon surat yang diterima. sehingga : 1. maka administrasi perkantoran dapat diuraikan fungsi pendukung dalam penyelengaraan aktivitas perkantoran yang meliputi pelayanan komunikasi dan catatan-catatan dari suatu organisasi. pengadaan persediaan. 3. data) yang dibutuhkan oleh pihak yang membutuhkan. misalnya: catatan –catatan tentang pegawai. Administrasi Perkantoran Modern. harga-harga. Hal tersebut berdampak menimbulkan masalah dalam monitoring dan pencarian dokumen selain tentu saja mengurangi legalitas kegiatannya. Saat ini administrasi perkantoran tidak dapat terlepas dari pemanfaatan dan penggunaan TIK atau sering disebut sebagai era otomatisasi perkantoran (Office Automation / OA). Untuk memberikan keterangan. IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN Melihat permasalahan dalam aktivitas perkantoran yang dituntut efektif dan efisien dan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). antar personal dalam organisasi maupun antar organisasi itu sendiri.atau bahkan diabaikan. yaitu kelompok yang terdiri atas 2 orang atau lebih. misalnya: dalam pembiayaan. Efisiensi dan efektivitas sebagai dasar aktivitas organisasi. misalnya: daftar barang-barang dagangan. Untuk menyusun keterangan. pencarian data dan monitoring 4. dan sebagainya 2. Menyediakan sistem administrasi terpadu sehingga memudahkan penelusuran surat (tracking). 1981. (b) Adanya kerja sama dari kelompok tersebut. Aktivitas administrasi akan berlangsung dengan lancar bila (a) Adanya kelompok manusia. taksiran-taksiran. sehingga akan meminimalkan bahkan mengeliminasi proses dan prosedur yang dapat dihilangkan. Yogyakarta : Nurcahya Yogyakarta Irwan Yantu. waktu dan semakin cepatnya pengambilan keputusan yang dilakukan. dan sebagainya 4. dimana proses dan prosedural tersebut akan berdampak pada penghematan biaya. 3. dan sebagainya.

8th edition. DESAIN PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI TIK DALAM ADMINISTRASI PERKANTORAN BERBASIS BEST PRACTISES 7 Disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Alat dan Lab Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Semarang tanggal 25 Nopember 2000. Misalnya untuk pengelolaan informasi yang didistribusikan ke manajer yang berupa laporan-laporan periodik amupun laporan khusus. 2.w3. Sistem Elektronik Formal dimaksudkan sebagai kegiatan perkantoran yang didokumentasikan dengan suatu prosedur tertulis. menyiapkan menyimpan data. Misalnya melakukan konsultasi atau diskusi dengan pengambil keputusan lain. menyiapkan dokumen berdasarkan pemakai dokumen berdasarkan pemakai database dan dari sudut pandang database dan dari sudut pandang perancang database perancang database Dari tabel di atas diketahui bahwa aktivitas antara database dan aplikasi TIK adalah sama yaitu saling terkait.org/TR/REC-html40. mengolah data. mengolah data. processing serta keluaran yang akan berguna dalam pengambilan keputusan. Dalam yang sudah terproses menjadi banyak hal fungsi dari kedua jenis informasi dalam database juga aplikasi di atas adalah sama hanya didapatkan dari lingkungan sistem peralatannya saja yang berbeda perusahaan serta data-data hasil olahan dari para manager sebagai problem solver. yang dapat didefinisikan sistem elektronik tersebut sebagai berikut : 1. database yang dimiliki kurang maksimal begitu pula jika aplikasi TIK tidak mampu menghasilkan data base akan berdampak pada aktivitas admistrasi perkantoran. software dan brainware) yang dapat diuraikan sebagai berikut. menyimpan data.(2000)7 mengungkapkan bahwa OA mencakup semua sistem elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan. 2001 135 . tanpa aplikasi TIK. Impelementasi TIK dalam administrasi perkantoran yang berfungsi sebagai komunikator dan pemberi informasi sangat tergantung pada sumber daya fisik yang berfungsi pemberi input. baik sumber daya dan aplikasi perkantoran masukan. Aktivitas Mendapatkan data. a Study of Computer-Based Information System. Data menggunakan komputer. Tabel 1 : Definisi dan Aktivitas tentang Database dan Aplikasi TIK dalam Perkantoran Keterangan Data base Aplikasi TIK Definisi Kumpulan data yang terintegrasi dari Aplikasi perkantoran menggunakan seluruh sumber daya dalam peralatan elektronik non komputer perusahaan. diakses tanggal 2 Oktober 2010 8 Adopsi dari Raymond Mc Leod. Mendapatkan data. proses maupun output. Sistem Elektronik Informal berarti sistem perkantoran yang tidak direncanakan atau diuraikan secara tertulis. Sumber : http://www. Prentice Hall. Semua perusahaan menerapkan sistem formal untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Sistem-sistem OA informal ini diterapkan saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi keperluannya sendiri. seperti pada gambar berikut : Tabel 1 : Implementasi TIK dalam Administrasi Perkantoran8 TIK Terdapat dua variabel utama dalam implementasi TIK yang harus tersedia yaitu database dan applikasi TIK (hardware. Management Informastion System.

Langkah pemberdayaan SDM juga sangat penting dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi. Kendala yang dihadapi dalam memenuhi kualitas infrastruktur terkait keterbatasan anggaran organisasi menjadikan kualitas maupun kuantitas infrastruktur masih lemah. Inti utama dalam desain ini adalah pemberdayaan SDM departemen sendiri tanpa melakukan outsourcing SDM profesional dari luar. Selain infrastruktur. Dalam perkembangannya. facsimile dan telepon. khususnya terkait dengan fasilitas infrastruktur yang tersedia. berlaku “seleksi alam”. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. menara. Departemen Perhubungan adalah mampu implementasi TIK dalam aktivitas administrasi perkantoran adalah keterbatasan organisasi dalam beradaptasi terhadap perkembangan TIK adalah pada aspek ketersediaan SDM dan infrastruktur TIK sehingga mengakibatkan kesenjangan digital (digital devides). infrastruktur penunjang kerja seperti alat monitoring spektrum frekuensi serta infrastruktur penunjang seperti kabel LAN atau Hub. Pemanfaatan TIK tidak hanya terbatas pada organisasi saja tapi juga meluas sampai ke pemanfaatan secara personal. dengan harapan ketersediaan infrastruktur menjadi efisien dan optimal dalam pelayanan. di dalam mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi dibutuhkan SDM yang profesional di bidangnya yang dapat mendukung kelancaran tugas penyelenggaraan layanan infrastruktur telekomunikasi. infrastruktur perkantoran misalnya komputer. printer. Organisasi sebagai salah satu pengguna TIK dituntut untuk dapat beradaptasi terhadap perkembangan TIK tersebut. hal ini tentunya akan berdampak pada proses komunikasi dan penggunaan informasi dalam pengambilan keputusan. Infrastruktur telekomunikasi antara lain terdiri dari jaringan telekomunikasi.Pemanfaatan TIK mengalami perkembangan pesat dalam pemanfaatan dan penggunaannya. 136 . 2009. Tatiek Maryati (2009)9 menjelaskan hasil penelitiannya yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis. Sehingga desain implementasi TIK adalah sebagai berikut : 9 Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 Tatiek Maryati. Penggunaannya TIK ini hampir pada semua aktivitas kehidupan manusia atau dapat dikatakan bahwa saat ini tingkat ketergantungan manusia dalam kehidupannya sangat tinggi terhadap TIK. bahwa ada organisasi ada yang mampu menyesuaikan dan beradaptasi dengan perkembangan TIK namun ada pula yang tidak. Keberadaan infrastruktur yang ada perlu memiliki keseimbangan kesiapan SDM yang profesional sebagai pelaksana tugas terkait yang dapat mengimbangi dengan fasilitas infrastruktur yang ada. agar layanan bidang telekomunikasi dapat lebih baik lagi.

seperti pada gambar berikut : Gambar 3 : JENI Mobile Game Base Learning 10 Laporan Penelitian 2008. Sumber : http://www.Gambar 2 : Desain Pemberdayaan SDM dalam Impelementasi TIK di UPT Departemen Perhubungan Kondisi saat ini Infrastruktur telekomunikasi dan SDM Telekomunikasi di Unit Pelaksana Teknis Depkominfo Perkembangan global infrastruktur telekomunikasi dan perkembangan ICT - Analisis dan Evaluasi: kondisi SDM pada UPT Pemberdayaan saat ini Kendala yang dihadapi =Peraturan Perundangan =Kebijakan Pembangunan TIK =Konvergensi teknologi =Digital divide Keberdayaan infrastruktur telekomunikasi dan kemampuan SDM dalam pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi Tingkat kebutuhan : -infrastruktur telekomuniks -pengembangan SDM – TIK -Manajemen Sistem untuk optimalisasi kinerja Profesionalisme SDM dan optimalisasi infrastruktur telekomunikasi Seamolec (2008)10 merancang mekanisme pembelajaran dengan nama JENI yaitu JENI Mobile Game Base Learning(jmGBL) menawarkan suatu model pembelajaran baru yang menarik dan menyenangkan karena dengan bermain game tanpa terasa meningkatkan pemahaman materi yang telah disampaikan di kelas.seamolec. Permainan Edukatif Berbasis Mobile Sebagai Media Pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.DOC.org/rnd2008f/laporan%20penelitian. Diakses tanggal 2 Oktober 2010 137 .

2009) Terkendala dengan anggaran dari pusat dalam peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur Sulitnya melakukan pemberdayaan SDM departemen sendiri Adanya pemisahan wewenang input dan penggunannya pada database yang berdasarkan pada UPT Seamolec (2008) Best Practises Ketersediaan Infrastruktur Infrastruktur yang besar dan kemampuan kabupaten/kota. provinsi terbatas SDM guru dan murid terbatas dan membutuhkan sosialisasi yang lama sebelum diimplementasikan Infrastruktur dengan kondisi yang telah ada namun lebih pada peningkatan software SDM TIK SDM outsourcing atau dari luar organisasi Aksesbilitas Sentralisasi data sehingga dalam pencarian dokumen lebih mudah Desentralisasi pada masing-masing unit atau bagian dan sentralisasi secara proporsional Dari kedua desain yang telah diimplementasikan. maka “best practises” desain implementasi TIK dalam administrasi perkantoran dapat dijelaskan pada gambar berikut : 138 .Desain di UPT (Tatiek Mariyati.

Fleksibility : Berbagai jenis komputer pengguna dengan berbagai sistem operasi akan tetap dapat menggunakan sistem informasi tersebut. pengguna tidak terbebani dengan keharusan untuk memiliki. 2. Sistem juga menerapkan prinsip client- 11 Albarda. memasang. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. 4. dimana organisasi hanya sebagai pengguna bukan sebagai pembuat (2) infrastruktur yang hanya meningkatkan kualitas software yang dapat diuraikan secara positif dalam implementasinya yaitu : 1. mempelajari. Centrelized : Penggunaan Database Terpusat menjamin agar setiap pengguna memperoleh informasi yang sama. Three-Tiered : Konsep arsitektur Three-Tiered memfasilitasi kemungkinan terjadinya perubahan aturan administrasi di organisasi tersebut. Dengan basis seperti ini. 5. Authorized : Keamanan hak akses terhadap data yang vital dan non-publik. akurat. Web-Based : Setiap informasi dapat diakses dengan mudah baik melalui intranet untuk kalangan terbatas maupun internet untuk umum. 2006. Pengelolaan Dokumen Perkantoran Berbasis TI (e-administration). namun tetap memberikan kemudahan bagi pengguna yang punya kewenangan untuk mendapatkan atau mengolah data yang diperlukan. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung 139 .Gambar 4 : Desain Implementasi TIK best practises11 Gambar tersebut menjelaskan tentang beberapa aspek dalam implementasi best practises penggunaan TIK dalam administrasi perkantoran adalah (a) pengadaan SDM sebagai konsultan dapat diperoleh dari luar organisasi. dan paling aktual sehingga akan mengurangi duplikasi data serta dapat langsung diproses lebih lanjut (waktu yang lebih singkat). 3. dan menggunakan berbagai software untuk berbagai aplikasi tetapi hanya cukup membutuhkan 1 (satu) program web browser yang amat mudah penggunaannya dan biasanya telah tersedia.

PENUTUP Sebagai institusi yang rentan terhadap perubahan berupa perkembangan dinamis organisasi dan TIK. Strategi Pemberdayaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Pemberdayaan SDM dalam Mendukung TIK. 2006. Semarang : Penelitian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Dwi Eko Waluyo. diakses tanggal 2 Oktober 2010 Irwan Yantu. Prentice Hall. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung Alifia Yulfitri. Yogyakarta : Nurcahya Yogyakarta 140 . Laporan Penelitian 2008. 21 – 23 Mei 2008 di Jakarta Arief Yulianto. Administrasi Perkantoran Modern. Jurnal Depkominfo Vol 2 Tahun 2009 The Liang Gie.w3. maka organisasi perlu terus mengembangan diri beradaptasi dengan perubahan paradigma dalam administrasi perkantoran Pertimbangan aspek teknis dan non-teknis dalam hubungan antar organisasi harus menjadi kriteria yang menentukan. Permainan Edukatif Berbasis Mobile Sebagai Media Pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.DOC. Makalah disampaikan dalam Konferensi dan Temu Nasional TIK untuk Indonesia. Diakses tanggal 2 Oktober 2010 Tatiek Maryati. 8th edition Seamolec. Disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Alat dan Lab Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Semarang tanggal 25 Nopember 2000. Aspek teknologi terkait lainnya yang juga perlu dipertimbangkan adalah keamanan sistem informasi dan dokumen elektronik itu sendiri DAFTAR PUSTAKA Albarda. 2008. Model Kompetensi Guru RSBI. Sumber : http://www. a Study of Computer-Based Information System. Pengukuran Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan TIK di Lingkungan Pegawai Pemerintahan. Pengelolaan Dokumen Perkantoran Berbasis TI (e-administration). Sumber : http://www. 2006 Bahan Ajar Mata Kuliah Manajemen Perkantoran. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Raymond Mc Leod. 2001. baik dalam ruang lingkup maupun jumlah data yang diolah.server sehingga memungkinkan untuk perluasan sistem yang secara teoritis tidak terbatas.seamolec.org/TR/REC-html40.org/rnd2008f/laporan%20penelitian. 1981. 2009. Management Informastion System. 2009. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan yang berjumlah 109 siswa. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan (Uji F) yang menunjukkan bahwa Fhitung = 36.000 < 0. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi linier berganda.05 sehingga H3 yang berbunyi ada pengaruh kompetensi professional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar diterima. akan tetapi sebagian besar ditentukan oleh kompetensi profesional guru yang mengajar dan membimbing mereka.770 dengan sig 0. 2006: 5).05 maka Ho ditolak sehingga H2 yang berbunyi kebiasaan membaca buku berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar diterima. pola. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner (Angket) dan dokumentasi.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes. Rendahnya mutu pendidikan telah memberikan akibat langsung pada rendahnya mutu sumber daya manusia bangsa kita. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan 141 . 1. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru.000 < 0. Proses belajar dan hasil belajar para siswa tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Dan Hasil Belajar. Guru merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan (Bafadal. dan pendidikan tidak akan banyak memberikan dukungan yang maksimal atau tidak dapat dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran tanpa didukung oleh keberadaan guru yang secara continue berupaya mewujudkan gagasan. Karena proses untuk melahirkan sumber daya manusia yang bermutu hanya bisa melalui jalur pendidikan dan proses pembelajaran yang bermutu pula. Pendahuluan Latar Belakang Mutu pendidikan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh mutu pendidik.63% dengan kriteria belum tuntas. media. sedangkan hasil belajar (Y)=59. dan pemikiran dalam bentuk perilaku dan sikap yang terunggul dalam tugasnya sebagai pendidik. Secara parsial menunjukkan bahwa variabel kompetensi profesional guru menunjukan bahwa thitung = 3. Jurusan manajemen.390 dengan tingkat sig 0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru dan kebiasaan membaca buku mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar. ide. 2003: 4).PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DAN KEBIASAAN MEMBACA BUKU TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES Dede Atikah (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi. Kebiasaan Membaca Buku. rendahnya mutu pendidikan bangsa ini tidak bisa lepas dari kondisi para guru sebagai salah satu unsur penyelenggara pendidikan. Kebiasaan membaca buku (X2)= 52. dan isi kurikulumnya. sarana dan prasarana.000 < 0.600 dengan sig 0.05.29% dengan kriteria baik. Bila dilihat lebih jauh. Semua komponen dalam proses belajar mengajar seperti materi. Guru mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam keseluruhan upaya pencapaian mutu pendidikan (Sholeh. maka Ho ditolak sehingga H1 yang berbunyi kompetensi profesional guru berpengaruh secara parsial terhadap hasil belajar diterima. struktur. serta variabel terikat yaitu Hasil belajar (Y). Demikian pula untuk variabel kebiasaan membaca buku (X2) didapat thitung = 2.co. Dari hasil analisis deskriptif persentase diperoleh kompetensi profesional guru (X1)= 60.55% dengan kriteria sangat baik. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu Kompetensi Profesional Guru (X1) dan Kebiasaan Membaca Buku (X2). Email: hakitaeded@yahoo.

Membaca merupakan kegiatan dan kemampuan khas manusia. dapat diduga berpengaruh pada proses pengelolaan pendidikan sehingga mampu melahirkan keluaran pendidikan yang bermutu (Hamzah. Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang difikirkan dan dikerjakan. Berdasarkan hasil observasi pendahuluan di SMP Negeri 3 Ketanggungan pada kelas VIII yang terdiri dari 3 kelas. Menurut Burghardt (1973) dalam Muhibbin Syah (1995: 118) ”kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respons dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang”. Misalnya. Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis. kebiasan-kebiasaannya akan tampak berubah. Keberadaan perpustakan membawa dampak positif untuk mendukung keberhasilan pelajaran ekonomi. Jadi. Perolehan hasil belajar siswa dapat dilihat sebagai berikut: 142 . Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kebiasaan diartikan sebagai sesuatu yang biasa dikerjakan. yang harus dikuasai oleh guru (Harwanto.belajar yang efektif. Oleh karena itu. sekitar 85% dari semua kegiatan belajar di sekolah terdiri atas membaca. sehingga belajar para siswa berada pada tingkat optimal (Hamalik. kebiasaan. Kebiasaan membaca pada siswa di sekolah dapat dilihat kebiasaan membaca buku-buku terkait mata pelajaran ekonomi di perpustakaan. Dengan kompetensi professional. 2008: 36). sifatnya relatif menetap dan otomatis. keluarga merupakan salah satu potensi yang besar dan positif memberi pengaruh pada hasil belajar siswa. memberikan pengalaman yang menyenangkan dalam kegiatan membaca serta memberikan stimulasi berkaitan dengan membaca. kepribadian. 2008: 46). mengenalkan buku pada anak sesuai usianya. Kebiasaan belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajar. Kompetensi professional guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang apapun. Pembelajaran pertama seorang anak diperoleh dari keluarga. tujuan. kemampuan membaca tidak terjadi secara otomatis karena harus didahului oleh aktivitas dan kebiasaan membaca yang merupakan wujud dari adanya minat membaca. Perpustakaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan sekolah dan dengan perpustakaan mempermudah siswa memperoleh buku bacaan tanpa harus membeli. dengan jumlah 109 siswa. Walaupun demikian. membaca kiranya merupakan sarana utama bagi siswa untuk mencapai keberhasilan belajar (The Liang Gie. Suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis dapat digambarkan dari perilaku membaca. 2002: 57)”. Membaca merupakan suatu kegiatan belajar siswa yang paling banyak memakan waktu dan memerlukan pemikiran sepenuhnya. Menurut pendapat William Baker. Keluarga adalah orang yang paling dekat dengan dirinya. apabila tidak dilakukan maka akan timbul perasaan kurang lengkap. Belajar memegang peranan penting dalam perkembangan. kebiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Dalam proses belajar. Kebiasaan membaca tidak hanya dapat dilakukan di perpustakaan. keyakinan. orang tua berperan besar untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak. menyenangkan. mereka memilih untuk mempelajarinya di rumah. Setiap siswa yang telah mengalami proses belajar. ada sebagian siswa yang menggunakan perpustakaan hanya untuk meminjam buku saja. sikap. 2008: 65). dan bahkan persepsi manusia. Sedangkan menurut pakar lain Kompetensi professional guru merupakan kemampuan penguasaan mata pelajaran secara luas dan mendalam. oleh karena itu perpustakaan merupakan faktor pendukung proses belajar siswa. Oleh karena itu kebiasaan membaca dapat diartikan kegiatan membaca yang biasa dilakukan. Mereka dapat meminjam buku pelajaran atau mencari referensi untuk mengerjakan tugas. Sebaiknya orang tua mengenalkan aktivitas membaca sedini mungkin. dan akan lebih mampu mengelola kelasnya.

Di bawah ini adalah daftar koleksi buku.Tabel 1 Nilai Ulangan Harian Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Nilai Ulangan Harian keNilai Ulangan Harian ke-2 1 Kelas ≥ 7.0 < 7.0 < 7.0 VIII 61 Siswa 48 Siswa 43 Siswa 66Siswa Sumber: Data sekolah 2010 Kompetensi profesional ini dapat dilihat dari guru mampu menguasai materi. berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar. peminjaman buku. menjaga ketertiban kelas.0 ≥7. mengarahkan dan mendorong kegiatan belajar siswa. sebagai motivator belajar. dan dapat menjadi konselor bagi siswa terkait permasalahan mata pelajaran ekonomi. dapat mengaktifkan siswa. mampu memberikan bahan-bahan ajar dengan contoh-contoh yang benar. sehingga mempengaruhi data peminjam buku dan jumlah siswa yang berkunjung di perpustakaan. memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi. menilai siswa secara obyektif. mampu mengelola kelas. dan jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan. Padahal tidak sedikit koleksi buku-buku yang disediakan sekolah. Tabel 2 Koleksi Buku Ekonomi Kelas VIII di Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 N Ju o Judul Buku Penerbit mlah 1 IPS Ekonomi Erlangga 125 2 IPS Ekonomi Yudhistira 135 Buku Kerja Ekonomi 3 2A Erlangga 150 Buku Kerja Ekonomi 4 2B Erlangga 150 Pusat Perbukuan 5 IPS Terpadu Depdiknas 135 Pusat Perbukuan 6 IPS Ekonomi Depdiknas 150 Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan 143 . mampu menyediakan media pembelajaran. mempunyai keterampilan memilih bahan ajar.

Tabel 4 Data Kunjungan Siswa ke Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 Kelas Bulan VIII 07-2009 67 Siswa 08-2009 64 Siswa 09-2009 40 Siswa 10-2009 84 Siswa 11-2009 95 Siswa 12-2009 34 Siswa 01-2010 71 Siswa 02-2010 31 Siswa 03-2010 45 Siswa Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan 144 . tetapi meminjam untuk dibaca di rumah. siswa tidak hanya membaca buku pada saat di perpustakaan saja.Tabel 3 Data Peminjam Buku Ekonomi di Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Tahun 2009/ 2010 Jumlah Peminjam Bulan Kelas VIII 0743 Siswa 2009 0842 Siswa 2009 0924 Siswa 2009 1048 Siswa 2009 1147 Siswa 2009 1219 Siswa 2009 0146 Siswa 2010 0217 Siswa 2010 0328 Siswa 2010 Sumber: Perpustakaan SMP Negeri 3 Ketanggungan Dapat dilihat dari tabel peminjaman buku di perpustakaan.

Berdasarkan uraian di atas. 2. 4. Adakah pengaruh kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 3. Untuk mengetahui adakah pengaruh kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010. Seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 baik secara simultan maupun parsial? Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan di atas. Dalam kegiatan belajar sebagian besar adalah aktifitas membaca. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 2. maka peneliti mengajukan permasalahan sebagai berikut: 1. 145 . maka tujuan penelitian ini adalah: 1. maka akan diadakan penelitian tentang “Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Belajar Mengajar dan Kebiasaan Membaca Buku terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes Tahun Ajaran 2009/2010” Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Oleh karena itu upaya peningkatan kebiasaan membaca sangat penting untuk pencapaian tujuan pembelajaran.Hal ini dapat dilihat pada kondisi di mana ruang perpustakaan dipadati siswa membaca. Dengan kondisi buku yang rapi dan penataan yang tersistem. Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ada kesenjangan yang terjadi di SMP Negeri 3 Ketanggungan yaitu mengenai kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku dengan hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi. membuat siswa menjadi berminat untuk membaca buku perpustakaan. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010? 4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 baik secara simultan maupun parsial. menandakan bahwa buku-buku tersebut dibaca dan jumlah kunjungan siswa yang banyak. 3. Untuk mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010.

yang harus dikuasai oleh guru. Tidak Setuju (TS). Tidak saja materi yang sesuai bidang tugasnya. Menurut The Liang Gie (1995: 194) kebiasaan adalah perilaku seseorang yang dilakukannya secara tetap atau sama dari waktu ke waktu tanpa pemakaian banyak pikiran. Kompetensi profesional. muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis.2. bahwa proses membca itu sebenarnya tak ubahnya dengan proses ketika seseorang sedang berpikir dan bernalar. Dalam proses belajar. Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS). Menurut Burghardt (1973) dalam Muhibbin Syah (1995: 118) ”kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respon dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang”. Artinya. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Tri Anni. Ingat apa kata seorang ahli membaca yang bernama Edward L. Membaca adalah serangkaian kegiatan pikiran seseorang yang dilakukan secara penuh perhatian untuk memahami makna sesuatu keterangan yang disajikan kepada indera penglihatan dalam bentuk lambang huruf dan tanda lainnya (The Liang Gie. seperti tampak pada tabel berikut ini: Tabel 5 Populasi penelitian N Kelas Jumlah o siswa 1 VIII A 37 Siswa 2 VIII B 35 Siswa 3 VIII C 37 Siswa Jumlah 109 Siswa Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Ketanggungan Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Bukti Empiris Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009: 20) hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. 3. kebiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. 1995: 272). karena subyek yang berjumlah 109 siswa seluruhnya dijadikan subyek penelitian. Reading as Thinking dan Reading as Reasoning. Sangat Tidak Setuju (STS). Thorndike. Kurang Setuju (KS). 2008: 46). merupakan kemampuan penguasaan mata pelajaran secara luas dan mendalam. Dari kelima jawaban tersebut 146 . sehingga seorang guru mampu menyajikan materi secara utuh kepada anak muridnya (Harwanto. Menurut Nurhadi (2005: 13). membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. kelas VIII B dengan jumlah 35 siswa dan kelas VIII C dengan jumlah 37 siswa. Sedangkan menurut Tarigan (1986: 7). Setuju (S). Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan: Y = variabel terikat (hasil belajar) a = konstanta b1 = Nilai koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai koefisien variabel bebas X2 (Sugiono. Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah. 2006: 5). Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggunagan Kabupaten Brebes tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 109 siswa terdiri dari tiga kelas yaitu kelas VIII A dengan jumlah 37 siswa. tetapi juga kemampuan mengintegrasikan dan menghubungkan dengan materi-materi mata pelajaran lainnya. 2007: 275). membaca pada hakikatnya adalah proses berfikir.

Edisi Revisi V. Dasar-dasar Proses Belajar mengajar. Pengaruh Minat. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 1987. 2003. Darsono. Belajar dan Pembelajaran. 147 . Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.603 . Cara Belajar Sukses Di Perguruan Tinggi. Semarang: UNDIP Press.007 Zero-order . 2008. Semarang. .330 .237 . Sudjana. Ibrahim.000 . Slameto. Nurhadi. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Djaali. 2. Jakarta: Rineke Cipta.066 . Jakarta: Rineka Cipta. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Soedibyo. Burhanudin. Hamalik. Bandung: Sinar Baru Algesindo.533 3.079 Model 1 (Constant) X1 X2 t 4. Bafadal. Membangun Profesionalitas guru. Harwanto. Banten: Cerad Insan Cendekia Mulyono.338 .207 a. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.079 2.60%.224 .481 2. Jakarta: Paramuda. Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. 2006.388 . Sardiman. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.578 Part .681 5.000 . Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) e. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.260 Collinearity Statistics Tolerance VIF . Niam Sholeh. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 6. Dimyati dan Mudjiono. 2002. Oemar. 2003. 2004. Salam. 2009. Psikologi Pendidikan. Asrorun. Memilih Profesi Guru?. Dependent Variable: Y 5. Kebiasaan Membaca Buku Perpustakaan Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Di Smk Negeri 2 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009. Belajar dan Pembelajaran. 1994. 1994. Cetakan Ke Dua Belas.89%. Noerhayati.299 Correlations Partial . Jakarta: Bumi Aksara.269 . Ghozali. Error 23. Jakarta: Bumi Aksara. Pengelolalaan Perpustakaan Jilid 1-2. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) b. Daftar Pustaka Arikunto. Skor tersebut terdiri dari: a. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Nana. 2009. Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4. Jakarta: Depdikbud Dan Rineka Cipta. Semaranng: IKIP Semarang Press. Jakarta: Bumi aksara. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 10. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) c. 2008.600 2. Hasil Empiris Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Std. 3. Max.76%.masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian tersebut tinggi atau tidak. Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) d. 2008. Jakarta: Bumi Aksara.481 .122 Standardized Coefficients Beta . Suharsimi. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dalam proses belajar mengajar dan kebiasaan membaca buku terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi Kelas VIII SMP Negeri 3 Ketanggungan sebesar 39. 6. 2005. Membaca Cepat dan Efektif. UNNES. Bandung: Alumni. Ahmad. 2008. 2009.770 Sig. Jakarta: Rineka Cipta. 2000.

Metodologi Penelitian Kuantitatif. 1995. Tarigan. Kualitatif dan R&D. Muhibbin. Alfabeta. Bandung: CV. Umar. 2007. Cara Belajar Yang Efisien Jilid II. Henry Guntur. Profesi Kependidikan. 2004. Jakarta: Bumi aksara. Syah. Semarang : UPT UNNES Press. Hamzah. Tri Arni. Bandung : Alfabeta. Yogyakarta: PUBIB. Bandung: Angkasa. 148 . dkk. Membaca Sebagai Ketrampilan Berbahasa. 2001. Psikologi Pendidikan. 1995. The Liang Gie. Bandung: PT Rosdakarya.Sugiyono. Husein. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Uno. Statistik Untuk Penelitian. 1986. 2008. Riset Akuntansi. Psikologi Belajar. 2008. Catharina.

Banyak kita jumpai pendidik baik di sekolah-sekolah kejuruan.563 X3 . Untuk mengetahui pengaruh cara belajar. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. Prestasi Belajar.6%). Motivasi.183 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. Berdasarkan analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa cara belajar dalam kriteria tinggi (57.183 X1 + 0. penggunaan media pembelajaran dalam kriteria tinggi (65. Prestasi belajar yang diperoleh siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor.3 Sampel Penelitian Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan sifat populasi.391 dan signifikansi sebesar 0. (Suryana. dan tersebar secara proporsional merata kesetiap kelas.046. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. diantaranya adalah cara belajar.012 dan signifikansi sebesar 0. 1. Metode pengumpulan data yang digunakan angket dan dokumentasi. penggunaan media pembelajaran. baik oleh dunia pendidikan maupun masyarakat. penggunaan media pembelajaran dan motivasi. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. penggunaan media pembelajaran.4%). 2003:3) 1. Penggunaan Media Pembelajaran.873 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. Ada pengaruh yang signifikan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien regresi sebesar 0. 2. maka teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling. Instrumen yang disusun kemudian diuji validitas menggunakan rumus product moment dan reliabilitas menggunakan rumus alpha. 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh cara belajar. PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/2010 Erni Dwijayanti ABSTRAK Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang bersangkutan. motivasi dalam kriteria tinggi (56.657 dan signifikansi 0.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai.PENGARUH CARA BELAJAR. dan prestasi belajar dalam kriteria baik (58.018. maupun di pendidikan profesional yang masih kurang memperhatikan penumbuhan sikap dan perilaku kewirausahaan sasaran didik. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh secara parsial cara belajar.3%).873 X2 + 0. Sehingga setiap responden mempunyai kesempatan yang sama 149 .563 dan keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. pengaruh secara parsial cara belajar. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 137. Ada pengaruh yang signifikan cara belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0. Mengingat sifat populasi bersifat homogen pada siswa kelas X Program Keahlian Multimedia dan Tata Busana SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010. motivasi dan prestasi belajar kewirausahaan siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. motivasi dan prestasi belajar kewirausahaan siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2009/2010. Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh model regresi Y = 47.6%).981 + 0. Ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0. pengaruh secara simultan cara belajar. Kata Kunci : Cara Belajar.2 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1.009.

Kelas X MM 1 X MM 2 X TB 1 X TB 2 X TB 3 Tabel 3. 6 .sebagai sampel dalam penelitian. Penyebaran sampel dari populasi secara lebih lengkap adalah sebagai berikut : N o 1 . 4 .2006:78) yaitu : Keterangan : N : Ukuran populasi n : Ukuran Sampel e : Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditorerir atau diinginkan. 2 . 3 .1 Sampel Penelitian Teknik Jumlah Pengambilan Populasi sampel 38 37 34 33 33 Jumlah Sampel 25 24 22 22 22 22 X TB 33 4 Jumlah 208 Populasi Keterangan : MM : Multimedia TB : Tata Busana (Sumber : Tata Usaha SMK N 1 Pringapus) Jumlah Sample 137 150 . Untuk mengetahui jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini peneliti menggunakan rumus Slovin (Husein Umar. e derajat kesalahan dalam penelitian sebesar 5% dengan tingkat signifikan 95% (137) Berdasarkan perhitungan tersebut maka sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah berjumlah 137 orang siswa kelas X Program Keahlian Multimedia dan Tata Busana SMK Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010. 5 .

338 Valid 6 0.696 0. 1. = skor total angket. Metode Pengumpulan Data Metode Dokumentasi Dalam penelitian ini data diambil dari arsip yang dimiliki oleh guru mata pelajaran kewirausahaan kelas X SMK Negeri 1 Pringapus.1. Uji Instrumen Uji coba instrumen penelitian dilakukan sebelum angket diberikan kepada responden.501 0.1. yaitu angket yang memungkinkan responden hanya memilih alternatif jawaban yang disediakan.639 0.338 Valid 10 0.2 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Cara Belajar ( No.491 0.2.5. 2010 ) 151 .453 0.588 0.338 Valid 14 0.660 0.338 Valid 3 0.2.338 Valid 9 0. = skor item angket.338 Valid 4 0.4. = jumlah responden.563 0.492 0.338 Valid Sumber : Data penelitian diolah.576 0.2006:162) Dimana: = koefisien korelasi. menghilangkan kata-kata yang sulit dipahami. Soal Kriteria 1 0.398 0. Data yang terkumpul diuji dengan teknik korelasi product moment dari Karl Pearson (Suharsimi.4.338 Valid 11 0. 1.548 0.338 Valid 7 0. Tujuan dari uji coba instrumen adalah untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang kurang jelas maksudnya.5.668 0.338 Valid 13 0. nama siswa.338 Valid 12 0.338 Valid 8 0.4 1. Data yang dapat diambil dengan metode dokumentasi tersebut adalah data tentang jumlah siswa.338 Valid 2 0.547 0. Adapun uji coba instrumen menggunakan SPSS for windows 13 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.579 0.338 Valid 5 0. Validitas Dalam penelitian ini pengukuran validitas diukur dengan menggunakan bentuk metode statistik. mempertimbangkan penambahan atau mengurangi item.338 Valid 15 0. dan data prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X pada mata pelajaran kewirausahaan yang diambil dari nilai ulangan pada semester II tahun ajaran 2009/2010. 1. Metode Angket (kuesioner) Adapun jenis kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup.

Soal Kriteria 16 17 18 19 0.338 Valid 27 0.338 Tidak Valid 22 0. = jumlah varians butir.338 Valid 25 0.626 0.338 0.338 Tidak Valid 24 0.6. 2006:193) yaitu: = Dimana: = reliabilitas instrumen.7.316 0. 2010 1.338 Valid 28 0. 1.516 0. 3. Memasukkan skor tersebut kedalam rumus (Ali. Menentukan skor jawaban responden dengan ketentuan skor yang telah ditetapkan. = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.524 0.338 0.338 Valid 21 0.4 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Motivasi ( No.338 Valid ) Sumber : Data penelitian diolah.338 Valid Valid Valid Valid ) Sumber : Data penelitian diolah.645 0.338 Valid 23 0.627 0. 4. 2004:186) sebagai berikut: Persentase skor (%) = 100% Keterangan: 152 . 2010 Tabel 3.1 Metode Analisis Deskriptif Persentase Langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan teknik analisis ini adalah: 1.338 0. Hasil pengolahan data ini digunakan untuk menjawab masalah yang telah dirumuskan. 2.439 0.Tabel 3.344 0. Membuat tabel distribusi jawaban angket.511 0. Adapun rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus Alpha (Suharsimi. Sebelum menggunakan rumus Alpha terlebih dahulu harus dicari varian butirnya dengan rumus : ( X )2 ( X )2 2 N : Varian Tiap butir N X : Jumlah Skor butir N : Jumlah Responden 1.496 0. Menjumlahkan skor jawaban yang diperoleh dari tiap-tiap responden.505 0. Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau keajegan suatu alat ukur dalam mengukur apa yang diukur.378 0.266 0.7. Metode Analisis Data Analisis data adalah cara-cara mengolah data yang telah terkumpul kemudian dapat memberikan interpretasi. Soal Kriteria 20 0.3 Hasil Uji Coba Validitas Variabel Penggunaan Media Pembelajaran( No. = varians total.338 Valid 26 0.

3.5 Kriteria Cara Belajar.43.75% Cara Belajar Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Motivasi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 3. Persentase minimal = (1/4) x 100% = 25% 3.62.25% 43. Interval kelas persentase = 75% / 4 = 18.50% 25. maka dibuat tabel kategori yang disusun dengan perhitungan sebagai berikut: 1.76% . 153 .25% = 75% 4.7. Untuk menentukan kategori deskripsi persentase (DP) yang diperoleh.n = jumlah nilai yang diperoleh. 5.00% 62.51% 81. 1. Rentang persentase = 100% .7.00% .26% 100. Persentase maksimal = (4/4) x 100% = 100% 2. penggunaan media pembelajaran ( ). Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji F yaitu membandingkan dan yang terdapat pada tebel Analysis of Variance yang dihitung melalui SPSS For Windows 13. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai atau skor yang telah ditetapkan untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam angket. Hasil yang diperoleh dikonsultasikan dengan tabel. dan motivasi ( ) serta prestasi belajar (Y) sebagai berikut : Tabel 3. Penggunaan Media Pembelajaran. Dalam penyajiannya.75% Maka tabel kriteria untuk variabel cara belajar ( ). hasil analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel. Uji F atau Simultan Pengujian simultan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat. N = jumlah nilai ideal (jumlah responden x jumlah skor x skor tertinggi).6 Kriteria Prestasi Belajar Interval Kriteria 85 – 100 Sangat Baik 70 – 84 Baik 55 – 69 Cukup < 54 Kurang 1.2. Analisis Regresi Ganda Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan persamaan sebagai berikut : Y = β0 + β1X1 + β2X2 β3X3 e Dimana : Y : Prestasi belajar X1 : Cara Belajar X2 : Penggunaan media pembelajaran X3 : Motivasi β0 : Konstanta β1 : Koefisien regresi e : Error Toleransi kesalahan yang ditetapkan sebesar 5 % dengan signifikansi sebesar 95 %. dan Motivasi Kriteria Penggunaan Media Pembelajaran Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Interval 81.

berarti variabel bebas tidak mempunyai pengaruh sama sekali (=0%) terhadap variabel tidak bebas.7. Koefisien Determinasi ( ) Koefisien determinasi merupakan ukuran yang dapat dipergunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali.05 = 5% dengan derajat kebebasan (degree of freedom) df = (N – k) dan (k – 1) dimana N adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel. Kriteria uji yang digunakan adalah: Jika ( ditolak Jika ( diterima Adapun uji hipotesisnya adalah: = . Sebaliknya. = 0. artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. Bila koefisien determinasi = 0. karena itu letak berada dalam selang (interval) antara 0 dan 1. artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.7. = 0.5. . 2005:110). tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0. berarti variabel tidak bebas 100% dipengaruhi oleh variabel bebas. bila koefisien determinasi =1. = .7. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Secara aljabar dinyatakan : 0 secara sederhana merupakan suatu ukuran kemajuan ditinjau dari sudut pengurangan kesalahan total (total error). 1. Uji t atau Parsial Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari variabel independennya. Kriteria uji yang digunakan adalah: Jika ( ditolak Jika ( diterima Adapun uji hipotesisnya adalah: = .4. 1. Pengujian ini dihitung melalui SPSS For Windows 13. = . Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. 1. menunjukkan pengurangan atas kesalahan total ketika diplot sebuah garis regresi. Untuk mengetahui nilai .6 Uji Asumsi Klasik 1.Untuk menentukan nilai .05 = 5% dengan derajat kebebasan df = (N-k) dimana N adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel. ditentukan tingkat signifikansi 0. 154 . artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. . artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen.

0 0.0 0.2 0. 2005: 105) Scatterplot Dependent Variable: Prestasi Belajar 3 Regression Studentized Residual 2 1 0 -1 -2 -3 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value Gambar 3.6 0.0 0.4 0. Uji Multikolinearitas Tabel 3. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi.4 0.7 Uji Multikolinearitas 155 . Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilihat dari grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID).2 3.2 0.Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Prestasi Belajar 1.1 Uji Asumsi Normalitas (Normal P-Plot) 2.6 0.8 1.8 Expected Cum Prob 0. (Imam Ghozali.0 Observed Cum Prob Gambar 3. dan sumbu X adalah residual (Y-prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di-studentized.

8. Siswa yang memiliki motivasi kuat.382.6.7 di atas diperoleh angka VIF yaitu kurang dari 10 yaitu untuk variabel cara belajar sebesar 2.4.397 2. dan mengerjakan tugas.6% dari 137 siswa.6% dari 137 siswa yang berarti bahwa pada diri siswa sudah terdapat karakteristik individu yang mempunyai cara belajar yang tinggi.296 2.384 .1. Hal ini sesuai pendapat (Sardiman. Dependent Variable: Prestasi Belajar Dari tabel 3. 1. Pembahasan 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:82) yang menyatakan bahwa kebiasaan yang mempengaruhi belajar yaitu pembuatan jadwal dan pelaksanaannya. 2004:75). bersikap aktif pada saat pelajaran dan memiliki hasrat untuk berprestasi. yang berarti bahwa dalam mata pelajaran kewirausahaan siswa telah menggunakan media pembelajaran dengan baik.3% dari 137 siswa yang berarti bahwa pada diri siswa sudah terdapat karakteristik individu yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi.a Coefficients Model 1 Cara Belajar Penggunaan Media Pembelajaran Motivasi Collinearity Statistics Tolerance VIF .8.8. konsentrasi dan senantiasa mengerjakan tugas.382 a. membaca dan membuat catatan.3.603 3.521 . Cara belajar yang baik dapat membuat siswa lebih mudah mempelajari materi yang disampaikan dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tersebut.603 dan VIF untuk variabel motivasi sebesar 3. 1.8. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar 156 . Hal ini berarti tidak terdapat asumsi multikolinearitas dalam model regresi pada penelitian ini. akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Pengaruh Cara Belajar terhadap Prestasi Belajar Untuk menguasai materi kewirausahaan diperlukan adanya cara belajar yang mana siswa itu harus belajar dengan sungguh-sungguh seperti membaca dan mencatat. VIF untuk variabel penggunaan media belajar sebesar 2. Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. minat dan semangat untuk belajar. membaca dan membuat catatan untuk mempermudah belajar. Peranannya yang khas adalah dalam hal menumbuhkan gairah. 1. Dalam pembelajaran kewirausahaan media hendaknya benar-benar diperhatikan karena selain berfungsi untuk mempermudah penjelasan materi di kelas media disini berfungsi juga sebagai alat atau bahan praktek pembelajaran di lapangan. Penggunaan Media Pembelajaran dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran kewirausahaan termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 65. mengulangi bahan pelajaran.8. Karakteristik individu yang mempunyai motivasi berprestasi tersebut adalah adanya minat untuk belajar. Cara Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Cara belajar siswa SMK Negeri 1 Pringapus dalam mata pelajaran kewirausahaan termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 57.521. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru (Tu’u. 1. berkonsentrasi pada saat pelajaran. 1.5.8. 2005:75) yang menyatakan bahwa Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual.8. 1. konsentrasi. mengulangi bahan pelajaran. Karakteristik individu yang mempunyai cara belajar tersebut antara lain adalah dalam cara belajar siswa membuat jadwal dan melaksanakannya. konsentrasi dan mengerjakan tugas.2. mengulang bahan pelajaran agar tidak lupa. Motivasi dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Motivasi dalam mata pelajaran kewirausahaan siswa SMK Negeri 1 Pringapus termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 56.

Di samping prestasi belajar kewirausahaan dipengaruhi oleh cara belajar. 1. Muhammad. bersikap aktif dan memiliki hasrat untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi. dan motivasi termasuk dalam kriteria tinggi. hal ini dikarenakan media berfungsi sebagai fasilitator untuk membantu menyederhanakan materi yang rumit pada saat guru menjelaskan. 1. 2. 1. konsentrasi tertuju pada pelajaran.8.3% dari 137 siswa. 157 . 1999. Rineka Cipta. 1993. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan. juga dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pengaruh Cara Belajar.7.012 dan signifikansi sebesar 0.10. Berdasarkan deskriptif cara belajar menunjukkan bahwa cara belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 57.11. Dalam hal kelengkapan media hendaknya siswa memiliki lebih dari satu buku penunjang selain LKS dan buku paket untuk menambah wawasan kewirausahaan dan sekolah hendaknya menyediakan LCD sebagai media untuk menyampaikan materi kewirausahaan.05. 1. Daftar Pustaka Abdurrohman. Dalam mengikuti mata pelajaran kewirausahaan hendaknya siswa meningkatkan konsentrasinya ketika guru sedang menyampaikan materi dengan cara tidak berbicara sendiri di dalam kelas. 2.8. penggunaan media pembelajaran. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. berkonsentrasi.Penggunaan media sangat penting dalam proses pembelajaran terutama dalam penyampaian materi oleh guru pada siswanya. Prosedur dan Strategi Penelitian Kependidikan. Pengaruh Motivasi terhadap Prestasi Belajar Motivasi harus didasari dari adanya minat untuk belajar. Ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa kelas X SMK Negeri 1 Pringapus secara parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0. tidak mau menyerah. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian serupa pada mata diklat lainnya.9. 3. penggunaan media pembelajaran dan motivasi. Jakarta: PT. Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi terhadap Prestasi Belajar Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa secara simultan cara belajar. penggunaan media pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa sebesar 45.000 0. Berdasarkan analisis deskriptif bahwa prestasi belajar kewirausahaan dalan kriteria baik. Bandung: Angkasa. Saran Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa cara belajar.039 dengan probabilitas 0.4%). Tingkat penggunaan media pembelajaran termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 65.6% dan motivasi dalam mata pelajaran kewirausahaan juga termasuk kriteria tinggi yaitu sebesar 56. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapi tujuan sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesan. tampak aktif. maka saran yang dapat diajukan di dalam penelitian ini antara lain : 1. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka simpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini antara lain : 1. 1. dari 137 siswa yang memiliki prestasi yang baik terdapat 80 siswa (58. sehingga ditolak dan menerima yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara cara belajar.8. Mulyono.6% dan diperoleh nilai = 39.183 serta keberartian koefisien regresi uji t sebesar 2. Ali. giat membaca buku untuk meningkatkan prestasi belajarnya.6%.046.

Mengapa masyarakat atau para remaja bersikap seperti itu. strategi mengajar. akhlak mulia. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Indonesia yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan. Dan teknik analisa data menggunakan analisis faktor. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket/kuesioner. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia yanng memiliki keahlian akademik dan profesionalisme untuk menghadapi kemajuan jaman. Hal ini sesuai dengan tujuan SMK yaitu meningkatkan kecerdasan. kepribadian. SMK Negeri 1 Boyolali merupakan salah jalur pendidikan formal yang tidak hanya memberikan teori pada siswanya tetapi juga dengan keterampilan berupa praktik.ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 BOYOLALI Oleh : Laela Nur Farida ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dialami siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali dan untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan. kegiatan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 variabel mereduksi menjadi 11 variabel yang masing-masing mengelompok menjadi 3 faktor yaitu : 1) Pribadi Siswa dan Guru yang meliputi taraf inteligensi. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. asumsi mereka adalah makin tinggi ijazah yang dapat diraih makin cepat dapat pekerjaan serta makin besar gaji yang diterima. keterampilan. Namun kenyataan menunjukkan tidak persis seperti itu. Faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu faktor pribadi siswa dan guru. 2) On The Job Training meliputi dunia industri dan sekolah. dan kepribadian para pencari kerja. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 79 siswa. Lulusan S1 misalnya. pengetahuan. yaitu belajar yang dapat bermanfaat. mereka lebih percaya kepada kemampuan. sehingga lulusannya dapat mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja. 3) Kurikulum yang meliputi kurikulum. keterampilan dan keahlian. dan tempat belajar.1 Latar Belakang Menurut Tirtarahardja dan La Sulo (2005:263) “Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang”. Dalam dunia pendidikan formal khususnya pada jenjang sekolah menengah atas. dan minat. kegiatan belajar di industri. Menurut Pidarta (2007:183) Sebagian masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan hidup dan kehidupan. dan bakat khusus. banyak sekali yang belum bisa bekerja. Di mana-mana tampak anakanak muda mereka berebut untuk mendapatkan sekolah. siswa mulai berorientasi ke masa depan untuk mencapai cita-cita dan pada saat yang sama mereka juga senang bermain di masa remajanya yang kadang mengesampingkan tugas pokoknya. baik yang 158 . Kata kunci : Faktor-Faktor Kesiapan Kerja I. walaupun ada sejumlah kasus orang tua menolak menyekolahkan anak dengan dalih untuk membantu mencari nafkah. Hal ini disebabkan karena pemakai tenaga kerja tidak percaya begitu saja kepada isi ijazah. kelembagaan. PENDAHULUAN 1. sifat-sifat.

1996:121). 159 . Kesiapan diperlukan dalam menghadapi atau memecahkan suatu permasalahan saat menerima reaksi dari luar. Proses penyiapan tenaga kerja pada dasarnya dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal. Berdasarkan kondisi ini diketahui bahwa jumlah tamatan yang dapat tersalurkan dari tahun ke tahun mengalami penurunan dan masih ada sebagian siswa tamatan SMK Negeri 1 Boyolali yang belum memperoleh pekerjaan setelah lulus. motif dan tujuan 3. jalur latihan kerja dan jalur pemantapan dalam pengalaman lapangan kerja. pengetahuan dan pengertian yang lain yang telah dipelajari. Adakah faktor-faktor kesiapan kerja yang dialami siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010? b. Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa. Namun. Untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. 62 siswa belum bekerja/tidak diketahui. Sedangkan menurut Chaplin dalam Kartono (2004:419) “Readiness (kesiapan) adalah tingkat perkembangan dari kematangan / kedewasaan yang menguntungkan ”. dari data penelusuran tamatan 3 tahun terakhir diketahui bahwa jumlah tamatan sebanyak 237 siswa. Seseorang dikatakan telah memiliki kesiapan ketika ia mampu menghadapi sesuatu hal dengan respon yang cepat dan tepat. mental dan emosional 2. Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya. II. Keterampilan. sehingga jelas terlihat bahwa perencanaan tenaga kerja merupakan bagian integral dari perencanaan pembangunan dan sekaligus mencakup perencanaan pendidikan (Simanjuntak dalam Wena. bahkan seringkali tidak disadari oleh pelakunya. Chaplin dalam Kartono (2004:540) “kerja yaitu penyelesaian suatu tugas”. Kebutuhan-kebutuhan. Menurut Anoraga (2006:11) “Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia”. Berdasarkan pengertian di atas. 1. dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukannya akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sebelumnya. setidaknya mencakup 3 aspek : 1. LANDASAN TEORI 2. kesiapan yaitu penyesuaian kondisi seseorang dalam menghadapi suatu hal yang menjadi tujuannya. b. Adakah faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010? 1.3 Tujuan penelitian a. berkembang dan berubah. 14 siswa melanjutkan studi. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMK Negeri 1 Boyolali. diketahui bahwa mayoritas siswa memiliki latar belakang ekonomi keluarga menengah kebawah dan banyak lulusan yang bekerja dibandingkan melanjutkan studi. Oleh sebab itu perlu adanya usaha untuk mencari faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa. Hal ini menunjukkan bahwa memang sebagian besar tujuan siswa masuk di SMK yaitu untuk mempersiapkan diri mereka untuk memasuki dunia kerja setelah lulus. Dari jumlah tersebut 139 siswa dinyatakan sudah bekerja.dilaksanakan di sekolah maupun di industri yang nantinya dapat membekali siswa sehingga mampu bersaing dalam menghadapi dunia kerja.2 Perumusan Masalah a. Kebutuhan itu bisa bermacam-macam. Kondisi fisik. 22 siswa berwirausaha.1 Kesiapan Kerja Menurut Slameto (2003:113) “kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi”. Untuk menganalisis faktor-faktor kesiapan kerja yang dominan pada siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010.

Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena memakai seluruh subyek penelitian yang kurang dari 100 siswa. Minat (X4) 5. Terdapat banyak definisi yang diajukan oleh para ahli tentang pendidikan kejuruan dan definisi-definisi tersebut berkembang seirama dengan persepsi dan harapan masyarakat tentang peran yang harus dijalankannya. Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa dapat berasal dari dalam diri siswa (internal) dan dari luar diri siswa (eksternal). sebaliknya sebagai penggantinya seluruh set hubungan interdependen antar variabel diteliti. 2. Perkembangan karier remaja menurut Ginzberg dalam Sunarto dan Hartono (2008:202) ada pada periode pilihan tentatif (11-17 tahun). Oleh karena itu semua kegiatan pada pendidikan sistem ganda ini harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip pendidikan kejuruan. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan “Metode Eksplanatif (explanative research) karena ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variabel” (Sukmadinata.Pendidikan merupakan salah satu persiapan menuju suatu karier. III. kegiatan belajar selain dilakukan di lingkungan sekolah juga dilakukan pada dunia kerja atau industri. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan suatu lembaga pendidikan yang menerapkan konsep pendidikan sistem ganda. 3. Hal diatas menekankan bahwa lulusan pendidikan kejuruan diharapkan memiliki nilai tambah daripada sekolah menengah umum lainnya. Pada pendidikan kejuruan. baik di dalam industri atau lembaga pelatihan tertentu”. 3. Nilai-nilai Kehidupan (X1) 2. “Di dalam analisis faktor.2 Populasi Penelitian Populasi menurut Babbie dalam Sukardi (2008:53) adalah “elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoretis menjadi target hasil penelitian”. Sejalan dengan itu Tilaar (1991:12) dalam Muhidin (2009) menegaskan bahwa: “pendidikan formal (sekolah kejuruan) seharusnya menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi siap latih yang kemudian diteruskan dengan program pelatihan. 2004:113).3 Variabel Penelitian Pada analisis faktor. Bakat Khusus (X3) 4. 2005:128). pendidikan kejuruan pada dasarnya merupakan subsistem dari sistem pendidikan”. variabel tidak dikelompokkan menjadi variabel bebas dan variabel terikat. yang diambil dari teori-teori kesiapan yang dikemukakan oleh Winkel dan Sri Hastuti (2006:647) serta dikembangkan dengan teori Wena (1996:17) dalam konsep kesiapan kerja dalam penelitian ini. dimana semua yang terlibat dalam kegiatan ini harus saling bekerjasama dan saling mendukung. Dalam hal ini menjelaskan hubungan antara tujuh belas (17) faktor kesiapan kerja siswa serta menganalisis relevansi antara beberapa indikator yang tercantum dalam faktor-faktor tersebut. Variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. 2008:20).2 Karakteristik Sekolah Menengah Kejuruan Menurut Muchlas Samani dalam Muhidin (2009) “secara sistemik. Taraf Intelegensi (X2) 3. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 79 siswa. yaitu mampu dan atau siap bekerja sesuai dengan program keahliannya. Dalam Undang-Undang RI No 2 Tahun 1989 Pasal 11 tentang Jenis pendidikan menyebutkan bahwa : “Pendidikan Kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu”(Ihsan. Sifat-Sifat (X5) 160 . teknik ini disebut dengan teknik interdependensi” (Supranto. Hal itu ditandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan apa yang akan dikerjakannya di masa mendatang.

Strategi mengajar (X11) 12. Pengetahuan (X6) 7. penelusuran tamatan dan hal lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner skala Likert dimana setiap item soal disediakan lima jawaban dengan skor masing-masing sebagai berikut : 1) Jawaban SS (Sangat Setuju) = skor 5 2) Jawaban S (Setuju) = skor 4 3) Jawaban KS (Kurang Setuju) = skor 3 4) Jawaban TS (Tidak Setuju) = skor 2 5) Jawaban STS (Sangat Tidak Setuju) = skor 1 3. Angket/Kuesioner Angket dalam penelitian ini adalah bersifat tertutup. Faktor pertama dapat menjelaskan 38. yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih dan dijawab secara langsung oleh responden. transkip. notulen rapat. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis faktor dari tabel Total Variance Explained terbentuk 3 faktor. nilai praktek industri. Faktor kedua dapat menjelaskan 14. presensi kehadiran siswa. Materi Pembelajaran (X10) 11.6.84% variasi. jumlah kelas. buku. 2006:158). Keadaan Jasmani (X7) 8. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dari responden mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010. Faktor-faktor yang ada akan dilihat hubungannya (interdependen antar variabel). Kegiatan Belajar di industri (X13) 14. 161 . Dunia industri dan sekolah (X14) 15. peraturan-peraturan. Kurikulum (X9) 10. Kepentingan (X15) 16.5% variasi dan faktor 3 dapat menjelaskan 9.5 Teknik Analisis Data Analisis faktor digunakan untuk mereduksi data atau meringkas dari variabel yang jumlahnya sedikit. nama siswa. Persentase kumulatif dari eigenvalue menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa yaitu faktor pribadi siswa dan guru sebesar 69. agenda dan sebagainya” (Suharsimi. Dokumentasi “Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Kegiatan industri (X12) 13. Kelembagaan (X8) 9.87%.4 Teknik Pengumpulan Data a. b. Tempat belajar (X17) 3. Dalam penelitian ini analisis faktor digunakan untuk mengungkap faktorfaktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali Tahun Ajaran 2009/2010. Pengajar (X16) 17.16% variasi. sehingga akan menghasilkan pengelompokan atau tepatnya abstraction dari banyak variabel menjadi hanya beberapa variabel baru atau factor IV. dokumen. Teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mencari data jumlah siswa.

025 .213 23. PENUTUP 5.775 .012 . X4.130 . X8. Hasil analisis faktor dari 17 indikator mereduksi menjadi 11 yang mengelompok menjadi 3 faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2009/2010.337 .958 17.595 1.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bagian sebelumnya. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.111 75. Rotation converged in 6 iterations.230 .496 Component 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Total 4.213 2.160 38.160 1.686 .792 . masing-masing pengaruh 11 indikator terhadap kesiapan kerja siswa.550 .287 3 -.198 38.479 44. a Rotated Component Matrix X2 X5 X11 X4 X14 X13 X12 X3 X9 X8 X17 1 .082 9.095 .000 Extraction Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 4. a. 2) On The Job Training terdiri dari X14.595 14.829 97.262 Extraction Method: Principal Component Analysis.583 5.071 . V.838 62.719 . Berdasarkan tabel output Rotated Component Matrix faktor 1) Pribadi Siswa dan Guru terdiri dari X2.828 94.658 9.616 2.616 .599 81.553 23.378 69.616 . X11.723 .672 .287 -.265 .812 .498 52.481 .496 Rotation Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 2.092 .838 62.658 1. X17.734 .160 14.585 4.787 2. X5.959 3.160 38. X13. X12.679 .291 .198 1.082 .002 86.469 .311 .803 62.085 . X3 dan 3) Kurikulum terdiri dari X9. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.363 21.384 100.984 5.054 .399 .374 90.750 .421 .873 6.248 .670 Extraction Method: Principal Component Analysis.256 Component 2 .498 52.692 1.496 7.Total Variance Explained Initial Eigenvalues % of Variance Cumulative % 38.078 .028 . yaitu : 162 .027 .828 .096 .

faktor 3 mampu menjelaskan 9.686 0. Bagi Sekolah a. diberikan saran sebagai berikut: 1. kelembagaan.2 Saran Ada 11 indikator yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa.5% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model. Skripsi ini dapat dijadikan referensi dan acuan bagi penelitian berikutnya. Penelitian berikutnya hendaknya dapat mengembangkan tulisan ini sehingga dapat membantu berbagai pihak yang terkait dalam pendidikan menengah kejuruan terutama dalam menangani masalah kesiapan kerja siswa.792 0. b. c. kegiatan belajar di industri. Sekolah bisa menjadi penghubung antara siswa dengan DU/DI baik ketika siswa masih dalam masa studi maupun setelah lulus dalam rangka penyaluran tenaga kerja. pengaruh 3 faktor terhadap kesiapan kerja siswa yaitu: Faktor 1 mampu menjelaskan 38. Faktor kesiapan kerja yang paling besar pengaruhnya berasal dari internal siswa. Besarnya faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu faktor pribadi siswa dan guru dilihat dari nilai persentase kumulatif varian sebesar 69. b.84% atau ketiga faktor mampu menjelaskan 62.679 0. Dari hasil penelitian ini. tempat belajar). Faktor 2 mampu menjelaskan 14. 163 . bakat khusus).719 0. 2. Oleh karena itu siswa hendaknya memotivasi dirinya serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki guna mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja.775 0. Oleh karena itu hendaknya on the job training dapat dilaksanakan siswa dengan sungguh-sungguh. Bagi Peneliti Selanjutnya a.723 Variabel Pribadi Siswa dan Guru On The Job Training Kurikulum 0. 2) on the job training (dunia industri dan sekolah. minat).616 0.828 0. 3. dan 3) kurikulum (kurikulum. Bagi Siswa a. Kegiatan belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilakukan di sekolah dan dunia industri. Sekolah lebih meningkatkan kualitas pembelajaran serta memanfaatkan fasilitas belajar yang ada sehingga dapat membantu kegiatan belajar siswa. Indikator tersebut membentuk 3 faktor baru yaitu : 1) pribadi siswa dan guru (taraf inteligensi. strategi mengajar.734 0. sifat-sifat.5%.N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 Indikator Taraf Inteligensi Sifat-sifat Strategi Mengajar Minat Dunia Industri dan Sekolah Kegiatan Belajar di Industri Kegiatan Industri Bakat Khusus Kurikulum Kelembagaan Muatan Faktor 0. Pihak sekolah lebih meningkatkan kerjasama yang baik dengan Dunia Usaha/Industri (DU/DI) dalam kegiatan on the job training agar kegiatan siswa di tempat praktik bisa terkontrol dengan baik. b.750 0.670 Tempat Belajar Secara keseluruhan. kegiatan industri. 2.87% 5.16% variasi. Hal ini dapat menjadi waktu yang baik bagi siswa untuk melihat dan belajar pada dunia kerja yang sesungguhnya.5% variasi dan selebihnya sebesar 37.

Jakarta : PT. Perkembangan Peserta Didik. Remaja Rosdakarya. Kurikulum Berbasis Kompetensi. 2004. Arikunto. 164 .UNDIP. Bumi Aksara. Rosdakarya Pidarta. Made. 2008. Sumadi. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta. Pengantar Pendidikan. 2006. 1996. Semarang : BP. Psikologi Kerja. Imam. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta. Supranto. _______ 2010. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Rinneka Cipta. Djaali. Slameto. 2004. Kartono. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Nana. Rajawali. Jakarta : CV. Statistika Untuk Penelitian. Tirtarahardja. 2006. Undang-Undang RI No. 2004. Muhidin. Jakarta : Bumi Aksara Ghozali. 2001. Winkel S.com/pendidikan/konsep-pendidikan-kejuruan. Konsep Pendidikan Kejuruan. Pandji. Psikologi Pendidikan. 2003. Redja. 2005. Bandung : Tarsito. Jakarta : Rineka Cipta. J. http://sambasalim. Wena. Syaodih. Sambas. Sugiyono. Mulyasa. Made. Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Sukmadinata. 2006. Yogyakarta : Media Abadi. 2008. Jakarta : Grafindo Mudyahardjo. Jakarta : Rineka Cipta. 2007. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung : PT. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Suryabrata. Kartini.J dan MM. 2001. 2008. Agung. Fuad. Kamus Lengkap Psikologi. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. 2008. Sukardi. Suharsimi. Sunarto dan Hartono. Ali.html. Metodologi Penelitian Pendidikan.DAFTAR PUSTAKA Anoraga. 2006. Ihsan. Pendidikan Sistem Ganda. Bandung : Alfabeta. Umar dan La Sulo. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Analisis Multivariat Arti dan Interpretasi. Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT. Bandung : PT. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Rineka Cipta. Dasar-Dasar Kependidikan. 2005. 2008. 2006. Semarang : UNNES Press. Psikologi Pendidikan.Raja Grafindo Persada. Soeparwoto. (27 Oktober 2009). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Sri Hastuti.

karena tanpa pegawai yang berkualitas. dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan melalui pendidikan dan pelatihan (Hasibuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. Menurut Spencer and spencer (1993) dalam buku (Sutrisno. mengubah sikap dan perilaku melalui diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) belum cukup baik. sebagai akibat kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan yang sejenis. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2001 pasal 3.serta pemilihan metode pengembangan melalui off the job training. perkembangan. Oleh sebab itu kegiatan pengembangan pegawai dirancang untuk memperoleh pegawai-pegawai yang mampu berprestasi dan fleksibel untuk suatu organisasi atau instansi dalam geraknya kemasa depan (Notoadmojdo. sikap perilaku yang diperlukan dalam tugas dan jabatannya (Sutrisno. perkembangan. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang merupakan salah satu instansi pemerintah yang mempunyai tugas memantau situasi daerah dan menerbitkan surat perijinan pelaksanaan kegiatan di Kota Semarang. 2008: 69).UPAYA PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI PADA BADAN KESATUAN BANGSA. 2009: 222). program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang telah ditetapkan ( Handoko. instansi atau departemen. PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam menjalankan kegiatan operasional suatu instansi ada beberapa faktor yang mendukung untuk tercapainya kinerja yang baik. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Dengan demikian upaya pengembang karyawan dirasa sangat penting manfaatnya karena tuntutan jabatan atau pekerjaan. Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis. segala aktifitas dalam suatu instansi tidak akan berjalan optimal. Kompetensi pegawai yang diharapkan adalah pegawai yang mempunyai pengetahuan dan tanggung jawab dalam 165 . Hasil penelitian menyatakan bahwa pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui diklat sudah baik. Ada dua tujuan utama program latihan dan pengembangan karyawan. Untuk melaksankan tugas dan fungsinya tersebut Badan Kesbangpol Dan Linmas perlu adanya pegawai yang berkompeten di bidangnya. Peran pegawai merupakan salah satu faktor penting. dan perubahan suatu organisasi. 2001: 103). Dari uraian diatas kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dan karakteristik yang merupakan bagian dari kepribadian seseorang serta perilaku yang diperlukan dalam menyelesaikan berbagai tugas pekerjaan. 2009: 221) mengatakan kompetensi adalah suatu yang mendasari karakteristik dari suatu individu yang dihubungkan dengan hasil yang diperoleh dalam suatu pekerjaan. mengidentifikasi tahapan pengembangan kompetensi pegawai. Pertama. Pengembangan pegawai dapat diartikan sebagai upaya untuk mempersiapkan pegawai agar bergerak dan berperan dalam organisasi sesuai dengan pertumbuhan. Untuk meningkatkan kinerja pegawai agar tujuan dari organisasi dapat terlaksana perlu dilakukannya upaya pengembangan pegawai. instansi atau departemen. Kedua. proses pendidikan dan pelatihan pada aBadan Kesatuan Bangsa. konseptual. Pengembangan pegawai dapat diartikan sebagai upaya unytuk mempersiapkan pegawai agar bergerak dan berperan dalam organisasi sesuai dengan pertumbuhan. sikap dan perilaku. Badan Kesatuan Bangsa. dan perubahan suatu organisasi. 1998: 97). segala aktifitas dalam suatu instansi tidak akan berjalan optimal. karena tanpa pegawai yang berkualitas. menyebutkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil berupa : pengetahuan. latihan dan pengembangan dilakukan untuk menutup “gap” ntara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan. Karakteristik dasar kompetensi berarti kemampuan adalah suatu yang kronis dan dalam bagian dari kepribadian seseorang dan dapat diramalkan perilaku di dalam suatu tugas pekerjaan. POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG Sri Haryati Abstrak Peran pegawai merupakan salah satu faktor penting. teoritis.

peserta kurang antusias dalam mengikuti pelatihan dan kurang cakapnya instruktur pelatih. Akan lebih efektif bila pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai yang dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tidak hanya bekerja sama dengan badan-badan diklat pemerintah melainkan juga bekerjasama dengan badan diklat yang dikelola swasta dan dilaksanakan dengan jangka waktu lebih lama. Hal ini terjadi dikarenakan anggaran dana yang terbatas. Sehingga manfaat yang diperoleh dapat lebih maksimal c. Tahap-tahap pengembangan kompetensi pegawai Pengembangan kompetensi pegawai pada badan kesbangpol dan linmas kota semarang. Sehingga konsep kompetensi menurut Gordon (1988) dalam buku (Sutrisno. Waktu penyelenggaraan diklat antara 4 hari. pengetahuan. a.menyelesaikan tugasnya secara efektif dan efisien. ISI 1. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang cukup baik yaitu untuk meningkatkan pengetahuan. pemecahan masalah. kerja sama. 1 minggu atau 1 bulan. Hendaknya benar-benar direncanakan dengan terpirinci anggaran dana yang ada agar pelaksanaan diklat tersebut tidak hanya satu hari saja. Konsep tersebut memiliki kesamaan dengan teori (Sutrisno. dapat dicapai. hal ini dikarenakan anggaran dana yang tersedia dan pelaksanannya hanya terbatas melalui diklat yang bekerja sama dengan badan diklat yang dimiliki oleh pemerintah. keterampilan dan sikap perilaku. Pengembangan Kompetensi Pegawai Pengembangan kompetensi pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa. menyebutkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai negeri sipil berupa : pengetahuan. 2009: 222). 1987: 287) yaitu pelatihan adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian-keahlian. Diklat yang dilaksanakan meliputi pendidikan dan pelatihan dalam jabatan serta pendidikan dan pelatihan teknis atau fungsional. Dengan adanya upaya pengembangan kompetensi pegawai diharapkan akan terwujud produktifitas yang tinggi. ataupun perubahan sikap dan perilaku. kemampuan dalam bersikap. tetapi untuk pelatihan dan pengembangan itu sendiri belum dilaksanakan dengan maksimal. Politik Dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang ( Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang). 2009: 223-224). dapat dilakukakan melalui tahap-tahap pendidikan dan pelatihan dibagi menjadi 4 tahap. yaitu pengetahuan. yaitu : 1) Tahap idientifikasi 2) Tahap perencanaan 3) Penyelenggaraan 4) Evaluasi Tahap-tahap pendidikan dan pelatihan pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. Indikator tersebut menjadi faktor penghambat kelancaran proses pelatihan dan pengembangan yang diikuti peserta. pengalaman. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2001 pasal 3. Pengembangan kompetensi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Pada badan kesbangpol dan linmas kota semarang dari segi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sudah baik Hal ini dapat dilihat dari beberapa program-program diklat yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. kemampuan. Hal ini dapat dilihat dari adanya pelaksanakan diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) yang dilakukan untuk merubah sikap perilaku sehingga dapat meningkatkan mental spiritual aparatur pemerintah. Namun masih ada kekurangnnya karena pelatihan ini dilakukan minimal 1 tahun sekali dan dilaksanakan dalam 1 hari. Pengembangan kompetensi pegawai sikap dan perilaku Pengembangan kompetensi pegawai sikap dan perilaku pada badan kesatuan bangsa politik dan perlindungan masyarakat kota semarang cukup baik.. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan. b. Diklat tersebut sudah mencakup pendidikan dan pelatihan bagi para pegawai. Hal tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan pegawai yang mencakup beberapa aspek antara lain pengetahuan. sikap perilaku yang diperlukan dalam tugas dan jabatannya (Sutrisno. pendidikan. Konsep tersebut sesuai degan pengertian pelatihan menurut ( (Simamora. karena sesuai dengan teori Barnardin dan Russel dalam buku (Sulistyani. 2009: 66) yaitu dalam konteks SDM pengembangan dipandang sebagai peningkatan kualitas SDM melalui program-program pelatihan. pemahaman. sikap dan minat. nilai. 2003: 178) yaitu 166 . Penyelenggaraan pengembangan kompetensi pegawai merupakan tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa. Akan tetapi waktu penyelenggaraan terlalu sempit dan singkat. dan lain-lain.

maney. 2001: 113-116). 2003: 178) d. sikap moral serta menciptakan visi. Tenaga pengajar yaitu pengajar widyaiswara dari diklat yang sudah menjalani Trainning of trainer yang berasal dari depdagri disesuaikan dengan kebutuhan yang dibutukan. 2003: 176). dan methods) dimasukkan dalam input. yaitu menggunakan metode off the job trainning meliputi : studi kasus. 1987: 290). Manfaat Pengembangan Kompetensi Pegawai Manfaat yang diperoleh dari program pengembangan yang diperoleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. sehingga hanya ada 3 unsur yakni. 2003:32) yaitu kurikulum itu merupakan faktor tersendiri yang sangat besar pengaruhnya terhadap proses pendidikan dan pelatihan. Metode-metode pengembangan kompetensi pegawai yang dilaksanakan oleh badan kesbangpol dan linmas kota semarang sudah cukup baik. karena sesuai dengan teori (Simamora. 167 .dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi.yaitu bagaimana seni memimpinnya. Metode Pengembangan Kompetensi Pegawai Metode pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang untuk meningkatkan pengembangan kompetensi pegawai yang dimiliki menggunakan berbagai metode. Proses pendidikan dan pelatihan yang ada sudah sesuai dengan teori (Notoatmodjo. Semua pembelajaran yang telah diperoleh dalam diklat akan dipraktekkan dan dibuat hasil laporan dalam bentuk makalah. kuliah dan role playing. evaluasi program pelatihan. dimana tujuan pengembangan pegawai difokuskan untuk memperbaiki kinerja pegawai. 4. Dengan memperhatikan kurikulum yang dipakai diharapkan output yang diperoleh dari proses diklat akan lebih maksimal. dimana hal tersebut dapat mengakibatkan kejenuhan dari para pegawai yang mengikuti program pengembangan kompetensi pegawai. Di dalam manajemen sumber daya ( 4M yaitu man. Proses pendidikan dan pelatihan Proses pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sudah baik karena setiap diklat yang dilakukkan dalam pemberian kurikulum disesuikan dengan jabatan yang bersangkutan ditambah dengan kurikulum yang bersifat kepemimpinan. Seharusnya metode pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui off the job trainning saja akan tetapi juga melalui metode on the job trainning. Namun metode tersebut kurang bervariasi. memantapkan sikap pengabdian dalam melaksanakan tugas pemerintah. Menciptakan sikap loyalitas. Dengan tujuan pengembangan kompetensi pegawai yang ditik beratkan pada para pegawai diharapkan kompetensi jabatan dapat dicapai dengan demikian karier jabatanpun akan meningkat. Tujuan Pengembangan Kompetensi Pegawai Tujuan pengembangan kompetensi pegawai yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang sudah baik. proses dan output . Tujuan pengembangan memiliki kesamaan dengan teori yang diungkapkan oleh Henry Simamora dalam buku (Sulistyani. input. mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru supaya menjadi kompeten dalam pegawai. Kemampuan pegawai dalam memimpin karyawan lain maupun dalam maelaksanakan tugasnya dapat terlaksana secara efektif dan efisien. dimana metodemetode yang digunakan sesuai dengan beberapa konsep (Handoko. materiil. Mengurangi waktu belajar yang diperlukan karyawan agar mencapai standar-standar kinerja yang dapat diterima. ketrampilan. dan kerjasama yang lebih menguntungkan. 2.penilaian kebutuhan pelatihan. Sedangkan pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semaranng tujuan pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai dititik beratkan kepada para pegawai dimana pengembangan yang dilakukan untuk menciptakan aparatur yang memiliki pengetahuan. Akan tetapi pada tahap-tahap yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang lebih terinci dan jelas dikarenakan tidak digabungkannya tahap perencanaan dan penyelenggaraan dalam satu tahap pengembangan program pelatihan yang dikemukakan oleh Barnardin dan Russel dalam buku (Sulistyani. dimana manfaat pengembangan yang diperoleh Badan Kesbangpol dan linmas kota semarang antara lain Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas. hasil kerja yang diberikan pada bawahan. Hal ini dikarenakan kompetensi jabatan idientik dengan seorang pimpinan yang harus mampu mengatur bawahannya . Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka. memutakhirkan keahlian karyawan sejalan dengan kemampuan teknologi. Memenuhi persyaratan-persyaratan perencanaan sumber daya manusia. 3. dengan demikian program pengembangan akan lebih menarik karena lebih bervariasi. pengembangan program pelatihan.

anggaran dan seleksi peserta diklat. c. Adapun pendidikan dan pelatihan yang dilakukan. d. kuliah dan role playing sudah cukup baik. 5. maupun untuk memenuhi kompetensi teknis/ fungsional. Sedangkan kendala dari segi kebijakan pengembangan. akan berpengaruh pada kemampuan personel dalam mengambil keputusan dan cara mengambil sikap dalam menghadapi permasalahan tugas. Kendala-kendala yang dihadapi badan Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang yaitu aspek sumber daya manusia yaitu peserta dan pelatih/ widyaiswara. pelatih atau instruktur dan kebijakan pengembangan. Pada pelaksanaan pengembangan kendala-kendala memang selalu terjadi yang mungkin akan menghambat jalannya pelaksanaan pengembangan.Diharapkan dengan adanya program diklat dapat memperlancar tugas-tugas unit kerja dalam melaksanakan tugas pemeintah karena dengan profesionalisme yang dia peroleh selama pendidikan kilat. yaitu diklat struktural dan diklat fungsional. 2008: 85-86). Diklat tersebut meliputi pelatihan dan pendidikan yang diberikan kepada pegawai untuk memenuhi kompetensi yang dibutuhkan. Diklat tersebut dilakukan setiap adanya pergantian jabatan. oleh karena itu tiap-tiap instansi atau organisasi yang akan melaksanakan pengembangan kompetansi pegawai harus memperhatikan kendala yang dihadapi. dalam jabatan. Kendala yang berasal dari peserta hendaknya pimpinan mampu menumbuhkan kesadaran diri pada para pegawai agar lebih memahami makana pentingnya program-program diklat yang diselenggarakan. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : a. 168 . PENUTUP Berdasarkan uraian mengenai upaya pengembangan kompetensi pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Sehingga peserta mampu memahami dan mempraktekkan materi tersebut. yaitu kendala datang dari para peserta. Kendala Pengembangan Kompetensi Pegawai Kendala pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai yang dihadapi oleh badan kesbangpol dan linmas kota semarang sama dengan beberapa kendala yang diungkapkan dalam teori (Hasibuan. agar kelak kendala tersebut dapat dihilangkan atau paling tidak dikurangi. Hal ini dikarenakan program tersebut hanya dilaksanakan pada 1 hari saja dan tidak adanya monitoring setelahnya untuk mengetahui perkembangan pegawai setelah pelatihan. b. sehingga pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai lebih efektif. Metode yang digunakan dalam program pengembangan kompetensi pegawai melalui off the job trainning. Kendala yang dari segi pelatih yang ada hendaknya benar-benar dilakukan seleksi agar pelatih tersebut mampu menyampaikan materi-materi diklat dengan baik. Pelaksanaan pengembangan kompetensi untuk mengubah sikap dan perilaku melalui diklat ESQ (Emotional Spiritual Quality) belum cukup baik. hendaknya lebih memperhatikan waktu penyelenggaraan diklat. Upaya pengembangan kompetensi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui diklat sudah baik. yang meliputi : studi kasus.

Pengembangan Sumber Daya Manusia. Edy. Malayu. Jakarta: Rieneka Cipta. 2001. 2008.Hani. Notoatmodjo. Sulistyani. 1998. Sutrisno. Simamora. Soekidjo. 2003. Manajemen Personalia dan Manajemen Sumber Daya Manusia.SP. 169 . T. 1987. Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Notoatmodjo. ManajemenSumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. Soekidjo. 2003.DAFTAR PUSTAKA Handoko. Yogyakarta: Amara Books. Henry. Jakarta: Rieneka Cipta. Yogyakarta : Graha Ilmu. Jakarta : Kencana. Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia. 2009. Ambar Teguh dan Rosidah. Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Dari paparan Syahyuti di atas. Era tahun 1980-an penyuluh dianggap berhasil menghantarkan bangsa Indonesia dari Negara pengimpor beras terbesar menjadi negara swasembada beras. penataan ketenagaan penyuluh. dan penataan pembiayaan.MANAJEMEN ADMINISTRASI INFORMASI PERTANIAN BERBASIS IT DI PROVINSI JAWA TENGAH Oleh Sucihatiningsih DWP12) Himawan Arif S. Qualitative descriptive analysis was used to analyze the data. menciptakan mekanisme kerja penyuluhan yang efektif dan efisien. menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi. terintegrasi dan sinergik antara pusat dan daerah.com 170 . menyelenggarakan dukungan biaya peyeleggaraan penyuluhan di daerah. penataan kelembagaan penyuluhan. kondisi penyuluhan pertanian terus mengalami keterpurukan. dan tidak mampunyai kelembagaan pendukung dalam memberi jalan keluar untuk mengatasi perihal hambatan dan kendala dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Permasalahan ketenagaan yang meliputi penyebaran tenaga penyuluh pertanian masih bias kepada sub sektor pangan. Dalam rangka memberdayakan penyuluh pertanian. 22 Tahun 1999 tentang otonomi Daerah. kabupaten/ kota dan kecamatan. Pemuda 4A Semarang. Departemen Pertanian telah mencanangkan program Revitalisasi Penyuluhan pertanian tertanggal 3 Desember 2005 di Banyuasin Sumatera Selatan. Untuk membangkitkan kembali penyuluhan pertanian.com STIE Bank BPD Jateng. The results showed that the management of IT-based agricultural information is very beneficial to farmers in order to increase welfare 1. ketika sektor-sektor lain ambruk. Seiring dengan rendahnya kapasitas pengetahuan petani dalam memuliakan pertaniannya (Mudjijo. diharapkan peran penyuluh pertanian mampu hadir untuk membangun sistem kelembagaan pertanian yang masih lemah itu. yang dibuktikan dengan daya hidupnya yang tinggi. (2003) sektor pertanian sesungguhnya dapat menjadi salah satu strategi untuk recovery sekaligus memberikan landasaan bagi perkembangan sektor riil dari krisis ekonomi yang dialami Indonesia semenjak tahun 1997. serta social network yang kurang mendukung. literature studies and FGD (Focus Group Discussion). khususnya untuk memasuki ekonomi modern saat ini. penataan sarana dan prasarana. menyediakan tenaga penyuluh yang kompeten dan professional. Jl. Tujuan dari revitalisasi pertanian adalah menata kelembagaan di propinsi. 1999). There are 30 people key person who understands and relates to agriculture is taken as a sample with a multistage sampling. This research conducted in Central Java provinceResearch data collection is done with in-depth interviews. Email: himawanmiesp@gmail.13) Abstract This research aims to design IT-based agricultural information management. email: dianwisika@yahoo. Ciri khas usaha pada sektor pertanian adalah melibatkan begitu banyak orang dengan pemilikan sumber daya dan keterampilan yang rendah. yang selama ini tampaknya belum mendapat penanganan yang memadai. banyak terjadi alih status penyuluh pertanian dari Jabatan fugsional ke 12 13 FE Unnes Semarang. Namun demikian sejak diberlakukannya UU No. Fokus revitalisasi pertanian meliputi. penataan penyelenggaraan penyuluh. Pendahuluan Menurut Syahyuti. et al. setiap era pemerintahan di Indonesia selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas kinerja penyuluh pertanian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan network tersebut adalah melalui strategi pendekatan kelembagaan. dapat ditegaskan bahwa salah satu hal yang menghambat rendahnya produktivitas hasil pertanian dan kendala rendahnya pendapatan petani adalah lemahnya kelembagaan pertanian.

antara eksekutif dan legislatif terhadap arti penting dan peran penyuluhan pertanian. usia penyuluh sebagian besar diatas 50 tahun. transportasi.(2000). dan lain-lain. Permasalahan pembiayaan yang timbul adalah alokasi anggaran penyuluhan pertanian di daerah masih sangat terbatas. sesuai dengan otonomi daerah.jabatan struktural. Penyelenggaraan penyuluhan pertanian belum dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip penyuluhan partisipatif. Kelembagaan ini memfasilitasi pembentukan badan pelaksanan penyuluhan pertanian. penurunan kapasitas dan kemampuan managerial dari penyuluh serta penyuluh pertanian kurang aktif untuk mengunjungi petani dan kelompoknya. dan memfasilitasi pembetukan pos penyuluhan di tingkat desa Keberadaan ragam kelembagaan pertanian dalam memompa denyut nadi kebangkitan pertanian nasional. Kegiatan penyuluhan pertanian masih bersifat parsial dan belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. rekruitmen dan pembinaan karir penyuluh pertanian belum berpedoman pada SK Menkowasbangpan No. penempatan dan penugasan penyuluh pertanian tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya. Permasalahan penyelenggaraan meliputi penyusunan program penyuluhan pertanian belum sesuai dengan kebutuhan lapangan. 19/1999. kewenangan di bidang penyuluhan pertanian. era pemerintahan SBY lebih memberdayakan penyuluh pertanian melalui program Revitalisasi Penyuluh Pertanian yang fokus pada permasalahan tersebut diatas. karena kurang berfungsinya sistem penilaian angka kredit. dibeberapa daerah pengukuhan kembali penyuluh pertanian sebagai pejabatan fungsional belum dilakukan. Sejalan dengan itu. Materi dan Metode Pakpahan (1989) mengemukakan suatu kelembagaan dicirikan oleh 3 hal utama. kontribusi dana dari petani dan swasta relative masih kecil. informasi dan komunikasi. sudah saatnya dihadirkan (Alihamsyah et al. otoritas penyuluhan pertanian juga telah didelegasikan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah tingkat kabupaten. Pranaji et al. memfasilitasi pembetukan BPP di tingkat kecamatan. dan (3) aturan representasi (rule of represen-tation). Cirri-ciri tersebut yaitu: (1) batas yurisdiksi (yurisdiction of boundary). Oleh karena itu diperlukan peningkatan peran kelembagaan pertanian. Keterbatasan anggaran untuk penyuluhan pertanian dari pemerintah daerah. teknologi pertanian. memfasilitasi pembentukan badan koordinasi penyuluhan pertanian. agribisnis. ketersediaan materi informasi terbatas. Namun sampai saat ini sebagian besar penelitian ahli kelembagaan pertanian menyimpulkan bahwa peranan lembaga pertanian nasional relatif masih lemah. (2) hak kepemilikan (property right). permodalan. irigasi. kenaikan pangkat sering terhambat.2006). Kinerja dan aktivitas penyuluhan pertanian yang menurun antara lain disebabkan oleh perbedaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan adanya permasalahan tersebut. penyuluh pertanian swakarsa dan swasta belum berkembang dengan baik. lembaga pemetaan wilayah. kunjungan lebih banyak dikaitkan dengan proyek (Subedjo. yang telah dilakukan adalah pembentukan kelembagaan penyuluhan pertanian di tingkat pusat. yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah sebagai berikut : Penataan kelembagaan penyuluhan. sejak tahun 2001 dilimpahkan kepada pemerintah daerah agar daerah mampu meningkatkan kinerja penyuluh pertanian. Menurut Akhmadi (2004). perikanan dan kehutanan serta sekretariat bakor di tingkat propinsi. Kelembagaan yang konsen di bidang saprodi. memfasilitasi pembentukan organisasi profesi penyuluh pertanian. lembaga studi pertanian. Salah satunya dengan membangun system yang dapat memberikan informasi yang cepat dan tepat kepada petani sehingga diharapakan usahataninya dapat berkembang dengan baik. peningkatan kompetensi penyuluh pertanian sangat jarang dilakukan. tidak lepas dengan kehadiran ragam kelembagaan pertanian. penyuluh pertanian lapangan dan beberapa lembaga yang kehadirannya fungsional dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Ananto et al (2000). penyelenggaraan penyuluhan pertanian masih berorietasi proyek. pemasaran. Kecenderungan umum menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah beberapa tahun terakhir kurang pro terhadap kegiatan terkait penyuluhan pertanian sehingga kinerja penyuluhan pertanian menurun. dalam rangka revitalisasi penyuluh pertanian. Dalam tahun 2006 sampai dengan 2007. 2. Batas yurisdiksi berarti hak hukum atas (batas 171 . (2000).

Hal ini erat kaitannya dengan konsep jarak sosial yang akan menentukan kadar komitmen yang dimiliki oleh suatu masyarakat terhadap suatu kebijakasanaan. Dalam kaitannya dengan hal ini permasalahannya menjadi preferensi siapa yang memutuskan. yaitu (1) hak untuk menggunakan. Perubahan batas yurisdiksi akan menghasilkan performance yang diinginkan. karena skala ekonomi merupakan sumber interdependensi. melalui pemberian hadiah dan melalui pengaturan administrasi seperti halnya pemerintah memberikan subsidi terhadap sekelompok masyarakat. Eksternalitas. (2) hak untuk memperoleh penghasilan dan suatu aset. menentukan siapa yang termasuk kita dan siapa yang termasuk mereka. konsep skala ekonomi ini memegang peranan penting dalam . dan skala ekonomi (economic of scale). Perhitungan siapa memperoleh apa dan berapa banyak ditentukan oleh batas yurisdiksi karena batas inilah yang menentukan apakah sesuatu itu internal atau eksternal bagi pihak-pihak yang bertransaksi. 1990). Dalam pengertian ekonomi. Hak tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara seperti melalui pembelian apabila barang danjasa yang dimaksud boleh dijualbelikan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi performa apabila terjadi perubahan batas yurisdiksi antara lain: (1) perasaan sebagai satu kelompok (masyarakat). yaitu: perasaan sebagai satu masyarakat (sense of community). Konsep property atau pemilikan sendiri muncul dari konsep hak (right) dan kewajiban (obligations) yang diatur oleh hukum. Hak milik adalah hak individu untuk menggunakan sumberdaya (Eggertsson. satuan analisis dalam mempelajari institusi adalah transaksi mencakup transaksi melalui mekanisme pasar. Batas yuridiksi menentukan siapa dan apa yang tercakup dalam kelembagaan masyarakat. administrasi (regulasi) dan hibah. dipandang sebagai karakteristik inheren yang dimiliki oleh beberapa komoditas. homogenitas preferensi dan kepekaan politik ekonomi terhadap perbedaan preferensi merupakan hal yang penting dalam menentukan batas yurisdiksi. dan lainnya. Penentuan siapa dan apa yang tercakup dalam suatu organisasi atau masyarakat ditentukan oleh batas yurisdiksi. Dalam bentuk lainnya property rights merupakan produk dari tradisi atau adat kebiasaan dalam suatu masyarakat. (5) kewajiban.menelaah permasalahan batas yurisdiksi. eksternalitas. Sumber daya fundamental yang dimiliki setiap orang adalah apa yang melekat pada dirinya. adat.wilayah kekuasaan) atau (batas otoritas) yang dimiliki oleh suatu lembaga. Skala ekonomi. Menurut Eggertsson (1990:34) ada tiga kategori hak milik. (4) bak-hak istimewa. tidak seorangpun yang dapat menyatakan hak milik tanpa pengesahan dari masyarakat dimana dia berada. Dalam bentuk formal property rights merupakan produk dari sistem hukum formal. Apabila barang dan jasa yang harus dikonsumsi secara kolektif. OIeh karena itu. Perubahan batas yurisdiksi akan merubah struktur eksternalitas yang pada akhirnya merubah siapa yang menanggung apa. mengubah.(2) ongkos atau biaya (3) informasi. (3) homogenitas. dan (b) hak seperti dicerminkan oleh kepemilikan adalah sumber kekuatan untuk akses dan kontrol terhadap hak miliknya. atau mengandung makna kedua-duanya. skala ekonomi menunjuk suatu situasi dimana ongkos per-satuan terus menurun apabila output ditingkatkan. termasuk hak untuk memperoleh 172 . (2) ekstemalitas. Konsep ini muncul dari hak dan kewajiban yang didefinisikan atau diatur oleh hukum. atau konsesus yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat dalam hal kepentingannya terhadap sumberdaya. 1990). Implikasi dari hal ini adalah: (a) hak seseorang adalah kewajiban orang lain. Homogenitas preferensi dan distribusi individu masyarakat yang memiliki preferensi yang berbeda akan mempengaruhi jawaban atas pertanyaan siapa yang memutuskan. dan tradisi. Konsep ini penting dalam menentukan batas yurisdiski untuk merefleksikan kebutuhan masyarakat. situasi atau kondisi. yang di dalam terminologi Karl Mark adalah “labour”.dan (4) skala ekonomi (Pakpahan. ditentukan oleh empat hal. Konsep batas yurisdiksi dapat berarti batas wilayah kekuasaan dan atau batas otoritas yang dimiliki oleh suatu kelembagaan. Tidak seorangpun yang dapat menyatakan hak milik tanpa pengesahan dari masyarakat di mana dia berada. homogenitas. Setiap transaksi selalu terjadi transfer sesuatu yang dapat berupa: (1) manfaat. Skala ekonomi. 1990:33). maka isu batas yurisdiksi menjadi penting dalam merefleksikan preferensi konsumer dalam aturan pengambilan keputusan. Homogenitas. Batas yurisdiksi yang sesuai akan menghasilkan ongkos persatuan yang lebih. Perasaan sebagai satu masyarakat. mentransfomasi atau bahkan menghancurkan suatu aset. adat dan tradisi. atau konsensus yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat dalam hal kepentingannya terhadap sumberdaya (Pakpahan. rendah dibanding dengan alternatif batas yurisdiksi yang lainnya. Hak kepemilikan juga merupakan sumber konsep. Hak milik dalam pengertian inilah yang oleh Adam Smith disinyalir “cenderung dipertukarkankan”.

juga ada kewajiban-kewajiban berupa pembayaran pajak. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam. (2) Biaya informasi (sosialisasi) dan (3) Biaya pengamanan atau monitoring. Disamping hak. motivasi. Hak milik esklusif terwujud bila untuk menguasainya perlu menyingkirkan orang lain. Jiwa analisis institusi adalah interdependensi antar partisipan terhadap sesuatu. Dipandang dari segi ekonomi. Dari laporan- 173 . Hak esklusif ini dapat dipertukarkan melalui mekanisme trasaksi otonom (pasar). dukungan anggota pada pimpinan dan mengurangi tekanan internal serta biaya transaksi yang pada akhirnya akan meningkatkan performa organisasi. Hak milik bisa bersifat ekslusif bisa pula non eksklusif. ownership menunjuk pada sifat dan kwalitas penguasaan atas suatu property rights. Pembahasan Pembangunan sumber daya manusia melalui suatu kelembagaan perlu memahami konteks masyarakat yang akan dibangun. sehingga hak milik yan non eksklusif (nonexlusive property) dan barang publik (public goods) yang mempunyai dua ciri menonjol. Keputusan apa yang diambil dan apa akibatnya terhadap performa akan ditentukan oleh kaidah representasi yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. penggunaan. perlu dicari suatu mekanisme representasi yang efisien sehingga dapat menurunkan ongkos transaksi. dan pemeliharaan sumberdaya lahan. Jenis keputusan apa yang dihasilkan oleh masyarakat juga ditentukan oleh aturan representasi dari kepentingan rnasyarakat. Oleh karena itu. Konteks tersebut yaitu berkaitan dengan kondisi sosial maupun budaya dari masyarakat setempat. maka dari itu perspektif sosial dan budaya dalam hal ini perlu menjadi fokus utama dalam penerapan suatu program dari lembaga. studi literature dan FGD (Focus Group Discussion). Pembagunan akan berhasil atau tidak dapat ditentukan karena kedua aspek tadi. Ongkos transaksi yang tinggi dapat menyebabkan output tidak bernilai untuk diproduksi. bisa pula melalui mekanisme transaksi kontra kekuatan untuk akses dan kontrol terhadap sumberdaya. aturan representasi mempengaruhi ongkos membuat keputusan. 1990:33). kerja-sama. Lembaga penyuluh pertanian perlu mengantisipasi program-program yang akan diterapkan kepada pihak petani dalam usahatani dengan lebih sensitif kepada aspek sosial budaya. Analisis deskritif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Setiap bentuk aturan representasi harus berhadapan dengan tiga jenis biaya. Tubbs (1984) dan Hanel (1989) menyatakan bahwa pengambilan keputusan atas dasar group process akan meningkatkan loyalitas. Mclean (1982) menyebut sebaai barang prifat (private goods). Bagaimana partisipasi terbentuk ditentukan oleh aturan representasi partisipan yang terlibat. yaitu: (1) Biaya pengambilan keputusan (policing cost atau lobying cost atau (contract cost atau negoisasi) sebagai partisipasi. Aturan representasi menentukan alokasi dan distribusi sumberdaya. serta gotong royong yang dikaitkan dengan kepemilikan atas sumberdaya lahan tersebut.upah atas tenaga kerja yang diberikan individu dalam aktivitas ekonomi. akan menentukan apakah keputusan akan dihasilkan efisien atau tidak. Metode pemberian otoritas kepada individu tertentu untuk memilih cara menggunakan hak miliknya disebut sebagai sistem of property (Eggertsson. dan (3) hak untuk menjual aset. Dalam hal itu. Aturan representasi (rule of representation) mengatur permasalahan siapa yang berhak berpartisipasi terhadap apa dalam proses pengambilan keputusan. 1992). Biaya representasi yang tinggi baik dalam artian nilai uang atau bukan uang. 3. Disamping itu masih ada biaya eksternal yang ditanggung oleh seseorang atau sebuah lembaga sebagai akibat keputusan orang lain atau lembaga lain. Sebanyak 30 penyuluh pertanian diambil sebagai sampel dengan multistage sampling. yaitu nonrivairy dan nonexciudable ( Mclean. termasuk lembaga penyuluh pertanian. Hak kepemilikan atas lahan (land right) pada kelembagaan adat setempat yang berkaitan dengan lahan dapat dilihat pada hak masyarakat baik secara kelompok (comunal) maupun secara individu (private) dalam pengaturan. iuran untuk desa atau adat. kondisi atau situasi dengan menggunakan transaksi sebagai aktivitas ekonomi. Partisipasi dalam suatu organisasi ditentukan oleh keputusan politik organisasi.

Dalam hubungan melalui IT ini akan mempermudah juga bagi para penyuluh pertanian serta hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi para petani. Selain mengakses kepada para pedagang tadi. Perlu di pahami bahwa. Seperti contoh. melalui kelompok tani sebagai media penyampai pesan kepada pihak penyuluh pertanian akan dipertemukan dalam wadah yang akan mengatasi masalah mereka. pihak penyuluh pertanian tentunya akan melakukan program pelatihan terlebih dahulu kepada petani agar mampu mengoprasikan teknologi IT ini.laporan mengenai proyek pembangunan suatu lembaga yang diterapkan kepada masyarakat seringkali mengalami kegagalan karena kurang melihat pada kondisi sosial ataupun budaya suatu masyarakat. Masih banyak lagi permasalahn pembangunan yang gagal karena kurang memperhatikan aspek social dan budaya masyarakat. Selebihnya. hal ini akan bisa diterima oleh masyarakat atau tidak melihat pada aspek budaya. Klaten dan Magelang) yang sudah peka dengan teknologi. Fasilitas ini sangat penting bagi para petani dalam rangka spekulasi penjualan hasil panen yang terkadang “terperosok” oleh para tengkulak. ibu mempunyai peran sendiri dan anak-anak mempunyai peran sendiri. Dengan pihak-pihak yang terkait inilah diharapkan sistem IT bisa diterapkan dengan baik dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kinerja para petani. Penjelasan mengenai model yang bisa diterapkan dalam kelembagaan penyuluh pertanian kepada petani dapat dilihat dalam gambar di bawah ini: 174 . pihak yang terkait lainnya adalah pihak penyuluh pertanian atau dinas pertanian. ternyata kurang berhasil karena aspek budaya dalam hal ini belum mengena. kebanyakan petani sudah mencapai taraf pengetauan akan informasi melalui Handphone (HP). Akan tetapi. Maka dari itu. karena hal ini dapat diantisipasi dari pihak keluarga sebagai keseluruhan sistem perekonomian. balai penelitian ini sangat penting karena akan dapat dijadikan pula oleh dinas pemerintah (dinas pertanian) sebagai acuan dalam pemberian kebijakan kepada para petani seperti kebijakan dalam hal fasilitas ataupun yang lainnya. Seperti dalam hal akses para pedagang ataupun pengusaha (dalam ataupun luar kota) sebagai tempat penjualan hasil panen serta dapat mengakses pula perkembangan harga saat ini. untuk lebih validnya. perekonomian pertanian adalah bentuk perekonomian keluarga. perekonomian petani lebih bersifat sederhana dan terikat. dan bagaimana bagi petani yang sudah tua. Dari hasil penelitian di lapangan. Melalui balai penelitian ini. Jika suatu kelembagaan pertanian menginginkan suatu model penguatan kapasitas agar dapat mencapai target pembangunan masyarakat petani secara optimal. dari hasil penelitian di lapangan. bisa meminta arahan atau bantuan dari petani yang lain. didapatkan bahwa. Petani dalam sistem IT yang diajukan ini didampingi oleh beberapa pihak seperti pedagang. Dengan demikian. Dengan bantuan teknologi informasi ini. program ini sekiranya menjadi suatu kekhawatiran yang lebih. Ayah memiliki peran sendiri. harus mampu berpegang pada model kelembagaan yang berperspektif sosial budaya. Jika tidak. pegusaha. Jika mereka tidak mampu mengoprasikannya. penyuluh atau pihak pemerintah dan kelompok petani itu sendiri. Melalui bantuan mereka para petani dapat mengakses masalah harga ataupun masalah lainnya. artinya pengelolaan ekonomi dilakukan secara bersama-sama antara angoota keluarga satu dengan yang lain. rencana penerapan model IT ini jika dianalisis akan bisa berhasil karena melihat pada kondisi sosial budaya masyarakat petani (di Grobogan. pembangunan kakus oleh pemerintah kepada masyarakat di pinggiran sungai sebagai antisipasi pencemaran air. Dengan bantuan IT ini. Oleh karena itu. Seperti penerapan IT oleh kelembagaan dalam penguatan kapasitasnya. Beberapa personal ini memiliki peran masing-masing dan masih berkaitan. Yaitu dengan meminta bantuan dari anak-anaknya yang sudah paham akan teknologi. permasalahan petani akan dibahas dan dicarikan solusinya. Wadah itu adalah balai penelitian. diharapkan petani mampu mengakses segala keperluannya dalam meningkatkan usahataninya. Petani sebagai sentral dari proses hubungannya dengan semua pihak yang terkait dalam usahatani memiliki peran penting dalam kegiatan penerapan IT yang diajukan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi petani. Apakah pihak petani akan mampu menggunakan IT ini atau tidak. akan tetapi dalam kasus tertentu peran ini bisa diputar aruskan menjadi peran yang fleksibel. pihak lembaga penyuluh pertanian harus lebih peka lagi dalam menerapkan program-programnya guna meningkatkan usahatani masyarakat.

Tani Informasi Kontinu. Info pasar Pet ani Ka ya Status Ekonomi ? kup Manfaat / Hasil Peternak Sapi Pupuk organik Orientasi kemungkinan / kehidupan Mi skin Cu Kebijakan Keterampilan Fasilitas o Benih o Pupuk o Pupuk o Alat Hubungan Komunikasi Input Informasi Hubungan Informasi 175 .Gambar 1. Model Pengembangan Kapasitas Lembaga Perspektif Budaya Lahan kualitas tanam Diversifikasi Pengusah a Tahu Tempe Pedagang Lokal Luar kabupaten Produsen Pupuk Pupuk Distributo r Penyal ur Balai Penelitian Dinas Pertanian Penyulu h Bak ul Kel. Kualitas.

Kemudahan dan penghematan dalam komunikasi adalah salah satu muara efisiensi. tentu menjadi faktor yang sangat mendukung dalam proses penyebaran informasi di segenap lapisan masyarakat. Teknologi informatika yang semakin berkembang saat ini. Akses informasi dapat dilakukan kapan saja. Melalui website pesan informasi bisnis dapat disampaikan lebih lengkap. dapat melihat informasi dari website bilamana diperlukan. Kedua layanan tersebut sangat membantu proses penyebaran informasi. Pemangku kepentingan pertanian tidak perlu membayar mahal untuk melakukan sosialisasi kebijakan. Pengunjung dapat langsung membeli produk yang dijual melalui internet. Beberapa alasan Pemilihan Media Kelembagaan Pertanian Lapangan a Website. dewasa ini telah berkembang pesat hingga memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai hal hanya dengan menggunakan ponsel. Memotong rantai birokrasi dan ekonomi. Peluang mendapatkan customer juga menjadi lebih besar. Memperluas Ruang Promosi Sebagai Media Komunikasi dan Wadah Penyedia berbagai Informasi maka website dapat digunakan sebagai sarana pendukung promosi seperti suatu perusahaan. Dengan akses database yang tersedia. oleh siapa saja. tetapi nasional bahkan ke pasar global Mensinergikan semua pemangku kepentingan pertanian dalam suatu wadah yang terkoordinasi. Internet dan telepon selular merupakan salah satu contoh sarana yang populer sebagai media komunikasi. Para peminat atau calon pelanggan. b c d e 176 . WAP dan SMS Memperhatikan sejumlah permasalahan lapangan dalam pemberdayaan kelembagaan pertanian maka hal yang mendasar adalah masalah komunikasi. dengan memiliki website di internet anda dapat memperluas jaringan promosi sebuah perusahaan. Dengan semakin banyaknya pengguna internet saat ini maka jalur distribusi suatu barang dapat dilakukan melalui internet. Layanan ini sangat populer karena biayanya yang relatif lebih murah dibanding dengan biaya telepon. Dengan teknologi ini. dimana saja. tidak hanya lokal. Tidak tersedianya fasilitas internet di suatu daerah. Pemangku kepentingan dapat memilih layanan informasi menurut media yang sesuai baik lewat ponsel maupun internet. Mendayagunakan semua pemangku kepentingan pertanian menuju sumatu kemandirian dan profesionalitas institusi dan perorangan Informasi pasar pertanian yang up to date. Layanan informasi melalui ponsel merupakan solusi bagi kendala di atas. SMS adalah layanan untuk mengirim dan menerima pesan singkat melalui ponsel. Informasi mengenai produk baru dapat secara mudah dikirim kepada customer melalui SMS. Sementara WAP merupakan protocol yang menghubungkan internet dengan ponsel.Modeling IT melalui Web. WAP dan SMS diajukan sebagai Penguatan Menghemat biaya dan waktu dalam advertising. Berbagai aplikasi dan layanan mobile. Selain katalog. dengan kemampuannya yang memungkinkan pengguna untuk menerima dan mengirimkan informasi dari jarak jauh. termasuk akses internet. Short Message Service (SMS) dan Wireless Application Protocol (WAP) merupakan contoh aplikasi mobile yang mendukung proses pertukaran informasi. Kemudahan dalam komunikasi. merupakan hambatan bagi seseorang dalam mendapatkan informasi dari internet. dsb. maka data olahan bisa disajikan menurut kepentingan dan kedalaman data yang diperlukan. Jangkauan pasar bertambah. Melalui internet. berbagai macam informasi bisa didapat dengan mudah selama 24 jam tanpa harus beranjak dari depan komputer yang telah terkoneksi dengan internet. ponsel bisa digunakan sebagai media untuk mendapatkan informasi dari internet. layanan WAP atau dan email dari website. informasi tehnologi. sehingga menjadikan data olahan siap saji dan terkini. brosur maupun iklan di media cetak. Fungsi Modeling IT dari segi pemasaran 1. mudah dan up to date.

SMS dan WAP serta web merupakan contoh aplikasi yang bisa dijadikan layanan informasi untuk kepentingan ini . perusahaan dapat menjalin komunikasi melalui email ataupun informasi kontak yang berada dalam website. a Diagram Konteks Karena pemangku kepentingan untuk urusan ketahanan pangan dan khususnya pertanian cakupannya luas. Tabel 1 Jalur input –proses dan inputnya N o 1 Jalur Input Proses Database Jalur Output Data primer & sekunder SMS/WAP/Web Data Publikasi/Analisis Data Info Data Pemangku kepentingan pemerintah 2 Data/info tehnologi 3 Institusi lain/akademisi 4 Permintaan data Database data Data proses Data proses 177 . upload/download file dan lain sebagainya. Sebagai contoh pada sebuah brosur bisaanya penjelasan yang diterima hanya berupa pokok-pokok dari produk sebuah perusahaan. pola hubungan dan pemberdayaan sebagai wadah untuk mengelola berbagai data informasi sebagai data base pertanian & komoditas. tetapi di website pengunjung website dapat mendapat detil spesifikasi dari produk tersebut. Jadi fungsi website disini bukan hanya sebagai wadah penyedia informasi saja. Para pengunjung website akan selalu menerima informasi yang up to date dari perusahaan. forum diskusi. 2.Sebagai alat pendukung promosi. 3. c Isi yang selalu up to date. Hal ini terlihat jika dibandingkan dengan iklan (yang mempunyai space terbatas). maka sejumlah institusi terkait seperti beberapa institusi di bawah departemen pertanian. Mempermudah Komunikasi Agar dapat saling berkomunikasi dengan para klien atau customer. website mempunyai keuntungan sebagai berikut : Informasi lebih detail dan tuntas dari produk dan jasa. Media Interaksi Website dapat dijadikan ajang interaksi dengan para pengunjung website antara lain dapat dijadikan ajang jual-beli. akademisi dilibatkan dan juga memiliki akses ke data base sehingga mampu menjadi administrator bisa memasukkan semua data yang berkaitan dengan kebutuhan petani dan perniagaan bahan pangan nasional dengan daerah tanggung jawab masing masing. bakorluh. Komunikasi akan lebih mudah walaupun perbedaan lokasi sangat jauh dan sudah tentu lebih efisien dalam hal biaya dan waktu. b Tampilan yang baik akan memberikan akan memberi image yang baik dan menarik bagi calon klien. dinas pertanian kabupatan dan institusi lain seperti deperindag. Hal ini mengakibatkan diperlukannya sebuah sistem kebergantungan. tidak terbatas oleh waktu dan tempat. Dari data base tersebut selanjutnya melalui desain teknologi dapat disajikan sebagai bentuk informasi yang bisa diakses oleh Pemangku dan publik pertanian Salah satu kemudahan dalam mengakses informasi adalah jika informasi bisa diakses secara online. Adapun jalur input –proses dan inputnya adalah sebagai berikut.

pemerhati dan pengawas pertanian termasuk kebijakan. perdagangan dan pemasaran/distribusi bahan pangan nasional Dinas pertanian daerah sebagai pembina. mengkaji penerapan teknologi yang dapat digunakan dalam usaha bidang pertanian termasuk personil kunci yang bertanggungjawab untuk topik tertentu dan bisa dimintai informasi publik. 2. LSM. 3. Deperindag sebagai departemen tehnis yang menawasi industri. Pihak yang terlibat dalam sistem IT yang diajukan Departement Pertanian berikut strukturalnya sebagai departemen teknis yang menangani pertanian dan ketahanan pangan Penyuluh/Bakorluh sebagai penyedia dan pengguna informasi pertanian. 9. mahasiswa. pelajar. Diagram konteks sistem Informasi pertanian 1. pengawas dan pembuatan kebijakan pertanian lokal. 4. menganalisa data untuk menyuluh dan menjawab pertanyaan teknis yang muncul di lapangan Petani sebagai pelaku pertanian di lapangan Pedagang/Pengusaha sebagai penampung hasil produksi pertanian dan pendistribusi ke pasar Akademisi sebagai peneliti. 6. tata niaga maupun operasional lapangan. 8. 7.Gambar 2. sebagai pengamat. pengkaji dan pengembang teknologi baru bidang pertanian dengan spesifikasi dan ketertarikan tertentu Balai litbang pertanian sebagai institusi yang menggeluti dan mengembangankan bidang tertentu spesifik. termasuk membuat analisis dan pengamatan tertentu. publik Institusi lain seperti lembaga swasta. wartawan dsb yang dapat berinteraksi dengan pertanian. 5. 178 .

Gambar 4. Diagram Institusi Pemangku kepentingan untuk database Pertanian & komoditas Untuk mengkomunikasikan database menjadi informasi tehnis dan aplikatif di lapangan maka data base dapat disajikan dalam berbagai kemasan informasi menurut kepentingan dan tujuan tertentu dengan melakukan akses ke data base.Gambar 3. Jenis layanan Informasi Pertanian & komoditas Database Pertanian & Komoditas Web data internet WAP SMS User 179 . yakni layanan informasi pertanian dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini.

Salah satu pemberian informasi pertanian yang terintregasi ini adalah dengan membangun system manajemen informasi pertanian melalu Information Teknologi (IT) yang dapat menghubungan antara pemerintah pusat. Kesimpulan Pemberian informasi yang cepat dan tepat pada petani dapat meningkatkan kesejahteran petani karena dengan adanya informasi harga jual komoditas produk pertanian petani dapat memilih dimana yang memberikan keuntungan lebih besar. 180 . pasca panen komoditas pertanian dan informasi lainnya yang mendukung pengembangan pertanian. bibit unggul. petani dan kelembagaan pertanian. Selain itu juga petani dapat dengan mudah mengetahui informasi lainya seperti kondisi cuaca. Gambar 5.6. Cakupan layanan menurut ukuran informasi 4. Gambar 5. Bagan komponen database . pemerintah daerah. penyuluh serta masyarakat pertanian lainnya.Adapun isi database yang diperlukan adalah data primer dan data terolah dari beberapa informasi yang lazim diperlukan oleh petani.

Majalah Forum Agro Ekonomi. Agus.Referensi Akhmadi. Ketut.. H. Pendekatan Kelompok dalam Pelaksanaan Program/Proyek Pembangunan Pertanian. Pusat Penelitain Agro Ekonomi. 1989. E. Muslim (200) Perekayasaan Sosiobudaya dalam percepatan Transformasi Masyarakat Pedesaan. Jurnal Agro Ekonomi Vol. Proyek Penelitian Pengembangan Pertanian Rawa Terpadu – ISDP. Kerangka Analitik untuk Penelitian Rekayasa Sosial: Perspektif Ekonomi Institusi. I. Dwi Windu Penelitian Lahan Rawa : Mendukung Pertanian Masa Depan. Subejo. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. E. Soentoro. EL. Prosiding Patanas: Evolusi Kelembagaan Pedesaan di Tengah Perkembangan Teknologi Pertanan. 1999. 2 Desember 1995. 2000. ______2003. J.smeru. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UGM. “The Role of Transaction Costs and Property Rights in Institutional Analysis. Pembangunan pertanian indonesia dalam pengaruh kapitalisme dunia: analisis ekonomi politik perberasan. Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh). Thráinn (1990). Badan Litbang Pertanian.M Subiksa. Supriadi. IPB. Penyuluhan Pertanian Indonesia : Isu Privatisasi dan Implikasinya.(www. Bogor. K.. _____1995. Bogor. 181 . Tahap kedua : Pendekatan Kelembagaan.html). T. Ismail dan DE. Makalah. SMERU Newsletter. Desember 2004.E.. 2002.Mudjijo. Pranaji. Badan Litbang Pertanian. Pusat penelitian dan pembangunan sosial ekonomi pertanian. Pembentukan Struktur Agraria pada Masyarakat Pinggiran Hutan. Eggertsson. Setyo dan C. 13.id/newslet/2004/ed12/2004/200412spotlight.W. I. Sianturi. Desember 2002. Bogor. 1989. Syahyuti. 9 No 2. Ananto. Institut Pertanian Bogor. I. Wahyuni.” European Economic Review 34(2-4): 450-457. Tesis pada Jurusan Sosiologi Pedesaan. T. Yogyakarta. Hermanto. Suastika. No.Pakpahan. G. Situmorang. 2002. Mengubah Pertanian Tradisional Dalam Pembangunan Jangka Panjang. Ananto. Pelaksanaan Otonomi Daerah. Survei Evaluasi Intensifikasi Padi dan Palawija Tahun1971-1978. S.. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 pada tanggal 14 Nopember 2007 telah ditetapkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 58 Tahun 2007 tentang Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. A. E. Hastuti. Vol..G. dan T. (2000) Laporan Utama : Pengembangan Sistem Usaha Pertanian Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan. Pakpahan. Nuning. 2004. Bogor. aporan Bidang Penelitian Penyuluhan Pertanian.or.Alihamsyah. P2SLPS2. Alihamsyah.

119 dengan nilai signifikansi antara 0. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 12 diperoleh persamaan regresi berganda Y = 39. thitung = 2.037 < 0.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran di SMK negeri 1 Pemalang baik secara parsial ataupun simultan.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X1 terhadap Y.126 dengan nilai signifikansi 0.05 yang berarti secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru. Hasil uji parsial diperoleh t hitung = 2. Berikut daftar inventaris laboratorium mengetik manual: Tabel 1. Fakultas Ekonomi.1 Daftar Inventaris Laboratorium Mengetik Manual No Inventaris lab.000 < 0.KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN FASILITAS BELAJAR PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN MENGETIK SISTEM 10 JARI BUTA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK NEGERI 1 PEMALANG. Jurusan Manajemen.140X1 + 0. Fasilitas Belajar. Uji keberartian persamaan regresi dengan uji F diperoleh F hitung = 19. 1. Dan Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta. Universitas Negeri Semarang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi persentase dan regresi linier berganda. Email: yuniarsihnuraeni@yahoo. Nur Aeni Yuniarsih (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi. dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. serta variabel terikat yaitu kemampuan mengetik sistem 10 jari buta (Y).880 + 0. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu kompetensi profesional guru (X 1). dan fasilitas belajar (X2). bahwa fasilitas belajar mengajar mengetik di SMK Negeri 1 Pemalang cukup memadai.037 < 0.494 dengan nilai signifikansi = 0. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket).168X2.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X2 terhadap Y. Pendahuluan Latar belakang masalah Berdasarkan observasi pendahuluan di SMK Negeri 1 Pemalang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran dengan jumlah 80 siswa. hal ini terlihat dari adanya laboratorium mengetik manual yang luas dengan penerangan yang cukup dan kondisi laboratorium yang bersih. penelitian ini disebut penelitian populasi. jumlah mesin ketik manual yang sesuai dengan jumlah siswa kelas X yaitu 40 unit mesin ketik dan kertas untuk mengetik yang tersedia bagi siswa. Mengetik 1 Mesin ketik manual 2 Buku paket: Mengetik SMK jilid 1 Mengetik SMK jilid 2 Mengetik SMK jilid 3 3 Lampu penerangan Jumlah 40 40 40 40 9 182 . serta buku pegangan dimana setiap siswa mendapat satu buku latihan mengetik. Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru. tes dan dokumentasi.

Retno Ari Budi selaku guru mata diklat mengetik manual). Akan tetapi jika dilihat melalui hasil praktek mengetik siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang bahwa pencapaian hasil belajar mengetik manual sebagian siswa masih belum optimal. yakni guru yang mengampu mata diklat mengetik manual adalah guru yang berasal dari lulusan program studi pendidikan administrasi perkantoran. mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Berikut tabel hasil praktek mengetik: Tabel 1. 40 40 1 2 1 1 Latar belakang pendidikan dan pengalamam mengajar adalah dua aspek yang mempengaruhi kompetensi seorang guru di bidang pendidikan dan pengajaran (Djamarah 1994:127). diketahui bahwa fasilitas belajar mengetik dan kompetensi profesional guru baik. Untuk mengatasi hal tersebut guru selalu mengadakan program remidial sampai siswa mampu mengetik dengan hasil yang maksimal berdasarkan standar yang ditetapkan. dan membimbing siswa agar dalam mengetik siswa selalu menggunakan 10 jarinya. Saat praktek berlangsung dari cara kerja siswa masih terlihat belum mampu menghentakan jarinya sesuai tugas entakan jari dan masih melihat papan tuts. hal ini dapat diketahui dari latar belakang pendidikan guru dan pengalaman mengajarnya. diolah. belum ada yang mencapai target indikator keberhasilan kecepatan mengetik sampai 200 epm. terlihat dari waktu yang dibutuhkan siswa untuk mengetik sebuah surat lebih dari 20 menit. Berdasarkan urian tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Kompetensi Profesional Guru dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 (sepuluh) Jari Buta Siswa kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang”. rata-rata kecepatan berkisar kurang dari 150 epm.2 Prestasi Mengetik Siswa Hasil praktek kemampuan mengetik sistem 10 jari buta No Kelas Belum kompeten Kompeten 1 X AP 1 29 11 2 X AP 2 27 13 Sumber: guru. diolah. Sebagian siswa juga belum bisa menyelesaikan pekerjaan mengetik sebuah surat dalam berbagai bentuk dengan maksimal. telah sertivikasi dan memiliki pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun (wawancara dengan Ibu Dra. serta setiap kali praktek mengetik siswa selalu didampingi oleh dua guru sekaligus sebagai pengajar.4 Meja mengetik siswa 5 Kursi mengetik siswa 6 Meja guru 7 Kursi guru 8 Whiteboard 9 Rak buku Sumber: Data SMK N 1 Pemalang. sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 183 . mampu menyampaikan materi dengan baik kepada siswa. belum ada yang mencapai target indikator keberhasilan kecepatan mengetik sebuah surat dalam berbagai bentuk selama 20 menit dengan cepat. tepat. Hal ini dapat diketahui dari kemampuan kecepatan mengetik sistem 10 jari buta siswa masih bervariasi hasil pengetikannya. Jumlah murid 40 40 Berdasarkan pengamatan di SMK Negeri 1 Pemalang. akan tetapi apabila dilihat dari tabel prestasi mengetik siswa di atas terlihat bahwa sebagian besar siswa masih belum kompeten dalam hal mengetik sistem 10 jari buta. Disamping itu berdasarkan pengamatan langsung penulis dan wawancara dengan beberapa murid. bahwa dalam kegiatan belajar mengajar guru telah menguasai materi. dan rapi. Hal ini mendorong penulis untuk mengungkapkan lebih jauh tentang pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. Kompetensi guru terutama dalam proses belajar mengajar mengetik dapat dikatakan baik.

Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut ; 1. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang. 2. Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Pemalang. 3. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 2. Mengetahui adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 3. Mengetahui adakah pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sisitem 10 jari buta pada siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. 2. Bukti Empiris Kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, dan kekuatan (Poerwadarminto, 2000:628). Menurut Spencer and Spencer dalam Uno (2008:62), mendefinisikan kemampuan sebagai karakteristik yang menonjol dari seorang individu yang berhubungan dengan kinerja efektif dan atau superior dalam suatu pekerjaan atau situasi. Menurut Suwandi (2007:10), mengetik sepuluh jari yaitu teknik mengetik dengan memanfaatkan semua jari tangan. Setiap jari mempunyai tugas sendiri yang harus dilatih satu demi satu dan berkelanjutan, sehingga jari tersebut secara maksimal dan optimal dapat bekerja dengan baik. Kemampuan mengetik sistem 10 jari buta yaitu kesanggupan, kecakapan, dan kekuatan yang dimiliki oleh individu dalam kegiatan mengetik dengan melakukan entakan jari sesuai dengan tugas entakan jari secara tepat tanpa melihat naskah. Kompetensi profesional merupakan kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam, yang harus dikuasai oleh seorang guru, tidak saja materi yang sesuai dengan bidang tugasnya, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan dan menghubungkan materi-materi pelajaran lainnya, sehingga seorang guru mampu menyajikan materi pelajaran secara utuh kepada muridnya (Harwanto, 2008:46). Fasilitas adalah sarana dan prasarana. Menurut Bafadal (2003: 2) Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. 3. Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Hal ini dikarenakan jumlah subyek penelitian kurang dari 100 siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program studi Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Pemalang Tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 80 siswa. Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Keterangan: Y = variabel terikat (kemampuan mengetik sistem 10 jari buta) a = konstanta

184

b1 = Nilai Koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai Koefisien variabel bebas X2 (Sugiyono, 2007: 275) Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Dari kelima jawaban tersebut masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian terebut tinggi atau tidak. Skor tersebut terdiri dari: 1. Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 2. Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 3. Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) 4. Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) 5. Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4. Hasil empiris
a Coefficients

Model 1

(Constant) Kompetensi Profesional Guru Fasilitas Belajar

Unstandardized Coefficients B Std. Error 39.880 4.429 .140 .168 .066 .079

Standardized Coefficients Beta .309 .308

t 9.004 2.126 2.119

Sig. .000 .037 .037

Correlations Partial .235 .235

Collinearity Statistics Tolerance VIF .409 .409 2.447 2.447

a. Dependent Variable: Kemampuan mengetik 10 jari buta

5. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan, antara lain: 1. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 2. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 3. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. 6. Daftar pustaka Ali, Muhammad. 1984. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung: Angkasa. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. . 1988. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan Diektorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Asman, Jamal Mamur. 2009. 7 Kompetensi Guru Menyenangkan dan profesional. Jogjakarta: Power Book Banguntapan. Bafadal, Ibrahim. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori Dan Aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Silabus Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Depdiknas. Dimyati, dkk. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

185

Dr. (Mrs.) Ihuoma P. Asiabaka. “The Need for Effective Facility Management in Schools in Nigeria”. New York Science Journal. Department of Education Foundations and Administration, Faculty of Education, Imo State University, Owerri, Nigeria. Feryal Cubukcu.” student teachers’ perceptions of teacher competence and their attributions for success and failure in learning”. Faculty of Education, Dokuz eylul University. Ghozali, Ahmad. 2007. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Sinar Baru Algesindo. Hamalik, Oemar. 2008. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara. . 2008. Perencanaa Pengajaran Berdasarkan pendekatan Sistem. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Harwanto. 2008. Memilih Profesi Guru?. Banten: Cerad Insan Cendekia. Mendiknas. 2008. Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejurun (SMK/MAK). Jakarta: Citra Utama Media. Mustaqim. 2008. Psikologi Pendidikan. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Naree Aware Achwarin. “The study of teacher competence of teachers at schools in the three southern provinces of thailand”. Graduate School of Education, Assumption University of Thailand. Poerwadarminta, WJS. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Rianggoro, Krisna. 2001. Marilah Belajar Mengetik. Semarang: Aneka ilmu. Sardiman. 1994. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Setiawan, Iwan dkk. 1994. Pengetahuan Mengetik SMK. Bandung: Armico. Sudarmin, Djanewar. 1999. Mengetik SMK jilid 1 Kelompok Bisnis dan manajemen. Bandung: Armico. Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Sudjana, Nana. 2008. Dasar-dasar Proses Belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Sugiyono. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung :Alfabeta Sularso, dkk. 1984. Mengetik dengan sistem 10 jari. Yogyakarta: Liberty. Suwandi. 2007. Makalah Peranan Mesin Ketik Manual dan Keterampilan Mengetik 10 Jari di Era Komputerisasi. Probolinggo. Uno, Hamzah. 2008. Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi aksara.

186

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL BERBASIS MACROMEDIA FLASH MX DALAM PEMBELAJARAN MATA DIKLAT KEARSIPAN PADA KELAS XI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK N 1 BOYOLALI Nurul Khaqim S. Pd., (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Email : Hakim.ragil31@gmail.com Abstrak Makalah ini berisi tantang salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan pemberiaan stimulus dengan penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa, kinerja guru, aktivitas siswa sebelum menggunakan media pembelajaran dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan. Data yang digunakan adalah data primer, berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan teknik pengambilan data adalah dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu analisis deskriptif persentase dan menggunakan uji-t. Hasil penelitiannya adalah terdapat perbedaan nilai rata-rata dari siklus I dan nilai rata-rata siklus II. Besarnya peningkatan persentase hasil belajar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 18,06%. Dari analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa persentase kinerja guru meningkat sebesar 8%, dan persentase aktivitas siswa meningkat sebesar 22%. Dari hasil pengisian angket, semua siswa memberikan tanggapan yang sangat positif. Kesimpulannya adalah bahwa terdapat perbedaan hasil belajar mata diklat kearsipan antara sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Hasilnya pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Kinerja guru dan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Tanggapan siswa saat menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx adalah sangat positif. Kata Kunci : Hasil Belajar, Media Visual Berbasis Macromedia Flash MX. 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru administrasi perkantoran di SMK N 1 Boyolali adalah model pembelajaran ekspositori. Sedangkan salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai pada mata diklat kearsipan jurusan administrasi perkantoran adalah mengimplementasikan sistem kearsipan. Pada tahun ajaran sebelumnya, yaitu tahun ajaran 2008/2009. Berdasarkan rincian nilai mata diklat kearsipan pada model pembelajaran ekspositori, terlihat jelas meski nilai siswa sudah mencapai KKM yang ditetapkan, namun sebagian besar hanya mencapai batas minimumnya saja yaitu 70. Dari kenyataan tersebut, perlu adanya suatu inovasi baru pada pembelajaran ekspositori agar nilai siswa dapat meningkat, tidak sebatas mencapai nilai yang ditetapkan pada KKM atau nilai minimumnya saja. Guru dapat membuat siswa merasa tertarik dan termotivasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat. 1.2. Rumusan Masalah 1. Adakah perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali? 2. Bagaimanakah kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali?

187

Pembelajaran Pengertian pembelajaran menurut teori neobehavioristik yaitu upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan supaya terjadi hubungan lingkungan dengan tingkah laku pembelajar (Sugandi. Media Visual berbasis Macromedia Flash MX Media visual berbasis macromedia flash mx adalah gabungan dari media visual dengan program macromedia flash mx yang mengandalkan indera penglihatan dengan menampilkan animasi gambar atau gambar bergerak. Aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pengenalan Cara Pembuatan Media Visual berbasis Macromedia Flash MX Macromedia Flash MX merupakan sebuah program aplikasi standar authoring tool profesional yang dikeluarkan oleh perusahaan internasional Macromedia yang digunakan untuk membuat animasi vektor dan bitmap yang sangat menakjubkan untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Model Pembelajaran Ekspositori Model pembelajaran ekspositori atau langsung menurut Nur dalam Widdiharto (2004: 33) menyatakan bahwa model ini dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural (pengetahuan mengenai bagaimana orang melakukan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu) yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar.4. 2006: 9). 2. Perbedaan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media pembelajaran dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. pembuatan 188 . Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada yang dipelajari oleh pembelajar. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memuat animasi logo. Belajar Slameto (2003: 2) mendefinisikan belajar sebagai usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. dkk (2006: 5). Jika pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep.6.7. 3. game. Media Pembelajaran Menurut Sugandi (2006: 30) media pembelajaran adalah alat atau wahana yang digunakan pengajar dalam proses pembelajaran untuk membantu penyampaian pesan pembelajar. 2. 2. Kinerja guru sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. 2. Tujuan 1. 4.2. Anni. movie. Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx? 1. 2. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan konsep.1.3. 2. 2.3. Bagaimanakah aktivitas siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali? 4. Landasan Teori 2.3. 2.5.

huruf ataupun kombinasi huruf dan nomor sebagai identitas arsip yang terkait. Angket ini digunakan untuk memperoleh informasi data tentang penerapan media pembelajaran visual berbasis macromedia flash mx pada mata diklat kearsipan standar kompetensi mengimplementasikan sistem kearsipan kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Deviation 5. Metodologi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AP 1 yang berjumlah 40 siswa. Analisis t-test (uji-t) Analisis t-test ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah ditentukan.81724 . maka penelitian ini disebut penelitian populasi (Arikunto. screen server. tes. interaktif form isian. Tabel Paired Samples Statistics Mean Pair 1 Siklus II Sumber: Data Diolah. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx (ekspositori) dan pembelajaran mata diklat kearsipan pada saat menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data nama siswa dan data nilai mata diklat kearsipan tahun sebelumnya. Deskripsi Data Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan empat metode penelitian yaitu metode dokumentasi. 2. karena merupakan penelitian sebelum dan sesudah yang berarti subjeknya sama. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.8. 3. Error Mean .79048 Tabel Paired Samples Correlations 189 .450 0 89. menu interaktif. numerik / nomor. Materi Mengimplementasikan Sistem Kearsipan Sistem Kearsipan Sistem kearsipan adalah cara pengaturan atau penyimpanan arsip secara logis dan sistematis dengan memakai abjad. apakah ada perbedaan hasil belajar mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Hasil 4. dan angket. dan pembuatan situs web atau pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya (Suciadi. 2003: 3). Analisis t-test dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis paired. banner. Karena jumlah populasi kurang dari 100.16869 4. metode tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa baik pembelajaran sebelum maupun sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx pada mata diklat kearsipan standar kompetensi mengimplementasikan sistem kearsipan kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran. 4.navigasi pada situs web.99942 Std. tombol animasi.1. 2006: 130).1. observasi. e-card. 2010 Siklus I 75. 3.075 0 N 40 40 Std.

98673 16.000 maka Ha diterima ada perbedaan rata-rata pada nilai stenografi sebelum dan sesudah menggunakan media .05 (batas kesalahan) dan signifikasi 0.493 Sig. 2010 Hipotesis : Ho : 3 = 0. Karena signifikasi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0. Ha : 3 0. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.0 -1.N Pair 1 Siklus I & Siklus II 40 Correlati on .001 Sumber: Data Diolah.822.2. Tabel Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval S of the Difference Std. Observasi kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali.2632 Sikl 254 11. (2D tailed f ) Mean Pair 1 t Sikl .0001 dengan t hitung sebesar -16.822 9 00 4 7 us II Sumber: Data Diolah. Nilai rata-rata siklus 2 lebih tinggi dibanding nilai rata rata siklus 1. persentase kinerja guru dalam 190 . td. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. . us I – 5.36250E1 8099 15. Deviatio Error Low n Mean er Upper Si g. 4. Deskriptif Persentase Analisis deskriptif persentase terhadap skor yang diperoleh digunakan untuk mendeskripsikan kinerja guru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.493 dan signifikan pada 5% hal ini berarti rata-rata nilai hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx berhubungan positif dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. maka dapat dilihat persentase kenaikan nilai rata-rata siklus 1 ke siklus adalah . dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2010 Dari tabel korelasi diperoleh nilai korelasi = 0.12 3 . Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau ( ) = 0. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx kurang baik atau sama dibandingkan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx.

menyatakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Terlihat bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx meningkat sebesar 22%. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hamalik dalam Arsyad (2009: 15). Sehingga dari pembelajaran yang lebih aktif dan bervariasi. 5. dapat dilihat bahwa ada peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebesar 22%. Karena penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx merupakan inovasi baru. Jika kinerja guru baik maka tujuan dari pembelajaran akan tercapai dan hasil belajar siswa akan baik. persentase aktivitas siswa adalah dalam kategori cukup baik. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sudjana dkk (2009: 2). Hal ini dikarenakan mata diklat kearsipan yang diajarkan sebelumnya hanya disampaikan dengan pembelajaran ekspositori. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. yaitu hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan 191 . Berdasarkan uraian di atas. Terlihat bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mata diklat kearsipan sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam kategori baik. antara lain: 5. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx persentase kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran mata diklat kearsipan adalah termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil dari penelitian aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx mempunyai pengaruh positif terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Berdasarkan uraian tersebut dapat dilihat bahwa ada peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sebesar 8%. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan. Selain itu juga karena media visual berbasis macromedia flash mx adalah media baru sehingga siswa lebih tertarik dan menjadi lebih aktif.mengelola pembelajaran diklat kearsipan adalah termasuk dalam kategori baik. Terdapat Perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali. Jika kinerja guru baik maka tujuan dari pembelajaran akan tercapai dan hasil belajar siswa akan baik pula. sehingga guru menjadi lebih semangat dan lebih bervariasi dalam menyajikan materi yang sedang dipelajari. Hal tersebut sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 17) bahwa media pembelajaran adalah media yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan antara guru dan siswa agar tujuan pengajaran tercapai. 30% dalam kategori sangat baik.7 terlihat bahwa tanggapan siswa terhadap pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx pada kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali memberikan tanggapan yang sangat positif. persentase aktivitas siswa termasuk dalam kategori sangat baik. menyatakan bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. serta peningkatan hasil belajar mata diklat kearsipan. Pada pembelajaran mata diklat kearsipan sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Dari 40 siswa yang mengisi angket. Dari data tersebut terlihat bahwa siswa memberikan tanggapan sangat positif yang bererti bahwa siswa tertarik dan lebih semangat dalam pembelajaran mata diklat kearsipan dengan menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx sehingga nilai hasil belajar siswa dapat meningkat. Berdasarkan data hasil penelitian menggunakan skala likert seperti dalam tabel 4. maka siswa memberikan sikap yang sangat positif dalam penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx.

Menguasai Pembuatan Animasi dengan Macromedia Flash MX. Suharsimi. Widdiharto. Persentase kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Psikologi Belajar. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. 2009. Rachmadi. Terdapat peningkatan kinerja guru sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Suciadi. Semarang : UPT Unnes Press. Semarang: UPT MKK UNNES. Jakarta : Rineka Cipta.sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx secara signifikan lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Nana dan Rivai Ahmad. Sudjana. Pusat Bahasa Depdiknas. Persentase aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx lebih tinggi daripada sebelum menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. Media Pengajaran. A. 2002. 192 . Jakarta: Rineka Cipta. Arsyad. karena media tersebut merupakan sebuah media yang baru dalam pembelajaran mata diklat kearsipan sehingga siswa lebih tertarik dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mata diklat kearsipan. 6. PT Elex Media Komputindo : Jakarta. Artinya mereka menganggap penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. 8. 2006. Jakarta: Balai Pustaka. 2006. Arikunto. Azhar. Bandung : Sinar Baru Algensindo. karena guru lebih semangat dan lebih dapat menarik perhatian siswa dengan bantuan media visual berbasis macromedia flash mx. Terdapat peningkatan aktivitas siswa sesudah menggunakan media visual berbasis macromedia flash mx. 2003. 2006. Daniel Purnomo. Slameto. 2004. Eddy Purwanto. Teori Pembelajaran. 2003. Achmad Rifa’i. Angket tanggapan siswa terhadap penggunaan media visual berbasis macromedia flash mx dalam pembelajaran mata diklat kearsipan mendapat tanggapan yang sangat positif dari siswa. Sugandi. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Chatarina Tri . Makalah disajikan dalam Diklat Instruktur / Pengembang Matematika SMP Jenjang Dasar. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 10 – 23 Oktober 2004. 7. 2009. Media Pembelajaran. Model – Model Pembelajaran Matematika SMP. Andreas. Daftar Pustaka Anni. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III.

hal tersebut untuk membantu kelancaran pembayaran pajak juga sebagai pertimbangan suatu organisasi dalam mengambil keputusan-keputusan penting. Pajak daerah yang biasanya dipungut selama ini merupakan sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan disuatu daerah. sedangkan permasalahan dari luar adalah kurang tertibnya wajib pajak dan masalah calo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis diskriptif kualitatif yaitu data tersebut diperoleh.angka yang dihitung secara statistik sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Sebaiknya UP3AD mengefektifkan lagi sosialisasi di kecamatan-kecamatan di daerah kendal secara menyeluruh. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembayaran pajak yang baik dan berjalan dengan lancar diperlukan suatu sistem administrasi yang baik juga. Pajak Kendaraan Bermotor. menertibkan wajib pajak dengan memberikan nomer antrean pada oket SPPKB. wawancara dan dokumentasi. Prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kabupaten Kendal dimulai dari pengambilan formulir SPPKB. dianalisa dengan argumen. Kedudukannya sangatlah penting sebab sah atau tidaknya perbuatan orang dalam organisasi 193 . Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD. Hendaknya UP3AD agar lebih menyederhanakan prosedur yang ada. (2). selain itu juga harus di dukung dengan sistem informasi yang lengkap pula. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa 1) prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian diketahui bahwa bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. pelayanan korektor. registrasi otorisasi data statis kendaraan. mendahulukan wajib pajak pada pelayanan SPPKB. Validitas STNK dan TNKB dan yang terakhir penyerahan STNK. 3) Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengefektifkan lagi sosialisasi di kecamatan di Kendal secara menyeluruh.argumen dan tidak menggunakan angka. agar masyarakat mengetahui tentang prosedur adminastrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor Kata kunci : Prosedur. PENDAHULUAN A.PROSEDUR ADMINISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UP3AD KABUPATEN KENDAL Khusnul Budi Ani Abstrak Pajak daerah yang biasanya dipungut selama ini merupakan sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan disuatu daerah. pembayaran PKB. Prosedur biasa diterjemahkan sebagai tata cara yang berlaku dalam organisasi. 2) Untuk mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan : (1). Untuk menyelenggarakan kegiatan pembayaran pajak diperlukan prosedur untuk memaksimalisasi hasil usaha yang sedang dijalankan. Latar Belakang. serta untuk calo harus mengikuti prosedur sebagaimana mestinya. 3) Untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi permasalahan tersebut. 2) Permasalahan yang dialami dari dalam yaitu kurang efektifnya sosialisasi dan staf lain yang membayar pajak pada saat jam kerja. Administrasi. penetapan PKB dan SKPD. Karena sebagian besar pendapatan daerah berasal dari sektor pajak maka kelancaran penyelenggaraan pembangunan pemerintahan daerah dipengaruhi oleh keberhasilan dari hasil penerimaan pajak daerah.

Bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut? LANDASAN TEORI A. B. ada juga yang beranggapan bahwa proses pembayaran pajak kendaraan bermotor rumit. 2006:105). Dari pengamatan langsung di kantor UP3AD Kabupaten Kendal dan dari daftar pembayar pajak kendaraan bermotor di UP3AD jumlah pembayar atau wajib pajak rata-rata berjumlah 200 orang setiap harinya. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. Informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan adanya suatu prosedur maka kegiatan yang akan dicapai dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang di inginkan (Moenir. Pengertian Prosedur Prosedur adalah suatu rangkaian metode yang telah menjadi pola tetap dalam melakukan suatu pekerjaan yang merupakan suatu kebulatan. Kaitanya dengan pembayaran pajak adalah prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor diperlukan untuk membantu organisasi dan wajib pajak dalam pelaksanaan pembayaran pajak agar berjalan dengan baik dan lancar. karena perbedaan latar belakang pendidikan sehingga penyampaian informasi terkadang kurang bisa diterima. Pengertian Administrasi Menurut (Silalahi. 194 . (Gie. 2000:187) Prosedur digunakan perusahaan atau organisasi untuk membantu pelaksanaan kegiatan operasional. 2005:5) Administrasi dalam arti sempit merupakan pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta memudahkan keterangan untuk memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain. terkendali. Kegiatan administrasi dalam arti sempit sering disebut juga sebagai tata usaha. Kurangnya komunikasi dan sosialisasi mengenai informasi prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor menyebabkan kurangnya minat para wajib pajak untuk membayarkan pajak terutangnya. memperhitungkan. dan memakan waktu lama sehingga kebanyakan masyarakat menyerahkan pembayarannya kepada makelar pajak atau calo. padahal sebenarnya pembayaran akan lebih ekonomis dan efisien apabila masyarakat mau membayarkan pajak terutangnya sendiri serta tidak menyita waktu.sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat wajib pajak. Pembayaran membutuhkan waktu kurang dari satu jam. sehingga pelaksanaan sistem administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan lebih tertib. Pembayaran pajak merupakan wujud pengabdian dan peran serta masyarakat dalam membantu kelancaran pemerintahan daerah. Permasalahan apa saja yang dialami dalam proses kegiatan pembayaran pajak kendaraan bermotor? 3.ditentukan oleh tingkah lakunya berdasarkan prosedur itu. Karena setiap anggota masyarakat diberi kepercayaan pajak untuk dapat melaksanakan keikutsertaan nasional melalui sistem menghitung. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengambil judul “PROSEDUR ADMININISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UP3AD KABUPATEN KENDAL” B. Dari jumlah tersebut 7% orang kebanyakan belum paham mengenai prosedurnya. Bagaimana Prosedur administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor pada UP3AD Kabupaten Kendal? 2. PERUMUSAN MASALAH Atas dasar uraian latar belakang di atas maka perumusan masalahnya adalah : 1.

2002:96). Dokumentasi dan Wawancara. sehingga melalui sistem ini administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan dengan rapi.3 tahun 2002 tentang Pajak Kendaraan Bermotor UU No. Tanggung jawab atas kewajiban pelaksanaan pemungutan pajak sebagai pencerminan kewajiban di bidang perpajakan berada pada anggota masyarakat Wajib Pajak sendiri. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang (self assessment). C. c. METODE PENELITIAN A. pelayanan. 16 tahun 2000 tentang tata cara perpajakan di Indonesia a. Pemerintah. sederhana dan mudah untuk dipahami oleh anggota masyarakat Wajib Pajak. b. dalam hal ini aparat perpajakan. memperhitungkan. Data yang diperoleh dari penelitian dapat memperkuat hasil penelitian dan memudahkan penyusunan Tugas Akhir. D. Dan Peraturan Pelaksanaannya berdasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor : 75 Tahun 2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor dan pada Peraturan Daerah Povinsi Jawa Tengah No. sesuai dengan fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan. Kendaraan bermotor adalah semua kendaraan beroda dua atau lebih beserta gandengannya yang digunakan di jalan umum. sehingga membantu kita untuk menarik satu kesimpulan dari objek atau fenomena yang diteliti. Objek kajian dalam penelitian ini adalah mengenai prosedur administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor pada UP3AD Kabupaten Kendal.C. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dipungut berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor. 2002:107) adalah subjek darimana data diperoleh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi. Pajak Kendaraan Bermotor Pajak Kendaraan Bermotor atau disebut (PKB) merupakan pajak yang dipungut atas kepemilikan dan atau penguasaan terhadap kendaraan bermotor (Tarmudji dan Suryarini. 2009:26). Data merupakan sumber tertulis yang sangat penting dalam penyusunan Tugas Akhir. Sedangkan menurut UU No 18 tahun 1997 Pajak Kendaraan Bermotor adalah pajak atas kepemilikan dan atau penguasaan kendaraan bermotor. dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu kendaraan bermotor yang bersangkutan. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan satu tahapan dalam proses penelitian dan sifatnya mutlak untuk dilakukan karena data merupakan fenomena yang diteliti. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini. Sumber dan Jenis Data Definisi sumber data menurut (Arikunto. Objek Kajian Objek kajian adalah objek penelitian yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. terkendali. yang menjadi objek penelitian penulis adalah di kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pembardayaan Aset Daerah (UP3AD) di jalan Soekarno Hatta No 101 Kendal. tidak termasuk alat-alat besar. Anggota masyarakat Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk dapat melaksanakan kegotongroyongan nasional melalui sistem menghitung. dan pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan berdasarkan ketentuan yang digariskan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. permasalahan apa saja yang di hadapi dan cara mengatasi permasalahan tersebut. 195 . B. Bahwa pemungutan pajak merupakan perwujudan dari pengabdian dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan yang diperlukan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional.

tetapi hanya menguraikan dan menggambarkan suatu keadaan berdasarkan data pada waktu tertentu (Arikunto. Pelayanan Korektor 1. STNK :Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. 3. 2002:213). TandaTerima.E. Hasil Penelitian 1. Metode deskriptif kualitatif adalah suatu metode analisis dimana data itu tidak dianalisis secara sistematis. TNKB : Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. Tanda tangan Validitas STNK dan TNKB Penyerahan STNK 1. 2. SKPD : Surat Ketetapan Pajak Daerah. 196 . Metode Analisis Data Dalam penulisan Tugas Akhir ini. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Registrasi Otorisasi Data Statis Kendaraan Order TNBK/STNK Cek fisik Pembayaran PKB Penetapan PKB dan SKPD Keterangan : PKB : Pajak Kendaraan Bermotor SPPKB : Surat Pendaftaran Pembayaran Kendaraan Bermotor. 4. Berikut ini merupakan gambar alur pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kendal : Alur Rangkaian Pembayaran PKB Mulai Formulir SPPKB Penelitiankelengkap an. penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. 5.

Penentuan besarnya pajak yang terutang sesuai dengan jenis kendaraan dan besarnya SKPD. memperhitungkan. B. c. pada saat jatuh tempo masa pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagaimana tertera dalam Notice Pajak/STNK. Mengefektifkan lagi sosialisasi ke kecamatan. maka wajib pajak diminta untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor. 2. pengesahan STNK dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam sejak saat pendaftaran /penyerahan berkas permohonan. pembayaran PKB lewat kasir. Dimana secara umum dapat kami sampaikan bahwa prosedur standar yang dilakukan oleh wajib pajak adalah. penetapan. membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang.kecamatan di daerah Kendal. b. Kurang tertibnya wajib pajak pada saat pengambilan formulir SPPKB. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. terkendali. Staf lain yang kadang membuat tidak efisienya kerja staf pelayanan SPPKB karena membayar pajak pada saat kerja. sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat wajib pajak.Berikut merupakan alurnya dimulai dari pengajuan persyaratan untuk memperoleh formulir SPPKB. b. Dan proses kegiatanya dimulai dari penghimpunan data dan kelengkapanya. validitas STNK/TNKB dan terahir adalah penyerahan STNK. kemudian menuju ke registrasi otorisasi data statis kendaraan dimana tempat untuk order STNK / TNBK dan cek fisik. lalu menuju ke Penetapan PKB dan SKPD. uji validitas dan penyerahan STNK. koreksi. Kurang efektifnya sosialisasi mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor. Sesuai dengan UU No 16 tahun 2000 Karena setiap anggota masyarakat diberi kepercayaan pajak untuk dapat melaksanakan keikutsertaan nasional melalui sistem menghitung. Pembayaran PKB. Tetap mendahulukan wajib pajak dan untuk calo atau makelar pajak seharusnya mengikuti prosedur pembayaran seperti wajib pajak yang semestinya. Berikut permasalahan dari dalam yang dialami dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu : 1. 197 . pelayanan korektor. Berikut merupakan permasalahan yang timbul dari luar adalah : a. Permasalahan yang timbul dalam proses kegiatan administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD dan cara mengatasi permasalahan tersebut. 2. Banyak calo atau makelar yang terkadang sedikit mengganggu kerja para staf pada saat pengambilan formulir SPPKB karena tidak mengantri dahulu. Cara untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor di UP3AD Kabupaten Kendal : a. Lebih menertibkan wajib pajak dengan cara memberikan nomer antrean juga pada loket pelayanan SPPKB. Staf pelayanan SPPKB sudah seharusnya mendahulukan wajib pajak terlebih dahulu daripada orang dalam karena untuk memaksimalisasi kerja agar berjalan lebih efektif dan efisien. sehingga pelaksanaan sistem administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan lebih tertib. d.

Kesimpulan 1.kecamatan di daerah Kendal. kurang tertibnya wajib pajak. 2. Permasalahan dari luar banyak calo atau makelar yang terkadang sedikit mengganggu kerja para staf karena tidak mengantri dahulu. Lebih menertibkan wajib pajak dengan pemberian nomer antrean pada loket pelayanan SPPKB. 3. 2. Staf lain terkadang membuat tidak efisienya kerja para staf pelayanan SPPKB. Permasalahan dari dalam yang dihadapi dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu kurang efektifnya sosialisasi mengenai prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor sehingga membuat wajib pajak kurang memahami tentang prosedurnya. Saran Dari pembahasan di atas penulis dapat saran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya prosedur administrasi pembayaran PKB di UP3AD kabupaten Kendal sudah sesuai dengan standar prosedur yang ada pada UP3AD diseluruh Jawa Tengah yang artinya tata cara dan prosedurnya sudah sesuai dengan garis kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah. B. Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengefektifkan kembali sosialisasi ke kecamatan. Staf pelayanan SPPKB sudah seharusnya mendahulukan wajib pajak terlebih dahulu daripada orang dalam karena untuk memaksimalisasi kerja agar berjalan lebih efektif dan efisien. Sebaiknya UP3AD untuk lebih mengefektifkan sosialisasi di kecamatan.saran sebagai berikut : 1.kecamatan di daerah kendal secara menyeluruh.SIMPULAN DAN SARAN A. Hendaknya UP3AD agar lebih menyederhanakan prosedur yang ada untuk mempemudah dan memperlancar kegiatan administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. 198 . agar masyarakat mengetahui tentang prosedur adminastrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Untuk calo atau makelar pajak seharusnya mengikuti prosedur pembayaran seperti wajib pajak yang semestinya.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan sudah cukup baik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu analisis dengan memaparkan faktafakta yang diamati dengan diikuti teori-teori yang mendukung. upaya yang dilakukan pimpinan dalam memotivasi kerja pegawai yaitu dengan mengadakan rapat pembinaan. Dan sebaiknya perusahaan segera menambahkan karyawan untuk menggantikan posisi pegawai yang dipindah.PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BIRO SDM DAN UMUM SEKSI PENGELOLAAN ASET PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH Heni Maulidah ABSTRAK Motivasi merupakan serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. sehingga karyawan lain tidak terbebani dengan pekerjaan yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Hal ini akan meningkatkan produktivitas kerja sehingga berpengaruh pada pencapaian tujuan perusahaan. Untuk menyediakan fasilitas pimpinan diharapkan aktif untuk mengajukan pengadaan fasilitas yang dianggap penting untuk menunjang suatu pekerjaan. sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hal ini tidak terlepas dari peran pimpinan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana upaya yang dilakukan dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ?. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Motivasi 199 . Kata Kunci : Peningkatan. Dengan adanya pemberian motivasi dari pimpinan diharapkan pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan akan lebih giat dan bersemangat dalam bekerja. pemberian promosi dan pemberian bonus bagi pegawai yang berprestasi. observasi dan dokumentasi. (2) Kendala apa saja yang dihadapi dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah ?. karena latar belakang pegawai di Biro SDM dn Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan yang berbeda-bada. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui upayaupaya yang dilakukan dalam peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Saran yang dapat peneliti sampaikan berdasarkan hasil penelitian adalah diharapkan pimpinan memberikan pelatihan terhadap pegawai. pada dasanya motivasi dapat memacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka.

sehingga pekerjaan yang diberikan akan cepat selesai serta pegawai akan lebih terampil dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. dimana perusahaan-perusahaan baik yang berorientasi pada keuntungan maupun organisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan bersaing untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. perusahaan harus menjaga hubungan kerja yang baik dengan pegawainya. Selain itu pegawai juga akan tergerak untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan kualitas kerjanya guna mencapai prestasi yang diharapkan.PENDAHULUAN Pada saat ini telah memasuki era global. Tujuan perusahaan dapat tercapai jika manajemen mampu mengelola dan menggerakan sumber daya manusia secara efektif dan efisien. Karena dengan adanya motivasi maka pegawai akan terdorong untuk melaksanakan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh serta dengan penuh rasa tanggung jawab. Meningkatkan motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam upaya pengembangan pegawai. dan setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan tugas masingmasing. 200 . Organisasi dikelola oleh sumber daya manusia didalamnya. Oleh karena itu. Dalam suatu perusahaan potensi tenaga kerja merupakan modal yang sangat penting bagi pencapaian keberhasilan serta tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satu hal yang perlu ditingkatkan perusahaan adalah mengenai motivasi pegawai.

Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dimana data dapat diperoleh (Arikunto. Manajer perlu memahami orang-orang berperilaku tertentu agar dapat mempengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan organisasi.Dengan adanya motivasi diharapkan setiap pegawai mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Jenis Data a. Motivasi merupakan subyek yang membingungkan. karena manajer harus bekerja dengan dan melalui orang lain. Karyawan membutuhkan semangat yang tinggi untuk meningkatkan hasil yang diharapkan. Dalam hal ini peneliti (penulis) secara langsung observasi ke obyek penelitian yaitu pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah melalui wawancara. 2002: 107) . Motivasi ini merupakan subyek yang penting bagi manajer. Produktivitas pegawai menjadi pusat perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas kerja yang mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi. Dan merupakan data yang sudah baku serta dipublikasikan dari data sekunder ini akan diperoleh data penelitian kepustakaan yaitu 201 . Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk menyusun Tugas Akhir ini dengan judul : “PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BIRO SDM DAN UMUM SEKSI PENGELOLAAN ASET PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH” METODE PENELITIAN Sumber dan Jenis Data 1. menyalurkan. Motivasi bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan produktivitas pegawai. yang dapat mempengaruhi hasil kinerjanya secara positif atau secara negatif. Dalam proses pemberian motivasi kerja tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. tetapi harus disimpulkan dari perilaku yang tampak ( Handoko. Hubungan karyawan yang tertata baik sangat bermanfaat bagi organisasi. 1. karena motivasi tidak dapat diamati atau diukur secara langsung. dan imbalan nonmoneter.2. Untuk meningkatkan produktifitas yang tinggi perlu adanya motivasi kerja dari para karyawan. Pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah untuk menjalankan misi perusahaan maka pegawai harus diberi motivasi kerja yang tinggi agar dapat bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan.1. karena banyak kendalakendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi kerja pegawai.2003 : 251). b. yang dapat dikembangkannya sendiri. Tujuan pimpinan adalah memberikan dorongan kepada pegawainya agar bisa bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh organisasi. hal ini tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan (Winardi. atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar sekitar imbalan moneter. Sumber data dari penelitian ini adalah dari pimpinan dan pegawai Bagian SDM dan Umum Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Dalam melakukan suatu pekerjaan tidak jarang pegawai menemukan kesulitan yang mampu menghambat pencapaian hasil kerja yang maksimal. Data Primer Yaitu data yang diambil langsung dari sumbernya. dan memelihara perilaku manusia. Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan. 2001 : 6). Seseorang yang termotivasi maka seseorang tersebut akan melaksanakan tugasnya sebagai pegawai dimana ia bekerja dengan penuh rasa ta nggu ngjawa b. Data Sekunder Yaitu data yang diperoleh penulis dari buku-buku literatur yang terkait dengan penulisan Tugas Akhir ini sebagai penunjang dalam penelitian. Motivasi juga merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung efektifitas kerja. karena motivasi adalah suatu kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia.

Arikunto. adalah pembandingan antara teori dengan hasil penelitian tentang motivasi kerja pegawai pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Latar belakang pegawai yang berbeda-beda sehingga para pegawai memiliki karakter dan 202 . Dokumentasi Adalah data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan data -data yang disediakan oleh instansi. 1. pekerjaan itu sendiri. Sedangkan faktor yang berasal dari dalam diri pegawai yaitu prestasi kerja.metode pengumpulan data dengan cara membaca serta mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan tema penulisan Tugas Akhir ini. Kebutuhan dan keinginan tersebut biasanya dipengeruhi oleh beberapa faktor. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai peningkatan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Pemberian motivasi kepada pegawai sangat berpengeruh terhadap produktivitas kerja yang tinggi. Diadakannya rapat pembinaan yang dihadiri oleh semua pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan dan biasanya dilakukan 1 minggu sekali oleh pimpinan. pengekuan dan taggung jawab terhadap pekerjaan. kebijakan administrasi perusahaan dan hubungan antar pribadi. Dengan adanya promosi ini pegawai diharapkan dapat bersemangat dan bergairah untuk mencapai prestasi yang diharapkan. Diberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi yang dapat melaksanakan penjualan melebihi target yang telah ditetapkan. Pemberian promosi bagi pegawai yang berprestasi. Suharsimi (2002:236) Metode Analisis Data Untuk mencapai tujuan penelitian sesuai dengan yang diharapkan dalam penyusunan Tugas Akhir ini dan untuk diperoleh suatu kesimpulan maka data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan mengamati mengenai diperlukannya sesuai kriteria halhal yang diperlukan dalam suatu penyajian. Faktor motivasi yang berasal dari luar yaitu gaji. surat kabar. 2. Kendala-kendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi kerja kepada pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan: a. majalah dan sebagainya. c. sehingga diharapkan tujuan perusahaan dan individu dapat tercapai. Wawancara Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pimpinan atau staf kantor pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Metode pengumpulan data Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan beberapa cara sebagai berikut : 1. 3. Yaitu dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan. 2. buku-buku. Data yang sudah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. Observasi Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara mengadakan observasi ke Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. kondisi kerja yang nyaman. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai di Biro SDM dan Umum Seksi Pengelolaan Aset Perusahaan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah meliputi hal-hal sebagai berikut : a. b. karena motivasi merupakan suatu keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melaksanakan aktivitas yang sejalan dengan tujuan. Untuk meningkatkan motivasi kerja pimpinan harus mengetahui apa yang diinginkan pegawai agar pegawai dapattermotivasi untuk bekerja lebih giat dan mencapai prestasi kerja yang tinggi.

Jakarta : Salemba Empat. Daft. 1991. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. 2002. P. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Pegawai memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Yogyakarta : Graha Ilmu Umar. Bandung : Remaja Rosdakarya. Hani. 2001. veithzal. Bumi Aksara. Mangkunegara. Sadili. Widiatmono. . Rivai. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. b. Jakarta : PT. 2006. 2001. Jakarta : Rineka Cipta. Manullang. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. 2006. 2005. H. Stephen P. Kemampuan perusahaan terbatas dalam menyediakan fasilitas dan insentif untuk memenuhi kebutuhan pegawai. 1996. Jakarta : Bumi Aksara. Bandung : Pustaka Setia. 203 . suharsimi. Manfaat motivasi kerja antara lain sebagai berikut : a. Manajemen Edisi Kedua. Jakarta : Rineka Cipta. 3. Perilaku Organisasi. A. . Jakarta : Rajawali Press. Husein. Manajeme Sumber Daya Perusahaan. Yogyakarta : BPFE. Siagian. Melayu. Pegawai memiliki semangat kerja yang tinggi dan loyalitas yang tinggi pula terhadap perusahaan. 2005. c. Robins. A. Jakarta : PT. 2003.kemampuan yang berbeda sesuai dengan bidang masing-masing. 1996. tanpa harus selalu diawasi oleh pimpinan. Jakarta : Bumi Aksara. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Yogyakarta : BPFE. Sondang. Prenhallindo. b. Jakarta : PT Raya Grafindo Persada. Jakarta : Murai Kencana. Manajemen Prestasi Kerja. Rineka Cipta. Handoko. A. Manajemen Sumber Daya Manusia. Abdurrahmat. Richard L. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Pegawai memiliki kesadaran diri untuk meningkatkan prestasi kerja. . Anwar Prabu. Agus. T dan rosidah. 2004. Yogyakarta : BPFE Winardi. T. Prosedur Penelitian. 1994. Manajemen Sumber Daya Manusia. Riasto. 2003. Dharma. Hasibua. Jakarta : PT. Management. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 2001. Jakarta : Ghalia Indah. Fun gsi-fungsi Manajerial. Manajemen Personalia. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Manajemen Sumber Daya Manusia. 1993. Organisasi dan Motivasi. 2002. Sulistyani. 2003. Samsudin. Fathoni.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara Tahun ajaran 2009/2010. 1. bakat dan motivasi. Banjarnegara? 204 . Banjarnegara? b. Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar Kewirausahaan pada siswa kelas XI di SMK N I Punggelan. Sedangkan faktor ekstern adalah lingkungan sekolah. Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi Ŷ = 43. Kewirausahaan merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di SMK N I Punggelan. Seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi prestasi belajar pada siswa kelas XI di SMK N I Punggelan. kuesioner. minat. Tinggi rendahnya nilai yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. sedangkan pada kelas XI materi yang diajarkan merupakan isi dari ilmu kewirausahaan tersebut. Sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku untuk mengukur keberhasilan pembelajaran yaitu dengan ditetapkannya batas minimum ketuntasan belajar untuk mata pelajaran kewirausahaan yaitu 6. yang diajarkan dari kelas X sampai kelas XII. menurut Suryana (2006:2). yang nantinya akan terjun langsung di lapangan dengan kemampuan yang telah dibekali dari sekolah sesuai dengan jurusan yang mereka ambil. Permasalahan yang dikaji adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan seberapa besar faktor tersebut mempengaruhi. dan pada kelas XII siswa-siswi tersebut diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. mengetahui seberapa besar faktor intern dan ekstern berpengaruh baik secara parsial maupun secara simultan. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi prestasi belajar.193 .182 + 0. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 113 dengan menggunakan sampel sebanyak 57 siswa. Materi yang disampaikan pada kelas X merupakan dasar-dasar dari ilmu kewirausahaan.1 Latar Belakan Masalah SMK Negeri I Punggelan merupakan salah satu dari sekian banyak SMK Negeri di Kabupaten Banjarnegara yang berusaha mencetak lulusan yang siap kerja dan siap bersaing dalam dunia kerja. Kata kunci : Faktor internal. karena prestasi belajar menunjukan hasil usaha yang dicapai siswa selama mereka melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah yang pada umumnya ditunjukan dalam bentuk nilai. lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. kiat. dokumentasi. Faktor intern yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu intelegensi. Bentuk keberhasilan pembelajaran di sekolah dapat dilihat dari prestasi belajar siswa.FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMK N I PUNGGELAN BANJARNEGARA Ristian Cahyo Saputro Abstrak Prestasi belajar merupakan salah satu ukuran keberhasilan dalam belajar mengajar.0. Pengambilan data menggunakan teknik observasi.faktor eksternal dan prestasi belajar 1. Dengan demikian menunjukan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar siswa dan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa sebesar. dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.2 Rumusan Masalah a. Atas dasar ketentuan ini diharapkan siswa dapat mencapai hasil yang optimal. PENDAHULUAN 1.461 + 0. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi berganda.

demikian pula aspek-aspek kejiwaan seperti intelegensi. 3. Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. Kewirausahaan menurut Thomas W. Dalam penelitian ini digunakan teknik Simple Random Sampling. Prestasi belajar merupakan suatu bukti keberhasilan usaha yang dicapai oleh seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu (Winkel. b. bakat. dan sebagainya (Dalyono.2005 :57). pemahaman.3 Tujuan a Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N I Punggelan. Banjarnegara? b Untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N I Punggelan. prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut: a. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah. analisis. dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono.2 Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010 yang terbagi dalam tiga kelas dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 113 siswa. 2006: 130). 3. Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan.1. LANDASAN TEORI Belajar adalah suatu usaha. Dalam pengambilan sampel untuk penelitian ini diasumsikan 205 . 2005:62). sintesa dan evaluasi. Banjarnegara? 2. c. maka semakin besar kesalahan generalisasi (Sugiyono. Sedangkan menurut Suharsimi (2006:134) menyatakan: sampel apabila subyeknya kurang dari 100. mental serta panca indera. mendayagunakan semua potensi yang dimiliki. 2006:13) kewirausahaan merupakan proses penerapan kreatifitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang dihadapi setiap orang dalam setiap hari. XI Teknik Mekanik Otomotif (TMO)1. Prestasi belajar siswa dibuktikan dengan ditunjukan melalui nilai atau angka nilai dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap tugas siswa dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya (Tu’u. dan XI Teknik Mekanik Otomotif (TMO)2. 2004:75). lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupan penelitian populasi. motivasi. otak dan anggota tubuh lainnya.1 Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi. baik fisik. minat. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. Berdasarkan uraian di atas maka sampel dalam penelitian ini diambil 50% dari tiap kelas. Zimmerer (1996:51) (dalam Suryana. Banjarnegara tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 113 orang siswa yang tersebar dalam 3 kelas dari kelas XI Teknik Bodi Otomotif (TBO). jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. 2009:49). METODOLOGI PENELITIAN 3. 1991:160). aplikasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N I Punggelan. lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Perbuatan yang dilakukan secara sungguh-sungguh. Berdasarkan hal itu. dengan sistematis. Semakin besar jumlah sampel mendekati populasi.

5.2006:225). faktor ekstern serta prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan. 3.3 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati (Sugiyono. Berikut adalah tabel pengambilan sampel penelitian.bahwa kemampuan belajar antara siswa laki-laki dan perempuan adalah sama. legger. 206 . 2006:231). Minat c. Variabel tersebut terdiri dari beberapa indikator yang sangat mendukung dan kemudian indikator tersebut dikembangkan menjadi instrumen (angket). Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: 1) Daftar jumlah siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara 2) Nilai rapor mata pelajaran kewirausahaan siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara 3) Data profil sekolah SMK N I Punggelan banjarnegara. 2005:2). sehingga responden (siswa kelas XI SMK N I Punggelan Banjarnegara) tinggal memilih alternatif jawaban yang sesuai keadaan sebenarnya. dan sebagainya (Suharsimi. Lingkungan keluarga b. Faktor Ekstern : a. prasasti. Sedangkan angket data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup dimana jawabannya sudah tersedia. Bakat d. Jadi kuesioner adalah pengumpulan informasi dengan cara mengedarkan daftar tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden.4. notulen rapat. Lingkungan masyarakat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar 3.4 Teknik Pengumpulan Data 3.2 Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai berbagai variabel berupa catatan. Lingkungan sekolah c. Jadi sampel yang diambil tidak membedakan jenis kelamin siswa.5 Metode Analilsis Data 3. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel bebas atau variabel independen: 1. 3. surat kabar.4. buku. 3. agenda.1 Metode Kuesioner/angket Metode kuesioner/angket adalah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi. Intelegensi b. Faktor Intern : a. transkrip. Motivasi 2.1 Metode Analisis Deskriptif Persentase Metode analisis deskriptif persentase digunakan untuk mengkaji variabel faktor intern.

908 VIF 1.9 % dan faktor eksternal yaitu 19. minat.461 3. dan lain sebagainya yang membuat siswa lebih aktif dalam dalam proses pembelajaran mengingat materi kewirausahaan yang padat.682a R Square . Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N 1 Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010 yaitu faktor internal yang terdiri atas intelegensi. Mengenai guru yang dalam mengajar masih banyak menggunakan metode konvensional.446 Std. 2.466 Adjusted R Square . motivasi dan faktor eksternal yang terdiri atas lingkungan keluarga.517 df1 2 df2 54 Sig.459 3.519 . 207 .2 Saran Ada beberapa saran yang diajukan sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar kewirausahaan. lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Secara parsial besarnya pengaruh faktor internal terhadap prestasi belajar siswa adalah 26. Dependent Variable: Hasil Belajar 5.102 a.000 .041 . Faktor Intern b.193 .001 Correlations Partial .908 . sebaiknya guru pada waktu mengajar untuk lebih kreatif dalam menggunakan metode mengajar seperti metode jigsaw. Mengenai alat/media pembelajaran yang terbatas. 5. saran yang diajukan : 1. Error of the Estimate 2. group investigation. Dependent Variable: Hasil Belajar b Model Summary Change Statistics Model 1 R .5%.39770 F Change 23. 2. mind mapin.053 Standardized Coefficients Beta . HASIL PENELITIAN a Coefficients Model 1 (Constant) Faktor Intern Faktor Ekstern Unstandardized Coefficients Std.377 t 11. Secara simultan besarnya pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa adalah 46.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya. PENUTUP 5.441 Collinearity Statistics Tolerance . Predictors: (Constant).182 .000 a.466 .000 . Besarnya pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK N 1 Punggelan Banjarnegara tahun pelajaran 2009/2010.6%. maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut : 1. F Change . Faktor Ekstern.609 Sig. sebaiknya pihak sekolah diharapkan untuk menambah jumlah buku paket dan buku literature yang ada di sekolah agar siswa mempunyai sumber belajar yang lengkap sehingga dapat memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan oleh guru.4.825 .362 4. bakat. . B Error 43.102 1.

UPT Unnes Press. 2010. _________________ 2006. 2009. Psikologi Pendidikan dan Evaluai Belajar. Arikunto. 2003. 2006. Semarang. Psikologi Belajar: Jakarta: PT Rineka Cipta. M. Dalyono. Thursan. Semarang: UPT Unnes Press. 2004. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran dan Fasilitas Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Kendal Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010. 2004. Ahmadi. 2005. Semarang: Universitas Diponegoro. 208 . Djamarah. 2006. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. 2007. Jakarta: Puspa Suara. DAFTAR PUSTAKA Anni. Slameto. Tu’u. Winkel.S. Statistika Untuk Penelitian. 2005. Abu. Sugiyono. Jakarta: Rineka Cipta. Sardiman. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.M. Belajar Secara Efektif. W.Suharsimi. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Fakultas Ekonomi. Jakarta: PT Grasindo. Suryana. 2008. Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat Susanti. Hamalik. Oemar. Syaiful Bahri. Imam. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Tulus. Aplikasi Analisis Multi Variat dengan Program SPSS. Jakarta: Rineka Cipta. Bandung: Alfabeta.dkk. Proses Belajar Mengajar. Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda. 2007. Hakim. Jakarta: PT raja Grafindo Persada. Sosiologi Pemdidikan. Jakarta: Bumi Aksara. A. Pedoman Penulisan Skripsi. 2003. Jakarta: Gramedia.Selain itu juga diharapkan guru untuk memanfaat media yang ada dalam setiap pertemuan dengan optimal guna mendukung kelancaran proses pembelajaran. 2009. 2005. Jakarta: Rineka Cipta. Psikologi Pendidikan. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Psikologi Belajar. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Siti. Semarang : UPT MKK UNNES Press Ghozali.Catarina Tri. 2009.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Jurusan Manajemen. Dengan demikian variabel minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran adalah varibel yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Pendahuluan Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dan berasal dari luar diri siswa (ekstern) salah satunya adalah keterlibatan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya.572 dimana ttabel 1. koesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa secara parsial thitung variabel keterlibatan orang tua sebesar 3. orang tua sebagai anggota tim kerjasama guru-orang tua. variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara parsial keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Karena populasi lebih dari 100 orang maka menggunakan teknik proportional random sampling. “Seringkali orang tua berpandangan bahwa sekolah adalah satu-satunya lembaga yang mampu mencetak manusia-manusia berkualitas dan berprestasi” (Rushdie dan Nurlaela Isnawati. orang tua adalah mitra kerja yaitu: orang tua sebagai pelajar. Email: sleepy_freaky@ymail. orang tua sebagai relawan. Kata Kunci : Keterlibatan Orang Tua.448 minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran sebesar 3. Sumbangan efektif yang diberikan untuk keterlibatan orang tua sebesar 11. Ada tiga hal yang penting apabila orang tua dan pihak sekolah dapat menjalin kerja sama.62%. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa thitung > ttabel ini berarti secara parsial variabel keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Apabila anak telah masuk sekolah. KeahlianAdministrasi 1. yaitu: konsep diri orang tua dan anak akan 209 . Populasi dalam penelitian ini adalah siswi-siswi kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 120 siswi.69% dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran sebesar 21. dan dari variabel keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran. orang tua pembuat keputusan.PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN MINAT SISWA MEMILIH PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT PRODUKTIF SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL Silfia Rizqi Amalia (Universitas Negeri Semarang) Sarjana Pendidikan Ekonomi.987. Prestasi Belajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan analisis regresi berganda. bagaimana pengaruh keterlibatan orang tua dan pengaruh minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran.com Abstrak Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu. Minat Siswa Memilih Program Perkantoran. 2009:42).

perhatian dan akan menumbuhkan sikap positif terhadap mata diklatproduktif administrasi perkantoran. Sedangkan minat siswa untuk memilih program keahlian administrasi perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal boleh dikatakan tinggi. Dari data tersebut diperoleh gambaran mengenai prestasi belajar mata diklat produktif Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi kabupaten Tegal.5% 40 2 XI AP 2 28 70% 12 30% 40 3 XI AP 3 22 55% 18 45% 40 Sumber : Data SMK N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. karena diharapkan hasil belajar yang dicapai akan lebih baik.1 Prestasi belajar siswa No Kelas Tuntas % Belum % Jumlah Tuntas 1 XI AP 1 25 62. Permasalahan Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. diolah.5% siswa belum memenuhi kriteria tuntas. Adapun hasil prestasi belajar siswa mata diklat produktif. penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: “PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN MINAT SISWA MEMILIH PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLATPRODUKTIF SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL”. Sekolah tersebut memiliki tiga Program Keahlian yaitu Akuntansi. Keadaan yang demikian terjadi juga di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Siswa yang memiliki minat yang tinggi terhadap program keahlian administrasi perkantoran cenderung akan merasa senang. motivasi belajar anak meningkat. 2003:123-124). minat tidak hanya diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa anak didik lebih menyukai sesuatu dari pada yang lainnya. Anak didik yang berminat terhadap sesuatu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati itu dan sama sekali tak menghiraukan sesuatu yang lain. sebagai berikut: Tabel 1. dan Administrasi Perkantoran. dapat dilihat dari banyaknya jumlah calon siswa yang mendaftar di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Adakah pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 2. maka dapat dirumuskan permasalahan antara lain sebagai berikut : 1. Adakah pengaruh keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 210 . dan prestasi yang dicapai akan meningkat pula (Soemiarti Padmonodewo.5% siswa memenuhi kriteria tuntas dan sebanyak 37.5% 15 37. Sedangkan salah satu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (intern) adalah minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Adakah pengaruh minat siswa memilih Program Keahlian Administrasi Perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal? 3. Pemasaran.Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 62. tetapi juga diimplempentasikan melalui partisipasi aktif dalam suatu kegiatan. Dengan adanya minat yang tinggi siswa dapat mencapai prestasi yang lebih baik akan tetapi pada kenyataanya masih ada nilai siswa dibawah standar kelulusan yakni dibawah nilai 70. Atas dasar pemikiran di atas. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan informasi dari guru mata diklat dan guru BK sendiri untuk keterlibatan orang tua dalam urusan pendidikan anaknya cukup tinggi dan orang tua selalu peduli dan tidak sepenuhnya beranggapan bahwa sekolah adalah satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab memberikan yang terbaik untuk anaknya .meningkat. Minat merupakan hal yang sangat penting dan sebaiknya jurusan yang dipilih benar-benar sesuai dengan minat siswa.

membantu mengawasi anak apabila anak-anak melakukan kunjungan luar. fokus pada interaksi orang tua/anak/keluarga adalah orang tua.Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah. Minat menurut Slameto (2003:180) adalah “suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. 3. dan pada waktu bersamaan meningkatkan keterlibat orang tua. karena sekolah sering kali menganggap bahwa umumnya orang tua tidak memiliki ketrampilan untuk melaksanakannya. yaitu : 1) Orientasi pada tugas Orientasi ini paling sering dilakukan oleh pihak sekolah. Bentuk partisipasi para orang tua yang tersebut adalah yang biasanya diharapkan para guru. seleksi guru dan membantu menentukkan standar tingkah laku yang diharapkan. tanpa menyuruh. sedangkan pendidik anak harus bekerja sama dengan orang tua apabila ingin berhasil. Metodologi 211 . Orang tua. yang berkaitan sebagai staf pengajar. Semakin kuat dan dekat hubungan tersebut. keluarga. Bentuk partisipasi lain yang masih termasuk orientasi pada tugas adalah. Menurut Morrison dalam Soemiarti (2003:125) tiga kemungkinan keterlibatan orang tua. 2. antara lain perencanaan kurikulum. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. guna keuntungan mereka sendiri. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. melakukan monitoring. 2) Orientasi pada proses Partisipasi orang tua didorong untuk mau berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan proses pendidikan. orang tua membantu anak dalam tugastugas sekolah. semakin besar minat”. Namun. Siswa menunjukkan bukti-bukti keberhasilan usaha yang dicapai siswa selama mereka belajar dan biasanya diwujudkan dalam bentuk atau simbol lain yang merupakan pencerminan kemampuan siswa dalam mempelajari suatu pelajaran. dan program yang dijalankan anak itu sendiri. 2. anakanaknya. anak dan program sekolah semuanya merupakan bagian dari suatu proses. Orientasi proses ini jarang dilaksanakan. sekolah. Menurut Morrison dalam Soemiarti (2003:124-125) keterlibatan orang tua yaitu :suatu proses di mana orang tua menggunakan segala kemampuan mereka. 3) Orientasi pada perkembangan Orientasi ini membantu para orang tua untuk mengembangkan ketrampilan yang berguna bagi mereka sendiri. maka penelitian memiliki tujuan sebagai berikut : 1. staf administrasi. sebagai tutor. membantu mengumpulkan dana. 3. yaitu keterlibatan dalam membantu program sekolah. Bukti Empiris Prestasi belajar menurut Tulus Tu’u (2004:75) adalah : hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. memilih buku yang diperlukan untuk sekolah. guru. anak-anaknya. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklatproduktif siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang di capai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas serta kegiatan pembelajaran di sekolah.

032 . Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 7. Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan: Y = variabel terikat (prestasi belajar siswa) a = konstanta b1 = Nilai Koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai Koefisien Variabel bebas X2 (Sugiyono.572 Sig. Kurang Setuju (KS). Skor 1 untuk jawaban Sangat tidak Setuju (STS) 4.339 Coefficients Beta t 10.001 . . Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang ada di bab IV maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. 212 .033 Std.327 . Dari kelima jawaban tersebut masing-masing memiliki skor yang akan menentukan apakah jawaban dari pernyataan tentang variabel-variabel penelitian terebut tinggi atau tidak.000 .448 3. 3.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahun ajaran 2009/2010.009 . Ada pengaruh keterlibatan orang tua dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.852 . Jika keterlibatan orang tua baik maka prestasi belajar siswa akan meningkat.387 .173 Collinearity Statistics Tolerance VIF 5.001 .173 1. Sedangkan penelitian ini menggunaka teknik sampling yang digunakan yaitu proportional random sampling. Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) 9.009 . Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 8. Sangat Tidak Setuju (STS).260 3. Error . Ada pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Ada pengaruh minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran terhadap prestasi belajar mata diklat produktif pada siswa kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal. Tidak Setuju (TS). Setuju (S). 2. Skor 2 untuk jawaban Tidak setuju (TS) 10. Skor tersebut terdiri dari: 6. 2008: 275) Angket/kuesioner yang digunakan menggunakan pendekatan skala likert dimana setiap pernyataan dalam angket memiliki lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS). Jika keterlibatan orang tua baik dan minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran tinggi maka prestasi belajar siswa akan meningkat. Dependent Variable: Y B 4.428 .852 1. Hasil Empiris Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 a. Jika minat siswa memilih program keahlian administrasi perkantoran tinggi maka prestasi belajar siswa akan meningkat.

2006. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Witami. R. Jakarta: BP. Depdikbud. Yogyakarta: Liberty. Slameto. Jakarta: Grasindo. Nurlaela Isnawati.” Parental involvement. 2003. Jakarta: Grasindo. 2008. Anni. 2003. Gie. Ali. 2003. Muhammad. 2009. Rineka Cipta. Relationship between self concepts. Jurnal Edukasi Volume 4 No. Minat Memilih Program Studi dengan Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Pilihan. Kiat Belajar di Perguruan Tinggi. 2008. Volume 4.A. Journal of education research. Aziz. Psikologi Belajar. 1995. Tulus. Djamarah. 2 Agustus 2003 halaman 106-111. Djaali. Sappe. number 8. Soemiarti. motivation. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Kelas III SMA N I Wonogiri dalam Memilih Perguruan Tinggi. 2006. Asdi Mahasatya. Jakarta: Bumi Aksara. Ghozali. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Membuat Anak Anda Jadi Murid Berprestasi. Syaiful Bahri. Metodologi Penelitian Kuantitatif. and parenting styles effected student achievement. Arikunto. Nordin Kamaliah.6. The Liang. 2008. Semarang: Unnes. Nigeria “. Yahaya azizi. Strategi Penelitian. Olatoye. Jakarta: Rineka Cipta. 2009. Rachman. Psikologi Belajar. Dalam journal college teaching methods & styles journal. Cipta Jaya. Kualitatif dan R&D. Rushdie. Tu’u. Jakarta: Rineka Cipta. Ginting. Suharsimi. Semarang: Unnes. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Psikologi Pendidikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT. 2007. 2003. 2004. 2005. Nigeria: Olab isi Onabanjo University. 2008. Jakarta: PT. Cipta. Imam. University Technology Malaysia. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Sugiyono. Yogyakarta: Tiara Wacana. Patmonodewo. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Cara Belajar Yang Efisien. 2009. Abd. Jogjakarta:Garailmu. 1993. Bandung: Alfabeta. Skripsi. 213 . 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Daftar Pustaka Abror. Chatharina Tri. Pendidikan Anak Prasekolah. Psikologi Pendidikan. interest in schooling and science achievement of junior secondary school student in ogun state.

05 yang berarti secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda. Email : susan_chement@yahoo. Berdasarkan penulusuran lulusan SMK N 1 Kendal belum seluruhnya memasuki dunia kerja terlihat dari data yang diperoleh kelulusan SMK N 1 Kendal prodi administrasi perkantoran tahun 2008/2009.877 dengan nilai signifikansi = 0. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja. karena itu lembaga pendidikan dituntut memberikan sumber daya manusia yang sesuai permintaan dan kebutuhan industri (Rimsky. S.093X3. Pendahuluan 1. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran (X2).000 < 0. Uji keberartian persamaan regresi dengan uji F diperoleh F hitung = 15.000 < 0. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif. Fasilitas dan Kesiapan Kerja. Fakultas Ekonomi.05 hal ini berari ada pengaruh secara signifikan antara X3 terhadap Y.2% melanjutkan ke perguruan tinggi.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X2 terhadap Y. Universitas Negeri Semarang. Dapat diketahui belum semua lulusan SMK N 1 Kendal setelah lulus mempunyai 214 . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran dengan jumlah siswa 41 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi persentase dan regresi linier berganda.448 dengan nilai signifikansi antara 0.002 < 0. mata pelajaran produktif diberikan untuk menambah keterampilan siswa dan ditunjang fasilitas belajar untuk memperlancar dalam kegiatan belajar. didapat sebanyak 50% bekerja.201 dengan nilai signifikansi antara 0.4% dan 19.105X 1 + 0. 22.1 Latar Belakang Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada hakekatnya adalah mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga kerja tingkat menengah. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran dan Fasilitas Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Prodi Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010 Oleh : Siti Susanti. Wiraswasta 8. Kata Kunci: Pendidikan Sistem Ganda.com. Belajar 1.4% masih dalam menunggu. thitung = 2.05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X1 terhadap Y.Pengaruh Pendidikan Sistem Ganda. Jurusan Manajemen. lembaga pendidikan merupakan pihak yang bertanggung jawab menciptakan dan menyuplai tenaga kerja bagi industri. Dari data penelusuran kelulusan tahun 2008/2009 ada keterkaitan dengan kesiapan kerja mengenai seberapa banyak lulusan dari SMK yang diserap di dunia usaha/dunia industri.305 dengan nilai signifikansi 0. Fasilitas Belajar (X3) serta variabel terikat yaitu Kesiapan Kerja (Y). penelitian ini disebut penelitian populasi.Pd.701X2 + 0. Diperoleh persamaan regresi linier berganda Y= 1. Sarjana Pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut SMK N 1 Kendal bekerjasama dengan institusi pasangan mengadakan program pendidikan sistem ganda. Dari data penelusuran kelulusan tersebut memberikan gambaran bagaimana tingkat kesiapan kerja siswa pada tahun sebelumnya.207 + 0. thitung = 4. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket) dan dokumentasi. Hasil uji parsial diperoleh t hitung = 3. Dilihat dari pola hubungan antara organisasi bisnis dan lembaga pendidikan.034 < 0. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pendidikan sistem ganda (X1). penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010 baik secara parsial maupun simultan. 2008: 20). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara pendidikan sistem ganda.

kesiapan kerja yang sama untuk memasuki dunia kerja. Landasan Teori 2. Ingin mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 4.1 Pendidikan Sistem Ganda Menurut pakpahan (dalam wena. 1996: 16) mengulas pengertian pendidikan sistem ganda.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah. terarah untuk mencapai penguasaan kemampuan keahlian tertentu. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan professional. b. Adakah pengaruh pendidikan sistem ganda. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan. 1996: 76) tujuan penyelenggaraan pendidikan sistem ganda adalah: a. sebagai berikut: Sistem ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan kejuruan yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung pada bidang pekerjaan yang relevan. 215 . maka penelitian memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Ingin mengetahui pengaruh penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 3. Ingin mengetahui pengaruh pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 2. Adakah pengaruh penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 6. Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siwa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N I Kendal Kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 7. Ingin mengetahui pengaruh pendidikan sistem ganda. Adakah pengaruh pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 5. dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. c. Memperoleh link and mach antara sekolah dengan dunia kerja. maka dapat dirumuskan permasalahan antara lain sebagai berikut : 4. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N 1 Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 2. d. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI prodi administrasi perkantoran di SMK N I Kendal kabupaten Kendal tahun ajaran 2009/2010? 1. keterampilan. meskipun dalam satu program studi dan memperoleh perlakuan yang sama di sekolah tersebut. 1. Menurut Soewani dan Sulaiman (dalam wena. Perbedaan kesiapan siswa itu berasal dari berbagai faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja.

2 Penguasaan Mata Pelajaran produktif Administrasi perkantoran Menurut Wena (1996: 31) Komponen produktif yaitu bekal kemampuan keahlian tertentu untuk bekal bekerja. Pengalamanpengalaman mempunyai pengaruh yang positif terhadap kesiapan. Kematangan jasmani dan rohani adalah perlu untuk memperoleh manfaat dari pengalaman. Memahami prinsip–prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran b. Untuk Sekolah menengah Kejuruan fasilitas belajar yang sesuai dengan standar Mendiknas mengenai standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan sekurang-kurangnya memiliki prasarana yang dikelompokkan dalam ruang pembelajaran umum. Menurut Bafadal (2003: 2) Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan. Menangani surat/dokumen surat k. Menerapkan prinsip-prinsip kerjasama dengan kolega dan pelanggan d. berarti bekerja. Ruang lingkup mata pelajaran produktif administrasi perkantoran kelas X sampai kelas XI meliputi: a. 2. Menurut Slameto (2003: 115) prinsip-prinsip kesiapan adalah: 1. ruang penunjang. 216 . dengan demikian mereka yang menukarkan kegiatan fisik atau kegiatan otak dengan sarana kebutuhan untuk hidup.2. Menerapkan keselamatan. kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH) e. Menurut Djaali (2009: 113) bekerja mengandung arti melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya. Mengelola dana kas kecil n. dapat disimpulkan bahwa fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memperlancar kegiatan. Memberikan pelayanan kepada pelanggan j. Mengoperasikan aplikasi perangkat lunak f.3 Fasilitas Belajar Fasilitas adalah sarana dan prasarana. bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. dan ruang pembelajaran khusus. Surat menyurat bahasa inggris.4 Kesiapan Kerja Kesiapan adalah seluruh kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi (Slameto. Program produktif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membekali peseta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI). Mengelola data/informasi di tempat kerja o. Mengaplikasikan administrasi perkantoran di tempat kerja p. 2. Menurut Kurikulum SMK. Membuat dokumen i. Mengelola peralatan kantor g. Mengelola pertemuan rapat m. 2003: 113). Jadi. Mengelola sistem kearsipan l. Menurut May Smith dalam Panji (2006:12) tujuan dari kerja adalah untuk hidup. Mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi c. Semua aspek perkembangan berinteraksi (saling pengaruh mempengaruhi). Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesiapan kerja berarti seluruh kondisi seseorang yang siap memberikan respon terhadap tugas yang dikerjakan untuk menghasilkan buah karya. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. 2. 3. Melakukan prosedur administrasi h.

indikatornya: a. Tingkat alih belajar e. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari empat variabel yaitu tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. pengetahuan. Kurang Setuju (KS) skor 3. Waktu f. mental dan emosional c. 3. Kondisi fisik. Metodologi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian populasi secara keseluruhan berjumlah 41 orang Siswa Kelas XI prodi administrasi perkantoran. Keterampilan. 3. Pendidikan sistem ganda (X1). karena adanya variabel bebas. Fasilitas belajar (X3). 217 . Tidak Setuju (TS) skor 2. menggunakan skala likert dengan 5 alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS) skor 5. 2007: 275). Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. indikatornya: a. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono. Sangat Tidak Setuju (STS) skor 1. Sarana b. Prasarana Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat.4. dan pengertian yang lain yang telah dipelajari. Kecermatan siswa dalam menguasai suatu keterampilan b. Setuju (S) skor 4. indikatornya: Nilai ulangan semester rata-rata mata pelajaran produktif administrasi perkantoran program keahlian administrasi perkantoran kelas XI dari semester 1 sampai 3. Kecepatan unjuk kerja siswa dalam mengerjakan suatu tugas c. Kebutuhan-kebutuhan. motif dan tujuan d. Personalia g. Kuantitas dan kualitas hasil kerja siswa d. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif (X2) dan Fasilitas Belajar (X3) terhadap Kesiapan Kerja Siswa (Y) Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus: Keterangan: Y = Variabel terikat (kesiapan kerja siswa) a = Konstanta b1 = Nilai koefisien variabel bebas X1 b2 = Nilai koefisien variabel bebas X2 b3 = Nilai koefisien variabel bebas X3 (Sugiyono. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: 1. Kesiapan dasar untuk kegiatan tertentu terbentuk dalam peride tertentu selama masa pembentukan dalam masa perkembangan. 2008: 39). Indikatornya meliputi : b. yaitu Pendidikan Sistem ganda (X1). Sumber belajar yang dipakai 2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kesiapan kerja siswa yaitu kesiapan untuk menghadapi dunia kerja. Pengumpulan data yang digunakan menggunakan data primer yaitu menggunakan metode dekomentasi dan metode angket yang diberikan langsung kepada siswa sebagai responden. Penguasaan Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran (X2).

340 Part .070 1.359 .093 .385 Correlations Partial . penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja. penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran dan fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja.105X1 + 0. 2.002 .477 .239 Collinearity Statistics Tolerance VIF .207 = Konstanta X1 = Pendidikan Sistem Ganda X2 = Penguasaan Mata Pelajaran Produktif AP X3 = Fasilitas Belajar 5.201 Sig.305 4. saran yang dapat diajukan 1. Penutup 5.607 . 4.158 . Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda.948 1.977 . Pihak sekolahpun hendaknya dalam menggunakan sumber belajar yang dipakai harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu 218 .093X3 Keterangan: Y = Kesiapan Kerja 1.054 a.4.034 Zero-order .363 .207 + 0.042 Standardized Coefficients Beta . Dependent Variable: Y Berdasarkan perhitungan analisis regresi linier yang dilakukan melalui analisis statistik dengan menggunakan program SPSS versi 12 maka diperoleh persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 1.105 .102 3. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan sistem ganda terhadap kesiapan kerja.448 2.935 . Sehingga ketidaksesuaianpun tidak terjadi lagi. antara lain: 1. 5.483 .000 . 2. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap kesiapan kerja. Error 1. Pada saat pelaksanaan pendidikan sistem ganda sebagian kecil siswa mengeluhkan bahwa apa yang mereka kerjakan belum sesuai dengan keterampilannya.500 . Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara penguasaan mata pelajaran produktif administrasi perkantoran terhadap kesiapan kerja.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diambil beberapa simpulan. Hasil dan Pembahasan a Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 X3 Unstandardized Coefficients B Std.2 Saran Ada beberapa saran yang diajukan sehubungan dengan pengaruh pendidikan sistem ganda. .701X2 + 0.879 .246 t . 3.701 . untuk itu diharapkan sebelum pelaksanaan praktek dilaksanakan dari pihak DU/DI ada keterbukaan tentang tugas apa yang akan dilaksanakan selama siswa praktik. oleh karena itu sekolah diharapkan dapat menyediakan ruang pembelajaran khusus yang sesuai dengan standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan sehingga siswa sudah terbiasa untuk mengoperasikan peralatan-peralatan kantor yang telah terstandar. Dari hasil penelitian dapat diketahui masih terdapat kekurangan fasilitas belajar berupa ruang pembelajaran khusus.207 11.920 .032 .454 .023 1.590 .

1997. Depdiknas. Bandung: Alfabeta. Jakarta: Bumi Aksara. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Kendal: SMK press. Jakarta: Bumi Aksara. 1996. Statistika untuk Penelitian. 2006. Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejurun (SMK/MAK). Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori Dan Aplikasinya. Bandung: Tarsito. Bandung: Alfabeta. Psikologi pendidikan. Sugiyono. 2008. 2008. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2009. Pandji. 2008. 219 . Slameto. DAFTAR PUSTAKA Anoraga. 2009. Mendiknas. Djaali. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Citra Utama Media. 2006. Ibrahim. Jakarta: Rineka Cipta. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. 2009. 2007. . Arikunto.pengetahuan misalnya menggunakan buku-buku terbitan baru dan penggunaan akses internet yang ada di sekolah lebih dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Suharsimi. Ihsan. 2004. Imam. Meda. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Fuad. Rimsky K. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Pendidikan Sistem Ganda. Psikologi Kerja. Kurikulum SMK N 1 Kendal. Semarang: Badan penerbit Universitas Diponegoro. Wena. Judisseno. Jakarta: Rineka Cipta. 2003. Jadilah Pribadi Yang Kompeten di Tempat Kerja. Ghozali. Bafadal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->