I. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) 1.

LATAR BELAKANG Pemerintah Kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini, Dinas Pekerjaan Umum Kab. Pinrang , bermaksud untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan jalan di Kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan, dalam upaya untuk menjaga agar jaringan jalan tetap dalam keadaan/kondisi yang baik, dan mengusahakan agar jalan yang bersangkutan tidak bertambah rusak agar dapat menunjang perkembanan perekonomian, dan menyediakan prasarana yang cukup bila terjadi adanya perubahan pola pengangkutan dimasa yang akan datang. Untuk memperoleh hasil pekerjaan yang tepat mutu sehingga kondisinya dapat bertahan sampai akhir umur rencana dengan biaya yang efesien, maka sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut diperlukan adanya persyaratan atau ketentuan-ketentuan yang dapat dipertanggung jawabkan dan dapat diterapkan, baik dalam proses pelelangan maupun pada saat pelaksanaan. Berkenaan dengan hal tersebut, Pekerjaan Perencanaan dan Pengawasan Teknis Jalan Kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan memerlukan jasa Konsultan untuk pekerjaan Perencanaan & Pengawasan Teknis teknis seperti tersebut pada butir-6.b di bawah. Untuk melaksanakan jasa dimaksud, kegiatan-kegiatan yang harus dilaksakan oleh konsultan adalah sebagaimana tercantum pada Kerangka Acuan Kerja. 3. SASARAN Konsultan wajib memberikan jasa-jasanya semaksimal mungkin pada setiap tahapan proses pelaksanaan pekerjaan ini, dengan maksud agar hasilnya dapat dipertanggung-jawabkan guna melaksanakan pekerjaan konstruksi pada ruas jalan yang bersangkutan, serta mengusahakan sekecil mungkin adanya perbaikan-perbaikan atau perencanaan tambahan di kemudian hari. Secara garis besarnya, proses perencanaan dan pembuatan Dokumen lelang tersebut dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu : a. Pengumpulan data lapangan b. Analisa data lapangan, Supervisi dan penggambaran c. Penyusun Dokumen Laporan

2.

MAKSUD DAN TUJUAN

Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih termasuk PPN dibiayai oleh Dana Ad-Hoc Tahun Anggaran 2011. Pengukuran beban gandar belakang harus - . 2.1. 6.2 ton dengan tekanan angin ban sebesar 80 psi atau 5. Penelitian Perkerasan Jalan Inventarisasi Geometrik Pengukuran Topografi Pemeriksaan Lokasi Sumber Material II. 3. Lingkup Kegiatan Lingkup jasa konsultan yang diperlukan dan persyaratan teknis yang tercakup di dalam pekerjaan ini. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA SUMBER PENDANAAN Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan 5. Survai lapangan 1. secara garis besarnya terdiri dari bagian-bagian pekerjaan sebagai berikut : I.5 kg/cm2. Pemeriksaan Benkelman Beam Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai lendutan balik dari konstruksi perkerasan aspal yang ada. LINGKUP. Penyusunan Dokumen Lelang Selanjutnya. 4. Perencanaan Teknis III. Penelitian Perkerasan Jalan i. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN a.4. uraian selengkapnya dari masing-masing bagian pekerjaan tersebut diatas adalah sebagai berikut : I. SURVEI LAPANGAN 1. Pemeriksaan ini harus dilakukan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : dengan Truk yang dipakai harus dibebani sehingga tercapai beban gandar belakang sebesar 8. LOKASI KEGIATAN.

waktu.dilakukan dengan menggunakan jembatan timbang atau dengan menggunakan alat lain yang telah terbukti dapat dipakai untuk pengukuran beban gandar dan hasil pengukuran beban gandar harus dicatat dengan jelas pada formulir. Alat Benkelman Beam yang dipakai harus mempunyai ukuran yang standar Misalnya perbandingan batang 1 : 2.2. Konsultan harus mencatat hal-hal khusus yang dijumpai seperti kondisi darinase.1.2. nama daerah yang dilalui. peninggian permukaan jalan dan sebagainya. jalan kerikil atau jalan aspal yang telah rusak hingga tampak lapisan pondasinya. Pemeriksaan lendutan balik dilakukan dengan interval pemeriksaan setiap 100 m sepanjang ruas jalan beraspal yang telah ditetapkan Selama pemeriksaan. - - - - ii. Alat pembacaan (dial gauge) lendutan harus dengan kondisi yang baik dan skala ketelitian pembacaan jarum penunjuk harus dicatat. Dynamic Cone Penetrometer (DCP) Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai CBR lapisan tanah dasar badan jalan yang dilakukan pada ruas-ruas jalan yang belum beraspal.) Semua data yang diperoleh dicatat dalam formulir pemeriksaan Benkelman Beam D1. Sta.. Pemeriksaan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Alat DCP yang dipakai harus sesuai dengan . Lokasi awal dan akhir pemeriksaan harus dicatat dengan jelas (patol Km. cuaca. seperti jalan tanah. dimensi geometrik dan Benkelman Beam harus dicatat dengan jelas pada formulir..

. gorong-gorong. . kondisi drainase. waktu dan sebagainya. DL. . jarak pagar/bangunan penduduk/tebing kepinggir perkerasan. Investasi Geometrik Jalan Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mendapatkan data umum mengenai kondisi perkerasan yang ada dan kondisi geometrik jalan yang bersangkutan. Pemeriksaan dilakukan dengan interval pemeriksaan 100 m. Harus dicatat ketebalan dan setiap bahan perkerasan yang ada seperti lapisan sirtu. 1. berm.- - - - ketentuan-ketentuan ukuran seperti yang diberikan dalam gambar I. bahu. lapisan Terlford. Pemeriksaan dilakukan hingga kedalaman 90 cm.Lebar perkerasan yang ada. Perimeriksaan dilakukan dengan metoda yang disederhanakan. kecuali bila dijumpai lapisan tanah yang sangat keras (lapis batuan) Selama pemeriksaan harus dicatat keadaankeadaan khusus yang perlu diperhatikan seperti timbunan.0 km.Lokasi awal dan akhir pemeriksaan harus jelas dan sesuai dengan lokasi yang ditentukan untuk jenis pemeriksaan lainnynya. dicatat dalam formulir.2. Data yang diperoleh dari pemeriksaan ini. cuaca. dalam meter. kondisi drainase samping. Lokasi awal dan akhir harus dicatat dengan jelas. . Pemeriksaan dilakukan pada sumbu jalan dan permukaan lapisan tanah dasar.Data yang diperoleh dicatat dalam formulir DL 3. Data yang harus diperoleh dari pemeriksaan ini adalah : .1. lapisan pasir dan sebagainya.2. Yaitu cukup mencatat kondisi rata-rata setiap 1. dari permukaan lapisan tanah dasar. Investarisasi Geometrik i. .2.Kondisi daerah samping jalan serta sarana utilitas yang ada seperti saluran samping.Membuat foto dokumentasi inventarisasi geometrik jalan minimal 1 (satu) buah foto per 200 meter.

Dimensi jembatan yang meliputi bentang. penghitungan dan memetakannya dengan skala tertentu serta disajikan pada lembaran kertas.Foto ditempel pada formulir DL 3.Data yang diperoleh dicatat dalam formulir DL 5. Perintisan ini diusahakan mengikuti jalur atau koridor yang telah direncanakan sebagai trase yang dipilih atau atas petunjuk Pemimpin Proyek/Pengawas ii..1. lebar. ii. arah pengambilan foto. Pekerjaan rintisan. tanggal pengambilan foto dan tinggi petugas yang memegang nomor station. Pekerjaan pengukuran. semak belukar atau tanaman umunnya.Perkiraan volume pekerjaan bila diperlukan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan . terdiri dari : i.2.Nama dan lokasi jembatan . 1. Perkerjaan pengukuran topografi ini.3. .2. Pengukuran Topografi Pekerjaan pengukuran Tofografi adalah kegiatan pengumpulan data permukaan bumi. jenis lantai dan kondisi jembatan . Pekerjaan ini berupa kegiatan merintis atau membuka sebagian daerah yang akan diukur sehingga pengukuran dapat berjalan lancar dan tidak terhalang oleh pohon. Informasi yang harus diperoleh dari pemeriksaan ini adalah sebagai berikut : . kebebasan. dengan mencantumkan hal-hal yang diperlukan seperti nomor dan nama ruas jalan.Foto yang didokumentasi sebanyak 2(dua) lembar untuk setiap jembatan yang diambil dari arah memanjang dan melintang. Inventarisasi Geometrik Jembatan Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi jembatan yang terdapat pada ruas jalan yang ditinjau dengan bentang < 10 meter. Foto ditempel pada formulid DL 5. Pekerjaan ini terdiri dari : .

Pemeriksaan harus dilakukan dilokasi pekerjaan. Ketentuan dan tata-cara pelaksanaan pengukuran dilapangan dan cara penggambarannya.Perhitungan dan penggambaran peta Pekerjaan ini diusahakan mengikuti jalur atau koridor rintisan dan mengadakan pengukuran tambahan pada daerah persilangan dengan sungai dan jalan lain.Pengukuran titik kontrol horizontal dan vertikal .. harus dilakukan pemeriksaan dan koreksi terhadap alat-alat ukur yang akan digunakan. atau buku petunjuk pemakaian alat  Hasil pemeriksaan dan koreksinya serta . Awal pengukuran dilakukan pada tempat yang mudah dikenali dan aman. Awal dan akhir proyek hendaknya diikatkan pada titik-titik tetap. dengan koreksi nivo kotak & nivo tabung. adalah sebagai berikut : 1.  Garis bidik harus sejajar dengan garis arah nivo. Alat ukur theodolit harus memenuhi syaratsyarat :  Sumbu I vertikal.Pengukuran situasi . sehingga memungkinkan diperoleh sumbu jalan yang sesuai dengan standar yang ditentukan.  Sumbu II tegak lurus sumbu I  Kesalahan kolimasi horizontal = 0  Kesalahan index vertikal = o Alat ukur waterpass. dengan koreksi nivo kotak & nivo tabung. Pemeriksaan dan koreksi alat ukur Sebelum dilakukan pengukuran.Pengukuran khusu .Pengukuran penampang memanjang dan melintang .  Cara pemeriksaan dan koreksi alat berdasarkan pada standar teori ilmu ukur tanah. syarat-syarat : harus memenuhi -  Sumbu I vertikal.

Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimal 100 meter dan jarak ini diukur dengan menggunakan alat ukur theodolit .Khusus untuk profil memanjang yang titik-titiknya terletak disumbu jalan. bagian atas dan bagian tengahnya diratakan untuk penulisan nomor patok. . Patok harus ditanam cukup kuat sedalam lebih kurang 30 Cm. diberi paku dengan dilingkari cat kuning sebagai tanda dan nomor urut/STA (bila badan jalannya sudah beraspal) 3. Pengukuran titik kontrol horizontal .Untuk memudahkan pencarian patokpatok sebaiknya pada pohon-pohon disekitar patok diberi cat atau pita atau tanda-tanda tertentu yang dapat terlihat dengan jelas. dan diberi nomor urut dengan tulisan hitam yang diletakkan pada lokasi yang diperkirakan aman dari kegiatan konstruksi dikemudian hari. .Patok-patok beton dibuat dengan ukuran 10 x 10 x 75 cm atau 0 10 x 75 cm dan harus dipasang pada tempat yang cukup aman dengan jarak setiap 1 Km dan pada perpotongan rencana jalan dengan sungai (2 buah seberang menyebrang) Patok-patok beton tersebut harus ditanam kuat-kuat kedalam tanah sepanjang kurang lebih 65 Cm (sisa di atas + 10 Cm) .Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan dalam bentuk poligon. lurus dengan diameter sekitar 5 Cm. bagian bawahnya diruncingkkan. panjang 50 Cm.Patok-patok kayu yang digunakan untuk pengukuran poligon.Baik patok-patok beton (BM) maupun patok-patok kayu diberi tanda cat kuning. . Pemasangann patok-patok . harus dipilih kayu yang cukup keras. .hasil akhir setelah dikoreksi harus dicatat dalam buku ukur sesuai pekerjaannya. sipat datar dan detaildetail situasi. dan dilampirkan dalam laporan 2.

dicacat bacaan Benang Atas (BA).dengan ketelitian dalam detik terbaca . Benang Tengah (BT) dan Benang Bawah (BB) dalam satuan milimeter. Pekerjaan pengukuran titik kontrol vertikal menggunakan alat pengukur ketinggian (waterpas) orde H. D adalah panjang pengukuran (km) dalam 1 (satu) hari. Pelaksanaan pengukurannya di lakukan dengan cara dua kali mendirikan alat. Setiap pengamatan matahari dilakukan dalam 4 seri rangkap (4 biasa dan 4 luar biasa) 4. Menggunakan rambu ukur yang baik kondisinya. pengukurannya di perluas. Pengukuran titik kontrol vertikal. Pengukuran mencakup samua keterangan yang ada di daerah sepanjang rencana jalan tersebut. Ketelitian alat digunakan adalah 30 detik terbaca. Pengukuran Situasi Pengukuran situasi dilakukan dengan cara Tachymetri. Setiap kali pembacaan.Patok-patok untuk titik-titik poligon ini terbuat dari kyu dan patok-patok untuk titk ikatnya terbuat dari beton . Pada tempat-tempat yang merupakan perpotongan dengan sungai atau dengan jalan lain. Tempat-tempat yang merupakan sumber material jalan yang terdapat di sekitar jalur - - .Sudut-sudut poligon diukur menggunakan alat ukur theodolit dengan ketelitian dalam detik terbaca . 5. Batas ketelitian yang dicapai tidak lebih besar dari 10 kali akar D (milimeter).Tingkat ketelitian pengukuran poligon tersebut adalah :  Kesalahan sudut horizontal yang diijinkan adalah 10 detik kali akar jumlah titik poligon  Batas kesalahan azimuth adalah tidak lebih dari 5 detik  Pengamatan matahari dilakukan pada titik awal dan akhir proyek serta pada setiap jarak 5 kilometer jalur pengukuran.

sama dengan peralatan yang digunakan. Perhitungan ketinggian detail : Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok yang dipakai sebagai titik pengukuran detail. 6. o Peralatan yang digunakan sama dengan peralatan yang digunakan sama dengan peralatan yang digunakan pada pengukuran situasi. 7. dihitung secara tachymetris. dilakukan pengukurannya dan dicatat dipetakan serta di foto. . sama dengan peralatan yang digunakan pada pengukuran situasi. - . Perhitungan dan Penggambaran Perhitunngan sipat datar/Waterpass : Perhitungan sipat datar/waterpass dengan 3 desimal harus dilakukan kontrol pada setiap halaman. yaitu jumlah beda tinggi harus sama dengan jumlah pembacaan benang tengah rambu belakang dikurangi dengan jumlah pembacaan benang-benang tengah rambu muka.pengukuran. o Rentang atau lebar pengukuran penampang melintang 15 meter ke kiri dan ke kanan dari sumbu rencana atau sampai batas daerah milik jalan.Pengukuran Penampang Melintang o Pengukuran ini dilakukan setiap 25 meter baik pada jalur lurus maupun pada jalur menikung atau pegunungan. . o Peralatan yang digunakan sama dengan peralatan yang digunakan pada pengukuran situasi.Pengukuran Penampang Memanjang o Pengukuran ini dilakukan sepanjang sumbu rencana jalan. Pengukuran Penampang Memanjang dan Melintang Tujuan pengukuran ini adalah untuk menentukan volume galian dan timbunan. o Peralatan yang digunakan.

2. II.Data yang diperoleh dicatat dalam formulir DL 4.1. .Perkiraan harga satuan tiap jenis perkerasan. misalnya pasir.Perkiraan jarak pengangkutan bahan dari quarry ke base camp proyek. batu.Lokasi quarry setiap jenis bahan perkerasan berikut perkiraan jumlah yang ada. kerikil. konsultan harus mengadakan analisa data dan perencanaan perkerasan jalan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut : . begitu pula semua keterangan-keterangan yang penting. Standard Perencanaan Geometrik Dalam merencanakan geometrik jalan. 13/1970 dari Direktorat Jenderal Bina Marga II. . .Peta lokasi quarry berikut keterangan lokasinya (Km.4. tanah timbunan.- Penggambaran detail situasi : o Gambar ukur yang berupa gambar situasi harus digambar berdasarkan titik-titik poligon dengan skala 1 : 1000 dan interval kontur 1 meter. Informasi yang harus diperoleh dari pemeriksaan ini adalah : . sejauh mungkin berpegang pada buku peraturan Standard Spesifikasi Perencanaan Geometrik Jalan Raya No.Sta) . . o Penulisan data ketinggian dengan dua desimal (sampai dengan centimeter) 1.Jenis bahan untuk perkerasan yang ada. Perencanaan Perkerasan jalan Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. o Ketinggian titik-titik detail harus tercantum dalam gambar ukur. PERHITUNGAN DAN PERENCANAAN TEKNIS II. Periksaan Lokasi Sumber Material Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui informasi mengenai bahan-bahan perkerasan yang dapat dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada ruas jalan yang akan dikerjakan.

Lebar perkerasan yang ada . yaitu suatu seksi jalan yang mempunyai karakteristik kurang lebih seragam dalam beberapa variabel desain seperti : . Mempelajari kemungkinan pemakaian tipe bahan perkerasan yang sesuai untuk suatu daerah tertentu. ditentukan dengan menggunakan program komputer yang tersedia. v. iii.Nilai CBR rencana . Penentuan unique section.0 s Dimana : D = lendutan balik rencana pada section tertentu x = lendutan balik rata-rata pada section tertentu s = standar deviasi pada section tertentu Nilai CBR rencana ditentukan dengan formula : CBR (disain) = CBR (rata-rata) – 1 Standar Deviasi ii. Analisa lendutan ballik atau CBR Lendutan balik rencana atau CBR rencana. Melakukan disain tebal perekerasan tambahan menurut metoda Road Design System yaitu program komputer yang dikembangkan oleh Ditjen Prasarana Wilayah (dahulu Ditjen Bina Marga) dengan menggunakan umur rencana 10 (sepuluh) tahun.Perubahan camber/kemiringan iv.01 : Alignment dan Cakupan Kontrak . Menyiapkan gambar-gambar khusus y ang diperlukan untuk setiap ruas jalan tertentu/setiap paket proyek yaitu : a. untuk menghitung besarnya beban gandar kumulatif selama umur rencana dan menghitung besarnya ADT pada pertengahan umur rencana.Lendutan balik rencana tau . dimana untuk : Lendutan balik (D) ditentukan berdasarkan formula : D = x + 1. Analisa data lalu lintas. Type perkerasan yang diijinkan dalam perkerjaaan ini adalah tpe yang sekarang dipakai Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah.i. vi.Nilai beban lalu lintas . Gambar 1.

04 : Jadwal/Daftar Kuantitas c. Gambar 2.Lokasi dari semua data topografis yang penting seperti batas rawa. Gambar 1. .Tinggi elevasi sumbu jalan dan tinggi nomor potongan melintang. hutang lindung.06 : Sumber Material d.Elemen-elemen/data-data lengkung vertikal . Konsep perencanaan tersebut digambar di atas kertas milimeter atau langsung di atas kertas standard sheet yang telah ditetapkan oleh Pemberi Tugas Detail perencanaan teknis yang perlu dibuatkan konsep perencanaannya.Elemen-elemen lengkung horizontal (curva data) yang direncanakan dengan bentuk tikungan full circle atau lengkung peralihan untuk sudut lengkung > 200 .Kondisi dan rencana kemiringan maksimum dari lengkung horizontal (diagram superelevasi) . Profil (alinyemen vertikal) Konsep alinyemen vertikal dapat langsung digambar (dengan pensil) di atas standard sheet dibagian bawah dari gambar alinyemen horizontal Alinyemen vertikal digambar dengan skala horizontal 1 : 1000 dan skala vertikal 1 : 100 yang mencakup hal-hal sebagai berikut : .Lokasi dari gorong-gorong dan jembatan Setelah disetujui Koordinator Pengawas maka draft desin tersebut dapat langsung dipindahkan ke kertas standard sheet. .3. Konsep Detail Perencanaan (Draft Desain) Konsultan wajib membuat konsep perencanaan teknis (Draft Design) dari setiap detail perencanaan kemudian melaporkannya kepada Koordinator Pengawas untuk dimintakan persetujuannya. antara lain : i. rumah. Plan (alinymen horizontal0 digambar di atas peta situasi skala I : 1000 dengan interval garis tinggi 1 (satu) meter dan dilengkapi dengan index. antara lain : . sungai dan lain-lain.Lokasi (STA) dan nomor-nomor titik kontrol horizontal/vertikal . kebun.01 : Ukuran Perkerasan II.b. ii. Gambar 1.

.... letak dan ukuran jembatan/gorong-gorong.. ..... Perhitungan Volume Pekerjaan Fisik Daftar volume pekerjaan disusun menurut pay item/mata pembayaran didalam Dokumen . Gambar Perencanaan Akhir (Final Design) Pembuatan gambar trase jalan selengkapnya...4. Final Design digambar di atas kertas standard sheet Gambar perencanaan akhir tersebut selengkapnya terdiri dari : i. Lembar simbol dan singkatan iv.. Sampul luar (cover) dan sampul dalam ii....5. . Potongan melintang (Cross Section) Gambar potongan melintang dibuat menurut peta topografi sesuai keadaan pada lokasi yang ditentukan di atas kertas standard sheet dengan skala horizontal 1 : 100 dan skala vertikal 1 : 50 Stationing dilakukan setiap interval 25 – 50 meter. goronggorong.. Typical cross section skala ... Potongan Melintang (Cross Section) : .. tandatanda lalu-lintas dan sebagainya.. berikut posisi alternatif trase yang pernah diteliti. Bangunan Standard Pelengkap dan Drainase (Skala 1 : 100) Gambar ini mencakup semua detail bangunanbangunan lengkap dengan bangunan-bangunan Drainase seperti turap pelindung talud. iv. Plan dan profil . Lembar daftar volume pekerjaan v.Skala horizontal ... II. Lembar judul yang memuat lay-out jalan skala. vii..Dibuat setiap jarak . menggunakan kertas A3 iii. saluran pasangan batu dan lain-lain...... dilakukan setelah Draft Design mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas dengan mencantumkan koreksikoreksi dan saran-saran yang diberikan oleh Pemberi Tgas.. skala vertikal .Skala horisontal ... letak dan tanda patok kayu dan beton.. skala vertikal . dilengkapi dengan detail konstruksi perkerasan dann saluran samping. vi..iii.... m II.Dilengkapi dengan detail situasi yang ada..

Dokumen lelang tersebut dibuat dan diserahkan sebanyak 8 (delapan) set untuk setiap paket pekerjaan. berpedoman pada Surat Keputusan Menteri PU No. Lokasi Kegiatan Tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Pinrang c. Data dan Fasilitas Penunjang 1). 38/KPTS/1998 tanggal 26 Februari 1998 tentang Standar Dokumen Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum mengenai Standar Dokumen Lelang untuk Pengadaan Jasa Kontraktor dengan Pelelangan Nasional Kontark Harga Satuan Sesuai pedoman tersebut. terdiri dari : Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI Bab VII Bab VIII Instruksi kepada peseta lelang Bentuk penawaran dan informasi kualifikasi Syarat-syarat kontrak Data Kontrak Spesifikasi Daftar kuantitas Gambar-gambar Contoh bentuk jaminan Khusus mengenai Bab VII.6. b. PENYUSUNAN DOKUMEN LELANG Penyajian dokumen lelang. Penyediaan oleh pengguna jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa . Perhitungan Biaya Pelaksanaan Fisik Perhitungan Harga Satuan untuk setiap pay item Perkiraan biaya untuk setiap segmen jalan Daftar harga Satuan Bahan dan Upah dilampirkan Menggunakan analisa K III. terdiri dari gambar standard dan gambar perencanaan akhir. Dokumen Lelang yang diperlukan untuk setiap paket perkerjaan. Semua gambar perencanaan akhir dibuat sallinannya di atas kertas ukuran A3 atau 50 % sebanyak 1 (satu) set.Kontrak Volume pekerjaan gambar cross section tanah dihitung dari II.

c). METODOLOGI Penawaran Konsultan Harus Menggambarkan Cara Pendekatan Dan Metodologi Yang Akan Dilaksanakan Oleh Konsultan Yang Tercakup Dalam Rencana Kerja. Tempat Tugas.yang dapat digunakan harus dipelihara oleh penyedia jasa : a). diskusi dan seminar terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan dalam rangka alih pengetahuan kepada staf proyek. Tanggung Jawab Masing-Masing Tenaga Ahli Dan Hubungan Kerja Antar Tenaga Ahli Dalam Melaksakan Tugas Digambarkan Dalam Organisasi Pelaksanaan Yang Mencakup Struktur Organisasi Dan Uraian Tugas Organisasi Konsultan Harus Menggambarkan Juga Hubungan Kerja Konsultan Dengan Organisasi Pekerjaan Perencanaan Dan Pengawasan Teknis Jalan Sulawesi Selatan. aatu project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi). 7. Fasilitas oleh penyedia jasa Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Akomodasi dan Ruangan Kantor (bila ada) (Jelaskan dan nyatakan apakah ada akomodasi dan ruangan kantor yang akan disediakan oleh kantor/satuan kerja/proyek/bagian proyek misalnya. Tugas Masing-Masing Tenaga Ahli. ruangan kantor luas/ukurannya dan keadaannya atau harus disediakan oleh penyedia jasa sendiri dengan cara sewa). Rencana Kerja Dilengkapi Dengan Jadwal Pekerjaan Dan Jadwal Penugasan Personil. (Cantumkan disini barang-barang yang harus disediakan oleh penyedia jasa dan tetapkan juga apakah harus dibeli atas nama kantor/satuan kerja/proyek/bagian proyek ataukah harus dengan cara sewa. d). kursus singkat. Serta Pengaturan Logistik/Fasilitas Pendukung. maka penyedia jasa harus mengadakan pelatihan. d. Alih Pengetahuan Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa. Laporan dan Data (bila ada) kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta photografi (bila ada) (nyatakan bila ada laporan dan data/informasi yang dapat dipakai sebagai referensi oleh penyedia jasa) b). Staf Pengawas/Pendamping (Pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (counterpart). .

sedangkan Sarjana Muda (D3) 9 (sembilan) tahun setelah lulus dalam bidang perencanaan jalan dan pekerjaan lain yang menunjang/terkait. b. maupun metode teknik perkerasan khusus yang dipakai pada kondisi tertentu. Highway Engineer. Prasarana Wilayah dahulu Ditjen. serta tugas dan tanggung jawabnya yaitu sebagai berikut : 1. 2.. Tugas dan tanggung-jawabnya meliputi : a. Team Leader Sarjana/Sarjana Muda (D3) Teknik Sipil/Jalan Raya dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun (S1). JANGKA WAKTU PELAKSANAAN TENAGA AHLI Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan Ini Diperkirakan 1 (Satu) Bulan Tidak adanya tenaga asing yang dikaryakan dalam pekerjaan ini karena tenaga dari dalam negeri sudah cukup mampu untuk melaksanakannya. Sarjana/Sarjana Muda (D3) Teknik Sipil/Jalan Raya dengan pengelaman minimal 3 (tiga) tahun (S1). Mengkoordinasikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga bisa mencapai sasaran seperti yang termuat dalam butir 2. pengelohan maupun penyajian akhir seluruh seluruh hasil pekerjaan. Bertanggung-jawab penuh terhadap seluruh hasil pekerjaan sesuai Kerangka Acuan Kerja. Sudah biasa bekerja dengan metoda desain yang dikembangkan oleh Ditjen. mengetahui dengan baik proses perencanaan dengan segala permasalahannya. Asalkan Usulan Dasarnya Mematuhi Persyaratan Seleksi Umum.1. sedangkan Sarjana Muda (D3) 7 (tujuh) tahun setelah lulus dalam bidang perencanaan teknik jalan dan pekerjaan lain yang menunjang/terkait dengan pekerjaan ini. 8.Seandainya Konsultan Ingin Membuat Ulasan Mengenai Kerangka Acuan Kerja Atau Mengusulkan Perubahan Atau Tambahan Isi Kerangka Acuan Kerja. Jabatan/posisi-posisi personil dan keahliannya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Mempersiapkan petunjuk teknis dan mengendalikan setiap kegiatan pekerjaan baik pengembalian data. Hal Tersebut Dapat Dilakukan. . 9. c. Bina Marga.

4. b. pengumpulan data harga bahan/material serta peralatan pada proyek-proyek yang sedang berjalan terutama yang terdekat dengan rencana pekerjaan ini. c. c. . Bekerja dengan Geodetic Engineer dalam mengendalikan semua personil yang terlibat pada pelaksanaan pengukuran di lapangan. 3. Membantu menghitung kuantitas dan pembuatan Dokumenasi Lelang. Tugas dan tanggung-jawabnya meliputi : a. terutama pekerjaan jalan/jembatan setelah lulus. Prasarana Wilayah dahulu Ditjen. Soil/Material Engineer Sarjana/Sarjana Muda (D3) Teknik Sipil dengan pengalman minimal 3 tahun (S1). Bertanggung-jawab atas semua hasil perhitungan dan gambar-gambar perencanaan. Mengendalikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan penyelidikan badan/material di lapangan. untuk digunakan sebagai pembanding. Tugas dan tanggung-jawabnya meliputi : a.Menguasai dan mampu menjalankan metoda desain yang telah dikembangkan oleh Ditjen. d. khususnya bahan jalan/jembatan. Memeriksa hasil pengumpulan data lapangan dan menganalisanya . Bertanggung-jawab atas semua hasil penyelidikan material/bahan disekitar rencana trace jalan. Cost & Quantity Engineer. Sarjana/Sarjana Muda (D3) Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 3 tahun (S1). Tugas dan tanggung-jawabnya meliputi : a. Memeriksa dan membuat laporan analisanya serta rekomendasi tentang pemanfaatan bahan/material yang tersedia. sedangkan Sarjana Muda (D3) 7 (tujuh) tahun setelah lulus dalam bidang perhitungan biaya dan estimasi kuantitas pekerjaan bangunan sipil. Bina Marga. b. Membuat analisa dan perhitungan harga satuan setiao mata pembayaran. sedangkan Sarjana Muda (D3) 7 (tujuh) tahun setelah lulus dalam bidang pengujian dan pengambilan data lapangan untuk bahan-bahan bangunan.

total kemajuan sejak awal kegiatan dan melaporkan keterlambatan-keterlambatan yang terjadi serta sebabsebabnya. Setiap laporan di upayakan disuusn dalam bahasa Indonesia kecuali istilah-istilah atau parameter-parameter yang belum dibakukan dalam bahasa indonesia. Lapoaran Akhir Perencanaan Teknis terdiri dari : Umum pengumpulan dan pengelohan data-data lapangan Alasan pemilihan perencanaan relokasi alinyemen (bila ada). Analisa volume dan harga satuan (Engineer’s Coat Estimate) Uraian / saran-saran untuk menangani setiap item pekerjaan Lampiran-lampiran antara lain : • Foto-foto lapangan 11. berupa ringkasan dari kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan setiap bulan. Laporan kemajuan pekerjaan. KELUARAN Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah 1 (satu) set laporan-laporan perencanaan teknis jalan lengkap termasuk dokumen pelanggannya. d. Daerah / Lokasi-lokasi yang kritis dan cara penanggulangannya. 5. Setiap laporan dibuat 2(dua) rangkap dan masing-masing rangkap dijilid dengan rapi serta diberi sampul sesuai Petunjuk Pemberi Tugas dengan ukuran kertas A4. Bertanggung-jawab atas semua perhitungan harga dan biaya konstruksi berdasarkan pada perencanaan yang ada. Surveyor 10. Selanjutnya juga memberikan saran-saran untuk mengatasi keadaan tersebut di atas. Membantu pembuatan Dokumentasi Lelang. Menghitung kuantitas bahan dan kebutuhan lain berdasarkan hasil perencanaan yang ada. a. LAPORAN . c.b. 2. Juga termasuk semua review yang diperlukan (bila ada) dan rencana kerja bulan berikutnya. Laporan dimaksud dan syarat-syaratnya adalah sebagai berikut : 1.

Secara umum lokasi-lokasi yang perlu diambil fotonya antara lain : Geometrik/kondisi jalan seperti tersebut pada butir 2.3.2 di atas Patok-patok beton dan patok-patok yang dianggap perlu Titik awal dan akhir proyek Dan lain-lain Setelah selesainya seluruh pekerjaan sesuai isi Kerangka Acuan Kerja ini. Ukuran foto adalah kartu pos (3R) serta harus berwarna. Lay-out setiap foto sedapat mungkin mencantumkan objek berikut garis horizontal atau batas langit dengan daratan. Foto-foto Lapangan Pekerjaan ini untuk mendapatkan Dokumentasi mengenai kondisi medan dari proyek serta proses pekerjaan lapangan yang dilakukan oleh konsultan. 3. Konsultan harus memilih dan mengambil foto-foto pada lokasi-lokasi penting yang diperiksakan akan banyak menolong dalam pemikiran perencanaan.a. Laporan hasil penelitian perkerasan jalan dan inventarisasi geometrik.asli Dan lain-lain b. Pengembalian foto harus dapat menggambarkan orientasi dilapangan dengan mencantumkan tempat pengambilan gambar berikut arahnya serta adanya beberapa objek pada foto yang dapat diidentifikasikan pada peta. Konsultan juga harus menyerahkan antara lain : Gambar asli ukuran A3 BQ sejumlah 3 (tiga) rangkap filenya dalam bentuk CD beserta .2. Hasil cetakan semua foto-foto dokumentasi di file dalam album tersendiri.