Fastabiqul Khairat

"Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hambahamba kami, lalu di antara mereka ada yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah, yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." (QS. Fathir:32) Allah SWT membagi umat Islam ke dalam tiga bagian. Masing-masing sesuai dengan kadar perbuatannya. Mereka yang amal buruknya lebih banyak disebut telah mendzalimi dirinya sendiri. Gambaran mereka disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam masalah sholat, seperti orang yang sholatnya tidak tepat waktu, bahkan sering mengakhirkan sholatnya sampai hampir masuk waktu sholat lainnya. Kelompok kedua, adalah umat Islam yang antara amal kebaikan dan keburukannya seimbang. Disebutkan oleh Ibnu Taimiyah sebagai orang yang melaksanakan kewajibannya, tanpa mempedulikan sunnah-sunnah, seperti mereka mengerjakan sholat wajib tepat waktu dan berjamaah hanya saja tidak menambah dengan sholat-sholat sunnah. Adapun yang ketiga adalah mereka yang amal baiknya lebih banyak dari amal buruknya. Mereka disebut telah melaksanakan ajaran Islam dengan baik pada setiap kesempatan dan mereka inilah yang dinamai 'Saabiqun Lilkhairaat. Permisalannya seperti orang yang sholat wajib tepat waktu, berjamaah dan menambah dengan sholat-sholat sunnah. Tentunya kita umat Islam hendaknya berupaya untuk menjadi kelompok ketiga tersebut agar kualitas umat Islam tidak seperti buih laut. Kelihatannya mayoritas secara kuantitas, tetapi kualitas pemahaman dan aplikasi Islamnya sangat rendah. Maka dari itu marilah kita memenuhi panggilan Al-Quran 'Fastabiqul Khairaat' (QS. AlBaqarah:148). Hal itu berarti kita harus menyingsingkan baju menggunakan setiap potensi dan peluang untuk kepentingan Islam guna menggapai surga yang lebarnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi mereka yang bertakwa (QS. Al-Imran:123)

Bisikan Setan
Setan menurut al-Qur'an surah al-An'am ayat 112 dan surah an-Naas dan juga menurut berbagai teks hadits adalah terdiri dari jin dan manusia. Keduanya aktif bekerja menjalankan misi mereka masing-masing. Salah satu tugas setan adalah membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, sebagaimana firman Allah di dalam surah an-Naas, artinya, "Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb (Tuhan yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilaah (sembahan) manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." Di dalam ayat-ayat di atas, Allah memerintahkan manusia agar beristi-'adzah (memohon perlindungan kepadaNya) dari bisikan jahat setan jin dan setan manusia. Alwaswas adalah bisikan-bisikan setan yang halus sedang al-khannas terambil dari kata khanasa, yang berarti kembali mundur, melempem, bersembunyi serta timbul tenggelam. Maksudnya adalah setan kembali menggoda manusia pada saat manusia lengah dan melupakan Allah, kemudian dia mundur dan melempem pada saat manusia berdzikir mengingat Allah Ta'ala. Strategi Setan Memperdaya Manusia Misi dan pekerjaan setan itu ada dua, pertama, menyuruh manusia melakukan dosa dan kejahatan, dan yang ke dua, menghalang-halangi manusia dari segala macam bentuk perbuatan baik yang diridlai Allah Ta'ala. Di dalam Sahih Muslim nomor ke 5109 bersumber dari 'Iyad bin Himar al-Mujasyi'i, disebutkan bahwa Rasulullah Shalallaahu

alaihi wasalam bersabda,Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku menciptakan hambahambaKu dalam keadaan hanif (cenderung kepada kebenaran), lalu setan-setan mendatangi mereka, dan menyelewengkannya dari agama mereka dan (setan-setan itu) mengharamkan terhadap mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka dan menyuruh mereka mempersekutukan Aku…" Berdasarkan hadits ini, dapat dikatakan, bahwa yang menyeleweng-kan manusia dari dien (Islam) adalah setan, termasuk menggelincirkan manusia kepada perbuatan syirik. Namun manusia yang dapat dikuasai setan, hanya mereka yang tak memperdulikan tuntunan Allah dan menjadikan setan itu sebagai pembimbing jalan hidupnya. Ibnu Qayyim AlJauziyah mengemukakan enam tahapan yang dilalui setan dalam menyesatkan dan memperdaya manusia. Tahap pertama ialah pengafiran atau pemusyrikan manusia. Kalau yang diajak setan itu muslim, yang beriman teguh, yang tak dapat dikafirkan dan dimusyrikkan, setan akan melangkah ke tahapan dakwah ke dua, yaitu pem-bid'ahan. Setan pada tahapan ke dua ini berupaya menjadikan orang Muslim sebagai ahlul bid'ah. Kalau yang didakwahi setan itu kalangan Ahlus Sunnah, yang teguh dan istiqamah memegang Sunnah, setan melangkah pada tahap yang ke tiga, yaitu menjebak orang Islam kepada kaba’ir (dosa-dosa besar). Kalau yang bersangkutan beriman teguh, sehingga tak mau melakukan dosa-dosa besar, setan tetap tidak berputus asa, untuk terus berupaya mencari taktik lain, dengan melangkah ke tahap yang ke empat, yaitu menjebak manusia dengan dosa-dosa kecil. Kalau tahap ke empat ini gagal juga, setan melangkah ke tahap ke lima, yaitu menyibukkan manusia kepada masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga yang bersangkutan menghabiskan waktunya untuk urus-an-urusan yang mubah, yang dampaknya, lupa menunaikan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah Ta'ala, yang berpahala, yang semua Muslim diperintahkan mengamalkannya. Kalau tahap ke lima ini gagal juga, setan melanjutkan strategi gandanya ke tahapan yang ke enam, yaitu menyibukkan manusia dalam urusan-urusan kurang bermanfaat atau yang man-faatnya lebih kecil, sehingga dampak persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik jadi tertinggalkan dan terabaikan. Misalnya, sibuk dengan amalan sunnah, sehingga amalan wajib tertinggalkan. Adapun perangkap atau jerat-jerat yang dipasang setan tidak terhitung jenis dan jumlahnya, di antaranya ialah: 1. Mengadu Domba Sesama Muslim dan Buruk Sangka Di dalam hadits yang diriwayatkan al-Bukhari, Rasulullah bersabda yang artinya, “Sesungguhnya iblis telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.". Caranya ialah menciptakan dan menyebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara mereka. Sikap buruk sangka (terhadap Allah maupun manusia) biasanya datang dari setan. Dalilnya antara lain ialah hadits Shafiyyah binti Huyay (istri Rasulullah) ia berkata yang artinya, "Ketika Rasulullah sedang beri'tikaf di masjid, saya mendatanginya pada suatu malam dan bercerita. Kemudian saya pulang diantar beliau. Ada dua orang Anshar berjalan dan ketika keduanya melihat Rasulullah, mereka mempercepat langkah. Rasulullah berkata, "Pelan-pelanlah. Dia adalah Shafiyah binti Huyay". Mereka berkata, "Subhanallah (Maha Suci Allah), Rasulullah!" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setan berjalan di tubuh manusia pada peredaran darah, aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua , sehingga timbul prasangka yang buruk." (HR. Al-Bukhari 240, Muslim 2174-2175). 2. Menganggap Baik dan Indah Kebid'ahan. Ibadah yang sudah baik dari Nabi, oleh setan dimodifikasi, antara lain dilakukan

Membisikkan Bahwa Islam Hanyalah Muamalah. Yang penting dalam beragama adalah cukup berbuat baik saja terhadap sesama manusia. "Yang penting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin dan keadaan musuh-musuh mereka. Kepada mereka. tak shalat tak mengapa. setan membisik-kan. dilakukan. jangan mendustai atau menipu mereka walaupun kamu tidak shalat. 5. "Engkau lebih baik dari orang lain. "Yang penting adalah hati dan niat baik. Bukankah Rasulullah mengatakan." Urusan pemerintahan. 4. "Dien (Islam) adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik). bukan bersatu dalam kekacauan dan perbedaan aqidah. Sehingga akibatnya banyak kebaikan yang tidak terlaksana atau dilakukan namun secara serampangan dan asal-asalan. sepanjang engkau lalui waktu malammu tanpa menyimpan dengki dan kebencian terhadap manusia. karena itu adalah masalah keduniaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan agama. karena mencu-kupkan diri dengan niat baik saja! Kepada kalangan yang berkecim-pung di politik. biarlah orang kafir saja yang mengatur. Kelompok ini menjadikan persatuan sebagai hal paling penting. tetapi harus di atas dasar dien. untuk mencegahnya dari beramal lebih baik. "Yang paling penting adalah menyatukan barisan kaum muslimin. dibisikinya pula. Akibatnya yang bersangkutan meninggalkan banyak amal shaleh. misalnya kita perhatikan orang yang berpuasa sunah Senin dan Kamis ketika kita tidak . agar melakukan amal kebaikan atau pun menggambarkan surga dengan cara aneh pula." Setan membisiki setiap orang yang beribadah agar memperhatikan kelakuan orang-orang yang berada di bawahnya dalam beramal shaleh. 6. termasuk urusan politik. namun dengan tergesa-gesa tanpa perhitungan. Dengan demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politik. cukuplah sudah”. Menunda Kebaikan atau Melaku-kannya Secara Asal-Asalan. Membisiki Manusia Sebagai Orang yang Terbaik Di sisi lain.penambahan-penambahan di sana sini atau pun pengurangan-pengurangan. Ibadah biarlah dilakukan kalangan ahli ibadah saja. Tak terhitung jumlah hadits yang direkayasa untuk menakut-nakuti manusia dari neraka. Membisikkan Bahwa yang Penting Bersatu. 3. Apa yang tidak disunnahkan Nabi. sedang agama hanya mengatur hubungan dengan Allah saja. Kepada yang lain. bahwa agama adalah muamalah?" Sebagai hasilnya. Terkadang setan membisikkan ke dalam hati manusia. engkau melakukan shalat. asal tidak jahat terhadap sesama manusia. setan membisikkan di dalam hati manusia. Padahal yang dituntut dari kita adalah sebaliknya yaitu merasa kurang di dalam kebaikan. Datang pula kelompok lain dengan pendapat. banya orang yang berprinsip. namun bukan dengan niat menentang Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Memang benar umat Islam harus bersatu. walaupun dibandingkan masalah aqidah! Dasar mereka ialah musuh-musuh Allah sedang gencar ingin menghabisi Islam. sebaliknya yang disunnahkan Nabi justru ditinggalkan. Membisikkan bahwa Islam Hanya Mengatur Hubungan dengan Allah Saja. melainkan membela beliau. "Engkau zuhud dengan mening-galkan semua urusan dunia. Sebagian manusia dibisiki agar merekayasa hadits palsu yang disandar kan kepada Rasulullah sambil berdalih. baik itu amal yang bersifat individual maupun kolektif 7. sementara orang lain banyak yang tidak shalat. “Kami memang berdusta mengarang hadits. Salah satu bisikan jahat setan ialah agar umat Islam dalam melakukan kebaikan bersikap menunda-nunda atau sebaliknya melakukannya. setan jin membisikkan.

tak tahu diri. Mudah-mudahan Allah senantiasa membantu kita mengalahkan musuh nyata kita. kebajikan dan taqwa Berbuat baik kepada ibu & bapa Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa . Wallaahu ‘a'lam. yaitu setan. "Wahai Rabbku!. ia memperdayakan kita agar kita merasa sudah cukup. setan terkadang membisiki hati kita. Bukan level kamu melibatkan diri dalam tugas da'wah! Urusan da'wah hanya untuk orang berilmu tinggi saja! Kalau kamu melibat-kan diri juga dalam tugas da'wah. dan selalu berdzikir memohon perlindungan kepada Allah. Akhirnya. banyak-banyak membaca al-Qur’an. marilah kita sama-sama berdo’a dengan do’a yang diajarkan Allah. "Kamu harus tawadhu. Terapinya. kamu berarti sombong. Menjadikan Satu Kebaikan Sebagai Penghalang Kebaikan yang Lain Untuk menjauhkan kita dari tugas dakwah. Tetapi setan sangat jahat dan lihai. Wajib menutup aurat Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya mahramnya. aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan jahat setan dan aku berlindung kepadamu Rabbku mereka mendatangiku…" (Al-Mu'minun ayat 97-98)." Setan terus menekan kita sampai mencapai derajat di mana kita merasa tak berguna dan tak mampu memikul tugas da'wah'. sudah hebat dan sempurna. niscaya akan ditinggikan-Nya. Citi-Ciri Wanita Shalihah Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah. dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah swt. dengan berbagai cara.melakukannya. 8. siapa yang tawadhu karena Allah. baik setan jin maupun manusia. Padahal kita akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kemampuan yang seharusnya kita pergunakan untuk tugas da'wah itu. membiasakan melakukan dzikir pagi dan sore. Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu : Taat kepada Allah dan RasulNya Taat kepada suami Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut : Taat kepada Allah dan RasulNya Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah swt? Mencintai Allah swt dan Rasulullah saw melebihi dari segala-galanya. sehingga kita merasa tak perlu belajar dari orang lain. Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran.

maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. kebersihan fisik dan kecantikannya serta kebersihan rumahtangga. 2. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka. Bukan itu saja. Sentiasa memelihara diri.Bersikap baik terhadap tetangga Taat kepada suami Memelihara kewajiban terhadap suami Sentiasa menyenangkan suami Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah. Firman Allah swt di dalam surah al-Jathiah. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah swt hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit. ayat 23: artinya: "Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Lupa mengingat Allah Karena terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak. di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya." Sabda Rasulullah saw: artinya: "Tidak sempurna iman seseorang dari kamu. Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Tidak cemberut di hadapan suami." (Riwayat Tarmizi) Mengingati Allah swt bukan saja dengan berzikir. Firman Allah swt di dalam surah al-An'am: artinya : "Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan . Faktor-faktor tersebut ialah : 1. sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembargemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita. tetapi termasuklah menghadiri majlismajlis ilmu. Mudah tertipu dengan keindahan dunia Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Tidak meninggikan suara melebihi suara suami Tidak membantah suaminya dalam kebenaran Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya. Tidak menolak ajakan suami untuk tidur Tidak keluar tanpa izin suami.

dan orang-orang yang memelihara shalat. Bersikap suka menunjuk-nunjuk. maka akan kita lihat beberapa standar diantaranya Al-Qur'an dan As-Sunnah dan penjelasan para ulama." 3. Penelitian itu didasarkan atas dua hal yaitu sejauh mana kesadaran beragama (religious counsciousness) dan pengalaman beragama (religious experience). Ciri-ciri Orang Yang Matang Beragama Islam "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Seperti pada sepuluh ayat pertama pada Surah Al-Mu'minun dan bagian akhir dari Surah Al-Furqan.sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. AL-QUR'AN Kriteria yang diberikan oleh Al-Qur'an bagi mereka yang dikategorikan orang yang matang beragama Islam cukup bervariasi. oleh karena itu tidakkah kamu berfikir. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Mudah terpedaya dengan syahwat 4. perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholichah. Lemah iman 5. yaitu orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. Mereka yang khusyu' shalatnya Menjauhkan diri dari (perbuatan-perbuatan) tiada berguna Menunaikan zakat Menjaga kemaluannya kecuali kepada isteri-isteri yang sah Jauh dari perbuatan melampaui batas (zina. dan lain-lain) Memelihara amanat dan janji yang dipikulnya .hara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. Apabila standar itu kita coba terapkan pada seseorang yang secara spesifik beragama Islam. khoirul mata' al mar'atus sholich Dunia adalah perhiasan.10) Ilmu jiwa agama adalah suatu bidang disiplin ilmu yang berusaha mengeksplorasi perasaan dan pengalaman dalam kehidupan seseorang. homoseksual. Ad-dunya mata' . maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (QS. Dan orang-orang yang memeli. Al-Mu'minun : 1 .

Muslim). menurut Ali r. Bukhari). AlFurqan : 63 . seperti : "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya hendaknya dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri" (HR. tidak membunuh. sehingga dia betul-betul menjaga hubungan "hablum minallah" (hubungan vertikal) dan "hablum minannaas" (hubungan horizontal). bersabar. tidak memberi persaksian palsu dan jauh dari perbuatan sia-sia. Sehingga tidak jarang Nabi SAW menganjurkan dengan cara peringatan. memperhatikan Al-Qur'an. demikian juga dia menghormati tetangganya. saudara sesama muslim dan sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya. Muslim).Memelihara shalatnya (QS. Dan inti taqwa itu ada empat. tidak berzina Suka bertaubat.a. Ringkas kata. bahwa klimaks orang ciri keagamaannya matang adalah apabila orang tersebut bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan demikian petunjuk-petunjuk itu mengarahkan kepada seseorang yang beragama Islam agar dia menjaga lidah dan tangannya sehingga tidak mengganggu orang lain.10) Merendahkan diri dan bertawadlu' Menghidupkan malamnya dengan bersujud (Qiyamullail) Selalu takut dan meminta ampunan agar terjauh dari jahanam Membelanjakan hartanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir Tidak menyekutukan allah. Peringatan shahabat Ali r.. Sementara ciri-ciri lain disebutkan cukup banyak bagi orang yang meningkatkan kualitas keimanannya. dan mengharap keturunan yang bertaqwa (QS.a.67) AS-SUNNAH Rasulullah SAW memberikan batas minimal bagi seorang yang disebut muslim yaitu disebut muslim itu apabila muslim-muslim lain merasa aman dari lidah dan tangannya (HR. Mengamalkan isi Al-Qur'an Mempunyai rasa takut kepada Allah sehingga berbuat sesuai dengan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya Merasa puas dengan pemberian atau karunia Allah SWT meskipun terasa sedikit Persiapan untuk menjelang kematian dengan meningkatkan kualitas keimanan dan amal . dia berpedoman kepada petunjuk Al-Qur'an dan mengikuti contoh praktek Rasulullah SAW. "Tidak beriman seseorang kepada Allah sehingga dia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dari pada kecintaan lainnya.. "Tidak beriman seseorang sampai tetangganya merasa aman dari gangguannya" (HR. Bukhari dan Muslim)." (HR. Al-Mu'minun : 1 .

bermuka manis. Sengaja kami batasi agama Islam karena pembahasan ciri-ciri beragama secara umum terlalu luas. Ahmad) Dia terbina nafsu seksualnya yaitu diarahkan kepada perkawinan yang dihalalkan Allah SWT sehingga dapat menghasilkan keturunan yang shaleh dan bermanfaat bagi agama dan negara. ekonominya. senang atau benci. sehingga dia menyibukkan diri untuk meraihnya Dia terbina pemikirannya sehingga akalnya diarahkan untuk memikirkan ayat-ayat Allah Al-Kauniyah (cipataan-Nya) dan Al-Qur'aniyah (firman-Nya). Dia terbina perasaannya sehingga segala ungkapan perasaan ditujukan kepada allah. . Demikian secara ringkas kami paparkan kriteria ideal untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana kematangan beragama Islam seseorang. Dia terbina keimanannya yaitu selalu menjaga fluktualitas keimanannya agar selalu bertambah kualitasnya Dia terbina ruhiyahnya yaitu menanamkan pada dirinya kebesaran dan keagungan Allah serta segala yang dijanjikan di akherat kelak.shaleh Sedangkan Ibnul Qoyyim. semuanya karena Allah. tidak menyakiti orang lain dan berbagai akhlak mulia Dia terbina kemasyarakatannya karena menyadari sebagai makhluk sosial. menyantuni yang tidak mampu. kegotang-royongannya. dan lain-lain Dia terbina keamuannya sehingga tidak mengumbar kemauannya ke arah yang distruktif tetapi justru diarahkan sesuai dengan kehendak Allah. maka sungguh orang yang beragamalah yang akan terhindar dari penyakit stress. marah atau rela. baik yang besar atau pun yang kecil. menyebutkan 9 kriteria bagi orang yang matang beragama Islamnya. kata Robert Bowley. Berlindung Dari Fitnah Berlindung kepada Allah. dia harus memperhatikan lingkungannya sehingga dia berperan aktif mensejahterakan masyarakat baik intelektualitasnya. ulama abad ke 7. Dan perlu kita ingat dalam kondisi masyarakat yang komplek dengan problematika kehidupannya. Dia terbina akhlaknya dimana kepribadiannya di bangun diatas pondasi akhlak mulia sehingga kalau berbicara dia jujur. Dan itu merupakan jalan yang paling tepat untuk terlepas dari kejahatan fitnah-fitnah itu. khususnya pada masa-masa fitnah sedang menyebar dan merajalela merupakan sebuah keharusan dan hal yang amat penting. Kemauan yang mendorongnya selalu beramal shaleh Dia terbina kesehatan badannya karena itu dia memberikan hak-hak badan untuk ketaatan kepada Allah karena Rasulullah SAW bersabda : "Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan dicintai Allah daripada mukmin yang lemah" (HR.

. sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka Allah subhanahu wata’ala menganjur kan agar kita berlindung kepada-Nya dari segala gangguan syetan. Oleh karena itu. serta huru-hara Akhirat. (QS." (HR. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminta perlindungan dari jahatnya fitnah kekayaan. 25:74) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan do’a. minta keselamatan dan terbebas dari segala keburukannya. 12:33) Harta benda juga merupakan fitnah yang harus dimintakan perlindungan kepada Allah dari keburukannya.” (QS. (QS. Merupakan fitnah dunia yang sangat besar bagi seorang laki-laki adalah fitnah (ujian/godaan) wanita." Fitnah Syetan Syetan adalah fitnah bagi manusia. anugerahkanlah kepada kami isteriisteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). agar manusia tertipu dan tersesat. pembunuhan dan peperangan. Fitnah ujub. Fitnah syetan termasuk sangat besar. maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Oleh karena itu Nabi Yusuf ’alaihis salam tatkala khawatir terhadap fitnah wanita. Fitnah kematian. Dia selalu menghiasi keburukan sehingga tampak indah dan baik. dan di sisi Allahlah pahala yang besar. penghimpunan manusia di padang Mahsyar. tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka)dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh". “Dan orang-orang yang berkata. dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. salah satunya adalah. “Dan katakanlah. 23:97-98) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa do’a dan dzikir kepada Allah merupakan senjata ampuh bagi seorang muslim untuk menghadapi gangguan syetan. beliau mengatakan. maka sungguh akan menggugah hati untuk menyelamatkan diri darinya dan mendorong untuk berlindung kepada Allah subhanahu wata’ala. al-Bukhari. Allah subhanahu wata’ala berfirman. seperti fitnah kehidupan dunia dengan iming-iming nafsu dan syahwatnya. sebagaimana dalam firman-Nya. Fitnah Dunia Fitnah dunia beserta isinya. sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits shahih tatkala berlindung dari berbagai fitnah dunia. dari kedatangan mereka kepadaku". 64:14-15) Oleh karena itu seorang hamba harus memohon kepada Allah agar menjadikan keluarga dan anak cucunya sebagai qurrata ain.“Ya Rabbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan.Jika seseorang memperhatikan berbagai macam fitnah. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). kesenangan dan syahwat mengharuskan kita untuk selalu berlindung kepada Allah dari keburukannya. “Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka. Ia selalu menggoda manusia dan mendampingi semenjak lahir hingga menjelang kematiannya. Seorang muslim sadar bahwa keluarga dan anak-anak adalah merupakan fitnah dan ujian hidup. artinya. besar kepala dan sebagainya.” (QS. "Dan (aku berlindung) dari buruknya fitnah kekayaan. penyejuk hati dan pembawa kebaikan. "Dan aku berlindung kepadaMu dari (keburukan) fitnah hidup. "Ya Rabb kami. Fitnah tersumbatnya suara kebenaran dan merebaknya kebatilan. merupakan sebuah penggalan hadits) Keluarga dan anak-anak juga merupakan fitnah dunia sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala. Fitnah kekacauan. berupa permainan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabbku. “Hai orang-orang yang beriman.

"Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal. sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala tatkala menyebutkan di antara sifat hamba Allah. Muslim) Fitnah Jahannam Merupakan salah satu fitnah akhirat adalah fitnah adzab Jahannam. "Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan kejahatan syetan beserta sekutunya." (HR Abu Dawud. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. "Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dan sore (doa). Ahmad dan alHakim. Oleh karena itu dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung dari adzab kubur. siapa Nabinya dan seterusnya. artinya. Tentang kapan munculnya dajjal. dan sanadnya hasan) Dan tatkala Abu Bakarradhiyallahu ‘anhu." Dan di dalam riwayat yang lain disebutkan. yang penting adalah bahwa seseorang tidak akan dapat selamat dari fitnah dajjal kecuali atas perlindungan Allah subhanahu wata’ala. maka tidak seorang pun mengetahuinya. Termasuk fitnah akhirat yang besar adalah fitnah kubur. dan dengan keutamaan serta rahmat-Nya kita dimasukkan ke dalam surga. Oleh karena itu Allah subhanahu wata’ala menganjurkan kepada kita untuk berlindung dari adzab Jahannam tersebut. "Dengan menyebut Nama Allah. Sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta perlindungan kepada-Nya dari fitnah dajjal tersebut. 25:65-66) Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam . Semua itu harus dimohonkan perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala agar kita selamat dari malapetaka nya.” (Dia ucapkan) sebanyak tiga kali maka tidak akan membahayakannya segala suatu apapun. Semoga Allah menjaga kita darinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengajar kan sebuah kalimat (doa) yang diucapkan ketika pagi dan sore hari. "Ya Rabb kami.” (QS. Fitnah al-Masih ad-Dajjal Fitnah dajjal adalah termasuk fitnah terbesar yang akan dialami manusia menjelang hari Kiamat. Jika dia seorang yang istiqamah di atas agama Allah maka akan selamat dan dapat berbicara serta menjawab sesuai yang diridhai Allah subhanahu wata’ala. yang dengan menyebut-Nya maka tidak berbahaya segala sesuatu yang berada di bumi dan di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. yang artinya “Dan orang-orang yang berkata. Jika dia menyepelekan agama dan zhalim maka akan mendapatkan kerugian dan mengucapkan kalimat kekufuran. Beliau bersabda. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. yaitu pertanyaan di kubur terhadap seorang hamba tentang siapa Rabbnya. kita berlindung kepada Allah dari hal itu. apa agamanya. at-Tirmidzi. dan dia merupakan salah satu tanda akan terjadinya Kiamat Kubra (kiamat besar). Dalam sebuah hadits shahih. maka di antara yang diajarkan beliau adalah berlindung kepada Allah dari syetan dan sekutunya.Diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. artinya." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad. dishahihkan oleh adz-Dzahabi) Fitnah Akhirat Fitnah akhirat dimulai sejak seseorang masuk ke alam kubur hingga datangnya hari Kiamat dengan kedahsyatannya. jauhkan azab jahannam dari kami. sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasan yang kekal". at-Tirmidzi. "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal.Abu Dawud.

"Wahai Nabi Allah. (QS.” Maka Allah subhanahu wata’ala menurunkan ayat. "Ya Allah penuhilah untukku apa yang Kau janjikan. ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu. menghadap ke kiblat sehingga kain yang ada di pundaknya terjatuh. karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.kanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir". (QS. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat ke arah kaum musyrikin yang berjumlah seribuan orang sedangkan shahabat beliau hanya tiga ratus tiga belas orang. "Hai kaumku. Dan ampunilah kami Ya Rabb kami. ya Allah datangkanlah kepadaku apa yang Kau janjikan. sebagaimana firman Allah. "Ketika terjadi perang Badar. berada dalam penindasan kaum salibis. mereka pun berdo'a. Oleh karena itu Allah subhanahu wata’ala menyebutkan tentang orang-orang mukmin pengikut Thalut alaihissalam. (HR Muslim) Amat banyak saudara kita di negeri Islam yang sedang menghadapi ujian dan cobaan dari orang kafir. penyebar ilmu. Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". tuangkanlah kesabaran atas diri kami. 17:37) Fitnah ini hendaknya diwaspadai khusunya oleh para aktivis dakwah. agar segera mengentaskan musibah tersebut dengan secepatnya. "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut". Allah subhanahu wata’ala berfirman. janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Maka kita hendaknya senantiasa memohon kepada Allah. Dia lalu mendekat dari arah belakang Nabi dan berkata. lalu diperkenankan-Nya bagimu. 10:84-86) Allah subhanahu wata’ala juga menyebutkan tentang Nabi Ibrahim dan kaumnya yang berd’oa kepada Allah. 2:250) Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang kaum Nabi Musa. dan kokoh. “Berkata Musa. telah cukup permohonanmu kepada Allah. jika kamu benar-benar orang yang berserah diri".berlindung kepada Allah dari adzab Jahannam Fitnah Orang Kafir Salah satu fitnah yang dihadapi oleh orang mukmin di setiap tempat dan waktu adalah permusuhan orang-orang kafir. dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir"." Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus-menerus berdoa dengan menengadahkan tangan. terpedaya dan bangga diri merupakan fitnah yang selayaknya dimintakan perlindungan kepada Allah. janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. “Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka. “(Ingatlah).” (QS. zionis dan kapitalis. "Ya Rabb kami. sesungguhnya Dia akan memberikan untukmu apa yang Dia janjikan kepadamu. jika kamu beriman kepada Allah. "Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami. Lalu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu datang mengambil kain itu kemudian meletakkannya kembali di pundak beliau. maka Engkau tidak disembah di muka bumi. tatkala menghadapi musuh mereka Jalut dan tentaranya maka mereka berlindung kepada Allah dengan berdoa. artinya. (QS. Fitnah Ujub dan Bangga Diri Ujub. Lalu mereka berkata. 8:9). para . Sesungguhnya Engkau. 60:5) Disebutkan dalam sebuah hadits shahih dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu dia berkata. Ya Allah jika Kamu binasakan sekelompok ahlul Islam ini. "Ya Rabb kami. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. maka bertawa-kallah kepada-Nya saja. (QS. Maka beliau menghadap kiblat lalu menengadahkan tangan berdoa kepada Rabbnya.

dan seluruh orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. dan sesungguhnya Kami benarbenar memeliharanya.” (QS.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia.2004 'Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. agar jangan menjadikan amalnya sebagaimana amal yang Dia firmankan. Karena Allah SWT. dengan banyak berlindung dan bersandar kepada Allah subhanahu wata’ala. Yusuf Qardawi Tanggal: 18. dan penghias dadanya. Abdul Hamid bin Abdur Rahman al-Suhaibani Berinteraksi Dengan Al-Qur'an Penulis: Dr. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. 25:23).pejuang dan orang semisal mereka yang banyak dibutuhkan olah umat Islam di zaman ini. “Dharuratu alluju’ ilallah ‘inda hudutsil fitan. dan keluarganya serta para sahabatnya. Sesuai firman Allah SWT 'Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. mereka adalah orang-orang yang beruntung. mendukung dan membantunya.' (Huud:1) . Kitalah. Sumber: Kutaib. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: 'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. kaum muslimin. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: '(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. cahaya hatinya juga penghilang kesedihannya adalah Al Qur'an: Nabi Muhammad bin Abdullah. Maka apakah kamu tiada memahaminya?' (Al Anbiyaa: 10).02. Rabb kita juga.' ( Al Kahfi: 1-3) Salawat serta salam bagi Nabi yang mu'jizatnya Al Qur'an. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. serta mengikuti cahaya yang diturunkan kepadaanya.” DR. Amma ba'du: Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia.' (Al Hijr: 9). yang beriman dengannya. akhlaqnya Al Qur'an. telah menjamin untuk memeliharanya. yang mengerjakan amal saleh.Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. sebagai bimbingan yang lurus. “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang terakhir. imamnya Al Qur'an. lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. Hendaklah mereka hati-hati dari fitnah ini.

Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. kecuali Al Qur'an ini. Ia juga dihapal oleh anakanak kecil kaum Muslimin. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. idgham (digabungkan). media cetak. baik itu kitab agama atau kitab biasa. mana yang harus ghunnah (dengung). yaitu surah at Taubah. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. Kecuali satu surah saja. penj. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. dihapal dan dijelaskan. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril).. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. suatu kitab. Ayat-ayatnya dibaca.a. kecuali Al Qur'an. Dan salah seorang dari mereka. didengarkan. baik itu lelaki maupun perempuan. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. dalam masalah Al Qur'an ini. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. Karena. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. bagi Al Qur'an. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan 'ilmu tajwid Al Qur'an'. 'Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. izhhar (jelas). Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. Allah SWT menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. dan malah hurup-hurupnya--. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). Al Quran berisikan seratus empat belas surah. kalimat-kalimat serta lafazh-lafazhnya saja. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. jika Anda tanya: 'siapa namamu?' --dengan bahasa Arab-. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu.' ( Fush-shilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini.). baik dengan tulisan atau bacaan. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Ia tidak dimulai dengan basmalah.' (Al Israa: 9) . sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya.'Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. dan jalan yang paling lurus. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. Hingga saat ini. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. di dalam hati mereka. Ia menghapal Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: 'Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi).' (An Nuur: 35). seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: 'Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk.' Seperti dalam firman Allah SWT: 'Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)'. di samping cahaya fithrah dan akal: 'Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis).' (At Taghaabun: 8). membongkar kebatilan-kebatilan. dan dia adalah 'cahaya yang istimewa'. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai 'cahaya'. Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. dan kitab yang menerangkan. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Seperti dalam firman Allah SWT: 'Hai manusia. dalam banyak ayat. kemudian ia memperjelas yang lain. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. Ia membuka hal-hal yang samar. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. menolak syubhat (kesamaran). Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firman-Nya: 'Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya.' (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas. menjelaskan hakikat-hakikat.' ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah 'cahaya' yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya.'Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah.' (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan .' (An Nisaa: 174) 'Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan.

membenarkan apa yang sebelumnya. Al Qur'an juga mengungguli kitabkitab suci sebelumnya. Ia juga bertujuan untuk menghubungkan manusia dengan Rabbnya. Dan jika jiwa itu rusak. kitab bagi seluruh zaman. kenabian. kitab suci yang menjadi mukjizat. yang jika jiwa itu telah bersih niscaya bersih dan baiklah seluruh masyarakat.kitab-kitab suci lainnya. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. agar manusia hanya menyembah-Nya semata dan bertaqwa kepada-Nya dalam seluruh urusannya. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. Al Qur'an juga bertujuan untuk membersihakan jiwa manusia. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. dan balasan atas amal perbuatan. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: 'Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahan-tambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. yang merupakan pokok utama dalam bangunan keluarga. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: 'Maha Besar Allah.' (AlMaaidah: 48) Al Qur'an --sebagaimana ia diturunkan oleh Allah SWT-. kitab suci bagi agama seluruhnya. Ia adalah kitab Ilahi. niscaya rusaklah masyarakat seluruhnya. kitab suci yang dijamin pemeliharaan keautentikannya. Al Qur'an juga membangun umat yang saleh. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. terutama bagi kalangan yang lemah dan tidak berpunya. saat mentari pagi telah bersinar. Yaitu yang berkaitan dengan pokok-pokok aqidah dan akhlak. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. Setelah itu. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. yang diciptakan untuk memberikan manfaat bagi manusia dan memberikan petunjuk bagi mereka. serta mentadabburi dan . Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan yang dibidiknya. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. membaca dan mendengarkannya. Ia juga berusaha membentuk keluarga yang kemudian menjadi pangkal kedirian suatu masyarakat. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. dan kitab suci bagi seluruh manusia. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. ia akan memadamkan pelita-pelita'. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. Juga mengajarkan sikap adil terhadap kalangan perempuan. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia.mempunyai keunggulankeunggulan yang membuatnya istimewa dibanding kitab suci lainnya. kitab yang memberikan penjelasan dan dimudahkan untuk dipahami.

Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: 'Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. mengetahui tujuan-tujuannya.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. . yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. namun ia juga petunjuk itu. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. memahami rahasia-rahasianya. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia.merenungkannya. undang-undang bagi aturan politik. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. karena ia adalah objek kita. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya.' (Al Jumu'ah: 5). yang dapat berakibat patal jika dilanggar. mengerjakan ajarannya. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. dengan bertumpu --terutama-. Namun yang disayangkan. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. mereka menghapal hurup-hurupnya. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. namun kafir dengan sebagiannya lagi. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. membebaskan negeri-negeri. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an.pada Al Qur'an itu sendiri. serta peradaban ilmu dan iman. Kita juga berkewajiban untuk berlaku baik terhadapnya dengan memahami dan menafsirkannya. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya.

Beriman kepada kebangkitan sesudah mati ( lihat Q.net) BERIMAN KEPADA YANG GHOIB Beriman adalah ungkapan keyakinan dan kepercayaan terhadap sesuatu.S Al Anbiya: 104. dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya.Sedangkan neraka sebagai tempat penyiksaan bagi orang-orang kafir dan dzalim yang ingkar kepada Allah SWT dan tidak mentaati rasul-rasul-Nya ( lihat Q. Diantara yang harus kita yakini terhadap hal-hal ghoib ini adalah. Al An`am: 160 dan Al Anbiya : 47 ) Beriman kepada syurga dan neraka. Termasuk beriman kepada hari kemudian adalah beriman kepada fitnah dan pertanyaan di . surga dan perjumpaan dengan Allah SWT diakhirat serta hidup sesudah mati. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. semua itu ghoib. Karena informasi itu dari Allah SWT melalui Rasul-rasul-Nya.' (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan." Sedangkan ulama lain bernama Atho` berkata. Termasuk beriman kepada hari akhirat adalah . "Orang yang beriman kepada Allah SWT berarti dia beriman kepada yang Ghoib.seperti yang dilakukan oleh Bani Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka.S Al Ghosiyah: 25-26. banyak hal yang Allah SWT berikan kepada kita melalui kitab suci Al Qur`an dan informasi-informasi Rasulullah SAW dan kita hanya diminta. untuk meyakininya sedangkan kita tidak pernah melihatnya dan tidak bisa membuktikannya secara empiris sampai kita mengalaminya nanti." ( H. Syurga sebagai tempat yang menyenangkan bagi orang-orang yang bertaqwa ( lihat Q. maka kita beriman dan meyakini kebenarannya. Berbeda dengan orang atheis yang menolak hal seperti itu. "Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa alas kaki dan telanjang. kitab-kitab dan Rasul-rasul. Rasulullah SAW bersabda. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT.S Al Qiyamah ) Beriman kepada hari Akhirat. Beriman kepada yang ghoib menurut seorang ulama bernama Abul Aliyah. (qaradawi. Ghoib adalah segala sesuatu yang tidak tampak oleh panca indra manusia. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini.S. Bukhori dan Muslim ) Beriman kepada perhitungan dan pembalasan sesuai dengan perbuatannya ( lihat Q. Al Kahfi:29 dan Al Ahzab:64-66 ).Al Bayyinah: 7-8 dan Al Ahzab:17 ). dan Al Mukminun: 15-16 ). Seperti difirmankan oleh Allah SWT: 'Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. Beriman kepada akan terjadinya hari kiamat ( lihat Q. "Beriman kepada Allah SWT." Kehidupan kita memang untuk ujian. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk. malaikatmalaikat.S Al Imran:131. sebagai orang yang beriman.R.

Adz-Dzariyat:56) Allah menciptakan kita bukan untuk sia-sia. Satu syarat saja tidak diterima Allah. Paling utama adalah Lailaha illallah dan paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalanan. Merasa takut untuk bermaksiat karena pedihnya siksaan dihari itu. tetapi karena tujuan mulia yaitu untuk beribadah kepada-Nya. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. "Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (QS. puasa. bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu. dan daripadanya Allah menciptakan istrinya.S Al An`am:93 dan Ghofir:46 ). Kita menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannyaNya adalah ibadah. seperti dalam penjelasan Nabi saw bahwa cabang-cabang keimanan itu lebih dari enam puluh atau lebih dari tujuh puluh cabang. Tapi ibadah itu tidak berarti positif dunia maupun akhirat sampai memenuhi dua kriteria: Kriteria pertama. dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. sampai betul memenuhi kedua persyaratan itu (lihat surat Al-Kahfi:110 dan Al-Mulk:2) Aqidah Salaf As-Sholih "Hai sekalian manusia. Dan beriman terhadap adanya siksa kubur atau kenikmatan di dalamnya ( lihat Q. Kita berbuat kebaikan kepada sesama muslim bahkan sesama manusia atau kepada binatang sekalipun karena Allah adalah ibadah." (QS. Dan Rasulullah SAW memperingnatkan kita agar selalu berlindung dari adzab kubur (H."(Al-Hijr:99). yaitu. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Arti Ibadah "Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai mati mendatangimu.R Bukhori dan Muslim ). Ibadah adalah kata yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. ibadah itu harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw. Kriteria kedua. Paling tidak ada 3 keuntungan bagi orang yang beriman kepada yang Ghoib. Jadi Ibadah itu artinya luas bukan hanya ibadah mahdhoh (murni) saja seperti shalat.R Muslim ).kuburan ( H. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Mendorong untuk beramal sholeh dengan harapan pahala dihari kemudian. zakat dan haji. 4:1) . Hiburan bagi orang beriman kalau tidak memperoleh kenikmatan dunia karena akan mendapatkannya yang jauh lebih baik dari dunia dan seisinya. ibadah itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah.

kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Al-Baqarah:285). Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb mereka (sesuatu apapun) (59). (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-easul-Nya". dan hisabnya hanya kepada Allah. dan mereka mau mengerjakannya. Lalu ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka (dalam mengerjakan perintah tersebut)." (QS. Karena pemahaman sesungguhnya harus menyeluruh dan kita terima tanpa tawar menawar. Maka ia (Muhammad) memerintah kepada mereka. niscaya sia-sialah syahadat. sehingga bapak dan anakanak mereka tersebut mau bersyahadat sebagaimana syahadat mereka. memerangi/membunuh bapak dan anak-anak mereka. Mereka mau mengerjakan hal itu." Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka (60). sampai-sampai ada diantara mereka yang membawa kepala bapaknya. dan hijrah sebagaimana mereka hijrah. Allah memerintahkan kepadanya (Muhammad) agar menyuruh mereka berhijrah menuju Madinah.Pendahuluan Kebangkitan dunia Islam telah menyadarkan banyak orang tentang kekuatan Islam. telah mengajarkan aqidah tauhid kepada para shabatnya. Hal itu sangat berbahaya. dengan hati yang takut. dan mereka mau mengerjakannya. hanya saja kebangkitan tersebut perlu lebih diarahkan kepada satu asas dan bingkai yang diterima oleh semua pihak yang secara jujur membawa misi Islam. Ia memerintah kepadanya (Muhammad) agar memerintah mereka bertawaf (mengelilingi) Ka'bah . Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka (dalam mengerjakan perintah tersebut). Mereka digambarkan oleh Allah SWT dalam firmanNya. Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka. untuk menyatakan bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwasanya dia (Muhammad) adalah utusan-Nya. Penyimpangan tersebut bervariasi. "Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus nabi kita Muhammad saw. Maka tatkala mereka telah mau mengatakan bersaksi seperti itu. terjaminlah darah dan hartanya. Arah dan bingkai tersebut tak lain dan tak bukan adalah manhaj Salafusshalih. Disamping itu Allah berfirman. dari yang besar sampai kepada dualisme pemahaman dengan maksud memilah-milah untuk kepentingan tertentu. demikian pula orang-orang yang beriman. Maka memerintahlah ia (Muhammad)." (QS. sambil berkata: "Wahai Rasulullah. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka (58). berupa perangkat pemahaman yang utuh dari ajaran Rasulullah saw. shalat sebagaimana shalat mereka. malaikatmalaikat-Nya. Mereka cinta kepada Allah SWT berharap hanya kepada Allah SWT dan tidak ada yang ditakuti kecuali Allah SWT. Salaf dan Aqidah Rasulullah saw sejak diutus oleh Allah SWT. kepada seluruh manusia. marilah kita simak ucapan Sufyan bin Uyainah berikut ini. otak dan urat nadi orang yang mencari kebenaran. Semuanya beriman kepada Allah. keagungan syariat-Nya. Al-Mukminun:57-60) Untuk melihat keutuhan aqidah Salaf. sehingga mengakui kebesaran Allah SWT. "Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. Hal tersebut tentunya untuk menghindari berbagai penyimpangan yang dialamai oleh sebagian ummat Islam. niscaya siasialah syahadat dan sholat mereka. karena dasarnya adalah hawa nafsu. meskipun kebangkitan tersebut tidak melalui kekuasaan. dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". juga sholatnya. seandainya mereka tidak mau mngerjakannya (sholat) maka sia-sialah ikrar/syahadat mereka tadi. kecuali dengan haknya. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hal itu dari hati nurani mereka. (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Rabb dan kepada Engkaulah tempat kembali. ia memerintahkan kepadanya (Muhammad) untuk menyuruh mereka sholat. inilah kepala pemuka orang-orang kafir. Allah memerintahkan mereka untuk kembali ke Mekkah. shalat dan hijrah mereka. Tetapi Islam memasuki kalbu. Demi Allah. Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. "Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (adzab) Rabb mereka (57). li'ilaa'i kalimatillah.

" Sufyan berkata: "Barangsiapa meninggalkan satu prinsip dari ajaran Islam. Inilah sunnah. kita akan menghukumnya. dengan cara istidlal dengan hujjah dan penjelasan. sifat-sifat-Nya dan membenarkan utusan-utusan-Nya dengan dalil dan keyakinan. ibadah artinya tunduk dan patuh. beritahukannlah aku suatu amal yang dapat memasukkan aku kedalam jannah dan menjauhkan akau dari . mengendalikan diri dari batasan yang dibuat-Nya dan menerima semua yang diajarkan-Nya melalui lisan nabi-Nya tanpa menolak atau menyimpangkannya. Secara lebih rinci Syaikh Abdurrohman Sa'di menyebutkan yang artinya :"Ibadah adalah sempurnanya ketaatan dan kepatuhan kepada perintahperintah Allah. 9) Demikianlah nasehat dan wasiat dari para ulama salaf. makna ibadah sangat luas.sampaikanlah dari akau. kemudian ijma' para Salaf As-Shaleh dan berpegang teguh terhadap keseluruhannya sampai hari kiamat serta menjauhi berbagai bid'ah yang diada-adakan oleh para penyesat. Maka ia (Muhammad) memerintah mereka untuk itu. yang mengyangkut dhohir maupun bathin. telah berkata." (QS. shalat. Demi Allah. 46). perang terhadap bapak mereka dan thawaf mereka. Secara syara'. seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. kita akan membatasi pada makna dhohirnya saja." (Shofwatul Atsr wal Mafaahim. Al-An'am : 162). Barangsiapa meninggalkannya karena malas atau meremehkan. Untuk itu kita menggali tauhid sedalam-dalamnya. shalat. sehingga mereka membawa harta mereka baik sedikit maupun banyak. seperti yang diungkapkan oleh imam Al-Laalikaa'i yang artinya: "Sesungguhnya hal yang paling wajib atas seseorang adalah ma'rifat terhadap dien dan apa-apa yang Allah bebankan kepada hamba-hamba-Nya berupa pemahaman tauhid terhadap-Nya. Demi Allah. Rabb semesta alam. andaikan mereka tidak mau mengerjakannya. ibadah adalah nama yang mencakup semua kebaikan yang mengarah kepada ridho Allah SWT. berhenti dari larangan-larangan-Nya. bagi kami ia adalah kafir. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka.. 'Aku telah berkata. apabila manusia bertanya kepadamu." Ia SWT berkata: "Katakanlah (hai Muhammad) kepada mereka!" "Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. dan mereka mau mengerjakannya. sebaiknya kita simak hadits Rasulullah SAW yang artinya : "Dari Mu'adz bin Jabal." (Syarh Ushul I'tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah oleh Al-Laalikaa'i Juz I hal." (Al-Ajurry. korbanku.sebagai ibadah dan mencukur rambut mereka sebagai lambang rendah diri. Untuk mengetahui detil dari rincian ibadah dhohiriyah itu. dan mereka mau mengerjakannya. 103 . niscaya sia-sialah syahadat.. Pada makalah ini. Salaf Dan Kaitannya Dengan Ibadah Secara bahasa. Kitabu Asy-Syari'ah hal. 'Ya Rasulullah. dari kalangan shahabat. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka.104). Seperti selalu kita baca yang artinya : "Katakanlah. hal. hanya untuk Allah. sekalipun hanya mendengarkannya. maka Ia memerintahkan kepadanya (Muhammad) untuk mengambil harta mereka sebagai sedekah yang menyucikan mereka. hijrah. hijrah dan haji serta perlawanan perang (yang mereka lakukan) terhadap bapak-bapak mereka. tabi'in dan seterusnya. dan ia menurut kita adalah kurang (imannya).. Dan sebaik-baik ucapan dan hujjah yang rasional adalah Al-Qur'an dan sabda Rasulullah serta perkataan shahabat. dalam mengerjakan syari'at-syari'at iman dan batas-batasnya.. Sesuai dengan difinisi diatas. hidupku dan matiku. maka sia-sialah syahadat. Shalatku.

Abu Ubaidah bin Al-Mursanna berkata yang artinya: "Sesungguhnya berlebih-lebihan didalam beribadah itu buruk. Beliau bersabda." (dinukil dari kitab Al-Hujjah fi Sairi Ad-Daljah karangan ibnu Rajab.' Nabi menjawab." Oleh karena itu Ibnu Mas'ud Rahimahullah mendapatkan bahwa ibadah para tabi'in itu lebih banyak dari para Shahabat. Tidak ada puasa yang lebih afdhal daripada puasa Daud. dan sedang-sedang saja itu bagus. selain buah ucapan mereka?" (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia berkata 'Hadits itu hasan shahih). sedangkan kita tetap berhenti. (QS. 'Maukah aku beritahukan kepada tentang kunci perkara itu semua?' Aku menjawab. Kemudian beliau bersabda. 'Pokok amal adalah Islam dan tiang-tiangnya adalah shalat dan puncknya adalah jihad. sedang bekal kita sedikit. 'Mau ya Rasulullah'. Lihatlah wasiat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA kepada Umar bin Khattab RA saat sudah dekat ajalnya. 'Ya Rasulullah. Mereka bertanya.' Kemudian beliau berkata. Demikian juga Allah Azza wa Jalla mempunya hak-hak disiang hari yang Ia tidak mau menerimanya dimalam hari. apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?' Maka beliau bersabda.17). Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima amalan sunnah sebelum amalan wajib dikerjakan. Dan . berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah. keatas hidungnya). 'Engaku telah bertanya tentang suatu perkara besar. 'Semoga selamat engkau! Adakah yang menjerumuskan orang keatas mukanya. mengeluarkan zakat. 'Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal dan tiang-tiangnya seta puncak-puncaknya? Aku menjawab. Yang harus menjadi catatan kita bahwa sebaik-baik ibadah itu adalah yang kontinyu dan berdasar petunjuk Nabi SAW. lengahpun buruk. sesungguhnya perjalanan amatlah panjang. dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya. 67). kedalam neraka. hal. (atau sabdanya.' Maka ia memegang lidahnya dan bersabda. ucapannya yang artinya: "Kalian (para tabi'in) lebih banyak puasa dan shalat daripada para shahabat Muhammad SAW padahal mereka lebih baik daripada kalian. namun juga oleh sejauh mana ia mengerjakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW." Oleh karena itu batasan yang diajarkan oleh Nabi SAW dalam kaitannya dengan ibadah dhahir ini diantaranya yang artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan Abdullah bin Amru untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu pekan. dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala atasnya." Kalau kita perhatikan kehidupan Salaf Ash-Shaleh akan kita dapatkan kesimpulan bahwa mereka persis seperti pernyataan: "Yaitu pendeta-pendeta diwaktu malam dan joki-joki diwaktu siang. Dalam sebuah riwayat diriwayatkan yang artinya: "Sesungguhnya aku akan memberimu sebuah wasit jika kamu mau menerimanya. sedang mereka berdo'a kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap.neraka. Demikian pula masalah puasa (yang paling afdhal) adalah puasa Daud Alaihissalam. 'Jagalah ini!' Aku berkata. mengerjakan shalat. sang isteri berperan untuk mengingatkan seperti riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Rojab Rahimahullah yang artinya: "Suatu malam isteri Habib (yakni Abu Muhammad Al-Fars) membangunkan dan berkata: Bangun hai Habib.' Kemudian beliau bersabda. Rombongan orangorang shaleh telah berlalu. AsSajdah : 16 . 'Apa sebabnya? Beliau menjawab. 'Mau. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Dalam riwayat selama tiga hari. 'Inginkah engkau kuberi petunjuk kepadamu akan pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai dan sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api dan shalat seorang ditengah malam. 'Karena mereka lebih zuhud dari kalian dalam masalah dunia dan lebih mengutamakan akhiratnya. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mempunyai hak-hak dimalam hari yang Ia tidak mau menerimanya disiang hari. Rasulullah bersabda." Bahkan kita dapatkan bagaimana kalau seseorang sudah kecapaian karena kerja keras di siang hari.' Kemudian beliau membaca ayat yang artinya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. orang yang membaca mengkhatamkannya lebih cepat dari itu tidak akan dapt memahaminya (Al-Qur'an). Keutamaan seseorang tidak hanya ditentukan dari kewajiban-kewajiban yang sudah dikerjakannya.

pertama : Ikhlas karena Allah SWT yaitu berdasarkan aqidah islamiyah yang benar. Dialah kunci menuju surga. Begitu pentingnya Aqidah ini sehingga Nabi Muhammad. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. umpamanya. Ibadah yang memenuhi satu syarat saja. Sehingga orang yang tidak kenal Allah SWT disebut kafir meskipun dia Profesor Doktor. Apalagi ini menyangkut kebahagiaan dan keberhasilan dunia dan akherat. Nilai perbuatan ini baik buruknya atau diterima atau tidaknya bergantung yang pertama. Ini disebut Rukun Iman. karena aqidah adalah landasan semua tindakan. yaitu: Nabi-nabi. Kedua : Mengerjakan ibadahnya sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. umpamanya ikhlas saja tidak mengikuti petunjuk Rasulullah SAW tertolak atau mengikuti Rasulullah SAW saja tapi tidak ikhlas.dalam masalah qiyam. An-Nisa':69) Pendahuluan Nilai suatu ilmu itu ditentukan oleh kandungan ilmu tersebut. adalah qiyam Daud. Pada keyakinan manusia adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya dari segala keraguan. amin. Para Rasul. karena faktor manusia. Sementara dari jalan sahabat Abu Umamah disebutkan bahwa jumlah para Rasul 313 (dikeluarkan oleh Ibnu Hibban di Al-Maurid 2085 dan Thabrani di Al-Mu'jamul Kabir 8/139)) agar mereka berjalan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta melalui wahyu yang dibawa oleh Sang Rasul. dan seluruh bentuk ibadah disebut sebagai cabang. Ini disebut amal sholeh. Maka apabila suatu ummat sudah rusak. Kitab-kitab.000 semuanya menyerukan kepada Tauhid (dikeluarkan oleh AlBukhari di At-Tarikhul Kabir 5/447 dan Ahmad di Al-Musnad 5/178-179). Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS. Aqidah secara bahasa berarti sesuatu yang mengikat. puasa. Aqidah menurut terminologi syara' (agama) yaitu keimanan kepada Allah. Hari Akherat. . dan keimanan kepada takdir Allah baik dan buruknya. Sang Pencipta. Dalam syariat Islam terdiri dua pangkal utama. Malaikat-malaikat. pada hakekatnya dia bodoh. Kemudian Allah bimbing mereka dengan mengutus para Rasul-Nya (Menurut hadits yang disampaikan Abu Dzar bahwa jumlah para Nabi sebanyak 124. Dia dalam tubuh manusia seperti kepalanya. Aqidah Islamiyah "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. penutup para Nabi dan Rasul membimbing ummatnya selama 13 tahun ketika berada di Mekkah pada bagian ini. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh." Semoga kita diberikan hidayah dan kekuatan untuk mengikuti para Salaf Ash-Shaleh Ridhwanullah alaihim. Makanya syarat diterimanya ibadah itu ada dua. Adakah yang lebih bodoh daripada orang yang tidak mengenal yang menciptakannya? Allah menciptakan manusia dengan seindah-indahnya dan selengkap-lengkapnya dibanding dengan makhluk / ciptaan lainnya. Bagian ini disebut pokok atau asas. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang mengenalkan kita kepada Allah SWT. Namun ada yang menerima disebut mu'min ada pula yang menolaknya disebut kafir serta ada yang ragu-ragu disebut Munafik yang merupakan bagian dari kekafiran. letaknya di hati dan tidak ada kaitannya dengan cara-cara perbuatan (ibadah). Semakin besar dan bermanfaat nilainya semakin penting untuk dipelajarinya. zakat. para shiddiqin. Kedua : Perbuatan yaitu cara-cara amal atau ibadah seperti sholat. bagian yang harus direhabilitisi adalah kepalanya lebih dahulu. Pertama : Aqidah yaitu keyakinan pada rukun iman itu. Disinilah pentingnya aqidah ini.

Makanya kita dapatkan keterangan para sahabat yang artinya berbunyi : "Kita diberikan keimanan sebelum Al-Qur'an" Nah. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya. jilid 1 hal. Sampai benar-benar memenuhi dua kriteria itu. Dia akan berjalan tanpa arah yang jelas dan penuh dengan keraguan dan menjadi pribadi yang sakit personaliti. pada masa pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib timbul pemahaman -pemahaman baru seperti kelompok Khawarij yang mengkafirkan Ali dan Muawiyah karena melakukan tahkim lewat utusan masing-masing yaitu Abu Musa Al-Asy'ari dan Amru bin Ash.maka amal tersebut tertolak." Taklid buta kepada perkataan tokoh-tokoh yang dihormati tanpa melalui seleksi yang tepat sesuai dengan argumen Al-Qur'an dan Sunnah. AsSunnah (jalan yang dicontohkan Nabi Muhammad). Karena itu dia menolak aqidah yang benar." Perkembangan Aqidah Pada masa Rasulullah SAW. Fanatik kepada peninggalan adat dan keturunan. lihat Syarh Shohih Muslim oleh Imam Nawawi. aqidah bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena masalahnya sangat jelas dan tidak terjadi perbedaan-perbedaan faham. Ringkasnya : Aqidah Islamiyah yang shahih bisa disebut Tauhid. ushuluddin (pokok-pokok agama). Para ulama menulis bantahan-bantahan dalam karya mereka. "Ikutlah apa yang telah diturunkan Allah. ahlul sunnah dan salaf. 126) dan dibantah oleh Ibnu Umar karena terjadinya penyimpanganpenyimpangan. Akibatnya berpaling dan tidak jarang menyalahi bahkan menentang aqidah yang benar. Berlebihan (ekstrim) dalam mencintai dan mengangkat para wali dan orang sholeh yang . bukan saja di dunia tetapi berlanjut sebagai kesengsaraan yang tidak berkesudahan di akherat kelak." (Apabila mereka akan mengikuti juga). dan tidak mendapat petunjuk. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. dan ushuluddin. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. maka ia ikut tersesat. Al-Fiqhul Akbar (fiqih terbesar). Sehingga apabila tokoh panutannya sesat." mereka menjawab: "(Tidak). Sedangkan manhaj (metode) dan contohnya adalah ahlul hadits. kalaupun terjadi langsung diterangkan oleh beliau. Timbul pula kelompok Syiah yang menuhankan Ali bin Abi Thalib dan timbul pula kelompok dari Irak yang menolak takdir dipelopori oleh Ma'bad Al-Juhani (Riwayat ini dibawakan oleh Imam Muslim. Inilah makna yang terkandung dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi 110 yang artinya : "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. Terkadang aqidah juga digunakan dengan istilah Tauhid. Ahlus Sunnah wal Jamaah (mereka yang menetapi sunnah Nabi dan berjamaah) atau terkadang menggunakan istilah ahlul hadits atau salaf yaitu mereka yang berpegang atas jalan Rasulullah SAW dari generasi abad pertama sampai generasi abad ketiga yang mendapat pujian dari Nabi SAW. Bahaya Penyimpangan Pada Aqidah Penyimpangan pada aqidah yang dialami oleh seseorang berakibat fatal dalam seluruh kehidupannya. fiqih akbar. Biasanya penyimpangan itu disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya : Tidak menguasainya pemahaman aqidah yang benar karena kurangnya pengertian dan perhatian. Seperti firman Allah SWT tentang ummat terdahulu yang keberatan menerima aqidah yang dibawa oleh para Nabi dalam Surat Al-Baqarah 170 yang artinya : "Dan apabila dikatakan kepada mereka.

atau memajusikannya" (HR: Bukhari). tentu banyak kelemahannya. Pada hal Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan yang artinya : "Setiap anak terlahirkan berdasarkan fithrahnya." Lengah dan acuh tak acuh dalam mengkaji ajara Islam disebabkan silau terhadap peradaban Barat yang materialistik itu. sehingga anak tumbuh tidak mengenal aqidah Islam. Makanya seorang mu'min harus yakin kebenaran Aqidah Islamiyah sebagai poros dari segala pola laku dan tindakannya yang akan menjamin kebahagiannya dunia akherat. apa yang bisa diperoleh dari 2 jam seminggu dalam pelajaran agama. banyak yang tidak berdasar ajaran Islam. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Faedah yang akan diperoleh orang yang menguasai Aqidah Islamiyah adalah : Membebaskan dirinya dari ubudiyah / penghambaan kepada selain Allah. para shiddiqin. dan lain sebagainya. bernadzar dan berbagai ibadah yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah. Kuburan-kuburan mereka dijadikan tempat meminta. Lihat Surah Nuh 23 yang artinya : "Dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan) Wadd. Peranan pendidikan resmi tidak memberikan porsi yang cukup dalam pembinaan keagamaan seseorang. itupun dengan informasi yang kering. antara siang dan malam. Tak jarang mengagungkan para pemikir dan ilmuwan Barat serta hasil teknologi yang telah dicapainya sekaligus menerima tingkah laku dan kebudayaan mereka. Tidak ada jalan lain untuk menghindar bahkan menyingkirkan pengaruh negatif dari halhal yang disebut diatas adalah mendalami. Pendidikan di dalam rumah tangga. maka kesempurnaannya tidak diragukan lagi. maka anak akan dipengaruhi oleh acara / program televisi yang menyimpang. atau dapat berbuat seperti perbuatan Tuhan.sudah meninggal dunia. Ditambah lagi mass media baik cetak maupun elektronik banyak tidak mendidik kearah aqidah bahkan mendistorsinya secara besar-besaran. Hal itu karena menganggap mereka sebagai penengah/arbiter antara dia dengan Allah. Bayangkan. Apabila anak terlepas dari bimbingan orang tua. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. antara bumi dan langit dan antara ibadah dan adat serta antara dunia dan akherat. dalam keadaan beriman. Demikian itu pernah dilakukan oleh kaumnya Nabi Nuh AS ketika mereka mengagungkan kuburan para sholihin." Faedah Mempelajari Aqidah Islamiyah Karena Aqidah Islamiyah bersumber dari Allah yang mutlak. Dan merupakan keserasian antara ruh dan jasad. Allah SWT berfirman dalam Surah AnNisa' 69 yang artinya : "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. Yaghuts. baik bentuknya . mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. menashranikannya. dan jangan pula Suwa'. memahami dan mengaplikasikan Aqidah Islamiyah yang shahih agar hidup kita yang sekali dapat berjalan sesuai kehendak Sang Khalik demi kebahagiaan dunia dan akherat kita. sehingga menempatkan mereka setara dengan Tuhan." Dan juga dalam Surah An-Nahl 97 yang artinya : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan. Berbeda dengan filsafat yang merupakan karya manusia. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. yaitu: Nabi-nabi. Ya'uq dan Nasr. lingkungannya. maka kedua orang tuanya yang meyahudikannya.

harta. sekokoh gunung. Aqidah Islamiyah adalah asas persaudaraan / ukhuwah dan persamaan. harta. pimpinan maupun lainnya. antara kulit putih dan hitam dan antara Arab dan bukan. kecuali takwanya disisi Allah SWT. antar pejabat dan rakyat jelata. Dia merasa aman dari berbagai macam rasa takut dan cemas. keluarga. Aqidah memberikan kekuatan kepada jiwa . Dia hanya berharap kepada Allah dan ridho terhadap segala ketentuan Allah. jin dan seluruh manusia termasuk takut mati. terhadap jiwa.kekuasaan. Membentuk pribadi yang seimbang yaitu selalu kepada Allah baik dalam keadaan suka maupun duka. antara pinter dan bodoh.Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia . Tidak beda antara miskin dan kaya. Takut kepada kurang rizki. Oleh : Al-Islam . Sehingga dia penuh tawakkal kepad Allah (outer focus of control).