Fastabiqul Khairat

"Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hambahamba kami, lalu di antara mereka ada yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah, yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." (QS. Fathir:32) Allah SWT membagi umat Islam ke dalam tiga bagian. Masing-masing sesuai dengan kadar perbuatannya. Mereka yang amal buruknya lebih banyak disebut telah mendzalimi dirinya sendiri. Gambaran mereka disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam masalah sholat, seperti orang yang sholatnya tidak tepat waktu, bahkan sering mengakhirkan sholatnya sampai hampir masuk waktu sholat lainnya. Kelompok kedua, adalah umat Islam yang antara amal kebaikan dan keburukannya seimbang. Disebutkan oleh Ibnu Taimiyah sebagai orang yang melaksanakan kewajibannya, tanpa mempedulikan sunnah-sunnah, seperti mereka mengerjakan sholat wajib tepat waktu dan berjamaah hanya saja tidak menambah dengan sholat-sholat sunnah. Adapun yang ketiga adalah mereka yang amal baiknya lebih banyak dari amal buruknya. Mereka disebut telah melaksanakan ajaran Islam dengan baik pada setiap kesempatan dan mereka inilah yang dinamai 'Saabiqun Lilkhairaat. Permisalannya seperti orang yang sholat wajib tepat waktu, berjamaah dan menambah dengan sholat-sholat sunnah. Tentunya kita umat Islam hendaknya berupaya untuk menjadi kelompok ketiga tersebut agar kualitas umat Islam tidak seperti buih laut. Kelihatannya mayoritas secara kuantitas, tetapi kualitas pemahaman dan aplikasi Islamnya sangat rendah. Maka dari itu marilah kita memenuhi panggilan Al-Quran 'Fastabiqul Khairaat' (QS. AlBaqarah:148). Hal itu berarti kita harus menyingsingkan baju menggunakan setiap potensi dan peluang untuk kepentingan Islam guna menggapai surga yang lebarnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi mereka yang bertakwa (QS. Al-Imran:123)

Bisikan Setan
Setan menurut al-Qur'an surah al-An'am ayat 112 dan surah an-Naas dan juga menurut berbagai teks hadits adalah terdiri dari jin dan manusia. Keduanya aktif bekerja menjalankan misi mereka masing-masing. Salah satu tugas setan adalah membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, sebagaimana firman Allah di dalam surah an-Naas, artinya, "Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb (Tuhan yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilaah (sembahan) manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." Di dalam ayat-ayat di atas, Allah memerintahkan manusia agar beristi-'adzah (memohon perlindungan kepadaNya) dari bisikan jahat setan jin dan setan manusia. Alwaswas adalah bisikan-bisikan setan yang halus sedang al-khannas terambil dari kata khanasa, yang berarti kembali mundur, melempem, bersembunyi serta timbul tenggelam. Maksudnya adalah setan kembali menggoda manusia pada saat manusia lengah dan melupakan Allah, kemudian dia mundur dan melempem pada saat manusia berdzikir mengingat Allah Ta'ala. Strategi Setan Memperdaya Manusia Misi dan pekerjaan setan itu ada dua, pertama, menyuruh manusia melakukan dosa dan kejahatan, dan yang ke dua, menghalang-halangi manusia dari segala macam bentuk perbuatan baik yang diridlai Allah Ta'ala. Di dalam Sahih Muslim nomor ke 5109 bersumber dari 'Iyad bin Himar al-Mujasyi'i, disebutkan bahwa Rasulullah Shalallaahu

alaihi wasalam bersabda,Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku menciptakan hambahambaKu dalam keadaan hanif (cenderung kepada kebenaran), lalu setan-setan mendatangi mereka, dan menyelewengkannya dari agama mereka dan (setan-setan itu) mengharamkan terhadap mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka dan menyuruh mereka mempersekutukan Aku…" Berdasarkan hadits ini, dapat dikatakan, bahwa yang menyeleweng-kan manusia dari dien (Islam) adalah setan, termasuk menggelincirkan manusia kepada perbuatan syirik. Namun manusia yang dapat dikuasai setan, hanya mereka yang tak memperdulikan tuntunan Allah dan menjadikan setan itu sebagai pembimbing jalan hidupnya. Ibnu Qayyim AlJauziyah mengemukakan enam tahapan yang dilalui setan dalam menyesatkan dan memperdaya manusia. Tahap pertama ialah pengafiran atau pemusyrikan manusia. Kalau yang diajak setan itu muslim, yang beriman teguh, yang tak dapat dikafirkan dan dimusyrikkan, setan akan melangkah ke tahapan dakwah ke dua, yaitu pem-bid'ahan. Setan pada tahapan ke dua ini berupaya menjadikan orang Muslim sebagai ahlul bid'ah. Kalau yang didakwahi setan itu kalangan Ahlus Sunnah, yang teguh dan istiqamah memegang Sunnah, setan melangkah pada tahap yang ke tiga, yaitu menjebak orang Islam kepada kaba’ir (dosa-dosa besar). Kalau yang bersangkutan beriman teguh, sehingga tak mau melakukan dosa-dosa besar, setan tetap tidak berputus asa, untuk terus berupaya mencari taktik lain, dengan melangkah ke tahap yang ke empat, yaitu menjebak manusia dengan dosa-dosa kecil. Kalau tahap ke empat ini gagal juga, setan melangkah ke tahap ke lima, yaitu menyibukkan manusia kepada masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga yang bersangkutan menghabiskan waktunya untuk urus-an-urusan yang mubah, yang dampaknya, lupa menunaikan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah Ta'ala, yang berpahala, yang semua Muslim diperintahkan mengamalkannya. Kalau tahap ke lima ini gagal juga, setan melanjutkan strategi gandanya ke tahapan yang ke enam, yaitu menyibukkan manusia dalam urusan-urusan kurang bermanfaat atau yang man-faatnya lebih kecil, sehingga dampak persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik jadi tertinggalkan dan terabaikan. Misalnya, sibuk dengan amalan sunnah, sehingga amalan wajib tertinggalkan. Adapun perangkap atau jerat-jerat yang dipasang setan tidak terhitung jenis dan jumlahnya, di antaranya ialah: 1. Mengadu Domba Sesama Muslim dan Buruk Sangka Di dalam hadits yang diriwayatkan al-Bukhari, Rasulullah bersabda yang artinya, “Sesungguhnya iblis telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.". Caranya ialah menciptakan dan menyebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara mereka. Sikap buruk sangka (terhadap Allah maupun manusia) biasanya datang dari setan. Dalilnya antara lain ialah hadits Shafiyyah binti Huyay (istri Rasulullah) ia berkata yang artinya, "Ketika Rasulullah sedang beri'tikaf di masjid, saya mendatanginya pada suatu malam dan bercerita. Kemudian saya pulang diantar beliau. Ada dua orang Anshar berjalan dan ketika keduanya melihat Rasulullah, mereka mempercepat langkah. Rasulullah berkata, "Pelan-pelanlah. Dia adalah Shafiyah binti Huyay". Mereka berkata, "Subhanallah (Maha Suci Allah), Rasulullah!" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setan berjalan di tubuh manusia pada peredaran darah, aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua , sehingga timbul prasangka yang buruk." (HR. Al-Bukhari 240, Muslim 2174-2175). 2. Menganggap Baik dan Indah Kebid'ahan. Ibadah yang sudah baik dari Nabi, oleh setan dimodifikasi, antara lain dilakukan

misalnya kita perhatikan orang yang berpuasa sunah Senin dan Kamis ketika kita tidak . agar melakukan amal kebaikan atau pun menggambarkan surga dengan cara aneh pula." Urusan pemerintahan. banya orang yang berprinsip. sebaliknya yang disunnahkan Nabi justru ditinggalkan. Membisikkan bahwa Islam Hanya Mengatur Hubungan dengan Allah Saja. biarlah orang kafir saja yang mengatur. Yang penting dalam beragama adalah cukup berbuat baik saja terhadap sesama manusia. Membisikkan Bahwa Islam Hanyalah Muamalah. cukuplah sudah”. Akibatnya yang bersangkutan meninggalkan banyak amal shaleh. namun bukan dengan niat menentang Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . sepanjang engkau lalui waktu malammu tanpa menyimpan dengki dan kebencian terhadap manusia. Sehingga akibatnya banyak kebaikan yang tidak terlaksana atau dilakukan namun secara serampangan dan asal-asalan. Sebagian manusia dibisiki agar merekayasa hadits palsu yang disandar kan kepada Rasulullah sambil berdalih. "Engkau zuhud dengan mening-galkan semua urusan dunia. Padahal yang dituntut dari kita adalah sebaliknya yaitu merasa kurang di dalam kebaikan. Membisiki Manusia Sebagai Orang yang Terbaik Di sisi lain. asal tidak jahat terhadap sesama manusia. Terkadang setan membisikkan ke dalam hati manusia. Kepada yang lain. 5. 3. Bukankah Rasulullah mengatakan. karena itu adalah masalah keduniaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan agama. engkau melakukan shalat. tetapi harus di atas dasar dien. 6. 4." Setan membisiki setiap orang yang beribadah agar memperhatikan kelakuan orang-orang yang berada di bawahnya dalam beramal shaleh. "Engkau lebih baik dari orang lain. Salah satu bisikan jahat setan ialah agar umat Islam dalam melakukan kebaikan bersikap menunda-nunda atau sebaliknya melakukannya. Dengan demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politik. untuk mencegahnya dari beramal lebih baik. Tak terhitung jumlah hadits yang direkayasa untuk menakut-nakuti manusia dari neraka. Datang pula kelompok lain dengan pendapat. Menunda Kebaikan atau Melaku-kannya Secara Asal-Asalan. "Yang paling penting adalah menyatukan barisan kaum muslimin. sementara orang lain banyak yang tidak shalat. "Dien (Islam) adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik). setan membisik-kan. melainkan membela beliau. Ibadah biarlah dilakukan kalangan ahli ibadah saja. "Yang penting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin dan keadaan musuh-musuh mereka. setan jin membisikkan. walaupun dibandingkan masalah aqidah! Dasar mereka ialah musuh-musuh Allah sedang gencar ingin menghabisi Islam. namun dengan tergesa-gesa tanpa perhitungan. Kelompok ini menjadikan persatuan sebagai hal paling penting.penambahan-penambahan di sana sini atau pun pengurangan-pengurangan. "Yang penting adalah hati dan niat baik. dibisikinya pula. dilakukan. sedang agama hanya mengatur hubungan dengan Allah saja. bahwa agama adalah muamalah?" Sebagai hasilnya. jangan mendustai atau menipu mereka walaupun kamu tidak shalat. tak shalat tak mengapa. bukan bersatu dalam kekacauan dan perbedaan aqidah. baik itu amal yang bersifat individual maupun kolektif 7. termasuk urusan politik. setan membisikkan di dalam hati manusia. Kepada mereka. Memang benar umat Islam harus bersatu. Apa yang tidak disunnahkan Nabi. “Kami memang berdusta mengarang hadits. karena mencu-kupkan diri dengan niat baik saja! Kepada kalangan yang berkecim-pung di politik. Membisikkan Bahwa yang Penting Bersatu.

8. baik setan jin maupun manusia. "Wahai Rabbku!. Wallaahu ‘a'lam. Wajib menutup aurat Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya mahramnya. Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu : Taat kepada Allah dan RasulNya Taat kepada suami Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut : Taat kepada Allah dan RasulNya Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah swt? Mencintai Allah swt dan Rasulullah saw melebihi dari segala-galanya. Menjadikan Satu Kebaikan Sebagai Penghalang Kebaikan yang Lain Untuk menjauhkan kita dari tugas dakwah. marilah kita sama-sama berdo’a dengan do’a yang diajarkan Allah. Bukan level kamu melibatkan diri dalam tugas da'wah! Urusan da'wah hanya untuk orang berilmu tinggi saja! Kalau kamu melibat-kan diri juga dalam tugas da'wah. setan terkadang membisiki hati kita. tak tahu diri. Mudah-mudahan Allah senantiasa membantu kita mengalahkan musuh nyata kita. "Kamu harus tawadhu. kamu berarti sombong. dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah swt. niscaya akan ditinggikan-Nya. sehingga kita merasa tak perlu belajar dari orang lain. sudah hebat dan sempurna. aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan jahat setan dan aku berlindung kepadamu Rabbku mereka mendatangiku…" (Al-Mu'minun ayat 97-98). Akhirnya. Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran. dan selalu berdzikir memohon perlindungan kepada Allah." Setan terus menekan kita sampai mencapai derajat di mana kita merasa tak berguna dan tak mampu memikul tugas da'wah'. Terapinya. banyak-banyak membaca al-Qur’an. kebajikan dan taqwa Berbuat baik kepada ibu & bapa Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa . membiasakan melakukan dzikir pagi dan sore. Tetapi setan sangat jahat dan lihai. ia memperdayakan kita agar kita merasa sudah cukup. yaitu setan. dengan berbagai cara. siapa yang tawadhu karena Allah. Padahal kita akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kemampuan yang seharusnya kita pergunakan untuk tugas da'wah itu. Citi-Ciri Wanita Shalihah Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah.melakukannya.

ayat 23: artinya: "Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Bukan itu saja. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka." (Riwayat Tarmizi) Mengingati Allah swt bukan saja dengan berzikir. di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya. Firman Allah swt di dalam surah al-An'am: artinya : "Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan . maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. tetapi termasuklah menghadiri majlismajlis ilmu. Tidak cemberut di hadapan suami. sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan. Mudah tertipu dengan keindahan dunia Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya.Bersikap baik terhadap tetangga Taat kepada suami Memelihara kewajiban terhadap suami Sentiasa menyenangkan suami Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah. Sentiasa memelihara diri. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah swt hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit." Sabda Rasulullah saw: artinya: "Tidak sempurna iman seseorang dari kamu. Lupa mengingat Allah Karena terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak. Faktor-faktor tersebut ialah : 1. Tidak meninggikan suara melebihi suara suami Tidak membantah suaminya dalam kebenaran Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya. 2. Firman Allah swt di dalam surah al-Jathiah. Tidak menolak ajakan suami untuk tidur Tidak keluar tanpa izin suami. Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembargemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita. kebersihan fisik dan kecantikannya serta kebersihan rumahtangga. malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.

" 3. maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Ciri-ciri Orang Yang Matang Beragama Islam "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Mereka yang khusyu' shalatnya Menjauhkan diri dari (perbuatan-perbuatan) tiada berguna Menunaikan zakat Menjaga kemaluannya kecuali kepada isteri-isteri yang sah Jauh dari perbuatan melampaui batas (zina. yaitu orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. dan orang-orang yang memelihara shalat." (QS.10) Ilmu jiwa agama adalah suatu bidang disiplin ilmu yang berusaha mengeksplorasi perasaan dan pengalaman dalam kehidupan seseorang. Seperti pada sepuluh ayat pertama pada Surah Al-Mu'minun dan bagian akhir dari Surah Al-Furqan. Apabila standar itu kita coba terapkan pada seseorang yang secara spesifik beragama Islam. Ad-dunya mata' . Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Al-Mu'minun : 1 . Bersikap suka menunjuk-nunjuk.sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. Penelitian itu didasarkan atas dua hal yaitu sejauh mana kesadaran beragama (religious counsciousness) dan pengalaman beragama (religious experience). dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat. Barangsiapa mencari yang di balik itu. homoseksual. khoirul mata' al mar'atus sholich Dunia adalah perhiasan. Lemah iman 5. Dan orang-orang yang memeli.hara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. oleh karena itu tidakkah kamu berfikir. AL-QUR'AN Kriteria yang diberikan oleh Al-Qur'an bagi mereka yang dikategorikan orang yang matang beragama Islam cukup bervariasi. maka akan kita lihat beberapa standar diantaranya Al-Qur'an dan As-Sunnah dan penjelasan para ulama. Mudah terpedaya dengan syahwat 4. dan lain-lain) Memelihara amanat dan janji yang dipikulnya . perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholichah.

Peringatan shahabat Ali r. Bukhari). bahwa klimaks orang ciri keagamaannya matang adalah apabila orang tersebut bertaqwa kepada Allah SWT. Muslim). Dan inti taqwa itu ada empat. Muslim). "Tidak beriman seseorang kepada Allah sehingga dia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dari pada kecintaan lainnya. tidak membunuh. Al-Mu'minun : 1 . saudara sesama muslim dan sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya. Bukhari dan Muslim).a. tidak berzina Suka bertaubat.. Sementara ciri-ciri lain disebutkan cukup banyak bagi orang yang meningkatkan kualitas keimanannya. AlFurqan : 63 .67) AS-SUNNAH Rasulullah SAW memberikan batas minimal bagi seorang yang disebut muslim yaitu disebut muslim itu apabila muslim-muslim lain merasa aman dari lidah dan tangannya (HR. menurut Ali r. Sehingga tidak jarang Nabi SAW menganjurkan dengan cara peringatan. dia berpedoman kepada petunjuk Al-Qur'an dan mengikuti contoh praktek Rasulullah SAW." (HR. "Tidak beriman seseorang sampai tetangganya merasa aman dari gangguannya" (HR. seperti : "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya hendaknya dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri" (HR.10) Merendahkan diri dan bertawadlu' Menghidupkan malamnya dengan bersujud (Qiyamullail) Selalu takut dan meminta ampunan agar terjauh dari jahanam Membelanjakan hartanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir Tidak menyekutukan allah.a. demikian juga dia menghormati tetangganya. bersabar. Mengamalkan isi Al-Qur'an Mempunyai rasa takut kepada Allah sehingga berbuat sesuai dengan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya Merasa puas dengan pemberian atau karunia Allah SWT meskipun terasa sedikit Persiapan untuk menjelang kematian dengan meningkatkan kualitas keimanan dan amal . Ringkas kata.Memelihara shalatnya (QS. memperhatikan Al-Qur'an. dan mengharap keturunan yang bertaqwa (QS. sehingga dia betul-betul menjaga hubungan "hablum minallah" (hubungan vertikal) dan "hablum minannaas" (hubungan horizontal). Dengan demikian petunjuk-petunjuk itu mengarahkan kepada seseorang yang beragama Islam agar dia menjaga lidah dan tangannya sehingga tidak mengganggu orang lain.. tidak memberi persaksian palsu dan jauh dari perbuatan sia-sia.

Dan perlu kita ingat dalam kondisi masyarakat yang komplek dengan problematika kehidupannya. Dia terbina keimanannya yaitu selalu menjaga fluktualitas keimanannya agar selalu bertambah kualitasnya Dia terbina ruhiyahnya yaitu menanamkan pada dirinya kebesaran dan keagungan Allah serta segala yang dijanjikan di akherat kelak. kegotang-royongannya. baik yang besar atau pun yang kecil. Ahmad) Dia terbina nafsu seksualnya yaitu diarahkan kepada perkawinan yang dihalalkan Allah SWT sehingga dapat menghasilkan keturunan yang shaleh dan bermanfaat bagi agama dan negara. dan lain-lain Dia terbina keamuannya sehingga tidak mengumbar kemauannya ke arah yang distruktif tetapi justru diarahkan sesuai dengan kehendak Allah. kata Robert Bowley. Dan itu merupakan jalan yang paling tepat untuk terlepas dari kejahatan fitnah-fitnah itu.shaleh Sedangkan Ibnul Qoyyim. . khususnya pada masa-masa fitnah sedang menyebar dan merajalela merupakan sebuah keharusan dan hal yang amat penting. ulama abad ke 7. senang atau benci. Demikian secara ringkas kami paparkan kriteria ideal untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana kematangan beragama Islam seseorang. Sengaja kami batasi agama Islam karena pembahasan ciri-ciri beragama secara umum terlalu luas. Berlindung Dari Fitnah Berlindung kepada Allah. maka sungguh orang yang beragamalah yang akan terhindar dari penyakit stress. Dia terbina akhlaknya dimana kepribadiannya di bangun diatas pondasi akhlak mulia sehingga kalau berbicara dia jujur. marah atau rela. Kemauan yang mendorongnya selalu beramal shaleh Dia terbina kesehatan badannya karena itu dia memberikan hak-hak badan untuk ketaatan kepada Allah karena Rasulullah SAW bersabda : "Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan dicintai Allah daripada mukmin yang lemah" (HR. menyebutkan 9 kriteria bagi orang yang matang beragama Islamnya. ekonominya. semuanya karena Allah. sehingga dia menyibukkan diri untuk meraihnya Dia terbina pemikirannya sehingga akalnya diarahkan untuk memikirkan ayat-ayat Allah Al-Kauniyah (cipataan-Nya) dan Al-Qur'aniyah (firman-Nya). tidak menyakiti orang lain dan berbagai akhlak mulia Dia terbina kemasyarakatannya karena menyadari sebagai makhluk sosial. bermuka manis. Dia terbina perasaannya sehingga segala ungkapan perasaan ditujukan kepada allah. dia harus memperhatikan lingkungannya sehingga dia berperan aktif mensejahterakan masyarakat baik intelektualitasnya. menyantuni yang tidak mampu.

maka sungguh akan menggugah hati untuk menyelamatkan diri darinya dan mendorong untuk berlindung kepada Allah subhanahu wata’ala. (QS. besar kepala dan sebagainya. “Hai orang-orang yang beriman. . penghimpunan manusia di padang Mahsyar. pembunuhan dan peperangan.” (QS. Seorang muslim sadar bahwa keluarga dan anak-anak adalah merupakan fitnah dan ujian hidup. agar manusia tertipu dan tersesat. Merupakan fitnah dunia yang sangat besar bagi seorang laki-laki adalah fitnah (ujian/godaan) wanita. sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits shahih tatkala berlindung dari berbagai fitnah dunia. 25:74) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan do’a. anugerahkanlah kepada kami isteriisteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). “Dan orang-orang yang berkata. artinya. Dia selalu menghiasi keburukan sehingga tampak indah dan baik. Fitnah ujub. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminta perlindungan dari jahatnya fitnah kekayaan. serta huru-hara Akhirat." Fitnah Syetan Syetan adalah fitnah bagi manusia. dan di sisi Allahlah pahala yang besar. "Dan (aku berlindung) dari buruknya fitnah kekayaan. dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Allah subhanahu wata’ala berfirman. al-Bukhari. "Dan aku berlindung kepadaMu dari (keburukan) fitnah hidup. sebagaimana dalam firman-Nya. minta keselamatan dan terbebas dari segala keburukannya. merupakan sebuah penggalan hadits) Keluarga dan anak-anak juga merupakan fitnah dunia sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala. (QS. Fitnah kekacauan. beliau mengatakan. berupa permainan. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). "Ya Rabb kami. maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. seperti fitnah kehidupan dunia dengan iming-iming nafsu dan syahwatnya. Fitnah tersumbatnya suara kebenaran dan merebaknya kebatilan. Maka Allah subhanahu wata’ala menganjur kan agar kita berlindung kepada-Nya dari segala gangguan syetan. dari kedatangan mereka kepadaku". kesenangan dan syahwat mengharuskan kita untuk selalu berlindung kepada Allah dari keburukannya. Fitnah Dunia Fitnah dunia beserta isinya. Oleh karena itu Nabi Yusuf ’alaihis salam tatkala khawatir terhadap fitnah wanita. tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka)dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh". “Dan katakanlah. sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. penyejuk hati dan pembawa kebaikan. salah satunya adalah." (HR. Fitnah syetan termasuk sangat besar. “Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabbku. 12:33) Harta benda juga merupakan fitnah yang harus dimintakan perlindungan kepada Allah dari keburukannya. Fitnah kematian.Jika seseorang memperhatikan berbagai macam fitnah. Ia selalu menggoda manusia dan mendampingi semenjak lahir hingga menjelang kematiannya.“Ya Rabbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan. 64:14-15) Oleh karena itu seorang hamba harus memohon kepada Allah agar menjadikan keluarga dan anak cucunya sebagai qurrata ain.” (QS. Oleh karena itu. 23:97-98) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa do’a dan dzikir kepada Allah merupakan senjata ampuh bagi seorang muslim untuk menghadapi gangguan syetan.

artinya." (HR. sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasan yang kekal".” (Dia ucapkan) sebanyak tiga kali maka tidak akan membahayakannya segala suatu apapun. Muslim) Fitnah Jahannam Merupakan salah satu fitnah akhirat adalah fitnah adzab Jahannam. 25:65-66) Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam . Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. dan sanadnya hasan) Dan tatkala Abu Bakarradhiyallahu ‘anhu. dan dengan keutamaan serta rahmat-Nya kita dimasukkan ke dalam surga." Dan di dalam riwayat yang lain disebutkan. dan dia merupakan salah satu tanda akan terjadinya Kiamat Kubra (kiamat besar). Oleh karena itu dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung dari adzab kubur. Sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta perlindungan kepada-Nya dari fitnah dajjal tersebut. Fitnah al-Masih ad-Dajjal Fitnah dajjal adalah termasuk fitnah terbesar yang akan dialami manusia menjelang hari Kiamat. Ibnu Majah dan Ahmad. "Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dan sore (doa). sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala tatkala menyebutkan di antara sifat hamba Allah. yang dengan menyebut-Nya maka tidak berbahaya segala sesuatu yang berada di bumi dan di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ahmad dan alHakim. siapa Nabinya dan seterusnya. Termasuk fitnah akhirat yang besar adalah fitnah kubur. meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengajar kan sebuah kalimat (doa) yang diucapkan ketika pagi dan sore hari. jauhkan azab jahannam dari kami.” (QS. artinya. "Ya Rabb kami. yaitu pertanyaan di kubur terhadap seorang hamba tentang siapa Rabbnya. at-Tirmidzi. "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal. Semua itu harus dimohonkan perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala agar kita selamat dari malapetaka nya. Semoga Allah menjaga kita darinya. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman." (HR. maka tidak seorang pun mengetahuinya. "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal. "Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan kejahatan syetan beserta sekutunya. "Dengan menyebut Nama Allah.Abu Dawud." (HR Abu Dawud. apa agamanya. dishahihkan oleh adz-Dzahabi) Fitnah Akhirat Fitnah akhirat dimulai sejak seseorang masuk ke alam kubur hingga datangnya hari Kiamat dengan kedahsyatannya. yang artinya “Dan orang-orang yang berkata. kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Jika dia menyepelekan agama dan zhalim maka akan mendapatkan kerugian dan mengucapkan kalimat kekufuran. Oleh karena itu Allah subhanahu wata’ala menganjurkan kepada kita untuk berlindung dari adzab Jahannam tersebut. Dalam sebuah hadits shahih. Tentang kapan munculnya dajjal. Beliau bersabda.Diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. at-Tirmidzi. maka di antara yang diajarkan beliau adalah berlindung kepada Allah dari syetan dan sekutunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Jika dia seorang yang istiqamah di atas agama Allah maka akan selamat dan dapat berbicara serta menjawab sesuai yang diridhai Allah subhanahu wata’ala. yang penting adalah bahwa seseorang tidak akan dapat selamat dari fitnah dajjal kecuali atas perlindungan Allah subhanahu wata’ala.

Lalu mereka berkata. maka Engkau tidak disembah di muka bumi. (QS. 17:37) Fitnah ini hendaknya diwaspadai khusunya oleh para aktivis dakwah.” (QS. jika kamu beriman kepada Allah. dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir". dan kokoh. sesungguhnya Dia akan memberikan untukmu apa yang Dia janjikan kepadamu. 2:250) Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang kaum Nabi Musa. mereka pun berdo'a. jika kamu benar-benar orang yang berserah diri". telah cukup permohonanmu kepada Allah. karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. berada dalam penindasan kaum salibis. “(Ingatlah). tatkala menghadapi musuh mereka Jalut dan tentaranya maka mereka berlindung kepada Allah dengan berdoa. "Ya Rabb kami. “Berkata Musa." Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus-menerus berdoa dengan menengadahkan tangan. "Hai kaumku. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. 60:5) Disebutkan dalam sebuah hadits shahih dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu dia berkata. "Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami. Allah subhanahu wata’ala berfirman. menghadap ke kiblat sehingga kain yang ada di pundaknya terjatuh. sebagaimana firman Allah. janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. “Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka. agar segera mengentaskan musibah tersebut dengan secepatnya. "Ya Rabb kami. Maka kita hendaknya senantiasa memohon kepada Allah. ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu. terpedaya dan bangga diri merupakan fitnah yang selayaknya dimintakan perlindungan kepada Allah. para . Maka beliau menghadap kiblat lalu menengadahkan tangan berdoa kepada Rabbnya. Fitnah Ujub dan Bangga Diri Ujub. "Wahai Nabi Allah. tuangkanlah kesabaran atas diri kami. (QS. penyebar ilmu. (QS. Lalu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu datang mengambil kain itu kemudian meletakkannya kembali di pundak beliau. Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". "Ketika terjadi perang Badar. maka bertawa-kallah kepada-Nya saja. janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. artinya. Sesungguhnya Engkau. ya Allah datangkanlah kepadaku apa yang Kau janjikan. Ya Allah jika Kamu binasakan sekelompok ahlul Islam ini.berlindung kepada Allah dari adzab Jahannam Fitnah Orang Kafir Salah satu fitnah yang dihadapi oleh orang mukmin di setiap tempat dan waktu adalah permusuhan orang-orang kafir. Oleh karena itu Allah subhanahu wata’ala menyebutkan tentang orang-orang mukmin pengikut Thalut alaihissalam.” Maka Allah subhanahu wata’ala menurunkan ayat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat ke arah kaum musyrikin yang berjumlah seribuan orang sedangkan shahabat beliau hanya tiga ratus tiga belas orang. (HR Muslim) Amat banyak saudara kita di negeri Islam yang sedang menghadapi ujian dan cobaan dari orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Rabb kami.kanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir". lalu diperkenankan-Nya bagimu. 8:9). (QS. "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut". "Ya Allah penuhilah untukku apa yang Kau janjikan. Dia lalu mendekat dari arah belakang Nabi dan berkata. zionis dan kapitalis. 10:84-86) Allah subhanahu wata’ala juga menyebutkan tentang Nabi Ibrahim dan kaumnya yang berd’oa kepada Allah.

Kitalah. kaum muslimin. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. dan sesungguhnya Kami benarbenar memeliharanya.' (Al Hijr: 9).pejuang dan orang semisal mereka yang banyak dibutuhkan olah umat Islam di zaman ini. telah menjamin untuk memeliharanya. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang terakhir. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia.” DR.' ( Al Kahfi: 1-3) Salawat serta salam bagi Nabi yang mu'jizatnya Al Qur'an. dengan banyak berlindung dan bersandar kepada Allah subhanahu wata’ala. sebagai bimbingan yang lurus.Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. imamnya Al Qur'an. “Dharuratu alluju’ ilallah ‘inda hudutsil fitan.2004 'Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. dan penghias dadanya. dan seluruh orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Rabb kita juga. Hendaklah mereka hati-hati dari fitnah ini.” (QS. Yusuf Qardawi Tanggal: 18.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. Karena Allah SWT. lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. Sumber: Kutaib. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Sesuai firman Allah SWT 'Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu.' (Huud:1) . dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: 'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. mereka adalah orang-orang yang beruntung. cahaya hatinya juga penghilang kesedihannya adalah Al Qur'an: Nabi Muhammad bin Abdullah. serta mengikuti cahaya yang diturunkan kepadaanya. Amma ba'du: Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. akhlaqnya Al Qur'an. Maka apakah kamu tiada memahaminya?' (Al Anbiyaa: 10). dan keluarganya serta para sahabatnya. agar jangan menjadikan amalnya sebagaimana amal yang Dia firmankan. yang beriman dengannya. 25:23). Abdul Hamid bin Abdur Rahman al-Suhaibani Berinteraksi Dengan Al-Qur'an Penulis: Dr. yang mengerjakan amal saleh. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: '(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan. mendukung dan membantunya. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna.02.

dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). izhhar (jelas). Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh.' (Al Israa: 9) . Al Quran berisikan seratus empat belas surah. Ia tidak dimulai dengan basmalah. dalam masalah Al Qur'an ini. dan malah hurup-hurupnya--. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. Ia menghapal Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. media cetak. idgham (digabungkan). 'Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. jika Anda tanya: 'siapa namamu?' --dengan bahasa Arab-. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. yaitu surah at Taubah. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). dihapal dan dijelaskan. baik itu lelaki maupun perempuan. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. Kecuali satu surah saja. didengarkan. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. bagi Al Qur'an. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan 'ilmu tajwid Al Qur'an'. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. mana yang harus ghunnah (dengung).). Ayat-ayatnya dibaca. Dan salah seorang dari mereka. Hingga saat ini. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini.a. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. Karena. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. suatu kitab. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. kalimat-kalimat serta lafazh-lafazhnya saja. Allah SWT menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. kecuali Al Qur'an.'Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. baik dengan tulisan atau bacaan. baik itu kitab agama atau kitab biasa. Ia juga dihapal oleh anakanak kecil kaum Muslimin.' ( Fush-shilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. kecuali Al Qur'an ini. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. dan jalan yang paling lurus. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. di dalam hati mereka.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. penj.. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya.

di samping cahaya fithrah dan akal: 'Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firman-Nya: 'Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu.' (An Nisaa: 174) 'Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: 'Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . dan kitab yang menerangkan. menolak syubhat (kesamaran). membongkar kebatilan-kebatilan. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya.' (At Taghaabun: 8).' (An Nuur: 35). menjelaskan hakikat-hakikat. Seperti dalam firman Allah SWT: 'Hai manusia. Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu.' (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan . ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: 'Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.' ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah 'cahaya' yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an).'Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai 'cahaya'. dan dia adalah 'cahaya yang istimewa'. kemudian ia memperjelas yang lain.' (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas.' Seperti dalam firman Allah SWT: 'Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)'. dalam banyak ayat. Ia membuka hal-hal yang samar. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan.

kitab suci yang menjadi mukjizat. Ia adalah kitab Ilahi. dan balasan atas amal perbuatan. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. membenarkan apa yang sebelumnya. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: 'Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. saat mentari pagi telah bersinar. kitab suci yang dijamin pemeliharaan keautentikannya. agar manusia hanya menyembah-Nya semata dan bertaqwa kepada-Nya dalam seluruh urusannya. Setelah itu.' (AlMaaidah: 48) Al Qur'an --sebagaimana ia diturunkan oleh Allah SWT-. kitab yang memberikan penjelasan dan dimudahkan untuk dipahami. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. kitab suci bagi agama seluruhnya. Al Qur'an juga membangun umat yang saleh. serta mentadabburi dan . kenabian. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. yang merupakan pokok utama dalam bangunan keluarga. Al Qur'an juga mengungguli kitabkitab suci sebelumnya. Ia juga berusaha membentuk keluarga yang kemudian menjadi pangkal kedirian suatu masyarakat. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia.mempunyai keunggulankeunggulan yang membuatnya istimewa dibanding kitab suci lainnya. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. dan kitab suci bagi seluruh manusia. terutama bagi kalangan yang lemah dan tidak berpunya. Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan yang dibidiknya. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: 'Maha Besar Allah. ia akan memadamkan pelita-pelita'. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahan-tambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. Juga mengajarkan sikap adil terhadap kalangan perempuan. Ia juga bertujuan untuk menghubungkan manusia dengan Rabbnya. membaca dan mendengarkannya. niscaya rusaklah masyarakat seluruhnya. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. yang diciptakan untuk memberikan manfaat bagi manusia dan memberikan petunjuk bagi mereka. Yaitu yang berkaitan dengan pokok-pokok aqidah dan akhlak. Al Qur'an juga bertujuan untuk membersihakan jiwa manusia. yang jika jiwa itu telah bersih niscaya bersih dan baiklah seluruh masyarakat. kitab bagi seluruh zaman.kitab-kitab suci lainnya. Dan jika jiwa itu rusak.

untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. memahami rahasia-rahasianya. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. undang-undang bagi aturan politik. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. mereka menghapal hurup-hurupnya. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. . namun ia juga petunjuk itu. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya.' (Al Jumu'ah: 5). Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. Namun yang disayangkan. dengan bertumpu --terutama-. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner.merenungkannya. membebaskan negeri-negeri. mengerjakan ajarannya. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. Kita juga berkewajiban untuk berlaku baik terhadapnya dengan memahami dan menafsirkannya. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: 'Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. karena ia adalah objek kita.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. serta peradaban ilmu dan iman.pada Al Qur'an itu sendiri. mengetahui tujuan-tujuannya. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. namun kafir dengan sebagiannya lagi. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya.

S Al Imran:131. "Beriman kepada Allah SWT.Al Bayyinah: 7-8 dan Al Ahzab:17 ). Al An`am: 160 dan Al Anbiya : 47 ) Beriman kepada syurga dan neraka.net) BERIMAN KEPADA YANG GHOIB Beriman adalah ungkapan keyakinan dan kepercayaan terhadap sesuatu. kitab-kitab dan Rasul-rasul. Beriman kepada kebangkitan sesudah mati ( lihat Q. Berbeda dengan orang atheis yang menolak hal seperti itu. dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. banyak hal yang Allah SWT berikan kepada kita melalui kitab suci Al Qur`an dan informasi-informasi Rasulullah SAW dan kita hanya diminta. surga dan perjumpaan dengan Allah SWT diakhirat serta hidup sesudah mati. dan Al Mukminun: 15-16 ).S Al Qiyamah ) Beriman kepada hari Akhirat." Kehidupan kita memang untuk ujian. (qaradawi. Ghoib adalah segala sesuatu yang tidak tampak oleh panca indra manusia. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. malaikatmalaikat. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: 'Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati." ( H. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.' (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. sebagai orang yang beriman.S Al Anbiya: 104. Beriman kepada yang ghoib menurut seorang ulama bernama Abul Aliyah. Termasuk beriman kepada hari kemudian adalah beriman kepada fitnah dan pertanyaan di .R. Karena informasi itu dari Allah SWT melalui Rasul-rasul-Nya. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. untuk meyakininya sedangkan kita tidak pernah melihatnya dan tidak bisa membuktikannya secara empiris sampai kita mengalaminya nanti.seperti yang dilakukan oleh Bani Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. "Orang yang beriman kepada Allah SWT berarti dia beriman kepada yang Ghoib. Diantara yang harus kita yakini terhadap hal-hal ghoib ini adalah. Beriman kepada akan terjadinya hari kiamat ( lihat Q.Sedangkan neraka sebagai tempat penyiksaan bagi orang-orang kafir dan dzalim yang ingkar kepada Allah SWT dan tidak mentaati rasul-rasul-Nya ( lihat Q. Termasuk beriman kepada hari akhirat adalah .S.S Al Ghosiyah: 25-26. "Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa alas kaki dan telanjang. Rasulullah SAW bersabda. Bukhori dan Muslim ) Beriman kepada perhitungan dan pembalasan sesuai dengan perbuatannya ( lihat Q." Sedangkan ulama lain bernama Atho` berkata. maka kita beriman dan meyakini kebenarannya. Al Kahfi:29 dan Al Ahzab:64-66 ). Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. semua itu ghoib. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk. Syurga sebagai tempat yang menyenangkan bagi orang-orang yang bertaqwa ( lihat Q.

4:1) . Kriteria kedua. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Adz-Dzariyat:56) Allah menciptakan kita bukan untuk sia-sia. Kita berbuat kebaikan kepada sesama muslim bahkan sesama manusia atau kepada binatang sekalipun karena Allah adalah ibadah. puasa." (QS.S Al An`am:93 dan Ghofir:46 ).R Muslim ). dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Jadi Ibadah itu artinya luas bukan hanya ibadah mahdhoh (murni) saja seperti shalat. Paling tidak ada 3 keuntungan bagi orang yang beriman kepada yang Ghoib. zakat dan haji. Dan beriman terhadap adanya siksa kubur atau kenikmatan di dalamnya ( lihat Q. Ibadah adalah kata yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah SWT.kuburan ( H.R Bukhori dan Muslim ). Satu syarat saja tidak diterima Allah. Mendorong untuk beramal sholeh dengan harapan pahala dihari kemudian. Kita menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannyaNya adalah ibadah. Paling utama adalah Lailaha illallah dan paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalanan. yaitu. ibadah itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah. bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu. sampai betul memenuhi kedua persyaratan itu (lihat surat Al-Kahfi:110 dan Al-Mulk:2) Aqidah Salaf As-Sholih "Hai sekalian manusia. "Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (QS. Dan Rasulullah SAW memperingnatkan kita agar selalu berlindung dari adzab kubur (H. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. tetapi karena tujuan mulia yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Merasa takut untuk bermaksiat karena pedihnya siksaan dihari itu. seperti dalam penjelasan Nabi saw bahwa cabang-cabang keimanan itu lebih dari enam puluh atau lebih dari tujuh puluh cabang. Hiburan bagi orang beriman kalau tidak memperoleh kenikmatan dunia karena akan mendapatkannya yang jauh lebih baik dari dunia dan seisinya. dan daripadanya Allah menciptakan istrinya. Tapi ibadah itu tidak berarti positif dunia maupun akhirat sampai memenuhi dua kriteria: Kriteria pertama. Arti Ibadah "Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai mati mendatangimu. ibadah itu harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw."(Al-Hijr:99).

" Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. niscaya sia-sialah syahadat. sehingga mengakui kebesaran Allah SWT. Maka tatkala mereka telah mau mengatakan bersaksi seperti itu. seandainya mereka tidak mau mngerjakannya (sholat) maka sia-sialah ikrar/syahadat mereka tadi. Semuanya beriman kepada Allah. kepada seluruh manusia. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb mereka (sesuatu apapun) (59). Lalu ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka (dalam mengerjakan perintah tersebut). karena dasarnya adalah hawa nafsu. memerangi/membunuh bapak dan anak-anak mereka. inilah kepala pemuka orang-orang kafir. Mereka mau mengerjakan hal itu. shalat dan hijrah mereka. berupa perangkat pemahaman yang utuh dari ajaran Rasulullah saw. Arah dan bingkai tersebut tak lain dan tak bukan adalah manhaj Salafusshalih. Hal tersebut tentunya untuk menghindari berbagai penyimpangan yang dialamai oleh sebagian ummat Islam. sampai-sampai ada diantara mereka yang membawa kepala bapaknya. meskipun kebangkitan tersebut tidak melalui kekuasaan. demikian pula orang-orang yang beriman. "Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (adzab) Rabb mereka (57). Mereka cinta kepada Allah SWT berharap hanya kepada Allah SWT dan tidak ada yang ditakuti kecuali Allah SWT. Al-Baqarah:285). dengan hati yang takut. sambil berkata: "Wahai Rasulullah. Ia memerintah kepadanya (Muhammad) agar memerintah mereka bertawaf (mengelilingi) Ka'bah . Allah memerintahkan kepadanya (Muhammad) agar menyuruh mereka berhijrah menuju Madinah. Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. Mereka digambarkan oleh Allah SWT dalam firmanNya. dan hijrah sebagaimana mereka hijrah. Allah memerintahkan mereka untuk kembali ke Mekkah." (QS. Karena pemahaman sesungguhnya harus menyeluruh dan kita terima tanpa tawar menawar. dan mereka mau mengerjakannya. Disamping itu Allah berfirman. juga sholatnya. malaikatmalaikat-Nya. marilah kita simak ucapan Sufyan bin Uyainah berikut ini. "Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus nabi kita Muhammad saw. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. keagungan syariat-Nya. Maka memerintahlah ia (Muhammad). kecuali dengan haknya. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka (60). Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka (dalam mengerjakan perintah tersebut).Pendahuluan Kebangkitan dunia Islam telah menyadarkan banyak orang tentang kekuatan Islam. hanya saja kebangkitan tersebut perlu lebih diarahkan kepada satu asas dan bingkai yang diterima oleh semua pihak yang secara jujur membawa misi Islam. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-easul-Nya". Maka ia (Muhammad) memerintah kepada mereka. dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". Salaf dan Aqidah Rasulullah saw sejak diutus oleh Allah SWT." (QS. Hal itu sangat berbahaya. sehingga bapak dan anakanak mereka tersebut mau bersyahadat sebagaimana syahadat mereka. niscaya siasialah syahadat dan sholat mereka. otak dan urat nadi orang yang mencari kebenaran. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka (58). Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka. dan hisabnya hanya kepada Allah. terjaminlah darah dan hartanya. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hal itu dari hati nurani mereka. dan mereka mau mengerjakannya. telah mengajarkan aqidah tauhid kepada para shabatnya. Penyimpangan tersebut bervariasi. ia memerintahkan kepadanya (Muhammad) untuk menyuruh mereka sholat. kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. "Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. Demi Allah. Al-Mukminun:57-60) Untuk melihat keutuhan aqidah Salaf. Tetapi Islam memasuki kalbu. dari yang besar sampai kepada dualisme pemahaman dengan maksud memilah-milah untuk kepentingan tertentu. untuk menyatakan bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwasanya dia (Muhammad) adalah utusan-Nya. (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Rabb dan kepada Engkaulah tempat kembali. shalat sebagaimana shalat mereka. li'ilaa'i kalimatillah.

46). dari kalangan shahabat. dan mereka mau mengerjakannya. kita akan menghukumnya. mengendalikan diri dari batasan yang dibuat-Nya dan menerima semua yang diajarkan-Nya melalui lisan nabi-Nya tanpa menolak atau menyimpangkannya. seperti yang diungkapkan oleh imam Al-Laalikaa'i yang artinya: "Sesungguhnya hal yang paling wajib atas seseorang adalah ma'rifat terhadap dien dan apa-apa yang Allah bebankan kepada hamba-hamba-Nya berupa pemahaman tauhid terhadap-Nya. telah berkata. hanya untuk Allah. hal. sehingga mereka membawa harta mereka baik sedikit maupun banyak. Shalatku. Barangsiapa meninggalkannya karena malas atau meremehkan. 'Aku telah berkata. dan mereka mau mengerjakannya. sifat-sifat-Nya dan membenarkan utusan-utusan-Nya dengan dalil dan keyakinan. Maka ia (Muhammad) memerintah mereka untuk itu. dalam mengerjakan syari'at-syari'at iman dan batas-batasnya. Pada makalah ini. hijrah.. Rabb semesta alam. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka. yang mengyangkut dhohir maupun bathin. maka Ia memerintahkan kepadanya (Muhammad) untuk mengambil harta mereka sebagai sedekah yang menyucikan mereka." (Al-Ajurry. sekalipun hanya mendengarkannya. kita akan membatasi pada makna dhohirnya saja. Secara lebih rinci Syaikh Abdurrohman Sa'di menyebutkan yang artinya :"Ibadah adalah sempurnanya ketaatan dan kepatuhan kepada perintahperintah Allah. Demi Allah. seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. dengan cara istidlal dengan hujjah dan penjelasan. Kitabu Asy-Syari'ah hal. Al-An'am : 162).sebagai ibadah dan mencukur rambut mereka sebagai lambang rendah diri." Sufyan berkata: "Barangsiapa meninggalkan satu prinsip dari ajaran Islam. makna ibadah sangat luas. Untuk itu kita menggali tauhid sedalam-dalamnya. ibadah adalah nama yang mencakup semua kebaikan yang mengarah kepada ridho Allah SWT. hidupku dan matiku. beritahukannlah aku suatu amal yang dapat memasukkan aku kedalam jannah dan menjauhkan akau dari . shalat. Salaf Dan Kaitannya Dengan Ibadah Secara bahasa. ibadah artinya tunduk dan patuh. hijrah dan haji serta perlawanan perang (yang mereka lakukan) terhadap bapak-bapak mereka.104). dan ia menurut kita adalah kurang (imannya). andaikan mereka tidak mau mengerjakannya. kemudian ijma' para Salaf As-Shaleh dan berpegang teguh terhadap keseluruhannya sampai hari kiamat serta menjauhi berbagai bid'ah yang diada-adakan oleh para penyesat." Ia SWT berkata: "Katakanlah (hai Muhammad) kepada mereka!" "Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. Dan sebaik-baik ucapan dan hujjah yang rasional adalah Al-Qur'an dan sabda Rasulullah serta perkataan shahabat. Inilah sunnah. 'Ya Rasulullah. 103 . Demi Allah. niscaya sia-sialah syahadat..." (QS." (Shofwatul Atsr wal Mafaahim. sebaiknya kita simak hadits Rasulullah SAW yang artinya : "Dari Mu'adz bin Jabal. Seperti selalu kita baca yang artinya : "Katakanlah. Sesuai dengan difinisi diatas. maka sia-sialah syahadat. perang terhadap bapak mereka dan thawaf mereka. Untuk mengetahui detil dari rincian ibadah dhohiriyah itu.. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka. korbanku. apabila manusia bertanya kepadamu. tabi'in dan seterusnya. shalat." (Syarh Ushul I'tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah oleh Al-Laalikaa'i Juz I hal. berhenti dari larangan-larangan-Nya.sampaikanlah dari akau. Secara syara'. bagi kami ia adalah kafir. 9) Demikianlah nasehat dan wasiat dari para ulama salaf.

Demikian juga Allah Azza wa Jalla mempunya hak-hak disiang hari yang Ia tidak mau menerimanya dimalam hari. 'Semoga selamat engkau! Adakah yang menjerumuskan orang keatas mukanya. lengahpun buruk. apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?' Maka beliau bersabda. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya. sang isteri berperan untuk mengingatkan seperti riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Rojab Rahimahullah yang artinya: "Suatu malam isteri Habib (yakni Abu Muhammad Al-Fars) membangunkan dan berkata: Bangun hai Habib. Rasulullah bersabda. sedang bekal kita sedikit. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mempunyai hak-hak dimalam hari yang Ia tidak mau menerimanya disiang hari. mengerjakan shalat. Dan . kedalam neraka. namun juga oleh sejauh mana ia mengerjakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Lihatlah wasiat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA kepada Umar bin Khattab RA saat sudah dekat ajalnya. 67). 'Mau ya Rasulullah'.' Nabi menjawab.' Kemudian beliau berkata. Rombongan orangorang shaleh telah berlalu. 'Inginkah engkau kuberi petunjuk kepadamu akan pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai dan sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api dan shalat seorang ditengah malam.' Kemudian beliau bersabda. dan sedang-sedang saja itu bagus.' Kemudian beliau membaca ayat yang artinya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. AsSajdah : 16 . 'Engaku telah bertanya tentang suatu perkara besar. dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. 'Ya Rasulullah. Dalam riwayat selama tiga hari. 'Jagalah ini!' Aku berkata. sedangkan kita tetap berhenti. keatas hidungnya). ucapannya yang artinya: "Kalian (para tabi'in) lebih banyak puasa dan shalat daripada para shahabat Muhammad SAW padahal mereka lebih baik daripada kalian. Beliau bersabda. selain buah ucapan mereka?" (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia berkata 'Hadits itu hasan shahih). Dalam sebuah riwayat diriwayatkan yang artinya: "Sesungguhnya aku akan memberimu sebuah wasit jika kamu mau menerimanya. (atau sabdanya. sedang mereka berdo'a kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap. Mereka bertanya. 'Mau. Yang harus menjadi catatan kita bahwa sebaik-baik ibadah itu adalah yang kontinyu dan berdasar petunjuk Nabi SAW. Demikian pula masalah puasa (yang paling afdhal) adalah puasa Daud Alaihissalam." Oleh karena itu Ibnu Mas'ud Rahimahullah mendapatkan bahwa ibadah para tabi'in itu lebih banyak dari para Shahabat. 'Apa sebabnya? Beliau menjawab. berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah. dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala atasnya. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima amalan sunnah sebelum amalan wajib dikerjakan. Kemudian beliau bersabda. sesungguhnya perjalanan amatlah panjang. orang yang membaca mengkhatamkannya lebih cepat dari itu tidak akan dapt memahaminya (Al-Qur'an). 'Pokok amal adalah Islam dan tiang-tiangnya adalah shalat dan puncknya adalah jihad. 'Maukah aku beritahukan kepada tentang kunci perkara itu semua?' Aku menjawab." Oleh karena itu batasan yang diajarkan oleh Nabi SAW dalam kaitannya dengan ibadah dhahir ini diantaranya yang artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan Abdullah bin Amru untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu pekan. Abu Ubaidah bin Al-Mursanna berkata yang artinya: "Sesungguhnya berlebih-lebihan didalam beribadah itu buruk." Kalau kita perhatikan kehidupan Salaf Ash-Shaleh akan kita dapatkan kesimpulan bahwa mereka persis seperti pernyataan: "Yaitu pendeta-pendeta diwaktu malam dan joki-joki diwaktu siang. Tidak ada puasa yang lebih afdhal daripada puasa Daud. (QS. 'Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal dan tiang-tiangnya seta puncak-puncaknya? Aku menjawab. 'Karena mereka lebih zuhud dari kalian dalam masalah dunia dan lebih mengutamakan akhiratnya." Bahkan kita dapatkan bagaimana kalau seseorang sudah kecapaian karena kerja keras di siang hari.neraka." (dinukil dari kitab Al-Hujjah fi Sairi Ad-Daljah karangan ibnu Rajab. hal. Keutamaan seseorang tidak hanya ditentukan dari kewajiban-kewajiban yang sudah dikerjakannya. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.' Maka ia memegang lidahnya dan bersabda.17). mengeluarkan zakat.

An-Nisa':69) Pendahuluan Nilai suatu ilmu itu ditentukan oleh kandungan ilmu tersebut. para shiddiqin. Para Rasul. Disinilah pentingnya aqidah ini. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. karena faktor manusia. Ini disebut Rukun Iman. Bagian ini disebut pokok atau asas. adalah qiyam Daud. zakat. pada hakekatnya dia bodoh. dan seluruh bentuk ibadah disebut sebagai cabang. Dia dalam tubuh manusia seperti kepalanya. Nilai perbuatan ini baik buruknya atau diterima atau tidaknya bergantung yang pertama. Maka apabila suatu ummat sudah rusak. Sehingga orang yang tidak kenal Allah SWT disebut kafir meskipun dia Profesor Doktor.dalam masalah qiyam. Malaikat-malaikat. pertama : Ikhlas karena Allah SWT yaitu berdasarkan aqidah islamiyah yang benar. Dialah kunci menuju surga. Kitab-kitab. umpamanya ikhlas saja tidak mengikuti petunjuk Rasulullah SAW tertolak atau mengikuti Rasulullah SAW saja tapi tidak ikhlas. bagian yang harus direhabilitisi adalah kepalanya lebih dahulu. Pertama : Aqidah yaitu keyakinan pada rukun iman itu. Adakah yang lebih bodoh daripada orang yang tidak mengenal yang menciptakannya? Allah menciptakan manusia dengan seindah-indahnya dan selengkap-lengkapnya dibanding dengan makhluk / ciptaan lainnya.000 semuanya menyerukan kepada Tauhid (dikeluarkan oleh AlBukhari di At-Tarikhul Kabir 5/447 dan Ahmad di Al-Musnad 5/178-179). orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Hari Akherat. Kedua : Mengerjakan ibadahnya sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. Kedua : Perbuatan yaitu cara-cara amal atau ibadah seperti sholat. Aqidah menurut terminologi syara' (agama) yaitu keimanan kepada Allah. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang mengenalkan kita kepada Allah SWT. Makanya syarat diterimanya ibadah itu ada dua. Ini disebut amal sholeh. umpamanya. Begitu pentingnya Aqidah ini sehingga Nabi Muhammad. Aqidah secara bahasa berarti sesuatu yang mengikat. amin. puasa. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS. dan keimanan kepada takdir Allah baik dan buruknya. letaknya di hati dan tidak ada kaitannya dengan cara-cara perbuatan (ibadah). Semakin besar dan bermanfaat nilainya semakin penting untuk dipelajarinya. Pada keyakinan manusia adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya dari segala keraguan. Namun ada yang menerima disebut mu'min ada pula yang menolaknya disebut kafir serta ada yang ragu-ragu disebut Munafik yang merupakan bagian dari kekafiran. yaitu: Nabi-nabi. . Sementara dari jalan sahabat Abu Umamah disebutkan bahwa jumlah para Rasul 313 (dikeluarkan oleh Ibnu Hibban di Al-Maurid 2085 dan Thabrani di Al-Mu'jamul Kabir 8/139)) agar mereka berjalan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta melalui wahyu yang dibawa oleh Sang Rasul. karena aqidah adalah landasan semua tindakan. Ibadah yang memenuhi satu syarat saja." Semoga kita diberikan hidayah dan kekuatan untuk mengikuti para Salaf Ash-Shaleh Ridhwanullah alaihim. Dalam syariat Islam terdiri dua pangkal utama. Aqidah Islamiyah "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. Sang Pencipta. Apalagi ini menyangkut kebahagiaan dan keberhasilan dunia dan akherat. Kemudian Allah bimbing mereka dengan mengutus para Rasul-Nya (Menurut hadits yang disampaikan Abu Dzar bahwa jumlah para Nabi sebanyak 124. penutup para Nabi dan Rasul membimbing ummatnya selama 13 tahun ketika berada di Mekkah pada bagian ini.

Ahlus Sunnah wal Jamaah (mereka yang menetapi sunnah Nabi dan berjamaah) atau terkadang menggunakan istilah ahlul hadits atau salaf yaitu mereka yang berpegang atas jalan Rasulullah SAW dari generasi abad pertama sampai generasi abad ketiga yang mendapat pujian dari Nabi SAW. ahlul sunnah dan salaf. Berlebihan (ekstrim) dalam mencintai dan mengangkat para wali dan orang sholeh yang . dan tidak mendapat petunjuk. bukan saja di dunia tetapi berlanjut sebagai kesengsaraan yang tidak berkesudahan di akherat kelak. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. "Ikutlah apa yang telah diturunkan Allah. ushuluddin (pokok-pokok agama). Timbul pula kelompok Syiah yang menuhankan Ali bin Abi Thalib dan timbul pula kelompok dari Irak yang menolak takdir dipelopori oleh Ma'bad Al-Juhani (Riwayat ini dibawakan oleh Imam Muslim. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya. Bahaya Penyimpangan Pada Aqidah Penyimpangan pada aqidah yang dialami oleh seseorang berakibat fatal dalam seluruh kehidupannya. Sehingga apabila tokoh panutannya sesat. Para ulama menulis bantahan-bantahan dalam karya mereka. Akibatnya berpaling dan tidak jarang menyalahi bahkan menentang aqidah yang benar. AsSunnah (jalan yang dicontohkan Nabi Muhammad).maka amal tersebut tertolak. Terkadang aqidah juga digunakan dengan istilah Tauhid. Karena itu dia menolak aqidah yang benar." (Apabila mereka akan mengikuti juga). lihat Syarh Shohih Muslim oleh Imam Nawawi. maka ia ikut tersesat. Inilah makna yang terkandung dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi 110 yang artinya : "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. Biasanya penyimpangan itu disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya : Tidak menguasainya pemahaman aqidah yang benar karena kurangnya pengertian dan perhatian. Fanatik kepada peninggalan adat dan keturunan." mereka menjawab: "(Tidak). Seperti firman Allah SWT tentang ummat terdahulu yang keberatan menerima aqidah yang dibawa oleh para Nabi dalam Surat Al-Baqarah 170 yang artinya : "Dan apabila dikatakan kepada mereka. Sampai benar-benar memenuhi dua kriteria itu. dan ushuluddin. 126) dan dibantah oleh Ibnu Umar karena terjadinya penyimpanganpenyimpangan. jilid 1 hal. pada masa pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib timbul pemahaman -pemahaman baru seperti kelompok Khawarij yang mengkafirkan Ali dan Muawiyah karena melakukan tahkim lewat utusan masing-masing yaitu Abu Musa Al-Asy'ari dan Amru bin Ash." Perkembangan Aqidah Pada masa Rasulullah SAW. Sedangkan manhaj (metode) dan contohnya adalah ahlul hadits. Al-Fiqhul Akbar (fiqih terbesar). walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. Ringkasnya : Aqidah Islamiyah yang shahih bisa disebut Tauhid. kalaupun terjadi langsung diterangkan oleh beliau. fiqih akbar. Makanya kita dapatkan keterangan para sahabat yang artinya berbunyi : "Kita diberikan keimanan sebelum Al-Qur'an" Nah. Dia akan berjalan tanpa arah yang jelas dan penuh dengan keraguan dan menjadi pribadi yang sakit personaliti. aqidah bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena masalahnya sangat jelas dan tidak terjadi perbedaan-perbedaan faham." Taklid buta kepada perkataan tokoh-tokoh yang dihormati tanpa melalui seleksi yang tepat sesuai dengan argumen Al-Qur'an dan Sunnah.

Pendidikan di dalam rumah tangga. bernadzar dan berbagai ibadah yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah. menashranikannya. Tidak ada jalan lain untuk menghindar bahkan menyingkirkan pengaruh negatif dari halhal yang disebut diatas adalah mendalami. tentu banyak kelemahannya. sehingga menempatkan mereka setara dengan Tuhan. maka kesempurnaannya tidak diragukan lagi. Pada hal Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan yang artinya : "Setiap anak terlahirkan berdasarkan fithrahnya. dalam keadaan beriman." Dan juga dalam Surah An-Nahl 97 yang artinya : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan. Allah SWT berfirman dalam Surah AnNisa' 69 yang artinya : "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Ya'uq dan Nasr. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. para shiddiqin. Berbeda dengan filsafat yang merupakan karya manusia. banyak yang tidak berdasar ajaran Islam. Apabila anak terlepas dari bimbingan orang tua. Tak jarang mengagungkan para pemikir dan ilmuwan Barat serta hasil teknologi yang telah dicapainya sekaligus menerima tingkah laku dan kebudayaan mereka. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. atau memajusikannya" (HR: Bukhari). sehingga anak tumbuh tidak mengenal aqidah Islam. Lihat Surah Nuh 23 yang artinya : "Dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan) Wadd. Makanya seorang mu'min harus yakin kebenaran Aqidah Islamiyah sebagai poros dari segala pola laku dan tindakannya yang akan menjamin kebahagiannya dunia akherat." Lengah dan acuh tak acuh dalam mengkaji ajara Islam disebabkan silau terhadap peradaban Barat yang materialistik itu. lingkungannya. dan jangan pula Suwa'.sudah meninggal dunia. Bayangkan. antara siang dan malam. atau dapat berbuat seperti perbuatan Tuhan. memahami dan mengaplikasikan Aqidah Islamiyah yang shahih agar hidup kita yang sekali dapat berjalan sesuai kehendak Sang Khalik demi kebahagiaan dunia dan akherat kita. itupun dengan informasi yang kering. maka anak akan dipengaruhi oleh acara / program televisi yang menyimpang. Dan merupakan keserasian antara ruh dan jasad. Ditambah lagi mass media baik cetak maupun elektronik banyak tidak mendidik kearah aqidah bahkan mendistorsinya secara besar-besaran. maka kedua orang tuanya yang meyahudikannya. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah." Faedah Mempelajari Aqidah Islamiyah Karena Aqidah Islamiyah bersumber dari Allah yang mutlak. baik bentuknya . apa yang bisa diperoleh dari 2 jam seminggu dalam pelajaran agama. Yaghuts. Kuburan-kuburan mereka dijadikan tempat meminta. Peranan pendidikan resmi tidak memberikan porsi yang cukup dalam pembinaan keagamaan seseorang. Faedah yang akan diperoleh orang yang menguasai Aqidah Islamiyah adalah : Membebaskan dirinya dari ubudiyah / penghambaan kepada selain Allah. Demikian itu pernah dilakukan oleh kaumnya Nabi Nuh AS ketika mereka mengagungkan kuburan para sholihin. dan lain sebagainya. yaitu: Nabi-nabi. Hal itu karena menganggap mereka sebagai penengah/arbiter antara dia dengan Allah. antara bumi dan langit dan antara ibadah dan adat serta antara dunia dan akherat.

pimpinan maupun lainnya. jin dan seluruh manusia termasuk takut mati. sekokoh gunung. Takut kepada kurang rizki. Aqidah memberikan kekuatan kepada jiwa .kekuasaan. Sehingga dia penuh tawakkal kepad Allah (outer focus of control). antar pejabat dan rakyat jelata. harta. Oleh : Al-Islam . terhadap jiwa. Membentuk pribadi yang seimbang yaitu selalu kepada Allah baik dalam keadaan suka maupun duka. Dia hanya berharap kepada Allah dan ridho terhadap segala ketentuan Allah. kecuali takwanya disisi Allah SWT. antara pinter dan bodoh. Dia merasa aman dari berbagai macam rasa takut dan cemas. keluarga. Tidak beda antara miskin dan kaya. harta.Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia . Aqidah Islamiyah adalah asas persaudaraan / ukhuwah dan persamaan. antara kulit putih dan hitam dan antara Arab dan bukan.