Fastabiqul Khairat

"Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hambahamba kami, lalu di antara mereka ada yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah, yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." (QS. Fathir:32) Allah SWT membagi umat Islam ke dalam tiga bagian. Masing-masing sesuai dengan kadar perbuatannya. Mereka yang amal buruknya lebih banyak disebut telah mendzalimi dirinya sendiri. Gambaran mereka disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam masalah sholat, seperti orang yang sholatnya tidak tepat waktu, bahkan sering mengakhirkan sholatnya sampai hampir masuk waktu sholat lainnya. Kelompok kedua, adalah umat Islam yang antara amal kebaikan dan keburukannya seimbang. Disebutkan oleh Ibnu Taimiyah sebagai orang yang melaksanakan kewajibannya, tanpa mempedulikan sunnah-sunnah, seperti mereka mengerjakan sholat wajib tepat waktu dan berjamaah hanya saja tidak menambah dengan sholat-sholat sunnah. Adapun yang ketiga adalah mereka yang amal baiknya lebih banyak dari amal buruknya. Mereka disebut telah melaksanakan ajaran Islam dengan baik pada setiap kesempatan dan mereka inilah yang dinamai 'Saabiqun Lilkhairaat. Permisalannya seperti orang yang sholat wajib tepat waktu, berjamaah dan menambah dengan sholat-sholat sunnah. Tentunya kita umat Islam hendaknya berupaya untuk menjadi kelompok ketiga tersebut agar kualitas umat Islam tidak seperti buih laut. Kelihatannya mayoritas secara kuantitas, tetapi kualitas pemahaman dan aplikasi Islamnya sangat rendah. Maka dari itu marilah kita memenuhi panggilan Al-Quran 'Fastabiqul Khairaat' (QS. AlBaqarah:148). Hal itu berarti kita harus menyingsingkan baju menggunakan setiap potensi dan peluang untuk kepentingan Islam guna menggapai surga yang lebarnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi mereka yang bertakwa (QS. Al-Imran:123)

Bisikan Setan
Setan menurut al-Qur'an surah al-An'am ayat 112 dan surah an-Naas dan juga menurut berbagai teks hadits adalah terdiri dari jin dan manusia. Keduanya aktif bekerja menjalankan misi mereka masing-masing. Salah satu tugas setan adalah membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, sebagaimana firman Allah di dalam surah an-Naas, artinya, "Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb (Tuhan yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilaah (sembahan) manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." Di dalam ayat-ayat di atas, Allah memerintahkan manusia agar beristi-'adzah (memohon perlindungan kepadaNya) dari bisikan jahat setan jin dan setan manusia. Alwaswas adalah bisikan-bisikan setan yang halus sedang al-khannas terambil dari kata khanasa, yang berarti kembali mundur, melempem, bersembunyi serta timbul tenggelam. Maksudnya adalah setan kembali menggoda manusia pada saat manusia lengah dan melupakan Allah, kemudian dia mundur dan melempem pada saat manusia berdzikir mengingat Allah Ta'ala. Strategi Setan Memperdaya Manusia Misi dan pekerjaan setan itu ada dua, pertama, menyuruh manusia melakukan dosa dan kejahatan, dan yang ke dua, menghalang-halangi manusia dari segala macam bentuk perbuatan baik yang diridlai Allah Ta'ala. Di dalam Sahih Muslim nomor ke 5109 bersumber dari 'Iyad bin Himar al-Mujasyi'i, disebutkan bahwa Rasulullah Shalallaahu

alaihi wasalam bersabda,Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku menciptakan hambahambaKu dalam keadaan hanif (cenderung kepada kebenaran), lalu setan-setan mendatangi mereka, dan menyelewengkannya dari agama mereka dan (setan-setan itu) mengharamkan terhadap mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka dan menyuruh mereka mempersekutukan Aku…" Berdasarkan hadits ini, dapat dikatakan, bahwa yang menyeleweng-kan manusia dari dien (Islam) adalah setan, termasuk menggelincirkan manusia kepada perbuatan syirik. Namun manusia yang dapat dikuasai setan, hanya mereka yang tak memperdulikan tuntunan Allah dan menjadikan setan itu sebagai pembimbing jalan hidupnya. Ibnu Qayyim AlJauziyah mengemukakan enam tahapan yang dilalui setan dalam menyesatkan dan memperdaya manusia. Tahap pertama ialah pengafiran atau pemusyrikan manusia. Kalau yang diajak setan itu muslim, yang beriman teguh, yang tak dapat dikafirkan dan dimusyrikkan, setan akan melangkah ke tahapan dakwah ke dua, yaitu pem-bid'ahan. Setan pada tahapan ke dua ini berupaya menjadikan orang Muslim sebagai ahlul bid'ah. Kalau yang didakwahi setan itu kalangan Ahlus Sunnah, yang teguh dan istiqamah memegang Sunnah, setan melangkah pada tahap yang ke tiga, yaitu menjebak orang Islam kepada kaba’ir (dosa-dosa besar). Kalau yang bersangkutan beriman teguh, sehingga tak mau melakukan dosa-dosa besar, setan tetap tidak berputus asa, untuk terus berupaya mencari taktik lain, dengan melangkah ke tahap yang ke empat, yaitu menjebak manusia dengan dosa-dosa kecil. Kalau tahap ke empat ini gagal juga, setan melangkah ke tahap ke lima, yaitu menyibukkan manusia kepada masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga yang bersangkutan menghabiskan waktunya untuk urus-an-urusan yang mubah, yang dampaknya, lupa menunaikan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah Ta'ala, yang berpahala, yang semua Muslim diperintahkan mengamalkannya. Kalau tahap ke lima ini gagal juga, setan melanjutkan strategi gandanya ke tahapan yang ke enam, yaitu menyibukkan manusia dalam urusan-urusan kurang bermanfaat atau yang man-faatnya lebih kecil, sehingga dampak persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik jadi tertinggalkan dan terabaikan. Misalnya, sibuk dengan amalan sunnah, sehingga amalan wajib tertinggalkan. Adapun perangkap atau jerat-jerat yang dipasang setan tidak terhitung jenis dan jumlahnya, di antaranya ialah: 1. Mengadu Domba Sesama Muslim dan Buruk Sangka Di dalam hadits yang diriwayatkan al-Bukhari, Rasulullah bersabda yang artinya, “Sesungguhnya iblis telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.". Caranya ialah menciptakan dan menyebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara mereka. Sikap buruk sangka (terhadap Allah maupun manusia) biasanya datang dari setan. Dalilnya antara lain ialah hadits Shafiyyah binti Huyay (istri Rasulullah) ia berkata yang artinya, "Ketika Rasulullah sedang beri'tikaf di masjid, saya mendatanginya pada suatu malam dan bercerita. Kemudian saya pulang diantar beliau. Ada dua orang Anshar berjalan dan ketika keduanya melihat Rasulullah, mereka mempercepat langkah. Rasulullah berkata, "Pelan-pelanlah. Dia adalah Shafiyah binti Huyay". Mereka berkata, "Subhanallah (Maha Suci Allah), Rasulullah!" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setan berjalan di tubuh manusia pada peredaran darah, aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua , sehingga timbul prasangka yang buruk." (HR. Al-Bukhari 240, Muslim 2174-2175). 2. Menganggap Baik dan Indah Kebid'ahan. Ibadah yang sudah baik dari Nabi, oleh setan dimodifikasi, antara lain dilakukan

Dengan demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politik. "Engkau lebih baik dari orang lain. setan jin membisikkan. bahwa agama adalah muamalah?" Sebagai hasilnya." Urusan pemerintahan. Terkadang setan membisikkan ke dalam hati manusia. 5. Akibatnya yang bersangkutan meninggalkan banyak amal shaleh. "Engkau zuhud dengan mening-galkan semua urusan dunia. Bukankah Rasulullah mengatakan. Membisikkan Bahwa yang Penting Bersatu. Sebagian manusia dibisiki agar merekayasa hadits palsu yang disandar kan kepada Rasulullah sambil berdalih. Membisiki Manusia Sebagai Orang yang Terbaik Di sisi lain. Membisikkan Bahwa Islam Hanyalah Muamalah. Memang benar umat Islam harus bersatu. baik itu amal yang bersifat individual maupun kolektif 7. biarlah orang kafir saja yang mengatur. "Yang penting adalah hati dan niat baik. bukan bersatu dalam kekacauan dan perbedaan aqidah. Apa yang tidak disunnahkan Nabi. Sehingga akibatnya banyak kebaikan yang tidak terlaksana atau dilakukan namun secara serampangan dan asal-asalan. Yang penting dalam beragama adalah cukup berbuat baik saja terhadap sesama manusia. "Yang penting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin dan keadaan musuh-musuh mereka. sementara orang lain banyak yang tidak shalat. Padahal yang dituntut dari kita adalah sebaliknya yaitu merasa kurang di dalam kebaikan. Datang pula kelompok lain dengan pendapat. 3. “Kami memang berdusta mengarang hadits. tetapi harus di atas dasar dien. termasuk urusan politik. 6. Membisikkan bahwa Islam Hanya Mengatur Hubungan dengan Allah Saja. "Dien (Islam) adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik). setan membisik-kan.penambahan-penambahan di sana sini atau pun pengurangan-pengurangan. untuk mencegahnya dari beramal lebih baik. sebaliknya yang disunnahkan Nabi justru ditinggalkan. sepanjang engkau lalui waktu malammu tanpa menyimpan dengki dan kebencian terhadap manusia. namun bukan dengan niat menentang Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . walaupun dibandingkan masalah aqidah! Dasar mereka ialah musuh-musuh Allah sedang gencar ingin menghabisi Islam. asal tidak jahat terhadap sesama manusia. Kelompok ini menjadikan persatuan sebagai hal paling penting. Ibadah biarlah dilakukan kalangan ahli ibadah saja. namun dengan tergesa-gesa tanpa perhitungan. "Yang paling penting adalah menyatukan barisan kaum muslimin. Salah satu bisikan jahat setan ialah agar umat Islam dalam melakukan kebaikan bersikap menunda-nunda atau sebaliknya melakukannya. tak shalat tak mengapa. sedang agama hanya mengatur hubungan dengan Allah saja. karena mencu-kupkan diri dengan niat baik saja! Kepada kalangan yang berkecim-pung di politik. Kepada mereka. jangan mendustai atau menipu mereka walaupun kamu tidak shalat. 4. agar melakukan amal kebaikan atau pun menggambarkan surga dengan cara aneh pula." Setan membisiki setiap orang yang beribadah agar memperhatikan kelakuan orang-orang yang berada di bawahnya dalam beramal shaleh. Menunda Kebaikan atau Melaku-kannya Secara Asal-Asalan. setan membisikkan di dalam hati manusia. dibisikinya pula. melainkan membela beliau. Kepada yang lain. cukuplah sudah”. engkau melakukan shalat. banya orang yang berprinsip. misalnya kita perhatikan orang yang berpuasa sunah Senin dan Kamis ketika kita tidak . dilakukan. karena itu adalah masalah keduniaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan agama. Tak terhitung jumlah hadits yang direkayasa untuk menakut-nakuti manusia dari neraka.

Akhirnya. baik setan jin maupun manusia. Tetapi setan sangat jahat dan lihai. Citi-Ciri Wanita Shalihah Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah.melakukannya. yaitu setan. ia memperdayakan kita agar kita merasa sudah cukup. Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu : Taat kepada Allah dan RasulNya Taat kepada suami Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut : Taat kepada Allah dan RasulNya Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah swt? Mencintai Allah swt dan Rasulullah saw melebihi dari segala-galanya. tak tahu diri. kebajikan dan taqwa Berbuat baik kepada ibu & bapa Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa . siapa yang tawadhu karena Allah. niscaya akan ditinggikan-Nya. Terapinya. dengan berbagai cara. Padahal kita akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kemampuan yang seharusnya kita pergunakan untuk tugas da'wah itu. Menjadikan Satu Kebaikan Sebagai Penghalang Kebaikan yang Lain Untuk menjauhkan kita dari tugas dakwah. sehingga kita merasa tak perlu belajar dari orang lain. "Kamu harus tawadhu. Mudah-mudahan Allah senantiasa membantu kita mengalahkan musuh nyata kita. Wajib menutup aurat Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya mahramnya. aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan jahat setan dan aku berlindung kepadamu Rabbku mereka mendatangiku…" (Al-Mu'minun ayat 97-98). membiasakan melakukan dzikir pagi dan sore. marilah kita sama-sama berdo’a dengan do’a yang diajarkan Allah. Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran. Bukan level kamu melibatkan diri dalam tugas da'wah! Urusan da'wah hanya untuk orang berilmu tinggi saja! Kalau kamu melibat-kan diri juga dalam tugas da'wah. "Wahai Rabbku!. setan terkadang membisiki hati kita. banyak-banyak membaca al-Qur’an. sudah hebat dan sempurna. Wallaahu ‘a'lam. dan selalu berdzikir memohon perlindungan kepada Allah." Setan terus menekan kita sampai mencapai derajat di mana kita merasa tak berguna dan tak mampu memikul tugas da'wah'. kamu berarti sombong. 8. dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah swt.

" Sabda Rasulullah saw: artinya: "Tidak sempurna iman seseorang dari kamu. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. tetapi termasuklah menghadiri majlismajlis ilmu. Sentiasa memelihara diri. Lupa mengingat Allah Karena terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak. Firman Allah swt di dalam surah al-Jathiah. di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah swt hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit. Bukan itu saja. Firman Allah swt di dalam surah al-An'am: artinya : "Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan . 2. ayat 23: artinya: "Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah." (Riwayat Tarmizi) Mengingati Allah swt bukan saja dengan berzikir. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka. malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Mudah tertipu dengan keindahan dunia Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembargemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita. Tidak menolak ajakan suami untuk tidur Tidak keluar tanpa izin suami. Tidak meninggikan suara melebihi suara suami Tidak membantah suaminya dalam kebenaran Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya. kebersihan fisik dan kecantikannya serta kebersihan rumahtangga. sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.Bersikap baik terhadap tetangga Taat kepada suami Memelihara kewajiban terhadap suami Sentiasa menyenangkan suami Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah. Tidak cemberut di hadapan suami. Faktor-faktor tersebut ialah : 1. Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam.

hara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Mereka yang khusyu' shalatnya Menjauhkan diri dari (perbuatan-perbuatan) tiada berguna Menunaikan zakat Menjaga kemaluannya kecuali kepada isteri-isteri yang sah Jauh dari perbuatan melampaui batas (zina. Mudah terpedaya dengan syahwat 4. AL-QUR'AN Kriteria yang diberikan oleh Al-Qur'an bagi mereka yang dikategorikan orang yang matang beragama Islam cukup bervariasi. Bersikap suka menunjuk-nunjuk. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki.sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. dan lain-lain) Memelihara amanat dan janji yang dipikulnya . perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholichah." 3. Apabila standar itu kita coba terapkan pada seseorang yang secara spesifik beragama Islam. Seperti pada sepuluh ayat pertama pada Surah Al-Mu'minun dan bagian akhir dari Surah Al-Furqan. Ad-dunya mata' .10) Ilmu jiwa agama adalah suatu bidang disiplin ilmu yang berusaha mengeksplorasi perasaan dan pengalaman dalam kehidupan seseorang. maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Dan orang-orang yang memeli. dan orang-orang yang memelihara shalat. homoseksual." (QS. maka akan kita lihat beberapa standar diantaranya Al-Qur'an dan As-Sunnah dan penjelasan para ulama. yaitu orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. khoirul mata' al mar'atus sholich Dunia adalah perhiasan. Penelitian itu didasarkan atas dua hal yaitu sejauh mana kesadaran beragama (religious counsciousness) dan pengalaman beragama (religious experience). Al-Mu'minun : 1 . oleh karena itu tidakkah kamu berfikir. Lemah iman 5. Ciri-ciri Orang Yang Matang Beragama Islam "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.

a. tidak berzina Suka bertaubat. Mengamalkan isi Al-Qur'an Mempunyai rasa takut kepada Allah sehingga berbuat sesuai dengan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya Merasa puas dengan pemberian atau karunia Allah SWT meskipun terasa sedikit Persiapan untuk menjelang kematian dengan meningkatkan kualitas keimanan dan amal . Sehingga tidak jarang Nabi SAW menganjurkan dengan cara peringatan. Muslim). Bukhari). "Tidak beriman seseorang sampai tetangganya merasa aman dari gangguannya" (HR. Dengan demikian petunjuk-petunjuk itu mengarahkan kepada seseorang yang beragama Islam agar dia menjaga lidah dan tangannya sehingga tidak mengganggu orang lain. Bukhari dan Muslim). tidak memberi persaksian palsu dan jauh dari perbuatan sia-sia. AlFurqan : 63 . tidak membunuh. Sementara ciri-ciri lain disebutkan cukup banyak bagi orang yang meningkatkan kualitas keimanannya. Dan inti taqwa itu ada empat. dan mengharap keturunan yang bertaqwa (QS. Peringatan shahabat Ali r. "Tidak beriman seseorang kepada Allah sehingga dia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dari pada kecintaan lainnya. Al-Mu'minun : 1 .10) Merendahkan diri dan bertawadlu' Menghidupkan malamnya dengan bersujud (Qiyamullail) Selalu takut dan meminta ampunan agar terjauh dari jahanam Membelanjakan hartanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir Tidak menyekutukan allah. demikian juga dia menghormati tetangganya.a." (HR.Memelihara shalatnya (QS. bersabar. Muslim). menurut Ali r. dia berpedoman kepada petunjuk Al-Qur'an dan mengikuti contoh praktek Rasulullah SAW.. bahwa klimaks orang ciri keagamaannya matang adalah apabila orang tersebut bertaqwa kepada Allah SWT.. memperhatikan Al-Qur'an. Ringkas kata. seperti : "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya hendaknya dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri" (HR.67) AS-SUNNAH Rasulullah SAW memberikan batas minimal bagi seorang yang disebut muslim yaitu disebut muslim itu apabila muslim-muslim lain merasa aman dari lidah dan tangannya (HR. saudara sesama muslim dan sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya. sehingga dia betul-betul menjaga hubungan "hablum minallah" (hubungan vertikal) dan "hablum minannaas" (hubungan horizontal).

baik yang besar atau pun yang kecil. sehingga dia menyibukkan diri untuk meraihnya Dia terbina pemikirannya sehingga akalnya diarahkan untuk memikirkan ayat-ayat Allah Al-Kauniyah (cipataan-Nya) dan Al-Qur'aniyah (firman-Nya). Dia terbina akhlaknya dimana kepribadiannya di bangun diatas pondasi akhlak mulia sehingga kalau berbicara dia jujur. maka sungguh orang yang beragamalah yang akan terhindar dari penyakit stress. Dia terbina perasaannya sehingga segala ungkapan perasaan ditujukan kepada allah. senang atau benci. bermuka manis. Kemauan yang mendorongnya selalu beramal shaleh Dia terbina kesehatan badannya karena itu dia memberikan hak-hak badan untuk ketaatan kepada Allah karena Rasulullah SAW bersabda : "Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan dicintai Allah daripada mukmin yang lemah" (HR. ulama abad ke 7.shaleh Sedangkan Ibnul Qoyyim. menyantuni yang tidak mampu. ekonominya. kata Robert Bowley. Dia terbina keimanannya yaitu selalu menjaga fluktualitas keimanannya agar selalu bertambah kualitasnya Dia terbina ruhiyahnya yaitu menanamkan pada dirinya kebesaran dan keagungan Allah serta segala yang dijanjikan di akherat kelak. Demikian secara ringkas kami paparkan kriteria ideal untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana kematangan beragama Islam seseorang. Berlindung Dari Fitnah Berlindung kepada Allah. khususnya pada masa-masa fitnah sedang menyebar dan merajalela merupakan sebuah keharusan dan hal yang amat penting. dia harus memperhatikan lingkungannya sehingga dia berperan aktif mensejahterakan masyarakat baik intelektualitasnya. marah atau rela. dan lain-lain Dia terbina keamuannya sehingga tidak mengumbar kemauannya ke arah yang distruktif tetapi justru diarahkan sesuai dengan kehendak Allah. Dan itu merupakan jalan yang paling tepat untuk terlepas dari kejahatan fitnah-fitnah itu. semuanya karena Allah. menyebutkan 9 kriteria bagi orang yang matang beragama Islamnya. . Ahmad) Dia terbina nafsu seksualnya yaitu diarahkan kepada perkawinan yang dihalalkan Allah SWT sehingga dapat menghasilkan keturunan yang shaleh dan bermanfaat bagi agama dan negara. Dan perlu kita ingat dalam kondisi masyarakat yang komplek dengan problematika kehidupannya. Sengaja kami batasi agama Islam karena pembahasan ciri-ciri beragama secara umum terlalu luas. tidak menyakiti orang lain dan berbagai akhlak mulia Dia terbina kemasyarakatannya karena menyadari sebagai makhluk sosial. kegotang-royongannya.

tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka)dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh". Fitnah ujub. (QS. kesenangan dan syahwat mengharuskan kita untuk selalu berlindung kepada Allah dari keburukannya. Fitnah tersumbatnya suara kebenaran dan merebaknya kebatilan. serta huru-hara Akhirat. pembunuhan dan peperangan. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Fitnah kekacauan. "Dan aku berlindung kepadaMu dari (keburukan) fitnah hidup. Allah subhanahu wata’ala berfirman. “Dan katakanlah. “Hai orang-orang yang beriman." (HR. Fitnah Dunia Fitnah dunia beserta isinya. sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits shahih tatkala berlindung dari berbagai fitnah dunia. "Ya Rabb kami. Maka Allah subhanahu wata’ala menganjur kan agar kita berlindung kepada-Nya dari segala gangguan syetan. sebagaimana dalam firman-Nya. Oleh karena itu. seperti fitnah kehidupan dunia dengan iming-iming nafsu dan syahwatnya. Oleh karena itu Nabi Yusuf ’alaihis salam tatkala khawatir terhadap fitnah wanita. “Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka. Merupakan fitnah dunia yang sangat besar bagi seorang laki-laki adalah fitnah (ujian/godaan) wanita. Fitnah kematian. besar kepala dan sebagainya. beliau mengatakan. dan di sisi Allahlah pahala yang besar.” (QS.“Ya Rabbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan. 12:33) Harta benda juga merupakan fitnah yang harus dimintakan perlindungan kepada Allah dari keburukannya. agar manusia tertipu dan tersesat. dari kedatangan mereka kepadaku". Fitnah syetan termasuk sangat besar. Seorang muslim sadar bahwa keluarga dan anak-anak adalah merupakan fitnah dan ujian hidup. anugerahkanlah kepada kami isteriisteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. minta keselamatan dan terbebas dari segala keburukannya. al-Bukhari. penyejuk hati dan pembawa kebaikan. “Dan orang-orang yang berkata." Fitnah Syetan Syetan adalah fitnah bagi manusia. (QS.” (QS. merupakan sebuah penggalan hadits) Keluarga dan anak-anak juga merupakan fitnah dunia sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala. artinya. sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. maka sungguh akan menggugah hati untuk menyelamatkan diri darinya dan mendorong untuk berlindung kepada Allah subhanahu wata’ala. maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. "Dan (aku berlindung) dari buruknya fitnah kekayaan.Jika seseorang memperhatikan berbagai macam fitnah. Ia selalu menggoda manusia dan mendampingi semenjak lahir hingga menjelang kematiannya. salah satunya adalah. 64:14-15) Oleh karena itu seorang hamba harus memohon kepada Allah agar menjadikan keluarga dan anak cucunya sebagai qurrata ain. Dia selalu menghiasi keburukan sehingga tampak indah dan baik. 23:97-98) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa do’a dan dzikir kepada Allah merupakan senjata ampuh bagi seorang muslim untuk menghadapi gangguan syetan. 25:74) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan do’a. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabbku. . berupa permainan. penghimpunan manusia di padang Mahsyar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminta perlindungan dari jahatnya fitnah kekayaan.

Tentang kapan munculnya dajjal. Fitnah al-Masih ad-Dajjal Fitnah dajjal adalah termasuk fitnah terbesar yang akan dialami manusia menjelang hari Kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal. 25:65-66) Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam . Termasuk fitnah akhirat yang besar adalah fitnah kubur. maka tidak seorang pun mengetahuinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. kita berlindung kepada Allah dari hal itu. sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala tatkala menyebutkan di antara sifat hamba Allah." (HR Abu Dawud. "Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dan sore (doa). yaitu pertanyaan di kubur terhadap seorang hamba tentang siapa Rabbnya.Diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Beliau bersabda. apa agamanya. "Dengan menyebut Nama Allah. yang artinya “Dan orang-orang yang berkata. artinya. siapa Nabinya dan seterusnya. Ahmad dan alHakim. Semoga Allah menjaga kita darinya. Ibnu Majah dan Ahmad. Jika dia seorang yang istiqamah di atas agama Allah maka akan selamat dan dapat berbicara serta menjawab sesuai yang diridhai Allah subhanahu wata’ala. "Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan kejahatan syetan beserta sekutunya. "Ya Rabb kami." (HR. artinya." (HR. Muslim) Fitnah Jahannam Merupakan salah satu fitnah akhirat adalah fitnah adzab Jahannam. dan dengan keutamaan serta rahmat-Nya kita dimasukkan ke dalam surga.Abu Dawud. dan sanadnya hasan) Dan tatkala Abu Bakarradhiyallahu ‘anhu. meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengajar kan sebuah kalimat (doa) yang diucapkan ketika pagi dan sore hari. at-Tirmidzi. sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasan yang kekal". dan dia merupakan salah satu tanda akan terjadinya Kiamat Kubra (kiamat besar). dishahihkan oleh adz-Dzahabi) Fitnah Akhirat Fitnah akhirat dimulai sejak seseorang masuk ke alam kubur hingga datangnya hari Kiamat dengan kedahsyatannya. Jika dia menyepelekan agama dan zhalim maka akan mendapatkan kerugian dan mengucapkan kalimat kekufuran. maka di antara yang diajarkan beliau adalah berlindung kepada Allah dari syetan dan sekutunya. at-Tirmidzi. Dalam sebuah hadits shahih. Oleh karena itu Allah subhanahu wata’ala menganjurkan kepada kita untuk berlindung dari adzab Jahannam tersebut. Oleh karena itu dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung dari adzab kubur." Dan di dalam riwayat yang lain disebutkan. "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal. yang dengan menyebut-Nya maka tidak berbahaya segala sesuatu yang berada di bumi dan di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta perlindungan kepada-Nya dari fitnah dajjal tersebut. Semua itu harus dimohonkan perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala agar kita selamat dari malapetaka nya. jauhkan azab jahannam dari kami.” (Dia ucapkan) sebanyak tiga kali maka tidak akan membahayakannya segala suatu apapun. yang penting adalah bahwa seseorang tidak akan dapat selamat dari fitnah dajjal kecuali atas perlindungan Allah subhanahu wata’ala.

” Maka Allah subhanahu wata’ala menurunkan ayat. Fitnah Ujub dan Bangga Diri Ujub. lalu diperkenankan-Nya bagimu. jika kamu benar-benar orang yang berserah diri". 10:84-86) Allah subhanahu wata’ala juga menyebutkan tentang Nabi Ibrahim dan kaumnya yang berd’oa kepada Allah. Maka beliau menghadap kiblat lalu menengadahkan tangan berdoa kepada Rabbnya. terpedaya dan bangga diri merupakan fitnah yang selayaknya dimintakan perlindungan kepada Allah. dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir". 2:250) Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang kaum Nabi Musa. “(Ingatlah). "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut". Lalu mereka berkata.” (QS. janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. "Hai kaumku. "Ya Rabb kami. telah cukup permohonanmu kepada Allah. zionis dan kapitalis. sesungguhnya Dia akan memberikan untukmu apa yang Dia janjikan kepadamu. "Ya Rabb kami." Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus-menerus berdoa dengan menengadahkan tangan. Ya Allah jika Kamu binasakan sekelompok ahlul Islam ini. maka bertawa-kallah kepada-Nya saja. Oleh karena itu Allah subhanahu wata’ala menyebutkan tentang orang-orang mukmin pengikut Thalut alaihissalam. (QS. 17:37) Fitnah ini hendaknya diwaspadai khusunya oleh para aktivis dakwah. 60:5) Disebutkan dalam sebuah hadits shahih dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu dia berkata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat ke arah kaum musyrikin yang berjumlah seribuan orang sedangkan shahabat beliau hanya tiga ratus tiga belas orang. "Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami. Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. (QS. artinya. “Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka. mereka pun berdo'a. Maka kita hendaknya senantiasa memohon kepada Allah. dan kokoh. sebagaimana firman Allah. ya Allah datangkanlah kepadaku apa yang Kau janjikan. berada dalam penindasan kaum salibis. "Wahai Nabi Allah. Allah subhanahu wata’ala berfirman. maka Engkau tidak disembah di muka bumi. menghadap ke kiblat sehingga kain yang ada di pundaknya terjatuh. (HR Muslim) Amat banyak saudara kita di negeri Islam yang sedang menghadapi ujian dan cobaan dari orang kafir. "Ketika terjadi perang Badar. penyebar ilmu. para . Dia lalu mendekat dari arah belakang Nabi dan berkata. Lalu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu datang mengambil kain itu kemudian meletakkannya kembali di pundak beliau.kanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir". "Ya Allah penuhilah untukku apa yang Kau janjikan. agar segera mengentaskan musibah tersebut dengan secepatnya. karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. 8:9). (QS. ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu. Sesungguhnya Engkau. tatkala menghadapi musuh mereka Jalut dan tentaranya maka mereka berlindung kepada Allah dengan berdoa. (QS. Dan ampunilah kami Ya Rabb kami.berlindung kepada Allah dari adzab Jahannam Fitnah Orang Kafir Salah satu fitnah yang dihadapi oleh orang mukmin di setiap tempat dan waktu adalah permusuhan orang-orang kafir. “Berkata Musa. jika kamu beriman kepada Allah. tuangkanlah kesabaran atas diri kami.

25:23). bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Sesuai firman Allah SWT 'Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. dengan banyak berlindung dan bersandar kepada Allah subhanahu wata’ala. dan sesungguhnya Kami benarbenar memeliharanya.pejuang dan orang semisal mereka yang banyak dibutuhkan olah umat Islam di zaman ini. serta mengikuti cahaya yang diturunkan kepadaanya. yang beriman dengannya. Sumber: Kutaib. dan keluarganya serta para sahabatnya. Kitalah. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. Abdul Hamid bin Abdur Rahman al-Suhaibani Berinteraksi Dengan Al-Qur'an Penulis: Dr. mereka adalah orang-orang yang beruntung. agar jangan menjadikan amalnya sebagaimana amal yang Dia firmankan.' (Huud:1) . Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: '(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. dan seluruh orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: 'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. Karena Allah SWT.Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan.02. Maka apakah kamu tiada memahaminya?' (Al Anbiyaa: 10). sebagai bimbingan yang lurus. akhlaqnya Al Qur'an. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. dan penghias dadanya.” DR. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. mendukung dan membantunya.2004 'Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan. imamnya Al Qur'an.” (QS. Yusuf Qardawi Tanggal: 18. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang terakhir.' ( Al Kahfi: 1-3) Salawat serta salam bagi Nabi yang mu'jizatnya Al Qur'an. “Dharuratu alluju’ ilallah ‘inda hudutsil fitan. Hendaklah mereka hati-hati dari fitnah ini. Rabb kita juga.' (Al Hijr: 9). Amma ba'du: Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. kaum muslimin. telah menjamin untuk memeliharanya. yang mengerjakan amal saleh. cahaya hatinya juga penghilang kesedihannya adalah Al Qur'an: Nabi Muhammad bin Abdullah.

Allah SWT menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. jika Anda tanya: 'siapa namamu?' --dengan bahasa Arab-. penj. Ia menghapal Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya.'Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. baik itu kitab agama atau kitab biasa. kalimat-kalimat serta lafazh-lafazhnya saja. di dalam hati mereka. dihapal dan dijelaskan. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. Ia juga dihapal oleh anakanak kecil kaum Muslimin. bagi Al Qur'an. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril).. idgham (digabungkan). suatu kitab. baik itu lelaki maupun perempuan. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. izhhar (jelas). dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. baik dengan tulisan atau bacaan. Karena.' ( Fush-shilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. Hingga saat ini. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang.' (Al Israa: 9) . didengarkan. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim).a. 'Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. kecuali Al Qur'an. kecuali Al Qur'an ini. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan 'ilmu tajwid Al Qur'an'. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. Ia tidak dimulai dengan basmalah. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. Ayat-ayatnya dibaca. dalam masalah Al Qur'an ini.). Dan salah seorang dari mereka. mana yang harus ghunnah (dengung). Kecuali satu surah saja. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. media cetak. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. dan malah hurup-hurupnya--. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. dan jalan yang paling lurus. yaitu surah at Taubah. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. Seperti kata mana yang harus madd (panjang).

' (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas.' (An Nuur: 35). dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. membongkar kebatilan-kebatilan. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: 'Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) .' Seperti dalam firman Allah SWT: 'Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)'.' (An Nisaa: 174) 'Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. di samping cahaya fithrah dan akal: 'Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). dan kitab yang menerangkan.' (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan . serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. Ia membuka hal-hal yang samar. ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: 'Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi).' (At Taghaabun: 8). kemudian ia memperjelas yang lain. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). menjelaskan hakikat-hakikat. Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu.' ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah 'cahaya' yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. menolak syubhat (kesamaran). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan.'Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. Seperti dalam firman Allah SWT: 'Hai manusia. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai 'cahaya'. Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firman-Nya: 'Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). dalam banyak ayat. dan dia adalah 'cahaya yang istimewa'.

agar manusia hanya menyembah-Nya semata dan bertaqwa kepada-Nya dalam seluruh urusannya. Al Qur'an juga membangun umat yang saleh. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: 'Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. Al Qur'an juga bertujuan untuk membersihakan jiwa manusia. saat mentari pagi telah bersinar.mempunyai keunggulankeunggulan yang membuatnya istimewa dibanding kitab suci lainnya. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. Ia juga berusaha membentuk keluarga yang kemudian menjadi pangkal kedirian suatu masyarakat. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. dan kitab suci bagi seluruh manusia. kitab suci yang dijamin pemeliharaan keautentikannya. Dan jika jiwa itu rusak. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. yang diciptakan untuk memberikan manfaat bagi manusia dan memberikan petunjuk bagi mereka. dan balasan atas amal perbuatan. Ia adalah kitab Ilahi. Ia juga bertujuan untuk menghubungkan manusia dengan Rabbnya. yang jika jiwa itu telah bersih niscaya bersih dan baiklah seluruh masyarakat. kitab suci bagi agama seluruhnya. Juga mengajarkan sikap adil terhadap kalangan perempuan. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahan-tambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. serta mentadabburi dan .' (AlMaaidah: 48) Al Qur'an --sebagaimana ia diturunkan oleh Allah SWT-. kitab bagi seluruh zaman. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. yang merupakan pokok utama dalam bangunan keluarga. Setelah itu. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. niscaya rusaklah masyarakat seluruhnya. membaca dan mendengarkannya. Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan yang dibidiknya. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. Al Qur'an juga mengungguli kitabkitab suci sebelumnya. kitab suci yang menjadi mukjizat. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. membenarkan apa yang sebelumnya. ia akan memadamkan pelita-pelita'.kitab-kitab suci lainnya. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. Yaitu yang berkaitan dengan pokok-pokok aqidah dan akhlak. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. kenabian. kitab yang memberikan penjelasan dan dimudahkan untuk dipahami. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: 'Maha Besar Allah. terutama bagi kalangan yang lemah dan tidak berpunya. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya.

dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita.pada Al Qur'an itu sendiri. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. karena ia adalah objek kita. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Kita juga berkewajiban untuk berlaku baik terhadapnya dengan memahami dan menafsirkannya. dengan bertumpu --terutama-. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. mengetahui tujuan-tujuannya. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya.merenungkannya. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: 'Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. undang-undang bagi aturan politik. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. memahami rahasia-rahasianya. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. serta peradaban ilmu dan iman. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. membebaskan negeri-negeri. Mereka berlaku baik dalam memahaminya.' (Al Jumu'ah: 5). tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. . serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. mengerjakan ajarannya.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. namun ia juga petunjuk itu. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. mereka menghapal hurup-hurupnya. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. Namun yang disayangkan. namun kafir dengan sebagiannya lagi. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya.

Sedangkan neraka sebagai tempat penyiksaan bagi orang-orang kafir dan dzalim yang ingkar kepada Allah SWT dan tidak mentaati rasul-rasul-Nya ( lihat Q. semua itu ghoib. Diantara yang harus kita yakini terhadap hal-hal ghoib ini adalah.S. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk. "Orang yang beriman kepada Allah SWT berarti dia beriman kepada yang Ghoib. kitab-kitab dan Rasul-rasul. Berbeda dengan orang atheis yang menolak hal seperti itu.seperti yang dilakukan oleh Bani Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. sebagai orang yang beriman. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT.S Al Anbiya: 104. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. Beriman kepada akan terjadinya hari kiamat ( lihat Q. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. Ghoib adalah segala sesuatu yang tidak tampak oleh panca indra manusia.S Al Ghosiyah: 25-26. maka kita beriman dan meyakini kebenarannya. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an.S Al Imran:131. "Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa alas kaki dan telanjang. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: 'Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Karena informasi itu dari Allah SWT melalui Rasul-rasul-Nya.R. Syurga sebagai tempat yang menyenangkan bagi orang-orang yang bertaqwa ( lihat Q. Beriman kepada kebangkitan sesudah mati ( lihat Q. Al Kahfi:29 dan Al Ahzab:64-66 )." Sedangkan ulama lain bernama Atho` berkata. surga dan perjumpaan dengan Allah SWT diakhirat serta hidup sesudah mati. Bukhori dan Muslim ) Beriman kepada perhitungan dan pembalasan sesuai dengan perbuatannya ( lihat Q. (qaradawi. Termasuk beriman kepada hari akhirat adalah .' (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan.net) BERIMAN KEPADA YANG GHOIB Beriman adalah ungkapan keyakinan dan kepercayaan terhadap sesuatu. Beriman kepada yang ghoib menurut seorang ulama bernama Abul Aliyah. banyak hal yang Allah SWT berikan kepada kita melalui kitab suci Al Qur`an dan informasi-informasi Rasulullah SAW dan kita hanya diminta. malaikatmalaikat. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti." ( H.S Al Qiyamah ) Beriman kepada hari Akhirat. dan Al Mukminun: 15-16 ). Rasulullah SAW bersabda. "Beriman kepada Allah SWT. Al An`am: 160 dan Al Anbiya : 47 ) Beriman kepada syurga dan neraka. untuk meyakininya sedangkan kita tidak pernah melihatnya dan tidak bisa membuktikannya secara empiris sampai kita mengalaminya nanti. Termasuk beriman kepada hari kemudian adalah beriman kepada fitnah dan pertanyaan di ." Kehidupan kita memang untuk ujian.Al Bayyinah: 7-8 dan Al Ahzab:17 ).

kuburan ( H. sampai betul memenuhi kedua persyaratan itu (lihat surat Al-Kahfi:110 dan Al-Mulk:2) Aqidah Salaf As-Sholih "Hai sekalian manusia." (QS. yaitu. Merasa takut untuk bermaksiat karena pedihnya siksaan dihari itu.R Bukhori dan Muslim ). Mendorong untuk beramal sholeh dengan harapan pahala dihari kemudian. puasa. Hiburan bagi orang beriman kalau tidak memperoleh kenikmatan dunia karena akan mendapatkannya yang jauh lebih baik dari dunia dan seisinya. 4:1) . dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Adz-Dzariyat:56) Allah menciptakan kita bukan untuk sia-sia. tetapi karena tujuan mulia yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah adalah kata yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. Kita menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannyaNya adalah ibadah. ibadah itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Kriteria kedua. Arti Ibadah "Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai mati mendatangimu. bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu. seperti dalam penjelasan Nabi saw bahwa cabang-cabang keimanan itu lebih dari enam puluh atau lebih dari tujuh puluh cabang. Paling tidak ada 3 keuntungan bagi orang yang beriman kepada yang Ghoib. Satu syarat saja tidak diterima Allah. Dan Rasulullah SAW memperingnatkan kita agar selalu berlindung dari adzab kubur (H. Tapi ibadah itu tidak berarti positif dunia maupun akhirat sampai memenuhi dua kriteria: Kriteria pertama. ibadah itu harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw. zakat dan haji. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Jadi Ibadah itu artinya luas bukan hanya ibadah mahdhoh (murni) saja seperti shalat.S Al An`am:93 dan Ghofir:46 ). dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. dan daripadanya Allah menciptakan istrinya.R Muslim ). Dan beriman terhadap adanya siksa kubur atau kenikmatan di dalamnya ( lihat Q. Kita berbuat kebaikan kepada sesama muslim bahkan sesama manusia atau kepada binatang sekalipun karena Allah adalah ibadah. "Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (QS."(Al-Hijr:99). Paling utama adalah Lailaha illallah dan paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalanan.

Maka memerintahlah ia (Muhammad). Tetapi Islam memasuki kalbu. kepada seluruh manusia. demikian pula orang-orang yang beriman. (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Rabb dan kepada Engkaulah tempat kembali. Hal tersebut tentunya untuk menghindari berbagai penyimpangan yang dialamai oleh sebagian ummat Islam.Pendahuluan Kebangkitan dunia Islam telah menyadarkan banyak orang tentang kekuatan Islam. dan hijrah sebagaimana mereka hijrah. Lalu ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka (dalam mengerjakan perintah tersebut). sehingga bapak dan anakanak mereka tersebut mau bersyahadat sebagaimana syahadat mereka. Salaf dan Aqidah Rasulullah saw sejak diutus oleh Allah SWT. Arah dan bingkai tersebut tak lain dan tak bukan adalah manhaj Salafusshalih. li'ilaa'i kalimatillah. dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb mereka (sesuatu apapun) (59)." (QS. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-easul-Nya". Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hal itu dari hati nurani mereka. dan mereka mau mengerjakannya. "Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. Penyimpangan tersebut bervariasi. kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Mereka digambarkan oleh Allah SWT dalam firmanNya. malaikatmalaikat-Nya. berupa perangkat pemahaman yang utuh dari ajaran Rasulullah saw. Al-Baqarah:285). Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka. niscaya siasialah syahadat dan sholat mereka. Karena pemahaman sesungguhnya harus menyeluruh dan kita terima tanpa tawar menawar. memerangi/membunuh bapak dan anak-anak mereka. Semuanya beriman kepada Allah. untuk menyatakan bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwasanya dia (Muhammad) adalah utusan-Nya. Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. inilah kepala pemuka orang-orang kafir. hanya saja kebangkitan tersebut perlu lebih diarahkan kepada satu asas dan bingkai yang diterima oleh semua pihak yang secara jujur membawa misi Islam. Maka ia (Muhammad) memerintah kepada mereka. otak dan urat nadi orang yang mencari kebenaran. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka (60). Disamping itu Allah berfirman. kecuali dengan haknya. terjaminlah darah dan hartanya. Mereka mau mengerjakan hal itu. "Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (adzab) Rabb mereka (57). sampai-sampai ada diantara mereka yang membawa kepala bapaknya. Hal itu sangat berbahaya. dengan hati yang takut. seandainya mereka tidak mau mngerjakannya (sholat) maka sia-sialah ikrar/syahadat mereka tadi. Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka (dalam mengerjakan perintah tersebut). sambil berkata: "Wahai Rasulullah. marilah kita simak ucapan Sufyan bin Uyainah berikut ini. karena dasarnya adalah hawa nafsu. juga sholatnya. Ia memerintah kepadanya (Muhammad) agar memerintah mereka bertawaf (mengelilingi) Ka'bah . Demi Allah. Al-Mukminun:57-60) Untuk melihat keutuhan aqidah Salaf. niscaya sia-sialah syahadat. Allah memerintahkan kepadanya (Muhammad) agar menyuruh mereka berhijrah menuju Madinah. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka (58). Maka tatkala mereka telah mau mengatakan bersaksi seperti itu. Mereka cinta kepada Allah SWT berharap hanya kepada Allah SWT dan tidak ada yang ditakuti kecuali Allah SWT. Allah memerintahkan mereka untuk kembali ke Mekkah. shalat sebagaimana shalat mereka. telah mengajarkan aqidah tauhid kepada para shabatnya." Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. dan mereka mau mengerjakannya. dari yang besar sampai kepada dualisme pemahaman dengan maksud memilah-milah untuk kepentingan tertentu. "Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus nabi kita Muhammad saw. dan hisabnya hanya kepada Allah." (QS. sehingga mengakui kebesaran Allah SWT. meskipun kebangkitan tersebut tidak melalui kekuasaan. keagungan syariat-Nya. shalat dan hijrah mereka. ia memerintahkan kepadanya (Muhammad) untuk menyuruh mereka sholat.

telah berkata.sampaikanlah dari akau. ibadah adalah nama yang mencakup semua kebaikan yang mengarah kepada ridho Allah SWT. 103 . kita akan membatasi pada makna dhohirnya saja. Demi Allah. apabila manusia bertanya kepadamu. Rabb semesta alam. dengan cara istidlal dengan hujjah dan penjelasan. Secara syara'." (Shofwatul Atsr wal Mafaahim.." (QS. hanya untuk Allah. Dan sebaik-baik ucapan dan hujjah yang rasional adalah Al-Qur'an dan sabda Rasulullah serta perkataan shahabat. Al-An'am : 162). beritahukannlah aku suatu amal yang dapat memasukkan aku kedalam jannah dan menjauhkan akau dari . korbanku. maka Ia memerintahkan kepadanya (Muhammad) untuk mengambil harta mereka sebagai sedekah yang menyucikan mereka. Salaf Dan Kaitannya Dengan Ibadah Secara bahasa. shalat. 'Ya Rasulullah. dari kalangan shahabat. kemudian ijma' para Salaf As-Shaleh dan berpegang teguh terhadap keseluruhannya sampai hari kiamat serta menjauhi berbagai bid'ah yang diada-adakan oleh para penyesat. maka sia-sialah syahadat.104). niscaya sia-sialah syahadat. Secara lebih rinci Syaikh Abdurrohman Sa'di menyebutkan yang artinya :"Ibadah adalah sempurnanya ketaatan dan kepatuhan kepada perintahperintah Allah. perang terhadap bapak mereka dan thawaf mereka. bagi kami ia adalah kafir. shalat. Demi Allah. Untuk mengetahui detil dari rincian ibadah dhohiriyah itu. hal. mengendalikan diri dari batasan yang dibuat-Nya dan menerima semua yang diajarkan-Nya melalui lisan nabi-Nya tanpa menolak atau menyimpangkannya. dan mereka mau mengerjakannya. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka. makna ibadah sangat luas. 9) Demikianlah nasehat dan wasiat dari para ulama salaf. sifat-sifat-Nya dan membenarkan utusan-utusan-Nya dengan dalil dan keyakinan. Barangsiapa meninggalkannya karena malas atau meremehkan. dan mereka mau mengerjakannya. Kitabu Asy-Syari'ah hal. Maka ia (Muhammad) memerintah mereka untuk itu.. hidupku dan matiku. Untuk itu kita menggali tauhid sedalam-dalamnya. 'Aku telah berkata. dan ia menurut kita adalah kurang (imannya).sebagai ibadah dan mencukur rambut mereka sebagai lambang rendah diri. dalam mengerjakan syari'at-syari'at iman dan batas-batasnya. berhenti dari larangan-larangan-Nya. seperti yang diungkapkan oleh imam Al-Laalikaa'i yang artinya: "Sesungguhnya hal yang paling wajib atas seseorang adalah ma'rifat terhadap dien dan apa-apa yang Allah bebankan kepada hamba-hamba-Nya berupa pemahaman tauhid terhadap-Nya." Ia SWT berkata: "Katakanlah (hai Muhammad) kepada mereka!" "Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. sekalipun hanya mendengarkannya. Seperti selalu kita baca yang artinya : "Katakanlah. Pada makalah ini... sebaiknya kita simak hadits Rasulullah SAW yang artinya : "Dari Mu'adz bin Jabal. 46). yang mengyangkut dhohir maupun bathin." (Syarh Ushul I'tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah oleh Al-Laalikaa'i Juz I hal. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka." Sufyan berkata: "Barangsiapa meninggalkan satu prinsip dari ajaran Islam." (Al-Ajurry. Sesuai dengan difinisi diatas. Shalatku. ibadah artinya tunduk dan patuh. tabi'in dan seterusnya. hijrah dan haji serta perlawanan perang (yang mereka lakukan) terhadap bapak-bapak mereka. Inilah sunnah. andaikan mereka tidak mau mengerjakannya. kita akan menghukumnya. hijrah. sehingga mereka membawa harta mereka baik sedikit maupun banyak.

" (dinukil dari kitab Al-Hujjah fi Sairi Ad-Daljah karangan ibnu Rajab." Oleh karena itu Ibnu Mas'ud Rahimahullah mendapatkan bahwa ibadah para tabi'in itu lebih banyak dari para Shahabat. 'Engaku telah bertanya tentang suatu perkara besar. berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mempunyai hak-hak dimalam hari yang Ia tidak mau menerimanya disiang hari. sedangkan kita tetap berhenti. 67). Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya. sesungguhnya perjalanan amatlah panjang. orang yang membaca mengkhatamkannya lebih cepat dari itu tidak akan dapt memahaminya (Al-Qur'an). Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (atau sabdanya. 'Pokok amal adalah Islam dan tiang-tiangnya adalah shalat dan puncknya adalah jihad. selain buah ucapan mereka?" (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia berkata 'Hadits itu hasan shahih). (QS. sedang mereka berdo'a kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap. 'Jagalah ini!' Aku berkata. 'Karena mereka lebih zuhud dari kalian dalam masalah dunia dan lebih mengutamakan akhiratnya. apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?' Maka beliau bersabda.neraka.' Kemudian beliau membaca ayat yang artinya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. 'Mau. lengahpun buruk. Dalam sebuah riwayat diriwayatkan yang artinya: "Sesungguhnya aku akan memberimu sebuah wasit jika kamu mau menerimanya. Keutamaan seseorang tidak hanya ditentukan dari kewajiban-kewajiban yang sudah dikerjakannya.' Maka ia memegang lidahnya dan bersabda. dan sedang-sedang saja itu bagus. dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. sedang bekal kita sedikit. hal." Oleh karena itu batasan yang diajarkan oleh Nabi SAW dalam kaitannya dengan ibadah dhahir ini diantaranya yang artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan Abdullah bin Amru untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu pekan. Rombongan orangorang shaleh telah berlalu. mengeluarkan zakat. Beliau bersabda.17). 'Mau ya Rasulullah'. Tidak ada puasa yang lebih afdhal daripada puasa Daud. 'Apa sebabnya? Beliau menjawab. Mereka bertanya. 'Inginkah engkau kuberi petunjuk kepadamu akan pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai dan sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api dan shalat seorang ditengah malam. ucapannya yang artinya: "Kalian (para tabi'in) lebih banyak puasa dan shalat daripada para shahabat Muhammad SAW padahal mereka lebih baik daripada kalian. kedalam neraka. keatas hidungnya). namun juga oleh sejauh mana ia mengerjakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW." Kalau kita perhatikan kehidupan Salaf Ash-Shaleh akan kita dapatkan kesimpulan bahwa mereka persis seperti pernyataan: "Yaitu pendeta-pendeta diwaktu malam dan joki-joki diwaktu siang. Kemudian beliau bersabda.' Nabi menjawab. sang isteri berperan untuk mengingatkan seperti riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Rojab Rahimahullah yang artinya: "Suatu malam isteri Habib (yakni Abu Muhammad Al-Fars) membangunkan dan berkata: Bangun hai Habib. Dalam riwayat selama tiga hari.' Kemudian beliau berkata. Yang harus menjadi catatan kita bahwa sebaik-baik ibadah itu adalah yang kontinyu dan berdasar petunjuk Nabi SAW. mengerjakan shalat. 'Maukah aku beritahukan kepada tentang kunci perkara itu semua?' Aku menjawab. AsSajdah : 16 . Abu Ubaidah bin Al-Mursanna berkata yang artinya: "Sesungguhnya berlebih-lebihan didalam beribadah itu buruk. Demikian pula masalah puasa (yang paling afdhal) adalah puasa Daud Alaihissalam. Demikian juga Allah Azza wa Jalla mempunya hak-hak disiang hari yang Ia tidak mau menerimanya dimalam hari. 'Semoga selamat engkau! Adakah yang menjerumuskan orang keatas mukanya. Rasulullah bersabda. Lihatlah wasiat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA kepada Umar bin Khattab RA saat sudah dekat ajalnya. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima amalan sunnah sebelum amalan wajib dikerjakan. 'Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal dan tiang-tiangnya seta puncak-puncaknya? Aku menjawab. 'Ya Rasulullah." Bahkan kita dapatkan bagaimana kalau seseorang sudah kecapaian karena kerja keras di siang hari.' Kemudian beliau bersabda. dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala atasnya. Dan .

Namun ada yang menerima disebut mu'min ada pula yang menolaknya disebut kafir serta ada yang ragu-ragu disebut Munafik yang merupakan bagian dari kekafiran. Pada keyakinan manusia adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya dari segala keraguan. Disinilah pentingnya aqidah ini. Semakin besar dan bermanfaat nilainya semakin penting untuk dipelajarinya. yaitu: Nabi-nabi. Kedua : Perbuatan yaitu cara-cara amal atau ibadah seperti sholat. umpamanya. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. Malaikat-malaikat. Dia dalam tubuh manusia seperti kepalanya. bagian yang harus direhabilitisi adalah kepalanya lebih dahulu. Pertama : Aqidah yaitu keyakinan pada rukun iman itu. Kemudian Allah bimbing mereka dengan mengutus para Rasul-Nya (Menurut hadits yang disampaikan Abu Dzar bahwa jumlah para Nabi sebanyak 124. Sang Pencipta. Kitab-kitab. Hari Akherat. Adakah yang lebih bodoh daripada orang yang tidak mengenal yang menciptakannya? Allah menciptakan manusia dengan seindah-indahnya dan selengkap-lengkapnya dibanding dengan makhluk / ciptaan lainnya. para shiddiqin. An-Nisa':69) Pendahuluan Nilai suatu ilmu itu ditentukan oleh kandungan ilmu tersebut. Bagian ini disebut pokok atau asas. Apalagi ini menyangkut kebahagiaan dan keberhasilan dunia dan akherat. Dalam syariat Islam terdiri dua pangkal utama. Dialah kunci menuju surga. pertama : Ikhlas karena Allah SWT yaitu berdasarkan aqidah islamiyah yang benar. Para Rasul. Makanya syarat diterimanya ibadah itu ada dua. Aqidah Islamiyah "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. puasa. zakat. Sementara dari jalan sahabat Abu Umamah disebutkan bahwa jumlah para Rasul 313 (dikeluarkan oleh Ibnu Hibban di Al-Maurid 2085 dan Thabrani di Al-Mu'jamul Kabir 8/139)) agar mereka berjalan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta melalui wahyu yang dibawa oleh Sang Rasul. umpamanya ikhlas saja tidak mengikuti petunjuk Rasulullah SAW tertolak atau mengikuti Rasulullah SAW saja tapi tidak ikhlas. dan seluruh bentuk ibadah disebut sebagai cabang. Aqidah menurut terminologi syara' (agama) yaitu keimanan kepada Allah. Nilai perbuatan ini baik buruknya atau diterima atau tidaknya bergantung yang pertama. Aqidah secara bahasa berarti sesuatu yang mengikat. pada hakekatnya dia bodoh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Sehingga orang yang tidak kenal Allah SWT disebut kafir meskipun dia Profesor Doktor. Ini disebut Rukun Iman. amin." Semoga kita diberikan hidayah dan kekuatan untuk mengikuti para Salaf Ash-Shaleh Ridhwanullah alaihim. adalah qiyam Daud. Maka apabila suatu ummat sudah rusak. . Kedua : Mengerjakan ibadahnya sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. penutup para Nabi dan Rasul membimbing ummatnya selama 13 tahun ketika berada di Mekkah pada bagian ini. Ini disebut amal sholeh.000 semuanya menyerukan kepada Tauhid (dikeluarkan oleh AlBukhari di At-Tarikhul Kabir 5/447 dan Ahmad di Al-Musnad 5/178-179). dan keimanan kepada takdir Allah baik dan buruknya. letaknya di hati dan tidak ada kaitannya dengan cara-cara perbuatan (ibadah). Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang mengenalkan kita kepada Allah SWT. Ibadah yang memenuhi satu syarat saja. Begitu pentingnya Aqidah ini sehingga Nabi Muhammad. karena faktor manusia. karena aqidah adalah landasan semua tindakan.dalam masalah qiyam.

Berlebihan (ekstrim) dalam mencintai dan mengangkat para wali dan orang sholeh yang . "Ikutlah apa yang telah diturunkan Allah. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. ushuluddin (pokok-pokok agama). aqidah bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena masalahnya sangat jelas dan tidak terjadi perbedaan-perbedaan faham. Sehingga apabila tokoh panutannya sesat. Inilah makna yang terkandung dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi 110 yang artinya : "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. Akibatnya berpaling dan tidak jarang menyalahi bahkan menentang aqidah yang benar. Al-Fiqhul Akbar (fiqih terbesar)." Taklid buta kepada perkataan tokoh-tokoh yang dihormati tanpa melalui seleksi yang tepat sesuai dengan argumen Al-Qur'an dan Sunnah. Seperti firman Allah SWT tentang ummat terdahulu yang keberatan menerima aqidah yang dibawa oleh para Nabi dalam Surat Al-Baqarah 170 yang artinya : "Dan apabila dikatakan kepada mereka. Ahlus Sunnah wal Jamaah (mereka yang menetapi sunnah Nabi dan berjamaah) atau terkadang menggunakan istilah ahlul hadits atau salaf yaitu mereka yang berpegang atas jalan Rasulullah SAW dari generasi abad pertama sampai generasi abad ketiga yang mendapat pujian dari Nabi SAW. maka ia ikut tersesat. Sampai benar-benar memenuhi dua kriteria itu. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya. bukan saja di dunia tetapi berlanjut sebagai kesengsaraan yang tidak berkesudahan di akherat kelak. dan ushuluddin. jilid 1 hal. Fanatik kepada peninggalan adat dan keturunan. Makanya kita dapatkan keterangan para sahabat yang artinya berbunyi : "Kita diberikan keimanan sebelum Al-Qur'an" Nah. Dia akan berjalan tanpa arah yang jelas dan penuh dengan keraguan dan menjadi pribadi yang sakit personaliti. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. fiqih akbar. Biasanya penyimpangan itu disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya : Tidak menguasainya pemahaman aqidah yang benar karena kurangnya pengertian dan perhatian. Ringkasnya : Aqidah Islamiyah yang shahih bisa disebut Tauhid." (Apabila mereka akan mengikuti juga)." mereka menjawab: "(Tidak). lihat Syarh Shohih Muslim oleh Imam Nawawi. Terkadang aqidah juga digunakan dengan istilah Tauhid. dan tidak mendapat petunjuk. Timbul pula kelompok Syiah yang menuhankan Ali bin Abi Thalib dan timbul pula kelompok dari Irak yang menolak takdir dipelopori oleh Ma'bad Al-Juhani (Riwayat ini dibawakan oleh Imam Muslim. ahlul sunnah dan salaf. Para ulama menulis bantahan-bantahan dalam karya mereka. Karena itu dia menolak aqidah yang benar. kalaupun terjadi langsung diterangkan oleh beliau. AsSunnah (jalan yang dicontohkan Nabi Muhammad). Sedangkan manhaj (metode) dan contohnya adalah ahlul hadits.maka amal tersebut tertolak. 126) dan dibantah oleh Ibnu Umar karena terjadinya penyimpanganpenyimpangan." Perkembangan Aqidah Pada masa Rasulullah SAW. pada masa pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib timbul pemahaman -pemahaman baru seperti kelompok Khawarij yang mengkafirkan Ali dan Muawiyah karena melakukan tahkim lewat utusan masing-masing yaitu Abu Musa Al-Asy'ari dan Amru bin Ash. Bahaya Penyimpangan Pada Aqidah Penyimpangan pada aqidah yang dialami oleh seseorang berakibat fatal dalam seluruh kehidupannya.

Tak jarang mengagungkan para pemikir dan ilmuwan Barat serta hasil teknologi yang telah dicapainya sekaligus menerima tingkah laku dan kebudayaan mereka. antara siang dan malam. sehingga anak tumbuh tidak mengenal aqidah Islam. Apabila anak terlepas dari bimbingan orang tua. dan jangan pula Suwa'. atau dapat berbuat seperti perbuatan Tuhan." Faedah Mempelajari Aqidah Islamiyah Karena Aqidah Islamiyah bersumber dari Allah yang mutlak. Pendidikan di dalam rumah tangga. Ditambah lagi mass media baik cetak maupun elektronik banyak tidak mendidik kearah aqidah bahkan mendistorsinya secara besar-besaran. antara bumi dan langit dan antara ibadah dan adat serta antara dunia dan akherat. itupun dengan informasi yang kering. banyak yang tidak berdasar ajaran Islam. Lihat Surah Nuh 23 yang artinya : "Dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan) Wadd. Peranan pendidikan resmi tidak memberikan porsi yang cukup dalam pembinaan keagamaan seseorang. Hal itu karena menganggap mereka sebagai penengah/arbiter antara dia dengan Allah. lingkungannya. Makanya seorang mu'min harus yakin kebenaran Aqidah Islamiyah sebagai poros dari segala pola laku dan tindakannya yang akan menjamin kebahagiannya dunia akherat. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. Yaghuts. Demikian itu pernah dilakukan oleh kaumnya Nabi Nuh AS ketika mereka mengagungkan kuburan para sholihin. dalam keadaan beriman. menashranikannya." Lengah dan acuh tak acuh dalam mengkaji ajara Islam disebabkan silau terhadap peradaban Barat yang materialistik itu.sudah meninggal dunia. Bayangkan. Ya'uq dan Nasr. baik bentuknya ." Dan juga dalam Surah An-Nahl 97 yang artinya : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan. bernadzar dan berbagai ibadah yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah. Berbeda dengan filsafat yang merupakan karya manusia. maka kedua orang tuanya yang meyahudikannya. dan lain sebagainya. Pada hal Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan yang artinya : "Setiap anak terlahirkan berdasarkan fithrahnya. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. apa yang bisa diperoleh dari 2 jam seminggu dalam pelajaran agama. Faedah yang akan diperoleh orang yang menguasai Aqidah Islamiyah adalah : Membebaskan dirinya dari ubudiyah / penghambaan kepada selain Allah. Tidak ada jalan lain untuk menghindar bahkan menyingkirkan pengaruh negatif dari halhal yang disebut diatas adalah mendalami. atau memajusikannya" (HR: Bukhari). maka kesempurnaannya tidak diragukan lagi. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. memahami dan mengaplikasikan Aqidah Islamiyah yang shahih agar hidup kita yang sekali dapat berjalan sesuai kehendak Sang Khalik demi kebahagiaan dunia dan akherat kita. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. maka anak akan dipengaruhi oleh acara / program televisi yang menyimpang. yaitu: Nabi-nabi. sehingga menempatkan mereka setara dengan Tuhan. Dan merupakan keserasian antara ruh dan jasad. Allah SWT berfirman dalam Surah AnNisa' 69 yang artinya : "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. para shiddiqin. tentu banyak kelemahannya. Kuburan-kuburan mereka dijadikan tempat meminta.

Membentuk pribadi yang seimbang yaitu selalu kepada Allah baik dalam keadaan suka maupun duka. Tidak beda antara miskin dan kaya. jin dan seluruh manusia termasuk takut mati. Oleh : Al-Islam . terhadap jiwa. Aqidah Islamiyah adalah asas persaudaraan / ukhuwah dan persamaan. harta. pimpinan maupun lainnya. Aqidah memberikan kekuatan kepada jiwa . sekokoh gunung. keluarga. kecuali takwanya disisi Allah SWT. Dia merasa aman dari berbagai macam rasa takut dan cemas. antara kulit putih dan hitam dan antara Arab dan bukan. Sehingga dia penuh tawakkal kepad Allah (outer focus of control). Takut kepada kurang rizki. Dia hanya berharap kepada Allah dan ridho terhadap segala ketentuan Allah. harta.Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia . antara pinter dan bodoh.kekuasaan. antar pejabat dan rakyat jelata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful