Fastabiqul Khairat

"Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hambahamba kami, lalu di antara mereka ada yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah, yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." (QS. Fathir:32) Allah SWT membagi umat Islam ke dalam tiga bagian. Masing-masing sesuai dengan kadar perbuatannya. Mereka yang amal buruknya lebih banyak disebut telah mendzalimi dirinya sendiri. Gambaran mereka disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam masalah sholat, seperti orang yang sholatnya tidak tepat waktu, bahkan sering mengakhirkan sholatnya sampai hampir masuk waktu sholat lainnya. Kelompok kedua, adalah umat Islam yang antara amal kebaikan dan keburukannya seimbang. Disebutkan oleh Ibnu Taimiyah sebagai orang yang melaksanakan kewajibannya, tanpa mempedulikan sunnah-sunnah, seperti mereka mengerjakan sholat wajib tepat waktu dan berjamaah hanya saja tidak menambah dengan sholat-sholat sunnah. Adapun yang ketiga adalah mereka yang amal baiknya lebih banyak dari amal buruknya. Mereka disebut telah melaksanakan ajaran Islam dengan baik pada setiap kesempatan dan mereka inilah yang dinamai 'Saabiqun Lilkhairaat. Permisalannya seperti orang yang sholat wajib tepat waktu, berjamaah dan menambah dengan sholat-sholat sunnah. Tentunya kita umat Islam hendaknya berupaya untuk menjadi kelompok ketiga tersebut agar kualitas umat Islam tidak seperti buih laut. Kelihatannya mayoritas secara kuantitas, tetapi kualitas pemahaman dan aplikasi Islamnya sangat rendah. Maka dari itu marilah kita memenuhi panggilan Al-Quran 'Fastabiqul Khairaat' (QS. AlBaqarah:148). Hal itu berarti kita harus menyingsingkan baju menggunakan setiap potensi dan peluang untuk kepentingan Islam guna menggapai surga yang lebarnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi mereka yang bertakwa (QS. Al-Imran:123)

Bisikan Setan
Setan menurut al-Qur'an surah al-An'am ayat 112 dan surah an-Naas dan juga menurut berbagai teks hadits adalah terdiri dari jin dan manusia. Keduanya aktif bekerja menjalankan misi mereka masing-masing. Salah satu tugas setan adalah membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, sebagaimana firman Allah di dalam surah an-Naas, artinya, "Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb (Tuhan yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilaah (sembahan) manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." Di dalam ayat-ayat di atas, Allah memerintahkan manusia agar beristi-'adzah (memohon perlindungan kepadaNya) dari bisikan jahat setan jin dan setan manusia. Alwaswas adalah bisikan-bisikan setan yang halus sedang al-khannas terambil dari kata khanasa, yang berarti kembali mundur, melempem, bersembunyi serta timbul tenggelam. Maksudnya adalah setan kembali menggoda manusia pada saat manusia lengah dan melupakan Allah, kemudian dia mundur dan melempem pada saat manusia berdzikir mengingat Allah Ta'ala. Strategi Setan Memperdaya Manusia Misi dan pekerjaan setan itu ada dua, pertama, menyuruh manusia melakukan dosa dan kejahatan, dan yang ke dua, menghalang-halangi manusia dari segala macam bentuk perbuatan baik yang diridlai Allah Ta'ala. Di dalam Sahih Muslim nomor ke 5109 bersumber dari 'Iyad bin Himar al-Mujasyi'i, disebutkan bahwa Rasulullah Shalallaahu

alaihi wasalam bersabda,Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku menciptakan hambahambaKu dalam keadaan hanif (cenderung kepada kebenaran), lalu setan-setan mendatangi mereka, dan menyelewengkannya dari agama mereka dan (setan-setan itu) mengharamkan terhadap mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka dan menyuruh mereka mempersekutukan Aku…" Berdasarkan hadits ini, dapat dikatakan, bahwa yang menyeleweng-kan manusia dari dien (Islam) adalah setan, termasuk menggelincirkan manusia kepada perbuatan syirik. Namun manusia yang dapat dikuasai setan, hanya mereka yang tak memperdulikan tuntunan Allah dan menjadikan setan itu sebagai pembimbing jalan hidupnya. Ibnu Qayyim AlJauziyah mengemukakan enam tahapan yang dilalui setan dalam menyesatkan dan memperdaya manusia. Tahap pertama ialah pengafiran atau pemusyrikan manusia. Kalau yang diajak setan itu muslim, yang beriman teguh, yang tak dapat dikafirkan dan dimusyrikkan, setan akan melangkah ke tahapan dakwah ke dua, yaitu pem-bid'ahan. Setan pada tahapan ke dua ini berupaya menjadikan orang Muslim sebagai ahlul bid'ah. Kalau yang didakwahi setan itu kalangan Ahlus Sunnah, yang teguh dan istiqamah memegang Sunnah, setan melangkah pada tahap yang ke tiga, yaitu menjebak orang Islam kepada kaba’ir (dosa-dosa besar). Kalau yang bersangkutan beriman teguh, sehingga tak mau melakukan dosa-dosa besar, setan tetap tidak berputus asa, untuk terus berupaya mencari taktik lain, dengan melangkah ke tahap yang ke empat, yaitu menjebak manusia dengan dosa-dosa kecil. Kalau tahap ke empat ini gagal juga, setan melangkah ke tahap ke lima, yaitu menyibukkan manusia kepada masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga yang bersangkutan menghabiskan waktunya untuk urus-an-urusan yang mubah, yang dampaknya, lupa menunaikan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah Ta'ala, yang berpahala, yang semua Muslim diperintahkan mengamalkannya. Kalau tahap ke lima ini gagal juga, setan melanjutkan strategi gandanya ke tahapan yang ke enam, yaitu menyibukkan manusia dalam urusan-urusan kurang bermanfaat atau yang man-faatnya lebih kecil, sehingga dampak persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik jadi tertinggalkan dan terabaikan. Misalnya, sibuk dengan amalan sunnah, sehingga amalan wajib tertinggalkan. Adapun perangkap atau jerat-jerat yang dipasang setan tidak terhitung jenis dan jumlahnya, di antaranya ialah: 1. Mengadu Domba Sesama Muslim dan Buruk Sangka Di dalam hadits yang diriwayatkan al-Bukhari, Rasulullah bersabda yang artinya, “Sesungguhnya iblis telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.". Caranya ialah menciptakan dan menyebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara mereka. Sikap buruk sangka (terhadap Allah maupun manusia) biasanya datang dari setan. Dalilnya antara lain ialah hadits Shafiyyah binti Huyay (istri Rasulullah) ia berkata yang artinya, "Ketika Rasulullah sedang beri'tikaf di masjid, saya mendatanginya pada suatu malam dan bercerita. Kemudian saya pulang diantar beliau. Ada dua orang Anshar berjalan dan ketika keduanya melihat Rasulullah, mereka mempercepat langkah. Rasulullah berkata, "Pelan-pelanlah. Dia adalah Shafiyah binti Huyay". Mereka berkata, "Subhanallah (Maha Suci Allah), Rasulullah!" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setan berjalan di tubuh manusia pada peredaran darah, aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua , sehingga timbul prasangka yang buruk." (HR. Al-Bukhari 240, Muslim 2174-2175). 2. Menganggap Baik dan Indah Kebid'ahan. Ibadah yang sudah baik dari Nabi, oleh setan dimodifikasi, antara lain dilakukan

biarlah orang kafir saja yang mengatur. "Yang paling penting adalah menyatukan barisan kaum muslimin." Setan membisiki setiap orang yang beribadah agar memperhatikan kelakuan orang-orang yang berada di bawahnya dalam beramal shaleh. bukan bersatu dalam kekacauan dan perbedaan aqidah. 3. Akibatnya yang bersangkutan meninggalkan banyak amal shaleh. banya orang yang berprinsip. namun dengan tergesa-gesa tanpa perhitungan. Kelompok ini menjadikan persatuan sebagai hal paling penting. jangan mendustai atau menipu mereka walaupun kamu tidak shalat. Membisikkan Bahwa Islam Hanyalah Muamalah. Dengan demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politik. sementara orang lain banyak yang tidak shalat. Salah satu bisikan jahat setan ialah agar umat Islam dalam melakukan kebaikan bersikap menunda-nunda atau sebaliknya melakukannya. Kepada mereka. Kepada yang lain. Datang pula kelompok lain dengan pendapat. 5. tetapi harus di atas dasar dien. Padahal yang dituntut dari kita adalah sebaliknya yaitu merasa kurang di dalam kebaikan. Membisikkan bahwa Islam Hanya Mengatur Hubungan dengan Allah Saja. Bukankah Rasulullah mengatakan. "Engkau lebih baik dari orang lain. "Dien (Islam) adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik). Terkadang setan membisikkan ke dalam hati manusia. 4. "Yang penting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin dan keadaan musuh-musuh mereka. karena itu adalah masalah keduniaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan agama. dibisikinya pula. walaupun dibandingkan masalah aqidah! Dasar mereka ialah musuh-musuh Allah sedang gencar ingin menghabisi Islam. Yang penting dalam beragama adalah cukup berbuat baik saja terhadap sesama manusia. "Yang penting adalah hati dan niat baik. bahwa agama adalah muamalah?" Sebagai hasilnya. Ibadah biarlah dilakukan kalangan ahli ibadah saja. Membisiki Manusia Sebagai Orang yang Terbaik Di sisi lain. Apa yang tidak disunnahkan Nabi. Sehingga akibatnya banyak kebaikan yang tidak terlaksana atau dilakukan namun secara serampangan dan asal-asalan. dilakukan. baik itu amal yang bersifat individual maupun kolektif 7. Membisikkan Bahwa yang Penting Bersatu. sedang agama hanya mengatur hubungan dengan Allah saja. setan membisikkan di dalam hati manusia. Menunda Kebaikan atau Melaku-kannya Secara Asal-Asalan. untuk mencegahnya dari beramal lebih baik. Sebagian manusia dibisiki agar merekayasa hadits palsu yang disandar kan kepada Rasulullah sambil berdalih. Tak terhitung jumlah hadits yang direkayasa untuk menakut-nakuti manusia dari neraka. engkau melakukan shalat. agar melakukan amal kebaikan atau pun menggambarkan surga dengan cara aneh pula. 6. cukuplah sudah”.penambahan-penambahan di sana sini atau pun pengurangan-pengurangan. setan membisik-kan. sebaliknya yang disunnahkan Nabi justru ditinggalkan. misalnya kita perhatikan orang yang berpuasa sunah Senin dan Kamis ketika kita tidak . Memang benar umat Islam harus bersatu. “Kami memang berdusta mengarang hadits. sepanjang engkau lalui waktu malammu tanpa menyimpan dengki dan kebencian terhadap manusia. melainkan membela beliau. namun bukan dengan niat menentang Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . asal tidak jahat terhadap sesama manusia. "Engkau zuhud dengan mening-galkan semua urusan dunia. tak shalat tak mengapa. setan jin membisikkan. karena mencu-kupkan diri dengan niat baik saja! Kepada kalangan yang berkecim-pung di politik." Urusan pemerintahan. termasuk urusan politik.

dengan berbagai cara. Menjadikan Satu Kebaikan Sebagai Penghalang Kebaikan yang Lain Untuk menjauhkan kita dari tugas dakwah.melakukannya. banyak-banyak membaca al-Qur’an. sudah hebat dan sempurna. kebajikan dan taqwa Berbuat baik kepada ibu & bapa Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa . Wajib menutup aurat Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya mahramnya. Wallaahu ‘a'lam. niscaya akan ditinggikan-Nya. sehingga kita merasa tak perlu belajar dari orang lain. Tetapi setan sangat jahat dan lihai. Mudah-mudahan Allah senantiasa membantu kita mengalahkan musuh nyata kita. Terapinya. Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran. Bukan level kamu melibatkan diri dalam tugas da'wah! Urusan da'wah hanya untuk orang berilmu tinggi saja! Kalau kamu melibat-kan diri juga dalam tugas da'wah. aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan jahat setan dan aku berlindung kepadamu Rabbku mereka mendatangiku…" (Al-Mu'minun ayat 97-98). kamu berarti sombong. dan selalu berdzikir memohon perlindungan kepada Allah. baik setan jin maupun manusia. Citi-Ciri Wanita Shalihah Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah. membiasakan melakukan dzikir pagi dan sore. Padahal kita akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kemampuan yang seharusnya kita pergunakan untuk tugas da'wah itu. "Kamu harus tawadhu." Setan terus menekan kita sampai mencapai derajat di mana kita merasa tak berguna dan tak mampu memikul tugas da'wah'. Akhirnya. siapa yang tawadhu karena Allah. marilah kita sama-sama berdo’a dengan do’a yang diajarkan Allah. setan terkadang membisiki hati kita. 8. tak tahu diri. Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu : Taat kepada Allah dan RasulNya Taat kepada suami Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut : Taat kepada Allah dan RasulNya Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah swt? Mencintai Allah swt dan Rasulullah saw melebihi dari segala-galanya. yaitu setan. "Wahai Rabbku!. ia memperdayakan kita agar kita merasa sudah cukup. dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah swt.

Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. tetapi termasuklah menghadiri majlismajlis ilmu. kebersihan fisik dan kecantikannya serta kebersihan rumahtangga. maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Sentiasa memelihara diri. Tidak menolak ajakan suami untuk tidur Tidak keluar tanpa izin suami. di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya. Mudah tertipu dengan keindahan dunia Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah swt hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit. ayat 23: artinya: "Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Tidak cemberut di hadapan suami." (Riwayat Tarmizi) Mengingati Allah swt bukan saja dengan berzikir. Lupa mengingat Allah Karena terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak. sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan. 2. Bukan itu saja. Tidak meninggikan suara melebihi suara suami Tidak membantah suaminya dalam kebenaran Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.Bersikap baik terhadap tetangga Taat kepada suami Memelihara kewajiban terhadap suami Sentiasa menyenangkan suami Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah. Firman Allah swt di dalam surah al-Jathiah. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembargemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita. malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Faktor-faktor tersebut ialah : 1." Sabda Rasulullah saw: artinya: "Tidak sempurna iman seseorang dari kamu. Firman Allah swt di dalam surah al-An'am: artinya : "Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan . Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka.

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. dan orang-orang yang memelihara shalat. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Lemah iman 5. Seperti pada sepuluh ayat pertama pada Surah Al-Mu'minun dan bagian akhir dari Surah Al-Furqan. Mudah terpedaya dengan syahwat 4.hara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholichah. maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Ad-dunya mata' . homoseksual. Penelitian itu didasarkan atas dua hal yaitu sejauh mana kesadaran beragama (religious counsciousness) dan pengalaman beragama (religious experience)." 3. Bersikap suka menunjuk-nunjuk. oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. AL-QUR'AN Kriteria yang diberikan oleh Al-Qur'an bagi mereka yang dikategorikan orang yang matang beragama Islam cukup bervariasi. Ciri-ciri Orang Yang Matang Beragama Islam "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Apabila standar itu kita coba terapkan pada seseorang yang secara spesifik beragama Islam." (QS. Mereka yang khusyu' shalatnya Menjauhkan diri dari (perbuatan-perbuatan) tiada berguna Menunaikan zakat Menjaga kemaluannya kecuali kepada isteri-isteri yang sah Jauh dari perbuatan melampaui batas (zina. maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. dan lain-lain) Memelihara amanat dan janji yang dipikulnya . khoirul mata' al mar'atus sholich Dunia adalah perhiasan. Dan orang-orang yang memeli. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat. Al-Mu'minun : 1 . Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. yaitu orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.10) Ilmu jiwa agama adalah suatu bidang disiplin ilmu yang berusaha mengeksplorasi perasaan dan pengalaman dalam kehidupan seseorang. maka akan kita lihat beberapa standar diantaranya Al-Qur'an dan As-Sunnah dan penjelasan para ulama.

tidak berzina Suka bertaubat.67) AS-SUNNAH Rasulullah SAW memberikan batas minimal bagi seorang yang disebut muslim yaitu disebut muslim itu apabila muslim-muslim lain merasa aman dari lidah dan tangannya (HR. Ringkas kata. "Tidak beriman seseorang kepada Allah sehingga dia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dari pada kecintaan lainnya. bahwa klimaks orang ciri keagamaannya matang adalah apabila orang tersebut bertaqwa kepada Allah SWT. bersabar." (HR. Sehingga tidak jarang Nabi SAW menganjurkan dengan cara peringatan. menurut Ali r.a.. Sementara ciri-ciri lain disebutkan cukup banyak bagi orang yang meningkatkan kualitas keimanannya. Dengan demikian petunjuk-petunjuk itu mengarahkan kepada seseorang yang beragama Islam agar dia menjaga lidah dan tangannya sehingga tidak mengganggu orang lain. Peringatan shahabat Ali r. tidak memberi persaksian palsu dan jauh dari perbuatan sia-sia. Bukhari). Dan inti taqwa itu ada empat. tidak membunuh. "Tidak beriman seseorang sampai tetangganya merasa aman dari gangguannya" (HR. memperhatikan Al-Qur'an.. saudara sesama muslim dan sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya. Mengamalkan isi Al-Qur'an Mempunyai rasa takut kepada Allah sehingga berbuat sesuai dengan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya Merasa puas dengan pemberian atau karunia Allah SWT meskipun terasa sedikit Persiapan untuk menjelang kematian dengan meningkatkan kualitas keimanan dan amal . dia berpedoman kepada petunjuk Al-Qur'an dan mengikuti contoh praktek Rasulullah SAW. Muslim).10) Merendahkan diri dan bertawadlu' Menghidupkan malamnya dengan bersujud (Qiyamullail) Selalu takut dan meminta ampunan agar terjauh dari jahanam Membelanjakan hartanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir Tidak menyekutukan allah. Muslim). demikian juga dia menghormati tetangganya. Al-Mu'minun : 1 . dan mengharap keturunan yang bertaqwa (QS.a. seperti : "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya hendaknya dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri" (HR. AlFurqan : 63 . sehingga dia betul-betul menjaga hubungan "hablum minallah" (hubungan vertikal) dan "hablum minannaas" (hubungan horizontal).Memelihara shalatnya (QS. Bukhari dan Muslim).

kata Robert Bowley. ekonominya. bermuka manis. marah atau rela. khususnya pada masa-masa fitnah sedang menyebar dan merajalela merupakan sebuah keharusan dan hal yang amat penting. Demikian secara ringkas kami paparkan kriteria ideal untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana kematangan beragama Islam seseorang. maka sungguh orang yang beragamalah yang akan terhindar dari penyakit stress. senang atau benci. Dia terbina akhlaknya dimana kepribadiannya di bangun diatas pondasi akhlak mulia sehingga kalau berbicara dia jujur.shaleh Sedangkan Ibnul Qoyyim. ulama abad ke 7. tidak menyakiti orang lain dan berbagai akhlak mulia Dia terbina kemasyarakatannya karena menyadari sebagai makhluk sosial. kegotang-royongannya. Ahmad) Dia terbina nafsu seksualnya yaitu diarahkan kepada perkawinan yang dihalalkan Allah SWT sehingga dapat menghasilkan keturunan yang shaleh dan bermanfaat bagi agama dan negara. semuanya karena Allah. menyebutkan 9 kriteria bagi orang yang matang beragama Islamnya. Sengaja kami batasi agama Islam karena pembahasan ciri-ciri beragama secara umum terlalu luas. Kemauan yang mendorongnya selalu beramal shaleh Dia terbina kesehatan badannya karena itu dia memberikan hak-hak badan untuk ketaatan kepada Allah karena Rasulullah SAW bersabda : "Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan dicintai Allah daripada mukmin yang lemah" (HR. Berlindung Dari Fitnah Berlindung kepada Allah. Dan perlu kita ingat dalam kondisi masyarakat yang komplek dengan problematika kehidupannya. menyantuni yang tidak mampu. dia harus memperhatikan lingkungannya sehingga dia berperan aktif mensejahterakan masyarakat baik intelektualitasnya. Dan itu merupakan jalan yang paling tepat untuk terlepas dari kejahatan fitnah-fitnah itu. . Dia terbina keimanannya yaitu selalu menjaga fluktualitas keimanannya agar selalu bertambah kualitasnya Dia terbina ruhiyahnya yaitu menanamkan pada dirinya kebesaran dan keagungan Allah serta segala yang dijanjikan di akherat kelak. sehingga dia menyibukkan diri untuk meraihnya Dia terbina pemikirannya sehingga akalnya diarahkan untuk memikirkan ayat-ayat Allah Al-Kauniyah (cipataan-Nya) dan Al-Qur'aniyah (firman-Nya). Dia terbina perasaannya sehingga segala ungkapan perasaan ditujukan kepada allah. baik yang besar atau pun yang kecil. dan lain-lain Dia terbina keamuannya sehingga tidak mengumbar kemauannya ke arah yang distruktif tetapi justru diarahkan sesuai dengan kehendak Allah.

sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits shahih tatkala berlindung dari berbagai fitnah dunia.“Ya Rabbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan. anugerahkanlah kepada kami isteriisteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami).” (QS. beliau mengatakan. Fitnah tersumbatnya suara kebenaran dan merebaknya kebatilan. Fitnah ujub. minta keselamatan dan terbebas dari segala keburukannya. dari kedatangan mereka kepadaku". agar manusia tertipu dan tersesat. berupa permainan. penghimpunan manusia di padang Mahsyar. Oleh karena itu. dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. pembunuhan dan peperangan. 64:14-15) Oleh karena itu seorang hamba harus memohon kepada Allah agar menjadikan keluarga dan anak cucunya sebagai qurrata ain. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). “Hai orang-orang yang beriman. Seorang muslim sadar bahwa keluarga dan anak-anak adalah merupakan fitnah dan ujian hidup.” (QS. Ia selalu menggoda manusia dan mendampingi semenjak lahir hingga menjelang kematiannya. Maka Allah subhanahu wata’ala menganjur kan agar kita berlindung kepada-Nya dari segala gangguan syetan. salah satunya adalah. Fitnah syetan termasuk sangat besar. Fitnah kekacauan. artinya. Allah subhanahu wata’ala berfirman. ." (HR. tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka)dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh". 12:33) Harta benda juga merupakan fitnah yang harus dimintakan perlindungan kepada Allah dari keburukannya. "Ya Rabb kami. Oleh karena itu Nabi Yusuf ’alaihis salam tatkala khawatir terhadap fitnah wanita. maka sungguh akan menggugah hati untuk menyelamatkan diri darinya dan mendorong untuk berlindung kepada Allah subhanahu wata’ala. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabbku. (QS. sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. besar kepala dan sebagainya. dan di sisi Allahlah pahala yang besar. serta huru-hara Akhirat. Fitnah Dunia Fitnah dunia beserta isinya. “Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka. maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. al-Bukhari. 25:74) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan do’a.Jika seseorang memperhatikan berbagai macam fitnah. "Dan aku berlindung kepadaMu dari (keburukan) fitnah hidup. penyejuk hati dan pembawa kebaikan." Fitnah Syetan Syetan adalah fitnah bagi manusia. “Dan katakanlah. “Dan orang-orang yang berkata. merupakan sebuah penggalan hadits) Keluarga dan anak-anak juga merupakan fitnah dunia sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala. Dia selalu menghiasi keburukan sehingga tampak indah dan baik. (QS. Fitnah kematian. "Dan (aku berlindung) dari buruknya fitnah kekayaan. kesenangan dan syahwat mengharuskan kita untuk selalu berlindung kepada Allah dari keburukannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminta perlindungan dari jahatnya fitnah kekayaan. sebagaimana dalam firman-Nya. 23:97-98) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa do’a dan dzikir kepada Allah merupakan senjata ampuh bagi seorang muslim untuk menghadapi gangguan syetan. Merupakan fitnah dunia yang sangat besar bagi seorang laki-laki adalah fitnah (ujian/godaan) wanita. seperti fitnah kehidupan dunia dengan iming-iming nafsu dan syahwatnya.

Fitnah al-Masih ad-Dajjal Fitnah dajjal adalah termasuk fitnah terbesar yang akan dialami manusia menjelang hari Kiamat. artinya. Muslim) Fitnah Jahannam Merupakan salah satu fitnah akhirat adalah fitnah adzab Jahannam. apa agamanya.Diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.” (Dia ucapkan) sebanyak tiga kali maka tidak akan membahayakannya segala suatu apapun. Ahmad dan alHakim. sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala tatkala menyebutkan di antara sifat hamba Allah. Dalam sebuah hadits shahih. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta perlindungan kepada-Nya dari fitnah dajjal tersebut. "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal. dan dengan keutamaan serta rahmat-Nya kita dimasukkan ke dalam surga. Termasuk fitnah akhirat yang besar adalah fitnah kubur. yang dengan menyebut-Nya maka tidak berbahaya segala sesuatu yang berada di bumi dan di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. dishahihkan oleh adz-Dzahabi) Fitnah Akhirat Fitnah akhirat dimulai sejak seseorang masuk ke alam kubur hingga datangnya hari Kiamat dengan kedahsyatannya. dan sanadnya hasan) Dan tatkala Abu Bakarradhiyallahu ‘anhu. Jika dia seorang yang istiqamah di atas agama Allah maka akan selamat dan dapat berbicara serta menjawab sesuai yang diridhai Allah subhanahu wata’ala. siapa Nabinya dan seterusnya. Ibnu Majah dan Ahmad. Jika dia menyepelekan agama dan zhalim maka akan mendapatkan kerugian dan mengucapkan kalimat kekufuran." Dan di dalam riwayat yang lain disebutkan. Oleh karena itu Allah subhanahu wata’ala menganjurkan kepada kita untuk berlindung dari adzab Jahannam tersebut. maka di antara yang diajarkan beliau adalah berlindung kepada Allah dari syetan dan sekutunya. artinya. "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal. jauhkan azab jahannam dari kami. Oleh karena itu dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung dari adzab kubur. yaitu pertanyaan di kubur terhadap seorang hamba tentang siapa Rabbnya. Tentang kapan munculnya dajjal.Abu Dawud. Semoga Allah menjaga kita darinya. 25:65-66) Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam . kita berlindung kepada Allah dari hal itu." (HR." (HR Abu Dawud." (HR.” (QS. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Semua itu harus dimohonkan perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala agar kita selamat dari malapetaka nya. "Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan kejahatan syetan beserta sekutunya. "Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dan sore (doa). yang penting adalah bahwa seseorang tidak akan dapat selamat dari fitnah dajjal kecuali atas perlindungan Allah subhanahu wata’ala. at-Tirmidzi. maka tidak seorang pun mengetahuinya. sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasan yang kekal". at-Tirmidzi. yang artinya “Dan orang-orang yang berkata. "Dengan menyebut Nama Allah. "Ya Rabb kami. meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengajar kan sebuah kalimat (doa) yang diucapkan ketika pagi dan sore hari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. dan dia merupakan salah satu tanda akan terjadinya Kiamat Kubra (kiamat besar). Beliau bersabda.

dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir". telah cukup permohonanmu kepada Allah. 10:84-86) Allah subhanahu wata’ala juga menyebutkan tentang Nabi Ibrahim dan kaumnya yang berd’oa kepada Allah. 60:5) Disebutkan dalam sebuah hadits shahih dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu dia berkata." Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus-menerus berdoa dengan menengadahkan tangan. 17:37) Fitnah ini hendaknya diwaspadai khusunya oleh para aktivis dakwah. Allah subhanahu wata’ala berfirman.” Maka Allah subhanahu wata’ala menurunkan ayat.” (QS. sebagaimana firman Allah. "Wahai Nabi Allah. sesungguhnya Dia akan memberikan untukmu apa yang Dia janjikan kepadamu. (QS. (QS. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. lalu diperkenankan-Nya bagimu. “Berkata Musa. “(Ingatlah). janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir.kanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir". (HR Muslim) Amat banyak saudara kita di negeri Islam yang sedang menghadapi ujian dan cobaan dari orang kafir. “Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka. 2:250) Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang kaum Nabi Musa. Fitnah Ujub dan Bangga Diri Ujub. menghadap ke kiblat sehingga kain yang ada di pundaknya terjatuh. Oleh karena itu Allah subhanahu wata’ala menyebutkan tentang orang-orang mukmin pengikut Thalut alaihissalam. mereka pun berdo'a. "Hai kaumku. "Ya Allah penuhilah untukku apa yang Kau janjikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat ke arah kaum musyrikin yang berjumlah seribuan orang sedangkan shahabat beliau hanya tiga ratus tiga belas orang. tatkala menghadapi musuh mereka Jalut dan tentaranya maka mereka berlindung kepada Allah dengan berdoa. Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". zionis dan kapitalis. (QS. Dan ampunilah kami Ya Rabb kami. ya Allah datangkanlah kepadaku apa yang Kau janjikan. (QS. karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. Ya Allah jika Kamu binasakan sekelompok ahlul Islam ini. "Ya Rabb kami. Maka kita hendaknya senantiasa memohon kepada Allah. "Ketika terjadi perang Badar. terpedaya dan bangga diri merupakan fitnah yang selayaknya dimintakan perlindungan kepada Allah. para . "Ya Rabb kami. dan kokoh. jika kamu beriman kepada Allah. janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Lalu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu datang mengambil kain itu kemudian meletakkannya kembali di pundak beliau. artinya. jika kamu benar-benar orang yang berserah diri". Lalu mereka berkata. ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu. Maka beliau menghadap kiblat lalu menengadahkan tangan berdoa kepada Rabbnya. tuangkanlah kesabaran atas diri kami. 8:9). maka bertawa-kallah kepada-Nya saja. "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut".berlindung kepada Allah dari adzab Jahannam Fitnah Orang Kafir Salah satu fitnah yang dihadapi oleh orang mukmin di setiap tempat dan waktu adalah permusuhan orang-orang kafir. agar segera mengentaskan musibah tersebut dengan secepatnya. maka Engkau tidak disembah di muka bumi. Dia lalu mendekat dari arah belakang Nabi dan berkata. penyebar ilmu. "Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami. Sesungguhnya Engkau. berada dalam penindasan kaum salibis.

sebagai bimbingan yang lurus. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Abdul Hamid bin Abdur Rahman al-Suhaibani Berinteraksi Dengan Al-Qur'an Penulis: Dr. Karena Allah SWT. Rabb kita juga. Amma ba'du: Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-.” (QS. Yusuf Qardawi Tanggal: 18. kaum muslimin. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik.2004 'Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Sesuai firman Allah SWT 'Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. dengan banyak berlindung dan bersandar kepada Allah subhanahu wata’ala.Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: '(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.02. dan penghias dadanya. Sumber: Kutaib. “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan. imamnya Al Qur'an.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. dan seluruh orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. cahaya hatinya juga penghilang kesedihannya adalah Al Qur'an: Nabi Muhammad bin Abdullah. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang terakhir. yang beriman dengannya. serta mengikuti cahaya yang diturunkan kepadaanya. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. Hendaklah mereka hati-hati dari fitnah ini. Kitalah. yang mengerjakan amal saleh. 25:23). “Dharuratu alluju’ ilallah ‘inda hudutsil fitan. dan keluarganya serta para sahabatnya. Maka apakah kamu tiada memahaminya?' (Al Anbiyaa: 10). yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: 'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. akhlaqnya Al Qur'an.' (Huud:1) .” DR.pejuang dan orang semisal mereka yang banyak dibutuhkan olah umat Islam di zaman ini.' ( Al Kahfi: 1-3) Salawat serta salam bagi Nabi yang mu'jizatnya Al Qur'an. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. dan sesungguhnya Kami benarbenar memeliharanya. mereka adalah orang-orang yang beruntung. mendukung dan membantunya. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman.' (Al Hijr: 9). agar jangan menjadikan amalnya sebagaimana amal yang Dia firmankan. telah menjamin untuk memeliharanya.

Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. media cetak. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. Karena. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan.a. Seperti kata mana yang harus madd (panjang).' ( Fush-shilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. di dalam hati mereka. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. Kecuali satu surah saja. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). didengarkan. penj. baik dengan tulisan atau bacaan. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r.'Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan 'ilmu tajwid Al Qur'an'. Ia tidak dimulai dengan basmalah. izhhar (jelas)..' (Al Israa: 9) . dalam masalah Al Qur'an ini. Ia juga dihapal oleh anakanak kecil kaum Muslimin. idgham (digabungkan). Allah SWT menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. mana yang harus ghunnah (dengung). meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). baik itu kitab agama atau kitab biasa. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Dan salah seorang dari mereka. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. dan malah hurup-hurupnya--. Ayat-ayatnya dibaca. kecuali Al Qur'an. kecuali Al Qur'an ini. bagi Al Qur'an. Hingga saat ini. dan jalan yang paling lurus. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. jika Anda tanya: 'siapa namamu?' --dengan bahasa Arab-. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. Ia menghapal Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. baik itu lelaki maupun perempuan. 'Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. suatu kitab. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik).). kalimat-kalimat serta lafazh-lafazhnya saja. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. yaitu surah at Taubah. dihapal dan dijelaskan.

dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: 'Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. menolak syubhat (kesamaran). Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan.' (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas.' (An Nisaa: 174) 'Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. menjelaskan hakikat-hakikat. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai 'cahaya'. Seperti dalam firman Allah SWT: 'Hai manusia. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu.' Seperti dalam firman Allah SWT: 'Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)'. membongkar kebatilan-kebatilan. dan dia adalah 'cahaya yang istimewa'.' ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah 'cahaya' yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: 'Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi).' (An Nuur: 35). dan kitab yang menerangkan. Ia membuka hal-hal yang samar. kemudian ia memperjelas yang lain.'Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan.' (At Taghaabun: 8).' (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan . Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firman-Nya: 'Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). dalam banyak ayat. di samping cahaya fithrah dan akal: 'Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis).

Al Qur'an juga bertujuan untuk membersihakan jiwa manusia. kitab suci yang dijamin pemeliharaan keautentikannya. niscaya rusaklah masyarakat seluruhnya. Ia juga berusaha membentuk keluarga yang kemudian menjadi pangkal kedirian suatu masyarakat. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: 'Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. yang jika jiwa itu telah bersih niscaya bersih dan baiklah seluruh masyarakat. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. dan kitab suci bagi seluruh manusia. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. Juga mengajarkan sikap adil terhadap kalangan perempuan. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: 'Maha Besar Allah. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. Al Qur'an juga mengungguli kitabkitab suci sebelumnya. Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan yang dibidiknya. kitab suci bagi agama seluruhnya. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia.kitab-kitab suci lainnya. Ia juga bertujuan untuk menghubungkan manusia dengan Rabbnya. membenarkan apa yang sebelumnya. Ia adalah kitab Ilahi. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. terutama bagi kalangan yang lemah dan tidak berpunya. Al Qur'an juga membangun umat yang saleh. agar manusia hanya menyembah-Nya semata dan bertaqwa kepada-Nya dalam seluruh urusannya. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. Yaitu yang berkaitan dengan pokok-pokok aqidah dan akhlak. ia akan memadamkan pelita-pelita'. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. kitab yang memberikan penjelasan dan dimudahkan untuk dipahami. Dan jika jiwa itu rusak. kitab suci yang menjadi mukjizat.' (AlMaaidah: 48) Al Qur'an --sebagaimana ia diturunkan oleh Allah SWT-. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahan-tambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. kenabian. kitab bagi seluruh zaman. yang diciptakan untuk memberikan manfaat bagi manusia dan memberikan petunjuk bagi mereka.mempunyai keunggulankeunggulan yang membuatnya istimewa dibanding kitab suci lainnya. membaca dan mendengarkannya. dan balasan atas amal perbuatan. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. yang merupakan pokok utama dalam bangunan keluarga. Setelah itu. saat mentari pagi telah bersinar. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. serta mentadabburi dan .

Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. mengerjakan ajarannya. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. yang dapat berakibat patal jika dilanggar.' (Al Jumu'ah: 5). serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. mereka menghapal hurup-hurupnya. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. mengetahui tujuan-tujuannya. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. undang-undang bagi aturan politik. . Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. memahami rahasia-rahasianya. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. Kita juga berkewajiban untuk berlaku baik terhadapnya dengan memahami dan menafsirkannya. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: 'Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya.merenungkannya. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. dengan bertumpu --terutama-. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. Namun yang disayangkan. serta peradaban ilmu dan iman. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam.pada Al Qur'an itu sendiri. namun ia juga petunjuk itu. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. membebaskan negeri-negeri. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. namun kafir dengan sebagiannya lagi. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. karena ia adalah objek kita. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an.

untuk meyakininya sedangkan kita tidak pernah melihatnya dan tidak bisa membuktikannya secara empiris sampai kita mengalaminya nanti. malaikatmalaikat. banyak hal yang Allah SWT berikan kepada kita melalui kitab suci Al Qur`an dan informasi-informasi Rasulullah SAW dan kita hanya diminta. Beriman kepada kebangkitan sesudah mati ( lihat Q.' (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan.Sedangkan neraka sebagai tempat penyiksaan bagi orang-orang kafir dan dzalim yang ingkar kepada Allah SWT dan tidak mentaati rasul-rasul-Nya ( lihat Q. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk." Sedangkan ulama lain bernama Atho` berkata.Al Bayyinah: 7-8 dan Al Ahzab:17 ). seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. "Beriman kepada Allah SWT. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.S Al Qiyamah ) Beriman kepada hari Akhirat. "Orang yang beriman kepada Allah SWT berarti dia beriman kepada yang Ghoib." Kehidupan kita memang untuk ujian. Beriman kepada akan terjadinya hari kiamat ( lihat Q. kitab-kitab dan Rasul-rasul. Rasulullah SAW bersabda. surga dan perjumpaan dengan Allah SWT diakhirat serta hidup sesudah mati. Al Kahfi:29 dan Al Ahzab:64-66 ). sebagai orang yang beriman. semua itu ghoib. dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. Bukhori dan Muslim ) Beriman kepada perhitungan dan pembalasan sesuai dengan perbuatannya ( lihat Q. Syurga sebagai tempat yang menyenangkan bagi orang-orang yang bertaqwa ( lihat Q. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. Karena informasi itu dari Allah SWT melalui Rasul-rasul-Nya.net) BERIMAN KEPADA YANG GHOIB Beriman adalah ungkapan keyakinan dan kepercayaan terhadap sesuatu. Termasuk beriman kepada hari kemudian adalah beriman kepada fitnah dan pertanyaan di .R.S Al Imran:131. "Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa alas kaki dan telanjang.S. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. Ghoib adalah segala sesuatu yang tidak tampak oleh panca indra manusia. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. Berbeda dengan orang atheis yang menolak hal seperti itu. Termasuk beriman kepada hari akhirat adalah .S Al Anbiya: 104. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: 'Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. maka kita beriman dan meyakini kebenarannya.seperti yang dilakukan oleh Bani Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. Beriman kepada yang ghoib menurut seorang ulama bernama Abul Aliyah. dan Al Mukminun: 15-16 ). Diantara yang harus kita yakini terhadap hal-hal ghoib ini adalah. Al An`am: 160 dan Al Anbiya : 47 ) Beriman kepada syurga dan neraka." ( H. (qaradawi.S Al Ghosiyah: 25-26.

ibadah itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Paling utama adalah Lailaha illallah dan paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalanan. dan daripadanya Allah menciptakan istrinya. Arti Ibadah "Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai mati mendatangimu. Satu syarat saja tidak diterima Allah. Ibadah adalah kata yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. yaitu. Hiburan bagi orang beriman kalau tidak memperoleh kenikmatan dunia karena akan mendapatkannya yang jauh lebih baik dari dunia dan seisinya. Dan beriman terhadap adanya siksa kubur atau kenikmatan di dalamnya ( lihat Q. 4:1) . Dan Rasulullah SAW memperingnatkan kita agar selalu berlindung dari adzab kubur (H. bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu. Merasa takut untuk bermaksiat karena pedihnya siksaan dihari itu." (QS. seperti dalam penjelasan Nabi saw bahwa cabang-cabang keimanan itu lebih dari enam puluh atau lebih dari tujuh puluh cabang. Adz-Dzariyat:56) Allah menciptakan kita bukan untuk sia-sia. "Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (QS. sampai betul memenuhi kedua persyaratan itu (lihat surat Al-Kahfi:110 dan Al-Mulk:2) Aqidah Salaf As-Sholih "Hai sekalian manusia. Paling tidak ada 3 keuntungan bagi orang yang beriman kepada yang Ghoib. dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak.R Muslim ).S Al An`am:93 dan Ghofir:46 ). Kriteria kedua. ibadah itu harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw. Tapi ibadah itu tidak berarti positif dunia maupun akhirat sampai memenuhi dua kriteria: Kriteria pertama. tetapi karena tujuan mulia yaitu untuk beribadah kepada-Nya.R Bukhori dan Muslim ). Kita berbuat kebaikan kepada sesama muslim bahkan sesama manusia atau kepada binatang sekalipun karena Allah adalah ibadah. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. zakat dan haji. Mendorong untuk beramal sholeh dengan harapan pahala dihari kemudian. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Jadi Ibadah itu artinya luas bukan hanya ibadah mahdhoh (murni) saja seperti shalat. puasa."(Al-Hijr:99).kuburan ( H. Kita menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannyaNya adalah ibadah.

Al-Baqarah:285)." (QS. Maka memerintahlah ia (Muhammad). Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan. Hal itu sangat berbahaya. "Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus nabi kita Muhammad saw. dan hijrah sebagaimana mereka hijrah. dari yang besar sampai kepada dualisme pemahaman dengan maksud memilah-milah untuk kepentingan tertentu. Lalu ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka (dalam mengerjakan perintah tersebut). berupa perangkat pemahaman yang utuh dari ajaran Rasulullah saw. Karena pemahaman sesungguhnya harus menyeluruh dan kita terima tanpa tawar menawar. Semuanya beriman kepada Allah. Mereka cinta kepada Allah SWT berharap hanya kepada Allah SWT dan tidak ada yang ditakuti kecuali Allah SWT. "Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka. Allah memerintahkan kepadanya (Muhammad) agar menyuruh mereka berhijrah menuju Madinah. Disamping itu Allah berfirman. Al-Mukminun:57-60) Untuk melihat keutuhan aqidah Salaf. inilah kepala pemuka orang-orang kafir. kecuali dengan haknya. (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Rabb dan kepada Engkaulah tempat kembali. Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka (dalam mengerjakan perintah tersebut). Maka tatkala mereka telah mau mengatakan bersaksi seperti itu. niscaya sia-sialah syahadat.Pendahuluan Kebangkitan dunia Islam telah menyadarkan banyak orang tentang kekuatan Islam. Mereka digambarkan oleh Allah SWT dalam firmanNya. memerangi/membunuh bapak dan anak-anak mereka. dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". "Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (adzab) Rabb mereka (57). dan mereka mau mengerjakannya. sehingga mengakui kebesaran Allah SWT. Salaf dan Aqidah Rasulullah saw sejak diutus oleh Allah SWT. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hal itu dari hati nurani mereka. Mereka mau mengerjakan hal itu. demikian pula orang-orang yang beriman. Demi Allah. shalat sebagaimana shalat mereka. otak dan urat nadi orang yang mencari kebenaran. sambil berkata: "Wahai Rasulullah. dan hisabnya hanya kepada Allah. (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka (60). Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb mereka (sesuatu apapun) (59). meskipun kebangkitan tersebut tidak melalui kekuasaan. ia memerintahkan kepadanya (Muhammad) untuk menyuruh mereka sholat. hanya saja kebangkitan tersebut perlu lebih diarahkan kepada satu asas dan bingkai yang diterima oleh semua pihak yang secara jujur membawa misi Islam. karena dasarnya adalah hawa nafsu. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka (58). telah mengajarkan aqidah tauhid kepada para shabatnya. Tetapi Islam memasuki kalbu. niscaya siasialah syahadat dan sholat mereka. Hal tersebut tentunya untuk menghindari berbagai penyimpangan yang dialamai oleh sebagian ummat Islam. terjaminlah darah dan hartanya. marilah kita simak ucapan Sufyan bin Uyainah berikut ini. Arah dan bingkai tersebut tak lain dan tak bukan adalah manhaj Salafusshalih. sehingga bapak dan anakanak mereka tersebut mau bersyahadat sebagaimana syahadat mereka. kepada seluruh manusia. li'ilaa'i kalimatillah. shalat dan hijrah mereka." (QS. Maka ia (Muhammad) memerintah kepada mereka. Allah memerintahkan mereka untuk kembali ke Mekkah." Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. malaikatmalaikat-Nya. seandainya mereka tidak mau mngerjakannya (sholat) maka sia-sialah ikrar/syahadat mereka tadi. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-easul-Nya". kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. dan mereka mau mengerjakannya. keagungan syariat-Nya. juga sholatnya. untuk menyatakan bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwasanya dia (Muhammad) adalah utusan-Nya. Penyimpangan tersebut bervariasi. sampai-sampai ada diantara mereka yang membawa kepala bapaknya. dengan hati yang takut. Ia memerintah kepadanya (Muhammad) agar memerintah mereka bertawaf (mengelilingi) Ka'bah .

'Ya Rasulullah. dan mereka mau mengerjakannya. Pada makalah ini.sampaikanlah dari akau. seandainya mereka tidak mau mengerjakannya. hidupku dan matiku. Al-An'am : 162). Secara lebih rinci Syaikh Abdurrohman Sa'di menyebutkan yang artinya :"Ibadah adalah sempurnanya ketaatan dan kepatuhan kepada perintahperintah Allah. shalat. Dan sebaik-baik ucapan dan hujjah yang rasional adalah Al-Qur'an dan sabda Rasulullah serta perkataan shahabat." (Shofwatul Atsr wal Mafaahim. seperti yang diungkapkan oleh imam Al-Laalikaa'i yang artinya: "Sesungguhnya hal yang paling wajib atas seseorang adalah ma'rifat terhadap dien dan apa-apa yang Allah bebankan kepada hamba-hamba-Nya berupa pemahaman tauhid terhadap-Nya. Kitabu Asy-Syari'ah hal. dan mereka mau mengerjakannya. ibadah artinya tunduk dan patuh. makna ibadah sangat luas. sebaiknya kita simak hadits Rasulullah SAW yang artinya : "Dari Mu'adz bin Jabal. 9) Demikianlah nasehat dan wasiat dari para ulama salaf.. Inilah sunnah. apabila manusia bertanya kepadamu. Untuk mengetahui detil dari rincian ibadah dhohiriyah itu. ibadah adalah nama yang mencakup semua kebaikan yang mengarah kepada ridho Allah SWT." (Syarh Ushul I'tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah oleh Al-Laalikaa'i Juz I hal. 46).. yang mengyangkut dhohir maupun bathin. hanya untuk Allah. mengendalikan diri dari batasan yang dibuat-Nya dan menerima semua yang diajarkan-Nya melalui lisan nabi-Nya tanpa menolak atau menyimpangkannya.104). Secara syara'. dari kalangan shahabat. hijrah. Rabb semesta alam. telah berkata. hijrah dan haji serta perlawanan perang (yang mereka lakukan) terhadap bapak-bapak mereka. Shalatku.. tabi'in dan seterusnya. sehingga mereka membawa harta mereka baik sedikit maupun banyak. Untuk itu kita menggali tauhid sedalam-dalamnya. Seperti selalu kita baca yang artinya : "Katakanlah. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka. kita akan membatasi pada makna dhohirnya saja. berhenti dari larangan-larangan-Nya. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka. niscaya sia-sialah syahadat. dan ia menurut kita adalah kurang (imannya). 'Aku telah berkata. shalat. Maka ia (Muhammad) memerintah mereka untuk itu. dalam mengerjakan syari'at-syari'at iman dan batas-batasnya. beritahukannlah aku suatu amal yang dapat memasukkan aku kedalam jannah dan menjauhkan akau dari . perang terhadap bapak mereka dan thawaf mereka. kita akan menghukumnya. Barangsiapa meninggalkannya karena malas atau meremehkan. Salaf Dan Kaitannya Dengan Ibadah Secara bahasa." Ia SWT berkata: "Katakanlah (hai Muhammad) kepada mereka!" "Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. Sesuai dengan difinisi diatas. maka Ia memerintahkan kepadanya (Muhammad) untuk mengambil harta mereka sebagai sedekah yang menyucikan mereka. kemudian ijma' para Salaf As-Shaleh dan berpegang teguh terhadap keseluruhannya sampai hari kiamat serta menjauhi berbagai bid'ah yang diada-adakan oleh para penyesat. sifat-sifat-Nya dan membenarkan utusan-utusan-Nya dengan dalil dan keyakinan. Demi Allah. korbanku. maka sia-sialah syahadat.sebagai ibadah dan mencukur rambut mereka sebagai lambang rendah diri. bagi kami ia adalah kafir. sekalipun hanya mendengarkannya." (QS. andaikan mereka tidak mau mengerjakannya." (Al-Ajurry.. 103 . Demi Allah. dengan cara istidlal dengan hujjah dan penjelasan." Sufyan berkata: "Barangsiapa meninggalkan satu prinsip dari ajaran Islam. hal.

Kemudian beliau bersabda.17). orang yang membaca mengkhatamkannya lebih cepat dari itu tidak akan dapt memahaminya (Al-Qur'an). dan sedang-sedang saja itu bagus. 'Karena mereka lebih zuhud dari kalian dalam masalah dunia dan lebih mengutamakan akhiratnya. apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?' Maka beliau bersabda. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mempunyai hak-hak dimalam hari yang Ia tidak mau menerimanya disiang hari. 'Maukah aku beritahukan kepada tentang kunci perkara itu semua?' Aku menjawab. 67). lengahpun buruk. Demikian pula masalah puasa (yang paling afdhal) adalah puasa Daud Alaihissalam. sang isteri berperan untuk mengingatkan seperti riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Rojab Rahimahullah yang artinya: "Suatu malam isteri Habib (yakni Abu Muhammad Al-Fars) membangunkan dan berkata: Bangun hai Habib.' Kemudian beliau membaca ayat yang artinya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. 'Mau ya Rasulullah'. Dan ." (dinukil dari kitab Al-Hujjah fi Sairi Ad-Daljah karangan ibnu Rajab. Abu Ubaidah bin Al-Mursanna berkata yang artinya: "Sesungguhnya berlebih-lebihan didalam beribadah itu buruk.' Kemudian beliau bersabda." Kalau kita perhatikan kehidupan Salaf Ash-Shaleh akan kita dapatkan kesimpulan bahwa mereka persis seperti pernyataan: "Yaitu pendeta-pendeta diwaktu malam dan joki-joki diwaktu siang. Dalam sebuah riwayat diriwayatkan yang artinya: "Sesungguhnya aku akan memberimu sebuah wasit jika kamu mau menerimanya. 'Apa sebabnya? Beliau menjawab. dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. 'Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal dan tiang-tiangnya seta puncak-puncaknya? Aku menjawab. 'Mau. kedalam neraka. (atau sabdanya. 'Semoga selamat engkau! Adakah yang menjerumuskan orang keatas mukanya. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya. 'Inginkah engkau kuberi petunjuk kepadamu akan pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai dan sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api dan shalat seorang ditengah malam.neraka. keatas hidungnya). Rasulullah bersabda. sedang mereka berdo'a kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap." Oleh karena itu Ibnu Mas'ud Rahimahullah mendapatkan bahwa ibadah para tabi'in itu lebih banyak dari para Shahabat. Dalam riwayat selama tiga hari. ucapannya yang artinya: "Kalian (para tabi'in) lebih banyak puasa dan shalat daripada para shahabat Muhammad SAW padahal mereka lebih baik daripada kalian. selain buah ucapan mereka?" (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia berkata 'Hadits itu hasan shahih).' Nabi menjawab.' Kemudian beliau berkata. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala atasnya. Mereka bertanya. Keutamaan seseorang tidak hanya ditentukan dari kewajiban-kewajiban yang sudah dikerjakannya. 'Jagalah ini!' Aku berkata. sedangkan kita tetap berhenti. mengerjakan shalat." Bahkan kita dapatkan bagaimana kalau seseorang sudah kecapaian karena kerja keras di siang hari. 'Ya Rasulullah. AsSajdah : 16 . hal. Demikian juga Allah Azza wa Jalla mempunya hak-hak disiang hari yang Ia tidak mau menerimanya dimalam hari. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima amalan sunnah sebelum amalan wajib dikerjakan. Beliau bersabda. Tidak ada puasa yang lebih afdhal daripada puasa Daud. Lihatlah wasiat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA kepada Umar bin Khattab RA saat sudah dekat ajalnya." Oleh karena itu batasan yang diajarkan oleh Nabi SAW dalam kaitannya dengan ibadah dhahir ini diantaranya yang artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan Abdullah bin Amru untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu pekan.' Maka ia memegang lidahnya dan bersabda. sesungguhnya perjalanan amatlah panjang. sedang bekal kita sedikit. Yang harus menjadi catatan kita bahwa sebaik-baik ibadah itu adalah yang kontinyu dan berdasar petunjuk Nabi SAW. Rombongan orangorang shaleh telah berlalu. 'Engaku telah bertanya tentang suatu perkara besar. 'Pokok amal adalah Islam dan tiang-tiangnya adalah shalat dan puncknya adalah jihad. namun juga oleh sejauh mana ia mengerjakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. mengeluarkan zakat. (QS. berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah.

karena aqidah adalah landasan semua tindakan. Namun ada yang menerima disebut mu'min ada pula yang menolaknya disebut kafir serta ada yang ragu-ragu disebut Munafik yang merupakan bagian dari kekafiran. karena faktor manusia. Sang Pencipta. penutup para Nabi dan Rasul membimbing ummatnya selama 13 tahun ketika berada di Mekkah pada bagian ini. Ini disebut Rukun Iman. Pada keyakinan manusia adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya dari segala keraguan. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang mengenalkan kita kepada Allah SWT. adalah qiyam Daud.000 semuanya menyerukan kepada Tauhid (dikeluarkan oleh AlBukhari di At-Tarikhul Kabir 5/447 dan Ahmad di Al-Musnad 5/178-179)." Semoga kita diberikan hidayah dan kekuatan untuk mengikuti para Salaf Ash-Shaleh Ridhwanullah alaihim. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. umpamanya. Aqidah Islamiyah "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. Ibadah yang memenuhi satu syarat saja. zakat. umpamanya ikhlas saja tidak mengikuti petunjuk Rasulullah SAW tertolak atau mengikuti Rasulullah SAW saja tapi tidak ikhlas. Ini disebut amal sholeh. dan keimanan kepada takdir Allah baik dan buruknya. . amin. Maka apabila suatu ummat sudah rusak. Dia dalam tubuh manusia seperti kepalanya. Kedua : Perbuatan yaitu cara-cara amal atau ibadah seperti sholat. Hari Akherat. Kitab-kitab. Sementara dari jalan sahabat Abu Umamah disebutkan bahwa jumlah para Rasul 313 (dikeluarkan oleh Ibnu Hibban di Al-Maurid 2085 dan Thabrani di Al-Mu'jamul Kabir 8/139)) agar mereka berjalan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta melalui wahyu yang dibawa oleh Sang Rasul. Makanya syarat diterimanya ibadah itu ada dua. Bagian ini disebut pokok atau asas. puasa. pertama : Ikhlas karena Allah SWT yaitu berdasarkan aqidah islamiyah yang benar. Sehingga orang yang tidak kenal Allah SWT disebut kafir meskipun dia Profesor Doktor. Aqidah secara bahasa berarti sesuatu yang mengikat. yaitu: Nabi-nabi. Kemudian Allah bimbing mereka dengan mengutus para Rasul-Nya (Menurut hadits yang disampaikan Abu Dzar bahwa jumlah para Nabi sebanyak 124. Pertama : Aqidah yaitu keyakinan pada rukun iman itu. dan seluruh bentuk ibadah disebut sebagai cabang. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. Semakin besar dan bermanfaat nilainya semakin penting untuk dipelajarinya. Kedua : Mengerjakan ibadahnya sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. letaknya di hati dan tidak ada kaitannya dengan cara-cara perbuatan (ibadah). Malaikat-malaikat. bagian yang harus direhabilitisi adalah kepalanya lebih dahulu. Disinilah pentingnya aqidah ini. para shiddiqin. Aqidah menurut terminologi syara' (agama) yaitu keimanan kepada Allah. An-Nisa':69) Pendahuluan Nilai suatu ilmu itu ditentukan oleh kandungan ilmu tersebut. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS.dalam masalah qiyam. Nilai perbuatan ini baik buruknya atau diterima atau tidaknya bergantung yang pertama. Begitu pentingnya Aqidah ini sehingga Nabi Muhammad. Dalam syariat Islam terdiri dua pangkal utama. Para Rasul. Adakah yang lebih bodoh daripada orang yang tidak mengenal yang menciptakannya? Allah menciptakan manusia dengan seindah-indahnya dan selengkap-lengkapnya dibanding dengan makhluk / ciptaan lainnya. Dialah kunci menuju surga. Apalagi ini menyangkut kebahagiaan dan keberhasilan dunia dan akherat. pada hakekatnya dia bodoh.

" Taklid buta kepada perkataan tokoh-tokoh yang dihormati tanpa melalui seleksi yang tepat sesuai dengan argumen Al-Qur'an dan Sunnah." (Apabila mereka akan mengikuti juga). Sampai benar-benar memenuhi dua kriteria itu. Karena itu dia menolak aqidah yang benar. Sedangkan manhaj (metode) dan contohnya adalah ahlul hadits. Inilah makna yang terkandung dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi 110 yang artinya : "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. fiqih akbar. Akibatnya berpaling dan tidak jarang menyalahi bahkan menentang aqidah yang benar. Para ulama menulis bantahan-bantahan dalam karya mereka. kalaupun terjadi langsung diterangkan oleh beliau. pada masa pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib timbul pemahaman -pemahaman baru seperti kelompok Khawarij yang mengkafirkan Ali dan Muawiyah karena melakukan tahkim lewat utusan masing-masing yaitu Abu Musa Al-Asy'ari dan Amru bin Ash. Sehingga apabila tokoh panutannya sesat. lihat Syarh Shohih Muslim oleh Imam Nawawi. Makanya kita dapatkan keterangan para sahabat yang artinya berbunyi : "Kita diberikan keimanan sebelum Al-Qur'an" Nah. dan ushuluddin. Terkadang aqidah juga digunakan dengan istilah Tauhid. Seperti firman Allah SWT tentang ummat terdahulu yang keberatan menerima aqidah yang dibawa oleh para Nabi dalam Surat Al-Baqarah 170 yang artinya : "Dan apabila dikatakan kepada mereka. Al-Fiqhul Akbar (fiqih terbesar). 126) dan dibantah oleh Ibnu Umar karena terjadinya penyimpanganpenyimpangan. Fanatik kepada peninggalan adat dan keturunan." mereka menjawab: "(Tidak). bukan saja di dunia tetapi berlanjut sebagai kesengsaraan yang tidak berkesudahan di akherat kelak. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya. ahlul sunnah dan salaf. Ringkasnya : Aqidah Islamiyah yang shahih bisa disebut Tauhid. "Ikutlah apa yang telah diturunkan Allah. Timbul pula kelompok Syiah yang menuhankan Ali bin Abi Thalib dan timbul pula kelompok dari Irak yang menolak takdir dipelopori oleh Ma'bad Al-Juhani (Riwayat ini dibawakan oleh Imam Muslim." Perkembangan Aqidah Pada masa Rasulullah SAW. jilid 1 hal.maka amal tersebut tertolak. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. Dia akan berjalan tanpa arah yang jelas dan penuh dengan keraguan dan menjadi pribadi yang sakit personaliti. Bahaya Penyimpangan Pada Aqidah Penyimpangan pada aqidah yang dialami oleh seseorang berakibat fatal dalam seluruh kehidupannya. maka ia ikut tersesat. aqidah bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena masalahnya sangat jelas dan tidak terjadi perbedaan-perbedaan faham. Biasanya penyimpangan itu disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya : Tidak menguasainya pemahaman aqidah yang benar karena kurangnya pengertian dan perhatian. dan tidak mendapat petunjuk. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. Ahlus Sunnah wal Jamaah (mereka yang menetapi sunnah Nabi dan berjamaah) atau terkadang menggunakan istilah ahlul hadits atau salaf yaitu mereka yang berpegang atas jalan Rasulullah SAW dari generasi abad pertama sampai generasi abad ketiga yang mendapat pujian dari Nabi SAW. AsSunnah (jalan yang dicontohkan Nabi Muhammad). Berlebihan (ekstrim) dalam mencintai dan mengangkat para wali dan orang sholeh yang . ushuluddin (pokok-pokok agama).

Berbeda dengan filsafat yang merupakan karya manusia. Ditambah lagi mass media baik cetak maupun elektronik banyak tidak mendidik kearah aqidah bahkan mendistorsinya secara besar-besaran. Yaghuts. sehingga anak tumbuh tidak mengenal aqidah Islam.sudah meninggal dunia. Faedah yang akan diperoleh orang yang menguasai Aqidah Islamiyah adalah : Membebaskan dirinya dari ubudiyah / penghambaan kepada selain Allah. Dan merupakan keserasian antara ruh dan jasad. Kuburan-kuburan mereka dijadikan tempat meminta. atau memajusikannya" (HR: Bukhari). Apabila anak terlepas dari bimbingan orang tua. maka kesempurnaannya tidak diragukan lagi. sehingga menempatkan mereka setara dengan Tuhan. menashranikannya. Pada hal Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan yang artinya : "Setiap anak terlahirkan berdasarkan fithrahnya. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Bayangkan. maka kedua orang tuanya yang meyahudikannya. Lihat Surah Nuh 23 yang artinya : "Dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan) Wadd. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Makanya seorang mu'min harus yakin kebenaran Aqidah Islamiyah sebagai poros dari segala pola laku dan tindakannya yang akan menjamin kebahagiannya dunia akherat. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Hal itu karena menganggap mereka sebagai penengah/arbiter antara dia dengan Allah. tentu banyak kelemahannya. para shiddiqin. dan jangan pula Suwa'. lingkungannya. antara siang dan malam. apa yang bisa diperoleh dari 2 jam seminggu dalam pelajaran agama." Dan juga dalam Surah An-Nahl 97 yang artinya : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan. dan lain sebagainya. maka anak akan dipengaruhi oleh acara / program televisi yang menyimpang. dalam keadaan beriman. itupun dengan informasi yang kering. antara bumi dan langit dan antara ibadah dan adat serta antara dunia dan akherat." Faedah Mempelajari Aqidah Islamiyah Karena Aqidah Islamiyah bersumber dari Allah yang mutlak. Tak jarang mengagungkan para pemikir dan ilmuwan Barat serta hasil teknologi yang telah dicapainya sekaligus menerima tingkah laku dan kebudayaan mereka. Pendidikan di dalam rumah tangga. atau dapat berbuat seperti perbuatan Tuhan. Demikian itu pernah dilakukan oleh kaumnya Nabi Nuh AS ketika mereka mengagungkan kuburan para sholihin. memahami dan mengaplikasikan Aqidah Islamiyah yang shahih agar hidup kita yang sekali dapat berjalan sesuai kehendak Sang Khalik demi kebahagiaan dunia dan akherat kita." Lengah dan acuh tak acuh dalam mengkaji ajara Islam disebabkan silau terhadap peradaban Barat yang materialistik itu. yaitu: Nabi-nabi. Ya'uq dan Nasr. bernadzar dan berbagai ibadah yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah. banyak yang tidak berdasar ajaran Islam. Tidak ada jalan lain untuk menghindar bahkan menyingkirkan pengaruh negatif dari halhal yang disebut diatas adalah mendalami. Peranan pendidikan resmi tidak memberikan porsi yang cukup dalam pembinaan keagamaan seseorang. Allah SWT berfirman dalam Surah AnNisa' 69 yang artinya : "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. baik bentuknya .

Membentuk pribadi yang seimbang yaitu selalu kepada Allah baik dalam keadaan suka maupun duka. Dia hanya berharap kepada Allah dan ridho terhadap segala ketentuan Allah. harta. antar pejabat dan rakyat jelata.Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia . Sehingga dia penuh tawakkal kepad Allah (outer focus of control). jin dan seluruh manusia termasuk takut mati. keluarga. Dia merasa aman dari berbagai macam rasa takut dan cemas. antara pinter dan bodoh. kecuali takwanya disisi Allah SWT. Aqidah memberikan kekuatan kepada jiwa . Takut kepada kurang rizki. Tidak beda antara miskin dan kaya. pimpinan maupun lainnya. sekokoh gunung. terhadap jiwa.kekuasaan. harta. antara kulit putih dan hitam dan antara Arab dan bukan. Aqidah Islamiyah adalah asas persaudaraan / ukhuwah dan persamaan. Oleh : Al-Islam .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful