P. 1
Hubungan Kepartaian Dan Pemilu

Hubungan Kepartaian Dan Pemilu

|Views: 1,320|Likes:
Published by Fasih Saepul Anwar

More info:

Published by: Fasih Saepul Anwar on Jul 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2012

pdf

text

original

HUBUNGAN KEPARTAIAN DAN PEMILIHAN UMUM

PENGERTIAN PARTAI POLITIK 
Partai politik menurut Maurice Duverger

adalah group yang terorganisir yang mencari kekusaan politik baik lewat pemilihan umum yang demokratis maupun lewat revolusi. 
Sven Quenter yang mendefenisikan partai

adalah organisasi yang menurunkan kandidatnya merebut kursi parlemen nasional satu negara lewat pemilu.

mulai dari presiden. Meskipun agitasi dan propaganda di Negara lain(PEMILU) dikecam. teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakai oleh para kandidat atau politikus selalu komunikator politik. sampai kepala desa. desa. public relations. retorika. Pemilu adalah proses pemilihan orang-orang untuk mengisi orang- Jabatanjabatanjabatan-jabatan politik tertentu. komunikasi massa. . Jabatan-jabatan tersebut presiden.  Menurut Dahl merupakan gambaran ideal dan maksimal bagi suatu pemerintahan demokrasi di zaman modern.  Pemilu merupakan salah satu usaha untuk mempengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan PENGERTIAN PEMILIHAN UMUM lobby dan kegiatan retorika. kegiatan lain-lain. namun dalam kampanye pemilihan demokrasi sangat umum. relations. wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan. beranekaberaneka-ragam.

Karena peran partai politik dalam pemilihan umum sangat besar untuk mencapai tujuan dalam pemilihan dan mempergunakan kekuasaan dalam pemerintahan setelah partai tersebut memenangkan pemilihan. .HUBUNGAN PARTAI POLITIK DENGAN PEMILU Partai politik merupakan satu-satunya organisasi politik yang berkaitan dengan pemilihan umum.

sedangkan sistem kepartaian adalah intraksi partai-partai satu sama lain dan hubungannya dengan sistem politik secara keseluruhan . Untuk membedakan antara partai politik dan sistem kepartaian maka jelasnya adalah bahwa partai politik adalah organisasi yang bertujuan mempengaruhi dan mendapatkan kekuasaan yang dilakukan melalui pemilu . .Pengertian Sistem Kepartaian Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi diantara sejumlah partai politik. Jadi partai politik adalah organisasi dalam (internal organization) sedangkan sistem kepartaian sebagai lingkunganya (ekternal environmental).

multiparty system (sistem partai banyak). . 3. sistem kepartaian. system (Partai Tunggal).SISTEM KEPARTAIAN Berdasarkan jumlahnya terdapat tiga tipe 1. yaitu dominant party 2. dwi party system (sistem dua partai) dan.

Sistem pemilihan mekanis biasanya dibagi atas dua sistem yaitu sistem distrik dan sistem proporsional.Sistem Pemilihan Umum Menurut G. Sistem pemilihan organis adalah sebuah kelompok yang dalam organ-organ individu. kelompok ini biasanya berdasarkan genekologis. 2. . organisasi kelembagaan. Sistem pemilihan mekanik adalah melihat rakyat terdiri atas Individu-individu dimana hak suara berada pada masing-masing individu. lapisan masyarakat.Y Wolhoff terdapat dua sistem/tipe sistem pemilu yaitu: 1. Dengan demikian pada sistem organik hak suara terletak pada kelompok.

Sistem Perwakilan Berimbang  Gagasan pokok sistem Perwakilan Berimbang (Proportional Representation) terletak pada sesuainya jumlah kursi parlemen yang diperoleh suatu golongan atau partai dengan jumlah suara yang diperoleh dari masyarakat. artinya dukungan masyarakat bagi partai itu sesuai atau proporsional dengan jumlah kursi dalam parlemen. dan setiap daerah pemilihan memilih sejumlah wakil sesuai dengan banyaknya penduduk dalam daerah pemilihan itu.  Pada sistem ini negara dibagi dalam beberapa daerah pemilihan yang besar. .  Dengan demikian kekuatan suatu partai dalam masyarakat tercermin dalam jumlah kursi yang diperolehnya dalam parlemen.

SEBAB: KELOMPOK-KELOMPOK NON PENGUASA.BEBERAPA ALASAN MENGAPA PEMILU PENTING DALAM KEHIDUPAN DEMOKRASI DI SUATU NEGARA:  PEMILU MEMUNGKINKAN SUATU KOMUNITAS POLITIK MELAKUKAN TRANSFER KEKUASAAN SECARA DAMAI  MELALUI PEMILU AKAN TERCIPTA PELEMBAGAAN KONFLIK. KHUSUSNYA PARA OPOSISI YANG INGIN MENGGANTI PEMERINTAH AKAN MEMUSATKAN TENAGANYA UNTUK MENGHADAPI PEMILU DAN BUKAN MENYERANG PEMERINTAH MELALUI KEKUATAN FISIK. PIHAK PENGUASA BISA MELAKUKAN KONSOLIDASI KEKUASAAN UNTUK MENGHADAPI PENANTANGNYA MELALUI PEMILU DAN BUKAN DENGAN MENEKANNYA DENGAN MENGGUNAKAN KEKUATAN FISIK .

SECARA KONSEPTUAL TERDAPAT DUA MEKANISME UNTUK MENCIPTAKAN PEMILU YANG BEBAS DAN ADIL:  MENCIPTAKAN SEPERANGKAT METODE ATAU ATURAN UNTUK MENTRANSFER SUARA PEMILIH KE DALAM SUATU LEMBAGA PERWAKILAN RAKYAT SECARA ADIL ATAU DISEBUT JUGA SISTEM PEMILIHAN  MENJALANKAN PEMILU SESUAI DENGAN ATURAN MAIN DAN PRINSIP-PRINSIP DEMOKRTASI ATAU DISEBUT DENGAN PROSES PEMILIHAN .

Kelebihan Sistem Perwakilan Berimbang  Dianggap demokratis dan representatif. . oleh karena semua aliran yang ada dalam masyarakat terwakili dalam parlemen. sedangkan jumlah wakil dalam badan itu sesuai dengan jumlah suara yang diperoleh dari masyarakat dalam masing-masing daerah pemilihan.  Kemudian juga Dianggap lebih adil karena golongan kecil sekalipun mempunyai kesempatan untuk mendudukkan wakil dalam departemen.  Wakil rakyat yang dipilih dengan cara ini diharapkan lebih cenderung untuk mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan daerah.

Kelemahan Sistem Perwakilan Berimbang  Mempermudah fragmentasi partai dan menimbulkan kecendrungan kuat di kalangan anggota untuk memisahkan diri dari partainya dan membentuk partai baru.  Banyaknya partai yang bersaing menyulitkan suatu partai untuk meraih mayoritas (50%+1) yang perlu membentuk suatu pemerintahan. Terpaksa partai terbesar mengusahakan suatu koalisi dengan beberapa partai lain untuk memperoleh mayoritas dalam parlemen.  Wakil yang terpilih merasa dirinya lebih terikat kepada partai daripada kepada daerah yang mewakilinya disebabkan partai lebih menonjol perannya daripada kepribadian seseorang. Koalisi semacam ini sering tidak langgeng sehingga tidak membina stabilitas politik. .

untuk berbagai kursi yang diperebutkan.  Dalam sistem daftar tertutup setiap partai mengajukan satu daftar calon dan si pemilih memilih satu partai dengan semua calon yang dicalonkan oleh partai itu. yang kemudian dibagi lagi menjadi sistem daftar tertutup dan sistem daftar terbuka. Biasanya sistem Perwakilan Berimbang ini sering dikombinasikan dengan beberapa prosedur lain antara lain dengan sistem daftar (List System). .

yakni tidak dikenalnya calon wakil oleh pemilih direvisi oleh sistem daftar terbuka dengan pemilih mencoblos wakilnya secara langsung dari daftar nama calon selain memilih tanda gambar. .Kelemahan  Kelemahan sistem ini.

Kelebihan Proposional Terbuka  Representatif. Kedudukan yang lebih kuat dari masingmasing anggota DPR akan dapat meningkatkan kualitas DPR. .  Anggota DPR akan lebih independen dan kedudukannya dalam hubungan dengan pimpinan partai dan tidak usah terlalu takut akan direcall jika berbeda pendapat dengan pimpinan partai dan pihak lain.  Memberi peluang bagi orang yang disegani di daerah untuk mendapat tempat di DPR. dukungan masyarakat tercermin dalam jumlah wakil DPR.

SISTEM DISTRIK  Sistem distrik. bagaimana kecil pun selisih kekalahannya. . merupakan sistem pemilihan yang paling tua didasarkan atas kesatuan geografis.  Calon dalam satu distrik memperoleh yang menang adalah yang memperoleh suara terbanyak . Untuk keperluan pemilihan.sedangkan suara-suara yang diberikan kepada calon lain dalam distrik itu dianggap hilang dan tidak diperhitungkan lagi. negara dibagi dalam sejumlah besar distrik dan jumlah wakil rakyat dalam parlemen ditentukan oleh jumlah distrik. Setiap kesatuan geografis mempunyai satu wakil dalam parlemen.

Juga mendorong ke arah penyederhanaan partai secara ilmiah. maka wakil yang terpilih biasanya dikenal oleh penduduk distrik.  Lebih mendorong integrasi parpol karena kursi yang diperebutkan dalam setiap distrik pemilihan hanya satu. . sehingga hubungannya dengan penduduk lebih erat. Dengan demikian dia akan lebih terdorong untuk memperjuangkan kepentingan distrik. karen adalam pemilihan semacam ini faktor kepribadian seseorang merupakan faktor yang penting. Kedudukan terhadap partai lebih bebas.  Sederhana dan mudah untuk diselenggarakan.Kelebihan Sistem Distrik :  Karena kecilnya distrik.  Terbatasnya jumlah partai dan meningkatnya kerjasama antar partai mempermudah terbentuknya pemerintahan yang stabil dan tercapainya stabilitas nasional.

Kekurangan Sistem Distrik :  Kurang menguntungkan bagi partai kecil dan golongan minoritas. calon yang kalah dalam suatu distrik kehilangan semua suara yang mendukungnya(banyak suara yang hilang). menguntungkan partai besar.  Kurang representatives.  Bisa terjadi kesenjangan antara jumlah suara yang diperoleh dari masyarakat dan jumlah kursi yang diperoleh atas parlemen. .

. Sistem pemilihan di negara yang menganut sistem dua partai berbeda dengan yang menganut multipartai. terkontrol dan diterjemahkan dalam mekanisme politik (dimensi prosedural).  Mekanisme regulasi dalam sistem politik otoriter dan sentralistik berbeda dengan sistem demokrasi yang umumnya pembatasan dilakukan dengan memberikan prasyarat minimal. Artinya kebebasan mendirikan partai tetap dijamin sepenuhnya (dimensi substansi) tetapi disertai kondisionalitas agar kebebasan itu dapat dipertanggungjawabkan.HUBUNGAN SISTEM PEMILU DENGAN SISTEM KEPARTAIAN  Sistem pemilihan mempengaruhi jumlah dan ukuran relatif parpol di parlemen.

sebagian sistem mungkin saja mendorong terjadinya faksionalisme. yang pada gilirannya akan mempengaruhi iklim politik yang lebih luas. dimana beberapa sayap yang berbeda dari satu partai terus menerus bertentangan satu dengan lainnya. Dengan kata lain. sistem pemilihan bisa mendorong atau menghalangi pembentukan alinasi diantara partai-partai. sistem pemilu juga bisa mengarah pada pembentukan koalisi atau pemerintahan satu partai dengan kendala yang dihadapi partai mayoritas.  Sebuah . sementara sistem yang lain mungkin dapat memaksa partai-partai untuk bersatu suara dan menekan pembangkangan.HUBUNGAN SISTEM PEMILU DENGAN SISTEM KEPARTAIAN  Sistem pemilihan menentukan keterpaduan internal dan disiplin masing-masing partai.

Pemilu pada era ini dianggap sebagai pemilu yang paling demokratis selama pemerintahan di Indonesia.Hubungan Kepartaian dan Pemilu di Indonesia 1. Pada masa ini. Pada masa berlakunya sistem parlementer. kombinasi yang digunakan adalah sistem pemilu proportional representation dan sistem multipartai. akan tetapi individu (Perorangan) juga diberi kesempatan untuk mencalonkan diri. tidak hanya partai saja yang diberikan kesempatan menjadi kontestan pemilu. .

Karena pendeknya usia setiap kabinet sebagai akibat ulahnya partai-partai.Hubungan Kepartaian dan Pemilu di Indonesia 2. sehingga gagal menciptakan suasana yang stabil yang kondusif untuk pembangunan secara berkesinambungan. partai politik yang dihasilkan melalui pemilu demokratis ini dianggap telah menyalahgunakan kesempatan berkuasa. Walaupun demikian. karena terlalu mementingkan kepentingan serta ideologi masing-masing kelompok. tidak mungkin bagi pemerintah menyusun dan melaksanakan suatu rencana kerja secara mantap. .

. melalui Penetapan Presiden (Penpres) Nomor 7 tahun 1959 ditetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh partai untuk diakui oleh pemerintah. Penyederhanaan dilakukan dengan mencabut Maklumat Pemerintah tertanggal 3 November 1945. Pada tahun 1960 jumlah partai yang memenuhi syarat tinggal 10 partai. Soekarno dalam usaha membentuk demokrasi terpimpin menyatakan beberapa tindakan antara lain menyederhanakan sistem partai dengan mengurangi jumlah partai.Masa Orde Lama  Dektrit Presiden 4 Juli 1959 menghidupkan kembali UUD 1945.

sehingga sejak pemilu 1977 hingga 1992 hanya ada tiga peserta pemilu yakni PPP.   . Selain sistem proporsional tertutup yang digunakan. Diantaranya. dan 100 anggota DPR dari jumlah total 460 diangkat dari ABRI (75). dan PDI. tetapi juga mencakup ide baru. modifikasi sistem pemilihan yang digunakan Orde Baru adalah melalui pengangkatan utusan golongan/daerah. penyederhanaan Sistem Multipartai Orde Baru dilakukan dengan suatu kompromi (Konsensus nasional) antara pemerintah dan partai-partai pada tanggal 27 Juli 1967 untuk tetap memakai sistem perwakilan berimbang. dengan beberapa modifikasi. dengan alasan karena tidak hanya dikhawatirkan akan mengurangi kekuasaan pimpinan partai. Non ABRI (25). menerapkan sistem pemilihan proporsional dengan daftar tertutup kombinasi dengan sistem multipartai yang berangsur-angsur disederhanakan.Masa Orde Baru  Orde Baru dengan sistem pemerintahan Presidensialisme. Golkar. Pada walnya. Orde Baru melakukan pengurangan dengan mengelompokkan dari 10 partai menjadi tiga partai pada tahun 1973. kabupaten dijamin sekurang-kurangnya 1 kursi. Sistem distrik ditolak dan sangat dikecam parpol. seperti duduknya wakil ABRI sebagai anggota parlemen. Karena kegagalan usaha penyederhanaan partai ketika pemilihan.

.  Pembatasan pada masa ini dilakukan dengan mekanisme kuota (Threshold)[8].Masa Reformasi  Sistem Pemilu yang dianut adalah sistem proporsional (perwakilan berimbang) dengan daftar calon terbuka untuk memilih DPR dan DPRD. atau memperoleh sekurang-kurangnya 4% jumlah kursi DPRD Kabupaten/Kota yang tersebar di kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk dapat mengikuti Pemilu berikutnya. atau memperoleh sekurang-kurangnya 4% jumlah kursi DPRD Provinsi yang tersebar sekurangkurangnya (setengah) dari jumlah provinsi seluruh Indonesia. yaitu dengan mencantumkan prasyarat Partai Politik Peserta Pemilu harus memperoleh sekurang-kurangnya 3% jumlah kursi di DPR. Sistem Pemilu ini digunakan sebagai evaluasi sistem yang diterapkan pada masa Orde Baru. dengan harapan rakyat agar pemilihan calon yang diajukan oleh partai politik (parpol) lebih dikenal oleh pemilihnya. sedangkan untuk memilih Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menggunakan sistem distrik sistem distrik berwakil banyak.

KHUSUSNYA AKUNTABILITAS PARA WAKIL TERHADAP PEMILIHNYA. KHUSUSNYA BERKAITAN DENGAN JUMLAH PARPOL DALAM SISTEM KEPARTAIAN  SISTEM PEMILU MEMILIKI PENGARUH PADA AKUNTABILITAS PEMEINTAHAN. . SISTEM PEMILU PENTING KARENA BEBERAPA ALASAN BEIKUT:  SISTEM PEMILU MEMILIKI KONSEKUENSI2 PADA TINGKAT PROPORSIONALITAS HASIL PEMILIHAN  SISTEM PEMILIHAN MEMILIKI PENGAUH PADA JENIS KABINET YANG DIBENTUK  SISTEM PEMILU MEMILIKI DAMPAK PADA BENTUK SISTEM KEPARTAIAN.DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DEMOKASI PEWAKILAN.

LANJUTAN  SISTEM PEMILU MEMILIKI DAMPAK TERHADAP TINGKAT KOHESI PARTAI POLITIK  SISTEM PEMILU BERPENGARUH TERHADAP BENTUK DAN TINGKAT PARTISIPASI POLITIK  SISTEM PEMILIHAN ADALAH ELEMEN DEMOKRASI YANG LEBIH MUDAH UNTUK DIMANIPULASIKAN DIBANDING DENGAN YANG LAIN  SISTEM PEMILU DAPAT DIMANIPULASI MELALUI BERBAGAI PERATURAN YANG TIDAK DEMOKRATIS DALAM TINGKAT PELAKSANAANNYA. .

TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->