NAMA: DEDY AMIN KISNANDAR NPM : 20407243 KELAS : 4IC01

MESIN PENGANGKAT ELEVATOR
Sekilas tentang elevator Ada 2 jenis penggerak motor pada pesawat elevator yaitu : - Motor listrik arus bolak balik (Induction motor / AC motor) - Motor listrik arus searah (DC motor) Elevator harus dioperasikan dengan sumber daya listrik yang mempunyai karakteristik sebagai berikut: Voltage : 380 Volt AC , 3 Phase Frequency : 50 Hz Elevator digerakkan dengan : - Motor penggerak (Traction Lift) - Dongkrak Hidrolik (Hydraulic Lift) Kecepatan Elevator Hydraulic antara 0.30 sampai 0.90 m/s Kapasitas angkut maksimum 10 ton (tuas tunggal ) dan 50 ton (tuas ganda) Alat - alat yang terdapat pada Elevator yaitu : - Kereta (Elevator Car) - Kabel - kable (Cables) - Mesin elevator (Elevator Machine) - Sistem kontrol (Panel Equipment) - Beban pemberat (Counter Weight) - Tabung elevator (Elevator Shaft) - Rel (Rails) - Ruang mesin (Machine Room) - Alas (Pit) - Penahan (Buffer) Definisi elevator Elevator (Lift) adalah pesawat pengangkat atau pengangkut manusia yang digerakkan dengan tenaga listrik baik melalui transmisi tarikan langsung (tanpa atau dengan roda gigi) maupun transmisi sistem hidrolik dengan gerakan vertikal (toleransi 7%) naik dan turun.

untuk memasok listrik ke kereta dan menerima sinyal listrik dari kereta ini dipergunakan sebuah kabel listrik multi wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan kereta. . kereta turun saat oli kembali ke tangki oli. Kereta bergerak naik saat oli dipompa ke dalam silinder dari tangki oli sehingga mendorong piston naik. gerakan naik dan turu kereta elevator dikendalikan oleh katup hidrolik. Ujung kabel yang terikat pada kereta turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai kabel bergerak (traveling cable). Jalur Elevator (Hoistway) & Ruang mesin di atasnya Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan tinggi dan drive sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gigi . Mesin Elevator (Gearless) Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas ruang luncur kereta. ketika kereta diturunkan energi potensial digunakan habis dan siklus energi menjadi lengkap sudah. Sistem pergerakan Elevator dengan Gearless Pada sistem hidrolik (terutama digunakan pada instalasi di gedung rendah dengan kecepatan kereta menengah) kereta dihubungkan ke bagian atas dari piston panjang yang bergerak naik dan turun di dalam sebuah silinder. Aksi pengangkatan dapat bersifat langsung (piston terhubungkan ke kereta) atau roped (piston terikat ke kereta melalui rope). Transfer energi ini terjadi setiap kali kereta diangkat.gigi di kotak gigi yang dapat mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadikecepatan drive sheave rendah. kereta dan counterweight bergerak sepanjang rel yang vertikal agar tidak berayun .Cara kerja elevator Bobot kereta dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggenggam hoist ropes dan bergerak serta menahan kereta tanpa selip berlebihan. Pada kedua cara tersebut pekerjaan pengangkatan yang dilakukan oleh pompa motor (energi kinetik) untuk mengangkat kereta ke elevasi yang lebih tinggi sehingga membuat kereta mampu melakukan pekerjaan (energi potensial). Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor.ayun.

Juga pada sistem pengamanan operasi yang dipasang sebagian besar sama. Lift Pelayan (Dumb Waiter. Jenis elevator dan penggunaannya Pembagian Jenis Dilihat dari Sudut Muatan : Secara umum jenis lift dilihat dari pemakaian muatan dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) kelompok. Operation Panel Board) didalam kereta biasanya dinyatakan dalarn kilogram (kg) atau (Ib) untuk jenis lift barang. Lift Barang (Freight Elevator) 3. Kapasitas digerakan pada COP (Car Operation Panel.berhenti pada posisi yang diinginkan untuk keperluan maintenance dan lainnya 3. Perbedaan lain juga dapat dilihat pada cara penulisan kapasitas muatannya. Lift barang untuk pabrik (sesuai dengan kebutuhan) biasanya dilengkapi dengan pembuka pintu yang lebih besar. System operasional Independent Fungsi dari system ini adalah untuk memisahkan dari pengendalian group supervisory control system. Lift Penumpang (Passenger Elevator) 2. System operasional Manual .diperlukan untuk mengoperasikan car pada kecepatan rendah .System operasi elevator terdiri dari 3 macam yaitu : 1. System operasional Otomatis 2. yaitu : 1. lift barang berukuran kecil). Akan tetapi perbedaan tersebut akan menjadi semakin tipis apabila kita bandingkan lift penumpang dan lift . baik dipasang dengan pembukaan secara horizontal (terdiri lebih dari dua pintu) maupun yang dipasang dengan sistem pembukaan pintu vertikal (biasanya terdiri dari dua daun pintu atau lebih). Secara teknis lift-lift tersebut tidak jauh berbeda secara prinsip. sedangkan untuk penumpang sering dinyatakan dalam jumlah orang (persons) atau kombinasi keduanya. hanya pada dumb waiter sistem pengamanan operasi yang disediakan lebih sederhana. Namun perbedaan yang nyata dari kedua lift tersebut biasanya dapat kita bedakan pada interior dan perlengkapan operasi dari lift-lift tersebut. Perbedaan tersebut akan semakin nyata apabila dibandingkan antara lift barang untuk pabrik (besar) dengan lift penumpang yang dipergunakan didalam gedung-gedung diperkantoran.

Pembagian jenis dilihat dari penggunaan 1. yaitu elevator penumpang hanya khusus untuk manusia saja tapi elevator service ini juga berfungsi sebagai pengangkutan manusia dan barang. elevator ini sangat dijaga kehandalannya dan juga sangat dijaga keamanan dan keselamatan manusianya. 3. perbedaan dari elevator service dengan elevator penumpang ini sangat jelas dari sistrem pengangkutannya.barang yang terpasang dalam gedung perkantoran. 2. elevator ini juga tak kalah handalnya dengan elevator penumpang namun ada sedikit perbedaan dalam system keamanannya. Elevator Service Elevator servise ini biasanya dipasang diperhotelan. . yaitu fungsinya untuk pelayanpelayan hotel untuk mengantarkan barang ke kamar-kamar penghuni hotel. dan lain-lain. Elevator Barang atau Dumb Waiter Elevator ini sangat khusus fungsinya untuk barang saja. Elevator Penumpang Elevator penumpang ini merupakan elevator yang sifatnya berfungsi dan sangat khusus untuk manusia saja. Elevator ini biasanya digunakan oleh pasukan pemadam kebakaran dan kapasitas daya angkutnya pun sangat terbatas. elevator hidrolik ini sekarang tidak hanya dipakai oleh pemadam kebakaran saja. Namun disini pula elevator ini tak kalah handalnya dengan elevator penumpang. Elevator Hidraulik Elevator hidrolik ini sangat lain darpada yang lain. ini dilihat dari cara kerjanya dan juga fisiknya. bengkel-bengkel kendaraan bermotor. Sekarang elevator hidrolik sering dipakai oleh perusahaan telekomunikasi. 4. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar lift barang yang terpasang didalam gedung hunian dipersyaratkan juga untuk dapat mengangkut penumpang atau orang.

2. b. Panel distribusi (Distribution Panel) adalah panel penerima daya listrik dari panel sumber listrik utama dalam bangunan dan diteruskan panel lift. pada keadaan normal pengereman pertama biasanya dilakukan secara elektris pada motor.Komponen Utama Elevator (Lift) Kamar (Machine Room) a. Panel-panel Control : 1. Pulli Tarik (Driving Sheave) terletak pada kotak roda gigi atau pada motor langsung. Panel Kontrol adalah terdiri dari satu atau beberapa panel yang berisi PCB dan komputer berfungsi untuk mengatur jalannya lift. lift dan ruang katrol. Governor dan selector : 1. c. Rem merupakan tabung rem (Break Drum) biasanya terletak antara motor traksi dan kotak roda gigi (gear box) berfungsi untuk mengerem lift secara mekanikal. Interphone biasanyanya terletak pada panel kontrol lift atau pada lokasi yang mudah dicapai) yang berfungsi untuk mengadakan komunikasi (dalam keadaan tertentu) antara MR. Ada yang dihubungkan langsung dengan roda gigi ataupun tanpa roda gigi. Motor Traksi (Traction Motor) : 1. 2. 2. Pita pemilih lantai (Floor Selector) biasanya untuk lift lama peralatan ini biasanya berdiri sendiri akan tetapi untuk lift jenis baru biasanya dipergunakan encoder yang disatukan dengan governor atau langsung ke as motor traksi. Perlengkapan lainnya: . Untuk lift dengan roda gigi biasanya disatukan dengan as yang dapat dipergunakan untuk penyelamatan penumpang dalam keadaan darurat. d. Motor Traksi merupakan motor yang menggerakan lift ke arah naik maupun turun. Governor merupakan alat pengaman kecepatan lebih (over speed) yang berhubungan langsung dengan alat pengaman pada kereta dengan kawat baja (wire rope) yang berfungsi pada arah gerak sangkar kebawah. 3. Fungsinya untuk mendeteksi posisi kereta dalam ruang luncur (shaft). 3. melalui gesekan tali baja (wire rope) merupakan penggerak langsung kereta lift.

ada dua jenis sakelar batas lintas untuk pembalik arah (direction switch) dan final switch. Lubangi harus merupakan lubang tertutup dan tidak ada hubungan langsung ke ruang diluarnya (kecuali untuk lubang 2 (dua) buah lift yang berdampingan). Terpasang tegak lurus dari bawah sampai keatas. Untuk lift dengan sistem kontrol komputer biasanya disarankan dilengkapi dengan alat pengatur udara (air conditioning). pengungkit (Cam) dan puli penegang. Sakelar batas lintas (Limit Switch). Hoistway) : Ruang luncur adalah lubang lintasan dimana kereta tersebut bergerak naik dan turun. dipasang dibagian atas dan bagian bawah rel berfungsi untuk menjaga agar kereta tidak menabrak pit atau lantai kamar mesin. Sebagai penahan agar kereta tidak miring saat pemuatan dan akibat beban tidak merata. a.1. Pelat Bendera (Floor vane) dipasang pada rel kereta yang fungsinya untuk mengatur pemberhentian kereta pada lantai yang dikehendaki dan mengatur pembukaan pintu pendaratan (landing door). Lampu penerangan. Sebagai pemandu jalannya kereta dan bobot imbang (counter weight) lurus vertical. e. Berfungsi untuk menutup ruang luncur dari luar. Sebagai sarana tempat memasang saklar. Rel (Guide Rail) adalah profil baja khusus pemandu jalannya kereta (car) dan bobot pengimbang (counter weight). Adapun fungsi rel ada empat yaitu : 1. 4. Ventilasi terdiri dari satu atau lebih exhause fan dan grill. 2. d. antara lain: door hanger. Peralatan Pengaman ditempat perkakas khusus untuk pembukaan rem pada motor traksi. Sebagai penahan saat kereta dihentikan oleh pesawat pengaman (safety device/gear) c. Ruang Luncur (Shaft. . Ruang luncur (Shaft. Pintu pendaratan (Hall Door) terdiri dari beberapa bagian. Untuk jenis tertentu landing vane ini ditiadakan dan diganti dengan pulsa detector (encoder) di kamar mesin. Hoistway) merupakan Lubang lintasan kereta lift yang bebas hambatan antara pit sampai pada bagian lantai bawah ruang mesin lift. b. Pada hall door ini dipasang alat pengaman secara sehingga apabila salah satu pintu terbuka lift tidak dapat dijalankan. 2. Biasanya diletakkan didinding yang mudah dicapai. 3. biasanya terpasang pada rel kereta. 3. door sill dan door panel. Ukuran rel untuk kereta biasanya lebih besar dari pada rel untuk bandul pengimbang.

Bottom channel. kamar mesin (Machine Room) dan ruang kontrol gedung. e. f. yaitu rangka sebagai tempat tali baja tarik diikat dengan pegas dan baul soket dan dudukan sepatu luncur (sliding guides) atau roda pemandu (roller guides). 3. Pada pintu kereta (car door) ini dipasang alat pengaman secara seri sehingga apabila pintu terbuka lift tidak dapat dijalankan. Kereta ini dihubungkan langsung dengan bobot imbang (Couter Weight) dengan tali baja lewat puli penggerak di ruang mesin. Rangka kereta terdiri dari: 1. Berfungsi untuk memberi tanda bila lift berbeban penuh atau tanda-tanda lain. Pintu Kereta (Car Door) terdiri dari beberapa bagian. door panel dan mechanisme yang mengatur buka tutup pintu. b. ada satu atau lebih COP. door sill. 2. Biasanya terletak di sisi atas pintu kereta (transom) atau pada COP. Berfungsi untuk menutup kereta dari luar. Switching Box (biasanya menjadi satu dengan COP) biasanya terletak dibawah COP secara tertutup (yang dapat dibuka hanya dengan kunci khusus) didalamnya terletak tombol-tombol pengatur. h. Biasanya terletak pada sisi depan kereta (pada front return panel) pada panel tersebut terdapat tombol tombol lantai dan tombol pcngatur buka-tutup pmtu. Alarm Buzzer terletak pada COP (OPB). Interphone biasanya terletak pada COP (atau pada lokasi yang mudah dicapai) yang berfungsi untuk mengadakan komunikasi (dalam keadaan tertentu) antara kereta. g.Kereta (Car) : Kereta adalah kotak dimana penumpang naik dan dibawa naik atau turun. Floor Indicator adalah nomor penunjuk lantai dan arah jalannya kereta. Lampu Darurat (Emergency lighting) biasanya terletak diatas atap kereta. rangka bawah tempat benturan buffer (safety plank). Cross head channel atau disebut "car sling". antara lain: door hanger. d. fungsinya untuk menerangi kereta dalam keadaan darurat (listrik mati) dengan sumber dari baterai. c. Dua buah tiang tegak kiri dan kanan (up-right channels atau stiels). . Keempat bagian tersebut membentuk segi empat kokoh dengan plat baja penguat pada sudut-sudutnya. COP (Car Operating Panel-Operating Panel Board). a.

Safety Link adalah mekanisme penggerak alat pengaman (safety device) diatas kereta yang dihubungkan dengan governor dikamar mesin. Selector switch (untuk lift jenis lama) adalah mekanisme penggerak alat pengaman (safety device) diatas kereta yang dihubungkan dengan selector lift. b. b. satu set untuk kereta dan satu set untuk beban pengimbang. Berfungsi untuk memberhentikan kereta apabila selector tape mengalami kerusakan (dalam keadaan darurat). d. Sakelar tali baja (Rope switch) terletak diatas kereta pada bagian pengikat tali baja. c. di hall. Berfungsi untuk menahan kereta over speed kebawah (dalam keadaan darurat). Stop kontak terletak didinding pit bagian depan sebagai sumber daya listnk sebagai penerangan pit pada saat melaksanakan perawatan atau perbaikan. Fungsinya untuk mematikan lift apabila ada salah satu rope yang kendor atau. Lekuk Dasar (Pit) Ruangan dibagian bawah dari ruang luncur yang fungsinya memberikan kesempatan kereta untuk menghabiskan tenaga kinetik yang diredam oleh buffer pada saat lift mengalami jatuh ke pit. putus. Fungsinya untuk memastikan agar kereta tidak berjalan apabila pintu darurat dibuka untuk proses penyelamatan. l. j.i. Sakelar Iekuk dasar (pit switch) terletak didinding pit bagian depan sebagai merupakan sakelar pengaman bagi pekerja yang berada di pit Lobi lift (Lift Hall): a. Peredam (Buffer) terletak di dua tempat. Berfungsi untuk meredam tenaga kinetik kereta dan bobot imbang pada saat jatuh. Tombol Lantai (Hall button) adalah Tombol pemanggil kereta. terletak di pit. a. Governor Tensioner merupakan puli berbandul sebagai penegang rope governor. . Lobi lift (Lift Hall) adalah ruang bebas yang lerletak didepan pintu hall lift. Sakelar Parkir (Parking switch) biasanya terletak di lobby utama didekat tombol lantai (hall button). k. Sakelar pintu darurat (Emergency exit switch) terletak pada pintu darurat diatas kereta. berfungsi mematikan dan menjalankan lift. c.

Berfungsi untuk mengetahui posisi masing-masing kereta. . e. berfungsi untuk mengaktipkan fungsi fireman control atau fireman operation.d. Sakelar Kebakaran (Fireman Switch) biasanya terletak di lobby utama disisi atas hall button. Petunjuk Posisi Kereta (Hall indicator) biasanya terletak di transom masing-masing lift.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful