HUMANIORA

VOLUME 21
<

No.2 Juni 2009

Halaman 162" 173

PATUNG LORO BLONYO DALAM KOSMOLOGI JAWA
Slamet Subiyantoro*

ABSTRACT
The study of "Ioro blonyo" generally deals with the structure and form of the statue as a real autonomous work of art. In this article "loro blonyo" is perceived as an integral part which can not be separated from its functions and placemant. It is located in the central "senthong", part of the structure of the "dalem" room in a traditional Javanese house. More specifically this article attempt to discuss from the point of view of Javanese cosmology what the statue of "Ioro blonyo" means in relation to the way of life of "sangkaning dumadi" .

.Key Words:

{oro b{onyo, senthong tengah, kosmologi Jawa

PENGANTAR Dibandingkan dengan area-area sebelumnya, tampilan patung loro blonyo yang rnerupakan salah satu jenis seni patung tradisionalklasik di Jawa masih menunjukkan clrl-clrl pasangan laki-Iaki dan perempuan yang berkaitan pula dengan konsep-konsep penyatuan dar; pasanqan yang berbeda. Memang patung ini tldak ditemukan di suatu eandi sebagaimana patung atau area mas a Hindu-Budha, tetapi patung loro blonyo ditemukan pada rumahrumah milik Pangeran atau priyayi Jawa yang disebutjoglo (Darsltl, 1989:29). Satu hal yang sangat berbeda dengan patunq lora bkniyo produk baru terletak pada eara penempatan, bentuk patung, dan juga fungsi patung. Tidak seperti patung loro blonyo model sekarang, yang penempatannya tidak lagi terikat oleh kaidah normatif, bentuknya sudan "distorsl", gaya patung eenderung mengekpresikan kesan jenaka, serta fungsinya yang

bersifat profan (Iihat Guntur, 2000: 87). Patung loro blonyo tradisional bentuknya merupakan manifestasi simbolik dan tampilannya menganut kaidah normatif karena memang dikaitkan dengan fungsi ritual (Negoro, 2001 :12). Satu sisi yang menarik adalah patung lora blonyo diletakkan pada senthong tengah, tempat yang dlrulal sebagai ruang sakral di antara tempat yang lain dalam suatu rumah tradisional Jawa. Hal lain yang juga mendorong keiingintahuan lebih jauh lalah ruang yang disakralkan tersebut merupakan tempat menaruh untaian padi yang orang Jawa menyebutnya mbok Sri (Suhardl, 2004:66). Di depan ruang petanen yang juga disebut krobongan itu setiap ritual perkawinan tradisi Jawa dilangsungkan, bjasanya digunakan sebagai tempat sepasang temanten melangsungkan prosesi kacar-kucur atau menerima kekayaan (Batawidjaja, 1985: 116). Ketertarikan akan tema itu juga disebabkan terdorong oleh suatu kenyataan terhadap

*Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Pendidikan

Bahasa dan Seni FKIP UNS, Surakarta

162

termasuk di dalamnya makhluk-makhluk. Unsur-unsur tersebut ditempatkan sebagai tanda yang satu sarna lain berelasi membentuk struktur yang di baliknya terdapat makna (Ahimsa-Putra. 1997:137). terpisah dan berlawanan kemudian menjadi semakin jelas. Pandangan mata terkesan sayu menatap lurus ke de pan dengan posisi kepala tegak. mitos. sebagaimana tercermin pada ciri-ciri yang melekat dalam masyarakat Jawa.Slamet Subiyantoro . bukan bagian dari bahan kayu yang direka dengan sapuan warna. hal tersebut bertaHan erat dengan konteks kosmogoni (Suhardi. 1979:20-25). norma-norma. Bagian kepala patung loro blonyo laki-Iaki mengenakan kuluk kanigara berwarna hitam dikombinasi dengan garis warna kuning yang disusun secara tegak dan mendatar serta melingkar. yaitu tepatnya di senthong tengah. BENTUK DAN SIMBOLISME PATUNG LORa BLONYO AKSESORI Perbedaan patung lora blonyo dengan patung lainnya antara lain terletak pada aneka aksesori yang melekat pada kedua patung tersebut (Guntur. Dengan demikian. 2000:402). atau hubungan pokok yang mendasar dari suatu teks yang semula tampak kabur. diposisikan sebagai teks. Dalarn konteks ini jelas bahwa seni patung bukan sekadar kesatuan bentuk yang tersusun oleh garis. prosedur analisis secara struktural dan hermenutik dalam mencari makna saling melengkapi satu sama lain (Ahimsa-Putra. ada empat unsur yang dapat digunakan untuk memahami kosmologi Jawa. Makna suatu obyek yang tersembunyi di balik tampilannya. 2000:145-148. Santoso. warna. Ciri-ciri masyarakat tersebutantara lain tampak pada anggapannya bahwa konsep kosmologi merupakan hal yang penting dalam hidupnya. tetapi orientasi penafsiran tidak keluardari bingkai struktur luar yang telah ditemukan. dan kiri krobongan yang berfungsi simbolis bagi pemiliknya (Darsiti. dan menyatu (Rabinow dan Sullivan. seperti tanda-tanda tersebut. Menurut Ronald (1993:2-8).Patung Loro Blonyo dalam Kosm%gi Jawa kekhasannya dalam menempatkan patung loro blonyo secara berpasangan sebab dalam pandangan hidup orang Jawa. dan diterjemahkan dan dijelaskan secara mendalam (Dillistone (2002:28). sedangkan bentuk bibir tipis bergincu warna merah. tekstur dan value yang besifat keindahan visual semata. bagaimana organisasi alam semesta itu. Bagian leher tampak mengenakan kalung asll menyerupai rantai 163 . bidang. atau di sebelah kanan. 2001 :306). 2001 :45). apa peranan. Bentuk cambang tampak rapi dan rambut berwarna hitam lurus bergelung halus dengan aksesorl konde yang berwarna keemasan. dan pandangan hidup. 2000:88). 2004:68). tidak mancung tetapi tidak pula pesek. 1989:208. Konsep kosmologi dalam pemahaman orang Jawa diartikan sebagai kepercayaan tentang alam (cosmos). Penampilan alis tampak tebal dengan garis tegas berwarna hitam melingkar mengikuti bentuk mata. yaitu kepercayaan. Unsurunsur kosmologi budaya Jawa tersebut berkaitan erat dengan filsafat Jawa. serta keterlibatannya dalam kegiatan religi (Kartono. Kebudayaan yang di dalamnya lengkap dengan berbagai unsurnya. dan kekuatan-kekuatan yang mengendalikannya. Setyawan. terbuat dari bahan tembaga. Kulukyang dikenakan benar-benar merupakan kuluksebagaimana aslinya. yang penempatannya pada rumah tradisional Jawa yang lengkap. penyampaian gagasan yang diungkapkan melalui simbol-simbol dan percaya terhadap kekuatan-kekuatan supranatural. Bentuk hidung mbongkok sumendhe. utuh. harus diurai. 1997:5). dan tempat manusia di dalam alam (Cremers. ditafsirkan untuk mengungkap teka-teki sehingga dapat memberikan pencerahan terhadap sebuah pengertian. KONSEP DAN PENDEKATAN Loro blonyo adalah sepasang patung yang dibuat dari bahan kayu yang terdiri atas patung seorang perempuan (rara) yang didampingi seorang laki-Iaki dengan mengenakan busana perkawinan adat Jawa gaya basahan dalam posisi duduk. Untuk memahami keberadaan makna loro blonyo sebagai fakta budaya tidak dapat dipisahkan dengan unsur-unsur terkait lainnya.

di pergelangan terdapat gelang warna keemasan. anggota badan dan badan serta bagian bawah tampak sebanding. Goresan alis warna hitam tebal demikian pula ditemukan garis mata bagian atas warna hitam. sehingga sering disebut paes gajah. berwarna hijau melekat pad a dahi pangkal alis bulat menyerupai bentuk gajah. Seeara kese!uruhan warna sepasang patung pada kulit adalah kuning keemasan ada sedikit unsur warna agak eoklat tua. Setagen dilengkapi ikat pinggang warna keemasan. Beberapa bentuk rias dan aksesori yang dikenakan kedua patung. Bagian badan tampak kelengkapan busana seperti setagen. Posisi kaki tampak duduk bersila dengan telapak dan jari-jari yang diperlihatkan. Paes pada patung wan ita berbentuk bulat. Vol. Dengan demikian. kombinasi warna eoklat muda dan putih penuh dengan hiasan motif geometris detil kecil-keeil. dengan hiasan motif pecahan kawung. ujungnya berwarna bermaeam-maeam ada merah tua.2 Juni 2009: 162-173 keeil berwarna mirip emas dilengkapi mendalion dengan ukuran memanjang hingga sampai pada pinggang. Susunan bentuk patung dimodifikasi dengan teknik finishing yang tuntas dan rapi dengan pewarnaan yang matang. Bentuk rambut gelungan dilengkapi mahkota bag ian atas. tengah dan bawah menunjukkan keeermatan anatomis. warna. kuning. Kedua tangan mengenakan gelang asli berwarna keemasan. tampak pandangannya yang bijaksana dengan sikap penuh hormat yang meneerminkan kesantunan. Pengolahan bentuk pada setiap unsur pada susunan bag ian atas. Bagian perut dikenakan setagen dominan warna hijau dan kontur ornamen warna keemasan. secara keseluruhan menggambarkan pesan simbolis kemewahan dan kemegahan seperti tercermin pada dominan warn a keemasan di sana-sini.Humaniora. Pada dahi terdapat hiasan paes warna hijau. Kebaya yang dikenakan bermotifkan kawung warna eoklat muda kombinasi warna keemasan. suatu sikap hormatyang dilakukan wanita Jawa pad a umumnya. jenis aksesori. Bagian samping gelungan ada hiasan warna keemasan terbuat dari bahan kuningan-tembaga. Bagian dada mengenakan kemben warna dominan hijau. No. Dari segi ekspresi kedua patung menyiratkan sinar kepribadian sepasang penganten adalah khas Jawa. Sikap khas tangan ngapu raneang. Ciri-ciri bentuk patung lora blonyo perempuan antara lain tampak pada pandangan mata sayu dengan posisi sedikit menunduk. Proporsi antara bagian kepala. figur sepasang patung lora blonyo meneerminkan tampilan realis. Bagian bawah tampak kaki dengan sikap timpuh kelihatan telapak dan jari kaki kanan dan kaki kiri. memiliki maknamakna simbolis yang sifatnya untuk tujuan yang mutta. Untuk mengencangkan dan memperindah setagen digunakan sabuk melingkar berwarna kuning keemasan. Kebaya yang dikenakan motif batik kawung (parang rusak) warna eoklat muda dilengkapi kombinasi warna keemasan. Bagian ping gang belakang ada aksesori keris warna coklat. Unsur-unsur yang ditampilkan baik bentuk. merah muda. Sikap telapak tangan menempel paha. ekspresi wajah. merah dan keemasan. Binatang gajah dimaknai sebagai titianing priyantun luhur sehingga diharapkan anak yang diturunkan nanti menjadi putra atau putri yang memiliki 164 • . 21. baik pegangan maupun tempat keris terbuat dari bahan kayu jati. tampak indah dan terkesan mewah. kesan bahan dan sikap anggota badan. Pada bagian telinga tampak mengenakan subang bulat yang ditempel dengan warna keemasan dan putih (permata). melainkan wujud asli keris yang diselipkan dl dalamnya. berupa harapan kedua pasangan setelah menjalani peristiwa sakral yaitu ritual panggih. hijau dan putih. mengenakan cunduk mentul batangnya warna kuning divariasi warna hijau. Bagian leher mengenakan kalung rantai dominan warna emas dengan bandul besar bertingkat tiga berhiaskan rumit. menyerupai struktur dan bentuk manusia layaknya. di tengahnya terdapat aksesori berbentuk bulat penuh dengan ornamen berwarna putih perak. Keris dan warangka-nya bukan merupakan kesatuan bahan kayu dari patung tersebut. meneerminkan luluran warna khas manten Jawa.

Gadung melati berwarna dasar hijau tua. untuk putra disebut sonder. Sentuk lias pengapitdan penitis yang menghiasi pada dahi patung wan ita adalah slrnbol lingga dan yoni atau lambang laki-Iaki dan perempuan. merupakan simbol seorang laki-Iaki yaitu bapak. kokoh merupakan gambaran serba tinggi. khususnya pada upacara perkawinan. Sentuk paes yang lebih kecll terletak pada sebelah kanan dan kiri paes gajah dengan ujung menghadap ke pangkal alis. biasa disebut pengapit atau pendamping. Sikap tersebut merupakan khas Jawa dijumpai dalam interaksi di lingkungan keraton maupun dalam acara adat Jawa. jadi makna keseluruhan adalah menunjukkan bumi dan segala isinya sebagai ciptaan Tuhan yang maha kuasa. ada dua bentuk bunga seruni berhias permata intan. Perhiasan sanggul di tengah bokor posisinya mengkurep berupa garuda mungkur. Sentuk rias penganten perempuan yang lain adalah godheg. kesemuanya ini merupakan kesatuan makna manu[lggaling kawula Ian Gusti. berbentuk ngudhup turi perlambangan dari anak. binatang. dan psikologis yang mengikat satu sama lain dan tidak dapat diubah menurut seleranya sendiri melainkan sudah pakem.S/amet Subiyantoro . motifnya puspito lambang kekayaan alam beserta keindahannya. Seberapa busana dan aksesori yang dikenakan penganten putri antara lain mengenakan kain dodotdifungsikan sebaqai kemben. ada dua jenis dodot. Sentuknya bervariasi. Maka. Sentuk ini menggambarkan keadaan penari sakral. yang dalam hal ini simbol wanita adalah seorang ibu Jawa. air. Sagian sampingnya terdapat gambar pohon. tanah dan gunung. dalam istilah kejawen disebut juru hanitisaken wijiyaitu dari seorang pria. jika dibalik tidak ada isinya atau kosong. Gaya busana basahan bagi orang Jawa biasa pula disebut ngligo sariro. ataupun mulia. bahannya emas dan intan berlian simbol dari sesuatu yang tangguh dan kuat. terdiri para gad is yang masih sud atau perawan.Patung Loro B/onyo da/am Kosmologi Jawa kedudukan luhur atau tinggi. Bentuk hormatjuga tercermin pada poslsi duduk bersila (dheprokan) dan sikap tangan ngapurancang. bangun tulak berwarna dasar biru tua. artistik. Paes rias selebihnya berbentuk penitis. sedangkan gunung digambarkan dalam bentuk segitiga yang dikelilingi pohon. merupakan simbol kehidupan hutan dan hewanhewan. pasrah badan sakojur saking ngandhap dumugi inggU. Makna bentuk sanggul bokor mengkurep. luhur. Dalam kain tersebut di tengahnya terdapat segi tiga warna putih yang disebut blumbangan pad a garis tepinya berbentuk gelombang. yaitu keturunan dari manunggalnya pengapit dan penitis. dua bunga sokan berrnata intan. melambangkan simbol Iingga. yaitu jenis gadung melati dan bangun tulak keduanya bedanya pad a warna. keduanya adalah dwitunggal. perwujudan paes gajah yang terkesan kuat. Mengenakan pula kain cindhe merah campur disebut udhet artinya sampur sebagai perlengkapan busana putri. Aksesori yang mengeliJingi sanggul sejumlah sembilan terbuat dari emas disebut menthol. merupakan bentuk yang diumpamakan lingkaran bokor terbalik. dan dua penanggalan bulan sabit lambang kekayaan alam dalam kehidupan semesta raya. Gambar kain penuh pohon dan hewan hutan dilukis sederhana dengan perada mas. suatu busana ageng yang bermakna sumarah marang Gusti. sebagaimana diumpamakan seperti semua penari bedhaya ketawang. dua bentuk kupu kecil berhias permata biru. menggambarkan simbol yoni pendamping yang baik. terletak pad a kanan kiripengapitdengan ujung menghadap ke alis. ada satu bentuk kupu besar berhias batu permata biru. Tanah merupakan warna dasar yang bermakna bumi. Suatu gambaran sikap pasrah seorang perempuan kepada suami sebagai pencerminan bentuk bakti dan kesetiaan dalam mewujudkan kebahagiaan hidup keluarga. yang tidak terlepas dari sikap mawas diri dengan menoleh ke belakang. Dalam 165 . Sersatunya kehidupan ibu dan bapak atas kehendak Gusti Ingkang Maha Kawasa lahirlah keturunan sijabang bayi yang kemudian menjadi manusia yang hid up di masyarakat. Dalam tata busana pengantin gaya basahan sebagaimana adat Jawa dengan demikian memiliki fungsi fisik.

melainkan hikmah dari cahaya yang terang tersebut.2 Juni 2009: 162-173 konteks ini terkandung harapan sebagai makluk hidup harus senantiasa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Subang. GeJang perhiasan yang dipakai pada pergelangan tangan kiri kanan. Kalung susun tiga berwarna kuning melambangkan lingkaran hid up individu terdiri tiga tahapan yaitu tahapan hidup kemudian tahapan kawin dan akhirnya tahapan mati. motif berbentuk pisau dan gabungan motif garuda. atau tanda kesucian. Aksesori lain yang dipasang di tangan berupa gelang. Kalung penanggaJan berbentuk bulan sabit di gantung pada leher. kelengkapan hiasan tersebut menggambarkan perkawinan yang diharapkan akan menghasilkan kesuburan. Bahan emas dengan ornamen sulur-suluran berbentuk kupu simbol kegadisan. Artinya manusia Jawa senantiasa menyelaraskan dengan alam semesta sebagai bag ian dari kehidupannya yang tidak terpisahkan. KeJat bahu adalah perhiasan gelang pad a pangkal lengan kiri kanan.. seperti bedhaya ketawang."gandung pesan simbolik seperti dinyatakan pada bentuk ragam hiasnya. dipasang pada jari tangan. Sebagai misal meru. Bahan kalung dibuat darl emas dan perak penuh dengan ukiran dan beberapa permata. melambangkan seperti halnya kehidupan dunia bahwa suatu yang hakiki bukanlah gemerlapnya intan. dipercaya sebagai simbol untuk menolak mara bahaya. melambangkan salah satu kekayaan alam di langit atau angkasa raya yaitu gemerlapnya bintang-bintang. makna gelang selain untuk keindahanjuga menangkap serangan dari lawan atau lambang keberanian. Perhiasan rambut yang menyerupai sisir disematkan di kepala dalam sebutan orang Jawa disebut cunduk jungkat. Gelang tangan warna kuning dikenakan tangan kanan melambangkan keJanggengan atau keabadian. Bagian rambut ada tiba dada yang berupa untaian bunga melati panjang dan masih berbentuk kuncup merupakan lam bang perasaan tepa selira. Vol. lam bang kemakmuran sandang dan pangan. kemudian burung melambangkan angin maruto 166 • . Dengan demikian. Dengan kata lain. Cincin merupakan simbol atau cermin kehidupan. Ikat pinggang warna hitam dengan timang di tengah berwarna kuning. perjaka atau lambang seorang kesatria yang sudah beristri atau belum. Simbol ini mengajarkan pada diri orang Jawa hidupnya senantiasa berdampingan dengan orang lain. bahwa dalam menjalani hidup jangan sampai meninggalkan kebaikan. Timang melambangkan peringatan manusia agar dapat mengendalikan nafsu birahi. No. Dalam konteks keraton perhiasan itu merupakan lambang menjalankan tugas negara atau juga sebagai tameng lengan dalam busana keprajuritan untuk menangkal serangan musuh. dikenakan pada telinga berbentuk bunga. dari bahan emas dan perak. Bentuk bulan sabit lambang darah bangsawan. 21. Hiasan pelengkap lainnya adalah cincin. Api atau lidah api melambankan nyala api yang disebut dengan agni atau geni. Penutup kepala hiasan bergaris kuning. Gelang ini selain sebagai perhiasan. di atas kuJuk terdapat nyamat bentuk kuncup cengkih melambangkan keunggulan atau kesaktian . petunjuk yang benar dalam hati merupakan dambaaan hidup yang sejahtera penuh dengan keselamatan. ia melambangkan gunung atau tanah yang juga disebut bumi. mereka harus saling menjaga. Patung laki-Iaki mengenakan jarik sebatas lutut dengan motif parang gondosuli. Dalam pandangan hidup orang Jawa motif batik sebagaimana tercermin pada ornamen memiliki makna tertentu. terbuat bahan perak dengan sembi Ian batu permata.Humaniora. Dalam busanajarik yang dikenakan biasa dijumpai motif batik khas Jawa yang me. Dalam konteks aksesori tarian sakral. KeJat bahu berwana kuning dikenakan pada pangkal lengan. menghormati dan menghargai satu sama lain sehingga diperoleh keserasian dan keseimbangan. Bahan cincin terbuat dari batu permata. sedangkan ular atau naga melambangkan air atau juga cinta. tetapi dalam konteks keprajuritan difungsikan sebagai sarana memudahkan gerak tombak atau perisai diri/tameng pergelangan tangan.

struktur ruang dalem bag ian belakang dalam rumah tradisional Jawa. Keempat anasir juga ditemukan dalam anasir wadhag manusia. 1944:41). ada dipan lengkap dengan bantal. bahwa status kepriyayian Jawa sebagai penguasa pemerintahan sering dinyatakan pada pakaian resmi yang dikenakan serta perlengkapan upaeara pada penampilan resmi (Iih. menunjukkan bahwa senthong tengah adalah tempat yang dikeramatkan dan disucikan. Pada kasur dibalut dengan lapisan kain penutup motif sida lunur. Dipan merupakan tempat tldur berada dalam suatu ruang bangunan bentuk atap limasan dengan disangga empat tiang yang dihias indah. Pada dipan dilengkapi kasur dibalut kain seperti sindhur warna bangun gadhung mlati hijau sleret putih. terus di bawahnya itu diberi alas godhong kiuwe. dan manusia dengan Tuhan maupun hubungan dirinya dengan alam semesta. kacang. sidamukti. tapi khusus untuk tidur manteno Kasurnya itu isinya tidak seperti umumnya. Kamu mungkin baru tahu kalau pada kasur itu bukan untuk tidur sehari-hari. guling serta kasur. SIMBOLISME LORO BLONYO DALAM STRUKTUR SENTHONG TENGAH RUMAH TRADISIONAL JAWA Oalam konteks tradlsl. sedangkan bag ian kiri dan kanan masih diberi guling ukuran besar dan keeil disusun seeara berpasangan. sehingga suasana tampak sakral. api dan angin. Konteks ini seperti disebutkan sejarawan. memang ada kapas teSapi dicampur hasil-hasil pertanian misalnya padi. warna ini dipereaya sebagai tolak ba/ak seperti sakit atau musibah. tebu. Sebelah kanan dipan agak ke belakang ditempatkan beberapa pusaka seperti tumbak dan keris.S/amet Subiyantoro . berikut pernyataan Gusti Mung seorang putri PB XII: "Bangunan di senthong yang namanya krobongan itu tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Kanjeng Kyai Loro Blonyo. Mengenai kaitan antara situasi sakral di senthong tengah dengan konteks yang lebih luas.Patung Loro Bfonyo dalam KosmoJogi Jawa dan burung garuda me-Iambangkan mahkota atau penguasa tinggi yaitu jagad raya dan isinya. suatu harapan agar hidup bahagia dan terhormat. dengan demikian memiliki unsur sarna. dilengkapi kelambu untuk menambah mewahnya tempat tersebut. Sifat kosmologis ini menjadi bagian pandangan hidup orang Jawa yang bersifat mistik yang meliputi anasir bumi. patung loro blonyo ditempatkan pada senthong tengah. merupakan gambaran kesuburan yang selalu didambakan untuk meneapai kesejahteraan hidup. dan pelengkap lainnya sebagai satLi kesatuan simbol utuh. Suasana senthong tengah ditempatkan paling sakral dari kedua senthong lainnya. saya kira simbolisnya begitu". Unsur yang terdapat di ruang senthong tengah bermaeam-maeam. Bentuk dan simbolisme aksesori pakaian resmi penganten Jawa merepresentasikan kedudukan seseorang pad a status tinggi atau priyayi. air. Penulis sependapat dengan Ernest Cassirer yang menyatakan bahwa manusia adalah animal symooucum. Teturon iku kanggo nitisne wiji. keberadaannya tidak dapat dilepaskan dengan alam semesta simbolis (Cassirer. 1987:38). Oi Keraton lapisan kain penutup kasur berhiaskan motif sidaluhur atau sidamukti. Kartodirdjo. Peran tersebut tergambarkan pada tampilan kedua pasangan manten yang diposisikan sebagai Raja sehari. dan warna bang un tulak biru sleret putih. Kedua patung diposisikan berpasangan sejajar menghadap ke selatan dalam senthong tengah dihiasi berbagai unsur kelengkapan. Oi sana itu ada hubungannya dengan keselamatan dan kesejahteraan. Simbolisme aksesori pakaian resmi penganten Jawa sebagaimana terwujud dalam patung lora blonyo melambangkan harapan luhur yakni kehidupan yang sempurna yang intinya mengarah pada keserasian hubungan antar manusia. Bagian ujung utara disusun beberapa bantal dan tumpukan guJing membubung ke atas. godhong dhadhap serep. ibaratnya sebagai penguasa. Pernyataan di atas menunjukkan bahwa krobongan merupakan tempat yang menggambarkan harapan kesuburan tanaman dan kesuburan keturunan yang berujung pada 167 .

sedangkan pada rejeki tansah mulur ora kendhat. suatu nek anake akeh rak rejekine ya lir gumanti lambang perkawinan. wong mau struktur bentuk bokor seperti tiruan bentuk bakal diparingi keturunan sing akeh. keajaibannya lampu tersebut menyala tanpa henti hingga lama kelamaan asapnya membentuk struktur kosmos seperti bumi. la mengandung nasehatyang tinggi dalam alam pikiran Jawa. dengan maksud supaya keinginannya tercapai yaitu murah rejeki dan hidupnya tentram penuh dengan keselamatan. Kesuburan tanaman tercermin pad a berbagai hasil pertanian.2 Juni 2009. yaiku runcing mirip gunungan. bebatur. Oalam bahasa sekarang ia menggugat pada Tuhan di depan ruang yang sakral. Tegese • bag ian atas tampak meninggi. Atau menurut istilah informan tersebut "Minangka kanggo maneges (demo) ka/iyan ingkang Maha Kuwasa. ada berdiri menjulang ke atas digunakan sebagai tempat lampu. Menurut penegasan seorang pengamat budaya tinggal diYogyakarta. Katanya lampu itu tidak ada yang menyalakan.Humaniora. Untuk orang yang dagang dapat laris sehingga hasilnya dapat diturunkan ke anak cucu. fungsi patung tersebut menurut Ngadiman. Artinya kalau itu berkaitan dengan anak orang itu akan diberi anugerah keturunan yang banyak. Struktur bokor teratut runtut. K. yang juga disebut-sebut sebagai orang pintermenyebutkan: "Pasangan patung loro blonyo merupakan contoh pasangan abadi. dapatturah-turah. Upama bab tetanduran tansah Posisi depan agak ke kanan sedikit terdapat panen hasile awet terus. Patung ini merupakan simbol atau lambang bukan semata-mata sebagai pajangan untuk keindahan ruang saja." Pernyataan di atas membuktikan bahwa patung loro blonyo bukanlah sekedar benda tanpa makna. Oi keraton lampu ini tidak pernah mati. bulan. tempat meminta pada Tuhan. Unsur lain yang melengkapi keberadaan loro blonyo adalah bokor warna kekuningan berhias sulur-suluran yang berangkai me"Pasangan patung loro blonyo tku kanggo patuladhan tumrap pasangan yang awet. kacangkacangan maupun hasil wohing kapendhem 168 • . Jika dicermati menawa gayutane karo bab anak. karena kalau anaknya banyak rejekinya juga banyak. serasi.R. Oi antara kedua patung loro blonyo di senthong tengah. larnpu ini dimaknai sebagai nafas kehidupan." berupa biji-bijian seperti beras. sedangkan kesuburan keturunan tampak pada krobongan sebagai tempat penyatuan untuk menurunkan wiji atau benih keturunan. patung hanyalah lambang. Sementara itu. maneges ing mriki temtu kemawan maneges raos (sarana untuk kornunikasi dengan Tuhan.TWisesa. pada sisi lain. biasa disebut lampujuplak. amarga lingga yang menyatu dengan yoni. dadine akeh. bintang dan akhirnya juga penghuni dunia itu yaitu man usia. 162-173 kesejahteraan hidup. Kalau berhubungan dengantanamandapatmemporolehpanenyang hasilnya berlimpah. pelaku kesenian pertunjukkan tradisional. No. hidupnya selamat dan rejekinya terus mengalir tanpa henti. komunikasi di sini yang dimaksud adalah batin (rasa). Tepat di depan dipan ditempatkan sepasang patung loro blonyo laki-Iaki dan perempuan. sarana untuk mencapai harapan seperti rejeki dan kesejahteraan pemiliknya. nganti tumeka kaken-kaken inensusun dalam bentuk bagian bawah mirip inen utawa langgeng Ian dapat s/amet utipe. Jika dikaitkan dengan isl Serat Jitapsara dipercaya sebagai asal mulanya dunia. Kesemuanya ltu dimaksudkan sebagai sarana menuju hidup yang sejahtera seperti disimbolkan dalam bentuk motif kain sidomukti maupun sidomulya. ia difungsikan sebagai benda bertuah. matahari. 21. harmon is. bagian tengah bulat. Uga kanggone wong bebakulan dapat laris Ian hasile mengko dapat turun temurun tumuka Klemuk merupakan wadhah hasll panenan anak putu. Oengan demikian loro blonyo menjadi lam bang cita-cita yang dipedomani yang nilai instrinsiknya dipercaya sebagai sumber kekuatan spiritual. Vol. pemilik patung loro blonyo. dapat klemuk yang terbuat dari tanah llat.

• 169 . dipercaya dengan ramuan jamu akan menambah semangat dan gairah melakukan paduan asmara antara laki-laki dan perempuan. Uang receh sama dengan hasll pertanian keduanya adalah simbal kekayaan atau kemakmuran. dipasang kendi dari bahan tanah llat. Oi antara bokor. Pasisi di antara dua tiang dipan bagian depan digantung burung garuda. Mantra ditujukan pada roh nenek moyangnya. Mantra yang diucapkan adalah permintaan keselamatan diri dan keluarganya dari segala mara bahaya. Burung ini dipercaya sebagai kendaraan Dewa Syiwa dan Dewi Sri untuk mengembara ke angkasa (dunia atas) dan turun ke bumi (dunia bawah). Bagian depan ditempatkan meja bentuk persegi ada pula yang bundar. Paidon dibuat dari bahan tembaga digunakan untuk tempat air ludah yang biasa melakukan nginang. Asbak merupakan tempat abu rokok yang biasa dilakukan laki-Iaki. klemuk. Oalam kanteks ini burung garuda merupakan simbol penyatuan dua kosmas yaitu dunia atas dan. rupanya klemuk yang ditempatkanberpasangan kiri dan kanan merupakan replika penyatuan lingga dan yoni. gambir dan injet (sebangsa kapuryang dicairkan dengan lunak). jumlah kendi dua disusun berpasangan kirl dan kanan. Tepat posisi di depan lampu di antara kedua kendi ada tempat untuk membakar kemenyan. katak tempat uang receh dan tempat meramu jamu. serta permintaan hidup sejahtera. yang diasosiasikan pula perkawinan antara lakilaki dan wanita. semacam merokok bagi kaum wanita dengan bahan daun kinang. biasa ditutup kain putih. Keduanya merepresentasikan pasangan laki-Iaki dan perempuan yang senantiasa manunggal dalam mencapai tujuan hidupnya yang hakiki. Sesaji diberikan setiap malem Jumat kliwon disertai kembang setaman tiga warna dimasukan dalam air disertai membakar kemenyan sambi I mengucapkan mantra. sarana untuk alat pembayaran untuk memenuhi kebutuhan. sedangkan pegangan kendi yang memanjang menyerupai bentuk lingga adalah representasi laki-Iaki. fungsinya untuk menaruh sesaji. uwi dan sebagainya. Oalam konteks genderpaidon diasosiasikan sebagai simbol wanita. Sama dengan lainnya. Sentuk tengah yang bulat untuk menampung air diduga sebagai lambang wanita. Dengan demikian struktur bentuk kendi tidak berbeda dengan kJemuk dan bokor.Patung Loro B/onyo da/am Kosm%gi Jawa seperti mbili. Oalam perkawinan adat Jawa hal ini erat dengan ritual kacar-kucuratau tampa kaya (menerima kekayaan). sedangkan bagian atas ada penutup mirip kekep berbentuk gunungan di puncaknya terdapat bentuk serupa stupa. sarana untuk menuju hidup yang sejahtera. Kendi tempat air biasa dimaknai sebagai sumber kehidupan manusia. dan di antara lampu cuplak dan tempat pembakaran kemenyan terdapat beberapa unsur ritual seperti paidon. Tidak berbeda dengan struktur bentuk bokor. dicampur tembakau. oranq Jawa menyebutnya asmaragama atau paiute wong bebrayan. bapa angkasa dan bumi pertiwi. Struktur bentuk klemuk bagian bawah seperti bebatur dan bag ian tengah bentuknya bulat seperti guci. dhanyang sing baureksa dan kepada Sang Hyang Widi. slrnbol suatu kesejahteraan hidup. Kotak ramuan jamu dari nasl' bumi olasosiasikan sebagai simbol kekuatan atau kesehatan baik jasmani maupun rohani. Poslsl sedikit ke depan dari poslsi klemuk. difungsikan sebagai tempat kekayaan disimbolkan uang receh.S/amet Subiyantoro . sedangkan kekep yang fungsinya sebagai penutup lubang mengindikasikan lambang laki-Iaki. merupakan susunan yang menggambarkan penyatuan lingga dan yoni. asbak. dunia bawah. Katak kecil ada yang dibuat dan tembaga ada pula dari bahan kayu. Bagian tengah yang bulat terbuka serta fungsinya sebagai tempat biji merepresentasikan simbol kewanitaan. sedangkan asbak merupakan simbol laki-Iaki. Ramuan jamu yang berdampak pada kekuatan jasmani dipercaya dapat menyebabkan sesearang bekerja giat dan tekun sehingga segala kebutuhan lahir akan terpenuhL Tempat jamu tersebut juga melambangkan kekuatan rahani.

senthong tengah dimaknai sebagai ruang mediator dalarn berkomunikasi dengan dzat gaib. merupakan peniruan struktur alam. Ternpat pembakaran dupa dan burung garuda adalah lambang penghubung antara sepasang patung ~engan dzat yang gaib pada alam dunia sana. 1995: 24. 1994:11). paidon. Vol. Maka untuk dapat menjembatani dirinya dengan yang gaib dihadirkan perantara berupa sepasang patung lora blonyo. posisi patung loro blonyo berada di tengah. Burung dipercaya sebagai kendaraan menuju ke alam transenden. pada dasarnya merupakan replika unsur alam. ruang inti dalam rumah Jawa. Unsur-unsur dalam kasur dan bantal maupun guling tersusun berbagai tanaman seperti padi. Widayat. Sebagai jiwa atau rohnya rumah. sedangkan asap dupa yang wangi merupakan media untuk menghubungkan clta-cita yang disampaikan melalui bacaan mantra kepada dzat gaib. Sepasang patung loro blonyo bag ian barat dan juga timur diposisikan unsur klemuk. No. Perilaku mistik tersebut tidak lain dalam upaya mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa untuk memperoleh keselamatan menuju kesernpurnaan hidup 170 • . Patung merupakan simbol sepasang laki-Iaki dan perempuan. 1988: 84). Kedudukan patung diapit oleh posisi simetris unsur pasangan seperti klemuk.2 Juni 2009: 162-173 Dengan demikian jika dicermati. Ruang ini merupakan pusat dari ruang lain yang dianggap suci. paidon. sedangkan struktur rumah dengan konteks posisi yang merupakan peniruan alam lebih mencerminkan konsep kosmologis.Humaniora. ketela merupakan representasi hasil pertanian. Posisi patung dan kelengkapan yang susunanya berpasangan mencerminkan konsep Jawa yang bersifat kosmogoni (Iihat Fischer. manifestasi bentuk tak terindera dari terindera. 1994: 10). seperti disebutkan Tremmel (1958:114) tempat yang suci dan sakral bersifat keilahian. bokor maupun kendi pada arak timur dan barat. karena cahaya diyakini sebagai representasi dzat tunggal. lambang kemakmuran. kendi dan paidon secara wadhag merupakan imajinasi penyatuan !ingga dan yoni. 1983:24 ) Posisi patung merupakan pancerdari unsur lain yang mewakili ke empat orientasi sebagaimana dalam struktur mandala. MAKNA LORa BLONYO: TAFSIR KOSMOLOGI JAWA Satu kekhasan dalarn rumah tradisional Jawa yang lengkap ia!ah adanya patung simbolik berpasangan yang disebut loro blonyo. sebagai simbol wadhag bersemayamnya roh atau jiwa yang mencerminkan sifat dzat gaib. yang merepresentasikan Dewi Sri dan Sadana (Fischer. dan kendi. kacang-kacangan. menggambarkan kehidupan. Patung yang disakralkan tersebut diyakini sebagai simbo!isme figur pasangan cikal bakal orang Jawa. merupakan dua orientasi seimbang kiri dan kanan yang merepresentasikan pasangan. pusat orientasi awal dan akhir kehidupan manusia. sebagai tiruan meru yaitu tempat yang disucikan. dan diapit antara posisi dipan pada arah barat dengan unsur kesatuan seperti asbak. sedangkan isinya merupakan sumber kehidupan yaitu padi dan air. klemuk. dihormati dan diagungkan (Hadiwiyono. Demikian pula dalam konteks struktur joglo. kotak uang receh dan tempat jamu sebagai orientasi arah timur. Bagian selatan terdapat lampujuplak. suatu posisi yang ditinggikan. Da!am krobongan terdapat struktur kelengkapan yang mendukung posisi patung loro blonyo sebagai kesatuan dengan rumah tradisional Jawa lengkap sebagaimana halnya joglo. 21. Ketiganya. posisi loro blonyo berada dalarn senthong tengah. Kedua patung secara berdampingan dipasang di senthongtengah. Sementara bag ian utara patung terdapat dipan lengkap dengan banta! dan guling serta kasur. simbol tempat perkawinan kosmis yang diharapkan akan melahirkan dunia baru (sangkaning dumadl) berupa kesuburan. jagung. Dapat dipastikan bahwa posisi patung loro blonyo tradisi penempatannya tidak terplsah dengan struktur senthongtengah atau krobongan (Sunyoto. Lora blonyo diasosiasikan sebagai leluhur yang dikaitkan dengan nenek moyang orang Jawa sehingga keberadaannya diabadikan.

1:bumi. sedangkan anasir angin adalah gambaran nafsu supiyah atau kesenangan cahaya berwarna kuning. Menurut Suhardi (1989: 25) pandangan hidup orang Jawa meyakini konsep adanya dua dunia yaitu dunia mondial dan dunia transenden.lng kono anggone Sing Maha Suci tenseh amardeng titah. Namun. Wijine manungsa mau dapat dadi wujud asale saka daya warna-warna saka tit/pane bapa ibu. ada sifat baik tetapi ada pula yang sebaliknya. 1993: 195). tempat manusia hidup. 4 : banju. wujud dari sifat lahiriah-fisik dan batiniah-rohaniah. sesuatu yang tidak ada (gaib) sebagai perwujudan atau pancaran Tuhan Yang Maha Kuasa. manusia dipercaya berasal dari dzat gaib. Menurut kawruh kasampurnan Jawa. api. Pemahaman asal muasal manusia dalam pandangan hidup orang Jawa digambarkan dalam serat wirid hidayat jati seperti berikut: "Wiwite dadine manungsa lelantaran campure bapa Ian ibu. " Wejangan di atas menjelaskan bagaimana asal-usulnya manusia yang secara lahiriah ditunjukkan melalui perantara ayah dan ibu. bermula dari awang-awang.tisake wUimarang ibu ana sajrone perangan diarani mani-madiwadi-manikem. Ian titipane Allah . sebagaimana pada ajaran berikutnya tentang gelar kahananing dzat. Dzat Yang Maha Suci merupakan aspek batiniah yang menjiwai jasmani atau wadhag manusia yang tersusun empat anasir seperti air. ija lku minangka waraning Wadjahingsun Kang Amaha Sutji. anasir tanah sumber dari nafsu aluwamah suka terhadap makanan warna cahaya hitam. 4 napsu. dalam hal yang bersifat roh atau batlnlah tidak dapat dilepaskan dari campur tangan Allah. Keberadaan manusia menguatkan bahwa dzat mutlaklah yang mengadakan dari sesuatu yang semula tidak ada itu. Secara vertikal tingkatan ilmu gaib dari bawah ke atas merupakan tataran menuju sejatining urip dan sejatining laku sebagaimana tingkatan kesempurnaan manusia sampai dengan tujuh martabat. melebur dalam kemanunggalan antara jiwa dan raga. Dengan demikian. berupa wejangan hidayat jati agar dirinya dapat sempurna hidup dan matinya. secara batiniah adanya manusia bersumber dari dzat Yang Maha Suci. Anasir api merupakan pangkal nafsu amarah cahanya berwarna merah.." . rnulai dari cahaya hingga sampai padainsan kamil. antara manusia dan Tuhan sesungguhnya tidak dapat dipisahkan. t 171 . Nanging wUi isih ana ing nukat ghaib wujude cahya wening. Ing kono Ingsun-pandjing mudah limang prakara. 2: geni.. iku dadi kawudjudaning sifatingsun. Secara lahir keberadaan manusia bermula dari penyatuan kedua orang tua yaitu ayah dan ibunya. Ian Ingsun lki rahsaning manusa. 2 : rahsa. 1: nur. 3: angina. 3 : roh.. 5 : budi. Sepasang patung lora blonyo merupakan simbol untuk mempertegas konsep asal usul manusia baik secara lahir maupun batin. "Sadjatine manungsa iku ral1saningsun. asal saking ing anasir patang prakaro. Sesuai dengan sifat jasmaniah terse but manusia memiliki sifat-sifat yang bertalian dengan nafsu yang sangat dipengaruhi oleh sifat anasir terse but. Keempat sifat anasir mencerminkan gagasan orang Jawa tentang sifat dan watak yang bersemayam dalam diri manusia yang cenderung bertolak belakang.Patung Loro 81onyo da/am Kosmo/ogi Jawa dalam menuju kesempurnaan mati (Iihat Suhardi. Maka orang Jawa memaknai manusia sebagai kesatuan alam jasmani (kasar) dan aJam rohani (alus) keduanya menyatu.S/amet Subiyantoro . Untuk mencapai hidup yang sempurna orang Jawa memerlukan ilmu makrifat. karana Ingsun anitahake Adam. Susunan anasir yang bersifat horisontal ini merupakan cermin aJam mondia/. keduanya secara kosmogoni merupakan tiruan pasangan antara laki-Iaki dan wanita. angin dan tanah. Sebagaimana patung lora blonyo merupakan simbol loroning atunggal yang mencermikan keseimbangan semesta. dan anasir air merupakan sumber nafsu mutmainah suatu nafsu baik yang menggambarkan ketenangan warna cahaya adalah putih. 8apa anggene n.

sifat nyata pertama. Tiga lum benih lainnya atau kemudian (wiji wiradat).Orang konteks hubungan antara manusia dengan Jawa percaya bahwa dengan memahami dan Tuhan Yang Maha Esa. tampak wibawanyaalam mitsal masih bersifat susunan halus.Humaniora. adalah sifat nyata kedua. Tuhan. yang menghidupi semua ciptaan hasil perwujudan atas perkawinan dua kosmis disebut rasa yang sebenarnya (raos sejatJ) yang berbedatetapikeduanyasaling melengkapi. Berbeda manusia. Ada tiga unsur penting loroning atunggal. dan ketiga yang Tuhan. 1954:4). lni artinya bahwa sangkaning dumadi paling luhur.tidak ubahnya sebagai bentuk pernyataan masing berada pada tataran alam ahadiyat. disebut Allah Yang Maha Suci. atau watak Jawa yang dipercaya sebagai Tingkat alam wahidiyat merupakan hakikat kerangka struktur gambaran pemahaman Wejangan f 172 . Tuhan yang sebenarnya mitsa/. Inti posisi berpasangan tetapi saling berlawanan. tipis dan kenyataannya letaknya pada rasa menyatu dapat dibagi-bagi. manusia dan kedua yang menghidupi. sedangkan insan kamil atau manunggal.petunjuk untuk meraih kesempurnaan hidup sia Jawa menggambarkan prinsip kehidupan dan juga kesempurnaan mati. pertama adalah hidup. (asal muasal sesuatu atau dunia baru) adalah Kedua. alam adalah cermin. tingkatan pertama menggambarkan unsur • Patung loro blonyo sebagai simbol sosok manusia yang bersifat batin yaitu sajaratul pasangan harmoni manusia dengan demikian yaqin. Loro Ilmu kasampurnan diyakini sebagai blonyo sebagai representasi sepasang manu.Tuhan yang sempurna. yang kosmis. Hidup adalah pangkal dari Sadana dalam patung loro blonyo dengan setiap kejadian atau asal mula. unsur laki dan perempuan. Kemanungga/an ini tetap merupakan tingkatan paling kasad mata. ia disebut Gusti itu tidak di mana-mana. 21. adalah tempatnya Dzat Yang Maha Suci.2 Juni 2009: 162-173 ini dapat ditafsirkan bahwa manusia. tetapi sudah menjadi manusia atau kawula yang sebenarnya ada didalam diri manusia sempurna terdiri unsurlahirdan batin. Gambaran tercermin pada pribadikita. ia dalam cahaya yang meliputi warna pribadi tidak dapat dipisah dan dibagi-bagi. secara kongkritgagasan atau pandangan hidup wahdat dan wahidiyat. Wejangan itu menerangkan bahwa dengan alam ajsam. yang membuat fenomena budaya Jawa yang menunjukkan hidup yaitu Ingsun atau sukma sejati. selaras dan seimbang baik secara jeti sendiri artlnya petunjuk hidup yang horizontal maupun secara vertikal dalam sebenamya atau sejati(Tanojo. Tataran ahadiyat Jawa. alam ajsam dan insan kamil. merupakan demikian merupakan simbol perkawinan tempat pemujaan yang sebenarnya. Yang berupajasad. mir'atul haya'i. ia merupakan sesuatu wujud manunggaling kawula Gusti pada yang sudah diketahui ukuran tebal. Kemanunggalan kedua yang diwejangankan. Ketiga. Dari uraian ini dapat menerapkan wejangan tersebut maka akan ditarik bahwa patung loro blonyo dengan dicapai tingkat kehidupan dan jalan menuju ke demikian adalah wujud dwitunggal atau loro. patung merupakan merupakan tingkatan alam bersifat sepi dan susunan atau tahapan menuju ke Esaan mutlak sebab tidak dapat dikenal siapa pun. maka dinamakan sebagaimana pula ditemukan dalam berbagai Dzat Yang Maha Suci. wejangan ini adalah menerangkan adanya Manusia dikatakan sempurna apabila Tuhan yang merupakan benih pertama sebedapat mencapai pada tujuh tingkatan. No. Vol. sejaUning wujud melahirkanempat alam yaitu alam arwah. masing. Pada tingkatan ke tujuh inilah. Secara vertikal. Dari ketiga keberadaan Tuhan adalah wujud yang sejati tingkatan yang bersifat batin ini. tidak tercampur apa-apa. berupa manusia yan hidup di dunia. disebut sehingga dapat dikatakan bahwa manusia insan kamil atau manusia sempurna. seperti tercermin pada sebutan Sri dan membuat hidup. kemudian asalnya dari sejatiningwujud. Sebutan hidayat harmoni. nur Muhammad. sedangkan secara imanen bagian Tingkat alarn wahdat merupakan hakikat bawah patung mencerminkan lima karakter cahaya Muhammaad.

j.2004. 1995. "Mystical Practices and Religious Belief in Contemporary Central Java" Disertation S3. Antara Alam dan Mitos Memperkenalkan Antropologi Struktural Claude LeviStrauss. 1979. 1987. Kehidupan Dunla Kraton Surakarta 18301939. Strukturalisme Levi-Strauss Mitos dan Karya Sastra. "Studi tentang Pola Hias Corak Surakarta dalam Perancangan Interior Hotel di Surakarta". Flores NIT: Nusa Indah Darsiti. Yogyakarta. 1989. Yogyakarta: Gajah Mada University Press Kartono. 1983. 1908. jakarta: Gramedia Cremers. Yogyakarta: Depdikbud Proyek Pembinaan Permuseuman. 1993. Arsitektur Rumah Tradisional Jawa. P. Sullivan. E. SIMPULAN Beberapa deskripsi dan tafsiran di atas menunjukkan bahwa patung loro blonyo dalam senthong tengah merupakan manifestasi struktur pandangan hidup orang Jawa. Rinehart and Winston. F. Canterbury: University of Kent. Thesis S2. Surakarta : STSI. Konseps. Keberadaannya sebagai patung adalah gambaran keselarasan kosmis. Negoro. ed. Departement of Architecture of UNIKA Soegijapranoto Semarang.W2002 Daya Kekuatan Simbol terjemahan Widyamartaya. 1958. Cassirer. DAFTAR RUJUKAN Ahimsa-Putra. (Soedarsono dkk. Surakarta: 01 Buana Raya Rabinow.Patung Loro Blonyo dalam Kosmologi Jawa orang Jawa mengenai pandangan hidupnya. S dkk. 1986. 1987. Feng Shu. 200 I.). Struktur pola berpasangan oposisi biner patung antara laki dan perempuan yang posisinya di senthong tenah dalem yang beroposisi dengan ruang pendhapa.S.S/amet Subiyantoro . 200 I. Struktur pasangan patung laki-Iaki dan perempuan tersebut bukan sekedar simbol kesuburan sebagaimana disebutkan pada literatur umumnya.S. S. 1954. "Rumah OrangJawa: Konteks Kosmologi Dalam Arsitektur Tradlslonal". Wldayat. Setyawan. N. ed). Skripsi S I. "Meniti jejak Makna Kesuburan dalam Simbolisasi Loro Blonyo". Perkembangan Peradaban Priyayi. Manusia don Kebudayaan (Sebuah Essay tentang Manusia). Beberapa Aspek KebudayaanJawa. Yogyakarta: Tamansiswa Dillistone. H. • 173 . Gradasi I (I) Mei 45-54 Suhardi.. Sebuah KDjianEtikdan Emik. P & K Dirjen Kebuduyaan Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara. Dengan demikian. suatu ajaran mistik kejawen. 2000. Galang Printika ----.l. Chicago: Holt. sedangkan pasangan laki-Iaki dan perempuan yang menurunkan wiji wiradrat hanyalah wadhag atau latar di tempat Tuhan menitipkan rohnya. 1993. Yogyakarta: Dep. A. 1987. ---. Secara batiniah asal benih (wiji kodrat) dari Yang Maha Kuasa. W M. " Konsep Sangkan Paran dan Upacara Selamatan" dalam Budaya Jawa. A. loro blonyo menggambarkan fitosof orang Jawa dalam upayanya menyelaraskan keberadaannya dengan alam semesta dengan dzat yang kuasa agar menjadi insan yang hidup dan matinya sempurna yang dilandasi pada pemahaman terhadap sangkan paraning dumadi (bdk. Upacara Tradisional dan Ritual Jawa. Suhardi. Pasren dalam Kehidupan MasyarakatJawa. diperagakan dalan penyatuan lingga dan yoni yang merepresentasikan pasangan laki-Iaki dan perempuan. Terjemahan Alois A. Nugroho. R. 1997. Surakarta Tremmel. Cantebury: University of Kent ---. WC. 200 I. Yogyakarta: Lembaga Javanologi Panunggalan.. tetapi patung tersebut bila dicermati lebih mendalam merupakan simbol sangkaning dumadi. "Loro Blonyo dan Menongan: Komparasi Ekpresi" Hasil Penelitian. Tanojo. 1989."Wacana Seni dalarn Antropologi Budaya" dalam Ketika OrangJawa Nyeni (Ahimsa-Putra. ---. Religion W/lat Is It? New York. 1986:32-38). Yogyakarta tanggal25 juni Sunyoto. A. Surakarta: Fakultas Sastra dan Seni Rupa. Ronggowarsito Wirid Hidayat Djati.. Barkeley: University of Califonia Press Ronald. Makalah Seminar I'{asional Arsitektur. tentang Manusia daiam KebatinanJawa. Interpretive Social Science A Reader. H.Jakarta: Sinar Harapan Kartodir]o. Secara lahiriah sangkaning dumadi (termasuk di dalamnya manusia sebagai kosmos) secara lahiriah merupakan hasll perkawinan kosmis. Hadiwiyono. secara kosmogoni memanifestasikan reproduksi kosmis. Yogyakarta: Galang Press. Yogyakarta: Kanisius Guntur. 2000.. "Transformasi Nilai-nilai Mistik dan Simbolik" Dalam Ekspres. Paper Presented to National Conference on Geomancy as Architecture Approach Issues. ':Asceticism as A liminal Process in Javanese Culture".