Teori kebutuhan menurut Maslow Berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan

yakni : 1. Kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex 2. Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual 3. Kebutuhan akan kasih sayang (love needs) 4. Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbolsimbol status 5. aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata. Adapun kemungkinan aplikasi teori kebutuhan menurut Maslow sebagai berikut : 1. Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis: Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. [7]Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat estrim (misalnya kelaparan) bisa manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu.[7] Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs).[7]  Menyediakan program makan siang yang murah atau bahkan gratis.  Menyediakan ruangan kelas dengan kapasitas yang memadai dan temperatur yang tepat  Menyediakan kamar mandi/toilet dalam jumlah yang seimbang.  Menyediakan ruangan dan lahan untuk istirahat bagi siswa yang representatif. 2. Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman: Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya.[5] Karena adanya kebutuhan inilah maka [[manusia[[ membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pensiun dan sebagainya.[5] Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif.[5]  Sikap guru: menyenangkan, mampu menunjukkan penerimaan terhadap siswanya, dan tidak menunjukkan ancaman atau bersifat menghakimi.  Adanya ekspektasi yang konsisten  Mengendalikan perilaku siswa di kelas/sekolah dengan menerapkan sistem pendisiplinan siswa secara adil.  Lebih banyak memberikan penguatan perilaku (reinforcement) melalui pujian/ ganjaran atas segala perilaku positif siswa dari pada pemberian hukuman atas perilaku negatif siswa. 3. Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang atau Penerimaan: Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness and love needs). [5]Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain.[5] Ia ingin mencintai dan dicintai.[5] Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan.[5] Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya "akar" dalam masyarakat.[5] Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll.[5] Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga.[5] Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan.[5] a. Hubungan Guru dengan Siswa:  Guru dapat menampilkan ciri-ciri kepribadian : empatik, peduli dan intereres terhadap siswa, sabar, adil, terbuka serta dapat menjadi pendengar yang baik.

c.[5] Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain.[7] a. tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization). penguasaan. Guru dapat menerapkan pembelajaran individua dan dapat memahami siswanya (kebutuhan. Estetik  Menata ruangan kelas secara rapi dan menarik . percaya diri dan kemandirian. kebanggaan. b.  Guru dapat menjadi penolong yang bisa diandalkan dan memberikan kepercayaan terhadap siswanya. 4.[5] Pertama. kompetensi.  Guru dapat menghargai dan menghormati setiap pemikiran. minat.[5] Orangorang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri. usaha dan prestasi yang diperoleh siswa. ketenaran. seperti olah raga atau kesenian. potensi. adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan. melalui berbagai forum.  Menyediakan pembelajaran yang memberikan tantangan intelektual melalui pendekatan discoveryinquiry  Menyediakan topik-topik pembelajaran dengan sudut pandang yang beragam  Menyediakan kesempatan kepada para siswa untuk berfikir filosofis dan berdiskusi. Penghargaan dari pihak lain  Mengembangkan iklim kelas dan pembelajaran kooperatif dimana setiap siswa dapat saling menghormati dan mempercayai. tidak saling mencemoohkan. [5] Ada dua macam kebutuhan akan harga diri.  Mengembangkan kurikulum yang dapat mengantarkan setiap sisiwa untuk memiliki sikap empatik dan menjadi pendengar yang baik. pendapat dan keputusan setiap siswanya.  Mengembangkan program “star of the week”  Mengembangkan program penghargaan atas pekerjaan. d. sedapat mengkin dilakukan secara pribadi. maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Hubungan Siswa dengan Siswa:  Sekolah mengembangkan situasi yang memungkinkan terciptanya kerja sama mutualistik dan saling percaya di antara siswa  Sekolah dapat menyelenggarakan class meeting. tidak di depan umum. dominasi. Pengetahuan dan Pemahaman  Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengeksplorasi bidang-bidang yang ingin diketahuinya. Mengembangkan Harga Diri Siswa  Mengembangkan pengetahuan baru berdasarkan latar pengetahuan yang dimiliki siswanya (scaffolding)  Mengembangkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa  Memfokuskan pada kekuatan dan aset yang dimiliki setiap siswa  Mengembangkan strategi pembelajaran yang bervariasi  Selalu siap memberikan bantuan apabila para siswa mengalami kesulitan  Melibatkan seluruh siswa di kelas untuk berpartisipai dan bertanggung jawab. dianggap penting dan apresiasi dari orang lain. b. jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi. status.  Sekolah mengembangkan tutor sebaya  Sekolah mengembangkan bentuk-bentuk ekstra kurikuler yang beragam.  Sekolah mengembangkan diskusi kelas yang tidak hanya untuk kepentingan pembelajaran. karakteristik kepribadian dan latar belakangnya)  Guru lebih banyak memberikan komentar dan umpan balik yang positif dari pada yang negatif. Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri: Di sisi lain.  Ketika harus mendisiplinkan siswa.  Berusaha melibatkan para siswa dalam setiap pengambilan keputusan yang terkait dengan kepentingan para siswa itu sendiri.

(2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Pemenuhan Kebutuhan Akatualisasi Diri: Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi. (3) mampu mengorganisir materi. dan (8) mampu mengalokasikan waktu. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. yang mencakup: merumuskan tujuan. gelisah.  Ruangan dicat dengan warna-warna yang menyenangkan  Memelihara sarana dan pra sarana yang ada di sekeliling sekolah  Ruangan yang bersih dan wangi  Tersedia taman kelas dan sekolah yang tertata indah 5. merencanakan program belajar mengajar merupakan proyeksi guru mengenai kegiatan yang harus dilakukan siswa selama pembelajaran berlangsung. sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. tidak dicintai atau diterima. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.  Perencanaan dan proses pembelajaran yang melibatkan aktivitas meta kognitif siswa. (7) mampu menentukan teknik penilaian. termasuk di dalamnya memampangkan karya-karya seni siswa yang dianggap menarik. (4) merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran. seniman harus melukis. memilih berbagai media dan sumber belajar. singkatnya. Kompetensi Melaksanakan Proses Belajar Mengajar . b. menguraikan deskripsi satuan bahasan. merancang kegiatan belajar mengajar.Berdasarkan uraian di atas.  Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melakukan yang terbaiknya Memberikan kekebasan kepada siswa untuk menggali dan menjelajah kemampuan dan potensi yang dimilikinya  Menciptakan pembelajaran yang bermakna dikaitkan dengan kehidupan nyata. Kompetensi Pedagogik Dalam Undang-undang No. Jika seseorang lapar. dan merencanakan penilaian penguasaan tujuan. tegang. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan. maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penyusunan rencana pembelajaran meliputi (1) mampu mendeskripsikan tujuan. Kompetensi Menyusun Rencana Pembelajaran Menurut Joni (1984:12). (4) mampu menentukan metode/strategi pembelajaran. (3) merencanakan pengelolaan kelas. (2) mampu memilih materi. Orang itu merasa di tepi. kurang sesuatu. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. a. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. dan (5) merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. dan kemampuan melakukan penilaian. kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan: (1) merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pengajaran. atau kurang harga diri. tidak aman. dan penyair harus menulis. Menempelkan hal-hal yang menarik dalam dinding ruangan.  Melibatkan siswa dalam proyek atau kegiatan “self expressive” dan kreatif 1.” “Seorang musisi harus bermusik. (5) mampu menentukan sumber belajar/media/alat peraga pembelajaran.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. (6) mampu menyusun perangkat penilaian.

apakah kegiatan yang lalu perlu diulang. dan bahan latihan yang sesuai dengan tujuan pelajaran. (3) menggunakan media dan metode.Dengan demikian. (6) memotivasi siswa. menilai dan merespon setiap perubahan perilaku siswa. Pada tahap ini disamping pengetahuan teori belajar mengajar. Pada dasarnya melaksanakan proses belajar mengajar adalah menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat menimbulkan perubahan struktur kognitif para siswa. (4) mendemonstrasikan berbagai metode mengajar. Commite dalam Wirawan (2002:22) menjelaskan. misalnya: prinsip-prinsip mengajar. (2) mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan perlengkapan pengajaran.Yutmini (1992:13) mengemukakan. (8) berinteraksi dengan siswa secara komunikatif.Hal serupa dikemukakan oleh Harahap (1982:32) yang menyatakan.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi melaksanakan proses belajar mengajar meliputi (1) membuka pelajaran. penilaian proses belajar mengajar dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan perencanaan kegiatan belajar mengajar yang telah disusun dan dilaksanakan. kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan program mengajar adalah mencakup kemampuan: (1) memotivasi siswa belajar sejak saat membuka sampai menutup pelajaran. evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap upaya manusia. Penilaian diartikan sebagai proses yang menentukan betapa baik organisasi program atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai maksud-maksud yang telah ditetapkan. dan (5) melaksanakan evaluasi proses belajar mengajar. diperlukan pula kemahiran dan keterampilan teknik belajar. pengetahuan tentang siswa. media pelajaran. (10) memberikan umpan balik. manakala siswa belum dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. (3) menyajikan bahan pelajaran dengan metode yang relevan dengan tujuan pengajaran. dapat dikatakan bahwa melaksanakan proses belajar mengajar merupakan sesuatu kegiatan dimana berlangsung hubungan antara manusia. (2) menyajikan materi. apakah kegiatan belajar mengajar dicukupkan. Kompetensi Melaksanakan Penilaian Proses Belajar Mengajar Menurut Sutisna (1993:212). dan keterampilan menilai hasil belajar siswa. Dalam kegiatan ini kemampuan yang di tuntut adalah keaktifan guru menciptakan dan menumbuhkan kegiatan siswa belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. (4) menggunakan alat peraga. persyaratan kemampuan yang harus di miliki guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar meliputi kemampuan: (1) menggunakan metode belajar. dan (12) menggunakan waktu. (11) melaksanakan penilaian. apakah metodenya diubah. (7) memperbaiki program belajar mengajar. dengan tujuan membantu perkembangan dan menolong keterlibatan siswa dalam pembelajaran. (5) menggunakan alat-alat bantu pengajaran dengan baik dan benar.Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar menyangkut pengelolaan pembelajaran. (2) mengarahkan tujuan pengajaran. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terlihat dalam mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal siswa. penggunaan alat bantu pengajaran. (3) berkomunikasi dengan siswa. sehingga tujuan pengajaran dapat dikuasai oleh siswa secara efektif dan efisien. c. (7) mengorganisasi kegiatan. (9) menyimpulkan pelajaran.Melaksanakan proses belajar mengajar merupakan tahap pelaksanaan program yang telah disusun. Guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat. (6) melaksanakan layanan bimbingan penyuluhan. dan (8) melaksanakan hasil penilaian belajar. (4) melakukan pemantapan belajar. (5) menggunakan bahasa yang komunikatif. evaluasi yang baik akan menyebarkan pemahaman dan perbaikan . dalam menyampaikan materi pelajaran harus dilakukan secara terencana dan sistematis. kemudian mendiagnosis. penggunaan metode mengajar.

Kompetensi personal ini mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri. sehingga dapat diupayakan tindak lanjut hasil belajar siswa. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya).Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah “kemampuan kepribadian yang mantap. (14) mampu melaksanakan tindak lanjut. (7) mampu membuat interpretasi kecenderungan hasil penilaian. 2. dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik”. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya. sehingga tindak lanjut hasil belajar akan dapat diupayakan dan dilaksanakan. melaksanakan penilaian proses belajar mengajar merupakan bagian tugas guru yang harus dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran. ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan.Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. pengarahan diri. arif. Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. Selain itu. Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetensi personal. (10) mampu menyimpulkan dari hasil penilaian secara jelas dan logis. Kompetensi Kepribadian Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. dan perwujudan diri.Tujuan utama melaksanakan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa. penerimaan diri. dan (16) mampu menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian.Berdasarkan uraian di atas kompetensi pedagogik tercermin dari indikator (1) kemampuan merencanakan program belajar mengajar. dan (3) kemampuan melakukan penilaian. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). (11) mampu menyusun program tindak lanjut hasil penilaian. berakhlak mulia. (3) mampu memperbaiki soal yang tidak valid. (4) mampu memeriksa jawab.pendidikan. meliputi (1) mampu memilih soal berdasarkan tingkat kesukaran. sedangkan evaluasi yang salah akan merugikan pendidikan. (15) mampu mengevaluasi hasil tindak lanjut. memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia. (9) mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil penilaian. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher . (5) mampu mengklasifikasi hasil-hasil penilaian. (2) kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penilaian belajar peserta didik. yaitu kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik. (6) mampu mengolah dan menganalisis hasil penilaian. Dalam kaitan ini. Dengan demikian. (2) mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda. (12) mengklasifikasi kemampuan siswa. (8) mampu menentukan korelasi soal berdasarkan hasil penilaian. (13) mampu mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian.

(7) mampu melaksanakan evaluasi belajar dan (8) mampu menumbuhkan motivasi peserta didik. (2) pengetahuan tentang budaya dan tradisi. penghayatan dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. (9) melakukan penelitian ilmiah (action research). (3) kepribadian. (5) mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas belajar lain. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. psikologis. rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya.Education. (7) menulis modul. Kompetensi Profesional Menurut Undang-undang No. (2) pemahaman. (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi sumber inspirasi bagi subyek didik. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan beserta unsur-unsurnya. 3. (8) menulis karya ilmiah. dan sebagainya. (6) mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pengajaran. (6) menulis buku pelajaran. sikap hidup ditampilkan dalam upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya. berwibawa. (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran. (4) pengetahuan tentang estetika. kompetensi profesional adalah “kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”. (11) membuat alat peraga/media. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik.Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan iptek yang mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah. (5) menulis/menyusun diktat pelajaran. dan (2) keteladanan. dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut. (4) mengerti dan dapat menerapkan metode mengajar yang sesuai. mengemukakan kompetensi pribadi meliputi (1) pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama. pemahaman wawasan. (3) pengetahuan tentang inti demokrasi. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. (7) setia terhadap harkat dan martabat manusia. Sedangkan kompetensi guru secara lebih khusus lagi adalah bersikap empati. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan personal guru.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi profesional meliputi (1) pengembangan profesi. (13) mengikuti .Berdasarkan uraian di atas. (2) mengerti dan menerapkan teori belajar sesuai dengan tingkat perkembangan perilaku peserta didik. (10) menemukan teknologi tepat guna. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini atas penguasaan bahan yang harus diajarkan. (5) memiliki apresiasi dan kesadaran sosial. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. (6) memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan. nilai. (3) penguasaan proses-proses kependidikan. mengemukakan kompetensi profesional guru mencakup kemampuan dalam hal (1) mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis. dan penguasaan bahan kajian akademik. (12) menciptakan karya seni. maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. kompetensi kepribadian guru tercermin dari indikator (1) sikap. terbuka. bertanggung jawab dan mampu menilai diri pribadi. dan patut diteladani oleh siswa. (3) mampu menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya. mencakup (1) penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. (2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. keguruan dan pembelajaran siswa. (4) menulis makalah.

(2) memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran. kepala sekolah. Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial. (2) menguasai substansi materi. dan kecakapan saja. yaitu untuk menjadi guru yang baik tidak cukup digantungkan kepada bakat. (3) kemampuan pengembangan profesi. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. dan masyarakat sekitar”. (3) interaksi guru dengan rekan kerja.Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi. dan (3) mempunyai program yang menjurus untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dan kemajuan pendidikan.Berdasarkan uraian di atas. dan (5) interaksi guru dengan masyarakat. (2) kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah. dan (15) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. (4) interaksi guru dengan orang tua siswa.pelatihan terakreditasi. (3) menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa. . (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil belajar.Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. pegawai tata usaha. orangtua/wali peserta didik. menjelaskan kompetensi sosial guru adalah salah satu daya atau kemampuan guru untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang baik serta kemampuan untuk mendidik.Penguasaan bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah “kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. Untuk dapat melaksanakan peran sosial kemasyarakatan. kompetensi profesional guru tercermin dari indikator (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran. sesama guru. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik. Kompetensi Sosial Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. kompetensi sosial guru tercermin melalui indikator (1) interaksi guru dengan siswa. dan (4) pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan 4. (6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah. (4) memahami fungsi sekolah. tetapi juga harus beritikad baik sehingga hal ini bertautan dengan norma yang dijadikan landasan dalam melaksanakan tugasnya. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan dengan orang lain. membimbing masyarakat dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. guru harus memiliki kompetensi (1) aspek normatif kependidikan.Berdasarkan uraian di atas. (14) mengikuti pendidikan kualifikasi. kecerdasan. (2) interaksi guru dengan kepala sekolah. bahkan dengan anggota masyarakat. (2) pertimbangan sebelum memilih jabatan guru. sesama guru. (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah.