Teori kebutuhan menurut Maslow Berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan

yakni : 1. Kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex 2. Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual 3. Kebutuhan akan kasih sayang (love needs) 4. Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbolsimbol status 5. aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata. Adapun kemungkinan aplikasi teori kebutuhan menurut Maslow sebagai berikut : 1. Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis: Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. [7]Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat estrim (misalnya kelaparan) bisa manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu.[7] Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs).[7]  Menyediakan program makan siang yang murah atau bahkan gratis.  Menyediakan ruangan kelas dengan kapasitas yang memadai dan temperatur yang tepat  Menyediakan kamar mandi/toilet dalam jumlah yang seimbang.  Menyediakan ruangan dan lahan untuk istirahat bagi siswa yang representatif. 2. Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman: Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya.[5] Karena adanya kebutuhan inilah maka [[manusia[[ membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pensiun dan sebagainya.[5] Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif.[5]  Sikap guru: menyenangkan, mampu menunjukkan penerimaan terhadap siswanya, dan tidak menunjukkan ancaman atau bersifat menghakimi.  Adanya ekspektasi yang konsisten  Mengendalikan perilaku siswa di kelas/sekolah dengan menerapkan sistem pendisiplinan siswa secara adil.  Lebih banyak memberikan penguatan perilaku (reinforcement) melalui pujian/ ganjaran atas segala perilaku positif siswa dari pada pemberian hukuman atas perilaku negatif siswa. 3. Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang atau Penerimaan: Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness and love needs). [5]Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain.[5] Ia ingin mencintai dan dicintai.[5] Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan.[5] Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya "akar" dalam masyarakat.[5] Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll.[5] Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga.[5] Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan.[5] a. Hubungan Guru dengan Siswa:  Guru dapat menampilkan ciri-ciri kepribadian : empatik, peduli dan intereres terhadap siswa, sabar, adil, terbuka serta dapat menjadi pendengar yang baik.

jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi. sedapat mengkin dilakukan secara pribadi.[7] a. ketenaran. Guru dapat menerapkan pembelajaran individua dan dapat memahami siswanya (kebutuhan. kompetensi. karakteristik kepribadian dan latar belakangnya)  Guru lebih banyak memberikan komentar dan umpan balik yang positif dari pada yang negatif. tidak saling mencemoohkan.  Guru dapat menjadi penolong yang bisa diandalkan dan memberikan kepercayaan terhadap siswanya. c. [5] Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. penguasaan. status. potensi. tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization). seperti olah raga atau kesenian. 4.  Menyediakan pembelajaran yang memberikan tantangan intelektual melalui pendekatan discoveryinquiry  Menyediakan topik-topik pembelajaran dengan sudut pandang yang beragam  Menyediakan kesempatan kepada para siswa untuk berfikir filosofis dan berdiskusi. maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). percaya diri dan kemandirian. dianggap penting dan apresiasi dari orang lain. tidak di depan umum. Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri: Di sisi lain.  Mengembangkan kurikulum yang dapat mengantarkan setiap sisiwa untuk memiliki sikap empatik dan menjadi pendengar yang baik. adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan.[5] Orangorang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri.  Berusaha melibatkan para siswa dalam setiap pengambilan keputusan yang terkait dengan kepentingan para siswa itu sendiri. b.  Ketika harus mendisiplinkan siswa.  Mengembangkan program “star of the week”  Mengembangkan program penghargaan atas pekerjaan.  Guru dapat menghargai dan menghormati setiap pemikiran.  Sekolah mengembangkan tutor sebaya  Sekolah mengembangkan bentuk-bentuk ekstra kurikuler yang beragam. dominasi. Penghargaan dari pihak lain  Mengembangkan iklim kelas dan pembelajaran kooperatif dimana setiap siswa dapat saling menghormati dan mempercayai.  Sekolah mengembangkan diskusi kelas yang tidak hanya untuk kepentingan pembelajaran. usaha dan prestasi yang diperoleh siswa. Estetik  Menata ruangan kelas secara rapi dan menarik . melalui berbagai forum. d. Hubungan Siswa dengan Siswa:  Sekolah mengembangkan situasi yang memungkinkan terciptanya kerja sama mutualistik dan saling percaya di antara siswa  Sekolah dapat menyelenggarakan class meeting.[5] Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain. Mengembangkan Harga Diri Siswa  Mengembangkan pengetahuan baru berdasarkan latar pengetahuan yang dimiliki siswanya (scaffolding)  Mengembangkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa  Memfokuskan pada kekuatan dan aset yang dimiliki setiap siswa  Mengembangkan strategi pembelajaran yang bervariasi  Selalu siap memberikan bantuan apabila para siswa mengalami kesulitan  Melibatkan seluruh siswa di kelas untuk berpartisipai dan bertanggung jawab. minat.[5] Pertama. pendapat dan keputusan setiap siswanya. Pengetahuan dan Pemahaman  Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengeksplorasi bidang-bidang yang ingin diketahuinya. b. kebanggaan.

Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. Jika seseorang lapar. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan. seniman harus melukis. tegang. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. (2) mampu memilih materi. a. (2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar. dan (8) mampu mengalokasikan waktu. termasuk di dalamnya memampangkan karya-karya seni siswa yang dianggap menarik. (3) mampu mengorganisir materi. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. kurang sesuatu.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi. Pemenuhan Kebutuhan Akatualisasi Diri: Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi.  Perencanaan dan proses pembelajaran yang melibatkan aktivitas meta kognitif siswa. memilih berbagai media dan sumber belajar. tidak aman. Kompetensi Melaksanakan Proses Belajar Mengajar .” “Seorang musisi harus bermusik.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penyusunan rencana pembelajaran meliputi (1) mampu mendeskripsikan tujuan.  Ruangan dicat dengan warna-warna yang menyenangkan  Memelihara sarana dan pra sarana yang ada di sekeliling sekolah  Ruangan yang bersih dan wangi  Tersedia taman kelas dan sekolah yang tertata indah 5. tidak dicintai atau diterima. (7) mampu menentukan teknik penilaian. Menempelkan hal-hal yang menarik dalam dinding ruangan. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. Kompetensi Menyusun Rencana Pembelajaran Menurut Joni (1984:12). merencanakan program belajar mengajar merupakan proyeksi guru mengenai kegiatan yang harus dilakukan siswa selama pembelajaran berlangsung. (5) mampu menentukan sumber belajar/media/alat peraga pembelajaran. (4) mampu menentukan metode/strategi pembelajaran. maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan.  Melibatkan siswa dalam proyek atau kegiatan “self expressive” dan kreatif 1. dan merencanakan penilaian penguasaan tujuan.  Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melakukan yang terbaiknya Memberikan kekebasan kepada siswa untuk menggali dan menjelajah kemampuan dan potensi yang dimilikinya  Menciptakan pembelajaran yang bermakna dikaitkan dengan kehidupan nyata. (3) merencanakan pengelolaan kelas. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri. sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. dan (5) merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. b. singkatnya.Berdasarkan uraian di atas. (6) mampu menyusun perangkat penilaian. yang mencakup: merumuskan tujuan. menguraikan deskripsi satuan bahasan. (4) merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran. dan kemampuan melakukan penilaian. Kompetensi Pedagogik Dalam Undang-undang No. dan penyair harus menulis. merancang kegiatan belajar mengajar. gelisah. kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan: (1) merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pengajaran. atau kurang harga diri.

(7) mengorganisasi kegiatan. evaluasi yang baik akan menyebarkan pemahaman dan perbaikan . (5) menggunakan bahasa yang komunikatif. (8) berinteraksi dengan siswa secara komunikatif. (11) melaksanakan penilaian.Dengan demikian. media pelajaran. (3) menggunakan media dan metode. persyaratan kemampuan yang harus di miliki guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar meliputi kemampuan: (1) menggunakan metode belajar. dalam menyampaikan materi pelajaran harus dilakukan secara terencana dan sistematis. (4) melakukan pemantapan belajar. misalnya: prinsip-prinsip mengajar.Melaksanakan proses belajar mengajar merupakan tahap pelaksanaan program yang telah disusun. (6) melaksanakan layanan bimbingan penyuluhan. sehingga tujuan pengajaran dapat dikuasai oleh siswa secara efektif dan efisien. apakah kegiatan yang lalu perlu diulang. (4) menggunakan alat peraga. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terlihat dalam mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal siswa.Hal serupa dikemukakan oleh Harahap (1982:32) yang menyatakan. penggunaan alat bantu pengajaran. dan (5) melaksanakan evaluasi proses belajar mengajar. (10) memberikan umpan balik. (4) mendemonstrasikan berbagai metode mengajar.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi melaksanakan proses belajar mengajar meliputi (1) membuka pelajaran. (2) mengarahkan tujuan pengajaran. diperlukan pula kemahiran dan keterampilan teknik belajar. dengan tujuan membantu perkembangan dan menolong keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kompetensi Melaksanakan Penilaian Proses Belajar Mengajar Menurut Sutisna (1993:212). dan bahan latihan yang sesuai dengan tujuan pelajaran. penilaian proses belajar mengajar dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan perencanaan kegiatan belajar mengajar yang telah disusun dan dilaksanakan. dan (8) melaksanakan hasil penilaian belajar. (2) menyajikan materi. Penilaian diartikan sebagai proses yang menentukan betapa baik organisasi program atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai maksud-maksud yang telah ditetapkan. apakah kegiatan belajar mengajar dicukupkan.Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar menyangkut pengelolaan pembelajaran. (5) menggunakan alat-alat bantu pengajaran dengan baik dan benar. apakah metodenya diubah. (6) memotivasi siswa. Guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat.Yutmini (1992:13) mengemukakan. Commite dalam Wirawan (2002:22) menjelaskan. dapat dikatakan bahwa melaksanakan proses belajar mengajar merupakan sesuatu kegiatan dimana berlangsung hubungan antara manusia. Pada tahap ini disamping pengetahuan teori belajar mengajar. (2) mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan perlengkapan pengajaran. kemudian mendiagnosis. manakala siswa belum dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. (3) menyajikan bahan pelajaran dengan metode yang relevan dengan tujuan pengajaran. penggunaan metode mengajar. (7) memperbaiki program belajar mengajar. menilai dan merespon setiap perubahan perilaku siswa. (3) berkomunikasi dengan siswa. Dalam kegiatan ini kemampuan yang di tuntut adalah keaktifan guru menciptakan dan menumbuhkan kegiatan siswa belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Pada dasarnya melaksanakan proses belajar mengajar adalah menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat menimbulkan perubahan struktur kognitif para siswa. (9) menyimpulkan pelajaran. pengetahuan tentang siswa. dan keterampilan menilai hasil belajar siswa. c. dan (12) menggunakan waktu. kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan program mengajar adalah mencakup kemampuan: (1) memotivasi siswa belajar sejak saat membuka sampai menutup pelajaran. evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap upaya manusia.

(4) mampu memeriksa jawab. memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia. (8) mampu menentukan korelasi soal berdasarkan hasil penilaian. Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetensi personal. sehingga dapat diupayakan tindak lanjut hasil belajar siswa.Berdasarkan uraian di atas kompetensi pedagogik tercermin dari indikator (1) kemampuan merencanakan program belajar mengajar. dan perwujudan diri.Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah “kemampuan kepribadian yang mantap. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya. melaksanakan penilaian proses belajar mengajar merupakan bagian tugas guru yang harus dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran. Kompetensi personal ini mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri. sedangkan evaluasi yang salah akan merugikan pendidikan. berakhlak mulia. sehingga tindak lanjut hasil belajar akan dapat diupayakan dan dilaksanakan.Tujuan utama melaksanakan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa. (15) mampu mengevaluasi hasil tindak lanjut. (3) mampu memperbaiki soal yang tidak valid. (7) mampu membuat interpretasi kecenderungan hasil penilaian. (14) mampu melaksanakan tindak lanjut. meliputi (1) mampu memilih soal berdasarkan tingkat kesukaran. Dengan demikian. arif. sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya). ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan.pendidikan. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher .Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi penilaian belajar peserta didik. (12) mengklasifikasi kemampuan siswa. dan (3) kemampuan melakukan penilaian. Kompetensi Kepribadian Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. pengarahan diri. (11) mampu menyusun program tindak lanjut hasil penilaian.Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. penerimaan diri. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. (6) mampu mengolah dan menganalisis hasil penilaian. (2) kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. 2. dan (16) mampu menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian. (13) mampu mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian. Dalam kaitan ini. (10) mampu menyimpulkan dari hasil penilaian secara jelas dan logis. Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. (5) mampu mengklasifikasi hasil-hasil penilaian. Selain itu. dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik”. (9) mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil penilaian. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. (2) mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda. yaitu kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik.

(3) penguasaan proses-proses kependidikan. pemahaman wawasan. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi sumber inspirasi bagi subyek didik. (6) mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pengajaran. (11) membuat alat peraga/media. (2) pengetahuan tentang budaya dan tradisi. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan beserta unsur-unsurnya. mengemukakan kompetensi pribadi meliputi (1) pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama. dan (2) keteladanan. (2) mengerti dan menerapkan teori belajar sesuai dengan tingkat perkembangan perilaku peserta didik. dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut. keguruan dan pembelajaran siswa. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. (12) menciptakan karya seni. kompetensi kepribadian guru tercermin dari indikator (1) sikap. rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya. mengemukakan kompetensi profesional guru mencakup kemampuan dalam hal (1) mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis. psikologis. maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. nilai. (6) memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan. (5) menulis/menyusun diktat pelajaran. (5) mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas belajar lain. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan personal guru. (6) menulis buku pelajaran. (10) menemukan teknologi tepat guna. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. terbuka. kompetensi profesional adalah “kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”. Kompetensi Profesional Menurut Undang-undang No. (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran. (4) pengetahuan tentang estetika.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi profesional meliputi (1) pengembangan profesi. (2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya.Berdasarkan uraian di atas. 3. dan penguasaan bahan kajian akademik. (7) menulis modul. penghayatan dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. (13) mengikuti .Education. (7) setia terhadap harkat dan martabat manusia. (7) mampu melaksanakan evaluasi belajar dan (8) mampu menumbuhkan motivasi peserta didik. (4) menulis makalah. bertanggung jawab dan mampu menilai diri pribadi. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini atas penguasaan bahan yang harus diajarkan. Sedangkan kompetensi guru secara lebih khusus lagi adalah bersikap empati. (3) kepribadian. berwibawa.Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan iptek yang mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah. dan patut diteladani oleh siswa. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik. (2) pemahaman. sikap hidup ditampilkan dalam upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya. (3) pengetahuan tentang inti demokrasi. dan sebagainya. (9) melakukan penelitian ilmiah (action research). (5) memiliki apresiasi dan kesadaran sosial. (4) mengerti dan dapat menerapkan metode mengajar yang sesuai. (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah. mencakup (1) penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. (3) mampu menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. (8) menulis karya ilmiah.

(6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah. guru harus memiliki kompetensi (1) aspek normatif kependidikan. (2) menguasai substansi materi. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan dengan orang lain. Kompetensi Sosial Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil belajar. yaitu untuk menjadi guru yang baik tidak cukup digantungkan kepada bakat.pelatihan terakreditasi.Penguasaan bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan. menjelaskan kompetensi sosial guru adalah salah satu daya atau kemampuan guru untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang baik serta kemampuan untuk mendidik. dan (4) pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan 4. Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. (14) mengikuti pendidikan kualifikasi. (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah. membimbing masyarakat dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. (3) kemampuan pengembangan profesi. dan kecakapan saja. (2) pertimbangan sebelum memilih jabatan guru. Untuk dapat melaksanakan peran sosial kemasyarakatan.Berdasarkan uraian di atas. bahkan dengan anggota masyarakat.Berdasarkan uraian di atas.Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education. Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah “kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. (2) kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah. sesama guru. dan (15) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. dan (5) interaksi guru dengan masyarakat.Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi. kompetensi profesional guru tercermin dari indikator (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran. (4) interaksi guru dengan orang tua siswa. (2) memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran. (3) menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa. dan (3) mempunyai program yang menjurus untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dan kemajuan pendidikan. sesama guru. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. pegawai tata usaha. tetapi juga harus beritikad baik sehingga hal ini bertautan dengan norma yang dijadikan landasan dalam melaksanakan tugasnya. (3) interaksi guru dengan rekan kerja. dan masyarakat sekitar”. kepala sekolah. orangtua/wali peserta didik. kecerdasan. kompetensi sosial guru tercermin melalui indikator (1) interaksi guru dengan siswa. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik. (2) interaksi guru dengan kepala sekolah. . (4) memahami fungsi sekolah.