MATAHARI DAN AKTIVITASNYA Clara Y. Yatini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Jl. Dr.

Junjunan 133 Bandung email: clara@bdg.lapan.go.id Pendahuluan Sebagai pusat tata surya, matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan bumi. Oleh sebab itu matahari merupakan sumber panas dan cahaya di bumi, sehingga perubahanperubahan yang terjadi di matahari akan memberikan dampak juga di bumi. Pengetahuan mengenai matahari sangat diperlukan karena sebagai bintang yang paling dekat dengan bumi, matahari relatif lebih ¶mudah¶ diamati dibandingkan bintang-bintang yang lain sehingga membuka jalan bagi manusia untuk mempelajari alam semesta. Matahari membangkitkan energinya dipusatnya, dengan melakukan rekasi nuklir, merubah inti hidrogen menjadi helium dan seterusnya, sehingga dapat dikatakan sebagai laboratorium fisika yang sangat besar. Energi yang dibangkitkan ini kemudaian akan dipancarkan keluar. Energi ini juga akan sampai di bumi, dan akan sangat mempenaruhi lingkungan bumi. Perubahan iklim dalam jangka panjang ditengarai juga merupakan akibat aktivitas matahari ini. Sejumlah partikel berenergi yang dilepaskan dari matahari, baik itu berupa angin surya, lontaran massa korona (CME), maupun flare dapat mempengaruhi lingkungan bumi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Partikel berenergi yang terlontar dapat mempengaruhi orbit dan operasional satelit, dan dapat pula mempengaruhi umur (life time) satelit. Komunikasi yang memanfaatkan lapisan ionosfer bumi, yaitu komunikasi radio frekuensi tinggi dan navigasi berbasis satelit, juga akan terganggu. Survey geomagnet yang seringkali digunakan untuk mencari sumber-sumber mineral juga terpengaruh. Aurora yang terjadi di kutub juga merupakan akibat dari aktivitas matahari. Berdasarkan akibat-akibat yang ditimbulkannya, maka sangat penting bagi manusia untuk mempelajari matahari, terutama untuk mengantisipasi dampak-dampak buruk yang dapat diakibatkan oleh aktivitasnya. Bagian-Bagian Matahari Matahari terdiri dari bagian-bagian penting yaitu sebagai berikut: a. Bagian dalam matahari (solar interior) b. Fotosfer (permukaan matahari) c. Kromosfer d. Korona

Di akhir daerah ini kerapatan turun dengan drastis hingga mencapai 0. lapisan antara (interface layer). Profil kerapatan (kiri) dan temperatur (kanan) di bagian dalam matahari (sumber: Marshall Space Flight Center) 2.000 °C. Di sini energi dibawa ke permukaan matahari secara konveksi. Setelah zona radiatif ini terjadi perubahan kecepatan aliran fluida yang akan memperkuat garis gaya medan magnetik. Temperatur di inti mencapai 15. yaitu mencapai 150 g/cm3.000. Gambar 2. yaitu 0.2. Bagian paling luar dari interior matahari adalah zona konvektif.1. dan daerah konvektif. yang disebut dengan rotasi diferensial.1.000 °C dengan kerapatan yang sangat besar. Fotosfer in berupa gas dan tebalnya µhanya¶ 100 km. Di bagian ekuator. Profil kerapatan dan temperatur di bagian dalam matahari diperlihatkan pada gambar 2. Fotosfer Permukaan matahari yang terlihat disebut sebagai fotosfer (gambar 2.2.0000002 g/cm3. Bagian dalam matahari (solar interior) Bagian dalam matahari terdiri dari inti matahari.000. Penelitian memperlihatkan bahwa pada lapisan ini dibentuk medanmagnet yang ada di matahari. daerah radiatif. Lapisan ini disebut sebagaitachocline (lapisan antara). Di bagian inti terjadi reaksi inti yang mengubah hidrogen menjadi helium. matahari . Di permukaan matahari suhunya turun menjadi 5700°K dan kerapatannyapun menjadi sangat rendah.2). Reaksi ini menghasilkan energi yang nantinya akan dilepaskan oleh matahari. Matahari berotasi dengan kecepatan yang tidak sama antara bagian kutub dan bagian ekuator.2 g/cm3 dan temperaturnya menjasi 2. Energi yang dihasilkan di inti secara radiasi dipancarkan melalui zona radiatif.1.

Bintik matahari dapat bertahan dengan kalahidup yang sangat bervariasi. sedangkan di kutub periode rotasinya adalah sekitar 30 hari. fitur yang tampak di permukaan matahari ini antara lain adalah bintik matahari. Bintikmatahari (sunspot) Bintik matahari merupakan tampakan gelap di permukaan matahari. Bintik matahari merupakan daerah di fotosfer yang mempunyai medan magnetik yang kuat.1. dan supergranula. Pada umumnya bintik matahari terbentuk akibat puntiran medan magnet yang disebabkan oleh rotasi diferensial.2. Fotosfer (permukaan matahari) yang tampak (sumber: Solar and Heliospheric Observatory) . Dengan menggunakan teleskop. dan terbentuk dalam suatu kelompok yang disebut daerah aktif yang mempunyai dua polaritas yang berlawanan.berotasi lebih cepat. karena temperaturnya yang lebih rendah dari sekelilingnya (sekitar 3600 K).2.3). granula. 2. fakula. dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Berikut in adalah beberapa fitur yang tampak di permukaan matahari. Gambar 2. yaitu dalam 27 hari. Bintik matahari terdiri dari bagian tengah yang gelap yang disebut umbra dan tepi yang kurang gelap yang disebut penumbra (gambar 2.

4). Granula dan Supergranula Granula tampakseperti sel-sel yang menutupi seluruh permukaan matahari (lihat gambar 2. yaitu sekitar 35000 km. Plage tampak sebagai daerah yang terang. Fakula Fakula tampak seperti benang-benang gelap di permukaan matahari. lapisan ini mempunyai temperatur yang lebih tinggi.4. Korona . akan tetapi lebih lemah dari pada medan magnetik di bintik matahari.Gambar 2. dibandingkan dengan granula yang hanya sekitar 20 menit Gambar 2. Kromosfer umumnya diamati dalam panjang gelombang H . Struktur bintik matahari 2.2. Pada kromosfer tampak adanya chromospheric network. sedangkan fakula tampak seperti benang-benang gelap di permukaan matahari. Kromosfer Terletak di atas fotosfer. Granula berdiameter sekitar 1000 km.2. kemudian mendingin dan kembali lagi ke bawah.3. plage. seperti halnya bintik. fakula juga merupakan manifestasi medan magnetik. dan bila terdapat di tepi disebut sebagai prominens 2. Granula merupakan akibat dari proses konveksi. dan mempunyai umur yang lebih panjang. yaitu sekitar 1 atau 2 hari. fakula dan prominens. Struktur granula di fotosfer matahari (Sumber: Marshall Space Flight Center) 2. sekitar 20000°C.2. Fluida yang panas muncul ke matahari.3. kecuali di daerah bintik matahari.3.4. Sedangkan supergranula mempunyai ukuran yang lebih besar. 2.

Dari semua aktivitasnya. Angin matahari yang berkecepatan tinggi berasal dari lubang korona. Medan magnetik ini dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena di matahari. 3. bergantung pada peralatan dan pengamat g : banyaknya grup bintik f : banyaknya bintik individu Bintik matahari mempunyai siklus yang periodenya berkisar antara 9 ± 12 tahun (gambar 2. Medan Magnetik di Matahari Medan magnetik matahari dibangkitkan di bagian dalam matahari. hariaan. Pada korona juga terdapat lubang korona (coronal hole) yang merupakan tempat medan magnetik yang terbuka. akan tetapi sebaliknya pada saat matahari aktivitasnya tinggi.Aktivitas Matahari Matahari mempunyai aktivitas yang terus menerus.Lapisan terluar dari atmosfer matahari adalah korona.4 kiri). di lapisan tachocline.2. Siklus bintik juga merupakan akibat dari medan magnetik matahari yang berubah. 3. Temperatur dilapisan ini mencapai lebih dari satu juta derajat.1. Oleh karena itu pemahaman tentang medan magnetik ini akan menjadi sangat penting 3. Misalnya. Banyaknya bintik bervariasi. Prominens muncul dari permukaan matahari karena dibawa oleh medan magnetik. dankemudian dalam perjalanannya . Perbedaan panas yang sedemikian besar dengan kromosfer merupakan pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab seluruhnya. Aktivitasnya bervariasi dari jam-an. yang tampaknya paling berperan adalah medan magnetik yang ada di matahari. bintik matahari merupakan tempat medan magnetik yang kuat di permukaan matahari. Aktivitas matahari yang paling umum dikenal adalah yang mempunyai periode 11 tahun-an. Fenomena di medium antar planet juga berkaitan dengan medan magnetik dari matahari. Bintik Matahari Bintikmatahari merupakan daerah di permukaan matahari yang tampak lebih gelap dari pada sekelilingnya. jumlah bintik sedikit. Jumlah bintik di permukaan matahari umumnya dinyatakan dengan bilangan sunspot (sunspot number) yang dihitung menggunakan persamaan dengan R : bilangan sunspot k : konstanta. Medan magnetik terbentuk akibat aliran ion dan elektron yang bermuatan. tergantung pada tingkat aktivitas matahari. Bintik matahari terbentuk di daerah lintang tinggi. bahkan sampai bertahun-tahun. jumlah bintik juga makin banyak. Pada saat matahari tenang.

3. yaitu di sekitar bintik matahari.akan makin mendekati ekuator. Flare Flare adalah ledakan besar di matahari yang memancarkan energi yang sangat besar (contohnya pada gambar 2. Siklus bintik matahari sejak tahun 1700 (kiri) dan diagram kupu-kupu yang menunjukkan posisi bintik matahari dalam siklusnya (kanan) (sumber : Marshall Space Flight Center) 3.5). Gambaran ini terlihat jelas pada diagram kupu-kupu (butterfly diagram) pada gambar 2. Pada umumnya flare terjadi di daerah aktif di matahari. Flare melepaskan energi dalam berbagai panjang gelombang.4.4 sebelah kanan Gambar 2. mulai dari orde 10-10cm .

5. 1. C. 10-4 Watt/m2 Gambar 2. Terjadinya flare sangat berkaitan dengan medan magnetik di matahari. . Lontaran Masa Korona (CME) Lontaran massa korona (coronal mass ejection) yang sering disingkat sebagi CME adalah lontaran materi dari matahari dalam jumlah yang besar mengikuti garis-garis medan magnetik dan berlangsung selama beberapa jam. flare juga dikelompokkan berdasarkan energi maksimumnya dalam sinar X.6. dan 4. Pada saat matahari minimum kira-kira hanya ada 1 CME per minggu. dan X. Namun demikian ada juga yang terjadi tanpa flare. elektromagnetik. Selain pengelompokan ini. Secara optik flare dikelompokkan berdasarkan luasnya dalam H .4. M. dengan energi maksimumnya berturutturut adalah 10-7. yaitu kelas B. Contoh CME dapat dilihat pada gambar 2. dan aliran materi. Flare (sumber: Marshall Space Flight Center) 3. Kelasnya adalah kelas S (subflare). 3. dan dalam berbagai bentuk. 2. Flare dikelompokkan dalam beberapa kelas.sampai dengan orde 106 cm. CME seringkali terjadi bersama-sama dengan flare atau prominens. Akan tetapi saat matahari maksimum dalam satu hari dapat terjadi rata-rata 2 sampai 3 CME per hari. Jumlah kejadian CME sesuai dengan siklus sunspot. partikel energetik. 10-5. 10-6. CME mulai dikenal sejak tahun 1973 dengan pengamatan yang dilakukan oleh 7th Orbiting Solar Observatory (OSO 7). yang sering disebut dengan importansi.

Aurora yang tampak di kutub (aurora borealis dan aurora australis) adalah akibat dari partikel-partikel angin matahari ini. Penutup Sebagai sumber energi dan gangguan di lingkungan bumi. CME pada tanggal 4 November 2003 (sumber: Solar and Heliospheric Observatory) CME juga memegang peranan penting dalam hubungan matahari-bumi. CME juga dapat mengganggu orbit dan opersional satelit. Kecepatannya bahkan bisa mencapai 800 km/detik bila berasal dari lubang korona. terutama untuk jangka pendek. yang mengakibatkna badai geomagnetik. Di ionosfer. CME dapat mempengaruhi medan magnetik bumi. 3. Di korona temperaturnya sangat tinggi sehingga gravitasi matahari tidak dapat menahan partikel-partikel tersebut dan lepas bersama garis-garis medan magnetik matahari.Gambar 2. matahari memang tetap harus diteliti lebih dalam.6. karena perubahan apapun yang terjadi matahari pasti akan mempengruhi lingkungan bumi. Variasi di matahari yang berlangsung dalam waktu singkatpun harus tetap mendapat perhatian. 4.5. Angin Matahari Matahari memancarkan aliran partikel-partikel yang disebut sebagai angin matahari (solar wind). . Interaksi antara medan magnet bumi dengan angin matahari dapat menyebabkan timbulnya badai di magnetosfer bumi. Sumber angin matahari adalah korona. Di ruang angkasa angin matahari ini akan membentuk heliosfer. Partikel-partikelnya terutama adalah proton dan elektron dengan kecepatan rata-rata sekitar 400 km/detik. CME dapat menyebabkan terganggunya bahkan putusnya komunikasi radio dan komunikasi satelit.

proses terbentuknya flare. dan terjadinya siklus bintik matahari masih menunggu untuk ditemukan jawabannya. Perubahan suhu dari kromosfer ke korona yang begitu drastis.Masih banyak hal yang harus dipecahkan ataupun ditemukan jawabannya berkaitan dengan aktivitas matahari. Proses penelitian ilmiah dengan observasi yang makin canggih diharapkan dapat menjawab permasalahan mengenai matahari ini. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful