MAKALAH MANAJEMAN PRODUKSI AGRIBISNIS

DISUSUN OLEH:

SEPTIAN ANDIANTO C1A008015

KEMENTRIAN PENDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS EKONOMI JURUSAN IESP 2010

berdasarkan hal tersebut.BAB I PENDAHULUAN Produksi agribisnis dapat diartikan sebagai seperangkat prosedur dan kegiatan yang terjadi dalam penciptaan produk agribisnis (produk usaha pertanian.akan menjadi perhatian khusus dari para manajer produksi. Walpun keputusan-keputusan mengenai hal tersebut secara fungsional dapat berada diluar tanggung jawab manajer produksi.manjemen pengadaan.seperti fungsi pengadaan .dan tata letak fasilitas. Manjemen produksi memiliki dampak menyeluruh dan terkait beberapa fungsi .suatu rencana peningkatan produksi sampai 10% akan memiliki dampak terhadap fungsi manajemen keuangan .bahkan memiliki dampak menyeluruh terhadap perusahaan.Artinya.manjaemen teknologi.pengorganisasian.mulai dari keputusan perencanaan.pengendalian.persediaan.ukuran atau volume.pengawasan.pembelian.Misalnya.manajemen penyimpanan.dn lain-lain.dan lain-lain.pengdaan dan penyimpanan. .dan penyimpanan.hingga evaluasi proses produksi.maka manajemen agribisnis dapat dapat diartikan sebagai seperangkat keputusan untuk mendukung proses produksi Agribisnis.dan penjadwalan serta mutu produk.kehutan.segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi memiliki dampak terhadap fungsi-fungsi lainya.peternakan.seperti fungsi personalia.manjemen persediaan.dan hasil olahan produk-produk tersebut).persediaan.tetapi tetap harus diperhatikan oleh manajer produksi dalam rangka menjamin berlangsungnya proses produksi sesuai dengan yang direncanakan.pelaksanaan. mnanjemen sumberdaya manusia. Manajemen produksi.terutama menyangkut keputusan lokasi.keuangan penelitian dan pengembangan.perikanan.

Memahami proses pengolahan hasil pertanian. .Maksud dan tujuan: memahami konsep manajemen produksi agribisnis memahami ruang lingkup manajemen produksi usaha produksi pertanian memehami proses perencanaan produksi pertanian. Memahami ruang lingkup manajemen usaha pengolahan hasil pertanian.

baik program yang sifatnya umum maupun yang spesifik.pada intinya manajemen produksi pertanian mencapai kegiatan perencanaan.seperti perusahaan perkebunan.sebab. 2.Ruang lingkup manajemen produksi pertanian tersebut diuraikan di bawah ini.Namun.sangat variatif dan sngat tergantung kepada jenis komoditas yang diusahakan.lokasi pemasaran.komoditas yang bernilai ekonomis tinggi akan menjadi prioritas utama.usaha agribisnis yang bersekala menengah keatas.mungkin terjadi komoditas ekonomis dalam produksi.perikanan.khususnya subsistem produksi primer/usah tani.suatu usaha produksi yang baru memerlukan perncanaan yang bersifat umum atau yang sering disebut sebagai praperencanaan.peraturan- . 3.baik jangka pendek maupun jangka panjang.Pemilihan komoditas pertanian Pemilihan komoditas yang akan di usahakan memegang peranan penting dalam keberhasilan usaha produksi pertanian.BAB II A.karena umumnya produksi di lakukan di daerah domisili para petani.faktor-fktor yang sangat penting dan harus diputuskan dalam praperencanaan Agribisnis .komoditas yang telah dipilih selanjutnya ditetapkan jenisnya/varietasnya sesuai dengan kondisi topografi dan iklim lokasi yang direncanakan. 1.adalah pemilihan lokasi produksi dan pertimbangan fasilitas.dan dikelola oleh perusahaan dengan modal investasi yang berjumlha besar.dan ketersediaan intensif wilayah.beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi adalah ketersediaan tenaga kerja.Namun. MANJEMEN PRODUKSI DALAM USAHA PRODUKSI PERTANIAN Usaha produksi pertanian.tetapi tidak tetap untuk daerah produksi dan wilayah pemasaran yang akan dituju.serta sekala usaha.Pemilihan lokasi produksi pertanian dan penempatan fasilitas Untuk usaha agribisnis bersekala kecil mungkin pemilihan lokasi produksi tidak menjadi suatu prioritas .maka dibuat rencana yang lebih spesifik menyangkut kebutuhan input-input serta perlengkapan produksi.maka pemiliihan lokasi tersebut akan besar pengaruhnya bagi keberhasikan dan kesinambungan usaha.pertternakan.evaluasi dan pengendalian.Perencanaan produksi pertanian Perencanaan merupakan suatu upaya penyusunan program.tetapi perlu di pertimbangakan hal-hal yang berhubungan dengan pemasaranya.Tingkat upah regional sangat berpengaruh kepada biaya tenaga kerja yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.produksi primer.ketersediaan prasarana dan sarana fisik penunjang.setelah ketiga hal tersebut diputuskan.pengawasan. Tingkat upah regional dan peraturan-peraturan ketenagakerjaan di daerah tersebut juga harus menjadi pertimbangan.

tebu.akan sangat tidak efisien jika diusahakan dalam skala kecil pada komoditas tersebut.maka keputusan mengenai skala usaha menjadi sangat penting.dalam merencanakan usaha produksi pertanian .karet.seperti modal .danlain-lain.peralatan.Akan tetapi.terutama untuk komoditas-komoditas yang tidak tahan lama.secara teoretis.kebijakan Investasi .kina. Ketersediaan saran dan prasarana fisik penujang.penerangan.sifat-sifat dan karakteristik produk-produk pertanian dan perlengkapan.Skala usaha hendaknya diperhitungkan dengan matang sehingga produksi yang dihasilkan tidak mengalami kelebihan pasokan atau kelebihan permintaan.intensif wilayah sangat terkait dengan kebijakn pemerintah daerah yang terkait.kebijakan pajak.Namun.walaupun demikian pada era kemjuan teknologi seperti sekrang ini.pada umumnya.oleh karena itu.begitu juga ketersediaan input.intensif wilayah juga merupakan faktor peertimbangan dalam menetapkan keputusan lokasi produksi.baik secara langsung maupun tidak langsung .teh.. Karakteristik produk dan produksi komoditas pertanian juga menyebabkan skala usaha kecil di bidang Agribisnis kebanyakan dapat mencapai skala ekonomis. 5.sangat penting untuk menjadi pertimbangan dalam keputusan lokasi produksi.kebijakan dan peraturan tenaga kerja.komunikasi.begitu juga keberadaan alat komunikasi akan menjadi penting untuk transfer informasi dari lokasi produksi ke lokasi pasar atau sebaliknya. 4.seperti transportasi dan perhubungan.serta pengairan/sumber air.jarak antara lokasi produksi dan lokasi pasar tidak menjadi prioritas karena dengan teknologi daya tahan produkdapat diperpanjang dan dan jarak relatif dapat diperpendek dengan alat-alat pengangkutan yang cepat.peraturan ketenagakerjaan juga berpengaruh kepada kewajiban-kewajiban perusahaan dalam kaitanya dengan pemanfaatan tenaga kerja.dan lain-lain merupkan intensif wilayah yang mempunyai daya tarik bagi investor untuk berusaha di daerah tersebut. Selanjutnya. Pertimbangan lainya adalah lokasi pemasaran.akan dapat menghasilkan economics of scale yang tinggi.komoditas perkebunan.kenyataan dilapangan sering kali skala besar menjadi tidak ekonomis yang disebabkan oleh karakteristik produk dan produksi komoditas pertanian yang khas.kerja.Perencanaan Proses Produksi Pertanian .Skala usaha Pertanian Skla usaha pertanian sangat terkait dengan ketersediaan input dan pasar.bibit.tanaman holtikultura dapat diusahakan dalam skala yang kecil dengan tingkat efisiensi yang cukup tinggi.dengan operasi produksi tersebut.seperti produk holtikultura.seperti perkebunan inti rakyat(PIR).maka dibentuk pola-pola kemitraan .serta fasilitas produksi dan operasi lainya harus diperhitungkan . Sebaiknya lokasi produksi dekat dengan lokasi pemasaran.budaya pelayanan publik (demokrasi).seperti kelapa sawit .input-input dan sarana produksinya yang kamba (voluinous)menyebabkan ketersediaan sarana dan prasarana fisik tersebut menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan.Skala usaha yang besar.produk pertanian yang umumnya tidak tahan lama memerlukan penanganan dan pengangkutan yang cepat menuju ke lokasi konsumen.

6.penyiangan.modal ventura.maka tiga bulan sebelum bulan Desember mulai dilakukan penanaman.Perencanaan biaya tersebut juga terkait dengan skala usaha yang optimal dan ekonomis untuk menghasilkan pendapatan usaha yang layak.biasanya penjadwalan secara rinci dilakukan secara bertahap.baik bersumber dari modal sendiri maupun dari sumber luar.pembiayaaan melalui kredit .lokasi produksi dan penempatan fasilitas.Biaya produksi pertanian Perencanaan biaya produksi sangat terkait dengan kemampuan pembiayaan dengan kemammpuan pembiayaan yang dimiliki oleh perusahaan.gestation period . Penjadwalan tanaman holtikultura yang berumur pendek memegang peranan penting sehubungan dengan fluktuasi harga dan permintaan dalam setahun. 7.sepertimodal ventura.penjualan saham.pembiyaan.Namun.serta skala usaha yang akan di jalankan.Penjadwalan Proses Pertanian Penjadwalan proses produksi dibuat mulai dari pembukaan lahan sampai kepada pemanenan dan penanganan pasca panen.pola produksi.maka pengelolahan dan pembibitan dilakukan mulai awal bulan juli.pemeliharaan(pemupukan.penjadwalan proses produksi .pembibitan.komoditas yang gestation perod nyarelatif panjang.yakni pada akhir bulan agustus sampai awal september.Dengan demikian.pembiayaan melalui kredit.penanaman.seperti tanaman holtikultura.agribisnis cabai memiliki gestation period selama tiga bulan sejak penanaman.kemudian dihitung mundur.dan sumber-sumber pembiayaan lainya Perencanaan biaya tersebut juga terkait dengan skala usaha yang optimal dan ekonomis untuk menghasilkan pendapatan usaha yang layak.Jika pembibitan dan pengolahan lahan memerlukan waktu satu bulan setengah sebelum lahan siap ditanami.seperti tanaman perkebuna.maka dilanjutkan dengan perencanaan proses produksi adalha biaya produksi. Penjadwlan dilakukan mulai dari pembukaan lahan.kecenderungan permintaan dan fluktuasi harga.jika permintaan dan harga harga cabai sangat tinggi pada bulan desember dan januari.penjualan saham .pemberantasan hama dan penyakit dan lain-lain).dan lain-lain.dan masa panenMasa panen hendaknya disesuaikan dengan waktu di mana kecenderungan permintaan dan harga komoditas tersebut tinggi.terutama untuk komoditas yang memiliki gestation period yang relatif pendek.diharapkan panen perdana mulai dapat dilakukan pada awal .dan sumbersumber input dan sistem pengadaanya. Sebagai contoh.walaupun tetap ada perencanaan jangka panjang yang menyeluruh.maka pengelolahan memerlukan waktu satu bulan setengah sebelum lahan siap ditanami.Khusus dalam pembukaan usah baru diperlukan perencanaan pengadaan fasilitas dirampungkan.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penjadwalan adalah jenis komoditas.maka mulai merencanakan proses produksi.Setelah menetpkan jenis dan varietas komoditas yang akan diusahakan.dan sumber-sumber pembiayaan lainya.

komoditas ganda.dilakukan evaluasi dan penilaian untuk hal-hal dibawah ini.yaitu pergiliran tanaman dan produksi massa.dan moadal.jumlah. 9.maka disusun rencan dan sistem pengadaanya.apakah memproduksi bibit sendiri ataukah membeli dari sumber-sumber lain. Setelah input-input serta sarana dan prasrana produksi di indentifikasi dan dispesifikasi.perlengkapan dan peraltan serta bangunan-bangunan pendukung dan teknologi.dan juga ketersediaan pasar.Pola produksi dapat dibagi kedalam beberapa bentuk.input-input dalam agribisnis adalah bibit.MANAJEMEN PRODUKSI DALAM USAHA PENGELOLAHAN HASIL PERTANIAN Manajemen produksi dalam usaha pengelolahan hasil pertanian (agroindustri)juga memerlukan penanganan yang lebih serius karena sangat tergantung pada ketersediaan masukan.Pemilihan Teknologi .dan multi komoditas.dalam hal pngadaan bibit.Dilain pihak .tenaga kerja.pembiayaan. B.setelah itu.baik dari segi jenis.antara lain berdasarkan: a) jumlah komoditas yaitu komoditas tunggal.obat-obatan.Dua hal mendasar yang perlu menjadi titik perhatian dalam memilih sistem pengadaan adalah membuat sendiri atau membeli.mutu ataupun spesifikasinya.terutama bahan baku.dan juga ketersediaan masukam. 2.pupuk.Perencanaan Pola Produksi pertanian Perencanaan pola produksi memegang perenan penting dalam penjadwalan.sarana dan prasarana produksi adalah areal tempat produksi.Perencanaan Agroindustri Perencanaan agroindustri dimulai dengan penentuan jenis usaha agroindustri apa yang akan dibuka.proses produksi dan operasi. b) sistem produksi.Misalnya. 1.terutama untuk tanaman holtikultura yang memerlukan penanganan cepat.perencanaan tenaga kerja dan input.Keputusan memproduksi sendiri atau membeli sangat tergantung pada biaya imbangan antara kedua alternatif tersebut.penanganan pasca panen.Perencanaan dan sistem pengadaan input-input dan sarana produksi pertanian Perencanaan input-input dan sarana produksi mencakup kegiatan mengidentifikasi input-input dan sarana produksi yang dibutuhkan.desember sehingga produk cabai tersebut dapat dijual dengan harga yang tinggi dan keuntungan yang diperoleh juga tinggi. 8.Secara umum.terutama bahan baku.serta sistem distribusi dan pemasaran.

dan aspek finansialnya(terutama jika harus menggunakan gudang sewaan dan lain-lain ).kebutuhan utiliti. 3.kapasitas penggunaan.seperti biaya pengangkutan dan komunikasi.dan utiliti)serta semua output (produk antara.kehilangan.risiko. Tata letak tenaga kerja (manpower layouts).dan lain-lain.komunikasi dan energi)ketersediaan tenga kerja.sarana dan prasarana fisik (transportasi. Diagram garis produksi (production Line Diagram).jenis diagram ini menggambarkan pengaturan dab jumlah semua input(material.biaya pengadaan.Dengan demikian biaya per unit produksi sangat besar sehingga daya saing produknya kurang. 4.bahan tambahn.Jenis tata letak ini menggambarkan lokasi dan jenis peralatan komunikasi yang diperlukan dalam mendukung kelancaran operasi.investasi saranadan prasarana umum.Dalam pemilihan teknologi terdapat beberapa hal yang perlu dinilai dan di evaluasi.Jenis bagan ini mengambarkan.ketersediaan energi.dan pekerjaan-pekerjaan.kebutuhan tempat atau ruang.Untuk hal ini perlu diperhatikan fasilitas persediaan bahan baku utama yang memerlukan tempat yang besar dengan perlakuanperlakuan khusu untuk menjamin tingginya mutu bahan baku tersebut.biaya sosial (lingkungan).Pemilihan Lokasi Pemilihan lokasi pabrik atau industri pengolahan perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan baku.areal pengembangan. Tata letak transportasi (transportasi layouts).hubungan antara peralatan-peralatan.distribusi. Bagan dan Tata Letak pada Perusahaan Agroindustri Tata letak fungsi umum (General function Layout).lokasi pemasaran.dan lain-lain. Tata letak komunikasi (communicationnLayouts).dan lain-lain.fleksibilitas dalam proses.pengankutan. Tata letak penggunaan utiliti (utilitiy consumtion Layouts ).jenis tat letak ini menunjukan lokasi dan jumlah utiliti yang dibutuhkan sebagai pedoman mengoprasikan instalasi pabrik dan menghitung biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses.dan lain-lain untuk setiap tahap dalam proses atau dalam aliran material pabrik.spesifikasi peralatan.jenis tata letak ini menunjukan jarak dan mode dalam pengangkutan atau pemindahan input dan output ke dan dari lini produksi. - - - .Pemilihan lokasi yang tidak tepat akan menyebabkan pemborosan-pemborsan.baik berupa biaya nyata maupun biaya karena kerusakan.kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pengoprasian.proses pengadaan (ketersediaan barangnya.Jenis diagaram ini menggambarkan lokasi.suku cadanganya.seperti kesesuain teknologi yang digunakan untuk menghasilkan produk dengan kebutuhan pasar produk. Diagram alir bahan (material flow Diagram).pelengkap.bangunan-bangunan.besar bagian tumpukan barang.dan lain-lain.Fasilitas Persediaan dan Masukan Perencanaan fasilitas persediaan dan masukan perlu mempertimbangkan fasilitas pergudangan.jenis tata letak ini menggambarkan jumlah dan jenis tingkat keahlian karyawan yang diperlukan dalam setiap tahap proses dan berguna untuk mengevaluasi intensitas keperluan tenaga manusia dari setiap tahap.dan lain-lain).lokasi dan sumber bahan baku.produk akhir serta enisi dan produk sampingan yang melalui layout pabrik).

\ .dan kondisi fisik lainya.jenis tata leak ini menggambarkan kondisi dari lingkungan alamiah di sekitar atu lokasi pabrik.hidrologis.geologis.baik yang didasarkan pada kondisi geodesi.- Tata Letak Fisik (physical layouts).mekanis.tanah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful