P. 1
Makalah Manajemen an Islam

Makalah Manajemen an Islam

|Views: 595|Likes:
Published by cintiyasafitri

More info:

Published by: cintiyasafitri on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/26/2014

pdf

text

original

Makalah Manajemen Perusahaan Islam Dalam Perspektif Manajemen Strategis

Manajemen merupakan kebutuhan penting untuk memudahkan pencapaian tujuan manusia dalam organisasi. Manajemen diperlukan untuk mengelola berbagai sumberdaya organisasi, seperti sarana, prasarana, waktu, SDM, metode dan lainnya. Manajemen juga menunjukkan cara-cara yang lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Manajemen telah memungkinkan kita untuk mengurangi hambatan-hambatan dalam rangka pencapaian suatu tujuan. Manajemen memberikan prediksi dan imajinasi agar kita dapat mengantisipasi perubahan lingkungan yang serba cepat. Untuk mempermudah dan mendapatkan kepastian akan tercapainya tujuan tersebut, maka para ilmuwan berusaha mencari metode, sistem, teori untuk mencapai tujuan tersebut dan akhirnya dikenallah ilmu manajemen. Para ahli mendefenisikan manajemen dari berbagai segi. Dalam tulisan ini hanya diambil satu defenisi saja, yaitu : ”Proses tertentu yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Defenisi tersebut menjelaskan bahwa dalam manajemen ada unsur tujuan, ada unsur orang dan ada unsur sumber-sumber alam. Faktor inilah yang dikelola secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan. Dalam ilmu manajemen dikenal beberapa fungsi seperti perencanaan, perorganisasian, staffing, pengarahan dan pengawasan. Tulisan ini akan membahas salah satu aspek penting dalam manajemen organisasi bisnis (perusahaan), yaitu manajemen straregis yang dibahas menurut perspektif Islam. Jadi karena fokus bahasan makalah ini adalah pada organisasi perusahaan, maka aspek pembahasannya tidak lagi melulu pada manajemen operasional yang bersifat jangka pendek, fungsional dan rutin, namun lebih pada ”manajemen strategis”. Manajemen IslamiSebagaimana dimaklumi, bahwa manajemen dalam organisasi bisnis (perusahaan) merupakan suatu proses aktivitas penentuan dan pencapaian tujuan bisnis melalui pelaksanaan empat fungsi dasar ; planning, organizing, actuating dan controling dalam penggunaan sumberdaya organisasi. Karena itu aplikasi manajemen organisasi perusahaan hakikatnya adalah juga amal perbuatan SDM organisasi perusahaan yang bersangkutan.Dalam konteks ini, Islam telah menggariskan bahwa hakekat amal perbuatan manusia harus berorientasi pada pencapaian ridha Allah. Hal ini seperti dinyatakan oleh Imam Fudhail bin Iyadh, salah seorang guru Imam Syafi’iy dan perawi hadits yang tsiqah dalam menafsirkan surah al-Muluk ayat 2 : ”Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu siapa yang paling baik amalnya. Dialah Maha Perkasa dan Pengampun.” Ia mensyaratkan dipenuhinya dua syarat sekaligus, yaitu niat yang ikhlas dan cara yang harus sesuai dengan syariat Islam. Bila perbuatan manusia memenuhi dua syarat itu sekaligus, maka amal itu tergolong ahsan (ahsanul amal), yaitu amal terbaik di sisi Allah Swt. Dengan demikian, keberadaan manajemen organisasi harus dipandang pula sebagai suatu sarana untuk memudahkan implementasi Islam dalam kegiatan organisasi tersebut. Implementasi nilai-nilai Islam berwujud pada difungsikannya Islam sebagai kaedah berfikir dan kaedah amal ( tolak ukur perbuatan ) dalam seluruh kegiatan organisasi. Nilai-nilai Islam inilah sesungguhnya yang menjadi nilai-nilai utama organisasi.

Dees dan Alex Miller :Strategic management is a process that combines three major interrelated acitivities : strategic analysis.Al-Hasyar : 7) Dengan demikian. ”Al-Ashlu fil Af’al. (QS.Glueck – Lawrance R. it includes strategy formulation. sedangkan sebagai kaedah amal.David Hunger mendefenisikan manajemen strategis sbb: ”Strategic management is that set of managerial decisions and actions that determine the long-run performance of corporation. (QS.Jauch mendefenisikan managemen strategis sbb : Strategic management is a stream of the decisions and action which leads to the development of an effective strategy or strategies to have achieve objectives. akan senantiasa terikat dengan aturan syari’ah tersebut. maka ikutilah syari’ah itu. orang yang mendambakan keselamatan hidup yang hakiki. nilai-nilai Islam ini akan menjadi payung strategis hingga taktis seluruh aktivitas organisasi. (Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. strategy implementation dan evaluation”. (Hukum asal setiap perbuatan adalah terikat dengan syari’ah).(Manajemen strategi merupakan arus keputusan dan tindakan yang mengarah . (Al-Jatsiyah : 18) ”Maka demi Rabbmu. aqidah dan syari’ah difungsikan sebagai asas atau landasan pola pikir dan beraktifitas. Kegiatan tersebut terdiri dari formulasi strategi. Syari’ah adalah aturan yang diturunkan Allah untuk manusia melalui lisan para RasulNya. perumusan strategi dan implementasi strategi) Sedangkan William F. the strategy management process is the way in which strategic determine objectives and make strategic decisions. Hal ini sesuai dengan kaedah. strategic formulation and strategic implementation. jangan ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (Manajemen strategi adalah suatu proses kombinasi antara tiga aktivitas. at-taqayyudu bil hukm asysyar’iy”. Syari’ah tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap aktivitas manusia. pada hakikatnya adalah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang akan selalu terikat dengan syari’ah. Karena syari’ah mengikat setiap SDM perusahaan. Sementara yang haram akan ditinggalkan semata-mata untuk menggapai keridhaan Allah Swt. yaitu analisis strategi. Tolak ukur syari’ah digunakan untuk membedakan aktivitas yang halal dan haram. termasuk dalam aktivitas organisasi bisnis. Manajemen Strategis Thomas L. ”Kemudian kami jadikan bagi kamu syari’ah. hingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak merasa keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. maka aktivitas perusahaan yang dilakukan SDMnya tidak boleh lepas dari koridor syari’ah. syari’ah difungsikan sebagai tolak ukur kegiatan organisasi. implementasi strategi dan evaluasi strategi) Menurut Gregory G. Aktivitas perusahaan apapun bentuknya. Banyak sekali ayat Alquran yang menegaskan hal tersebut. mereka pada hakekatnya tidak beriman.Sebagai kaedah berfikir.Wheelen dan J. Hanya kegiatan yang halal saja yang dilakukan oleh seorang muslim.Dalam implementasi selanjutnya.An-Nisak (4) : 65) ”Apa saja yang dibawa dan diperintahkan oleh Rasul (berupa syari’ah. Atas dasar nilai-nilai utama itu pula tolak ukur strategis bagi aktivitas perusahaan adalah adalah syari’ah Islam itu sendiri. maka ambillah) dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah”.

budaya organisasi. tipe pekerjaan. Aktivitas analisis ini kerap digabung dalam suatu kesatuan aktivitas yang lebih dikenal sebagai analisis SWOT (Strength. Strategi. Ia mengatur dan menangani kerumitan dalam jangka lebih panjang dengan pokok masalah yang dapat dilihat dari segi organisasi secara menyeluruh dan mendasar demi kelangsungan hidup organisasi bisnis. Tahapan ini bertumpu pada 1. Formulasi ini ditujukan untuk menghasilkan nilai-nilai utama dan orientasi suatu strategi organisasi. tujuan dan sasaran. Tahapan pertama dalam manajemen strategis adalah analisis lingkungan. pengelompokan aktivitas. implementasi strategi. Jika merujuk kepada defenisi-defenisi di atas. hingga prosedur dan program. Visi dan misi 2. 1. 2. Dengan demikian analisis lingkungan eksternal mencakup analisis lingkungan mkro dan lingkungan industri. Keempat unsur strategi induk ini merupakan pilar dalam formulasi strategi. pengkordinasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik horizontal maupun vertikal dalam struktur organisasiSelanjutnya perlu dikemukakan juga di sini model proses manajemen strategi yang dirumuskan oleh Thomas L.kepada perkembangan suatu strategi-strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan. maka dapat dirumuskan bahwa defenisi manajemen strategis dalam perspektif Islam ialah rangkaian proses aktivitas manajemen Islami yang mencakup . Hasil analisis SWOT akan menunjukkan kualitas dan kuantitas posisi organisasi yang kemudian memberikan rekomendasi berupa pilihan strategi generik serta kebutuhan atau modofikasi sumberdaya organisasi. Kepemimpinan. 3. Keempat unsur strategi induk tersebut akan menjadi program bagi suatu perusahaan dalam mengembangkan misinya. pendelegasian wewenang. penugasan kelompok-kelompok aktivitas. 3.Sebagaimana dimaklumi bahwa dalam perspektif manajemen strategis. Sasaran dan 4. Strategi merupakan rencana komprehensif untuk mencapai visi dan misi. Evaluasi dan kontrol terhadap keputusan-keputusan strategis organisasi yang memungkinkan pencapaian tujuannya di masa depan. strategi induk di tingkat korporasi (corporate strategy formulation) dan strategi fungsional (functional strategy formulation) Strategi induk perusahaan merupakan strategi jangka panjang yang spesifik yang berisi rumusan holistik yaitu 1. pengelomp[okan bagian pekerjaan serta . Menurut Faulker dan Johnson. yaitu tahapan yang berintikan pada analisis lingkungan eksternal dan internal organisasi. Tujuan. Formulasi Strategi. Aktivitas pertama mencakup distribusi kerja di antara individu dan kelompok kerja dengan mempertimbangkan tingkatan manajemen. Weakness. Secacara visual unsur stratregi induk tersebut dapat digambarkan sebaga berikut : Tahapan ketiga. yaitu analisis internal organisasi perusahaan. David Hunger. alokasi dan organisasi SDM 2. manajemen strategis menekankan perhatiannya pada penempatan organisasi dalam kaitannya dengan lingkungan yang sedang berubah dan harapan-harapan yang akan dicapai. Opportunity dan Threat).Wheelen dan J. misi dan tujuan organisasi serta bagian-bagiannya.Tahapan analisis lingkungan organisasi.Dengan demikian analisis lingkungan menjadi tiga level ditambah analisis internal tadi. implementasi strategi dan 4. manajemen organisasi bisnis pada hakikatnya mengandung pengertian sebagai proses penetapan struktur peran melalui penentuan kegiatan yang harus ditempuh untuk mencapai visi. Proses manajemen strategi ialah suatu cara dengan jalan bagaimana para perencana strategi menentukan sasaran untuk membuat kesimpulan strategi). Tahapan kedua adalah melakukan formulasi strategi.

Berikut ini akan dikemukakan perbedaan bisnis Islami dan non Islami (konvensional). tetapi semata-mata bersifat etik yang tidak ada hubungannya dengan konsekunesi pahala dan dosa.mengusahakan agar unit-unit itu menyatu seluruhnya dalam sebuah tim sehingga mereka dapat bekerja secara efektif dan efisien. Namun dalam prinsip dan karakter terdapat perbedaan mendasar dengan syari’ah Islam. 2. Keberlangsungan.Proses manajemen strategi yang dirumuskan oleh dapat diterima dan diadopsi oleh Islam. 13. Dengan berlandaskan sekulerisme yang bersendikan pada nilai-nilai material. motivasi. 6stratregi fungsional keuangan. strategi fungsional operasi. Keberkahan atau keridhaan Allah Dari keempat hal tersebut. 8 strategi fungsional SDM dan 9. Pertumbuhan : artinya terus meningka 3. seluruh bangunan bisnis. dalam kurun waktu selam mungkin 4. yakni penilaian kinerja dan pengawasan yang berlanjut dengan berjalannya proses umpan balik. Hal ini guna mendapatkan kepastian akan ketepatan pencapaian strategi induk organisasi. 12. hal yang membedakan orientasi manajemen strategis persepektif syari’ah dengan konvensional adalah pada orientasi pertama. dan mengabaikan aspek keridhaan Allah Swt. Kalaupun ada aturan. manajemen keuangan. Ia berisi rumusan holistik : visi. misi. Aktivitas tersebut menjadi penting kaitannya dengan pembuatan prosedur dan program. kegiatan dan pemanfaatan sumberdaya organisasi diarahkan pada hal-hal yang bersifat bendawi dan menafikan nilai ruhiyah serta keterikatan SDM organisasi pada aturan yang lahir dari nilai-pnilai syari’ah. yakni : 1. akana menjadi rekomendasi masukan bagi perbaikan dan penyempurnaan stratregi dan implementasi berikutnya. Manajemen SDM. aplikasi strategis non Islami tidak memperhatikan aturan halal-haram dalam setiap perencanaan. . keberkahan dan keridhaan Allah. hingga pelaksanaannya (strategi-strategi fungsional). Target hasil : profit materi dan benefit non-materi 2. Aplikasi manajemen strategis Islami yang dikendalikan oleh nilai-nilai syari’ah sama sekali berbeda dengan aplikasi manajemen strategis konvensional yang non Islami. Penilaian kinerja dilakukan sesuai dengan prosedur organisasi yang dikembangkan. 3 orientasi. Perbedaan itu ialah pada cara pengambilan keputusannya. pelaksanaan dan segala usaha yang dilakukan dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Aktivitas kedua meliputi aspek-aspek kepemimpinan efektif berikut pengambilan keputusan. sumberdaya. 4. tujuan dan sasaran yang menerjemahkan orientasi perusahaan.Implementasi manajemen stratregis dengan kendali syari’ah akan membawa organisasi bisnis berorientasi pada pencapai empat hal utama. target hasil dan orientasi ke empat. 10. sehingga dalam aplikasinya juga terdapat perbedaan. Hal ini menjadikan orientasi stratregis perusahaan melulu mengejar keuntungan duniawi saja. Manajemen operasi. manajemen strategis perspektif syari’ah memiliki 14 karakter khas yang membedakannya dengan manajemen strategis konvensional. Manajemen Strategis. Asas. Manajemen Pemasaran. yakni dengahn mengacu pada tolak ukur dan operasional. 5. kewenangan dan tanggung jawabnya serta budaya organisasi. 11. stratregi induk.Tahadapan paling akhir dari proses manajemen strategis adalah evaluasi dan pengawasan. 7 strategi fungsional pemasaran.Membangun Perusahaan bernuansa Islami Strategi induk perusahaan merupakan strategi jangka panjang yang spesifik. dan 14. yaitu : 1. Dari asas sekularismen inilah. Apapun hasiulnya.

misi dan tujuan.Untuk membentuk dan membangun visi perlu diperhatikan tiga hal yang mungkin bisa menggagalkan : 1. Rencana jangka panjang ini sangat diperlukan sebagai barometer atau petunjuk arah aksi organisasi yang dikaitkan dengan kemampuan dan peluang yang ada. As we accompolish our mission. reliable. Visi memberikan suatu deskripsi atau uraian mengenai apa yang akan dicapai (tujuan) perusahaan di masa depan. akan menjadi sosok perusahaan seperti apa dalam lima tahun mendatang. Visi adalah cara pandang yang menyeluruh dan futuristik terhadap keberadaan organisasi. first in qualiality. and cost effective products and services that satisty the electricity relateds needs of all curtomer segmens.Strategi induk pada dasarnya rencana strategis untuk melihat sisi organisasi 5. Effective visions prepare for the future but honor the past8. Effective visions are airmed at empoering our own people first. cost competitive and financially sound. customer second 7. A Vision is concise. stand the test time. perhatikan contoh berikut dan delapan ciri pernyataan visi yang efektif dari Tom Peters. Visi tidak harus diuraikan secara teknis keuangan atau pemasaran. en compasing. bersifat menantang (challenge) dan sekaligus realistic 2. Gagal mengkomunikasikan visi 3. Gagal mempunyai visi yang asli (genuine vision). Effective visions are inspiring 2. and challenging place to work. Gagal menyatukan dukungan setiap orang Untuk membantu menyukseskan pencapaian visi. firt in quality. Effective visions are lived in details not broad strokes. and controls when all else is up for graps. environmentally respondensible. Arah ini mungkin didasarkan atas data masa lampau berupa kecendrungan (trend) atau tentang apa yang dicapai oleh pihak lain dan apa yang mungkin dicapai oleh organisasi yang telah didirikan. First in service. Visi dimaksudkan untuk memberikan suatu deskripsi yang luas mengenai perusahaan akan menjadi seperti apa di masa depan. Berfikir startegis akan membawa cakrawala jauh ke depan dan tidak terjebak pada suasana hari ini atau kemarin. a picture of sustaining . first in safety. Effective visions are make sence in the market place and by stressing flexibility and execution. Itulah juga sebabnya penerapan syari’ah dalam manajemen strategis nampak jelas pada isi strategi induk yang mencakup visi. Adapun delapan ciri pernyataan visi ialah : 1. Visi bukan sekedar impian semata. Pernyataan visi menjawab pertanyaan. 2. In order position them selves to be more competitive and more focused on customer’s needs Florida & Power & Light Company Sharpen theit vision 1991. 6.10 atau 20 tahun mendatang. tetapi merupakan suatu gambaran yang realistik tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Effective visions are baecons. Visi menyatakan organisasi ingin menjadi seperti apa dan kemana harus diarahkan. Effective visions are clear and challenging and excellence 3. 4. to be more specific and more tangible. CanadianNasional Rail will be a long term business success by being : Close the our customer. 1. We will be the preferred provider of safe. Effective visions must be stable but constanly challenge and change at the margin. bukan suatu harapan yang tidak berdasarkan apa yang diinginkan. The vision must act as a compass in a wild and stormy sea and like a compass it loss it value if it’is not adjusted to take account of its surroundings 5.

sesuartu yang unik. Tolak ukur strategis lebih bersifat kualitatif dan bersandarkan pada nilai-nilai yang dianut organisasi. khasMeasurable . Orang luar bisa mendatangkan kejelasan dan perspektif yang segar ke dalam proses penulisan pernyataan misi 4. maka visi. . Manajemen harus mengatakan dan menghayatinya. baik secara eksplisit maupun implisit hendaknya menggambarkan orientasi strategis perusahaan. sesuai dengan sifatnya. bagaimana mewujudkan SDM yang memiliki kepribadi melalui pola fikir dan pola sikap yang Islami serta profesional. Berbagilah cara pernyataan misi secara kreatif sebanyak mungin. Susunan kata-kata seharusnya mencerminkan kepribadian perusahaan atau ingin menjadi apa perusahaan ini 5. visi yang diusung adalah menjadikan perusahaan sebagai wahana para pengeloalanya dalam melaksanakan suatu kegiatan bisnis tertentu yang selaras dengan tuntutan ajaran agama Islam dalam rangka meraih keridhaan Allah Swt. Karena syari’ah mengikat setiap SDM perusahaan.Misi merupakan yang menjelaskan alasan pokok berdirinya organisasi dan membantu mengesahkan fungsinya dalam masayarakat atau lingkungan. aktivitas apa yang akan dilakukan organisasi agar sosok yang diharapkan tadi (dalam visi) dapat terwujud. yakni kafa’ah. Dengan demikian. orang yang mendambakan keselamatan hidup yang hakiki. Sementara tujuan adalah akhir perjalanan yang dicari organisasi untuk dicapai melalui eksistensi operasinya serta merupakan sasaran yang lebih nyata dari pernyataan misi. Mengandalkan pernyataan misi sebagi bimbingan.Dalam membuat dan melaksanakan pernyataan misi. Dalam pencapaian suatu visi. Dalam hal pembinaan SDM perusahaan. sesuatu yang dapat diukur. maka dalam strategi induk juga ditetapkan kebijakan berupa acuan standar atau tolak ukur strategis dan operasional bagi perjalanan organisasi. Misi dan tujuannya adalah bahwa keberadaan perusahaan pada hakikatnya adalah untuk mewujudkan kegiatan bisnis yang memberikan keuntungan secara halal dan thayyib. tidak harus pendek tetapi sederhana 2. Sebagai konsekuensi ditetapkannya visi. Jagalah agar pernyataan misi berada di hadapan setiap orang 6. Visi. khususnya untuk pencapaian tujuan suatu organisasi (perusahaan) harus konsisten sepanjang masa. Jagalah agar pernyataan tetap sederhana. maka aktivitas perusahaan yang dilakukan SDMnya tidak boleh lepas dari koridor syari’ah. akan senantiasa terikat dengan aturan syari’ah tersebut. Adapun tolak ukur operasional. Dengan demikian. misi dan tujuan. Berdasarkan nilai-nilai utama. maka disepakati berdasarkan kebutuhan yang berkaitan dengan teknis penyelenggaraan kegiatan perusahaan. Memungkinkan masukan dari seluruh SDM (kru) perusahaan 3. Syari’ah sebagai tolak ukur strategis akan menjadi koridor bagi seluruh aktivitas keorganisasian segenap SDM perusahaan. setidaknya ada enam poin aturan yang harus diperhatikan : 1. Dalam bentuk yang sederhana pertanyaan misi menjawab. pimpinan sangat berperan dan benar-benar menjadi panutan dari segala perilaku dan tindakannya. misi dan tujuan suatu perusahaan. Tantang pernyataan misi terus menerus dan nilailah karyawan dengan sebaik apa mereka mematuhi prinsip-prinsipnya.n himmaltyul a’mal (beretos kerja tinggi) serta amanah.axellencee in major market. Tolak ukur tersebut dapat diformulasikan sebagai SMART. yakni : Specifik . misi dan tujuan serta kedua tolak ukur di atas akan tampak pada corporate culture dan implementasi strategi berikutnya. Sementara tolak ukur operasional lebih bersifat kuantitatif dan didasarkan atas kesepakatan hasil perhitungan atau analisa bersama dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Tantanglah pernyataan misi terus menerus dan nilailah karyawan dengan sebaik apa mereka mematuhi prinsip-prinsipnya. Berbagilah pernyataan misi dengan cara krteatif sebanyak mungkin dan dalam bahasa sebanyak yang diperlukan. Terciptanya budaya yang menggambarkan rasa kesetiakawanan positif yang berkesinambungan 5. sesuatu yang raelistisTimely basic . Adanya kemampuan manager untuk menggerakkan orang secara simultan 2. Pengorganisasian perusahaan harus mencerminkan strategi dan tujuan perusahaan 3. Bila strategi induk telah berhasil ditetapkan. Susunan kata-kata seharusnya mencerminkan keprobadian perusahaan atau mencerminkan ingin jadi apa perusahaan itu. Mengandalkan pernyataan misi sebagai bimbingan. sistem yang jelas dan kemampuan para pengelolanya. Strategi yang telah dipilih harus dapat dilaksanakan secara konsisten dan untuk itu perlu dibangun suatu struktur organisasi yang relevan.kuantitatifAttainable . Adanya suatu sistem yang jelas untuk mengubungkan stratregi-strategi dengan rencanarencana implementasi. yang berisi enam sebab mengapa visi dan visi sebagian organisasi menjadi tidak efektif seperti yang ditulis oleh Faisol. Manajemen harus mengatakan dan menghayatinya. Kerangka dasar tesisnya ini adalah bahwa manajer yang berhasil itu harus mengakui bahwa implementasi yang efektif mencakup hubungan yang konsisten dari 7 faktor. Tidak harus pendek.asan dan perspektif yanag segar ke dalam proses penulisan pernyataan misi 4. Penerapan nilai-nilai (moralitas dan kebaikan) dipercaya menjadi perekat keselarasan sdan keharmonisan bukan saja bagi share holder tetapi juga stakeholder Strategy : Seperangkat kegiatan (aktivitas) untuk mencapai tujuan (goal). Berikut ini dikemukakan contoh-contoh pernyataan misi dari berbagai perusahaan : Implementasi Strategis Implementasi strategi merupakan realisasi dari strategi yang telah dipilih. berorientasi waktu. strategy dan superordinate goals. ada enam peraturan untuk menulis dan melaksanakan pernyataan misi 1. Secara visual dapat digambarkan sebagai berikut : ”The 7-S Framework Keterangan :Share value : adalah nilai-nilai etik yang menjadi bagian terpenting yangmewarnai nilai-nilai yang lain. yaitu struktur. system. Pelaksanaan strategi akan mencapai sukses apabila : 1. skills. Menurut Jones dan Kahaner. staff. anggaran yang memadai. . penting untuk diperhatikan. 5. Nilai-nilai ini disebar luaskan kepada para kru (orang orang yang bekerja) di perusahaan. style. Jagalah agar pernyataan tetap sederhana. tetapi sederhana 2. tapi dilaksanakan. sehingga strategi yang telah dipiliuh itu tidak tinggalk di atas kertas saja. Jagalah pernyataan misis agar tetap berada di hadapan setiap orang 6. Structure : Suatu kerangka organisasi dan oragnisasi dan informasi yangmenunjukan tentang laporan-laporan dan tugas-tugas danbagaimana keduanya dapat berintegrasi System : Suatu proses tentang bagaimana suatu organisasi beroperasi setiap harinya. Memungkin masukan dari seluruh SDM perusahaan 3. Keberhasilan McKinsey dalam mengelola perusahaanya dalah karena usahanya dalam mengembangkan konsep ”The 7-S Framework”. Adanya motivasi yang tinggi 4. Orang luar biasa mendatanhgkan kejel. sesuatu yang dapat dicapaiRealistic .

Style : Bagaimana para manejer mengalokasikan waktu dan perhatiannya serta bagaimana mereka bertingkah laku untuk lebih mementingkan menjalankan manajemen daripada mengatur manajemen (lebih penting bekerja daripada cuma bicara) Staff : Bagaimana proses para manajer membantu mengembangkan perusahaan dan membentuk suatu manajemen dasar yang bernilaiSkills : Keterampilan yang dimiliki oleh para personil perusahaan.misalnya tentang sistem informasi . 2. pembagian kerja harus memenuhi syarat. Ini disebabkan karena manajer-manajer yang burang memperhatikan 7 variabel S tersebut. terutama dalam menentukan langkahlankah rasional yang harus ditempuh. amat tergantung pada organisasi perusahaan dan tergantung pada siatuasi-sotuasi yang kadang sering berubah. proses produksi. Kejelasan tujuan yang terakhir dari visi dan misi yang gamblang serta berada dalam kendali nilai utama organisasi. 4. Perumusan tujuan. Pembagian kerja. karena pada suatu waktu tertentu bisa saja terdapat faktor lainnya. Setiap bawahan hanya akan memiliki satu atasan. Sehingga setiap bagian atau unit kerja mengetahui secara jelas wewenang dan tanggung jawab yang diembannya. 3. Perlu diketahui bahwa keberhasilan di dalam melaksanakan strategi tidak sekedar merubah struktur. Banyak strategi yang telah dirancang rapi. melainkan akan ada kemajuan-kemajuan dari variabel sentral yang fungsional kepada struktur desentral yang divisional. sistem kontrol untuk kualitas dan sistem pekerjaan atau penampilan perusahaan. Ke 7 variabel itu saling berhubungan/terkait satu sama lain dan suatu hal yang mustahil akan mencapai kemajuan jika tidak terkait satu sama lainnya 3. Tentu Saja dalam pelaksanaan pendegasian ini perlu memperhatikan aspek keseimbangan antara kewenangan dan tanggung jawab pekerjaan agar tercipta mekanisme . akan menjadi pedoman yang mantap bagi anggota. yaitu : 1. Prinsip-prinsip Implementasi Strategis. Hal ini dimaksudkan agar setiap bagian dapat menjalankan semua kewenangan dan tanggung jawabnya. Terdapat tujuh prinsip organiasasi yang dianggap penting. Melalui penempatan sumberdaya manusia yang sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing akan mendorong tercapainya efisisensi kerja. 4. misi dan tujuan yang telah ditetapkan. 2. Bawahan hanya menerima perintah dan bertangung jawab kepada atasannya. Faktor yang beraneka ragam akan mempengaruhi kemampuan organisasi dalam melakukan perubahan. diperlukan sejumlah prinsip sebagai pedoman pelaksanaan. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Hal ini tidaklah berarti bahwa hanya 7 faktor tersebut yang dipentingkan. Sistem 7-S ini memberikan 4 gagasan penting : 1. sistem anggaran belanja. Agar berjalan dengan baik. Dapat dikatakan bahwa ke 7 S di atas tidaklah mutlak. Organisasi haruslah memiliki tujuan yang jelas. Agar suatu oraganisasi bisnis dapat berjalan sesuai dengan visi. Kesatuan arah yang berpangkal dari kesatuan visi organisasi akan membawa seluruh SDM organisasi kepada kesatuan langkah guna mewujudkan tujuan organisasi. Dalam setiap struktur organisasi pasti terdapat pemimpin atasan dan anggota/bawahan. Langkah-langkah konkrit yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi selanjutnya perlu dibagi dalam beberapa kelompok aktivitas. Kesatuan Arah. the right man on the right place. tapi mengalami kegagalan. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab adalah prinsip berikutnya yang harus dilakukan setelah pembagian kerja.

Syirkah ’Ukud. Guna memudahkan pengawasan. dapat dirujuk konsep syirkah sebagai usaha bersama (perseroan) berikut macam-macamnya dalam perspektif Islam. mengingat dalam prakteknya. yang bukan disebabkan akad syirkah. tetapi ia rugi tenaga dan pikiran saja.dan Afzalur Rahman Syirkah ada dua macam : 1. Ada sejumlah pendapat berkaitahn dengan span of control atau kemampuan seorang pemimpin untuk mengawasai bawahannya secara efektif. membeli bersama atau kondisi lainnya yang berakibat pemilikan satu asset oleh dua orang atau lebih. 6. Syirkah ‘Inan. Jenisjenis Organisasi Bisnis Islam. Adalah kontrak antara dua orang atau lebih. Juga mengingat seluruh jenis perseroan konvensional yang ada sekarang ini tidak ada satupun yang luput dari pengaruh faham kapitalisme-sekulerisme. dengan syaratsyarat yang telah mereka sepakati bersama. Pada gilirannya pendelegasian wewenang yang baik juga akan memotivasi bahwahan untuk lebih percaya diri. Syirkah MudharabahMudharabah adalah pemilik modal menyerahkan hartanya kepada pekerja (amil) untuk diperdagangkan dan mereka berkongsi keuntungan. kerap ditemukan kasus di mana suatu bagian tanpa sadar menjadi lebih mementingkan bagiannya sendiri. sedangkan Handoko (1984) menyatakan 3 – 8 orang bawahan. Pelaksanaan wewenang setiap bagian tentu akan terkait dan memperngarui bagian yang lain. Efektivitas dan efisiensi pengemndalian bawahan dipengaruhi oleh rentang manajemen (rentang kendali). Rentang Manajemen. 2. Kordinasi. Dalam bisnis syari’ah terdapat lima jenis syirkah yang berkembang dalam praktek bisnis Islam. Karena itu diperlukan kordinasi antar bagian. Shahibul Kanzi mendefinisikan mudharabah sebagai perkongsian di bidang harta dan tenaga 2. bekerja lebih baik. Syirkah (’ukud) adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih dimana masing-masing pihak menyetorkan modal dalam jumlah yang sama atau berbeda sesuai kesepakatan. Namun porsi . kreatif dan bertanggung jawab. yaitu dua orang atau lebih memiliki benda/harta. Setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja. 5. Prinsip ini menjadi penting. yaitu level hirarki pembuatrahna keputusan. 1. Hardjio berpendapat hanya 5-10 orang bawahan. yakni beberapa bawahan langsung yag dapat diawasi secara efektif dan efisien yang jumlahnya bertgantung pada kondisi yangdihadapi. yaitu transaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk berserikat dalam permodalan dan keuntungan . Tingkat pengawasan.5. Sedangkan mudharib tidak menanggung kerugian. 7. Pembahasan detail tentang ini dapat dilihat selanjutnya dalam Wahbah Az-Zuhaily (1997). penyusunan struktur organisasi harus dilakukan dengan memperhatikan tingkat-tingkat pengawasan secara struktural. Adapun kerugian ditanggung oleh pemilik modal saja. wasiat. Perkongsian pemilikan ini tercipta karena warisan. Di samping itu juga terdapat rantai komando.kerja yang sehat. Syirkah Amlak . an-Nabhani (1996). dan Shiddiqi (1996). Pencampuran modal tersebut digunakan untuk pengelolaan proyek/usaha yang layak usaha dan sesuai dengan prinsip syariah. Kedua pihak berbagi dalam keuntungan dan kerugian sebagaimana disepakati di antara mereka. Hal ini sangat dibutuhkan dalam aplikasi bisnis Islami. Pembagian keuntungan akan dibagihasilkan berdasarkan nisbah yang telah disetujui dalam akad.

Syirkah Wujuh Adalah kontrak biusnis antara dua orang atau lebih yanag memiliki reputasi dan prestise baik. dsb. . seperti tukang jahit. 3. Struktur organisasi dapat menggambarkan : 1. Satu pihak tidak dibenarkan memiliki saham (modal) lebih banyak dari partnernya. maka kontralkini biasa disebut sebagai syirkah piutang. Hubungan di antara masing-masing unit aktivitas 3. arsirtek. Aktivitas kerja masing-masing unit dalam organisasi 2. sesuai dengan kesepakatan mereka. Wewenang staf merupakan wewenang untuk membantu agar orang yang memiliki wewenang lini bekerja secara efektif dalam mencapai tujuan organisasi. kesamaan kerja. tukang kayu. Struktur Organisasi Bisnis Struktur organisasi merupakan alat manajemen untuk mencapai suksesnya pelaksanaan strategi. Syirkah Mufawadhah Adalah dua orang atau lebih melakukan serikat bisnis dengan syarat adanya kesamaan dalam permodalan. Syirkah ini sering disebut juga syirkah abdan atau shana’iy. Memperoleh koordinasi antara masing-masing unit. Penjelasan-penjelasan berikut akan memaparkan bentuk-bentuk organisasi tersebut. Line Organization Bentuk organisasi lini dicirikan oleh skala organisasi yang masih kecil. Inilah bentuk organisasi tertua yang disesain oleh Henry Fayol. Apabila satu pihak memiliki saham modal sebasar 1000 dinar. Dalam bahasan bentuk dan struktur organisasi perlu dipahami konsep line authority (wewenang lini). 4. di mana mereka dipercaya untuk mengembangkan suatu bisnis tanpa adanya modal. ” Kita berserikat untuk bekerja dan keuntungannya kita bagi berdua”. Wewenang fungsional ialah wewenang yang diberikan kepada seseorang atau departemen untuk dapat mengemabil keputusan mengenai hal-hal yang berada di departemen lain. Misalnya. jumlah personil yang terlibat masih sedikit. Misalknya. Menentukan wewenang dan tanggung jawab masing-masing unit 5. Bentuk organisasi ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan. harus memiliki kesamaan. Kesatuan komando terjamin amat baik. Keunggulannya antara lain. Syirkah ’Amal/abdan Adalah kontrak kerkasama dua orang atau lebih untuk menerima pekerjaan secara bersama dan berbagi keuntungan dari pekerjaan itu. pembagian keuntungan dan kerugian. baik dalam dana.masing-masing pihak. Artinya mereka dipercaya untuk membeli barang-barang itu secara kredit dan selanjutnya memperdagangankan barang tersebut untuk mendapatkan keuntungan. maka ini bukan syirkah mufawadhah. Wewenang-wewenang tersebut membentuk hubungan-hubungan yang akan membedakan apakah organisasi tersebut akan menjadi organisasi lini. tangunggung jawab dan beban hutang. tapi menjadi syirkah inan. hasil kerja maupun bagi hasil berbeda. mereka dipercaya untuk membawa bartang daganagan tanpa pembayaran cash. lini dan staf dan fungsional serta matriks. staff authority (wewenang staf) dan functional authority (wewenang fungsional). tukang besi. spesialisasi belum ada atau masih sedikit. Wewenang lini adalah wewenang yang menimbulkan tanggung jawab atas tercapainya tujuan organisasi. Mereka berbagi dalam keuntugan dan kerugian berdasarkan jaminan supplyer kepada masing-masing mereka. pemilik biasanya menjadi pimpinan tertinggi dan hubungan antara pimpinan dan bawahan bersifat langsung. Oleh karena bisnis ini tidak membutuhkan modal. 1. Jenis-jenis job masing-masing kelompok 4. 1. dua pihak sepakat dan berkata. 5. Demikian pula aspek-aspek lainnya. sedangkan pihak lainnya 500 dinar.

keseluruhan hubungan wewenang.2. Contoh kelompok staf adalah orang-orang pada sekretariat. yakni melaksanakan fungsi keuangan melalui prosedur yang telah ditetapkannya itu pada semua departemen.Line and function organization Bentuk organisasi ini adalah seperti gambar berikut : Dalam struktur organisasi ini. Kelompok orang (unit kerja ) yang melaksanakan tugas organisasi disertai dengan wewenang dan berhak memberi perintah dan mengambil keputusan akhir 2. 3. baik lini. karena mereka biasanya saling kenal. aktivitas sudah sangat terspesialisasi. kepala de[artemen keuangan juga memiliki hubungan lini dengan seluruh stafnya. umunya dijalankan oleh perusahaan-perusahaan besar. bagian perlengkapan atau departemen penjualan pada saat diminta pendapatnya mengenai pengepakan oleh Departemen produksi. Disiplin kerja cukup tinggi. 3. 2. departemen keuangan melakukan wewenang fungsionalnya.Line and Staff Organization. Selanjutnya bentuk organisasi yang kedua ialah organisasi lini dan staf (line and staff organization). juga terdapat pada departemen-departemen lainnya. jumlah SDM yang banyak dan spesialisasi kru sudah ada.Maju mundurnya organisasi cenderung tergantung pada satu orang. Spesialisasi pekerjaan dapat berkembang dan memberi kesempatan bagi pengembangan kru (karyawan). sehingga kadang sulit .bilan keputusan erlangsung sangat cepat. terdapat hubungan wewenang lini dan fungsional. Pemimpin cendrung dan berpeluang untuk otoriter. SDM/unit kerja yang ada terbagi dua kelompok : Blog dengan ID 26250 Tidak ada 1. 3. Adapun keunggulannya adalah. Rasa solidaritas di antara karyawan umumnya tinggi. Dalam interaksi kesehariannya. 1. karena jumlah SDM masih sedikit dan terbatas. 3. fungsional maupun staf. Dalam struktur ini. Struktur fungsionalnya banyak dijumpai pada perusahaan yang memiliki produk tunggal atau lini produk terbatas. Sedangkan kelemahannya adalah. maka pada saat itu dep[artemen penjualan berfungsi sebagai staf. Misalnya departemen keuangan dengan kewenangan menetapkan prosedur keuangan. Adanya job description yang jelas. Proses penga. 2.Pelauang potensi konflik dalam pekerjaan karena adanya dua kelompok karyawan yang berbeda kewenangannya. 1. 2. Sementara secara internal. Bentuk organisasi ini memiliki sejumlah keuanggulan dan kelemahan. Bentuk ini didesain oleh Harrington Emerson. Cirinya adalah skala organisasi yang besar. Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas. jumlah kru yang besar. Kelompok staf atau pembantu. 1. Bentuk ini biasanya untuk organisasi yang berskala besar. yaitu unit kerja yang berfungsi sebagai penunjang. Sedangkan kelemahannya.

Ketahuilah bahwa setiap kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan mempertanggung jawabkan atas kepemimpinannya” (H.Adanya pembagian tugas yang jelas. Prosedur. Abu Daud. Pemimpin bekerjasama dengan orang-orang yang berpengatahuan dan tangguh sereta dapat memberikan konstribusi pada organisasi 5. Pemimpin lebih memandang kepemimpinan sebagai tanggung jawab daripada suatu hak istimewa dalam kedudukannya sebagai pemimpin. yakni fungsi pemecahan masalah (pemberi solusi) dan fungsi sosial (fasilatator). Sedangkan kelamahannya adalah membawa potensi konflek dalam pekerjaan karena adanya dua kelompok karyawan yang berbeda kewenangannya. tugas prosedur adalah memastikan bahwa di seluruh organisasi semua orang mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama .122) . 3. Interaksi dalam tim ini berada dalam korodor amar ma’ruf nahi munkar. Dalam perspektif Islam. Spesialisasi dalam pekerjaan dapat berkembang pada tahap berikutnya memberi kesempatan bagi pengembangan karyawan (kru). Semua itu tergantung pada wewenang yang dijalankan. Keunggulannya adalah. Dalam hal ini Nabi Muhammad Saw bersabda. Program dan Anggaran Menurut Waller.Bukhari. 4.Disiplin kerja cukup tingi. 1. Fungsi pemecahan masalah meliputi pemberian pendapat. informasi dan solusi dari suatu problem yang selalu didasarkan pada syari’ah yang didasarkan pada dalil (hujjah) yang kuat. kepemimpinan sangat terkait kuat dengan masuliyah. Fungsi ini diarahkan juga untuk memberikan motivasi ruhiyah kepada para SDM organisasi. p. Interaksi dalam tim ini berada dalam korodor amar (fasilatator).192). 2. yakni tanggung jawab. Menurut Drucker (1992. Sedangkan fungsi sosial berhubungan dengan interaksi antar anggota komunitas dalam menjaga suasana kebersamaan tim agar tetap sebagai team.R. Kepemimpinan Menurut Goetsch dan Davis (1994. Rtarmizi dari Ibnu Umar) Implementasi dari fungsi kepemimpinan di atas dapat dijabarkan dalam dua fungsi utama.untuk membedakan secara tegas penggunaan bentuk organisasi secara konsisten. ciri-ciri pemimpin sebagai berikut : 1. Setiap kepala negara adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Pemimpin memperoleh kepercayaan. Sedangkan fungsi sosial berhubungan dengan interaksi antar anggota komunitas dalam menjaga suasana kebersamaan tim agar tetap sebagai team. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dab ia akan berttanggung jawab atas kepemimpinannya itu. juga memiliki keuanggulan dan kelemahan. kepemimpinan merupakan kemampuan untuk membangkitkan motivasi dan semangat orang lain (anak buahnya) agar bersedia dan memiliki tanggung jawab terhadap usaha mencapai tujuan organisasi. Pemimpin menetapkan tujuan. Seorang wanita (ibu ) adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan anak-anaknya. informasi dan solusi dari suatu problem yang selalu didasarkan pada syari’ah yang didasarkan pada dalil (hujjah) yang kuat. respek dan integrasi. prioritas dan standar 3.”Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap memimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya. tidak saja tanggung jawab kepada manusia tetapi juga akepada Allah Swt. bentuk organisasi ini. ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. p. Fungsi ini diarahkan juga untuk memberikan motivasi ruhiyah kepada para SDM organisasi. Sebagaimana dalam bentuk-bentuk organisasi yang lain. Muslim. Fungsi pemecahan masalah meliputi pemberian pendapat. Pemimpin menentukan dan mengungkapkan misi organisasi secara jelas 2.

Semua hal di atas dilakukan dengan prosedur yang telah ditetapkan.Prosedur pengadaan barang dan jasa. dapat dilihat gambar berikut.Prosedur audit internal. Dalam perencanaan program perlu diperhatikan poin berikut : 1. dan Timely Basis). Penyusunan anggaran juga merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan strategi yang telah diformulasikan sebelumnya.Prosedur pengukuran dan pemantauan hasil kerja. Menurut Stoner pengawasan atau pengendalian adalah suatu upaya sistimatis untuk menetapkan standar prestasi kerja dengan tujuan perencanaan untuk mendesain sistem umpan balik . Fungsi-fungsi yang terlibat dalam program harus dipastikan memahami perannya. Realistic. Fungsifungsi lain bila dilibatkan harus dikordinasikan secara tertib dan tercatat 3. disusunlah program. Selanjutnya dalam sub kajian ini kita membicarakan penganggaran. Masukan dari konsumen (customer). Dengan menetapkan anggaran dapat diketahui sasaran profit juga pertumbuhannya. Untuk memperjelas ruang lingkup tersebut.Prosedur pelayanan pelanggan. jika strategi tidak didukung anggaran yang memadai. Perencanaan program harus diawali dengan menetapkan tujuan dan persayaratan atau kriterianya.umnya. guna memenuhi ruang lingkup yang dikehendaki layaknya sebuah prosedur.Prosedur pengeluaran dana.Prosedur pengendalian dokumen dan data.Prosedur pengelolaan arsip. Secara sederhana program yanag dimaksud adalah program yang memenuhi tolak ukur SMART (Specifik. Pengendalian Strategi Tahapan keempat kerangka manajemen strategis adalah pengendalian strategi yang terdiri dari evaluasi dan pengawasan (pengendalian). bahan baku. Persyaratan dapat berasal dari hasil evaliuasi sebel.Prosedur kerjasama dan kemitraan.Prosedur rekruitmen SDM. anggaran menghubungkan perencanaan dan membolehkan pendelegasian kekuasaan dan wewenang tanpa hilangnya pengasawan. volume penjualan fisik atau produksi unit. Dapat dipahami.dan bekerja sebagaimana semua orang bekerja. strategi tersebut besar kemungkinan akan berubah menjadi seonggok dokumen sejarah belaka. anggaran adalah laporan tentang hasil-hasil yang diantisipasikan dalam angka keuangan-seperti dalam anggaran penghasilan dan pengeluaran serta anggaran modal atau dalam istilah yang non keuangan-seperti dalam anggaran jam tenaga kerja langsung. 2. tinjauan hukum daan persayatan lain yang relevan 4.Prosedur evaluasi kegiatahn manajemen. Namun harus dicatat. Penganggaran adalah perumusan rencana dalam angka-angka untuk periode tertentu di masa depan. Perlu perencanaan anggaran biaya. bahwa prosedur juga bukanlah uraian pekerjaan. Perlu ditentukan pula tata cara verifikasi dan evaluasi terhadap nilai pelaksanaan program 5. Measurable.Prosedur evaluasi program kerja. Prosedur harus mengungkapkan :-Bagaimana semua aktivitas manajemen dilaksanakan-Siapa yang akan melaksanakan aktivitas-Bagaimana aktivitas didokumentasikan-Instruksi tempat kerja yang diperlukan untuk referensi. Penanggung jawab dan personil yang terlibat dalam pembuatan program baru harus ditentukan.Prosedur pendidikan pelatihan. Berdasarkan prosedur yang ditetapkan. Di berbagai perusahaan banyak contoh prosedur yang biasa digunakan diantaranya :Prosedur manajemen Kerja.Prosedur pembuatan program baru Pembuatan prosedur yang baik tentu membutuhkan waktu dan usaha.Prosedur penelitian dan pengembangan. Dengan menyatakan perencanaan dalam angka-angka dan memecahkannya dalam komponen-komponen yang cocok dengan struktur organisasi. Aktivitas penyusunan anggaran ini merupakan bagian penyusunan perencanaan jangka pendek (tahunan) dalam bidang biaya. Attainable. Dengan demikian.Prosedur pembuatan rencana kerjaProsedur pembuatan anggaran.

maka aktivitas tersebut dikategorikan sebagai kemaksiatan dan pelanggaran terhadap syari’at. kelompok maupun individu. Untuk itu harus diketahui orang yang bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan rencana dan yang harus mengambil tindakan untuk membetulkannya. yakni Islam. pemberian hadiah (komisi) yang dilarang merupakan sejumlah contoh implemnetasi ketaatan. Pengukuran prestasi kerja hendaknya dilakukan dengan pandangan jauh ke depan. judi. Oleh karena itu prasyarat yang penting dalam efektifitas pengawasan ialah struktur oraganisasi yang jelas. Maksudnya semua aktivitas SDM organisasi harus dijalankan dalam koridor ketaatan kepada syari’ah Islam. proses manajemen dan out put agar terhindar dari tindakan kezaliman. Sejalan dengan tujuan sbelumnya. Kebijakan organisasi yang menjaga setiap masukan. Islam merupakan asas kendali yang utama. . akan tetapi tidak dapat diketahui siapakah yang harus bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan dan tindakan koreksi yang perlu diambil. karena manajer mengetahui dengan cepat aspek mana yang harus dikoreksi. Sebaliknya bila aktivitas SDM menyimpang dari syari’ah Islam.informasi. Proses pengendalian tidak sempurna. tanpa perlu mengawasi setiap langkah untuk proses pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan bertujuan untuk mengukur aktivitas dan mengambil tindakan guna menjamin bahwa rencana sedang dilaksanakan. Imbalan tertinggi prestasi SDM organisasi jika melakukan ketaatan terhadap syariat Islam dalam konteks organisasi. menentukan apakah ada penyimpangan dan mengukur penyimpangan tersebut dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumberdaya perusahaan telah digunakan dengan cara yang paling efektif dan efisisen guna tercapainya tujuan perusahaan.Langkah keempat adalah mengambil tindakan koreksi.Di bawah ini bagan standar pengukuran prestasi kru perusahaan : Dalam perspektif syari’ah. Pengawasan aktifitas dilaksanakan melalui orang-orang. maka pembetulan terhadap penyimpangan dapat dipercepat. jika tidak diambil tindakan untuk membetulkan penyimpangan yang terjadi. Langkah pertama adalah menetapkan standar dan metode pengukuran prestasi kerja. tiada lain adalah pahala keberkahan. Bila prestasi sesuai dengan standar. Pengendalian strategi merupakan suatu upaya sistimatis dalam mengukur tingkat keberhasilan atau pencapaian target baik kualitatif maupun kuantitatif. kelompok maupun individu. agar manejer mengetahui perkembangan yang terjadi dalam perusahaan. baik organisasi. untuk membandingkan prestasi sesungguhnya dengan target yang telah ditetapkan. implementansi ketaatan pada konteks organisasi tercermin dari semua kebijakan organisasi yang dibangun dari nilai utama organisasi. penetapan Islam sebagai nilai utama merupakan kebijakan utama pimpinan organisasi untuk menjamin keberkahan organisasi bagi seluruh SDMnya yang dilakukan sebelum penetapan orientasi stratregis berikut strategi derivasinya. Begitu juga dengan kebijakan perusahaan untuk mengedepankan profesionalisme kerja. manajer menilai bahwa segala sesuatunya berada dalam kendali. himmatul amal dan amanah. yakni agar setiap SDM memiliki ciri-ciri kafaah. Jika standar ditetapkan untuk mencerminkan struktur organisasi dan prestasi diukur dengan standar ini. Langkah kedua adalah mengukur dan mengevaluasi prestasi kerja terhadap standar yang telah ditentukan. kecuali apabila tanggung jawab dalam organisasi dinyatakan dengan jelas dan teririnci. Ini dikarenakan. peniupuan. Ukuran perestasinya adalah ketaatan kepada syariat Islam. Pengendalian strategi ini terdiri atas langkah-langkah berikut. bebas dari korupsi. riba. lengkap dan menyatu. bebas dari barang dan jasa yang haram. sehingga penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dapat diketahui lebih dahulu( sedini mungkin)Langkah ketiga adalah membandingkan hasil pengukuran dengan target atau standar yang telah ditetapkan.

nilai-nilai Islam ini akan menjadi payung strategis hingga taktis seluruh aktivitas organisasi. Penutup1. namun selama bertahun-tahun telah dipergunakan berbagai alat dan teknik untuk membantu manajer dalam melaksanakan tugasnya. hingga pelaksanaannya (strategi-strategi fungsional). 2. stratregi induk. Manajemen strategis perspektif syari’ah memiliki 14 karakter khas yang membedakannya dengan manajemen strategis konvensional. Evaluasi dan kontrol terhadap keputusan-keputusan strategis organisasi yang memungkinkan pencapaian tujuannya di masa depan. strategi fungsional operasi. 2.Manajemen Stratregis merupakan proses penetapan struktur peran melalui penentuan kegiatan yang harus ditempuh untuk mencapai visi. Semuanya dibingkai dalam koridor syari’at Islam. penugasan kelompok-kelompok aktivitas. pendelegasian wewenang. Dalam implementasi selanjutnya. Seperti yang akan terlihat dalam teknikteknik ini. Formulasi Strategi. Manajemen organisasi harus dipandang sebagai suatu sarana untuk memudahkan implementasi Islam dalam kegiatan organisasi. pengelompokan aktivitas. 5. Perbedaan itu ialah pada cara pengambilan keputusannya. misi dan tujuan organisasi serta bagian-bagiannya. 7 strategi fungsional pemasaran. stratregi fungsional keuangan. 4. 3.Tahapan analisis lingkungan organisasi. . dengan sendirinya pengawasan harus mencerminkan perencanaan dan perencanaan harus mendahului pengawasan. bahwa tugas pengawasan ialah untuk mensukseskan perencanaan dan dalam berbuat demikian. pengkordinasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik horizontal maupun vertikal dalam struktur organisasi 3. Aplikasi manajemen strategis Islami yang dikendalikan oleh nilai-nilai syari’ah sama sekali berbeda dengan aplikasi manajemen strategis konvensional yang non Islami. Teknik tersebut menunjukkan kebenaran mutlak. Nilai-nilai Islam inilah sesungguhnya yang menjadi nilai-nilai utama organisasi. implementasi strategi dan 4. 1. mereka pertama-tama adalah alat-alat untuk perencanaan. yaitu : Asas. Dengan berlandaskan sekulerisme yang bersendikan pada nilai-nilai material. 6. aplikasi strategis non Islami tidak memperhatikan aturan halal-haram dalam setiap perencanaan. Manajemen strategis dalam perspektif Islam ialah rangkaian proses aktivitas manajemen Islami yang mencakup . 2. 3 orientasi.Teknik Pengawasan Meskipun sifat dasar dan tujuan pengawasan manajemen tidak berubah. Implementasi nilai-nilai Islam berwujud pada difungsikannya Islam sebagai kaedah berfikir dan kaedah amal ( tolak ukur perbuatan ) dalam seluruh kegiatan organisasi. motivasi. sumberdaya. 8 strategi fungsional SDM dan 9. pelaksanaan dan segala usaha yang dilakukan dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.

1995 Harahap. H. Jakarta. Linda Karya. Dana Bhakti Wakaf. Pengawasan & Manajemen dalam Perspektif Islam. 1987 Wahbah Az-Zuhayli. terjemahan. Djaslim. M. dan Charles Wankel. jilid I. New York : Knopt.Burns. J. Thriving on Chaos. manajemen keuangan. 1998. 2003. Economic Doctrines of Islam. Manajemen Pemasaran. Edisi Indonesia. Muhammad Ismail Yusanto. Jakarta. Sofyan Syafri. Jakarta.10. terj. Suroyo Nastangin. Beirut. 1999. 1990 Thomas Whellen and David Hunger. Manajemen. Keberkahan atau keridhaan Allah DAFTAR KEPUSTAKAANA fzalur Rahman. 1996. Khairul Bayan. Dana Bhakti Wakaf Yogyakarta. Bandung. Elex Media Komputindo. Manajemen Strategis. 1995 Follet dalam Kadarman. Manajemen Strategis. DAN 4. 12. 1993 Handoko. 2. Dar al-Fikri. Khairul Bayan.Johnson. Pustaka. 2003 Muhammad Ismail Yusanto. The Challenge of Strategic Manajement. terj. 2003 Stonner James.. International Edition. 2002 Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqy. Khairul Bayan. Gramedia. Bening Publishing. Gregory G. Beirut. yakni :1. Manajemen operasi. Ahmad. An-Nizham al-Iqtishad fil Islam. dan 14. Hones. Terj. Jakarta. 2000 Tom Peters.Des and Miller Alex. The Calestial Management. AL. Jakarta. Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian.UGM. Perspektif Syari’ah. Waller. Manajemen Strategis. Krebet Wijayakusuma. et. Batam Interaksa. Intermedia. Menggagas Bisnis Islami. dan Ismail Yusanto. Strategic Management Business Policy. 11. 1997 Faulkner. Jakarta. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarfa. Manajemen Strategik dalam Dekade 2000-an : Tantangan Pengembangan Teori dan Aplikasi. Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu. terjemahan. 2003. 1996. 1992 Hardjito. dalam kurun waktu selam mungkin. D. jilid 4 Terj. Strategic Management. 1994 . Yogyakarta. Refleksi dan Aktualisasi. Strategi Pembangunan Ekonomi dan Bisnis di Indonesia. Jakarta. M. D and G. Misi dan Visi 50 Perusahaan Terkenal di Dunia. Pertumbuhan : artinya terus meningkat 3. 13. (Edisi Bahasa Inggris) Jakarta. Keberlangsungan. Patnership and Profit Sharing in Islamic Law. Gema Insani Press. Strategi Manajemen. Doktrin Ekonomi Islam. Diwan Parag.Kemitraan Usaha dan Bagi Hail dalam Hukum Islam. Manajemen Syariat. Binaman Presindo. Jakarta. Makalah dalam Seminar Internasional. 2004 Saladin. Addison Wesley Publishing Company. Muhammad Ismail Yusanto. Perspektif Syari’ah. 1995. And L. Implementasi manajemen stratregis dengan kendali syari’ah akan membawa organisasi bisnis berorientasi pada pencapai empat hal utama.Kahaner. Yogyakarta. P. Strategic Management. New Delhi. 1986 Taqyuddin An-Nabhani. Manajemen SDM. Jakarta. Raja Grafindo Persada. Target hasil : profit materi dan benefit non-materi. A Pantagon Press Publication. FE Trisakti. Menulis Manual Manajemen Mutu. Darul Ummah. Riawan Amin.el.D Allen dan A. 1996. Manajemen Strategi & Kebijakan Perusahaan. Akuntansi. Inc.

termasuk dalam aktivitas organisasi bisnis. pada hakikatnya adalah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang akan selalu terikat dengan syari’ah. and Jauch Laurance. An Integrated Approach. (QS. Banyak sekali ayat Alquran yang menegaskan hal tersebut.An-Nisak (4) : 65) ”Apa saja yang dibawa dan diperintahkan oleh Rasul (berupa syari’ah) dan apa yang dilarangnya makja tinggalkanlah”. (Hukum asal setiap perbuatan adalah terikat dengan syari’ah).Al-Hasyar : 7) . ”Al-Ashlu fil Af’al.R. Hal ini sesuai dengan kaedah. (QS. by Hougton Miflin Company. at-taqayyudu bil hukm asysyar’iy”. Syari’ah adalah aturan yang diturunkan Allah untuk manusia melalui lisan para RasulNya. USA Atas dasar nilai-nilai utama itu pula tolak ukur strategis bagi aktivitas perusahaan adalah adalah syari’ah Islam itu sendiri. ”Maka demi Rabbmu. Aktivitas perusahaan apapun bentuknya. hingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak merasa keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. mereka pada hakekatnya tidak beriman. Business Policy and Strategic Management. Syari’ah tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap aktivitas manusia.William Glueck F.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->