P. 1
Teknik Supervisi Administrasi Sekolah

Teknik Supervisi Administrasi Sekolah

|Views: 273|Likes:
Published by Atikah Al-khonsa

More info:

Published by: Atikah Al-khonsa on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Teknik Supervisi Administrasi Sekolah Agar pelaksanaan supervisi dapat efektif maka sebaiknya sipervisor memahami teknik-teknik

supervisi yang antara lain sebagai berikut. 1. Mengetahui cara memulai supervisi 2. Berusaha memberikan perintah secara tepat arah. 3. Berusaha memperoleh bantuan dari pengikut atau bawahan. 4. Berikhtiar mengambil keputusan secara akurat. 5. Berusaha memberikan kritik secara humanis 6. Berikhtiar menyelesaikan keluhan pengikut. 7. Berusaha mengatasi pengikut yang membuat persoalan 8. Berusaha mengatasi pelanggaran-pelanggaran serius. 9. Berusaha mengatasi pemborosan. 10. Berikhtiar melakukan supervisi jarak jauh. Adapun teknik supervisi administrasi sekolah, selain memperhatikan teknik supervisi di atas, juga perlu diperhatikan bahwa: 1. Supervisi administrasi sekolah dilakukan oleh pengawas sekolah kepada Kepala Sekolah, Pegawai Tata Usaha, Wali Kelas, Pembina OSIS, Pengurus OSIS, dan para koordinator unit di sekolah. 2. Supervisi Administrasi Sekolah dilakukan melalui wawancara dan observasi. 3. Hasil wawancara dan obeservasi administrasi sekolah direkap untuk kemudian dirumuskan nilai. Adapun, unsur-unsur yang harus ada dalam supervisis administrasi sekolah sebagai berikut. a. Nama b. Aspek ±aspek Administrasi Sekolah c. Aspek Penampilan d. Tes Administrasi Bimbingan dan Konseling/Bimbingan Karier a. Pengertian Bimbingan Konseling/BK Istilah ´bimbingan´ merupakan terjemahan dari istilah guidance dalam bahasa Inggris. Bimbingan dapat diartikan bantuan atau tuntunan. Secara khusus bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepeda individu untuk mengarahkan kemampuan dan kesempatan yang ada pada dirinya agar menjadi manusia yang mandiri dan dewasa. Selanjutnya, konseling dapat didefinisikan suatu proses antarpribadi dari seseorang dengan orang lain untuk membantu dalam meningkatkan pemahaman dan kecakapan yang dimilikinya atau usaha untuk membantu seseorang dalam menolong dirinya sendiri. Jadi, bimbingan konseling merupakan proses pemberian bantuan dari seorang konselor kepada klien untuk mengarahkan kemampuan dan memabantu pemahaman diri seorang klien sehingga bisa dewasa dan mandiri. b. Bentuk- bentuk Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling Layanan bimbingan konseling dapat berupa: 1) Pengumpulan data pribadi siswa dan data lingkungan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap

pribadi siswa. 2) Pemberian informasi, yaitu layanan yang diberikan agar siswa memperoleh pemahaman terhadap diri dan lingkungannya sehingga dapat membuat keputusan secara tepat. 3) Pengajaran perbaikan dan pengayaan, yaitu layanan untuk membantu siswa dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar. 4) Macam-macam bimbingan kelompok, yaitu bantuan kepada siswa untuk mengatasi masalah-masalah melalui interaksi kelompok. 5) Penyuluhan individual, yaitu bantuan pemecahan masalah melalui pendekatan individual dalam situasi penyuluh. 6) Alih tangan atau referal, yaitu bantuan untuk mengirimkan siswa kepada pihak yang dipandang relevan untuk memberikan bantuan. C. Hal-Hal yang Perlu Diadministrasikan Untuk menunjang pelaksanaan bimbingan konseling secara efektif maka perlu adanya administrasi BK yang antara lain sebagai berikut. a. Program BK b. Buku Pribadi Siswa c. Kartu Kasus d. Buku Catatan Kasus e. Peta Kelas b. Administrasi Perpustakaan Perpustakaan merupakan jantungnya sebuah sekolah. Suatu sekolah bisa berkualitas apabila sekolah tersebut dapat menyediakan, mengelola dan memanfaatkan perpustakaan secara efektif. Perpustakaan adalah tempat menyediakan buku-buku bacaan, penunjang, dan referensi lain yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Selain itu, perpustakaan juga merupakan tempat kegiatan siswa membaca buku atau referensi lain yang disediakan sehingga membantu keefektifan kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, di sekolah wajib diselenggarakan perpustakaan. Untuk membantu penyelenggaraan perpustakaan yang efektif maka perlu diadakan administrasi perpustakaan, yaitu: a. Pengelola b. Ruang Perpustakaan c. Program Kerja d. Perlengkapan, seperti: 1) Kartu Anggota Perpustakaan 2) Kartu Peminjam 3) Kartu Katalo 4) Katalog Buku

dan petunjuk lain sehubungan dengan kejadian/ atau peristiwa tersebut. 16) Penerima surat atau pengirim surat adalah petugas yang menerima surat masuk atau mengirim surat keluar. 2) Surat dinas adalah surat yang dibuat oleh lembaga/instansi berisi hal-hal penting berkenaan dengan kelembagaan/organisasi. 3) Memo adalah catatan singkat yang diketik atau ditulis tangan oleh atasan kepada bawahan tenang pokok persoalan kedinasan. 13) Surat yang menyatakan kebenaran suatu hal disertai pertanggungjawaban atau pernyataan tersebut. Macam-macam Surat dan Pengertiannya Untuk mempermudah membedakan macam-macam surat maka perlu memahami pengertian surat berdasarkan macamnya. yaitu: Syarat Surat . 7) Surat keputusan adalah surat berisi keputusan tentang hal yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. b. 5) Surat pengantar adalah surat yang ditujuakan kepada seseorang atau pejabat yang berisi penjelasan singkat tentang surat. 11) Surat kuasa adalah surat yang berisi kewenangan penerima kuasa untuk bertindak atau melakukan kegiatan atas nama pemberi kuasa. 8) Surat edaran adalah surat yang berisi penjelasan/ petunjuk cara melaksanakan peraturan perundang-undangan dan atau perintah yang telah ada. 4) Nota dinas adalah surat yang dibuat oleh atasan kepada bawahan atau oleh bawahan kepada atasan atau antarkaryawan setingkat yang berisi catatan singkat tentang tugas. Menyusun Surat.Administrasi Tata Persuratan dan Kearsipan a. 9) Surat undangan adalah surat pemberitahuan kepada seseorang untuk menghadiri acara pada waktu dan tmpat yang telah ditentukan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun surat. 18) Pengelola surat adalah petugas yang mengolah/ menyelesaikan isi surat. tempat. adalah sebagai berikut. 17) Pengarah surat adalah pimpinan satuan kerja yang menangani surat menyurat dan kearsipan atau petugas yang ditunjuk untuk mengarahkan surat sesuai dengan masalahnya. dokumen dan atau barang. 12) Surat pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan mengenai sesuatu hal yang ditujukan mengenai pegawai atau masyarakat umum. 19) Penata arsip adalah petugas yang melaksanakan penataan arsip. keterangan. bahan lain yang dikirimkan. 6) Surat kawat atau tekegram adalah surat singkat dengan menggunakan kata-kata biasa dan atau kata sandi mengenai hal yang perlu cepat disampaikan melalui telegraf. 1) Surat adalah alat komunikasi tertulis yang digunakan untuk menyampaikan informasi oleh suatu pihak kepada pihak lain. 14) Surat keterangan adalah surat yang berisi keterangan auatu hal agar tidak menimbulkan keraguan. 10) Surat tugas adalah surat yang berisi penugasan dari pejabat yang berwenang kepada seseorang untuk melaksanakan kegiatan. 15) Berita acara adalah surat yang berisi laporan tentang suatu kejadian atau peristiwa mengenai waktu.

ketikan dan sebagainya) Bahasa Surat: 1) Menggunakan bahasa yang komunikatif. Bagian Surat: 1) Kepala surat 2) Tanggal Suar 3) Nomor Surat 4) Perihal 5) Alamat dalam 6) Salam pembuka 7) Isi surat 8) Salam penutup 9) Nama Jabatan (penutup surat) 10) Inisial 11. tidak bertele-tele 4) Jelas masalahnya. yaitu: menerima surat masuk dan mengecek kebenaran alamatnya. melainkan menggunakan lembar pengantar surat rutin. c. yaitu: a) Pengurursan surat masuk biasa (rutin) Pengurusan surat biasa tidak menggunakan kartu sebagai sarana pencatat surat. dan mengendalikan surat baik surat masuk maupun surat keluar. bentuk surat. Setiap surat yang diterima oleh satuan kerja yang . yakni sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. alamat tujuan dan alamat pengirim 5) Lengkap isinya 6) Sopan 7) Wujud fisik yang menarik (kualitas kertas. 2) Bahasa baku/ resmi. memilih surat dinas atas dasar rahasia (tertutup) dengan tidak rahasia (terbuka). kemudian memilih surat untuk memisahkan surat dinas dan surat pribadi.1) Objektif 2) Sistematis 3) Singkat. 1) Pengurusan Surat Masuk Urusan kerja pengurursan surat masuk. mengarahkan. dapat dimengerti artinya oleh penulis surat. membubuhkan tanda tangan/ paraf pada buku ekspedisi pengantar surat. Tembusan Bentuk Surat: 1) Resmi/Official Style 2) Lurus Penuh/ Full Block Style 3) Lurus/ Block Style/ Modified Block Style 4) Setengah Lurus/ Semi Block Stye 5) Sederhana/ Simplified Style 6) Lekuk/ Idented Style 7) Alinea menggantung/ hanging paragraf 8) Lurus dengan perihal atau ´ Pokok Surat/ Subject Notice. Pengurusan Surat Pengurusan surat meliputi: mencatat. Pengurusan surat masuk dibagi menjadi tiga.

Selanjutnya. b) Pengurusan surat masuk penting Surat diidentifikasi sebagai surat penting apabila: ‡ Surat terlambat sampai di unit pengolah sehingga dapat berakibat terganggunya kelancaran pekerjaan. 2) Pengurusan Surat Keluar a) Pengurusan surat keluar meliputi pencatatan pada lembar pengantar rutin untuk surat rutin. g) Kode surat ke luar. KP Kode perihal kepegawaian 07 Tahun 2007 . kartu kendali untuk surat penting. ‡ Kode Kantor Wilayah Dedikbud Propinsi. meliputi: (1) Kode unit kerja Kode unit kerja (eselon II) termasuk kode unit kerja Kantor Wilayah di Propinsi. b) Surat ke luar dibagi tiga golongan: (1) Surat biasa (2) Surat penting (3) Surat rahasia.01/KP/87 1785 Nomor urut surat ke luar 102 Kode Kanwil Depdikbud Jabar 1 Kode urut kantor Kabupaten/Kodya di wilayah I Propinsi Jabar SMU Kode jenis wilayah sekolah dan nomor urut sekolah di Kab/Kodya tersebut. c) Pengurusan Surat Rahasia Surat rahasia dicatat pada lembar pengantar surat rahasia dan disampaikan kepada alamatnya tetap dalam keadaan tertutup.1/SMU. d) Surat dinas ke luar dibuat dengan menggunakan lembar konsep surat. e) Surat rahasia ditangani dari awal sampai pengiriman atas tanggung jawab sepenuhnya pimpinan pengolah surat. ‡ Surat hilang sehingga sulit memperoleh informasi tentang surat tersebut di tempat lain. ‡ Surat memerlukan tidak lanjut. ‡ Surat hilang/ terlambat sampai di unit pengolah sehingga dapat menimbulkan kerugian. ‡ Kode Nomor Urut Kantor/ Kabupaten/ Kotamadya ‡ Kode Jenis Sekolah dan Nomor Urut Sekolah Penyusunan kode nomor urut pelaksanan teknis Sekolah Menengah Umum ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan propinsi yang bersangkutan. dan lembar pengantar rahasia untuk surat rahasia. c) Pengurusan surat ke luar dimulai sejak pembuatan konsep surat sampai pengirimannya. (2) Kode perihal Contoh kode surat dari Sekolah Menengah Umum:1785/102.menangani surat menyurat dan kearsipan dikelompokkan berdasarkan instansi atau satuan kerja asal surat. f) Pengiriman surat ke luar harus menggunakan satu pintu. ‡ Surat mempengaruhi kelanjutan hidup organisasi yang bersangkutan. masing-masing kelompok surat dicatat pada lembar pengantar surat berdasarkan satuan kerja pengolah surat yang bersangkutan.

kartu kendali berfungsi sebagai alat penelusur untuk menemukan surat dengan tepat dan cepat. arsip-arsip yang menyangkut akta tanah. Selain berfungsi sebagai alat pencatat dan alat pengendali. d) Kolom indeks : tempat indeks / masalah dalam surat sesuai cara pelaksanaan mengindeks arsip. dari 01 dan seterusnya dalam waktu satu bulan. Pengelolaan Arsip Arsip sebagai pusat ingatan. Tata cara pengisian kartu kendali: a) Kolom : M melambangkan surat masuk K melambangkan surat ke luar Bila yang dilayani surat ke luar maka huruf M dicoret dan bila yang dilayani surat masuk maka huruf K dicoret. e. 14) Kolom catatan : Tempat keterangan yang perlu dicatat/ tunjuk silang kalau diperlukan. 11) Kolom tanggal : Tempat tanggal surat yang diterima/ dikirim. 9) Kolom dari/kepada : Tempat dari/ kepada siapa surat diterima atau dikirim. 5) Kolom kode : Tempat kode/ tanda klasifikasi dan penggolongan surat yang sesuai dengan pola klasifikasi arsip yang berlaku. akte status sekolah. antara lain. dan sebagainya (Pasal 3 UU No. sumber informasi. 7) Kolom isi ringkas : Tempat ringkasan dari surat. 2) Lembar pengantar surat penting disebut kartu kendali. yaitu dengan menggunakan: a) Sistem masalah. Arsip harus dikelola dengan cara: 1) Sistem penataan/ penyimpanan arsip. 8) Kolom lampiran : Tempat jumlah lampiran dan macam lampiran yang ada.d. 6) Kolom hal : Tempat perihal yang termaktub dalam surat. menggunakan lembar pencatatan lembar pengantar surat rutin. 10) Kolom pengolah : Tempat satuan organisasi yang dianggap bertanggung jawab di dalam penyelesaian surat tersebut. kata ´kepada´ dicoret dan untuk surat ke luar kata ´dari´ dicoret. b) Kolom tanggal : Tempat tanggal penerimaan/ pengiriman surat c) Kolom nomor urut : Tempat nomor urut penerimaan dan pengiriman surat. dan sebagai arsip pengganti. Uraian Format Pengurusan Surat 1) Pengurusan surat masuk biasa (rutin). 12) Kolom paraf : Tempat nomor paraf yang menerima surat di tata usaha pengolah/ sekretaris pengolah. 7 Tahun 1971 tentang ketentuan pokok . Untuk surat masuk. akta pendirian gedung. harus dirawat dan dijaga agar terjamin keamanan dan keutuhannya. b) Sistem abjad c) Sistem tanggal d) Sistem wilayah 2) Arsip pasif penting dan permanen. 13) Kolom nomor surat: Tempat nomor surat yang diterima/ dikirim. dan sumber penelitian.

2) E = Emphaty (pandai merasakan perasaan orang lain). dan bantuan secara konkret dari masyarakat baik berupa tenaga. c. 4) Menegakkan dan mengembangkan suatu citra yang menguntungkan (favorable image) bagi sekolah terhadap para stakeholdernya dengan sasaran yang terkait. menjaga perasaan orang lain dengan selalu menghargai pendapat dan hasil kerja orang lain. Tujuan Humas 1) Meningkatkan partisipasi. ringan tangan untuk membantu pekerjaan orang lain dalam organisasi sehingga dapat nmenghindarkan persaingan negatif. 3) Untuk mencegah penumpukan arsip yang tidak berguna. sarana prasaran maupun dana demi kelancaran dan tercapainya tujuan pendidikan. 5) Membuka kesempatan yang lebih luas kepada para pemakai produk/lulusan dan pihak-pihak yang terkait untuk partisipasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. menyangkut aktivitas komunikasi. 3) A = Assist (saling membantu).kearsipan). b. Dapat disimpulkan bahwa humas/publik relation adalah aktivitas yang menghubungkan antara organisasi dengan masyarakat (public) demi tercapaianya tujuan organisasi dan harapan masyarakat dengan produk yang dihasilkan. membantu manajemen untuk menghadapai opini publik. mendukung manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif. ia mengatakan bahwa aktivitas humas adalah mengelola komunikasi antara organisasi dengan publiknya. 3) Mengikutsertakan masyarakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sekolah. 2) Menimbulkan dan membangkitkan rasa tanggung jawab yang lebih besar pada masyarakat terhadap kelangsungan program pendidikan di sekolah secara efektif dan efisien. pengertian. Ruslan juga memberi definisi tentang publik relation sebagai berikut. bisa mengendalikan diri dari emosi sehingga dapat mengatasi masalah secara baik dan . Prinsip-prinsip Humas Prinsip-prinsip humas menurut Fasli Jalal dan Dedy Supriyadi (2001) disingkat TEAM WORK. 4) M = Maturity (saling penuh kedewasaan). dan kerja sama. Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat a. 1) T = Together (bersama-sama). penerimaan. Selanjutnya. yaitu piblik internal dan publik eksternal. antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya bisa bekerja sama dalam organisasi agar dapat mencapai tujuan orgaisasi secara efektif dan efisien. pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya. bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam mengantisipasi kecenderungan penggunaan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dn etis sebagi sarana utama. dewasa dalam menghadapi permasalahan. Menjaga untuk tidak membuat orang lain tersinggung. dilakukan penyusustan/ pemusnahan arsip yang tidak berguna dengan mengikuti prosedur yang berlaku sesuai dengan PP No. melibatkan manajemen dalam menghadapi persoalan/ permasalahan. Publik relation adalah fungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan. dukungan. 34 Tahun 1979 tentang Penyusustan Arsip. Pengertian Humas/Publik Relation Ruslan (2006) mengatakan bahwa humas merupakan mediator yang berada di antara pimpinan organisasi dengan publiknya.

and Canfield (1982) dirumuskan sebagai berikut. 1) Mengundang komite sekolah untuk membantu pemecahan permasalahan sekolah. demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak. Berikut adalah beberapa hal yang termasuk pada pelaksanaan humas. 2) melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung. 1) Agen pembaharuan 2) Wadah kerja sama 3) Penyalur aspirasi 4) Pemberi informasi. dalam (Ruslan. Selanjutnya. 6) O = Organization (saling teratur). menghormati dari yang muda dengan yang lebih tua begitu sebaliknya. 2) Memberdayakan sumber daya pendidikan yang ada di masyarakat yang meliputi: a) Sumber daya lingkungan (1) kebun percobaan pertanian/ kehutanan (2) kolam ikan (3) daerah perkebunan/reboisasi (4) kantor statistik (5) perpustakaan . Bernay. atau sebaliknya. dari yang lebih tua dengan yang lebih muda sehingga bisa menjaga kekompakan kerja. Pelaksanaan Humas Aktivitas. dan mengatur informasi. Cutlip & Centre. program. 8) K = Kindness (saling berbaik hati). publikasi serta pesan dari badan/ organisasi ke publiknya. bekerja sesuai dengan aturan main yang ada dalam organisasi dan sesuai dengan tugas serta kewajiban masing-masing anggota. bersabar. 1) Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama. 4) Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang saran kepada pimpinan demi tujuan dan manfaat bersama. menjunjung keputusan bersama dengan mematuhi aturan-aturan sebagai hasil kesepakatan bersama. fungsi humas menurut pakar humas Internasional. 3) Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini. 3) berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan/lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya. persepsi. menghormati antara satu dengan yang lainnya. dan tanggapan masyarakat terhadap badan/ organisasi yang diwakilinya. Fungsi Humas Menurut Edward L. 7) R = Respect (saling menghormati). 2) Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi dengan publiknya yang merupakan khalayak sasran. Dua pendapat tentang fungsi humas di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. e. 2006) terdapat tiga fungsi utama humas (public relation) yaitu: 1) memberikan penerangan kepada masyarakat. 5) Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik. tujuan (goal) hingga pada sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi/ instansi tidak terlepas dari dukungan masyarakat. menyikapi orang lain secara baik. d.menguntungkan bersama. 5) W = Willingness (saling mematuhi).

bila sistem keuangan sekolah dikelola secara baik akan meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. pengetahuan. 3) Partisipasi sekolah dalam kegiatan masyarakat. mengorganisasikan. secara singkat dapat disimpulkan bahwa administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat meliputu hal-hal berikut. dan intuisi. dapat mencapai tujuantujuan pendidikan secara produktif. 2) Hubungan sekolah dengan lembaga lain. 1) Perencanaan harus realistis Perencanaan harus mampu menilai bahwa alternatif yang dipilih sesuai dengan kemampuan sarana/fasilitas. efektif. Makin efisien suatu sitem pendidikan. dan pelaksanaan perintah. mampu menganalisa berbagai kemungkinan yang terbaik dalam menyususn perencanaan. (4) penyuluh pertanian (5) penyuluh KUD 3) Berperan serta secara aktif dalam semua kegiatan masyarakat yang mendukung program sekolah. Untuk mencapai hal-hal seperti di atas maka diperlukan adanya proses merencanakan. daya/ tenaga. Artinya. budaya disiplin. 2) Perlunya koordinasi dalam perencanaan Perencanaan harus mampu memperhatikan cakupan dan sarana/ volume kegiatan sekolah yang kompleks. pengetahuan. mengkoordinasikan. dan sebagainya) (3) perancang mode. 1) Perencanaan Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam menyusun rencana keuangan sekolah sebagai berikut. Pengertian Administrasi Keuangan Sekolah Pembiayaan pendiikan hendaknya dilakukan secara efisien. Selanjutnya. dan melaporkan kegiatan bidang keuangan agar tujuan sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien. maupu waktu. 4) Perencanaan harus fleksible (luwes). mengarahkan. efisien. misalnya: budaya belajar. semakin kecil dana yang diperlukan untuk pencapaian tujuan-tujuan pendidikan. Administrasi Keuangan a. Pengalaman. Perencanaan mampu menyesuaikan dengan segala kemungkinan yang tidak diperhatikan . dan intuisi. 3) Perencanaan harus berdasarkan pengalaman.radio. budaya sopan santun. dan relevan antara kebutuhan di bidang pendidikan dengan pembangunan masyarakat. dengan anggaran yang tersedia.b) Sumber daya manusia (1) dokter (2) montir (listrik. Contoh: bakti sosial. 1) Hubungan kerja sama sekolah dengan orang tua dan Komite Sekolah.mobil. menghadiri undangan. dana. dan sebagainya. Untuk itu. 4) Melaksanakan perubahan ke arah yang lebih baik. ahli kecantikan dan lain-lain. berbela sungkawa. mengawasi.

3) Pelaksanaan Staf yang dipilih untuk untuk membantu pengelolaan keuangan sekolah dituntut untuk memahami tugasnya sebagai berikut: 1) paham pembukuan. Orang-orang yang diperlukan untuk mengelola kegiatan dana di sekolah antara lain: 1) Bendahara 2) Pemegang buku kas umum 3) Pemegang Buku Pembantu Mata Anggaran. Proses pembuatan anggaran pendidikan melibatkan penentuan pengeluaran maupun pendapatan yang bertalian dengan keseluruhan operasi sekolah. Rencana Anggaran dan Sumber Dana Sekolah Anggaran belanja adalah suatu pernyataan yang terurai tentang sumber-sumber keuangan yang perlu untuk melaksanakan berbagai program sekolah selama periode satu tahun fiskal. yaitu kegiatan-kegiatan dengan menggunakan alat atau tanpa alat yang berkaitan dengan proses belajar mengajar baik dalam maupu di luar kelas. Buku Pajak Regristasi SPM. 4) Pengawasan Pengawasan adalah seuatu usaha untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan penyimpangan dari rencana instruksi. 3) layak dan mempunyai dedikasi tinggi terhadap pimpinan dan tugas. arahan/ saran dari pimpinan.sebelumnya tanpa harus membuat revisi. Buku Bank. 1) Jenis Kegiatan a) Kegiatan operasi. Perencanaan yang baik akan menentukan mutu kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan. 2) memahami peraturan yang berlaku dalam penyelenggaraan administrasi keuangan. dan paham peraturan-peraturan pemerintah yang mengatur tentang penggunaan dan pertanggungjawaban serta pengadministrasian uang negara. membagi tugas. b) Kegiatan Perawatan. yaitu kegiatan perawatan yang dilakukan untuk memelihara dan . 4) memahami bahwa bekerja di bidang keuangan adalah pelayanan. Kepala sekolah dituntut untuk memahami secara garis besar pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana administrasi keuangan. 4) Pembuat Laporan dan Pembuat Arsip Pertanggungjawaban Keuangan. dan menetapkan kedudukan. dan lain-lain. b. 5) Perencanaan yang didasrkan penelitian Perencanaan yang berkualitas perlu didukung suatu data yang lengkap dan akurat melalui suatu penelitian. 6) Perencanaan akan menghindari under dan over planning. Dengan pengawasan (controlling) diharapkan penyimpangan yang mungkin terjadi dapat ditekan sehingga kerugian dapat dihindari. Untuk itu. serta hubungan kerja satu dengan lainnya agar tidak terjadi benturan dan kesimpangsiuran satu dengan lainnya. 2) Organisasi dan Koordinasi Kepala sekolah dituntut untuk dapat mengorganisasikan dengan menetapkan orang-orang yang akan melaksanakan tugas pekerjaan. 5) kurang tanggapnya bagian keuangan akan dapat mempengaruhi kelancaran pencapaian tujuan.

lembaga sosial donatur. WC. tokoh masyarakat.Anggaran Operasional. umpan balik. merancang sistem informasi. ruang laboratorium. c) Dari masyarakat. dan lain-lain) f) Membuat kertas kerja dan laporan g) Menentukan sumber dana dan pembenaan anggaran h) Menuangkan dalam format baku untuk usulan RENOP i) Proses usulan atau pengiriman c. pembangunan dan perawatan (OPF) . yaitu: a) Dari pemerintah berupa: . pesuruh. guru. 3) Penyususnan Rencana Operasional (RENOP) Dalam penyususnan RENOP sebaiknya menempuh kebijakan berimbang. dsb. dan pelaksanaan operasional di sekolah membentuk team work yang terdiri dari para wakil kepala sekolah dibantu para wakil kepala sekolah dibantu beberapa guru senior. 2) Sumber Dana Sumber dana untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan di sekolah. membandingkan kegiatan nyata denagn standar yang telah ditetapkan sebelumnya. langkah-langkah yang dilakukan : a) Menginventarisir kegiatan sekolah pada tahun ajaran mendatang b) Menyusun list kegiatan menurut sekolah prioritas c) Menentukan sasaran atau volume d) Menentukan unit cost dengan membandingkan unit cost atau penjajakan ke jalan e) Menghimpun data pendukung : ‡ Data sekolah ( murid. praktik laboratorium) ‡ Data fisik ( gedung. menentukan dan mengatur penyimpangan0-penyimpangan.Dana Penunjang Pendidikan (DPP) b) Dari orang tua siswa. ruang guru. misalnya: sumbangan perusahaan industri. jam mengajar. ruang kepsek. alumni. serta mengambil koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya sekolah dipergunakan dengan cara yang oaling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan sekolah. 2) Prosedur Pemeriksaan Kas . Atas dasar hasil kerja team tersebut baru dibahas dalam forum rapat dewan guru dan nara sumber lain yang dianggap perlu. pegawai. Untuk memformat program kerja tersebut. Hal ini perlu dilakukan sebagai usaha sistematik untuk menetapakan standar pelaksaan dengan tujuan perencanaan. adalah dana yang dikumpulkan dari pengurus BP3/ komite sekolah dari orang tua siswa.Anggaran Rutin (DIK) . Pengawas dan Pengelola Keuangan Sekolah 1) Manfaat Pengawasan Pengelolaan Keuangan Sekolah Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang diharapkan mampu mencegah timbulnya penyimpangan atau kesalahan dalam pelaksanaan.memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di sekolah agar sarana prasaran tersebut dapat berfungsi dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar. sehingga akan bertanggung jawab terhadap keberhasilan rencana tersebut.

maka perlu dibuat register penutupan kas i) Selanjutnya BKU ditutup dan ditandatangani oleh bendaharaawan dan kepala sekolah j) Buat Berita Acara Pemeriksaan kas dengan format yang telah dibakukan k) Penyampaian Berita Acara pemeriksaan kas Jadi. Kelengkapan Tata Usaha keuangan sekolah. d.OPF .SPP ± DPP ± Komite Sekolah . dapat disimpulkan bahwa administrasi keuangan terdiri dari hal-hal sebagai berikut. BIS. Pengerjaan pembukuan kas umum/tabelaris sesuai dengan peraturan yang berlaku. b. dibukukan pada buku register SPMU. Brand Kas 3. Prosedur pemeriksaan kas yang biasa dilakukan oleh pembiasa sebagai berikut : a) Dilakuakan denagn tiba-tiba b) Bendaharawan wajib mengeluarkan uang yang dikuasainya dalam lingkup tanggung jawab atasnya c) Adakah bukti-bukti pembayaran yang belum dibukukan d) Adakah surat-surat berharga e) Bendahawan harus membuat surat pernyataan dengan bentuk yang sudah dibakukan f) Adakah bukti-bukti pengeluaran yang belum disahkan oleh kepala sekolah g) Sisa kas harus sama dengan sisa dibuku khas umum. h) Setelah selesai pemeriksaan kas. Tempat penyimpanan uang. Bendaharawan bukan Guru atau Kepala Tata Usaha. Penunjukkan Bendaharawan memenuhi persyaratan. Hal-hal yang berkenaan dengan pengurusan keuangan adalah: a.Pemeriksaan adalah suatu proses sistematika untuk memperoleh bukti secara objektif tentang pernyataan-pernyataan berbagai kejadian/kegiatan sekolah dengan tujuan untuk menetapakan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyatan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. c. dan penyampaian hasil-hasilnya kepada yang berkepentingan.BOS. Daftar Gaji. Pencatatan keuangan terdiri dari: a. Penerimaan dan penggunaan DPP dibukukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pencatatan Keuangan. Penerimaan dan penggunaan dana bantuan pemerintah setempat atau dari Komite Sekolah . d. c. Daftar lembur dan atau daftar honorarium. meliputi: a. surat berharga. b.Rutin . uang logam) saldo bank. BOM . e. Pemeriksaan keuangan oleh Kepala Sekolah e. 1. Pemisahan antara bendaharawan: . Buku Kas Tabelaris. Pengurusan Keuangan. sedangkan penerimaan OPF dalam buku tersendiri. Penerimaan dan penyetoran SPP dibukukan sesuai dengan peraturan yang berlaku (tanda bukti setoran). c.Sanggar PKG/LKG 2. Sisa kas terdiri dari (uang kertas. Penerimaan SPMU otorisasi rutin. b. Penerimaan dan penyetoran PPh dan PPn dibukukan pada buku kas umum/tabelaris f. Buku Kas dan Buku Kas Pembantu d. kertas berharga dan tanda bukti pengeluaran e. SK Bendaharawan Sekolah.

kapur tulis. b) Sarana pendidikan yang tidak bergerak Sarana pendidikan yang tidak bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan. atau gas pada sekolah yang bersangkutan. . bangku sekolah. telepon. dsb. yaitu sarana pendidikan yang habis dipakai dan sarana pendidikan tahan lama. a) Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Perlu diperhatikan/diteliti ada tidaknya tunggakan untuk pembayaran listrik. bahan. bangku sekolah. yaitu (1) habis tidaknya dipakai. contohnya: almari arsip sekolah. a) Sarana pendidikan yang bergerak Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindah sesuai dengan kebutuhan pemakainya. Contoh: pita mesin ketik/komputer. prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan a. 1) Ditinjau dari Habis Tidaknya Dipakai Dilihat dari habis tidaknya dipakai. besi. . globe. Telah dibuat berita acara penutupan kas pada saat penutupan buku kas setiap tiga bulan (inspeksi mendadak minimal tiga bulan sekali) h. air. Laporan penggunaan keuangan menurut sumbernya kepada atasan yang bersangkutan j. mesin tulis. dan kertas karton yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar. beberapa bahan kimia untuk praktik guru dan siswa. Pengertian dan Jenis-jenis Sarana Prasarana Pendidikan Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan. (2) bergerak tidaknya pada saat digunakan. atlas.dibukukan dalam buku kas khusus. 2) Ditinjau dari Bergerak Tidaknya pada Saat Digunakan Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan. dan kertas. b) Sarana pendidikan tahan lama Sarana pendidikan tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dan dalam waktu yang relatif lama. ada dua macam sarana pendidikan. ada dua macam sarana pendidikan. k. tidak melewati tanggal 10 bulan berikutnya) i. bola lampu. Peringatan/teguran tertulis kepada Bendaharawan apabila ada penggunaan uang yang tidak sesuai dengan tanda bukti yang ada dan penggunaan diluar rencana. ada sarana pendidikan yang berubah bentuk. Selain itu. Contoh. g. Sarana pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga macam. misalnya kayu. Adapun. dsb. dan beberapa peralatan olah raga. dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. misalnya saluran dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). yaitu sarana pendidikan yang bergerak dan sarana pendidikan tidak bergerak. Tanda bukti pengeluaran (surat pertanggungan jawab disampaikan ke KPKN. Contoh. (3) hubungannya dengan proses belajar mengajar.

yaitu: 1) prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar. Untuk itu. dapat berupa perbuatan-perbuatan atau benda-benda yang mudah memberi pengertian kepada anak didik berturut-turut dari yang abstrak sampai dengan yang konkret. 1) Prinsip pencapaian tujuan Administrasi sarana prasara sekolah dikatakan berhasil apabila fasilitas sekolah selalu siap pakai. 4) Prinsip Kejelasan Tanggung Jawab Tugas dan tanggung jawab semua anggota organisasi terhadap pengelolaan sarana dan prasarana sekolah harus dideskripsikan dengan jelas. Tujuan Administrasi Sarana Prasarana Tujuan administrasi sarana prasarana sekolah secara umum adalah memberikan layanan secara profesional di bidang sarana dan prasana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. c. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. alat peraga. 1) Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. ruang praktik keterampilan. tujuan secara khususnya adalah sebagai berikut. Adapun. b. ruang guru. kamar kecil. misalnya ruang kantor. ruang usaha kesehatan sekolah. untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan. tanah dan jalan menuju sekolah. media visual. seperti ruang teori. dan ruang laboratorium. ruang kepala sekolah. perlengkapan sekolah hendaknya dilengkapi dengan petunjuk teknis penggunaan dan pemeliharaannya. sehingga dapat mengurangi pemborosan. alat tulis. dan media pengajaran. dan tempat parkir kendaraan. 3) Prinsip administratif Semua pengelola perlengkapan pendidikan di sekolah itu hendaknya selalu memperhatikan undang-undang.3) Ditinjau dari hubungannya dengan Proses Belajar Mengajar Sarana Pendidikan dibedakan menjadi 3 macam bila ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar. 2) Prinsip efisiensi Pemakaian semua fasilitas sekolah hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya. kantin sekolah. dan media audio visual. sehingga keberadaannnya selalu dalam kondisi siap pakai. . b) Alat peraga Alat peraga adalah alat pembantu pendidikan dan pengajaran. a) Alat pelajaran Alat pelajaran adalah alat yang digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar. Ada tiga jenis media. ruang perpustakaan. dan alat praktik. yaitu media audio. intruksi dan pedoman yang telah diberlakukan oleh pemerintah. 2) prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. peraturan. yaitu: alat pelajaran. Adapun prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. alat peraga. c) Media pengajaran adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar. Prinsip-Prinsip pengelolaan Sarana dan Prasarana Untuk mendukung tercapainya tujuan administrasi sarana prasarana sekolah maka ada prinsipprinsip yang perlu diperhatikan dalam mengelola sarana prasarana sekolah sebagai berikut. misalnya buku. 2) Untuk mengupayakan sarana prasarana sekolah secara tepat dan efisien.

urgensi kebutuhan dan menyusun rencana pengadaan tahunan. Siklus Pengelolaan Sarana Prasarana Proses pengelolaan administrasi sarana prasarna meliputi 5 hal. antara satu dengan lainnya dalam organisasi harus bekerja dengan baik. (2)Barang tak habis dipakai. b) Penentuan Kebutuhan Barang Tidak Bergerak Pengadaan barang tidak bergerak meliputi pengadaan tanah dan bangunan. a) Perencanaan Pengadaan Barang Bergerak (1)Barang yang habis dipakai. dan penyeleksian sarana prasarana sebelum mengadakan alat-alat tertentu.Menyusun daftar perlengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kegiatan sekolah. . 1). jumlah pemakai dan jumlah alat-alat/ perabot yang akan ditempatkan. . struktur organisasi. sesuai dengan kebijaksanaan departemen.Menetapkan skala prioritas menurut dana yang tersedia. yaitu: (1) penentuan kebutuhan.5) Prinsip Kekohesifan Manajemen sarana prasarana sekolah hendaknya terealisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak.Menyusun rencana pengadaan barang menjadi rencana triwulan dan kemudian menjadi rencana tahunan. (2)Mengadakan perhitungan luas bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan disusun atas dasar data survei.Memperkirakan biaya perlengkapan yang direncanakan dengan memperhatikan standar yang telah ditentukan. serta memperkirakan anggaran yang disediakan setiap tahun. direncanakan dengan urutan sebagai berikut. Untuk lebih jelasnya. .Memperkirakan biaya untuk pengadaan barang tersebut tiap bulan. (4) pengurusan dan pencatatan. (3)Menyusun rencana anggaran biaya yang disesuaikan dengan harga standar yang berlaku di daerah yang bersangkutan. dengan memperhatikan skala prioritas yang telah ditetapkan. (4)Menyusun pentahapan rencana anggaran biaya yang disesuaikan dengan rencana pentahapan pelaksanaan secara teknis. (2) pengadaan. perhatikan gambar berikut. . . Untuk itu. (3) pemakaian. Penentuan Kebutuhan Melaksanakan analisis kebutuhan. (1)Mengadakan survei tentang keperluan bangunan yang akan direnovasi dengan maksud untuk memperoleh data mengenai: fungsi bangunan. direncanakan dengan urutan sebagai berikut. Berikut adalah prosedur analisis kebutuhan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah. analisis anggaran.Menganalisis dan menyusun keperluan sesuai dengan rencana kegiatan sekolah serta memperhatikan perlengkapan yang masih ada dan masih dapat dipakai. c) Perhitungan Kebutuhan Ruang Belajar . . d. direncanakan dengan urrutan sebagai berikut. (5) pertanggungjawaban.

menerbitkan sendiri. Adapun. dsb. Prinsip efektivitas berarti semua pemakaian perlengkapan pendidikan di sekolah harus ditujukan semata-mata dalam memperlancar pencapaian tujuan pendidikan sekolah. (4) menerima hibah bangunan. Selanjutnya. . alat. maupun putus sekolah. (3) menyewa bangunan. Menurut kurun waktunya.Menghitung kebutuhan ruang belajar harus memperhatikan tambahan jumlah siswa yang diperkirakan akan ditampung pada tahun yang akan datang. menerima hak pakai. mesin ketik. misalnya: mobil. yaitu prinsip efektivitas dan prinsip efisiensi. dapat dilakukan dengan cara membeli. tiga bulan sekali. dan menerima bantuan/ hadiah/ hibah. yaitu: dua bulan sekali. Perhitungan kebutuhan ruang belajar/guru tergantung dari jumlah tambahan siswa. (2) membeli bangunan.Jumlah siswa Kebutuhan yang diperkirakan sekarang tambahan = ruang belajar Jumlah siswa > shift Rata-rata per kelas 2) Pengadaan Sarana Prasarana Pengadaan sarana prasarana pendidikan merupakan upaya merealisasikan rencana kebutuhan pengadaan perlengkapan yang telah disusun sebelumnya. rusak. c) Pengadaan tanah. Jumlah siswa . a) Pengadaan buku. Pemeliharaan merupakan kegiatan yang terus menerus untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik atau siap untuk dipakai. pindahan. atau hilang. Selain itu. dsb. 3) Penggunaan dan Pemeliharaan Ada dua prinsip yang harus diperhatikan dalam pemakaian perlengkapan pendidikan. dan efisiensi penggunaan ruang belajar (shift). mesin disel. prinsip efisiensi berti. dan perabot dilakukan dengan cara membeli. pemakaian semua perlengkapan pendidikan secara hemat dan hati-hati sehingga semua perlengjkapan yang ada tidak mudah habis. b) Pengadaan bangunan. pemeliharaan dibedakan dalam: a) pemeliharaan sehari-hari. antara lain sebagai berikut. komputer. (5) menukar bangunan. dan menukar. juga perlu memperhatikan jumlah murid yang keluar dari sekolah baik lulusan. perhitungan kebutuhan ruang belajar dapat diformulasikan sebagai berikut. baik secara langsung maupun tidak langsung. Perkiraan tambahan julah siswa didasrkan pada anak usia sekolah yang akan ditampung dan arus lulusan yang akan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi di tingkat propinsi/ kabupaten. jumlah ratarata murid untuk setiap rombongan belajar/kelas. menerima bahan. dapat dilaksanakan dengan cara: (1) membangun bangunan baru. b) pemeliharaan berkala.

Adapun. Tenaga kependidikan mencakup pimpinan satuan pendidikan. konselor. mengenai tenaga kependidikan dinyatakan di dalam Pasal 140 Ayat 1 (RPP. terapis. Tenaga Teknis dan Kepala Tata Usaha di lingkungan sekolah. b. dan Tenaga Teknis yang belum memenuhi jumlah jam wajib mengajar minimal. psokolog. tutor. penilik satuan pendidikan nonformal. 5) Pertanggungjawaban (Pelaporan) Penggunaan sarana prasarana inventaris sekolah harus dipertanggungjawabkan dengan jalan membuat laporan penggunaan barang-barang tersebut yang ditujuakn kepada instansi terkait. Pendayagunaan Ketenagaan antara lain. dan mempermudah pemeliharaan dan pengawasan. penghematan keuangan. instruktur. Mutasi Kepangkatan . pelatih. Pelaporan dilakukan sekali dalam setiap triwulan. tenaga laboratorium. Apabila dalam inventarisasi terdapat sejumlah perlengkapan yang sudah tidak layak pakai maka perlu dilakukan penghapusan. dan sebutan lain untuk petugas sejenis yang bekerja pada satuan pendidikan. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan dapat tercipta administrasi barang. teknisi sumber belajar. Guru jelas adalah pendidik. fasilitator. Administrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Perlu dibedakan antara pendidik dengan tenaga kependidikan. pamong widyaiswara. Bab XII/2005) sebagai berikut. Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) mengenai tugas Kepala Sekolah yang berhubungan dengan: 1) Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan terhadap masing-masing guru. 2) Daftar urut kepangkatan disusun sesuai dengan ketentuan dan perubahan formasi sekolah. dan Tenaga Tata Laksana 3) Pemberian tugas tambahan kepada Guru. pengawas satuan pendidikan formal. Laporan tersebut sering disebut dengan mutasi barang. Di dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) BAB XII. 1) Kelayakan Guru Mengajar 2) Pelaksanaan pembagian tugas Guru. tenaga perpustakaan. Administrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan meliputi hal-hal sebagai berikut. dosen. tenaga teknis dan tata laksana.4) Pengurusan dan Pencatatan Semua sarana prasarana harus diinventarisasi secara periodik. artinya secara teratur dan tertib berdasarkan ketentuan atau pedoman yang berlaku. pamong belajar. Tenaga Teknis. d. a. Daftar Urut Kepangkatan (DUK) 1) Daftar urut kepangkatan Guru. Pasal 1 dinyatakan bahwa pendidik mencakup guru. tenaga administrasi. pekerja sosial. tenaga kebersihan sekolah. tenaga teknis dan tenaga tatalaksana sebagai bahan pembuatan penilaian pelaksanaan pekerjaan tahunan. 2) Pencatatan kegiatan guru. terkecuali bila di sekolah itu ada barang rutin dan barang proyek maka pelaporan pun seharusnya dibedakan. dan sebutan lain dari profesi yang berfungsi sebagai agen pembelajaran peserta didik. Tahun2005 Pasal 139. tenaga lapangan pendidikan. c.

misi. Dengan demikian administrasi kesiswaan di sekolah menengah (SMA-SMK) disusun untuk memberi petunjuk bagi penyelenggara dan pengelola administrasi kesiswaan dapat tertib dan teratur sehingga mendukung tercapainya tujuan sekolah.1) Pemberitahuan kenaikan gaji berkala kepada KPN bagi guru. b. Pengembangan Ketenagaan 1) Daftar urut prioritas guru. sistem PSB. Tata Tertib Kerja 1) Pedoman Tata Tertib Guru. ‡ Penerimaan Siswa Baru (PSB) meliputi : Penetuan kebujakan PSB. Pengaturan kegiatan peserta didik tersebut diarahkan pada peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar baik intra maupun ekstrakulikuler. Prosedur PSB. dan tujuan sekolah serta tujuan pendidikan secara keseluruhan. dan jenjang pendidikan. dan kesepakatan yang mendukung tata tertib kerja). SPKG. 2) Peningkatan kesejahteraan (Koperasi. dan tenaga tatalaksana yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3) Pemberitahuan dan pengusulan mutasi guru. tenaga teknis dan tenaga tata laksana untuk menambah pengetahuan. Perpustakaan dan Bendaharawan. Ruang Lingkup Ruang lingkup kesiswaan meliputi : 1) perencanaan peserta didik yang diawali dengan penerimaan siswa baru. dan Masa Orientasi Siswa (MOS). kegiatan rekreasi dan olah raga). pendekatan yang digunakan dalam MOS. tenaga teknis dan tenaga tata laksana. 2) Pembinaan secara teratur terhadap guru. c. 4) Pemberian dorongan terhadap guru. dan tehnik-tehnik yang digunakna dalam . 2) Sumber penyusunan tata tertib kerja tersebut (ketentuan. Sasaran Sasaran administrasi kesiswaan adalah seluruh siswa pada setiap tingkat. f. kriteria PSB. dan pemecahan provlrm-problem PSB. Tujuan Administrasi Kesiswaan Tujuan administrasi kesiswaan adalah mengatur kegiaatan-kegiatan peserta didik dari mulai masuk sekolah sampai lulus sekolah. Masa Orientasi Siswa (MOS). Tenaga Teknis lainnya dan Tenaga Tata Laksana. Administrasi Kesiswaan a. peraturan. tenaga teknis dan tenaga tata laksana yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Laboran. tenaga teknis. Usaha Kesejahteraan Pegawai 1) Penyelesaian keanggotaan Taspen dan Asuransi Kesehatan Guru. 2) Pengusulan kenaikan pangkat/tingkat guru. meliputi pengaturan hari-hari pertama sekolah. tenaga teknis dan tenaga tata laksana. arisan. sehingga memberikan konstribusi bagi pencapaian visi. 3) Langganan majalah profesi untuk guru. ‡ Orientasi Siswa Baru. Tenaga Teknis dan Tenaga Tata Laksana di lingkungan sekolah. e. MGMP. g. tenaga teknis dan tenaga tata laksana dalam melaksanakan tugas sehari-hari. tenaga teknis dan tenaga tata laksana untuk mengikuti penataran/ pelatihan antara lain: LKG.

pendaftaran siswa baru. 5) Mengatur kenaikan tingkat/ kenaikan kelas peserta didik 6) Mengatur peserta didik yang drop out 7) Mengatur kode etik. Raport. Nilai UAN/UAS) e) Data rombongan belajar (Nilai UAN. ‡ Layana perpustakaan ‡ Layanan laboratorium ‡ Layanan penasihat akademik (wali kelas) ‡ Layanan koperasi siswa/i. baik dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar. daftar peringkat. Peringatan hari besar keagamaan 9) Mengatur layanan peserta didik ‡ Layanan BP/ BK. STTB. 2) Mengatur kehadiran. Agenda PBM) g) Data siswa dalam kegiatan pengembangan diri (daftar minat dan bakat) h) Data siswa dalam kegiatan OSIS. Nilai UAS/UN. Nilai UAN ‡ Form C (pengendali) jurnal harian ‡ Kuitansi pengelolaan PSB ‡ Petunjuk singkat/ Persyaratan masuk ‡ Bukti pengambilan nilai UN yang diterima ‡ Masa Orientasi Siswa (MOS) ‡ Buku Klaper ‡ Pengelompokkan belajar siswa . kartu seleksi) b) Data siswa kelas II baru (Surat Pernyataan Mutasi. PMR. Intrakurikuler. Pramuka. Kelompok Studitour. seleksi. dan peningkatan disiplin peserta didik 8) Mengatur organisasi peserta didik yang meliputi seperti OSIS. Instrumen yang biasa digunakan untuk PSB antara lain: ‡ Forum A ( formulir pendaftaran) ‡ Forum B (bukti pendaftaran). Organisasi Pramuka. Pelaksanaan Administrasi Kesiswaan Proses administrasi kesiswaan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: 1) Pemilihan data siswa a) Data siswa kelas I baru (Danun. KIR. KIR. Raport) d) Siswa yang tamat belajar (STTB. pemasangan/pengiriman pengumuman. dan ketidakhadiran peserta didik di sekolah 3) Mengatur pengelompokan peserta didik 4) Mengatur evaluasi peserta didik. bimbingan penyuluhan maupun kepentingan peserta didik. STTB) c) Data siswa yang pindah/ keluar (Surat Pernyataan Mutasi. ) 2) Pengisian Format Data Siswa a) Penerimaan Siswa baru Penerimaan Siswa Baru merupakan kegiatan yang mengatur siswa melalui rangkaian prosedur: pembentukan panitia. rapat penentuan siswa baru. j) Mengatur kegiatan pelaksanaan wawasan wyatamandala. Rapot. d.orientasi siswa. Club Pecinta Alam. Peringkat) f) Kegiatan belajar mengajar (kehadiran siswa. penentuan siswa yang diterima dan pendaftaran siswa yang diterima. PMR.

e) Buku kemajuan siswa/ jurnal Buku kemajuan siswa/jurnal berguna untuk mengetahui: ‡ Jadwal pelajaran ‡ Nama guru mata pelajaran yang melaksanakan KBM ‡ Materi yang diajarkan ‡ Kehadiran guru dan siswa f) Nominasi siswa (8355) Untuk mengetahui seluruh jumlah siswa dan identitas setiap siswa dapat dipantau dari daftar nominasi siswa. Formasi siswa dalam setiap kelas dapat cepat diketahui dalam buku mutasi siswa.b) Buku Klaper Buku induk siswa digunakan untuk mencari siswa yang masih ada pada saat sekarang. g) Buku mutasi siswa Pengisian buku mutasi rutin setiap awal dan akhir bulan sangat membantu dalam pembuatan laporan keadaan siswa setiap bulan/ semester/ tahun. i) Dokumen penyerahan STTB STTB merupakan dokumen resmi dan merupakan surat berharga. l) Papan data Papan data dapat dipakai untuk menyusun program-program pendidikan yang perlu untuk dipaparkan. pengisian buku klaper memerlukan ketelitian dalam mengerjakannya secara terus menerus dari tahun ke tahun. j) Tata tertib siswa Penyususnan tata tertib disesuaikan dengan ketentuan Dinas Pendidikan dan Kebutuhan sekolah setempat. c) Daftar kehadiran siswa Daftar kehadiran siswa berguna untuk pembinaan disiplin siswa dan pengecekan materi pelajaran akibat ketidakhadiran siswa di sekolah. k) Papan absen kelas Digunakan untuk mencatat siswa yang tidak hadir dan pengumuman di kelas masing-masing. Papan data dibuat menurut kebutuhan antar lain yang berkaitan dengan: . Untuk itu. Format: ‡ Dibuat sesuai dengan kebutuhan ‡ Diisi setiap hari ‡ Direkap setiap bulan d) Daftar Kelas/ leger Biodata setiap siswa dalam satu kelompok belajar siswa dicatat pada suatu buku daftar kelas termasuk nilai rapot setiap siswa. sehingga dapat membantu kelancaran pengolahan data secara cepat dan tepat sebagai bahan membuat laporan. h) Nominasi peserta UAS/UN Dalam menyusun formulir dan format data calon peserta UAS/UN diperlukan ketelitian agar tidak terjadi kekeliruan terutama dalam inventarisasi awal dan pengolahan lebih lanjut yang berkaitan dengan UAS/UN. Oleh karena itu. Format disesuaikan dengan kebutuhan. pengolahan STTB harus dilakukan secara teliti dan copy dokumen STTB harus disimpan dalam file tersendiri. maupun untuk mencari nomor induk siswa yang telah tamat atau pernah bersekolah di sekolah tersebut.

apresiasi. OSIS bersifat intrasekolah. pengawasan. Setiap siswa otomatis menjadi anggota OSIS di sekolah yang bersangkutan. pengaturan. e. pendidikan politik. dan kreasi seni. 3) Pelatihan Kepemimpinan Pelatihan kepemimpinan meliputi: a) pelatihan kepemimpinan bagi pembina OSIS b) pelatihan kepemimpinan bagi pengurus OSIS c) pelatihan kepemimpinan bagi perwakilan kelas d) pelatihan kepemimpinan bagi anggota OSIS Pelatihan kepemimpinan bagi pembina OSIS juga dikenal dengan orientasi pengembangan pembimbing kesiswaan (OPPK) dan latihan bagi pengurus OSIS dan perwakilan kelas melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Keanggotaan itu secara otomatis berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah yang bersangkutan. pelaksanaan. sampai akhir jenjang pendidikan. insan pendidikan sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan Tujuan Pendidikan Nasional. (2) pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara (3) pembinaan pendidikan pendahuluan bela negara (4) pembinaan kepribadian dan budi pekerti luhur (5)pembinaan berorganisasi. 4) Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan perbaikan dan pengayaan yang berkaitan dengan . b)Jalur pembinaan kesiswaan meliputi: (1) Organisasi kesiswaan (2) Latihan kepemimpinan (3) Kegiatan ekstrakurikuler (4) Kegiatan wawasan wyatamandala 2) Organisasi Kesiswaan OSIS merupakan satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan kesiswaan. pengembangan. tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain. artinya. Administrasi Pembinaan Kesiswaan Pembinaan kesiswaan adalah suatu kegiatan yang meliputi perencanaan.‡ PSB ‡ Kelulusan ‡ Usia siswa ‡ Status/Pekerjaan m) Kohort n) Kohort adalah diagram yang menggambarkan arus perkembangan siswa sejak awal. dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah. 1) Materi dan Jalur pembinaan Kesiswaan a) Materi pembinaan kesiswaan mencakup: (1) pembinaan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. dan pemberian berbagai bentuk kegiatan kepada peserta didik sebagai insan pribadi. penilaian. dan kepemimpinan (6) pembinaan keterampilan dan kewirausahaan (7) pembinaan kesegaran jasmani dan daya kreasi (8) pembinaan persepsi.

(6) mengorganisasikan suatu pementasan atau bazaar. (3) meningkatkan sikap hormat siswa terhadap orang tua. (3) mengadakan lomba karya tulis. f) Pembinaan keterampilan dan kewirausahaan meliputi: (1) meningkatkan keterampilan dalam menciptakan suatu barang tidak berguna menjadi berguna.program kurikuler. (4) meningkatkan usaha-usaha keterampilan tangan. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut. (5) menyelenggarakan kegiatan seni yang bernafaskan keagamaan. majalah dinding.). dan kerindangan (6). (5) menghayati dan mampu menyanyikan lagu-lagu Nasional. c) Pembinaan pendidikan pendahuluan bela negara (1) melaksanakan tata tertib sekolah. guru. ketertiban. serta hari-hari basar Nasional. (3) mempelajari dan menghayati sejarah perjuangan bangsa. Kegiatan ini dilaksanakan di luar jam pelajaran yang tercantum di dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. . (4) melaksanakan pertukaran siswa antarpropinsi. Kegiatan ekstrakurikuler dimaksudkan untuk lebih memantapkan pembentukan kepribadian. (2) membentuk kelompok belajar berdasarkan keamanan. (4) melaksanakan wisata siswa. (3) melaksanakan perbuatan amaliah sesuai dengan norma agama. (2) meningkatkan keterampilan di bidang teknik. dsb. kebersihan. (2) memperingati hari-hari besar agama. keindahan. pertanian. (3) melaksanakan latihan kepemimpinan siswa. (2) melaksanakan baris-berbaris. dan sesama siswa di lingkungan masyarakat. (6) Melaksanakan Praktik Kerja Nyata (PKN) atau Pengalaman Kerja Lapangan (PKL). (5) meningkatkan usaha Koperasi Sekolah dan Unit Produksi. pencinta alam. dan peternakan. pendidikan politik. dan kepemimpian meliputi: (1) memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. kekeluargaan. b) Pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara (1) melaksanakan upacara bendera pada setiap hari Senin dan Sabtu. e) Pembinaan berorganisasi. (3) meningkatkan usaha-usaha keterampilan tangan. elektronik. (5) mempelajari dan menghayati semangat perjuangan para pahlawan bangsa. (4) membina toleransi kehidupan antarumat beragama. (5) mengadakan media komunikasi OSIS (bulletin.kelestarian alam dan lingkungan. a) Pembinaan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (1) melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing. d) Pembinaan kepribadian dan budi pekerti luhur (1) melaksankan tata krama pergaulan (2) menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran rela berkorban dengan jalan melaksanakan perbuatan amal untuk meringankan beban dan penderitaan orang lain. (4) mengadakan forum diskusi ilmiah. (2) melaksanakan bakti sosial.

d) Warga sekolah. . seni tari. obat terlarang. 5) Kegiatan Wawasan Wyatamandala Wawasan wyatamandala pada hakikatnya merupakan suatu sikap pandang dan kesadaran serta tanggung jawab terhadap lingkungan pendidikan yang fungsinya sebagai tempat kegiatan proses belajar mengajar dan tidak untuk kegiatan lain yang tidak mendukung pendidikan. dan merokok. (1) mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang seni suara. (9) mengembangkan motto: ´rekreasi dan kreatif´ h) Pembinaaan persepsi. (4) mementaskan. (5) meningkatkan kesehatan mental. (4) menyelenggarakan kantin sehat. (6) melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika. drama. (3) meningkatkan daya cipta seni. dan kebersihan sekolah. (2) melaksanakan usaha kesehatan sekolah. baik hasil karya siswa/ sekolah maupun karya seni dari luar lingkungan sekolah.g) Pembinaan kesegaran jasmani dan daya kreasi (1) meningkatkan kesadaran hidup sehat d lingkungan sekolah. seni kerajinan. dan olah raga lainnya. (3) melaksanakan keindahan sekolah. minuman keras. dan kreasi seni. memamerkan berbagai cabang seni. Unsur-unsur Wawasan wyatamandala sebagai berikut: a) sekolah sebagai lingkungan pendidikan b) kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolahnya. e) masyarakat sekitarnya yang harus mendukung kerukunan antarwarga sekolah. musik. baik dalam maupun luar lingkungan sekolah harus menjunjung tinggi martabat dan citra guru. penghijauan. rumah. (8) menyelenggarakan lomba berbagai macam olah raga. c) guru dan orang tua siswa yang saling pengertian dan kerja sama yang erat untuk mengemban tugas pendidikan. dan masyarakat./ sastra. Senam Kesegaran Jasmani. (2) menyelenggarakan sanggar berbagai seni. apresiasi. dan fotografi. (7) melaksanakan Senam Pagi Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->