P. 1
GIGITAN ULAR

GIGITAN ULAR

|Views: 157|Likes:
Published by nazarsaja

More info:

Published by: nazarsaja on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2015

pdf

text

original

GIGITAN ULAR PENDAHULUAN Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang.

Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup. Akan tetapi untuk kasus-kasus kadal tak berkaki (misalnya Ophisaurus spp.) perbedaan ini menjadi kabur dan tidak dapat dijadikan pegangan.[1] Ular adalah hewan yang mengagumkan, sukses berkembang hidup di darat, laut, hutan, padang rumput, danau, maupun di padang pasir. Kecuali reputasi buruk mereka, sebenarnya ular hampir selalu lebih takut pada manusia daripada manusia pada ular. [2] Semua ular merupakan karnivora. Mereka menangkap serangga, burung, mamalia kecil, dan reptil lain, kadang termasuk ular lain. Hanya sekitar 400 dari 3000 ular di seluruh dunia yang menyuntikan bisa. [2] KEBIASAAN DAN REPRODUKSI ULAR Banyak ular, seperti sanca dan ular tikus, menangkap mangsa dengan melilitnya. Saat melilit, ular melemaskan mangsanya dengan melilit erat di bagian leher mangsa, mencegah mangsa bernafas atau langsung menyebabkan cardiac arrest. [2] Ular memakan mangsanya bulat-bulat; artinya, tanpa dikunyah menjadi keping-keping yang lebih kecil. Gigi di mulut ular tidak memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan sekedar untuk memegang mangsanya agar tidak mudah terlepas. Agar lancar menelan, ular biasanya memilih menelan mangsa dengan kepalanya lebih dahulu. [1] Ular-ular berbisa (memiliki racun, venom) membunuh mangsa dengan bisanya, yang dapat melumpuhkan sistem saraf pernapasan dan jantung (neurotoksin), atau yang dapat merusak peredaran darah (haemotoksin), dalam beberapa menit saja. Bisa yang disuntikkan melalui gigitan ular itu biasanya sekaligus mengandung enzim pencerna, yang memudahkan pencernaan makanan itu apabila telah ditelan. [1] Ular adalah hewan berdarah dingin. Oleh karena itu, mereka tidak dapat meningkatkan suhu tubuh mereka dan tidak dapat tetap aktif saat cuaca dingin. Ular paling aktif pada suhu 25-32°C (77-90°F). [2] Untuk menghangatkan tubuh dan juga untuk membantu kelancaran pencernaan, ular kerap kali perlu berjemur (basking) di bawah sinar matahari. [1] Kebanyakan jenis ular berkembang biak dengan bertelur. Jumlah telurnya bisa beberapa butir saja, hingga puluhan dan ratusan butir. Ular meletakkan telurnya di lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering. Beberapa jenis ular diketahui menunggui telurnya hingga menetas; bahkan ular sanca µmengerami¶ telur-telurnya. Sebagian ular, seperti ular kadut belang, ular pucuk dan ular bangkai laut µmelahirkan¶ anak. Sebetulnya tidak melahirkan seperti halnya mamalia, melainkan telurnya berkembang dan menetas di dalam tubuh induknya (ovovivipar), lalu keluar sebagai ular kecil-kecil. Sejenis ular primitif, yakni ular buta atau ular kawat Rhampotyphlops braminus, sejauh ini hanya diketahui yang betinanya. Ular yang mirip cacing kecil ini diduga mampu bertelur dan berbiak tanpa ular jantan (partenogenesis). [1] JENIS-JENIS ULAR DAN HUBUNGANNYA DENGAN MANUSIA Klasifikasi ilmiah [1] Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Sauropsida

berlaku agresif terhadap manusia tanpa provokasi. dengan pengecualian khusus pada king kobra (Ophiophagus hannah) atau mamba hitam (Dendroaspis polylepis). dan lance-headed viper (Bothrops) di Amerika. 1758) Superfamili dan Suku *Henophidia ‡ Aniliidae ‡ Anomochilidae ‡ Boidae ‡ Bolyeriidae ‡ Cylindrophiidae ‡ Loxocemidae ‡ Pythonidae ‡ Tropidophiidae ‡ Uropeltidae ‡ Xenopeltidae ‡ Typhlopoidea ‡ Anomalepididae ‡ Leptotyphlopidae ‡ Typhlopidae ‡ Xenophidia ‡ Acrochordidae ‡ Atractaspididae ‡ Colubridae ‡ Elapidae ‡ Hydrophiidae ‡ Viperidae Ular ada yang berbisa. dan the puff adder (Bitis arietans) dan Gaboon viper (Bitis gabonica) di Afrika. famili Elapidae. hanya sedikit sekali yang berbisa. yang meliputi coastal taipan (Oxyuranusscutellatus). Gigitan ular berbahaya bila ularnya tergolong jenis berbisa. dan death adder (Acanthophis). Ular laut yang sangat berbisa berhubungan dekat dengan elapid Australia. the saw-scaled viper (Echis) di Asia dan Afrika. [3] Dari antara yang berbisa. Ular Koral (Micrurus) di Amerika. Mamba (Dendroaspis) di Afrika. dan Elapid Australia. Colubridae.) di Asia dan Afrika.Ordo: Squamata Subordo: Serpentes (Linnaeus. Tidak perlu terlalu kuatir bila bertemu ular. umumnya ular pergi menghindar bila bertemu manusia. dan brown tree snake (Boiga irregularis). beberapa spesiesnya termasuk boomslang (Dispholidus typus). the Russell¶s viper (Daboia russellii) di Asia. Dari ratusan jenis ular yang diketahui. Pertama. king brown snake (Pseudechisaustralis). the Japanese garter snake (Rhabdophis tigrinus). Namun. twig snake (Thelotornis). [2] Terdapat dua famili utama ular berbisa yang berbahaya bagi manusia. termasuk rattlesnake atau ular derik (Crotalus) (Western diamondback rattlesnake dan timber rattlesnake). Spesies terbesar yang memiliki distribusi terluas dengan bermacam-macam famili. tiger snake (Notechis). Krait (Bungarus) di Asia. kebanyakan bisanya tidak cukup berbahaya bagi manusia. [1] Beberapa ular. dapat . famili Viperidae. kurang berbisa dan kurang berbahaya bagi manusia. Kedua. moccasin (Agkistrodon). namun lebih banyak yang tidak. Lagipula. termasuk di dalamnya kobra (Naja spp.

Ular-ular yang berbisa kebanyakan termasuk suku Colubridae. akan tetapi bisanya umumnya lemah saja. sebagai contoh [1] : suku Typhlopidae ular kawat (Rhamphotyphlops braminus) suku Cylindrophiidae ular kepala-dua (Cylindrophis ruffus) suku Pythonidae o ular sanca kembang (Python reticulatus) o ular peraca (P. tidak berbahaya bagi manusia. [2] Di Indonesia. ular karung (Acrochordus javanicus). termasuk American garter snake. ular bangkai laut. ular bandotan). Nama Latin awal adalah (Chondropython viridis) tapi telah mengalami perubahan menjadi (³Morelia viridis´) suku Acrochordidae ular karung (Acrochordus javanicus) suku Xenopeltidae ular pelangi (Xenopeltis unicolor) suku Colubridae o ular siput (Pareas carinatus) o ular-air pelangi (Enhydris enhydris) o ular kadut belang (Homalopsis buccata) o ular cecak (Lycodon aulicus) o ular gadung (Ahaetulla prasina) o ular cincin mas (Boiga dendrophila) o ular terbang (Chrysopelea paradisi) o ular tali (Dendrelaphis pictus) o ular birang (Oligodon octolineatus) o ular tikus atau ular jali (Ptyas korros) o ular babi (Elaphe flavolineata) o ular serasah (Sibynophis geminatus) o ular sapi (Zaocys carinatus) o ular picung (Rhabdophis subminiata) o ular kisik (Xenochrophis vittatus) suku Elapidae o ular cabai (Maticora intestinalis) o ular weling (Bungarus candidus) . Hydrophiidae (ular-ular laut). dll. curtus) o ular sanca hijau. seperti ular kawat (Rhamphotyphlops braminus). ular-ular primitif. tidak berbisa. Anggota lain dari famili ini. ular cabai.). Ular-ular yang berbisa kuat di Indonesia biasanya termasuk ke dalam salah satu suku ular berikut: Elapidae (ular sendok (kobra). [1] Beberapa jenis ular di Indonesia. kingsnake. ular belang.). rat snake. dan racer. dan ular sanca (Phyton spp. dan Viperidae (ular tanah.berbahaya. ular kepala dua (Cylindrophis ruffus).

Dosis bisa setiap gigitan tergantung pada waktu yang berlalu sejak gigitan terakhir. derajat ancaman yang dirasakan ular. Bisa ular dikeluarkan dari lubang pada gigi-gigi taring yang terdapat di rahang atas. [4] Ular koral memiliki mulut yang lebih kecil dan gigi taring yang lebih pendek. Protein enzimatik pada . bahkan cukup banyak persentase gigitan yang tidak menimbulkan gejala keracunan pada manusia.000 kematian. Sedangkan studi UTMCK melaporkan perbandingan lakilaki dengan perempuan hanya 2. [4] Semua metode injeksi venom ke dalam korban (envenomasi) adalah untuk mengimobilisasi secara cepat dan mulai mencernanya. Sebagian besar bisa terdiri dari air. yang memungkinkan ular untuk mengubah-ubah jumlah bisa yang akan dikeluarkan.o ular sendok / kobra (Naja spp. dengan 56% pada lengan. Selain itu. Studi nasional di Negara tersebut melaporkan angka perbandingan antara laki-laki dan perempuan adalah 9:1. Hal ini menyebabkan mereka memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menyuntikan bisa dibanding dengan jenis crotalid. dengan 50% korban berada pada rentang usia 18-28 tahun.000 gigitan ular per tahun di Amerika Serikat. kadang mereka juga hanya menggigit tanpa menyuntikkan bisa (gigitan µkosong¶ atau gigitan µkering¶). terbanyak pada musim panas. [1] EPIDEMIOLOGI GIGITAN ULAR Diperkirakan sekitar 5 juta kasus gigitan ular terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya. dan mereka menggigit lebih dekat dan lebih mirip mengunyah daripada menyerang seperti dikenal pada ular jenis viper. Orang-orang yang digigit oleh ular dikarenakan memegang atau bahkan menyerang ular merupakan penyebab yang signifikan di Amerika Serikat. Diperkirakan ada 45. Bisa tersebut kemudian melumpuhkan syaraf-syaraf dan otot-otot si korban (mangsa) dalam waktu yang hanya beberapa menit saja. Ular sendok melumpuhkan mangsanya dengan menggigit dan menyuntikkan bisa neurotoxin pada hewan tangkapannya (biasanya binatang mengerat atau burung kecil) melalui taringnya. dengan jumlah korban dalam rentang usia yang sama hanya 25%. Kobra hanya menyerang manusia bila diserang terlebih dahulu atau merasa terancam. Selain itu.1:1. sejumlah besar orang hidup berdampingan bersama sejumlah besar ular. UTMCK juga melaporkan 96% gigitan berlokasi pada ekstremitas. sekitar 8000 digigit oleh ular berbisa. Maka tidak semua gigitan kobra pada manusia berakhir dengan kematian. [4] PATOFISIOLOGI GIGITAN ULAR Bisa ular diproduksi dan disimpan pada sepasang kelenjar di bawah mata. Gigi taring ular dapat tumbuh hingga 20 mm pada rattlesnake (ular derik) yang besar.) o ular king-cobra (Ophiophagus hannah) suku Viperidae o ular bandotan puspo (Vipera russelli) o ular tanah (Calloselasma rhodostoma) o ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris) Bisa ular sendok merupakan salah satu yang terkuat dari jenisnya. Lubang hidung ular merespon panas yang dikeluarkan mangsa. Gigitan ular lebih umum terjadi di wilayah tropis dan di daerah dimana pekerjaan utamanya adalah agrikultural. ular sendok dapat melumpuhkan korbannya dengan menyemprotkan bisa ke matanya. 76% korban adalah laki-laki kulit putih. menyebabkan sekitar 125. Di daerah-daerah ini. [2] Di Amerika Serikat. namun tidak semua kobra dapat melakukan hal ini. dan ukuran mangsa. dan mampu membunuh manusia.

Dapat terjadi perdarahan di peritoneum atau pericardium. RNA-ase. bisa ular melewati kelenjar bisa melalui sebuah duktus menuju taring ular. meningkatkan konsentrasi asam laktat sekunder terhadap perubahan status volume dan membutuhkan peningkatan ventilasi per menit. Detail spesifik diketahui beberapa enzim seperti berikut ini: (1) hyaluronidase memungkinkan bisa dapat cepat menyebar melalui jaringan subkutan dengan merusak mukopolisakarida. Myonekrosis meningkatkan kejadian kerusakan adrenal myoglobinuria. udem. Efek-efek blokade neuromuskuler berakibat pada lemahnya ekskursi diafragmatik. . karena itu menyebabkan perbedaan envenomasi. hialuronidase. kematian sel lokal. atau mempengaruhi kemampuan darah untuk berkoagulasi. kolagenase. [3] Protease. Gagal jantung merupakan akibat dari hipotensi dan asidosis. kolin esterase. protease. menyebabkan paralisis transmisi saraf ke otot dan pada kasus terburuk paralisis melibatkan otot-otot menelan dan pernafasan. Bisa ular merupakan kombinasi berbagai substansi dengan efek yang bervariasi. Selama envenomasi (gigitan yang menginjeksikan bisa atau racun). meningkatkan kebocoran kapiler dan cairan interstisial di paru. Rattlesnake dapat menyisakan luka yang hebat dan menyebabkan toksisitas sistemik. koagulopati bukanlah hal yang aneh pada envenomasi yang hebat. ATP-ase. Bisa ular terdiri dari bermacam polipeptida yaitu fosfolipase A. DNA-ase. [2. 9] Racun yang merusak jaringan menyebabkan nekrosis jaringan yang luas dan hemolisis. dan tenda nekrosis jaringan. Ular berbisa yang terkenal di Indonesia adalah ular kobra dan ular welang yang bisanya bersifat neurotoksik. dimana. bula. Enzim ini menyebabkan destruksi jaringan lokal. Dalam istilah sederhana. Ular koral mungkin meninggalkan luka kecil yang kemudian dapat muncul kegagalan bernafas dengan tipe blokade neuromuscular sistemik. ‡ Hemotoxin. Gejala dan tanda yang menonjol berupa nyeri yang hebat yang tidak sebanding dengan besar luka. petekie. protein-protein ini dapat dibagi menjadi 4 kategori : ‡ Cytotoxin menyebabkan kerusakan jaringan lokal. ‡ Cardiotoxin berefek buruk langsung pada jantung dan mengarah pada kegagalan sirkulasi dan syok. Salah satu efek adalah perdarahan. menyebabkan hemolisis. eritema. fosfomonoesterase. dan arginin ester hydrolase telah diidentifikasi pada bisa ular viper. bersifat toksik terhadap saraf. (2) phospholipase A2 memainkan peranan penting pada hemolisis sekunder dari efek esterolitik pada membran eritrosit dan menyebabkan nekrosis otot. udem paru. atau pelepasan histamin sehingga timbul reaksi anafilaksis. Gigitan copperhead secara umum terbatas pada destruksi jaringan lokal. dan (3) enzim trombogenik menyebabkan terbentuknya bekuan fibrin yang lemah. Mekanisme pulmonal dapat terpengaruh secara signifikan. ‡ Neurotoxin menyerang sistem syaraf. dan akhirnya menuju mangsanya. bisa yang menghancurkan eritrosit. Efek lokal dari bisa berfungsi sebagai pengingat akan potensi kerusakan sistemik dari fungsi system organ. Efek lain. 5 nukleotidase. [4] Variasi derajat toksisitas juga membuat bisa ular dapat berguna untuk membunuh mangsa. dan syok berat karena efek racun langsung pada otot jantung. edema lokal. Gejala dan tanda yang timbul akibat bisa jenis ini adalah rasa kesemutan.bisa menginformasikan kekuatan destruktifnya. Efek terakhir. pada waktunya mengaktivasi plasmin dan menyebabkan koagulopati konsumtif dan konsekuensi hemoragiknya. menyebabkan perdarahan internal. Konsentrasi enzim bervariasi di antara spesies. Neurotoxin merupakan mayoritas bisa pada ular koral. ekimosis.

dan deretan bekas gigi-gigi kecil berbentuk U bila ularnya tak berbisa. korban dapat menderita masalah visual. Pada pemeriksaan ditemukan ptosis. [4] Tanda dan Gejala Gigitan Ular : Tanda umum ular berbisa adalah kepalanya berbentuk segitiga. dari luka gigitan yang sederhana sampai sakit yang mengancam nyawa dan kematian. refleks abnormal. Bisa ular kobra dan mamba dapat beraksi terutama secara cepat menghentikan otot-otot pernafasan. Seorang korban dapat tidak menunjukkan gejala inisial. Waktu yang berlalu sejak menggigit adalah suatu komponen yang diperlukan dalam anamnesa. Luka dapat membengkak hebat dan dapat berdarah dan melepuh. Beberapa bisa ular kobra juga dapat mematikan jaringan sekitar sisi gigitan luka. menghasilkan sakit dan kerusakan. ular laut.lemas. kesulitan bicara dan bernafas. bahkan kebutaan sementara pada mata. yang mencoba menyaring protein. mual. ‡ Mata : semburan bisa ular kobra dan ringhal dapat secara tepat mengenai mata korban. [3] DIAGNOSA KLINIK Anamnesa : Anamnesa biasanya didapat langsung dari pasien. dan beberapa elapid Australia dapat secara langsung menyebabkan kematian otot di beberapa area tubuh. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal. Hasil temuan pada korban gigitan ular dapat menyesatkan. Ini memberikan penilaian menyangkut efek yang sementara dari gigitan untuk menentukan apakah proses bersifat lokal atau jika tanda-tanda sistemik sudah berkembang. dan sesak nafas sampai akhirnya terjadi henti nafas akibat kelumpuhan otot pernafasan. Tanda lain adalah dari penampakan langsung misalnya corak kulitnya. Debris dari sel otot yang mati dapat menyumbat ginjal. Gejala dan tanda gigitan ular berbisa dapat dibagi ke dalam beberapa kategori mayor [2] : ‡ Efek lokal : digigit oleh beberapa ular viper atau beberapa kobra (Naja spp) menimbulkan rasa sakit dan perlunakan di daerah gigitan. salivasi. berakibat kematian sebelum mendapat perawatan. dan muntah. Dari bekas gigitan dapat dillihat dua lubang yang jelas akibat dua gigi taring rahang atas bila ularnya berbisa. Perdarahan yang tak terkontrol dapat menyebabkan syok atau bahkan kematian. Kebanyakan kasus berasal dari percobaan memegang ular. [3] Digigit oleh ular berbisa menghasilkan efek yang bervariasi. dan kemudian tiba-tiba menjadi sesak nafas dan menjadi syok. Awalnya. jadi jenis ular biasanya diketahui. ‡ Perdarahan : Gigitan oleh famili viperidae atau beberapa elapid Australia dapat menyebabkan perdarahan organ internal seperti otak atau organ-organ abdomen. ‡ Kematian otot : bisa dari Russell¶s viper (Daboia russelli). DIAGNOSA BANDING š Reaksi anafilaksis š Trombosis vena dalam š Trauma vaskuler ekstremitas š Sengatan Kalajengking š Syok septik š Serum Sickness . ‡ Efek sistem saraf : bisa ular elapid dan ular laut dapat berefek langsung pada sistem saraf. Korban dapat berdarah dari luka gigitan atau berdarah spontan dari mulut atau luka yang lama. dan kesemutan. Pengetahuan tentang fauna lokal juga penting untuk diagnosa banding.

Alat ini telah direkomendasikan oleh banyak ahli di masa lalu. Sering penatalaksanaan dengan autentisitas yang kurang lebih memperburuk daripada memperbaiki keadaan. Perawatan di lapangan yang tepat harus sesuai dengan prinsip dasar emergency life support. 2. kompres dengan es. Cegah gigitan sekunder atau adanya korban kedua. denyut nadi. Alat penghisap tekanan-negatif dapat memberi beberapa keuntungan jika digunakan dalam beberapa menit setelah envenomasi. Transportasikan korban secara cepat dan aman ke fasilitas medis darurat kecuali ular telah pasti diidentifikasi tidak berbahaya (tidak berbisa). menghisap dengan mulut. Segera dapatkan pertolongan medis. dan tekanan darah ± jika mungkin. Jika dipastikan digigit oleh elapid yang berbahaya dan tidak terdapat efek mayor dari luka . Buka semua cincin atau benda lain yang menjepit / ketat yang dapat menghambat aliran darah jika daerah gigitan membengkak. 5.š Sengatan tawon š Infeksi Luka PENATALAKSANAAN GIGITAN ULAR Penatalaksanaan tergantung derajat keparahan envenomasi. ikuti petunjuk penggunaan. 4. Identifikasi atau upayakan mendeskripsikan jenis ular. pasang bidai pada ekstremitas yang tergigit. Perawatan di Lapangan seperti kasus-kasus emergensi lainnya. 8. 9. Hati-hati pada kepalanya saat membawa ular ± ular masih dapat mengigit hingga satu jam setelah mati (dari reflek). yakinkan mereka bahwa gigitan ular dapat ditangani secara efektif di instalasi gawat darurat. Buat korban tetap tenang. 7. atau kejutan listrik. Jika berada di wilayah yang terpencil dimana transportasi ke instalasi gawat darurat akan lama. 6. Sebuah gigitan tanpa gejala inisial dapat tetap berbahaya atau bahkan fatal. tapi lakukan jika tanpa resiko yang signifikan terhadap adanya gigitan sekunder atau jatuhnya korban lain. identifikasi yang salah bisa fatal. Buat bidai longgar untuk mengurangi pergerakan dari area yang tergigit. dibagi menjadi perawatan di lapangan dan manajemen di rumah sakit. ular yang mengigit kemungkinan berbisa. Jika memasang bidai. termasuk membuat insisi pada luka gigitan. (seperti Sawyer Extractor). Tenangkan pasien untuk menghindari hysteria selama implementasi ABC (Airway. frekuensi nafas. Jika daerah yang tergigit mulai membengkak dan berubah warna. ingat untuk memastikan luka tidak cukup bengkak sehingga menyebabkan bidai menghambat aliran darah. Circulation). Periksa untuk memastikan jari atau ujung jari tetap pink dan hangat. [5] Ingat. dan tidak memperburuk rasa sakit. yang berarti ekstrimitas tidak menjadi kesemutan. bawa serta ular yang sudah mati. Batasi aktivitas dan imobilisasi area yang terkena (umumnya satu ekstrimitas). Jika aman. Tetap perhatikan jalan nafas setiap waktu jika sewaktu-waktu menjadi membutuhkan intubasi. namun alat ini semakin tidak dipercaya untuk dapat menghisap bisa secara signifikan. Ular dapat terus mengigit dan menginjeksikan bisa melalui gigitan berturut-turut sampai bisa mereka habis. dan mungkin alat penghisap dapat meningkatkan kerusakan jaringan lokal. [4] Pertolongan Pertama : 1. Monitor tanda-tanda vital korban ² temperatur. Breathing. tujuan utama adalah untuk mempertahankan pasien sampai mereka tiba di instalasi gawat darurat. Jika terdapat alat penghisap. 3. dan tetap posisikan daerah yang tergigit berada di bawah tinggi jantung untuk mengurangi aliran bisa. pemasangan turniket.

Memotong sisi yang tergigit dapat merusak organ yang mendasarinya. hipotensi. ‡ Jangan gunakan es atau kompres dingin pada sisi gigitan. ‡ Envenomasi berat ditandai dengan ptekie. dan toksisitas sistemik termasuk nausea. takikardi.lokal. tanpa melihat adanya tanda-tanda lokal atau sistemik. ekimosis. dengan tetap memperhatikan mencegah terhambatnya aliran darah. dimana dapat meningkatkan absorpsi bisa. hipotensi). [4] ‡ Envenomasi ringan ditandai dengan rasa sakit lokal. dan tidak membuang racun. Mencucinya bersih-bersih dengan air yang mengalir sesegera mungkin dapat membilas dan menghanyutkan bisa itu. edema. Manajemen di Rumah Sakit Perawatan definitif meliputi pengecekan kembali ABC dan mengevaluasi pasien atas tanda-tanda syok (seperti takipneu. Korban dengan kesulitan bernafas mungkin membutuhkan endotracheal tube dan sebuah mesin ventilator untuk menolong korban bernafas. Hal ini tidak terbukti efektif. meningkatkan resiko infeksi. hipoperfusi. Alkohol dapat menghilangkan sakit. Rawat dahulu keadaan yang mengancam nyawa. atau berat. ‡ Envenomasi sedang ditandai dengan rasa sakit lokal yang hebat. sputum bercampur darah. [1] Penderajatan envenomasi membedakan kebutuhan akan antivenin pada korban gigitan ular-ular viper. Kemudian imobilisasi ekstremitas dengan bidai. Teknik ini terutama digunakan untuk gigitan oleh elapid Australia atau ular laut. perubahan status mental. perubahan pada protrombin time dan tromboplastin time parsial teraktivasi. ‡ Jangan mengangkat sisi gigitan di atas tinggi jantung korban. edema lebih dari 12 inci di sekitar luka. Derajat dibagi dalam ringan. tapi juga membuat pembuluh darah lokal berdilatasi. Kejutan listrik tidak efektif dan dapat menyebabkan luka bakar atau masalah elektrik pada jantung. mengurangi iritasi dan mencegah kerusakan yang lebih lanjut pada mata. tidak ada tanda-tanda toksisitas sistemik. ‡ Jangan menggunakan kejutan listrik. kulit kering dan pucat. Sejumlah teknik pertolongan pertama yang lama telah ditinggalkan. ‡ Jangan gunakan alkohol. sindrom ringan awal dapat berkembang menjadi sedang bahkan reaksi yang berat. [4] Semburan bisa ular sendok. Dalam beberapa jam. Teknik ini membantu mencegah efek sistemik yang mengancam nyawa dari bisa. . dapat dipasang pembalut dengan teknik imobilisasi dengan tekanan. Penderajatan envenomasi merupakan proses yang dinamis. Balutkan perban pada luka gigitan dan terus sampai ke bagian atas ekstremitas dengan tekanan seperti akan membalut pergelangan kaki yang terpeleset. disfungsi renal. dapat meningkatkan kerusakan jaringan. Es tidak mendeaktivasi bisa dan dapat menyebabkan radang dingin. Beri antivenin pada korban gigitan ular koral sebagai standar perawatan jika korban datang dalam 12 jam setelah gigitan. tapi juga bisa memperburuk kerusakan lokal pada sisi gigitan jika gejala yang signifikan terdapat di sana. dapat mengakibatkan iritasi menengah dan menimbulkan rasa pedih yang hebat. ‡ Jangan menggunakan turniket atau verband yang ketat. Penemuan klinik terbaru mendukung hal-hal berikut [5] : ‡ Jangan mencoba menghisap bisa dengan mulut dan memotong sisi gigitan. dan hasil-hasil abnormal dari tes-tes lain yang menunjukkan koagulopati konsumtif. dan hasil laboratorium yang normal. sedang. vomitus dan penyimpangan pada hasil laboratorium (misalnya penurunan jumlah hematokrit atau trombosit). dan dapat menyebabkan keharusan amputasi. Korban dengan syok membutuhkan cairan intravena dan mungkin obat-obatan lain untuk mempertahankan aliran darah ke organ-organ vital. apabila mengenai mata.

Dosis Anak : ‡ Envenomasi ular viper : dapat membutuhkan dua kali dosis dewasa ‡ Envenomasi ular koral : sama dengan dosis dewasa [4] Antibiotik ± sering diberikan saat korban tiba di rumah sakit tapi lebih sering digunakan hanya pada kasus berat. dapat membutuhkan sebanyak 10 vial. Banyak penulis yang tidak setuju pemberian antivenin untuk envenomasi ular copperhead kecuali luka benarbenar nyeri ( merupakan tanda awal envenomasi yang signifikan). Salah satunya telah diproduksi sejak 1956. CroFab telah digunakan pada gigitan ular copperhead dan ular Crotalid lain dengan efek yang baik dan dipercaya atas kurangnya toksisitas antivenin. diberikan dengan dosis dewasa 1-2 g IV per 12 ± 24 jam. dan dosis anak 75 mg/kg/d IV per 12 jam. gunakan antivenin spesifik untuk ular koral. didukung oleh FDA pada tahun 2000 (CroFab. [4] Dosis Dewasa : Dosis untuk gigitan ular viper tergantung dari derajat envenomasinya : o Ringan : tidak perlu o Sedang : inisial 6-10 vial IV o Berat : dapat membutuhkan >25 vial IV. [3] Medikasi Tujuan dari farmakoterapi adalah untuk menetralisir toxin. Mojave rattlesnake. Savage) adalah suatu fragmen immunoglobulin monovalen yang berasal dari domba namun dipurifikasi untuk menghilangkan protein antigenik lain. Derajat envenomasi bersifat dinamis. tapi gigitan ular dapat . [3] Sekarang tersedia 2 jenis antivenin. berikan dalam 4 ± 6 jam setelah gigitan. Bahkan dengan agen terbaru. Beberapa luka memerlukan antibiotik untuk mencegah infeksi. dan kebutuhan antivenin dapat meningkat. Antivenin telah dipurifikasi tapi masih mengandung protein serum lain yang mungkin bisa imunogenik. antivenin juga dapat mengarah pada reaksi hipersensitivitas tipe cepat (anafilaksis) dan tipe lambat (serum sickness) dan harus digunakan dalam pengawasan. Suntikan tetanus diperlukan jika korban belum pernah mendapatkannya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Untuk mencapai efikasi maksimum. [4] Imunisasi ± ular tidak membawa Clostridium tetani pada mulutnya. Versi terakhir. harus diperhatikan bahwa saat mungkin antivenin dapat menyelamatkan nyawa. dan untuk mencegah komplikasi.Neurotoksisitas dapat muncul tanpa tanda-tanda sebelumnya dan berkembang menjadi gagal nafas. dan ular cottonmouth/water moccasin. Bagaimanapun. Tujuan pemberian antivenin adalah untuk mengikat racun dalam bisa dan mencegah efek buruk baik lokal maupun sistemik. Contoh obat yang sering digunakan adalah Ceftriaxone (Rocephin) ± generasi-ketiga dari cephalosporin. [4] Ovine crotalidae polyvalent immune fab-purified (Crofab) dibuat secara spesifik dari bisa ular eastern dan western diamondback. Anti-bisa (antivenin) (biasanya di Indonesia disebut SABU. serum anti bisa ular) ² Untuk menetralisir bia ular dilakukan penyuntikan serum antivenin intravena atau intra-arteri yang menperdarahi daerah yang bersangkutan. profilaksis dengan antibiotik spektrum luas masih direkomendasikan. Bersihkan luka dan cari pecahan taring ular atau kotoran lain. namun secara umum telah direkomendasikan untuk memakai obat yang lebih spesifik dan telah dipurifikasi. Dibuat dari serum kuda setelah kuda diinjeksi dengan bisa ular dalam dosis subletal (Wyeth). untuk mengurangi morbiditas. [4] Antivenin yang lama mungkin masih tersedia. Dosis untuk gigitan ular koral : dosis inisial 4-6 vial IV.

Perlu untuk memberi dosis booster untuk memelihara imunitas tetanus seumur hidup. termasuk elektrolit.membawa bakteri lain. dan jika parestesi muncul pada ekstremitas yang tergigit. dapat diberikan pada m. BUN. [3] Tindakan Bedah: Jarang terjadi. o Fibrinogen dan produk-produk pemisahan darah o Tipe dan jenis golongan darah o Kimia darah. Prosedur ini dapat memperbaiki pembengkakan dan penekanan tungkai. Jika perawatan dengan elevasi tungkai dan obat-obatan gagal. nyeri yang sangat hebat yang menghalangi pemeriksaan. berpotensi menyelamatkan lengan atau tungkai. [3] Bila terjadi kelumpuhan pernafasan dilakukan intubasi. Agen imunisasi pilihan untuk kebanyakan korban dewasa dan anak > 7 tahun adalah tetanus dan toxoid difteri. pemberian sebaiknya pada paha midlateral. Bila perlu. ahli bedah mungkin perlu melakukan pembedahan pada kulit sampai kompartemen yang terkena. tapi dilakukan pada pasien dengan bukti objektif adanya peningkatan tekanan kompartemen. kemudian dilanjutkan dengan cangkok kulit. sedangkan untuk anak 6 mgg ± 6 thn : tiga kali 0. [3] Bila ragu-ragu mengenai jenis ularnya. Cedera jaringan setelah sindrom kompartemen bersifat reversible tapi dapat dicegah. [5] Studi Laboratorium : o Penghitungan jumlah sel-sel darah o Prothrombin time dan activated partial thromboplastin time. Pada dewasa dan anak-anak. Korban yang hamil harus mendapat hanya toxoid tetanus bukan produk yang mengandung antigen difteri. dokter mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli bedah jika terdapat bukti-bukti sindrom kompartemen.5 mL IM. disebut fasciotomy. sederhana untuk dipasang atau dibaca. Bila terjadi pembengkakan hebat biasanya perlu dilakukan fasiotomi untuk mencegah sindrom kompartemen. dan pemberian vasopresor untuk menanggulangi syok. dilakukan upaya untuk mengatasi faal ginjal. Pada bayi. [4] . Dianjurkan juga pemberian kortikosteroid. [4] Pengobatan suportif terdiri dari infus NaCl. [4] Difteri-tetanus toxoid ± digunakan untuk menginduksi imunitas aktif melawan tetanus pada pasien tertentu. terutama spesies gram-negatif. dan dapat dipercaya (seperti Stryker pressure monitor). Mungkin perlu diberikan fibrinogen untuk memperbaiki kerusakan sistem pembekuan. deltoid atau paha midlateral. Nekrotomi dikerjakan bila telah nampak jelas batas kematian jaringan. Secara komersial tersedia alat yang steril. Profilaksis tetanus direkomendasikan jika pasien belum diimunisasi dalam 5 tahun terakhir. sebaiknya penderita diamati selama 48 jam karena kadang efek keracunan bisa timbul lambat. kreatinin o Urinalisis untuk myoglobinuria o Analisa gas darah untuk pasien dengan gejala sistemik Studi Imaging : o Radiografi thoraks pada pasien dengan edema pulmoner o Radiografi untuk mencari taring ular yang tertinggal Tes lain : o Tekanan kompartemen dapat perlu diukur. Gigitan ular tak berbisa tidak memerlukan pertolongan khusus. dilanjutkan dengan memasang respirator untuk ventilasi. plasma. kecuali pencegahan infeksi. Fasciotomi tidak diindikasikan pada setiap gigitan ular.5-mL IM dosis DT setidaknya dengan jarak pemberian 4 minggu dan booster 6 ± 12 bulan setelah injeksi ketiga. atau darah. Dosis pemberian untuk dewasa adalah 0. Pengukuran tekanan kompartemen diindikasikan jika terdapat pembengkakan yang signifikan.

Pasien dengan envenomasi yang berat membutuhkan perawatan khusus di ICU untuk pemberian produk-produk darah. [4] PROGNOSIS Meskipun kebanyakan korban gigitan ular berbisa dapat tertolong dengan baik. Anak-anak mempunyai resiko lebih tinggi untuk terjadinya kematian atau komplikasi serius karena ukuran tubuh mereka yang lebih kecil. Observasi untuk gigitan ular koral minimal selama 24 jam. dan memastikan proteksi jalan nafas. Gigitan kering memiliki komplikasi yang sama dengan gigitan ular tidak berbisa. Tergantung dari derajat keparahan gigitan. Anafilaksis terjadi dimediasi oleh immunoglobulin E (IgE). pembengkakan kelenjar lymph. komplikasi hematologis. Disamping fakta bahwa mungkin terdapat sebanyak 8000 kasus gigitan ular berbisa. terdapat kurang dari 10 kematian. Pada lebih dari 20% gigitan oleh rattlesnake dan moccasin. tidak ada bisa yang disuntikan. namun. dan ginjal bertanggung jawab atas timbulnya arthralgia. muncul 1 ± 2 minggu setelah pemberian antivenin. korban akan pulih.TINDAK LANJUT Perawatan pasien lebih lanjut di rumah sakit [4] : Pengiriman pasien ke rumah sakit sudah menjadi hal rutin untuk setiap kasus envenomasi. Jarang terjadi kematian. dan glomerulonephritis (jarang). Tidak semua gigitan oleh ular berbisa menghasilkan racun berbisa. berkaitan dengan degranulasi sel mast yang dapat berakibat laryngospasme. antivenin dapat mempengaruhi bagaimana keadaan korban. Biasanya lebih dari 8 vial antivenin harus diberikan pada sindrom ini. memprediksi prognosis pada tiap kasus individu dapat menjadi sulit. Jika tergigit oleh ular tidak berbisa. Jarang terjadi untuk seseorang meninggal sebelum mencapai perawatan medis di AS. urtikaria. pemeriksaan darah lebih lanjut mungkin dibutuhkan. Komplikasi yang mungkin dari gigitan ular tak berbisa meliputi gigi yang tertahan pada luka gigitan atau infeksi luka (termasuk tetanus). Terapi suportif terdiri dari antihistamin dan steroid. Efek bisa yang serius dapat tertunda untuk beberapa jam. Komplikasi yang terkait dengan antivenin termasuk reaksi hipersensitivitas tipe cepat (anafilaksis. Buat evaluasi serial untuk penderajatan lebih lanjut dan untuk menyingkirkan sindrom kompartemen. Serum sickness dengan gejala demam. Ketersediaan perawatan medis darurat dan. Presipitasi dari kompleks antigen-immunoglobulin G (IgG) pada kulit. sebagai contoh. atau memiliki penyakit lain tidak akan mentolerir jumlah yang sama dengan orang dewasa yang sehat. dan penurunan daya tahan. menyediakan monitoring yang invasif. vasodilatasi. Kebanyakan ular tidak berbisa jika menggigit. jumlah trombosit. Seorang korban yang sesaat terlihat . Komplikasi kardiovaskuler. tipe I) dan tipe lambat (serum sickness. sakit kepala. observasi di instalasi gawat darurat selama 8-10 jam. Hal ini disebut gigitan kering yang bahkan lebih umum pada gigitan yang diakibatkan oleh elapid. dan kolaps paru dapat terjadi. yang paling penting. Fasciotomy diindikasikan untuk tekanan yang lebih dari 3040 mm Hg. tua. Komplikasi luka lokal dapat meliputi infeksi dan hilangnya kulit. ukur tekanan kompartemen setiap 30-120 menit. bersin. tipe III). hal ini sering tidak mungkin dilaksanakan. dan kebanyakan dari kasus fatal ini tidak mencari pertolongan karena suatu alasan dan lain hal. Seorang korban yang masih sangat muda. Untuk kasus gigitan kering dari ular viper. dan level fibrinogen. sendi. Kematian umumnya pada korban tanpa intervensi farmakologis. Tergantung pada skenario klinik. [5] Perpanjangan blokade neuromuskuler timbul dari envenomasi ular koral. seperti waktu pembekuan darah. dan kebocoran kapiler. KOMPLIKASI Sindrom kompartemen adalah komplikasi tersering dari gigitan ular pit viper. Ular tidak membawa atau mentransmisikan rabies.

netdoctor. Snakebite. Bab 2 : Luka. Jika seseorang tergigit.. Biasanya ular laut muncul di pantai-pantai Asia Tenggara dan Australia DAFTAR RUJUKAN 1. A. Hal terburuk yang dapat dilakukan adalah coba tangkap ular yang menggigit agar dokter dapat mengidentifikasi.nlm. bawa serta obor yang terang.A.emedicine. dkk. 2005 available at URL : http://www. 4. dan de Jong. atau lebih baik tempatkan pada suatu kantung yang bisa ditempatkan jauh dari tubuh.M. pastikan ular benar-benar mati.gov/medlineplus/ency/imagepages/2583. Seluruh korban yang tergigit oleh ular berbisa harus segera mendapat perawatan medis tanpa harus ditunda-tunda.. Jika sangat penting. Banyak orang telah tergigit dua atau tiga kali oleh ular µmati¶. EGC : Jakarta. editor : Sjamsuhidajat. MedlinePlus Medical Encyclopedia: Snake bite on the finger.com/snakebite/article_em. Hal. Inc.htm 8. berdiri cukup jauh dari lubang. Wim. Ular lebih menghindari cahaya terang dan getaran.nih. 2005 available at URL : http://www. tetap berdiri tegak.M.D. 2006 available at URL : http://www. 99-100. tapi pegang di bagian ekor dan tetap perhatikan kepalanya.emedicinehealth. Ular secara instingtif akan menghindar dan kebanyakan ular menyerang objek yang bergerak.htm#Snakebite. o Kemungkinan terbaik adalah dengan tidak memegang ular liar..htm http://www.co. available at URL : http://www. Edisi Revisi.htm 7.gov/medlineplus/ency/presentations/100141_2.nlm. Trauma.uk/travel/diseases/snakes_and_snake_bites. A.nih. MD.htm 5.gov/medlineplus/ency/presentations/100141_1. Mayoritas ular akan menghindar jika diberi kesempatan.nih. Snakes and snake bites. Ular ± Wikipedia Indonesia.D. Hafid.htm 6. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia available at URL : http://id. MedlinePlus Medical Encyclopedia:Snakebite (poison) treatment ± series« A.org/wiki/Ular 2.htm .gov/medlineplus/ency/article/000031.wikipedia. Bencana.D. rongga yang gelap atau celah pada batu. o Hindari berpergian ke wilayah yang berular saat gelap. Mei 1997. tapi bereaksi terhadap getaran).nlm. Abdul. Syok. 2006.nih.M. FACS.. dan tetap berdiri beberapa saat sebelum mengambil langkah berikutnya. Pengecualian pada ular Taipan Australia yang agresif. o Jika bertemu dengan ular. Hewan melata lain (seperti kalajengking) juga dapat beracun.R. 3. yang dapat tiba-tiba menggigit tanpa bisa diprediksi.. 2006 available at URL : http://www. [2] PENCEGAHAN o Kenakan sepatu boot panjang dan celana panjang (ketika berada di hutan siapkan juga beberapa perlengkapan perlindungan terhadap lintah) o Buat suara (atau lebih tepatnya vibrasi di sekeliling ± ular merupakan hewan yang tuli. Untuk mengambil sesuatu. coba raih dengan suatu tongkat. Inc. Pukul-pukul dengan cabang atau ranting pohon sekitar 3 ± 5 langkah ke depan. pastikan ular yang menggigit telah benarbenar mati dan bawa serta untuk identifikasi. o Jangan menaruh tangan ke dalam lubang-lubang. MedlinePlus Medical Encyclopedia: Snake bite. o Semua ular laut (Hydrophiidae) berpotensi sangat berbisa dan peneliti atau penyelam jangan mencoba melihat terlalu dekat. Daley eMedicine ± Snakebite : Article by Brian James.com/med/topic2143. o Jika menemukan ular µmati¶. MBA.A.A. 2006 available at URL : http://www. Buku Ajar Ilmu Bedah.. Inc.nlm.baik kondisinya dapat menjadi sangat kesakitan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->