P. 1
Contoh Proposal Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan

Contoh Proposal Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan

|Views: 7,325|Likes:
Published by Utari Nur Paramita

More info:

Published by: Utari Nur Paramita on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2013

pdf

text

original

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM:

Mengembangkan Potensi Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Program Peningkatan Nilai Jual Kue Tradisional Asli Kabupaten Pacitan “SATU” dengan Aneka Rasa, Bentuk, Warna dan Kemasan
BIDANG KEGIATAN: PKMK

Diusulkan oleh: 1.Novi Kurniasih 2.Ika Zuliani 3.Rantika Ayu Nandya 4.Daning Nur Fitriana (0820717075) (0820717072) (0920717031) (0920717009)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA PACITAN 2010
i

Perguruan Tinggi e. Alamat Rumah f. Judul Kegiatan : Mengembangkan Potensi Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Program Peningkatan Nilai Jual Kue Tradisional Asli Kabupaten Pacitan “SATU” dengan Aneka Rasa.000. Bidang Ilmu : : ( ) PKMP ( ) PKMT ( ) Kesehatan ( ) MIPA (X) Sosial Ekonomi ( ) Pendidikan (X) PKMK ( ) PKMM ( ) Pertanian ( ) Teknologi dan Rekayasa ( ) Humaniora 4.00 b. Alamat Rumah e. Nama Lengkap b. Biaya Kegiatan Total : a. Bentuk. NIDN d. Sumber Lain : Rp. Bidang Kegiatan 3.HALAMAN PENGESAHAN 1. Program Studi d. 8. Anggota Pelaksana Kegiatan : 6. Gelar c. HP : : : : : 3 orang 7. Alamat Email : : : : : : Novi Kurniasih 0820717075 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PACITAN 5. Jangka Waktu Pelaksanaan : 6 bulan ii . No. Dikti : Rp. NIM c. Dosen Pendamping a. 9.874. Nama Lengkap b. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Warna dan Kemasan 2.

) NIDN 071617501 Pembantu Ketua III STKIP PGRI Pacitan ( Novi Kurniasih) NIM 080717075 Dosen Pembimbing ( Sujarno.Thobroni. S. M.S. S. Ketua Program Studi PBSI STKIP PGRI Pacitan Ketua Pelaksana Kegiatan (Sri Pamungkas.Pd ) NIDN iii .S.) NIDN 711066003 (M. M.Menyetujui.Pd.

Sale. Bentuk. Pacitan merupakan daerah yang sangat bergantung kepada alam. Kolong. Proses pembuatannya memang memerlukan waktu cukup lama. Kemudian dicetak dengan menggunakan cetakan yang sangat sederhana. jajan tradisional bernama SATU merupakan salah satu makanan khas Pacitan yang merupakan warisan leluhur nenek moyang. Warna dan Kemasan”. tepatnya berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri (sebelah barat). Tiwul. Di Pacitan. Hal ini terkait dengan citra yang muncul di kalangan masyarakat bahwa kue ini adalah “makanan khas lebaran”. Lebih menarik lagi. Kue tradisional SATU biasanya dapat ditemukan saat menjelang masa lebaran Idul Fitri tiba. Kabupaten Ponorogo (sebelah utara) dan Kabupaten Trenggalek (sebelah timur). Beragam hasil pertanian itu ada yang dijual ke luar daerah dalam bentuk bahan mentah. Setelah dicetak lalu dikeringkan di bawah terik matahari. tak tergantung pada masa tertentu seperti lebaran. dan sebagainya. Getuk. alam menjadi masalah sekaligus tantangan yang memberikan mereka harapan untuk hidup berkembang.a. Dari ketela. Faktor lain yang menyebabkan kue SATU hanya mudah ditemukan kala lebaran adalah karena kuantitas produksinya yang masih sangat kecil. kayu hutan. Meski tanpa pengawet. Seperti diketahui. Padahal. beras ketan. kue SATU merupakan makanan warisan leluhur yang diturunkan secara turun-temurun. Hal itu terkait dengan langkanya perajin kue SATU. Di tengah tuntutan kebutuhan dan masalah hidup yang semakin kompleks dan beragam. kue ini juga menawarkan kualitas rasa yang sebenarnya sangat unik. iv . kelapa. Tetapi karena masa proses pembuatannya yang lama. menilik dari bahan pembuat dan proses pembuatannya. Sebagai kabupaten yang terletak di kawasan pegunungan bebatuan dan terpencil dari kota besar. jajan ini tergolong makanan yang aman untuk dikonsumsi karena umumnya dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Madu Mongso. proses pewarisan itu seringkali tidak berjalan lancar. Di antara sekian jenis makanan tradisional. masyarakat memiliki ragam makanan khas tradisional seperti Kue Satu. Latar Belakang Kabupaten Pacitan merupakan salah satu daerah yang secara administratif masuk wilayah Propinsi Jawa Timur. Jenang Dodol. Bagi masyarakat Pacitan. atau menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. dan bahan mentah lain yang mudah didapatkan di Pacitan. tetapi ada juga yang coba mengolahnya menjadi beberapa makanan khas Kabupaten Pacitan. kelapa. masyarakat Pacitan banyak bergantung kepada hasil-hasil alam seperti ketela. seperti juga berlaku di daerah “tetangga”-nya seperti Wonogiri. umumnya anak muda di Pacitan mengambil jalan pintas seperti pergi merantau ke luar kota. Judul Program Program ini berjudul “Mengembangkan Potensi Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Program Peningkatan Nilai Jual Kue Tradisional Asli Kabupaten Pacitan “SATU” dengan Aneka Rasa. b. Sayangnya. kue tetap dapat bertahan hingga 3 bulan bila disimpan di tempat kering. dan hasil-hasil pertanian lain sebagai sumber penghasilan. kue ini sebenarnya menyimpan potensi gizi dan enak untuk dinikmati dalam segala cuaca dan waktu. Jajan tradisional SATU merupakan kue kering yang terbuat dari ketan dicampur gula jawa.

termasuk sebagai makanan oleh-oleh yang dibeli oleh para turis yang berkunjung ke Kabupaten Pacitan. Berangkat dari hal tersebut di atas. Seperti diketahui. kami tertarik untuk melakukan proses produksi. Program ini dapat menyerap banyak tenaga kerja untuk proses produksi. c. rasa dan kemasan baru ini diharapkan dapat menambah kelengkapan cita rasa kue SATU sebagai makanan khas tradisional Pacitan yang digemari seluruh masyarakat dari berbagai generasi. Rumusan Masalah. khususnya dari kalangan generasi muda. dan kios-kios yang merupakan sentra makanan oleh-oleh di sekitar kawasan wisata Kabupaten Pacitan. Lebih dari itu. Jarang sekali dapat ditemukan kue SATU di etalase swalayan atau kantin kampus dengan kemasan. pengemasan. Dengan jiwa enterpreunership itu mahasiswa tidak hanya mengandalkan ijasah untuk mencari kerja. warna. kue SATU sangat berpotensi menjadi makanan khas Kabupaten Pacitan yang dapat dijadikan andalan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. dan pantai yang masih perawan. Dengan program ini. sebenarnya program ini kami gunakan sebagai wahana untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sebagai generasi muda. pengemasan dan pemasaran kue tradisional SATU dengan cara membuat bentuk. Dengan demikian diharapan proses produksi ini dapat menyerap tenaga kerja yang lebih luas. Dengan pembuatan bentuk. kue tradisional dapat dipasarkan melalui jaringan pasar tradisional sekaligus pasar modern seperti swalayan. Apalagi. sekaligus pemasaran. saat ini pengangguran terdidik sangat banyak jumlahnya sehingga diperlukan mahasiswa dan sarjana yang memiliki jiwa entrepreunership. kantin. Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: v . rasa dan kemasan baru. Di masa mendatang. Melalui pembuatan bentuk. kue SATU juga hanya dapat ditemukan di pasar tradisional dalam kemasan bungkus plastik ala kadarnya. seiring proses pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang membuka Pacitan dari salah satu “daerah terisolir” menjadi daerah yang potensianl secara ekonomi.Padahal. bila diproduksi dalam kuantitas yang cukup serta kualitas yang terjaga. mahasiswa juga mendapatkan penghasilan uang yang jelas lagi halal yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia mereka. dan lebih jauh adalah kesejahteraan mereka. bentuk dan warna yang indah. Kabupaten Pacitan sedang terus berusaha meneguhkan jati dirinya sebagai daerah tujuan wisata yang memiliki alam yang khas seperti gua yang bertebaran di berbagai sudut kabupaten. Beberapa tambahan bentuk. Apalagi. Masalah lain yang muncul dari produksi kue SATU ini adalah citra yang terbangun di masyarakat bahwa kue ini hanya “makanan orang tua” sehingga anak-anak muda kurang tertarik untuk mengkonsumsinya. misalnya membayar uang kuliah. warna dan rasa tambahan diyakini dapat meningkatkan nilai jual kue tradisional SATU. Upaya meningkatkan nilai jual kue SATU tersebut tampaknya lebih mudah dilaksanakan karena didukung proses produksi yang tidak terlalu rumit serta dengan peralatan sederhana. warna. warna. kafe. yang memberi citra “masa kini” sehingga memungkinkan generasi muda tertarik untuk mengkonsumsinya. tetapi sebaliknya menggunakan ilmu yang didapatnya di kampus untuk membangun kreativitas menciptakan lapangan kerja yang menyerap banyak tenaga kerja. kawasan pegunungan karts. khususnya mahasiswa di daerah Pacitan. rasa dan kemasan baru.

serta akan dibuat dalam beberapa bentuk yakni bentuk klasik (bulat dan layang-layang). bintang. vi . soulmate (love/daun waru/hati). bentuk. f. Bagaimana pelaksanaan produksi kue tradisional SATU di Kabupaten Pacitan? 2. tas snack. cokelat dan jahe instan. warna. rasa dan warna di atas. Keberhasilan kegiatan ini ditandai dengan terbuatnya kemasan baru dalam proses pemasaran kue SATU yakni dalam kemasan plastik parsel. Lebih jauh program ini berguna untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan mereka yang bergiat dalam kegiatan produksi. kacang hijau. Untuk melaksanakan proses produksi kue tradisional SATU dengan beberapa bentuk. dan lumba-lumba. kardus kotak. pengemasan dan pemasaran kue SATU. Tujuan Program Tujuan program ini ialah: 1. sentra oleh-oleh khas pacitan dan kawasan wisata. Kegunaan Program 1. rasa dan warna. Berjalannya kegiatan pemasaran dari produk dan kemasan kue SATU baik di jaringan pasar tradisional maupun pasar modern seperti kantin. kafe. Bagaimana proses pemasaran dan strategi untuk memperoleh keuntungan berkelanjutan dalam usaha kue tradisional SATU di Kabupaten Pacitan? d. mika. Bagaimana proses pengemasan kue tradisional SATU di Kabupaten Pacitan? 3. Untuk melaksanakan proses pengemasan kue tradisional SATU di Kabupaten Pacitan dengan beberapa kemasan. dan kemasan. baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas. Untuk melaksanakan proses pemasaran dan merumuskan strategi memperoleh keuntungan berkelanjutan dalam usaha kue tradisional SATU di Kabupaten Pacitan. Kue SATU juga diproduksi dalam aneka rasa yaitu manis. swalayan. dan cokelat. bentuk. Hal ini sangat mungkin diwujudkan mengingat potensi pasar kue SATU dengan aneka rasa. hijau. Berjalannya kegiatan pengemasan kue tradisional SATU. Keberhasilan kegiatan ini ditandai dengan semakin dikenalnya kue SATU sebagai salah satu jajan khas Kabupaten Pacitan yang dapat dijadikan makanan favorit masyarakat Pacitan dan para turis yang berkunjung ke kota Pacitan. Program ini berguna untuk menciptakan lapangan kerja. e.1. 3. 2. Program ini berguna untuk meningkatkan nilai jual kue tradisonal SATU melalui pengembangan variasi rasa. Berjalannya kegiatan produksi kue tradisional SATU dengan aneka warna antara lain putih (menu klasik). 3. Keberhasilan pelaksanaan proses produksi ini ditandai dengan terbuatnya kue SATU dalam beberapa bentuk. merah gula jawa. warna dan kemasan ini sangat besar seiring dengan berkembangnya Pacitan sebagai daerah tujuan wisata serta terselesaikannya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang dapat mendorong Pacitan sebagai jalur perekonomian baru. 2. 2. Luaran yang Diharapkan Luaran yang diharapkan dari program ini adalah: 1.

dan kemasan yang lebih menarik konsumen untuk membelinya baik untuk dikonsumsi sendiri maupun oleh-oleh bagi orang lain. atau suguhan para tamu. khususnya kalangan mahasiswa. Melihat tingkat keawetannya. kue kering dikemas menarik dalam beberapa bentuk. Hal ini dapat menjadi solusi alternatif dalam mengatasi kebuntuan semakin bertambahnya jumlah pengangguran terdidik dan pengangguran usia produktif. umumnya orang sekarang mulai enggan membuat kue kering karena alasan keterbatasan waktu dan kekurangmampuan memproduksi dengan kualitas rasa yang terjaga. warna dan kemasan. Gambaran Umum Rencana Usaha Dari survey dan analisis awal dapat digambarkan rencana usaha kue tradisional SATU sebagai berikut: pertama. Sisi lain. Program ini berguna sebagai wahana pengembangan kewirausahaan di kalangan generasi muda. warna dan kemasan kue tradisional SATU sehingga memberikan cita rasa. Dengan demikian. dan harga jual. Menjelang lebaran umumnya dianggap sebagai masa panen pengusaha kue tradisional SATU. termasuk dalam perumusan kemasan dan pemasarannya. 4. bentuk. Selain itu. atau kue basah. Peluang inilah yang membuat bisnis kue kering semakin terbuka lebar dan menjanjikan laba melimpah. Sehingga orang cenderung pilih membeli kue kering dalam bentuk kemasan. program ini merupakan terobosan dalam membuka pintu-pintu baru pengembangan perekonomian yang dapat meningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. bentuk. rasa. para konsumen umumnya membeli kue kering dalam sejumlah variasi rasa. Dengan daya tahan keawetan yang panjang. Kue kering ini laris di pasar karena relatif lebih awet tanpa bahan pengawet dibandingkan jajanan pasar lain serupa cake. kue tradisional SATU merupakan salah satu jenis makanan kering yang memiliki banyak peminat. warna. khususnya menjelang lebaran Idul Fitri.3. khususnya dengan subyek pembelajarn kalangan generasi muda. kue tradisional SATU sangat cocok dikembangkan sebagai salah satu makanan khas asli pacitan yang dijadikan sebagai oleh-oleh para turis dari berbagai daerah. program ini berguna sebagai model percontohan pengembangan produksi makanan berbasis kearifan lokal. Program ini berbasis pada pengembangan produksi makanan tradisional. Permintaan pasar akan kue ini sangat besar karena hampir setiap keluarga menyajikannya sebagai suguhan khas. produk ini dapat dijual dikonsumsi tidak hanya menjelang lebaran tapi sepanjang waktu. g. Lebih jauh. teman berbincang di ruang keluarga. Atas pertimbangan inilah. vii . program ini dapat dijadikan percontohan bagi usaha membangun ketahanan pangan dan keswadayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Kedua. misalnya toples. kue ini memungkinkan untuk dibawa dalam perjalanan yang panjang dan jauh dalam waktu yang lama sehingga dapat digunakan sebagai teman di perjalanan. atau dijual berdasarkan bobot tertentu misalnya per-kilogram. warna. Dengan kesejahteraan yang meningkat diharapkan masyarakat memiliki tambahan daya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. dan memanfaatkan potensi yang tersedia di daerah ini. rasa. Lebih jauh. di banyak toko dan pasar. Dengan pengembangan aneka bentuk. kami coba membuat variasi bentuk. khas Kabupaten Pacitan. kemasan. Dengan demikian program ini dapat dijadikan sebagai model percontohan pembelajaran wirausaha di tempat lain.

Cara Membuatnya: 5kg tepung ketan yang sudah matang dicampur dengan 4kg gula jawa (diuleni) setelah campur lalu dimasukkan kedalam cetakan kemudian ditekan-tekan mernggunakan sendok agar sedikit lebih padat. menyiapkan bahan. umumnya kue kering banyak digunakan sebagai suguhan arisan. Metode Pelaksanaan Program Program ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan. Membuat desain alat cetak. pengemasan dan pemasaran kue tradisi SATU 2. kemasan. santai. Sehingga diharapkan. produksi kue tradisional SATU langsung dapat dikonsumsi dengan bentuk kemasan yang menarik dan cantik sehingga dapat untuk dijual di kalangan masyarakat umum. sehabis digoreng lalu digiling sampai halus (menjadi tepung). kemudian dijemur sampai kering. dibandingkan makanan lain serupa lemper. Karena kue kering lebih mudah disuguhkan. Survey dan analisis awal terkait aspek produksi. cepat. dan tidak menyisakan banyak sampah yang dapat menambah kerepotan tuan rumah. “Belum lengkap rasanya ke Pacitan tanpa membeli dan memakan kue SATU!” h.Ketiga. atau menunggu waktu makan sehingga selalu mengkonsumsi kue kering dalam berbagai kesempatan. Dengan sekali ketuk viii . Menyusun hasil survey dan analisis awal tersebut dalam bentuk proposal penawaran program. Sementara untuk kue basah seringkali menambah kerepotan apalagi bila di tengah kondisi mendesak serta seringkali memakan banyak waktu dalam pembuatannya. lumpia dan lainnya. a. Kelima. yaitu: TAHAP PERENCANAAN Pada tahap ini dilakukan beberapa kegiatan antara lain: 1. TAHAP PELAKSANAAN 1. donat. 2. tidak rumit. Keempat. Setelah kering kemudian digoreng sangan (sangrai). Melakukan kegiatan produksi kue tradisional SATU yang dapat dijelaskan sebagai berikut. Karena itu kue kering tradisional SATU dapat ditawarkan dengan harga terjangkau. atau acara kumpul-kumpul di tengah masyarakat. dengan kualitas terjamin. Kue ini cocok untuk buah tangan wisatawan yang datang ke Pacitan. higienis. Catatan : 20 kg beras ketan digiling menjadi tepung menghasilkan 18 kg tepung. dan melakukan kegiatan produksi. peralatan. pasar kue SATU sangat terbuka bila diperhatikan bahwa masyarakat kita umumnya memiliki kebiasaan ngemil yang dilakukan saat senggang. akan muncul ungkapan.Bahan kue tradisional “satu” rasa klasik (warna putih klasik):  Ketan dan gula jawa Proses pembuatan: beras ketan dicuci bersih lalu ditiriskan kemudian dikukus kira-kira 30-45 menit kemudian diangkat dan dibersihkan kembali (bahasa jawanya “dipususi”) sampai airnya jernih lalu ditiriskan kembali.

Bahan kue tradisional “satu” rasa jahe Ketan dan jahe instan Proses pembuatan: beras ketan dicuci bersih lalu ditiriskan kemudian dikukus kikra-kira 30-45 menit kemudian diangkat dan dibersihkan kembali (bahasa jawanya “dipususi”) sampai airnya jernih lalu ditiriskan kembali. Jadilah sudah kue “satu” yang cantik dan padat. Cara Membuatnya: 5kg tepung ketan yang sudah matang dicampur dengan serbuk coklat secukupnya (diuleni) setelah campur lalu dicetak sesudah dicetak kemudian dijemur kira-kira 3-4 jam. Bahan kue tradisional “satu” rasa cokelat:  Serbuk Cokelat dan ketan Proses pembuatan: beras ketan dicuci bersih lalu ditiriskan kemudian dikukus kikra-kira 30-45 menit kemudian diangkat dan dibersihkan kembali (bahasa jawanya “dipususi”) sampai airnya jernih lalu ditiriskan kembali. TAHAP PENGEMASAN DAN PEMASARAN ix . Cara Membuatnya: 5kg tepung ketan yang sudah matang dicampur dengan serbuk jahe secukupnya (diuleni) setelah campur lalu dicetak sesudah dicetak kemudian dijemur kira-kira 3-4 jam. sesudah dicetak kemudian dijemur kirakira 3-4 jam.kemudian dijemur sampai kering. Jadilah sudah kue “satu” yang cantik dan padat.sesudah dicetak kemudian dijemur kira-kira 3-4 jam.tunggu hingga mengering menjadi serbuk jahe. Jadilah sudah kue “satu” yang cantik dan padat. d. airnya kemudian direbus dan diberi gula jawa secukupnya. sehabis digoreng lalu digiling sampai halus (menjadi tepung). Cara membuat jahe instan : ambil beberapa kg jahe kemudian cuci bersih setelah dicuci kemudian di parut untuk diambil airnya. sehabis digoreng lalu digiling sampai halus (menjadi tepung). Cara Membuatnya: 5kg tepung kacang hijau yang sudah matang dicampur dengan 1kg gula jawa yang disisir kemudian diuleni setelah campur lalu dicetak dan ditekan (menggunakan sendok makan) agar lebih padat. Bahan kue tradisional “satu” rasa kacang hijau: Kacang hijau dan gula jawa Proses pembuatan:kacang hijau dicuci bersih lalu direndam selama 3 jam. Setelah kering kemudian digoreng sangan (sangrai). c. Jadilah sudah kue “satu” yang cantik dan padat. sehabis digoreng lalu digiling sampai halus (menjadi tepung). Setelah kering kemudian digoreng sangan ( sangrai ).setelah itu dijemur sampai kering.menggunakan palu keluarlah si kue dari cetakan. Setelah kering kemudian digoreng sangan (sangrai).kemudian dijemur sampai kering. b.setelah direndam lalu ditiriskan kemudian dikukus kira-kira 30-45 menit lalu diangkat dan dibersihkan kembali (bahasa jawanya “dipususi”) sampai airnya jernih kemudian ditiriskan kembali.

Ketua Pelaksana Kegiatan a. iklan radio. Tahap berikutnya ialah melakukan proses pemasaran yakni promosi dan penjualan. membuat laporan dan menyusun rencana usaha pengembangan bisnis di masa mendatang. lalu memberi merk berdasarkan tulisan dan gambar yang telah ditentukan. brosur. kantin. Jadwal Pelaksanaan Program Bulan I No 1 2 3 4 5 Kegiatan Perencanaan Proposal dan dana Persiapan Kegiatan Pelaksanaan Evaluasi Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 j. Setelah pembuatan bungkus kemasan selesai dilakukan. pusat oleh-oleh. Anggota Pelaksana Kegiatan a. Bungkus kemasan diberi tulisan dan gambar dengan cara sablon. TAHAP EVALUASI Dalam tahap evaluasi ini dilakukan evaluasi program serta membuat dan menyusun rencana tindak lanjut. swalayan. kafe. Promosi dilakukan dari mulut ke mulut. Program Studi : Ika Zuliani : 0820717072 : Pendidikan Bahasa dan Sastra x . tahap berikutnya ialah proses pengemasan kue SATU ke dalam bungkus kemasan sesuai yang direkomendasikan oleh analisis pasar sehingga kemasan tersebut dapat diterima oleh konsumen. NIM : 0820717075 c. Nama Lengkap : Novi Kurniasih b. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok 1. dan sebagainya. NIM c. toko ritel. spanduk. dilakukan penjualan melalui supermarket. Nama Lengkap b. face to face. Juga tak lupa untuk menjual kue tradisional melalui jaringan pasar tradisional. dan sebagainya. i.Pada tahap pengemasan ini dilakukan proses pemilihan bahan kemasan. Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia d. Waktu untuk kegiatan PKM : 6 jam /minggu 2. Seiring dengan promosi. Perguruan Tinggi : STKIP PGRI PACITAN e.

Jabatan Fungsional d. Nama Lengkap dan Gelar b. : 3 jam /minggu : Rp. Anggota Pelaksana Kegiatan a. 00 xi . 9. Program Studi d. Golongan Pangkat dan NIP c. Biaya Indonesia : STKIP PGRI PACITAN : 6 jam /minggu : Rantika Ayu Nandya : 0920717031 : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : STKIP PGRI PACITAN : 6 jam /minggu : Daning Nur Fitriana : 0920717009 : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : STKIP PGRI PACITAN : 6 jam/ minggu : M. Fakultas/Program Studi f. Program Studi d. 874. Bidang Keahlian h. Perguruan Tinggi e. Waktu untuk kegiatan PKM 4. M. NIM c. Sastra Kreatif dan Kebudayaan Lokal. Thobroni. Nama Lengkap b. Nama dan Biodata Dosen Pendamping a. Nama Lengkap b. Perguruan Tinggi e. Perguruan Tinggi e.d. Jabatan Struktural e. 000.Pd. Waktu untuk kegiatan PKM i. Waktu untuk kegiatan PKM 3. Perguruan Tinggi g. NIM c. Anggota Pelaksana Kegiatan a. :: Tenaga Pengajar :: PBSI : STKIP PGRI Pacitan : Penulisan Karya Ilmiah. Waktu untuk kegiatan PKM k.

Rp.00 Rp.Tempat penjemuran Pemasaran dan pengemasan: . 600.000.00 Rp.000.00 Rp.00 360.250.00. Rp.000. Rp.000.000.Coklat bubuk .00 80 Kardus x 4 x Rp. 25 Ikat x Rp.00 100 Mika x 4 x Rp.00 Rp.00 150.00 Rp.1.15.500.18.000.000.000.8.000.00 4 x Rp.000.00 500.00 80 Kg x Rp. 224. 600.5000.000.280.00.00 Jumlah Rp.000.00 Rp.00 30 Kg x Rp.00 tradisional “satu” Jumlah Total Rp.00 60 Kg x Rp.00 20 Kg x Rp.00 200. Rp.000.1.30.00 80 Plastik x 4 x Rp.00 20 Kg x Rp.000. 100.000.Pembuatan dan penyablonan kardus 5 Biaya promosi Biaya Pengiriman Harga 4 x 6 hari x Rp 25.000. 120.00 Rp. 300.00 Rp.500.10.1.Pembuatan plastik parsel+talinya .8000.00 640.000.00 Rp. 700.000.1.4.000.000.1.00 Rp.000.874.25.Gula jawa .000.000.00 Rp. 1.000.00 Rp.Kacang hijau .000.No Keterangan 1 2 3 Transportasi Pelaksana Pembuatan Proposal Kegiatan Persiapan dan pelaksanaan produksi : • Penyiapan alat cetak • Mesin giling • Bahan mentah: .000.Pembuatan dan penyablonan toples .000.Pembuatan dan penyablonan tas . 600.000.500.000.00 Rp. 100. 9.000. 600. 100.Kayu bakar .500.00 10 x Rp 10.000.1. Rp.000.00 Pendampingan terbatas 1 orang perajin kue 1 x 4 hari x Rp.00 4 100 Tas x 4 x Rp.1.00 xii .00 Rp.jahe .000.000.000.00 20 x Rp.Beras ketan . Rp.

LAMPIRAN I I. Daftar Riwayat Hidup xiii .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->