Ahamiyah At Tarbiyah lil Mar’ah Al Muslimah Urgensi Tarbiyah bagi Akhwat

Pada abad pertengahan, tepatnya tahun 1500 M, Eropa menyaksikan kebiadaban yang sangat tidak berperikemanusiaan terhadap perempuan. Sebanyak sembilan juta perempuan dibakar hidup-hidup oleh sebuah Dewan Khusus, yang sebelumnya mengadakan pertemuan di Roma, Italia dengan sebuah kesimpulan bahwa “kaum perempuan tidak mempunyai jiwa”. Di Yunani, Lembaga Filsafat dan Ilmu Pengetahuan telah memandang perempuan secara tiranis dan tidak memberinya kedudukan berarti di masyarakat. Mereka menganggap perempuan adalah makhluk yang lebih rendah dari laki-laki. Salah seorang tokoh zaman itu, Aristoteles, mengatakan, “Alam tidaklah membekali
GPC 2011 - KEAKHWATAN

perempuan dengan persiapan ilmu pengetahuan (intelektual) yang patut dibanggakan. Karena itu pendidikan perempuan harus dibatasi dan diarahkan pada masalah yang berkaitan dengan rumah tangga, keibuan, kepengasuhan dan lainlain”. Sampai beberapa abad kemudian perempuan tetap menjadi obyek penderita dan dianggap sebagai makhluk yang sering membawa bencana, seperti ungkapan Socrates, ”Perempuan adalah sumber besar dari kekacauan dan perpecahan di dunia”. Bangsa Yunani dan Romawi berkeyakinan bahwa perempuan itu pikirannya lemah dan pendapatnya
Page 1

Ungkapan definisi dua ulama di atas menggambarkan bahwa tarbiyah adalah aktivitas yang berorientasi kepada perubahan. menyebutkan bahwa pada dasarnya kata Ar Rabb itu bermakna tarbiyah yang artinya menyampaikan sesuatu hingga mencapai kesempurnaannya setahap demi setahap. lewat sentuhan tarbiyah Islamiyah yang dilaksanakan oleh Nabi kepada umatnya. laki-laki maupun wanita. Penanaman dan penjagaan iman memerlukan kesungguhan Dalam kehidupan keseharian kita saat ini. tanpa mempertimbangkan moralitas.emosional. pada akhirnya tertlah menggiring manusia kepada sifat keinginan pemenuhan kebutuhan secara instan. pendidikan adalah cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia. menit bahkan detik mampu menyeret masyarakat mengikuti pola hidup tertentu yang jauh dari nilai keimanan. Tarbiyah telah mencerahkan kaum wanita. di antaranya adalah: 1. sehingga mereka mendapatkan kesetaraan dalam harkat kemanusiaan dan potensi kebaikan. Orientasi hidup serba materi yang ditonjolkan lewat media iklan. setiap hari. dengan diarahkan menuju kepada posisi dan peran yang adil anytara laki-l. Berbagai tawaran kegiatan yang berorientasi kepada pemenuhan nafsu syahwat telah dengan terang-terangan dipromosikan lewat media massa cetak dan elektronik. Ada beberapa urgensi kegiatan tarbiyah bagi akhwat muslimah di era sekarang ini. yaitu menuju perbaikan yang disertai dengan pentahapan dalam langkah. Derasnya arus informasi yang mengalir bak air bah. GPC 2011 . sebagaimana juga laki-laki. terlalu banyak faktor yang bisa menggerogoti keimanan. Tidak ada diskriminasi status kemanusiaan dan poitensi keduanya. baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.aki dan wanita. Imam Baidhawi dalam kitab Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta'wil. Karena itu mereka meremehkan dan tidak menerima pendapat mereka. Hedonisme dan Page 2 . setiap jam. yaitu usahausaha perbaikan diri dan umat untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Mereka mendapatkan tarbiyah dari Nabi saw.KEAKHWATAN Secara lebih kongkrit. Islam datang untuk melakukan pemberdayaan terhadap poitensi kebaikan manusia. Di sisi Nabi. Para akhwat muslimah adalah bagian dari masyarakat. agar mereka menjadi hamba yang mentaati Tuhannya. yang harus dipersiapkan segala peran kebaikannya dalam sebuah proses tarbiyah. Kejahiliyahan telah dihapuskan dengan cahaya Islam. Islamlah yang kemudian datang untuk mengubah berbagai persepsi dan perlakuan yang sangat tidak adil terhadap kaum wanita. Ali Abdul Halim Mahmud mengemukakan. Kegiatan tarbiyah merupakan sebuah proses yang bermaksud menghantarkan pelakunya menuju kepada sebuah “kesempurnaan” dalam batas kemanusiaan. Demikian pula Ar Raghib Al Asfahani dalam kitab Al Mufradat berpendapat bahwa Ar Rabb berarti tarbiyah yang bermakna menumbuhkan sesuatu setahap demi setahap hingga mencapai batas kesempurnaannya. kaum wanita amat dimuliakan. Dr.

yang pada gilirannya melahirkan sejumlah patologi sosial. bahkan kadang lebih banyak nuansa hiburan atau entertainment dibandingkan dengan esensi pembinaan yang bertahap dan berkelanjutan. Keseluruhan perangkat dalam tarbiyah akan Page 3 . Kegiatan tersebut bukan berarti salah atau tidak bermanfaat. bukan semata hiburan. Dengan proses tarbiyah itulah. restoran dan mall. sebab hal itu adalah sentiuhan awal untuk bisa berinteraksi dengan Islam. ada perhatian. Berbagai kegiatan yang ditawarkan untuk penjagaan keimanan selama ini masih diwarnai oleh sejumlah kelemahan dalam GPC 2011 . ada evaluasi atas proses dan hasil. setiap saat menemukan tawarantawaran sikap dan perilaku. Masih banyak dijumpai kegiatan dakwah berhenti sampai di tingkat kegiatan itu sendiri. untuk lebih membawa masyarakat berinteraksi secara mendalam dengan Islam. Tarbiyah menawarkan silabus yang mebuat peserta didik berada dalam suasana kesungguhna. Sebagian yang lain masih berkesan “daripada tidak sama sekali”. sentuhan pembinaan keislaman akan bersifat sangat personal. Tarbiyah membawa masyarakat berada dalam suasana kedisiplinan dalam melakukan penjagaan diri. ada pengarahan. akan btetapi segera diti9ndaklanjuti dengan penawaran kegiatan tarbiyah. Contoh kegiatan seperti adalah acara pengajian umum yang dikolaborasikan dengan pagelaran seni musik atau seni tradisonal. Yang sering menjadi permasalahan adalah tindak lanjut dari segala kegiatan dakwah yang banyak unsur seremonial dan bahlkan hiburan tersebut. ada optimalisasi potensi diri. Banyak kita jumpai pengajian yang lebih sarat unsur seremonial dan formalitas. Seminar-seminar dan diskusi keislaman mengupas berbagai tema juga marak dihadiri kaum muslimah. Kaum muslimin diperintahkan pergi ke masjid setiap hari Jumat untuk mendengarkan khutbah dari para khathib yang senantiasa mengajak mereka kepada keimanan dan ketaqwaan.konsumerisme sebagai anak kandung peradaban materi telah menjadi bagian dari gaya kehidupan. Keimanan akhirnya dipertaruhkan di ujung tanduk. Seluruhnya itu tidak akan membawa dampak dan pengaruh yang kuat pada diri kaum muslimin dan muslimah apabila tidak dibarengi dengan proses penanaman nilai yang konsisten dan berkesinambungan. Di taman. terstruktur dan berkelanjutan. yang akan membawa masyarakat menuju kepada penanaman dan penjagaan nilai keimanan secara terprogram dan berkelanjutan. Majelis Ta’lim dan Tabligh Akbar senantiasa padat dihadiri kaum ibu di setiap tempat. Penanaman nilai-nilai keimanan yang dilakukan dengan cara-cara yang konvensional selama ini bisa terkalahkan pengaruhnya oleh derasnya arus informasi yang secara konsisten menyapa mereka. di pabtai. sehingga dihadirkan pengajian umum dan terbuka di berbagai tempat hiburan dan rekreasi.KEAKHWATAN unsur taujih (pengarahan) yang ditampakkan antara lain dari silabus materi yang terprogram. atau kolaborasi kiyai dengan artis dan bintang film dalam sebiuah pagelaran nada dan dakwah. bukan sematamata sebuah bentuk “mengisi waktu luang”. di hotel. Kegiatan untuk sentuhan awal dengan Islam yang penuh nuansa entretaoinment tersebut bisa tetap dilangsungkan.

bagi orang yang mampu melaksanakan. Apalagi kewajiban yang bersifat sistemik. Mereka ini adalah rakyat biasa. Jika kewajiban individual saja menjadi lebih kondusif apabila disertai dengan kebersamaan. tampaklah menjadi ibadah yang lebih ringan dilaksanakan. pelaku kemungkaran yang berkelompok dan memiliki kekuasaan untuk mengajak orang lain. Belum lagi berbicara tentang hasil dan cakupan atau ruang lingkup kegiatan. apalagi kewajiban dalam amal Islami yang jelas-jelas berbentuk kolektif. baik yang bersifat individual maupun kolektif. Al Mawardi dalam Ahkam Sulthaniyah membagi pelaku kemungkaran menjadi dua golongan. orang lemah dari segi kekuasaan. tidak mungkin dicegah dan diselesaikan secara individual. Kaum muslimin ringan melaksanakan sunnah seperti tarawih di malam hari. tatkala mengelola dakwah sendirian akan cepat . apakah yang bisa dilakukan oelh satu orang dibandingkan dengan luasnya spektrum permasalahan dakwah itu sendiri? Betapa banyak dan luas medan kemungkaran. Sebaik apapun seorang muslim. nahi munkar. juga merasa lebih ringan dalam menjaga diri dari makan dan minum tatkala siang hari Ramadhan. Dengan shalat berjama’ah akan membawa sebuah suasana yang kondusif untuk pendekatan diri kepada Allah. saling memberikan pengaruh positif dan menguatkan dalam berbagai potensi kebaikan. Hal GPC 2011 . dimana mereka tidak memiliki kekuasaan untuk memaksa orang lain mengikuti dirinya. Perhatikanlah shalat yang menjadi tiang agama. Pertama. Para ulama bersepakat wajibnya melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar kepada golongan pertama ini. pelaku individual. sehingga saling menguatkan satu dengan yang lainnya.KEAKHWATAN ini karena ada suasana kebersamaan dengan sebagian besar masyarakat. zakat. akan terasa lebih berat dalam penunaian.mengalami kelelahan dan kejenuhan. Akan tetapi dituntunkan untuk berjama’ah karena akan mendatangkan kebaikan yang berlipat ganda. Bisa dibandingkan dengan puasa sunnah atau puasa qadha Ramadhan yang dilaksanakan secara sendirian tanpa teman. amar makruf. ringan melaksanakan makan sahur menjelamng Subuh. seperti dakwah. Kewajiban individual seperti shalat. jihad dan lain sebagainya. menyaksikan dan mendengar ucapannya. Kewajiban dakwah bisa dilakukan oleh orang per orang.mengjantarkan seseorang berada dalam suasana keterjagaan. Golongan kedua. Para ulama Page 4 . kewajibannya melekatkan secara individual kepada setiap muslim dan muslimat. haji dan lain sebagainya pada kenyataannya dituntut pula melibatkan sebuah sistem yang kondusif bagi terlaksananya berbagai amal tersebut. Amal Islami memerlukan ta’awun alat taqwa Kaum muslimin dan muslimat dituntut oleh Allah menunaikan sejumlah amal. akan tetapi single fighter dalam medan dakwah tidak akan mampu banyak melakukan perubahan. mutlak memerlukan ketersediaan perangkat sistem yang memungkinkan terlaksananya sejumlah amal terserbut. Demikian pula puasa Ramadhan yang kewajibannya diberikan secara individual. puasa. 2. tatkala dilaksanakan secara bersama-sama oleh kaum muslimin.

Akan tetapi. Atas nama kebebasan berekspresi dan berpendapat. Al Mawardi ingin mengungkapkan perlunya ada sebuah jama’ah atau kelompok yang melakukan pencegahan kemungkaran mereka secara sistemik. Page 5 . oleh berbagai kalangan yang menghendaki liberalisasi.KEAKHWATAN menunaiakan amal Islami di berbagai boidang. Amal Islami memerlukan ta’awun atau tolong menolong dalam aplikasinya. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (Al Maidah: 2). Tarbiyah telah menyatukan visi dan misi para pelaku dakwah. Nash-nash tentang wanita yang dibongkarpaksa oleh ide pembebasan perempuan. banyak kaum wanita dijadikan korban eksploitasi kapitalistik.berbeda pendapat mengenai amar ma’ruf dan nahi munkar kepada mereka. Di sinilah pentingnya tarbiyah nbagi akhwat muslimah. promosi. Pada sisi yang lain. muncullah aneka rupa pemikiran bebas dan liberal. menjadi bahan iklan. kaum muslimin dan muslimat hanya berbentuk kumpulan individu yang tidak terstruktur dan tidak terkoordinasikan potensinya. Gerakan yang semula bertujuan memuliakan wanita. bukan pada pemahamannya. bukan menjadi pelaku pembangunan yang memiliki keasadaran aktif dalam kontribusi. Lihat saja betapa kehidupan para wanita Islam yang diarahkan untuk semakin menjauh dari Islam. 3. Dengan kata lain. Di zaman kenabian. bahkan ikon pariwaisata dan devisa negara. akan tetapi dari segi posisi dan esensi ajarannya. Jama’ah ini tidak mungkin bisa melaksanakan kewajiban nahi munkar apabila tidak memiliki kekuatan yang minimal sepadan dengan pelaku kemungkaran. Untuk bisa membentuk kebersamaan yang memungkinkan adanya proses ta’awun dalam kebaikan. kebersamaan terjadi dengan demikian erat. masyarakat Islam di sekitar kita bukanlah masyarakat di zaman kenabian. Di zaman Nabi dan para sahabat. telah menjadi salah kaparah dalam aplikasinya. akan tetapi jumhur mewajibkan mencegah kemungkaran tersebut dengan sayarat memiliki kekuatan atau pendukung yang mencukupi. Di zaman kita. telah lancang menganulir wilayah agama. hasil tarbiyah Rasul kepada para sahabat telah membuat mereka bisa menjadi satu kekuatan yang solid untuk menunaikan ketaatan. Mereka adalah masyarakat yang sangat kuat mengamalkan ayat Allah: “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa. Pada akhirnya posisi kaum wanita terpinggirkan menjadi sekedar hiasan dan promosi. Sedemikian gencar gugatan terhadap kemapanan pemikiran Islam selama ini. diperlukanlah tarbiyah. sehingga mereka bekerja dalam suatu tatanan dan struktur yang rapi dan solid untuk saling membabntu dan menguatkan dalam kebaikan dan taqwa. sebagaimana muncul pula pornografi dan pornoaksi atas nama seni. memerlukan antisipasi dari semua pihak. I’dadul Mar’ah Muslimah (Penyiapan Akhwat Muslimah ) adalah keharusan dan tuntutan zaman Maraknya arus sekularisasi dalam berbagai bidang kehidupan saat ini. tanpa adanya proses tarbiyah. agar terbentuk kebersamaan di antara mereka dalam GPC 2011 .

memerlukan sososk ibu yang aberkualitas pula. adalah tuntutan yang sama terhadap laki-laki agar menjadi shalih. senantiasa memerlukan kesalihan pelakunya. Istilah bias gender menjadi absah untuk dilekatkan pada apa saja pendapat agama yang tidak bersesuaian dengan misi dan kehendak mereka. Ada kejahatan moral dalam bentuk kencaduan miras dan narkoba sejak anak-anak. yang dilakukan oleh para pemilik kapital. apabila dilihat dari kacamata syar’i yang menghendaki kaum muslimah menjadi pelaku perbaikan masyarakat. Kenakalan bukan lagi diletakan dengan pemuda atau remaja. Kini anak-anak telah dilibatkan atau terlibat dalam sejumlah kejahatan. dengan jalan menjual gadis-gadis di bawah umur menjadi pelacur. yang disebabkan oleh kebiasaan melihat film porno. sehoingga bterbtuklah generasi masa depan yang diharapkan Islam. dimana anak-anak terlibat tindak penipuan dan pencurian. pelaku pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan. Di sinilah pentingnya tarbiyah bagi upaya penyiapan akhwat sebagai pelaku islah (reformasi). Untuk itulah diperlukan sebuah tarbiyah yang menghantarkan para ibu siap melahirkan dan mendidik generasi dengan baik. 4. Para akhwat harus disipakan dengan kegiatan tarbiyah yang terprogram. untuk menjadikan mereka pelaku dakwah. kendati fitrah manusia lebih mengarahkan kepada kebaikan. apabila tidak didukung oleh bapak yang shalih. untuk melahirkan sebuah generasi yang unggul dan berkualitas. Artinya. Mempersiapkan generasi masa depan shalih memerlukan ibu-ibu yang shalihah Proses pewarisan nilai kepada generasi baru. Sejak kejahatan seksual. Penggerusan nilai-nilai kebaikan bisa terjadi setiap waktu lewat berbagai media informasi. pada saat Islam menghendaki wanita menjadi shalihah. Para ibu inilah yang akan GPC 2011 . Hal ini tidak dimaksudkan untuk menafikan peran bapak bagi anak-anaknya. Para ibu tidak akan menjadi shalihah secara tiba-tiba. yang dengan kesadaran aktif melakukan tindakan perbaikan di tengah masyarakat. Para akhwat muslimah dicetak menjadi anasir gerakan pembaaruan moralitas bangsa. “Tafsir laki-laki.. kata mereka yang merasa termarginalkan posisinya oleh faktor agama. Page 6 .KEAKHWATAN sanggiup melakukan pewarisan nilai kebaikan secara generatif kepada anakanaknya. Pembelaan yang selama ini coba dilakukan oleh sekelompok kalangan aktivis dakwah. wanita shalihah adalah pasangan bagi laki-laki shalih. Di sinilah pentingnya para akhwat muslimah melakukan pembelaan terhadap kemurnian ajaran syaroiat Islam. Artinya. Marilah sejenak kita lihat kondisi masyarakat kita. Tuntutatn dalam Islam. Ada kejahatan kriminal. Ada pula kejahatan seksual yang dilakukan oleh anak-anak dalam bentuk perkosaan atau pelecehan seksual.” demikian istilah yang diresmikan atas setiap penafsiran ayat Al Qur’an yang tidak mendukung keinginan gerakan mereka. Ibu shalihah akan kesulitan melakukan peran pembinaan generasi. “Itu kan pendapat laki-laki”.Kondisi seperti ini amat mebahayakan. dikotakkan pada terminologi kelamin.

dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. maka tarbiyah Islamiyah yang menghantarkan kepada kebaikan kepribadian juga harus dilakukan kepada keduanya. tidak cukup mentarbiyah kaum l.menjadi shalih. Tidak mungkin melakukan Page 7 . Mereka tidak cukup menjadi ibu yang baik hanya dari segi pengalaman belaka. Apabila kesadaran pewarisan nilai dimiliki oleh para ibu shalihah. Diperlukan sejumlah nilmu dan ketrampilan untuk bisa menjadi pendidik generasi yang berkualitas. menunaikan zakat. laki-laki dan perempuan. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (At Taubah: 71).KEAKHWATAN Tatkala Allah Ta’ala menyebutkan kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar. Justru karena keduanya merupakan unsur asasi dalam perbaikan. lewat pendidikan generasi. Hal ini menunjukkan betapa keduanya. Anak-anak akan cenderung memiliki sikap yang hangat dan bersahabat pula dengan keluarga. akan timpang apabila tidak dibarengi dengan kebaikan kaum wanita. Jika kaum laki-laki disiapkan sehingga . Tarbiyah menyiapkan kaum muslimah bersiap senantiasa menjadi ibu yang penuh kejhangatan dan kasih sayang terhadap anak-anak yang dilahirkannya. Peran tarbiyah menjadi sangat berarti dalam masalah ini.aki-laki untuk melakukan perbaikan masyarakat. 5. Para wanita muslimah bukanlah suplemen atau pelengkap dalam perbaikan masyarakat. untuk mempersiapkan para ibu agar memahami kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap masa depan bangsa. Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Kehangatan kasih sayang di dalam rumah tangga. Kaum muslimah harus dipersiapkan menjadi pelaku perbaikan masyarakat dengan proses tarbiyah Islamiyah. Mereka adalah pelaku aktif sebagaimana kaum laki-laki bertindak sebagai subyek pembangunan. adalah pihak yang amat dekat secara emosional dengan anak-anak. Artinya. ia akan memantau perkembangan anak sehingga mampu mendeteksi kecenderungan yang terjadi pada anak-anaknya. dengan meninggalkan separoh nyang lain. Mar’ah Muslimah adalah unsur asasi dalam membangun masyarakat GPC 2011 . dieksplisitkan dua jenis kelamin sekaligus. Dimanakah peran para pendidik generasi dalam kejadian kejahatan oleh anakanak atau remaja tersebut?  Adakah ibu-ibu yang shalihah dan bapak yang shalih mencetak anak-anak yang memenuhi jadual hidupnya dengan permasalahan dan kejahatan?  Cukupkah kita menyalahkan sistem dan masyarakat sebagai biang keladi munculnya kenakalan dan kejahatan pada anak-anak? Ibu yang mengandung dan melahirkan. mendirikan shalat. Demikian pula berlaku sebaliknya. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. laki-laki dan perempuan adalah unsur asasi dalam melakukan pembangunan masyarakat. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. tidak akan melahirkan pemberontakan yang diekspresikan lewat berbagai penyimpangan. Perbaikan masyarakat tidak mungkin dilakukan separohnya saja.

Kejadian-kejadian hidup lebih dipersepsikan sebagai hal yang tidak mengenakkan bagi perempuan. Newcomb et. banyak membuat para akhwat cenderung diam dan tidak mengekspresikan kehendak dan pendapat dirinya tatkala menghadapi perbedaan. akhirnya para akhwat muslimah lebih cenderung mengalah. Sifatnya yang pemalu.KEAKHWATAN . Jika para wanita muslimah tidak dipersiapkan melalui kegiatan tarbiyah. wanita. yang ternyata membawa pula konsekuensi perbedaan dalam beberapa karakteristik dan sifatnya. kecuali dalam Islam mereka mendaptkan kejayaan. sedangkan kekerasan. Ada sesuatu yang menghambat dirinya untuk melakukan peran yang lebih signifikan dalam kehidupan. kemampuan ingatan perempuan amat kuat. sehingga pilihannya lebih banyak diam dan tidak menonjolkan kapasitas dirinya. sebagaimana pula pentarbiyahan bagi kaum laki-laki yang membutuhkan sejumlah spesifikasi. ditambah dengan sejumlah patokan nilai dan persepsi kultural masyarakat yang tidak menghendaki wanita menjadi pelaku aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ada unsur pemalu. akan menyebabkan mereka senantiasa menjadi korban kemajuan zaman. kehalusan watak dan kelebihan perasaan lebih dominan terdapat pada perempuan.al (1986) juga melaporkan persepsi perempuan terhadap kejadian-kejadian hidup lebih ekstrim dari pada laki-laki. kecerdikan menguasai hawa nafsu merupakan ciri-ciri watak lelaki. keberanian dan kepuasan diri dari pada perempuan.perbaikan masyarakat. Menurut Abbas Kararah (1995) bahwa kelembutan. atau persepsi fikih yang tidak tepat. atau sekedar merasa tidak pantas saja. Sebagiannya karena takut salah. justru Page 8 Fitrah Muslimah memerlukan optimalisasi untuk menjadi pilar pilar kehidupan Atas bentukan sosial (social construction). Perempuan dari zaman ke zaman dihadapkan pada sejarah yang buram. pendirian teguh. Islam menyediakan proses tarbiyah yang membuat mereka menjadi dimuliakan dengan peran yang signifikan untuk melakukan perbaikan. tarbiyah bagi wanita mulsimah perlu mendapatkan perhatian yang spesifik. Walaupun perbedaan pokok susunan syaraf di antara laki-laki dan perempuan tidak berarti. banyak wanita yang merasa lebih rendah dibandingkan dengan kaum laki-laki. Hal lain dibuktikan dengan melihat kenyataan bahwa para aktris film lebih cepat menghafal teks skenario dari pada para aktornya. Di sisi lain intuisi perempuan lebih tajam. dominasi. tapi ada suatu kecenderungan dalam perangai yang sifatnya berlainan. Memang terdapat sejumlah perbedaan anatomis dan fisiologis pada laki-laki dan GPC 2011 . 6.al (1985) juga menemukan bahwa perempuan memang menunjukan intensitas emosi (positive-negative affect) yang lebih ekstrim dibanding laki-laki. Dengan memahami beberapa bentuk perbedaan yang biasa muncul pada diri laki-laki dan perempuan. dengan pelaku yang penuh cacat dan kejelekan. Diener et. perasa. Penelitian Hadiyono dan Kahn (1987) menemukan bahwa laki-laki secara signifikan menunjukkan nilai yang lebih tinggi pada stabilitas emosi.

orangtuanya berhak penuh untuk menjual kepada siapa saja. Bettany. Tarbiyah telah mengangkat derajat wanita muslimah dalam kapasitas sebagai subyek yang mandiri. Sangat berbeda dengan persepsi berbagai ajartan agama dan ideologi yang meletakkanj perempuan pada posisi sangat tidak manusiawi. berpendapat. Gambar mereka terpajang di sampul-sampul majalah dan GPC 2011 . dan menjaga rumah tangga dari kehancuran. dan kehadiranya merupakan laknat bagi alam semesta. Perempuan hanyalah sebagai budak. serta tidak berhak untuk mendapat kesempatan dalam segala urusan karena ia mempunyai fikiran yang lemah. Sebagian tradisi Kristiani juga mempersepsikan perempuan sebagai penyebab kehancuran umat. kulkas dan televisi. kecuali banyak dilakukan oleh perempuan. jika posisi mereka terlecehkan dalam berbagai sistem hidup masyarakat di luar Islam? TUJUAN-TUJUAN TARBIYAH BAGI AKHWAT MUSLIMAH 1. bagai ikan yang berlatih dalam air.karena memang secara nyata ada bagian yang berbeda. 3. memiliki kesadaran aktif dan potensi yang penuh untuk melakukan pernbaikan diri. Individu • Membentuk Kepribadian yang integral Muslim Kepribadian yang memenuhi 10 Muwashowat Tarbiyah 1. “perempuan adalah makhluk yang paling jahat.” Sedangkan Pastur St. patut mendapat kesengsaraan. menganggap perempuan harus melepaskan tugas keperempuanannya sehingga tidak ubahnya mereka sebagai barang dagangan seperti mobil. dan menurut tabiatnya mereka selalu menggoda siapa saja yang dijumpainya. keluarga. dalam bukunya. Menurut Filsafat Marxisme. Demikianlah beberapa urgensi tarbiyah bagi wanita muslimah. selalu berdosa sejak lahir maka harus dihukum. Agama Yahudi menganggap perempuan selalu dalam kutukan Dewa. Perempuan dibebani untuk bekerja membanting tulang seperti selayaknya laki-laki sehingga kaum perempuan tidak bisa melakukan tugas sebagai isteri. ibu bagi anak-anaknya. walau dengan berbagai alasan. sumber segala dosa dan kesalahan. dia benar-benar penggoda dan menambah penyakit.” Bagaimana mungkin wanita muslimah tidak terlibat dalam tarbiyah Islamiyah.KEAKHWATAN tabloid bahkan foto-foto bugil mereka dengan sangat mudah dilihat lewat internet maupun media yang lain. “Agama-agama Dunia” menuturkan bahwa “karakter perempuan tidak terukur dalamnya. Salimul Aqidah(bersih akidah) 2. John Chrysston. perempuan adalah milik kaum laki-laki. Selalu berdusta dengan siapa saja serta selalu memutar balikkan kebenaran dan berkata kebohongan. Clement dari Aleksandria. perempuan hanyalah hiasan rumah belaka. Shahihul Ibadah (lurus ibadah) Matinul Khuluq(kukuh akhlak) Page 9 .” Pastur St. seorang pastur. “Tidak ada satupun yang dapat mendatangkan aib bagi laki-laki. Filsafat Barat Amerika. masyarakat dan bangsa.

pertolongan pertama pada kecelakaan. akan tetapi ia juga merupakan praktek lapangan. menyampaikan pendapat. menata rumah. Penguasaan akhwat muslimah terhadap teknologi pun diharapkan mampu dipenuhi sebagai salah satu hal yang mempermudah gerak dakwah di lapangan. Akhwat muslimah bisa mendapatkan pria yang mendukung dakwah dan mengoptimalkan berbagai potensi positif setelah menjalani kehidupan berumah tangga. penting diberikan kepada akhwat muslimah. Walaupun tidak semua akhwat muslimah terjun ke ranah politik tetapi semua akhwat harus memiliki kesadaran dan kepekaan politik. 5. 2. melakukan dakwah umum kepada masyarakat. Akhwat dilatih untuk menunaikan tugas dakwah. dan dakwah khusus dengan membina akhwat lain. dll. 9. 6. berorasi. Keterampilan praktis seperti komunikasi politik. jelas sekali para wanita muslimah generasi pertama—zaman Rasulullah—pun turut berdakwah. Keluarga • Mendapatkan Suami Muslim yang Mendukung Dakwah Tarbiyah bagi akhwat muslimah diharapkan mampu mengarahkan proses pernikahan yang sesuai kaidah syariat dan kemaslahatan dakwah. bahkan membuat dan menyampaikan makalah pun penting diberikan kepada akhwat muslimah.4. Apalagi.KEAKHWATAN Para akhwat muslimah hendaknya dibekali dengan keterampilan teknis dan praktis. dalam sejarah Islam. • Memberikan Pelatihan Aktivitas dan Mendapatkan Pengalaman Tarbiyah bukan hanya forum kajian keilmuan. mengkritik. menyusun argumen. Qadirun ‘alal Kasbi (mampu mencari penghidupan) Mutsaqaful Fikri (luas wawasan berpikirnya) Qawiyyul Jismi (kuat fisiknya) Mujahidun Linafsihi(pejuang diri sendiri) Munazhamun fi Syu’unihi (teratur urusannya) Haritsun ‘ala Waqtihi (memperhatikan waktunya) Nafiun’ li Ghairihi(bermanfaat bagi orang lain) • Membentuk Kepribadian Da’iyah Islam tidak menuntut seseorang shalih secara pribadi tetapi juga ia harus mampu membuat shalih lingkungannya. Keterampilan teknis seperti keterampilan rumah tangga: memasak. 7. 8. menjahit. Caranya. • Mendapatkan Keterampilan Praktis GPC 2011 . dengan melibatkan akhwat muslimah ke dalam kepanitiaan atau organisasi. • Membentuk Keluarga yang Dipenuhi Bimbingan Islam Keluarga menurut Hibbah Rauf Izzat adalah unit yang angat mendasar di Page 10 . 10. sejak melakukan dakwah fardiyah.

antara unit-unit pembangunan semesta. • Mempersiapkan Akhwat untuk Peran Kepemimpinan Wanita boleh dijadikan pemimpin. mengakses banyak media. • Mempersiapkan Akhwat untuk Peran Peradaban Menurut hadits riwayat Muslim. dan tanggung jawab dalam rumah tangga. • Membentuk Keluarga yang Terlibat Amal Islami Sejak sebelum menikah. Tarbiyah bukan saja sebuah proses yang mendidik orientasi. Oleh karena itu. akhwat muslimah sudah diarahkan proses tarbiyah untuk aktif terlibat pada amal islami. tarbiyah tetap mengarahkan akhwat muslimah untuk mengambil peran signifikan dalam upaya perbaikan masyarakat. Page 11 . diharapkan akhwat muslimah dapat menyadari posisi. ia lebih dari sekedar pelaku sejarah itu sendiri. Adapun cara yang bisa ditempuh adalah dengan GPC 2011 . peran. terlibat dalam urusan sosial. salah satu ulama madzhab Hambali. pembentukan keluarga yang didirikan di atas motivasi ibadah membutuhkan pengelola yang memahami bahwa mereka sedang membangun peradaban besar. dalam kitab Al-Muhala ia berpendapat bahwa jabatan yang tidak boleh diserahkan kepada wanita hanyalah ri’asah addaulah atau pemimipin negara. akhwat muslimah diharapkan tanggap pada problematik sosial kemasyarakatan sehingga mampu mengambil peran dlaam perbaikan masyarakat. Masyarakat • Menumbuhkan Kepekaan Hati dan Jiwa Sosial Dengan tarbiyah. Dengan tarbiyah. Menurut Ibnu Hazm. politik. 3. Oleh karena itu. apabila kejahatan telah merata.” Akhwat muslimah bukan saja rahim tempat bersemayamnya para pemimpin tetapi juga sebagai pendidik para pelaku sejarah dari zaman ke zaman. apakah kami akan binasa juga sedang ada di antara kami ada orang-orang yang masih melakukan kebaikan?” Rasulullah menjawab: ” Ya.KEAKHWATAN bersosialisasi dengan lingkungan. Setelah menikah dan berkeluarga. Subhanallah. dan amar ma’ruf nahi munkar. Peran peradaban yang harus ditunaikan akhwat muslimah adalah melahirkan dan mendidik generasi berkualitas. ekonomi pemerintahan. Zainab binti Jahsy bertanya: “Wahai Rasulullah. dan membuka diri terhadap informasi. namun juga mengembangkan ilmu dan keterampilan akhwat muslimah untuk mengambil peran dalam amal islami bersama dengan semua anggota keluarga. menunaikan kewajiban dakwah.

Page 12 . praktisi hukum. Dakwah memerlukan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat sehingga perlu adanya sinergitas para pelaku dakwah dengan kalangan-kalangan yang telah bergerak lebih dahulu dalam pengabdian masyarakat. tak terkecuali akhwat muslimah. Oleh karena itu. pekerja seni-sastra-budaya dan lainnya. tarbiyah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kader dakwah di berbagai wilayah. Dengan demikian. farmasis. Oleh karena itu. jurnalis.Tarbiyah islamiyah mencetak bukan saja kader tetapi pemimpin yang memiliki potensi dan keterampilan dalam memimpin. Tarbiyah mendorong para akhwat melakukan upaya perluasan dakwah dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan mengajarkan untuk menebar kebajikan di setiap tempat di setiap waktu. • Memperluas Medan Dakwah Akhwat Penyebaran dakwah islam ke seluruh pelosok negeri membutuhkan akhwat muslimah yang memiliki kepribadian GPC 2011 . khususnya yang menyangkut permasalahan kewanitaan. • Mendorong Akhwat untuk Bekerjasama Dakwah dengan Berbagai Perkumpulan Perempuan Salah satu misi dakwah adalah sebagai pemersatu dari berbagai elemen masyarakat muslim. ahli pertasnian. teknolog. Dakwah tidak hanya memerlukan ustadz dan ustadzah yang memiliki kapasitas dan menguasai ilmu-ilmu syariat tetapi dakwah pun memerlukan kehadiran dokter. tidak hanya di perkotaan tetapi juga ke seluruh pelosok negeri. 4. Dakwah • Memenuhi Sumber Daya Akhwat Berkualitas di Berbagai Bidang Islam yang universal menuntut dakwah yang integral—dakwah yang menyentuh semua lini kehidupan— sehingga dibutuhkan kompetensi kritis di berbagai spesialisasi ilmu yang tidak mungkin terhimpun hanya pada satu orang.KEAKHWATAN islam dan kepribadian aktivis. politisi. ekonom. dengan tarbiyah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kualifikasi sumber daya manusia dari berbagai bidang yang diperlukan dakwah. para akhwat harus disiapkan untuk mengemban amanah kepemimpinan dalam berbagai urusan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful