PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK ( CHARGING FOR SERVICE ) | Desember 21, 2010

Salah satu tugas pokok pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat ( public services ). Pemberian pelayanan public pada dasarnya dapat dibiayai melalui dua sumber, Yaitu : (1) Pajak, dan (2) Pembebanan langsung kepada masyarakat sebagai konsumen jasa public ( charging for service ). Jika pelayanan public dibiayai dengan pajak, maka setiap wajib pajak harus membayar tanpa memperdulikan apakah dia menikmati secara langsung jasa public tersebut atau tidak. Jika pelayanan public dibiayai melalui pembebenan langsung, maka yang membayar hanyalah mereka yang memanfaatkan jasa pelayanan public tersebut, sedangkan yang tidak menggunakan tidak diwajibkan untuk membayar. A. PELAYANAN PUB LIK YANG DAPAT DIJUAL Dalam memberikan pelayanan publik, pemerintah dapat dibenarkan menarik tarif untuk pelayanan tertentu baik secara langsung atau tidak langsung melalui perusahaan milik pemerintah. Beberapa pelayanan publik yang dapat dibebankan tarif pelayanan misalnya : 1. Penyediaan air bersih 2. Transportasi public 3. Jasa pos dan telekomunikasi 4. Energy dan listrik 5. Perumahan rakyat 6. Fasilitas rekreasi (pariwisata) 7. Pendidikan 8. Jalan tol 9. Irigasi 10. Jasa pemadam kebakaran 11. Pelayanan kesehatan 12. Pengolahan sampah/limbah Pembebanan tarif pelayanan public kepada konsumen dapat dibenarkan karena bebrapa alas an, yaitu : A. Adanya barang privat dan barang public B. Efisiensi ekonomi C. Prinsip keuntungan A. Adanya Barang Privat vs Barang public Terdapat tiga jenis barang yang menjadi kebutuhan masyarakat, yaitu : 1. Barang privat 2. Barang ekonomi 3. Campuran antara barang privat dan publik Barang privat adalah barang-barang kebutuhan masyarakat yang menfaat barang atau jasa tersebut hanya dinikmati secara individual oleh yang membelinya. Contoh barang privat adalah makanan, listrik, telepon, dsb. Barang publik adalah barang-barang kebutuhan masyarakat yang manfaat barang dan jasa tersebut dinikmati oleh seluruh masyarakat secar bersama-sama. Contoh barang public adalah pertahan nasional, pengendalian penyakit, jasa polisi, dsb. Dalam praktiknya, terdapat beberapa barang dan jasa yang merupakan campuran antara barang privat dan barang public. Karena, meskipun dikonsumsi secara individual, seringkali masyarakat secara umum juga membutuhkan barang atau jasa tersebut. Contohnya adalah pendidikan, pelayanan kesehatan, transportasi public, dan air bersih. Barang-barang tersebut sering disebut ³merit goot´ karena semua orang membutuhkannya akan tetapi tidak semua

Batasan antara barang public dan barang privat sulit untuk ditentukan. ARGUMEN TERHADAP PEMBEBANAN TARIF PELAYANAN Dasar Pembebanan Tarif Pelayanan Dalam praktik. e. b. B. Charging for service merupakan salah satu sumber penerimaan bagi pemerintah daerah tertentu. dan telepon. Demikian juga barang yang dianggap sebagai merid good mungkin lebih baik diberikan secara gratis atau tanpa beban biaya. misalnya air. KEGUNAAN PEMBEBANAN DALAM PRAKTIK Praktik pembebanan pelayanan public berbeda-beda untuk setiap Negara. pembebanan langsung (direct charging) biasanya ditentukan karena alasanalasan sebagai berikut : a. Terdapat barang dan jasa yang merupakan barang/jasa public. Pendistribusian permintaan : siapa yang mendapatkan manfaat paling banyak. Beberapa sebab sulitnya membedakan barang public tersebut antaranlain : 1. 3. Pemberian insentif pada supplier berkaitan dengan skala produksi. dan antara pemerintah pusat dan daerah. Pembebanan dapat digunakan untuk mengetahui arah dan skala permintaan public atas suatu jasa apabila jenis dan standar pelayanannya tidak dapat ditentukan secara tegas. mungkin tidak dapat diberikan kepada setiap orang. Pemerintah memperoleh penerimaan dari . misalnya pembebanan terhadap penggunaan air dan obat-obatan medis. listrik. dan persyaratan legal Terdapat kesulitan administrasi dalam menghitung biaya pelayanan Penetapan tarif pelayanan mensyaratkan adanya system pencatatan dan pengukuran yang handal (seperti : tarif jalan tol. Suatu jasa. 4. antara jasa yang disediakan langsung oleh pemerintah dan yang disediakan oleh perusahan milik Negara. Adanya eksternalitas. misalnya penggunaan fasilitas rekreasi. d. Suatu jasa mungkon digunakan untuk operasi komersial yang membutuhkan dengan dan untuk memenuhi kebutuhan domestik secara individual maupun industrial. terdapat kesulitan dalam membedakan barang public dengan barang privat. 3. seperti pendidikan. C. meteran untuk air) Eksternalitas positif (spillover effects) misalnya tariff pelayanan yang terlalu tinggi membuat masyarakat tidak tergolong untuk menggunakannya (seperti: imunisasi). jasa pos. merit good. sementara mereka tidak menikmati jasa tersebut. Penyediaan sumber daya pada supplier untuk mempertahankan dan meningkatkan persediaan jasa (supply of service ).orang bias mendapatkannya barang dan jasa tersebut Pada tataran praktik. maka ia akan membayar lebih banyak pula. 2. c. sehingga tidak adil bila biayanya dibebankan kepada semua masyarakat melalui pajak. mekanisme harga memiliki peran penting dalam mengalokasi sumber daya melalui : 1. Terhadap variasi dalam konsumsi individual yang lebih berhubungan dengan pilihan daripada kebutuhan. Efisiensi ekonomi ketika setipa individu bebas menentukan berapa banyak barang/jasa yang mereka ingin konsumsi. tapi dalam penggunaanya (konsumsinya) tidak dapat dihindari keterlibatan beberapa elemen pembebanan langsung. 2. baik merupakan barang publik maupun barang privat. Pemberian insentif untuk menghindari pemborosan. b. Suatu pelayanan mungkin membutuhkan sumber daya yang mahal atau langka sehingga konsumsi publik harus didisiplinkan (hemat). Terdapat kecendrungan untuk membebankan tarif pelayanan dari pada membebankan pajak karena pembebanan tarif lebih mudah pengumpulannya.

Pembebenan langsung kepada masyarakat (charging for service) 3. Jika pelayanan publik dibiayai melalui pembebanan langsung. Beberapa pelayanan publik yang dapat dibebankan tarif pelayanan misalnya : a) penyediaan air bersih b) transportasi publik c) jasa pos dan telekomunikasi d) energi dan listrik e) perumahan rakyat f) fasilitas rekreasi g) pendidikan h) jalan tol *pembebanan tarif pelayanan publik kepada konsumen dapat dibenarkan karena beberapa alasan yaitu : A) adanya barang privat dan barang publik -Barang privat adalah barang-barang kebutuhan masyarakat yang manfaat barang atau jasa tersebut hanya dinikmati secara individual oleh masyarakat yang membelinya.pemerintah dapat dibenarkan menarik tarif untukpelayanan tertentu baik secara langsung atau tidak langsung melalui perusahaan milik pemerintah. Utang 6. -barang publik adalah barang-barang kebutuhan masyarakat yang manfaat barang dan jasa tersebut dinikmati oleh seluruh a=masyarakat secara bersama-sama. 1 .Pembebanan langsung kepada masyarakat.beberapa sumber.sedangkan yang tidak menggunakan tidak diwajibkan untuk membayar. Pada tataran praktik terdapat kesulitan dalam membedakan barang puvlik dengan brang privat. Pemberian pelayanan publik pada dasarnya dapat dibiayai melalui dua sumber. 2.listrik. Laba BUMN/BUMD 4. Pajak 2. PELAYANAN PUBLIK YANG DAPAT DIJUAL Dalam memberikan pelayanan publik.jasa polisi dsb.pengendalian penyakit. Penjulan asset milik pemerintah 5.Pajak jika pelayanan publik dibiayai dengan pajak.sedangkan yang tidak mengkonsumsi tidak dapat menikmati barang/jasa tersebut. Contoh : makanan.telepon dsb.maka setiap wajib pajak harus membayar tanpa memperdulikan apakah dia menikmati secara langsung jasa publik tersebut atau tidak. antara lain : 1. Pembiayaan defisit anggaran (mencetak uang) Salah satu tugas pokok pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat(public service). Contoh : pertahanan nasional.maka yang membay hanyalah ar mereka yang memanfaatkan jasa pelayanan publik tersebut.yaitu : 1. .

ARGUMEN TERHADAP PEMBEBANAN TARIF PELAYANAN Dasar pembebanan langsung (direct charging) tarif pelayanan : Suatu jasa. 2. Pembebanan tarif pelayanan akan mendorong efisiensi ekonomi karena setiap orang dihadapkan pada masalah pilihan karena adanya kelangkaan sumber daya. pendistribusian permintaan 2 .mekanisme harga memiliki peranan penting dalam mengalokasikan sumber daya melalui : 1 . 2. B) efisiensi ekonomi ketika setiap individu bebas menentukan berapa banyak barang/jasa yang mereka ingin konsumsi.seperti : penyediaan air. Mekanisme pembebanan tarif pelayanan merupakan salah satu cara untuk menciptakan keadilan dalam distribusi pelayanan publik. C) Prinsip keuntungan ketika pelayanan tidak dinikmati oleh semua orang. Jika diberlakukan tarif. Terdapat barang dan jasa yang merupakan barang/jasa publik.Terdapat variasi dalam kinsumsi individual yang lebih berhubungan dengan pilihan daripada kebutuhan. Terdapat kecenderungan untuk membebankan tarif pelayanan daripada membebankan pajak karena pembebanan tarif lebih mudah pengumpulannya. Tanpa adanya suatu mekanisme harga. penyediaan sumber daya pada supplier untuk mempertahankan dan meningkatkan persediaan jasa. Suatu pelayanan mungkin membutuhkan sumber daya yang mahal atau langka. sementara mereka tidak menikmati jasa tersebut. Jadi pembebanan hanya dikenakan kepada mereka yang diuntungkan dengan pelayanan tersebut.pembebanan langsung kepada mereka yang menerima jasa tersebut dianggap wajar bila didasarkan prinsip bahwa yang tidak menikmati manfaat tidak perlu membayar.tapi dalam penggunaannya tidak dapat dihindari keterlibatan beberapa elemen pembebanan langsung.Suatu jasa mungkin .hanya saja pemerintah tidak boleh melakukan maksimasi keuntungan.maka setiap orang dipaksa berpikir ekonomis dan tidak boros. Batasan antara barang publik dan barang privat sulit untuk ditentukan. 3. sehingga tidak adil bila biayanya dibebankan kepada semua masyarakat melalui pajak.Beberapa sebab sulitnya membedakan barang publik dengan barang privat antara lain : 1. pemberian insentif untuk menghindari pemborosan 3 . Pembebanan tarif pelayanan publik pada dasarnya juga menguntungkan pemerintah karena dapat digunakan sebagai salah satu sumber penerimaan pemerintah.bahkan lebuh baik menetapkan harga dibawah full cost.memberikan subsidi atau memberikannya secara gratis. sehingga konsumsi publik harus hemat.mereka yang memanfaatkan pelayanan publik lebih banyak akan membayar lebih banyak pula. barang public ataupun barang privat mungkin tidak diberikan kepada setiap orang. pemberian insentif pada suplier berkaitan dengan skala produksi 4 .obat obatan dsb.permintaan dan penawaran tidak mun gkin menuju titik keseimbangan sehingga alokasi sumber daya tidak efisien.

Namun batasan identifikasi barang privat dan public kadang sulit dan harus dilakukan dengan dasar per pelayanan. sehingga terkadang kualitas pelayanan menjadi sangat rendah. PENETAPAN HARGA PELAYANAN : HARGA YANG HARUS DIBEBANKAN. PRINSIP DAN PRAKTEK PEMBEBANAN Sebagian barang dan jasa yang disediakan pemerintah lebih sesuai dibiayai dengan pembebanan tarif. Yang miskin tidak mampu untuk membayar. yaitu : -Terdapat kesulitan administrasi dalam menghitung biaya pelayanan. penyediaan barang privat ditarik sebesar harga pemulihan biaya totalnya (full cost recovery prices). Dalam praktiknya. Untuk merit good sebagian disediakan melalui pajak dan sebagian lain melalui tarif 5 . -Terdapat argumen yang menentang pembebanan tarif pelayanan. semakin sesuai barang tersebut dikenai tarif. Sementara itu. . antara lain : -Pajak -Pembebanan langsung kepada masyarakat (charging for service) -Laba BUMN atau BUMD -Penjualan asset milik pemerintah -Utang -Pembiayaan defisit anggaran atau mencetak uang Pada umumnya. Misalnya pemberian pelayanan kesehatan gratis biasanya kualitasnya kurang memuaskan. Pembebanan dapat digunakan untuk mengetahui arah dan skala permintaan public atas suatu jasa apabila jenis dan standar pelayanannya tidak dapat ditentukan secara tegas.digunakan untuk operasi komersial yang menguntungkan dan untuk memenuhi kebuutuhan domestic secara individual maupun industrial. pelayanan yang gratis secara nominal seringkali sulit dijumpai. kita mengharapkan bahwa penyediaan barang publik seharusnya diiberikan secara gratis atau dibiayai pajak. Semakin dekat suatu pelayanan terkait dengan barang privat.KEGUNAAN PEMBEBANAN DALAM PRAKTIK Praktik pembebanan pelayanan public berbeda untuk setiap negara antara jasa yang disediakan langsung oleh pemerintah dan yang disediakan oleh perusahaan mili negara dan antar pemerintah k dan daerah. 4 . Pemerintah memperoleh penerimaan dari beberapa sumber. 3. Pelayanan gratis menyebabkan insentif rendah.

Konsep kewajaran digunakan untuk : a. yaitu tarif yang dipungut seharusnya sama dengan biaya untuk melayani konsumen tambahan (Cost of Serving the Marginal Consumer).Harga tersebut adalah harga yang juga berlaku dalam pasar persaingan untuk pelayanan tersebut.Sulit memperhitungkan secara tepat marginal cost untuk jasa-jasa tertentu.Hanya mereka yang menerima manfaat yang membayar.Ahli ekonomi umumnya menganjurkan untuk mempergunakan marginal cost pricing. Atu ran yang biasa dipakai adalah bahwa beban (charge) dihitung sebesar total biaya untuk menyediakan pelayanan tersebut (full cost recovery). demana terdapat beberapa macam bentuk diskriminasi harga (seperti tarif progresif) yang mungkin digunakan. dalam praktek kadang biaya rata-rata (average cost) digunakan sebagai pengganti walaupun hal ini menyimpang dari syarat ekonomi dan efisiensi.Pemerintah harus memutuskan besaran harga pelayananyang dibebankan pada masyarakat.Eksternalitas konsumsi.Semi variabel operhead cost seperti biaya modal atas aktiva yang digunakan untuk memberikan pelayanan. paling tidak untuk jasa seperti air. 3.Penentuan biaya yang harus diperhitungkan. 4. seperti manfaat kesehatan umum dari air bersih untuk minumdan mandi dapat secara signifikan merubah efisiensi harga yang ditentukan oleh marginal cost.Biaya operasi (variabel operating cost). 6.Tidak tahu secara tepat besarnya biaya total (full cost) untuk menyediakan suatu pelayanan. 3. b. Marginal cost princing mengacu pada harga pasar yang paling efisien (Economically Efficient Price). 6 . Apakah hanya memasukkan biaya operasi langsung (Current Operations Cost) atau ditam dengan bah biaya modal (Capital Cost).Penentuan harga seharusnya didasarkan pada biaya marginal jangka pendek (short run MC) atau biaya marginal jangka panjang (long run MC). 3. Empat kesulitan menghitung biaya total : 1. 2.Semua konsumen membayar sama tanpa memandang perbedaan biaya dalam menyedia kan pelayanan tersebut.Marginal cost princing bukan berarti full cost recovery. Masyarakat akan memperoleh peningkatan output dari barang atau jasa sampai titik dimana marginal cost sama dengan harga.Biaya penambahan aset modal yang digunakan untuk memenuhi tambahan permintaan. 5.Tidak memperhitungkan kemampuan masyarakat untuk membayar.Sangat sulit mengukur jumlah yang dikonsumsi. 2. karena pada tingkat harga tersebut (Cateris Paribus) akan memaksimalkan manfaat ekonomi dan penggunaan sumber daya yang terbaik. Penetapan harga pelayanan publik dengan menggunakan marginal cost pricing setid aknya harus mempertimbangkan : 1. .Biaya penggantian atas aset modal yang digunakan dalam penyediaan pelayana n 4.PERMASALAHAN MARGINAL COST PRICING Masalah-masalah dalam penggunaan marginal cost princing : 1.Pertimbangan ekuitas mensyaratkan yang kaya membayar lebih. 2. 4.

. Hal ini . B) Peak-load tariffs Pelayanan publik dipungut berdasarkan tarif tertinggi.elibatkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : -Opportunity cost untuk staff.sengaja ditetapkan harga diatas marginal cost. KOMPLEKSITAS STRATEGI HARGA A) Two-part tariffs banyak kepentingan publik dipungut dengan two-part tariff. Jika kelompok dengan pendapatan berbeda dapat diasumsikan memiliki pola permintaan yang berbeda.seperti tarif parkir mobil.7 . Marginal cost pricing bukan merupakan satu-satunya dasar untuk penetapan harga di sektor publik. 8 .sehingga dapat ditetapkan harga pelayanan yang tepat. D) D) Full cost recovery harga pelayanana didasarkan pada biaya penuh atau biaya total untuk menghasilkan pelayanan.pelayanan yang diberikan kepada kelompok yang berpendapatan rendah dapat disubsidi silang dengan kelompok dengan pendapatan tinggi.yaitu fixed charge untuk menutupi biaya overhead atau biaya infrastruktur dan variable charge yang didasarkan atas besarnya konsumsi. Penetapan harga berdasarkan biaya penuh atas pelaya nan publik perlu mempertimbangkan keadialan(equity) dan kemampuan publik untuk membayar. Prinsip biaya memberikan dasar yang bermanfaat untuk penentuan harga di sektor publik. E) Harga diatas marginal cost Dalam beberapa kasus. Hal tersebut tergantung dari kemampuan mencegah orang kaya menggunakan pelayanan yang dimaksudkan untuk orang miskin. Permasalahannya adalah bebantertinggi untuk periode puncak harus menggambarkan higher marginal cost(seperti telpon dan transportasi umum) C) Diskriminasi harga Hal ini adalah salah satu cara untuk mengakomodasikan pertimbangan keadilan (equity) melalui kebijakan penetapan harga.adanya beberapa biaya peijinan atau licence fee. TAKSIRAN BIAYA Penentuan harga dengan teknik apapun yang digunakan pada dasarnya adalah mendasarkan pada usaha penaksiran biaya secara akurat.perlengkapan dll -Opportunity cost of capital -Accounting price untuk input ketika harga pasar tidak menunjukan value to society (opportunity cost) -Pooling.ketika biaya berbeda-beda antara setiap individu -Cadangan inflasi Pelayanan menyebabkan unit ketja harus memiliki data biaya yang akurat agar dapat mengestimasi marginal cost.

Hal tersebut karena . maka setiap wajib pajak harus membayar tanpa memperdulikan apakah dia menikmati secara langsung jasa publik tersebut atau tidak.\ 9. Jika pelayanan publik dibiayai dengan Pajak. Beberapa pelayanan publik yang dapat dibebankan tarif pelayanan. jasa pos dan telekomunikasi. antara lain penyediaan air bersih. transportasi publik. jalan tol. Pembebanan tarif publik kepada konsumen dapat dibenarkan karena beberapa alasan. Pemerintah dapat menarik tarif untuk pelayanan publik tertentu baik secara langsung atau tidak langsung melalui perusahaan milik pemerintah. energi dan listrik. PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK PENDAHULUAN Salah satu tugas pokok pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. yaitu: Pajak dan pembebanan langsung kepada masyarakat sebagai konsumen jasa publik. maka yang membayar hanyalah meraka yang memanfaatkan pelayan an publik tersebut. yaitu : Adanya barang privat dan barang publik Efisiensi ekonomi Prinsip keuntungan Adanya barang privat vs barang publik Dalam menentukan harga pelayanan public juga di anut konsep different cost for different purpose yaitu membedakan kos untuk pelayanan yang berbeda Marginal cost pricing menganut prinsip bahwa tariff yang di pungut seharusnya sama dengan biaya untuk melayani tambahan konsumen. Pemberian pelayanan publik pada dasarnya dapat dibiayai melalui dua sumber. IKHTISAR Penyediaan pelayanan publik dapat dibiayai melalui dua sumber : Pajak Pembebanan langsung kepada masyarakat sebagai konsumen jasa publik (charging for service) Jika pelayanan publik dibiayai dengan pajak maka setiap wajib pajak harus membayar . meskipun ia menikmati jasa publik tersebut secara langsung atau tidak. fasilitas rekreasi (pariwisata). perumahan rakyat. pendidikan. irigasi. pelayanan keehatan. Jika pelayanan publik dibiayai melalui pembebanan langsung. pengolahan sampah/limbah. jasa pemadam kebakaran.

yang berasaskan kepada: a. f. dalam Ratminto (2006:19-20) adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat. Selanjutnya.Pajak merupakan iuran masyarakat kepada negara yang tidak memiliki jasa timbal (kontraprestasi) individual yang secara langsung dapat dinikmati oleh pembayar Pajak. panca indera dan anggota badan dengan atau tanpa alat bantu yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan baik dalam bentuk barang maupun jasa. yang berarti mendorong peran serta masyarakat. Hakikat kualitas pelayanan publik menurut Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 tahun 2004. jasa. Tidak semua prestasi yang diberikan oleh organisasi sektor publik kepada masyarakat yang telah dilayani dapat dibuat secara gratis mengingat terdapat barang privat yang manfaat barang dan jasa hanya dinikmati secara individu. Produknya mungkin terikat atau tidak terikat pada produk fisik. Jika pelayanan publik dibiayai melalui pembebanan langsung. Walaupun masyarakat telah dibebani dengan pajak yang dapat dipaksakan kepada pemerintah. Partisipatif. transportasi publik. atau sesuai dengan kondisi untuk memenuhi prinsip efisiensi dan efektifitas. pendidikan. Ratminto (2006:28) menyatakan bahwa hendaknya setiap penyelenggara pelayanan melakukan survey indeks kepuasan masyarakat secara berkala. Kondisional. bahkan memuaskan. c. Hal ini penting untuk meningkatkan dan menjaga kualitas pelayanan agar tetap pada tingkat yang baik. b. maka yang membayar hanyalah mereka yang memanfaatkan jasa pelayanan publik tersebu. sedangka yang tidak menggunakan tidak diwajibkan untuk membayar. Definisi pelayanan menurut Kotler dalam Nasution (2005:98) adalah aktifitas atau manfaat yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. instansi milik pemerintah apakah BUMD dan BUMN akan memberikan tarif pelayanan publik yang diwujutkan dalam bentuk retribusi. pajak dan pembebanan tarif Jasa langsung kepada masyarakat sebagai konsumen jasa publik (charging for sevice). e. d. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kewajiban aparatur negara yang juga mengikuti kewajiban negara dalam menyelenggarakan tugas negara seperti yang diamanatkan UUD 1945. kesehatan. barang publik yaitu barang dan jasa kebutuhan yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat serta barang campuran privat dan barang publik yaitu barang kebutuhan masyarakat yang manfaatnya di nikmati secara individu tetapi sering masyarakat umum juga membutuhkan barang dan jasa tersebut merit good (semua orang bisa mendapatkannya tetapi tidak semua orang dapat mendapatkan barang dan jasa) tersebut seperti: air bersih. Transparansi atau memiliki sifat keterbukaan. Keseimbangan hak dan tanggung jawab. Pelayanan menurut Pass et all (1994) dalam kamus bisnis lengkap Collins adalah aktivitas ekonomi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bisnis atau pribadi. listrik. Berdasarkan berbagai data Serikat Buruh Seluruh Indonesia dan penelitian yang dilakukan di . dan pemerintah memberikan prestasi kepada masyarakat. TANTANGAN PELAYANAN PUBLIK Pelayanan menurut kamus besar bahasa Indonesia (1988) adalah cara melayani. Kesamaan hak atau tidak diskriminatif. atau kemudahan yang diberikan sehubungan dengan jual beli barang atau jasa. GBHN dan UU APBN (mardiasmo 2000) adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat (public service) dalam bentuk penyediaan jasa dan barang secara prima. antara pihak pemberi pelayanan dan pihak penerima pelayanan. Moenir (1992:16) menyatakan bahwa pelayanan adalah suatu proses penggunaan akal pikiran. atau dapat dipertanggung jawabkan. Akuntabilitas.

Ini tentunya selaras dengan perubahan dari orde baru ke orde reformasi. ‡ Menjamin pajak keuntungan dan usaha dipergunakan untuk program-program pembangunan. manajemen dan proses pelayanan publik. ras dan gender. jalan.1999). praktik usaha dan kekuatan pasar amat diperhatikan sebagai faktor yang dominan dan penentu kesuksesan operasional pelayanan publik yang beroperasi maksimal semakin kental (PPA. ‡ Beberapa jasa dan barang akan diproduksi berlebihan apabila tidak diatur secara integral. Terkait dengan berbagai perubahan yang diungkap diatas.PPA FE UGM. dan pelayanan ekonomi secara umum. ada empat agenda besar dalam pergerakan pekerja (Bastian. akibat semakin kompetitifnya perburuan modal investasi luar negeri. ‡ Pelayanan kesehatan dan pendidkan tidak akan dapat dilaksanakan dengan harga yang layak. 2001) : ‡ Keinginan untuk merubah dan memodifikasi kondisi produksi. ‡ Munculnya berbagai keinginan pihak swasta asing dan dalam negeri untuk berbagai resiko. Nilai komersial. pengeluaran pemerintah yang sesuai dengan pendapatan. namun sering tidak menerima dan lebih menguntungkan melalui kontrak penyediaan jasa. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah masalah kepemilikan perusahaan negara dan perusahaan daerah. Perubahan di atas menandakan adanya perubahan nilai tuntutan masyarakat.1999) : ‡ Kurangnya investasi dalam infrastruktur ‡ Krisis akibat lemahnya stabilitas keuangan makro ekonomi. masyarakat sebenarnya mengakui fungsi pemerintah sebagai penyedia barang publik. seperti: ‡ Barang dan jasa sosial seperti lampu jalan. Secara politik dan ekonomi. yang beruntun ke stabilitas perusahaan ‡ Kebutuhan investasi besar untuk eksplorasi alam Kondisi di atas muncul akibat alasan-alasan berikut ini: ‡ Semakin besarnya proporsi untuk pihak investor negeri (Bastian. ‡ Diversifikasi investasi asing perlu dilakukan. beban keuangan dan fasilitas pinjaman. pendidikan dan perumahan. pengeluaran publik dapat diklasifikasikan dalam: ‡ Investasi sosial ± proyek dan pelayanan yang meningkatkan produktivitas tenaga kerja ‡ Konsumsi sosial ± proyek dan pelayanan yang merendahkan biaya reproduksi dari tenaga kerja ‡ Pengeluaran sosial ± proyek dan pelayanan yang diisyaratkan untuk memastikan stabilitas sosial Sehingga peranan pemerintah dapat diinterpretasikan sebagai pengambil kebijakan tentang: ‡ Skala pelayanan ± universal atau segmentasi ‡ Metode penydiaan ± oleh perusahaan negara atau swasta melalui kontrak ‡ Regulasi yang dibutuhkan . penyedia fasilitas publik seperti kesehatan.1999). penggunaan sumber daya yang lebih baik. ‡ Beberapa barang dan jasa sengaja tidak diproduksi secara cukup akibat strategi monopoli pasar. Secara umum. Perubahan ini diharapkan menghasilkan demokratisasi dalam bekerja. ‡ Berbagai perusahaan swasta menginginkan adanya saham pemerintah. ‡ Restrukturisasi organisasi. maksimisasi surplus untuk tujuan sosial. permasalahan yang telah dihadapi adalah (PPA. Sebagai agen pelaksana pelayanan publik. peranan negara dalam pelayanan publik mulai diperdebatkan. ‡ Distribusi pengeluaran negara yang lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sosial secara merata dalam artian peringkat kemakmuran. pertahanan dan hukum tidak akan dapat diproduksi apabila dilepaskan ke mekanisme pasar.

dan hal ini seringkali disebabkan oleh keengganan manajemen untuk mengeluarkan data yang terkait ‡ Kurangnya pengendalian secara demokratis oleh pekerja dan konsumen ‡ Terjadinya pencarian modal untuk memaksimasi keuntungan ‡ Masih berbedanya penghargaan terhadap ide. seperti batasnya sambungan saluran telepon. berbagai tuntutan muncul untuk mengubah orientasi peranan organisasi sektor publik. dan perlu diikuti oleh BUMD lainnya. ‡ Sektor dan pasar yang kompetitie lebih cepat tanggap pada pilihan konsumen dan kondisi perubahan permintaan dan penawaran ‡ Pemerintah terlalu besar dan boros. dan Kecenderungan membebankan tarif pelayanan langsung daripada membebankannya pada pajak yang dibayarkan secara berkala. ELITIS DAN POLITIS Dalam penetapan biasanya terkesan elit dan politis karena hanya sebahagian orang yang mengambil kebijakan dan terkesan tidak teransparan. Namun demikian. Namun demikian ada berbagai manfaat lebih dari organisasi sektor publik dibanding organisasi swasta : ‡ Rentang pelayanan luas dengan biaya yang lebih murah ‡ Distribusi yang lebih merata ‡ Kerangka hubungan pekerja dan manajemen lebih bersifat kekeluargaan dan permanen Manfaat tersebut di Indonesia ternyata masih minimal dibanding dengan kekurangannya. tidak menutup kemungkinan pemerintah menyerahkan penyediaan barang publik kepada . besarnya kuantitas air dan kualitas jalan raya ‡ Dorongan yang kuat terhadap perusahaan negara untuk mengikuti kriteria pasar ‡ Manajemen perusahaan negara dan badan sektor publik sering dituntut untuk mengikuti perkembangan metode mutakhir yang umumnya dipraktikan diswasta ‡ Monitor dan evaluasi prestasi. sikap dan pengalaman pekerja antar organisasi sektor publik dan organisasi swasta.‡ Intervensi terhadap ekonomi lokal dan regional. adanya pembebanan secara langsung. barang privat lebih baik disediakan oleh pihak swasta (privat market) dan barang publik lebih baik diberikan secara kolektif oleh pemerintah yang dibiayai melalui pajak. dalam pengguna barang/jasa publik. dikarenakan: adanya kesulitan dalam menentukan batasan antara kedua barang tersebut. sementara itu tuntutan pengembangan kualitas menjadi lebih besar. Namun pembentukan badan tersebut belum merupakan sebuah solusi mengingat keterwakilinya stakeholder (pihak-pihak yang berkepentingan) dalam bamus. Kesulitan dalam penentuan tarif pelayanan mengingat terdapat kesulitan dalam membedakan barang publik dengan barang privat. Oleh sebab itu. industri khusus dan perusahaan tertentu ‡ Sumber keuangan ± tipe dan tingkat perusahaan dan pajak individual Pemahaman diatas menyebabkan dilakukannya evaluasi pelayanan publik yang terjadi di Indonesia : ‡ Keterbatasan rentang pelayanan yang bisa diberikan. Langkah merupakan langkah maju dalam penetapan tarif menuju kebijakan yang terakuntabilitas. ‡ Mengurangi ketergantungan pada pemerintah dengan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui mekanisme pasar dan inisiatif individual. Ada beberapa alasan untuk mengubah orientasi pelayanan publik : ‡ Beberapa organisasi swasta dianggap lebih efisien dibanding organisasi sektor publik ‡ Kekuatan pasar dan kompetisi akan meningkatkan pilihan dan mengurangi biaya pelayanan. maka tarif air minum PDAM di tentukan Melalui Badan Musyawarah (BAMUS) yang dibentuk oleh PDAM. target dan identifikasi tujuan sosial amatlah sulit. sehingga pemerintah lebih baik berperanan sebagai regulator. Kesulitan berikutnya adalah terdapat anggapan bahwa dalam suatu sistem ekonomi campuran (mixed economy). belum mewujudkan teori stewedship yang memposisikan stake-holder sebagai prinsipal sebagai pemilik yang harus dilayani oleh agent.

Opprtunity cost of capital. Dalam beberapa kasus. apakah hanya biaya operasi langsung (current operation cost). Karena jumlah biaya untuk melayani satu orang dengan orang lain berbeda-beda. Accounting price untuk input ketika harga pasar tidak menunjukkan value to siciety (opportunity cost). tarif tertinggi untuk periode puncak harus menggambarkan higher marginal cost (seperti telepon dan transportasi umum). Pelayanan menyebabkan unit kerja harus memiliki data biaya yang akurat agar dapat mengestimasi marginal cost. dengan Full cost recorvery. Kedua. Namun tidak boleh terjadi pencampur-adukan biaya untuk pelayanan yang berbeda atau harus ada prinsip different costs for different purposes.sektor swasta melalui regulasi. atau sistem kontrak. Harga pelayanan didasarkan pada biaya penuh atau biaya total untuk menghasilkan pelayanan dan harga di atas marginal cost. sengaja ditetapkan harga di atas marginal cost. Penetuan tarif ini juga harus mempertimbangkan Opportunity cost untuk staf. maka diperlukan perbedaan pembebanan tarif pelayanan. Dengan Peakload tariffs: pelayanan publik dipungut berdasarkan tarif tertinggi. Jika orang miskin tidak mampu membayar suatu pelayanan yang sebenarnya vital. maka mereka harus disubsidi. tidak diketahui secara tepat berapa biaya total (full cost) untuk menyediakan suatu pelayanan. adanya beberapa biaya perijinan atau licence fee. Permasalahannya adalah beban tertinggi. ketika biaya berbeda-beda antara setiap individu dan cadangan inflasi. membutuhkan tambahan kapasitas yang disediakan. STRATEGI HARGA Terdapat beberapa alternatif dalam menentukan harga yaitu dengan two-part tariffs: yaitu fixed charge untuk menutupi biaya overhead atau biaya infrastruktur dan variabel charge yang didasarkan atas besarnya konsumsi. sebagai contoh diperlukan biaya tambahan untuk pengumpulan sampah dari lokasi rumah yang sulit dijangkau atau memiliki jarak yang jauh. . Ketiga. Polling. sangat sulit mengukur jumlah yang dikonsumsi. Marginal cost pricing bukan merupakan satu-satunya dasar untuk penetapan harga di sektor publik. Dengan diskriminasi harga. akan tetapi juga biaya penggantian barang modal yang sudah usang (kadaluwarsa). Keempat. yang jelas harus ada kebijakan yang jelas mengenai harga pelayanan yang mampu menunjukkan biaya secara akurat dan mampu mengidentifikasi skala subsidi publik. Walaupun akan mengalami kesulitan dalam menghitung biaya total dikarena: Pertama. seperti tarif mobil. kita perlu memperhitungkan semua biaya sehingga dapat mengidentifikasi biaya secara tepat untuk setiap jenis pelayanan. Yang akan memasukkan bukan saja biaya opersai dan pemeliharaan. Aturan yang biasa dipakai adalah beban (charge) dihitung sebesar total biaya total tersebut terdapat (full cost recorvery). Hal ini adalah salah satu cara untuk mengakomodasikan pertimbangan keadilan (equity) melalui kebijakan penetapan harga. sehingga dapat ditetapkan harga pelayanan yang tepat. Digunakan marginal cost pricing atau tidak. subsidi. dan biaya penambahan kapasitas Hal inilah yang disebut marginal cost pricing. atau perlu juga diperhitungkan biaya modal (capital cost). perlengkapan dll. pembebanan tidak memperhitungkan kemampuan masyarakat untuk membayar. Mungkin perlu dibuat diskriminasi harga atau diskriminasi produk untuk menghindari subsidi. Oleh karena itu. biaya yang harus diperhitungkan. BERAPA HARGA WAJAR Organisasi sektor publik harus memutuskan berapa pelayanan yang dibebankan pada masyarakat.

untuk itu sektor publik harus segera merumuskan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang menekankan pada pengelolanan sektor publik yang memiliki paradigma Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama yaitu: ekonomi. dan efektivitas ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam satuan moneter. Edisi IV.org/indo Mardiasmo. Yogyakarta . DAFTAR PUSTAKA http://antikorupsi. Dalam menentukan harga pelayanan publik juga dianut konsep different cost for purposes yaitu membedakan biaya untuk pelayanan yang berbeda. Akuntansi Sektor Publik:Penentuan Harga Pelayanan Publik. Aturan yang bisa dipakai adalah beban dihitung sebesar total biaya untuk menyediakan pelayanan tersebut. Andi Offset. Dalam penentuan standar pelayanan minimum sebagai feed-back pelayanan kepada masyarakat maka organisasi sektor publik harus memperhatikan stakeholder sebagai orang yang berkentingan dengan keberadaan perusahaan karenanya keterlibatan stakeholder dalam penyusunan tarif dan standar pelayanan minimum sangat urgen seperti. masyarakat umum. Efisiensi: pencapaian output yang maksimium dengan input yang tertentu atau penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu dan efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan.STANDAR MINIMUM Berapa pun harga yang dibebankan kepada masyarakat harusnya juga merujuk pada standar yang dibuat oleh organisasi sektor publik sebagi bentuk perbandingan pelayanan yang dapat di ukur. utang. penjualan aset milik pemerintah. dan laba BUMN/BUMD. Masalah lain adalah adanya hidden cost yang menyulitkan dalam mengetahui total biaya. akademisi dan para konsultan dan pihak yang consen dalam sektor publik. Kesulitan untuk menghitung biaya total adalah karena sulit mengukur jumlah yang dikonsumsi dan perbedaan jumlah biaya untuk melayani masing-masing orang. 2002. Ekonomi terkait dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat meminimalisir input resources yang digunakan yaitu dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak produktif. efesiensi. KESIMPULAN Pembebanan pelayanan publik merupakan salah satu sumber penerimaan bagi pemerintah selain pajak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful