P. 1
ptk seni rupa

ptk seni rupa

|Views: 2,944|Likes:
Published by Tati Hartati

More info:

Published by: Tati Hartati on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

http://enury.blogspot.com/2011/02/bab-2-proposal-ptk.html www.draw23.

com PROPOSAL PTK SENI RUPA

ABSTRAK
Strategi Pembelajaran Seni Rupa Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Cirebon Dengan Pendekatan Kontekstual Dan Pencapaian Hasil Belajarnya

Penelitian Tindakan Kelas

Kata Kunci

: Strategi Pembelajaran Seni Rupa Dengan Pendekatan Kontekstual

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini secara umum untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran Seni Rupa di SMP Negeri 2 Cirebon. Sedangkan secara khusus penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memperoleh data tentang strategi pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 2 Cirbeon dengan menggunakan pendekatan kontektual serta tingkat keberhasilannya. Pendekatan Kontekstual merupakan strategi belajar mengajar yang tujuannya untuk mendapatkan hasil guna dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran seni rupa. Penggunaan strategi ini diharapkan dapat merangsang kreatifitas siswa dalam berkarya seni rupa, juga dapat mendorong siswa belajar secara sistematis, berencana dan mantap serta konsisten. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Cirebon dengan populasi seluruh kelas VIII dengan jumlah kelas 5 kelas serta jumlah siswa 206 orang. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif empirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tanpa menggunakan strategi pembelajaran dengan pendekatan kontekstual Kegiatan Belajar Mengajar kurang memberikan keberhasilan. (2) Dengan menggunakan strategi pembelajaran dengan pendekatan kontekstual Kegiatan Belajar Mengajar dapat dicapai dengan baik.

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah – Nya sehingga penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ini dapat terselesaikan dengan baik. Dalam penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ini, telah banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada : Kepala SMP Negeri 2 Cirebon dan segenap Guru pengajar serta Staf Tata Usaha, yang telah banyak membantu, semoga segala amal baik dan keikhlasannya mendapat balasan dari Allah SWT. Amiin. Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ini masih jauh dari sempurna, dikarenakan kurangnya pengalaman, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan. Akhirnya semoga Penelitian Tindakan Kelas ini ada manfaatnya bagi pembaca.

Cirebon, Maret 2008 Penulis

...... E................................ C... DAFTAR ISI ........................................................................... 23 23 24 25 26 Objek Tindakan ............................... B. I PENDAHULUAN ... C........................... E.......................... 1 3 3 4 4 4 Latar Belakang Masalah ......................................................................................................................... Tujuan Penelitian ............................................................................. Penjelasan Per Siklus ………………………………………..... C. BAB A................................................................. B........................................................................ Metode Pengumpilan Data ............... Rumusan Masalah ......................... ..................... Pembahasan Dan Pengambilan Kesimpulan ………………....................... B.............. Kajian Hasil Penelitian ............................................................ Uraian Penelitian Secara Umum/Keseluruhan ............................................... Deskripsi Teori ........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................................................................... Batasan Masalah .......... IV HASIL PENELITIAN ................ B............... Cara Pengambilan Kesimpulan ....................................................................... i ii iii iv v BAB A...... ABSTRAK ............................... KATA PENGANTAR ...................... E..... D.............................................. D....................................... Seting/Lokasi/Subjek Penelitian ....... LEMBAR PENGESAHAN .............................................. BAB A....................................................................................... F............... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............ Manfaat Hasil Penelitian .............. D......................... 27 27 28 33 33 Gambaran Selintas Tentang Seting........................... Proses Menganalisis Data …………………………………...................................................................................................... 5 20 A................ Identifikasi Masalah .. Metode Analisa Data .................................................. BAB II LANDASAN TEORI ........... III METODOLOGI PENELITIAN ..........................................................

” Sedangkan tujuan pembelajaran seni adalah : “Memahami arti seni.. yang terletak pada pemberian pengalaman secara estetik. Kesimpulan .... Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain...... Saran Untuk Tindakan Lebih Lanjut.. mengembangkan estetika........ kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran seni rupa berakibat ..... bila dilakukan serangkaian kegiatan pengamatan. mengembangkan kemampuan berapresiasi........ kebermaknaan.... pada dasarnya diarahkan untuk menumbuhkembangkan kepekaan rasa...... bertujuan untuk : “Menanamkan dan mengembangkan cita rasa keindahan dan keterampilan berolah seni. Kemampuan ini dapat tumbuh kembang............ Latar Belakang Masalah Pendidikan seni rupa di sekolah umum..... Kurikulum Pendidikan Nasional (1993 – 1994 : 86) pada mata pelajaran pendidikan seni. berkarya kreatif “ (Pendidikan Nasional. banyak menghadapi kesulitan dalam menyampaikan materi terhadap siswa.... Karena tidak semua siswa menyukai mata pelajaran seni rupa dengan berbagai alasan.... penilaian...” Guru dalam proses pembelajaran di dalam kelas... 1993 : 1994 : 87) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 : “Pendidika seni budaya dan keterampilan diberikan di sekolah karena keunikan. Selain itu mata pelajaran pendidikan seni bertujuan untuk menyeimbangkan kemampuan rasional dan emosional...... dan kebermanfaatan....A...... B............. 36 37 BAB I PENDAHULUAN A.. terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik....... baik di dalam kelas maupun di luar kelas. mengembangkan kepekaan terhadap seni... sehingga terbentuk kesadaran terhadap nilai-nilai seni budaya....... serta rasa cinta dan bangga terhadap seni budaya bangsa Indonesia.... serta memiliki daya cipta... dalam bentuk kegiatan berekspresi dan berkreasi serta berapresiasi melalui pendekatan “belajar dengan seni”... dan ” belajar melalui seni”. analisis dan penghargaan terhadap karya seni....

apatis. 1989 : 66). keadaan suasana menjemukan. dan karya yang dihasilkan bernilai rendah. mengakibatkan kurang kreativitas serta tingkat keberhasilan siswa dalam pendidikan seni rupa. maka kegagalanlah yang akan didapat. ekspresif. Kejadian seperti itu yang mendorong penulis untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas. B. belum terlaksana kegiatan pemberian pengalaman estetik. kadang kurang relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran. Dilain pihak peserta didik banyak membuang waktu percuma. salah memilih metode. pendekatan dan metode pembelajaran yang digunakan. Guru dalam pemilihan metode mengajar.siswa kurang kreatif. dan merupakan sarana pengarah secara timbal balik. Menggunakan pendekatan dan metode mengajar yang tepat. dan tidak mudah dipahami. Proses kegiatan belajar mengajar pendidikan seni rupa. dan kreatif. Metode merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam menetapkan metode dan alat bantu hendaknya tidak menggunakan satu metode mengajar. dan bagaimana penggunaan strategi pembelajaran seni rupa. demikian pula dengan keterampilan menggunakan metode.dengan pendekatan kontekstual di SMP Negeri 2 Cirebon. akan sangat menentukan pencapaian hasil belajar siswa. materi pelajaran sulit disampaikan. Pendekatan dan metode ini menjadi penghubung antara pengajar dengan siswa. tetapi kombinasi dari beberapa metode mengajar dengan bantuan alat peraga (Sudjana. Siswa bersikap sinis. suasana kelas dengan tingkat gangguan tinggi. Rendahnya kemampuan guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa. yang mempunyai peranan penting adalah strategi. Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran seni rupa. Identifikasi Masalah Dari uraian tersebut diatas terdapat beberapa permasalahan di antaranya : .

Keterikatan guru pada satu jenis metode mengajar. Bagaimana tingkat keberhasilan strategi pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 2 Kota Cirebon dengan menggunakan pendekatan Kontekstual ? . Kurangnya kemampuan guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa. serta peraga dalam pembelajaran seni rupa. Belum terbiasanya guru dalam menggunakan Pendekatan kontekstual. Pemilihan strategi. Strategi pembelajaran seni rupa dengan pendekatan kontekstual di SMP Negeri 2 Kota Cirebon. 2. Kurang terampilnya guru dalam menggunakan strategi. pendekatan dan metode. Rumusan Masalah Pembahasan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. C. pendekatan dan metode mengajar.1. 5. D. Batasan Masalah Agar pembahasan masalah menjadi fokus. 7. Kurangnya kreatifitas siswa SMP Negeri 2 Cirebon dalam berkarya seni rupa. Bagaimana strategi pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 2 Kota Cirebon dengan menggunakan pendekatan Kontekstual ? 2. 6. pada pelaksanaan pembelajaran seni rupa. Masih rendahnya tingkat keberhasilan pendidikan seni rupa di SMP Negeri 2 Cirebon. Tingkat keberhasilan strategi pembelajaran seni rupa dengan pendekatan kontekstual di SMP Negeri 2 Kota Cirebon. 3. yang kurang relevan dengan tujuan materi pembelajaran. 2. 4. maka permasalahan di batasi pada : 1.

b. Manfaat Hasil Penelitian Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat bermanfaat : 1. Untuk Guru a. Dapat mengidentifikasi permasalahan yang timbul di kelas Untuk memperoleh data tentang proses penggunaan pendekatan Kontekstual pada pengajaran seni rupa. Bagi Sekolah : Sebagai masukan pada SMP Negeri 2 Kota Cirebon untuk acuan dalam mengembangkan pendidikan seni rupa. 3. Meningkatkan prestasi kerja penulis dalam melaksanakan tugas sehari – hari di sekolah sebagai guru seni rupa. peningkatan. secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 2 Cirebon. 2. Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pendidikan seni rupa. Bahan referensi bacaan bagi teman – teman Guru pendidikan seni rupa.E. Tujuan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini. 4. Dapat melaksanakan perencanaan. dan berdaya guna pada pembelajaran seni F. Sedangkan secara khusus penelitian ini : 1. 2. rupa. .

BAB II LANDASAN TEORI A. Pusat Pembinaan dan Strategi belajar mengajar merupakan sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu (Pupuh 2007:3) c. mengorganisasikan materi pelajaran serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan 2. peralatan dan bahan. untuk mencapai tujuan efisien. (Atwi Suparman. Strategi adalah : Rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (Tim Penyusun Pengembangan Bahasa. guru mengkondisikan serta mengatur lingkungan kelas. Deskripsi Teori 1. Pengertian Strategi a. Strategi pembelajaran merupakan pendekatan dalam mengelola kegiatan dengan mengintegrasikan komponen urutan kegiatan. Joko Tri Prasetya. Fathurohman dan Sobry Sutikno. sehingga terjadi proses interaksi antara siswa dengan . d. (Abu Ahmadi. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1995 : 964). Strategi pembelajaran pola umum kegiatan guru-murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Strategi Pembelajaran Mengajar pada hakekatnya menciptakan proses belajar pada siswa. 97:157). pembelajaran. 2005:11). b. pembelajaran. cara dan pembelajaran.

materi atau bahan ajar. Peran seorang guru adalah pemimpin dan fasilitator belajar. menyajikan bahan pelajaran dengan metode yang sesuai dengan tujuan. yang merupakan pengendali dalam proses pembelajaran tersebut. alat pelajaran. Komponen-komponen tersebut tidak berdiri sendiri. Oleh karena itu. guru. harus diupayakan hubungan yang sinergi antara ke empat komponen tersebut.lingkungan. karena suasana . untuk menimbulkan proses belajar pada siswa dapat terwujud. 1982). agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. diharapkan pada diri siswa terjadi proses yang dikenal dengan nama proses belajar (Nasution. karakteristik pengajar. model pembelajaran yang akan dilaksanakan agar efektif. tetapi suatu proses dalam upaya membelajarkan siswa (Nana Sudjana. 1982) yang dituntut dari seorang pengajar dalam melaksanakan proses pembelajaran adalah kemampuan dalam memotivasi siswa. mengajar bukan hanya menyampaikan bahan pelajaran. perilaku peserta didik. Komponen-komponen yang harus ada dalam proses pembelajaran menurut Nana Sudjana ( 1987) adalah tujuan. dapat dilihat dari karakteristik seperti: prilaku pengajar. Melalui proses interaksi. dan menilai hasil belajar. Sasaran utama dalam proses pembelajaran adalah terjadinya proses belajar pada diri pembelajar. Tugas ini dibebankan kepada guru. dan karakteristik kelas (Woolfolk. diatur dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. metode dan alat. Hal ini akan berkaitan dengan metode pembelajaran dan media yang harus digunakan. dan alat peraga. Tugas dan tanggung jawab seorang guru harus memiliki kemampuan dalam mengatur suasana kelas. 1987). empat komponen seperti dijelaskan di atas. serta penilaian. melainkan saling berhubungan dan mempengaruhi. mempersiapkan dan menggunakan media pemelajaran.

dapat membantu mereka dalam mempercepat proses belajar. agar para siswa lebih tertarik terhadap apa yang diajarkan. Selain itu. Dengan adanya kesamaan tujuan. menjadi pelajar yang lebih baik dan berinteraksi sebagai anggota komunitas dari masyarakat belajar. Tujuan peserta didik mengembangkan kecakapan dalam mata pelajaran. mampu memotivasi siswa. dan lingkungan sekitar). Setelah menciptakan suasana yang dapat mendorong peserta didik untuk belajar. mengetahui serta menghargai dan mengakui kemampuan yang dimiliki siswa. Jadi dalam proses pemelajaran tersebut terdapat kesesuaian antara apa yang harus dillakukan dan dinginkan peserta didik dengan apa yang harus dilakukan dan diinginkan . selanjutnya menciptakan landasan yang kukuh. peserta didik. Guru memberi teladan yaitu kesesuian antara ucapan dengan tindakan. Memberi penghargaan terhadap setiap upaya yang telah dilakukan oleh siswa. dan mengembangkan kemampuan lain yang dianggap penting (DePorter. guru dituntut untuk mampu mengetahui karakteristik emosional peserta didik.kelas merupakan utama psikologis yang mempengaruhi hasil belajar. dengan mengetahui karakteristik emosional peserta didik. 2002). Tujuan dari pengajar menjadikan peserta didiknya cakap dalam mata pelajaran yang disampaikan. dalam komunitas belajar antara guru dan siswa memiliki tujuan yang sama. dan mampu berinteraksi dalam masyarakat belajar. guru dalam mengelola suasana kelas sebagai tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar Suasana itu akan terwujud apabila dalam proses pembelajaran terjadi interaksi yang harmonis antara komponen komponen yang terlibat (pengajar. maka upaya yang akan ditempuh dan dilakukanpun akan ada kesamaan. dimulai dari penetapan tujuan.

Seni pahat seni memahat (membuat patung dsb. sehingga dunia siswa dapat dibawa ke kedunia guru.pengajar. sehingga membantu kelancaran pelaksanakan tugas seorang guru. dan mengevaluasi pembelajaran. Dalam . 4. elok. apresiasi. 3. menggunakan alat peraga. Keyakinan diri mempengaruhi tindakan dan perilaku siswa dalam pembelajaran. rancangan pengajaran tersebut harus dapat memuaskan gaya belajar siswa. Guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah memberi struktur uraian menjadi kegiatan pendahuluan. kegiatan inti. menutup pelajaran. Seni lukis adalan seni tentang gambar-menggambar dan lukis – melukis. Memanfaatkan lingkungan sekitar dalam proses pembelajaran agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih cepat. indah) rupa (bentuk) adalah bentuk seni yang mempunyai nilai keindahan pada suatu benda. Kedua hal ini selanjutnya akan menjadi prinsip yang dikembangkan dalam komunitas belajar. Keadaan ligkungan sekitar dapat dijadikan media dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk membantu daya ingat Rancangan pengajaran ini sebagai jembatan yang digunakan guru untuk dapat masuk ke dunia peserta didik. Seni Rupa Seni(Kecil. Oleh karena itu. menggunakan metode mengajar.) Seni rupa terdiri dari seni dua dimensi dan tiga dimensi. Ketiga aspek kegiatan tersebut harus merupakan rangkaian aktivitas seni yang harus dialami siswa dalam aktivitas berapresiasi dan berkreasi seni. halus. Kurikulum Seni Budaya Kurikulum mata pelajaran seni budaya memuat aspek konsepsi. dan kreasi yang disusun sebagai suatu kesatuan. dan kegiatan akhir/penutup dan mengisi serta melaksanakannya.

bila anda bisa menggambar silinder. gerak. Untuk menyatakan ekpresi atau mengungkapkan perasaan kita. pola pikir. Melihat benda-benda seperti apa adanya. . Multidimensional pengetahuan. Multilingual berbagai cara Multilingual adalah mengembangkan kemampuan mengekspresikan diri dengan dan media. seperti bahasa rupa. perpaduannya. apresiasi dan produktivitas dalam menyeimbangkan fungsi otak sebelah kanan dan kiri. kinestetik etika. pensil. sehingga realitas bentuk tadi bisa dirasakan. dengan cara memadukan secara harmonis unsur-unsur logika. Rasional Pendidikan seni budaya sebagai mata pelajaran di Sekolah Menengah Pertama diberikan atas dasar pertimbangan sebagai berikut: Pendidikan Seni budaya memiliki sifat : 1. dan secara terusmenerus menggunakan pena. bunyi. Gambar merupakan sesuatu yang alami dengan salah satu keinginan manusia. Saya juga selalu berusaha untuk menyadari. Zezane berpendapat . dan emosi-emosinya. guna melatih dan kemauan belajar. untuk mewujudkan bentuk-bentuk benda yang kita lihat. lingkaran dan kubus. dan estetika. maka anda bisa menggambar apa saja. atau yang kita ingat. pemahaman. evaluasi. diwujudkan dengan memberi terang dan gelap terhadap obyek gambar. dalam mengekspresikan diri. Multidimensional yaitu mengembangkan kompetensi meliputi persepsi. memahami bentuk benda dan memberinya dimensi ruang.menggambar hanya ada dua cara belajar yakni : belajar melihat. Dalam menggambar perlu melatih mata dan tangan. krayon serta berbagai media gambar lainnya. a. analisis. dan bukan seperti yang kita bayangkan. peran dan berbagai 2.

serta sesuai dengan konteks sosial budaya masyarakat sebagai sarana untuk menumbuhkan sikap saling memahami. sesuai dengan nilai-nilai budaya dan keindahan. menghargai. Pendidikan seni budaya memiliki peranan dalam pembentukan pribadi siswa yang harmonis dalam logika (jalan pikiran yang masuk akal). . teater. rupa. Pendidikan seni memiliki peranan dalam pengembangan kreativitas. Dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan seni budaya. melakukan pengamatan dan penelitian (mempelajari) atas elemen. belajar melalui seni. prinsip. dan menghormati. mengeksplorasi (menggali) rasa. demokratis. kecerdasan adversitas (AQ) dan kreativitas (CQ). kecerdasan intelektual (cerdas. serta kemampuan berkesenian melalui pendekatan belajar dengan seni. aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam gagasan gagasan keterampilan/keahlian proses kreasi seni serta mengapresiasikan seni dengan cara mengilustrasikan pengalaman pribadi. kepekaan rasa dan inderawi. berakal. rasa estetis (mempunyai penilaian terhadap keindahan) dan artistiknya (mempunyai nilai seni). bertoleransi. tari. Bidang-bidang seni seperti musik.3. dan berfikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan) (IQ). dan media memiliki kekhasan tersendiri berdasarkan kaidah keilmuan masing-masing. beradab. dan belajar tentang seni. Multikultural Multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap keragaman budaya Nusantara dan Mancanegara sebagai wujud pembentukan sikap menghargai. serta etikanya (baik dan buruk tentang hak dan kewajiban moral serta akhlak) dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai kecerdasan emosional (menyentuh Perasaan)/(EQ). serta kecerdasan spiritual dan moral (SQ) dengan cara mempelajari elemen-elemen. prinsip-prinsip. proses dan teknik berkarya. serta mampu hidup rukun dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.

afektif. keterampilan berkarya serta apresiasi dengan memperhatikan konteks sosial budaya masyarakat. ekspresi melalui seni. Ruang Lingkup Lingkup materi mata pelajaran Pendidikan Seni meliputi seni rupa. Aktivitas fisik dan cita rasa keindahan. gerak perpaduannya. tari. apresiasi. dan . bereksplorasi. dan kreasi. yang penyusunan kompetensi dasarnya dirancang secara sistemik berdasarkan keseimbangan antara ranah kognitif. dan teater. berapresiasi dan berkreasi melalui bahasa rupa. dan psikomotorik yang terjabarkan dalam konsepsi. Pendekatan pengorganisasian materi pada mata pelajaran Pendidikan Seni menggunakan pendekatan terpadu. keterampilan. Pengertian Pendidikan seni melibatkan semua bentuk kegiatan berupa aktivitas fisik dan cita rasa keindahan. yang masing-masing mencakup materi sesuai dengan bidang seni dan aktivitas dalam gagasan-gagasan seni. musik. b. serta mampu hidup rukun dalam masyarakat yang majemuk. x Pengetahuan yang meliputi pemahaman. Hal-hal itu dijabarkan sebagai berikut: x Kemampuan perseptual yang meliputi kepekaan inderawi terhadap rupa. penganalisisan. serta mampu menerapkan teknologi dalam berkreasi dan memamerkan dan mempergelarkan karya seni. bunyi. mengembangkan kemampuan imajinatif intelektual. c. demokrasi. mengembangkan kepekaan rasa. gerak dan peran.proses dan teknik berkarya yang dikaitkan dengan nilai-nilai budaya serta keindahan dalam masyarakat yang beragam. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Mata pelajaran pendidikan seni memiliki fungsi dan tujuan menumbuhkembangkan sikap toleransi. dan pengevaluasian. bunyi. beradab. d. tertuang dalam kegiatan berekspresi.

. teknik-teknik.Memiliki keyakinan. dan menerapkan konsep-konsep. dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat. geografis. . dari yang dekat ke yang jauh. Materi disusun berdasarkan pengorganisasian keilmuan yang didasarkan pada prinsip dari hal konkret ke hal abstrak. Berpartisipasi. berinteraksi. dan berkontribusi aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya. dan menggunakan pengetahuan. keterampilan. dari yang sederhana ke yang kompleks. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ini meliputi: . Standar Kompetensi Lintas Kurikulum Standar Kompetensi Lintas Kurikulum merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar.Memahami dan menghargai lingkungan fisik.x Apresiasi yang meliputi kepekaan rasa etestika dan artistik serta sikap menghargai dan menghayati karya seni x Kreasi memcakup segala bentuk dalam proses produksi berkarya seni dan berimajinasi. makhluk hidup. struktur. dan hubungan. dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi. saling menghargai dan memberi rasa aman. dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber. dan teknologi. pola.Memilih. serta disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan siswa e. memadukan. mengembangkan. . menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban.Memilih.Menggunakan bahasa untuk memahami. . mencari. dan historis. sesuai dengan agama yang dianutnya . serta untuk berinteraksi dengan orang lain.

berkreasi dan memamerkan atau mempergelarkan karya seni berdasarkan keragaman gagasan. Siswa mampu menganalisis. x Mampu menggunakan rasa estetika dalam mempersepsi. alat/medium dan teknik dalam berkreasi seni Nusantara (daerah setempat).materi dan keahlian berkarya seni rupa Nusantara dan mancanegara dalam dua dan tiga dimensi. materi. dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat beradab. teknik. Berpikir logis. bahan. kritis. f. ke sisi. memahami. dan keahlian berkarya seni rupa Nusantara dan mancanegara melalui kegiatan pameran. merefleksi menganalisis. g.Berkreasi dan menghargai karya artistik. Menunjukkan motivasi dalam belajar. mempresentasi tentang keragaman gagasan. dan mengevaluasi karya seni rupa Nusantara dan mancanegara sesuai dengan konteks sosial budaya masyarakat x Mampu berekspresi dalam dua dan tiga dimensi dengan beragam teknik dan medium seni rupa Nusantara dan mancanegara. x Mampu mengkomunikasikan gagasan. ke pinggir) dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kompetensi mata pelajaran pendidikan seni budaya pada jenjang SMP adalah sebagai berikut: 1. budaya. teknik. menilai keunikan. Standar Kompetensi Bahan Kajian Seni Rupa x Mampu menggunakan kepekaan inderawi dan intelektual dalam memahami. dan lateral (di sebelah sisi. bekerja mandiri. percaya diri. dan bekerja sama dengan orang lain. di sisi. menanggapi. .

sedangkan kegiatan teori diberikan secara integratif di dalamnya. bahan. berkreasi dan memamerkan atau mempergelarkan karya seni berdasarkan keragaman gagasan. Sekolah yang belum mampu dapat melaksanakan minimal salah satu bidang seni. menunjukkan sikap empati dan menghargai. alat/medium dan teknik dalam berkreasi seni Nusantara. apresiasi dan kreasi. tetapi diberikan secara utuh dan berulang sampai pada tingkat yang lebih tinggi. Pembelajaran mata pelajaran pendidikan seni menekankan pada pengembangan kepekaan estetik” yang diimplementasikan dalam ketiga kompetensi dasar pendidikan seni yang meliputi konsepsi. berkreasi dan memamerkan atau mempergelarkan karya seni berdasarkan keragaman gagasan.Siswa mampu mempresentasikan tanggapan. Siswa mampu mempresentasikan tanggapan. musik. seni musik. Urutan kompetensi dasar dan materi pokok dalam satu tahun bukan merupakan urutan hirarkhis. apresiasi dan kreasi) dikembangkan melalui pengalaman eksplorasi dan berkreasi. Pencantuman subkompetensi dasar dilakukan untuk mempermudah pemahaman guru dalam penyusunan silabus. alat/medium dan teknik dalam berkreasi seni Nusantara dan mancanegara h. menunjukkan sikap empati dan menghargai. bahan. tari dan teater. Kreasi meliputi segala proses berkarya dan penyajian seni dari tingkat yang paling sederhana hingga yang paling kompleks dan meliputi semua usaha berkarya yang diawali . Sekolah seyogyanya memberikan pengalaman belajar seni secara menyeluruh meliputi seni rupa. Rambu-Rambu Standar kompetensi dan materi pembelajaran pendidikan seni disusun secara terpadu antar bidang seni meliputi seni rupa. Keseluruhan kompetensi dasar (konsepsi. seni tari dan seni teater berdasarkan keseimbangan ranah kognitif. afektif dan psikomotorik. Pemilihan bidang seni disesuaikan dengan minat dan bakat siswa.

kecakapan Pembelajaran seni rupa melatih siswa setahap demi setahap agar mampu berekspresi dalam seni rupa sehingga pada akhirnya dia memiliki kepekaan 1990 : 28). Pengertian Pembelajaran a. menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Setiap aktivitas berapresiasi seni dan berkreasi seni dikaitkan dengan konteks seni dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. 1989 / . pengetahuan. Pembelajaran adalah upaya seseorang (guru). materi gambar teknik sudah terintegrasi dalam kompetensi merancang karya seni rupa dua dan tiga dimensi. apresiasi dan kreasi. Dalam seni rupa. Pembelajaran seni rupa rasa seni (Suhardjo. dan antara sesama siswa dalam satu situasi dan mendorong siswa untuk secara aktif belajar. d. 1998). 3. Penilaian proses dan produk dilakukan dengan menerapkan berbagai bentuk metode penilaian. pengamatan dan evaluasi diri. b. teknik dan bahan yang digunakan sesuai dengan kondisii daerah setempat. c. 1995 : 14). Penilaian meliputi proses dan hasil pembelajaran serta pengembangannya mencakup kompetensi dasar konsepsi. cara. Pembelajaran adalah : Proses. bentuk.dengan kebebasan dalam memilih gagasan. untuk menciptakan kondisi orang lain (siswa). mau melakukan proses belajar dengan memberikan ilmu dan keterampilan (Affandi. Pembelajaran adalah proses terjadinya interaksi atau hubungan timbal balik antara kondisi yang siswa dengan guru. 4. seperti portofolio. Kegiatan pameran dan pergelaran karya seni dapat diberikan minimal setahun sekali.

Pembelajaran seni rupa adalah suatu bentuk kegiatan pembelajaran sebagai upaya untuk memberikan bantuan kepada siswa dalam mengembangkan dirinya menuju ke tingkat kematangan pribadi secara harmonis (Affandi. relasi dalam suasana tertentu. Dalam pembelajaran seni rupa praktik menggambar atau melukis. Pendekatan Kontekstual Pendekatan adalah suatu antar usaha dalam aktivitas kajian. 5. Pembelajaran kontekstual Pembelajaran kontekstual mempunyai tujuh komponen utama pembelajaran yaitu Kontuktivisme. dan lebih komprehensif dalam kajian. masyarakat belajar. dimana aplikasinya pada . dengan individu atau kelompok melalui penggunaan metodemetode tertentu secara efektif. pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit.Dengan demikian pendekatan dapat dikatakan lebih luas dari metode. akan tetapi lebih aplikasi dalam praktik baik disadari maupun tidak (http://www. . pemodelan dan penilaian.pembelajaran. a) Kontruktivisme Kontruktivisme sebagai landasan berfikir pendekatan kentekstual.com) Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengatahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Upaya yang dilakukan melalui pemberian kesempatan kepada siswa untuk secara aktif mengalami berolah seni rupa. atau interaksi. (CTL DEPDIKNAS:2002:5) 6. bertanya. Pendekatan pembelajaran sebagai proses penyajian isi pemelajaran kepada siswa untuk mencapai kompetensi tertentu dengan suatu metode atau beberapa metode pilihan. menemukan. 1998 : 3).

didatangkan ke kelas pembelajaran seni rupa penilaian dinlai dari proses. berbasis mengumpulkan data-data Penerapannya pada semua aktivitas belajar bertanya dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. Dalam pembelajaran seni rupa. atau berfikir belakang tentang apa yang sudah dilakukan di masa yang lalu. Bentuk pelaksanaannya mengamati dan dari obyek yang diamati untuk di gambar c) Bertanya Pengetahuan yang dimiliki seseorang. guru dengan siswa atau orang ahli yang d) Masyarakat Belajar Hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Penerapannya belajar dalam kelompok kecil maupun kelompok e) Pemodelan Dalam sebuah pembelajaran hendaknya ada model yang bisa ditiru.b) Menemukan Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran kontekstual. data Pada ke Pada siswa. pembelajaran seni rupa berupa hasil karya. atau di lukis. model membantu kelancaran belajar f) Refleksi Refleksi cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari. selalu diawali dari bertanya. g) Penilaian yang Sebenarnya Penilaian yang sebenarnya merupakan proses pengumpulan berbagai yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. besar. hanya hasil. bukan .

Surya (1981 : 32) mengemukakan bahwa belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. dan terjadi dalam diri seseorang karena pengalaman.7. terdiri dari pengetahuan atau cara melihat atau mengerti sesuatu. Mahmud (1989 : 121 – 122) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu perolehan tingkah laku. baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung. yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atas pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan. c) Berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. 8. 1982 / 1983 : 3). Pengertian Belajar a) Belajar mempunyai arti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung. kecenderungannya. b) Berlatih. Dari pendapat tadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang relatif menetap. Keberhasilan Belajar a) Soeitoe (1982 : 83) perubahan mental pada diri pelajar atau modifikasi ada 3 jenis perubahan : (1) Perubahan kognitif. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. (2) Perubahan motivasi yakni perubahan tujuan dan minat. Morgan mengatakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman (Hendroyuwono. .

Dengan demikian. model pembelajaran yang perlu dikembangkan adalah model pemelajaran yang terpusat pada masalah dan model belajar kolaboratif. untuk memahami kontruktivisme. melainkan juga belajar dari yang lain. (3) Keberhasilan belajar sebagai bahan informasi dalam moral pendidikan.dalam proses belajar mengajar. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa seorang siswa tidak hanya belajar dari dirinya sendiri. Dalam proses pembelajarannya lebih ditekankan pada model belajar kolaboratif. B.(3) Perubahan tingkah laku yang berbeda dengan 2 perubahan yang terdahulu karena perubahan tingkah laku dapat dilihat oleh orang lain. (5) Keberhasilan belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan) anak didik. Kajian Hasil Penelitian Landasan filosofi Kontekstual adalah kontruktivisme. b) Arifin (1990 : 23) keberhasilan mempunyai beberapa kunci antara lain : (1) Keberhasilan belajar sebagai indiaktor kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai siswa. Siswa belajar dalam kelompok tidak seperti pada pembelajaran konvensional. Teori Konstruktivisme Konstruktivisme berpandangan bahwa pengetahuan diperoleh langsung oleh siswa berdasarkan pengalaman dan hasil interaksi dengan lingkungan sekitar. (2) Keberhasilan belajar lambang pemuasan hasrat ingin tahu. (4) Keberhasilan belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan.. berikut adalah kajian teori yang dikembangkan Jhon Dewey. guru tidak serta merta memindahkan pengetahuan kepada peserta didik . Keberhasilan belajar merupakan pencapaian hasil usaha siswa setelah mengikuti pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan. bahwa siswa belajar secara individu. Konstruktivisime merupakan proses pembelajaran yang menerangkan bagaimana pengetahuan disusun dalam diri manusia.

Siswa mempunyai pemikiran mereka sendiri tentang hampir semua hal.Proses ini dinamakan konstruktivisme. maka semua ide awal yang dimliki mereka itu akan tetap kekal walaupun dalam tes. Pola pembinaan ilmu pengetahuan di sekolah merupakan suatu skema. pendidik yang cakap harus melaksanakan pengajaran dan pembelajaran sebagai proses menyusun. atau membina pengalaman secara berkesinambungan keikutsertakan peserta didik di dalam setiap aktivitas pengajaran dan pembelajaran. Apabila pengetahuan baru telah disesuaikan dan diserap untuk dijadikan sebagai pegangan kuat mereka.dalam bentuk yang serba sempurna. Melalui teori konstruktivisme ini. pembelajaran yang bermakna itu bermula dengan pengetahuan atau pengalaman yang ada pada peserta didik. Untuk membantu peserta didik dalam membina konsep atau pengetahuan baru. pesera didik harus membangun suatu pengetahuan itu berdasarkan pengalamannya masing-masing. John Dewey menguatkan teori konstruktivisme ini dengan mengatakan bahwa. yaitu aktivitas mental yang digunakan oleh peserta didik sebagai bahan mentah bagi proses renungan dan pengabstrakan. Jika kefahaman dan miskonsepsi ini diabaikan atau tidak ditangani dengan baik. barulah kerangka baru tentang sesuatu bentuk ilmu pengetahuan dapat dibina. Pikiran peserta didik tidak akan menghadapi kenyataan dalam bentuk yang terasing dalam lingkungan sekitar. . Realita yang diketahui peserta didik adalah realita yang dia bina sendiri. di mana ada yang betul dan ada yang salah. guru harus memperkirakan struktur kognitif yang ada pada mereka. Pembelajaran adalah hasil dari usaha peserta didik itu sendiri dan guru tidak boleh belajar untuk peserta didik. Peserta didik sebenarnya telah mempunyai satu set idea dan pengalaman yang membentuk struktur kognitif terhadap lingkungan mereka. mungkin mereka memberi jawaban seperti yang dikehendaki oleh guru.

guru harus mengubah kaidah mengajar dari tuntutan agar peserta didik dapat meniru dengan tepat apa yang disampaikan oleh guru. Dengan demikian. Sebagai contoh. maka peran guru akan berubah. 3) sebagai implikasinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa: 1) murid tidak hanya dibekali dengan fakta-fakta. bukan bagaimana guru mengajar. 2) Guru hanya merupakan salah satu sumber pengetahuan. bahwa dilihat dari perspektif estimologi yang disarankan oleh konstruktivisme. penilaian. Pengalaman itu akan dikaitkan pula dengan teori kognitif di mana ia akan disimpan dalam ingatan atau memori peserta didik baik pada jangka pendek atau ingatan jangka panjang. melainkan bagaimana agar peserta didik dapat belajar. Artinya. perubahan tersebut meliputi teknik pengajaran dan pembelajaran.diharapkan pengajaran guru itu dapat memberi peluang kepada peserta didik untuk meramalkan secara bebas dan terbuka segala pengetahuan setelah proses pembelajaran berlangsung. pembelajaran harus diubah dari kaca mata guru menjadi pemelajaran berdasarkan kacamata peserta didik. dalam penilaian pun harus mencakup cara-cara masalah dengan berpatokan pada aturan yang berlaku.Berdasarkan paparan tersebut dapat disimpulkan. Pengajaran secara tidak langsung itu nanti dapat memberi satu pengalaman baru kepada peserta didik. melainkan diarahkan pada kemampuan penguasaan dalam proses berfikir dan berkomunikasi. dan pelaksanaan kurikulum pada umumnya. Jadi guru hanya berperan sebagai fasilitator dan peserta didik. penyelesaian tahu pembimbing belajar . bukan orang yang segala-galanya. menjadi kaidah pembelajaran yang lebih menekankan pada kemampuan peserta didik dalam membina skema pengetahuan berdasarkan pengalaman nyata yang dialaminya.

3) Untuk menilai keputusannya.Guru berperan Sebagai fasilitator dalam menyiapkan Kondisi yang kolaboratif MODEL PEMELAJARAN Berpusat pada masalah PENDEKATAN Inquiry STRATEGI Free Inquiry Structured laboratory inquiry Model inquiry Suchman Penciptaan Pengetahuan Theme-based model: pupil centered. jika siswa tidak diberi untuk menyelesaikan masalah dengan tingkat pengetahuan 2) yang dimilikinya. dan ujian komprehensip. peserta didik memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda sesuai dengan kemampuannya.Belajar sebagai proses mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan Pengalaman dan Interaksi dengan lingkungan .Siswa bekerja dalam kelompok . uji kompetensi. kesempatan Pada akhir proses pembelajaran.Teknik-teknik tersebut dapat berbentuk peta konsep. peserta didik harus bekerja sama dengan didik yang lain. Implikasi konstrukstivisme terhadap pembelajaran adalah: 1) Pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik. diagram ven. "multi-disciplinary free inquiry" Jigsaw STAD TGT TAI Group Investigation Learning Together Heuristik Algoritma Subgoals Gagnon and Collay’s Lima fase/Five E’s Empat Fase Discovery Kooperatif Pemecahan Masalah/ problem solving .Siswa aktif . peserta MODEL BELAJAR Konstruktivisme KARAKTERISTIK . portopolio.

Objek Tindakan tertuju kepada : 1./Fax (0231) 203075 Kota Cirebon. Kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran seni rupa 2. Seting/Lokasi/ Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kota Cirebon. 94 Telp. terdiri dari kelas VII = 5 kelas. Objek Tindakan Penelitian Tindakan Kelas ini tentang : Strategi Pembelajaran Seni Rupa Bagi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Cirebon Dengan Pendekatan Kontekstual Dan Pencapaian Hasil Belajarnya. terdiri dari 445 Perempuan dan 302 Laki – laki. Siliwangi No. Tingkat gangguan kelas tinggi B. Kreativitas siswa dalam mata pelajaran seni rupa rendah 3.BAB III METODOLOGI/METODE PENELITIAN A. Tabel 1 Keadaan Siswa SMP Negeri 2 Cirebon Tahun Pelajaran 2007 / 2008 Kelas VII VIII IX A L P L B P L C P L D P L E P L F P Jumlah 206 204 237 647 22 20 23 18 22 20 20 20 24 17 20 20 20 20 20 20 20 22 20 22 14 26 15 26 20 20 15 22 19 20 17 23 Jumlah . kelas VIII = 5 kelas dan kelas IX = 6 kelas. Propinsi Jawa Barat dengan jumlah siswa seluruhnya 647 orang. Sedangkan jumlah kelas 16 ruang. yang beralamat di Jl.

Observasi Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala – gejala yang diteliti (Usman dan Akbar. dan diperkirakan berakhir pada Bulan Maret Tahun 2008. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cirbeon. 1. karena kelas ini memberi respon yang baik terhadap mata pelajaran seni rupa. gejala nilai tes. C. dimulai bulan Januari Tahun 2008. Populasi Populasi adalah Kelompok subyek. .Mengambil lokasi penelitian di SMP Negeri 2 Kota Cirebon. Subyek penelitian adalah proses pembelajaran seni rupa. dengan jumlah siswa sebanyak 206 orang dengan jumlah kelas 5 ruang. obyek yang diamati adalah hasil karya siswa. Subyek Penelitian a). 1995 : 54). dengan jumlah siswa 42 orang. Sampel Sampel adalah penarikan atau pembatasan sebagian populasi untuk mewakili populasi (Surahmad 1983 : 93). menghemat biaya. Pengambilan sampel secara khusus dianggap mewakili populasi maka jenis sampel ini termasuk purposive sampel. dan berkaitan dengan masalah pembelajaran. Waktu Penelitian Pelaksanaan penelitian pada semester II Tahun pelajaran 2007/2008. 2. Dipilih kelas VII A. 20 % dari populasi. selain mendapat kemudahan dalam pengumpulan data. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan : 1. baik manusia. b). ketersediaan waktu yang cukup. benda – benda atau peristiwa – peristiwa (Surahmad 1983 : 93). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini Kelas VII A.

d) Dokumen lama dapat digunakan dalam penelitian sebagai sumber data. foto – foto (Arikunto. 1989). buku. Wawancara Wawancara adalah tanya jawab antara dua orang atau lebih secara langsung (Usman dan Akbar. majalan dan lainnya. dan dapat dijadikan triangulasi untuk mengecek kesesuaian data (Nasution. menafsirkan. 1982 : 187). Dokumentasi a) Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi ialah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen – dokumen (Usman dan Akbar. Menghimpun data Mengumpulkan data – data yang diperlukan dalam penelitian ini. melalui observasi. Aspek – aspek untuk menambah kelengkapan data dalam dokumentasi meliputi catatan – catatan. D. wawancara dan dokumentasi. surat kabar. 2.1996). 1995 : 57). bahkan untuk meramalkan (Moleong. dan dimanfaatkan untuk menguji. Wawancara berguna untuk : a) b) Mendapatkan data ditangan pertama Pelengkap teknik pengumpulan data c) Menguji hasil pengumpulan data lainnya. tentang pokok-pokok penelitian. 1995 : 75) b) Dokumentasi adalah suatu metode pencarian data mengenai hal – hal atau variabel berupa catatan transkip. Metode Analisa Data Dalam menganalisis data langkah – langkah yang ditempuh : 1.2. 3. Mereduksi data . c) Teknik dokumentasi untuk mendapatkan latar belakang yang luas.

4. dilanjutkan dengan analisis. Menyusun hasil penelitian yang telah dilakukan. diragukan. Cara Pengambilan Kesimpulan Kesimpulan di ambil sejak data-data awal diperoleh. maka kesimpulan semakin lebih jelas.Data yang terkumpul dipilih sesuai dengan keperluan yang akan diteliti. 3. . E. Kesimpulan dalam penelitian ini awalnya belum pasti. masih kabur. dan verifikasi menurut kebutuhan. Mengklasifikasi data Data yang dipilih dikelompokkan agar mudah dalam penyusunannya. akan tetapi semakin bertambahnya data.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->