P. 1
KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK

KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK

|Views: 290|Likes:
Published by efronm

More info:

Published by: efronm on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, pemerintah khususnya melalui Depdiknas terus

menerus berupaya melakukan berbagai perubahan dan pembaharuan sistem pendidikan kita. Salah satu upaya yang sudah dan sedang dilakukan, yaitu berkaitan dengan faktor guru. Lahirnya Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pada dasarnya merupakan kebijakan pemerintah yang didalamnya memuat usaha pemerintah untuk menata dan memperbaiki mutu guru di Indonesia. Michael G. Fullan yang dikutip oleh Suyanto dan Djihad Hisyam (2000) mengemukakan bahwa “educational change depends on what teachers do and think…”. Pendapat tersebut mengisyaratkan bahwa perubahan dan pembaharuan sistem pendidikan sangat bergantung pada “what teachers do and think “. atau dengan kata lain bergantung pada penguasaan kompetensi guru. Jika kita amati lebih jauh tentang realita kompetensi guru saat ini agaknya masih beragam. Sudarwan Danim (2002) mengungkapkan bahwa salah satu ciri krisis pendidikan di Indonesia adalah guru belum mampu menunjukkan kinerja (work performance) yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru belum sepenuhnya ditopang oleh derajat penguasaan kompetensi yang memadai. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang komprehensif guna meningkatkan kompetensi guru. Makalah ini akan memaparkan tentang apa itu kompetensi guru dan bagaimana upaya-upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dilihat dari peran kepala sekolah. Dengan harapan kiranya makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan refleksi bagi kita para calon guru maupun pihak- pihak lain yang berkepentingan dengan pendidikan.

1

BAB II KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK A. memiliki jiwa ber-kompetisi/bersaing secara jujur dan sportif. Konsep kompetensi merupakan ke-lanjutan dari konsep behavioral objective yang bersumber dari pemikiran para pendidik seperti Benjamin Bloom pada tahun 1950 di Amerika (Susanto. Beberapa pakar manajemen SDM berpendapat bahwa SDM yang berkualitas adalah SDM yang minimal memiliki empat karakteristik yaitu (1) memiliki compe-tency (knowledge. Kedua istilah “berkualitas dan professional” di dalamnya ter-kandung unsur kompetensi. dan tidak ada tenggang waktu interpretasi. abilities dan experience) yang memadai. (2) commitment pada organisasi. memiliki kompetensi di bidangnya. Ruky (2003:104) mengutip pendapat Spencer & Spencer dari kelompok konsultan Hay & Mac Ber bahwa kompetensi adalah “an underlying characteristic of an individual that is casually related to criterion – referenced effective and/or superior performance in a job or situation” (Karakteristik dasar seseorang yang mempengaruhi cara berpikir dan bertindak. maka ciri-ciri professional menurut Syamsul Ma’arif dalam Wacana Pengembangan Kepegawaian (2002:60) adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan. Konsep behavioral objective ini menjelaskan bahwa spesifikasi tujuan sebagai perilaku yang dapat diobservasi secara langsung dan dapat dicatat. dan (4) congruence of goals yaitu bertindak selaras antara tujuan pribadinya dengan tujuan organisasi (Lako dan Sumaryati. (3) selalu bertindak cost effectiveness dalam setiap aktivitasnya. skill. 2002). 2002) Bagi instansi pemerintah tersedianya SDM aparatur (Pegawai Negeri Sipil) yang berkualitas dan profesional merupakan suatu syarat dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan negara serta kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat. serta menjunjung tinggi etika profesi. Konsep Kompetensi Berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai visi dan misinya secara berkelanjutan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusianya (SDM). observasi yang dapat dipercaya. Pada hakikatnya konsep ini menggunakan pendekatan melakukan obser-vasi dan menarik kesimpulan yang dapat dipercaya dengan prin-sip operasional. Disamping empat karakteristik SDM yang berkualitas tersebut di atas. 2 .

dan efisien. Kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. efektif. Sekalipun proses pembelajaran telah menggunakan model pendekatan dan metoda yang lebih memberi peluang siswa aktif. 2002) memberikan batasan bahwa kompetensi adalah segala bentuk perwujudan. Peraturan Pemerintah (PP) No. dan representasi dari motif. keterampilan. guru menempati posisi yang startegis dan penentu berhasil tidaknya pencapaan tujuan suatu proses pembelajaran. tentang kurikulum inti perguruan tinggi mengemukakan “Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas. Surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002. 23 Tahun 2004. pengetahuan.membuat generalisasi terhadap segala situasi yang dihadapi. salah satunya adalah The Jakarta Consulting Group (Susanto. perilaku utama agar mampu melaksanakan pekerjaan dengan sangat baik atau yang membedakan antara kinerja rata-rata dengan kinerja superior. Termasuk praktisi di Indonesia. ekspresi. dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya. penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu”. Definisi kompetensi dari Spencer & Spencer tersebut banyak dianut oleh para praktisi manajemen SDM. sikap. Sementara itu. namun kedudukan dan peran guru tetap penting dan menentukan. 3 . Dalam proses pembelajaran. serta bertahan cukup lama dalam diri manusia). dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 Tanggal 21 Nopember 2003 ditentukan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karak-teristik yang dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan. sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara professional. Pendekatan ini dilihat dari sudut pandang individual. tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjelaskan tentang sertifikasi kompetensi kerja sebagai suatu proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistimatis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional Indonesia dan atau Internasional.

Beberapa kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki seorang guru (pendidik). keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki. menilai.No. Oleh sebab itu. Guru sebagai pendidik di sekolah. kemahiran. membimbing. Oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. 19 tahun 2005 disebutkan sebagai agen pembelajaran antara lain adalah sebagai fasilitator. Peranan guru sebagai pendidik dalam PP. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. motivator. tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi 4 . 2. dan pendidikan menengah. melatih. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang sangat penting.Dalam Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan : 1. mengarahkan. Lebih dari itu ia juga telah diangkat DAN diberi kepercayaan oleh masyarkat sebagai pendidik. Kompetensi Professional Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas keguruan. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. pendidikan dasar. 3. 19 Tahun 2005 pasal 28 ditetapkan bahwa kompetensi guru sebagai agen pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan usi dini meliputi: 1. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. pemicu. dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas kerpofesionalan. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. mengajar. bukan sekedar oleh surat keputusan dari pejabat yang berwenang. Ia juga telah dibina untuk memeiliki kepribadian sebagai pendidik. telah dipersiapkan secara formal melalui lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). dihayati. dan pemberi inspirasi belajar bagi siswa. dalam PP. No.

(5) kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar. (4) kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran. g. misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional. c. paham tentang teori-teori belajar. institusional. Kompetensi Kepribadian Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Oleh karena itu. (6) kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran. Sebagai seorang model guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies). Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi: a. bimbingan dan penyuluhan dan. pengembangan kurikulum/silabus. (9) kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja. kurikuler dan tujuan pembelajaran. evaluasi hasil belajar. e. dan h. pemahaman terhadap peserta didik. pemahaman wawasan atau landasan kependidikan. f. evaluasi hasil belajar. pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. (7) kemampuan dalam menyusun program pembelajaran. b. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. 2. (3) kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya. di antaranya: (1) 5 . 3. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Kompetensi Paedagogik Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. pemanfaatan teknologi pembelajaran.sebagai berikut: (1) kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan. d. misalnya administrasi sekolah. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). (8) kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang. perancangan pembelajaran. (2) pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan. misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa.

Upaya Meningkatkan Kompetensi Pada masa sekarang ini sedang gencar-gencarnya pembinaan agar guru menjadi tenaga yang professional. aturan. dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat.16 tahun 2007 tentang standar kompetensi guru. Dengan berbagai ketentuan diatas diharapkan seorang pendidik dapat menjadi tenga yang benar-benar professional sehingga mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) segenap warga Negara Indonesia. sehingga Negara Indonesia menjadi Negara yang maju dalam pendidikan. diantaranya yaitu dengan menetapkan Undang-undang No. (2) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan dan. (3) kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma. Ada beberapa program pemerintah untuk menjadikan guru sebagai tenaga professional. (4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun dan tata karma dan. pemerintah melalui undangundangnya menetapkan undang-undang guru dan dosen dimana para pendidik disyaratkan telah lulus SI untuk TK/RA. melakukan program sertifikasi guru/pendidik professional.kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya. Usaha yang Dilakukan Sekolah dalam Peningkatan Kompetensi Guru Dalam upaya peningkatan kompetensi guru untuk meningkatkan mutu pendidikan dilakukan melalui usaha-usaha: (1) mengupayakan prakarsa pihak sekolah dan prakarsa 6 . Tahun 2005 tentang undang-undang guru dan dosen). SD/MI. 4. SMP/MTs. meliputi: (1) kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional. (3) kemampuan untuk menjalin kerja sama baik secara individual maupun secara kelompok. (5) bersikap demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik. (2) kemampuan untuk menghormati dan menghargai antarumat beragama. SMA/MA/SMK dan disyaratkan lulus S2 untuk tenaga pengajar di Universitas (UU 14. Permen Diknas No. B. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Kompetensi Sosial Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial. mensarjanakan para guru/pendidik yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil yang belum lulus S1.

Merujuk kepada tujuh peran kepala sekolah sebagaimana disampaikan oleh Depdiknas di atas. pelatihan dan workshop. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas. (5) memberikan rewards bagi guru yang memiliki prestasi.melalui dinas. melakukan studi lanjut. sebagai : (1) educator (pendidik). 1. (3) melakukan peningkatan kemampuan guru melalui pelatihan. (8) melakukan studi banding. (2) melakukan perencanaan terjadwal untuk pengembangan potensi. (10) melakukan magang ke sekolah lain. workshop dan bekerja sama dengan lembagalembaga lain. lokakarya. dan (13) meningkatkan kualifikasi guru dengan cara studi lanjut. melakukan lokakarya. 7 . Untuk melaksanakan berbagai upaya di atas. di bawah ini akan diuraikan secara ringkas hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru. seminar. melakukan pertemuan MGMP. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain. (5) leader (pemimpin). (9) melakukan studi pustaka. (4) supervisor (penyelia). dilakukan melalui prosedurprosedur membuat perencanaan tahunan. terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yaitu. KKG. sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya. (6) meningkatkan kesejahteraan guru. (3) administrator. (12) melakukan pengkajian untuk memperbaiki dan/atau kualitas pembelajaran di kelas. (2) manajer. 2006). termasuk teknologi informasi. atau birokrasi. memotivasi guru. (7) mengadakan pertemuan secara berkelanjutan sebagai sarana berbagi pengetahuan dalam hal peningkatan mutu. praktisi. Kepala sekolah yang menunjuk kan komitmen tinggi dan fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. (11) mengundang pakar. (6) pencipta iklim kerja. (4) melengkapi sarana dan prasarana. dan (7) wirausahawan.

in house training. seperti : kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pihak lain. media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (E. Mulyasa. atau melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan di luar sekolah. salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. selanjutnya diupayakan solusi. terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode. pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran. Kepala sekolah sebagai administrator Khususnya berkenaan dengan pengelolaan keuangan. -tingkat penguasaan kompetensi guru yang bersangkutan–. 4. sebagaimana disampaikan oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukakan bahwa “Menghadapi kurikulum yang berisi perubahan-perubahan yang cukup besar dalam 8 . Dalam hal ini. Jones dkk.bangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 2004). Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan. Dari hasil supervisi ini. yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung. baik yang dilaksanakan di sekolah. bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari faktor biaya. kepala sekolah seharusnya dapat memfasiltasi dan memberikan kesempatan yang luas kepada para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengem. secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi. – seperti : MGMP/MGP tingkat sekolah. diskusi profesional dan sebagainya–. 3.2. dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembela jaran. Oleh karena itu kepala sekolah seharusnya dapat mengalokasikan anggaran yang memadai bagiupaya peningkatan kompetensi guru. Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran.

(4) berani mengambil resiko dan keputusan. (6) emosi yang stabil. Oleh karena itu. metode dan evaluasi pengajarannya. dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. dan (7) teladan (E. (3) para guru harus selalu diberitahu tentang dari setiap pekerjaannya. 2003). 6. sudah sewajarnya kalau para guru mengharapkan saran dan bimbingan dari kepala sekolah mereka”. mengandung makna bahwa kepala sekolah harus betul_betul menguasai tentang kurikulum sekolah. (4) pemberian hadiah lebih baik dari hukuman. para guru juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut : (1) para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru. isi. Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotivasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. Dari ungkapan ini. Mulyasa. 5. Mustahil seorang kepala sekolah dapat memberikan saran dan bimbingan kepada guru. Kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai barikut : (1) jujur. seorang kepala sekolah dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara tepat dan fleksibel. sementara dia sendiri tidak menguasainya dengan baik. (5) berjiwa besar.tujuan. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) Gaya kepemimpinan kepala sekolah seperti apakah yang dapat menumbuh-suburkan kreativitas sekaligus dapat mendorong terhadap peningkatan kompetensi guru ? Dalam teori kepemimpinan setidaknya kita mengenal dua gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. (2) percaya diri. namun 9 . (2) tujuan kegiatan perlu disusun dengan dengan jelas dan diinformasikan kepada para guru sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja. (3) tanggung jawab. disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Kendati demikian menarik untuk dipertimbang kan dari hasil studi yang dilakukan Bambang Budi Wiyono (2000) terhadap 64 kepala sekolah dan 256 guru Sekolah Dasar di Bantul terungkap bahwa ethos kerja guru lebih tinggi ketika dipimpin oleh kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada manusia.

sehingga memperoleh kepuasan (modifikasi dari pemikiran E. Kepala sekolah dengan sikap kewirauhasaan yang kuat akan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. Mulayasa tentang Kepala Sekolah sebagai Motivator. keunggulan komparatif. 2003) 7. secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru. maka kepala sekolah seyogyanya dapat menciptakan pembaharuan. serta memanfaatkan berbagai peluang. BAB III 10 . (5) usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosiopsiko-fisik guru.sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. yang pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. E. termasuk perubahan dalam hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa beserta kompetensi gurunya. Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip_prinsip kewirausaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran di atas. Mulyasa.

3. Kompetensi guru merupakan gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan seorang guru dalam melaksanakan pekerjaannya. manajer. secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru. dan kompetensi social. kompetensi pedagogic. leader (pemimpin). Kompetensi guru terdiri dari kompetensi professional. DAFTAR PUSTAKA 11 . baik berupa kegiatan. 2. Sejalan dengan tantangan kehidupan global. supervisor. pencipta iklim kerja maupun sebagai wirausahawan. Seberapa jauh kepala sekolah dapat mengoptimalkan segenap peran yang diembannya. 4. administrator.Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Kepala sekolah memiliki peranan yang strategis dalam rangka meningkatkan kompetensi guru. peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks. dan pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. kompetensi kepribadian. 5. baik sebagai educator (pendidik). berperilaku maupun hasil yang dapat ditunjukkan. sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya.

%20Ped. Medan: Unimed http://www.com/2009/10/07/kompetensi-guru-dan-peran-kepala-sekolah/ http://file. Tim Dosen. %20Peng.Tim dosen. Diktat Perkuliahan Kewarganegaraan.pdf 12 .%20LUAR %20SEKOLAH/195109141975011%20-%20AYI%20OLIM/sinopsis-kompetensi-guru %5B1%5D.bkn.upi. Diktat Perkuliahan Profesi Kependidikan.%20Kompetensi%20PNS/bab%20ii. 2009.wordpress. 2010.edu/Direktori/A%20-%20FIP/JUR.htm 24 Agustus 2009 http://diprapandawa.%20PEND.id/penelitian/buku%20penelitian%202004/buku%20Peny.go. Medan: Unimed.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->