P. 1
1164925881_Buku_Agrowisata

1164925881_Buku_Agrowisata

|Views: 35|Likes:
Published by Al Vi An

More info:

Published by: Al Vi An on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2011

pdf

text

original

AGROWISATA SEBAGAI PARIWISATA ALTERNATIF I GUSTI BAGUS RAI UTAMA

I.

Pendahuluan
“In simple terms, agritourism is the crossroads of tourism and agriculture: when the public visits farms, ranches or wineries to buy products, enjoy entertainment, participate in activities, eat a meal or spend the night” (www.farmstop.com) Dalam istilah sederhana, agritourism didefinisakan

sebagai perpaduan antara pariwisata dan pertanian dimana pengunjung dapat mengunjungi kebun, peternakan atau kilang anggur untuk membeli produk, menikmati pertunjukan, mengambil bagian aktivitas, makan suatu makanan atau melewatkan malam bersama di suatu areal perkebunan atau taman (www.farmstop.com) “Agricultural tourism, or agri-tourism, is one alternative for improving the incomes and potential economic viability of small farms and rural communities” (www.sfc.ucdavis.edu) Sementara definisi lain mengatakan, agritourism adalah sebuah alternatif untuk meningkatkan pendapatan dan kelangsungan hidup, menggali potensi ekonomi petani kecil dan masyarakat pedesaan (www.farmstop.com) Di Indonesia, Agrowisata atau agroturisme didefinisikan sebagai sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Tujuannya adalah 1

untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha dibidang pertanian. Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indigenous knowledge) yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya (http://database.deptan.go.id) Sutjipta (2001) mendefinisikan, agrowisata adalah sebuah sistem kegiatan yang terpadu dan terkoordinasi untuk pengembangan pariwisata sekaligus pertanian, dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan, peningkatan kesajahteraan masyarakat petani. Agrowisata dapat dikelompokkan ke dalam wisata ekologi (eco-tourism), yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan (Deptan, 2005) Antara ecotourism dan agritourism berpegang pada prinsif yang sama. Prinsifprinsif tersebut, menurut Wood, 2000 (dalam Pitana, 2002) adalah sebagai berikut:

a) Menekankan serendah-rendahnya dampak negatif terhadap alam dan kebudayaan
yang dapat merusak daerah tujuan wisata. b) Memberikan pembelajaran kepada wisatawan mengenai pentingnya suatu pelestarian. c) Menekankan pentingnya bisnis yang bertanggung jawab yang bekerjasama dengan unsur pemerintah dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan penduduk lokal dan memberikan manfaat pada usaha pelestarian. d) Mengarahkan keuntungan ekonomi secara langsung untuk tujuan pelestarian, menejemen sumberdaya alam dan kawasan yang dilindungi. e) Memberi penekanan pada kebutuhan zone pariwisata regional dan penataan serta pengelolaan tanam-tanaman untuk tujuan wisata di kawasan-kawasan yang ditetapkan untuk tujuan wisata tersebut.

2

f) Memberikan penekanan pada kegunaan studi-studi berbasiskan lingkungan dan sosial, dan program-program jangka panjang, untuk mengevaluasi dan menekan serendah-rendahnya dampak pariwisata terhadap lingkungan. g) Mendorong usaha peningkatan manfaat ekonomi untuk negara, pebisnis, dan masyarakat lokal, terutama penduduk yang tinggal di wilayah sekitar kawasan yang dilindungi. h) Berusaha untuk meyakinkan bahwa perkembangan pariwisata tidak melampui batas-batas sosial dan lingkungan yang dapat diterima seperti yang ditetapkan para peneliti yang telah bekerjasama dengan penduduk lokal. i) Mempercayakan pemanfaatan sumber energi, melindungi tumbuh-tumbuhan dan binatang liar, dan menyesuaikannya dengan lingkungan alam dan budaya. “People want an experience that's completely different from their daily lives. They want an escape from the stress of traffic jams, cell phones, office cubicles and carpooling! Parents want their children to know how food is grown or that milk actually comes from a cow (not the supermarket shelf!)” (www.farmstop.com) Di beberapa negara, agritourism bertumbuh sangat pesat dan menjadi alternatif terbaik bagi wisatawan, hal ini disebabkan, agritourism akan membawa seseorang mendapatkan pengalaman yang benar-benar berbeda dari rutinitas kesehariannya. Mereka ingin keluar dari kejenuhan, tekanan kemacetan lalulintas, telepon selular, suasana kantor dan hiruk pikuk keramaian. Orang tua ingin anak-anak mereka dapat mengetahui dari mana sebenarnya makanan itu berasal atau mengenalkan bahwa susu itu dari seekor sapi bukan rak supermarket (www.farmstop.com) Pada era ini, manusia di bumi hidupnya dipenuhi dengan kejenuhan, rutinitas dan segudang kesibukan. Untuk kedepan, prospek pengembangan agrowisata diperkirakan sangat cerah. Pengembangan agrowisata dapat diarahkan dalam bentuk 3

ruangan tertutup (seperti museum), ruangan terbuka (taman atau lansekap), atau kombinasi antara keduanya. Tampilan agrowisata ruangan tertutup dapat berupa koleksi alat-alat pertanian yang khas dan bernilai sejarah atau naskah dan visualisasi sejarah penggunaan lahan maupun proses pengolahan hasil pertanian. Agrowisata ruangan terbuka dapat berupa penataan lahan yang khas dan sesuai dengan kapabilitas dan tipologi lahan untuk mendukung suatu sistem usahatani yang efektif dan berkelanjutan. Komponen utama pengembangan agrowisata ruangan terbuka dapat berupa flora dan fauna yang dibudidayakan maupun liar, teknologi budi daya dan pascapanen komoditas pertanian yang khas dan bernilai sejarah, atraksi budaya pertanian setempat, dan pemandangan alam berlatar belakang pertanian dengan kenyamanan yang dapat dirasakan. Agrowisata ruangan terbuka dapat dilakukan dalam dua versi/pola, yaitu alami dan buatan (http://database.deptan.go.id) Selanjutnya agrowisata ruangan terbuka dapat dikembangkan dalam dua versi/pola, yaitu alami dan buatan, yang dapat dirinci sebagai berikut: a) Agrowisata Ruang Terbuka Alami Objek agrowisata ruangan terbuka alami ini berada pada areal di mana kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh masyarakat petani setempat sesuai dengan kehidupan keseharian mereka. Masyarakat melakukan kegiatannya sesuai dengan apa yang biasa mereka lakukan tanpa ada pengaturan dari pihak lain. Untuk memberikan tambahan kenikmatan kepada wisatawan, atraksi-atraksi spesifik yang dilakukan oleh masyarakat dapat lebih ditonjolkan, namun tetap menjaga nilai estetika alaminya. Sementara fasilitas pendukung untuk kenyamanan wisatawan tetap disediakan sejauh tidak bertentangan dengan kultur dan estetika asli yang ada, seperti sarana transportasi, tempat berteduh, sanitasi, dan keamanan dari binatang buas. Contoh agrowisata terbuka alami adalah kawasan Suku Baduy di Pandeglang dan Suku Naga di Tasikmalaya, Jawa Barat; Suku Tengger di Jawa

4

Timur; Bali dengan teknologi subaknya; dan Papua dengan berbagai pola atraksi pengelolaan lahan untuk budi daya umbi-umbian. b) Agrowisata Ruang Terbuka Buatan Kawasan agrowisata ruang terbuka buatan ini dapat didesain pada kawasankawasan yang spesifik, namun belum dikuasai atau disentuh oleh masyarakat adat. Tata ruang peruntukan lahan diatur sesuai dengan daya dukungnya dan komoditas pertanian yang dikembangkan memiliki nilai jual untuk wisatawan. Demikian pula teknologi yang diterapkan diambil dari budaya masyarakat lokal yang ada, diramu sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan produk atraksi agrowisata yang menarik. Fasilitas pendukung untuk akomodasi wisatawan dapat disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern, namun tidak mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada. Kegiatan wisata ini dapat dikelola oleh suatu badan usaha, sedang pelaksana atraksi parsialnya tetap dilakukan oleh petani lokal yang memiliki teknologi yang diterapkan.

II. Sejarah Kelahiran dan perkembangan Agrowisata
Agritourism bermula dari ecotourism. Ecotourism adalah yang paling cepat bertumbuh diantara model pengembangan pariwisata yang lainnya di seluruh dunia, dan memperoleh sambutan yang sangat serius. Ecotourism dikembangkan di negara berkembang sebagai sebuah model pengembangan yang potensial untuk memelihara sumber daya alam dan mendukung proses perbaikan ekonomi masyarakat lokal. Ecotourism dapat menyediakan alternatif perbaikan ekonomi ke aktivitas pengelolaan sumber daya, dan untuk memperoleh pendapatan bagi masyarakat lokal ( U.S. Konggres OTA 1992). 5

serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indigenous knowledge) yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya. Objek agrowisata umumnya masih berupa hamparan suatu areal usaha pertanian dari perusahaan-perusahaan besar yang dikelola secara modern/ala Barat dengan orientasi objek keindahan alam dan belum menonjolkan 6 . danau dan sungai yang khas). Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan. Objek wisata alami dapat berupa kondisi iklim (udara bersih dan sejuk. pengalaman rekreasi. Beberapa Keluarga petani sedang merasakan bahwa mereka dapat menambah pendapatan mereka dengan menawarkan pemondokan bermalam. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah dan DIY. dan baru dikembangkan di California. Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Objek wisata buatan manusia dapat berupa falitas atau prasarana. Jawa Timur. NTB.Agritourism telah berhasil dikembangkan di Switzerland. kita bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan. peninggalan sejarah dan budidaya. dan hubungan usaha dibidang pertanian. kesunyian). Riau. suhu dan sinar matahari yang nyaman. dan Kalimantan Barat. air terjun. pemandangan alam (panorama pegunungan yang indah. dan Austria. Australia. Pengembangan agritourism merupakan kombinasi antara pertanian dan dunia wisata untuk liburan di desa. Selandia Baru. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan. Jawa Barat. Sedangkan di USA baru tahap permulaan. dan sumber air kesehatan (air mineral. Potensi objek wisata dapat dibedakan menjadi objek wisata alami dan buatan manusia. air panas). pola hidup masyarakat dan tamantaman untuk rekreasi atau olah raga. Objek agrowisata yang telah berkembang dan tercatat dalam basis data Direktorat Jenderal Pariwisata 1994/1995 terdapat delapan propinsi yaitu Sumatera Utara. menerima manfaat dari kunjungan wisatawan. Atraksi dari agritourism adalah pengalaman bertani dan menikmati produk kebun bersama dengan jasa yang disediakan. (Rilla 1999).

kawasan tropis Asia. dan Afrika yang penataannya dikelompokkan berdasarkan asal. Taman Anggrek juga tedapat di daerah Bedugul. dan famili tanaman. Bali yang menjual berbagai jenis anggrek. yaitu Kebun Raya Cibodas. Austaralia. 7 . habitat. Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Eka Karya Bali (LIPI. Pengunjung yang datang juga diberi keranjang dan gunting untuk memetik sendiri bunga yang dipilihnya. Pengelolaannya kini di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoneia (LIPI) yang menitikberatkan pada bidang pendidikan dan penelitian daripada untuk rekreasi. seperti adanya paket wisata flora siswa bagi pelajar dan mahasiswa. Kebun Raya Bogor merupakan pusat Kebun Raya yang membawahi 3 cabang Kebun Raya. Pengunjung dapat menikmati keindahan berbagai jenih anggrek dalam kavelingkaveling khusus. Taman ini juga menawarkan paket khusus budi daya anggrek bagi mereka yang berminat dan sarana penelitian untuk pengembangan budidaya tanaman anggrek. Selain di Jakarta. Tahun 1995 koleksi Kebun Raya Bogor berjumlah 4.atraksi keunikan/spesifikasi dari aktivitas lokal masyarakat. 2005) b) Taman Anggrek Indonesia Permai. Kebun Raya Bogor dengan luas 87 hektare berfungsi untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan secara ex situ (memindahkan tanaman dari tempat asalnya ke tempat baru dengan dibuat sesuai dengan tempat asalnya). Selain itu kebun raya Bogor juga menyedikan pelayanan informasi ilmiah.300 jenis tanaman dari Indonesia. Diantara objek agrowisatawisata tersebut seperti berikut: a) Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor didirikan 18 Mei 1817 yang semula bernama Islands Plantentuin te Buitenzorg. Jakarta Taman ini lokasinya berdekatan dengan Taman Mini indonesia Indah (TMII). Amerika.

dan taman palem. Pengunjung yang ingin membawa oleh-oleh berupa bunga potong juga dapat membeli di showroom PT Alam Indah Bunga Nusantara yang letaknya bersebelahan. 8 . dan mahasiswa. seperti taman mawar. Lahan 25 hektare untuk tanaman hias dan berbagai macam pohon dengan koleksi lebih dari 300 varietas yang dikumpulkan dari berbagai benua. taman bougenvill. Untuk kegiatan para profesional. Jawa Barat Taman Bunga Nusantara yang dibuka September 1995 dengan luas kawasan 35 hektare.c) Taman Bunga Nusantara. pihak taman bunga nasional juga menawarkan kegiatan seperti workshop atau seminar. Di taman ini terdapat tempat khusus yang ditanami jenis tanaman tertentu. Cipanas. pelajar.

kebun produksi. berlokasi di Taman Impian Jaya Ancol. Koleksi tanaman tersebut mencakup 30 varietas jeruk. f) Taman Akuarium Air Tawar (TAAT) Taman Akuarium Air Tawar (TAAT) diresmikan April 1994 berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TBM memiliki lahan 264 hektare dengan rancangan pola tanam menyerupai bentuk daun lamtorogung. Oceanarium ini mulai beroperasi Mei 1994 yang menyajikan kehidupan alam di bawah laut dan aneka ragam hewan laut seperti hiu. Taman Buah Mekarsari diresmikan Oktober 1995. Kini TBM mengoleksi 41 famili yang terdiri dari 143 jenis tanaman dengan 455 varietas. Cileungsi. ikan pari. 44 varietas durian. 19 varietas rambutan.500 M2 dengan atap berbentuk kubah berwarna hijau. penyu. Tujuan pembangunan TBM adalah menciptakan kebun hortikultura dengan teknologi canggih sebagai kebun percobaan.500 ikan yang terdiri dari 450 jenis. Jawa Barat. dan objek agrowisata. 28 varietas pisang. Di TAAT terdapat keanekaragaman hayati ikan dan biota air tawar nusantara yang ditempatkan di akuarium geografik. dengan jumlah koleksi 240 buah akuarium dan kolam yang menampung 7. yang dianggap sebagai tanaman serba guna dan sebagai pelestari lingkungan hidup. 9 . dan 27 varietas mangga dengan menerapkan dengan sistem pertanian modern. dan ratusan jenis ikan yang dapat dilihat melalui terowongan pada kolam raksasa yang terbuat dari kaca. e) Oceanarium Objek agrowisata perikanan yang terdapat di Indonesia adalah Sea World yang memiliki oceanarium. TAAT dibangun dengan gedung berbentuk lingkaran yang terdiri dari dua lantai seluas 5. Jakarta. 16 varietas belimbing. Di TBM juga disajikan cara bertanam buah untuk masa depan yang dikenal dengan istilah tabulampot.d) Taman Buah Mekarsari (TBM).

dan sebagai sarana untuk mempelajari seluk beluk pemeliharaan anggrek. Jenis-jenis anggrek yang diusahakan oleh para petani antara lain jenis Dendrobium. Keberadaan TAR menjadi salah satu objek Agrowisata. sebagian lahan ini juga dimanfaatkan oleh 10 . Kavlingkavling anggrek tersebut dikelola oleh para petani anggrek yang tergabung dalam koperasi.134 ekor. h) Taman Anggrek Ragunan Taman anggrek Ragunan (TAR) merupakan aset Pemda DKI Jakarta dengan luas lahan sekitar 5 ha. Arachnis. dikelola oleh Dinas Pertanian DKI Jakarta. Phalaenopsis. pembibitan tanaman anggrek dan bunga potong. Selain itu. Tahun 1995 koleksi burung di taman ini mencapai 5. TAR dibagi menjadi 42 kavling yang dimanfaatkan untuk budidaya. antara lain: pembenihan ikan. pemeliharaan ikan dan secara berkala diadakan atraksi lomba memancing. serta tanaman hias penunjang lainnya. i) Balai Benih Ikan Ciganjur Balai Benih Ikan Ciganjur merupakan lahan milik Pemda DKI Jakarta dengan luas lebih dari 10 ha. dilengkapi pula dengan kios sarana produksi dan kantor pemasaran.g) Taman Burung TMII Taman burung ini berlokasi di TMII Jakarta dengan luas taman 6 hektare dan memiliki 267 jenis burung yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan 16 jenis burung yang bukan asli Indonesia. Bahkan terdapat juga auditorium yang menyajikan film tentang burung. Orcidium. yaitu kubah barta yang menjadi tempat jenis-jenis burung dari Indonesia Barat dan kubah timur yang berisi koleksi burung dari kawasan Indonesia Timur. Di taman burung ini terdapat dua rangkaian kubah. Disamping itu. tempat berlangsungnya aktivitas agribisnis tanaman anggrek baik dalam bentuk tanaman maupun bunga potong. Balai ini dikelola oleh Dinas Perikanan yang kegiatannya. yang berfungsi sebagai: tempat wisata.

j) Taman Margasatwa Ragunan Adalah Kebun Binatang milik Pemerintah DKI Jakarta yang berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 135 ha. Pemerintah Daerah memindahkan Kebun Binatang Cikini ke kawasan Ragunan Pasar Minggu. penelitian. tetapi juga melayani pembeli yang berasal dari luar kota Jakarta.200 ekor. Sejak saat itu secara bertahap dilakukan penataan dan perluasan. Nama Lembaga untuk Tanaman dan Satwa diganti menjadi "Kebun Binatang Cikini". (c) Tahun 1964.13 Tahun 1998 nama "Kebun Binatang Ragunan" berubah namanya menjadi "Taman Margasatwa Ragunan" 11 . Raden Saleh. (d) Tahun 1974. Berdasarkan Perda No. Dengan makin berkembangnya kota Jakarta. (b) Tahun 1949. sejalan dengan peran dan fungsi Kebun Binatang. Produksi balai benih ikan tidak hanya melayani pembeli lokal. dan konservasi fauna dan flora. (e) Tahun 1998. Oleh Pemerintah Belanda digunakan sebagai "Lembaga untuk Tanaman dan Satwa". Nama Taman Margasatwa Jakarta berubah menjadi "Kebun Binatang Ragunan". Berikut sekilas informasi tentang sejaran keberadaan Kebun Binatang di Jakarta. dengan nama "Taman Margasatwa Jakarta".para petani ikan yang mengusahakan ikan konsumsi dan ikan hias. antara lain: (a) Tahun 1864. seorang pelukis Indonesia ternama menghibahkan sebidang tanah seluas 10 hektar di kawasan Cikini kepada pemerintah. Di dalamnya terdapat koleksi satwa sebanyak lebih kurang 3. Pada saat ini masih dalam tahap proses penataan dan pembangunan untuk terwujudnya Kebun Binatang yang baik sebagai sarana rekreasi. Pengunjung yang datang dapat membeli ikan konsumsi dan ikan hias. pendidikan.

Sedangkan Manfaat Agritourism bagi pengunjung (Rilla. agritourism juga merupakan kesempatan untuk mendidik orang banyak/masyarakat tentang pertanian dan ecosystems. 1999) adalah sebagai berikut: a) Menjalin hubungan kekeluargaan dengan petani atau masyarakat lokal. Dasar Filosofis pengembangan Agrowisata di Dunia Motivasi agritourism adalah untuk menghasilkan pendapatan tambahan bagi petani. Mengurangi arus urbanisasi ke perkotaan karena masyarakat telah mampu mendapatkan pendapatan yang layak dari usahanya di desa (agritourism) 4. Agritourism dapat menjadi media promosi untuk produk lokal. dan pemerintah atau institusi. 2.III. Menjadi sarana yang baik untuk mendidik orang banyak/masyarakat tentang pentingnya pertanian dan meningkatkan mutu hidup. 3. dan membantu perkembangan regional dalam memasarkan usaha dan menciptakan nilai tambah dan “direct-marking” merangsang kegiatan ekonomi dan memberikan manfaat kepada masyarakat di daerah dimana agrotourism dikembangkan. Bagaimanapun. Pemain Kunci didalam agritourism adalah petani. Keuntungan dari pengembangan agritourism bagi petani local dapat dirinci sebagai berikut (Lobo dkk. b) Meningkatkan kesehatan dan kesegaran tubuh 12 kontribusinya untuk perekoniman secara luas dan . Peran mereka bersama dengan interaksi mereka adalah penting untuk menuju sukses dalam pengembangan agritourism. pengunjung/wisatawan. 1999): 1. Agriturism dapat memunculkan peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidup serta kelangsungan operasi mereka.

Pengembangan agrowisata diharapkan sesuai dengan kapabilitas. sedangkan cara atau system pengelolaannya dapat dilakukan 13 . karena usaha ini dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat pedesaan. tipologi. melestarikan teknologi lokal. dan fungsi ekologis lahan sehingga akan berpengaruh langsung terhadap kelestarian sumber daya lahan dan pendapatan petani serta masyarakat sekitarnya. sehingga dapat menahan atau mengurangi arus urbanisasi yang semakin meningkat saat ini.c) Beristirahat dan menghilangkan kejenuhan d) Mendapatkan petualangan yang mengagumkan e) Mendapatkan makanan yang benar-benar alami (organic food) f) Mendapatkan suasana yang benar-benar berbeda g) Biaya yang murah karena agrowisata relatif lebih murah dari wisata yang lainnya. Kegiatan ini secara tidak langsung akan meningkatkan persepsi positif petani serta masyarakat sekitarnya akan arti pentingnya pelestarian sumber daya lahan pertanian.go. sehingga ratio costbenefit dan return on invenstment pat diukur setiap tahun. pemerintah sebagai pembuat aturan. Pengembangan agrowisata pada gilirannya akan menciptakan lapangan pekerjaan. dan dunia usaha pariwisata sebagai penggerak perekonomian rakyat Menurut Afandhi (2005).id) Selanjutnya Sutjipta (2001) menganggap. Ketiga Pelaku ekonomi tersebut harus berdasarkan pola manajemen perusahaan penuh dengan modal yang rasional. Pembangunan dan Pengembangan agrowisata bagi dunia usaha dapat dilakukan oleh ketiga pelaku ekonomi yaitu Badan Usaha Milik Negara/ Daerah. Koperasi. rakyat/petani sebagai subyek. agrowisata dapat berkembang dengan baik jika terjadi Tri mitra dan tri karya pembangunan agrowisata yang meliputi. dan Usaha Perorangan. Manfaat yang dapat dipeoleh dari agrowisata adalah melestarikan sumber daya alam. dan meningkatkan pendapatan petani/masyarakat sekitar lokasi wisata (http://database.deptan. Perusahaan Nasional.

Untuk itu pihak pengelola perlu melakukan langkah-langkah dan upaya utnuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja khusus yang berasal dari masyarakat. Pola pengelolaan agrowisata yang dikembangkan atau dibangun perlu dilakukan dengan mengikutsertakan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan yang menunjang usaha agrowisata. dan lain-lain dengan prinsip saling menguntungkan. pemandu dan lain-lain. Untuk itu penyediaan tenaga managerial dan pemandu agrowisata yang progfesional sesuai dengan bidangnya mutlak diperlukan. Masyarakat desa yang memiliki lahan di dalam kawasan yang dibangun agar tetap dapat mengolah lahannya sehingga menunjang peningkatan hasil produk pertanian yang menjadi daya tarik agrowisata dan di sisi lain akan mendorong rasa memiliki dan tanggungjawab di dalam pengelolaan kawasan secara keseluruhan. dapat pula diikutsertakan di dalam penampilan atraksi seni dan budaya setempat untuk disajikan kepada wisatawan. pelaksana. bagi hasil (sharing). sehingga dapat memperkenalkan khas setempat sekaligus untuk meningkatkan penghasilan. 2. 14 .secara sendiri atau kerjasama (join venture). Menyediakan fasilitas dan tempat penjualan hasil pertanian. 3. Melibatkan masyarakat desa setempat di dalam kegiatan perusahaan secara langsung sebagai tenaga kerja. kerajinan dan cendera mata bagi masyarakat desa di sekitar kawasan. Disamping itu. Peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui : 1. baik untuk pertanian maupun untuk pelayanan wisata. Adapun tenaga kerja sebagai salah satu kunci keberhasilan pembangunan obyek agrowisata adalah kemampuan pengelola yang terdiri dari tenaga pembina. dan pemandu wisata. Dengan keikutsertaan masyarakat di dalam pengembangan agrowisata diharapkan dapat ditumbuhkembangkan interaksi positif dalam bentuk rasa ikut memiliki untuk menjaga eksistensi obyek.

Departemen/Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Untuk itu perlu ditempuh suatu koordinasi promosi antara pengelola dengan berbagai pihak yang berkecimpung dalam bidang promosi dan pemasaran obyek-obyek agrowisata. pengelolaan. Wisatawan. Hal ini mengingat agrowisata merupakan kegiatan yang tidak berdiri sendiri karena mempunyai lingkup yang luas dan keterkaitan dengan tugas serta wewenang berbagai instansi terkait seperti Departemen Pertanian. pengendalian. disamping untuk meningkatkan jenis dan variasi produk pariwisata Indonesia. baik instansi pemerintah maupun biro-biro perjalanan wisata.Pada hakekatnya pengembangan agrowisata mempunyai tujuan ganda termasuk promosi produk pertanian Indonesia. 15 . kawasan kegiatan. Di lokasi atau di sekitar lokasi dapat diadakan berbagai jenis atraksi/ kegiatan pariwisata sesuai dengan potensi sumber daya pertanian dan kebudayaan setempat. berbagai obyek agrowisata yang potensial relatif belum banyak menarik pengunjung. Sampai saat ini. kalangan usaha serta masyarakat pada umumnya. Obyek agrowisata harus mencerminkan pola pertanian Indonesia baik tradisional ataupun modern guna memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung. baik dari aspek lokasi. membantu meningkatkan perolehan devisa. mulai dari tingkat perencanaan. dan instansi terkait lainnya. membantu meningkatkan pendapatan petani nelayan dan masyarakat sekitar. meningkatkan volume penjualan. maupun penyediaan sarana dan prasarana. Di dalam melakukan pemasarannya perlu dilakukan pendekatan dengan berbagai pihak yang terkait secara terkoordinasi. Ditingkat pemasaran sampai dengan dan pengawasan pengendalian dan perlu perumusan kebijaksanaan ditingkatkan peranan panitia kerja agro pusat dan daerah sehingga pelaksanaannya sejalan dengan kebijaksanaan pengembangan sector pertanian dan pariwisata. pengembangan. antara lain karena terbatasnya sarana dan prasarana yang tersedia serta kurangnya promosi dan pemasaran kepada masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri.

pada tahun 2010 jumlah kunjungan antar negara ini diperkirakan meningkat mencapai 937 juta.606.26/orang pada tahun 2000. Apabila kondisi tetap stabil.75 milyar US$. 27% terhadap produk nasional dan kontribusi pariwisata mencapai 9. 2000).IV.38% (Rp. 238. TSA ini merupakan satu-satunya satellite account yang telah disetujui oleh PBB dari berbagai sektor ekonomi lainnya. 128. Besarnya devisa yang diperoleh sector pariwisata pada tahun 2000 sebesar 5.416 (rata-rata hari kunjungan 9. Hal menarik yang patut dikemukakan adalah bahwa pencapaian sebesar itu siperoleh melalui peranan investasi kepariwisataan yang hanya mencapai 5.18 hari/ orang) di tahun 1998 meningkat menjadi 5. Sementara itu peranan dalan penyediaan lapangan kerja 16 . Bagi Indonesia perkembangan pariwisata tersebut terindikasi dari peningkatan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 4. Resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menyatakan bahwa pariwisata as a basic and desirable human activity deserving the praise and encouragement of all peoples and governments. Perserikatan Bangsa-bangsa telah menyetujui suatu metode pengukuran dampak ekonomi pariwisata yang disebut Tourism Satellite Account (TSA).064. Kontribusi Agrowisata Terhadap Pariwisata Dunia Pariwisata merupakan industri dengan pertumbuhan tercepat didunia (WTO.24% dari total investasi nasional. Indonesia melalui Badan Puisat Statistik dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mulai menerapkan dan mengembangkan TSA pada tahun 2001 yang dikenal dengan istilah Neraca Satelit Pariwisata Nasional (NESPARNAS). 1. dengan hasil secara garis besar diuraikan sebagai berikut.217 orang dengan jumlah hari kunjungan 12. melibatkan 657 juta kunjungan wisata di tahun 1999 dengan US $ 455 Milyar penerimaan ke seluruh dunia. Pada tahun 2000 sektor pariwisata memberikan kontribusi sebsesar Rp.368 triliun (BPS 2001).6 triliun atau 9.31 triliun) dari total PDB Indonesia sebesar Rp.

11 % dari total lapangan kerja nasional sebesar 89.mencapai 7.8 juta orang. 40. Timur Tengah (-3. 1 menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan internasional di seluruh dunia yang dikumpulkan oleh WTO hingga hingga bulan Juni 2002. terutama di: Amerika (-5. Dari Tabel. Selain itu kontribusi pajak tak langsung mencapai 8.6%). Demikian juga dapat diungkapkan bahwa penyediaan upah dan gaji dari sector pariwisata mencapai Rp. Eropa (0.87% dari penyediaan upah secara nasional sebesar Rp. terlihat bahwa ada penurunan kunjungan wisatawan internasional yang terjadi pada tahun 2001. 36 juta orang atau 8. Tabel.1%) 17 .29 % dari total pajak tak langsung sebesar Rp. 1 tersebut.09 triliun. 9.406 triliun.9%). 61 triliun Sebagai gambaran.

tidak hanya pada sektor pariwisata saja namun juga memberikan kontribusi terhdap sektor pertanian. Agrowisata tentu saja akan memberikan kontribusi lebih luas lagi. sangat berbeda dengan model pariwisata yang lainnya. 1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Internasional di Seluruh Dunia Periode (1999-2001) Pertumbuhan kunjungan wisatawan akan berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian suatu daerah yang menjadi destinasi pariwisata. Jika Agrowisata dapat dikembangkan lebih luas lagi di Indonesia (Indonesia adalah negara agraris) niscaya semakin banyak juga kontribusi agrowisata dapat dirasakan oleh masyarakat bawah “Petani” 18 .Tabel.

sumberdaya alam. mata ajaran kepariwisataan juga praktis belum diajarkan. dukungan sarana dan kelembagaan (http://database.go. menyajikan paket-paket wisata serta promosi yang terus menerus sesuai dengan potensi yang dimiliki sangat menentukan keberhasilan dalam mendatangkan wisatawan. Ketersediaan dan upaya penyiapan tenaga pemandu Agrowisata saat ini dinilai masih terbatas. Faktor-faktor yang berhubungan dengan dinamika Agrowisata Upaya pengembangan Agrowisata secara garis besar mencakup aspek pengembangan sumberdaya manusia.V. mengemas. Pada jenjang pendidikan formal seperti pendidikan pariwisata. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut pemandu Agrowisata dapat dibina dari pensiunan dan atau tenaga yang masih produktif 19 . Selanjutnya aspek-aspek tersebut dapat dirinci sebagai berikut: a) Sumberdaya Manusia Sumberdaya manusia mulai dari pengelola sampai kepada masyarakat berperan penting dalam keberhasilan pengembangan Agrowisata.id). Kemampuan pemandu wisata yang memiliki pengetahuan ilmu dan keterampilan menjual produk wisata sangat menentukan. Pengetahuan pemandu wisata seringkali tidak hanya terbatas kepada produk dari objek wisata yang dijual tetapi juga pengetahuan umum terutama hal-hal yang lebih mendalam berkaitan dengan produk wisata tersebut. Sebaliknya pada pendidikan pertanian. mata ajaran Agrowisata dinilai belum memadai sesuai dengan potensi Agrowisata di Indonesia.deptan. Dalam hal ini keberadaan/peran pemandu wisata dinilai sangat penting. promosi. Kemampuan pengelola Agrowisata dalam menetapkan target sasaran dan menyediakan.

c) Sumberdaya Alam dan Lingkungan Sebagai bagian dari usaha pertanian. Dalam kaitan ini kerjasama antara objek Agrowisata dengan Biro Perjalanan. Salah satu metoda promosi yang dinilai efektif dalam mempromosikan objek Agrowisata adalah metoda "tasting". Kesan yang dialami promosi ini akan menciptakan promosi tahap kedua dan berantai dengan sendirinya. serta penyediaan informasi pada tempat public (hotel. Sebaik apapun objek wisata yang ditawarkan namun apabila berada di tengah masyarakat tidak menerima kehadirannya akan menyulitkan dalam pemasaran objek wisata. booklet. usaha Agrowisata sangat mengandalkan kondisi sumberdaya alam dan lingkungan. bandara dan lainnya). Informasi dan pesan promosi dapat dilakukan melalui berbagai cara. mass media (dalam bentuk iklan atau media audiovisual). b) Promosi Kegiatan promosi merupakan kunci dalam mendorong kegiatan Agrowisata. Perhotelan. dan Jasa Angkutan sangat berperan. Usaha Agrowisata 20 .dengan latar belakang pendidikan pertanian atau pariwisata dengan tambahan kursus singkat pada bidang yang belum dikuasainya. yaitu memberi kesempatan kepada calon konsumen/wisatawan untuk datang dan menentukan pilihan konsumsi dan menikmati produk tanpa pengawasan berlebihan sehingga wisatawan merasa betah. cinderamata. Untuk itu upaya mempertahankan kelestraian dan keasrian sumberdaya alam dan lingkungan yang dijual sangat menentukan keberlanjutan usaha Agrowisata. seperti melalui leaflet. pameran. Antara usaha Agrowisata dengan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan terdapat hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Kondisi lingkungan masyarakat sekitar sangat menentukan minat wisatawan untuk berkunjung. Sumberdaya alam dan lingkungan tersebut mencakup sumberdaya objek wisata yang dijual serta lingkungan sekitar termasuk masyarakat. restoran.

dapat berdampak jangka panjang untuk mengembalikannya. perhotelan dan lainnya) sangat penting. maupun antara objek Agrowisata dengan lembaga pendukung (perjalanan wisata. kaku dan menciptakan suasana santai serta kesan bersih dan aman merupakan aspek penting yang perlu diciptakan. perhotelan dan lainnya. Dapat dikemukakan bahwa Agrowisata merupakan usaha agribisnis yang membutuhkan keharmonisan semua aspek. swasta terutama pengusaha Agrowisata. d) Dukungan Sarana dan Prasarana Kehadiran konsumen/wisatawan juga ditentukan oleh kemudahankemudahan yang diciptakan. Intervensi pemerintah terbatas kepada pengaturan agar tidak terjadi iklim usaha yang saling mematikan.berkelanjutan membutuhkan terbinanya sumberdaya alam dan lingkungan yang lestari. mulai dari pelayanan yang baik. 21 . Usaha Agrowisata bersifat jangka panjang dan hampir tidak mungkin sebagai usaha jangka pendek. sebaliknya dari usaha bisnis yang dihasilkannya dapat diciptakan sumberdaya alam dan lingkungan yang lestari. lembaga yang terkait seperti perjalanan wisata. Pemerintah bertindak sebagai fasilitator dalam mendukung berkembangnya Agrowisata dalam bentuk kemudahan perijinan dan lainnya. Untuk itu kerjasama baik antara pengusaha objek Agrowisata. Terobosan kegiatan bersama dalam rangka lebih mengembangkan usaha agro diperlukan. e) Kelembagaan Pengembangan Agrowisata memerlukan dukungan semua pihak pemerintah. kemudahan akomodasi dan transportasi sampai kepada kesadaran masyarakat sekitarnya. Sekali konsumen/wisatawan mendapatkan kesan buruknya kondisi sumberdaya wisata dan lingkungan. Upaya menghilangkan hal-hal yang bersifat formal. perguruan tinggi serta masyarakat. untuk itu segala usaha perlu dilakukan dalam perspektif jangka panjang.

Keunikan dapat saja berupa budaya. namun pengembangan agrowisata ini berdampak positif terhadap pengelolaan lahan. wisatawan mengharapkan suguhan hamparan perkebunan atau taman yang mengandung unsur kelangkaan karena tanaman tersebut sangat jarang ditemukan pada saat ini. c) Keunikan Keunikan dalam hal ini adalah sesuatu yang benar-benar berbeda dengan objek wisata yang ada. jika objek agrowisata ini dapat berfungsi dengan baik. e) Optimalisasi Penggunaan Lahan Lahan-lahan pertanian atau perkebunan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal. Tidak ditemukan lagi lahan tidur. tradisi. dan teknologi lokal dimana objek wisata tersebut dikembangkan.Sedangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan suatu agrowisata dalam kaitannya dengan atraksi yang ditawarkan sebagai objek wisata. Syamsu dkk. penanam 22 . jangan juga dieksploitasi dengan semena-mena. f) Keadilan dan Pertimbangan Pemerataan Pengembangan Agrowisata diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan. (2001) mengindentifikasikan faktor-faktor tersebut sebagai berikut: a) Kelangkaan Jika wisatawan melakukan wisata di suatu kawasan agrowisata. setidak-tidaknya meminimalkan tergusurnya masyarakat lokal akibat pengembangan objek wisata tersebut. pastilah wisatawan akan merasa sangat tertipu dan tidak mungkin berkunjung kembali. d) Pelibatan Tenaga Kerja Pengembangan Agrowisata diharapkan dapat melibatkan tenaga kerja setempat. baik masyarakat petani/desa. Jika objek wisata tersebut telah tercemar atau penuh dengan kepalsuan. b) Kealamiahan Kealamaiahan atraksi agrowisata. juga akan sangat menentukan keberlanjutan dari agrowisata yang dikembangkan.

Dengan melakukan koordinasi didalam pengembangan secara detail dari input-input yang ada. telekomunikasi. keindahan alam. keindahan taman. c) Infrastructure Infrastruktur yang dimaksud dalam bentuk Sistem pengairan. b) Facilities Fasilitas yang diperlukan mungkin penambahan sarana umum. Jaringan komunikasi. regulator. (1994) untuk dapat mengembangkan suatu kawasan menjadi kawasan pariwisata (termasuk juga agrowisata) ada lima unsur yang harus dipenuhi seperti dibawah ini: a) Attractions Dalam konteks pengembangan agrowisata. hotel dan restoran pada sentra-sentra pasar. budaya petani tersebut serta segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas pertanian tersebut. system keamanan penumpang. e) Hospitality 23 . Bis-Terminal. d) Transportation Transportasi umum. peta kota/objek wisata. fasilitas kesehatan. system pembuangan kotoran/pembungan air. terminal pengangkutan. jalan raya dan system keamanan. Sedangkan menurut Spillane. system Informasi perjalanan. g) Penataan Kawasan Agrowisata pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan yang mengintegrasikan sistem pertanian dan sistem pariwisata sehingga membentuk objek wisata yang menarik. hamparan kebun/lahan pertanian. sumber listrik dan energi. tenaga Kerja. atraksi yang dimaksud adalah. kepastian tariff.modal/investor.

Sedangkan untuk pemilihan lokasi wilayah pertanian yang akan dijadikan objek agrowisata perlu dipertimbangkan.com) Dataran rendah biasanya memiliki karakteristik iklim kering dan biasanya terdapat padang rumput yang luas (stepa) yang cocok untuk dikembangkan usaha peternakan. karakteristik alam.Keramah-tamahan masyarakat akan menjadi cerminan keberhasilan sebuah system pariwisata yang baik. di antaranya mempertimbangkan kemudahan mencapai lokasi. Pemilihan lokasi juga dapat dilihat berdasarkan karakteristik alam. dan danau/waduk. pantai. sentra produksi pertanian. Untuk wilayah yang memiliki kawasan pantai yang sangat luas dapat dimanfaatkan untuk usaha budi daya perikanan laut dan tambak atau rumput laut. sedangkan dataran tinggi biasanya memiliki topografi yang berbukitbukit atau berupa kawasan pegunungan yang sambung-menyambung. Untuk kawasan yang memiliki danau atau waduk untuk usaha teknik budi daya ikan air tawar dengan menyediakan sarana pemancingan (http://lampungpost. sejarah dan budaya ataupun pemilihan dilakukan dengan melihat potensi agroindustri suatu wilayah (http://lampungpost.com) a. letak daerah yang strategis. sehingga cocok bagi pertumbuhan berbagai jenis tanaman bunga dan sayuran. Pemilihan juga dapat dilakukan dengan melihat potensi daerah seperti sentra produksi pertanian. Umumnya daerah pegunungan memiliki tanah yang subur dan suhu relatif rendah. Sisi Positif Dan Sisi Negatif Agrowisata 24 . dan adanya kegiatan agroindustri. apakah merupakan dataran rendah atau dataran tinggi.

yang meliputi kultur atau sejarah yang menarik. keunikan. masyarakat/petani setempat perlu diajak untuk selalu menjaga keaslian. dan keindahan alam. kenyamanan. termasuk lingkungan alaminya dan upaya konservasinya. d) Dorongan meningkatkan upaya konservasi. Wisata ekologi biasanya tanggap dan berperan aktif dalam upaya melindungi area. keunikan sumber daya biofisik alaminya. seperti mengidentifikasi 25 . konservasi sumber daya alam ataupun kultur budaya masyarakat. Lebih lanjut sisi positif dari pengembangan agrowisata dapat dijabarkan sebagai berikut (Deptan. Karena agrowisata termasuk ke dalam wisata ekologi (ecotourism). b) Nilai pendidikan. Menyadari pentingnya nilai kualitas lingkungan tersebut.Keuntungan ini termasuk perluasan kesempatan berusaha bagi masyarakat lokal (diversification of local community). yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam. kesempatan investasi kesadaran akan konservasi lingkungan. terutama pada wilayah-wilayah yang dimanfaatkan untuk dijelajahi para wisatawan. serta dapat berpartisipasi sebagai pemandu serta penyedia akomodasi dan makanan. hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan. faktor kualitas lingkungan menjadi modal penting yang harus disediakan. Oleh karena itu. c) Partisipasi masyarakat dan pemanfaatannya. Masyarakat hendaknya melindungi/menjaga fasilitas atraksi yang digemari wisatawan. 2005): • Melestarikan Sumber Daya Alam Agrowisata pada prinsipnya merupakan kegiatan industri yang mengharapkan kedatangan konsumen secara langsung ditempat wisata yang diselenggarakan. yaitu interpretasi yang baik untuk program pendidikan dari areal. pengelolaannya harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: a) Pengaturan dasar alaminya. Aset yang penting untuk menarik kunjungan wisatawan adalah keaslian. dan kelestarian lingkungannya. Oleh sebab itu. kenyamanan.

sehingga ketergantungan pada teknologi asing dapat dikurangi. Teknologi lokal seperti Talun Kebun atau Pekarangan yang telah berkembang di masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan salah satu contoh yang bisa ditawarkan untuk agrowisata. dengan banyaknya kunjungan wisatawan. Bahkan teknologi lokal ini dapat dikemas dan ditawarkan untuk dijual kepada pihak lain. Teknologi lokal ini telah terbukti cukup mampu mengendalikan kesuburan tanah melalui pendauran hara secara vertikal. • Mengkonversi Teknologi Lokal Keunikan teknologi lokal yang merupakan hasil seleksi alam merupakan aset atraksi agrowisata yang patut dibanggakan. teknologi ini juga dapat memanfaatkan energi matahari dan bahan organik in situ dengan baik sesuai dengan tingkat kebutuhan.burung dan satwa liar. keindahan ataupun pengetahuan. sehingga pemasaran hasil menjadi lebih efisien. Selain dapat mengefisienkan pemanfaatan hara. teknologi lokal yang merupakan indigenous knowleadge itu dapat dilestarikan. melalui agrowisata kita dapat memahami teknologi lokal kita sendiri. atraksi wisata juga dapat mendatangkan pendapatan bagi petani serta masyarakat di sekitarnya. Bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian. 26 . Dengan demikian. maka kelanggengan produksi menjadi lebih terjaga yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani. dengan adanya kesadaran petani akan arti petingnya kelestarian sumber daya. mereka dapat memperoleh kesempatan berusaha dengan menyediakan jasa dan menjual produk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Selain itu. serta memberikan penghargaan/falitas kepada pihak yang membantu melingdungi lingkungan. • Meningkatkan Pendapatan Petani dan Masyarakat Sekitar Selain memberikan nilai kenyamanan. memperbaiki lingkungan. Wisatawan yang berkunjung akan menjadi konsumen produk pertanian yang dihasilkan.

Insfrastruktur yang dibangun untuk pariwisata juga dapat dimanfaatkan oleh sektor pertanian. dengan berkembangnya pariwisata harga produk pertanian diharapkan dapat dihargai cukup layak sehingga gairah petani untuk bekerja semakin meningkat.go. sekaligus sebagai wahana alih teknologi kepada pihak lain. Sukabumi dengan "Karya Nyata Training Centre". maupun perkebunan (http://database. hortikultura. Pengangkutan.id) Jika Agrowisata dikembangkan dengan benar.• Atraksi wisata pertanian juga dapat menarik pihak lain untuk belajar atau magang dalam pelaksanaan kegiatan budi daya ataupun atraksi-atraksi lainnya. baik petani ikan. 2001) yang berupa: 27 . sehingga dapat menambah pendapatan petani. Perangsang produksi pertanian. Teknologi yang dinamis: dengan berkembangnya pariwisata berkembang pula teknologi pertanian yang ada karena tuntutan dunia pariwisata. apa saja harapan petani tersebut? Mosher (dalam Sutjipta.deptan. maka diperlukan gerakan serentak (Sutjipta. terjadinya kesenjangan ekonomi serta perubahan sosial budaya yang negatif. seluruh petani dilibatkan secara langsung. Hal seperti ini telah dilakukan oleh petani di Desa Cinagara. harapan petani untuk dapat meningkat kesejahteraannya bisa terwujud. 2. 2001) merinci sebagai berikut: 1. 3. Dalam kaitannya dengan pengembangan agrowisata sebagai kerangka pengembangan masyarakat petani pada kehidupan yang lebih baik. antara lain penurunan kualitas lingkungan. Pemasaran Hasil Pertanian: diharapkan dengan perkembangnya pariwisata hasil pertanian dapat terserap pada sektor ini. Sebaliknya. kerugian yang ditimbulkan. 5. Pada kegiatan magang ini. padi sawah. Tersedianya sarana produksi 4. peternakan.

menambahkan daftar dampak negatif lainnya yang akan terjadi pada Lingkungan Binaan dan Lingkungan Alam. (4) sumber daya alam. bukan melakukan penawaran secara berlebihan sehingga tercipta kondisi over suplay. (2) polusi. 2003) meneliti tentang dampak negatif pada lingkungan budaya yang dibagi dalam 6 komponen lingkungan yang akan rusak/berubah. (5) pemandangan. Hartanto (1997). 28 . maka ada potensi dalam waktu panjang SDM yang ada akan tergusur oleh SDM global yang lebih potensi dan kompeten. Pemanfaatan sumberdaya daya alam secara bijaksana: Sumberdaya alam yang ada bukan untuk dinikmati oleh generasi sekarang saja tetapi untuk anak cucu kita juga. pemberantasan kemiskinan: Program-program yang ditawarkan oleh pemerintah sebaiknya tidak hanya memberikan kemudahan bagi kapitalis tetapi juga sebaiknya memperhatikan masyarakat petani yang sebagian besar tergolong miskin bahkan melarat. (3) erosi. Untuk menilai dampak potensial kegiatan pariwisata. dari sinilah diharapkan kita tidak melakukan exploitasi alam dengan semena-mena. dan (6) sejarah. (5) hukum dan ketertiban.1. Gree dan Hunter. (3) perilaku. Keseimbangan antara konsumsi dan produksi: Berproduksi sesuai dengan permintaan pasar. 2. Menjaga kelestarian lingkungan: Pengembangan Pariwisata harus memperhatikan kelestarian lingkungan karena jika lingkungan rusak mustahil pariwisata bisa terus berkembang. (4) seni dan kerajinan. (2) moral. yaitu pada: (1) flora dan fauna. disinilah diperlukan pengembangan SDM secara terus menerus. yaitu : (1) nilai dan kepercayaan. peningkatan Sumber daya manusia: Jika sumberdaya manusia tidak cakap. 1993 (dalam Aryanto. 4. 5. 3. jika kondisi ini terjadi maka segala sesuai akan bernilai rendah.

Perkebangan baru tersebut secara khusus ditunjukkan melalui bentuk. pertumbuhan jumlah wisatawan ini rata-rata 4. Dari pertumbuhan jumlah wisatawan tersebut di atas. penekanan dan penghargaan akan nilai-nilai masyarakat. Perubahan kecenderungan wisatawan asing untuk mengunjungi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) alam ini sesuai dengan The International Ecotourism Society (2000) yang memprediksikan bahwa pada tahun 1999 terdapat lebih dari 633 juta wisatawan di seluruh dunia dan bahwa hingga 2 (dua) dekade ke depan.VI. Kecenderungan ini ditandai oleh berkembangnya gaya hidup dan kesadaran baru akan penghargaan yang lebih dalam terhadap nilai-nilai hubungan antar manusia dengan lingkungan alamnya. 2003) menunjukkan adanya kecenderungan dan perkembangan baru dalam dunia kepariwisataan yang mulai muncul pada tahun 1990-an. Potensi Agrowisata dunia. agrowisata) 29 . Nugroho (1997) menyatakan pula. pertumbuhan dari ekowisata (termasuk berkisar antara 10-30%. trend dari waktu ke waktu Laporan yang dikeluarkan World Tourism Organization (WTO) tahun 1990 (dalam Ariyanto.1% tiap tahunnya.bentuk keterlibatan wistawan dalam kegiatankegiatan di luar lapangan (out-door). keperdulian akan permasalah ekologi dan kelestarian alam. (2) motivasi pencarian pada pengalaman wisata yang berkualitas (quality seeking). yaitu (1) motivasi pencarian pada sesuatu yang unik/ spesifik dan baru (novelty seeking ) dan yang lebih menantang pada lokasi-lokasi baru untuk jenis atraksi yang diminati. kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan. jenis wisata ini menekankan pada beberapa hal dalam implementasinya.

air dan iklim. sector pertanian merupakan sector yang dominan dan merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. dan merata disesuaikan dengan kondisi tanah. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa setiap kegiatan dan proses 30 . Potensi budidaya pertanian yang dapat dijadikan agrowisata antara lain : 1. Untuk itu. usaha diversifikasi perlu dilanjutkan disertai dengan rehabilitasi yang harus dilaksanakan secara terpadu. Potensi pengembangan Agrowisata di Indonesia Menurut Afandhi (2005). memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Potensi pengembangan Agrowisata di Indonesia dan Bali a). baik yang secara tradisional maupun modern merupakan potensi kuat yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik yang dapat dinikmati oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara. Kebijakan umum Departemen Pertanian dalam membangun pertanian bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan tarap hidup petani. serasi. Sebagai negara agraris. menunjang pembangunan industri serta meningkatkan ekspor. Sejalan dengan kebijaksanaan umum di atas. Perkebunan Suatu kawasan perkebunan yang ideal untuk dapat dimanfaatkan sebagai objek dan daya tarik agrowisata adalah kawasan perkebunan yang kegiatannya merupakan kesatuan yang utuh mulai dari pembibitan sampai dengan pengolahan hasilnya. peternak. terlihat bahwa antara pariwisata dan pertanian dapat saling mengisi dan menunjang dalam meningkatkan daya saing produk pariwisata dan produk pertanian Indonesia dalam rangka meningkatkan perolehan devisa dari komoditi ekspor non migas. dan nelayan.VII. Upaya peningkatan dan penganekaragaman usaha pertanian terus ditingkatkan secara intensif dan terencana. dengan tetap memelihara kelestarian kemampuan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta memperhatikan pola kehidupan masyarakat setempat.

seyogyanya dalam objek dilengkapi dengan unit pengolahan. penanaman. Untuk menunjukkan kepada wisatawan suatu perkebunan yang baik dan benar. pengepakan hasil. laboratorium. karet. Pada dasarnya luas suatu perkebunan ada batasnya. pengolahan ataupun pengepakan hasil produksinya. Perkebunan sebagai objek agrowisata terdiri dari perkebunan kelapa sawit. sarana dan prasarana. dan lain-lain. tebu. namun perkekbunan yang dijadikan sebagai objek agrowisata luasnya tidak dibatasi.pengusahaan perkebunan dapat dijadikan daya tarik atau atraksi yang menarik bagi wisatawan mulai dari pembibitan. 31 . dengan kata lain luasnya sesuai izin atau persyaratan objek agrowisata yang diberikan. teh kopi. kakao.

4. pemandangan yang indah. 3. Peternakan Potensi peternakan sebagai sumber daya wisata antara lain cara tradisional dalam pemeliharaan ternak. aspirasi dan kesejahteraannya. Kecenderungan pemenuhan kebutuhan dalam bentuk menikmati objek-objek spesifik seperti udara yang segar. maupun produk-produk pertanian modern dan spesifik menunjukkan peningkatan yang pesat. Perikanan Sebagai negara kepulauan yang sebagian besar terdiri dari perairan dengan potensi sumber daya ikan yang jenis maupun jumlahnya cukup besar. kebun sayur-sayuran. produksi ternak. dan kegiatan tersebut merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi obyek agrowisata seperti budidaya ikan air tawar. pengolahan produk secara tradisional. Tanaman pangan dan Hortikultura Daya tarik tanaman pangan dan hortikultura sebagai objek agrowisata antara lain kebun bunga-bungaan. rumput laut. pembangunan pariwisata di Indonesia maupun di manca negara menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Kecenderungan ini merupakan signal tingginya permintaan akan Agrowisata dan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan produk32 . kebun tanaman obat-obatan/ jamu. budidaya laut (kerang. kebunbuah-buahan. budidaya Air Payau (tambak). kakap merah. kegiatan perikanan di Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai obyek agrowisata.2. Preferensi dan motivasi wisatawan berkembang secara dinamis. Secara garis besar kegiatan perikanan dibagi menjadi kegiatan penangkapan dan kegiatan budidaya. atraksi peternakan dan peternakan khusus seperti bekisar dan burung puyuh. dan mutiara) Pada dekade terakhir. aspek kekhasan/ keunikan pengelolaan. Konsumsi jasa dalam bentuk komoditas wisata bagi sebagian masyarakat negara maju dan masyarakat Indonesia telah menjadi salah satu kebutuhan sebagal akibat meningkatnya pendapatan.

juga merupakan media pendidikan bagi masyarakat dalam dimensi yang sangat luas. serta cara cara penciptaan varietas baru tebu merupakan salah satu contoh objek yang kaya dengan muatan pendidikan. Potensi Agrowisata yang sangat tinggi ini belum sepenuhnya dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal. perlu dirumuskan langkah-langkah 33 . Dengan demikian maka Agrowisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru deerah. Dengan demikian melalui Agrowisata bukan semata merupakan usaha / bisnis dibidang jasa yang menjual jasa bagi pemenuhan konsumen akan pemandangan yang indah dan udara yang segar. dan hortikultura disamping menyajikan pemandangan dan udara yang segar. Cara-cara bertanam tebu. sektor pertanian dan ekonomi nasional. Cara pembuatan gula merah kelapa juga merupakan salah satu contoh lain dari kegiatan yang dapat dijual kepada wisatawan yang disamping mengandung muatan kultural dan pendidikan juga dapat menjadi media promosi. namun juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian. Objek Agrowisata tidak hanya terbatas kepada objek dengan skala hamparan yang luas seperti yang dimiliki oleh areal perkebunan. mulai dari pendidikan tentanig kegiatan usaha dibidang masing-masing sampai kepada pendidikan tentang keharmonisan dan kelestarian alam. namun pasar dan segala kebutuhan masyarakat. Untuk itu. acara panen tebu. karena dipastikan pengunjung akan tertarik untuk membeli gula merah yang dihasilkan pengrajin. Dengan datangnya masyarakat mendatangi objek wisata juga terbuka peluang pasar tidak hanya bagi produk dan objek Agrowisata yang bersangkutan. memberikan signal bagi peluang pengembangan diversifikasi produk agribisnis dan berarti pula dapat menjadi kawasan pertumbuhan baru wilayah.produk agribisnis baik dalam bentuk kawasan ataupun produk pertanian yang mempunyai daya tarik spesifik. Hamparan areal pertanaman yang luas seperti pada areal perkebunan. pembuatan gula pasir tebu. tetapi juga skala kecil yang karena keunikannya dapat menjadi objek wisata yang menarik. menjadi media pendidikan masyarakat.

setiap daerah dan setiap objek wisata dapat menentukan sasaran dan bidang garapan pasar yang dapat dituju. Brahmantyo. dan wisata industri pengolahan hasil tanaman kopi. swasta dan pemerintah. peternakan kuda.petani dengan diselingi nyiur dan tetumbuhan kopi Robusta dan Arabica (Moruk. Potensi pengembangan Agrowisata di Bali Bali itu merupakan daerah yang kaya akan alamnya dan indah bila dipandang secara kasat mata. Di sana pasti disuguhkan sebuah potret alam asri dan asli dengan gunung dan danau Batur-nya yang sangat menawan. Bedugul. Sesuai dengan keunikan kekayaan spesifik lokasi yang dimiliki. Nuansa dan panorama indahnya alam Bali itu. wisata perhutanan dan perkebunan. peternakan lebah. yaitu masyarakat. dkk (2001) telah melakukan penelitian tentang potensi dan peluang dalam pengembangan pariwisata Gunung Salak Endah. 2005) Bila Wisatawan menyisir perjalanan dari Gianyar dengan Tampak Siringnya. Air Terjun Curug Ciumpet.kebijakan yang konkrit dan operasional guna tercapainya kemantapan pengelolaan Objek Agrowisata di era globalisasi dan otonomi daerah. Wisatawan dapat berpetualang menyaksikan kawasan hutan Salak Gula Pasir yang terhampar di wilayah Kabupaten Karangasem di Bali Timur. Itulah sentra-sentra yang ngetrend menjadi objek terhandal bagi para wisatawan 34 . terus ke utara di Bangli yang terkenal dengan bukit Kintamani-nya. lahan pertanian sebagai objek agrowisata. b). Potensi tersebut adalah. areal perkemahan. Dalam pengembangan Agrowisata dibutuhkan kerjasama sinergis diantara pelaku yang teribat dalam pengelolaan Agrowisata. menemukan beberapa potensi alam dapat dimanfaatkan sebagai atraksi objek wisata. atau terus ke Utara di Singaraja menyaksikan hamparan pepohonan cengkeh milik petani. kolam air deras. arena pancing (perikanan darat). mungkin akan semakin menyentak pemandangan anda bila anda bebepergian ke wilayah Tabanan yang terkenal dengan bentangan sawah yang berterasering atau ke kawasan Swissnya Bali.

baik untuk keperluan industri pariwisata maupun konsummsi lokal. baik untuk atraksi wisata maupun untuk penelitian dan pendidikan. Kebun Raya Eka Karya Bali juga dapat ditingkatkan pemanfaatannya. barang dan jasa yang terbuat dari produk pertanian. perdesaan. Danau Batur dikembangkan sebagai tempat perikanan air tawar. seperti misalnya. sejahtera petaninya dengan keberhasilan menerapkan pembangunan pertanian. sangat jelas bahwa agrowisata itu ditunjang penuh oleh eksotiknya keindahan alam. Kabupaten Buleleng potensial untuk pengembangan berbagai agrowisata mengingat daerah ini memiliki kawasan pertanian yang luas. kesuburan tanah. kebersihan lingkungan sekitar. tembakau. justru semakin menjadikan suatu kawasan atau daerah sebagai obyek agrowisata yang handal dan berkualitas (Moruk. Makin indah alamnya. kesejahteraan petani. Berbagai tanaman industri seperti jeruk keprok. Pada prinsfnya. Lebih lanjut Sudibya (2002) menjelaskan. saat ini di Bali sudah ada atraksi wisata yang erat hubungannya dengan prinsip ecotourism. Dengan demikian. Pulau Nusa Penida potensial untuk pengembangan penggemukan sapi untuk menghasilkan daging yang berkualitas. camping dan trekking dikombinasikan dengan snorkeling di Pulau Menjangan. Kabupaten Jembrana potensial untuk pengembangan berbagai jenis wisata alam dengan memanfaatkan kawasan Taman Nasional Bali Barat. arung 35 . Di Kabupaten Tabanan dapat diintensifkan pengembangan holtikultura dan kebun bunga untuk keperluan hotel dan restoran serta masyarakat umum. subur tanahnya. Kabupaten Bangli potensial untuk pengembangan peternakan sapi. alam Bali memiliki potensi yang begitu besar untuk dikembangkan menjadi ecotourism. ecotourism potensial dikembangkan di Bali. Agrowisata sebenarnya merupakan lahan atau produk terbaru dalam sektor kepariwisataan Indonesia guna memenuhi keperluan wisatawan yang mencintai keindahan alam pertanian. anggur dan holtikultura bisa dibudidayakan di kabupaten ini. informasi dan teknologi.pencinta agrowisata. terutama penggemukan (fattening) dan unggas untuk pasokan daging ke hotel dan restoran. 2005) Sudibya (2002) mengindentifikasikan.

(Bisnis Bali Online:2003) Beberapa kawasan yang telah berkembang dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata di Bali (Bapeda Bali. subsidi pupuk. taman anggrek. dan pemberdayaan kelompok wanita tani. taman kupu-kupu. Sementara untuk merangsang pembangunan sektor pertanian telah diberikan berbagai stimulan baik berupa benih. dan Pempatan h) Kawasan Peternakan Sapi Putih di Taro Gianyar i) Kawasan Perkebunan Anggur di Seririt dan Grokgak Buleleng. pelaba pura dan tanah masyarakat yang terkena jalur hijau. Dalam rangka mempercepat penyeimbangan dan keselarasan pembangunan antar wilayah/kawasan Badung Utara dan Badung Selatan telah diupayakan penataan kawasan pertanian khususnya perkebunan yang sangat potensial di wilayah Badung Utara menjadi suatu kawasan agrowisata yang akhirnya dapat menjadi pembangunan industri dan agrobisnis.jeram (whitewater rafting). taman reptil. taman burung. Untuk mewujudkan hal itu telah pula dilakukan kerja sama dengan beberapa BUMN seperti BTDC untuk mengembangkan tanaman hias dan bunga di wilayah Badung Utara. dan wisata berkuda (horse riding). Yang lebih mendidik lagi dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah untuk membebaskan/memberi subsidi pajak terhadap PKD. Tegak. pemberdayaan lembaga pangan. 1995) adalah sebagai berikut: a) Kawasan Pertanian Hortikultural di Baturiti Tabanan dan Pancasari Buleleng b) Kawasan Perkebunan Rakyat Salak Bali di Sibetan Karangasem c) Kawasan Terasering Sawah Jatiluwih Tabanan d) Kawasan Perkebunan Kopi di Pupuan Tabanan e) Kawasan Petang Badung f) Kawasan Kintamani Bangli g) Kawasan Peternakan Ayam di Tiingan. 36 . taman gajah. dan j) Beberapa Kawasan Perkebunan Milik PD Prov Bali yang berada di Jembrana. cruising/sailing.

terbatasnya kemampuan manajerial di bidang agrowisata. Perkembangan real Agrowisata di Bali. karena Bali memang memiliki potensi besar sebagai pendorong diversifikasi produk pariwisata sekaligus produk pertanian. di antaranya belum siapnya jaringan transportasi ke lokasi. 2002). Sedangkan kendala yang harus dicarikan jalan keluar bersama-sama dalam mengelola agrowisata. Selain itu kurangnya kesadaran pengunjung akan lingkungan. Agrowisata paling mungkin dikembangkan. dan belum adanya peraturan yang lengkap mengenai tata cara pengusahaan agrowisata di Indonesia (http://lampungpost. Kendala lainnya promosi dan pemasaran agrowisata yang masih terbatas. Semakin beragam kegiatan wisata alam semakin banyak pula membutuhkan atraksi (Fandeli.VIII. 37 . di mana untuk memperkenalkan potensi agrowisata masih terhalang rendahnya dana promosi dan kurangnya sarana promosi. Posisi Agrowisata dikaitkan dengan Pariwisata Budaya yang dikembangkan di Bali. Wisatawan yang berkunjung ke Bali belakangan ini memiliki kecenderungan tidak sekedar menikmati keunikan sosial budaya tetapi perhatian akan lingkungan yang semakin meningkat (Sudibya. Pada hakekatnya setiap ekosistem dengan segala isinya (sumber daya alam fisik dan hayatinya) merupakan atraksi wisata yang dapat dikembangkan untuk objek wisata alam. koordinasi yang belum berkembang. Agrowisata. atau belum memadainya fasilitas di tempat tujuan. 2001) Kecenderungan di atas mengisyaratkan. pariwisata Bali sebaiknya lebih diperkaya lagi dengan bentuk/produk pariwisata yang lainnya. Faktor penghambat. tidak sekedar menampilkan produk yang telah ada.com) Faktor pendorong berkembangnya IX.

hakikat Pembangunan Kepariwisataan Nasional adalah pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya. sesama masyarakat. menikmati sesuatuyang tidak ada di tempat tinggalnya. mencari. kekayaan alam. kepariwisataan mempunyai hubungan interpedensi dengan pembangunan nasional. dan sesama bangsa yang selanjutnya membentuk kesadaran bahwa manusia sesungguhnya berderajat sama. sosial budaya dan pertahanan keamanan. Kepariwisataan menempatkan kebihnekaan sebagai sesuatu yang hakiki. Selain itu. pemanfaatan sumber daya alam dan budaya beserta sarana dan harus dilaksanakan dengan prinsip prasarana pendukung yang diperlukan membangun sekaligus melestarikan. yang harus ada. ekonomi. dan melalui kebhinekaan tersebut dapat ditumbuhkan pengertian dan saling menghargai di antara sesama manusia. Oleh karena itu. perbedaan ras. bertahap. berencana. dan perbedaan suku bangsa. mempelajari.Fenomena pariwisata pada hakikatnya adalah kebutuhan naluriah manusia untuk mengetahui. serta senantiasa mengarah kepada semakin kukuhnya 38 . mencakup segenap aspek kehidupan berbangsa yang meliputi geografi. Pembangunan Kepariwisataan Nasional dilaksanakan oleh seluruh masyarakat setempat sehingga dapat dirasakan sebagai perbaikan taraf hidup yang berkeadilan sosial. sebaliknya dinamika pembangunan nasional akan mempengaruhi pula perkembangan pariwisata. Berdasarkan penalaran di atas. baik yang bersifat alami maupun budaya. dan berlanjut. Kepariwisataan tidak mepersoalkan perbedaan agama. politik. dalam arti pembangunan pariwisata dapat mengakselerasikan pembangunan nasional. kompleksitas kegiatan pariwisata dan sifat pengembangannya yang tidak dapat berdiri sendiri. ideology. menemukenali. kependudukan. sehingga diperlukan komitmen yang konsisten. mengalami. terkait dengan berbagai sector pembangunan yang mencakup hampir seluruh spectrum pekerjaan. terpadu. dilakukan oleh dan untuk rakyat dengan menggunakan bahan dan kreativitas dari rakyat. Pembangunan Kepariwisataan Nasional dikembangkan melalui pendekatan kesisteman yang utuh dan dilaksanakan secara menyeluruh. Dalam pada itu.

memberikan keyakinan yang kokoh pada masyarakat Bali dalam menyikapi kehidupan secara turun temurun. Adanya kegiatan pariwisata memberikan penghasilan bukan saja kepada mereka yang langsung terlibat. Tuntunan sastra agama Hindu mengajarkan agar alam semesta senantiasa dijaga kelestarian dan keharmonisannya. keteraturan. demi kelanjutan dan perkembangannya. kegiatan pariwisata juga menuntut adanya jaminan keamanan dan ketertiban yang memberikan perlindungan. Tri Hita Karana adalah filosofi dalam pemahaman umat Hindu di Bali berkaitan dengan kepercayaan bahwa alam semesta beserta segala isinya adalah ciptaan Tuhan sekaligus menjadi karunia Tuhan kepada umat manusia untuk memanfaatkannya guna kelangsungan hidup mereka. pembangunan Kepariwisataan Nasional akan menggugah kesadaran seluruh bangsa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan dan aktifitasnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan keamanan atau memperkuat daya tangkal bangsa. Dengan demikian. Kesemuanya itu adalah system pariwisata pada tataran makro. (2) hubungan manusia dengan alam lingkungannya sebagai "angga – badan" tergambar jelas pada tatanan wilayah hunian dan wilayah pendukungnya (pertanian) yang dalam satu wilayah Desa Adat disebut "Desa Pekraman".Tri Hita Karana merupakan bentuk perangkat tiga jalan menuju kesempurnaan hidup. yaitu: (1) hubungan manusia dengan Tuhan sebagai "atma – jiwa" dituangkan dalam bentuk ajaran agama yang menata pola komunikasi spiritual lewat berbagai upacara persembahan kepada Tuhan. (3) hubungan manusia dengan sesamanya sebagai "khaya – tenaga" yang dalam satu wilayah Desa Adat disebut "Krama Desa" atau warga masyarakat adalah tenaga penggerak untuk memadukan "atma" dan "angga". Akan tetapi.persatuan dan kesatuan bangsa disamping semakin tingginya tingkat keamanan dan kesejahteraannya. 39 . kepastian dan ketenangan. Bukti sejarah Bali yang panjang dalam menata dan menjaga lingkungan hidup yang dilandasi oleh filosofi Tri Hita Karana (keselarasan hubungan antara manusiaalam dan Tuhan). melainkan juga kepada yang lainnya melalui dampak berganda melalui dampak berganda “multiflier efect” yang terjadi baik bersifat fisik maupun non fisik.

Meski Bali merupakan sebuah pulau yang memadai dalam unsur-unsur ekologisnya. yang membutuhkan ruang wilayah yang lebih luas serta mengubah lingkungan alaminya. secara umum menimbulkan dampak lingkungan. merupakan satu gambaran siklus kehidupan yang harus dijaga. Daerah pengembangan wisata di Bali. Sistem subak ini telah berjalan berabad-abad dan menjadi bagian penting dalam siklus kehidupan masyarakat Bali. Sikap dasar tradisi yang lebih bertumpu pada keselarasan hidup kesadarannya lebih merupakan ikatan terhadap ruang yang terkesan statis. artinya pengembangan agrowisata sangat relevan dengan konsep Tri Hita Karana yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Bali. Ruang dan sumberdaya alam adalah rantai yang menghubungkan aspek sosial budaya dengan lingkungannya. karena gunung memberikan air dan hutannya merupakan sistem reservoir alami yang mengatur suply sumbersumber air dibagian lerengnya. termasuk memiliki sistem tata air tersendiri. Pembangunan prasarana pariwisata biasanya merangsang investasi lebih jauh. yang umumnya terdapat di wilayah pesisir.Falsafah yang menyangkut hubungan antara manusia dan alam sangat dikenal dengan falsafah segara-gunung. Bagaimana gunung dan hutan harus dijaga. Wilayah yang terdesak dengan pedayagunaan sumberdaya alam tak dapat dicegah jika perencanaan dan pembangunan infrastruktur pariwisata tidak pada tempatnya. Kesadaran terhadap pentingnya harmonisasi antara upaya manusia dalam mengolah alam dan hukum alam yang merupakan sebab akibat yang bersifat tetap telah tertanam dalam tradisi masyarakat Bali. karena kemudian dibutuhkan sarana dan prasarana jalan yang lebih baik untuk mencapainya. Hal itu menimbulkan dampak yang bersifat sentrifugal (meluas ke arah luar). seperti pengurugan hamparan terumbu karang dan menyebabkan timbulnya sedimentasi di dasar laut. Perubahan lingkungan tak dapat dihindari juga memberikan dampak pada kondisi sosial dan budaya dari masyarakatnya. Akibat perubahan 40 . Lereng gunung yang merupakan daerah subur diolah menjadi persawahan terrasering dengan pengaturan sistem tata air yang dinamakan Subak diatur menjadi hukum adat yang harus dipatuhi oleh para petani dan para petani sangat membutuhkan sistem pengairan tersebut.

Namun pada kondisi saat ini khususnya yang berada dalam proses transisi yang sebagian besar berada dinegara yang sedang berkembang. (Baldwin dan Brodess. Pada kondisi tradisional semacam ini. X.1999). banyak tingkah laku sosial yang membuka peluang buruk terhadap lingkungan hidup. filsafat modern hanya diterima kulit luarnya saja dan hanya menyentuh gaya hidup. Dalam paradigma lama. yaitu yang bercirikan jumlah wisatawan yang besar/berkelompok dan paket wisata yang seragam (Faulkner B. efektifitas. telah melahirkan pola hidup yang didasari pada pertimbangan efisiensi. keragaman dan minat khusus pada lingkungan alam dan pengalaman asli. 1993). Aspek Kualitas dari Agrowisata Indonesia memiliki sumber daya wisata yang amat kaya dengan aset alam. secara umum terkesan berseberangan dengan nilai-nilai tradisi dan pertemuan keduanya sering menimbulkan benturan-benturan negatif. sistematis dan terukur secara ekonomis. Masyarakat modern yang kesadarannya lebih diikat oleh waktu. Indonesia tercatat mendapatkan ranking ke-enam pada Top Twenty Tourism Destinations in East dan The Pasific (WTO. pengaruh besar main stream modernisme yang mendunia juga mempengaruhi Bali.lingkungan. flora dan fauna dengan ciri khas Asia dan Australia di setiap wilayah perairan dan pulau di Indonesia (Gunawan. mau tidak mau akan mempengaruhi secara kuat pola hidup manusia dimasa mendatang. yang bertujuan tinggal mencari liburan fleksibel. yaitu wisatawan yang lebih canggih.. pariwisata yang lebih mengutamakan pariwisata masal. 1997). Dalam usaha pengembangannya Indonesia wajib memperhatikan dampak-dampak yang 41 . dan sekarang telah bergerak menjadi pariwisata baru. budaya. berpengalaman dan mandiri. 1997).

Ekotourism dapat memberikan sumbangan positip bagi keberlanjutan panjang. Karena Agrowisata menganut falsafah dari Ekowisata. ekologi lingkungan baik jangka pendek maupun jangka Ekotourism harus dapat meningkatkan pemahaman akan lingkungan alam dan budaya dengan adanya pengalaman XI. Pendidikan dan Pengalaman. Low Choy dan Heillbronn. e) Manajemen. yang dimiliki d) Berkelanjutan. agrowisata dikatakan jalan terbaik untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Aspek Keberlanjutan agrowisata Pembangunan berkelanjutan pada umumnya mempunyai sasaran memberikan manfaat bagi generasi sekarang tanpa mengurangi manfaat bagi generasi mendatang. merumuskan lima faktor batasan yang mendasar dalam penentuan prinsip utama ekowisata. ekotourism harus dikelola secara baik dan menjamin sustainability lingkungan alam. ekowisata bertumpu pada lingkungan alam. ekowisata bermanfaat ekologi. budaya yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan sekarang maupun generasai mendatang. 2003). sosial dan masyarakat yang memungkinkan adanya interaksi positif diantara para pelakunya. maka sangat beralasan. social dan ekonomi pada masyarakat.ditimbulkannya. yaitu : a) b) c) Lingkungan. Charles Birch 42 . 1996 (dalam Aryanto. budaya yang belum tercemar Masyarakat. sehingga yang paling tepat dikembangkan adalah sektor ekowisata termasuk juga agrowisata sebagai pariwisata alternatif yang oleh Eadington dan Smith (1995) diartikan sebagai konsisten dengan nilai-nilai alam.

dalam Erari K. Dengan demikian bahwa pariwisata berkelanjutan harus bertitik tolak dari kepentingan dan partisipatif masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan wisatawan/pengunjung sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan dapat terpenuhi dengan kata lain bahwa pengelolaan sumberdaya agrowisata dilakukan sedemikian rupa sehingga kebutuhan ekonomi. proses ekologi yang esensial. Agar agrowisata dapat berkelanjutan maka produk agrowisata yang ditampilkan harus harmonis dengan lingkungan local spesifik. keanekaragaman hayati kegiatan yang mempengaruh kehidupan sesuai dengan kemampuan mereka. social dan estetika dan sistem pendukung kehidupan. Cernea. Adanya kegiatan agrowisata haruslah menjamin kelestarian lingkungannya terutama yang terkait dengan sumberdaya hayati renewable maupun non renewable sehingga dapat menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.Ph (1999) membandingkan dunia sekarang ibarat kapal titanic dengan gunung es yang terlihat sebanyak 5 pucuk yang merupakan ancaman bagi kehidupan manusia antara lain : 1) ledakan penduduk. 43 . 2) krisis pangan Selanjutnya disebutkan bahwa suatu tuntutan 3) terkurasnya sumberdaya alam diperbaharui 4) pengrusakan lingkungan hidup dan 5) perang. Hal ini menunjukkan walaupun dunia yang diibaratkan tersebut maka peranan masyarakat untuk memelihara lingkungan demi kehidupan masa mendatang. Dengan demikian masyarakat akan peduli terhadap sumberadaya wisata karena memberikan manfaat sehingga masyarakat merasakan kegiatan wisata sebagai suatu kesatuan dalam kehidupannya. akan perlunya masyarakat yang berkelanjutan. 1991 (dalam Lindberg and Hawkins. dan panggilan kemanusiaan untuk bertindak sedemikian rupa agar kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya menikmati hidup berkelanjutan di tengah keterbatasan dunia. 1995) mengemukakan bahwa partisipasi local memberikan banyak peluang secara efektif dalam kegiatan pembangunan dimana hal ini berarti bahwa memberi wewenang atau kekuasaan pada masyarakat sebagai pemeran social dan bukan subjek pasif sumberdaya membuat keputusan dan melakukan control untuk mengelola terhadap kegiatan – memelihara integritas cultural.

Untuk mengantisipasi dampak negatif pariwisata. hak akses atas informasi baik negatif maupun positif. menghadapi persaingan demi terwujudnya prinsip pariwisata berkelanjutan. Oleh karenanya. Perspektif daya dukung pariwisata tidak hanya terbatas pada jumlah kunjungan. kapasitas fisik (kemampuan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan wisatawan). perlu upaya perlindungan melalui pemberdayaan masyarakat dalam hal antara lain hak untuk menolak atas pengembangan pariwisata di daerahnya yang tidak berkelanjutan. Daya dukung pariwisata dipengaruhi faktor motivasi wisatawan dan faktor lingkungan biofisik lokasi pariwisata. kapasitas sosial (kemampuan daerah tujuan untuk menyerap pariwisata tanpa menimbulkan dampak negatif pada masyarakat lokal). prinsip-prinsip keberlanjutan dan nilai-nilai lokal dikampanyekan. namun juga meliputi aspek-aspek lainnya seperti kapasitas ekologi (kemampuan lingkungan alam untuk memenuhi kebutuhan wisatawan). Dari sisi kebutuhan pariwisata. dan menikmati pengalaman intelektual dan budaya masyarakat lokal. 44 . peraturan disosialisasikan. dan kapasitas ekonomi (kemampuan daerah tujuan untuk menyerap usaha-usaha komersial namun tetap mewadahi kepentingan ekonomi lokal). dan ini yang akan menjadi ancaman berupa pengambilan secara ilegal pengetahuan tentang sumber daya lokal. menyosialisasikan. perlu pendekatan daya dukung dalam pengelolaan pariwisata sesuai dengan batas-batas yang dapat diterima. dan mengampanyekan. pendidikan dan pelatihan harus dilakukan untuk melakukan alih teknologi. Produk diperkenalkan. mengetahui. Keberhasilan pariwisata berkelanjutan sangat ditentukan tingkat pendidikan masyarakat lokal. dan akses serta berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan.Agrowisata memungkinkan terhadap kegiatan pariwisata secara langsung memberi akses kepada semua orang untuk melihat. (Ardiwidjaja: 2003) Promosi merupakan kesatuan kegiatan yang meliputi: memperkenalkan. Oleh karenanya peningkatan akses dan mutu pendidikan bagi masyarakat lokal menjadi sasaran dan tujuan yang sangat utama. Promosi pariwisata berkelanjutan bertujuan meningkatkan kesadaran stakeholder.

(Ardiwidjaja: 2003) Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) menjadi tema yang kuat dan kontroversial. misalnya pencemaran limbah. promosi melalui media. sampah yang bertumpuk. Aspek terakhir adalah ekonomi. 45 . Keberlanjutan Usaha. kesehatan publik. pemantauan dan menyusun kode etik. serta penyebaran informasi.Menguatkan informasi tentang pariwisata berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran atas seluruh rangkaian kegiatan pariwisata serta dampaknya terhadap lingkungan alam serta budaya. Untung-Rugi Pertukaran Internasional. sosial budaya pun menjadi aspek yang penting diperhatikan. konservasi sumber daya air. Pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang memberi kontribusi persentuhan budaya dan antaretnik serta antarbangsa. Keuntungan Usaha dan Pajak. Interaksi dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi menyebabkan persentuhan antarbudaya yang juga semakin intensif. serta sikap penduduk yang tidak ramah. penelitian serta pendidikan dan pelatihan. indikator yang dapat dijabarkan dari karakteristik berkelanjutan antara lain adalah lingkungan. Kuat karena hampir semua negara di dunia menyetujui tema ini. Oleh karenanya penekanan dalam sosial budaya lebih kepada ketahanan budaya. kepuasan penduduk lokal. dan minimalisasi kebisingan dan gangguan visual. kontroversial karena tema ini seolah-olah menjadi retorika belaka bagi negaranegara dunia maju. Akuntabilitas. proteksi atmosfer. keamanan dan keselamatan. dan kerusakan pemandangan yang diakibatkan pembalakan hutan. Proporsi Kepemilikan Lokal. Persaingan Usaha. Dengan kata lain aspek lingkungan lebih menekankan pada kelestarian ekosistem dan biodiversitas. Selain lingkungan. Penekanan aspek ekonomi lebih kepada Pemerataan Usaha dan Kesempatan Kerja. Instrumen yang dapat digunakan antara lain melalui penerapan peraturan serta sanksi-sanksi. pengelolaan limbah. integrasi sosial. (Ardiwidjaja: 2003) Secara garis besar. penggunaan lahan. gedung yang letak dan arsitekturnya tidak sesuai. Artinya industri pariwisata harus peka terhadap kerusakan lingkungan.

Pengusaha pariwisata melakukan kegiatan yang terbaik untuk mempekerjakan dan melatih masyarakat lokal. Pendekatan manajemen pariwisata berkelanjutan. 2003) menuliskan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai jika dampak sosial dan dampak lingkungan seimbang dengan tujuan ekonomi yang diharapkan. bahan kimia dan penerangan di malam hari. konsumsi energi. (6) Pariwisata ini tidak 46 . 1994 (dalam Aryanto. National Geograpic Online dalam The Global Development Research Center (2002) mendifinisikan pariwisata berkelanjutan sebagai berikut: (1) Pariwisata yang memberikan penerangan. penggunaan air.Lawrence.prinsip global dari pembangunan berkelanjutan. Semua kegiatan pengaturan suatu daerah tujuan seharusnya mempertimbangkan (merupakan) bagian dari nilai pembangunan berkelanjutan. Dalam hal pariwisata. Sehingga masyarakat yang dikunjungi dapat belajar (mengetahui) bahwa kebiasaan dan sesuatu yang sudah biasa dapat menarik dan dihargai oleh wisatawan.kata sopan dari bahasa lokal. (2) Pariwisata yang mendukung keutuhan (integritas) dari tempat tujuan. tidak adanya dampak (zero impact) sebagai akibat dari wisatawan berupa level pencapaian minimum dari dampak negatif perlu direncanakan. Pengunjung memahami dan mencari usaha yang dapat menegaskan karakter tempat tujuan wisata mengenai hal arsitektur. Dalam pariwisata ini wisatawan menyadari dan berusaha untuk meminimalisasi polusi. (5) Pariwisata yang menghormati budaya dan tradisi. Wisatawan tidak hanya belajar tentang kunjungan (negara/ daerah yang dikunjungi) tetapi juga belajar bagaimana menyokong kelangsungan karakter (negara/ daerah yang dikunjungi) selama dalam perjalanan mereka. haruslah didasarkan pula pada prinsip. (3) Pariwisata yang menguntungkan masyarakat setempat. Masyarakat local belajar bagaimana memperlakukan/ menghadapi harapan wisatawan yang mungkin berbeda dari harapan yang mereka punya. sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Wisatawan belajar dan melihat tata cara lokal termasuk menggunakan sedikit kata. warisan. membeli persediaan-persediaan lokal. masakan. dan menggunakan jasa-jasa yang dihasilkan dari masyarakat lokal. estetika dan ekologinya. (4) Pariwisata yang melindungi sumber daya alam.

pemandangan yang menarik dan budaya lokal. Sedangkan Jamieson dan Noble (2000) menuliskan beberapa prinsip penting dari pembangunan pariwisata berkelanjutan. dan kualitas pengalaman yang diperoleh wisatawan. Pariwisata sebagai salah satu sektor pembangunan tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan yang telah dicanangkan oleh pemerintah sesuai dengan tujuan pembangunan nasional. (4) Terdapat program-program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan serta menjaga warisan budaya dan sumber daya alam yang ada. taksiran penilaian dampak pariwisata. pengawasan dari dampak komulatif pariwisata. kegembiraan pengunjung dibawa pulang (ke daerahnya) untuk kemudian disampaikan kepada teman-teman dan kerabatnya.hal ini secara terus menerus akan menyediakan kegiatan di lokasi tujuan wisata. Masyarakat menilai kesuksesan sector pariwisata ini tidak dari jumlah kunjungan belaka tetapi dari lama tinggal. yaitu: (1) Pariwisata tersebut mempunyai prakarsa untuk membantu masyarakat agar dapat mempertahankan kontrol/ pengawasan terhadap perkembangan pariwisata tersebut.menyalahgunakan produk. Stakeholder mengantisipasi tekanan pembangunan (pariwisata) dan mengaplikasikan batas-batas dan teknik-teknik manajemen untuk mencegah sindrom kehancuran (loved to death) dari lokasi wisata. Pedoman tentang operasi pariwisata. bukan kuantitas (jumlah). jumlah uang yang dibelanjakan. dan ambang batas perubahan yang dapat diterima merupakan contoh peraturan yang harus disusun. Pariwisata yang bersifat multisektoral merupakan fenomena yang sangat kompleks dan sulit didefinisikan 47 . (7) Pariwisata ini menekankan pada kualitas. Kepuasan. (8) Pariwisata ini merupakan perjalanan yang mengesankan. regional dan setempat) yang didasarkan pada standar kesepakatan internasional. (2) Pariwisata ini mampu menyediakan tenaga kerja yang berkualitas kepada dan dari masyarakat setempat dan terdapat pertalian yang erat (yang harus dijaga) antara usaha lokal dan pariwisata. (3) Terdapat peraturan tentang perilaku yang disusun untuk wisatawan pada semua tingkatan (nasional. sehingga mereka tertarik untuk memperoleh hal yang sama. Stakeholder bekerjasama untuk menjaga habitat alami dari tempat tempat warisan budaya.

Pariwisata yang melibatkan antara lain pelaku. kesepakatan dan kesamaan pandang 48 . Pembangunan pariwisata berkelanjutan. Dalam kerangka kesisteman tersebut. politik. proses penyelenggaraan. kebijakan. swasta. supply dan demand. Ketiga pilar pariwisata berkelanjutan tersebut harus dijabarkan ke dalam prinsip-prinsip operasionalisasi yang disepakati oleh para pelaku (stakeholder) dari berbagai sektor (multisektor). sebagai aktivitas. Penyelenggaraan kepemerintahan yang baik (good governance) yang melibatkan partisipasi aktif secara seimbang antara pemerintah. dapat dikatakan sebagai pembangunan yang mendukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi. serta kesetaraan dalam proses penyelenggaraan menjadi semakin penting. dampak lingkungan. Sehingga menimbulkan berbagai persepsi pemahaman terhadap pariwisata. pariwisata berkelanjutan dapat didefinisikan sebagai: pembangunan kepariwisataan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan dengan tetap memperhatikan kelestarian dan memberi peluang bagi generasi muda untuk memanfaatkan dan mengembangkannya. peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. akan lebih realistis bila dilihat sebagai sistem dengan berbagai subsistem yang saling berhubungan dan mempengaruhi. juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat. sosial budaya yang saling berinteraksi dengan eratnya. lingkungan dan sosial budaya. Untuk itu maka perlu diperhatikan bahwa faktor yang menjadi penentu keberhasilan penyelenggaraan pariwisata berkelanjutan. atau sebagai sistem.secara baku untuk diterima secara universal. baik sebagai industri. dan masyarakat. pendekatan terhadap fungsi dan peran pelaku. Selanjutnya berdasarkan konteks pembangunan berkelanjutan di atas. Kecenderungan yang berkembang dalam sektor kepariwisataan maupun pembangunan melahirkan konsep pariwisata yang tepat dan secara aktif membantu menjaga keberlangsungan pemanfaatan budaya dan alam secara berkelanjutan dengan memperhatikan apa yang disebut sebagai pilar dari pariwisata berkelanjutan yaitu ekonomi masyarakat. Dengan harapan.

Prinsip ini menekankan keterlibatan masyarakat secara langsung.tersebut dapat mewujudkan orientasi pengembangan pembangunan kepariwisataan yang juga sama dan terpadu. Prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang dimaksud adalah ”Berbasis Masyarakat”. pelaksanaan hingga pengawasan. 49 . Tentu saja prinsip-prinsip tersebut paling kental pada agrowisata. yang memiliki kepentingan berpartisipasi secara langsung dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui upaya konservasi serta pemanfaatan sumber daya alam dengan dilandaskan pada opsi pemilikan sendiri sarana dan prasarana pariwisata oleh masyarakat setempat. terhadap seluruh kegiatan pembangunan pariwisata dari mulai perencanaan. langsung menyentuh lapisan masyarakat pada level paling bawah (petani kecil) baik secara langsung maupun tidak langsung. selain secara geografis berada di pedesaan juga secara system. Masyarakat diletakkan sebagai faktor utama. kemitraan dengan pihak swasta dan sewa lahan atau sumber daya lainnya baik oleh masyarakat maupun kerja sama dengan swasta.

Rudy. Asia Travel Trade. 2003. Asia’s New Age Travelers.farmstop. 2003. Bapeda Bali. 1993. Agricultural Tourism Small Farm Center and Partners Launch Agricultural Tourism Project at http://www. 2004.com 50 . Ekonomi Pariwisata Jakarta: Pada http://www.com/ariyanto eks79/home.php? id=2004091006350721 Ariyanto.geocities. pada http://www.DAFTAR PUSTAKA About Agritourism at http://www. 2003. The Travel Tourism Industry.edu/agritourism/agritour.com/berita. towards Environmentaly Sustainable Development.bapeda-bali. P062024264 / S3 / PSL / IPB Baldwin P.html Anonim. and Brodess D. WTTC.asp Agenda 21. The Earth Council. 1995.id Bisnis Bali Online. 1992. ”Potensi Agrowisata”.go.htm Aryanto.com/aboutagritourism. Environmental Marketing Pada Ekowisata Pesisir: Menggerakan Ekonomi Rakyat Daerah Otonom. WTO. Pada http://lampungpost. pada http://balipost.sfc.ucdavis.

1997. Bandung Jamieson. Dasar-dasar Manajemen Kepariwisataan Alam. 1997. and Noble. 2005. 2001.htm Lindberg. Tourism in Indonesia: Past. Vol 5. Bandung Gunawan M. ITB.id Erari. Planning Sustainable Tourism. Canadian Universities Consortium Urban Environmental Management Project Training and Technology Transfer Program.Brahmantyo. Chafid. 2000. dkk . W. “Potensi dan Peluang Usaha dalam Pengembangan Pariwisata Gunung Salak Endah”. (Editorial) Yogyakarta: Liberty Faulkner B. Ca Lindberg.go. 3 Maret 2001. ITB. Deptan. World Resources Institute 51 . Policies for Maximizing Nature Tourism Ecological and Economic Benefit. Jurnal Ilmiah. Hubungan Manusia dan Tanah di Irian Jaya Sebagai Persoalan Teologis (Ekotologis Dalam Perspektif Malenesia). 2001.au/ecotour/mar1. A. The Economic Impacts of Ecotourism. Tanah Kita Hidup Kita. Present and Future. No. 1991. 1996.Ph. Tourism development in Indonesia: The “Big Picture” Perspective. K. K. 1999.csu. Planning Sustainable Tourism. “Agrowisata Meningkatkan Pendapatan Petani” pada http://database.P.edu.deptan. Fandeli. A Manual for Community Tourism Destination Management. http://ecotour. Jakarta: LP3M STP Tri Sakti. K.

“Environmental Marketing Pada Ekowisata Pesisir: Menggerakan Ekonomi Rakyat Daerah Otonom”. “Pengembangan Ekowisata di Bali”. Nugroho. 1999.. Rilla. and others. Agricultural Tourism: Agritourism Benefits Agriculture in San Diego County. dan Hawkins E. 1995. James.E. Rudy Aryanto. Vermont. Departemen Pertanian. Makalah Disampaikan pada Seminar Ekowisata di Auditorium Universitas Udayana pada tanggal 29 Juni 2002. 15. California Coast and Ocean. Sejarah dan prospeknya. Vol. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. E.. 2002. Bring the City & County Together. Pitana. The Ecotourism Society. 52 .1994. 10p. dkk.go. I Gde. Peta areal potensial untuk pengembangan pertanian lahan rawa lebak. 2003. Ekoturisme : Petunjuk Untuk Perencanaan dan Pengelolaan. K.Yogyakarta: Kanisius. Institut Pertanian Bogor: Program Pasca Sarjana / S3.E. North Benington. Badan Litbang Pertanian.lipi. Bogor. Ekonomi Pariwisata.cgi?cetak&1111211845 Lobo.Lindberg K. 2005. “Kebun Raya Bogor : Cikal Bakal Perpustakaan Indonesia” pada http://www.D. rawa pasang surut. No. Goldman G. University of California. LIPI. 2. California Agriculture. R. Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Spillane.id/www/www. 1999. 1993. Proyek penelitian sumber daya lahan. dan pantai.

ecotourism. 2001.org Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol. Dalung. Makalah disampaikan pada Ceramah Ecotourism di Kampus STIM-PPLP Dhyana Pura. Jakarta: LP3M STP Tri Sakti.1.24 No.2002 pada http://www. 2000. Agrowisata.pustaka-deptan.Tourism Trends.htm World Tourism Organization. Sutjipta.sustainabletravelinternational. 3 Maret 2001. Missouri Department of Agriculture: Ag Business Development Division 1616 Missouri Boulevard. Jurnal Ilmiah.id/publ/warta/w2419. Madrid Promoting responsible travel. “Pengembangan Ecotourism di Bali: Kasus Bagus Discovery Group”.Magister Manajemn Agribisnis:Universitas Udayana. Vol 5. studi kasus di kawasan Agrowisata Salak Pondoh. No.Sudibya. The International Ecotourism Society at http://www. Daerah Istimewa Yogyakarta”. At www. 2002.go. Kabupaten Sleman. 2001. “Penerapan Etika Perencanaan pada kawasan wisata.org 53 . Kuta pada tanggal 14 Agustus 2002. I Nyoman.(Diktat) Syamsu dkk. Bagus.

raiutama. Denpasar WORK HISTORY: 54 .CURRICULUM VITAE I Gusti Bagus Rai Utama Date of Birth: October 10.blogsource.lintasdhyanapura.com EDUCATION: • • • • University of Udayana (UNUD). Mengwi Badung. and www. Yogjakarta Tourism College (PPLP) of Dhyana Pura. Bali.dhyanapura.au Website:www.ac. Bali 80351 Phone 081805580971 Email: raiutama@yahoo. Bali.com. Master Management in Agribusiness (MMA in Firm Management) University of Mahasaraswati (UNMAS).id Blog: www. Bachelor of Art in Economics (SE in Economic and Development Study) Institute of Management and Computer (IMKI).com. 1970 Occupation: Lecturer Marital Status: Married Nationality: Indonesian Address: Perum Multi Permai IV/11 Kelurahan Sading.

0361-426426. Economic Tourism. and Introduction to Business. Dalung. Badung-Bali. Telp.com for download my articles 55 . Dhyana Pura. http:www. Br. Research method.51 Subjects: Computer Applications.Lecturer for Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Dhyana Pura (College of Management).lintasdhyanapura.Tegal Jaya. Kuta. Jl.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->