P. 1
Ekonomi Moneter-Kop

Ekonomi Moneter-Kop

|Views: 7,487|Likes:
Published by Ian Muhammad Ilham

More info:

Published by: Ian Muhammad Ilham on Jul 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2015

pdf

text

original

Lembaga keuangan memiliki peran pokok dalam perekonomian
khususnya dalam proses pengalihan dana. Peran yang dijalankan
dalam proses pengalihan dana adalah sebagai intermediasi keuangan,
yaitu suatu proses pembelian surplus dana dari unit ekonomi seperti

Muh. Ilham

21

sektor usaha, pemerintah dan individu atau rumah tangga untuk
disalurkan kepada unit ekonomi defisit. Dengan kata lain intermediasi
keuangan merupakan kegiatan pengalihan dana dari penabung
(ultimate lenders) kepada peminjam (ultimate borrowers).
Proses intermesiasi dilakukan oleh lembaga keuangan dengan
cara membeli sekuritas primer yang diterbitkan oleh unit defisit dalam
waktu yang sama lembaga keuangan mengeluarkan sekuritas
sekunder kepada penabung atau unit surplus. Sekuritas primer antara
lain dapat berupa saham, obligasi, commersial paper, perjanjian kredit
dan sebagainya. Sekuritas sekunder adalah giro, tabungan, deposito
berjangka, sertifikat deposito, polis asuransi, reksa dana dan
sebagainya. Bagi penabung, simpanan tersebut merupakan aset
finansial, di pihak bank merupakan hutang. Selanjutnya sekuritas
sekunder tersebut dapat dialihkan menjadi aset misalnya dalam bentuk
pinjaman kepada unit defisit atau dengan membelaikannya surat-surat
berharga di pasar uang dan pasar modal.
Lembaga keuangan sebagai lembaga intermediasi memiliki
peran yang sangat strategis dalam proses intermediasi keuangan
sebagai berikut :
1) Pengalihan aset atau asset transmutation.
Lembaga keuangan memiliki aset dalam bentuk “janji-janji
untuk membayar” oleh debitur. Bentuk janji-janji tersebut pada
dasarnya adalah kredit yang diberikan kepada unit defisit dengan
jangka waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan

Muh. Ilham

22

dengan peminjam. Dalam membiayai aset tersebut lembaga
keuangan memperoleh dana dari simpanan masyarakat dalam
bentuk tabungan yang jangka waktunya diatur menurut kebutuhan
penabung.

2). Likuiditas

Likuiditas berkaitan dengan kemampuan memperoleh uang
tunai pada saat dibutuhkan. Beberapa sekuritas sekunder yang
dikeluarkan lembaga keuangan dibeli oleh sektor usaha dan rumah
tangga terutama dimaksudkan untuk tujuan likuiditas. Sekuritas
sekunder seperti giro, tabungan, sertifikat deposito memiliki tingkat
likuiditas yang tinggi dan lebih aman serta adanya tambahan
pendaparan.

3). Realokasi pendapatan.

Banyak individu yang memiliki pendapatan memadai dan
menyadari bahwa suatu saat mereka akan menjalani hari tua di
mana mereka tidak optimal lagi dalam menghasilkan pendapatan.
Oleh karena itu mereka akan menyisihkan dan merealokasikan
pendapatannya sebagai persiapan menghadapi hari tua. Realokasi
pendapatan dapat dilakukan dengan cara memiliki sekuritas
sekunder yang diterbitkan oleh lembaga keuangan misalnya
simpanan di bank, polis asuransi jiwa, reksa dana, program pensiun
dan sebagainya.

Muh. Ilham

23

4) Transaksi.

Sekuritas sekunder yang diterbitkan lembaga intermediasi
keuangan seperti rekening giro, tabungan, deposito berjangka dan
sebagainya merupakan bagian dari sistem pembayaran. Oleh
karena itu sekuritas sekunder tersebut dapat berfungsi sebagai alat
pembayaran guna mempermudah penyelesaian transaksi baeang
dan jasa untuk tujuan posisi likuiditas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->