P. 1
kimia

kimia

|Views: 351|Likes:

More info:

Published by: AnnieTanty Intanshurullaha'yanshurkum on Jul 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

Atom

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari P Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.

Atom helium

ter 27 da nol pm ke n sa (ne (H cil Ki inti mp tral e) un sar M Sifat-sifat ato ai ) sa sur an uat Ki m de ata mp ki ma an sar ya ng up ai mi ssa list an ng Ko an un de a : rik dia ter mp 4,5 mu ng : × me dir on Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani 2 ata an ter: i − en: (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti 10 n 52 25 dar tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai k ion 0p i komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan g m pro Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini (C ton dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi s) da menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para n fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, ne membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika [1] utr kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom. on Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil Klasifikasi yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,[catatan 1] dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.[2] Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi

Ilustrasi atom helium yang memperlihatkan inti atom (merah muda) dan distribusi awan elektron (hitam). Sat Ele Inti atom (kanan atas) berbentuk simetris 1,6 bulat, ua ktr 7× walaupun untuk inti atom yang lebih rumit ia tidaklah n − on selalu demikian. 10 62

antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

1 Sejarah 2 Komponen-komponen atom
○ ○ ○

2.1 Partikel subatom 2.2 Inti atom 2.3 Awan elektron 3.1 Sifat-sifat nuklir 3.2 Massa 3.3 Ukuran 3.4 Peluruhan radioaktif 3.5 Momen magnetik 3.6 Aras-aras energi 3.7 Valensi dan perilaku ikatan 3.8 Keadaan

3 Sifat-sifat
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

• •

4 Identifikasi 5 Asal usul dan kondisi sekarang
○ ○ ○

5.1 Nukleosintesis 5.2 Bumi 5.3 Bentuk teoritis dan bentuk langka

• • • •

6 Lihat pula 7 Catatan 8 Referensi

8.1 Referensi buku

9 Pranala luar

[sunting] Sejarah
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Teori atom dan Atomisme Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan terpisah yang tidak dapat dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu milenium. Namun, pemikiran tersebut masihlah bersifat abstrak dan filosofis, daripada berdasarkan pengamatan empiris dan eksperimen. Secara filosofis, deskripsi sifat-sifat atom bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut, dan seringkali pula mengandung unsur-unsur spiritual di dalamnya. Walaupun demikian, pemikiran dasar mengenai atom dapat diterima oleh para ilmuwan

ribuan tahun kemudian, karena ia secara elegan dapat menjelaskan penemuan-penemuan baru pada bidang kimia.[3] Rujukan paling awal mengenai konsep atom dapat ditilik kembali kepada zaman India kuno pada tahun 800 sebelum masehi,[4] yang dijelaskan dalam naskah filsafat Jainisme sebagai anu dan paramanu.[4][5] Aliran mazhab Nyaya dan Vaisesika mengembangkan teori yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung menjadi benda-benda yang lebih kompleks.[6] Satu abad kemudian muncul rujukan mengenai atom di dunia Barat oleh Leukippos, yang kemudian oleh muridnya Demokritos pandangan tersebut disistematiskan. Kira-kira pada tahun 450 SM, Demokritos menciptakan istilah átomos (bahasa Yunani: ἄτομος), yang berarti "tidak dapat dipotong" ataupun "tidak dapat dibagi-bagi lagi". Teori Demokritos mengenai atom bukanlah usaha untuk menjabarkan suatu fenomena fisis secara rinci, melainkan suatu filosofi yang mencoba untuk memberikan jawaban atas perubahanperubahan yang terjadi pada alam.[1] Filosofi serupa juga terjadi di India, namun demikian ilmu pengetahuan modern memutuskan untuk menggunakan istilah "atom" yang dicetuskan oleh Demokritos.[3] Kemajuan lebih jauh pada pemahaman mengenai atom dimulai dengan berkembangnya ilmu kimia. Pada tahun 1661, Robert Boyle mempublikasikan buku The Sceptical Chymist yang berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi "corpuscules", yaitu atom-atom yang berbeda. Hal ini berbeda dengan pandangan klasik yang berpendapat bahwa materi terdiri dari unsur-unsur udara, tanah, api, dan air.[7] Pada tahun 1789, istilah element (unsur) didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis, Antoine Lavoisier, sebagai bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-metode kimia.[8]

Berbagai atom dan molekul yang digambarkan pada buku John Dalton, A New System of Chemical Philosophy (1808).

dan muatan-muatannya diseimbangkan oleh keberadaan lautan muatan positif (model puding prem). Thomson selanjutnya menemukan teknik untuk memisahkan jenis-jenis atom tersebut melalui hasil kerjanya pada gas yang terionisasi. Sementara itu.J.[17] Model atom hidrogen Bohr yang menunjukkan loncatan elektron antara orbit-orbit tetap dan memancarkan energi foton dengan frekuensi tertentu. Desaulx mengajukan pendapat bahwa fenomena ini disebabkan oleh gerak termal molekul air. Rutherford kemudian mengajukan pendapat bahwa muatan positif suatu atom dan kebanyakan massanya terkonsentrasi pada inti atom. serta mengapa gas-gas tertentu lebih larut dalam air dibandingkan dengan gas-gas lainnya. dengan elektron yang mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari. yang kemudian dengan pasti menjadi verifikasi atas teori atom Dalton. Frederick Soddy menemukan bahwa terdapat lebih dari satu jenis atom pada setiap posisi tabel periodik. John Dalton menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsur-unsur selalu bereaksi dalam perbandingan yang bulat dan tetap.[18] Suatu elektron haruslah menyerap ataupun memancarkan sejumlah energi tertentu untuk dapat . Ia mengajukan pendapat bahwa setiap unsur mengandung atom-atom tunggal unik. dan atom-atom tersebut selanjutnya dapat bergabung untuk membentuk senyawa-senyawa kimia. para peneliti di bawah arahan Ernest Rutherford menembakkan ion helium ke lembaran tipis emas.[9][10] Teori partikel ini kemudian dikonfirmasikan lebih jauh lagi pada tahun 1827. meskipun demikian tidak dapat dengan bebas berputar spiral ke dalam maupun keluar dalam keadaan transisi. J.[16] Istilah isotop kemudian diciptakan oleh Margaret Todd sebagai nama yang tepat untuk atom-atom yang berbeda namun merupakan satu unsur yang sama.[15] Thomson percaya bahwa elektron-elektron terdistribusi secara merata di seluruh atom. Pada tahun 1877. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai "Gerak Brown". ketika bereksperimen dengan hasil proses peluruhan radioaktif. Namun pada tahun 1909. J. dan menemukan bahwa sebagian kecil ion tersebut dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam dari yang apa yang diprediksikan oleh teori Thomson. Thomson menemukan elektron dan sifat-sifat subatomiknya. Muatan positif ion helium yang melewati inti padat ini haruslah dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam. yaitu ketika botaniwan Robert Brown menggunakan mikroskop untuk mengamati debu-debu yang mengambang di atas air dan menemukan bahwa debu-debu tersebut bergerak secara acak. J. pada tahun 1897 J. dan pada tahun 1905 Albert Einstein membuat analisis matematika terhadap gerak ini.[14] Berdasarkan hasil penelitiannya terhadap sinar katoda.[11][12][13] Fisikawan Perancis Jean Perrin kemudian menggunakan hasil kerja Einstein untuk menentukan massa dan dimensi atom secara eksperimen.Pada tahun 1803. pada tahun 1913 fisikawan Niels Bohr mengkaji ulang model atom Rutherford dan mengajukan pendapat bahwa elektron-elektron terletak pada orbit-orbit yang terkuantisasi serta dapat meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya. Pada tahun 1913. Hal ini meruntuhkan konsep atom sebagai satuan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.

[22] Pada tahun 1926. berkas ini diharapkan menyebar menjadi satu garis.melakukan transisi antara orbit-orbit yang tetap ini. Sekelompok elektron diperkirakan menduduki satu set kelopak elektron di sekitar inti atom. berkas tersebut terpisah-pisah sesuai dengan arah momentum sudut atom (spin). untuk setiap pengukuran suatu posisi. Peralatan spektrometer ini menggunakan magnet untuk membelokkan trayektori . yang dirumuskan oleh Werner Heisenberg pada 1926. Oleh karena arah spin adalah acak. Oleh sebab itu. Percobaan Stern-Gerlach pada tahun 1922 memberikan bukti lebih jauh mengenai sifat-sifat kuantum atom. ia dapat dengan baik menjelaskan sifat-sifat atom yang terpantau yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan oleh teori mana pun. [19] Ikatan kimia antar atom kemudian pada tahun 1916 dijelaskan oleh Gilbert Newton Lewis sebagai interaksi antara elektron-elektron atom tersebut. Menurut konsep ini.[23][24] Diagram skema spetrometer massa sederhana. tergantung dari apakah spin atom tersebut berorientasi ke atas ataupun ke bawah. Konsekuensi penggunaan bentuk gelombang untuk menjelaskan elektron ini adalah bahwa adalah tidak mungkin untuk secara matematis menghitung posisi dan momentum partikel secara bersamaan. Penampakan garis-garis spektrum tertentu ini berhasil dijelaskan oleh teori transisi orbital ini. Walaupun model ini sulit untuk divisualisasikan. model atom yang menggambarkan elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari digugurkan dan digantikan oleh model orbital atom di sekitar inti di mana elektron paling berkemungkinan berada. demikian pula sebaliknya. dengan menggunakan pemikiran Louis de Broglie bahwa partikel berperilaku seperti gelombang. Namun pada kenyataannya berkas ini terbagi menjadi dua bagian. seseorang hanya bisa mendapatkan kisaran nilai-nilai probabilitas momentum.[20] Atas adanya keteraturan sifat-sifat kimiawi dalam tabel periode kimia.[21] kimiawan Amerika Irving Langmuir tahun 1919 berpendapat bahwa hal ini dapat dijelaskan apabila elektron-elektron pada sebuah atom saling berhubungan atau berkumpul dalam bentuk-bentuk tertentu. Hal ini kemudian dikenal sebagai prinsip ketidakpastian. Ketika seberkas atom perak ditembakkan melalui medan magnet. Apabila cahaya dari materi yang dipanaskan memancar melalui prisma. Perkembangan pada spektrometri massa mengijinkan dilakukannya pengukuran massa atom secara tepat. Erwin Schrödinger mengembangkan suatu model atom matematis yang menggambarkan elektron sebagai gelombang tiga dimensi daripada sebagai titik-titik partikel. ia menghasilkan suatu spektrum multiwarna.

Neutron tidak bermuatan listrik dan bermassa bebas 1. dengan massa elektron sebesar 9. Perbedaan komposisi kuark ini memengaruhi perbedaan . berbagai peranti yang menggunakan sebuah atom tunggal logam yang dihubungkan dengan ligan-ligan organik (transistor elektron tunggal) telah dibuat. Model-model standar fisika nuklir kemudian dikembangkan untuk menjelaskan sifat-sifat inti atom dalam hal interaksi partikel subatom ini. yaitu komposit partikelpartikel kecil yang disebut sebagai kuark. perkembangan pemercepat partikel dan detektor partikel mengijinkan para ilmuwan mempelajari dampak-dampak dari atom yang bergerak dengan energi yang tinggi. di Bell Labs mengembangkan sebuah teknik untuk menurunkan temperatur atom menggunakan laser.[25] Penjelasan pada perbedaan massa isotop ini berhasil dipecahkan setelah ditemukannya neutron. Phillips berhasil memerangkap atom natrium dalam perangkap magnet.11 × 10−31 kg dan mempunyai muatan negatif. baik proton dan neutron terdiri dari partikel elementer yang disebut kuark. Dalam model standar fisika. Terdapat enam jenis kuark dan tiap-tiap kuark tersebut memiliki muatan listri fraksional sebesar +2/3 ataupun −1/3. Perbedaan massa antar isotop ini berupa bilangan bulat. Ukuran elektron sangatlah kecil sedemikiannya tiada teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukurannya.[26] Pada tahun 1950-an. atom tersusun atas berbagai partikel subatom.berkas ion. Hal ini mengijinkan ilmuwan mempelajari atom dengan presisi yang sangat tinggi.[31] [sunting] Komponen-komponen atom [sunting] Partikel subatom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Partikel subatom Walaupun awalnya kata atom berarti suatu partikel yang tidak dapat dipotong-potong lagi menjadi partikel yang lebih kecil. Kuark termasuk kedalam golongan partikel fermion dan merupakan salah satu dari dua bahan penyusun materi dasar (yang lainnya adalah lepton).[27] Neutron dan proton kemudian diketahui sebagai hadron. manakala neutron terdiri dari satu kuark naik dan dua kuark turun.836 kali lebih berat daripada elektron (1. Pada tahun yang sama. Kimiawan Francis William Aston menggunakan peralatan ini untuk menunjukkan bahwa isotop mempunyai massa yang berbeda.[32] Proton memiliki muatan positif dan massa 1. Proton terdiri dari dua kuark naik dan satu kuark turun. dan ia disebut sebagai kaidah bilangan bulat. dan neutron. yaitu oleh James Chadwick pada tahun 1932.839 kali massa elektron[33] atau (1. sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh William D. Partikel-partikel penyusun atom ini adalah elektron. Namun hidrogen-1 tidak mempunyai neutron. Dari kesemua partikel subatom ini. Namun baru-baru ini. dalam terminologi ilmu pengetahuan modern. yang pada akhirnya membawa para ilmuwan menemukan kondensasi Bose-Einstein. Isotop kemudian dijelaskan sebagai unsur dengan jumlah proton yang sama.[28] Sekitar tahun 1985. Steven Chu dkk. suatu partikel bermuatan netral dengan massa yang hampir sama dengan proton. proton. sebuah atom tunggal sangatlah kecil untuk digunakan dalam aplikasi ilmiah. namun memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam inti atom. dan banyaknya defleksi ditentukan dengan rasio massa atom terhadap muatannya.[30] Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memerangkap dan memperlambat laju atom menggunakan pendinginan laser untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat-sifat atom. Claude Cohen-Tannoudji kemudian menggabungkan kedua teknik tersebut untuk mendinginkan sejumlah kecil atom sampai beberapa mikrokelvin.[29] Dalam sejarahnya.6929 × 10−27 kg).6726 × 10−27 kg). elektron adalah yang paling ringan. Demikian pula halnya pada ion hidrogen positif H+.

5 fm.[34][35] [sunting] Inti atom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Inti atom Energi pengikatan yang diperlukan oleh nukleon untuk lolos dari inti pada berbagai isotop. Gluon adalah anggota dari boson tolok yang merupakan perantara gaya-gaya fisika. gaya ini lebih kuat daripada gaya elektrostatik yang menyebabkan proton saling tolak menolak. Diameter inti atom berkisar antara 10-15 hingga 10-14m. dengan meningkatnya nomor atom.[38] Atom dari unsur kimia yang sama memiliki jumlah proton yang sama. Oleh karena itu. setiap proton dalam inti atom harusnya menduduki keadaan kuantum yang berbeda dengan aras energinya masing-masing.[37] Hal ini sangatlah kecil dibandingkan dengan jari-jari atom. Asas Pauli ini juga berlaku untuk neutron. dengan isotop unsur tertentu akan menjalankan peluruhan radioaktif. Suatu unsur dapat memiliki jumlah neutron yang bervariasi.5. sedangkan jumlah neutron relatif terhadap jumlah proton akan menentukan stabilitas inti atom. Oleh karena itu. gaya tolak-menolak antar proton membuat inti atom memerlukan proporsi neutron yang lebih tinggi lagi untuk menjaga stabilitasnya. Pelarangan ini tidak berlaku bagi proton dan neutron yang menduduki keadaan kuantum yang sama. Nukleon-nukleon tersebut terikat bersama oleh gaya tarik-menarik potensial yang disebut gaya kuat residual. dengan A adalah jumlah nukleon.[40] Untuk atom dengan nomor atom yang rendah. Pada jarak lebih kecil daripada 2. rasio neutron per proton yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya akan meningkat menjadi 1. Kuark terikat bersama oleh gaya nuklir kuat yang diperantarai oleh gluon. Inti atom terdiri atas proton dan neutron yang terikat bersama pada pusat atom. proton dan neutron tersebut disebut sebagai nukleon (partikel penyusun inti). Pada inti yang paling berat.[39] Neutron dan proton adalah dua jenis fermion yang berbeda.massa dan muatan antara dua partikel tersebut. Jumlah proton dan neutron suatu atom akan menentukan nuklida atom tersebut. Namun.[36] Jari-jari inti diperkirakan sama dengan fm. atom dengan jumlah proton dan neutron yang berimbang lebih stabil dan cenderung tidak meluruh. Secara kolektif. Variasi ini disebut sebagai isotop. disebut nomor atom.[40] . Asas pengecualian Pauli melarang adanya keberadaan fermion yang identik (seperti misalnya proton berganda) menduduki suatu keadaan fisik kuantum yang sama pada waktu yang sama. inti atom yang memiliki jumlah proton lebih banyak daripada neutron berpotensi jatuh ke keadaan energi yang lebih rendah melalui peluruhan radioaktif yang menyebabkan jumlah proton dan neutron seimbang.

Inti atom juga dapat diubah melalui penembakan partikel subatom berenergi tinggi. Fusi nuklir terjadi ketika banyak partikel atom bergabung membentuk inti yang lebih berat. yang berarti bahwa proses ini melepaskan energi. Hal ini biasanya terjadi melalui peluruhan radioaktif. proton memerlukan energi sekitar 3–10 keV untuk mengatasi gaya tolak-menolak antar sesamanya dan bergabung menjadi satu inti.[45] Adalah proses pelepasan energi inilah yang membuat fusi nuklir pada bintang dapat dipertahankan. Defisit ini merupakan bagian dari energi pengikatan inti yang baru. Jumlah proton dan neutron pada inti atom dapat diubah. dengan m adalah massa yang hilang dan c adalah kecepatan cahaya.[40] [sunting] Awan elektron Artikel utama untuk bagian ini adalah: Orbital atom dan Konfigurasi elektron .[44] Fusi dua inti yang menghasilkan inti yang lebih besar dengan nomor atom lebih rendah daripada besi dan nikel (jumlah total nukleon sama dengan 60) biasanya bersifat eksotermik. maka perbedaan ini disebabkan oleh pelepasan pancaran energi (misalnya sinar gamma). energi pengikatan per nukleon dalam inti mulai menurun. walaupun hal ini memerlukan energi yang sangat tinggi oleh karena gaya atraksinya yang kuat. Apabila hal ini mengubah jumlah proton dalam inti. inti dipecah menjadi dua inti yang lebih kecil.[42][43] Jika massa inti setelah terjadinya reaksi fusi lebih kecil daripada jumlah massa partikel awal penyusunnya. Sebagai contoh. pada inti Matahari. Ini berarti bahwa proses fusi akan bersifat endotermik. sebagaimana yang ditemukan pada rumus kesetaraan massa-energi Einstein.[41] Fisi nuklir merupakan kebalikan dari proses fusi. Pada fisi nuklir. atom tersebut akan berubah unsurnya. Untuk inti yang lebih berat. E = mc2.Gambaran proses fusi nuklir yang menghasilkan inti deuterium (terdiri dari satu proton dan satu neutron). Satu positron (e+) dipancarkan bersamaan dengan neutrino elektron.

memiliki sifat seperti partikel maupun seperti gelombang (dualisme gelombang-partikel). Hal ini berarti bahwa energi luar diperlukan agar elektron dapat lolos dari atom. Atom dengan jumlah proton sama namun dengan jumlah neutron berbeda adalah dua isotop berbeda dari satu unsur yang sama. yakni suatu fungsi matematika yang menghitung probabilitas suatu elektron akan muncul pada suatu lokasi tertentu ketika posisinya diukur. Kadangkadang ia disebut sebagai protium. semakin besar gaya atraksinya. Sebagai contohnya. karena pola-pola gelombang lainnya akan dengan cepat meluruh menjadi bentuk yang lebih stabil.[48] Bandingkan dengan energi sebesar 2. sama seperti partikel lainnya. dua atom dengan jumlah proton yang identik dalam intinya termasuk ke dalam unsur kimia yang sama.[52][53] .[47] Energi yang diperlukan untuk melepaskan ataupun menambah satu elektron (energi pengikatan elektron) adalah lebih kecil daripada energi pengikatan nukleon. Perilaku ini ditentukan oleh orbital atom. Elektron. Semakin dekat suatu elektron dalam inti. Elektron dapat berubah keadaannya ke aras energi yang lebih tinggi dengan menyerap sebuah foton.[47] Fungsi gelombang dari lima orbital atom pertama. Atom yang kekurangan ataupun kelebihan elektron disebut sebagai ion. Elektron dalam suatu atom ditarik oleh proton dalam inti atom melalui gaya elektromagnetik. Selain dapat naik menuju aras energi yang lebih tinggi. atom dapat saling berikatan membentuk molekul. semua hidrogen memiliki satu proton. sehingga elektron yang berada dekat dengan pusat sumur potensi memerlukan energi yang lebih besar untuk lolos.[50] [sunting] Sifat-sifat [sunting] Sifat-sifat nuklir Artikel utama untuk bagian ini adalah: Isotop dan Isotop stabil Berdasarkan definisi. dua neutron (tritium).Sumur potensial yang menunjukkan energi minimum V(x) yang diperlukan untuk mencapai tiap-tiap posisi x. dll. Hidrogen-1 adalah bentuk isotop hidrogen yang paling umum. Sebagai contohnya. [49] Atom bermuatan listrik netral oleh karena jumlah proton dan elektronnya yang sama. satu isotop yang memiliki satu neutron (deuterium).6 eV untuk melepaskan elektron dari atom hidrogen. Tiga orbital 2p memperlihatkan satu biidang simpul. Elektron yang terletak paling luar dari inti dapat ditransfer ataupun dibagi ke atom terdekat lainnya. Gaya ini mengikat elektron dalam sumur potensi elektrostatik di sekitar inti. Tiap-tiap orbital atom berkoresponden terhadap aras energi elektron tertentu. Dengan cara inilah. namun terdapat satu isotop hidrogen yang tidak memiliki neutron (hidrogen-1).3 MeV yang diperlukan untuk memecah inti deuterium. Suatu partikel dengan energi E dibatasi pada kisaran posisi antara x1 dan x2. hanya diperlukan 13.[46] Hanya akan ada satu himpunan orbital tertentu yang berada disekitar inti. Awan elektron adalah suatu daerah dalam sumur potensi di mana tiap-tiap elektron menghasilkan sejenis gelombang diam (yaitu gelombang yang tidak bergerak relatif terhadap inti) tiga dimensi.[51] Semua isotop unsur yang bernomor atom lebih besar daripada 82 bersifat radioaktif. suatu elektron dapat pula turun ke keadaan energi yang lebih rendah dengan memancarkan energi yang berlebih sebagai foton.

[59] Para kimiawan biasanya menggunakan satuan mol untuk menyatakan jumlah atom.[56] Hidrogen-1 yang merupakan isotop teringan hidrogen memiliki bobot atom 1. 63. yang dikenal pula dengan nama tetapan Avogadro.[65] [sunting] Peluruhan radioaktif Artikel utama untuk bagian ini adalah: Peluruhan radioaktif . Sebaliknya jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan menurunnya nomor golongan (kanan ke kiri).[64] Intan satu karat dengan massa 2 × 10-4 kg mengandung sekitar 1022 atom karbon.[58] Atom stabil yang paling berat adalah timbal-208. manakala jumlah isotop stabil yang paling banyak terpantau pada unsur timah dengan 10 jenis isotop stabil.[61] Oleh karena itu.012 kg.022 × 1023. jumlah atom di sekitarnya.[54] Pada unsur kimia. Satuan ini didefinisikan sebagai seperduabelas massa atom karbon-12 netral.007825 u. Jari-jari ini bervariasi tergantung pada jenis atom. dan spin atom. atom yang terkecil adalah helium dengan jari-jari 32 pm.[60] Pada tabel periodik unsur-unsur. Dengan demikian suatu unsur dengan massa atom 1 u akan memiliki satu mol atom yang bermassa 0. sehingga dimensi atom biasanya dideskripsikan sebagai jarak antara dua inti atom ketika dua atom bergabung bersama dalam ikatan kimia. 269 di antaranya belum pernah terpantau meluruh. manakala yang terbesar adalah sesium dengan jari-jari 225 pm.[62] Dimensi ini ribuan kali lebih kecil daripada gelombang cahaya (400–700 nm).[55] [sunting] Massa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Massa atom dan Bobot atom Karena mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron. Unsur 43.66 × 10−27 kg. atom dapat dipantau menggunakan mikroskop gaya atom.9766521 u. Ukuran atom sangatlah kecil. sedemikian kecilnya lebar satu helai rambut dapat menampung sekitar 1 juta atom karbon. Massa atom pada keadaan diam sering diekspresikan menggunakan satuan massa atom (u) yang juga disebut dalton (Da). Sebagai contohnya. sehingga satu mol karbon atom memiliki massa 0. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah atom yang terdapat pada 12 gram persis karbon-12. jumlah keseluruhan partikel ini dalam atom disebut sebagai nomor massa. sehingga atom tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop optik biasa. Namun.[57] Atom memiliki massa yang kira-kira sama dengan nomor massanya dikalikan satuan massa atom. dan semua unsur lebih tinggi dari 83 tidak memiliki isotop stabil.[63] Satu tetes air pula mengandung sekitar 2 × 1021 atom oksigen. jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya periode (atas ke bawah). Jumlah ini adalah sekitar 6. 80 dari unsur yang diketahui memiliki satu atau lebih isotop stabil. Dua puluh tujuh unsur hanya memiliki satu isotop stabil.001 kg. yang kira-kira sebesar 1.Dari sekitar 339 nuklida yang terbentuk secara alami di Bumi.[catatan 2] Jika sebuah apel diperbesar sampai seukuran besarnya Bumi.[56] [sunting] Ukuran Artikel utama untuk bagian ini adalah: Jari-jari atom Atom tidak memiliki batasan luar yang jelas. jenis ikatan yang terlibat.[52] dengan massa sebesar 207. Karbon memiliki massa atom 12 u. maka atom dalam apel tersebut akan terlihat sebesar ukuran apel awal tersebut.

ataupun proton menjadi neutron. Peluruhan beta. ataupun peluruhan yang mengakibatkan produksi elektron berkecepatan tinggi yang bukan sinar beta. Hasil peluruhan ini adalah unsur baru dengan nomor atom yang lebih kecil. menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik. diatur oleh gaya lemah. dan produksi foton berenergi tinggi yang bukan sinar gama Tiap-tiap isotop radioaktif mempunyai karakteristik periode waktu peluruhan (waktu paruh) yang merupakan lamanya waktu yang diperlukan oleh setengah jumlah sampel untuk . terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron). Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu elektron dan satu antineutrino. Peluruhan gama. Hal ini dapat terjadi setelah emisi partikel alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif. dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih rendah.[66] Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:[67][68] • Peluruhan alfa. Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif. Radioaktivitas dapat terjadi ketika jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya bekerja pada jarak sekitar 1 fm). • • Jenis-jenis peluruhan radioaktif lainnya yang lebih jarang meliputi pelepasan neutron dan proton dari inti. emisi lebih dari satu partikel beta.Diagram ini menunjukkan waktu paruh (T½) beberapa isotop dengan jumlah proton Z dan jumlah proton N (dalam satuan detik). manakala transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh emisi satu positron dan satu neutrino. Peluruhan beta dapat meningkatkan maupun menurunkan nomor atom inti sebesar satu. dan dihasilkan oleh transformasi neutron menjadi proton. Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta. menyebabkan inti melepaskan partikel ataupun radiasi elektromagnetik.

sehingga tiada medan magnet yang dihasilkan.meluruh habis. yakni tiada dua elektron yang dapat ditemukan pada keadaan kuantum yang sama. bahan yang tersusun oleh atom ini dapat menghasilkan medan makroskopis yang dapat dideteksi. momen magnetik tiap-tiap atom individu tersebut akan tersusun berjajar ketika diberikan medan magnet. Proses ini disebut sebagai interaksi pertukaran. elektron yang bergerak di sekitar inti atom selain memiliki spin juga memiliki momentum sudut orbital. Hal ini diukur oleh besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom dan biasanya diekspresikan dengan satuan elektronvolt (eV).[66] [sunting] Momen magnetik Artikel utama untuk bagian ini adalah: Momen dipol magnetik elektron dan Momen magnetik nuklir Setiap partikel elementer mempunyai sifat mekanika kuantum intrinsik yang dikenal dengan nama spin. sehingga momen dipol magnetik totalnya menjadi nol pada beberapa atom berjumlah elektron genap. Kondisi ini disebut sebagai hiperpolarisasi. manakala keadaan energi yang lebih tinggi disebut sebagai keadaan tereksitasi. Keadaan energi terendah suatu elektron yang terikat disebut sebagai keadaan dasar. Bahan-bahan yang bersifat paramagnetik memiliki atom dengan momen magnetik yang tersusun acak. ia memiliki energi potensial yang berbanding terbalik terhadap jarak elektron terhadap inti. dengan elektron. proton.[70] Pada atom berelektron ganjil seperti besi. Spin diukur dalam satuan tetapan Planck tereduksi (ħ). Namun. manakala inti atom memiliki momentum sudut pula oleh karena spin nuklirnya sendiri. kontribusi yang terbesar tetap berasal dari spin. Namun. ia haruslah menyerap ataupun memancarkan foton pada energi yang sesuai dengan perbedaan energi . pasangan elektron yang terikat satu sama lainnya memiliki spin yang berlawanan. Namun. dengan satu berspin naik. Orbital-orbital atom di sekeliling atom tersebut saling bertumpang tindih dan penurunan keadaan energi dicapai ketika spin elektron yang tak berpasangan tersusun saling berjajar. Biasanya spin inti tersusun secara acak oleh karena kesetimbangan termal. atau "spin-½". adalah mungkin untuk memolarisasi keadaan spin nuklir secara signifikan sehingga spin-spin tersebut tersusun berjajar dengan arah yang sama. Dalam model mekanika kuantum. Proses peluruhan bersifat eksponensial. Dalam atom. dan neutron semuanya memiliki spin ½ ħ. Oleh karena elektron mematuhi asas pengecualian Pauli.[74] Agar suatu elektron dapat meloncat dari satu keadaan ke keadaan lainnya. walaupun secara kaku partikel tidaklah berperilaku seperti ini. dan yang satunya lagi berspin turun. Kedua spin yang berlawanan ini akan saling menetralkan. elektron-elektron yang terikat hanya dapat menduduki satu set keadaan yang berpusat pada inti.[69] Medan magnet yang dihasilkan oleh suatu atom (disebut momen magnetik) ditentukan oleh kombinasi berbagai macam momentum sudut ini. dan tiap-tiap keadaan berkorespondensi terhadap aras energi tertentu.[70][71] Inti atom juga dapat memiliki spin. hanya akan tersisa 25% isotop. Fenomena ini memiliki aplikasi yang penting dalam pencitraan resonansi magnetik. sehingga setelah dua waktu paruh. adanya keberadaan elektron yang tak berpasangan menyebabkan atom tersebut bersifat feromagnetik.[72][73] [sunting] Aras-aras energi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aras energi dan Garis spektrum atom Ketika suatu elektron terikat pada sebuah atom. untuk unsur-unsur tertentu (seperti xenon-129). Ketika momen magnetik atom feromagnetik tersusun berjajaran. Spin beranalogi dengan momentum sudut suatu objek yang berputar pada pusat massanya.

[76] Contoh garis absorpsi spektrum.[75] Tiap-tiap unsur memiliki spektrum karakteristiknya masing-masing. Hal ini terjadi karena kopling spin-orbit yang merupakan interaksi antara spin dengan gerak elektron terluar. Unsur-unsur pada bagian terkanan tabel memiliki kelopak terluarnya terisi penuh. Hal ini disebut sebagai efek Zeeman. ikatan kimia antara unsur-unsur ini cenderung berupa pembagian elektron daripada transfer elektron. Atom cenderung bereaksi dengan satu sama lainnya melalui pengisian (ataupun pengosongan) elektron valensi terluar atom.[78] Ketika suatu atom berada dalam medan magnet eksternal. Elektron yang tereksitasi akan secara spontan memancarkan energi ini sebagai foton dan jatuh kembali ke aras energi yang lebih rendah. Unsur-unsur dengan jumlah elektron valensi yang sama dikelompokkan secara vertikel (disebut golongan).potensial antar dua aras tersebut. Energi foton yang dipancarkan adalah sebanding dengan frekuensinya.[82] Unsur-unsur kimia sering ditampilkan dalam tabel periodik yang menampilkan sifat-sifat kimia suatu unsur yang berpola. Fenomena ini disebut sebagai efek Stark. seperti yang terpantau pada natrium klorida dan garam-garam ionik lainnya.[83][84] [sunting] Keadaan . Contohnya meliputi unsur karbon dalam senyawa organik. menyebabkan elektron berpindah aras energi. sehingga akan tampak sebagai satu garis spektrum. Beberapa atom dapat memiliki banyak konfigurasi elektron dengan aras energi yang sama. Efek Zeeman disebabkan oleh interaksi medan magnet dengan momen magnetik atom dan elektronnya.[80] [sunting] Valensi dan perilaku ikatan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Valensi (kimia) dan Ikatan kimia Kelopak atau kulit elektron terluar suatu atom dalam keadaan yang tak terkombinasi disebut sebagai kelopak valensi dan elektron dalam kelopak tersebut disebut elektron valensi. Sehingga. beberapa foton diserap oleh atom. atom berperilaku seperti bahan penyaring yang akan membentuk sederetan pita absorpsi. dan faktor-faktor lainnya. Namun. Interaksi medan magnet dengan atom akan menggeser konfigurasi-konfigurasi elektron menuju aras energi yang sedikit berbeda. garis-garis spektrum terpisah menjadi tiga atau lebih komponen. banyak pula unsur yang menunjukkan perilaku valensi berganda. menyebabkan garis spektrum berganda. Hal ini bergantung pada muatan inti.[81] Ikatan kimia dapat dilihat sebagai transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya.[77] Pemantauan cermat pada garis-garis spektrum menunjukkan bahwa beberapa memperlihatkan adanya pemisahan halus. atau kecenderungan membagi elektron dengan jumlah yang berbeda pada senyawa yang berbeda. interaksi elektromagnetik antar elektron. Ketika suatu spektrum energi yang berkelanjutan dipancarkan melalui suatu gas ataupun plasma. Pengukuran spektroskopi terhadap kekuatan dan lebar pita spektrum mengijinkan penentuan komposisi dan sifat-sifat fisika suatu zat. subkelopak yang terisi dengan elektron. menyebabkan unsur-unsur tersebut cenderung bersifat inert (gas mulia).[79] Keberadaan medan listrik eksternal dapat menyebabkan pemisahan dan pergeseran garis spektrum dengan mengubah aras energi elektron. Oleh karena itu. Jumlah elektron valensi menentukan perilaku ikatan atom tersebut dengan atom lainnya.

Spektrometer massa menggunakan prinsip ini untuk menghitung rasio massa terhadap muatan ion.[87][88] Kumpulan atom-atom yang dilewat-dinginkan ini berperilaku seperti satu atom super. cair.[86] Pada suhu mendekati nol mutlak.[85] Dalam tiap-tiap keadaan tersebut pula materi dapat memiliki berbagai fase. Muatan yang ada menyebabkan trayektori atom melengkung ketika ia melalui sebuah medan magnet. Apabila sampel tersebut mengandung sejumlah isotop. Sebuah atom dapat diionisasi dengan melepaskan satu elektronnya. Alat ini menggunakan fenomena penerowongan kuantum yang mengijinkan partikel-partikel menembus sawar yang biasanya tidak dapat dilewati. atom dapat membentuk kondensat Bose-Einstein.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Keadaan materi dan Fase benda Gambaran pembentukan kondensat Bose-Einstein. Sejumlah atom ditemukan dalam keadaan materi yang berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik benda. di mana efek-efek mekanika kuantum yang biasanya hanya terpantau pada skala atom terpantau secara makroskopis.[89] [sunting] Identifikasi Citra mikroskop penerowongan payaran yang menunjukkan atom-atom individu pada permukaan emas (100). Jari-jari trayektori ion tersebut ditentukan oleh massa atom. Dengan mengubah kondisi tersebut. materi dapat berubah-ubah menjadi bentuk padat. ia dapat berupa grafit maupun intan. Sebagai contohnya pada karbon padat. Mikroskop penerowongan payaran (scanning tunneling microscope) adalah suatu mikroskop yang digunakan untuk melihat permukaan suatu benda pada tingkat atom. gas. yakni suhu dan tekanan. spektrometer massa dapat menentukan proporsi tiap-tiap isotop . dan plasma.

Kedua-duanya melibatkan penangkapan neutron oleh inti atom.[105] Unsur-unsur seperti timbal kebanyakan dibentuk melalui peluruhan radioaktif unsur-unsur lain yang lebih berat. sehingga densitas di sekelilingnya adalah sekitar 103 atom/m3. [99][100][101] Atom pertama (dengan elektron yang terikat dengannya) secara teoritis tercipta 380. Sampai dengan 95% atom Bima Sakti terkonsentrasi dalam bintang-bintang.000 tahun sesudah Dentuman Besar. atom memiliki konsentrasi yang lebih tinggi. Tomografi kuar atom memiliki resolusi sub-nanometer dalam 3-D dan dapat secara kimiawi mengidentifikasi atomatom individu menggunakan spektrometri massa waktu lintas. yang mengukur pelepasan energi berkas elektron dalam suatu mikroskop elektron transmisi ketika ia berinteraksi dengan sampel. dan deuterium. Dalam masa waktu tiga menit sesudahnya. dengan densitas materi dalam medium antarbintang berkisar antara 105 sampai dengan 109 atom/m3. nukleosintesis Dentuman Besar kebanyakan menghasilkan helium.[92] Helium pada Matahari ditemukan dengan menggunakan cara ini 23 tahun sebelum ia ditemukan di Bumi.[103] Isotop seperti litium-6 dihasilkan di ruang angkasa melalui spalasi sinar kosmis.[95] Matahari sendiri dipercayai berada dalam Gelembung Lokal. dan massa total atom ini membentuk sekitar 10% massa galaksi.[93] [sunting] Asal usul dan kondisi sekarang Atom menduduki sekitar 4% densitas energi total yang ada dalam alam semesta terpantau. Teknik untuk menguapkan atom meliputi spektroskopi emisi atomik plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy) dan spektrometri massa plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma mass spectrometry). Panjang gelombang cahaya tertentu yang dipancarkan oleh bintang dapat dipisahkan dan dicocokkan dengan transisi terkuantisasi atom gas bebas. menyebabkan sejumlah besar nukleon berhamburan.[96] Bintang membentuk awan-awan padat dalam medium antarbintang. dengan densitas rata-rata sekitar 0. yaitu suatu daerah yang mengandung banyak gas ion.25 atom/m3.[104] Hal ini terjadi ketika sebuah proton berenergi tinggi menumbuk inti atom.dengan mengukur intensitas berkas ion yang berbeda. yaitu ketika alam semesta yang mengembang cukup dingin untuk mengijinkan elektron-elektron terikat pada inti atom.[97] Massa sisanya adalah materi gelap yang tidak diketahui dengan jelas.[102] Sejak saat itulah.[106] [sunting] Bumi . dan mungkin juga beberapa berilium dan boron.[90] Metode lainnya yang lebih selektif adalah spektroskopi pelepasan energi elektron (electron energy loss spectroscopy).[98] [sunting] Nukleosintesis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nukleosintesis Proton dan elektron yang stabil muncul satu detik setelah kejadian Dentuman Besar. Warna bintang kemudian dapat direplikasi menggunakan lampu lucutan gas yang mengandung unsur yang sama.[94] Dalam galaksi Bima Sakti. dan proses evolusioner bintang akan menyebabkan peningkatan kandungan unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium dalam medium antarbintang. inti atom mulai bergabung dalam bintang-bintang melalui proses fusi nuklir dan menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat sampai dengan besi. Unsur yang lebih berat daripada besi dihasilkan di supernova melalui proses r dan di bintang-bintang AGB melalui proses s. litium.[91] Spektrum keadaan tereksitasi dapat digunakan untuk menganalisa komposisi atom bintang yang jauh. keduanya menggunakan plasma untuk menguapkan sampel analisis.

Pada permukaan Bumi. oksigen diatomik.[107] Kandungan alami plutonium dan neptunium dihasilkan dari penangkapan neutron dalam bijih uranium. Pengecualian terdapat pada plutonium-244 yang kemungkinan tersimpan dalam debu kosmik. pada tahun 1996. Ketidakseimbangan ini masih belum dipahami secara menyeluruh.[120] Atom super berat yang stabil ini kemungkinan besar adalah unbiheksium. Unsur-unsur super berat ini kemungkinan memiliki inti yang secara relatif stabil terhadap peluruhan radioaktif. walaupun terdapat teori bariogenesis yang memberikan penjelasan yang memungkinkan.[122][123] Namun. Sisanya merupakan akibat dari peluruhan radioaktif dan proporsinya dapat digunakan untuk menentukan usia Bumi melalui penanggalan radiometrik. contohnya kristal dan logam padat ataupun cair. dan nitrogen diatomik.[113][114] Unsur-unsur transuranium memiliki waktu paruh radioaktif yang lebih pendek daripada umur Bumi[115]. dan oksida. Sisa 99% atom pada atmosfer bumi terikat dalam bentuk molekul. Antimateri tidak pernah ditemukan secara alami. antihidrogen berhasil disintesis di laboratorium CERN di Jenewa.33 × 1050 atom. garam.[118][119] [sunting] Bentuk teoritis dan bentuk langka Pencitraan 3-Dimensi keberadaan "Pulau stabilitas" di bagian paling kanan Manakala isotop dengan nomor atom yang lebih tinggi daripada timbal (62) bersifat radioaktif. keduanya akan saling memusnahkan.[124][125] . terdapat suatu "pulau stabilitas" yang diajukan untuk beberapa unsur dengan nomor atom di atas 103.[116] Bumi mengandung sekitar 1. sehingga unsur-unsur ini telah lama meluruh. terdapat sejumlah kecil atom gas mulia seperti argon dan neon.[107][108] Kebanyakan helium dalam kerak Bumi merupakan produk peluruhan alfa. silikat. Atom juga dapat bergabung membentuk bahan-bahan yang tidak terdiri dari molekul.[110] Beberapa atom di Bumi secara buatan dihasilkan oleh reaktor ataupun senjata nuklir. atom-atom saling berikatan membentuk berbagai macam senyawa.[109] Terdapat sekelumit atom di Bumi yang pada awal pembentukannya tidak ada dan juga bukan merupakan akibat dari peluruhan radioaktif. Karbon-14 secara berkesinambungan dihasilkan oleh sinar kosmik di atmosfer.[121] Tiap-tiap partikel materi memiliki partikel antimaterinya masing-masing dengan muatan listrik yang berlawanan.Kebanyakan atom yang menyusun Bumi dan termasuk pula seluruh makhluk hidupnya pernah berada dalam bentuk yang sekarang di nebula yang runtuh dari awan molekul dan membentuk Tata Surya. Ketika materi dan antimateri bertemu.[111][112] Dari semua Unsur-unsur transuranium yang bernomor atom lebih besar daripada 92. misalnya karbon dioksida.[117] Pada atmosfer planet. positron adalah antielektron yang bermuatan positif. Sehingga. meliputi air. dan antiproton adalah proton yang bermuatan negatif. dengan 126 proton 184 neutron. Terdapat ketidakseimbangan antara jumlah partikel materi dan antimateri. hanya plutonium dan neptunium sajalah yang terdapat di Bumi secara alami.

atom-atom gas mulia dianggap sebagai molekul walaupun gas-gas tersebut terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan. sebuah molekul terdiri dari suatu sistem stabil yang terdiri dari dua atau lebih molekul. Dalam teori kinetika gas. Dalam kimia organik dan biokimia.Terdapat pula atom-atom langka lainnya yang dibuat dengan menggantikan satu proton. Kimia molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur interaksi antara molekul. ataupun terdiri dari unsur-unsur berbeda (misalnya air H2O). Jenis atom ini dapat digunakan untuk menguji prediksi fisika. elektron dapat digantikan dengan muon yang lebih berat. perbedaan kedua ilmu tersebut tidaklah jelas dan saling bertumpang tindih. membentuk atom muon. Atom-atom dan kompleks yang berhubungan secara non-kovalen (misalnya terikat oleh ikatan hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak dianggap sebagai satu molekul tunggal. cari Penggambaran tiga dimensi (kiri dan tengah) berserta dua dimensi (kanan) molekul terpenoid atisana. istilah molekul digunakan secara kurang kaku. Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil. molekul berbeda dengan ion poliatomik. manakala fisika molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur struktur dan sifat-sifat molekul. Dalam prakteknya. Dalam ilmu molekuler. ataupun elektron dengan partikel lain yang bermuatan sama. Ilmu molekuler Ilmu yang mempelajari molekul disebut kimia molekuler ataupun fisika molekuler bergantung pada fokus kajiannya. Hacked By Amirul19 . Sebagai contoh.[3] Menurut definisi ini. sehingga molekul organik dan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk molekul. Istilah molekul tak stabil digunakan untuk merujuk pada spesi-spesi kimia yang sangat reaktif. neutron. [1][2] Menurut definisi ini. istilah molekul sering digunakan untuk merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada komposisinya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.[4] Sebuah molekul dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama (misalnya oksigen O2).[126][127][128] Molekul Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Ion poliatomik dapat pula kadangkadang dianggap sebagai molekul yang bermuatan.

dengan keseluruhan molekul sekitar dua kali panjang ikatnya (0. Molekul dengan ukuran yang sangat besar disebut sebagai makromolekul atau supermolekul. Sebagai contohnya.pada kata diatomik berasal dari bahasa Yunani yang artinya dua. namun sifat-sifat yang berbeda oleh karena strukturnya yang berbeda. Sering kali massa molekul diekspresikan dalam satuan massa atom yang setara dengan 1/12 massa atom karbon-12. namun dapat dideteksi menggunakan mikroskop gaya atom. dimetil eter juga memiliki nilai perbandingan yang sama dengan etanol. Perlu diperhatikan bahwa rumus empiris hanya memberikan nilai perbandingan atom-atom penyusun suatu molekul dan tidak memberikan nilai jumlah atom yang sebenarnya. Awalan di. Rumus molekul menggambarkan jumlah atom penyusun molekul secara tepat. Molekul terkecil adalah hidrogen diatomik (H2). Senyawa isomer memiliki rumus kimia yang sama. Kedua atom tersebut dapat berupa unsur yang sama maupun berbeda. rumus ini tidak menunjukkan bentuk ataupun susunan atom dalam molekul tersebut. cari Model CPK molekul dinitrogen. Massa suatu molekul dapat dihitung dari rumus kimianya. Contohnya. Stereoisomer adalah salah satu jenis isomer yang memiliki sifat fisika dan kimia yang sangat mirip namun aktivitas biokimia yang berbeda. Satu molekul tunggal biasanya tidak dapat dipantau menggunakan cahaya. dan oksigen 2:6:1. Molekul diatomik Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[5][6] [sunting] Rumus molekul Rumus empiris sebuah senyawa menunjukkan nilai perbandingan paling sederhana unsurunsur penyusun senyawa tersebut. namun rumus empirisnya adalah CH. Penjelasan dan keberadaan alami . asetilena memiliki rumus molekuler C2H2. Rumus kimia dan struktur molekul merupakan dua faktor penting yang menentukan sifat-sifat suatu senyawa. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Etanol pula selalu memiliki nilai perbandingan antara karbon. hidrogen. [sunting] Geometri molekul Molekul memiliki geometri yang berbentuk tetap dalam keadaan kesetimbangan. Kekecualian terdapat pada DNA yang dapat mencapai ukuran makroskopis. Jari-jari molekul efektif merupakan ukuran molekul yang terpantau dalam larutan. Contohnya. Molekul diatomik adalah molekul yang hanya terdiri dari dua atom.[sunting] Ukuran molekul Kebanyakan molekul sangatlah kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. air selalu memiliki nilai perbandingan atom hidrogen berbanding oksigen 2:1.74 Å). Namun. N2. Molekul dengan jumlah atom penyusun yang sama namun berbeda susunannya disebut sebagai isomer. Panjang ikat dan sudut ikatan akan terus bergetar melalui gerak vibrasi dan rotasi.

Constants of Diatomic Molecules[1]. Pada awalnya. ia disebut sebagai homonuklir.9340%) dan gas lainnya. John Dalton berasumsi bahwa semua unsur secara alami berada dalam keadaan monoatomik dan atom-atom pada suatu senyawa akan memiliki rasio atom yang sama.Dalam buku Huber dan Herzberg. Amedeo Avogadro akhirnya berhasil menentukan komposisi molekul air yang benar. Sekitar 99% atmosfer bumi terdiri dari molekul diatomik. hasil kerja ini terus diabaikan sampai dengan tahun 1860. Namun. bromin (Br2). terdapat sekitar ratusan molekul diatomik yang terdaftar. Kebanyakan data dalam tabel tersebut sesuai dengan nilai modern sekarang.[2] Perlu diperhatikan pula bahwa terdapat pula molekul diatomik lainnya yang dapat terbentuk.[3]. juga disebabkan oleh beberapa kejanggalan hukum Avogadro yang tidak dapat dijelaskan pada saat itu. Walaupun demikian. sedangkan yang terdiri dari dua unsur yang berbeda disebut sebagai heteronuklir. dan nitrogen. Pada tahun 1805. Oleh karena asumsi tersebut terdapat kemelutan penentuan berat atom dan rumus molekul selama setengah abad. atom. Kelimpahan alami hidrogen (H2) pada atmosfer bumi hanyalah dalam kadar bagian per juta (ppm). Walaupun demikian. Selain itu. Ikatan pada molekul diatomik homonuklir bersifat kovalen dan non-polar. Cannizzaro mengungkit kembali pemikiran Avogadro dan menggunakannya utuk membuatu tabel berat atom yang konsisten. secara alami berada dalam keadaan diatomik. Jika suatu molekul diatomik terdiri dari dua unsur yang sama. Sebagai contoh. banyak molekul diatomik tidak stabil dan sangat reaktif. Unsur-unsur yang ditemukan dalam bentuk molekul diatomik pada kondisi laboratorium 1 bar dan 25 oC meliputi hidrogen (H2). Gay-Lussac dan von Humboldt menunjukkan bahwa air terbentuk dari dua volume air dan satu volume oksigen. misalnya H2 dan O2. Molekul diatomik yang terdiri dari dua atom yang berbeda contohnya adalah CO dan HCl. Selain itu. misalnya logam yang dipanaskan sampai menjadi gas. Molecular Spectra and Molecular Structure IV. Dalton berasumsi bahwa rumus molekul air adalah HO dengan berat atom oksigen 8 kali dari atom hidrogen (sebenarnya 16 kali atom hidrogen). Ia utamanya ditemukan sebagai materi penyusun bintang. contohnya difosfor. Pada Kongres Karlsruhe pada tahun 1860 yang membahas tentang berat atom. [sunting] Peranan penting Senyawa-senyawa diatomik memainkan peran yang penting dalam menguraikan konsep unsur. dan pada tahun 1811. sedangkan sisa 1%-nya terdiri dari argon (0. oksigen. Ia merupakan susunan geometri molekul yang paling sederhana. dan astatin (At2). Beberapa di antaranya terdeteksi secara spektroskopis pada ruang antarbintang. klorin (Cl2). dan molekul pada abad ke-19 karena beberapa unsur-unsur penting seperti hidrogen.[4] [sunting] Aras energi . utamanya oksigen O2 (21%) dan nitrogen N2 (78%). Hal ini didasarkan pada hukum Avogadro dan asumsi bahwa gas hidrogen dan oksigen berupa molekul diatomik. hanya beberapa molekul diatomik yang ditemukan secara alami di Bumi. Alasan penolakan ini dikarenakan oleh kepercayaan saat itu bahwa atom yang berunsur sama tidak akan memiliki afinitas kimia terhadap satu sama lainnya. yodium (I2). nitrogen (N2). dan halogen: fluorin (F2). Data berat atom ini sangat penting dalam penemuan tabel periodik oleh Dmitri Mendeleev dan Lothar Meyer. oksigen (O2). hidrogen adalah molekul yang paling melimpah dalam alam semesta. [sunting] Geometri molekul Geometri molekul molekul diatomik adalah linear.

molekul diatomik dapat digambarkan sebagai dua titik massa yang dihubungkan oleh pegas tak bermassa. Selain itu. [sunting] Energi rotasi Menurut hukum fisika. Energi yang terlibat pada berbagai gerak molekul dapat dibagi menjadi tiga kategori: • • • Energi translasi Energi rotasi Energi vibrasi [sunting] Energi translasi Energi translasi molekul diekspresikan sebagai energi kinetik molekul tersebut: dengan m adalah massa molekul dan v adalah kecepatan molekul. aras energi rotasi molekul diatomik adalah: [sunting] Energi vibrasi Selain bertranslasi dan berotasi. molekul diatomik juga dapar bergetar (vibrasi). Dengan mensubstitusi momentum sudut dan momen inersia ke Erot. momentum sudutnya hanya dapat dieskpresikan sebagai nilai-nilai diskret tertentu: dengan l adalah bilangan bulat positif dan adalah tetapan tereduksi Planck.Secara umum. Energi vibrasi molekul ini dapat dianggap hampir mirip dengan osilator harmonik kuantum: . energi kinetik rotasi adalah dengan adalah momentum sudut is the momen inersia molekul Pada tingkat mikroskopis (atomik) seperti molekul. momen inersianya adalah dengan adalah massa tereduksi molekul tersebut dan adalah jarak rata-rata antara dua atom pada suatu molekul.

seperti yang dibahas oleh teori ikatan valensi. ikatan logam-logam. cari Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atom-atom yang berikatan.[1][2] Istilah bahasa Inggris untuk ikatan kovalen. pertama kali muncul pada tahun 1939. Pada molekul H2. Singkatnya. . berkolega. yaitu ikatan sigma. For O2. dan ikatan tiga pusat dua elektron. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. dan frekuensi getaran pada umumnya adalah 5 x 1013 Hz.dengan n adalah bilangan bulat h adalah tetapan Planck dan f adalah frekuensi getaran. Dengan menggunakan perhitungan yang sama: Dapat terlihat bahwa jarak energi antara energi vibrasi adalah sekitar 100 kali lebih besar daripada jarak aras energi rotasi. dll. stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mereka berbagi elektron dikenal sebagai ikatan kovalen. atom hidrogen berbagi dua elektron via ikatan kovalen. sehingga "co-valent bond" artinya adalah atom-atom yang saling berbagi "valensi". covalent bond.[3] Awalan coberarti bersama-sama. Aras energi virbasi terendah terdapat pada n = 0.. [sunting] Perbandingan antara jarak energi rotasi dengan energi vibrasi Aras energi rotasi terendah molekul diatomil terdapat pada l = 0 dan memberikan nilai Erot = 0. interaksi agostik. aras kuantum berikutnya (l = 1) memiliki energi sekitar: Jarak antara dua aras energi rotasi terendah O2 sebanding dengan energi foton pada daerah spektrum elektromagnetik mikrogelombang. berasosiasi dalam sebuah aksi. ikatan pi. Ikatan kovalen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Ikatan kovalen merangkumi banyak jenis interaksi.

• [sunting] Sejarah Istilah Bahasa Inggris "covalence" pertama kali digunakan pada tahun 1919 oleh Irving Langmuir di dalam artikel Journal of American Chemical Society yang berjudul The Arrangement of Electrons in Atoms and Molecules:[4] “ (p. Lebih jauh lagi. Ikatan kovalen tampak jelas pada struktur Lewis. kekuatan ikatan kovalen bergantung pada relasi sudut antara atom-atom pada molekul poliatomik. . Oleh karena ikatan kovalen adalah saling berbagi elektron. seperti ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga. Dia memperkenalkan struktur Lewis atau notasi titik elektron atau struktur titik Lewis yang menggunakan titik-titik di sekitar simbol atom untuk mewakili elektron valensi terluar atom.926)… we shall denote by the term covalence the number of pairs of electrons which a given atom shares with its neighbors. Konsep awal ikatan kovalen berawal dari gambar molekul metana sejenis ini. berbeda dengan interaksi elektrostatik ("ikatan ion"). ikatan kovalen tidak seperlunya adalah ikatan antara dua atom yang berunsur sama. mengindikasikan pembagian elektron-elektron di antara atom-atom. ” Gagasan ikatan kovalen dapat ditilik beberapa tahun sebelum 1920 oleh Gilbert N. Lewis yang pada tahun 1916 menjelaskan pembagian pasangan elektron di antara atom-atom.Kovalensi yang sangat kuat terjadi di antara atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang mirip. melainkan hanya pada elektronegativitas mereka. Pasangan berganda mewakili ikatan berganda. maka elektron-elektron tersebut perlu terdelokalisasi. Panah-panah mewakili elektron-elektron yang berasal dari atomatom yang terlibat. Diagram MO yang melukiskan ikatan kovalen (kiri) dan ikatan kovalen polar (kanan) pada sebuah molekul diatomik. Oleh karena itu. Terdapat pula bentuk alternatif lainnya di mana ikatan diwakili sebuah garis. Pasangan elektron yang berada di antara atom-atom mewakili ikatan kovalen.

3. sehingga model ikatan valensi dapat memprediksikan sudut ikatan yang terlihat pada molekul sederhana dengan sangat baik. Dalam diagram lewis (LDS: Lewis dot structure) O3. Contoh ikatan rangkap ditemukan pada Di-tungsten tetra(hpp). Istilah ini hanya berlaku pada molekul diatomik. O3). Kasus resonansi yang khusus terlihat pada atom-atom yang membentuk cincin aromatik (contohnya benzena). Contohnya pada etilena. Walaupun demikian. Diagram LDS tidak dapat memberitahukan kita atom mana yang berikatan rangkap. Cincin aromatik terdiri dari atom-atom yang tersusun menjadi lingkaran (dihubungkan dengan ikatan kovalen) dan menurut LDS akan memiliki ikatan . Ikatan rangkap empat ditemukan pada logam transisi. hanya berlaku pada keadaan yang sempit. Ikatan tiga pusat juga tidak dapat diterapkan menggunakan konvensi di atas.Ketika gagasan pembagian pasangan elektron memberikan gambaran kualitatif yang efektif akan ikatan kovalen. Pada kenyataannya. ia juga digunakan untuk mendeskripsikan ikatan dalam senyawa poliatomik. atom pusat akan memiliki ikatan tunggal dengan satu atom dan ikatan rangkap dua dengan satu atom lainnya. Daripada satu ikatan tunggal dan satu ikatan rangkap dua. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan pi. mekanika kuantum diperlukan untuk mengerti sifat-sifat ikatan seperti ini dan memprediksikan struktur dan sifat molekul sederhana. Walter Heitler dan Fritz London sering diberi kredit atas penjelasan mekanika kuantum pertama yang berhasil menjelaskan ikatan kimia. Ikatan rangkap lima telah ditemukan keberadaannya pada beberapa senyawa dikromium.[5] Hasil kerja mereka didasarkan pada model ikatan valensi yang berasumsi bahwa ikatan kimia terbentuk ketika terdapat tumpang tindih yang baik di antara orbital-orbital atom dari atomatom yang terlibat. [sunting] Resonansi Kebanyakan ikatan dapat dideskripsikan dengan menggunakan lebih dari satu struktur Lewis yang benar (misalnya pada ozon. sehingga klasifikasi di atas. 6. 4. atom pertama dan kedua yang berikatan dengan atom pusat memiliki probabilitas yang sama untuk memiliki ikatan rangkap. Orbital-orbital atom ini juga diketahui memiliki hubungan sudut spesifik satu sama lain. lebih khususnya ikatan molekul hidrogen pada tahun 1927. Ikatan rangkap enam ditemukan pada molibdenum dan tungsten diatomik. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan pi. 5. Molibdenum dan renium adalah unsur yang umumnya memiliki ikatan sejenis ini. Derajat ikat Derajat ikat atau orde ikat adalah sebuah bilangan yang mengindikasikan jumlah pasangan elektron yang terbagi di antara atom-atom yang membentuk ikatan kovalen. Contohnya pada hidrogen sianida.5 dengan kira-kira tiga elektron pada setiap atom. walaupun sangat berguna dan digunakan secara luas. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma. Ikatan kovalen yang paling umum adalah ikatan tunggal dengan hanya satu pasang elektron yang terbagi di antara dua atom. Tentu saja kebanyakan ikatan tidak ter-lokalisasikan. 1. Semua ikatan yang memiliki lebih dari satu pasang elektron disebut sebagai ikatan rangkap atau ikatan ganda. Ikatan yang berbagi tiga pasang elektron dinamakan ikatan rangkap tiga. struktur ozon adalah hibrid resonansi antara dua struktur resonansi yang memungkinkan. sebenarnya terdapat dua ikatan 1. Dua struktur yang memungkinkan ini disebut sebagai struktur resonansi. Ikatan yang berbagi dua pasangan elektron dinamakan ikatan rangkap dua. 2.

Jarak dan sudut ikat dapat dihitung seakurat yang diukur. Setelah dirapikan. Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. Struktur titik Lewis (LDS) untuk molekul-molekul beresonansi diperlihatkan dengan menciptakan struktur titik untuk setiap bentuk yang memungkinkan. Untuk molekul-molekul kecil. mengurung strukturstruktur tersebut. aras energi. terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah (1-2 kJ mol-1) hingga tinggi (>155 kJ mol-1). Dalam makromolekul seperti protein dan asam nukleat. adalah mungkin untuk menghitung struktur elektronik. Dalam kenyataannya. atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). Interaksi agostik) · 4c-2e Ikatan pi: Pengikatan balik π · Konjugasi · Hiperkonjugasi · Aromatisitas · Aromatisitas logam Ikatan delta: Ikatan rangkap empat · Ikatan rangkap lima · Ikatan rangkap enam Ikatan dipolar · Haptisitas . setiap atom yang berdekatan akan memiliki orbital-orbital atom yang saling berinteraksi membentuk orbital molekul yang merupakan jumlah dan perbedaan linear orbital-orbital atom tersebut. Dalam model ini. ikatan ini dapat terjadi antara dua bagian dari molekul yang sama. jarak ikat. sudut energi. Orbital-orbital molekul ini merupakan gabungan antara orbital atom semula dan biasanya berada di antara dua pusat atom yang berikatan. Pembagian elektron pada struktur aromatik seringkali diwakili dengan cincin di dalam lingkaran atom. O. khusus pada air (H2O). Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atomatom dalam molekul tersebut. dan menghubungkan satu sama lain dengan tanda panah berkepala ganda. ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Ikatan dihidrogen.tunggal dan rangkap dua yang saling bergantian. Semakin besar perbedaannya. Namun. dan berperan sebagai penentu bentuk molekul keseluruhan yang penting. Semakin besar ikatan hidrogennya. perhitungan tersebut cukup akurat untuk digunakan dalam menentukan kalor pembentukan termodinamika dan energi aktivasi kinetika. [sunting] Teori saat ini Saat ini model ikatan valensi telah digantikan oleh model orbital molekul. tolong hapus pesan ini. semakin tinggi titik didihnya. Walaupun lebih kuat dari kebanyakan gaya antarmolekul. elektron-elektron cenderung secara merata berada di seluruh ruang cincin. semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk. Dalam kimia. Ikatan hidrogen Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. dan spektrum elektromagnetik dari molekul sederhana dengan akurasi yang sangat tinggi. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektroneIkatan kimia "Kuat" Ikatan kovalen & Antiika t Ikatan sigma: 3c-2e · Ikatan pisang · 3c-4e (Ikatan hidrogen. Dengan menggunakan mekanika kuantum. Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N. momen dipol.

Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum.Ikatan ion Interaksi kation-pi · Jembatan garam Ikatan Aromatisitas logam logam "Lemah" Ikatan Ikatan dihidrogen · Kompleks dihidrogen · Ikatan hidrogen sawar rendah · Ikatan hidrogen simetris · Hidrofil hidrogen Nonkovale Gaya van der Waals · Ikatan mekanis · Ikatan halogen · Aurofilisitas · Interkalasi · Penumpukan · Gaya entropik · Polaritas kimia n lain lainnya Ikatan disulfida · Ikatan peptida · Ikatan fosfodiester Catatan: ikatan kuat yang paling lemah tidak seperlunya lebih kuat dari ikatan lemah yang paling kuatgativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida. TEORI ATOM Model Atom Dalton Pada tahun 1803. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut: 1. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa "Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap". yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). suatu unsur memiliki atomatom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda 3. John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. Lavosier mennyatakan bahwa "Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi". Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi 2. Seperti gambar berikut ini: . Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen 4. sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

79 0.62/1.61 0. .Model Atom Dalton seperti bola pejal Percobaan Lavosier Mula-mula tinggi cairan merkuri dalam wadah yang berisi udara adalah A.48 0. Bubuk merah ini akan terurai menjadi cairan merkuri dan sejumlah volume gas (oksigen) yang jumlahnya sama dengan udara yang dibutuhkan dalam percobaan pertama Percobaan Joseph Pruost Pada tahun 1799 Proust menemukan bahwa senyawa tembaga karbonat baik yang dihasilkan melalui sintesis di laboratorium maupun yang diperoleh di alam memiliki susunan yang tetap. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik.60 0.60 Kelemahan Model Atom Dalton Kelebihan Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom Kelemahan Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Sebelum Setelah Percobaan pemanasan (g pemanasan (g keMg) MgO) 1 2 3 0. Lavoisier mengumpulkan merkuri oksida.36/0.48/0. tetapi setelah beberapa hari merkuri naik ke B dan ketinggian ini tetap. Beda tinggi A dan B menyatakan volume udara yang digunakan oleh merkuri dalam pembentukan bubuk merah (merkuri oksida).36 1.02 = 0.62 0. Untuk menguji fakta ini. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang bergerak.02 0. kemudian dipanaskan lagi.60 = 0.60 Perbandingan Mg/MgO 0.79 = 0.

Atom merupakan partikel yang bersifat netral. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. maka J. Yang menyatakan bahwa: "Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron" Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Dari hasil percobaan ini.J.KimiaSite Model Atom Thomson Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers. yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel. oleh karena elektron bermuatan negatif. maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut: Percobaan Sinar Katode .

Kelemahan Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Model Atom Rutherford .Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Thomson Kelebihan Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom.

Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas. tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa. maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden)melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. 3. Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut: . Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom. Dari pengamatan mereka. Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut. yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20. maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif. maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°). didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis. Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif. karena hampir semua partikel alfa diteruskan 2. yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi. dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.000 partikel alfa akan dibelokkan.000 merupakan perbandingan diameter.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan. Atom bukan merupakan bola pejal. Bila perbandingan 1:20. diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut: 1. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson. berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.

Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan . gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Model Atom Bohr Pada tahun 1913. Apa yang terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut.Percobaan Rutherford Kelemahan Model Atom Rutherford Kelebihan Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti Kelemahan Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Berdasarkan teori fisika. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda.

Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. besarnya sesuai dengan persamaan planck. sebagai berikut: 1. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu. Menurut model atom bohr. elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya. 2. 4. Pada peralihan ini. dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck. disebut momentum sudut. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner. diungkapkan dengan empat postulat. terutama sifat yang Percobaan Bohr Kelebihan dan Kelemahan Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya . 3. ΔE = hv. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏.elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap. sejumlah energi tertentu terlibat.

yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”. Persamaan Schrodinger x.elektron. seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan. Model atom mutakhir atau model atom mekanika gelombang . Erwin Schrodinger Werner Heisenberg Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. seperti terlihat pada gambar berikut ini. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.14 = Energi total = Energi potensial Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi. Kelemahan model atom ini adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack Model Atom Modern Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger.y dan z Y m ђ E V = Posisi dalam tiga dimensi = Fungsi gelombang = massa = h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3.

sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr.. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. . CIRI KHAS MODEL ATOM MEKANIKA GELOMBANG 1. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut) 3.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang.Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Posisi elektron sejauh 0. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. a... Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Soal-Soal Latihan 1... Dari modifikasi model atom berikut yang merupakan model atom Bohr adalah. tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron Percobaan chadwick Kelemahan Model Atom Modern Persamaan gelombang Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak dan atom dengan elektron tunggal. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom) 2.

. Eksperimen difraksi berkas elektron d. Aufbau 3. c. Max Planck 5.. Penembakan partikel alfa terhadap lempeng tipis 4. Dualisme gelombang – partikel dikemukakan oleh… a. Einstein e. e. kecuali… a. Efek fotolistrik b. Berikut ini percobaan yang mendukung teori atom mekanika kuantum.b. Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan. Erwim Schrodinger c. Louis de Broglie b. Louis de Broglie b. Heisenberg d. Heisenberg d.... Eksperimen compton c.. d. Radiasi benda mampat e. a. Pernyataan ini dikemukakan oleh… . Para ahli berikut yang tidak mengemukakan teori atom modern adalah. 2. Erwin Schrodinger c. W. W. Neils Bohr e.

Proton dalam tiga dimensi b... Model atom dengan orbital lintasan elektron Kunci Jawaban 1. Model atom Rutherford digambarkan seperti.. seperti bola. Heisenberg d. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom). a... Bohr b. a 5. Dalton c. Dalton b. Tata surya b. dengan inti atom yang dikelilingi sejumlah elektron e.. Daerah di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut… a. Neutron dalam orbital 10. Elektron dalam tiga dimensi d.. Erwin Schrodinger c. Bola positif yang pejal d. Sub kulit c. Max Planck 6...a.. Sub orbit b. Orbit e. Pernyataan tersebut adalah ciri khas dari model atom. a 2. e 4. a. b . W. Louis de Broglie b. Fungsi persamaan Schrodinger untuk menentukan kedudukan… a.. d 7. Thomson d. Modern e. Thomson c. Einstein e. Rutherford d. a. Bohr e. Orbital 9. d 3. Rutherford 7.. Modern 8. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr.. Pernyataan tersebut merupakan kelemahan dari model atom. Tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. c 6. Kulit d. Proton dalam orbital e. Neutron dalam tiga dimensi c. Bola pejal c.

hidrokarbon alifatik .danJENIS IKATAN KOEVALEN ANTAR ATOM KARBON. hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H).hidrokarbon alisiklik C. Jari jari atom adalah jarak dari inti atom ke lintasan elektron terluar.oleh karena itu.8.Dalam satu perioda.a Hidrokarbon Dalam bidang kimia. c 10.sampai saat ini terdapat lebih kurang 2 juta senyawa hidrokarbon. • berdasarkan bentuk rantai karbon. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2). dari atas ke bawah jari-jari atom bertambah. e 9.untuk memudahkan mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak.alkuna B.hidrokarbon tak jenuh Beberapa Sifat Periodik Unsur-Unsur 1. metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal. .yakni: A.hidrokarbon jenuh B.sifat senyawa-senyawa hidrokarbon ditentukan oleh struktur dan jenis ikatan koevalen antar atom karbon. .hidrokarbon aroma • berdasarkan jenis ikatan antar atom A. Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci.para ahli melakukan PERGOLONGAN HIDROKARBON BERDASARKAN STRUKTURNYA. masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6.alkana .hidrokarbon digolongkan menjadi tiga.Jari-jari atom netral lebih besar daripada jari-jari ion positifnya tetapi lebih kecil dari jari-jari ion negatifnya.Dalam satu golongan. SENYAWA HIDROKARBON senyawa ini merupakan senyawakarbon paling sederhana yang terdiri dari atom karbon(C)dan hidrogen(H). Contoh: . Sebagai contoh. dari kiri ke kanan jari jari atom berkurang. . Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.alkena .

. 4. 1. Keelektronegatifan adalah kemampuan atom suatu unsur untuk menarik elektron ke arah intinya dan digunakan bersama. 5. Potensial ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah/luar dari atom suatu unsur atau ion dalam keadaan gas.Dalam satu golongan.Dalam satu golongan. 3.jari-jari atom Cl < jari-jari ion Cl jari-jari atom Ba > jari-jari ion Ba 2+ 2. 2. 3. dalam satu golongan dari bawah ke atas Konfigurasi Elektron 2 Konfigurasi Elektron Ditulis oleh Jim Clark pada 23-09-2004 (dari Chem-is-try. dari atas ke bawah potensial ionisasi berkurang. SECARA DIAGRAMATIS SIFAT-SIFAT INI DAPAT DISAJIKAN SEBAGAI BERIKUT 1. . Affinitas elektron adalah besarnya energi yang dibebaskan pada saat atom suatu unsur dalam keadaan gas menerima elektron. dari kiri ke kanan potensial ionisasi bertambah. dalam satu golongan dari atas ke bawah : artinya. 4. dari atas ke bawah affinitas elektron berkurang. 4. . .p dan d.Dalam satu perioda. 5. → ← ↓  Jari-jari atom Sifat logam Sifat elektropositif Reduktor Sifat basa/oksida basa Sifat elektronegatif Oksidator Potensial ionisasi Affinitas elektron Keelektronegatifan makin besar/kuat Keterangan: tanda-tanda panah di atas mempunyai arti sebagai berikut : artinya. dalam satu periode dari kiri ke kanan : artinya. 2. Konfigurasi elektron dari atom Hubungan antara orbital dengan tabel periodik .com) Halaman ini menjelaskan bagaimana menuliskan konfigurasi elektron menggunakan notasi s.Dalam satu perioda. dari kiri ke kanan affinitas elektron bertambah. 3. dalam satu periode dari kanan ke kiri : artinya.

Berilium memiliki elektron kedua pada level yang sama – 1s 2 2s 2 . Cara singkat pertama : Seluruh variasi orbital p dapat dituliskan secara bertumpuk. kita dapat menuliskannya dengan 1s 1 dan helium memiliki dua elektron pada orbital 1s sehingga dapat dituliskan dengan 1s 2 Periode kedua Sekarang kita masuk ke level kedua. terkadang ditulis dalam cara singkat. Penulisan ini biasa dilakukan jika elektron berada dalam kulit dalam. sementara elektronelektron pada 2p terbenam jauh di dalam atom dan hampir bisa dikatakan tidak berperan sama sekali. Halaman ini akan menjelaskan konfigurasi berdasarkan tabel periodik sederhana di atas ini dan selanjutnya pengaplikasiannya pada konfigurasi atom yang lebih besar. walaupun kita belum membahas konfigurasi elektron dari klor. . O 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 1 2p z 1 F 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 1 Ne 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 Kita dapat melihat di sini bahwa semakin banyak jumlah elektron. Sesungguhnya elektron-elektron pada orbital 3p terlibat dalam pembentukan ikatan karena berada pada kulit terluar dari atom. yaitu periode kedua. Elektron litium memenuhi orbital 2s karena orbital ini memiliki energi yang lebih rendah daripada orbital 2p. Perhatikan bahwa elektron-elektron pada orbital 2p bertumpuk satu sama lain sementara orbital 3p dituliskan secara penuh. Periode Pertama Hidrogen hanya memiliki satu elektron pada orbital 1s. Sekarang kita mulai mengisi level 2p. Litium memiliki konfigurasi elektron 1s 2 2s 1 . semakin merepotkan bagi kita untuk menuliskan struktur elektron secara lengkap. kita dapat menuliskannya sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . Jika elektron berada dalam keadaan berikatan (di mana elektron berada di luar atom). terkadang dengan cara penuh. Sebagai contoh. Pada level ini seluruhnya memiliki energi yang sama. flor dapat ditulis sebagai 1s 2 2s 2 2p 5. Ada dua cara penulisan untuk mengatasi hal ini dan kita harus terbiasa dengan kedua cara ini. dan neon sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 . B 1s 2 2s 2 2p x 1 C 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 N 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 2p z 1 Elektron selanjutnya akan membentuk sebuah pasangan dengan elektron tunggal yang sebelumnya menempati orbital.Kita akan melihat bagaimana cara menuliskan konfigurasi elektron sampai pada orbital d. sehingga elektron akan menempati tiap orbital satu persatu. Sebagai contoh.

simbol [Ne]. sebagai contoh.Cara singkat kedua : Kita dapat menumpukkan seluruh elektron-elektron terdalam dengan menggunakan. Sifat keduanya tidak akan mirip bila konfigurasi elektron terluar dari kalium adalah 3d 1 . Di dalam konteks ini. Cara pengisiannya sama dengan periode-periode sebelumnya. kita dapat melihat bahwa setelah 3p energi orbital terendah adalah 4s – oleh karena itu elektron mengisinya terlebih dahulu. Elemen blok s dan p . Sebagai contoh : cara singkat Mg 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 S 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Ar 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Permulaan periode keempat Sampai saat ini kita belum mengisi orbital tingkat 3 sampai penuh – tingkat 3d belum kita gunakan. [Ne] berarti konfigurasi elektron dari atom neon -dengan kata lain 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 . kecuali adalah sekarang semuanya berlangsung pada periode ketiga. Periode ketiga Mulai dari neon. Tetapi kalau kita melihat kembali tingkat energi orbital-orbital. Elektron terluar menentukan sifat dari suatu elemen. Berdasarkan cara di atas kita dapat menuliskan konfigurasi elektron klor dengan [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . K Ca 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 Bukti kuat tentang hal ini ialah bahwa elemen seperti natrium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 ) dan kalium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 ) memiliki sifat kimia yang mirip. selanjutnya kita harus memulai dari natrium pada periode ketiga. seluruh orbital tingkat kedua telah dipenuhi elekton.

elektron selanjutnya akan mengisi orbital 4p. Setelah orbital 3d terisi. Periode pertama dari blok d terdiri dari elemen dari skandium hingga seng. tetapi dalam perihal ini tidaklah menjadi suatu masalah. . dan elektron akan menempati orbital sendiri sejauh ia mungkin. dideskripsikan dengan elemen-elemen blok p. Perhatikan bahwa ada 5 orbital d. yang umumnya kita sebut dengan elemen transisi atau logam transisi. Elektron d hampir selalu dideskripsikan sebagai. d5 atau d8 – dan bukan ditulis dalam orbital yang terpisah-pisah. sebagai contoh. Elemen-elemen dari golongan 3 seterusnya hingga gas mulia memiliki elektron terluar pada orbital p. Elemen-elemen pada blok d adalah elemen di mana elektron terakhir dari orbitalnya berada pada orbital d. Elemen blok d Perhatikan bahwa orbital 4s memiliki energi lebih rendah dibandingkan dengan orbital 3d sehingga orbital 4s terisi lebih dahulu. Istilah “elemen transisi” dan “elemen blok d” sebenarnya tidaklah memiliki arti yang sama.Elemen-elemen pada golongan 1 dari tabel periodik memiliki konfigurasi elektron terluar ns 1 (dimana n merupakan nomor antara 2 sampai 7). Seluruh elemen pada golongan 2 memiliki konfigurasi elektron terluar ns 2 . Elemen-elemen di grup 1 dan 2 dideskripsikan sebagai elemen-elemen blok s. Oleh karenanya.

Setelah 5 elektron menempati orbital sendiri-sendiri barulah elektron selanjutnya berpasangan. d5 berarti

d8 berarti

Perhatikan bentuk pengisian orbital pada level 3, terutama pada pengisian atom 3d setelah 4s. Sc 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 1 4s 2 Ti 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 2 4s 2 V 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 3 4s 2 Cr 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 1 Perhatikan bahwa kromium tidak mengikuti keteraturan yang berlaku. Pada kromium elektron-elektron pada orbital 3d dan 4s ditempati oleh satu elektron. Memang, mudah untuk diingat jikalau keteraturan ini tidak berantakan – tapi sayangnya tidak ! Mn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 2 (kembali ke keteraturan semula) Fe 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 6 4s 2 Co 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 7 4s 2 Ni 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 8 4s 2 Cu 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 1 (perhatikan!) Zn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 Pada elemen seng proses pengisian orbital d selesai. Pengisian sisa periode 4 Orbital selanjutnya adalah 4p, yang pengisiannya sama seperti 2p atau 3p. Kita sekarang kembali ke elemen dari galium hingga kripton. Sebagai contoh, Brom, memilki konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p x 2 4p y 2 4p z 1 . Rangkuman Menuliskan konfigurasi elektron dari hidrogen sampai kripton · Gunakan tabel periodik untuk mendapatkan nomor atom yang berarti banyaknya jumlah elektron. · Isilah orbital-orbital dengan urutan 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p sampai elektron-elektron selesai terisi. Cermatilah keteraturan pada orbital 3d ! Isilah orbital p dan d dengan elektron tunggal sebisa mungkin sebelum berpasangan. · Ingat bahwa kromium dan tembaga memiliki konfigurasi elektron yang tidak sesuai dengan keteraturan.

Menuliskan struktur elektron elemen-elemen “besar” pada blok s dan p Pertama kita berusaha untuk mengetahui jumlah elektron terluar. Jumlah elektron terluar sama dengan nomor golongan. Sebagai contoh, seluruh elemen pada golongan 3 memiliki 3 elektron pada level terluar. Lalu masukkan elektron-elektron tersebut ke orbital s dan p. Pada level orbital ke berapa ? Hitunglah periode pada tabel periodik. Sebagai contoh, Yodium berada pada golongan 7 dan oleh karenanya memiliki 7 elektron terluar. Yodium berada pada periode 5 dan oleh karenanya elekton mengisi pada orbital 5s dan 5p. Jadi, Yodium memiliki konfigurasi elektron terluar 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Bagaimana dengan konfigurasi elektron di dalamnya ? Level 1, 2, dan 3 telah terlebih dahulu terisi penuh, dan sisanya tinggal 4s, 4p, dan 4d. Sehingga konfigurasi seluruhnya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Jikalau kita telah menyelesaikannya, hitunglah kembali jumlah seluruh elektron yang ada apakah sama dengan nomor atom. Contoh yang kedua, Barium , berada pada golongan 2 dan memiliki 2 elektron terluar. Barium berada pada periode keenam. Oleh karenanya, Barium memilki konfigurasi elektron terluar 6s 2 . Konfigurasi keseluruhannya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p 6 6s 2 . Kita mungkin akan terjebak untuk mengisi orbital 5d 10 tetapi ingatlah bahwa orbital d selalu diisi setelah orbital s pada level selanjutnya terisi. Sehingga orbital 5d diisi setelah 6s dan 3d diisi setelah 4s.

Ikatan Kovalen = Homopolar
Ikatan kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron dari atom-atom yang membentuk ikatan. Pada umumnya ikatan kovalen terjadi antara atom-atom bukan logam yang mempunyai perbedaan elektronegativitas rendah atau nol. Seperti misalnya : H 2, CH 4, Cl 2, N 2, C 6 H 6, HCl dan sebagainya. IKATAN KOVALEN TERBAGI ATAS 1. IKATAN KOVALEN POLAR om-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap pasangan elektron persekutuannya. Hal ini terjadi karena beda keelektronegatifan kedua atomnya. Elektron persekutuan akan bergeser ke arah atom yang lebih elektronegatif akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif.

Dalam senyawa HCl ini, Cl mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar dari H. sehingga pasangan elektron lebih tertarik ke arah Cl, akibatnya H relatif lebih elektropositif sedangkan Cl relatif menjadi elektronegatif. Pemisahan muatan ini menjadikan molekul itu bersifat polar dan memiliki "momen dipol" sebesar: T=n.l dimana : T = momen dipol n = kelebihan muatan pada masing-masing atom l = jarak antara kedua inti atom 2. IKATAN KOVALEN NON POLAR Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama. Contoh:

kedua atom H mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.
Karena arah tarikan simetris, maka titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit. Contoh lain adalah senyawa CO 2, O 2, Br 2 dan lain-lain IKATAN KIMIA 3). Ikatan Kovalen Koordinasi/Koordinat/Dativ/Semipolar

Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama. Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.

4). Ikatan Logam

v Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara
muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.

v Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama
lain.

v Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk
dilepaskan dan membentuk ion positif.

v Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong)
sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.

v Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam
mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.

dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat . satuannya meter (m) r= Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen No 1 Sifat Titik didih Senyawa Ion Tinggi Senyawa Kovalen Rendah . kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan. Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl). penghantar / konduktor listrik yang baik. Polarisasi Ikatan Kovalen Suatu ikatan kovalen disebut polar. jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom. Dirumuskan : µ = Q x r . jika pasangan elektron ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom. tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H. Contoh 1 : Molekul HCl Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron. b). akibat adanya elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindah-pindah. oleh adanya perbedaan Sebaliknya. c). akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam. Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron.33 x 10 keterangan : µ Q -30 C. Jadi. satuannya coulomb (C) jarak antara muatan positif dengan muatan negatif. Momen Dipol ( µ ) Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen. 1 D = 3. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus. dapat ditempa (tidak rapuh). a).v Struktur logam menyebabkan sifat-sifat khas logam yaitu : berupa zat padat pada suhu kamar. satuannya debye (D) = selisih muatan.m = momen dipol. suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub).

ClF 3. duplet) . Contoh : 7 dan SbCl 5 ü atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2 ü atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3 Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa : 1) Tidak mencapai oktet 2) Melampaui oktet (oktet berkembang) Penulisan Struktur Lewis Langkah-langkahnya : 1) Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis 2) Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan 3) Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H. Kegagalan Aturan Oktet Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post transisi. IF 2). Contohnya : PCl 5.gas pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = isolator Larutan = ada yang konduktor Umumnya tidak larut Larut 5 6 Kelarutan dalam air Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl 3 ) Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet 1). SF 6. B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari 4.cair. N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih). BCl Contohnya : NO 3 dan AlBr 3 b) Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil 2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17 c) Senyawa dengan oktet berkembang Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet / lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M. Contoh : BeCl 2.2 3 4 Titik leleh Wujud Daya hantar listrik Tinggi Padat pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = konduktor Larutan = konduktor Umumnya larut Tidak larut Rendah Padat. Pengecualian Aturan Oktet a) Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be.

e. N. Ikatan Ion = Elektrovalen = Heteropolar Ikatan ion biasanya terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron (logamlogam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima elektron (terutama golongan VIA den VIIA). Tidak satupun di antara ke-2 struktur di atas yang benar untuk SO 2. c. O. Makin besar perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang membentuk ikatan. + 5 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 (konfigurasi Ar) + dan Cl .4) Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C. maka ikatan yang terbentuk makin bersifat ionik. Suatu molekul atau ion tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu struktur Lewis. SIFAT-SIFAT SENYAWA IONIK ANTARA LAIN a. Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi . Berdasarkan konsep resonansi.IIA ↔ VIIA atau VIA .--> Cl 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p Antara ion-ion Na . b.terjadi gaya tarik menarik elektrostatik. tetapi silih berganti. yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur resonansi tersebut. f.Unsur transisi ↔ VIIA atau VIA Contoh: Na --> Na + e 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 1s 2 2s 2 2p 6 (konfigurasi Ne) Atom Cl (VIIA) mudah menerima elektron sehingga elektron yang dilepaskan oleh atom Na akan ditangkap oleh atom Cl. P dan S) Langkah alternatif : (syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui) 1) Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion 2) Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan 3) Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet 4) Tambahkan sisa elektron (jika masih ada). Dalam molekul SO rangkap (S=O). BaO. PADA UMUMNYA UNSUR-UNSUR YANG MUDAH MEMBENTUK IKATAN ION ADALAH . sehingga membentuk senyawa ion Na Cl Contoh lain : CaCl 2. larutannya dalam air menghantarkan arus listrik c.IA ↔ VIIA atau VIA . 2 terdapat 2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal (S-O) dan 1 ikatan d. tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat Resonansi a. lelehannya menghantarkan arus listrik e. Cl + e . kepada atom pusat 5) Jika atom pusat belum oktet. titik lelehnya tinggi d. kedua ikatan dalam molekul SO 2 adalah ekivalen. MgBr 2. larut dalam pelarut-pelarut polar . ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam molekul itu. FeS dan sebagainya. bersifat polar b. Dalam molekul SO 2 itu.

Jml energi pembentukan ikatan .8) – (2 x 414. energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi. Proses ini selalu disertai perubahan energi.9) = – 126.9 kJ/mol H – H = 436. Tabel 1. Harga Energi ikatan berbagai molekul (kJ/mol) .4 + 436. Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kimia. N 2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut.8 kJ/mol Ditanya: ΔH reaksi = C 2 H 4 (g) + H 2 (g) → C 2 H 6 (g) ΔH reaksi = Jumlah energi pemutusan ikatan – Jumlah energi pembentukan ikatan = (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) – (6(C-H) + (C-C)) = ((C=C) + (H-H)) – (2(C-H) + (C-C)) = (612.Energi-Energi Dan Ikatan Kimia Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan. Untuk molekul kompleks. Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H 2. 0 2.5 kJ/Mol C = C = 612.7 kJ .4 kJ/mol C – C = 346. Energi ikatan dinyatakan dalam kilojoule per mol (kJ mol -1 ) Energi berbagai ikatan diberikan pada tabel 1.Jml energi ikatan di kanan Perubahan Entalpi Berdasarkan Energi Ikatan Energi ikatan didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas. sehingga membentuk radikal-radikal bebas disebut energi ikatan.5 + 346. Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan : ΔH reaksi = Jml energi pemutusan ikatan = Jml energi ikatan di kiri Contoh: Diketahui : energi ikatan C – H = 414. Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut.

zat pereaksi dianggap terlebih dahulu terurai menjadi unsurunsurnya. karbon monoksida itu dibakar lagi untuk membentuk karbon dioksida. maka diperoleh: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 283 kJ ————————————————————————.Perubahan Entalpi Berdasarkan Entalpi Pembentukan Kalor suatu reaksi dapat juga ditentukan dari data entalpi pembentukan zat pereaksi dan produknya. Selanjutnya. Secara umum untuk reaksi: m AB + n CD —–> p AD + q CB ΔH 0 = jumlah ΔH 0 f (produk) . Jika karbon dibakar dengan oksigen berlebihan terbentuk karbon dioksida menurut persamaan reaksi: C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 394 kJ Reaksi diatas dapat berlangsung melalui dua tahap. Dalam hal ini. Persamaan termokimia untuk kedua reaksi tersebut adalah: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 283 kJ Jika kedua tahap diatas dijumlahkan. kemudian unsur-unsur itu bereaksi membentuk zat produk.+ C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 394 kJ Penentuan Perubahan Entalpi Dan Hukum Hess PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI .jumlah ΔH 0 f (pereaksi) Perubahan Entalpi Berdasarkan Hukum Hess Banyak reaksi yang dapat berlangsung secara bertahap. Mula-mula karbon dibakar dengan oksigen yang terbatas sehingga membentuk karbon monoksida. Misalnya pembakaran karbon atau grafit.

Ada beberapa macam bentuk dari alat ini. Alatnya terdiri dari wadah yang terbuat dari baja yang kuat (bombnya) dimana pereaksi ditempatkan. Misalnya besi. Istilah umum untuk sifat ini disebut kapasitas panas yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk mengubah temperatur suatu benda sebesar 1 0 C. ΔH = z kJ ———————————————————— + C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) . Dari perubahan suhu dan kapasitas panas alat yang telah diukur maka jumlah panas yang diberikan oleh reaksi dapat dihitung.18 J (1 kal). ΔH = y kJ CO(g) + 1/2 O 2 (g) → CO 2 (g) .” Contoh: C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) . Alat yang dipakai untuk mengukur panas reaksi disebut kalorimeter (sebetulnya kalori meter. Sehingga 1 g sampel mempunyai kapasitas panas sebesar 4. Kebanyakan zat mempunyai panas spesifik yang lebih kecil dari air.452 J g -1 0 C -1 . ΔH = x kJ C(s) + 1/2 0 2 (g) → CO(g) . Sifat intensif berhubungan dengan kapasitas panas adalah kalor jenis (panas spesifik) yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 g zat sebesar 1 0 C. sebab itu lebih tepat bila istilahnya disebut panas reaksi. Bomb tersebut dimasukkan pada bak yang berisolasi dan diberi pengaduk serta termometer. Kalorimeter semacam ini biasanya dipakai untuk mempelajari reaksi eksotermik. panas spesifiknya adalah 4. Kapasitas panas bersifat ekstensif yang berarti bahwa jumlahnya tergantung dari besar sampel.Untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi kimia biasanya digunakan alat seperti kalorimeter.18 J/ 0 C sedangkan 100 g sampel 418J/ 0 C.18 Jg-1C-1. walaupun diketahui sekarang panas lebih sering dinyatakan dalam joule daripada kalori). Panas yang dikeluarkan oleh reaksi diabsorpsi oleh bomb dan bak menyebabkan temperatur alat naik. tapi untuk menaikkan suhu 100 g air sebesar 1 0 C diperlukan energi 100 kali lebih banyak yaitu 418 J. termometer dan sebagainya yang mungkin lebih sensitif. Suhu mula-mula dari bak diukur kemudian reaksi dijalankan dengan cara menyalakan pemanas kawat kecil yang berada di dalam bomb. misalnya reaksi pembakaran dari CH 4 dengan O 2 atau reaksi antara H 2 dan O 2 . Perhitungan : ΔH reaksi = Jumlah ΔH f o produk – Jumlah ΔH f o reaktan HUKUM HESS “Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir. Untuk air. Kapasitas Panas dan Panas Spesifik Sifat-sifat air yang memberikan definisi asal dari kalori adalah banyaknya perubahan temperatur yang dialami air waktu mengambil atau melepaskan sejumlah panas. ΔH = y + z kJ Menurut Hukum Hess : x = y + z → 1 tahap → 2 tahap Perubahan entalpi dengan Kalorimetri Pengukuran perubahan energi dalam reaksi kimia Perubahan energi dalam reaksi kimia selalu dapat dibuat sebagai panas. . yang tak akan berjalan bila tidak dipanaskan. panas spesifiknya hanya 0. Misalnya untuk menaikkan suhu 1 g air sebesar 1 0 C diperlukan 4. salah satu dinamakan Kalorimeter Bomb yang diperlihatkan pada gambar diatas.

2 dari udara yang Contoh: CH 4 (g) + 2O 2 (g) → CO 2 (g) + 2H 2 O(l) . DH = -a kJ Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi : 1. Entalpi Pembentakan Standar ( DHf ): DH untak membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsurunsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. DH= +akJ b. Besarnya panas spesifik untuk air disebabkan karena adanya sedikit pengaruh dari laut terhadap cuaca.85 kJ 2.Berarti lebih sedikit panas diperlukan untuk memanaskan besi 1 g sebesar 1 0 C daripada air atau juga dapat diartikan bahwa jumlah panas yang akan menaikkan suhu 1 g besi lebih besar dari pada menaikkan suhu 1 g air. a. air laut lebih lambat menjadi panas daripada daratan. . Contoh: H 2 O (l) → H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) . DHc = -802 kJ 4. Demikian juga dalam musim panas. Δ’t Keterangan : q = jumlah kalor (Joule) m = massa zat (gram) Δt = perubahan suhu t akhir . Rumus : q = m.t awal ) c = kalor jenis Perubahan Entalpi Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap. Pada musim dingin air laut lebih lambat menjadi dingin dari daratan sehingga udara yang bergerak dari laut ke darat lebih panas daripada udara dari darat ke laut. DHf = -285.c. Entalpi Penguraian: DH dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsurunsurnya (= Kebalikan dari DH pembentukan). Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm) Contoh: 2H → H 2 + a kJ . Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm) Contoh: H 2 → 2H – a kJ . DH = +285. Contoh: H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) → H 2 0 (l) . Entalpi Pembakaran Standar ( DHc ): DH untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. Entalpi Reaksi: DH dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana.85 kJ 3.

” Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya Contoh: N 2 (g) + 3H 2 (g) → 2NH 3 (g) . Entalpi Pembentukan Ada suatu macam persamaan termokimia yang penting yang berhubungan dengan pembentukan satu mol senyawa dari unsurunsurnya. Hukum Lavoisier-Laplace “Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsurunsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya. seperti entalpi pembentukan. DH = – 112 kJ 2NH 3 (g) → N 2 (g) + 3H 2 (g) .Contoh: 2Al + 3H 2 SO 4 → Al 2 (SO 4 ) 3 + 3H 2 . DH = + 112 kJ Entalpi Pembentukan. Misalnya persamaan termokimia untuk pembentukan air dan uap air pada 100 0 C dan 1 atm masing-masing. Sedangkan perubahan entalpi yang pengukurannya tidak merujuk kondisi pengukurannya dinyatakan dengan lambang ΔH saja. Eksoterm Eksoterm (menghasilkan panas) Endoterm Bila kita jumlahkan persamaan (1) dan (2). Jangan lupa untuk mengubah tanda ΔH. entalpi penguraian. Entalpi molar adalah perubahan entalpi reaksi yang dikaitkan dengan kuantitas zat yang terlibat dalam reaksi. (Jika pembentukan H 2 O (l) eksoterm.4 kJ/mol 6. Bagaimana dapat kita gunakan persamaan ini untuk mendapatkan panas penguapan dari air? Yang jelas persamaan (1) harus kita balik. lalu dijumlahkan dengan persamaan (2). Perubahan entalpi yang berhubungan dengan reaksi ini disebut panas pembentukan atau entalpi pembentukan yang diberi simbol ΔH f . seperti dicerminkan oleh ΔH f yang negatif. Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H 2 O(l) . Dalam termokimia dikenal berbagai macam entalpi molar. DH = -1468 kJ 5. dan entalpi pembakaran. proses kebalikannya haruslah endoterm) yang berarti eksoterm menjadi positif yang berarti menjadi endoterm. Secara umum dapat ditulis : .Pembakaran dan Penguraian Data termokimia pada umumnya ditetapkan pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm yang selanjutnya disebut kondisi standar . Perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm disebut perubahan entalpi standar dan dinyatakan dengan lambang Δ H 0 atau ΔH298. kita dapat Dan panas reaksinya = Perhatikan bahwa panas reaksi untuk seluruh perubahan sama dengan panas pembentukan hasil reaksi dikurangi panas pembentukan dari pereaksi. Entalpi Netralisasi: DH yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa. DH = -890.

Jadi. Mol isooktana = 700 gram/114 gram mol -1 = 6. Entalpi Penguraian .7 kg L-1 = 0. perlu kondisi suhu dan tekanan perlu dicantumkan untuk setiap data termokimia.7 kg L -1 (H = 1. 1 atm disebut entalpi pembakaran standar (standard enthalpy of combustion). pembakaran tak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor. Diketahui entalpi pembakaran isooktana = -5460 kJ mol -1 dan massa jenis isooktan = 0. Tabel 3 . Pembakaran dikatakan sempurna apabila karbon (c) terbakar menjadi CO2. pembakaran tak sempurna akan mencemari udara. pembakaran tak sempurna mengurangi efisiensi bahan bakar. Zat yang mudah terbakar adalah unsur karbon. Misalnya: a.4 kJ Dampak Pembakaran tak Sempurna Sebagaimana terlihat pada contoh di atas. hidrogen. Entalpi Pembakaran Reaksi suatu zat dengan oksigen disebut reaksi pembakaran . yang bersifat racun.14 mol. C =12). Entalpi pembakaran juga dinyatakan dalam kJ mol -1 . Pembakaran sempurna isooktana: C8H18 (l) +12 ½ O2 (g) –> 8 CO2 (g) + 9 H2O (g) ΔH = -5460 kJ b. yang dinyatakan dengan Δ Hc 0 . Jadi kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin adalah: 6. Harga entalpi pembakaran dari berbagai zat pada 298 K. C8H18 (salah satu komponen bensin) tentukanlah jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin. Entalpi Pembakaran dari berbagai zat pada 298 K. 1 atm diberikan pada tabel 3 berikut. Apabila bensin dianggap terdiri atas isooktana. Jawab: Entalpi pembakaran isooktana yaitu – 5460 kJ mol -1 .Harga perubahan entalpi reaksi dapat dipengaruhi oleh kondisi yakni suhu dan tekanan saat pengukuran. Perubahan entalpi pada pembakaran sempurna 1 mol suatu zat yang diukur pada 298 K. kerugian lain dari pembakaran tak sempurna adalah dihasilkannya gas karbon monoksida (CO).7 kg = 700 gram . Oleh karena itu. dan berbagai senyawa dari unsur tersebut. Pembakaran tak sempurna isooktana: C8H18 (l) + 8 ½ O2 (g) -> 8 CO (g) + 9 H2O (g) ΔH = -2924. Oleh karena itu. Massa 1 liter bensin = 1 liter x 0. 1 atm Pembakaran bensin adalah suatu proses eksoterm. belerang. Pembakaran Sempurna dan Tidak Sempurna Pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan atau dalam industri tidak terbakar sempurna. Pembakaran sempurna senyawa hidro karbon (bahan bakar fosil) membentuk karbon dioksida dan uap air.14 mol x 5460 kJ mol -1 = 33524.4 kJ. Sedangkan pembakaran tak sempurna membentuk karbon monoksida dan uap air. belerang (S) terbakar menjadi SO2. hidrogen (H) terbakar menjadi H2O.

kita harus memperinci sifat-sifatnya secara tepat. maka bila terjadi reaksi. energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi berarti EP akhir lebih rendah dari EP mula-mula . Perubahan yang terjadi pada temperatur tetap dinamakan perubahan isotermik. Dalam perubahan eksotermik. Sehingga harga ÷EP mempunyai harga negatif. perubahan energi potensial (Ep) Δ(E. sesuai dengan azas kekekalan energi. Bila sistim tak diisolasi dari lingkungannya. Oleh karena itu. Simbol Δ (huruf Yunani untuk delta) umumnya dipakai untuk menyatakan perubahan kuantitas. nilai entalpi penguraian sama dengan entalpi pembentukannya. maka entalpi penguraian H2O (l) menjadi gas hidrogen dan gas oksigen adalah + 286 kJ mol -1 H2O (l) ——> H2 (g) + ½ O2 (g) ΔH = + 286 kJ Panas Reaksi dan Termokimia Hubungan sistem dengan lingkungan Pelajaran mengenai panas reaksi dinamakan termokimia yang merupakan bagian dari cabang ilmu pengetahuan yang lebih besar yaitu termodinamika. Telah dikatakan. tetapi tandanya berlawanan. Mungkin saja misalnya suatu reaksi kimia yang terjadi dalam suatu gelas kimia. Panas reaksi yang kita ukur akan sama dengan perubahan energi potensial ini. tekanan. padat atau gas. Reaksi Eksoterm dan Endoterm Peristiwa endoterm (kanan) dan eksoterm (kiri) .Reaksi penguraian adalah kebalikan dari reaksi pembentukan. berarti kita telah menggambarkan keadaan dari sistim. ΔT = T akhir – T mula-mula Demikian juga. suhu dari sistim dapat dibuat tetap. Misalnya perubahan suhu dapat ditulis dengan ΔT. Dalam praktek biasanya dalam menunjukkan perubahan adalah dengan cara mengurangi temperatur akhir dengan temperatur mula-mula. Mulai sekarang kita akan menggunakan perubahan ini dalam beberapa kuantitas sehingga perlu ditegakkan beberapa peraturan untuk menyatakan perubahan secara umum. bila terjadi reaksi eksotermik atau endotermik maka pada zat-zat kimia yang terlibat akan terjadi perubahan energi potensial. jumlah mol dari tiap zat dan berupa cairan. Sistim adalah sebagian dari alam semesta yang sedang kita pelajari. Kebalikannya dengan reaksi endoterm. Diberikan suhunya. dimana harga ÷EP adalah positif. Di luar sistim adalah lingkungan. Selama ada perubahan adiabatik. bila reaksinya eksotermik akan naik sedangkan bila reaksinya endotermik akan turun. Bila sistim diisolasi dari lingkungan sehingga tak ada panas yang dapat mengalir maka perubahan yang terjadi di dalam sistim adalah perubahan adiabatik. dimana T menunjukkan temperatur. Dalam menerangkan suatu sistim. Bila perubahan terjadi pada sebuah sistim maka dikatakan bahwa sistim bergerak dari keadaan satu ke keadaan yang lain. Sebelum pembicaraan mengenai prisip termokimia ini kita lanjutkan. maka suhu dari sistim akan menggeser. Salah satu dari istilah yang akan dipakai adalah sistim. Contoh: Diketahui Δ Hf 0 H2O (l) = -286 kJ mol -1. akan dibuat dulu definisi dari beberapa istilah. maka panas akan mengalir antara keduanya. Setelah semua variabel ini ditentukan berarti semua sifatsifat sistim sudah pasti.P) = EP akhir – EP awal Dari definisi ini didapat suatu kesepakatan dalam tanda aljabar untuk perubahan eksoterm dan endoterm.

Reaksi Eksoterm Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas. temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun. yang kita lihat sebagai kenaikan temperatur dari campuran reaksi. makanan yang dimakan akan menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi. Perhatikan bahwa bila terjadi reaksi eksoterm. Kadang-kadang perubahan kimia terjadi dimana ada kenaikan energi potensial dari zat-zat bersangkutan. panas dapat mengalir ke sekelilingnya. Mari kita periksa terjadinya hal ini dan bagaimana kita mengetahui adanya perubahan energi. Pada reaksi endoterm harga ΔH = positif ( + ) Contoh : CaCO 3(s) → CaO (s) + CO 2(g) . ΔH = -393. . bila energi potensialnya turun. Bila sistem tidak tertutup di sekelilingnya. Sebab itu. Pada reaksi eksoterm harga ΔH = negatif ( – ) Contoh : C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) + 393. Penambahan jumlah energi kinetik akan menyebabkan harga rata-rata energi kinetik dari molekulmolekul naik. Kebanyakan reaksi kimia tidaklah tertutup dari dunia luar. Bila campuran reaksi menjadi panas seperti digambarkan dibawah. ΔH = +178. Hampir semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan. Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang menyebabkan mobil berjalan.5 kJ Definisi Termokimia Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya saja. Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk m emas ak.178. panas dapat mengalir ke campuran reaksi dan perubahannya disebut perubahan endoterm. temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat-zat yang ikut dalam reaksi akan naik. Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk pembangkit listrik.5 kJ .5 kJ . maka energi kinetiknya harus naik berarti energi potensial berubah menjadi energi kinetik. Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme. Bila hal ini terjadi. Setiap perubahan yang dapat melepaskan energi ke sekelilingnya seperti ini disebut perubahan eksoterm. Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh kita dimana produksi dari energienergi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas yang kita lakukan.5 kJ Reaksi Endoterm Pada reaksi terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas. Tetapi energi ini tak dapat hilang begitu saja karena energi total (kinetik dan potensial) harus tetap konstan. maka energi kinetiknya akan turun sehingga temperaturnya juga turun. Juga misalkan energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi sehingga waktu reaksi terjadi ada penurunan energi potensial. Campuran reaksi menjadi panas. Atau reaksi dilakukan sedemikian rupa sehingga energi total tetap sama. Peristiwa termokimia Misalkan kita akan melakukan reaksi kimia dalam suatu tempat tertutup sehingga tak ada panas yang dapat keluar atau masuk kedalam campuran reaksi tersebut. Perhatikan bahwa bila terjadi suatu reaksi endoterm.

Peristiwa kebakaran menghasilkan panas Pengukuran Energi Dalam Reaksi Kimia Satuan internasional standar untuk energi yaitu Joule (J) diturunkan dari energi kinetik. Contoh soal: Dari reaksi 2NO(g) + Br 2 (g) → 2NOBr(g) dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut: No. Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan. Dalam mengacu pada energi yang terlibat dalam reaksi antara pereaksi dengan ukuran molekul biasanya digantikan satuan yang lebih besar yaitu kilojoule (kJ).1 0. 1. Satuan kilokalori juga digunakan untuk menyatakan energi yang terdapat dalam makanan.3 0. Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi : v = k (A) (B) 2 persamaan tersebut mengandung pengertian reaksi orde 1 terhadap zat A dan merupakan reaksi orde 2 terhadap zat B.2 mile/jam). Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut : 1 kal = 4.184 J 1 kkal = 4. Setara dengan jumlah energi yang dipunyai suatu benda dengan massa 2 kg dan kecepatan 1 m/detik (bila dalam satuan Inggris.3 (Br 2 ) mol/l 0. Secara keselurahan reaksi tersebut adalah reaksi orde 3. Cara yang biasa digunakan untuk menyatakan panas disebut kalori (singkatan kal). Satu kilojoule = 1000 joule (1 kJ = 1000J). biasanya dalam bentuk kalor.184 kJ Proses eksoterm dan proses endoterm Orde Reaksi Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi.1 0. sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori didefinisi ulang dalam satuan SI. (NO) mol/l 0. Definisinya berasal dari pengaruh panas pada suhu benda. 3.2 0. 4.1 0.1 0. Mula-mula kalori didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air dengan suhu asal 15 0 C sebesar 1 0 C. Semua bentuk energi dapat diubah keseluruhannya ke panas dan bila seorang ahli kimia mengukur energi. Dengan diterimanya SI. 1 J = 1 kg m 2 /s 2 Satuan energi yang lebih kecil yang dipakai dalam fisika disebut erg yang harganya = 1×10 -7 J. Kilokalori (kkal) seperti juga kilojoule merupakan satuan yang lebih sesuai untuk menyatakan perubahan energi dalam reaksi kimia.4 lb dan kecepatan 197 ft/menit atau 2.2 0. benda dengan massa 4. Satu joule = 1 kgm 2 /s 2 . 5. 2.1 Kecepatan Reaksi mol / 1 / detik 12 24 36 48 108 .1 0.

Persamaan laju menggambarkan perubahaan ini secara matematis. Order reaksi adalah bagian dari persamaan laju. jika gas dilepaskan dalam suatu reaksi. Sebagai contoh.1) k = 12 x 10 3 mol -2 1 2 det -1 Orde Reaksi dan Persamaan Laju Reaksi Merubah konsentrasi dari suatu zat di dalam suatu reaksi biasanya merubah juga laju reaksi. berkurang per detik. Persamaan Laju Mengukur laju reaksi Ada beberapa cara untuk mengukur laju dari suatu reaksi.1) 2 (0. . katakan A. maka : 2 y = 2 → y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br 2 ) Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k(NO) 2 (Br 2 ) (reaksi orde 3) b. kita dapat mengukurnya dengan menghitung volume gas yang dilepaskan per menit pada waktu tertentu selama reaksi berlangsung. Halaman ini memperkenalkan dan menjelaskan berbagai istilah yang perlu Anda tahu. andaikan kita memiliki suatu reaksi antara dua senyawa A dan B . Sebagai contoh. Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) ! Jawab: a. Pertama-tama kita misalkan rumus kecepatan reaksinya adalah sebagai berikut: V = k(NO) x (Br 2 ) y : jadi kita harus mencari nilai x den y. maka: V = k(NO) 2 (Br 2 ) 12 = k(0. Untuk reaksi ini kita dapat mengukur laju reaksi dengan menyelidiki berapa cepat konsentrasi. Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1). Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br2 tidak berubah. Tentukan orde reaksinya ! b. laju biasanya diukur dengan melihat berapa cepat konsentrasi suatu reaktan berkurang pada waktu tertentu. sedangkan kecepatan reaksinya naik 2 kali. Dari data ini terlihat konsentrasi Br 2 naik 2 kali. larutan atau dalam bentuk gas. Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka : 2 x = 4 → x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO) Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu data (1) dan (2). untuk lebih formal dan matematis dalam menentukan laju suatu reaksi. yaitu data (1) dan (4).Pertanyaan: a. Misalkan setidaknya salah satu mereka merupakan zat yang bisa diukur konsentrasinya-misalnya. Definisi Laju ini dapat diukur dengan satuan cm 3 s -1 Bagaimanapun.

Pangkat-pangkat ini disebut dengan order reaksi terhadap A dan B .0040 mol dm -3 s -1 . Dengan simbol dapat dilambangkan dengan: Secara umum . pada awal reaksi. Beberapa hal-hal sederhana yang akan kita temui adalah . laju reaksi akan berlipat ganda pula. Order reaksi selalu ditemukan melalui percobaan. Laju ini akan meningkat seiring reaksi dari A berlangsung. laju reaksi akan bertambah 4 kali lipat (2 2 ).0040 mol per desimeter kubik. kita akan mendapatkan bahwa laju reaksi berhubugngan dengan konsentrasi A dan B dengan cara : Hubungan ini disebut dengan persamaan laju reaksi : Kita dapat melihat dari persamaan laju reaksi bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh pangkat dari konsentrasi dari A dan B . Kita tidak dapat menentukan apapun tentang order reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi. laju reaksi akan bertambah menjadi 9 kali lipat (3 2 ). Jika konsentras dari A i ditingkatkan tiga kali lipat. Kesimpulan Untuk persamaan laju dan order reaksi. berubah. laju reaksi diukur dengan cara berapa cepat konsentrasi dari suatu reaktan berkurang. Kita dapat mengekspresikan persamaan ini dengan simbol : Adalah cara yang umum menulis rumus dengan tanda kurung persegi untuk menunjukkan konsentrasi yang diukur dalam mol per desimeter kubik (liter). k. Hal ini berarti tiap detik konsentrasi A berkurang 0. Kita juga dapat menulis tanda berbanding lurus dengan menuliskan konstanta (tetapan). JIka kita meningkatkan konsentrasi A dengan faktor 4. konsentrasi berkurang dengan laju 0. Kemungkinan pertama : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A. tetapi mengajak kita untuk mengerti apa itu order reaksi. sebagai contoh. Kemungkinan lainnya : Laju reaksi berbanding terbalik dengan kuadrat konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi dari A. Satuannya adalah mol dm -3 s -1 Order reaksi Halaman ini tidak akan mendefinisikan apa arti order reaksi secara langsung. A. Dengan melakukan percobaan yang melibatkan reaksi antara A dan B.Kita mendapatkan. Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan. laju reaksi pun akan menjadi 4 kali lipat.

jika kita mengubah temperatur dari reaksi. Order total (keseluruhan) dari reaksi didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order tersebut. A berorder satu dan B beroder nol. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. berarti konsentrasi dari A tidak mempengaruhi laju reaksi. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. order reaksi total adalah 2. karena konsentrasi B tidak mempengaruhi laju reaksi. menambahkan katalis atau merubah katalis. Teori Tumbukan Dan Teori Keadaan Transisi Teori tumbukan didasarkan atas teori kinetik gas yang mengamati tentang bagaimana suatu reaksi kimia dapat terjadi. di dalam reaksi order satu terhadap kedua A dan B (a = 1 dan b = 1). Contoh 1: Dalam kasus ini. Order reaksi total (keseluruhan). Anda akan mendapatkan efek dari perubahaan suhu dan katalis pada laju konstanta pada halaman lainnya. order reaksi terhadap A dan B adalah 1. Pangkat-pangkat ini merupakan order tersendiri dari setiap reaksi. Tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut. Konsentasi dari tiap reaktan akan berlangsung pada laju reaksi dengan kenaikan beberapa pangkat. Order reaksi total adalah satu. A berorder nol karena konsentrasi A tidak mempengaruhi laju dari reaksi. Contoh 2: Pada reaksi ini. Jumlah tumbukan yang terjadi persatuan waktu sebanding dengan . Ketetapan laju Hal yang cukup mengejutkan. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. Menurut teori tersebut kecepatan reaksi antara dua jenis molekul A dan B sama dengan jumiah tumbukan yang terjadi per satuan waktu antara kedua jenis molekul tersebut. dan tiap persamaan laju didapat dari ekperimen untuk menentukan bagaimana konsentrasi dari A dan B mempengaruhi laju reaksi. Kalkulasi yang melibatkan order reaksi Anda akan dapat menghitung order dari reaksi dan tetapan laju dari data yang diberikan maupun dari hasil percobaan yang Anda lakukan. Kita menyebutkan order reaksi total dua. Contoh 3: Pada reaksi ini. sebagai contoh. B berorder 2. Beberapa contoh Tiap contoh yang melibatkan reaksi antara A dan B. Order reaksi total adalah 2. Sebagai contoh. Konstanta ini berubah.Jika order reaksi terhadap A adalah 0 (no). Bagaimana bila kita memiliki reaktan-reaktan lebih dari dua lainnya? Tidak menjadi masalah berapa banyak reaktan yang ada. sehingga order reaksi total adalah dua.

A dan B adalah molekul-molekul pereaksi . Keadaan tersebut dinamakan keadaan transisi.T * adalah molekul dalam keadaan transisi . Catatan : energi pengaktifan (= energi aktivasi) adalah jumlah energi minimum yang dibutuhkan oleh molekul-molekul pereaksi agar dapat melangsungkan reaksi Konsentrasi Dan Kecepatan Reaksi Kecepatan reaksi adalah banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu.C dan D adalah molekul-molekul hasil reaksi SECARA DIAGRAM KEADAAN TRANSISI INI DAPAT DINYATAKAN SESUAI KURVA BERIKUT Dari diagram terlibat bahwa energi pengaktifan (E a ) merupakan energi keadaan awal sampai dengan energi keadaan transisi. Jadi makin besar konsentrasi A dan konsentrasi B akan semakin besar pula jumlah tumbukan yang terjadi. Untuk reaksi: aA + bB → mM + nN maka kecepatan reaksinya adalah: . Mekanisme reaksi keadaan transisi dapat ditulis sebagai berikut: A + B → T * –> C + D dimana: . ANTARA LAIN : • tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi sebab ada energi tertentu yang harus dilewati (disebut energi aktivasi = energi pengaktifan) untak dapat menghasilkan reaksi. Hal tersebut berarti bahwa molekul-molekul pereaksi harus memiliki energi paling sedikit sebesar energi pengaktifan (Ea) agar dapat mencapai keadaan transisi (T * ) dan kemudian menjadi hasil reaksi (C + D).konsentrasi A dan konsentrasi B. TEORI TUMBUKAN INI TERNYATA MEMILIKI BEBERAPA KELEMAHAN. molekul yang lebih rumit struktur ruangnya menghasilkan tumbukan yang tidak sama jumlahnya dibandingkan dengan molekul yang sederhana struktur ruangnya. Reaksi hanya akan terjadi bila energi tumbukannya lebih besar atau sama dengan energi pengaktifan (E a ). • Teori tumbukan di atas diperbaiki oleh tcori keadaan transisi atau teori laju reaksi absolut. Dalam teori ini diandaikan bahwa ada suatu keadaan yang harus dilewati oleh molekulmolekul yang bereaksi dalam tujuannya menuju ke keadaan akhir (produk).

Secara umum kecepatan reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut: V = k(A) x (B) y dimana: V = kecepatan reaksi k = tetapan laju reaksi x = orde reaksi terhadap zat A y = orde reaksi terhadap zat B (x + y) adalah orde reaksi keseluruhan (A) dan (B) adalah konsentrasi zat pereaksi. yaitu reaksi heterogen dan reaksi homogen. Ketika reaksi selesai. .——. Semakin luas permukaan maka semakin banyak tempat bersentuhan untuk berlangsungnya reaksi.1/b . Dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi sebagai akibat reaksi. Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar. d(M) /dt = rM = kecepatan reaksi zat A = pengurangan konsentrasi zat A per satuan wakru. tidak berubah pada akhir reaksi. kecepatan reaksi juga akan makin meningkat sesuai dengan teori Arhenius. = kecepatan reaksi zat B = pengurangan konsentrasi zat B per satuan waktu. d(A) /dt = r A . Adanya katalisator dalam reaksi dapat mempercepat jalannya suatu reaksi. maka akan didapatkan kembali massa katalasis yang sama seperti pada awal ditambahkan. secara kimiawi. Didalam reaksi heterogen. d(B) /dt = r B . Sedangkan pada dalam reaksi homogen.1/a . namun ia sendiri. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh suhu. katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. maka akan berkurang pula kecepatannya.= . d(N) /dt = r N Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi cukup besar.1/n . Semakin tinggi suhu reaksi. Luas permukaan zat dapat dicapai dengan cara memperkecil ukuran zat tersebut 2.1 (dA) 1 d(B) 1 d(M) 1 d(N) V= ——. = kecepatan reaksi zat M = penambahan konsentrasi zat M per satuan waktu. .= + ——– = + ———a dt b dt m dt n dt dimana: . = kecepatan reaksi zat N = penambahan konsentrasi zat N per satuan waktu. 3. Katalis Katalis adalah suatu zat yang mempercepat suatu laju reaksi. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh katalis. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi 1. katalis berada dalam fase yang sama dengan reaktan. Kereakifan dari katalis bergantung dari jenis dan konsentrasi yang digunakan.1/m . Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh ukuran partikel/zat.

Fase juga dapat diterapkan dalam dua zat cair dimana keduanya tidak saling melarutkan (contoh. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi. Energi Aktivasi Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. Hal ini berarti reaksi di atas harus berlangsung dalam beberapa tahap dan diperkirakan tahaptahapnya adalah : Tahap 1: HBr + O 2 → HOOBr Tahap 2: HBr + HOOBr → 2HOBr Tahap 3: (HBr + HOBr → H 2 O + Br 2 ) x 2 —————————————————— + 4 HBr + O 2 → 2H 2 O + 2 Br 2 (lambat) (cepat) (cepat) . akan tetapi lebih sedikit luas. Fase dapat juga meliputi padat. minyak dan air). dua komponen itu berada dalam fase yang berbeda. Contoh: 4 HBr(g) + O 2 (g) → 2 H 2 O(g) + 2 Br 2 (g) Dari persamaan reaksi di atas terlihat bahwa tiap 1 molekul O 2 bereaksi dengan 4 molekul HBr. cair dan gas. Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan terdiri hanya dari satu fase. karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawa-senyawa kimia tersebut. Kita dapat menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi Maxwell-Boltzmann seperti ini: Terjadinya Kecepatan Reaksi Dalam suatu reaksi kimia berlangsungnya suatu reaksi dari keadaan semula (awal) sampai keadaan akhir diperkirakan melalui beberapa tahap reaksi. cair dan gas). Campuran antara padat dan cair terdiri dari dua fase. Tumbukan yang mungkin berhasil adalah tumbukan antara 2 molekul yaitu 1 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 .Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen. Fase berbeda denga istilah keadaan fisik (padat. Tumbukan sekaligus antara 4 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 kecil sekali kemungkinannya untuk berhasil. Suatu reaksi baru dapat berlangsung apabila ada tumbukan yang berhasil antara molekul-molekul yang bereaksi.

s = solid dan aq = aqueous / larutan berair ). Penyetaraan. • Huruf kecil dalam tanda kurung menunjukkan wujud atau keadaan zat yang bersangkutan ( g = gass. Rangkaian tahap-tahap reaksi dalam suatu reaksi disebut “mekanisme reaksi” dan kecepatan berlangsungnya reaksi keselurahan ditentukan oleh reaksi yang paling lambat dalam mekanisme reaksi. o Ikatan kimia dalam pereaksi diputuskan dan terbentuk ikatan baru dalam produknya. • Koefisien reaksi juga menyatakan perbandingan paling sederhana dari partikel zat yang terlibat dalam reaksi. 2). o Atom-atom ditata ulang membentuk produk reaksi. Oleh karena itu. Persamaan reaksi Menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai dengan koefisiennya masing-masing. o Jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah. Contoh : Keterangan : • Tanda panah menunjukkan arah reaksi (artinya = membentuk atau bereaksi menjadi). o Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi = reaktan ) menjadi zat baru (produk). yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas ( cara sederhana ).Dari contoh di atas ternyata secara eksperimen kecepatan berlangsungnya reaksi tersebut ditentukan oleh kecepatan reaksi pembentukan HOOBr yaitu reaksi yang berlangsungnya paling lambat. tetapi ikatan kimia di antaranya berubah. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk. Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dengan 2 langkah : 1). Contoh : Langkah 1 : (belum setara) . Menuliskan Persamaan Reaksi. • Bilangan yang mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi (untuk menyetarakan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi). tahap ini disebut tahap penentu kecepatan reaksi. lengkap dengan keterangan wujudnya. l = liquid. 1).

Langkah 2 : 2). (ii) 2a = (2b + c) ……. Contoh : Langkah 1 : Persamaan reaksi yang belum setara. Langkah-langkahnya ( cara matematis ) : a). biasanya zat yang rumusnya paling kompleks = 1. (i) 2c = 6 ……………. (iv) . c). diperoleh : 2c = 6 c = 6/2 = 3 ………. sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara dengan huruf. Dari langkah 3. Tetapkan koefisien salah satu zat. Setarakan unsur lainnya. Langkah 2 : Menetapkan koefisien C 2 H 6 = 1 sedangkan koefisien yang lain ditulis dengan huruf. (iii) Dari persamaan (ii).. Setarakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien 1 itu. b). (sudah setara) Menyetarakan Persamaan Reaksi. Langkah 3 : Jumlah atom di ruas kiri dan kanan : Atom C H O Ruas kiri 2 6 2a Ruas kanan b 2c 2b+c Langkah 4 : Jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan. diperoleh : b = 2 ……………. Biasanya akan membantu jika atom O disetarakan paling akhir.

B-Si-C-Sb-As-P-N-H-Te-Se-S-I -Br-Cl-O-F Contoh : ………(lengkapi sendiri) b). 3 ) Rumus Senyawa Unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut. Contoh : air (H 2 O). serta melengkapi wujud zatnya.. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa. b dan c disubstitusikan ke persamaan reaksi : …………. Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur. (v) Langkah 5 : Nilai-nilai a.(x 2) Langkah 6 : Memeriksa kembali jumlah atom di ruas kiri dan kanan. tatanama senyawa kimia Tata Nama Senyawa Sederhana 1). (iii) 2a = {(2).(2) + 3} = 7 a =7/2 …………. Nama Senyawa Nama senyawa biner dari dua jenis unsur non logam adalah rangkaian nama kedua jenis unsur tersebut dengan akhiran –ida (ditambahkan pada unsur yang kedua). maka senyawa-senyawa yang terbentuk dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani.Persamaan (i) dan (iv) disubstitusikan ke persamaan (iii) : 2a = (2b + c) ……. ditulis di depan.... 1 = mono 5 2 = di 3 = tri 4 = tetra = penta 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 10 = deka 9 = nona . amonia (NH a). Tata Nama Senyawa Molekul ( Kovalen ) Biner.

Senyawa terner sederhana meliputi : asam. Contoh : ………. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Ø Berdasarkan cara lama. Contoh : ………(lengkapi sendiri) 2). Tata Nama Senyawa Ion. Kation dan anion diberi indeks sedemikian rupa sehingga senyawa bersifat netral ( jumlah muatan positif = jumlah muatan negatif).Angka indeks satu tidak perlu disebutkan. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation dan anionnya. Nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation (di depan) dan nama anionnya (di belakang). kecuali untuk nama senyawa karbon monoksida. = ion bermuatan positif (ion logam) = ion bermuatan negatif (ion non logam atau ion poliatom) Kation Anion a). . maka senyawasenyawanya dibedakan dengan menuliskan bilangan oksidasinya (ditulis dalam tanda kurung dengan angka Romawi di belakang nama unsur logam itu). Tata Nama Senyawa Terner. 3). basa dan garam. senyawa dari unsur logam yang mempunyai 2 jenis muatan dibedakan dengan memberi akhiran –o untuk muatan yang lebih rendah dan akhiran – i untuk muatan yang lebih tinggi. tidak perlu mengikuti aturan di atas. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Ø Jika unsur logam mempunyai lebih dari sejenis bilangan oksidasi. Senyawa yang sudah umum dikenal. Nama Senyawa b). Rumus Senyawa Unsur logam ditulis di depan.(lengkapi sendiri) c). Contoh : ………(lengkapi sendiri) Cara ini kurang informatif karena tidak menyatakan bilangan oksidasi unsur logam yang bersangkutan. sedangkan angka indeks tidak disebutkan.

Nama anion sisa asam = nama asam yang bersangkutan tanpa kata asam. Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam . Asam adalah senyawa hidrogen yang di dalam air mempunyai rasa masam.(fosfat) Rumus sisa asam b). Rumus dan penamaannya = senyawa ion. Tata Nama Basa. basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion Nama basa = nama kationnya yang diikuti kata hidroksida . Contoh : ………(lengkapi sendiri) 4). Contoh : ………(lengkapi sendiri) c). gas-gas yang volumnya sama mengandung jumlah partikel yang sama pula. Senyawa organik mempunyai tata nama khusus.Reaksi antara asam dengan basa menghasilkan garam. Hukum Avogadro Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama. Rumus asam terdiri atas atom H (di depan. Tata Nama Senyawa Organik. dianggap sebagai ion H yang disebut sisa asam . bukan senyawa ion. Tata Nama Garam. Tata Nama Asam. mempunyai nama lazim atau nama dagang ( nama trivial ). Contoh : H 3 + ) dan suatu anion PO 4 Nama asam = asam fosfat = PO 4 3. Catatan : perlu diingat bahwa asam adalah senyawa molekul.” Contoh : Pada pembentukan molekul H 2L H 2 2 O ( g ) + 1L O 2 ( g ) --> 2L H 2 O( g ) . Senyawa organik adalah senyawa-senyawa C dengan sifat-sifat tertentu. a). Basa adalah zat yang jika di dalam air dapat menghasilkan ion OHPada umumnya.

sebanyak 2 L gas nitrogen (N dengan gas H Tentukan : 2 2 ) tepat bereaksi membentuk gas NH 3 (amonia). maka volume dan jumlah molekul zat lain dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan: dan Keterangan : V = volume molekul ( L ) X = jumlah partikel ( molekul Contoh soal : ) Pada suhu dan tekanan yang sama. a) Persamaan reaksinya! b) Volume gas H 2 yang diperlukan! c) Volume gas NH 3 yang dihasilkan! Jawab : a) Persamaan reaksinya : b) = =6L Jadi volume gas H 2 yang diperlukan dalam reaksi adalah 6 L.2 molekul H Catatan : 2 1 molekul O 2 2 molekul H 2 O Jika volume dan jumlah molekul salah 1 zat diketahui. .

c) = =4L 3 Jadi volume gas NH yang dihasilkan oleh reaksi tersebut adalah 4 L. yaitu CO dan CO kedua senyawa itu sama (berarti jumlah C sama). ” Contoh : C dan O dapat membentuk dua jenis senyawa. membentuk gas metana. maka : Massa O dalam CO : massa O dalam CO sederhana (yaitu = 1:2 ). Berapa massa hidrogen yang diperlukan untuk bereaksi dengan 900 gram C pada metana? Jawab : C 2 2 . Contoh soal : Karbon dapat bergabung dengan hidrogen dengan perbandingan 3 : 1. ” Contoh : Dua volum gas hidrogen bereaksi dengan satu volum gas oksigen membentuk dua volum uap air. maka perbandingan massa salah satu unsur yang terikat pada massa unsur lain yang sama. Jika massa C dalam akan merupakan bilangan bulat dan : H = 3 : 1 sehingga : 900 : m H = 3 : 1 . gas hidrogen + gas oksigen −−> uap air 2V1V2V Perbandingan volumenya = 2 : 1 : 2 Hukum Kelipatan Perbandingan / Hukum Perbandingan Berganda ( Hukum Dalton ) Yaitu : “ Jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa. merupakan bilangan bulat dan sederhana. Hukum Perbandingan Volum ( Hukum Gay Lussac ) Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama. perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana.

81 % = 1 : 8 Massa Massa O2 H2O (gram (gram) ) 8 9 16 18 16 25 25 18 27 28. massa H yang diperlukan adalah 300 gram Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust ). sehingga 7 gram Fe akan bereaksi dengan 4 gram S membentuk 11 gram FeS.875 gram H 2 Contoh soal : Jika diketahui perbandingan massa besi (Fe) dan belerang (S) dalam pembentukan senyawa besi (II) sulfida (FeS) adalah 7 : 4 maka tentukan : a) Massa besi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 8 gram belerang! b) Massa belerang yang tersisa.91 % Massa H2 (gram ) 1 2 3 3 4 : 88.. Jadi. jika sebanyak 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S! c) Massa S dan massa Fe yang dibutuhkan untuk menghasilkan 22 gram senyawa FeS! Jawab : Reaksi : 7 4 11 Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. a) Massa S = 8 gram Massa Fe = …? .125 2 ) dan oksigen (O 2 ) dengan perbandingan Massa zat sisa 1 gram H 1 gram O 2 2 0. Yaitu : “ Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. ” Contoh : Air tersusun oleh unsur-unsur hidrogen (H yang selalu tetap yaitu : 11.

m Ca = (5. b) 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S. massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.6 gram.? Berdasarkan hukum kekekalan massa : Massa sebelum reaksi = massa sesudah reaksi m Ca + m O 2 = m CaO m O 2 = m CaO . ” Contoh : 40 gram Ca + 12 gram C 16 gram O 2 --> 56 gram CaO + 32 gram O 2 --> 44 gram CO 2 .contoh soa: Pada wadah tertutup.6 gram mO 2 = . Jika massa kalsium oksida yang dihasilkan adalah 5. Massa Fe yang bereaksi = 21 gram Massa S yang tersisa = ( 15-12 ) gram = 3 gram Jadi massa S yang tersisa adalah 3 gram. berarti : Fe : S = 21 : 15 = 7 : 5 Belerang berlebih.6 – 4.6 gram.6 gram Jadi massa oksigen yang diperlukan adalah 1. . menghasilkan kalsium oksida.Jadi massa Fe yang dibutuhkan adalah 14 gram. c) Untuk membentuk 22 gram FeS : Jadi massa Fe dan S yang dibutuhkan adalah 14 gram dan 8 gram. 4 gram logam kalsium dibakar dengan oksigen..0) gram = 1. Hukum Kekekalan Massa ( Hukum Lavoisier ) Yaitu : “ Dalam sistem tertutup. berarti seluruh Fe habis bereaksi. maka berapa massa oksigen yang diperlukan? Jawab : m Ca = 4 gram m CaO = 5.

02 x 10 molekul H 2 SO 4 . tetapi ukurannya jauh lebih besar.02 x 10 23 atom besi. o Mol menghubungkan massa dengan jumlah partikel zat. Hubungan mol dengan jumlah partikel.gros).02 x 10 Avogadro.02 x 10 23 partikel L = 6. Contoh : 1 mol air artinya : sekian gram air yang mengandung 6.02 x 10 23 23 23 (disebut tetapan b) Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel Dirumuskan : . o Mol merupakan satuan jumlah (seperti lusin.02 x 10 23 molekul air.Konsep Mol a) Definisi Mol o Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang = jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12. Massa. 1 mol = 6. dinyatakan dengan L ). Volum gas dapat digambarkan sebagai berikut: o Jumlah partikel dalam 1 mol (dalam 12 gram C-12) yang ditetapkan melalui berbagai metode eksperimen dan sekarang ini kita terima adalah 6. 1 mol asam sulfat artinya : sekian gram asam sulfat yang mengandung 6. 1 mol besi artinya : sekian gram besi yang mengandung 6. Kemolaran.

pada suhu dan tekanan yang sama. maka : Kesimpulan : Massa 1 mol suatu zat = Ar atau Mr zat tersebut (dinyatakan dalam gram).Keterangan : n = jumlah mol = jumlah partikel c) Massa Molar (m m ) o Massa molar menyatakan massa 1 mol zat . Untuk unsur yang partikelnya berupa atom : m m = Ar gram mol -1 Untuk zat lainnya : m m = Mr gram mol -1 d) Hubungan Jumlah Mol (n) dengan Massa Zat (m) Dirumuskan : dengan : m = massa n = jumlah mol m m = massa molar e) Volum Molar Gas (V m ) o Adalah volum 1 mol gas. gas-gas bervolum sama akan mengandung jumlah molekul yang sama pula. artinya : massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56 : 12 artinya : massa 1 molekul air : massa 1 atom C-12 = 18 : 12 Mr H 2 O = 18. o Massa molar zat berkaitan dengan Ar atau Mr zat itu. . o Menurut Avogadro. Karena : 1 mol C-12 = 12 gram (standar mol). karena Ar atau Mr zat merupakan perbandingan massa antara partikel zat itu dengan atom C-12. Contoh : zAr Fe = 56. o Satuannya adalah gram mol -1 .

Pada keadaan RTP. Dirumuskan : dengan : V = volum gas n = jumlah mol Vm = volum molar Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan : 1) Keadaan Standar Adalah suatu keadaan dengan suhu 0 o C dan tekanan 1 atm. gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan mempunyai volum yang sama pula.02 x 10 23 molekul. volum molar gas ( V 2) Keadaan Kamar Adalah suatu keadaan dengan suhu 25 o C dan tekanan 1 atm. maka pada suhu dan tekanan yang sama. Dinyatakan dengan istilah STP ( Standard Temperature and Pressure ). o Oleh karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul sama yaitu 6. o Jadi : pada suhu dan tekanan yang sama.4 liter/mol = 24 liter/mol 3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal : P = tekanan gas (atm).082 L atm/mol K) T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius) . 1 mol setiap gas mempunyai volum yang sama. volum gas hanya bergantung pada jumlah molnya. pada suhu dan tekanan yang sama. Pada keadaan STP. Dinyatakan dengan istilah RTP ( Room Temperature and Pressure ). 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg V = volum gas (L) n = jumlah mol gas R = tetapan gas (0. volum molar gas ( V m) m) = 22.o Artinya.

Triade Dobereiner Pada tahun 1829. Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap mL larutan . Johan Wolfgang Dobereiner mempelajari sifat-sifat beberapa unsur yang sudah diketahui pada saat itu. Apabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan massa . dalam tiap liter larutan terdapat 0.7 gram) NaCl atau dalam tiap mL larutan terdapat 0.2 mmol (= 11.4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain Misalkan : Gas A dengan jumlah mol = n 1 dan volum = V 1 Gas B dengan jumlah mol = n 2 dan volum = V 2 Maka pada suhu dan tekanan yang sama : f) Kemolaran Larutan (M) Kemolaran adalah suatu cara untuk menyatakan konsentrasi (kepekatan) larutan. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK Usaha pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kesamaan sifat dilakukan agar unsur-unsur tersebut mudah dipelajari.2 mol (= 11. Pada abad ke-19 para ahli kimia mulai dapat menghitung massa atom secara akurat. A. lalu mengelompokkan unsur-unsur tersebut menurut kemiripan sifatnya. Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur. Dirumuskan : dengan : M = kemolaran larutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan Misalnya : larutan NaCl 0.2 M artinya. Adanya kesamaan sifat yang ditemukan pada beberapa unsur menarik perhatian para ahli kimia untuk mulai mengelompokannya. Ternyata tiap kelompok terdiri dari tiga unsur sehingga disebut triade.7 mg) NaCl. 1.

Ar. Ne. Sistem periodik Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871. . Kekurangan sistem periodik Mendeleev 1) Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan. tabel sistem periodik mulai disusun. Sistem periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan. Sistem Periodik Mendeleev Pada tahun 1869. maka ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga sebagai sistem periodik unsur pendek. Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu yang hampir bersamaan. massa atom relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua atau satu satuan. Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. Susunan Newland menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik. 68. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dua ilmuwan. maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan. dan tabel periodik Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869. Mendeleev menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869. b. 2) Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. Penemuan Newland ini dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newland. Teori Oktaf Newland Pada tahun 1864. dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon. John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih banyak. Xe. c.0 bukan 43. d. a. Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah. 3.atomnya. Kr. 2) Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya. dan seterusnya. b. 3) Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong. 2. terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan. Kelebihan sistem periodik Mendeleev 1) Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur. Pada saat daftar Oktaf Newland disusun. dan 100. 72. seperti 44.3. dua unsur yang berdekatan. contoh : Te (128) sebelum I (127). Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut: a. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. Unsur gas mulia yang pertama ditemukan ialah gas argon. dan Rn) belum ditemukan. contohnya Cr = 52. unsur-unsur gas mulia (He. maka unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga. dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur.

Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev. Nama-nama golongan pada unsur golongan A • Golongan IA disebut golongan alkali • Golongan IIA disebut golongan alkali tanah • Golongan IIIA disebut golonga boron • Golongan IVA disebut golongan karbon • Golongan VA disebut golongan nitrogen • Golongan VIA disebut golongan oksigen • Golongan VIIA disebut golongan halogen • Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip . tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat. Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang. ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. 4. Dalam sistem periodik modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan. J. Ada dua golongan besar. pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah • Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida. Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA. 5) Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan. Telurium mempunyai nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya. yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Henry G. Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka: • Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur • Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur. Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev. yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah. Sistem Periodik Modern Pada tahun 1914. disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. sampai saat ini berisi 24 unsur. 4) Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya.3) Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2.

Dengan demikian. Adapun logam yang berada di sebelahnya (dalam tabel periodik) yaitu Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur non logam yang memilki beberapa sifat logam. 5. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis. 2. secara umum unsur dibedakan menjadi tiga kategori. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB. penghantar panas yang baik. logam-logam tersebut memiliki beberapa sifat bukan logam. Unsur-unsur di daerah perbatasan mempunyai sifat ganda. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa disebut maleabilitas. Pada tabel periodik. cangkul. unsur non logam. permukaan logam mengkilap. dapat ditempa menjadi lempeng tipis. yaitu dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin besar dan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil. Misalnya logam berilium (Be) dan aluminium (Al). dan biasa disebut unsur amfoter. penghantar listrik yang baik. B. batas antara unsur-unsur logam dan non logam sering digambarkan dengan tangga diagonal yang bergaris tebal. sedangkan unsur-unsur non logam terletak di bagian kanan (lihat tabel periodik unsur). sedangkan unsur-unsur non logam cenderung menangkap elektron (memiliki energi ionisasi yang besar). emas. SIFAT LOGAM Sifat yang dimiliki oleh unsur sangat banyak. dapat dilihat kecenderungan sifat logam dalam sistem periodik. aluminium. Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya. Pada bahasan ini. unsur-unsur logam berletak pada bagian kiri. dimasukkan dalam satu golongan karena mempunyai sifat yang sangat mirip. dan lain-lain. contohnya besi. antara lain: 1. Jika kita lihat pada tabel periodik unsurnya. Kedua seri unsur ini disebut unsur-unsur transisi dalam. 4. Berdasarkan sifat kelogamannya. unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil). Kemampuan logam untuk meregang apabila ditarik disebut duktilitas. 3. pisau. dan lain-lain. yaitu unsur-unsur lantanida. Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk membuat kawat atau kabel. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa dimanfaatka untuk membuat berbagai macam jenis barang. yaitu unsur logam.sifatnya. tembaga. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. perak. Logam banyak kita jumpai di sekitar kita. kita hanya akan membahas beberapa sifat dari unsur. misalnya golok. dan disebut unsur metaloi . Sifat-sifat di atas tidak dimiliki oleh unsur-unsur bukan logam (non logam). dan unsur metaloid (semi logam). dapat meregang jika ditarik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->