Atom

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari P Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.

Atom helium

ter 27 da nol pm ke n sa (ne (H cil Ki inti mp tral e) un sar M Sifat-sifat ato ai ) sa sur an uat Ki m de ata mp ki ma an sar ya ng up ai mi ssa list an ng Ko an un de a : rik dia ter mp 4,5 mu ng : × me dir on Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani 2 ata an ter: i − en: (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti 10 n 52 25 dar tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai k ion 0p i komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan g m pro Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini (C ton dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi s) da menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para n fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, ne membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika [1] utr kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom. on Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil Klasifikasi yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,[catatan 1] dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.[2] Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi

Ilustrasi atom helium yang memperlihatkan inti atom (merah muda) dan distribusi awan elektron (hitam). Sat Ele Inti atom (kanan atas) berbentuk simetris 1,6 bulat, ua ktr 7× walaupun untuk inti atom yang lebih rumit ia tidaklah n − on selalu demikian. 10 62

antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

1 Sejarah 2 Komponen-komponen atom
○ ○ ○

2.1 Partikel subatom 2.2 Inti atom 2.3 Awan elektron 3.1 Sifat-sifat nuklir 3.2 Massa 3.3 Ukuran 3.4 Peluruhan radioaktif 3.5 Momen magnetik 3.6 Aras-aras energi 3.7 Valensi dan perilaku ikatan 3.8 Keadaan

3 Sifat-sifat
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

• •

4 Identifikasi 5 Asal usul dan kondisi sekarang
○ ○ ○

5.1 Nukleosintesis 5.2 Bumi 5.3 Bentuk teoritis dan bentuk langka

• • • •

6 Lihat pula 7 Catatan 8 Referensi

8.1 Referensi buku

9 Pranala luar

[sunting] Sejarah
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Teori atom dan Atomisme Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan terpisah yang tidak dapat dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu milenium. Namun, pemikiran tersebut masihlah bersifat abstrak dan filosofis, daripada berdasarkan pengamatan empiris dan eksperimen. Secara filosofis, deskripsi sifat-sifat atom bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut, dan seringkali pula mengandung unsur-unsur spiritual di dalamnya. Walaupun demikian, pemikiran dasar mengenai atom dapat diterima oleh para ilmuwan

ribuan tahun kemudian, karena ia secara elegan dapat menjelaskan penemuan-penemuan baru pada bidang kimia.[3] Rujukan paling awal mengenai konsep atom dapat ditilik kembali kepada zaman India kuno pada tahun 800 sebelum masehi,[4] yang dijelaskan dalam naskah filsafat Jainisme sebagai anu dan paramanu.[4][5] Aliran mazhab Nyaya dan Vaisesika mengembangkan teori yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung menjadi benda-benda yang lebih kompleks.[6] Satu abad kemudian muncul rujukan mengenai atom di dunia Barat oleh Leukippos, yang kemudian oleh muridnya Demokritos pandangan tersebut disistematiskan. Kira-kira pada tahun 450 SM, Demokritos menciptakan istilah átomos (bahasa Yunani: ἄτομος), yang berarti "tidak dapat dipotong" ataupun "tidak dapat dibagi-bagi lagi". Teori Demokritos mengenai atom bukanlah usaha untuk menjabarkan suatu fenomena fisis secara rinci, melainkan suatu filosofi yang mencoba untuk memberikan jawaban atas perubahanperubahan yang terjadi pada alam.[1] Filosofi serupa juga terjadi di India, namun demikian ilmu pengetahuan modern memutuskan untuk menggunakan istilah "atom" yang dicetuskan oleh Demokritos.[3] Kemajuan lebih jauh pada pemahaman mengenai atom dimulai dengan berkembangnya ilmu kimia. Pada tahun 1661, Robert Boyle mempublikasikan buku The Sceptical Chymist yang berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi "corpuscules", yaitu atom-atom yang berbeda. Hal ini berbeda dengan pandangan klasik yang berpendapat bahwa materi terdiri dari unsur-unsur udara, tanah, api, dan air.[7] Pada tahun 1789, istilah element (unsur) didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis, Antoine Lavoisier, sebagai bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-metode kimia.[8]

Berbagai atom dan molekul yang digambarkan pada buku John Dalton, A New System of Chemical Philosophy (1808).

Ia mengajukan pendapat bahwa setiap unsur mengandung atom-atom tunggal unik. Hal ini meruntuhkan konsep atom sebagai satuan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Frederick Soddy menemukan bahwa terdapat lebih dari satu jenis atom pada setiap posisi tabel periodik. serta mengapa gas-gas tertentu lebih larut dalam air dibandingkan dengan gas-gas lainnya.[16] Istilah isotop kemudian diciptakan oleh Margaret Todd sebagai nama yang tepat untuk atom-atom yang berbeda namun merupakan satu unsur yang sama. dan menemukan bahwa sebagian kecil ion tersebut dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam dari yang apa yang diprediksikan oleh teori Thomson.[14] Berdasarkan hasil penelitiannya terhadap sinar katoda. Desaulx mengajukan pendapat bahwa fenomena ini disebabkan oleh gerak termal molekul air. Namun pada tahun 1909. dan muatan-muatannya diseimbangkan oleh keberadaan lautan muatan positif (model puding prem). pada tahun 1913 fisikawan Niels Bohr mengkaji ulang model atom Rutherford dan mengajukan pendapat bahwa elektron-elektron terletak pada orbit-orbit yang terkuantisasi serta dapat meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya.[18] Suatu elektron haruslah menyerap ataupun memancarkan sejumlah energi tertentu untuk dapat . pada tahun 1897 J. J. J.[17] Model atom hidrogen Bohr yang menunjukkan loncatan elektron antara orbit-orbit tetap dan memancarkan energi foton dengan frekuensi tertentu. John Dalton menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsur-unsur selalu bereaksi dalam perbandingan yang bulat dan tetap. Sementara itu. dan pada tahun 1905 Albert Einstein membuat analisis matematika terhadap gerak ini. Pada tahun 1877. J. Pada tahun 1913. yang kemudian dengan pasti menjadi verifikasi atas teori atom Dalton. Thomson menemukan elektron dan sifat-sifat subatomiknya.Pada tahun 1803. meskipun demikian tidak dapat dengan bebas berputar spiral ke dalam maupun keluar dalam keadaan transisi. yaitu ketika botaniwan Robert Brown menggunakan mikroskop untuk mengamati debu-debu yang mengambang di atas air dan menemukan bahwa debu-debu tersebut bergerak secara acak. ketika bereksperimen dengan hasil proses peluruhan radioaktif.[9][10] Teori partikel ini kemudian dikonfirmasikan lebih jauh lagi pada tahun 1827. dan atom-atom tersebut selanjutnya dapat bergabung untuk membentuk senyawa-senyawa kimia. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai "Gerak Brown".[11][12][13] Fisikawan Perancis Jean Perrin kemudian menggunakan hasil kerja Einstein untuk menentukan massa dan dimensi atom secara eksperimen. Rutherford kemudian mengajukan pendapat bahwa muatan positif suatu atom dan kebanyakan massanya terkonsentrasi pada inti atom.[15] Thomson percaya bahwa elektron-elektron terdistribusi secara merata di seluruh atom. Muatan positif ion helium yang melewati inti padat ini haruslah dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam.J. para peneliti di bawah arahan Ernest Rutherford menembakkan ion helium ke lembaran tipis emas. Thomson selanjutnya menemukan teknik untuk memisahkan jenis-jenis atom tersebut melalui hasil kerjanya pada gas yang terionisasi. dengan elektron yang mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari.

ia menghasilkan suatu spektrum multiwarna. untuk setiap pengukuran suatu posisi. Peralatan spektrometer ini menggunakan magnet untuk membelokkan trayektori . Walaupun model ini sulit untuk divisualisasikan. Hal ini kemudian dikenal sebagai prinsip ketidakpastian. Konsekuensi penggunaan bentuk gelombang untuk menjelaskan elektron ini adalah bahwa adalah tidak mungkin untuk secara matematis menghitung posisi dan momentum partikel secara bersamaan. Namun pada kenyataannya berkas ini terbagi menjadi dua bagian. [19] Ikatan kimia antar atom kemudian pada tahun 1916 dijelaskan oleh Gilbert Newton Lewis sebagai interaksi antara elektron-elektron atom tersebut. Oleh sebab itu. model atom yang menggambarkan elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari digugurkan dan digantikan oleh model orbital atom di sekitar inti di mana elektron paling berkemungkinan berada. berkas tersebut terpisah-pisah sesuai dengan arah momentum sudut atom (spin). Sekelompok elektron diperkirakan menduduki satu set kelopak elektron di sekitar inti atom. ia dapat dengan baik menjelaskan sifat-sifat atom yang terpantau yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan oleh teori mana pun.melakukan transisi antara orbit-orbit yang tetap ini.[21] kimiawan Amerika Irving Langmuir tahun 1919 berpendapat bahwa hal ini dapat dijelaskan apabila elektron-elektron pada sebuah atom saling berhubungan atau berkumpul dalam bentuk-bentuk tertentu. Ketika seberkas atom perak ditembakkan melalui medan magnet.[20] Atas adanya keteraturan sifat-sifat kimiawi dalam tabel periode kimia. tergantung dari apakah spin atom tersebut berorientasi ke atas ataupun ke bawah. Perkembangan pada spektrometri massa mengijinkan dilakukannya pengukuran massa atom secara tepat. yang dirumuskan oleh Werner Heisenberg pada 1926. Apabila cahaya dari materi yang dipanaskan memancar melalui prisma. Penampakan garis-garis spektrum tertentu ini berhasil dijelaskan oleh teori transisi orbital ini. dengan menggunakan pemikiran Louis de Broglie bahwa partikel berperilaku seperti gelombang. berkas ini diharapkan menyebar menjadi satu garis. Oleh karena arah spin adalah acak. Menurut konsep ini. Percobaan Stern-Gerlach pada tahun 1922 memberikan bukti lebih jauh mengenai sifat-sifat kuantum atom.[23][24] Diagram skema spetrometer massa sederhana. seseorang hanya bisa mendapatkan kisaran nilai-nilai probabilitas momentum. Erwin Schrödinger mengembangkan suatu model atom matematis yang menggambarkan elektron sebagai gelombang tiga dimensi daripada sebagai titik-titik partikel. demikian pula sebaliknya.[22] Pada tahun 1926.

namun memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam inti atom. Kimiawan Francis William Aston menggunakan peralatan ini untuk menunjukkan bahwa isotop mempunyai massa yang berbeda. suatu partikel bermuatan netral dengan massa yang hampir sama dengan proton. Pada tahun yang sama.[27] Neutron dan proton kemudian diketahui sebagai hadron. di Bell Labs mengembangkan sebuah teknik untuk menurunkan temperatur atom menggunakan laser. Dalam model standar fisika. baik proton dan neutron terdiri dari partikel elementer yang disebut kuark. Hal ini mengijinkan ilmuwan mempelajari atom dengan presisi yang sangat tinggi. yaitu oleh James Chadwick pada tahun 1932. Model-model standar fisika nuklir kemudian dikembangkan untuk menjelaskan sifat-sifat inti atom dalam hal interaksi partikel subatom ini. Namun baru-baru ini. yaitu komposit partikelpartikel kecil yang disebut sebagai kuark. yang pada akhirnya membawa para ilmuwan menemukan kondensasi Bose-Einstein.6929 × 10−27 kg). berbagai peranti yang menggunakan sebuah atom tunggal logam yang dihubungkan dengan ligan-ligan organik (transistor elektron tunggal) telah dibuat. Steven Chu dkk. Terdapat enam jenis kuark dan tiap-tiap kuark tersebut memiliki muatan listri fraksional sebesar +2/3 ataupun −1/3. Neutron tidak bermuatan listrik dan bermassa bebas 1.[30] Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memerangkap dan memperlambat laju atom menggunakan pendinginan laser untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat-sifat atom. Perbedaan komposisi kuark ini memengaruhi perbedaan . Dari kesemua partikel subatom ini. atom tersusun atas berbagai partikel subatom. Perbedaan massa antar isotop ini berupa bilangan bulat. Demikian pula halnya pada ion hidrogen positif H+.839 kali massa elektron[33] atau (1. Claude Cohen-Tannoudji kemudian menggabungkan kedua teknik tersebut untuk mendinginkan sejumlah kecil atom sampai beberapa mikrokelvin. Isotop kemudian dijelaskan sebagai unsur dengan jumlah proton yang sama.[31] [sunting] Komponen-komponen atom [sunting] Partikel subatom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Partikel subatom Walaupun awalnya kata atom berarti suatu partikel yang tidak dapat dipotong-potong lagi menjadi partikel yang lebih kecil. dengan massa elektron sebesar 9.[26] Pada tahun 1950-an.11 × 10−31 kg dan mempunyai muatan negatif. Ukuran elektron sangatlah kecil sedemikiannya tiada teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukurannya.[28] Sekitar tahun 1985. dan ia disebut sebagai kaidah bilangan bulat. Partikel-partikel penyusun atom ini adalah elektron. sebuah atom tunggal sangatlah kecil untuk digunakan dalam aplikasi ilmiah. dan neutron. dan banyaknya defleksi ditentukan dengan rasio massa atom terhadap muatannya. elektron adalah yang paling ringan. manakala neutron terdiri dari satu kuark naik dan dua kuark turun. Kuark termasuk kedalam golongan partikel fermion dan merupakan salah satu dari dua bahan penyusun materi dasar (yang lainnya adalah lepton). proton.[32] Proton memiliki muatan positif dan massa 1.836 kali lebih berat daripada elektron (1. Namun hidrogen-1 tidak mempunyai neutron.[25] Penjelasan pada perbedaan massa isotop ini berhasil dipecahkan setelah ditemukannya neutron. dalam terminologi ilmu pengetahuan modern.6726 × 10−27 kg). Proton terdiri dari dua kuark naik dan satu kuark turun.[29] Dalam sejarahnya. sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh William D. Phillips berhasil memerangkap atom natrium dalam perangkap magnet.berkas ion. perkembangan pemercepat partikel dan detektor partikel mengijinkan para ilmuwan mempelajari dampak-dampak dari atom yang bergerak dengan energi yang tinggi.

Suatu unsur dapat memiliki jumlah neutron yang bervariasi.5 fm. Namun. rasio neutron per proton yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya akan meningkat menjadi 1. Gluon adalah anggota dari boson tolok yang merupakan perantara gaya-gaya fisika. dengan meningkatnya nomor atom. Diameter inti atom berkisar antara 10-15 hingga 10-14m.[40] Untuk atom dengan nomor atom yang rendah. dengan A adalah jumlah nukleon. Variasi ini disebut sebagai isotop. Pelarangan ini tidak berlaku bagi proton dan neutron yang menduduki keadaan kuantum yang sama. atom dengan jumlah proton dan neutron yang berimbang lebih stabil dan cenderung tidak meluruh. Pada inti yang paling berat. dengan isotop unsur tertentu akan menjalankan peluruhan radioaktif. Asas Pauli ini juga berlaku untuk neutron.[38] Atom dari unsur kimia yang sama memiliki jumlah proton yang sama. Nukleon-nukleon tersebut terikat bersama oleh gaya tarik-menarik potensial yang disebut gaya kuat residual. inti atom yang memiliki jumlah proton lebih banyak daripada neutron berpotensi jatuh ke keadaan energi yang lebih rendah melalui peluruhan radioaktif yang menyebabkan jumlah proton dan neutron seimbang. sedangkan jumlah neutron relatif terhadap jumlah proton akan menentukan stabilitas inti atom. Asas pengecualian Pauli melarang adanya keberadaan fermion yang identik (seperti misalnya proton berganda) menduduki suatu keadaan fisik kuantum yang sama pada waktu yang sama. Oleh karena itu.[37] Hal ini sangatlah kecil dibandingkan dengan jari-jari atom. gaya ini lebih kuat daripada gaya elektrostatik yang menyebabkan proton saling tolak menolak. Kuark terikat bersama oleh gaya nuklir kuat yang diperantarai oleh gluon. gaya tolak-menolak antar proton membuat inti atom memerlukan proporsi neutron yang lebih tinggi lagi untuk menjaga stabilitasnya.[39] Neutron dan proton adalah dua jenis fermion yang berbeda. Inti atom terdiri atas proton dan neutron yang terikat bersama pada pusat atom. Jumlah proton dan neutron suatu atom akan menentukan nuklida atom tersebut. proton dan neutron tersebut disebut sebagai nukleon (partikel penyusun inti).[34][35] [sunting] Inti atom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Inti atom Energi pengikatan yang diperlukan oleh nukleon untuk lolos dari inti pada berbagai isotop.[36] Jari-jari inti diperkirakan sama dengan fm. Oleh karena itu.5. Secara kolektif. Pada jarak lebih kecil daripada 2.massa dan muatan antara dua partikel tersebut. setiap proton dalam inti atom harusnya menduduki keadaan kuantum yang berbeda dengan aras energinya masing-masing.[40] . disebut nomor atom.

maka perbedaan ini disebabkan oleh pelepasan pancaran energi (misalnya sinar gamma).[45] Adalah proses pelepasan energi inilah yang membuat fusi nuklir pada bintang dapat dipertahankan.[44] Fusi dua inti yang menghasilkan inti yang lebih besar dengan nomor atom lebih rendah daripada besi dan nikel (jumlah total nukleon sama dengan 60) biasanya bersifat eksotermik. atom tersebut akan berubah unsurnya. Hal ini biasanya terjadi melalui peluruhan radioaktif. proton memerlukan energi sekitar 3–10 keV untuk mengatasi gaya tolak-menolak antar sesamanya dan bergabung menjadi satu inti. Fusi nuklir terjadi ketika banyak partikel atom bergabung membentuk inti yang lebih berat. Defisit ini merupakan bagian dari energi pengikatan inti yang baru.[42][43] Jika massa inti setelah terjadinya reaksi fusi lebih kecil daripada jumlah massa partikel awal penyusunnya. walaupun hal ini memerlukan energi yang sangat tinggi oleh karena gaya atraksinya yang kuat. Ini berarti bahwa proses fusi akan bersifat endotermik. Apabila hal ini mengubah jumlah proton dalam inti. inti dipecah menjadi dua inti yang lebih kecil. Pada fisi nuklir. pada inti Matahari. Untuk inti yang lebih berat. dengan m adalah massa yang hilang dan c adalah kecepatan cahaya.[40] [sunting] Awan elektron Artikel utama untuk bagian ini adalah: Orbital atom dan Konfigurasi elektron . Satu positron (e+) dipancarkan bersamaan dengan neutrino elektron. energi pengikatan per nukleon dalam inti mulai menurun.[41] Fisi nuklir merupakan kebalikan dari proses fusi. yang berarti bahwa proses ini melepaskan energi. E = mc2. sebagaimana yang ditemukan pada rumus kesetaraan massa-energi Einstein. Jumlah proton dan neutron pada inti atom dapat diubah. Inti atom juga dapat diubah melalui penembakan partikel subatom berenergi tinggi.Gambaran proses fusi nuklir yang menghasilkan inti deuterium (terdiri dari satu proton dan satu neutron). Sebagai contoh.

6 eV untuk melepaskan elektron dari atom hidrogen. Tiga orbital 2p memperlihatkan satu biidang simpul. Elektron. karena pola-pola gelombang lainnya akan dengan cepat meluruh menjadi bentuk yang lebih stabil.[51] Semua isotop unsur yang bernomor atom lebih besar daripada 82 bersifat radioaktif. Perilaku ini ditentukan oleh orbital atom. Awan elektron adalah suatu daerah dalam sumur potensi di mana tiap-tiap elektron menghasilkan sejenis gelombang diam (yaitu gelombang yang tidak bergerak relatif terhadap inti) tiga dimensi. Sebagai contohnya. dll. Elektron dapat berubah keadaannya ke aras energi yang lebih tinggi dengan menyerap sebuah foton. Gaya ini mengikat elektron dalam sumur potensi elektrostatik di sekitar inti. Hidrogen-1 adalah bentuk isotop hidrogen yang paling umum. semua hidrogen memiliki satu proton. Suatu partikel dengan energi E dibatasi pada kisaran posisi antara x1 dan x2. Atom yang kekurangan ataupun kelebihan elektron disebut sebagai ion. suatu elektron dapat pula turun ke keadaan energi yang lebih rendah dengan memancarkan energi yang berlebih sebagai foton. Elektron yang terletak paling luar dari inti dapat ditransfer ataupun dibagi ke atom terdekat lainnya. dua neutron (tritium). semakin besar gaya atraksinya. dua atom dengan jumlah proton yang identik dalam intinya termasuk ke dalam unsur kimia yang sama. Atom dengan jumlah proton sama namun dengan jumlah neutron berbeda adalah dua isotop berbeda dari satu unsur yang sama. yakni suatu fungsi matematika yang menghitung probabilitas suatu elektron akan muncul pada suatu lokasi tertentu ketika posisinya diukur.3 MeV yang diperlukan untuk memecah inti deuterium. satu isotop yang memiliki satu neutron (deuterium). atom dapat saling berikatan membentuk molekul. sama seperti partikel lainnya. sehingga elektron yang berada dekat dengan pusat sumur potensi memerlukan energi yang lebih besar untuk lolos. Tiap-tiap orbital atom berkoresponden terhadap aras energi elektron tertentu. Kadangkadang ia disebut sebagai protium. Hal ini berarti bahwa energi luar diperlukan agar elektron dapat lolos dari atom. [49] Atom bermuatan listrik netral oleh karena jumlah proton dan elektronnya yang sama. Dengan cara inilah. Semakin dekat suatu elektron dalam inti.[48] Bandingkan dengan energi sebesar 2. hanya diperlukan 13. Selain dapat naik menuju aras energi yang lebih tinggi.[47] Energi yang diperlukan untuk melepaskan ataupun menambah satu elektron (energi pengikatan elektron) adalah lebih kecil daripada energi pengikatan nukleon.[47] Fungsi gelombang dari lima orbital atom pertama.[50] [sunting] Sifat-sifat [sunting] Sifat-sifat nuklir Artikel utama untuk bagian ini adalah: Isotop dan Isotop stabil Berdasarkan definisi. memiliki sifat seperti partikel maupun seperti gelombang (dualisme gelombang-partikel). namun terdapat satu isotop hidrogen yang tidak memiliki neutron (hidrogen-1). Elektron dalam suatu atom ditarik oleh proton dalam inti atom melalui gaya elektromagnetik.Sumur potensial yang menunjukkan energi minimum V(x) yang diperlukan untuk mencapai tiap-tiap posisi x.[46] Hanya akan ada satu himpunan orbital tertentu yang berada disekitar inti.[52][53] . Sebagai contohnya.

[56] [sunting] Ukuran Artikel utama untuk bagian ini adalah: Jari-jari atom Atom tidak memiliki batasan luar yang jelas.007825 u. Unsur 43. Jumlah ini adalah sekitar 6.[61] Oleh karena itu. atom yang terkecil adalah helium dengan jari-jari 32 pm.022 × 1023. Dengan demikian suatu unsur dengan massa atom 1 u akan memiliki satu mol atom yang bermassa 0. sehingga dimensi atom biasanya dideskripsikan sebagai jarak antara dua inti atom ketika dua atom bergabung bersama dalam ikatan kimia. Namun.[64] Intan satu karat dengan massa 2 × 10-4 kg mengandung sekitar 1022 atom karbon. sedemikian kecilnya lebar satu helai rambut dapat menampung sekitar 1 juta atom karbon. Jari-jari ini bervariasi tergantung pada jenis atom. Dua puluh tujuh unsur hanya memiliki satu isotop stabil. 269 di antaranya belum pernah terpantau meluruh. manakala jumlah isotop stabil yang paling banyak terpantau pada unsur timah dengan 10 jenis isotop stabil.[56] Hidrogen-1 yang merupakan isotop teringan hidrogen memiliki bobot atom 1. yang dikenal pula dengan nama tetapan Avogadro.[65] [sunting] Peluruhan radioaktif Artikel utama untuk bagian ini adalah: Peluruhan radioaktif . Ukuran atom sangatlah kecil. sehingga satu mol karbon atom memiliki massa 0. yang kira-kira sebesar 1. dan semua unsur lebih tinggi dari 83 tidak memiliki isotop stabil.[52] dengan massa sebesar 207. dan spin atom.[55] [sunting] Massa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Massa atom dan Bobot atom Karena mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron. 63. Sebagai contohnya.012 kg. Massa atom pada keadaan diam sering diekspresikan menggunakan satuan massa atom (u) yang juga disebut dalton (Da).001 kg. jumlah atom di sekitarnya.[60] Pada tabel periodik unsur-unsur. Karbon memiliki massa atom 12 u. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah atom yang terdapat pada 12 gram persis karbon-12.9766521 u.[62] Dimensi ini ribuan kali lebih kecil daripada gelombang cahaya (400–700 nm).[58] Atom stabil yang paling berat adalah timbal-208.[59] Para kimiawan biasanya menggunakan satuan mol untuk menyatakan jumlah atom.[catatan 2] Jika sebuah apel diperbesar sampai seukuran besarnya Bumi. jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya periode (atas ke bawah).Dari sekitar 339 nuklida yang terbentuk secara alami di Bumi. Satuan ini didefinisikan sebagai seperduabelas massa atom karbon-12 netral. maka atom dalam apel tersebut akan terlihat sebesar ukuran apel awal tersebut.[57] Atom memiliki massa yang kira-kira sama dengan nomor massanya dikalikan satuan massa atom. atom dapat dipantau menggunakan mikroskop gaya atom. sehingga atom tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop optik biasa. 80 dari unsur yang diketahui memiliki satu atau lebih isotop stabil.[63] Satu tetes air pula mengandung sekitar 2 × 1021 atom oksigen.[54] Pada unsur kimia. jenis ikatan yang terlibat. Sebaliknya jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan menurunnya nomor golongan (kanan ke kiri). manakala yang terbesar adalah sesium dengan jari-jari 225 pm.66 × 10−27 kg. jumlah keseluruhan partikel ini dalam atom disebut sebagai nomor massa.

dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih rendah. dan produksi foton berenergi tinggi yang bukan sinar gama Tiap-tiap isotop radioaktif mempunyai karakteristik periode waktu peluruhan (waktu paruh) yang merupakan lamanya waktu yang diperlukan oleh setengah jumlah sampel untuk . diatur oleh gaya lemah.Diagram ini menunjukkan waktu paruh (T½) beberapa isotop dengan jumlah proton Z dan jumlah proton N (dalam satuan detik).[66] Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:[67][68] • Peluruhan alfa. Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta. Peluruhan beta dapat meningkatkan maupun menurunkan nomor atom inti sebesar satu. Radioaktivitas dapat terjadi ketika jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya bekerja pada jarak sekitar 1 fm). Hal ini dapat terjadi setelah emisi partikel alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif. ataupun peluruhan yang mengakibatkan produksi elektron berkecepatan tinggi yang bukan sinar beta. ataupun proton menjadi neutron. emisi lebih dari satu partikel beta. Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu elektron dan satu antineutrino. Peluruhan beta. dan dihasilkan oleh transformasi neutron menjadi proton. Hasil peluruhan ini adalah unsur baru dengan nomor atom yang lebih kecil. menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik. menyebabkan inti melepaskan partikel ataupun radiasi elektromagnetik. Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif. manakala transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh emisi satu positron dan satu neutrino. Peluruhan gama. terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron). • • Jenis-jenis peluruhan radioaktif lainnya yang lebih jarang meliputi pelepasan neutron dan proton dari inti.

manakala keadaan energi yang lebih tinggi disebut sebagai keadaan tereksitasi. elektron-elektron yang terikat hanya dapat menduduki satu set keadaan yang berpusat pada inti. proton. untuk unsur-unsur tertentu (seperti xenon-129). sehingga tiada medan magnet yang dihasilkan. kontribusi yang terbesar tetap berasal dari spin. Orbital-orbital atom di sekeliling atom tersebut saling bertumpang tindih dan penurunan keadaan energi dicapai ketika spin elektron yang tak berpasangan tersusun saling berjajar. dan neutron semuanya memiliki spin ½ ħ.[66] [sunting] Momen magnetik Artikel utama untuk bagian ini adalah: Momen dipol magnetik elektron dan Momen magnetik nuklir Setiap partikel elementer mempunyai sifat mekanika kuantum intrinsik yang dikenal dengan nama spin. Hal ini diukur oleh besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom dan biasanya diekspresikan dengan satuan elektronvolt (eV). Proses ini disebut sebagai interaksi pertukaran. Biasanya spin inti tersusun secara acak oleh karena kesetimbangan termal. Kondisi ini disebut sebagai hiperpolarisasi. Oleh karena elektron mematuhi asas pengecualian Pauli. hanya akan tersisa 25% isotop.[70] Pada atom berelektron ganjil seperti besi.[70][71] Inti atom juga dapat memiliki spin. sehingga setelah dua waktu paruh. dengan elektron. dengan satu berspin naik. Dalam atom.[74] Agar suatu elektron dapat meloncat dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Dalam model mekanika kuantum. yakni tiada dua elektron yang dapat ditemukan pada keadaan kuantum yang sama. elektron yang bergerak di sekitar inti atom selain memiliki spin juga memiliki momentum sudut orbital. pasangan elektron yang terikat satu sama lainnya memiliki spin yang berlawanan. adalah mungkin untuk memolarisasi keadaan spin nuklir secara signifikan sehingga spin-spin tersebut tersusun berjajar dengan arah yang sama. Namun. Fenomena ini memiliki aplikasi yang penting dalam pencitraan resonansi magnetik. Namun. bahan yang tersusun oleh atom ini dapat menghasilkan medan makroskopis yang dapat dideteksi. Proses peluruhan bersifat eksponensial.[69] Medan magnet yang dihasilkan oleh suatu atom (disebut momen magnetik) ditentukan oleh kombinasi berbagai macam momentum sudut ini. Bahan-bahan yang bersifat paramagnetik memiliki atom dengan momen magnetik yang tersusun acak. Spin beranalogi dengan momentum sudut suatu objek yang berputar pada pusat massanya. Keadaan energi terendah suatu elektron yang terikat disebut sebagai keadaan dasar. atau "spin-½". Spin diukur dalam satuan tetapan Planck tereduksi (ħ).meluruh habis. momen magnetik tiap-tiap atom individu tersebut akan tersusun berjajar ketika diberikan medan magnet. ia haruslah menyerap ataupun memancarkan foton pada energi yang sesuai dengan perbedaan energi . sehingga momen dipol magnetik totalnya menjadi nol pada beberapa atom berjumlah elektron genap. dan tiap-tiap keadaan berkorespondensi terhadap aras energi tertentu. adanya keberadaan elektron yang tak berpasangan menyebabkan atom tersebut bersifat feromagnetik. Ketika momen magnetik atom feromagnetik tersusun berjajaran. dan yang satunya lagi berspin turun.[72][73] [sunting] Aras-aras energi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aras energi dan Garis spektrum atom Ketika suatu elektron terikat pada sebuah atom. ia memiliki energi potensial yang berbanding terbalik terhadap jarak elektron terhadap inti. walaupun secara kaku partikel tidaklah berperilaku seperti ini. Namun. manakala inti atom memiliki momentum sudut pula oleh karena spin nuklirnya sendiri. Kedua spin yang berlawanan ini akan saling menetralkan.

Fenomena ini disebut sebagai efek Stark. Unsur-unsur pada bagian terkanan tabel memiliki kelopak terluarnya terisi penuh. subkelopak yang terisi dengan elektron. Unsur-unsur dengan jumlah elektron valensi yang sama dikelompokkan secara vertikel (disebut golongan). Energi foton yang dipancarkan adalah sebanding dengan frekuensinya. menyebabkan garis spektrum berganda.potensial antar dua aras tersebut. sehingga akan tampak sebagai satu garis spektrum. beberapa foton diserap oleh atom.[83][84] [sunting] Keadaan . Ketika suatu spektrum energi yang berkelanjutan dipancarkan melalui suatu gas ataupun plasma. Atom cenderung bereaksi dengan satu sama lainnya melalui pengisian (ataupun pengosongan) elektron valensi terluar atom. Namun. menyebabkan unsur-unsur tersebut cenderung bersifat inert (gas mulia). Hal ini terjadi karena kopling spin-orbit yang merupakan interaksi antara spin dengan gerak elektron terluar. ikatan kimia antara unsur-unsur ini cenderung berupa pembagian elektron daripada transfer elektron. Beberapa atom dapat memiliki banyak konfigurasi elektron dengan aras energi yang sama. Hal ini disebut sebagai efek Zeeman. Sehingga. seperti yang terpantau pada natrium klorida dan garam-garam ionik lainnya. atau kecenderungan membagi elektron dengan jumlah yang berbeda pada senyawa yang berbeda. Jumlah elektron valensi menentukan perilaku ikatan atom tersebut dengan atom lainnya. atom berperilaku seperti bahan penyaring yang akan membentuk sederetan pita absorpsi. garis-garis spektrum terpisah menjadi tiga atau lebih komponen.[76] Contoh garis absorpsi spektrum.[82] Unsur-unsur kimia sering ditampilkan dalam tabel periodik yang menampilkan sifat-sifat kimia suatu unsur yang berpola. dan faktor-faktor lainnya.[75] Tiap-tiap unsur memiliki spektrum karakteristiknya masing-masing. interaksi elektromagnetik antar elektron. Efek Zeeman disebabkan oleh interaksi medan magnet dengan momen magnetik atom dan elektronnya. Contohnya meliputi unsur karbon dalam senyawa organik. banyak pula unsur yang menunjukkan perilaku valensi berganda.[77] Pemantauan cermat pada garis-garis spektrum menunjukkan bahwa beberapa memperlihatkan adanya pemisahan halus. menyebabkan elektron berpindah aras energi. Oleh karena itu.[81] Ikatan kimia dapat dilihat sebagai transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya.[79] Keberadaan medan listrik eksternal dapat menyebabkan pemisahan dan pergeseran garis spektrum dengan mengubah aras energi elektron. Pengukuran spektroskopi terhadap kekuatan dan lebar pita spektrum mengijinkan penentuan komposisi dan sifat-sifat fisika suatu zat.[80] [sunting] Valensi dan perilaku ikatan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Valensi (kimia) dan Ikatan kimia Kelopak atau kulit elektron terluar suatu atom dalam keadaan yang tak terkombinasi disebut sebagai kelopak valensi dan elektron dalam kelopak tersebut disebut elektron valensi.[78] Ketika suatu atom berada dalam medan magnet eksternal. Elektron yang tereksitasi akan secara spontan memancarkan energi ini sebagai foton dan jatuh kembali ke aras energi yang lebih rendah. Interaksi medan magnet dengan atom akan menggeser konfigurasi-konfigurasi elektron menuju aras energi yang sedikit berbeda. Hal ini bergantung pada muatan inti.

dan plasma. Dengan mengubah kondisi tersebut.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Keadaan materi dan Fase benda Gambaran pembentukan kondensat Bose-Einstein. atom dapat membentuk kondensat Bose-Einstein. spektrometer massa dapat menentukan proporsi tiap-tiap isotop . Sebagai contohnya pada karbon padat. Sebuah atom dapat diionisasi dengan melepaskan satu elektronnya. Apabila sampel tersebut mengandung sejumlah isotop. materi dapat berubah-ubah menjadi bentuk padat. Alat ini menggunakan fenomena penerowongan kuantum yang mengijinkan partikel-partikel menembus sawar yang biasanya tidak dapat dilewati. Mikroskop penerowongan payaran (scanning tunneling microscope) adalah suatu mikroskop yang digunakan untuk melihat permukaan suatu benda pada tingkat atom.[85] Dalam tiap-tiap keadaan tersebut pula materi dapat memiliki berbagai fase. ia dapat berupa grafit maupun intan. Spektrometer massa menggunakan prinsip ini untuk menghitung rasio massa terhadap muatan ion.[87][88] Kumpulan atom-atom yang dilewat-dinginkan ini berperilaku seperti satu atom super.[89] [sunting] Identifikasi Citra mikroskop penerowongan payaran yang menunjukkan atom-atom individu pada permukaan emas (100). Sejumlah atom ditemukan dalam keadaan materi yang berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik benda. cair. di mana efek-efek mekanika kuantum yang biasanya hanya terpantau pada skala atom terpantau secara makroskopis.[86] Pada suhu mendekati nol mutlak. gas. Muatan yang ada menyebabkan trayektori atom melengkung ketika ia melalui sebuah medan magnet. Jari-jari trayektori ion tersebut ditentukan oleh massa atom. yakni suhu dan tekanan.

litium. menyebabkan sejumlah besar nukleon berhamburan.25 atom/m3. dan deuterium. yaitu ketika alam semesta yang mengembang cukup dingin untuk mengijinkan elektron-elektron terikat pada inti atom. Unsur yang lebih berat daripada besi dihasilkan di supernova melalui proses r dan di bintang-bintang AGB melalui proses s.[105] Unsur-unsur seperti timbal kebanyakan dibentuk melalui peluruhan radioaktif unsur-unsur lain yang lebih berat. Panjang gelombang cahaya tertentu yang dipancarkan oleh bintang dapat dipisahkan dan dicocokkan dengan transisi terkuantisasi atom gas bebas. Warna bintang kemudian dapat direplikasi menggunakan lampu lucutan gas yang mengandung unsur yang sama. dengan densitas rata-rata sekitar 0. dan proses evolusioner bintang akan menyebabkan peningkatan kandungan unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium dalam medium antarbintang.[103] Isotop seperti litium-6 dihasilkan di ruang angkasa melalui spalasi sinar kosmis. atom memiliki konsentrasi yang lebih tinggi. dengan densitas materi dalam medium antarbintang berkisar antara 105 sampai dengan 109 atom/m3. Teknik untuk menguapkan atom meliputi spektroskopi emisi atomik plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy) dan spektrometri massa plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma mass spectrometry). Tomografi kuar atom memiliki resolusi sub-nanometer dalam 3-D dan dapat secara kimiawi mengidentifikasi atomatom individu menggunakan spektrometri massa waktu lintas.[104] Hal ini terjadi ketika sebuah proton berenergi tinggi menumbuk inti atom.[90] Metode lainnya yang lebih selektif adalah spektroskopi pelepasan energi elektron (electron energy loss spectroscopy).[93] [sunting] Asal usul dan kondisi sekarang Atom menduduki sekitar 4% densitas energi total yang ada dalam alam semesta terpantau. inti atom mulai bergabung dalam bintang-bintang melalui proses fusi nuklir dan menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat sampai dengan besi. yaitu suatu daerah yang mengandung banyak gas ion. [99][100][101] Atom pertama (dengan elektron yang terikat dengannya) secara teoritis tercipta 380.[94] Dalam galaksi Bima Sakti. nukleosintesis Dentuman Besar kebanyakan menghasilkan helium.dengan mengukur intensitas berkas ion yang berbeda.[91] Spektrum keadaan tereksitasi dapat digunakan untuk menganalisa komposisi atom bintang yang jauh.[96] Bintang membentuk awan-awan padat dalam medium antarbintang.[95] Matahari sendiri dipercayai berada dalam Gelembung Lokal.[102] Sejak saat itulah. keduanya menggunakan plasma untuk menguapkan sampel analisis.000 tahun sesudah Dentuman Besar. Sampai dengan 95% atom Bima Sakti terkonsentrasi dalam bintang-bintang. sehingga densitas di sekelilingnya adalah sekitar 103 atom/m3.[97] Massa sisanya adalah materi gelap yang tidak diketahui dengan jelas. yang mengukur pelepasan energi berkas elektron dalam suatu mikroskop elektron transmisi ketika ia berinteraksi dengan sampel. Dalam masa waktu tiga menit sesudahnya. dan massa total atom ini membentuk sekitar 10% massa galaksi.[98] [sunting] Nukleosintesis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nukleosintesis Proton dan elektron yang stabil muncul satu detik setelah kejadian Dentuman Besar. Kedua-duanya melibatkan penangkapan neutron oleh inti atom.[106] [sunting] Bumi . dan mungkin juga beberapa berilium dan boron.[92] Helium pada Matahari ditemukan dengan menggunakan cara ini 23 tahun sebelum ia ditemukan di Bumi.

Antimateri tidak pernah ditemukan secara alami. misalnya karbon dioksida.[121] Tiap-tiap partikel materi memiliki partikel antimaterinya masing-masing dengan muatan listrik yang berlawanan.[111][112] Dari semua Unsur-unsur transuranium yang bernomor atom lebih besar daripada 92.[120] Atom super berat yang stabil ini kemungkinan besar adalah unbiheksium.[116] Bumi mengandung sekitar 1. oksigen diatomik. dan nitrogen diatomik. Pengecualian terdapat pada plutonium-244 yang kemungkinan tersimpan dalam debu kosmik. Sehingga. positron adalah antielektron yang bermuatan positif.[109] Terdapat sekelumit atom di Bumi yang pada awal pembentukannya tidak ada dan juga bukan merupakan akibat dari peluruhan radioaktif.[107] Kandungan alami plutonium dan neptunium dihasilkan dari penangkapan neutron dalam bijih uranium. Atom juga dapat bergabung membentuk bahan-bahan yang tidak terdiri dari molekul.[110] Beberapa atom di Bumi secara buatan dihasilkan oleh reaktor ataupun senjata nuklir.[113][114] Unsur-unsur transuranium memiliki waktu paruh radioaktif yang lebih pendek daripada umur Bumi[115]. dengan 126 proton 184 neutron. sehingga unsur-unsur ini telah lama meluruh. contohnya kristal dan logam padat ataupun cair. Sisanya merupakan akibat dari peluruhan radioaktif dan proporsinya dapat digunakan untuk menentukan usia Bumi melalui penanggalan radiometrik.Kebanyakan atom yang menyusun Bumi dan termasuk pula seluruh makhluk hidupnya pernah berada dalam bentuk yang sekarang di nebula yang runtuh dari awan molekul dan membentuk Tata Surya.[117] Pada atmosfer planet. Ketika materi dan antimateri bertemu.[124][125] . Sisa 99% atom pada atmosfer bumi terikat dalam bentuk molekul. atom-atom saling berikatan membentuk berbagai macam senyawa. Unsur-unsur super berat ini kemungkinan memiliki inti yang secara relatif stabil terhadap peluruhan radioaktif. terdapat sejumlah kecil atom gas mulia seperti argon dan neon. Karbon-14 secara berkesinambungan dihasilkan oleh sinar kosmik di atmosfer.[118][119] [sunting] Bentuk teoritis dan bentuk langka Pencitraan 3-Dimensi keberadaan "Pulau stabilitas" di bagian paling kanan Manakala isotop dengan nomor atom yang lebih tinggi daripada timbal (62) bersifat radioaktif. Terdapat ketidakseimbangan antara jumlah partikel materi dan antimateri. garam. Ketidakseimbangan ini masih belum dipahami secara menyeluruh. hanya plutonium dan neptunium sajalah yang terdapat di Bumi secara alami. antihidrogen berhasil disintesis di laboratorium CERN di Jenewa.[107][108] Kebanyakan helium dalam kerak Bumi merupakan produk peluruhan alfa. keduanya akan saling memusnahkan. walaupun terdapat teori bariogenesis yang memberikan penjelasan yang memungkinkan. Pada permukaan Bumi. pada tahun 1996. meliputi air.[122][123] Namun. terdapat suatu "pulau stabilitas" yang diajukan untuk beberapa unsur dengan nomor atom di atas 103. silikat. dan oksida.33 × 1050 atom. dan antiproton adalah proton yang bermuatan negatif.

Jenis atom ini dapat digunakan untuk menguji prediksi fisika. Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil. manakala fisika molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur struktur dan sifat-sifat molekul. [1][2] Menurut definisi ini. neutron. molekul berbeda dengan ion poliatomik. membentuk atom muon. sehingga molekul organik dan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk molekul. Dalam teori kinetika gas. perbedaan kedua ilmu tersebut tidaklah jelas dan saling bertumpang tindih. ataupun terdiri dari unsur-unsur berbeda (misalnya air H2O).[4] Sebuah molekul dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama (misalnya oksigen O2). Atom-atom dan kompleks yang berhubungan secara non-kovalen (misalnya terikat oleh ikatan hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak dianggap sebagai satu molekul tunggal. Dalam prakteknya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. elektron dapat digantikan dengan muon yang lebih berat. atom-atom gas mulia dianggap sebagai molekul walaupun gas-gas tersebut terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan. istilah molekul digunakan secara kurang kaku. cari Penggambaran tiga dimensi (kiri dan tengah) berserta dua dimensi (kanan) molekul terpenoid atisana. ataupun elektron dengan partikel lain yang bermuatan sama. Ilmu molekuler Ilmu yang mempelajari molekul disebut kimia molekuler ataupun fisika molekuler bergantung pada fokus kajiannya. istilah molekul sering digunakan untuk merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada komposisinya. sebuah molekul terdiri dari suatu sistem stabil yang terdiri dari dua atau lebih molekul. Istilah molekul tak stabil digunakan untuk merujuk pada spesi-spesi kimia yang sangat reaktif. Dalam ilmu molekuler. Kimia molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur interaksi antara molekul. Ion poliatomik dapat pula kadangkadang dianggap sebagai molekul yang bermuatan. Sebagai contoh.[3] Menurut definisi ini.Terdapat pula atom-atom langka lainnya yang dibuat dengan menggantikan satu proton.[126][127][128] Molekul Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Dalam kimia organik dan biokimia. Hacked By Amirul19 .

Perlu diperhatikan bahwa rumus empiris hanya memberikan nilai perbandingan atom-atom penyusun suatu molekul dan tidak memberikan nilai jumlah atom yang sebenarnya. Molekul diatomik Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Etanol pula selalu memiliki nilai perbandingan antara karbon. asetilena memiliki rumus molekuler C2H2. rumus ini tidak menunjukkan bentuk ataupun susunan atom dalam molekul tersebut. hidrogen.[sunting] Ukuran molekul Kebanyakan molekul sangatlah kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. air selalu memiliki nilai perbandingan atom hidrogen berbanding oksigen 2:1. Penjelasan dan keberadaan alami .pada kata diatomik berasal dari bahasa Yunani yang artinya dua. namun rumus empirisnya adalah CH. Massa suatu molekul dapat dihitung dari rumus kimianya.74 Å). Rumus molekul menggambarkan jumlah atom penyusun molekul secara tepat. Molekul diatomik adalah molekul yang hanya terdiri dari dua atom. Kedua atom tersebut dapat berupa unsur yang sama maupun berbeda. Molekul terkecil adalah hidrogen diatomik (H2). Senyawa isomer memiliki rumus kimia yang sama. Awalan di. Kekecualian terdapat pada DNA yang dapat mencapai ukuran makroskopis. Namun. cari Model CPK molekul dinitrogen. dimetil eter juga memiliki nilai perbandingan yang sama dengan etanol. namun dapat dideteksi menggunakan mikroskop gaya atom. Stereoisomer adalah salah satu jenis isomer yang memiliki sifat fisika dan kimia yang sangat mirip namun aktivitas biokimia yang berbeda. N2. Sebagai contohnya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Panjang ikat dan sudut ikatan akan terus bergetar melalui gerak vibrasi dan rotasi. Jari-jari molekul efektif merupakan ukuran molekul yang terpantau dalam larutan. dengan keseluruhan molekul sekitar dua kali panjang ikatnya (0. Molekul dengan jumlah atom penyusun yang sama namun berbeda susunannya disebut sebagai isomer. Sering kali massa molekul diekspresikan dalam satuan massa atom yang setara dengan 1/12 massa atom karbon-12.[5][6] [sunting] Rumus molekul Rumus empiris sebuah senyawa menunjukkan nilai perbandingan paling sederhana unsurunsur penyusun senyawa tersebut. Molekul dengan ukuran yang sangat besar disebut sebagai makromolekul atau supermolekul. namun sifat-sifat yang berbeda oleh karena strukturnya yang berbeda. Rumus kimia dan struktur molekul merupakan dua faktor penting yang menentukan sifat-sifat suatu senyawa. Contohnya. dan oksigen 2:6:1. [sunting] Geometri molekul Molekul memiliki geometri yang berbentuk tetap dalam keadaan kesetimbangan. Satu molekul tunggal biasanya tidak dapat dipantau menggunakan cahaya. Contohnya.

Namun. Kelimpahan alami hidrogen (H2) pada atmosfer bumi hanyalah dalam kadar bagian per juta (ppm). Gay-Lussac dan von Humboldt menunjukkan bahwa air terbentuk dari dua volume air dan satu volume oksigen. misalnya H2 dan O2. sedangkan yang terdiri dari dua unsur yang berbeda disebut sebagai heteronuklir. hanya beberapa molekul diatomik yang ditemukan secara alami di Bumi. contohnya difosfor.[4] [sunting] Aras energi . hidrogen adalah molekul yang paling melimpah dalam alam semesta. Pada awalnya.9340%) dan gas lainnya. sedangkan sisa 1%-nya terdiri dari argon (0. Ia merupakan susunan geometri molekul yang paling sederhana. Ikatan pada molekul diatomik homonuklir bersifat kovalen dan non-polar. Kebanyakan data dalam tabel tersebut sesuai dengan nilai modern sekarang. Sekitar 99% atmosfer bumi terdiri dari molekul diatomik. Beberapa di antaranya terdeteksi secara spektroskopis pada ruang antarbintang. Unsur-unsur yang ditemukan dalam bentuk molekul diatomik pada kondisi laboratorium 1 bar dan 25 oC meliputi hidrogen (H2). Selain itu. Data berat atom ini sangat penting dalam penemuan tabel periodik oleh Dmitri Mendeleev dan Lothar Meyer. Pada Kongres Karlsruhe pada tahun 1860 yang membahas tentang berat atom. atom. John Dalton berasumsi bahwa semua unsur secara alami berada dalam keadaan monoatomik dan atom-atom pada suatu senyawa akan memiliki rasio atom yang sama. Selain itu.[2] Perlu diperhatikan pula bahwa terdapat pula molekul diatomik lainnya yang dapat terbentuk. utamanya oksigen O2 (21%) dan nitrogen N2 (78%). bromin (Br2). Hal ini didasarkan pada hukum Avogadro dan asumsi bahwa gas hidrogen dan oksigen berupa molekul diatomik. Walaupun demikian. secara alami berada dalam keadaan diatomik. [sunting] Geometri molekul Geometri molekul molekul diatomik adalah linear. oksigen. dan halogen: fluorin (F2). Walaupun demikian. yodium (I2). dan astatin (At2). Molekul diatomik yang terdiri dari dua atom yang berbeda contohnya adalah CO dan HCl. dan molekul pada abad ke-19 karena beberapa unsur-unsur penting seperti hidrogen. hasil kerja ini terus diabaikan sampai dengan tahun 1860. juga disebabkan oleh beberapa kejanggalan hukum Avogadro yang tidak dapat dijelaskan pada saat itu. Molecular Spectra and Molecular Structure IV.[3]. terdapat sekitar ratusan molekul diatomik yang terdaftar. Oleh karena asumsi tersebut terdapat kemelutan penentuan berat atom dan rumus molekul selama setengah abad. [sunting] Peranan penting Senyawa-senyawa diatomik memainkan peran yang penting dalam menguraikan konsep unsur. banyak molekul diatomik tidak stabil dan sangat reaktif. oksigen (O2). ia disebut sebagai homonuklir. Amedeo Avogadro akhirnya berhasil menentukan komposisi molekul air yang benar. dan pada tahun 1811. Constants of Diatomic Molecules[1]. misalnya logam yang dipanaskan sampai menjadi gas. Pada tahun 1805. Alasan penolakan ini dikarenakan oleh kepercayaan saat itu bahwa atom yang berunsur sama tidak akan memiliki afinitas kimia terhadap satu sama lainnya. Sebagai contoh. dan nitrogen. Jika suatu molekul diatomik terdiri dari dua unsur yang sama. klorin (Cl2). nitrogen (N2). Ia utamanya ditemukan sebagai materi penyusun bintang. Cannizzaro mengungkit kembali pemikiran Avogadro dan menggunakannya utuk membuatu tabel berat atom yang konsisten.Dalam buku Huber dan Herzberg. Dalton berasumsi bahwa rumus molekul air adalah HO dengan berat atom oksigen 8 kali dari atom hidrogen (sebenarnya 16 kali atom hidrogen).

Energi vibrasi molekul ini dapat dianggap hampir mirip dengan osilator harmonik kuantum: . momen inersianya adalah dengan adalah massa tereduksi molekul tersebut dan adalah jarak rata-rata antara dua atom pada suatu molekul. Dengan mensubstitusi momentum sudut dan momen inersia ke Erot.Secara umum. [sunting] Energi rotasi Menurut hukum fisika. molekul diatomik juga dapar bergetar (vibrasi). molekul diatomik dapat digambarkan sebagai dua titik massa yang dihubungkan oleh pegas tak bermassa. Energi yang terlibat pada berbagai gerak molekul dapat dibagi menjadi tiga kategori: • • • Energi translasi Energi rotasi Energi vibrasi [sunting] Energi translasi Energi translasi molekul diekspresikan sebagai energi kinetik molekul tersebut: dengan m adalah massa molekul dan v adalah kecepatan molekul. Selain itu. momentum sudutnya hanya dapat dieskpresikan sebagai nilai-nilai diskret tertentu: dengan l adalah bilangan bulat positif dan adalah tetapan tereduksi Planck. aras energi rotasi molekul diatomik adalah: [sunting] Energi vibrasi Selain bertranslasi dan berotasi. energi kinetik rotasi adalah dengan adalah momentum sudut is the momen inersia molekul Pada tingkat mikroskopis (atomik) seperti molekul.

ikatan logam-logam. For O2. berasosiasi dalam sebuah aksi. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. pertama kali muncul pada tahun 1939. cari Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atom-atom yang berikatan.[1][2] Istilah bahasa Inggris untuk ikatan kovalen. covalent bond. atom hidrogen berbagi dua elektron via ikatan kovalen. Aras energi virbasi terendah terdapat pada n = 0. seperti yang dibahas oleh teori ikatan valensi. aras kuantum berikutnya (l = 1) memiliki energi sekitar: Jarak antara dua aras energi rotasi terendah O2 sebanding dengan energi foton pada daerah spektrum elektromagnetik mikrogelombang. [sunting] Perbandingan antara jarak energi rotasi dengan energi vibrasi Aras energi rotasi terendah molekul diatomil terdapat pada l = 0 dan memberikan nilai Erot = 0.dengan n adalah bilangan bulat h adalah tetapan Planck dan f adalah frekuensi getaran. stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mereka berbagi elektron dikenal sebagai ikatan kovalen. dan ikatan tiga pusat dua elektron. dll. Dengan menggunakan perhitungan yang sama: Dapat terlihat bahwa jarak energi antara energi vibrasi adalah sekitar 100 kali lebih besar daripada jarak aras energi rotasi. Ikatan kovalen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. sehingga "co-valent bond" artinya adalah atom-atom yang saling berbagi "valensi". Pada molekul H2. Ikatan kovalen merangkumi banyak jenis interaksi. . ikatan pi. yaitu ikatan sigma.. Singkatnya. dan frekuensi getaran pada umumnya adalah 5 x 1013 Hz.[3] Awalan coberarti bersama-sama. interaksi agostik. berkolega.

Pasangan berganda mewakili ikatan berganda. • [sunting] Sejarah Istilah Bahasa Inggris "covalence" pertama kali digunakan pada tahun 1919 oleh Irving Langmuir di dalam artikel Journal of American Chemical Society yang berjudul The Arrangement of Electrons in Atoms and Molecules:[4] “ (p. . ” Gagasan ikatan kovalen dapat ditilik beberapa tahun sebelum 1920 oleh Gilbert N. Pasangan elektron yang berada di antara atom-atom mewakili ikatan kovalen. Lebih jauh lagi. Oleh karena ikatan kovalen adalah saling berbagi elektron. Konsep awal ikatan kovalen berawal dari gambar molekul metana sejenis ini. kekuatan ikatan kovalen bergantung pada relasi sudut antara atom-atom pada molekul poliatomik. Lewis yang pada tahun 1916 menjelaskan pembagian pasangan elektron di antara atom-atom. Oleh karena itu. ikatan kovalen tidak seperlunya adalah ikatan antara dua atom yang berunsur sama. Terdapat pula bentuk alternatif lainnya di mana ikatan diwakili sebuah garis. Diagram MO yang melukiskan ikatan kovalen (kiri) dan ikatan kovalen polar (kanan) pada sebuah molekul diatomik. melainkan hanya pada elektronegativitas mereka. maka elektron-elektron tersebut perlu terdelokalisasi.926)… we shall denote by the term covalence the number of pairs of electrons which a given atom shares with its neighbors. Dia memperkenalkan struktur Lewis atau notasi titik elektron atau struktur titik Lewis yang menggunakan titik-titik di sekitar simbol atom untuk mewakili elektron valensi terluar atom. mengindikasikan pembagian elektron-elektron di antara atom-atom. seperti ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga. Panah-panah mewakili elektron-elektron yang berasal dari atomatom yang terlibat.Kovalensi yang sangat kuat terjadi di antara atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang mirip. berbeda dengan interaksi elektrostatik ("ikatan ion"). Ikatan kovalen tampak jelas pada struktur Lewis.

Contohnya pada hidrogen sianida. sebenarnya terdapat dua ikatan 1. Ikatan rangkap lima telah ditemukan keberadaannya pada beberapa senyawa dikromium. 2. Dua struktur yang memungkinkan ini disebut sebagai struktur resonansi. sehingga model ikatan valensi dapat memprediksikan sudut ikatan yang terlihat pada molekul sederhana dengan sangat baik.[5] Hasil kerja mereka didasarkan pada model ikatan valensi yang berasumsi bahwa ikatan kimia terbentuk ketika terdapat tumpang tindih yang baik di antara orbital-orbital atom dari atomatom yang terlibat. 3. Ikatan rangkap empat ditemukan pada logam transisi. atom pusat akan memiliki ikatan tunggal dengan satu atom dan ikatan rangkap dua dengan satu atom lainnya. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan pi. mekanika kuantum diperlukan untuk mengerti sifat-sifat ikatan seperti ini dan memprediksikan struktur dan sifat molekul sederhana. 1. Kasus resonansi yang khusus terlihat pada atom-atom yang membentuk cincin aromatik (contohnya benzena). Dalam diagram lewis (LDS: Lewis dot structure) O3. 6. Derajat ikat Derajat ikat atau orde ikat adalah sebuah bilangan yang mengindikasikan jumlah pasangan elektron yang terbagi di antara atom-atom yang membentuk ikatan kovalen. Ikatan rangkap enam ditemukan pada molibdenum dan tungsten diatomik. Molibdenum dan renium adalah unsur yang umumnya memiliki ikatan sejenis ini. Pada kenyataannya. Daripada satu ikatan tunggal dan satu ikatan rangkap dua. atom pertama dan kedua yang berikatan dengan atom pusat memiliki probabilitas yang sama untuk memiliki ikatan rangkap. Walter Heitler dan Fritz London sering diberi kredit atas penjelasan mekanika kuantum pertama yang berhasil menjelaskan ikatan kimia. struktur ozon adalah hibrid resonansi antara dua struktur resonansi yang memungkinkan. Ikatan kovalen yang paling umum adalah ikatan tunggal dengan hanya satu pasang elektron yang terbagi di antara dua atom. Walaupun demikian. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan pi. Diagram LDS tidak dapat memberitahukan kita atom mana yang berikatan rangkap. O3). 5. Cincin aromatik terdiri dari atom-atom yang tersusun menjadi lingkaran (dihubungkan dengan ikatan kovalen) dan menurut LDS akan memiliki ikatan . lebih khususnya ikatan molekul hidrogen pada tahun 1927. hanya berlaku pada keadaan yang sempit. Semua ikatan yang memiliki lebih dari satu pasang elektron disebut sebagai ikatan rangkap atau ikatan ganda. Istilah ini hanya berlaku pada molekul diatomik. Ikatan tiga pusat juga tidak dapat diterapkan menggunakan konvensi di atas. Contohnya pada etilena. 4.5 dengan kira-kira tiga elektron pada setiap atom. Orbital-orbital atom ini juga diketahui memiliki hubungan sudut spesifik satu sama lain. [sunting] Resonansi Kebanyakan ikatan dapat dideskripsikan dengan menggunakan lebih dari satu struktur Lewis yang benar (misalnya pada ozon. Contoh ikatan rangkap ditemukan pada Di-tungsten tetra(hpp). Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma. Tentu saja kebanyakan ikatan tidak ter-lokalisasikan. walaupun sangat berguna dan digunakan secara luas. sehingga klasifikasi di atas. Ikatan yang berbagi tiga pasang elektron dinamakan ikatan rangkap tiga. ia juga digunakan untuk mendeskripsikan ikatan dalam senyawa poliatomik.Ketika gagasan pembagian pasangan elektron memberikan gambaran kualitatif yang efektif akan ikatan kovalen. Ikatan yang berbagi dua pasangan elektron dinamakan ikatan rangkap dua.

Dalam makromolekul seperti protein dan asam nukleat. atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N. momen dipol. Walaupun lebih kuat dari kebanyakan gaya antarmolekul. Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atomatom dalam molekul tersebut. Namun. Interaksi agostik) · 4c-2e Ikatan pi: Pengikatan balik π · Konjugasi · Hiperkonjugasi · Aromatisitas · Aromatisitas logam Ikatan delta: Ikatan rangkap empat · Ikatan rangkap lima · Ikatan rangkap enam Ikatan dipolar · Haptisitas . Semakin besar ikatan hidrogennya. ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. dan spektrum elektromagnetik dari molekul sederhana dengan akurasi yang sangat tinggi. jarak ikat. Setelah dirapikan. Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah (1-2 kJ mol-1) hingga tinggi (>155 kJ mol-1). sudut energi. Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya.tunggal dan rangkap dua yang saling bergantian. Ikatan hidrogen Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektroneIkatan kimia "Kuat" Ikatan kovalen & Antiika t Ikatan sigma: 3c-2e · Ikatan pisang · 3c-4e (Ikatan hidrogen. Dengan menggunakan mekanika kuantum. [sunting] Teori saat ini Saat ini model ikatan valensi telah digantikan oleh model orbital molekul. perhitungan tersebut cukup akurat untuk digunakan dalam menentukan kalor pembentukan termodinamika dan energi aktivasi kinetika. ikatan ini dapat terjadi antara dua bagian dari molekul yang sama. Dalam model ini. Untuk molekul-molekul kecil. dan menghubungkan satu sama lain dengan tanda panah berkepala ganda. tolong hapus pesan ini. elektron-elektron cenderung secara merata berada di seluruh ruang cincin. mengurung strukturstruktur tersebut. Ikatan dihidrogen. Pembagian elektron pada struktur aromatik seringkali diwakili dengan cincin di dalam lingkaran atom. Dalam kimia. adalah mungkin untuk menghitung struktur elektronik. aras energi. Jarak dan sudut ikat dapat dihitung seakurat yang diukur. semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk. Semakin besar perbedaannya. dan berperan sebagai penentu bentuk molekul keseluruhan yang penting. khusus pada air (H2O). Struktur titik Lewis (LDS) untuk molekul-molekul beresonansi diperlihatkan dengan menciptakan struktur titik untuk setiap bentuk yang memungkinkan. O. Dalam kenyataannya. semakin tinggi titik didihnya. Orbital-orbital molekul ini merupakan gabungan antara orbital atom semula dan biasanya berada di antara dua pusat atom yang berikatan. setiap atom yang berdekatan akan memiliki orbital-orbital atom yang saling berinteraksi membentuk orbital molekul yang merupakan jumlah dan perbedaan linear orbital-orbital atom tersebut.

Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru.Ikatan ion Interaksi kation-pi · Jembatan garam Ikatan Aromatisitas logam logam "Lemah" Ikatan Ikatan dihidrogen · Kompleks dihidrogen · Ikatan hidrogen sawar rendah · Ikatan hidrogen simetris · Hidrofil hidrogen Nonkovale Gaya van der Waals · Ikatan mekanis · Ikatan halogen · Aurofilisitas · Interkalasi · Penumpukan · Gaya entropik · Polaritas kimia n lain lainnya Ikatan disulfida · Ikatan peptida · Ikatan fosfodiester Catatan: ikatan kuat yang paling lemah tidak seperlunya lebih kuat dari ikatan lemah yang paling kuatgativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi 2. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen 4. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa "Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap". yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut: 1. Seperti gambar berikut ini: . Lavosier mennyatakan bahwa "Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi". Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum. John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. suatu unsur memiliki atomatom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda 3. TEORI ATOM Model Atom Dalton Pada tahun 1803.

36 1.62/1. Beda tinggi A dan B menyatakan volume udara yang digunakan oleh merkuri dalam pembentukan bubuk merah (merkuri oksida). Sebelum Setelah Percobaan pemanasan (g pemanasan (g keMg) MgO) 1 2 3 0.Model Atom Dalton seperti bola pejal Percobaan Lavosier Mula-mula tinggi cairan merkuri dalam wadah yang berisi udara adalah A.02 0.48 0. .79 0. Lavoisier mengumpulkan merkuri oksida.36/0. Bubuk merah ini akan terurai menjadi cairan merkuri dan sejumlah volume gas (oksigen) yang jumlahnya sama dengan udara yang dibutuhkan dalam percobaan pertama Percobaan Joseph Pruost Pada tahun 1799 Proust menemukan bahwa senyawa tembaga karbonat baik yang dihasilkan melalui sintesis di laboratorium maupun yang diperoleh di alam memiliki susunan yang tetap.60 Perbandingan Mg/MgO 0. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik.62 0.60 0. Untuk menguji fakta ini.79 = 0.48/0. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang bergerak.60 Kelemahan Model Atom Dalton Kelebihan Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom Kelemahan Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik.61 0. kemudian dipanaskan lagi. tetapi setelah beberapa hari merkuri naik ke B dan ketinggian ini tetap.60 = 0.02 = 0.

Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut: Percobaan Sinar Katode . maka J. maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal.KimiaSite Model Atom Thomson Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel. sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode.J. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal. Dari hasil percobaan ini. Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Dari penemuannya tersebut. Atom merupakan partikel yang bersifat netral. Yang menyatakan bahwa: "Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron" Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. oleh karena elektron bermuatan negatif.

Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Thomson Kelebihan Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Kelemahan Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Model Atom Rutherford .

maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas. Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut. karena hampir semua partikel alfa diteruskan 2. didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis. maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°).000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih. berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus. Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut: . Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa. maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20. Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi. dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson.Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden)melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. 3. yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut: 1. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom. tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 merupakan perbandingan diameter. Atom bukan merupakan bola pejal. Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20. Dari pengamatan mereka.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.

gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Apa yang terjadi? Benar. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan . Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Model Atom Bohr Pada tahun 1913. Berdasarkan teori fisika. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit. pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda.Percobaan Rutherford Kelemahan Model Atom Rutherford Kelebihan Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti Kelemahan Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.

Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam.elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck. energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏. diungkapkan dengan empat postulat. disebut momentum sudut. 3. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti. 2. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Menurut model atom bohr. dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck. terutama sifat yang Percobaan Bohr Kelebihan dan Kelemahan Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya . 4. semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya. sebagai berikut: 1. sejumlah energi tertentu terlibat. besarnya sesuai dengan persamaan planck. Pada peralihan ini. ΔE = hv.

Persamaan Schrodinger x.elektron. seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan.Sebelum Erwin Schrodinger. seperti terlihat pada gambar berikut ini. yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.14 = Energi total = Energi potensial Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini. Model atom mutakhir atau model atom mekanika gelombang . Erwin Schrodinger Werner Heisenberg Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi. Kelemahan model atom ini adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack Model Atom Modern Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).y dan z Y m ђ E V = Posisi dalam tiga dimensi = Fungsi gelombang = massa = h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3.

.Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron.529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom) 2. . (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut) 3. CIRI KHAS MODEL ATOM MEKANIKA GELOMBANG 1... sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr.. Soal-Soal Latihan 1. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. Dari modifikasi model atom berikut yang merupakan model atom Bohr adalah.. a. tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron Percobaan chadwick Kelemahan Model Atom Modern Persamaan gelombang Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak dan atom dengan elektron tunggal. Posisi elektron sejauh 0. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.

e.. Erwin Schrodinger c. W.. Efek fotolistrik b. Louis de Broglie b. Berikut ini percobaan yang mendukung teori atom mekanika kuantum. a. Heisenberg d. Dualisme gelombang – partikel dikemukakan oleh… a.. c. Para ahli berikut yang tidak mengemukakan teori atom modern adalah. d. W. Penembakan partikel alfa terhadap lempeng tipis 4. kecuali… a. Max Planck 5. Neils Bohr e.. Radiasi benda mampat e. Pernyataan ini dikemukakan oleh… . 2. Eksperimen difraksi berkas elektron d. Erwim Schrodinger c. Einstein e. Louis de Broglie b. Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan.. Aufbau 3. Eksperimen compton c. Heisenberg d..b.

a.... Pernyataan tersebut merupakan kelemahan dari model atom. Bohr b. Neutron dalam orbital 10. seperti bola. Bola pejal c. Orbit e. Louis de Broglie b. W. sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr. Tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. Tata surya b.. Sub orbit b. Heisenberg d.. Daerah di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut… a.. Dalton b. d 3. Rutherford d. Max Planck 6. Model atom dengan orbital lintasan elektron Kunci Jawaban 1. Proton dalam orbital e. Bohr e.. a 5.. dengan inti atom yang dikelilingi sejumlah elektron e.. Thomson c. e 4. Neutron dalam tiga dimensi c.a.. Modern e. Fungsi persamaan Schrodinger untuk menentukan kedudukan… a. Einstein e. Kulit d. Pernyataan tersebut adalah ciri khas dari model atom. Thomson d. Erwin Schrodinger c. Model atom Rutherford digambarkan seperti. a. Dalton c. Bola positif yang pejal d.. a.. Orbital 9. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. d 7. c 6. Rutherford 7. Proton dalam tiga dimensi b. Elektron dalam tiga dimensi d. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom).. Sub kulit c. Modern 8. a 2. b .

hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H).oleh karena itu.hidrokarbon alifatik .sifat senyawa-senyawa hidrokarbon ditentukan oleh struktur dan jenis ikatan koevalen antar atom karbon. dari kiri ke kanan jari jari atom berkurang.hidrokarbon aroma • berdasarkan jenis ikatan antar atom A. . c 10. e 9.hidrokarbon jenuh B.untuk memudahkan mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak. masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6.hidrokarbon alisiklik C. metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4.para ahli melakukan PERGOLONGAN HIDROKARBON BERDASARKAN STRUKTURNYA.alkena .sampai saat ini terdapat lebih kurang 2 juta senyawa hidrokarbon.Jari-jari atom netral lebih besar daripada jari-jari ion positifnya tetapi lebih kecil dari jari-jari ion negatifnya. Contoh: . dari atas ke bawah jari-jari atom bertambah.hidrokarbon tak jenuh Beberapa Sifat Periodik Unsur-Unsur 1.alkana .yakni: A. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.alkuna B.hidrokarbon digolongkan menjadi tiga. SENYAWA HIDROKARBON senyawa ini merupakan senyawakarbon paling sederhana yang terdiri dari atom karbon(C)dan hidrogen(H). sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci.Dalam satu golongan. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2).8. Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut.danJENIS IKATAN KOEVALEN ANTAR ATOM KARBON. .Dalam satu perioda. Sebagai contoh.a Hidrokarbon Dalam bidang kimia. . • berdasarkan bentuk rantai karbon. Jari jari atom adalah jarak dari inti atom ke lintasan elektron terluar.

dari atas ke bawah affinitas elektron berkurang.Dalam satu perioda. dalam satu periode dari kanan ke kiri : artinya. SECARA DIAGRAMATIS SIFAT-SIFAT INI DAPAT DISAJIKAN SEBAGAI BERIKUT 1.p dan d. 5. . dari kiri ke kanan potensial ionisasi bertambah. dalam satu periode dari kiri ke kanan : artinya. 4. 2. . 3. Keelektronegatifan adalah kemampuan atom suatu unsur untuk menarik elektron ke arah intinya dan digunakan bersama. 4. dari kiri ke kanan affinitas elektron bertambah. Affinitas elektron adalah besarnya energi yang dibebaskan pada saat atom suatu unsur dalam keadaan gas menerima elektron. → ← ↓  Jari-jari atom Sifat logam Sifat elektropositif Reduktor Sifat basa/oksida basa Sifat elektronegatif Oksidator Potensial ionisasi Affinitas elektron Keelektronegatifan makin besar/kuat Keterangan: tanda-tanda panah di atas mempunyai arti sebagai berikut : artinya.Dalam satu golongan. dalam satu golongan dari atas ke bawah : artinya. dalam satu golongan dari bawah ke atas Konfigurasi Elektron 2 Konfigurasi Elektron Ditulis oleh Jim Clark pada 23-09-2004 (dari Chem-is-try. 1. Konfigurasi elektron dari atom Hubungan antara orbital dengan tabel periodik .com) Halaman ini menjelaskan bagaimana menuliskan konfigurasi elektron menggunakan notasi s.Dalam satu golongan. 4. 2. 3.jari-jari atom Cl < jari-jari ion Cl jari-jari atom Ba > jari-jari ion Ba 2+ 2. Potensial ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah/luar dari atom suatu unsur atau ion dalam keadaan gas. 5. dari atas ke bawah potensial ionisasi berkurang.Dalam satu perioda. . . 3.

sementara elektronelektron pada 2p terbenam jauh di dalam atom dan hampir bisa dikatakan tidak berperan sama sekali. yaitu periode kedua. . Jika elektron berada dalam keadaan berikatan (di mana elektron berada di luar atom). Penulisan ini biasa dilakukan jika elektron berada dalam kulit dalam. Periode Pertama Hidrogen hanya memiliki satu elektron pada orbital 1s. Sesungguhnya elektron-elektron pada orbital 3p terlibat dalam pembentukan ikatan karena berada pada kulit terluar dari atom. O 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 1 2p z 1 F 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 1 Ne 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 Kita dapat melihat di sini bahwa semakin banyak jumlah elektron. terkadang dengan cara penuh. terkadang ditulis dalam cara singkat. Pada level ini seluruhnya memiliki energi yang sama. Sekarang kita mulai mengisi level 2p. dan neon sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 . flor dapat ditulis sebagai 1s 2 2s 2 2p 5. Elektron litium memenuhi orbital 2s karena orbital ini memiliki energi yang lebih rendah daripada orbital 2p. B 1s 2 2s 2 2p x 1 C 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 N 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 2p z 1 Elektron selanjutnya akan membentuk sebuah pasangan dengan elektron tunggal yang sebelumnya menempati orbital. Sebagai contoh. kita dapat menuliskannya sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . Sebagai contoh. sehingga elektron akan menempati tiap orbital satu persatu. Litium memiliki konfigurasi elektron 1s 2 2s 1 . Cara singkat pertama : Seluruh variasi orbital p dapat dituliskan secara bertumpuk. Ada dua cara penulisan untuk mengatasi hal ini dan kita harus terbiasa dengan kedua cara ini. Halaman ini akan menjelaskan konfigurasi berdasarkan tabel periodik sederhana di atas ini dan selanjutnya pengaplikasiannya pada konfigurasi atom yang lebih besar. Berilium memiliki elektron kedua pada level yang sama – 1s 2 2s 2 .Kita akan melihat bagaimana cara menuliskan konfigurasi elektron sampai pada orbital d. semakin merepotkan bagi kita untuk menuliskan struktur elektron secara lengkap. kita dapat menuliskannya dengan 1s 1 dan helium memiliki dua elektron pada orbital 1s sehingga dapat dituliskan dengan 1s 2 Periode kedua Sekarang kita masuk ke level kedua. Perhatikan bahwa elektron-elektron pada orbital 2p bertumpuk satu sama lain sementara orbital 3p dituliskan secara penuh. walaupun kita belum membahas konfigurasi elektron dari klor.

Elektron terluar menentukan sifat dari suatu elemen.Cara singkat kedua : Kita dapat menumpukkan seluruh elektron-elektron terdalam dengan menggunakan. Cara pengisiannya sama dengan periode-periode sebelumnya. kita dapat melihat bahwa setelah 3p energi orbital terendah adalah 4s – oleh karena itu elektron mengisinya terlebih dahulu. [Ne] berarti konfigurasi elektron dari atom neon -dengan kata lain 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 . Periode ketiga Mulai dari neon. sebagai contoh. Tetapi kalau kita melihat kembali tingkat energi orbital-orbital. Elemen blok s dan p . seluruh orbital tingkat kedua telah dipenuhi elekton. Sifat keduanya tidak akan mirip bila konfigurasi elektron terluar dari kalium adalah 3d 1 . simbol [Ne]. Berdasarkan cara di atas kita dapat menuliskan konfigurasi elektron klor dengan [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . selanjutnya kita harus memulai dari natrium pada periode ketiga. Sebagai contoh : cara singkat Mg 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 S 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Ar 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Permulaan periode keempat Sampai saat ini kita belum mengisi orbital tingkat 3 sampai penuh – tingkat 3d belum kita gunakan. Di dalam konteks ini. K Ca 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 Bukti kuat tentang hal ini ialah bahwa elemen seperti natrium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 ) dan kalium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 ) memiliki sifat kimia yang mirip. kecuali adalah sekarang semuanya berlangsung pada periode ketiga.

Istilah “elemen transisi” dan “elemen blok d” sebenarnya tidaklah memiliki arti yang sama. elektron selanjutnya akan mengisi orbital 4p. sebagai contoh. Elektron d hampir selalu dideskripsikan sebagai. Elemen-elemen dari golongan 3 seterusnya hingga gas mulia memiliki elektron terluar pada orbital p. dan elektron akan menempati orbital sendiri sejauh ia mungkin. Elemen-elemen pada blok d adalah elemen di mana elektron terakhir dari orbitalnya berada pada orbital d. Elemen blok d Perhatikan bahwa orbital 4s memiliki energi lebih rendah dibandingkan dengan orbital 3d sehingga orbital 4s terisi lebih dahulu. Periode pertama dari blok d terdiri dari elemen dari skandium hingga seng.Elemen-elemen pada golongan 1 dari tabel periodik memiliki konfigurasi elektron terluar ns 1 (dimana n merupakan nomor antara 2 sampai 7). tetapi dalam perihal ini tidaklah menjadi suatu masalah. Elemen-elemen di grup 1 dan 2 dideskripsikan sebagai elemen-elemen blok s. dideskripsikan dengan elemen-elemen blok p. d5 atau d8 – dan bukan ditulis dalam orbital yang terpisah-pisah. Seluruh elemen pada golongan 2 memiliki konfigurasi elektron terluar ns 2 . Perhatikan bahwa ada 5 orbital d. Setelah orbital 3d terisi. . Oleh karenanya. yang umumnya kita sebut dengan elemen transisi atau logam transisi.

Setelah 5 elektron menempati orbital sendiri-sendiri barulah elektron selanjutnya berpasangan. d5 berarti

d8 berarti

Perhatikan bentuk pengisian orbital pada level 3, terutama pada pengisian atom 3d setelah 4s. Sc 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 1 4s 2 Ti 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 2 4s 2 V 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 3 4s 2 Cr 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 1 Perhatikan bahwa kromium tidak mengikuti keteraturan yang berlaku. Pada kromium elektron-elektron pada orbital 3d dan 4s ditempati oleh satu elektron. Memang, mudah untuk diingat jikalau keteraturan ini tidak berantakan – tapi sayangnya tidak ! Mn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 2 (kembali ke keteraturan semula) Fe 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 6 4s 2 Co 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 7 4s 2 Ni 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 8 4s 2 Cu 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 1 (perhatikan!) Zn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 Pada elemen seng proses pengisian orbital d selesai. Pengisian sisa periode 4 Orbital selanjutnya adalah 4p, yang pengisiannya sama seperti 2p atau 3p. Kita sekarang kembali ke elemen dari galium hingga kripton. Sebagai contoh, Brom, memilki konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p x 2 4p y 2 4p z 1 . Rangkuman Menuliskan konfigurasi elektron dari hidrogen sampai kripton · Gunakan tabel periodik untuk mendapatkan nomor atom yang berarti banyaknya jumlah elektron. · Isilah orbital-orbital dengan urutan 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p sampai elektron-elektron selesai terisi. Cermatilah keteraturan pada orbital 3d ! Isilah orbital p dan d dengan elektron tunggal sebisa mungkin sebelum berpasangan. · Ingat bahwa kromium dan tembaga memiliki konfigurasi elektron yang tidak sesuai dengan keteraturan.

Menuliskan struktur elektron elemen-elemen “besar” pada blok s dan p Pertama kita berusaha untuk mengetahui jumlah elektron terluar. Jumlah elektron terluar sama dengan nomor golongan. Sebagai contoh, seluruh elemen pada golongan 3 memiliki 3 elektron pada level terluar. Lalu masukkan elektron-elektron tersebut ke orbital s dan p. Pada level orbital ke berapa ? Hitunglah periode pada tabel periodik. Sebagai contoh, Yodium berada pada golongan 7 dan oleh karenanya memiliki 7 elektron terluar. Yodium berada pada periode 5 dan oleh karenanya elekton mengisi pada orbital 5s dan 5p. Jadi, Yodium memiliki konfigurasi elektron terluar 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Bagaimana dengan konfigurasi elektron di dalamnya ? Level 1, 2, dan 3 telah terlebih dahulu terisi penuh, dan sisanya tinggal 4s, 4p, dan 4d. Sehingga konfigurasi seluruhnya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Jikalau kita telah menyelesaikannya, hitunglah kembali jumlah seluruh elektron yang ada apakah sama dengan nomor atom. Contoh yang kedua, Barium , berada pada golongan 2 dan memiliki 2 elektron terluar. Barium berada pada periode keenam. Oleh karenanya, Barium memilki konfigurasi elektron terluar 6s 2 . Konfigurasi keseluruhannya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p 6 6s 2 . Kita mungkin akan terjebak untuk mengisi orbital 5d 10 tetapi ingatlah bahwa orbital d selalu diisi setelah orbital s pada level selanjutnya terisi. Sehingga orbital 5d diisi setelah 6s dan 3d diisi setelah 4s.

Ikatan Kovalen = Homopolar
Ikatan kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron dari atom-atom yang membentuk ikatan. Pada umumnya ikatan kovalen terjadi antara atom-atom bukan logam yang mempunyai perbedaan elektronegativitas rendah atau nol. Seperti misalnya : H 2, CH 4, Cl 2, N 2, C 6 H 6, HCl dan sebagainya. IKATAN KOVALEN TERBAGI ATAS 1. IKATAN KOVALEN POLAR om-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap pasangan elektron persekutuannya. Hal ini terjadi karena beda keelektronegatifan kedua atomnya. Elektron persekutuan akan bergeser ke arah atom yang lebih elektronegatif akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif.

Dalam senyawa HCl ini, Cl mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar dari H. sehingga pasangan elektron lebih tertarik ke arah Cl, akibatnya H relatif lebih elektropositif sedangkan Cl relatif menjadi elektronegatif. Pemisahan muatan ini menjadikan molekul itu bersifat polar dan memiliki "momen dipol" sebesar: T=n.l dimana : T = momen dipol n = kelebihan muatan pada masing-masing atom l = jarak antara kedua inti atom 2. IKATAN KOVALEN NON POLAR Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama. Contoh:

kedua atom H mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.
Karena arah tarikan simetris, maka titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit. Contoh lain adalah senyawa CO 2, O 2, Br 2 dan lain-lain IKATAN KIMIA 3). Ikatan Kovalen Koordinasi/Koordinat/Dativ/Semipolar

Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama. Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.

4). Ikatan Logam

v Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara
muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.

v Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama
lain.

v Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk
dilepaskan dan membentuk ion positif.

v Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong)
sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.

v Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam
mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.

m = momen dipol. a). satuannya coulomb (C) jarak antara muatan positif dengan muatan negatif.33 x 10 keterangan : µ Q -30 C. suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub). b). jika pasangan elektron ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom. Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl). kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan. penghantar / konduktor listrik yang baik. dapat ditempa (tidak rapuh). Momen Dipol ( µ ) Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen. tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H. Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron. jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom. akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam. satuannya meter (m) r= Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen No 1 Sifat Titik didih Senyawa Ion Tinggi Senyawa Kovalen Rendah . akibat adanya elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindah-pindah. 1 D = 3. Jadi. dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat . Polarisasi Ikatan Kovalen Suatu ikatan kovalen disebut polar.v Struktur logam menyebabkan sifat-sifat khas logam yaitu : berupa zat padat pada suhu kamar. c). Dirumuskan : µ = Q x r . satuannya debye (D) = selisih muatan. Contoh 1 : Molekul HCl Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus. oleh adanya perbedaan Sebaliknya.

IF 2). ClF 3. Contoh : BeCl 2. Contoh : 7 dan SbCl 5 ü atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2 ü atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3 Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa : 1) Tidak mencapai oktet 2) Melampaui oktet (oktet berkembang) Penulisan Struktur Lewis Langkah-langkahnya : 1) Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis 2) Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan 3) Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H. Contohnya : PCl 5. BCl Contohnya : NO 3 dan AlBr 3 b) Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil 2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17 c) Senyawa dengan oktet berkembang Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet / lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M. Kegagalan Aturan Oktet Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post transisi. duplet) .2 3 4 Titik leleh Wujud Daya hantar listrik Tinggi Padat pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = konduktor Larutan = konduktor Umumnya larut Tidak larut Rendah Padat. Pengecualian Aturan Oktet a) Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be.gas pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = isolator Larutan = ada yang konduktor Umumnya tidak larut Larut 5 6 Kelarutan dalam air Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl 3 ) Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet 1).cair. SF 6. N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih). B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari 4.

Ikatan Ion = Elektrovalen = Heteropolar Ikatan ion biasanya terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron (logamlogam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima elektron (terutama golongan VIA den VIIA). sehingga membentuk senyawa ion Na Cl Contoh lain : CaCl 2. Cl + e . N.IIA ↔ VIIA atau VIA . tetapi silih berganti. larutannya dalam air menghantarkan arus listrik c. MgBr 2.4) Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C. larut dalam pelarut-pelarut polar . c. Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi . bersifat polar b. Dalam molekul SO 2 itu.terjadi gaya tarik menarik elektrostatik. BaO. tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat Resonansi a. SIFAT-SIFAT SENYAWA IONIK ANTARA LAIN a. kepada atom pusat 5) Jika atom pusat belum oktet. 2 terdapat 2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal (S-O) dan 1 ikatan d. + 5 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 (konfigurasi Ar) + dan Cl . FeS dan sebagainya. lelehannya menghantarkan arus listrik e. b.IA ↔ VIIA atau VIA . titik lelehnya tinggi d. kedua ikatan dalam molekul SO 2 adalah ekivalen.--> Cl 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p Antara ion-ion Na . Tidak satupun di antara ke-2 struktur di atas yang benar untuk SO 2. O. ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam molekul itu. Makin besar perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang membentuk ikatan. P dan S) Langkah alternatif : (syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui) 1) Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion 2) Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan 3) Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet 4) Tambahkan sisa elektron (jika masih ada).Unsur transisi ↔ VIIA atau VIA Contoh: Na --> Na + e 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 1s 2 2s 2 2p 6 (konfigurasi Ne) Atom Cl (VIIA) mudah menerima elektron sehingga elektron yang dilepaskan oleh atom Na akan ditangkap oleh atom Cl. Dalam molekul SO rangkap (S=O). PADA UMUMNYA UNSUR-UNSUR YANG MUDAH MEMBENTUK IKATAN ION ADALAH . maka ikatan yang terbentuk makin bersifat ionik. Suatu molekul atau ion tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu struktur Lewis. f. yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur resonansi tersebut. e. Berdasarkan konsep resonansi.

Harga Energi ikatan berbagai molekul (kJ/mol) . energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi.7 kJ .5 + 346. Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kimia. N 2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut.Jml energi pembentukan ikatan . Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H 2. Proses ini selalu disertai perubahan energi.9 kJ/mol H – H = 436. sehingga membentuk radikal-radikal bebas disebut energi ikatan. Untuk molekul kompleks.8 kJ/mol Ditanya: ΔH reaksi = C 2 H 4 (g) + H 2 (g) → C 2 H 6 (g) ΔH reaksi = Jumlah energi pemutusan ikatan – Jumlah energi pembentukan ikatan = (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) – (6(C-H) + (C-C)) = ((C=C) + (H-H)) – (2(C-H) + (C-C)) = (612.Energi-Energi Dan Ikatan Kimia Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan.5 kJ/Mol C = C = 612.4 + 436.8) – (2 x 414. Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut. Energi ikatan dinyatakan dalam kilojoule per mol (kJ mol -1 ) Energi berbagai ikatan diberikan pada tabel 1.9) = – 126. Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan : ΔH reaksi = Jml energi pemutusan ikatan = Jml energi ikatan di kiri Contoh: Diketahui : energi ikatan C – H = 414.4 kJ/mol C – C = 346. 0 2. Tabel 1.Jml energi ikatan di kanan Perubahan Entalpi Berdasarkan Energi Ikatan Energi ikatan didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas.

Jika karbon dibakar dengan oksigen berlebihan terbentuk karbon dioksida menurut persamaan reaksi: C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 394 kJ Reaksi diatas dapat berlangsung melalui dua tahap. Misalnya pembakaran karbon atau grafit. Persamaan termokimia untuk kedua reaksi tersebut adalah: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 283 kJ Jika kedua tahap diatas dijumlahkan. karbon monoksida itu dibakar lagi untuk membentuk karbon dioksida.jumlah ΔH 0 f (pereaksi) Perubahan Entalpi Berdasarkan Hukum Hess Banyak reaksi yang dapat berlangsung secara bertahap.+ C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 394 kJ Penentuan Perubahan Entalpi Dan Hukum Hess PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI . Selanjutnya. Dalam hal ini.Perubahan Entalpi Berdasarkan Entalpi Pembentukan Kalor suatu reaksi dapat juga ditentukan dari data entalpi pembentukan zat pereaksi dan produknya. maka diperoleh: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 283 kJ ————————————————————————. Mula-mula karbon dibakar dengan oksigen yang terbatas sehingga membentuk karbon monoksida. Secara umum untuk reaksi: m AB + n CD —–> p AD + q CB ΔH 0 = jumlah ΔH 0 f (produk) . zat pereaksi dianggap terlebih dahulu terurai menjadi unsurunsurnya. kemudian unsur-unsur itu bereaksi membentuk zat produk.

Kalorimeter semacam ini biasanya dipakai untuk mempelajari reaksi eksotermik.Untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi kimia biasanya digunakan alat seperti kalorimeter.18 J/ 0 C sedangkan 100 g sampel 418J/ 0 C. ΔH = y + z kJ Menurut Hukum Hess : x = y + z → 1 tahap → 2 tahap Perubahan entalpi dengan Kalorimetri Pengukuran perubahan energi dalam reaksi kimia Perubahan energi dalam reaksi kimia selalu dapat dibuat sebagai panas. Alat yang dipakai untuk mengukur panas reaksi disebut kalorimeter (sebetulnya kalori meter. Untuk air. Perhitungan : ΔH reaksi = Jumlah ΔH f o produk – Jumlah ΔH f o reaktan HUKUM HESS “Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir. Panas yang dikeluarkan oleh reaksi diabsorpsi oleh bomb dan bak menyebabkan temperatur alat naik. walaupun diketahui sekarang panas lebih sering dinyatakan dalam joule daripada kalori). Kapasitas panas bersifat ekstensif yang berarti bahwa jumlahnya tergantung dari besar sampel. Alatnya terdiri dari wadah yang terbuat dari baja yang kuat (bombnya) dimana pereaksi ditempatkan. ΔH = z kJ ———————————————————— + C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) . Kapasitas Panas dan Panas Spesifik Sifat-sifat air yang memberikan definisi asal dari kalori adalah banyaknya perubahan temperatur yang dialami air waktu mengambil atau melepaskan sejumlah panas. Istilah umum untuk sifat ini disebut kapasitas panas yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk mengubah temperatur suatu benda sebesar 1 0 C. tapi untuk menaikkan suhu 100 g air sebesar 1 0 C diperlukan energi 100 kali lebih banyak yaitu 418 J. sebab itu lebih tepat bila istilahnya disebut panas reaksi.452 J g -1 0 C -1 . misalnya reaksi pembakaran dari CH 4 dengan O 2 atau reaksi antara H 2 dan O 2 . Ada beberapa macam bentuk dari alat ini. Sehingga 1 g sampel mempunyai kapasitas panas sebesar 4.18 Jg-1C-1. Misalnya besi. salah satu dinamakan Kalorimeter Bomb yang diperlihatkan pada gambar diatas. Misalnya untuk menaikkan suhu 1 g air sebesar 1 0 C diperlukan 4. . Sifat intensif berhubungan dengan kapasitas panas adalah kalor jenis (panas spesifik) yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 g zat sebesar 1 0 C. ΔH = y kJ CO(g) + 1/2 O 2 (g) → CO 2 (g) . panas spesifiknya hanya 0. yang tak akan berjalan bila tidak dipanaskan. Kebanyakan zat mempunyai panas spesifik yang lebih kecil dari air.18 J (1 kal).” Contoh: C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) . Suhu mula-mula dari bak diukur kemudian reaksi dijalankan dengan cara menyalakan pemanas kawat kecil yang berada di dalam bomb. Dari perubahan suhu dan kapasitas panas alat yang telah diukur maka jumlah panas yang diberikan oleh reaksi dapat dihitung. Bomb tersebut dimasukkan pada bak yang berisolasi dan diberi pengaduk serta termometer. ΔH = x kJ C(s) + 1/2 0 2 (g) → CO(g) . termometer dan sebagainya yang mungkin lebih sensitif. panas spesifiknya adalah 4.

Contoh: H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) → H 2 0 (l) . Δ’t Keterangan : q = jumlah kalor (Joule) m = massa zat (gram) Δt = perubahan suhu t akhir . Demikian juga dalam musim panas. . Besarnya panas spesifik untuk air disebabkan karena adanya sedikit pengaruh dari laut terhadap cuaca. DHc = -802 kJ 4. DH = +285. Entalpi Pembentakan Standar ( DHf ): DH untak membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsurunsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. 2 dari udara yang Contoh: CH 4 (g) + 2O 2 (g) → CO 2 (g) + 2H 2 O(l) .c. Entalpi Pembakaran Standar ( DHc ): DH untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.Berarti lebih sedikit panas diperlukan untuk memanaskan besi 1 g sebesar 1 0 C daripada air atau juga dapat diartikan bahwa jumlah panas yang akan menaikkan suhu 1 g besi lebih besar dari pada menaikkan suhu 1 g air. Entalpi Reaksi: DH dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana. air laut lebih lambat menjadi panas daripada daratan.85 kJ 3. Entalpi Penguraian: DH dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsurunsurnya (= Kebalikan dari DH pembentukan). a. DH = -a kJ Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi : 1. DHf = -285. Pada musim dingin air laut lebih lambat menjadi dingin dari daratan sehingga udara yang bergerak dari laut ke darat lebih panas daripada udara dari darat ke laut. Contoh: H 2 O (l) → H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) .85 kJ 2. Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm) Contoh: H 2 → 2H – a kJ . Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm) Contoh: 2H → H 2 + a kJ . Rumus : q = m. DH= +akJ b.t awal ) c = kalor jenis Perubahan Entalpi Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap.

lalu dijumlahkan dengan persamaan (2).” Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya Contoh: N 2 (g) + 3H 2 (g) → 2NH 3 (g) . DH = -1468 kJ 5. Entalpi Pembentukan Ada suatu macam persamaan termokimia yang penting yang berhubungan dengan pembentukan satu mol senyawa dari unsurunsurnya. Sedangkan perubahan entalpi yang pengukurannya tidak merujuk kondisi pengukurannya dinyatakan dengan lambang ΔH saja. Eksoterm Eksoterm (menghasilkan panas) Endoterm Bila kita jumlahkan persamaan (1) dan (2). Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H 2 O(l) . seperti dicerminkan oleh ΔH f yang negatif. Bagaimana dapat kita gunakan persamaan ini untuk mendapatkan panas penguapan dari air? Yang jelas persamaan (1) harus kita balik. entalpi penguraian. Perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm disebut perubahan entalpi standar dan dinyatakan dengan lambang Δ H 0 atau ΔH298.Contoh: 2Al + 3H 2 SO 4 → Al 2 (SO 4 ) 3 + 3H 2 . DH = – 112 kJ 2NH 3 (g) → N 2 (g) + 3H 2 (g) . kita dapat Dan panas reaksinya = Perhatikan bahwa panas reaksi untuk seluruh perubahan sama dengan panas pembentukan hasil reaksi dikurangi panas pembentukan dari pereaksi. Secara umum dapat ditulis : . seperti entalpi pembentukan.4 kJ/mol 6. Entalpi Netralisasi: DH yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa. Dalam termokimia dikenal berbagai macam entalpi molar. Entalpi molar adalah perubahan entalpi reaksi yang dikaitkan dengan kuantitas zat yang terlibat dalam reaksi. Hukum Lavoisier-Laplace “Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsurunsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya. Perubahan entalpi yang berhubungan dengan reaksi ini disebut panas pembentukan atau entalpi pembentukan yang diberi simbol ΔH f . dan entalpi pembakaran.Pembakaran dan Penguraian Data termokimia pada umumnya ditetapkan pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm yang selanjutnya disebut kondisi standar . (Jika pembentukan H 2 O (l) eksoterm. Jangan lupa untuk mengubah tanda ΔH. Misalnya persamaan termokimia untuk pembentukan air dan uap air pada 100 0 C dan 1 atm masing-masing. DH = + 112 kJ Entalpi Pembentukan. proses kebalikannya haruslah endoterm) yang berarti eksoterm menjadi positif yang berarti menjadi endoterm. DH = -890.

Misalnya: a. Perubahan entalpi pada pembakaran sempurna 1 mol suatu zat yang diukur pada 298 K.7 kg L -1 (H = 1. yang bersifat racun.4 kJ. Pembakaran dikatakan sempurna apabila karbon (c) terbakar menjadi CO2. Tabel 3 . Harga entalpi pembakaran dari berbagai zat pada 298 K.7 kg L-1 = 0. Pembakaran tak sempurna isooktana: C8H18 (l) + 8 ½ O2 (g) -> 8 CO (g) + 9 H2O (g) ΔH = -2924.Harga perubahan entalpi reaksi dapat dipengaruhi oleh kondisi yakni suhu dan tekanan saat pengukuran. pembakaran tak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor. Entalpi Penguraian .7 kg = 700 gram . Diketahui entalpi pembakaran isooktana = -5460 kJ mol -1 dan massa jenis isooktan = 0. Zat yang mudah terbakar adalah unsur karbon. Jawab: Entalpi pembakaran isooktana yaitu – 5460 kJ mol -1 . Mol isooktana = 700 gram/114 gram mol -1 = 6. Jadi kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin adalah: 6. perlu kondisi suhu dan tekanan perlu dicantumkan untuk setiap data termokimia. Entalpi Pembakaran Reaksi suatu zat dengan oksigen disebut reaksi pembakaran . belerang.4 kJ Dampak Pembakaran tak Sempurna Sebagaimana terlihat pada contoh di atas. pembakaran tak sempurna akan mencemari udara. hidrogen (H) terbakar menjadi H2O. kerugian lain dari pembakaran tak sempurna adalah dihasilkannya gas karbon monoksida (CO). 1 atm disebut entalpi pembakaran standar (standard enthalpy of combustion). pembakaran tak sempurna mengurangi efisiensi bahan bakar. Jadi. 1 atm diberikan pada tabel 3 berikut. Sedangkan pembakaran tak sempurna membentuk karbon monoksida dan uap air. Massa 1 liter bensin = 1 liter x 0. C8H18 (salah satu komponen bensin) tentukanlah jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin. 1 atm Pembakaran bensin adalah suatu proses eksoterm. Pembakaran sempurna senyawa hidro karbon (bahan bakar fosil) membentuk karbon dioksida dan uap air. Apabila bensin dianggap terdiri atas isooktana. Entalpi pembakaran juga dinyatakan dalam kJ mol -1 . dan berbagai senyawa dari unsur tersebut.14 mol. Oleh karena itu. C =12). Entalpi Pembakaran dari berbagai zat pada 298 K.14 mol x 5460 kJ mol -1 = 33524. yang dinyatakan dengan Δ Hc 0 . Oleh karena itu. belerang (S) terbakar menjadi SO2. Pembakaran Sempurna dan Tidak Sempurna Pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan atau dalam industri tidak terbakar sempurna. Pembakaran sempurna isooktana: C8H18 (l) +12 ½ O2 (g) –> 8 CO2 (g) + 9 H2O (g) ΔH = -5460 kJ b. hidrogen.

Sistim adalah sebagian dari alam semesta yang sedang kita pelajari. Bila perubahan terjadi pada sebuah sistim maka dikatakan bahwa sistim bergerak dari keadaan satu ke keadaan yang lain. kita harus memperinci sifat-sifatnya secara tepat. nilai entalpi penguraian sama dengan entalpi pembentukannya. ΔT = T akhir – T mula-mula Demikian juga. perubahan energi potensial (Ep) Δ(E. Bila sistim diisolasi dari lingkungan sehingga tak ada panas yang dapat mengalir maka perubahan yang terjadi di dalam sistim adalah perubahan adiabatik. Kebalikannya dengan reaksi endoterm. Sebelum pembicaraan mengenai prisip termokimia ini kita lanjutkan. Telah dikatakan. maka entalpi penguraian H2O (l) menjadi gas hidrogen dan gas oksigen adalah + 286 kJ mol -1 H2O (l) ——> H2 (g) + ½ O2 (g) ΔH = + 286 kJ Panas Reaksi dan Termokimia Hubungan sistem dengan lingkungan Pelajaran mengenai panas reaksi dinamakan termokimia yang merupakan bagian dari cabang ilmu pengetahuan yang lebih besar yaitu termodinamika. Setelah semua variabel ini ditentukan berarti semua sifatsifat sistim sudah pasti. energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi berarti EP akhir lebih rendah dari EP mula-mula . dimana T menunjukkan temperatur. Oleh karena itu. dimana harga ÷EP adalah positif. tekanan. jumlah mol dari tiap zat dan berupa cairan. akan dibuat dulu definisi dari beberapa istilah.P) = EP akhir – EP awal Dari definisi ini didapat suatu kesepakatan dalam tanda aljabar untuk perubahan eksoterm dan endoterm. berarti kita telah menggambarkan keadaan dari sistim. Simbol Δ (huruf Yunani untuk delta) umumnya dipakai untuk menyatakan perubahan kuantitas. Contoh: Diketahui Δ Hf 0 H2O (l) = -286 kJ mol -1. Dalam perubahan eksotermik. maka suhu dari sistim akan menggeser. Reaksi Eksoterm dan Endoterm Peristiwa endoterm (kanan) dan eksoterm (kiri) . Mungkin saja misalnya suatu reaksi kimia yang terjadi dalam suatu gelas kimia. Mulai sekarang kita akan menggunakan perubahan ini dalam beberapa kuantitas sehingga perlu ditegakkan beberapa peraturan untuk menyatakan perubahan secara umum. bila reaksinya eksotermik akan naik sedangkan bila reaksinya endotermik akan turun. Selama ada perubahan adiabatik. padat atau gas. Bila sistim tak diisolasi dari lingkungannya. Dalam praktek biasanya dalam menunjukkan perubahan adalah dengan cara mengurangi temperatur akhir dengan temperatur mula-mula. Di luar sistim adalah lingkungan. Dalam menerangkan suatu sistim. Salah satu dari istilah yang akan dipakai adalah sistim. Misalnya perubahan suhu dapat ditulis dengan ΔT. maka bila terjadi reaksi. suhu dari sistim dapat dibuat tetap. Perubahan yang terjadi pada temperatur tetap dinamakan perubahan isotermik. Panas reaksi yang kita ukur akan sama dengan perubahan energi potensial ini. Sehingga harga ÷EP mempunyai harga negatif. maka panas akan mengalir antara keduanya. bila terjadi reaksi eksotermik atau endotermik maka pada zat-zat kimia yang terlibat akan terjadi perubahan energi potensial.Reaksi penguraian adalah kebalikan dari reaksi pembentukan. Diberikan suhunya. tetapi tandanya berlawanan. sesuai dengan azas kekekalan energi.

Tetapi energi ini tak dapat hilang begitu saja karena energi total (kinetik dan potensial) harus tetap konstan.178. Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk pembangkit listrik.5 kJ . Kadang-kadang perubahan kimia terjadi dimana ada kenaikan energi potensial dari zat-zat bersangkutan. Bila hal ini terjadi. Atau reaksi dilakukan sedemikian rupa sehingga energi total tetap sama. Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk m emas ak. yang kita lihat sebagai kenaikan temperatur dari campuran reaksi. Peristiwa termokimia Misalkan kita akan melakukan reaksi kimia dalam suatu tempat tertutup sehingga tak ada panas yang dapat keluar atau masuk kedalam campuran reaksi tersebut. Bila campuran reaksi menjadi panas seperti digambarkan dibawah. temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat-zat yang ikut dalam reaksi akan naik. panas dapat mengalir ke campuran reaksi dan perubahannya disebut perubahan endoterm. Juga misalkan energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi sehingga waktu reaksi terjadi ada penurunan energi potensial. bila energi potensialnya turun. makanan yang dimakan akan menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi. Kebanyakan reaksi kimia tidaklah tertutup dari dunia luar. Pada reaksi endoterm harga ΔH = positif ( + ) Contoh : CaCO 3(s) → CaO (s) + CO 2(g) . Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme. Pada reaksi eksoterm harga ΔH = negatif ( – ) Contoh : C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) + 393. maka energi kinetiknya harus naik berarti energi potensial berubah menjadi energi kinetik.5 kJ . Setiap perubahan yang dapat melepaskan energi ke sekelilingnya seperti ini disebut perubahan eksoterm. temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun.5 kJ Reaksi Endoterm Pada reaksi terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas. Perhatikan bahwa bila terjadi suatu reaksi endoterm. ΔH = +178. Mari kita periksa terjadinya hal ini dan bagaimana kita mengetahui adanya perubahan energi. maka energi kinetiknya akan turun sehingga temperaturnya juga turun. Sebab itu. Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang menyebabkan mobil berjalan. Campuran reaksi menjadi panas.5 kJ Definisi Termokimia Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya saja.Reaksi Eksoterm Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas. Bila sistem tidak tertutup di sekelilingnya. Penambahan jumlah energi kinetik akan menyebabkan harga rata-rata energi kinetik dari molekulmolekul naik. . Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh kita dimana produksi dari energienergi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas yang kita lakukan. panas dapat mengalir ke sekelilingnya. Perhatikan bahwa bila terjadi reaksi eksoterm. Hampir semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan. ΔH = -393.

sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori didefinisi ulang dalam satuan SI. 1.1 0.3 (Br 2 ) mol/l 0. (NO) mol/l 0.1 0. 3. 4. Cara yang biasa digunakan untuk menyatakan panas disebut kalori (singkatan kal). Satuan kilokalori juga digunakan untuk menyatakan energi yang terdapat dalam makanan.1 0. Definisinya berasal dari pengaruh panas pada suhu benda.2 mile/jam).184 kJ Proses eksoterm dan proses endoterm Orde Reaksi Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi.184 J 1 kkal = 4. benda dengan massa 4. Dengan diterimanya SI. Dalam mengacu pada energi yang terlibat dalam reaksi antara pereaksi dengan ukuran molekul biasanya digantikan satuan yang lebih besar yaitu kilojoule (kJ).Peristiwa kebakaran menghasilkan panas Pengukuran Energi Dalam Reaksi Kimia Satuan internasional standar untuk energi yaitu Joule (J) diturunkan dari energi kinetik. Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan. 5. biasanya dalam bentuk kalor.1 Kecepatan Reaksi mol / 1 / detik 12 24 36 48 108 .3 0. Mula-mula kalori didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air dengan suhu asal 15 0 C sebesar 1 0 C. 2.2 0.1 0. Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi : v = k (A) (B) 2 persamaan tersebut mengandung pengertian reaksi orde 1 terhadap zat A dan merupakan reaksi orde 2 terhadap zat B. Semua bentuk energi dapat diubah keseluruhannya ke panas dan bila seorang ahli kimia mengukur energi. Contoh soal: Dari reaksi 2NO(g) + Br 2 (g) → 2NOBr(g) dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut: No. Setara dengan jumlah energi yang dipunyai suatu benda dengan massa 2 kg dan kecepatan 1 m/detik (bila dalam satuan Inggris. Kilokalori (kkal) seperti juga kilojoule merupakan satuan yang lebih sesuai untuk menyatakan perubahan energi dalam reaksi kimia. Satu kilojoule = 1000 joule (1 kJ = 1000J). 1 J = 1 kg m 2 /s 2 Satuan energi yang lebih kecil yang dipakai dalam fisika disebut erg yang harganya = 1×10 -7 J. Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut : 1 kal = 4. Satu joule = 1 kgm 2 /s 2 . Secara keselurahan reaksi tersebut adalah reaksi orde 3.4 lb dan kecepatan 197 ft/menit atau 2.1 0.2 0.

Persamaan Laju Mengukur laju reaksi Ada beberapa cara untuk mengukur laju dari suatu reaksi. jika gas dilepaskan dalam suatu reaksi. Pertama-tama kita misalkan rumus kecepatan reaksinya adalah sebagai berikut: V = k(NO) x (Br 2 ) y : jadi kita harus mencari nilai x den y. Persamaan laju menggambarkan perubahaan ini secara matematis.Pertanyaan: a.1) 2 (0.1) k = 12 x 10 3 mol -2 1 2 det -1 Orde Reaksi dan Persamaan Laju Reaksi Merubah konsentrasi dari suatu zat di dalam suatu reaksi biasanya merubah juga laju reaksi. andaikan kita memiliki suatu reaksi antara dua senyawa A dan B . maka: V = k(NO) 2 (Br 2 ) 12 = k(0. Untuk reaksi ini kita dapat mengukur laju reaksi dengan menyelidiki berapa cepat konsentrasi. Order reaksi adalah bagian dari persamaan laju. yaitu data (1) dan (4). larutan atau dalam bentuk gas. untuk lebih formal dan matematis dalam menentukan laju suatu reaksi. Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1). Misalkan setidaknya salah satu mereka merupakan zat yang bisa diukur konsentrasinya-misalnya. Tentukan orde reaksinya ! b. laju biasanya diukur dengan melihat berapa cepat konsentrasi suatu reaktan berkurang pada waktu tertentu. Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br2 tidak berubah. berkurang per detik. katakan A. Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) ! Jawab: a. maka : 2 y = 2 → y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br 2 ) Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k(NO) 2 (Br 2 ) (reaksi orde 3) b. Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka : 2 x = 4 → x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO) Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu data (1) dan (2). . Sebagai contoh. sedangkan kecepatan reaksinya naik 2 kali. Halaman ini memperkenalkan dan menjelaskan berbagai istilah yang perlu Anda tahu. kita dapat mengukurnya dengan menghitung volume gas yang dilepaskan per menit pada waktu tertentu selama reaksi berlangsung. Definisi Laju ini dapat diukur dengan satuan cm 3 s -1 Bagaimanapun. Sebagai contoh. Dari data ini terlihat konsentrasi Br 2 naik 2 kali.

Satuannya adalah mol dm -3 s -1 Order reaksi Halaman ini tidak akan mendefinisikan apa arti order reaksi secara langsung. Laju ini akan meningkat seiring reaksi dari A berlangsung. laju reaksi akan bertambah 4 kali lipat (2 2 ). laju reaksi akan bertambah menjadi 9 kali lipat (3 2 ). Kemungkinan lainnya : Laju reaksi berbanding terbalik dengan kuadrat konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi dari A.0040 mol per desimeter kubik. Pangkat-pangkat ini disebut dengan order reaksi terhadap A dan B . A. Dengan simbol dapat dilambangkan dengan: Secara umum . laju reaksi diukur dengan cara berapa cepat konsentrasi dari suatu reaktan berkurang. k. laju reaksi akan berlipat ganda pula. laju reaksi pun akan menjadi 4 kali lipat.0040 mol dm -3 s -1 . Kita juga dapat menulis tanda berbanding lurus dengan menuliskan konstanta (tetapan).Kita mendapatkan. Hal ini berarti tiap detik konsentrasi A berkurang 0. Kita tidak dapat menentukan apapun tentang order reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi. Kesimpulan Untuk persamaan laju dan order reaksi. konsentrasi berkurang dengan laju 0. Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan. Kita dapat mengekspresikan persamaan ini dengan simbol : Adalah cara yang umum menulis rumus dengan tanda kurung persegi untuk menunjukkan konsentrasi yang diukur dalam mol per desimeter kubik (liter). Jika konsentras dari A i ditingkatkan tiga kali lipat. Kemungkinan pertama : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A. sebagai contoh. berubah. Dengan melakukan percobaan yang melibatkan reaksi antara A dan B. kita akan mendapatkan bahwa laju reaksi berhubugngan dengan konsentrasi A dan B dengan cara : Hubungan ini disebut dengan persamaan laju reaksi : Kita dapat melihat dari persamaan laju reaksi bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh pangkat dari konsentrasi dari A dan B . tetapi mengajak kita untuk mengerti apa itu order reaksi. JIka kita meningkatkan konsentrasi A dengan faktor 4. Beberapa hal-hal sederhana yang akan kita temui adalah . pada awal reaksi. Order reaksi selalu ditemukan melalui percobaan.

Order reaksi total adalah 2. Anda akan mendapatkan efek dari perubahaan suhu dan katalis pada laju konstanta pada halaman lainnya. menambahkan katalis atau merubah katalis. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. Bagaimana bila kita memiliki reaktan-reaktan lebih dari dua lainnya? Tidak menjadi masalah berapa banyak reaktan yang ada. Teori Tumbukan Dan Teori Keadaan Transisi Teori tumbukan didasarkan atas teori kinetik gas yang mengamati tentang bagaimana suatu reaksi kimia dapat terjadi. Menurut teori tersebut kecepatan reaksi antara dua jenis molekul A dan B sama dengan jumiah tumbukan yang terjadi per satuan waktu antara kedua jenis molekul tersebut. karena konsentrasi B tidak mempengaruhi laju reaksi. Sebagai contoh. di dalam reaksi order satu terhadap kedua A dan B (a = 1 dan b = 1). Contoh 3: Pada reaksi ini. Contoh 2: Pada reaksi ini. Order total (keseluruhan) dari reaksi didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order tersebut. B berorder 2. Konstanta ini berubah. Order reaksi total adalah satu.Jika order reaksi terhadap A adalah 0 (no). sehingga order reaksi total adalah dua. Konsentasi dari tiap reaktan akan berlangsung pada laju reaksi dengan kenaikan beberapa pangkat. Contoh 1: Dalam kasus ini. Kita menyebutkan order reaksi total dua. Order reaksi total (keseluruhan). didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. order reaksi terhadap A dan B adalah 1. Ketetapan laju Hal yang cukup mengejutkan. Jumlah tumbukan yang terjadi persatuan waktu sebanding dengan . A berorder satu dan B beroder nol. Pangkat-pangkat ini merupakan order tersendiri dari setiap reaksi. Kalkulasi yang melibatkan order reaksi Anda akan dapat menghitung order dari reaksi dan tetapan laju dari data yang diberikan maupun dari hasil percobaan yang Anda lakukan. Beberapa contoh Tiap contoh yang melibatkan reaksi antara A dan B. A berorder nol karena konsentrasi A tidak mempengaruhi laju dari reaksi. jika kita mengubah temperatur dari reaksi. order reaksi total adalah 2. dan tiap persamaan laju didapat dari ekperimen untuk menentukan bagaimana konsentrasi dari A dan B mempengaruhi laju reaksi. sebagai contoh. berarti konsentrasi dari A tidak mempengaruhi laju reaksi. Tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut.

konsentrasi A dan konsentrasi B.T * adalah molekul dalam keadaan transisi . Untuk reaksi: aA + bB → mM + nN maka kecepatan reaksinya adalah: . • Teori tumbukan di atas diperbaiki oleh tcori keadaan transisi atau teori laju reaksi absolut. Reaksi hanya akan terjadi bila energi tumbukannya lebih besar atau sama dengan energi pengaktifan (E a ).A dan B adalah molekul-molekul pereaksi . ANTARA LAIN : • tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi sebab ada energi tertentu yang harus dilewati (disebut energi aktivasi = energi pengaktifan) untak dapat menghasilkan reaksi. Mekanisme reaksi keadaan transisi dapat ditulis sebagai berikut: A + B → T * –> C + D dimana: . Dalam teori ini diandaikan bahwa ada suatu keadaan yang harus dilewati oleh molekulmolekul yang bereaksi dalam tujuannya menuju ke keadaan akhir (produk). Catatan : energi pengaktifan (= energi aktivasi) adalah jumlah energi minimum yang dibutuhkan oleh molekul-molekul pereaksi agar dapat melangsungkan reaksi Konsentrasi Dan Kecepatan Reaksi Kecepatan reaksi adalah banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu. TEORI TUMBUKAN INI TERNYATA MEMILIKI BEBERAPA KELEMAHAN. Jadi makin besar konsentrasi A dan konsentrasi B akan semakin besar pula jumlah tumbukan yang terjadi.C dan D adalah molekul-molekul hasil reaksi SECARA DIAGRAM KEADAAN TRANSISI INI DAPAT DINYATAKAN SESUAI KURVA BERIKUT Dari diagram terlibat bahwa energi pengaktifan (E a ) merupakan energi keadaan awal sampai dengan energi keadaan transisi. Hal tersebut berarti bahwa molekul-molekul pereaksi harus memiliki energi paling sedikit sebesar energi pengaktifan (Ea) agar dapat mencapai keadaan transisi (T * ) dan kemudian menjadi hasil reaksi (C + D). Keadaan tersebut dinamakan keadaan transisi. molekul yang lebih rumit struktur ruangnya menghasilkan tumbukan yang tidak sama jumlahnya dibandingkan dengan molekul yang sederhana struktur ruangnya.

1 (dA) 1 d(B) 1 d(M) 1 d(N) V= ——. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi 1. namun ia sendiri. Dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi sebagai akibat reaksi. Secara umum kecepatan reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut: V = k(A) x (B) y dimana: V = kecepatan reaksi k = tetapan laju reaksi x = orde reaksi terhadap zat A y = orde reaksi terhadap zat B (x + y) adalah orde reaksi keseluruhan (A) dan (B) adalah konsentrasi zat pereaksi. 3. maka akan berkurang pula kecepatannya. d(M) /dt = rM = kecepatan reaksi zat A = pengurangan konsentrasi zat A per satuan wakru.1/a . Adanya katalisator dalam reaksi dapat mempercepat jalannya suatu reaksi. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh suhu.= . = kecepatan reaksi zat N = penambahan konsentrasi zat N per satuan waktu. secara kimiawi. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh katalis.——. Luas permukaan zat dapat dicapai dengan cara memperkecil ukuran zat tersebut 2. d(N) /dt = r N Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi cukup besar.1/b . Katalis Katalis adalah suatu zat yang mempercepat suatu laju reaksi. kecepatan reaksi juga akan makin meningkat sesuai dengan teori Arhenius. Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar. Semakin luas permukaan maka semakin banyak tempat bersentuhan untuk berlangsungnya reaksi. = kecepatan reaksi zat B = pengurangan konsentrasi zat B per satuan waktu.= + ——– = + ———a dt b dt m dt n dt dimana: . Kereakifan dari katalis bergantung dari jenis dan konsentrasi yang digunakan. Semakin tinggi suhu reaksi.1/n . Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh ukuran partikel/zat. d(A) /dt = r A . tidak berubah pada akhir reaksi. Ketika reaksi selesai. katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. . maka akan didapatkan kembali massa katalasis yang sama seperti pada awal ditambahkan. Didalam reaksi heterogen. d(B) /dt = r B . . = kecepatan reaksi zat M = penambahan konsentrasi zat M per satuan waktu. yaitu reaksi heterogen dan reaksi homogen.1/m . katalis berada dalam fase yang sama dengan reaktan. Sedangkan pada dalam reaksi homogen.

karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawa-senyawa kimia tersebut.Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen. Hal ini berarti reaksi di atas harus berlangsung dalam beberapa tahap dan diperkirakan tahaptahapnya adalah : Tahap 1: HBr + O 2 → HOOBr Tahap 2: HBr + HOOBr → 2HOBr Tahap 3: (HBr + HOBr → H 2 O + Br 2 ) x 2 —————————————————— + 4 HBr + O 2 → 2H 2 O + 2 Br 2 (lambat) (cepat) (cepat) . minyak dan air). Fase juga dapat diterapkan dalam dua zat cair dimana keduanya tidak saling melarutkan (contoh. cair dan gas). akan tetapi lebih sedikit luas. Contoh: 4 HBr(g) + O 2 (g) → 2 H 2 O(g) + 2 Br 2 (g) Dari persamaan reaksi di atas terlihat bahwa tiap 1 molekul O 2 bereaksi dengan 4 molekul HBr. Energi Aktivasi Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. Suatu reaksi baru dapat berlangsung apabila ada tumbukan yang berhasil antara molekul-molekul yang bereaksi. Fase dapat juga meliputi padat. Tumbukan sekaligus antara 4 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 kecil sekali kemungkinannya untuk berhasil. Tumbukan yang mungkin berhasil adalah tumbukan antara 2 molekul yaitu 1 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 . Campuran antara padat dan cair terdiri dari dua fase. Fase berbeda denga istilah keadaan fisik (padat. Kita dapat menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi Maxwell-Boltzmann seperti ini: Terjadinya Kecepatan Reaksi Dalam suatu reaksi kimia berlangsungnya suatu reaksi dari keadaan semula (awal) sampai keadaan akhir diperkirakan melalui beberapa tahap reaksi. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi. Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan terdiri hanya dari satu fase. dua komponen itu berada dalam fase yang berbeda. cair dan gas.

tahap ini disebut tahap penentu kecepatan reaksi. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk. o Jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah. lengkap dengan keterangan wujudnya. o Atom-atom ditata ulang membentuk produk reaksi. o Ikatan kimia dalam pereaksi diputuskan dan terbentuk ikatan baru dalam produknya. 2). Contoh : Keterangan : • Tanda panah menunjukkan arah reaksi (artinya = membentuk atau bereaksi menjadi). • Bilangan yang mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi (untuk menyetarakan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi). s = solid dan aq = aqueous / larutan berair ). Menuliskan Persamaan Reaksi. Persamaan reaksi Menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai dengan koefisiennya masing-masing. • Koefisien reaksi juga menyatakan perbandingan paling sederhana dari partikel zat yang terlibat dalam reaksi.Dari contoh di atas ternyata secara eksperimen kecepatan berlangsungnya reaksi tersebut ditentukan oleh kecepatan reaksi pembentukan HOOBr yaitu reaksi yang berlangsungnya paling lambat. Penyetaraan. tetapi ikatan kimia di antaranya berubah. • Huruf kecil dalam tanda kurung menunjukkan wujud atau keadaan zat yang bersangkutan ( g = gass. Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dengan 2 langkah : 1). o Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi = reaktan ) menjadi zat baru (produk). Rangkaian tahap-tahap reaksi dalam suatu reaksi disebut “mekanisme reaksi” dan kecepatan berlangsungnya reaksi keselurahan ditentukan oleh reaksi yang paling lambat dalam mekanisme reaksi. 1). l = liquid. Oleh karena itu. Contoh : Langkah 1 : (belum setara) . yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas ( cara sederhana ).

Tetapkan koefisien salah satu zat. Langkah 2 : Menetapkan koefisien C 2 H 6 = 1 sedangkan koefisien yang lain ditulis dengan huruf. Contoh : Langkah 1 : Persamaan reaksi yang belum setara. Setarakan unsur lainnya. c). Langkah-langkahnya ( cara matematis ) : a). Dari langkah 3.Langkah 2 : 2). Biasanya akan membantu jika atom O disetarakan paling akhir. Langkah 3 : Jumlah atom di ruas kiri dan kanan : Atom C H O Ruas kiri 2 6 2a Ruas kanan b 2c 2b+c Langkah 4 : Jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan. biasanya zat yang rumusnya paling kompleks = 1. (sudah setara) Menyetarakan Persamaan Reaksi. diperoleh : b = 2 ……………. diperoleh : 2c = 6 c = 6/2 = 3 ………. sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara dengan huruf. (i) 2c = 6 ……………. (ii) 2a = (2b + c) ……. b). (iv) .. Setarakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien 1 itu. (iii) Dari persamaan (ii).

tatanama senyawa kimia Tata Nama Senyawa Sederhana 1). 1 = mono 5 2 = di 3 = tri 4 = tetra = penta 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 10 = deka 9 = nona . Tata Nama Senyawa Molekul ( Kovalen ) Biner.Persamaan (i) dan (iv) disubstitusikan ke persamaan (iii) : 2a = (2b + c) …….(2) + 3} = 7 a =7/2 …………. Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur. B-Si-C-Sb-As-P-N-H-Te-Se-S-I -Br-Cl-O-F Contoh : ………(lengkapi sendiri) b).. (iii) 2a = {(2). Contoh : air (H 2 O). (v) Langkah 5 : Nilai-nilai a. amonia (NH a). serta melengkapi wujud zatnya. Nama Senyawa Nama senyawa biner dari dua jenis unsur non logam adalah rangkaian nama kedua jenis unsur tersebut dengan akhiran –ida (ditambahkan pada unsur yang kedua).. maka senyawa-senyawa yang terbentuk dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani...(x 2) Langkah 6 : Memeriksa kembali jumlah atom di ruas kiri dan kanan. ditulis di depan. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa. 3 ) Rumus Senyawa Unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut. b dan c disubstitusikan ke persamaan reaksi : ………….

Contoh : ………(lengkapi sendiri) Cara ini kurang informatif karena tidak menyatakan bilangan oksidasi unsur logam yang bersangkutan. Nama Senyawa b). Tata Nama Senyawa Ion. basa dan garam. sedangkan angka indeks tidak disebutkan. Rumus Senyawa Unsur logam ditulis di depan. Senyawa terner sederhana meliputi : asam. Kation dan anion diberi indeks sedemikian rupa sehingga senyawa bersifat netral ( jumlah muatan positif = jumlah muatan negatif). Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Ø Jika unsur logam mempunyai lebih dari sejenis bilangan oksidasi.Angka indeks satu tidak perlu disebutkan. Nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation (di depan) dan nama anionnya (di belakang). Contoh : ………(lengkapi sendiri) Ø Berdasarkan cara lama. Senyawa yang sudah umum dikenal. Tata Nama Senyawa Terner. tidak perlu mengikuti aturan di atas. Contoh : ………. maka senyawasenyawanya dibedakan dengan menuliskan bilangan oksidasinya (ditulis dalam tanda kurung dengan angka Romawi di belakang nama unsur logam itu).(lengkapi sendiri) c). . Contoh : ………(lengkapi sendiri) Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation dan anionnya. kecuali untuk nama senyawa karbon monoksida. Contoh : ………(lengkapi sendiri) 2). senyawa dari unsur logam yang mempunyai 2 jenis muatan dibedakan dengan memberi akhiran –o untuk muatan yang lebih rendah dan akhiran – i untuk muatan yang lebih tinggi. 3). = ion bermuatan positif (ion logam) = ion bermuatan negatif (ion non logam atau ion poliatom) Kation Anion a).

a). Tata Nama Basa. Basa adalah zat yang jika di dalam air dapat menghasilkan ion OHPada umumnya. Senyawa organik adalah senyawa-senyawa C dengan sifat-sifat tertentu.Reaksi antara asam dengan basa menghasilkan garam. Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam . Tata Nama Garam. Nama anion sisa asam = nama asam yang bersangkutan tanpa kata asam. Contoh : ………(lengkapi sendiri) 4). Contoh : ………(lengkapi sendiri) c). mempunyai nama lazim atau nama dagang ( nama trivial ). Contoh : H 3 + ) dan suatu anion PO 4 Nama asam = asam fosfat = PO 4 3. Asam adalah senyawa hidrogen yang di dalam air mempunyai rasa masam. dianggap sebagai ion H yang disebut sisa asam . Rumus asam terdiri atas atom H (di depan. Tata Nama Senyawa Organik. Rumus dan penamaannya = senyawa ion.(fosfat) Rumus sisa asam b). basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion Nama basa = nama kationnya yang diikuti kata hidroksida . Senyawa organik mempunyai tata nama khusus. Tata Nama Asam. gas-gas yang volumnya sama mengandung jumlah partikel yang sama pula. bukan senyawa ion.” Contoh : Pada pembentukan molekul H 2L H 2 2 O ( g ) + 1L O 2 ( g ) --> 2L H 2 O( g ) . Hukum Avogadro Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama. Catatan : perlu diingat bahwa asam adalah senyawa molekul.

2 molekul H Catatan : 2 1 molekul O 2 2 molekul H 2 O Jika volume dan jumlah molekul salah 1 zat diketahui. a) Persamaan reaksinya! b) Volume gas H 2 yang diperlukan! c) Volume gas NH 3 yang dihasilkan! Jawab : a) Persamaan reaksinya : b) = =6L Jadi volume gas H 2 yang diperlukan dalam reaksi adalah 6 L. maka volume dan jumlah molekul zat lain dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan: dan Keterangan : V = volume molekul ( L ) X = jumlah partikel ( molekul Contoh soal : ) Pada suhu dan tekanan yang sama. . sebanyak 2 L gas nitrogen (N dengan gas H Tentukan : 2 2 ) tepat bereaksi membentuk gas NH 3 (amonia).

perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana. Contoh soal : Karbon dapat bergabung dengan hidrogen dengan perbandingan 3 : 1. Berapa massa hidrogen yang diperlukan untuk bereaksi dengan 900 gram C pada metana? Jawab : C 2 2 . yaitu CO dan CO kedua senyawa itu sama (berarti jumlah C sama). maka : Massa O dalam CO : massa O dalam CO sederhana (yaitu = 1:2 ). ” Contoh : C dan O dapat membentuk dua jenis senyawa. maka perbandingan massa salah satu unsur yang terikat pada massa unsur lain yang sama. ” Contoh : Dua volum gas hidrogen bereaksi dengan satu volum gas oksigen membentuk dua volum uap air. merupakan bilangan bulat dan sederhana. Jika massa C dalam akan merupakan bilangan bulat dan : H = 3 : 1 sehingga : 900 : m H = 3 : 1 . Hukum Perbandingan Volum ( Hukum Gay Lussac ) Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama. gas hidrogen + gas oksigen −−> uap air 2V1V2V Perbandingan volumenya = 2 : 1 : 2 Hukum Kelipatan Perbandingan / Hukum Perbandingan Berganda ( Hukum Dalton ) Yaitu : “ Jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa.c) = =4L 3 Jadi volume gas NH yang dihasilkan oleh reaksi tersebut adalah 4 L. membentuk gas metana.

125 2 ) dan oksigen (O 2 ) dengan perbandingan Massa zat sisa 1 gram H 1 gram O 2 2 0.91 % Massa H2 (gram ) 1 2 3 3 4 : 88. Yaitu : “ Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. sehingga 7 gram Fe akan bereaksi dengan 4 gram S membentuk 11 gram FeS. ” Contoh : Air tersusun oleh unsur-unsur hidrogen (H yang selalu tetap yaitu : 11..81 % = 1 : 8 Massa Massa O2 H2O (gram (gram) ) 8 9 16 18 16 25 25 18 27 28. a) Massa S = 8 gram Massa Fe = …? . jika sebanyak 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S! c) Massa S dan massa Fe yang dibutuhkan untuk menghasilkan 22 gram senyawa FeS! Jawab : Reaksi : 7 4 11 Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.875 gram H 2 Contoh soal : Jika diketahui perbandingan massa besi (Fe) dan belerang (S) dalam pembentukan senyawa besi (II) sulfida (FeS) adalah 7 : 4 maka tentukan : a) Massa besi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 8 gram belerang! b) Massa belerang yang tersisa. massa H yang diperlukan adalah 300 gram Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust ). Jadi.

menghasilkan kalsium oksida.6 gram mO 2 = .Jadi massa Fe yang dibutuhkan adalah 14 gram.contoh soa: Pada wadah tertutup. Jika massa kalsium oksida yang dihasilkan adalah 5. b) 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S.6 gram Jadi massa oksigen yang diperlukan adalah 1. berarti seluruh Fe habis bereaksi. 4 gram logam kalsium dibakar dengan oksigen. massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.6 gram.m Ca = (5.6 – 4. Massa Fe yang bereaksi = 21 gram Massa S yang tersisa = ( 15-12 ) gram = 3 gram Jadi massa S yang tersisa adalah 3 gram. maka berapa massa oksigen yang diperlukan? Jawab : m Ca = 4 gram m CaO = 5.0) gram = 1. . ” Contoh : 40 gram Ca + 12 gram C 16 gram O 2 --> 56 gram CaO + 32 gram O 2 --> 44 gram CO 2 .6 gram.? Berdasarkan hukum kekekalan massa : Massa sebelum reaksi = massa sesudah reaksi m Ca + m O 2 = m CaO m O 2 = m CaO .. Hukum Kekekalan Massa ( Hukum Lavoisier ) Yaitu : “ Dalam sistem tertutup. berarti : Fe : S = 21 : 15 = 7 : 5 Belerang berlebih. c) Untuk membentuk 22 gram FeS : Jadi massa Fe dan S yang dibutuhkan adalah 14 gram dan 8 gram.

gros). o Mol menghubungkan massa dengan jumlah partikel zat.02 x 10 23 23 23 (disebut tetapan b) Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel Dirumuskan : .02 x 10 molekul H 2 SO 4 . Contoh : 1 mol air artinya : sekian gram air yang mengandung 6.02 x 10 23 atom besi. 1 mol asam sulfat artinya : sekian gram asam sulfat yang mengandung 6. tetapi ukurannya jauh lebih besar. Kemolaran. dinyatakan dengan L ). 1 mol besi artinya : sekian gram besi yang mengandung 6. o Mol merupakan satuan jumlah (seperti lusin.02 x 10 23 partikel L = 6. 1 mol = 6. Volum gas dapat digambarkan sebagai berikut: o Jumlah partikel dalam 1 mol (dalam 12 gram C-12) yang ditetapkan melalui berbagai metode eksperimen dan sekarang ini kita terima adalah 6.Konsep Mol a) Definisi Mol o Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang = jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12. Hubungan mol dengan jumlah partikel. Massa.02 x 10 23 molekul air.02 x 10 Avogadro.

Contoh : zAr Fe = 56.Keterangan : n = jumlah mol = jumlah partikel c) Massa Molar (m m ) o Massa molar menyatakan massa 1 mol zat . gas-gas bervolum sama akan mengandung jumlah molekul yang sama pula. maka : Kesimpulan : Massa 1 mol suatu zat = Ar atau Mr zat tersebut (dinyatakan dalam gram). . artinya : massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56 : 12 artinya : massa 1 molekul air : massa 1 atom C-12 = 18 : 12 Mr H 2 O = 18. o Menurut Avogadro. pada suhu dan tekanan yang sama. o Massa molar zat berkaitan dengan Ar atau Mr zat itu. Untuk unsur yang partikelnya berupa atom : m m = Ar gram mol -1 Untuk zat lainnya : m m = Mr gram mol -1 d) Hubungan Jumlah Mol (n) dengan Massa Zat (m) Dirumuskan : dengan : m = massa n = jumlah mol m m = massa molar e) Volum Molar Gas (V m ) o Adalah volum 1 mol gas. karena Ar atau Mr zat merupakan perbandingan massa antara partikel zat itu dengan atom C-12. Karena : 1 mol C-12 = 12 gram (standar mol). o Satuannya adalah gram mol -1 .

volum gas hanya bergantung pada jumlah molnya. maka pada suhu dan tekanan yang sama. Dinyatakan dengan istilah RTP ( Room Temperature and Pressure ). volum molar gas ( V 2) Keadaan Kamar Adalah suatu keadaan dengan suhu 25 o C dan tekanan 1 atm. Dinyatakan dengan istilah STP ( Standard Temperature and Pressure ).o Artinya. pada suhu dan tekanan yang sama. gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan mempunyai volum yang sama pula. Pada keadaan RTP. 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg V = volum gas (L) n = jumlah mol gas R = tetapan gas (0. 1 mol setiap gas mempunyai volum yang sama.082 L atm/mol K) T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius) . Pada keadaan STP. o Oleh karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul sama yaitu 6.4 liter/mol = 24 liter/mol 3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal : P = tekanan gas (atm). volum molar gas ( V m) m) = 22. o Jadi : pada suhu dan tekanan yang sama. Dirumuskan : dengan : V = volum gas n = jumlah mol Vm = volum molar Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan : 1) Keadaan Standar Adalah suatu keadaan dengan suhu 0 o C dan tekanan 1 atm.02 x 10 23 molekul.

PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK Usaha pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kesamaan sifat dilakukan agar unsur-unsur tersebut mudah dipelajari. dalam tiap liter larutan terdapat 0. Adanya kesamaan sifat yang ditemukan pada beberapa unsur menarik perhatian para ahli kimia untuk mulai mengelompokannya. atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap mL larutan .7 mg) NaCl. Pada abad ke-19 para ahli kimia mulai dapat menghitung massa atom secara akurat. Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur.7 gram) NaCl atau dalam tiap mL larutan terdapat 0. Dirumuskan : dengan : M = kemolaran larutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan Misalnya : larutan NaCl 0. A.2 mmol (= 11. Johan Wolfgang Dobereiner mempelajari sifat-sifat beberapa unsur yang sudah diketahui pada saat itu. Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Apabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan massa . lalu mengelompokkan unsur-unsur tersebut menurut kemiripan sifatnya. 1. Triade Dobereiner Pada tahun 1829.2 mol (= 11.2 M artinya. Ternyata tiap kelompok terdiri dari tiga unsur sehingga disebut triade.4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain Misalkan : Gas A dengan jumlah mol = n 1 dan volum = V 1 Gas B dengan jumlah mol = n 2 dan volum = V 2 Maka pada suhu dan tekanan yang sama : f) Kemolaran Larutan (M) Kemolaran adalah suatu cara untuk menyatakan konsentrasi (kepekatan) larutan.

2) Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dua ilmuwan. tabel sistem periodik mulai disusun. Sistem periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. seperti 44. Kelebihan sistem periodik Mendeleev 1) Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur. dan 100. Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah. c. d. Kekurangan sistem periodik Mendeleev 1) Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan. b. maka ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga sebagai sistem periodik unsur pendek. contoh : Te (128) sebelum I (127). 3) Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong. Ar. Susunan Newland menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. Sistem Periodik Mendeleev Pada tahun 1869. John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih banyak. 68.3. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu yang hampir bersamaan. . massa atom relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua atau satu satuan. b. maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan. dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon. Ne. Xe. dan seterusnya. 3. Mendeleev menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869. contohnya Cr = 52. 2. dua unsur yang berdekatan. Teori Oktaf Newland Pada tahun 1864. terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan. Unsur gas mulia yang pertama ditemukan ialah gas argon. maka unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga. Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik. dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur. Sistem periodik Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871. Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut: a. dan tabel periodik Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869.atomnya.0 bukan 43. a. unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan. unsur-unsur gas mulia (He. dan Rn) belum ditemukan. Kr. Pada saat daftar Oktaf Newland disusun. 2) Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya. 72. Penemuan Newland ini dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newland.

4) Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya. Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang. Dalam sistem periodik modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan. 4. Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Ada dua golongan besar. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida. Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA. ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev. yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah. Nama-nama golongan pada unsur golongan A • Golongan IA disebut golongan alkali • Golongan IIA disebut golongan alkali tanah • Golongan IIIA disebut golonga boron • Golongan IVA disebut golongan karbon • Golongan VA disebut golongan nitrogen • Golongan VIA disebut golongan oksigen • Golongan VIIA disebut golongan halogen • Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip . tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat. pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah • Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya. sampai saat ini berisi 24 unsur. Telurium mempunyai nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Henry G. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev.3) Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2. J. 5) Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan. disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Sistem Periodik Modern Pada tahun 1914. Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka: • Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur • Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya.

4. SIFAT LOGAM Sifat yang dimiliki oleh unsur sangat banyak. B. yaitu dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin besar dan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil. 3. dan unsur metaloid (semi logam). Jika kita lihat pada tabel periodik unsurnya. penghantar listrik yang baik. unsur non logam. perak. Misalnya logam berilium (Be) dan aluminium (Al). Logam banyak kita jumpai di sekitar kita. secara umum unsur dibedakan menjadi tiga kategori. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa disebut maleabilitas. tembaga. kita hanya akan membahas beberapa sifat dari unsur. cangkul. dan lain-lain.sifatnya. misalnya golok. Adapun logam yang berada di sebelahnya (dalam tabel periodik) yaitu Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur non logam yang memilki beberapa sifat logam. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. Kedua seri unsur ini disebut unsur-unsur transisi dalam. sedangkan unsur-unsur non logam terletak di bagian kanan (lihat tabel periodik unsur). antara lain: 1. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis. dan biasa disebut unsur amfoter. 2. unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil). sedangkan unsur-unsur non logam cenderung menangkap elektron (memiliki energi ionisasi yang besar). Dengan demikian. penghantar panas yang baik. dapat dilihat kecenderungan sifat logam dalam sistem periodik. logam-logam tersebut memiliki beberapa sifat bukan logam. contohnya besi. yaitu unsur logam. Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa dimanfaatka untuk membuat berbagai macam jenis barang. permukaan logam mengkilap. dan disebut unsur metaloi . unsur-unsur logam berletak pada bagian kiri. dimasukkan dalam satu golongan karena mempunyai sifat yang sangat mirip. Pada tabel periodik. emas. Sifat-sifat di atas tidak dimiliki oleh unsur-unsur bukan logam (non logam). dan lain-lain. batas antara unsur-unsur logam dan non logam sering digambarkan dengan tangga diagonal yang bergaris tebal. Pada bahasan ini. dapat meregang jika ditarik. dapat ditempa menjadi lempeng tipis. Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk membuat kawat atau kabel. Unsur-unsur di daerah perbatasan mempunyai sifat ganda. pisau. yaitu unsur-unsur lantanida. Kemampuan logam untuk meregang apabila ditarik disebut duktilitas. aluminium. 5. Berdasarkan sifat kelogamannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful