Atom

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari P Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.

Atom helium

ter 27 da nol pm ke n sa (ne (H cil Ki inti mp tral e) un sar M Sifat-sifat ato ai ) sa sur an uat Ki m de ata mp ki ma an sar ya ng up ai mi ssa list an ng Ko an un de a : rik dia ter mp 4,5 mu ng : × me dir on Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani 2 ata an ter: i − en: (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti 10 n 52 25 dar tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai k ion 0p i komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan g m pro Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini (C ton dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi s) da menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para n fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, ne membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika [1] utr kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom. on Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil Klasifikasi yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,[catatan 1] dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.[2] Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi

Ilustrasi atom helium yang memperlihatkan inti atom (merah muda) dan distribusi awan elektron (hitam). Sat Ele Inti atom (kanan atas) berbentuk simetris 1,6 bulat, ua ktr 7× walaupun untuk inti atom yang lebih rumit ia tidaklah n − on selalu demikian. 10 62

antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

1 Sejarah 2 Komponen-komponen atom
○ ○ ○

2.1 Partikel subatom 2.2 Inti atom 2.3 Awan elektron 3.1 Sifat-sifat nuklir 3.2 Massa 3.3 Ukuran 3.4 Peluruhan radioaktif 3.5 Momen magnetik 3.6 Aras-aras energi 3.7 Valensi dan perilaku ikatan 3.8 Keadaan

3 Sifat-sifat
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

• •

4 Identifikasi 5 Asal usul dan kondisi sekarang
○ ○ ○

5.1 Nukleosintesis 5.2 Bumi 5.3 Bentuk teoritis dan bentuk langka

• • • •

6 Lihat pula 7 Catatan 8 Referensi

8.1 Referensi buku

9 Pranala luar

[sunting] Sejarah
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Teori atom dan Atomisme Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan terpisah yang tidak dapat dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu milenium. Namun, pemikiran tersebut masihlah bersifat abstrak dan filosofis, daripada berdasarkan pengamatan empiris dan eksperimen. Secara filosofis, deskripsi sifat-sifat atom bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut, dan seringkali pula mengandung unsur-unsur spiritual di dalamnya. Walaupun demikian, pemikiran dasar mengenai atom dapat diterima oleh para ilmuwan

ribuan tahun kemudian, karena ia secara elegan dapat menjelaskan penemuan-penemuan baru pada bidang kimia.[3] Rujukan paling awal mengenai konsep atom dapat ditilik kembali kepada zaman India kuno pada tahun 800 sebelum masehi,[4] yang dijelaskan dalam naskah filsafat Jainisme sebagai anu dan paramanu.[4][5] Aliran mazhab Nyaya dan Vaisesika mengembangkan teori yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung menjadi benda-benda yang lebih kompleks.[6] Satu abad kemudian muncul rujukan mengenai atom di dunia Barat oleh Leukippos, yang kemudian oleh muridnya Demokritos pandangan tersebut disistematiskan. Kira-kira pada tahun 450 SM, Demokritos menciptakan istilah átomos (bahasa Yunani: ἄτομος), yang berarti "tidak dapat dipotong" ataupun "tidak dapat dibagi-bagi lagi". Teori Demokritos mengenai atom bukanlah usaha untuk menjabarkan suatu fenomena fisis secara rinci, melainkan suatu filosofi yang mencoba untuk memberikan jawaban atas perubahanperubahan yang terjadi pada alam.[1] Filosofi serupa juga terjadi di India, namun demikian ilmu pengetahuan modern memutuskan untuk menggunakan istilah "atom" yang dicetuskan oleh Demokritos.[3] Kemajuan lebih jauh pada pemahaman mengenai atom dimulai dengan berkembangnya ilmu kimia. Pada tahun 1661, Robert Boyle mempublikasikan buku The Sceptical Chymist yang berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi "corpuscules", yaitu atom-atom yang berbeda. Hal ini berbeda dengan pandangan klasik yang berpendapat bahwa materi terdiri dari unsur-unsur udara, tanah, api, dan air.[7] Pada tahun 1789, istilah element (unsur) didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis, Antoine Lavoisier, sebagai bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-metode kimia.[8]

Berbagai atom dan molekul yang digambarkan pada buku John Dalton, A New System of Chemical Philosophy (1808).

meskipun demikian tidak dapat dengan bebas berputar spiral ke dalam maupun keluar dalam keadaan transisi.[17] Model atom hidrogen Bohr yang menunjukkan loncatan elektron antara orbit-orbit tetap dan memancarkan energi foton dengan frekuensi tertentu. J. yang kemudian dengan pasti menjadi verifikasi atas teori atom Dalton. dan atom-atom tersebut selanjutnya dapat bergabung untuk membentuk senyawa-senyawa kimia.[15] Thomson percaya bahwa elektron-elektron terdistribusi secara merata di seluruh atom. Thomson selanjutnya menemukan teknik untuk memisahkan jenis-jenis atom tersebut melalui hasil kerjanya pada gas yang terionisasi. Namun pada tahun 1909. Ia mengajukan pendapat bahwa setiap unsur mengandung atom-atom tunggal unik. J. Pada tahun 1877.[14] Berdasarkan hasil penelitiannya terhadap sinar katoda. dan menemukan bahwa sebagian kecil ion tersebut dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam dari yang apa yang diprediksikan oleh teori Thomson. dan pada tahun 1905 Albert Einstein membuat analisis matematika terhadap gerak ini. para peneliti di bawah arahan Ernest Rutherford menembakkan ion helium ke lembaran tipis emas. Rutherford kemudian mengajukan pendapat bahwa muatan positif suatu atom dan kebanyakan massanya terkonsentrasi pada inti atom.[18] Suatu elektron haruslah menyerap ataupun memancarkan sejumlah energi tertentu untuk dapat . Desaulx mengajukan pendapat bahwa fenomena ini disebabkan oleh gerak termal molekul air.[16] Istilah isotop kemudian diciptakan oleh Margaret Todd sebagai nama yang tepat untuk atom-atom yang berbeda namun merupakan satu unsur yang sama. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai "Gerak Brown".[11][12][13] Fisikawan Perancis Jean Perrin kemudian menggunakan hasil kerja Einstein untuk menentukan massa dan dimensi atom secara eksperimen. Pada tahun 1913. Thomson menemukan elektron dan sifat-sifat subatomiknya. Muatan positif ion helium yang melewati inti padat ini haruslah dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam. Hal ini meruntuhkan konsep atom sebagai satuan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.Pada tahun 1803. John Dalton menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsur-unsur selalu bereaksi dalam perbandingan yang bulat dan tetap. Frederick Soddy menemukan bahwa terdapat lebih dari satu jenis atom pada setiap posisi tabel periodik. Sementara itu. ketika bereksperimen dengan hasil proses peluruhan radioaktif. pada tahun 1913 fisikawan Niels Bohr mengkaji ulang model atom Rutherford dan mengajukan pendapat bahwa elektron-elektron terletak pada orbit-orbit yang terkuantisasi serta dapat meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya. yaitu ketika botaniwan Robert Brown menggunakan mikroskop untuk mengamati debu-debu yang mengambang di atas air dan menemukan bahwa debu-debu tersebut bergerak secara acak. serta mengapa gas-gas tertentu lebih larut dalam air dibandingkan dengan gas-gas lainnya. pada tahun 1897 J.J.[9][10] Teori partikel ini kemudian dikonfirmasikan lebih jauh lagi pada tahun 1827. dan muatan-muatannya diseimbangkan oleh keberadaan lautan muatan positif (model puding prem). dengan elektron yang mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari. J.

Penampakan garis-garis spektrum tertentu ini berhasil dijelaskan oleh teori transisi orbital ini. Perkembangan pada spektrometri massa mengijinkan dilakukannya pengukuran massa atom secara tepat. [19] Ikatan kimia antar atom kemudian pada tahun 1916 dijelaskan oleh Gilbert Newton Lewis sebagai interaksi antara elektron-elektron atom tersebut.[21] kimiawan Amerika Irving Langmuir tahun 1919 berpendapat bahwa hal ini dapat dijelaskan apabila elektron-elektron pada sebuah atom saling berhubungan atau berkumpul dalam bentuk-bentuk tertentu. ia menghasilkan suatu spektrum multiwarna. Oleh karena arah spin adalah acak. Menurut konsep ini. Walaupun model ini sulit untuk divisualisasikan. demikian pula sebaliknya. Hal ini kemudian dikenal sebagai prinsip ketidakpastian. dengan menggunakan pemikiran Louis de Broglie bahwa partikel berperilaku seperti gelombang. yang dirumuskan oleh Werner Heisenberg pada 1926.[22] Pada tahun 1926.[20] Atas adanya keteraturan sifat-sifat kimiawi dalam tabel periode kimia. seseorang hanya bisa mendapatkan kisaran nilai-nilai probabilitas momentum. tergantung dari apakah spin atom tersebut berorientasi ke atas ataupun ke bawah. berkas tersebut terpisah-pisah sesuai dengan arah momentum sudut atom (spin). ia dapat dengan baik menjelaskan sifat-sifat atom yang terpantau yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan oleh teori mana pun. Percobaan Stern-Gerlach pada tahun 1922 memberikan bukti lebih jauh mengenai sifat-sifat kuantum atom. Erwin Schrödinger mengembangkan suatu model atom matematis yang menggambarkan elektron sebagai gelombang tiga dimensi daripada sebagai titik-titik partikel. Konsekuensi penggunaan bentuk gelombang untuk menjelaskan elektron ini adalah bahwa adalah tidak mungkin untuk secara matematis menghitung posisi dan momentum partikel secara bersamaan. Sekelompok elektron diperkirakan menduduki satu set kelopak elektron di sekitar inti atom. Oleh sebab itu. berkas ini diharapkan menyebar menjadi satu garis. model atom yang menggambarkan elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari digugurkan dan digantikan oleh model orbital atom di sekitar inti di mana elektron paling berkemungkinan berada. Namun pada kenyataannya berkas ini terbagi menjadi dua bagian. Ketika seberkas atom perak ditembakkan melalui medan magnet.melakukan transisi antara orbit-orbit yang tetap ini.[23][24] Diagram skema spetrometer massa sederhana. Peralatan spektrometer ini menggunakan magnet untuk membelokkan trayektori . untuk setiap pengukuran suatu posisi. Apabila cahaya dari materi yang dipanaskan memancar melalui prisma.

Model-model standar fisika nuklir kemudian dikembangkan untuk menjelaskan sifat-sifat inti atom dalam hal interaksi partikel subatom ini. Namun baru-baru ini.6726 × 10−27 kg). sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh William D. Neutron tidak bermuatan listrik dan bermassa bebas 1. dalam terminologi ilmu pengetahuan modern. perkembangan pemercepat partikel dan detektor partikel mengijinkan para ilmuwan mempelajari dampak-dampak dari atom yang bergerak dengan energi yang tinggi. dan ia disebut sebagai kaidah bilangan bulat. Demikian pula halnya pada ion hidrogen positif H+. Dalam model standar fisika.839 kali massa elektron[33] atau (1. atom tersusun atas berbagai partikel subatom. Steven Chu dkk. dan banyaknya defleksi ditentukan dengan rasio massa atom terhadap muatannya. Phillips berhasil memerangkap atom natrium dalam perangkap magnet. elektron adalah yang paling ringan. Dari kesemua partikel subatom ini. di Bell Labs mengembangkan sebuah teknik untuk menurunkan temperatur atom menggunakan laser.berkas ion.6929 × 10−27 kg).[31] [sunting] Komponen-komponen atom [sunting] Partikel subatom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Partikel subatom Walaupun awalnya kata atom berarti suatu partikel yang tidak dapat dipotong-potong lagi menjadi partikel yang lebih kecil.11 × 10−31 kg dan mempunyai muatan negatif. suatu partikel bermuatan netral dengan massa yang hampir sama dengan proton.[26] Pada tahun 1950-an. Namun hidrogen-1 tidak mempunyai neutron.[32] Proton memiliki muatan positif dan massa 1. Kuark termasuk kedalam golongan partikel fermion dan merupakan salah satu dari dua bahan penyusun materi dasar (yang lainnya adalah lepton).[27] Neutron dan proton kemudian diketahui sebagai hadron. manakala neutron terdiri dari satu kuark naik dan dua kuark turun. Perbedaan massa antar isotop ini berupa bilangan bulat. Hal ini mengijinkan ilmuwan mempelajari atom dengan presisi yang sangat tinggi.[30] Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memerangkap dan memperlambat laju atom menggunakan pendinginan laser untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat-sifat atom. yaitu komposit partikelpartikel kecil yang disebut sebagai kuark. berbagai peranti yang menggunakan sebuah atom tunggal logam yang dihubungkan dengan ligan-ligan organik (transistor elektron tunggal) telah dibuat. Kimiawan Francis William Aston menggunakan peralatan ini untuk menunjukkan bahwa isotop mempunyai massa yang berbeda.[28] Sekitar tahun 1985. dan neutron.[25] Penjelasan pada perbedaan massa isotop ini berhasil dipecahkan setelah ditemukannya neutron. baik proton dan neutron terdiri dari partikel elementer yang disebut kuark.[29] Dalam sejarahnya. Pada tahun yang sama. yang pada akhirnya membawa para ilmuwan menemukan kondensasi Bose-Einstein. namun memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam inti atom. Ukuran elektron sangatlah kecil sedemikiannya tiada teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukurannya. yaitu oleh James Chadwick pada tahun 1932. Perbedaan komposisi kuark ini memengaruhi perbedaan . Claude Cohen-Tannoudji kemudian menggabungkan kedua teknik tersebut untuk mendinginkan sejumlah kecil atom sampai beberapa mikrokelvin. Proton terdiri dari dua kuark naik dan satu kuark turun.836 kali lebih berat daripada elektron (1. sebuah atom tunggal sangatlah kecil untuk digunakan dalam aplikasi ilmiah. Terdapat enam jenis kuark dan tiap-tiap kuark tersebut memiliki muatan listri fraksional sebesar +2/3 ataupun −1/3. Isotop kemudian dijelaskan sebagai unsur dengan jumlah proton yang sama. Partikel-partikel penyusun atom ini adalah elektron. proton. dengan massa elektron sebesar 9.

Inti atom terdiri atas proton dan neutron yang terikat bersama pada pusat atom. Gluon adalah anggota dari boson tolok yang merupakan perantara gaya-gaya fisika. Nukleon-nukleon tersebut terikat bersama oleh gaya tarik-menarik potensial yang disebut gaya kuat residual. setiap proton dalam inti atom harusnya menduduki keadaan kuantum yang berbeda dengan aras energinya masing-masing. Secara kolektif.[34][35] [sunting] Inti atom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Inti atom Energi pengikatan yang diperlukan oleh nukleon untuk lolos dari inti pada berbagai isotop.5 fm. Variasi ini disebut sebagai isotop.[37] Hal ini sangatlah kecil dibandingkan dengan jari-jari atom. Pelarangan ini tidak berlaku bagi proton dan neutron yang menduduki keadaan kuantum yang sama. inti atom yang memiliki jumlah proton lebih banyak daripada neutron berpotensi jatuh ke keadaan energi yang lebih rendah melalui peluruhan radioaktif yang menyebabkan jumlah proton dan neutron seimbang. atom dengan jumlah proton dan neutron yang berimbang lebih stabil dan cenderung tidak meluruh. Diameter inti atom berkisar antara 10-15 hingga 10-14m. Oleh karena itu. Oleh karena itu.[38] Atom dari unsur kimia yang sama memiliki jumlah proton yang sama.massa dan muatan antara dua partikel tersebut. Pada jarak lebih kecil daripada 2. rasio neutron per proton yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya akan meningkat menjadi 1. disebut nomor atom. dengan meningkatnya nomor atom.5. dengan isotop unsur tertentu akan menjalankan peluruhan radioaktif. Asas Pauli ini juga berlaku untuk neutron.[40] . Pada inti yang paling berat. Kuark terikat bersama oleh gaya nuklir kuat yang diperantarai oleh gluon. Jumlah proton dan neutron suatu atom akan menentukan nuklida atom tersebut. Asas pengecualian Pauli melarang adanya keberadaan fermion yang identik (seperti misalnya proton berganda) menduduki suatu keadaan fisik kuantum yang sama pada waktu yang sama. gaya ini lebih kuat daripada gaya elektrostatik yang menyebabkan proton saling tolak menolak. sedangkan jumlah neutron relatif terhadap jumlah proton akan menentukan stabilitas inti atom. gaya tolak-menolak antar proton membuat inti atom memerlukan proporsi neutron yang lebih tinggi lagi untuk menjaga stabilitasnya.[39] Neutron dan proton adalah dua jenis fermion yang berbeda. dengan A adalah jumlah nukleon.[36] Jari-jari inti diperkirakan sama dengan fm.[40] Untuk atom dengan nomor atom yang rendah. proton dan neutron tersebut disebut sebagai nukleon (partikel penyusun inti). Namun. Suatu unsur dapat memiliki jumlah neutron yang bervariasi.

[45] Adalah proses pelepasan energi inilah yang membuat fusi nuklir pada bintang dapat dipertahankan. maka perbedaan ini disebabkan oleh pelepasan pancaran energi (misalnya sinar gamma). sebagaimana yang ditemukan pada rumus kesetaraan massa-energi Einstein.[42][43] Jika massa inti setelah terjadinya reaksi fusi lebih kecil daripada jumlah massa partikel awal penyusunnya. Inti atom juga dapat diubah melalui penembakan partikel subatom berenergi tinggi. Untuk inti yang lebih berat. Sebagai contoh. Jumlah proton dan neutron pada inti atom dapat diubah.[40] [sunting] Awan elektron Artikel utama untuk bagian ini adalah: Orbital atom dan Konfigurasi elektron . Fusi nuklir terjadi ketika banyak partikel atom bergabung membentuk inti yang lebih berat. dengan m adalah massa yang hilang dan c adalah kecepatan cahaya. atom tersebut akan berubah unsurnya. Apabila hal ini mengubah jumlah proton dalam inti. yang berarti bahwa proses ini melepaskan energi. Defisit ini merupakan bagian dari energi pengikatan inti yang baru. Pada fisi nuklir. inti dipecah menjadi dua inti yang lebih kecil.Gambaran proses fusi nuklir yang menghasilkan inti deuterium (terdiri dari satu proton dan satu neutron).[41] Fisi nuklir merupakan kebalikan dari proses fusi. Hal ini biasanya terjadi melalui peluruhan radioaktif. Ini berarti bahwa proses fusi akan bersifat endotermik. energi pengikatan per nukleon dalam inti mulai menurun. walaupun hal ini memerlukan energi yang sangat tinggi oleh karena gaya atraksinya yang kuat.[44] Fusi dua inti yang menghasilkan inti yang lebih besar dengan nomor atom lebih rendah daripada besi dan nikel (jumlah total nukleon sama dengan 60) biasanya bersifat eksotermik. pada inti Matahari. E = mc2. proton memerlukan energi sekitar 3–10 keV untuk mengatasi gaya tolak-menolak antar sesamanya dan bergabung menjadi satu inti. Satu positron (e+) dipancarkan bersamaan dengan neutrino elektron.

Gaya ini mengikat elektron dalam sumur potensi elektrostatik di sekitar inti. satu isotop yang memiliki satu neutron (deuterium). Tiga orbital 2p memperlihatkan satu biidang simpul. Elektron dapat berubah keadaannya ke aras energi yang lebih tinggi dengan menyerap sebuah foton. dua atom dengan jumlah proton yang identik dalam intinya termasuk ke dalam unsur kimia yang sama.[47] Fungsi gelombang dari lima orbital atom pertama. memiliki sifat seperti partikel maupun seperti gelombang (dualisme gelombang-partikel).[50] [sunting] Sifat-sifat [sunting] Sifat-sifat nuklir Artikel utama untuk bagian ini adalah: Isotop dan Isotop stabil Berdasarkan definisi. atom dapat saling berikatan membentuk molekul. Hal ini berarti bahwa energi luar diperlukan agar elektron dapat lolos dari atom.[48] Bandingkan dengan energi sebesar 2. Sebagai contohnya. suatu elektron dapat pula turun ke keadaan energi yang lebih rendah dengan memancarkan energi yang berlebih sebagai foton. Hidrogen-1 adalah bentuk isotop hidrogen yang paling umum. dll.[51] Semua isotop unsur yang bernomor atom lebih besar daripada 82 bersifat radioaktif. Selain dapat naik menuju aras energi yang lebih tinggi. Atom yang kekurangan ataupun kelebihan elektron disebut sebagai ion. semua hidrogen memiliki satu proton. yakni suatu fungsi matematika yang menghitung probabilitas suatu elektron akan muncul pada suatu lokasi tertentu ketika posisinya diukur. [49] Atom bermuatan listrik netral oleh karena jumlah proton dan elektronnya yang sama. sehingga elektron yang berada dekat dengan pusat sumur potensi memerlukan energi yang lebih besar untuk lolos. Elektron. Semakin dekat suatu elektron dalam inti.3 MeV yang diperlukan untuk memecah inti deuterium. dua neutron (tritium). Awan elektron adalah suatu daerah dalam sumur potensi di mana tiap-tiap elektron menghasilkan sejenis gelombang diam (yaitu gelombang yang tidak bergerak relatif terhadap inti) tiga dimensi.[46] Hanya akan ada satu himpunan orbital tertentu yang berada disekitar inti. sama seperti partikel lainnya.[52][53] . Kadangkadang ia disebut sebagai protium.[47] Energi yang diperlukan untuk melepaskan ataupun menambah satu elektron (energi pengikatan elektron) adalah lebih kecil daripada energi pengikatan nukleon. Atom dengan jumlah proton sama namun dengan jumlah neutron berbeda adalah dua isotop berbeda dari satu unsur yang sama. karena pola-pola gelombang lainnya akan dengan cepat meluruh menjadi bentuk yang lebih stabil. hanya diperlukan 13. namun terdapat satu isotop hidrogen yang tidak memiliki neutron (hidrogen-1).6 eV untuk melepaskan elektron dari atom hidrogen. Elektron dalam suatu atom ditarik oleh proton dalam inti atom melalui gaya elektromagnetik. Sebagai contohnya. Tiap-tiap orbital atom berkoresponden terhadap aras energi elektron tertentu. semakin besar gaya atraksinya. Suatu partikel dengan energi E dibatasi pada kisaran posisi antara x1 dan x2. Dengan cara inilah. Perilaku ini ditentukan oleh orbital atom.Sumur potensial yang menunjukkan energi minimum V(x) yang diperlukan untuk mencapai tiap-tiap posisi x. Elektron yang terletak paling luar dari inti dapat ditransfer ataupun dibagi ke atom terdekat lainnya.

[61] Oleh karena itu. atom yang terkecil adalah helium dengan jari-jari 32 pm. jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya periode (atas ke bawah). sehingga satu mol karbon atom memiliki massa 0.[catatan 2] Jika sebuah apel diperbesar sampai seukuran besarnya Bumi. Namun. dan spin atom. Dua puluh tujuh unsur hanya memiliki satu isotop stabil.[59] Para kimiawan biasanya menggunakan satuan mol untuk menyatakan jumlah atom. Jumlah ini adalah sekitar 6. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah atom yang terdapat pada 12 gram persis karbon-12. Jari-jari ini bervariasi tergantung pada jenis atom.9766521 u. dan semua unsur lebih tinggi dari 83 tidak memiliki isotop stabil. Satuan ini didefinisikan sebagai seperduabelas massa atom karbon-12 netral. 269 di antaranya belum pernah terpantau meluruh.[55] [sunting] Massa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Massa atom dan Bobot atom Karena mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron.001 kg. jumlah atom di sekitarnya. sehingga dimensi atom biasanya dideskripsikan sebagai jarak antara dua inti atom ketika dua atom bergabung bersama dalam ikatan kimia.Dari sekitar 339 nuklida yang terbentuk secara alami di Bumi.022 × 1023.[54] Pada unsur kimia.[60] Pada tabel periodik unsur-unsur. Ukuran atom sangatlah kecil. Massa atom pada keadaan diam sering diekspresikan menggunakan satuan massa atom (u) yang juga disebut dalton (Da).66 × 10−27 kg.[56] [sunting] Ukuran Artikel utama untuk bagian ini adalah: Jari-jari atom Atom tidak memiliki batasan luar yang jelas. 63. jumlah keseluruhan partikel ini dalam atom disebut sebagai nomor massa. atom dapat dipantau menggunakan mikroskop gaya atom.[63] Satu tetes air pula mengandung sekitar 2 × 1021 atom oksigen.[58] Atom stabil yang paling berat adalah timbal-208. Dengan demikian suatu unsur dengan massa atom 1 u akan memiliki satu mol atom yang bermassa 0. 80 dari unsur yang diketahui memiliki satu atau lebih isotop stabil. yang kira-kira sebesar 1.007825 u.[57] Atom memiliki massa yang kira-kira sama dengan nomor massanya dikalikan satuan massa atom. Unsur 43.[56] Hidrogen-1 yang merupakan isotop teringan hidrogen memiliki bobot atom 1. sehingga atom tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop optik biasa. yang dikenal pula dengan nama tetapan Avogadro. Sebaliknya jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan menurunnya nomor golongan (kanan ke kiri). jenis ikatan yang terlibat. sedemikian kecilnya lebar satu helai rambut dapat menampung sekitar 1 juta atom karbon. manakala jumlah isotop stabil yang paling banyak terpantau pada unsur timah dengan 10 jenis isotop stabil. manakala yang terbesar adalah sesium dengan jari-jari 225 pm.[52] dengan massa sebesar 207.012 kg.[64] Intan satu karat dengan massa 2 × 10-4 kg mengandung sekitar 1022 atom karbon. Sebagai contohnya.[65] [sunting] Peluruhan radioaktif Artikel utama untuk bagian ini adalah: Peluruhan radioaktif .[62] Dimensi ini ribuan kali lebih kecil daripada gelombang cahaya (400–700 nm). maka atom dalam apel tersebut akan terlihat sebesar ukuran apel awal tersebut. Karbon memiliki massa atom 12 u.

emisi lebih dari satu partikel beta. ataupun peluruhan yang mengakibatkan produksi elektron berkecepatan tinggi yang bukan sinar beta. menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik.Diagram ini menunjukkan waktu paruh (T½) beberapa isotop dengan jumlah proton Z dan jumlah proton N (dalam satuan detik). dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih rendah. Peluruhan beta dapat meningkatkan maupun menurunkan nomor atom inti sebesar satu. Peluruhan gama. Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif. terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron). Hal ini dapat terjadi setelah emisi partikel alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif. manakala transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh emisi satu positron dan satu neutrino. menyebabkan inti melepaskan partikel ataupun radiasi elektromagnetik.[66] Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:[67][68] • Peluruhan alfa. • • Jenis-jenis peluruhan radioaktif lainnya yang lebih jarang meliputi pelepasan neutron dan proton dari inti. Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta. Peluruhan beta. dan produksi foton berenergi tinggi yang bukan sinar gama Tiap-tiap isotop radioaktif mempunyai karakteristik periode waktu peluruhan (waktu paruh) yang merupakan lamanya waktu yang diperlukan oleh setengah jumlah sampel untuk . Radioaktivitas dapat terjadi ketika jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya bekerja pada jarak sekitar 1 fm). ataupun proton menjadi neutron. diatur oleh gaya lemah. Hasil peluruhan ini adalah unsur baru dengan nomor atom yang lebih kecil. dan dihasilkan oleh transformasi neutron menjadi proton. Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu elektron dan satu antineutrino.

dan neutron semuanya memiliki spin ½ ħ. untuk unsur-unsur tertentu (seperti xenon-129). Hal ini diukur oleh besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom dan biasanya diekspresikan dengan satuan elektronvolt (eV).[70][71] Inti atom juga dapat memiliki spin. Keadaan energi terendah suatu elektron yang terikat disebut sebagai keadaan dasar.[72][73] [sunting] Aras-aras energi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aras energi dan Garis spektrum atom Ketika suatu elektron terikat pada sebuah atom. hanya akan tersisa 25% isotop. ia memiliki energi potensial yang berbanding terbalik terhadap jarak elektron terhadap inti. ia haruslah menyerap ataupun memancarkan foton pada energi yang sesuai dengan perbedaan energi . manakala inti atom memiliki momentum sudut pula oleh karena spin nuklirnya sendiri. atau "spin-½". Kondisi ini disebut sebagai hiperpolarisasi. Proses peluruhan bersifat eksponensial. pasangan elektron yang terikat satu sama lainnya memiliki spin yang berlawanan. sehingga setelah dua waktu paruh. Kedua spin yang berlawanan ini akan saling menetralkan. manakala keadaan energi yang lebih tinggi disebut sebagai keadaan tereksitasi. Namun. Fenomena ini memiliki aplikasi yang penting dalam pencitraan resonansi magnetik. Bahan-bahan yang bersifat paramagnetik memiliki atom dengan momen magnetik yang tersusun acak. dan tiap-tiap keadaan berkorespondensi terhadap aras energi tertentu. proton.[74] Agar suatu elektron dapat meloncat dari satu keadaan ke keadaan lainnya.[69] Medan magnet yang dihasilkan oleh suatu atom (disebut momen magnetik) ditentukan oleh kombinasi berbagai macam momentum sudut ini.[66] [sunting] Momen magnetik Artikel utama untuk bagian ini adalah: Momen dipol magnetik elektron dan Momen magnetik nuklir Setiap partikel elementer mempunyai sifat mekanika kuantum intrinsik yang dikenal dengan nama spin. dengan satu berspin naik. Proses ini disebut sebagai interaksi pertukaran.[70] Pada atom berelektron ganjil seperti besi. Oleh karena elektron mematuhi asas pengecualian Pauli. Spin beranalogi dengan momentum sudut suatu objek yang berputar pada pusat massanya. Ketika momen magnetik atom feromagnetik tersusun berjajaran. momen magnetik tiap-tiap atom individu tersebut akan tersusun berjajar ketika diberikan medan magnet. Orbital-orbital atom di sekeliling atom tersebut saling bertumpang tindih dan penurunan keadaan energi dicapai ketika spin elektron yang tak berpasangan tersusun saling berjajar. yakni tiada dua elektron yang dapat ditemukan pada keadaan kuantum yang sama. kontribusi yang terbesar tetap berasal dari spin. Dalam atom.meluruh habis. sehingga momen dipol magnetik totalnya menjadi nol pada beberapa atom berjumlah elektron genap. adanya keberadaan elektron yang tak berpasangan menyebabkan atom tersebut bersifat feromagnetik. Spin diukur dalam satuan tetapan Planck tereduksi (ħ). bahan yang tersusun oleh atom ini dapat menghasilkan medan makroskopis yang dapat dideteksi. adalah mungkin untuk memolarisasi keadaan spin nuklir secara signifikan sehingga spin-spin tersebut tersusun berjajar dengan arah yang sama. dengan elektron. dan yang satunya lagi berspin turun. walaupun secara kaku partikel tidaklah berperilaku seperti ini. Namun. Namun. Biasanya spin inti tersusun secara acak oleh karena kesetimbangan termal. elektron yang bergerak di sekitar inti atom selain memiliki spin juga memiliki momentum sudut orbital. elektron-elektron yang terikat hanya dapat menduduki satu set keadaan yang berpusat pada inti. sehingga tiada medan magnet yang dihasilkan. Dalam model mekanika kuantum.

[81] Ikatan kimia dapat dilihat sebagai transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya. Oleh karena itu. Elektron yang tereksitasi akan secara spontan memancarkan energi ini sebagai foton dan jatuh kembali ke aras energi yang lebih rendah. Jumlah elektron valensi menentukan perilaku ikatan atom tersebut dengan atom lainnya. Atom cenderung bereaksi dengan satu sama lainnya melalui pengisian (ataupun pengosongan) elektron valensi terluar atom. garis-garis spektrum terpisah menjadi tiga atau lebih komponen. Efek Zeeman disebabkan oleh interaksi medan magnet dengan momen magnetik atom dan elektronnya. Hal ini terjadi karena kopling spin-orbit yang merupakan interaksi antara spin dengan gerak elektron terluar. dan faktor-faktor lainnya. subkelopak yang terisi dengan elektron.[79] Keberadaan medan listrik eksternal dapat menyebabkan pemisahan dan pergeseran garis spektrum dengan mengubah aras energi elektron. atom berperilaku seperti bahan penyaring yang akan membentuk sederetan pita absorpsi.[83][84] [sunting] Keadaan .potensial antar dua aras tersebut. Ketika suatu spektrum energi yang berkelanjutan dipancarkan melalui suatu gas ataupun plasma. ikatan kimia antara unsur-unsur ini cenderung berupa pembagian elektron daripada transfer elektron. sehingga akan tampak sebagai satu garis spektrum. banyak pula unsur yang menunjukkan perilaku valensi berganda. Beberapa atom dapat memiliki banyak konfigurasi elektron dengan aras energi yang sama. Contohnya meliputi unsur karbon dalam senyawa organik. Sehingga. Energi foton yang dipancarkan adalah sebanding dengan frekuensinya. Fenomena ini disebut sebagai efek Stark. interaksi elektromagnetik antar elektron.[75] Tiap-tiap unsur memiliki spektrum karakteristiknya masing-masing. Unsur-unsur dengan jumlah elektron valensi yang sama dikelompokkan secara vertikel (disebut golongan).[78] Ketika suatu atom berada dalam medan magnet eksternal. Pengukuran spektroskopi terhadap kekuatan dan lebar pita spektrum mengijinkan penentuan komposisi dan sifat-sifat fisika suatu zat. atau kecenderungan membagi elektron dengan jumlah yang berbeda pada senyawa yang berbeda.[80] [sunting] Valensi dan perilaku ikatan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Valensi (kimia) dan Ikatan kimia Kelopak atau kulit elektron terluar suatu atom dalam keadaan yang tak terkombinasi disebut sebagai kelopak valensi dan elektron dalam kelopak tersebut disebut elektron valensi. menyebabkan elektron berpindah aras energi. menyebabkan garis spektrum berganda. beberapa foton diserap oleh atom. seperti yang terpantau pada natrium klorida dan garam-garam ionik lainnya.[77] Pemantauan cermat pada garis-garis spektrum menunjukkan bahwa beberapa memperlihatkan adanya pemisahan halus. Hal ini disebut sebagai efek Zeeman. Unsur-unsur pada bagian terkanan tabel memiliki kelopak terluarnya terisi penuh.[82] Unsur-unsur kimia sering ditampilkan dalam tabel periodik yang menampilkan sifat-sifat kimia suatu unsur yang berpola. Interaksi medan magnet dengan atom akan menggeser konfigurasi-konfigurasi elektron menuju aras energi yang sedikit berbeda.[76] Contoh garis absorpsi spektrum. menyebabkan unsur-unsur tersebut cenderung bersifat inert (gas mulia). Namun. Hal ini bergantung pada muatan inti.

atom dapat membentuk kondensat Bose-Einstein.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Keadaan materi dan Fase benda Gambaran pembentukan kondensat Bose-Einstein. cair.[85] Dalam tiap-tiap keadaan tersebut pula materi dapat memiliki berbagai fase. Apabila sampel tersebut mengandung sejumlah isotop. yakni suhu dan tekanan.[87][88] Kumpulan atom-atom yang dilewat-dinginkan ini berperilaku seperti satu atom super. Sejumlah atom ditemukan dalam keadaan materi yang berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik benda. Muatan yang ada menyebabkan trayektori atom melengkung ketika ia melalui sebuah medan magnet. Sebagai contohnya pada karbon padat. Mikroskop penerowongan payaran (scanning tunneling microscope) adalah suatu mikroskop yang digunakan untuk melihat permukaan suatu benda pada tingkat atom. Spektrometer massa menggunakan prinsip ini untuk menghitung rasio massa terhadap muatan ion. Sebuah atom dapat diionisasi dengan melepaskan satu elektronnya.[89] [sunting] Identifikasi Citra mikroskop penerowongan payaran yang menunjukkan atom-atom individu pada permukaan emas (100). Jari-jari trayektori ion tersebut ditentukan oleh massa atom. gas.[86] Pada suhu mendekati nol mutlak. Dengan mengubah kondisi tersebut. materi dapat berubah-ubah menjadi bentuk padat. di mana efek-efek mekanika kuantum yang biasanya hanya terpantau pada skala atom terpantau secara makroskopis. Alat ini menggunakan fenomena penerowongan kuantum yang mengijinkan partikel-partikel menembus sawar yang biasanya tidak dapat dilewati. dan plasma. ia dapat berupa grafit maupun intan. spektrometer massa dapat menentukan proporsi tiap-tiap isotop .

[106] [sunting] Bumi . sehingga densitas di sekelilingnya adalah sekitar 103 atom/m3. Teknik untuk menguapkan atom meliputi spektroskopi emisi atomik plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy) dan spektrometri massa plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma mass spectrometry). dan proses evolusioner bintang akan menyebabkan peningkatan kandungan unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium dalam medium antarbintang.[104] Hal ini terjadi ketika sebuah proton berenergi tinggi menumbuk inti atom. menyebabkan sejumlah besar nukleon berhamburan. [99][100][101] Atom pertama (dengan elektron yang terikat dengannya) secara teoritis tercipta 380.dengan mengukur intensitas berkas ion yang berbeda. Unsur yang lebih berat daripada besi dihasilkan di supernova melalui proses r dan di bintang-bintang AGB melalui proses s.[90] Metode lainnya yang lebih selektif adalah spektroskopi pelepasan energi elektron (electron energy loss spectroscopy). inti atom mulai bergabung dalam bintang-bintang melalui proses fusi nuklir dan menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat sampai dengan besi. Sampai dengan 95% atom Bima Sakti terkonsentrasi dalam bintang-bintang. Warna bintang kemudian dapat direplikasi menggunakan lampu lucutan gas yang mengandung unsur yang sama. Tomografi kuar atom memiliki resolusi sub-nanometer dalam 3-D dan dapat secara kimiawi mengidentifikasi atomatom individu menggunakan spektrometri massa waktu lintas. dengan densitas materi dalam medium antarbintang berkisar antara 105 sampai dengan 109 atom/m3. yaitu ketika alam semesta yang mengembang cukup dingin untuk mengijinkan elektron-elektron terikat pada inti atom.25 atom/m3. Dalam masa waktu tiga menit sesudahnya. dan massa total atom ini membentuk sekitar 10% massa galaksi.[103] Isotop seperti litium-6 dihasilkan di ruang angkasa melalui spalasi sinar kosmis. atom memiliki konsentrasi yang lebih tinggi.[96] Bintang membentuk awan-awan padat dalam medium antarbintang. nukleosintesis Dentuman Besar kebanyakan menghasilkan helium.[105] Unsur-unsur seperti timbal kebanyakan dibentuk melalui peluruhan radioaktif unsur-unsur lain yang lebih berat.[91] Spektrum keadaan tereksitasi dapat digunakan untuk menganalisa komposisi atom bintang yang jauh. litium.[93] [sunting] Asal usul dan kondisi sekarang Atom menduduki sekitar 4% densitas energi total yang ada dalam alam semesta terpantau. Kedua-duanya melibatkan penangkapan neutron oleh inti atom. dan deuterium.[97] Massa sisanya adalah materi gelap yang tidak diketahui dengan jelas. dan mungkin juga beberapa berilium dan boron.[94] Dalam galaksi Bima Sakti.[102] Sejak saat itulah. yaitu suatu daerah yang mengandung banyak gas ion.[95] Matahari sendiri dipercayai berada dalam Gelembung Lokal. keduanya menggunakan plasma untuk menguapkan sampel analisis.000 tahun sesudah Dentuman Besar. Panjang gelombang cahaya tertentu yang dipancarkan oleh bintang dapat dipisahkan dan dicocokkan dengan transisi terkuantisasi atom gas bebas.[92] Helium pada Matahari ditemukan dengan menggunakan cara ini 23 tahun sebelum ia ditemukan di Bumi. yang mengukur pelepasan energi berkas elektron dalam suatu mikroskop elektron transmisi ketika ia berinteraksi dengan sampel.[98] [sunting] Nukleosintesis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nukleosintesis Proton dan elektron yang stabil muncul satu detik setelah kejadian Dentuman Besar. dengan densitas rata-rata sekitar 0.

dan antiproton adalah proton yang bermuatan negatif. Ketika materi dan antimateri bertemu. sehingga unsur-unsur ini telah lama meluruh.[116] Bumi mengandung sekitar 1. antihidrogen berhasil disintesis di laboratorium CERN di Jenewa. dan oksida.[113][114] Unsur-unsur transuranium memiliki waktu paruh radioaktif yang lebih pendek daripada umur Bumi[115]. silikat.[117] Pada atmosfer planet. dengan 126 proton 184 neutron.[110] Beberapa atom di Bumi secara buatan dihasilkan oleh reaktor ataupun senjata nuklir. Sehingga.[111][112] Dari semua Unsur-unsur transuranium yang bernomor atom lebih besar daripada 92. dan nitrogen diatomik. Pengecualian terdapat pada plutonium-244 yang kemungkinan tersimpan dalam debu kosmik.[109] Terdapat sekelumit atom di Bumi yang pada awal pembentukannya tidak ada dan juga bukan merupakan akibat dari peluruhan radioaktif. Sisa 99% atom pada atmosfer bumi terikat dalam bentuk molekul. pada tahun 1996. positron adalah antielektron yang bermuatan positif. Atom juga dapat bergabung membentuk bahan-bahan yang tidak terdiri dari molekul. Antimateri tidak pernah ditemukan secara alami. hanya plutonium dan neptunium sajalah yang terdapat di Bumi secara alami. keduanya akan saling memusnahkan. terdapat suatu "pulau stabilitas" yang diajukan untuk beberapa unsur dengan nomor atom di atas 103. oksigen diatomik. walaupun terdapat teori bariogenesis yang memberikan penjelasan yang memungkinkan. terdapat sejumlah kecil atom gas mulia seperti argon dan neon.[122][123] Namun. Ketidakseimbangan ini masih belum dipahami secara menyeluruh.[118][119] [sunting] Bentuk teoritis dan bentuk langka Pencitraan 3-Dimensi keberadaan "Pulau stabilitas" di bagian paling kanan Manakala isotop dengan nomor atom yang lebih tinggi daripada timbal (62) bersifat radioaktif. misalnya karbon dioksida.[120] Atom super berat yang stabil ini kemungkinan besar adalah unbiheksium.[121] Tiap-tiap partikel materi memiliki partikel antimaterinya masing-masing dengan muatan listrik yang berlawanan.[124][125] .[107] Kandungan alami plutonium dan neptunium dihasilkan dari penangkapan neutron dalam bijih uranium.33 × 1050 atom. Pada permukaan Bumi.Kebanyakan atom yang menyusun Bumi dan termasuk pula seluruh makhluk hidupnya pernah berada dalam bentuk yang sekarang di nebula yang runtuh dari awan molekul dan membentuk Tata Surya.[107][108] Kebanyakan helium dalam kerak Bumi merupakan produk peluruhan alfa. Unsur-unsur super berat ini kemungkinan memiliki inti yang secara relatif stabil terhadap peluruhan radioaktif. Sisanya merupakan akibat dari peluruhan radioaktif dan proporsinya dapat digunakan untuk menentukan usia Bumi melalui penanggalan radiometrik. contohnya kristal dan logam padat ataupun cair. garam. Terdapat ketidakseimbangan antara jumlah partikel materi dan antimateri. Karbon-14 secara berkesinambungan dihasilkan oleh sinar kosmik di atmosfer. atom-atom saling berikatan membentuk berbagai macam senyawa. meliputi air.

ataupun terdiri dari unsur-unsur berbeda (misalnya air H2O). sebuah molekul terdiri dari suatu sistem stabil yang terdiri dari dua atau lebih molekul.[126][127][128] Molekul Dari Wikipedia bahasa Indonesia. elektron dapat digantikan dengan muon yang lebih berat. Dalam prakteknya. Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil. neutron. perbedaan kedua ilmu tersebut tidaklah jelas dan saling bertumpang tindih. istilah molekul digunakan secara kurang kaku. Jenis atom ini dapat digunakan untuk menguji prediksi fisika. ataupun elektron dengan partikel lain yang bermuatan sama.[3] Menurut definisi ini. Sebagai contoh. molekul berbeda dengan ion poliatomik. Dalam kimia organik dan biokimia. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Istilah molekul tak stabil digunakan untuk merujuk pada spesi-spesi kimia yang sangat reaktif.[4] Sebuah molekul dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama (misalnya oksigen O2). sehingga molekul organik dan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk molekul. [1][2] Menurut definisi ini. Dalam ilmu molekuler. istilah molekul sering digunakan untuk merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada komposisinya. Hacked By Amirul19 . cari Penggambaran tiga dimensi (kiri dan tengah) berserta dua dimensi (kanan) molekul terpenoid atisana. Kimia molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur interaksi antara molekul. atom-atom gas mulia dianggap sebagai molekul walaupun gas-gas tersebut terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan. manakala fisika molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur struktur dan sifat-sifat molekul. Atom-atom dan kompleks yang berhubungan secara non-kovalen (misalnya terikat oleh ikatan hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak dianggap sebagai satu molekul tunggal.Terdapat pula atom-atom langka lainnya yang dibuat dengan menggantikan satu proton. Dalam teori kinetika gas. Ion poliatomik dapat pula kadangkadang dianggap sebagai molekul yang bermuatan. Ilmu molekuler Ilmu yang mempelajari molekul disebut kimia molekuler ataupun fisika molekuler bergantung pada fokus kajiannya. membentuk atom muon.

air selalu memiliki nilai perbandingan atom hidrogen berbanding oksigen 2:1. asetilena memiliki rumus molekuler C2H2. Stereoisomer adalah salah satu jenis isomer yang memiliki sifat fisika dan kimia yang sangat mirip namun aktivitas biokimia yang berbeda. dimetil eter juga memiliki nilai perbandingan yang sama dengan etanol. Contohnya. Contohnya. Molekul diatomik Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Molekul dengan jumlah atom penyusun yang sama namun berbeda susunannya disebut sebagai isomer. rumus ini tidak menunjukkan bentuk ataupun susunan atom dalam molekul tersebut. Molekul terkecil adalah hidrogen diatomik (H2). Rumus kimia dan struktur molekul merupakan dua faktor penting yang menentukan sifat-sifat suatu senyawa. Perlu diperhatikan bahwa rumus empiris hanya memberikan nilai perbandingan atom-atom penyusun suatu molekul dan tidak memberikan nilai jumlah atom yang sebenarnya. Senyawa isomer memiliki rumus kimia yang sama.[sunting] Ukuran molekul Kebanyakan molekul sangatlah kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Sebagai contohnya. Panjang ikat dan sudut ikatan akan terus bergetar melalui gerak vibrasi dan rotasi. namun rumus empirisnya adalah CH. dengan keseluruhan molekul sekitar dua kali panjang ikatnya (0. [sunting] Geometri molekul Molekul memiliki geometri yang berbentuk tetap dalam keadaan kesetimbangan. Kekecualian terdapat pada DNA yang dapat mencapai ukuran makroskopis. Molekul diatomik adalah molekul yang hanya terdiri dari dua atom. Molekul dengan ukuran yang sangat besar disebut sebagai makromolekul atau supermolekul. Namun. N2. Rumus molekul menggambarkan jumlah atom penyusun molekul secara tepat. Penjelasan dan keberadaan alami . Etanol pula selalu memiliki nilai perbandingan antara karbon. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Massa suatu molekul dapat dihitung dari rumus kimianya. hidrogen. Jari-jari molekul efektif merupakan ukuran molekul yang terpantau dalam larutan. Awalan di.[5][6] [sunting] Rumus molekul Rumus empiris sebuah senyawa menunjukkan nilai perbandingan paling sederhana unsurunsur penyusun senyawa tersebut. Sering kali massa molekul diekspresikan dalam satuan massa atom yang setara dengan 1/12 massa atom karbon-12. dan oksigen 2:6:1. namun sifat-sifat yang berbeda oleh karena strukturnya yang berbeda.pada kata diatomik berasal dari bahasa Yunani yang artinya dua. Kedua atom tersebut dapat berupa unsur yang sama maupun berbeda.74 Å). Satu molekul tunggal biasanya tidak dapat dipantau menggunakan cahaya. namun dapat dideteksi menggunakan mikroskop gaya atom. cari Model CPK molekul dinitrogen.

atom. Pada Kongres Karlsruhe pada tahun 1860 yang membahas tentang berat atom. [sunting] Geometri molekul Geometri molekul molekul diatomik adalah linear. Molekul diatomik yang terdiri dari dua atom yang berbeda contohnya adalah CO dan HCl. Gay-Lussac dan von Humboldt menunjukkan bahwa air terbentuk dari dua volume air dan satu volume oksigen. Dalton berasumsi bahwa rumus molekul air adalah HO dengan berat atom oksigen 8 kali dari atom hidrogen (sebenarnya 16 kali atom hidrogen). yodium (I2). misalnya logam yang dipanaskan sampai menjadi gas. misalnya H2 dan O2. banyak molekul diatomik tidak stabil dan sangat reaktif. Alasan penolakan ini dikarenakan oleh kepercayaan saat itu bahwa atom yang berunsur sama tidak akan memiliki afinitas kimia terhadap satu sama lainnya. Walaupun demikian. Unsur-unsur yang ditemukan dalam bentuk molekul diatomik pada kondisi laboratorium 1 bar dan 25 oC meliputi hidrogen (H2). Namun. John Dalton berasumsi bahwa semua unsur secara alami berada dalam keadaan monoatomik dan atom-atom pada suatu senyawa akan memiliki rasio atom yang sama. klorin (Cl2). Jika suatu molekul diatomik terdiri dari dua unsur yang sama. secara alami berada dalam keadaan diatomik. sedangkan yang terdiri dari dua unsur yang berbeda disebut sebagai heteronuklir. hidrogen adalah molekul yang paling melimpah dalam alam semesta. Pada awalnya.[3]. Molecular Spectra and Molecular Structure IV.Dalam buku Huber dan Herzberg. juga disebabkan oleh beberapa kejanggalan hukum Avogadro yang tidak dapat dijelaskan pada saat itu. Cannizzaro mengungkit kembali pemikiran Avogadro dan menggunakannya utuk membuatu tabel berat atom yang konsisten. ia disebut sebagai homonuklir. bromin (Br2). Pada tahun 1805. Kelimpahan alami hidrogen (H2) pada atmosfer bumi hanyalah dalam kadar bagian per juta (ppm). dan astatin (At2). Hal ini didasarkan pada hukum Avogadro dan asumsi bahwa gas hidrogen dan oksigen berupa molekul diatomik. Selain itu. Walaupun demikian. Oleh karena asumsi tersebut terdapat kemelutan penentuan berat atom dan rumus molekul selama setengah abad. hasil kerja ini terus diabaikan sampai dengan tahun 1860. Ia utamanya ditemukan sebagai materi penyusun bintang. sedangkan sisa 1%-nya terdiri dari argon (0. Ia merupakan susunan geometri molekul yang paling sederhana. [sunting] Peranan penting Senyawa-senyawa diatomik memainkan peran yang penting dalam menguraikan konsep unsur. terdapat sekitar ratusan molekul diatomik yang terdaftar. Ikatan pada molekul diatomik homonuklir bersifat kovalen dan non-polar. Sebagai contoh. dan halogen: fluorin (F2). dan pada tahun 1811. Data berat atom ini sangat penting dalam penemuan tabel periodik oleh Dmitri Mendeleev dan Lothar Meyer. Constants of Diatomic Molecules[1]. Amedeo Avogadro akhirnya berhasil menentukan komposisi molekul air yang benar. Beberapa di antaranya terdeteksi secara spektroskopis pada ruang antarbintang. dan nitrogen. oksigen (O2). contohnya difosfor.9340%) dan gas lainnya. dan molekul pada abad ke-19 karena beberapa unsur-unsur penting seperti hidrogen.[2] Perlu diperhatikan pula bahwa terdapat pula molekul diatomik lainnya yang dapat terbentuk. nitrogen (N2). Kebanyakan data dalam tabel tersebut sesuai dengan nilai modern sekarang. Sekitar 99% atmosfer bumi terdiri dari molekul diatomik. utamanya oksigen O2 (21%) dan nitrogen N2 (78%). Selain itu.[4] [sunting] Aras energi . hanya beberapa molekul diatomik yang ditemukan secara alami di Bumi. oksigen.

Selain itu. [sunting] Energi rotasi Menurut hukum fisika. momen inersianya adalah dengan adalah massa tereduksi molekul tersebut dan adalah jarak rata-rata antara dua atom pada suatu molekul. energi kinetik rotasi adalah dengan adalah momentum sudut is the momen inersia molekul Pada tingkat mikroskopis (atomik) seperti molekul. momentum sudutnya hanya dapat dieskpresikan sebagai nilai-nilai diskret tertentu: dengan l adalah bilangan bulat positif dan adalah tetapan tereduksi Planck. aras energi rotasi molekul diatomik adalah: [sunting] Energi vibrasi Selain bertranslasi dan berotasi. Energi vibrasi molekul ini dapat dianggap hampir mirip dengan osilator harmonik kuantum: . molekul diatomik dapat digambarkan sebagai dua titik massa yang dihubungkan oleh pegas tak bermassa. molekul diatomik juga dapar bergetar (vibrasi). Dengan mensubstitusi momentum sudut dan momen inersia ke Erot.Secara umum. Energi yang terlibat pada berbagai gerak molekul dapat dibagi menjadi tiga kategori: • • • Energi translasi Energi rotasi Energi vibrasi [sunting] Energi translasi Energi translasi molekul diekspresikan sebagai energi kinetik molekul tersebut: dengan m adalah massa molekul dan v adalah kecepatan molekul.

For O2. pertama kali muncul pada tahun 1939. cari Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atom-atom yang berikatan.[1][2] Istilah bahasa Inggris untuk ikatan kovalen. interaksi agostik.[3] Awalan coberarti bersama-sama. ikatan pi. Ikatan kovalen merangkumi banyak jenis interaksi. Pada molekul H2. aras kuantum berikutnya (l = 1) memiliki energi sekitar: Jarak antara dua aras energi rotasi terendah O2 sebanding dengan energi foton pada daerah spektrum elektromagnetik mikrogelombang. dan ikatan tiga pusat dua elektron. seperti yang dibahas oleh teori ikatan valensi. Dengan menggunakan perhitungan yang sama: Dapat terlihat bahwa jarak energi antara energi vibrasi adalah sekitar 100 kali lebih besar daripada jarak aras energi rotasi. stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mereka berbagi elektron dikenal sebagai ikatan kovalen.. berasosiasi dalam sebuah aksi. atom hidrogen berbagi dua elektron via ikatan kovalen. dan frekuensi getaran pada umumnya adalah 5 x 1013 Hz. [sunting] Perbandingan antara jarak energi rotasi dengan energi vibrasi Aras energi rotasi terendah molekul diatomil terdapat pada l = 0 dan memberikan nilai Erot = 0. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. berkolega. Aras energi virbasi terendah terdapat pada n = 0. ikatan logam-logam. dll. covalent bond. Singkatnya. sehingga "co-valent bond" artinya adalah atom-atom yang saling berbagi "valensi". yaitu ikatan sigma. .dengan n adalah bilangan bulat h adalah tetapan Planck dan f adalah frekuensi getaran. Ikatan kovalen Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

• [sunting] Sejarah Istilah Bahasa Inggris "covalence" pertama kali digunakan pada tahun 1919 oleh Irving Langmuir di dalam artikel Journal of American Chemical Society yang berjudul The Arrangement of Electrons in Atoms and Molecules:[4] “ (p. Oleh karena itu. melainkan hanya pada elektronegativitas mereka. ” Gagasan ikatan kovalen dapat ditilik beberapa tahun sebelum 1920 oleh Gilbert N. Panah-panah mewakili elektron-elektron yang berasal dari atomatom yang terlibat. kekuatan ikatan kovalen bergantung pada relasi sudut antara atom-atom pada molekul poliatomik. Diagram MO yang melukiskan ikatan kovalen (kiri) dan ikatan kovalen polar (kanan) pada sebuah molekul diatomik. Terdapat pula bentuk alternatif lainnya di mana ikatan diwakili sebuah garis. Dia memperkenalkan struktur Lewis atau notasi titik elektron atau struktur titik Lewis yang menggunakan titik-titik di sekitar simbol atom untuk mewakili elektron valensi terluar atom. Lewis yang pada tahun 1916 menjelaskan pembagian pasangan elektron di antara atom-atom.926)… we shall denote by the term covalence the number of pairs of electrons which a given atom shares with its neighbors. ikatan kovalen tidak seperlunya adalah ikatan antara dua atom yang berunsur sama. Pasangan elektron yang berada di antara atom-atom mewakili ikatan kovalen. mengindikasikan pembagian elektron-elektron di antara atom-atom. maka elektron-elektron tersebut perlu terdelokalisasi. seperti ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga. berbeda dengan interaksi elektrostatik ("ikatan ion"). Lebih jauh lagi. Oleh karena ikatan kovalen adalah saling berbagi elektron.Kovalensi yang sangat kuat terjadi di antara atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang mirip. Ikatan kovalen tampak jelas pada struktur Lewis. Pasangan berganda mewakili ikatan berganda. Konsep awal ikatan kovalen berawal dari gambar molekul metana sejenis ini. .

walaupun sangat berguna dan digunakan secara luas. sebenarnya terdapat dua ikatan 1. 2. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma. 6. atom pusat akan memiliki ikatan tunggal dengan satu atom dan ikatan rangkap dua dengan satu atom lainnya. Diagram LDS tidak dapat memberitahukan kita atom mana yang berikatan rangkap. [sunting] Resonansi Kebanyakan ikatan dapat dideskripsikan dengan menggunakan lebih dari satu struktur Lewis yang benar (misalnya pada ozon. struktur ozon adalah hibrid resonansi antara dua struktur resonansi yang memungkinkan. Ikatan kovalen yang paling umum adalah ikatan tunggal dengan hanya satu pasang elektron yang terbagi di antara dua atom. Istilah ini hanya berlaku pada molekul diatomik. sehingga model ikatan valensi dapat memprediksikan sudut ikatan yang terlihat pada molekul sederhana dengan sangat baik.5 dengan kira-kira tiga elektron pada setiap atom. Ikatan tiga pusat juga tidak dapat diterapkan menggunakan konvensi di atas. Cincin aromatik terdiri dari atom-atom yang tersusun menjadi lingkaran (dihubungkan dengan ikatan kovalen) dan menurut LDS akan memiliki ikatan . Contohnya pada etilena. Daripada satu ikatan tunggal dan satu ikatan rangkap dua. 1. Ikatan yang berbagi tiga pasang elektron dinamakan ikatan rangkap tiga. hanya berlaku pada keadaan yang sempit. Kasus resonansi yang khusus terlihat pada atom-atom yang membentuk cincin aromatik (contohnya benzena). Derajat ikat Derajat ikat atau orde ikat adalah sebuah bilangan yang mengindikasikan jumlah pasangan elektron yang terbagi di antara atom-atom yang membentuk ikatan kovalen. Contoh ikatan rangkap ditemukan pada Di-tungsten tetra(hpp). atom pertama dan kedua yang berikatan dengan atom pusat memiliki probabilitas yang sama untuk memiliki ikatan rangkap. O3). Ikatan yang berbagi dua pasangan elektron dinamakan ikatan rangkap dua. Contohnya pada hidrogen sianida. Semua ikatan yang memiliki lebih dari satu pasang elektron disebut sebagai ikatan rangkap atau ikatan ganda. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan pi. Ikatan rangkap empat ditemukan pada logam transisi. Pada kenyataannya. Molibdenum dan renium adalah unsur yang umumnya memiliki ikatan sejenis ini. ia juga digunakan untuk mendeskripsikan ikatan dalam senyawa poliatomik. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan pi.Ketika gagasan pembagian pasangan elektron memberikan gambaran kualitatif yang efektif akan ikatan kovalen. Walaupun demikian. 3. lebih khususnya ikatan molekul hidrogen pada tahun 1927. Dua struktur yang memungkinkan ini disebut sebagai struktur resonansi. 4. mekanika kuantum diperlukan untuk mengerti sifat-sifat ikatan seperti ini dan memprediksikan struktur dan sifat molekul sederhana. Walter Heitler dan Fritz London sering diberi kredit atas penjelasan mekanika kuantum pertama yang berhasil menjelaskan ikatan kimia. sehingga klasifikasi di atas. 5. Dalam diagram lewis (LDS: Lewis dot structure) O3. Orbital-orbital atom ini juga diketahui memiliki hubungan sudut spesifik satu sama lain. Tentu saja kebanyakan ikatan tidak ter-lokalisasikan.[5] Hasil kerja mereka didasarkan pada model ikatan valensi yang berasumsi bahwa ikatan kimia terbentuk ketika terdapat tumpang tindih yang baik di antara orbital-orbital atom dari atomatom yang terlibat. Ikatan rangkap enam ditemukan pada molibdenum dan tungsten diatomik. Ikatan rangkap lima telah ditemukan keberadaannya pada beberapa senyawa dikromium.

Semakin besar perbedaannya. perhitungan tersebut cukup akurat untuk digunakan dalam menentukan kalor pembentukan termodinamika dan energi aktivasi kinetika. momen dipol. mengurung strukturstruktur tersebut. Dalam makromolekul seperti protein dan asam nukleat. ikatan ini dapat terjadi antara dua bagian dari molekul yang sama. Interaksi agostik) · 4c-2e Ikatan pi: Pengikatan balik π · Konjugasi · Hiperkonjugasi · Aromatisitas · Aromatisitas logam Ikatan delta: Ikatan rangkap empat · Ikatan rangkap lima · Ikatan rangkap enam Ikatan dipolar · Haptisitas . Dengan menggunakan mekanika kuantum. Dalam model ini. aras energi. Ikatan hidrogen Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. dan berperan sebagai penentu bentuk molekul keseluruhan yang penting. Struktur titik Lewis (LDS) untuk molekul-molekul beresonansi diperlihatkan dengan menciptakan struktur titik untuk setiap bentuk yang memungkinkan. Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N. ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. O.tunggal dan rangkap dua yang saling bergantian. semakin tinggi titik didihnya. ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Setelah dirapikan. khusus pada air (H2O). adalah mungkin untuk menghitung struktur elektronik. dan spektrum elektromagnetik dari molekul sederhana dengan akurasi yang sangat tinggi. Namun. terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. Semakin besar ikatan hidrogennya. Untuk molekul-molekul kecil. [sunting] Teori saat ini Saat ini model ikatan valensi telah digantikan oleh model orbital molekul. sudut energi. tolong hapus pesan ini. setiap atom yang berdekatan akan memiliki orbital-orbital atom yang saling berinteraksi membentuk orbital molekul yang merupakan jumlah dan perbedaan linear orbital-orbital atom tersebut. Walaupun lebih kuat dari kebanyakan gaya antarmolekul. Jarak dan sudut ikat dapat dihitung seakurat yang diukur. Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah (1-2 kJ mol-1) hingga tinggi (>155 kJ mol-1). dan menghubungkan satu sama lain dengan tanda panah berkepala ganda. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektroneIkatan kimia "Kuat" Ikatan kovalen & Antiika t Ikatan sigma: 3c-2e · Ikatan pisang · 3c-4e (Ikatan hidrogen. Orbital-orbital molekul ini merupakan gabungan antara orbital atom semula dan biasanya berada di antara dua pusat atom yang berikatan. Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. Dalam kimia. atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atomatom dalam molekul tersebut. Dalam kenyataannya. jarak ikat. semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk. elektron-elektron cenderung secara merata berada di seluruh ruang cincin. Pembagian elektron pada struktur aromatik seringkali diwakili dengan cincin di dalam lingkaran atom. Ikatan dihidrogen.

suatu unsur memiliki atomatom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda 3. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum. sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa "Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap". Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen 4. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi 2. TEORI ATOM Model Atom Dalton Pada tahun 1803. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut: 1. Lavosier mennyatakan bahwa "Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi". Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom.Ikatan ion Interaksi kation-pi · Jembatan garam Ikatan Aromatisitas logam logam "Lemah" Ikatan Ikatan dihidrogen · Kompleks dihidrogen · Ikatan hidrogen sawar rendah · Ikatan hidrogen simetris · Hidrofil hidrogen Nonkovale Gaya van der Waals · Ikatan mekanis · Ikatan halogen · Aurofilisitas · Interkalasi · Penumpukan · Gaya entropik · Polaritas kimia n lain lainnya Ikatan disulfida · Ikatan peptida · Ikatan fosfodiester Catatan: ikatan kuat yang paling lemah tidak seperlunya lebih kuat dari ikatan lemah yang paling kuatgativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida. Seperti gambar berikut ini: .

Bubuk merah ini akan terurai menjadi cairan merkuri dan sejumlah volume gas (oksigen) yang jumlahnya sama dengan udara yang dibutuhkan dalam percobaan pertama Percobaan Joseph Pruost Pada tahun 1799 Proust menemukan bahwa senyawa tembaga karbonat baik yang dihasilkan melalui sintesis di laboratorium maupun yang diperoleh di alam memiliki susunan yang tetap. kemudian dipanaskan lagi. Sebelum Setelah Percobaan pemanasan (g pemanasan (g keMg) MgO) 1 2 3 0.60 Kelemahan Model Atom Dalton Kelebihan Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom Kelemahan Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik.48/0. Lavoisier mengumpulkan merkuri oksida.02 = 0. Untuk menguji fakta ini.60 = 0.79 = 0. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik.02 0.62 0.60 0.36/0.Model Atom Dalton seperti bola pejal Percobaan Lavosier Mula-mula tinggi cairan merkuri dalam wadah yang berisi udara adalah A.62/1.61 0. Beda tinggi A dan B menyatakan volume udara yang digunakan oleh merkuri dalam pembentukan bubuk merah (merkuri oksida). .36 1.48 0. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang bergerak.60 Perbandingan Mg/MgO 0.79 0. tetapi setelah beberapa hari merkuri naik ke B dan ketinggian ini tetap.

Atom merupakan partikel yang bersifat netral. sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut: Percobaan Sinar Katode .J. yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Dari penemuannya tersebut. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. oleh karena elektron bermuatan negatif. Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson.KimiaSite Model Atom Thomson Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers. Yang menyatakan bahwa: "Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron" Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel. Dari hasil percobaan ini. maka J.

Model Atom Rutherford . Kelemahan Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Thomson Kelebihan Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.

000 merupakan perbandingan diameter.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan. Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi. Bila perbandingan 1:20. 3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom. Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut.000 partikel alfa akan dibelokkan. tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20. Dari pengamatan mereka.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson. maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif. diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut: 1. yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas.Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden)melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa. yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus. Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut: . karena hampir semua partikel alfa diteruskan 2. dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10. maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°). berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20. Atom bukan merupakan bola pejal. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif.

Model Atom Bohr Pada tahun 1913. pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan .Percobaan Rutherford Kelemahan Model Atom Rutherford Kelebihan Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti Kelemahan Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit. Berdasarkan teori fisika. Apa yang terjadi? Benar.

Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. disebut momentum sudut. sejumlah energi tertentu terlibat.elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏. terutama sifat yang Percobaan Bohr Kelebihan dan Kelemahan Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya . diungkapkan dengan empat postulat. besarnya sesuai dengan persamaan planck. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam. sebagai berikut: 1. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck. 2. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner. Pada peralihan ini. elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. 3. energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap. ΔE = hv. semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya. 4. Menurut model atom bohr.

Persamaan Schrodinger x. Kelemahan model atom ini adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack Model Atom Modern Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926). Erwin Schrodinger Werner Heisenberg Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Model atom mutakhir atau model atom mekanika gelombang .Sebelum Erwin Schrodinger. seperti terlihat pada gambar berikut ini.elektron. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger. yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.14 = Energi total = Energi potensial Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini.y dan z Y m ђ E V = Posisi dalam tiga dimensi = Fungsi gelombang = massa = h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi. seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan.

Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom) 2..Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Dari modifikasi model atom berikut yang merupakan model atom Bohr adalah... Soal-Soal Latihan 1. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. CIRI KHAS MODEL ATOM MEKANIKA GELOMBANG 1.. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama. sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Posisi elektron sejauh 0. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. .529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti. a.. tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron Percobaan chadwick Kelemahan Model Atom Modern Persamaan gelombang Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak dan atom dengan elektron tunggal. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut) 3.

.. Erwim Schrodinger c. d. Eksperimen compton c. Max Planck 5. Eksperimen difraksi berkas elektron d.. Heisenberg d. Efek fotolistrik b.. Para ahli berikut yang tidak mengemukakan teori atom modern adalah. Neils Bohr e. Heisenberg d. Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan. Erwin Schrodinger c. Einstein e.b. Dualisme gelombang – partikel dikemukakan oleh… a. Aufbau 3. Louis de Broglie b. Louis de Broglie b. Radiasi benda mampat e. 2.. Berikut ini percobaan yang mendukung teori atom mekanika kuantum. e. c. Pernyataan ini dikemukakan oleh… . kecuali… a. a. Penembakan partikel alfa terhadap lempeng tipis 4. W. W..

Bola positif yang pejal d. b . Max Planck 6. Thomson c. Neutron dalam tiga dimensi c. seperti bola. Pernyataan tersebut adalah ciri khas dari model atom. Sub orbit b. a 5.. Dalton c. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. W. Bohr e. a. a. Thomson d. Modern e... d 7. Rutherford 7. Fungsi persamaan Schrodinger untuk menentukan kedudukan… a. e 4. Erwin Schrodinger c... d 3. c 6.. Model atom dengan orbital lintasan elektron Kunci Jawaban 1. Louis de Broglie b.. Dalton b. a 2. Einstein e. Orbit e. Orbital 9.. Kulit d. dengan inti atom yang dikelilingi sejumlah elektron e. Proton dalam orbital e. Model atom Rutherford digambarkan seperti. Pernyataan tersebut merupakan kelemahan dari model atom. Sub kulit c. Bola pejal c. Proton dalam tiga dimensi b.a. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom). Rutherford d. Daerah di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut… a. Elektron dalam tiga dimensi d. sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr. Tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. Tata surya b. Bohr b..... a. Heisenberg d.. Modern 8. Neutron dalam orbital 10.

.danJENIS IKATAN KOEVALEN ANTAR ATOM KARBON.hidrokarbon alisiklik C.para ahli melakukan PERGOLONGAN HIDROKARBON BERDASARKAN STRUKTURNYA. • berdasarkan bentuk rantai karbon.Dalam satu golongan.Jari-jari atom netral lebih besar daripada jari-jari ion positifnya tetapi lebih kecil dari jari-jari ion negatifnya.hidrokarbon alifatik . Contoh: . Jari jari atom adalah jarak dari inti atom ke lintasan elektron terluar.sifat senyawa-senyawa hidrokarbon ditentukan oleh struktur dan jenis ikatan koevalen antar atom karbon. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci. SENYAWA HIDROKARBON senyawa ini merupakan senyawakarbon paling sederhana yang terdiri dari atom karbon(C)dan hidrogen(H). Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2).alkana . e 9. Sebagai contoh. metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4.hidrokarbon jenuh B. dari kiri ke kanan jari jari atom berkurang.Dalam satu perioda. Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut.8.sampai saat ini terdapat lebih kurang 2 juta senyawa hidrokarbon. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik. .hidrokarbon digolongkan menjadi tiga.oleh karena itu.hidrokarbon tak jenuh Beberapa Sifat Periodik Unsur-Unsur 1.alkena .a Hidrokarbon Dalam bidang kimia.alkuna B. dari atas ke bawah jari-jari atom bertambah.hidrokarbon aroma • berdasarkan jenis ikatan antar atom A. c 10. hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H).yakni: A. masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6. sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal. .untuk memudahkan mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak.

Dalam satu golongan. 1. . dalam satu periode dari kanan ke kiri : artinya. dari atas ke bawah affinitas elektron berkurang.Dalam satu perioda.jari-jari atom Cl < jari-jari ion Cl jari-jari atom Ba > jari-jari ion Ba 2+ 2. 4. dari atas ke bawah potensial ionisasi berkurang. dari kiri ke kanan affinitas elektron bertambah.Dalam satu golongan. 4. Keelektronegatifan adalah kemampuan atom suatu unsur untuk menarik elektron ke arah intinya dan digunakan bersama.Dalam satu perioda. 2. . . 3.com) Halaman ini menjelaskan bagaimana menuliskan konfigurasi elektron menggunakan notasi s. → ← ↓  Jari-jari atom Sifat logam Sifat elektropositif Reduktor Sifat basa/oksida basa Sifat elektronegatif Oksidator Potensial ionisasi Affinitas elektron Keelektronegatifan makin besar/kuat Keterangan: tanda-tanda panah di atas mempunyai arti sebagai berikut : artinya. 3. 4. dalam satu golongan dari atas ke bawah : artinya. Affinitas elektron adalah besarnya energi yang dibebaskan pada saat atom suatu unsur dalam keadaan gas menerima elektron. SECARA DIAGRAMATIS SIFAT-SIFAT INI DAPAT DISAJIKAN SEBAGAI BERIKUT 1. . 2. Konfigurasi elektron dari atom Hubungan antara orbital dengan tabel periodik . Potensial ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah/luar dari atom suatu unsur atau ion dalam keadaan gas. 3. dari kiri ke kanan potensial ionisasi bertambah. dalam satu golongan dari bawah ke atas Konfigurasi Elektron 2 Konfigurasi Elektron Ditulis oleh Jim Clark pada 23-09-2004 (dari Chem-is-try.p dan d. dalam satu periode dari kiri ke kanan : artinya. 5. 5.

walaupun kita belum membahas konfigurasi elektron dari klor. Perhatikan bahwa elektron-elektron pada orbital 2p bertumpuk satu sama lain sementara orbital 3p dituliskan secara penuh. terkadang ditulis dalam cara singkat. Berilium memiliki elektron kedua pada level yang sama – 1s 2 2s 2 .Kita akan melihat bagaimana cara menuliskan konfigurasi elektron sampai pada orbital d. Cara singkat pertama : Seluruh variasi orbital p dapat dituliskan secara bertumpuk. Litium memiliki konfigurasi elektron 1s 2 2s 1 . Sebagai contoh. Sekarang kita mulai mengisi level 2p. semakin merepotkan bagi kita untuk menuliskan struktur elektron secara lengkap. Sebagai contoh. O 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 1 2p z 1 F 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 1 Ne 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 Kita dapat melihat di sini bahwa semakin banyak jumlah elektron. Elektron litium memenuhi orbital 2s karena orbital ini memiliki energi yang lebih rendah daripada orbital 2p. Halaman ini akan menjelaskan konfigurasi berdasarkan tabel periodik sederhana di atas ini dan selanjutnya pengaplikasiannya pada konfigurasi atom yang lebih besar. terkadang dengan cara penuh. yaitu periode kedua. sementara elektronelektron pada 2p terbenam jauh di dalam atom dan hampir bisa dikatakan tidak berperan sama sekali. Pada level ini seluruhnya memiliki energi yang sama. Ada dua cara penulisan untuk mengatasi hal ini dan kita harus terbiasa dengan kedua cara ini. B 1s 2 2s 2 2p x 1 C 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 N 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 2p z 1 Elektron selanjutnya akan membentuk sebuah pasangan dengan elektron tunggal yang sebelumnya menempati orbital. Penulisan ini biasa dilakukan jika elektron berada dalam kulit dalam. Sesungguhnya elektron-elektron pada orbital 3p terlibat dalam pembentukan ikatan karena berada pada kulit terluar dari atom. kita dapat menuliskannya dengan 1s 1 dan helium memiliki dua elektron pada orbital 1s sehingga dapat dituliskan dengan 1s 2 Periode kedua Sekarang kita masuk ke level kedua. Jika elektron berada dalam keadaan berikatan (di mana elektron berada di luar atom). dan neon sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 . kita dapat menuliskannya sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . . flor dapat ditulis sebagai 1s 2 2s 2 2p 5. sehingga elektron akan menempati tiap orbital satu persatu. Periode Pertama Hidrogen hanya memiliki satu elektron pada orbital 1s.

Di dalam konteks ini. seluruh orbital tingkat kedua telah dipenuhi elekton. selanjutnya kita harus memulai dari natrium pada periode ketiga. [Ne] berarti konfigurasi elektron dari atom neon -dengan kata lain 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 . simbol [Ne].Cara singkat kedua : Kita dapat menumpukkan seluruh elektron-elektron terdalam dengan menggunakan. kecuali adalah sekarang semuanya berlangsung pada periode ketiga. K Ca 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 Bukti kuat tentang hal ini ialah bahwa elemen seperti natrium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 ) dan kalium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 ) memiliki sifat kimia yang mirip. Sifat keduanya tidak akan mirip bila konfigurasi elektron terluar dari kalium adalah 3d 1 . Tetapi kalau kita melihat kembali tingkat energi orbital-orbital. Sebagai contoh : cara singkat Mg 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 S 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Ar 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Permulaan periode keempat Sampai saat ini kita belum mengisi orbital tingkat 3 sampai penuh – tingkat 3d belum kita gunakan. Elektron terluar menentukan sifat dari suatu elemen. sebagai contoh. Elemen blok s dan p . Cara pengisiannya sama dengan periode-periode sebelumnya. Periode ketiga Mulai dari neon. Berdasarkan cara di atas kita dapat menuliskan konfigurasi elektron klor dengan [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . kita dapat melihat bahwa setelah 3p energi orbital terendah adalah 4s – oleh karena itu elektron mengisinya terlebih dahulu.

Perhatikan bahwa ada 5 orbital d. yang umumnya kita sebut dengan elemen transisi atau logam transisi. Elemen blok d Perhatikan bahwa orbital 4s memiliki energi lebih rendah dibandingkan dengan orbital 3d sehingga orbital 4s terisi lebih dahulu. elektron selanjutnya akan mengisi orbital 4p. Elemen-elemen dari golongan 3 seterusnya hingga gas mulia memiliki elektron terluar pada orbital p. Istilah “elemen transisi” dan “elemen blok d” sebenarnya tidaklah memiliki arti yang sama. Elemen-elemen pada blok d adalah elemen di mana elektron terakhir dari orbitalnya berada pada orbital d. dan elektron akan menempati orbital sendiri sejauh ia mungkin. sebagai contoh. Elemen-elemen di grup 1 dan 2 dideskripsikan sebagai elemen-elemen blok s. tetapi dalam perihal ini tidaklah menjadi suatu masalah. Oleh karenanya. Periode pertama dari blok d terdiri dari elemen dari skandium hingga seng.Elemen-elemen pada golongan 1 dari tabel periodik memiliki konfigurasi elektron terluar ns 1 (dimana n merupakan nomor antara 2 sampai 7). Setelah orbital 3d terisi. Seluruh elemen pada golongan 2 memiliki konfigurasi elektron terluar ns 2 . Elektron d hampir selalu dideskripsikan sebagai. . d5 atau d8 – dan bukan ditulis dalam orbital yang terpisah-pisah. dideskripsikan dengan elemen-elemen blok p.

Setelah 5 elektron menempati orbital sendiri-sendiri barulah elektron selanjutnya berpasangan. d5 berarti

d8 berarti

Perhatikan bentuk pengisian orbital pada level 3, terutama pada pengisian atom 3d setelah 4s. Sc 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 1 4s 2 Ti 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 2 4s 2 V 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 3 4s 2 Cr 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 1 Perhatikan bahwa kromium tidak mengikuti keteraturan yang berlaku. Pada kromium elektron-elektron pada orbital 3d dan 4s ditempati oleh satu elektron. Memang, mudah untuk diingat jikalau keteraturan ini tidak berantakan – tapi sayangnya tidak ! Mn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 2 (kembali ke keteraturan semula) Fe 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 6 4s 2 Co 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 7 4s 2 Ni 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 8 4s 2 Cu 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 1 (perhatikan!) Zn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 Pada elemen seng proses pengisian orbital d selesai. Pengisian sisa periode 4 Orbital selanjutnya adalah 4p, yang pengisiannya sama seperti 2p atau 3p. Kita sekarang kembali ke elemen dari galium hingga kripton. Sebagai contoh, Brom, memilki konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p x 2 4p y 2 4p z 1 . Rangkuman Menuliskan konfigurasi elektron dari hidrogen sampai kripton · Gunakan tabel periodik untuk mendapatkan nomor atom yang berarti banyaknya jumlah elektron. · Isilah orbital-orbital dengan urutan 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p sampai elektron-elektron selesai terisi. Cermatilah keteraturan pada orbital 3d ! Isilah orbital p dan d dengan elektron tunggal sebisa mungkin sebelum berpasangan. · Ingat bahwa kromium dan tembaga memiliki konfigurasi elektron yang tidak sesuai dengan keteraturan.

Menuliskan struktur elektron elemen-elemen “besar” pada blok s dan p Pertama kita berusaha untuk mengetahui jumlah elektron terluar. Jumlah elektron terluar sama dengan nomor golongan. Sebagai contoh, seluruh elemen pada golongan 3 memiliki 3 elektron pada level terluar. Lalu masukkan elektron-elektron tersebut ke orbital s dan p. Pada level orbital ke berapa ? Hitunglah periode pada tabel periodik. Sebagai contoh, Yodium berada pada golongan 7 dan oleh karenanya memiliki 7 elektron terluar. Yodium berada pada periode 5 dan oleh karenanya elekton mengisi pada orbital 5s dan 5p. Jadi, Yodium memiliki konfigurasi elektron terluar 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Bagaimana dengan konfigurasi elektron di dalamnya ? Level 1, 2, dan 3 telah terlebih dahulu terisi penuh, dan sisanya tinggal 4s, 4p, dan 4d. Sehingga konfigurasi seluruhnya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Jikalau kita telah menyelesaikannya, hitunglah kembali jumlah seluruh elektron yang ada apakah sama dengan nomor atom. Contoh yang kedua, Barium , berada pada golongan 2 dan memiliki 2 elektron terluar. Barium berada pada periode keenam. Oleh karenanya, Barium memilki konfigurasi elektron terluar 6s 2 . Konfigurasi keseluruhannya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p 6 6s 2 . Kita mungkin akan terjebak untuk mengisi orbital 5d 10 tetapi ingatlah bahwa orbital d selalu diisi setelah orbital s pada level selanjutnya terisi. Sehingga orbital 5d diisi setelah 6s dan 3d diisi setelah 4s.

Ikatan Kovalen = Homopolar
Ikatan kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron dari atom-atom yang membentuk ikatan. Pada umumnya ikatan kovalen terjadi antara atom-atom bukan logam yang mempunyai perbedaan elektronegativitas rendah atau nol. Seperti misalnya : H 2, CH 4, Cl 2, N 2, C 6 H 6, HCl dan sebagainya. IKATAN KOVALEN TERBAGI ATAS 1. IKATAN KOVALEN POLAR om-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap pasangan elektron persekutuannya. Hal ini terjadi karena beda keelektronegatifan kedua atomnya. Elektron persekutuan akan bergeser ke arah atom yang lebih elektronegatif akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif.

Dalam senyawa HCl ini, Cl mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar dari H. sehingga pasangan elektron lebih tertarik ke arah Cl, akibatnya H relatif lebih elektropositif sedangkan Cl relatif menjadi elektronegatif. Pemisahan muatan ini menjadikan molekul itu bersifat polar dan memiliki "momen dipol" sebesar: T=n.l dimana : T = momen dipol n = kelebihan muatan pada masing-masing atom l = jarak antara kedua inti atom 2. IKATAN KOVALEN NON POLAR Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama. Contoh:

kedua atom H mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.
Karena arah tarikan simetris, maka titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit. Contoh lain adalah senyawa CO 2, O 2, Br 2 dan lain-lain IKATAN KIMIA 3). Ikatan Kovalen Koordinasi/Koordinat/Dativ/Semipolar

Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama. Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.

4). Ikatan Logam

v Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara
muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.

v Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama
lain.

v Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk
dilepaskan dan membentuk ion positif.

v Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong)
sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.

v Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam
mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.

b). dapat ditempa (tidak rapuh). satuannya coulomb (C) jarak antara muatan positif dengan muatan negatif. tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H. Momen Dipol ( µ ) Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen.33 x 10 keterangan : µ Q -30 C. satuannya meter (m) r= Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen No 1 Sifat Titik didih Senyawa Ion Tinggi Senyawa Kovalen Rendah . Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl). oleh adanya perbedaan Sebaliknya. Polarisasi Ikatan Kovalen Suatu ikatan kovalen disebut polar. kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan. 1 D = 3. Jadi. akibat adanya elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindah-pindah. jika pasangan elektron ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.m = momen dipol. Dirumuskan : µ = Q x r . Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron. penghantar / konduktor listrik yang baik. c). dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat . satuannya debye (D) = selisih muatan.v Struktur logam menyebabkan sifat-sifat khas logam yaitu : berupa zat padat pada suhu kamar. akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam. a). Contoh 1 : Molekul HCl Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron. jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus. suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub).

BCl Contohnya : NO 3 dan AlBr 3 b) Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil 2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17 c) Senyawa dengan oktet berkembang Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet / lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M. N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih). Pengecualian Aturan Oktet a) Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be. Kegagalan Aturan Oktet Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post transisi. duplet) . Contoh : BeCl 2. IF 2).cair. SF 6. B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari 4.2 3 4 Titik leleh Wujud Daya hantar listrik Tinggi Padat pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = konduktor Larutan = konduktor Umumnya larut Tidak larut Rendah Padat.gas pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = isolator Larutan = ada yang konduktor Umumnya tidak larut Larut 5 6 Kelarutan dalam air Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl 3 ) Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet 1). ClF 3. Contoh : 7 dan SbCl 5 ü atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2 ü atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3 Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa : 1) Tidak mencapai oktet 2) Melampaui oktet (oktet berkembang) Penulisan Struktur Lewis Langkah-langkahnya : 1) Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis 2) Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan 3) Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H. Contohnya : PCl 5.

bersifat polar b. kedua ikatan dalam molekul SO 2 adalah ekivalen. + 5 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 (konfigurasi Ar) + dan Cl . larutannya dalam air menghantarkan arus listrik c. MgBr 2. titik lelehnya tinggi d. BaO. kepada atom pusat 5) Jika atom pusat belum oktet.Unsur transisi ↔ VIIA atau VIA Contoh: Na --> Na + e 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 1s 2 2s 2 2p 6 (konfigurasi Ne) Atom Cl (VIIA) mudah menerima elektron sehingga elektron yang dilepaskan oleh atom Na akan ditangkap oleh atom Cl. Dalam molekul SO rangkap (S=O). N. tetapi silih berganti. tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat Resonansi a. larut dalam pelarut-pelarut polar .--> Cl 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p Antara ion-ion Na . Cl + e . Ikatan Ion = Elektrovalen = Heteropolar Ikatan ion biasanya terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron (logamlogam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima elektron (terutama golongan VIA den VIIA). lelehannya menghantarkan arus listrik e. O. Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi . maka ikatan yang terbentuk makin bersifat ionik. 2 terdapat 2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal (S-O) dan 1 ikatan d. SIFAT-SIFAT SENYAWA IONIK ANTARA LAIN a. ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam molekul itu. f. FeS dan sebagainya. b. sehingga membentuk senyawa ion Na Cl Contoh lain : CaCl 2. c.terjadi gaya tarik menarik elektrostatik. Berdasarkan konsep resonansi. e. Dalam molekul SO 2 itu.IIA ↔ VIIA atau VIA .4) Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C. PADA UMUMNYA UNSUR-UNSUR YANG MUDAH MEMBENTUK IKATAN ION ADALAH .IA ↔ VIIA atau VIA . yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur resonansi tersebut. Suatu molekul atau ion tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu struktur Lewis. Tidak satupun di antara ke-2 struktur di atas yang benar untuk SO 2. P dan S) Langkah alternatif : (syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui) 1) Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion 2) Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan 3) Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet 4) Tambahkan sisa elektron (jika masih ada). Makin besar perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang membentuk ikatan.

Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H 2.4 + 436.5 kJ/Mol C = C = 612.4 kJ/mol C – C = 346. Harga Energi ikatan berbagai molekul (kJ/mol) . Tabel 1. sehingga membentuk radikal-radikal bebas disebut energi ikatan.8) – (2 x 414.Jml energi pembentukan ikatan .9 kJ/mol H – H = 436. N 2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut. Untuk molekul kompleks.Jml energi ikatan di kanan Perubahan Entalpi Berdasarkan Energi Ikatan Energi ikatan didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas. Energi ikatan dinyatakan dalam kilojoule per mol (kJ mol -1 ) Energi berbagai ikatan diberikan pada tabel 1.5 + 346. Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut. Proses ini selalu disertai perubahan energi. energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi.7 kJ . Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan : ΔH reaksi = Jml energi pemutusan ikatan = Jml energi ikatan di kiri Contoh: Diketahui : energi ikatan C – H = 414. 0 2.Energi-Energi Dan Ikatan Kimia Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan. Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kimia.8 kJ/mol Ditanya: ΔH reaksi = C 2 H 4 (g) + H 2 (g) → C 2 H 6 (g) ΔH reaksi = Jumlah energi pemutusan ikatan – Jumlah energi pembentukan ikatan = (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) – (6(C-H) + (C-C)) = ((C=C) + (H-H)) – (2(C-H) + (C-C)) = (612.9) = – 126.

Perubahan Entalpi Berdasarkan Entalpi Pembentukan Kalor suatu reaksi dapat juga ditentukan dari data entalpi pembentukan zat pereaksi dan produknya. kemudian unsur-unsur itu bereaksi membentuk zat produk. Jika karbon dibakar dengan oksigen berlebihan terbentuk karbon dioksida menurut persamaan reaksi: C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 394 kJ Reaksi diatas dapat berlangsung melalui dua tahap.jumlah ΔH 0 f (pereaksi) Perubahan Entalpi Berdasarkan Hukum Hess Banyak reaksi yang dapat berlangsung secara bertahap. Dalam hal ini. karbon monoksida itu dibakar lagi untuk membentuk karbon dioksida. Selanjutnya. Persamaan termokimia untuk kedua reaksi tersebut adalah: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 283 kJ Jika kedua tahap diatas dijumlahkan. Mula-mula karbon dibakar dengan oksigen yang terbatas sehingga membentuk karbon monoksida. Secara umum untuk reaksi: m AB + n CD —–> p AD + q CB ΔH 0 = jumlah ΔH 0 f (produk) . Misalnya pembakaran karbon atau grafit.+ C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 394 kJ Penentuan Perubahan Entalpi Dan Hukum Hess PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI . maka diperoleh: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 283 kJ ————————————————————————. zat pereaksi dianggap terlebih dahulu terurai menjadi unsurunsurnya.

ΔH = z kJ ———————————————————— + C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) . Misalnya besi. panas spesifiknya hanya 0.18 J (1 kal). Ada beberapa macam bentuk dari alat ini. ΔH = y kJ CO(g) + 1/2 O 2 (g) → CO 2 (g) . Misalnya untuk menaikkan suhu 1 g air sebesar 1 0 C diperlukan 4. yang tak akan berjalan bila tidak dipanaskan. sebab itu lebih tepat bila istilahnya disebut panas reaksi.Untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi kimia biasanya digunakan alat seperti kalorimeter.18 J/ 0 C sedangkan 100 g sampel 418J/ 0 C. Untuk air. Perhitungan : ΔH reaksi = Jumlah ΔH f o produk – Jumlah ΔH f o reaktan HUKUM HESS “Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir.452 J g -1 0 C -1 . tapi untuk menaikkan suhu 100 g air sebesar 1 0 C diperlukan energi 100 kali lebih banyak yaitu 418 J. Kapasitas panas bersifat ekstensif yang berarti bahwa jumlahnya tergantung dari besar sampel. Dari perubahan suhu dan kapasitas panas alat yang telah diukur maka jumlah panas yang diberikan oleh reaksi dapat dihitung. Sifat intensif berhubungan dengan kapasitas panas adalah kalor jenis (panas spesifik) yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 g zat sebesar 1 0 C. misalnya reaksi pembakaran dari CH 4 dengan O 2 atau reaksi antara H 2 dan O 2 . Kebanyakan zat mempunyai panas spesifik yang lebih kecil dari air. walaupun diketahui sekarang panas lebih sering dinyatakan dalam joule daripada kalori). Bomb tersebut dimasukkan pada bak yang berisolasi dan diberi pengaduk serta termometer. Suhu mula-mula dari bak diukur kemudian reaksi dijalankan dengan cara menyalakan pemanas kawat kecil yang berada di dalam bomb. . ΔH = x kJ C(s) + 1/2 0 2 (g) → CO(g) . Istilah umum untuk sifat ini disebut kapasitas panas yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk mengubah temperatur suatu benda sebesar 1 0 C.18 Jg-1C-1. Panas yang dikeluarkan oleh reaksi diabsorpsi oleh bomb dan bak menyebabkan temperatur alat naik. Kalorimeter semacam ini biasanya dipakai untuk mempelajari reaksi eksotermik. Alat yang dipakai untuk mengukur panas reaksi disebut kalorimeter (sebetulnya kalori meter. panas spesifiknya adalah 4. Kapasitas Panas dan Panas Spesifik Sifat-sifat air yang memberikan definisi asal dari kalori adalah banyaknya perubahan temperatur yang dialami air waktu mengambil atau melepaskan sejumlah panas. termometer dan sebagainya yang mungkin lebih sensitif. ΔH = y + z kJ Menurut Hukum Hess : x = y + z → 1 tahap → 2 tahap Perubahan entalpi dengan Kalorimetri Pengukuran perubahan energi dalam reaksi kimia Perubahan energi dalam reaksi kimia selalu dapat dibuat sebagai panas. Sehingga 1 g sampel mempunyai kapasitas panas sebesar 4.” Contoh: C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) . salah satu dinamakan Kalorimeter Bomb yang diperlihatkan pada gambar diatas. Alatnya terdiri dari wadah yang terbuat dari baja yang kuat (bombnya) dimana pereaksi ditempatkan.

DHf = -285. .c. DH = -a kJ Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi : 1. Entalpi Penguraian: DH dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsurunsurnya (= Kebalikan dari DH pembentukan). Besarnya panas spesifik untuk air disebabkan karena adanya sedikit pengaruh dari laut terhadap cuaca.Berarti lebih sedikit panas diperlukan untuk memanaskan besi 1 g sebesar 1 0 C daripada air atau juga dapat diartikan bahwa jumlah panas yang akan menaikkan suhu 1 g besi lebih besar dari pada menaikkan suhu 1 g air.t awal ) c = kalor jenis Perubahan Entalpi Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap. air laut lebih lambat menjadi panas daripada daratan. 2 dari udara yang Contoh: CH 4 (g) + 2O 2 (g) → CO 2 (g) + 2H 2 O(l) . Rumus : q = m. Entalpi Reaksi: DH dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana. Δ’t Keterangan : q = jumlah kalor (Joule) m = massa zat (gram) Δt = perubahan suhu t akhir . Demikian juga dalam musim panas. Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm) Contoh: H 2 → 2H – a kJ .85 kJ 2. Pada musim dingin air laut lebih lambat menjadi dingin dari daratan sehingga udara yang bergerak dari laut ke darat lebih panas daripada udara dari darat ke laut. DHc = -802 kJ 4. a.85 kJ 3. Contoh: H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) → H 2 0 (l) . DH= +akJ b. Contoh: H 2 O (l) → H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) . Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm) Contoh: 2H → H 2 + a kJ . Entalpi Pembakaran Standar ( DHc ): DH untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. DH = +285. Entalpi Pembentakan Standar ( DHf ): DH untak membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsurunsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.

proses kebalikannya haruslah endoterm) yang berarti eksoterm menjadi positif yang berarti menjadi endoterm. Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H 2 O(l) . entalpi penguraian. DH = – 112 kJ 2NH 3 (g) → N 2 (g) + 3H 2 (g) . seperti dicerminkan oleh ΔH f yang negatif.” Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya Contoh: N 2 (g) + 3H 2 (g) → 2NH 3 (g) . DH = -890. Entalpi Netralisasi: DH yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa. Dalam termokimia dikenal berbagai macam entalpi molar.4 kJ/mol 6. kita dapat Dan panas reaksinya = Perhatikan bahwa panas reaksi untuk seluruh perubahan sama dengan panas pembentukan hasil reaksi dikurangi panas pembentukan dari pereaksi. DH = -1468 kJ 5.Pembakaran dan Penguraian Data termokimia pada umumnya ditetapkan pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm yang selanjutnya disebut kondisi standar . DH = + 112 kJ Entalpi Pembentukan. Hukum Lavoisier-Laplace “Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsurunsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya. Entalpi Pembentukan Ada suatu macam persamaan termokimia yang penting yang berhubungan dengan pembentukan satu mol senyawa dari unsurunsurnya. dan entalpi pembakaran. (Jika pembentukan H 2 O (l) eksoterm. Perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm disebut perubahan entalpi standar dan dinyatakan dengan lambang Δ H 0 atau ΔH298. Eksoterm Eksoterm (menghasilkan panas) Endoterm Bila kita jumlahkan persamaan (1) dan (2). Perubahan entalpi yang berhubungan dengan reaksi ini disebut panas pembentukan atau entalpi pembentukan yang diberi simbol ΔH f . Secara umum dapat ditulis : . seperti entalpi pembentukan. lalu dijumlahkan dengan persamaan (2). Misalnya persamaan termokimia untuk pembentukan air dan uap air pada 100 0 C dan 1 atm masing-masing. Jangan lupa untuk mengubah tanda ΔH. Sedangkan perubahan entalpi yang pengukurannya tidak merujuk kondisi pengukurannya dinyatakan dengan lambang ΔH saja.Contoh: 2Al + 3H 2 SO 4 → Al 2 (SO 4 ) 3 + 3H 2 . Entalpi molar adalah perubahan entalpi reaksi yang dikaitkan dengan kuantitas zat yang terlibat dalam reaksi. Bagaimana dapat kita gunakan persamaan ini untuk mendapatkan panas penguapan dari air? Yang jelas persamaan (1) harus kita balik.

Jadi. Harga entalpi pembakaran dari berbagai zat pada 298 K.4 kJ. Mol isooktana = 700 gram/114 gram mol -1 = 6. C =12). Massa 1 liter bensin = 1 liter x 0. Misalnya: a.7 kg L-1 = 0.4 kJ Dampak Pembakaran tak Sempurna Sebagaimana terlihat pada contoh di atas. belerang (S) terbakar menjadi SO2. Pembakaran Sempurna dan Tidak Sempurna Pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan atau dalam industri tidak terbakar sempurna. Sedangkan pembakaran tak sempurna membentuk karbon monoksida dan uap air. Entalpi pembakaran juga dinyatakan dalam kJ mol -1 . Pembakaran sempurna senyawa hidro karbon (bahan bakar fosil) membentuk karbon dioksida dan uap air. Pembakaran dikatakan sempurna apabila karbon (c) terbakar menjadi CO2. belerang.14 mol x 5460 kJ mol -1 = 33524. hidrogen. Apabila bensin dianggap terdiri atas isooktana.7 kg L -1 (H = 1. Entalpi Penguraian . Diketahui entalpi pembakaran isooktana = -5460 kJ mol -1 dan massa jenis isooktan = 0.7 kg = 700 gram . 1 atm Pembakaran bensin adalah suatu proses eksoterm.14 mol. 1 atm disebut entalpi pembakaran standar (standard enthalpy of combustion). Jadi kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin adalah: 6. dan berbagai senyawa dari unsur tersebut. Zat yang mudah terbakar adalah unsur karbon. pembakaran tak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor. pembakaran tak sempurna mengurangi efisiensi bahan bakar. hidrogen (H) terbakar menjadi H2O. pembakaran tak sempurna akan mencemari udara.Harga perubahan entalpi reaksi dapat dipengaruhi oleh kondisi yakni suhu dan tekanan saat pengukuran. Tabel 3 . C8H18 (salah satu komponen bensin) tentukanlah jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin. Oleh karena itu. kerugian lain dari pembakaran tak sempurna adalah dihasilkannya gas karbon monoksida (CO). yang bersifat racun. Pembakaran tak sempurna isooktana: C8H18 (l) + 8 ½ O2 (g) -> 8 CO (g) + 9 H2O (g) ΔH = -2924. Entalpi Pembakaran Reaksi suatu zat dengan oksigen disebut reaksi pembakaran . 1 atm diberikan pada tabel 3 berikut. yang dinyatakan dengan Δ Hc 0 . Oleh karena itu. Perubahan entalpi pada pembakaran sempurna 1 mol suatu zat yang diukur pada 298 K. Entalpi Pembakaran dari berbagai zat pada 298 K. Pembakaran sempurna isooktana: C8H18 (l) +12 ½ O2 (g) –> 8 CO2 (g) + 9 H2O (g) ΔH = -5460 kJ b. perlu kondisi suhu dan tekanan perlu dicantumkan untuk setiap data termokimia. Jawab: Entalpi pembakaran isooktana yaitu – 5460 kJ mol -1 .

maka entalpi penguraian H2O (l) menjadi gas hidrogen dan gas oksigen adalah + 286 kJ mol -1 H2O (l) ——> H2 (g) + ½ O2 (g) ΔH = + 286 kJ Panas Reaksi dan Termokimia Hubungan sistem dengan lingkungan Pelajaran mengenai panas reaksi dinamakan termokimia yang merupakan bagian dari cabang ilmu pengetahuan yang lebih besar yaitu termodinamika. jumlah mol dari tiap zat dan berupa cairan. perubahan energi potensial (Ep) Δ(E. Mulai sekarang kita akan menggunakan perubahan ini dalam beberapa kuantitas sehingga perlu ditegakkan beberapa peraturan untuk menyatakan perubahan secara umum. Dalam menerangkan suatu sistim. sesuai dengan azas kekekalan energi. ΔT = T akhir – T mula-mula Demikian juga. maka bila terjadi reaksi. Kebalikannya dengan reaksi endoterm. Panas reaksi yang kita ukur akan sama dengan perubahan energi potensial ini. Contoh: Diketahui Δ Hf 0 H2O (l) = -286 kJ mol -1. nilai entalpi penguraian sama dengan entalpi pembentukannya. Sehingga harga ÷EP mempunyai harga negatif. Sebelum pembicaraan mengenai prisip termokimia ini kita lanjutkan. Diberikan suhunya. bila terjadi reaksi eksotermik atau endotermik maka pada zat-zat kimia yang terlibat akan terjadi perubahan energi potensial. Oleh karena itu. energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi berarti EP akhir lebih rendah dari EP mula-mula . Salah satu dari istilah yang akan dipakai adalah sistim. Setelah semua variabel ini ditentukan berarti semua sifatsifat sistim sudah pasti. Dalam perubahan eksotermik. Misalnya perubahan suhu dapat ditulis dengan ΔT.P) = EP akhir – EP awal Dari definisi ini didapat suatu kesepakatan dalam tanda aljabar untuk perubahan eksoterm dan endoterm. maka suhu dari sistim akan menggeser. Sistim adalah sebagian dari alam semesta yang sedang kita pelajari. akan dibuat dulu definisi dari beberapa istilah. Perubahan yang terjadi pada temperatur tetap dinamakan perubahan isotermik. Reaksi Eksoterm dan Endoterm Peristiwa endoterm (kanan) dan eksoterm (kiri) . kita harus memperinci sifat-sifatnya secara tepat. Selama ada perubahan adiabatik. Bila sistim tak diisolasi dari lingkungannya. bila reaksinya eksotermik akan naik sedangkan bila reaksinya endotermik akan turun.Reaksi penguraian adalah kebalikan dari reaksi pembentukan. Telah dikatakan. Dalam praktek biasanya dalam menunjukkan perubahan adalah dengan cara mengurangi temperatur akhir dengan temperatur mula-mula. Mungkin saja misalnya suatu reaksi kimia yang terjadi dalam suatu gelas kimia. berarti kita telah menggambarkan keadaan dari sistim. suhu dari sistim dapat dibuat tetap. padat atau gas. tetapi tandanya berlawanan. Simbol Δ (huruf Yunani untuk delta) umumnya dipakai untuk menyatakan perubahan kuantitas. Di luar sistim adalah lingkungan. dimana harga ÷EP adalah positif. dimana T menunjukkan temperatur. maka panas akan mengalir antara keduanya. tekanan. Bila sistim diisolasi dari lingkungan sehingga tak ada panas yang dapat mengalir maka perubahan yang terjadi di dalam sistim adalah perubahan adiabatik. Bila perubahan terjadi pada sebuah sistim maka dikatakan bahwa sistim bergerak dari keadaan satu ke keadaan yang lain.

Perhatikan bahwa bila terjadi suatu reaksi endoterm. temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun. Mari kita periksa terjadinya hal ini dan bagaimana kita mengetahui adanya perubahan energi. Atau reaksi dilakukan sedemikian rupa sehingga energi total tetap sama. Peristiwa termokimia Misalkan kita akan melakukan reaksi kimia dalam suatu tempat tertutup sehingga tak ada panas yang dapat keluar atau masuk kedalam campuran reaksi tersebut.5 kJ . ΔH = +178. Bila campuran reaksi menjadi panas seperti digambarkan dibawah. Kadang-kadang perubahan kimia terjadi dimana ada kenaikan energi potensial dari zat-zat bersangkutan. Juga misalkan energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi sehingga waktu reaksi terjadi ada penurunan energi potensial. maka energi kinetiknya akan turun sehingga temperaturnya juga turun.178. Bila hal ini terjadi. Sebab itu.5 kJ . Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang menyebabkan mobil berjalan. Setiap perubahan yang dapat melepaskan energi ke sekelilingnya seperti ini disebut perubahan eksoterm. panas dapat mengalir ke campuran reaksi dan perubahannya disebut perubahan endoterm. Hampir semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan. Perhatikan bahwa bila terjadi reaksi eksoterm. ΔH = -393.Reaksi Eksoterm Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas. temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat-zat yang ikut dalam reaksi akan naik. Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk pembangkit listrik. Bila sistem tidak tertutup di sekelilingnya. Pada reaksi endoterm harga ΔH = positif ( + ) Contoh : CaCO 3(s) → CaO (s) + CO 2(g) . Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme. Pada reaksi eksoterm harga ΔH = negatif ( – ) Contoh : C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) + 393. . Kebanyakan reaksi kimia tidaklah tertutup dari dunia luar. makanan yang dimakan akan menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi. panas dapat mengalir ke sekelilingnya.5 kJ Reaksi Endoterm Pada reaksi terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas.5 kJ Definisi Termokimia Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya saja. bila energi potensialnya turun. Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh kita dimana produksi dari energienergi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas yang kita lakukan. maka energi kinetiknya harus naik berarti energi potensial berubah menjadi energi kinetik. Penambahan jumlah energi kinetik akan menyebabkan harga rata-rata energi kinetik dari molekulmolekul naik. yang kita lihat sebagai kenaikan temperatur dari campuran reaksi. Tetapi energi ini tak dapat hilang begitu saja karena energi total (kinetik dan potensial) harus tetap konstan. Campuran reaksi menjadi panas. Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk m emas ak.

2.1 0.1 0.184 J 1 kkal = 4. Satu kilojoule = 1000 joule (1 kJ = 1000J).1 0. Cara yang biasa digunakan untuk menyatakan panas disebut kalori (singkatan kal). Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan. 1.1 0.1 0. Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut : 1 kal = 4. 1 J = 1 kg m 2 /s 2 Satuan energi yang lebih kecil yang dipakai dalam fisika disebut erg yang harganya = 1×10 -7 J. Dalam mengacu pada energi yang terlibat dalam reaksi antara pereaksi dengan ukuran molekul biasanya digantikan satuan yang lebih besar yaitu kilojoule (kJ). Definisinya berasal dari pengaruh panas pada suhu benda.2 0. 4. biasanya dalam bentuk kalor.2 0. 3. Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi : v = k (A) (B) 2 persamaan tersebut mengandung pengertian reaksi orde 1 terhadap zat A dan merupakan reaksi orde 2 terhadap zat B. Secara keselurahan reaksi tersebut adalah reaksi orde 3.3 0. (NO) mol/l 0. Contoh soal: Dari reaksi 2NO(g) + Br 2 (g) → 2NOBr(g) dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut: No. Mula-mula kalori didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air dengan suhu asal 15 0 C sebesar 1 0 C. benda dengan massa 4. sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori didefinisi ulang dalam satuan SI. Semua bentuk energi dapat diubah keseluruhannya ke panas dan bila seorang ahli kimia mengukur energi.2 mile/jam).184 kJ Proses eksoterm dan proses endoterm Orde Reaksi Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi. Dengan diterimanya SI.1 Kecepatan Reaksi mol / 1 / detik 12 24 36 48 108 . Setara dengan jumlah energi yang dipunyai suatu benda dengan massa 2 kg dan kecepatan 1 m/detik (bila dalam satuan Inggris. Kilokalori (kkal) seperti juga kilojoule merupakan satuan yang lebih sesuai untuk menyatakan perubahan energi dalam reaksi kimia. 5.4 lb dan kecepatan 197 ft/menit atau 2. Satuan kilokalori juga digunakan untuk menyatakan energi yang terdapat dalam makanan. Satu joule = 1 kgm 2 /s 2 .3 (Br 2 ) mol/l 0.Peristiwa kebakaran menghasilkan panas Pengukuran Energi Dalam Reaksi Kimia Satuan internasional standar untuk energi yaitu Joule (J) diturunkan dari energi kinetik.

Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka : 2 x = 4 → x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO) Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu data (1) dan (2). Persamaan Laju Mengukur laju reaksi Ada beberapa cara untuk mengukur laju dari suatu reaksi. jika gas dilepaskan dalam suatu reaksi. sedangkan kecepatan reaksinya naik 2 kali. larutan atau dalam bentuk gas. maka : 2 y = 2 → y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br 2 ) Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k(NO) 2 (Br 2 ) (reaksi orde 3) b.1) 2 (0. Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1). Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) ! Jawab: a. maka: V = k(NO) 2 (Br 2 ) 12 = k(0.Pertanyaan: a. yaitu data (1) dan (4). Misalkan setidaknya salah satu mereka merupakan zat yang bisa diukur konsentrasinya-misalnya. Sebagai contoh. Dari data ini terlihat konsentrasi Br 2 naik 2 kali. berkurang per detik. Tentukan orde reaksinya ! b. Order reaksi adalah bagian dari persamaan laju. Pertama-tama kita misalkan rumus kecepatan reaksinya adalah sebagai berikut: V = k(NO) x (Br 2 ) y : jadi kita harus mencari nilai x den y. . katakan A.1) k = 12 x 10 3 mol -2 1 2 det -1 Orde Reaksi dan Persamaan Laju Reaksi Merubah konsentrasi dari suatu zat di dalam suatu reaksi biasanya merubah juga laju reaksi. laju biasanya diukur dengan melihat berapa cepat konsentrasi suatu reaktan berkurang pada waktu tertentu. Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br2 tidak berubah. andaikan kita memiliki suatu reaksi antara dua senyawa A dan B . Persamaan laju menggambarkan perubahaan ini secara matematis. Untuk reaksi ini kita dapat mengukur laju reaksi dengan menyelidiki berapa cepat konsentrasi. kita dapat mengukurnya dengan menghitung volume gas yang dilepaskan per menit pada waktu tertentu selama reaksi berlangsung. untuk lebih formal dan matematis dalam menentukan laju suatu reaksi. Definisi Laju ini dapat diukur dengan satuan cm 3 s -1 Bagaimanapun. Halaman ini memperkenalkan dan menjelaskan berbagai istilah yang perlu Anda tahu. Sebagai contoh.

pada awal reaksi. berubah. Hal ini berarti tiap detik konsentrasi A berkurang 0. Satuannya adalah mol dm -3 s -1 Order reaksi Halaman ini tidak akan mendefinisikan apa arti order reaksi secara langsung. Laju ini akan meningkat seiring reaksi dari A berlangsung. Kita tidak dapat menentukan apapun tentang order reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi. Kita dapat mengekspresikan persamaan ini dengan simbol : Adalah cara yang umum menulis rumus dengan tanda kurung persegi untuk menunjukkan konsentrasi yang diukur dalam mol per desimeter kubik (liter).Kita mendapatkan. laju reaksi pun akan menjadi 4 kali lipat. laju reaksi akan berlipat ganda pula. Pangkat-pangkat ini disebut dengan order reaksi terhadap A dan B . Kemungkinan pertama : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A. Kesimpulan Untuk persamaan laju dan order reaksi. tetapi mengajak kita untuk mengerti apa itu order reaksi. Jika konsentras dari A i ditingkatkan tiga kali lipat. JIka kita meningkatkan konsentrasi A dengan faktor 4. Kita juga dapat menulis tanda berbanding lurus dengan menuliskan konstanta (tetapan). Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan. laju reaksi akan bertambah 4 kali lipat (2 2 ). Dengan simbol dapat dilambangkan dengan: Secara umum . laju reaksi diukur dengan cara berapa cepat konsentrasi dari suatu reaktan berkurang.0040 mol dm -3 s -1 . laju reaksi akan bertambah menjadi 9 kali lipat (3 2 ). sebagai contoh. A. Order reaksi selalu ditemukan melalui percobaan. k. kita akan mendapatkan bahwa laju reaksi berhubugngan dengan konsentrasi A dan B dengan cara : Hubungan ini disebut dengan persamaan laju reaksi : Kita dapat melihat dari persamaan laju reaksi bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh pangkat dari konsentrasi dari A dan B . Dengan melakukan percobaan yang melibatkan reaksi antara A dan B. Beberapa hal-hal sederhana yang akan kita temui adalah . konsentrasi berkurang dengan laju 0. Kemungkinan lainnya : Laju reaksi berbanding terbalik dengan kuadrat konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi dari A.0040 mol per desimeter kubik.

Sebagai contoh. karena konsentrasi B tidak mempengaruhi laju reaksi. Contoh 1: Dalam kasus ini. sebagai contoh. Ketetapan laju Hal yang cukup mengejutkan. Order reaksi total adalah satu. A berorder satu dan B beroder nol. sehingga order reaksi total adalah dua. B berorder 2. Tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut. jika kita mengubah temperatur dari reaksi. Teori Tumbukan Dan Teori Keadaan Transisi Teori tumbukan didasarkan atas teori kinetik gas yang mengamati tentang bagaimana suatu reaksi kimia dapat terjadi. Jumlah tumbukan yang terjadi persatuan waktu sebanding dengan . Kita menyebutkan order reaksi total dua. Contoh 3: Pada reaksi ini. Konstanta ini berubah. Order total (keseluruhan) dari reaksi didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order tersebut. Bagaimana bila kita memiliki reaktan-reaktan lebih dari dua lainnya? Tidak menjadi masalah berapa banyak reaktan yang ada. Kalkulasi yang melibatkan order reaksi Anda akan dapat menghitung order dari reaksi dan tetapan laju dari data yang diberikan maupun dari hasil percobaan yang Anda lakukan. order reaksi terhadap A dan B adalah 1. Order reaksi total adalah 2. berarti konsentrasi dari A tidak mempengaruhi laju reaksi. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. Beberapa contoh Tiap contoh yang melibatkan reaksi antara A dan B. Anda akan mendapatkan efek dari perubahaan suhu dan katalis pada laju konstanta pada halaman lainnya. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. menambahkan katalis atau merubah katalis. Pangkat-pangkat ini merupakan order tersendiri dari setiap reaksi. order reaksi total adalah 2. Order reaksi total (keseluruhan). di dalam reaksi order satu terhadap kedua A dan B (a = 1 dan b = 1). Contoh 2: Pada reaksi ini. Menurut teori tersebut kecepatan reaksi antara dua jenis molekul A dan B sama dengan jumiah tumbukan yang terjadi per satuan waktu antara kedua jenis molekul tersebut. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. Konsentasi dari tiap reaktan akan berlangsung pada laju reaksi dengan kenaikan beberapa pangkat. dan tiap persamaan laju didapat dari ekperimen untuk menentukan bagaimana konsentrasi dari A dan B mempengaruhi laju reaksi.Jika order reaksi terhadap A adalah 0 (no). A berorder nol karena konsentrasi A tidak mempengaruhi laju dari reaksi.

Dalam teori ini diandaikan bahwa ada suatu keadaan yang harus dilewati oleh molekulmolekul yang bereaksi dalam tujuannya menuju ke keadaan akhir (produk). Hal tersebut berarti bahwa molekul-molekul pereaksi harus memiliki energi paling sedikit sebesar energi pengaktifan (Ea) agar dapat mencapai keadaan transisi (T * ) dan kemudian menjadi hasil reaksi (C + D). Keadaan tersebut dinamakan keadaan transisi. Mekanisme reaksi keadaan transisi dapat ditulis sebagai berikut: A + B → T * –> C + D dimana: . Catatan : energi pengaktifan (= energi aktivasi) adalah jumlah energi minimum yang dibutuhkan oleh molekul-molekul pereaksi agar dapat melangsungkan reaksi Konsentrasi Dan Kecepatan Reaksi Kecepatan reaksi adalah banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu. Reaksi hanya akan terjadi bila energi tumbukannya lebih besar atau sama dengan energi pengaktifan (E a ). • Teori tumbukan di atas diperbaiki oleh tcori keadaan transisi atau teori laju reaksi absolut. Untuk reaksi: aA + bB → mM + nN maka kecepatan reaksinya adalah: .T * adalah molekul dalam keadaan transisi .konsentrasi A dan konsentrasi B. TEORI TUMBUKAN INI TERNYATA MEMILIKI BEBERAPA KELEMAHAN. ANTARA LAIN : • tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi sebab ada energi tertentu yang harus dilewati (disebut energi aktivasi = energi pengaktifan) untak dapat menghasilkan reaksi.A dan B adalah molekul-molekul pereaksi . Jadi makin besar konsentrasi A dan konsentrasi B akan semakin besar pula jumlah tumbukan yang terjadi. molekul yang lebih rumit struktur ruangnya menghasilkan tumbukan yang tidak sama jumlahnya dibandingkan dengan molekul yang sederhana struktur ruangnya.C dan D adalah molekul-molekul hasil reaksi SECARA DIAGRAM KEADAAN TRANSISI INI DAPAT DINYATAKAN SESUAI KURVA BERIKUT Dari diagram terlibat bahwa energi pengaktifan (E a ) merupakan energi keadaan awal sampai dengan energi keadaan transisi.

Dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi sebagai akibat reaksi.= + ——– = + ———a dt b dt m dt n dt dimana: . Adanya katalisator dalam reaksi dapat mempercepat jalannya suatu reaksi. katalis berada dalam fase yang sama dengan reaktan. d(B) /dt = r B . yaitu reaksi heterogen dan reaksi homogen.1/b . Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar. katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. Didalam reaksi heterogen. secara kimiawi.= . d(M) /dt = rM = kecepatan reaksi zat A = pengurangan konsentrasi zat A per satuan wakru.1/a . tidak berubah pada akhir reaksi. = kecepatan reaksi zat M = penambahan konsentrasi zat M per satuan waktu.1 (dA) 1 d(B) 1 d(M) 1 d(N) V= ——. Ketika reaksi selesai.1/n . Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh katalis. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh suhu. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh ukuran partikel/zat. Semakin luas permukaan maka semakin banyak tempat bersentuhan untuk berlangsungnya reaksi. d(A) /dt = r A . kecepatan reaksi juga akan makin meningkat sesuai dengan teori Arhenius. . d(N) /dt = r N Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi cukup besar.1/m . Katalis Katalis adalah suatu zat yang mempercepat suatu laju reaksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi 1. maka akan berkurang pula kecepatannya.——. maka akan didapatkan kembali massa katalasis yang sama seperti pada awal ditambahkan. . = kecepatan reaksi zat N = penambahan konsentrasi zat N per satuan waktu. namun ia sendiri. Kereakifan dari katalis bergantung dari jenis dan konsentrasi yang digunakan. Secara umum kecepatan reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut: V = k(A) x (B) y dimana: V = kecepatan reaksi k = tetapan laju reaksi x = orde reaksi terhadap zat A y = orde reaksi terhadap zat B (x + y) adalah orde reaksi keseluruhan (A) dan (B) adalah konsentrasi zat pereaksi. = kecepatan reaksi zat B = pengurangan konsentrasi zat B per satuan waktu. Luas permukaan zat dapat dicapai dengan cara memperkecil ukuran zat tersebut 2. Sedangkan pada dalam reaksi homogen. 3. Semakin tinggi suhu reaksi.

Suatu reaksi baru dapat berlangsung apabila ada tumbukan yang berhasil antara molekul-molekul yang bereaksi.Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen. Fase juga dapat diterapkan dalam dua zat cair dimana keduanya tidak saling melarutkan (contoh. Campuran antara padat dan cair terdiri dari dua fase. Fase berbeda denga istilah keadaan fisik (padat. Contoh: 4 HBr(g) + O 2 (g) → 2 H 2 O(g) + 2 Br 2 (g) Dari persamaan reaksi di atas terlihat bahwa tiap 1 molekul O 2 bereaksi dengan 4 molekul HBr. akan tetapi lebih sedikit luas. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi. Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan terdiri hanya dari satu fase. minyak dan air). Hal ini berarti reaksi di atas harus berlangsung dalam beberapa tahap dan diperkirakan tahaptahapnya adalah : Tahap 1: HBr + O 2 → HOOBr Tahap 2: HBr + HOOBr → 2HOBr Tahap 3: (HBr + HOBr → H 2 O + Br 2 ) x 2 —————————————————— + 4 HBr + O 2 → 2H 2 O + 2 Br 2 (lambat) (cepat) (cepat) . Kita dapat menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi Maxwell-Boltzmann seperti ini: Terjadinya Kecepatan Reaksi Dalam suatu reaksi kimia berlangsungnya suatu reaksi dari keadaan semula (awal) sampai keadaan akhir diperkirakan melalui beberapa tahap reaksi. cair dan gas). Fase dapat juga meliputi padat. Tumbukan yang mungkin berhasil adalah tumbukan antara 2 molekul yaitu 1 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 . dua komponen itu berada dalam fase yang berbeda. Energi Aktivasi Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawa-senyawa kimia tersebut. Tumbukan sekaligus antara 4 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 kecil sekali kemungkinannya untuk berhasil. cair dan gas.

tahap ini disebut tahap penentu kecepatan reaksi. 2). Persamaan reaksi Menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai dengan koefisiennya masing-masing. • Huruf kecil dalam tanda kurung menunjukkan wujud atau keadaan zat yang bersangkutan ( g = gass. o Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi = reaktan ) menjadi zat baru (produk). • Bilangan yang mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi (untuk menyetarakan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi). lengkap dengan keterangan wujudnya. 1).Dari contoh di atas ternyata secara eksperimen kecepatan berlangsungnya reaksi tersebut ditentukan oleh kecepatan reaksi pembentukan HOOBr yaitu reaksi yang berlangsungnya paling lambat. l = liquid. tetapi ikatan kimia di antaranya berubah. Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dengan 2 langkah : 1). o Ikatan kimia dalam pereaksi diputuskan dan terbentuk ikatan baru dalam produknya. Oleh karena itu. yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas ( cara sederhana ). Menuliskan Persamaan Reaksi. Contoh : Keterangan : • Tanda panah menunjukkan arah reaksi (artinya = membentuk atau bereaksi menjadi). Rangkaian tahap-tahap reaksi dalam suatu reaksi disebut “mekanisme reaksi” dan kecepatan berlangsungnya reaksi keselurahan ditentukan oleh reaksi yang paling lambat dalam mekanisme reaksi. s = solid dan aq = aqueous / larutan berair ). • Koefisien reaksi juga menyatakan perbandingan paling sederhana dari partikel zat yang terlibat dalam reaksi. o Jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah. Penyetaraan. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk. Contoh : Langkah 1 : (belum setara) . o Atom-atom ditata ulang membentuk produk reaksi.

. Langkah-langkahnya ( cara matematis ) : a). (iii) Dari persamaan (ii). (i) 2c = 6 ……………. Tetapkan koefisien salah satu zat. Langkah 2 : Menetapkan koefisien C 2 H 6 = 1 sedangkan koefisien yang lain ditulis dengan huruf.Langkah 2 : 2). diperoleh : 2c = 6 c = 6/2 = 3 ………. biasanya zat yang rumusnya paling kompleks = 1. (iv) . (sudah setara) Menyetarakan Persamaan Reaksi. Dari langkah 3. Setarakan unsur lainnya. (ii) 2a = (2b + c) ……. c). Langkah 3 : Jumlah atom di ruas kiri dan kanan : Atom C H O Ruas kiri 2 6 2a Ruas kanan b 2c 2b+c Langkah 4 : Jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan. Biasanya akan membantu jika atom O disetarakan paling akhir. Setarakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien 1 itu. Contoh : Langkah 1 : Persamaan reaksi yang belum setara. b). diperoleh : b = 2 ……………. sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara dengan huruf.

Nama Senyawa Nama senyawa biner dari dua jenis unsur non logam adalah rangkaian nama kedua jenis unsur tersebut dengan akhiran –ida (ditambahkan pada unsur yang kedua). amonia (NH a). 3 ) Rumus Senyawa Unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut.(x 2) Langkah 6 : Memeriksa kembali jumlah atom di ruas kiri dan kanan. (iii) 2a = {(2). tatanama senyawa kimia Tata Nama Senyawa Sederhana 1).(2) + 3} = 7 a =7/2 …………. ditulis di depan. b dan c disubstitusikan ke persamaan reaksi : …………. (v) Langkah 5 : Nilai-nilai a.. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa. maka senyawa-senyawa yang terbentuk dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani. B-Si-C-Sb-As-P-N-H-Te-Se-S-I -Br-Cl-O-F Contoh : ………(lengkapi sendiri) b)... 1 = mono 5 2 = di 3 = tri 4 = tetra = penta 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 10 = deka 9 = nona . Contoh : air (H 2 O). serta melengkapi wujud zatnya.Persamaan (i) dan (iv) disubstitusikan ke persamaan (iii) : 2a = (2b + c) ……. Tata Nama Senyawa Molekul ( Kovalen ) Biner.. Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur.

tidak perlu mengikuti aturan di atas. kecuali untuk nama senyawa karbon monoksida. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Ø Berdasarkan cara lama. Contoh : ………(lengkapi sendiri) 2). Contoh : ………(lengkapi sendiri) Cara ini kurang informatif karena tidak menyatakan bilangan oksidasi unsur logam yang bersangkutan. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation dan anionnya. Nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation (di depan) dan nama anionnya (di belakang). Kation dan anion diberi indeks sedemikian rupa sehingga senyawa bersifat netral ( jumlah muatan positif = jumlah muatan negatif).(lengkapi sendiri) c). = ion bermuatan positif (ion logam) = ion bermuatan negatif (ion non logam atau ion poliatom) Kation Anion a). Contoh : ………. Rumus Senyawa Unsur logam ditulis di depan. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Ø Jika unsur logam mempunyai lebih dari sejenis bilangan oksidasi. Senyawa terner sederhana meliputi : asam. Tata Nama Senyawa Ion. senyawa dari unsur logam yang mempunyai 2 jenis muatan dibedakan dengan memberi akhiran –o untuk muatan yang lebih rendah dan akhiran – i untuk muatan yang lebih tinggi. Tata Nama Senyawa Terner. maka senyawasenyawanya dibedakan dengan menuliskan bilangan oksidasinya (ditulis dalam tanda kurung dengan angka Romawi di belakang nama unsur logam itu). 3). Nama Senyawa b). sedangkan angka indeks tidak disebutkan. . basa dan garam.Angka indeks satu tidak perlu disebutkan. Senyawa yang sudah umum dikenal.

Senyawa organik mempunyai tata nama khusus. bukan senyawa ion.” Contoh : Pada pembentukan molekul H 2L H 2 2 O ( g ) + 1L O 2 ( g ) --> 2L H 2 O( g ) . Hukum Avogadro Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama. gas-gas yang volumnya sama mengandung jumlah partikel yang sama pula. Rumus dan penamaannya = senyawa ion.(fosfat) Rumus sisa asam b). dianggap sebagai ion H yang disebut sisa asam . Senyawa organik adalah senyawa-senyawa C dengan sifat-sifat tertentu. Asam adalah senyawa hidrogen yang di dalam air mempunyai rasa masam.Reaksi antara asam dengan basa menghasilkan garam. Tata Nama Basa. Rumus asam terdiri atas atom H (di depan. Nama anion sisa asam = nama asam yang bersangkutan tanpa kata asam. Contoh : H 3 + ) dan suatu anion PO 4 Nama asam = asam fosfat = PO 4 3. Tata Nama Garam. Catatan : perlu diingat bahwa asam adalah senyawa molekul. Contoh : ………(lengkapi sendiri) 4). Tata Nama Senyawa Organik. basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion Nama basa = nama kationnya yang diikuti kata hidroksida . mempunyai nama lazim atau nama dagang ( nama trivial ). a). Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam . Tata Nama Asam. Basa adalah zat yang jika di dalam air dapat menghasilkan ion OHPada umumnya. Contoh : ………(lengkapi sendiri) c).

maka volume dan jumlah molekul zat lain dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan: dan Keterangan : V = volume molekul ( L ) X = jumlah partikel ( molekul Contoh soal : ) Pada suhu dan tekanan yang sama.2 molekul H Catatan : 2 1 molekul O 2 2 molekul H 2 O Jika volume dan jumlah molekul salah 1 zat diketahui. sebanyak 2 L gas nitrogen (N dengan gas H Tentukan : 2 2 ) tepat bereaksi membentuk gas NH 3 (amonia). a) Persamaan reaksinya! b) Volume gas H 2 yang diperlukan! c) Volume gas NH 3 yang dihasilkan! Jawab : a) Persamaan reaksinya : b) = =6L Jadi volume gas H 2 yang diperlukan dalam reaksi adalah 6 L. .

maka : Massa O dalam CO : massa O dalam CO sederhana (yaitu = 1:2 ).c) = =4L 3 Jadi volume gas NH yang dihasilkan oleh reaksi tersebut adalah 4 L. ” Contoh : C dan O dapat membentuk dua jenis senyawa. gas hidrogen + gas oksigen −−> uap air 2V1V2V Perbandingan volumenya = 2 : 1 : 2 Hukum Kelipatan Perbandingan / Hukum Perbandingan Berganda ( Hukum Dalton ) Yaitu : “ Jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa. ” Contoh : Dua volum gas hidrogen bereaksi dengan satu volum gas oksigen membentuk dua volum uap air. membentuk gas metana. merupakan bilangan bulat dan sederhana. perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana. maka perbandingan massa salah satu unsur yang terikat pada massa unsur lain yang sama. Jika massa C dalam akan merupakan bilangan bulat dan : H = 3 : 1 sehingga : 900 : m H = 3 : 1 . yaitu CO dan CO kedua senyawa itu sama (berarti jumlah C sama). Berapa massa hidrogen yang diperlukan untuk bereaksi dengan 900 gram C pada metana? Jawab : C 2 2 . Contoh soal : Karbon dapat bergabung dengan hidrogen dengan perbandingan 3 : 1. Hukum Perbandingan Volum ( Hukum Gay Lussac ) Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama.

.875 gram H 2 Contoh soal : Jika diketahui perbandingan massa besi (Fe) dan belerang (S) dalam pembentukan senyawa besi (II) sulfida (FeS) adalah 7 : 4 maka tentukan : a) Massa besi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 8 gram belerang! b) Massa belerang yang tersisa. Jadi. massa H yang diperlukan adalah 300 gram Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust ).91 % Massa H2 (gram ) 1 2 3 3 4 : 88. a) Massa S = 8 gram Massa Fe = …? . Yaitu : “ Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. jika sebanyak 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S! c) Massa S dan massa Fe yang dibutuhkan untuk menghasilkan 22 gram senyawa FeS! Jawab : Reaksi : 7 4 11 Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.81 % = 1 : 8 Massa Massa O2 H2O (gram (gram) ) 8 9 16 18 16 25 25 18 27 28.125 2 ) dan oksigen (O 2 ) dengan perbandingan Massa zat sisa 1 gram H 1 gram O 2 2 0. sehingga 7 gram Fe akan bereaksi dengan 4 gram S membentuk 11 gram FeS. ” Contoh : Air tersusun oleh unsur-unsur hidrogen (H yang selalu tetap yaitu : 11.

m Ca = (5. menghasilkan kalsium oksida.6 gram Jadi massa oksigen yang diperlukan adalah 1. berarti seluruh Fe habis bereaksi. .6 – 4.contoh soa: Pada wadah tertutup. maka berapa massa oksigen yang diperlukan? Jawab : m Ca = 4 gram m CaO = 5. ” Contoh : 40 gram Ca + 12 gram C 16 gram O 2 --> 56 gram CaO + 32 gram O 2 --> 44 gram CO 2 . c) Untuk membentuk 22 gram FeS : Jadi massa Fe dan S yang dibutuhkan adalah 14 gram dan 8 gram.6 gram.Jadi massa Fe yang dibutuhkan adalah 14 gram. Massa Fe yang bereaksi = 21 gram Massa S yang tersisa = ( 15-12 ) gram = 3 gram Jadi massa S yang tersisa adalah 3 gram.0) gram = 1.? Berdasarkan hukum kekekalan massa : Massa sebelum reaksi = massa sesudah reaksi m Ca + m O 2 = m CaO m O 2 = m CaO .6 gram. Jika massa kalsium oksida yang dihasilkan adalah 5.6 gram mO 2 = .. berarti : Fe : S = 21 : 15 = 7 : 5 Belerang berlebih. Hukum Kekekalan Massa ( Hukum Lavoisier ) Yaitu : “ Dalam sistem tertutup. b) 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S. 4 gram logam kalsium dibakar dengan oksigen. massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

dinyatakan dengan L ).02 x 10 23 molekul air. 1 mol asam sulfat artinya : sekian gram asam sulfat yang mengandung 6.02 x 10 molekul H 2 SO 4 .02 x 10 23 partikel L = 6.Konsep Mol a) Definisi Mol o Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang = jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12. Hubungan mol dengan jumlah partikel.02 x 10 23 23 23 (disebut tetapan b) Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel Dirumuskan : . Contoh : 1 mol air artinya : sekian gram air yang mengandung 6. Kemolaran.02 x 10 23 atom besi. o Mol menghubungkan massa dengan jumlah partikel zat. Massa. 1 mol = 6. Volum gas dapat digambarkan sebagai berikut: o Jumlah partikel dalam 1 mol (dalam 12 gram C-12) yang ditetapkan melalui berbagai metode eksperimen dan sekarang ini kita terima adalah 6.02 x 10 Avogadro.gros). tetapi ukurannya jauh lebih besar. 1 mol besi artinya : sekian gram besi yang mengandung 6. o Mol merupakan satuan jumlah (seperti lusin.

Keterangan : n = jumlah mol = jumlah partikel c) Massa Molar (m m ) o Massa molar menyatakan massa 1 mol zat . o Satuannya adalah gram mol -1 . . karena Ar atau Mr zat merupakan perbandingan massa antara partikel zat itu dengan atom C-12. artinya : massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56 : 12 artinya : massa 1 molekul air : massa 1 atom C-12 = 18 : 12 Mr H 2 O = 18. gas-gas bervolum sama akan mengandung jumlah molekul yang sama pula. Untuk unsur yang partikelnya berupa atom : m m = Ar gram mol -1 Untuk zat lainnya : m m = Mr gram mol -1 d) Hubungan Jumlah Mol (n) dengan Massa Zat (m) Dirumuskan : dengan : m = massa n = jumlah mol m m = massa molar e) Volum Molar Gas (V m ) o Adalah volum 1 mol gas. Karena : 1 mol C-12 = 12 gram (standar mol). o Massa molar zat berkaitan dengan Ar atau Mr zat itu. maka : Kesimpulan : Massa 1 mol suatu zat = Ar atau Mr zat tersebut (dinyatakan dalam gram). Contoh : zAr Fe = 56. o Menurut Avogadro. pada suhu dan tekanan yang sama.

volum gas hanya bergantung pada jumlah molnya. o Jadi : pada suhu dan tekanan yang sama.082 L atm/mol K) T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius) . Pada keadaan STP.4 liter/mol = 24 liter/mol 3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal : P = tekanan gas (atm). pada suhu dan tekanan yang sama. 1 mol setiap gas mempunyai volum yang sama.02 x 10 23 molekul. 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg V = volum gas (L) n = jumlah mol gas R = tetapan gas (0. o Oleh karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul sama yaitu 6. Dinyatakan dengan istilah STP ( Standard Temperature and Pressure ). Dirumuskan : dengan : V = volum gas n = jumlah mol Vm = volum molar Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan : 1) Keadaan Standar Adalah suatu keadaan dengan suhu 0 o C dan tekanan 1 atm. gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan mempunyai volum yang sama pula. volum molar gas ( V 2) Keadaan Kamar Adalah suatu keadaan dengan suhu 25 o C dan tekanan 1 atm. Dinyatakan dengan istilah RTP ( Room Temperature and Pressure ). volum molar gas ( V m) m) = 22. maka pada suhu dan tekanan yang sama. Pada keadaan RTP.o Artinya.

2 M artinya. Adanya kesamaan sifat yang ditemukan pada beberapa unsur menarik perhatian para ahli kimia untuk mulai mengelompokannya. Pada abad ke-19 para ahli kimia mulai dapat menghitung massa atom secara akurat.2 mol (= 11. A. atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap mL larutan . Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur. Ternyata tiap kelompok terdiri dari tiga unsur sehingga disebut triade. 1. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK Usaha pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kesamaan sifat dilakukan agar unsur-unsur tersebut mudah dipelajari. Triade Dobereiner Pada tahun 1829. Johan Wolfgang Dobereiner mempelajari sifat-sifat beberapa unsur yang sudah diketahui pada saat itu.7 mg) NaCl. Apabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan massa . lalu mengelompokkan unsur-unsur tersebut menurut kemiripan sifatnya. Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan.4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain Misalkan : Gas A dengan jumlah mol = n 1 dan volum = V 1 Gas B dengan jumlah mol = n 2 dan volum = V 2 Maka pada suhu dan tekanan yang sama : f) Kemolaran Larutan (M) Kemolaran adalah suatu cara untuk menyatakan konsentrasi (kepekatan) larutan. Dirumuskan : dengan : M = kemolaran larutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan Misalnya : larutan NaCl 0.7 gram) NaCl atau dalam tiap mL larutan terdapat 0. dalam tiap liter larutan terdapat 0.2 mmol (= 11.

dan tabel periodik Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dua ilmuwan. 3. 2. Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu yang hampir bersamaan. unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan. maka unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga. dan 100. 3) Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong. contoh : Te (128) sebelum I (127). John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih banyak. dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur. dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon. seperti 44. b.0 bukan 43. Kekurangan sistem periodik Mendeleev 1) Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan. contohnya Cr = 52. Ne. b. tabel sistem periodik mulai disusun. 2) Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah. 2) Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya.3. Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut: a. Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik. Sistem periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. dan seterusnya. 72. 68. maka ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga sebagai sistem periodik unsur pendek. Unsur gas mulia yang pertama ditemukan ialah gas argon. Mendeleev menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869. Penemuan Newland ini dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newland. dua unsur yang berdekatan. massa atom relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua atau satu satuan. Kelebihan sistem periodik Mendeleev 1) Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur. Kr. Teori Oktaf Newland Pada tahun 1864. Sistem periodik Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871. Sistem Periodik Mendeleev Pada tahun 1869. Pada saat daftar Oktaf Newland disusun. c. maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan. dan Rn) belum ditemukan. d. terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan. unsur-unsur gas mulia (He. . a. Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. Xe.atomnya. Ar. Susunan Newland menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya.

Dalam sistem periodik modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan. Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA. yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida. J. ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. 4. Henry G. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah • Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev. 5) Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan. 4) Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya. sampai saat ini berisi 24 unsur. tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat. Telurium mempunyai nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah.3) Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2. Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang. disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka: • Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur • Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur. Nama-nama golongan pada unsur golongan A • Golongan IA disebut golongan alkali • Golongan IIA disebut golongan alkali tanah • Golongan IIIA disebut golonga boron • Golongan IVA disebut golongan karbon • Golongan VA disebut golongan nitrogen • Golongan VIA disebut golongan oksigen • Golongan VIIA disebut golongan halogen • Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip . Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. Ada dua golongan besar. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya. Sistem Periodik Modern Pada tahun 1914. Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev. yaitu ada unsur yang terbalik letaknya.

secara umum unsur dibedakan menjadi tiga kategori. Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya. Kedua seri unsur ini disebut unsur-unsur transisi dalam. batas antara unsur-unsur logam dan non logam sering digambarkan dengan tangga diagonal yang bergaris tebal. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB. dan unsur metaloid (semi logam). yaitu unsur-unsur lantanida. perak. Logam banyak kita jumpai di sekitar kita. dapat dilihat kecenderungan sifat logam dalam sistem periodik. Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk membuat kawat atau kabel. 3. cangkul. antara lain: 1. penghantar panas yang baik. Sifat-sifat di atas tidak dimiliki oleh unsur-unsur bukan logam (non logam). dapat meregang jika ditarik. unsur-unsur logam berletak pada bagian kiri. 5. dan disebut unsur metaloi . aluminium. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis. Unsur-unsur di daerah perbatasan mempunyai sifat ganda. sedangkan unsur-unsur non logam terletak di bagian kanan (lihat tabel periodik unsur). emas. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa dimanfaatka untuk membuat berbagai macam jenis barang. SIFAT LOGAM Sifat yang dimiliki oleh unsur sangat banyak. tembaga. sedangkan unsur-unsur non logam cenderung menangkap elektron (memiliki energi ionisasi yang besar). penghantar listrik yang baik. pisau. Pada bahasan ini. Pada tabel periodik.sifatnya. dapat ditempa menjadi lempeng tipis. Kemampuan logam untuk meregang apabila ditarik disebut duktilitas. yaitu dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin besar dan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil. Dengan demikian. Berdasarkan sifat kelogamannya. B. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa disebut maleabilitas. contohnya besi. unsur non logam. Jika kita lihat pada tabel periodik unsurnya. logam-logam tersebut memiliki beberapa sifat bukan logam. permukaan logam mengkilap. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. Adapun logam yang berada di sebelahnya (dalam tabel periodik) yaitu Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur non logam yang memilki beberapa sifat logam. 2. misalnya golok. Misalnya logam berilium (Be) dan aluminium (Al). dimasukkan dalam satu golongan karena mempunyai sifat yang sangat mirip. dan lain-lain. kita hanya akan membahas beberapa sifat dari unsur. unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil). yaitu unsur logam. dan lain-lain. 4. dan biasa disebut unsur amfoter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful