Atom

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari P Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.

Atom helium

ter 27 da nol pm ke n sa (ne (H cil Ki inti mp tral e) un sar M Sifat-sifat ato ai ) sa sur an uat Ki m de ata mp ki ma an sar ya ng up ai mi ssa list an ng Ko an un de a : rik dia ter mp 4,5 mu ng : × me dir on Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani 2 ata an ter: i − en: (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti 10 n 52 25 dar tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai k ion 0p i komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan g m pro Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini (C ton dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi s) da menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para n fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, ne membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika [1] utr kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom. on Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil Klasifikasi yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,[catatan 1] dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.[2] Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi

Ilustrasi atom helium yang memperlihatkan inti atom (merah muda) dan distribusi awan elektron (hitam). Sat Ele Inti atom (kanan atas) berbentuk simetris 1,6 bulat, ua ktr 7× walaupun untuk inti atom yang lebih rumit ia tidaklah n − on selalu demikian. 10 62

antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

1 Sejarah 2 Komponen-komponen atom
○ ○ ○

2.1 Partikel subatom 2.2 Inti atom 2.3 Awan elektron 3.1 Sifat-sifat nuklir 3.2 Massa 3.3 Ukuran 3.4 Peluruhan radioaktif 3.5 Momen magnetik 3.6 Aras-aras energi 3.7 Valensi dan perilaku ikatan 3.8 Keadaan

3 Sifat-sifat
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

• •

4 Identifikasi 5 Asal usul dan kondisi sekarang
○ ○ ○

5.1 Nukleosintesis 5.2 Bumi 5.3 Bentuk teoritis dan bentuk langka

• • • •

6 Lihat pula 7 Catatan 8 Referensi

8.1 Referensi buku

9 Pranala luar

[sunting] Sejarah
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Teori atom dan Atomisme Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan terpisah yang tidak dapat dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu milenium. Namun, pemikiran tersebut masihlah bersifat abstrak dan filosofis, daripada berdasarkan pengamatan empiris dan eksperimen. Secara filosofis, deskripsi sifat-sifat atom bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut, dan seringkali pula mengandung unsur-unsur spiritual di dalamnya. Walaupun demikian, pemikiran dasar mengenai atom dapat diterima oleh para ilmuwan

ribuan tahun kemudian, karena ia secara elegan dapat menjelaskan penemuan-penemuan baru pada bidang kimia.[3] Rujukan paling awal mengenai konsep atom dapat ditilik kembali kepada zaman India kuno pada tahun 800 sebelum masehi,[4] yang dijelaskan dalam naskah filsafat Jainisme sebagai anu dan paramanu.[4][5] Aliran mazhab Nyaya dan Vaisesika mengembangkan teori yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung menjadi benda-benda yang lebih kompleks.[6] Satu abad kemudian muncul rujukan mengenai atom di dunia Barat oleh Leukippos, yang kemudian oleh muridnya Demokritos pandangan tersebut disistematiskan. Kira-kira pada tahun 450 SM, Demokritos menciptakan istilah átomos (bahasa Yunani: ἄτομος), yang berarti "tidak dapat dipotong" ataupun "tidak dapat dibagi-bagi lagi". Teori Demokritos mengenai atom bukanlah usaha untuk menjabarkan suatu fenomena fisis secara rinci, melainkan suatu filosofi yang mencoba untuk memberikan jawaban atas perubahanperubahan yang terjadi pada alam.[1] Filosofi serupa juga terjadi di India, namun demikian ilmu pengetahuan modern memutuskan untuk menggunakan istilah "atom" yang dicetuskan oleh Demokritos.[3] Kemajuan lebih jauh pada pemahaman mengenai atom dimulai dengan berkembangnya ilmu kimia. Pada tahun 1661, Robert Boyle mempublikasikan buku The Sceptical Chymist yang berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi "corpuscules", yaitu atom-atom yang berbeda. Hal ini berbeda dengan pandangan klasik yang berpendapat bahwa materi terdiri dari unsur-unsur udara, tanah, api, dan air.[7] Pada tahun 1789, istilah element (unsur) didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis, Antoine Lavoisier, sebagai bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-metode kimia.[8]

Berbagai atom dan molekul yang digambarkan pada buku John Dalton, A New System of Chemical Philosophy (1808).

dan muatan-muatannya diseimbangkan oleh keberadaan lautan muatan positif (model puding prem).[11][12][13] Fisikawan Perancis Jean Perrin kemudian menggunakan hasil kerja Einstein untuk menentukan massa dan dimensi atom secara eksperimen.[16] Istilah isotop kemudian diciptakan oleh Margaret Todd sebagai nama yang tepat untuk atom-atom yang berbeda namun merupakan satu unsur yang sama. Ia mengajukan pendapat bahwa setiap unsur mengandung atom-atom tunggal unik. Thomson selanjutnya menemukan teknik untuk memisahkan jenis-jenis atom tersebut melalui hasil kerjanya pada gas yang terionisasi.J. J. J. ketika bereksperimen dengan hasil proses peluruhan radioaktif.[15] Thomson percaya bahwa elektron-elektron terdistribusi secara merata di seluruh atom.[17] Model atom hidrogen Bohr yang menunjukkan loncatan elektron antara orbit-orbit tetap dan memancarkan energi foton dengan frekuensi tertentu. serta mengapa gas-gas tertentu lebih larut dalam air dibandingkan dengan gas-gas lainnya.[14] Berdasarkan hasil penelitiannya terhadap sinar katoda. meskipun demikian tidak dapat dengan bebas berputar spiral ke dalam maupun keluar dalam keadaan transisi.[9][10] Teori partikel ini kemudian dikonfirmasikan lebih jauh lagi pada tahun 1827. dan atom-atom tersebut selanjutnya dapat bergabung untuk membentuk senyawa-senyawa kimia. J. para peneliti di bawah arahan Ernest Rutherford menembakkan ion helium ke lembaran tipis emas. dan menemukan bahwa sebagian kecil ion tersebut dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam dari yang apa yang diprediksikan oleh teori Thomson. Desaulx mengajukan pendapat bahwa fenomena ini disebabkan oleh gerak termal molekul air. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai "Gerak Brown". pada tahun 1897 J. Sementara itu. Pada tahun 1877. yang kemudian dengan pasti menjadi verifikasi atas teori atom Dalton. dengan elektron yang mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari. Namun pada tahun 1909. yaitu ketika botaniwan Robert Brown menggunakan mikroskop untuk mengamati debu-debu yang mengambang di atas air dan menemukan bahwa debu-debu tersebut bergerak secara acak.Pada tahun 1803. Thomson menemukan elektron dan sifat-sifat subatomiknya.[18] Suatu elektron haruslah menyerap ataupun memancarkan sejumlah energi tertentu untuk dapat . John Dalton menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsur-unsur selalu bereaksi dalam perbandingan yang bulat dan tetap. Pada tahun 1913. pada tahun 1913 fisikawan Niels Bohr mengkaji ulang model atom Rutherford dan mengajukan pendapat bahwa elektron-elektron terletak pada orbit-orbit yang terkuantisasi serta dapat meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya. dan pada tahun 1905 Albert Einstein membuat analisis matematika terhadap gerak ini. Muatan positif ion helium yang melewati inti padat ini haruslah dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam. Rutherford kemudian mengajukan pendapat bahwa muatan positif suatu atom dan kebanyakan massanya terkonsentrasi pada inti atom. Hal ini meruntuhkan konsep atom sebagai satuan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Frederick Soddy menemukan bahwa terdapat lebih dari satu jenis atom pada setiap posisi tabel periodik.

Ketika seberkas atom perak ditembakkan melalui medan magnet. Oleh karena arah spin adalah acak. dengan menggunakan pemikiran Louis de Broglie bahwa partikel berperilaku seperti gelombang. Percobaan Stern-Gerlach pada tahun 1922 memberikan bukti lebih jauh mengenai sifat-sifat kuantum atom. Menurut konsep ini. Penampakan garis-garis spektrum tertentu ini berhasil dijelaskan oleh teori transisi orbital ini. Peralatan spektrometer ini menggunakan magnet untuk membelokkan trayektori . berkas tersebut terpisah-pisah sesuai dengan arah momentum sudut atom (spin). berkas ini diharapkan menyebar menjadi satu garis. model atom yang menggambarkan elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari digugurkan dan digantikan oleh model orbital atom di sekitar inti di mana elektron paling berkemungkinan berada. ia dapat dengan baik menjelaskan sifat-sifat atom yang terpantau yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan oleh teori mana pun. demikian pula sebaliknya. Sekelompok elektron diperkirakan menduduki satu set kelopak elektron di sekitar inti atom.melakukan transisi antara orbit-orbit yang tetap ini. Apabila cahaya dari materi yang dipanaskan memancar melalui prisma. Oleh sebab itu. [19] Ikatan kimia antar atom kemudian pada tahun 1916 dijelaskan oleh Gilbert Newton Lewis sebagai interaksi antara elektron-elektron atom tersebut. tergantung dari apakah spin atom tersebut berorientasi ke atas ataupun ke bawah. Namun pada kenyataannya berkas ini terbagi menjadi dua bagian. Walaupun model ini sulit untuk divisualisasikan. seseorang hanya bisa mendapatkan kisaran nilai-nilai probabilitas momentum.[20] Atas adanya keteraturan sifat-sifat kimiawi dalam tabel periode kimia. untuk setiap pengukuran suatu posisi.[21] kimiawan Amerika Irving Langmuir tahun 1919 berpendapat bahwa hal ini dapat dijelaskan apabila elektron-elektron pada sebuah atom saling berhubungan atau berkumpul dalam bentuk-bentuk tertentu.[23][24] Diagram skema spetrometer massa sederhana. Konsekuensi penggunaan bentuk gelombang untuk menjelaskan elektron ini adalah bahwa adalah tidak mungkin untuk secara matematis menghitung posisi dan momentum partikel secara bersamaan. ia menghasilkan suatu spektrum multiwarna.[22] Pada tahun 1926. Hal ini kemudian dikenal sebagai prinsip ketidakpastian. Perkembangan pada spektrometri massa mengijinkan dilakukannya pengukuran massa atom secara tepat. yang dirumuskan oleh Werner Heisenberg pada 1926. Erwin Schrödinger mengembangkan suatu model atom matematis yang menggambarkan elektron sebagai gelombang tiga dimensi daripada sebagai titik-titik partikel.

Steven Chu dkk. Proton terdiri dari dua kuark naik dan satu kuark turun.[30] Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memerangkap dan memperlambat laju atom menggunakan pendinginan laser untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat-sifat atom. Namun hidrogen-1 tidak mempunyai neutron. Isotop kemudian dijelaskan sebagai unsur dengan jumlah proton yang sama. perkembangan pemercepat partikel dan detektor partikel mengijinkan para ilmuwan mempelajari dampak-dampak dari atom yang bergerak dengan energi yang tinggi. yaitu oleh James Chadwick pada tahun 1932. Perbedaan massa antar isotop ini berupa bilangan bulat. Ukuran elektron sangatlah kecil sedemikiannya tiada teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukurannya. atom tersusun atas berbagai partikel subatom. dan banyaknya defleksi ditentukan dengan rasio massa atom terhadap muatannya. Demikian pula halnya pada ion hidrogen positif H+.6726 × 10−27 kg). Terdapat enam jenis kuark dan tiap-tiap kuark tersebut memiliki muatan listri fraksional sebesar +2/3 ataupun −1/3.[29] Dalam sejarahnya. elektron adalah yang paling ringan. yang pada akhirnya membawa para ilmuwan menemukan kondensasi Bose-Einstein.[27] Neutron dan proton kemudian diketahui sebagai hadron. manakala neutron terdiri dari satu kuark naik dan dua kuark turun. namun memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam inti atom.[25] Penjelasan pada perbedaan massa isotop ini berhasil dipecahkan setelah ditemukannya neutron.11 × 10−31 kg dan mempunyai muatan negatif. Hal ini mengijinkan ilmuwan mempelajari atom dengan presisi yang sangat tinggi. suatu partikel bermuatan netral dengan massa yang hampir sama dengan proton. yaitu komposit partikelpartikel kecil yang disebut sebagai kuark. dan neutron. di Bell Labs mengembangkan sebuah teknik untuk menurunkan temperatur atom menggunakan laser.6929 × 10−27 kg).[31] [sunting] Komponen-komponen atom [sunting] Partikel subatom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Partikel subatom Walaupun awalnya kata atom berarti suatu partikel yang tidak dapat dipotong-potong lagi menjadi partikel yang lebih kecil. sebuah atom tunggal sangatlah kecil untuk digunakan dalam aplikasi ilmiah. Model-model standar fisika nuklir kemudian dikembangkan untuk menjelaskan sifat-sifat inti atom dalam hal interaksi partikel subatom ini. sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh William D. Kimiawan Francis William Aston menggunakan peralatan ini untuk menunjukkan bahwa isotop mempunyai massa yang berbeda.839 kali massa elektron[33] atau (1. Kuark termasuk kedalam golongan partikel fermion dan merupakan salah satu dari dua bahan penyusun materi dasar (yang lainnya adalah lepton).berkas ion. Neutron tidak bermuatan listrik dan bermassa bebas 1.[32] Proton memiliki muatan positif dan massa 1. Dalam model standar fisika. Pada tahun yang sama.[26] Pada tahun 1950-an.[28] Sekitar tahun 1985. berbagai peranti yang menggunakan sebuah atom tunggal logam yang dihubungkan dengan ligan-ligan organik (transistor elektron tunggal) telah dibuat. Namun baru-baru ini. Claude Cohen-Tannoudji kemudian menggabungkan kedua teknik tersebut untuk mendinginkan sejumlah kecil atom sampai beberapa mikrokelvin. Perbedaan komposisi kuark ini memengaruhi perbedaan . proton. Partikel-partikel penyusun atom ini adalah elektron. dan ia disebut sebagai kaidah bilangan bulat. baik proton dan neutron terdiri dari partikel elementer yang disebut kuark. dalam terminologi ilmu pengetahuan modern. Phillips berhasil memerangkap atom natrium dalam perangkap magnet. dengan massa elektron sebesar 9.836 kali lebih berat daripada elektron (1. Dari kesemua partikel subatom ini.

atom dengan jumlah proton dan neutron yang berimbang lebih stabil dan cenderung tidak meluruh. Kuark terikat bersama oleh gaya nuklir kuat yang diperantarai oleh gluon. dengan meningkatnya nomor atom. Inti atom terdiri atas proton dan neutron yang terikat bersama pada pusat atom.[40] Untuk atom dengan nomor atom yang rendah.5. inti atom yang memiliki jumlah proton lebih banyak daripada neutron berpotensi jatuh ke keadaan energi yang lebih rendah melalui peluruhan radioaktif yang menyebabkan jumlah proton dan neutron seimbang. Oleh karena itu. setiap proton dalam inti atom harusnya menduduki keadaan kuantum yang berbeda dengan aras energinya masing-masing. dengan A adalah jumlah nukleon. Diameter inti atom berkisar antara 10-15 hingga 10-14m.[38] Atom dari unsur kimia yang sama memiliki jumlah proton yang sama. Pada jarak lebih kecil daripada 2. Asas Pauli ini juga berlaku untuk neutron. Nukleon-nukleon tersebut terikat bersama oleh gaya tarik-menarik potensial yang disebut gaya kuat residual. sedangkan jumlah neutron relatif terhadap jumlah proton akan menentukan stabilitas inti atom. disebut nomor atom.5 fm. Pada inti yang paling berat. dengan isotop unsur tertentu akan menjalankan peluruhan radioaktif. gaya ini lebih kuat daripada gaya elektrostatik yang menyebabkan proton saling tolak menolak. Secara kolektif. Gluon adalah anggota dari boson tolok yang merupakan perantara gaya-gaya fisika. Namun.massa dan muatan antara dua partikel tersebut. Pelarangan ini tidak berlaku bagi proton dan neutron yang menduduki keadaan kuantum yang sama.[34][35] [sunting] Inti atom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Inti atom Energi pengikatan yang diperlukan oleh nukleon untuk lolos dari inti pada berbagai isotop. rasio neutron per proton yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya akan meningkat menjadi 1.[39] Neutron dan proton adalah dua jenis fermion yang berbeda. gaya tolak-menolak antar proton membuat inti atom memerlukan proporsi neutron yang lebih tinggi lagi untuk menjaga stabilitasnya.[37] Hal ini sangatlah kecil dibandingkan dengan jari-jari atom.[36] Jari-jari inti diperkirakan sama dengan fm. Oleh karena itu. Jumlah proton dan neutron suatu atom akan menentukan nuklida atom tersebut. Asas pengecualian Pauli melarang adanya keberadaan fermion yang identik (seperti misalnya proton berganda) menduduki suatu keadaan fisik kuantum yang sama pada waktu yang sama. Variasi ini disebut sebagai isotop. Suatu unsur dapat memiliki jumlah neutron yang bervariasi. proton dan neutron tersebut disebut sebagai nukleon (partikel penyusun inti).[40] .

Untuk inti yang lebih berat. Jumlah proton dan neutron pada inti atom dapat diubah. Pada fisi nuklir. Fusi nuklir terjadi ketika banyak partikel atom bergabung membentuk inti yang lebih berat. Satu positron (e+) dipancarkan bersamaan dengan neutrino elektron.[40] [sunting] Awan elektron Artikel utama untuk bagian ini adalah: Orbital atom dan Konfigurasi elektron . walaupun hal ini memerlukan energi yang sangat tinggi oleh karena gaya atraksinya yang kuat. Apabila hal ini mengubah jumlah proton dalam inti. pada inti Matahari.[41] Fisi nuklir merupakan kebalikan dari proses fusi. Defisit ini merupakan bagian dari energi pengikatan inti yang baru. yang berarti bahwa proses ini melepaskan energi. dengan m adalah massa yang hilang dan c adalah kecepatan cahaya. atom tersebut akan berubah unsurnya. proton memerlukan energi sekitar 3–10 keV untuk mengatasi gaya tolak-menolak antar sesamanya dan bergabung menjadi satu inti.Gambaran proses fusi nuklir yang menghasilkan inti deuterium (terdiri dari satu proton dan satu neutron). E = mc2. Ini berarti bahwa proses fusi akan bersifat endotermik. energi pengikatan per nukleon dalam inti mulai menurun. inti dipecah menjadi dua inti yang lebih kecil.[42][43] Jika massa inti setelah terjadinya reaksi fusi lebih kecil daripada jumlah massa partikel awal penyusunnya.[45] Adalah proses pelepasan energi inilah yang membuat fusi nuklir pada bintang dapat dipertahankan. Inti atom juga dapat diubah melalui penembakan partikel subatom berenergi tinggi. maka perbedaan ini disebabkan oleh pelepasan pancaran energi (misalnya sinar gamma). Sebagai contoh. sebagaimana yang ditemukan pada rumus kesetaraan massa-energi Einstein.[44] Fusi dua inti yang menghasilkan inti yang lebih besar dengan nomor atom lebih rendah daripada besi dan nikel (jumlah total nukleon sama dengan 60) biasanya bersifat eksotermik. Hal ini biasanya terjadi melalui peluruhan radioaktif.

suatu elektron dapat pula turun ke keadaan energi yang lebih rendah dengan memancarkan energi yang berlebih sebagai foton.[51] Semua isotop unsur yang bernomor atom lebih besar daripada 82 bersifat radioaktif. Perilaku ini ditentukan oleh orbital atom. Gaya ini mengikat elektron dalam sumur potensi elektrostatik di sekitar inti. Semakin dekat suatu elektron dalam inti.Sumur potensial yang menunjukkan energi minimum V(x) yang diperlukan untuk mencapai tiap-tiap posisi x. dua neutron (tritium). atom dapat saling berikatan membentuk molekul. Sebagai contohnya. sehingga elektron yang berada dekat dengan pusat sumur potensi memerlukan energi yang lebih besar untuk lolos. Elektron. karena pola-pola gelombang lainnya akan dengan cepat meluruh menjadi bentuk yang lebih stabil.[50] [sunting] Sifat-sifat [sunting] Sifat-sifat nuklir Artikel utama untuk bagian ini adalah: Isotop dan Isotop stabil Berdasarkan definisi. sama seperti partikel lainnya. Sebagai contohnya.3 MeV yang diperlukan untuk memecah inti deuterium.6 eV untuk melepaskan elektron dari atom hidrogen. Tiap-tiap orbital atom berkoresponden terhadap aras energi elektron tertentu. Elektron yang terletak paling luar dari inti dapat ditransfer ataupun dibagi ke atom terdekat lainnya. Selain dapat naik menuju aras energi yang lebih tinggi. dua atom dengan jumlah proton yang identik dalam intinya termasuk ke dalam unsur kimia yang sama. Kadangkadang ia disebut sebagai protium. satu isotop yang memiliki satu neutron (deuterium). semakin besar gaya atraksinya. Elektron dalam suatu atom ditarik oleh proton dalam inti atom melalui gaya elektromagnetik. Suatu partikel dengan energi E dibatasi pada kisaran posisi antara x1 dan x2. Awan elektron adalah suatu daerah dalam sumur potensi di mana tiap-tiap elektron menghasilkan sejenis gelombang diam (yaitu gelombang yang tidak bergerak relatif terhadap inti) tiga dimensi. [49] Atom bermuatan listrik netral oleh karena jumlah proton dan elektronnya yang sama.[52][53] . Tiga orbital 2p memperlihatkan satu biidang simpul. Hidrogen-1 adalah bentuk isotop hidrogen yang paling umum.[47] Fungsi gelombang dari lima orbital atom pertama. semua hidrogen memiliki satu proton. namun terdapat satu isotop hidrogen yang tidak memiliki neutron (hidrogen-1). memiliki sifat seperti partikel maupun seperti gelombang (dualisme gelombang-partikel). yakni suatu fungsi matematika yang menghitung probabilitas suatu elektron akan muncul pada suatu lokasi tertentu ketika posisinya diukur. Atom dengan jumlah proton sama namun dengan jumlah neutron berbeda adalah dua isotop berbeda dari satu unsur yang sama.[46] Hanya akan ada satu himpunan orbital tertentu yang berada disekitar inti.[48] Bandingkan dengan energi sebesar 2. Atom yang kekurangan ataupun kelebihan elektron disebut sebagai ion. Elektron dapat berubah keadaannya ke aras energi yang lebih tinggi dengan menyerap sebuah foton. hanya diperlukan 13. Hal ini berarti bahwa energi luar diperlukan agar elektron dapat lolos dari atom.[47] Energi yang diperlukan untuk melepaskan ataupun menambah satu elektron (energi pengikatan elektron) adalah lebih kecil daripada energi pengikatan nukleon. dll. Dengan cara inilah.

[65] [sunting] Peluruhan radioaktif Artikel utama untuk bagian ini adalah: Peluruhan radioaktif . Satu mol didefinisikan sebagai jumlah atom yang terdapat pada 12 gram persis karbon-12. sehingga dimensi atom biasanya dideskripsikan sebagai jarak antara dua inti atom ketika dua atom bergabung bersama dalam ikatan kimia.[62] Dimensi ini ribuan kali lebih kecil daripada gelombang cahaya (400–700 nm).012 kg.[catatan 2] Jika sebuah apel diperbesar sampai seukuran besarnya Bumi. 80 dari unsur yang diketahui memiliki satu atau lebih isotop stabil. Unsur 43. Dua puluh tujuh unsur hanya memiliki satu isotop stabil.[59] Para kimiawan biasanya menggunakan satuan mol untuk menyatakan jumlah atom.[58] Atom stabil yang paling berat adalah timbal-208. atom dapat dipantau menggunakan mikroskop gaya atom.[56] Hidrogen-1 yang merupakan isotop teringan hidrogen memiliki bobot atom 1. jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya periode (atas ke bawah). manakala yang terbesar adalah sesium dengan jari-jari 225 pm. dan spin atom.[63] Satu tetes air pula mengandung sekitar 2 × 1021 atom oksigen. Satuan ini didefinisikan sebagai seperduabelas massa atom karbon-12 netral. Ukuran atom sangatlah kecil. yang dikenal pula dengan nama tetapan Avogadro. Jari-jari ini bervariasi tergantung pada jenis atom.66 × 10−27 kg. atom yang terkecil adalah helium dengan jari-jari 32 pm.[55] [sunting] Massa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Massa atom dan Bobot atom Karena mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron. yang kira-kira sebesar 1. maka atom dalam apel tersebut akan terlihat sebesar ukuran apel awal tersebut. Namun. Sebagai contohnya.[61] Oleh karena itu. Dengan demikian suatu unsur dengan massa atom 1 u akan memiliki satu mol atom yang bermassa 0. sedemikian kecilnya lebar satu helai rambut dapat menampung sekitar 1 juta atom karbon. jumlah keseluruhan partikel ini dalam atom disebut sebagai nomor massa. 63.[64] Intan satu karat dengan massa 2 × 10-4 kg mengandung sekitar 1022 atom karbon. jenis ikatan yang terlibat. sehingga atom tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop optik biasa. dan semua unsur lebih tinggi dari 83 tidak memiliki isotop stabil.[54] Pada unsur kimia. jumlah atom di sekitarnya.007825 u. 269 di antaranya belum pernah terpantau meluruh.[57] Atom memiliki massa yang kira-kira sama dengan nomor massanya dikalikan satuan massa atom.[52] dengan massa sebesar 207. Jumlah ini adalah sekitar 6.9766521 u.022 × 1023. manakala jumlah isotop stabil yang paling banyak terpantau pada unsur timah dengan 10 jenis isotop stabil.001 kg. sehingga satu mol karbon atom memiliki massa 0.[60] Pada tabel periodik unsur-unsur.Dari sekitar 339 nuklida yang terbentuk secara alami di Bumi. Massa atom pada keadaan diam sering diekspresikan menggunakan satuan massa atom (u) yang juga disebut dalton (Da). Karbon memiliki massa atom 12 u. Sebaliknya jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan menurunnya nomor golongan (kanan ke kiri).[56] [sunting] Ukuran Artikel utama untuk bagian ini adalah: Jari-jari atom Atom tidak memiliki batasan luar yang jelas.

Hasil peluruhan ini adalah unsur baru dengan nomor atom yang lebih kecil. dan dihasilkan oleh transformasi neutron menjadi proton. terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron). Peluruhan beta dapat meningkatkan maupun menurunkan nomor atom inti sebesar satu. emisi lebih dari satu partikel beta. Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif. Peluruhan gama. diatur oleh gaya lemah. Hal ini dapat terjadi setelah emisi partikel alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif. manakala transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh emisi satu positron dan satu neutrino. dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih rendah. Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu elektron dan satu antineutrino.[66] Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:[67][68] • Peluruhan alfa. • • Jenis-jenis peluruhan radioaktif lainnya yang lebih jarang meliputi pelepasan neutron dan proton dari inti. menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik. Peluruhan beta. Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta. Radioaktivitas dapat terjadi ketika jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya bekerja pada jarak sekitar 1 fm). dan produksi foton berenergi tinggi yang bukan sinar gama Tiap-tiap isotop radioaktif mempunyai karakteristik periode waktu peluruhan (waktu paruh) yang merupakan lamanya waktu yang diperlukan oleh setengah jumlah sampel untuk .Diagram ini menunjukkan waktu paruh (T½) beberapa isotop dengan jumlah proton Z dan jumlah proton N (dalam satuan detik). ataupun peluruhan yang mengakibatkan produksi elektron berkecepatan tinggi yang bukan sinar beta. ataupun proton menjadi neutron. menyebabkan inti melepaskan partikel ataupun radiasi elektromagnetik.

dan tiap-tiap keadaan berkorespondensi terhadap aras energi tertentu. Dalam atom. manakala keadaan energi yang lebih tinggi disebut sebagai keadaan tereksitasi. Kondisi ini disebut sebagai hiperpolarisasi. Proses peluruhan bersifat eksponensial. untuk unsur-unsur tertentu (seperti xenon-129). dan neutron semuanya memiliki spin ½ ħ. sehingga tiada medan magnet yang dihasilkan. atau "spin-½". dan yang satunya lagi berspin turun.[70] Pada atom berelektron ganjil seperti besi. Namun. hanya akan tersisa 25% isotop. Namun. Spin beranalogi dengan momentum sudut suatu objek yang berputar pada pusat massanya. Proses ini disebut sebagai interaksi pertukaran.[69] Medan magnet yang dihasilkan oleh suatu atom (disebut momen magnetik) ditentukan oleh kombinasi berbagai macam momentum sudut ini. Kedua spin yang berlawanan ini akan saling menetralkan. pasangan elektron yang terikat satu sama lainnya memiliki spin yang berlawanan. Bahan-bahan yang bersifat paramagnetik memiliki atom dengan momen magnetik yang tersusun acak. Namun. proton. adanya keberadaan elektron yang tak berpasangan menyebabkan atom tersebut bersifat feromagnetik. elektron-elektron yang terikat hanya dapat menduduki satu set keadaan yang berpusat pada inti. sehingga momen dipol magnetik totalnya menjadi nol pada beberapa atom berjumlah elektron genap.[66] [sunting] Momen magnetik Artikel utama untuk bagian ini adalah: Momen dipol magnetik elektron dan Momen magnetik nuklir Setiap partikel elementer mempunyai sifat mekanika kuantum intrinsik yang dikenal dengan nama spin. adalah mungkin untuk memolarisasi keadaan spin nuklir secara signifikan sehingga spin-spin tersebut tersusun berjajar dengan arah yang sama. Orbital-orbital atom di sekeliling atom tersebut saling bertumpang tindih dan penurunan keadaan energi dicapai ketika spin elektron yang tak berpasangan tersusun saling berjajar. Ketika momen magnetik atom feromagnetik tersusun berjajaran. Dalam model mekanika kuantum. walaupun secara kaku partikel tidaklah berperilaku seperti ini. kontribusi yang terbesar tetap berasal dari spin. Biasanya spin inti tersusun secara acak oleh karena kesetimbangan termal. sehingga setelah dua waktu paruh.meluruh habis.[74] Agar suatu elektron dapat meloncat dari satu keadaan ke keadaan lainnya. dengan satu berspin naik. bahan yang tersusun oleh atom ini dapat menghasilkan medan makroskopis yang dapat dideteksi. Hal ini diukur oleh besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom dan biasanya diekspresikan dengan satuan elektronvolt (eV). dengan elektron. elektron yang bergerak di sekitar inti atom selain memiliki spin juga memiliki momentum sudut orbital. momen magnetik tiap-tiap atom individu tersebut akan tersusun berjajar ketika diberikan medan magnet. Keadaan energi terendah suatu elektron yang terikat disebut sebagai keadaan dasar. Fenomena ini memiliki aplikasi yang penting dalam pencitraan resonansi magnetik.[72][73] [sunting] Aras-aras energi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aras energi dan Garis spektrum atom Ketika suatu elektron terikat pada sebuah atom. Oleh karena elektron mematuhi asas pengecualian Pauli. ia haruslah menyerap ataupun memancarkan foton pada energi yang sesuai dengan perbedaan energi .[70][71] Inti atom juga dapat memiliki spin. yakni tiada dua elektron yang dapat ditemukan pada keadaan kuantum yang sama. manakala inti atom memiliki momentum sudut pula oleh karena spin nuklirnya sendiri. ia memiliki energi potensial yang berbanding terbalik terhadap jarak elektron terhadap inti. Spin diukur dalam satuan tetapan Planck tereduksi (ħ).

Ketika suatu spektrum energi yang berkelanjutan dipancarkan melalui suatu gas ataupun plasma. beberapa foton diserap oleh atom. garis-garis spektrum terpisah menjadi tiga atau lebih komponen. menyebabkan elektron berpindah aras energi. interaksi elektromagnetik antar elektron. Jumlah elektron valensi menentukan perilaku ikatan atom tersebut dengan atom lainnya.[78] Ketika suatu atom berada dalam medan magnet eksternal. Sehingga. Efek Zeeman disebabkan oleh interaksi medan magnet dengan momen magnetik atom dan elektronnya. Unsur-unsur pada bagian terkanan tabel memiliki kelopak terluarnya terisi penuh. Namun.[76] Contoh garis absorpsi spektrum. Hal ini disebut sebagai efek Zeeman. menyebabkan garis spektrum berganda. Oleh karena itu. sehingga akan tampak sebagai satu garis spektrum. Elektron yang tereksitasi akan secara spontan memancarkan energi ini sebagai foton dan jatuh kembali ke aras energi yang lebih rendah. Atom cenderung bereaksi dengan satu sama lainnya melalui pengisian (ataupun pengosongan) elektron valensi terluar atom. dan faktor-faktor lainnya. Unsur-unsur dengan jumlah elektron valensi yang sama dikelompokkan secara vertikel (disebut golongan). banyak pula unsur yang menunjukkan perilaku valensi berganda.[80] [sunting] Valensi dan perilaku ikatan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Valensi (kimia) dan Ikatan kimia Kelopak atau kulit elektron terluar suatu atom dalam keadaan yang tak terkombinasi disebut sebagai kelopak valensi dan elektron dalam kelopak tersebut disebut elektron valensi. Pengukuran spektroskopi terhadap kekuatan dan lebar pita spektrum mengijinkan penentuan komposisi dan sifat-sifat fisika suatu zat. Fenomena ini disebut sebagai efek Stark.[83][84] [sunting] Keadaan .[82] Unsur-unsur kimia sering ditampilkan dalam tabel periodik yang menampilkan sifat-sifat kimia suatu unsur yang berpola.[79] Keberadaan medan listrik eksternal dapat menyebabkan pemisahan dan pergeseran garis spektrum dengan mengubah aras energi elektron.[77] Pemantauan cermat pada garis-garis spektrum menunjukkan bahwa beberapa memperlihatkan adanya pemisahan halus. menyebabkan unsur-unsur tersebut cenderung bersifat inert (gas mulia). atau kecenderungan membagi elektron dengan jumlah yang berbeda pada senyawa yang berbeda. Hal ini terjadi karena kopling spin-orbit yang merupakan interaksi antara spin dengan gerak elektron terluar. subkelopak yang terisi dengan elektron. Interaksi medan magnet dengan atom akan menggeser konfigurasi-konfigurasi elektron menuju aras energi yang sedikit berbeda. Hal ini bergantung pada muatan inti.[75] Tiap-tiap unsur memiliki spektrum karakteristiknya masing-masing. ikatan kimia antara unsur-unsur ini cenderung berupa pembagian elektron daripada transfer elektron. Energi foton yang dipancarkan adalah sebanding dengan frekuensinya.[81] Ikatan kimia dapat dilihat sebagai transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya.potensial antar dua aras tersebut. seperti yang terpantau pada natrium klorida dan garam-garam ionik lainnya. Beberapa atom dapat memiliki banyak konfigurasi elektron dengan aras energi yang sama. atom berperilaku seperti bahan penyaring yang akan membentuk sederetan pita absorpsi. Contohnya meliputi unsur karbon dalam senyawa organik.

Sejumlah atom ditemukan dalam keadaan materi yang berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik benda. ia dapat berupa grafit maupun intan. cair. dan plasma. Spektrometer massa menggunakan prinsip ini untuk menghitung rasio massa terhadap muatan ion. gas. Sebuah atom dapat diionisasi dengan melepaskan satu elektronnya. spektrometer massa dapat menentukan proporsi tiap-tiap isotop . atom dapat membentuk kondensat Bose-Einstein.[87][88] Kumpulan atom-atom yang dilewat-dinginkan ini berperilaku seperti satu atom super. yakni suhu dan tekanan. Muatan yang ada menyebabkan trayektori atom melengkung ketika ia melalui sebuah medan magnet. Alat ini menggunakan fenomena penerowongan kuantum yang mengijinkan partikel-partikel menembus sawar yang biasanya tidak dapat dilewati. Sebagai contohnya pada karbon padat.[86] Pada suhu mendekati nol mutlak. di mana efek-efek mekanika kuantum yang biasanya hanya terpantau pada skala atom terpantau secara makroskopis.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Keadaan materi dan Fase benda Gambaran pembentukan kondensat Bose-Einstein.[85] Dalam tiap-tiap keadaan tersebut pula materi dapat memiliki berbagai fase.[89] [sunting] Identifikasi Citra mikroskop penerowongan payaran yang menunjukkan atom-atom individu pada permukaan emas (100). Mikroskop penerowongan payaran (scanning tunneling microscope) adalah suatu mikroskop yang digunakan untuk melihat permukaan suatu benda pada tingkat atom. Apabila sampel tersebut mengandung sejumlah isotop. Jari-jari trayektori ion tersebut ditentukan oleh massa atom. materi dapat berubah-ubah menjadi bentuk padat. Dengan mengubah kondisi tersebut.

menyebabkan sejumlah besar nukleon berhamburan.[93] [sunting] Asal usul dan kondisi sekarang Atom menduduki sekitar 4% densitas energi total yang ada dalam alam semesta terpantau.[102] Sejak saat itulah. litium.dengan mengukur intensitas berkas ion yang berbeda. dan proses evolusioner bintang akan menyebabkan peningkatan kandungan unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium dalam medium antarbintang. Warna bintang kemudian dapat direplikasi menggunakan lampu lucutan gas yang mengandung unsur yang sama. atom memiliki konsentrasi yang lebih tinggi.[96] Bintang membentuk awan-awan padat dalam medium antarbintang. dengan densitas rata-rata sekitar 0.[95] Matahari sendiri dipercayai berada dalam Gelembung Lokal. keduanya menggunakan plasma untuk menguapkan sampel analisis.[90] Metode lainnya yang lebih selektif adalah spektroskopi pelepasan energi elektron (electron energy loss spectroscopy). yaitu ketika alam semesta yang mengembang cukup dingin untuk mengijinkan elektron-elektron terikat pada inti atom. Unsur yang lebih berat daripada besi dihasilkan di supernova melalui proses r dan di bintang-bintang AGB melalui proses s. sehingga densitas di sekelilingnya adalah sekitar 103 atom/m3.[103] Isotop seperti litium-6 dihasilkan di ruang angkasa melalui spalasi sinar kosmis.25 atom/m3.[98] [sunting] Nukleosintesis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nukleosintesis Proton dan elektron yang stabil muncul satu detik setelah kejadian Dentuman Besar.000 tahun sesudah Dentuman Besar. dan deuterium.[91] Spektrum keadaan tereksitasi dapat digunakan untuk menganalisa komposisi atom bintang yang jauh. Panjang gelombang cahaya tertentu yang dipancarkan oleh bintang dapat dipisahkan dan dicocokkan dengan transisi terkuantisasi atom gas bebas. Teknik untuk menguapkan atom meliputi spektroskopi emisi atomik plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy) dan spektrometri massa plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma mass spectrometry). dan massa total atom ini membentuk sekitar 10% massa galaksi. yang mengukur pelepasan energi berkas elektron dalam suatu mikroskop elektron transmisi ketika ia berinteraksi dengan sampel.[104] Hal ini terjadi ketika sebuah proton berenergi tinggi menumbuk inti atom. [99][100][101] Atom pertama (dengan elektron yang terikat dengannya) secara teoritis tercipta 380. dengan densitas materi dalam medium antarbintang berkisar antara 105 sampai dengan 109 atom/m3. Tomografi kuar atom memiliki resolusi sub-nanometer dalam 3-D dan dapat secara kimiawi mengidentifikasi atomatom individu menggunakan spektrometri massa waktu lintas. Dalam masa waktu tiga menit sesudahnya. inti atom mulai bergabung dalam bintang-bintang melalui proses fusi nuklir dan menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat sampai dengan besi.[94] Dalam galaksi Bima Sakti.[106] [sunting] Bumi .[97] Massa sisanya adalah materi gelap yang tidak diketahui dengan jelas. dan mungkin juga beberapa berilium dan boron. nukleosintesis Dentuman Besar kebanyakan menghasilkan helium.[92] Helium pada Matahari ditemukan dengan menggunakan cara ini 23 tahun sebelum ia ditemukan di Bumi. Sampai dengan 95% atom Bima Sakti terkonsentrasi dalam bintang-bintang. yaitu suatu daerah yang mengandung banyak gas ion.[105] Unsur-unsur seperti timbal kebanyakan dibentuk melalui peluruhan radioaktif unsur-unsur lain yang lebih berat. Kedua-duanya melibatkan penangkapan neutron oleh inti atom.

Ketidakseimbangan ini masih belum dipahami secara menyeluruh. meliputi air. Atom juga dapat bergabung membentuk bahan-bahan yang tidak terdiri dari molekul.[120] Atom super berat yang stabil ini kemungkinan besar adalah unbiheksium. Terdapat ketidakseimbangan antara jumlah partikel materi dan antimateri.[109] Terdapat sekelumit atom di Bumi yang pada awal pembentukannya tidak ada dan juga bukan merupakan akibat dari peluruhan radioaktif.[107] Kandungan alami plutonium dan neptunium dihasilkan dari penangkapan neutron dalam bijih uranium.[107][108] Kebanyakan helium dalam kerak Bumi merupakan produk peluruhan alfa. keduanya akan saling memusnahkan. hanya plutonium dan neptunium sajalah yang terdapat di Bumi secara alami. dan nitrogen diatomik. dan antiproton adalah proton yang bermuatan negatif.[116] Bumi mengandung sekitar 1.[117] Pada atmosfer planet.33 × 1050 atom. garam. Sisanya merupakan akibat dari peluruhan radioaktif dan proporsinya dapat digunakan untuk menentukan usia Bumi melalui penanggalan radiometrik. sehingga unsur-unsur ini telah lama meluruh. dan oksida. Ketika materi dan antimateri bertemu. Karbon-14 secara berkesinambungan dihasilkan oleh sinar kosmik di atmosfer. atom-atom saling berikatan membentuk berbagai macam senyawa.[124][125] . terdapat suatu "pulau stabilitas" yang diajukan untuk beberapa unsur dengan nomor atom di atas 103. Antimateri tidak pernah ditemukan secara alami. antihidrogen berhasil disintesis di laboratorium CERN di Jenewa. Unsur-unsur super berat ini kemungkinan memiliki inti yang secara relatif stabil terhadap peluruhan radioaktif. Pengecualian terdapat pada plutonium-244 yang kemungkinan tersimpan dalam debu kosmik.[110] Beberapa atom di Bumi secara buatan dihasilkan oleh reaktor ataupun senjata nuklir. terdapat sejumlah kecil atom gas mulia seperti argon dan neon. positron adalah antielektron yang bermuatan positif.[113][114] Unsur-unsur transuranium memiliki waktu paruh radioaktif yang lebih pendek daripada umur Bumi[115]. silikat. pada tahun 1996. Sisa 99% atom pada atmosfer bumi terikat dalam bentuk molekul. contohnya kristal dan logam padat ataupun cair.[111][112] Dari semua Unsur-unsur transuranium yang bernomor atom lebih besar daripada 92.[118][119] [sunting] Bentuk teoritis dan bentuk langka Pencitraan 3-Dimensi keberadaan "Pulau stabilitas" di bagian paling kanan Manakala isotop dengan nomor atom yang lebih tinggi daripada timbal (62) bersifat radioaktif. Sehingga. Pada permukaan Bumi.[122][123] Namun. oksigen diatomik.[121] Tiap-tiap partikel materi memiliki partikel antimaterinya masing-masing dengan muatan listrik yang berlawanan. dengan 126 proton 184 neutron.Kebanyakan atom yang menyusun Bumi dan termasuk pula seluruh makhluk hidupnya pernah berada dalam bentuk yang sekarang di nebula yang runtuh dari awan molekul dan membentuk Tata Surya. walaupun terdapat teori bariogenesis yang memberikan penjelasan yang memungkinkan. misalnya karbon dioksida.

[126][127][128] Molekul Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Sebagai contoh. Dalam ilmu molekuler. Jenis atom ini dapat digunakan untuk menguji prediksi fisika.Terdapat pula atom-atom langka lainnya yang dibuat dengan menggantikan satu proton. Ion poliatomik dapat pula kadangkadang dianggap sebagai molekul yang bermuatan. sehingga molekul organik dan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk molekul. membentuk atom muon. manakala fisika molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur struktur dan sifat-sifat molekul. ataupun terdiri dari unsur-unsur berbeda (misalnya air H2O). Hacked By Amirul19 . sebuah molekul terdiri dari suatu sistem stabil yang terdiri dari dua atau lebih molekul. Dalam kimia organik dan biokimia. Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil. [1][2] Menurut definisi ini. istilah molekul sering digunakan untuk merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada komposisinya. atom-atom gas mulia dianggap sebagai molekul walaupun gas-gas tersebut terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan.[3] Menurut definisi ini. Ilmu molekuler Ilmu yang mempelajari molekul disebut kimia molekuler ataupun fisika molekuler bergantung pada fokus kajiannya. elektron dapat digantikan dengan muon yang lebih berat. neutron. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Kimia molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur interaksi antara molekul. Atom-atom dan kompleks yang berhubungan secara non-kovalen (misalnya terikat oleh ikatan hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak dianggap sebagai satu molekul tunggal. Istilah molekul tak stabil digunakan untuk merujuk pada spesi-spesi kimia yang sangat reaktif. Dalam teori kinetika gas. istilah molekul digunakan secara kurang kaku.[4] Sebuah molekul dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama (misalnya oksigen O2). ataupun elektron dengan partikel lain yang bermuatan sama. Dalam prakteknya. molekul berbeda dengan ion poliatomik. cari Penggambaran tiga dimensi (kiri dan tengah) berserta dua dimensi (kanan) molekul terpenoid atisana. perbedaan kedua ilmu tersebut tidaklah jelas dan saling bertumpang tindih.

Rumus kimia dan struktur molekul merupakan dua faktor penting yang menentukan sifat-sifat suatu senyawa. Senyawa isomer memiliki rumus kimia yang sama. Stereoisomer adalah salah satu jenis isomer yang memiliki sifat fisika dan kimia yang sangat mirip namun aktivitas biokimia yang berbeda. Molekul dengan ukuran yang sangat besar disebut sebagai makromolekul atau supermolekul. dimetil eter juga memiliki nilai perbandingan yang sama dengan etanol. Molekul diatomik Dari Wikipedia bahasa Indonesia. dengan keseluruhan molekul sekitar dua kali panjang ikatnya (0. Rumus molekul menggambarkan jumlah atom penyusun molekul secara tepat. Awalan di. namun rumus empirisnya adalah CH. rumus ini tidak menunjukkan bentuk ataupun susunan atom dalam molekul tersebut. asetilena memiliki rumus molekuler C2H2. Etanol pula selalu memiliki nilai perbandingan antara karbon. Contohnya. Namun. Molekul diatomik adalah molekul yang hanya terdiri dari dua atom. namun dapat dideteksi menggunakan mikroskop gaya atom.pada kata diatomik berasal dari bahasa Yunani yang artinya dua. Molekul dengan jumlah atom penyusun yang sama namun berbeda susunannya disebut sebagai isomer. Jari-jari molekul efektif merupakan ukuran molekul yang terpantau dalam larutan. Penjelasan dan keberadaan alami . [sunting] Geometri molekul Molekul memiliki geometri yang berbentuk tetap dalam keadaan kesetimbangan. namun sifat-sifat yang berbeda oleh karena strukturnya yang berbeda. dan oksigen 2:6:1. hidrogen. air selalu memiliki nilai perbandingan atom hidrogen berbanding oksigen 2:1. Kekecualian terdapat pada DNA yang dapat mencapai ukuran makroskopis. Sebagai contohnya. Molekul terkecil adalah hidrogen diatomik (H2).[5][6] [sunting] Rumus molekul Rumus empiris sebuah senyawa menunjukkan nilai perbandingan paling sederhana unsurunsur penyusun senyawa tersebut. Massa suatu molekul dapat dihitung dari rumus kimianya. Perlu diperhatikan bahwa rumus empiris hanya memberikan nilai perbandingan atom-atom penyusun suatu molekul dan tidak memberikan nilai jumlah atom yang sebenarnya. Sering kali massa molekul diekspresikan dalam satuan massa atom yang setara dengan 1/12 massa atom karbon-12. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Satu molekul tunggal biasanya tidak dapat dipantau menggunakan cahaya. Contohnya. cari Model CPK molekul dinitrogen. Kedua atom tersebut dapat berupa unsur yang sama maupun berbeda. Panjang ikat dan sudut ikatan akan terus bergetar melalui gerak vibrasi dan rotasi.74 Å). N2.[sunting] Ukuran molekul Kebanyakan molekul sangatlah kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.

hanya beberapa molekul diatomik yang ditemukan secara alami di Bumi. dan halogen: fluorin (F2). Oleh karena asumsi tersebut terdapat kemelutan penentuan berat atom dan rumus molekul selama setengah abad.9340%) dan gas lainnya. Constants of Diatomic Molecules[1]. sedangkan yang terdiri dari dua unsur yang berbeda disebut sebagai heteronuklir. Ia utamanya ditemukan sebagai materi penyusun bintang. Unsur-unsur yang ditemukan dalam bentuk molekul diatomik pada kondisi laboratorium 1 bar dan 25 oC meliputi hidrogen (H2). Ia merupakan susunan geometri molekul yang paling sederhana. oksigen. klorin (Cl2). misalnya H2 dan O2. Data berat atom ini sangat penting dalam penemuan tabel periodik oleh Dmitri Mendeleev dan Lothar Meyer. Beberapa di antaranya terdeteksi secara spektroskopis pada ruang antarbintang. Gay-Lussac dan von Humboldt menunjukkan bahwa air terbentuk dari dua volume air dan satu volume oksigen. Ikatan pada molekul diatomik homonuklir bersifat kovalen dan non-polar. Cannizzaro mengungkit kembali pemikiran Avogadro dan menggunakannya utuk membuatu tabel berat atom yang konsisten. dan nitrogen. John Dalton berasumsi bahwa semua unsur secara alami berada dalam keadaan monoatomik dan atom-atom pada suatu senyawa akan memiliki rasio atom yang sama. secara alami berada dalam keadaan diatomik. terdapat sekitar ratusan molekul diatomik yang terdaftar. yodium (I2). Sebagai contoh. ia disebut sebagai homonuklir. sedangkan sisa 1%-nya terdiri dari argon (0. misalnya logam yang dipanaskan sampai menjadi gas. Molecular Spectra and Molecular Structure IV. Selain itu. Pada Kongres Karlsruhe pada tahun 1860 yang membahas tentang berat atom. atom. bromin (Br2). banyak molekul diatomik tidak stabil dan sangat reaktif. dan pada tahun 1811. Dalton berasumsi bahwa rumus molekul air adalah HO dengan berat atom oksigen 8 kali dari atom hidrogen (sebenarnya 16 kali atom hidrogen). Walaupun demikian.[3]. hasil kerja ini terus diabaikan sampai dengan tahun 1860. Pada awalnya. Kebanyakan data dalam tabel tersebut sesuai dengan nilai modern sekarang.[4] [sunting] Aras energi . Walaupun demikian. hidrogen adalah molekul yang paling melimpah dalam alam semesta. Pada tahun 1805. dan astatin (At2). Jika suatu molekul diatomik terdiri dari dua unsur yang sama. juga disebabkan oleh beberapa kejanggalan hukum Avogadro yang tidak dapat dijelaskan pada saat itu. nitrogen (N2). Sekitar 99% atmosfer bumi terdiri dari molekul diatomik.Dalam buku Huber dan Herzberg. Kelimpahan alami hidrogen (H2) pada atmosfer bumi hanyalah dalam kadar bagian per juta (ppm). [sunting] Geometri molekul Geometri molekul molekul diatomik adalah linear. Namun. oksigen (O2). Amedeo Avogadro akhirnya berhasil menentukan komposisi molekul air yang benar.[2] Perlu diperhatikan pula bahwa terdapat pula molekul diatomik lainnya yang dapat terbentuk. Hal ini didasarkan pada hukum Avogadro dan asumsi bahwa gas hidrogen dan oksigen berupa molekul diatomik. dan molekul pada abad ke-19 karena beberapa unsur-unsur penting seperti hidrogen. contohnya difosfor. Alasan penolakan ini dikarenakan oleh kepercayaan saat itu bahwa atom yang berunsur sama tidak akan memiliki afinitas kimia terhadap satu sama lainnya. Molekul diatomik yang terdiri dari dua atom yang berbeda contohnya adalah CO dan HCl. Selain itu. utamanya oksigen O2 (21%) dan nitrogen N2 (78%). [sunting] Peranan penting Senyawa-senyawa diatomik memainkan peran yang penting dalam menguraikan konsep unsur.

Dengan mensubstitusi momentum sudut dan momen inersia ke Erot. molekul diatomik dapat digambarkan sebagai dua titik massa yang dihubungkan oleh pegas tak bermassa. Selain itu. Energi yang terlibat pada berbagai gerak molekul dapat dibagi menjadi tiga kategori: • • • Energi translasi Energi rotasi Energi vibrasi [sunting] Energi translasi Energi translasi molekul diekspresikan sebagai energi kinetik molekul tersebut: dengan m adalah massa molekul dan v adalah kecepatan molekul. [sunting] Energi rotasi Menurut hukum fisika. momentum sudutnya hanya dapat dieskpresikan sebagai nilai-nilai diskret tertentu: dengan l adalah bilangan bulat positif dan adalah tetapan tereduksi Planck. aras energi rotasi molekul diatomik adalah: [sunting] Energi vibrasi Selain bertranslasi dan berotasi. Energi vibrasi molekul ini dapat dianggap hampir mirip dengan osilator harmonik kuantum: . energi kinetik rotasi adalah dengan adalah momentum sudut is the momen inersia molekul Pada tingkat mikroskopis (atomik) seperti molekul. molekul diatomik juga dapar bergetar (vibrasi).Secara umum. momen inersianya adalah dengan adalah massa tereduksi molekul tersebut dan adalah jarak rata-rata antara dua atom pada suatu molekul.

berasosiasi dalam sebuah aksi. dan frekuensi getaran pada umumnya adalah 5 x 1013 Hz. ikatan logam-logam. dan ikatan tiga pusat dua elektron.dengan n adalah bilangan bulat h adalah tetapan Planck dan f adalah frekuensi getaran. Ikatan kovalen merangkumi banyak jenis interaksi. yaitu ikatan sigma. . berkolega. Ikatan kovalen Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[1][2] Istilah bahasa Inggris untuk ikatan kovalen.[3] Awalan coberarti bersama-sama. cari Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atom-atom yang berikatan. [sunting] Perbandingan antara jarak energi rotasi dengan energi vibrasi Aras energi rotasi terendah molekul diatomil terdapat pada l = 0 dan memberikan nilai Erot = 0. covalent bond. dll. Dengan menggunakan perhitungan yang sama: Dapat terlihat bahwa jarak energi antara energi vibrasi adalah sekitar 100 kali lebih besar daripada jarak aras energi rotasi. ikatan pi.. Singkatnya. seperti yang dibahas oleh teori ikatan valensi. pertama kali muncul pada tahun 1939. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. interaksi agostik. sehingga "co-valent bond" artinya adalah atom-atom yang saling berbagi "valensi". aras kuantum berikutnya (l = 1) memiliki energi sekitar: Jarak antara dua aras energi rotasi terendah O2 sebanding dengan energi foton pada daerah spektrum elektromagnetik mikrogelombang. Pada molekul H2. stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mereka berbagi elektron dikenal sebagai ikatan kovalen. atom hidrogen berbagi dua elektron via ikatan kovalen. Aras energi virbasi terendah terdapat pada n = 0. For O2.

melainkan hanya pada elektronegativitas mereka. Panah-panah mewakili elektron-elektron yang berasal dari atomatom yang terlibat. Dia memperkenalkan struktur Lewis atau notasi titik elektron atau struktur titik Lewis yang menggunakan titik-titik di sekitar simbol atom untuk mewakili elektron valensi terluar atom. Pasangan elektron yang berada di antara atom-atom mewakili ikatan kovalen.926)… we shall denote by the term covalence the number of pairs of electrons which a given atom shares with its neighbors. Diagram MO yang melukiskan ikatan kovalen (kiri) dan ikatan kovalen polar (kanan) pada sebuah molekul diatomik. Lewis yang pada tahun 1916 menjelaskan pembagian pasangan elektron di antara atom-atom. Oleh karena ikatan kovalen adalah saling berbagi elektron. Oleh karena itu. kekuatan ikatan kovalen bergantung pada relasi sudut antara atom-atom pada molekul poliatomik. seperti ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga. . berbeda dengan interaksi elektrostatik ("ikatan ion"). Lebih jauh lagi. Ikatan kovalen tampak jelas pada struktur Lewis. Konsep awal ikatan kovalen berawal dari gambar molekul metana sejenis ini. maka elektron-elektron tersebut perlu terdelokalisasi. ” Gagasan ikatan kovalen dapat ditilik beberapa tahun sebelum 1920 oleh Gilbert N. ikatan kovalen tidak seperlunya adalah ikatan antara dua atom yang berunsur sama.Kovalensi yang sangat kuat terjadi di antara atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang mirip. mengindikasikan pembagian elektron-elektron di antara atom-atom. • [sunting] Sejarah Istilah Bahasa Inggris "covalence" pertama kali digunakan pada tahun 1919 oleh Irving Langmuir di dalam artikel Journal of American Chemical Society yang berjudul The Arrangement of Electrons in Atoms and Molecules:[4] “ (p. Pasangan berganda mewakili ikatan berganda. Terdapat pula bentuk alternatif lainnya di mana ikatan diwakili sebuah garis.

lebih khususnya ikatan molekul hidrogen pada tahun 1927. Dalam diagram lewis (LDS: Lewis dot structure) O3. sebenarnya terdapat dua ikatan 1. Daripada satu ikatan tunggal dan satu ikatan rangkap dua. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan pi. 5. Pada kenyataannya. 3. sehingga model ikatan valensi dapat memprediksikan sudut ikatan yang terlihat pada molekul sederhana dengan sangat baik. 2. 4. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan pi. walaupun sangat berguna dan digunakan secara luas.Ketika gagasan pembagian pasangan elektron memberikan gambaran kualitatif yang efektif akan ikatan kovalen. Contoh ikatan rangkap ditemukan pada Di-tungsten tetra(hpp). Ikatan tiga pusat juga tidak dapat diterapkan menggunakan konvensi di atas. Orbital-orbital atom ini juga diketahui memiliki hubungan sudut spesifik satu sama lain. Ikatan rangkap empat ditemukan pada logam transisi. Molibdenum dan renium adalah unsur yang umumnya memiliki ikatan sejenis ini. sehingga klasifikasi di atas. [sunting] Resonansi Kebanyakan ikatan dapat dideskripsikan dengan menggunakan lebih dari satu struktur Lewis yang benar (misalnya pada ozon. Contohnya pada hidrogen sianida. Semua ikatan yang memiliki lebih dari satu pasang elektron disebut sebagai ikatan rangkap atau ikatan ganda. atom pertama dan kedua yang berikatan dengan atom pusat memiliki probabilitas yang sama untuk memiliki ikatan rangkap. Derajat ikat Derajat ikat atau orde ikat adalah sebuah bilangan yang mengindikasikan jumlah pasangan elektron yang terbagi di antara atom-atom yang membentuk ikatan kovalen. struktur ozon adalah hibrid resonansi antara dua struktur resonansi yang memungkinkan. 6. atom pusat akan memiliki ikatan tunggal dengan satu atom dan ikatan rangkap dua dengan satu atom lainnya. Kasus resonansi yang khusus terlihat pada atom-atom yang membentuk cincin aromatik (contohnya benzena). Contohnya pada etilena. Ikatan rangkap enam ditemukan pada molibdenum dan tungsten diatomik. Ikatan kovalen yang paling umum adalah ikatan tunggal dengan hanya satu pasang elektron yang terbagi di antara dua atom. Ikatan rangkap lima telah ditemukan keberadaannya pada beberapa senyawa dikromium.5 dengan kira-kira tiga elektron pada setiap atom. mekanika kuantum diperlukan untuk mengerti sifat-sifat ikatan seperti ini dan memprediksikan struktur dan sifat molekul sederhana. Dua struktur yang memungkinkan ini disebut sebagai struktur resonansi. Ikatan yang berbagi dua pasangan elektron dinamakan ikatan rangkap dua. Cincin aromatik terdiri dari atom-atom yang tersusun menjadi lingkaran (dihubungkan dengan ikatan kovalen) dan menurut LDS akan memiliki ikatan . Istilah ini hanya berlaku pada molekul diatomik. hanya berlaku pada keadaan yang sempit. Walaupun demikian. Tentu saja kebanyakan ikatan tidak ter-lokalisasikan. ia juga digunakan untuk mendeskripsikan ikatan dalam senyawa poliatomik.[5] Hasil kerja mereka didasarkan pada model ikatan valensi yang berasumsi bahwa ikatan kimia terbentuk ketika terdapat tumpang tindih yang baik di antara orbital-orbital atom dari atomatom yang terlibat. Walter Heitler dan Fritz London sering diberi kredit atas penjelasan mekanika kuantum pertama yang berhasil menjelaskan ikatan kimia. Ikatan yang berbagi tiga pasang elektron dinamakan ikatan rangkap tiga. Diagram LDS tidak dapat memberitahukan kita atom mana yang berikatan rangkap. 1. O3). Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma.

Untuk molekul-molekul kecil. Ikatan dihidrogen. aras energi. Setelah dirapikan. jarak ikat. elektron-elektron cenderung secara merata berada di seluruh ruang cincin. dan menghubungkan satu sama lain dengan tanda panah berkepala ganda. Struktur titik Lewis (LDS) untuk molekul-molekul beresonansi diperlihatkan dengan menciptakan struktur titik untuk setiap bentuk yang memungkinkan. tolong hapus pesan ini. Interaksi agostik) · 4c-2e Ikatan pi: Pengikatan balik π · Konjugasi · Hiperkonjugasi · Aromatisitas · Aromatisitas logam Ikatan delta: Ikatan rangkap empat · Ikatan rangkap lima · Ikatan rangkap enam Ikatan dipolar · Haptisitas . Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atomatom dalam molekul tersebut. atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). [sunting] Teori saat ini Saat ini model ikatan valensi telah digantikan oleh model orbital molekul. Dalam kenyataannya. setiap atom yang berdekatan akan memiliki orbital-orbital atom yang saling berinteraksi membentuk orbital molekul yang merupakan jumlah dan perbedaan linear orbital-orbital atom tersebut. Jarak dan sudut ikat dapat dihitung seakurat yang diukur. momen dipol. O. Walaupun lebih kuat dari kebanyakan gaya antarmolekul. Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N. Pembagian elektron pada struktur aromatik seringkali diwakili dengan cincin di dalam lingkaran atom. Dalam makromolekul seperti protein dan asam nukleat. Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah (1-2 kJ mol-1) hingga tinggi (>155 kJ mol-1). dan berperan sebagai penentu bentuk molekul keseluruhan yang penting. Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. sudut energi. adalah mungkin untuk menghitung struktur elektronik. Namun. semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk. terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. mengurung strukturstruktur tersebut. Dalam model ini. Ikatan hidrogen Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Dalam kimia. khusus pada air (H2O). ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. semakin tinggi titik didihnya. Orbital-orbital molekul ini merupakan gabungan antara orbital atom semula dan biasanya berada di antara dua pusat atom yang berikatan. dan spektrum elektromagnetik dari molekul sederhana dengan akurasi yang sangat tinggi. perhitungan tersebut cukup akurat untuk digunakan dalam menentukan kalor pembentukan termodinamika dan energi aktivasi kinetika. ikatan ini dapat terjadi antara dua bagian dari molekul yang sama. Semakin besar perbedaannya.tunggal dan rangkap dua yang saling bergantian. Semakin besar ikatan hidrogennya. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektroneIkatan kimia "Kuat" Ikatan kovalen & Antiika t Ikatan sigma: 3c-2e · Ikatan pisang · 3c-4e (Ikatan hidrogen. Dengan menggunakan mekanika kuantum.

Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. Lavosier mennyatakan bahwa "Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi". Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi 2. Seperti gambar berikut ini: . Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut: 1. sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa "Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap". Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum. TEORI ATOM Model Atom Dalton Pada tahun 1803. suatu unsur memiliki atomatom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda 3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom.Ikatan ion Interaksi kation-pi · Jembatan garam Ikatan Aromatisitas logam logam "Lemah" Ikatan Ikatan dihidrogen · Kompleks dihidrogen · Ikatan hidrogen sawar rendah · Ikatan hidrogen simetris · Hidrofil hidrogen Nonkovale Gaya van der Waals · Ikatan mekanis · Ikatan halogen · Aurofilisitas · Interkalasi · Penumpukan · Gaya entropik · Polaritas kimia n lain lainnya Ikatan disulfida · Ikatan peptida · Ikatan fosfodiester Catatan: ikatan kuat yang paling lemah tidak seperlunya lebih kuat dari ikatan lemah yang paling kuatgativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen 4.

60 0.79 = 0.60 = 0. Untuk menguji fakta ini.48/0.60 Perbandingan Mg/MgO 0.79 0.02 0.61 0. Lavoisier mengumpulkan merkuri oksida.02 = 0. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Sebelum Setelah Percobaan pemanasan (g pemanasan (g keMg) MgO) 1 2 3 0.36/0.60 Kelemahan Model Atom Dalton Kelebihan Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom Kelemahan Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik. kemudian dipanaskan lagi.Model Atom Dalton seperti bola pejal Percobaan Lavosier Mula-mula tinggi cairan merkuri dalam wadah yang berisi udara adalah A.62 0. . tetapi setelah beberapa hari merkuri naik ke B dan ketinggian ini tetap.36 1.62/1. Beda tinggi A dan B menyatakan volume udara yang digunakan oleh merkuri dalam pembentukan bubuk merah (merkuri oksida). Bubuk merah ini akan terurai menjadi cairan merkuri dan sejumlah volume gas (oksigen) yang jumlahnya sama dengan udara yang dibutuhkan dalam percobaan pertama Percobaan Joseph Pruost Pada tahun 1799 Proust menemukan bahwa senyawa tembaga karbonat baik yang dihasilkan melalui sintesis di laboratorium maupun yang diperoleh di alam memiliki susunan yang tetap.48 0.

Yang menyatakan bahwa: "Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron" Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. Dari hasil percobaan ini. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. maka J. oleh karena elektron bermuatan negatif.J. Atom merupakan partikel yang bersifat netral. sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari penemuannya tersebut. yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut: Percobaan Sinar Katode . biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal. maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut.KimiaSite Model Atom Thomson Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers.

Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Kelemahan Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. Model Atom Rutherford .Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Thomson Kelebihan Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom.

tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut: 1. Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut: . didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis. Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut. maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°). Dari pengamatan mereka. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson. maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10. yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa. Atom bukan merupakan bola pejal. karena hampir semua partikel alfa diteruskan 2.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas. Bila perbandingan 1:20. Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi. maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.000 merupakan perbandingan diameter. berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden)melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif. berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. 3. dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.000 partikel alfa akan dibelokkan. yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom.

gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan . pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Berdasarkan teori fisika. Model Atom Bohr Pada tahun 1913.Percobaan Rutherford Kelemahan Model Atom Rutherford Kelebihan Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti Kelemahan Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. Apa yang terjadi? Benar. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda.

ΔE = hv. energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap. besarnya sesuai dengan persamaan planck. semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. terutama sifat yang Percobaan Bohr Kelebihan dan Kelemahan Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya . Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck. Menurut model atom bohr. 3. sebagai berikut: 1. 2. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti. diungkapkan dengan empat postulat. 4. dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck. disebut momentum sudut. elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. sejumlah energi tertentu terlibat. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner. Pada peralihan ini. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen.elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom.

Sebelum Erwin Schrodinger. seperti terlihat pada gambar berikut ini. yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.14 = Energi total = Energi potensial Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini. Model atom mutakhir atau model atom mekanika gelombang . Kelemahan model atom ini adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack Model Atom Modern Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926). Persamaan Schrodinger x. seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.elektron.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi. Erwin Schrodinger Werner Heisenberg Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital.y dan z Y m ђ E V = Posisi dalam tiga dimensi = Fungsi gelombang = massa = h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3.

. sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr. tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron Percobaan chadwick Kelemahan Model Atom Modern Persamaan gelombang Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak dan atom dengan elektron tunggal. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.. Posisi elektron sejauh 0.Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. a.529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti..Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut) 3.. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom) 2. Soal-Soal Latihan 1. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. CIRI KHAS MODEL ATOM MEKANIKA GELOMBANG 1.. . Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. Dari modifikasi model atom berikut yang merupakan model atom Bohr adalah. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.

Aufbau 3. Louis de Broglie b. e. Pernyataan ini dikemukakan oleh… . Heisenberg d. Radiasi benda mampat e. Erwim Schrodinger c. Einstein e.. kecuali… a. Louis de Broglie b. 2.. Berikut ini percobaan yang mendukung teori atom mekanika kuantum.b. Eksperimen difraksi berkas elektron d. Eksperimen compton c.. Dualisme gelombang – partikel dikemukakan oleh… a.. Heisenberg d. Para ahli berikut yang tidak mengemukakan teori atom modern adalah. W. Max Planck 5. Efek fotolistrik b. a. d.. W. c. Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan.. Penembakan partikel alfa terhadap lempeng tipis 4. Erwin Schrodinger c. Neils Bohr e.

W. d 3. Thomson c. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. Sub orbit b. Kulit d.. Dalton b. Einstein e. Erwin Schrodinger c. Elektron dalam tiga dimensi d. Rutherford d. Modern 8. Tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.. Sub kulit c. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom). e 4. Orbital 9.. a 2. Heisenberg d. a. Modern e. c 6. Bohr b.a. Bohr e. d 7.. Bola positif yang pejal d. dengan inti atom yang dikelilingi sejumlah elektron e. Model atom Rutherford digambarkan seperti... Neutron dalam orbital 10. b . Dalton c.. Rutherford 7. a... Neutron dalam tiga dimensi c.. Daerah di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut… a. Bola pejal c. seperti bola. Model atom dengan orbital lintasan elektron Kunci Jawaban 1.. a. a 5. Orbit e. sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr.. Pernyataan tersebut adalah ciri khas dari model atom. Max Planck 6. Proton dalam tiga dimensi b.. Tata surya b. Louis de Broglie b. Fungsi persamaan Schrodinger untuk menentukan kedudukan… a. Thomson d. Proton dalam orbital e. Pernyataan tersebut merupakan kelemahan dari model atom.

masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6. .danJENIS IKATAN KOEVALEN ANTAR ATOM KARBON.hidrokarbon alifatik . Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci. • berdasarkan bentuk rantai karbon. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.hidrokarbon digolongkan menjadi tiga.a Hidrokarbon Dalam bidang kimia.hidrokarbon alisiklik C.sampai saat ini terdapat lebih kurang 2 juta senyawa hidrokarbon.untuk memudahkan mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak.oleh karena itu. Contoh: .alkana . Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2). .para ahli melakukan PERGOLONGAN HIDROKARBON BERDASARKAN STRUKTURNYA. e 9.alkuna B.hidrokarbon aroma • berdasarkan jenis ikatan antar atom A. metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4.sifat senyawa-senyawa hidrokarbon ditentukan oleh struktur dan jenis ikatan koevalen antar atom karbon. Jari jari atom adalah jarak dari inti atom ke lintasan elektron terluar. SENYAWA HIDROKARBON senyawa ini merupakan senyawakarbon paling sederhana yang terdiri dari atom karbon(C)dan hidrogen(H). Sebagai contoh.8.Jari-jari atom netral lebih besar daripada jari-jari ion positifnya tetapi lebih kecil dari jari-jari ion negatifnya. dari atas ke bawah jari-jari atom bertambah.Dalam satu golongan.hidrokarbon jenuh B.alkena .yakni: A. sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal. hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). . Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. c 10.hidrokarbon tak jenuh Beberapa Sifat Periodik Unsur-Unsur 1.Dalam satu perioda. dari kiri ke kanan jari jari atom berkurang.

dalam satu golongan dari atas ke bawah : artinya.Dalam satu perioda. . 3.Dalam satu golongan. SECARA DIAGRAMATIS SIFAT-SIFAT INI DAPAT DISAJIKAN SEBAGAI BERIKUT 1. 1.p dan d. Affinitas elektron adalah besarnya energi yang dibebaskan pada saat atom suatu unsur dalam keadaan gas menerima elektron. . 4.Dalam satu perioda. dari kiri ke kanan potensial ionisasi bertambah. 5. . 2. dari atas ke bawah potensial ionisasi berkurang. 4.com) Halaman ini menjelaskan bagaimana menuliskan konfigurasi elektron menggunakan notasi s. dalam satu golongan dari bawah ke atas Konfigurasi Elektron 2 Konfigurasi Elektron Ditulis oleh Jim Clark pada 23-09-2004 (dari Chem-is-try. dalam satu periode dari kiri ke kanan : artinya. dalam satu periode dari kanan ke kiri : artinya. dari kiri ke kanan affinitas elektron bertambah.Dalam satu golongan. 3. 2.jari-jari atom Cl < jari-jari ion Cl jari-jari atom Ba > jari-jari ion Ba 2+ 2. Keelektronegatifan adalah kemampuan atom suatu unsur untuk menarik elektron ke arah intinya dan digunakan bersama. → ← ↓  Jari-jari atom Sifat logam Sifat elektropositif Reduktor Sifat basa/oksida basa Sifat elektronegatif Oksidator Potensial ionisasi Affinitas elektron Keelektronegatifan makin besar/kuat Keterangan: tanda-tanda panah di atas mempunyai arti sebagai berikut : artinya. 4. 5. Konfigurasi elektron dari atom Hubungan antara orbital dengan tabel periodik . Potensial ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah/luar dari atom suatu unsur atau ion dalam keadaan gas. . 3. dari atas ke bawah affinitas elektron berkurang.

Kita akan melihat bagaimana cara menuliskan konfigurasi elektron sampai pada orbital d. Sebagai contoh. sementara elektronelektron pada 2p terbenam jauh di dalam atom dan hampir bisa dikatakan tidak berperan sama sekali. Perhatikan bahwa elektron-elektron pada orbital 2p bertumpuk satu sama lain sementara orbital 3p dituliskan secara penuh. Ada dua cara penulisan untuk mengatasi hal ini dan kita harus terbiasa dengan kedua cara ini. B 1s 2 2s 2 2p x 1 C 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 N 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 2p z 1 Elektron selanjutnya akan membentuk sebuah pasangan dengan elektron tunggal yang sebelumnya menempati orbital. Pada level ini seluruhnya memiliki energi yang sama. Sekarang kita mulai mengisi level 2p. sehingga elektron akan menempati tiap orbital satu persatu. . Litium memiliki konfigurasi elektron 1s 2 2s 1 . Cara singkat pertama : Seluruh variasi orbital p dapat dituliskan secara bertumpuk. terkadang ditulis dalam cara singkat. Sebagai contoh. Jika elektron berada dalam keadaan berikatan (di mana elektron berada di luar atom). yaitu periode kedua. terkadang dengan cara penuh. kita dapat menuliskannya dengan 1s 1 dan helium memiliki dua elektron pada orbital 1s sehingga dapat dituliskan dengan 1s 2 Periode kedua Sekarang kita masuk ke level kedua. flor dapat ditulis sebagai 1s 2 2s 2 2p 5. walaupun kita belum membahas konfigurasi elektron dari klor. O 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 1 2p z 1 F 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 1 Ne 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 Kita dapat melihat di sini bahwa semakin banyak jumlah elektron. Periode Pertama Hidrogen hanya memiliki satu elektron pada orbital 1s. Berilium memiliki elektron kedua pada level yang sama – 1s 2 2s 2 . Halaman ini akan menjelaskan konfigurasi berdasarkan tabel periodik sederhana di atas ini dan selanjutnya pengaplikasiannya pada konfigurasi atom yang lebih besar. semakin merepotkan bagi kita untuk menuliskan struktur elektron secara lengkap. kita dapat menuliskannya sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . dan neon sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 . Sesungguhnya elektron-elektron pada orbital 3p terlibat dalam pembentukan ikatan karena berada pada kulit terluar dari atom. Penulisan ini biasa dilakukan jika elektron berada dalam kulit dalam. Elektron litium memenuhi orbital 2s karena orbital ini memiliki energi yang lebih rendah daripada orbital 2p.

Di dalam konteks ini. seluruh orbital tingkat kedua telah dipenuhi elekton. Berdasarkan cara di atas kita dapat menuliskan konfigurasi elektron klor dengan [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . Tetapi kalau kita melihat kembali tingkat energi orbital-orbital. [Ne] berarti konfigurasi elektron dari atom neon -dengan kata lain 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 . Sifat keduanya tidak akan mirip bila konfigurasi elektron terluar dari kalium adalah 3d 1 . Sebagai contoh : cara singkat Mg 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 S 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Ar 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Permulaan periode keempat Sampai saat ini kita belum mengisi orbital tingkat 3 sampai penuh – tingkat 3d belum kita gunakan. kita dapat melihat bahwa setelah 3p energi orbital terendah adalah 4s – oleh karena itu elektron mengisinya terlebih dahulu. sebagai contoh.Cara singkat kedua : Kita dapat menumpukkan seluruh elektron-elektron terdalam dengan menggunakan. Elemen blok s dan p . Cara pengisiannya sama dengan periode-periode sebelumnya. K Ca 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 Bukti kuat tentang hal ini ialah bahwa elemen seperti natrium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 ) dan kalium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 ) memiliki sifat kimia yang mirip. Elektron terluar menentukan sifat dari suatu elemen. kecuali adalah sekarang semuanya berlangsung pada periode ketiga. simbol [Ne]. Periode ketiga Mulai dari neon. selanjutnya kita harus memulai dari natrium pada periode ketiga.

Periode pertama dari blok d terdiri dari elemen dari skandium hingga seng. Istilah “elemen transisi” dan “elemen blok d” sebenarnya tidaklah memiliki arti yang sama. Elemen-elemen pada blok d adalah elemen di mana elektron terakhir dari orbitalnya berada pada orbital d. yang umumnya kita sebut dengan elemen transisi atau logam transisi. Elemen-elemen dari golongan 3 seterusnya hingga gas mulia memiliki elektron terluar pada orbital p. Seluruh elemen pada golongan 2 memiliki konfigurasi elektron terluar ns 2 . sebagai contoh. Perhatikan bahwa ada 5 orbital d. Elektron d hampir selalu dideskripsikan sebagai. tetapi dalam perihal ini tidaklah menjadi suatu masalah. Oleh karenanya. Elemen blok d Perhatikan bahwa orbital 4s memiliki energi lebih rendah dibandingkan dengan orbital 3d sehingga orbital 4s terisi lebih dahulu. Setelah orbital 3d terisi. dan elektron akan menempati orbital sendiri sejauh ia mungkin. dideskripsikan dengan elemen-elemen blok p.Elemen-elemen pada golongan 1 dari tabel periodik memiliki konfigurasi elektron terluar ns 1 (dimana n merupakan nomor antara 2 sampai 7). . elektron selanjutnya akan mengisi orbital 4p. d5 atau d8 – dan bukan ditulis dalam orbital yang terpisah-pisah. Elemen-elemen di grup 1 dan 2 dideskripsikan sebagai elemen-elemen blok s.

Setelah 5 elektron menempati orbital sendiri-sendiri barulah elektron selanjutnya berpasangan. d5 berarti

d8 berarti

Perhatikan bentuk pengisian orbital pada level 3, terutama pada pengisian atom 3d setelah 4s. Sc 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 1 4s 2 Ti 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 2 4s 2 V 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 3 4s 2 Cr 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 1 Perhatikan bahwa kromium tidak mengikuti keteraturan yang berlaku. Pada kromium elektron-elektron pada orbital 3d dan 4s ditempati oleh satu elektron. Memang, mudah untuk diingat jikalau keteraturan ini tidak berantakan – tapi sayangnya tidak ! Mn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 2 (kembali ke keteraturan semula) Fe 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 6 4s 2 Co 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 7 4s 2 Ni 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 8 4s 2 Cu 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 1 (perhatikan!) Zn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 Pada elemen seng proses pengisian orbital d selesai. Pengisian sisa periode 4 Orbital selanjutnya adalah 4p, yang pengisiannya sama seperti 2p atau 3p. Kita sekarang kembali ke elemen dari galium hingga kripton. Sebagai contoh, Brom, memilki konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p x 2 4p y 2 4p z 1 . Rangkuman Menuliskan konfigurasi elektron dari hidrogen sampai kripton · Gunakan tabel periodik untuk mendapatkan nomor atom yang berarti banyaknya jumlah elektron. · Isilah orbital-orbital dengan urutan 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p sampai elektron-elektron selesai terisi. Cermatilah keteraturan pada orbital 3d ! Isilah orbital p dan d dengan elektron tunggal sebisa mungkin sebelum berpasangan. · Ingat bahwa kromium dan tembaga memiliki konfigurasi elektron yang tidak sesuai dengan keteraturan.

Menuliskan struktur elektron elemen-elemen “besar” pada blok s dan p Pertama kita berusaha untuk mengetahui jumlah elektron terluar. Jumlah elektron terluar sama dengan nomor golongan. Sebagai contoh, seluruh elemen pada golongan 3 memiliki 3 elektron pada level terluar. Lalu masukkan elektron-elektron tersebut ke orbital s dan p. Pada level orbital ke berapa ? Hitunglah periode pada tabel periodik. Sebagai contoh, Yodium berada pada golongan 7 dan oleh karenanya memiliki 7 elektron terluar. Yodium berada pada periode 5 dan oleh karenanya elekton mengisi pada orbital 5s dan 5p. Jadi, Yodium memiliki konfigurasi elektron terluar 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Bagaimana dengan konfigurasi elektron di dalamnya ? Level 1, 2, dan 3 telah terlebih dahulu terisi penuh, dan sisanya tinggal 4s, 4p, dan 4d. Sehingga konfigurasi seluruhnya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Jikalau kita telah menyelesaikannya, hitunglah kembali jumlah seluruh elektron yang ada apakah sama dengan nomor atom. Contoh yang kedua, Barium , berada pada golongan 2 dan memiliki 2 elektron terluar. Barium berada pada periode keenam. Oleh karenanya, Barium memilki konfigurasi elektron terluar 6s 2 . Konfigurasi keseluruhannya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p 6 6s 2 . Kita mungkin akan terjebak untuk mengisi orbital 5d 10 tetapi ingatlah bahwa orbital d selalu diisi setelah orbital s pada level selanjutnya terisi. Sehingga orbital 5d diisi setelah 6s dan 3d diisi setelah 4s.

Ikatan Kovalen = Homopolar
Ikatan kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron dari atom-atom yang membentuk ikatan. Pada umumnya ikatan kovalen terjadi antara atom-atom bukan logam yang mempunyai perbedaan elektronegativitas rendah atau nol. Seperti misalnya : H 2, CH 4, Cl 2, N 2, C 6 H 6, HCl dan sebagainya. IKATAN KOVALEN TERBAGI ATAS 1. IKATAN KOVALEN POLAR om-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap pasangan elektron persekutuannya. Hal ini terjadi karena beda keelektronegatifan kedua atomnya. Elektron persekutuan akan bergeser ke arah atom yang lebih elektronegatif akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif.

Dalam senyawa HCl ini, Cl mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar dari H. sehingga pasangan elektron lebih tertarik ke arah Cl, akibatnya H relatif lebih elektropositif sedangkan Cl relatif menjadi elektronegatif. Pemisahan muatan ini menjadikan molekul itu bersifat polar dan memiliki "momen dipol" sebesar: T=n.l dimana : T = momen dipol n = kelebihan muatan pada masing-masing atom l = jarak antara kedua inti atom 2. IKATAN KOVALEN NON POLAR Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama. Contoh:

kedua atom H mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.
Karena arah tarikan simetris, maka titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit. Contoh lain adalah senyawa CO 2, O 2, Br 2 dan lain-lain IKATAN KIMIA 3). Ikatan Kovalen Koordinasi/Koordinat/Dativ/Semipolar

Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama. Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.

4). Ikatan Logam

v Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara
muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.

v Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama
lain.

v Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk
dilepaskan dan membentuk ion positif.

v Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong)
sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.

v Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam
mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.

m = momen dipol. akibat adanya elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindah-pindah. akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam. Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron. jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus. Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl).v Struktur logam menyebabkan sifat-sifat khas logam yaitu : berupa zat padat pada suhu kamar. Dirumuskan : µ = Q x r . a). satuannya meter (m) r= Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen No 1 Sifat Titik didih Senyawa Ion Tinggi Senyawa Kovalen Rendah . dapat ditempa (tidak rapuh). c). kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan. Momen Dipol ( µ ) Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen.33 x 10 keterangan : µ Q -30 C. satuannya coulomb (C) jarak antara muatan positif dengan muatan negatif. jika pasangan elektron ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom. penghantar / konduktor listrik yang baik. Jadi. Polarisasi Ikatan Kovalen Suatu ikatan kovalen disebut polar. 1 D = 3. tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H. oleh adanya perbedaan Sebaliknya. dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat . satuannya debye (D) = selisih muatan. suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub). Contoh 1 : Molekul HCl Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron. b).

2 3 4 Titik leleh Wujud Daya hantar listrik Tinggi Padat pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = konduktor Larutan = konduktor Umumnya larut Tidak larut Rendah Padat. duplet) . Contohnya : PCl 5. Kegagalan Aturan Oktet Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post transisi. SF 6. ClF 3.cair. B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari 4. N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih). Pengecualian Aturan Oktet a) Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be.gas pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = isolator Larutan = ada yang konduktor Umumnya tidak larut Larut 5 6 Kelarutan dalam air Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl 3 ) Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet 1). Contoh : BeCl 2. IF 2). BCl Contohnya : NO 3 dan AlBr 3 b) Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil 2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17 c) Senyawa dengan oktet berkembang Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet / lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M. Contoh : 7 dan SbCl 5 ü atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2 ü atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3 Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa : 1) Tidak mencapai oktet 2) Melampaui oktet (oktet berkembang) Penulisan Struktur Lewis Langkah-langkahnya : 1) Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis 2) Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan 3) Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H.

sehingga membentuk senyawa ion Na Cl Contoh lain : CaCl 2. ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam molekul itu. + 5 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 (konfigurasi Ar) + dan Cl . kedua ikatan dalam molekul SO 2 adalah ekivalen. kepada atom pusat 5) Jika atom pusat belum oktet. Suatu molekul atau ion tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu struktur Lewis. MgBr 2. b.terjadi gaya tarik menarik elektrostatik. yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur resonansi tersebut. Cl + e . N.IIA ↔ VIIA atau VIA .Unsur transisi ↔ VIIA atau VIA Contoh: Na --> Na + e 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 1s 2 2s 2 2p 6 (konfigurasi Ne) Atom Cl (VIIA) mudah menerima elektron sehingga elektron yang dilepaskan oleh atom Na akan ditangkap oleh atom Cl. bersifat polar b. Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi . FeS dan sebagainya. Tidak satupun di antara ke-2 struktur di atas yang benar untuk SO 2. Dalam molekul SO rangkap (S=O).4) Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C. f. tetapi silih berganti. SIFAT-SIFAT SENYAWA IONIK ANTARA LAIN a. Makin besar perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang membentuk ikatan. BaO. P dan S) Langkah alternatif : (syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui) 1) Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion 2) Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan 3) Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet 4) Tambahkan sisa elektron (jika masih ada). larutannya dalam air menghantarkan arus listrik c. e. Berdasarkan konsep resonansi. Dalam molekul SO 2 itu. larut dalam pelarut-pelarut polar . c.--> Cl 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p Antara ion-ion Na . titik lelehnya tinggi d. tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat Resonansi a. PADA UMUMNYA UNSUR-UNSUR YANG MUDAH MEMBENTUK IKATAN ION ADALAH . maka ikatan yang terbentuk makin bersifat ionik. Ikatan Ion = Elektrovalen = Heteropolar Ikatan ion biasanya terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron (logamlogam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima elektron (terutama golongan VIA den VIIA). O.IA ↔ VIIA atau VIA . lelehannya menghantarkan arus listrik e. 2 terdapat 2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal (S-O) dan 1 ikatan d.

7 kJ . Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut.5 + 346. Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H 2. energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi. 0 2.Jml energi pembentukan ikatan . Energi ikatan dinyatakan dalam kilojoule per mol (kJ mol -1 ) Energi berbagai ikatan diberikan pada tabel 1. Proses ini selalu disertai perubahan energi. Harga Energi ikatan berbagai molekul (kJ/mol) .8) – (2 x 414.4 + 436.5 kJ/Mol C = C = 612.8 kJ/mol Ditanya: ΔH reaksi = C 2 H 4 (g) + H 2 (g) → C 2 H 6 (g) ΔH reaksi = Jumlah energi pemutusan ikatan – Jumlah energi pembentukan ikatan = (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) – (6(C-H) + (C-C)) = ((C=C) + (H-H)) – (2(C-H) + (C-C)) = (612. Tabel 1. Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan : ΔH reaksi = Jml energi pemutusan ikatan = Jml energi ikatan di kiri Contoh: Diketahui : energi ikatan C – H = 414. Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kimia.Jml energi ikatan di kanan Perubahan Entalpi Berdasarkan Energi Ikatan Energi ikatan didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas.9) = – 126.Energi-Energi Dan Ikatan Kimia Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan. sehingga membentuk radikal-radikal bebas disebut energi ikatan.9 kJ/mol H – H = 436. Untuk molekul kompleks.4 kJ/mol C – C = 346. N 2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut.

Misalnya pembakaran karbon atau grafit.jumlah ΔH 0 f (pereaksi) Perubahan Entalpi Berdasarkan Hukum Hess Banyak reaksi yang dapat berlangsung secara bertahap. karbon monoksida itu dibakar lagi untuk membentuk karbon dioksida. Selanjutnya. maka diperoleh: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 283 kJ ————————————————————————. kemudian unsur-unsur itu bereaksi membentuk zat produk.+ C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 394 kJ Penentuan Perubahan Entalpi Dan Hukum Hess PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI . zat pereaksi dianggap terlebih dahulu terurai menjadi unsurunsurnya. Dalam hal ini. Persamaan termokimia untuk kedua reaksi tersebut adalah: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 283 kJ Jika kedua tahap diatas dijumlahkan. Secara umum untuk reaksi: m AB + n CD —–> p AD + q CB ΔH 0 = jumlah ΔH 0 f (produk) .Perubahan Entalpi Berdasarkan Entalpi Pembentukan Kalor suatu reaksi dapat juga ditentukan dari data entalpi pembentukan zat pereaksi dan produknya. Jika karbon dibakar dengan oksigen berlebihan terbentuk karbon dioksida menurut persamaan reaksi: C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 394 kJ Reaksi diatas dapat berlangsung melalui dua tahap. Mula-mula karbon dibakar dengan oksigen yang terbatas sehingga membentuk karbon monoksida.

Kebanyakan zat mempunyai panas spesifik yang lebih kecil dari air. Alat yang dipakai untuk mengukur panas reaksi disebut kalorimeter (sebetulnya kalori meter. Untuk air.18 Jg-1C-1. Kalorimeter semacam ini biasanya dipakai untuk mempelajari reaksi eksotermik. ΔH = y kJ CO(g) + 1/2 O 2 (g) → CO 2 (g) .Untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi kimia biasanya digunakan alat seperti kalorimeter. Perhitungan : ΔH reaksi = Jumlah ΔH f o produk – Jumlah ΔH f o reaktan HUKUM HESS “Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir. tapi untuk menaikkan suhu 100 g air sebesar 1 0 C diperlukan energi 100 kali lebih banyak yaitu 418 J. Panas yang dikeluarkan oleh reaksi diabsorpsi oleh bomb dan bak menyebabkan temperatur alat naik. ΔH = x kJ C(s) + 1/2 0 2 (g) → CO(g) . Sehingga 1 g sampel mempunyai kapasitas panas sebesar 4.452 J g -1 0 C -1 . Alatnya terdiri dari wadah yang terbuat dari baja yang kuat (bombnya) dimana pereaksi ditempatkan. . ΔH = y + z kJ Menurut Hukum Hess : x = y + z → 1 tahap → 2 tahap Perubahan entalpi dengan Kalorimetri Pengukuran perubahan energi dalam reaksi kimia Perubahan energi dalam reaksi kimia selalu dapat dibuat sebagai panas.18 J (1 kal). Bomb tersebut dimasukkan pada bak yang berisolasi dan diberi pengaduk serta termometer. Misalnya untuk menaikkan suhu 1 g air sebesar 1 0 C diperlukan 4. panas spesifiknya adalah 4. misalnya reaksi pembakaran dari CH 4 dengan O 2 atau reaksi antara H 2 dan O 2 . Dari perubahan suhu dan kapasitas panas alat yang telah diukur maka jumlah panas yang diberikan oleh reaksi dapat dihitung. Istilah umum untuk sifat ini disebut kapasitas panas yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk mengubah temperatur suatu benda sebesar 1 0 C. ΔH = z kJ ———————————————————— + C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) . sebab itu lebih tepat bila istilahnya disebut panas reaksi. Sifat intensif berhubungan dengan kapasitas panas adalah kalor jenis (panas spesifik) yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 g zat sebesar 1 0 C. Misalnya besi. salah satu dinamakan Kalorimeter Bomb yang diperlihatkan pada gambar diatas. walaupun diketahui sekarang panas lebih sering dinyatakan dalam joule daripada kalori). termometer dan sebagainya yang mungkin lebih sensitif. Ada beberapa macam bentuk dari alat ini. Suhu mula-mula dari bak diukur kemudian reaksi dijalankan dengan cara menyalakan pemanas kawat kecil yang berada di dalam bomb.18 J/ 0 C sedangkan 100 g sampel 418J/ 0 C. panas spesifiknya hanya 0. Kapasitas Panas dan Panas Spesifik Sifat-sifat air yang memberikan definisi asal dari kalori adalah banyaknya perubahan temperatur yang dialami air waktu mengambil atau melepaskan sejumlah panas. yang tak akan berjalan bila tidak dipanaskan. Kapasitas panas bersifat ekstensif yang berarti bahwa jumlahnya tergantung dari besar sampel.” Contoh: C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) .

85 kJ 2. Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm) Contoh: 2H → H 2 + a kJ . Pada musim dingin air laut lebih lambat menjadi dingin dari daratan sehingga udara yang bergerak dari laut ke darat lebih panas daripada udara dari darat ke laut. air laut lebih lambat menjadi panas daripada daratan. Entalpi Penguraian: DH dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsurunsurnya (= Kebalikan dari DH pembentukan). DH = -a kJ Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi : 1. 2 dari udara yang Contoh: CH 4 (g) + 2O 2 (g) → CO 2 (g) + 2H 2 O(l) . Contoh: H 2 O (l) → H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) . Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm) Contoh: H 2 → 2H – a kJ .85 kJ 3. . Besarnya panas spesifik untuk air disebabkan karena adanya sedikit pengaruh dari laut terhadap cuaca.Berarti lebih sedikit panas diperlukan untuk memanaskan besi 1 g sebesar 1 0 C daripada air atau juga dapat diartikan bahwa jumlah panas yang akan menaikkan suhu 1 g besi lebih besar dari pada menaikkan suhu 1 g air. Δ’t Keterangan : q = jumlah kalor (Joule) m = massa zat (gram) Δt = perubahan suhu t akhir . DHf = -285. Rumus : q = m.t awal ) c = kalor jenis Perubahan Entalpi Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap. Contoh: H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) → H 2 0 (l) . DHc = -802 kJ 4. DH= +akJ b. a.c. Entalpi Reaksi: DH dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana. Demikian juga dalam musim panas. Entalpi Pembakaran Standar ( DHc ): DH untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. DH = +285. Entalpi Pembentakan Standar ( DHf ): DH untak membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsurunsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.

Pembakaran dan Penguraian Data termokimia pada umumnya ditetapkan pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm yang selanjutnya disebut kondisi standar . Hukum Lavoisier-Laplace “Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsurunsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya. Perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm disebut perubahan entalpi standar dan dinyatakan dengan lambang Δ H 0 atau ΔH298. Jangan lupa untuk mengubah tanda ΔH. entalpi penguraian. Secara umum dapat ditulis : . kita dapat Dan panas reaksinya = Perhatikan bahwa panas reaksi untuk seluruh perubahan sama dengan panas pembentukan hasil reaksi dikurangi panas pembentukan dari pereaksi. seperti dicerminkan oleh ΔH f yang negatif. DH = -1468 kJ 5. Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H 2 O(l) . seperti entalpi pembentukan. DH = – 112 kJ 2NH 3 (g) → N 2 (g) + 3H 2 (g) . Eksoterm Eksoterm (menghasilkan panas) Endoterm Bila kita jumlahkan persamaan (1) dan (2). lalu dijumlahkan dengan persamaan (2). dan entalpi pembakaran. Perubahan entalpi yang berhubungan dengan reaksi ini disebut panas pembentukan atau entalpi pembentukan yang diberi simbol ΔH f .4 kJ/mol 6. Dalam termokimia dikenal berbagai macam entalpi molar. DH = + 112 kJ Entalpi Pembentukan. Entalpi Pembentukan Ada suatu macam persamaan termokimia yang penting yang berhubungan dengan pembentukan satu mol senyawa dari unsurunsurnya. Sedangkan perubahan entalpi yang pengukurannya tidak merujuk kondisi pengukurannya dinyatakan dengan lambang ΔH saja.Contoh: 2Al + 3H 2 SO 4 → Al 2 (SO 4 ) 3 + 3H 2 . proses kebalikannya haruslah endoterm) yang berarti eksoterm menjadi positif yang berarti menjadi endoterm. Bagaimana dapat kita gunakan persamaan ini untuk mendapatkan panas penguapan dari air? Yang jelas persamaan (1) harus kita balik. DH = -890.” Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya Contoh: N 2 (g) + 3H 2 (g) → 2NH 3 (g) . (Jika pembentukan H 2 O (l) eksoterm. Entalpi molar adalah perubahan entalpi reaksi yang dikaitkan dengan kuantitas zat yang terlibat dalam reaksi. Entalpi Netralisasi: DH yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa. Misalnya persamaan termokimia untuk pembentukan air dan uap air pada 100 0 C dan 1 atm masing-masing.

7 kg = 700 gram . yang dinyatakan dengan Δ Hc 0 . Entalpi pembakaran juga dinyatakan dalam kJ mol -1 . Perubahan entalpi pada pembakaran sempurna 1 mol suatu zat yang diukur pada 298 K. 1 atm disebut entalpi pembakaran standar (standard enthalpy of combustion). Sedangkan pembakaran tak sempurna membentuk karbon monoksida dan uap air.14 mol x 5460 kJ mol -1 = 33524. Entalpi Pembakaran Reaksi suatu zat dengan oksigen disebut reaksi pembakaran . hidrogen (H) terbakar menjadi H2O.4 kJ Dampak Pembakaran tak Sempurna Sebagaimana terlihat pada contoh di atas. Oleh karena itu. kerugian lain dari pembakaran tak sempurna adalah dihasilkannya gas karbon monoksida (CO). 1 atm diberikan pada tabel 3 berikut. belerang. Jadi kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin adalah: 6.14 mol. dan berbagai senyawa dari unsur tersebut. 1 atm Pembakaran bensin adalah suatu proses eksoterm. Harga entalpi pembakaran dari berbagai zat pada 298 K. Mol isooktana = 700 gram/114 gram mol -1 = 6. Pembakaran Sempurna dan Tidak Sempurna Pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan atau dalam industri tidak terbakar sempurna. pembakaran tak sempurna akan mencemari udara. Apabila bensin dianggap terdiri atas isooktana. Pembakaran tak sempurna isooktana: C8H18 (l) + 8 ½ O2 (g) -> 8 CO (g) + 9 H2O (g) ΔH = -2924. Pembakaran dikatakan sempurna apabila karbon (c) terbakar menjadi CO2. pembakaran tak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor.7 kg L-1 = 0. Diketahui entalpi pembakaran isooktana = -5460 kJ mol -1 dan massa jenis isooktan = 0. Oleh karena itu. Massa 1 liter bensin = 1 liter x 0. Jawab: Entalpi pembakaran isooktana yaitu – 5460 kJ mol -1 .7 kg L -1 (H = 1. perlu kondisi suhu dan tekanan perlu dicantumkan untuk setiap data termokimia. Tabel 3 . Entalpi Pembakaran dari berbagai zat pada 298 K. C8H18 (salah satu komponen bensin) tentukanlah jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin. belerang (S) terbakar menjadi SO2.Harga perubahan entalpi reaksi dapat dipengaruhi oleh kondisi yakni suhu dan tekanan saat pengukuran. pembakaran tak sempurna mengurangi efisiensi bahan bakar. Zat yang mudah terbakar adalah unsur karbon. yang bersifat racun. C =12). Entalpi Penguraian . Jadi. Pembakaran sempurna senyawa hidro karbon (bahan bakar fosil) membentuk karbon dioksida dan uap air.4 kJ. Pembakaran sempurna isooktana: C8H18 (l) +12 ½ O2 (g) –> 8 CO2 (g) + 9 H2O (g) ΔH = -5460 kJ b. Misalnya: a. hidrogen.

Simbol Δ (huruf Yunani untuk delta) umumnya dipakai untuk menyatakan perubahan kuantitas. Setelah semua variabel ini ditentukan berarti semua sifatsifat sistim sudah pasti. Dalam praktek biasanya dalam menunjukkan perubahan adalah dengan cara mengurangi temperatur akhir dengan temperatur mula-mula.P) = EP akhir – EP awal Dari definisi ini didapat suatu kesepakatan dalam tanda aljabar untuk perubahan eksoterm dan endoterm. Telah dikatakan. berarti kita telah menggambarkan keadaan dari sistim. perubahan energi potensial (Ep) Δ(E. Bila sistim tak diisolasi dari lingkungannya. Perubahan yang terjadi pada temperatur tetap dinamakan perubahan isotermik. Diberikan suhunya. Dalam perubahan eksotermik. akan dibuat dulu definisi dari beberapa istilah. jumlah mol dari tiap zat dan berupa cairan. sesuai dengan azas kekekalan energi. padat atau gas. Sehingga harga ÷EP mempunyai harga negatif. Mulai sekarang kita akan menggunakan perubahan ini dalam beberapa kuantitas sehingga perlu ditegakkan beberapa peraturan untuk menyatakan perubahan secara umum. Sistim adalah sebagian dari alam semesta yang sedang kita pelajari. maka panas akan mengalir antara keduanya. energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi berarti EP akhir lebih rendah dari EP mula-mula . Misalnya perubahan suhu dapat ditulis dengan ΔT. maka bila terjadi reaksi. dimana T menunjukkan temperatur. Reaksi Eksoterm dan Endoterm Peristiwa endoterm (kanan) dan eksoterm (kiri) . maka entalpi penguraian H2O (l) menjadi gas hidrogen dan gas oksigen adalah + 286 kJ mol -1 H2O (l) ——> H2 (g) + ½ O2 (g) ΔH = + 286 kJ Panas Reaksi dan Termokimia Hubungan sistem dengan lingkungan Pelajaran mengenai panas reaksi dinamakan termokimia yang merupakan bagian dari cabang ilmu pengetahuan yang lebih besar yaitu termodinamika. nilai entalpi penguraian sama dengan entalpi pembentukannya. Di luar sistim adalah lingkungan. Selama ada perubahan adiabatik. tekanan. Contoh: Diketahui Δ Hf 0 H2O (l) = -286 kJ mol -1. tetapi tandanya berlawanan. ΔT = T akhir – T mula-mula Demikian juga. Dalam menerangkan suatu sistim. Mungkin saja misalnya suatu reaksi kimia yang terjadi dalam suatu gelas kimia. maka suhu dari sistim akan menggeser. Salah satu dari istilah yang akan dipakai adalah sistim. kita harus memperinci sifat-sifatnya secara tepat. Panas reaksi yang kita ukur akan sama dengan perubahan energi potensial ini. Bila perubahan terjadi pada sebuah sistim maka dikatakan bahwa sistim bergerak dari keadaan satu ke keadaan yang lain. suhu dari sistim dapat dibuat tetap.Reaksi penguraian adalah kebalikan dari reaksi pembentukan. bila terjadi reaksi eksotermik atau endotermik maka pada zat-zat kimia yang terlibat akan terjadi perubahan energi potensial. Kebalikannya dengan reaksi endoterm. Sebelum pembicaraan mengenai prisip termokimia ini kita lanjutkan. dimana harga ÷EP adalah positif. Oleh karena itu. bila reaksinya eksotermik akan naik sedangkan bila reaksinya endotermik akan turun. Bila sistim diisolasi dari lingkungan sehingga tak ada panas yang dapat mengalir maka perubahan yang terjadi di dalam sistim adalah perubahan adiabatik.

Pada reaksi endoterm harga ΔH = positif ( + ) Contoh : CaCO 3(s) → CaO (s) + CO 2(g) .5 kJ . makanan yang dimakan akan menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi. bila energi potensialnya turun. Sebab itu. yang kita lihat sebagai kenaikan temperatur dari campuran reaksi.Reaksi Eksoterm Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas. panas dapat mengalir ke campuran reaksi dan perubahannya disebut perubahan endoterm. Bila campuran reaksi menjadi panas seperti digambarkan dibawah. Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang menyebabkan mobil berjalan.178.5 kJ Reaksi Endoterm Pada reaksi terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas. ΔH = -393. Mari kita periksa terjadinya hal ini dan bagaimana kita mengetahui adanya perubahan energi.5 kJ Definisi Termokimia Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya saja. Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh kita dimana produksi dari energienergi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas yang kita lakukan. Pada reaksi eksoterm harga ΔH = negatif ( – ) Contoh : C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) + 393. Bila sistem tidak tertutup di sekelilingnya. temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat-zat yang ikut dalam reaksi akan naik. Juga misalkan energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi sehingga waktu reaksi terjadi ada penurunan energi potensial. . Perhatikan bahwa bila terjadi suatu reaksi endoterm. temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun. Hampir semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan. Penambahan jumlah energi kinetik akan menyebabkan harga rata-rata energi kinetik dari molekulmolekul naik. Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk pembangkit listrik. maka energi kinetiknya harus naik berarti energi potensial berubah menjadi energi kinetik. maka energi kinetiknya akan turun sehingga temperaturnya juga turun. Perhatikan bahwa bila terjadi reaksi eksoterm. Kadang-kadang perubahan kimia terjadi dimana ada kenaikan energi potensial dari zat-zat bersangkutan. Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme. Peristiwa termokimia Misalkan kita akan melakukan reaksi kimia dalam suatu tempat tertutup sehingga tak ada panas yang dapat keluar atau masuk kedalam campuran reaksi tersebut. Setiap perubahan yang dapat melepaskan energi ke sekelilingnya seperti ini disebut perubahan eksoterm. Campuran reaksi menjadi panas. Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk m emas ak. Bila hal ini terjadi. Tetapi energi ini tak dapat hilang begitu saja karena energi total (kinetik dan potensial) harus tetap konstan. ΔH = +178. panas dapat mengalir ke sekelilingnya. Kebanyakan reaksi kimia tidaklah tertutup dari dunia luar.5 kJ . Atau reaksi dilakukan sedemikian rupa sehingga energi total tetap sama.

Dengan diterimanya SI.1 0. Satuan kilokalori juga digunakan untuk menyatakan energi yang terdapat dalam makanan. Contoh soal: Dari reaksi 2NO(g) + Br 2 (g) → 2NOBr(g) dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut: No. 3.2 mile/jam). benda dengan massa 4. Definisinya berasal dari pengaruh panas pada suhu benda.1 0. Cara yang biasa digunakan untuk menyatakan panas disebut kalori (singkatan kal). sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori didefinisi ulang dalam satuan SI.2 0. Satu kilojoule = 1000 joule (1 kJ = 1000J). Kilokalori (kkal) seperti juga kilojoule merupakan satuan yang lebih sesuai untuk menyatakan perubahan energi dalam reaksi kimia.3 0.184 kJ Proses eksoterm dan proses endoterm Orde Reaksi Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi. Dalam mengacu pada energi yang terlibat dalam reaksi antara pereaksi dengan ukuran molekul biasanya digantikan satuan yang lebih besar yaitu kilojoule (kJ). 5. biasanya dalam bentuk kalor.184 J 1 kkal = 4.2 0.Peristiwa kebakaran menghasilkan panas Pengukuran Energi Dalam Reaksi Kimia Satuan internasional standar untuk energi yaitu Joule (J) diturunkan dari energi kinetik. 1.1 Kecepatan Reaksi mol / 1 / detik 12 24 36 48 108 .1 0. Setara dengan jumlah energi yang dipunyai suatu benda dengan massa 2 kg dan kecepatan 1 m/detik (bila dalam satuan Inggris.1 0. 1 J = 1 kg m 2 /s 2 Satuan energi yang lebih kecil yang dipakai dalam fisika disebut erg yang harganya = 1×10 -7 J. Mula-mula kalori didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air dengan suhu asal 15 0 C sebesar 1 0 C. 4.4 lb dan kecepatan 197 ft/menit atau 2. Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi : v = k (A) (B) 2 persamaan tersebut mengandung pengertian reaksi orde 1 terhadap zat A dan merupakan reaksi orde 2 terhadap zat B.3 (Br 2 ) mol/l 0. Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan.1 0. Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut : 1 kal = 4. 2. (NO) mol/l 0. Satu joule = 1 kgm 2 /s 2 . Semua bentuk energi dapat diubah keseluruhannya ke panas dan bila seorang ahli kimia mengukur energi. Secara keselurahan reaksi tersebut adalah reaksi orde 3.

Definisi Laju ini dapat diukur dengan satuan cm 3 s -1 Bagaimanapun. larutan atau dalam bentuk gas. . Persamaan Laju Mengukur laju reaksi Ada beberapa cara untuk mengukur laju dari suatu reaksi. yaitu data (1) dan (4). maka: V = k(NO) 2 (Br 2 ) 12 = k(0. Pertama-tama kita misalkan rumus kecepatan reaksinya adalah sebagai berikut: V = k(NO) x (Br 2 ) y : jadi kita harus mencari nilai x den y. untuk lebih formal dan matematis dalam menentukan laju suatu reaksi. Persamaan laju menggambarkan perubahaan ini secara matematis. Tentukan orde reaksinya ! b. Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka : 2 x = 4 → x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO) Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu data (1) dan (2). jika gas dilepaskan dalam suatu reaksi. maka : 2 y = 2 → y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br 2 ) Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k(NO) 2 (Br 2 ) (reaksi orde 3) b. berkurang per detik. Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1). Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) ! Jawab: a. Order reaksi adalah bagian dari persamaan laju. Sebagai contoh.1) k = 12 x 10 3 mol -2 1 2 det -1 Orde Reaksi dan Persamaan Laju Reaksi Merubah konsentrasi dari suatu zat di dalam suatu reaksi biasanya merubah juga laju reaksi. Dari data ini terlihat konsentrasi Br 2 naik 2 kali. sedangkan kecepatan reaksinya naik 2 kali. Halaman ini memperkenalkan dan menjelaskan berbagai istilah yang perlu Anda tahu. laju biasanya diukur dengan melihat berapa cepat konsentrasi suatu reaktan berkurang pada waktu tertentu. Misalkan setidaknya salah satu mereka merupakan zat yang bisa diukur konsentrasinya-misalnya. Untuk reaksi ini kita dapat mengukur laju reaksi dengan menyelidiki berapa cepat konsentrasi. andaikan kita memiliki suatu reaksi antara dua senyawa A dan B . Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br2 tidak berubah. kita dapat mengukurnya dengan menghitung volume gas yang dilepaskan per menit pada waktu tertentu selama reaksi berlangsung.Pertanyaan: a. katakan A. Sebagai contoh.1) 2 (0.

tetapi mengajak kita untuk mengerti apa itu order reaksi. Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan. konsentrasi berkurang dengan laju 0. JIka kita meningkatkan konsentrasi A dengan faktor 4. berubah. pada awal reaksi. laju reaksi pun akan menjadi 4 kali lipat. k. Dengan simbol dapat dilambangkan dengan: Secara umum . Kita tidak dapat menentukan apapun tentang order reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi.Kita mendapatkan. Order reaksi selalu ditemukan melalui percobaan. Hal ini berarti tiap detik konsentrasi A berkurang 0. Kemungkinan pertama : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A. Dengan melakukan percobaan yang melibatkan reaksi antara A dan B.0040 mol dm -3 s -1 . Satuannya adalah mol dm -3 s -1 Order reaksi Halaman ini tidak akan mendefinisikan apa arti order reaksi secara langsung. laju reaksi diukur dengan cara berapa cepat konsentrasi dari suatu reaktan berkurang. laju reaksi akan bertambah menjadi 9 kali lipat (3 2 ). laju reaksi akan berlipat ganda pula.0040 mol per desimeter kubik. Kita juga dapat menulis tanda berbanding lurus dengan menuliskan konstanta (tetapan). kita akan mendapatkan bahwa laju reaksi berhubugngan dengan konsentrasi A dan B dengan cara : Hubungan ini disebut dengan persamaan laju reaksi : Kita dapat melihat dari persamaan laju reaksi bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh pangkat dari konsentrasi dari A dan B . Laju ini akan meningkat seiring reaksi dari A berlangsung. sebagai contoh. Pangkat-pangkat ini disebut dengan order reaksi terhadap A dan B . Kita dapat mengekspresikan persamaan ini dengan simbol : Adalah cara yang umum menulis rumus dengan tanda kurung persegi untuk menunjukkan konsentrasi yang diukur dalam mol per desimeter kubik (liter). Kesimpulan Untuk persamaan laju dan order reaksi. Kemungkinan lainnya : Laju reaksi berbanding terbalik dengan kuadrat konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi dari A. Jika konsentras dari A i ditingkatkan tiga kali lipat. Beberapa hal-hal sederhana yang akan kita temui adalah . laju reaksi akan bertambah 4 kali lipat (2 2 ). A.

order reaksi terhadap A dan B adalah 1. Bagaimana bila kita memiliki reaktan-reaktan lebih dari dua lainnya? Tidak menjadi masalah berapa banyak reaktan yang ada. sehingga order reaksi total adalah dua. Order reaksi total adalah 2. di dalam reaksi order satu terhadap kedua A dan B (a = 1 dan b = 1). Ketetapan laju Hal yang cukup mengejutkan. Teori Tumbukan Dan Teori Keadaan Transisi Teori tumbukan didasarkan atas teori kinetik gas yang mengamati tentang bagaimana suatu reaksi kimia dapat terjadi. Contoh 1: Dalam kasus ini. berarti konsentrasi dari A tidak mempengaruhi laju reaksi. A berorder satu dan B beroder nol. Kita menyebutkan order reaksi total dua. karena konsentrasi B tidak mempengaruhi laju reaksi. Beberapa contoh Tiap contoh yang melibatkan reaksi antara A dan B. Jumlah tumbukan yang terjadi persatuan waktu sebanding dengan . Anda akan mendapatkan efek dari perubahaan suhu dan katalis pada laju konstanta pada halaman lainnya. B berorder 2. Contoh 3: Pada reaksi ini. sebagai contoh. Menurut teori tersebut kecepatan reaksi antara dua jenis molekul A dan B sama dengan jumiah tumbukan yang terjadi per satuan waktu antara kedua jenis molekul tersebut. Order reaksi total (keseluruhan). Konsentasi dari tiap reaktan akan berlangsung pada laju reaksi dengan kenaikan beberapa pangkat. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. A berorder nol karena konsentrasi A tidak mempengaruhi laju dari reaksi. dan tiap persamaan laju didapat dari ekperimen untuk menentukan bagaimana konsentrasi dari A dan B mempengaruhi laju reaksi. Tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut.Jika order reaksi terhadap A adalah 0 (no). Contoh 2: Pada reaksi ini. order reaksi total adalah 2. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. jika kita mengubah temperatur dari reaksi. Order reaksi total adalah satu. Pangkat-pangkat ini merupakan order tersendiri dari setiap reaksi. menambahkan katalis atau merubah katalis. Sebagai contoh. Konstanta ini berubah. Kalkulasi yang melibatkan order reaksi Anda akan dapat menghitung order dari reaksi dan tetapan laju dari data yang diberikan maupun dari hasil percobaan yang Anda lakukan. Order total (keseluruhan) dari reaksi didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order tersebut.

ANTARA LAIN : • tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi sebab ada energi tertentu yang harus dilewati (disebut energi aktivasi = energi pengaktifan) untak dapat menghasilkan reaksi. Reaksi hanya akan terjadi bila energi tumbukannya lebih besar atau sama dengan energi pengaktifan (E a ). molekul yang lebih rumit struktur ruangnya menghasilkan tumbukan yang tidak sama jumlahnya dibandingkan dengan molekul yang sederhana struktur ruangnya. Catatan : energi pengaktifan (= energi aktivasi) adalah jumlah energi minimum yang dibutuhkan oleh molekul-molekul pereaksi agar dapat melangsungkan reaksi Konsentrasi Dan Kecepatan Reaksi Kecepatan reaksi adalah banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu.T * adalah molekul dalam keadaan transisi . TEORI TUMBUKAN INI TERNYATA MEMILIKI BEBERAPA KELEMAHAN.C dan D adalah molekul-molekul hasil reaksi SECARA DIAGRAM KEADAAN TRANSISI INI DAPAT DINYATAKAN SESUAI KURVA BERIKUT Dari diagram terlibat bahwa energi pengaktifan (E a ) merupakan energi keadaan awal sampai dengan energi keadaan transisi. Hal tersebut berarti bahwa molekul-molekul pereaksi harus memiliki energi paling sedikit sebesar energi pengaktifan (Ea) agar dapat mencapai keadaan transisi (T * ) dan kemudian menjadi hasil reaksi (C + D).konsentrasi A dan konsentrasi B. Dalam teori ini diandaikan bahwa ada suatu keadaan yang harus dilewati oleh molekulmolekul yang bereaksi dalam tujuannya menuju ke keadaan akhir (produk). • Teori tumbukan di atas diperbaiki oleh tcori keadaan transisi atau teori laju reaksi absolut. Keadaan tersebut dinamakan keadaan transisi. Untuk reaksi: aA + bB → mM + nN maka kecepatan reaksinya adalah: .A dan B adalah molekul-molekul pereaksi . Mekanisme reaksi keadaan transisi dapat ditulis sebagai berikut: A + B → T * –> C + D dimana: . Jadi makin besar konsentrasi A dan konsentrasi B akan semakin besar pula jumlah tumbukan yang terjadi.

tidak berubah pada akhir reaksi. d(A) /dt = r A . 3. namun ia sendiri. d(N) /dt = r N Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi cukup besar.= . Adanya katalisator dalam reaksi dapat mempercepat jalannya suatu reaksi. Luas permukaan zat dapat dicapai dengan cara memperkecil ukuran zat tersebut 2. = kecepatan reaksi zat M = penambahan konsentrasi zat M per satuan waktu. d(B) /dt = r B . Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh ukuran partikel/zat.1/m . yaitu reaksi heterogen dan reaksi homogen. Katalis Katalis adalah suatu zat yang mempercepat suatu laju reaksi. maka akan didapatkan kembali massa katalasis yang sama seperti pada awal ditambahkan.1 (dA) 1 d(B) 1 d(M) 1 d(N) V= ——.——. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh katalis. d(M) /dt = rM = kecepatan reaksi zat A = pengurangan konsentrasi zat A per satuan wakru.1/a . Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh suhu. . Didalam reaksi heterogen. Sedangkan pada dalam reaksi homogen. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi 1.1/n . kecepatan reaksi juga akan makin meningkat sesuai dengan teori Arhenius. maka akan berkurang pula kecepatannya. Kereakifan dari katalis bergantung dari jenis dan konsentrasi yang digunakan. Semakin luas permukaan maka semakin banyak tempat bersentuhan untuk berlangsungnya reaksi. Secara umum kecepatan reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut: V = k(A) x (B) y dimana: V = kecepatan reaksi k = tetapan laju reaksi x = orde reaksi terhadap zat A y = orde reaksi terhadap zat B (x + y) adalah orde reaksi keseluruhan (A) dan (B) adalah konsentrasi zat pereaksi. = kecepatan reaksi zat N = penambahan konsentrasi zat N per satuan waktu.= + ——– = + ———a dt b dt m dt n dt dimana: . Dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi sebagai akibat reaksi. = kecepatan reaksi zat B = pengurangan konsentrasi zat B per satuan waktu. Semakin tinggi suhu reaksi.1/b . Ketika reaksi selesai. . Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar. katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. katalis berada dalam fase yang sama dengan reaktan. secara kimiawi.

Fase berbeda denga istilah keadaan fisik (padat. Contoh: 4 HBr(g) + O 2 (g) → 2 H 2 O(g) + 2 Br 2 (g) Dari persamaan reaksi di atas terlihat bahwa tiap 1 molekul O 2 bereaksi dengan 4 molekul HBr. dua komponen itu berada dalam fase yang berbeda. Tumbukan sekaligus antara 4 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 kecil sekali kemungkinannya untuk berhasil. Energi Aktivasi Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. minyak dan air). Campuran antara padat dan cair terdiri dari dua fase.Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen. Fase dapat juga meliputi padat. cair dan gas). Fase juga dapat diterapkan dalam dua zat cair dimana keduanya tidak saling melarutkan (contoh. akan tetapi lebih sedikit luas. Tumbukan yang mungkin berhasil adalah tumbukan antara 2 molekul yaitu 1 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 . karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawa-senyawa kimia tersebut. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi. Kita dapat menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi Maxwell-Boltzmann seperti ini: Terjadinya Kecepatan Reaksi Dalam suatu reaksi kimia berlangsungnya suatu reaksi dari keadaan semula (awal) sampai keadaan akhir diperkirakan melalui beberapa tahap reaksi. cair dan gas. Suatu reaksi baru dapat berlangsung apabila ada tumbukan yang berhasil antara molekul-molekul yang bereaksi. Hal ini berarti reaksi di atas harus berlangsung dalam beberapa tahap dan diperkirakan tahaptahapnya adalah : Tahap 1: HBr + O 2 → HOOBr Tahap 2: HBr + HOOBr → 2HOBr Tahap 3: (HBr + HOBr → H 2 O + Br 2 ) x 2 —————————————————— + 4 HBr + O 2 → 2H 2 O + 2 Br 2 (lambat) (cepat) (cepat) . Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan terdiri hanya dari satu fase.

o Jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah. Contoh : Langkah 1 : (belum setara) . Contoh : Keterangan : • Tanda panah menunjukkan arah reaksi (artinya = membentuk atau bereaksi menjadi). 2). tahap ini disebut tahap penentu kecepatan reaksi. Menuliskan Persamaan Reaksi. Penyetaraan. lengkap dengan keterangan wujudnya.Dari contoh di atas ternyata secara eksperimen kecepatan berlangsungnya reaksi tersebut ditentukan oleh kecepatan reaksi pembentukan HOOBr yaitu reaksi yang berlangsungnya paling lambat. 1). Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk. o Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi = reaktan ) menjadi zat baru (produk). yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas ( cara sederhana ). o Atom-atom ditata ulang membentuk produk reaksi. Persamaan reaksi Menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai dengan koefisiennya masing-masing. Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dengan 2 langkah : 1). s = solid dan aq = aqueous / larutan berair ). tetapi ikatan kimia di antaranya berubah. • Bilangan yang mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi (untuk menyetarakan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi). Oleh karena itu. Rangkaian tahap-tahap reaksi dalam suatu reaksi disebut “mekanisme reaksi” dan kecepatan berlangsungnya reaksi keselurahan ditentukan oleh reaksi yang paling lambat dalam mekanisme reaksi. o Ikatan kimia dalam pereaksi diputuskan dan terbentuk ikatan baru dalam produknya. l = liquid. • Huruf kecil dalam tanda kurung menunjukkan wujud atau keadaan zat yang bersangkutan ( g = gass. • Koefisien reaksi juga menyatakan perbandingan paling sederhana dari partikel zat yang terlibat dalam reaksi.

Langkah 2 : 2). Langkah 3 : Jumlah atom di ruas kiri dan kanan : Atom C H O Ruas kiri 2 6 2a Ruas kanan b 2c 2b+c Langkah 4 : Jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan. diperoleh : b = 2 ……………. Langkah-langkahnya ( cara matematis ) : a). Setarakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien 1 itu. (i) 2c = 6 ……………. Langkah 2 : Menetapkan koefisien C 2 H 6 = 1 sedangkan koefisien yang lain ditulis dengan huruf. biasanya zat yang rumusnya paling kompleks = 1. Contoh : Langkah 1 : Persamaan reaksi yang belum setara. b).. diperoleh : 2c = 6 c = 6/2 = 3 ………. (ii) 2a = (2b + c) ……. Dari langkah 3. Tetapkan koefisien salah satu zat. Biasanya akan membantu jika atom O disetarakan paling akhir. (iii) Dari persamaan (ii). (iv) . c). Setarakan unsur lainnya. (sudah setara) Menyetarakan Persamaan Reaksi. sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara dengan huruf.

(2) + 3} = 7 a =7/2 …………. Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur. ditulis di depan... maka senyawa-senyawa yang terbentuk dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani. b dan c disubstitusikan ke persamaan reaksi : …………. amonia (NH a). Tata Nama Senyawa Molekul ( Kovalen ) Biner..(x 2) Langkah 6 : Memeriksa kembali jumlah atom di ruas kiri dan kanan. Contoh : air (H 2 O). (iii) 2a = {(2). (v) Langkah 5 : Nilai-nilai a. 1 = mono 5 2 = di 3 = tri 4 = tetra = penta 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 10 = deka 9 = nona . Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa. 3 ) Rumus Senyawa Unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut. Nama Senyawa Nama senyawa biner dari dua jenis unsur non logam adalah rangkaian nama kedua jenis unsur tersebut dengan akhiran –ida (ditambahkan pada unsur yang kedua).Persamaan (i) dan (iv) disubstitusikan ke persamaan (iii) : 2a = (2b + c) ……. tatanama senyawa kimia Tata Nama Senyawa Sederhana 1). B-Si-C-Sb-As-P-N-H-Te-Se-S-I -Br-Cl-O-F Contoh : ………(lengkapi sendiri) b). serta melengkapi wujud zatnya..

basa dan garam. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Ø Berdasarkan cara lama. Tata Nama Senyawa Terner. sedangkan angka indeks tidak disebutkan.Angka indeks satu tidak perlu disebutkan. = ion bermuatan positif (ion logam) = ion bermuatan negatif (ion non logam atau ion poliatom) Kation Anion a). Contoh : ………(lengkapi sendiri) Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation dan anionnya. Senyawa yang sudah umum dikenal. Senyawa terner sederhana meliputi : asam. kecuali untuk nama senyawa karbon monoksida. maka senyawasenyawanya dibedakan dengan menuliskan bilangan oksidasinya (ditulis dalam tanda kurung dengan angka Romawi di belakang nama unsur logam itu). . tidak perlu mengikuti aturan di atas. Nama Senyawa b). Nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation (di depan) dan nama anionnya (di belakang). Contoh : ………(lengkapi sendiri) Cara ini kurang informatif karena tidak menyatakan bilangan oksidasi unsur logam yang bersangkutan. senyawa dari unsur logam yang mempunyai 2 jenis muatan dibedakan dengan memberi akhiran –o untuk muatan yang lebih rendah dan akhiran – i untuk muatan yang lebih tinggi. Rumus Senyawa Unsur logam ditulis di depan. Contoh : ………. Kation dan anion diberi indeks sedemikian rupa sehingga senyawa bersifat netral ( jumlah muatan positif = jumlah muatan negatif). Tata Nama Senyawa Ion. Contoh : ………(lengkapi sendiri) 2). 3). Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Ø Jika unsur logam mempunyai lebih dari sejenis bilangan oksidasi.(lengkapi sendiri) c).

bukan senyawa ion.(fosfat) Rumus sisa asam b). Tata Nama Garam. Senyawa organik mempunyai tata nama khusus. gas-gas yang volumnya sama mengandung jumlah partikel yang sama pula. dianggap sebagai ion H yang disebut sisa asam . Catatan : perlu diingat bahwa asam adalah senyawa molekul. Basa adalah zat yang jika di dalam air dapat menghasilkan ion OHPada umumnya. Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam . Nama anion sisa asam = nama asam yang bersangkutan tanpa kata asam. basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion Nama basa = nama kationnya yang diikuti kata hidroksida . Contoh : ………(lengkapi sendiri) c). Contoh : H 3 + ) dan suatu anion PO 4 Nama asam = asam fosfat = PO 4 3. Rumus asam terdiri atas atom H (di depan. mempunyai nama lazim atau nama dagang ( nama trivial ). Tata Nama Basa. a). Tata Nama Senyawa Organik.Reaksi antara asam dengan basa menghasilkan garam. Senyawa organik adalah senyawa-senyawa C dengan sifat-sifat tertentu. Rumus dan penamaannya = senyawa ion. Hukum Avogadro Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama. Contoh : ………(lengkapi sendiri) 4). Tata Nama Asam. Asam adalah senyawa hidrogen yang di dalam air mempunyai rasa masam.” Contoh : Pada pembentukan molekul H 2L H 2 2 O ( g ) + 1L O 2 ( g ) --> 2L H 2 O( g ) .

a) Persamaan reaksinya! b) Volume gas H 2 yang diperlukan! c) Volume gas NH 3 yang dihasilkan! Jawab : a) Persamaan reaksinya : b) = =6L Jadi volume gas H 2 yang diperlukan dalam reaksi adalah 6 L. sebanyak 2 L gas nitrogen (N dengan gas H Tentukan : 2 2 ) tepat bereaksi membentuk gas NH 3 (amonia). .2 molekul H Catatan : 2 1 molekul O 2 2 molekul H 2 O Jika volume dan jumlah molekul salah 1 zat diketahui. maka volume dan jumlah molekul zat lain dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan: dan Keterangan : V = volume molekul ( L ) X = jumlah partikel ( molekul Contoh soal : ) Pada suhu dan tekanan yang sama.

” Contoh : C dan O dapat membentuk dua jenis senyawa. maka : Massa O dalam CO : massa O dalam CO sederhana (yaitu = 1:2 ). gas hidrogen + gas oksigen −−> uap air 2V1V2V Perbandingan volumenya = 2 : 1 : 2 Hukum Kelipatan Perbandingan / Hukum Perbandingan Berganda ( Hukum Dalton ) Yaitu : “ Jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa. yaitu CO dan CO kedua senyawa itu sama (berarti jumlah C sama). Contoh soal : Karbon dapat bergabung dengan hidrogen dengan perbandingan 3 : 1. Hukum Perbandingan Volum ( Hukum Gay Lussac ) Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama. maka perbandingan massa salah satu unsur yang terikat pada massa unsur lain yang sama. membentuk gas metana. Berapa massa hidrogen yang diperlukan untuk bereaksi dengan 900 gram C pada metana? Jawab : C 2 2 . Jika massa C dalam akan merupakan bilangan bulat dan : H = 3 : 1 sehingga : 900 : m H = 3 : 1 .c) = =4L 3 Jadi volume gas NH yang dihasilkan oleh reaksi tersebut adalah 4 L. merupakan bilangan bulat dan sederhana. perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana. ” Contoh : Dua volum gas hidrogen bereaksi dengan satu volum gas oksigen membentuk dua volum uap air.

sehingga 7 gram Fe akan bereaksi dengan 4 gram S membentuk 11 gram FeS. jika sebanyak 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S! c) Massa S dan massa Fe yang dibutuhkan untuk menghasilkan 22 gram senyawa FeS! Jawab : Reaksi : 7 4 11 Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.875 gram H 2 Contoh soal : Jika diketahui perbandingan massa besi (Fe) dan belerang (S) dalam pembentukan senyawa besi (II) sulfida (FeS) adalah 7 : 4 maka tentukan : a) Massa besi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 8 gram belerang! b) Massa belerang yang tersisa.125 2 ) dan oksigen (O 2 ) dengan perbandingan Massa zat sisa 1 gram H 1 gram O 2 2 0. Yaitu : “ Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. Jadi..91 % Massa H2 (gram ) 1 2 3 3 4 : 88. ” Contoh : Air tersusun oleh unsur-unsur hidrogen (H yang selalu tetap yaitu : 11. a) Massa S = 8 gram Massa Fe = …? .81 % = 1 : 8 Massa Massa O2 H2O (gram (gram) ) 8 9 16 18 16 25 25 18 27 28. massa H yang diperlukan adalah 300 gram Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust ).

contoh soa: Pada wadah tertutup.. c) Untuk membentuk 22 gram FeS : Jadi massa Fe dan S yang dibutuhkan adalah 14 gram dan 8 gram.? Berdasarkan hukum kekekalan massa : Massa sebelum reaksi = massa sesudah reaksi m Ca + m O 2 = m CaO m O 2 = m CaO . Massa Fe yang bereaksi = 21 gram Massa S yang tersisa = ( 15-12 ) gram = 3 gram Jadi massa S yang tersisa adalah 3 gram. berarti : Fe : S = 21 : 15 = 7 : 5 Belerang berlebih. menghasilkan kalsium oksida. b) 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S. ” Contoh : 40 gram Ca + 12 gram C 16 gram O 2 --> 56 gram CaO + 32 gram O 2 --> 44 gram CO 2 .6 gram mO 2 = . . 4 gram logam kalsium dibakar dengan oksigen. massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.6 gram Jadi massa oksigen yang diperlukan adalah 1. Jika massa kalsium oksida yang dihasilkan adalah 5. berarti seluruh Fe habis bereaksi.0) gram = 1. Hukum Kekekalan Massa ( Hukum Lavoisier ) Yaitu : “ Dalam sistem tertutup.6 gram.Jadi massa Fe yang dibutuhkan adalah 14 gram.6 – 4.6 gram. maka berapa massa oksigen yang diperlukan? Jawab : m Ca = 4 gram m CaO = 5.m Ca = (5.

02 x 10 Avogadro. dinyatakan dengan L ). o Mol menghubungkan massa dengan jumlah partikel zat.02 x 10 23 partikel L = 6. Volum gas dapat digambarkan sebagai berikut: o Jumlah partikel dalam 1 mol (dalam 12 gram C-12) yang ditetapkan melalui berbagai metode eksperimen dan sekarang ini kita terima adalah 6.02 x 10 23 molekul air.02 x 10 molekul H 2 SO 4 . 1 mol besi artinya : sekian gram besi yang mengandung 6. tetapi ukurannya jauh lebih besar. o Mol merupakan satuan jumlah (seperti lusin. Kemolaran. Massa. Hubungan mol dengan jumlah partikel.gros).Konsep Mol a) Definisi Mol o Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang = jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12. Contoh : 1 mol air artinya : sekian gram air yang mengandung 6.02 x 10 23 23 23 (disebut tetapan b) Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel Dirumuskan : . 1 mol asam sulfat artinya : sekian gram asam sulfat yang mengandung 6.02 x 10 23 atom besi. 1 mol = 6.

Untuk unsur yang partikelnya berupa atom : m m = Ar gram mol -1 Untuk zat lainnya : m m = Mr gram mol -1 d) Hubungan Jumlah Mol (n) dengan Massa Zat (m) Dirumuskan : dengan : m = massa n = jumlah mol m m = massa molar e) Volum Molar Gas (V m ) o Adalah volum 1 mol gas. Karena : 1 mol C-12 = 12 gram (standar mol). pada suhu dan tekanan yang sama. artinya : massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56 : 12 artinya : massa 1 molekul air : massa 1 atom C-12 = 18 : 12 Mr H 2 O = 18. o Satuannya adalah gram mol -1 . maka : Kesimpulan : Massa 1 mol suatu zat = Ar atau Mr zat tersebut (dinyatakan dalam gram). gas-gas bervolum sama akan mengandung jumlah molekul yang sama pula. o Menurut Avogadro. o Massa molar zat berkaitan dengan Ar atau Mr zat itu. Contoh : zAr Fe = 56. karena Ar atau Mr zat merupakan perbandingan massa antara partikel zat itu dengan atom C-12. .Keterangan : n = jumlah mol = jumlah partikel c) Massa Molar (m m ) o Massa molar menyatakan massa 1 mol zat .

Dinyatakan dengan istilah STP ( Standard Temperature and Pressure ). Dinyatakan dengan istilah RTP ( Room Temperature and Pressure ).02 x 10 23 molekul. Dirumuskan : dengan : V = volum gas n = jumlah mol Vm = volum molar Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan : 1) Keadaan Standar Adalah suatu keadaan dengan suhu 0 o C dan tekanan 1 atm. o Oleh karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul sama yaitu 6. pada suhu dan tekanan yang sama. volum gas hanya bergantung pada jumlah molnya.082 L atm/mol K) T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius) .o Artinya. gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan mempunyai volum yang sama pula. volum molar gas ( V m) m) = 22. 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg V = volum gas (L) n = jumlah mol gas R = tetapan gas (0. volum molar gas ( V 2) Keadaan Kamar Adalah suatu keadaan dengan suhu 25 o C dan tekanan 1 atm. maka pada suhu dan tekanan yang sama. o Jadi : pada suhu dan tekanan yang sama.4 liter/mol = 24 liter/mol 3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal : P = tekanan gas (atm). 1 mol setiap gas mempunyai volum yang sama. Pada keadaan RTP. Pada keadaan STP.

A.2 mmol (= 11. Apabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan massa .7 mg) NaCl.7 gram) NaCl atau dalam tiap mL larutan terdapat 0. Johan Wolfgang Dobereiner mempelajari sifat-sifat beberapa unsur yang sudah diketahui pada saat itu. Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK Usaha pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kesamaan sifat dilakukan agar unsur-unsur tersebut mudah dipelajari. Ternyata tiap kelompok terdiri dari tiga unsur sehingga disebut triade. lalu mengelompokkan unsur-unsur tersebut menurut kemiripan sifatnya.2 M artinya. Triade Dobereiner Pada tahun 1829. 1.4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain Misalkan : Gas A dengan jumlah mol = n 1 dan volum = V 1 Gas B dengan jumlah mol = n 2 dan volum = V 2 Maka pada suhu dan tekanan yang sama : f) Kemolaran Larutan (M) Kemolaran adalah suatu cara untuk menyatakan konsentrasi (kepekatan) larutan.2 mol (= 11. dalam tiap liter larutan terdapat 0. Dirumuskan : dengan : M = kemolaran larutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan Misalnya : larutan NaCl 0. Adanya kesamaan sifat yang ditemukan pada beberapa unsur menarik perhatian para ahli kimia untuk mulai mengelompokannya. Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur. Pada abad ke-19 para ahli kimia mulai dapat menghitung massa atom secara akurat. atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap mL larutan .

2. Pada saat daftar Oktaf Newland disusun. 72. Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. dan tabel periodik Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869. 2) Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. Sistem periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. dan Rn) belum ditemukan. Sistem periodik Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. 3. 2) Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya. Susunan Newland menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dua ilmuwan. unsur-unsur gas mulia (He. maka ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga sebagai sistem periodik unsur pendek. John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih banyak. Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik.atomnya. . Xe. dan 100. tabel sistem periodik mulai disusun. Kekurangan sistem periodik Mendeleev 1) Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan. seperti 44. massa atom relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua atau satu satuan. dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon. terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan. b. Sistem Periodik Mendeleev Pada tahun 1869. 68. Kelebihan sistem periodik Mendeleev 1) Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur. Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah. Mendeleev menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869. Kr. Ar. Ne. b. Teori Oktaf Newland Pada tahun 1864. dan seterusnya. Unsur gas mulia yang pertama ditemukan ialah gas argon. 3) Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong. a.3. dua unsur yang berdekatan. Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu yang hampir bersamaan. unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan. contoh : Te (128) sebelum I (127). maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan. dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur. Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut: a. Penemuan Newland ini dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newland. c. maka unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga. d. contohnya Cr = 52.0 bukan 43.

yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat.3) Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2. pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah • Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya. Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev. J. Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev. 4) Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya. sampai saat ini berisi 24 unsur. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Nama-nama golongan pada unsur golongan A • Golongan IA disebut golongan alkali • Golongan IIA disebut golongan alkali tanah • Golongan IIIA disebut golonga boron • Golongan IVA disebut golongan karbon • Golongan VA disebut golongan nitrogen • Golongan VIA disebut golongan oksigen • Golongan VIIA disebut golongan halogen • Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip . ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. Telurium mempunyai nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka: • Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur • Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur. Sistem Periodik Modern Pada tahun 1914. yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah. Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA. Henry G. yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Ada dua golongan besar. Dalam sistem periodik modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan. 4. Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. 5) Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan. tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya.

sedangkan unsur-unsur non logam cenderung menangkap elektron (memiliki energi ionisasi yang besar). kita hanya akan membahas beberapa sifat dari unsur. SIFAT LOGAM Sifat yang dimiliki oleh unsur sangat banyak. Adapun logam yang berada di sebelahnya (dalam tabel periodik) yaitu Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur non logam yang memilki beberapa sifat logam. Unsur-unsur di daerah perbatasan mempunyai sifat ganda. misalnya golok. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. Sifat-sifat di atas tidak dimiliki oleh unsur-unsur bukan logam (non logam). antara lain: 1. Pada tabel periodik. contohnya besi. logam-logam tersebut memiliki beberapa sifat bukan logam. sedangkan unsur-unsur non logam terletak di bagian kanan (lihat tabel periodik unsur). batas antara unsur-unsur logam dan non logam sering digambarkan dengan tangga diagonal yang bergaris tebal. Logam banyak kita jumpai di sekitar kita. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa dimanfaatka untuk membuat berbagai macam jenis barang. pisau. emas. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis. Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya. unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil). yaitu dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin besar dan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil.sifatnya. dan lain-lain. B. Misalnya logam berilium (Be) dan aluminium (Al). aluminium. 4. Jika kita lihat pada tabel periodik unsurnya. permukaan logam mengkilap. dan biasa disebut unsur amfoter. Berdasarkan sifat kelogamannya. dan unsur metaloid (semi logam). dimasukkan dalam satu golongan karena mempunyai sifat yang sangat mirip. dapat ditempa menjadi lempeng tipis. penghantar listrik yang baik. perak. dapat dilihat kecenderungan sifat logam dalam sistem periodik. Kedua seri unsur ini disebut unsur-unsur transisi dalam. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa disebut maleabilitas. Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk membuat kawat atau kabel. tembaga. Kemampuan logam untuk meregang apabila ditarik disebut duktilitas. 2. penghantar panas yang baik. dan disebut unsur metaloi . unsur-unsur logam berletak pada bagian kiri. yaitu unsur-unsur lantanida. yaitu unsur logam. 3. Pada bahasan ini. dan lain-lain. Dengan demikian. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB. dapat meregang jika ditarik. unsur non logam. secara umum unsur dibedakan menjadi tiga kategori. 5. cangkul.