Atom

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari P Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.

Atom helium

ter 27 da nol pm ke n sa (ne (H cil Ki inti mp tral e) un sar M Sifat-sifat ato ai ) sa sur an uat Ki m de ata mp ki ma an sar ya ng up ai mi ssa list an ng Ko an un de a : rik dia ter mp 4,5 mu ng : × me dir on Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani 2 ata an ter: i − en: (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti 10 n 52 25 dar tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai k ion 0p i komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan g m pro Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini (C ton dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi s) da menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para n fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, ne membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika [1] utr kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom. on Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil Klasifikasi yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,[catatan 1] dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.[2] Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi

Ilustrasi atom helium yang memperlihatkan inti atom (merah muda) dan distribusi awan elektron (hitam). Sat Ele Inti atom (kanan atas) berbentuk simetris 1,6 bulat, ua ktr 7× walaupun untuk inti atom yang lebih rumit ia tidaklah n − on selalu demikian. 10 62

antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

1 Sejarah 2 Komponen-komponen atom
○ ○ ○

2.1 Partikel subatom 2.2 Inti atom 2.3 Awan elektron 3.1 Sifat-sifat nuklir 3.2 Massa 3.3 Ukuran 3.4 Peluruhan radioaktif 3.5 Momen magnetik 3.6 Aras-aras energi 3.7 Valensi dan perilaku ikatan 3.8 Keadaan

3 Sifat-sifat
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

• •

4 Identifikasi 5 Asal usul dan kondisi sekarang
○ ○ ○

5.1 Nukleosintesis 5.2 Bumi 5.3 Bentuk teoritis dan bentuk langka

• • • •

6 Lihat pula 7 Catatan 8 Referensi

8.1 Referensi buku

9 Pranala luar

[sunting] Sejarah
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Teori atom dan Atomisme Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan terpisah yang tidak dapat dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu milenium. Namun, pemikiran tersebut masihlah bersifat abstrak dan filosofis, daripada berdasarkan pengamatan empiris dan eksperimen. Secara filosofis, deskripsi sifat-sifat atom bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut, dan seringkali pula mengandung unsur-unsur spiritual di dalamnya. Walaupun demikian, pemikiran dasar mengenai atom dapat diterima oleh para ilmuwan

ribuan tahun kemudian, karena ia secara elegan dapat menjelaskan penemuan-penemuan baru pada bidang kimia.[3] Rujukan paling awal mengenai konsep atom dapat ditilik kembali kepada zaman India kuno pada tahun 800 sebelum masehi,[4] yang dijelaskan dalam naskah filsafat Jainisme sebagai anu dan paramanu.[4][5] Aliran mazhab Nyaya dan Vaisesika mengembangkan teori yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung menjadi benda-benda yang lebih kompleks.[6] Satu abad kemudian muncul rujukan mengenai atom di dunia Barat oleh Leukippos, yang kemudian oleh muridnya Demokritos pandangan tersebut disistematiskan. Kira-kira pada tahun 450 SM, Demokritos menciptakan istilah átomos (bahasa Yunani: ἄτομος), yang berarti "tidak dapat dipotong" ataupun "tidak dapat dibagi-bagi lagi". Teori Demokritos mengenai atom bukanlah usaha untuk menjabarkan suatu fenomena fisis secara rinci, melainkan suatu filosofi yang mencoba untuk memberikan jawaban atas perubahanperubahan yang terjadi pada alam.[1] Filosofi serupa juga terjadi di India, namun demikian ilmu pengetahuan modern memutuskan untuk menggunakan istilah "atom" yang dicetuskan oleh Demokritos.[3] Kemajuan lebih jauh pada pemahaman mengenai atom dimulai dengan berkembangnya ilmu kimia. Pada tahun 1661, Robert Boyle mempublikasikan buku The Sceptical Chymist yang berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi "corpuscules", yaitu atom-atom yang berbeda. Hal ini berbeda dengan pandangan klasik yang berpendapat bahwa materi terdiri dari unsur-unsur udara, tanah, api, dan air.[7] Pada tahun 1789, istilah element (unsur) didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis, Antoine Lavoisier, sebagai bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-metode kimia.[8]

Berbagai atom dan molekul yang digambarkan pada buku John Dalton, A New System of Chemical Philosophy (1808).

yang kemudian dengan pasti menjadi verifikasi atas teori atom Dalton. meskipun demikian tidak dapat dengan bebas berputar spiral ke dalam maupun keluar dalam keadaan transisi. dengan elektron yang mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari. Pada tahun 1877. Rutherford kemudian mengajukan pendapat bahwa muatan positif suatu atom dan kebanyakan massanya terkonsentrasi pada inti atom. John Dalton menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsur-unsur selalu bereaksi dalam perbandingan yang bulat dan tetap. serta mengapa gas-gas tertentu lebih larut dalam air dibandingkan dengan gas-gas lainnya. Frederick Soddy menemukan bahwa terdapat lebih dari satu jenis atom pada setiap posisi tabel periodik. J. Muatan positif ion helium yang melewati inti padat ini haruslah dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam. para peneliti di bawah arahan Ernest Rutherford menembakkan ion helium ke lembaran tipis emas.[11][12][13] Fisikawan Perancis Jean Perrin kemudian menggunakan hasil kerja Einstein untuk menentukan massa dan dimensi atom secara eksperimen. dan pada tahun 1905 Albert Einstein membuat analisis matematika terhadap gerak ini. Hal ini meruntuhkan konsep atom sebagai satuan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Thomson selanjutnya menemukan teknik untuk memisahkan jenis-jenis atom tersebut melalui hasil kerjanya pada gas yang terionisasi. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai "Gerak Brown". Pada tahun 1913.[9][10] Teori partikel ini kemudian dikonfirmasikan lebih jauh lagi pada tahun 1827.[16] Istilah isotop kemudian diciptakan oleh Margaret Todd sebagai nama yang tepat untuk atom-atom yang berbeda namun merupakan satu unsur yang sama. J. Sementara itu.[15] Thomson percaya bahwa elektron-elektron terdistribusi secara merata di seluruh atom. Desaulx mengajukan pendapat bahwa fenomena ini disebabkan oleh gerak termal molekul air. ketika bereksperimen dengan hasil proses peluruhan radioaktif. Ia mengajukan pendapat bahwa setiap unsur mengandung atom-atom tunggal unik. dan menemukan bahwa sebagian kecil ion tersebut dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam dari yang apa yang diprediksikan oleh teori Thomson.[17] Model atom hidrogen Bohr yang menunjukkan loncatan elektron antara orbit-orbit tetap dan memancarkan energi foton dengan frekuensi tertentu. Thomson menemukan elektron dan sifat-sifat subatomiknya.[18] Suatu elektron haruslah menyerap ataupun memancarkan sejumlah energi tertentu untuk dapat . dan atom-atom tersebut selanjutnya dapat bergabung untuk membentuk senyawa-senyawa kimia.J. Namun pada tahun 1909. dan muatan-muatannya diseimbangkan oleh keberadaan lautan muatan positif (model puding prem). pada tahun 1897 J.[14] Berdasarkan hasil penelitiannya terhadap sinar katoda. yaitu ketika botaniwan Robert Brown menggunakan mikroskop untuk mengamati debu-debu yang mengambang di atas air dan menemukan bahwa debu-debu tersebut bergerak secara acak. pada tahun 1913 fisikawan Niels Bohr mengkaji ulang model atom Rutherford dan mengajukan pendapat bahwa elektron-elektron terletak pada orbit-orbit yang terkuantisasi serta dapat meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya.Pada tahun 1803. J.

Oleh karena arah spin adalah acak.[21] kimiawan Amerika Irving Langmuir tahun 1919 berpendapat bahwa hal ini dapat dijelaskan apabila elektron-elektron pada sebuah atom saling berhubungan atau berkumpul dalam bentuk-bentuk tertentu. Walaupun model ini sulit untuk divisualisasikan. model atom yang menggambarkan elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari digugurkan dan digantikan oleh model orbital atom di sekitar inti di mana elektron paling berkemungkinan berada. Apabila cahaya dari materi yang dipanaskan memancar melalui prisma. Namun pada kenyataannya berkas ini terbagi menjadi dua bagian. Menurut konsep ini. Percobaan Stern-Gerlach pada tahun 1922 memberikan bukti lebih jauh mengenai sifat-sifat kuantum atom. dengan menggunakan pemikiran Louis de Broglie bahwa partikel berperilaku seperti gelombang. ia menghasilkan suatu spektrum multiwarna. ia dapat dengan baik menjelaskan sifat-sifat atom yang terpantau yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan oleh teori mana pun. Oleh sebab itu.[22] Pada tahun 1926.melakukan transisi antara orbit-orbit yang tetap ini. Konsekuensi penggunaan bentuk gelombang untuk menjelaskan elektron ini adalah bahwa adalah tidak mungkin untuk secara matematis menghitung posisi dan momentum partikel secara bersamaan. Sekelompok elektron diperkirakan menduduki satu set kelopak elektron di sekitar inti atom.[23][24] Diagram skema spetrometer massa sederhana. berkas tersebut terpisah-pisah sesuai dengan arah momentum sudut atom (spin). demikian pula sebaliknya. Perkembangan pada spektrometri massa mengijinkan dilakukannya pengukuran massa atom secara tepat.[20] Atas adanya keteraturan sifat-sifat kimiawi dalam tabel periode kimia. [19] Ikatan kimia antar atom kemudian pada tahun 1916 dijelaskan oleh Gilbert Newton Lewis sebagai interaksi antara elektron-elektron atom tersebut. Hal ini kemudian dikenal sebagai prinsip ketidakpastian. Erwin Schrödinger mengembangkan suatu model atom matematis yang menggambarkan elektron sebagai gelombang tiga dimensi daripada sebagai titik-titik partikel. seseorang hanya bisa mendapatkan kisaran nilai-nilai probabilitas momentum. yang dirumuskan oleh Werner Heisenberg pada 1926. untuk setiap pengukuran suatu posisi. berkas ini diharapkan menyebar menjadi satu garis. tergantung dari apakah spin atom tersebut berorientasi ke atas ataupun ke bawah. Peralatan spektrometer ini menggunakan magnet untuk membelokkan trayektori . Penampakan garis-garis spektrum tertentu ini berhasil dijelaskan oleh teori transisi orbital ini. Ketika seberkas atom perak ditembakkan melalui medan magnet.

839 kali massa elektron[33] atau (1. Demikian pula halnya pada ion hidrogen positif H+. elektron adalah yang paling ringan. Namun baru-baru ini. Isotop kemudian dijelaskan sebagai unsur dengan jumlah proton yang sama. sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh William D. berbagai peranti yang menggunakan sebuah atom tunggal logam yang dihubungkan dengan ligan-ligan organik (transistor elektron tunggal) telah dibuat. dengan massa elektron sebesar 9. Ukuran elektron sangatlah kecil sedemikiannya tiada teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukurannya. Kuark termasuk kedalam golongan partikel fermion dan merupakan salah satu dari dua bahan penyusun materi dasar (yang lainnya adalah lepton). Pada tahun yang sama.[27] Neutron dan proton kemudian diketahui sebagai hadron.11 × 10−31 kg dan mempunyai muatan negatif. suatu partikel bermuatan netral dengan massa yang hampir sama dengan proton.[31] [sunting] Komponen-komponen atom [sunting] Partikel subatom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Partikel subatom Walaupun awalnya kata atom berarti suatu partikel yang tidak dapat dipotong-potong lagi menjadi partikel yang lebih kecil. dan neutron. Namun hidrogen-1 tidak mempunyai neutron. namun memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam inti atom. dan ia disebut sebagai kaidah bilangan bulat.[28] Sekitar tahun 1985. Dalam model standar fisika. Hal ini mengijinkan ilmuwan mempelajari atom dengan presisi yang sangat tinggi. Claude Cohen-Tannoudji kemudian menggabungkan kedua teknik tersebut untuk mendinginkan sejumlah kecil atom sampai beberapa mikrokelvin. yaitu komposit partikelpartikel kecil yang disebut sebagai kuark.[26] Pada tahun 1950-an.[29] Dalam sejarahnya. manakala neutron terdiri dari satu kuark naik dan dua kuark turun.berkas ion. perkembangan pemercepat partikel dan detektor partikel mengijinkan para ilmuwan mempelajari dampak-dampak dari atom yang bergerak dengan energi yang tinggi. Neutron tidak bermuatan listrik dan bermassa bebas 1. Steven Chu dkk. yang pada akhirnya membawa para ilmuwan menemukan kondensasi Bose-Einstein.836 kali lebih berat daripada elektron (1. Perbedaan massa antar isotop ini berupa bilangan bulat. Terdapat enam jenis kuark dan tiap-tiap kuark tersebut memiliki muatan listri fraksional sebesar +2/3 ataupun −1/3.[32] Proton memiliki muatan positif dan massa 1.6726 × 10−27 kg). baik proton dan neutron terdiri dari partikel elementer yang disebut kuark. yaitu oleh James Chadwick pada tahun 1932. Model-model standar fisika nuklir kemudian dikembangkan untuk menjelaskan sifat-sifat inti atom dalam hal interaksi partikel subatom ini. Partikel-partikel penyusun atom ini adalah elektron. dalam terminologi ilmu pengetahuan modern.[25] Penjelasan pada perbedaan massa isotop ini berhasil dipecahkan setelah ditemukannya neutron. Perbedaan komposisi kuark ini memengaruhi perbedaan . Kimiawan Francis William Aston menggunakan peralatan ini untuk menunjukkan bahwa isotop mempunyai massa yang berbeda. sebuah atom tunggal sangatlah kecil untuk digunakan dalam aplikasi ilmiah. atom tersusun atas berbagai partikel subatom.6929 × 10−27 kg). dan banyaknya defleksi ditentukan dengan rasio massa atom terhadap muatannya. Dari kesemua partikel subatom ini.[30] Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memerangkap dan memperlambat laju atom menggunakan pendinginan laser untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat-sifat atom. di Bell Labs mengembangkan sebuah teknik untuk menurunkan temperatur atom menggunakan laser. Phillips berhasil memerangkap atom natrium dalam perangkap magnet. Proton terdiri dari dua kuark naik dan satu kuark turun. proton.

proton dan neutron tersebut disebut sebagai nukleon (partikel penyusun inti). setiap proton dalam inti atom harusnya menduduki keadaan kuantum yang berbeda dengan aras energinya masing-masing. Pelarangan ini tidak berlaku bagi proton dan neutron yang menduduki keadaan kuantum yang sama.[40] . disebut nomor atom.[36] Jari-jari inti diperkirakan sama dengan fm. dengan isotop unsur tertentu akan menjalankan peluruhan radioaktif. Inti atom terdiri atas proton dan neutron yang terikat bersama pada pusat atom.[37] Hal ini sangatlah kecil dibandingkan dengan jari-jari atom. dengan meningkatnya nomor atom. Diameter inti atom berkisar antara 10-15 hingga 10-14m. Asas Pauli ini juga berlaku untuk neutron. Pada inti yang paling berat. atom dengan jumlah proton dan neutron yang berimbang lebih stabil dan cenderung tidak meluruh. inti atom yang memiliki jumlah proton lebih banyak daripada neutron berpotensi jatuh ke keadaan energi yang lebih rendah melalui peluruhan radioaktif yang menyebabkan jumlah proton dan neutron seimbang. Jumlah proton dan neutron suatu atom akan menentukan nuklida atom tersebut.massa dan muatan antara dua partikel tersebut.[34][35] [sunting] Inti atom Artikel utama untuk bagian ini adalah: Inti atom Energi pengikatan yang diperlukan oleh nukleon untuk lolos dari inti pada berbagai isotop. Variasi ini disebut sebagai isotop. Oleh karena itu. Suatu unsur dapat memiliki jumlah neutron yang bervariasi.[40] Untuk atom dengan nomor atom yang rendah. rasio neutron per proton yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya akan meningkat menjadi 1. Namun. sedangkan jumlah neutron relatif terhadap jumlah proton akan menentukan stabilitas inti atom. Nukleon-nukleon tersebut terikat bersama oleh gaya tarik-menarik potensial yang disebut gaya kuat residual. Asas pengecualian Pauli melarang adanya keberadaan fermion yang identik (seperti misalnya proton berganda) menduduki suatu keadaan fisik kuantum yang sama pada waktu yang sama.5. Gluon adalah anggota dari boson tolok yang merupakan perantara gaya-gaya fisika.[39] Neutron dan proton adalah dua jenis fermion yang berbeda. gaya ini lebih kuat daripada gaya elektrostatik yang menyebabkan proton saling tolak menolak. Secara kolektif. dengan A adalah jumlah nukleon. gaya tolak-menolak antar proton membuat inti atom memerlukan proporsi neutron yang lebih tinggi lagi untuk menjaga stabilitasnya. Oleh karena itu. Pada jarak lebih kecil daripada 2.[38] Atom dari unsur kimia yang sama memiliki jumlah proton yang sama.5 fm. Kuark terikat bersama oleh gaya nuklir kuat yang diperantarai oleh gluon.

pada inti Matahari. Sebagai contoh. energi pengikatan per nukleon dalam inti mulai menurun.[40] [sunting] Awan elektron Artikel utama untuk bagian ini adalah: Orbital atom dan Konfigurasi elektron . Defisit ini merupakan bagian dari energi pengikatan inti yang baru. Apabila hal ini mengubah jumlah proton dalam inti.[45] Adalah proses pelepasan energi inilah yang membuat fusi nuklir pada bintang dapat dipertahankan. yang berarti bahwa proses ini melepaskan energi. E = mc2. walaupun hal ini memerlukan energi yang sangat tinggi oleh karena gaya atraksinya yang kuat. Inti atom juga dapat diubah melalui penembakan partikel subatom berenergi tinggi. sebagaimana yang ditemukan pada rumus kesetaraan massa-energi Einstein.[44] Fusi dua inti yang menghasilkan inti yang lebih besar dengan nomor atom lebih rendah daripada besi dan nikel (jumlah total nukleon sama dengan 60) biasanya bersifat eksotermik. dengan m adalah massa yang hilang dan c adalah kecepatan cahaya. Jumlah proton dan neutron pada inti atom dapat diubah. Hal ini biasanya terjadi melalui peluruhan radioaktif.Gambaran proses fusi nuklir yang menghasilkan inti deuterium (terdiri dari satu proton dan satu neutron). Fusi nuklir terjadi ketika banyak partikel atom bergabung membentuk inti yang lebih berat. Pada fisi nuklir.[41] Fisi nuklir merupakan kebalikan dari proses fusi. Untuk inti yang lebih berat. inti dipecah menjadi dua inti yang lebih kecil. proton memerlukan energi sekitar 3–10 keV untuk mengatasi gaya tolak-menolak antar sesamanya dan bergabung menjadi satu inti. atom tersebut akan berubah unsurnya. Ini berarti bahwa proses fusi akan bersifat endotermik. maka perbedaan ini disebabkan oleh pelepasan pancaran energi (misalnya sinar gamma). Satu positron (e+) dipancarkan bersamaan dengan neutrino elektron.[42][43] Jika massa inti setelah terjadinya reaksi fusi lebih kecil daripada jumlah massa partikel awal penyusunnya.

[46] Hanya akan ada satu himpunan orbital tertentu yang berada disekitar inti. hanya diperlukan 13. Kadangkadang ia disebut sebagai protium. Semakin dekat suatu elektron dalam inti.[51] Semua isotop unsur yang bernomor atom lebih besar daripada 82 bersifat radioaktif. Sebagai contohnya. Suatu partikel dengan energi E dibatasi pada kisaran posisi antara x1 dan x2. atom dapat saling berikatan membentuk molekul. semakin besar gaya atraksinya.[47] Fungsi gelombang dari lima orbital atom pertama. Hal ini berarti bahwa energi luar diperlukan agar elektron dapat lolos dari atom. memiliki sifat seperti partikel maupun seperti gelombang (dualisme gelombang-partikel). dll. Sebagai contohnya.Sumur potensial yang menunjukkan energi minimum V(x) yang diperlukan untuk mencapai tiap-tiap posisi x. Elektron dapat berubah keadaannya ke aras energi yang lebih tinggi dengan menyerap sebuah foton. sehingga elektron yang berada dekat dengan pusat sumur potensi memerlukan energi yang lebih besar untuk lolos. dua atom dengan jumlah proton yang identik dalam intinya termasuk ke dalam unsur kimia yang sama. sama seperti partikel lainnya. Elektron. namun terdapat satu isotop hidrogen yang tidak memiliki neutron (hidrogen-1).3 MeV yang diperlukan untuk memecah inti deuterium. karena pola-pola gelombang lainnya akan dengan cepat meluruh menjadi bentuk yang lebih stabil. Elektron yang terletak paling luar dari inti dapat ditransfer ataupun dibagi ke atom terdekat lainnya. [49] Atom bermuatan listrik netral oleh karena jumlah proton dan elektronnya yang sama.[50] [sunting] Sifat-sifat [sunting] Sifat-sifat nuklir Artikel utama untuk bagian ini adalah: Isotop dan Isotop stabil Berdasarkan definisi.[48] Bandingkan dengan energi sebesar 2. Dengan cara inilah. Gaya ini mengikat elektron dalam sumur potensi elektrostatik di sekitar inti. yakni suatu fungsi matematika yang menghitung probabilitas suatu elektron akan muncul pada suatu lokasi tertentu ketika posisinya diukur. Selain dapat naik menuju aras energi yang lebih tinggi. Perilaku ini ditentukan oleh orbital atom. Tiga orbital 2p memperlihatkan satu biidang simpul.[52][53] . Hidrogen-1 adalah bentuk isotop hidrogen yang paling umum. Tiap-tiap orbital atom berkoresponden terhadap aras energi elektron tertentu. suatu elektron dapat pula turun ke keadaan energi yang lebih rendah dengan memancarkan energi yang berlebih sebagai foton. dua neutron (tritium). Elektron dalam suatu atom ditarik oleh proton dalam inti atom melalui gaya elektromagnetik. Atom yang kekurangan ataupun kelebihan elektron disebut sebagai ion. satu isotop yang memiliki satu neutron (deuterium). Atom dengan jumlah proton sama namun dengan jumlah neutron berbeda adalah dua isotop berbeda dari satu unsur yang sama. Awan elektron adalah suatu daerah dalam sumur potensi di mana tiap-tiap elektron menghasilkan sejenis gelombang diam (yaitu gelombang yang tidak bergerak relatif terhadap inti) tiga dimensi. semua hidrogen memiliki satu proton.[47] Energi yang diperlukan untuk melepaskan ataupun menambah satu elektron (energi pengikatan elektron) adalah lebih kecil daripada energi pengikatan nukleon.6 eV untuk melepaskan elektron dari atom hidrogen.

manakala yang terbesar adalah sesium dengan jari-jari 225 pm. dan semua unsur lebih tinggi dari 83 tidak memiliki isotop stabil.[57] Atom memiliki massa yang kira-kira sama dengan nomor massanya dikalikan satuan massa atom. Satuan ini didefinisikan sebagai seperduabelas massa atom karbon-12 netral. Jumlah ini adalah sekitar 6. 269 di antaranya belum pernah terpantau meluruh.[54] Pada unsur kimia. Dua puluh tujuh unsur hanya memiliki satu isotop stabil. Dengan demikian suatu unsur dengan massa atom 1 u akan memiliki satu mol atom yang bermassa 0. atom dapat dipantau menggunakan mikroskop gaya atom. Unsur 43. sehingga dimensi atom biasanya dideskripsikan sebagai jarak antara dua inti atom ketika dua atom bergabung bersama dalam ikatan kimia. atom yang terkecil adalah helium dengan jari-jari 32 pm.Dari sekitar 339 nuklida yang terbentuk secara alami di Bumi.[60] Pada tabel periodik unsur-unsur.[55] [sunting] Massa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Massa atom dan Bobot atom Karena mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron.[64] Intan satu karat dengan massa 2 × 10-4 kg mengandung sekitar 1022 atom karbon. Sebagai contohnya. Massa atom pada keadaan diam sering diekspresikan menggunakan satuan massa atom (u) yang juga disebut dalton (Da).66 × 10−27 kg.007825 u. sehingga atom tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop optik biasa.[59] Para kimiawan biasanya menggunakan satuan mol untuk menyatakan jumlah atom.001 kg. Sebaliknya jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan menurunnya nomor golongan (kanan ke kiri).[56] Hidrogen-1 yang merupakan isotop teringan hidrogen memiliki bobot atom 1. Namun. 80 dari unsur yang diketahui memiliki satu atau lebih isotop stabil.[52] dengan massa sebesar 207.[65] [sunting] Peluruhan radioaktif Artikel utama untuk bagian ini adalah: Peluruhan radioaktif . yang dikenal pula dengan nama tetapan Avogadro. sehingga satu mol karbon atom memiliki massa 0. Jari-jari ini bervariasi tergantung pada jenis atom.[catatan 2] Jika sebuah apel diperbesar sampai seukuran besarnya Bumi. Ukuran atom sangatlah kecil.9766521 u. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah atom yang terdapat pada 12 gram persis karbon-12. 63. maka atom dalam apel tersebut akan terlihat sebesar ukuran apel awal tersebut. jumlah keseluruhan partikel ini dalam atom disebut sebagai nomor massa. sedemikian kecilnya lebar satu helai rambut dapat menampung sekitar 1 juta atom karbon. jenis ikatan yang terlibat. Karbon memiliki massa atom 12 u. manakala jumlah isotop stabil yang paling banyak terpantau pada unsur timah dengan 10 jenis isotop stabil. dan spin atom. jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya periode (atas ke bawah).[63] Satu tetes air pula mengandung sekitar 2 × 1021 atom oksigen.022 × 1023.[58] Atom stabil yang paling berat adalah timbal-208.[56] [sunting] Ukuran Artikel utama untuk bagian ini adalah: Jari-jari atom Atom tidak memiliki batasan luar yang jelas. jumlah atom di sekitarnya. yang kira-kira sebesar 1.[61] Oleh karena itu.[62] Dimensi ini ribuan kali lebih kecil daripada gelombang cahaya (400–700 nm).012 kg.

Peluruhan gama. diatur oleh gaya lemah.Diagram ini menunjukkan waktu paruh (T½) beberapa isotop dengan jumlah proton Z dan jumlah proton N (dalam satuan detik). dan dihasilkan oleh transformasi neutron menjadi proton. menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik. Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu elektron dan satu antineutrino.[66] Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:[67][68] • Peluruhan alfa. menyebabkan inti melepaskan partikel ataupun radiasi elektromagnetik. ataupun peluruhan yang mengakibatkan produksi elektron berkecepatan tinggi yang bukan sinar beta. Hasil peluruhan ini adalah unsur baru dengan nomor atom yang lebih kecil. terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron). ataupun proton menjadi neutron. manakala transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh emisi satu positron dan satu neutrino. Hal ini dapat terjadi setelah emisi partikel alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif. Peluruhan beta dapat meningkatkan maupun menurunkan nomor atom inti sebesar satu. emisi lebih dari satu partikel beta. dan produksi foton berenergi tinggi yang bukan sinar gama Tiap-tiap isotop radioaktif mempunyai karakteristik periode waktu peluruhan (waktu paruh) yang merupakan lamanya waktu yang diperlukan oleh setengah jumlah sampel untuk . Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta. Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif. dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih rendah. Peluruhan beta. • • Jenis-jenis peluruhan radioaktif lainnya yang lebih jarang meliputi pelepasan neutron dan proton dari inti. Radioaktivitas dapat terjadi ketika jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya bekerja pada jarak sekitar 1 fm).

Proses ini disebut sebagai interaksi pertukaran. Spin beranalogi dengan momentum sudut suatu objek yang berputar pada pusat massanya. sehingga tiada medan magnet yang dihasilkan. sehingga momen dipol magnetik totalnya menjadi nol pada beberapa atom berjumlah elektron genap. pasangan elektron yang terikat satu sama lainnya memiliki spin yang berlawanan. Orbital-orbital atom di sekeliling atom tersebut saling bertumpang tindih dan penurunan keadaan energi dicapai ketika spin elektron yang tak berpasangan tersusun saling berjajar. Bahan-bahan yang bersifat paramagnetik memiliki atom dengan momen magnetik yang tersusun acak. adalah mungkin untuk memolarisasi keadaan spin nuklir secara signifikan sehingga spin-spin tersebut tersusun berjajar dengan arah yang sama. dan tiap-tiap keadaan berkorespondensi terhadap aras energi tertentu. momen magnetik tiap-tiap atom individu tersebut akan tersusun berjajar ketika diberikan medan magnet. Proses peluruhan bersifat eksponensial. Dalam model mekanika kuantum. yakni tiada dua elektron yang dapat ditemukan pada keadaan kuantum yang sama. dan neutron semuanya memiliki spin ½ ħ. Dalam atom.[66] [sunting] Momen magnetik Artikel utama untuk bagian ini adalah: Momen dipol magnetik elektron dan Momen magnetik nuklir Setiap partikel elementer mempunyai sifat mekanika kuantum intrinsik yang dikenal dengan nama spin. atau "spin-½".[70][71] Inti atom juga dapat memiliki spin. Namun. kontribusi yang terbesar tetap berasal dari spin.[70] Pada atom berelektron ganjil seperti besi. Namun. ia haruslah menyerap ataupun memancarkan foton pada energi yang sesuai dengan perbedaan energi . dengan elektron. Spin diukur dalam satuan tetapan Planck tereduksi (ħ).meluruh habis. untuk unsur-unsur tertentu (seperti xenon-129). Keadaan energi terendah suatu elektron yang terikat disebut sebagai keadaan dasar. Kondisi ini disebut sebagai hiperpolarisasi. walaupun secara kaku partikel tidaklah berperilaku seperti ini. Hal ini diukur oleh besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom dan biasanya diekspresikan dengan satuan elektronvolt (eV). adanya keberadaan elektron yang tak berpasangan menyebabkan atom tersebut bersifat feromagnetik. elektron-elektron yang terikat hanya dapat menduduki satu set keadaan yang berpusat pada inti. Kedua spin yang berlawanan ini akan saling menetralkan. manakala inti atom memiliki momentum sudut pula oleh karena spin nuklirnya sendiri. Namun. Oleh karena elektron mematuhi asas pengecualian Pauli. sehingga setelah dua waktu paruh. Biasanya spin inti tersusun secara acak oleh karena kesetimbangan termal. manakala keadaan energi yang lebih tinggi disebut sebagai keadaan tereksitasi. bahan yang tersusun oleh atom ini dapat menghasilkan medan makroskopis yang dapat dideteksi.[74] Agar suatu elektron dapat meloncat dari satu keadaan ke keadaan lainnya.[69] Medan magnet yang dihasilkan oleh suatu atom (disebut momen magnetik) ditentukan oleh kombinasi berbagai macam momentum sudut ini. proton. dan yang satunya lagi berspin turun. elektron yang bergerak di sekitar inti atom selain memiliki spin juga memiliki momentum sudut orbital. ia memiliki energi potensial yang berbanding terbalik terhadap jarak elektron terhadap inti. dengan satu berspin naik. Ketika momen magnetik atom feromagnetik tersusun berjajaran. Fenomena ini memiliki aplikasi yang penting dalam pencitraan resonansi magnetik.[72][73] [sunting] Aras-aras energi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aras energi dan Garis spektrum atom Ketika suatu elektron terikat pada sebuah atom. hanya akan tersisa 25% isotop.

Hal ini terjadi karena kopling spin-orbit yang merupakan interaksi antara spin dengan gerak elektron terluar. Pengukuran spektroskopi terhadap kekuatan dan lebar pita spektrum mengijinkan penentuan komposisi dan sifat-sifat fisika suatu zat. menyebabkan unsur-unsur tersebut cenderung bersifat inert (gas mulia).[77] Pemantauan cermat pada garis-garis spektrum menunjukkan bahwa beberapa memperlihatkan adanya pemisahan halus. menyebabkan elektron berpindah aras energi. Energi foton yang dipancarkan adalah sebanding dengan frekuensinya. ikatan kimia antara unsur-unsur ini cenderung berupa pembagian elektron daripada transfer elektron. subkelopak yang terisi dengan elektron.[83][84] [sunting] Keadaan . Ketika suatu spektrum energi yang berkelanjutan dipancarkan melalui suatu gas ataupun plasma. Jumlah elektron valensi menentukan perilaku ikatan atom tersebut dengan atom lainnya.[75] Tiap-tiap unsur memiliki spektrum karakteristiknya masing-masing. garis-garis spektrum terpisah menjadi tiga atau lebih komponen.[82] Unsur-unsur kimia sering ditampilkan dalam tabel periodik yang menampilkan sifat-sifat kimia suatu unsur yang berpola. Unsur-unsur pada bagian terkanan tabel memiliki kelopak terluarnya terisi penuh. atau kecenderungan membagi elektron dengan jumlah yang berbeda pada senyawa yang berbeda. Contohnya meliputi unsur karbon dalam senyawa organik. Fenomena ini disebut sebagai efek Stark. Efek Zeeman disebabkan oleh interaksi medan magnet dengan momen magnetik atom dan elektronnya.[79] Keberadaan medan listrik eksternal dapat menyebabkan pemisahan dan pergeseran garis spektrum dengan mengubah aras energi elektron. beberapa foton diserap oleh atom. dan faktor-faktor lainnya. Unsur-unsur dengan jumlah elektron valensi yang sama dikelompokkan secara vertikel (disebut golongan). Elektron yang tereksitasi akan secara spontan memancarkan energi ini sebagai foton dan jatuh kembali ke aras energi yang lebih rendah.[81] Ikatan kimia dapat dilihat sebagai transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya. sehingga akan tampak sebagai satu garis spektrum. Sehingga.potensial antar dua aras tersebut. Hal ini disebut sebagai efek Zeeman. Oleh karena itu. interaksi elektromagnetik antar elektron. atom berperilaku seperti bahan penyaring yang akan membentuk sederetan pita absorpsi.[78] Ketika suatu atom berada dalam medan magnet eksternal. seperti yang terpantau pada natrium klorida dan garam-garam ionik lainnya. Interaksi medan magnet dengan atom akan menggeser konfigurasi-konfigurasi elektron menuju aras energi yang sedikit berbeda. menyebabkan garis spektrum berganda. Atom cenderung bereaksi dengan satu sama lainnya melalui pengisian (ataupun pengosongan) elektron valensi terluar atom. banyak pula unsur yang menunjukkan perilaku valensi berganda.[76] Contoh garis absorpsi spektrum. Namun. Beberapa atom dapat memiliki banyak konfigurasi elektron dengan aras energi yang sama. Hal ini bergantung pada muatan inti.[80] [sunting] Valensi dan perilaku ikatan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Valensi (kimia) dan Ikatan kimia Kelopak atau kulit elektron terluar suatu atom dalam keadaan yang tak terkombinasi disebut sebagai kelopak valensi dan elektron dalam kelopak tersebut disebut elektron valensi.

[89] [sunting] Identifikasi Citra mikroskop penerowongan payaran yang menunjukkan atom-atom individu pada permukaan emas (100). Sejumlah atom ditemukan dalam keadaan materi yang berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik benda. materi dapat berubah-ubah menjadi bentuk padat. Spektrometer massa menggunakan prinsip ini untuk menghitung rasio massa terhadap muatan ion. di mana efek-efek mekanika kuantum yang biasanya hanya terpantau pada skala atom terpantau secara makroskopis. dan plasma. Alat ini menggunakan fenomena penerowongan kuantum yang mengijinkan partikel-partikel menembus sawar yang biasanya tidak dapat dilewati.[85] Dalam tiap-tiap keadaan tersebut pula materi dapat memiliki berbagai fase. Dengan mengubah kondisi tersebut. Sebagai contohnya pada karbon padat. Sebuah atom dapat diionisasi dengan melepaskan satu elektronnya. Apabila sampel tersebut mengandung sejumlah isotop.[87][88] Kumpulan atom-atom yang dilewat-dinginkan ini berperilaku seperti satu atom super. cair. yakni suhu dan tekanan.[86] Pada suhu mendekati nol mutlak. atom dapat membentuk kondensat Bose-Einstein. gas.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Keadaan materi dan Fase benda Gambaran pembentukan kondensat Bose-Einstein. ia dapat berupa grafit maupun intan. Jari-jari trayektori ion tersebut ditentukan oleh massa atom. Muatan yang ada menyebabkan trayektori atom melengkung ketika ia melalui sebuah medan magnet. Mikroskop penerowongan payaran (scanning tunneling microscope) adalah suatu mikroskop yang digunakan untuk melihat permukaan suatu benda pada tingkat atom. spektrometer massa dapat menentukan proporsi tiap-tiap isotop .

dengan densitas materi dalam medium antarbintang berkisar antara 105 sampai dengan 109 atom/m3. Unsur yang lebih berat daripada besi dihasilkan di supernova melalui proses r dan di bintang-bintang AGB melalui proses s.[104] Hal ini terjadi ketika sebuah proton berenergi tinggi menumbuk inti atom. Sampai dengan 95% atom Bima Sakti terkonsentrasi dalam bintang-bintang.[90] Metode lainnya yang lebih selektif adalah spektroskopi pelepasan energi elektron (electron energy loss spectroscopy).25 atom/m3. dan mungkin juga beberapa berilium dan boron.[91] Spektrum keadaan tereksitasi dapat digunakan untuk menganalisa komposisi atom bintang yang jauh. dan massa total atom ini membentuk sekitar 10% massa galaksi. Panjang gelombang cahaya tertentu yang dipancarkan oleh bintang dapat dipisahkan dan dicocokkan dengan transisi terkuantisasi atom gas bebas. dengan densitas rata-rata sekitar 0. nukleosintesis Dentuman Besar kebanyakan menghasilkan helium. litium.[93] [sunting] Asal usul dan kondisi sekarang Atom menduduki sekitar 4% densitas energi total yang ada dalam alam semesta terpantau.[106] [sunting] Bumi . sehingga densitas di sekelilingnya adalah sekitar 103 atom/m3. inti atom mulai bergabung dalam bintang-bintang melalui proses fusi nuklir dan menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat sampai dengan besi. Kedua-duanya melibatkan penangkapan neutron oleh inti atom. yaitu ketika alam semesta yang mengembang cukup dingin untuk mengijinkan elektron-elektron terikat pada inti atom. menyebabkan sejumlah besar nukleon berhamburan.[103] Isotop seperti litium-6 dihasilkan di ruang angkasa melalui spalasi sinar kosmis.[102] Sejak saat itulah. Tomografi kuar atom memiliki resolusi sub-nanometer dalam 3-D dan dapat secara kimiawi mengidentifikasi atomatom individu menggunakan spektrometri massa waktu lintas.[105] Unsur-unsur seperti timbal kebanyakan dibentuk melalui peluruhan radioaktif unsur-unsur lain yang lebih berat. yang mengukur pelepasan energi berkas elektron dalam suatu mikroskop elektron transmisi ketika ia berinteraksi dengan sampel. dan proses evolusioner bintang akan menyebabkan peningkatan kandungan unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium dalam medium antarbintang.[95] Matahari sendiri dipercayai berada dalam Gelembung Lokal. Teknik untuk menguapkan atom meliputi spektroskopi emisi atomik plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy) dan spektrometri massa plasma gandeng induktif (inductively coupled plasma mass spectrometry).[98] [sunting] Nukleosintesis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nukleosintesis Proton dan elektron yang stabil muncul satu detik setelah kejadian Dentuman Besar. yaitu suatu daerah yang mengandung banyak gas ion.[96] Bintang membentuk awan-awan padat dalam medium antarbintang.[92] Helium pada Matahari ditemukan dengan menggunakan cara ini 23 tahun sebelum ia ditemukan di Bumi. [99][100][101] Atom pertama (dengan elektron yang terikat dengannya) secara teoritis tercipta 380. dan deuterium. Warna bintang kemudian dapat direplikasi menggunakan lampu lucutan gas yang mengandung unsur yang sama.[97] Massa sisanya adalah materi gelap yang tidak diketahui dengan jelas. Dalam masa waktu tiga menit sesudahnya. atom memiliki konsentrasi yang lebih tinggi.dengan mengukur intensitas berkas ion yang berbeda.[94] Dalam galaksi Bima Sakti. keduanya menggunakan plasma untuk menguapkan sampel analisis.000 tahun sesudah Dentuman Besar.

sehingga unsur-unsur ini telah lama meluruh. antihidrogen berhasil disintesis di laboratorium CERN di Jenewa.[107] Kandungan alami plutonium dan neptunium dihasilkan dari penangkapan neutron dalam bijih uranium. Ketika materi dan antimateri bertemu. hanya plutonium dan neptunium sajalah yang terdapat di Bumi secara alami. positron adalah antielektron yang bermuatan positif.[113][114] Unsur-unsur transuranium memiliki waktu paruh radioaktif yang lebih pendek daripada umur Bumi[115]. dan oksida. Sisanya merupakan akibat dari peluruhan radioaktif dan proporsinya dapat digunakan untuk menentukan usia Bumi melalui penanggalan radiometrik. Antimateri tidak pernah ditemukan secara alami. terdapat suatu "pulau stabilitas" yang diajukan untuk beberapa unsur dengan nomor atom di atas 103. keduanya akan saling memusnahkan. walaupun terdapat teori bariogenesis yang memberikan penjelasan yang memungkinkan.[111][112] Dari semua Unsur-unsur transuranium yang bernomor atom lebih besar daripada 92. atom-atom saling berikatan membentuk berbagai macam senyawa.[116] Bumi mengandung sekitar 1. Unsur-unsur super berat ini kemungkinan memiliki inti yang secara relatif stabil terhadap peluruhan radioaktif. terdapat sejumlah kecil atom gas mulia seperti argon dan neon.[107][108] Kebanyakan helium dalam kerak Bumi merupakan produk peluruhan alfa. Pada permukaan Bumi.[121] Tiap-tiap partikel materi memiliki partikel antimaterinya masing-masing dengan muatan listrik yang berlawanan. misalnya karbon dioksida. meliputi air. contohnya kristal dan logam padat ataupun cair.[124][125] .[118][119] [sunting] Bentuk teoritis dan bentuk langka Pencitraan 3-Dimensi keberadaan "Pulau stabilitas" di bagian paling kanan Manakala isotop dengan nomor atom yang lebih tinggi daripada timbal (62) bersifat radioaktif. Ketidakseimbangan ini masih belum dipahami secara menyeluruh.[117] Pada atmosfer planet. pada tahun 1996. dan nitrogen diatomik.[122][123] Namun.Kebanyakan atom yang menyusun Bumi dan termasuk pula seluruh makhluk hidupnya pernah berada dalam bentuk yang sekarang di nebula yang runtuh dari awan molekul dan membentuk Tata Surya. Sehingga. Terdapat ketidakseimbangan antara jumlah partikel materi dan antimateri. Pengecualian terdapat pada plutonium-244 yang kemungkinan tersimpan dalam debu kosmik.[109] Terdapat sekelumit atom di Bumi yang pada awal pembentukannya tidak ada dan juga bukan merupakan akibat dari peluruhan radioaktif.[110] Beberapa atom di Bumi secara buatan dihasilkan oleh reaktor ataupun senjata nuklir. garam.[120] Atom super berat yang stabil ini kemungkinan besar adalah unbiheksium. Atom juga dapat bergabung membentuk bahan-bahan yang tidak terdiri dari molekul.33 × 1050 atom. oksigen diatomik. Karbon-14 secara berkesinambungan dihasilkan oleh sinar kosmik di atmosfer. dengan 126 proton 184 neutron. dan antiproton adalah proton yang bermuatan negatif. silikat. Sisa 99% atom pada atmosfer bumi terikat dalam bentuk molekul.

cari Penggambaran tiga dimensi (kiri dan tengah) berserta dua dimensi (kanan) molekul terpenoid atisana. Ion poliatomik dapat pula kadangkadang dianggap sebagai molekul yang bermuatan. neutron. ataupun terdiri dari unsur-unsur berbeda (misalnya air H2O). ataupun elektron dengan partikel lain yang bermuatan sama. Ilmu molekuler Ilmu yang mempelajari molekul disebut kimia molekuler ataupun fisika molekuler bergantung pada fokus kajiannya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. istilah molekul digunakan secara kurang kaku. Sebagai contoh. Hacked By Amirul19 . molekul berbeda dengan ion poliatomik. [1][2] Menurut definisi ini. atom-atom gas mulia dianggap sebagai molekul walaupun gas-gas tersebut terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan. Dalam ilmu molekuler. Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil.[3] Menurut definisi ini. elektron dapat digantikan dengan muon yang lebih berat.[4] Sebuah molekul dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama (misalnya oksigen O2). Atom-atom dan kompleks yang berhubungan secara non-kovalen (misalnya terikat oleh ikatan hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak dianggap sebagai satu molekul tunggal. Dalam prakteknya. Dalam teori kinetika gas. perbedaan kedua ilmu tersebut tidaklah jelas dan saling bertumpang tindih. sebuah molekul terdiri dari suatu sistem stabil yang terdiri dari dua atau lebih molekul. istilah molekul sering digunakan untuk merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada komposisinya. Istilah molekul tak stabil digunakan untuk merujuk pada spesi-spesi kimia yang sangat reaktif. manakala fisika molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur struktur dan sifat-sifat molekul. sehingga molekul organik dan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk molekul.Terdapat pula atom-atom langka lainnya yang dibuat dengan menggantikan satu proton. Kimia molekuler berkutat pada hukum-hukum yang mengatur interaksi antara molekul. Dalam kimia organik dan biokimia.[126][127][128] Molekul Dari Wikipedia bahasa Indonesia. membentuk atom muon. Jenis atom ini dapat digunakan untuk menguji prediksi fisika.

pada kata diatomik berasal dari bahasa Yunani yang artinya dua. Sering kali massa molekul diekspresikan dalam satuan massa atom yang setara dengan 1/12 massa atom karbon-12. Molekul dengan jumlah atom penyusun yang sama namun berbeda susunannya disebut sebagai isomer. Massa suatu molekul dapat dihitung dari rumus kimianya.[sunting] Ukuran molekul Kebanyakan molekul sangatlah kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Stereoisomer adalah salah satu jenis isomer yang memiliki sifat fisika dan kimia yang sangat mirip namun aktivitas biokimia yang berbeda. dimetil eter juga memiliki nilai perbandingan yang sama dengan etanol. Rumus kimia dan struktur molekul merupakan dua faktor penting yang menentukan sifat-sifat suatu senyawa. Panjang ikat dan sudut ikatan akan terus bergetar melalui gerak vibrasi dan rotasi. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Kekecualian terdapat pada DNA yang dapat mencapai ukuran makroskopis. namun rumus empirisnya adalah CH. Contohnya. asetilena memiliki rumus molekuler C2H2. Molekul diatomik adalah molekul yang hanya terdiri dari dua atom. [sunting] Geometri molekul Molekul memiliki geometri yang berbentuk tetap dalam keadaan kesetimbangan. Awalan di. Perlu diperhatikan bahwa rumus empiris hanya memberikan nilai perbandingan atom-atom penyusun suatu molekul dan tidak memberikan nilai jumlah atom yang sebenarnya.74 Å). Namun. dengan keseluruhan molekul sekitar dua kali panjang ikatnya (0. namun dapat dideteksi menggunakan mikroskop gaya atom. Etanol pula selalu memiliki nilai perbandingan antara karbon. Satu molekul tunggal biasanya tidak dapat dipantau menggunakan cahaya. Molekul dengan ukuran yang sangat besar disebut sebagai makromolekul atau supermolekul. Kedua atom tersebut dapat berupa unsur yang sama maupun berbeda. Senyawa isomer memiliki rumus kimia yang sama. Rumus molekul menggambarkan jumlah atom penyusun molekul secara tepat. Molekul terkecil adalah hidrogen diatomik (H2). Penjelasan dan keberadaan alami . air selalu memiliki nilai perbandingan atom hidrogen berbanding oksigen 2:1. Sebagai contohnya.[5][6] [sunting] Rumus molekul Rumus empiris sebuah senyawa menunjukkan nilai perbandingan paling sederhana unsurunsur penyusun senyawa tersebut. Molekul diatomik Dari Wikipedia bahasa Indonesia. rumus ini tidak menunjukkan bentuk ataupun susunan atom dalam molekul tersebut. Contohnya. hidrogen. N2. Jari-jari molekul efektif merupakan ukuran molekul yang terpantau dalam larutan. dan oksigen 2:6:1. namun sifat-sifat yang berbeda oleh karena strukturnya yang berbeda. cari Model CPK molekul dinitrogen.

Data berat atom ini sangat penting dalam penemuan tabel periodik oleh Dmitri Mendeleev dan Lothar Meyer. Jika suatu molekul diatomik terdiri dari dua unsur yang sama. hidrogen adalah molekul yang paling melimpah dalam alam semesta.[2] Perlu diperhatikan pula bahwa terdapat pula molekul diatomik lainnya yang dapat terbentuk. Pada awalnya. juga disebabkan oleh beberapa kejanggalan hukum Avogadro yang tidak dapat dijelaskan pada saat itu. oksigen (O2). [sunting] Geometri molekul Geometri molekul molekul diatomik adalah linear. Unsur-unsur yang ditemukan dalam bentuk molekul diatomik pada kondisi laboratorium 1 bar dan 25 oC meliputi hidrogen (H2). dan molekul pada abad ke-19 karena beberapa unsur-unsur penting seperti hidrogen. oksigen. dan astatin (At2). Pada Kongres Karlsruhe pada tahun 1860 yang membahas tentang berat atom. Ikatan pada molekul diatomik homonuklir bersifat kovalen dan non-polar. sedangkan sisa 1%-nya terdiri dari argon (0. contohnya difosfor. dan nitrogen.9340%) dan gas lainnya. yodium (I2). John Dalton berasumsi bahwa semua unsur secara alami berada dalam keadaan monoatomik dan atom-atom pada suatu senyawa akan memiliki rasio atom yang sama. Dalton berasumsi bahwa rumus molekul air adalah HO dengan berat atom oksigen 8 kali dari atom hidrogen (sebenarnya 16 kali atom hidrogen). Walaupun demikian. misalnya logam yang dipanaskan sampai menjadi gas. utamanya oksigen O2 (21%) dan nitrogen N2 (78%). Selain itu. Gay-Lussac dan von Humboldt menunjukkan bahwa air terbentuk dari dua volume air dan satu volume oksigen. Kebanyakan data dalam tabel tersebut sesuai dengan nilai modern sekarang. Namun.Dalam buku Huber dan Herzberg. Hal ini didasarkan pada hukum Avogadro dan asumsi bahwa gas hidrogen dan oksigen berupa molekul diatomik. [sunting] Peranan penting Senyawa-senyawa diatomik memainkan peran yang penting dalam menguraikan konsep unsur. Constants of Diatomic Molecules[1]. secara alami berada dalam keadaan diatomik. atom. Alasan penolakan ini dikarenakan oleh kepercayaan saat itu bahwa atom yang berunsur sama tidak akan memiliki afinitas kimia terhadap satu sama lainnya. sedangkan yang terdiri dari dua unsur yang berbeda disebut sebagai heteronuklir. Molekul diatomik yang terdiri dari dua atom yang berbeda contohnya adalah CO dan HCl. nitrogen (N2). dan halogen: fluorin (F2). misalnya H2 dan O2. Cannizzaro mengungkit kembali pemikiran Avogadro dan menggunakannya utuk membuatu tabel berat atom yang konsisten. klorin (Cl2). Beberapa di antaranya terdeteksi secara spektroskopis pada ruang antarbintang. Ia utamanya ditemukan sebagai materi penyusun bintang. bromin (Br2). terdapat sekitar ratusan molekul diatomik yang terdaftar. Sekitar 99% atmosfer bumi terdiri dari molekul diatomik. Walaupun demikian. Pada tahun 1805. Amedeo Avogadro akhirnya berhasil menentukan komposisi molekul air yang benar. Molecular Spectra and Molecular Structure IV. Selain itu. Ia merupakan susunan geometri molekul yang paling sederhana.[4] [sunting] Aras energi . banyak molekul diatomik tidak stabil dan sangat reaktif. Sebagai contoh. hasil kerja ini terus diabaikan sampai dengan tahun 1860. dan pada tahun 1811. Oleh karena asumsi tersebut terdapat kemelutan penentuan berat atom dan rumus molekul selama setengah abad. hanya beberapa molekul diatomik yang ditemukan secara alami di Bumi.[3]. Kelimpahan alami hidrogen (H2) pada atmosfer bumi hanyalah dalam kadar bagian per juta (ppm). ia disebut sebagai homonuklir.

aras energi rotasi molekul diatomik adalah: [sunting] Energi vibrasi Selain bertranslasi dan berotasi. [sunting] Energi rotasi Menurut hukum fisika. Energi yang terlibat pada berbagai gerak molekul dapat dibagi menjadi tiga kategori: • • • Energi translasi Energi rotasi Energi vibrasi [sunting] Energi translasi Energi translasi molekul diekspresikan sebagai energi kinetik molekul tersebut: dengan m adalah massa molekul dan v adalah kecepatan molekul. Dengan mensubstitusi momentum sudut dan momen inersia ke Erot. momentum sudutnya hanya dapat dieskpresikan sebagai nilai-nilai diskret tertentu: dengan l adalah bilangan bulat positif dan adalah tetapan tereduksi Planck. molekul diatomik juga dapar bergetar (vibrasi).Secara umum. energi kinetik rotasi adalah dengan adalah momentum sudut is the momen inersia molekul Pada tingkat mikroskopis (atomik) seperti molekul. momen inersianya adalah dengan adalah massa tereduksi molekul tersebut dan adalah jarak rata-rata antara dua atom pada suatu molekul. Energi vibrasi molekul ini dapat dianggap hampir mirip dengan osilator harmonik kuantum: . Selain itu. molekul diatomik dapat digambarkan sebagai dua titik massa yang dihubungkan oleh pegas tak bermassa.

Dengan menggunakan perhitungan yang sama: Dapat terlihat bahwa jarak energi antara energi vibrasi adalah sekitar 100 kali lebih besar daripada jarak aras energi rotasi.dengan n adalah bilangan bulat h adalah tetapan Planck dan f adalah frekuensi getaran.[3] Awalan coberarti bersama-sama. sehingga "co-valent bond" artinya adalah atom-atom yang saling berbagi "valensi". Singkatnya. ikatan pi. dll. seperti yang dibahas oleh teori ikatan valensi. aras kuantum berikutnya (l = 1) memiliki energi sekitar: Jarak antara dua aras energi rotasi terendah O2 sebanding dengan energi foton pada daerah spektrum elektromagnetik mikrogelombang. For O2. berasosiasi dalam sebuah aksi. interaksi agostik. yaitu ikatan sigma. Pada molekul H2. [sunting] Perbandingan antara jarak energi rotasi dengan energi vibrasi Aras energi rotasi terendah molekul diatomil terdapat pada l = 0 dan memberikan nilai Erot = 0. Ikatan kovalen merangkumi banyak jenis interaksi. dan frekuensi getaran pada umumnya adalah 5 x 1013 Hz. ikatan logam-logam. Ikatan kovalen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atom-atom yang berikatan.. stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mereka berbagi elektron dikenal sebagai ikatan kovalen. Aras energi virbasi terendah terdapat pada n = 0. atom hidrogen berbagi dua elektron via ikatan kovalen.[1][2] Istilah bahasa Inggris untuk ikatan kovalen. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. . pertama kali muncul pada tahun 1939. berkolega. covalent bond. dan ikatan tiga pusat dua elektron.

Oleh karena itu.Kovalensi yang sangat kuat terjadi di antara atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang mirip. Dia memperkenalkan struktur Lewis atau notasi titik elektron atau struktur titik Lewis yang menggunakan titik-titik di sekitar simbol atom untuk mewakili elektron valensi terluar atom. Oleh karena ikatan kovalen adalah saling berbagi elektron. Terdapat pula bentuk alternatif lainnya di mana ikatan diwakili sebuah garis. ikatan kovalen tidak seperlunya adalah ikatan antara dua atom yang berunsur sama. Diagram MO yang melukiskan ikatan kovalen (kiri) dan ikatan kovalen polar (kanan) pada sebuah molekul diatomik. Ikatan kovalen tampak jelas pada struktur Lewis. berbeda dengan interaksi elektrostatik ("ikatan ion").926)… we shall denote by the term covalence the number of pairs of electrons which a given atom shares with its neighbors. Lebih jauh lagi. Konsep awal ikatan kovalen berawal dari gambar molekul metana sejenis ini. Lewis yang pada tahun 1916 menjelaskan pembagian pasangan elektron di antara atom-atom. kekuatan ikatan kovalen bergantung pada relasi sudut antara atom-atom pada molekul poliatomik. maka elektron-elektron tersebut perlu terdelokalisasi. Pasangan berganda mewakili ikatan berganda. melainkan hanya pada elektronegativitas mereka. . Panah-panah mewakili elektron-elektron yang berasal dari atomatom yang terlibat. Pasangan elektron yang berada di antara atom-atom mewakili ikatan kovalen. ” Gagasan ikatan kovalen dapat ditilik beberapa tahun sebelum 1920 oleh Gilbert N. • [sunting] Sejarah Istilah Bahasa Inggris "covalence" pertama kali digunakan pada tahun 1919 oleh Irving Langmuir di dalam artikel Journal of American Chemical Society yang berjudul The Arrangement of Electrons in Atoms and Molecules:[4] “ (p. mengindikasikan pembagian elektron-elektron di antara atom-atom. seperti ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga.

Daripada satu ikatan tunggal dan satu ikatan rangkap dua. 1. Molibdenum dan renium adalah unsur yang umumnya memiliki ikatan sejenis ini. Ikatan yang berbagi dua pasangan elektron dinamakan ikatan rangkap dua. 4. Dalam diagram lewis (LDS: Lewis dot structure) O3. Contohnya pada hidrogen sianida. Istilah ini hanya berlaku pada molekul diatomik. Contohnya pada etilena.5 dengan kira-kira tiga elektron pada setiap atom. Kasus resonansi yang khusus terlihat pada atom-atom yang membentuk cincin aromatik (contohnya benzena). Walaupun demikian. 3. Tentu saja kebanyakan ikatan tidak ter-lokalisasikan. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan pi. sehingga klasifikasi di atas. ia juga digunakan untuk mendeskripsikan ikatan dalam senyawa poliatomik. Walter Heitler dan Fritz London sering diberi kredit atas penjelasan mekanika kuantum pertama yang berhasil menjelaskan ikatan kimia. struktur ozon adalah hibrid resonansi antara dua struktur resonansi yang memungkinkan. mekanika kuantum diperlukan untuk mengerti sifat-sifat ikatan seperti ini dan memprediksikan struktur dan sifat molekul sederhana. Diagram LDS tidak dapat memberitahukan kita atom mana yang berikatan rangkap. O3). Ikatan kovalen yang paling umum adalah ikatan tunggal dengan hanya satu pasang elektron yang terbagi di antara dua atom. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan pi. Dua struktur yang memungkinkan ini disebut sebagai struktur resonansi. hanya berlaku pada keadaan yang sempit. Ikatan tiga pusat juga tidak dapat diterapkan menggunakan konvensi di atas. Derajat ikat Derajat ikat atau orde ikat adalah sebuah bilangan yang mengindikasikan jumlah pasangan elektron yang terbagi di antara atom-atom yang membentuk ikatan kovalen. 2.Ketika gagasan pembagian pasangan elektron memberikan gambaran kualitatif yang efektif akan ikatan kovalen. Pada kenyataannya.[5] Hasil kerja mereka didasarkan pada model ikatan valensi yang berasumsi bahwa ikatan kimia terbentuk ketika terdapat tumpang tindih yang baik di antara orbital-orbital atom dari atomatom yang terlibat. sehingga model ikatan valensi dapat memprediksikan sudut ikatan yang terlihat pada molekul sederhana dengan sangat baik. Semua ikatan yang memiliki lebih dari satu pasang elektron disebut sebagai ikatan rangkap atau ikatan ganda. atom pertama dan kedua yang berikatan dengan atom pusat memiliki probabilitas yang sama untuk memiliki ikatan rangkap. Orbital-orbital atom ini juga diketahui memiliki hubungan sudut spesifik satu sama lain. atom pusat akan memiliki ikatan tunggal dengan satu atom dan ikatan rangkap dua dengan satu atom lainnya. 6. Ikatan rangkap empat ditemukan pada logam transisi. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma. [sunting] Resonansi Kebanyakan ikatan dapat dideskripsikan dengan menggunakan lebih dari satu struktur Lewis yang benar (misalnya pada ozon. Ikatan rangkap enam ditemukan pada molibdenum dan tungsten diatomik. sebenarnya terdapat dua ikatan 1. 5. Contoh ikatan rangkap ditemukan pada Di-tungsten tetra(hpp). Cincin aromatik terdiri dari atom-atom yang tersusun menjadi lingkaran (dihubungkan dengan ikatan kovalen) dan menurut LDS akan memiliki ikatan . walaupun sangat berguna dan digunakan secara luas. Ikatan yang berbagi tiga pasang elektron dinamakan ikatan rangkap tiga. Ikatan rangkap lima telah ditemukan keberadaannya pada beberapa senyawa dikromium. lebih khususnya ikatan molekul hidrogen pada tahun 1927.

momen dipol. Untuk molekul-molekul kecil. Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah (1-2 kJ mol-1) hingga tinggi (>155 kJ mol-1). sudut energi. Setelah dirapikan. dan menghubungkan satu sama lain dengan tanda panah berkepala ganda. semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk. Walaupun lebih kuat dari kebanyakan gaya antarmolekul. Namun. O. Dalam makromolekul seperti protein dan asam nukleat. khusus pada air (H2O). Semakin besar perbedaannya. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektroneIkatan kimia "Kuat" Ikatan kovalen & Antiika t Ikatan sigma: 3c-2e · Ikatan pisang · 3c-4e (Ikatan hidrogen. Jarak dan sudut ikat dapat dihitung seakurat yang diukur. setiap atom yang berdekatan akan memiliki orbital-orbital atom yang saling berinteraksi membentuk orbital molekul yang merupakan jumlah dan perbedaan linear orbital-orbital atom tersebut. Struktur titik Lewis (LDS) untuk molekul-molekul beresonansi diperlihatkan dengan menciptakan struktur titik untuk setiap bentuk yang memungkinkan. Interaksi agostik) · 4c-2e Ikatan pi: Pengikatan balik π · Konjugasi · Hiperkonjugasi · Aromatisitas · Aromatisitas logam Ikatan delta: Ikatan rangkap empat · Ikatan rangkap lima · Ikatan rangkap enam Ikatan dipolar · Haptisitas . Dalam kimia. ikatan ini dapat terjadi antara dua bagian dari molekul yang sama. tolong hapus pesan ini. Semakin besar ikatan hidrogennya. Dalam kenyataannya. Ikatan dihidrogen. Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N. Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atomatom dalam molekul tersebut. terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. mengurung strukturstruktur tersebut. ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. dan berperan sebagai penentu bentuk molekul keseluruhan yang penting. Dalam model ini. [sunting] Teori saat ini Saat ini model ikatan valensi telah digantikan oleh model orbital molekul.tunggal dan rangkap dua yang saling bergantian. perhitungan tersebut cukup akurat untuk digunakan dalam menentukan kalor pembentukan termodinamika dan energi aktivasi kinetika. elektron-elektron cenderung secara merata berada di seluruh ruang cincin. Orbital-orbital molekul ini merupakan gabungan antara orbital atom semula dan biasanya berada di antara dua pusat atom yang berikatan. atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). Ikatan hidrogen Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. adalah mungkin untuk menghitung struktur elektronik. semakin tinggi titik didihnya. aras energi. Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. Dengan menggunakan mekanika kuantum. dan spektrum elektromagnetik dari molekul sederhana dengan akurasi yang sangat tinggi. ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. jarak ikat. Pembagian elektron pada struktur aromatik seringkali diwakili dengan cincin di dalam lingkaran atom.

Seperti gambar berikut ini: . Lavosier mennyatakan bahwa "Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi". suatu unsur memiliki atomatom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda 3. TEORI ATOM Model Atom Dalton Pada tahun 1803. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum. sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen 4. Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi 2. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut: 1.Ikatan ion Interaksi kation-pi · Jembatan garam Ikatan Aromatisitas logam logam "Lemah" Ikatan Ikatan dihidrogen · Kompleks dihidrogen · Ikatan hidrogen sawar rendah · Ikatan hidrogen simetris · Hidrofil hidrogen Nonkovale Gaya van der Waals · Ikatan mekanis · Ikatan halogen · Aurofilisitas · Interkalasi · Penumpukan · Gaya entropik · Polaritas kimia n lain lainnya Ikatan disulfida · Ikatan peptida · Ikatan fosfodiester Catatan: ikatan kuat yang paling lemah tidak seperlunya lebih kuat dari ikatan lemah yang paling kuatgativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida. yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Sedangkan Prouts menyatakan bahwa "Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap".

tetapi setelah beberapa hari merkuri naik ke B dan ketinggian ini tetap.79 0.60 Kelemahan Model Atom Dalton Kelebihan Mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom Kelemahan Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik.48 0.60 0. Untuk menguji fakta ini.02 = 0.02 0. Beda tinggi A dan B menyatakan volume udara yang digunakan oleh merkuri dalam pembentukan bubuk merah (merkuri oksida).79 = 0.62/1.61 0.36 1.60 = 0. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik. Bubuk merah ini akan terurai menjadi cairan merkuri dan sejumlah volume gas (oksigen) yang jumlahnya sama dengan udara yang dibutuhkan dalam percobaan pertama Percobaan Joseph Pruost Pada tahun 1799 Proust menemukan bahwa senyawa tembaga karbonat baik yang dihasilkan melalui sintesis di laboratorium maupun yang diperoleh di alam memiliki susunan yang tetap.36/0. Lavoisier mengumpulkan merkuri oksida. Sebelum Setelah Percobaan pemanasan (g pemanasan (g keMg) MgO) 1 2 3 0.62 0.48/0. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang bergerak. . kemudian dipanaskan lagi.Model Atom Dalton seperti bola pejal Percobaan Lavosier Mula-mula tinggi cairan merkuri dalam wadah yang berisi udara adalah A.60 Perbandingan Mg/MgO 0.

maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. maka J. Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal. Yang menyatakan bahwa: "Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron" Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel. Dari hasil percobaan ini. Atom merupakan partikel yang bersifat netral.J. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut: Percobaan Sinar Katode . Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.KimiaSite Model Atom Thomson Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers. Dari penemuannya tersebut. oleh karena elektron bermuatan negatif.

Model Atom Rutherford .Kelebihan dan Kelemahan Model Atom Thomson Kelebihan Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Kelemahan Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.

didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. Atom bukan merupakan bola pejal. maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°).000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan. 3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom. yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan.000 partikel alfa akan dibelokkan. Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut. berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson. Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut: . dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.000 merupakan perbandingan diameter. Dari pengamatan mereka.Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden)melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus. Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi. diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut: 1. karena hampir semua partikel alfa diteruskan 2. Bila perbandingan 1:20. tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20. maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10. maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas. Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa. berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.

Apa yang terjadi? Benar. gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan . Berdasarkan teori fisika.Percobaan Rutherford Kelemahan Model Atom Rutherford Kelebihan Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti Kelemahan Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit. Model Atom Bohr Pada tahun 1913. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang tali tersebut. pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen.

Selama elektron berada dalam lintasan stasioner. semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya. diungkapkan dengan empat postulat. 4. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏. 3. Pada peralihan ini.elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Menurut model atom bohr. energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap. disebut momentum sudut. sejumlah energi tertentu terlibat. terutama sifat yang Percobaan Bohr Kelebihan dan Kelemahan Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya . Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. 2. besarnya sesuai dengan persamaan planck. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam. ΔE = hv. sebagai berikut: 1. dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.

seperti terlihat pada gambar berikut ini. Persamaan Schrodinger x. Model atom mutakhir atau model atom mekanika gelombang . seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan.Sebelum Erwin Schrodinger. Kelemahan model atom ini adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack Model Atom Modern Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).14 = Energi total = Energi potensial Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini.y dan z Y m ђ E V = Posisi dalam tiga dimensi = Fungsi gelombang = massa = h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.elektron. Erwin Schrodinger Werner Heisenberg Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.

529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti... Dari modifikasi model atom berikut yang merupakan model atom Bohr adalah. Soal-Soal Latihan 1.. CIRI KHAS MODEL ATOM MEKANIKA GELOMBANG 1. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut) 3..Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. a. tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron Percobaan chadwick Kelemahan Model Atom Modern Persamaan gelombang Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak dan atom dengan elektron tunggal. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom) 2. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. .. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya.Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Posisi elektron sejauh 0.

kecuali… a. Eksperimen compton c. Aufbau 3. Louis de Broglie b. d. Dualisme gelombang – partikel dikemukakan oleh… a.. Efek fotolistrik b. W. e.. c. Heisenberg d. Einstein e. Penembakan partikel alfa terhadap lempeng tipis 4. a. Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan.... Erwin Schrodinger c. Berikut ini percobaan yang mendukung teori atom mekanika kuantum. Louis de Broglie b. Erwim Schrodinger c.b. Eksperimen difraksi berkas elektron d. Radiasi benda mampat e. 2. W.. Max Planck 5. Neils Bohr e. Para ahli berikut yang tidak mengemukakan teori atom modern adalah. Heisenberg d. Pernyataan ini dikemukakan oleh… .

e 4. a 5. a. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. Daerah di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut… a. Proton dalam tiga dimensi b. Dalton b. Thomson d. Tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. Model atom dengan orbital lintasan elektron Kunci Jawaban 1. tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom). Orbital 9. sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr.. Elektron dalam tiga dimensi d. Kulit d... Rutherford 7. W. Modern e. Einstein e. Bohr b. b . Modern 8. Bola positif yang pejal d. Bohr e... Tata surya b. Orbit e. a. a. d 3. Rutherford d... Dalton c. dengan inti atom yang dikelilingi sejumlah elektron e... Fungsi persamaan Schrodinger untuk menentukan kedudukan… a.. Max Planck 6. Sub kulit c. Model atom Rutherford digambarkan seperti. Erwin Schrodinger c. a 2. seperti bola. Heisenberg d. Louis de Broglie b. Pernyataan tersebut merupakan kelemahan dari model atom. Pernyataan tersebut adalah ciri khas dari model atom. Neutron dalam tiga dimensi c. Sub orbit b.. Bola pejal c. c 6.a. Thomson c.. Neutron dalam orbital 10. d 7.. Proton dalam orbital e.

hidrokarbon tak jenuh Beberapa Sifat Periodik Unsur-Unsur 1. dari atas ke bawah jari-jari atom bertambah.hidrokarbon jenuh B. Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. dari kiri ke kanan jari jari atom berkurang. metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2). • berdasarkan bentuk rantai karbon. Jari jari atom adalah jarak dari inti atom ke lintasan elektron terluar.8.alkena . . .hidrokarbon digolongkan menjadi tiga.a Hidrokarbon Dalam bidang kimia.oleh karena itu. Contoh: .sifat senyawa-senyawa hidrokarbon ditentukan oleh struktur dan jenis ikatan koevalen antar atom karbon.alkana . Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.Dalam satu golongan.para ahli melakukan PERGOLONGAN HIDROKARBON BERDASARKAN STRUKTURNYA.untuk memudahkan mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak.alkuna B.hidrokarbon alifatik .Jari-jari atom netral lebih besar daripada jari-jari ion positifnya tetapi lebih kecil dari jari-jari ion negatifnya. SENYAWA HIDROKARBON senyawa ini merupakan senyawakarbon paling sederhana yang terdiri dari atom karbon(C)dan hidrogen(H).yakni: A.danJENIS IKATAN KOEVALEN ANTAR ATOM KARBON.sampai saat ini terdapat lebih kurang 2 juta senyawa hidrokarbon. Sebagai contoh. sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal. masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6. e 9. . hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H).hidrokarbon alisiklik C. c 10.hidrokarbon aroma • berdasarkan jenis ikatan antar atom A.Dalam satu perioda. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci.

3. dari atas ke bawah affinitas elektron berkurang. dalam satu periode dari kanan ke kiri : artinya. 4. dalam satu golongan dari atas ke bawah : artinya.jari-jari atom Cl < jari-jari ion Cl jari-jari atom Ba > jari-jari ion Ba 2+ 2. 2. 5. . 1. SECARA DIAGRAMATIS SIFAT-SIFAT INI DAPAT DISAJIKAN SEBAGAI BERIKUT 1. 4. . Potensial ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah/luar dari atom suatu unsur atau ion dalam keadaan gas. dari atas ke bawah potensial ionisasi berkurang. dalam satu golongan dari bawah ke atas Konfigurasi Elektron 2 Konfigurasi Elektron Ditulis oleh Jim Clark pada 23-09-2004 (dari Chem-is-try.Dalam satu golongan. Affinitas elektron adalah besarnya energi yang dibebaskan pada saat atom suatu unsur dalam keadaan gas menerima elektron. Keelektronegatifan adalah kemampuan atom suatu unsur untuk menarik elektron ke arah intinya dan digunakan bersama. 5. 3. 3. → ← ↓  Jari-jari atom Sifat logam Sifat elektropositif Reduktor Sifat basa/oksida basa Sifat elektronegatif Oksidator Potensial ionisasi Affinitas elektron Keelektronegatifan makin besar/kuat Keterangan: tanda-tanda panah di atas mempunyai arti sebagai berikut : artinya. Konfigurasi elektron dari atom Hubungan antara orbital dengan tabel periodik . .Dalam satu perioda.com) Halaman ini menjelaskan bagaimana menuliskan konfigurasi elektron menggunakan notasi s. dalam satu periode dari kiri ke kanan : artinya. 2. dari kiri ke kanan potensial ionisasi bertambah. 4. .Dalam satu perioda. dari kiri ke kanan affinitas elektron bertambah.Dalam satu golongan.p dan d.

Kita akan melihat bagaimana cara menuliskan konfigurasi elektron sampai pada orbital d. dan neon sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 . sehingga elektron akan menempati tiap orbital satu persatu. Sesungguhnya elektron-elektron pada orbital 3p terlibat dalam pembentukan ikatan karena berada pada kulit terluar dari atom. terkadang ditulis dalam cara singkat. Pada level ini seluruhnya memiliki energi yang sama. O 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 1 2p z 1 F 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 1 Ne 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 Kita dapat melihat di sini bahwa semakin banyak jumlah elektron. . Litium memiliki konfigurasi elektron 1s 2 2s 1 . flor dapat ditulis sebagai 1s 2 2s 2 2p 5. walaupun kita belum membahas konfigurasi elektron dari klor. sementara elektronelektron pada 2p terbenam jauh di dalam atom dan hampir bisa dikatakan tidak berperan sama sekali. Berilium memiliki elektron kedua pada level yang sama – 1s 2 2s 2 . semakin merepotkan bagi kita untuk menuliskan struktur elektron secara lengkap. kita dapat menuliskannya sebagai 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . Sekarang kita mulai mengisi level 2p. Perhatikan bahwa elektron-elektron pada orbital 2p bertumpuk satu sama lain sementara orbital 3p dituliskan secara penuh. yaitu periode kedua. Sebagai contoh. Elektron litium memenuhi orbital 2s karena orbital ini memiliki energi yang lebih rendah daripada orbital 2p. B 1s 2 2s 2 2p x 1 C 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 N 1s 2 2s 2 2p x 1 2p y 1 2p z 1 Elektron selanjutnya akan membentuk sebuah pasangan dengan elektron tunggal yang sebelumnya menempati orbital. terkadang dengan cara penuh. Halaman ini akan menjelaskan konfigurasi berdasarkan tabel periodik sederhana di atas ini dan selanjutnya pengaplikasiannya pada konfigurasi atom yang lebih besar. Jika elektron berada dalam keadaan berikatan (di mana elektron berada di luar atom). Penulisan ini biasa dilakukan jika elektron berada dalam kulit dalam. Cara singkat pertama : Seluruh variasi orbital p dapat dituliskan secara bertumpuk. kita dapat menuliskannya dengan 1s 1 dan helium memiliki dua elektron pada orbital 1s sehingga dapat dituliskan dengan 1s 2 Periode kedua Sekarang kita masuk ke level kedua. Periode Pertama Hidrogen hanya memiliki satu elektron pada orbital 1s. Sebagai contoh. Ada dua cara penulisan untuk mengatasi hal ini dan kita harus terbiasa dengan kedua cara ini.

Cara pengisiannya sama dengan periode-periode sebelumnya. Tetapi kalau kita melihat kembali tingkat energi orbital-orbital. Berdasarkan cara di atas kita dapat menuliskan konfigurasi elektron klor dengan [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 1 . Elektron terluar menentukan sifat dari suatu elemen. Sebagai contoh : cara singkat Mg 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 S 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 1 3p z 1 [Ne]3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Ar 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p x 2 3p y 2 3p z 2 Permulaan periode keempat Sampai saat ini kita belum mengisi orbital tingkat 3 sampai penuh – tingkat 3d belum kita gunakan. Di dalam konteks ini.Cara singkat kedua : Kita dapat menumpukkan seluruh elektron-elektron terdalam dengan menggunakan. Periode ketiga Mulai dari neon. kita dapat melihat bahwa setelah 3p energi orbital terendah adalah 4s – oleh karena itu elektron mengisinya terlebih dahulu. [Ne] berarti konfigurasi elektron dari atom neon -dengan kata lain 1s 2 2s 2 2p x 2 2p y 2 2p z 2 . Sifat keduanya tidak akan mirip bila konfigurasi elektron terluar dari kalium adalah 3d 1 . K Ca 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 Bukti kuat tentang hal ini ialah bahwa elemen seperti natrium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 ) dan kalium ( 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1 ) memiliki sifat kimia yang mirip. sebagai contoh. seluruh orbital tingkat kedua telah dipenuhi elekton. simbol [Ne]. selanjutnya kita harus memulai dari natrium pada periode ketiga. Elemen blok s dan p . kecuali adalah sekarang semuanya berlangsung pada periode ketiga.

Elemen-elemen pada blok d adalah elemen di mana elektron terakhir dari orbitalnya berada pada orbital d. elektron selanjutnya akan mengisi orbital 4p. sebagai contoh. Oleh karenanya. Istilah “elemen transisi” dan “elemen blok d” sebenarnya tidaklah memiliki arti yang sama.Elemen-elemen pada golongan 1 dari tabel periodik memiliki konfigurasi elektron terluar ns 1 (dimana n merupakan nomor antara 2 sampai 7). Elemen-elemen di grup 1 dan 2 dideskripsikan sebagai elemen-elemen blok s. Perhatikan bahwa ada 5 orbital d. dan elektron akan menempati orbital sendiri sejauh ia mungkin. yang umumnya kita sebut dengan elemen transisi atau logam transisi. Elektron d hampir selalu dideskripsikan sebagai. Elemen blok d Perhatikan bahwa orbital 4s memiliki energi lebih rendah dibandingkan dengan orbital 3d sehingga orbital 4s terisi lebih dahulu. Setelah orbital 3d terisi. Elemen-elemen dari golongan 3 seterusnya hingga gas mulia memiliki elektron terluar pada orbital p. . Seluruh elemen pada golongan 2 memiliki konfigurasi elektron terluar ns 2 . tetapi dalam perihal ini tidaklah menjadi suatu masalah. dideskripsikan dengan elemen-elemen blok p. Periode pertama dari blok d terdiri dari elemen dari skandium hingga seng. d5 atau d8 – dan bukan ditulis dalam orbital yang terpisah-pisah.

Setelah 5 elektron menempati orbital sendiri-sendiri barulah elektron selanjutnya berpasangan. d5 berarti

d8 berarti

Perhatikan bentuk pengisian orbital pada level 3, terutama pada pengisian atom 3d setelah 4s. Sc 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 1 4s 2 Ti 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 2 4s 2 V 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 3 4s 2 Cr 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 1 Perhatikan bahwa kromium tidak mengikuti keteraturan yang berlaku. Pada kromium elektron-elektron pada orbital 3d dan 4s ditempati oleh satu elektron. Memang, mudah untuk diingat jikalau keteraturan ini tidak berantakan – tapi sayangnya tidak ! Mn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5 4s 2 (kembali ke keteraturan semula) Fe 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 6 4s 2 Co 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 7 4s 2 Ni 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 8 4s 2 Cu 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 1 (perhatikan!) Zn 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 Pada elemen seng proses pengisian orbital d selesai. Pengisian sisa periode 4 Orbital selanjutnya adalah 4p, yang pengisiannya sama seperti 2p atau 3p. Kita sekarang kembali ke elemen dari galium hingga kripton. Sebagai contoh, Brom, memilki konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p x 2 4p y 2 4p z 1 . Rangkuman Menuliskan konfigurasi elektron dari hidrogen sampai kripton · Gunakan tabel periodik untuk mendapatkan nomor atom yang berarti banyaknya jumlah elektron. · Isilah orbital-orbital dengan urutan 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p sampai elektron-elektron selesai terisi. Cermatilah keteraturan pada orbital 3d ! Isilah orbital p dan d dengan elektron tunggal sebisa mungkin sebelum berpasangan. · Ingat bahwa kromium dan tembaga memiliki konfigurasi elektron yang tidak sesuai dengan keteraturan.

Menuliskan struktur elektron elemen-elemen “besar” pada blok s dan p Pertama kita berusaha untuk mengetahui jumlah elektron terluar. Jumlah elektron terluar sama dengan nomor golongan. Sebagai contoh, seluruh elemen pada golongan 3 memiliki 3 elektron pada level terluar. Lalu masukkan elektron-elektron tersebut ke orbital s dan p. Pada level orbital ke berapa ? Hitunglah periode pada tabel periodik. Sebagai contoh, Yodium berada pada golongan 7 dan oleh karenanya memiliki 7 elektron terluar. Yodium berada pada periode 5 dan oleh karenanya elekton mengisi pada orbital 5s dan 5p. Jadi, Yodium memiliki konfigurasi elektron terluar 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Bagaimana dengan konfigurasi elektron di dalamnya ? Level 1, 2, dan 3 telah terlebih dahulu terisi penuh, dan sisanya tinggal 4s, 4p, dan 4d. Sehingga konfigurasi seluruhnya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p x 2 5p y 2 5p z 1 . Jikalau kita telah menyelesaikannya, hitunglah kembali jumlah seluruh elektron yang ada apakah sama dengan nomor atom. Contoh yang kedua, Barium , berada pada golongan 2 dan memiliki 2 elektron terluar. Barium berada pada periode keenam. Oleh karenanya, Barium memilki konfigurasi elektron terluar 6s 2 . Konfigurasi keseluruhannya adalah : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 10 4s 2 4p 6 4d 10 5s 2 5p 6 6s 2 . Kita mungkin akan terjebak untuk mengisi orbital 5d 10 tetapi ingatlah bahwa orbital d selalu diisi setelah orbital s pada level selanjutnya terisi. Sehingga orbital 5d diisi setelah 6s dan 3d diisi setelah 4s.

Ikatan Kovalen = Homopolar
Ikatan kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron dari atom-atom yang membentuk ikatan. Pada umumnya ikatan kovalen terjadi antara atom-atom bukan logam yang mempunyai perbedaan elektronegativitas rendah atau nol. Seperti misalnya : H 2, CH 4, Cl 2, N 2, C 6 H 6, HCl dan sebagainya. IKATAN KOVALEN TERBAGI ATAS 1. IKATAN KOVALEN POLAR om-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap pasangan elektron persekutuannya. Hal ini terjadi karena beda keelektronegatifan kedua atomnya. Elektron persekutuan akan bergeser ke arah atom yang lebih elektronegatif akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif.

Dalam senyawa HCl ini, Cl mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar dari H. sehingga pasangan elektron lebih tertarik ke arah Cl, akibatnya H relatif lebih elektropositif sedangkan Cl relatif menjadi elektronegatif. Pemisahan muatan ini menjadikan molekul itu bersifat polar dan memiliki "momen dipol" sebesar: T=n.l dimana : T = momen dipol n = kelebihan muatan pada masing-masing atom l = jarak antara kedua inti atom 2. IKATAN KOVALEN NON POLAR Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama. Contoh:

kedua atom H mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.
Karena arah tarikan simetris, maka titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit. Contoh lain adalah senyawa CO 2, O 2, Br 2 dan lain-lain IKATAN KIMIA 3). Ikatan Kovalen Koordinasi/Koordinat/Dativ/Semipolar

Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama. Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.

4). Ikatan Logam

v Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara
muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.

v Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama
lain.

v Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk
dilepaskan dan membentuk ion positif.

v Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong)
sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.

v Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam
mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.

penghantar / konduktor listrik yang baik. suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub). Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron. satuannya debye (D) = selisih muatan. jika pasangan elektron ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom. Dirumuskan : µ = Q x r . satuannya coulomb (C) jarak antara muatan positif dengan muatan negatif. dapat ditempa (tidak rapuh). 1 D = 3.m = momen dipol. satuannya meter (m) r= Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen No 1 Sifat Titik didih Senyawa Ion Tinggi Senyawa Kovalen Rendah . akibat adanya elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindah-pindah. Jadi.33 x 10 keterangan : µ Q -30 C. c). jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom. dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat . kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan.v Struktur logam menyebabkan sifat-sifat khas logam yaitu : berupa zat padat pada suhu kamar. Momen Dipol ( µ ) Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus. tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H. oleh adanya perbedaan Sebaliknya. a). Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl). b). Contoh 1 : Molekul HCl Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron. Polarisasi Ikatan Kovalen Suatu ikatan kovalen disebut polar. akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam.

Kegagalan Aturan Oktet Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post transisi. Contoh : BeCl 2. ClF 3.cair.gas pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = isolator Larutan = ada yang konduktor Umumnya tidak larut Larut 5 6 Kelarutan dalam air Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl 3 ) Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet 1). Pengecualian Aturan Oktet a) Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be. BCl Contohnya : NO 3 dan AlBr 3 b) Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil 2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17 c) Senyawa dengan oktet berkembang Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet / lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M. IF 2).2 3 4 Titik leleh Wujud Daya hantar listrik Tinggi Padat pada suhu kamar Padat = isolator Lelehan = konduktor Larutan = konduktor Umumnya larut Tidak larut Rendah Padat. duplet) . Contohnya : PCl 5. B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari 4. N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih). Contoh : 7 dan SbCl 5 ü atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2 ü atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3 Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa : 1) Tidak mencapai oktet 2) Melampaui oktet (oktet berkembang) Penulisan Struktur Lewis Langkah-langkahnya : 1) Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis 2) Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan 3) Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H. SF 6.

sehingga membentuk senyawa ion Na Cl Contoh lain : CaCl 2. PADA UMUMNYA UNSUR-UNSUR YANG MUDAH MEMBENTUK IKATAN ION ADALAH . Makin besar perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang membentuk ikatan. b. Tidak satupun di antara ke-2 struktur di atas yang benar untuk SO 2. Suatu molekul atau ion tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu struktur Lewis. maka ikatan yang terbentuk makin bersifat ionik.Unsur transisi ↔ VIIA atau VIA Contoh: Na --> Na + e 1s 2 2s 2 2p 6 3s 1 1s 2 2s 2 2p 6 (konfigurasi Ne) Atom Cl (VIIA) mudah menerima elektron sehingga elektron yang dilepaskan oleh atom Na akan ditangkap oleh atom Cl. MgBr 2. ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam molekul itu. P dan S) Langkah alternatif : (syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui) 1) Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion 2) Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan 3) Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet 4) Tambahkan sisa elektron (jika masih ada). c. kedua ikatan dalam molekul SO 2 adalah ekivalen. bersifat polar b. Dalam molekul SO rangkap (S=O). tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat Resonansi a. 2 terdapat 2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal (S-O) dan 1 ikatan d.terjadi gaya tarik menarik elektrostatik. f. Dalam molekul SO 2 itu. e. larut dalam pelarut-pelarut polar .IA ↔ VIIA atau VIA . + 5 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 (konfigurasi Ar) + dan Cl . Cl + e . SIFAT-SIFAT SENYAWA IONIK ANTARA LAIN a. N. tetapi silih berganti. kepada atom pusat 5) Jika atom pusat belum oktet. larutannya dalam air menghantarkan arus listrik c. Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi . lelehannya menghantarkan arus listrik e.4) Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C. titik lelehnya tinggi d.--> Cl 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p Antara ion-ion Na . O. Berdasarkan konsep resonansi. Ikatan Ion = Elektrovalen = Heteropolar Ikatan ion biasanya terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron (logamlogam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima elektron (terutama golongan VIA den VIIA). BaO. yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur resonansi tersebut. FeS dan sebagainya.IIA ↔ VIIA atau VIA .

4 + 436. Energi ikatan dinyatakan dalam kilojoule per mol (kJ mol -1 ) Energi berbagai ikatan diberikan pada tabel 1. Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H 2.7 kJ . Proses ini selalu disertai perubahan energi. Untuk molekul kompleks. Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut. Harga Energi ikatan berbagai molekul (kJ/mol) .9 kJ/mol H – H = 436. N 2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut.8) – (2 x 414.5 + 346.9) = – 126. sehingga membentuk radikal-radikal bebas disebut energi ikatan.8 kJ/mol Ditanya: ΔH reaksi = C 2 H 4 (g) + H 2 (g) → C 2 H 6 (g) ΔH reaksi = Jumlah energi pemutusan ikatan – Jumlah energi pembentukan ikatan = (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) – (6(C-H) + (C-C)) = ((C=C) + (H-H)) – (2(C-H) + (C-C)) = (612.4 kJ/mol C – C = 346.Jml energi ikatan di kanan Perubahan Entalpi Berdasarkan Energi Ikatan Energi ikatan didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas.Jml energi pembentukan ikatan . Tabel 1. energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi. Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan : ΔH reaksi = Jml energi pemutusan ikatan = Jml energi ikatan di kiri Contoh: Diketahui : energi ikatan C – H = 414.Energi-Energi Dan Ikatan Kimia Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan.5 kJ/Mol C = C = 612. Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kimia. 0 2.

Misalnya pembakaran karbon atau grafit. Selanjutnya. Persamaan termokimia untuk kedua reaksi tersebut adalah: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 283 kJ Jika kedua tahap diatas dijumlahkan. zat pereaksi dianggap terlebih dahulu terurai menjadi unsurunsurnya. karbon monoksida itu dibakar lagi untuk membentuk karbon dioksida. kemudian unsur-unsur itu bereaksi membentuk zat produk.jumlah ΔH 0 f (pereaksi) Perubahan Entalpi Berdasarkan Hukum Hess Banyak reaksi yang dapat berlangsung secara bertahap. Dalam hal ini. Mula-mula karbon dibakar dengan oksigen yang terbatas sehingga membentuk karbon monoksida. Secara umum untuk reaksi: m AB + n CD —–> p AD + q CB ΔH 0 = jumlah ΔH 0 f (produk) . maka diperoleh: C (s) + ½ O2 (g) —–> CO (g) ΔH = – 111 kJ CO (g) + ½ O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 283 kJ ————————————————————————.+ C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) ΔH = – 394 kJ Penentuan Perubahan Entalpi Dan Hukum Hess PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI . Jika karbon dibakar dengan oksigen berlebihan terbentuk karbon dioksida menurut persamaan reaksi: C(s) + O2 (g) —–> CO2 (g) Δ H = – 394 kJ Reaksi diatas dapat berlangsung melalui dua tahap.Perubahan Entalpi Berdasarkan Entalpi Pembentukan Kalor suatu reaksi dapat juga ditentukan dari data entalpi pembentukan zat pereaksi dan produknya.

panas spesifiknya adalah 4. Bomb tersebut dimasukkan pada bak yang berisolasi dan diberi pengaduk serta termometer.Untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi kimia biasanya digunakan alat seperti kalorimeter. Kapasitas panas bersifat ekstensif yang berarti bahwa jumlahnya tergantung dari besar sampel. Panas yang dikeluarkan oleh reaksi diabsorpsi oleh bomb dan bak menyebabkan temperatur alat naik. ΔH = y + z kJ Menurut Hukum Hess : x = y + z → 1 tahap → 2 tahap Perubahan entalpi dengan Kalorimetri Pengukuran perubahan energi dalam reaksi kimia Perubahan energi dalam reaksi kimia selalu dapat dibuat sebagai panas. Dari perubahan suhu dan kapasitas panas alat yang telah diukur maka jumlah panas yang diberikan oleh reaksi dapat dihitung. ΔH = x kJ C(s) + 1/2 0 2 (g) → CO(g) .452 J g -1 0 C -1 .” Contoh: C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) . Misalnya besi.18 J (1 kal). Istilah umum untuk sifat ini disebut kapasitas panas yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk mengubah temperatur suatu benda sebesar 1 0 C. termometer dan sebagainya yang mungkin lebih sensitif. Perhitungan : ΔH reaksi = Jumlah ΔH f o produk – Jumlah ΔH f o reaktan HUKUM HESS “Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir. ΔH = y kJ CO(g) + 1/2 O 2 (g) → CO 2 (g) . Kapasitas Panas dan Panas Spesifik Sifat-sifat air yang memberikan definisi asal dari kalori adalah banyaknya perubahan temperatur yang dialami air waktu mengambil atau melepaskan sejumlah panas. misalnya reaksi pembakaran dari CH 4 dengan O 2 atau reaksi antara H 2 dan O 2 . Sehingga 1 g sampel mempunyai kapasitas panas sebesar 4. salah satu dinamakan Kalorimeter Bomb yang diperlihatkan pada gambar diatas.18 Jg-1C-1. Suhu mula-mula dari bak diukur kemudian reaksi dijalankan dengan cara menyalakan pemanas kawat kecil yang berada di dalam bomb. ΔH = z kJ ———————————————————— + C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) . Ada beberapa macam bentuk dari alat ini. Kebanyakan zat mempunyai panas spesifik yang lebih kecil dari air. Misalnya untuk menaikkan suhu 1 g air sebesar 1 0 C diperlukan 4. sebab itu lebih tepat bila istilahnya disebut panas reaksi. Kalorimeter semacam ini biasanya dipakai untuk mempelajari reaksi eksotermik.18 J/ 0 C sedangkan 100 g sampel 418J/ 0 C. Sifat intensif berhubungan dengan kapasitas panas adalah kalor jenis (panas spesifik) yang didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 g zat sebesar 1 0 C. tapi untuk menaikkan suhu 100 g air sebesar 1 0 C diperlukan energi 100 kali lebih banyak yaitu 418 J. . yang tak akan berjalan bila tidak dipanaskan. Untuk air. Alatnya terdiri dari wadah yang terbuat dari baja yang kuat (bombnya) dimana pereaksi ditempatkan. walaupun diketahui sekarang panas lebih sering dinyatakan dalam joule daripada kalori). Alat yang dipakai untuk mengukur panas reaksi disebut kalorimeter (sebetulnya kalori meter. panas spesifiknya hanya 0.

DH = +285. . Entalpi Penguraian: DH dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsurunsurnya (= Kebalikan dari DH pembentukan). a. DHf = -285. Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm) Contoh: 2H → H 2 + a kJ . Δ’t Keterangan : q = jumlah kalor (Joule) m = massa zat (gram) Δt = perubahan suhu t akhir . 2 dari udara yang Contoh: CH 4 (g) + 2O 2 (g) → CO 2 (g) + 2H 2 O(l) . Demikian juga dalam musim panas. Entalpi Pembakaran Standar ( DHc ): DH untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. air laut lebih lambat menjadi panas daripada daratan.c. Contoh: H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) → H 2 0 (l) .85 kJ 2.Berarti lebih sedikit panas diperlukan untuk memanaskan besi 1 g sebesar 1 0 C daripada air atau juga dapat diartikan bahwa jumlah panas yang akan menaikkan suhu 1 g besi lebih besar dari pada menaikkan suhu 1 g air. Rumus : q = m. Entalpi Pembentakan Standar ( DHf ): DH untak membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsurunsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. DHc = -802 kJ 4.85 kJ 3. Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm) Contoh: H 2 → 2H – a kJ . Besarnya panas spesifik untuk air disebabkan karena adanya sedikit pengaruh dari laut terhadap cuaca. Pada musim dingin air laut lebih lambat menjadi dingin dari daratan sehingga udara yang bergerak dari laut ke darat lebih panas daripada udara dari darat ke laut. DH = -a kJ Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi : 1.t awal ) c = kalor jenis Perubahan Entalpi Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap. Entalpi Reaksi: DH dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana. Contoh: H 2 O (l) → H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) . DH= +akJ b.

Perubahan entalpi yang berhubungan dengan reaksi ini disebut panas pembentukan atau entalpi pembentukan yang diberi simbol ΔH f . Entalpi Netralisasi: DH yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa. seperti dicerminkan oleh ΔH f yang negatif. Eksoterm Eksoterm (menghasilkan panas) Endoterm Bila kita jumlahkan persamaan (1) dan (2).Contoh: 2Al + 3H 2 SO 4 → Al 2 (SO 4 ) 3 + 3H 2 .Pembakaran dan Penguraian Data termokimia pada umumnya ditetapkan pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm yang selanjutnya disebut kondisi standar . DH = + 112 kJ Entalpi Pembentukan. DH = -890. Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H 2 O(l) . Hukum Lavoisier-Laplace “Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsurunsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya. Entalpi molar adalah perubahan entalpi reaksi yang dikaitkan dengan kuantitas zat yang terlibat dalam reaksi. entalpi penguraian. seperti entalpi pembentukan. Entalpi Pembentukan Ada suatu macam persamaan termokimia yang penting yang berhubungan dengan pembentukan satu mol senyawa dari unsurunsurnya. Misalnya persamaan termokimia untuk pembentukan air dan uap air pada 100 0 C dan 1 atm masing-masing. Dalam termokimia dikenal berbagai macam entalpi molar.4 kJ/mol 6. (Jika pembentukan H 2 O (l) eksoterm.” Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya Contoh: N 2 (g) + 3H 2 (g) → 2NH 3 (g) . proses kebalikannya haruslah endoterm) yang berarti eksoterm menjadi positif yang berarti menjadi endoterm. DH = – 112 kJ 2NH 3 (g) → N 2 (g) + 3H 2 (g) . kita dapat Dan panas reaksinya = Perhatikan bahwa panas reaksi untuk seluruh perubahan sama dengan panas pembentukan hasil reaksi dikurangi panas pembentukan dari pereaksi. dan entalpi pembakaran. Jangan lupa untuk mengubah tanda ΔH. Bagaimana dapat kita gunakan persamaan ini untuk mendapatkan panas penguapan dari air? Yang jelas persamaan (1) harus kita balik. Perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 atm disebut perubahan entalpi standar dan dinyatakan dengan lambang Δ H 0 atau ΔH298. DH = -1468 kJ 5. lalu dijumlahkan dengan persamaan (2). Sedangkan perubahan entalpi yang pengukurannya tidak merujuk kondisi pengukurannya dinyatakan dengan lambang ΔH saja. Secara umum dapat ditulis : .

Jadi kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin adalah: 6. Diketahui entalpi pembakaran isooktana = -5460 kJ mol -1 dan massa jenis isooktan = 0. dan berbagai senyawa dari unsur tersebut.Harga perubahan entalpi reaksi dapat dipengaruhi oleh kondisi yakni suhu dan tekanan saat pengukuran. hidrogen. Harga entalpi pembakaran dari berbagai zat pada 298 K. yang dinyatakan dengan Δ Hc 0 . Massa 1 liter bensin = 1 liter x 0.4 kJ Dampak Pembakaran tak Sempurna Sebagaimana terlihat pada contoh di atas. 1 atm Pembakaran bensin adalah suatu proses eksoterm. kerugian lain dari pembakaran tak sempurna adalah dihasilkannya gas karbon monoksida (CO). Pembakaran sempurna senyawa hidro karbon (bahan bakar fosil) membentuk karbon dioksida dan uap air. Perubahan entalpi pada pembakaran sempurna 1 mol suatu zat yang diukur pada 298 K. Entalpi Pembakaran dari berbagai zat pada 298 K. Misalnya: a. Sedangkan pembakaran tak sempurna membentuk karbon monoksida dan uap air. pembakaran tak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor. Entalpi Penguraian . Pembakaran sempurna isooktana: C8H18 (l) +12 ½ O2 (g) –> 8 CO2 (g) + 9 H2O (g) ΔH = -5460 kJ b. yang bersifat racun.7 kg = 700 gram . Jawab: Entalpi pembakaran isooktana yaitu – 5460 kJ mol -1 . 1 atm diberikan pada tabel 3 berikut. Apabila bensin dianggap terdiri atas isooktana. hidrogen (H) terbakar menjadi H2O. 1 atm disebut entalpi pembakaran standar (standard enthalpy of combustion). Tabel 3 . Zat yang mudah terbakar adalah unsur karbon. Oleh karena itu.14 mol. Pembakaran tak sempurna isooktana: C8H18 (l) + 8 ½ O2 (g) -> 8 CO (g) + 9 H2O (g) ΔH = -2924. Mol isooktana = 700 gram/114 gram mol -1 = 6.4 kJ. belerang. Oleh karena itu. Entalpi Pembakaran Reaksi suatu zat dengan oksigen disebut reaksi pembakaran . Pembakaran Sempurna dan Tidak Sempurna Pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan atau dalam industri tidak terbakar sempurna. C8H18 (salah satu komponen bensin) tentukanlah jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin. pembakaran tak sempurna akan mencemari udara. perlu kondisi suhu dan tekanan perlu dicantumkan untuk setiap data termokimia. Jadi. belerang (S) terbakar menjadi SO2.7 kg L -1 (H = 1. Pembakaran dikatakan sempurna apabila karbon (c) terbakar menjadi CO2. pembakaran tak sempurna mengurangi efisiensi bahan bakar. C =12).7 kg L-1 = 0. Entalpi pembakaran juga dinyatakan dalam kJ mol -1 .14 mol x 5460 kJ mol -1 = 33524.

jumlah mol dari tiap zat dan berupa cairan. padat atau gas. Telah dikatakan. dimana T menunjukkan temperatur. Dalam menerangkan suatu sistim. Misalnya perubahan suhu dapat ditulis dengan ΔT. maka panas akan mengalir antara keduanya. Setelah semua variabel ini ditentukan berarti semua sifatsifat sistim sudah pasti. suhu dari sistim dapat dibuat tetap. Mungkin saja misalnya suatu reaksi kimia yang terjadi dalam suatu gelas kimia. maka bila terjadi reaksi. Bila perubahan terjadi pada sebuah sistim maka dikatakan bahwa sistim bergerak dari keadaan satu ke keadaan yang lain. Diberikan suhunya. maka entalpi penguraian H2O (l) menjadi gas hidrogen dan gas oksigen adalah + 286 kJ mol -1 H2O (l) ——> H2 (g) + ½ O2 (g) ΔH = + 286 kJ Panas Reaksi dan Termokimia Hubungan sistem dengan lingkungan Pelajaran mengenai panas reaksi dinamakan termokimia yang merupakan bagian dari cabang ilmu pengetahuan yang lebih besar yaitu termodinamika. Oleh karena itu. dimana harga ÷EP adalah positif. Dalam praktek biasanya dalam menunjukkan perubahan adalah dengan cara mengurangi temperatur akhir dengan temperatur mula-mula. Panas reaksi yang kita ukur akan sama dengan perubahan energi potensial ini. perubahan energi potensial (Ep) Δ(E. Selama ada perubahan adiabatik. tetapi tandanya berlawanan. kita harus memperinci sifat-sifatnya secara tepat. Sehingga harga ÷EP mempunyai harga negatif. Dalam perubahan eksotermik. bila reaksinya eksotermik akan naik sedangkan bila reaksinya endotermik akan turun. ΔT = T akhir – T mula-mula Demikian juga. tekanan. Contoh: Diketahui Δ Hf 0 H2O (l) = -286 kJ mol -1. Sebelum pembicaraan mengenai prisip termokimia ini kita lanjutkan. Simbol Δ (huruf Yunani untuk delta) umumnya dipakai untuk menyatakan perubahan kuantitas. Reaksi Eksoterm dan Endoterm Peristiwa endoterm (kanan) dan eksoterm (kiri) .Reaksi penguraian adalah kebalikan dari reaksi pembentukan. Bila sistim diisolasi dari lingkungan sehingga tak ada panas yang dapat mengalir maka perubahan yang terjadi di dalam sistim adalah perubahan adiabatik. berarti kita telah menggambarkan keadaan dari sistim. Sistim adalah sebagian dari alam semesta yang sedang kita pelajari. bila terjadi reaksi eksotermik atau endotermik maka pada zat-zat kimia yang terlibat akan terjadi perubahan energi potensial. energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi berarti EP akhir lebih rendah dari EP mula-mula .P) = EP akhir – EP awal Dari definisi ini didapat suatu kesepakatan dalam tanda aljabar untuk perubahan eksoterm dan endoterm. akan dibuat dulu definisi dari beberapa istilah. nilai entalpi penguraian sama dengan entalpi pembentukannya. Kebalikannya dengan reaksi endoterm. maka suhu dari sistim akan menggeser. Mulai sekarang kita akan menggunakan perubahan ini dalam beberapa kuantitas sehingga perlu ditegakkan beberapa peraturan untuk menyatakan perubahan secara umum. Perubahan yang terjadi pada temperatur tetap dinamakan perubahan isotermik. Salah satu dari istilah yang akan dipakai adalah sistim. sesuai dengan azas kekekalan energi. Bila sistim tak diisolasi dari lingkungannya. Di luar sistim adalah lingkungan.

Bila campuran reaksi menjadi panas seperti digambarkan dibawah. . Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh kita dimana produksi dari energienergi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas yang kita lakukan. Peristiwa termokimia Misalkan kita akan melakukan reaksi kimia dalam suatu tempat tertutup sehingga tak ada panas yang dapat keluar atau masuk kedalam campuran reaksi tersebut. maka energi kinetiknya akan turun sehingga temperaturnya juga turun. temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat-zat yang ikut dalam reaksi akan naik.5 kJ . Pada reaksi endoterm harga ΔH = positif ( + ) Contoh : CaCO 3(s) → CaO (s) + CO 2(g) . Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk pembangkit listrik. Penambahan jumlah energi kinetik akan menyebabkan harga rata-rata energi kinetik dari molekulmolekul naik. Hampir semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan. Juga misalkan energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi sehingga waktu reaksi terjadi ada penurunan energi potensial. Pada reaksi eksoterm harga ΔH = negatif ( – ) Contoh : C(s) + O 2 (g) → CO 2 (g) + 393. Kadang-kadang perubahan kimia terjadi dimana ada kenaikan energi potensial dari zat-zat bersangkutan. Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk m emas ak. Perhatikan bahwa bila terjadi suatu reaksi endoterm. yang kita lihat sebagai kenaikan temperatur dari campuran reaksi. Bila hal ini terjadi. ΔH = -393. Bila sistem tidak tertutup di sekelilingnya. makanan yang dimakan akan menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi. Setiap perubahan yang dapat melepaskan energi ke sekelilingnya seperti ini disebut perubahan eksoterm. Atau reaksi dilakukan sedemikian rupa sehingga energi total tetap sama. Perhatikan bahwa bila terjadi reaksi eksoterm. Campuran reaksi menjadi panas. panas dapat mengalir ke sekelilingnya.5 kJ Definisi Termokimia Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya saja. temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun. ΔH = +178.5 kJ Reaksi Endoterm Pada reaksi terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas. panas dapat mengalir ke campuran reaksi dan perubahannya disebut perubahan endoterm. bila energi potensialnya turun. maka energi kinetiknya harus naik berarti energi potensial berubah menjadi energi kinetik. Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang menyebabkan mobil berjalan. Sebab itu. Kebanyakan reaksi kimia tidaklah tertutup dari dunia luar. Tetapi energi ini tak dapat hilang begitu saja karena energi total (kinetik dan potensial) harus tetap konstan.5 kJ . Mari kita periksa terjadinya hal ini dan bagaimana kita mengetahui adanya perubahan energi.178.Reaksi Eksoterm Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas. Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme.

Semua bentuk energi dapat diubah keseluruhannya ke panas dan bila seorang ahli kimia mengukur energi. Cara yang biasa digunakan untuk menyatakan panas disebut kalori (singkatan kal). Definisinya berasal dari pengaruh panas pada suhu benda.3 0. sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori didefinisi ulang dalam satuan SI.184 kJ Proses eksoterm dan proses endoterm Orde Reaksi Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi. Satu joule = 1 kgm 2 /s 2 .4 lb dan kecepatan 197 ft/menit atau 2. Satuan kilokalori juga digunakan untuk menyatakan energi yang terdapat dalam makanan. Dengan diterimanya SI.1 0. Setara dengan jumlah energi yang dipunyai suatu benda dengan massa 2 kg dan kecepatan 1 m/detik (bila dalam satuan Inggris. 3. biasanya dalam bentuk kalor. 4.1 0.1 Kecepatan Reaksi mol / 1 / detik 12 24 36 48 108 .2 0. (NO) mol/l 0. Dalam mengacu pada energi yang terlibat dalam reaksi antara pereaksi dengan ukuran molekul biasanya digantikan satuan yang lebih besar yaitu kilojoule (kJ).2 mile/jam). Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut : 1 kal = 4. Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan.Peristiwa kebakaran menghasilkan panas Pengukuran Energi Dalam Reaksi Kimia Satuan internasional standar untuk energi yaitu Joule (J) diturunkan dari energi kinetik. Mula-mula kalori didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air dengan suhu asal 15 0 C sebesar 1 0 C. Secara keselurahan reaksi tersebut adalah reaksi orde 3.1 0. 5. Satu kilojoule = 1000 joule (1 kJ = 1000J).184 J 1 kkal = 4. Contoh soal: Dari reaksi 2NO(g) + Br 2 (g) → 2NOBr(g) dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut: No. Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi : v = k (A) (B) 2 persamaan tersebut mengandung pengertian reaksi orde 1 terhadap zat A dan merupakan reaksi orde 2 terhadap zat B. 2.3 (Br 2 ) mol/l 0. benda dengan massa 4.1 0.2 0. 1 J = 1 kg m 2 /s 2 Satuan energi yang lebih kecil yang dipakai dalam fisika disebut erg yang harganya = 1×10 -7 J.1 0. 1. Kilokalori (kkal) seperti juga kilojoule merupakan satuan yang lebih sesuai untuk menyatakan perubahan energi dalam reaksi kimia.

andaikan kita memiliki suatu reaksi antara dua senyawa A dan B .1) k = 12 x 10 3 mol -2 1 2 det -1 Orde Reaksi dan Persamaan Laju Reaksi Merubah konsentrasi dari suatu zat di dalam suatu reaksi biasanya merubah juga laju reaksi. Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) ! Jawab: a.Pertanyaan: a. Untuk reaksi ini kita dapat mengukur laju reaksi dengan menyelidiki berapa cepat konsentrasi. kita dapat mengukurnya dengan menghitung volume gas yang dilepaskan per menit pada waktu tertentu selama reaksi berlangsung. Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka : 2 x = 4 → x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO) Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu data (1) dan (2). berkurang per detik. Dari data ini terlihat konsentrasi Br 2 naik 2 kali. Misalkan setidaknya salah satu mereka merupakan zat yang bisa diukur konsentrasinya-misalnya. sedangkan kecepatan reaksinya naik 2 kali. Persamaan laju menggambarkan perubahaan ini secara matematis. Definisi Laju ini dapat diukur dengan satuan cm 3 s -1 Bagaimanapun. Sebagai contoh. maka: V = k(NO) 2 (Br 2 ) 12 = k(0. Order reaksi adalah bagian dari persamaan laju. yaitu data (1) dan (4). jika gas dilepaskan dalam suatu reaksi. Sebagai contoh. untuk lebih formal dan matematis dalam menentukan laju suatu reaksi.1) 2 (0. katakan A. laju biasanya diukur dengan melihat berapa cepat konsentrasi suatu reaktan berkurang pada waktu tertentu. Halaman ini memperkenalkan dan menjelaskan berbagai istilah yang perlu Anda tahu. maka : 2 y = 2 → y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br 2 ) Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k(NO) 2 (Br 2 ) (reaksi orde 3) b. Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br2 tidak berubah. larutan atau dalam bentuk gas. Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1). Tentukan orde reaksinya ! b. Persamaan Laju Mengukur laju reaksi Ada beberapa cara untuk mengukur laju dari suatu reaksi. . Pertama-tama kita misalkan rumus kecepatan reaksinya adalah sebagai berikut: V = k(NO) x (Br 2 ) y : jadi kita harus mencari nilai x den y.

Kesimpulan Untuk persamaan laju dan order reaksi. laju reaksi akan bertambah menjadi 9 kali lipat (3 2 ). laju reaksi akan bertambah 4 kali lipat (2 2 ). konsentrasi berkurang dengan laju 0. Order reaksi selalu ditemukan melalui percobaan.0040 mol per desimeter kubik. Laju ini akan meningkat seiring reaksi dari A berlangsung. Kita juga dapat menulis tanda berbanding lurus dengan menuliskan konstanta (tetapan).Kita mendapatkan. Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan. kita akan mendapatkan bahwa laju reaksi berhubugngan dengan konsentrasi A dan B dengan cara : Hubungan ini disebut dengan persamaan laju reaksi : Kita dapat melihat dari persamaan laju reaksi bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh pangkat dari konsentrasi dari A dan B . Beberapa hal-hal sederhana yang akan kita temui adalah . Dengan melakukan percobaan yang melibatkan reaksi antara A dan B. Satuannya adalah mol dm -3 s -1 Order reaksi Halaman ini tidak akan mendefinisikan apa arti order reaksi secara langsung. A. Kita tidak dapat menentukan apapun tentang order reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi. Jika konsentras dari A i ditingkatkan tiga kali lipat. laju reaksi diukur dengan cara berapa cepat konsentrasi dari suatu reaktan berkurang. Kita dapat mengekspresikan persamaan ini dengan simbol : Adalah cara yang umum menulis rumus dengan tanda kurung persegi untuk menunjukkan konsentrasi yang diukur dalam mol per desimeter kubik (liter). Dengan simbol dapat dilambangkan dengan: Secara umum . Pangkat-pangkat ini disebut dengan order reaksi terhadap A dan B . sebagai contoh. Kemungkinan lainnya : Laju reaksi berbanding terbalik dengan kuadrat konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi dari A. pada awal reaksi. JIka kita meningkatkan konsentrasi A dengan faktor 4. laju reaksi akan berlipat ganda pula. Kemungkinan pertama : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A. tetapi mengajak kita untuk mengerti apa itu order reaksi.0040 mol dm -3 s -1 . Hal ini berarti tiap detik konsentrasi A berkurang 0. laju reaksi pun akan menjadi 4 kali lipat. k. berubah.

Order reaksi total (keseluruhan). Bagaimana bila kita memiliki reaktan-reaktan lebih dari dua lainnya? Tidak menjadi masalah berapa banyak reaktan yang ada. Jumlah tumbukan yang terjadi persatuan waktu sebanding dengan . Order reaksi total adalah satu. Konstanta ini berubah. A berorder satu dan B beroder nol. menambahkan katalis atau merubah katalis. B berorder 2. dan tiap persamaan laju didapat dari ekperimen untuk menentukan bagaimana konsentrasi dari A dan B mempengaruhi laju reaksi. sebagai contoh. Pangkat-pangkat ini merupakan order tersendiri dari setiap reaksi. Konsentasi dari tiap reaktan akan berlangsung pada laju reaksi dengan kenaikan beberapa pangkat. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. karena konsentrasi B tidak mempengaruhi laju reaksi. Order total (keseluruhan) dari reaksi didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order tersebut. berarti konsentrasi dari A tidak mempengaruhi laju reaksi. Anda akan mendapatkan efek dari perubahaan suhu dan katalis pada laju konstanta pada halaman lainnya. jika kita mengubah temperatur dari reaksi. Tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut. Contoh 2: Pada reaksi ini. A berorder nol karena konsentrasi A tidak mempengaruhi laju dari reaksi. order reaksi terhadap A dan B adalah 1. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. Contoh 1: Dalam kasus ini. Menurut teori tersebut kecepatan reaksi antara dua jenis molekul A dan B sama dengan jumiah tumbukan yang terjadi per satuan waktu antara kedua jenis molekul tersebut. Ketetapan laju Hal yang cukup mengejutkan. Teori Tumbukan Dan Teori Keadaan Transisi Teori tumbukan didasarkan atas teori kinetik gas yang mengamati tentang bagaimana suatu reaksi kimia dapat terjadi.Jika order reaksi terhadap A adalah 0 (no). Order reaksi total adalah 2. Contoh 3: Pada reaksi ini. Beberapa contoh Tiap contoh yang melibatkan reaksi antara A dan B. sehingga order reaksi total adalah dua. Kalkulasi yang melibatkan order reaksi Anda akan dapat menghitung order dari reaksi dan tetapan laju dari data yang diberikan maupun dari hasil percobaan yang Anda lakukan. order reaksi total adalah 2. di dalam reaksi order satu terhadap kedua A dan B (a = 1 dan b = 1). Kita menyebutkan order reaksi total dua. Sebagai contoh. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order.

Catatan : energi pengaktifan (= energi aktivasi) adalah jumlah energi minimum yang dibutuhkan oleh molekul-molekul pereaksi agar dapat melangsungkan reaksi Konsentrasi Dan Kecepatan Reaksi Kecepatan reaksi adalah banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu. Mekanisme reaksi keadaan transisi dapat ditulis sebagai berikut: A + B → T * –> C + D dimana: . molekul yang lebih rumit struktur ruangnya menghasilkan tumbukan yang tidak sama jumlahnya dibandingkan dengan molekul yang sederhana struktur ruangnya. Dalam teori ini diandaikan bahwa ada suatu keadaan yang harus dilewati oleh molekulmolekul yang bereaksi dalam tujuannya menuju ke keadaan akhir (produk). • Teori tumbukan di atas diperbaiki oleh tcori keadaan transisi atau teori laju reaksi absolut. Untuk reaksi: aA + bB → mM + nN maka kecepatan reaksinya adalah: . Keadaan tersebut dinamakan keadaan transisi.A dan B adalah molekul-molekul pereaksi . Jadi makin besar konsentrasi A dan konsentrasi B akan semakin besar pula jumlah tumbukan yang terjadi.C dan D adalah molekul-molekul hasil reaksi SECARA DIAGRAM KEADAAN TRANSISI INI DAPAT DINYATAKAN SESUAI KURVA BERIKUT Dari diagram terlibat bahwa energi pengaktifan (E a ) merupakan energi keadaan awal sampai dengan energi keadaan transisi. TEORI TUMBUKAN INI TERNYATA MEMILIKI BEBERAPA KELEMAHAN. ANTARA LAIN : • tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi sebab ada energi tertentu yang harus dilewati (disebut energi aktivasi = energi pengaktifan) untak dapat menghasilkan reaksi.konsentrasi A dan konsentrasi B. Hal tersebut berarti bahwa molekul-molekul pereaksi harus memiliki energi paling sedikit sebesar energi pengaktifan (Ea) agar dapat mencapai keadaan transisi (T * ) dan kemudian menjadi hasil reaksi (C + D). Reaksi hanya akan terjadi bila energi tumbukannya lebih besar atau sama dengan energi pengaktifan (E a ).T * adalah molekul dalam keadaan transisi .

= kecepatan reaksi zat N = penambahan konsentrasi zat N per satuan waktu. = kecepatan reaksi zat B = pengurangan konsentrasi zat B per satuan waktu.1/a . Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi 1.——. Secara umum kecepatan reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut: V = k(A) x (B) y dimana: V = kecepatan reaksi k = tetapan laju reaksi x = orde reaksi terhadap zat A y = orde reaksi terhadap zat B (x + y) adalah orde reaksi keseluruhan (A) dan (B) adalah konsentrasi zat pereaksi. Luas permukaan zat dapat dicapai dengan cara memperkecil ukuran zat tersebut 2. maka akan berkurang pula kecepatannya. maka akan didapatkan kembali massa katalasis yang sama seperti pada awal ditambahkan. d(N) /dt = r N Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi cukup besar. . Ketika reaksi selesai. d(B) /dt = r B . tidak berubah pada akhir reaksi. katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. 3.= + ——– = + ———a dt b dt m dt n dt dimana: . Semakin tinggi suhu reaksi. . Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh suhu. yaitu reaksi heterogen dan reaksi homogen. kecepatan reaksi juga akan makin meningkat sesuai dengan teori Arhenius.1/m . secara kimiawi. Sedangkan pada dalam reaksi homogen.1 (dA) 1 d(B) 1 d(M) 1 d(N) V= ——. d(A) /dt = r A . Dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi sebagai akibat reaksi. Semakin luas permukaan maka semakin banyak tempat bersentuhan untuk berlangsungnya reaksi. Kereakifan dari katalis bergantung dari jenis dan konsentrasi yang digunakan.1/n . Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh ukuran partikel/zat. Didalam reaksi heterogen. namun ia sendiri. = kecepatan reaksi zat M = penambahan konsentrasi zat M per satuan waktu. d(M) /dt = rM = kecepatan reaksi zat A = pengurangan konsentrasi zat A per satuan wakru. Adanya katalisator dalam reaksi dapat mempercepat jalannya suatu reaksi.= . Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar. katalis berada dalam fase yang sama dengan reaktan.1/b . Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh katalis. Katalis Katalis adalah suatu zat yang mempercepat suatu laju reaksi.

Fase berbeda denga istilah keadaan fisik (padat. Fase juga dapat diterapkan dalam dua zat cair dimana keduanya tidak saling melarutkan (contoh. Contoh: 4 HBr(g) + O 2 (g) → 2 H 2 O(g) + 2 Br 2 (g) Dari persamaan reaksi di atas terlihat bahwa tiap 1 molekul O 2 bereaksi dengan 4 molekul HBr. Suatu reaksi baru dapat berlangsung apabila ada tumbukan yang berhasil antara molekul-molekul yang bereaksi. Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan terdiri hanya dari satu fase. cair dan gas. karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawa-senyawa kimia tersebut. Hal ini berarti reaksi di atas harus berlangsung dalam beberapa tahap dan diperkirakan tahaptahapnya adalah : Tahap 1: HBr + O 2 → HOOBr Tahap 2: HBr + HOOBr → 2HOBr Tahap 3: (HBr + HOBr → H 2 O + Br 2 ) x 2 —————————————————— + 4 HBr + O 2 → 2H 2 O + 2 Br 2 (lambat) (cepat) (cepat) . akan tetapi lebih sedikit luas. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi. Tumbukan sekaligus antara 4 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 kecil sekali kemungkinannya untuk berhasil. minyak dan air). Campuran antara padat dan cair terdiri dari dua fase. Kita dapat menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi Maxwell-Boltzmann seperti ini: Terjadinya Kecepatan Reaksi Dalam suatu reaksi kimia berlangsungnya suatu reaksi dari keadaan semula (awal) sampai keadaan akhir diperkirakan melalui beberapa tahap reaksi. Tumbukan yang mungkin berhasil adalah tumbukan antara 2 molekul yaitu 1 molekul HBr dengan 1 molekul O 2 . dua komponen itu berada dalam fase yang berbeda.Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen. Energi Aktivasi Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. Fase dapat juga meliputi padat. cair dan gas).

• Koefisien reaksi juga menyatakan perbandingan paling sederhana dari partikel zat yang terlibat dalam reaksi. lengkap dengan keterangan wujudnya. Contoh : Keterangan : • Tanda panah menunjukkan arah reaksi (artinya = membentuk atau bereaksi menjadi). yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas ( cara sederhana ). Persamaan reaksi Menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai dengan koefisiennya masing-masing. Penyetaraan. • Bilangan yang mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi (untuk menyetarakan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi). o Ikatan kimia dalam pereaksi diputuskan dan terbentuk ikatan baru dalam produknya. 2). o Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi = reaktan ) menjadi zat baru (produk). • Huruf kecil dalam tanda kurung menunjukkan wujud atau keadaan zat yang bersangkutan ( g = gass. Menuliskan Persamaan Reaksi. Oleh karena itu. Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dengan 2 langkah : 1). l = liquid. s = solid dan aq = aqueous / larutan berair ). o Atom-atom ditata ulang membentuk produk reaksi. tetapi ikatan kimia di antaranya berubah. o Jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah.Dari contoh di atas ternyata secara eksperimen kecepatan berlangsungnya reaksi tersebut ditentukan oleh kecepatan reaksi pembentukan HOOBr yaitu reaksi yang berlangsungnya paling lambat. Rangkaian tahap-tahap reaksi dalam suatu reaksi disebut “mekanisme reaksi” dan kecepatan berlangsungnya reaksi keselurahan ditentukan oleh reaksi yang paling lambat dalam mekanisme reaksi. 1). tahap ini disebut tahap penentu kecepatan reaksi. Contoh : Langkah 1 : (belum setara) . Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk.

Setarakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien 1 itu. (iv) . b). (ii) 2a = (2b + c) ……. biasanya zat yang rumusnya paling kompleks = 1. Dari langkah 3. Biasanya akan membantu jika atom O disetarakan paling akhir. (sudah setara) Menyetarakan Persamaan Reaksi. Langkah-langkahnya ( cara matematis ) : a). diperoleh : 2c = 6 c = 6/2 = 3 ………. diperoleh : b = 2 …………….. (i) 2c = 6 ……………. sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara dengan huruf. c).Langkah 2 : 2). Tetapkan koefisien salah satu zat. (iii) Dari persamaan (ii). Contoh : Langkah 1 : Persamaan reaksi yang belum setara. Langkah 2 : Menetapkan koefisien C 2 H 6 = 1 sedangkan koefisien yang lain ditulis dengan huruf. Setarakan unsur lainnya. Langkah 3 : Jumlah atom di ruas kiri dan kanan : Atom C H O Ruas kiri 2 6 2a Ruas kanan b 2c 2b+c Langkah 4 : Jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan.

Tata Nama Senyawa Molekul ( Kovalen ) Biner. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa. Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur. amonia (NH a).. Nama Senyawa Nama senyawa biner dari dua jenis unsur non logam adalah rangkaian nama kedua jenis unsur tersebut dengan akhiran –ida (ditambahkan pada unsur yang kedua).. ditulis di depan. B-Si-C-Sb-As-P-N-H-Te-Se-S-I -Br-Cl-O-F Contoh : ………(lengkapi sendiri) b). 3 ) Rumus Senyawa Unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut.. Contoh : air (H 2 O). (v) Langkah 5 : Nilai-nilai a. (iii) 2a = {(2). maka senyawa-senyawa yang terbentuk dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani. serta melengkapi wujud zatnya.(2) + 3} = 7 a =7/2 ………….Persamaan (i) dan (iv) disubstitusikan ke persamaan (iii) : 2a = (2b + c) …….. 1 = mono 5 2 = di 3 = tri 4 = tetra = penta 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 10 = deka 9 = nona . b dan c disubstitusikan ke persamaan reaksi : …………. tatanama senyawa kimia Tata Nama Senyawa Sederhana 1).(x 2) Langkah 6 : Memeriksa kembali jumlah atom di ruas kiri dan kanan.

Senyawa yang sudah umum dikenal. Contoh : ……….(lengkapi sendiri) c). Contoh : ………(lengkapi sendiri) 2). . Senyawa terner sederhana meliputi : asam. senyawa dari unsur logam yang mempunyai 2 jenis muatan dibedakan dengan memberi akhiran –o untuk muatan yang lebih rendah dan akhiran – i untuk muatan yang lebih tinggi. Nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation (di depan) dan nama anionnya (di belakang). Tata Nama Senyawa Ion. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Catatan : Ø Jika unsur logam mempunyai lebih dari sejenis bilangan oksidasi. kecuali untuk nama senyawa karbon monoksida. Rumus Senyawa Unsur logam ditulis di depan. Contoh : ………(lengkapi sendiri) Cara ini kurang informatif karena tidak menyatakan bilangan oksidasi unsur logam yang bersangkutan. tidak perlu mengikuti aturan di atas. Tata Nama Senyawa Terner. 3). Contoh : ………(lengkapi sendiri) Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation dan anionnya. sedangkan angka indeks tidak disebutkan. Kation dan anion diberi indeks sedemikian rupa sehingga senyawa bersifat netral ( jumlah muatan positif = jumlah muatan negatif).Angka indeks satu tidak perlu disebutkan. Nama Senyawa b). Contoh : ………(lengkapi sendiri) Ø Berdasarkan cara lama. basa dan garam. = ion bermuatan positif (ion logam) = ion bermuatan negatif (ion non logam atau ion poliatom) Kation Anion a). maka senyawasenyawanya dibedakan dengan menuliskan bilangan oksidasinya (ditulis dalam tanda kurung dengan angka Romawi di belakang nama unsur logam itu).

” Contoh : Pada pembentukan molekul H 2L H 2 2 O ( g ) + 1L O 2 ( g ) --> 2L H 2 O( g ) . Nama anion sisa asam = nama asam yang bersangkutan tanpa kata asam. Rumus asam terdiri atas atom H (di depan. Asam adalah senyawa hidrogen yang di dalam air mempunyai rasa masam. gas-gas yang volumnya sama mengandung jumlah partikel yang sama pula. Catatan : perlu diingat bahwa asam adalah senyawa molekul. Senyawa organik adalah senyawa-senyawa C dengan sifat-sifat tertentu. Contoh : H 3 + ) dan suatu anion PO 4 Nama asam = asam fosfat = PO 4 3. basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion Nama basa = nama kationnya yang diikuti kata hidroksida . Tata Nama Senyawa Organik. Hukum Avogadro Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama. Rumus dan penamaannya = senyawa ion. Tata Nama Asam. Tata Nama Basa.Reaksi antara asam dengan basa menghasilkan garam. mempunyai nama lazim atau nama dagang ( nama trivial ). a).(fosfat) Rumus sisa asam b). bukan senyawa ion. Senyawa organik mempunyai tata nama khusus. Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam . dianggap sebagai ion H yang disebut sisa asam . Basa adalah zat yang jika di dalam air dapat menghasilkan ion OHPada umumnya. Contoh : ………(lengkapi sendiri) 4). Tata Nama Garam. Contoh : ………(lengkapi sendiri) c).

maka volume dan jumlah molekul zat lain dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan: dan Keterangan : V = volume molekul ( L ) X = jumlah partikel ( molekul Contoh soal : ) Pada suhu dan tekanan yang sama. .2 molekul H Catatan : 2 1 molekul O 2 2 molekul H 2 O Jika volume dan jumlah molekul salah 1 zat diketahui. a) Persamaan reaksinya! b) Volume gas H 2 yang diperlukan! c) Volume gas NH 3 yang dihasilkan! Jawab : a) Persamaan reaksinya : b) = =6L Jadi volume gas H 2 yang diperlukan dalam reaksi adalah 6 L. sebanyak 2 L gas nitrogen (N dengan gas H Tentukan : 2 2 ) tepat bereaksi membentuk gas NH 3 (amonia).

maka : Massa O dalam CO : massa O dalam CO sederhana (yaitu = 1:2 ). yaitu CO dan CO kedua senyawa itu sama (berarti jumlah C sama). Jika massa C dalam akan merupakan bilangan bulat dan : H = 3 : 1 sehingga : 900 : m H = 3 : 1 .c) = =4L 3 Jadi volume gas NH yang dihasilkan oleh reaksi tersebut adalah 4 L. gas hidrogen + gas oksigen −−> uap air 2V1V2V Perbandingan volumenya = 2 : 1 : 2 Hukum Kelipatan Perbandingan / Hukum Perbandingan Berganda ( Hukum Dalton ) Yaitu : “ Jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa. ” Contoh : Dua volum gas hidrogen bereaksi dengan satu volum gas oksigen membentuk dua volum uap air. maka perbandingan massa salah satu unsur yang terikat pada massa unsur lain yang sama. Hukum Perbandingan Volum ( Hukum Gay Lussac ) Yaitu : “ Pada suhu dan tekanan yang sama. membentuk gas metana. Berapa massa hidrogen yang diperlukan untuk bereaksi dengan 900 gram C pada metana? Jawab : C 2 2 . ” Contoh : C dan O dapat membentuk dua jenis senyawa. merupakan bilangan bulat dan sederhana. Contoh soal : Karbon dapat bergabung dengan hidrogen dengan perbandingan 3 : 1. perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana.

125 2 ) dan oksigen (O 2 ) dengan perbandingan Massa zat sisa 1 gram H 1 gram O 2 2 0.875 gram H 2 Contoh soal : Jika diketahui perbandingan massa besi (Fe) dan belerang (S) dalam pembentukan senyawa besi (II) sulfida (FeS) adalah 7 : 4 maka tentukan : a) Massa besi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 8 gram belerang! b) Massa belerang yang tersisa. Yaitu : “ Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. a) Massa S = 8 gram Massa Fe = …? .91 % Massa H2 (gram ) 1 2 3 3 4 : 88. sehingga 7 gram Fe akan bereaksi dengan 4 gram S membentuk 11 gram FeS. ” Contoh : Air tersusun oleh unsur-unsur hidrogen (H yang selalu tetap yaitu : 11.. massa H yang diperlukan adalah 300 gram Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust ).81 % = 1 : 8 Massa Massa O2 H2O (gram (gram) ) 8 9 16 18 16 25 25 18 27 28. Jadi. jika sebanyak 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S! c) Massa S dan massa Fe yang dibutuhkan untuk menghasilkan 22 gram senyawa FeS! Jawab : Reaksi : 7 4 11 Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

Jika massa kalsium oksida yang dihasilkan adalah 5.. . menghasilkan kalsium oksida. massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.? Berdasarkan hukum kekekalan massa : Massa sebelum reaksi = massa sesudah reaksi m Ca + m O 2 = m CaO m O 2 = m CaO . Hukum Kekekalan Massa ( Hukum Lavoisier ) Yaitu : “ Dalam sistem tertutup.6 gram.contoh soa: Pada wadah tertutup.6 – 4.m Ca = (5.Jadi massa Fe yang dibutuhkan adalah 14 gram. c) Untuk membentuk 22 gram FeS : Jadi massa Fe dan S yang dibutuhkan adalah 14 gram dan 8 gram.6 gram. ” Contoh : 40 gram Ca + 12 gram C 16 gram O 2 --> 56 gram CaO + 32 gram O 2 --> 44 gram CO 2 . b) 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S.6 gram Jadi massa oksigen yang diperlukan adalah 1. Massa Fe yang bereaksi = 21 gram Massa S yang tersisa = ( 15-12 ) gram = 3 gram Jadi massa S yang tersisa adalah 3 gram. maka berapa massa oksigen yang diperlukan? Jawab : m Ca = 4 gram m CaO = 5. berarti : Fe : S = 21 : 15 = 7 : 5 Belerang berlebih.6 gram mO 2 = . berarti seluruh Fe habis bereaksi. 4 gram logam kalsium dibakar dengan oksigen.0) gram = 1.

dinyatakan dengan L ). Hubungan mol dengan jumlah partikel. Kemolaran.Konsep Mol a) Definisi Mol o Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang = jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12. o Mol merupakan satuan jumlah (seperti lusin. tetapi ukurannya jauh lebih besar.02 x 10 23 23 23 (disebut tetapan b) Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel Dirumuskan : .02 x 10 Avogadro.02 x 10 molekul H 2 SO 4 . Contoh : 1 mol air artinya : sekian gram air yang mengandung 6. Massa. 1 mol asam sulfat artinya : sekian gram asam sulfat yang mengandung 6.02 x 10 23 partikel L = 6. o Mol menghubungkan massa dengan jumlah partikel zat.02 x 10 23 atom besi.02 x 10 23 molekul air. Volum gas dapat digambarkan sebagai berikut: o Jumlah partikel dalam 1 mol (dalam 12 gram C-12) yang ditetapkan melalui berbagai metode eksperimen dan sekarang ini kita terima adalah 6. 1 mol = 6.gros). 1 mol besi artinya : sekian gram besi yang mengandung 6.

Contoh : zAr Fe = 56. gas-gas bervolum sama akan mengandung jumlah molekul yang sama pula. artinya : massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56 : 12 artinya : massa 1 molekul air : massa 1 atom C-12 = 18 : 12 Mr H 2 O = 18. o Menurut Avogadro. o Massa molar zat berkaitan dengan Ar atau Mr zat itu. Untuk unsur yang partikelnya berupa atom : m m = Ar gram mol -1 Untuk zat lainnya : m m = Mr gram mol -1 d) Hubungan Jumlah Mol (n) dengan Massa Zat (m) Dirumuskan : dengan : m = massa n = jumlah mol m m = massa molar e) Volum Molar Gas (V m ) o Adalah volum 1 mol gas. Karena : 1 mol C-12 = 12 gram (standar mol).Keterangan : n = jumlah mol = jumlah partikel c) Massa Molar (m m ) o Massa molar menyatakan massa 1 mol zat . . o Satuannya adalah gram mol -1 . karena Ar atau Mr zat merupakan perbandingan massa antara partikel zat itu dengan atom C-12. maka : Kesimpulan : Massa 1 mol suatu zat = Ar atau Mr zat tersebut (dinyatakan dalam gram). pada suhu dan tekanan yang sama.

pada suhu dan tekanan yang sama. 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg V = volum gas (L) n = jumlah mol gas R = tetapan gas (0.082 L atm/mol K) T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius) . volum molar gas ( V 2) Keadaan Kamar Adalah suatu keadaan dengan suhu 25 o C dan tekanan 1 atm.02 x 10 23 molekul. 1 mol setiap gas mempunyai volum yang sama. volum gas hanya bergantung pada jumlah molnya. Dirumuskan : dengan : V = volum gas n = jumlah mol Vm = volum molar Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan : 1) Keadaan Standar Adalah suatu keadaan dengan suhu 0 o C dan tekanan 1 atm. gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan mempunyai volum yang sama pula.4 liter/mol = 24 liter/mol 3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal : P = tekanan gas (atm). Dinyatakan dengan istilah RTP ( Room Temperature and Pressure ). maka pada suhu dan tekanan yang sama. o Oleh karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul sama yaitu 6.o Artinya. o Jadi : pada suhu dan tekanan yang sama. Dinyatakan dengan istilah STP ( Standard Temperature and Pressure ). Pada keadaan STP. Pada keadaan RTP. volum molar gas ( V m) m) = 22.

dalam tiap liter larutan terdapat 0. lalu mengelompokkan unsur-unsur tersebut menurut kemiripan sifatnya. Apabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan massa .2 M artinya.2 mmol (= 11.7 mg) NaCl. Johan Wolfgang Dobereiner mempelajari sifat-sifat beberapa unsur yang sudah diketahui pada saat itu. atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap mL larutan .4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain Misalkan : Gas A dengan jumlah mol = n 1 dan volum = V 1 Gas B dengan jumlah mol = n 2 dan volum = V 2 Maka pada suhu dan tekanan yang sama : f) Kemolaran Larutan (M) Kemolaran adalah suatu cara untuk menyatakan konsentrasi (kepekatan) larutan. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK Usaha pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kesamaan sifat dilakukan agar unsur-unsur tersebut mudah dipelajari. Adanya kesamaan sifat yang ditemukan pada beberapa unsur menarik perhatian para ahli kimia untuk mulai mengelompokannya. Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur. A. 1. Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Dirumuskan : dengan : M = kemolaran larutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan Misalnya : larutan NaCl 0.7 gram) NaCl atau dalam tiap mL larutan terdapat 0. Ternyata tiap kelompok terdiri dari tiga unsur sehingga disebut triade. Triade Dobereiner Pada tahun 1829. Pada abad ke-19 para ahli kimia mulai dapat menghitung massa atom secara akurat.2 mol (= 11.

a. Kr. Mendeleev menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869. Teori Oktaf Newland Pada tahun 1864. Unsur gas mulia yang pertama ditemukan ialah gas argon. 2) Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya. Ne. Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik. Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu yang hampir bersamaan. 3) Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong.3.atomnya. maka unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga. dan 100. Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. . 2) Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. massa atom relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua atau satu satuan. c. Kekurangan sistem periodik Mendeleev 1) Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan. 3. Penemuan Newland ini dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newland. d. contoh : Te (128) sebelum I (127). dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur. maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dua ilmuwan.0 bukan 43. Susunan Newland menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. Sistem periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut: a. b. Xe. dan seterusnya. Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah. tabel sistem periodik mulai disusun. Kelebihan sistem periodik Mendeleev 1) Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur. Ar. dan tabel periodik Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869. unsur-unsur gas mulia (He. seperti 44. dua unsur yang berdekatan. Pada saat daftar Oktaf Newland disusun. maka ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga sebagai sistem periodik unsur pendek. 68. contohnya Cr = 52. b. 72. John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih banyak. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. 2. dan Rn) belum ditemukan. dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon. Sistem Periodik Mendeleev Pada tahun 1869. unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan. terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan. Sistem periodik Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871.

Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev. sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida. Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. 4. Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka: • Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur • Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur • Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur • Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur.3) Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2. Dalam sistem periodik modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan. pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah • Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya. Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA. Telurium mempunyai nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev. disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Sistem Periodik Modern Pada tahun 1914. 5) Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan. Ada dua golongan besar. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya. Henry G. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). 4) Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya. Nama-nama golongan pada unsur golongan A • Golongan IA disebut golongan alkali • Golongan IIA disebut golongan alkali tanah • Golongan IIIA disebut golonga boron • Golongan IVA disebut golongan karbon • Golongan VA disebut golongan nitrogen • Golongan VIA disebut golongan oksigen • Golongan VIIA disebut golongan halogen • Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip . Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang. tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat. yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah. J.

Kedua seri unsur ini disebut unsur-unsur transisi dalam. antara lain: 1. unsur-unsur logam berletak pada bagian kiri. unsur non logam. unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil). dapat meregang jika ditarik. aluminium. dimasukkan dalam satu golongan karena mempunyai sifat yang sangat mirip. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB. dan lain-lain. batas antara unsur-unsur logam dan non logam sering digambarkan dengan tangga diagonal yang bergaris tebal. 2. misalnya golok. SIFAT LOGAM Sifat yang dimiliki oleh unsur sangat banyak. sedangkan unsur-unsur non logam terletak di bagian kanan (lihat tabel periodik unsur). dan disebut unsur metaloi .sifatnya. cangkul. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa dimanfaatka untuk membuat berbagai macam jenis barang. penghantar panas yang baik. dan unsur metaloid (semi logam). emas. dan biasa disebut unsur amfoter. permukaan logam mengkilap. perak. Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya. dapat dilihat kecenderungan sifat logam dalam sistem periodik. Unsur-unsur di daerah perbatasan mempunyai sifat ganda. tembaga. pisau. Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk membuat kawat atau kabel. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. 4. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis. Logam banyak kita jumpai di sekitar kita. Berdasarkan sifat kelogamannya. 5. secara umum unsur dibedakan menjadi tiga kategori. contohnya besi. Pada bahasan ini. 3. Pada tabel periodik. B. yaitu dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin besar dan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil. Adapun logam yang berada di sebelahnya (dalam tabel periodik) yaitu Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur non logam yang memilki beberapa sifat logam. dapat ditempa menjadi lempeng tipis. Jika kita lihat pada tabel periodik unsurnya. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa disebut maleabilitas. Sifat-sifat di atas tidak dimiliki oleh unsur-unsur bukan logam (non logam). Dengan demikian. yaitu unsur logam. Misalnya logam berilium (Be) dan aluminium (Al). penghantar listrik yang baik. yaitu unsur-unsur lantanida. sedangkan unsur-unsur non logam cenderung menangkap elektron (memiliki energi ionisasi yang besar). kita hanya akan membahas beberapa sifat dari unsur. logam-logam tersebut memiliki beberapa sifat bukan logam. Kemampuan logam untuk meregang apabila ditarik disebut duktilitas. dan lain-lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful