P. 1
Manajemen Perawatan Industri

Manajemen Perawatan Industri

|Views: 396|Likes:
Published by Asep Rusmana

More info:

Published by: Asep Rusmana on Jul 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2014

pdf

text

original

Manajemen Perawatan Industri

Sep 25 Posted by Mechanical Blog

2 Votes

Perawatan adalah suatu konsepsi dari semua aktivitas yang diperlukan untuk menjaga atau mempertahankan kualitas peralatan agar tetap dapat berfungsi dengan baik seperti dalam kondisi sebelumnya.. Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan,bahwa :
y y y y

Fungsi perawatan sangat berhubungan erat dengan proses produksi Peralatan yang dapat digunakan terus untuk berproduksi adalah hasil adanya perawatan Aktivitas perawatan banyak berhubungan erat dengan pemakaian peralatan, bahan pekerjaan, cara penanganan dlln. Aktivitas perawatan harus dikontrol berdasarkan pada kondisi yang terjaga.

Adapun bentuk-bentuk perawatan adalah : 1 Perawatan sesudah rusak (breakdown) (1). Pada mulanya di industri kimia dan industri-industri lainnya semua pemeliharaan pabrik dilakukan dengan metode ini, prinsipnya jika ada mesin/peralatan yang sudah rusak, baru pemeliharaan dilakukan sesegera mungkin. Hingga akhirnya para insinyur pemeliharaan tidak punya waktu untuk memberikan ide-ide yang baik bagi pengembangan mendasar dalam usaha untuk meminimalkan kerusakan tersebut karena mereka semua sibuk dengan pekerjaanpekerjaan yang bersifat rutin seperti pekerjaan-pekerjaan perbaikan lainnya (repair work). Konsep dasar pemeliharaan adalah menjaga atau memperbaiki mesin atau pabrik hingga kalau boleh dapat kembali kekeadaan aslinya dengan waktu yang singkat dan biaya yang murah. Tujuan pemakaian metode ini adalah untuk mendapatkan penghematan waktu dan biaya dan perbaikan dilakukan pada keadaan yang benar-benar perlu. Pada pemeliharaan sistim ini pekerjapekerja pemeliharaan hanya akan bekerja setelah terjadi kerusakan pada mesin atau pabrik. (2). Jika kita memakai sistim ini kerusakan mesin atau equipmen akan terjadi berkali-kali dan frequensi kerusakannya hampir sama saja setiap tahunnya. Artinya beberapa mesin atau equipmen pada pabrik tersebut ada yang sering diperbaiki. Pada pabrik yang beroperasi secara terus menerus, dianjurkan untuk menyediakan cadangan mesin (stand by machine) bagi mesinmesin yang vital.

(3). Sifat-sifat lain dari sistim pemeliharaan ini adalah sistim data dan file informasi. Data dan file informasi untuk perbaikan mesin/equipmen ini harus dijaga oleh seorang insinyur yang bertanggung jawab terhadap file tersebut. (4). Sistim ini untuk pembongkaran pabrik tahunan tidak dipakai karena pada saat dilakukannya penyetelan dan perbaikan, unit-unit cadanganlah yang dipakai. Dan ini memerlukan tenaga kerja tetap yang sangat banyak dibandingkan dengan sistim lain yang akan kita bahas dalam buku ini. (5).Sistim yang sudah ketinggalan jaman ini merupakan sistim perencanaan yang tidak sistimatik secara keseluruhannya. 2. Perawatan Rutin ( preventive maintenance). (1). Pada sistim pemeliharaan breakdown kita sudah merasakan perlunya melakukan pemeriksaan atau perbaikan pada mesin-mesin atau equipmen yang berbahaya pada operasi keseluruhan pabrik, biaya perbaikan akan dapat diminimalkan bila telah kita ketahui kerusakan tersebut secara dini. Tipe pemeriksaan dan perbaikan preventive ini dibuat dengan mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja, suku cadang, bahan untuk perbaikan dan faktorfaktor lainnya. Keuntungan melakukan pemeriksaan dan perbaikan secara periodik dan pada saat yang tepat pada semua mesin-mesin/peralatan adalah dapat di ramalkan nya total perbaikan pada seluruh sistim pabrik oleh para insinyur pemeliharaan. Selanjutnya, bila kesalahan atau kerusakan mesin/equipmen dapat diramalkan lebih awal dengan melihat penomena kenaikan getaran mesin, kenaikan temperatur, suara, dan lain-lain. Dalam hal ini perbaikan dilakukan segera sebelum terjadi kerusakan yang lebih fatal. Biaya perbaikan dan lamanya mesin/equipmen tidak beroperasi dapat diminimalkan dibandingkan dengan perbaikan mesin yang sama tetapi dilakukan setelah mesin itu rusak total. (2). Sistim pemeliharaan pabrik meliputi rencana inspeksi dan perbaikan secara periodik. (periode inspeksi dan perbaikan dapat berbeda tergantung pada tipe mesin dan penting tidaknya pencegahan kerusakan tersebut) dengan perbaikan pabrik atau ramalan kerusakan sedini mungkin hingga dapat diketahui perlu tidaknya dilaksanakan pekerjaan perbaikan sebelum kerusakan yang lebih serius terjadi. (3). Aspek yang terpenting dari pemeliharaan rutin adalah dapat diramalkannya umur mesin/equipmen tersebut. (4). Pendeteksian keadaan yang tidak normal pada mesin/equipmen sedini mungkin dilakukan oleh group inspeksi yang berada dibawah bagian pemeliharaan. Tetapi bantuan dan laporan dari orang-orang group produksi akan sangat membantu bagian pemeliharaan, hingga dapat dibuat perencanaan yang optimum. Group perencanaan dan inspeksi adalah merupakan bagian dari sistim pemeliharaan rutin. Group ini melakukan pemeriksaan rutin pada mesin-mesin dan equipmen dan pada saat terjadinya pembongkaran mesin, menyiapkan inspeksi dan membuat rencana perbaikan, termasuk pengontrolan biaya dan pengembangan teknis dari equipmen tersebut.

Data dan informasi sehubungan dengan inspeksi dan perbaikan mesin/equipmen akan terekam dengan sistimatis dan ini merupakan data dasar untuk merumuskan rencana-rencana pemeliharaan selanjutnya dan peningkatan fasilitas yang dilakukan oleh bagian perencanaan dan inspeksi. Selanjutnya data-data perbaikan dan pemeriksaan yang rutin akan memungkinkan kita mendeteksi kemungkinan terjadinya kerusakan dan mempersiapkan kerja untuk jenis kerusakan . Dengan memakai sistim pemeliharaan rutin ini tenaga kerja untuk pemeliharaan harian dapat dikurangi hingga 60% dibandingkan sistim pemeliharaan breakdown. Data ini merupakan masukan yang sangat akurat untuk bagian pergudangan yang mengurusi suku cadang dan bahan untuk pemeliharaan rutin. dari data-data inspeksi yang dilakukan rutin maka bisa diperoleh umur dan biaya pemeliharaan dari masing-masing mesin/equipmen. maka beberapa mesin cadangan yang ada akan menganggur/tidak terpakai karena umur mesin akan bertambah panjang hingga perbaikan hanya perlu dilakukan pada saat dilakukannya pembongkaran mesin-mesin skala besar dipabrik tersebut (turnaround). Dari informasi ini kita dapat menentukan prioritas unit mana yang harus segera diperbaiki. Bila pemeliharaan rutin dilaksanakan dengan baik. Jika pembongkaran pabrik yang tidak diharapkan dan kerusakan mesin/equipmen berkurang atau turun. tetapi kemajuan perkembangan bahan tidak sejalan dengan perkembangan pemeliharaan sistim preventive. (1). (d) Menetapkan umur dari mesin-mesin dan equipmen untuk menangkal munculnya masalah yang lebih besar. kebutuhan jumlah operator dan pergantian tugas jaga mesin akan berbeda pada tingkatan ini. kapasitas dan apakah kinerja berubah setelah masa perawatan yang lama. 3. Bagian inspeksi daB perencanaan. Setelah beberapa tahun pemeliharaan rutin dilaksanakan di pabrik. Perawatan Ulang (corrective maintenance). (b) Adakah cara lain untuk mencegah kerusakan tersebut? (c) Mencari dimana letak permasalahan dari sistim tersebut. (6). (2). bekerja sama dengan bagian produksi dan pekerja lapangan akan menginformasikan kondisi masing-masing mesin dan equipmen dengan cara sebagai berikut : (a) Bagaimana perencanaan aslinya. maka mesin-mesin cadangan boleh ditiadakan yang artinya akan mengurangi biaya perawatan. suku cadang mana yang mudah rusak. (7). Sistim pemeliharaan ulang (corrective maintenace) berikut ini dianjurkan untuk mengatasi masalah tersebut. Pengurangan kemungkinan kerusakan mesin/equipmen merupakan tujuan yang paling penting dari pemeliharaan pabrik sistim preventive.(5). (3).

maka konsep baru dari sistim pemeliharaan perlu dipikirkan. Meminimalkan frequensi kerusakan pabrik setiap bulan dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas bahan. insinyur mesin. hingga tidak diperlukan lagi mesin-mesin atau equipmen cadangan. ini akan sangat membantu perencanaan selanjutnya. Awalnya pada pemeliharaan ulang. Tenaga kerja untuk pemeliharaan harian dapat ditekan hingga 50% dibandingkan dengan sistim pemeliharaan breakdown. (6). (7). tetapi modal tersebut akan kembali dalam waktu yang singkat dengan dinaikkannya pelayanan. memodifikasi rancangan mesin.tersebut. (5). ini dilakukan dengan mempelajari/mengembangkan teknologi yang terbaru. tenaga kerja tambahan dan penanaman modal diperlukan. Informasi dari penyedia barang (supplier) mengenai barang-barang/bahan yang terbaru. bahwa makin tinggi effisiensi makin tinggi keuntungan yang akan diperoleh. 4. Perawatan Produktif (1). Konsep pembiayaan pada pengembangan bahan untuk suku cadang mesin atau equipmen tertentu adalah sangat penting dan orang yang ahli bahan harus bekerja sama dengan bahagian pemeliharaan. ini disebabkan karena pemeliharaan ulang dijalankan. bagian inspeksi dan para pekerja seperti ahli bahan. (a) Bila produksinya maximum. hingga pasar tidak dapat membelinya. (b) Pabrik-pabrik tertentu tidak memerlukan pemeliharaan yang rutin. Dewasa ini kebanyakan pabrik-pabrik mengikuti konsep terbaru yaitu pabrik besar yang terpadu didalam satu lokasi. . tetapi pemakaian bahan-bahan ini harus kita mengerti benar dan disesuaikan dengan keperluan dasar pabrik. Dibawah kondisi ini konsep baru mungkin diperlukan. proses dan lain-lain. kimia. Sifat-sifat yang menonjol dari sistim pemeliharaan ulang adalah effisien dan dekat serta eratnya hubungan diantara bagian perencanaan. dan bertambah panjangnya umur dari fasilitas-fasilitas tersebut. Tugas dari seorang insinyur begian pemeliharaan tidak hanya sebatas merawat mesin dan equipmen yang ada saja. terjadinya penurunan biaya perbaikan. misalnya. Sistim pemeliharaan yang telah diuraikan diatas mempunyai asumsi dasar. Ini akan menghasilkan prosedur perbaikan yang tepat dan dapat meminimalkan waktu yang dipakai untuk pekerjaan tersebut. Tugasnya adalah memaximumkan keuntungan pabrik dengan mengurangi jumlah kerusakan mesin dan equipmen dan juga mengurangi biaya pemeliharaan. (4). bertambahnya penurunan kerusakan. disini kondisi masing-masing mesin/equipmen sudah sangat terjamin. maka bila effisiensi yang tinggi tadi tidak membawa keuntungan yang diinginkan. Disini masalah yang muncul dilapangan dapat diatasi berkat adanya kerjasama dari seluruh bagian-bagaian yang ada dipabrik. dan lain-lain. seperti pabrik lem. (8).

dan juga jika biaya produksi tinggi ini akan kalah bersaing dengan pabrik-pabrik yang masih baru. hingga mesin-mesin atau unit-unit cadangan dapat ditiadakan. dengan cara pendekatan inspeksi dan pekerjaan perbaikan pada waktu diadakannya pembongkaran pabrik tahunan atau pemeliharaan yang lain-lain. Tujuan dari pemeliharaan atau perencanaan lain adalah untuk merencanakan pemeliharaan dari masing-masing fasilitas yang ada sesuai dengan umur masa pakainya dan dengan mengurangi biaya pemeliharaan tahunan. Sistim pemeliharaan dimulai dengan mengoptimumkan sistim pemeliharaan itu sendiri berkait dengan beberapa kondisi yang dialami oleh pabrik tersebut. Keperluan memasang mesin cadangan/equipmen ditentukan oleh hasil dari konsep pemeliharaan produktif. (7). bahagian inspeksi. maka dalam hal ini fasilitas-fasilitas penunjang untuk pabrik kita bisa lebih hemat lagi. (3). (4). Optimisasi perencanaan biaya pemeliharaan untuk pekerja lapangan pada saat pembongkaran pabrik dan pekerjaan pemeliharaan harian dapat dievaluasi langsung melalui sifat-sifat dari pabrik.(c) Jika suatu pabrik didirikan pada daerah komplex industri dimana fasilitas-fasilitas penunjangnya telah disediakan. (2). Kerjasama yang baik diantara bahagian perencanaan. (5). Maka pabrik tersebut harus diganti atau di modifikasi secara mendasar. 5. pengurangan ini dapat diperoleh dengan teknologi yang dapat mengidentifikasi umur mesin dan equipmen tanpa harus mesinnya dibongkar. Sistim pemeliharaan yang baik adalah berbeda untuk masing-masing pabrik karena masingmasing pabrik berbeda pemakaian bahan dan energinya. Kegiatan produksi harus dijaga tetap stabil setiap saat. dan kemudian baru mulai produksi komersialnya. ini adalah konsep pemeliharaan produktif. Pengembangan ilmiah dari pemeliharaan produktif pada tahun-tahun yang lalu berdampak terhadap sistim pemeliharaan rutin yang menggunakan konsep tero-teknologi. Pengurangan kerusakan yang tidak diingini merupakan elemen yang sangat penting bagi semua tipe sistim pemeliharaan. dan bahgaian produksi harus dijaga untuk mengoptimumkan sistim yang dipakai pada pemeliharaan produktif. (6). Jika kita pertimbangkan umur dari seluruh mesin-mesin yang ada dalam pabrik pertama konsruksi pabrik harus disertai dengan studi kelayakan dan kemudian baru pabrik itu dibangun. Pendekatan . Secara umum mesin-mesin atau equipmen yang besar dan mahal diharapkan dapat berjalan secara rutin pada masa-masa pemeliharaan tersebut. Biaya tambahan untuk unit-unit cadangan dapat ditentukan dengan membandingkan biaya investasi dengan uang yang kembali bila kiat memakai sistim pemeliharaan rutin untuk seluruh mesin yang ada dalam pabrik tersebut. Perawatan Rutin (preventive maintain) (1). jika produksi menurun maka pasar akan terganggu.

pemasangan unit-unit cadangan dapat dibuat optimal. Biasanya penggantian dilakukan apabila mesin atau peralatan tersebut sudah tidak ekonomis atau biaya operasinya bertambah naik sesuai dengan pertambahnya usia peralatan. pengalaman-pengalaman dibutuhkan dan juga teknologi pemeliharaan merupakan hal-hal yang harus dipikirkan sebelum merencanakan pabrik. Alasan Penggantian . Biaya pembuatan atau modal awal dapat dikurangi bila bahagian pemeliharaan dapat memberikan informasi-informasi yang baik tentang masalah-masalah servis mesin/equipmen. (b). Umur pabrik mungkin tidak panjang seperti pabrik percobaan yang mana dibangun dan dijalankan hanya untuk beberapa tahun saja. juga bila perencanaan tata letak pabrik tanpa mempertimbangkan pekerjaan lapangan pemeliharaan. Aspek-aspek yang penting dari tero-teknologi adalah sebagai berikut: (a). ini belum tentu dapat menghilangkan atau mengurangi masalahmasalah tertentu bila kondisi proses tidak sesuai dengan bahan-bahan konstruksi pada saat pabrik tersebut dibuat. dan sumber daya manusia yang menjalankan teknologi ini. Pengertian Penggantian/ Pembaharuan Mar 17 Posted by Mechanical Blog Rate This Penggantian atau pembaharuan adalah suatu tindakan mengganti suatu peralatan dengan peralatan yang baru agar kondisi yang tadinya menurun menjadi standar kembali. Walaupun sistim teknologi pemcliharaan yang tercanggih dipakai. (c).ilmiah yang menghasilkan kembalinya modal secara maximum tenaga kerja dan bahan-bahan yang dibuat di pabrik tersebut merupakan tero-teknologi. Kebijakan penggantian ini ditunjukkan untuk mencapai jumlah biaya yang minimum. Maka. (2). Selanjutnya dilakukan standarisasi jenis mesin dan suplier dan juga meningkatkan mulu barang tanpa menambah biaya hingga modal dapat dihemat dan juga biaya-biaya pemeliharaan selanjutnya. Umur pabrik ditentukan oleh siklus produksi. Type dan kesulitan pemeliharaan dari suatu pabrik secara mendasar ditentukan oleh proses asli dan perencanaan mekanik dari pabrik tersebut. Umur pemakaian pabrik yang berbeda merupakan faktor-faktor yang penting untuk menentukan perencanaannya dan sistim pemeliharaan mana yang cocok dan terbaik untuknya. Ada pabrikpabrik yang dapat beroperasi hingga 50 tahun. Umur pabrik yang direncanakan dan teknologi yang dipakai pada pabrik tersebut. kecepatan penyerapan teknologi baru.

Misalnya pabrik-pabrik kimia yang bersekala besar yang merupakan beberapa pabrik dalam satu komplex yang modern. . 2.Ada dua alas an dasar dalam pertimbangan penggantian atau pembaharuan suatu peralatan. Ketinggalan jaman terjadi sebagai akibat dari perbaikan-perbaikan yang kontinyu pada peralatan.Dalam sistem penggantian berkala (periodik) keputusan untuk mengganti atau mempertahankan alat yang ada sudah dibuat sama pada awal tiap kurun waktu. Sistem penggantian berkala terdiri dari dua jenis biaya dengan penghapusan dan biaya tanpa penghapusan. Manajemen Perawatan Industri ( 2 ) Instruksi-Instruksi Umum Manajemen Perawatan Industri 1. maka orang yang terlibat pada operasi pabrik harus berusaha dengan segala upaya agar menjaga dan merawat kesinambungan dari beroperasi nya pabrik. Dari masalah ini. yaitu bila produksi menurun maka bahan baku akan bcrlebih dan rusak. kerusakan atau operasi yang tidak maximum pada suatu pabrik dalam komplex-tersebut akan menyebabkan kehilangan produksi yang besar secara total dari komplex itu. Sering juga terjadi karena perkembangan teknologi yang demikian pesatnya sehingga lebih ekonomis untuk mengganti suatu peralatan yang lebih canggih teknologinya. Produksi yang tinggi dari beroperasi pabrik secara kontinu dan pada kapasitas penuh akan menghasilkan keuntungan tidak saja untuk pabrik tetapi juga keuntungan bagi pabrik-pabrik lainnya yang berada dalam satu komplex tersebut. Keputusan Penggantian Keputusan penggantian erat kaitannya dengan biaya operasi ataupun perawatan yang selalu naik sehingga diperlukan kebijakan penggantian yang paling ekonomis. Pentingnya Pekerjaan Perawatan pabrik (1). yaitu : 1. Kerusakan Fisik Kerusakan fisik hanya berhubungan dengan perubahan pada kondisi peralatan tersebut. Ketinggalan Jaman Ketinggalan jaman digunakan untuk menyatakan akibat dari perubahan diluar lingkungan terhadap peralatn tersebut. Namun yang akan dibahas dalam persoalan ini adalah sistem penggantian berkala dimana terdapat biaya penghapusan.

Secara umum pekerjaan pemeliharaan dikatagorikan dalam dua cara sebagai berikut : (a). Jadi catatan pemeliharaan yang rinci dan laporan-laporan dari masing-masing equipmen harus diperiksa secara hati-hati hingga kita mempunyai waktu yang sesuai untuk memperbaiki atau menggantinya. pabrik penyediaan air minum dan banyak lagi pabrik-pabrik kimia lain ora. karena pada metode yang pertama kemungkinan kerusakan mesin sangat besar sekali dan tidak dapat diramalkan. maka keseimbangan dari seluruh pabrik-pabrik yang ada dalam komplex tersebut akan terganggu dan pendataan harus diambil kembali untuk memperbaiki keseimbangan produksi dan juga penyediaan bahan baku. (c). Pelatihan yang berkesinambungan pada bahagian pemeliharaan pabrik adalah hal penting untuk mendapatkan pengalaman dan mengumpulkan informasi untuk merencanakan pemeliharaan pabrik yang lebih sistimatis. Untuk mendapatkan operasi pabrik yang paling ekonomis maka faktor-faktor berikut ini penting : (a). kondisi operasi dari masing-masing mesin dan equipmen harus . pabrik pupuk. Menjaga kesinambungan operasi dan perawatan.Memastikan kapasitas operasi pabrik sesuai dengan perencanaannya dan juga perawatan nya. Disini terlihat bahwa metode pemeliharaan yang kedua adalah lebih ekonomis dari pada metode yang pertama.dikitnya setahun sekali. Pemeliharaan breakdown ini meliputi perbaikan atau modifikasi dari equipmen dan ini dilakukan setelah terjadi kerusakan saat operasi. (3). pabrik mesin. sekalian kiln dapat memastikan efisiensi pabrik dan memeriksa peralatan. Pemeliharaan preventive ini dilakukan dengan mengontrol dan merawat equipmen sehingga tidak terjadi kerusakan atau berubah fungsinya mesin-mesin tersebut. dan juga mesin-mesin. kimia. (b). Jadi sangatlah dianjurkan untuk memeriksa setiap equipmen tanpa harus mempersoalkan apa pemeliharaannya preventive atau breakdown ini bergantung pada keperluan produksi. Pemeliharaan rutin (preventive).(2). Bila kondisi operasi tidak normal terjadi dalam pabrik tersebut. Untuk tujuan ini. atau pabrik pupuk berskala besar dimana pada produksi harian sangat dipengaruhi oleh keadaan bahan baku dan produktifitas dari pabrik-pabrik hilirnya seperti pabrik ethylene. Pemeliharaan setelah terjadi kerusakan (breakdown). (b). Pabrik pengolahan petro kimia. Mengefisienkan operasi dan perawatan. Maka sedikit-dikitnya 330 hari operasi adalah yang sesuai untuk pabrik-pabrik normal dan perencanaan pembongkaran tahunan diperlukan sedikit.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan untuk mendapatkan operasi dan pemeliharan yang baik pada suatu pabrik adalah sebagai berikut: (a). Untuk mendapatkan produktifitas tahunan yang tinggi. Rapat harian dengan bahagian produksi (e). Pengawasan pembelian (g). dan pelumas). Kerjasama dengan bahagian produksi (f). Mencatat dan menganalisa data-data sejarah pemeliharaan (b). 2. bahan. mingguan. Orang-orang yang terlibat dalam bahagian perawatan mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kapasitas pabrik tetap (tidak naik turun).difahami sepanjang waktu dengan melakukan pemeriksaan rutin. dan menjaga operasi pabrik berjalan secara kontinue. Membuat laporan harian. pelumas) (f). 3. dan bulanan (c). Maka seluruh jajaran manajemen harus meningkatkan teknik-teknik pengawasan pabrik dan memberikan pelatihan pada para pekerja sehubungan dengan teknik-teknik perawatan dan operasi. Organisasi dan sistimatisasi dari pemeliharaan pabrik dan operasinya. Memeriksa dan melaporkan pemakaian dan bahan-bahan pemeliharaan (suku cadang. bahan kimia. . Pengawasan personal (pekerja). bahan. Pengawasan keselamatan kerja (e). (d). maka kelangsungan operasi sepanjang tahun harus dijaga. Pengawasan biaya (produksi. Menjaga kapasitas produksi pabrik tetap konstan. (b). pemeliharaan) (h). maka bahagian pemeliharaan harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut : (a). Menganalisa keadaan tidak normal dari equipmen atau unit-unit yang ada. Pengawasan pergudangan (suku cadang. Pengawasan operasi pabrik (c). Pengawasan pemeliharaan pabrik (d).

Untuk mengurangi biaya-biaya lain lain langkahlangkah berikut ini perlu diperhatikan : (a). pemeliharaan dan perbaikan (k). (3). Memodifikasi buku-buku petunjuk inspeksi. Minimalkan biaya-biaya pemeliharaan termasuk biaya pekerja untuk pemeliharaan tersebut. Pengurangan Biaya Produksi (1). Kembangkan teknik-teknik baru dan minimalkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Minimalkan biaya operator mesin (c).(g). dan pekerjaan memodel kembali j). Minimalkan biaya-biaya pekerjaan lembur. Memeriksa effisiensi equipmen dan unit-unit.1. Pegurangan biaya lain-lain dapat diperoleh dengan memaksimalkan pemakaian bahan mentah dan bahan-bahan pendukung lainnya. Merencanakan program pemeliharaan dan skedul. Mencatat semua kegiatan inspeksi. (i). (b). Minimalkan pembongkaran mesin-mesin yang ada dalam pabrik tersebut (b). perbaikan. Manajemen dari perusahaan kimia secara terus menerus berusaha untuk mengurangi biayabiaya produksi. Manajemen Perawatan Industri (3) Sep 28 Posted by Mechanical Blog Rate This 4. Sebaliknya langkah-langkah untuk mengurangi biaya-biaya tetap adalah sebagai berikut: (a). Beberapa pengurangan dari biaya produksi dapat dilakukan dengan mengurangi biaya tetap atau biaya yang lain-lain dari biaya produksi itu sendiri. Menganalisa pemakaian bahan tersebut (h). (2). Jaga produksi agar tetap pada produksi puncak (c). . Perlunya pekerjaan perawatan pada pabrik 4.

pabrik penyulingan dan pabrik-pabrik lain. penurunan kerusakan akan mengakibatkan naiknya eksistensi pabrik dan makin berkurangnya pembiayaan untuk perbaikan. Frekuensi kerusakan dan pengeluaran biaya untuk perbaikan termasuk upah. Untuk meminimalkan kerusakan pada pabrik.4. Selanjutnya. atau terjadinya kecelakaan pada wakru operasi. Anggap bahwa prosedur perbaikan dan pemakaian bahan tidak mengalami kesalahan. efektifitas kerja dari para mekanik harus tinggi selama dilakukannya pembongkaran pabrik tahunan tersebut. maka pekerjaan tersebut tidak memerlukan hari kerja tambahan. . Secara umum. petro kimia. cara yang paling mungkin untuk meningkatkan kinerja pabrik adalah dengan melakukan pengawasan total dan perbaikan seluruh equipmen dan mesin-mesin pada saat diadakannya pembongkaran pabrik tahunan. pabrik-pabrik pendukung. Penaksiran biaya-biaya pemeliharaan. (4). Hal-hal yang penting dalam manajemen perawatan. Perbandingan optimum dari masing-masing pabrik ditentukan berdasarkan pertimbangan biaya pemeliharaan yang terendah. Jadi bisa dikatakan jika pada saat-saat operasi pabrik normal mekanik bekerja dengan efektifitas 30%. dan juga mengurangi biaya-biaya lain untuk jangka waktu selanjutnya. Ini dapat terjadi karena waktu yang diperlukan untuk persiapan. Maka jika kita anggap jumlah pekerjaan pada tahun-tahun sebelumnya sama. tetapi total jumlah pekerja dapat kita kurangi jika kita tumpukan pekerjaan-pekerjaan tersebut pada saat dilaksanakan nya pembongkaran tahunan. maka pada saat pembongkaran tahunan efektifitas nya harus dinaikkan sampai dengan 70%. Keuntungan melakukan pekerjaan sebanyak mungkin pada saat pembongkaran pabrik tahunan. Pekerjaan modifikasi yang besar dapat dilakukan pada saat pembongkaran tahunan pabrik. (1). dan hila ini direncanakan dengan baik jauh-jauh hari. maka pabrik tersebut harus dapat berjalan setahun penuh tanpa harus membongkar mesin. kesalahan bahan. mempertimbangkan fakta ini dan juga kehadiran dari banyak nya pabrik kimia. memastikan keselamatan kerja.2. Defenisi µM¶ Biaya pemeliharaan selama pemeliharaan ilu dilaksanakan. Biaya tambahan yang dipakai untuk peningkatan pabrik akan menghasilkan pengembalian modal yang pasti. M/T bervariasi diantara 10 sampai 60% bergantung pada tipe pabrik nya. Teknologi equipmen dan mesin-mesin dewasa ini memllngkinkan mesin atau equipmen tersebut beroperasi selama setahun tanpa harus diadakan pembongkaran. (2). memeriksa daerah-daerah yang berbahaya dan lain-lain akan makin berkurang. Kerusakan dan perbaikan yang terjadi sebelum tiba saat nya pembongkaran tahunan ini bisa disebabkan oleh kesalahan pada waklu perbaikan. µT¶ Biaya pemeliharaan sepanjang tahun. item-item yang dipilih harus benar-benar penting dan dapat berakibat fatal untuk keseluruhan pabrik tersebut. Setelah memilih item tersebut maka target selanjutnya adalah untuk melaksanakannya. (3).

pengawasan kerja. Memperpanjang umur pabrik dan meramalkan kerusakan-kerusakan yang akan terjadi. . Aspek yang terpenting dari pengumpulan dan penyimpanan data adalah terorganisasi nya seluruh sistim dengan baik. Meningkatkan kemampuan teknik dan meningkatkan kualitas bahan untuk meminimalkan kerusakan rasanya tidak diperlukan jika pabrik tersebut akan ditutup dalam waktu yang singkat. Data dan Pengumpulan Informasi. Pengawasan pekerjaan pemeliharaan harus merupakan suatu pekerjaan yang terintegrasi. periodik. Jika ada pengembangan atau penemuan-penemuan baru harus segera diinformasikan ke bahagian-bahagian lain untuk memastikan pengadaan barang yang terbaik pada bahagian pembelian dan bahagian keuangan. Data yang dikumpul dari pabrik secara harian. 5. tahunan merupakan dasar informasi untuk sistim pemeliharaan yang baik. Usulan untuk merubah tatacara perbaikan atau syarat-syarat teknisi harus disiapkan dan didiskusikan dengan penyelia (supervisor) yang bertanggung jawab pada bidang tersebut. proyek dan lain-lain. perbaikan. Data yang dikumpul oleh bahagian pemeliharaan akan sangat berguna kepada bahagian-bahagian lain seperti bahagian produksi. dan informasi teknik lainnya juga merupakan data mentah yang penting. Semua data-data pembongkaran pabrik tahunan termasuk keuangan nya dilaporkan pada bahagian-bahagian yang bertanggung jawab untuk menyusun dan merencanakan biaya perbaikan selanjut nya. Yang paling penting rencana pengembangan harus diperlihatkan pada bahagian produksi dan bahagian teknik agar bahagian ini dapat memberi komentarnya. 1 Tugas langsung. Bila umur yang diharapkan dari pabrik tersebut pendek. Manajemen Perawatan Industri (4) Sep 29 Posted by Mechanical Blog Rate This 5. maka konsep optimum perawatan nya akan berbeda. Data teknik. Aliran kerja sejak mulai dari pemeriksaan. Ini akan memberi effek lebih effesien nya pekerjaan untuk menghasilkan operasi pabrik yang baik. Tugas-Tugas Perawatan. (6). gambar-gambar. Konsep dari perawatan tergantung pada umur yang diharapkan dari masing-masing pabrik atau fasilitas dan euipmen nya. dan pengawasan kinerja mesin sebaiknya ditanggung jawabi oleh seorang pekerja.(5). pergudangan. (7).

(i) Mengecek laporan dari pekerjaan yang sudah selesai (j) Menerima dan menyimpan jam kerja yang sebenarnya dan juga catatan equipmen yang ada di pabrik termasuk bahan-bahan yang dipakai. dan penempatan pekerja pada lokasi yang sesuai. (f) Mengecek dan menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. (g) Menyetujui semua permintaan-permintaan kerja diatas dan juga permintaan kerja harian. (h) Memonitor semua kegiatan-kegiatan pemeliharaan dan juga kemajuan nya. bahan habis pakai. Perencanaan dan penugasan (2). Pemeriksaan dan pengawasan (3).Tugas dasarnya sebagai berikut : (1). (e) Menyiapkan dan membuat perintah-perintah kerja. Tanggung jawab dari masing-masing tugas diatas adalah sebagai berikut : 1 Perencanaan dan Penugasan (a) Menerima dan mengumpul semua permintaan-permintaan kerja. (k) Melaporkan pada bahagian gudang perubahan pemakaian suku cadang. (l) Menerima dan menyimpan laporan status bahan dan permintaan pembelian bahan dari bahagian gudang. (d) Mempelajari dan membuat pembagian kerja. Pekerjaan bengkel. (b) Mendaftarkan dan mengklassifikasikan semua permintaan-permintaan kerja yang diterima. Tugas-tugas yang disebutkan diatas dapat dibagi dalam spesialisasi-spesialisasi. Pengawasan bahan (4). Pekerjaan lapangan (5). dan pelumas yang dipakai pada pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan. . (c) Menyiapkan permintaan-permintaan kerja pemeliharaan tersebut.

Siapkan. Siapkan dan simpan catatan kerusakan-kerusakan mesin untuk semua equipmen dalam pabrik catat item-item pemeliharaan yang besar-besar dari equipmen dan sistim pepipaan. Siapkan. (f). Analisa dan sarankan tatacara pemeliharaan yang sesuai berdasarkan catatan data-data dari mesin-mesin tersebut. (g). laksanakan pemeriksaan. Siapkan laporan pemeriksaan (i). Pemeriksaan atau bahan khusus dari bahagian teknikal atau perencanaan sangat diharapkan. (a). atau periodik. jaga dan pertimbangkan kembali program-program pembongkaran mesin periodik atau regular. (n) Menjaga kestabilan dan mengkoordinasi biaya pemeliharaan tahunan. Buat saran yang diperlukan kepada bahagian perencanaan dan bengkel sehubungan dengan tatacara perbaikan equipmen yang ada di pabrik termasuk bahan-bahan yang dipakai. (d). Siapkan. (c). Buat tatacara atau aturan pelaksanaan pekerjaan dalam keadaan darurat dan pembahagian kerja nya. Buat aturan pemeriksaan equipmen dalam keadaan darurat. laksanakan langkah-langkah awal dari masing-masing pekerjaan pemeliharaen dan perbaikan. (1).Siapkan. dan permintaan pembongkaran mesin di bengkel. laksanakan pekerjaan-pekerjaan pemeriksaan dan laporkan pemerikasaan itu kepada bahagian yang memerlukan nya. (e). (h). (j). Untuk pernbongkaran mesin yang regular. Menerima permintaan pemeriksaan dari bahagian produksi dan dari bahagian-bahagian lain yang terkait. (b). dan mengatur rencana untuk perbaikan. (p) Menyiapkan dan menyetujui laporan-laporan (q) Mengusulkan perbaikan atau modifikasi dari equipmen dan fasilitas nya kepada orang-orang teknik. juga siapkan laporan akhir pemeriksaan dan masing-masing pekerjaan pemeliharaan tersebut. pemeliharaan atau Pembongkaran secara besar-besar an. . 2 Pemeriksaan dan Pengawasan. menjaga.(m)Menyiapkan. (o) Menganalisa kinerja pemeliharaan keseluruhan.

(c). Analisa semua hasil-hasil pemeriksaan khusus. bahan habis pakai. (i). Pelajari. pelumas yang diperlukan pada pemeliharaan ditinjau dari metode statistik untuk semua pemakaian bahan.Pelajari dan buat rencana pemeriksaan tahunan dan jaga biaya pemeriksaan tahunan agar tetap stabil untuk pemeliharaan yang regular. agar lebih baik sesuai dengan yang diperlukan oleh bahagian teknik. Meminta dan menerima bahan-bahan dan bahan habis pakai. bahagian produksi dan bahagian-bahagian lain yang berhubungan. perbaikan mesin dan pembongkaran tahunan. (e). Merencanakan dan membuat rencana pemeriksaan tahunan dan menjaga agar biaya pemeriksaan tahunan tetap stabil. Pelajari dan siapkan tatacara pemeriksaan khusus dalam keadaan darurat. Menerima permintaan suku cadang termasuk yang baru dan yang lama. laksanakan pekerjaan-pekerjaan tersebut dan laporkan hasilnya kebahagian perencanaan. (2). 3 Pengawasan Bahan. jaga dan pikirkan kembali rencana-rencana pemeriksaan khusus dan tatacaranya. bengkel dan lain-lain. (d). (j).Menerima permintaan pekerjaan khusus. (b).Analisa semua hasil-hasil pemeriksaan dan buat laporan-laporan inspeksi dan saran-saran. pemeriksaan. (n). (h). Untuk Pemeriksaan yang Khusus. rencanakan. Minta dan terima bahan-bahan yang dipakai pada sewaktu pemeriksaan dilakukan dan juga bahan habis pakai. dan laksanakan tatacara pengawasan bahan dari suku cadang.(k). (f). (m). Jaga dan tingkatkan kemampuan teknik dari para pekerja. analisa getaran.Siapkan. bahagian pemeriksaan. . dan lainnya. (a). Pelajari dan usulkan perbaikan atau modifikasi peralatan pabrik dan fasilitas-fasilitas nya. (l). pemeriksaan bahan. Pelajari dan siapkan saran-saran untuk pemeriksaan khusus kebahagian perencanaan. (g). Pemeriksaan yang khusus artinya seperti pemeriksaan-pemeriksaan tanpa merusak (NDT). (a). Rencanakan dan buat tatacara pemeriksaan khusus untuk equipmen pabrik dan fasilitas nya.

(b). Bagikaan. Mempelajari dan menyiapkan spesifikasi bahan. (d). atau pergantian suku cadang. bahan habis pakai dan pelumas. Siapkan dan minta ijin masuk ke pabrik. (e). beberapa permintaan bahan mungkin dapat disetujui oleh bahagian lapangan atau bahagian bengkel. Terima semua ijin-ijin tersebut dari bahagian produksi. pelumas dan lain-lain. dan pelumas seminimum mungkin ada di gudang. bahan habis pakai dan pelumas. (a). (h). . atur dan koordinasikan semua pekerjaan yang diterima dan bahagian perencanaan dan pemeriksaan. bahan habis pakai. Memberi nasihat pada bahagian bengkel yang mengerjakan perbaikan suku cadang. Menerima dari bahagian gudang perintah pembelian suku cadang. bahan habis pakai. perintah kerja dan pembagian kerja dari bahagian pemeriksaan dan perencanaan. (c). perbaikan. (e). Tinjau dan pertimbangkan kembali agar simpanan suku cadang. Mensyahkan permintaan pembelian bahan dan juga spesifikasi bahan tersebut. ijin bekerja di mesin-mesin yang berbahaya. bahan habis pakai. Menerima permintaan kerja. dan permintaan pembelian bahan untuk suku cadang yang baru. pekerjaan modiifikasi di lapangan. (b). (i). permintaan bahan. (f). 4 Pekerjaan Lapangan Yang dimaksud dengan pekerjaan lapangan ialah seperti pembersihan. dan ijin keselamatan kerja dari bahagian produksi. (f). (d). Menyimpan spesifikasi teknik dan informasi-informasi pasar yang menjual bahan-bahan yang terbaru. penyetelan. pabrikasi dan juga modifikasi. pembangkaran mesin. (c). Tinjau dan rubah spesifikasi bahan. suku cadang. Mempelajari dan menyiapkan tatacara pekerjaan secara detail dan perintah-perintah kerja yang diperlukan. Menerima dan mempelajari kembali catatan-catatan permintaan harian dan bulanan dari bahagian pergudangan. Menerima dan memeriksa semua permintaan-permintaan bahan untuk pemeliharaan dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan dari bahagian perencanaan dan pemeriksaan. Juga tinjau kembali jumlah dari pesanan bahan. (g). Alokasikan para pekerja pada masing-masing pekerjaan. pelumas dan bahan-bahan lain nya.

(k). bahanbahan lain. seperti suku cadang. sistim perpipaan. kenderaan dan fasilitas-fasilitas lain nya. Buat permintaan bahan tambahan untuk suku cadang. (i). mengatur dan mengkoordinasi semua pekerjaan-pekerjaan yang ada dibengkel sesuai dengan permintaan kerja. Jumlahkan dan simpan semua jam kerja dan buat jam kerja yang sebenarnya dalam sebulan dari masing-masing pabrik. fasilitas kantor. (h). (j). Siapkan dan hantar semua yang diperlukan. Hitung dan jumlahkan total jam kerja. Pekerjaan bengkel meliputi penyetelan. dan mengawasi program pemeliharaan didalam bengkel dan menjaga peralatan-peralatan termasuk suku cadang. pembongkaran mesin dan pekerjaanpekerjaan pabrikasi. pelumas dan bahan-bahan lain yang diperlukan dari bahagian gudang. . dan bahan-bahan lain yang diperlukan dari bahagian gudang. pemeliharaan dan pembongkaran pabrik tahunan. Mempelajari dan menyiapkan permintaan-permintaan bahan tambahan seperti suku cadang. peralalan dan fasilitas-fasilitas kelapangan. Terima semua suku cadang. Merencana dan membagi tugas untuk pekerjaan-pekerjaan dalam keadaan darurat. permintaan bahan. (f). (e). bahan habis pakai. Membagi. perintah kerja. atau instrumentasi. (a). (m). Merencanakan. pelumas dan juga bahan lain yang diperlukan. 5 Pekerjaan Bengkel. bahan habis pakai. (l). Minta pemeriksaan yang sudah selesai disyahkan oleh bahagian pemeriksaan. Menerima semua suku cadang. (g). bahan habis pakai. perbaikan. (h). Merencanakan dan membagi tugas untuk pekerjaan-pekerjaan seperti pembongkaran mesin. bahan habis pakai untuk setiap pekerjaan. bahan habis pakai. Menerima permintaan kerja. pembagian tugas pada equipmen. pelumas dan bahan-bahan lainnya bila diperlukan. bahan habis pakai. bahan habis pakai. (d). Siapkan laporan perbaikan dan laporkan ke bahagian yang bertanggung jawab. yang memimpin pekerjaan ini haruslah orang yang bahagian nya paling banyak jenis pekerjaan nya. listrik. (c).(g). melakukan. (b). Untuk pekerjaan yang besar dan rumit yang melibatkan pekerjaan bengkel.

Manajemen Perawatan Industri (5) Sep 30 Posted by Mechanical Blog Rate This 5. Produksi (2).2 Bahagian-bahagian yang berhubungan dalam perawatan Bahagian-bahagian yang punya hubungan dalam perawatan adalah: (1). Mengawasi kondisi operasi pabrik. (j). tingkatkan catatan-catatan pekerjaan harian tersebut. Keuangan Tanggung jawab dari masing-masing bahagian adalah sebagai berikut : (1) Produksi (a). Gudang (5). Teknikal (3). Hitung dan jumlahkan jumlah jam kerja total dan biaya bahan habis pakai untuk masingmasing pekerjaan. (b). Mensyahkan permintaan-permintaan pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan dan pekerjaan pengawasan. Pelajari. klassifikasikan dan buat laporan jumlah jam kerja yang sebenar nya dalam sebulan untuk semua pekerjaan. Jumlahkan.(i). (k). Menentukan dan meminta pekerjaan pemeliharaan dengan berkonsultasi pada bahagian-bahagian lain yang terkait. Pembelian (6). . Keselamatan kerja (4).

Simpan data-data teknik dari semua mesin-mesin pabrik dengan baik. Memastikan semua persiapan untuk kerja pemeliharaan semua baik dan memberi ijin masuk pabrik. Pelajari hal-hal yang dapat meningkatkan efisiensi operasi pabrik dan dapat menurunkan waktu. Tanda tangani dan syahkan laporan pekerjaan yang sudah selesai tersebut. (f). Pelajari dan siapkan moditikasi pabrik melalui penyelidikan seperti yang disebutkan pada item (d). Selidiki dan jaga informasi-informasi terakhir dari teknologi produksi dan pemeliharaan. juga melakukan analisa keselamatan kerja. jika pckcrjaan tersebut berbahaya. dan patuhi larangan-larangan yang ada dan pastikan bekerja secara aman. (h). (b). biaya dari pemeliharaan. (g). (d). Teliti dan bantu para pekerja saat mereka melakukan pekerjaan lapangan. sebelum pekerjaan dimulai. dan biaya-biaya pemeliharaan dari bagian perencanaan pemeliharaan. (c). Jaga keselamatan kerja pada saat berada dipabrik khususnya pada daerah-daerah yang berbahaya dan mudah terbakar. (3 ) Keselamatan Kerja. (b). Pelajari dan buat saran untuk meningkatkan peralatan. Menerima informasi-informasi secara periodik. Hadiri atau kunjungi pekerjaan-pckerjaan pemeliharaan atau pemeriksaan. mencuci equipmen dan pipa-pipa. (d). pekerjaan modifikasi. (2 )Teknikal (a). (e). (a). (e). dan keselamatan karja untuk kerja-kerja pemeliharaan. Terima laporan pekerjaan yang sudah selesai dan lakukan pengetesan ulang. ijin masuk kedaerah berbahaya. Memintakan pada bagian keselamatan kerja orang yang ahli pada menyiapkan pekerjaanpekerjaan pemeliharaan yang diperlukan.(c). Melaksanakan semua persiapan yang diperlukan untuk merawat seperti mengisolasi. . (c). peralatan keselamatan kerja dan bahan-bahan yang baru. (f). dan dengan mengadakan diskusi-diskusi diantara bagian-bagian yang terkait. Siapkan dan beri peringatan-peringatan keselamatan pada masing-masing equipmen termasuk untuk kerja pemeriksaan. fasilitas.

(b). Menerima semua permintaan-permintaan bahan dari pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan. (b). Simpan catatan atau buku gudang. keperluan-keperluan lain. Menerima laporan jumlah jam kerja pemeliharaan dalam sebulan. (6) Keuangan. Mintalah alat pemadam kebakaran tambahan untuk bagian pendukung (utility). bahan. dan pelaksana kerja (kontraktor). Mensyahkan permintaan pembelian. (4 ) Penyimpanan Bahan (material) (a). Memeriksa lama waktu pengiriman borang. Menyiapkan dan mensyahkan dokumen-dokumen tender. Terima simpan dan syahkan bahan-bahan yang ada. pelumas. (d). dan laporkan kebahagian pembelian dan gudang. Mensyahkan laporan pembelian pada bagian-bagian yang terkait termasuk bagian keuangan. Pelajari dan teliti stock minimum. (a). administrasi. (c). Menyelidiki dan mencari informasi-informasi pasar yang terbaru mengenai harga-harga equipmen. (c). bahan mentah dan lain-lain. (g). bahan-bahan ini termasuk untuk keselamatan kerja.(c). (e). (f). (b). (i). Menerima dan mengevaluasi penawaran dari luar dengan berkonsultasi pada bagian-bagian lain yang terkait. bahan kimia. (j). suku cadang. (5) Pembelian (a). Mensyahkan tagihan pembayaran kebagian keuangan. (c). (d). Bahan-bahan yang diperlukan untuk operasi simpan didalam gudang. bahan habis pakai. Menerima semua permintaan bahan dan kontrak untuk pembelian. pemeliharaan. Memilih suplier dan menentukan biaya pembelian dengan melibatkan bagian-bagian lain yang terkait. . Periksa semua bahan-bahan yang ada di gudang secara periodik. laporkan ke bahagian pengawasan bahan atau bagian pembelian. dan pembelian dan semua bahan-bahan.

tetapi tidak langsung mempengaruhi operasi itu sendiri. 2. Catat dan klassifikasikan item (a) dan (b) diatas untuk masing-masing equipmen.2 Perawatan tidak langsung.6. (2). mengatur tataletak equipmen. menukar equipmen. Peremajaan dari equipmen produksi seperti mengecat dan mengisolasi. 6. 2. dalam keadaan terjadwal maupun tidak (3) Perawatan skala kecil. (e). Dengan defenisi ini. memonitor. Perawatan rutin seperti perbaikan dan penyetelan yang kecil-kecil. Menerima permintaan pembelian dan melaporkan bukti pembayaran kepada bagian keuangan dan bagian lain yang berurusan dengan pembayaran.(c). (3). Menerima. Laporkan hasil bulanan item (c) dan (d) ke bagian-bagian yang terkait. pemeriksaan. mencatat dan membagikan biaya-biaya pemeliharaan kepada bagian-bagian lain yang terkait. pekerjaan servis yang terjadwal maupun tidak. Dalam definisi ini termasuk item-item sebagai berikut : (1) Pembongkaran berskala besar dari equipmen dan unit-unit produksi. dan memindahkan equipmen. Perawatan langsung dan tidak langsung. Penambahan-penambahan kecil seperti pemasangan peralatan untuk mesin-mesin cadangan. (1). .1 Perawatan langsung adalah pekerjaan yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan dari equipmen produksi. (2) Perbaikan berskala besar dari sebuah equipmen yang penting. (t). dan mengkontrol beban pekerjaan perawatan disesuaikan dengan keperluan pabrik dan ketersediaan tenaga kerja yang ada. Perawatan tidak langsung dapat didefenisikan sebagai pekerjaan perawatan yang berhubungan dengan equipmen produksi. mengevaluasi. (d). Memperbaharui fasilitas-fasilitas. organisasi dari perawatan pabrik dapat membuat katalog.6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->