P. 1
materi PKN kelas X (SMKN 1 TUBAN)

materi PKN kelas X (SMKN 1 TUBAN)

4.0

|Views: 6,423|Likes:
Published by Nazilatun Ni'mah
KELAS X

BAB 1 BAB 2 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6

HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)

Standar Kompetensi ..
* Memahami hakikat bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kompetensi Dasar ..
* Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur unsurterbentukya negara. * Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk bentukkenegaraan. * Menjelaskan pengertian, fungsi, dan tujuan NKRI. * Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme dalam kehidupan
KELAS X

BAB 1 BAB 2 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6

HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)

Standar Kompetensi ..
* Memahami hakikat bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kompetensi Dasar ..
* Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur unsurterbentukya negara. * Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk bentukkenegaraan. * Menjelaskan pengertian, fungsi, dan tujuan NKRI. * Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme dalam kehidupan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nazilatun Ni'mah on Jul 29, 2011
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

$

BAB i
BAB :
BAB ¸
BAB Ũ
BAB ũ
BAB Ū
HAK!KAT BANCSA DAN NECARA HAK!KAT BANCSA DAN NECARA
KESATUAN REPUBL!K !NDONES!A KESATUAN REPUBL!K !NDONES!A
(NKR!) (NKR!)
Standar Kompetensi .. Standar Kompetensi ..
* íCmöhöml höKlKöt bön¶îö Oön nC¶örö KCîötuön * íCmöhöml höKlKöt bön¶îö Oön nC¶örö KCîötuön
RCDubllK ]nOOnCîlö (MKR]I RCDubllK ]nOOnCîlö (MKR]I
Kompetensi Dasar .. Kompetensi Dasar ..
* íCnOCîKrlDîlKön höKlKöt bön¶îö Oön unîur * íCnOCîKrlDîlKön höKlKöt bön¶îö Oön unîur· ·unîur unîur
tCrbCntuKxö nC¶örö. tCrbCntuKxö nC¶örö.
* íCnOCîKrlDîlKön höKlKöt nC¶örö Oön bCntuK * íCnOCîKrlDîlKön höKlKöt nC¶örö Oön bCntuK· ·bCntuK bCntuK
KCnC¶öröön. KCnC¶öröön.
* íCnìClöîKön DCn¶Crtlön. fun¶îl. Oön tuìuön MKR]. * íCnìClöîKön DCn¶Crtlön. fun¶îl. Oön tuìuön MKR].
* íCnunìuKKön îCmön¶öt KCbön¶îöön. nöîlOnöllîmC. * íCnunìuKKön îCmön¶öt KCbön¶îöön. nöîlOnöllîmC.
Oön DötrlOtlîmC Oölöm KChlOuDön bCrmöîxöröKöt. Oön DötrlOtlîmC Oölöm KChlOuDön bCrmöîxöröKöt.
bCrbön¶îö. Oön bCrnC¶örö bCrbön¶îö. Oön bCrnC¶örö
Hakikat Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
Makna Manusia, Masyarakat
Bangsa, dan Negara
Terbentuknya Bangsa
Terbentuknya Negara
Hakikat Negara dan
Bentuk-Bentuk
Kenegaraan
Hakikat Bangsa
Pengertian, Tuiuan
dan Fungsi Negara
Kesatuan RI
Semangat Kebangsaan
Nasionalisme Partiotisme
Semangat Kebangsaan
Lainnya
. Nanusia . Nanusia
Nanusia Nanusia diciptakan diciptakan oleh oleh tuhan tuhan yang yang maha maha esa esa
memiliki memiliki kedudukan kedudukan dan dan martabat martabat yang yang paling paling tinggi tinggi
diantar diantaraa makhluk makhluk lain lain ciptaan ciptaan··Nya Nya. . Nanusia Nanusia diberikan diberikan
akal akal dan dan pikiran pikiran sehingga sehingga dalam dalam kondisi kondisi tertentu tertentu
mampu mampu memenuhi memenuhi hasrat hasrat dan dan kebutuhan kebutuhan hidupnya hidupnya. .
Kemudian, Kemudian, setiap setiap manusia manusia dilahirkan dilahirkan dalam dalam keadaan keadaan
merdeka merdeka dan dan mempunyai mempunyai haik haik serta serta martabat martabat yang yang
sama sama. .
Nanusia Nanusia berasal berasal dari dari bahasa bahasa sansekerta sansekerta, , yaitu yaitu manu manu. .
Artinya Artinya berpikir berpikir dan dan berakal berakal budi budi. . Dalam Dalam sejarah sejarah
homo homo berarti berarti manusia manusia. .
Nanusia didalam pergaulan hidupnya ditakdirkan Nanusia didalam pergaulan hidupnya ditakdirkan
sebagai makhluk social. sebagai makhluk social. Aristoteles Aristoteles (384 (384··322 SN), 322 SN),
salah seorang filsuf yunani mengatakn bahwa salah seorang filsuf yunani mengatakn bahwa
manusia itu makhluk yang bergaul, bermasyarakat. manusia itu makhluk yang bergaul, bermasyarakat.
2. Nasyarakat 2. Nasyarakat ·· Bangsa Bangsa
Nasyarakat adalah persatuan manusia yang timbul Nasyarakat adalah persatuan manusia yang timbul
dari kodrat yang sama. Nereka hidup bersama dalam dari kodrat yang sama. Nereka hidup bersama dalam
berbagai hubungan antara individu yang berbeda berbagai hubungan antara individu yang berbeda --
beda tingkatannya. beda tingkatannya.
Kehidupan bersama itu dapat berbentuk desa, kota, Kehidupan bersama itu dapat berbentuk desa, kota,
daerah, dan Negara. Pada umumnya ada tiga macam daerah, dan Negara. Pada umumnya ada tiga macam
golongan masyarakat, yaitu sebagai berikut : golongan masyarakat, yaitu sebagai berikut :
a) a) Colongan yang berdasarkan hubungan kekeluargaan, Colongan yang berdasarkan hubungan kekeluargaan,
perkumpulan keluarga, suami perkumpulan keluarga, suami··istri ( istri (gemeinschaft gemeinschaft))
b) b) Colongan yang berdasarkan hubungan kepentingan / Colongan yang berdasarkan hubungan kepentingan /
pekerjaan, perkumpulan ekonomi, koperasi, serikat pekerjaan, perkumpulan ekonomi, koperasi, serikat
kerja, perkumpulan social, perkumpulan kesenian, kerja, perkumpulan social, perkumpulan kesenian,
dan olahraga ( dan olahraga (gezelschaft gezelschaft). ).
c) c) Colongan yang berdasarkan hubunugan tujuan / Colongan yang berdasarkan hubunugan tujuan /
pandangan hidup atau ideology, partai politik, pandangan hidup atau ideology, partai politik,
perkumpulan agama, bangsa, dan Negar perkumpulan agama, bangsa, dan Negara. a.
Bangsa adalah sekelompok manusia / orang Bangsa adalah sekelompok manusia / orang
yang memiliki hal yang memiliki hal -- hal berikut. hal berikut.
a) a)cita cita··cita bersama yang mengikat dan menjadi satu cita bersama yang mengikat dan menjadi satu
kesatuan kesatuan
b) b)perasaan senasib sepenanggungan perasaan senasib sepenanggungan
c) c)karakter yang sama karakter yang sama
d) d)adat istiadat / budaya yang sama adat istiadat / budaya yang sama
e) e)satu kesatan wilayah satu kesatan wilayah
f) f)teroganisir dalam satu wilayah hukum teroganisir dalam satu wilayah hukum
3. Negara 3. Negara
!stilah Negara merupakan terjemahan dari !stilah Negara merupakan terjemahan dari de staat de staat
(belanda), (belanda), the state the state (inggris), (inggris), !'e !'etat tat (prancis), (prancis), statum statum
(latin), (latin), lo stato lo stato (!talia), dan (!talia), dan der staat der staat (jerman). (jerman).
Nenurut bahasa sansekerta, nagari atau Negara, berarti Nenurut bahasa sansekerta, nagari atau Negara, berarti
kota, sedangkan menurut bahasa suku kota, sedangkan menurut bahasa suku··suku di !ndonesia suku di !ndonesia
sering disebut negeri atau Negara, yaitu tempat tinggal. sering disebut negeri atau Negara, yaitu tempat tinggal.
Nenurut kamus umum bhasa !ndonesia Negara adalah Nenurut kamus umum bhasa !ndonesia Negara adalah
persekutuan bangsa yang hidup dalam suatu wilayah persekutuan bangsa yang hidup dalam suatu wilayah
dengan batas dengan batas··batas tertentu yang diperintah dan diurus batas tertentu yang diperintah dan diurus
oleh suatu badan pemerintha dengan teratur. oleh suatu badan pemerintha dengan teratur.
Negara dalam arti sempit sama dengan pemerintahan Negara dalam arti sempit sama dengan pemerintahan
dalam arti luas (lembaga legislative, eksekutif, yudikatif) dalam arti luas (lembaga legislative, eksekutif, yudikatif)
yang merupakan alat untuk mencapai kepentingan yang merupakan alat untuk mencapai kepentingan
bersama, sedangkan Negara dalam arti luas adalah bersama, sedangkan Negara dalam arti luas adalah
kesatuan social yang mengatur, memimpin, dan kesatuan social yang mengatur, memimpin, dan
mengkoordinasi masyarakat supaya dapat hidup wajar mengkoordinasi masyarakat supaya dapat hidup wajar
dan berkembang terus. Dalam mengemban tugasnya, dan berkembang terus. Dalam mengemban tugasnya,
Negara memliki aparatur Negara dengan wewenangnya Negara memliki aparatur Negara dengan wewenangnya
Pengertian bangsa yang dikemukakan secara unik Pengertian bangsa yang dikemukakan secara unik
oleh oleh en Anderson en Anderson, , dapat ditelaah lebih lanjut dapat ditelaah lebih lanjut
mngenai proses dan unsur mngenai proses dan unsur··unsur pembentuknya. unsur pembentuknya.
Nenurut pengamatan Nenurut pengamatan en Anderson en Anderson,, ilmuwan politik ilmuwan politik
dari universitas cornel, dari universitas cornel, bangsa merupakan komunitas bangsa merupakan komunitas
politik yang dibayangkan dalam wilayah yang jelas politik yang dibayangkan dalam wilayah yang jelas
batsnya dan berdaulat. batsnya dan berdaulat. Nengapa dikatakan sebagai Nengapa dikatakan sebagai
komunitas polotik yang dibayangkan? Karena suatu komunitas polotik yang dibayangkan? Karena suatu
bangsa yang paling kecil sekalipun, setiap individunya bangsa yang paling kecil sekalipun, setiap individunya
tidak kenal satu sama lain. Begitupula dengn bangsa tidak kenal satu sama lain. Begitupula dengn bangsa
yang besar sekalipun, yang jumlah anggota atau yang besar sekalipun, yang jumlah anggota atau
penduduknya hingga ratusan jiwa, mempunyai batas penduduknya hingga ratusan jiwa, mempunyai batas
wilayah yang relatif jelas. Kekuasaan dan wewenang wilayah yang relatif jelas. Kekuasaan dan wewenang
suatu bangsa atas suatu wilayah yang berdaulat, suatu bangsa atas suatu wilayah yang berdaulat,
merupakan dibawah wewenang kenegaraan atau Negara merupakan dibawah wewenang kenegaraan atau Negara
yang mempunyai kekuasaan atas seluruh wilayah dan yang mempunyai kekuasaan atas seluruh wilayah dan
bangsa tersebut. bangsa tersebut.
. Faktor Pembentukan Bangsa Nenurut . Faktor Pembentukan Bangsa Nenurut
Dasar !dentitas Dasar !dentitas
a. a. Primordial, Primordial, yaitu ikatan kekerabatan (darah dan yaitu ikatan kekerabatan (darah dan
keluarga) dan kesamaan suku bangsa, daerah, bahasa, keluarga) dan kesamaan suku bangsa, daerah, bahasa,
dan adat istiadat. dan adat istiadat.
b. b. Sakral Sakral, kesamaan agama yang dianut oleh suatu , kesamaan agama yang dianut oleh suatu
masyarakat menimbulkan ideologi dokttriner yang kuat masyarakat menimbulkan ideologi dokttriner yang kuat
dalam suatu masyarakat, sehingga keterkaitannya dapat dalam suatu masyarakat, sehingga keterkaitannya dapat
membentuk bangsa negara. membentuk bangsa negara.
c. c. Tokoh Tokoh, tokoh yang kharismatik bagi masyarakat akan , tokoh yang kharismatik bagi masyarakat akan
menjadi panutan untuk mewujudkan misi menjadi panutan untuk mewujudkan misi··misi bangsa. misi bangsa.
d. d. Sejarah Sejarah, sejarah dan pengalaman masa lalu seperti , sejarah dan pengalaman masa lalu seperti
penderitaan akibat penjajahan akan melahirkan penderitaan akibat penjajahan akan melahirkan
solidaritas (senasib dan sepenanggungan). solidaritas (senasib dan sepenanggungan).
e. e. Bhinneka Tunggal !ka Bhinneka Tunggal !ka, yaitu faktor kesadaran , yaitu faktor kesadaran
antaranggota masyarakat mengenai pentingnya antaranggota masyarakat mengenai pentingnya
persatuan dan berbagai perbedaan. persatuan dan berbagai perbedaan.
f. f. Perkembangan Ekonomi Perkembangan Ekonomi, perkembangan ekonomi yang , perkembangan ekonomi yang
terspesialisasi sesuai kebutuhan masyarakat akan terspesialisasi sesuai kebutuhan masyarakat akan
meningkatkan mutu dan variasi kebutuhan masyarakat meningkatkan mutu dan variasi kebutuhan masyarakat
yang lain. yang lain.
g. g. Kel Kelembag embagaan, aan, Lembaga Lembaga··lembaga pemerintahan lembaga pemerintahan
dan politik mempertemukan berbagai kepentingan dan politik mempertemukan berbagai kepentingan
di kalangan masyarakat. di kalangan masyarakat.
2. Faktor Pembentuk Bangsa 2. Faktor Pembentuk Bangsa
Nenurut Segi Organisasi Nenurut Segi Organisasi
a. a. Negara sebagai Organisasi Kekuasaan Negara sebagai Organisasi Kekuasaan
b. b. Negara sebagai Organisasi Politik Negara sebagai Organisasi Politik
c. c. Negara Ditinjau dari Segi Organisasi Kesusilaan Negara Ditinjau dari Segi Organisasi Kesusilaan
d. d. Negara Ditinjau dari Segi !ntegritas antara Negara Ditinjau dari Segi !ntegritas antara
Pemerintah dan Rakyat Pemerintah dan Rakyat
. Unsur . Unsur··Unsur Negara Unsur Negara
Nenurut para ahli Negara, antara lain Nenurut para ahli Negara, antara lain
"77enheim "77enheim dan dan Lauter7acht Lauter7acht, , tiga unsure tiga unsure
pokok tersebut adalah sebagai berikut: pokok tersebut adalah sebagai berikut:
a. a. rakyat atau masyarakat rakyat atau masyarakat
b. b. wilayah / daerah, meliputi udara, darat, dan wilayah / daerah, meliputi udara, darat, dan
perairan (perairan bukan merupakan syarat perairan (perairan bukan merupakan syarat
mutlak). mutlak).
c. c. Pemerintah yang berdaulat Pemerintah yang berdaulat
Rakyat Rakyat
Rakyat adalah semua orang yang berdiam di dalam Rakyat adalah semua orang yang berdiam di dalam
Negara suatu Negara atau menjadi penghuni Negara. Negara suatu Negara atau menjadi penghuni Negara.
Rakyat merupakan unsur terpenting dari Negara. Rakyat merupakan unsur terpenting dari Negara.
Pengelompokan Rakyat Pengelompokan Rakyat
· · Penduduk Penduduk dan dan bukan penduduk bukan penduduk (berdasarkan (berdasarkan
hubungannya dengan wilayah dan Negara). hubungannya dengan wilayah dan Negara). Penduduk Penduduk
adalah mereka yang bertempat tinggal tetap atau adalah mereka yang bertempat tinggal tetap atau
berdomosili tetap di dalam wilayah Negara (menetap). berdomosili tetap di dalam wilayah Negara (menetap).
Bukan Penduduk Bukan Penduduk adalah mereka yang berada didalam adalah mereka yang berada didalam
wilayah Negara, tetapi tidak bermaksud bertempat wilayah Negara, tetapi tidak bermaksud bertempat
tinggal di Negara itu. Termasuk kedalam golongan tinggal di Negara itu. Termasuk kedalam golongan
bukan penduduk antara lain wisata asing yang sedang bukan penduduk antara lain wisata asing yang sedang
melakukan perjalanan wisata didalam wilayah. melakukan perjalanan wisata didalam wilayah.
· · Warga Negara Warga Negara dan dan bukan warga Nega bukan warga Negara ra
(berdasarkan hubungannya dengan pemerintah (berdasarkan hubungannya dengan pemerintah
Wilayah Wilayah
Pembatasan wilayah suatu Negara sangat pentings sekali Pembatasan wilayah suatu Negara sangat pentings sekali
karena menyangkut pelaksanaan kedaulatan suatu Negara karena menyangkut pelaksanaan kedaulatan suatu Negara
dalam segala bentuk seprti hal dalam segala bentuk seprti hal··hal berikut : hal berikut :
· · berkuasa penuh terhadap kekayaan yang ada dildalamnya berkuasa penuh terhadap kekayaan yang ada dildalamnya
· · berkuasa mengusir orang berkuasa mengusir orang··orang yang bukan warga negaranya orang yang bukan warga negaranya
dalam wilayah tersebut bila tidak izin dari Negara itu. dalam wilayah tersebut bila tidak izin dari Negara itu.
Pembagian Wilayah Pembagian Wilayah
. . Daratan Daratan
Pembatasan antara Negara dapat berupa hal Pembatasan antara Negara dapat berupa hal··hal berikut. hal berikut.
. . Batas alam. Nisalnya sungai, danau, pegunungan, atau Batas alam. Nisalnya sungai, danau, pegunungan, atau
lembah. lembah.
2. 2. Batas buatan, misalnya Pagar tembok, pagar kawat berduri. Batas buatan, misalnya Pagar tembok, pagar kawat berduri.
3. 3. Batas menurut geofisika, misalnya lintang utara / selatan , Batas menurut geofisika, misalnya lintang utara / selatan ,
bujur timur / barat. bujur timur / barat.
2. 2. Lautan Lautan
Wilayah laut suatu Negara ialah semua perairan, lautanh, Wilayah laut suatu Negara ialah semua perairan, lautanh,
dan sungai yang berada dalam batas dan sungai yang berada dalam batas··batas Negara (laut batas Negara (laut
territorial). Penentuan batas laut harus berpedoman territorial). Penentuan batas laut harus berpedoman
kepada hukum laut internasional. kepada hukum laut internasional.
Nasalah laut menjadi masalh internasional karena ada Nasalah laut menjadi masalh internasional karena ada
dua konsepsi kalautan yang bertentangan, yaitu sebagai dua konsepsi kalautan yang bertentangan, yaitu sebagai
berikut. berikut.
Nasalah Kelautan Nasalah Kelautan
· ·Res Nullius Res Nullius, , yaitu lautan dapat dimilkki oleh Negara yaitu lautan dapat dimilkki oleh Negara
karena tidak ada yang memlikinya. karena tidak ada yang memlikinya.
· ·Res Kommunis Res Kommunis, , yaitu laut merupakan milik bersama yaitu laut merupakan milik bersama
masyarakat dunia. Oleh karena itu, tidak dapat dimilkki masyarakat dunia. Oleh karena itu, tidak dapat dimilkki
oleh Negara mana pun. oleh Negara mana pun.
Sekarang masalah kelautan telah memperoleh Sekarang masalah kelautan telah memperoleh
kepastian hukum melalui ¨Konferensi Hukum Laut kepastian hukum melalui ¨Konferensi Hukum Laut
!nternasional !!!", Desember 82 yang !nternasional !!!", Desember 82 yang
diselenggarakan oleh PBB di Nontego Bay, ]amaica, diselenggarakan oleh PBB di Nontego Bay, ]amaica,
yang ditandatangani negara peserta. Konferensi yang ditandatangani negara peserta. Konferensi
tersebut menghasilkan batas tersebut menghasilkan batas··batas wilayah kenegaraan, batas wilayah kenegaraan,
yaitu : yaitu :
a. a. Laut Teritorial Laut Teritorial, setiap negara memiliki kedaulatan , setiap negara memiliki kedaulatan
atas laut teritorial selebar 2 mil laut yang diukur atas laut teritorial selebar 2 mil laut yang diukur
berdasarkan garis lurus yang ditarik dari garis dasar berdasarkan garis lurus yang ditarik dari garis dasar
(base line) garis pantai ke arah laut bebas. (base line) garis pantai ke arah laut bebas.
b. b. Zona Bersebelahan Zona Bersebelahan, dalam daerah ini negara pantai , dalam daerah ini negara pantai
(costal state) dapat mengambil tindakan bagi pihak (costal state) dapat mengambil tindakan bagi pihak··
pihak yang melanggar ketentuan pihak yang melanggar ketentuan··ketentuan ketentuan
berdasarkan undang berdasarkan undang··undang bea undang bea··cukain, fiskal, cukain, fiskal,
imigrasi, dan ketertiban negara yang bersangkutan. imigrasi, dan ketertiban negara yang bersangkutan.
c. c. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dalam wilayah ini, dalam wilayah ini,
negara pantai menggali kekayaan alam yang ada dan negara pantai menggali kekayaan alam yang ada dan
menangkap para nelayan asing yang kedapatan menangkap para nelayan asing yang kedapatan
sedang melakukan penangkapan ikan. sedang melakukan penangkapan ikan.
d. d. Landas Benua Landas Benua, dalam wilayah ZEE ini, negara pantai , dalam wilayah ZEE ini, negara pantai
boleh mengadakan eksploitasi dan eksplorasi boleh mengadakan eksploitasi dan eksplorasi
kekayaan alam dengan persyaratan harus kekayaan alam dengan persyaratan harus
membagikan keuntungan dengan masyarakat membagikan keuntungan dengan masyarakat
internasional. internasional.
3. 3. Udara Udara
Batas wilayah udara menjadi masalah, karena terdapat Batas wilayah udara menjadi masalah, karena terdapat
beberapa aliran pemikiran yang dikelompokkan atas dua beberapa aliran pemikiran yang dikelompokkan atas dua
bagian, yaitu : bagian, yaitu :
a. a.Aliran Udara Bebas Aliran Udara Bebas
Aliran ini dilengkapi oleh tiga macam pendapatan, yaitu : Aliran ini dilengkapi oleh tiga macam pendapatan, yaitu :
. . Kebebasan ruang udara tanpa batas. Kebebasan ruang udara tanpa batas.
2. 2. Kebebasan ruang udara yang dilengkapi oleh hak khusus Kebebasan ruang udara yang dilengkapi oleh hak khusus
dari negara kolong. dari negara kolong.
3. 3. Kebebasan ruang udara dilengkapi zona teritorial dari Kebebasan ruang udara dilengkapi zona teritorial dari
negra kolong untuk dapat dilaksanakan. negra kolong untuk dapat dilaksanakan.
b. b.Aliran Kedaulatan atas Udara di Atas Wilayah Negaranya Aliran Kedaulatan atas Udara di Atas Wilayah Negaranya
Aliran ini membagi diri ke dalam tiga pendapat, yaitu: Aliran ini membagi diri ke dalam tiga pendapat, yaitu:
. . Negara kolong berdaulat penuh dalam ketinggian tertentu. Negara kolong berdaulat penuh dalam ketinggian tertentu.
2. 2. Negara kolong berdaulat penuh dibatasi oleh navigasi Negara kolong berdaulat penuh dibatasi oleh navigasi
asing. asing.
3. 3. Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas. Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas.
4. 4. Wilayah Ekstrateritorial Wilayah Ekstrateritorial
Berdasarkan ketentuan hukum internasional, yang Berdasarkan ketentuan hukum internasional, yang
termasuk wilayah ekstrateritorial adalah wilayah di mana termasuk wilayah ekstrateritorial adalah wilayah di mana
kapal kapal··kapal laut yang berbendera negara tertentu kapal laut yang berbendera negara tertentu
sedang berlayar di lautan bebas, pesawat sedang berlayar di lautan bebas, pesawat··pesawat pesawat
terbang yang sedang mengangkasa di atas lautan bebas terbang yang sedang mengangkasa di atas lautan bebas
di bawah identitas negara tertentu dan tempat atau di bawah identitas negara tertentu dan tempat atau
gedung perwakilan diplomatik suatu negara tertentu. gedung perwakilan diplomatik suatu negara tertentu.
Pemerintahan yang Berkedaulatan Pemerintahan yang Berkedaulatan
Pemerintahan yang berdaulat memiliki arti sebagai Pemerintahan yang berdaulat memiliki arti sebagai
berikut : berikut :
. .Dalam arti luas, merupakan gabungan antara lembaga Dalam arti luas, merupakan gabungan antara lembaga
legislatif, eksekutif, dan yudikatif. legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
2. 2. Dalam arti sempit, hanya mencakup lembaga eksekutif. Dalam arti sempit, hanya mencakup lembaga eksekutif.
2. Kedaulatan 2. Kedaulatan
!stilah kedaulatan merupakan terjemahan dari !stilah kedaulatan merupakan terjemahan dari
superanus superanus (Latin), (Latin), sovereignty sovereignty (!nggris), (!nggris), sovranus sovranus
(!talia), (!talia), souverainete souverainete (Perancis) yang berarti (Perancis) yang berarti
kekuasaan tertinggi. kekuasaan tertinggi.
Beberapa teori kedaulatan, yaitu : Beberapa teori kedaulatan, yaitu :
. .Teori Kedaulatan Tuhan Teori Kedaulatan Tuhan
2. 2.Teori Kedaulatan Raja Teori Kedaulatan Raja
3. Asal Nula Terjadinya Negara 3. Asal Nula Terjadinya Negara
. .Terjadinya Negara secara Primer Terjadinya Negara secara Primer
2. 2.Terjadinya Negara secara Sekunder Terjadinya Negara secara Sekunder
3. 3.Terjadinya Negara Berdasarkan Fakta Sejarah Terjadinya Negara Berdasarkan Fakta Sejarah
4. 4.Terjadinya Negara Berdasarkan Pendekatan Toritis Terjadinya Negara Berdasarkan Pendekatan Toritis
Hobos menggambarkan keadaan manusia sebagai Hobos menggambarkan keadaan manusia sebagai
serigala bagi sesamanya ( serigala bagi sesamanya (homo homini lupus homo homini lupus) sebelum ) sebelum
adanya negara ( adanya negara (state of nature state of nature). ).
ohn Locke ohn Locke (2 Agustus 32 (2 Agustus 32 -- 28 Oktober 4) 28 Oktober 4)
adalah filsuf dari !nggris dengan pandangan empirisme. adalah filsuf dari !nggris dengan pandangan empirisme.
!a sering disebut sebagai tokoh yang memberikan titik !a sering disebut sebagai tokoh yang memberikan titik
terang dalam perkembangan psikologi. Teori yang terang dalam perkembangan psikologi. Teori yang
sangat penting darinya adalah tentang gejala kejiwaan sangat penting darinya adalah tentang gejala kejiwaan
adalah bahwa jiwa itu pada saat mula adalah bahwa jiwa itu pada saat mula··mula seseorang mula seseorang
dilahirkan masih bersih bagaikan sebuah " dilahirkan masih bersih bagaikan sebuah "tabula rasa tabula rasa""
harles harles· ·Louis de Secondat, aron de La rède et de Louis de Secondat, aron de La rède et de
Nontesquieu Nontesquieu (8 ]anuari 8 (8 ]anuari 8 -- Februari ), atau lebih Februari ), atau lebih
dikenal dengan dikenal dengan Nontesquieu Nontesquieu, adalah pemikir politik Perancis , adalah pemikir politik Perancis
yang hidup pada Era Pencerahan (!nggris : yang hidup pada Era Pencerahan (!nggris : Enlightenment Enlightenment). !a ). !a
terkenal dengan teorinya mengenai pemisahan kekuasaan yang terkenal dengan teorinya mengenai pemisahan kekuasaan yang
banyak disadur pada diskusi banyak disadur pada diskusi··diskusi mengenai pemerintahan dan diskusi mengenai pemerintahan dan
diterapkan pada banyak konstitus diterapkan pada banyak konstitusi i di seluruh dunia. !a di seluruh dunia. !a
memegang peranan penting dalam mempopulerkan istilah memegang peranan penting dalam mempopulerkan istilah
¨feodalisme" dan " ¨feodalisme" dan "Kekaisaran Bizantium Kekaisaran Bizantium""
ean acques Rousseau ean acques Rousseau (Ceneva, (Ceneva,
28 ]uni 2 28 ]uni 2 -- Ermenonville, 2 ]uly Ermenonville, 2 ]uly
8) adalah seorang tokoh filosofi 8) adalah seorang tokoh filosofi
besar, penulis and komposer pada besar, penulis and komposer pada
abad pencerahan. Pemikiran abad pencerahan. Pemikiran
filosofinya mempengaruhi revolusi filosofinya mempengaruhi revolusi
Perancis, perkembangan politika Perancis, perkembangan politika
modern dan dasar pemikiran edukasi. modern dan dasar pemikiran edukasi.
Karya novelnya, Emile, atau On Karya novelnya, Emile, atau On
Education yang dinilai merupakan Education yang dinilai merupakan
karyanya yang terpenting adalah karyanya yang terpenting adalah
tulisan kunci pada pokok pendidikan tulisan kunci pada pokok pendidikan
kewarganegaraan yang seutuhnya. kewarganegaraan yang seutuhnya.
]ulie, ou la nouvelle Héloise ]ulie, ou la nouvelle Héloise, novel , novel
sentimental tulisannya adalah karya sentimental tulisannya adalah karya
penting yang mendorong penting yang mendorong
pengembangan era pre pengembangan era pre··romanticism romanticism
. Negara Kesatuan (Unitarusme) . Negara Kesatuan (Unitarusme)
Negara kesatuan suatu Negara yang mereka dan Negara kesatuan suatu Negara yang mereka dan
berdaulat, hanya ada satu pemerintah (pusat) yang berdaulat, hanya ada satu pemerintah (pusat) yang
mengatur seluruh daerah. Bentuk negara kesatuan mengatur seluruh daerah. Bentuk negara kesatuan
sebagai berikut : sebagai berikut :
a. a. Negara kesatuan dengan sistem Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi sentralisasi, yaitu , yaitu
segala sesuatu dalam negara itu langsung diatur dan segala sesuatu dalam negara itu langsung diatur dan
diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah··
daerah tinggal melaksanakannya. daerah tinggal melaksanakannya.
b. b. Negara kesatuan dengan sistem Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi desentralisasi, yaitu , yaitu
pelimpahan kesempatan dan kekuasaan kepada pelimpahan kesempatan dan kekuasaan kepada
daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri
(otonomi daerah disebut pula (otonomi daerah disebut pula daerah swatantra daerah swatantra. .
2. Negara Serikat (Federal) 2. Negara Serikat (Federal)
Negara serikat (federasi) adalah suatu Negara Negara serikat (federasi) adalah suatu Negara
yang merupakan gabungan dari beberapa yang merupakan gabungan dari beberapa
Negara bagian dari Negara serikat itu. Artinya, Negara bagian dari Negara serikat itu. Artinya,
suatu negara yang merdeka dan berdaulat serta suatu negara yang merdeka dan berdaulat serta
berdiri sendiri kemudian menggabungkan diri berdiri sendiri kemudian menggabungkan diri
dalam suatu negara serikat sehingga menjadi dalam suatu negara serikat sehingga menjadi
negara bagian yang melepaskan sebagian negara bagian yang melepaskan sebagian
kekuasaannya kepada negara serikat itu. kekuasaannya kepada negara serikat itu.
3. Bentuk Kenegaraan Lainnya 3. Bentuk Kenegaraan Lainnya
Bentuk kenegaraan lainnya di dunia di antaranya Bentuk kenegaraan lainnya di dunia di antaranya
sebagai berikut : sebagai berikut :
a. a. Negara Dominion Negara Dominion
Negara dominion adalah suatu negara yang tadinya Negara dominion adalah suatu negara yang tadinya
daerah jajahan !nggris yang telah merdeka dan daerah jajahan !nggris yang telah merdeka dan
berdaulat, termasuk menguru politik ke dalam dan ke berdaulat, termasuk menguru politik ke dalam dan ke
luar negeri. luar negeri.
b. b. Negara Protektorat Negara Protektorat
Negara protektorat adalah suatu negara yang berada Negara protektorat adalah suatu negara yang berada
di bawah lindungan ( di bawah lindungan (to protect to protect = melindungi) negra = melindungi) negra
pelindung ( pelindung (suzeren suzeren), biasanya soal hubungan luar ), biasanya soal hubungan luar
negeri dan pertahanan. negeri dan pertahanan.
c. c. Negara Uni Negara Uni
Negara uni adalah dua atau lebih negara yang Negara uni adalah dua atau lebih negara yang
mesing mesing··masing merdeka dan berdaulat tetapi masing merdeka dan berdaulat tetapi
mempunyai satu kepala negara yang sama. mempunyai satu kepala negara yang sama.
. . Uni Riil Uni Riil, yaitu apabila negara , yaitu apabila negara··negara itu memiliki alat negara itu memiliki alat
kelengkapan dan mengurus kepentingan bersama sesuai kelengkapan dan mengurus kepentingan bersama sesuai
kesepakatan yang telah ditentukan lebih dahulu. kesepakatan yang telah ditentukan lebih dahulu.
2. 2. Uni Personil Uni Personil, yaitu apabila hanya kepala negara saja yang , yaitu apabila hanya kepala negara saja yang
sama, sedangkan kepentingan dan alat kelengkapannya sama, sedangkan kepentingan dan alat kelengkapannya
berbeda. berbeda.
3. 3. Uni Sui Ceneris Uni Sui Ceneris, yaitu bentuk lain dari uni riil dan uni , yaitu bentuk lain dari uni riil dan uni
personil. personil.
d. d. Nandat dan Trust Nandat dan Trust
Bentuk negara Bentuk negara··negara mandat dan trust diatur dan negara mandat dan trust diatur dan
diawasi oleh Dewan Perwakilan PBB. Negara bekas jajahan diawasi oleh Dewan Perwakilan PBB. Negara bekas jajahan
yang kalah perang dalam Perang Dunia !!, kemudian yang kalah perang dalam Perang Dunia !!, kemudian
diatur oleh pemerintah perwalian dengan pengawasan diatur oleh pemerintah perwalian dengan pengawasan
komisi Nandat PBB disebut negara komisi Nandat PBB disebut negara Nandat Nandat. Sedangkan . Sedangkan
negara negara··negara yang pemerintahannya diawasi Dewan negara yang pemerintahannya diawasi Dewan
Perwakilan PBB disebut negara Perwakilan PBB disebut negara Trust Trust. .
. Pengertian NKR! . Pengertian NKR!
Nenurut UUD 4 pasal ayat , Negara !ndonesia Nenurut UUD 4 pasal ayat , Negara !ndonesia
adalah Negara kesatuan yang berbentuk republik. adalah Negara kesatuan yang berbentuk republik.
Selanjutnya, Negara !ndonesia dikenal dengan nama Selanjutnya, Negara !ndonesia dikenal dengan nama
Negara Kesatuan Republik !ndonesia (NKR!). Negara Kesatuan Republik !ndonesia (NKR!).
Berdasarkan paham integralistik, setiap unsur merasa Berdasarkan paham integralistik, setiap unsur merasa
berkewajiban untuk menciptakan keselamatan, berkewajiban untuk menciptakan keselamatan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan bersama. Lebih kesejahteraan, dan kebahagiaan bersama. Lebih
jelasnya adalah sebagai berikut : jelasnya adalah sebagai berikut :
a. a. Negara merupakan suatu susunan masyarakat yang Negara merupakan suatu susunan masyarakat yang
integral. integral.
b. b. Semua golongan bagian, bagian dan anggotanya Semua golongan bagian, bagian dan anggotanya
berhubungan erat dan merupakan persatuan berhubungan erat dan merupakan persatuan
masyarakat yang organis. masyarakat yang organis.
c. c. Perhimpunan bangsa merupakan hal terpenting Perhimpunan bangsa merupakan hal terpenting
dalam kehidupan bersama. dalam kehidupan bersama.
d. d. Negara tidak memihak atau menjamin kepentingan Negara tidak memihak atau menjamin kepentingan
golongan atau perseorangan. golongan atau perseorangan.
e. e. Negara tidak menganggap kepentingan seseorangan Negara tidak menganggap kepentingan seseorangan
sebagai pusat. sebagai pusat.
f. f. Negara menjamin keselamatan hidup bangsa Negara menjamin keselamatan hidup bangsa
seluruhnya sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat seluruhnya sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan. dipisahkan.
Berdasarkan rangkaian terjadinya negara R!, dapat Berdasarkan rangkaian terjadinya negara R!, dapat
disimpulkan bahwa pengertian Negara Kesatuan disimpulkan bahwa pengertian Negara Kesatuan
Republik !ndonesia (NKR!) adalah bentuk negara yang Republik !ndonesia (NKR!) adalah bentuk negara yang
terdiri dari banyak wilayah / kepulauan yang tersebar terdiri dari banyak wilayah / kepulauan yang tersebar
dengan keanekaragaman adat, suku, budaya, dan dengan keanekaragaman adat, suku, budaya, dan
keyakinan yang memiliki tujuan dasar menjadi bangsa keyakinan yang memiliki tujuan dasar menjadi bangsa
yang merdeka, berdaulat, bersatu adil dan makmur yang merdeka, berdaulat, bersatu adil dan makmur
dengan pemerintahan yang melindungi segenap dengan pemerintahan yang melindungi segenap
bangsa !ndonesia dan seluruh tumpah darah !ndonesia bangsa !ndonesia dan seluruh tumpah darah !ndonesia
serta mewujudkan kesejahteraan umum, serta mewujudkan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dn melaksanakan mencerdaskan kehidupan bangsa dn melaksanakan
ketertiban dunia. ketertiban dunia.
2. Tujuan NKR! 2. Tujuan NKR!
Tujuan Negara republic !ndonesia tercantum Tujuan Negara republic !ndonesia tercantum
didalam undang didalam undang··undang dasar Negara !ndonesia, undang dasar Negara !ndonesia,
yaitu pada pembukaan UUD 4 yang berbunyi yaitu pada pembukaan UUD 4 yang berbunyi
'untuk membentuk suatu pemerintahan Negara 'untuk membentuk suatu pemerintahan Negara
!ndonesia yang melindungi segenap bangsa !ndonesia yang melindungi segenap bangsa
!ndonesia dan seluruuh tumpah darah !ndonesia !ndonesia dan seluruuh tumpah darah !ndonesia
dan untuk memajukan kesejahteraan umum, dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
dan keadilan social.. denga berdasarkan kepada dan keadilan social.. denga berdasarkan kepada
ketuhanan Yang Naha Esa, kemanusiaan yanga ketuhanan Yang Naha Esa, kemanusiaan yanga
dil dan beradab, persatuan !ndonesia, dan dil dan beradab, persatuan !ndonesia, dan
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam kebijaksanaan dalam
permusyawaratuan/perwakilan serta dengan permusyawaratuan/perwakilan serta dengan
mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh
rakyat !ndonesia" rakyat !ndonesia"
Tujuan Negara menurut beberapa ajaran ahli kenegaraan : Tujuan Negara menurut beberapa ajaran ahli kenegaraan :
a. a.Ajaran Plato, Ajaran Plato, negara bertujan untuk mewujudkan kesusilaan negara bertujan untuk mewujudkan kesusilaan
manusia, sebagai perseorangan (individu) dan sebagai manusia, sebagai perseorangan (individu) dan sebagai
makhluk sosial. makhluk sosial.
b. b.Negara kekuasaan Negara kekuasaan, menurut , menurut Nachiavelli Nachiavelli dan dan Shan Ya Shan Yang. ng.
Negara bertujuan untuk memperluas kekuasaan semata Negara bertujuan untuk memperluas kekuasaan semata· ·mata. mata.
Rakyat harus rela berkorban untuk mencapai kejayaan Rakyat harus rela berkorban untuk mencapai kejayaan
negara. negara.
c. c.Ajaran Teokratis Ajaran Teokratis (kedaulatan Tuhan) tujuan negara adalah (kedaulatan Tuhan) tujuan negara adalah
mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan
tenteran dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan. tenteran dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan.
d. d.Ajaran Negara Polis Ajaran Negara Polis, negara bertujuan mengatur semata , negara bertujuan mengatur semata··
mata keamanan dan ketertiban dalam negara. mata keamanan dan ketertiban dalam negara.
e. e.Ajaran Negara Hukum Ajaran Negara Hukum, negara bertujuan menyelenggarakan , negara bertujuan menyelenggarakan
ketertiban hukum memuat hukum yang berlaku di negara itu. ketertiban hukum memuat hukum yang berlaku di negara itu.
f. f.Negara Kesejahteraan Negara Kesejahteraan ((welfare state = social service stat welfare state = social service statee), ),
tujuan negara adalah mewujudkan kesejahteraan umum. tujuan negara adalah mewujudkan kesejahteraan umum.
3. Fungsi NKR! 3. Fungsi NKR!
Beberapa fungsi mutlak dari setiap negara adalah : Beberapa fungsi mutlak dari setiap negara adalah :
a. a. Nelaksanakan penertiban (law and order) Nelaksanakan penertiban (law and order)
b. b. Nengusahakan Kesejahteraan dan Kemakmuran Nengusahakan Kesejahteraan dan Kemakmuran
Rakyat Rakyat
c. c. Pertahanan Pertahanan
d. d. Nenegakkan Keadilan Nenegakkan Keadilan
Berdasarkan pemikiran para ahli kenegaraan, tugas Berdasarkan pemikiran para ahli kenegaraan, tugas··
tugas pemerintah dalam mengurus rumah tangga tugas pemerintah dalam mengurus rumah tangga
juga memiliki fungi reguler dan fungsi agent of juga memiliki fungi reguler dan fungsi agent of
development. development.
a. a. Fungsi Reguler Fungsi Reguler
Dalam hal ini, pemerintah menjalankan fungsinya Dalam hal ini, pemerintah menjalankan fungsinya
dengan pelaksanaan tugas yang mempunyai akibat dengan pelaksanaan tugas yang mempunyai akibat
langsung ang dirasakan oleh seluruh masyarakat. langsung ang dirasakan oleh seluruh masyarakat.
a. a. Negara sebagai political state, yaitu pemeliharaan Negara sebagai political state, yaitu pemeliharaan
ketenangan dan ketertiban, serta pertahanan dan ketenangan dan ketertiban, serta pertahanan dan
keamanan. keamanan.
b. b. Negara sebagai diplomatik, yaitu menjalankan Negara sebagai diplomatik, yaitu menjalankan
kerukunan dan persahabatan dengan negara kerukunan dan persahabatan dengan negara··negara negara
lain terutama negara tetangga. lain terutama negara tetangga.
c. c. Negara sebagai sumber hukum, yaitu pemerintah Negara sebagai sumber hukum, yaitu pemerintah
harus bertindak adil terhadap warga negaranya harus bertindak adil terhadap warga negaranya
melindungi hak/harta benda setiap warganya dari melindungi hak/harta benda setiap warganya dari
gangguan anggota masyarakat lain. gangguan anggota masyarakat lain.
d. d. Negara sebagai adminitratif, pada hakikatnya fungsi Negara sebagai adminitratif, pada hakikatnya fungsi
ini menitikberatkan pada kekuatan di tangan rakyat, ini menitikberatkan pada kekuatan di tangan rakyat,
pemerintah hanya menerima pendelegasian yang pemerintah hanya menerima pendelegasian yang
diberikan rakyat melalui wakil diberikan rakyat melalui wakil··wakilnya di NPR dan wakilnya di NPR dan
DPR. DPR.
b. b. Fungsi Agent of Development Fungsi Agent of Development
Fungsi ini antara lain meliputi sebagai berikut : Fungsi ini antara lain meliputi sebagai berikut :
. . Sebagai Stabilisator Sebagai Stabilisator
Pemerintah wajib melaksanakan fungsi stabilisator Pemerintah wajib melaksanakan fungsi stabilisator
seperti hal seperti hal··hal berikut ini. hal berikut ini.
· · Stabilitas Politik Stabilitas Politik
· · Stabilisasi Ekonomi Stabilisasi Ekonomi
· · Stabilisasi Sosial Budaya Stabilisasi Sosial Budaya
2. 2. Sebagai inovator Sebagai inovator
Nenciptakan ide Nenciptakan ide··ide baru terutama yang berhubungan ide baru terutama yang berhubungan
dengan pembangunan. Dalam ketetapan NPR R! dengan pembangunan. Dalam ketetapan NPR R!
Nomor !v/NPR/ disebutkan mengenai hal Nomor !v/NPR/ disebutkan mengenai hal··hal hal
pelimpahan tugas dan wewenang kepada presiden pelimpahan tugas dan wewenang kepada presiden
untuk melaksanakan tugas untuk melaksanakan tugas··tugas pembangunan. tugas pembangunan.
Untuk menerapkan semangat kebangsaan kepada Untuk menerapkan semangat kebangsaan kepada
generasi muda, diperlukan prinsip generasi muda, diperlukan prinsip··prinsip patriotisme prinsip patriotisme
dan nasionalisme. dan nasionalisme.
Nasionalisme Nasionalisme
Nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk Nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk
mencintai bangsa dan negara atas kesadaran mencintai bangsa dan negara atas kesadaran
keanggotaan / warga negara yang secara potensial keanggotaan / warga negara yang secara potensial
bersama bersama··sama mencapai, mempertahankan, dan sama mencapai, mempertahankan, dan
mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran, dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran, dan
kekuatan bangsanya. kekuatan bangsanya.
a. a. Nasionalisme dalam arti sempit Nasionalisme dalam arti sempit
Nasionalisme dapat diartikan sebagai perasaan cinta Nasionalisme dapat diartikan sebagai perasaan cinta
terhadap bangsanya secara berlebih terhadap bangsanya secara berlebih··lebihan sehingga lebihan sehingga
memandang rendah bangsa dan suku bangsa lainnya. memandang rendah bangsa dan suku bangsa lainnya.
Nasionalisme dalam arti sempit sering disebut Nasionalisme dalam arti sempit sering disebut
jingoisme jingoisme atau atau chauvinisme chauvinisme. .
b. b. Nasionalisme dalam arti luas Nasionalisme dalam arti luas
Nasionalisme dalam pengertian inu dapat diartikan Nasionalisme dalam pengertian inu dapat diartikan
sebagai perasaan cinta dan bangga terhadap tanah air sebagai perasaan cinta dan bangga terhadap tanah air
dan bangsanya, tanpa memandang bangsa lain lebih dan bangsanya, tanpa memandang bangsa lain lebih
rendah dari bangsa dan negaranya. rendah dari bangsa dan negaranya.
Patriotisme Patriotisme
Patriotisme adalah semangat dan jiwa yang dimiliki Patriotisme adalah semangat dan jiwa yang dimiliki
oleh seseorang untuk berkorban / rela berkorban demi oleh seseorang untuk berkorban / rela berkorban demi
nama suatu bangsa atau negara. nama suatu bangsa atau negara.
Keteladanan dapat diberikan di berbagai lingkungan Keteladanan dapat diberikan di berbagai lingkungan
kehidupan, seperti di lingkungan kehiduan keluarga, kehidupan, seperti di lingkungan kehiduan keluarga,
masyarakat, sekolah, instansi pemerintah ataupun masyarakat, sekolah, instansi pemerintah ataupun
swasta. swasta.
SIKAP YANG SESUAI DENGAN SIKAP YANG SESUAI DENGAN
NASIONALISME DAN PATRIOTISME NASIONALISME DAN PATRIOTISME
MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA. MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA.
SETIA MEMAKAI PRODUKSI DALAM NEGERI. SETIA MEMAKAI PRODUKSI DALAM NEGERI.
RELA BERKORBAN DEMI BANGSA DAN NEGARA. RELA BERKORBAN DEMI BANGSA DAN NEGARA.
BANGGA SEBAGAI BANGSA DAN BERNEGARA BANGGA SEBAGAI BANGSA DAN BERNEGARA
INDONESIA. INDONESIA.
MENDAHULUKAN KEPENTINGAN NEGARA DAN MENDAHULUKAN KEPENTINGAN NEGARA DAN
BANGSA DIATAS KEPENTINGAN PRIBADI BANGSA DIATAS KEPENTINGAN PRIBADI
MENJAGA NAMA BAIK BANGSA DAN NEGARA. MENJAGA NAMA BAIK BANGSA DAN NEGARA.
BERPRESTASI DALAM BERBAGAI BIDANG UNTUK BERPRESTASI DALAM BERBAGAI BIDANG UNTUK
MENGHARUMKAN NAMA BANGSA DAN NEGARA. MENGHARUMKAN NAMA BANGSA DAN NEGARA.
SETIA KEPADA BANGSA DAN NEGARA TERUTAMA SETIA KEPADA BANGSA DAN NEGARA TERUTAMA
DALAM MENGHADAPI MASUKNYA DAMPAK NEGATIF DALAM MENGHADAPI MASUKNYA DAMPAK NEGATIF
GLOBALISASI KE INDONESIA . GLOBALISASI KE INDONESIA .
$IKAP YANG TIDAK $$&AI DNGAN $IKAP YANG TIDAK $$&AI DNGAN
NA$IONALI$ DAN PATRIOTI$ : NA$IONALI$ DAN PATRIOTI$ :
ECOISME : ECOISME :
Sikap mementingkan diri sendiri. Sikap mementingkan diri sendiri.
EKSRIMISME : EKSRIMISME :
Sikap keras mempertahankan pendirian dgn menghalalkan Sikap keras mempertahankan pendirian dgn menghalalkan
segala cara untuk mencapai tuiuan pribadi. segala cara untuk mencapai tuiuan pribadi.
%ERORISME : %ERORISME :
tindakan sistematis yang bertuiuan menciptakan kepanikan, tindakan sistematis yang bertuiuan menciptakan kepanikan,
keresahan dan suasana tidak aman dalam masyarakat. keresahan dan suasana tidak aman dalam masyarakat.
!RIMORDIALISME !RIMORDIALISME
sikap mementingkan daerah, suku, agama ,ras ,antar sikap mementingkan daerah, suku, agama ,ras ,antar
golongan sendiri . golongan sendiri .
SE!ARA%ISME SE!ARA%ISME
Sikap yang ingin memisahkan diri dari NKRI Sikap yang ingin memisahkan diri dari NKRI
!RO!IASIOAALISME !RO!IASIOAALISME
Sikap yang hanya mementingkan propinsinya sendiri dan Sikap yang hanya mementingkan propinsinya sendiri dan
tidak mempedulikan kepentingan propinsi lain. tidak mempedulikan kepentingan propinsi lain.
S!STEN HUKUN DAN PERAD!LAN S!STEN HUKUN DAN PERAD!LAN
NAS!ONAL NAS!ONAL
Standar Kompetensi .. Standar Kompetensi ..
* íCnömDllKön îlKöD DOîltlf tCrhöOöD îlîtCm huKum * íCnömDllKön îlKöD DOîltlf tCrhöOöD îlîtCm huKum
Oön DCröOllön nöîlOnöl. Oön DCröOllön nöîlOnöl.
Kompetensi Dasar .. Kompetensi Dasar ..
* íCnOCîKrlDîlKön DCn¶Crtlön Oön îlîtCm huKum Oön * íCnOCîKrlDîlKön DCn¶Crtlön Oön îlîtCm huKum Oön
DCröOllön nöîlOnöl. DCröOllön nöîlOnöl.
* íCn¶önöllîlî DCrönön lCmbö¶ö * íCn¶önöllîlî DCrönön lCmbö¶ö· ·lCmbö¶ö DCröOllön. lCmbö¶ö DCröOllön.
* íCnunìuKKön îlKöD xön¶ îCîuöl OCn¶ön KCtCntuön * íCnunìuKKön îlKöD xön¶ îCîuöl OCn¶ön KCtCntuön
huKum xön¶ bCrlöKu. huKum xön¶ bCrlöKu.
* íCn¶önöllîlî uDöxö DCmbCröntöîön KOruDîl Ol * íCn¶önöllîlî uDöxö DCmbCröntöîön KOruDîl Ol
]nOOnCîlö. ]nOOnCîlö.
* íCnömDllKön DCrön îCrtö Oölöm uDöxö * íCnömDllKön DCrön îCrtö Oölöm uDöxö
DCmbCröntöîön KOruDîl Ol ]nOOnCîlö. DCmbCröntöîön KOruDîl Ol ]nOOnCîlö.
Tujuan Pembelajaran.. Tujuan Pembelajaran..
Setelah mempelajari bab ini, kamu mampu menjelaskan Setelah mempelajari bab ini, kamu mampu menjelaskan
sistem hukum dan peradilan nasional, peranan lembaga sistem hukum dan peradilan nasional, peranan lembaga··
lembaga peradilan, dan menunjukan sikap yang sesuai lembaga peradilan, dan menunjukan sikap yang sesuai
dengan ketentuan hukum yang berklaku.Selain itu,kamu dengan ketentuan hukum yang berklaku.Selain itu,kamu
mampu menjelaskan upaya pemberantasan korupsi dan mampu menjelaskan upaya pemberantasan korupsi dan
menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan
korupsi di !ndonesia korupsi di !ndonesia
$istem Hukum dan Peradilan
Nasional
Makna Nilai dan Norma
Sistem Hukum
Nasional
Peranan Lembaga-
Lembaga Peradilan
Sadar Hukum
Pemberantasan Korupsi
di indonesia
. Nilai . Nilai
Nilai atau value mengandung pengertian sesuatu Nilai atau value mengandung pengertian sesuatu
yang berharga. Sesuatu yang bernilai apabila yang berharga. Sesuatu yang bernilai apabila
memiliki guna (memiliki keindahan) kebenaran atau memiliki guna (memiliki keindahan) kebenaran atau
kebaikan. kebaikan.
Ada beberapa nilai yang dijunjung tinggi serta Ada beberapa nilai yang dijunjung tinggi serta
berkembang dalam kehidupan masyarakat yaitu : berkembang dalam kehidupan masyarakat yaitu :
a. a. Nilai Agama Nilai Agama
Setiap agama mengajarkan kebaikan, yaitu tentang Setiap agama mengajarkan kebaikan, yaitu tentang
kewajiban kewajiban··kewajiban yang harus dilakukan manusia kewajiban yang harus dilakukan manusia
terhadap Tuhan Yang Naha Esa. terhadap Tuhan Yang Naha Esa.
b. b. Nilai Hati Nurani Nanusia Nilai Hati Nurani Nanusia
Hati nurani manusia (batin manusia) merupakan Hati nurani manusia (batin manusia) merupakan
perasaan yang paling dalam dan secara kodrat perasaan yang paling dalam dan secara kodrat
mendapat cahaya kebaikan mendapat cahaya kebaikan··kebaikan dari Tuhan kebaikan dari Tuhan
Yang Naha Esa sehingga manusia memiliki moral dan Yang Naha Esa sehingga manusia memiliki moral dan
mampu membedakan hal mampu membedakan hal··hal yang baik atau buruk. hal yang baik atau buruk.
c. c. Nilai Adat !stiadat dan Budaya Nilai Adat !stiadat dan Budaya
Budaya / kebudayaan merupakan hasil pikir, rasa, Budaya / kebudayaan merupakan hasil pikir, rasa,
karsa, dan karya serta cita karsa, dan karya serta cita··cita manusia yang cita manusia yang
berdasar atas rasa tanggung jawab terhadap diri berdasar atas rasa tanggung jawab terhadap diri
sendiri, sesama manusia, bangsa, negara, serta sendiri, sesama manusia, bangsa, negara, serta
terhadap Tuhan Yang Naha Esa. terhadap Tuhan Yang Naha Esa.
d. d. Nilai Pancasila Nilai Pancasila
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
!ndonesia merupakan kristalisasi nilai yang dimiliki !ndonesia merupakan kristalisasi nilai yang dimiliki
bangsa !ndonesia yang diyakini kebenarannya dan bangsa !ndonesia yang diyakini kebenarannya dan
menimbulkan tekad untuk mewujudkannya. menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.
2. Norma 2. Norma
Nanusia dalam pergaulan hidupnya di masyarakat Nanusia dalam pergaulan hidupnya di masyarakat
diliputi oleh norma diliputi oleh norma··norma atau kaidah norma atau kaidah··kaidah, yaitu kaidah, yaitu
peraturan hidup yang memengaruhi tingkah laku peraturan hidup yang memengaruhi tingkah laku
manusia dalam masyarakat. manusia dalam masyarakat.
Norma adalah aturan Norma adalah aturan··aturan yang disepakati dalam aturan yang disepakati dalam
suatu masyarakat. suatu masyarakat.
Tujuan dari berlakunya suatu norma pada dasarnya Tujuan dari berlakunya suatu norma pada dasarnya
untuk menjamin terciptanya pergaulan hidup dan untuk menjamin terciptanya pergaulan hidup dan
ketertiban masyarakat, yaitu : ketertiban masyarakat, yaitu :
a. a. Perintah yang merupakan keharusan bagi seseorang Perintah yang merupakan keharusan bagi seseorang
untuk berbuat sesuatu karena akibat untuk berbuat sesuatu karena akibat··akibatnya akibatnya
dipandang baik. dipandang baik.
b. b. Larangan yang merupakan keharusan bagi seseorang Larangan yang merupakan keharusan bagi seseorang
untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat··
akibatnya dipandang tidak baik. akibatnya dipandang tidak baik.
Ada 4 macam norma / kaidah dalam pergaulan hidup Ada 4 macam norma / kaidah dalam pergaulan hidup
masyarakat, yaitu : masyarakat, yaitu :
a. a. Norma Agama Norma Agama
Norma agama merupakan aturan hidup yang berupa Norma agama merupakan aturan hidup yang berupa
perintah perintah··perintah dan larangan perintah dan larangan··larangan serta petunjuk atau larangan serta petunjuk atau
anjuran yang berasal dari Tuhan tentang kebenaran. anjuran yang berasal dari Tuhan tentang kebenaran.
b. b. Norma Kesusilaan Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang bersumber Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang bersumber
pada hati nurani manusia, yaitu berupa bisikan pada hati nurani manusia, yaitu berupa bisikan··bisikan kalbu bisikan kalbu
atau suara hati yang diakui dan diinsafi oleh setiap orang atau suara hati yang diakui dan diinsafi oleh setiap orang
sebagai pedoman dalam bersikap dan berbuat. sebagai pedoman dalam bersikap dan berbuat.
c. c. Norma Kesopanan Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul
karena pergaulan masyarakat dan diikuti atau ditaati manusia karena pergaulan masyarakat dan diikuti atau ditaati manusia
lain sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku manusia lain sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku manusia
yang satu dengan yang lain. yang satu dengan yang lain.
d. d. Norma Hukum Norma Hukum
Norma hukum merupakan aturan Norma hukum merupakan aturan··aturan yang bersumber aturan yang bersumber
atau dibuat oleh lembaga negara yang berwenang, bersifat atau dibuat oleh lembaga negara yang berwenang, bersifat
mengikat dan memaksa. Negara (alat negara) memiliki mengikat dan memaksa. Negara (alat negara) memiliki
kekuasaan untuk memaksakan aturan kekuasaan untuk memaksakan aturan··aturan hukum agar aturan hukum agar
dipatuhi dan bagi siapa saja yang bertindak melawan hukum, dipatuhi dan bagi siapa saja yang bertindak melawan hukum,
dapat diancam dan dijatuhi hukuman tertentu. dapat diancam dan dijatuhi hukuman tertentu.
Sanksi huumannya tegas dan nyata. Berbeda dengan sanksi Sanksi huumannya tegas dan nyata. Berbeda dengan sanksi
dari norma dari norma··norma lain. Nisalnya: norma lain. Nisalnya:
· ·Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang
lain, dikenakan sanksi pidana karena membunuh dengan lain, dikenakan sanksi pidana karena membunuh dengan
hukuman setinggi hukuman setinggi··tingginya tahun ( tingginya tahun (hukum pidana hukum pidana))
· ·Barang siapa yang tidak memenuhi suatu perikatan yang Barang siapa yang tidak memenuhi suatu perikatan yang
diadakan, misalnya jual diadakan, misalnya jual··beli, sewa beli, sewa··menyewa diwajibkan menyewa diwajibkan
mengganti kerugian ( mengganti kerugian (hukum perdata hukum perdata))
· ·Suatu perseroan terbatas harus didirikan dengan akte notaris Suatu perseroan terbatas harus didirikan dengan akte notaris
dan disetujui oleh Departemen Kehakiman ( dan disetujui oleh Departemen Kehakiman (hukum dagang hukum dagang))
3. Nilai sebagai Sumber Norma 3. Nilai sebagai Sumber Norma
Nanusia sebenarnya memiliki kemampuan material Nanusia sebenarnya memiliki kemampuan material
dan spiritual yang keduanya menghasilkan nilai. dan spiritual yang keduanya menghasilkan nilai.
Kemampuan material Kemampuan material adalah sesuatu yang adalah sesuatu yang
mengandung karya, yaitu kemampuan untuk mengandung karya, yaitu kemampuan untuk
menghasilkan benda ataupun lainnya. menghasilkan benda ataupun lainnya.
Kemampuan spiritual Kemampuan spiritual mengandung cipta mengandung cipta
(menghasilkan ilmu pengetahuan) dan karsa (menghasilkan ilmu pengetahuan) dan karsa
(menghasilkan kaidah kepercayaan, kesusilaan, (menghasilkan kaidah kepercayaan, kesusilaan,
kesopanan, dan hukum serta rasa menghasilkan kesopanan, dan hukum serta rasa menghasilkan
keindahan). keindahan).
Untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan itu Untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan itu
tentu ada penilaian. Nilai/penilaian merupakan tentu ada penilaian. Nilai/penilaian merupakan
sesuatu yang paling dasar, hakiki, atau makna yang sesuatu yang paling dasar, hakiki, atau makna yang
terdalam (abstrak) yang berkaitan dengan cita terdalam (abstrak) yang berkaitan dengan cita··cita, cita,
harapan, keyakinan, dan hal harapan, keyakinan, dan hal··hal yang bersifat ideal. hal yang bersifat ideal.
. Definisi Hukum . Definisi Hukum
Banyak ahli hukum yang mencari suatu batasan tentang hukm Banyak ahli hukum yang mencari suatu batasan tentang hukm
(definisi hukum), namun setiap pembatasan tentang hukum (definisi hukum), namun setiap pembatasan tentang hukum
yang diperoleh belum pernah memberikan kepuasan. yang diperoleh belum pernah memberikan kepuasan.
Nengapa demikian ? Karena hukum itu mengandung Nengapa demikian ? Karena hukum itu mengandung
pengertian yang luas, seta meliputi bidang yang luas pengertian yang luas, seta meliputi bidang yang luas
berkaitan dengan sistem yang berlaku di masyarakat. berkaitan dengan sistem yang berlaku di masyarakat.
Sistem Hukum Nasional adalah perangkat hukum negara Sistem Hukum Nasional adalah perangkat hukum negara
yang secara teratur saling berkaitan mengatur ketertiban yang secara teratur saling berkaitan mengatur ketertiban
jalannya suatu operaional kenegaraan, sehingga membentuk jalannya suatu operaional kenegaraan, sehingga membentuk
suatu totalitas kerja di bidang hukum secara menyeluruh di suatu totalitas kerja di bidang hukum secara menyeluruh di
suatu negara. suatu negara.
Dari beberapa definisi hukum dapat disimpulkan bahwa Dari beberapa definisi hukum dapat disimpulkan bahwa
hukum itu meliputi beberapa unsur, yaitu : hukum itu meliputi beberapa unsur, yaitu :
a. a. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan
masyarakat. masyarakat.
b. b. Peraturan itu diadakan oleh badan Peraturan itu diadakan oleh badan··badan resmi yang badan resmi yang
berwajib. berwajib.
c. c. Peraturan itu bersifat memaksa. Peraturan itu bersifat memaksa.
d. d. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut bersifat Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut bersifat
tegas. tegas.
Berdasarkan unsur Berdasarkan unsur··unsur hukum di atas unsur hukum di atas
diperoleh ciri diperoleh ciri··ciri hukum, yaitu : ciri hukum, yaitu :
a. a.Adanya perintah atau larangan Adanya perintah atau larangan
b. b.Perintah dan larangan itu harus dipatuhi dan ditaati Perintah dan larangan itu harus dipatuhi dan ditaati
oleh setiap orang. oleh setiap orang.
c. c.Pelanggarannya dapat dihukum, jadi ada sanksi Pelanggarannya dapat dihukum, jadi ada sanksi
yang berupa hukuman. yang berupa hukuman.
2. Tata Hukum 2. Tata Hukum
Keseluruhan norma hukum yang mengatur pergaulan Keseluruhan norma hukum yang mengatur pergaulan
hidup bernegara terwujud dalam tata hukum negara. Suatu hidup bernegara terwujud dalam tata hukum negara. Suatu
masyarakat menetapkan sendiri tata hukumnya serta tunduk masyarakat menetapkan sendiri tata hukumnya serta tunduk
kepadanya. Nasyarakat yang tunduk kepada tata hukumnya kepadanya. Nasyarakat yang tunduk kepada tata hukumnya
sendiri disebut sendiri disebut masyarakat hukum masyarakat hukum. .
Adanya tata hukum !ndonesia sejak berdirinya/ lahirnya Adanya tata hukum !ndonesia sejak berdirinya/ lahirnya
negara !ndonesia Agustus 4, yang dinyatakan dalam : negara !ndonesia Agustus 4, yang dinyatakan dalam :
a. a. Proklamasi Proklamasi
¨ Kami bangsa !ndonesia . menyatakan Kemerdekaan ¨ Kami bangsa !ndonesia . menyatakan Kemerdekaan
!ndonesia " !ndonesia "
b. b. Pembukaan UUD 4 Pembukaan UUD 4
¨ Atas berkat rahmat Allah .. Naka rakyat !ndonesia ¨ Atas berkat rahmat Allah .. Naka rakyat !ndonesia
menyatakan ." menyatakan ."
¨ Kemudian daripada itu .. Disusunlah kemerdekaan ¨ Kemudian daripada itu .. Disusunlah kemerdekaan
kebangsaan !ndonesia itu dalam suatu Undnag kebangsaan !ndonesia itu dalam suatu Undnag··Undang Dasar Undang Dasar
Negara !ndonesia .." Negara !ndonesia .."
Pernyataan tersebut mengandung arti : Pernyataan tersebut mengandung arti :
· · !ndonesia sebagai negara yang merdeka dan !ndonesia sebagai negara yang merdeka dan
berdaulat berdaulat
· · Di dalam undang Di dalam undang··undang dasar negra itulah tertulis undang dasar negra itulah tertulis
tata hukum !ndonesia. tata hukum !ndonesia.
Proklamasi merupakan tonggak sejarah dimulainya Proklamasi merupakan tonggak sejarah dimulainya
tata hukum dan pemerintahan negara R!, tata hukum dan pemerintahan negara R!,
sedangkan UUD 4 yang mencakup di dalamnya sedangkan UUD 4 yang mencakup di dalamnya
Preambul / Pembukaan UUD 4 menjadi hukum Preambul / Pembukaan UUD 4 menjadi hukum
dasar tertulis negara R!. dasar tertulis negara R!.
3. Tujuan Hukum 3. Tujuan Hukum
Ada berbagai rumusan yang dikemukakan para ahli Ada berbagai rumusan yang dikemukakan para ahli
hukum mengenai tujuan hukum, yaitu : hukum mengenai tujuan hukum, yaitu :
a. a.Prof. Soebekti, SH Prof. Soebekti, SH : Hukum mengabdi kepada tujuan : Hukum mengabdi kepada tujuan
negara. Karena itu, tujuan hukum adalah untuk negara. Karena itu, tujuan hukum adalah untuk
mencapai kemakmuran dan kebahagiaan seluruh rakyat. mencapai kemakmuran dan kebahagiaan seluruh rakyat.
b. b.L.]. van Apeldoorn L.]. van Apeldoorn : Tujuan hukum adalah mengatur : Tujuan hukum adalah mengatur
pergaulan hidup manusia secara damai. pergaulan hidup manusia secara damai.
c. c.]eremy Bentham ]eremy Bentham : Hukum bertujuan untuk mewujudkan : Hukum bertujuan untuk mewujudkan
kebahagiaan yang sebesar kebahagiaan yang sebesar··besarnya bagi sebanyak besarnya bagi sebanyak
mungkin orang (the great happiness of the greatest mungkin orang (the great happiness of the greatest
number). number).
d. d.van Kan van Kan : Tujuan hukum adalah menjaga kepentingan : Tujuan hukum adalah menjaga kepentingan
tiap tiap··tiap manusia supaya kepentingan tiap manusia supaya kepentingan··kepentingan itu kepentingan itu
tidak diganggu. tidak diganggu.
e. e.O. Notohamidjojo O. Notohamidjojo : Tujuan hukum ada tiga, yaitu : . : Tujuan hukum ada tiga, yaitu : .
Segi reguler. 2. Segi Keadilan. 3. Segi memanusiakan Segi reguler. 2. Segi Keadilan. 3. Segi memanusiakan
manusia. manusia.
4. Penggolongan Hukum 4. Penggolongan Hukum
Nenurut sumbernya : Nenurut sumbernya :
· · Undang Undang··Undang Undang
· · Kebiasaan (custom) Kebiasaan (custom)
· · Keputusan hakim (yurisprudentie) Keputusan hakim (yurisprudentie)
· · Traktat (treaty) Traktat (treaty)
· · Pendapat sarjana hukum Pendapat sarjana hukum
Nenurut bentuknya : Nenurut bentuknya :
· ·Hukum tertulis Hukum tertulis
· ·Hukum tak tertulis Hukum tak tertulis
Nenurut tempat berlakunya : Nenurut tempat berlakunya :
· ·Hukum nasional Hukum nasional
· ·Hukum internasional Hukum internasional
· ·Hukum asing Hukum asing
· ·Hukum gereja Hukum gereja
Nenurut waktu berlakunya , Nenurut waktu berlakunya ,
· ·Hukum positif (ius constitutum) Hukum positif (ius constitutum)
· ·!us constituendum !us constituendum
· ·Hukum alam Hukum alam
Nenurut sifatnya : Nenurut sifatnya :
· ·Hukum yang memaksa Hukum yang memaksa
· ·Hukum yang mengatur Hukum yang mengatur
Nenurut wujudnya : Nenurut wujudnya :
· ·Hukum objektif Hukum objektif
· ·Hukum subjektif Hukum subjektif
Nenurut isinya : Nenurut isinya :
· ·Hukum publik Hukum publik
· ·Hukum privat Hukum privat
Sistem peradilan nasional Sistem peradilan nasional merupakan suatu merupakan suatu
mekanisme keseluruhan komponen peradilan nasional, mekanisme keseluruhan komponen peradilan nasional,
pihak pihak··pihak dalam proses peradilan, hierarki pihak dalam proses peradilan, hierarki
kelembagaan peradilan dan spek kelembagaan peradilan dan spek··aspek yang bersifat aspek yang bersifat
prosedural dan saling berkaitan. prosedural dan saling berkaitan.
. Nahkamah Agung (NA) . Nahkamah Agung (NA)
Nahkamah Agung adalah pengadilan negara tertinggi Nahkamah Agung adalah pengadilan negara tertinggi
dari semua lingkungan peradillan di !ndonesia. Tugasnya dari semua lingkungan peradillan di !ndonesia. Tugasnya
terlepas dari pengaruh pemerintah dan pengaruh terlepas dari pengaruh pemerintah dan pengaruh··
pengaruh yang lain. pengaruh yang lain.
2. Nahkamah Konstitusi (NK) 2. Nahkamah Konstitusi (NK)
Berdirinya lembaga NK diawali dengan amandemen Berdirinya lembaga NK diawali dengan amandemen
konstitusi yang dilakukan oleh NOR pada tahun 2, konstitusi yang dilakukan oleh NOR pada tahun 2,
sebagaimana dirumuskan dalam ketentuan Pasal 24 ayat sebagaimana dirumuskan dalam ketentuan Pasal 24 ayat
(2), Pasal 24C, dan Pasal B UUD 4 (amandemen (2), Pasal 24C, dan Pasal B UUD 4 (amandemen
ketiga) yang disahkan pada November 2. ketiga) yang disahkan pada November 2.
3. Komisi Yudisial 3. Komisi Yudisial
Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang
berperan mewujudkan kekuasaan kehakiman yang berperan mewujudkan kekuasaan kehakiman yang
merdeka dengan cara atu melalui pencalonan hakim merdeka dengan cara atu melalui pencalonan hakim
agung serta penguasaan terhadap hakim. Tujuan agung serta penguasaan terhadap hakim. Tujuan
dibentuknya komisi ini adalah agar harapan dibentuknya komisi ini adalah agar harapan
masyarakat terhadap kekuasaan kehakiman yang masyarakat terhadap kekuasaan kehakiman yang
merdeka, transparan, dan partisipatif terwujud. merdeka, transparan, dan partisipatif terwujud.
. Sadar Hukum di Lingkungan Keluarga . Sadar Hukum di Lingkungan Keluarga
Setiap anggota keluarga harus dapat Setiap anggota keluarga harus dapat
mengembangkan kesadaran diri dengan mengembangkan kesadaran diri dengan
membiasakan berperilaku seperti di bawah ini. membiasakan berperilaku seperti di bawah ini.
· · Selalu menjaga nama baik keluarga Selalu menjaga nama baik keluarga
· · Nentaati aturan keluarga yang berlaku Nentaati aturan keluarga yang berlaku
· · Nenggunakan fasilitas keluarga secara baik Nenggunakan fasilitas keluarga secara baik
· · Nendengarkan nasihat dari orang tua Nendengarkan nasihat dari orang tua
· · Nenghormati semua anggota keluarga. Nenghormati semua anggota keluarga.
2. Sadar Hukum di Lingkungan Sekolah 2. Sadar Hukum di Lingkungan Sekolah
Kesadaran hukum dapat dikembangkan oleh setiap Kesadaran hukum dapat dikembangkan oleh setiap
siswa sekolah dengan membiasakan diri melakukan siswa sekolah dengan membiasakan diri melakukan
perilaku perilaku··perilaku sebagai berikut. perilaku sebagai berikut.
· · Selalu menaati peraturan yang berlaku di sekolah Selalu menaati peraturan yang berlaku di sekolah
· · Disiplin belajar Disiplin belajar
· · !kut upacara bendera seminggu sekali !kut upacara bendera seminggu sekali
· · Nenyeberang jalan pada tempatnya Nenyeberang jalan pada tempatnya
· · Tidak membuat resah di masyarakat. Tidak membuat resah di masyarakat.
3. Sadar Hukum di Lingkungan Nasyarakat 3. Sadar Hukum di Lingkungan Nasyarakat
Perilaku Perilaku··perilaku yang mencerminkan sikap sadar perilaku yang mencerminkan sikap sadar
hukum, antara lain sebagai berikut. hukum, antara lain sebagai berikut.
· · Nenjaga nama baik lingkungan masyarakat Nenjaga nama baik lingkungan masyarakat
· ·Nenghormati sesama warga masyarakat Nenghormati sesama warga masyarakat
· ·Taat dan patuh terhadap atura Taat dan patuh terhadap atura··aturan masyarakat aturan masyarakat
· ·Tidak bertindak di luar norma Tidak bertindak di luar norma
· ·Selalu memelihara ketertiban, keamanan, dan Selalu memelihara ketertiban, keamanan, dan
ketenteraman. ketenteraman.
4. Sadar Hukum di Lingkungan Negara 4. Sadar Hukum di Lingkungan Negara
Bentuk sadar hukum di dalam ruang lingkup kenegaraan Bentuk sadar hukum di dalam ruang lingkup kenegaraan
antara lain sebagai berikut. antara lain sebagai berikut.
· ·Nenjaga nama baik bangsa dan negara Nenjaga nama baik bangsa dan negara
· ·Taat dan patuh dalam menjalankan aturan Taat dan patuh dalam menjalankan aturan··aturan yang aturan yang
dikeluarkan oleh negara dikeluarkan oleh negara
· ·Nembayar pajak Nembayar pajak
· ·Saling hormat antarsesama warga. Saling hormat antarsesama warga.
. Nakna Korupsi . Nakna Korupsi
Korupsi berasal dari kata Latin, yaitu Korupsi berasal dari kata Latin, yaitu corruptio corruptio, dari , dari
kata kerja kata kerja corrumpere corrumpere yang berarti busuk, rusak, yang berarti busuk, rusak,
menggoyahkan, memutarbalikkan, menyogok. menggoyahkan, memutarbalikkan, menyogok.
Nenurut Nenurut Transparency !nternational Transparency !nternational adalah perilaku adalah perilaku
pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri
yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya
diri atau memperkaya mereka yang dekat diri atau memperkaya mereka yang dekat
dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan
publik yang dipercaya kepada mereka. publik yang dipercaya kepada mereka.
Dari sudut pandang hukum, perbuatan korupsi Dari sudut pandang hukum, perbuatan korupsi
mencakup unsur mencakup unsur··unsur berikut. unsur berikut.
· · Nelanggar hukum yang berlaku Nelanggar hukum yang berlaku
· · Penyalahgunaan wewenang Penyalahgunaan wewenang
· · Nerugikan negara Nerugikan negara
· · Nemperkaya pribadi/ diri sendiri. Nemperkaya pribadi/ diri sendiri.
2. Faktor 2. Faktor··Faktor Penyebab Nunculnya Faktor Penyebab Nunculnya
Korupsi Korupsi
· · Konsentrasi kekuasaan pada si pengambil keputusan yang Konsentrasi kekuasaan pada si pengambil keputusan yang
tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat. tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat.
· · Kurangnya transparansi pada pengambilan keputusan Kurangnya transparansi pada pengambilan keputusan
pemerintah. pemerintah.
· · Kampanye Kampanye··kampanye politik yang mahal, dengan kampanye politik yang mahal, dengan
pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang
normal. normal.
· · Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar. Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
· · Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan
jaringan ¨teman lama". jaringan ¨teman lama".
· · Lemahnya ketertiban hukum. Lemahnya ketertiban hukum.
· · Lemahnya profesi hukum. Lemahnya profesi hukum.
· · Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasn media Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasn media
massa. massa.
· · Caji pegawai pemerintah yang sangat kecil. Caji pegawai pemerintah yang sangat kecil.
· · Rakyat yang ¨cuek", tidak tertarik, atau mudah dibohongi Rakyat yang ¨cuek", tidak tertarik, atau mudah dibohongi
yang gagal memberikan perintah yang cukup ke pemilu. yang gagal memberikan perintah yang cukup ke pemilu.
3. Bentuk 3. Bentuk··Bentuk Penyalahgunaan Bentuk Penyalahgunaan
· ·Penyogokan pesongok dan penerima sogokan Penyogokan pesongok dan penerima sogokan
· ·Sumbangan kampanye dan ¨Uang Lembek" Sumbangan kampanye dan ¨Uang Lembek"
· ·Tuduhan korupsi sebagai alat politik Tuduhan korupsi sebagai alat politik
· ·Nengukur korupsi Nengukur korupsi
4. Dampak Negatif Korupsi 4. Dampak Negatif Korupsi
· ·Sistem Demokrasi Sistem Demokrasi
Korupsi mempersulit demokrasi dan tata Korupsi mempersulit demokrasi dan tata
pemerintahan yang baik (good govermance) dengan pemerintahan yang baik (good govermance) dengan
cara menghancurkan proses formal. Korupsi mengikis cara menghancurkan proses formal. Korupsi mengikis
kemampuan institusi dari pemerintah seperti kemampuan institusi dari pemerintah seperti
mengabaikan prosedur, penyedotan sumber daya, dan mengabaikan prosedur, penyedotan sumber daya, dan
mengangkat pejabat atau menaikkan jabatannya bukan mengangkat pejabat atau menaikkan jabatannya bukan
karena prestasi. karena prestasi.
· · Sistem Ekonomi Sistem Ekonomi
Korupsi dapat mempersulit pembangunan Korupsi dapat mempersulit pembangunan
ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan
pemerintahan. Korupsi juga mempersulit pemerintahan. Korupsi juga mempersulit
pembangunan ekonomi dengan membuat pembangunan ekonomi dengan membuat
distorsi dan ketidaefisienan yang tinggi. distorsi dan ketidaefisienan yang tinggi.
· · Sistem Kesejahteraan Umum Negara Sistem Kesejahteraan Umum Negara
Korupsi politisi ada di banyak negara dan Korupsi politisi ada di banyak negara dan
memberikan ancaman besar bagi warga memberikan ancaman besar bagi warga
negaranya, Korupsi politisi berarti negaranya, Korupsi politisi berarti
kebijaksanaan pemerintah sering kebijaksanaan pemerintah sering
menguntungkan pemberi sogok, bukannya menguntungkan pemberi sogok, bukannya
rakyat luas. rakyat luas.
. Upaya Pemberantasan Korupsi di !ndonesia . Upaya Pemberantasan Korupsi di !ndonesia
Proses pendidikan merupakan suatu proses pembudayaan Proses pendidikan merupakan suatu proses pembudayaan
dan membudaya. ]ika korupsi merupakan suatu gejala dan membudaya. ]ika korupsi merupakan suatu gejala
kebudayaan dalam masyarakat !ndonesia maka adalah kebudayaan dalam masyarakat !ndonesia maka adalah
tanggung jawab moral pendidikan nasional untuk membenahi tanggung jawab moral pendidikan nasional untuk membenahi
pendidikan nasionalnya sebagai upaya pemberantasan korupsi. pendidikan nasionalnya sebagai upaya pemberantasan korupsi.
Korupsi adalah pelanggaran moral dan oleh sebab itu Korupsi adalah pelanggaran moral dan oleh sebab itu
merupakan bagian dari tanggung jawab dari sisi moral dan sisi merupakan bagian dari tanggung jawab dari sisi moral dan sisi
akademis dari pendidikan nasional untuk memberantasnya. akademis dari pendidikan nasional untuk memberantasnya.
Selain UU No. 2 Tahun 2 tentang Pemberantasan Tindak Selain UU No. 2 Tahun 2 tentang Pemberantasan Tindak
Kriminal Korupsi, diperlukan juga aturan pendukung sebagai Kriminal Korupsi, diperlukan juga aturan pendukung sebagai
bagian dari sistem di !ndonesia yang diarahkan sebagai usaha bagian dari sistem di !ndonesia yang diarahkan sebagai usaha
preventif dan partisipatif dalam pelaksanaannya yaitu preventif dan partisipatif dalam pelaksanaannya yaitu
S!SD!KNAS. Hal ini berarti S!SD!KNAS selain bertujuan seperti S!SD!KNAS. Hal ini berarti S!SD!KNAS selain bertujuan seperti
yang telah dirinci dalam UU No. 2 Tahun 23 tentang yang telah dirinci dalam UU No. 2 Tahun 23 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, perlu secara eksplisit ditujukan Sistem Pendidikan Nasional, perlu secara eksplisit ditujukan
kepada pencapaian tujuan kepada pencapaian tujuan··tujuan untuk menghilangkan tujuan untuk menghilangkan
ketimpangan ketimpangan··ketimpangan yang ada dalam masyarakat. ketimpangan yang ada dalam masyarakat.
S!SD!KNAS S!SD!KNAS haruslah secara proaktif menciptakan haruslah secara proaktif menciptakan
suatu masyarakat yang demokratis, dan lembaga suatu masyarakat yang demokratis, dan lembaga
pendidikan haruslah menegakkan disiplin, disiplin dalam pendidikan haruslah menegakkan disiplin, disiplin dalam
kehidupan: bernegara, dalam masyarakat yang pluralis kehidupan: bernegara, dalam masyarakat yang pluralis
dan multikultural. dan multikultural.
Selain itu Selain itu S!SD!KNAS S!SD!KNAS hendaknya menjadi alat untuk hendaknya menjadi alat untuk
mengoreksi agar arah kehidupan masyarakat !ndonesia mengoreksi agar arah kehidupan masyarakat !ndonesia
tidak terlalu berorientasi kepada kepentingan ekonomi. tidak terlalu berorientasi kepada kepentingan ekonomi.
Sebagai salah satu lembaga kebudayaan yang penting, Sebagai salah satu lembaga kebudayaan yang penting,
S!SD!KNAS S!SD!KNAS haruslah bersih dari segala bentuk korupsi. haruslah bersih dari segala bentuk korupsi.
Salah satu cara untuk melaksanakannya memang sudah Salah satu cara untuk melaksanakannya memang sudah
dimulai dengan peningkatan partisipasi masyarakat di dimulai dengan peningkatan partisipasi masyarakat di
dalam pelaksanaan dan manajemen dalam pelaksanaan dan manajemen S!SD!KNAS S!SD!KNAS, dengan , dengan
adanya Komite Sekolah, Dewan Sekolah dari tingkat adanya Komite Sekolah, Dewan Sekolah dari tingkat
kabupaten sampai nasional. Semua ini upaya untuk kabupaten sampai nasional. Semua ini upaya untuk
mencegah korupsi dengan meningkatkan kontrol mencegah korupsi dengan meningkatkan kontrol
masyarakat terhadap pelaksanaan masyarakat terhadap pelaksanaan S!SD!KNAS S!SD!KNAS agar agar
terhindar dari penyalahgunaan kekuasan baik oleh terhindar dari penyalahgunaan kekuasan baik oleh
pemerintah maupun masyarakat sendiri. pemerintah maupun masyarakat sendiri.
. Peran Serta Nasyarakat dalam . Peran Serta Nasyarakat dalam
Pemberantasan Korupsi di !ndonesia Pemberantasan Korupsi di !ndonesia
· · Nencari, memperoleh, dan memberikan informasi adanya Nencari, memperoleh, dan memberikan informasi adanya
dugaan terjadinya tindak pidana korupsi. dugaan terjadinya tindak pidana korupsi.
· · Nemperoleh dan memberikan pelayanan dalam mencari, Nemperoleh dan memberikan pelayanan dalam mencari,
memperoleh, dan memberikan informasi adanya dugaan memperoleh, dan memberikan informasi adanya dugaan
telah terjadi tindak pidana korupsi kepada penegak hkum telah terjadi tindak pidana korupsi kepada penegak hkum
yang menangani perkara tindak pidana korupsi. yang menangani perkara tindak pidana korupsi.
· · Nenyampaikan saran dan pendapat atau permintaan Nenyampaikan saran dan pendapat atau permintaan
informasi bertanggung jawab kepada aparat penegak informasi bertanggung jawab kepada aparat penegak
hukum yang menangani perkara tindak pidana korupsi hukum yang menangani perkara tindak pidana korupsi
sesuai peraturan perundang sesuai peraturan perundang··undangan yang berlaku undangan yang berlaku
norma agama, kesusilaan, dan kesopanan. norma agama, kesusilaan, dan kesopanan.
· · !nformasi, saran, atau pendapat dari masyarakat harus !nformasi, saran, atau pendapat dari masyarakat harus
disampaikan secara tertulis, disertai data nama dan disampaikan secara tertulis, disertai data nama dan
alamat pelapor, pimpinan organisasi masyarakat, atau alamat pelapor, pimpinan organisasi masyarakat, atau
pimpinan LSN dengan melampirkan foto kopi KTP atau pimpinan LSN dengan melampirkan foto kopi KTP atau
identitas diri lain dan bukti identitas diri lain dan bukti··bukti permulaan agar dapat bukti permulaan agar dapat
diklarifikasi oleh penegak hukum. diklarifikasi oleh penegak hukum.
· · Berhak untuk memperoleh jawaban atas Berhak untuk memperoleh jawaban atas
pertanyaan tentang laporan yang diberikan pertanyaan tentang laporan yang diberikan
kepada penegak hukum dalam waktu paling lama kepada penegak hukum dalam waktu paling lama
3 hari. 3 hari.
· · Berhak untuk memperoleh perlindungan hukum Berhak untuk memperoleh perlindungan hukum
dalam hal mencari, memperoleh, dan memberikan dalam hal mencari, memperoleh, dan memberikan
informasi serta menyampaikan saran dan informasi serta menyampaikan saran dan
pendapatnya. pendapatnya.
HAK ASAS! NANUS!A HAK ASAS! NANUS!A
(HAN) (HAN)
Standar Kompetensi .. Standar Kompetensi ..
* * íCnömDllKön DCrön îCrtö Oölöm uDöxö DCmöìuön. íCnömDllKön DCrön îCrtö Oölöm uDöxö DCmöìuön.
DCn¶hOrmötön. Oön DCrllnOun¶ön MöK Aîöîl íönuîlö DCn¶hOrmötön. Oön DCrllnOun¶ön MöK Aîöîl íönuîlö
(MAíI (MAíI
Kompetensi Dasar .. Kompetensi Dasar ..
* íCn¶önöllîlî uDöxö DCmöìuön. DCn¶hOrmötön. Oön * íCn¶önöllîlî uDöxö DCmöìuön. DCn¶hOrmötön. Oön
DCnC¶öKön MAí DCnC¶öKön MAí
* íCnömDllKön DCrön îCrtö Oölöm uDöxö DCmöìuön. * íCnömDllKön DCrön îCrtö Oölöm uDöxö DCmöìuön.
DCn¶hOrnötön. Oön DCnC¶öKön MAí Ol ]nOOnCîlö. DCn¶hOrnötön. Oön DCnC¶öKön MAí Ol ]nOOnCîlö.
* íCnOCîKrlDîlKön lnîtrumCn huKum Oön DCröOllön * íCnOCîKrlDîlKön lnîtrumCn huKum Oön DCröOllön
lntCrnöîlOnöl MAí lntCrnöîlOnöl MAí
Tujuan Pembelajaran.. Tujuan Pembelajaran..
Setelah mempelajari bab ini, kamu mampu menjelaskan Setelah mempelajari bab ini, kamu mampu menjelaskan
sistem hukum dan peradilan nasional, peranan lembaga sistem hukum dan peradilan nasional, peranan lembaga··
lembaga peradilan, dan menunjukan sikap yang sesuai lembaga peradilan, dan menunjukan sikap yang sesuai
dengan ketentuan hukum yang berklaku.Selain itu,kamu dengan ketentuan hukum yang berklaku.Selain itu,kamu
mampu menjelaskan upaya pemberantasan korupsi dan mampu menjelaskan upaya pemberantasan korupsi dan
menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan
korupsi di !ndonesia korupsi di !ndonesia
Hak Asasi anusia (HA
Makna HAM
Instrumen HAM
nasional
Instrumen HAM
Internasional
Upaya Pengadilan
HAM
Upaya Penegakan
HAM
Macam-Macan HAM
Peradilan HAM
Upaya Pemaiuan,
Penghormatan, dan
Penegakan HAM
Instrumen Hukum
dan Peradilan HAM
Internasional
Peran serta
Penegakan HAM di
Indonesia
. Pengertian HAN . Pengertian HAN
T»t ».».. ~»·...» T»t ».».. ~»·...» //T¼ T¼' »e»t»t t»t ' »e»t»t t»t
,-t-t »c». t»t e».»- ,»·, e.o»«» -t-t ~»·...» ,-t-t »c». t»t e».»- ,»·, e.o»«» -t-t ~»·...»
.-,»t t»t.- ,»·, .-·»-» t-e-»c ~-t-t»c ,»e» .-,»t t»t.- ,»·, .-·»-» t-e-»c ~-t-t»c ,»e»
.-c.», ~»·...» e»· c.e»t e»,»c e.,»·,,. ,.,»c .-c.», ~»·...» e»· c.e»t e»,»c e.,»·,,. ,.,»c
t»--·» ~--.,»t»· »·.,-»t 7.t»· ¬»·, t»--·» ~--.,»t»· »·.,-»t 7.t»· ¬»·,
»t» 1.». »t» 1.».
22. . Nacam Nacam··Nacam Nacam HAN HAN
a. a. Hak Hak A Asasi sasi PPribadi ribadi, meliputi kemerdekaan memeluk agama, , meliputi kemerdekaan memeluk agama,
beribadat menurut agama masing beribadat menurut agama masing··masing, menyatakan masing, menyatakan
pendapat, dan kebebasan berorganisasi pendapat, dan kebebasan berorganisasi
b. b. Hak Hak A Asasi sasi E Ekonomi atau Hak Nilik konomi atau Hak Nilik, meliputi kebebasan , meliputi kebebasan
memiliki sesuatu, membeli dan menjual sesuatu, dan memiliki sesuatu, membeli dan menjual sesuatu, dan
mengadakan perjanjian atau kontrak mengadakan perjanjian atau kontrak
c. c. Hak Asasi Hak Asasi PPersamaan ersamaan Hu Hukum kum, meliputi mendapatkan , meliputi mendapatkan
pengayoman dan keailan yang sama pengayoman dan keailan yang sama
d. d. Hak Hak A Asasi sasi PPolitik olitik, meliputi hak untuk diakui sebagai warga , meliputi hak untuk diakui sebagai warga
negar yang sederajat negar yang sederajat
e. e. Hak Asasi Sosial dan Kebudayaan Hak Asasi Sosial dan Kebudayaan, meliputi hak kebebasan , meliputi hak kebebasan
ntuk berpendidikandan pengembangan kebudayaan ntuk berpendidikandan pengembangan kebudayaan
f. f. Hak Asasi Perlakuan yang Hak Asasi Perlakuan yang S Sama ama D Dalam alam TTata ata C Cara ara
PPeradilan dan eradilan dan PPerlindungan erlindungan HHukum, ukum, meliputi hak meliputi hak
mendapat perlakuan yang wajar dan adil dalam mendapat perlakuan yang wajar dan adil dalam
penggeledahan. penggeledahan.
1. Ìnstrumen HAM Nasional
a. Ìnstrumen Hukum HAM Nasional
O UUD 1945
O Ketetapan MPR No. XVÌÌ/MPR/1998
O UU Nomor 39 Tahun 1999
b. Ìnstrumen Kelembagaan HAM Nasional
O Komnas HAM
O Pengadilan HAM
O Pengadilan HAM Ad Hoc
O Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
O Organisasi Pemerintah atau Lembaga Swadaya
Masyarakat
:. Upaya Penegalan HAM di Indonesia
· Pencegalan Pelanggaian HAM
i. Pencipiaan peiundang-undangan HAM
:. Pencipiaan lembaga-lembaga pemaniauan dan pengawas
pelalsanaan HAM
¸. Pencipiaan peiundang-undangan dan pembeniulan lembaga
peiadilan HAM
Ũ. Pelalsanaan pendidilan Ham lepada masyaialai
ũ. Menugaslan lepada lembaga-lembaga iinggi negaia dan
seluiul apaiaiui pemeiinial uniul mengloimaii,
menegallan, dan menyebailuaslan pemalaman ieniang
HAM lepada seluiul masyaialai.
Ū. Menugaslan lepada piesiden seiia DPR uniul segeia
meiaiifilasi beibagai insiiumen inieinasional ieniang HAM.
· Penindakan Atas Pelanggaran HAM
1. Pelayanan, konsultasi, pendampingan, dan advokasi bagi
masyarakat yang menghadapi kasus HAM
2. Penerimaan pengaduan dari korban pelanggaran HAM
3. Ìnvestigasi, yaitu pencarian data, informasi, dan fakta yang
berkaitan dengan peristiwa dalam masyarakat yang patut
diduga merupakan pelanggaran HAM
4. Penyelesaian perkara melalui perdamaian, negosiasi,
mediasi, konsiliasi, dan penilaian ahli.
5. Penyelesaian perkara pelanggaran HAM berat melalui
proses peradilan di pengadilan HAM
1. Peran Siswa dalam Penegakan HAM
a. Dalam kehidupan bermasyarakat
· Mencegah segala tindakan atau perbuatan yang mengarah
ke pelanggaran HAM
· Menghindari perbuatan yang kiranya dapat merendahkan,
melecehkan nilai-nilai kemanusiaan
· Memahami berbagai instrumen HAM dan menyebarluaskan
· Mengamati dan mendiskusikan berbagai perkembangan
kebijakan HAM pelanggaran HAM
b. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
· Bersedia menjadi saksi dalam proses di pengadilan jika
benar-benar mengetahui peristiwa pelanggaran HAM
· Melaporkan pada pihak yang berwajib
· Turut serta dalam pembangunan opini publik
· Melibatkan diri dalam kelompok minad yang bertujuan
melakukan studi, penyadaran, kampanye, konsultan, dan
advokasi HAM.
2. Proses Penegakan HAM di Ìndonesia
Proses penegakan hak asasi manusia dilakukan dengan Hukum
Acara Pengadilan Hak Asasi Manusia.
Hukum acara tersebut meliputi:
1. Penangkapan
2. Penahanan
3. Penyelidikan
4. Penyidikan
5. Penuntutan
a. Hambatan dalam Penegakan HAM
1.Masih adanya sikap mental feodal di kalangan sekelompok orang
Feodalisme bertentangan secara diametral dengan hak hak asasi
manusia.
2.Adanya kecurigaan dari beberapa individu yang mengkawatirkan
bahwa gerakan yang memperjuangkan hak asasi manusia akan
menyebabkan disintegrasi nasional, membahayakan persatuan dan
kesatuan yang telah dibina berpuluh puluh tahun.
3.Rendahnya kesadaran hukum dan kesadaran kemanusiaan
masyarakat.
4.Masih rendahnya kesadaran politik yang berimplikasi pada
penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan terjadinya
pelanggaran hak asasi manusia, dan juga dapat melahirkan kebijakan
publik yang potensial memungkinkan terjadinya pelanggaran hak asasi
manusia.
b. Tantangan dalam Penegakan HAM
1. Dengan disahkannya UU Nomor 26 Tahun 200 tentang HAM
ditegaskan bahwa pelanggaran hak-hak asasi manusia yang
terjadi sebelum UU Nomor 26 disahkan tidak dapat diadili
berdasarkan prinsip-prinsip HAM, sehingga peristiwa
pelanggaran HAM yang besar tidak mungkin lagi dapat
diselesaikan berdasarkan HAM ad hoc.
2. Adanya larangan hukum berlaku surut (nonretroaktif)
memungkinkan para tersangka dan terdakwa luput dari proses
hukum keadilan dan luput dari tegaknya hukum acara.
3. Nebis in idem (double jeopardy). Asas mengatur bahwa orang
yang telah dihukum oleh pengadilan HAM tidak dapat lagi
dituntut oleh pengadilan biasa.
3. Konsekuensi suatu Negara yang Tidak
Menegakkan HAM
Apabila suatu negara tidak menegakkan HAM, maka ada
beberapa konsekuensi yang dapat diberikan, yaitu :
· Negara tersebut akan dikucilkan dari peraturan dunia
internasional
· Adanya tuntutan-tuntutan dari LSM-LSM nasional maupun
internasional terhadap pemerintah dari negara yang
bersangkutan
· Jika terjadi pelanggaran HAM, misalnya genosida
(pemantaian massal) dari pemerintah yang berkuasa kepada
rakyatnya, maka melalui resolusi Dewan Keamanan PBB,
pemimpin negara yang bersangkutan dapat dituntut untuk
diajukan ke Mahkamah Agung.
i. Seiaial Penegalan HAM
a. Magna Claiia (Piagam Agung), iũ Iuni i:iũ
Piagam peiiama yang mengalui lal lemeidelaan
diii dan amai masylui di Eiopa.
b. Hobeas Coipus Aci, iŪūŨ
Piagam ini lalii pada masa pemeiinialan Clailes II
yang memuai iaminan seseoiang iidal bolel
diianglap dan diialan dengan semena-mena lecuali
menuiui peiaiuian peiundangan yang beilalu.
c. Bill of Riglis (Peinyaiaan Hal Asasi Manusia), iŪŬŭ
Piagam ini dicipialan olel pailemen Inggiis sebagai
iuniuian lepada Piince of Oiange dan memuai
pengaluan ieiladap lal peiisi, lebebasan beibicaia
dan mengeluailan pendapai bagi pailemen dan
pemililan pailemen laius bebas.
d. Declaiaiion of Independence (Peinyaiaan Kemeidelaan Ralyai
Ameiila), Ũ Iuli iūūŪ
Piagam ini meiupalan piagam lal asasi manusia yang
mengandung peinyaiaan balwa sesunggulnya semua bangsa
dicipialan sama deiaiainya olel Yang Mala Pencipia.
e. Declaiaiion des Dioiis de L'Homme ei du Ciioyen (Peinyaiaan
Hal-Hal Manusia dan Waiga Negaia), Ũ Iuli iūŬŭ
Undang-undang ini diceiuslan pada peimulaan Revolusi Peiancis
sebagai pallawan ieiladap lesewenang-wenangan Raia Louis
XVI.
f. Rigli of Self Deieiminaiion, Ianuaii iŭiŬ
Naslal ini diusullan T. Woodiow Wilson yang memuai iŨ pasal
sebagai dasai uniul mencapai peidamaian yang adil.
g. Tle Foui Fieedom (Empai Kebebasan), iŭŨi
Naslal ini diceius olel Fianllin D. Rooseveli yang memuai
lebebasan beibicaia, menyaialan pendapai, lebebasan beiagama,
lebebasan daii iasa leialuian, dan lebebasan daii segala
leluiangan.
l. Tle Univeisal Declaiaiion of Human Riglis, io Desembei iŭŨŬ
Piagam ini memuai ¸o pasal peinyaiaan umum ieniang lal-lal
asasi manusia yang diieiima dan dipiollamasilan olel Maielis
Umum PBB pada ianggal io Desembei iŭŨŬ.
2. Ìnstrumen Hukum HAM Ìnternasional
a. Ìnstrumen umum, meliputi: Piagan PBB 1945, Deklarasi
Universal HAM
b. Penentuan nasib sendiri
c. Pencegakan diskriminasi
d. Administrasi Peradilan, Penahanan dan Penganiayaan
e. Kejahatan Perang, Kejahatan Kemanusiaan, termasuk
Genosida
f. Perbudakan dan Praktek Serupa, diatur oleh: Konvensi
Penghapusan Kerja Paksa
g. Kewarganegaraan, Ketiadaan Kewarganegaraan, Suaka dan
Pengungsi
h. Perkawinan dan Keluarga, Anak-anak dan Remaja
i. Hak untuk Bekerja dan Hak untuk Berhimpun
j. Kesejahteraan Sosial, Kemajuan dan Pembangunan
k. Hak Politik dan Sipil Wanita
l. Kebebasan Ìnformasi dan Perlindungan Data
m. Penduduk Asli dan Kelompok Minoritas
Insiiumen ieipeniing HAM yang meiupalan indul daii seluiul
insiiumen HAM lainnya adalal Tle Inieinaiional Bill of Human
Riglis. Tle Inieinaiional Bill of Human Riglis adalal isiilal yang
digunalan uniul menuniul iiga insiiumen aiau dolumen polol
HAM, yaiiu :
· Tle Univeisal Declaiaiion of Human Riglis
· Inieinaiional Conveniion on Economic, Social and Culiuial
Riglis
· Inieinaiional Conveniion on Civil and Poliiical Riglis.
3. Peradilan HAM Ìnternational
Sumber kewenangan dan legitimasi peradilan hak asasi
manusia internasional dapat dilihat dari 3 dimensi:
1.Adanya persetujuan dari PBB sebagai badan internasional
2.Adanya asas hukum umum jus congens' bahwa norma-
norma fundamental yang diakui oleh masyarakat
internasional berstatus lebih tinggi terhadap norma lainnya.
3.Adanya berbagai konvensi dan traktat internasional
Contoh peradilan hak asasi manusia Ìnternasional
a.Mahkamah Militer Ìnternasional Nuremberg dan Tokyo
b.Mahkamah Pidana Ìnternasional untuk Yugoslavia
DASAR NECARA DAN KONST!TUS! DASAR NECARA DAN KONST!TUS!
Standar Kompetensi .. Standar Kompetensi ..
* * íCn¶önöllîlî hubun¶ön Oöîör nC¶örö OCn¶ön íCn¶önöllîlî hubun¶ön Oöîör nC¶örö OCn¶ön
KOnîtltuîl KOnîtltuîl
Kompetensi Dasar .. Kompetensi Dasar ..
* íCnOCîKrlDîlKön * íCnOCîKrlDîlKön hubun¶ön Oöîör nC¶örö OCn¶ön hubun¶ön Oöîör nC¶örö OCn¶ön
KOnîtltuîl KOnîtltuîl
* íCn¶önöllîlî îubîtönîl KOnîtltuîl nC¶örö * íCn¶önöllîlî îubîtönîl KOnîtltuîl nC¶örö
* íCn¶önöllîlî KCOuOuKön !CmbuKöön (([ 19+5 * íCn¶önöllîlî KCOuOuKön !CmbuKöön (([ 19+5
MC¶örö KCîötuön RCDubllK ]nOOnCîlö MC¶örö KCîötuön RCDubllK ]nOOnCîlö
* íCnunìuKKön îlKöD DOîltlf tCrhöOöD KOnîtltuîl * íCnunìuKKön îlKöD DOîltlf tCrhöOöD KOnîtltuîl
nC¶örö nC¶örö
)···· '--··· 1·- |.-·ii«· )···· '--··· 1·- |.-·ii«·
'«!«--·- )···· '--··· 1---·- |.-·ii«·
¯«!·i·-· |.-·ii«·
'--!«|··- ||) ¹º+¯
''·· ''· )···· '--···
|-1«1«|·- '--!«|··- ||) ¹º+¯
¯|·» '.·i| i-·|·1·» |.-·ii«· '--···
Dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Pancasila Pancasila
merupakan merupakan ketetapan dasar atau pokok yang mengatur ketetapan dasar atau pokok yang mengatur
kehidupan negara. kehidupan negara.
Latar belakang Latar belakang diputuskannya Pancasila sebagai diputuskannya Pancasila sebagai
dasar negara Indonesia adalah karena Pancasila memuat dasar negara Indonesia adalah karena Pancasila memuat
nilai nilai- -nilai karakter dasar kehidupan berbangsa dan nilai karakter dasar kehidupan berbangsa dan
bernegara. bernegara.
Pancasila diresmikan Pancasila diresmikan meniadi dasar negara pada meniadi dasar negara pada
tanggal 1 Juni 1945 yang ditegaskan oleh Soekarno dalam tanggal 1 Juni 1945 yang ditegaskan oleh Soekarno dalam
sidang BPUPKI. sidang BPUPKI.
Konstitusi merupakan Konstitusi merupakan ketentuan hukum dasar ketentuan hukum dasar
pokok yang siIatnya tertulis memuat watak dan sebagai pokok yang siIatnya tertulis memuat watak dan sebagai
sumber berlakunya ketetapan hukum dan perundang sumber berlakunya ketetapan hukum dan perundang- -
undangan lainnya dan konstitusi negara Indonesia adalah undangan lainnya dan konstitusi negara Indonesia adalah
UUD 1945. UUD 1945.
[.|~. l.|c-cl.- [.|~. l.|c-cl.- ~J~|~| :.|~. ~J~|~| :.|~.- -:.|~. n~:· -.l~r:n~ :.|~. n~:· -.l~r:n~
¬e:J~-~·. [.|~. l.|c-cl.- ||[ |·-· ~J~|~| -e¦~·~. ¬e:J~-~·. [.|~. l.|c-cl.- ||[ |·-· ~J~|~| -e¦~·~.
¦e·.|ur. ¦e·.|ur.
|. |. [.re:ru|~::n~ ·u¬u-~: J~-~· :e·~·~ [:Jc:e-.~. n~.ru [.re:ru|~::n~ ·u¬u-~: J~-~· :e·~·~ [:Jc:e-.~. n~.ru
|~:c~-.|~ J~|~¬ |e¬¦u|~~: ||[ |·-·. |~:c~-.|~ J~|~¬ |e¬¦u|~~: ||[ |·-·.
z. z. [.re:ru|~: ru¡u~: :~-.c:~| [:Jc:e-.~ ¬e·Je|~ J~|~¬ [.re:ru|~: ru¡u~: :~-.c:~| [:Jc:e-.~ ¬e·Je|~ J~|~¬
|e¬¦u|~~: ||[ |·-· ~|.:e~ |ee¬¡~r. n~.ru. |e¬¦u|~~: ||[ |·-· ~|.:e~ |ee¬¡~r. n~.ru.
¬e|.:Ju:·. -e·e:~¡ ¦~:·-~ [:Jc:e-.~ J~: -e|u·u| ru¬¡~| ¬e|.:Ju:·. -e·e:~¡ ¦~:·-~ [:Jc:e-.~ J~: -e|u·u| ru¬¡~|
J~·~| [:Jc:e-.~. J~·~| [:Jc:e-.~.
¬e¬~¡u|~: |e-e¡~|re·~~: u¬u¬. ¬e¬~¡u|~: |e-e¡~|re·~~: u¬u¬.
¬e:ce·J~-|~: |e|.Ju¡~: ¦~:·-~. J~: ¬e:ce·J~-|~: |e|.Ju¡~: ¦~:·-~. J~:
.|ur ¬e|~|-~:~|~: |ere·r.¦~: Ju:.~ n~:· ¦e·J~-~·|~: .|ur ¬e|~|-~:~|~: |ere·r.¦~: Ju:.~ n~:· ¦e·J~-~·|~:
|e¬e·Je|~~:. ¡e·J~¬~.~: ~¦~J.. J~: |e~J.|~: -c-.~|. |e¬e·Je|~~:. ¡e·J~¬~.~: ~¦~J.. J~: |e~J.|~: -c-.~|.
¯. ¯. |e:·~|u~: ¦~|.~ |e¬e·Je|~~: n~:· J.c~¡~. ¦e·|~r |e:·~|u~: ¦~|.~ |e¬e·Je|~~: n~:· J.c~¡~. ¦e·|~r
|~·u:.~ u|~: J~: ¡e·¡u~:·~: -e|u·u| ¦~:·-~ |~·u:.~ u|~: J~: ¡e·¡u~:·~: -e|u·u| ¦~:·-~
[:Jc:e-.~. [:Jc:e-.~.
[.|~. nu·.J.- [.|~. nu·.J.- ~J~|~| :.|~. ¬e:·e:~. |u|u¬. ||[ ~J~|~| :.|~. ¬e:·e:~. |u|u¬. ||[
|·-· ¬e¬¡u:n~. :.|~. nu·.J.- ¦~·. :e·~·~ [:Jc:e-.~ n~:· |·-· ¬e¬¡u:n~. :.|~. nu·.J.- ¦~·. :e·~·~ [:Jc:e-.~ n~:·
~|~: ¬e:·~ru· |e|.Ju¡~: [:Jc:e-.~ J~·. -e·.. ~|~: ¬e:·~ru· |e|.Ju¡~: [:Jc:e-.~ J~·. -e·..
¦e:ru| :e·~·~. ¦e:ru| :e·~·~.
¦e:ru| J~: -u-u:~: ¡e¬e·.:r~|~:. ¦e:ru| J~: -u-u:~: ¡e¬e·.:r~|~:.
|~| J~: |e.~¡.¦~: .~··~ :e·~·~. |~| J~: |e.~¡.¦~: .~··~ :e·~·~.
¡e·e|c:c¬.~: :~-.c:~|. J~: ¡e·e|c:c¬.~: :~-.c:~|. J~:
|~¬¦~:· .Je:r.r~- :~-.c:~|. -e¡e·r. ¦e:Je·~ J~: ¦~|~-~ |~¬¦~:· .Je:r.r~- :~-.c:~|. -e¡e·r. ¦e:Je·~ J~: ¦~|~-~
:~-.c:~|. :~-.c:~|.
`e|~.: .ru. ||[ |·-· ¬e·u¡~|~: ~ru·~: |u|u¬ n~:· `e|~.: .ru. ||[ |·-· ¬e·u¡~|~: ~ru·~: |u|u¬ n~:·
re·r.:··. r~r~ u·ur~: ¡e·~ru·~: ¡e·u:J~:·~: J. [:Jc:e-.~. re·r.:··. r~r~ u·ur~: ¡e·~ru·~: ¡e·u:J~:·~: J. [:Jc:e-.~.
`e·~|~ `e·~|~
~ru·~: |~·u- ¦e·-u¬¦e· J~: r.J~| ¦c|e| ¦e·re:r~:·~: Je:·~: ~ru·~: |~·u- ¦e·-u¬¦e· J~: r.J~| ¦c|e| ¦e·re:r~:·~: Je:·~:
||[. ||[.
[.|~. -c-.c|c·.- [.|~. -c-.c|c·.- ~J~|~| :.|~. n~:· ~J~|~| :.|~. n~:·
¬e:n~:·|ur |e|.Ju¡~: -c-.~| ¬~-n~·~|~r. ¬e:n~:·|ur |e|.Ju¡~: -c-.~| ¬~-n~·~|~r.
||[ |·-· ¬e:¡~J.|~: |e|.Ju¡~: :e·~·~ ||[ |·-· ¬e:¡~J.|~: |e|.Ju¡~: :e·~·~
[:Jc:e-.~ ¬e:J~¡~r Ju|u:·~: J~·. -e·e:~¡ [:Jc:e-.~ ¬e:J~¡~r Ju|u:·~: J~·. -e·e:~¡
.~··~ :e·~·~ [:Jc:e-.~. .~··~ :e·~·~ [:Jc:e-.~.
5.|·|..·. |..·|.|.·. ....·. ·.....·.. .....| 5.|·|..·. |..·|.|.·. ....·. ·.....·.. .....| ..·|.| .... ..·|.| ....
..·.,.|.. ·...|. ... |...· ..·.,.|.. ·...|. ... |...·|...· ,.|.| ..·. |.... |...· ,.|.| ..·. |....|.... |....
,...·..|.|.. ·..|. ....·. ·.....·.. ... .....|.|.. ,.|.| ,...·..|.|.. ·..|. ....·. ·.....·.. ... .....|.|.. ,.|.|
,.|.| |.·¡. |.··.|.| |.·..·.·|.. ,....·.... ,.|.| |.·¡. |.··.|.| |.·..·.·|.. ,....·....
5.¡.·.| |.·..|.... |..·|.|.·. .. ·.....·.. . 5.¡.·.| |.·..|.... |..·|.|.·. .. ·.....·.. .
.·. .·. ++i ···- . ++i ···- . l..|.| ....·. |.·.|... l..|.| ....·. |.·.|...
l..|.| ,...·..|.|.. ·.,.|..| l..|.| ,...·..|.|.. ·.,.|..|
5.|.. ,...·..|.|.. ,·.·....·.. ... 5.|.. ,...·..|.|.. ,·.·....·.. ...
,.·.....|.· ,.·.....|.·
|·. |·. ·..·|.|.·. ··5 . ·..·|.|.·. ··5 . l..|.| ....·. ·.·.|.| l..|.| ....·. ·.·.|.|
l..|.| ,...·..|.|.. ... l..|.| ,...·..|.|.. ...
5.|.. ,...·..|.|.. ,.·.....|.· 5.|.. ,...·..|.|.. ,.·.....|.·
.·. .·. ++i5 -: . ++i5 -: . l..|.| ....·. |.·.|... l..|.| ....·. |.·.|...
l..|.| ,...·..|.|.. ·.,.|..| l..|.| ,...·..|.|.. ·.,.|..|
5.|.. ,...·..|.|.. ,.·.....|.· 5.|.. ,...·..|.|.. ,.·.....|.·
.·. .·. ++i ···- . ++i ···- . l..|.| ....·. |.·.|... l..|.| ....·. |.·.|...
l..|.| ,...·..|.|.. ·.,.|..| l..|.| ,...·..|.|.. ·.,.|..|
5.|.. ,...·..|.|.. ,·.·....·.. 5.|.. ,...·..|.|.. ,·.·....·..
Pembukaan UUD 1945 Pembukaan UUD 1945 mengandung unsur mengandung unsur- -unsur yang unsur yang
siIatnya mutlak dari pokok kaidah yang Iundamental menyangkut siIatnya mutlak dari pokok kaidah yang Iundamental menyangkut
dasar dan tuiuan negara, bentuk negara, dan IalsaIah negara. dasar dan tuiuan negara, bentuk negara, dan IalsaIah negara.
a. a. $umber Kekuasaan $umber Kekuasaan
1. 1. Dalam alinea ketiga disebutkan bahwa pernyataan kemerdekaan Dalam alinea ketiga disebutkan bahwa pernyataan kemerdekaan
itu adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, hal ini itu adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, hal ini
bermakna bahwa kemerdekaan yang dinyatakan oleh rakyat bermakna bahwa kemerdekaan yang dinyatakan oleh rakyat
Indonesia itu semata Indonesia itu semata- -mata karena mendapatkan rahmat dan ridho mata karena mendapatkan rahmat dan ridho
Allah Yang Maha Kuasa. Suatu pengakuan adanya suatu Allah Yang Maha Kuasa. Suatu pengakuan adanya suatu
kekuasaan di atas kekuasaan manusia yang mengatur segala hal kekuasaan di atas kekuasaan manusia yang mengatur segala hal
yang teriadi di alam semesta ini. Dengan kata lain bahwa yang teriadi di alam semesta ini. Dengan kata lain bahwa
kekuasaan yang diperoleh rakyat Indonesia dalam menyatakan kekuasaan yang diperoleh rakyat Indonesia dalam menyatakan
kemerdekaan dan dalam mengatur kehidupan kenegaraan kemerdekaan dan dalam mengatur kehidupan kenegaraan
bersumber dari Allah Yang Maha Kuasa. bersumber dari Allah Yang Maha Kuasa.
2. 2. Sementara itu dalam alinea keempat disebutkan bahwa negara Sementara itu dalam alinea keempat disebutkan bahwa negara
Republik Indonesia tersusun dalam bentuk kedaulatan rakyat, Republik Indonesia tersusun dalam bentuk kedaulatan rakyat,
yang berarti bahwa sumber kekuasaan terletak di tangan rakyat. yang berarti bahwa sumber kekuasaan terletak di tangan rakyat.
Hal ini ditegaskan lebih laniut dalam Bab I, pasal 1 ayat (2) yang Hal ini ditegaskan lebih laniut dalam Bab I, pasal 1 ayat (2) yang
menyatakan bahwa 'kemerdekaan adalah di tangan rakyat,...¨. menyatakan bahwa 'kemerdekaan adalah di tangan rakyat,...¨.
Dengan demikian terdapat dua sumber kekuasaan Dengan demikian terdapat dua sumber kekuasaan
sekaligus, yakni bersumber pada Tuhan dan sekaligus, yakni bersumber pada Tuhan dan
bersumber pada rakyat. bersumber pada rakyat.
Sebagai akibat maka perlu adanya suatu pola Sebagai akibat maka perlu adanya suatu pola
sistem penyelenggaraan pemerintahan sebagai sistem penyelenggaraan pemerintahan sebagai
penerapan kekuasaan yang bersumber dari dua arah penerapan kekuasaan yang bersumber dari dua arah
tersebut. Perlu dipikirkan bagaimana menyusun tersebut. Perlu dipikirkan bagaimana menyusun
suatu sistem yang mampu mengintegrasikan kedua suatu sistem yang mampu mengintegrasikan kedua
sumber kekuasaan yang bersumber dari Tuhan dan sumber kekuasaan yang bersumber dari Tuhan dan
bersumber dari rakyat. bersumber dari rakyat.
b. b. Hak Asasi anusia Hak Asasi anusia
Perumusan hak asasi manusia dalam Pembukaan Undang Perumusan hak asasi manusia dalam Pembukaan Undang- -Undang Undang
Dasar tidak begitu explisit, namun bila kita cermati secara Dasar tidak begitu explisit, namun bila kita cermati secara
mendalam nampak dengan ielas bahwa Pembukaan UUD diiiwai mendalam nampak dengan ielas bahwa Pembukaan UUD diiiwai
oleh konsep hak asasi manusia. Berikut kami sampaikan beberapa oleh konsep hak asasi manusia. Berikut kami sampaikan beberapa
perumusan yang menggambarkan prinsip perumusan yang menggambarkan prinsip- -prinsip hak asasi prinsip hak asasi
manusia yang dapat kita temukan dalam Pembukaan Undang manusia yang dapat kita temukan dalam Pembukaan Undang- -
Undang Dasar. Undang Dasar.
1. 1. Kemerdekaan yang dinyatakan oleh rakyat Indonesia ini adalah Kemerdekaan yang dinyatakan oleh rakyat Indonesia ini adalah
untuk menciptakan kehidupan kebangsaan yang bebas, salah satu untuk menciptakan kehidupan kebangsaan yang bebas, salah satu
hak asasi manusia yang selalu didambakan, dan dituntut untuk hak asasi manusia yang selalu didambakan, dan dituntut untuk
dapat direalisasikannya. dapat direalisasikannya.
2. 2. Kemerdekaan negara Indonesia berciri merdeka, bersatu, Kemerdekaan negara Indonesia berciri merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur. Merdeka, adil dan makmur berdaulat, adil dan makmur. Merdeka, adil dan makmur
merupakan suatu gambaran hak asasi manusia yakni hak merupakan suatu gambaran hak asasi manusia yakni hak
kebebasan dan hak mengeiar kebahagiaan. kebebasan dan hak mengeiar kebahagiaan.
3. 3. Keseluruhan alinea pertama merupakan peniabaran hak asasi Keseluruhan alinea pertama merupakan peniabaran hak asasi
manusia, yakni kebebasan dan kesetaraan. Kemerdekaan, manusia, yakni kebebasan dan kesetaraan. Kemerdekaan,
perikemanusiaan dan perikeadilan merupakan suatu peniabaran perikemanusiaan dan perikeadilan merupakan suatu peniabaran
dari kebebasan dan kesetaraan. dari kebebasan dan kesetaraan.
c. c. Faham Demokrasi Faham Demokrasi
Negara Indonesia dengan ielas menganut Iaham demokrasi, yang Negara Indonesia dengan ielas menganut Iaham demokrasi, yang
mengakui kedaulatan di tangan rakyat, serta susunan negara mengakui kedaulatan di tangan rakyat, serta susunan negara
Republik Indonesia terbentuk dalam kedaulatan rakyat, yang Republik Indonesia terbentuk dalam kedaulatan rakyat, yang
merupakan istilah lain dari demokrasi. Meskipun demokrasi yang merupakan istilah lain dari demokrasi. Meskipun demokrasi yang
diterapkan di negara Indonesia hendaknya berdasar pada diterapkan di negara Indonesia hendaknya berdasar pada
Pancasila. Pancasila.
d. d. Faham Persatuan Faham Persatuan
Yang diutamakan dalam kehidupan bernegara adalah Yang diutamakan dalam kehidupan bernegara adalah
keseluruhan rakyat Indonesia. Hal ini terbukti dari rumusan keseluruhan rakyat Indonesia. Hal ini terbukti dari rumusan- -
rumusan berikut rumusan berikut
1. 1. Tuiuan dibentuknya pemerintah negara Indonesia adalah Tuiuan dibentuknya pemerintah negara Indonesia adalah
untuk (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh untuk (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia, (2) memaiukan keseiahteraan umum, tumpah darah Indonesia, (2) memaiukan keseiahteraan umum,
(3) mencerdasakan kehidupan bangsa, dan (4) ikut (3) mencerdasakan kehidupan bangsa, dan (4) ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial. Hal ini menggambarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Hal ini menggambarkan
bahwa kepentingan umum diletakkan di atas kepentingan pribadi bahwa kepentingan umum diletakkan di atas kepentingan pribadi
tanpa kepentingan pribadi dikorbankan atau diabaikan. tanpa kepentingan pribadi dikorbankan atau diabaikan.
2. 2. Yang ingin diwuiudkan dengan berdirinya negara Indonesia Yang ingin diwuiudkan dengan berdirinya negara Indonesia
ini adalah suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ini adalah suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Nampak dalam rumusan tersebut bahwa bukan kepentingan Nampak dalam rumusan tersebut bahwa bukan kepentingan
individu yang ditoniolkan tetapi keseluruhan rakyat Indonesia. individu yang ditoniolkan tetapi keseluruhan rakyat Indonesia.
3. 3. Dalam penielasan UUD 1945 disebutkan bahwa 'Negara¨ Dalam penielasan UUD 1945 disebutkan bahwa 'Negara¨
begitu bunyinya begitu bunyinya 'melindungi segenap bangsa Indonesia dan 'melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dengan dasar persatuan dengan seluruh tumpah darah Indonesia dengan dasar persatuan dengan
mewuiudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.¨ mewuiudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.¨
Dalam pembukaan ini diterima aliran pengertian negara Dalam pembukaan ini diterima aliran pengertian negara
persatuan, negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa persatuan, negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa
seluruhnya. Negara, menurut pengertian 'pembukaan¨ itu seluruhnya. Negara, menurut pengertian 'pembukaan¨ itu
menghendaki persatuan, meliputi segenap bangsa Indonesia menghendaki persatuan, meliputi segenap bangsa Indonesia
seluruhnya. inilah suatu negara yang tidak boleh dilupakan. seluruhnya. inilah suatu negara yang tidak boleh dilupakan.
1. enghargai 1asa Para Pahlawan Kemerdekaan 1. enghargai 1asa Para Pahlawan Kemerdekaan
Setiap warga negara harus menghargai dan berterima Setiap warga negara harus menghargai dan berterima
kasih kepada para pahlawan yang telah memperiuangkan kasih kepada para pahlawan yang telah memperiuangkan
kemerdekaan Indinesia. Tanpa pengorbanan dan periuangan kemerdekaan Indinesia. Tanpa pengorbanan dan periuangan
mereka, mungkin kemerdekaan terlambat atau gagal dicapai. mereka, mungkin kemerdekaan terlambat atau gagal dicapai.
Dengan demikian, sudah kewaiiban setiap warga negara untuk Dengan demikian, sudah kewaiiban setiap warga negara untuk
mempertahankan dan meneruskan apa yang dicita mempertahankan dan meneruskan apa yang dicita- -citakan dan citakan dan
yang telah diperiuangkan oleh para pahlawan. yang telah diperiuangkan oleh para pahlawan.
2. enaati Peraturan 2. enaati Peraturan
Sebagai warga negara yang baik kita harus menaati Sebagai warga negara yang baik kita harus menaati
peraturan yang berlaku, baik yang diatur dalam UUD 1945 peraturan yang berlaku, baik yang diatur dalam UUD 1945
maupun peraturan hukum lain. Peraturan yang dibuat oleh maupun peraturan hukum lain. Peraturan yang dibuat oleh
pemerintah bertuiuan menciptakan kehidupan yang aman, pemerintah bertuiuan menciptakan kehidupan yang aman,
tenteram, serasi, dan seimbang. tenteram, serasi, dan seimbang.
Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, kita semua Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, kita semua
harus menaati peraturan yang berlaku di Indonesia. Jika harus menaati peraturan yang berlaku di Indonesia. Jika
peraturan ditaati, Indonesia akan meniadi negara yang tertib peraturan ditaati, Indonesia akan meniadi negara yang tertib
dan generasi mudanya hidup meniuniung tinggi hukum. dan generasi mudanya hidup meniuniung tinggi hukum.
. endukung upaya Pembangunan . endukung upaya Pembangunan
Pembangunan yang dilakukan oleh bangsa Pembangunan yang dilakukan oleh bangsa
Indonesia tidak lain adalah untuk keseiahteraan Indonesia tidak lain adalah untuk keseiahteraan
rakyatnya. Sebagai warga negara dan generasi muda rakyatnya. Sebagai warga negara dan generasi muda
yang baik kelak akan meniadi penerus bangsa, yang baik kelak akan meniadi penerus bangsa,
harus mendukung upaya pembangunan. harus mendukung upaya pembangunan.
Generasi muda yang cerdas, cekatan, terampil, Generasi muda yang cerdas, cekatan, terampil,
dan berwawasan luas sangat dibutuhkan oleh negara dan berwawasan luas sangat dibutuhkan oleh negara
kita yang sedang membangun. Generasi kita yang sedang membangun. Generasi- -generasi generasi
muda yang berkualitas akan memicu semakin muda yang berkualitas akan memicu semakin
cepatnya upaya pembangunan cepatnya upaya pembangunan
WARCA NECARA WARCA NECARA
··-· '--··· ··-· '--···
'·||·i ··-· '--··· 1·- »-.··-·---····- 1 .-1.--··
|··· |-.··-·---····-
'-.··-·---····-
'-···-··- |-1«1«|·- ··-· '--··· 1·'·- |-|1«»·-
'---··»·- '·-·» '-···-··- |-1«1«|·-··-· '--···
Standar Kompetensi .. Standar Kompetensi ..
* * íCn¶hör¶öl DCrîömöön KCOuOuKön uör¶ö íCn¶hör¶öl DCrîömöön KCOuOuKön uör¶ö
nC¶örö Oölöm bCrbö¶öl öîDCK KChlOuDön. nC¶örö Oölöm bCrbö¶öl öîDCK KChlOuDön.
Kompetensi Dasar .. Kompetensi Dasar ..
* * íCnOCîKrlDîlKön KCOuOuKön uör¶ö nC¶örö Oön íCnOCîKrlDîlKön KCOuOuKön uör¶ö nC¶örö Oön
DCuör¶önC¶öröön Ol ]nOOnCîlö DCuör¶önC¶öröön Ol ]nOOnCîlö
* * íCn¶önöllîlî DCrîömöön KCOuOuKön uör¶ö íCn¶önöllîlî DCrîömöön KCOuOuKön uör¶ö
nC¶örö Oölö KChlOuDön bCrmöîxröKöt. bCrbö¶îö nC¶örö Oölö KChlOuDön bCrmöîxröKöt. bCrbö¶îö
On bCrnC¶örö On bCrnC¶örö
* * íCn¶hör¶öl DCrîömöön KCOuOuKön uör¶ö íCn¶hör¶öl DCrîömöön KCOuOuKön uör¶ö
nC¶örö tönDö mCmbCOöKön röî. ö¶ömö. ¶CnOCr. nC¶örö tönDö mCmbCOöKön röî. ö¶ömö. ¶CnOCr.
¶OlOn¶ön. buOöxö. Oön îuKu ¶OlOn¶ön. buOöxö. Oön îuKu
!......| !......| .....| ..·.|. .... |.·|..,.| |...... .....| ..·.|. .... |.·|..,.| |......
·...·. |.|.,. |.·.. |...·.. .. ..... ·.|. ......| ·...·. |.|.,. |.·.. |...·.. .. ..... ·.|. ......|
....·.. ....·..
{.·.. ....·. {.·.. ....·. .....| .·... .....| .·....·... ·.....·.. .·.. .·... ·.....·.. .·..
... .·... ... .·....·... .·... .... |.·|..,.| |...... .. ·.|. .·... .·... .... |.·|..,.| |...... .. ·.|.
......| ....·. |.·..·.·|.. |.|..|... |.|.. ......·. ......| ....·. |.·..·.·|.. |.|..|... |.|.. ......·.
!...·......·... !...·......·... .....| ·..|. ,·.·.·. ..·.. .|.. .....| ·..|. ,·.·.·. ..·.. .|..
,.·|..|.. ....·......·.|.. ·.·..·.... ,.·|..|.. ....·......·.|.. ·.·..·....
·,. ||) º+¯ »···' ¯- ·,. ||) º+¯ »···' ¯-
.·· .·· !... ...¡... ..·.. ....·. ....| .·... !... ...¡... ..·.. ....·. ....| .·....·... |...·. .·... |...·.
·.....·.. .·.. ... .·... ·.....·.. .·.. ... .·....·... |...·. .... .... ..·.||.. .·... |...·. .... .... ..·.||..
...... ...... ...... ............ ·.|.... ..·.. ....·.. ...... ·.|.... ..·.. ....·..
.:· .:· !......| ....| ..·.. ....·. ·.....·.. ... .·... .·... !......| ....| ..·.. ....·. ·.....·.. ... .·... .·...
.... |.·|..,.| |...... .. ·.....·... .... |.·|..,.| |...... .. ·.....·...
.s· .s· ·.. ·..|.. ........ ..·.. ....·. ... ,......| ...|.· |.. ........ ..·.. ....·. ... ,......| ...|.·
...... ...... ...... ............. .......
!,. |-1·-- !,. |-1·--· ·«-1·-- -..² i·|«- º+- «-1·-- -..² i·|«- º+-
arga Negara Indonesia ialah arga Negara Indonesia ialah
a. orang yang aseli dalam daerah Negara Indonesia; a. orang yang aseli dalam daerah Negara Indonesia;
b. orang yang tidak masuk dalam golongan tersebut diatas akan tetapi turunan dari seorang dari b. orang yang tidak masuk dalam golongan tersebut diatas akan tetapi turunan dari seorang dari
golongan itu, yang lahir dan bertempat kedudukan dan kediaman di dalam daerah Negara golongan itu, yang lahir dan bertempat kedudukan dan kediaman di dalam daerah Negara
Indonesia, dan orang bukan turunan dari golongan termaksud, yang lahir dan bertempat Indonesia, dan orang bukan turunan dari golongan termaksud, yang lahir dan bertempat
kedudukan dan kediaman selama sedikitnya 5 tahun berturut kedudukan dan kediaman selama sedikitnya 5 tahun berturut- -turut yang paling akhir di turut yang paling akhir di
dalam dalam
daerah Negara Indonesia, yang telah berumur 21 tahun, atau telah kawin, kecuali iika ia daerah Negara Indonesia, yang telah berumur 21 tahun, atau telah kawin, kecuali iika ia
menyatakan keberatan meniadi arga Negara Indonesia karena ia adalah warga negara menyatakan keberatan meniadi arga Negara Indonesia karena ia adalah warga negara
Negeri lain; Negeri lain;
c. orang yang mendapat kewargaan Negara Indonesia dengan cara naturalisasi; c. orang yang mendapat kewargaan Negara Indonesia dengan cara naturalisasi;
d. anak yang sah, disahkan atau diakui dengan cara yang sah oleh bapanya, yang pada waktu d. anak yang sah, disahkan atau diakui dengan cara yang sah oleh bapanya, yang pada waktu
lahirnya bapanya mempunyai kewargaan Negara Indonesia; lahirnya bapanya mempunyai kewargaan Negara Indonesia;
e. anak yang lahir dalam 300 hari setalah bapanya, yang mempunyai kewargaan Negara e. anak yang lahir dalam 300 hari setalah bapanya, yang mempunyai kewargaan Negara
Indonesia, meninggal dunia; Indonesia, meninggal dunia;
I. anak yang hanya oleh ibunya diakui dengan cara yang sah, yang pada waktu lahirnya ibunya I. anak yang hanya oleh ibunya diakui dengan cara yang sah, yang pada waktu lahirnya ibunya
mempunyai kewargaan Negara Indonesia; mempunyai kewargaan Negara Indonesia;
g. anak yang diangkat dengan cara yang sah oleh seorang arga Negara Indonesia; g. anak yang diangkat dengan cara yang sah oleh seorang arga Negara Indonesia;
h. anak yang lahir di dalam daerah Negara Indonesia, yang oleh bapanya ataupun oleh ibunya h. anak yang lahir di dalam daerah Negara Indonesia, yang oleh bapanya ataupun oleh ibunya
tidak diakui dengan cara yang sah; tidak diakui dengan cara yang sah;
i. anak yang lahir di dalam daerah Negara Indonesia, yang tidak diketahui siapa orang tuanya i. anak yang lahir di dalam daerah Negara Indonesia, yang tidak diketahui siapa orang tuanya
atau kewargaan negara orang tuanya. atau kewargaan negara orang tuanya.
l.·..·.·|.. !.·.. · ++ ^.. ·: '.|.. :::. |..|... l.·..·.·|.. !.·.. · ++ ^.. ·: '.|.. :::. |..|...
·...·......·... ·.,.|..| ·.....·.. .....|.|.. |.|.. |... ·...·......·... ·.,.|..| ·.....·.. .....|.|.. |.|.. |...
{^u .... ..... ...¡... {^· |.·.· ......|. ·..·.|. {^u .... ..... ...¡... {^· |.·.· ......|. ·..·.|.
.. ·... ·. ·.·.. ... ·... .··.·.· .. ·... ·. ·.·.. ... ·... .··.·.·--
·.·.· ·. r ·... ·.·. .··.·.· ·.·.· ·. r ·... ·.·. .··.·.·--·.·.·: ·.·.·:
.· ... ·. ·...: .· ... ·. ·...:
:·...· ·. · r ·... ·. ·.. ...: :·...· ·. · r ·... ·. ·.. ...:
.·· .·.. ·.·..: .·· .·.. ·.·..:
.·. ·.·.·.: .·. ·.·.·.:
.·. .·.·.·. .·: .·. .·.·.·. .·:
.·... ·.·.·..... ···: .·... ·.·.·..... ···:
..· .. . . .·. ..· .. . . .·.
/.-· ¤(A ·.o- ·-·.o «.«·o /-o-.o ¤(/ /.o /.-· ¤(A ·.o- ·-·.o «.«·o /-o-.o ¤(/ /.o
·o-·o ¬-o·./· ¤(/ /--/.·.-«.o /.·.· /· ´´ ( /· ·o-·o ¬-o·./· ¤(/ /--/.·.-«.o /.·.· /· ´´ ( /·
/.ooo ·ccc ·-o·.o- /-«.--.o--.-..o /-oo/··« /.ooo ·ccc ·-o·.o- /-«.--.o--.-..o /-oo/··«
/o/o-··. ¬-o·.·.«.o /.o«. ¤(A ·.o- /o/o-··. ¬-o·.·.«.o /.o«. ¤(A ·.o-
/--·.o-«o·.o o.-o·· /--·.o-«o·.o o.-o··
/ / )-o-.·o«.o o--o·.·..o )-o-.·o«.o o--o·.·..o «- o-·./.·.)-o·--· «- o-·./.·.)-o·--·
/o«o¬ /.o /A) /o«o¬ /.o /A) oo·o« ¬-o·./· ¤(/· oo·o« ¬-o·./· ¤(/·
· · )-¬/--·«.o )-¬/--·«.o ·o-.· o--o·.·..o ·o-.· o--o·.·..o /.o«. /·. ·-·.o /.o«. /·. ·-·.o
··o--.· /· /o/o-··. · ·.ooo /--·o-o· ··o--.· /· /o/o-··. · ·.ooo /--·o-o·- -·o-o· .·.o /c ·o-o· .·.o /c
·.ooo ··/.« /--·o-o· ·.ooo ··/.« /--·o-o·- -·o-o· ·o-o·· /.o · /.o
¨ ¨ /--o·.·..o /--o·.·..o /.o«. /··. ¬-o/.o.· /.o«. /··. ¬-o/.o.·
«-«.--.o--.-..o /o/o-··. «-«.--.o--.-..o /o/o-··. ··/.« ¬-o·./· ··/.« ¬-o·./·
/«·«-«.--.o--.-..o /«·«-«.--.o--.-..o ´/-«.--.o--.-..o -.o/./ ´/-«.--.o--.-..o -.o/./
1. 1. Asas Kewarganegaraan Asas Kewarganegaraan
~.~- .u-c|. . ~.~- .u-c|. . ¡e:er~¡~: |e.~··~:e·~·~~: ¡e:er~¡~: |e.~··~:e·~·~~:
-e-ec·~:· ¦e·J~-~·|~: re¡~r .~ J.|~|.·|~:. -e-ec·~:· ¦e·J~-~·|~: re¡~r .~ J.|~|.·|~:.
~.~- .u- -~:·u.:.- . ~.~- .u- -~:·u.:.- . ¡e:er~¡~: ¡e:er~¡~:
|e.~··~:e·~·~~: -e-c·~:· ¦e·J~-·|~: |e.~··~:e·~·~~: -e-c·~:· ¦e·J~-·|~:
|eru·u:~:. |eru·u:~:.
~.~- |e.~··~:e·~·~~: ru:··~| . ~.~- |e.~··~:e·~·~~: ru:··~| .
-~ru |e.~··~:e·~·~~: ¦~·. -er.~¡ -~ru |e.~··~:e·~·~~: ¦~·. -er.~¡
c·~:· c·~:·
/¡·~r.Je . /¡·~r.Je . r.J~| ¬e¬.|.|. r.J~| ¬e¬.|.|.
|e.~··~:e·~·~~: |e.~··~:e·~·~~:
2. Pewarganegaraan (Naturalisasi) 2. Pewarganegaraan (Naturalisasi)
»c.-»t..».. »c.-»t..».. .»t»t ,--~-t-·»· t-«»-,»·-,»-»»·. .»t»t ,--~-t-·»· t-«»-,»·-,»-»»·.
·' ·' »c.-»t..».. o.».» . .-..». »c.-»· ,--.·e»·, »c.-»t..».. o.».» . .-..». »c.-»· ,--.·e»·, .·e»·,»· .·e»·,»·
,»·, o--t»t. ,»·, o--t»t.
.' .' »c.-»t..».. t.»- o.».» . o--e».»-t»· ,-·,t.t»c»· ,».» e»· »c.-»t..».. t.»- o.».» . o--e».»-t»· ,-·,t.t»c»· ,».» e»·
t-~»~,.»· t-~»~,.»·
J-«»-,»·-,»-»»· »tc.j. J-«»-,»·-,»-»»· »tc.j. .-.---, e,c .-.---, e,c
~-·,,.·»t»· ~-·,,.·»t»· t»t -,.. t»t -,.. .ct ~-~.t.t »c». .ct ~-~.t.t »c».
~-·,»,.t»· t-t-·e»t ~-·,»e. «»-,» ·-,»-» ~-·,»,.t»· t-t-·e»t ~-·,»e. «»-,» ·-,»-»
e»-. ..»c. ·-,»-» e»-. ..»c. ·-,»-»
J-«»-,»·-,»-»»· ,»..j. J-«»-,»·-,»-»»· ,»..j. .-.---, ,, cet ~». .-.---, ,, cet ~».
¬e:.|~| Je:·~: ¡·.~ ~-.:· ¬e:.|~| Je:·~: ¡·.~ ~-.:·
J.~|u. c|e| c·~:· ~-.:· -e¦~·~. ~:~| J.~|u. c|e| c·~:· ~-.:· -e¦~·~. ~:~|
¬~-u| J~|~¬ J.:~- ~-.:· ¬~-u| J~|~¬ J.:~- ~-.:·
¦e·re¬¡~r r.:··~| J. |u~· :e·e·. · .|.¬~` r~|u: ¦e·re¬¡~r r.:··~| J. |u~· :e·e·. · .|.¬~` r~|u:
¦e·ru·ur ¦e·ru·ur- -ru·ur ru·ur
~| ~J~|~|. ~| ~J~|~|. `e-u~ru n~:· ¬ur|~| ¬e:¡~J. ¬.|.| `e-u~ru n~:· ¬ur|~| ¬e:¡~J. ¬.|.|
|.r~ J~: ¡e:··u:~~::n~ re··~:ru:· |e¡~J~ |.r~ |.r~ J~: ¡e:··u:~~::n~ re··~:ru:· |e¡~J~ |.r~
-e:J.·.. -e:J.·..
(c:rc|:n~. |~| ¬e:J~¡~r|~: ¡e:·~¡~·~:. |~| (c:rc|:n~. |~| ¬e:J~¡~r|~: ¡e:·~¡~·~:. |~|
¬e:J~¡~r|~: :.|~. J~·. ·u·u J~: -e¦~·~.:n~ ¬e:J~¡~r|~: :.|~. J~·. ·u·u J~: -e¦~·~.:n~
ke.~¡.¦~: ~J~|~|. ke.~¡.¦~: ~J~|~|. `e-u~ru n~:· |~·u- J.|~|u|~: `e-u~ru n~:· |~·u- J.|~|u|~:
Je:·~: ¡e:u| ·~-~ r~:··u:· ¡~.~¦. Je:·~: ¡e:u| ·~-~ r~:··u:· ¡~.~¦.
(c:rc|:n~. ¬e|~|-~:~|~: r~r~ re·r.¦ J. -e|c|~|. (c:rc|:n~. ¬e|~|-~:~|~: r~r~ re·r.¦ J. -e|c|~|.
¬e¬¦~n~· `|| ~r~u ¬e|~|-~:~|~: ru·~- n~:· ¬e¬¦~n~· `|| ~r~u ¬e|~|-~:~|~: ru·~- n~:·
J.¦e·.|~: ·u·u Je:·~: J.¦e·.|~: ·u·u Je:·~:
æo/ doa /eøojtòoa doIom òtdoao æo/ doa /eøojtòoa doIom òtdoao
ooIttt/ ooIttt/
1. Hak untuk diperlakukan yang sama di dalam 1. Hak untuk diperlakukan yang sama di dalam
hukum dan pemerintahan. hukum dan pemerintahan.
2. Kewaiiban meniuniung hukum dan 2. Kewaiiban meniuniung hukum dan
pemerintahan. pemerintahan.
3. Hak berserikat dan berkumpul. 3. Hak berserikat dan berkumpul.
4. Hak mengeluarkan pikiran (berpendapat). 4. Hak mengeluarkan pikiran (berpendapat).
5. Kewaiiban untuk memiliki kemampuan 5. Kewaiiban untuk memiliki kemampuan
beroganisasi dan melaksanakan aturan beroganisasi dan melaksanakan aturan- -aturan aturan
lainnya, di antaranya Semua organisasi harus lainnya, di antaranya Semua organisasi harus
berdasarkan Pancasila sebagai azasnya, semua berdasarkan Pancasila sebagai azasnya, semua
media pers dalam mengeluarkan pikiran media pers dalam mengeluarkan pikiran
(pembuatannya selain bebas harus pula (pembuatannya selain bebas harus pula
bertanggung iawab dan sebagainya) bertanggung iawab dan sebagainya)
æo/ doa /eøojtòoa doIom æo/ doa /eøojtòoa doIom
òtdoao sostoI òodooo òtdoao sostoI òodooo
Hak memperoleh kesempatan pendidikan pada segala tingkat, Hak memperoleh kesempatan pendidikan pada segala tingkat,
baik umum maupun keiuruan. baik umum maupun keiuruan.
Hak menikmati dan mengembangkan kebudayaan nasional Hak menikmati dan mengembangkan kebudayaan nasional
dan daerah. dan daerah.
Kewaiiban mematuhi peraturan Kewaiiban mematuhi peraturan- -peraturan dalam bidang peraturan dalam bidang
kependidikan. kependidikan.
Kewaiiban memelihara alat Kewaiiban memelihara alat- -alat sekolah, kebersihan dan alat sekolah, kebersihan dan
ketertibannya. ketertibannya.
Kewaiiban ikut menanggung biaya pendidikan. Kewaiiban ikut menanggung biaya pendidikan.
Kewaiiban memelihara kebudayaan nasional dan daerah. Kewaiiban memelihara kebudayaan nasional dan daerah.
Hak untuk mengembangkan dan menyempurnakan hidup Hak untuk mengembangkan dan menyempurnakan hidup
moral keagamaannya, sehingga di samping kehidupan moral keagamaannya, sehingga di samping kehidupan
materiil iuga kehidupan spiritualnya terpelihara dengan baik. materiil iuga kehidupan spiritualnya terpelihara dengan baik.
. æo/ doa /eøojtòoa doIom òtdoao æoa/om . æo/ doa /eøojtòoa doIom òtdoao æoa/om
bahwa setiap warga negara berhak dan waiib dalam usaha bahwa setiap warga negara berhak dan waiib dalam usaha
pembelaan negara. pembelaan negara.
d æo/ doa /eøojtòoa doIom òtdoao _/oaomt d æo/ doa /eøojtòoa doIom òtdoao _/oaomt
Hak memperoleh iaminan keseiahteraan ekonomi, Hak memperoleh iaminan keseiahteraan ekonomi,
misalnya dengan tersedianya barang dan iasa keperluan misalnya dengan tersedianya barang dan iasa keperluan
hidup yang teriangkau oleh daya beli rakyat. hidup yang teriangkau oleh daya beli rakyat.
Hak dipelihara oleh negara untuk Iakir miskin dan Hak dipelihara oleh negara untuk Iakir miskin dan
anak anak- -anak terlantar. anak terlantar.
Kewaiiban bekeria keras dan terarah untuk menggali Kewaiiban bekeria keras dan terarah untuk menggali
dan mengolah berbagai sumber daya alam. dan mengolah berbagai sumber daya alam.
Kewaiiban dalam mengembangkan kehidupan ekonomi Kewaiiban dalam mengembangkan kehidupan ekonomi
yang berazaskan kekeluargaan, tidak merugikan yang berazaskan kekeluargaan, tidak merugikan
kepentingan orang lain. kepentingan orang lain.
Kewaiiban membantu negara dalam pembangunan Kewaiiban membantu negara dalam pembangunan
|ndone:|o |ndone:|o - - mu|t|hu|turo| mu|t|hu|turo| - --ro:, -ro:, nender, nender,
no|onnon, no|onnon, budouo, budouo, :uhu :uhu bonn:o bonn:o - --- KONFLÌK KONFLÌK
en|ono en|ono to|| to|| oer:oudoroon oer:oudoroon..
ßerno:|o, ßerno:|o, ennnun||nnhon ennnun||nnhon heburuhon heburuhon oronn oronn
|o|n, |o|n, |r| |r| - --- DÌHÌLANGKAN! DÌHÌLANGKAN!
$o||nn $o||nn menn|:| menn|:|
emoerhouo emoerhouo oennetohuon oennetohuon dennon dennon berbon| berbon|
cer|to cer|to otou otou heoh||on heoh||on tonoo tonoo memoedu||hon memoedu||hon
oerbedoon oerbedoon uonn uonn odo odo..
emuouh emuouh hehouoon hehouoon uonn uonn odo odo..
ßonn:o ßonn:o Vonn Vonn hohoh hohoh - --- KUAT KUAT
S!STEN POL!T!K !NDONES!A S!STEN POL!T!K !NDONES!A
¯·i-- '.'i| .-1.--·· ¯·i-- '.'i| .-1.--··
)-|-· ¯·i-- '.'i|
¯«»···i·«|i«·
.-|···i·«|i«·
¯·i-- '.'i| )--.|··· 1 .-1.--··
'-··- ·-·i· ¨··.···|·i .-1.--··
¯·i-- '.'i| 1 )«-·
¯i·«|i«· '.'i|
Standar Kompetensi .. Standar Kompetensi ..
* íCn¶önöllîlî îlîtCm DOlltlK Ol ]nOOnCîlö * íCn¶önöllîlî îlîtCm DOlltlK Ol ]nOOnCîlö
Kompetensi Dasar .. Kompetensi Dasar ..
* * íCnOCîKrlDîlKön îuDröîtruKtur Oön íCnOCîKrlDîlKön îuDröîtruKtur Oön
lnfröîtruKtur DOlltlK Ol ]nOOnCîlö lnfröîtruKtur DOlltlK Ol ]nOOnCîlö
* * íCnOCîKrlDîlKön DCrbCOöön îlîtCm DOlltlK Ol íCnOCîKrlDîlKön DCrbCOöön îlîtCm DOlltlK Ol
bCrbö¶öl nC¶örö bCrbö¶öl nC¶örö
* * íCnömDllKön DCrön îCrtö Oölö îlîtCm DOlltlK Ol íCnömDllKön DCrön îCrtö Oölö îlîtCm DOlltlK Ol
]nOOnCîlö ]nOOnCîlö
Politik ialah ilmu yang mempelaiari tentang Politik ialah ilmu yang mempelaiari tentang
negara, tuiuan dan lembaga negara dala negara, tuiuan dan lembaga negara dala
melaksanakn Iungsi, tuiuan dan hubungan melaksanakn Iungsi, tuiuan dan hubungan
dengan negara maupun warga negara dengan negara maupun warga negara
Konsep pokok politik Konsep pokok politik
negara negara
kekuasaan kekuasaan
pengmblan keputusan pengmblan keputusan
kebiiakan kebiiakan
pembagian kekuasaan pembagian kekuasaan
·. ·. 5.,·.·|·.||.· !...|.| 5.,·.·|·.||.· !...|.|
Ialah suasana kehidupan politik pemerintahan Ialah suasana kehidupan politik pemerintahan
yang terdiri dari yang terdiri dari
MPR MPR
Anggota MPR Anggota MPR
Presiden Presiden
LegislatiI LegislatiI
BPK BPK
MA MA
...·. ·.,·.·|·.||.· ,...|.| . ...·. ·.,·.·|·.||.· ,...|.| .
. . ».,· ».,~.»··~. /»»·»~. ».,· ».,~.»··~. /»»·»~.
».,· »·~/~.~~. /»»·»~. ».,· »·~/~.~~. /»»·»~.
».,· ».,~»~~. »·~/~.~~. /»»·»~. ».,· ».,~»~~. »·~/~.~~. /»»·»~.
:. ·.¡·.·|·.||.· !...|.| :. ·.¡·.·|·.||.· !...|.|
~·~» »~~.~ /»·~»»~. »····/ .~/»~· ~·~» »~~.~ /»·~»»~. »····/ .~/»~·
·. ·. !.·|.. !...|.| !.·|.. !...|.|
5..|. .·....·.·. ..... ....|.·..|.. .||..|.· ,...|.| .... 5..|. .·....·.·. ..... ....|.·..|.. .||..|.· ,...|.| ....
|.·.·.|. ..|.| ......·.. |.|..·... ,...·..|.|.. ..... |.·.·.|. ..|.| ......·.. |.|..·... ,...·..|.|.. .....
...|.·.|.. ...¡..| |.,... .....|. ,.·|..... ...|.·.|.. ...¡..| |.,... .....|. ,.·|.....
:. ·....,.| ·.,..|..... :. ·....,.| ·.,..|.....
º......·|.. .·,.·.·. ... .·.... ,...|.|. C..|.|.... .·....·.·. º......·|.. .·,.·.·. ... .·.... ,...|.|. C..|.|.... .·....·.·.
|.·.|. |.... ........ ,........ ,...... ....·.. ... .....|.... |.·.|. |.... ........ ,........ ,...... ....·.. ... .....|....
s. ·....,.| !...|.. s. ·....,.| !...|..
'...| |.·....| ,... ¡.|.|.. ,...|.| |.,. |.·,.·.. .....¡.|.. '...| |.·....| ,... ¡.|.|.. ,...|.| |.,. |.·,.·.. .....¡.|..
|.,..|..... ... .·,.·.·. ..·..·.|.| |.,..|..... ... .·,.·.·. ..·..·.|.|
·. u..| ·.....|.·. !...|.| ·. u..| ·.....|.·. !...|.|
·...| ..... ..··. .... ..,.| ..¡...|.. ,......· ... ,..|... ·...| ..... ..··. .... ..,.| ..¡...|.. ,......· ... ,..|...
·..·. ·.|..| ..... .||..|.· ,...|.|. ·..·. ·.|..| ..... .||..|.· ,...|.|.
-. '.|.| !...|.| -. '.|.| !...|.|
·...| |.|.| ·...| |.|.||.|.| ..·..·.|.| .... ...,.·...| ,....¡.|.. |.|.| ..·..·.|.| .... ...,.·...| ,....¡.|..
~. `.-re¬ |c|.r.| [. [e·~·~ kc¬u:.- . ~. `.-re¬ |c|.r.| [. [e·~·~ kc¬u:.- .
Bercirikan pemerintahan yang sentralistik, Bercirikan pemerintahan yang sentralistik,
peniadaan hak milk pribadi, peniadaan hak peniadaan hak milk pribadi, peniadaan hak- -haak haak
sipil dan politik, tidak adanya mekanisme pemilu sipil dan politik, tidak adanya mekanisme pemilu
yang terbuka, tidak adanya oposisi, serta terdapat yang terbuka, tidak adanya oposisi, serta terdapat
pembatasan terhadap arus inIormasi dan pembatasan terhadap arus inIormasi dan
kebebasan berpendapat kebebasan berpendapat
¦. `.-re¬ |c|.r.| [. [e·~·~ |.¦e·~| . ¦. `.-re¬ |c|.r.| [. [e·~·~ |.¦e·~| .
Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap
individu atau kelompok; pembatasan kekuasaan; individu atau kelompok; pembatasan kekuasaan;
khususnya dari pemerintah dan agama; penegakan khususnya dari pemerintah dan agama; penegakan
hukum; pertukaran gagasan yang bebas; sistem hukum; pertukaran gagasan yang bebas; sistem
pemerintahan yang transparan yang didalamnya pemerintahan yang transparan yang didalamnya
terdapat iaminan hak terdapat iaminan hak- -hak kaum minoritas hak kaum minoritas
Iittem Þolitih di lndonetiu : Iittem Þolitih di lndonetiu :
5.·|.. ,...|.| .... ....·.·|.. ,... ...... ,·..·.,. ,·.·...·. ... 5.·|.. ,...|.| .... ....·.·|.. ,... ...... ,·..·.,. ,·.·...·. ...
|....|..... .... ....|·.|.·. u..,.. ·.... |....|..... .... ....|·.|.·. u..,.. ·....·.... ,.|.| ..·. ·.... ,.|.| ..·.
·.·|.. ,...|.| ....|·.·. .. ·.....·.. .....| . ·.·|.. ,...|.| ....|·.·. .. ·.....·.. .....| .
Ide kedaulatan rakvat Ide kedaulatan rakvat
Negara berdasarkan atas hukum Negara berdasarkan atas hukum
Bentuk Republik Bentuk Republik
Pemerintahan berdasarkan konstitusi Pemerintahan berdasarkan konstitusi
Pemerintahan vang bertanggung iawab Pemerintahan vang bertanggung iawab
Sistem Perwakilan Sistem Perwakilan
J--»· .--c» ~».,»-»t»c e»t»~ ,-t.c.t »e»t»t c--·.,c»·,» J--»· .--c» ~».,»-»t»c e»t»~ ,-t.c.t »e»t»t c--·.,c»·,»
~».,»-»t»c ,-t.c.t ,»·, ¯ ~».,»-»t»c ,-t.c.t ,»·, ¯/-.c.. J»-c...,»c.j /-.c.. J»-c...,»c.j´ e-·,»· ´ e-·,»·
·.-. ·.-. ·.-. .. ·.-. ..
-·.·,t»c·,» --.,-· ~».,»-»t»c c--t»e», t-o.,»t»· -·.·,t»c·,» --.,-· ~».,»-»t»c c--t»e», t-o.,»t»·
,-~--.·c»t ,-~--.·c»t
¼e»·,» ,»-c...,».. -»t,»c e»t»~ ~-·e.t.·, »c». ¼e»·,» ,»-c...,».. -»t,»c e»t»~ ~-·e.t.·, »c».
~-·-t»t ..»c. t-o.,»t»· ,-t.c.t ~-·-t»t ..»c. t-o.,»t»· ,-t.c.t
-·.·,t»c·,» ,»-c...,».. -»t,»c e»t»~ o--o»,». -·.·,t»c·,» ,»-c...,».. -»t,»c e»t»~ o--o»,».
t-t.»c»· --,»·..».. ,-t.c.t. --,»·..».. t-~».,»-»t»c»·. t-t.»c»· --,»·..».. ,-t.c.t. --,»·..».. t-~».,»-»t»c»·.
e»· t-t-~,-t e»· t-t-~,-t t-t-~,-t ,-·-t»· t-t-~,-t ,-·-t»·

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->