P. 1
desa siaga

desa siaga

|Views: 158|Likes:
Published by LelaNya Aqim

More info:

Published by: LelaNya Aqim on Jul 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT, karena atas limpahan rahmat dan ridho-Nya semata kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ´Desa Siaga´ sesuai dengan waktu yang ditentukan. Selanjutnya ucapan terima kasih kami sampaikan kepada: 1. Mutiara Rachmawati S, SST selaku Dosen Pembimbing. 2. Anggota kelompok I yang telah bekerja keras menyelesaikan makalah ini. 3. Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung, yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Kami sangat berharap makalah kami dapat membantu para pembaca untuk lebih memahami tentang Desa Siaga. Kami menyadari bahwa dengan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, apa yang telah kami buat ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran dari para pembaca sangat kami harapkan.

Kediri, 3 April 2009

Penulis

Dapat memotivasi pembaca untuk menerapkan konsep Desa Siaga. gangguan jiwa dan kemiskinan.2 Tujuan Bagi Penulis: Memenuhi tugas ujian Lab. y y y y y y y y y y y 1. Kondisi tersebut di atas turut meningkatkan masalah kesehatan seperti tingginya angka kematian. maka Departemen Kesehatan segera memutuskan visi yaitu ³masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat´ dengan misi membuat masyarakat sehat.000 (SKRT 2001) dan kematian bayi sebesar 35/1000 kelahiran hidup (SDKI 2002-2003). Bagi Pembaca: Menambah wawasan pembaca tentang Desa Siaga. ekonomi dan lingkungan di tanah air kita. gempa. Demikian juga dengan tingginya angka kesakitan akhir-akhir ini ditandai dengan munculnya kembali berbagai penyakit lama seperti malaria dan tuberculosis paru. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 menjadi 226/100.BAB I PENDAHULUAN 1. sehingga tercipta mayarakat madani yang perduli mengenai masalah kesehatan. terutama kematian ibu sebesar 307/100. yang meliputi: ‚ Pengertian Desa Siaga. 1. .1 Latar Belakang Maraknya bencana alam seperti tanah longsor. Dengan telah ditetapkan sasaran tersebut. serta masih indemisnya penyakit-penyakit diare dan demam berdarah. ‚ Tujuan Desa Siaga.8% menjadi 20%. banjir.ASKEB V.000 kelahiran hidup. Konflik sosial yang berkepanjangan telah menimbulkan kerusakan dan pertikaian. tsunami dan lain-lain. penggundulan hutan pengungsian dan wabah penyakit serta Kejadian Luar Biasa (KLB) telah terjadi di sebagian besar Negara kita. stress. Konsep Dasar Desa Siaga . pemerintah telah menetapkan PP nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 dengan sasaran yang harus dicapai: Meningkatnya umur harapan hidup dari 66. Menumbuhkan sikap gemar membaca bagi mahasiswa. SARS dan flu burung.6 tahun. akhir-akhir ini telah memperparah kondisi sosial. Sehubungan dengan hal tersebut. Pencemaran lingkungan. Meningkatkan kerja sama dan kekompakan antar mahasiswa.3 Rumusan Masalah Dalam makalah ini akan dibahas tentang: 1. Menambah wawasan penulis tentang Desa Siaga. Menurunnya angka kematian bayi dari 45 menjadi 26/1000 kelahiran hidup. merebaknya berbagai penyakit baru yang bersifat pandemic seperti HIV/AIDS. Menurunnya prevalensi gizi kurang anak balita dari 25.2 tahun menjadi 70. Memberikan pelatihan dalam menyusun makalah.

5. bencana dan kegawatdaruratan kesehatan. berdasarkan asal-usul dan adapt-istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. dengan mengambil kebijakan bahwa ³seluruh desa di Indonesia menjadi Desa Siaga pada akhir tahun 2008´.1 Konsep Dasar Desa Siaga Langkah nyata untuk mewujudkan sasaran RPJMN 2004-2009. 2. Pelaksanaan Desa Siaga. dengan memanfaatkan potensi setempat.2 Tujuan Desa Siaga . 564/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Desa Siaga. kejadian bencana.1. Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar. BAB II PEMBAHASAN 2. kecelakaan.1.1 Pengertian Desa Siaga Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan. telah diterbitkan SK Menkes No. Peran Jajaran Kesehatan dan Pemangku Kepentingan Terkait. penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi. secara gotong-royong. 3. Sasaran dan Kriteria Pengembangan Desa Siaga . Program-program yang Terdapat Dalam Desa Siaga.‚ 2. Desa yang dimaksud di sini dapat berarti Kelurahan atau negeri atau istilahistilah lain bagi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah. yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. secara mandiri. dan lain-lain. 4. Indikator Keberhasilan Desa Siaga.

Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Dalam Desa Siaga Pengertian Poskendes Poskesdes adalah upaya UKBM yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan / menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. sarana. b. yaitu: a. swasta. termasuk tokoh agama.1. Poskesdes dapat dikatakan sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan antara upaya-upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. kader. D Menyiapsiagakan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. yang diharapkan mampu melaksanakan hidup sehat. c. D Memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. mengubah desa menjadi Desa Siaga akan lebih cepat bila di desa tersebut telah ada berbagai Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). seperti tokoh masyarakat. Polindes. dan lain-lain sebagai embrio atau titik awal pengembangan menuju Desa Siaga. seperti Kepala Desa. dan pemangku kepentingan lainnya. dan lain-lain. para pejabat terkait. Untuk menuju Desa Siaga perlu dikaji berbagai kegiatan bersumberdaya masyarakat yang ada dewasa ini seperti Posyandu. tenaga. Semua individu dan keluarga di desa. Pos Obat Desa. sasaran pengembangan Desa Siaga dibedakan menjadi tiga jenis. . peraturan perundang-undangan. 2. Dana Sahat. 2. Pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut. serta petugas kesehatan. serta perduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya. Yaitu upaya mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran yang berupa proses pemecahan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Kriteria Sebuah desa telah menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa. tokoh perempuan dan pemuda. Siap-Antar-Jaga. Camat.Tujuan dari dibentuknya Desa Siaga adalah: D Mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat desa. Oleh karena itu dalam pengembangannya diperlukan langkah-langkah pendekatan edukatif. para donatur.3 Sasaran dan Kriteria Pengembangan Desa Siaga Sasaran Untuk mempermudah strategi intervensi. dana. Dengan demikian. Pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan.2 Program-program yang Terdapat Dalam Desa Siaga Inti dari kegiata Desa Siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat.

ponsel. terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB. Dengan demikian. serta faktor-faktor resikonya (termasuk kurang gizi). donator. dan lain-lain. peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pembangunan saranan fisik Poskesdes dapat dilaksanakan melalui berbagai cara. yaitu dengan urutan alternative sebagai berikut: a. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: Pusat: ‚ Penyusunan pedoman. 2. Kegiatan-kegiatan lain.Pelayanannya meliputi upaya-upaya promotif. Untuk menyelenggarakan Poskesdes harus tersedia sarana fisik bangunan. Balai Desa. Kegiatan Poskendes Poskesdes diharapkan dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa. sekurang-kurangnya: Pengamatan epidemiologis sederhana terhadap penyakit.      Sumber Daya Poskendes Poskesdes diselenggarakan oleh tenaga kesehatan (minimal seorang bidan). Bali Pertemuan Desa. terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB. c.Pelaksanaan Desa Siaga a. dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (terutama bidan) dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela lainnya.3. preventif. Persiapan Dalam tahap persiapan. dengan dibantu oleh sekurang-kurangnya dua orang kader. Guna kelancaran komunikasi dengan masyarakat dan dengan sarana kesehatan (khususnya Puskesmas). atau swadaya masyarakat. ‚ Penyelenggaraan Pelatihan bagi Pelatih atau Training of Trainers (TOT). Poskesdes sekaligus berperan sebagai coordinator dan UKBM-UKBM tersebut. b. Membangun baru. ‚ Pembuatan modul-modul pelatihan. Poskesdes juga diharapkan sebagai pusat pengembangan atau revitalisasi berbagai UKBM lain yang dibutuhkan masyarakat desa (misalnya Warung Obat Desa. atau kurir). yaitu misalnya Balai RW. yaitu promosi kesehatan untuk peningkatan keluarga sadar gizi. perlengkapan. dan lain-lain. Mengembangkan Pondok Bersalin Desa (Polindes) yang telah ada menjadi Poskesdes. sesuai dengan kompetensinya. dunia usaha. penyehatan lingkungan. Provinsi: . dan faktor-faktor resikonya (termasuk status gizi) serta kesehatan ibu hamil yang beresiko. merupakan kegiatan pengembangan. dan peralatan kesehatan. Pelayanan medis dasar. Kesiapsiagaan dan penanggualangan bencana dan kegawatdaruratan kesehatan. Memanfaatkan bangunan yang sudah ada. Kelompok Pemakai Air. Penanggulangan penyakit. yaitu dengan pendanaan dari Pemerintah (Pusat atau Daerah). Poskesdes seyogyanya memiliki juga sarana komunikasi (telepon. Arisan Jamban Keluarga dan lain-lain).

mengevaluasi dan membina kelestarian upaya-upaya yang telah dilakukan. Mendiagnosis masalah dan merumuskan alternatif-alternatif pemecahan masalah. Melaporkan hasil pemantauan ke pusat. Provinsi: Memantau kemajuan pengembangan Desa Siaga. Melaporkan pengembangan ke Kabupaten /Kota. Memantau. dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah. Kabupaten / Kota: Penyediaan dana dan dukungan sumber daya lain. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: Pusat: Memantau kemajuan dan mengevaluasi keberhasilan pengembangan Desa Siaga. ‚ ‚ ‚ ‚ ‚ c. Pendekatan Pengembangan Desa Siaga Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan membantu / memfasilitasi masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran melalui siklus atau spiral pemecahan masalah yang terorganisasi (pengorganisasian masyarakat). yaitu dengan menempuh tahap-tahap: Mengidentifikasi masalah. Pelaksanaan Dalam tahap pelaksanaan.‚ ‚ ‚ b. Kecamatan: Melakukan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). ‚ ‚ ‚ ‚ . Penyelenggaraan pelatihan kader. ‚ ‚ ‚ ‚ ‚ ‚ ‚ d. Provinsi: Penyediaan dana dan dukungan sumber daya lain. Penyelenggaraan TOT (tenaga kabupaten / Kota). Pemantauan dan Evaluasi Dalam tahap pemantauan dan evaluasi. hal-hal yang perlu dilakukan adalah: Pusat: Penyediaan dana dan dukungan sumber daya lain. penyebab masalah. Melaporkan hasil pemantauan ke Provinsi. Kecamatan: Pengembangan dan Pembinaan Desa Siaga. Penyiapan Puskesmas dan Rumah Sakit dalam rangka penanggualangan bencana dan kegawatdaruratan kesehatan. merencanakan dan melaksanakannya. Kabupaten / Kota: Penyelenggaraan pelatihan tenaga kesehatan. Menetapkan alternative pemecahan masalah yang layak. Kabupaten / Kota: Memantau kemajuan pengembangan Desa Siaga.

Keluaran (output) dan langkah ini adalah para petugas yang memahami tugas dan fungsinya. Dengan demiian. pertemuan atau pelatihan yang bersifat konsolidasi. termasuk dalam rangka membangun Poskesdes. PKK. yang disesuaikan dengan kondisi setempat. khususnya dalam membentuk opini publik guna menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan Desa Siaga. Dalam langkah ini termasuk kegiatan advokasi kepada para penentu kebijakan. Untuk itu. Jadi dukungan yang diharapkan dapat berupa dukungan moral. Survei Mawas Diri Survey Mawas Diri (SMD) atau Telaah Mawas Diri (TMD) atau Community Self Survey (CSS) bertujuan agar pemuka-pemuka masyarakat mampu melakukan telaah mawas diri untuk desanya. serta organisasi kemasyarakatan lainnya. sehingga pembangunan Desa Siaga dapat berjalan dengan lancar. Lembaga Pemberdayaan Desa. agar mereka tahu dan mau bekerjasama dalam satu tim untuk mengembangkan Desa Siaga. Keluaran atau output dan SDM ini berupa identifikasi masalah-masalah kesehatan serta daftar potensi di desa yang dapat didayagunakan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan tersebut. serta siap bekerjasama dalam satu tim untuk melakukan pendekatan kepada pemangku kepentingan masyarakat. Survey ini harus dilakukan oleh pemuka-pemuka masyarakat setempat dengan bimbingan tenaga kesehatan. serta masyarakat. sesuai kesepakatan dan persetujuan masyarakat dalam rangka pengembangan Desa Siaga. dukungan financial atau dukungan material. sebelumnya perlu dilakukan pemilihan dan pembekalan keterampilan bagi mereka. tokoh masyarakat. Persiapan pada petugas ini bisa berbentuk sosialisasi. maupun dana atau sumber dana yang lain. baik berupa kebijakan atau anjuran. termasuk membangun Poskesdes sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat desa. sebelum kegiatan-kegiatan lainnya dilaksanakan. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) k k . Sedangkan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat bertujuan agar mereka memahami dan mendukung. namun secara garis besar langkah-langkah pokok yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut: k Pengembangan Tim Petugas Langkah ini merupakan awal kegiatan. baik petugas teknis maupun petugas administrasi. hendaknya lembaga-lembaga ini diikut sertakan dalam setiap persemuan dan kesepakatan. serta restu. agar mereka mau memberikan dukungan. k Pengembangan Tim di Masyarakat Tujuan langkah ini adalah untuk mempersiapkan para petugas. Jika di daerah tersebut telah terbentuk wadah-wadah kegiatan masyarakat di bidang kesehatan seperti Konsil Kesehatan Kecamatan atau Badan Penyantun Puskesmas.Meskipun di lapangan banyak variasi pelaksanaanya. serta bangkit niat dan tekad untuk mencari solusinya. mereka menjadi sadar akan permasalahan yang dihadapi di desanya. Tujuan langkah ini adalah mempersiapkan para petugas kesehatan yang berada di wilayah Puskesmas.

pembangunan Poskesdes bisa dikembangkan dari Polindes yang sudah ada. Data serta temuan lain yang diperoleh pada saat SMD disajikan. Hasil pendataan tersebut dimusyawarahkan untuk penentuan prioritas. Materi orientasi / pelatihan yang berlaku. kesehatan lingkungan. pencegahan penyakit menular. warung obat desa (WOD).Tujuan penyelenggaraaan musyawarah masyarakat desa (MMD) ini adalah mencari alternative penyelesaian masalah kesehatan dan upaya membangun Poskesdes. Materi orientasi / pelatihan mencakup kegiatan yang akan dilaksanakan di desa dalam rangka pengembangan Desa Siaga (sebagaiman telah dirumuskan dalam Rencana Operasional). Orientasi / pelatihan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota sesuai dengan pedoman orientasi / pelatihan yang berlaku. juga untuk menyusun rencana jangka panjang pengembangan Desa Siaga. dversifikasi pertanian tanaman pangan dan pemanfaatan pekarangan melalui Taman Obat Keluarga (TOGA). Keluarga Sadar Gizi. Bahkan sedapat mungkin dilibatkan pula kalangan dunia usaha yang mau mendukung pengembangan Desa Siaga dan kelestariannya (untuk itu diperlukan advokasi). kegiatan surveilans. Pelaksanaan Kegiatan Secara operasional pembentukan Desa Siaga dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut: k Pemilihan Pengurus dan Kader Desa Siaga Pemilihan pengurus dan kader Desa Siaga dilakukan melalui pertemuan khusus para pemimpin formal desa dan tokoh masyarakat serta beberapa wakil masyarakat. Di samping itu. k Orientasi / Pelatihan Kader Desa Siaga Sebelum melaksanakan tugasnya. pembangunan dan pengelolaan Poskesdes. Posyandu. kesiap-siagaan bencana. serta langkah-langkah solusi untuk pembangunan Poskesdes dan pengembangan masing-masing Desa Siaga. penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman (PAB-PLP). data potensial. Inisiatif penyelenggaraan musyawarah sebaiknya berasal dari tokoh masyarakat yang telah sepakat mendukung pengembangan Desa Siaga. e. serta hal-hal penting terkait seperti kehamilan dan persalinan sehat. utamanya dalah daftar masalah kesehatan. Siap-Antar-Jga. diakitkan dengan potensi yang dimiliki desa. Pemilihan dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Pengembangan Poskesdes dan UKBM lain Dalam hal ini. dan lain-lain. kejadian luar biasa. sesuai dengan tata cara dan kriteria yang berlaku. kepada pengelola dan kader desa yang telah ditetapkan perlu diberikan orientasi atau pelatihan. pengembangan dan pengelolaan UBKM lain. dengan difasilitasi oleh Puskesmas. Peserta musyawarah adalah tokoh-tokoh masyarakat. PHS. Yaitu meliputi pengelolaan Desa Siaga secara umum. serta harapan masyarakat. termasuk tokoh-tokoh perempuan dan generasi muda setempat. dukungan dan kontribusi apa yang dapat disumbangkan oleh masing-masing individu / institusi yang diwakilinya. k . kegawatdaruratan seharihari.

misalnya dengan pemberian gaji / intensif atau difasilitasi agar dapat berwirausaha. serta pelayanan kesehatan dasar (bila diperlukan). kegiatan dilanjutkan dengan membentuk UKBM-UKBM yang diperlukan dan belum ada di desa yang bersangkutan. dalam rangka pembinaan perlu dikembangkan upayupayauntuk memenuhi kebutuhan para kader agar tidak drop out. . Dengan demikian diketahui bagaimana Poskesdes tersebut akan diadakan . khususnya dengan program-program pembangunan yang bersasaran Desa. Selain itu. Kader-kader yang memiliki motivasi memuaskan kebutuhan sosial psikologinya harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan kreatifitasnya. maka desa yang bersangkutan telah dapat ditetapkan sebagai Desa Siaga. misalnya dalam Buku Register UKBM (contohnya: kegiatan Posyandu dicatat f. Yang juga tidak kalah pentingnya adalah pembinaan jejaring lintas sektor. kegiatan-kegiatan di Desa Siaga perlu dicatat oleh kader. yang hasilnya dipakai sebagai masukan untuk perencanaan dan pengembangan Desa Siaga selanjutnya secara lintas sektoral. Bilamana Poskesdes sudah berhasil diselenggarakan. atau memodifikasi bangunan lain yang ada. maka perlu dibahas dan dicantumkan dalam rencana kerja tentang alternative lain pembangunan Poskesdes. Secara berkala kegiatan Desa Siaga dibimbing dan dipantau oleh Puskesmas. pengembangan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana. Upaya ini selain untuk memantapkan kerjasama. membangun baru dengan bantuan dari donator. yaitu pengembangan sistem surveilans berbasis masyarakat. Untuk dapat melihat perkembangan Desa Siaga. Oleh karena itu. k Penyelenggaraan Kegiatan Desa Siaga Dengan telah adanya Poskesdes. juga diharapkan dapat menyediakan wahana tukar-menukar pengalaman dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi bersama.. maka untuk memajukan Desa Siaga perlu adanya pengembangan jejaring kerjasama dengan berbagai pihak. penyehatan lingkungan. pemberdayaan masyarakat menuju KADARZI dan PHBS. Berkaitan dengan itu. membangun baru dengan fasilitas dari pemerintah. diselenggarakan pula pelayanan UKBM-UKBM lain seperti Posyandu dan lain-lain dengan berpedoman kepada panduan yang berlaku. Pembinaan dan Peningkatan Mengingat permasalahan kesehatan sangat dipengaruhi oleh kinerja sektor lain. Sedangkan kader-kader yang masih dibebani dengan pemenuhan kebutuhan dasarnya. dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan Poskesdes secara rutin. Setelah Desa Siaga resmi dibentuk. pemberantasan penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB. membangun baru dengan swadaya masyarakat. penggalangan dana. atau merevitalisasi yang sudah ada tetapi kurang / tidak aktif. harus dibantu untuk memperoleh pendapatan tambahan. perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi. Perwujudan dan pengembangan jejaring Desa Siaga dapat dilakukan melalui Temu Jejaring UKBM secara internal di dalam desa sendiri dan atau Temu Jejaring antar Desa Siaga (minimal sekali dalam setahun). Salah satu kunci keberhasilan dan kelestarian Desa Siaga adalah keaktifan para kader.Apabila tidak ada Polindes. serta adanya keterbatasan sumber daya.

2. y y y c. termasuk PONEK. termasuk Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED). dan promosi kesehatan di Rumah Sakit. y Mengembangkan komitmen dan kerjasama tim tingkat kecamatan dan desa dalam rangka pengembangan Desa Siaga. dalam hal ini peran Rumah Sakit adalah: Menyelenggarakan pelayanan rujukan. dan pemberdayaan masyarakat. dalam menggerakkan masyarakat desa. khususnya dalam rangka pengembangan kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan dan bencana di Desa Siaga. b. Merevitalisasi Puskesmas dan jaringannya sehingga mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar dengan baik. Melakukan advokasi ke berbagai pihak (pemangku kepentingan) tingkat Kabupaten / Kota dalam rangka pengembangan Desa Siaga. Adapun peran Puskesmas adalah sebagai berikut: y Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar. Peran Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota Sebagai penyelia dan pembina Puskesmas dan Rumah Sakit. termasuk PONED. y Melakukan monitoring Evaluasi dan pembinaan Desa Siaga. Menyelenggarakan promosi kesehatan di Rumah Sakit dalam rangka pengembangan kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan dan bencana. termasuk Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Puskesmas akan dibantu oleh Tenaga Fasilitator dari Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang telah dilatih Provinsi. Menyelenggarakan pelatihan bagi petugas kesehatan dan kader. y y y y y y y . y Memfasilitasi pengembangan Desa Siaga dan Poskesdes. Merevitalisasi Rumah Sakit sehingga mampu menyelenggarakan pelayanan rujukan dengan baik. Merekrut / menyediakan calon-calaon fasilitator untuk dilatih menjadi Fasilitator Pengembangan Desa Siaga. Namun demikian. Peran Puskesmas Dalam rangka pengembangan Desa Siaga. Puskesmas merupakan ujung tombak dan bertugas ganda yaitu sebagai penyelenggara PONED dan penggerak masyarakat desa. Melaksanakan bimbingan teknis medis . peran Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota meliputi: Mengembangkan komitmen dan kerjasama tim di tingkat Kabupaten / Kota dalam rangka pengembangan Desa Siaga. Bersama Puskesmas melakukan pemantauan. Peran Rumah Sakit Rumah Sakit memegang peranan penting sebagai sarana rujukan dan pembina teknis pelayanan medik. Oleh karena itu. evaluasi dan bimbingan teknis terhadap Desa Siaga.dalam buku Register Ibu dan Anak Tingkat Desa atau RIAD dalam Sistem Informasi Posyandu).4 Peran Jajaran Kesehatan dan Pemangku Kepentingan Terkait Peran Jajaran Kesehatan a.

Memfasilitasi pengembangan sistem surveilans. diharapkan berperan aktif juga di semua tingkat administrasi. pemuka masyarakat. Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota melakukan pemantauan. Peran Departemaen Kesehatan Sebagai aparatur tingkat Pusat. Menyediakan dana dan dukungan sumber daya lain. Menyelenggarakan pemantauan dan evaluasi. dan pengorganisasian masyarakat serta promosi kesehatan. dalam rangka pengembangan Desa Siaga. dan cara-cara lain. Dinas Kesehatan Provinsi berperan: Mengembangkan komitmen dan kerjasama tim di tingkat provinsi dalam rangka pengembangan Desa Siaga. serta Posyandu dan UKBM-UKBM lain.  Pejabat-pejabat Pemerintah Daerah Memberikan dukungan kebijakan. Membantu Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota mengembangkan kemampuan Puskesmas dan Rumah Sakit di bidang konseling. . evaluasi dan bimbingan teknis terhadap Desa Siaga. kunjungan rumah. Memfasilitasi ketersediaan tenaga kesehatan untuk tingkat desa. pejabat lintas sektor. Memfasilitasi revitalisasi Dinas Kesehatan. unsur-sunsur organisasi / ikatan profesi. Puskesmas. tokoh-tokoh agama. Melakukan advokasi ke berbagai pihak (pemangku kepentingan) tingkat provinsi dalam rangka pengembangan Desa Siaga. serta mensosialisasikan dan mengadvokasikannya. Departemaen Kesehatan berperan dalam: Menyusun konsep dan pedoman pengembangan Desa Siaga. Memfasilitasi pembangunan Poskesdes dan pengembangan Desa Siaga. y y y y y y y e. Peran Dinas Kesehatan Provinsi Sebagai penyelia dan pembina Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. PKK. sarana dan dana untuk penyelenggaraan Desa Siaga. Menyelenggarakan pelatihan bagi pelatih (TOT). LSM. Peran Pemangku Kepentingan Terkait Pemangku kepentingan lain. y y y y y y y y a.y d. dunia usaha. Menyediakan anggaran dan sumber daya lain bagi kelestarian Desa Siaga. sistem informasi / pelaporan. Membantu Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota mengembangkan kemampuan melalui pelatihan-pelatihan teknis. Menyelenggarakan pelatihan Fasilitator Pengembangan Desa Siaga dengan metode kalakarya (interrupted training). serta sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan dan bencana berbasis masyarakat. yaitu para pejabat Pemerintah Daerah. Rumah Sakit. Menyediakan anggaran dan sumber daya lain bagi kelestarian Desa Siaga. swasta dan lain-lain.

y Ada / tidaknya UBKM yang dibutuhkan masyarakat. Indikator Masukan Indikator masukan adalah indikator untuk mengukur seberapa besar masukan telah diberikan dalam rangka pengembangan Desa Siaga. Berfungsi / tidaknya UBKM yang ada. dan indikator dampak. Adapun uraian untuk masing-masing indikator adalah sebagai berikut: a. menyelenggarakan dan memanfaatka UBKM yang ada. b. y Ada / tidaknya tenaga kesehatan (minimal bidan).  b.  Tim Penggerak PKK Berperan aktif dalam pengembangan dan penyelenggaraan UBKM di Desa Siaga (Posyandu dan lain-lain). y Ada / tidaknya Poskesdes dan sarana sbangunan serta perlengkapannya. indikator proses. Menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan Desa Siaga. Organisasi Kemasyarakatan / LSM / Dunia Usaha / Swastas Beperan aktif dalam penyelenggaraan Desa Siaga. Indikator Proses Indikator proses adalah indikator untuk mengukur seberapa aktif upaya yang dilaksanakan di suatu Desa dalam rangka pengembangan Desa Siaga. Indikator masukan terdiri atas hal-hal berikut: y Ada / tidaknya Forum Masyarakat Desa. yaitu: indikator masukan. Menaungi dan membina kegiatan Desa Siaga. Memberikan dukungan sarana dan dana untuk pengembangan dan penyelenggaraan Desa Siaga. Berfungsi / tidaknya Poskesdes. Polindes. 2.    d.  Menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dalam rangka menciptakan kadarzi dan PHBS. Indikator proses terdiri atas hal-hal berikut: Frekuensi pertemuan Forum Masyarakat Desa.5 Indikator Keberhasilan Desa Siaga Keberhasilan upaya Pengembangan Desa Siaga dapat dilihat dari empat kelompok indikatornya. indikator keluaran.Mengkoordinasikan penggerakan masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan Poskesdes / Puskesmas / Pustu dan berbagai UBKM yang ada (Posyandu. dan lain-lain). c.  Menggerakkan masyarakat untuk mengelola.  Melakukan pembinaan untuk terselenggaranya kegiatan Desa Siaga secara teratur dan lestari. Tokoh Masyarakat Menggali sumber daya untuk kelangsungan penyelenggaraan Desa Siaga.   y y y .

Jumlah penduduk yang menderita gangguan jiwa. Jumlah kasus kegawatdaruratan dan KLB yang dilaporkan. kejadian bencana. penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB. Indikator dampak terdiri atas hal-hal berikut: Jumlah penduduk yang menderita sakit. Jumlah balita dengan gizi buruk. Indikator Keluaran Indikator keluaran adalah indikator untuk mengukur seberapa besar hasil kegiatan yang dicapai di suatu Desa dalam rangka pengembangan Desa Siaga. Jumlah ibu yang melahirkan dan meninggal dunia. dan lain-lain. y y y y y BAB III PENUTUP 3. kecelakaan. Berfungsi / tidaknya Sistem Surveilans berbasis masyarakat. mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi.2 Saran Terwujudnya Desa Siaga tentunya menjadi harapan kita bersama. Ada / tidaknya kegiatan kunjungan rumah untuk kadarzi dan PHBS. secara gotong-royong. Berfungsi / tidaknya Sistem Kegawatdaruratan dan Penanggulangan Kegawatdaruratan dan Bencana. Yaitu upaya mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran yang berupa proses pemecahan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. namun juga akam melakukan perubahan sesuai dengan tingkat kemampuannya untuk merealisasikan Desa Siaga . Indikator Dampak. y y y y d. Oleh karena itu dalam pengembangannya diperlukan langkah-langkah pendekatan edukatif. Jumlah bayi dan balita yang meninggal dunia. Indikator dampak adalah indikator untuk mengukur seberapa besar dampak dan hasil kegiatan di Desa dalam rangka pengembangan Desa Siaga. dengan memanfaatkan potensi setempat. Inti dari kegiata Desa Siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Cakupan pelayanan UBKM-UBKM lain. 3. Cakupan rumah tangga yang mendapat kunjungan rumah untuk kadarzi dan PHBS.y y y c. Indikator keluaran terdiri atas hal-hal berikut: Cakupan pelayanan kesehatan dasar Poskesdes.1 Kesimpulan Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar. oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan agar para pembaca tidak hanya sekedar tahu tentang Desa Siaga.

2006. Depkes RI. Depkes RI. Pendekatan Kmasyarakatan. Jakarta: Depkes RI. Jakarta: Depkes RI. . Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Poskesdes. Promosi Kesehatan. Depkes RI. Jakarta: Depkes RI.google. Jakarta: Depkes RI.id/gwt/n?u=http%3A%2F%2Fcatatanetja.wordpress. Jakarta: Depkes RI. 2002.com. Pusat Promosi Kesehatan.. Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga..co. 2006. http://www. Pengamatan Epidemiologi Sederhana. Depkes RI. 2006. 2006.DAFTAR PUSTAKA Depkes RI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->