P. 1
BAB II Prop rev

BAB II Prop rev

|Views: 1,093|Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on Jul 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

Kata sosial berasal dari kata ³socius´ yang artinya kawan ( teman ).

Dalam hal ini arti kawan bukan terbatas bukan sebagai teman

sepermainan,teman sekelas,teman sekampung dan sebagainya. Yang

dimaksud kawan disini adalah mereka ( orang-orang ) yang ada disekitar

kita, yakni yang tinggal dalam satu lingkungan tertentu dan mempunyai

sifat yang saling mempengaruhi ( Wahyuni,1986 ).

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, Kata sosial berarti segala

sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat ( KBBI, 2002). Sedangkan

sosial menurut depsos adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai acuan

dalam berinteraksi antar manusia dalam kontek masyarakat atau kominiti.

Sedangkan istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu ³

Oikos ³ yang artinya rumah tangga dan ³ Nomos ³ yang artinya mengatur.

Jadi secara harfiah ekonomi berarti cara mengatur rumah tangga.

Dari beberapa pengertian diatas , dapatlah disimpulkan bahwa

sosial ekonomi dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan

dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat antara lain dalam sandang,

pangan, perumahan, pendidikan, dan lain-lain. Pemenuhan yang

dimaksud berkaitan dengan penghasilan/ pendapatan.

Pendapatan adalah sejumlah penghasilan dari seluruh anggota

keluarga baik dalam bentuk uang maupun barang yang dinilai dengan

sejumlah beras. Tingkat Pendapatan biasanya berupa uang yang

mempengaruhi dalam pemanfaatan meja penyuluhan. Pendapatan yang

32

cukup dapat memperoleh kualitas makanan yang sesuai dengan

pemanfaatan meja penyuluhan, sehingga dapat dikatakan ada hubungan

yang erat antara pendapatan dengan pemanfaatan meja penyuluhan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu :

a. Jumlah anggota keluarga yang bekerja, pada keluarga dimana hanya

ayah yang mencari nafkah tentu berbeda besar pendapatannya dengan

keluarga yang mengandalkan sumber keuangan dari ayah atau ibu atau

anggota keluarga yang lain.

b. Kesempatan kerja yang segera bisa menghasilkan uang misalnya

pekerjaan di luar usaha tani sangat menentukan besar kecilnya

pendapatan dalam suatu keluarga. Bila keluarga yang pekerjaan utama

kepala keluarga bersawah ia juga sebagai makelar hasil-hasil pertanian,

pamong desa dan lain-lain.

c. Pendidikan merupakan faktor yang penting dalam usaha memperoleh

kesempatan kerja. Seseorang yang pendidikan tinggi akan mendapat

kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih baik bila dibandingkan

dengan seseorang yang pendidikannya rendah. Pekerjaan yang layak

tersebut akan mendapatkan upah yang lebih tinggi bila dibandingkan

yang pendidikan rendah.

Sosial ekonomi seseorang dipengaruhi oleh besarnya pendapatan

keluarga. Pendapatan adalah sejumlah penghasilan dari seluruh anggota

keluarga. Semakin tinggi tingkat pendapatan kader maka kader akan

sekain aktif dalam kegiatan posyandu. Pendidikan seseorang merupakan

33

faktor penting dalam memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik bila

dibandingkan dengan seseorang yang berpendidikan rendah. Tingkat

pendapatan akan mempengaruhi tingkat keaktifan atau kinerja kader

dalam memanfaatkan atau melaksanakan kegiatan posyandu, semakin

tinggi sosial ekonomi kader maka semakin aktif kader tersebut dalam

kegiatan posyandu ( Berg, 1986 ).

Tingkat pendapatan akan mempengaruhi dalam pemanfaatan meja

penyuluhan yang selanjutnya berperan dalam kesehatan masyarakat.

Bagi mereka yang berpendapatan sangat rendah dalam pemanfaatan

meja penyuluhan tidak akan berjalan lancar, sebaliknya apabila tingkat

pendapatan meningkat dalam pemanfaatan meja penyuluhan akan lancar

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->