Dinamika fluida adalah subdisiplin dari mekanika fluida yang mempelajari fluida bergerak.

Fluida terutama cairan dan gas. Penyelsaian dari masalah dinamika fluida biasanya melibatkan perhitungan banyak properti dari fluida, seperti kecepatan, tekanan, kepadatan, dan suhu, sebagai fungsi ruang dan waktu. Disiplini ini memiliki beberapa subdisiplin termasuk aerodinamika (penelitian gas) dan hidrodinamika (penelitian cairan). Dinamika fluida memliki aplikasi yang luas. Contohnya, ia digunakan dalam menghitung gaya dan moment pada pesawat, mass flow rate dari petroleum dalam jalur pipa, dan perkiraan pola cuaca, dan bahkan teknik lalu lintas, di mana lalu lintas diperlakukan sebagai fluid yang berkelanjutan. Dinamika fluida menawarkan struktur matematika yang membawahi disiplin praktis tersebut yang juga seringkali memerlukan hukum empirik dan semi-empirik, diturunkan dari pengukuran arus, untuk menyelesaikan masalah praktikal.

DINAMIKA FLUIDA

dan ilmu mengenai fluida dalam keadaan bergerak disebut sebagai dinamika fluida STATIKA FLUIDA . Statika fluida mencakup kajian kondisi fluida dalam keadaan kesetimbangan yang stabil. Statika fluida. adalah cabang ilmu yang mempelajari fluida dalam keadaan diam. Istilah ini biasanya merujuk pada penerapan matematika pada subyek tersebut. kadang disebut juga hidrostatika. Penggunaan fluida untuk melakukan kerja disebut hidrolika. dan merupakan sub-bidang kajian mekanika fluida.

Galileo Galilei. jika sebuah gaya diberlakukan pada fluida dalam sebuah pipa. Karakteristik ini membuat fluida dapat mentransmisikan gaya sepanjang sebuah pipa atau tabung. Konsepnya pertama kali diformulasikan. fluida dapat menghasilkan tekanan normal pada semua permukaan yang berkontak dengannya. yaitu bekerja dengan besar yang sama ke segala arah. maka fluida akan bergerak dalam arah yang sesuai dengan arah gaya resultan. Blaise Pascal pada 1647 yang kemudian dikenal sebagai Hukum Pascal. juga adalah bapak besar dalam hidrostatika . oleh matematikawan dan filsuf Perancis. Hukum ini mempunyai banyak aplikasi penting dalam hidrolika.TEKANAN STATIK DI DALAM FLUIDA Karena sifatnya yang tidak dapat dengan mudah dimampatkan. maka gaya tersebut akan ditransmisikan hingga ujung pipa. Pada keadaan diam (statik). tekanan tersebut bersifat isotropik. Jika terdapat gaya lawan di ujung pipa yang besarnya tidak sama dengan gaya yang ditransmisikan. dalam bentuk yang agak luas. yaitu.

dan berat fluida yang ada di atas volume sangat kecil tersebut ekuivalen dengan tekanan yang dirumuskan sebagai berikut dengan (dalam satuan SI).TEKANAN HIDROSTATIK Sevolume kecil fluida pada kedalaman tertentu dalam sebuah bejana akan memberikan tekanan ke atas untuk mengimbangi berat fluida yang ada di atasnya. . P adalah tekanan hidrostatik (dalam pascal). Untuk suatu volume yang sangat kecil. adalah kerapatan fluida (dalam kilogram per meter kubik). tegangan adalah sama di segala arah. g adalah percepatan gravitasi (dalam meter per detik kuadrat). h adalah tinggi kolom fluida (dalam meter).

dimana kita tahu bahwa massa jenis sama dengan massa dibagi volume. Otomatis. Besarnya gaya ke atas menurut archimedes dirumuskan menjadi Fa = m (fluida). sehingga Fa = p g v.HUKUM ARCHIMEDES Hukum archimedes mengatakan bahwa ´Sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkannyaµ.g . . kita bisa menggantikan massa fluida di rumus tersebut menjadi massa jenis fuida dikali volume.

Melayang 3. Berdasarkan Hukum Archimedes. Dalam hal ini ada tiga peristiwa yang berkaitan dengan besarnya kedua gaya tersebut yaitu seperti berikut : 1. Tenggelam 2. sebuah benda yang tercelup ke dalam zat cair akan mengalami dua gaya yaitu gaya berat (W) dan gaya ke atas (Fa) dari zat cair itu. Terapung .

benda mengapung di permukaan zat cair. . tenggelam. Jika massa jenis rata ² rata benda lebih besar daripada massa jenis zat cair. atau melayang hayna ditentukan oleh massa jenis rata ² rata benda dan massa jenis zat cair. Jka massa jenis rata rata benda sama dengan massa jenis zat cair. Jika massa jenis rata ² rata benda lebih kecil daripada massa benda zat cair. benda melayang dalam zat cair diantara permukaan dan dasar wadah zat cair.MENGAPUNG. benda tenggelam di dasar wadah zat cair. DAN MELAYANG Suatu benda mengapung. TENGGELAM.

SYARAT MENGAPUNG Vb. rata rata < Vf w = Fa KETERANGAN pb = massa jenis benda pf = massa jenis fluida w = berat benda Fa = gaya Apung .

rata rata > Vf w > Fa KETERANGAN pb = massa jenis benda pf = massa jenis fluida w = berat benda Fa = gaya Apung .SYARAT TENGGELAM Vb.

SYARAT MELAYANG w = Fa KETERANGAN pb = massa jenis benda pf = massa jenis fluida w = berat benda Fa = gaya Apung .

3. Benda akan terapung jika massa jenis benda itu lebih kecil dari massa jenis cairan. Benda akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar dari massa jenis cairan. Benda akan melayang jika massa jenis benda dan cairannya sama.MELAYANG DAN MENGAPUNG DI AIR?  1. .MENGAPA ADA BENDA YANG TENGGELAM. 2.

BUNYI HUKUM ARCHIMEDES "Benda di dalam zat cair akan mengalami pengurangan berat sebesar berat zat cair yang dipindahkan". .

kita menganalisis fluida ketika fluida tersebut bergerak. Aliran turbulen menyerap energi yang sangat besar. Mula-mula asap naik secara teratur (mulus). yakni aliran lurus alias laminar dan aliran turbulen. Aliran turbulen ditandai dengan adanya lingkaran-lingkaran kecil dan menyerupai pusaran dan kerap disebut sebagai arus eddy. Aliran fluida secara umum bisa kita bedakan menjadi dua macam. . Aliran lurus bisa kita sebut sebagai aliran mulus. beberapa saat kemudian asap sudah tidak bergerak secara teratur lagi tetapi berubah menjadi aliran turbulen. karena setiap partikel fluida yang mengalir tidak saling berpotongan. Contoh lain dari aliran turbulen adalah pusaran air. Salah satu contoh aliran laminar adalah naiknya asap dari ujung rokok yang terbakar.Ciri-ciri umum dari aliran fluida : FLUIDA DINAMIS Dalam fluida dinamis.

sebuah kincir mainan yang dibuang ke dalam air yang mengalir. Kecepatan partikel fluida yang lebih dulu berbeda dengan kecepatan partikel fluida yang berikutnya. Kebanyakan zat cair yang mengalir bersifat tak-termampatkan. Jadi kecepatan partikel fluida di suatu titik yang sama selalu berubah. maka aliran fluida itu disebut aliran termapatkan. Aliran fluida bisa berupa aliran berolak (rotational) dan aliran tak berolak (irrotational). gesekan antara partikel fluida makin besar . Aliran tak tunak berlawanan dengan aliran tunak. aliran fluida dikatakan aliran tunak jika kecepatan setiap partikel di suatu titik selalu sama. Jika fluida yang mengalir mengalami perubahan volum (atau massa jenis) ketika fluida tersebut ditekan. lalu partikel fluida tersebut mengalir dengan kecepatan tertentu di titik B. Aliran fluida bisa berupa aliran kental (viscous) dan aliran tak kental (non-viscous). Sebaliknya jika bergerak sambil berputar maka gerakannya kita sebut berolak. maka gerakannya adalah tak berolak. Sebaliknya apabila jika fluida yang mengalir tidak mengalami perubahan volum (atau massa jenis) ketika ditekan. maka aliran fluida tersebut dikatakan tak termampatkan. Katakanlah partikel fluida mengalir melewati titik A dengan kecepatan tertentu. Hal ini terjadi apabila laju aliran fluida rendah alias partikel fluida tidak kebut-kebutan. kecepatan alirannya sama dengan partikel fluida yang bergerak mendahului mereka. Ketika partikel fluida yang lain menyusul dari belakang melewati titik A. Contoh lain adalah pusaran air. Kekentalan dalam fluida itu mirip seperti gesekan pada benda padat. Contohnya. Makin kental fluida. Jika kincir itu bergerak tapi tidak berputar. Contohnya adalah air yang mengalir dengan tenang. Aliran fluida bisa berupa aliran termampatkan (compressible) dan aliran taktermapatkan (incompressible).CIRI-CIRI UMUM DARI ALIRAN FLUIDA : Aliran fluida bisa berupa aliran tunak (steady) dan aliran tak tunak (non-steady).

SIFAT FLUIDA IDEAL Tidak dapat ditekan (volume tetap karena tekanan) Dapat berpindah tanpa mengalami gesekan Mempunyai aliran stasioner (garis alirnya tetap bagi setiap partikel) Kecepatan partikel-partikelnya sama pada penampang yang sama .

HUKUM BERNOULLI Persamaan yang telah dihasilkan oleh Bernoulli tersebut juga dapat disebut sebagai Hukum Bernoulli. dan tekanannya. yakni suatu hukum yang dapat digunakan untuk menjelaskan gejala yang berhubungan dengan gerakan zat alir melalui suatu penampang pipa. tinggi permukaan air yang mengalir. Bentuk hubungan yang dapat dijelaskan melalui besaran tersebut adalah besaran usaha tenaga pada zat cair. Hukum tersebut diturunkan dari Hukum Newton dengan berpangkal tolak pada teorema kerjatenaga aliran zat cair dengan beberapa persyaratan antara lain aliran yang terjadi merupakan aliran steady(mantap. yakni kecepatan aliran yang memiliki satu garis arus. tidak kental dan tidak termampatkan. garis alir streamline). Persamaan dinyatakan dalam Hukum Bernoulli tersebut melibatkan hubungan berbagai besaran fisis dalam fluida. tunak). . tak berolak (laminier.

kita akan memperhitungkan banyaknya fluida dan usaha yang dilakukan untuk memindahkan fluida tersebut . kita juga belajar bahwa tekanan fluida juga bisa berubah-ubah tergantung pada ketinggian fluida tersebut. dalam pembahasan mengenai Tekanan Pada Fluida (Fluida Statis). sistem perpipaan dan lain-lain. Berdasarkan prinsip Bernoulli yang dijelaskan di atas. pembangkit listrik tenaga air. kita sudah belajar bahwa laju aliran fluida juga dapat berubah-ubah tergantung luas penampang tabung alir. laju aliran dan ketinggian aliran bisa kita peroleh dalam persamaan Bernoulli. Selanjutnya. Selain itu. Agar persamaan Bernoulli yang akan kita turunkan berlaku secara umum. tekanan fluida juga bisa berubah-ubah tergantung laju aliran fluida tersebut. Persamaan bernoulli ini sangat penting karena bisa digunakan untuk menganalisis penerbangan pesawat. maka kita anggap fluida mengalir melalui tabung alir dengan luas penampang yang tidak sama dan ketinggiannya juga berbeda (lihat gambar di bawah). Hubungan penting antara tekanan. kita terapkan teorema usaha dan energi pada fluida dalam daerah tabung alir (ingat kembali pembahasan mengenai usaha dan energi).PERSAMAAN BERNOULLI Pada pembahasan mengenai Persamaan Kontinuitas. Untuk menurunkan persamaan Bernoulli.

Karena luas penampang 2 di bagian kanan lebih kecil. Hal ini menyebabkan perbedaan tekanan antara penampang 2 (bagian kanan tabung alir) dan penampang 1 (bagian kiri tabung alir) ² Ingat prinsip Bernoulli. . Fluida pada luas penampang 1 (bagian kiri) mengalir sejauh L1 dan memaksa fluida pada penampang 2 (bagian kanan) untuk berpindah sejauh L2. maka laju aliran fluida pada bagian kanan tabung alir lebih besar (Ingat persamaan kontinuitas).Warna buram dalam tabung alir pada gambar menunjukkan aliran fluida sedangkan warna putih menunjukkan tidak ada fluida.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful