Makalah Seminar Pemeriksaan Keuangan Negara

Lingkungan Pemeriksaan Keuangan Negara

DISUSUN OLEH 1 Danang Desta Yudha 2 R. Danang Dwi 3 Yudhistira Andi Permadi Kelas X-C DIV- Kurikulum Khusus 7 14 22

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

apa perbedaan. Sebagai stakeholders dalam pemerintahan. yang menjadi entitas tersebut adalah negara itu sendiri. serta tidak terjadi kecurangan-kecurang berupa korupsi. proses perencanaan. Negara Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan menganut asas Demokrasi dalam bertata negara juga m embutuhkan sebuah sistem pengendalian yang berguna agar pemerintahan dapat berjalan dengan baik dan lancar. serta Undang-Undang No. dan contoh penerapannya. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Dalam kehidupan bernegara. Pengendalian yang cukup baik dapat dilihat dalam proses perencanaan. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. baik dalam bisnis modern maupun dalam ketatanegaraan membutuhkan pengendalian agar dapat berjalan dengan baik dan lancar. Berangkat dar pertanyaani pertanyaan mendasar tersebut. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. pelaksanaan. maka yang independen. Hal ini juga telah tercantum dalam UndangUndang Dasar 1945 pasal 23 ayat 1 yang berbunyi. penulis akan mengetengahkan pembahasan mengenai lingkungan pemeriksaan keuangan negara. Latar Belakang Sebuah sistem. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan penjelasan kepada para pembaca mengenai lingkungan pemeriksaan keuangan negara. dan pertanggungjawaban telah diatur se luruhnya melalui beberapa Undang-Undang yaitu: Undang-Undang No. Untuk mewujudkan keterbukaan dilakukanlah pemeriksaan keuangan negara ol h lembaga e tersebut. pelaksanaan.BAB I PENDAHULUAN A. ba gaimanakah perlakuan Badan Pemeriksaan Keuangan terhadap lingkungan pemeriksaan tersebut. sehingga kita dapat mengerti dan memahami dengan lebih baik mengenai lingkungan pemeriksaan keuangan negara. rakyat menginginkan adanya pertanggungjawaban yang baik dan benar dalam pengelolaan keuangan negara. 1 . Undang-Undang No. kolusi. karakteristik.´ dari ayat tersebut kita menemukan kata-kata dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. serta pertanggungjawaban setiap kegiatan yang melibatkan sebuah entitas. Di Indonesia. B. dan nepotisme. ³Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan mencakup pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara dan pemeriksaan atas tanggung jawab keuangan negara. Apa saja yang termasuk kedalam lingkungan pemeriksaan keuangan negara.

Pembatasan Masalah Makalah ini secara khusus membahas mengenai lingkungan pemeriksaan atas keuangan negara. 2 . Metode Penulisan Makalah ini disusun berdasarkan hasil dari studi literatur yang dilakukan o penulis melalui leh studi atas peraturan perUndang-Undangan. D.C. yang lebih memfokuskan kepada objek pemeriksaan dan jenis-jenis pemeriksaan keuangan negara.

ekonomis. serta pelaksanaan. efektif. Selai itu juga dapat n diketahui bahwa dimensi pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara ada dua yakni: a. Jadi pengertian pengelolaan keuangan negara lebih ke arah proses manajemen. yang meliputi perencanaan. kecermatan. pengawasan. pelaksanaan. 3 . tujuan pemeriksaan. dan objek pemeriksaan. Pengertian Keuangan Negara Pemeriksaan keuangan negara diatur di dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. ran Sehingga pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara merupakan pemeriksaan terhadap proses pengelolaan keuangan negara serta pemeriksaan pelaksanaan kewajiban pemenuhan aturan terkait pengelolaan keuangan negara. Di dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan pemeriksaan adalah proses identifikasi masalah. Lantas apa yang dimaksud dengan pengelolaan dan tanggung jawab. pembahasan. Sedangkan yang dimaksud dengan tanggung jawab keuangan negara adalah k ewajiban pemerintah untuk melaksanakan pengelolaan keuangan negara secara tertib. dan transparan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Pengertian tersebut pada intinya menjelaskan empat hal yakni proses pemeriksaan. kredibilitas. pengelolaan keuangan negara adalah keseluruhan kegiatan pejabat pengelola keuangan negara sesuai dengan kedudukan dan kewenangannya. dan pertanggungjawaban. dan profesional berdasarkan standar pemeriksaan untuk menilai kebenaran. Pemeriksaan keuangan negara meliputi pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara dan pemeriksaan atas tanggung jawab keuangan negara. bukan dinilai sekadar dari laporan akhir yang disampaikan. dan pengesahan. ana lisis. bukan sekadar dari sisi formalitas prosedur. dan evaluasi yang dilakukan secara independen. Pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara ini diwujudkan dengan penyampaian laporan pe rtanggungjawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintah yang telah diterima secara umum.BAB II LANDASAN TEORI A. ef isien. objektif. dan b. taat pada peraturan perUndang-Undangan. karakteristik pemeriksaan. namun sejak awal proses perancangan. Menurut Undang-Undang. dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. mulai dar i tahap perencanaan hingga tahap pertanggungjawaban. melainkan secara substantif juga harus memenuhi unsur pertanggungjawaban. Sedangkan tanggung jawab keuangan negara menitikberatkan pada kewajiban melaksanakan sesuai dengan atu dan rambu-rambu yang ada.

Ketentuan mengenai pemeriksaan keuangan negara di dalam Bab V III mengenai pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Di dalam penjelasan dar i Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 disebutkan bahwa salah satu asas umum pengelolaan keuangan negara adalah pemeriksaan keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. hasil pemeriksaan dan tindak lanjut. pelaksanaan pemeriksaan. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Undang-undang ini merupakan pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan sistem ketatanegaraan. Undang-Undang Dasar 1945 amandemen ke-4 Pemeriksaan keuangan negara diatur di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 khususnya di bagian yang mengatur mengenai keuangan negara. 5. Di pasal 23 dinyatakan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara merupakan wujud pengelolaan keuangan negara. 4. Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor Keuangan Negara Pemeriksa dalam melakukan tugasnya memer lukan standar sebagai acuan dalam melakukan pemeriksaan. 1 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan 4 . Hanya saja. Undang-Undang No. Dengan adanya standar ini diharapkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan dapat lebih berkualitas dan member nilai tambah yang positif bagi perkembangan sistem pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Kemudian di Bab VIIIA mengenai Badan Pemeriksa Keuangan pasal 23E dinyatakan bahwa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara diperiksa oleh satu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Di dalam undang-undang ini memang tidak diatur mengenai pemeriksaan keuangan negara secara tersurat. 6. 2. hingga pengenaan ganti kerugian negara. disebutkan keberadaan Badan Pemeriksa Keuangan sebagai lembaga yang diserahi laporan keuangan oleh Presiden.15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Undang-undang ini merupakan pedoman utama bagi para pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan pemeriksaan keuangan negara. Undang-Undang No. baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Landasan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara Adapun landasan hukum dalam pemeriksaan keuangan negara tercantumdalam: 1. 3. Undang-Undang No. di Bab IX tentang Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Di dalam undang-undang ini diatur mengenai lingkup pemeriksaan. Undang-Undang No.B.

dan menjadi terhadap munculnya penyimpangan keuangan negara secara efektif. Pertanyaanpertanyaan lebih lanjut mengenai ketiga jenis pemeriksaan akan dijawab di dalam Bab III mengenai pembahasan. Soer ia Atmadja. Pemeriksaan kinerja. Apa pengertian dari masing-masing jenis pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu. inmodernisasi. Pemeriksaan keuangan negara menurut Und ang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara meliputi: 1. Pendapat dari Arifin P. Lingkungan Pemeriksaan Keuangan Negara Dalam menjalankan pemeriksaan terhadap keuangan negara. seorang Guru Besar Hukum Anggaran Negara dan Keuangan Publik Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Menurut beliau. tentang lingkup pemeriksaan keuangan negara. Beliau menyatakan bahwa dengan adanya legitimasi dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang merubah fungsi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan yang tidak hanya ditujukan pada tanggung jawab keuangan. 5 . Karena hingga saat ini Badan Pemeriksa Keuangan tetap dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dalam melakukan pemer iksaan keuangan negara. Soeria Atmadja tersebut nampaknya tidak sepenuhnya benar.C. Pemeriksaan keuangan negara yang diperluas sehingga mencakup aspek pengelolaan. Badan Pemeriksa Keuangan memiliki wewenang untuk melakukan pemeriksaan entitas pemerintah dan entitas yang mengelola keuangan pemerintah. 3. tetapi juga pengelolaan keuangan negara akan menciptakan disorientasi fungsi BPK yang melebar ke segala arah dalam melakukan pemeriksaan keuangan negara. hal ini hanya akan mendorong ketidakberdayaan Badan Pemeriksa Keuangan dalam menjangkau segi strategis tanggung jawab keuangan negara dibandingkan berkutat menjelajah segi teknis pengelolaan keuangan negara. apa saja karakteristik dari tiap jenis pemeriksaan dan apa saja contoh dari tiap jenis pemeriksaan tersebut. Ada sebuah pendapat menarik dari Arifin P. meskipun menambah beban kerja dari Badan Pemeriksa Keuangan namun tidak mengurangi profesionalitas badan ini dalam melaksakan pemeriksaan keuangan negara yang hingga saat ini masih terus member ikan kontribusinya dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Pemeriksaan keuangan. penyalahgunaan wewenang. Ia berpendapat bahwa disorientasi fungsi tersebut akan mengakibatkan melemahnya rentang tidak kendali tanggap (spent of control). Untuk pembahasan lebih lanjut tentang objek pemeriksaan Badan Pemeri sa k Keuangan akan diulas lebih lanjut pada Bab III. Pemeriksaan keuangan negara tidak hanya menyangkut pemeriksaan atas tanggung jawab keuangan negara saja. 2. Pemeriksaan keuangan negara juga mencakup pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara.

Pemerintah Daerah. dan badan swasta yang menerima dan/atau mengelola uang negara. yayasan yang mendapat fasilitas negara. 7. Pemeriksaan keuangan ini dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah. Badan Pemeriksa Keuangan memiliki tugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh 1. 2. Pemeriksaan Keuangan a. adalah pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Bank Indonesia. pemeriksaan yang menjadi tugas BPK meliputi pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab mengenai keuangan negara. komisi-komisi yang dibentuk dengan undang-undang. adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi dan efisiensi. Pelaksanaan pemeriksaan terhadap objek-objek pemeriksaan keuangan negara tersebut dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Badan Layanan Umum. Yang dimaksud dengan ´lembaga atau badan lain´ yaitu badan hukum milik negara. B. Badan Usaha Milik Negara. 4. Dalam menjalankan fungsi sebagai pemeriksa keuangan negara.BAB III PEMBAHASAN A. Pemeriksaan kinerja. serta pemeriksaan atas aspek efektivitas yang lazim dilakukan bagi kepentingan manajemen oleh 6 . Lembaga Negara lainnya. Lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. Jenis dan Karakteristik Pemeriksaan Keuangan Negara Sebagaimana telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemeriksaan tersebut mencakup seluruh unsur keuangan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pemerintah Pusat. 3. dan 8. Badan Usaha Milik Daerah. Objek Pemeriksaan Keuangan Negara Pemeriksaan keuangan negara meliputi pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara dan pemeriksaan atas tanggung jawab keuangan negara. 5. Sehubungan dengan itu. kepada BPK diberi kewenangan untuk melakukan 3 (tiga) jenis pemeriksaan. yakni Pemeriksaan keuangan. Jenis-jenis Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara 1. 6.

aparat pengawasan intern pemerintah. 5) Laporan Keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 4) Laporan Keuangan Bank Indonesia. Secara sederhana pemeriksaan keuangan diartikan sebagai pemeriksaan atas laporan keuangan. adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan khusus. 3) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasikan hal-hal yang perlu menjadi perhatian lembaga perwakilan. d. Untuk mengupas lebih jauh tentang jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK tersebut maka kita akan mengupas satu-persatu. Pemeriksaan keuangan ini dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan di dalam laporan keuangan pemer intah. b. Laporan keuangan yang diperiksa adalah laporan keuangan pemerintah pusat dan laporan keuangan pemer intah daerah. Pasal 23E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan BPK untuk melaksanakan pemeriksaan kinerja pengelolaan keuangan negara. c. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa pemeriksaan keuangan dilakukan atas laporan keuangan pemer intah. 6) Laporan Keuangan Badan Layanan Umum. Tujuan pemeriksaan keuangan. di luar pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja. Di dalam petunjuk pelaksanaan pemeriksaan keuangan disebutkan bahwa pemeriksaan keuangan ini terdiri dari: 1) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Opini tersebut dibuat oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang intinya menyimpulkan apakah laporan keuangan yang diperiksa telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau bas is akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Lingkup pemeriksaan keuangan. Pengertian pemeriksaan keuangan. Termasuk dalam pemeriksaan tujuan tertentu ini adalah pemeriksaan atas hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan dan pemeriksaan investigatif. 7) Laporan Keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pemeriksaan dengan tujuan tertentu. 2) Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga. Adapun untuk pemerintah. 7 . Tujuan dari pemeriksaan keuangan adalah untuk menilai kewajaran pelaporan keuangan entitas yang diperiksa. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan dalam semua hal yang material. pemeriksaan kinerja dimaksud kan agar kegiatan yang dibiayai dengan keuangan negara/daerah diselenggarakan secara ekonomis dan efisien serta memenuhi sasarannya secara efektif.

efektivitas. serta aspek efektivitas. output. Pemeriksaan Kinerja a. Ketiga aspek tersebut pada dasarnya berhubungan erat dengan pengertian input. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 pasal 4 ayat 3 menyatakan bahwa pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang terdiri dari pemer iksaan aspek ekonomi. Lingkup pemeriksaan kinerja. efisiensi. Lingkup pemeriksaan kinerja ini akan ditentukan lebih lanjut di dalam proses perencanaan pemeriksaan. INTOSAI mengartikan audit kinerja sebagai pemeriksaan yang independen atas efisiensi dan efektivitas kegiatan. dan rekomendasi.8) Laporan Keuangan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Contoh tujuan pemeriksaan atas hasil dan efektivitas program serta pemeriksaan atas ekonomi dan efisiensi adalah penilaian atas: 1) Sejauh mana tujuan peraturan perundang-undangan dan organisasi dapat dicapai. efektif. dan efisien. Bagaimana entitas menggunakan sumber daya secara ekonomis. Tiga hal tersebut merupakan aspek-aspek yang digunakan dalam melakukan pemeriksaan kinerja. aspek efisiensi. audit kinerja lembaga misalnya pemeriksaan kinerja rumah sakit. Pengertian pemeriksaan kinerja. dengan memperhatikan aspek ekonomi dengan tujuan untuk mendorong ke arah perbaikan. dan outcome. Tujuan lebih lanjut dari pemeriksaan kinerja ini adalah untuk mendorong ke arah perbaikan sesuai dengan pernyataan yang dibuat oleh INTOSAI karena pemeriksaan jenis ini menghasilkan temuan. Tujuan pemeriksaan kinerja adalah untuk menilai apakah entitas atau organisasi menggunakan sumber daya secara ekonomis. 2. simpulan. Pemeriksaan kinerja merupakan pemeriksaan atas fungsi instansi pemerintah aspek ekonomi. Dari kedua pengertian di atas ada tiga buah kata yang persis selalu ada dalam susunan kata-kata penyusun pengertian pemeriksaan kinerja yakni ef isiensi. 3) Sejauh mana entitas yang diperiksa telah mengikuti ketentuan pengadaan yan sehat. efektif. b. dan efisien. program. Tujuan pemeriksaan kinerja. dan efektivitas. Pemeriksaan kinerja ini dapat dilaksanakan sebagai tahapan selanjutnya setelah pemeriksaan keuangan dilaksanakan. dan organisasi. Pemeriksaan kiner ja menghasilkan informasi yang berguna untuk meningkatkan kinerja suatu program dan memudahkan pengambilan keputusan bagi pihak yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengambil tindakan koreksi serta meningkatkan pertanggungjawaban publik. Selain itu pengujian terhadap ketentuan perundang-undangan dan pengendalian intern juga perlu dilaksanakan dalam melaksanakan pemeriksaan kinerja. dan pemer iksaan kinerja atas pelayanan kesehatan. c. 2) Perbandingan antara biaya dan manfaat atau efektivitas biaya suatu program. dan juga ekonomi. 8 . Implementasi dari pemeriksaan kiner ja ini misalnya adalah audit lingkungan.

Jasa atestasi diberikan untuk memberikan pernyataan atau pertimbangan sebagai pihak yang independen dan kompeten tentang sesuatu pernyataan (asersi) suatu satuan usaha telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Standar yang digunakan untuk setiap pekerjaan lapangan dan pelaporan adalah standar atestasi yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia kecuali ditentukan lain. dan prosedur yang disepakati. pemeriksaan atas hasil belanja daerah. Laporan hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu memuat kesimpulan.3. b. dan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern. reviu. Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004. reviu. Tujuan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Lingkup pemeriksaan dengan tujuan tertentu. c. 9 . Pemeriksaan dengan tujuan tertentu dapat berbentuk eksaminasi. Apa yang dimaksud dengan eksaminasi.. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu ini antara lain meliputi pemeriksaan atas hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan. dan prosedur yang disepakati. Salah satu tujuan dilakukannya pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas hasil belanja daerah antara lain menentukan sistem pengendalian intern yang berkaitan dengan pengelolaan belanja daerah. Pemeriksaan ini dapat bersifat eksaminasi. pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan di luar pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja. pemer iksaan investigatif. reviu. atau prosedur yang disepakati. baik terhadap laporan keuangan maupun terhadap pengamanan atas kekayaan. Eksaminasi adalah pengujian yang memadai untuk menyimpulkan dengan tingkat keyakinan positif bahwa suatu asersi telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan kriteria. Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu a. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu meliputi pemeriksaan atas hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan.. Reviu adalah pengujian yang memadai untuk menyatakan simpulan dengan tingkat keyakinan negatif bahwa tidak ada informasi yang diperoleh pemeriksa dar i pekerjaan yang dilaksanakan menunjukan bahwa pokok masalah tidak didasari kriteria atau suatu asersi tidak disajikan dalam semua hal yang material sesuai kriteria. Pengertian pemeriksaan dengan tujuan tertentu. pemeriksaan investigatif dan pemeriksaan atas sistem pengendalian internal. Misalnya. Prosedur yang disetujui adalah pengujian yang memadai untuk menyatakan kesimpulan atas hasil pelaksanaan prosedur tertentu yang disepakati dengan pemberi tugas terhadap suatu pokok masalah. Tujuan pelaksanaan pemeriksaan dengan tujuan tertentu menurut Standar Pemeriksaan Keuangan Negara adalah untuk memberikan simpulan atas suatu hal yang diperiksa.

Hasil pemeriksaan kinerja dapat berupa temuan. dan rekomendasi Sedangkan pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang dapat berupa eksaminasi. Pertanggungjawaban tersebut yang akhirnya akan dilaporkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Lembaga Negara lainnya. dan prosedur yang disepakati. simpulan. dan efektivitas. dan Lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. Dalam menjalankan fungsi pemeriksaan tersebut. Badan Layanan Umum. efisiensi. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu ini menghasilkan simpulan atas hal yang diperiksa. Hasil pemeriksaan keuangan adalah opini kewajaran pelaporan keuangan. Badan Usaha Milik Daerah. reviu. yang akhirnya akan diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Pemeriksaan keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah. BPK memiliki wewenang untuk memeriksa Pemerintah Pusat. Bank Indonesia. Pemeriksaan kinerja dapat diartikan sebagai pemeriksaan atas pelaksanaan kegiatan suatu program oleh suatu organisasi yang mencakup tiga buah aspek pemeriksaan yakni. 10 . Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemerintah Daerah. Badan Usaha Milik Negara. dan Dewan Perwakilan Daerah sesuai dengan wewenangnya.BAB IV KESIMPULAN Pertanggungjawaban pemerintah dalam hal keuangan tercantum dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pemeriksaan keuangan negara saat ini tidak hanya terbatas pada pemeriksaan atas tanggung jawab keuangan saja tetap i juga meliputi pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara. ekonomi.

files. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.DAFTAR PUSTAKA Atmadja. Arifin P. http://herlambangperdana. R.org (diakses pada 5 April 2011) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Badan Pemeriksa Keuangan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara.wordpress. Soeria. Konservatisme Pemeriksaan Keuangan Negara.com (diakses pada 5 April 2011) 11 . 2005. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. http://antikorupsi. Wiratraman. Herlambang Perdana.