SEJARAH PEMIKIRAN MODERN

SEJARAH PEMIKIRAN MODERN Pemikiran dapat dijabarkan dengan perumpamaan sebagai berikut : otak sebagai hardware, dan logika sebagai software. Namun yang banyak kita lihat saat ini bahwa kebanyakan manusia menjalani hidup dengan tidak menggunakan otak dan hati sehingga mereka merasa hidup dengan alami tanpa mengalami kemajuan. Manusia seharusnya hidupnya terprogram (oleh diri masingmasing) baik lahir, maupun batinnya yang bisa didapatkan dengan pendidikan. Inilah yang dimaksud dengan pemikiran modern, yaitu berpikir sesuai dengan

program/terprogram. Setiap orang harus paham akan adanya perbedaan di dunia ini yang sebenarnya membuat hidup menjadi indah. Juga pada kenyataan bahwa jaman terus berjalan dan berkembang, manusia harus menyesuaikan keadaan tersebut. Manusia harus berusaha bertahan hidup dengan cara yang benar pada jaman dimana dia hidup. FILSAFAT BARAT DAN TIMUR Adanya kebudayaan, pemikiran, dan pemahaman yang berbeda dari negara-negara barat dan negara timur maka secara umum didapatkan dua filsafat yang berbeda, yaitu filsafat barat dan filsafat timur. Perbedaannya dapat dilihat pada tabel dibawah ini (dalam hal pemikiran): No. 1. Menganut Filsafat Timur pemahaman Filasafat Barat

Cosmosentris Pada jaman kuno menganut cosmosentris, tapi

(Pusat pemikiran ada pada alam). Jadi sejak kemunculan Socrates mereka berubah manusia merupakan bagian dari alam. menganut pemahaman Antroposentris (Pusat pemikiran ada pada manusia). Jadi

manusialah yang medapatkan peran, dan manusialah yang memilih. 2. Hidupnya seperti roda. Hidupnya seperti garis linier.

MORAL

Mereka menganggap bahwa orang timur tidak memiliki sistem yang terprogram atau biasa disebut tradisi. 3. sehingga menjadi pandai. maka orang Timur mengatakan bahwa kekuatannya adalah moral. Siapa saja yang ditemui.Di dalam hukum tidak ada moral . Manusia yang menderita terlebih dahulu (dengan kebodohannya).Di dalam perpolitikan tidak ada moral . tapi tetap tidak menyadari bahwa ia harus belajar. Ada 4 kriteria manusia : 1. Manusia yang cerdas (sejak lahir pandai. dan pada akhirnya sadar bahwa ia harus belajar. dan kelebihan orang lain untuk ditiru. yaitu filsafat yang ditemukan oleh orang Barat tentang Jepang(orang timur) bahwa mereka dapat bangkit kembali dengan ajaran Konghucu. Sampai pada saat munculnya sebuah filsafat yang dinamakan filsafat Confusalisme. Manusia yang menderita dengan kebodohannya.Pada jaman dulu. sehingga kehancuran negara dan masyarakat terjadi karena: .Di parlemen tidak ada moral . Sehingga anggapan bahwa orang timur itu tidak memiliki tradisi dapat dimusnahkan. memang karunia dari Tuhan). Pada pertengahan abad ke-20 (tahun 50-an) orang Barat tidak peduli dengan orang Timur. 2. orang-orang Eropa takut apabila Jerman Barat dan Jerman Timur disatukan. Jika orang Barat mengatakan ³Knowledge is Power´. 4. karena jika disatukan Jerman akan menguasai Eropa. karena hidup adalah proses belajar. Sebaiknya melihat kekurangan orang lain untuk dikoreksi. Manusia yang belajar sehingga ia menjadi pandai. Kunci ajaran confusalisme adalah bahwa manusia itu harus belajar. Tapi sekarang orang-orang timur sendiri tidak mengerti apa yang disebut moral. jadikan mereka guru.

Di dalam perekonomian dan bisnis juga tidak ada moral. kemajuan ilmu pengetahuan di Eropa tidak dapat dibendung dan sangat deras. Kedua. yang ditandai dengan ditemukannya berbagai teknologi terapan yang menjadi cikal bakal kemajuan Eropa dan masyarakat dunia pada umumnya. dimana peradaban mereka sangat tertinggal dari anak benua lain. telah banyak mementahkan doktrin-doktrin gereja yang banyak mengandung unsur irasionalitas. Kemajuan di Eropa tersebut diiringi dengan semakin maraknya gerakan anti-agama (baca: Gereja). dan seterusnya. tidak heran jika banyak yang menghitung perubahan di Eropa tersebut sebagai titik mula dimulainya abad modern. Orang yang tidak jujur pada diri sendiri.. . terutama jika dibandingkan dengan peradaban Islam yang saat itu sedang berada di titik kejayaannya. perkembangan ilmu-ilmu empiris yang sangat pesat. ataupun tidak adil pada orang lain juga merupakan tindakan yang tidak bermoral. Setidaknya ada dua faktor yang telah menyebabkan masyarakat Eropa menjauhi agama: pertama. dimana gereja sangat mendominasi seluruh sisi kehidupan masyarakat. Sebelum memasuki abad 15. Perubahan nasib masyarakat Eropa tersebut dimulai dengan terjadinya revolusi industri di Inggris dan Parncis. abad ke 15 Masehi adalah titik kulminasi yang menghantarkan mereka kepada kemajuan serta berlepas diri dari abad kegelapan (the dark age). Karena orang yang bermoral tidak akan merugikan orang lain. Oleh sebab itu. masyarakat Eropa mengalami berbagai guncangan sejarah. dimana geliat ilmu pengetahuan semakin mulai terlihat. Setahap demi setahap. akibat trauma kemunduran yang sebelumnya dialami masyarakat Eropa. ALIRAN PEMIKIRAN MODERN DAN PENGARUHNYA TERHADAP STUDI ISLAM: Sebuah Pengantar Singkat· Oleh: Cecep Taufikurrohman Pendahuluan Bagi masyarakat Eropa. karena selain memanfaatkan warisan keilmuan tradisi Yunani. Eropa juga belajar banyak dari peradaban Islam yang baru saja runtuh dan telah banyak menymbangkan perkembangan luar biasa dalam ilmu-ilmu eksakta.

Oleh sebab itu. Pengaruh pemikiran Arab inilah yang telah memberi amunisi besar bagi masyarakat Barat untuk melanjutkan berbagai inovasi dan penemuan ilmiah ilmuwan Arab-Muslim. Peta Aliran Pemikiarn Modern Pada dasarnya kita tidak dapat menggeneralisir peta pemikiaran yang berkembang di era modern. Selain itu. Gerakan reformasi agama yang dipimpin oleh Martin Luter. Kebangkitan ini telah dirintis di Itali yang tercermin dalam tokoh-tokoh satra Itali yang di antaranya adalah Dante (1265-1321). 3. Kebangkitan dalam dunia sastra. ditopang oleh berbagai pemikiran yang berkembang saat itu. terutama filsafat dan ilmu-ilmu eksakta. 2. Mulai banyak berdirinya lembaga-lembaga pendidikan yang mempelajari ilmu pengetahuan secara independen dan jauh dari tekanan gereja. mengikuti perkembangan gaya hidup dan ideologi masyarakatnya. Ketika Turki berhasil menaklukkan Konsatntinovel pada tahun 1452 M. dan berhasil menanamkan sikap kritis terhadap gereja. . kebangkitan Eropa tersebut mulai dirintis semenjak 12 Masehi dan berlanjut hingga abad 15 sampai 16 Masehi yang ditandai dengan: 1. dan di antaranya adalah umat Islam. 3. peta pemikiran Barat Modern dapat diklasifikasi ke dalam beberapa kategori: filsafat. yang pada beberapa abad kemudian banyak mepengaruhi masyarakat Timur. kebangkitan Eropa mulai merembes hingga masuk ke sebelah utara yang meliputi Jerman.Satu hal yang harus diingat. secara garis besar. ekonomi dan ilmu sosial. maka²minimal²kita hanya dapat melakukan pemetaan terhadap perkembangan pemikiran tersebut. bahwa masa peralihan yang dialami masyarakat Eropa dari the dark age menuju kepada peradaban modern. Berkembangnya ilmu-ilmu alam melalui eksperimen yang di antaranya dilakukan oleh Copernicus (1473-15-43). 2. Inilah awal mula kebangkitan ilmu pengetahuan di Eropa yang mengantarkan mereka ke gerbang kemajuan. agama. Hal ini berlangsung antara abad 13 dan 14 Masehi. Dari sinilah kita akan menemukan lahirnya berbagai aliran pemikiran (baca: filsafat). 4. seorang pendeta di Jerman. politik. Reformasi ini merembes ke wilayah-wilayah lain di Eropa. Saat itulah. Pancis dan Belanda. Studi dalam bidang-bidang humaniora yang dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan Eropa. Minimal ada empat faktor yang telah mengantarkan Eropa mencapai renaissance: 1. Penerjemahan buku-buku hasil karya kaum Muslimin ke dalam bahasa Latin. Perkembangan pemikiran dan ilmu pengetahuan serta filsafat di Eropa. seperti terjadinya Aufklarung di Jerman. banyak ilmuwan Yunani yang hijrah ke Italia dan bekerjasama dengan komunitas yang sudah lama berusaha menghidupkan tradisi filsafat Platonis.

empirisisme. muncul para filosof rasionalis yang banyak mengambil teori ³pengetahuan fitri¶ dari Descartes. . kita harus memulainya dari tiga fase sejarah pemikiran filsafat yang telah membentuk sejarah peradaban dan kemajuan Barat. di Barat banyak bermunculan aliran-aliran filsafat lainnya. Untuk sekedar memberikan gambaran perkembangan filsafat pada tiga fase tersebut. Adapun zaman klasik terjadi sebelum itu. Parncis dan jerman. pada dasarnya perkembangan pemikiran politik. Sejarah Pemikiran Filsafat Barat Modern Menurut para penulis sejarah filsafat. Hanya saja karena beberapa keterbatasan. zaman pertengahan dan zaman modern. sejarah filsafat dapat dibagi kepada tiga fase: zaman klasik. Hanya saja. Beberapa tahun kemudian diikuti oleh kemunculan Immanuel Kant yang mencoba melakukan kritik ulang terhadap ilmu dan filsafat yang mulai berkembang pesat di zamannya. kelahiran filsafat Barat modern dimulai oleh Roger Bacon dan Rene Descartes yang terkenal dengan Cogito ergu Sum-nya. disini penulis hanya akan mencoba memetakan pemikiran modern yang sangat berpengaruh dan sering bersentuhan dengan pemikiran keagamaan dalam Islam. di antaranya ada yang berkaitan secara langsung dengan pemikiran dan studi keislaman. Idealnya. Di antara mereka adalah: Spinoza. penulis tidak akan mengemukakannya terlalu jauh. dari sekian banyak aliran pemikiran filsafat modern di Barat. Setelah kemunculan Descartes. ekonomi dan ilmu sosial di Barat. untuk dapat memahami peta pemikiran modern tersebut. termasuk era Yunani. b. Kemunculan Descartes menandai berakhirnya hegemoni filsafat Skolastik yang sangat kuat dipengaruhi gereja. terutama di Inggris. pada abad 18 dan 19 M. Filsafatlah yang melahirkan berbagai metode ilmu pengetahuan. Tidak jauh dari kemunculan mereka. Pemikiran Barat Kontemporer dan Pengaruhnya Terhadap Studi Islam Menurut hemat penulis. Selain itu. seperti idealisme. materialisme dan lain sebagainya. sangat dipengaruhi oleh pemikiran filsafat. Dengan tidak bermaksud menyederhanakan perkembangan pemikiran filsafat modern. Saat itu juga. Adapun zaman pertengahan adalah semenjak runtuhnya kekuasaan Romawi Barat pada tahun 476 M hingga datangnya masa kebangkitan dan terjadinya Renaissance. a. Setelah itu. George Barkeley dan David Hume. Secara umum. hingga ia melahirkan teori-teori terapan dalam ilmu-ilmu eksakta yang saat ini berkembang pesat di Barat. pada abad yang sama muncullah kaum empiris yang dikomandani oleh John Lock. tidak ada salahnya jika di sini penulis menggunakan kaca mata sebagian penulis sejarah filsafat yang mengatakan bahwa sejarah zaman modern filsafat Barat dimulai semenjak Renaissane pada akhir abad 15 atau awal abad 16 M sampai hari ini. Leibniz dan Wolf.Agar pembahasan tidak terlalu melebar. positivisme. lahir para filosof materialis yang untuk pertama kalinya disempurnakan oleh Thomas Hobes. pada awal abad 17 Masehi. kita tidak akan menemukan kata sepakat untuk membatasi tiap fase.

kita juga sering menemukan pengembangan ilmu pengetahuan tanpa batasan etika. Arus pertama yang senantiasa berupaya menjauhkan agama dari filsafat. Oleh sebab itu. maka ia menjadi persoalan tersendiri bagi kaum Muslimin. Hanya saja dua arus besar tersebut antara satu dengan yang lainnya saling bertentangan. ilmu pengetahuan dan teknologi. Arus ini di antaranya dipimpin oleh Leibniz. melahirkan berbagai aliran pemikiran yang pada akhirnya membesarkan paradigma materialistik dan atheistik. pemikiran dalam filsafat Barat²sebagaimana filsafat pada umumnya²berangkat dari upaya mencari hakikat kebenaran yang sejati. positivis. sehingga ketika teknologi kloning ditemukan. Ia bisa dinilai empirisis. sangat dilatarbelakangi oleh kondisi sosial politik masyarakat yang dihadapinya. dan bagaimanakah cara mengetahui? Inilah wilayah epistemologis yang sering diperdebatkan oleh para filosof. Arus lainnya adalah mereka yang senantiasa berupaya memadukan doktrin agama dengan filsafat. Sebagai contoh. banyak dimunculkan dari aliran-aliran filsafat Barat. maka sebagian pemikir Barat menegasikan keberadaan Tuhan dan hal-hal gaib lainnya. penolakan Karl Marx terhadap agama (baca: Kristen) adalah karena ia sangat kecewa dengan gereja yang saat itu memberikan lahan subur untuk tumbuhnya . agama yang mereka tolak adalah agama yang tidak memberikan kesempatan untuk ilmu. Ia juga mulai mempertanyakan makna ³tahu´ dan ³pengetahuan´ bagi manusia.di antara persoalan besar yang dihadapi masyarakat Barat adalah ³pertikaian´ antara filsafat dengan agama. selama ia dapat diverifikasi dan dibenarkan oleh ilmu pengetahuan. kelahiran berbagai pemikiran filsafat di Barat. atheis ataupun theis. sebagian di antaranya menjadi persoalan bagi masyarakat dunia. Persoalannya muncul ketika ia merembet masuk ke dalam wilayah metafisika. Karena segala sesuatu yang bersifat metafisik tidak diverifikasi oleh indra. Dua arus tersebut adalah arus yang senantiasa menjauhkan filsafat dari doktrin-doktrin agama. Hal ini disebabkan bahwa liberalisasi pemikiran yang dilahirkan di Barat. Saat ini. bukan berarti mereka menolak kehadiran seluruh agama. Saat itu. Dari manakah manusia dapat mengetahui? Apa saja yang dapat diketahui?. hasil kreativitas masyarakat Barat dalam mengembangkan filsafat. Barkeley. Ia mulai mempertanyakan realitas dunia dan segala fenomena yang ada di dalamnya. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. telah menjadikan segala sesuatu sebagai hal yang ³boleh´. Di antara aliran tersebut adalah: Empirisisme. mereka inilah yang mempertahankan eksistensi agama dalam pemikiran filsafat Barat. dan agama yang ajarannya selalu bertentangan dengan penemuan ilmu pengetahuan. terutama masalah metafisika. Oleh sebab itu. berbagai aliran pemikiran yang saat ini dihadapi oleh kaum Muslimin (terutama di Timur). menentukan paradigma berfikir serta bentuk aliran filsafat. Adapun yang kedua. positivisme dan materialisme yang banyak melahirkan pemikiran atheis. kita akan menemukan dua arus besar yang menjadi main stream pemikiran sejarah filsafat Barat modern. Selain itu. Dalam konteks ini. Arus ini di antaranya dipimpin oleh Hobes dan Hume serta para filosof alam lainnya. terutama kaum beragama (baca: Islam). materialis. Ficthe dan Hegel dll. Pada awalnya. penolakan sebagian besar ilmuwan dan filosof Barat kepada hal-hal yang berbau agama. bahkan mereka mencoba mencapai kebenaran agama melalui pintu metafisika. Selain itu.

kapitalisme dan lain sebagainya. mengingat metode-metode tersebut lahir di Barat yang memiliki kultur dan pandangan hidup yang berbeda dengan Islam. tetapi ia juga digunakan sebagai pisau analisis untuk mengkaji berbagai cabang keilmuan lainnya.kapitalisme di Eropa. ketika di Barat berbicara tentang kebebasan. padahal umat Islam sendiri belum mencapai kesana. Saat itu agama hanya dijadikan sebagai alat penghibur masyarakat dan tidak memberikan solusi yang adil bagi kaum ploretar. pluralisme. ia dapat menjadi unsur positif yang sangat bermanfaat untuk pengembangan studi Islam. Saat ini. bahkan merasa bangga mengikuti Barat secara membabi buta. tetapi juga harus menelan pil pait kultur Barat yang bertentangan dnegan kultur Timur. kita bisa menikmati dagingnya tanpa was-was tertusuk duri. masyarakat Barat bukan hanya menjual produk-produk iptek. digunakan untuk mempelajari masyarakat Timur. maka kita dapat menerapkan kebebasan Barat . termasuk berbagai studi tentang agama. masyarakat Timur bukan hanya mengkonsumsi produk teknologi. maka hasil studi mereka tentang agama dan masyarakat dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperkaya khazanah Islam. Marxisme. Satu hal yang cukup berbahaya serta menodai objektivitas ilmu adalah ketika studi yang dikembangkan ini tidak hanya bertujuan untuk berkhidmah pada ilmu. Oleh sebab itu. Inilah yang dilakukan oleh para orientalis dalam setiap kajian mereka tentang masyarakat timur. ketika buah pemikiran Barat modern tersebut dibawa ke dalam Islam. baik yang berkenaan dengan budaya maupun agama. teologi inklusivisme. Akibatnya. Mereka dapat menghasilkan karya tentang Islam. seluruh cabang ilmu pengetahua yang berhasil mereka kembangkan. materialisme. Pada dasarnya. Hal seperti inilah yang telah dilakukan oleh beberapa orientalis yang objektif ketika mereka mengkaji Islam. Dengan kata lain. mereka juga tidak menelannya mentah-mentah. sekularisme. Oleh sebab itu. Ia digunakan untuk mencaplok mereka. metode-metode filsafat bukan hanya digunakan untuk pengembangan ilmu-ilmu eksakta. maka duri tersebut harus kita singkirkan dan setelah durinya tersingkir. Oleh sebab itu. padahal saat masyarakat Eropa mengambil metode pengembangan ilmu dari Islam. Yang akan bermasalah adalah ketika hasil kajian orientalis didompleng oleh kepentingan Kristenisasi atau kolonialiasi. tetapi pada waktu yang bersamaan ia juga dapat menjadi penyakit berbahaya. tidak akan ada pertentangan lagi antara studi Islam hasil kajian orientalis dengan hasil umat Islam. baik dengan kekuatan militer maupun ideologi. tetapi juga terdapat duri yang²jika kita ingin²selamat. jika kita sudah mensterilkan metode Barat dari warna Barat. tetapi bukan untuk mensejahterakan mereka. Selain itu. tetapi juga mereka ³mendakwahkan´ kultur (bahkan agama) yang mereka peluk. tetapi telah disusupi kepentingan politik seperti imperialisme dan kolonialisme. Yang jadi persoalan kita adalah ketika produk Barat kita ekspor dan kita telan mentah-mentah tanpa melihat kondisi kita sebagai masyarakat Timur Muslim. Terdapat banyak hal positif yang dapat kita ambil dari metode pemikiran Barat modern. maka Islam harus dijadikan sebagai ³sabun´ pembersih duri agar produk pemikiran Barat tersebut steril. Akibat dari upaya-paya tersebut. Di antara pemikiran Barat yang saat ini dicangkokkan ke dalam pemikiran keagamaan (baca: Islam) adalah liberalisasi pemikiran.

demokratisasi. Jika hal ini berhasil kita lakukan. . Demikian pula ketika kita melihat isu-isu HAM.dengan ukuran al-Quran. pluralisasi dan lain sebagainya. maka suatu saat kita tidak akan curiga dengan hasil kajian orientalis tentang Islam. Demikian pula para pendakwah pemikiran Barat tidak akan direpotkan oleh resistensi masyarakat Islam.