P. 1
Simbol Dan Data Teknis Alat Ukur

Simbol Dan Data Teknis Alat Ukur

3.0

|Views: 399|Likes:
Published by Suity My

More info:

Published by: Suity My on Jul 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2014

pdf

text

original

A.

Simbol dan Data Teknis Alat Ukur
Mengukur pada hakekatnya membandingkan suatu besaran yang belum diketahui besarannya dengan besaran lain yang diketahui besarnya. Untuk keperluan tersebut diperlukan alat ukur. Pekerjaan pengukuran, memerlukan alat ukur yang baik. Alat ukur yang baik setidak - tidaknya mengandung informasi besaran-besaran yang diukur yang sesuai dengan kondisi senyatanya. Akan tetapi di dalam proses pengukuran terdapat kekeliruankekeliruan. Ada 2kelompok kekeliruan, yaitu kekeliruan sistematik (berkaitan dengan alat ukur, metode pengukuran, dan faktor manusia) dan kekeliruan acak (berkaitan dengan faktor non teknis/sistematik). Pada prinsipnya memilih alat ukur listrik adalah upaya untuk mendapatkan alat ukur yang sesuai dengan besaran-besaran listrik yang hendak diketahui nilai besarannya. Hal ini berkaitan dengan upaya untuk menentukan nilai kuantitas besaran listrik yang hendak diketahui. Ada 2 besaran listrik yang esensial yang hendak diketahui nilai besarannya, yaitu arus dan tegangan. Ragam, jenis, tanda gambar, tanda huruf, prinsip kerja, penggunaan, daerah kerja, dan penggunaan daya ditunjukkan seperti pada Tabel 1.

B. Karakteristik Alat Ukur
Alat ukur yang dipakai dalm pengukuran telah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Setiap alat ukur mempunyai karakteristik masing-masing sesuai dengan besaran yang akan diukur. Diantara karakteristik alat ukur yang ada antara lain : 1. Alat ukur kumparan putar a. Penggunaan daya kecil b. Dipakai untuk DC saja, kalau untuk AC harus dipasang penyearah c. Kemampuan ukur arus 1,5 x 10 -6 ~10 2 A d. Kemampuan ukur tegangan 10 -2 ~10 3 V e. Digunakan dalam alat ukur voltmeter, ampermeter, ohmmeter, thermometer

. Alat ukur thermokopel a. Digunakan dalam alat ukur voltmeter.2. test diputar (hitam). kemudian tombol pengatur kedudukan 0 ke kiri atau ke kanan sehingga menunjuk pada kedudukan 0 . ohmmeter C. Penggunaan daya kecil b. wattmeter 3. Dipakai untuk AC dan DC c. Penggunaan daya besar b. dan arus DC. Kemampuan ukur arus 10-2 ~3 x 102 a d. ampermeter. tegangan AC (Alternating Current). AVO meter analog Multimeter sering disebut AVOmeter atau multitester. Kemampuan ukur tegangan 5 x 10-1 ~1. Bagian-bagian multimeter analog seperti ditunjukkan gambar di bawah ini: Dari gambar multimeter dapat dijelaskan bagian-bagian dan fungsinya : 1) Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw). 2) Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm Adjust Knob).5 x 102 V e. Alat ini biasa dipakai untuk mengukur harga resistansi (tahanan). Dipakai untuk AC dan DC c. Digunakan dalam alat ukur voltmeter. berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol. Alat ukur elektrostatik a. Memilih Alat Ukur 1. Kemampuan ukur arus 10-3 ~5 A d. Alat ukur besi putar a. Dipakai untuk AC dan DC c. berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil. Kemampuan ukur tegangan 10 ~ 5 x 103 v d. Caranya : saklar pemilih diputar pada posisi lead + (merah dihubungkan ke test lead (Ohm). Penggunaan AVO meter a. tegangan DC (Direct Current). ada dua jenis AVO meter yaitu Analog dan Digital. Kemampuan ukur tegangan 10 ~103 v e. Digunakan dalam alat ukur voltmeter & ampermeter 4. Penggunaan daya kecil sekali b.

dan 1000. 250. 14) Skala (Scale). 11) Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch). 7) Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter berfungsi sebagai mili amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur : 0. dan K 5) Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter AC yang terdiri dari lima batas ukur : 10. Jika belum tepat harus diatur dengan memutar sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk meter ke kiri atau ke kanan dengan menggunakan obeng pipih (-) kecil. berfungsi sebagai skala pembacaan meter. Test lead merah dan test lead hitam saling dihubungkan dengan tangan kiri. 25. yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1. yaitu : 4) Posisi (Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai ohmmeter. kemudian tangan kanan mengatur tombol pengatur kedudukan jarum pada posisi nol pada skala . 9) Lubang kutub + (V A berwarna merah. dan 500. maka batas ukurnya di ubah dengan memutar saklar pemilih pada posisi x 10. Terminal). 50. 8) Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe multimeter yang satu dengan yang lain batas ukurannya belum tentu sama. Multimeter biasanya terdiri dari empat posisi pengukuran. berfungsi sebagai penunjuk besaran yang diukur.25. posisi saklar pemilih multimeter diatur pada kedudukan dengan batas ukur x 1. Selanjutnya dilakukan lagi pengaturan . 250. Supaya ketelitian tinggi kedudukan jarum penunjuk meter berada pada bagian tengah daerah tahanan. 500. dan 1000. berfungsi sebagai tempat komponen-komponen multimeter. berarti baterainya sudah lemah dan harus diganti dengan baterai yang baru. Jika jarum penunjuk meter tidak dapat diatur pada posisi nol. Jika jarum penunjuk meter berada pada bagian kiri (mendekati maksimum). DCV atau ACV posisi jarum nol di bagian kiri (lihat gambar 3a). berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub yang berwarna hitam. 10) Lubang kutub (Common Terminal). 6) Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter DC yang terdiri dari lima batas ukur : 10.3) Saklar pemilih (Range Selector Switch). Langkah selanjutnya kedua ujung test lead dihubungkan pada ujung. berfungsi untuk memilih polaritas DC atau AC. Untuk mengukur resistansi suatu resistor. berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub + yang Adapun cara pemakaian multimeter adalah pertama-tama jarum penunjuk meter diperiksa apakah sudah tepat pada angka 0 pada skala DCmA . 12) Kotak meter (Meter Cover). x 10. 13) Jarum penunjuk meter (Knife edge Pointer). berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya. 500. 1) Multimeter digunakan untuk mengukur resistansi. Cara membaca penunjukan jarum meter sedemikian rupa sehingga mata kita tegak lurus dengan jarum meter dan tidak terlihat garis bayangan jarum meter. 50.ujung resistor yang akan diukur resistansinya. dan untuk skala ohmmeter posisi jarum nol di bagian kanan.

250 V dan seterusnya. ST=skala tertinggi. . maka batas ukurnya diubah lagi menjadi K dan dilakukan proses yang sama seperti waktu mengganti batas ukur x 10. Selanjutnya caranya sama dengan cara mengukur tegangan DC di atas. PJ = penunjukan jarum.jarum penunjuk meter pada kedudukan nol. Resistor No Pembacaan 1 Pengukuran Kesalahan (%) 10 2) Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan DC Untuk mengukur tegangan DC (misal dari baterai atau power supply DC). Pembacaan hasilnya pada skala K . Kedua test lead multimeter dihubungkan ke kedua kutub sumber listrik AC tanpa memandang kutub positif atau negatif. Apabila dengan batas ukur x 10 jarum penunjuk meter masih berada di bagian kiri daerah tahanan. saklar pemilih multimeter diatur pada kedudukan DCV dengan batas ukur yang lebih besar dari tegangan yang akan diukur. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bila jarum sudah didapatkan kedudukan maksimal jangan sampai batas ukurnya diperkecil lagi. Untuk mendapatkan ketelitian yang paling tinggi. Untuk Membaca hasil pengukuran kita gunakan rumus: NP= Nilai pengukuran. saklar pemilih multimeter diputar pada kedudukan ACV dengan batas ukur yang paling besar misal 1000 V. Hubungan semacam ini disebut hubungan paralel. karena dapat merusakkan multimeter. dan test lead hitam pada kutub (-) multimeter dihubungkan ke kutub negatip (-) dari sumber tegangan yang akan diukur. yaitu angka penunjukan jarum meter dikalikan dengan 1 K . caranya dengan memperkecil batas ukurnya secara bertahap dari 1000 V ke 500 V. Test lead merah pada kutub (+) multimeter dihubungkan ke kutub positip sumber tegangan DC yang akan diukur. dan BU= Batas ukur Tegangan No Perhitungan 1 Pengukuran Kesalahan (%) 10 3) Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan AC Untuk mengukur tegangan AC dari suatu sumber listrik AC. kemudian dilakukan lagi pengukuran terhadap resistor tersebut dan hasil pengukurannya adalah penunjukan jarum meter dikalikan 10 . usahakan jarum penunjuk meter berada pada kedudukan paling maksimum.

saklar pemilih pada multimeter diputar ke posisi DCmA dengan batas ukur 500 mA. saklar pilih diputar setahap demi setahap untuk mengubah batas ukurnya dari 500 mA. karena dapat merusakkan multimeter. perbedaan yang mencolok yaitu pada penunjukkan harga pengukuran. 250 mA. dan 0. Yang perlu diperhatikan adalah bila jarum sudah didapatkan kedudukan maksimal jangan sampai batas ukurnya diperkecil lagi. Jika AVO analog penunjukkan memakai jarum sedangkan AVO digital penunjukkan menggunakan angka. Bagian-bagian AVO digital ditunjukkan seperti gambar dibawah: . Ketelitian paling tinggi akan didapatkan bila jarum penunjuk multimeter pada kedudukan maksimum.Tegangan No Perhitungan 1 Pengukuran Kesalahan (%) 10 4) Multimeter digunakan untuk mengukur arus DC Untuk mengukur arus DC dari suatu sumber arus DC. 25 mA. Arus No Perhitungan 1 Pengukuran Kesalahan (%) 10 b. AVO meter digital Pada dasarnya AVO digital sama dengan AVO analog. Untuk mendapatkan kedudukan maksimum. Kedua test lead multimeter dihubungkan secara seri pada rangkaian sumber DC.

(c) Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter DC yang terdiri dari lima batas ukur: 10. Sebagaiman pada AVO meter analog. dan 1000. 25. 3) Kabel test lead berfungsi untuk penghubung dengan peralatan peralatan yang akan diukur. AVO digital biasanya juga terdiri dari posisi pengukuran. x 10. 500. 250. Berguna untuk menampilkan besarnya harga pengukuran dalam bentuk angka. dan 1000.Dari gambar AVO meter digital dapat dijelaskan bagian-bagian dan fungsinya: 1) Layar tampilan. dan K W (b) Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter AC yang terdiri dari lima batas ukur: 10. Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe multimeter yang satu dengan yang lain batas ukurannya belum tentu sama. 50. 500. 2) Saklar pemilih (Range Selecor Switch) berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurnya. (d) Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter berfungsi sebagai mili amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur : 0. 250. 50.25. Resistor No Pembacaan 1 Pengukuran Kesalahan (%) 10 Tegangan No Perhitungan 1 Pengukuran Kesalahan (%) 10 Arus No Perhitungan Pengukuran Kesalahan (%) . 4) Kotak meter (meter cover) sebagai pelindung atau tempat komponen. yaitu: (a) Posisi W (Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai ohmmeter. dan 500. sehingga mudah dibaca. yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1.

Penggunaan Watt Meter Wattmeter 1 fasa adalah alat untuk mengukur daya listrik suatu beban listrik AC 1 fasa. kelas 0. LTD. maka harus diatur dengan memutar sekrup pengatur kedudukan jarum.5. I . Satuan daya listrik adalah watt. jika kedudukannya sudah tepat pada angka 0 berarti wattmeter sudah siap untuk digunakan. .1 10 2. Diagram hubungan wattmeter dapat diperlihatkan seperti pada gambar di bawah. yang rumusnya sebagai berikut : P = V . Cos Q Dengan pengertian : P V I : daya listrik (Watt) : tegangan listrik (Volt) : arus listrik (ampere) Cos Q : faktor daya Gambar di bawah memperlihatkan penampang atas sebuah wattmeter 1 fasa model PD-310. buatan Takimoto Electrical Instrument CO. Keterangan gambar : a) Terminal tegangan 120 V b) Terminal tegangan 240 V c) Terminal ± d) Terminal tegangan 60 V e) Terminal arus A f) Terminal hubungan seri atau paralel g) Skala pembacaan h) Cermin i) Jarum penunjuk j) Sekrup pengatur kedudukan jarum Cara menggunakan wattmeter pertama-tama telitilah kedudukan jarum penunjuknya. Apabila kedudukan jarum penunjuk belum tepat pada angka 0.

Gambar a terlihat bahwa terminal-terminal hubungan disambung antara terminal atas dan terminal bawah. maka hasil pengukuran dayanya adalah angka penunjukkan jarum dikalikan dengan 0.5. batas ukur arus listriknya 0. 0. 1. jika digunakan batas ukur tegangan berturutturut 60 V.5 ampere. 240 V. y y Dalam hubungan seri.Dari gambar diagram hubungan wattmeter diatas terlihat bahwa terminal tegangan yaitu terminal 240 V dan terminal ± dihubungkan secara paralel. ini disebut hubungan paralel. batas ukur dayanya sebesar 120 X 2 (Watt) = 240 Watt. ini disebut hubungan seri.5. y Dalam hubungan paralel. batas ukur dayanya sebesar 120 X 1 (Watt) = 120 Watt.25. Tabel Diagram Hubungan Wattmeter Tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : y Dalam hubungan seri. 120V. jika digunakan batas ukur tegangan berturut-turut 60 V. maka hasil pengukuran dayanya adalah angka penunjukkan jarum dikalikan dengan 0. 240 V. sedangkan terminal arus A dan terminal ± dihubungkan secara seri. 1. Dalam hubungan paralel. 2. Sedangkan pada gambar b terminal samping kanan disambung dengan terminal samping kiri. Daya (P) No Perhitungan 1 Pengukuran Kesalahan (%) 10 . batas ukur arus listriknya 1 ampere. 120 V. Hasil pengukuran wattmeter didapatkan dengan mengalikan angka penunjukkan jarum penunjuk dengan faktor pengali sesuai dengan batas ukur dan jenis hubungannya seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->