P. 1
Distorsi Sejarah Kristen

Distorsi Sejarah Kristen

|Views: 296|Likes:
Published by kucingapes

More info:

Published by: kucingapes on Jul 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

Sections

DISTORSI SEJARAH DAN AJARAN AGAMA KRISTEN

YANG DIBANGUN OLEH PAULUS

Karya Tulis yang disusun untuk Memenuhi Persyaratan dalam Mengikuti
UAP (Ujian Akhir Pesantren)



Disusun Oleh :
MUHAMMAD UTSMAN
Nomor Induk 08.041

PESANTREN PERSATUAN ISLAM 69
MATRAMAN JAKARTA TIMUR
1431-1432 H / 2010-2011 M
i

MOTTO

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,
satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah
Engkau utus” (Yohanes 17:3)
ii


PERSETUJUAN
Karya tulis ini telah memenuhi persyaratan untuk memenuhi tugas-tugas
dalam menempuh ujian akhir Mu’allimin Pesantren Persatuan Islam no. 69 Jakarta.


Disetujui pada tanggal: 1431 H
2010 M


Pembimbing I Pembimbing II

Ustadz Arif Rahmat Akbar, S. Sos Ustadz Saefulloh, S. Pd
NPA: NPA:







iii

PENGESAHAN
Sidang Munaqasah tingkat Mu’allimin, Pesantren Persatuan Islam no. 69
cabang Jakarta Timur.
Yang diadakan di :
Jakarta, 1431 H
2010 M
Mengesahkan Karya Tulis Saudara :
Nama Santri : Muhammad Utsman
Nomor Induk : 08.041
Judul Karya Tulis : Distorsi Sejarah dan Ajaran Agama Kristen yang
Dibangun Oleh Paulus
Yudisium :

PENGUJI I PENGUJI II

Drs. H.M. Fauzi Nurwahid Dra. Eka Wina Herlina
MENGETAHUI,

Mudirul’Am Pesantren Persis 69 Mudir Mu’allimin




Drs. H.M. Fauzi Nurwahid Drs. Beben Mubarok
NIAT : 24.294 NIAT: 33.358

iv


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT tuhan agama samawi yang telah mengutus para
rasul untuk menyebarkan tauhid di muka bumi ini. Syukur juga dipanjatkan dalam
kesempatan ini dan dengan keridhaan-Nyalah yang membuat penulis mampu
menyelesaikan karya tulis ini. Tiada daya dan upaya yang dapat penulis lakukan
kecuali atas izin-Nya dan menjalankan aktivitas hanya berharap keridhaan-Nya.
Karya tulis ini disusun pada dasarnya bertujuan untuk mendidik kami dalam
mengembangkan wawasan berfikir yang kritis terhadap permasalan-permasalahan
yang ada pada tubuh umat Islam selaku generasi muda Islam yang meneruskan
perjuangan para mujahid dan mujjadid. Penulis yakin bahwa masih sangat banyak
kekurangan dan masih jauh dari yang diharapkan dalam penulisan karya tulis ini serta
jauh dari kata sempurna.
Selanjutnya penulis merasa bahwa karya tulis ini tidak akan terselesaikan tanpa
bantuan berbagai pihak, oleh karena itu izinkanlah dalam kesempatan ini penulis
menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:
1. Orang tua penulis yang telah mendukung dengan maksimal.
2. Ust. Fauzi Nurwahid, selaku Mudirul’Am Pesantren Persatuan Islam no.
69.
v

3. Ust. Beben Mubarok, selaku mudir Mu’allimin.
4. Ustz. Rosnani, selaku wali kelas XII Mu’allimin.
5. Ustadz Arif Rahmat, selaku pembimbing materi.
6. Ustadz Saefullah, selaku pembimbing teknis.
7. Ust. Tatang yang telah memberi izin untuk mengetik di lab komputer.
8. Ust. Yono yang telah memberi kesempatan penulis untuk meminjam
buku.
9. Seluruh Asatidz Pesantren Persatuan Islam no. 69.
10. Sarah Fauziah yang telah mengenalkan penulis kepada seorang mualaf
sehingga memudahkan penulis untuk mencari materi yang dibutuhkan.
11. Muhammad Arfan Halim yang telah memberikan izin bagi penulis
untuk bermalam di rumahnya demi menyesaikan karya tulis ini.
12. Fikri Aulia Rahman dan Muhammad Fikri Al-Faruq yang telah setia
menemani penulis serta membantu dalam penulisan.
13. Sahabat-sahabat The Fagah (Fauzan, Abduh, Ghozi, Abdul, dan Heru)
yang telah memberi semangat kepada penulis.
14. Sahabat penulis Muhammad Sayhu yang berambisius menjadi Al-
Handasi.
15. Sahabat penulis Muhammad Abduh Ahkami yang telah setia membantu
penulis.
16. Adik-adik kelas penulis yang telah banyak memberi saran kepada
penulis.
vi

17. Teman-teman seperjuangan tercinta kelas XII Mua’llimin dan XII IPA
serta berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah
peduli kepada karya tulis ini dan memberikan dukungan dan bantuan
dalam menyelesaikannya.
Semoga jasa baik mereka menjadi amal shalih di sisi Allah SWT dan mendapat
balasan kebaikan juga meringankan beban mereka di akhirat kelak.

Jakarta, 30 Oktober 2010

Penulis


vii

DAFTAR ISI

MOTTO……………………………………………………………… i

LEMBAR PERSETUJUAN………………………………………... ii

LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………. iii

KATA PENGANTAR……………………………………………….. iv

DAFTAR ISI………………………………………………………..... vii



BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah……………………….. 1

B. Identifikasi Masalah……………………………. 7

C. Pembatasan Masalah…………………….…….. 8

D. Perumusan Maslah……………………….…...... 8

E. Tujuan penulisan………………………….......... 9

F. Manfaat penulisan………………………....…… 9


BAB II ANALISIS TEORITIS

A. Pengertian Kristen……………………………… 10
B. Pengertian Distorsi Sejarah……………………. 12
C. Jatidiri Paulus Sang Pendusta…………………. 16
viii

1. Asal-usul Paulus……………………………. 17
2. Ajaran Paulus………………………………. 19
a. Hukum Taurot………………………….. 20
b. Wajibnya Sunat………………………… 20
c. Dosa Waris……………………………… 21
d. Hal Peribadatan………………………… 21
3. Pengaruh Paulus Hingga Sekarang……….. 22

BAB III PEMBAHASAN
A. Alkitab dan Bahayanya…………………………… 23
1. Sejarah dan Hubungan PL dengan PB............. 23
a. Perjanjian Lama…………………………… 23
b. Perjanjian Baru……………………………. 26
2. Kitab Suci Paling Cabul yang Pernah Ada…... 28
3. Kata-kata Sadistis dalam Alkitab……………... 31
B. Trinitas Sebagai Dogma Utama Kristiani………….. 33
1. Pengertian dan Kebingungan Trinitas………... 33
2. Akulturasi Budaya Paganisme……………….... 35
a. Dogma Trinitas……………………………... 35
b. Persetuan Mempertahankan Tauhid……... 39
C. Natal…………………………………………………… 42
1. Sejarah Natal………………………………….. 42
ix

2. Tentang Pohon Natal…………………………. 45
3. Yesus Tidak Lahir Tanggal 25 Desember…… 48

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan………………………………………….. 51
B. Saran-saran…………………………………………. 52

DAFTAR PUSTAKA........................................................................ 55
RIWAYAT HIDUP........................................................................... 56

1



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap manusia yang lahir ke muka bumi membawa sebuah insting untuk
memperagung apa yang dianggap lebih kuat, lebih mulia dan mempunyai kuasa
atas dirinya. Dengan kata lain, ingin beragama dan menyembah kepada sesuatu
yang dianggapnya Mahakuasa.
Bahaya yang mengancam setiap saat, nasib yang kurang didukung oleh
alam seperti bencana alam, sulitnya mencari bahan makanan untuk tetap hidup
membuat manusia semakin sadar akan kelemahan dirinya. Kesadaran itu
menimbulkan keyakinan dalam diri manusia bahwa dibalik semua yang ada
dihadapannya terdapat kekuatan yang maha hebat yang menciptakan dan
menguasai seluruh alam yang manusia pijak maupun yang tidak mungkin dipijak.
Keyakinan itulah yang disebut agama.
Jika dilihat dari jenis penyembahan dan kepercayaannya, semua agama di
bumi dapat dibedakan menjadi dua, yakni agama Samawi dan agama Thabi’iy.
1

Secara ringkas, agama Samawi adalah agama langit yang berasal dari Tuhan yang

1
KH Agus Hakim, Perbandingan Agama,(Bandung: CV Diponegoro 2006) hal. 13.

2



Esa dan ajaran agama Samawi menjunjung tinggi ketauhidan, contohnya adalah
Yahudi, Nashrani dan Islam. Sementara agama Thabi‟iy adalah agama yang tidak
berasal dari Tuhan. Agama ini berasal dari tabiat manusia yang ingin menyembah
kepada sesuatu yang dianggapnya Mahakuasa namun pada dasarnya keyakinan
tentang tuhan dalam agama ini tidaklah tegas
2
. Penulis melihat bahwa agama
Thabi‟iy ini juga berfungsi sebagai budaya suatu daerah.
Islam adalah agama Samawi karena datangnya dari Allah SWT melalui
wahyu yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. dengan perantara Malaikat
Jibril. Selama ini penganut Agama Islam menganggap agama selain Islam adalah
sesat, Allah SWT berfirman:
_| _·¦ ..s ´<¦ `..l`.N¦ !.´. .l.>¦ _·¦ ¦...¦ ...>l¦ N| . .-. !.
`.>´.l> `.l-l¦ !.-. `.±... .´. ¯,±>. ·..!:. ´<¦ _¦· ´<¦ ×.¸. .!.>'¦ ¸'
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah SWT hanyalah Islam.
tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah
datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di
antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah SWT
Maka Sesungguhnya Allah SWT sangat cepat hisab-Nya” (Q.S. Ali Imron:
19)
Namun seberapa jauhkan Umat Islam mengetahui kesesatan agama selain
Islam? Kenyataannya masih banyak dari pemeluk Islam yang tidak bisa
mengutarakan dengan jelas kesesatan suatu agama selain Islam. Hal ini menjadi

2
Ibid., hal 13.

3



berbahaya jika hidup bertetangga dan berteman baik dengan penganut agama
lainnya.
Diantara agama-agama Samawi yang telah lama hidup berdampingan
dengan Islam di Bumi adalah Kristen, atau Islam menyebutnya Nashrani. Namun
kehidupan yang bertetangga antara dua agama tersebut tidak selalu harmonis,
selalu ada perselisihan diantara pemeluknya. Hal ini dikarenakan pertentangan
antara dua agama tersebut. Mulai dari keegoisan, pandangan, hingga dalil yang
membuktikan kedua agama tersebut tidak bisa bekerja sama dalam
keharmonisan. Allah SWT Berfirman :
l´. _.¯,. i.s :.·.´.l¦ N´. _,...l¦ _.> ×... ¯.·..l. ¯_· ´_| _.> ´<¦ ´.>
_.>¦ _.l´. ·-..¦ .>´.¦´.>¦ .-. _¦ ì´.l> ´. .l-l¦ !. il ´. ´<¦ . ¯_|´.
N´. ¸... ¸'¸
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu
hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya
petunjuk Allah SWT Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika
kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu,
Maka Allah SWT tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (QS.
Al-baqarah: 120)
Perdebatan antara Islam dan Kristen telah lama menjadi sebuah wacana
panas di berbagai media massa atau pun perdebatan yang dilakukan secara
pribadi. Umat Islam selalu menjadi sorotan Kristen dengan berbagai serangan-
serangan hujjah yang bertujuan untuk meruntuhkan keyakinan tauhid. Berbagai

4



ajaran Islam dan juga ayat-ayat Al-Qur‟an dipelajari oleh mereka, namun bukan
untuk keperluan batin, tetapi untuk keperluan mereka selaku „musuh‟ Islam.
Mereka begitu giat mempelajari ajaran Islam hanya untuk dicela, untuk dicar i
kesalahannya kemudian dibesar-besarkan dan dipublikasikan. Mereka tidak
menemukan kesalahan dalam Islam, yang ada ajaran-ajaran yang dinilai oleh
pemikiran mereka adalah tidak logis, menyia-nyiakan waktu, membuang tenaga
seperti menunaikan Haji dan masih banyak lagi yang mereka cela dari ajaran
Islam.
Semestinya keharmonisan diatara dua agama samawi tersebut dapat dijaga
karena terdapat kesamaan dari dua Dien tersebut, diantaranya mereka sama-sama
menyembah Allah SWT (meski Kristen juga menganggap Yesus dan Ruhul
Kudus juga Allah SWT) dan mempercayai nabi- nabi sebelum Yesus bahkan
dalam Alkitab terdapat pengakuan Allah SWT itu Esa.
¤ _.>.l ´.:¦ !.l¦ :´..s _·l ¦.`..¦´. :.±´.l¦ _·¦´. ¦.´´¸.¦ ´_.>.l´.
.±.,·¦ ::´.. ´.l ¦.`..¦´. _·¦ ¦.l!· !.| _,... l: _!. `.±.. _....·
!.!.>'¸´. `.±.¦´. N _.¸.÷.`.. ¯'
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras
permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi
dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat
persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang
berkata: "Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani". yang demikian itu disebabkan
karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta

5



dan rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menymbongkan
diri.” (Q.S. Al-Maidah: 82).
Dalam Alkitab pun menegaskan persamaan dua agama Samawi ini :
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-
satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau
utus” (Yohanes 17:3)
Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada Allah.
(Yesaya 45:5 )
3

Hingga saat ini banyak para sarjana maupun pendeta yang memilih Islam
sebagai ketenangan batin mereka. Mereka kebanyakan yang awalnya menelit i
dan membuat makalah tentang sesatnya Islam dan Rasulullah SAW. akhrinya
mereka sendiri mengakui kebenaran Islam dan menemukan keindahan Akhlak
Rasulullah SAW. Sebut saja Jory Miller ahli matematika dan mantan missionaris
Kanada, Kenneth Jenkins mantan pendeta Amerika, Jant Mary Doshman mantan
pendeta Prancis, G. Michel mantan missionaris Jerman, Johanes Broke Frederick
Dolamark mantan Uskup Agung, dan masih banyak lagi pemikir yang awalnya
membenci Islam justru berbalik mencintai Islam.
4

Pada zaman sekarang dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek) banyak orang mencari kebenaran lewat dunia maya, bahkan tak
sedikit orang yang berdebat mengenai keyakinan agamanya. Tak sedikit pula

3
Lembaga Alkitab Indonesia. Dalam Alkitab, kata “Tuhan” dicetak dengan huruf kapital
4
Baca “Kisah Para Pastur dan Pendeta yang Masuk Islam”

6



seorang Muslim berdiskusi hingga terjadi perdebatan sengit dengan orang
Kristen di dunia maya maupun nyata.
Agama Kristen telah jadi mayoritas agama yang dianut oleh masyarakat
dunia. Namun penganutnya sendiri banyak yang tidak mengerti tentang Trinitas,
yakni akidah utama Kristen. Mereka sejatinya ragu pada agama yang mereka
anut dan mereka tidak mendapat ketenangan batin bahkan yang mereka dapat i
adalah pergulatan batin bagi mereka yang mau berfikir.
Paulus, seorang Yahudi pembenci Yesus yang berbalik (mengaku) menjadi
Rasul- nya Kristen dan penerus Yesus, sangat dimuliakan oleh pemeluk Kristen.
Dialah yang bertanggungjawab atas Kristen yang ada sekarang, karena dialah
sesungguhnya yang menciptakan akidah agama Kristen.
Namun sesungguhnya mereka hanya ditipu oleh Paulus. Paulus telah
melakukan distorsi terbesar yang pernah ada. Distorsi ini menyebabkan
terjadinya penipuan yang telah terjadi kurang lebih 2000 tahun sejak Paulus
mengaku sebagai Rasul. Dengan cerdas, Paulus mengubah Ajaran Yesus menjadi
lebih universal, tetapi dalam arti yang negatif. Di tangannya, ajaran Yesus
menjadi lebih mudah diterima oleh agama-agama pagan. Di sisi lain ajaran
Nashrani berubah total dan mendapat banyak pertentangan dari para murid
Yesus, namun Paulus tetap eksis berdiri diatas dukungan para pembesar Romawi

7



yang telah masuk Kristen. Dari sinilah peradaban barat dengan Kristennya mulai
tercipta.
Kembali kepada realita, faktanya banyak dari muslim yang belum
mengetahui sumber akidah Kristen. Akibatnya mereka berfikir bahwa itu adalah
ajaran Yesus. Mereka hanya tahu bahwa Kristen itu sesat, tapi tak bisa
mengutarakan lebih jelas kesesatannya. Lebih jauh lagi, mereka dikhawatirkan
terjerumus dalam indahnya kata-kata missionaris Kristen yang akhirnya murtad
atau keluar dari Islam. Maka dari itu, keilmuan sejarah Kristen menjadi penting
bagi setiap muslim.
B. Identifikasi Masalah
Pembahasan mengenai Kristologi sangatlah luas dan penulis tidak
mungkin membahas hingga ke akar. Berdasarkan latar belakang masalah yang
telah penulis uraikan, maka beberapa masalah yang penulis dapat
indentifikasikan adalah sebagai berikut :
1) Bagaimana hubungan antara Masehi, Kristen dan Nashrani sebagai nama lain
dari agama ini?
2) Apa hubungannya antara Yahudi dengan Nashrani?
3) Apa saja yang diajarkan Isa kepada kaumnya?
4) Samakah Nashrani dengan Kristen?

8



5) Apa saja distorsi sejarah dan ajaran yang dibangun oleh Paulus?
C. Pembatasan Masalah
Karena adanya keterbatasan, waktu, dana, tenaga, teori-teori dan supaya
permasalahan dapat dibahas lebih dalam serta mengingat pengetahuan dan
pengalaman minim yang dimiliki penulis, maka penulis membatasi pembatasan
hanya tentang distorsi sejarah dan ajaran agama Kristen yang diajarkan oleh
Paulus.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah di atas
maka, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “Bagaimana distorsi sejarah
dan ajaran Kristen yang dibangun oleh Paulus?”
E. Tujuan Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis mencoba mengambil judul
“Distorsi Sejarah dan Ajaran Agama Kristen yang Dibangun oleh Paulus” dan
dalam karya tulis ini penulis bertujuan untuk:
1) Untuk mengetahui sejarah dan ajaran apa saja yang terdistorsi dalam ajaran
Agama Kristen
2) Untuk melatih membuat tulisan dalam bentuk karya ilmiyah serta
mengembangkan wawasan pengetahuan

9



3) Untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi persyaratan ujian akhir tingkat
Mu‟allimin Pesantren Persatuan Islam no. 69
F. Manfaat Penulisan
Penulis berharap manfaat dari karya tulis ini adalah:
1) Agar Umat Islam dan Umat Kristen tahu sejarah dan ajaran Agama Kristen
yang terdistorsi
2) Agar umat Islam mampu menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan
dalam perdebatan mengenai teologi Kristiani
3) Agar Umat Islam mengetahui ketidaksempurnaan Alkitab dan lebih yakin
terhadap Al-Qur‟an
4) Menambah wawasan para pembaca dari sisi Kristologi
5) Sebagai salah satu awal yang baik bagi penulis dibidang tulis-menulis
6) Sebagai bahan penulisan selanjutnya





10



BAB II
ANALISIS TEORITIS

A. Pengertian Kristen
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kristen adalah agama yang
disampaikan oleh Kristus (Yesus). Sementara pemeluknya disebut Kristiani.
Islam menyebutnya Nashrani. Ajaran Agama Kristen yang ada sekarang bukanlah
ajaran yang diajarkan oleh Yesus (Nabi Isa as.) seperti kebanyakan orang
berpendapat, justru sebaliknya, Kristen adalah agama yang didirikan oleh seorang
musuh Yesus dan musuh para pengikutnya. Pendiri Kristen adalah seorang
Yahudi yang mengaku bertaubat dan menjadi mubaligh Nashrani yang kemudian
mengubah ajaran tauhid yang dibawa oleh Yesus.
Berawal dari sebuah tempat kediaman Yesus yang bernama Nazaretz,
dari nama inilah Islam menyebutnya Nashrani. Di sana kerap dilanda berbagai
gerakan pemberontakan dan aksi-aksi protes sosial terhadap struktur kekuasaan
Imperium Romawi. Penyebab utamanya tak lain adalah penindasan dan kejahatan
politik Romawi terhadap orang-orang Yahudi yang berlangsung selama berabad-
abad.

11



Dampak psikologis akibat penindasan Imperium Romawi selama
berabad-abad menumbuhkan sifat anarkis dan radikal dari kelas bawah yang pada
tahap perkembangannya kemudian mengalami transformasi ke arah fantasi- fantasi
keagamaan yang diwarnai oleh gagasan messianisme.
Ide tentang akan datangnya Juru Selamat akan membebaskan bangsa
Israel seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi Musa a.s. di zaman Fir‟aun
bergelora kembali. Oleh karena itu ketika Yahya Sang Pembatis (John The
Baptist) memproklamasikan akan datangnya Kerajaan Tuhan dalam waktu dekat,
bangsa Israel yang tertindas, terutama dari kelas bawah, menyambut dengan
antusias.
Tapi sayang gerakan spiritual Yahya dengan karakteristiknya yang
menekankan keharusan kasih sayang terhadap sesama manusia, pengabdian penuh
kepada Tuhan, dan menghindari jalan kekerasan dalam mencapai tujuan ini tidak
berlangsung lama. Penguasa Romawi yang khawatir akan timbulnya
pemberontakan masa, akhirnya menghukum mati Nabi Yahya a.s. beserta
ayahnya Nabi Zakariya a.s. atas perintah Raja Herod Agrippa II. Tradisi
perjuangan spiritual Yahya kemudian dilanjutkan oleh Yesus.
5

Namun eksistensi Yesus dalam menyiarkan ajarannya tidak berbeda
dengan dua hamba Allah SWT tersebut. Yesus pun diburu oleh kaki tangan

5
Ahmad Riznanto, Nabi Isa yang Ternoda, (Jakarta: Mihrab, 2008), cet. ke 1 hal. 9.

12



Romawi untuk dibunuh, tapi sebagaimana kita tahu bahwa Yesus diselamatkan
oleh Allah SWT dengan cara diserupakannya wajah Judas Iskariot yang dianggap
berkhianat sampat akhirnya Judaslah yang disalib.
Sepeninggal Yesus, agama Nashrani hanya merupakan satu sekte kecil
dari Agama Yahudi yang kurang memiliki prospek untuk survive. Kemudian
agama Kristen bangkit untuk berdiri sendiri. Untuk itu Kristen harus memisahkan
diri dari ritualitas, politik dan kultur Yahudi. Hasil itu kemudian dicapai oleh
seorang Yahudi berfilsafat Yunani bernama Paulus.
Nama „Kristen‟ sendiri berasal dari kata Christ yang artinya „Juru
Selamat‟. Lalu orang Yunani mengubah sebutan ini menjadi „Kristos‟ yang berarti
„durapi dengan minyak‟ dengan kata lain dibaptis
6
. Kata ini muncul setelah
Nashrani maju dengan diubahnya ajaran Yesus oleh Paulus. Dari sini dengan kata
lain Kristen menjadi sebuah agama yang didirikan oleh Paulus dan bukan Yesus –
seharusnya.
B. Pengertian Distorsi Sejarah
Kesesatan, sejatinya adalah sebuah fenomena yang menyimpang dari fakta
sebenarnya dan membawa penganutnya kepada kesalahan yang fatal, sementara
penganut kesesatan tersebut tetap yakin terhadap apa yang dianutnya walaupun
itu sesat. Seseorang yang telah terjerumus ke dalam jurang kesesatan adalah

6
Ibid hal. 3

13



seorang yang jauh dari Allah SWT dan tentunya orang yang kafir menurut
kacamata agama Islam. Allah SWT menghendaki kesesatan kepada siapa yang
dia kehendaki, dan pastinya kepada orang-orang yang memusuhi Allah SWT
sebagaimana Allah SWT nyatakan:
.·¦ _·`¸ .«l '... .´.- :¦´.,· !´..> _¦· ´<¦ ´_.`. . '.!:· _.¯.´.´. . '.!:·
*· `.>.. i´.±. ¯..¯.ls .´¸.> _| ´<¦ ´..l. !.. _.`-.`.. ¯
“Maka Apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik
pekerjaannya yang buruk lalu Dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama
dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka Sesungguhnya Allah
SWT menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang
dikehendaki-Nya; Maka janganlah dirimu binasa karena Kesedihan
terhadap mereka. Sesungguhnya Allah SWT Maha mengetahui apa yang
mereka perbuat.” (Fatir : 8)
Dalam hal ini distorsi sejarah memainkan peran. Distorsi menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah penyimpangan atau pemanipulasian yang
disengaja. Manipulasi sendiri berarti menghapus dan melenyapkan suatu hakekat
atau kebenaran yang tertanam kuat dan orisinil lalu menggantikannya dengan
kebohongan dan kedustaan demi tujuan yang direncanakan
7
.
Distorsi sejarah yang sudah terjadi dan terealisasi akan sangat sulit untuk
diungkapkan kebenarannya kembali. Hal ini disebabkan proses distorsi
sejarahnya tersebut memakan waktu berabad-abad dan pelakunya akan

7
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Jakarta, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008) Hal. 377

14



melenyapkan fakta-fakta kebenaran dengan sangat rapih dan teliti sehingga
menyulitkan manusia menemukannya. Pelakunya pun akan mengganti dengan
yang lain dan mengarangnya untuk kepentingan sebuah perkumpulan yang
menjadi oknum distorsi sejarah tersebut.
Bahkan Prof. Abdul Ahad Dawud, seorang mantan pastur menegaskan
bahwa mendistorsi kitab suci merupakan perbuatan yang sangat hina dan
dianggap kriminal. Sebab, bahaya yang ditimbulkannya akan berlangsung cukup
lama, bahkan mustahil dapat diperbaiki.
8

Distorsi sejarah adalah sebuah kejahatan universal yang sulit dicari
pelakunya. Biasanya hanya orang-orang atau bangsa tertentu yang mengetahui
kebenaran hakiki dari sebuah sejarah yang dimanipulasi. Hal ini disebabkan oleh
karena pemikiran bangsa itu yang kritis dan cerdas menghadapi kejahatan sejarah
atau karena memang bangsa tersebutlah yang menjadi objek dari manipulasi
sejarah yang disengaja juga karena muncul seorang nabi dari suatu bangsa yang
membawa kebenaran hakiki dari suatu manipulasi.
Akibat dari sebuah manipulasi sejarah akan sangat luas, dikarenakan
penyebarannya yang pesat dan terisolirnya tirani minoritas yang tahu hakekat
kebenaran suatu sejarah. Tentu akibat dari ini akan sangat merugikan dunia di
sisi kehidupan. Distorsi sejarah akan menyebabkan dunia mempunyai sebuah

8
Abdul Ahad Dawud, Muhammad in The Bibel, (Jakarta: Almahira, 2009) cet. ke 2 hal 165.

15



kebudayaan yang tidak diridhai oleh Allah SWT dan kebudayaan yang akan
menimbulkan kejahatan moral yang tidak dikehendaki oleh setiap makhluk
kecuali setan yang terkutuk. Karena sesungguhnya setan itulah yang
menimbulkan distorsi dan kesesatan tersebut, sebagaimana Allah SWT
berfirman:
_!· .´¸ !.· _...´.s¦ ´´..¸N ¯.±l _· ¯¸N¦ ¯.·....sN´. _.-´.-¦ ¯'
“Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa
aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan
ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka
semuanya.” (Al-Hijr:39)
Jelaslah sudah bahwa setan yang terkutuk yang menjadi penyebab utama
dari sebuah manipulasi sejarah. Setan menginginkan sejarah mengalami
pemutarbalikan fakta sehingga fakta yang tabu dan buruk muncul di buku sejarah
mengganti fakta sebenarnya tanpa banyak manusia yang mengetahui.
Salah satu buku sejarah tersebut adalah Alkitab dengan kebudayaan
Kristennya. Distorsi sejarah telah membuat kebudayaan tauhid orang Nashrani
berubah menjadi sebuah kebudayaan yang tabu dengan kitabnya yang tak masuk
akal dan pemuja selangkangan.
Akibat dari distorsi sejarah tersebut telah banyak orang yang mencari
kebenaran telah terjerumus dalam kesesatan hanya karena kesesatan tersebut

16



terasa indah. Namun sebenarnya keindahan tersebut hanyalah semu yang
diciptakan oleh setan laknatullah. Pada akhirnya orang yang telah terjerumus
dalam kesesatan akan buta matanya untuk melirik kebenaran bahkan
memusuhinya kecuali manusia yang diberi hidayah oleh Allah SWT.
C. Jatidiri Paulus Sang Pendusta
1. Asal- usul Paulus
Syaul atau lebih dikenal dengan Paulus. Nama Grieknya Paulos,
sebenarnya dalam bahasa Griek tidak ada huruf syin (sy), maka namanya
menjadi Saulos. Oleh karena arti dari nama Saulos adalah banci, maka dirubah
dan lebih dikenal dengan Paulos. Dia adalah seorang Yahudi Diaspora yang
merupakan keturunan suku Benyamin (salah seorang anak Nabi Syu‟aib a.s.)
yang berfikiran filsafat Yunani. Dia datang dari kota Tarsus, Kikilia.
KH. Agus Hakim memaparkan tentang asal-usul Paulus, dalam bukunya
Perbandingan Agama ia menulis bahwa kemungkinan Paulus masuk ke dalam
lingkaran Nashrani pada 38 M atau 70 M. Pada awalnya dia adalah seorang
yang menganut faham Farusyin yang sangat anti kepada ajaran Nabi Isa as.
(Yesus).
9
Saat Yesus menyebarkan ajaran Tauhidnya, Paulus termasuk
penentang yang paling keras.

9
KH Agus Hakim. Op.cit. Hal 93

17



Paulus adalah kaki tangan penjajah Romawi untuk rakyat Palestina.
Paulus sebenarnya tidak mengenal Yesus walaupun dia sezaman dan sangat
memusuhinya. Bahkan dia tidak pernah bertemu dengan Yesus. Dia hanya
tahu tentang Yesus dari para muridnya yang dikenal dengan Al-Hawariyyun
yang saat itu juga sangat dimusuhi olehnya.
Ketika Yesus sudah tidak ada, Paulus mendapat tugas membasmi dan
menangkap pengikut-pengikut Yesus yang lari ke Damsyik. Namun ketika dia
pulang ke Palestina, dia tidak kembali kepada pemerintah Romawi yang
menugaskannya, dia malah pergi ke tempat-tempat beribadat penganut
Nashrani (Kristen) dan memperlihatkan dirinya telah menganut Nashrani.
Disaat dia ditanya oleh kaum Nashrani “kenapa tuan datang ke tempat
ini, padahal tuan membenci pengajaran yang kami anut?”. Dia pun mengarang
cerita untuk menjawabnya dan meyakinkan kaum Nashrani dengan
khayalannya tersebut “Ketika aku berada di Damsyik pada tengah hari, aku
melihat dari langit cahaya yang memancar, aku pun gemetar. Kemudian
terdengar suara dari langit „Wahai Saul (Paulus), apa sebabnya engkau
menganiaya aku? Engkau melawan murid- muridku, sebenarnya akulah yang
engkau aniaya!‟ lalu aku menyahut „Siapakah engkau ini?‟ maka terdengarlah
olehku sabda Tuhan „Akulah Yesus yang telah engkau aniaya itu. Sulitlah
bagimu untuk menghindarkan dosa‟ maka aku akan segera kembali dari
Damsyik dengan sadar dan bertaubat, dan terus ke tempat ini ikut

18



bersamamu”. Pada awalnya, penganut Nashrani tidaklah percaya kepadanya.
Tetapi akibat kepandaian Paulus dalam hal berbicara dan bergaul, akhirnya
banyak juga yang percaya padanya.
Sejak itu Paulus giat belajar agama Nashrani sampai faham betul dan
mengerti. Ia pun menjadi seorang yang dikenal sebagai mubaligh Nashrani. Ia
mendakwahkannya sampai ke negeri jauh seperti Antighia dan negeri- negeri
lain yang tidak tersentuh agama Yahudi, dan akhirnya sampai ke Roma.
10

2. Ajaran Paulus
Perjanjian Baru telah menjadi saksi bisu atas kedustaan Paulus Sang
Pendusta. Dalam surat Paulus untuk Jemaat Korintus yang kedua ia menulis :
" Baiklah, aku sendiri t idak merupakan suat u beban bagi kamu,
t et api dalam kelicikanku aku t elah menj erat kamu dengan t ipu
daya." (2 Korint us 12:16)
11

Tak hanya itu, dengan kedustaan yang dibuat Paulus, Alkitab menjadi
penuh dengan kontradiksi dan mencerminkan bahwa wahyu Allah tak
berpendirian.
Bagaimana tidak? Dua ajaran terangkum lengkap dalam Alkitab. Ajaran
Yesus yang bersumber dari Allah dan ajaran Paulus disisi lain.

10
Ibid., hal. 94.
11
Alkitab penerbit Lembaga Alkitab Indonesia

19



Berikut kutipan kontradiksi antara ajaran Yesus dengan Paulus yang
sedikit penulis ketahui :
a. Hukum Taurot
1) Yesus tidak membatalkan hukum Taurot
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk
meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan
untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

2) Paulus mengutuk Taurot
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena
melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam
Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus,
supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan
oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: tidak ada seorangpun
yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat.(Galatia 2:16)
b. Wajibnya sunat
1) Disunat pada hari kedelapan dari usia sesuai perintah Tuhan
Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-
laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu,
maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi
tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12)
Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit
khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-
orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku." (Kejadian
17:14)
2) Paulus tidak mewajibkan sunat

20



Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat
atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang
bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6)
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah
mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19)
c. Dosa waris
1) Yesus tidak mengajarkan dosa waris
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut
menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut
menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat
kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
(Yehezkiel 18:20)
2) Paulus mengajarkan dosa waris
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu
orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu
telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah
berbuat dosa. (Roma 5:12)
d. Hal peribadatan
1) Yesus mengajarkan berpuasa, berwudhu dan sujud
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah
mukamu, (Matius 6:17)
Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya
Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari
pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan
seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39)
2) Sementara Paulus mengajarkan bernyanyi

21



Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung
puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi
Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19)
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di
antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan
menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur,
dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada
Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16)
3. Pengaruh Paulus hingga sekarang
Dunia Barat yang saat itu diwakili oleh kekuasaan Imperium Romawi
yang berpusat di Roma, dalam sejarahnya tidak memiliki seorang pun nabi.
Karena faktanya para nabi semuanya berasal dari timur. Karena itulah saat
Paulus menyebarkan ajarannya kepada orang-orang Roma, mereka dengan
senang menyambutnya dan menjadikan Paulus sebagai nabinya orang Barat.
12

Perpindahan Paulus menjadi pengikut Yesus menjadi sebuah titik
penting yang tidak bisa dipisahkan dalam sejarah agama Kristen. Konsep-
konsep teologi Paulus menyebabkan agama ini mudah diterima dari berbagai
kalangan. Paulus telah melakukan perubahan-perubahan besar dalam ajaran
Yesus sehingga ajaran Kristen yang pada awalnya bersifat Tauhid berubah
menjadi condong kepada kemusyrikan. Disinilah letak peran Paulus dalam
membentuk akidah kaum Nashrani yang selama ini kita kenal dan
menyebabkan agama Kristen sesungguhnya dibangun oleh Paulus, bukan
Yesus Kristus.

12
Ahmad Riznanto, op.cit hal 26.

22



Konsep yang dibangun olehnya adalah konsep Trinitas atau tiga Tuhan
yang diadopsi dari konsep kepercayaan kepada Dewa-dewi dalam agama
pagan. Konsep Trinitas itu adalah Yesus sebagai Tuhan anak, Allah adalah
Tuhan bapak, juga Ruhul Kudus di sisi lain. Faham ini tentunya menjadi
senjata ampuh oleh Paulus untuk mendoktrin orang-orang yang beragama
pagan agar pindah kepada agamanya.
Perubahan konsep ketuhanan oleh Paulus telah membuat kaum barat
dengan Romawi-nya hijrah besar-besaran dari agama pagan ke dalam agama
Kristen. Disebabkan mereka sejak awal beragama pagan yang menganut
faham Trinitas, maka mereka dengan sangat mudah dapat menerima ajaran
tersebut dengan faham yang sama yakni Trinitas. Selanjutnya Paulus
menyebut ajaran yang dibawanya dengan nama Katholica yang berarti
„Agama untuk umum‟. Dalam literatur bahasa Indonesia disebut Katolik. Hal
ini lebih ditegaskan oleh Ahmad Rizananto dalam Nabi Isa yang Ternoda
halaman 27 alinea kedua
13





13
Ibid hal. 27.

23



BAB III
PEMBAHASAN

A. Alkitab dan Bahayanya
Alkitab adalah kitab yang dipegang oleh penganut umat Kristen di seluruh
dunia. Alkitab terdiri dari dua bab utama, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru.
1. Sejarah dan Hubungan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru
Hubungan Perjanjian Baru dengan Perjanjian Lama adalah saling
lengkap-melengkapi menurut kebanyakan para penganut Kristen. Namun
nyatanya banyak terdapat ayat-ayat yang saling bertentangan satu sama lain
yang akhirnya akan terdapat kesimpulan bahwa hubungan tersebut hanya
mengada-ada.
a. Perjanjian Lama
Perjanjian Lama berisi Taurot dan Mazmur Dawud. Disebut
Perjanjian Lama karena turunnya sebelum datang Injil yang dibawa oleh
Yesus. Sebelum terbentuknya fasal- fasal, Perjanjian Lama hanyalah
tradisi lisan rakyat yang tidak mempunyai sandaran, kecuali dalam
ingatan manusia dan tradisi tersebut selalu dinyanyikan.

24



Edmond Jacob menngemukakan:
Dalam tahap permulaan, semua orang menyanyi; di Israil seperti di
tempat lain, puisi lebih dahulu daripada prosa. Bani Israil menyanyi
baik dan banyak. Nyanyian itu mempunyai bermacam- macam
ekspresi, tergantung kepada kejadian-kejadian dalam sejarah
dengan antusiasme yang memuncak atau putus asa yang
menenggelamkan.
Mereka menyanyi dalam keadaan yang bermacam- macam, dan
Edmond Jacob menyebutkan:
Sebagian di mana nyanyian yang menyertainya terdapat dalam
Perjanjian Lama: nyanyian makan pagi, nyanyian akhir panen,
nyanyian yang menyertai pekerjaan, seperti nyanyian Sumur
(Bilangan 21, 17), nyanyian perkawinan, nyanyian kematian,
nyanyian perang yang sangat banyak dalam Bibel seperti nyanyian
Debarah (Hakim- hakim 5, 1-32) yaitu nyanyian yang memuja
kemenangan Israil yang dikehendaki oleh Yahweh dalam suat u
peperangan yang dipimpin oleh Yahweh sendiri (Bilangan 10, 35).
Ketika Peti Suci sudah pergi, Musa berkata-kata: "Bangunlah
Yahweh, mudah- mudahan musuh-musuhmu terserak-serak. Mudah-
mudahan mereka yang benci kepadamu akan lari tunggang
langgang di hadapan wajahmu.
14

Perjanjian Lama merupakan kumpulan fasal yang panjangnya tidak
sama dan ditulis selama kurang lebih sembilan abad dengan beberapa
bahasa dan dimulai dengan tradisi lisan sebelum munculnya Yesus. dan
Injil yang dibawanya.
Dalam Perjanjian Lama Protestan terdapat 39 Kitab, yaitu :
Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan, Yusak, Hakim- hakim,

14
Dr. Maurice Bucaille, BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern, (Jakarta: Penerbit Bulan Bintang –
Ebook oleh pakdenono.com, 1979).

25



Ruth, Semuil I, Semuil II, Raja-raja I, Raja-raja II, Tawarikh I, Tawarikh
II, Ezra, Nahemia, Ayub, Mazmur (Zabur), Amstal Soleman, Alkhatib,
Syirulasar, Yesaya, Yehermia, Nudub Yehermia, Yeheskiel, Daniel,
Hosea, Yowel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Sefanya,
Hajai, Zakaria, Malakhi, Esther.
Sementara dalam Perjanjian Lama Katolik kitab Ruth tidak ada,
namun ada beberapa kitab yang tidak ada dalam Perjanjian Lama
Protestan, kitab itu adalah sambungan Daniel, Ensiklik I dan II, Makabe I
dan II, Barukh, Thobiah dan Yahudiah. Sehingga umat Kristen Katolik
mempunyai 46 kitab Perjanjian Lama.
Ditinjau dari penulisannya menurut Kristen, Perjanjian Lama terdir i
atas penulisan Nabi Musa a.s., Nabi Daud dan nabi-nabi yang lain. Oleh
karena mungkin banyaknya tangan yang menulis dan mungkin pula
banyaknya tangan-tangan kotor yang menulis Perjanjian Lama maka akan
kita temukan cukup banyak kontradiksi di dalamnya dan cerita-cerita
yang meragukan hati.
Dari fakta sejarah, Perjanjian Lama memang sudah tidak asli lagi.
Pada penjajahan yang dilakukan Nebukhadnezar pada tahun 660 SM,
Perjanjian Lama dirampas dan dirusak dengan memasukan paham-paham
ajaran dewa kafir Molokh, yaitu dewa Api, sesajian darah, dan

26



penyembahan Tuhan Rokh kudus selaku burung merpati, hasil karya raja
Hamurabbi.
15

Kemudian pada tahun 70 M. masih pula dirusakkan oleh Titus, pada
masa pemerintahan Romawi yang merusakkan kota Yerusalem.
Kerusakan ini masih diperlarutkan pula setelah datangnya zaman baru,
dimana ada pula sebahagian ummat yang sengaja merusak nama nabi-
nabi yang dahulu, dengan mengecualikan Yesus atau Isa, sebab mereka
mempunyai latar belakang yang tersendiri antara Isa dan nabi- nabi
lainnya dengan menaruh atau lebih tepatnya mendosakan nabi- nabi lain,
serta menghilangkan seluruh sifat-sifat kemanusiaan Yesus, maka mereka
berharap orang percaya bahwa Yesus adalah anak Allah.
16

b. Perjanjian Baru
Perjanjian Baru disebut juga Injil. Disebut Perjanjian Baru karena
perjanjian/kitab ini dibawa oleh Yesus. Pada dasarnya bukan Yesus yang
menulisnya, tapi para pengikutnya baik itu seratus, duaratus atau tigaratus tahun
setelah Yesus tiada.
Perjanjian Baru terdiri dari dua bagian yakni kitab-kitab Injil dan surat-
surat kiriman Paulus. Kitab-kitab itu adalah Matius, Markus, Lukas, Yahya dan

15
M. Zulkarnain. 1968. Kesaksian Seseorang Tentang Alkitab. Ebook PDF oleh pakdenono.com
16
Ibid

27



kisah para rosul. Untuk kisah para rosul, sebenarnya adalah Injil Lukas hanya
ditulis oleh dr. Lukas, dokter pribadi Paulus.
Sementara surat-surat Paulus yang berjumlah empatbelas adalah :
1) Surat kiriman kepada orang Rum
2) Surat kiriman kepada orang Korintus I
3) Surat kiriman kepada orang Korintus II
4) Surat kiriman kepada orang Galatia
5) Surat kiriman kepada orang Epesus
6) Surat kiriman kepada orang Pilipi
7) Surat kiriman kepada orang Kolose
8) Surat kiriman kepada orang Tesalonika I
9) Surat kiriman kepada orang Tesalonika II
10) Surat kiriman kepada sahabatnya Timotius I
11) Surat kiriman kepada sahabatnya Timotius II
12) Surat kiriman kepada sahabatnya Titus
13) Surat kiriman kepada sahabatnya Filemon
14) Surat kiriman kepada orang orang Ibrani
Surat dari Yakub, Petrus I & II, Yahya I, II, III dan V, dimana yang
ke-IV ini disebutkan wahyu kepada Yahya dan sebuah dari Yehuda. Maka
jumlah keseluruhannya ialah 27 buah, yaitu 5 buah Injil, termasuk kisah
rasul-rasul, 22 buah surat kiriman, 14 diantaranya buah tangan Paulus.
17


17
Ibid

28



2. Kitab Suci Paling Cabul yang Pernah Ada
Kita semua tahu bahwa umat Kristen memeluk Alkitab sebagai kitab
pedoman hidup mereka yang mereka anggap suci. Namun anggapan suci
mereka tersebut hakikatnya adalah sebuah keragu-raguan bagi mereka yang
mau berfikir dan mendalami Alkitab. Keragu-raguan terhadap sebagian
mereka itu adalah disebabkan karena mereka menemukan kata-kata kotor dan
tidak senonoh dalam Alkitab yang dianggap sebagai firman Tuhan. Sungguh
tidak masuk akal bahwa firman Tuhan berisikan kata-kata yang dianggap oleh
manusia (saja) tabu!
Tuhan sebagai sang pencipta dan pemelihara alam semesta yang
mengajarkan cinta kasih dan tak ingin kejahatan mewabah di sendi-sendi
kehidupan makhluk-Nya tentu seharusnya tidak berfirman demikian. Kata-
kata tabu tersebut adalah kata-kata yang merangsang manusia untuk
melakukan kejahatan moral dan ini bertentangan dengan ajaran Kristen.
Berikut ini adalah kisah tabu yang berasal dari Alkitab:
a. Hubungan Seks antara Ayah dan Dua Orang Anak Perempuannya:
Malam- malam kedua anak perempuan Nabi Lot menggoda ayah
mereka yang mabuk dan mendapatkan anak darinya. (Kejadian 19:
30-36).

29



b. Anak laki- laki Berhubungan dengan Ibunya: Ruben anak laki- laki
tertua dari Yakub, pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual
dengan istri ayahnya dan Israel (nama lain Yakub) mendengarnya.
Adegan ini dilaporkan kepadanya, tetapi dia tidak memarahi atau
memukul anaknya atas kelakuan tersebut. Tuhan juga tidak
memberikan sebuah kata celaan pun kepadanya. (Kejadian 35: 22).
c. Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perempuannya: Dia
dengan segera menjadi hamil dan memberi-kan anak haram yang
kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini
berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan
keturunannya. (Kejadian 38: 15-30).
d. Amnon, Salah Seorang Putra Nabi Daud Memperkosa Saudara
Perempuannya: "Seorang anak laki- laki yang mulia dari seorang ayah
yang mulia" berdasarkan Injil yang "Suci", Amnon dengan sebuah
tipu daya yang hebat memperkosa saudara perempuannya Tamar dan
Tuhan tidak menghukum atau menegurnya. (II Samuel 13: 5-14).
e. Putra Daud Yang Lain Memperkosa Ibunya. Absalom
membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10
istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per
satu, 'di depan mata seluruh Bani Israel.' (II Samuel 16: 21-23).

30



George Bernard Shaw, pemikir dan dramawan besar Inggris, sewaktu
membaca Kitab Suci Injil dengan teliti mengatakan bahwa kitab tersebut
adalah kitab yang paling berbahaya di bumi. Jaga kitab tersebut dalam
keadaan terkunci. Larang anak-anak anda membacanya.
18

Kita dapat membaca dengan jelas mengenai cerita-cerita cabul dan
tidak senonoh yang terdapat dalam separuh isi alkitab. Penulis lebih
memandang Alkitab sebagai firman dari setan dibandingkan dari tuhan.
Kitab ini lebih berbahaya daripada majalah paling porno sekali pun. Penulis
memandang begitu karena Alkitab adalah sebuah kitab yang dibaca dan
diimani oleh separuh penduduk dunia. Alkitab mampu mendoktrin pikiran-
pikiran pembacanya sehingga gaya hidup pembacanya sesuai dengan isi
Alkitab yang porno.
Maka tidak heran jika dunia barat yang rakyatnya hampir semua
beriman kepada Alkitab menghalalkan pornografi dan pornoaksi bahkan
perzinahan. Kita bisa melihat hanya dengan menonton film barat yang
mayoritas vulgar dan pemuja selangkangan.
3. Kata-kata Sadistis dalam Alkitab
Ksatria Salibis dalam Perang Salib abad ke-12 yang membantai dan
menyiksa siapa saja yang dianggap menjadi musuh- musuhnya telah

18
Ibid., hal. 33.

31



terdoktin oleh kata-kata dalam Alkitab. Saat mereka menyiksa dan
membantai siapa saja yang dianggap musuh mereka, mereka menukil ayat
perjanjian lama dalam Alkitab dan membenarkan apa yang mereka lakukan.
Ahmad Riznanto dalam bukunya „Nabi Isa yang Ternoda‟ menyebutkan
pada Perang Teluk, seorang pembom F-16 telah menuliskan Yesaya 21:9
pada bom-bomnya. Michael Griffin membunuh Dr. David Gunn pada
tanggal 10 maret 1993 karena terinspirasi Kejadian 9:5-6.
Kalimat-kalimat sadis banyak terdapat dalam Alkitab seperti
gantunglah mereka, patoklah kepalanya, perkosa dan bunuhlah, bunuh dan
musnahkanlah, bakar mereka, makanlah anak-anakmu, bencilah keluargamu
dan banyak lagi.
Nabi Daud a.s. dikisahkan menjagal 22.000 orang tawanan Aram
(Syiria) setelah gencatan senjata dari pertempuran. Nabi Musa A.s
diceritakan pernah memerintahkan pembunuhan terhadap 100.000 orang
pemuda dan 68.000 perempuan yang tak berdaya. Padahal kita telah tahu
sendiri bahwa seorang Nabi tidak mungkin berbuat perbuatan yang bisa
mencelakakan seseorang walaupun kepada wanita kafir sekalipun. Terlebih
lagi yang dikisahkan bahwa Nabi Daud a.s. membunuh tawanan setelah
mereka menyerah. Ini membuktikan bahwa Nabi Daud a.s. tidak
berprikemanusiaan. Sementara apakah mungkin seorang nabi bersifat fasik?

32



Allah juga tidak luput dari hinaan Alkitab. Dikisahkan Tuhan
membunuh semua anak sulung. Tuhan membantai orang berkulit hitam.
Tuhan memerintahkan berzinah. Tuhan menyetujui aborsi dan banyak lagi.
Jelas sudah bahwa Alkitab adalah sebuah kitab yang berisi „firman
setan‟ yang menginginkan kerusakan dan kerusuhan di muka bumi. Dr. Jim
Walker dalam bukunya The Dark Bible mengatakan :
Bahkan hari ini, peperangan yang paling kejam, terorisme, dan
kejahatan-kejahatan juga terjadi di seluruh bumi berdasarkan
kepercayaan-kepercayaan Agama masa lampau, banyak diantaranya
secara langsung berasal dari ayat-ayat dalam perjanjian lama dan
perjanjian baru (Alkitab)
19


B. Trinitas Sebagai Dogma Utama Kristiani
1. Pengertian dan Kebingungan Trinitas
Trinitas atau Tritunggal adalah satu pemahaman umat Kristiani yang
mengakui bahwa Allah itu Esa, namun hadir dalam tiga pribadi Allah yang
sama esensinya, kedudukannya dan kemuliaannya. Pemahaman ini dianut oleh
hampir semua faham Kristiani. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Trinitas adalah keesaan dari tiga bentuk ketuhanan (Bapak, Putra, dan Roh
Kudus) dalam agama Kristen.

19
Ibid., hal. 50.

33



Istilah Trinitas/Tritunggal atau Trinity (Inggris) mengandung tiga
pribadi dalam satu kesatuan Allah. Sebenarnya ada beberapa pendapat konsep
Trinitas. Tetapi pada umumnya, Trinitas adalah bahwa di dalam ke-Tuhanan
yang Esa itu terdapat tiga oknum, Tuhan Bapa, Tuhan Anak (Yesus), dan
Ruhul kudus. Dalam ketiga pribadi tersebut, bersama-sama mereka adalah
Allah yang Esa. Doktrin ini mengajarkan bahwa tiga pribadi tersebut sama
derajatnya dan kemuliaannya, telah ada dan tidak diciptakan dan bersatu
dalam ke-Tuhanan yang Esa. Jadi masing- masing sama mahakuasanya.
Gereja Katolik Roma berkata dalam The Catholic Encyclopedia:
Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin
utama agama Kristen... Jadi, dalam kata-kata Kredo Athanasia: „sang
Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah
Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah.‟ Dalam
Tritunggal ini... Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara: semuanya
tidak diciptakan dan mahakuasa.
Memang sangat sulit untuk dipahami. Bagaimana bisa sang Bapa adalah
Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada
tiga Allah melainkan satu Allah?
Kebingungan ini menjadi sebuah wacana yang menarik untuk dibahas.
Bahkan The Encyclopedia Americana mengatakan bahwa Tritunggal dianggap
“di luar jangkauan akal manusia.” Sementara Kardinal John O‟Connor

34



berkata: “Kami tahu ini suatu misteri yang sangat dalam, yang sama sekali
tidak kita mengerti.”
20

Jelas bahwa kebingungan ini tidak hanya dialami oleh orang-orang
Islam yang mencoba mendalami Kristologi, namun juga oleh penganut
Kristen sendiri. Dogma Trinitas ini menjadi sebuah dogma yang
membingungkan untuk dicerna dan dianut. Penulis menganggap ini semua
permainan kata-kata “Mengapa seseorang ingin menambahkan sesuatu kepada
gagasan mengenai keesaan Allah yang hanya dapat mengencerkan atau
meniadakan keesaan dan keunikan itu?”
2. Trinitas dan Akulturasi Budaya Paganisme
a. Asal- usul Dogma Trinitas
Konsep Tritunggal adalah konsep Tuhan zaman purba, begitulah
yang ditulis Ahmad Riznanto dalam bukunya, Nabi Isa yang Ternoda.
Konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan oleh seorang perawan pada tanggal 25
Desember, disalib atau dibunuh kemudian dibangkitkan dan dipercaya
sebagai Juru Selamat atau Penebus Dosa sudah ada sejak zaman purba.

20
International Bible Students Association, Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal?, (New
York: Ebook oleh pakdenono)

35



Mereka antara lain Dewa Mithra di Iran, Dewa Ra sesembahan orang-
orang Mesir Kuno dan Dewa Ba-al yang disembah orang-orang Israel.
21

Selain itu, dogma ini juga berasal dari faham Platonis yang diajarkan
oleh Plato pada abad ketiga sebelum masehi. Edward Gibbon dalam
bukunya The Decline and fall of the Roman Empire, hal 388, mengatakan:
Plato consider the divine nature under the thee fold modification: of
the first cause, the reason, or Logos; and the soul or spirit of the
universe...the Platonic system as three Gods, united with each other
by a mysterious and ineffable qeneration; and the Logos was
particularly considered under the more accessible character of the
Son of an eternal Father and the Creator and Governor of the world.
(Plato menganggap keilahian alami terdiri dari atas tiga bagian:
Penyebab awal, Firman (Logos), dan Roh alam semesta....Sistem
Platonis sebagai tiga Tuhan, bersatu antara satu dengan lainnya
melalui kehidupan yang baka dan misterius; dan Firman (Logos)
secara khusus dianggap yang paling tepat sebagai Anak Bapak yang
baka dan sebagai pencipta dan penguasa alam semesta).
Ajaran ini tidak hanya ditemukan pada agama Kristen saja. Faktanya
jauh sebelum Yesus telah ada ajaran penyembah berhala tiga tuhan ini di
wilayah Mesir, Babilonia juga Romawi. Watch Tower and Bible Tract
Society of Pennsylvania, 1984, menjelaskan:
Throuqhout the ancient word, as far back as Babylonia the worship
of paqan qods qrouped in triplets were common. This practice was
also prevalent, before, during, and after Christ in Egypt, Greece and
Rome. After the death of the Apostles, such pagan be(iefs beqan to
invade Christianity.

21
Ahmad Riznanto. Op.cit. hal 77.

36



(Dunia di zaman purbakala, sejak masa kerajaan Babilonia, sudah
terbiasa menyembah berhala, tiga Tuhan dalam satu. Kebiasaan ini
juga banyak ditemukan di Mesir, Yunani dan Romawi, baik sebelum,
selama maupun sesudah Yesus. Setelah kematian murid- murid
Yesus, kepercayaan penyembah berhala ini kemudian merasuk ke
dalam agama Kristen).
Asal usul ide mengenai Trinitas berasal dari paham penyembah
berhala bahwa Tuhan beranak-pinak. Diberbagai wilayah dan kota-kota
besar di kerajaan Romawi di luar Palestina orang menyembah "Tuhan
beserta keluarganya", mulai dari Tuhan tiga sampai ratusan. Mereka
menganggap bahwa setiap tindakan Tuhan menjadi oknum lain di samping
Tuhan. Misalnya firman Tuhan menjadi oknum lain (Anak Allah) yang
namanya Yesus. Tindakan Tuhan memberi hidup, menjadi oknum lain
yang namanya Roh Kudus. Begitulah seperti dijelaskan oleh H.S. Munir,
SKM. MPH. dalam bukunya, Dialog Seputar Trinitas.
Perihal „Anak Tuhan‟ merupakan hal yang lumrah di masyarakat
Yahudi. Hal ini dikarenakan mereka beranggapan bahwa bangsa Israel
adalah The Son of God (Anak Tuhan)
22
. Bagi mereka Anak Tuhan
bukanlah sesuatu individu atau pribadi seseorang. Sementara Anak Tuhan
yang merujuk kepada pribadi adalah keyakinan yang berasal dari agama
penyembah berhala.

22
Argumen ini didukung oleh Prof. Dr. Muhammad Asy-Syarqawi dalam bukunya “Ayat-ayat
Hitam Talmud, Surga Jiwa yang Abadi”. Sementara Al-Qur‟an menjelaskan lebih spesifik
perkataan Bani Israil bahwa Uzair (dalam literatur Yahudi dikenal dengan Ezra) adalah anak
Allah, Q.S. At-Taubah: 30.

37



Drapper dalam bukunya Conflict between Religion and Science
menceritakan bahwa Plato lahir di Athena tahun 429 SM. Ibunya adalah
Paraction yang bertunangan dengan Arus. Namun sebelum mereka
menikah, Paraction telah dihamili oleh Tuhan Apollo yang merupakan
"Roh Kudus" dalam ketuhanan bangsa Yunani. Tuhan Apollo mengancam
Arus untuk menghormati Roh Kudus dan tidak mendekati Paraction yang
telah dihamilinya. Oleh sebab itu Plato di sebut "Anak Tuhan". Pythagoras
yang lahir tahun 575 SM dianggap lahir tanpa ayah, juga disebut "Anak
Tuhan".
23

Penulis beranggapan adanya dogma Trinitas ini selain karena
manipulasi ajaran Yesus oleh Paulus, juga karena adanya akulturasi yang
kuat diantara budaya Palestina yang menjadi tempat kelahiran Yesus
dengan daerah-daerah di sekitarnya yang kental dengan aroma Trinitas
pada kepercayaannya. Paulus yang menjadi aktor utama dalam mengubah
dogma ini telah menyebarkan ajarannya hingga Yunani yang sangat akrab
dengan konsep tiga Tuhan dengan faham Platonisnya.
Akibat dari keinginan memadukan ajaran Kristen dengan filsafat
Yunani, dimana disatu pihak umat Kristen memiliki Yesus yang diambil
dari Yahudi, sementara dipihak lain para pengikut ajaran Platonis memiliki

23
H.S. Munir, SKM. MPH, Dialog Seputar Trinitas, (Ebook)

38



logos (firman) yang diambil dari Plato. Maka hasil akhir dari perpaduan
keduanya yang diterima masyarakat Kristiani adalah Firman Yesus.
Yesus bukan sekedar nabi untuk Bani Israel, tapi sudah berubah
menjadi Yesus baru yang penuh dengan embel-embel Platonis, yaitu Yesus
Kristus Anak Allah, perantara antara Tuhan dengan manusia, Tuhan dan
Juru Selamat.
b. Perseturuan Mempertahankan Tauhid
Dalam sejarah mempertahankan faham Yesus yang asli yakni Yesus
hanya sebagai Nabi dan bukan Tuhan dan menolak dogma Trinitas dalam
agama Nashrani yang telah dibangun tiga abad setelah Yesus tiada,
terdapat dua tokoh yang saling berseteru mempertahankan yang
dianggapnya lebih benar, tokoh tersebut ialah Arius (256-336 M) dan
Athanasius (293-373 M).
Arius adalah seorang ahli teologi Kristen dari Alexandria. Dia
mengajarkan kepada pengikutnya bahwa Yesus semata-mata hanyalah
manusia biasa, bukan anak Tuhan dan bukan satu zat dengan Tuhan. Dia
percaya bahwa Tuhan adalah Esa. Ajaran bahwa Yesus adalah satu zat
dengan Tuhan menurutnya tidak pernah diajarkan oleh Yesus.

39



Sementara Athanasius dibesarkan di Mesir, daerah yang sangat subur
akan ajaran Trinitasnya. Penduduk di sana biasa menyembah tiga Tuhan
dalam satu, yakni Osiris (Tuhan Bapak), Isis (Tuhan Ibu) dan Horus
(Tuhan anak). Selain itu ajaran filsafat Platonis juga berkembang pesat di
sana. Sebenarnya ia adalah kepanjangan tangan dari Paulus yang
menginginkan Yesus dianggap sebagai Anak Tuhan.
Bagi Athanasius yang sudah terbiasa dengan Trinitas, ajaran tauhid
yang dianut Nashrani seperti Arius dirasakan sangat mengganggu. Oleh
karena itu arus masuknya kaum pagan ke dalam agama Kristen dan
didukung Kaisar Romawi untuk mengawinkan dengan ajaran penyembah
berhala di kerajaan, dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Athanasius untuk
mengahabisi ajaran tauhid Arius yang masih bercokol dikalangan Kristen.
24

Pertentangan-pertentangan yang semakin meluas terutama di
kalangan rakyat Romawi yang sudah memeluk Kristen membuat Kaisar
Konstantin yang saat itu baru memeluk Kristen merasa gerah sehingga
perlu diadakannya perundingan besar atau konsili.
Konsili ini adalah konsili yang pertama dan paling penting dari
konsili-konsili yang diadakan setelahnya. Tentu saja konsili ini diadakan di
Nicea, Turki pada tahun 325 M. Bagi kebanyakan uskup, ajaran-ajaran

24
Ahmad Riznanto. Op.cit. hal 82.

40



Arius adalah bid‟ah dan berbahaya bagi keselamatan jiwa-jiwa. Pada
musim panas tahun 325, para uskup dari seluruh provinsi dipanggil ke
Nicea (kini dikenal dengan nama İznik, di negara Turki modern), suatu
lokasi yang mudah dicapai oleh mayoritas dari para uskup tersebut,
khususnya mereka yang datang dari Asia Kecil, Syria, Palestina, Mesir,
Yunani, dan Trakea.
25

Dalam konsili ini, tentu saja hal yang paling dibahas adalah masalah
Arianisme yang mempertahankan Tauhid. Tujuan diselenggarakannya
konsili ini adalah untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dalam Gereja
Aleksandria mengenai hakikat Yesus dalam hubungannya dengan Sang
Bapa; khususnya, mengenai apakah Yesus memiliki substansi yang sama
dengan Allah Bapa ataukah sekedar memiliki substansi yang serupa belaka
dengan Allah Bapa. St. Aleksander dari Aleksandria dan Athanasius
berpegang pada pendapat yang pertama; sedangkan Arius, yang dari
namanya muncul istilah Arianisme, berpegang pada pendapat yang kedua.
Konsili memutuskan bahwa pendukung Arius telah keliru (dari kira-kira
250-318 peserta, seluruhnya kecuali 2 orang, memberi suara menentang
Arius). Hasil lain dari konsili ini adalah kesepakatan mengenai waktu
perayaan Kebangkitan Kristus (Paskha dalam Bahasa Yunani; Paskah
dalam Bahasa Indonesia), hari raya terpenting dalam kalender gerejawi.

25
id.wikipedia.com/konsili_nicea

41



Konsili memutuskan untuk merayakan hari Kebangkitan Kristus pada hari
Minggu pertama sesudah bulan purnama pertama terhitung sejak vernal
equinox, lepas dari Penanggalan Ibrani. Konsili memberikan wewenang
kepada Uskup Aleksandria (yang menggunakan Kalender Aleksandrian)
untuk setiap tahun mengumumkan tanggal perayaan Paskah kepada rekan-
rekan uskupnya.
Konsili Nicea signifikan secara historis karena konsili ini adalah
upaya pertama untuk mencapai konsensus dalam Gereja melalui suatu
permusyawaratan yang mewakili keseluruhan umat Kristiani. Konsili ini
adalah kesempatan pertama bagi pengembangan Kristologi teknis. Lebih
dari pada itu, Konstantinus, dengan menghimpun dan memimpin konsili
ini, menandakan adanya kendali kekaisaran atas Gereja.
Pada akhirnya, konsili yang disaksikan langsung oleh Kaisar
Konstantine berakhir dengan tiga kesepakatan, yakni:
1) Yesus Kristus digambarkan sebagai "Allah dari Allah, Terang dari
Terang, Allah sejati dari Allah sejati," yang menyatakan keillahianNya.
Walaupun semua terang bersumber dari alam, esensi dari terang itu
dianggap identik, apapun bentuknya.

42



2) Yesus Kristus dikatakan "diperanakkan, bukan dijadikan," menyatakan
keabadianNya bersama Allah, dan menegaskannya dengan menyatakan
perananNya dalam Penciptaan.
3) Akhirnya, Yesus Kristus dikatakan "berasal dari substansi Sang Bapa,"
yang bertentangan secara langsung dengan Arianisme. Beberapa orang
menghubung-hubungkan istilah Konsubstansial, yakni, "memiliki
substansi yang sama" (dengan Sang Bapa), dengan Konstantinus khusus
untuk pokok bahasan ini, dapat memilih untuk menerapkan
wewenangnya
26
.
C. Natal
1. Sejarah Natal
Natal yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan Christmas yang
berarti Mass of Christ atau kelahiran Yesus sebenarnya adalah salah satu
akidah/ajaran agama Kristen yang sesat. Karena ajaran ini sendiri tidak pernah
diajarkan oleh Yesus. Ajaran yang masuk dan diselenggarakan oleh Gereja
Kristen Katolik Roma pada abad keempat sampai sekarang adalah berasal dari
kebudayaan Mesir kuno penyembah berhala.

26
Ibid.

43



Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini
berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, untuk itu
marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic
Encyclopedia, edisi 1911, yang berjudul "Christmas", anda akan menemukan
kalimat yang berbunyi sebagai berikut:
Christmas was not among the earliest festivals of Church … the first
evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around
the January calends gravitated to christmas.
(Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal
menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini
diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan
Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.)
Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul "Natal Day," Bapak Katolik
pertama, mengakui bahwa:
In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a
great banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and
Herod) who make great rejoicings over the day in which they were
born into this world.
(Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara
atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran
Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes)
yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.)
Encyclopedia Britannica, yang terbit tahun 1946, menjelaskan sebagai
berikut:
Christmas was not among the earliest festivals of the church… It was
not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority. It was
picked up of afterward from paganism.

44



(Natal bukanlah upacara - upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para
muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga
tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari
kepercayaan kafir penyembah berhala).
Dan Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan
sebagai berikut:
Christmas…It was, according to many authorities, not celebrated in
the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in
general was to celebrate the death of remarkable persons rather than
their birth…" (The "Communion," which is instituted by New
Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) "…A
feast was established in memory of this event (Christ's birth) in the
fourth century. In the fifth century the Western Church ordered it to be
celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol,
as no certain knowledge of the day of Christ's birth existed.
(Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah
dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya
merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak
pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut.." ("Perjamuan Suci"
yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk
mengenang kematian Yesus Kristus.) "…Perayaan Natal yang
dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad
keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan
kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang
diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran
Dewa Matahari." Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari
kelahiran Yesus).
Sekarang telah jelas bahwa perayaan Natal sejak kelahiran agama
Kristen tidak pernah dirayakan sampai abad keempat. Tepatnya duaratus
sampai tigaratus tahun. Namun baru pada abad keempat Gereja Katolik Roma
menyelenggarakannya sebagai salah satu peribadatan mereka yang
mengadopsi dari kebudayaan Mesir sebagai peringatan hari kelahiran. Baru

45



sejak abad kelima Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai
hari raya umat Kristen yang resmi.
27

2. Tentang Pohon Natal
Sekarang dari manakah kita mendapatkan kebiasaan memasang pohon
Natal itu? Menurut Herbert W. Armstrong, di antara para penganut agama
Pagan kuno, pohon itu disebut "Mistletoe" yang dipakai pada saat perayaan
musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci kepada
matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan. Kebiasaan
berciuman di bawah pohon itu merupakan awal acara di malam hari, yang
dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas-puasnya, sebagai
perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kematian "Matahari Tua"
dan kelahiran "Matahari Baru" di musim panas.
Rangkaian bunga suci yang disebut "Holly Berries" juga
dipersembahkan kepada dewa Matahari. Sedangkan batang pohon Yule
dianggap sebagai wujud dari dewa matahari. Begitu pula menyalakan lilin
yang terdapat dalam upayara Kristen hanyalah kelanjutan dari kebiasaan kafir,
sebagai tanda penghormatan terhadap dewa matahari yang bergeser
menempati angkasa sebelah selatan.

27
Herbert W. Armstrong, The Plain Truth about Christmas. (Ebook oleh Pakdenono)

46



Encyclopedia Americana menjelaskan sebagai berikut:
The Holly, the Mistletoe, the Yule log …are relics of pre-Christian
times.
(Rangkaian bunga Holly, pohon Mistletoe dan batang pohon
Yule…yang dipakai sebagai penghias malam Natal adalah warisan dari
zaman sebelum Kristen)
Sedangkan buku Answer to Question yang ditulis oleh Frederick J.
Haskins menyebutkan bahwa:
The use of Christmas wreath is believed by authorities to be traceable
to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at
the feast which took place at the same time as Christmas. The
Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long
anterior to the Christian Era.
(Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat
agama penyembah berhala (paganisme), yang menghiasi rumah dan
tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam
Natal sekarang. Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir
Kuno, yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen.)
28

Adapun Ahmad Riznanto memaparkan bahwa:
Mengenai asal usul pohon natal yang sebagai lambang pada setiap
perayaan Natal, HW Armstong menjelaskan bahwa setelah Namrud
mati, maka Seramis – ibu sekaligus istrinya – menyebarkan
kepercayaan bahwa roh Namrud akan tetap hidup selamanya.
Lalu dibuatlah perumpamaan pohon evergreen yang tumbuh dar i
sebatang kayu mati. Untuk memperingati kelahirannya yang jatuh pada
tanggal 25 Desember, dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir dipohon

28
Ibid

47



tersebut dan meninggalkan bingkisan yang digantung diranting-ranting
pohon itu.
29

Dari pemaparan tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa perayaan
Natal merupakan tradisi kuno agama paganisme yang berkaitan dengan
kelahiran sang dewa pada tanggal 25 Desember yang disangkut-pautkan
dengan mitos kelahiran Yesus. Masuknya dogma Natal ke dalam lingkaran
Nasrani ini berawal dari ajaran Yesus yang masuk ke dalam Imperium
Romawi dan pada akhirnya menjadi sebuah kebudayaan bagi Romawi sendiri.
Karena sebelum periode itu, agama Nasrani tidak mengenal Natal sebagai
sebuah perayaan.
3. Yesus Tidak Lahir Tanggal 25 Desember
Sangat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah
Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat
dingin) Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus
sebagai berikut.
"Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga
kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah
seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan
bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.. Lalu kata
malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku
memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari
ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud."

29
Ahmad Riznanto, Op.cit. hal. 6.

48



Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea
pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-
lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah
dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang
menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, Ezra 10:9, 13 menjelaskan
bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya
berada di padang terbuka di malam hari.
Adam Clarke mengatakan:
It was an ancient custom among Jews of those days to send out their
sheep to the field and desert about the Passover (early spring), and
bring them home at commencement of the first rain. During the time
they were out, the sepherds watch them night and day. As…the first
rain began early in the month of Marchesvan, which answers to part of
our October and November (begins sometime in october), we find that
the sheep were kept out in the open country during the whole summer.
And, as these sepherds had not yet brought home their flocks, it is a
presumptive argument that october had not yet commenced, and that,
consequently, our Lord was not born on the 25th of December, when
no flock were out in the fields; nor could He have been born later than
September, as the flocks were still in the fields by night. On this very
ground, the Nativity in December should be given up. The feeding of
the flocks by night in the fields is a chronological fact…See the
quotation from the Talmudists in Lightfoot.
(Adalah kebiasaan lama bagi orang-orang Yahudi untuk menggiring
domba-domba mereka ke padang menjelang Paskah (yang jatuh awal
musim semi), dan membawanya pulang pada permulaan hujan
pertama. Selama domba-domba berada di luar, para penggembala
mengawasinya siang dan malam. Bila…hujan pertama mulai turun
pada bulan Marchesvan, atau antara bulan Oktober dan November,
ternak-ternak itu mulai dimasukkan ke kandangnya. Kita pun
mengetahui bahwa domba-domba itu dilepas di padang terbuka selama

49



musim panas. Karena para penggembala belum membawa pulang
domba-dombanya, berarti bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian
dapatlah diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25
Desember, ketika tidak ada domba-domba berkeliaran di padang
terbuka di malam hari. Juga tidak mungkin dia lahir setelah bulan
September, karena di bulan inilah domba-domba masih berada di
padang waktu malam. Dari berbagai bukti inilah, kemungkinan lahir di
bulan Desember itu harus disingkirkan. Memberi makan ternak di
malam hari, adalah fakta sejarah…sebagaimana yang diungkapkan
oleh Talmud (kitab suci Yahudi) dalam bab "Ringan Kaki".
30

Di ensiklopedi mana pun atau juga di kitab suci Kristen sendiri akan
mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember.
Catholic Encyclopedia sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui
fakta ini.
Tidak ada data yang pasti mengenai kelahiran Yesus tepatnya. Alkitab
sendiri dalam hal ini ada dua pendapat yang berbeda, yaitu:
1) Menurut Lukas 2:1-8 pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu
sedang melaksanakan sensus penduduk.
2) Menurut Matius 2:1,10,11 pada masa pemerintahan raja Herodus Agung.
Sampai abad ke IV Masehi, hari lahir Yesus masih diperingati pada
tanggal 6 Januari, 28 Maret, 18 April, dan 29 Mei. Menurut riwayat lain juga
dirayakan pada tanggal 28 April, 18 Mei dan 18 Oktober. Kaisar Constantine
menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus atau Natal.

30
Herbert W. Armstrong. Op. Cit

50



Hal ini karena hari tersebut disesuaikan dengan hari kelahiran Dewa Matahari
(Dies Natalis Solis Invicti) yang bernama Dewa Mithra.
31





















31
Ahmad Riznanto. Op.cit. Hal. 5.

51



BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pemaparan di atas, penulis dapat menyimpulkan beberapa poin
penting dari pembahasan.
Pertama, Paulus telah berhasil mengubah ajaran Nashrani Yesus menjadi
agama Kristen dengan doktrin mono-politeisme. Di satu sisi Kristen mengaku
sebagai agama monoteisme, namun faham Trinitas yang dibangun olehnya
secara hakiki telah menolak monoteisme. Bahkan sebaliknya, Kristen lebih
pantas dianggap sebagai agama politeisme yang menyembah tiga tuhan.
Kedua, distorsi yang disebabkan olehnya telah membuat sebuah
kebudayaan tabu dengan Alkitab yang telah dimanipulasinya sehingga membuat
seseorang yang mengimani kitab suci ini harus meneladani tokoh-tokoh atau
para nabi yang diceritakan dengan kisah tabu dan pemuja selangkangan. Tentu
hal ini sangat berbahaya dan kita bisa melihatnya pada kebudayaan Eropa yang
mayoritas beragama Kristen.
Ketiga, seseorang yang telah beriman kepada Alkitab tentu akan tercuci
otaknya sehingga Alkitab menginspirasi mereka untuk berbuat keji terhadap

52



“domba sesat” selain mereka. Hal ini juga patut kita waspadai sebagai pemeluk
Islam yang berdampingan dengan mereka.
B. Saran-saran
Kita tidak menafikan bahwa agama yang datang dari Allah SWT. bukan
hanya dibawa oleh Muhammad SAW. saja, namun jauh sebelum itu, ajaran
tauhid telah diperjuangkan oleh para nabi dan rasul beserta parea pengikutnya
yang setia. Maka, keilmuan sejarah agama samawi menjadi sangat penting bagi
kita.
Dalam memperjuangkan dan meluruskan akidah yang sesat akibat
manipulasi yang dilakukan selama berabad-abad oleh tangan-tangan yang tidak
bertanggungjawab pasti kita akan menemukan banyak hambatan-hambatan fisik
maupun batin yang menimpa kita. Seorang ulama yang mumpuni dan
mengetahui sejarah agama Allah SWT. mempunyai tanggung jawab besar dalam
melaksanakan tugasnya. Hal ini dikarenakan ia harus meluruskan banyak
“domba-domba yang tersesat” dengan ilmu yang dia miliki.
Seringkali kita menemukan banyak perdebatan dalam menjalani tugas
mulia ini yang menjurus kearah penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Namun
sebagai sebagai seorang muslim harus menunjukan sifat lembutnya kepada
mereka. Rasulullah SAW. yang kita cintai bahkan tidak sama sekali dendam
terhadap orang-orang yang memusuhinya akibat ajaran agama “baru” ini.

53



Padahal jika penulis lihat, agama atau kepercayaan adalah kepedulian terbesar
setiap individu. Ini membuktikan bahwa jalan dakwah tidak harus dengan cara-
cara yang real. Setiap muslim bisa saja berdakwah dengan hati mereka. Dan
justru ini menjadi ciri khusus yang disunahkan Rasulullah SAW. untuk seorang
muslim.
Ada beberapa saran penulis yang perlu dipaparkan disini.
Pertama, sering kali umat Kristiani melirik kepada ajaran Islam sehingga
tidak sedikit memunculkan perdebatan antara kita dengan mereka. Dalam
perdebatan ini, seorang muslim jangan terpengaruh oleh kata-kata hinaan yang
ditujukan kepada umat Islam. Karena ini justru menjadi sebuah bumerang yang
akan membawa kita kepada kehinaan akibat terpancing emosi.
Kedua, dalam menyampaikan dakwah Islam kepada mereka setiap
muslim tidak diharapkan bertingkah gegabah karena itu akan merugikan Islam
dan menambah kehinaan Islam di mata mereka. Juga dikarenakan umat Kristiani
selalu membenci umat yang bersebrangan dengan keyakinan mereka walau pun
tinggal dalam satu atap.
Ketiga, setiap muslim diharapkan bersabar dalam menerima berbagai
hinaan dari mulut mereka. Karena bersabar dalam dakwah adalah kunci
kesuksesan dakwah. Bersabar juga menjadi sunah Rasulullah SAW. ketika
berdakwah.

54



Keempat, yakinlah bahwa dibalik setiap kerugian fisik dan batin, Allah
SWT. selalu menaungi kita dalam menyampaikan risalah-Nya kepada “domba
sesat”. Dengan keyakinan ini, kita tidak akan goyah terhadap hambatan yang ada.














55



DAFTAR PUSTAKA

1. Al-Qur‟an Al-Karim
2. Amstrong, Herbert. The Plain Truth About Chrismas. Ebook
3. Association, International Bibel Student. 1989. Haruskah Anda Percaya
Kepada Trinitas?. New York: International Bibel Student Association
4. Berkhof , L. 1992. Sejarah dan Perkembangan Trinitas. Bandung: Sinar Baru
5. Bucaille, Maurice. 1997. Bibel, Qur’an dan Sains Modern. Jakarta: Penerbit
Bulan Bintang
6. Dawud, Abdul Ahad. 2008. Muhammad in The Bibel. Jakarta: Almahira
7. Hakim, Agus. 2006. Perbandingan Agama. Bandung: CV Diponegoro
8. http://id.wikipedia.com//
9. Indonesia, Lembaga Alkitab. 1989. Alkitab. Jakarta: Lembaga Alkitab
Indonesia
10. Kebohongan Kristen. Ebook
11. Munir, SH. 2005. Dialog Seputar Trinitas. Ebook
12. Riznanto, Ahmad. 2008. Nabi Isa yang Ternoda. Jakarta: Mihrab
13. Zulkarnain, M. 1968. Kesaksian Seseorang Tentang Alkitab. Ebook




56



RIWAYAT HIDUP

1. Nama : Muhammad Utsman
2. No. Induk : 08.041
3. Tempat tanggal lahir : Jakarta, 16 September 1993
4. Nama orang tua
A. Bapak
Nama : Affan Madjrie
Pekerjaan : Penulis
B. Ibu
Nama : Nena Kurnianingrum
Pekerjaan : Guru
Alamat : Jl. Buaran III No. 56 A Rt. 003/015 Duren Sawit
5. Jenjang Pendidikan
A. Tahun 1999-2005 : SDN 10 Pagi Duren Sawit Jakarta Timur
B. Tahun 2006-2008 : Tsanawiyah Pesantren Persatuan Islam 69
C. Tahun 2009-2011 : Madrasah Mu‟allimin/Aliyah Pesantren Persatuan
Islam 69

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->