Hygiene Lingkungan Kerja

Sanitasi Industri Makanan Wingko Babat Di Banyumanik

Disusunoleh: Kelompok 8 1. Sukma Ardiyanti 2. Adhinningtyas R 3. Dewi Ratnaningrum 4. Anisa Nur Jannah 5. Elita Handayani 6. Lia Lestari Siahaan (E2A009114) (E2A009093) (E2A009039) (E2A009122) (E2A009072) (E2A009066)

7. Ramadhina DyahPitaloka (E2A009092) 8. FlorenciaFabriani 9. Siti Munawaroh 10. Endang Tri Dianasari 11. Eka Dwi Lestari 12. NidaHildani (E2A009132) (E2A009103) (E2A009062) (E2A009084) (E2A007087)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

IndustriMakananWingkoBabatBanyumanik
A. Teoriindustrimakanan Dalam suatu industri, sanitasi merupakan hal yang penting. Kemajuan suatu industri harus dibarengi dengan sanitasi yang baik. Sanitasi merupakan upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertumbuhdan berkembangbiaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam makanan,minuman, peralatan dan bangunan yang dapat merusak pangan danmembahayakan manusia (UU No. 7 Tahun 1996). Sanitasi juga dapat di jabarkan sebagai cara untuk pencegahan pencemaran terhadap makanan selama kegiatanpenanganan, pengolahan,

penyimpanan dan distribusi. Sanitasi dilakukan dengantujuan melindungi kesehatan masyarakat melalui pengurangan atau penghilangancemaran dalam bahan makanan (Hariadi dan Dewanti, 2009). Menurut pendapatFathonah (2005) bahwa sanitasi dapat didefinisikan sebagai usaha pencegahanpenyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkunganyang berkaitan dengan rantai perpindahan penyakit tersebut. Dalam sanitasiindustri terdapat delapan kunci ³Sanitation Standard Operating Procedures´(SSOP) yaitu sanitasi bahan baku, sanitasi peralatan, penggunaan bahan sanitaiser,sanitasi karyawan, kesehatan karyawan, sanitasi lingkungan, pengendalian hama,dan kontaminasi silang. Sanitasi dan higiene pekerja juga perlu diperhatikan. Hal ini

disebabkankarena pekerja merupakan sumber potensial dalam perpindahan cemaran. Jadiprogram sanitasi dan higiene pekerja adalah hal yang mutlak. Sanitasi pekerja meliputi kesehatan pekerja, kebersihan tubuh pekerja sampai kebersihan semuaperlengkapan yang digunakan oleh pekerja (Hariadi dan Dewanti, 2009). Sanitasipekerja juga ditetapkan oleh UU no 7, Tahun 1996 yang menyatakan bahwa orangperseorangan yang menangani secara langsung dan atau secara langsung berada dilingkungan kegiatan atau proses produksi,

penyimpanan, pengangkutan dan atau peredaran pangan wajib memenuhi persyaratan sanitasi.

Saatdilakukan sanitasi perlu diperhatikan agar bahan pembersih tidak terkena bahanpangan.Hal tersebut dapat dilakukan dengan membiasakan pekerja untuk menjagakebersihan toilet dan menyucihamakan tangan setelah menggunakan toilet.Kesehatan pekerja merupakan hal terpenting dalam penanganan produk. PROSEDUR STANDAR OPERASI SANITASI (SSOP) SSOP adalahprosedurpelaksanaansanitasistandar yang harusdipenuhiolehsuatu industry panganuntukmencegahterjadinyakontaminasiterhadapproduk yang diolah. dan semua peralatan yang berhubunganlangsung dengan pangan. 2) Peralatandanpakaiankerja . Dwilokadll. Sanitasi lingkungan kerja sebaiknya dilakukan setiap hari sebelum dansesudah kegiatan. 2005). 2009).karena pekerja melakukan kontak langsung dengan produk. Hal inidilakukanuntukmengembangkanbudayakerja yang efektif di unit pengolahanpangan yang berkaitandengansemuasaranapengolahan.. personildanlingkungan yang dituangkandalamrancangan SSOP. Pembersihan sanitasi dinding. 8 fungsi kondisi sanitasi yang ditetapkan: 1) Pasokan air danes Monitoring kualitas air yang digunakan minimal 6 bulan 1 kali. atap dan lantai ruang pengolahan panganhanya boleh diberlakukan dengan senyawa kimia pembersih yang diizinkan untukdigunakan pada permukaan yang kontak langsung dengan makanan.Kesehatan karyawan juga harus diperhatikan guna mencegah terjadinyakontaminasi mikroba pada pangan. Oleh karena itu. Sanitasi lingkungan juga erat kaitannya dengan upayapengendalian binatang pengganggu (Hariadi dan Dewanti. (2005) menambahkan bahwa sanitasi pekerjadan kesehatan pekerja merupakan syarat yang harus diperhatikan dalam sanitasi. saranakebersihan.kesehatan pekerja perlu di periksakan setahun sekali atau enam bulan sekali gunamenjaga keamanan produk pangan dari kontaminasi langsung dari pekerja(Fathonah.

termasukpakaiankerja ~ Aktivitasdanperilakudarikaryawan ~ Pisahkan produk masak dan produk mentah ~ Kondisi sanitasi unit pengolahan dan peralatannya ~ Penyimpanandanperawatanbahanpengemas ~ Cara dankondisipenyimpananproduk 4) Toilet dantempatcucitangan a. TOILET:          Jumlah. 10-15 orang tiap toilet Gayung. Cuci kaki 100-200 ppm . 3) Pencegahan kontaminasi silang/Lay out pabrik y y Kontruksi. jumlah cukup Kadar klor: cuci tangan 50 ppm.y Permukaan peralatan yang kontak langsung dengan produk terbuat dari bahan yang tahan korosi dan tidak bereaksi dengan produk. y y y Pakaiankerjadicucisetiaphari Sepatu dicuci dengan larutan klorin (150 ppm) Semua pelaratan disimpan di tempat bersih. dekat toilet dan pintu masuk. tidak merusak produk dan mudah dibersihkan. TEMPAT CUCI TANGAN Air hangat Bahansanitizer danpengering Tempat strategis mudah dijangkau. y Pakaian kerja termasuk pelaratan pengolahan yang lain harus dijamin kebersihannya. sabun Ada ventilasi Pintu tidak menyerap air dan tahan karat Dijagatetapbersih b. desaindan lay out unit pengolaha Higienekaryawan.

pengasinan. masa kedaluarsa dan persyaratan penyimpanan. Disimpan di tempat khusus dan terpisah Syarat label danpenyimpanan i. dan bahan2 pembesih harus sesuai persyaratan. 6) Kesehatankaryawan y y Kondisi kesehatan karyawan dimonitor oleh perusahaan Bagi karyawan yang menderita sakit dan diduga dapat dilarang bekerja di unit proses 7) Pengendalian pest y y y y Pest (rodenta. staphylococcus. pengolahan dan pengkemasan produk pangan. sanitasi meliputi kegiatan-kegiatan secara aseptik dalam persiapan. Bahan pengemas tidak bereaksi dengan produk dan mampu melindungi produk. burung. asal negara. shigella ddl Rodenta: salmonella. pembersih dan sanitiser seperti oli. pembersihan dan sanitasi pabrik . dan insect) dicegah agar tidak masuk ke unit pengolahan Siapkan program pemusnahan pest Lalat dan kecoa: salmonella. pembersih. minyak. pembersihdan sanitizer Kadar klor: cuci tangan 50 ppm. dan sanitizer Semua bahan kimia. parasit mencemari produk Sanitasiindustrimakanan Sanitasi pangan merupakan hal terpenting dari semua ilmu sanitasi karena sedemikian banyak lingkungan kita yang baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan suplai makanan manusia. Hal ini sudah disadari sejak awal sejarah kehidupan manusia dimana usaha-usaha pengawetan makanan telah dilakukan seperti penggaraman. Dalam industri pangan. Mencantumkan: isi. merk dagang. pestisida.5) Bahankimia. Cuci ka diberi label dengan jelas. ii. komposisi. y y y y y DigunakansesuaiPetunjukdanpersyaratan Semuabahankimia. berat bersih. dan lain-lain.

Streptokoki fekal. SUMBER KONTAMINASI DALAM INDUSTRI PANGAN Pekerja yang menangani pangan dalam suatu industri pangan merupakan sumber kontaminasi yang penting. pencegahan kontaminasi pada semua tahap pengolahan dari berbagai sumber kontaminasi. Sumber kontaminasi potensial ini terdapat selama jam kerja dari para pekerja yang menangani makanan. EEC (Enteropathogenic Escherichia coli) dan Shigella. maka tangan tersebut akan terkontaminasi. karena kandungan mikroba patogen pada manusia dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan. Clostridium perfringens. penyediaan air baik. kimia. Faktor biologis dari lingkungan inilah yang terutama berkaitan erat dengan sanitasi karena organisme hidup akan bereaksi terhadap keadaan fisik dan lingkungan yang berbeda. penyimpanan bahan mentah. Kebiasaan tangan ini dikaitkan dengan pergerakan-pergerakan tangan yang tidak disadari . Oleh karena itu untuk mendalami ilmu sanitasi maka diperlukan pengertian yang baik akan sifat-sifat organisme hidup ini. Setiap kali tangan pekerja mengadakan kontak dengan bagianbagian tubuh yang mengandung stafilokoki. Kebiasaan tangan (hand habits) dari pekerja pengelola pangan mempunyai andil yang besar dalam peluang melakukan perpindahan kontaminan dari manusia ke makanan. Sanitasi harus berhubungan dengan semua segmen lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Mikroba patogen yang berasal dari alat pencernaan yang mampu menimbulkan penyakit melalui makanan adalah : Salmonella. dan biologik. faktor fisik dan kimia lebih mudah ditangani daripada faktor biologis. Kegiatan yang berhubungan dengan produk pangan meliputi pengawasan mutu bahan mentah. Organisme yang berasal dari alat pencernaan dapat melekat pada tangan pekerja yang mengunjungi kamar kecil dan tidak mencuci tangannya dengan baik sebelum kembali bekerja.serta lingkungan pabrik dan kesehatan pekerja. Oleh karena itu ilmu sanitasi harus berurusan dengan faktor-faktor fisik. dan segera akan mengkontaminasi makanan yang tersentuh. Selain itu perlu juga dipahami keterkaitan antar faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia. serta pengkemasan dan penggudangan produk akhir. Secara umum.

mencuci dan mengeringkan tangan sebelum 3. Menjaga kuku pendek sehingga mereka mudah untuk membersihkan. seperti apron. dasi kembali atau menutupinya. kecoa dan binatang pengerat seperti tikus.seperti menggaruk kulit. Bahaya Kimia adalah bahaya berupa cemaran bahan-bahan kimia beracun yang dapat menyebabkan keracunan atau penyakit jika termakan oleh manusia. Bahayabiologisadalahbahayaberupacemaranmikrobapenyebabpenyakit (patogen). Keringkan tangan dengan handuk bersih. jauh dari mana makanan disimpan dan disiapkan. Memakai pakaian pelindung yang bersih. dan binatang pembawa penyakit lainnya. . danparasit yang dapatmenyebabkankeracunanataupenyakitjikatermakanolehmanusia. meludah. Umumnya cemaran mikroba dibawa oleh hama yaitu serangga seperti lalat. 9. bahaya kimia dan bahaya fisik. yang dapat dikelompokkan ke dalalam tiga jenis. air dan tempat-tempat lainnya yang kotor. 10. mengunyah permen karet. tanah. seperti residu pestisida. racun yang secara alami terdapat dalam bahan pangan. menggosok hidung. Jangan merokok. Jika memiliki luka atau luka. Untuk menjaga agar makanan tetap higienis dalam produksi industry makanan sebaiknya: 1. merapikan rambut. 8. pastikan benar-benar tertutup oleh strip luka tahan air 11. Memperhatikan kebersihan pribadi (pekerja) 2. yaitu: bahaya biologis.Cemaran mikroba ini dapat berasal dari udara. dan cemaran bahan kimia lainnya. menyentuh atau meraba pakaian dan hal-hal lain yang serupa. virus. Jika memiliki rambut panjang. perubahan bayi 5. 7. Jangan batuk atau bersin di atas makanan atau tempat makanan 6. Demikaian juga virus hepatitis A dan parasit misalnya cacing dapat berasal dari lingkungan yang kotor. celemek. sekali pakai 4. logam berbahaya. Memakai sarung tangan sekali pakai Bahaya pada industri makanan Ada beberapa jenis bahaya dalam pangan.

misalnya biji-bijian dan kacang-kacangan yang kering seperti gabah kering. seperti pecahan gelas.misalnya sayuran dan buah-buahan. Dengan demikian. Umumnya bahan pangan yang mudah rusak beresiko mengandung bahaya biologis karena tercemar mikroba. Bahan pangan dapat mengalami kerusakan dengan kecepatan yang berbeda-beda tergantung pada jenisnya. bahan pangan atau makan di bawah ini beresiko mengandung bahaya biologis: y y y y y y y dagingdanhasilolahnya susudanhasilolahnya telurdanhasilolahnya ikandanhasilolahnya sayurdanhasilolahnya buah-buahan yang rasanya tidak asam santan . Bahan pangan yang bersifat mudah rusak umumnya mengandung air dalam kadar yang tinggi sehingga mudah ditumbuhi bakteri. BahanPangandanResikoBahaya Resiko bahaya dari bahan pangan atau makanan sangat beragam tergantung antara lain pada jenis dan tempat diperolehnya. dan pada peka tidaknya bahan pangan atau makanan itu terhadap kerusakan. pecahan logam. khususnya kerusakan karena mikroba.Bahaya fisik adalah bahaya karena adanya cemaran-cemaran fisik seperti bendabenda asing yang dapat membahayakan manusia jika termakan. dan Bahan pangan yang tidak mudah rusak. kerikil. telur dan ikan. potongan kawat. jagung pipil kering dan kacang kedelai kering. pecahan lampu. susu. seperti digolongkan sebagai berikut: y Bahan pangan yang mudah rusak. stapler dan benda asing lainnya. paku. y y Bahan pangan yang agak mudah rusak. misalnya bahan pangan yang berasal dari hewan seperti daging.

dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang tinggi di perusahaan. Bahan Pangan atau Makan Beresiko Bahaya Fisik Bahan pangan atau makanan yang kotor karena tercemar benda-benda asing seperti pecahan gelas. kuku. antibiotika. dsb. kerikil. 5S / 5R diatas merupakan urutan dalam menata tempat kerja.) y Bahan pangan atau makanan yang tercemar pestisida. dan teratur. Setiap pekerja bertanggung jawab melakukan penataan tempat kerja kearah yang lebih baik. Makanan yang dibungkus plastik atau daun dengan menggunakan stapler beresiko bahaya fisik. teknologi. dan cemaran kimia lainnya. budaya kerja. ikan laut yang beracun. Karena lingkungan kerja yang nyaman. racun.Bahan Pangan Atau Makanan Beresiko Bahan Kimia y Bahan pangan atau makanan yang secara alami mengandung racun (singkong.5S / 5R adalah cara untuk meningkatkan produktivitas dengan melakukan kegiatan menata tempat kerja. potongan tulang. pupuk kimia. karena stapler yang terlepas dapat masuk ke dalam makanan tanpa diketahui. Penyimpanan yang salah adalah penyimpanan pada ruangan yang terlalu lembab dan hangat. y Bahan pangan atau makanan yang tercemar racun kapang. rambut. kualitas. proses produksi. tempe bongkrek. misalnya biji-bijian atau kacang-kacangan yang disimpan pada kondisi penyimpanan salah. y Bahan tambahan yang terlarang atau bahan tambahan pangan yang melebihi takaran maksimum ynag diizinkan dalam penggunaannya. mulai dari CEO sampai Cleaning Service. dan ini . Kaizen merupakan sistem pengambangan produktivitas. yang merupakan tanggung jawab semua pekerja. dan kepemimpinan yang dilakukan terus menerus. Salah satu metode perubahan dan perbaikan yang dilakukan banyak perusahaan adalah menerapkan 5S / 5R. Perbaikan Lingkungan Kerja dan Produktivitas Karyawan (teori 5R/5S Kaizen): Kaizen berasal dari bahasa Jepang "kai" yang artinya "perubahan" atau "perbaikan" dan "zen" yang artinya : "baik". potongan kayu. sisik dan sebagainya. logam berbahaya. keamanan kerja.

Pembersihantempatkerjasecaraberkala 3. = Ringkas Membuang barang barang yang tidak diperlukan. 2. Peremajaantempatkerja . Seiso. = Rapi Adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. cara ini sudah menjadi budaya kerja dan dikenal dengan 5S. Siapkan tempat untuk membuang barang barang yang tidak dibutuhkan. Seiri. Cek barang di area kerja masing masing. 3. Langkah-langkahRapi : 1. III. Langkah-langkah Resik : 1. Sediakansaranakebersihan 2.harus menjadi budaya perusahaan. Beri label merah utk barang yang tidak dibutuhkan. mesin/peralatan. yaitu : I. 2. sedangkan di Indonesia disebut 5R. LangkahlangkahRingkas : 1. Kerapian adalah seberapa cepat kita menyimpan barang. 5. Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke tempat yang telah dirancang dan disediakan. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh tiap karyawan. 3. Secara berkala. Rancang metode penempatan barang yang diperlukan. buanglah barang barang berlabel merah ke tempat yang telah disiapkan II. dan seberapa cepat kita mengambilnya kembali ketika dibutuhkan. 4. Beri label / identifikasi untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke tempat semula.Di Jepang. dan barang-barang agar tidak terdapat debu dan kotoran. Tentukan kategori barang yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. Seiton. dan menyimpang barang yang diperlukan dengan cara tertentu agar mudah diakses ketika dibutuhkan. sehingga mudah didapatkan kembali saat dibutuhkan. = Resik Adalah membersihkan tempat kerja/lingkungan kerja.

LangkahRawat : 1. Teladanatasan 3. PelestarianResik IV. Lingkungan kerja lebih nyaman. 3. Produktivitas SDM meningkat 4. aman. V. Tetapkan standar kebersihan.4. dan penataan 2. Rajin di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja. Praktek sanitasi di industri makanan wingko babat Pemerintah sudah membuat peraturan agar semua industri kecil maupun menengah untuk memperhatikan sanitasi lingkungan atau menjalankan hygiene lingkungan kerja yang baik. Kesempatanbelajar Manfaat 5S / 5R : 1. Peningkatan produksi. Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang bekerja di tempat kerja. dan bekerja lebih cepat. LangkahlangkahmelakukanRajin : 1. Komunikasi di lingkungankerja 4. Disamping untuk meningkatkan produktivitas kerja tetapi juga untuk melindungi pekerja . Penghematan yang diperoleh dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Shitsuke = Rajin Adalahterciptanyakebiasaanpribadikaryawanuntukmenjagadanmeningkatkana pa yang sudahdicapai. 2. Peraturan pemerintah ini mempunyai maksud yang penting. Seiketsu = Rawat Adalah mempertahankan hasil yang telah dicapai pada 3R sebelumnya dengan menstandarisasikannya. penempatan. Tentukan Target bersama 2. tanpa menambah area kerja. B.

Perbandingannya adalah pekerja seharusnya menggunakan celemek (kanan) untuk melindungi baju mereka serta adonan juga tidak terkontaminasi kotoran. Dibawah ini terdapat gambar. Dalam sebuah kunjungan kelompok 8 ke industri makanan wingko babat di banyumanik dapat disimpulkan bahwa resiko paparan bahaya masih cukup banyak dan kebersihan makanan juga kurang. .gambar di industri makanan wingko babat banyumanik: a) Alatpelindunguntukpekerja. Gambar a) 1.dari bahaya akibat kerja. Akan tetapi dalam prakteknya masih banyak industri makanan yang tidak menjalankan peratuan tersebut. Tetapi dalam kenyataannya (gb kiri) pekerja tidak menggunakannya.

. Pekerja yang ada di pabrik makanan wingko babat banyumanik dalam mengolah makanan tersebut mengabaikan APD. Dalam bekerja alat pelindung diri sangat penting untuk menghindari bahaya yang dapat ditimbulkan dari pekerjaan.Gambar a) 2. Pekerja tidak mengunakan alat pelindung untuk tangan. Gambar a) 3. Pekerja (kanan) tidak menggunakan sarung tangan dalam mengaduk adonan. Tetapi APD sering terlupakan oleh pekerja.

Padahal kita tidak tahu apakah tepung yang terhirup tidak sengaja saat bekerja mengandung mikroba atau tidak.Proses pembungkusan wingkopun mereka tidak memakai kaos tangan seharusnya memakai kaos tangan plastik agar makanan tetap higienis.Selain tiu mereka seharusnya memakai masker saat bekerja karena debu tepung dapat masuk ke pernapasan mereka.kelapa dsb terlihat pekerja tidak memakai kaos tangan plastik.b) Higienemakanan Gambar a) 1. Serta Air untuk mencuci tangan pekerja setelah mengaduk adonan atau akan mengaduk adonan (kanan).bahkan langsung mengaduk-aduknya tanpa kita ketahui sudah cuci tangan dengan bersih atau belum.vanili. .Selain itu daun isang untuk proses pemuatan sebagaialas untk sebelum di oven juga terlihat kurang bersih padahal poensi terdapatnya mikroba cukup besar. (kiri) Pada saat proses pencampuran antara tepung.Selain itu pekerja yang mencetak wingko setelah dibuat adonan juga tidak memakai kaos tangan langsung memakai tangan padahal kita juga tidak tahu apakah pekerja tersebut mempunyai penyakit kulit atau tidak. Seorang pekerja industry pangan sedang mengaduk adonan (kiri) tanpa menggunakan alas tangan atau alat pengaduk lain yang memungkinkan panganan terkontaminasi mikroorganisme pathogen.

Wingko babat siap kemas diletakkan di atas meja tanpa ada alasnya . Gambar a) 3.Gambar b) 2. Dalam pengemasan makanan tidak menggunakan sarung tangan dan masker (kiri).

Daerah sekitar pemanggang yang kotor dapat mengundang datangnya kecoa. Loyang tempat untuk adonan makanan akan di oven yang kotor (kiri) dan sampah berserakan dimana-mana (kanan) Gambar c) 2.c) Hygiene tempatpenbuatanwingkobabat Gambar c) 1. dan tikus. . lalat.

lantai yang kotor. Lantai yang kotor akibat tepung yang berceceran (kiri) dapat membuat terpeleset pekerja serta pekerja tidak memakai alas kaki.Sehinggamikrobakemungkinandapatberkembangbiakd . Tempatpenyimpananbahanbahandanperalatanpembuatanwingkokuranghigienisdikarenakandapatdilihatdalamfoto. Pelindung kaki pekerja rata-rata tidak memakai sandal/sepatu hanya beberapa yang memakai sandal itupun hanya sandal jepit.peralatan yang setelahdipakaitidaklangsungdicuci.Padahal lantai tempat bekerja mereka licin karena tepung dan dapat menyebabkan terpeleset saat bekerja serta terkadang basah menyebabkan mikroorganisme berkembang biak di kaki mereka.Gambar c) 3.

= Ringkas Membuang barang barang yang tidak diperlukan.Bahkantempatpeyimpanan air untukbahanpembuatanwingkoterlihatkotorberdebudanbertebarantepungtempatlembabbisa menjaditempat yang cocokberkembangbiaknyamikroba. Dapat kita lihat dalam produksi wingo ini peralatan mereka letakkan sembarangan sehingga saat mereka membutuhkan peralatan kerja mereka lebih kesulitan dan barang yang tidak diperlukan tidak segera dibuang. .alambahan ± bahantersebut. Seiri. dan menyimpang barang yang diperlukan dengan cara tertentu agar mudah diakses ketika dibutuhkan. Berdasarkan 5S Kaizen makan dapat kami aplikasikan terhadap Industri Pmenbuatan Wingko adalah sebagai berikut I.

 http:// www. 2009. Teknologi UniversitasDiponegoro.Universitas  Dwiloka. Fleet. 2001. (DiterjemahkanolehH. DinasKesehatanPemerintahKabupatenSleman. H. IlmuPangan. UniversitasNegeri Semarang Press.  http://www. Materi Penyuluhan Bagi Perusahaan Makanan Industri Rumah Tangga. Wootton. B. Nurwantoro Ternak.  Hariadi. Pengwasan Mutu Hasil Hasil Ternak. Jakarta.gov.vic.shvoong.PurnomodanAdiono) dan Soepardie. Jakarta. Higien dan Sanitasi Makanan.scribd. G. H. Day. 2007.T. R. Semarang. R.  http://id. Semarang. Dian Rakyat. Edward.au/foodsafety/downloads/hygiene_personal. Upaya penyelamatan gizi pada susu. A. S. P dan Dewayanti R.health.  Fathonah.DAFTAR PUSTAK A  Pabrikmakananwingkobabatbanyumanik  Astawan.com/doc/31967803/SANITASI-INDUSTRI  http://www. P.com/business-management/management/2074772-5r-kaizen-perbaikanlingkungan-kerja/  Buckle K.ilmupangan. 2008. M. 2005. W.pdf  Anonimous. Sleman. Fakultas Peternakan.com/ . 2005.Laboratorium Indonesia Press. A. dan M. Memproduksi Pangan Yang Aman.

groups. UdayanaUniversity. Jakarta. N. dan I. Susu dan Produk Fermentasinya. E.yahoo. Fernandez. Standar Kandungan Mikroba Susu Segar.40 WIB. (http://tech. 2009. Press.  SNI 01-3141-1998. Jakarta.  Winarno.  SNI 016366-2000. BadanStandarisasiNasional. dan I.  Suardana. Jakarta. Denpasar. BadanStandarisasiNasional. Teknik Sanitasi Susu bagi Peternak.  Undang-UndangDasar 1996 TentangPangan  http://www. H. Standar Mutu Susu Segar. Swacita.W.com/group/berkebun/message/225) Diaksestanggal 8 Juli 2010 pukul 22. HigieneMakanan. F. http://www.com/pangan/keamanan-pangan-fungsional-berbasis-pangantradisional/  Indonesian Journal of Occupational Health and Safety 2009  Hatmono. B.kamusilmiah. I.smallcrab. G. MBRIO Press. 2008.com/kesehatan/537-sumber-bahaya-dalam-bahan-pangan-dan-caramenghindarinya . 2007.