I. PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pada sistematika atau taksonomi ada tiga pekerjaan yang biasa dilakukan, yaitu identifikasi, klasifikasi, dan pengamatan evolusi. Identifikasi merupakan pengenalan dan deskripsi yang teliti dan tepat terhadap suatu jenis/spesies yang selanjutnya diberi nama ilmiahnya sehingga diakui oleh para ahli diseluruh dunia. Klasifikasi adalah suatu kegiatan pembentukan kelompok-kelompok makhluk hidup dengan cara memberi keseragaman ciri/sifat di dalam keanekaragaman ciri yang ada pada makhluk hidup tersebut. Oleh karena itu dengan morfologi tubuh makhluk hidup yang berbeda satu sama lainnya, kita memerlukan pengklasifikasian agar kita lebih mudah memahami dan mempelajari keanekaragaman makhluk hidup tersebut (Soesono, 1968). Untuk mendukung pengetahuan tentang klasifikasi dan taksonomi diperlukan adanya identifikasi dari berbagai parameter morfologi dari bentuk tubuh amphibi. Dengan melihat morfologi ikan kita dapat mengelompokkan ikan/hewan air. Sistem atau cara pengelompokan ini dikenal dengan istilah sistematika atau taksonomi. Oleh karena itu, dalam praktikum amphibi ini kita membutuhkan pengetahuan tentang taksonomi dan proses-prosesnya seperti pembuatan klasifikasi dan identifikasi sehingga kita bisa memahami dan menyelesaikan pengamatan objek praktikum dengan baik. Karena Keanekaragaman dari amphibi merupakan aset nasional yang perlu diinventarisasikan jenis dan keberadaannya, distribusinya serta sifat-sifat hidupnya. (Soesono, 1968). 1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum morfologi dan kunci determinasi amphibia ini adalah untuk mengetahui dan melihat morfologi serta membuat kunci determinasi kelas amphibia. 1.3 Tinjauan Pustaka Amphibia umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup didua alam yakni di air dan di daratan. Amfibia bertelur di air atau menyimpan telurnya ditempat yang lembab dan basah. Ketika menetas larvanya yang dinamakan berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernafas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu

1974). 1982). badan. matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membran niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam. Amphibi hidup didua tempat. lebih tepat lagi tidak berkembang. Sebagian kulit. di air dan tempat yang lembab dari daratan. Pada katak sawah. pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang. Selain itu. pernafasan juga dilakukan melalui epitel. kulit katak juga banyak mengandung kapiler-kapiler darah dari cabang-cabang vena kutanea magna dan arteri kutanea (Djuhanda. sehingga bagian dalam tubuh katak berupa rongga-rongga yang berisi cairan limfa subkutan (Djuhanda. setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit yang hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk kedalam rongga mulut ketika menyelam.kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa. dan kelenjar yang menjaga kelembaban mata juga ikut berkembang (Djuhanda. Bibir. Tubuh amphibia khususnya katak. terdiri dari kepala. mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat diantara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang. 1982). dan berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan diluar tubuh induknya atau pembuahan eksternal (Djuanda. Ampibia mempunyai ciri-ciri yaitu tubuh diselubungi kulit yang berlendir. Dewasa ditemukan ditanah dekat kolam-kolam. 1982). mulut. di kayu-kayu yang agak . dan larynxs. dari kemampuan mereka disebuah lingkungan daratan. kulit ini hampir selalu basah karena adanya sekresi kelenjar-kelenjar mucus yang banyak terdapat didalamnya. mata. Amphibi dewasa memiliki mulut lebar dan lidah yang lunak yang melekat pada bagian depan rahang bawah. atau ditempattempat lain yang lembab seperti dibawah pohon atau dibawah batu. yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru (Djuanda. dan leher yang belum tampak jelas. Telur-telur individu yang belum matang adalah normal hidup di dekat air dan dan dewasa tidak pernah jauh dari air. merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm). Selain kulit. 1982). terlepas dari otot yang ada di dalamnya. dan sebagian besar pernafasan juga dilakukan oleh kulit (Djuhanda. aliran sungai dan bagian lain dari air segar yang mana mereka dapat istirahat dan mendapatkan ketenangan. Paru-paru selalu ada seperti yang terdapat pada kelompok salamander. 1974). mempuyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik. kecuali pada tempat-tempat tertentu.

1988). Ordo urodela adalah amphibi yang pada bentuk dewasa mempunyai ekor. tertutup oleh kulit atau tulang. kepala bersatu dengan badan. dan biasanya ditemukan di dalam tanah atau di lingkungan akuatik. Jika aquatis. bersegmen. Fertilisasi pada Caecilia terjadi secara internal (Duellman and Trueb. Membrana tympanum terletak di permukaan kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di belakang mata. (Duellman and Trueb. Pada fase larva hidup dalam air dan bernafas dengan insang. Beberapa jenis yang dewasa tetap mempunyai insang. Pada beberapa famili terdapat selaput diantara jarijarinya. Tubuh dengan jelas terbagi atas kepala. Hewan ini mempunyai kulit yang kompak. Gymnophiona mempunyai anggota yang ciri umumnya adalah tidak mempunyai kaki sehingga disebut Apoda. mata tereduksi. Contoh yang terkenal adalah caudata. retina pada beberapa spesies berfungsi sebagai fotoreseptor. sedangkan jenis-jenis lain insangnya hilang. 1972). Di bagian anterior terdapat tentakel yang fungsinya sebagai organ sensory. Sabuk-sabuk skelet hanya kecil bantuannya dalam menyokong kaki. tidak bertungkai. Tubuhnya berbentuk seperti kadal. dan ekor. Fertilisasi secara eksternal dan prosesnya dilakukan di perairan yang tenang dan dangkal. Tubuh menyerupai cacing (gilig). Mata berukuran besar dan berkembang dengan baik. dan Anura. Kaki-kakinya kira-kira sama besar. . Dari larva menjadi dewasa dibutuhkan waktu beberapa tahun. Daerah terdekat yang dihuni salamander adalah vietnam utara dan thailand utara (Bardach. bentuk larva sama seperti yang dewasa. 1986).lembab. Bangsa yang ketiga yaitu Anura atau katak. Bangsa kedua yang paling kecil sangat jarang ditemukan adalah sesilia atau gymnophiona. Gymnophiona. Amphibia terdiri dari tiga ordo. yaitu ordo urodela. Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan. tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik. 1986). Kelopak mata dapat digerakkan. Kelompok ini menunjukkan 2 bentuk dalam daur hidupnya. Hal ini mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat. Amphibi daratan yang agak terkenal adalah katak khususnya. termsuk indonesia. Ordo Anura mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor. Bangsa caudata atau salamander merupakan satu-satunya yang tidak terdapat hampir diseluruh Asia tenggara. badan. sangat aktif saat malam ketika kelembaban relatif tinggi (Bartlett. dan ekor mereduksi. Pada fase dewasa insang mengalami reduksi.

yaitu berupa penciutan bahkan habis sama sekali struktur yang sebelumnya sudah ada. Selaput kulit tumbuh diantara jari-jari. Pada beberapa jenis katak pupil matanya berbentuk berlian atau segi empat yang khas bagi masingmasing kelompok. hanya silindris atau berbentuk piringa yang pipih dan kadang-kadang mempunyai lipatan kulit lateral lebar. .Katak mudah dikenal dari tubuh yang tampak berjongkok dengan empat kaki untuk melompat dan tanpa ekor. Matanya sangat besar dengan pupil mata horizontal dan vertikal. 1998). dua diantaranya merupakan perubahan yang drastis. Yang tidak tampak dari luar adalah perubahan struktur baru dari organ yang sama yang disesuaikan dengan hewan dewasa. PROSEDUR KERJA 2. Kaki depan mempunyai empat jari. II. sedangkan kaki belakang berjari lima. Metamorfosis dari katak menyangkut tiga proses perubahan. Beberapa jenis hampir tidak berselaput tetapi pada jenis yang lain selaputnya meluas sampai menutupi jari atau pelebaran ujung jari (Iskandar. Terbentuknya organ yang baru. 1998). dan berguna untuk melompat mencari mangsa atau menghindarkan diri. lebih panjang dari pada kaki depan yang pendek dan ramping. Padang. dan termasuk suku Bombinatoridae. 1986). Selaput ini bervariasi dari tiap jenis. Kaki belakang berfungsi untuk melompat. Kelompok katak lain yang dianggap primitif termasuk suku kedua yaitu Megophorydae dan dua jenis introduksi dari suku pipidae (Xenopus laevis dan Hymenochirus sp) katak lain yang tidak termasuk kedua golongan tersebut akan mewakili semua katak yang telah maju (Iskandar.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin. Ujung jarinya mungkin tidak berbentuk. Katak yang paling primitif terdapat dikalimantan. Metamorfosis merupakan suatu masa kritis yang di alami selama terjadinya perubahan dari hewan berhabitat aquatic menjadi terestrial (Duellman. 22 dan 29 Maret 2010 di Laboratorium Taksonomi Hewan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas. walaupun berlangsungnya singkat.

1.1 Bufo Asper (Gravenhort. urutan panjang jari kaki belakang (UPJKB). urutan panjang jari kaki depan (UPJKD). kunci determinasi pun dapat dibuat berdasarkan deskripsi atau cirri khas yang kita lihat pada pengamatan praktikum saat ini. Fejervarya limnocharis. Ichthyophis glutinosus. panjang femur (PF). panjang kepala (PK). 2. yaitu sebagai berikut : panjang badan (PB). Bufo melanosticus. HASIL DAN PEMBAHASAN 3. jarak inter nares (JIN). jarak inter orbital (JIO). Bufo asper. 1829) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Filum : Chordata .1 Deskripsi 3. panjang moncong (PM). diameter mata (DM). panjang tibia fibula (PTF). Sedangkan bahan yang digunakan adalah. Setelah dilakukan pengukuran.3 Cara Kerja Objek diletakkan pada bak bedah dengan posisi kepala disebelah kiri. tabel pengamatan. dan Limnonectes kuhlii. panjang kaki belakang (PKB).2. diameter tympanum (DT). vernier caliper. Kemudian dilakukan pengukuran serta perhitungan terhadap karakteristiknya. III. lebar kepala (LK).2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah bak bedah. dan alat tulis. panjang kaki depan (PKD). Objek itu diamati dan digambar.

35 bagian dari panjang badan.04 bagian dari panjang badan. panjang kaki belakang (PKB) 0. hutan dataran rendah sampai pegunungan.12 bagian dari panjang badan. hidup dari hutan skunder sampai hutan primer. diameter mata (DM) 0. tutupan selaput renang terdiri dari 3 phalang. Iskandar (1998) menyatakan kodok ini berwarna coklat tua kehitaman. Bangkong sungai menyebar mulai dari Indochina di utara hingga ke Sumatra.6 bagian dari panjang badan.12 bagian dari panjang badan. habitat Bufo asper umumnya dijumpai sepanjang sungai yang lebar sampai anak sungai dengan lebar 2 meter. Di Jawa tersebar hingga ke Pasuruan dan Malang di Jawa Timur.55 bagian dari panjang badan. panjang kepala (PK) 0. .35 bagian dari panjang badan. diameter tympanum (DT) 0. panjang femur (PF) 0. panjang kaki depan (PKD) 0. Jari kaki berselaput renang sampai ke ujung. Kelenjar parotoid berbentuk lonjong. atau kehitam-hitaman. keabu-abuan. 1829) Dari pengukuran yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: Bufo asper memiliki panjang badan (PB) 74 mm. jarak inter orbital (JIO) 0. Namun para pejantan diketahui memanggil dari tepi sungai terutama pada saat bulan purnama.Kelas : Amphibia Ordo : Anura Famili : Bufonidae Genus : Bufo Species : Bufo asper (Gravenhort. lebar kepala (LK) 0. panjang moncong (PM) 0.18 bagian dari panjang badan. kelenjar parotoidnya berbentuk bulat lonjong dan mulut berbentuk truncates. Bahkan dijumpai di sekitar air terjun. Kalimantan dan Jawa. panjang tibia fibula (PTF) 0. urutan panjang kaki belakang 4>3>5>2>1. Perkembangbiakkan masih belum diketahui.8 bagian dari panjang badan. Menurut Van Kampen (1923).08 bagian dari panjang badan. jarak inter nares (JIN) 0. Urutan panjang kaki depan 3>4>2>1. Tangan dan kaki dapat berputar. bentuk ujung jari gada.57 bagian dari panjang badan.

urutan panjang kaki belakang 4>5>3>2>1.1. jarak inter orbital (JIO) 0. panjang kepala (PK) 0.11 bagian dari panjang badan. bentuk ujung jari seperti cakar. Urutan panjang kaki depan 3>4>1>2. tutupan selaput renang terdiri dari 2 phalang. lebar kepala (LK) 0. 1799) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Amphibia Ordo : Anura Famili : Bufonidae Genus : Bufo Species : Bufo melanostictus (Scheneider.3. .3 bagian dari panjang badan. kelenjar parotoidnya berbentuk bulat panjang dan mulut berbentuk membulat.06 bagian dari panjang badan. panjang kaki depan (PKD) 0. diameter mata (DM) 0.2 Bufo melanostictus (Scheneider.56 bagian dari panjang badan.06 bagian dari panjang badan. 1799) Dari pengukuran yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: Bufo melanostictus memiliki panjang badan (PB) 82 mm. panjang kaki belakang (PKB) 0.3 bagian dari panjang badan. panjang femur (PF) 0.52 bagian dari panjang badan. panjang moncong (PM) 0. jarak inter nares (JIN) 0.38 bagian dari panjang badan.33 bagian dari panjang badan. diameter tympanum (DT) 0. panjang tibia fibula (PTF) 0.32 bagian dari panjang badan.14 bagian dari panjang badan.

Bukit Lawang. alur-alur supra-orbital dan supratimpanik menyambung. kekuningan. Gunung Batak.Menurut Iskandar (2003).3 Ichthyophis glutinosus (Baulenger. Langkat. atau kaki dengan selaput renang yang sangat pendek. dan Cina Selatan sampai Semenanjung Malaka dan Pilipina. kodok ini mempunyai garis supra orbital berwarna hitam. Kalimantan. Iskandar (1998) menyatakan nama lokal untuk spesies ini adalah kodok puru. tidak ada alur parietal. 1882) Klasifikasi adalah : Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Amphibia Ordo : Gymnophiona Famili : Ichthyophiidae Genus : Ichthyophis Species : Ichthyophis glutinosus (Baulenger. 1882) . tidak terdapat di hutan hujan tropis atau hutan primer.Bagian punggung bervariasi warnanya antara coklat abu-abu gelap. Jawa. sampai kehitaman. penamaan tersebut berdasarkan adanya benjolan-benjolan hitam yang tersebar di bagian atas tubuh.Tanpa selaput renang. Belawan. Habitat dari kodok ini selalu dekat hunian manusia .1. kemerahan. 3. Medan. Persebarannya di kawasan Ekosistem Leuser. Aceh singkil.Terdapat bintil-bintil kasar di punggung dengan ujung kehitaman.

1986). mempunyai alat khusus seperti lateral line. Anggota famili ini yang ditemukan di indonesia adalah Ichtyophis sp. antara bagian dorsal dan abdomen dibatasi oleh garis warna putih. mata relatif berkembang.1. panjang kepala (PK) 0.4 Fejervarya limnocharis ( Bioe. ekornya pendek.3 bagian dari . mata berbentuk titik hitam.Ichthyophis glutinosus mempunyai bentuk seperti cacing. Reproduksi dengan oviparous. Larva berenang bebas di air dengan tiga pasang insang yang bercabang yang segera hilang walaupun membutuhkan waktu yang lama di air sebelum metamorphosis. tipe mulut runcing. 1835) Dari pengukuran yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: Fejervarya limnocharis memiliki panjang badan (PB) 50 mm. bagian abdomen berwarna ungu lebih pudar daripada dorsal. Anggota famili ini mempunyai ciriciri tubuh yang bersisik. 3. mempunyai gigi.. bagian dorsal berwarna ungu. mempunyai ruas-ruas. yaitu di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Duellman and Trueb. 1835) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Amphibia Ordo : Anura Famili : Ranidae Genus : Fejervarya Species : Fejervarya limnocharis ( Bioe. Famili yang ada di indonesia adalah Ichtyopiidae.

katak ini tersesat hingga ke halaman rumah. hingga ke bahu. urutan panjang kaki belakang 4>3>5>2>1. diameter mata (DM) 0.panjang badan. Perut dan sisi bawah tubuh putih. bertubuh pendek dan berkepala meruncing. kulit licin dan lembab. Kulit punggung dengan lipatan-lipatan memanjang tak beraturan. paha sedikit kemerahan. panjang femur (PF) 0. setidaknya satu (pada jari keempat: dua) ruas paling ujung bebas dari selaput renang. lapangan berumput. kebanyakan malah hanya serupa bintik kecil (Boulenger. terkadang membentuk huruf W atau H di sekitar belikat. Punggung berwarna cokelat lumpur. diameter tympanum (DT) 0. tutupan selaput renang terdiri dari 5 phalang yaitu empat ruas tertutupi dan satu ruas tidak tertutupi. lebar kepala (LK) 0. kerap terdapat pola huruf M kehitaman di dagu. 1890).34 bagian dari panjang badan.5 bagian dari panjang badan.08 bagian dari panjang badan. melewati atas timpanum (gendang telinga). tegalan. Sepasang lipatan kulit berjalan dari belakang mata. sementara metatarsal luar membulat dan rendah. atau memiliki garis vertebral putih. keemasan. yang betina sampai dengan 60 mm. Tangan dan kaki dengan coreng-coreng hitam. Pada malam-malam berhujan. atau seperti bukit-bukit kecil memanjang. Bibir berbelang hitam. panjang tibia fibula (PTF) 0. dengan bercak-bercak gelap simetris. Hewan ini merupakan katak kecil. Pada katak jantan. Terkadang. kemerahan. Pada beberapa jenis bercampur dengan warna hijau atau kehijauan. seperti pematang seperti deretan bintil panjang.16 bagian dari panjang badan. bentuk ujung jari gada. Fejervarya ditemukan di sawah. Bintil metatarsal sebelah dalam berbentuk oval dan menonjol.06 bagian dari panjang badan.38 bagian dari panjang badan. Fejervarya umumnya ditemukan mengelompok (clumped) di lapangan. Sisi samping tubuh dan sisi belakang paha dengan bercak-bercak hitam serupa doreng. tiba-tiba berloncatan ke air apabila akan terpijak kaki. Panjang Fejervarya jantan sekitar 30-50 mm.68 bagian dari panjang badan. jarak inter orbital (JIO) 0. panjang moncong (PM) 0. panjang kaki belakang (PKB) 0. di atas kantung suara yang berwarna daging. panjang kaki depan (PKD) 0. hutan jati dan di kebunkebun karet. Urutan panjang kaki depan 3>1>2>4. warna tubuh umumnya loreng-loreng hitam kecoklatan seperti lumpur.42 bagian dari panjang badan. katak-katak ini berbunyi bersahut-sahutan serupa paduan suara. Kaki berselaput setengahnya. warna dagu putih. . memiliki tympanum.1 bagian dari panjang badan. Juga kerap ditemukan di tepi-tepi saluran air. jarak inter nares (JIN) 0. Wak-wak-wak-wak-wak (Boulenger. 1890).4 bagian dari panjang badan. kelenjar parotoidnya tidak jelas.

panjang moncong (PM) 0.08 bagian dari panjang badan.03 bagian dari panjang badan. tidak jelas lateral foldnya.92 bagian dari panjang badan.32 bagian dari panjang badan. jarak inter orbital (JIO) 0. Urutan panjang kaki depan 1>3>2>4.46 bagian dari panjang badan. diameter mata (DM) 0. panjang tibia fibula (PTF) 0.54 bagian dari panjang badan. 1833) Dari pengukuran yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: Limnonectes kuhlii memiliki panjang badan (PB) 65 mm.38 bagian dari panjang badan. panjang kaki belakang (PKB) 0.08 bagian dari panjang badan.46 bagian dari panjang badan. ada bercak di kepalanya yang lebar. lebar kepala (LK) 0. diameter tympanum (DT) 0. warna tubuh kecoklatan dan keputihan pada umumnya. panjang kepala (PK) 0. .05 bagian dari panjang badan. dagunya putih dengan bintik-bintik coklat. jarak inter nares (JIN) 0. panjang kaki depan (PKD) 0.3. kelenjar parotoidnya kurang jelas. memiliki garis lateral pada punggungnya.1. urutan panjang kaki belakang 4>3>5>2>1. bentuk ujung jari gada. tympanum agak melengkung. panjang femur (PF) 0. paha berwarna lebih gelap. paha dan perut pucat kekuningan.5 Limnonectes kuhlii (Tschudi.5 bagian dari panjang badan. 1833) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Amphibia Ordo : Anura Famili : Ranidae Genus : Limnonectes Species : Limnonectes kuhlii (Tschudi. tutupan selaput renang terdiri dari 5 phalang.

Bufo Asper b. Amphibi berkaki………………………………………………………………….a. Kulit kering waktu masih hidup…………………………………………. Amphibi tidak berkaki……………………………………………. bintil-bintil ini biasanya memanjang parallel dengan sumbu tubuh. Terdapat alur supraorbital………………………………………… Bufo melanostictus 4. kadang-kadang dengan warna kehijauan dan sedikit semu kemerahan. di sungai-sungai sedang sampai anak sungai. dimana betina akan meletakkan telurnya. Bufo Asper memiliki ciri khas yaitu supra orbital yang sedikit lebih besar dan berhubungan dengan bagian tengah subtympani dengan tympanum yang jelas.a.. Kulit licin dan basah waktu masih hidup…………………………………………4 3.2 Kunci Determinasi Dari pengamatan morfologi yang telah dilakukan dapat dibuat kunci determinasi dari amphibi tersebut..1 Kesimpulan Dari praktikum Morfologi Amphibi dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. kepala runcing pendek. kurang jelas tetapi simetris. jari kaki sepasang bintil metatarsal.a.Fejervarya limnocharis b..a. Ukuran tubuh jantan 90-175 mm dan betina 85-125 mm. Kalimantan. saat musim kawin jantan menggali lubang di pasir atau kerikil halus ( gravel ). tekstur kulit berkerut. Katak ini biasanya terdapat di hutan primer sampai hutan sekunder.Katak ini berukukuran kecil. dan Semenanjung Malaysia ( Iskandar. Warna kotor seperti lumpur dengan bercak-bercak yang lebih gelap.2 b. Tidak terdapat alur supraorbital……………………………………. parotoid menonjol. tertutup oleh bintil-bintil panjang yang tampak tipis. Phalang ketiga dan keempat pada jari keempat bebas tanpa selaput renang……………………………………………………………. . Katak ini tersebar di Aceh. kaki belakang panjang dan kuat.………3 b. Ichthyophis glutinosus 2. yaitu: 1. KESIMPULAN DAN SARAN 4. Sumatra. 2003 ). kaki belakang berselaput renang tidak penuh sampai piringan sendi. Bercaj pada dasar kepala tebal dan rata…………………………… Limnonectes kuhlii IV. 3.

J. Armico: Bandung.. Limnonectes kuhlii merupakan katak panggul yang memliki bercak pada dasar kepala tebal dan rata.E. memiliki sepasang lipatan kulit berjalan dari belakang mata melewati atas timpanum (gendang telinga) hingga ke bahu. Analisa Struktur Vertebrata. 1988. Aquaculture.H. Fauna of British India. Selain itu dalam melakukan pengukuran juga harus lebih teliti agar hasil yang didapatkan lebih akurat. Toads and Treefrogs.D. Ryther & W. 23 Maret 2010. 3. Fejervarya limnocharis memiliki ciri khas yaitu bertubuh pendek dan berkepala meruncing. 4. Frogs. G. T. . mempunyai alat khusus seperti lateral line. 2. 1982. 1890. org/wiki/vertebrata. 1974. Barron's : New York. Reptilia and Batrachia Djuhanda. J. selaput renang pada kaki belakang tertutupi setengah. McLarney.2 Saran Dari praktikum yang telah dilaksanakan maka disarankan kepada praktikan untuk lebih teliti dan cermat dalam pemilihan objek. 4. wikipedia. Bufo melanostictus memiliki ciri khas yaitu alur supra orbital yang dihubungkan dengan kelenjar parotoid oleh alur supra tympanik. DAFTAR PUSTAKA Bardach. Djuhanda. the Farming and Husbandry of Freshwater and Marine Organisms. Bartlett. R. 1972. Ichthyophis glutinosus memiliki ciri khas yaitu bentuk seperti cacing mempunyai ruas-ruas. T.O. tipe mulut runcing. http://id. Boulenger. Dan yang paling terpenting dalam memilih bahan untuk dipraktikum hari itu harus tepat dan benar. A. 5.kakinya tidak sesuai untuk melompat dan kebanyakan jenis ini menggunakan sebagian waktunya di darat atau di dalam lubang. kelenjar parotoid berbentuk lonjong. Anatomi dari empat Hewan Vertebrata_Armico : Bandung. jari kaki berselaput renang sampai ujung dan tekstur kulit kasar diliputi bintil-bintil berduri/ benjolan.

Soesono. T. D. P. 1998. 2003. New York. Panduan Lapangan Amphibi Kawasan Ekosistem Leuser. McGraw – Hill Book Company. R.T. Puslitbang BiologiLIPI. The Amphibian of Indo-Australian Archipilago.Duellman. D. E. and L. N. W. Amphibi Jawa dan Bali. UGM : Yogyakarta Van Kampen. Leiden. Iskandar.T Mirza. Iskandar. Biology of Amphibians. dkk. Panduan Lapangan Amfibi Kawasan Ekosistem Leuser : Jakarta Mistar. 2003. Iskandar. Diktat Asistensi Preparat. 1968. 1923. D. Trueb. Seri Panduan Lapangan. The Gibbon Foundation: Jakarta. 1986. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful