P. 1
518

518

|Views: 581|Likes:
Published by Rony Semau

More info:

Published by: Rony Semau on Aug 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Latar Belakang
  • 1.2. Tujuan Penelitian
  • 1.3. Metode Penelitian
  • 1.4. Lingkup PeneHtian
  • 2.2. Kondisi Sosial Masyarakat
  • 2.3. Kondisi Ekonomi
  • 3.1. Konsep Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS)
  • 3.2. Mekanisme Pelaksanaan Program PMT -AS
  • 4.1. Pelaksanaan PMT -AS di Tingkat Sekolah DasarlMadrasah Ihtidaiyah (SDIMI)
  • 4.2. Pengelolaan PMT-AS di Tingkat Desa dan Kecarnatan
  • 4.3. Koordinasi PMT-AS di Tingkat Kabupaten dan Propinsi
  • 4.4. Koordinasi PMT -AS di Tingkat Pusat

KAJIAN KINERJA PROGRAM MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKO~AH (PMT-AS) DI LIMA CONTOH PELAKSANAAN PMT-AS

:
Studi Kasus Propinsi Nusa Tenggara Timur

Oleh: Deny Hidayati Yulfita Raharjo Devi Asiati

PUSLITBANG KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA JAKARTA 1998

BABI

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) adalah suatu Gerakan nasional ditujukan untuk siswa-siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SDIMI) yang bertempat tinggal di desa-desa yang termasuk desa tertinggal atau IDT. Program ini merupakan langkah konkrit dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pengembangan kualitas anak dan remaja. Komitmen pemerintah sangat kuat, tercermin dari dikeluarkannya INPRES No.1 Tahun 1997 tentangprogram PMT-AS. Program inijuga merupakan salah satu realisasi dari penjabaran program nasional penanggulangan kemiskinan. Anak sekolah dari keluarga miskin di desa tertinggal yang rawan gizi mendapat bantuan makanan tambahan bermutu gizi di sekolah. Program PMT -AS sangat erat kaitannya dengan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Program perbaikan gizi merupakan salah satu upaya penting dalam pengembangan kualitas anak dan remaja. Kebutuhan pangan dengan mutu gizi yang seimbang merupakan syarat utama dalam mempersiapkan anak dan remaja menjadi masyarakat yang mandiri dan berkualitas. Masyarakat yang bermutu tinggiakan menjadi motor penggerak dalam proses pembangunan untuk mencapai kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk sebagai salah satu daerah rawan gizi. Survei pemantauan status gizi di NTT pada tahun 1995 menunjukkan bahwa sebesar 42.5 persen mengalami kekurangan kalori protein (KEP) TOTAL dan 12.5 persen KEP
I

Kavan

KIIICfja

Prcgraffl

Makanar1 Tamoahan

A.,a~ Se~olan (PMT~AS)

Nvsa Tenggara

Tlfnu(

Kitjl(;JrI KmerjiJ

Program

MakanatJ

fanllJahar'

Allal< S.okolan

,'PM7-ASj

NUSd 70nggarcl

Tirnur

NY ATA. Kabupaten Kupang menduduki ranking pertama daerah rawan gizi, baik KEP TOTAL maupun KEP NY AT A, diikuti oleh kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TIS) (lihat Tabel 1.1.). Jika diperinci menurut kelompok umur, ternyata persentas~ batita (anak umur 6-36 bulan) di propinsi NIT yang me.ng~laml kekurangan kalori protein lebih tinggi dari rata-rata KEP propmsl: Ha~ ini tercermin dad ukuran berat badan dan umur (BBIU) dan tmggi badan dan umur (TBIU). Berdasarkan pengukuran BB/u diperol~h gambaran bahwa pada tahun 1990 sebanyak 17.8 persen batita mengalami kekurangan kalori protein (Sayogyo, .~99~:24). Persentase tertinggi terdapat di kabupaten TIS, kemudta~ diikuti oleh kabupaten Sumba Barat dan Manggarai. Pola yang sarna Juga berlaku untuk ~P yang diukur berdasarkan TBIU, tetapi proporsi KEP batitajauh lebih besar, lebih dari dua kali lipat dad KEP berdasarkan pengukuran berat hadan (lihat Tabel1.2.).

Tabell.2

: Status Gizi Anak Umur 6 - 36 Bulan diNTT, Tahun 1989/1990 (% Anak) Ukuran Berat Ukuran Tinggi BadanlUmur badanlUmur Kabupaten

KKP
TIS Belu Kupang Alor TTU Flores Timur Sumba Barat Sumba Timur Manggarai Ngada Ende Sikka NIT 22.7 20.0 19.8 14.3 16.0 12.8 21.4 12.1 21.2 12.5 17.1 14.6 17.8

J

.

Baile 35.4 40.2 40.8 50.5 29.0 (?) 41.2 48.7 42.0 52.6 49.8 50.3 44.6

KKP
54.2 33.7 30.8 30.1 29.0 47.5 41.4 32.6 42.8 33.7 30.4 22.4 34.5

Baik 45.6 67.3 69.2 69.9 71.0 52.5 58.6 67.4 57.2 66.3 69.5 77.7 65.5

Tabell

Daerah Rawan Gizi di Propinsi Nusa Tenggara Timur, 1995 .NYATA KEP TOTAL (%) KEP Kabupaten (%) 48.1 17.2 Kupang 46.7 16.2 TIS 47.2 12.0 TID 45.5 13.9 Belu 40.9 11.6 Alor 37.9 8.8 Flores Timur 38.9 9.0 Sikka 41.1 11.0 Ende 33.8 6.6 Ngada 44.3 13.7 Manggarai 36.7 7.5 Sumba Timur 37.7 12.5 Sumba Barat 42.5 12.5 Nusa Tenggara Timur
Kanwil Depkes Propinsi NIT dan Dinas Kesehatan Prop insi NIT PSG), 1995

1 ..

Sumber: Kantor kanwil Departemen Kesehatan NIT, Kupang 1991 Catatan: KKP sarna dengan KEP yaitu kekurangan kalori protein

Beberapa unsur penting lainnya yang menentukan status gizi adalah kondisi anemia, kadar zat besi dalam tubuh, vitamin A dan jodium dalam tubuh anak. Hasil survei di propinsi NIT pada tahun 1995 menunjukkan bahwa hampir separuh anak pra sekolah menderita anemia (48.9 %) dan kekurangan zat besi (47.7 %). Tidak ada data tentang berapa besar defisiensi Vitamin A, tetapi dinyatakan bahwa kekurangan vitamin A tersebut masih menjadi masalah di propinsi NTT. Sedangkan untukjodium, diungkapkan bahwa pada tahun 1991 sebanyak separuh dari jumlah anak sekolah yang menjadi sampel mengalami GAKI atau gangguan akibat kekurangan jodium (Kanwil Depkes Propinsi NIT, 1996:29-30). Rendalmya status gizi anak erat hubungannya dengan keadaan ekonomi keluarga, khususnya dan masyarakat NIT pada umumnya. Walaupun rata-rata pendapatan perkapita penduduk NIT cendrung meningkat, tetapi pendapatan per kapita di propinsi ini masih dibawah 3

Sumber:

Survei

2

KiJjian KmerJiJ Prog(.am

Makan.an

rambahan

4n.-lk 5-ekofah jPMr.ASj

NUSrI Tenggdrd

-utiur

pendapatan rata-rata Indonesia. Pada periode 1987 - 1994 pendapatan per kapita di NIT naik hampir tiga kali lebih besar, dari Rp 264.267 pada tahun 1987 menjadi Rp 617.764 pada tahun 1994 (Kantor . Statistik Propinsi NIT, 1995). Keadaan ini tersirat dari rendahnya pendapatan domestik regional bruto (PDRB) propinsi NIT yang' termasuk dalam kelompok '13 propinsi berpendapatan rendah' (Manuwoto dalam Sayogyo, 1994). Jumlah penduduk miskin di propinsi NIT eendrung menurun, dengan tingkat penurunan lebih dari dua kali lipat dalam dua dekade terakhir, yaitu dari 50.6 persen (1.404.221 orang) pada tahun 1981 menjadi 21.8 persen (756.440 orang) pada tahun 1994 (Kantor Statistik Propinsi NIT, 1995). Tetapi, angka tersebut masih jauh lebih tinggi j ika dibandingkan dengan angka Indonesia yang turon eukup substansial dari 26.8 persen menjadi 13.7 persen pada peri ode yang sarna (Kantor Statistik Propinsi NIT, 1995). Berdasarkan status gizi anak balita dan batita dan tingkat pengeluaran rumah tangga, sebagian besar penduduk miskin di NIT adalah masyarakat desa dengan lapangan pekerjaan utama adalah petani (Sayogyo, 1994). Ke1ompok penduduk miskin ini, sesuai dengan pekerjaannya, bertempat tinggal di desa yang dikenal dengan desa tertinggal (desa IDT). Seluruh desa yang ada di propinsi NIT termasuk desa IDT (lihat peta sebaran desa IDT di propinsi NIT.). Besamya jumlah desa tertinggal erat kaitannya dengan potensi sumber daya alam di propinsi tersebut dimana hanya sepertiga dari luas wilayah yang eoeok untuk pertanian, sedangkan sebagian besar, dua per tiga bagian merupakan lahan kritis berupa wilayah berbatu. Jenis tanah di propinsi ini juga tidak mendukung usaha pertanian karena sangat peka terhadap erosi dan berupa pegunungan dan bukit-bukit terjal dengan tingkat kemiringan lebih dari 50 derajat (Pemerintah Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur, 1996:5). Program PMT-AS merupakan salah satu program pengembangan kualitas anak dan remaja yang bam satu tahun dise1enggarakan. Bagaimana hasil intervensi program ini? Bagaimana pengeIolaan dan pelaksanaan program tersebut? Apa manfaat dan keuntungan yang diperoleh dengan adanya PMT-AS? Apa kendala

yang dihadapi dalam penyelenggaraan program? Apa potensi dan bagaimana pemeeahan rnasalah yang timbul? Studi ini berupaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, terutama dengan mengetahui tanggapan peserta yang terlibat langsung maupun tidak 1angsung tetapi mempunyai peran yang penting. Mengingat program ini adalah program dari atas, top down, maka program tersebut mungkin belum memenuhi semua aspirasi, keinginan dan keperluan masyarakat lokal. Melalui studi ini tanggapan dan keinginan dari masyarakat lokal dapat dijadikan masukan untuk memperbaiki program PMT-AS, sehingga program tersebut dapat berjalan baik karena ramah terhadap penduduk lokal dan Iingkungan.

1.2. Tujuan Penelitian

Studi Tanggapan Peserta yang Terlibat Program PMT-AS seeara umum bertujuan sebagai bahan asupan bagi program PMT-AS. Dalam pelaksanaan program dikembangkan pendekatan community base yaitu program pemberian makanan tambahan anak sekolah yang dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat sehingga diharapkan sesuai dengan kondisi daerah dan masyarakat setempat. Seeara khusus tujuan itu dirumuskan sebagai berikut: 1. Meneermati jalannya penyelenggaraan program PMT-AS di beberapa lokasi terpilih, dan mengidentifikasi potensi sumberdaya dan kendala yang dihadapi masyarakat di beberapa lokasi terpilih, dalam menyelenggarakan program PMT~AS. 2. Mengidentifikasi dan menganalisa tanggapan dari unsur-unsur masyarakat yang menjadi peserta, pengelola dan penyelenggara yang terlibat lang sung dalam program PMT-AS di lokasi (seperti siswa, guru, orang tua, aparat desa, LKMD, tokoh masyarakat, bidan dan sebagainya) atas kehadiran program PMT -AS. 'Menterjemahkan' program. tanggapan tersebut untuk memperkaya

3.

.;

4

5

orang tua. termasuk metode kuantitatif. Dari hasil diskusi kelompok terfokus. pengumpulan data sekunder. terutama ketika PMT-AS sedang dilaksanakan. terutama yang berkaitan dengan apa yangmenjadi konsep program PMT -AS dan mekanisme penyelenggaraan yang normatif dari program tersebut. aparat desa dan LKMD. Analisa terdiri dari dua unit yaitu pertama unit analisa yang didasarkan pada pengumpulan data dari responden sebagai individu. desa serta pelaksana ditingkat sekolah).. Kegiatanjisam secara rinei bertujuan untuk: • Mendengar dari pihak pengelola PMT-AS tentang penyelenggaraan program tersebut di sektor masing-masing. Jisam. karena mengutamakan orientasi proses yang lebih memperhatikan kasus-kasus tertentu dari fenomena yang muncul dari adanya program PMT-AS. Metode Analisis . ibu-ibu kelompok masak danPKK. faktor-faktor yang tidak bisa diperoleh dari kuesioner. dengan penekanan pada analysis kualitatif. Untuk memperlancar proses penelitian maka masing-masing kegiatan danpendekatan penelitian dipersiapkan piranti pengumpulan data beserta pedomannya.3. Diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion) merupakan cara untuk melibatkan unsurunsur utama yang terlibat langsung dengan program PMT-AS. terdiri dari kelompok siswa. dengan fokus pada pelaksanaan dan pencapaian program di sektor masing-masing. dengan berfokus pada: (I) pemahaman program. Penulisan laporan didasarkan pada metode diskriptif-analitis dengan mengkombinasikan data kuantitatif dan nuansa yang diperoleh dari data kualitatif. guru. Diskusi dari masing-masing kelompok dilakukan secara terpisah dengan fokus bahasan adalah: (1) kebutuhan. pengelola seperti bidan. Forum Koordinasi tingkat kabupaten. didasarkan pada analisa data sekunder. Data kualitatif sangat kaya.KaJlrln KlflerJa Program MaHaoan 7ambahan AnaJ. kendala yang dihadapi dan potensi pemecahan masalah untuk memperbaiki penyelenggaraan program. keinginan. Diskusi Kelompok Terfokus. diskusi kelompok terfokus (focus group discussion). kepedulian. tidak diketahui atau di prediksi sebelumnya diteliti lebih mendalam ketika data terse but ditemukan dilapangan. mulai dari unsur pembina PMT-AS (seperti Forum Koordinasi PMT-AS tingkat propinsi. kajian bersama (jisam) dan observasi lapangan (ditempat makanan tambahan itu disiapkan. harapan dengan diselenggarakannya program pemberian makanan anak sekolah. 6 7 . khususnya yang reI evan dengan pengembangan program. Tim Pengelola PMT-AS tingkat kecamatan.t $eJ<Olilh (PM! AS) taus« Tenggara Timur 1. Data kualitatif dikumpulkan dengan wawancara mendalam secara berjenjang. t \ Menyampaikan temuan-temuan dari lapangan. terutama dengan sektor-sektor yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan PMT-AS. (4) celah dan kendala yang dihadapi untuk perbaikan program. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan kombinasi beberapa rnetode penelitian. kabupaten dan propinsi. (2) kegiatan sosialisasi program. (3) penyelenggaraan program. kualitatif. mendapatkan masukan-masukan dari sektor-sektor dan mengkaji secara bersama rekomendasi yang disarankan. Mekanisme koordinasi dalam penyelenggaraan Kendala yang dihadapi penanggulangannya. program dalam • • • serta cara (yang diusulkan) Pendekatan Kualitatif. dan (2) pelaksanaan dan pengelolaan program yang sedang berjalan di masing-masing lokasi. kemudian dilanjutkan kegiatan jisam atau kajian bersama dalam cakupan yang lebih luas yaitu pada tingkat desa. kecamatan. Dengan demikian. Set kedua. disekolah). Disamping itu juga dikumpulkan data sekunder yang berkaitan dengan potensi dan kendala baik yang berasal darisumber daya alam maupun sumber daya manusia.

SOl Arnol - . Berdasarkan kriteria di atas. bidan. Lingkup PeneHtian Penelitian tanggapan peserta program PMT-AS merupakan studi kasus di propinsi NTf. dari masing . mulai bulan Agustus 1997 sampai bulan Juli 1998.3 Program Mal<anan Tambanan Ana~ SeJmlah (PMTrAS) Nusa Te-nggara Timur unit terkecil dalam analisa. serta studi-studi yang sudah ada maupun yang relevan. dan lainnya. terutama daerah petemakan danlatau daerah hutan tanaman industri (H'I'I). . dialog dan diseminasi rekomendasi. khususnya di dua kabupaten terpilih. yaitu antara peneliti dan yang diteliti saling belajar. maka penelitian berlangsung secara intensif di lokasi penelitian.. Sisa waktu digunakan untuk mengorganisasi data yang rencananya akan dimasukkan dalam database.Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTIJ) Timor Tengah Selatan (TIS) - - Desa Arnol Ainiut Konbaki Sekolah Dasar . : Lokasi penelitian PMT-AS di Propinsi NIT. 2. terutama kelembagaan yang ikut dalam tim pengelola dan pelaksana program tersebut.3 No 1. kelompok ibu-ibu yang bertugas memasak. 1. Tabel1. lokasi yang 'terpencil'). Dengan menggunakan kriteria yang sarna. pamong desa. yang ikut terlibat dalam program PMT . pusat penelitian terdapat di empat kecamatan dan empat desa. (2) adalah daerah rawan gizi dan kondisi kesehatan rendah. orang tua.4. Sesuai dengan sifat penelitian yang sifatnya partisipatoris. dan melakukan perencanaan. Secara rinei lokasi penelitian dapat dilihat pada tabel 1. (3) mempunyai spesifikasi lokaI..Arnanuban Selatan SDK Oelolok SOl Konbaki SOl Tuafanu Tuafanu Penelitian berlangsung se1ama satu tahun.. Penelitian dilakukan di empat sekolah.. maka lokasi penelitian dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: (1) merupakan daerah dimana sebagian besar desanya termasuk kedalam kelompok des a tertinggal yang mendapat bantuan IDT.. Unitanalisa ke dua adalah kelompok. terutama untuk anak dan remaja. Berarti. misalnya kelompok PKK. analisa dan penulisan laporan. Untuk mendapatkan pemahaman dan pendalaman materi penelitian. AS seperti siswa. Studi dimulai dengan menelaah program nonnatif dari PMT -AS. masing kabupaten dipilih dua kecamatan.Perwakilan Molo Selatan . 8 9 . yaitu kecamatan Miomafo Timur dan kecamatan Insana untuk kabupaten TIU dan kecamatan pembantu Molo Selatan dan kecamatan Amanuban Selatan untuk kabupaten TIS. Kemudian dari masing-masing kecamatan terpilih dipilih kembali satu unit terkecil desa sebagai lokasi penelitian. masing-masing desa satu sekolah. guru. LKMD.3.. membagi infonnasi.KajliJn Kmer). 1997/1998 Kecamatan Miomafo Timur . dan (4) aksessibilitas (lokasi yang 'terbuka'. dipilih dua kabupaten yaitu kabupaten Timor Tengah Utara (TIU) dan kabupaten Timor Tengah Se1atan (TIS). dibawah ini.

oleh angin musim. ...·.meqa Program MakaniJn Tambahan Anak Sekolah fPMT...".p~laanlg rumput (savana) dan stepa yang luas dengan iklim kering . perekonomian....a bawah yaitu desa.be:rselbelah~m dengan Propinsi Timor Timur.a dan pendidikan.I1". . Musim kemarau lebih lama dari hujan dimana musim kemarau terjadi pada bulan Mei sampai LLI 10 11 ."Ll"tUCl .. terutama untuk mengetahui kendala dan P ""~. Wilayah Propinsi li.... Tenggara Timur (NTT) Nusa Tenggara Timur terletak di bagian timur "daiiinerupakan daerah kepulauan... pusat berbagai kegiatan pemerintahan.U.. Ada tiga pulau besar yang ..gaJra Timur terdiri dari jajaran pegunungan dan perbukitan .uparLg sebagai ibukota propinsi terletak di pulau Timor i. Pulau Flores dan ~~lLmtm K.'r. secara lebih rinci dan spesifik..u~''''''''''6 daerah penelitian terutama melihat kondisi di c. n_ pengembangan serta kemungkinan hambatan penelitian sehubungan dengan pelaksanaan PMT..AS) Nusa Tenggard rnnUI . _l ••• IJ'Vl.:(~ng.KalleU) K.UIJlliU\.... program MIM1~~an Keml:SKllnaIl yang telah dilaksanakan serta bagaimana \~~~lw~~lV'''l5"'''U yang ada mulai dari tingkat propinsi sampai ke cin<.' "'.ClIll5 daerah penelitian ini akan dilihat dari kondisi kondisi sosial ekonomi masyarakat.. Pada bagian ini akan ... yaitu Pulau Timor.daerah sangat diperlukan dalam mencermati gg~LnUl~ MT -AS.!. sosial <ilf .... khususnya yang dapat menunjang -AS...

. Kupang. jumlah desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten TTU ada1ah sebanyak 118 buah desa.. Keeamatan Pembantu Insana dan Keeamatan Pembantu Boboki Utara. Sumba Timur. Keeamatan Miomaffo Timur dan Desa Ainiut.1. ubi jalar. ubi jalar. Kebupaten ini terletak di pulau Timor dan berbatasan langsung dengan Propinsi Timor Timur. Hasil pertanian ini berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku makanan PMT-AS keeuali jagung yang digunakan sebagai makanan pokok sehari hari oleh masyarakat.(TTU). Desa Amol adalah salah satu desa yang ada di Keeamatan Miomafor Timur yang terletak di daerah dataran tinggi sebe1ah utara 13 . LOKASI I :Desa Amol. Kabupaten TID terdiri dari 7 Keeamatan dan 3 Keeamatan pembantu yaitu Keeamatan Miomaffo Barat. Timor Tengah Selatan. Sehingga pelaksanaan PMTAS dilakukan pada semua sekolah di semua desa IDT yaitu 4. ubi kayu. Ngada.!. Ini merupakan salah satu kendala dalam penyelenggaraan PMT -AS terutama dalam hal penyediaan kebutuhan bahan baku untuk PMT -AS. kaeang hijau dan lain lain. Pada tahun 1996/97 yaitu tahun pertama pelaksanaan PMT-AS di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NIT) jumlah desa yang dikategorikan sebagai desa IDT adalah 468 buah desa. dan Manggarai. Pada tahun 1995. Boboki Utara dan Keeamatan Kota Kefamenanu serta Keeamatan Pembantu Miomaffo Timur. Kabupaten Timur Tengah Utara (TID) adalah salah satu kabupaten di Propinsi NTI dengan ibukota Kefamenanu. Darijumlah desa tersebut diambil dua desa IDT sebagai sampel untuk melakukan penelitian PMT -AS di Kabupaten TTU. Dalam melakukan penelitian tentang pe1aksanaan program PMT-AS maka diambil dua sampel daerah penelitian di . 12 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Keeamatan Insana. kaeang hijau. Keadaan alam di kabupaten ini tidak berbeda dengan keadaan alam propinsi seeara keseluruhan yang terdiri dari daerah perbukitan dengan iklim kering dan musim kemarau yang lebih panjang setiap tahunnya. Kecamatan 2. Kemudian pada tahun 1997/98. pisang. Jarak Kabupaten TID dengan ibukota propinsi ada1ah 167 km yang dapat ditempuh dengan menggunakan jalan darat dengan lama perja1anan sekitar 3 setengah sampai 4 jam dari Kupang. Pelaksanaan PMT-AS dilakukan di sekolah yang ada di desa IDT. Sikka.a Fmur bulan November sedang musim hujan dimulai pada bulan Desember sampai bulan ApriL Dari keseluruhan lahan yang tersedia. hanya sepertiga yang dapat digunakan untuk pertanian seeara terus menerus dan dua pertiga lainnya merupakan lahan kritis yang berbatu. Begitu juga dengan basil pertanian yang dapat dihasilkan seperti jagung. Boboki Selatan. 'kacang tanah. Namun dengan keadaan musim yang tidak menentu sepertimusim kemarau lebih lama dari biasanya dan musim hujan yang ter1alu singkat dapat menyebabkan terjadinya kegagalan panen sehingga hasil pertanian berkurang seperti yang terjadi pada tahun ini. kaeang tanah. Flores Timur. Ende. Propinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 12 Daerah Tingkat II yaitu Sumba Barat. SekoJah (PMr AS) Nusa Tengga. Belu. Laban pertanian sebagian besar hanya eoeok untuk pertanian laban kering dan sebagian keeil yang dapat digunakan untuk pertanian 1ahan basah. Kondisi Geografis Miomafor Timur . kelapa dll dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan PMT-AS. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TIS) dan Timor Tengah Utara . Akan tetapi kabupaten ini Iebih dekat jaraknya ke Propinsi Timor Timur karena berbatasan langsung dengan propinsi ini yang dihubungi oleh jalan darat.Kajl. Masing masing desa tersebut adalah Desa Amol. ubi kayu. Timor Tengah Utara.892 buah desa.an Kmerja Program Malcanan ramoahan Ana. Hasil pertanian yang dihasilkan di propinsi ini kebanyakan ada1ah hasil pertanian lahan kering sepertijagung.029 buah SDIMI yang ada di Propinsi NTT. Keadaan musim dan tanah seperti ini sangat berpengaruh pada potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan. Alor. Insana. Miomaffo Timur. semua desa yang ada di Propinsi N1T dikategorikan sebagai desa IDT yaitu sebanyak 1.

jeruk. Biasanya anggota kelompok masak maupun masyarakat menjual hasil kebunnya pada PMT -AS apabila mempunyai bahan yang dibutuhkan oleh PMT-AS. kacang tanah. Transportasi dari dan ke desa berj alan lancar karena desa ini dilewati oleh kendaraan umum setiap hari sehingga akses kekota cukup lancar. babi dan ayam. namun kebiasaan makan seperti ini adalah dalam keadaan persediaan bahan makanan dirumah masih cukup. 2. Pada tahun 1995 sebanyak 201 orang dari jumlah penduduk berada pada usia sekolah (7-12 tahun).mUf Kabupaten lTU. ubi kayu. ubu jalar. kacang tanah. Jenis tanaman pangan adalah jagung. Hasil pertanianjagung dan padi digunakan oleh masyarakat untuk makanan kebutuhan pokok.lO Kmcqa Program Makanan Tambahan Anall Se:kolah (PMT. Wilayah desa ini berpotensi dimanfaatkan sebagai daerah pertanian terutama pertanian lahan kering. Biasanya hasil panen seperti j agung dan padi disimpan untuk persediaan makan selama setahun. kambing. Hewan ini dipelihara. Sebelah Timur dengan Desa Jak dan Kaenbaun dan sebelah Barat dengan Desa Haumeni. Sarana dan prasarana transportasi ke desa ini sudah baik. siang dan malam. Karena musim hujan pendek yaitu pada bulan Desember sampai Maret maka tanaman pangan ini hanya dapat ditanam sekali dalam setahun. mangga. kemiri. Desa ini dilalui oleh jalan negara yang menghubungkan ibu kota kabupaten (Kefamenanu) dengan Kabupaten Arnbenu sehingga desa ini mudah dijangkau dengan nienggunakan kendaraan beroda dua dan kendaraan beroda empat. Masyarakat desa memanfaatkan 1ahan yang ada untuk dijadikan sebagai sumber mata pencaharian dengan berladang. padi. sebelah Selatan dengan Desa Oesena.447 orang penduduk. terutama temak besar seperti sapi dan kambing sedangkan ayam dan babi yang rata rata dimiliki oleh setiap rumah tangga dilepas disekitar rumah. kacang hijau. Apabila persediaan makanan tinggal sedikit karena terjadi musim paceklik maka biasanya masyarakat makan 2 kali dalam sehari. kacang hijau. Jenis tanaman yang diusahakan masyarakat adalah tanaman pangan dan tanaman tahunan. Sedang jenis tanaman yang berumur panjang adalah tanaman pi sang. Desa Arnol berada di sebelah utara kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berjarak 10km dengan ibukota kabupaten dan 3 km dengan ibu kota kecamatan. 15 . Hasil pertanian masyarakat desa seperti pisang. Pengelolaan lahan untuk ladang oleh masyarakat diusahakan dengan cara tebas bakar dan ladang berpindah sehingga pada umumnya ladang yang digarap terletak agak berjauhan dengan tempat tinggal. Wilayah desa terdiri dari daerah perbukitan dengan tekstur tanah liat yang dibentuk dari batu kapur. Kondisi Sosial Masyarakat Polamakan Kebiasaan makan masyarakat desa Arnol adalah 3 kali dalam sehari yaitu pagi. Biasanya temak ini diikat dan dilepas di lapangan. Luas wilayah desa Arnol adalah 1. Disamping mengusahakan ladang masyarakat di desa Arnol juga memelihara binatang temak seperti sapi. 14 kelapa. Dalam keadaan normal musim hujan terjadi pada bulan Desember sarnpai April dan musim kemarau bulan Mei sampai November. mahoni dan jambu mete. kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk makanan PMT-AS.KdJI. utamanya untuk dijual.600 ha atau 16 km2 yang didiami oleh penduduk sebanyak 1. Sebagian hewan tersebut diperoleh dari bantuan Pokmas IDT dengan sistem 'paron' . jati. sedangkan untuk konsumsi hanya pada saat dilakukan pesta adat.AS) Nus» Tenggara r. Penelitian tentang pelaksanaan PMT -AS dilakukan di SD Arnol dengan jumlah murid sebanyak 147 orang. Secara adminstratif wilayah desa Arnol berbatasan sebelah Utara dengan Desa Bitefa. dusun II (Bonak) dan dusun III (Fatusene). dengan prasarana jalan aspal dengan kondisi baik. keadaan ini biasanya terjadi pada saat menjelang panen. Penduduk desa ini tersebar di tiga dusun yaitu dusun I (Bespenu). ubi kayu dan ubijalar.2. Tapi jika terjadi musim kemarau yang terlalu panjang atau musim hujan yang pendek seperti tahun ini dapat menyebabkan kegagalan panen.

kalaupun ada hanya sebagian kecil saja apabila ada persediaan bahan dirumah seperti pisang dan ubi dengan eara merebus atau sekali-sekali digoreng. Sistim jamban ini kurang didukung oleh sarana air bersih karena biasanya air diambil dari sumur dibawa dan dikumpulkan di temp at jamban. atap dari alang alang dan lantai tanah. rumah penduduk telah mempunyai jendela. Kondisi Ekonomi Sarana dan prasarana ekonomi yang ada di desa Arnol adalah kios dan warung yang berjumlah 8 buah. Kurang dari sepertiga masyarakat masih tinggal dirumah tradisional yaitu 'rumah lopo' yang berbentuk bulat. Disamping jagung sebagian kecil masyarakat juga mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok yaitu selama persedian masih ada. kaeang tanah. dinding dari alang alang atau bebak. Disamping itu di sekolah yaitu SD Arnol tidak terdapat warung sekolah yang menjual makanan atau kue basah yang dapat dibeli oleh murid disekolah.Kajia" KmeJ}iJ Program Makanan Tamb. Keterbatasan sumber air bersih ini berpengaruh pada pola hidup masyarakat. Air bersih hanya digunakan untuk makan dan minum sedangkan penggunaan air untuk kebersihan bad an sangat terbatas sekali bahkan jarang dilakukan. 2. Rumah ini tidak mempunyai jendela sehingga kalau dilihat dari segi kesehatan rumah ini tidak memenuhi syarat kesehatan karena tidak ada jendela untuk pertukaran udara. Hampir semua masyarakat memanfaatkan tanah pekarangan sebagai lahan untuk ditanami tanarnan pangan seperti jagung. ada yang masih tinggal dirumah tradisional dan sebagian besar sudah tinggaI dirumah semi permanen dan permanen. Pada musin panas persediaan air sedikit sekali sehingga untuk mendapatkan masyarakat mengambilnya ke tempat lain yang terletak agak jauh. hanya ada beberapa sumur yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Sebagian besar orang tua jarang membuat makanan kudapan dirumah. Disekolahpun jarang anak anak yang jajan makanan karen a selain jarang mendapat uang jajan ke sekolah. Pada waktu siang dan malam biasanya mengkonsumsi makanan pokok yaitu jagung (Jagung diperoleh dari hasil pertanian masyarakat yang diolah menjadi makanan yang dinamakan 'jagung bose' yaitu jagung dimasak atau direbus bersama sayuran dan kaeang kaeangan). dan kadang air untuk minum didapatkan dengan eara membeli. baik dirumah maupun di sekolah. Tidak semua rumah tangga memiliki sumber air sendiri. Pemanfaatan Pekarangan Pola Hidup Sehat Kondisi rumah masyarakat sangat bervariasi. Hampir semua rumah tangga memilikijamban keluarga yaitu j amban tanpa septik tank. Untuk membeli kebutuhan yang lebih banyak dan Iebih lengkap biasanya masyarakat pergi ke pasar ibukota kabupaten yaitu pasar Kefa yang berjarak 10 km 16 17 . kalaupun ada jumlahnya keeil sekali dan kebiasaanjajan murid disekolah adalahjajan permen. Rumah semi permanen berbentuk petak yang dindingnya terdiri dari bebak dan bambu.ahan Anah SekoJaf~ (PM7.3. Kios dan warung ini menjual barang kebutuhan sehari-hari dalam jumlah terbatas. ubi jalar dan ubi kayu. Pekarangan dijadikan sebagai salah satu lahan untuk pertanian disamping ladang yang terletak agakjauh dari tempat tinggal.ASj Nusa Tenggara Timor Sarapan pagi biasanya makan rebusan ubi atau bubur atau bahkan pada saat tidak tersedia bahan makanan hanya minum air gula saja. kaeang hijau. Anak-anak di desa Arnol jarang mengkonsumsi makanan kudapan. hanya ada kios kecil yang menjual permen dan jajanan yang tidak mengenyangkan. Sumber air yang digunakan oleh masyarakat berasal dari air sumur dan air tadah hujan dimana persediaannya sangat terbatas. atap alang alang dan lantai dari tanah. Hanya sebagian keeil rumah tangga yang telah memiliki jamban septik tank. selain makanan rebusan.

24 KK. babi. ubi kayu. Namun hal ini tidak dapat diharapkan terlalu banyak karena pada umumnya kios/warung tersebut hanya menjual barang dalamjumlah keeil seperti gula yang dijual dalam bungkus keeil. ayam dan sapi. kelapa. Sedangkan kebutuhan bahan untuk makanan PMT-AS biasanya dalam jumlah yang besar sehingga kelompok masak lebih suka belanja di pasar karena selain jaraknya tidak terlalu jauh dan mudah dijangkau juga harga lebih murah. Program Penanggulangan Kemiskinan ProgramlDT Program penanggulangan kemiskinan lainnya yang ada di desa Amol adalah program Takesra dan Kukesra yang sudah berjalan 4 bulan. para ibu melakukan kegiatan menenun kain dirumah. Jumlah Kelompok masyarakat (Pokrnas IDT) adalah 10 kelompok dengan anggota masing masing kelompok bervariasi yaitu 23 KK. Lembaga formal yang ada eukup berperan dalam mensukseskan program pembangunan 19 . Sebagai desa yang tergolong desa lDT maka sejak tahun 1994/95 desa ini mendapat bantuan dana Jnpres Desa Tertinggal (IOT).dari desa. pisang. Pasar ini dapat dicapai dengan menggunakan umum yang melewati desa ini setiap hari. kendaraan . Program Takesra dan Kukesra. Diharapkan hasil usaha Pokmas IDT dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku makanan PMT-AS. 2. padi.. ~ j Mata peneaharian sebagian besar penduduk adalah bertani atau berladang terutama sebagai petani lahan kering atau ladang. penggemukan babi 4 Pokmas dan penggemukan kambing 1 Pokmas. 29 KK dan 30 KK. Dengan j enis us aha program Takesra atau Kukesra berupa warung/kios diharapkan dapat menyediakan bahan baku tambahan untuk kebutuhan makanan PMT-AS seperti gula. Dalam program PMT-AS sangat ditekankan untuk menggunakan bahan makanan lokal yang dapat dijangkau dengan uang PMT-AS sementara daging adalah terlalu mahal untuk dijadikan bahan makanan PMT-AS. Struktur Kelembagaan Program kelembagaan yang ada didesa Amol yang terlibat langsung dengan kegiatan PMT -AS adalah lembaga formal seperti LKMD. Keterkaitan antara program Takesra dan Kukesra dengan PMTAS adalah kecil sekali. dan hasil tenunan tersebut digunakan untuk kebutuhan keluarga sendiri. kaeang tanah dan kaeang hijau.4.5. Untuk mengisi waktu senggang. Jenis kegiatan Pokmas IOT di desa Arnol adalah berupa penggemukan /paronisasi sapi sebanyak 5 Pokmas. Jumlah keluarga yang terlibat dalam program ini adalah sebanyak 323 KK yang tergabung dalam 9 kelompok. Disamping sebagai petani di ladang juga memelihara hewan ternak seperti kambing. teh. Akan tetapi hasil usaha 18 2. dU. Kalau dilihat jenis usaha Pokmas IDT yaitu usaha penggemukan ternak atau paronisasi makadapat dikatakan tidak ada keterkaitan antara program IDT dengan program PMT -AS. Secara keseluruhan jumlah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan IOT ini adalah 260 KK atau sekitar 75 persen dari seluruh KK yang ada di desa Arnol. Sebagian hewan ini diperoleh dari bantuan Pokmas IDT dan sebagian merupakan kepunyaan sendiri. Jenis usaha yang dijalankan dengan bantuan Takesra dan Kukesra adalah usaha warung/kios dan kerajinan tenun ikat. Pokrnas IDT di desa ini berupa daging sapi sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan bahan lokal untuk PMT-AS. PKK. Hasil pertanian berupa jagung. Jagung dan padi biasanya dikonsumsi sendiri sedangkan hasillainnya biasanya dijual baik pada PMT-AS maupun dijual di pasar kabupaten untuk mendapatkan uang. . dan lembaga non formal seperti BP3.

Pada proses persiapan pelaksanaan program PMT-AS di desa Amol peranan LKMD tidak begitu kelihatan karena anggota LKMD yang hadir pada saat pertemuan telah diwakili oleh kepala sekolah sebagai Ketua I LKMD. Peranan PKK dalam program PMT-AS dapat dilihat dalam pembentukan kelompok masak di sekolah sedangkan dalam kegiatan pembinaanpada kelompok masak yaitu dengan melakukan pemantauan pada waktu proses memasak.Kaj. Mereka dilatih oleh Tim PKK dari tingkat kabupaten. Seko/ah (PMT·ASj Nusa Tenirg_~ra Timur . BP3 sebagai suatu badan yang beranggotakan para orang tua murid mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan PMT-AS di sekolah. 20 21 .. Peranan LKMD dalam menunjang program PMT-AS dapat dilihat dari kegiatan gotong royong di dusun Fatusene. kayu d11untuk membuat dapur PMT-AS. LKMD mendayagunakan masyarakat untuk bergotong royong dalam pembuatan 'dapur PMT-AS' tidakjauh dari sekolah. - yang masuk ke desa ini seperti LKMD. bambu. BP3 berperan dalam kegiatan pengolahan makanan PMT -AS dimana anggota kelompok masak merupakan orang tua dari murid yang bersekolah. Pelatihan masak untuk kelompok masak di desa Arnol pemah dilakukan sekali.al1 Kmeqa Program Makanan Tambahan Ana. Masyarakat desa secara swadaya menyediakan bahan seperti alang alang.

Masyarakat jarang makan daging dan konsumsi daging dilakukan sewaktu-waktu saja karena harganya relatif mahal untuk dibeli setiap harinya. Luas wilayah desa Ainiut adalah 56. Sehingga desa ini relatif dekat dengan pusat kota kecamatan bahkan desa ini adalah pusat kecamatan Insana sebelum kantor kecamatan pindah ketempat lain dua tahun yang lalu dan setelah itu desa ini berubah menjadi kelurahan. Kebutuhan masyarakat terhadap sayur sayuran sudah mencukupi namun kebutuhan akan protein terutama protein hawani masih kurang. Biasanya kelompok masak maupun masyarakat desa lainnya menjual hasil kebun yang dibutuhkanPMT-AS selama persediaan ada. Wilayahnya berbatasan di sebelah utara dengan desa Manunaina. ubi kayu. Penelitian tentang PMT .220 orang atau 644 KK yang tersebar di 5 dusun yaitu Dusun I Oelolok. Sarana sekolah dasar yang ada di desa ini adalah SDN Nispuken. DesaAiniut terletak agakjauh dengan ibukota kabupaten yaitu Iebih kurang 30 km. Desa ini dapat dicapai dengan kendaraan beroda empat dengan kondisi jalan yang sudah baik. kacang kacangan menjadi makanan pokok yang disebut 'jagung bose' . Namun kebiasaan makan sebanyak 3 kali sehari ini terjadi dalam keadaan normal dirhana persediaan makanan dirumah di 'lopo' masih 22 23 . Kecamatan Insana 2. Kondisi Geografis Desa Ainiut merupakan salah satu dati 18 desa yang ada di Kecamatan Insana. kacang tanah. Dati jenis makanan pokok ini dapat diketahui bahwa masyarakat lebih banyak mengkonsumsi hidrat arang dari jagung dan kacang kacangan. Jagung direbus bersama sayur sayuran. Dahulu wilayah ini merupakan wilayah Kerajaan Insana yang berpusat di desa Ainiut sebelum menjadi wilayah administrasi kecamatan.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekotah (PMT-AS) nuse Tenggara Timur Kapan K'nCfl'!1 PrOgl31'J'j MakaJ'tan Tambahan Anal-: SckO/"tJ (PMT AS) Nusa 1r:!1ggarii Timof LOKASI II : Desa Ainiut. Setiap hari dilewati oleh kendaraan angkutan umum dari ibukota kabupaten ke desa dan juga dilalui oleh kendaraan umum dari Atambua ke ibukcta kabupaten Kefamenanu. Pada waktu siang dan malam makan jagung bose.Biasanya masyarakat mengkonsumsi daging sekali dalam sebulan atau pada saat saat tertentu saja tergantung kalau ada hewan yang akan disembelih atau pada saat ada pesta. Dalam pelaksanaan PMT·AS hasil pertanian ini sangat penting dalam memenuhi kebutuhan bahan baku PMT·AS. Penggunaan lahan untuk sawah relatif keeil karena persediaan air untuk mengairi sawah sangat terbatas disamping itu keadaan tanahnya lebih cocok digunakan sebagai Iadang dan kebun. sehingga dapat dikatakan bahwa akses ke desa ini lancar. Kebiasaan makan masyarakat desa Ainiut adalah sebanyak 3 kali dalam sehari yaitu pagi. Sehingga hasil pertanian yang banyak dihasilkan di desa ini adalah hasil ladang dan kebun seperti jagung. sebelah 'selatan dengan desa Susulaku. sebelah barat dengan desa Tapenpah dan sebelah timur dengan desa Loeram. Jumlah penduduk desa Ainiut adalah sebanyak 3.AS dilakukan di SDN Oelolok dengan jumlah murid sebanyak 209 orang. Dusun IV Nispukan. Dususn III Nispukan. Disarnping makan jagung sebagian kecil masyarakat juga mengkonsumsi nasi tergantung pada ketersediaan bahan nasi. kacang hijau.2. sehingga desa ini dinamakan dengan desa Ainiut. Sarapan pagi biasanya mengkonsumsi ubi kayu dan ubi jalar yang direbus atau bubur jagung dengan air putih. Data pada tahun 1995 menunjukkan bahwa sebanyak 280 orang berada pada usia sekolah. kebun dan sawah. Sebagian besar wilayah desa digunakan untuk ladang. 2.96 km2 terletak di daerah dataran tinggi dengan iklim yang hampir sama dengan daerah kabupaten TID. Dusun II Butak. SDN Besain dan SDN Oelolok. ubi jalar.1. Kondisi Sosial Masyarakat PolaMakan Makanan pokok masyarakat di desa Aniut adalah jagung. Nama Ainiut berasal dari kata Ain yaitu cahaya yang berasaI dari bukit yang menghadap ke desa. siang dan malam.

Hal ini dapat dilihat dari kondisi rumah. Jika dilihat dari persediaan sumber air maka desa Ainiut dapat dibagi atas wilayah sebelah utara yang mempunyai persediaan air sedikit sehingga tampak lebih kering dan wilayah selatan yang mempunyai persediaan air yang cukup. Anak-anak di desa Ainiut belum terbiasa dengan makanan kudapan karena mereka j arang mengkonsumsi makanan kudapan dirumah. Sumber air bersih yang digunakan oleh penduduk desa Ainiut berasal dari mata air. Apabila terjadi musim paceklik dim ana persediaan makanan dirumah sudah menipis terutama pada saat menjelang panen. Walaupun ibu ibu terutama yang ikut kelompok masak sudah tahu cara membuat makanan kudapan namun mereka tidak punya cukup uang untuk membeli bahan lainnya seperti gula. Disekolahpun jarang anak anak yangjajan makanan karenajarang anak mendapat uangjajan ke sekolah kalaupun adajumlahnya kecil sekali. rumah permanen dan semi permanen dapat dikategorikan sebagai rumah sehat karena sudah ada pintu dan jendela sehingga terjadi pertukaran udara didalam rumah. lantai sebagian sudah menggunakan semen dan sebagian masih tanah. Selama ini hasil kebun berupa pisang. Rumah ini sudah dilengkapi dengan pintu dan jendela. Mayarakat yang menggunakan lampu minyak tanah lebih banyak yaitu kira kira 70 persen dan 30 persen lainnya telah menggunakan listrik sebagai sumber penerangan rumahnya. Lopo adalah semacam rumah dengan tiang dari kayu balok yang besar. Jenis penerangan yang digunakan oleh masyarakat adalah lampu minyak tanah dan listrik. permanen berbentuk persegi empat dengan dinding dari bebak atau bambu. Wilayah desa yang mempunyai kelebihan air lebih luas dari wilayah yang kekurangan air. lopo ini digunakan oleh ibu ibu sebagai temp at untuk memasak makanan PMT-AS pada mal am hari. buang air dan lingkungan disekitamya.cukup. Masyarakat yang tinggal disebelah selatan desa mengambil airdari sumber mata air yang sudah Pola Hidup Sehat Kebiasaan hidup sehat di desa ini lebih baik dibandingkan dengan desa Amol. Masyarakat yang berada di sebelah utara mengambil air bersih dari tempat penampungan air di desa tetanggayang berjarak 200 meter. sumur dan tempat penampungan air. lantai semen serta dilengkapi dengan jendela dan pintu. Rumah semi 24 " 25 . Rumah permanen adalah terbuat dari batu dan semen dan telah menggunakan atap dari seng. Masyarakat mengambil air dari penampungan air ini menggunakan 'jerigen' yang dibawa dengan gerobak. Keadaan rumah masyarakat di desa Ainiut relatif sudah baik dilihat dari fisik rumahnya maupun kebersihan rumah dan lingkungannya. Ada tiga jenis rumah yang ditempati olehmasyarakat di desa ini yaitu rumah permanen. kelapa dan lainnya dijual untuk mendapatkan uang. tepung dsb. Keadaan ini didukung oleh tingkat ekonomi masyarakat yang lebih baik. Kalau dilihat dari segi kesehatan. kedua wilayah ini dipisahkan oleh kali keeil. Sebagian besar masyarakat yaitu kira kira 80 persen masyarakat sudah tinggal di rumah permanen dan semi permanen dan 20 persen lainnya tinggal dirumah darurat. sebelum PMT -AS ada murid yang membawa makanan keeil untuk dijual disekolah tapi setelah adanya PMT-AS tidak ada lagi anak sekolah yang membawa dagangan kesekolah. tidak pakai dinding dan beratap alang alang yang berfungsi sebagai temp at untuk menyimpan hasil pertanian. sanitasi. dan pada saat itu biasanya masyarakat makan sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu sarapan pagi dan siang/sore hari. Dalam kegiatan PMT-AS. Sebagian besar dari masyarakat di desa ini mengambil air dari sumber mata air yang berasaldari gunung. Kemudian rumah darurat berbentuk seperti lopo mempunyai dinding yang terbuat dari babek atau bambu dan atap dari alang-alang. beristirahat. Masyarakat yang tinggal di rumah permanen dan semi permanen juga mempunyai rumah 'lopo' yang terletak di depan rumah temp at tinggal. Pada bagian atas dibuat semacam tempat untuk menyimpan hasilladang atau kebun dan dibawahnya dibuat temp at duduk atau balai balai untuk. Warung sekolah tidak ada di SD Oelolok. Kebiasaan masyarakat untuk mengolah makanan dirumah masih kurang. setengah permanen dan rumah darurat. Air ini berasal dan air gunung yang dialirkan dan ditampung dalam bak penampungan air. kalaupun ada kelebihan bahan seperti ubi atau pisang hanya diolah dengan cara direbus.

Apabila bahan tidak tersedia di desa terutama oleh ibu kelompok masak maka dibeli di pasar desa atau pasar kabupaten.3. ubi jalar. Biasanya kain tenun yang sudahjadi dikumpulkan pada sese orang untuk dijual kepada pembeliyang datang. Apabila ibu ibu kelompok masak mempunyai bahan yang dibutuhkan untuk makanan PMT ~AS maka dijual ke sekolah seperti pisang. D~sampmg bertani.dialirkan dengan pipa pada satu tempat. 27 . Disamping dijual ke pasar sebagian hasil pertanianjuga ada yang dijual ke sekolah untuk bahan makanan PMT~AS. ubi kayu dan kaeang kacangan di jual ke pasar desa maupun pasar kabupaten. Begitu juga dengan kebun sekolah yang ada di desa Ainiut. kegiatan mencuci pakaian. Kebun sekolah SDK Oelolok ditanami dengan kaeang tanah. pertanian dilakukan oleh hampir semua ~ tangga. Disamping sebagai pe~m. babi). Namun sebagian besar pedagang yang berjualan di pasar desa bukanlah masyarakat desa akan tetapi para pedagang yang berasal dari Atambua yang menjual dagangannya di pasar desa. ~i ~angat berkaitan dengan mata peneaharian masyarakat yaitu bertani dimana tanah pekarangan merupakan salah satu lahan untuk kegiatan p~ian masyarakat. Kain tenun dari daerah ini sudah terkenal dengannama 'Tenunan Insana' sehingga banyak pembeli yang datang ke desa ini. ~asyarak~t juga memelihara temak seperti sapi. Program Penanggulangan Kemiskinan ProgramIDT ~. 2. Hampir semua rumah tangga mempunyai tempat buang air yang masih sederhana tanpa septik tank. pedagang dan pegawai. Diantara keempat jenis usaha Pokmas ini yang berhasil adalah usaha paromsasi. pisang. Ini menyebabkan uang PMT ~AS yang dibelanjakan di pasar desa akan Iari keluar desa. Masyarakat. men~ual da~ membeli barang kebutuhan di pasar desa yang terletak tidak jauh dan desa dan mudah untuk mencapainya. banyak ibu ibu atau para remaja yang membuat kain tenun. Pemanfaatan Pekarangan Kebiasaan memanfaatkan pekarangan keluarga sebagai lahan untuk. kambing. 26 I _L I ! I I t Program IDT dilaksanakan di desa Ainut sejak tahun 1997 dengan jumlah sebanyak 10 kelompok.4. Hasil pertanian seperti jagung biasanya digunakan untuk konsumsi sendiri sedang hasil berupa pisang. kacang hijau dan lainnya dengan harga tidak lebih mahal dibanding harga di pasar bahkan atas kebijaksanaan kelompok dimana harga yang dijual oleh ibu kelompok masak lebih rendah dari harga pasar. ubi kayu. Ada dua lokasi te~pat masyarakat dapat mengambil air bersih. bahkan sudah ada kelompok yang khusus mengelola pengrajin kain tenun. kemiri dan hasilnya dijual kepada guru untuk keperluan sekolah. hal ini ditunjang oleh tersedianya sarana dan prasarana perekon~mian di desa ini seperti pasar warung atau kios. kacang tanah. Disamping untuk mm~ masyarakat juga menggunakan sumber air ini untuk. babi. Sebagian besar masyarakat mem~unyai mata peneaharian sebagai petani yaitu pertanian la?an kering dengan mengolah ladang dan kebun. Mata pencaharian masyarakat desa Ainiut adalah petani. Jenis usaha yang dilakukan oleh kelompok masyarakat (poIanas IDT) adalah berupa penanaman bawang putih. Tempat buang air masyarakat adalah menggunakan sarana umum dan kepunyaan sendiri. Oleh karena bahan yang dibeli pada kelompok masak tersebut dalam jurnlah yang lebih banyak sehingga uang PMT~AS lebih banyak beredar di dalam desa. simpan pinjam dan kios. paronisasi temak (sapi. Kondisi Ekonomi Kondisi perekonomian masyarakat desa Ainiut cukup baik. 2.

Kelembagaan formal merupakan kelembagaan yang sudah ada sebelum program PMT -AS diselenggarakan di desa Ainiut. Peran PKK dalam progam PMTAS adalah pada waktu persiapan pelaksanaan PMT-AS di desa yaitu dalam membentuk kelompok masak. Sehingga lebih efisien kalau bahan makanan untuk PMT-AS dibeli di pasar. Struktur Kelembagaan Struktur kelembagaan yangdapat menunjang pelaksanaan PMT-AS di desa Ainiut yaitu struktur kelembagaan yang bersifat formal. Dalam kaitannya dengan program PMT-AS. paran PKK hanya melakukan pengawasan terhadap proses pengolahan makanan oleh kelompok masak. Lembaga formal yang cukup berperan dalam menunjang program PMT-AS di desa Ainiut adalah PKK dan LKMD. Di desa Ainiut jenis usaha yang ditingkatkan dengan kredit dari Kukesra adalah kegiatan jual kue dan tenun. Dalam menunjang Program pMf -AS. tidak kehhatan adanya saling menunjang antara program IDT dengan program PMT"AS. A:pa yang dihasilkan oleh jenis usaha Pokrnas IDT tidak dapat dimanfaatkan oleh program PMT"AS dalam memenuhi kebutuhan bahan ~aku untuk makanan PMT -AS. 2. HasiI yang sudah dipanen berupa pisang dan kelapa yang dijual pada PMTAS. . ProgramDPG Salah satu program pemberantasan kemiskinan dari Departemen Pertanian adalah Program Diversifikasi Pangan dan Gizi (DPG) .yaitu ~engan menggerakan pemanfaatan tanah pekarangan untuk dltan~l tanaman pang~. Peranan LKMD dalam menunjang program PMT-AS adalah pada saat persiapan pelaksanaan PMT-AS di desa seperti mengikuti . Kios yang mungkin dapat ~~yedlakan bahan PMT"AS temyata belum bisa karena barang yang dijual sangat terbatas dan dalam jumlah sedikit.rapat dan pertemuan PMT -AS dan setelah pelaksanaan kegiatan PMTAS di sekolah LKMD hanya mengawasi saja. Kebun sekolah di SD Oelolok dapat dikatakan betjalan dan dibina dengan baik oleh penjaga sekolah.5. Program Takesra dan Kukesra Program pemberantasan kemiskinan lainnya adalah program Takesra dan Kukesra yang di berikan untuk membantu meningkatkan p~~dapatan keluarga miskin. 28 29 . program Takesra dan Kukesra ini belum dapat menunjang pelaksanaan program PMTAS teru~ dilihat dari jenis usaha yang dilakukan dengan pinjaman Kukesra 1m. Kemudian pada waktu pelaksanaan PMT-AS disekolah. Program GN-OTA Program ini dimulai sejak tahun 1997 dengan jumlah anak yang mendapat bantuan dari GN MOT sebanyak 10 orang.. Pada A dasarnya program ini dapat membantu kebutuhan anak yatim piatu atau mereka yang tidak mampu dengan memberi peralatan sekolah sehingga dapat meneruskan sekoIahnya. Program ini tidak mempunyai keterkaitan langsung dengan PMT "AS tapi diharapkan dengan program ini dapat mendorong kelangsungan sekolah anak tidak mampu sehingga dapat mensukseskan program Wajar 9 tahun seperti juga merupakan salah satu tujuan dari program PMT-AS. Begitu juga dengan program program lainnya yang masuk ke desa sehingga menurut Kepala Desa LKMD di desa dapat dikatakan sebagai DPR-nya desa Ainiut sehingga dalam setiap rapat baik disekolah dan desa selalu diikutsertakan. Apabila dilihat keterkaitannya dengan program PMT "AS. Masing-masing program betjalan sendiri-sendiri. Program Diversifikasi Pangan dan Gizi dati Pertanian melalui PPL pernah memberikan pengarahan dan bibit pohon kemiridan jambu ~ete untuk kebun sekolah.

30 31 j . Peta Desa Ainiut I ~..KrJJlan KmC1Jij Progrofl'l MalHwan rambahan Anak Sey. BP3 mempunyai peranan yang sangat penting. · . Sebagai suatu badan yang beranggotakan para orang tua murid. BP3 dengan anggota kelompok para orang tua murid sangat berperan dalam kegiatan pengolahan makanan PMT-AS di sekolah. Timur Dalam pelaksanaan PMT-AS. Nusa Tenggar.o/ah IPM7 AS} NUSrt !enggara T/rnvt KaJian Kiner)a Program Makana" Tambahan Anak SekolalJ (PMT·AS.

Toifeo dan dusun Balu. Penelitian tentang PMT-AS dilakukan di SDN Konbaki denganjumlah murid sebanyak 153 orang. sebelah Barat dengan Desa Laob. padi ladang. Sebelumnya desa ini masuk desa Puna kemudian sejak tahun 1998 setelah dilakukan pemekaran desa Konbaki berdiri sendiri. ubi kayu. Amanuban Barat. Oenaoh. jagung. Kondisi Geografis Desa Konbaki merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan. Keadaan tanahnya lebih potensial untuk ditamani dengan tanaman lahan kering sehingga hasil pertanian juga' hasil tanaman lahan kering seperti jagung. 2. Mollo Selatan. Wilayah desa Konbaki memiliki luas 4400 ha dan dibatasi oleh daerah disebelah Timur dengan Desa Loli. pisang. Masyarakat desa Konbaki umunmya hidup dari sektor pertanian yaitu pertanian lahan kering. Desa Konbaki terletak di daerah perbukitan untuk menempuh desa ini dari ibukota kecamatan harus melalui jalan mendaki dan menurun. ubi jalar. Luas lahan yang ditanami padi hanya seluas 30 ha yang terdiri dari sawah tadah hujan dan sawah irigasi sederhana seluas 12 ha. Penduduk desa Konbaki tersebar di 4 dusun yaitu dusun Puna. Amanuban Tengah. Amanatun Selatan dan Amanatun Utara serta Kecamatan Perwakilan Mollo Utara. Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan Kabupaten Timur Tengah Selatan dengan ibukota Soe adalah kabupaten yang paling dekat dengan ibukota propinsi karena letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Kupang. Wilayahnya kabupaten ini terdiri dari deretan perbukitan dengan "tanah kering dan berbatu. Ibukota propinsi dapat ditempuh dengan menggunakan jalan darat dengan waktu perjalanan selama 2 jam dari ibukota kabupaten. Masing masing desa terse but adalah Desa Konbaki.Kajlan Klflerja Program Makanan Tambahan Anak Sekoiah (PMT-AS) Nus. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan tanah ladang maupun tanah pekarangan untuk ditanami dengan tanaman pangan seperti. Dari jumlah desa tersebut diambil dua desa lOT sebagai sampel untuk melakukan penelitian PMT -AS di Kabupaten ITS. Masyarakat melakukan usaha 32 33 . Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan dan Desa Tuafanu. kacang tanah. Akan tetapi karena curah hujan yang rata rata hanya dapat dinikmati selama empat bulan setahun (Desember-Maret) dan letak tofografi yang umumnya berbukit bukit sehingga persediaan air terbatas untuk pengairan sawah maka tanah pertanian lebih banyak dijadikan sebagai lahan tanaman kering seperti untuk ladang. Kabupaten ITS terdiri dari 9 Kecamatan dan 6 Kecamatan Petwakilan yaitu Kecamatan Mollo Utara. Kecamatan Amanuban Selatan. kelapa dU. Amanuban Timur. Desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten ITS adalah sebanyak 171 desa dan 8 kelurahan. ubi kayu dan ubi jalar serta tanarnan tahunan seperti kelapa. sebelah Utara dengan Desa Laob dan Selatan dengan Desa Puna. Dalam pelaksanaan PMT-AS hasil pertanian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan PMt-AS. Keadaan alam desa Konbaki adalah berpotensi dan tanahnya cocok untuk dijadikan sebagai daerah pertanian. Amanuban Selatan. kemiri. Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan. Kota Soe. Kecamatan Perwakilan Amanuban Timur dan Kecamatan Perwakilan Amanuban Selatan. Data pada tahun 1997 menunjukkan bahwa 456 orang penduduk desa ini berada pada usia sekolah dasar. Sarana sekolah yang ada didesa adalah SD GMIT Konbaki dan SDN Konbaki. kacang hijau. Kecamatan Perwakilan Amanuban Barat.1. Tenggara Timur Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) LOKASI m: Desa Konbaki. Kecamatan Perwakilan Amanuban Selatan.

rta . '.' 35 .. "_~ . ° D . Pada hari selain an pasar iasanya masyara . klik dimana persediaan bahan makanan kurang a an mUSlm paee 1 ° " M ka b garuh pada kebiasaan makan yang bisa 2 kali sehan. Sarana lIuormaSl . Apabila dilihat dari segi penyerapan tenaga kerja dari desa di HTI sangat keeil sekali. Ini dapat menjadi masalah serius bagi masyarakat desa mengingat sektor pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat desa.. Mengingat luasnya wilayah desa yang dijadikan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang diusahakan oleh perusahaan swasta menyebabkan makin sedikit lahan pertanian desa yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk laban pertanian. ' h ' Angkutan umum masuk ke desa ini hanya pada hari mi setlap an.' . rata rata setiap kepala keluarga memiliki kebun dengan luas rata rata 1 ha yang terletak kira kira 3-4 km dari temp at tinggal. Keterbatasan sarana hasl pe ma 1b° ·. " belutn semua masyarakat memiliki sarana informasi ~epert1 ~~dlOdan .k ib k t . Kebun merupakan sumber mata pencaharian masyarakat di desa Konbaki dengan menanam tanaman musiman seperti jagung. hanya sebagian kecil masyar ak at ". sarapan pagi biasanya makan UbI kayu a~u plsan~ yang direbus. Slang dan ~alam han sedang untuk. d' d Polen setiap Kamis dan hari pasar Niki-Ni I setiap an -~l~ ° P b An kutan umum tersebut masuk sekalian untuk mengang ~ . Desa Konbaki terletak 9 km dati ibukota keeamatan pernbantu Mollo Selatan yaitu Polen dafl46 km dengan ibukota kabupaten (Soe). lang dam malam. ubi.pertanian di kebun dan tanah pekarangan. 1 ·masyarakat yang sudah menggunakan hstnk ~ebagal a at penerangan dirumah. ubi kayu.2. Walaupun jalannya sudah baik tapi . biasanya setiap keluarga memiliki temak berupa ayam. kaeang kaeangan dan kelapa dijual oleh kelompok masak maupun oleh masyarakat desa lainnya pada PMT -AS. SI k . Manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dengan adanya HTI hampir tidak ada karen a hampir tidak ada sumbangan atau bantuan dari HTI baik dalam bentuk bibit maupun pembinaan dan penyuluhan pertanian. g Ra "UI' rta · n dan' desa untuk dijual di pasar.. Sapi dijual untuk medapatkan uang tunai sedangkan babi atau ayam dikonsumsi sendiri oleh masyarakat. Desa Konbaki mudah dijangkau karena jalan yang menghubungi desa Konbaki dengan Polen adalah jalan aspal dengan kondisi baik. kacang tanah.h' . Disamping melakukan kegiatan pertanian di ladang. hari bi . Nasi hanya dikonsumsi pada waktu tertentu saja seperti pada .. iki . h 9 km tuk · kat desa Konbaki hams berjalan a I sejau un masyara . babi. Sebagian desa Konbaki merupakan areal hutan yang terdiri dati HTI (1439 ha) dan kawasan hutan produktif (987 ha). an 1 erti TVRl dan unit radio yang umumnya mengakses siaran nasiona sep ° han. ~ nan p~~o~ masyarakat adalah jagung bose yaitu jagung yang telah dibuang kulitn a kemudian direbus dengan sayur s~yuran dan kacangkacan~an. Kondisi Sosial Masyarakat Polamakan Kebiasaan makan masyarakat didesa Konba~i ada~ah 3 ~al~ kan . tidak ada sarana transportasi atau angkutan urnurn yang masuk ke desa 34 . sapi yang sebagain diperoleh dari bantuan IDT. d" ib kota keeamatan. ubi jalar dan tanaman tahunan seperti kelapa. dari dan ke des a Konbaki menyebabkan akses ke uar agi tranSpO SI . Sebagian hasil pertanian seperti pisang. Dari ibukota keeamatan e I u 0a sampat 1 I U . Akan tetapi apabila terjadi sehan yaitu rna pagi. yang ada di desa Konbaki masih terbatas. h' kabupaten dapat ditempuh dengan angkutan umum setiap an. padi. kat desa masih kurang. Masyarakat tidak dapat memanfaatkan HTI untuk meningkatkan hasil pertanian yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk PMT-AS. Hasil pertanian tersebut sangat bermanfaat untuk bahan baku makanan PMT-AS. ° RRl. 2. Desa konbaki dapat ditempuh selama kira kira 15 menit dari Polen dan 2 jam perjalanan dari desa ke Soe.. 729 KK di desa Konbaki ya ada 9 umt televisi dan 20 te Ievisi.'. Kebanyakan masyarakat desa masih menggunakan lampu minyak tanah sebagai alat penerangan. kemiri... k ki . Sarana listrik sudah masuk ke desa namun beluJ_TIsemu~ bi sa menikmatj sarana listrik. hanya beberapa orang masyarakat desa saja yang dapat bekerja di HTI dan sebagian besar tenaga kerja yang digunakan berasal dari luar desa Konbaki. Jagung bose ini dikonsumsi pada. .

Sebagian besar rumah menggunakan jamban tanpa septik tank dan hanya sebagian keeil atau 1Orurnah yang telah menggunakan jamban dengan septik tank. Narnun masih ada rumah yang sarna sekali masih belum memilki sarana jamban ke1uarga. Air dari mata air dialirkan kedesa dengan menggunakan pipa dan sebagian besar masyarakat memperoleh air bersih dari mata air yang dialirkan ini. Sarana ekonomi yang tersedia di desa Konbaki adalah kios yang berjumlah dua buah yang menjual barang kebutuhan pokok rumah tangga. namun barang yang dijual biasanya kurang lengkap dan jumlahnya terbatas sekali. 36 Mata penearian penduduk desa Konbaki adalah sebagai petani dan peternak. Dari seluruh rumah di desa Konbaki sebagian kecil rumah yang berlantai semen dan kebanyakan rurnah berlantai tanah terutama rumah yang masih bersifat tradisional. Selain bertani diladang masyarakat juga beternak babi. Kadang masyarakat menjual hasil pertanian pada pembeli yang datang ke desa seperti kemiri dan mete. pisang. kemiri dan lainnya. Akan tetapi kebutuhan daging masih kurang. Sumber air minum di desa Konbaki cukup banyak yang berasal dari mata air dan sungai. Rata rata tanah pekarangan masyarakat adalah seluas 1 ha yang ditanami dengan tanaman pangan. Mata Pencaharian Penduduk Pemanfaatan Pekarangan Hampir semua masyarakat di desa Konbaki memanfaatkan tanah pekarangannya untuk ditanami dengan tanaman seperti kelapa. Kebiasaan untuk rnengolah makanan masih kurang sehingga anak anak dirurnahjarang rnendapat makanan kudapan. Keadaan alam yang berbukit dan iklimnya menyebabkan tanahnya cocok dijadikan sebagai lahan pertanian tanaman kering seperti ladang. Disamping bertani. Kondisi Ekonomi Pola Hidup Sehat Sarana dan Prasarana Ekonomi Kondisi perumahan pada urnurnnya berupa rumah yang tidak pennanen yang terbuat dari bahan lokal seperti dinding pelepah pohon kelapa yang disebut 'babek' dengan atap alang alang. Dari rnakanan yang dikonsurnsi masyarakat.Kaltan KinerJiI Praqrem MakiUUJn Tambahan Anak Seko/ah ~PMT AS} Nusa T. Sebagian besar masyarakat desa adalah petani terutama petani ladang. sehingga penduduk pergi ke ladang padajam 7 pagi dan pulangjam 4 sore. pasar Kefa dan pasar Niki Niki. kebutuhan akan sayur-sayuran sudah mencukupi bahkan lebih dari eukup.3. Hasil pertanian yang dihasilkan adalahjagung. 2. Desa Konbaki tidak memiliki sarana pasar sehingga kegiatan jual beli dilakukan dipasar terdekat seperti pasar Polen. kelapa.enggara Tml'Hf acara syukuran atau pesta. ubi kayu. sebagai pekerjaan sampingan bagi ibu ibu adalah menenun kain. Hanya sebagian keeil masyarakat yang sudah tinggal di rumah pennanen dengan menggunakan bahan semen dan begitu juga dengan rurnah semi pennanenjumlahnya tidak terlalu banyak. biji kapok. Biasanya ladang terletak agakjauh dari tempat tinggal. karena masyarakat jarang rnengkonsumsi daging biasanya rnasyarakat makan daging kalau ada hewan yang disembelih atau kalau ada pesta adat. tukang dan industri kerajinan. Disamping mata air sebagian kecil masyarakat sudah memiliki sumur dan pompa air. Disamping laban kebun yang terletakjauh dari rurnah pemanfaatan pekarangan ini sangat bennanfaat untuk menambah pendapatan masyarakat maupun untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok masyarakat dari hasil tanaman di pakarangan tersebut. kemiri dan kaeang kacangan. ayam dan sapi. Biasanya bahan makanan seperti pisang atau ubi hanya direbus saja. hasil tenunan ini biasanya tidak untuk 37 .

' PKK dalam progam PMT-AS adalah pada waktu PMT-AS di desa yaitu dalam membentuk danmemberikan pelatihan masak untuk kelompok ICemudian pada waktu pelaksanaan PMT -AS disekolah.4.dijual tapi untuk dipakai sehari-hari.-'-"" kudapan sebagian besar dibeli dipasar. 2. Bahan tambahan seperti gula yang jumlahnya sedikit dan harganya lebih mahal sehingga kalau dibeli di pasar. Program Takesra dan Kukesra di berikan rneningkatkan pendapatan keluarga miskin melalui pU~J""'"'' Program ini ditangani oleh orang dari kesehatan senmggapac diminta informasi Kepala Desa tidak tahu mengenai program . sangat penting dalam pelaksanaan PMT-AS disekolah.. Mengingat bahan utama untuk -~-"'. 38 39 . Program Penanggulangan Kemiskinan. Jenis usaha dari Pokmas IDT dirasakan mendukung program PMT-AS terutama dalam menvediakan untuk rnakanan. BP3 mempunyai . dilibatkan). BP3 kegiatan pengolahan makanan PMT -AS karena anggota merupakan orang tua dari murid yang bersekolah. kelapa sesuai dengan yang dlOUtlllhkari'l makananPMT -AS. kelompok rnasyarakat biasanya menjual hasil kayu.. """Q~Q' lembaga yang bersifat non formal. Jenis usaha kelompok ini adalah bervariasi s kios yang menjual biskuit. maka uang banyak beredar di luar desa dari pada di desa sendiri. Peranan LKMD dalam menunjang pada saat persiapan pelaksanaan PMT-AS seperti dan pertemuan PMT-AS di desa karena Ketua LKMD :.'. Program/DT Kelompok Masyaratat IDT (Pokmas IDT) yang' . Apabila bahan tersebut tidak terserlia' .P sebagai Kepala Sekolah. . melakukan pengawasan terhadap proses pengolahan kelompok masak. bahan tambahan lainnya seperti gula. kelembagaan yang dapat menunjang pelaksanaan desa Konbaki adalah kelembagaan yang bersifat formal "9-da sebelum diselenggarakan PMT-AS di desa ini dan formal. Masyarakat.A. hadan yang beranggotakan para orang tua murid. setelah adanya pemekaran 4 kelompok. Konbaki adalah 8 kelompok. pisang."'f"l211. tepung di beli di . pennen dan makanan ringan jual beli hasil bumi di desa kemudian dijual di pasar usaha paronisasi. Program Takesra dan Kukesra . pasar Niki Niki. Lembaga formal yang cukup berperan dalam " program PMT -AS di desa Konbaki adalah PKK dan .

kelapa.l '§ ~ Desa Tuafanu adalah salah satu dari 27 desa yang ada di Kecamatan Amanuban Selatan. ~ ~ = !. Hasil pertanian seperti jagung. Kondisi tanah di desa ini cukup subur sehingga berpotensi sebagai daerah pertanian terutama pertanian lahan kering seperti ladang dan kebun. sebagian besar wilayah desa digunakan sebagai lahan kebun dan ladang.1. Kondisi Geografis ~ ~ ~ IJJ 1 ~ i ~ QI . sebeIah Selatan dengan Laut Timor. lni berpengaruh pada dimulainya musim tanam serta kelangsungan hudup tanaman tersebut. hutan dan padang rumput. Tengg. Sebagai daerah pantai. namun karena terjadinya kemarau panjang yang menyebabkan kegagalan panen sehingga tidak ada yang dapat dijual 0 ~ ~ u ~ 40 41 . Nus» Tenggara Timur Peta Desa Konbaki LOKASI IV : Desa Tuafanu. iklimnya agak panas dan kering.ra Trmur Kajlim Kmerja Progfa'. Kecamatan Amanuban Selatan 2. Secara administrasi desa Tuafanu berbatasan disebelah Utara dengan Desa Kiufatu dan Nunusunu.192 penduduk dengan 491 KK. Seperi halnya keadaan secara keseluruhandimana musim kemarau lebih panjang dari musim hujan dan kadang curah hujan tidak tentu dan tidak bisa diprediksi. Penduduk yang masih duduk di sekolah dasar berjumlah 387 orang. Luas wilayah desa Tuafanu adalah 3500 ha atau 36 km2 yang didiami oleh 2. Desa Tuafanu terletak disebelah selatan dari Kabupaten TIS dan terletak di wilayah pantai selatan.TI.. Makanan Tambahan Anak Sekolilh (PMT AS.: Disamping sebagai wilayah pemukiman...KajiaTl KiTlerja Program Mak.. ubi dan lain-lain biasanya bisa memenuhi kebutuhan bahan makanan untuk PMT-AS. Penelitian tentartg PMTAS dilakukan di SD Tuafanu dengan jumlah muridnya sebanyak 223 orang. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TIS).. Sebagai contoh pada tahun ini musim kemarau Iebih panjang dari musim hujan dan perkiraan musim hujan (Desember) meleset dari perkiraan sehingga terjadi gagal panen yang berakibat pada rawan pangan. sebelah Barat dengan Desa Toineke dan disebelah Timur berbatasan dengan Desa Kualin . jarak desa dengan pantai lebih kurang 2 km.n Tamoa/lan ATlak SekoJa/l (PMT-AS) Nus.

Anak anak dirumah jarang mendapat makanan kudapan karena orang tua dirumah jarang membuat makanan kudapan.. masyarakat desa Tuafanu lebih banyak mengkonsumsi sayuran dibanding daging. maka biasanya masyarakat di desa Tuafanu makan 3 kali sehari yaitu makan pagi. untuk PMT-AS bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun masyarakat desa mengalami kesulitan. Kebiasaan untuk mengolah makanan masih kurang begitu juga dengan kebiasaan makan makanan kudapan. Dapur juga 43 . Pada umumnya masyarakat tinggal dirumah yang sudah lebih baik dibandingkan dengan rumah darurat. Dalam keadaan tidak ada persediaan jagung karena kegagalan panen seperti 42 Kondisi perumahan masyarakat di desa ini pada umumnya sudah baik. Jagung bose merupakan makanan pokok masyarakat pada siang dan malam hari sedang untuk sarapan pagi biasanya makan ubi kayu atau pisang yang direbus.hanya diolah dengan cara direbus saja seperti halnya cara pengolahan jagung bose. namun dengan terjadinya gagal panen pada tahun ini maka persediaan makan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok.] Tenggara r. Masing masing rumah memiliki dapur yang terletak dibelakang rumah.Krljfan Kme. Disamping sarana transportasi. Jalan yang menghubungi desa dengan ibukota kecamatan maupun ibukota kabupaten adalah jalan aspal dengan kondisi baik sehingga desa Tuafanu mudah dijangkau. yaitu jagung yang telah dibuang kulitnya kemudian direbus dengan sayur sayuran dan kacang kacangan kadang dicampur dengan daging. Biasanya sekali panen dalam setahun dapat mencukupi kebutuhan makanan pokok selama setahun. akan berpengaruh pada frekuensi makan menjadi 4 kali dalam sehari. Pada musim paceklik dimana persediaan bahan makanan semakin menipis seperti tahun ini yang sedang terjadi rawan pangan. sebagian kecil masyarakat yang sudah tinggal di rumah permanen. Untuk menjangkau desa ini tersedia sarana transportasi angkutan umum yang melewati desa setiap hari dari dan ke ibukota kabupaten.mu. Konsumsi daging hanya dilakukan sekali sekali saja apabila ada ternak seperti babi atau ayam yang di sembelih. Seperti halnya masyarakat di desa lainnya. Rumah temp at tinggal sudah terpisah dari dapur. Bahan makanan. siang dam malam. Kondisi Sosial Masyarakat PolaMakan Pola Hidup Sehat Dalam keadaan normal dalam arti adanya kecukupan persediaan bahan makanan. Biasanya makanan sagu dan pohon gewang mi dikonsumsi pada waktu keadaan rawan pangan. 2. Sebagai daerah rawan pangan. sarana lainnya yang sudah masuk ke desa Tuafanu adalah sarana penerangan listrik.2. Akan tetapi sebagian kecil rumah tangga yang telah memanfaatkan sarana listrik ini yaitu sebanyak 81 rumah tangga dari 494 rumah tangga yang ada. Bentuknya semac~m ~mah bulat yang atap sekaligus dindingnya dari alang -alang atau jerarm dan tidak mempunyai jendela hanya ada satu pintu masuk. Dilihat dari segi kesehatan rumah ini sudah memenuhi salah satu syarat rumah sehat karena telah memiliki jendela sehingga ada pertukaran udara didalam rumah.-ja Program Mahaflan Tamoahan Anal< SeJ(o/ah ~PMr~AS) Nus. Rumah ~erbentuk segi e~pat yang dindingnya dari babek atau bambu yang dISUSun.desa Tuafanu merupakan salah satu desa yang mendapat bantuan bahan kebutuhan pokokjagung dari daerah lainnya di Propinsi NIT. apalagi pada saat sekarang untuk memenuhi kebutuhan pokok saj~ sangat susah. Sedang 413 rumah tangga lainnya masih menggunakan lampu minyak tanah sebagai alat penerangan. pada tahun ini maka sebagai pengganti jagung ad~lah pohon gewa~~ yang dijadikan sagu. Makanan pokok masyarakat adalah jagung bose. ~eadaan ekonomi masyarakat kurang mendukung untuk dapat membeh bahan makanan untuk membuat makanan kudapan dirumah seperti gula dll. . Desa Tuafanu berjarak 22 krn dari ibukota kecamatan dan 77 krn dari ibukota kabupaten TIS.atap dan seng dan lantai tanah.

asam. Sebagian telah memiliki sumur sendiri dan sebagian masyarakat lainnya mendapatkan air bersih dari sumur bersama. kelapa dll.~ KajliJll KmerJd Ploglam Makilnan Tambaf. Sumber air bersih yang digunakan masyarakat di desa berasal dari sumur dan air hujan yang ditampung selama musim hujan. Mata pencarian penduduk desa Tuafanu adalah sebagai petani dan petemak. 2. ubi. tukang. Jenis usaha Pokmas yang dapat mendukung 44 45 .4. Kemudian hasillainnya seperti asam. Air bersih merupakan sesuatu yang sangat langka di desa ini karena persediaannya terbatas. kelapa. Mata Pencaharian Penduduk Pemanfaatan pekarangan Sebagai masyarakat yang hidup dari hasil pertanian maka se~ua ~ahan yang dimiIiki difungsikan sebagai lahan untuk pertanian. Kondisi Ekonomi 2. Setelah panen. kaeang kacangan dU. Jenis usaha kelompok ini adalah bervariasi seperti usaha kios dan paronisasi. telur dll.3. Pada bagian atas digunakan tempat menyimpan bahan makanan dan di bagian bawah digunakan untuk tempat memasak. Sedang kebutuhan sehari hari selain kebutuhan pokok dibeli di kios atau warung yang ada di desa yang Program IDT di desa ini sudah berjalan untuk tahun kedua.. Hampir semua rumah tangga di desa ini menggunakan jamban tanpa septik tank. pegawai dan pedagang. Sebagian besar masyarakat adalah petani yaitu petani lahan kering dan petemak. pemanfaatan tanah pekarangan ini sangat berguna untuk rnenambah pendapatan rnasyarakat maupun untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan sehari hari. pisang. . Kios menjual barang kebutuhan sehari han diantaranya gula. Kelompok Masyaratat IDT (pokmas IDT) yang ada berjurnlah 4 kelompok. Anak Sekoiet: w (PM1 AS) Nuss Tenggara Tnnur berfungsi sebagai tempat penyimpanan persediaan bahan makanan atau hasil pertanian. jagung disimpan untuk persediaan bahan makanan sampai panen berikutnya biasanya untuk jangka waktu setahun. Pada rnusim panen asam biasanya pedagang dari Kupang datang langsung ke desa untuk membeli buah asam dari penduduk. ubi kayu. Untuk merigisi waktu setelah pulang dari ladang biasanya para ibu menenun kain dirumah dan kain tenunan ini dipakai sehari hari. Lahan yang digunakan untuk bertani adalah ladanglkebun dan tanah pekarangan yang menghasilkan jagung. kelapa sebagian dijual ke pasar. Se1ain bertani masyarakat juga memelihara hewan babi. Dalam menjual hasil pertanian seperti buah asam di lakukan di pasar dan di desa sendiri. ayam dan sapi. pisang. Disamping ladang. Program Penanggulangan Kemiskinan Saran a dan Prasarana Ekonomi ProgramIDT Desa Konbaki belurn memiliki sarana pasar sehingga untuk membeli b~han kebutuhan pokok dilakukan dipasar terdekat di kecamatan yang sarna yaitu pasar mingguan di desa Toineke yang berjarak 7 kilometer dari desa. Hasil pertanian jagung digunakan untuk kebutuhan makanan pokok. begitu Juga dengan lahan pekarangan disekitar rumah. betjumlah 4 buah. Hampir semua masyarakat di desa Tuafanu mernanfaatkan tanah pekarangannya untuk ditanami dengan tanaman pangan seperti jagung.

Keterlibatan masyarakat dalam program ini masih rendah karena kurangnya informasi yang diperoleh masyarakat mengenai program ini. Program Pengembangan Jagung Bisma Merupakan program PPL untuk kebun sekolah. Penanaman jagung Bisma menggunakan zat kimia. Melalui tenaga PPL di desa diberikan penyuluhan pada masyarakat tentang keuntungan pengolahan tanah pertanian tanpa menggunakan zat kimia disamping penggunaan zat kimia biaya yang 46 47 I J . kelas 2 ditanami buah-buahan dan seterusnya. . LKMD sangat berperan dalam menggerakkan masyarakat desa seperti pada awal pelaksanaan PMTAS bulan November 1997. Peran PKK dalam pro gam PMT -AS adalah pada waktu persiapan pelaksanaan PMT -AS di desa yaitu dalam membentuk kelompok masak dan memberikan pelatihan untuk kelompok masak di desa. Ketua PKK dalam aktifitasnya memberi pelatihan memasak. Program ini mengalami kegagalan karena terjadi kegagalan panen karena Fuso sehingga masyarakat tidak bisa mendapatkan hasilnya. Namun program ini tidak mendapat dukungan dari kepala sekolah. Program BPTP kerjasama dengan Bimas memberi bantuan bibit jagung Bisma pada masyarakat yaitu pada kelompok tani. dibutuhkan sangat besar. Melalui Kepala Sekolah masing masing anak sekolah diminta untuk menyediakan satu kantong plastik dan pupuk kandang untuk ditanami dengan sayuran dan buahan. Struktur Kelembagaan Program TOT Kelembagaan yang ada di des a Tuafanu dan terlibat langsung dengan program PMT -AS terdiri dari lembaga formal yaitu PKK dan LKMD dan lembaga non formal. 2. Program Takesra dan Kukesra Program Kantong Plastik Program Takesra dan Kukesra di berikan untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga miskin melalui pinjaman Kukesra. Program TOT (Tanpa Olah Tanah) merupakan program dari Departemen Pertanian melalui Bimas untuk membantu masyarakat desa dalam mengolah tanah pertanian. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kebun sekolah.Ka. Program ini diberikan karena adanya kegagalan panen jagung bisma yang penanamannya menggunakan zat kimia. membuat kue dan menyulam pada ibu ibu yang tergabung dalam kelompok PKK. BP3 sebagai lembaga yang bersifat non formal mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan PMT-AS disekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat desa. I .mu. Peranan LKMD dalam menunjang program PMT -AS pada saat persiapan pelaksanaan PMT -AS seperti mengikuti rapat dan pertemuan PMT-AS di desa. Untuk kebutuhan seperti gula ibu kelompok masak biasanya membeli di kios desa dengan harga yang disesuaikan dengan harga pasar.ran Kmerja Program Makanar! 1ambahall Anal< SeJf.5. LKMD bersama masyarakat melakukan kegiatan gotong royong dalam membuat dapur PMT -AS .oJah (PM7-ASJ Nusa Teflggard T. Program ini sudah berjalan pada tahap ke riga. Program ini mendapat respon dari para petani di desa Tuafanu. program PMT-AS adalah usaha kios. misalnya kantung plastik anak kelas 1 ditanami sayur.

~ . ~ 49 .--~ _- . . . II !Ill 11 I .... _ .. . _ .... : \ ~ .Jm Makanal1 fambandn Allak Sek"oJah (PMT. 'i:' !t .AS) Nusa Tellggara Tlmur Sebagai suatu badan yang beranggotakan para orang tua murid.. • S! i 'i !Ill -= . .... . "- \ \ ~ a\ : 1 I 1 !\ 1= PI! I . . .. :t _ ...a Progr.... r 1i I ...AS) Nusil Tenggal~ riroor Ka}ian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT.1 CI ...:....-~---. " II ~.t!_ [J~ 48 loll i . . t 1:1 .... CI:I -k[) I .. lo- ..= ...berperan dapat kegiatan pengolahan makanan PMT -AS karena anggota kelompok masak merupakan orang tua dari murid yang bersekolah... ~-..an Kiner... I .I •• . \ !I I I I I I ........... BP3 .Kaj. !Ill =i I ....

n Kinel}a Program Mahanan Tamb. 3.Kaji.apakah pelaksanaan program PMT-AS di Propinsi Nusa Tenggara Timur telah berjalan sesuai dengan yang seharusnya. bentuk kegiatan serta program yang menunjang. Konsep Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Program PMT-AS merupakan program pemberian makanan tambahan untuk murid sekolah SDIMI di daerah IDT yang bersifat lintas sektoral yang melibatkan beberapa instansi dimana masing masing sektor dan instansi tersebut mempunyai program yang saling 50 51 . Kemudian pada bagian kedua akan dibahas mekanisme pelaksanaan PMT -AS. Apabila terjadi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan PMT-AS dilapangan akan dilihat apa. pada bagian pertama akan dibahas mengenai konsep program makanan tambahan anak sekolah seperti tujuan. pembahasan akan difoknskan pada organisasi penyelenggaraan PMT-AS.11 (PMTAS) - N usa T enggara Tlmur BAB III PROGRAM MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH (PMT -AS) Bagian ini akan membahas mengenai Program Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (PMT -AS) dari segi pengertian konsep serta mekanisme penyelenggaraan program dilapangan.han Anak Sekol. Pembahasan ini penting untuk melihat apakah pemahaman masyarakat terutama para penyelenggara program PMT-AS serta bagaimana mekanisme penyelenggaraan program dilapangan. Pembahasan akan dibagi kedalam dua bagian.1. sosialisasi program serta pengendalian dan pengawasan yang dilakukan. sasaran. Sehingga dapat dilibat. dan mengapa perbedaan tersebut dapat terjadi. manfaat.

Kecamatan Miomafor Timur. menanamkan kebiasaan hidup bersih. untuk membuat anak supaya pintar '. program PMT-AS dilaksanakan pada 3. Tujuan program PMT-AS yang mereka pahami adalah tujuan yang berhubungan dengan anak sekolah seperti: 'untuk meningkatkan/menambah gizi anak supaya sehat. Secara normatiftujuan dan program PMT -AS dapat dibagi dua yaitu tujuan umum untuk meningkatkan ketahanan fisik siswa SDlMl -melalui perbaikan gizi dan kesehatan sehingga dapat mendorong minat 52 53 . Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan. Sedang tujuan khususnya adalah pertama. mendorong perkembangan ekonomi rakyat melalui pemanfaatan produk pertanian setempat untuk dimanfaatkan dalam . tinggal kelas dan putus sekolah. Kecamatan Insana. Untuk mengetahui penye1enggaraan program PMT-AS oleh para pelaksana.aJlan Kmf!rJJJ Pt'ogram Makan.643 orang. keempat. Untuk itu maka dilihat pelaksanaan program PMT -AS pada 4 Sekolah Dasar di 4 desa sampel di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu SDN Amol di Desa Amol. Berdasarkan penelitian tentang pelaksanaan program PMT-AS di 4 sekolah SD di 4 desa Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diketahui bahwa rnasyarakat sudah mengetahui tujuan program PMTAS. pengelola rnaupun oleh masyarakat di Propinsi Nusa Tenggara Timur.K. Kemudian pada tahun kedua. 2) SDK Yaperna Oelolok di Desa Ainiut. meningkatkan keadaan gizi siswa.031 orang. perilaku hidup sehat kelihatan masih kurang. untuk membuat anak sehat. Kabupaten TTU.846 buah SDIMI dengan jumlah murid yang mendapat PMT-AS sebanyak 566. meningkatkan minat belajar siswa mengurangi absensi siswa. kelima. Pada tahun pertama program PMTAS dilaksanakan pada 913 sekolah SDIMI dengan jumlah murid 116. berikut ini akan dilihat dari tingkat pemahaman masyarakat tentang konsep program PMT-AS. Sedang pemahaman terhadap tujuan PMT-AS yang lebih luas seperti tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa me1alui keterlibatan Pokmas IDT. pengelola di desa serta masyarakat desa. kedua. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut maka perlu adanya pemahaman tentang konsep program PMT-AS tidak hanya untuk pelaksana melainkanjuga masyarakat disekitamya. Pemahaman seperti ini terjadi baik mereka yang terlibat Jangsung dalam pelaksanaan PMT -AS di sekolah seperti murid. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TIS) dan 4) SD! Tuafanu di Desa Tuafanu. dan kemampuan belajar anak sehingga nantinya dapat meningkatkan prestasi be1ajar dalam rangka menunjang tercapainya program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. 3) SD! Konbaki di Desa Konbaki. mendorong peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan anak dengan memperhatikan keadaan gizi dan kesehatan. guru Tujuan Program PMT-AS . Kabupaten Timor Tengah Utara. Kecamatan Amanuban Selatan. walaupun pemahaman mereka masih sangat terbatas. Hal ini tercermin dari wawancara dengan para pelaksana ditingkat sekolah. pelaksanaan program dan sampai seberapa jauh keberhasilan program ini dapat tercapai. menanamkan kebiasaan makan yang baik serta kebiasaan hidup bersih sejak anak anak sehingga dapat menumbuh-kembangkan perilaku hidup sehat yang didukung oleh sanitasi lingkungan yang baik.lII t emnsne« AnaJ( Salioian IPMT AS) NUSd Tenggiua Tonur terkait dan dapat menunjang pelaksanaan program PMT-AS. Pemahaman tentang konsep ini penting mengingat keberhasilan program PMT-AS ini sangat ditentukan oleh para penyelenggara program dan dukungan masyarakat dilapangan. Kabupaten TIS. mendukung program diversifikasi pangan dan menanamkan sikap dan perilaku menyukai makananjajanan setempat ' dalam rangka gerakan Aku Cinta Makanan Indonesai (ACMI). Pelaksanaan program PMT-AS di Propinsi Nusa Tenggara Timur dimulai pada tahun 1996/97 dan sekarang (1997/98) merupakan tahun kedua peIaksanaan PMT-AS. Oleh karen a itu tujuan dan sasaran program PMT-AS disamping untuk anak sekolah SDIMI juga untuk masyarakat yang ada di sekitamya. ketiga. PMT -AS.

PMT AS) Nusil Trmgga-ra TimVf dan kelompok masak maupun mereka yang tidak ter1iba~ secara langsung seperti orang tua murid dan masyarakat desa. Seb~gal contoh salah seorang guru juga merangkap bendahara PMT -AS di SD Amol bahkan tidak mengetahui bahwa perlu adanya keterlibatan Pokmas IDT dalam program PMT -AS dalam menyediakan bahan makanan PMTAS. anak laki jarang yang main ber/arian dan anak perempuan banyak yang duduk duduk sambil carl kutu. biasanya ada murid yang dian tar pulang karena pusing disekolah karena tidak makan pagi di rumah'.enmgkatan pre stasi be1ajar. PMT-AS adalah parut-parut kelapa. berdoa sebelum makan. Kemudian seorang guru SD Yaperna Oelolok. Dalam pelaksanaannya sebagian besar uang PMT -AS dibelanjakan keluar desa seperti pasar diluar desa bahkan di Kedua kurangnya sosialisasi tentang PMT -AS pada masyarakat serta tarbatasnya materi tentang PMT-AS yang diberikan dalam sosialisasi yang telah dilakukan di tingkat desa dan sekolah. Diharapkan kebiasaan cuei tangan sebelum makan. Ana.k SekoJiJh . peningkatan perekonomian masyarakat sekitarnya dan peningkatan kebiasaan hidup sehat. salah seorang guru di SDI Arnol mengatakan bahwa: 'Sebelum adanya PMT-AS daya tahan murid sangat lemah sekali apalagi pada waktu istirahat kedua jam 11. Dalamjangka panjang. SDK Oelolok dan SDI Tuafanu diketahui bahwa setelah adanya program PMT -AS di sekolah tingkat absensi murid menjadi menurun. Belum semua tujuan program PMT-AS dapat dilihatdalam jangka pendek. goreng pisang'.00 Wit.tm MCI. berdoa dan membuang sampah pada tempatnya dapat diterapkan dirumah dan menjadi kebiasaan dilakukan dalam kehidupan sehari hari. Sekarang mereka lebih aktif dalam bermain'. Sebagai contoh salah seorang orang tua laki laki mund di SD Amol mengatakan bahwa: Sehingga dalamjangka pendek prestasi belajar anak dapat ditingkatkan melalui peningkatan kehadiran murid ke sekolah. padahal guru tersebut sudah mendapat pelatihan PMT-AS.Ka}/iI'''' KmerJrJ Pnigr.kana-n lambanar. parut-parut ubi. mencuci alat makan setelah makan dan membuang sampah pada tempatnya. anak menjadi rajin datang ke sekolah. Selama dua tahun pelaksanaan program PMT -AS di Propinsi NTT. tujuan perubahan perilaku hidup sehat seperti kebiasaan makan yang baik dan kebiasaan hidup sehat anak sekolah diharapkan dapat dicapai melalui pelaksanaan tata tertib pemberian makan disekolah seperti cuci tangan sebelum makan. Terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap tujuan PMT -AS ini disebabkan: pertama. Kecamatan Insana mengatakan: . Sehubungan dengan peningkatan daya tahan fisik siswa. kegiatan pelaksanaan PMT -AS disekolah yang dapat dilihat adalah berupa kegiatan pemberian makanan tambahan untuk murid sekolah. sehingga pemahaman masyarakat terhadap PMT-AS terbatas pada kegiatan m~sak. Sebagian tujuan program PMT-~~ barn dap~t dilihat dalamjangka panjang seperti peningkatan status gizt anak. Peningkatan ekonomi masyarakat terutama di desa IDT dapat dicapai apabila sebagian besar uang PMT-AS dapat bergulir di dalam desa yaitu dengan membeli bahan baku untuk makanan PMT -AS dari masyarakat setempat. p.mem~sa~ makanan. 54 55 . tujuan dari ~rogram PMT ~ A_Syan~ sudah dapat dilihat adalah adanya penurunan tingkat absensi siswa di sekolah dan meningkatkan minat anak datang ke sekolah serta adanya peningkatan daya tahan fisik siswa. 'Dengan adanya PMT-AS jarang murid yang pusing kepaia. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru maupun kepala sekolah di SDN Arnol. SDI Konbaki.

:i Sasaran Program PMT -AS Sasaran program PMT -AS adalah semua murid sekolah SD/MI yang ada di desa tertinggal dan masyarakat terutama orang tua muri~ dan guru didesa tertinggal. Sebagai salah satu sasaran dari program PMT -AS diharapkan untu~ masayang akan datang pada saat tidak ada lagi bantuan dana da:l pemerintah maka program ini dapat dilaksanakan oleh orang ~ ~~d dan guru dan masyarakat sekitarnya secara swadaya. . tidak ada lagi sumbangan dari masyarakat. Hal ini disebabkan karena masyarakat desa maupun Pokmas IDT belum bisa menyediakan bahan baku makanan untuk PMT-AS disamping itu harga bahan makanan di desajauh lebih tinggi dari harga dari pasar sehingga kelompok masak merasa lebih efisien kalaubelanja di pasar. Hal ini disebabkan karena adanya perobahan eara pandang masyarakat terhadap program PMT -AS. Kalau sebelumnya masih ada sumbangan sukarela dari : masyarakat sekarang sudah tidak ada lagi. . tertinggal di Propinsi NIT mendapat makanan PMT-AS yaitu 616. Sebagai contoh di Arnol sekitar50 persen uang PMT-AS dibelanjakan di desa.. Keterlibatan guru dalam pelaksanaan PMT-AS di sekolah adalahmengurus keuangan yang dilakukan oleh bendahar~ PMT-~S. Di desa Arnot. Selama ini sering terj adi kekurangan persediaan bahan makanan yang tersedia di desa seperti pisang. Dalam pelaksanaan program PMT -AS di sekolah telah melibatkan orang tua murid dan guru. walaupun di satu sekolah keterlibatan orang tua masih sangat terbatas. Keterlibatan orang tua murid dalam kegiatan PMT -AS terlihat dari kelompok masak yang anggotanya adalah orang tua dari murid yang bersekolah pada SDIMI yang melaksanakan PMTAS tersebut. desa Ainiut sekitar 40 persen keluar desa.385 murid dan 4031 SDIMI. . ubi kayu dll. Padahal bahan baku makanan tersebut dibutuhkan tiga kali dalam seminggu bahkan ada yang setiap hari dan kebutuhan bahan tersebut dalam jumlah yang eukup besar seperti pi sang satu tandan. Pada keempat sekolah yang dilihat pelaksanaan PMT -ASnya orang tua murid terlibat dalam pengolahan makanan. Dalam pelaksanaan program PMT-AS di propinsi NIT kelihatannya telah meneapai sasar~n yang se~arusnya: Semua sekolah dan jumlah murid yang ada di desa. sedang guru lainnya hanya mengawasi pembenan makanan untuk anak di kelas. Apalagi pada saat sekarang dan mungkin juga akan terjadi pada tahun yang akan datang dimana musim kering yang panjang menyebabkan kegagalan panen sehingga bahan yang dapat dihasilkan menurun. dari pelaksanaan program PMT -AS pada saat sekarang terutama berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi maka kemungkinan pelaksanaan PMT-AS secara swadaya masih tanda tanya. Tapi sekarang daun pi sang atau kayu harus dibeli dari masyarakat. Ini mencerminkan bahwa partisipasi masyarakat terhadap program PMT-AS sudah mulai luntur lalu bagaimanajika pelaksanaan PMT-AS dilakukan seeara swadaya tanpa adanya bantuan dana dari pemerintah. Berbagai kendala dan permasalahan ditemui pada pelaksanaan PMT-AS sekarang ini seperti adanya keterbatasan persediaan bahan baku makanan untuk PMT-AS. terjadinya kekeringan yang menyebabkan harga menjadi naik. Konbaki sekitar 60 persen keluar sedang desa Tuafanu karena terjadi rawan panen sehingga hampir 90 persen uang PMT-AS dibelanjakan di luar desa. Hampir semua ibu kelompok masak mengeluhkan uang PMT-AS tidak eukup karena harga bahan makananmahal sekali.pasar kabupaten. kaeang hijau. kebutuhan seperti daun pisang dan kayu diperoleh dari sumbangan masyarakat secara sukarela. masyarakat beranggapan bahwa program PMT -AS merupakan bantuan uang dari pemerintah sehingga untuk membeli bahan untuk kebutuhan PMT-AS seperti untuk daun pisang dan kayu bakar tersebut sudah ada uangnya. Kekurangan bahan makanan ini akan berakibat pada naiknya harga bahan makanan. kelapa 20 buah. Semua ini masih dalam tanda tanya besar. sektertaris PMT -AS. Apabila dilihat 56 57 . Hasil pertanian di desa tidak selalu dapat menyediakan bahan baku untuk PMT -AS.

Kedua tidak ada pasar di desa sehingga untuk membeli bahan harus pergi ke ibu kota kabupaten atau ke pasar desa tetangga. kambing dan babi. membeli dari hasil usaha Pokmas lOT atau dati koperasi desa. sejauh ini belum kelihatan a~nya per?ba~an atau peningkatan jenis makanan masyarakat sebagai akibat dan dilaksanakannya program PMT-AS didesa. desa desa Konbaki. Manfaat PMT-AS terhadap wajib belajar sembilan tahun dicapai melalui peningkatan motivasi anak untuk datang ke sekolah yang dapat dilihat dari menurunnya absensi murid.· . melainkan ada juga yang dibeli di dalam desa yaitu dari 58 masyarakat Ainiut dan mempunyai kalau tidak maupun dari kelompok masak seperti di desa Arnol. terhadap keanekargaman menu. Akibatnya. Pada awalnya tidak ada masalah harga bahan karena harga di desa sama dengan harga dipasar bahkan ada yang menjual dengan harga lebih murah dari harga pasar. agribisnis desa. Dari 4 desa. Namun akhir akhir ini masyarakat mulai menaikkan harga jual bahan makanan bahkan lebih tinggi dari harga ~i pasar. hanya satu desa yang mempunyai pasar desa yaitu desa Ainiut. pisang dan jagung yang dibeli pada anggota kelompok masak dengan harga lebih murah dari harga pasar seperti satu sisir pisang dibeli seharga Rp. N amun berdasarkan pelaksanaan di lapangan diketahui bahwa sebagian besar bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat makanan tidak tersedia di dalam desa sehingga harus diperoleh dari luar desa. hampir semua jenis usaha Pokmas lOT adalah dibidang petemakan yaitu paronisasi sapi. Apalagi pada musim kemarau yang lebih panjang pada tahun ini sehingga banyak panen yang gagal seperti di desa Tuafanu yang tergolong sebagai salah satu desa 'rawan pangan' karena gagal panen pada tahun ini. jenis usaha ini tidak bisa mendukung PMT-AS karena yang dibutuhkan adalah hasil usaha pertanian sebagai bahan untuk membuat makanan PMT-AS. Keadaan ini akan 59 . Masyarakat dan kelompok masak yang bahan yang diperlukan dapat menjualnya pada sekolah dan ada baru dibeli di pasar. dan mendorong diversifikasi makanan serta dapat mensukseskan wajib belajar pendidikan dasar sembi Ian tahun. Dalam pelaksanaannya manfaat program PMT-AS seperti di atas belum dapat dirasakan sepenuhnya.Manfaat Program PMT -AS Manfaat program PMT-AS diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa melalui pemanfaatan lahan pekaranganlkebun sekolah. industri rumah tangga. Idealnya adanya diversifikasi makanan apabila bertambah pengetahuan masyar~t terutama ibu kelompok masak. Tetapi kebanyakan yang berjualan di pasar tersebut bukan masyarakat desa Ainiut tapi adalah pedagang dari Atambua sehingga uang yang dibelanjakan di pasar tidak berputar di desa. hampir 90 persen uang PMT-AS untuk membeli bahan baku makanan PMT-AS dibelanjakan diluar desa. Hal ini dapat terjadi apabila desa dapat menyediakan bahan baku untuk makanan PMT -AS misalnya dengan membeli dari masyarakat des a. Hal ini merupakan kebijaksanaan kelompok masak dan anggotanya merasa tidak keberatan dengan harga yang lebih rendah tersebut.~i desa Konbaki karena merasa ini adalah uang pemenntah sehingga tidak ada salabnya bila harga dinaikkan. Namun hal ini memerlukan waktu yang cukup panjang mengingat kebiasaan masyarakat untuk mengolah makanan masih kurang dan juga tingkat ekonomi masih rendah untuk membeli bahan makanan untuk mencoba resep baru dirumah. ketidaktersediaan bahan baku makanan disemua lokasi penelitian disebabkan oleh beberapa faktor. Dalam haldiversifikasi makanan. Berdasarkan penelitian dilapangan hampir tidak ada ibu kelompok masak yang mencoba resep makanan PMT -AS dirumah karena tidak mampu untuk membeli bahan makanan. Secara . Namun tidak semua bahan dibeli di luar desa.ain halnya di desa Ainiut Insana harga bahan pokok seperti ubi. 500 sedang harga dipasar adalah Rp.1000. ~eperti. dengan keikutsertaan orang tua mund dalam kelompok masak. L.garis besar. Salah satu manfaat yang diharapkan dengan adanya program PMT -AS adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui perputaran uang PMT-AS di dalam desa. Pengetahuan akan resep baru dan keterampilan memasak dapat bertambah. Pertama. Hal ini menyebabkan ibu-ibu kelompok masak merasa lebih baik membeli bahan di pasar walaupun mengeluarkan ongkos tapi pilihannya banyak.

pembagian makanan di kelas sampai pada pembuatan laporan. tokoh masyarakat. kepala sekolah. SD! Arnol 14 orang. Jumlah kelompok masak serta jumlah anggota pada masing masing kelompok sangat bervariasi tergantung pada kondisi dan kebijaksanaan masingmasing desalsekolah. Kegiatan yang dilakukan mulai dari sosialisasi. Pertemuan ini dihadiri oleh masyarakat.S) Nusa Tenggara 1iml.12 tahun meningkat Iebih besar ." KiJlum KmerJa Program fIlJak. Kegiatan persiapan yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pertemuan pada tingkat desa dan sekolah. orang tua murid. Kalau hal ini terjadi maka program PMTAS menjadi penghambat jalannya program wajib belajar sembilan tahun. Demikianjuga angka drop out yang sebe1umnya sebesar 3. Pada pertemuan ini dijelaskan kegiatan pemberian makanan yang akan dilakukan di sekolah. Pada tahap berikutnya dilakukan pertemuan tim pelaksana dan sosialisasi PMT -AS yang dihadiri oleh kepala desa. • Tahap Persia pan Persiapan pelaksanaan PMT -AS di desa atau di sekolah dilakukan setelah adanya pertemuan atau sosialisasi PMT-AS yang dihadiri antara lain oleh Kepala Sekolah. 60 61 ..apan 1ambanan Anal!: Sckolaf' (PMT·AS) NU5iJ TenggilliJ 1imuf menyebabkan adanya penurunan angka putus sekolah dan peningkatan partisipasi anak untuk bersekolah.tnlJahan Anak SCl-iolah (PMT~A. proses pengolahan makanan. PPL dan mood di sekolah. Secara garis besar kegiatan pelaksanaan PMT -AS di sekolah dapat dibagi atas tiga tahap yaitu tahap persiapan. Akan tetapi ada kekhawatiran bahwa program makanan tambahan ini nantinya dapat meningkatkan angka putus sekolah anak kalau kemandirian program ini tidak benar-benar dipersiapkan dari sekarang. Setelah dilakukan sosialisasi tersebut maka diharapkan mereka yang telah mendapatkan pelatihan atau sosialisasi PMT-AS ditingkat kecamatan dan kabupaten tersebut akan memberi pelatihan PMT -AS untuk masyarakat desa dan sekolah. dari sebelum PMT-AS sebesar 1. Ketua PKK dan Bidan Desa di tingkat kecamatan dan kabupaten. Data pada kantor Dinas P&K Tingkat Propinsi menunjukkan bahwa setelah adanya program PMTAS partisipasi sekolah anak berumur 7. kepala sekolah dan guru dari semua sekolah yang ada di desa. petugas kesehatanJbidan desa. ketua PKK.menjadi berkurang dibandingkan sebelum adanya program PMT -AS terutama murid kelas 1-3. Kepala Desa. Bentuk Kegiatan Program PMT-AS Pelaksanaan program PMT -AS di SDIM! adalah berupa kegiatan pemberian makanan tambahan untuk murid di sekolah. Pada dasamya pertemuan ini bertujuanuntuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa akan ada program PMT -AS yang akan dilaksanakan di desa dan sekaligus menjelaskan program PMT -AS. Pembentukan kelompok masak dilakukan oleh ketua PKK besamasarna dengan kepala sekolah dan kepala desa pada saat pertemuan PMT-AS di sekolah. Dalam membahas kegiatan PMT -AS di sekolah tidak bisa dilepaskan dari kegiatan di tingkat desa karena adanya saling keterkaitan kegiatan PMT-AS di kedua tingkat pelaksanaan PMT -AS terse but. tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Anggota kelompok masak adalah orang tua dari murid yang masih sekolah pada SD yang bersangkutan.:.Kajlim KlfleqiJ Pru9fam Malianan T. pencairan dana. Karena kalau pada saatnya program ini tidak ada lagi maka ada kemungkinan anak keluar sekolah untuk membantu orang tua di kebun mengingat makanan tambahan disekolah mempunyai arti yang sangat penting bagi mereka. Jumlah anggota kelompok masak di SDl Konbaki adalah 5 orang. guru. Jumlah kelompok yang ada pada kelima sekolah .3 persen .24 persen. tersebut adalah 6 kelompok dengan jumlah anggota kelompok yang bervariasi. Persiapan selanjutnya adalah pembentukan kelompok masak. SDK Oelolok Ainiut 20 orang dan SDI Tuafanu 20 orang. bidan desa.

Setiap kali datang kepala sekolah dapat mengambil dana untuk pelaksanaan pemberian makan selama tiga bulan. Tempat memasak makanan PMT-AS tergantung pada masing-masing sekolah karen a tidak semua sekolah yang sudah mempunyai dapur khusus untuk PMT -AS. Berdasarkan informasi dari kantor pos. Pada tabun pertama pelaksanaan PMT -AS di Propinsi NIT (1996/97) pencairan dana PMT-AS dilakukan di Bank BRI. Dalam pelaksanaannya pencairan dana melalui kantor pos sedikit menimbulkan masalah terutama karena keterbatasan jumlah kantor post yang menerbitkan giro. Sekolah 63 • Tahap Pelaksanaan Kegiatan pertama yang dilakukan dalam pelaksanaan PMT -AS adalah kegiatan pencairan dana oleh kepala sekolah. Apalagi frekuensi pemberian makanan hampir setiap hari kecuali pada tahap II sebanyak 3 kali seminggu. Kantor Pos yang dapat 62 .Kapan Klneria Program Ma-kanan Tambilhan An\JK Sekolah (PMT-~S) Nl. Untuk Propinsi NTT ada 6 kantor post yang dapat menerbitkan giro dan masing-rnasing kantor post tersebut membawahi beberapa kantor post kabupaten. Salah seorang kelompok masak pernah mengusulkan pada kepala desa supaya diganti dengan ibu-ibu yang lain. kecuali SDr Tuafanu sekali sebulan. Untuk SDr Arnol dana diambil bulan November dan pemberian makan mulai bulan Desember 1997. Sebagai contoh di SD Konbaki. Hal ini sangat membebani dan menyita waktu anggota kelompok masak. Mereka yang ikut dalam kelompok masak adalah orang tua murid yang mempunyai hubungan dekat dengan kepala desa dan ketua PKK. Hal ini dapat mengurangi beban kerja kepala sekolah untuk datang ke kantor pos jika dibandingkan kalau pengambilan dana dilakukan setiap bulan. Jumlah orang tua murid yang terlibat dalam ke1ompok masak adalah 30 orang relatif sedikitjika dibandingkanjumlah murid yang berjumlah 209 orang.a Tenggara timur Perbedaan jumlah anggota kelompok masak tergantungpada kebijaksanaan sekolah dan motivasi masyararakat terutama orang tua murid. jumlah kelompok masak adalah 6 kelompok dengan jumlah anggota kelompok 5 orang. Untuk membuat makanan PMTAS memerlukan waktu hampir 12jam yaitu mulai jam 7 malam sampai jam 6 pagi sehingga anggota kelompok masak hams menginap di tempat masak. SDr Ainiut pengambilan dana bulan November dan pemberian makan bulan Desember dan di SDr Tuafanu pengambilan dana bulan November dan pernberian makan pada bulan November. Pengolahan makanan PMT-AS dilakukan oleh beberapa kelompok masak yang sudah dibentuk sebelunmya. Setelah dilakukan pengarnbilan dana PMT-AS di Kantor pos maka kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah kegiatan pengolahan makanan PMT-AS. Hal ini disebabkan karen a banyak orangtua murid yang tidak mau diikutsertakan ke dalam anggota kelompok masak karena berbagai alasan seperti hams bekerja dikebun. Kegiatan memasak ini dilakukan secara bergilir oleh masing-masing kelompok masak dan proses penggilirannya tergantung pada frekuensi pemberian makan. kemudian tahun . untuk mengatasi keterlambatan penyaluran dana dan memperlancar pengambilan dana oleh kepala sekolah maka masing-masing kantor pos kabupaten boleh menerbitkan giro sendiri. Tidak semua kabupaten mempunyai kantor post yang dapat menerbitkan giro. SDr Konbaki dana diambil bulan November dan pemberian makan mulai bulan Januari. Pencairan dana PMT-AS ini dapat dilakukan setelah kepala sekolah membuka nomor rekening pada bank atau kantor pos yang menyalurkan dana PMT -AS.if. Jumlah anggota kelompok yang sedikit ini akan menyebabkan beban kerja anggota kelompok makin berat jika dibandingkan jumlah anggota kelompok lebih dari 5 orang. Pengambilan dana oleh kepala sekolah dilakukan sekali dalam 3 bulan.kedua pencairan dialihkan ke Kantor Pos. Hal ini menjadi salah satu penyebab timbulnya keterlambatan penyaluran dana PMT-AS sehingga pemberian makan juga mengalami keterlambatan. Apabila makanan PMT -AS diberikan setiap hari makan masing masing kelompok mendapat giliran sekali seminggu dan jika pemberian makanan sebanyak 3 kali seminggumaka masing ke1ompok mendapat giliran masak sekali dua minggu.. tapi kepala desa tidak mengizinkan dengan alasan bahwa nama ibu ibu kelompok masak ini sudah ada di tingkat atas. menyalurkan dana untuk PMT-AS adalah Kantor Pos Kecamatan. tidak diizinkan oleh suami dan lain-lain.

Biasanya frekuensi makanan disesuaikan dengan ketepatan waktu dana '"makan habis sesuai dengan waktunya agar dapat mengambil dana untuk tahap berikutnya. obat cacing baru diberikan satu kali. Seperti di SO Arnol dan SD Ainiut makanan dibagikan langsung oleh ibu kelompok masak dan guru hanya mengawasi murid makan di kelas. . Pemberian obat cacing merupakan salah satu kegiatan dalam program PMT -AS yang diberikan sehanyak dua kali dalam setahun yaitu sebelum pemberian makanan dimulai dan pada waktu pemberian makan berlangsung. SD Ainiut pada bulan Februari dan SO Tuafanu pada bulan Desember. kue kacang hijau.yang telah mempunyai dapur PMT-AS adalah SOl Tuafanu dan SO Amol. sedang SD Tuafanu dan SD Konbald makanan diberikan oleh guru setelah ibu kelompok masak mengantar makanan sampai di depan pintu. jenis jajanan ditentukan oleh masing-masing ke1ompok berdasarkan bahan makanan yang tersedia dan dapat diperoleh. SD Konbaki karena keterlambatan pemberian makan maka pada dana triwulan I diberikan makan setiap hari. Pemberian obat cacing yang 65 . Oleh karen a terjadi keterlambatan pemberian makan pertama yaitu pemberian makan pertama pada bulan Januari menggunakan dana tahap I kemudian pada bulan Mei pemberian makan dihentikan karena kesibukan Ebtanas. proses memasak makanan dilakukan dirumah ketua atau salah seorang anggota kelompok masak. Hal ini sebagai akibat dari keterlambatan pemberian makanan yang pertama. saat penelitian dilakukan dana makan yang digunakan adalah dana tahap II bulan pertama. Ohat cacing yang diberikan adalah dua tablet yaitu Abendazole dan Pyranthel yang diberikan langsung oleh bidan des a dan langsung diminum di kelas. Sedang di desa Ainiut. Sehingga untuk sekolah ini masih terdapat sisa dana tahap II untuk bulan kedua dan ketiga dan dana tahap III. Frekuensi pemberian makanan PMT-AS bervariasi ada yang 3 kali seminggu dan .ada yang diberikan setiap hari. Kegiatan selanjutnya adalah pemberian makan PMT -AS untuk murid di kelas.di desa Arnot. Sehingga sampai pada bulan Juni. Namun sampai saat penelitian ini dilaksanakan yaitu pada waktu hampir selesai pelaksanaan PMT-AS pada tabun ajaran ini. Sebagai contoh. Pada SD Arnol pada triwulan I dan II 64 pemberian makan dilakukan 3 kali seminggu dan pada triwulan III diberikan sebanyak ~ kali seminggu. obat cacing haru diberikan sekali setelah ada droping obat cacing dari Dinas Kesehatan Tingkat II. tahap II makan 3 kali seminggu dan tahap III diberikan makanan setiap hari sehingga pada akhir tahun ajaran semua dana telah selesai digunakan. Sebelum makan murid terlebih dahulu mencuci tangan. Frekuensi pemberian makan yang berbeda ini tergantung pada kebijaksanaan kepala sekolah dengan beberapa pertimbangan. Jagung merupakan bahan lokal yang banyak tersedia di daerah ini namun kue yang menggunakan bahan dari jagung jarang dibuat karena jagung merupakan bahan untuk kebutuhan makanan pokok dirumah. Konbaki dan Tuafanu. SD Konbaki pada bulan November. menyanyi lagu PMT-AS dan berdoa. Penentuan jenis jajanan yang akan dibuat tergantung pada kebijaksanaan masing-masing tim pelaksana dan ketersediaan bahan baku makanan lokal yang ada didesa. Di SO Arnol penentuan jenis jajanan yang akan dibuat ditentukan oIeh bidan desa dengan memilih menu sebanyak 12 macam yang ada pada buku menu berdasarkan bahan yang tersedia di desa dan mudah didapatkan. kue kaca mata dll. Pemberian obat cacing di SD Arnol pada bulan Februari 1998. Makanan jajanan yang terdapat dalam buku menu dilengkapi dengan jumlah kalori dan disusun berdasarkan bahan baku yang tersedia. Pemberian obat cacing sangat tergantung pada keaktifan bidan desa dan Puskesmas Kecamatan sebagai penyalur obat untuk masing masing sekolah yang ada di desa. Disamping daftar makanan seluruh Indonesia juga ada buku menu khusus berisi jenis makanan tradisional propinsi NIT sehingga disamping memperkaya pengetahuan tentang makanan juga dengan adanya menu makanan lokal ini sekaligus untuk melestarikan jenis makanan lokal. Pada SD Tuafanu frekuensi makan PMT-AS diberikan 3 kali seminggu. Pembagian makanan dikelas dilakukan oleh ibu kelompok masak dan oleh guru. Jenis makanan yang dibuat berpedoman pada buku menu yang telah disusun oleh Kanwil Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur yang bekerja sarna dengan Tim Penggerak PKK tingkat propinsi. Sedang pada sekolah lainnya yaitu SOK Oelolok dan SDI Konbald. kue nogosari.. Jenis makanan jajanan yang sering dibuat adalah pisang goreng spesial.

Kelebihan obat cacing tersebut dikirim kernbali ke farmasi. pelaksanaan di lapangan ada penyesuaian dengan melihat k?ndlSl yang ada. Diversifikasi Pangan dan Gizi (DPG) merupakan program dari departemen pertanian yang dapat mendukung PMT-AS yaitu berupa pemberian bibit untuk kebun sekolah.-ambulan karena dana untuk rnakan diambil setiap bulan. • Tahap Peiaporan Secara normatif pelaporan dari tingkat SDIMI dibuat sekali .. uala~.. 67 66 . Ini mencenninkan masih kurangnya pemahaman kepala sekolah terhadap program PMT-AS. Program Pokok dan Penunjang Program PMT -AS adalah bersifat lintas sektoral sehingga diharapkan program dari masing masing sektor dapat saling mendukung program PMT-AS.ta!!'"l. Lain h~lnya dengan desa Tuafanu. . . Menurut informasi dari bidan desa obat cacing yang kedua sudah tersedia dan akan diberikan pad~ bulan Mei. Departemen Pertanian dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. tapi karena ada kekurangan sebanyak 7 butir obat sehingga sampai sekarang belum diberikan... :. ..kedua belum dilaksanakan karena belum ada draping obat dati kabu~aten. Berdasarkan jumlah sekolah yang mengirimkan laporanke kecamatan dapat diketahui bahwa selama ini laporan PMT-AS dari tingkat sekolah ke tingkat kecamatan berjalan kurang lancar. • Program Diversifikasi Pangan dan Gizi (DPG) . Kemudian dengan adanya program PMT -AS . dalam hal ini tidak ada upaya dari puskesmas untuk minta droping obat cacing ke kabupaten karena alas an kesibukan dokter di puskesmas. Sebenamya program ini sudah ada sebelum adanya program PMT-AS yaitu mulai sejak tahun 1994 sampai tahun 1997. Adapun program program tersebut adalah sebagai berikut. draping obat dari puskesmas sudah cukup. Menurut kepala sekolah laporan dibuat sekali dalam setahun yaitu pada saat pelaksanaan PMT -AS selesai dilaksanakan.. . Pelaksanaan program di lapangan dilakukan oleh penyuluh pertanian atau PPL dengan memberi penyuluban dan mernbuat kebun percontoban.. pemberian obat cacing d~lakukan sekah pada bulan Desember 1998... Berdasarkan informasi petugas ~izi puskesmas. Hal yang dilaporkan oleh sekolah ke kecamatan adalah laporan peng~aan dana sepertijumlah dana yang diperoleh danjurnlah murid yang dibuat dalarn pengisian format yang sudah ada contohnya. Pengambilan dana oleh kepala sekolah di kantor pos dl1~an ~etiap tiga bulan (tiap triwulan) sehingga pelaksanaan PMTAS Juga dilaporan setiap tiga bulan setelah selesai penggunaan dana. Tapi ada kernungkinan kekurangan ini disebabkan karena ada petugas atau guru yang rnengambil obat cacing untuk dirninum sendiri atau dibawa pulang dan kasus seperti ini sudah pemah terjadi. . satu ..d. Seperti SD Konbaki. Tersendatnya pelaporan dari tingkat sekolah ini kebanyakan disebabkan oleh kesibukan dari kepala sekolah dan kurangnya perhatian dari kepala sekolah untuk membuat laporan PMT -AS bahkan juga ada yang disebabkan oleh ketidaktahuan kepala sekolah. sampai bulan Juni yaitu hampir selesai pelaksanaan PMT-AS pada tahun berjalan belum satupun laporan yang telah dibuat oleh kepala sekolah. Materi la~oran seperti ini menyebabkan isi laporan untuk masing masing tnwulan cenderung sarna karena jumlah dana yang diterirna tidak berubah begitu pula dengan jumlah murid sedang perkembangan dan pennasalahan yang ada tidak dapat dilihat dari laporan ... Ada beberapa program sektoral dapat menunjang kegiatan program PMT -AS diantaranya adalah program dari Departemen Kesehatan. b~hkan biasanya ada kelebihan obat cacing karena ada murid yang mmggat ata~ tidak masuk karena harus ke kebun atau ada yang ke1uar karena kawm..

tahap pertama sudah selesai tapi dana untuk tahap kedua belum turun. Pada tahun 1997 yaitu tahun pertama pelaksanaan PMT-AS di Propinsi Nusa Tenggara Timur. babi dan kambing. jumlah dana Takesra dan Kukesra ini dirasakan terlalu keeil sehingga jenis usahanyapun juga kebanyakan berskala keeil seperti kios sehingga tidak bisa mendukung PMT -AS dalam menyediakan kebutuhan bahan makanan . misalnya di desa Amol. • Program TakesraIKukesra Program Takesra dan Kukesra merupakan salah satu program pemerintah berupa pemberian pinjaman dana untuk membantu usaha keluarga miskin di desa IDT. Diharapkan program IDT denganjenis usaha Pokmas-nya dapat menunjang pelaksanaan program PMT -AS di desa yang bersangkutan dengan menyediakan bahan baku makanan PMT-AS. Pinjaman ini diberikan untuk beberapa tahap putaran dan Makin tinggi tahapannya maka jumlah pinjamannya semakin besar. lombok. Melalui penyuluhan tentang kesehatan oleh bidan desa baik di sekolah maupun pada waktu dilakukan kegiatan posyandu juga di jelaskan tentang pentingnya makanan yang sehat. Namun dari jenis usaha yang dikerjakan oleh Pokmas IDT yaitu usaha penggemukan ternak (paronisasi) seperti sapi. tomat). TIU. . Sebagai eontoh SD Arnol yang tereatat sebagai salah satu sekolah yang mendapat batuan bibit. Walaupun ada jenis usaha lainnya seperti usaha kios dan simpan pinjam tapi usaha ini juga belum bisa menunjang PMT-AS karena barang yang dijual baik jenis barang yang dijual maupun jumlahnya belum bisa memenuhi kebutuhan PMT-AS. Pemberian bibit ini hanya bersifat sampling saja yang diberikan pada 5 kabupaten (Kupang.maka pelaksanaannya dikaitkan dengan PMT -AS.tidak bisa menunjang program PMT -AS karena PMT -AS tidak menggunakan daging sebagai bahan membuat makanan. temyata tidak ada bantuan bibit dari pertanian begitu juga dengan pembinaan dari PPL. Merupakan program Departemen Kesehatan yang sudah ada sebelum dilaksanakan program PMT -AS. Kegiatannya berupa pemberian garam beryodium. makanan ringan sedang barang seperti gula yang sangat dibutuhkan untuk makanan PMT -AS dijual dalamjumlah yang sangat sedikit. Program dari Departemen Pertanian untuk meningkatan pendapatan keluarga dengan memberi penyuluhan antara lain 69 j 68 . namun pada saat dilakukan wawaneara di sekolah yang bersangkutan. • Program IDT • Program Peningkatan Program Inpres Desa Tertinggal merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin di des a tertinggal dengan memberi bantuan dana yang digulirkan pada masing-masing anggota kelompok masyarakat (Pokmas).. Dalam pelaksanaanya bantuan bibit ini kurang meneapai sasaran karena terbatasnya jumlah PPL sehingga kurangnya kegiatan pembinaan kebun sekolah dari PPL Disamping itu juga kurangnya pengawasan dari atas. Dibandingkan dengan Pokmas IDT. Belu dan Sumba Timur) dan 109 buah SD sehingga tidak semua sekolah yang melaksanakan PMT -AS mendapatkan bantuan bibit untuk kebun sekolah dari Program DPG. jeruk) dan bibit sayuran (kaeang panjang. bibit palawija seperti kacang hijau. Biasanya barang yang Gizi Keluarn. terong. . dijual adalah makanan keeil seperti permen. program DPG memberikan bibit buah-buahan (mangga. apakah bantuan sudah sampai pada sekolah yang telah ditetapkan. TIS. penyuluhan kesehatan serta pemberian poster gizi untuk sekolah. • Program Usaha Perbaikan Gizi keluarga (UPGK) . Dalam pelaksanaannya program ini tidak berjalan seeara berkelanjutan sesuai dengan tahapannya.

nerja. pemantauan dan pengawasan pelaksanaan PMT -AS di tingkat yang lebih rendah. Forum Koordinasi Tingkat Kabupaten melakukan kegiatan pelatihan Pada tingkat propinsi penyelenggaraan program PMT -AS dilakukan dengan membentuk Forum Koordinasi Tingkat Propinsi yang diketuai oleh Gubernur. Departemen Pertanian. PMD dan TP PKK Tk I. Keterlibatan anggota Forum Koordinasi PMT-AS dalam pelaksanaan PMT-AS adalah dalam melakukan kegiatan pembinaan. Seperti pada tingkat propinsi. Departemen Dalam Negeri. Oleh karena itu keberhasilan pelaksanaan program PMT -AS tergantung pada koordinasi instansi dan sektor.J(<l' T aH~'- KajJan KmerJa Program Makar1cut Tamoahan Anak Sekolah ~PMrTAS. Kandep Agama. kemudian pada tingkat kecamatan dan tingkat desa Program PMT -AS diselenggarakan oleh Tim Pengelola PMT -AS dan pada tingkat sekolah oleh Tim Pelaksana PMT -AS Tingkat Sekolah. pemantauan dan pengawasan pelaksanaan PMT-AS pada tingkat. dan Dinas Departemen Kesehatan. buah-buahan.Ka)ran K. penyelenggaraan program PMT-AS dilakukan oleh Forum Koordinasi Tingkat Kabupaten yang diketuai oleh BupatitWalikotamadya. NUSJ Tcngg. Seperti melakukan sosialisasi dan pelatihan PMT-AS untuk pelaksana dan pengelola PMT-AS tingkat yang lebih rendah dan melakukan kegiatan monitoring.sampai pada tingkat desa. maka penyelenggaraan program PMT-AS melibatkan berbagai sektor pada setiap level mulai dari tingkat propinsi. Anggota Forum Koordinasi PMT-AS ini terdiri dari PMD. desadan sekolah. Dalam melakukan kegiatan PMT-AS. Mekanisme Pelaksanaan Program PMT -AS Sebagai program nasional dan bersifat lintas sektoral. • Tingkat Kabupaten Organisasi Penyelenggaraan Program PMT -AS Organisasi penyelenggaraan PMT -AS berbeda pada tiap tingkatan. Kegiatan pelaksanaan PMT-AS dilapangan dilakukan oleh Satminkal atau Satuan Administrasi Pangkal yang anggotanya terdiri dari beberapa orang yang mewakili masing masing sektor dan instansi dan sekretariat Satminkal berada di kantor PMD Propinsi.p(oqtam Ma. Forum ini berfungsi sebagai suatu badan yang mengkoordinasikan beberapa instansi dan sektor terkait dalam melakukan kegiatan pengelolaan PMT-AS. Sekretariat Satminkal berada di kantor PMD Kabupaten. Anggota Forum Koordinasi PMT-AS . Dinas Pertanian. Kepala Dinas Lingkup Pertanian. Keterlibatan anggota Forum Koordinasi PMT-AS dalam pelaksanaan PMT-AS adalah melakukan pembinaan. Kantor Pos dan lainnya. Dinas Kesehatan. Agama. Forum ini berfungsi sebagai suatu badan yang mengkoordinasikan beberapa instansi dan sektor terkait dalam melakukan kegiatan pengelolaan PMT-AS di kabupaten yang bersangkutan. Sektor dan instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan PMT-AS adalah Bappeda.. Bappeda. Nusa Teoggarit Tim[". Departemen Kesehatan.PMT. TP PKK Tk: II. pemanfaatan pekarangan keluarga untuk ditanami dengan tanaman seperti sayur-sayuran. • Tingkat Propinsi Pada tingkat kabupatenlkotamadya. 3. kecamatan. Pada tingkat propinsi dan kabupaten penyelenggaraan program PMT-AS dilakukan oleh Forum Koordinasi PMT-AS.AS.2. Departemen Agama. Kegiatan pelaksanaan PMT-AS dilapangan dilakukan oleh Satminkal atau Satuan Administrasi Pangkal yang anggotanya terdiri dari beberapa orang yang mewakili masing masing sektor dan instansi. Dinas P&K dan Kandep Dikbud. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kanwil Departemen Pertanian. Tingkat Propinsi terdiri dari Kanwil Dikbud dan Dinas P&K.. Kanwil 70 71 .kanan Tambahan A'1ak Se~olah . sosialisasi program serta pengendalian dan pengawasan yang dilakukan.

Berdasarkan wawaneara dilapangan terkesan ada anggapan dari sektor dan instansi lainnya bahwa PMT-AS adalah proyeknya PMD.~olah (PM7-AS) Nus" 7enggara Timur PMr-AS dan melakukan kegiatan monitoring pada tim pengelola dan pelaksana PMT -AS ditingkat bawah. Anggota Tim Pengelola PMT-AS ini bertugas melakukan sosialisasi PMT -AS di des a dan mengawasi pelaksanaan PMT -AS di sekolah yang ada di desa bersangkutan. BP3 dan kelompok masak. • Tingkat Kecamatan Pada tingkat kecamatan pelaksanaan program PMT -AS d~lakuk~n oleh Ti~ Pengelola PMT -AS Tingkat Kecamatan yang diketuai Camat. Tenaga Pelaksana Gizi PuskesmaslBidan Desa. Pada tingkat desa yang terlibat dalam kegiatan PMTAS adalah kepala desa. ketua PKK dan bidan desa sedang anggota Tim Pengelola lainnya kurang terlibat dalam kegiatan PMT-AS. Sosialisasi penting dilakukan untuk memberi pemahaman tentang program PMT-AS serta pelaksanaannya sehingga tujuan dari program PMT-AS dapat tereapai. Instansi yang banyak terhbat dalam kegiatan PMT-AS adalah PMD sehingga ke1ihatannya pelaksanaan kegiatan PMT-AS lebih didominasi oleh PMD terutama pada tingkat kecamatan. pertemuan yang membicarakan tentang PMT-AS. Disamping itu juga bertugas dalam melakukan kegiatan monitoring PMT-AS di tingkat desa dan sekolah. pengawasan pelaksanaan pemberian makanan PMT-AS di sekolah dan bersama dengan bendahara mencairkan dana PMT -AS di kantor pos. kabupaten dan propinsi. tingkat kebersihan dU. Peranan bidan desa dalam pelaksanaan PMT-AS di sekolah adalah penting sekali dalam mengawasi eara pengolahan makanan PMT -AS seperti nilai gizi dan kalori yang terkandung pada makanan apakah sudah sesuai dengan petunjuk yang ada pada buku menu. Kegiatan PMT-AS lebih banyak ditangani oleh PMD sedang keterlibatan sektor dan instansi lainnya hanya pada waktu rapat koordinasi yang menurut salah satu pejabat di Departemen Pertanian barn sekali diundang untuk rapat PMT-AS. PPL. Sosialisasi PMT-AS dilakukan pada setiap tingkat penyelenggara PMT-AS dan kegiatannya dapat dilakukan dengan beberapa eara seperti memberikan pelatihan tentang PMT-AS. rapat koordinasi serta penjelasan dan pengarahan langsung . Bidan Desa. Anggota Tim Pengelola PMT-AS yang dikoordinir oleh Kasi PMD ini bertugas melakukan pengelolaan PMT-AS di tingkat desa dan ditingkat sekolah. guru.secara lisan dan lainnya. Berdasarkan Pelaksanaan PMT -AS di lapangan dapat diketahui bahwa belum semua instansi dan sektor yang ada dalam organisasi penyelenggaraan PMT-AS terlibat dalam kegiatan PMT-AS. Tim Pengelola PMT -AS ini terdiri dari Ketua LKMD. Pengawas Sekolah/Kandep . Kepala sekolah sebagai ketua tim pelaksanan melakukan 72 Sosialisasi program PMT -AS dilakukan untuk menjelaskan dan menyebarluaskan informasi program PMT-AS kepada pihak yang terlibat Jangsung maupun tidak langsung seperti kepada masyarakat. Tim Pengelola PMT -AS ini terdiri dari Kasi PMD Kepala Balai Penyuluhan Pertanian. Pendamping IDT. Dikbud KecamatanIKanin Dikbud Kecamatan dan Ketua TP PKK Tingkat Kecamatan. SP2W. Sosialisasi Program PMT -AS • Tingkat Sekolah Pelaksanaan program PMT-AS disekolah dilakukan oleh tim pelaksana yang terdiri dari Kepala Sekolah. TP PKK DesaIKe1urahan.Kajl"" Klner.a Progtam Makanan Tombahan Anak S(. Kepala Sekolah. • Tingkat DesaIKelurahan Pada tingkat desa pelaksanaan program PMT-AS dilakukan oleh Tim Pengelola PMT-AS Tingkat DesaIKelurahan yang diketuai Kepala DesaIKepala Ke1urahan. 73 .

mvr Kajian Kinorja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nus. Setelah pertemuan di tingkat desa maka dilakukan pertemuan di sekolah untuk membentuk kelompok masak yang dihadiri oleh kepala desa. masak. Dalam kunjungan ke kecamatan tersebut diberi pengarahan kepada masyarakat serta pada tim pengelola di kecamatan dan pelaksana di desa tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan program PMT-AS termasuk masalah pelaporan yang sering terlambat. Program Malianan Tambahan An. Pertemuan ini yang dihadiri oleh kepala desa. Dalam kegiatan sosialisasi ini yang memberikan materi adalah anggota Forum Koordinasi Kabupaten yang telah mengikuti pelatihan di tingkat propinsi. Disamping pertemuan di tingkat desa dan sekolah. Lama pelatihan yang diberikan adalah 2 atau 3 hari. Pertemuan dilakukan di kantor desa atau di salah satu sekolah. Pada umumnya pada hari pertama dan kedua materi pelatihan yang diberikan adalah tentang program PMT -AS dan pada hari ketiga dilakukan praktek masak untuk ibu PKK dan para bapak pada saat ini tidak ikut. Banyak orang tua murid yang tidak mau diikutsertakan dalam kelompok masak dengan alasan banyak pekerjaan diladang. Peserta yang hadir dalam pertemuan ini adalah semua Kepala Desa. Bendahara. BP3.:m Kiner). Sosialisasi PMT-AS ditingkat propinsi dilakukan oleh Forum Koordinasi PMT-AS Tingkat Propinsi dalam bentuk pertemuan atau pelatihan yang dihadiri oleh beberapa anggota Forum PMT -AS Tingkat Kabupaten dan anggota Forum Koordinasi PMT-AS Tingkat Propinsi. Kegiatan sosialisasi PMT-AS dilakukan sebelum pelaksanaan dan sebagai persiapan untuk melaksanakan kegiatan PMT-AS. PKK. Sosialisasi atau pelatihan PMT -AS untuk TimPengelola PMTAS Tingkat Desa dan Tim Pelaksana PMT -AS Tingkat Sekolah dilakukan oleh Forum Koordinasi PMT-AS Tingkat Kabupaten di kecamatan.. partisipasi orang tua murid di desa Konbaki kelihatannya masih kurang. Setelah pelatihan di tingkat kecamatan dilakukan sosialisasi PMT -AS di tingkat desa dengan tujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat mengenai PMT-AS yang . sosialisasi juga dapat dilakukan dengan cara mengunjungi kelompok masyarakat atau melalui gereja seperti di desa Konbaki. Kepala Sekolah.:. Bidan Desa yang ada di kecarnatn yang bersangkutan. Pada pertemuan ini kepala desa dan kepala sekolah memberikan pengarahan tentang PMTAS_ Pad a tertemuan itu antara lain ditekankan bahwa ini merupakan pekerjaan sukarela untuk membantu anak-anak di sekolah. sukarela untuk anak sekolah. masyarakat dan tokoh masyarakat termasuk kader pemuda seperti kelompok 'Modika' (muda mudi katolik) di desa Ainiut. Sosialisasi dapatjuga dilakukan secara langsung seperti yang dilakukan oleh Bupati TID yang melakukan safari PMT-AS di 9 kecamatan di TTU. Dalam kegiatan sosialisasi ini yang memberikan materi adalah anggota Forum Koordinasi Propinsi yang pernah ikut dalam pelatihan di tingkat pusat. tidak bisa memasak dan ada juga yang beralasan tidak 74 75 . PKK. sebagai contoh di Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan pe1atihan diberikan selama 2 hari. Sosialisasi PMT -AS ditingkat kabupaten dilakukan oleh Forum Koordinasi PMT -AS Tingkat Kabupaten dalam bentuk pertemuan atau pelatihan yang dihadiri oleh beberapa anggota Forum PMT -AS Tingkat Kabupaten dan anggota Tim Pengelola PMT -AS Tingkat Kecamatan.k Seko/ah IPMT AS) uus» Tenggara T. Bidan Desa. bendahara. Dengan adanya pengarahan dari Bupati masyarakat menjadi sadar akan pentingnya program ini. Dibandingkan dengan desa-desa lainnya. Berikut ini adalah kegiatan sosialisasi yang dilakukan berdasarkan tingkatan pelaksanaan PMT-AS mulai dari tingkat propinsi sampai pada tingkat sekolah. BP3. LKMD. kepala sekolah. Sebagai contoh di salah satu desa di Kecamatan Insana dimana sebelumnya ada tuntutan dari ibu-ibu kelompok masak agar diberi insentif untuk mereka. Kemudian setelah adanya pengarahan Bupati tersebut mereka menjadi tahu bahwa pekerjaan PMT -AS merupakan pekerjaan sosial. ketua PKK. Materi pelatihan ini diberikan oleh para pelatih dari Kabupaten dan anggota Tim Pengelola PMT-AS Tingkat Kecamatan yang pemah mengikuti pelatihan di tingkat kabupaten.akan dilaksanakan. guru dan ibu kelompok . di Kecamatan Insana dan Miomafor Timur pelatihan diberikan selama 3 hari. semua Kepala Sekolah yang ada di desa. Tenggara Timur Sosialisasi dapat dilakukan secara vertikal oleh pelaksana PMT-AS tingkat yang lebih tinggi pada pelaksanan PMT-AS di tingkat yang lebih rendah atau secara horizontal oleh pimpinan pada staf atau anggotanya pada tingkat yang sarna.Kajl.

sebelum makan cuci tangan. Pengawasan oleh kepala desa bersifat pengawasan dari luar saja dalam arti tidak mengawasi secara langsung pemberian makan disekolah. Petugas gizi puskesmas atau oleh bidan desa melakukan pengawasan terhadap makanan PMT -AS seperti cara pengolahan makanan. Selama ini kegiatan yang dilakukan pada saat pemantauan ke sekolah lebih bersifat administratif seperti masalah penyaluran dana. padahal SD ini terletak tidak terlalu jauh dari kantor kecamatan perwakilan. nilai gizi dan kalori serta kebersihan makanan. Salah satu usaha yang dilakukan oleh kepala desa adalah mendatangi masyarakat yang dikumpulkan dalam satu RT kemudian diberi pengarahan tentang PMT-AS agar mereka mau berpartisipasi. jawabannya adalah beli bahan di desa. Disamping itu juga pada saat dilakukan misa digereja diberi penjelasan agar masyarakat mau berpartisipasi dalam kelompok masak. Tenggara Timur Kaiian Kine'j. kepala desa dan petugas gizi atau bidan desa. Pengendalian dan Pengawasan Program PMT-AS Monitoring atau pemantauan merupakan salah satu tahapan pelaksanaan program PMT-AS yang bertujuan untuk mengetahui apakah rangkaian pelaksanaan kegiatan program PMT-AS telah sesuai dengan yang seharusnya serta mengetahui kendala dan permasalahan yang terjadi. Namun pengetahuan PMT-AS secara luas belum cukup di mengerti. Kegiatan pemantauan ini biasanya dilakukan oleh penyelenggara PMT-AS di tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah. Hal ini dapat dimengerti mengingat banyak pekerjaan desa yang harus diselesaikan oleh kepala desa. disamping pekerjaannya sebagai kepala keluarga untuk mencari nafkah sehari hari seperti pekerjaan di ladang. harus membeli bahan makanan dari desa. menampung dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di sekolah seperti terjadinya kecemburuan dari Ketua PKK mengenai penggunaan dana dll. Bahkan ada sekolah yang bam sekali dikunjungi oleh bidan desa seperti SD Konbaki. selama pelaksanaan PMT-AS belum ada tim monitoring melakukan pemantauan ke sekolah ini bahkan Camat pun tidak pemah melakukan pemantauan ke sekolah ini. Pemantauan PMT-AS ke tingkat sekolah sebagai pelaksana PMT-AS dilakukan oleh anggota Forum Koordinasi Tingkat Propinsi dan Kabupaten. Kepala desa bertugas mengawasi pelaksanaan PMT-AS di setiap sekolah yang ada di desa yang bersangkutan. Pengetahuan mereka yang telah mengikuti pelatihan lebih banyak pada pelaksanaan pemberian makan untuk anak sekolah seperti kegiatan memasak makanan untuk anak sekolah. Ini menunjukkan belum adanya pemerataan pemantauan PMT-AS pada semua SDIMI. Menurut kepala desa dan guru SD Konbaki. Forum Koordinasi PMT-AS sebagai penyelenggara program PMT-AS ditingkat yang paling tinggi melakukan kegiatan monitoring penyelenggara PMT-AS di tingkat yang lebih rendah. tentang materi apa yang diberikan pada pelatihan. Ketika ditanya pada mantan salah satu kepala desa yang pemah mengikuti pelatihan. makanan dibuat oleh kelompok masak dan pengelolaan keuangan. Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan PMT -AS disekolah dilakukan oleh kepala sekolah.Kajian Kineri. Namun mengingat jumlah sekolah yang harus diawasi dalam satu desa serta tugas kebidanan yang harus dikerjakan maka pengawasan oleh bidan desa ke sekolah dirasakan masih kurang. Dalam pelaksanaanya pengawasan oleh kepala desa ke sekolah hanya dilakukan pada saat tertentu saja. serta oleh Tim Pengelola Tingkat Kecamatan dan Tingkat Desa. Kepala sekolah bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan pemberian makanan kudapan disekolah mulai dari proses pengolahan makanan sampai pada penyajian makanan di kelas. Sedang kegiatan berupa pembinaan yang berhubungan dengan kegiatan yang dilaksanakan disekolah masih kurang. Selama ini pemantauan ke tingkat sekolah paling tidak 76 77 . Kegiatan pemantauan biasanya dilakukan oleh suatu tim monitoring. Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT·AS) Nusa Tenggara Timur diizinkan suami. dilakukan sekali dalam setahun bahkan ada yang tidak pernah dipantau sarna sekali yaitu SD Konbaki. Berdasarkan wawancara dengan pelaksana PMT -AS yang te1ah mengikuti pelatihan dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan mereka tentang PMT -AS kelihatannya masih kurang. Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT·AS) Nus.

yaitu di tingkat sekolah SDIMI. Bagian pertama mengulas bagaimana pelaksanaan PMT-AS di tingkat sekolah. Namun dalam melaksanakan revisi tersebut perlu adanya koordinasi antara kantor pos dengan PMD sebagai koordinator PMT -AS. dilapangan maupun dapat dibaca dari laporan yang masuk. propinsi dan tingkat pusat.385 orang sedang data dalam SPBAP adalah 608. 1 Stakeholders adalah mereka yang berhubungan erat dengan kegiatan penyelenggaraan PMT -AS baik secara langsung maupun tidak langsung mulai dari tingkatan yang paling rendah. utamanya mengenai tanggapan stakeholders (murid. desa/kelurahan. Bagian kedua akan membahas pengelolaan PMT ·AS di tingkat des a dan kecamatan.188 orang. orang tua murid. Data tentang perincian dana yang ada di kantor pos sebagai penyalur dana PMT-AS tidak sesuai dengan data dilapangan misalnya dana untuk makanan. diikuti dengan kajian mengenai koordinasi stakeholders pada level yang lebih tinggi. Selama pelaksanaan kegiatan PMT·AS. . kecarnatan. kabupatenlkotamadya. Dengan adanya pengurangan ini maka uang makan yang satu hari tersebut dapat dipakai untuk kelebihan murid yang tidak mendapat dana PMT·AS. BABIV KAJIAN KINERJA PMT -AS Bab ini akan membahas kinerja program pemberian makanan tambahan anak sekolah. 78 79 . yaitu level kabupaten dan propinsi. Ketidaksesuaian dana In1 disebabkan oleh adanya ketidaksesuaian data jumlab murid yang ada dalam SPBAP dengan jumlah murid di lapangan. Pengkajian rm sangat diperlukan mengingat penyelenggaraanprogram ini melibatkan berbagai sektorlinstansi serta organisasi yang mempunyai tugas masing-masing dan seringkali mempunyai kepentingan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Data jumlah murid dilapangan adalah sebanyak 616.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nus. sehingga terjadi kekurangan dana makanan untuk 8. Bagian akhir mengulas bagaimana koordinasi PMT-AS pada level pusat. Dalam mengatasi ketidaksesuaian jumlah murid dengan jumlah dana maka dilakukan pengurangan jumlah hari makan anak yang seharusnya 108 dalam setahun menjadi 107 hari. Sehubungan dengan pennasalahan tersebut maka dilakukan pengendalian dengan membuat revisi SK Bupati mengenai data tennasuk didalamnya adalah jumlah murid yang mendapat PMT· AS.. Pennasalahan maupun kendala . Sebagian sekolah mempunyai kelebihan dana dan sebagian lainnya terdapat kekurangan dana. Analisa dibagi kedalam empat bagian. aparat desa dan tokoh masyarakat lainnya) terhadap kegiatan PMT-AS tennasuk bagaimana respon mereka. terutama kinerja dari stakeholders] yang instrumental. Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Pengendalian dilakukan apabila ditemui masalah atau kendala dalam pelaksanaan kegiatan PMT·AS. apa yang mereka harapkan dari program ini serta kebutuhan apa yang diperlukan untuk mendorong keberhasilannya.dapat diketahui pada saat pemantauan pelaksanaan PMT -AS . ada beberapa kendala yang ditemui seperti masalah keterlambatan dana dan adanya ketidaksesuaian dengan jumlah murid.197 orang murid. guru.

188 orang.197 orang murid. Bagian kedua akan membahas pengelolaan PMT-AS di tingkat desa dan kecamatan. Bagian akhir mengulas bagaimana koordinasi PMT-AS pada level pusat.. propinsi dan tingkat pusat. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka dilakukan pengendalian dengan membuat revisi SK Bupati mengenai data termasuk didalamnya adalahjumlah murid yang mendapat PMT-AS. utamanya mengenai tanggapan stakeholders (murid. BABIV KAJIAN KINERJA PMT-AS Bab ini akan membahas kinerja program pemberian makanan tambahan anak sekolah. I Stakeholders adalah mereka yang berhubungan erat dengan kegiatan penyelenggaraan PMT -AS baik secara langsung maupun tidak langsung mulai dari tingkatan yang paling rendah. sehingga terjadi kekurangan dana makanan untuk 8.dapat diketahui pada saat pemantauan pelaksanaan PMT-AS dilapangan maupun dapat dibaca dari laporan yang masuk. Namun dalam melaksanakan revisi tersebut perlu adanya koordinasi antara kantor pos dengan PMD sebagai koordinator PMT-AS. apa yang mereka harapkan dari program ini serta kebutuhan apa yang diperlukan untuk mendorong keberhasilannya. Bagian pertama mengulas bagaimana pelaksanaan PMT-AS di tingkat sekolah. Selama pelaksanaan kegiatan PMT -AS. Analisa dibagi kedalam empat bagian. Tenggara Timur Pengendalian dilakukan apabila ditemui masalah atau kendala dalam pe1aksanaan kegiatan PMT-AS. . ada beberapa kendala yang ditemui seperti masalah keterlambatan dana dan adanya ketidaksesuaian dengan jumlah murid. Dalam mengatasi ketidaksesuaian jumlah murid dengan jumlah dana maka dilakukan pengurangan jumlah hari makan anak yang seharusnya 108 dalam setahun menjadi 107 hari. 78 79 . Dengan adanya pengurangan ini maka uang makan yang satu hari tersebut dapat dipakai untuk kelebihan murid yang tidak mendapat dana PMT-AS. Sebagian sekolah mempunyai kelebihan dana dan sebagian lainnya terdapat kekurangan dana. Program Makanan Tambahan Artak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nus. terutama kinerja dari stakeholders} yang instrumental. Data jumlah murid dilapangan adalah sebanyak 616. orang tua murid. guru. kecamatan. Pengkajian Ill! sangat diperlukan mengingat penyelenggaraanprogram ini melibatkan berbagai sektor/instansi serta organisasi yang mempunyai tugas masing-masing dan seringkali mempunyai kepentingan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Ketidaksesuaian dana ini disebabkan oleh adanya ketidaksesuaian data jumlah murid yang ada dalam SPBAP dengan jumlah murid di lapangan. aparat des a dan tokoh masyarakat lainnya) terhadap kegiatan PMT -AS termasuk bagaimana respon mereka. kabupaten/kotamadya. desa/kelurahan. yaitu level kabupaten dan propinsi. Permasalahan maupun kendala .385 orang sedang data dalam SPBAP adalah 608. Data ten tang perincian dana yang ada di kantor pos sebagai penyalur dana PMT-AS tidak sesuai dengan data dilapangan misalnya dana untuk makanan. yaitu di tingkat sekolah SDIMI. diikuti dengan kajian mengenai koordinasi stakeholders pada level yang lebih tinggi.Kajian Kinerj.

. Tenggara Timur 4. tokoh masyarakat dan masyarakat lainnya. Kabupaten TTU. Tetapi pada tahun berikutnya jumlah desa IDT meningkat pesat.385 murid yang berasal dari 4. terutama manfaat pemberian makanan tambahan dan dampalrnya terhadap proses belajar dan prestasi murid. guru. kelas dua dan kelas tiga sudah selesai dibagi. Walaupun inforrnasi ini masih sangat terbatas. Semua murid sekolah dasar di propinsi NTT yaitu sebanyak 616. maupun secara tidak langsung termasuk orang tua murid. yaitu (1) tanggapan yang berhubungan 1angsung dengan murid sekolah. Di SDN Arnol. seperti dikemukakan oleh seorang siswa: 'Saya senang sekali adanya pemberian makanan.. setelah ibu PKK atau ibu dari kelompok masak menyajikan makanan. barn kelas saya mendapat pembagian . Jumlah desa ini sesuai dengan jumlah desa yang terrnasuk dalam desa Inpres Desa Tertinggal (IDT). dan (2) tanggapan yang berkaitan dengan kinerja dalam pengelolaan dan pelaksanaan program PMT -AS.. Walaupun sebagian besar belum memahami apa arti makanan sehat dan bergizi dan manfaatnya terhadap kesehatan.892 desa) adalah desalkelurahan IDT. Pelaksanaan PMT -AS di Tingkat Sekolah DasarlMadrasah Ihtidaiyah (SDIMI) Tanggapan Murid Sekolah Berbeda dengan propinsi-propinsi lainnya.AS} Nus..029 sekolah ditetapkan untuk mendapatkan pemberian makanan tambahan (lihat lampiran).1. ibu tersebut menerangkan secara ringkas pada murid tentang jajanan atau kudapan apa yang akan mereka makan hari itu beserta keterangan bahan-bahan yang digunakan. Semua murid yang diwawancarai mengatakan mereka senang ada program PMT-AS. Biasanya kita menunggu dulu sampai kelas satu. Sekolah Dasar GMIT. sehingga untuk tahun anggaran 199711998 semua desa di propinsi NTT (1. Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT~AS) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaksanakan di semua sekolah dasar. Dengan adanya program PMT -AS murid mengenal kata-kata makanan sehat dan bergizi. bahkan sebagian besar menyatakan bahwa waktu pemberian PMT -AS merupakan waktu yang ditunggu-tunggu. Murid sekolah sangat antusias dengan pemberian makanan tambahan. dan kelompok masak. baik Sekolah Dasar NegerilInpres (SDN/SDn. baik dari mereka yang terlibat secara langsung seperti murid. pada dasamya dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok. tercermin dari kehadiran mereka disekolah pada waktu pemberian makanan. 80 PMT-AS tidak hanya memberi arti bahwa mereka akan mendapatkan sepotong atau dua potong kue kudapan. Perubahan jumlah desa IDT ini juga berpengaruh pada jumlah sekolah dan jumlah murid yang mendapat PMT-AS. hanya murid yang berasal dari 911 sekolah atau 468 desa yang te1ah memperoleh makanan tambahan. tetapi juga banyak pengetahuan dan infonnasi serta hiburan yang mereka dapatkan dari program ini. Dengan adanya program ini sebagian besar murid di semua lokasi penelitian. Pada tahun pertama. Pelaksanaan PMT-AS di Propinsi ini telah berlangsung dua tahun dimulai sejak tahun anggaran 1996/1997. 81 . tetapi memberikan 'nuansa' yang lebih pada murid terutama pengenalan mereka tentang jenis kudapan yang bergizi dan sehat. tetapi paling tidak mereka sudah mulai disosialisasikan bahwa sejak dini anak-anak perlu makan makanan bergizi untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS} Nusa"Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan T8mb"han Anak Sekolah (PMT. misalnya. belum semua murid mendapatkan pemberian makanan. Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Sekolah Dasar Swasta seperti Sekolah Dasar Kristen (SDK). sekarang telah mulai mengenal jenis jajanan atau kudapan yang sehat. Tanggapan yang dikemukakan bervariasi. kadang-kadang lama menunggunya' Tanggapan Masyarakat Terhadap PMT-AS Di Propinsi NIT pe1aksanaan PMT-AS secara umum mendapat tanggapan yang positif.

Ide mencuci tangan dan mencuci peralatan anak yang baik ini sebetulnya perlu mendapat dukungan. karena muka kelas dapat basah atau 'becek' dan jika murid yang lewat tidak berhati-hati dapat terjatuh atau terpeleset. dengan adanya program ini murid menjadi tahu bahwa mereka harus meneuci tangan dulu sebelum makan. air untuk mencuci tangan juga disediakan didalam ember di masing-masing kelas.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT. Disamping memperoleh pengetahuan dan informasi. Beberapa guru membenarkan pernyataan murid SD tersebut. Lagu yang dinyanyikan bercerita tentang apa yang hams dilakukan sebe1um makan dan manfaat makanan bagi kesehatan. Hal ini tercermin dari pernyataan mereka. hanya mood-mood yang mendapat giliran lebih dahulu mencuci tangan mereka diair yang bersih. sebagian lagi membawa air dalam botol seperti botol aqua. sedangkan yang mendapat giIiran belakangan. karen a murid lebih mudah menerima dan mencema misi apa yang terkandung dalam lagu. masih mencelupkan tangan-tangan mereka kedalam ember air. terutama jika kontrol guru masih lemah. Umumnya mereka belum memahami apa hubungan pemberian makanan dengan peningkatan prestasi. dan mencuci peralatan yang digunakan setelah makan. tetapi perlu diperhatikan juga fasilitasnya seperti dimana rneletakkan air dan dimana serta bagaimana sebaiknya anak mencuci dan membuang limbah airnya. tetapi ada juga yang tidak setuju karena menurut mereka murid mencuci tangan dengan menggunakan gayung. Pengetahuan ini telah diterapkan dalam tindakan yang nyata oleh sebagian mudd. sebagian sekolah lainnya belum menerapkan ketentuan sebagaimana mestinya. Hal ini terutama berlaku untuk murid sekolah di kabupaten TTIJ. antara lain dampak yang pertama dapat dilihat dari program PMT -AS adalah menurunnya tingkat absensi murid. walaupun murid lainnya belum meneuei tangan sebelum makan. Sedang lagu lainnya adalah ucapan terima kasih murid karena mendapatkan makanan tambahan dan terima kasih mereka kepada ibu-ibu yang telah bersusah payah mempersiapkan makanan serta guru yang telah membimbing mereka. botol yang dibawa relatifkecil sehingga tidak terlalu memberatkan murid.. Sebagian besar murid mengemukakan bahwa mereka mencuci tangan dengan mencelupkan tangan mereka kedalam ember. mencuci tangan diair yang sudah kotor. Di SDI Konbaki. Tanggapan Guru . Keadaan seperti ini dapat mempengaruhi kebersihan halaman muka kelas.ogram Makanan Tambahan Anak Sako/ah (PMT.AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kine'ja P. Anak83 82 . Tempat air tersebut diletakkan di muka ruangan belajar di masing-masing kelas. mereka akan pintar. Contoh yang menarik dan patut di teladani adalah apa yang dilakukan oleh mudd di SDN Arnol dimana masing-masing mudd membawa air bersih untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. menurut mereka. Disamping itu. Mencuci tangan dengan gayung memerlukan air yang lebih banyak. Pada umumnya guru memberikan respon yang positif terhadap pemberian makanan tambahan anak sekolah. belum ada saluran pembuangan air khusus. Akibatnya. Disamping untuk kebersihan dan kesehatan.AS) Nusa Tenggara Timur Demikian juga dengan pengetahuan mereka tentang kebersihan. sebagian murid di semua desa penelitian menyatakan bahwa PMT-AS bertujuan untuk menigkatkan prestasi belajar. tetapi mereka pemah mendengar kalau mendapat makanan tambahan. seperti dikemukakan seorang murid 'supaya pintar'. Menurut beberapa guru yang diwawancarai program ini sangat bermanfaat bagi murid dengan beberapa alasan. murid juga mendapatkan hiburan berupa lagu-lagu yang dinyanyikan sebelum dimulainya makan. Sayangnya. Membawa air yang dimasukkan ke dalam botol sebetulnya akan lebih baik karena kebersihan air akan lebih terjamin dan kemungkinan tumpah dan melimpahnya lebih keeil. khususnya di desa Arnol. sebagian murid. Ketua kelas bertanggung jawab menyediakan air yang diambil dad sumber air yang jaraknya cukup jauh dari sekolah dengan topografi yang bergelombang (naikturun). Hasil penelitian diempat desa menunjukkan variasi tersebut. tetapi karena fasilitas dan akses terhadap sumber air sangat terbatas. Lagu-lagu ini juga merupakan sosialisasi PMT -AS dan cara ini lebih efektif. Sebagian murid membawa ember. murid mencuci tangan dan peralatan mereka dan kemudian membuang air limbah tersebut di muka kelas.

Demikian juga dengan seberapa jauh dampak PMT-AS terhadap prestasi belajar belum bisa dilihat.kebanyakan murid hanya duduk-duduk. ini hari kue apa ibu? jika kue yang disiapkan kue kesenangan mereka. Misalnya. pemberian makanan mulai memberikan dampak pada ketahanan fisik murid. Hal ini terutama terasa untuk anak-anak yang biasanya bolos sekolah dengan berbagai macam alasan. Dengan demikian. tetapi murid memberikan respon yang sangat baik terhadap pemberian makanan. sangat menunggu hari pemberian makanan. biasanya anak lebih suka ikut orang tuanya kepasar. Pada tahap awal ini mungkin keterbukaan murid masih terbatas pad a makanan kudapan. walaupun murid-murid tersebut tetap duduk di kelas. Disamping itu. Seorang guru dari SDr Arnol mengemukakan: Walaupun dampak PMT-AS terhadap prestasi belajar murid belum tampak jelas. pada hari-hari pasar. misalnya mereka memprotes jika makanan atau minuman yang dibagikan 'kurang enak'. Berdasarkan pertimbangan ini maka han pemberian makanan kemudian disepakati jatuh pada hari pasar tersebut. Seorang guru dari dusun Fatusena menuturkan: 'Beberapa murid bertanya pada saya. tetapi pada istirahat kedua. Guru tersebut menambahkan bahwa peningkatan nilai gizi untuk murid sekolah masih sangat diperlukan karena kebanyakan penduduk mengolah makanan belum sesuai dengan standar gizi yang diperlukan. bila ada kue yang kurang matang memasaknya atau jika air tehnya kurang manis. 84 85 . Manfaat lain yang dapat dipetik dari program PMT -AS adalah anak-anak masih tekun belajar sampai waktu pulang sekolah. terutama pada hari-hari pemberian makanan. murid sekolah umumnya sangat aktif pada pagi hari pada jam istirahat pertama. Seberapa jauh pengaruh program terhadap konsentrasi murid untuk belajar di kelas belum bisa ditentukan. Tenggara Ti't"'r Kajian Kinerja Program Makanan Tamb. tetapi menjadikan mereka lebih kritis. Disamping menanyakan menu yang akan mereka makan. ada yang melompat-lompat karena senang'. Hal ini tercermin dari upaya sebagian murid untuk mengetahui menu apa yang akan disajikan pada mereka. Secara umum dampak program PMT-AS dapat meningkatkan motivasi anak untuk datang ke sekolah. misalnya. menurut guru-guru. 'Waktu istirahat kedua . meneari kutu atau baringbaring di lapangan. sebagian besar murid sudah mulai kelihatan lesu dan berdiam diri saja. Hal ini tidak hanya dikarenakan program ini masih baru sehingga be1um bisa dihitung pengaruhnya. tetapi juga prestasi anak dipengaruhi oleh beberapa -faktor. tetapi sekarang mereka masih kelihatan segar dan aktif bermain-main '. Murid.han Anak Sekolah (PMT.jam 11. Hal semacam ini sangat baik untuk melatih murid untuk lebih kritis tidak hanya menerima apa adanya dan protes semacam ini merupakan kontrol dan dapat dijadikan pelajaran bagi kelompok masak agar mereka bersungguh-sungguh memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam pembuatan makanan dan minuman. masih memerlukan penelitian lebih lanjut.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT·AS) Nus. sebagian murid khususnya di SDK Oelolok desa Ainiut tidak hanya menerima makanan kudapan. anak akan tetap pergi ke sekolah karen a ada pembagian makanan. Ungkapan di atas mempunyai makna tidak hanya pada respon murid pada program PMT-AS tetapi yang lebih penting adalah murid mulai disosialisakan untuk memakan makanan yang bergizi. Mereka mengamati bahwa sebelum ada PMT-AS gerak-gefik dan aktivitas murid pada pagi hari dan siang hari sangat berbeda. tetapi diharapkan pada masa yang akan datang kekritisan tersebut juga berkembang pada waktu menerima pelajaran.00 . Keadaan ini cendrung mulai berubah. Beberapa guru mengamati biasanya pada siang hari anak-anak sudah mulai tidak konsentrasi lagi pada pelajaran.AS) Nus. Tenggara Timur anak menjadi rajin datang kesekolah.

Menurut beberapa tokoh masyarakat manfaat yang utama dirasakan dengan adanya PMT -AS adalah bahwa murid mendapatkan makanan (kudapan) yang bergizi. Akan tetapi sebagian keeil masyarakat. misalnya satu potong kue putu dengan berat 100 gram. Waktu saya lihat. apalagi membuatkannya untuk anak-anak.. Mereka langsung bermain dan sering terjadi mereka lupa makan. Akibatnya. Hal ini mungkin saja terjadi. Keadaan ini terutama sangat relevan pada saat ini (waktu penelitian berlangsung) karena adanya musim paceklik yang cukup serius sebagai dampak kekeringan setelah musim kemarau panjang. tetapi sekarang setelah pembagian makanan di sekolah sebagian anak tidak mau makan siang lagi. ketika ditanya apa yang dimaksud dengan program PMT-AS: 'PMT-AS adalah kegiatan parut-parut kelapa. Dari beberapa orang tua murid yang diwawancarai mengemukakan bahwa mereka senang dengan adanya program pemberian makanan ini dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan anak mereka. tereermin dari pemyataan mereka. dan masyarakat pada umumnya. dia sudah tidak ada _. Ada dua manfaat yang dapat mereka lihat dari pelaksanaan kegiatan ini. bahkan sebaliknya menginginkan agar istri-istri mereka yang terlibat dalam kelompok masak untuk berhenti memasak makanan kudapan PMT-AS. Hal ini terjadi karena bapak-bapak ini belum memahami tujuan dan manfaat pemberian makanan tambahan. 'Anak saya sudah berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali kalau ada pembagian makanan di sekolah ' Keadaan seperti ini menunjukkan belum baiknya sosialisasi mengenai program PMT-AS. Biasanya anak langsung makan setelah pulang sekolah. apalagi. khususnya bapakbapak. Beberapa orang tua murid mengatakan: terutama jika pemberian makanan diberikan agak terlambat (karen a beberapa faktor misalnya pada waktu hujan. dia pergi kesekolah juga walaupun dia sakit. anak mereka mendapatkan makanan yang sehat yang tidak biasa mereka sediakan di rumah. Manfaat kedua yang dicermati orang tua murid adalah bahwa anak mereka jadi senang dan bersemangat untuk pergi ke sekolah. yang mana belum tentu bisa didapatkan dari rumah masing-masing murid. Seorang ayah kemudian menambahkan: 'Anak saya . parut ubi' goreng pisang '. bahan baku makanan. yaitu pertama.Kajian Kinerja Program Makanan Tambal!an Anak Sekolal! (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinorja Program Makanan Tambahan Anak Sakolah (PMT-AS) Nus« Tenggara Timur Tanggapan Orang Tua Murid Seperti halnya guru._ ternyata ke sekolah '. kayu api basah. khususnya pada orang tua murid terutama bapakbapak dari murid. Tanggapan Tokoh Masyarakat Pemberian makanan tambahan ini sedikitnya berpengaruh pada waktu makan anak sekolah. orang tua murid disemua lokasi penelitian juga menyambut baik adanya program pemberian makanan tambahan anak sekolah dasar.. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa istri mereka meninggalkan rumah sehingga bapak-bapak tersebut harus menyiapkan makan pagi sendiri. 86 87 . tidak memberikan tanggapan yang mendukung pelaksanaan PMT-AS. Sebagian jenis makanan yang diberikan bahkan belum pemah mereka makan. atau jenis masakan yang memerlukan tenaga dan waktu yang lama untuk memasaknya) dan porsi makannya eukup besar.

Kajian

Kinerja

Program

Makanan

Tambahan

Anak

Sekolah

(PMT-AS)

Nusa

Tenggara

Timur

Kajian

Kinerja

Program

Makanan

Tambahan

Anak

Seko/ah (PMT-AS)

Nusa

Tenggar.

Timur

khususnya makanan pokok seperti jagung menjadi 'langka' dan kalaupun ada harganya cukup mahal karena naiknya harga-harga kebutuhan pokok sebagai akibat krisis moneter di Indonesia. Kondisi seperti ini berdampak pada pemberian makanan terhadap keluarga, termasuk juga anak-anak yang masih dalam usia sekolah dasar. Keadaan ini berlaku untuk semua lokasi penelitian, terutama di desa Tuafanu yang sudah dinyatakan sebagai desa 'rawan pangari'. Pemberian makanan tambahan di sekolah mempunyai arti yang penting, atau sangat penting khususnya bagi keluarga yang miskin. Dalam kondisi 'paceklik' makanan tambahan sangat membantu orang tua mengurangi beban mereka. Walaupun anaknya belum diberi makanan atau sarapan pagi di rumah, tetapi orang tua tidak merasa khawatir anak merekakelaparan karen a adanya pembagian makanan di sekolah. Disamping itu, pemberian makanan tambahan di sekolahjuga mengurangi biaya yang kadang-kadang diberikan kepada anak untuk jajan. Hal ini terutama terjadi di sekolah yang dekat dengan kota dimana akses untuk mendapatkan makanan jajanan tersedia. Sebagai contoh, dengan dibagikannya makanan setiap hari di SD Amol maka orang tua murid sudah tidak perlu lagi memberikan uang jajan pada anaknya, sedangkan di SDK Oelolok, orang tua dapat mengurangi 'jatah' jajan anak mereka karena pada waktu mendapat makanan kudapan dari sekolah anak-anak tidak diberi uang. Berbeda dengan di Arnol dan Oelolok desa Ainiut, murid SDI Konbaki tidak mempunyai kebiasaan jajan disekolah, mungkin ada kaitannya dengan letak desa dan sekolah yang relatif cukup jauh dari pusat perekonomian, dan warung-warung yang ada di desa juga tidak menyediakan j ajanan untuk anak sekolah, dengan demikian tidak ada pengaruh PMT -AS terhadap kebiasaanjajan anak sekolah di desa Konbaki.

sekolah dan tim pengelola tingkat desa. Di beberapa sekolah, seperti di SD Amol desa Arnol dan SDK desa Ainiut, kabupaten 1TU dan SD Polen. di Kabupaten ITS, kinerja PMT-AS cukup baik, Tetapi di sebagian besar sekolah dan desa, kinerja PMT -AS belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa faktor yang mempe.ngaruhi kinerja tim pelaksana dan pengelola, pada dasamya dapat dibedakan kedalam dua kelompok yaitu: faktor-faktor pendorong yang dapat memacu aktivitas dan kelancaran pelaksanaan program dan faktor-faktor penghambat yang dapat menjadi kendala.

Faktor- Faktor Pendorong

Dari hasil penelitian dapat diidentifikasikan dua faktor kunci yang dapat memacu kinerja tim pe1aksana PMT-AS di tingkat sekolah, antara lain: (1) kerjasama antara tim pelaksana, terutama kelompok masak d_ankepala sekolah, dan (2) keaktifan kelompok masak, dan (3) pembagian tugas dan kepercayaan dalam melaksanakan tugas masingmasing, dan (4) penggunaan bahan-bahan lokal. Faktor pendorong yang pertama adalah terjalinnya kerjasama yang baik antara kepala sekolah, sebagai orang pertama yang mengatur tugas dan penyaluran dana, dengan kelompok ibu-ibu yang meinasak, yang merupakan kelompok vital dalam pelaksanaan program ini. Berjalannya kerja sarna ini sangat ditentukan tidak hanya karena hubungan yang baik antara sesama tetapi juga ada saling ketergantungan antara mereka, kepala sekolah membutuhkan ibu-ibu yang akan memasak dan sebaliknya ibu-ibu (yang umumnya adalah ibu-ibu dari murid-murid sekolah) juga mendapatkan manfaat dengan pemberian makanan tambahan terse but buat anak -anak mereka. Faktor pendorong kedua adalah keaktifan dari ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok memasak. Keaktifan kelompok ini sangat tergantung pada keaktifanketua kelompok masing-masing dan hubungan antara ketua kelompok dengan anggotanya. Untuk beberapa sekolah, kelompok ibu-ibu yang masak membuat aturan yang disepakati dan ditaati oleh semua anggotanya. Sebagai contoh,
89

Tanggapan Terhadap Kinerja PMT-AS
.;

Kinerja PMT-AS bervariasi antar sekolah dalam satu desa dan antar desa, tergantung pada keaktifan dan koordinasi tim pelaksana di 88

Kajian

Kinerja

Program

Makanan

Tambahan

Anak

Sakalah (PMT.AS) Nusa Tenggara

Timur

KaJl'an Kinerja

Program

Makanan Tambahan

Anak

Sakalall (PMT·AS) Nusa Tenggara

Timur

kelompok ibu-ibu masak di SD Arnol dan SDK Oelolok, Kabupaten TIU, ada kesepakatan bahwa setiap anggota yang tidak bisa hadir, kecuali sakit atau ijin karena keperluan tertentu, harus digantikan oleh anggota keluarganya dan jika juga tidak bisa, maka anggota tersebut harus membayar uang ketidak hadiran 'denda' sebesar Rp 1000 untuk kelompok masak SDI di desa Arnol dan Rp 500 untuk SDK di desa Ainiut, Denda ini sudah berjalan, pada periode pelaksanaan tahun ini sudah dua anggota kelompok masak di SDr desa Amol yang membayar denda. Uang denda tersebut di masukkan ke dalam kas kelompok ibuibu memasak dan digunakan untuk menambah uang belanja jika uang belanja untuk pembelian bahan makanan kurang. Kerjasama kelompok masak di desa Arnol dan Ainiut, ternyata tidak diikuti oleh kelompok masak di SDI Konbaki dan SDr Tuafanu. Baik SDr Konbaki maupun SDr Tuafanu kurang melibatkan orang tua murid, di SDr Konbaki kelompok masak didominasi oleh sekelompok kecil ibu-ibu yang dekat hubungannya dengan kepala desa. Pemilihan kelompok masak bahkan dilakukan oleh kepala desa dan ibu ketua PKK dengan alasan orang tua murid tidak bersedia karena sibuk dengan pekerjaan mereka dirumah dan dikebun, padahal menurut orang tua murid yang diwawancarai merke tidak terlibat karena tidak pemah diajak. Upaya menjaga kebersihan dan kesehatan telah dilakukan oleh keIompok masak. Sebagai contoh di SDr Arnol dan SDK Oelolok, ibuibu yang masak tidak boleh membawa anak kecil dan selama memasak tidak boleh makan sirih. Tetapi, upaya ini masih perlu terus ditingkatkan. Sebagai contoh, pada waktu peneliti mengamati bagaimana mereka memasak, ibu-ibu tersebut menggunakan dua tangan, kanan dan kiri tanpa alas tangan seperti plastik, untuk memegang adonan kuenya. Padahal jika diperhatikan, kuku tangannya kurang bersih. Tetapi di SD Polen, kelompok ibu-ibu telah menggunakan sarung tangan dari kantong plastik untuk menjaga kebersihan makanan yang dimasak.
.;

makanan. Ibu-ibu melalui ketua kelompok melaporkan rencana dan anggaran belanjanya kepada kepala sekolah. Sebaliknya, ibu-ibu juga percaya bahwa kepala sekolahjuga telah menggunakan uang PMT-AS untuk kebutuhan pelaksanaannya, bukan untuk keperluan pribadinya. Disamping itu, kepercayaan didalam kelompok masak juga berpengaruh terhadap kinerja kelompok tersebut. Sebagai contoh, di SDr Amol dan SDK Oelolok desa Ainiut, pengelolaan dana tidak hanya diputuskan oleh ketua kelompok saja tetapi bersama-sama dengan sekertaris dan anggota kelompok lainnya. Tidak ada kecurigaan antara anggota terhadap ketuanya karena anggota juga dapat melihat buku catatan belanja yang biasanya dikerjakan oleh ketua dan sekertaris kelompok.sekertaris. Mereka mengetahui berapa dana yang diterima dari kepala sekolah berapa dana yang keluar dan berapa sisanya. Di desa Ainiut, sisa uang ditabung untuk kemudian dibagikan kepada semua anggota kelompok masak sebagai 'sirih pinang' sedangkan di desa Arnol sisa dana ditabung untuk kemudian ditambahkan jika ada kekurangan dana untukjenis makanan tertentu. Keterbukaan dalam pengelolaan dana kurang berlaku di SDr Konbaki dan SDr Tuafanu. Anggota tidak mengetahui berapa besar dana yang sesungguhnya dan berapa yang dibelanjakan, karena anggota tidak dilibatkan kalaupun mereka membantu ke pasar mereka hanya berfungsi sebagai 'pembantu' dalam mengangkut bahan makanan dari pasar. Hal ini dapat menimbulkan kecurigaan antara anggota dan ketua kelompok dan juga antara anggota kelompok dengan kepala sekolah. Faktor pendorong berjalannya program pemberian makanan lainnya adalah adanya komitmen dari atas (dari tingkat pus at) untuk memanfaatkan bahan-bahan lokal, terutama bahan-bahan keperluan dasar seperti jagung, singkong, beras ketan, kelapa dan sebagainya. Sayangnya, dalam implementasinya kebutuhan akan bahan-bahan sering kali tidak dapat dipenuhi di desa, karena hasil panen seperti jagung dansingkong biasanya musiman. Musim kemarau yang panjang tahun ini telah memberikan dampak yang besar terhadap produksi pertanian di NIT, bahan-bahan yang menjadi kebutuhan utama pembuatan makanan seperti jagung dan singkong menjadi langka di

Faktor pendorong yang ketiga adalah adanya kepercayaan antara anggota tim pelaksana, misalnya kepala sekolah percaya kepada ibu-ibu yang mendapatkan uang untuk dibelanjakan bahan-bahan

90

91

Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-ASJ Nusa Tenggara Timur

K.jian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-A SJ Nus. Tenggara Timur

desa-desa. Jika ada harganyapun sangat mahal. Akibatnya, penyediaan bahan IokaI yang semula berperan sebagai faktor pendorong . berjalannya program, sekarang berubah menjadi kendala. Konsekuensinya, banyak kelompok ibu-ibu yang berbelanja di pasar di luar desa. Sebagai contoh, kelompok ibu-ibu memasak di SD Arnol harus membeli bahan-bahan di pasar Kefamenannu, ibukota kabupaten, berarti, ibu-ibu tersebut harus menge1uarkan uang untuk transport. Disamping harus berbelanja ke luar desa, ibu-ibu juga harus membayar bahan-bahan kebutuhan dengan harga yang lebih mahal karena adanya kenaikan harga sebagai akibat krisis moneter. Disamping bahan-bahan makanan, sesuai dengan kebijaksanaan dari ibu Gubemur NIT, peralatan yang digunakan murid terbuat dari bahan lokal seperti tempat makanan terbuat dari batok kelapa dan gelas terbuat daribambu. Ide untuk memanfaatkan bahan lokal ini cukup baik, asalkanpemeliharaannya dilakukan dengan baik juga sehingga peralatan tersebut dapat memenuhi standar kesehatan. Hasil pengamatan lapangan mengungkapkan bahwa sebagian peralatan kurang memenuhi standar kesehatan , karena piring yang terbuat dari batok kelapa dan gelas dari bambu yang digunakan anak-anak sekolah temyata berjamur. Hal ini mungkin dikarenakan kurang bersihnya murid dalam mencuci dan mengeringkan peralatannya, walaupun setelah mencuci, sebagaian murid khususnya di SDI Arnol mengeringkan piring dan gelas mereka dengan kain yang mereka bawa dari rumah. Keadaan yang demikian tentu saja akan mempengaruhi kesehatan murid. Karena itu, sebelum menimbulkan permasalahan kesehatan, penggunaan batok kelapa dan bambu untuk peralatan makanan murid sekolah di NIT perlu dipertimbangkan kembali, Dalam rangka mengantisipasi dampak negatif penggunaan batok kelapa dan bambu, penggunaan peralatan makan dan minum di SDN Polen sudah tidak semuanya menggunakan bahan-bahan alami tersebut. Sebagian murid sudah menggunakan piring untuk tempat makanan dan gelas plastik (bekas gel as aqua) sebagai tempat minum. Tetapi upaya pengalihan peralatan tersebut tidak dilakukan secara terbuka, karen a tim pelaksana termasuk. guru-guru masih ragu-ragu dan sedikit takut menyalahi ketentuan yang ditetapkan oleh ibu gubemur.

Kendala-kendala

yang Dihadapi

Beberapa kendala yang dapat menghambat kinerja PMT -AS di tingkat sekolah adalah terbatasnya sumber daya manusia dan kualitas mereka, terbatasnya bahan dasar yang ada di desa, dan padatnya jadwal kegiatan, khususnya bagi kepala sekolah dan kelompok ibu-ibu yang memasak, serta belum terintegrasi program IDT dalam menunjang pelaksanaan PMT-AS. Terbatasnya sumber daya manusia dan rendahnya kualitas mereka mernpakan kendala yang dapat mempengaruhi kinerja PMTAS. Sebagai contoh, kepala sekolah mempunyai pendidikan yang tinggi di desa, dan karena jumlah penduduk yang berpendidikan masih sangat terbatas maka kepala desa mengerjakan banyak tugas, tidak hanya tugas di sekolah saja, tetapi juga tugas-tugas yang ada di desa. Sebagai contoh, di desa Konbaki, Kecamatan Perwakilan Molos Selatan, Kabupaten TIS, Kepala SD GMIT disamping bertugas sebagai kepala sekolah juga bertugas sebagai wali kelas satu dan wali kelas dua, serta sebagai ketua LKMD desa. Karena banyaknya tugas yang hams dikerjakannya, maka kepala sekolah tersebut belum sempat untuk membuat laporan kegiatanpe1aksanaan PMT-AS, bahkan beliau juga belum sempat mengisi formulir Al dan A2 yang mernpakan persyaratan dalam pengambilan dana tahap ke dua. Akibat keterlambatan ini, murid sekolah SDGMIT pembagian makanan tahap kedua mengalami keterlambatan, padahalpemberian makanan tahap pertama sudah selesai. Terbatasnya jumlah tenaga yang terampil juga dirasakan oleh ibu-ibu yang bertugas memasak makanan. Walaupun di propinsi NTT sudah dikeluarkan buku resep makanan yang berlaku untuk seluruh wilayah, tetapi rendahnya pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu juga berpengaruh dalam pengolahan makanan. Pelatihan pengolahan bahan makanan, sebetulnya sudah dilakukan oIeh penyelenggara tingkat kabupaten kepada ibu ketua TPPKK desa dan beberapa kader PKK, tetapi pengetahuan tersebut belum menyebar secara merata pada kelompok ibu-ibu yang memasak.

.;

92

93

KajJan Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT·A S) Nusa Tenggara Timur

Kajian Kirlerja Program Makanan Tambaharl Anak Sekolah (PMT.A S) Nus. Tenggara Timur

Menu makanan harus mengikuti daftar yang telah dikeluarkan oleh Kesehatan. Sebetulnya, ketersediaan buku menu ini sangat membantu kelompok ibu-ibu yang memasak, karen a menu makanan tersebut telah diuji standar kalori dan protein sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Dari sejumiah menu yang ada, dipilih menu-menu yang '" dimasak berdasarkan saran dari ibubidan desa. Ibu-ibu dari kelompok masak, memasak makanan sesuai dengan menu yang telah ditetapkan untuk hari itu. Menurut ibu-ibu disemua desa penelitian, karena mereka belum pemah mempraktekkan menu, kadang-kadang makanannya tidakjadi, misainya terlalu 'Iembek', untuk mengatasi masalah mereka hams tambah bahan ini dan itu agar kuenya berbentuk dan jadi sehingga bisa diberikan kepada anak-anak, lbu-ibu berusaha untuk mengikuti resep makanan sesuai dengan ketentuan dari buku (fotocopy) yang ada dimuka mereka. Di SD Amol, ibu-ibu menimbang potongan kue satu persatu, sehingga sesuai dengan jumlah gram yang ditentukan, tetapi sekarang karena adanya 'krismon' (krisis moneter) harga-harga kebutuhan meningkat, mereka mengatakan sudah tidak menimbang beratmakanan lagi. Menurut mereka, yang penting saat ini semua anak masih mendapatkan makanan kudapan. Berbeda dengan SDI di desa Arnol, rendahnya SDM dan kurangnya pelatihan di desa Konbaki menyebabkan kelompok masak di SDI Konbaki tersebut mempunyai persepsi sendiri mengenai volume makanan kudapan anak sekolah, mereka tidak menimbang berat makanan tetapi setiap anak mendapatkan empat potong makanan. Konsep empat potong makanan ini mereka dapatkan dengan mengkonversi harga satu potong kudapan di warung sebesar Rp 100, sedangkan dana per murid sebanyak Rp 350,- berarti setiap anak mendapatkan 3,5 potong atau dijadikan empat potong kue per murid. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap standar gizi yang telah ditentukan, agar uangnya cukup maka mereka mengatur komposisi bahan dengan melebihkan bahan-bahan yang harganya relatif lebih murah dari yang lain, misalnya singkong yang mengandung karbohidrat yang banyak, sedangkan gula atau kacang volumenya dikurangi atau sedikit saja. Kendala lain yang dapat mempengaruhi kinerja adalah padatnya jadwal memasak, khususnya kelompok ibu-ibu yang bertugas

memasak. Karena terlalu sering pergi memasak, sebagian ibu tidak bisa datang ketempat masak karena ibu-ibu tersebut tidak bisa terus menerus meninggalkan tugas dan kewajibannya sehari-hari, misalnya menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga, membersihkan rumah, pergi kekebun dan sebagian bahkan juga membantu suami mereka mencari makanan untuk hewan temak. Hal ini terutama erat kaitannya dengan jumlah kelompok memasak di masing-masing sekolah yang bervariasi, ada yang hanya tiga kelompok, lima kelompok dan ada juga yang mencapai enam kelompok. Jumlah ke1ompok masak ini mempunyai pengaruh terhadap kinerja, karena untukjumlah kelompok yang sedikit akan mempunyai tugas memasak yang lebih banyak dari pada yang jumlahnya besar. Sebagai contoh, jika pelaksanaan pemberian makanan dilakukan tiga kali dalam seminggu, maka setiap kelompok akan bertugas memasak sekali dalam seminggu dan bagi sekolah yang mempunyai .enam kelompok, jadwal kerja mereka lebih ringan karena masing-masing kelompok memperoleh jadwal memasak dua minggu sekali. Dalam pelaksanaannya, sebagian besar sekolah, karena keterlambatan dana dan untuk mengejar waktu pemberian makanan, memberikan makanan tambahan pada murid sekolah setiap hari. Konsekuensinya, jadwal kegiatan ibu-ibu untuk memasak semakin padat, dua kali seminggu bagi sekolah yang hanya memiliki tiga kelompok dan sekali seminggu bagi sekolah yang terdiri dari enam kelompok. Disamping itu, banyak ibu-ibu yang rumahnya cukup jauh dari tempat memasak dan sekolah. Sebagian dari mereka bahkan hams berjalan kaki berkilo-kilometer, 2-3 kilometer, padahal waktu dimulainya memasak ini masih sangat pagi sekitar jam 5.00 - 6.00 pagi, agar masakan dapat disediakan tepat waktunya, yaitu jam istirahat pertama. Akiba1nya ibu-ibu tersebut hams meninggalkan rumahnya lebih pagi lagi, pada saat masih gelap melalui jalan-jalan setapak yang seringkali dikelilingi hutan belukar. Di SDI Konbaki dan SDK Oelolok anggota kelompok masak bahkan hams bermalam ditempat masak karena mereka mulai mempersiapkan makanan sejak seore atau malam hari, Seperti dikemukakan oleh informan kunci bahwa sore hari mereka mulai kerja,

94

95

baik di tingkat desa maupun kecamatan penelitian. Kegiatan ini didominasi oleh kepala desa. terutama jika ada kunjungan atau pemantauan dari keearnatan. Sebagian besar ibu-ibu dari kelompok masak yang berhasil diwawancarai mengatakan bahwa pekerjaan ini sangat melelahkan. khususnya sektor-sektor terkait. sekali-sekali memantau pelaksanaan PMT-AS. ketua PKK dan bidan di desa. setelah pelatihan. Bahkan untuk makan malam pada waktu masakpun mereka harus menyediakan sendiri secara bergiliran atau menyumbang bahan rnakan malarn kepada pemilik temp at rnasak. pendanaan. tetapi sering juga mereka harus menambah kekurangan bahan makanan seperti pisang. rnelalui programsektoral yang rei evan dan menunjang PMT-AS. Kepala desa terlibat langsung dalam tahap persiapan pelaksanaan PMT-AS.mur misalnya membersihkan beras ketan atau membuka kulit dan batok kelapa. Dari pelatihan tersebut kepala desa lebih mengetahui dan memahami apa maksud dan manfaat PMT-AS. Kepala desa bersama-sama dengan kepala sekolah. misalnya daun pi sang dan kayu bakar. Dalarn implementasinya. Sedangkan carnat perannya lebih terfokus pada tahap persiapan dan monitoring PMT-AS. sedangkan kegiatan pelaksanaan PMT-AS berupa pemantauan atau monitoring PMT-AS dilapangan. Tetapi. khususnya sosialisasi PMT-AS dan pembentukan kelompok masak. karena semua pekerjaan dikerjakan secara manual oleh kelompok keeil yang terdiri dari 3-4 ibu. . Di Konbaki misalnya. kabupaten atau propinsi. dan pengelolaan seeara tidak langsung berupa keterlibatan tim pengelola. dan apa yang harus mereka persiapkan dalam pelaksanaannya di sekolah-sekolah yang ada di desa masing-masing.2. sarnpai dengan berakhimya kegiatan PMT-AS dalam satu tahun ajaran. mulai sekitar jam 6 sore dan selesai jam 5 pagi. Pekerjaan mempersiapkan bahan-bahan ini memerlukan waktu yang cukup lama. Pengelolaan Langsung Kegiatan PMT-AS Pengelolaan PMT -AS. pelatihan. rneliputi keseluruhan proses penyelenggaraan PMT-AS. baik di tingkat desa maupun tingkat kecarnatan. keinginan mereka ditolak oleh Kepala Desa dengan alasan bahwa ibu-ibu tersebut sudah berpengalaman dan namanya sudah terdaftar di propinsi dan pusat. kemudian kegiatan pelaporan dalam eakupan des a dan kecamatan. pengelolaan PMT-AS belum dilakukan secara optimum. Pengelolaan PMT-AS di Tingkat Desa dan Kecarnatan Desa dan kecamatan. tetapi dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada kepala seksi PMD Kecamatan. Setelah PMT-AS berjalanperan kepala desa sudah berkurang. 96 97 . Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-ASj Nusa Tenggara T. idealnya. yaitu pengelolaan yang secara langsung dilakukan dalam kegiatan PMT -AS rnulai dari persiapan sampai berakhimya pelaksanaan PMT-AS tahun ajaran yang sedang berjalan. karena itu mereka ingin berhenti dan digantikan oleh ibuibu lain yang belurn berpartisipasi. dan sosialisasi PMT-AS. Kegiatan awal lebih terfokus pada persiapan dan kesiapan pendataan. untuk menyiapkan makanan.. pelaksanaan. padahal mereka harus membuat kue dalam jumlah lebih dari 600 potong (setiap murid mendapat 4 potong kue). kelompok masak memerlukan waktu hampir sehari semalam. Dalarn kajian ini pengelolaan PMT-AS dibagi kedalarn dua bagian. Pengelolaan yang dilakukan oIeh tim pengelola tingkat desa lebih terfokus pada tahap persiapan pelaksanaan PMT-AS. dan mereka juga harus rnenyumbang untuk bahan-bahan tertentu. mengadakan pertemuan dengan mengundang anggota 4. menumbuk tepung beras dan sebagainya. walaupun sebetulnya carnat mernpunyai tugas-tugas lain yang cukup penting seperti membuat rekapitulasi laporan dan rnengawasi pelaksanaan PMT -AS. mernpunyai peran yang cukup penting dalarn pengelolaanPMT-AS. Partisipasi mereka tidak hanya berupa tenaga.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nus« Tenggara Timur Kajian Kinerj. dimulai dari tahapan awal. Mereka hampir tidak tidur semalaman. Kepala desa merupakan salah satu wakil yang diundang dalam pelatihan PMT -AS di tingkat kecamatan atau kabupaten sebelum dimulainya pelaksanaan pemberian makanan.

Setelah pulang pelatihan hasil yang diperoleh tidak disebar-luaskan. kepala sekolah semakin beperan setelah PMT-AS berjalan di sekolah-sekolah. Sedangkan di SD Oelalak yang letaknya sangat dekat dengan Puskesmas dan di SDI Tuafanu. Disamping PKK. lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain seperti untuk biaya perjalanan dan konsultasi ke kecamatan dan biaya menjamu tamu-tamu yang datang untuk meninjau atau memantau kegiatan PMT-AS. padahal sumber dayanya masih sangat terbatas. sekali-sekali bidan datang kesekolah untuk memantau kelompok masak dan pemberian makanan. Di sebagian besar lokasi penelitian PKKnya belum mendapat pelatihan dan di lokasi yang mendapat pelatihan. mungkin karena kesibukan tugas mereka. Sebaliknya. Koordinasi antara kepala desa dan PKK di semua lokasi penelitian cukup baik. akibatnya. Sebaliknya. Tugas PKK dalam PMT-AS cukup berat. anggota tim pengelola yang cukup berperan dalam pelaksanaan PMT -AS adalah PKK. PKK terlibat lang sung dalam pembentukan kelompok masak di tiap-tiap sekolah yang ada di desa. Kelompok masak. guru. dan (2) membentuk tim pengelola di tingkat desa. adalah istri kepala desa. khususnya kelompok ibu-ibu yang akan bertugas memasak. mungkin dikarenakan 98 ketua PKK. Setelah PMT-AS berjalan di sekolah. Disamping kepala desa. kecuali di dusun 99 . tetapi kurang berfungsi. adalah anggota PKK karena setiap ibu rumah tangga di desa di'klaim' sebagai anggota PKK. Peran anggota tim lainnya hampir tidak ada. dalam implementasinya tim pengelola dari desa-desa yang diteliti bekerja tanpa SK kepala desa. bidan desa. bagi tim pengelola. Peran bidan desa di desa Arnol sangat dirasakan pada tahap awal persiapan pelaksanaan PMT-AS. misalnya di desa Konbaki. dan aparat desa lainnya dengan tujuan (1) memberikan informasi tentang PMT-AS dan rencana pe1aksanaannya di sekolah-sekolah yang ada di desa tersebut. se1ain PKK. Dari empat desa penelitian. Kepala sekolah tidak hanya bertugas mengatur pelaksanaan pemberian makanan tetapi juga terlibat lang sung dalam proses pencairan dana baik dana untuk bahan makanan maupun dana pembinaan di tingkat desa. terutama dalam penentuan jenis menu dan pemberian obat cacing.sekali-sekali memonitor jalannya pemberian makanan tambahan. hanya satu atau dua ketuaianggota saja yang ikut. walaupun sebagian ibu-ibu anggota kelompok masak mengatakan bahwa mereka tidak masuk PKK. peran kepala desa menjadi sangat berkurang. karena tidak ada pelatihan di tingkat desa. dan bertanggung jawab terhadap pembuatan laporan keuangan dan kegiatan pe1aksanaan PMT-AS. dengan ketuanya yang juga merupakan Ketua II LKMD. sedangkan di desa-desa lainnya bidan kurang aktif karen a berbagai kendala. tetapi setelah beberapa waktu kelompok masak sudah mempunyai jadwal menu dan dapat bekerja sendiri maka peran bidan sudah mulai berkurang. Walaupun dalam pedoman yang ada.ra Timur Kallan Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko(an (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur organisasi orang tua murid (BP3). kepala desa membuat Surat Keputusan (SK) untuk tim pengelola. Menurut kepala-kepala desa tersebut. anggota PKK. biasanya jika ada peninjauan dan pemantauan dari tingkat kecamatan atau tingkatan yang lebih tinggi. mereka belum mengetahui kalau tim pengelola memerlukan adanya SK.000 per tahun. bidan desa juga mempunyai peran yang cukup penting dalam pelaksanaan PMT-AS. Kepala desa . Jumlah tersebut tentu saja belum mencukupi kebutuhan. idealnya. Pembinaan yang dilakukan pada masingmasing sekolah juga sangat minim atau bahkan tidak ada. juga sangat jarang dikunjungi petugas Puskesmas atau bidan desa.n Kinerja Program MaxaMn Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) Nusa Tengg. walaupun ada lembaga LKMD.Kaji. Uang pembinaan kepala desa untuk masing-masing sekolah sebanyak Rp 50. terutama kelompok ibu-ibu yang memasak mengatakan bahwa untuk memasak makanan untuk anak sekolah mereka tidak memerlukan SK karena yang terpenting bagi mereka adalah bahwa anak-anak sekolah yang juga anak-anak merekajuga bisa mendapatkan tambahan makanan yang sehat dan bergizi. Ketua PKK bertugas mengkoordinasi tugas kelompokkelompok masak dan pada waktu-waktu tertentu mengadakan peninjauan dan pemantauan pada saat kelompok tersebut bertugas. apalagi jika ditinjau dari sisi kualitas wakil PKK yang masih rendah untuk memahami materi pelatihan yang hanya berIangsung 2-3 hari. bidan desa yang aktifhanya terdapat di desa Amol saja. bidan desa dulunya tidak tinggal di desa tersebut.

Keadaan semakin memprihatinkan terutama untuk daerahdaerah dimana transportasi belum lancar. . Kepala Sekolah datang ke Kantor Pos membawa persyaratan yang telah ditentukan yaitu Formulir Al dan A1 yang telah diisi. sampai dengan akhir bulan Januari 1998. Kepala-kepala Sekolah dapat menumpang mobil tersebut ke jalan raya. Kedatangan pertama adalah untuk menyerahkan semua perlengkapan yang diperlukan. PadahaJ. mereka harus berjalan kaki sekitar 9 kilometer dulu sebelum melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum. jika tidak uang tersebut tidak bisa diambillagi (hangus). jumlah SDIMI yang telah melaksanakan PMT-AS sebanyak 91 persen. maka Kepala Sekolah langsung bisa mendapatkan dana. Dana PMT-AS di Tingkat SDIMI. antara lain adalah kesibukan kepala sekolah yang tidak hanya bertugas sebagai kepala sekolah. pihaknya telah melaporkan sekolah-sekolah yang belum mengambil dananya kepada PMD yang menangani PMT-AS. tidak hanya karena menyita waktu melainkan juga memerlukan biaya untuk uang transport dan bahkan bagi Kepala Sekolah dari tempat yang terisolasi juga harus mengeluarkan uang untuk penginapan. jumlahnya cukup banyak di propinsi NIT. hanya sekali-kali mobil masuk ke desa Galan dari desa ke jalan raya sedang dalam konstruksi). Kantor Pos Kecamatan akan mengirimkan berkas tersebut ke Kantor Pos Perwakilan untuk mendapatkan pengesahanltanda tangan. Proses ini memakan waktu sekitar seminggu. untuk Kabupaten TIS. proses pengambilan ini tidak ada masalah. di Tingkat Desa dan Kecamatan Pengambilan dana untuk pelaksanaan PMT-AS di tingkat SDIMI dan tingkat desalkelurahan dilakukan di Kantor Pos Kecamatan yang telah ditentukan. Jika ada mobil masuk ke desa. Akibatnya. Karena itu. Kepala Sekolah Datang lagi ke Kantor Pos Kecamatan untuk mengambil uang. pada waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni semua sekolah telah mengambil dana PMT-AS. tetapi bagi sekolah yang letaknya jauh seperti di desa Konbaki. Kepala Sekolah hams datang ke Kantor Pos dua kali atau bahkan lebih. dan karena lokasi sekolah dan desa yang terisolasi sehingga sarana transportasi masih sangat minim atau bahkan belum ada. baru berkas itu dikirimkan kembali ke Kantor Pos Kecamatan. belum semua sekolah di propinsi NIT telah mengambil dana pelaksanaan PMT-AS. dan kurang dilibatkan. ketua LKMD dan kegiatan-kegiatan desa lainnya. belum semua sekolah memberikan makanan tambahan untuk muridnya. Sekolahsekolah ini letaknya tidak terisolasi. Hal ini tercermin dari pernyataan mereka bahwa pertemuan untuk membahas PMT-AS masih sangat . Menurut staff dari Kantor Pos.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nus« Tangyara Timur Fatusena. sekolah yang lokasinya cukup jauh dari Kantor Pos dan letalrnya terisolasi. atau bahkan tidak ada. tetapi kalau tidak. Sebagai contoh. Jikapersyaratan yang diperIukan sudah lengkap. Tetapi.. karena Kepala Sekolah dapat meninggalkan waktu mengajar atau tugasnya sebentar saja. tetapi juga merangkap sebagai guru seringkali untuk beberapa kelas. Soe dan Kefa. berarti. Menurut kebijaksanaan yang telah ditetapkan. Sebagai contoh. dan persyaratan administrasi lainnya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). disamping mereka telah memberi informasi ke sekolah-sekolah tersebut. Ada beberapa alasan mengapa beberapa sekolah (12 sekolah) belum mengambil dananya. padahal menurut jadwalnya sekolah sudah mengambil dana untuk tahap akhir pelaksanaan PMT -AS tahun ajaran 1997/1998. Bagi sekolah yang letalrnya dekat dengan Kantor Pos. keadaan seperti ini memberatkan. walaupun sebagian sekolah baru mengambil dana untuk triwulan ke dua. Kemudian. Tetapi dalam pelaksanaannya. sekitar 9 kilometer dari jalan raya utama yang menghubungkan kota Kupang. 101 .terbatas. Kepala Sekolah harus 100 berjalan kaki berkilo-kilometer sebelum mencapai kendaraan umum. SD Inpres dan SD GMIT di desa Konbaki yang termasuk kedalam Kecamatan Pembantu Molos Selatan. tetapi sarana transportasi umum belum lancar. informasi yang diperoleh dari Ditjen anggaran berdasarkan petunjuk dari pusat (Bappenas) menyatakan bahwa sekolah harus mengambil dananya sampai dengan pertengahan bulan Maret.

000 per tahun dikelola oleh kepala sekolah. pelaksanaan PMT-AS barn pada tahap triwulan ke dua. untuk periode satu tahun dana bahan makanan disalurkan dalam tiga tahapan dan setiap tahap untuk pelaksanaan selama tiga bulan atau triwulan. bagi sekolah yang belum mengambil dana tahap pertama. Sebulan kemudian (Oktober) merekadipanggil untuk mendapatkan pembinaan dan pelatihan di kabupaten. Hasil studi di lima sekolah mengungkapkan bahwa hampir semua sekolah tersebut menerima dana tahap pertama pada akhir bulan November.000 per sekolah yang dikelola oleh kepala desa. sedangkan lokasi penelitian lainnya tidak menerapkan persyaratan seperti ini. Dana keluar satu bulan ~etelah pelatihan. Disamping dana untuk bahan makanan. tetapi datang surat d~ kabupaten ya~~ menyatakan bahwa hari makan adalah tiga kali semmggu. waktu penyaluran dana PMT-AS. tetapi karena keterlambatan dari mereka sendiri. 102 keterlambatan tersebut dikarenakan keterlambatan dana dari Kantor Pos. waktu yang cukup pendek untuk mempersiapkan pelaksanaan di desa. sedangkan untuk SDI Konbaki barn menerima dana pertama pada bulan Desember. tetapi seperti halnya dana untuk bahan makanan. Tetapi. sebetulnya. sedangkan untuk tingkat desa dana pembinaan sebesar Rp 50.' Persyaratan laporan ini hanya terdapat di Kecamatan Amanuban Selatan. Sebaliknya dari hasil wawancara dengan beberapa Kepala Sekolah terungkap bahwa keterlambatan tersebut bukan dikarenakan permasalahan yang ada di kantor Pos. Konsekuensinya. pemberian makanan tambahan dilaksanakan setiap hari agar dapat memenuhi ketentuan bahwa pemberian maka~an tambahan harus dilaksanakan sebanyak 36 kali untuk satu tahap (tiga bulan). mengatakan bahwa karena kesibukannya. Untuk tingkat SDIMI dana pembinaan sebanyak Rp 100. Kepala sekolah bertanggung jawab dalam pencairan semua jenis dana di tingkat SDIMI dan desa. ada SD yang meningkatkan jumIah hari makan dari standar tiga kali seminggu. baik oleh 103 . mereka belum dapat mengambil dana tahap ke II. beliau belum sempat membuat laporan dan mengisi formulir untuk pengambilan uang. Dana tahap pertama datangnya sangat terlambat. termasuk pembentukan kelompok masak.Kajian Kinefja Program MaHanan Tambahan Anak Sekofah Kajian Kiner}a Program Makanan T. Dana pembinaan ini tidak diberikan sekaligus. ~inggu ini bahkan menjadi kendala dalam pelaksanaan PMT-AS di tingkat SDIMI. Agus~s dan Septemb. Disamping itu. Sebagai contoh.mbahan Anak Sekofah (PMT-AS) (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Nose Tenggara Timur Sesuai dengan pedoman pelaksanaan PMT-AS. Dana pembinaan digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti pelaporan. Dengan demikian. Penyaluran dana dilakukan sedemikian rupa sehin~ga pel~ksana~ pemberian makanan tambahan dapat diberikan sejak murid mulai be1ajar pada tahun ajaran baru. Dalam implementasinya.er. Menurut staff dari PMD dan beberapa anggota Forum Koordinasi. Menurut Kepala Sekolah. beliau belum bisa mengambil uang di Kantor Pos. tetapi juga dalam pelaporan. baik tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi. dana lain yang diberikan di tingkat desalkelurahan adalah dana pembinaan. diberikan secara bertahap. konsultasi ke kecamatan atau kabupaten. Sekolah tersebut belum dapat mencairkan dana triwulan III karena belum menyelesaikan laporan yang menjadi persyaratan dalam pencairan dana. biaya pengambilan dana ke kantor pos dan pertemuan-pertemuan. tidak terlalu terlambat. SDK Oelolok dan SDI Konbaki hampir menyelesaikan kegiatan PMT-AS untuk tahun ajaran 1997/1998. kebijaksanaan perubahan hari makan anak per. Misalnya. Fungsi dan peran kepala sekolah ini dapat menimbulkan kecemburuan kepada kepala sekolah. ketentuan tersebut tidak dapat dilaksanakan. Kepala Sekolah GMIT desa Konbaki. Sebagian besar sekolah yang diteliti telah mencairkan dana untuk pelaksanaan PMT-AS tahap akhir dan sudah mulai melaksanakan pemberian makanan tambahan untuk triwulan tersebut. karena mereka diminta dari kecamatan untuk mengumpulkan data murid pada bulan Agustus dan barn mengirimkannya ke kecamatan pada bulan September 1997. padahal dana tersebut seharusnya digunakan untuk pembelian bahan makanan untuk bulan Juli. Keadaan lUI membuat kepala sekolah bingung tidak hanya dalam menetapkan jumlah hari pemberian makanan di sekolah. Pada waktu penelitian SDI Amol. sehingga mereka dapat mengambil dana walaupun belum ada laporan. Tetapi untuk SDI Tuafanu.

Di tingkat SDIMI pelaporan belum dapat dilaksanakan setiap bulan. hanya desa Amol yang sering dipantau petugas. termasuk juga kaur-kaur yang ada. mulai dari tingkat SDlMr. Laporan kegiatan belum menjadi prioritas. Pelaporan dilakukan secara berjenjang. Anggota tim lainnya. Sebaliknya SDI Konbaki belum pernah dipantau dari tingkat kecamatan.000 per desa) biasanya melibatkan semua aparat kecamatan. materi pemantauan untuk tahun 199711998 menggunakan formulir laporan yang dibuat oleh Professor Soekirman. terutama jika ada pemantauan dari atas atau jika ada permasalahan dalam pelaksanaan PMT-AS di desa atau sekolah. Kegiatan makanan yang seharusnya dilakukan tiga kali seminggu.September baru turun pada akhir November atau Desember dan pemberian makanan tambahan baru dapat dilaksanakan pada bulan Desember atau Januari. bagaimana Kepala Sekolah membuat laporan setiap bulan mulai dari bulan Juli. Karena kesibukan kepala sekolah. Sebagai contoh. jika dana untuk bulan Juli . baik di tingkat SDIMI maupun tingkat kecamatan belum berjalan sesuai dengan petunjuk yang ada. pelaporan. kepala sekolah SDr Konbaki menyatakan bahwa sekolahnya belum membuat laporan karena kegiatan PMT-AS di SD tersebut belum selesai. itupun setelah makanan siap dibagikan. sebagian kepala sekolah baru sekali membuat laporan. desa. maka pembuatan laporan tertunda. Pemantauan dari tim pengelola tingkat kecamatan dilakukan secara terencana ke desa-desa paling sedikit satu kali dalam setahun. Laporan yang te1ah dipersiapkan ini kemudian dikirimkan ke Kecamatan. biasanya tim pemantau langsung ke sekolah. karena itu belum ada sekolah yang membuat laporan kegiatan. kabupaten dan propinsi. tetapi pemantauan dapat dilakukan sewaktu-waktu. Hal ini terutama terjadi jika kepala sekolah kurang transparan dalam pengelolaan dana. Ketiga. Pada waktu pemantauan itu secara tidak Iangsung juga dilakukan pembinaan-pembinaan oIeh tim pemantau. untuk tahun anggaran 1997/1998. khususnya SDr Amol. Pemantauan yang terencana (satu kali) menggunakan dana pemantauan dari atas (Rp30. Faktor kedua yang menyebabkan belum lancarnya pelaporan adalah kendala dari pihak SDIMI. Pertama. kerena itu pelaksanaan PMT-AS di SDr ini lebih baik jika dibandingkan dengan SD lainnya di Iokasi penelitian. khususnya kepala desa dan ketua PKK. Untuk kecamatan Insana dan Miornafo Timur. Kedua. pemantauan hanya dilakukan sekali-kali oleh tim pengelola tingkat desa. Alasan pertama. Kepala sekolah bertanggung jawab dalam pembuatan laporan tertulis tentang pelaksanaan dan alokasi penggunaan dana PMT -AS belum dapat menjalankan tugasnya dengan berbagai alasan. sehingga tim pengelola baik tingkat desa maupun tingkat kecamatan juga turut memantau ke sekolah. Laporan baru akan dibuat jika kegiatan PMT-AS untuk tahun ajaran ini berakhir. Dalam implementasinya. Pelaporan Pemantauan Dari keempat desa penelitian. Pada waktu pemantauan dari atas ini. karena dua alas an yaitu: pelaksanaan PMT-AS belum sesuai dengan jadwal disebabkan adanya keterlambatan turunnya dana dan kendala dipihak pembuat laporan. khususnya laporan keuangan untuk memenuhi keperluan administrasi. akhirnya dilaksanakan setiap hari untuk mengejar ketertinggalannya. keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di desa yang menyebabkan kepala sekolah mempunyai tugas lain disamping tugasnya sebagai kepala sekolah. Pemantauan dilakukan sewaktu-waktu tanpa jadwal yang tetap. Akibatnya. pembagian tugas 105 104 . sampai dengan tingkat pusat dan waktu pelaporan juga telah diatur dalam pedoman pelaksanaan. seperti bidan desa selama pelaksanaan PMT-AS di sekolah ini bam datang sekali-dua kali saja. kepala sekolah belum memahami kewajibannya untuk membuat laporan setiap bulan.Kajian Kinerja Program Makanan Tembehen Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kineria Program Makanan Tambahan Anak Sekotah (PMT·AS) Nusa Tcnggara Timur tim pengelola tingkat desa maupun tim pe1aksana tingkat SDIMI. baik dari kecamatan.

Alasan kedua ketidak lancaran laporan kecamatan adalah kendala di tingkat kecamatan. Ketidak lancaran laporan ini terjadi di semua kecamatan yang dite1iti. dan laporan tersebut bisa berjalan sesuai denganjadwal yang ditentukan. kepala sekolah dibawah wewenang Dinas P&K kecamatan. Laporan wajib diserahkan kepada penilik sekolah dalam pertemuan tersebut dan penilik meneruskan laporan ke camat. terutama dalam pertemuan kelompok atau gugus. walaupun kepala desa mendapatkan dana pembinaan. Dalam pelaporan PMT-AS. tetapi mengingat terbatasnya tenaga dan biaya cara ini hanya dapat dilakukan di beberapa SDIMI saja. sebetulnya kepala sekolah dapat melimpahkan pembuatan laporan PMT-AS kepada sekertaris atau bendahara PMT-AS di sekolah tersebut. Inisiatif lainnya untuk mengatasi keterlambatan laporan dari sekolah belum banyak dilakukan. idealnya. Untuk mengatasi kendala ini. biaya untuk pelaporan tersebut cukup besar. Keempat. juga belum berjalan baik. kepala sekolah mengambil porsi dana pembinaan kepala sekolah untuk keperluan pelaporan. Padahal. dari Tentu saja pelibatan ini memerlukan legitimasi dari atas seperti Departemen P&K dan biaya operasional yang hams dipertimbangkan dari pusat. semua tugas dan kewajiban bertanggung jawab kepada Dinas P&K. karena dua alasan yaitu: tidak lancamya pelaporan di tingkat SDIMI dan kendala yang ada di tingkat kecamatan sendiri. dengan melibatkan penilik sekolah yang setiap bulan mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah. alasan dana untuk biaya pembuatan. penggandaan dan pengiriman laporan. sehingga alasan tidak ada waktu dapat diatasi. sangat diperlukan terutama dalam pemanfaatan potensi desa untuk menunjang pelaksanaan PMT-AS. sesuai dengan pedoman PMT -AS. karena jika mereka lalai ada sanksi yang akan mereka terima. Tenggara Timur Kajian K. padahal untuk pelaksanaan PMT-AS kepala sekolah di bawah tanggungjawab Camat selaku ketua tim pengelola PMT-AS tingkat kecamatan. padahal staff PMD kecamatan sangat terbatas baik jurnlah maupun kualitasnya. Secara birokrasi vertikal. Di kecamatan Meomafo Timur. Keterlambatan laporan dari tingkat SDIMI mungkin juga dikarenakan faktor struktur birokrasi. Dengan demikian. Tidak adanya hubungan birokrasi secara langsung antara kepala sekolah dan camat ini. keterlibatan kepala desa dalam pelaporan PMT-AShampir tidak ada. ~ Pelaporan di tingkat kecamatan. misalnya. Macetnya pelaporan di tingkat SDIMI berpengaruh terhadap pelaporan di tingkat Kecamatan. Camat selaku ketua tim pengelola tingkat kecamatan sudah berinisiatif untuk mengirimkan surat teguran kepada kepala sekolah yang belum mengirimkan laporan PMT-AS. penilik dan kepala sekolah mengetahui tugas dan tanggung jawabya. padahal. maka dibeberapa kecamatan seperti kecamatan Insana kabupaten ITU. Kepala desa. Misalnya. khususnya dalam pelaporan. Kepala desa hanya rnembubuhkan tanda tangan (rnengetahui) pada laporan yang dibuat oleh kepala sekolah dan satu rangkap laporan SDIMI tersebut disimpan di desa sebagai arsip.nerja Program Milkanan Temosnen Anak Sekolah (PMT·AS) Nils. Tidak ada dana yang jelas dan terperinci untuk pelaporan. setiap dua bulan. tidak diwajibkan untuk membuat laporan. mungkin ada kaitannya dengan ketidak lancaran laporan karena walaupun kepala sekolah terlambat atau tidak mengirimkan laporan tidak ada sanksi seperti sanksi administratif atau sanksi karier kepala sekolah akan terhambat. Walaupun kepala sekolah sangat sibuk. yang selama ini perannya sangat kurang. karena kecamatan wajib merekap laporan dari semua sekolah.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT·AS) Nus. Dugaan ini diperkuat oleh adanya kenyataan bahwa kepala seolah mengirimkan laporan sekolahnya setiap bulan ke Dinas P&K. Pekerjaan ini rnemerlukan cukup waktu. Misalnya di Kecamatan Insana hanya ada satu staff (yang 106 107 . PekeIjaan pelaporan dilakukan oleh seksi PMD tingkat kecamatan. laporan tingkat SDIMI diarnbil langsung ke sekolah. Tenggara Timur di SDIMI kurang merata. keterlibatan kepala desa. Pengalaman ini mungkin dapat dijadikan pelajaran bahwa laporan PMT -AS diasumsikan dapat berjalan lancar apabila juga melibatkan Dinas P&K Kecamatan yang juga anggota tim pengelola tingkat kecamatan. jika tidak penilik dapat menegur dan memberi peringatan kepada kepala sekolah. tetapi gagasan ini barn akan direalisasikan mengingat beliau bam saja menjabat camat di Meomafo Timur. seperti yang terjadi di SDI Arnol. disamping perannya dalam rnensosialisasikan program ini.

Program peningkatan produksi pertanian. mereka harus berjalan kali sejauh 8 kilometer sebelum sampai dijalan raya dan melanjutkan peIjalananke pasar di Niki-Niki dengan menggunakan kendaraan urnum. program peningkatan produksi pangan. Dalam implementasinya. tennasukjuga pelaporan. Sebagai contoh. Rakorcam dan sebagainya. Kelompok masak tidak dapat bekerja sarna dengan pedagang anggota IDT. program IDT. Misalnya. seperti bagaimana pokmas-pokmas dari program lOT dapat mendukung kegiatan PMT -AS. sehingga kegiatan yang ada masih mengacu pada petunjuk dari level atas. pokmas IDT mengusahakan penggemukan sapi. keuntungannya ada kendaraan yang masuk ke desa. masing-masing sektor yang terkait masih menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan.secara tidak langsung ditentukan berdasarkan kebijaksanaan dari tingkat atas. Disamping kegiatan PMT-AS. walaupun ada usaha dagang atau kios dari anggota kelompok IDT. Jika mereka terpaksa harus belanja pada bukan hari pasar. karena harga bahan lebih rnahal daripada jika membeli sendiri ke pasar yang letaknya cukup jauh. misalnya meminta rnereka untuk menyediakan bahan-bahan dari pasar. jika usaha anggota IDT dagang. Biasanya mereka membeli bahan seminggu sekali pada waktu hari pasar. Hal ini mungkin disebabkan desa belum punya 'power' dan "inisiatif' untuk melakukannya. tetapi untuk kegiatan IDT yang akan datang usaha IDT yang ada kaitannya dengan PMT-AS harus mendapat perhatian dan usulan desa perJu dipertimbangkan. di desa Amol dan desa Ainiut. sebetulnya sudah ada dimasing-masing kecamatan dan desa penelitian. Program-program sektoral yang dilaksanakan di desa masih berjalan sendiri-sendiri seperti semula. program Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) dan lainya. atau pokmas mengusahakan temak kambing atau babi. tetapi sumbangan program ini dalam mendukung pelaksanaan PMT -AS masih belum 2 Pengelolaan dana IDT tidak didasarkan pada usaha ke1ompok melainkan individu sehingga jumlah dana yang diterima masing-masing sangat terbatas. dan bagaimana program peningkatan produksi pangan di desa dapat mendukung ketersediaan bahan makanan kudapan yang diperlukan PMT-AS. tetapi usaha tersebut belum mampu' untuk menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan PMT -AS. peran tersebut masih sangat terbatas baik ditingkat desa maupun tingkat kecamatan. Tidak adanya keterkaitan ini disebabkan karena program lOT telah berjalan sebelum adanya PMT-AS. idealnya. belum ada keterkaitan dan keterpaduan dalam usaha mendukung PMT-AS. Kendala ini sebetulnya dapat diatasi dengan melibatkan semua anggota tim pengelola PMT-AS berpartisipasi dalam pelaksanaan program ini di kecamatan. Sebagai contoh. Keterbatasan ini tentu saja berpengaruh pada kelancaran pelaksanaan laporan PMT -AS di tingkat kecamatan. sumbangan program lOT terhadap pelaksanaan PMT-AS di semua lokasi penelitian masih sangat minim atau hampir tidak ada. Program-Program Penunjang Peran desa dan kecamatan. terutama melalui program-program yang sebetulnya sudah ada di desa maupun kecamatan. Di desa Konbaki. kecamatan dan kabupaten. 109 108 . GNOTA. Pengelolaan Melalu. disamping itu kegiatan IDT. Usaha-usaha pokmas belum ada hubungannya dengan kebutuhan yang diperlukan untuk pelaksanaan program. staff tersebutjuga harus mengurus kegiatan lainnya seperti lOT. Demikian juga dengan tingkat kecamatan. Agak sulit bagi desa untuk merubah ketentuan yang ada. sangat besar dalam menunjang pelaksanaan PMT-AS. sapi dipelihara kemudian dijual setelah besar. karena sangat sulit bagi staffPMD untuk melakukan semuanya sendiri. usaha tersebut dalam skala yang sangat keeil. be1um ada koordinasi yang dapat memadukan program-program sektoral dalam menunjang PMT-AS. Tugas desa atau kecamatan untuk mengkaitkan dan merealisasikan program-program yang ada di desa untuk mendukung PMT-AS. terutama dari tingkat kabupaten sehingga perencanaan dari bawah dapat segera diwujudkan.a Timur juga merangkap ketua PMD) yang harus mengurus semua keperluan PMT-AS. Misalnya.KaJian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sakotan (PMT-A S) Nusa Tenggara Timur Kajian Kine'ja Program Makanan Tambahan Anak Sekotah (PMT-AS) Nusa Tangga. program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (upGK).

Untuk mengatasi kendala kekeringan ini. antara lain proyek 'Jagung Bisma' dengan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah). Kegiatan kecamatan Tuafanu yang sedang direncanakan untuk mendukung PMT -AS adalah pembuatan gula dari pohon lontar yang banyak terdapat di kecamatan ini. sehingga terpaksa di'puso'kan. Satu-satunya kegiatan pertanian yang berhubungan langsung dengan PMT-AS adalah kebun sekolah dalam bentuk 'demplot' yang dike lola oleh PPL di desa Tuafanu. kelompok masak PMT-AS sudah dapat membeli kacang hijau dari produksi desa masing-masing. Hal ini sangat diperlukan.k Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Tltnur Kajian Kirlerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur tampak nyata. Produksi pertanian belum menunjukkan produksi yang optimum karena usaha pertanian rakyat masih dilakukan secara tradisional alamiah. terutama untuk mengurangi biaya karena harga gula sangat mahal.instansi bervariasi. disamping untuk mempromosikan bahan lokal yang berpotensi di daerah ini. Sedangkan di sekolah-sekolah lainnya di lokasi penelitian sudah ada kebun sekolah. Reneana kerja ini akan direalisasikan pada musim hujan tahun ini. Dinas P&K dan Kanwil Dikbud. belum nampak jelas usaha sektor-sektor terkait dalam merealisasikan program-program sektomya dalam mendukung pelaksanaan PMT-AS. tetapi proyek ini mengalamikegagalan. Gambaran produksi pertanian dilokasi penelitian mengungkapkan bahwa bahan baku yang diperlukan PMT-AS belum semuanya dapat dihasilkan dari produksi desa. maka 110 baik pihak sekolah SDI maupun masyarakat tidak mengetahui keberadaan demplot ini. Bahan baku yang diperlukan seperti jagung. Tetapi karena kurangnya sosialisasi kepada SDI dan masyarakat. Untuk itu sedang dipelajari bagaimana proses pembuatannya dan akan diusahakan penyuluhan agar kelompok masak menggunakan gula dari Lontar. Hal ini dapat dimengerti bahwa desa ini termasuk kedalam desa 'rawan pangan' sebagai akibat gagal panen karena kekeringan yang melanda desa selama dua tahun terakhir. pisang dan singkong langka keberadaannya di desa.1 Kajian Kinerja Program Makanan Tamll. yang seharusnya dapat dilibatkan dalam pelaksanaan demplot. Beberapa keeamatan baru merencanakan program kerja yang berkaitan dengan pelaksanaan PMT -AS. menurut PPL Tuafanu beberepa usaha telah dilakukan. tetapi kegiatan nyata yang langsung menyentuh kegiatan PMT -AS masih sangat minim. Sebagai contoh. Dinas dan Kanwil Kesehatan.3. sehingga diharapkan pada bulan Februari atau Maret. di Keeamatan Ainiut sedang dimusyawarahkan dengan semua desa dan LKMD sekecamatan tersebut agar setiap KK menanam kacang hijau seluas 25 are. walaupun mendapat respon dari masyarakat. Sedangkan untuk tingkat kecamatan. Peran masingmasing sektor atau . tetapi keberadaan kebun dan pengeIolaannya sudah dilakukan sekolah tersebut sebelum adanya PMT-AS. Pl\ID (pembangunan Mansyarakat Desa). hanya ada satu desa. Agama. Kantor Pos dan lainnya. Program-program pemerintah lainnya seperti ACMI belum mendapat respon disemua desa penelitian. Karena itu demplot ini tidak memberikan dampak kepada SDI. belum semua mendapat sentuhan teknologi modern dan penyuluhan pertanian masih sangat terbatas. Koordinasi PMT-AS di Tingkat Kabupaten dan Propinsi Penyelenggaraan PMT-AS melibatkan berbagai sektor dan instansi yang terkait termasuk Bappeda. 4. karena PPL masih menjalankan tugas utamanya untuk melakukan penyuluhan kepada petani. Di desa Tuafanu kebanyakan bahan baku didatangkan dari luar desa. Bagaimana pelaksanaannya sangat 111 .han An. bahkan sebagian besar informan kunci di desa-desa penelitian belum mengetahui apa dan bagaimana program ACMI tersebut. Program ini merupakan program BPP Keeamatan Amanuban Selatan tahun 1997/98 berupa demplot tumpangsari tanaman kaeang hijau danjagung di dekat SDI Tuafanu. seperti apa tugas dan fungsi sektor yang bersangkutan clan apa yang dapat disumbangkan sektor tersebut pada program PMT-AS. yaitu desa Tuafanu di kabupaten TIS yang ada tenaga penyuluh pertanian atau PPL. Walaupun PPL sudah dilatih dalam PMT-AS. Dari empat desa penelitian. tergantung pada tingkat relevansinya terhadap kegiatan PMT -AS. Pertanian.

yang juga merupakan anggota dalam forum koordinasi. kecuali untuk beberapa instansi yang sang at instrumental dalam penyelenggaraan PMT-AS. sedangkan topik penting seperti apa rencana masing-masing sektor yang terkait dalam forum koordinasi tersebut dan bagaimana mengintegrasikan dan merealisasikannya dalam kegiatan PMT -AS masih kurang mendapat perhatian. Dinas P&KlK. atau kalau kebunnya sudah ada. baik di tingkat kabupaten maupun propinsi. SDI Tuafanu dan SD Tuamao yang telah memiliki kebun sekolah. Menurut beberapa informan kunci mereka tidak datang ke pertemuan tersebut dengan alasan bahwa pertemuan tersebut kurang efektif karena membahas hal-hal yang bukan merupakan tugas atau konsen kantor mereka. Dalam pertemuan forum koordinasi pembicaraan biasanya lebih terfokus pada informasi mengenai penyelenggaraan program PMT-AS. tanaman apa yang akan ditanam dan bagaimana proses penanaman untuk mendapatkan hasil yang optimum. SDK 0e101ok. koordinasi antar sektor dan instansi yang terkait ini sangat diperlukan karena satu sarna lain saling melengkapi. baik ditingkat kabupaten maupun propinsi. kecuali SDI Tuafanu. banyak sektor/instansi yang sering tidak hadir dalam rapat forum koordinasi. Kegiatan koordinasi masih terbatas pada acara rapat atau pertemuan-pertemuan. sampai saat ini mereka belum pemah berhubungan dengan DinaslKanwil Pertanian dan. Pertanyaan yang timbul adalah kegiatan apa yang perlu dilakukan oleh instansi ini agar penyelenggaraan PMT-AS dapat lebih efisien dan efektif. Sebagai contoh dari sektor pertanian.--l Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tonggara Timur Kajian Kinorja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur tergantung pada koordinasi antar sektor. Hal ini tercermin dari komitmen dalam merealisasikan program dari masing-masing sektor/instansi. Misalnya. bukan merupakan hal yang bam. PPL untuk membicarakan mengenai rencana kebun sekolah 112 'Mengapa saya harus menghabiskan waktu untuk mengikuti rapat membicarakan sesuatu yang tidak saya mengerti dan tidak ada sangkut pautnya dengan tugas dan kewajiban saya ' PMD sebagai 'core' sekertariat kegiatan PMT-AS sebetulnya mempunyai peran yang penting dalam mengkoordinir sektor/instansi terkait. perannya masih terbatas pada pembacaan doa sebe1um memulai makan kudapan. seperti dikatakan oleh seorang informan: Peran dan Keterlibatan Sektor/Instansi Terkait Dalam Kegiatan PMT-AS Dari hasil penelitian terungkap bahwa secara umum koordinasi antar sektor dan instansi masih sangat minim. Dalam pedoman yang ada disebutkan adanya perencanaan kebun sekolah dan kegiatan ini erat sekali dengan DinaslKanwil Pertanian. Dengan demikian. Hal ini tercermin dari realisasi kegiatan PMT-AS yang sangat 113 . sudah merupakan kegiatan rutin. yaitu PMD. apa rencana dan apa yang dapat disumbangkan sektor ini serta bagaimana rencana tersebut diterapkan dalam program masih belum jelas. terutama di sekolahsekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Sekolah Kristen (SDK) dan SDGMIT. Perbedaan tingkat keterlibatan masing-masing sektor/instansi secara tidak langsung mempengaruhi kinerja penyelenggaraan PMTAS. Dari dinaslkanwil agama. Ada beberapa sekolah seperti di SDI Arnol. Membaca doa. tetapi kebun tersebut sudah ada jauh sebelum adanya program PMT-AS. Beberapa informan kunci juga mengungkapkan bahwa mereka belum pernah mendengar informasi dari dinas pertanian atau PPL atau kelompok tani mengenai rencana apa yang akan dilakukan petani atau kelompok tani atau masyarakat lainnya yang ada hubungannya dengan penyediaan bahan baku untuk pelaksanaan PMT -AS. Menurut kepala sekolah dan beberapa guru.anwil Dikbud dan DinaslKanwil Kesehatan. Bagian ini akan membahas bentuk koordinasi dalam penyelenggaraan PMT -AS ditingkat kabupaten dan propinsi dan bagaimana koordinasi itu dilaksanakan. Tetapi dari semua sekolah yang diteliti dalam studi ini mengungkapkan bahwa rencana kebun sekolah dalam rangka mendorong pelaksanaan PMT -AS belum ada.

Ada kabupaten. Berarti. mereka sudah tidak berperan lagi. Proses Pengumpulan Data Murid Sekolah Koordinasi Dalam Pengumpulan Data Data jumlah murid yang diajukan propinsi NIT ke Bappenas merupakan hasil kesepakatan rapatkoordinasi pada tingkat propinsi. menurut beberapa informan kunci. 114 115 . Menurut hasil wawancara dengan beberapa kepala sekolah di TTU dan TIS pengumpulan data jumlah murid dilaksanakan setelah tahun ajaran barn yaitu pada bulan Agustus. merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam penyelenggaraan PMT -AS. Hasil perhitungan adalahjumlah murid yang diusulkan ke tingkat propinsi setelah dikonfirmasikan pada rap at koordinasi di tingkat kabupaten. Pada awal kegiatan. hanya signifikan pada tahap awal dari pelaksanaan kegiatan dimana masmgmasing sektor masih sangat antusias dengan adanya program PMT -AS. jumlah sekolah per desa. bahkan mereka juga tidak mengetahui apalagi mendapatkan laporan kemajuan pelaksanaan PMT-AS. dan sebalilmya ada beberapa kabupaten yangjumlahnya kurang dari jumlah riel murid. khususnya data jumlah murid dan sekolah serta data lainnya seperti data jumlah desa. Walaupun Dinas P~~ menangani langsung semua kegiatan untuk sekolah dasar. Sebaliknya.Kajian Kmerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinefja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur tergantung pada aktifitas PMD. data jumlah murid yang diusulkan ke Bappenas tidak berdasarkan data yang diperoleh secara langsung dari sekolah. Perkiraan perhitungan jumlah murid terse but temyata tidak seluruhnya tepat. say~ngnya. Data rieljumlah murid yang ada di Dinas P&K ini kemudian dikonfirmasikan ke Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan setelah itu bersama-sama dengan PMD (Pembangunan Masyarakat Desa) dilakukan perhitunganjumlah murid yang diusulkan untuk mendapat PMT-AS. Karena itu koordinasi dari masmg-masmg instansi terkait sangat diperlukan dalam pengumpulan data. jika PMD aktif menggerakkan _sektorsektor terkait maka kegiatan penyelenggaraan PMT-AS mehbatkan banyak sektor dan sebaliknya. perki~aan data yang 'tidak tepat' akan memberikan dampak yang kurang balk karena dapat saja terjadi dana yang dikeluarkan dari pemerintah pusat jumlahnya jauh lebih keeil dari jumlah anak yang pe~lu mendapatken ~akana~ tambahan. akibatnya informasi selanjutnya menjadi terhenti karena forum koordinasi diwakili oleh kanwil Dikbud. keterlibatan sektor-sektor terseb~t hanya bersifat formalitas. Keadaan ini juga berlaku pada sektor lam misalnya Dinas P&KlKanwil Dikbud. kecamatan dan sekolah dimana jumlah murid yang mendapat PMT-AS lebih banyak dari jumlah murid yang ada. Pengumpulan data. tetapi dmas tersebu~ semula tidak duduk dalam forum koordinasi. sebelum pelaksanaan pemberian makanan tambahan. Data tersebut berasal dari Dinas P&K yang dikumpulkan secara berjenjang sampai ketingkat sekolah. Pola seperti ini. terutama dalam hal penyediaan dan penyaluran dana. instansi mi menjadi sang at penting karena data jumlah murid dan se~olah bersumber dari instansi tersebut. yang seharu~nya ~erupa~~~ sektor kunci dalam program PMT -AS. tetapi berdasarkan data jumlah murid yang dilaporkan sebelumnya (laporan bulanan) oleh sekolah kepada Dinas P&K. Perbedaan tersebut bervariasi antar kabupaten. Tetapi pada tahapan selanjutnya. kecamatan dan bahkan sekolah. Dasar perhitungan adalah data riel murid ditambah 10 persen (perkiraan untuk tambahan jumlah murid barn). akibatnya terdapat perbedaan antara jumlah murid yang diusulkandan jumlah yang mendapatkan PMT-AS. Perkiraan data yang 'tepat' akan sangat mendukung kelanearan pelaksanaan program. Tetapi setelah program berjalan.

Kebijaksanaan ini merupakan hasil kon.354 murid. padahal jumlah mund sekolah di SD tersebut hanya sebanyak 226 orang. . Sebagian sekolah jumlah muridnya lebih besar dari jumlah murid yang memperolehPMT-AS. ada tiga jenis dana untuk kegiatan peyelenggaraan PMT~AS. untuk Kabupaten Timor Timur Selatan (TIS) terdapat selisih jumlah murid sebanyak 1000an. Selisih dana yang cukup besar dan SD Polen ini kalau didistribusikan ke sekolah lain yang dananya kurang. Dengan demikian. . Men~t kepala sekolah SDN Polen. tentu saja akan mengurangipermasalahan kekurangan dana yang timbul. sehingga perbedaan jumlah murid dan sekolah yang diusulkan sarna dengan (atau sangat mendekati) jumlah dana yang disalurkan. Kabupaten ITS. perbedaan jumlah murid tersebut tidak signifikan karena jumlah murid tersebut tersebar di banyak sekolah dalam kabupaten (410 sekolah). Kelebihan dana tersebut. Kettdak sesuam 1~1 . Koordinasi Dalam Penyaluran Dana . Dana tersebut rencananya akan dlgun~an untuk biaya rehabilitasi sekolah dan pembuatan bangku murid sekolah. sebetulnya jumlah murid dan jumlah sekolah untuk propinsi NIT lebih mudah ditentukan dengan melihat total murid dan jumlah sekolah di propinsi ini. Sebagai contoh. Untuk level kabupaten. misalnya untuk tingkat kabupaten dan propinsi. Kasus seperti ini perlu mendapat perhatian karena banyak s~kolah lain yang dananya kurang. jumlah murid yang mendapat dana ma~nan tamb~han menurut SK Bupati sebanyak 270 oraang. sedangkan realisasi jumlah yang mendapat pemberian makanan adalah 67. berarti ada selisih sebanyak 44 murid. ada sebagian sekolah yang mendapatkandana lebih bes~ dan dana jumlah murid yang ada di sekolahnya. Sebali~ya. dana yang digunakan untuk bahan makanan jumlahnya tidak ~esuai dengan jumlah murid (226). Pihak pengelola dan pelaksana di tingkat SD mengatur dana yang ada sedemikian rupa sehingga masing-masing anak mendapat makanan tambahan. Dalam pelaksanaannya. Sebagai contoh. SDN polen terletak di sekitar kantor pemer!ntahan. perumahan pegawai termasuk pegawai negeri dan pemenntahan lamnya serta pekeIja perusahaan HTI.Kajian Kinerja Program M. dengan kebijakan kelebihan makanan dapat dlb~glkan kepada .ten~ ~aja tidak dinyatakan dalam laporan. masih disimpan kepala sekolah. Nusa Tanggar. tetapi dalam pemberian makanan seluruh murid mendapat makanan tambahan. Sesuai dengan ketentuan. ketepatan jumlah murid dan jumlah sekolah tersebut diharapkan akan lebih baik. perbedaan jumlah ini cukup besar. jadi untuk laporan administrasi jumlah murid yang mendapatkan makanan tambahan di sekolah ini sarna dengan jumlah dana yang diterima.000an. yaitu dana pelaksanaan untuk bahan 1I6 1I7 . sarnpai dengan penelitian dllakuk~n. Perbedaan jumlah ini tidak begitu mencolok pad a tingkat bawah seperti pada tingkat SDfMI atau desa. . Jumlah murid. Dalam pelaksanaannya temyata masih terjadi ketidak cocokan antara jumlah yang diusulkan dengan jumlah dana yang disalurkan. khususnya di SDIMIISD GMIT.kanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS. Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) NUSaTenggara Timur Perbedaan jumlah murid yang diusulkan dan jumlah yang mendapatkan PMT-AS Berbeda dengan propinsi lain. karena itu untuk mengatasi kekurangan jumlah murid yang mendapatkan makanan tambahan maka dikeluarkan suatu kebijaksanaan mengurangi jumlah hari pemberian makanan dalam peri ode satu tahun dari 108 hari menjadi 107 hari per tahun.. Dari ke 44 mudd tersebut ada dua orang yang putus sekolah atau drop out. Jumlah murid yang diusulkan sebanyak 68. Keadaan seperti ini mungkin berpengaruh pada kualitas makanan yang diberikan. Dalam pelaksanaannya di tingkat yang lebih rendah. Perbedaan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya perpindahan murid karena mengikuti orang tua yang pindah.sultasi antara kepala sekolah dengan staf PMD yang menangani k~gtatan PMT-AS. 230 murid. tetapi disepakati u?tuk. di SDN Polen. dana yang lebih tersebut tidak dikembalikan ke pemerintah. tetapi cukup relevan untuk tingkatan yang lebih tinggi.guru dania tau kelompok ibu-ibu yang masak.

Pengambilan dana untuk pembinaan dan pelatihan pada tingkatan yang lebih tinggi. Sedangkan untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (ITS).OOOperahun sebagai t komitmen pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan program PMT-~S. termasuk dana insentif untuk kelompok ibu-ibu yang memasak makanan.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT·ASJ Nusa Tenggara iimur v Kajian Kinerja Program Maka"an Tambahan Anak Sekolah (PMT. Mengingat minimnya dana pembinaan dari dana PMT -AS maka beberapa daerah mengeluarkan kebijaksanaan untuk memberikan dukungan berupa tambahan dana pembinaan yang berasal dari Anggaran Pe~dapat~ Belanja Daerah (APBD) tingkat II. Dana dari kantor pos perwakilan ini kemudian di transfer ke masing-masing Kantor Pos KabupatenIKotamadya dan Kantor Pos Kecamatan. Misalnya untuk kegiatan lokakarya di Biak. dana didistribusikan ke 13 kabupaten dan kotamadya di seluruh propinsi NTT melalui enam Kantor Pos Perwakilan. tetapi pada tahun anggaran 1997/1998 penyaluran dana disalurkan melalui kantor pos. Dana dari Kantor Pos sentral ini kemudian mas uk ke rekening Kantor Pos Giro di Kupang. Untuk tahun anggaran 1998/1999 pemda merencanakan untuk ~enaikk:an dana dukungan untuk kegiatan pembinaan menjadi Rp 35 juta. (5) Kantor Pas Ende untuk Kabupaten Ende. dana pembinaan dan pelatihan.OOO. ~emenntah Tingkat II Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) membenkan dukungan dana sebesar Rp IO. Dari Kupang. Sebagai contoh. (4) Kantor Pos Maumere. Dana dari KPN pusat langsung disalurkan ke Kantor Pos Central Giro A di Jakarta. pe~enntah daerah memberikan dana dukungan yang jauh lebih besar yalt~ R~ 20 Juta yang digunakan untuk kegiatan seperti perjalanan. yaitu: (1) Kantor Pos Kupang yang melayani Kabupaten Kupang. Irian Jaya. dan Kabupaten Alor. kabupaten dan Dana peralatan dicairkan di kabupaten dan atas koordinasi dari T~PKK tingkat kabupaten/kotamadya dibelikan padaperalatan yang dibutuhkan untuk memasak dan penyajian makanan tambahan melalui 119 lIB . karena kegiatan yang memerlukan dana relatif besar tidak dapat dilaksanakan karena dananya tidak dapat dicairkan sekaligus. dalam beberapa tahapan.AS) Nusa Tenggara Timur makanan. monitoring dan penggandaan Iaporan.. sedangkan pelatihan tersebut tidak dapat dipotong-potong sesuai dengan keluamya dana.5 juta. Kegiatan perjalanan termasuk konsultasi ~e ~usat ?an kota-kota lainnya. Carapenyalurandana sepertiini temyata tidak efektif. (3) Kantor Pos Atambua untuk Kabupaten Belu. Dana tersebut disalurkan dari pusat secara berjenjang. Ngada dan Manggarai. Kotamadya Kupang. Misalnya diperlukan dana yang relatif besar untuk ~enyelenggarakan suatu pelatihan. dan (6) Kantor Pas Waingapu yang melayani Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat. seperti tingkat kecamatan. Dengan demikian check atau dana dapat diantarkan langsung sampai ke daerah bahkan sampai ke sekolah-sekolah. Pelatihan ini tidak dapat dilakukan sesuai dengan rencana karena dananya ~erbagi-bagi. padahal pelatihan tersebut sangat diperlukan pada masa sebe1um atau awal dari pelaksanaan PMT-AS. melayani Kabupaten Sika dan Flores Timur. (2) Kantor Pos Soe untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (TIS) dan Timor Tengah Utara (ITU). dikeluarkan dana sebanyak Rp 3. dan dana untuk pembelian peralatan. Tujuan utama dari peralihan ini adalah untuk lebih memudahkan penyaluran dana mengingat jumlah dan penyebaran kantor pos di daerah lebih banyak dari pada bank. Untuk tahun anggaran 1996/1997 dana disalurkan melalui BRI. Dana Pembinaan dan Pelatihan Penyaluran Dana Peralatan . Penyaluran Dana propinsi dilakukan pada Kantor Pos sesuai dengan ketentuan yang ada Dana dib~rikan se~arabertahap.

a Tlmur Kajian Kiner}a Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nusa Tangga. Pihak pengelola yang dimotori oleh PMD. dana PMT -AS untuk .. yang disebabkan oleh perbedaan pedoman atau petunjuk yang digunakan. dari Kantor Pos menyatakan mereka hanya melakukan tugas.peralatan yang sarna. Hal ini tercermin dari perbedaan pedoman atau juklak yang dipakai. sehingga semua keperluan untuk memasak dan menyajikan makanan tambahan masih menggunakan peralatan dari ibu-ibu yang terlibat dalam mempersiapkan makanan tersebut. sampai akhirnya dibuat suatu kesepakatan yaitu jika rincian danalebih besar dari rincian dana dari Bappenas. Setelah tercapai kesepakatan dan dikeluarkannya SK Bupati mengenai rincian jumlah murid dan sekolah. tahap pertama telah diterima pada tanggal 23 Juni. masih ada TPPKK tingkat kabupaten/kotamadya yang belum mencairkan dana peralatan. baik di Kantor Pos perwakilan. khususnya TPPKK. dan peralatan) yang berasal dari Kantor Pos Pusat (perincian data diperoleh dari Bappenas). Cara ini sebetulnya memudahkan TPPKK untuk mengatur jenis peralatan yang dibutuhkan terutama dalam proses tender. maka Kantor Pos berpegang pada data (tennasuk perincian dana untuk pembinaan. tetapi Kantor Pos belum bisa mengeluarkan dana tersebut karena adanya perbedaan antara data yang dikeluarkan dari pusat (berdasarkan data Bappenas) 120 Koordinasi Dalam Kegiatan Pelaksanaan dan Pemantauan Program PMT-AS . Paket peralatan ini kemudian didistribusikan ke sekolahsekolah sehingga masing-masing mendapatkan jenis dan jumlah .Jadi walaupun sudah dilakukan revisi. sebaliknya. tetapi kadang-kadang peralatan yang dibeli belum tentu yang benar-benar dibutuhkan. maka tidak ada permasalahan karena pembelian dan distribusi alat-alat masak yang sangat dibutuhkan tersebut dapat secara cepat diterima di sekolah. Koordinasi dalam penye1enggaraan PMT -AS sangat diperlukan mengingat program ini melibatkan banyak sektor/instansi yang mempunyai peran dan kepentingan yang berbeda. kemudian membuat revisi yang dikirimkan pada tingkat yang lebih tinggi sampai ke pus at. Tangga. tetapi pihak Kantor Pos. sedangkan pihak pengelola bertahan pada data yang ada pada mereka. Karena ada perbedaan jumlahini. . tetapi untuk rincian dana yang lebih kecil dipakai rincian dana dari daerah yang didasarkan pada SK Bupati. Koordinasi antar 121 . pelatihan. pihak Kantor Pos propinsi memakai juklak yang berasal dari Kantor Pos Pus at. Sebetulnya. bahan makanan. Dalam penyaluran dana terdapat kontradiksi antara pihak yang menangani kegiatan PMT-AS dan pihak penyalur dana (Kantor Pos) baik di tingkat propinsi maupun kabupaten. Sebagai contoh.diberi tembusannya. Jika pengurus TPPKK cukup aktif. maka akan terjadi keterlambatan datangnya peralatan di sekolah.a Timur proses tender. dan pihak pengelola (PMD) menggunakan pedomannya yang temyata berbeda dengan yang ada pada Kantor Pos. Pendistribusian peralatan sangat ditentukan oleh kabupaten/kotamadya. maka dana baru dapat dicairkan. karena kesibukannya. propinsi dan pusat tidak diberitahu atau . Keadaan seperti ini berlangsung cukup lama. untuk menyesuaikan perbedaan tersebut. baik di tingkat pusat maupun di tingkat propinsi dan kabupaten. Padahal.Kajian Kine'ja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nils. kantor pos tidak dapat mengikutinya. tetapi jika pengurusnya kurang aktif atau terlalu aktif sehingga tidak punya waktu untuk mengurus proses pembeliannya. maka dana yang ditentukan adalah rincian dana dari Bappenas. keterIambatan dikarenakan pihak yang menangani. Pihak pengelola menyatakan bahwa keterlambatan pencairan dana disebabkan oleh keterlambatan pihak Kantor Pos. Kantor Pos di tingkat propinsi dan tingkatan di bawahnya mengacu pada ketentuan dari Kantor Pos Pusat dan menjalankan tugas menyalurkan dana sesuai dengan ketentuan perincian dana dari Kantor Pos pus at. Kontradiksi Antara Pihak Pengelola dan Pihak Penyalur Dana dan data yang ada di propinsi dan kabupaten di NIT. Terjadinya kontradiksi ini menunjukkan kurang berjalannya koordinasi. Kontradiksi ini bersumber dari keterlambatan penyaluran dana dan pentahapan pencairan dana.

ASJ Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoIah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur sektor/instansi tersebut dalam implementasinya terlihat pada beberapa kegiatan penting yaitu: pada tahap persiapan. Contoh lainnya. pemantauan dilakukan jika diperlukan. pihak propinsi datang ke kabupaten untuk 'rnenjemput' laparan di tingkat kabupaten. Belumjelas berapa sebetulnya dana untuk pemantauan pelaksanaan PMT-AS. Walaupun dalam pedoman kegiatan PMT-AS. dan pola yang sarna juga berlaku untuk kabupaten dan kecamatan. Gambaran inijuga berimplikasi pada alokasi dana.. Tetapi. padahal fasilitas dan petugasnya masih sangat terbatas.4. Akibatnya.terkait yaitu Departemen dalam Negeri. misalnya dinas/kanwil pertanian. Pada tahap persiapan koordinasi antar sektor/instansi terkait cukup nyata. Dalam acara tersebut. Sebagai' contoh. Kegiatan koordinasi mulai berjalan lagi pada tahap pemantauan pelaksanaan program. tetapi ada juga yang dilaksanakan sendiri-sendirioleh sektor tertentu saja. Pemantauan kadang-kadang dilakukan bersama-sama oleh beberapa sektor terkait. Sebagai contoh. Aktivitas ini terutama dilakukan pada saat ada pejabat dan/atau istri pejabat melakukan peninjauan dalam rangka sosialisasi program ke daerah-daerah. tercermin dari keikutsertaan wakil-wakil dari masingmasing sektor dalam kegiatan sosialisasi program PMT-AS. Sampai dengan peneltian ini. Departemen 122 123 . tahap pe1aksanaan dan pemantauan program. jika laporan tersebut diperlukan. baik pada level propinsi maupun kabupaten. sektor-sektor yang terkait.tetapi ada juga sektorsektar tertentu seperti kesehatan yang mempunyai dana sendiri untuk melakukan pemantauan. Menurut staff dari PMD propinsi tersedia dana untuk pemantauan yang dilakukan bersama-sama dengan instansi terkait. Alasan Iainnya adalah belum jelasnya apa yang akan dan bisa disumbangkan oleh masing-masing sektor/instansi dalam program PMT-AS. Misalnya satu petugas penyuluh pertanian (PPL) atau satu bidan desa harus melayani beberapa desa. dari hasil penelitian terungkap bahwa tidak jelas siapa dan dari sektor mana saja yang seharusnya melakukan pemantauan pelaksanaan PMT-AS serta bagaimana koordinasi dalam pelaksanaan pemantauan. kegiatan koordinasi antar sektor/instansi tidak begitu kelihatan. Forum koordinasi tingkat pus at terdiri dari wakil-wakil dari sektor/instansi. Koordinasi PMT -AS di Tingkat Pusat . tetapi hal ini belum berjalan. mulai mengintegrasikan dan mengoperasionalisasikan kegiatannya dalam pelaksanaan program. di Kabupaten TTU. bupati didampingi oleh sektor-sektor terkait. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa level koordinasi bervariasi dari masing-masing tahapan. Keadaan ini mungkin dikarenakan terlalu banyaknya program dan kegiatan di masing-masing sektor. karena kegiatan lebih terfokus pada pelaksanaan pemberian makanan di tingkat sekolah.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT. Koordinasi Dalam Pelaporan Keterlambatan dan ketidak teraturan laporan di tingkat SDIMI juga berdampak pada ke1ancaran pelaporan di tingkat atasnya. 4. tergantung pada tingkat kepentingannya. beberapa infonnan kunci ditingkat propinsi menyatakan bahwa mereka mengadakan pemantauan ke daerah jika diajak oleh PMD. Hal yang harnpir sarna juga berlaku di kabupaten. Kondisi seperti iniberlaku baik di tingkat propinsi maupun kabupaten. ibu gubemur yang juga menjabat ketua TPPKK beberapa kali mengunjungi sekolah untuk melihat pelaksanaan PMT -AS. bupati telah berkunjung ke semua kecamatan di wilayah tingkat II TTU untuk memberikan informasi dan pengarahan pelaksanaan PMT -AS di wilayahnya. Sebagian besar Camat belum membuat rekapitulasi untuk dilaporkan ke kabupaten. Pada tahap pelaksanaan PMT-AS. Mereka tidak mengetahui secara pasti apakah mereka diajak karena sektor yang diwakilinya memang bertugas untuk memonitor atau sebetulnya masih ada sektor lain yang bertugas. Dalam satu periode penyelenggaraan PMT-AS belurn ada rencana kerja yang jelas mengenai kapan mereka harus melakukan pemantauan.

yaitu koordinator pada tahap persiapan atau perencanaan adalah Mentri Negara PPNlKetua Bappenas dan koordinator pada tahap pelaksanaan adalah Mentri Dalam Negeri. Bappenas sesuai dengan tugas dan fungsinya mengatur perencanaan penyelenggaraan program. Isu dan masalah serta altematif pemecahannya secara ringkas dapat dilihat pada Lampiran 2. Perbedaan antara jumlah murid dan dana ini tidak begitu besar untuk tingkat sekolah atau desa. Karena itu pada tahap pelaksanaan. Pemahaman terhadap kinerja PMT-AS. seperti di tingkat kabupaten. Ketidak sesuaian ini berkaitan erat dengan adanya keterlambatan dalam penyaluran dana yang disebabkan olehketidak sesuaian antarajumlahmurid danjumlah dana di propinsi tersebut. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. karen a kegiatan program tersebut telah melibatkan berbagai sektor/instansi terkait. tetapi sesuai denganjumlah desa IDT di propinsi ini. 124 . BABV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Buku ini mengkaji kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NIT). forum juga melibatkan organisasi wanita dan kemasyarakatan khususnya Tim Penggerak PKK (TPPKK) tingkat pusat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). baik sekolah dasar negeri maupun swasta. Pada tahun pertama hanya sebagian keeil murid sekolah dasar yang mendapat PMT-AS. sudah mendapatkan makanan tambahan. Departemen Kesehatan. Di kabupaten TIS. Mentri Dalam Negeri bertindak sebagai ketua forum koordinasi. Bappenas sudah tidak dapat secara langsung mengkoordinir. Kantor Menteri . tetapi relatif mencolok pada level yang lebih tinggi. Departemen Pertanian. Dari hasil pemantauan dan evaluasi kemudian dibuat rekomendasi-rekomendasi untuk penyempurnaan pelaksanaan PMT -AS selanjutnya. sangat diperlukan karen a kinerja ini memegang peranan yang penting dan memberikan kontribusi besar dalam proses penyelenggaraan dan keberhasilan program pemberian makanan tambahan anak sekolah. pada tahun kedua semua murid dari seluruh sekolah dasar. terutama dari 'stakeholders' yang instrumental. serta melakukan evaluasi terhadap jalannya kegiatan program. Disamping itu. Berbeda dengan koordinasi di tingkat propinsi yang diketuai oleh seorang koordinator (Bapak Gubernur). penyelenggaraan PMTAS di tingkat pusat mempunyai dua koordinator. Sebaliknya dengan Departemen Dalam Negeri mempunyai akses atau jalur birokrasi langsung dengan sektor-sektor terkait. pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anal< 5e/(o(ah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko(ah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Keuangan. Departemen Agama. kegiatan PMT -AS telah berlangsung selama dua tahun.. Ketidak tepatan dalam memprediksi jumlah murid di propinsi NTT.Negara Urusan Pangan. walaupun jadwal pemberian makanan belum sesuai dengan waktu yang diharapkan. Tugas utama dari forum koordinasi tingkat pusat adalah mengkoordinir pembuatan kebijaksanaan umum penyelenggaraan program PMT-AS berupa koordinasi dalam perencanaan. Setelah prograam pemberian makanan tambahan anak sekolah ini berjalan. Di propinsi NTT. Bab terakhir dari buku kajian ini merupakan rangkuman dan diskusi dari keseluruhan materi dengan mengangkat isu-isu penting dan memberi rekomendasi bagaimana mengatasi permasalahan yang timbul untuk perbaikan kinerja PMT -AS pada masa yang akan datang. mungkin disebabkan oleh 125 . terutama berapa dana yang diperlukan untuk satu periode pelaksanaan kegiatan. terdapat selisih lebih dari seribu murid. misalnya.

Revisi segera dilakukan. tetapi karena kurangnya koordinasi antara instansi terkait dengan pihak penyalur dana.kanan Tambahan Anak Sekola'!IPMT-AS) Nusa Tenggar. akibatnya beban kerja menumpuk pada beberapa orang saja. Isu yang timbul dalam pelaksanaan dan pengelolaan PMT -AS di tingkat sekolah dan desa antara lain: • • Masih sangat terbatasnya sosialisasi PMT -AS dan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan tim pelaksana. yaitu isu yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengelolaan PMT-AS di tingkat sekolah dan desa. Konsekuensinya. Pertanyaan yang timbul dengan ketidak teraturan pemberian makanan ini adalah bagaimana dampak pemberian makanan tersebut terhadap gizi anak sekolah seperti apa yang tertera dalam salah satu tujuan program? Apakah kegiatan pemberian makanan yang dilakukan setiap hari menganggu/tidak mengganggu konsentrasi dan suasana belajar dan mengajar murid dan guru? Apakah prestasi belajar murid akan meningkat dengan pemberian makanan setiap hari dalam waktu satu bulan.'mur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT. • 126 1 127 .ibu yang rnemasak. Pada dasarnya dapat dikelompokkan kedalam dua bagian. dan bagaimana kinerja kepala sekolah. misalnya melalui PPL. padahal mereka mempunyai tugas dan kewajiban mengurus rumah tangga dan membantu kegiatan ekonomi rumah tangga masing-masing. Data ini kemudian di tambah sepuluh persen (sebagai tambahan untuk murid baru kelas satu) dan hasil perhitungan inilah yang diajukan untuk mendapatkan makanan tambahan. karena jenis usaha yang ada tidak ada relevansinya (misalnya usaha penggemukan sapi) dengan kebutuhan PMT-AS. Data dari sekolah bam dikumpulkan pada bulan Agustus atau setelah dana turun dan pelaksanaan pemberian makanan akan di mulai. pembelian bahan makanan sebagian besar terpaksa dilakukan di luar desa. Umumnya belum ada pendekatan dari dinas/kanwiI. DinaslKanwil Pertanian belum ada realisasinya. Akibatnya. Dana makanan kenaikan yang moneter yang lokal semakin per murid sangat terbatas. • • • Rencana untuk mengintegrasikan pokmas IDT dalam menunjang kegiatan PMT -AS belum berjalan. guru-guru dan bidan desa yang juga mempunyai tugas dari kewajiban yang cukup banyak? Dari hasil penelitian dapat diidentifikasikan beberapa isu penting yang muncul dalam implementasi program PMT-AS di propinsi NIT. terutama kepala sekolah dan kelompok ibu-ibu yang bertugas memasak.Kaj'an Kinerja Program M. T. dan isu yang berkaitan dengan koordinasi dalam penyelenggaraan kegiatan. terutama bagi kelompok ibu. Rencana kebun sekolah yang akan melibatkan sektor terkait. Akibatnya. sebagian besar murid sekolah mendapatkan makanan tambahan setiap hari. maka penyelesaiannya memerlukan waktu yang cukup lama. . Terbatasnyajumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dan rendahnya kualitas mereka.AS) Nusa Tenggara Trmur pada saat pengajuan jumlah murid dilakukan pendataan secara tidak langsung dari sekolah-sekolah dan perbedaan antara dana yang diajukan dalam SPABP dan dana yang turun. padahal ketersediaan bahan menipis dan langka. pos. untuk mengejar ketertinggalan waktu. terutama setelah adanya tinggi dari harga bahan-bahan sebagai akibat krisis rnelanda Indonesia. terutama kelompok ibu-ibu yang hams memasak setiap hari. baik berupa potensi yang merupakan contoh yang dapat dijadikan pemacu untuk keberhasilan kegiatan PMT-AS maupun berupa kendala-kendala yang dapat dijadikan pelajaran agar pelaksanaan yang akan datang dapat lebih baik lagi. Usaha-usaha pokmas yang ada belum dapat membantu PMT-AS. Terbatasnya bahan-bahan lokal untuk pembuatan makanan. sedangkan enam bulan sebelumnya mereka tidak mendapatkan supply makanan tambahan? Bagaimana kinerja tim pelaksana. mengenai apa yang akan dilakukan dan bagaimana melaksanakannya. Data diperoleh dari laporan jumlah murid yang ada di Kantor Dinas' P&K di kabupaten. dalam hal in kantor . murid sekolah yang seharusnya sudah bisa mendapatkan makanan tambahan pada awal tahun ajaran dalam operasionalnya baru mendapatkan PMT -AS pada bulan Desember. hasil panen yang musiman dan Jangkanya panen lokal sebagai dampak kemarau panjang.

Belum baiknya koordinasi ini berdampak pada kelancaran pelaksanaan PMT-AS. Beberapa instansi. dan kinerja dalam • . Pelaporan belum berjalan sesuai dengan pedoman yang ada. mempunyai dana sendiri untuk melakukan pemantauan keIapangan. Dengan demikian. Belum semua sekolah dasar di propinsi NTT melaksanakan PMTAS sesuai dengan ketentuan. Carnat rnenunda laporannya ke bupati di tingkat kabupaten dan seterusnya. oleh sejumlah kecil atau beberapa instansi yang termasuk dalam forum koordinasi. Kantor Pos tetap tidak dapat mencairkan dana yang ada. Kegiatan monitoring pelaksanaan PMT-AS dilakukan secara kurang terpadu. mungkin dikarenakan dinas P&K tidak masuk dalam forum koordinasi (yang diwakili oleh Kanwil Dikbud).AS) Nuse Tenggara Titnur • Keterlibatan sektor pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian desa yang dapat menunjang kegiatan PMT-AS belum direalisasikan. Pada tahap persiapan.kesehatan. seperti Keterlibatan sektor/instansi terkait dalam kegiatan PMT -AS masih sangat minim. Masing-masing mempunyai juklak atau pedoman yang berbeda satu sarna lain. Kegiatan koordinasi baru terbatas pada acara rapat/pertemuan dan kegiatan pemantauan ke lapangan. Ada beberapa faktorpenyebabnya antara lain: pe1aksanaan PMT-AS di sekolah tidak berjalan sesuai jadwal. Sebagai contoh. pemberian makanan tahap pertama menumpuk setiap hari selama satu bulan. baik di tingkat kabupaten. sehingga walaupun dana sudah ada sej ak bulan Juli. • Isu yang berkaitan dengan koordinasi penyelenggaraan PMT-AS.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT. Sebagai penduduk yang berpendidikan di desa. Pada waktu revisi dilakukan. kepala sekolah rnempunyai berbagai tugas. peran mereka sudah tidak kelihatan lagi. khususnya jika ada kunjungan pejabat kedaerah. mungkin dikarenakan kesibukan kepala sekolah dan keterisolasian temp at sekolah sehingga memerlukan waktu untuk mengurus dana tersebut. Contoh yang konkrit adalah keterlambatan penyaluran dana. karena Iaporankegiatan program sangat diperlukan pihak propinsi. dikenal dengan • • • • 128 129 . pihak Kantor Pos baik di daerah maupun di pusat tidak diberi tahu atau diberi tembusan. Hal ini menyebabkan laporan kepala sekolah kepada carnat tidak sesuai dengan rencana. sampai ada kesepakatan antara kedua pihak yang terlibat. Umumnya mereka terlibat pad a tahap persiapan. Kantor Pos di kabupaten dan propinsi berpegang pada pedoman yang diberikan dari Kantor Pos Pusat. Akibat kurang baiknya koordinasi ini. propinsi dan pusat. walaupun dana sudah tersedia untuk semua sekolah. kepala sekolah hanya membuat laporan sekali untuk kegiatan tiga bulan/triwulan.AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kine'ia Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT. dana tersebut belum dapat dicairkan karena perincian dan jumlahnya tidak sesuai dengan perincian dan data yang ada di tingkat propinsi dan kabupaten. Alasan lain adalah kepala sekolah belum mernbuat Iaporan karena kesibukannya. sebagian kecil masih belum mencairkan dananya sampai dengan triwulan II pelaksanaan PMTAS. tugas kepala sekolah semakin bertambah dengan tugas-tugas untuk kegiatan desa seperti sebagai ketua LKMD. Belumjelas apakah kegiatan pemantauan ini memang hanya melibatkan dua atau tiga instansi atau seharusnya melibatkan semua instansi yang terlibat. beliaujuga mengajar dan menjadi wali untuk beberapa ke1as. Laporan yang sampai ke camat tidak hanya waktunya terlarnbat tetapi juga tidak lengkap karen a sebagian kepala sekolah belum menyerahkan laporannya. Akibatnya. tetapi kemudian tidak ada infonnasi lanjutan atau laporan yang masuk ke Dinas P&K. instansi ini sangat diperlukan karena data jumlah murid dan jumlah sekolah dikeluarkan dari dinas ini. Terdapat perbedaan antara pihak yang menangani PMT-AS dan pihak penyalur dana (Kantor Pos). tetapi setelah program berjalan. Hal ini juga berlaku bagi instansi yang instrumental seperti Dinas P&K yang langsung menangani sekolah dasar. maka muncul sistim pelaporan baru yang jenjangnya terbalik dengan pedoman yang ada. antara lain: • Koordinasi antar sektor/instansi terkait belum berjalan baik. disarnping tugas kepala sekolah. tidak mungkin mernbuat laporan bulanan seperti petunjuk.

AS) Nus. tetapi jangka waktu tiga bulan rnerupakan waktu yang ideal.han Allak Sekolah (PMT. misalnya dengan legitimasi dari Departernen Pendidikan dan Kebudayaan. yang sebetulnya tidak tercantum dalam perincian dana. Kantor Pos. Apakah rnereka sudah mulai memikirkan atau merencanakan indikator untuk rnengetahui peningkatan prestasi murid? Bagaimana mengukumya? Demikian juga dengan sektor lainnya. sekali lagi tidak hanya namanya saja. sebaiknya pelaporan tidak dilakukan per bulan untuk kepala sekolah. PMD. Koordinasi tidak hanya diperlukan pada tahap awal atau persiapan kegiatan saja (sepeiti yang terjadi pada penyelenggaraan tahun ini). ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan untuk kelancaran dan perbaikan kegiatan program pemberian makanan tambahan anak sekolah yang akan datang. Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT. Dari pengamatan di lapangan. Pelajaran lain yang dapat dipetik dari kasus di atas adalah perlunya peningkatan koordinasi antar sektor/instansi.Kojio" Kinerja Program Makanan Tamb. mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa dan sekolah. Laporan dapat ditulis per bulan tetapi disampaikan ke camat per triwulan bersamaan waktunya dengan jadwal kepala sekolah mengajukan usul dana atau pengambilan uang ke kantor pos atau kantor penyalur dana lainnya. Dengan dernikian. demikian juga di tingkat kabupaten turun ke kecamatan dan seterusnya dari kecamatan menjemput laporan kepala sekolah. kepala sekolah diwajibkan menyerahkan laporan PMT-AS melalui penilik sekolah. Agar koordinasi dapat berjalan baik. atau pengelola tidak terulang kembali. apa yang dapat disumbangkan oleh Dinas P&K!Kanwil Dikbud? disamping merupakan sumber data jumlah rnurid dan jumlah sekolah. rnulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa dan sekolah. Tenggara Timur istilah 'menjemput laporan'. pemantauan dan evaluasi kegiatan PMT-AS. Hal ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga karena beberapa pekerjaan dilakukan berurutan dalam kurun waktu yang sarna. Jika kewajiban ini tidak ditepati Dinas P&K (yang juga merupakananggota tim pengelola PMT-AS tingkat kecamatan) dapat memberikan teguran atau sanksi administratif pada kepala sekolah maupun penilik sekolah yang bersangkutan. tetapi juga dapat menghemat biaya transport. tenaga dan biaya. DinaslKanwil Kesehatan dan lainnya kepada program PMT-AS? Pelaksanaan pelaporan berjenjang dari sekolah ke kecamatan sampai ke propinsi belum dapat dilaksanakan karen a berbagai kendala. memegang dan mengacu pada pedornan yang berbeda dengan pihak penyelenggara dan pengelola PMT-AS. tetapi perlu terus dipertahankan pada tahap-tahap selanjutnya. Dengan demikian diharapkan laporan 131 --j • • • • . merupakan pelajaran berharga agar jangan sampai terulang kembali. apa yang dapat disumbangkan secara konkrit oleh Dinas/Kanwil Pertanian. DinaslkanwiI Agama. termasuk pada pelaksanaan. Sebagai contoh. terutama pada waktu pertemuan gugus atau pada waktu penilik datang ke sekolah. maka masing-masing sektorlinstansilorganisasi yang terlibat perlu aktif dan terlibat dalam kegiatan. sehingga kejadian seperti ada beberapa instansi yang hanya narnanya saja ada dalain forum koordinasi. berdasarkan pertimbangan waktu.. Berdasarkan hasil cennatan di lapangan. 130 .AS) Nusa. Untuk kelancaran pelaporan di tingkat SDIMI dapat juga dilakukan dengan rnelibatkan Dinas P&K yang merupakan jalur birokrasi vertikal dari kepala sekolah yang bertanggung jawab pada laporan. sebagai 'core' dalam kegiatan PMT -AS pergi ke kabupaten untuk mengambil rekapitulasi laporan dari bupati. masing-masing instansi perlu menyiapkan rencana kegiatan dan merealisasikan apa yang dapat mereka sumbangkan untuk kemajuan kegiatan PMT-AS. antara lain: • • Perlu adanya pemaharnan persepsi yang sarna antar sektorlinstansi terkait dengan menggunakan pedoman atau juklak yang sarna. dan penilik wajib menyerahkan laporan dari semua sekolah di bawah pengawasannya kepada camat atau sekertariat tim pengelola PMT -AS tingkat Kecamatan pada waktu yang te1ah ditetapkan. Pengalaman terlarnbatnya penyaluran dana karena pihak penyalur dana. Tenggara Timur .

ibu-ibu tersebut sudah mandiri dan dapat melakukan PMT -AS di rumah masing-masing. Namun demikian. walaupun dalam petunjuk dinyatakan waktu pemberian makanan adalah pada istirahat pertama. kelas satu dulu. Untuk meningkatkan kinerja tim pelaksana ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkari. pembuatannya tidak terlalu kompleks yang memerlukan waktu yang lama. 132 . Walaupun sudah ditegaskan bahwa. mengambil air yang jaraknya sangat jauh. dengan kehadiran mereka dikelas. Bagi ibu-ibu yang rumahnya cukup jauh dari sekolah dan tempat memasak. tidak hanya dikarenakan program ini bam saja dilaksanakan (bam tahun pertama untuk sebagian besar sekolah) sehingga dampalmya belum bisa diketahui. misalnya dua minggu sekaIi atau tiga minggu sekali. antara lain: perlu adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tim pelaksana. tetapi perIu 133 • • • • . tidak dilakukan secara serentak. Hal ini sangat penting mengingat. untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. terutamapada musimmusim tertentu seperti musim hujan. Catatan lain yang perlu dipertimbangkan adalah konsentrasi belajar murid yang terganggu karena pembagian makanan. Pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu tersebut diharapkan dapat dipraktekkan di rumah masing-masing atau ditularkan pada kerabat yang tidak terlibat dalam PMT-AS. kelompok ibu-ibu ini tidak mendapat 'upah' untuk kerja yang mereka lakukan. sehingga pada akhir pelaksanaan PMT-AS. karena secara tidak langsung merupakan kewajiban yang dapat berdampak pada karir mereka. Disamping itu. MisaInya. murid dapat mengikuti pelajaran. Seberapajauh dampak program ini terhadap pre stasi belajar belum dapat ditentukan. musim paceklik. khususnya kelompok ibu-ibu yang bertugas memasak. di sebagian sekolah. sete1ah ke1as satu selesai bam ke kelas dua dan seterusnya. • Salah satu indikator keberhasilan PMT-AS adalah meningkatnya prestasi belajar anak sekolah. diperlukan untuk menghindari atau mengurangi rasa jenuh dan bosan dari kelompok ibu-ibu tersebut. Dengan demikian mereka tidak perlu meninggalkan rumah pagi buta sekitar jam empat pagi. Sebagian murid sudah tidak bisa konsentrasi lagi ketika melihat pembagian makanan sudah dimulai di kelas lain. Peran keIompok ibu-ibu yang memasak san gat besar bagi keberhasilan dan kesinambungan pelaksanaan PMT-AS.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) Nosa Tenggara Timor Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) Nosa Tenggara Timur dapat berjalan sesuai jadwal. dan tugas untuk masak makanan yang relatif mudah. padahal mereka masih harus menunggu sampai kelas mereka mendapatkan makanan. dan ketrampilan membuat berbagai macam kue atau kudapan dengan rasa yang enak sehingga murid senang dan nikrnat makannya atau agar murid tidak menjadi bosan. Partisipasi orang tua murid dalam kelompok masak sangat diperlukan. misalnya pemberian makanan yang 'menggangu' atau 'menyita' waktu belajar. sehingga diharapkan prestasi mereka di masa yang akan datang akan meningkat. Pengetahuan • Kinerja kelompok masak ibu-ibu akan lebih baik dengan mengatur jadwal kerja kelompok ibu-ibu tersebut. proses pengolahan makanan yang rumit dan membutuhkan waktu yang lama dan masih banyak alasan lainnya. tetapi waktu ini tidak selalu dapat ditepati dengan berbagai alasan seperti masakan belum siap karena kayu api basah. ada beberapa catatan yang perlu mendapat perhatian. melainkan program yang harus dijaga kesinambungannya. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan misalnya pelatihan-pelatihan atau pemberian contoh atau praktek bagaimana mengolah bahan-bahan menjadi makanan yang enak dan bergizi serta terjamin kebersihannya. tetapi dari semua sekolah yang diteliti ada indikasi yang kuat bahwa hari absen murid berkurang dengan adanya PMTAS. agar mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan PMTAS sebaiknya mendapatkan tugas masak dalam kurun waktu yang re1atif panjang. dalam satu sekolah terdiri dari sejumlah kelompok tertentu agar beban kerja tidak terlalu berat karena pergiliran memasak tidak terlalu dekat. pengaturan jarakpergiliran masak. karena dengan ikut terlibat dalam kelompok ibu-ibu murid dapat belajar bagaimana membuat kue kudapan yang bergizi dan bagaimana pola makan serta cara hidup yang sehat. program pemberian makanan tambahan anak sekolah ini bukanlah program singkat. Keadaan seperti ini secara tidak disadari telah 'mengganggu' proses belajar dan mengajar tidak hanya murid tetapijuga guru-guru kelas..

menurut pihak kesehatan tidak ada ketentuan bahwa mereka tidak boleh membuat kue diluar resep yang ada dalam buku. kewajiban menggunakan bahanbahan lokal yaitu batok kelapa untuk peralatan makan murid dan bambu sebagai pengganti gelas. mereka hanya membuat kue-kue yang mudah diolah saja. tetapi karena menurut petunj uk mereka harus memasak makanan yang ada di dalam buku. untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. tetapi 'perhatian dan penghargaan' atas jerih payah yang telah mereka kerjakan. maka mereka tidak pemah membuat kue lokal tersebut. Dengan anggaran sebesar itu. terutama yang masih keeil murid kelas satu atau dua atau tiga. Berjamurnya peralatan ini tentu saja mempunyai resiko terhadap kesehatan murid. Karena itu kebijaksanaan penggunaan batok keIapa dan bambu ini perlu dipertimbangkan. yang memenuhi standar kesehatan tetapi dengan harga yang terjangkau. belum bisa merawat peralatan tersebut dengan baik. seperti plastik. Padahal. Ada juga yang coba-coba membuat kue tetapi tidak jadi. mereka tambah-bahan-bahannya agar kue tersebut dapat dimakan. Disadari bahwa memang tidak ada dana dari pusat untuk kelompok ibu yang masak. misalnya pisang goreng spesial. Misalnya. • Petunjuk dari tingkat yang lebih tinggi disatu pihak memang baik. Peralatan tersebut dapat diganti dengan peralatan yang sederhana. penduduk desa punya berbagai jenis makanan lokal. maka banyakjenis yang tidak bisa diolah atau dipraktekkan oleh ke1ompok masak. Hal ini dapat menimbulkan kebosanan pada murid. buku menu makanan. tetapi anak-anak sekolah. dana APBD untuk menunjang kegiatan PMT-AS di Kabupaten TID sebanyak 20 juta rupiah pada tahun anggaran 199711998 dan akan naik menjadi 35 juta rupiah untuk anggaran tahun ini.Kajian K~nerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tombahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur dipertimbangkan untuk memberikan 'sedikit insentif' sebagai pemacu kerja mereka atau sebagai 'pengganti sirib pinang'. kadar gizi kue tersebut masih dipertanyakan. • Budaya mengikuti petunjuk dari atas ini sedemikian ken tal . walaupun sebetulnya petunjuk tersebut dapat memberikan dampak yang kurang baik. Sebagai contoh. • . Upaya ini sebetulnya cukup baik. tetapi mereka perlu mengkonsultasikannya kepada bidan desa agar kadar kalori dan proteinnya dapat diperhitungkan sesuai dengan petunjuk yang ada dalam buku. tetapi kalau kita perhatikan dana penunjang dari APBD cukup besar. Bagi: mereka yang penting bukanlah berapa harganya. Petunjuk dari atas sering diartikan sempit sehingga kadang-kadang memudarkan variasi dan kreatifitas lokal. tetapi dipihak lain bahkandapat menjadi kendala. 134 135 . Akibatnya. Tetapi karena kualitas sumber daya manusia di desa yang masih sangat minim. Akibatnya. akan terobati keluh kesah bahwa mereka harus meninggalkan rumah pagi-pagi buta dan meninggalkan rumah tanpa sempat membuat sarapan untuk keluarga dan anaknya serta harus meninggalkan pekerjaan yang dapat menopang ekonomi keluarga. sangat baik karena telah memberikan berbagai altematif makanan yang dapat dibuat dan dengan kadar kalori dan protein yang telah memenuhi standar kesehatan.. sebagian gelas bambu dan piring batok kelapa yang digunakan murid-murid tersebut berjamur. Akibatnya. Sebetulnya. Sebagai contoh. Hal ini sangat penting terutama untuk kesinambungan pelaksanaan PMT-AS. jika disisihkan sebagian kecil untuk 'hadiah atau insentif ibu-ibu yang telah bersusah payah memasak akan sangat berarti bagi mereka. terutama apabila petunjuk tersebut belum dapat diakomodasi oleh tim pengelola atau pelaksana.

..Kupang Profil Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur 1996. Kanwil Depkes Propinsi Nusa Tenggara Timur. PropinsiNTT. Kantor Statistik Kabupaten TID. Propinsi Kantor Statistik Kabupaten TIS..ggala timor DAFTAR ACUAN Forum Koordinasi PMT-AS Tingkat Pusat. Kefamenanu.J . . Daftar Nama SDIMI Penerima PMT-AS Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 199711998. Jakarta... NIT. Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan. 1996. Kupang. 1997 Pedoman Umum Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT -AS). 1995. Soe Timor Tengah Utara Dalam Angka 1996. Kantor Statistik Kabupaten TIS. Kantor Statistik Kabupaten TIS.. Kecamatan Insana Dalam Angka 1996.. 1997 1997 1997 Kabupaten Timor TengahSelatan Da/am Angka 1996. Ka]. Kantor Statistik Kabupaten TIS. 1996. 1996 136 /37 ___ .. Kecamatan Miomaffo TimurDalam Angka 1996.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) N usa Tenggara Titnur _. _.balian A-nak Seko/ah IPMrci'\siNlisa T. KecamatanAmanubanDalamAngka 1995_Propinsi NIT..an'Klnerfa Prograni-Makana"'ra.

guru. berdasarkan bahan yang tersedia di desa yang mudah didapat. Han 3-4 adalah pelatihan masak dan praktek pengisian format. Kegiatan sosialisasi/pelarihan PMT-AS yang dilakukan adalah sebagai berikut: L Pertemuan PMT-AS di Kecamatan pada bulan Oktober 1997 yang dihadiri oleh kepala sekolah. MI. I • .K')lan K. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. kepala desa. SP3.nerya Program Mak. Pertemuan dilakukan selama 4 han. ' menu yang telah disusun oleh Dinas Kesehatan Propinsi NTT. Menu yang akan dibuat ditentukan oleh bidan desa tidak 2 -~138 139 . SP3. Mantri Statistik Kecamatan Insa vb '1"7'1 T . Berdasarkan daftar menu tersebut dipilih 12 menu oleh bidan desa dan ketua PKK. Kupang Sayogyo 1994 MATRIKS KRONOLOGJS PELAKSANAAN AMOL. bidan desa.. 1996/97 dan tahun ini (1997/98)merupakan tahun kedua pelaksanaan 'PMT-AS. Jakarta. Materi yang diberikan adalah pada hari 1-2 mengenai program PMT-AS. NIT . 1996/1997 Kaji Tindak Partisipatif Dalam Pengembangan Model PMT-AS. LampiranJa Pemerintah Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur. Pertemuan PMT-AS di sekolah. DESA AMOL PMT-AS DJ SD K~miskinan dan Pembangunan di Propinst Nusa Tenggara Timur. 1994 MengenalNusa Tenggara Timur. Pembagian kelompok masak dilakukan oleh guru berdasarkan kedekatan rumah. M2 dan M3. Propmsr . Kupang 2. Tim Studi Institut Pertanian Bogor. orang tua murid. TP PKK. Tonggara Timur Kecamatan Insana Dalam Angka 1996. Makalah Seminar pada Kaji Tindak Partisipatif Dalam Pengembangan Model PMT-AS. PKK. BPS. kepala sekolah. ~. • • Jurnlah kelompok masak adalah 6 kelompok dan masing masing kelompok terdiri dari 14 orang. guru. Propinsi Dati I Nusa Tenggara Timur 1996 Laporan Khusus Pelaksanaan 'Program Pemberian Ma~na1i Tarnbahan Anak Sekolah (PMT-AS) di Propinsi Dati I Nusa Tenggara Tirnur. aa upaten l."'M Tembenan Ana" Sekolail(PMT·AS) Nus.I v. na. Pada pertemuan ini dibentuk kelompok masak. Pesertanya adalah kepala desa.

Kalau ada ibu yang tidak hadir maka digantikan dengan pengganti yang telah ditunjuk. Pembagian kue dikelas dilakukan oleh ibu kelompok masak dan guru hanya mengawasi saja. . tvus« Tenggaril Timur Kajian Kmerja Program Makanan Tambah. Biasanya harga di desa Sarna dengan harga di pasar. PMT-AS yaitu rumah kepala sekolah yang sudah tidak ditempati lagi yang terletaknya di sebelah sekolah. kelompok masak menyerahkan nota belanja kepada bend ahara. masing masing anak membawa satu ikat kayu. Bahan makanan sebaginn di beli kepada ibu kelompok masak dan pada masyarakat desa yaitu dari hasil kebun seperti pisang. Tapi kalau harga yang ditetapkan masyarakat desa lebih tinggi rnaka bahan makanan dibeli dipasar.yang diberikan secara bergilir mulai pada saat jam istirahat pertama untuk kelas satu. • seperti dandang. disimpan oleh bendahara untuk menutupi jika tetjadi oleh tersebut. Apabila ada anggota kelompok masak yang tidak hadir tanpa pengganti atau tanpa pemberitahuan sebelumnya maka dipungut uang sebesar Rp.Ka)lan Kinerja Program Makanan Tambahan Anak So/roJah (PMT-AS. • Makan diberikan pada 167 orang murid SDN Amol yaitu berupa rnakanan kudapan dan minum teh manis. Dana tahap I diambilpada bulan November 1997. • + • + bulan Februari 1998. Dalam mengolah makanan pada awalnya berpedoman pada buku menu dan mengikuti aturan yang ada dalam menu seperti bahan dan kue ditimbang tapi akhir akhir ini bahan makanan tidak ditimbang. kelapa dll dan sebagian di beli di pasar Kefa. 140 J 141 _ _j i . Pengolahan makanan dimulai jam 6 atau jam 7 pagi dan selesai jam 9 sampai jam 10 pagi. Kayu bakar dibawa oleh rnurid sekolah dan rumah. Sebelum makan ibu kelompok masak menjelaskan terlebih dahulu tentang kue (nama kue. + Pencairan dana dilakukan sekali dalam 3 bulan (pertahap). Setelah selesasi makan masing masing anak mencuci tangan dan meneuci peralatan makan berupa gel as dan bambu dan piring dan batok • . bantuan PMT-AS timbangan dll.3 dst.n Anal< Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara rimur bersarna dengan bendahara PMT-AS di Kantor Pos Kefamenanu. alat mol. Setelah selesai membagikan makanan PMT -AS di kelas. Masing masing anak mendapat kue 1-2 potong. tahap II diambil bulan Desember 1997 dan 1998. • Pemberian obat cacing dilakukan oleh bidan desa. kemudian kelas 2. bahan dan cara masak) kemudian menyanyikan lagu PMT -AS bersama dan terakhir berdoa bersama. • • Pemberian triwulan I dilakukan setiap hari. • Bendahara memberi uang pada kelompok rnasak 3 hari sebelum pelaksanaan pembuatan rnakanan oleh kelompok yang bersangkutan. Mulai triwulan II sampai sekarang pemberian makan dilakukan 3 kali dalam seminggu. ubi. kacang hijau. Apabila ada kclebihan uang . Air bersih diambil oleh ibu kelompok rnasak dan sumur berjarak 500 m dan tempat masak. 1000.

kepala sekolah.nerja Program Makanan Tambahan Anak SCKoiah (PMT. dari 1. Mater! pelatihan diberikan oleh pelatih dari tingleat kabupaten dan kecamatan. Materinya adalah program PMT -AS dart masak Jumlah kelompok masak adalah 6 kelompok dan masing masing kelompok terdiri dari 20 orang. PKK. Uang yang diberikan sesuai dengan jumlah biaya yang dibutuhkan untuk membeli bahan makanan dari menu yang sudah disepakati (tidak lebih dan jumlah uang 142 143 . orang tua murid.KajiBn K. ++- +- Bendahara memberi uang pada kelompok masak 2 hari sebelum masak. Bidan desa. Kegiatan scsialisasi yang dilakukan adalah: s. +- Penga~asan masak dilakukan oleh ketua PKK dan oleh bidan desa (I kali sebulan) 2. misal orang tua yang mernpunyai anak di kelas 2 maka dia masuk dalam 2. BP3. (Pokja IV). Pertemuan di sekolah dihadiri oleh kepala sekolah. Januari dan Februari o~eh bidan desa. Pertemuan dihadiri oleh kepala desa. Pertemuan PMT-AS di tingkat kecamatan yang diadakan di desa Mamenaubi. ketua LKMD. Data TBIBB dicatat dalam arsi bidan desa.ering dilakukan oleh beberapa instansi nngkat kabupaten dan kecamatan. BP3. DESA AINIUT DI SDK pertama (1997/98). p +- MATRIKS KRONOLOGIS PELAKSANAANPMT-AS OELOLOK. guru. Pertemuan dilakukan selama 3 hari.AS) Nllsa Tenggara Timur Lampiran Ib kali Y~itu bulan November. Pembagian kelompok dilakukan oleh guru berdasarkan atas kelas anak di sekolah. Materi pada hari 1-2 tentang PMT-AS dan hari 3 pelatihan memasak.

Masak· adalah Rp. + + Obat cacing diberikan oleh Puskesmas kepada kepala sekolah kemudian guru memberikan kepada murid dikelas.30 pagi datang untuk memasak. Setelah selesasi makan rnasing masing . pensiunan guru dll sehingga mereka mempunyai peralatan rnasak yang dapat dipakai untuk PMTAS mengingat peralatan PMT -AS tidak lengkap. + Masing-masing kelompok masak melaporkan penggunaan uang belanja dan bendahara mencatatnya dalam 'buku kelompok' yang diisi setiap kali masak. Sebelum makan . pisang dan jagung sedang bahan yang lidak ada dibeli di pasar desa tapi sebagian besar bahan dibeli pada ibu kelompok masak. Tonggar. dipanggil kelompok tersebut la1u diberi pengarahan atau dicari jalan keluar bersama. + + + + Masing masing anak mendapat 2 potong kue dan minum teh manis. Sebagian ibu ibu menginap ditempat masak. 1000 maka beli dari kel. + + + .anak mencuci tangan dan" mencuci peralatan makan berupa gelas dari bambu dan piring dari batok Februari. Buku kelompok berisi daftar . Timor yang dati yang seharusnya maka kelebihannya disimpan oleh bendahara. masak di rumah masak yang ditentukan oleh ketua BP3 berdasarkan pertimbangan ketua adalah orang yang agak mampu seperti pensiunan Abri. terlalu lembek dll. Kayu bakar dan air bersih dibawa oleh kelompok masak yang tidak bertugas belanja ke pasar. Harga bahan yang dibeli dati ibu kelompok masak lebih murah dari harga pasaran seperti I sisir pisang di pasar Rp. Untuk masak masak setelah keperluan masak maka dipakai peralatan ketua kelompok dan ada juga peralatan dibawa oleh anggota kelompok masak selesai dibawa kembali pulang.Kajian Kajlan KmerJiJ Program Makanan Tambahan Ana-k Seko/ah {PMT-AS) Nusa Tenggara TjlrnlT Km~rja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT.+ Proses memasak dimulai pukul 10 mal am melakukan persiapan seperti mernarut kelapa dll. ibu ibu yang tidak menginap terutama yang rumahnya berdekatan dengan tempat masak. + Pengawasan terhadap proses mernasak dari tenaga gizi puskesmas bulum pernah dilakukan . Pembagian makanan dikelas dilakukan oleh ibu kelompok masak dan guru hanya mengawasi saja dikelas. Hal ini disampaikan pada guru atau orang tua dirumah. jam 3. 500. jam 4 pagi mulai masak dan selesai pada jam 7 pagi dan jam 9 pagi saat istirahat makanan dibagikan. Air minum di masak di sekolah pada pagi hari sebelum makanan dibagikan.murid cuci tangan berdoa bersama. Untuk mengatasi ini maka dalam rapat evaluasi yang diadakan sekali sebulan. serta dibeli. kelas \-6. Bahan sebagian dibeli pada ibu ibu kelompok masak seperti ubu. Pada rapat catur wulan. sisa uang dari masing masing kelompok dibagi untuk anggota kelompok. In! merupakan kebijaksanaan kelompok masak dan anggotanya merasa tidak keberatan.AS! Nus. Pengawasan terhadap makanan juga dilakukan oleh murid yang mendapat makanan yaitu dengan menilai rasa makanan yang dibuat oleh kelompok masak seperti kelompok 2 atau 5 makanan yang diberikan kurang manis. Makanan diberikan pada jam 9 pagi mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. + 144 145 .

Orang tua murid yang bersedia adalah mereka yang sudah kenal dekat + + Bahan makanan sebagian di beli di desa yaitu dati masyarakat maupun kelompok masak dan sebagian dibeli di luar desa yaitu pasar Polen dan Niki Niki. Dana dicairkan setiap 3 bulan sekali. Tahap I dana diambil bulan November 1997.i Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-ASJ Nusa Trmggdra T1JtHJr Kaji. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan PMT -AS yang dilakukan adaIah: . uang sernua pada ketua PKK dan ketua PKK yang memberikan pada kelornpok rnasak. bendahara (guru). tahap II diambil tgl 11 Maret dan Tahap III pada tgl 28 Maret 1998. Materi yang diberikan adalah penjelasan tentang PMT-AS dan pelatihan masak oleh ketua PKK. + 3. BP3. uang diberikan kepada bendahara sekali sebulan. kepala sekolah (kepala sekolah dati semua sekolah yang ada di desa). orang Jumlah kelompok masak ada!ah 6 kelompok dan masing masing kelompok beranggotakan 5 orang. kepala sekolah. Pertemuan di kantor desa. guru. bidan desa. DESA KONBAKI bersama bendahara PMT -AS di Kantor Pos Niki Niki. Pertemuan di sekolah yang dihadiri o!eh kepala desa. Pada tahap kedua dan ketiga. ketua PKK. Kayu bakar dan air bersih dibawa oleh kelompok masak.. Tujuannya adalah untuk memberi pengarahan kepada masyarakat dan para suami agar istri ikut dalam masak. tidak diizinkan suami dll. BP3. 2. Bahan yang dibeli di desa seperti ubu kayu. Materi adalah pembentukan kelompok masak. Uang diberikan pada kelompok masak pada waktu selesai masak pada hari itu untuk pemberian makanan pada hari akan seorang anggota kelompok masak. masyarakat. ketua PKK. Konbaki merupakan tahun ke dua (l997/98).n Kmorja Program Makan"n Tambahan Anak Sekotah (PMT-AS) Nusa Tenggara T.PKK. Ibu kelompok masak menginap dirumah tempat memasak dengan membawa bekal untuk makan malarn.mur Lamplran Ie MATRIKS KRONOLOGIS PELAKSANAAN PMT-AS DI SD KONBAKI. Bendahara memberikan uang kepada kelompok masak seminggu sebelum masak. orang tua murid. Di desa ini banyak orang tua murid yang tidak bersedia ikut dalam kelompok masak karena beberapa alasan seperti sibuk diladang. 1. kepala sekolah. pisang. Uang PMT-AS sering tidak mencukupi untuk belanja bahan karena harga bahan mahal rnisal ubi 3 buah harganya Rp 5000 sehingga untuk menutupi kekurangannya sering dipakai uang ibu kelompok masak atau dengan menyumbang bahan yang ada.Ka}ran KmerJi. Pesertanya adalah kepala desa. Pesertanya adalah kepala desa. Kunjungan ke tiap RK (ada 9 RK) yang dilakukan oleh kepala desa dan ketua PKK. Pertemuan PMT -AS di tingkat kecamatan selama 2 han. + 146 147 . 4. LKMD.

kelapa .ibu yang tidak bisa membaca bahkan banyak yang tidak bisa berbahasa Indonesia..KaJlan Kinor}il Program Makallan rambahan Anak SekoSah rPMT AS) Nl/sa Tenggara Tmwr ". kedua kue yang akan dibuat banyak sekali dimana ada aturan dari ketua PKK bahwa masing masing anak dapat 4 kue sehingga jumlah kue yang hurus dubuat 4 x 152.ian "'merj' Program Mahan. TenggJra T.. SeJama pelaksanaan PMT-AS belum pernah dilakukan cara bulan Januari yaitu diberikan setiap hari. belum pemah dilakukan baik oleh bidan desa maupun oleh tim PMT-AS. + Begitu juga dengan proses memasak makanan. Pembacaan doa kelas 1-3 dipimpin oleh wali kelas dankelas 3-6 dilakukan sendiri. Untuk mencuci tangan. Pada tahap kedua makanan diberikan 3 kali seminggu dan tahap ketiga diberikan setiap hari supaya sebelum libur semua uang makan habis digunakan. masing masing kelas disediakan satu ember untuk cuci tangan bersama.h (PMT AS) Nus.han An. Sehingga dalam satu kelompok sering terjadi perbedaan pendapat cara pengolahan makanan dimana masing rnasing anggota punya cara tersendiri.k SekoJ. Sebelum makanan murid mencuci tangan dan berdoa bersama. sebagian bahan diolah sendiri seperu tepung berasal dari beras yang ditumbuk. DaJam mengolah masakan tidak berpedoman pada buku menu karena banyak ibu. Peralatan makan dicuci + + 148 149 . Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengolah makanan ini karena pertama.n Tomb. Ada juga sebagian murid yang menggunakan piring atau gelas dari kaca atau plastik. harus diparut sendiri dengan tangan.mUl dan selesai pukul 6 pagi. Peralatan makan menggunakana geJas dari bambu dan piring dari batok kelapa. + Cara pengoJahan masak tergantung pada kelornpok masak. tidak ada yang mengawasi baik oleh bidan desa + + Makanan diberikan untuk 152 orang murid dan masing masing anak dapat kue 4 potong kue dan tehmanis. Makanan dibagikan oleh guru di dalam kelas rnulai kelas 1-6.

Pertemuan PMT-AS di kecamatan selama 2 hari pada bulan September yang diikuti oleh kepala desa. Dalam mengolah makanan maka air bersih dan kayu bakar dibawa oleh kelompok masak.mb. Pertemuan di kantor des a yang dihadiri oleh kepala desa. Tonggara rtmur Lampiranld MATRIKS KRONOLOGIS PELAKSANAAN PMT-AS DI SDI TUAFANU.han Anal< Sokolah (PMT·AS) Nus. Sisa dana tersebut akan digunakan pada tahun + + + + menu yang menu yang telah disusun oleh Dinas Kesehatan Tingkat Propinsi. LKMD. Bahan makanan dibeli oleh ketua kelompok di pasar sehari sebelum memasak. ketua PKK.Kajlan Kinefj' Kajian Kine'la Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT~AS) Nus. triwulan ketiga setiap hari. Pada bulan Mei tidak diberikan makanan PMT·AS karena adanya kesibukan guru dalam menghadapi Ebtanas. kepala sekolah. Pengajuan dana tahap pertama pada bulan November. membersihkan bahan makanan. Sehingga sampai habis tahun ajaran sekarang masih tersisa dana Triwulan II bulan 2 dan 3 dan dana Triwulan III. + Jenis menu yang akan dimasak ditentukan oleh ketua kelompok yaitu para istri guru. Proses memasak dimulai pukul 6 sampai 10 pagi. triwulan pertama dan kedua adalah sebanyak 3 kali seminggu. A2 dll. potong memo tong dll sehingga keterampilan memasak tua murid tidak bertambah. orang tua murid untuk membentuk masak. BP3. rnasyarakat. Resep makanan dicatat oleh kelompok sehari 150 ]51 . tahap II pada bulan April dan dana III belum diambil. Pertemuan di sekolah oleh kepala sekolah. Akibatnya tidak ada persediaan bahan makanan di desa yang dapat dibeli untuk PMT-AS. Cara pengolahan makanan lebih banyak di tentukan oleh ketua kelompok (istri guru) dan anggota kelompok lainnya yaitu orang tua murid hanya bersifat sebagai membantu seperti disuruh memarut kelapa. Timur Program Makatlan T. Jumlah kelompok masak ada 6 kelompok dan masing rnasing kelompok rnasak terdiri dari 20 orang. Materi adalah penjelasan PMT ·AS dan cara pengisian Formulir A I. menu dan bahan makanan kemudian bendahara mencatat pad a 'buku disebelah sekolah yang khusus masyarakat untuk PMT·AS. kepala sekolah dan istri. + 3. Kegiatan sosialisasi PMT-AS yang dilakukan adalah: 1. adalah tahun pertama (1997/98). guru. kepala desa. Tenggar. + Kelompok melaporkan kepada bendahara tentang jurnlah murid yang datang. Ketua PKK. ketua PKK. guru/bendahara. Hampir semua bahan makanan dibeli dipasar luar desa karen a desa ini mengalami kegagalan panen sehingga tetjadi rawan pangan. + PengambiJan dana dilakukan setiap bulan dengan peryaratan laporan bulan sebelumnya sudah masuk. dibuat oleh 2. DESA TUAFANU bersarna dengan bendahara PMT·AS di Kantor Pos Panite 24 km dari desa.

c: ..! • • • • 152 153 . ~ • ... ! dilakukan. Sebelum makan murid cuci tangan dan berdoa bersama.kanan Tdmbahan Anak SekoJiJh (PMT-AS) Nusa Tenggara flOwI kelas 1 sampai kelas 6_ -+-+-+- Pembagian guru. • I -.c: I . Timor Kajian Kmeqa Program Ma. makanan di kelas dilakukan oleh Peralatan makan yang digunakan adalah gelas dari bambu dan piring dari batok kelapa. -+- Pengawasan oleh bidan desa dilakukan sekali... .Kajian Kmerja Program Makanan Tambahan Anak Seko(ah (PMT-AS) Nusa Tenggar. II .. • -= • ~ 'a .

Perlu adanya pelatihan penyegaran untuk anggota tim progelo!a dan anggota forum koordinasi lingkat kabupaten dan propinsi. Perlu pengaturan jumlah kelompok: danjumlah tenaga per kelompok agar tidak terlalu memberatkan ibuibu yang memasak.atlf PemHahan Ma. misalnya dari pemyalaan schagian warga yang mengatakan bahwa PMT-AS adalah kegiatan 'goreng pisang. sampai triwulan II. • • • • Keterlambatan waktu pemberian makanan pertama telah berpengaruh pada jadwal akhir pemberian makanan.~--------~--_. ~~. sehingga sering kali merepotkan kelompok masak.. belum memberikan makanan tambahan pada muridnya. • • • Pemahaman lentang pclaksanaan PMT-AS pIIdascbagian besar tim pengelola tingkal keaamatan dan IOrumkoordinasi lingnt kabupatcn masih sanga! terbatas. . akibablya ada kesan. antara lain dengan estimasi datajumlah murid yang 'cukup akurat' dan tepat waktu. Untuk ilu perlu dipcrtimbangkan pengadaan dana unluk pelatihan masak di tingkat desa. Tahap peny"lrnggUlan PMT-AS Sosialisasi dan pelatihan PMT-AS 1511 an Mas_lah d Alternatlf Pemft_ban M.._ .h pekeljaannya PMD . padallal pengetahuan dan ketrampilan memasak kelompok masak masih sangat tematas.. Sebagian sekolah melaksanakan pemberian makanan setiap hari. KUlllognyapemahaman baik anggota tim pengelola maupun forum koordinasi dapat diketahui dari: • Sosialisasi PMT-AS untuk tim pelaksana.._ _ . orang tua murid dan masyarakat umumnya masih sangat terbatas..alall Kelera. . _ ~ - . lokoh masyarakat dan orang tua OIUrid. --_.. . pertarna makan pada bulan Desember.•. PMT·AS adalah proyek dan kegiatan PMD. Pelaksanaan Jadwal pemberian makanan hll dl. Unluk itu sebagian sekolah menghabiskannya dengan menambah frekuensi makari per minggu dan sebagian lainnya akan memberikan sisajadwal makan pada murid pada awal tahun ajaran bam. Pelalihan kepada kelompok masak di dcsalkelurailan belum dilakukan. • • Koordinasi antara pihak penyelenggara dan penyalur dana.. misalnya. -. tokoh masyarakal.---~- Tahap penyelenggaraan PMT-AS B. fungsi dan tugas dari masing-masing seklor terkait dalam pelabanaan PMT-AS. Pelalillan uotuk kelompok masak di desa sangal diperlukan.nlalt Keterangan Belum tersosialisasinya PMT-AS di desa-desa dapat diketahui. Mengatasi permasalahan keterlambatan penyaluran dana karena tidak sesuainya danajumlah murid yang mendapat PMT-AS dengan jumlah murid riel. Efisiensi prosedur dalam pencairan dana. ..---. Sebagian sekolah belum mem:apai jumlah yang ditentukan pada akhir tahun ajaran. • Perlu peningkatan frekuensi sosialisasi PMT-AS untuk lim pelaksana. .-. • • pcrnyataan sebagiBn angota (l«maSuk pejabat dari beberapa sektor) yang menl!atakan bahwa PMTAS adal. parut kelapa. -. Masalah Alter. Beberapa sekolah. • Perlu peningkatan soiIiaUsasiPMT-AS. terutama pcran. ------------_.gan • Waktu dimulai pemberian makanan tambahan sangat terlambat. parutubi'.

.• . Terbatasnya jumlah kantor pos penyalur dana PMT-AS -. Dana pembinaan kepala sekolah. Isu dan Masal. antara lain dengan mengkomunikasikan hambatan dan mencari cara penyelesaian secara bersama-sama atau terkoordinir Perlu adanya juklak yang sarna sebagai pegangan masing-masing pihak sehingga masing-masing mengacu pada pedoman dan ketentuan yang sama juga Perlu adanya penyederhanaan proses pencairan dana dalam • • • • Perlu memberikan pemahaman kepada kepala sekolah akan arti pentingnya PMT-AS dan untuk mengatur pengelolaan dan pelaksanaan PMT-AS. Revisi data untuk mengatasi keterlambatan penyaluran dana belum sepenuhnya efektifkarena tidak menginformasikan perubahan data pada pihak penyaJur dana. hal ini terutama diper!ukan bagi sekolah-sekolah yang letaknya 'terisolasi' • • • . sehingga dapat mengatasi kendala dalam pengambilan dana dan pelaksanaan PMT-AS. yang diberikan secara bertahap.1I Masalab Alter .hl. • · • • Perlunya peningkatan koordinasi antara pihak penyelenggara dan pihak penyalur dana. biaya pelaporan dan biaya untuk menjamu tamu-tamu yang berkunjung ke sekolah. t!f Pemeuhan Maglalt Keterallgall • Adanya kendala yang menyebabkan keterlambatan waktu pemberian makanan.h PMT-AS • Akibatnya.lir 'emu. hingga awal Februari 1998 sebagian kepala sekolah belum mengambil dana untuk tahap kedua. • Altern. Disamping dana pembinaan.1t Keteranglll Kantor Pos perlu menambah jumlah layanan penyaluran dana PMT-AS. sering kali tidak meneukupi karena disamping untuk pembinaan. dana tersebut digunakan juga untuk biaya transportasi dari dan ke kantor pos. perlu dipertimbangkan dana untuk biaya peiaporan dan biaya transportasi.gl. Proses pengambilan dana belum eflsien (harus datang dua kali ke kantor pos setiap tahap pengambilan dana. M. bahkan ada sebagian kecil kepala sekolah bahkan belum pernah mengambil dananya. sehingga masih memerlukan waktu yang 'cukup' lama.4" Tabap penyelenggaraan PMT-AS Penyaluran dana Isu d.. Koordinasi antara pihak penyeleng-gara dan pihak penyalur dana (Kantor pos) belum berjalan baik Masing-masing pihak mempunyai juklak sendirisendiri sehingga dalam pelaksanaannya berpedoman pada juklak yang berbeda..

mungkin dikarenakan ketidak jelasan sumber dana dalarn .-.. • Perlu adanya pedoman untuk melakukan pengawasan dan pengendalian pada waktu dibutuhkan.. Penyediaan jamban dan air bersih umumnya masih sangat terbatas. • Departemen Pertanian perlu secepatnya memberikan pedoman dalarn pengembangan kebun sekolah dan mensosialisasikannya pada jajaran di bawahnya (PPL).. atau pusat.---. . I[-- -. Waktu pelaporan tidak sesuai dengan ketentuan.. Pelaporan Waktu pelaporan • • • • . 'tidak mahal' tetapi memenuhi syarat kesehatan. Perlu adanya ketemuan yang diatur oleh forum koordinasi._--- Tah. . pemantauan.~--~. rermasuk kewajiban dalam pelaporan.. bendahara PMT-AS atau guru lainnya yang dilatih agar dapat melakukan tugas tersebut. Perlu adanya pelatihan penyegaran untuk memberikan pemahaman PMTAS. ~" Tahap I'enyelenggaraan PMT-AS Perencanaan kebun sekolah bu dan Masalah Allernatlr Pemeu". Sebagian sekolah belum membuat laporan.:. misalnya saar terjadinya kontradiksi antara pihak penyelenggara dan pihak penyalur dana. misalnya sekter-sektor mana yang terlibat dalam pemantauan dan jadwal pemantauan..-I---. sehingga pada tahun 1997/98 sebagian menggunakan format pemantauan dari Prof. terutama pada saat ada kunjungan 'pcjabat' dati tingklll alas. Perlu &danya modelleontoh perencanaan penyediaan jarnban dan air bersih yang sederhana. seperti sekertaris PMT-AS..--------.AS O. umumnya dikarenakan oleh kesibukan kepala sekolah. Pada tingkat SO/MI. E. • Kegiatan pcmantauan di tingkat 80/MI dilakukan sewaktu-waktu. KepaJa sekolah mengkoordinirdan selaku ketua tim.--. -. rnenanda-tangani laporan. penyiapan dan pembualan laporan dapat dilakukan oleh anggota lim lainnya. n PMT. _ ___.-----. Belum adanya pedoman dalam pengembangan kebun sekolah dari Dinaslkanwil Pertanian. • • 0 Waktu pelaporan perlu di pertimbangkan dan dirubah untuk kepala sekolah dati sekali sebulan menjadi setiap tiga bulan. sepertl kabupaten dan propinsi. Pengawasan dan Pengendallan Kegiatan pengawasan dan pengendalian Isli dan Masalah Allernalir Pemenhan MUllah Kderallgan • Belum ada pengawasan dan pengendalian untuk segera mengalasi permasalahan yang ada.. Perlu adanya pembagian tugas dalam tim pelaksana ringkar SOIMI. hanya sebagian kecil yang rnenerapkan sanksi tidak mendapatkan dana tahap berikutnya jika sekolah belum menyerahkan laporan.-. utamanya menyesuaikan dengan kegiatan yang terlambat. Belum ada materi yang baku untuk pemantauan." penyelenggar . Sebagian keeil kepala sekolah belum memahami bahwa laporan wajib dibuat dan diserahkan ke eamat setiap bulan... • Perlu ditetapkan materi apa yang akan dipantau dan pelaporan hasil pemantauan serta sumber dana yang digunakan. Umumnya belum ada tempat khusus untuk air bersih • • Materi pemantauan • Pelaksanaan pemantaaan belum dilaksanakan secara terpadu disemua tingkatan penyelenggaraan PMT-AS.--~... Pemantauan Koordinasi pemantauan • Belum adanya perencanaan dan pengelolaan kebun sekolah untuk tujuan PMT-AS.Sukinnan. Mlulall Kdennc·· • • Pereneanaan dan pembuatan jamban sekolah dan tempat air bersih C.-. lermasuk langkah apa yang akan dilakukan dan siapa yang melakukan dan bertanggungjawab.

a PMT-AS Jenis laperan flU cI. sehingga tingkat kabupaten dapat membuat rekapitulasi laporan walaupun laporan dari kecamatan belum datang. Terhambatnya pelaporan di tingkat SO/MI berpengaruh pada pelaporan di tingkal kabupalenlkotamadya dan propinsi. Tahap penytlenggaraan PMT·AS !III lIaaMaulah Alt_atll 'fiIIHabaa M. __ -_-----. Altenlltlr '_Hlhn Masalah Ketrn..--~ Tahap penyttenggar . Perlunya pcmberdayaan anggota tim pengelola di tingkat kecamatan. Untuk melakukan ini disarankan untuk menyiapkan staff yang khusus menangani pelaporan. pada prestasi kepala sekolah. dikarenakan terhambatnya laporan SO/MI dan terbatasnya sumber daya manusia (SOM) untuk mengelola laporan di tingkat keeamatan. melainkan tugas tim pengelola. mlsalnya l&poran dari SDIMI sam rangkap dikirim ke kabupatenlkotamadya (sebagai tembusan). Partisipasi dan keterlibatan dalam peJaksanaan PMT-AS. • • • • Peningkatan pemahaman dan peningkatan molivasi sangat diperlukan untuk kelancaran pelaporan. (3) agar kepala desalkelurahan memantau pclaksanaan PMT -AS di semua sekolah di desalkelurahan .gal • Laporan yang dibuat umumnya hanya laporan keuangan yang dipergunakan untuk mendapatlcan dana untuk tahap berikutnya. tennasuk laporan. Jib memungkinkan sanksi dapat dikaitkan dengan tugas dan kewajiban kepala sekolah seeara utub yang secara akademik dapat berpengarull. 5ehingga untuk mendapalkan laporan dilakukan c:ara 'menjemput bola'.ul. Mekanisme pelaporan yang cepat d~n lerstruktur perlu dilakukan. • • Laporan kegialan sebagian besar belum dikirimkan ke tingkat kecamatan. Kepala desalkelul'llhan disarankan untuk membuat laporan PMT-AS dengan alasan: (I) agar kepala sekolah lebih berpartisipasi dan bertanggungjawab dalam penyelenggaraan PMT-AS di desalkelurahannya. Karena itu pembagian dan dislribusi lugas dalam tim sangat diperlakan. .. . • .-~. Pelaporan di lingkat kecamatan juga mengalami kemacelan. bukan hanya tugas seksi PMO saja. (2) kepala desalkelurahan dapat mengernukakan potensi dan kendala desalkelurahan yang relevan dengan PMT -AS.n MasRla.1I Ketetllll" • Tidak ada kewajiban bagi kepala desalkelurahan untuk membuat Iaporan pelaksanaan PMT-AS tingkat desalkelurahan.

..~.a Mania' Alte . d. • I __ I . E. Evaluasl Sistim evaluasi PMTAS • Belum ada sistim untuk mengevaluasi pelaksanaan PMTAS mulai dari tingkat SD/MI sampai dengan tingkat propinsi.... --~--- - -- --- '1 Tahap pellyelenggarlllll PMT-AS II... Perlu dikembangkan sistim evaluasi pelaksanaan PMT-AS mulai dari tingkat SD/MI sampai dengan tingkat propinsi.. tlf PanHaua Malalah Keter . . • Perlu adanya fonnat standar yang sederhana untuk laporan keuangan dan kegiatan sehingga memudahkan penanggung jawab setiap tiogbt penyelenggaraan PMT-AS.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->